The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kompilasi E-Modul -STRATEGI PEMBELAJARAN PAUD fix (1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rifniainil, 2022-04-24 09:21:06

Kompilasi E-Modul -STRATEGI PEMBELAJARAN PAUD fix (1)

Kompilasi E-Modul -STRATEGI PEMBELAJARAN PAUD fix (1)

menyelesaikan semua area yang disiapkan oleh guru, sekalipun anak tidak dapat
mengeksploitasi area yang bukan menjadi minat si anak dengan maksimal.

4) Model Penataan Kelas Sentra atau BCCT (Beyond Centre and Circle
Time)
Model penataan kelas sentra di Indonesi dikenal dengan istilah BCCT yaitu

model penataan kelas yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di dalam
‘lingkaran” (circle times) dan sentra bermain. Sentra bermain adalah zona atau
area sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh
potensi dasar anak didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang,
serba seimbang. Sentra bermain terdiri dari: sentra bahan alam dan sains, sentra
balok, sentra seni, sentra bermain peran, sentra persiapan, sentra agama, sentra
musik.

Pendekatan ini berusaha untuk merangsang anak agar bermain secara aktif di
sentra-sentra permainan. Anak diperlakukan sebagai “subjek otonom” yang secara
liberal mengembangkan kemampuannya secara maksimal. Sementara tugas guru
lebih bersifat “pasif” karena tugas guru hanya sebatas memotivasi, memfasilitasi,
mendampingi, dan memberi pijakan-pijakan. Pijakan yang dimaksud di sini
adalah dukungan yang berubah-ubah karena disesuaikan dengan tingkat
perkembangan anak atau masa peka (periode sensitif). Ciri khas pijakan dalam
pendekatan BCCT adalah duduk melingkar.

Semua sentra tersebut dapat dimainkan dengan baik jika pelaksanaannya
berpegang pada prinsip-prinsip BCCT, Prinsip pembelajaran dengan pendekatan
BCCT antara lain: (1) keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada
teori dan pengalaman empiris, (2) setiap proses pembelajaran ditujukan untuk
merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain terencana dan terarah
serta dukungan pendidik dalam bentuk pijakan-pijakan, (3) menempatkan
penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk
aktif, kreatif dan terus berfikir dengan menggali pengalamannya sendiri, (4)
menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajarannya, (5)

mensyaratkan pendidik dan pengelola program untuk mengikuti pelatihan
sebelum menerapkan pendekatan ini, (6) melibatkan orang tua dan keluarga
sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di
rumah. (Departemen Pendidikan Nasional 2007).

Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermainyaitu bermain
sensorimonitor atau fungsional, bermain peran dan bermain konstruktif (membangun
pemikiran anak). Tujuan dari model Beyond Center and Circle Time yang dimaknai
sebagai sentra dan saat lingkaran adalah sebagai berikut.

a. Model ini ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak
melalui bermain yang terarah.

b. Model ini menciptakan setting pembelajaran yang merangsang anak untuk
aktif, kreatif, dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri
(bukan sekedar mengikuti perintah, meniru dan menghafal).

c. Dilengkapi dengan standar operasional yang baku, yang berpusat di sentra-
sentra kegiatan dan saat anak berada dalam lingkaran bersama pendidik,
sehingga mudah diikuti.

2. Forum Diskusi
Saudara, pada forum diskusi ini, silakan membentuk kelompok beranggotakan

maksimal 4 orang. Topik diskusi kali ini adalah sebagai berikut.

a. Jelaskan konsep model pembelajaran menurut pemahaman kelompok Anda?
b. Manakah model pembelajaran yang paling efektif untuk diterapkan dalam

pembelajaran AUD? Mengapa demikian? Jelaskan alasannya !
c. Manakah model penataan kelas yang paling efektif untuk diterapkan dalam

pembelajaran AUD? Mengapa demikian? Jelaskan alasannya !
Setelah berdiskusi secara kelompok kecil, presentasikan hasil diskusi Anda pada
pertemuan pleno (diskusi kelas). Selanjutnya, kesimpulan dari diskusi tersebut anda
unggah ke e mail [email protected] .

70

3. Tugas Terstruktur
Pada ini, secara inddividual cobalah Anda buatkan:

1) Contoh penerapan model pembelajaran kelompok (cooperative learning) untuk
anak usia dini

2) Contoh penerapan model pembelajaran proyek (PjBL) untuk anak usia dini
3) Contoh penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk anak

usia dini.
Silahkan unggah hasil tugas terstruktur ini ke [email protected]. Selamat
belajar dan semoga sukses.

4. Evaluasi
Jawablah soal-soal di bawah ini dengan memilih salah satu pilihan jawaban yang

tersedia.

1. Bu Rita akan mengajarkan tema Kebutuhanku dan sub-sub tema makanan
sehar. Kegiatan hari ini adalah cooking class membuat salad buah. Maka Bu
Rita dapat memilih penataan kelas yang cocok dengan kegiatan tersebut di
sentra…
A. Persiapan
B. Balok
C. Bermain Peran
D. Olah tubuh

2. Anak-anak kelompok B TK Tunas Bangsa hari ini diajak oleh Ibu guru untuk
mengeksplorasi tentang Ayam. Bu Guru mengajak anak-anak ke kebun sekolah
yang terdapat area tempat memelihara ayam dengan ukuran sekitar 3mx3m.
Dalam area tersebut terdapat 1 ayam jago, 1 ayam betina, 2 ekor anak ayam
berukuran sedang dan 3 ekor anak ayam yang masih kecil. Suara anak ayam
menciap-ciap karena tidak dapat tempat di kandangnya, kandangnya terlalu

kecil. Pembelajaran berbasis proyek yang dapat diterapkan oleh guru dengan
mengacu pada ilustrasi tersebut adalah…
A. Membuat kreasi dari bulu ayam
B. Membuat telur goreng
C. Membuat kandang ayam dari loose parts
D. Mengurutkan gambar perkembangbiakan ayam
3. Kelemahan penataan kelas dengan model klasikal adalah..
A. Kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan minat anak
B. Kegiatan pembelajaran bervariatif
C. Kegiatan pembelajaran berpusat pada guru
D. Kegiatan pembelajaran dilakukan di kelas dengan jumlah anak yang

banyak
4. Berikut yang menunjukkan perbedaan antara pembelajaran kelompok

(Cooperative learning) dengan penataan kelas model kelompok adalah..

Model Pembelajaran Model Penataan Kelas

1. Aktivitas bermain dilakukan Secara 1. Aktivitas bermain dilakukan
Berkelompok dan aktivitas bermain melalui pusat pusat minat
bersifat aktivitas kelompok
2. Aktivitas bermain dilakukan dalam
2. Aktivitas membuat sebuah proyek kelompok-kelompok kecil namun
yang dilakukan dalam kelompok jenis kegiatannya belum tentu
kegiatan kelompok
3. Aktivitas bermain didasarkan pada
sebuah masalah yang dijadikan topik 3. Aktivitas bermain dilakukan
pembahasan sentra-sentra yang disesuaikan
dengan jenis kegiatannya

A. 1 dan 3

B. 2 dan 3

C. 3 dan 2

D. 1 dan 2

5. Bu Sasmita menampilkan video banjir bandang yang terjadi di Malang. Setelah

menayangkan video tersebut Bu Sasmita mengajak anak bertanya jawab

tentang penyebab terjadi banjir dan usaha yang dapat dilakukan oleh anak-anak

72

untuk mencegah banjir. Lalu setelah itu Bu Sasmita mengajak anak-anak untuk
membuat miniature tempat sampah, agar anak-anak mendapatkan pengetahuan
tentang pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada
tempatnya sebagai upaya mencegah terjadinya banjir. Pembelajaran yang
dilakukan oleh Bu Sasmita sesugguhnya menerapkan model pembelajaran…
A. Project Based Learning
B. Problem Based Learning
C. Cooperative Learning
D. Expository Learning
6. Ciri-ciri model pembelajaran yang layak untuk menjadi acuan perancangan
model pembelajaran,kecuali...
A. Mempunyai misi dan tujuan pendidikan yang jelas
B. Teori pendidikan dan teori belajar harus berdasarkan pada para ahli

tertentu
C. Mempunyai persiapan menagajar yang matang dengan desain yang

instruksional
D. Mempunyai guru yang profesional
7. Guru dan peserta didik berkolaborasi dalam kegiatan proyek yang akan
dilaksanakan. Perencanaan yang disiapkan berupa...
A. Pemilihan tempat yang strategis dan luas
B. Keikutsertaan orangtua dan peran pendamping dalam kegiatan
C. Aturan main,pemilihan aktivitas yang menjawab pertanyaan penting dan

mengetahui alat bahan yang digunakana dalam proyek
D. Penentuan alokasi waktu penyelesaian proyek
8. Manakah dibawah ini yang termasuk dalam tujuan pembelajaran berbasis
masalah (PBL) ..
A. Membantu anak mengerjakan permasalahan yang autentik untuk

menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inquiri dan
keterampilan berpikir tingkat lebih tinggi, mengembangkan kemandirian,
dan percaya diri.

B. Memberikan kesempatan anak berpikir kreatif dan kritis
C. Merangsang anak untuk aktif dalam pembelajaran
B. Mengembangkan imajinasi anak
9. Model pembelajaran yang benar selalu mengarah kepada kenyamanan siswa
dalam belajar. Komponen yang digunakan dalam model
pembelajaran,kecuali..
A. Perencanaan dan pengelolaan kelas
B. Tahapan dalam pembelajaran
C. Tujuan-tujuan pembelajaran
D. Usaha pembelajaran
10. Guru memiliki tanggung jawab dalam memonitor anak didiknya. Salah satu
cara menerapkannya yaitu...
A. Guru memfasilitasi disetiap proses pembelajaran
B. Keaktifan siswa menjadi hal yang wajib dimonitor
C. Guru berperan aktif dalam diskusi kelompok
D. Peserta didik adalah subjek terpenting dalam pembelajaran

E. Daftar Rujukan

Afandi, Muhamad, Evi Chamalah, Oktarina Puspita W. 2013. Model dan Metode
Pembelajaran di Sekolah. UNISSULA PRESS : Semarang. (Online),
(http://research.unissula.ac.id/file/publikasi/211313015/9230susun_ISI_DAN
_DAFTAR_PUSTAKA_BUKU_MODEL_edit_.pdf), diakses pada 06 Maret
2021.

Anita, Sri. 2020. Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) pada Anak Usia
Dini Selama Pandemi Virus Covid-19 di Kelompok A BA Aisyiyah Timbang
Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. (Online),
(http://repository.iainpurwokerto.ac.id/8617/), diakses pada 25 September
2021.

Astuti, Wuri. 2017. Perencanaan Pembelajaran PAUD. Malang: UM Press.
Asyafah, Abas. 2019. Menimbang Model Pembelajaran (Kajian Teoretis-Kritis atas

Model Pembelajaran dalam Pendidikan Islam). Tarbawy : Indonesian Journal
of Islamic Education, 6(1), 19-32. (Online),

74

(https://ejournal.upi.edu/index.php/tarbawy/article/view/20569), diakses pada
19 September 2021.

Hijriati. 2017. Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini.
Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak, 3(1), 74-92. (Online), (https://jurnal.ar-
raniry.ac.id/index.php/bunayya/article/view/2046), diakses pada 06 Maret
2021.

Widyawati. 2020. Strategi Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi
Covid-19. Educhild, 2(1), 25-36. (Online), (https://jurnal.iain-
bone.ac.id/index.php/yaabunayya/article/download/1309/805), diakses pada 25
September 2021.

e-Modul 6
METODE PEMBELAJARAN
_____________________________________________

Nur Anisa
Laili Nur Andriani

Nanda Sugesti

A. Pengantar

Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran pada lembaga pendidikan anak usia
dini adalah penggunaan metode pembelajaran yang dapat melibatkan anak secara
optimal dan sesuai dengan tingkat perkembangannya. Bagaimana upaya untuk
membelajarkan anak, sehingga mereka memperoleh pengalaman belajar yang
bermakna adalah menjadi tugas sekaligus tantangan bagi guru. Oleh karena itu, seorang
guru/pendidik PAUD harus memiliki wawasan yang luas dan mendalam mengenai
jenis metode pembelajaran yang relevan untuk membelajarkan anak usia dini. Terlebih
lagi bahwa di lembaga PAUD orientasi pembelajaran adalah pengembangan karakter,
sehingga anak mampu menjadi warga negara yang baik sekaligus menjadi warga global
yang adaptif, mandiri dan memiliki eksistensi diri berbasis pada kearifan lokal yang
ada di lingkungannya. Untuk kepentingan tersebut, pada bagian ini saudara akan diajak
untuk mengkaji hakikat metode pembelajaran untuk anak usia dini. Selamat belajar dan
semoga sukses.

B. Petunjuk

Metode pembelajaran adalah salah satu cara yang digunakan pendidik dalam
melakukan kegiatan pembelajaran kepada anak untuk mencapai kompetensi tertentu.
Metode juga sebagai umpan balik bagi pendidik untuk memperbaiki kegiatan
pembelajaran dan meningkatkan layanan pada anak agar sikap, pengetahuan, dan

76

keterampilan berkembang secara optimal. Untuk mencapai hal tersebut, maka
lakukanlah kegiatan berikut :

1. Bacalah stimulan materi berikut dengan cermat, dan lakukan analisis terkait
fenomena sehari-hari.

2. Kerjakanlah tugas-tugas yang mengikuti sebagai bentuk implementasi dari
penguasaan Anda terhadap materi yang telah dipelajari

3. Berlatihlah mengerjakan soal-soal latihan secara mandiri yang telah disediakan.

C. Tujuan

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan pembaca memiliki kompetensi sebagai
berikut:
1. Menjelaskan pengertian metode pembelajaran untuk anak usia dini.
2. Menganalisis macam-macam metode pembelajaran anak usia dini.
3. Mengevaluasi implementasi metode pembelajaran untuk anak usia dini.

D. Kegiatan Belajar

1. Pendalaman Materi
a. Pengertian Metode Pembelajaran
Salah satu komponen penting dalam pembelajaran adalah metode. Metode pembelajaran

merupakan cara untuk mencapai tujuan pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi efektif
dan efisien, serta bersifat interaktif. Sementara itu metode pembelajaran untuk Pendidikan
Anak Usia Dini adalah cara yang digunakan guru atau pendidik dalam menyajikan materi
kepada peserta didik yaitu anak yang berumur di bawah 6 tahun untuk mencapai tujuan-tujuan
pembelajaran secara efektif dan efisien sesuai dengan perencanaan sebelumnya agar anak
memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan kejenjang dasar. Pelaksanaan pembelajaran
anak usia dini dilakukan melalui bermain secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
kontekstual dan berpusat pada anak (Sriwahyuni, Asvio, dan Nofialdi 2017). Hal ini juga sesuai
dengan pendapat Afandi, M., dkk.( 2013) bahwa metode pembelajaran untuk anak usia dini
adalah cara atau tahapan yang digunakan dalam interaksi antara peserta didik dan pendidik
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan materi dan

mekanisme metode pembelajaran. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru untuk membelajarkan anak,
sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif, dan efisien, serta dapat menantang
anak untuk mengembangkan seluruh potensinya sesuai dengantingkat perkembangannya.

b. Macam-macam Metode Pembelajaran AUD
Jenis-jenis metode pembelajaran yang dapat dipilih dan digunakan untuk anak usia
dini antara lain metode bercerita, bercakap-cakap, demonstrasi, penugasan,
eksperimen, sosia drama, bermain peran, proyek dan karya wisata. Berikut uraian
masing-masing metode pembelajaran tersebut.

1) Metode Bercerita
Salah satu metode pembelajaran yang banyak digunakan dalam pendidikan anak

usia dini adalah bercerita. Hal ini wajar, karena melalui metode bercerita anak-anak
dapat mengembangkan bahasa reseptif dan bahasa ekspresifnya. Sebagaimana
dikemukakan oleh Monica Hotma, dkk., (2020) bahwa metode bercerita
dan gaya belajar berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak. Metode bercerita
merupakan kegiatan yang dilakukan secara lisan oleh seseorang untuk menyampaikan
sesuatu (ide, gagasan, atau cerita) kepada orang lain dalam hal ini anak. Kegiatan
bercerita lebih menekankan pada bahasa tutur yang dilakukan dengan berbagai teknik
seperti menggunakan media seperti boneka, boneka tangan/jari atau obyek belajar
lainnya. Selain itu teknik bercerita juga dapat dilakukan secara interaktif-dialogis, di
mana anak-anak mengikuti cerita yang dibacakan oleh guru dalam bentuk
menyempurnakan kalimat, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapatnya
tentang isi cerita tersebut. Dalam hal ini anak-anak dilatih untuk mengembangkan
bahasa reseptifnya (mendengarkan) dan bahasa ekspresifnya sekaligus (seperti
menceritakan kembali, mengemukakan pendapatnya atau menyempurnakan kalimat
yang dicampaikan oleh guru).

Dalam mengimplementasikan metode berceerita kepada anak, guru sebaiknya
memperhatikan keutuhan isi cerita mulai dari awal hingga akhir. Guru terlebih dahulu

78

harus merencanakan isi cerita yang akan disampaikan sehingga bisa menjadi cerita
yang utuh dan menarik. Sesuai dengan tuntutan kompetensi abad 21, dalam
menerapkan metode berderita hendaknya diakhiri dengan kasus, yang dapat memicu
anak mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya dan menemukan solusi dari
mermasalahan dalam cerita tersebut secara kreatif.

Contoh:

Pada suatu hari Ina dan Lina pergi ke rumah nenek di desa. Mereka

diantar oleh ayah dan ibunya. Sepanjang perjalanan ke desa

suasananya sangat menyenangkan sekali, karena di kiri dan kanan

jalan terdapat bermacam tanaman dan kebuh yang beraneka ragam

dan segar menghijau. Sesampai di rumah nenek, mereka disambut

dengan gembira oleh kakek. Ina dan Lina sangat gembira sekali.

Tetapi tiba-tiba mereka mencari neneknya di belakang rumah, tetapi

tidak ada. Yang terlihat hanya bebek yang banyak sekali di kandang.

Tiba-tiba nenek datang dengan muka sedih. Ina bertanya, kenapa

nenek sedih? Nenek menjawab, bahwa seekor anak bebeknya hilang.

Terus Ina dan Lina membantu nenek mencari anak bebeknya. Tiba-

tiba di kejauhan terdengar suara bebek, kemudian mereka bertiga

berpencar mencari arah suara bebek tadi.

A BC DE

J IH G F

K LM N O

TS RQP

U IW O Y

E UI ZA

Jika warna bir adalah Ina, waarna hijau adalah Lina dan warna merah
adalah nenek, maka bantulah mereka mencari jalan untuk
menemukan anak bebek tersebut. Masing-masing boleh
membuat/memilih jalannya sendiri dan boleh lebih dari satu jalan.
Carilah siapa yang jalannya paling pendek dan siapa yang paling
panjang jalan yang ditempuhnya dengan cara menyalin huruf-huruf
yang dilewatinya.

Tujuan utama dari penggunaan metode bercerita adalah tercapainya

tujuan pembelajaran. Tetapi lebih spesifik metode bercerita mempunyai tujuan

untuk dapat melatih anak mendengarkan cerita, memahami isi cerita, bertanya

dari isi cerita, menjawab soal yang bersumber dari cerita dan yang terakhir

adalah dapat menceritakan kembali apa yang ia dengarkan dengan bahasa

mereka sendiri. Selain itu melalui metode bercerita anak dapat

mengembangkan imajinasinya, kemampuan berpikir kritis, memecahkan

masalah, kreatif dan mampu mengembangkan sikap simpati dan empati serta

keterampilan motoriknya.

Kelebihan metode bercerita Kekurangan metode bercerita

1. Dapat menjangkau jumlah anak 1. Anak didik akan menjadi pasif,
yang sangat banyak
karena anak lebih banyak
2. Waktu yang disediakan bisa
dimanfaatkan dengan efektif mendengarkan atau menerima
dan efisien
penjelasan dari guru (sebaiknya
3. Pengaturan kelas akan menjadi
sederhana ini bisa diatasi dengan membagi

4. Guru bisa menguasai kelas waktu untuk bercerita atau
dengan lebih mudah
memberikan kesempatan yang
5. Secara relatif tidak banyak
membutuhkan biaya sama untuk anak bercerita

kembali)

2. Kurang merangsang

perkembangan kreativitas dan

kemampuan anak untuk

menyampaikan pendapatnya

3. Daya serap atau daya tangkap

anak berbeda dan masih lemah

sehingga sukar memahami tujuan

pokok isi cerita

4. Cepat menimbulkan rasa bosan

terutama jika penyajiannya tidak

menarik

80

2) Metode Bercakap-Cakap
Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak

usia dini karena bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan
berkomunikasi dengan orang lain, meningkatkan keterampilan dalam
melakukan kegiatan dengan bersama, selain itu metode ini juga dapat
meningkatkan keterampilan menyatakan perasaan, serta menyatakan gagasan
atau pendapat secara verbal. Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-
cakap untuk anak usia dini akan membantu perkembangan dimensi sosial,
emosi, kognitif, dan bahasa. Bercakap-cakap dapat dilakukan dalam bentuk
tanya jawab antara anak dengan guru atau antara anak dengan anak yang lain.

Kegiatan bercakap-cakap dilakukan antara guru dan anak diharapkan
dapat; a) meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan
menggunakan kemampuan bahasa secara ekspresif, b) meningkatkan
keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh
diri sendiri dan anak lain, c) meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan
hubungan dengan orang lain, baik teman atau pamong, d) memberi kesempatan
kepada anak untuk membangun jati dirinya, melalui kesempatan berdialog, e)
memperluas pengetahuan, wawasan dan pembaharuan kata, f) meningkatkan
kemampuan bahasa reseptif anak, seperti mendengarkan dan memahami
pembicaraan orang lain. Dalam pembelajaran untuk anak usia dini, sebaiknya
komunikasi dua arah dalam bentuk bercakap-cakap lebih dikedepankan.
Berikan kesempatan pada anak untuk bercerita tentang apa saja yang mereka
ketahui dan apa saja yang sudah mereka lakukan, baik di rumah, di lembaga
PAUD, atau di masyarakat. Bebaskan mereka untuk bertanya tentang apa saja,
dan apa pun yang diutarakan atau ditanyakan anak, hendaknya direspon positif
meskipun clotehan anak-anak sering menyimpang dari tema yang sering
dibicarakan.

3) Metode Demonstrasi
Demonstrasi berarti menunjukan, mengerjakan, dan menjelaskan. Jadi

dalam demonstrasi kita menunjukan dan menjelaskan cara-cara mengerjakan
sesuatu. Melalui demonstrasi diharapkan anak dapat mengenal langkah-
langkah pelaksanaan. Kegiatan demonstrasi dapat memberi ilustrasi dalam
menjelaskan informasi kepada anak. Anak akan melihat bagaimana suatu
peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian lebih
menantang. Disamping itu melalui kegiatan demonstrasi, dapat meningkatkan
daya pikir dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir
konvergen, dan berfikir evaluative.

Demonstrasi memiliki makna penting bagi anak usia dini antara lain,
dapat memperlihatkan secara konkrit apa yang akan dilakukan, dilaksanakan,
atau memperagakan, konsep prinsip dengan peragaan, membantu
mengembangkan kemampuan mengamati secara teliti dan cermat, membantu
mengembangkan kemampuan peniruan dan pengenalan secara tepat.

Kegiatan demonstrasi dapat memberikan kesempatan kepada anak
untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi,
dan mengapa hal itu dapat terjadi. Dengan demikian, akan merangsang anak
berusaha untuk memperlihatkan ilustrasi dan apa yang dilakukan guru serta
mendengarkan penjelasan guru. Selain itu anak akan menggunakan informasi
untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan berusaha untuk melakukan
kegiatan sebagai mana yang dilakukan oleh guru, serta merangsang anak untuk
berfikir secara kritis dan menggunakan kemampuan untuk menalar.

Sesuai dengan tujuan metode demonstrasi, yaitu memberikan
pengalaman belajar melalui melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan
meniru pekerjaan yang didemonstrasikan, kegiatan yang sesuai dengan metode
ini adalah: 1) Kegiatan demonstrasi yaitu dimulai dengan penjelasan. Kegiatan
ini berkaitan dengan cara membentuk (bangunan, dan cara menggunakan alat,
misalnya menarik garis lurus dan lengkung, menggunting pola, membentuk

82

model, mengatur meja makan, mengatur tempat tidur, dan cara menggunakan
alat). 2) Kegiatan demonstrasi dalam bentuk dramatisi. Kegiatan ini pada
umumnya untuk menanamkan nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral, dan nilai-nilai
keagamaan. Jadi metode demonstarsi ini adalah guru akan mencontohkan
terlebih dahulu secara langsung kemudian anak mencontohnya. Contoh
kegiatan yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode demonstrasi,
seperti : cara membuat benda-benda dengan plastisin, cara membuat origami,
cara menyapa orang yang lebih tua dan lain sebagainya.

4) Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas diberikan kepada anak semata-mata hanya

untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan bahasa
reseptif anak, memusatkan perhatian, dan membangun motivasi anak, bukan
untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu hindari, sebaiknya hindari pemberian
tugas yang bersifat memaksa, mendikte, membatasi kreativitas anak, terus-
menerus, dalam bentuk pekerjaan rumah, atau tugas lain yang membuat anak
menjadi tertekan dan terpaksa, membuat anak bosan dan sampai frustasi.
Berikan tugas-tugas yang dapat meningkatkan kreativitas, meningkatkan
imajinasi anak, melatih motorik, membuat anak bergairah, lebih bersemangat,
merasa senang, lebih bersemangat, menumbuhkan rasa percaya diri,
meningkatkan motivasi belajar, dan tugas-tugas lain yang membuat anak
merasa nyaman dan aman ketika belajar di PAUD. Dalam memberikan tugas
kepada anak guru harus memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa hal
di antaranya :
a. Tujuan diberikannya tugas, apakah untuk melatih ketepatan atau

keterampilan anak.
b. Memperhatikan kemampuan seluruh anak, karena di kelas terdapat anak

yang dapat menyelesaikan tugas dengan cepat dan ada anak yang lambat
dalam menyelesaikan tugasnya

c. Memperhatikan kondisi kelas, apakah kelas dalam kondisi yang
menyenangkan atau tidak.

5) Metode Eksperimen
Eksperimen merupakan pemberian pengalaman nyata kepada anak

dengan melakukan percobaan secara langsung dan mengamati hasilnya. Contoh
metode eksperimen ini adalah guru melakukan kegiatan percobaan telur
tenggelam dan terapung, menakar dan meliter air, menanam jagung, dan lain-
lain. Tujuan dari metode eksperimen ini adalah agar anak mampu secara aktif
memahami informasi tentang apa yang ada disekitar lingkungan tempat
tinggalnya. Kelebihan metode eksperimen adalah anak bisa belajar sains
dengan menyenangkan, sedangkan kendala metode eksperimen adalah
terbatasnya media dalam melakukan berbagai eksperimen. Meskipun guru
belum bisa melakukan eksperimen terutama dalam pembelajaran sains
layaknya dalam sebuah laboratorium. Tetapi guru selalu berusaha melakukan
eksperimen yang bisa dilakukan dengan media hasil buatan sendiri atau
bersama anak.

6) Metode Bermain Peran
Bermain peran (role playing) adalah permainan anak-anak dengan

memerankan tokoh atau benda (binatang, tanaman). Sosio-drama atau bermain
peran dilakukan untuk mengembangkan daya khayal/imajinasi, kemampuan
berekspresi, dan kreativitas anak yang diinspirasi dari tokoh-tokoh atau benda-
benda yang ada dalam cerita. Metode bermain peran ini merupakan salah satu
kegiatan yang sangat digemari oleh anak, karena dengan metode ini anak bebas
mengekspresikan diri, namun guru masih mendapat kendala dalam
pelaksanaannya seperti minimnya media bermain peran. Misalnya anak
bermain peran menjadi ayah, ibu, petani, dokter, polisi, pilot, dll. Bermain
peran adalah awal bermain drama. Bermain peran berarti anak meniru karakter
atau tindakan dari tokoh yang diinginkannya. Bermain peran tentu berbeda

84

dengan sosiodrama, sebab dalam bermain peran tidak ada alur cerita yang jelas
dan runtut.
7) Sosio drama

Metode sosio drama merupakan kelanjutan dari metode bermain peran.
Jika dalam metode bermain peran anak-anak memerankon tokoh-tokoh
tertentu dan dilakukan secara monolog, maka pada metode sosio drama sudah
mengikuti alur cerita. Pola komunikasinya adalah dialog antar tokoh cerita dan
membentuk suatu alur cerita yang utuh. Metode ini cocok untuk melatih bahasa
ekspresif anak, rasa percaya diri, penjiwaan terhadap peran
(protogonis/antagonis), dan kemampuan ekspresi anak. Langkah yang
ditempuh dalam metode sosio drama adalah (1) guru menyiapkan sebuah cerita,
(2) berbagi peran (3) memerankan tokoh sesuai alur cerita dan (4) berdiskusi
mengenai pengalaman anak dalam kegiatan sosio drama tadi.
8) Metode Proyek

Metode proyek adalah melakukan suatu pekerjaan. Metode proyek
dalam pembelajaran memiliki arti memberikan pekerjaan kepada anak untuk
menyelesaikan suatu permasalah tertentu. Proyek bisa dikerjakan secara
kelompok atau individu. Di sekolah PAUD proyek yang akan diberikan adalah
proyek sederhana, maka dari itu metode pembelajarannya disebut dengan
metode pembelajaran proyek sederhana. Hal-hal yang bisa dilakukan dalam
melakukan pembelajaran dengan metode proyek adalah :
a. Melakukan sebuah pengamatan terhadap warna daun (ada yang berwarna

hijau, kuning, merah, dll)
b. Melakukan kegiatan menjiplak
c. Mewarnai gambar tumbuh-tumbuhan
d. Menemukan benda yang mempunyai bentuk persegi, segitiga, dan lainnya.

Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan metode proyek adalah
sebagai berikut:

a. Penyelidikan: guru memberikan pertanyaan kepada anak untuk mengetahui
pemahaman anak terhadap suatu topik yang akan guru sampaikan. Misalnya
: taukah kamu warna bunga? Dll.

b. Penyajian bahan baru: guru menyampaikan materi yang berkaitan dengan
topik yang akan diselidiki. Misanya : Guru menyampaikan warna-warna
bunga

c. Asimilasi/pengumpulan data: anak mencari informasi dengan cara
mengamati, mencatat dan mendokumentasikan segala informasi yang
dibutuhkan sebagai tugas yang diberikan oleh guru. Misal : setelah
mengetahui warna-warna bunga, anak diminta untuk mengamati tumbuhan
disekitar mereka yang memiliki bunga dan berwarna

d. Mengorganisasikan data : guru mengorganisasikan data yang telah anak cari.
Pengorganisasinan dapat berupa kegiatan seperti menggolongkan,
memisahkan, menganalisis, dll. Misal: Setelah anak-anak mengamati
tumbuhan sekitar, anak diminta mengelompokkan bung sesuai dengan
kolom warna yang sudah ada

9) Menyampaikan kembali : anak menyampaikan kembali apa yang telah
mereka ketahui dari data yang telah mereka kumpulkan.

10) Metode Karyawisata
Bagi anak karyawisata berarti memperoleh kesempatan untuk

mengobservasi, memperoleh informasi, atau mengkaji sesuatu secara langsung.
Welton & Malloton dalam buku Moeslichatoen juga menyatakan bahwa
karyawisata dapat memberi kesempatan bagi anak untuk mengobservasi alam
dan melihatnya sendiri dari dekat. Karyawisata juga berarti membawa anak usia
dini ke objek-objek tertentu sebagai pengayaan pengajaran, pemberian
pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak ketika belajar di dalam
kelas, dan juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengobservasi dan
mengalami sendiri dari dekat. Metode karyawisata merupakan kegiatan
pembelajaran dengan mengamati dunia secara langsung yang meliputi manusia,
hewan, tumbuhan dan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar. Metode

86

karya wisata memberikan kesempatan kepada anak untuk mengobservasi,
mengamati, menemukan secara langsung dengan melihat objek yang mereka
pelajari secara langsung.

Metode karyawisata memiliki makna penting bagi perkembangan anak
karena dapat membangkitkan minat anak kepada sesuatu hal untuk memperoleh
informasi secara luas, memperkaya lingkup program kegiatan belajar anak usia
dini yang tidak mungkin dihadirkan di dalam kelas, seperti melihat berbagai
macam hewan, mengamati proses pertumbuhan, tempat-tempat khusus dan
pengelolaannya, bermacam-macam transportasi, lembaga sosial dan budaya.
Jadi dengan metode karyawisata, anak dapat belajar dari pengalamannya
sendiri dan sekaligus anak juga dapat melakukan generalisasi berdasarkan
sudut pandang mereka.

Melalui kegiatan berkaryawisata diharapkan dapat merangsang minat
anak terhadap sesuatu, memperluas informasi yang tidak di peroleh di kelas,
memberi pengalaman secara langsung, menumbuhkan minat anak terhadap
sesuatu, menambah wawasan anak, menjadi sarana rekreasi, memberi perasaan
yang menyenangkan, sarana mempererat hubungan antara orang tua dan guru
PAUD, orang tua dengan orang tua dan anak dengan anak. Kegiatan metode
karyawisata dilakukan sesuai dengan tema yang sedang dipelajari, misalnya
pada tema binatang anak-anak dapat diajak ke kebun binatang, tema tanaman
anak-anak dapat diajak ke pasar bunga, taman kota maupun tempat lain yang
banyak tanamannya, tema profesi anak dapat berkunjung ke kantor polisi,
rumah sakit dan lain-lain.

1. Forum Diskusi
Saudara, untuk memperkuat pemahaman terhadap materi belajar tersebut, cobalah

diskusikan permasalahan berikut ini dalam kelompok Saudara:
1. Analisislah pengertian metode pembelajaran menurut beberapa ahli, lalu

simpulkan dengan pemahaman dan bahasa kalian sendiri !

2. Jelaskan metode pembelajaran apa saja yang tepat untuk diterapkan di PAUD !
jelaskan alasannya !

3. Buatlah contoh penerapan metode pembelajaran dalam pembelajaran berbasis
proyek atau PBjL !

Jawaban Saudara dikirim ke email [email protected]

2. Tugas Terstruktur
Pada ini, secara inddividual cobalah Anda buatkan:

1) Contoh penerapan metode proyek sederhana untuk anak usia dini
2) Contoh penerapan metode pemberian tugas berbasis LKPD pada anak usia dini
3) Contoh penerapan metode pembelajaran yang menggunakan pembelajaran

berbasis masalah (PBL) untuk anak usia dini.
Silahkan unggah hasil tugas terstruktur ini ke [email protected].
Selamat belajar dan semoga sukses.

3. Evaluasi
1. Metode pembelajaran sebagai umpan balik untuk perbaikan kegiatan
pembelajaran. Definisi yang tepat untuk metode pembelajaran yaitu..
A. Metode pembelajaran adalah sistematika umum dalam penyusunan serta
penyajian materi kebahasan untuk keefektifan pembelajaran.
B. Suatu jalan tengah untuk mencipatakan pembelajaran yang efektif
C. Metode yang selalu mengikat capaian hasil pembelajaran
D. Cara melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan menggunakan fakta dan
konsep secara terkonsep.
2. Salah satu metode yang umum diterapkan di PAUD adalah metode bermain.
Berikut ini yang termasuk dalam konspe metode bermain yaitu
A. Bermain keseimbangan akan melatih anak untuk belajar berani
B. Metode bermain merupakan metode yang disukai anak-anak

88

C. Metode bermain memandang dengan belajar akan memberi kesempatan
secara langsung kepada anak untuk bisa merasakan dan bermain dalam
perannya

D. Belajar yang menyenangkan adalah belajar sambil bermain.
3. Dalam kegiatan di kelas,seringkali guru memberikan metode bercerita. Cerita

apakah yang seringkali dibacakan oleh guru di kelas ?
A. Cerita Fabel
B. Dongeng
C. Cerita rakyat
D. Cerita kehidupan sehari-hari
4. Berikut ini alasan yang tepat mengenai pentingnya metode bercerita dalam
pembelajaran di PAUD adalah..
A. Bercerita memberikan daya imajinatif, fantasi dan menambahkan

wawasannya anak terhadap nilai-nilai kebaikan.
B. Bercerita menstimulus anak untuk berpikir abstrak
C. Melatih emosi dan perasaan anak
D. Menciptakan situasi yang sangat menyenangkan dalam kelas
5. Di bawah ini yang termasuk kekurangan metode bercerita yaitu..
A. Secara relatif tidak membutuhkan dana
B. Gaya belajar yang berbeda akan memengaruhi konsentrasi dan

penangkapan informasi belajar
C. Kelas menjadi kondisional dan teratur
D. Mampu menjangkau jumlah anak yang sangat banyak.
6. Guru harus memiliki banyak referensi lagu anak supaya anak tidak bosan
dengan lagu. Bagaiamana strategi guru agar anak tidak bosan?
A. Menyanyikan lagu modern kekinian dan trending
B. Mencosplay lagu menjadi lagu yang humoris
C. Menyanyikan lagu dengan insturmen musik
D. Guru membuat syair lagu yang sesuai dengan tema pembelajaran

7. Bercakap-cakap merupakan salah satu metode yang menyenangkan dan sering
dipakai dalam pembelajaran. Beriku in manfaat yang dihasilkan pada metode
bercakap-cakap kecuali...
A. Mempeluas relasi guru dan murid
B. Meningkatkan keberanian anak menyatakan secara lisan apa yang
dipikirkan
C. Meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak
D. Memperluas pengetahuan,wawasan dan pembaharuan kata

8. Melalui karyawisata,minat anak terhadap sesuatu akan memberi perasaan yang
menyenangkan. Kegiatan yang dilakukan saat karyawisata diantaranya..
A. Outbound melatih keberanian dan keseimbangan anak
B. Karyawisata sebagai salah satu cara menyegarkan pikiran anak
C. Anak-anak diajak ke kebun binatang untuk pengenalan dunia satwa secara
langsung untuk tema pembelajaran binatang
D. Anak dapat secara langsung belajar dari alam

9. Langkah-langkaj pembelajaran metode proyek adalah..
A. Asimilasi, mengorganisasikan data, menyampaikan kembali,
penyelidikan, penyakian bahan baru
B. Penyajian bahan baru, penyelidikan, pengumpulan data,
mengorganisasikan data, menyampaikan kembali
C. Mengorganisasikan data,penyajian bahan baru, penyelidikan, asimiasi,
menyampaikan kembali
D. Penyelidikan.penyajian bahan, asimilasi, mengoganisasikan data,
menyampaikan kembali

10. Penerapan metode pemberian tugas di PAUD terdiri dari...
A. Seni yang berbasis pada LKPD
B. sosiodrama sesuai dengan perannya
C. Anak mengerjakan tugas sesuai instruksi guru
D. Hasil akhir kegiatan selalu diadakan pengayaan dan remidial.

90

E. Daftar Rujukan

Anonymous. 8 Metode Pembelajaran Anak Usia Dini yang efektif. (online)
http://panduanterbaik.id/metode-pembelajaran-anak-usia-dini/

Anonymous. 2011. Metode Pembelajaran Paud. Dari
https://id.scribd.com/doc/49105474/metode-pembelajaran-paud, diakses
pada 22 September 2021

Anonymous. 2013. Metode Dan Model Pembelajaran Di TK. Dari
https://id.scribd.com/doc/120443031/Metode-dan-Model-Pembelajaran-
di-TK, diakses pada 22 September 2021

Anonymous. Pahami 5 Metode Pembelajaran PAUD Sebelum Menyekolahkan
Anak, https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/sarrah-
ulfah/metode-pembelajaran-paud-sebelum-menyekolahkan-anak/5

Anonymous. 2016. Metode Pembelajaran PAUD dan Metode Penilaiannya.
https://silabus.org/metode-pembelajaran-paud/

Anonymous. Metode Pembelajaran Untuk PAUD.
https://gurupengajar.com/metode-pembelajaran-paud.html

E Sriwahyuni, Nofialdi, 2017. Metode Pembelajaran yang digunakan PAUD
(Pendidikan Anak Usia Dini) Permata Bunda. Dari (online)
https://www.researchgate.net/publication/329780138_METODE_PEMB
ELAJARAN_YANG_DIGUNAKAN_PAUD_PENDIDIKAN_ANAK_
USIA_DINI_PERMATA_BUNDA, diakses pada 27 September 2021

NF Janah, 2021. METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
MENURUT PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA. Dari
http://repository.iainpurwokerto.ac.id/9449/2/Nuriyatul%20Fatkhul%20
Janah_Metode%20Pembelajaran%20Pendidikan%20Anak%20Usia%20
Dini%20Menurut%20Pemkiran%20Ki%20Hajar%20Dewantara.pdf,
diakses pada 22 September 2021

D Agustini, E Suparman, 2016. MODUL GURU PEMBELAJAR TAMAN
KANAK-KANAK KELOMPOK KOMPETENSI B. Dari
http://repositori.kemdikbud.go.id/9561/1/Modul%20TK-

B_Edit%20Dhineu%2011%20mei%202016%20yan.pdf, diakses pada
22 Septemer 2021
Y Sulastanti, 2011. Modul Metode PAUD 06. Dari
https://id.scribd.com/doc/61038470/modul-metode-PAUD-06, diakses
pada 22 September 2021

92

e-Modul 7
TEKNIK DAN PROSEDUR PEMBELAJARAN

___________________________________________________________________________
Wuri Astuti

Okta Monica
Indah Nur Septi Nugrahini

Nikmatus Sholiha

A. Pengantar

Kualitas lembaga PAUD ditentukan dari guru yang profesional dalam mengajar
serta dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat dan ideal untuk anak usia dini. Model
pembelajaran berbasis masalah problem based learning (PB) dan project based
learning (PjBL) merupakan sebuah model pembelajaran dengan pendekatan belajar
aktif dalam memecahkan masalah yang ada di kehidupan sehari-hari pada
pembelajaran di kelas. Karakteristik utama pada model pembelajaran problem based
learning yaitu belajar berpusat pada anak sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan
pembimbing (Tarhan & Acar-sese, 2013).

Problem based learning memberikan kesempatan bagi guru untuk menjadi
bagian dari anak dalam lingkungan belajar yang unik dan menyenangkan (Tan, Chye,
& Teo, 2009). PjBL juga akan melatih anak untuk bisa berpikir kritis dan
mengaplikasikan problem solving dalam pengambilan keputusan apapun yang akan
para anak akan hadapi nantinya. Terlebih lagi, PjBL juga menanamkan pentingnya
literasi, sebagai basis berpikir kritis tersebut. Sedangkan untuk para anak, diharapkan
disrupsi pandemi yang memaksa para anak untuk menjalani belajar dari rumah tidak
akan mengganggu kemauan untuk terus berinovasi dalam pembelajaran. Model
pembelajaran ini harus dapat dikombinasikan dengan teknik pembelajaran yang
berguna untuk proses mengajar nanti.

Orientasi anak pada masalah dalam teknik pembelajaran dapat meningkatkan
keingintahuan anak dan juga inisiatif anak untuk aktif berpikir kritis membahas dan
mengatasi problem. Dengan menggunakan berbagai macam metode yang tersedia,
teknik pembelajaran yang mumpuni sangat diharapkan untuk dapat memengaruhi
perkembangan pada anak terutama pada skills anak. PBL akan membuat anak menjadi
belajar tanggung jawab atas pembelajaran yang dilakukan. Selain itu, teknik
pembelajaran yang dirancang guru akan membuat anak mendapat tantangan untuk
menunjukkan kemampuannya dan memberi kepuasan untuk menemukan pengetahuan
baru bagi anak. Teknik yang selalu ter-upgrade di setiap bagiannya akan menimbulkan
keaktifan guru dalam merancang strategi pembelajaran anak usia dini.

B. Petunjuk

Saudara, teknik pembelajaran sangat penting digunakan untuk memudahkan anak
saat belajar. Guru harus menyiapkan terlebih dahulu rancangan aktivitas apa yang akan
dilakukan. Sehubungan hal tersebut, maka ikutilah petunjuk belajar berikut:
1. Bacalah stimulan materi berikut dengan cermat, dan lakukan analisis terkait

fenomena sehari-hari.
2. Kerjakanlah tugas-tugas yang mengikuti sebagai bentuk implementasi dari

penguasaan Anda terhadap materi yang telah dipelajari
3. Berlatihlah mengerjakan soal-soal latihan secara mandiri yang telah disediakan.

C. Tujuan

Melalui modul ini Anda diharapkan memperoleh wawasan dan keterampilan
dalam merancang teknik pembelajaran yang aplikatif untuk anak usia dini (khususnya
di tingkat Taman Kanak-Kanak). Anda juga dapat mengaplikasikan teknik
pembelajaran yang ada sebagai bentuk pemahaman terhadap materi kepada anak usia
dini.

94

D. Kegiatan Belajar

1. Pendalaman Materi
a. Konsep dan Pengertian Teknik Pembelajaran
Pendidikan merupakan jalan terbaik untuk mencari ilmu. Tanpa pendidikan,
maka tidak akan ada seorang guru. Dalam pembelajaran di sekolah, guru harus
bisa meyakinkan anaknya untuk memiliki jiwa pantang menyerah dan semangat
dalam meraih dan memperoleh pendidikan, mulai dari jenjang PAUD sampai
perguruan tinggi. Efektivitas belajar didukung oleh sarana prasarana sekolah yang
memadai dan kualitas guru yang ada. Pembelajaran pada dasarnya merupakan
upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar, sehingga mereka
dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan.
Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki
keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain Ketika mengajar,
guru memerlukan strategi untuk mencapai tujuan pendidikan. Strategi yang
dirancang sangat beragam mulai dari bagaimana guru itu bisa membuat anak
mampu menyerap informasi-informasi yang diberikan, kemudian respon yang
diberikan oleh anak didik sebagai upah dari pembelajaran. Dari aspek lingkungan
belajar yang perlu diperhatikan dalam memilih strategi pembelajaran yaitu
menentukan lingkungan belajar (instructional setting). Pemilihan strategi
pembelajaran hendaknya ditentukan berdasarkan orientasi strategi pada tugas
pembelajaran, relevan dengan isi/materi pembelajaran, metode dan teknik yang
digunakan difokuskan pada tujuan yang dicapai, dan media pembelajaran yang
digunakan dapat merangsang indra anak secara simultan (Hamzah, 2011).
Faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi pembelajaran, seperti; tujuan
pembelajaran, bahan atau materi pembelajaran, karakteristik anak, lingkungan
belajar dan sarana prasarana yang menunjang dalam berjalannya pembelajaran.
Terpenuhi dalam pemilihan strategi pembelajaran maka proses kegiatan
pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dicapai. Penentuan strategi
berkaitan erat dengan teknik pengajaran yang dilakukan. Strategi yang baik tanpa
teknik yang memadai bisa berakibat fatal. Kemampuan guru sangat menentukan

dalam memilih teknik belajar mengajar yang digunakan agar tujuan pembelajaran
dapat tercapai dengan baik. Pembelajaran yang nyaman dan kondusif merupakan
hal yang harus tercipta di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan belajar mengajar butuh strategi yang efektif untuk
meningkatkan mutu pendidikan. Untuk lebih memudahkan, diperlukan berbagai
cara cerdas dalam membentuk pendidikan yang berkualitas seperti teknik
pembelajaran. Teknik pembelajaran dapat didefinisikan sebagai cara yang
dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah anak yang
relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan
berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah anaknya
terbatas. Dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang
berbeda pada kelas yang anaknya tergolong aktif dengan kelas yang anaknya
tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun
dalam koridor metode yang sama. Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan
secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik
pembelajaran yaitu cara konkret yang digunakan guru dalam menerapkan suatu
metode pembelajaran. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik
pembelajaran.

Guru memerlukan teknik yang berbeda dengan kategori kelas aktif maupun
pasif. Dalam hal ini guru dapat mengimplementasikan teknik yang berbeda dalam
praktik metode yang sama. Hal ini sangat dipengaruhi oleh situasi kelas. Teknik
adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan
kegiatan anak kearah tujuan yang ingin dicapai. Teknik pembelajaran adalah suatu
rencana tentang cara-cara pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sarana
yang ada untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengajaran. Ragam khas
penerapan suatu metode dengan latar tertentu, seperti kemampuan dan kebiasaan
guru, ketersediaan peralatan, kesiapan anak dan sebagainya. Dengan demikian,
teknik pembelajaran merupakan suatu rencana bagaimana melaksanakan tugas
belajar mengajar yang telah diidentifikasikan (hasil analisis) sehingga tugas

96

tersebut dapat memberikan hasil belajar yang optimal (Depdikbud, 2002).
Contohnya, guru A dan guru B sama-sama menggunakan metode ceramah,
keduanya mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan metode ceramah yang
efektif, tetapi hasil guru A berbeda dengan guru B karena teknik pelaksanaannya
yang berbeda. Jadi, setiap guru mempunyai teknik yang berbeda dalam
melaksanakan metode yang sama. Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara
profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memiliki keterampilan
yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif,
kreatif dan menyenangkan.

Para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan
model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian
(penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menemukan
sumber-sumber literaturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat
memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses
(beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka
pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan
model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat
kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model
pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya
khazanah model pembelajaran yang telah ada.

b. Syarat Teknik Pembelajaran yang baik
Teknik pembelajaran memberikan pengaruh penting dalam penerapan sebuah

metode pembelajaran. Dalam pelaksanaanya guru dapat merubah teknik
pembelajaran yang Ia gunakan meskipun metode pembelajarannya sama. Hal ini
dimungkinkan karena guru sebagai pelaksana pembelajaran dapat mengetahui
keefektifan teknik pembelajaran yang digunakan, jika dirasa sebuah teknik kurang
pas untuk penerapan metode maka guru dapat segera merubah menggunakan
teknik lain yang dirasa lebih efektif untuk menerapkan metode tertentu. Adapun
syarat sebuah teknik pembelajaran yang baik menurut Djajadisastra dalam
Khusnah (2018:10-11) :

(1) Teknik Pembelajaran yang baik dapat membangkitkan minat dan motivasi
anak untuk belajar

(2) Teknik pembelajaran yang baik dapat menstimulasi perkembangan
kepribadian anak

(3) Teknik pembelajaran yang digunakan dapat memberikan kesempatan bagi
anak untuk berekspresi secara kreatif

(4) Teknik pembelajaran yang digunakan dapat merangsang minat anak untuk
belajar lebih lanjut, melakukan eksplorasi dan inovasi pembelajaran

(5) Teknik pembelajaran yang digunakan harus dapat memunculkan semangat
anak untuk belajar secara mandiri

(6) Teknik pembelajaran yang baik menampilkan pengalaman pembelajaran
dalam situasi nyata dan mengurangi penyajian pembelajaran secara
verbalistik

(7) Teknik pembelajaran dapat menstimulasi pengembangan nilai-nilai dan
sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara belajar yang baik
dalam kehidupan

(8) Teknik pembelajaran yang digunakan agar dapat dan mampu bertanggung
jawab terhadap diri sendiri

c. Manfaat Teknik Pembelajaran
Penerapan teknik pembelajaran tentunya memiliki manfaat baik untuk guru

maupun anak didik. Menurut Khusnah (2018:13-14) setidaknya ada 6 manfaat
teknik pembelajaran yaitu:

(1) Meningkatkan produktivitas pembelajaran
(2) Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual

dengan cara mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional dan
memberikan kesempatan bagi anak untuk berkembang sesuai
kemampuannya
(3) Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran

98

(4) Lebih memantapkan pembelajaran dengan cara meningkatkan kemampuan
sumber belajar dan penyajian informasi dan bahan secara lebih konkrit

(5) Mmeungkinkan belajar secara seketika sehingga dapat memberikan
pengalaman secara langsung atau nyata dan mengurangi verbalstik

(6) Memungkinkan penyajian pembelajaran secara lebih luas dengan
menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis

d. Macam-Macam Teknik Pembelajaran yang dapat diterapkan dalam
pembelajaran Anak Usia Dini
Untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman,guru kelas mengkondisikan

kelas dengan cara memahami beberapa teknik pembelajaran. Guru perlu
melakukan hal tersebut karena setiap pembelajaran akan ada permasalahan yang
muncul. Menurut Mulyono dan Wekke (2018) teknik pembelajaran digolongkan
menjadi dua jenis yaitu teknik pembelajaran yang mengaktifkan keterlibatan
kelompok dan teknik pembelajaran yang mengaktifkan keterlibatan individual.
Dari kedua jenis penggolongan teknik pembelajaran tersebut, teknik yang dapat
diterapkan dalam pembelajaran untuk anak usia dini yaitu:

(1) Teknik Tim pendengar (Listening Team)
Teknik ini memiliki tujuan untuk mengaktifkan anak secara berkelompok.

Adapun langkah-langkah pelaksanaan teknik ini jika diadaptasi dalam
pendidikan anak usia dini adalah sebagai berikut:

a) Guru meminta anak untuk membuat kelompok yang beranggotakan 3-4
orang

b) Guru mengajak anak bertanya jawab seputar masalah/ topik yang dipilij
oleh guru

c) Setiap kelompok diminta untuk membuat proyek untuk menyelesaikan
masalah yang sudah dipilih oleh kelompok

d) Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, lalu kelompok lain
menanggapinya dengan memberikan komentar atau pertanyaam

e) Guru menyimpulkan hasil presentasi

(2) Teknik Pembelajaran terbimbing (Guiding Learning)
Teknik ini dalam pelaksanaanya pada pembelajaran untuk anak usia dini

dapat digunakan pada penerapan metode eksperimen, karyawisata, sosiodrama,
demonstrasi, dan pemberian tugas.

Gambar 7.1. Anak melakukan proses penyeledikan
(sumber : tkricci2.sekolahricci.sch.id)

Adapun langkah-langkap penerapannya dalam pembelajaran untuk anak usia
dini yaitu:
a) Guru mengajak anak-anak bertanyajawab tentang materi yang dipelajari

hari itu
b) Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang

akan dilakukan oleh anak-anak terkait dengan materi yang akan dipelajari
anak
c) Guru menunjukkan alat dan bahan, media, dan atau sumber belajar yang
akan digunakan oleh anak untuk mempelajari materi pembelajaran
d) Guru memberikan kesempatan pada anak untuk bereksplorasi
menggunakan alat dan bahan, media, dana tau sumber belajar yang tersedia,
bisa secara individual maupun kelompok.

100

e) Guru memberikan arahan atau bimbingan dan pendampingan bilamana
terjadi kekeliruan anak dalam memahami konsep atau tugas yang diberikan
oleh guru.

f) Anak dapat menyampaikan hasil temuannyaatau hasil eksplorasinya kepada
teman dan guru.

(3) Teknik Pertanyaan Kelompok (Team Quizz)
Salah satu tujuan penerapan teknik Team Quizz ini yaitu untuk

meningkatkan kemampuan anak didik untuk bertanggung jawab terhadap tugas
yang diberikan kepadanya dan kepada kelompoknya, baik melalui cara yang
menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Teknik ini dapat digunakan
untuk menerapkan metode pembelajaran proyek, demonstrasi, atau pemberian
tugas.

Gambar 7.2. Anak secara berkelompok menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh guru (sumber : Webblog KKN)

Adapun prosedur teknik ini adalah sebagai berikut:
a) Guru menentukan topik yang dapat dipresentasikan oleh tim, contohnya:

mengelompokkan gambar pakaian sesuai dengan jenis kelamin anak melalui
aktivitas lari estafet.
b) Guru membagi anak menjadi 3 kelompok
c) Guru menjelaskan bentuk kegiatan mainnya dan peraturan bermainnya. Guru
membatasi waktu untuk bermainya. Contoh: anak diminta mengambil gambar
pakaian dan mengelompokannya sesuai jenis kelaminnya dengan melakukan
lari estafet, kelompok mana yang dapat menyelesaikan tugas dalam kurun
waktu kurang dari 10 menit maka kelompok tersebut sebagai pemenangnya.
(diadaptasi dari Santinah, 2016: 18-24).

(4) Teknik Membaca dengan Keras (Read Aloud)
Teknik membaca keras atau membaca nyaring dikenal dengan teknik read

aloud. Teknik read aloud yaitu sebuah teknik pembelajaran dimana guru
membacakan suatu teks materi atau cerita untuk anak agar dapat membuat anak
focus dan memiliki perhatian secara fisik dan mental, dan harapannya dapat
menimbulkan pertanyaan-pertanyaan pada diri anak, dan menstimulasi anak
untuk mau berdiskusi atau melakukan proses tanya jawab. Penggunaan teknik
ini dapat diterapkan pada metode bercerita, tanya jawab atau bercakap cakap.
Prosedur dari teknik ini adalah sebagai berikut:
a) Guru memilih sebuah teks materi atau cerita yang cukup menarik untuk

dibaca dengan keras, misalnya tentang Kehidupan Sapi. Guru hendaknya
membatasi dengan suatu pilihan teks yang kurang dari 500 kata dan juga
perlu ditampilkan teks dengan gambar yang menarik
b) Guru menjelaskan teks itu pada anak didik secara singkat. Jika
membacakan cerita maka pilihlah cerita yang alurnya singkat dan
sampaikan dengan Bahasa dan kalimat yang mudah dipahami anak. Guru
memperjelas poin-poin kunci atau masalah-masalah pokok yang dapat
diangkat dari teks atau cerita tadi.

102

c) Guru dapat membuat diskusi-diskusi singkat jika anakdidik menunjukkan
minat dalam bagian tertentu. Kemudian guru melanjutkan dengan menguji
apa yang ada dalam teks tersebut (diadaptasi dari Mulyono dan Wekek,
2018: 90)

e. Prosedur Pembelajaran
Prosedur pembelajaran merupakan langkah-langkah kongkrit yang bersifat

terurut dan runtut dalam suatu pembelajaran. Prosedur pembelajaran juga sering
disebut dengan skenario pembelajaran. Secara umum prosedur pembelajaran
terdiri dari kegiatan awal/pembukaan/pendahuluan, kegiatan inti, istirahat dan
kegiatan penutup. Tetapi masing-masing model dan metode pembelajaran
memiliki urutan kegiatan yang istilahnya berbeda. Misalnya jika menggunakan
model BCCT, maka penyebutannya terdiri dari pijakan sebelum bermain,
pijakan saat bermain dan pijakan setelah bermain. Namun pada intinya
mengarah pada hal yang sama, yaitu bahwa ada kegiatan awal sebagai
bentuk/usaha untuk menyiapkan anak pada kegiatan pembelajaran yang
sesungguhnya yaitu di kegiatan inti.
1) Kegiatan Awal/pembukaan/pendahuluan

Kegiatan awal merupakan penyiapan anak secara fisik dan mental untuk
belajar. Kegiatan ini meliputi SOP pembukaan yang terdiri dari penyambutan
anak, mengarahkan anak untuk masuk ke ruang kelas, berdoa awal pelajaran,
presensi, ice breaking, penyampaian tujuan kegiatan dan penyepakatan aturan
kegiatan bermain. Diupayakan pada kegiatan awal, anak-anak sudah mulai
terlibat secara aktif baik fisik dan mentalnya, sehingga anak mulai fokus pada
kegiatan yang sudah dirancang oleh guru.
2) Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti, anak-anak mulai melakukan kegiatan belajar yang
sesungguhnya terprogram untuk hari itu. Pada kegiatan inti, anak-anak
dilibatkan secara penuh dalam mengeksplorasi tema/subtema/sub-subtema yang
menjadi topik kegiatan hari ini. Jika menggunakan pendekatan saintifik, maka
komponen kegiatan yang dilakukan meliputi mengamati, menanya,

mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan serta kegiatan
recalling. Ragam kegiatan yang ada di pendekatan saintifik ini, bukanlah urutan
baku, tetapi nuansa pembelajarannya mencakup hal-hal tersebut. Jika
menggunakan model problem solving dan project based learning, maka anak
diajak/berhadapan dengan masalah, diskusi mengenai permasalahan tersebut,
mencari solusi dari permasalahan dan menyelesaikan permasalahan tersebut
melalui kegiatan proyek. Yang perlu juga diperhatikan adalah memfasilitasi
anak untuk selalu mengkomunikasikan ide, gagasan, proses dan hasil belajarnya
secara simultan. Dengan demikian maka capaian higer order thinking skills dan
kompetensi abad 21 menjadi teraktualisasikan. Selain itu yang perlu juga
menjadi perhatian dan mindset guru dalam pembelajaran adalah bagaimana
membelajarkan anak, bukan bagaimana mengajar anak. Dengan demikian maka
orientasi pembelajaran mengarah pada child centered.
3) Kegiatan Istirahat

Kegiatan istirahat merupakan bagian integral dalam pembelajaran untuk
anak usia dini. Anak melakukan rehat sejenak untuk bermain bebas dan
bersosialisasi dengan teman lainnya baik teman sekelas maupun teman lainnya
di luar kelas mereka. Setelah melakukan bermain bebas, anak-anak dipersilakan
makan dan minum bersama di kelas atau tempat yang sudah disediakan. Hal ini
untuk melatih kebersamaan, rasa tenggang rasa dan saling berbagi.
4) Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup merupakan kegiatan penenangan dan persiapan untuk
pulang. Agar kegiatan ini menjadi lebih bermakna, maka diisi dengan kegiatan
refleksi, penarikan kesimpulan, pemberian pesan moral terkait pembelajaran
hari ini, informasi kegiatan untuk esok hari dan berdoa akhir pelajaran, serta
berkemas untuk pulang. Kegiatan refleksi diisi dengan memberikan kesempatan
kepada seluruh anak untuk menyampaikan pengalaman belajarnya hari ini. Pada
kegiatan penarikan kesimpulan, anak-anak diarahkan agar mampu mereduksi
dari apa yang dipelajarinya hari ini. Sementara penyampaian pesan moral harus
terkait dengan apa yang telah dipelajarinya dan ditindaklanjuti di rumah.

104

Misalnya ketika hari ini anak mempelajari tentang tanaman, maka pesan
moralnya adalah agar anak-anak di rumah rajin menanam dan memelihara
tanaman. Pada kegiatan penyampaian kegiatan hari esok bertujuan untuk
memberikan gambaran mengenai kegiatan yang akan dilakukan, sehingga dapat
memotivasi anak untuk sekolah dan melalukan persiapan sebelumnya. Kegiatan
berkemas pulan diisi dengan doa akhir pelajaran dan pemberian salam kepada
guru dan teman-temannya.

2. Forum Diskusi
Untuk memperkuat pemahaman terhadap materi belajar tersebut. Cobalah bentuk
kelompok yang beranggotakan 3-4 orang, lalu diskusikanlah dalam kelompok
Anda permasalahan berikut ini.

1) Banyaknya pariwisata yang ada di Indonesia memudahkan semua orang
bereksplorasi dimana saja khususnya anak TK. Namun, teknologi yang pesat
juga memengaruhi pembelajaran di sekolah. Analisislah bagaimana upaya
seorang pendidik dalam menyusun teknik pembelajaran yang efektif dan
ideal untuk anak TK di bidang pariwisata dengan kombinasi teknologi
pembelajaran!

2) Untuk meningkatkan kreativitas anak upaya apa yang dilakukan guru dalam
menciptakan teknik baru melalui kegiatan bereksperimen yang berbasis
HOTS? Jelaskan!

3) Setiap guru memilki konsep dan cara ajar yang beraneka ragam, mengapa
guru TK harus menerapkan pembelajaran dengan teknik yang berbeda?
Analisislah berdasarkan kegiatan realnya!

4) Dalam melakukan kegiatan pembelajaran tentunya menemui anak yang
mudah bosan. Sebagai contoh dalam permainan puzzle. Bagaimana upaya
guru dalam memodifikasi kegiatan pembelajaran tersebut?

Silahkan kirimkan jawaban Saudara pada email [email protected].

3. Tugas Terstruktur
Agar dapat memperkuat pemahaman Saudara tentang materi yang tersaji pada e-
Modul 7 ini coba kerjakan tugas berikut ini.
Buatlah contoh penerapan teknik- teknik pembelajaran tersebut pada
pembelajaran anak usia dini yang menggunakan metode pembelajaran:
1. Eksperimen
2. Karyawisata
3. Demonstrasi

Jawaban Saudara dapat dikirim ke email [email protected]

4. Evaluasi
Kerjakanlah soal-soal berikut ini untuk mengasah kemampuan berpikir Anda
terhadap materi e- modul 5 !
1. Alat permainan yang edukatif akan meningkatkan kecerdasan berpikir anak.
Strategi dalam memilih teknik pembelajaran yang tepat di era generasi
4.0,yaitu :
A. Penggunaan model dan metode yang relevan
B. Capaian perkembangan level tinggi pada anak
C. Permainan yang melatih konsentrasi pada anak
D. Pembelajaran dengan pengawasan orangtua/orang dewasa.
2. Metode karya wisata dapat dilakukan dimana saja. Salah satunya di kebun
binatang. Manfaat apa yang akan timbul jika anak suka bereksplorasi di kebun
binatang…
A. Pengetahuan yang bervariasi tentang satwa
B. Terpakainya model Garden Based Learning dalam pembelajaran
C. Tercapainya pembelajaran yang aktif dan efisien
D. Dapat menemukan pengalaman baru yang seru
3. Mengapa seorang guru TK perlu memahami dan menguasai teknik dalam
strategi pembelajaran ?
A. karena guru merupakan fasilitator dan sumber belajar anak

106

B. keberadaan guru memengaruhi pembelajaran
C. untuk meningkatkan kecerdasan anak dalam belajar
D. karena pembelajaran yang efektif selalu dibarengi dengan teknik

pembelajaran
4. Manakah yang bukan merupakan keunggulan dari teknik read aloud?

A. Membantu memfokuskan anak secara fisik dan mental
B. Menmbah kosakata baru untuk anak
C. Jika teks atau cerita terlalu panjang anak jadi bosan
D. Membantu anak untuk berpikir kritis
5. Pada saat kapan teknik pembelajaran terbimbing dapat digunakan ?
A. Teknik ini akan tepat digunakan apabila kegiatan warga belajar

dilakukan guna menghimpun informasi untuk disepakati bersama oleh
para warga belajar.
B. Teknik ini tepat digunakan dalam kelompok belajar yang tidak terlalu
banyak pesertanya.
C. Teknik ini tepat digunakan dalam proses pengambilan keputusan yang
melalui tahap-tahap kegiatan.
D. Teknik ini tepat digunakan apabila warga belajar ingin menyelidiki lebih
dalam tentang sumber belajar, media, atau alat dan bahan yang
digunakan untuk mempelajari materi tertentu.

E. Daftar Rujukan

Abdul, G. 2012. Desain Pembelajaran. Yogyakarta: Ombak
Araújo F. 2013.‘Terapi Warna Untuk Mengurangi Kecemasan’, 01(02), pp. 291–

303.
Depdikbud. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Hamzah, B. U. 2011. Belajar Dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: PT. Bumi

Aksara
Hasan, Maimunah. 2013. Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: DIVA Press.

Khaeriyah, Ery. dkk. 2018. Penerapan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran
Sains untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini.
Cirebon. AWLADY: Jurnal Pendidikan Anak.

Mulyono dan Wekke, I.S. 2018. Strategi Pembelajaran di Abad Digital. Yogyakarta:
Penerbit Gawe Buku

Murdiono, M. (2012). Strategi Pembelajaran Kewarganegaraan Berbasis Portofolio.
Yogyakarta: Ombak Yogyakarta.

Pendidikan, Jurnal, Pengajaran Vol, and Journal Homepage. 2021. “Model
Pembelajaran Penerapan Problem Based Learning Pada Anak Usia Dini.”
I(I):86–95.

Anak Agung, Diah Kartika, I. Gusti Agung, Oka Negara, Luh Ayu Tirtayani, Jurusan
Pendidikan, Guru Pendidikan, Anak Usia, Dini Volume, and No Tahun. 2018.
“PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP
KEMAMPUAN SAINS PERMULAAN ANAK KELOMPOK B Jurusan.”
6(1):21–32.

Santinah, 2016. Konsep strategi pembelajaran dan aplikasinya, Holistik: Journal for
Islamic Social Sciences, 1(1)..

Sari, Anisa Yunita. 2018. “Implementasi Pembelajaran Project Based Learning Untuk
Anak Usia Dini.” Motoric 1(1):10.

Sari, B. K. 2017 ‘Desain Pembelajaran Model ADDIE dan Implementasinya dengan
Teknik Jigsaw’, Prosiding Seminar Nasional Pendidikan : Tema “desain
pembelajaran di era ASEAN economic community (AEC) untuk pendidikan
Indonesia berkemajuan”, pp. 94–96, 87–102. Available at:
http://eprints.umsida.ac.id/432/1/ARTIKEL Bintari Kartika Sari.pdf.

Solihatin, E. 2012. Strategi Pembelajaran PKN. Jakarta: Bumi Aksara

Sujana, I. Wayan. 2017. “Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar
Melalui Model Problem Based Learning Dengan Siklus Lesson Study.” Media
Edukasi: Jurnal Ilmu Pendidikan 1(2):87–95.

Sudrajat, A. 2008. ‘Pengertian Pendekatan’, Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode,
Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran.

Wati, Nur Rita. dkk. 2016. Penerapan Metode Bercakap-Cakap Berbantuan Media
Telepon Gelas Untuk Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Kelompok B
TK Widya Kumarasthana Banyuning. Singaraja. eJurnal Pendidikan Anak Usia
Dini.

108

1


Click to View FlipBook Version