LAPORAN HASIL PELAKSANAAN AKTUALISASI
MENINGKATKAN HAFALAN SURAH PENDEK DAN DOA SEHARI HARI
BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP)
DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN
KELAS IIA SUNGGUMINASA
OLEH:
BAHRUM SHALEH
NIP. 19970227 202203 1 005
NDH : 07
Peserta Pelatihan Dasar CPNS Angkatan CXXII
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN
HAK ASASI MANUSIA SULAWESI UTARA
BEKERJA SAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI SELATAN
TAHUN 2022
i
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN
AKTUALISASI
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
SULAWESI UTARABEKERJA SAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI SELATAN
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
ANGKATAN CXXII TAHUN 2022
Nama Peserta : Bahrum Shaleh
NIP
Unit Kerja :19970227 202203 1 005
Jabatan :Lembaga Pemasyarakat Perempuan
Judul Aktualisasi Kelas IIA Sungguminasa
: Penjaga Tahanan
: Meningkatkan Hafalan Surah Pendek
Dan Doa Harian Bagi Warga Binaan
Pemasyarakatn (WBP) Di Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA
Sungguminasa.
SETUJU DISEMINARKAN
Laporan Hasil Pelaksanaan Aktualisasi
PenerapanNilai-Nilai Dasar
Pegawai Negeri Sipil
Di Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA Sungguminasa
Gowa, 04 November 2022
Menyetujui,
Mengetahui,
Plt.Kepala BADIKLAT Hukum dan Ham Sulawesi Utara
ABDUL MAJID ODE, S.H.
NIP. 19770129 200312 1 002
ii
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN
AKTUALISASI
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
SULAWESI UTARABEKERJA SAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI SELATAN
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
ANGKATAN CXXII TAHUN 2022
Nama Peserta : Bahrum Shaleh
NIP
Unit Kerja :19970227 202203 1 005
Jabatan :Lembaga Pemasyarakat Perempuan
Judul Aktualisasi Kelas IIA Sungguminasa
: Penjaga Tahanan
: Meningkatkan Hafalan Surah Pendek
Dan Doa Harian Bagi Warga Binaan
Pemasyarakatn (WBP) Di Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA
Sungguminasa.
TELAH DI SEMINARKAN
Laporan Hasil Pelaksanaan Aktualisasi
PenerapanNilai-Nilai Dasar
Pegawai Negeri Sipil
Di Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA Sungguminasa
Gowa, 04 November 2022
Mengesahkan,
Penguji
Musa Paparang, S.E.
NIP.19780822 2010012 1 001
Mengetahui,
Plt.Kepala BADIKLAT Hukum dan Ham Sulawesi Utara
ABDUL MAJID ODE, S.H.
NIP . 19770129 200312 1 002
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmat- Nya
serta shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita
yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Dengan pertolongan-Nya penulis dapat menyelesaikan Hasil Aktualisasi (Habituasi)
yang berjudul “Meningkatkan Hafalan Surah Pendek Dan Doa Sehari Hari Bagi
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Kelas IIA Sungguminasa”. Laporan ini merupakan tugas dalam Pendidikan dan
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II Angkatan CXXII
tahun 2022 yang di selenggarakan olehBalai Pendidikan Dan Pelatihan Hukum Dan
Hak Asasi Manusia Sulawesi Utara bekerja sama dengan Badan Pengembangan
Sumber Daya ManusiaProvinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022.
Hasil Aktualisasi (Habituasi) ini memuat rencana kegiatan yang akan dilakukan
oleh peserta Pelatihan Dasar pada UPT masing-masing dan dalam penyusunan
laporan aktualisasi ini, penulis menyadari banyak mengalami kesulitandan hambatan,
namun berkat pertolongan Allah SWT serta bantuan dan bimbingan dari berbagai
pihak, sehingga akhirnya penulis dapat merampungkan laporan aktualisasi ini. Maka
dengan segala rasa hormat, izinkan penulis mengucap ribuan terima kasih kepada:
1. Bapak Abdul Majid Ode, S.H. Selaku Plt.Kepala BADIKLAT Hukum
Dan HAM Sulawesi Utara.
2. Bapak Drs.H.Asri Sahrun Said Selaku Kepala BPSDM Sulawesi
Selatan.
3. Ibu Yohani Widayati, Amd.I.P., S.H., M.H. Selaku Kepala Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Sungguminasa.
4. Ibu Harnanensi, S.H., M.H. Selaku Kepala seksi Administrasi Keamanan
Dan Ketertiban Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA
Sungguminasa selaku mentor yang telah memberikan masukan dan
arahan.
5. Bapak Ir.Andi Hamdani, MM. Selaku coach yang telah memberikan
masukan dan saran.
6. Bapak/Ibu Widyaiswara yang telah memberikan tambahan pengetahuan,
wawasan, dan pembinaan, baik dalam pemberiaan materi maupun
iv
pembinaan sikap dan perilaku selama mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Dasar Golongan II Angkatan CXXII Tahun 2022.
7. Segenap panitia penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Dasar Golongan
II Tahun 2022 yang telah membantu dan mengatur penyelenggaraan
pelatihan dasar.
8. Segenap Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA
Sungguminasa yang tak henti-hentinya memberikan bimbingan dan
motivasi.
9. Seluruh rekan-rekan peserta latsar CPNS Tahun 2022 yang tidak bisa
disebutkan satu persatu, terimakasih atas kerjasama dan kekompakannya.
Dalam pembuatan laporan aktualisasi ini walaupun penulis telah berusaha
semaksimal mungkin, tentunya masih banyak kekurangan dan keterbatasan yang
dimiliki, oleh karena itu diharapkan saran dan kritik untuk membangunkesempurnaan
dan perbaikan laporan aktualisasi sebagai wujud dari pelaksanaan komitmen mutu
seoranng ASN. Penulis berharap agar aktualisasi ini nantinya dapatmemberi manfaat
bagi bidang pekerjaan dan penerapan di lapangan.
GOWA, 28 Oktober 2022
BAHRUM SHALEH
NIP.19970227 202203 1 005
v
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL RANCANGAN.......................................................................................... i
LEMBAR PESETUJUAN...................................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................iii
KATA PENGANTAR...............................................................................................iv
DAFTAR ISI .......................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................1
1.1.Latar Belakang.................................................................................................1
1.2.Tujuan Aktualisasi............................................................................................2
1.3.Manfaat Aktualisasi...........................................................................................3
1.4.Ruang Lingkup.................................................................................................4
1.5.Deskripsi Organisasi........................................................................................5
BAB II NILAI – NILAI MATA PELATIHAN .........................................................7
2.1 Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS)..........................................................7
2.2 Sikap Perilaku Disiplin ASN .......................................................................... 13
2.3 Peran dan Kedudukan ASN .......................................................................... 13
BAB III PENETAPAN ISU DAN RANCANGAN AKTUALIASASI ..................... 16
3.1 Environmental Scanning .............................................................................. 16
3.2.Penetapan Isu................................................................................................ 19
3.3.Rancangan Aktualiasi .................................................................................... 23
BAB IV HASIL AKTUALISASI GAGASAN & NILAI DASAR PNS.....................29
4.1 Capaian Aktualisasi Gagasan ................................................ ......................29
4.2 Deskripsi Capaian Aktualisasi Gagasan ................................ ......................36
a. Kegiatan I...................................................................................................65
b. Kegiatan II..................................................................................................67
c. Kegiatan III.................................................................................................69
d. Kegiatan IV.................................................................................................71
e. Kegiatan V..................................................................................................73
f. Kegiatan VI..................................................................................................75
4.3 Tantangan,Hambatan,Dan Cara Penyelesaian..............................................79
4.3.1 Tantangan..............................................................................................79
vi
4.3.2 Hambatan...............................................................................................79
4.3.3 Cara Penyelesaian.................................................................................79
4.4 Analisis Konsekuensi Dan Nilai-Nilai Dasar PNS Teraktualisasikan...............83
4.4.1 Konsekuensi Bila Isu Tidak Terselesaikan.............................................83
4.4.2 Nilai Nilai Dasar PNS Teraktualisasikan................................................83
4.5 Role Model......................................................................................................83
4.5.1 Defenisi Role Model..............................................................................83
4.5.2 Maksud Dan Tujuan Role Model............................................................83
4.5.3 Role Model Pada Lapas Perempuan Kelas IIa Sungguminasa............
BAB V PENUTUP......................................................................... ......................84
a. Kesimpulan.............................................................................. ......................84
b. Saran ....................................................................................... ......................84
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................85
LAMPIRAN.............................................................................................................86
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Indikator Nilai Dasar PNS ............................................................. 5
Tabel 3.1 Relevansi Isu terhadap Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI..17
Tabel 3.2 Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu APKL ................................ 19
Tabel 3.3 Analisis Isu Menggunakan APKL .................................................. 19
Tabel 3.4 Rancangan Aktualisasi .................................................................. 20
Tabel 3.5 Jadwal Rancangan Aktualisasi ...................................................... 25
Tabel 4.1 Capaian Aktualisasi ....................................................................... 29
Tabel 4.2 Kegiatan 1 Konsultasi Dengan Mentor........................................... 36
Tabel 4.3 Kegiatan 2 Pembuatan Buku Saku Surah Pendek Al Qur’an......... 41
Tabel 4.4 Kegiatan 3 Pembuatan Buku Saku Doa Sehari Hari...................... 44
Tabel 4.5 Kegiatan 4 Pembelajaran Hafalan Surah Pendek Al Qur’an ......... 47
Tabel 4.6 Kegiatan 5 Pembelajaran Hafalan Doa Sehari Hari ....................... 49
Tabel 4.7 Kegiatan 6 Evaluasi Hasil Aktualisasi ............................................ 52
Tabel 4.8 Rekapitulasi Hasil Aktualisasi...........................................................78
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa.....7
Gambar 3.1 Diagram Fishbone ..........................................................................21
Gambar 4.1 Kegiatan I Konsultasi Dengan Mentor............................................ 67
Gambar 4.2 Kegiatan II Pembuatan Buku Saku Surah Pendek Al Qur’an .........69
Gambar 4.3 Kegiatan III Pembuatan Buku Saku Doa Sehari Hari .....................71
Gambar 4.4 Kegiatan IV Pembelajaran Hafalan Surah Pendek Al Qur’an..........73
Gambar 4.5 Kegiatan V Pembelajaran Hafalan Doa Sehari Hari........................75
Gambar 4.6 Kegiatan VI Evaluasi Hasil Aktualisasi........................................... 77
ix
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan
merujuk pada ketentuan Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) UU ASN, Calon Pegawai
Negeri Sipil wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses
pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat
dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul
dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang. Selain itu, Pemerintah sudah menetapkan nilai-nilai CC sebagai dasar
penguatan budaya kerja di instansi pemerintah untuk mendukung pencapaian
kerja individu/ instansi. Pelatihan Dasar CPNS sebagai pelatihan terintegrasi
bagi CPNS bertujuan menginternalisasikan dan mengimplementasikan core
values ASN BerAKHLAK dalam mendukung employer branding ASN “Bangga
Melayani Bangsa”.
Salah satu bentuk profesi PNS yang merujuk ke dalam profesi pelayanan
publik adalah petugas pemasyarakatan dalam hal ini Penjaga Tahanan
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia . Dalam Peraturan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-05.OT.01.01 Tahun 2010 Tentang
“Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia” pasal 1 yaitu lembaga pemasyarakatan yang selanjutnya
disebut lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana dan
anak didik pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan adalah pegawai negeri
sipil yang melaksanakan tugas dibidang pemasyarakatan.
Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA Sungguminasa berkapasitas
248 orang dan jumlah data penghuni saat ini Senin,19 September 2022
berjumlah 364 orang.
Kondisi sekarang terdapat jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di
Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA Sungguminasa yang masih minim
hafalannya sebanyak 38 orang WBP dari jumlah tersebut terdapat 24 orang
WBP tidak menghafal surah pendek Al Quran dan terdapat 14 orang WBP tidak
menghafal doa sehari hari.
1
Kondisi yang diinginkan Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA
Sungguminasa adalah sejumlah 38 orang Warga Binaan Pemasyarakatan
(WBP) dapat menghafal surah pendek Al Quran dan doa sehari hari.Hal ini
sejalan dengan visi Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA
Sungguminasa Terwujudnya lembaga pemasyarakatan yang unggul dalam
pembinaan,prima dalam pelayanan dan tangguh dalam pengamanan dan misi
yakni Melaksanakan perawatan,pembinaan dan pembimbingan WBP dalam
rangka penegakan hukum,pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta
pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia.
Berdasarkan hal yang di atas maka penulis mengangkat isu “Minimnya
Hafalan Surah Pendek Dan Doa Sehari hari Bagi Warga Binaan
Pemasyarakatn (WBP) Di Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA
Sungguminasa.”
1.2. Tujuan Aktualisasi
1.2.1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari dilaksanakan Hasil aktualisasi ini
yaitu;
a. Memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang mata
pelatihannya di acronimkan BerAKHLAK yaitu: (Berorientasi pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif).
b. Mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan
yang akan di laksanakan yaitu ;
1. Mengaktualisasikan nilai bereorientasi pelayanan sehingga
memberikan responsivitas, kualitas, kepuasan terhadap
pelayanan publik
2. Mengaktualisasikan nilai akuntabel sehingga memiliki integritas,
konsisten, dapat dipercaya dan transparan terhadap apa yang
akan dikerjakan
3. Mengaktualisasikan nilai kompeten sehingga memiliki kinerja
terbaik, sukses, keberhasilan,leaning agility, ahli dibidangnya
untuk melaksanakan tugas dan kualitas terbaik
4. Mengaktualisasikan nilai harmonis sehingga bekerja dengan
peduli, perbedaan, selaras untuk membangun lingkungan kerja
yang kondusif
5. Mengaktualisasikan nilai loyal sehingga mewujudkan komitmen,
2
dedikasi, kontribusi, nasionalisme dan pengabdian untuk
mewujudkan pelayanan yang berkualitas.
6. Mengaktualisasikan nilai adaptif sehingga memiliki inovasi,
antusia dalam perubahan dan proaktif untuk mengembangkan
kreativitas dalam menghadapi perubahan yang cepat
7. Mengaktualisasikan nilai kolaboratif sehingga mampu
mewujudkan kerjasama, sinergi hasil yang baik.
1.2.2. Tujuan Khusus
Tujuan Khusus dari penyusunan laporan ini selain sebagai tugas
dalam pelaksanaan aktualisasi, diharapkan peserta diklat :
a. Meningkatkan Hafalan Surah Pendek Dan Doa Harian Bagi Warga
Binaan Pemasyarakatn (WBP) Di Lembaga Pemasyarakat Perempuan
Kelas IIA Sungguminasa.
b. Mampu menjadi ASN yang sadar akan fungsinya sebagai pelayan
publik;
c. Dapat mengimplementasikan nilai BerAKHLAK yaitu (Berorientasi
pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif,
Kolaboratif) di dunia kerja dan kehidupan di kemudian sehari-hari;
d. Menjadi ASN yang mampu memberikan pelayanan yang efektif, efisien
dan akuntabel;
Menjadi ASN yang mampu berinovasi dalam penyelenggaraan
pelayanan publik dan meningkatkan mutu pelaksanaan tugas dan
fungsi;
e. Mampu untuk peka terhadap isu/pemasalahan guna menyelesaikan isu
yang disertai dengan penerapan nilai dasar ASN yang mata
pelatihannyadiakronimkan nilai dasar (core values)BerAKHLAK.
1.3. Manfaat Aktualisasi
Manfaat dapat dibedakan menjadi 3 yang terdiri dari :
1.3.1 Bagi penulis
c. Dapat berbagi tentang ilmu agama ke pada Warga Binaan
Pemasyarakatn (WBP) dan meningkatkan pembinaan krohanian Di
Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA Sungguminasa .
d. Menghasilkan sebuah laporan aktualisasi guna pemenuhan
tugas pelatihan dasar.
e. Mampu mengimplementasikan dan mampu menginternalisasi nilai
– nilai BerAKHLAK
3
1.3.2 Bagi unit kerja
a. Pada Bidang pembinaan dapat mendata secara optimal WBP yang
perlu di bina khususnya pada pembinaan kerohanian yakni
hafalan surah pendek dan doa harian.
b. Bagian pembinaan dapat melaksanakan perencanaan
peningkatan pengetahuan tentang ilmu agama kepada warga
binaan yang masih minim pemahaman agama nya terkhusus pada
hafalan surah pendek dan doa harian ke pada Warga Binaan
Pemasyarakatn (WBP) Di Lembaga Pemasyarakat Perempuan
Kelas IIA Sungguminasa.
1.3.3 Bagi stakeholder
a. Meningkatkan pengetahuan tentang ilmu agama terkhusus pada
hafalan surah pendek dan doa harian bagi Warga Binaan
Pemasyarakatn (WBP).
b. Warga Binaan Pemasyarakatn (WBP) mendapatkan pembinaan
yang baik dan teratur dalam menggunakan sarana pembinaan
kerohanian baik dari segi metode pembelajaran dan di sediakan
buku pegangan bagi pembina dan WBP.
1.4. Ruang Lingkup
Tahapan Aktualisasi dilaksanakan pada tanggal 20 September 2022 s/d 31
Oktober 2022, dan dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Kelas IIA Sungguminasa dengan kegiatan sebagai berikut:
1. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan mentor
2. Pembuatan buku saku surah pendek
3. Pembuatan buku saku doa sehari hari
4. Pembelajaran hafalan surah pendek
5. Pembelajaran hafalan doa sehari hari
6. Evaluasi kegiatan aktualisasi
1.5. Deskripsi Organisasi
1.5.1. Gambaran Umum Organisasi
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan kelas IIA Sungguminasa
4
merupakan salah satu unit pelaksana teknis yang bergerak di bawah
naungan kantor wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
provinsi Sulawesi Selatan. Lembaga Pemsyarakatan Perempuan kelas IIA
Sungguminasa adalah lembaga pemasyarakatan khusus wanita yang
berfungsi untuk melakukan pembinaan dan perawatan bagi warga negara
pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan Perempuan kelas IIA
Sungguminasa terletak di sebidang lahan seluas + 15.000 m2 dengan luas
bangunan keseluruhan + 14.000 m2 dan berlokasi di desa Timbuseng,
kecamatan Pattallassang, kabupaten Gowa.
Struktur organisasi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan kelas IIA
Sungguminasa berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 29
Tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Hukum dan
HAM RI adalah sebagai berikut :
5
STRUKTUR ORGANISASI
Plt. KA LAPAS PEREMPUAN KELAS IIA
SUNGGUMINASA
YOHANI WIDAYATI, Amd.IP, S.H., M.H.
Plh. KASUBAG TU
SYAMSYUL BAHRI, S.Sos
KAUR UMUM KAUR KEP & KEU
MUSLIYADI, S.H. SYAMSYUL BAHRI, S.Sos
KA. KPLP KASI BINADIK Plh. KASI GIATJA KASI ADM. KAMTIB
ANDI ANNISYA IKHSYANIA, A.Md.IP., S.H, M.H. INDAH DEWI KARTIKA SARI, A.Md.IP HARNANENSI, S.H., M.H. HARNANENSI, S.H., M.H.
REGU I KASUBSI REGISTRASI KASUBSI BIMKER KASUBSI PELAPORAN
REGU II AWALUDDIN SAM, S.H. Dra. RAMLAH RESQI IRWANSYAH, S,H.
REGU III
REGU IV
REGU IV
KASUBSI BIMASWAT KASUBSI SARKER KASUBSI KEAMANAN
BUNGAWALI, S.H. NELLYANTI, S.H. ANDI AKBAR, S.H.
6
1.5.2. Tugas dan Fungsi Organisasi
Dalam melaksanakan tugasnya Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Kelas IIA Sungguminasa memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Melaksanakan Pembinaan / Anak Didik Wanita.
2. Memberikan bimbingan sosial / kerohanian pada Narapidana /
AnakDidik Wanita.
3. Melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban
4. Melakukan Tata Usaha dan Urusan Rumah Tangga
1.5.3 Visi dan Misi Organisasi
Visi
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal, Profesional, Innovatif
dan Berintegritas dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk
Mewujudkan Visi dan Misi Presiden “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan
Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.
Misi
1. Membentuk Peraturan Perundang-Undangan yangBerkualitas dan Melindungi
Kepentingan Nasional
2. Menyelenggarakan Pelayanan Publik di Bidang Hukum yang Berkualitas
3. Mendukung Penegakan Hukum di Bidang Kekayaan Intelektual, Keimigrasian,
Administrasi Hukum Umum dan Pemasyarakatan yang Bebas Dari Korupsi,
Bermartabat dan Terpercaya
4. Melaksanakan Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi
Manusia yang Berkelanjutan
5. Melaksanakan Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat
6. Ikut Serta Menjaga Stabilitas Keamanan Melalui Peran Keimigrasian dan
Pemasyarakatan
7
7. Melaksanakan Tata Laksana Pemerintahan yang Baik Melalui Reformasi
Birokrasi danKelembagaan
1.5.3 Nilai – Nilai Organisasi
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjunjung
tinggitata nilai kami,
“P-A-S-T-I”
• Profesional : Aparatur Kementerian Hukum dan HAM adalah
aparat yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi
melalui penugasan bidang tugasnya, menjunjung tinggi etika dan
integritas profesi
• Akuntabel : Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan
pemerintah dapat dipertanggungjawabkan kepada
masyarakat sesuaidengan ketentuan atau peraturan yang
berlaku
• Sinergi : Komitmen untuk membangun dan memastikan
hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang
harmonis dengan parapemangku kepentingan untuk
menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat
dan berkualitas
• Transparan : Kementerian Hukum dan HAM menjamin
akses atau kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh
informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakkni
informasi tentang kebijakan,proses pembuatan dan
pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai
• Inovatif : Kementerian Hukum dan HAM mendukung
kreatifitas dan mengembangkan inisiatif untuk selalu
melakukan pembaharuan dalam penyelenggaraan
dengan tugasdan fungsinya.
8
BAB II
NILAI – NILAI MATA PELATIHAN
2.1. Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS)
2.1.1 Bereorientasi Pelayanan Publik
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai berorientasi pelayanan pada peserta
melalui substansi pembelajaran yang terkait dengan pemahaman dan
pemenuhan kebutuhan masyarakat, ramah, cekatan, solutif, dan dapat
diandalkan, serta melakukan perbaikan tiada henti.
Pelayanan Publik sebagaimana tercantum dalam UU adalah kegiatan atau
rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas
barang, jasa dan / pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara
publik .
Tiga unsur penting dalam pelayanan publik dalam konteks ASN yaitu : 1)
Penyelenggara pelayanan publik yaitu : ASN/ birokrasi, 2) penerima layanan
yaitu masyarakat dan 3) kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh
penerima layanan.
Pelayanan publik yang berkualitas harus berorientasi kepada pemenuhan
kepuasan pengguna layanan. Pelayanan prima didasarkan pada implementasi
standar pelayanan yang di miliki oleh penyelenggara. Budaya pelayanan ASN
akan sangat menentukan kualitas pemberi layanan kepada masyarakat.
Nilai – nilai dasar penerapan orientasi pelayanan :
a. Menerapkan budaya 5S ketika berinteraksi dengan masyarakat
b. Datang tepat waktu
c. Pulang pada waktu yang telah di tetapkan
d. Memahami dam memenuhi kebutuhan masyarakat
e. Ramah, cekatan,solutif dan dapat diandalkan
f. Melakukan perbaikan tiada henti
9
2.1.2 Akuntabel
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai akuntabel pada peserta melalui substansi
pembelajaran yang terkait dengan pelaksanaan tugas dengan jujur, bertanggung
jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi, penggunaan kekayaan dan barang milik
negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien serta tidak menyalahgunakan
kewenangan jabatan.
Akuntabel adalah prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku pada setiaporganisasi
sebagai suatu kewajiban jabatan dalam memberikan pertanggungjawaban laporan
kegiatan kepada atasanya.
Aspek akuntabilitas mencakup beberapa hal berikut yaitu akuntabilitas adalah
sebuah hubungan , akuntabilitas beriorientasi pada hasil, akuntabilitas memerlukan
konsekuensi, serta akuntabilitas memperbaiki kinerja.
Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama ( Boves,2007 ) yaitu pertama untuk
menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi ) , kedua , untuk mencegah korupsi
dan meningkatkan efesien dan efektivitas.
Nilai – nilai dasar penerapan Akuntabel :
1. Mengerjakan pekerjaan dengan baik
2. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin
danberintegritas tinggi
3. Menggunakan kekeyan dan barang milik negara secara bertanngung
jawab,efektif dan efesien
4. Tidak menyalagunakan kewenangan jabatan
2.1.3 Kompeten
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai Kompeten pada peserta melalui substansi
pembelajaran yang terkait dengan peningkatan kompetensi diri untuk menjawab
tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar serta pelaksanaan tugas
dengan kualitas terbaik.
Karakteristik yang dianggap relevan bagi ASN dalam menghadapi tuntutan
pekerjaan saat ini dan kedepan meliputi : integritas, nasionalisme, profesionalisme,
wawasan global, IT dan bahasa asing, hospitality , networking dan
enterpreneurship.Konsepsi kompetensi adalah meliputi tiga aspek penting berkaitan
dengan perilaku kompetensi meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
diperlukan dalam aspek pekerjaan.
10
Nilai – Nilai dasar kompeten ;
1. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yangselalu berubah.
2. Membantu orang lain belajar
3. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik
2.1.4 Harmonis
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai harmonis pada peserta melalui substansi
pembelajaran yang terkait dengan menghargai setiap orang apa pun latar belakangnya,
suka menolong orang lain serta membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Berakar dari Semboyan Negara Indonesia yakni Bhinneka Tunggal Ika,yang berarti
“Berbeda-beda Namun Tetap Satu Jua”, seorang pelayan publik harus dapat
menghargai setiap orang apapun latar belakangnya. Penting bagi setiap ASN untuk
dapat menciptakan dan membangun lingkungan kerja yang kondusif. Karena dengan
kenyamanan lingkungankerja, ASN diyakini dapat lebih produktif.
Membangun budaya harmonis te,pat kerja yang harmonis sangat penting dalam
suatu organisasi . Suasana tempat kerja yang positif dan kondusif juga berdampak bagi
berbagai bentuk organisasi. Identifikasi potensi disharmonis dan analisis strategi dalam
kehidupan ASN dilingkungan berkerja dan bermasyarakat.
Nilai – nilai dasar harmonis yaitu :
1. Menghargai semua orang apapun latar belakangnya
2. Suka menolong orang lain
3. Membangun lingkungan kerja yang kondusif
2.1.5 Loyal
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai Loyal pada peserta melalui substansi
pembelajaran yang terkait dengan memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setia kepada Negara Kesatuan
Republik Indonesia serta pemerintah yang sah, menjaga nama baik sesama ASN,
pimpinan, instansi dan negara,serta menjaga rahasia jabatan dan negara.
Dalam rangka penguatan budaya kerja sebagai salah satu strategi transformasi
pengelolaan ASN menuju pemerintahan kelas dunia ( World Class Government),
pemerintah telah meluncurkan Core Value ( Nilai – nilai Dasar) ASN BerAkhlak dan
Employer Branding ( Bangga Melayani Bangsa ), Nilai Loyal diangap penting dan
dimasukkan menjadi Core Value yang harus dimiliki dan diimplementasikan dengan baik
oleh setiapASN dikarenakan adanya faktor internal dan eksternal.
11
Loyal merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam Core Value ASN yang
dimaknai bahwa setiap ASN harus berdedikasi dan mengutamakan kepentingan
bangsa dan negara. Setiap ASN harus senantiasa menjunjung tinggi kehormatan
negara, pemerintahan dan martabak pegawai negeri sipil, serta senantiasa
mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seorang atau
golongan sebagai wujud loyalitasnyab terdapat bangsa dan negara. Agar para ASN
mampu menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan lainya
dibutuhkan langka – langka konkrit, diantaranya melalui pemantapan wawasan
kebangsaan. Selain memantapkan wawasan kebangsaan, sikap loyal seorang ASN
dapat dibangun dengan cara terus meningkatkan nasionalisme kepada bangsa dan
negara.
Nilai – nilai dasar loyal yaitu :
1. Memegang teguh idiologi pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945
2. Setia kepada NKRI serta pemerintahan yang sah
3. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara
4. Menjaga rahasia jabatan dan Negara
2.1.6 Adaptif
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai Adaptif pada peserta melalui substansi
pembelajaran yang terkait dengan cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan,
terus berinovasi dan mengembangkan kreativitasserta bertindak proaktif.
Adaptasi merupakan kemampuan alamiah dari makhluk hidup. Kemampuan
beradaptasi juga memerlukan adanya inovasi dan kreativitas yang
ditumbuhkembangkan dalam diri individu maupun organisasi. Dalam budaya adaktif
sebagai budaya ASN merupakan kampanye utuk membangun karakter adaktif pada
diri ASN sebagai individu yang menggerakan organisasi untuk mencapai tujuannya.
Organisasi adaptif yaitu : organisasi yang memiliki kemampuan untuk merespon
perubahan lingkungan dan mengikuti harapan stakeholder dengan cepat dan fleksibel.
Situasi dan zaman yang senantiasa berkembang, membuat seorang aparatur harus
dapat dengan cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan yang ada. Harus selalu
diingat,istilah yang sering kita dengar yaitu “Yang Abadi adalah Perubahan itu sendiri”,
12
membuat siapapun yang tidak dapat beradaptasi akan semakin tertinggal. Adaptasi
dapat dilakukan dengan terus berinovasi dengan mengembangkan kreativitas. Setiap
pegawai juga harus selalu bertindak proaktif dan tidak hanya berpangku tangan
Nilai – nilai dasar Adaptif yaitu :
1. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan
2. Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas
3. Bertindak proaktif
2.1.7 Kolaboratif
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai Kolaboratif pada peserta melalui substansi
pembelajaran yang terkait dengan pemberian kesempatan kepada berbagai pihak
untuk berkontribusi, terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah
serta menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama.
Dalam pelaksanaan tugas, kolaborasi di antara setiap aparatur mutlak harus
dilaksanakan. Bersinergi dan memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk
berkontribusi dalam pembangunan, akan dapat mempercepat pencapaian suatu visi
dan cita-cita. Keterbukaan dalam bekerja sama, dan mencari solusi bersama akan
dapat menghasilkan nilai tambah, dan mempercepat mencapai tujuan bersama.
Nilai – nilai dasar kolaboratif yaitu :
1. Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi
2. Terbuka dalam bekerjasama untuk menghasilkan nilai tambah
3. Menggerakan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuanbersama.
2.2.Sikap Perilaku Disiplin ASN
Berdasarkan kode etik dan perilaku ASN sebagaimana yang dimaksud dalam
UndangUndang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara antara lain:
1) Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab dan berintegritas tinggi
2) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin
3) Melayani dengan sikap hormat, santun, dan tanpa tekanan
4) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
13
5) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau jabatan yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan dan etika pemerintah
6) Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara
7) Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab,
efektif dan efisien
8) Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya
9) Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain
yangmemerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan
10) Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri
sendiri atau untuk orang lain.
11) Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN,
dan
12) Melaksanakan ketentuan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai ASN
2.2.1 Whole of Goverment
Whole of Goverment (WOG) merupakan sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemeritahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari
keseluruhan sector dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
WOG juga dikenal sebagai pendekatan intraagency yaitu pendekatan yang melibatkan
sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan. WOG
menjelaskan bagaimana instansi pelayanan public bekerja lintas sector atau lintas
batas guna mencapai tujuan bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah
terhadap isu-isu tertentu.
14
2.2.2 Manajemen ASN
Membekali Peserta Pelatihan dengan pengetahuan tentang kedudukan, peran,
hak dan kewajiban, kode etik ASN, sistem merit dalam pengelolaan ASN, dan
pengelolaan ASN. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari
intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pegawai ASN
berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan
oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi
semua golongan dan partai politik.
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN
yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih
dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada
pengaturan profesi pegawai
sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil negara yang
unggul selaras dengan perkembangan jaman. Kedudukan atau status jabatan PNS
dalam sistem birokrasi selama ini dianggap belum sempurna untuBerdasarkan jenisnya
ASN terdiri atas pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Pegawai Negeri Sipil merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat
tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat Pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan, memiliki nomor induk pegawai
secara nasional. Sedangkan PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi
syarat tertentu, yang diangkat oleh pejabat Pembina kepegawaian berdasarkan
perjanjian kerja sesuai kebutuhan instansi pemerintah untuk jangka waktu tertentu
dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. Kedudukan ASN berada di pusat,
daerah, dan luar negeri. Namun pegawai ASN merupakan satu kesatuanmenciptakan
birokrasi yang profesional.
Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi
sebagai berikut: 1) Pelaksana kebijakan public; 2) Pelayan public; dan 3) Perekat dan
pemersatu bangsa Selanjutnya Pegawai ASN bertugas: 1) Melaksanakan kebijakan
yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan 2) Memberikan pelayanan public yang professional dan
berkualitas, dan 3) Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dapat
meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel, maka setiap
15
ASN diberikan hak. Setelah mendapatkan haknya maka ASN juga berkewajiban sesuai
dengan tugas dan tanggungjawabnya.ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik
dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat
dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku yang diatur dalam UU
ASNmenjadi acuan bagi para ASN dalam Penyelengaraan birokrasi pemerintahan.
2.2.3. Smart ASN
Membekali Peserta dengan kemampuan kecakapan digital dasar pada
perspektif literasi digital smart ASN. Literasi digital adalah lingkungan yang kaya akan
informasi. Transformasi digital disektor pendidikan Indonesia muncul berbagai
perbincangan , regulasi pendukung dan upayakonkret menerapkan transormasi digital
dilingkungan perguruan tinggi dan semua tingkat sekolah di Indonesia. Terjadinya
pandemi COVID-19 justru memberikan dampak yang sangat luar biasa dalam aspek
ini .
Masyarakat yang modern saat ini hidupnya sangat dipengaruhi oleh internet.
Perubahan media komunikasi yang digunakan dalam masyarakat Indonesia tidak
terlepas dengan perubahan tekhnologi komunikasi. ASN dituntut tidak Gaptek (Gagap
Teknologi) dan informasi yakni dapat mengoperasikan dan memanfaatkan aplikasi-
aplikasi produk IT termasukdapat dengan bijak memanfaatkan internet yang digunakan
dalamn meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk meningkatlkan kinerja dalamrangka
meningkatkan kualitas tugas dan fungsinya dalam pelayanan dan pengabdian kepada
masyarakat.
Nilai – Nilai dalam Smart ASN sebagai berikut :
a. Integritas
Integritas Pegawai ASN yang dimaksud adalah “Konsistensi Pegawai ASN dalam
berprilaku yang selaras dengan nilai, norma dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam
hubungan dengan atasan, rekan kerja,bawahan langsung, dan pemangku
kepentingan, serta mampumendorong terciptanya budaya etika tinggi dan bertanggung
jawab”
b. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nila- nilai kebangsaan.
Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu terhadap
bangsanya. Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat nasionalisme adalah
dengan menanamkan dan mengamalkan nilai – nilai Pancasila. Pengamalan nilai –
16
nilai luhur yang terkandung didalamnya oleh setiap penyelenggara negara, baik di
pusat maupun di daerah. Seorang PNS dituntut untuk memiliki prilaku mencintai
tanah air Indonesia (naionalisme) dan mengkedepankan kepentingan nasional.
Nasionalisme merupakan salah satu perwujudan dari fungsi PNS sebagai perekat
pemersatu bangsa.
c. Profesionalisme
Pegawai Negeri Sipil adalah terpenuhinya kecocokan antara kemampuan
aparaturdengan kebutuhan tugas merupakan syarat terbentuknya aparatur yang
profesional. Artinya, keahlian dan kemampuan aparat merefleksikan arah dan tujuan
yang dicapai oleh sebuah organisasi.
d. Berwawasan Global
Merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan
anak didik dengan kemamuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki
kehidupan yang bersifat kompetitif dan dengan derajat saling menggantungkan antar
bangsa yang sangat tinggi.
e. Penguasaan IT dan Bahan Asing
ASN dituntut tidak Gaptek (Gagap Teknologi) dan informasi yakni dapat
mengoprasikan dan memanfaatkan apikasi – aplikasi produk IT (Informasi Teknologi)
termasuk depat dengan bijak memanfaatkan internet yang digunakan dalam
meningkatkan kualitas tugas dan fungsinya dalam pelayanan dan pengabdian
kepada masyarakat. Seorang ASN selain menguasai Bahasa Indonesia dengan baik
dan benar juga memiliki kemampuan menguasai Bahasa Asing seperti Bahasa
Inggris, Mandarin dan lain sebagainya.
f. Berjiwa Hospitality (Keramahan)
Hospitality/Keramahan adalah memiliki sifat baik hati dan menarik budi
bahasanya, manis tutur kata dan sikapnya dalam setiap menjalankan aktivitas
pelaksanaan tugas dan pekarjaan khususnya dalam menampilkan pelayanan prima
kepada masyarakat.
g. ASN Memiliki Kemampuan Networking
Networking adalah membangun menjalin hubungan dengan orang lain atau
organisasi yang berpengaruh positif pada kesuksesan profesional maupun personal.
17
h. ASN Memiliki Kemampuan Enterpreneur
ASN ditutut memiliki kemampuan Enterpreneur yakni berjiwa kewirausahaan
yang ditandai dengan dimilikinya keberanian, kreatifitas, inovatif, pantang menyerah,
dan cerdas dalam menangkap dan menciptakan peluang serta bertanggung jawab
Enterpreneurship juga dapat diartikan berfikir tentang masa depan orang banyak.
Kehidupan orang banyak, kesejahteraan masyarakat dan bagaimana cara
membantu mereka yang membutuhkan dan dengan dimilikinya kemampuan
Enterpreneurship ini maka seorang ASN akan mampu meningkatkan kinerja dalam
setiap waktunya.
18
BAB III
PENETAPAN ISU DAN RANCANGAN AKTUALISASI
3.1 Environmental Scanning
3.1.1 Sumber isu
Isu yang diangkat oleh penulis adalah pelayanan publik dimana ASN
memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan publik yang profesional
dan berkualitas. Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing masing
jabatan ASN, diharapkan ASN mampu menjalankan tugas dengan penuh
keikhlasan, pengabdian, kejujuran, kesadaran dan tanggung jawab. Adapun isu
yang diangkat oleh penulis adalah Minimnya hafalan surah pendek dan doa
sehari hari bagi WBP di Lembaga Pemasyarakatan perempuan Kelas IIA
Sungguminasa . Pada Lembaga Pemasyarakatan perempuan Kelas IIA
Sungguminasa Masih rendahnya pemahaman agama bagi wbp , karena minim
nya buku saku untuk wbp dan belum optimalnya metode pembelajaran sehingga
menyulitkan dalam belajar dan menghafal.
Penulis mengangkat isu tersebut diharapkan agar dapat meningkatkan
pemahaman agama bagi WBP , dengan melakukan pembuatan buku saku dan
membuat metode pembelajaran di Lembaga Pemasyarakatan perempuan Kelas
IIA Sungguminasa sehingga dapat mempunyai data untuk melelukan
peningkatan pemahaman agama bagi WBP, di karnakan kondisi eksisting di
lapangan sangat mempengaruhi pembelajaran karna kurang keanyamanan dan
kefokusan saat melakukan kegiatan pembelajaran. Adapun isu yang di angkat
penulis adalah ‘‘Minimnya hafalan surah pendek dan doa sehari hari bagi
WBP di Lembaga Pemasyarakatan perempuan Kelas IIA Sungguminasa’’.
19
3.1.2 Identifkasi Isu
Identifkasi isu tentang hafalan surah pendek dan doa sehari hari, dilakukan
dengan menggunakan diagram fish bone sebagai berikut:
Minimnya MATERIAL Sarana
Hafalan Surah pembelajaran
Pendek Dan Doa Kurangnya tenaga yang masih
Sehari hari Bagi pendidik kurang
Warga Binaan
Pemasyarakatn Kesalahan dalam MinimNya
(WBP)WBP memilih teman akrab pengetahuan
ilmu agama
ENVIRONMENT METHOD islam bagi
WBP
Kurangnya
pembinaan
kerohanian
Gambar 3. 1 Diagram Fish bone
Berdasarkan diagram fish bone di temukan identifikasi isu sebagi berikut ;
1. Minimnya Hafalan Surah Pendek Dan Doa Sehari hari Bagi Warga Binaan
Pemasyarakatn (WBP).
2. Kurangnya tenaga pendidik
3. Sarana pembelajaran yang masih kurang
4. Kurangnya pembinaan kerohanian
5. Kesalahan dalam memilih teman akrab
20
3.1 Relevensi Isu Terhadap Kedudukan dan Peran ASN untuk mendukung
Smart Goverence
Tabel 3.1
No Kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
Isu Manajemen ASN Smart ASN
1 Minimnya Hafalan Saya bersikap Saya sebagai pembina
Surah Pendek Dan professionaldalam harus Berintegritas dalam
Doa Sehari hari upaya meningkatkan upaya bimbingan berupa
Bagi Warga Binaan Hafalan Surah Pendek meningkatkan Hafalan
Pemasyarakatn Dan Doa Sehari hari Surah Pendek Dan Doa
(WBP) Bagi Warga Binaan Sehari hari Bagi Warga
Pemasyarakatn (WBP) Binaan Pemasyarakatn
(WBP).
2 Kurangnya tenaga Saya sebagai pembina Saya sebagai pembina
pendidik harus berperan aktif harus mampu
secara efektif dan melaksanakan tugas dan
efisien untuk fungsinya secara
membenahi tenaga profesionalisme untuk
pendidik membenahi tenaga
pendidik
3 Sarana pembelajaran Saya dalam melakukan Saya sebagai pembina
yang masih kurang tugas harus berdaya harus mampu berjiwa
guna dalam entrepreneurship dalam
menyediakan Sarana menyediakan Sarana
pembelajaran yang pembelajaran yang masih
masih kurang . kurang .
21
4 Kurangnya pembinaan Saya sebagai pembina Saya sebagai pembina
harus mampu
kerohanian. Harus melaksanakan memberikan pembinaan
dengan berjiwa
tugas dan fungsinya entrepreneurship dalam
melaksanakan program
secara professional pembinaan kerohanian
dalam melaksanakan
program pembinaan
kerohanian
5 Kesalahan dalam Saya dalam Saya sebagai pembina
memilih teman akrab
melaksanakan tugas di harus mampu
pembinaan harus mengedukasi WBP
mampu bekerja secara tentang pembinaan
professional dengan kerohanian dengan
memberikan penyuluhan keramahan (hospitality)
pengetahuan tentang dalam memilih teman
pentingnya dalam akrab
memilih teman akrab
22
A. Penetapan dan Analisis Isu
Analisis isu dilakukan untuk menetapkan kriteria dan kualitas
isu. Dari isu di atas, analisis isu dilakukan dengan menggunakan dua
alat bantu penetapan kriteria kualitas isu yakni berupa:
1. Penetapan Isu
APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)
APKL digunakan untuk menentukan skala prioritas isu yang
akan diselesaikan.APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan.
a. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dikalangan masyarakat.
b. Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks,sehingga perlu dicarikan solusinya.
c. Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
d. Layak artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta
relevan untukdimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Hasil analisis isu-isu yang terjadi pada unit kerja dengan
metode APKLdapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.2. Bobot Penetapan Kriteria Kualiatas Isu APKL
Bobot Keterangan
5 Sangat(Penting/Serius/Berkembang)
4 Penting/Serius/Berkembang
3 Cukup(Penting/Serius/Berkembang)
2 Tidak(Penting/Serius/Berkembang)
1 Sangat tidak(Penting/Serius/Berkembang)
23
Tabel 3.3. Analisis Kriteria Isu Dengan Alat Analisis APKL
No. Isu Analisis Total
APK L Ranking
1. Minimnya Hafalan Surah Pendek Dan 5 5 5 5 Skor
Doa Sehari hari Bagi Warga Binaan 20 I
Pemasyarakatn (WBP)
2. Kurangnya tenaga pendidik 4 4 4 5 17 II
3. Sarana pembelajaran yang masih 3 3 5 4 15 IV
kurang 4 4 4 4 16 III
4. Kurangnya pembinaan kerohanian.
5. Kesalahan dalam memilih teman akrab 3 3 4 4 14 V
Berdasarkan tabulasi APKL seperti tercantum pada table 3.3.
Analisis isu strategis, ditemukan tiga isu utama yang memenuhi
syarat, yaitu sebagai berikut:
1) Kurangnya pengetahuan WBP tentang ilmu agama di Lembaga
Pemasyarakatan perempuan Kelas IIA Sungguminasa
2) Kesadaran WBP yang rendah akan pentingnya pemahaman
agama di Lembaga Pemasyarakatan perempuan Kelas IIA
Sungguminasa.
3) Kurangnya tenaga pembina yang dapat membantu .
4) Pembinaan kerohanian yang belum optimal.
5) Sarana pemebelajaran yang masih kurang
24
2. Analisis Isu
Teknik tapisan lain yang digunakan untuk menentukan isu
utama (core issue), yaitu dengan menggunakan teknik analisis USG
yang merupakan singkatan dari:
a. Urgency (seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis, danditindaklanjuti)
b. Seriousness (seberapa serius suatu isu harus dibahas
dikaitkan denganakibat yang akan ditimbulkan)
c. Growth (seberapa besar kemungkinan memburuknya isu
tersebut jikatidak segera ditangani).
Adapun terdapat beberapa analisis lain yang dapat digunakan
untuk menganalisis isu, misalnya Mind Mapping, Fishbone
Diagram, Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities,
Threats).
Untuk menetapkan isu utama (core issue) dari beberapa isu
berkualitas yang telah diidentifikasi, digunakan metode analisis
Urgency, Seriousness, and Growth (USG) yang diukur dengan
Skala Likert sesuai dengan tabel 3.4. Sebagai berikut.
Tabel 3.4. Analisis Kriteria Isu Dengan Alat Analisis USG
No Isu Kriteria Jumlah Ranking
1 Minimnya Hafalan USG
Surah Pendek Dan (1- (1- (1-
Doa Sehari hari Bagi 5) 5) 5)
Warga Binaan
Pemasyarakatn (WBP) 544 13 I
2 Kurangnya tenaga 433 10 II
pendidik
3. Kurangnya pembinaan
kerohanian. 333 9 III
25
3. Core Isu / Isu Terpilih
Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan baik
menggunakan analisis Isu APKL maupun USG, maka ditentukan
bahwa isu utama yang memiliki skor tertinggi adalah Minimnya
Hafalan Surah Pendek Dan Doa Sehari hari Bagi Warga Binaan
Pemasyarakatn (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan perempuan
Kelas IIA Sungguminasa.
Tabel 3.5 Rancangan Aktualisasi
Unit Kerja UPT Lembaga Pemasyarakatan
Identifikasi isu perempuan Kelas IIA Sungguminasa
1. Minimnya Hafalan Surah Pendek Dan Doa
Sehari hari Bagi Warga Binaan Pemasyarakatn
(WBP).
2. Kurangnya tenaga pendidik
3. Sarana pembelajaran yang masih kurang
4. Kurangnya pembinaan kerohanian
5. Kesalahan dalam memilih teman akrab
26
Isu yang diangkat MinimNya Hafalan surah pendek dan doa sehari
hari bagi WBP di Lembaga Pemasyarakatan
perempuan Kelas IIA Sungguminasa.
Gagasan Pemecahan Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan
Isu
untuk menyelesaikan isu tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan
mentor
2. Pembuatan buku saku surah pendek
3. Pembuatan buku saku doa sehari hari
4. Pembelajaran hafalan surah pendek
5. Pembelajaran hafalan doa sehari hari
6. Evaluasi kegiatan aktualisasi
Gagasan pemecahan isu dari dampak yang dapat ditimbulkan dari
isu di atas menghasilkan judul aktualisasi yakni “Meningkatkan Hafalan
surah pendek dan doa sehari hari bagi Warga Binaan Pemasyarakatan
(WBP) di Lembaga Pemasyarakatan perempuan Kelas IIA
Sungguminasa .”
27
A. RANCANGAN AKTUALISASI
Unit Kerja : Lembaga Pemasyarakatan p
Isu yang Diangkat : MinimNya Hafalan surah pe
Lembaga Pemasyarakatan p
Judul Aktualisasi : Meningkatkan Hafalan su
Lembaga Pemasyarakatan pe
T
RANCANGAN KE
N Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Ket
o
Mana
1 Konsultasi Saya
denganmentor mento
etika
Smar
Saya
denga
denga
yang
hosp
perempuan Kelas IIA Sungguminasa
endek dan doa sehari hari bagi WBP di
perempuan Kelas IIA Sungguminasa.
urah pendek dan doa sehari hari bagi WBP di
erempuan Kelas IIA Sungguminasa.
Tabel 3.7
EGIATAN AKTUALISASI
terkaitan Subtansi Kontribusi Kontribusi
MataPelatihan PencapaianNilai
TerhadapVisi dan Organisasi
ajemen ASN:
a konsultasi dengan Misi Organisasi Berorientasi
Pelayanan
or sebagai bentuk Dengan melakukan sepadandengan
a profesi. konsultasi nilai organisasi
rancangan kepada kerja cerdas
rt ASN: kasi kamtib sebagai
a konsultasi mentor mampu Akuntabel sepadan
mewujudkan visi dengan nilai
anmentor Terwujudnya organisasi
an tutur kata lembaga bertanggung jawab
baik dan berjiwa pemasyarakatan
pitality yang unggul dalam Kompeten
pembinaan,prima sepadan dengan nilai
dalam pelayanan organisasi kerja
dan tangguh dalam tuntas
pengamanan.
a. Mempersiapkan a. Foto 1) Ak
bahan konsultasi bahan Sa
konsultasi jaw
me
kon
seb
me
kep
2) Ko
Sa
me
tug
ku
da
ba
ag
me
kin
ter
kuntabel harmonis sepadan
aya bertanggung dengan nilai
wab organisasi kerja
enyiapkan bahan sama
nsultasi
belum Loyal sepadan
enghadap dengan nilai
padamentor. organisasi
ompeten: kedisiplinan
aya
elaksanakan Adaptif sepadan
gas dengan dengan nilai
ualitasterbaik organisasi kerja
alam menyiapkan cerdas
ahan konsultasi
gar dapat Kolaboratif
enghasilkan sepadandengan
nerja nilai organisasi
rbaik. kerja sama.
b. Melakukan b. Foto 1) Lo
konsultasi dengan konsultasi be
dengan me
mentor mentor de
me
ke
me
pim
2) Ak
tan
me
de
me
se
3) Har
Me
den
ben
me
pem
jug
me
4) Ko
Me
yak
kon
me
oyal:Saya
erkomitmen dalam
elakukan konsultasi
enganmentor untuk
enyelesaikan
egiatandan juga
enjaga kredibilitas
mpinan.
kuntabel :Saya
nggung jawab dalam
elakukankonsultasi
enganmentor sebelum
emulai kegiatan
ecara transparan.
rmonis:Saya
elakukankonsultasi
nganmentor sebagai
ntuk peduli terhadap
eningkatkan
mahaman agama dan
ga bentuk suka
enolong orang lain.
olaboratif :Saya
elakukankerjasama
kni Melakukan
nsultasi dengan
entor
c. Mencatat hasil c. Adanya 1) Lo
konsultasi catatanhasil Sa
konsultasi dal
tug
has
2) Ak
Sa
me
den
jaw
has
ber
terk
akt
ker
3) Ko
Saya
tug
ter
Me
kon
me
oyal
aya berkomitmen
lam melaksanakan
gas dengan mencatat
sil konsultasi
kuntabel:
aya berkomitmen
elaksanakan tugas
ngan bertanggung
wab dalam mencatat
sil konsultasi
rsama mentor
kait kegiatan
tualisasi ditempat
rja
ompeten :
melaksanakan
gas dengan kualitas
rbaik dengan
encatat hasil
nsultasi dengan
entor.
d. Meminta d. Adan Adanya 1). Lo
persetujuan persetujuan Saya
pelaksanaan pelaksanaan denga
aktualisasi aktualisasi bentu
kepada kepada mentor memi
mentor ya catatanhasil mento
konsultasi meny
dan ju
kredi
2). A
Say
kons
men
tang
mela
pers
sebe
kegi
tran
3). K
Sa
tu
te
Me
pe
ak
me
oyal:
berkonsultasi
an mentor sebagai
uk komitmen dengan
inta persetujuan
or untuk
yelesaikan kegiatan
uga menjaga
ibilitas pimpinan
Akuntabel :
ya melakukan
sultasi dengan
ntor sebagai bentuk
ggung jawab
apor dan minta
setujuan mentor
elum memulai
iatan secara
nsparan.
Kompeten :
aya melaksanakan
ugas dengan kualitas
erbaik dengan
eminta persetujuan
elaksanaan
ktualisasi kepada
entor
2. Pembuatan buku Manajem
saku surah pendek Saya dala
pembuata
saku sura
secara ef
efisien ag
mendapa
yang mak
Smart AS
Saya dala
Pembuata
saku sura
harus ma
menguas
bahasa
asing.
men ASN: Diharapkan dapat Berorientasi
am berkontribusi terhadap Pelayanan sepadan
an buku misi : dengan nilai
ah pendek organisasi kerja
fektif dan 1. Meningkatkan upaya cerdas
gar hafalan surah pendek
atkan hasil bagi wbp. Akuntabel sepadan
ksimal dengan nilai organisasi
2. Meningkatkan bertanggung jawab
SN: pembinaan kerohanian
am bagi wbp baik Kompeten
an buku perseorangan dan sepadan dengan nilai
ah pendek kelompok organisasi kerja tuntas
ampu
sai IT dan harmonis sepadan
dengan nilai
organisasi kerja sama
Loyal sepadan
dengan nilai
organisasi
kedisiplinan
Adaptif sepadan
dengan nilai
organisasi kerja
cerdas
Kolaboratif
sepadandengan nilai
organisasikerja sama.
a. Mencari a. Foto mencari 1) Akunt
referensi referensi Saya dap
dipercay
dalam m
referensi
pembuata
saku sur
pendek.
2) Komp
Saya
melaksan
tugas de
kualitas t
untuk me
referensi
pembuata
buku saku
pendek.
3) Adapti
Saya be
dalam m
referens
tabel:
pat
ya
mencari
untuk
an buku
rah
peten
nakan
engan
terbaik
encari
an
u surah
if
erinovasi
mencari
si