The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Puji dan syukur Kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa, pencipta alam semesta, dan segala isinya. Saya menyambut baik penyusunan buku ini, serta memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas gagasan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, S.I.K, M.H; sehingga dapat diterbitkan buku “POLRES SIMALUNGUN MENUJU PERUBAHAN”.

Buku ini menggambarkan beberapa hal tentang kondisi satuan Polres Simalungun dan Polsek jajaran beserta kegiatan kepolisian dalam rangka peningkatan kinerja. Secara garis besar buku ini menggambarkan: (1) situasi dan kondisi Polres Simalungun
dan jajaran; (2) kegiatan-kegiatan yang dilakukan Polres Simalungun seperti bhakti sosial, penyelesaian konflik sosial, mengatasi kondisi tertentu masyarakat, ikut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, menjaga kerukunan umat beragama, melaksanakan
silaturahmi kepada masyarakat, penanganan kejahatan menyangkut perlindungan anak, membangun akses jalan, membangun dunia pariwisata; (3) penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba; serta (4) penanganan konflik sosial di Dolok Silau dengan pelibatan Bhabinkamtibmas dan peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Salam hormat dari Polda Sumut dan Jajaran, selamat membaca dan menyimak buku “POLRES SIMALUNGUN MENUJU PERUBAHAN”, semoga dapat meningkatkan pengetahuan dan inspirasi bahwa kepolisian dewasa ini memiliki tugas dan tanggung jawab sosial yang lebih besar daripada penegakan hukum, namun dalam rangka mengimplementasikan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia cita pertama, yaitu “menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara”. Hal ini sebagai landasan dari program prioritas Kapolri kedelapan: “pembangunan kesadaran dan partisipasi masyarakat
terhadap kamtibmas untuk mewujudkan Polri yang Promoter (profesional, modern, dan terpercaya)”, serta kebijakan dan strategi Kapolda Sumatera Utara, yakni “bekerja dengan hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat Sumatera Utara melalui peningkatan kinerja, pembenahan kultur, dan peningkatan kemampuan mengelola media agar terwujudnya Polri yang
Promoter”.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by edi ismail, 2020-01-20 10:15:02

POLRES SIMALUNGUN

Puji dan syukur Kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa, pencipta alam semesta, dan segala isinya. Saya menyambut baik penyusunan buku ini, serta memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas gagasan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, S.I.K, M.H; sehingga dapat diterbitkan buku “POLRES SIMALUNGUN MENUJU PERUBAHAN”.

Buku ini menggambarkan beberapa hal tentang kondisi satuan Polres Simalungun dan Polsek jajaran beserta kegiatan kepolisian dalam rangka peningkatan kinerja. Secara garis besar buku ini menggambarkan: (1) situasi dan kondisi Polres Simalungun
dan jajaran; (2) kegiatan-kegiatan yang dilakukan Polres Simalungun seperti bhakti sosial, penyelesaian konflik sosial, mengatasi kondisi tertentu masyarakat, ikut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, menjaga kerukunan umat beragama, melaksanakan
silaturahmi kepada masyarakat, penanganan kejahatan menyangkut perlindungan anak, membangun akses jalan, membangun dunia pariwisata; (3) penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba; serta (4) penanganan konflik sosial di Dolok Silau dengan pelibatan Bhabinkamtibmas dan peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Salam hormat dari Polda Sumut dan Jajaran, selamat membaca dan menyimak buku “POLRES SIMALUNGUN MENUJU PERUBAHAN”, semoga dapat meningkatkan pengetahuan dan inspirasi bahwa kepolisian dewasa ini memiliki tugas dan tanggung jawab sosial yang lebih besar daripada penegakan hukum, namun dalam rangka mengimplementasikan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia cita pertama, yaitu “menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara”. Hal ini sebagai landasan dari program prioritas Kapolri kedelapan: “pembangunan kesadaran dan partisipasi masyarakat
terhadap kamtibmas untuk mewujudkan Polri yang Promoter (profesional, modern, dan terpercaya)”, serta kebijakan dan strategi Kapolda Sumatera Utara, yakni “bekerja dengan hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat Sumatera Utara melalui peningkatan kinerja, pembenahan kultur, dan peningkatan kemampuan mengelola media agar terwujudnya Polri yang
Promoter”.

Konflik Sosial

anaknya lahir, tak bisa mendampingi Kasat Reskrim Polres Simalungun, Ajun Komisaris Damos
istrinya karena tugas. Saya kira Christian Aritonang (kanan) ikut menangani keributan
ketidakhadiran orangtua saat anaknya antara warga Desa Cingkes dan Desa Bawang.
diwisuda tidak akan menghilangkan masa
membanggakan dan membahagiakan, baik dHiirKuakntPoirkuPkolres
bagi anak maupun orangtua. Usai kejadian, suasana di kantor Polres
Simalungun, hiruk pikuk. Pukul 21.00,
Peristiwa ini membuat saya bertekad sebanyak 42 penyidik sudah menunggu.
memperbaiki SDM (sumber daya manusia) Sejak menerima kabar keributan di
di seluruh jajaran Polres Simalungun, Dolok Silau pada sore hari, intuisi saya
terutama personel lini. Pengalaman mengatakan bakal terjadi sesuatu yang
adalah guru terbaik buat saya. Saya tidak besar. Oleh karena itu saya meminta
boleh menyerah dan harus memelihara seluruh penyidik, bersiaga.
optimisme bisa memperbaiki, memelihara,
dan memperbaiki SDM jajaran saya. Saat puluhan warga yang diangkut

177

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Kedai kopi milik warga yang jadi salah satu tempat
berkumpul di persimpangan jalan antara Desa Bawang dan
Desa Cingkes.

178

Konflik Sosial

tiba di Polres Simalungun sekitar pukul
01.00, para penyidik langsung bekerja.
Beberapa penyidik memeriksa satu orang,
tapi ada pula yang menginterogasi tiga
orang. Seluruh ruang Satreskrim penuh
orang, termasuk ruang tata usaha. Ada
satu ruang yang digunakan memeriksa
10 orang sekaligus. Bau keringat dan kopi
menyengat pun menyeruak.

Selasar di ruang Satreskrim kami
manfaatkan meletakkan barang bukti.
Jumlahnya banyak. Parang, golok, panah,
tombak, linggis, sampai senapan angin,
ada di situ. Bertumpuk sampai membuat
saya bersyukur tak ada korban jiwa saat
bentrokan terjadi.

Gelar perkara dilakukan malam itu
juga untuk menentukan para tersangka
dan siapa saja yang masuk daftar buronan.
Selama masa itu, 100 anggota Brimob
bersiaga di Polres Simalungun. Mereka
bersiaga mulai dari gerbang masuk
komplek gedung pemerintahan sampai di
depan gerbang Polres.

Di salah satu sudut saya melihat
Hamid sedang memarahi seorang pemuda
yang dituduh memicu keributan. Tapi si
pemuda tampak acuh tak acuh. Hamid
berulangkali menggelengkan kepalanya.

Dari 63 orang yang kami periksa,
sembilan orang kami tetapkan sebagai
tersangka. Tiga lainnya kami tetapkan
dalam daftar buron. Sementara itu Kasat
Reskrim berjaga di Desa Cingkes. Dia
memilih tidur di mobil bersama anak
buahnya. Dinginnya menggigit.

Awalnya Kasat Reskrim berniat
menumpang di rumah Hamid. Rumahnya
besar, tapi malam itu penuh orang.
Sekelompok anggota Brimob sudah lebih
dulu datang dan tidur.

179

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Ngopi di Pagi Buta dan mendaftar orang yang dicari. Jika
Pukul 03.00, saya menelpon Kasat yang dicari ada, polisi ingin bicara baik-
Reskrim. Yang menerima telepon, anak baik dengan mereka di kantor Polres
buahnya. Saya maklum, yang bersangkutan Simalungun. Kasat Reskrim lalu meminta
pasti kelelahan karena sebelumnya ia ke kedua pangulu mengajak tiga warga yang
lokasi menyelidiki kasus perdagangan ditetapkan sebagai buron, minum kopi di
orang di kawasan Danau Toba, lalu kedai.
meluncur ke Cingkes saat keributan pecah.
Pertemuan pun berlangsung pukul
Setelah tahu posisi Kasat Reskrim, 05.00. Dari sana, ketiga pria dibawa ke
saya mendatangi dia agar segera Polres Simalungun. Kepada keluarga
melakukan penangkapan sesuai daftar ketiga pria, Kasat Reskrim mengatakan,
buronan yang sudah dibuat. Desa ketiganya hanya dimintai keterangan.
Cingkes masih gelap gulita karena listrik Tetapi keluarga tak percaya begitu saja.
dipadamkan. Sekelebat hanya tampak
bayang-bayang beberapa anggota Brimob Kasat Reskrim lalu meminta kedua
berjaga sambil merokok. pangulu mendampingi ketiga warga
Cingkes, sebagai jaminan bahwa ketiga
Saya meminta jajaran menangkap warga Cingkes tidak akan ditahan. Warga
semua buronan sebelum hari terang. pun percaya dan melepas ketiga pria
Sebab, saya khawatir, jika penangkapan dibawa polisi ke kantor Polres Simalungun.
dilakukan saat hari sudah terang, warga
berulah dan mudah menghimpun massa. Setelah diperiksa, polisi memutuskan
menahan dua warga Cingkes. Mendengar
Kepada saya, Kasat Reskrim hal itu, Pangulu Desa Bawang memilih tak
menyampaikan kegamangannya. Direktur kembali ke desanya. Dia ketakutan bakal
Intelijen dan Komandan Brimob Polda dihakimi massa lantaran tak membawa
Sumatera Utara mengusulkan agar kembali warga Cingkes. Kasat Reskrim
penangkapan jangan dilakukan dulu menanggapi kekhawatiran Pangulu
karena situasi masih memanas. Tapi tidak Bawang dengan menawarkan dia untuk
dengan saya. Buat saya, lebih cepat, lebih sementara tidur di Polres Simalungun.
baik. Untuk meyakinkan Kasat Reskrim Sang pangulu akhirnya menerima tawaran
saya sampaikan pada dia, saya yang Kasat Reskrim. Ia menginap di Polres
bertanggungjawab. Lakukan saja. Simalungun selama empat hari.

Kasat Reskrim kemudian menyiapkan Pukul 09.00, saya tiba di Desa
penangkapan. Ia menghubungi Pangulu Cingkes. Pangulu Cingkes mendatangi
Cingkes dan Pangulu Bawang. Kepada saya. Ia mengatakan, warga silih berganti
kedua pangulu, Kasat Reskrim tidak mendatangi rumah sang pangulu setelah
mengaku bila jajarannya hendak dua warganya tak kembali pulang.
menangkap beberapa warga yang
ditetapkan sebagai buronan. Hamid sang pangulu lalu mengajak
saya ke balai desa. Di sana ratusan
Kepada para pangulu ini, Kasat warga sudah berkumpul. Saat mereka
Reskrim mengatakan hendak berbicara melihat saya dan Hamid datang, kami
sudah dihujani teriakan warga yang

180

Konflik Sosial

bertanya dalam bahasa Karo. Saya kurang Brigadir Kepala RV Sitio menunjukkan berkas perkara kasus
menguasai kosa kata bahasa Karo. kerusuhan antara warga Desa Cingkes dan Desa Bawang
yang bertumpuk pada awal September 2017 lalu. Polisi tetap
Hamid mendesak warga tenang, menyimpan berkas sebab kasus akan dilanjutkan apabila
bahkan membentak beberapa ibu-ibu yang keributan terjadi kembali.
bersikeras terus berteriak menghujani
kami dengan bermacam pertanyaan sekaligus bertanya bersahut-sahutan.
yang saya tidak mengerti. Saya pun tidak Pertemuan berlangsung selama satu
tahu apa yang dikatakan Hamid dalam
bahasa Karo. Seingat saya, setelah Hamid jam. Saya menjawab semua pertanyaan
berbicara, warga pun diam. dengan suara yang hampir hilang karena
serak. Hamid sampai harus berada
Rupanya Hamid menjelaskan bahwa amat dekat dengan saya agar bisa
saya bukan Suku Karo dan tidak tahu mendengar suara saya. Beberapa kali dia
bahasa Karo. Ia lantas mengingatkan menyodorkan air minum.
warga agar bertanya bergantian, dan tidak
Rata-rata pertanyaan seputar kapan

181

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Acara perdamaian adat Pur Pur Sage antara warga Desa kekeluargaan, dan tidak membawa kasus
Cingkes dan Desa Bawang. Warga memberikan beras telur ini ke pengadilan. Sebab, jika jawabannya
dan uang yang disimpan dalam satu tempat. adalah penjara bagi beberapa warga, maka
jawaban itu akan menyemai balas dendam
anggota keluarga mereka bisa pulang. Saya warga.
sampaikan kepada mereka, kasus ini bisa
berakhir damai bila warga Desa Cingkes Warga kedua desa ini dari Suku Karo.
dan Bawang mau berjanji tak mengulang Mereka bersaudara. Oleh karena itu saya
kasus serupa ini lagi. optimis bisa mendamaikan kedua warga
desa. Cara terbaik mendamaikan kedua
Dari sana, saya ke Desa Bawang belah pihak adalah lewat adat.
menemui warga. Suasananya sama seperti
yang saya alami di Desa Cingkes. Saya pun Pur Pur Sage
menyampaikan hal serupa kepada warga Saya bersama jajaran dan kedua
Desa Bawang. pangulu kemudian menjajaki langkah
perdamaian lewat upacara adat.
Saya kemudian memutuskan Melelahkan. Kami butuh waktu dua pekan
akan menggunakan hak diskresi sebelum keduabelah pihak yang bertikai,
polisi menyelesaikan kasus ini secara

182

Konflik Sosial

sepakat. Acara perdamaian adat bernama Pur Pur Sage antara warga
Pangulu Desa Bawang, Pilemon Desa Cingkes dan Desa Bawang. Warga memberikan beras
telur dan uang yang disimpan dalam satu tempat.
Sembiring, sempat bingung. Nemani
Barus yang kios-nya dibakar massa, ditolak.
menolak berdamai. Syarat perdamaian Nemani menolak mencabut laporannya
yang diajukan Nemani, sulit dipenuhi. Ia
menuntut ganti rugi Rp15 juta. Padahal di Polres Simalungun terkait pengrusakan
kiosnya cuma terbuat dari tiang dan yang membuat warga Cingkes ditahan.
anyaman bambu, berlantai tanah.
Bangunannya pun berdiri bukan di lahan Keesokan hari, Pilemon datang ke
Nemani. tempat Nemani sambil membawa uang
Rp5 juta. Uang tersebut pemberian
Sepekan setelah konflik, Pilemon anggota DPRD Kabupaten Simalungun,
mengutus dua orang menemui Nemani di Ellyas Barus. Nemani masih menolak.
rumah pamannya. Usai keributan, Nemani
mengungsi di rumah sang paman. Kedua Pilemon lalu mengambil jalan tengah.
orang yang diutus mendesak Nemani Nemani diminta menerima dulu uang
menyetujui ganti rugi Rp5 juta, tetapi tunai Rp5 juta. Sisanya, Rp10 juta lagi,
akan dibayar belakangan. Uang Rp10 juta

183

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Nemani Barus, warga Desa Bawang (kiri) duduk di kedai Tapi paman Nemani, justru menuding
kopi beberapa bulan usai peristiwa keributan terjadi. Pilemon mau menggelapkan dana. Dia
Tokonya Nemani dibakar oleh warga Desa Cingkes. curiga Pilemon bakal mengajukan dana
Bansos lebih tinggi dari uang penggantian
akan dikumpulkan lewat iuran warga yang diminta. “Kalau begitu caranya, kau
Desa Bawang dan Cingkes. Nemani kulaporkan bupati. Biar ditangkapinya kau
tersinggung. Ia tak mau kedua desa iuran semua,” hardik sang paman.
mengumpulkan uang Rp10 juta untuk
dirinya. Tak ingin berdebat, Pilemon pun Dua hari berikutnya, diputuskan,
pamit pulang. seluruh keluarga Desa Cingkes yang
sanak saudaranya ditahan, dan dua
Dua hari kemudian Pilemon datang keluarga Desa Bawang yang saudaranya
lagi menemui Nemani. Uang penggantian juga ditahan, mengunjungi Nemani,
akan diambil lewat dana Bantuan Sosial di didampingi Pangulu Bawang dan Cingkes.
Dinas Sosial Kabupaten Simalungun. Pertemuan ini membuat Warga Desa

184

Konflik Sosial

Bawang balik mengecam sikap Nemani. Pangulu Cingkes, Hamid Tarigan.
Mereka menuntut Nemani keluar dari Hamid mengaku sudah jarang pergi
Desa Bawang jika Nemani menghambat
perdamaian. Nemani pun akhirnya ke gereja. Namun di hari perdamaian
menjadi musuh bersama kedua warga dia bicara tentang saling mengasihi
desa. Nemani akhirnya sepakat menerima dalam ajaran Protestan dengan fasih. Ini
uang Rp5 juta. Sisa uang Rp10 juta akan menunjukkan, selama ini dia mempelajari
dibayar setelah dana bantuan sosial, agamanya dengan baik. Pendeta sampai
diterima. memuji sambutan Hamid yang lebih mirip
khotbah di kebaktian Minggu.
Tiga hari kemudian, 5 Mei 2017,
digelar upacara Pur Pur Sage. Awalnya, Acara inti berupa pemberian kaleng
acara mau digelar di Balai Desa Bawang. berisi beras dan telur dilakukan di depan
Karena mendadak ada acara di balai desa altar gereja. Acara dihadiri polisi, anggota
tersebut, upacara Pur-pur Sage dipindah TNI, dan pendeta. Beberapa ibu saling
ke gedung GBKP, Desa Bawang. mencium pipi. Acara selesai pada siang
hari.
Pangulu Desa Cingkes, Hamid Tarigan,
menyiapkan warganya sejak sehari Sehari setelah upacara Pur Pur Sage,
sebelumnya. Mereka menata 10 kaleng saya menangguhkan penahanan sembilan
berisi beras. Di dalamnya diselipkan tersangka kedua warga desa. Diputuskan
amplop berisi uang. Besarannya antara tak perlu ada yang mencabut berkas.
Rp500.000 sampai Rp1,6 juta. Artinya, apabila peristiwa ini terulang,
sembilan orang tersangka harus kembali
Seluruh keluarga yang anaknya menghuni ruang tahanan. Perkara pun
ditahan di Polres Simalungun, mesti akan dilanjutkan ke pengadilan.
datang. Mereka harus memberikan kaleng-
kaleng beras langsung ke warga Desa Kedua desa kembali aman. Aksi balap
Bawang yang menjadi korban, termasuk liar di akses jalan perbatasan, menghilang.
Nemani Barus. Pasukan Brimob saya tarik mundur. Saya
lalu mengangkat Kapolsek Baru di Dolok
Acara dimulai pagi hari, sekitar pukul Silau, Ajun Komisaris Marpaung.
08.00. Warga Desa Bawang menyambut.
Mereka membuat barisan di kiri dan
kanan. Warga Desa Cingkes berjalan
masuk di antara barisan itu sambil
bersalaman dengan warga Bawang.

Dalam sambutannya, kedua pangulu
sama-sama menyesali konflik kedua desa,
dan tak mau terulang lagi. “Yang sudah
terjadi biarlah berlalu. Saya atas nama
warga Desa Cingkes mengaku salah dan
tak mau menyalahkan siapapun. Setelah ke
luar dari ruangan ini, tak ada lagi dendam.
Kita keluarga, sama-sama suku Karo,” ujar

185

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Suasana di Desa Cingkes kembali pulih
seperti sediakala setelah konflik antara
warga Desa Cingkes dan warga Desa Bawang,
berakhir.

186

Konflik Sosial
187

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Warga Desa Cingkes bisa menikmati kedamaian lagi
setelah kerusuhan yang sempat pecah di sana. Warga di
desa ini punya kebiasaan berkumpul di warung berjam-
jam. Setiap pagi sebelum pergi menuju kebun jeruk, warga
desa ini menghabiskan secangkir kopi sambil merokok dan
berbincang. Foto ini diambil di pagi hari pada awal April
2017.

188

Konflik Sosial
189

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Kebun jeruk warga Desa Cingkes mulai berbuah pada awal
April 2017. Walau panen diprediksi tak akan maksimal, tapi
warga bersyukur kerusuhan pada April 2017 tak berbuntut
panjang.

190

Konflik Sosial
191

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
192

Konflik Sosial

Suasana salah satu persimpangan di jalan masuk Desa
Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun
pada awal September 2017 lalu. Kegiatan perkebunan jeruk
di desa ini sempat terganggu ketika kerusuhan pecah pada
April 2017 lalu. Warga sempat ketakutan berladang selama
kurang lebih satu pekan usai keributan.

193

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

KAHEAN PERDAGA

SILAU SERBELAWAN
KAHEAN

RAYA

DOLOK POLRES BANGUN
SILAU HUTA
SARIBU PEMATANG RAYA BAYU RAJA
DOLOK PANEI
TONGAH
PURBA

SIDAMAD.NPIAKRDAMEAN TANAH
D. PANRIBBUAALNATA JAWA

PARAPAT

194

ANGAN
BOSAR
MALIGAS

NO TAHUN JTP JPTP KEBERHASILAN TUNGGAKAN
1 2014 1.677 898 53,54% 779
2 2015 1.573 895 56,89% 678
3 2016 1.728 974 56,36% 754
JUMLAH 4.978 2.767 55,58% 2.211

195

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan menyisir Desa Cingkes pada
awal September 2017. Dia meninjau kinerja para
Bhabinkamtibmas yang jadi ujung tombak keamanan
wilayah.

196

Konflik Sosial

Menggalakkan terjadi di desa mereka ditimpakan kepada
Bhabinkamtibmas ketiga remaja, sementara ketiga pencuri
mengaku baru sekali itu mencuri.
Baru sepekan setelah konflik
Desa Cingkes dan Bawang Setelah mendengar keterangan
usai, tiga remaja tertangkap warga, Marpaung memanggil orangtua
mencuri sederet kain adat yang sedang ketiga remaja pencuri. Kepada mereka
dijemur di rumah Bachtiar Paranginangin Marpaung mengimbau segera minta
(40). Puluhan warga Desa Sarang Padang maaf dan bersikap rendah hati di depan
mengikat tangan ketiganya dengan satu Warga Sarang Padang. Ia berjanji tidak
sepeda motor ke Polsek Dolok Silau. akan membawa kasus ini ke ranah hukum
Jaraknya sekitar 500 meter melintas jalan bila warga dan orangtua pelaku sepakat
turun dan naik. berdamai.

Kapolsek Dolok Silau, Ajun Komisaris Awalnya Warga Sarang Padang
Marpaung yang melihat aksi ini, marah menolak permintaan maaf orangtua ketiga
dan khawatir. Bukan hal mustahil pelaku.
peristiwa ini bisa memicu konflik antar
desa. Apa jadinya jika di tengah jalan Warga masih diliputi prasangka bahwa
ketiga anak ini tewas? Ia meminta seluruh pencurian yang terjadi di desa
beberapa personel Polsek melepas ikatan mereka dilakukan ketiga remaja. Warga
ketiga remaja dan memberinya minum. menuntut kasus ini dibawa ke meja hijau.

Menurut sejumlah warga Desa Melihat situasi masih memanas,
Sarang Padang pencurian serupa sudah Marpaung menjelaskan mengenai
berulangkali terjadi. Warga kesal karena peraturan Kapolri yang menyebutkan,
para pelakunya tak pernah tertangkap. pencuri yang tertangkap mencuri barang
Saat warga memergoki ketiga remaja, bernilai Rp2,5 juta atau lebih kecil dari
maka seluruh pencurian serupa yang nilai tersebut, sebaiknya tidak dibawa ke
meja hijau. Tentu saja dengan catatan, bila
terjadi kesepakatan antara korban dengan
pelaku. Ia mengingatkan warga, ketiga
pencuri masih di bawah umur. Tindakan
mengikat dan menyeret ketiga remaja
tersebut bisa menjerat warga dengan
tuduhan pelanggaran hak asasi manusia
(HAM). Keluarga pelaku bisa melaporkan
balik warga.

Warga bingung mendengar penjelasan

197

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
198

Konflik Sosial

Bhabinkamtibmas berbincang-bincang dengan warga di
kantor Lembaga Musyawarah di Nagori Bawang awal
September 2017 lalu.

199

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut damai pun dibuat dan ditangani dua belah
Liberty Panjaitan mengatur lalu lintas di satu ruas jalan di pihak.
Kabupaten Simalungun.
Selama menjalani sanksi sosial di
Marpaung. Mereka tidak mengerti bila kantor Polsek Dolok Silau, Marpaung
menganiaya pencuri dengan tindakan tidak menempatkan ketiga remaja di sel
berlebihan maka pelakunya bisa dijerat tahanan, tetapi di satu ruang kantor. Setiap
pasal pidana. pagi, usai sarapan, Marpaung mengajak
ketiga remaja berbagi dan memberi
Di tengah kebingungan itu, Marpaung bimbingan moral. Ia mengingatkan, apa
mengimbau agar warga berdamai dengan yang mereka lakukan bisa memicu konflik
orangtua ketiga pencuri. Ia berjanji ketiga antar warga seperti terjadi di antara warga
pencuri akan dibina selama tiga hari di Desa Cingkes dan Desa Bawang.
Polsek Dolok Silau. Ketiga remaja akan
diminta membantu pekerjaan polisi di Selama tiga hari, ketiga remaja diminta
kantor. Kepada orangtua ketiga pencuri, menyajikan kopi, memoto kopi berkas,
Marpaung menjamin keselamatan anak- membeli alat tulis, atau membersihkan
anak mereka. perabot dan ruang kantor. Agar tak
jenuh, ketiganya diajak ikut petugas
Langkah diskresi yang dilakukan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina
Marpaung memuaskan warga maupun Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)
ketiga orangtua. Kesepakatan perjanjian

200

Konflik Sosial

Marpaung berharap, apa yang dilakukan mereka, mengapa pasangan suami istri itu
anggota Bhabinsa bisa ditiru ketiga berisik setiap malam,” ungkap Marpaung.
remaja.
Langkah yang dilakukan Marpaung
TBeelripsoikteynasnigKekerasan kemudian saya jadikan contoh bagi seluruh
Kasus pencurian yang dilakukkan Polsek di lingkungan Polres Simalungun.
ketiga remaja ini membuat Marpaung
berusaha meningkatkan kinerja anggota Minim Bhabinkamtibmas
Bhabinkamtibmas. Setelah peristiwa Kini yang menjadi masalah, jumlah
itu, Marpaung meminta anggota anggota Bhabinkamtibmas seperti
Bhabinkamtibmas menyampaikan lima disampaikan Kepala Satuan Pembinaan
laporan yang terjadi di masing-masing Masyarakat Polres Simalungun, Ajun
wilayah binaan masing-masing. Komisaris Sitepu, masih minim. Hal ini
membuat informasi yang diterima selain
Laporan yang disampaikan bukan kurang rinci juga tidak stabil.
cuma menyangkut tindak pidana, tetapi
pertengkaran-pertengkaran kecil yang “Masih sangat mengandalkan
berpotensi menjadi pertengkaran kemampuan individual anggota
kelompok, atau persoalan internal rumah Bhabinkamtibmas. Belum menjadi satu
tangga yang bisa menjalar menjadi konflik kerja sistem yang dijaga sejumlah personel
di antara keluarga besar atau tetangga. yang memadai,” ucap Sitepu.

“Termasuk kabar burung tentang Di Simalungun terdapat 413 desa
perselingkuhan warga,” kata Marpaung atau nagori di 31 kecamatan sementara
tersenyum. Ia mengijinkan anggota jumlah personel Bhabinkamtibmas Polres
Bhabinkamtibmas mencampuri masalah Simalungun hanya 48 orang. Yang ideal,
internal keluarga jika dinilai berpotensi seorang anggota Bhabinkamtibmas
memicu kekerasan. “Maksud saya, ikut menjaga satu desa. Yang terjadi, seorang
menjernihkan, meluruskan duduk perkara, anggota harus menjaga tiga sampai empat
dan mendamaikan mereka sebelum desa. Di beberapa Polsek bahkan seorang
persoalan menjadi berlarut-larut dan anggota harus menjaga 10 desa.
memancing kekerasan sesama anggota
keluarga atau tetangga,” papar Marpaung. Untuk mengurangi tekanan anggota
Bhabinkamtibmas yang minim, anggota
Sebulan setelah mengikuti laporan Bhabinkamtibmas dikembalikan bertugas
yang masuk, Marpaung kadang tertawa di kampung halamannya masing-
sendiri. “Ada yang menyebutkan, sesama masing. Harapannya, bisa meningkatkan
tetangga bertengkar karena salah satu kepedulian anggota terhadap lingkungan
tetangga meminjam barang tetangga lain mereka. Selain itu, anggota sudah tidak
tetapi tak dikembalikan. Tetangga lain asing lagi dengan adat dan kebiasaan
mengeluhkan rumah pasangan suami warga yang mereka dampingi.
istri yang berisik setiap malam. Mereka
khawatir anak-anak bertanya kepada Kendali Bhabinkamtibmas kemudian
diambil alih Kasat Binmas. Ia mengatur,
setiap anggota Bhabinkamtibmas harus
mengunjungi 5-7 lokasi di satu desa.

201

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Parapat mengunjungi
warga. Foto diambil pertengahan Juni 2017.

202

Konflik Sosial
203

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Bukan hal ringan memang, tetapi harus Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar
dilakukan. Marudut Liberty Panjaitan bermandi hujan saat
ikut mengatur lalu lintas pada Lebaran 2017.
Setiap anggota wajib menunjukkan
bukti kunjungan. Setiap bulan mereka
melakukan kunjungan selama 22 hari.
Selain itu, Sitepu juga menetapkan peta
kunjungan.

Gayung pun bersambut. Di antara
anggota Bhabinkamtibmas berkembang
gagasan-gagasan orisinal, bahkan lucu.
“Ada anggota yang mendekati para
pemancing bicara ini itu dengan membuka
percakapan, hati-hati memarkir sepeda
motornya,” ungkap Sitepu.

Video Call dan Wifi
Apa yang sudah dibuat Sitepu, saya
perkuat dengan mengingatkan para
Kapolsek agar tidak meninggalkan
wilayahnya pada jam-jam rawan kejahatan.
“Bisa saat sholat Jumat, bisa saat ibadah
hari Minggu”. Saat itu sebagian rumah
warga kosong, semua berkumpul di
rumah ibadah. Di saat seperti itu potensi
kerawanan bisa berkembang.

Untuk memonitor para Kapolsek
sekaligus memonitor para pelaku
kejahatan lainnya, saya dibekali pelacak
sinyal Ponsel. Saya manfaatkan maksimal
perangkat ini.

Saya juga secara berkala menghubungi
para Kapolsek di setiap jam rawan.
Meminta mereka mengirimkan posisi
melalui WhatsApp, dan komunikasi lewat
video call. Buat saya, jaminan kejujuran
para Kapolsek lewat komunikasi video
call menjadi keharusan. Oleh karena
itu saya memilih memasang wifi di tiap
Polsek dengan kecepatan 260 mbps. Saya
kemudian juga memanfaatkan fungsi alat
celebrate (pemantau posisi).

204

Konflik Sosial
205

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

KAHEAN PERDAGA

SILAU SERBELAWAN
KAHEAN

RAYA

DOLOK POLRES BANGUN
SILAU HUTA
SARIBU PEMATANG RAYA BAYU RAJA
DOLOK PANEI
TONGAH
PURBA

SIDAMAD.NPIAKRDAMEAN TANAH
D. PANRIBBUAALNATA JAWA

Catatan: PARAPAT
TW = Triwulan

206

ANGAN tw ii tahun 2017
BOSAR
MALIGAS 400
300
200
100

0
Polsek Sat Reskrim Sat Narkoba

JTP PTP

tw iIi tahun 2017

400
300
200
100

0
Polsek Sat Reskrim Sat Narkoba

JTP PTP

NO satuan tw ii tahun 2017 tw iii tahun 2017
JTP PTP JTP PTP
1 POLSEK 293 180 240 150
2 SAT RESKRIM 67 42 54 47
3 SAT NARKOBA 47 40 64 52
407 262 358 249
TOTAL

207

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

KAHEAN PERDAGANGAN

SILAU SERBELAWAN
KAHEAN

RAYA

DOLOK POLRES BANGUN
SILAU HUTA
SARIBU PEMATANG RAYA BAYU RAJA
DOLOK PANEI
TONGAH
PURBA

SIDAMAD.NPIAKRDAMEAN TANAH
D. PANRIBBUAALNATA JAWA

PARAPAT

208

BOSAR
MALIGAS

NO NAMA satuan tw ii tahun 2017 % tw iii tahun 2017 %
JTP PTP TASE JTP PTP TASE
1 SAT RESKRIM
2 SAT NARKOBA 67 42 62,68% 54 47 87,83%
3 TANAH JAWA 47 40 85,10% 64 52 81,25%
4 PERDAGANGAN 29 18 62,06% 38 23 76,66%
5 SERBELAWAN 62 40 64,51% 31 26 83,87%
6 BANGUN 13 10 76,92% 16 13 81,25%
7 BOSAR MALIGAS 23 17 73,91% 30 26 86,66%
8 PANEI TONGAH 48 27 56,25% 29 26 89,65%
9 PEMATANG RAYA 24 16 66,66% 13 10 76,92%
10 SARIBU DOLOK 14 10 71,421% 16 13 81,25%
11 PURBA 10 6 13 9 69,23%
12 BALATA 52 68% 55 100%
13 DOLOK PANRIBUAN 14 6 40% 12 8 66,66%
14 PARAPAT 12 5 42,85% 9 10 111,11%
15 SIDAMANIK 14 8 42% 11 9 81,81%
16 DOLOK PARDAMEAN 75 57,14% 87 87,5%
17 DOLOK SILAU 74 71,42% 53 60%
18 RAYA KAHEAN 21 57,14% 86
19 SILAU KAHEAN 21 50% 21 75%
74 50% 21 50%
JUMLAH 407 262 57,14% 358 249 50%
64,37% 69,6%

209

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
210

BIRO OPERASI POLDA SUMATERA UTARA

TRIWULAN II TW II TRIWULAN III TW III
% %
NO satuan WILAYAH URAIAN URAIAN
63% 71%
1 DIT RESKRIMUM POLDASU JTP PTP 60% JTP PTP 60%
2 DIT RESKRIMSUS POLDASU 135% 163%
3 DIT RESNARKOBA POLDASU 224 142 72.5% 256 182 69,6%
4 POLRESTA MEDAN 63% 62%
5 POLRES LABUHAN BATU 61 37 70,7% 101 62 75%
6 POLRES ASAHAN 65,5% 60,1%
7 POLRES DELI SERDANG 60 81 63,4% 79 130 61,1%
8 POLRES LANGKAT 67,7% 63,4%
9 POLRES BELAWAN 2.581 1.870 61,9% 2.693 1.873 43,9%
10 POLRES TAPANULI SELATAN 60,3% 82,4%
11 POLRES SIMALUNGUN 1.077 678 62,9% 1.253 777 57,7%
12 POLRES BINJAI 77,3% 73,1%
13 POLRES SERGAI 560 396 81,8% 517 388 68,5%
14 POLRES BATUBARA 77,2% 60,5%
15 POLRES TAPANULI TENGAH 522 342 52,7% 484 291 47,3%
16 POLRES TANAH KARO 62,5% 65,9%
17 POLRES TANAH TINGGI 475 301 68,5% 506 309 69%
18 POLRES Padangsidimpua 56,7% 48,8%
19 POLRES NIAS 384 260 60,2% 506 321 65,17%
20 POLRES PEMATANG SIANTAR 56,3% 65,2%
21 POLRES TANJUNG BALAI 386 239 51,3% 369 162 59,1%
22 Polres Mandailing Natal 49,4% 57,6%
23 Polres DAIRI 380 230 69,8% 358 295 81,5%
24 Polres Toba Samosir 70,1% 79,8%
25 POLRES TAPANULI UTARA 340 214 62,4% 392 226 78,6%
26 POLRES SIBOLGA 66,4% 64,9%
27 POLRES Humbang Hasundutan 361 279 50,5% 376 275 78%
28 POLRES NIAS SELATAN 62,5% 63,2%
29 POLRES SAMOSIR 292 239 78,95% 248 170 45,4%
30 Polres Pakpak Bharat 66,9% 65%
284 220 257 154
JUMLAH
224 118 239 113

232 145 226 149

184 126 168 116

194 110 172 84

161 97 224 146

151 124 184 120

152 78 159 94

168 83 132 76

149 104 108 88

137 96 119 98

85 53 70 55

107 71 74 48

97 47 59 46

48 30 38 24

19 15 22 10

10.095 6.754 10.389 6.836

Catatan:
JTP = Jumlah Tindak Pidana
JPTP = Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana
» Sumber paparan Karo Ops GO (Gelar Opsnal) Polda Sumut
» Hotel Horison tanggal 6-7 November 2017

211

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Bangunan rusak ini akhirnya diremajakan menjadi pos unit
Laka Balata di Polsek Tiga Balata di Jalan Siantar-Parapat.
Kehadiran pos baru ini mempersingkat jarak polisi menuju
ke TKP. Motor yang berserakan merupakan barang bukti
yang belum dihapus dari daftar aset.

212

Konflik Sosial

Membenahi
Personel

Membenahi personel
memang bukan isu
populer untuk seorang
Kapolres. Isu populernya adalah
mengungkap kejahatan, baik kejahatan
umum maupun Narkoba.

Meski demikian saya harus berbenah
personel menyangkut etos kerja, dan
perilaku sosial mereka.

Saya pun membangun sistem ganjaran
dan hukuman yang adil, jelas, dan
terukur. Daftar seluruh anggota Polres
Simalungun dan rekam jejak masing-
masing saya kumpulkan termasuk kondisi
kesejahteraan keluarganya. Tapi yang
paling penting dari itu semua adalah,
daftar hadir mereka. Sebab, daftar hadir
mencerminkan sikap disiplin personel.

Dua hari setelah menerima data, saya
memilih tinggal di ruang sepanjang hari,
memelajari data. Jumlah anggota Polres
Simalungun sebanyak 974 orang. Dari
daftar hadir tampak 20 anggota membolos
kerja sebulan sampai 13 tahun!

213

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
214

Konflik Sosial

Jajaran Brimob mendengarkan arahan di satu Masjid di
Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun pada awal
Juli 2017 lalu. Mereka disiagakan untuk mengeksekusi lahan
sawit disana. Gesekan di bisnis sawit antar pengusaha kerap
terjadi di sana.

215

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Jajaran Polres Simalungun berolahraga pagi di lingkungan bulan ia hanya menerima gaji Rp250.000
Polres Simalungun di Pematang Raya, Kabupaten karena selebihnya untuk membayar utang.
Simalungun, awal September 2017 lalu. Setiap Jumat
anggota diwajibkan berolahraga sebelum memulai kegiatan. Ketika NS saya tanya soal mangkir
Selain membenahi mental, tubuh yang sehat juga perlu tetap selama 13 tahun, alasannya macam-
dibina. macam tetapi temanya sama, “Dari sakit
ke sakit”. Dari ibunya sakit, ke adiknya
Beberapa anggota lainnya rata-rata sakit dan seterusnya. Saya kemudian
masuk tiga kali dalam sepekan. Sebagian memberhentikan dia sebagai anggota
besar mereka hadir di atas jam 07.00. polisi. Dia membalas dengan menggugat
Catatan lain menunjukkan, setiap hari 74 saya balik ke PTUN (Pengadilan Tinggi
personel absen apel pagi. Tata Usaha Negara), tetapi akhirnya PTUN
membenarkan saya memecat NS.
Membatasi Utang Bank
Setelah saya memelajari semua data, Setelah kasus ini terungkap, saya
saya membentuk tim pemulihan. Kasubag menghubungi Kepala Cabang Bank BRI
SDM (sumber daya manusia) saya minta dan meminta dia memeriksa apakah
melaporkan dan memelajari anggota yang anggota Polres Simalungun lainnya
sering absen. Salah seorang di antaranya memiliki utang di bank yang ia pimpin.
adalah Brigadir NS. Ia menghadap saya Hasilnya? Total utang sebagian anggota
setelah 13 tahun tidak pernah hadir di Polres Simalungun, Rp30 miliar!
Polres tanpa kabar apapun. Tubuhnya
gemuk. Buat saya, ini tidak masuk akal. Ujung-
ujungnya yang kena getah adalah institusi
Rupanya ia menghilang karena harus kepolisian. Anggota malas karena terbelit
bekerja sampingan membayar utang pesta utang. Oleh karena itu dengan kesepakatan
pernikahannya di satu bank sebesar Rp250 bersama pengelola BRI kami menetapkan,
juta. Ia berutang setelah sekitar empat pinjaman anggota di jajaran Polres
tahun menjadi polisi. Sejak itu, setiap Simalungun tidak boleh lebih dari Rp50
juta. Syarat pinjaman pun diperketat.

216

Konflik Sosial

Asrama Baru Asrama Polsek Perdagangan yang baru memiliki spesifikasi
Delapan anggota Polsek Perdagangan bangunan yang tepat dan baik. Rumah ini memiliki 2 kamar
bersama istri dan anaknya masuk ke unit tidur dan akan segera dibangun unit-unit berikutnya.
asrama baru, Selasa (14/11/2017) siang. Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Jaraknya tak sampai sekilometer dari Liberty Panjaitan meresmikannya pada akhir Oktober 2017
Polsek. Usai peresmian beberapa istri lalu.
tampak sibuk membayangkan bagaimana
mengatur perabot rumah dan memikirkan
tanaman apa yang bakal di tanam di
halaman belakang.

Brigadir Kepala Roy Simarmata (34)
dan istrinya, Nisca Febrina, mendapat
satu unit rumah di sana. Roy sebelumnya
bertugas di Polsek Tiga Dolok. Jaraknya
jauh dari rumah mertuanya sementara
ia dan istrinya tinggal di Kecamatan
Perdagangan.

Diduga karena kelelahan, sejak
menikah tahun 2012, Roy belum dikaruniai
anak. Setahun lalu ia mengusulkan agar

217

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
218

Konflik Sosial

Asrama Polsek Perdagangan yang baru diresmikan benar-
benar diperuntukkan bagi personel yang belum memiliki
rumah.

219

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan menyebut pembangunan asrama
polisi akan membantu program Presiden Joko Widodo
mewujudkan satu juta rumah.

220

Konflik Sosial

dipindahkan ke Polsek Perdagangan, dan Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
dikabulkan. Sejak itu ia tinggal di rumah Liberty Panjaitan melakukan acara adat penghuni asrama
mertuanya. polisi Polsek Perdagangan yang baru selesai dibangun pada
akhir Oktober 2017. Mereka yang dibolehkan menghuni
Ketika asrama Polsek Perdagangan sudah disaring dan dipastikan belum memiliki rumah.
mulai dibangun, Roy memohon bisa
menghuni salah satu rumah di sana.
Setelah diperiksa rekening korannya di
bank untuk memastikan ada tidaknya
cicilan rumah, permohonan Roy disetujui.

Kali ini saya tidak mau kecolongan
memasukkan anggota yang sudah punya
rumah bahkan ada yang sudah punya
bisnis rumah kos, tinggal di asrama
polisi. Hal ini terungkap dari data Subbad
Sarpras Polres Simalungun. Oleh karena
itu kali ini, setiap pemohon diteliti secara
cermat oleh tim.

Pembangunan delapan rumah baru
di asrama Polsek Perdagangan ini selesai
dalam tiga bulan, menghabiskan dana

221

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
222

Konflik Sosial
Asrama Polsek Perdagangan belum seluruh lahannya habis
dibangun unit rumah. Di tahun 2018 pembangunan asrama
akan dilanjutkan untuk memastikan makin banyak personel
polisi berkeluarga bisa tertampung dan hidup layak.

223

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Para penghuni baru asrama polisi Polsek Perdagangan Rp1,4 miliar. Setelah penempatan personel
berfoto di depan deretan rumah mereka, akhir Oktober di asrama baru ini, saya akan menertibkan
2017 lalu. Beberapa dari mereka senang diberi kesempatan anggota penghuni asrama lama.
menghuni, karena akhirnya bisa keluar dari rumah mertua
atau tak lagi mengontrak. Lolos dari Penghakiman
Hari-hari pembenahan personel
berikutnya adalah hari-hari penghakiman.
Ada anggota polisi yang sudah jadi
pengusaha dan tidak peduli lagi pada
tugasnya sebagai polisi, saya berhentikan.
Ada juga yang selalu mengekor
orangtuanya dan lupa pekerjaannya
sebagai polisi.

Mereka yang rendah hati, minta maaf,
dan berjanji memperbaiki kesalahannya,
saya maafkan. Contohnya adalah Brigadir
BT.

Dia sudah absen sebulan. Alasannya

224

Konflik Sosial

membantu bisnis orangtuanya. Dia Gagap Teknologi
mengaku masih mencintai institusi Polri. Di hari pertama saya menjadi Kapolres
Impiannya sejak kanak-kanak, ia bisa Simalungun, seorang anggota yang saya
menjadi polisi. minta memotokopi berkas, kembali
ke kantor setengah jam kemudian. Ini
Brigadir BT adalah orang Nias. Tetapi pemborosan waktu dan tenaga. Hal yang
dia ditempatkan di Simalungun dan tidak sama ternyata terjadi di seluruh jajaran
pernah dikembalikan ke tempat awalnya Polsek di lingkungan saya.
mendaftar polisi. Saya bisa paham
keinginannya untuk mengabdi di tanah Melihat hal ini, saya berniat
kelahirannya. meningkatkan kemampuan anggota
memanfaatkan perangkat teknologi
Setelah bertemu Brigadir BT saya informasi dan melengkapi mereka dengan
memutuskan tidak memecat dia. Saya perangkat tersebut.
memilih berkoordinasi dengan Polda
Sumatera Utara membicarakan proses Saya lalu membeli printer berteknologi
mutasi Brigadir BT ke Polsek Nias Selatan, canggih berikut mesin fotokopi dan
kampung halamannya. scanner masing-masing 24 unit. Saya
memesannya di ITC Cempaka Mas, Jakarta
Sebulan setelah mengurus Pusat, dengan harga yang jauh lebih murah
kepindahannya, Brigadir BT mulai bekerja dari distributor di Kota Pematang Siantar,
di Polres Nias Selatan. Beberapa bulan bahkan Kota Medan. Biaya pengirimannya
kemudian saya mendengar laporan, dia pun, murah. Cuma Rp3.000 per kilogram.
rajin bekerja dan bahkan melebihi jam
kerja normal seorang polisi di sana. Saya Saya sengaja tak mendatangkan
bangga dan terharu. teknisi untuk mendampingi anggota
mengoperasikan dan merawat perangkat
Keputusan saya, tepat. Jika dia tetap baru tersebut. Saya minta anggota
bekerja di Polres Simalungun, dia tidak membuka YouTube dan belajar dari sana.
banyak berguna, tetapi saat dia bekerja Learning by doing.
di Polres Nias Selatan, dia produktif dan
membanggakan Polri. Di awal proses, saya tertawa
terpingkal-pingkal mendengar laporan
Sebelum bertemu dia, anggota butuh bagaimana beberapa anggota bingung dan
waktu beberapa pekan menghadirkan dia. takut belajar mengoperasikan perangkat.
Brigadir BT datang malam hari menemui Satu hari saya mendapat laporan, seorang
saya sambil minum kopi. Dia datang anggota harus pergi meninggalkan
sendiri dengan mengenakan kemeja tersangka karena harus memotokopi
bergaris dan celana kasual serta sepatu berkas acara pemeriksaan sang tersangka.
vantopel.
Rupanya tersangka melihat ada
Cara bicara dan bahasa tubuhnya mesin fotokopi di ruang pemeriksaan dan
membuat saya yakin, dia adalah orang bertanya, mengapa anggota pergi ke kios
yang sopan, jujur, dan rendah hati. Satu- fotokopi? Bukankah ada mesin fotokopi
satunya masalah adalah, dia bekerja di situ? Tersangka kemudian membantu
jauh dari kampung halamannya. Dan itu
membuatnya tak nyaman.

225

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Serah terima secara simbolis sarana Informasi Teknologi kejar. Keterampilan ini juga berguna untuk
yang akan digunakan 17 Kepolisian Sektor (Polsek), dan mempercepat pelayanan publik, serta
tiga satuan lain di jajaran Polres Simalungun. Peralatan menjaga citra polisi dari serangan hoaks
teknologi ini digunakan untuk menunjang koordinasi (informasi bohong yang disebarluaskan
petugas polisi di lapangan. melalui dunia maya) yang menyesatkan.

anggota menyalakan dan menggunakan Melawan Hoaks
mesin fotokopi. Tersangka kagum, polisi Hoaks mulai populer dan menjamur
sudah memiliki mesin fotokopi secanggih di Tanah Air saat pemilihan gubernur
itu. Sayangnya, hmmm... (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Tujuannya,
merusak kepercayaan lawan politik.
Di satu peristiwa lain, seorang Seperti penyakit menular, virus hoaks pun
wartawan datang ke ruang Satuan berjangkit sampai Kabupaten Simalungun.
Narkoba hendak memasukkan soft copy Salah satu targetnya adalah merusak
file ke flashdisc-nya. Anggota tidak kepercayaan publik terhadap polisi.
tahu caranya. Sang wartawan kemudian
membantu mengaktifkan mesin scanner Kapolda Sumatera Utara, Inspektur
baru di situ. Jenderal Paulus Waterpauw pun menabuh
genderang perang melawan hoaks dengan
Learning by doing adalah masa-masa mengirimkan telegram rahasia ke Polres
jajaran saya menjadi bahan tertawaan. Simalungun. Setelah telegram rahasia itu
Itulah harga yang harus dibayar. diterima, Wakil Kapolres Simalungun,
Tetapi saya percaya, satu saat mereka Komisaris Faidil Zikri meminta Humas
sadar, mereka harus lebih terampil Polres Simalungun membentuk tim Cyber
memanfaatkan teknologi informasi
ketimbang para penjahat yang mereka

226


Click to View FlipBook Version