The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Puji dan syukur Kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa, pencipta alam semesta, dan segala isinya. Saya menyambut baik penyusunan buku ini, serta memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas gagasan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, S.I.K, M.H; sehingga dapat diterbitkan buku “POLRES SIMALUNGUN MENUJU PERUBAHAN”.

Buku ini menggambarkan beberapa hal tentang kondisi satuan Polres Simalungun dan Polsek jajaran beserta kegiatan kepolisian dalam rangka peningkatan kinerja. Secara garis besar buku ini menggambarkan: (1) situasi dan kondisi Polres Simalungun
dan jajaran; (2) kegiatan-kegiatan yang dilakukan Polres Simalungun seperti bhakti sosial, penyelesaian konflik sosial, mengatasi kondisi tertentu masyarakat, ikut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, menjaga kerukunan umat beragama, melaksanakan
silaturahmi kepada masyarakat, penanganan kejahatan menyangkut perlindungan anak, membangun akses jalan, membangun dunia pariwisata; (3) penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba; serta (4) penanganan konflik sosial di Dolok Silau dengan pelibatan Bhabinkamtibmas dan peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Salam hormat dari Polda Sumut dan Jajaran, selamat membaca dan menyimak buku “POLRES SIMALUNGUN MENUJU PERUBAHAN”, semoga dapat meningkatkan pengetahuan dan inspirasi bahwa kepolisian dewasa ini memiliki tugas dan tanggung jawab sosial yang lebih besar daripada penegakan hukum, namun dalam rangka mengimplementasikan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia cita pertama, yaitu “menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara”. Hal ini sebagai landasan dari program prioritas Kapolri kedelapan: “pembangunan kesadaran dan partisipasi masyarakat
terhadap kamtibmas untuk mewujudkan Polri yang Promoter (profesional, modern, dan terpercaya)”, serta kebijakan dan strategi Kapolda Sumatera Utara, yakni “bekerja dengan hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat Sumatera Utara melalui peningkatan kinerja, pembenahan kultur, dan peningkatan kemampuan mengelola media agar terwujudnya Polri yang
Promoter”.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by edi ismail, 2020-01-20 10:15:02

POLRES SIMALUNGUN

Puji dan syukur Kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa, pencipta alam semesta, dan segala isinya. Saya menyambut baik penyusunan buku ini, serta memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas gagasan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, S.I.K, M.H; sehingga dapat diterbitkan buku “POLRES SIMALUNGUN MENUJU PERUBAHAN”.

Buku ini menggambarkan beberapa hal tentang kondisi satuan Polres Simalungun dan Polsek jajaran beserta kegiatan kepolisian dalam rangka peningkatan kinerja. Secara garis besar buku ini menggambarkan: (1) situasi dan kondisi Polres Simalungun
dan jajaran; (2) kegiatan-kegiatan yang dilakukan Polres Simalungun seperti bhakti sosial, penyelesaian konflik sosial, mengatasi kondisi tertentu masyarakat, ikut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, menjaga kerukunan umat beragama, melaksanakan
silaturahmi kepada masyarakat, penanganan kejahatan menyangkut perlindungan anak, membangun akses jalan, membangun dunia pariwisata; (3) penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba; serta (4) penanganan konflik sosial di Dolok Silau dengan pelibatan Bhabinkamtibmas dan peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Salam hormat dari Polda Sumut dan Jajaran, selamat membaca dan menyimak buku “POLRES SIMALUNGUN MENUJU PERUBAHAN”, semoga dapat meningkatkan pengetahuan dan inspirasi bahwa kepolisian dewasa ini memiliki tugas dan tanggung jawab sosial yang lebih besar daripada penegakan hukum, namun dalam rangka mengimplementasikan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia cita pertama, yaitu “menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara”. Hal ini sebagai landasan dari program prioritas Kapolri kedelapan: “pembangunan kesadaran dan partisipasi masyarakat
terhadap kamtibmas untuk mewujudkan Polri yang Promoter (profesional, modern, dan terpercaya)”, serta kebijakan dan strategi Kapolda Sumatera Utara, yakni “bekerja dengan hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat Sumatera Utara melalui peningkatan kinerja, pembenahan kultur, dan peningkatan kemampuan mengelola media agar terwujudnya Polri yang
Promoter”.

Meretas Narkoba

Cerita tentang
Selinting Ganja

Satu rumah tak berpenghuni di
lingkungan Polsek Tanah Jawa
jadi tempat remaja berkumpul,
mabuk minuman keras, dan Narkoba.
Rumah itu sudah setahun kosong, tak
dikontrakkan lagi. Pemiliknya yang tinggal
di luar Kabupaten Simalungun seperti tak
peduli.

Kamis, 17 Agustus 2017, sekelompok
remaja meninggalkan rumah tak
berpenghuni itu dari pintu belakang yang
tembus ke dapur. Dua hari kemudian,
terjadi hal yang sama. Brigadir Kepala
Julianto dan Brigadir Kepala R. Tambunan
bersama seorang pengurus RT, menyisir
rumah itu dan menemukan selinting ganja.

Temuan itu dilaporkan ke Kapolsek
Tanah Jawa, Komisaris Anderson
Siringoringo. Kapolsek senang. “Ini artinya
awal perburuan baru,” katanya dalam
hati. Ia dan jajarannya tak menyerah saat
para remaja tahu, polisi telah mengendus
tempat tongkrongan mereka. Meski rumah
kosong itu tak lagi jadi tempat para remaja

127

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

nongkrong, polisi masih menyimpan Satuan Reskrim Polsek Purba menangkap
selinting ganja. Dimanson Tondang (41) yang menyalahgunakan
Narkoba jenis ganja di rumahnya, di jalan
Perburuan pun diawali dari selinting Nagori Purba, Kecamatan Haranggaol Horison.
ganja sitaan tadi. Dari selinting ganja Kabupaten Simalungun, Sabtu (12/8/2017).
tersebut, polisi akhirnya tahu, siapa Dari tangannya petugas menyita sepaket ganja
bandar di baliknya. Ia, Pandapotan (39). terbungkus koran.
Polisi telah mendapat nomor Ponselnya
meski belum tahu dimana rumahnya. Simalungun dan Siantar, tetapi sampai ke
Kabupaten Tobasa,” jelas Anderson.
Tim Anderson kemudian menyamar
sebagai calon pembeli setengah kilogram Pandapotan membawa sendiri ganja
ganja seharga Rp400 ribu. Meski dari Gayo ke Siantar meski ia harus
Pandapotan tak pernah mau muncul melewati beberapa pos operasi. Maklum,
dan menunjukkan rumahnya, Anderson ia sudah hafal jam operasi di jalur yang
yang mantan Kasat Narkoba itu akhirnya berjarak tempuh 400 kilometer ini.
tahu alamat rumah Pandapotan. Ia Pandapotan menempuh perjalanan Gayo –
tinggal di Jalan Bakora II, Huta Pisang, Siantar selama tujuh jam.
Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan
Siantar Marimbun, Kota Siantar. Di sana Setiap mengambil ganja, ia berganti
Pandapotan tinggal bersama istri dan mobil sewa. Saat mengambil ganja pada
kedua anaknya. bulan Mei, ia menggunakan mobil Avanza.
Bulan berikutnya ia naik Xenia, dan
Anderson dan timnya kemudian terakhir, ia mengemudi Xenia lainnya.
mendatangi rumah Pandapotan. “Uang hasil penjualan ganja ia gunakan
Pandapotan keluar. Ia memersilakan tamu menghidupi keluarga,” ujar Anderson.
calon pembeli ganja yang tak lain adalah
polisi yang sedang menyamar, masuk. Istri
dan anak pertama Pandapotan yang masih
duduk di SMP, menonton televisi.

Setelah uang diserahkan, Pandapotan
pun menyerahkan setengah kilogram
ganja. Usai transaksi, Anderson dan tim-
nya menangkap dan menggeledah rumah
Pandapotan. Anehnya, istri dan anaknya
tampak tenang-tenang saja.

Di satu ruang khusus dengan luas
sekitar semeter persegi, polisi menemukan
lemari besar. Saat digeledah, polisi
menemukan 36,85 kilogram ganja. Ganja
berasal dari Gayo, Aceh. “Tersangka,
Pandapotan, saat diperiksa mengaku sudah
menjual 120 kilogram ganja. Peredaran
ganja yang ia jual bukan hanya di sekitaran

128

Meretas Narkoba

Ganja di Tanah pemeriksaan, Ponsel Nanda berbunyi. Tiga
Tak Bertuan polisi di ruang penyidik tak menghiraukan
suara Ponsel itu.
Dua anggota Polsek Panei
Tongah, Polres Simalungun, “Siapa itu, coba kau tengok?,” perintah
Sumatera Utara, Brigadir Adex, salah satu polisi yang menangkap
Kepala Adek Suprapto dan Brigadir Nanda. “Kawanku bang,” jawab Nanda
Elfin Siahaan masih lelah. Sampai Sabtu sambil memperlihatkan nama yang tertera
(10/7/2017), keduanya belum beristirahat di Ponsel-nya. Karena tak diangkat, Ponsel
setelah empat hari memburu pemasok berdering kembali. Nanda kemudian
sabu, Dwi Putra Nanda (25). Meski membalas lewat layanan pesan singkat
kelelahan, kini keduanya lega karena (SMS = short massage service). SMS
yang diburu telah tertangkap. Perintah pun berbalas SMS, tetapi polisi masih
Kapolres, setiap pengungkapan kasus tak peduli. Tapi setelah menghabiskan
Narkoba harus sampai pada penangkapan sebatang rokok, Elfin memeriksa Ponsel
bandar. Nanda.

Nanda, yang ditangkap, masih Elfin membaca pesan rekan Nanda,
duduk di bangku ruang penyidik. Ia Aan Anwar, yang meminta sabu kepada
mengeluarkan Ponsel (telepon selular), Nanda. Aan ingin menukarnya dengan
dompet, satu klip paket sabu, dan bong. ganja basah. Membaca SMS tersebut, Elfin
Semuanya diletakkan di atas meja sebelum terkejut.
kemudian dimasukkan plastik berlogo,
“Bareskrim”. “Siapa Aan?” tanya Elfin.
“Kawanku yang tadi telpon bang,”
Brigadir Kepala Indra Saragih jawab Nanda.
membuka laptop. Tak berapa lama, Elfin lalu minta Nanda membalas
Indra sudah menghujani Nanda dengan SMS Aan. Nanda diminta menjawab
bermacam pertanyaan. Di tengah bahwa dirinya sedang menonton televisi,
di rumah. Aan ngotot minta bertemu
menukar ganja basah yang ia miliki
dengan sabu yang ada pada Nanda.
Nanda menolak dengan alasan, hari sudah
malam. Polisi lalu mengarahkan Nanda
mengatakan kepada Aan agar Aan bertemu
di rumah Nanda, besok.
Kamis (11/7/2017), dua polisi dan
Nanda tiba di rumah Nanda. Rencana

129

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan memperlihatkan satu tanaman ganja
segar terbungkus koran dalam jumpa pers pengungkapan
kasus penemuan ganja pada Senin (15/7/2017). Dalam kasus
sembilan batang ganja itu petugas menangkap petani ganja
Aan Anwar dan rekannya Hotma lima hari sebelumnya, di
kawasan Polsek Panei Tongah.

130

Meretas Narkoba
131

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

penangkapan Aan telah disiapkan. Adex Hujan baru saja turun, tanah merah
bersembunyi di salah satu kamar, sedang membuat alas kaki menempel. Berat
rekannya berjaga di depan rumah. Nanda rasanya melangkah. Setelah sekilometer
menonton televisi. berjalan, mereka lelah. Usai istirahat
sejenak, mereka berjalan kembali
Pukul 13.00, Aan dan Hotman datang melintas kebun sawit, kebun palawija, dan
dengan bungkusan ganja. Nanda menyapa, hamparan ilalang setinggi satu setengah
memersilakan keduanya masuk. Setelah meter.
menyuguhkan minuman, Nanda meminta
kedua temannya menunjukkan ganja yang Setelah dua setengah jam perjalanan,
mereka bawa. sampailah mereka di kebun ganja Aan

Melihat ganja dipamerkan, Adex keluar
menodongkan pistol ke arah Aan dan
Hotman. Elfin pun masuk ke rumah. Kedua
polisi lalu memeriksa sekilogram ganja
basah yang dibawa Aan dan Hotman.

“Tanaman ganja masih basah. Seperti
baru habis dicabut dari tanah. Masih
tampak akar dan tanah yang terbawa,”
kata Elfin dalam hati. Ia lalu menghubungi
polisi lainnya agar datang dan membawa
kedua kawan Nanda ke Polsek untuk
diperiksa.

Menjelang pukul tiga sore, Aan,
Hotman, Adex, dan Elfin sampai di rumah
Aan di Dusun Portibi, Nagori Tongah,
Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.
Mereka menjelaskan kepada keluarga
Aan duduk perkaranya. Adex kemudian
memanggil kepala desa datang ke rumah
Aan.

Sepuluh menit kemudian, Kepala Desa
Portibi, Nagori Tongah, datang, bersama
anggota Polsek Panei Tongah. Polisi
kemudian minta Aan menunjukkan lokasi
penanaman ganja. Aan berusaha menolak.

“Jauh sekali pak. Yakin mau kesana
pak?” tanya Aan kepada Adex.

“Kau pikir aku bercanda? Tunjuk saja
kemana arah dan di mana tempatnya,”
jawab Adex.

Sore itu mereka berjalan, mendaki.

132

Meretas Narkoba

seluas 2x3 meter. Beberapa tanaman Barang bukti ganja tak bertuan yang diungkap
ganja setinggi satu setengah meter Satnarkoba Polres Simalungun di kawasan
tampak rimbun, subur. Di bawah pohon Polsek Purba, disampaikan pada jumpa pers
terlihat benih ganja bergerombol. Kebun di lapangan Aspol, Senin (30/7/2017). Selain
tak tampak dari udara karena tertutup menyita 22 batang ganja, polisi mengungkap 19
pepohonan besar. perkara Narkoba dengan 26 tersangka.

Bibit tanaman ganja yang didapat Aan bibit yang bernas, dan mana yang tidak.
dari pembelian sepaket ganja beberapa “Yang tenggelam saya tabur di pot, sesekali
bulan lalu. Biji ganja dipisah dari daunnya, saya jemur di bawah sinar matahari
di rendam. Saat itu akan tampak mana sembari menyiramkan air,” ungkap Aan.

133

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
134

Meretas Narkoba

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan memusnahkan 124,14 kilogram ganja di
Halaman Mapolres Simalungun, Kamis (19/10/2017). Dalam
kasus ini polisi masih memburu buron Zulhamsyah Saragih.

135

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Tiga anggota Polsek Panei Tongah menunjukkan barang pertemuan ini saya mendesak mereka
bukti tanaman ganja bersama petani ganja Aan Anwar memeriksa wilayah mereka masing-
dan Hotma dalam pengungkapan kasus tanaman ganja di masing dari kemungkinan temuan kebun
kawasan hutan sekitar Dusun Portibi, Nagori Tengah, Purba, ganja.
Kamis (11/7/2017). Pada kasus itu petugas menyita sembilan
batang ganja setinggi lebih dari 50 sentimeter. Sebulan setelah pertemuan, Polsek
Purba menemukan 22 tanaman ganja
Setelah bibit terlihat, Aan setinggi 1,5 meter yang siap dipanen.
memindahkannya ke kebun. Ia membuat Meski tak menemukan siapa pemiliknya,
kebun sendiri dari tanah tak bertuan. saya menduga, kebun ini dipelihara
Lahan ia bersihkan dari rumput ilalang. seseorang. Sebab, kondisi kebun bersih,
Sesekali Aan datang ke ladang ganja, dan subur.
membersihkan lahan dari rumput agar
tanaman ganja tak kehabisan air tanah. Letaknya mirip dengan diungkap
“Dalam lima bulan belakangan saya ke sini polsek Panei Tongah, jauh dari
tiga kali merawat kebun ganja,” tutur Aan. pemukiman.

Mengembangkan Temuan
Temuan kebun ganja di kawasan tak
bertuan ini sampai ke telinga saya. Saya
kemudian memanggil anggota Binmas dan
Reskrim Polres serta jajaran Polsek. Dalam

136

Meretas Narkoba

Ratusan “Menurut warga, banyak orang
Kilogram keluar masuk di situ. Pemiliknya,
Ganja di Zulhamzah Saragih, beberapa hari lalu
Karangbangun datang membawa karungan besar,” kata
SR Siregar. Dugaan tentang tempat
Sabtu (16/10/2017), Ponsel bertransaksi Narkoba ini kemudian ia
Kapolsek Bangun, Polres sampaikan kepada Juni dan Kapolsek
Simalungun, Ajun Komisaris Bangun.
Jarosman Sinaga berbunyi. Di layar Ponsel
tertulis, ada dugaan penyalahgunaan Sejak itu, setiap hari SR Siregar
Narkoba. Tidak jelas, tetapi membuat mengintai lokasi. Pengintaian dilakukan
Jarosman khawatir. Ia lalu memanggil dari jarak 20 meter. Kepada warga, ia
Kanit Reskrim Polsek, Inspektur Satu Juni mengaku sebagai perantau yang baru saja
Handrianto menyelidiki informasi ini. pindah ke situ. Meski sudah berulang kali
berbincang bersama warga setempat, SR
Setelah mengumpulkan sejumlah Siregar masih sulit mendapatkan profil
informasi dan mendapatkan dugaan awal, target, Zulhamzah Saragih.
Juni dan tim-nya yang beranggota Ajun
Inspektur Satu SR Siregar, Ajun Inspektur Sementara itu Indo Siahaan, rekan satu
Dua R Simanungkalit, dan Brigadir Kepala tim SR Siregar, terus mengawasi akses
Indo Siahaan kemudian menyisir rumah keluar masuk. Dengan mengendarai mobil,
di kawasan Nagori Karang Bangun, sejumlah jalan ia pantau. “Warga sempat
Kecamatan Siantar, Simalungun. mencurigai saya dan kendaraan yang saya
bawa,” ucap Indo Siahaan.
Di sana SR Siregar menyamar sebagai
pedagang asongan, menyisir kampung. Di hari ketiga pengintaian, pemilik
Empat hari menyisir kampung, SR Siregar rumah, Zulhamzah Saragih, tak juga
mendapati satu rumah kosong di kawasan muncul. SR Siregar yang mencurigai
Gang Mesir Huta I, Nagori Karang Bangun. perubahan situasi ini melapor ke Kapolsek
Tempat itu diduga menjadi tempat Bangun. Sabtu (23/9/2017) pukul 08.00
transaksi Narkoba. Kapolsek Bangun mendatangi rumah
target. Setelah menghubungi kepala desa
dan ketua RT, polisi memaksa masuk
rumah itu.

Rumah kosong, tanpa perabot. Juni
Handrianto lalu meminta anggotanya
memeriksa setiap sudut rumah. Di
ruang belakang seluas 3x5 meter, Juni

137

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan memusnahkan 124,14 kilogram ganja
yang terbungkus dalam karung, di Halaman Mapolres
Simalungun, Kamis (19/10/2017). Pelaku, Zulhamsyah
Saragih masih buron.

138

Meretas Narkoba
139

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Sejumlah polisi tengah memusnahkan barang bukti ganja berat ganja mencapai 127 kilogram. Ganja
sebanyak 124,14 kilogram ganja di Halaman Mapolres tersebut dibungkus dalam 24 paket,
Simalungun, Kamis (19/10/2017). Pemusnahan disaksikan dan satu tas kresek. “Berat ganja di tas
sejumlah tokoh masyarakat dan ormas. kresek dua kilogram,” ujar Kapolsek. Dari
tempat itu, polisi juga menyita antara lain
Handrianto melihat meja berbahan timbangan, enam pisau cutter, gunting,
semen setinggi setengah meter. Di isolasi, serta buku tabungan.
atasnya terdapat kasur. Ia lalu mengamati
deretan dinding papan kayu. “Saat papan Setelah merapikan barang bukti, polisi
kami bongkar, tampak beberapa paket menetapkan Zulhamzah Saragih sebagai
berlakban,” ujar Juni Handrianto. buron. Cerita tentang kasus ini terhenti
sampai di sini karena Zulhamzah masih
Satu persatu paket berlakban itu juga buron.
dikeluarkan dari balik deretan papan.
Setelah salah satu paket dibongkar, Jadi Prioritas
tampaklah daun ganja kering. “Saya Sertijab (serah terima jabatan)
menduga paket paket ganja ini sudah Kapolres Simalungun, Polda Sumatera
sepekan disimpan,” kata Kapolsek. Utara dari Ajun Komisaris Besar Yofie

Setelah dikumpulkan dan ditimbang,

140

Meretas Narkoba

Girianto Putro, kepada saya, berlangsung, pada April, 30 bandar dan pengguna
Jumat (7/4/2017) siang. Usai Sertijab Narkoba dari 21 kasus, kami tahan. Saya
saya menggelar Anev (rapat analisa dan juga mengumumkan daftar pencarian
evaluasi). Saya sudah tidak sabar ingin orang secara terbuka terhadap 14 bandar
mengenal profil wilayah seluas 438.660 Narkoba.
hektare yang terdiri dari 31 kecamatan ini,
secepatnya. Dengan fasilitas celebrate,
pengembangan pengungkapan kasus bisa
Setiap Kasat dan Kapolsek saya minta sampai enam peringkat, dari pengecer
memaparkan profil wilayahnya. Setelah – bandar kecil – kurir – bandar sedang –
paparan usai, saya meminta seluruh distributor – sampai bandar besar yang
jajaran memusatkan perhatian pada umumnya merangkap sebagai produsen
pengungkapan kasus-kasus Narkoba. dan pemodal.
Anggota yang tidak mampu membasmi
Narkoba di lingkungannya, bakal saya Dari hasil penangkapan para pengedar
anggap gagal dan akan saya mutasi. dan bandar Narkoba akan tampak
sebagian besar pengedar Narkoba berada
Di Simalungun, satu gram sabu di Simalungun. Meski demikian, mereka
dihargai Rp700 ribu. Padahal di Jakarta, lebih banyak menjual sabu atau ganja ke
harganya Rp2 juta. Ganja dihargai Rp700 Kota Siantar atau bahkan ke Pulau Jawa.
ribu sekilogram, sementara di Jakarta
harganya sudah Rp3 juta. Murahnya harga Mengapa para pengedar ini memilih
Narkoba di Simalungun ini membuat tinggal di Simalungun? Karena letak
permintaan pasar Narkoba, tinggi Simalungun yang hanya 70 kilometer
sementara persediaan pun melimpah. dari Provinsi Aceh, dan 40 kilometer dari
Tanjung Asahan. Kawasan Gayo – Aceh
Memburu Para Bandar sampai sekarang masih memiliki ladang
Penegasan saya dalam Anev membuat ganja terluas di Tanah Air, sementara
jajaran reserse Narkoba sibuk. Salah satu Tanjung Gusta, Lapas Narkoba terbesar
di antaranya adalah Ajun Inspektur Dua di Sumatera Utara, berada di Tanjung
Indra Saragih. Ia sudah dua hari tak pulang Asahan. Sudah berulang kali terungkap,
ke rumah karena memberkas serangkaian Lapas ini menjadi sentra pengendali bisnis
kasus Narkoba di ruang penyidik. “Setiap gelap Narkoba.
memeriksa para tersangka, saya bertanya
lebih detil kepada mereka, sehingga berita
acara pemeriksaan yang saya buat bisa
menjadi modal untuk pengembangan
penyelidikan,” ucap Indra.

Dengan perangkat dan pola delivery
control, satu demi satu bandar Narkoba
ditangkap. Dua pekan setelah saya
menjadi Kapolres Simalungun, sudah 24
tersangka dari 16 kasus, ditangkap, dan

141

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
142

Meretas Narkoba

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan mengangkat beberapa bata ganja dalam
pemusnahan barang bukti ganja sebanyak 124,4 kilogram di
Halaman Mapolres Simalungun, Kamis (19/10/2017). Ganja
disita dari satu rumah kosong di Gang Mesir Huta I, Nagori
Karang Bangun, Kecamatan Bangun.

143

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Anggota Muspida Kabupaten Simalungun memusnahkan
ganja sebanyak 124,4 kilogram di Halaman Mapolres
Simalungun, Kamis (19/10/2017). Usai membakar ratusan
ganja, Kapolres memastikan pihaknya akan memberantas
Narkoba di kawasan Simalungun.

144

Meretas Narkoba
145

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
146

Meretas Narkoba

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan menangkap 24 tersangka. Dalam jumpa
pers pada Rabu (19/4/2017) tersebut, Kapolres menjelaskan,
puluhan tersangka itu diamankan dalam sepekan
pemberantasan Narkoba di berbagai wilayah di Simalungun.

147

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Polres Simalungun mengadakan jumpa pers serangkaian
kasus kejahatan di wilayah hukum Polres Simalungun, Rabu
(26/10/2016). Dalam jumpa pers itu petugas mengungkap
37 kasus, diantaranya kasus perjudian dan Narkoba.
Kasus Narkoba terdiri dari 15 kasus dengan 19 tersangka,
sementara 22 kasus judi dengan 25 tersangka.

148

Meretas Narkoba

Desa Perlanan

Menurut Kriminolog
Universitas Indonesia,
Kisnu Widagso, peredaran
gelap Narkoba dan tingkat kejahatan
terutama kejahatan jalanan, terkait
satu sama lain. Usaha memberantas
penyalahgunaan Narkoba sama dengan
menekan angka kejahatan. Sebab, hidup
sebagian besar penjahat tidak pernah jauh
dari minuman keras dan penyalahgunaan
Narkoba.

Uniform Crime Reporting Program
(UCRP) dari Biro Investigasi Federal
(FBI) AS mencatat, tahun 2009, sebanyak
60 persen dari 1,7 juta narapidana
penyalahguna Narkoba terlibat bermacam
kejahatan umum lainnya. Dari jumlah
tersebut, 80 persen di antaranya mengaku
berbuat jahat karena dorongan Narkoba.
Dengan mengonsumsi Narkoba, mereka
merasa lebih kuat dan bisa lebih nekat
merampok, membunuh, memerkosa, atau
terlibat tawuran massal.

Kapolsek Perdagangan, Ajun Komisaris

149

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Daniel Tambunan mengamini relasi Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar
antara tingkat kejahatan dan tingkat Marudut Liberty Panjaitan berkomunikasi
penyalahgunaan Narkoba. Ia kemudian dengan masyarakat dalam rangkaian sinerjitas
memberi contoh Desa Perlanan, di pemilihan nagori di Simalungun, Sabtu
Kecamatan Bandar yang letaknya di (21/10/2017). Dalam kesempatan itu, Kapolres
Simalungun utara berbatasan dengan berbincang dengan warga.
Kabupaten Batubara.

“Setiap pekan, terjadi lima kasus
kejahatan di desa ini. Beberapa kasus
kejahatan di desa tetangga terungkap
dilakukan warga Desa Perlanan,” ungkap
Daniel. Ia menjelaskan, sebagian warga
kampung ini mencari nafkah dengan
mencuri sepeda motor, tabung gas, dan
barang barang elektronik. Sebagian
lainnya, merampok.

Sebulan setelah menjadi Kapolsek
Perdagangan, Daniel baru menyadari,
kampung maling ini juga menjadi
kampung Narkoba. “Saya kemudian
diminta Kapolres mendapatkan solusi
menekan angka kriminal di sana,” ujarnya.

Langkah pertama yang ia lakukan
adalah mengumpulkan perangkat desa
membahas masalah kejahatan dan
penyalahgunaan Narkoba di sejumlah
desa. Dalam pertemuan disepakati,
Polsek Perdagangan akan mengadakan
penyuluhan bahaya penyalahgunaan
Narkoba. Kegiatan dibiayai warga desa
secara swadaya.

Untuk menekan angka kejahatan
di Desa Perlanan, Daniel mengusulkan
membangun sistem pengamanan
lingkungan yang lebih rutin, menyeluruh,
dan tertata yang melibatkan seluruh
perangkat dan warga desa. Organisasi
setempat pun dilibatkan. Kepada kaum
ibu warga desa, Daniel mengimbau ikut
memerhatikan kegiatan suami dan anak.

Pada setiap pertemuan dengan warga

150

Meretas Narkoba
151

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut kasus pertengkaran rumah tangga dan
Liberty Panjaitan berkomunikasi dengan masyarakat dalam pertengkaran antar tetangga kepada
rangkaian sinerjitas pemilihan nagori di Simalungun, Sabtu anggota Binmas. Tetapi meski setiap
(21/10/2017). Dalam kesempatan itu Kapolres mengingatkan laporan sudah ia distribusikan ke unit-unit
masyarakat menjaga keamanan lingkungan mereka. terkait, Daniel tetap saja kelelahan bahkan
kadang kesal menerima pengaduan warga
desa maupun organisasi setempat, Daniel yang bertubi-tubi. “Inilah risiko dicintai
selalu meninggalkan nomor Ponsel-nya warga,” kilahnya sambil tertawa.
dan meminta mereka menyampaikan
pengaduan menyangkut kejahatan atau Dengan pendampingan dan bantuan
potensi kejahatan. personel dari Polres Simalungun, Daniel
gencar mengungkap kasus Narkoba di
Gayung pun bersambut, Daniel Desa Perlanan. Hampir setiap pekan
lebih cepat menerima informasi dan jajarannya menjebloskan lima pengedar ke
menindaklanjuti informasi tersebut. sel tahanan Polsek.
Bahkan kehadiran “hot line” Daniel ini
kemudian makin merepotkan, sebab, Tindakan gencar polisi memerangi
warga bukan hanya mengadukan kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba
kejahatan dan kasus peredaran dan ini akhirnya menggerakkan hati warga.
penyalahgunaan Narkoba, tetapi juga Warga yang awalnya takut mencampuri
mengadukan persoalan rumah tangga urusan para pengedar, kini terang-
warga. terangan melawan mereka. Beberapa
warga yang mengedarkan Narkoba bahkan
Karena tak ingin mengecewakan diusir dari desa.
warga, Daniel menyampaikan kasus

152

Meretas Narkoba

kDearPiaTnathi Raneahnabilitasi Protestan, maka kami melibatkan Gereja
Gencarnya penindakan para pengedar di sana ikut berpartisipasi melawan
dan penyalahguna Narkoba membuat sel penyalahgunaan Narkoba,” tutur Ritonga.
tahanan Polsek Perdagangan, penuh. Atas
perintah Kapolres Simalungun, Daniel Meski saat tampil di tengah
kemudian menjalin kerjasama dengan dua jema’at Gereja ia tampak ramah,
panti rehabilitasi Narkoba yang dikelola tetapi saat menumpas peredaran dan
Yayasan Krissakti, dan Yayasan Sungai penyalahgunaan Narkoba di lapangan,
Jordan. Para petugas dari dua yayasan Ritonga berubah menjadi beringas. Sudah
ini kemudian mendatangi satu persatu puluhan tersangka Narkoba ia jebloskan
desa, mengajak para pecandu berhenti ke sel tahanan. “Komitmen saya, sebelum
mengonsumsi Narkoba. pengembangan kasus belum sampai ke
kurir atau Bandar Narkoba, pengungkapan
Langkah kerjasama ini disambut kasus belum selesai,” tandas Ritonga.
baik warga. Warga ramai mendesak
para petugas dari dua yayasan tadi BKhetaubkinankaPmintitbumas
mendampingi dan memulihkan anggota Jajaran Ritonga yang lebih banyak
keluarga yang menyandu Narkoba. melakukan tindakan represif, berjalan
seiring dengan tindakan penyuluhan dan
Di tengah keramaian kesadaran warga pencegahan (preemtif dan preventif) yang
memulihkan anggota keluarganya yang dilakukan jajaran Kasat Binmas Polres
menyandu Narkoba, Daniel dan jajarannya Simalungun, Ajun Komisaris Sitepu.
mulai memasang sejumlah spanduk yang
isinya mengajak masyarakat memerangi Sejak Kapolres Simalungun
Narkoba. “Saat ini angka kasus-kasus menegaskan bahwa penumpasan dan
Narkoba dan kasus-kasus kejahatan lain penanggulangan masalah Narkoba menjadi
di Desa Perlanan, turun drastis. Saya lega,” prioritas kerja Polres Simalungun, Sitepu
ucap Daniel. segera melakukan langkah “jemput bola”.
Jemput bola dilakukan lewat komunikasi
Melibatkan Gereja WA individu dan kelompok, maupun
Di tempat lain, di Polres Simalungun, lewat kegiatan kunjungan warga anggota
Kasat Narkoba, Ajun Komisaris Ritonga Bhabinkamtibmas.
melibatkan umat Gereja memerangi
peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. “Lewat WA grup Binmas saya
Agustus 2017, di GKPS (Gereja Kristen mengirim sejumlah foto beserta
Protestan Simalungun) Jorlang Hatanang, keterangannya mengenai bahaya
Kecamatan Tiga Dolok, ia menyampaikan penyalahgunaan Narkoba. Jadwal
ceramah mengenai bahaya peredaran dan kunjungan warga pun saya buat. Satu demi
penyalahgunaan Narkoba. satu pintu rumah warga, mereka ketuk,”
jelas Sitepu.
“Karena mayoritas warga di
Kecamatan Tiga Dolok memeluk agama

153

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

KAHEAN PERDAGA

SILAU SERBELAWAN
KAHEAN

RAYA

DOLOK POLRES BANGUN
SILAU HUTA
SARIBU PEMATANG RAYA BAYU RAJA
DOLOK PANEI
TONGAH
PURBA

SIDAMAD.NPIAKRDAMEAN TANAH
D. PANRIBBUAALNATA JAWA

PARAPAT

154

ANGAN
BOSAR
MALIGAS

NO TAHUN JUMLAH SELESAI KEBERHASILAN TUNGGAKAN
1 2014 136 82 60,29% 54
2 2015 136 140 102,94% 0
3 2016 190 164 86,31% 26
JUMLAH 462 386 83,54% 76

155

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
156

BAB III

Konflik
Sosial

157

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

KAHEAN PERDAGA

SILAU SERBELAWAN
KAHEAN

RAYA

DOLOK POLRES BANGUN
SILAU HUTA
SARIBU PEMATANG RAYA BAYU RAJA
DOLOK PANEI
TONGAH
PURBA

SIDAMAD.NPIAKRDAMEAN TANAH
D. PANRIBBUAALNATA JAWA

PARAPAT

158

ANGAN PT SUPRA MATRA ABADI
BOSAR (S.M.A) UJUNG PADANG
MALIGAS BPTUPKNITIVLIMA BOSAR MALIGAS

PDTOPLNOKIVSINUMBA
PT. KUALA GUNUNG
TANAH JAWA

159

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
160

MembangunKoKonhfleiski Sosial
Satu lumbung padi berdiri di tengah pemukiman warga
di Desa Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten
Simalungun. Warga di sana masih tetap menggunakan
lumbung padi yang sudah dibangun sejak pertengahan abad
20. Tak banyak struktur yang diubah sampai sekarang.

161

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Malam Paska
Mencekam

Minggu sore, 25 April
2017. Puluhan warga
berkerumun di jalan
masuk Desa Cingkes, Kecamatan Dolok
Silau, Kabupaten Simalungun. Lonceng
gereja berdentang 21 kali. Enam jam usai
bunyi lonceng, kerumunan orang marah
itu bertambah banyak dan hiruk pikuk oleh
teriakan amarah.

Sekitar pukul 21.30 warga Desa
Cingkes bergerak ke perbatasan Desa
Bawang. Sebuah persimpangan terbelah
jalan kecil beraspal dengan perbukitan
kebun jeruk di satu sisinya. Di tengah
kegelapan tiba-tiba muncul kobaran api.
Satu kios di perbatasan dibakar massa
disusul tawuran antar warga desa. Anak-
anak panah, tombak, dan batu beterbangan
dari kedua belah pihak.

Polisi yang datang sempat mundur
menghindari amuk massa sampai akhirnya
datang sepasukan Brimob sekitar pukul
00.00. Beberapa kali mereka melepas
tembakan ke udara sambil merangsek

162

Konflik Sosial

Inilah warga Desa Cingkes dan Bawang yang tertangkap
polisi saat keributan di akhir April 2017 lalu. Dalam
peristiwa ini polisi menetapkan sembilan tersangka. Polisi
kemudian membebaskan mereka karena kedua belah pihak
mau berdamai.

163

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Gereja Batak Karo Protestan Runggun Cingkes di Desa
Cingkes. Bunyi lonceng gereja sebanyak 21 kali telah
memicu konflik antara Desa Cingkes dan Bawang pada April
2017.

164

Konflik Sosial
165

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Lonceng gereja ini pernah dibunyikan 21 kali dan memicu pakaian mereka.
konflik warga Desa Cingkes dan Desa Bawang di Kecamatan Sampai menjelang tawuran terjadi, tak
Dolok Silau, Kabupaten Simalungun.
ada laporan masuk dari jajaran saya. Lalu
ke tengah memisahkan kedua kelompok apa yang dikerjakan jajaran Binmas dan
massa yang bertikai. intel? Sungguh, saya kesal.

Bak-buk-bak-buk-bak-buk... Warga Sebelum kejadian, warga desa Cingkes
kedua desa pun terpencar kocar-kacir. membuka harinya dengan pergi ke kebun
Dengan mudah pasukan Brimob kemudian jeruk mengantar anjing penjaga. Pagi itu
menggiring mereka ke truk. Mereka yang damai dan tenang. Kabut tipis menyelimuti
tertangkap dibawa ke Polres Simalungun. Desa Cingkes dan Desa Bawang. Kedua
Sebagian warga yang tertangkap diminta desa berada di perbukitan. Jalanan masih
melepas pakaiannya kecuali celana basah akibat hujan semalam.
dalam agar ada jaminan mereka tidak
menyembunyikan senjata tajam di balik Seorang warga Desa Cingkes bernama
Maradona Sembiring (35) tampak
mengantar dua ekor anjingnya ke kebun
jeruk. Sekitar pukul 14.00, Maradona
sudah sibuk dengan acara Paskah di Gereja
Batak Karo Protestan (GBKP), Cingkes.
Setelah peristiwa tawuran antar warga
desa, ia ditangkap polisi karena dianggap
biang keributan.

Saya sendiri berada di rumah dinas
di Jalan Regu, Kota Pematang Siantar,
sepanjang hari itu. Saya pikir hari itu akan
berjalan seperti biasa. Meski demikian
saya tetap meminta seluruh Kapolsek
memberitahu posisi mereka.

Kapolsek Dolok Silau mengaku
berada di posisi tugasnya. Saya cek
posisinya. Ternyata dia berada jauh dari
Desa Cingkes. Dia berada di kampung
halamannya di Siborong-borong. Saya
biarkan. Cukup untuk bahan evaluasi.
Maklum, belum ada satu bulan saya
menjadi Kapolres di Simalungun.

Lonceng Kematian
Kekacauan mulai terjadi sekitar
pukul 15.00. Dua pemuda Desa Cingkes
dievakuasi dalam kondisi babak belur
ke depan gedung GBKP Cingkes dimana

166

Konflik Sosial

Suasana jalan gelap di salah satu jalur masuk
menuju Desa Cingkes, Kecamatan Dolok Silau,
Kabupaten Simalungun, awal September 2017
lalu. Pada akhir April sebelumnya ditempat
ini terjadi konflik antara warga Desa Cingkes
dengan Desa Bawang.

Maradona tengah merayakan Paskah Warga Desa Bawang mengungsi ke aula desa ketika konflik
bersama jemaat lain. terjadi antara warga Desa Cingkes dan warga Desa Bawang
pada April 2017 lalu. Polisi dan Pangulu Desa memilih
Kedua korban disebut sebut dikeroyok mengungsikan warga ke aula karena takut massa dari Desa
warga Desa Bawang. Usai ibadah, Cingkes menyerbu masuk. Jumlah penghuni Desa Bawang
warga desa yang melihat hal itu marah. memang jauh lebih sedikit ketimbang Desa Cingkes. Jumlah
“Provokator bermunculan,” kata Hamid jiwa di Desa Bawang hanya sekitar 800 jiwa. Berbeda
Tarigan, Pangulu Cingkes. dengan Desa Cingkes yang mencapai 1.500an jiwa.

Hamid meminta warga tidak
menurutkan emosi mereka. Tetapi
imbauannya justru memicu pertengkaran.
Usahanya memeluk para pria untuk
meredam emosi, tak banyak membantu.

Warga berpencar tak karuan. Ada
yang bergerak ke arah Desa Bawang
lantaran ada instruksi menyerbu. Ada pula
yang berteriak memrovokasi bahwa Desa

167

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Suasana di Desa Bawang ketika terjadi konflik
antara warga Desa Bawang dan warga Desa
Cingkes pecah pada April 2017.

168

Konflik Sosial
169

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Pangulu Cingkes, Hamid Tarigan menerima tamu di Kabanjahe, Kabupaten Karo ketika
rumahnya pada awal April 2017 lalu. Rumah Hamid berubah keributan pecah. Jaraknya sekitar 16
menjadi barak polisi saat kerusuhan terjadi pada April 2017 kilometer dari desanya. Ponselnya
lalu. berdering. Isterinya menelepon. Panik.

Bawang menghina Desa Cingkes. Pria berbadan tambun ini terbirit-birit
Sore hari, bentrokan terjadi di pulang. Menarik gas motornya kuat-kuat.
Warga Desa Cingkes sudah ramai ketika
perbatasan kedua desa. Awalnya masih ia tiba. Rupanya dia sedang dicari-cari
sebatas aksi lempar, saling kejar, dan massa.
memaki. Maradona mengaku sempat ke
sana. Hamid Tarigan juga sempat pergi Dia mengaku gugup menghadapi
ke sana dan menghalau pemuda agar banyak orang dengan benda tajam dan
kembali. batu di tangan mereka. Beberapa orang
di antaranya mengacungkan benda tajam
Pangulu Nagori (Desa) Bawang, di depannya. Beberapa polisi dari Polsek
Pilemon Sembiring sedang berada di

170

Konflik Sosial

Dolok Silau ada di sana. Melihat hal itu, mereka. Pilemon berjanji akan mengurai
Pilemon lega. benang kusut ini dan memeriksa Nemani.

Massa Cingkes meminta Pilemon Selepas maghrib, suasana mereda.
menghadapkan Nemani Barus (40). Warga Desa Cingkes kembali ke desanya,
Nemani dituduh mengeroyok dua warga demikian pula warga Bawang. Sayang,
Desa Cingkes. “Di depan massa saya sesampainya di Desa Cingkes, beberapa
minta mereka tenang. Kepada mereka warga Cingkes memrovokasi. Suasanapun
saya berjanji akan ke desa mendapatkan kembali memanas.
Nemani,” kata Pilemon.
Saat hari gelap, beberapa warga
Nemani sudah beberapa kali berbuat berkeliling menyebarkan berita bohong.
onar. Oleh karena itu Pilemon menduga, Isi berita bohong itu, “Kepala Desa
Nemani lah orang yang pertama memicu Cingkes, Hamid Tarigan, dibacok warga
pertengkaran. Nemani memiliki kios Desa Bawang”. Berita bohong yang
bensin di persimpangan jalan. Kios itu kini awalnya cuma seperti angin semilir,
dikelilingi massa dan siap dihancurkan berubah menjadi seperti puting beliung
apabila Nemani tak dihadapkan. memorakporandakan ketenangan desa.

Pilemon masuk ke desa. Warga Makin banyak warga yang berkeliling
mengerumuninya. Suasana Desa Bawang, dengan sepeda motor menyebarkan berita
tegang. Ibu-ibu menangis ketakutan. bohong itu. Mereka menyisir jalan-jalan
Beberapa pemuda menyiapkan benda- sempit. Sebagian warga masuk paksa ke
benda tajam di depan rumah. Melihat hal gereja. Naik ke loteng dan membunyikan
itu, Pilemon membentak mereka. Pilemon lonceng. Lonceng buatan Jerman di abad
meminta mereka tidak berniat menyerang 19 itu dibunyikan 21 kali.
balik.
“Bunyi lonceng gereja kala itu seperti
Pilemon melanjutkan mencari Nemani, bunyi lonceng kematian menandai tawuran
tetapi tak ditemukan. Dalam hati ia tak massal,” kata Pangulu (Kepala) Desa
yakin akan menghadapkan Nemani ke Cingkes, Hamid Tarigan. Pria tua kelahiran
depan massa Cingkes. Bagaimana jika Cingkes ini sempat malang melintang
Nemani dihakimi massa dan tewas? Tak Kota Medan di awal 1980-an, dan kembali
ada jaminan amarah warga Cingkes reda ke Cingkes tahun 2004. Ia kembali ke
setelah Nemani dihadapkan. kampung halamannya untuk mengurus
kebun jeruk keluarganya setelah usahanya
Karena bingung dan ragu, Pilemon di perantauan, bangkrut.
akhirnya memilih tak melanjutkan
pencarian. Ia kemudian mencoba Tahun 2008 ia mencalonkan diri
menenangkan warga bahwa tak akan ada sebagai pangulu. Saat kerusuhan pecah,
keributan. Warga Cingkes bakal bubar dan dia sudah dua periode memimpin desa
mundur. itu. “Tak ada satupun warga yang mau
mendengar saya di hari kejadian itu.
Pilemon pun datang ke depan Mereka ribut tak keruan,” kata Hamid.
kerumunan massa Cingkes. Bersama polisi
dan Hamid, ia menenangkan masa dan Di tengah lonceng “kematian” itu,
membujuk warga Cingkes kembali ke desa warga panik. Mereka ke luar rumah.

171

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan berbincang dengan Pangulu Cingkes,
Hamid Tarigan, di Balai Desa pada awal September 2017.
Keduanya berkenalan pertama kali di kerusuhan yang
terjadi di Desa Cingkes, April 2017.

172

Konflik Sosial

Sebagian membawa senjata tajam. Suasana sudah ada di sana. Tiga polisi yang berada
mencekam. Kerumunan orang mulai di tengah kedua kelompok warga yang
tampak di beberapa tempat. bertikai, berusaha membubarkan mereka
dengan melepas tembakan ke udara.
Sebagian warga menyiapkan mobil- Tetapi sampai peluru senjata api mereka
mobil bak terbuka. Warga saling jemput habis, massa tak kunjung bubar. Aksi
dan terus menebar isu, Hamid dibacok. saling lempar terus berlangsung.
Sekitar pukul 21.00, massa dari Desa
Cingkes bergerak ke Desa Bawang. Ada Warga Bawang panik. Mereka
yang naik mobil bak, ada pula yang berlarian dari satu rumah ke rumah lain.
berjalan kaki membawa obor. Para pemuda menyiapkan senjata tajam
yang sehari-hari dipakai berkebun. Listrik
MMeenmybaalkakaranKMiosa,lam yang dipadamkan membuat suasana
Warga Desa Cingkes menduduki bertambah mencekam.
persimpangan pintu masuk ke desa
Bawang. Mereka berteriak memaki dan Karena kehabisan peluru di tengah
membakar kios milik Nemani. Tapi tak amuk massa, ketiga polisi memilih
dinyana, warga Desa Bawang pun telah mundur.
siap bertahan dan menyerang balik.
Mereka bersiaga di balik pepohonan. Hamid yang berusaha keras melerai
Jumlah mereka lebih sedikit dibanding pertikaian pun akhirnya menyerah dan
jumlah massa Cingkes yang datang. memilih masuk kebun jeruk. “Lemparan
batu dan anak anak panah yang
Hamid tergopoh-gopoh menyusul beterbangan terlalu banyak. Beberapa batu
massa warga desanya yang sudah sudah mengenai saya,” kata Hamid.
berada di perbatasan. Kepada warganya
ia menunjukkan bahwa dirinya sehat, Hamid melompat pagar pembatas
dan utuh tak tersentuh senjata tajam. kebun jeruk dengan jalan, lalu menyisir
Tapi warga tak peduli lagi. Api di kios jalan kebun sepanjang kurang lebih 200
Nemani telanjur menyala. Amarah sulit meter sampai ke Pasar Hitam.
dipadamkan. Setelah membakar kios,
warga berniat membakar seluruh rumah Ketika suasana tak terkendali, saya
warga Bawang. masih dalam perjalanan ke tempat
kejadian perkara bersama Kasat Reskrim
Warga di Desa Bawang gusar. dan tim. Dalam perjalanan, lewat pesan
Pilemon jadi kambing hitam kemarahan singkat saya menghubungi Kapolda
mereka. Sebab, sebelumnya Pilemon memberi tahu situasi.
sudah menjamin, situasi sudah terkendali.
Sementara itu, amuk massa Cingkes Sesampainya di tempat, suasana gelap.
meluas. Mereka membakar beberapa Satu-satunya berkas cahaya cuma bara
sepeda motor dan warung. warung Nemani yang dibakar. Kami tak
bisa menembus kerumunan massa. Salah
Pukul 22.00 suasana di Desa Bawang, seorang anak buah Kasat Reskrim, Ajun
tak terkendali lagi meski sejumlah polisi Komisaris Damos Christian Aritonang,
sempat ke luar mobil melepas tembakan
ke udara, tapi massa tak peduli. Tak
berapa lama mobil yang kami tumpangi

173

Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN

Jalan yang kerap digunakan balap liar. Jalan ini
menghubungkan antara Desa Cingkes dan Desa Bawang di
Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera
Utara. Balapan liar di sinilah yang menjadi pemicu keributan
pada April 2017.

174

Konflik Sosial
175

Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN

dihujani anak panah. Kami pun mundur Lokasi balap liar adalah jalan
karena serangan sudah membabi buta. penghubung antara Desa Cingkes dan
Bawang. Jalannya lurus, dan mulus. Salah
Di Pasar Hitam, kami bertemu Hamid satu sisinya adalah kebun jeruk milik
dan beberapa warga Cingkes lainnya. warga.
Hamid tampak kesakitan. Punggungnya
kena lemparan batu. Hamid bercerita, Dua pekan sebelum peristiwa rusuh
warga sudah tidak peduli kehadiran polisi ini, warga Cingkes yang kesal menangkapi
dan terus saling menyerang. pebalap liar dan diserahkan ke Polsek
Dolok Silau. Tapi beberapa jam kemudian
Pukul 00.00 pasukan Brimob (brigade mereka dilepas setelah orangtuanya
mobil) tiba. Dengan tangan besi, pasukan datang dan menandatangani surat
mengurai dan meredakan massa yang perjanjian.
mengamuk. Situasi pun kembali terkendali.
Setelah mendengar panjang lebar
Salah seorang anggota Brimob uraian Hamid dan mengumpulkan
mendapat informasi, yang memrovokasi informasi dari sejumlah sumber lain, saya
pembakaran kios Nemani adalah seorang memutuskan memberhentikan Kapolsek
pria bermarga Sembiring. Dolok Silau.

Terungkap kemudian, pria bermarga Laporan provost yang saya terima
Sembiring itu adalah Hamka. Hamka dinihari menyebutkan, Kapolsek Dolok
Sembiring. Dia dibawa ke rumah sakit Silau datang ke lokasi setelah kejadian
oleh keluarganya karena luka bacok dalam usai. Setelah diperiksa, provost berniat
tawuran. menghadapkan Kapolsek Dolok Silau pada
saya, tetapi saya tolak karena hati saya
Usai bentrokan, polisi menangkap kembali keruh.
63 orang dari dua kelompok massa
yang bertikai. Mereka dibawa ke Polres Keesokan harinya, yang bersangkutan
Simalungun. Saya lega, tak ada korban datang ke tempat saya. Awalnya saya pikir
tewas dalam tawuran warga dua desa ini. dia hendak minta maaf atas kelalaiannya.
Hanya seorang yang kena bacok, Hamka. Ternyata ia datang mengajukan cuti karena
anaknya hendak diwisuda. Saya benar-
Kapolsek Dolok Silau benar geram dengan sikapnya. Karena
Setelah suasana hati saya tenang, saya masih terus berbohong menyangkut
berpikir, di mana Kapolsek Dolok Silau keberadaannya menjelang konflik
saat bentrokan awal terjadi di sore hari. terjadi, saya sodorkan hasil orientasi
Kata Hamid, Kapolsek tak nampak sejak pengecekan posisi lewat provider saat
awal kejadian. Saya kemudian meminta saya menanyakan seluruh posisi kapolsek,
provost memanggil Kapolsek Dolok Silau. sekitar 4 sampai 5 jam sebelum keributan
pertama terjadi.
Menurut Hamid, konflik kedua desa
berawal dari aksi balap liar terutama tiga Kapolsek Dolok Silau ini pun kaget.
bulan terakhir. Pebalap liar yang datang Tetapi ia tetap bersikeras cuti untuk
bukan hanya dari Desa Cingkes dan bisa datang ke wisuda anak pertamanya.
Bawang, tapi juga dari kabupaten tetangga, Bayangkan, ada banyak polisi yang saat
Kabanjahe.

176


Click to View FlipBook Version