Membangun Kohesi Sosial
Jalan Raya Huta Bayu menuju Perkebunan Sawit Gunung
Bayu dan Mayang milik PTPN III dan IV di kawasan Nagori
Parbutaran, Bosar Maligas, Simalungun, Sumatera Utara,
pertengahan Juni 2017. Jalan batuan aspal yang sudah
hancur selalu berdebu karena dilintasi truk-truk pengangkut
sawit dari perkebunan.
Empat tahun silam, muncul pertikaian massa dengan
satu perusahaan yang membangun pabrik pengolahan
minyak sawit di kawasan itu. Massa menolak kampung
mereka terusik tanpa kompensasi. Jalanan kampung yang
menjadi perlintasan truk-truk pengangkut sawit dihadang
aksi massa. Massa kala itu meminta lapangan kerja.
Sekarang, sebanyak 90 persen tenaga kerja di perusahaan
besar itu berasal dari warga lokal.
77
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
Pemandangan Danau Toba dari bukit barisan di kawasan
Ajibata. Jalan lintas membelah pemukiman Ajibata,
Kabupaten Tobasa (Toba Samosir) dengan Parapat,
Kabupaten Simalungun. Di perlintasan jalan itu terdapat
Pelabuhan Ajibata yang berlabuh kapal-kapal Ferry
penyeberangan menuju Tomok, Tuk Tuk dan Simanindo
di Pulau Samosir. Pelabuhan juga berdampingan dengan
terminal bus Ajibata yang bisa mengangkut penumpang
angkutan ke kota Parapat dan lintas wilayah ke Pematang
Siantar dan Sidempuan dengan angkutan Trans Sumatera
berjenis minibus Elf atau Mitsubishi Colt L 300.
78
Membangun Kohesi Sosial
79
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
Pengamanan Lebaran Polres Simalungun melibatkan mengingat kejadian batu besar yang
Bhayangkari dan petugas medis. Personel bantuan melayani longsor tahun 2013. Petaka. Tingkat
masyarakat di sejumlah titik jalur alternatif mudik 2017. hunian hotel yang ia kelola merosot
sampai 50 persen. Padahal ia dan seluruh
yang membawa turis putar balik dan pekerja hotel sudah menyiapkan masa
tak jadi berlibur ke Danau Toba. Tingkat “emas” setiap pergantian tahun, dan
hunian hotel, anjlok. berharap tingkat hunian hotel mencapai
100 persen bahkan lebih seperti umumnya
Kekacauan lalu lintas menuju Danau menjelang libur pergantian tahun.
Toba tak berubah menjelang pergantian
tahun 2016-2017. Antrean kendaraan Hotel Inna adalah salah satu hotel
mencapai 20-30 kilometer di Jalan tertua di kawasan Danau Toba. Awalnya,
Pematang Siantar – Parapat. Butuh waktu bangunan yang didirikan tahun 1911 itu
delapan jam sampai ke Danau Toba dari digunakan sebagai penginapan para
Kota Pematang Siantar. penginjil. Halaman belakang hotel
memiliki pantai berpasir putih dan
Asisten front office manager Hotel
Inna, Harlen Manurung, menepuk jidat
80
Membangun Kohesi Sosial
pemandangan balkon yang sempurna ke Beberapa ruas jalan di kawasan Huta Bayu, Bosar Maligas
teluk Danau Toba. Hamparan perbukitan rusak parah akibat mobilitas truk pengangkut sawit yang
dengan air danau yang biru bisa dinikmati hilir mudi setiap hari. Foto diambil pertengahan Mei 2017.
sambil sarapan.
Toba kembali menurun seperti masa krisis
Duty Manager Hotel Niagara, Halomon moneter.
Manurung, menjadi sasaran keluhan para
pengunjung hotel yang datang karena lelah Rata-rata pebisnis hotel di Danau
menghabiskan waktu dalam kemacetan Toba selalu mengingat krisis moneter
panjang. Tak ada yang bisa ia lakukan sebagai masa kelam. Tahun 1996-1997,
selain mendengarkan mereka dengan dan puncaknya tahun 1998 adalah masa di
senyum. mana turis asing perlahan menghilang.
Kedua pria tua tadi khawatir Danau Kerusuhan yang terjadi di tahun 1998
Toba tak lagi menarik bagi turis lokal yang kemudian diikuti tumbangnya Rezim
akibat kemacetan yang kian parah setiap Soeharto, membuat sejumlah negara
hari besar. Mereka takut wisata Danau mengumumkan larangan kunjungan wisata
ke Indonesia. Padahal di awal 1990-an,
81
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
82
Membangun Kohesi Sosial
Pohon-pohon eukaliptus berjejer disepanjang jalan
alternatif Siantar-Parapat. Jalan ini jadi andalan ketika jalan
utama Siantar-Parapat macet setiap musim liburan panjang.
Jalan ini tadinya hanya diakses PT Toba Pulp Lestari, tapi
kemudian dibuka untuk umum.
83
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
Patung Selamat Datang di Kabupaten
Simalungun, berlokasi di Pantai Bebas Parapat.
Patung pasangan suku Batak Simalungun
berpakaian tradisional adat Simalungun
dibangun bersamaan dengan pemugaran area
Pantai Bebas, 2015. Lokasinya berjarak puluhan
meter dari Markas Kepolisian Sektor Parapat,
yang berada tepat di pintu masuk kawasan
84 wisata Danau Toba di Parapat.
Membangun Kohesi Sosial
bisnis wisata di kawasan Danau Toba di area PT Toba Pulp Lestari. Jalan ini
mencapai puncak keemasan. Jumlah turis membelah hutan produksi PT Toba Pulp
asing mendominasi. Danau Toba seperti Lestari yang mayoritas ditanami pohon
tak kenal hari istirahat. Setiap hari ratusan eukaliptus, bahan untuk membuat kertas.
turis datang dan pergi. Tingkat hunian Konturnya berkelok, elok, naik dan turun.
hotel rata-rata mencapai 70 persen. Mengasyikkan. Jika jalan ini diperbaiki,
maka kawasan ini akan berpotensi menjadi
Di tahun 2016, Presiden Joko Widodo kawasan rekreasi baru.
mulai sering mengunjungi Danau Toba
dan diam-diam tapi pasti, telah memicu PT Toba Pulp Lestari sudah
peningkatan kunjungan wisatawan lokal. Ia menggunakan jalan ini sejak 1992.
memilih Hotel Inna sebagai tempat ia dan Tahun 2002 jalan ini berubah status
rombongannya menginap. menjadi jalan provinsi, tapi tak maksimal
dipergunakan. Hanya truk perusahaan
Bandara Silangit yang dekat Danau kertas saja yang rutin melintas.
Toba kemudian diperbaiki. Runway
diperpanjang, terminal pun diperluas. Kini, Setelah sepekan duduk di kursi
bandara sudah bisa digunakan mendarat Kapolres, saya minta ajudan saya, Aswin,
pesawat jenis Boeing. mengantar saya ke jalan alternatif usai
saya ke gereja. Kami pun menyusur
Asisten front office manager Hotel jalan alternatif melintas jalan berlubang,
Inna, Harlen mengakui, sejak presiden dan jembatan rusak, jalan bebatuan dan tanah
rombongan sering menginap di hotelnya, yang lembek. Meski demikian, mobil
tingkat hunian hotel kembali melesat. biasa yang kami kendarai tak mengalami
hambatan berarti.
Banyak turis menginap di Hotel Inna
karena ingin mencoba ruang di mana Setelah hari itu, saya minta beberapa
presiden bermalam setiap datang ke anggota saya secara bergantian
Danau Toba. mengamati jalan tersebut selama satu
bulan. Mereka saya minta mencatat rinci
Satu-satunya masalah yang kini kondisi dan suasana jalan alternatif ini.
dihadapi adalah akses menuju Danau Hasilnya saya sampaikan kepada Kasat
Toba. Kondisi Jalan Siantar - Parapat tak Lantas Polres Simalungun, Ajun Komisaris
maksimal lagi di hari-hari besar. Perlu Sonny.
jalan alternatif.
Kami kemudian berdiskusi tentang
Ambil Risiko kemungkinan memaksimalkan penggunaan
Sejak awal menjabat sebagai Kapolres jalan alternatif ini. Sonny tidak menjawab,
Simalungun pikiran saya dipenuhi gagasan hanya dahinya saja yang mengernyit.
mengurai benang kusut kawasan Danau Matanya melotot memandangi saya
Toba. Saya lahir dan besar di Kabupaten sampai saya takut sendiri. Tapi tekad saya
Simalungun. Sebagai putra daerah, saya sudah bulat, ada akal, ada solusi.
tahun benar masalah utama Danau Toba,
yaitu masalah akses jalan ke sana. Saya kemudian meminta bantuan
kawan-kawan media memerkenalkan
Tak banyak orang yang memikirkan dan menyebarluaskan jalan alternatif ini.
jalan alternatif sepanjang 19,5 kilometer
85
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
86
Membangun Kohesi Sosial
Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan menghentikan mobilnya saat memantau
jalan alternatif menuju Danau Toba yang masih rusak, awal
September 2017. Ada kesulitan memperbaiki jalan tersebut
karena Pemkab Simalungun dan Pemprov Sumatera Utara
saling lempar tanggung jawab. Akhirnya perbaikan jalan
diserahkan ke PT Toba Pulp Lestari, perusahaan kertas
yang membuat dan menggunakan jalan tersebut selama
bertahun-tahun.
87
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
Objek wisata Pesanggrahan Bung Karno di Parapat, Girsang
Sipangan Bolon, wisata Danau Toba tampak ramai pada
awal September 2017. Tempat ini merupakan salah satu
lokasi pengasingan Soekarno. Setiap akhir pekan wisatawan
selalu ramai berkunjung ke tempat ini. Tapi saat libur
panjang kunjungan ke sini makin sulit karena akses masuk
yang sempit.
88
Membangun Kohesi Sosial
89
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
90
Membangun Kohesi Sosial
Kepada mereka saya sampaikan, saya dan
jajaran saya sudah melintas sendiri jalan
tersebut dan tidak ada hambatan berarti.
Tidak demikian dengan Kasat Lantas
Sonny. Ia masih menolak jalan memotong
hutan eukaliptus itu dinyatakan resmi
sebagai jalan alternatif. Tak masalah.
Saya cuma berharap, jika cita-cita
saya mewujudkan jalan alternatif ini
kesampaian, dia mau belajar tentang
keberanian mengambil risiko dan
tanggungjawab, dengan akal sehat.
Sebulan menjelang Hari Raya Idul
Fitri, saya bertandang ke Kantor Bupati
Simalungun, JR Saragih, rapat. Bupati
hadir beserta jajarannya. Kami duduk
melingkar.
Begitu rapat membahas soal mengurai
kemacetan, jajaran dinas perhubungan
tampak kesulitan memaparkan rencana
mengurai kemacetan. Mereka tidak
menyinggung jalan alternatif sama sekali.
Lalu tibalah giliran saya bicara.
“Tak ada cara lain mengurai kemacetan
selain membuka dan membangun jalan
alternatif di areal PT Toba Pulp Lestari. Itu
yang terbaik untuk mengurai kemacetan
lalulintas,” tegas saya. Reaksinya, semua
peserta rapat, menolak.
Bupati mengernyitkan dahi. Beberapa
asisten bupati menggelengkan kepalanya.
Kasat Lantas hanya menunduk, diam. Ia
kemudian berbisik, jalan belum siap.
Asisten 1 Kabupaten Simalungun
angkat bicara. Dia khawatir apabila jalan
Jalan raya Huta Bayu, Bosar Maligas, Simalungun,
Sumatera Utara. Jalan beraspal mulus menyusur ribuan
hektare perkebunan sawit Sei Mangke, Gunung Bayu dan
Mayang. Foto diambil awal pertengahan Mei 2017.
91
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
Tempat bersantai di kolam renang Hotel Niagara, Jalan Pembangunan
No.1, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun,
Sumatera Utara. Dari Lokasi hotel eksotis dan termegah di Parapat,
turis mancanegara dan lokal kalangan atas bisa melihat keindahan
Danau Toba. Foto diambil awal Juni 2017. Lokasi Hotel berjarak 1,8
kilometer dari tepian Danau Toba. Hotel Niagara berada di perbukitan
Girsang, di ketinggian sekitar 1.800 mdpl.
92
Membangun Kohesi Sosial
93
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
itu dipaksa dibuka, akan merepotkan begini saja pak bupati. Serahkan
pengguna jalan. Alasan yang ia sampaikan tanggungjawab ini pada saya. Biar saya
antara lain, jika ban kendaraan pecah, tanggung sendiri risikonya,” kata saya.
kendaraan akan sulit dipindahkan. Pemilik
kendaraan bakal kerepotan mencari Bupati kemudian tampak berbicara
tempat tambal ban. Alasan lain, tak ada dengan keempat asistennya. Mereka ragu
pom bensin (SPBU). Jaringan telepon dan khawatir jika mereka mengamini
selular pun sulit. Belum lagi ruas jalan rencana saya. Saya pun berbicara, “Saya
sepanjang enam kilometer masih becek akan tetap menggunakan jalur itu ketika
dan licin saat hujan. keadaan mendesak.”
Tiba giliran saya menyampaikan Kejutan
bahwa kekhawatiran mereka kurang Usai rapat, Kasat Lantas yang belum
beralasan kuat. “Kalau ban pecah kan ada pernah melintas jalan alternatif tersebut,
ban serep. Kalau kendaraan kehabisan saya ajak ke sana. Ia menyiapkan mobil
bahan bakar juga tidak terlalu merepotkan bergardan ganda, tetapi saya menolak.
pengemudi kendaraan. Kan panjang jalan “Pakai mobil biasa saja,” kata saya. Saya
hanya 19,5 kilometer. Lagipula lewat mau membuktikan pada dia, menggunakan
media massa kita bisa sampaikan agar mobil biasa saja, tetap aman.
para pengemudi mengisi penuh bahan
bakar mereka sebelum masuk jalan Usai melintas jalan alternatif tersebut,
alternatif. Bisa kita pasang papan-papan ia baru percaya dan bersemangat
pengumuman mengenai hal itu di tempat menyiapkan pembukaan jalan alternatif
yang tepat. Juga papan-papan rambu menyongsong keramaian Hari Raya
peringatan lainnya,” jelas saya. Idul Firi, 25 Juni 2017. Ia kemudian
menempatkan kendaraan derek di jalan
Soal jalan becek? “Aaah, sudahlah. alternatif tersebut, serta menyiapkan tim
Kalian terlalu manja. Presiden saja patroli bermotor.
berani membuka Jalan Tol Brexit meski
belum selesai. Jalan mudik yang melintas Karena Polres Simalungun belum
pinggiran Bekasi juga juga becek dan memiliki kendaraan derek, kami
rusak,” tegas saya. meminjam kendaraan derek ke beberapa
perusahaan di sekitar jalan alternatif.
Penjelasan saya ternyata justru Mereka senang bisa membantu kami.
memicu perdebatan yang menurut saya,
maaf, mengada-ada. Pikir saya, jalan yang Tiga pekan sebelum Idul Fitri tiba, saya
kita bahas ini bukan jalan bebas hambatan mengumpulkan seluruh pengelola hotel
seperti di Eropa yang fasilitasnya lengkap. di kawasan Danau Toba. Saya sampaikan
Ini jalan rintisan untuk mengurangi apa saja yang sudah kami siapkan
kemacetan. untuk mengamankan pembukaan jalan
alternatif. Saya kemudian meminta mereka
Karena tak sabar lagi mendengar menyosialisasi jalan alternatif ke para
bermacam pendapat panjang lebar yang tamu mereka.
menurut saya terlalu teoritis dan ideal,
saya berbicara pada bupati. “Sudahlah, Saya juga mengundang media massa,
mendesak kawan-kawan pers berulangkali
94
Membangun Kohesi Sosial
Sudut pemandangan eksotis Danau Toba dari penginapan
Danau Toba International Cottege, Jalan Nelson Purba No.4,
Parapat, Simlungun, Sumatera Utara. Foto diambil awal Juni
2017. Ciri khas hotel ini berdesain rumah Batak Simalungun,
dengan atap bangunan yang menyerupai tanduk kerbau.
Bangunan hotel ini paling mudah dikenali di kawasan wisata
Danau Toba, Parapat.
95
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
menyosialisasi jalan alternatif ini. Langkah membuat peta dan merekam jalan
ini penting untuk meyakinkan publik alternatif ini. Hasil rekaman mereka
dan menepis berita bohong mengenai unggah ke media sosial. Sebagian
jalan alternatif ini. Saya minta mereka pengelola hotel bahkan membentuk tim
memberitakan apa adanya mengenai jalan penjemput tamu hotel di jalur alternatif
alternatif ini dan memberi saran pada para tersebut.
pengguna jalan alternatif ini.
Tim ini bertugas mengantar tamu
Saya terharu ketika langkah saya ke hotel jika kendaraan yang mereka
mendapat jawaban positif para pengelola tumpangi, mogok, ban kempes, atau
hotel. Mereka membentuk tim kecil terperosok. Jadi, sementara para montir
96
Membangun Kohesi Sosial
Pemandangan Danau Toba dari Samosir Villas dan para petugas jalan raya yang kami
Resort di Desa Tuk Tuk, Pulau Samosir. Di kerahkan bekerja, para tamu bisa menuju
tepian danau, bagian belakang penginapan hotel masing-masing.
mewah ini terdapat dermaga kapal wisata
dari pelabuhan Tiga Raja, Parapat. Wisatawan Ketika waktu tiba, jalan utama menuju
yang tiba di Pulau Samosir pasti melintasi Danau Toba dilintasi kendaraan kecil dan
penginapan yang menjadi kelas wisatawan sepeda motor, sementara bus-bus dan
mancanegara ini. Tak jarang, begitu singgah kendaraan besar lainnya memanfaatkan
di Pulau Samosir, wisatawan disuguhi jalan alternatif. Hasilnya, laju kendaraan
pemandangan turis asing yang berjemur rata-rata 50-70 kilometer per jam di
di belakang penginapan. Foto diambil kedua jalan.
pertengahan Juni 2017.
Para pengelola hotel bercerita kepada
saya, para tamu hotel yang melintas jalan
alternatif merasa lebih senang melintas
jalan yang memotong kawasan hutan
eukaliptus itu. Sebab, pemandangannya
melengkapi keindahan Danau Toba.
Berikutnya tinggal bagaimana
mengaspal sisa jalan sepanjang enam
kilometer yang masih berupa tanah keras
dan berbatu. Berkali-kali saya berusaha
berkoordinasi dengan Pemerintah
Kabupaten Simalungan, dan Pemerintah
Provinsi Sumatera Utara, tapi hasilnya
nihil.
Kedua belah pihak bingung, sisa
jalan tersebut jalan provinsi atau jalan
kabupaten?
Saya kemudian mendesak pengelola
PT Toba Pulp Lestari, mengaspal sisa jalan
tersebut. Mereka menolak, saya bertindak.
Truk-truk mereka yang melintas di
jalan tersebut saya perkarakan karena
melebihi batas berat muatan. Akhirnya
mereka menyerah setelah menghitung
untung rugi. Semua senang, benang kusut
kemacetan jalan, berakhir sudah.
97
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
Pemandangan eksotis Danau Toba dilihat dari jendela Hotel
Parapat View di Jalan Sidaha Pintu No.7, Parapat, Girsang
Sipangan Bolon, Simalungun, Sumatera Utara. Foto diambil
awal Juni 2017.
98
Membangun Kohesi Sosial
Rumah adat Simalungun di ujung Jalan Sisingamangaraja,
Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Sumatera Utara.
Lokasi rumah yang masih disegani masyarakat ini berada
di sebelah kantor kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Foto
diambil awal Juni 2017.
99
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
100
Membangun Kohesi Sosial
Hotel Niagara di Jalan Pembangunan No.1. Parapat, Girsang
Sipangan Bolon, Simalungun termegah di Parapat. Foto
diambil awal Juni 2017. Lokasi Hotel berjarak 1,8 kilometer
dari tepian danau Toba. Hotel Niagara berada di perbukitan
Girsang, di ketinggian sekitar 1.800 mdpl.
101
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
102
Membangun Kohesi Sosial
Berenang di atas bukit sambil menikmati keindahan
Danau Toba dari tepian pantai Parapat, Girsang Sipangan
Bolon, Simalungun. Lokasi wisata eksotis Hotel Niagara,
di Jalan Pembangunan No.1. menjadi destinasi wisatawan
mancanegara. Foto diambil pertengahan Juni 2017.
103
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
Keindahan Danau Toba dari tepian pantai Parapat, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun terlihat
eksotis dari Hotel Niagara, Jalan Pembangunan No.1. Hotel ini termegah di Parapat. Foto diambil
awal Juni 2017. Lokasi Hotel berjarak 1,8 kilometer dari tepian danau Toba. Hotel Niagara berada di
perbukitan Girsang, di ketinggian sekitar 1.800 mdpl.
104
Membangun Kohesi Sosial
105
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
106
Membangun Kohesi Sosial
Senja di tepian Danau Toba, kawasan wisata Parapat.
Foto diambil dari pinggir Pelabuhan Tiga Raja di
belakang Pajak (Pasar) tradisional Tiga Raja, Parapat,
pertengahan Juni 2017. Menjelang gelap hari, kapal-kapal
kayu penyeberangan menuju Pulau Samosir bersandar
di dermaga Tiga Raja. Sebagian masyarakat masih
menggunakan perahu sampan pribadi untuk memancing
dan menjala ikan, atau menyeberang dari Parapat ke Pulau
Samosir.
107
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
Menyoal Di Parapat, Girsang Sipangan Bolon,
Penginapan Simalungun fasilitas penginapan dan hiburan
Instansi milik pemerintah mendominasi. Sekitar 60
Pemerintah persen dari total penginapan tercatat sebagai
wisma dan mes pemerintah. Pekarangan
Tujuh tahun belakangan jumlah belakangnya menjorok ke pantai Danau Toba,
wisatawan mancanegara halaman depannya menempel tepi jalan utama.
yang datang ke Parapat terus Luas tempat-tempat itu ribuan meter persegi.
menurun. Pada 2010, jumlahnya mencapai Pepohonannya rimbun.
11.839 orang. Tahun 2016, hanya 8.610
orang. Di sisi lain, menurut catatan Dinas
Pariwisata dan Kebudayaaan Kabupaten
Simalungun, jumlah wisatawan Nusantara
justru terus meningkat. Tahun 2010,
sebanyak 90.598 orang. Tahun 2016,
mencapai 134.285 orang.
Parapat yang berjarak 176 kilometer
dari Medan, sejauh ini hanya dianggap
kota persinggahan. Turis lokal dan
mancanegara enggan berlama-lama,
apalagi sampai menginap. Buruan mereka
tetap kebebasan berjemur di Pulau
Samosir. Mereka langsung menyeberang
naik kapal motor dari Pelabuhan Tiga
Raja atau Ajibata. Parapat hanya destinasi
antar-jemput bagi agen-agen travel di
Medan dan Siantar.
Saat ini, total masyarakat Girsang
Sipangan Bolon di sekitar Danau Toba
108
Membangun Kohesi Sosial
sebanyak 15. 830 jiwa. Kawasan terbagi James Siahaan, 65 persen masyarakat
menjadi tiga kelurahan; Girsang, Parapat, Girsang Sipangan Bolon, bertani. Sebagian
dan Tiga Raja. Masing-masing kelurahan besar mereka menanam kopi di desanya.
memiliki satu nagori atau desa; Sipangan Ketika kehilangan penghasilan dari
Bolon, Sibaganding, dan Sipangan Bolon pariwisata, mereka kembali ke kebun dan
Mekar. sawah.
Kata Camat Girsang Sipangan Bolon, Tidak demikian dengan masyarakat
109
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
Bangunan mes utama di Wisma Bhayangakara, Jalan
Talun Sungkit No.17, Parapat, Girsang Sipangan Bolon,
Simalungun, Sumatera Utara. Mes utama berlantai dua,
bangunan megah ini tidak lagi terawat sejak renovasi
terakhir tahun 1982.
110
Membangun Kohesi Sosial
111
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
Samosir. “Di Samosir hanya pariwisata terakomodir, sehingga tidak menyumbang
yang menjadi andalan. Sebab, tanah di PAD (pendapatan asli daerah) ke
pulau itu kurang subur. Mereka menjaga pemerintah. Data sementara yang berijin
industri wisata mereka dengan baik baru sekitar 30 hotel dan wisma. “Karena
karena hanya di sektor itu andalan nafkah ada bagian perijinan yang mengurus,
mereka,” kata James. sejauh ini kami belum pernah menerima
laporan lebih lanjut,” kata Ester saat
Di Parapat, fasilitas penginapan dan ditemui awal Juni 2017.
hiburan milik pemerintah mendominasi.
Sekitar 60 persen dari total penginapan Kapolsek Parapat, Ajun Komisaris
tercatat sebagai wisma dan mes Polisi Hitler Sihombing mengatakan,
pemerintah. Pekarangan belakangnya apa yang sudah dilakukan Kapolres
menjorok ke pantai, halaman depannya Simalungun dengan memelopori jalan
menempel tepi jalan utama. Luas alternatif adalah usaha maksimal polisi
tempat-tempat itu ribuan meter persegi. ikut mendorong usaha pariwisata di
Pepohonannya rimbun. sekitar Danau Toba. Selebihnya tinggal
menyangkut masalah keamanan,
Mes TNI ada tiga lokasi, mes PTPN ketertiban, dan perkara tindak pidana
ada 12 lokasi. Mes BUMN semuanya lainnya.
ada. Mes provinsi juga banyak. “Itu di
lokasi strategis semua. Mes itu tidak bisa Hitler bangga, sampai sekarang
dikomersilkan. Sekarang kita kekurangan jajarannya mampu mengelola itu semua.
lokasi membangun spot wisata yang Hasilnya, meski sebagian kawasan saat
bagus,” keluh James. malam hari masih gelap dan sepi, tetapi
aman dari jambret, copet, atau pencuri
Ketika wisatawan berdatangan, mau sepeda motor. “Kunci memelihara dan
ditempatkan di mana lagi? Tak ada tempat mempertahankan kondisi aman ini adalah
mereka untuk bermalam. Seperti yang dengan membangun kemitraan dengan
sudah-sudah, tarif penginapan bisa naik masyarakat,” tegas Hitler.
3-10 kali lipat saat liburan besar Tahun
Baru, Natal dan Lebaran. Sebelum dan Untuk mempercepat proses penegakan
sesudah momen tahunan itu, seluruh hukum di wilayahnya, ia mengambil
kamar sudah terpesan. langkah mendapatkan kesaksian tindak
pidana yang tidak harus dilakukan di
Sasaran tempat menginap wisatawan kantor polisi. “Sering anggota kami
yang membludak biasanya adalah rumah mendatangi rumah orang yang berperkara
warga (guest house). “Tapi, harga juga agar persoalan cepat tuntas dan mendapat
sudah pasti tinggi, mereka pasang tarif solusi terbaik,” tutur Hitler.
suka-suka, asal tidak lebih dari harga
kamar hotel,” kata James.
Kepala Bidang Pengembangan
Pariwisata, Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten Simalungun,
Ester Tambunan menuturkan, banyak
penginapan di Parapat yang belum
112
BAB II
Meretas
Narkoba
113
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
SPIOLLASUEKKAHEAN 145 Km KAHEAN
PROAYLASEKKAHEAN 57 Km SILAU
KAHEAN
RAYA
DPOOLLSOEKKSILAU 70 Km DOLOK
SILAU
PSAORLSIBEUK DOLOK 50 Km SARIBU POLRES
DOLOK
Pintu Masuk Narkoba PURBA PEMATANG RAYA
dari Aceh - Tanah Karo
PANEI
TONGAH
SIDAMAD.NPIAKRDAMEAN
PPOULRSBEAK 22 Km D. PANR BALATA
PPAONLSEEIKTONGAH 12 Km 28 Km PARAPAT
80 Km
45 Km
SPIODLASMEKANIK POLSEK
POLSEK PARAPAT
D. PARDAMEAN
114
50 Km POLSEK 85 Km POLSEK
SERBELAWAN PERDAGANGAN
Pintu Masuk Narkoba Pintu Masuk Narkoba
dari Medan dari Tanjung Balai - Batubara
PERDAGANGAN 100 Km BPOOLSSAERKMALIGAS
Pintu Masuk Narkoba
dari Tanjung Balai - Batubara
SERBELAWAN BOSAR Catatan:
MALIGAS KM = Jarak antara Polsek ke Polres.
BANGUN 43 Km BPOANLSGEUKN
HUTA
BAYU RAJA
RIBUAN 45 Km BPOALLASETKA 3 Km POLSEK
RPEAMYAATANG
TANAH
JAWA
52 Km 55 Km
POLSEK POLSEKTA
D. PANRIBUAN TANAH JAWA
115
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut Liberty Panjaitan mengamankan tujuh tersangka sindikat
Narkoba, tiga di antaranya satu keluarga (ayah dan dua anak). Ia menjelaskan hal itu pada acara jumpa pers
di Asrama Polisi Jalan Sangnawaluh Pematangsiantar, Selasa (20/6/2017). Dari penangkapan itu petugas
mengamankan dua ons sabu, 10 kartu ATM, slip setoran tunai BCA 65 lembar senilai Rp492.410.000, buku
tabungan BCA bersaldo Rp131.180.000, Buku Tabungan Mandiri dan BRI, satu unit sepeda motor Honda Beat, dan
satu unit telepon genggam.
116
Meretas Narkoba
117
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
Pramusaji
Kafe
Ruang sidang anak Pengadilan Kapolres Simalungan Ajun Komisaris Besar
Simalungun, Sumatera Utara di Marudut Liberty Panjaitan mengadakan jumpa
gelar pada Kamis (24/8/2017). pers dalam kasus yang diungkap sejak 4 hingga
Di tengah ruang sidang tertutup, seorang 18 April 2017. Dalam dua pekan penangkapan
anak perempuan berambut panjang tersebut, polisi menetapkan 24 tersangka dari
berusia 15 tahun menangis setelah hakim 16 perkara kasus narkotika. Selama itu mereka
memonis dirinya penjara enam bulan. mengamankan 9,03 gram sabu, 28 butir
ekstasi, 16,68 gram ganja, dan uang senilai
Setelah lulus SMP di Kota Bandar Rp6.756.500, lima unit sepeda motor, 10
Lampung, remaja putri itu terpaksa telepon genggam, serta 10 bong.
bekerja untuk menghidupi dan
menyekolahkan tiga adiknya. Kedua
orangtuanya, miskin. Nelly (30)
tetangganya kemudian mengajaknya
bekerja sebagai pramusaji di satu kafe di
Simalungun dengan upah Rp3 juta sebulan.
Keduanya berangkat. Beberapa
kali mereka pindah menumpang truk
menempuh perjalanan Bandar Lampung –
Simalungun, selama sepekan. Sesampainya
di tujuan, Nelly mengingatkan remaja
putri itu agar mengaku sudah berusia 17
tahun sehingga ia bisa diterima bekerja.
Nelly juga mengingatkan agar tidak mudah
terbuka pada setiap orang.
118
Meretas Narkoba
Tak seperti yang dibayangkan remaja itu tentu saja tak cukup. Apalagi untuk
putri itu, apa yang disebut Nelly sebagai membantu hidup dan sekolah ketiga
kafe itu ternyata cuma gubuk kayu dengan adiknya di kampung halaman.
dentuman musik dangdut. Ia tambah
kecewa karena kafe itu tak lain adalah Maklum, ia hanya bekerja sebagai
lokalisasi terselubung. pemandu lagu saja, dan tak mau menjadi
pekerja seks komersial (PSK). Ia akan
Dengan berat hati, remaja putri itu mendapatkan uang Rp3 juta setiap bulan
mengarungi dunia gelap kafe. Setiap jika ia mau menjadi PSK seperti dijanjikan
malam, dari melepas botol bir ke para Nelly.
tamu, ia mendapatkan uang Rp15 ribu
sampai Rp30 ribu. Pendapatan sebesar Keteguhan sikap dan kemiskinan
yang mendera remaja putri ini, akhirnya
119
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
120
Meretas Narkoba
Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut Liberty Panjaitan menangkap satu keluarga bandar
Narkoba jaringan Lembaga Permasyarakatan Tanjung Gusta, Kota Medan, Selasa (20/6/2017). Dalam perkara
ini polisi menetapkan tiga tersangka, yaitu ayahnya, Fransiskus Sianipar, dan dua anaknya Leo Sianipar, serta
Brando Sianipar. Dari ketiga pelaku diamankan tujuh kartu ATM atas nama Fransiskus Sianipar, Leo Sianipar,
dan Brando Sianipar, slip setoran tunai BCA 61 lembar senilai Rp492.410.000, Buku Tabungan Tahapan BCA atas
nama Brando Sianipar dengan saldo Rp131.180.000, dan Buku Tabungan Mandiri, serta BRI atas nama Fransiskus
Sianipar, satu unit sepeda motor Honda Beat dan satu telepon genggam milik Fransiskus.
121
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
terendus seorang pengecer sabu. Sang
pengecer menawarkan menjual sepaket
sabu beratnya sekitar 0,25 gram dengan
harga Rp250.000. Dari jumlah tersebut,
remaja putri ini mendapat Rp50.000.
Meski awalnya ia menolak, tetapi
akhirnya, “Apa boleh buat”. Pendapatan dia
pun lekas melesat. Dari hanya maksimal
Rp30 ribu semalam, menjadi Rp250 ribu
setiap hari.
HPiasmtodladni Pinggang Seorang pelaku berinisial DL (16), ditangkap
Sang remaja putri tidak tahu bahwa polisi dari Barak Huta III, lokalisasi Bukit
peredaran sabu di kawasan lokalisasi Bukit Maranggi, Purba, Simalungun, Sabtu
Maranggi ini mulai tercium polisi sampai (22/7/2017). Dari tangan gadis itu petugas
akhirnya ke telinga saya. Kapolsek Bangun, menyita sepaket sabu seberat 0,3 gram yang
Ajun Komisaris JR Sinaga, terkejut saat biasa dijual DL kepada pelanggannya.
saya menyampaikan hal ini.
anggota lebih banyak, para pria tadi
Saya minta Kapolsek segera memberi jalan.
membersihkan kawasan itu dari Narkoba.
Kamar si remaja putri pun digeledah.
Brigadir Hamdan Siregar dan Brigadir Ia tak menjawab ketika ditanya, mengapa
Kepala Indo R. Siahaan kemudian datang dia lari saat dua tamu itu datang. Kedua
ke lokalisasi, menyamar sebagai pria polisi akhirnya menemukan sabu di sela
hidung belang. ventilasi kamar.
Di hari ketiga di sana, Hamdan masuk Remaja putri tak bisa mengelak lagi.
barak Balam Huta III, di mana si remaja Ia mengaku mendapat sabu dari salah
putri tinggal. Hamdan heran dengan seorang pria di situ. Di antar kedua polisi,
sikap gadis pramusaji ini. Tak seperti ia kemudian menunjuk salah satu pos di
perempuan lain yang cepat merayu dan ujung Bukit Maranggi. Melihat dua pria
menyandar ke bahu para tamu pria, si mencurigakan menghampiri dirinya, si
gadis justru memilih menjauh. Saat ia pengedar sabu kabur.
membawa nampan, ia melihat pistol yang
terselip di pinggang Hamdan. Ia ketakutan. Aksi saling kejar pun sampai ke tepian
Nampan jatuh. Ia berlari masuk kamar. rawa, masuk perkebunan sawit. Di sana,
pria buruan itu menghilang bersama
Hamdan, Indo, kepala dusun dan menghilangnya letusan tembakan kedua
pemilik kafe datang menuju kamar si polisi.
remaja putri. Beberapa pria yang melihat
kedatangan kedua polisi, berusaha
menghalangi mereka. Tetapi setelah
Hamdan mengancam akan membawa
122
Meretas Narkoba
Guru Honorer control setelah para tersangka menerima
SMK barang,” ujar Anderson.
Keinginan Indra Saputra Tiga tersangka lainnya, Dendi Kusuma
Manik (36) menjadi pegawai (25), Samuel Napitupulu (29), dan Frengki
negeri pupus setelah anggota Simanjutak (23), juga ditangkap di
Polsek Tanah Jawa, Polres Simalungun, kamar kontrakannya di Jalan Mataram
menangkapnya. Ia ditangkap saat naik I, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar
angkot di Jalan KM-7 Kelurahan Tambun Barat, Kota Pematang Siantar. Ketiganya
Nambolon, Kecamatan Siantar Martoba, ditangkap beberapa jam sebelum Indra
Kota Pematang Siantar, Jumat (9/6/2017). dicokok.
Pria yang kala itu berprofesi sebagai Lapas Tanjung Asahan
guru honorer satu sekolah menengah Tentang Oca, Anderson menjelaskan,
kejuruan swasta itu didapati menyimpan tersangka hidup bersama ibunya yang
14 paket sabu kristal beserta bong lumpuh dan membutuhkan biaya
di kontrakannya, tak jauh dari lokasi perawatan rutin. Keduanya hidup dalam
penangkapan. Sejak sebulan sebelum kemiskinan. Oca mulai menjual sabu
ditangkap, Indra dan Nur Ahmad (23) setelah bertemu dengan Tanggung Boru
menjadi pengecer sabu jaringan Risma Marpaung atau Mak Icat, di Lapas Tanjung
Dahlima Tampubolon (34). Asahan.
Kapolsek Tanah Jawa, Komisaris Setiap menjual segram sabu, ia bisa
Anderson Siringoringo mengatakan, mendapat untung Rp300 ribu. Mak
Indra dan Nur tercium sering mengambil Icat kemudian mengenalkan Oca pada
sabu dari Oca seberat lima gram setiap Muhammad Naim dan Herlan Muna.
pekan. Sabu kemudian dibagi dalam paket Keduanya adalah Bandar Narkoba di
paket kecil oleh Indra dan Nur. “Kami Medan. Dari jaringan ini, polisi menyita
mengungkapkan melalui pola delivery 200 gram sabu yang tersimpan dalam
ratusan paket sabu.
123
Polres Simalungun MMEENUJU PERUBAHAN
124
Meretas Narkoba
Kantor Polsek Tanah Jawa, Polres Simalungun, Sumetera
Utara. Di tempat ini, sejumlah tahanan Narkoba diringkus,
ratusan kilogram ganja disita.
125
Polres Simalungun MENUJU PERUBAHAN
Kapolres Simalungun, Ajun Komisaris Besar Marudut
Liberty Panjaitan memperlihatkan satu tanaman ganja
segar terbungkus koran dalam jumpa pers pengungkapan
kasus penemuan ganja pada Senin (15/7/2017). Dalam kasus
sembilan batang ganja itu petugas menangkap petani ganja
Aan Anwar dan rekannya Hotma lima hari sebelumnya, di
kawasan Polsek Panei Tongah.
126