The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tugas Akhir Biologi: Portofolio
Patricia Maulina
XI IPA 5

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by patriciamaulina0105, 2021-06-14 03:04:57

Tugas Akhir Portofolio Biologi

Tugas Akhir Biologi: Portofolio
Patricia Maulina
XI IPA 5

Keywords: Portofolio Biologi

BAB VI

SISTEM PENCERNAAN

6.1 Jurnal Belajar

JURNAL BELAJAR 1

Pada awal pertemuan Biologi dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Januari 2021 melalui
google meet. Pada pertemuan hari ini sedikit terlambat karena Bu Puspa belum membagikan
link pada kelas kami. Ibu Puspa lalu menceritakan bahwa jaringan internet yang Ibu Puspa pakai
mengalami beberapa gangguan karena Ibu Puspa berada di sekolah dan jaringan internet di
sekolah memang sedikit agak lambat karena dipakai banyak orang. Gangguan internet tersebut
mengakibatkan Ibu Puspa mengalami kesulitan mengizinkan siswa-siswi yang belum datang
untuk join ke pertemuan. Selang beberapa lama kemudian, setelah jumlah siswa-siswi lengkap.

Dikarenakan masih banyak yang offcam atau tidak menyalakan kamera selama kegiatan
pembelajaran, Ibu Puspa menyuruh siswa-siswi untuk opencam, karena opencam merupakan
salah satu syarat kehadiran siswa-siswi yang mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring.
Pembelajaran pun dimulai dengan Juan mengajukan diri untuk membagikan layar (sharescreen)
dan menampilkan PowerPoint mengenai Sistem Pencernaan Makanan dan Ibu Puspa
mengizinkannya.

Ibu Puspa menjelaskan bahwa ada dua pokok hal penting yang dipelajari dalam bab 6 ini,
yakni mengenai makanan dan proses dalam sistem pencernaan makanan. Ibu Puspa kemudian
menanyakan apa itu makanan. Oasis pun menjawab bahwa makanan merupakan zat atau hal
yang baik bagi tubuh dan Aldian juga menjawab bahwa makanan merupakan nutrisi yang
diperlukan oleh tubuh.

Ibu Puspa mengingatkan siswa-siswi bahwa makanan yang dirasa tidak berguna bagi
tubuh untuk lebih baik tidak dimakan. Kebutuhan makanan bagi setiap orang berbeda-beda satu
sama lain. Ibu Puspa kemudian menjelaskan mengenai istilah-istilah dalam ilmu gizi yang telah
dipaparkan di PowerPoint yang telah ditampilkan. Ibu Puspa menjelaskan bahwa status gizi
harus memiliki keseimbangan antara makanan yang masuk dengan makanan yang keluar.

96

Setelah itu, Ibu Puspa menanyakan mengenai syarat makanan kepada siswa – siswi,
Engeline pun mengajukan diri untuk menjelaskan dan menyebutkan apa saja syarat makanan,
Engeline menyebutkan syarat-syarat makanan yang telah ditampilkan di PowerPoint sembari
menjelaskannya dengan bahasanya sendiri. Point point penting dari penjelasan engeline
mengenai syarat makanan yaitu makanan harus mudah dicerna, higienis, makanan mengandung
zat gizi (nutrisi) dengan jumlah yang cukup, dan makanan harus mengandung kalori dengan
jumlah yang mencukupi kebutuhan tubuh . Ibu Puspa lalu menambahkan bahwa makanan
dimasak agar bakteri yang terdapat pada makanan tersebut hilang. Seperti contohnya pada saat
kita merebus air, setelah air mendidih kita bisa menunggu beberapa menit untuk memastikan
kuman dan bakteri di dalam air tersebut benar benar mati, beda halnya saat kita memasak
sayuran , setelah mendidih kita harus langsung mengangkat agar zat zat yang terdapat disayur
tidak hilang atau terikut bersama air yang dimasak.Sanitasi makanan, peralatan dan lingkungan
tempat kita makan juga harus bersih.

Selanjutnya, Ibu Puspa menunjuk siswa untuk menjelaskan apa saja fungsi makanan.
Jesen kemudian mengajukan diri untuk menjelaskan dan Ibu Puspa mengizinkannya. Jesen
menyebutkan fungsi-fungsi makanan yang telah ditampilkan di PowerPoint sembari
menjelaskannya dengan bahasanya sendiri. Setelah itu, Ibu Puspa menjelaskan dan mengulang
kembali apa saja yang sudah dibahas pada pertemuan Biologi hari ini, Ibu Puspa menjelaskan
bahwa zat-zat makanan ada 6, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.

Selanjutnya, Ibu Puspa mempersilahkan siswa-siswi yang ingin menjelaskan keenam zat
tersebut satu persatu. Dimulai dari Dwi, mengajukan diri untuk menjelaskan mengenai
karbohidrat. Lalu, Rania mengajukan diri untuk menjelaskan mengenai protein. Terakhir, Thezar
mengajukan diri untuk menjelaskan mengenai lemak. Setiap penjelasan mereka selesai, Ibu
Puspa menjelaskan kembali dan menambahkan pengetahuan lebih tentang hal yang sedang
dibahas tersebut. Pembelajaran Biologi selesai karena jam pelajaran sudah habis. Bu Puspa pun
menutup pertemuan dan pembelajaranpun selesai.

97

JURNAL BELAJAR 2

Pembelajaran biologi dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Januari 2021. Pada pembelajaran
biologi kali ini cukup berbeda karena menggunakan microsoft teams yang mana lebih ramah
kuota. Selagi menunggu siswa yang lain masuk, Bu Puspa mengecek murid-murid yang belum
menyalakan kameranya. Bu Puspa juga memberi tugas kepada Madinah untuk membuat absen
biologi kelas XI IPA 5 agar mempercepat proses pengabsenan. Sedangkan dari XI IPA 4, Bu
Puspa menunjuk Oasis dan Oriza dikarenakan mereka belum bergabung akhirnya bu Puspa
menunjuk Raisha untuk membuat absen.

Pada awal pembelajaran Bu Puspa mereview 6 zat makanan, dan dibawab oleh dwi, dwi
menyebutkan bahwa 6 zat tersebut antara lain u karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral,
dan air. Bu Puspa bertanya terakhir kami sampai dimana dan dijawab protein. Bu Puspa
menjelaskan mengenai vitamin. Di vitamin, yang perlu kami hapal dan tahu adalah vitamin yang
larut dalam lemak yaitu vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K, sedangkan vitamin
yang larut dalam air yaitu vitamin B Kompleks ( B1, B2, B3, B4, B5, B6, B11, B12), vitamin H,
dan vitamin C. Setelah vitamin, dilanjutkan mineral Bu Puspa pun menyuruh salah satu siswa
untuk membaca materi mineral yang akhirnya dijelaskan oleh Adastra.

Bu puspa pun menambahkan bahwa mineral dikelompokkan menjadi 2 yaitu mineral
makro, diperlukan tubuh dalam jumlah banyak. Sedangkan yang kedua mineral mikro, mineral
yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit. Terakhir, Aurel ditunjuk oleh Bu Puspa untuk
menjelaskan tentang fungsi air. Kemudian, Bu Puspa memberikan tugas portofolio 1a, yang
berisi syarat makanan, fungsi makanan, dan tabel komponen zat makanan yang mana kolomnya
terdiri dari nomor, nama zat, fungsi, sumber makanan, dan pengelompokannya.

98

Setelah selesai mengenai makanan, Bu Puspa melanjutkan ke organ pencernaan makanan.
Bu Puspa meminta salah satu dari kami untuk menyebutkan 10 organ pencernaan, yang dijawab
oleh Candyle yaitu mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus yang terbagi menjadi
duodenum, jejenum, dan ilemu, dilanjut ke usus besar, rektum, dan anus.

Setelah itu Bu Puspa bertanya organ perncernaan apa saja yang berperan di pencernaan
namun tidak dilewati makanan. Aaliyah pun menjawab pankreas, hati, dan juga empedu. Bu
Puspa pun membenarkan dan mulai masuk lebih dalam ke tiap organ.Dimulai dari mulut.
Kemudian, Albert dengan sukarela mencoba untuk menjelaskan tentang bagian mulut yang
dilengkapi oleh Rania dan dijelaskan ulang oleh Bu Puspa.

Selanjutnya, Bu Puspa kembali bertanya ke kami darimana asalnya saliva. Aaliyahpun
menjawab bahwa saliva berasal dari kelenjar saliva, dimana terbagi menjadi tiga pasang, yaitu
kelenjar parotid, kelenjar submandibula, dan kelenjar sublingual. Bu Puspa pun membenarkan
jawaban jawaban tersebut dan menyempurnakannya. Bu Puspa juga sempat bertanya berapa
banyak kita harus mengunyah makanan, dimana dijawab bervariasi mulai dari 32-35. Bu Puspa
membenarkan bahwa makanan harus dikunyah sebanyak 30an agar bisa halus dan masuk ke
dalam kerongkongan.

Kami pun masuk pada bagian kerongkongan. Juan menjelaskan mengenai kerongkongan.
Bu Puspa pun menambahkan dan menjelaskan kembali mengenai kerongkongan. Kerongkongan
memiliki panjang 25 cm dan memiliki gerakan peristaltik. Bu Puspa bertanya apakah gerakan
peristaltik terjadi terus menerus, dan dijawab iya oleh Aaliyah. Bu Puspa pun memberikan tugas
portofolio 1b yaitu tabel pencernaan makanan yang terdiri dari nomor, organ pencernaan, proses
yang terjadi, dan gambar organ. Bu Puspa meminta kami untuk menjelaskan singkat dan padat.
Pembelajaran Biologi berakhir karena sudah ditunggu oleh Pak Win, Bu Puspa menutup daring
dan pembelajaran selesai pada pukul 11.00.

99

JURNAL BELAJAR 3

Pembelajaran daring biologi dilakukan pada hari Jum’at, 15 januari 2021 melalui google
meet. Bu Puspa menunggu siswa –siswi masuk kedalam meet, setelah menunggu beberapa lama,
Bu Puspa bertanya kepada Raisya dan Madinah siapa saja yang belum hadir di meet. Dan mereka
pun masih mengecek siswa – siswi nya. Sambil menunggu absensi, Bu Puspa meminta kami
untuk membuka kamera selama di meet sebagai bukti kedisplinan dan syarat pembelajaran
daring yang baik. Bila tidak menyala,Bu Puspa menyuruh untuk meninggalkan meet dan akan
dianggap tidak hadir.

Setelah itu, Bu Puspa memulai pembelajaran dengan meminta salah satu dari kami untuk
membaca jurnal. Bu Puspa menunjuk Fajar Hamdan untuk membaca jurnal pada hari rabu,
namun ia belum selesai sehingga Bu Puspa meminta Fawwaz untuk membacakannya, Fawwaz
mengatakan bahwa dia sudah selesai mengerjakannya tetapi sekarang dia sedang berada
disekolah untuk menemui Pak Nafiq sehingga dia tidak bisa membacakan jurnalnya karena
laptopnya berada di rumah.

Selesai dari IPA 5, Bu Puspa memilih siswa dari IPA 4 untuk membacakan jurnalnya. Bu
Puspa pun memilih Salman. Salman berkata ia tidak masuk ke meet pada hari rabu dikarenakan
dia izin sehingga tidak dapat membuat jurnal. Dilanjutkan dengan Samuel, tetapi tidak ada
jawaban sama sekali saat Bu Puspa memanggil namanya. Bu Puspa pun memilih Alfonsus. Kali
ini Alfonsus menjawab dan membacakan jurnalnya. Namun di tengah-tengah, ia berhenti karena

100

belum menyusun kata-kata pada jurnalnya karena ini masih dalam cakaran. Bu Puspa
mengatakan tidak apa apa, lumayan masih ada isi dalam jurnalnya, lain kali langsung ditulis saja
agar tidak menunda nunda seperti itu. Bu Puspa pun melanjutkan dengan memilih Adastra untuk
membacakan jurnalnya. Adastra menjawab meski masih setengah karena belum selesai.

Karena yang dipilih sedari tadi murid laki laki Bu Puspa pun ingin memilih yang
perempuan, tetapi terdapat kendala yaitu internet Bu Puspa error sehingga Bu Puspa terkeluar.
Kami sempat menunggu beberapa lama hingga Bu Puspa kembali ke meet. Namun suara Bu
Puspa putus-putus, sehingga saya tidak dapat dengan jelas mendengar perkataan Bu Puspa.

Bu Puspa ingin menunjukkan ke kami video namun internet Bu Puspa sedang jelek
setelah diusahakan tetapi tetap tidak bisa. Bu Puspa pun meminta tolong kepada Aaliyah untuk
share screen videonya, tapi suara Aaliyah juga tersendat – sendat, akhirnya Aaliyah mengatakan
melalui chat di google meet bahwa dia tidak bisa melakukan share screen dikarenakan laptopnya
sering ngelag. Bu Puspa pun memakluminya. Ketika Bu Puspa ingin berkata lagi, internet Bu
Puspa terputus sehingga tidak ada suara yang terdengar.

Di akhir Bu Puspa mengingatkan kami untuk mengerjakan tugas kami dengan disiplin.
Jangan terlalu sering menunda supaya tugas tidak menumpuk. Dikarenakan internet yang
bermasalah, KBM kali ini dihentikan lebih awal dibandingkan biasanya. Karena waktu masih
tersisa kurang lebih 30 menit Bu Puspa meminta kami untuk menggunakan waktu luang ini
untuk melanjutkan tugas kami dan juga memberi tahu kami untuk masuk ke classroom yang
menggunakan akun google dari pemerintah yang diaktifkan terlebih dahulu. Pembelajaran
Biologi pun selesai dan ditutup oleh Bu Puspa.

101

6.2 Portofolio 1A

Syarat Makanan, Fungsi Makanan, Tabel Komponen Zat Makanan

A. Syarat Makanan:

• Makanan harus mudah dicerna. Sebagian besar jenis makanan harus dimasak terlebih dahulu agar
mudah dicerna, seperti daging dan ikan. Namun, beberapa jenis makanan lainnya bisa dikonsumsi
langsung dalam keadaan mentah, seperti buah – buahan dan sayuran lalapan.

• Higienis, makanan tidak mengandung bibir penyakit dan zat – zat aditif yang membahayakan
kesehatan tubuh.

• Makanan mengandung zat gizi (nutrisi) dengan jumlah yang mencukupi sesuai dengan yang
diperlukan tubuh, seperti mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, garam – garam
mineral, dan air.

• Makanan harus mengandung kalori dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan tubuh. Hal ini
sangat ditentukan oleh factor jenis kelamin, usia, berat/tinggi badan, aktivitas, dan kondisi
kesehatan seseorang.

B. Fungsi Makanan:

• Sumber energi (zat pembakar), yaitu makanan yang mengandung zat gizi lemak, protein, dan
karbohidrat. Oksidasi dari ketiga zat gizi tersebut menghasilkan energi untuk melakukan aktivitas
kehidupan.

• Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh ( zat pembangun ), yaitu makanan yang
mengandung protein, mineral, dan air. Zat tersebut diperlukan untuk membentuk sel- sel baru,
serta memelihara dan mengganti sel – sel yang rusak.

• Mengatur proses tubuh ( zat pengatur ),yaitu makanan yang mengandung protein, mineral, air,
dan vitamin. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel. Mineral dan vitamin sebagai proses
pengatur dalm proses oksidasi, fungsi saraf dan otot. Kalium dan natrium untuk menjaga
keseimbangan tekanan osmosis sel. Air sebagai pelarut zat –zat di dalam tubuh, mengatur suhu
tubuh dan berperan dalam proses ekskresi.

• Pelindung tubuh terhadap lingkungan dan bibit penyakit (zat pelindung ). Lemak dilindungi tubuh
daru udara dingin. Vitamin sebagai antioksidan yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara
bereaksi dengan radikal bebas reaktif. Protein membentuk antibody untuk pertahanan terhadap
infeksi bibit penyakit.

102

6.3 Portofolio 1B

Fungsi Makanan, Tabel Komponen Zat Makanan

NO NAMA ZAT FUNGSI SUMBER PENGELOMPOKKAN
1. Karbohidrat
• Sebagai sumber MAKANAN
energi
• Glukosa, dapat • Monosakarida,
• Pengatur
metabolism lemak ditemukan terdiri atas 1

• Menghemat protein pada sebagian gugus gula,
• Membantu buah – buahan contohnya

pengeluaran feses. terutama glukosa,

anggur. fruktosa, dan

• Fruktosa, galaktosa.

ditemukan • Disakarida,

dalam madu terdiri atas 2
dari buah – gugus gula,

buahan contohnya

sehingga sukrosa,

fruktosa laktosa, dan

disebut gula maltosa.

buah. • Polisakarida,

• Sukrosa, terdiri atas

diperoleh dari banyak gugus

tanaman tebu, gula,

bit, serta contohnya pati.

sebagian buah Ada 2 tipe,

dan sayuran. yaitu amilosa

• Laktosa, gula dan

yang amilopektin.

ditemukan

dalam susu.

• Galaktosa,

dihasilkan

melaui prose

103

pencernaan
laktosa.
• Maltosa,
ditemukan
pada biji yang
berkecambah,
dapat
terbentuk pada
proses
pembuatan bir.
• Pati,
ditemukan
pada semua
jenis biji –
bijian (jagung,
padi, dan
gandum),
kentang,
singkong,
ketela rambat,
buah – buahan
mentah, serta
sayuran seperti
kacang polong
dan buncis.
• Glikogen,
tersimpan pada
hati dan otot
hewan.
• Selulosa,
ditemukan
dalam sereal
(biji – bijian),

104

2. Lemak • Sebagai sumber sayuran, dan • Asam lemak
energi yang lebih buah – buahan. • Gliserida
efektif • Lemak hewan • Lipid kompleks
dibandingkan (gajih), berasal • Non gliserida
karbohidrat dan dari berbagai
protein. jenis hewan
(misalnya sapi,
• Perlindungan , kambing,
endapan jaringan ungags,
lemak disekitar kelinci), telur,
organ tubuh akan susu, prosuk
mempertahankan olahan susu
organ tersebut (krim,
dalam posisinya dan mentega/
melindungi dari butter, keju),
benturan. dan minyak
ikan.
• Penyekatan/ isolasi, • Lemak nabati,
jaringan subkutan contohnya
yang terdiri atas minyak zaitun,
lemak, akan minyak
mencegah tubuh kelapa,
kehilangan panas. minyak biji
kapas, dan
• Perasaan kenyang. minyak
• Ikut serta jagung.

membangun
jaringan tubuh.
• Penyedia vitamin
larut lemak.
• Menghemat protein.
• Sebagai pelumas
dan membantu
pengeluaran sisa

105

3. Protein pencernaan • Daging Berdasarkan komposisi
4. Vitamin makanan.
• Memberi kelezatan berwarna kimia:
pada makanan.
• Menghasilkan merah, • Protein
jaringan baru.
• Menggantikan contohnya sederhana
protein yang hilang.
• Pembuatan protein daging sapi, • Protein
baru dengan fungsi
khusus, misalnya kambing, atau konjugasi
enzim, hormon, dan
hemoglobin. kerbau. Berdasarkan bentuk:
• Sebagai sumber
energi. • Ikan, daging • Protein serabut
• Mengatur
keseimbangan air ungags, telur, • Protein
• Memelihara susu, kerang, globular
kenetralan tubuh dan keju.
• Pembentukan
antibodi, untuk • Kelompok
melawan bibit kacang –
penyakit.
• Mengangkut zat – kacangan dan
zat gizi.
hasil
Sebagai koenzim (bagian
dari enzim) dan pengolahannya
biokatalisator yang
mengatur proses contohnya

kedelai ( tahu

dan tempe ),

kacang hijau,

kacang merah,

dan kacang

panjang.

• Sereal

• Vitamin B1: • Vitamin yang
biji – bijian, larut dalam air

beras pecah, : vitamin B

kulit, dll kompleks (B1,

B2, B3, B4,

106

metabolisme, fungsi normal • Vitamin B2: B5, B6, B11,
tubuh, serta pertumbuhan. susu, keju, B12), vitamin
daging, hati, H, dan vitamin
roti, organ C.
hewan, • Vitamin yang
sayuran hijau larut dalam
lemak : vitamin
• Vitamin B3: A, vitamin
hati, ginjal, D,vitamin E,
ikan, daging, dan vitamin K.
ayam, dan
kacang tanah.

• Vitamin B5:
hati, ginjal,
kuning telur,
khamir,
daging, ikan,
dll

• Vitamin B6:
ikan, ayam,
hati, telur,
gandum, dll.

• Vitamin B11:
sayuran
berwarna hijau
gelap, ahti,
ginjal, khamir,
kacang –
kacangan,dll.

• Vitamin B12:
hati, ginjal,
susu, telur,
keju, dll.

107

• Vitamin H:
hati, kuning
telur, serealia,
jamur, pisang,
jeruk, dll.

• Vitamin A:
wortel,
kentang,
bayam,
papaya, telur,
keju, hati, dan
minyak ikan
kod.

• Vitamin D:
mentega,
minyak ikan,
keju, krim,
tepung susu,
dll.

• Vitamin E:
minyak
kecambah
gandum dan
biji – bijian,
daging,
ungags, dll.

• Vitamin K:
kacang buncis,
kacang
polong, kol,
dan brokoli.

108

5. Mineral • Pemelihara • Na (natrium): • Mineral makro,
6. Air keseimbangan garam dapur, diperlukan
asam-basa. kecap, tubuh dalam
margarin, dll. jumlah banyak,
• Penjaga contohnya Na,
keseimbangan ion – • Cl (klorin): Cl, K, Ca, P,
ion dalam cairan garam, Mg, dan S.
tubuh. sayuran, dan
buah – buahan • Mineral mikro,
• Kofaktor aktivitas diperlukan
enzim- enzim. • K (Kalium): tubuh dalam
kecang merah, jumlh sedikit,
• Komponen hormon kacang hijau, contohnya Fe,
dan enzim. kedelai. Zn, I , Se, Mn,
F, Cu, Cr,Mo,
• Membantu transfer • Ca (kalsium): dan Co.
zat melalui susu, keju,
membran sel. ikan, serelia, ---
dll.
• Pemelihara
kepekaan saraf dan • Fe (besi):
otot. daging ayam,
ikan, telur,
• Penyusun jaringan serelia
( misalnya Ca, P, tumbuk, dll
Mg, Fe).
• Zn (seng):
• Melarutkan dan kerang, telur,
mengangkut zat – kacang –
zat gizi, oksigen, kacangan, dll.
hormon, dan sisa –
sisa metabolisme ---
(misalnya CO2 dan
urea).

109

• Sebagai katalisator
dalam reaksi –
reaksi di dalam sel
dan organ, atau
memecah zat
makanan kompleks
menjadi lebih
sederhana.

• Sebagai pelumas
dalam persendian
tulang – tulang.

• Mengatur suhu
tubuh dengan
mendistribusikan
panas dalam tubuh
dan membuang
kelebihan panas
melalui pengeluaran
keringat.

• Air melindungi
organ tubuh,
misalnya,mata dan
jaringan saraf
sumsum tulang
belakang).

• Air merupakan
bagian dari
penyusun jaringan
tubuh.

110

6.4 Portofolio 1C

Tabel Organ Pencernaan Makanan

NO ORGAN PROSES YANG TERJADI GAMBAR

PENCERNAAN

1. Mulut Pada mulut, terjadi proses

pemecahan makanan menjadi
bagian yang lebih kecil dan

halus secara mekanik dan

kimiawi menggunakan gigi

dan enzim ptialin.

2. Faring Pada faring, membawa

makanan dari rongga mulut

menuju ke esophagus /

kerongkongan.

3. Kerongkongan Pada kerongkongan, terdapat

otot-otot yang mengatur

gerakan mendorong makanan

yang disebut gerak

peristalsis.

4. Lambung Pada lambung, pencernaan

terjadi secara kimiawi oleh

enzim renin, pepsin, lipase

dan HCl.

5. Pankreas Pada pankreas, menghasilkan

Beberapa Enzim

111

- Tripsinogen, berfungsi

untuk memecah

protein dan polipeptida

menjadi peptide yang

lebih kecil

- Kimotripsin, memiliki

fungsi yang sama

seperti tripsin

- Lipase, menghidrolisis

lemak menjadi asam

lemak dan gliserol

- Amilase, menghidrolisis

zat tepung menjadi

disakarida

Karbopeptidase,

Aminopeptidase, dan

Dipeptidase berfungsi

melanjutkan pencernaan

protein menjadi asam amino

bebas

6. Hati - Pada hati,

Menyeksekresikann

empedu untuk

mengemulsikan dan

mengabsorbsi lemak

- Menyimpan gula dalam

bentuk glikogen

- Menyintesis lemak dari

karbohidrat dan

protein

112

- Menyimpan mineral,

vitamin larut lemak,

serta toksin yang tidak

dapat diekskresikan

7. Empedu Empedu berfungsi

menyimpan cairan empedu

yang disekresikan oleh hati

yang berfungsi untuk

mengemulsikan lemak,

memperlancar kerja enzim

lipase dalam memecah lemak

dan membantu absorbsi hasil

pencernaan lemak.

8. Usus halus Pada usus halus, terjadi

proses penyerapan sari-sari

makanan. Absorpsi yang

terjadi di usus halus yaitu:

Absorpsi Karbohidrat:

- Absorpsi glukosa

terjadi bersamaan

dengan transport aktif

ion natrium

- Fruktosa ditranspor

melalui difusi

dipermudah

- Monosakarida lainnya

dapat diabsorpsi

melalui difusi

sederhana

Absorpsi Protein:

113

- Asam amino masuk ke
dalam sel-sel usus
halus melalui transpor
aktif

Absorpsi Lemak:
- Asam lemak dan
gliserol masuk ke
dalam sel usus melalui
difusi. Molekul asam
lemak kecil bergerak ke
dalam kapiler vili,
sedangkan molekul
besar akan membentuk
kilomikron masuk ke
lacteal menuju sistem
limfa dan sirkulasi
sistemik

Absorpsi Air, Mineral, dan
Vitamin:

- Air diabsorpsi secara
pasif melalui osmosis

- Vitamin larut air
diabsorpsi melalui
difusi

- Vitamin larut lemak
diabsorpsi Bersama
lemak

Absorpsi kalsium sesuai dengan
makanan dan kebutuhan tubuh

114

9. Usus besar Pada usus besar, terjadi
proses penyerapan air dan
pembusukan sisa-sisa
makanan

10. Anus Pada anus, sisa-sisa makanan

yang sudah diserap oleh

sistem pencernaan

dikeluarkan.

6.5 Laporan Uji Bahan Makanan

Laporan Praktikum Biologi Uji Bahan Makanan

Laporan Praktikum Lengkap
I. Judul :

Uji Bahan Makanan yang Mengandung Karbohidrat, Lemak, dan Protein

II. Tujuan :
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein

III. Dasar Teori:
Terdapat enam macam zat makanan yang dibutuhkan, yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral,
vitamin, dan air. Keenam zat makanan tersebut dapat kita peroleh dari berbagai bahan makanan.
Makanan biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk
memberikan tenagadana nutrisi.Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan,
makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu
kita dalam mendapatkan energi dan membantu pertumbuhan badan dan otak. Suatu bahan

115

makanandapat mengandung satu atau lebih zat makanan. Tetapi bahan makanan akan
mengandung zat makanan tertentu saja dalam jumlah yang banyak sehingga suatu bahan
makananmerupakan sumber zat makanan tertentu. Kandungan zat dalam makanan dapat
diidentifikasi suatu pengujian sederhana namun jumlah kandungan setiap zat makanandalam
bahan makanan hanya dapat diidentifikasi dengan cara yang kompleks. Adapun zat-zat makanan
yang di ujikan yaitu karbohidrat, lemak, dan protein.

KARBOHIDRAT

Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari
atom karbon, hidrogen, dan oksigen. bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari
satu molekul gula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari
molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang – cabang karbohidrat
merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan
daging hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk
hidup dalam bentuk serat fiber, seperti selulosa, pektin, serta lignin.Selain sebagai sumber
energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh,
berperan penting dalam prosesmetabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan
mengikat protein dan lemak.

AMILUM

Pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih,
tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk
menyimpan kelebihan glukosa sebagai produk fotosintesis dalam jangka panjang. hewan dan
manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting. Pati tersusun dari dua macam
karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalamkomposisi yang berbeda - beda. Amilosa
memberikan sifat keras pera sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa
memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi.

GULA (GLUKOSA)

Glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolismelipid. Karena pada sistem
saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa. Glukosa
diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan.Sebagian glukosa ini kemudian

116

langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang
menyimpannya sebagai glikogen, patihewa dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak.
Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa
pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadisumber
energi cadangan, lemak tak pernak secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan
galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang
mengkonversinya menjadi glukosa.

PROTEIN

Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari
monomer - monomer asam amino yang dihubungkan satusama lain dengan ikatan peptida.
Molekul protein mengandung karbon, hidrogen,oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta
fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam
fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi
sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan imun sebagai antibodi, sistem kendali
dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan dalam biji dan juga dalam transportasi
hara. Sebagai salah satusumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi
organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut heterotrof.

LEMAK

Lipid adalah sekelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan, atau manusia
dan memegang peranan penting dalam struktur dan fungsi sel. Lipid mempunyai sifat tidak larut
dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti eter, kloroform, aseton, dan
benzena. Lemak dan minyak merupakan bagian terbesar dan terpenting kelompok lipid, yaitu
sebagai komponen makanan utama bagi organisme hidup. Fungsi lemak Lemak atau lipid
memiliki peranan penting bagi tubuh, selain menjadi sumber energi kedua dalam tubuh, lemak
juga memiliki peran seperti sebagai bantalan penahan panas di bawah kulit, komponen struktural
dalam tubuh, dan pembawa bagi absorpsi vitamin larut lemak.

117

BIURET

Biji biuret merupakan sebuah uji kimia untuk protein dan polipeptida. Hal inididasarkan pada
pereaksi biuret, larutan biru yang mengubah violet pada kontak dengan protein, atau zat - zat
dengan ikatan peptide.

BENEDICT

Benedict adalah bahan kimia pereaksi bernama setelah seorangkimiawan Amerika, Stanley
Rossiter Benediktus. Benedict’s reagen digunakansebagai ujian bagi kehadiran mengurangi gula.
Hal Ini termasuk semua monosakarida dan disakarida , laktosa dan maltosa .

LUGOL

Lugol diperoleh dari ahli kimia dan apoteker yang berlisensi untuk mempersiapkan dan
mengeluarkan solusi Indikator ini, juga disebut noda,digunakan di berbagai bidang. Solusi ini
digunakan sebagai tes indicator keberadaan pati dalam senyawa organik, dengan yang bereaksi
dengan memutarsebuah dark blue/black.

IV. Alat dan Bahan : 11. Larutan Benedict
12. Larutan Biuret
1. Tabung reaksi 13. Kertas Koran
2. Rak tabung reaksi 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
3. Gelas ukur 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
4. Penjepit 16. Minyak goreng, mentega
5. Kaki tiga 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
6. Kawat kassa
7. Pembakar Spiritus pensil, spidol, isolasi)
8. Korek api
9. Pipet
10. Lempengan mortal

V. Cara Kerja :

a) Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.

118

6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas selama

5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila dalam

makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning
kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
dan jagung)

b) Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna menjadi
hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum karbohidrat)
dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
ubi, dan jagung)

c) Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.

d) Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.

119

VI. Hasil Pengamatan :

A. Uji Benedict

Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
No. Sebelum Setelah

dipanaskan dipanaskan

1. Roti / putih Benedict/ biru Biru Merah bata

kecoklatan tua

2. Nasi / putih Benedict/ biru Biru Biru kehijauan

tua

3. Kentang / kuning Benedict/biru Biru Kuning pucat

tua

4. Jagung / kuning Benedict/biru Biru Orange keruh

tua

5. Ubi / ungu Benedict/biru Biru Orange

tua

Sumber:

• https://www.academia.edu/9438625/LAPORAN_PRAKTIKUM_BIOLOGI_UJI_KAND

UNGAN_BAHAN_MAKANAN

• https://mithaizhasp.blogspot.com/search?q=Menguji+kandungan+glukosa%2C+protein%

2C+dan+lemak+dalam+makanan

B. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna
yang diuji/warna Iodin/coklat Biru kehitaman
1. Roti / putih
kecoklatan Iodin/coklat Biru tua
2. Nasi / putih Iodin/coklat Biru muda
3. Kentang / kuning Iodin/coklat Biru tua
4. Jagung / kuning Iodin/coklat Biru tua
5. Ubi / ungu

Sumber:

• https://www.slideshare.net/indrianidewi2/uji-zat-makanan-tugas-kapita-selekta-biologi-
sl-1

• https://www.academia.edu/31352541/Laporan_Praktikum_Uji_Makanan_Karbohidrat_Pr
otein_Lemak_dan_Glukosa

• https://id.scribd.com/doc/266098024/Laporan-GP-Kentang-Fix

120

C. Uji Biuret Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna Ungu muda
yang diuji/warna Biuret/biru Ungu muda
1. Tempe muda Ungu
Biuret/biru Ungu
2. Tahu muda Ungu
Biuret/biru
3. Susu muda
Biuret/biru
4. Telur muda
Biuret/biru
5. Kacang muda

Sumber:

• https://www.slideshare.net/DhiarrafiiBintangMat/Laporan-resmi-praktikum-biologi-uji-
makanan

• https://nurussobah1.web.ugm.ac.id/2015/01/21/laporan-biokimia-dasar-acara-susu/

D. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna setelah
No. Bahan Makanan Putih keabu - abuan ditetesi pada kertas koran
yang diuji/warna Tidak transparan
1. Roti

2. Susu Putih keabu - abuan Tidak transparan
3. Tahu Putih keabu – abuan Tidak transparan

4. Minyak goreng Putih keabu - abuan Transparan
/kuning

5. Margarin / kuning Putih keabu - abuan Transparan

Sumber :

• https://www.slideshare.net/DhiarrafiiBintangMat/Laporan-resmi-praktikum-biologi-uji-
makanan

• https://mithaizhasp.blogspot.com/search?q=Menguji+kandungan+glukosa%2C+protein%
2C+dan+lemak+dalam+Makanan

121

VII. Pembahasan :

Pada praktikum uji bahan makanan, menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui
kandungan makanan, antara lain :

A. Uji Benedict
Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada bahan
makanan. Pada uji benedict, kali ini menggunakan nasi, roti, kentang, jagung, dan ubi.
Bahan makanan tersebut akan berubah menjadi biru, hijau, kuning, orange, merah bata,
atau coklat. Perubahan warna pada bahan makanan tersebut terjadi karena raegan
benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa dimana glukosa memiliki elektron
untuk diberikan, tembaga (salah satu kandungan di reagen benedict) akan menerima
electron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna.

B. Uji Iodin
Lugol adalah reagen yang digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung
karbohidrat(amilum) atau tidak. Pada uji lugol kali ini menggunakan nasi, roti, kentang,
jagung, dan ubi. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut
mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut semakin banyak
mengandung karbohidrat.. Dari uji iodin yang kita dapatkan bahwa 5 bahan makanan
yang kita uji mengandung amilum. Berdasarkan data dari USDA, didapatkan bahwa
diantara kelima bahan makanan tersebut, roti sebagai bahan dengan karbohidrat terbesar
dan kentang sebagai bahan karbohidrat terkecil.

C. Uji Biuret
Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Pada uji biuret
kali ini, menggunakan tempe, tahu, susu, telur, dan kacang. Bila bahan makananan
mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna
ungu/ warna lembayung. Kandungan amilum dari sebuah bahan makanan dapat
dibedakan berdasarkan warna setelah dilakukan uji biuret. Dari uji biuret yang didapatkan
bahwa kelima bahan makanan tersebut mengandung protein, meski besar kandungannya
berbeda – beda tergantung dari kepekatan warna yang muncul.

D. Uji Lemak

Uji lemak menggunakan kertas Koran sebagai indikator yang digunakan dalam
mengetahui kandungan lemak pada bahan makanan yag diujikan. Pada uji lemak kali
ini, menggunakan roti, susu, tahu, minyak goreng, dan margarin. Untuk melakukan
uji lemak, sampel dioleskan pada kertas koran apabila kertas tersebut ketika
diterawang akan trasnparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.

122

Sedangkan sebaliknya apabila kertas koran tidak transparan ketika diterawang maka

bahan makanan tersebut tidak mengandung lemak, dari uji lemak yang didapatkan

bahwa dari kelima bahan makanan tersebut yang mengandung lemak hanya minyak

goreng dan margarin, sedangkan roti, susu, dan tahu tidak mengandung lemak.

Perubahan warna menjadi transparan dapat terjadi apabila kertas diolesi dengan bahan

bahan yang mengandung lemak seperti minyak karena adanya proses oksidasi lemak

pada kertas koran tersebut.

VIII. Jawaban Pertanyaan :

1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah diuji
dengan: a) Larutan benedict b) Larutan iodin/lugol?
Jawab:
a). Warna pada bahan makanan yang diuji dengan larutan benedict bermacam macam, hal itu
tergantung dari kandungan glukosa yang terkandung. Mulai dari biru kehijauan hingga merah
bata.
b). Warna bahan makanan yang diuji dengan larutan iodin / lugol adalah warna biru tua
hingga biru kehitaman. Semakin pekat warna yang dihasilkan semakin besar kandungan
amilum yang terkandung didalamnya

2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji
dengan biuret?
Jawab:
Pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji dengan biuret memiliki warna
ungu muda hingga ungu tua. Kandungan protein yang semakin besar mempengaruhi
kepekatan warna ungu yang akan muncul.

3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
Perbandingan kandungan karbohidrat dapat dilihat dari warna makanan setelah diuji Benedict,

semakin pekat warna makanan tersebut, semakin banyak juga kandungan karbohidrat yang

terdapat pada bahan makanan tersebut

4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
Perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji dilihat dari berubah
tidaknya kertas. Bila kertas saat diterawang berubah menjadi transparan, maka bahan
makanan mengandung lemak. Sebaliknya apabila kertas tidak transparan saat diterang, berarti
tidak ada kandungan lemak didalam bahan tersebut.
Dari kelima bahan makanan yang telah diuji, bahan makanan yang mengandung lemak yaitu
minyak goreng dan magarin dikarenakan kertas Koran menjadi transparan. Sedangkan bahan
makanan yang tidak mengandung lemak yaitu roti, susu, dan tahu karena kertas Koran tidak
berubah menjadi transparan.

123

5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam bentuk
monosakarida. Monosakarida dibawa aliran darah Sebagian besar menuju hati dan Sebagian
lainnya dibawa ke sel jaringan tertentu dan mengalami proses metabolisme lebih lanjut. Di
dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan gllikogen, dioksidasi
menjadi CO2 dan H2O, atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang
memerlukan. Hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah atas Bantuan hormon insulin
yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Kenaikan proses pencernaan dan penyerapan
glukosa oleh hati akan naik. Sebaliknya, jika banyak kegiatan, maka banyak energi yang
digunakan dalam kontraksi otot, sehingga kadar glukosa dalam darah menurun.

Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta
enzim-enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein,
antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksi peptidase, dan amino peptidase. Protein yang
telah dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorpsi melalui dinding usus halus dan
sampai ke pembuluh darah. Setelah diabsorpsi dan masuk ke dalam pembuluh darah, asam
amino tersebut sebagian besar langsung digunakan oleh jaringan. Sebagian lain, mengalami
proses pelepasan gugus amin (gugus yang mengandung N) di hati. Proses pelepasan gugus
amin ini dikenal dengan deaminasi protein. Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh,
sehingga kelebihan protein akan segera dibuang atau diubah menjadi zat lain. Zat sisa hasil
penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni dan zat sisa
yang tidak mengandung nitrogen akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Oksidasi 1
gram protein dapat menghasilkan energi 4 kalori. Kelebihan protein dalam tubuh dapat
mengakibatkan pembengkakan hati dan ginjal karena beban kerja organorgan tersebut lebih
berat dalam menguraikan protein dan mengeluarkannya melalui air seni.

Di dalam tubuh, lemak mengalami metabolisme. Lemak akan dihidrolisis menjadi asam
lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran
pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam empedu
membentuk senyawa, seperti sabun. Selanjutnya, senyawa tersebut akan diserap jonjot usus
dan akan terurai menjadi asam lemak dan garam empedu. Asam lemak tersebut akan bereaksi
dengan gliserol membentuk lemak. Kemudian, diangkut oleh pembuluh getah bening usus

124

menuju pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya, ke pembuluh balik bawah selangka

kiri. Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk lesitin untuk

dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol akan diubah menjadi gula

otot atau glikogen. Asam lemak akan diubah menjadi asetil koenzim.

IX. Kesimpulan :

• Untuk mengetahui kandungan gizi dalam makanan, dapat dilakukan uji bahan
makanan. Uji tersebut antara lain, uji benedict untuk menguji kandungan glukosa
pada bahan makanan, uji biuret untuk menguji kandungan protein, uji lugol /
iodine untuk menguji kandungan amilum/karbohidrat pada makanan, dan uji
lemak.

• Pada uji benedict, 5 bahan makanan yang diujikan yang mengandung glukosa
yaitu nasi, roti, jagung, kentang, dan ubi mengandung glukosa dengan besar
kandungan yang berbeda – beda.

• Pada uji iodine, bahan makanan yang mengandung karbohidrat akan berubah
warna menjadi warna biru hingga biru kehitaman. Semakin pekat warna yang
dihasilkan maka semakin besar kandungan karbohidrat didalamnya. 5 bahan
makanan yang diujikan yang mengandung karbohidrat yaitu nasi, roti, jagung,
kentang, dan ubi dengan kadar kandungan yang berbeda – beda.

• Pada uji biuret, bahan makanan yang mengandung protein akan berubah warna
menjadi ungu hingga ungu tua. Semakin pekat warna yang dihasilkan maka
semakin besar protein yang terkandung. 5 Bahan makanan yang diuji yang
mengandung protein yaitu tempe, tahu, susu, telur, dan kacang.

• Pada uji lemak yang menggunakan kertas Koran akan membuat kertas Koran
trasnparan apabila mengandung lemak. Pada 5 bahan makanan yang diuji hanya
minyak goreng dan margarin yang mengandung lemak sedangkan susu, tahu, dan
roti tidak mengandung lemak karena kertas tidak transparan saat diterawang.

X. Daftar Pustaka :

https://www.academia.edu/31352541/Laporan_Praktikum_Uji_Makanan_Karbohidrat_Protein_
Lemak_dan_Glukosa

http://eprints.walisongo.ac.id/6881/3/BAB%20II.pdf

https://www.academia.edu/9438625/LAPORAN_PRAKTIKUM_BIOLOGI_UJI_KANDUNGA
N_BAHAN_MAKANAN

https://mithaizhasp.blogspot.com/search?q=Menguji+kandungan+glukosa%2C+protein%2C+da
n+lemak+dalam+makanan
https://www.slideshare.net/indrianidewi2/uji-zat-makanan-tugas-kapita-selekta-biologi-sl-1

125

https://id.scribd.com/doc/266098024/Laporan-GP-Kentang-Fix
https://www.slideshare.net/DhiarrafiiBintangMat/Laporan-resmi-praktikum-biologi-uji-makanan
https://nurussobah1.web.ugm.ac.id/2015/01/21/laporan-biokimia-dasar-acara-susu/
Irnaningtyas. 2013. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
https://www.gurupendidikan.co.id/pengujian-zat-makanan/
https://idschool.net/smp/uji-makanan-amilum-glukosa-protein-dan-lemak/
XI. Lampiran :

126

BAB VII

SISTEM PERNAFASAN

7.1 Jurnal Belajar

JURNAL BELAJAR 1
Pembelajaran daring Biologi dilakukan pada hari Jum’at, 29 Ianuari 2021, sebelum memulai
pembelajaran Bu Puspa menyampaikan beberapa pemberitahuan kepada kami diantaranya:

• Dibutuhkan sumbangan bagi untuk korban bencana alam dan juga uang duka atas
meninggalnya dua orang tua murid dari kelas X dan kelas XI, sehingga siswa-siswi,
khususnya para pengurus kelas, diharapkan dapat melakukan diskusi mengenai barang
apa atau berapa uang yang ingin disumbangkan. Sumbangan yang dapat diberikan antara
lain yaitu baju, sembako, uang atau barang lain yang layak pakai.

• Dibutuhkan pas foto siswa 1 lembar berukuran 3×4 dengan ketentuan berpakaian abu-abu
putih (seragam sekolah pada hari Senin) tanpa almamater, dan background yang
digunakan berwarna biru.

Ibu Puspa lalu menanyakan kepada siswa-siswi apakah ada yang ingin bertanya, mengenai
pemberitahuan yang Bu Puspa berikan, karena tidak ada yang bertanya maka pembelajaran
biologi pun dimulai. Pada pembelajaran hari ini, pembelajaran Biologi memasuki bab 7 yaitu
Sistem Pernapasan. Namun sebelum itu, dilakukan terlebih dahulu refleksi atau pembahasan
mengenai ulangan harian bab sebelumnya, yaitu bab 6 mengenai Sistem Pencernaan.

Meskipun beberapa siswa-siswi di kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 ada yang mengalami
remedial, namun hal tersebut diharapkan dapat dijadikan alasan atau motivasi untuk berusaha
dan belajar lebih baik ke depannya. Karena yang remedial hanya ada segelintir orang, Ibu Puspa
mengungkapkan bahwa beliau merasa bangga atas pencapaian siswa-siswi kelas XI IPA 4 dan
XI IPA 5. Ibu Puspa kemudian memotivasi siswa-siswa agar tetap terus belajar dengan rajin. Ibu
Puspa lalu mengirimkan PPT Sistem Pernapasan di grup kelas Biologi via WhatsApp dan
mempersilahkan kepada siswa-siswi yang bersedia sharescreen dan menampilkan PPT tersebut.
Juan kemudian mengajukan diri untuk menampilkan PPT Sistem Pernapasan.

Ibu Puspa lalu mengingatkan siswa-siswi untuk menulis jurnal belajar pada hari ini. Kegiatan
pembelajaran pada hari ini dituliskan sebagai jurnal belajar 1 pada bab 7. Setelah itu, Ibu Puspa
mempersilahkan siswa-siswi yang ingin menjelaskan mengenai apa itu sistem pernapasan.
Candyle kemudian mengajukan diri dan menjelaskan bahwa bernapas adalah proses mengambil
O2 dan mengeluarkan CO2.

Selanjutnya Ibu Puspa mempersilahkan siswa-siswi lain yang ingin menyampaikan
pendapatnya mengenai sistem pernapasan, Ibu Puspa mengharapkan siswa-siswi dari kelas XI

127

IPA 5 yang menjelaskan kali ini. Albert kemudian mengajukan diri untuk menjelaskan bahwa
bernapas merupakan proses mengambil udara termasuk O2 yang kemudian diubah ke CO2 lalu
dikeluarkan. Sesudah itu, Ibu Puspa menjelaskan bahwa siswa-siswi yang aktif selama
pembelajaran KBM akan memiliki nilai yang berbeda dengan siswa-siswi yang tidak aktif.
Berdasarkan kurikulum, selama kegiatan pembelajaran berlangsung, yang banyak berbicara dan
menjelaskan seharusnya adalah siswa-siswi, bukan guru. Sehingga jika dilihat dari segi
kurikulum, guru yang menjelaskan dari awal sampai akhir pembelajaran itu salah. Kembali pada
topik pembelajaran, Ibu Puspa menjelaskan bahwa bernapas adalah proses mengambil udara
termasuk O2 yang diperlukan oleh proses dalam tubuh dan mengeluarkan CO2 sebagai zat sisa
pembuangan yang tidak diperlukan dan harus dikeluarkan dari tubuh.

Ibu Puspa selanjutnya menjabarkan lebih lanjut mengenai masing-masing fungsi sistem
pernapasan yang dipaparkan di PPT. Dimulai dari penjelasan mengenai fungsi pertama sistem
pernapasan yaitu mengambil oksigen dari atmosfer ke sel tubuh, dan yang kedua berfungsi dalam
pelepasan CO2 sel tubuh ke atmosfer. Lalu yang ketiga, sistem pernapasan berfungsi dalam
proses terjadinya keluar masuk udara yang tidak hanya terdiri atas O2 dan CO2, tetapi juga H2O
dan zat lainnya sebagai upaya mengatur suhu tubuh. Yang keempat, paru-paru yang merupakan
salah satu organ pernapasan berperan dalam mempertahankan asam basa (pH) yang harus selalu
diusahakan untuk stabil agar segala proses yang terjadi di dalam tubuh dapat berjalan lancar dan
normal. Kelima, jalur pernapasan bagian organ laring yang terdapat tonjolan jakun, epiglotis dan
pita suara berfungsi menghasilkan dan mempengaruhi suara. Keenam, pada sistem pernapasan
dari rongga hidung akan terdapat seleksi udara yang masuk agar zat yang masuk terhindar dari
kuman dan bakteri yang mungkin terikut dalam udara tersebut. Yang ketujuh, sistem pernapasan
berfungsi untuk mengeluarkan, memodifikasi, mengaktifkan, atau menginaktifkan berbagai
bahan yang mengalir melewati sirkulasi paru-paru (alveolus). Yang kedelapan, sistem
pernapasan berfungsi untuk meningkatkan aliran balik vena pembawa darah bersih CO2 dari
seluruh tubuh menuju paru-paru, yang lalu akan ditukar dengan O2.

Fungsi sistem pernapasan terakhir yang dipaparkan di PPT yakni sebagai indera penciuman
yang erat kaitannya dengan sistem saraf. Setelah selesai menjelaskan kesembilan fungsi sistem
pernapasan, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan penjelasan mengenai saluran dan organ
pernapasan pada manusia ditinjau dari gambar. Ibu Puspa kemudian mempersilahkan siswa-siswi
yang ingin menjelaskannya. Madinah mengajukan diri untuk menjelaskan namun karena belum
terlalu menyiapkan kalimat yang akan dikatakan, maka Ibu Puspa mempersilahkan siswa-siswi
yang lain untuk menjelaskan. Nadia kemudian mengajukan diri dan menjelaskan mengenai
bagianbagian organ pernapasan pada manusia berdasarkan gambar yang ditampilkan di PPT.

Selanjutnya membahas mengenai alat pernapasan yang dimulai dari hidung. Ibu Puspa
selanjutnya menunjuk Juan selaku ketua kelas XI IPA 4 untuk menjelaskan salah satu alat
pernapasan yakni hidung. Setelah Juan selesai menjelaskan, Sakhi selaku ketua kelas XI IPA 5
ditunjuk Ibu Puspa untuk menjelaskan kembali fungsi hidung yang telah dibacakan oleh Juan
tadi. Karena Sakhi tidak kunjung menjawab, maka Ibu Puspa menunjuk Boeih selaku wakil
ketua kelas XI IPA 5 untuk menggantikan Sakhi. Setelah Boeih selesai menjelaskan, Ibu Puspa
menjelaskan lebih lanjut mengenai alat pernapasan berupa hidung tersebut.

128

Berdasarkan PPT yang dipaparkan, fungsi alat pernapasan hidung yaitu diantaranya
menyaring partikel, melembabkan dan menghangatkan udara yang masuk, mematikan kuman
dan sebagai indera penciuman. Ibu Puspa mengatakan bahwa di rongga hidung terdapat proses
yang harus dihadapi sebelum akhirnya udara masuk ke dalam tubuh.

Selanjutnya karena waktu pembelajaran Biologi sudah habis, Ibu Puspa menanyakan siswa-
siswi apakah ada yang ingin bertanya. Karena tidak ada yang ingin bertanya, Ibu Puspa
melakukan refleksi pembelajaran Biologi yang telah dilakukan pada hari ini. Sebelum itu, Ibu
Puspa mengingatkan siswa-siswi untuk mempelajari materi yang telah dibagikan di grup kelas
Biologi via WhatsApp. Ibu Puspa menjelaskan bahwa hari ini kita sudah membahas mengenai
fungsi sistem pernapasan yang berjumlah 9, organ atau alat pernapasan serta proses pernapasan
secara singkat disertai fungsinya. Kegiatan pembelajaran pada hari ini berjalan dengan baik,
semua siswa-siswi hadir. Namun terdapat beberapa kekurangan antara lain ada siswa-siswi yang
terlambat memasuki pertemuan dan kebanyakan siswa-siswi belum disiplin dan cenderung
bersikap pasif karena harus dipaksa atau diancam terlebih dahulu sebelum menjawab. Pada akhir
pertemuan Biologi pada hari ini yakni hari Jum’at, 29 Januari 2021, Ibu Puspa mengingatkan
siswa-siswi untuk senantiasa memakai masker ketika bepergian, mencuci tangan, dan menjaga
jarak. Pertemuan pun ditutup.

JURNAL BELAJAR 2
Pembelajaran daring biologi dilaksanakan pada hari Jumat, 03 Februari 2021. Pada
pertemuan hari saya izin tidak masuk pada pembelajaran hari ini, karena kakek saya meninggal.
Saya sempat bertanya kepada teman saya apa yang dilakukan pada pembelajaran hariitu. Dan
teman saya mengatakan bahwa pembelajaran hari ini melanjutkan materi sebelumnya yaitu
sistem pernafasan. Saya pun, membaca PPT yang diberikan Bu Puspa untuk mengejar
ketertinggalan saya.

129

JURNAL BELAJAR 3

Pembelajaran daring biologi dimulai pada hari Jumat, 5 Februari 2021. Pembelajaran hari
ini cukup terlambat dikarenakan Bu Puspa mengalami gangguan jaringan. Dikarenakan waktu
yang hampir habis saat Bu Puspa bisa masuk kedalam meet, akhirnya kami mengejar materi.

Bu Puspa menjelaskan kepada kami bahwa Transpor ada 3 cara, pertama oksigen melalui
plasma darah melalui alveolus (HbO2), yang kedua karbondioksida dengan menggunakan
hemoglobin yang bisa disbut HbCO2, yang ketiga adalah karbonat anhidrase. 3 inilah yang
membawa ke alveolus ke bronkeoulus lalu keluar tubuh.

Bu Puspa mempersilahkan kepada kami tanpa ditunjuk untuk membacakan, menjelaskan
atau boleh menambahkan mengenai volume dan kapasitas paru- paru. Dimulai dari Aaliyah
membacakan tentang volume tidal, yaitu volume udara yang masuk atau keluar tubuh saat
bernapas. Kemudian Candyle menjelaskan volume cadangan inspirasi, yaitu volume udara ekstra
yang masuk ke paru-paru dengan inspirasi maksimum diatas volume tidal. Selanjutnya Ghina
membaca tentang volume cadangan ekspirasi, yaitu volume udara ekstra yang dapat dikeluarkan
dengan kuat pada akhir ekspirasi tidal. Dwi membacakan volume residu, yaitu volume udara sisa
dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi kuat. Kemudian Rania membaca tentang kapasitas
residu fungsional, yaitu volume residu ditambah volume cadangan. Afif membacakan kapasitas
inspirasi, yaitu volume tidal ditambah volume cadangan inspirasi. Dilanjutkan oleh Madinah yang
membacakan kapasitas vital, yaitu penambahan volume tidal, volume cadangan inspirasi, dan
volume cadangan ekspirasi. Kapasitas total dibacakan oleh Elvina, kapasitas total adalah kapasitas
vital ditambah volume residu. Thezar membacakan volume respirasi per menit, yaitu volume tidal
dikalikan jumlah pernapasan per menit, Thezar juga membacakan volume ekspirasi kuat dalam
satu detik, yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan dari paru-paru yang terinflasi maksimum
pada saat detik pertama ekspirasi maksimum.

Kemudian Bu Puspa menjelaskan tentang bahaya merokok, beliau menjelaskan bahwa
rokok mengandung nikotin, dan gas karbon monoksida. Beliau juga menjelaskan terdapat 21 jenis
zat berbahaya lain yang terdapat dalam 1 batang rokok. Bu Puspa meminta salah satu murid untuk
menjelaskan tentang perokok pasif. Candyle pun menjelaskan bahwa perokok pasif lebih
berbahaya karena asap yang mengandung zat rokok tadi tercampur oleh zat lain dari paru-paru si
perokok. Bu Puspa pun mengingatkan kepada kami terutama laki – laki untuk tidak merokok,
apalagi mencoba.

Dikarenakan waktu pembelajaran Biologi berakhir, pembelajaran hari ini pun selesai dan
ditutup.

130

JURNAL BELAJAR 4
Pembelajaran daring biologi dilakukan pada hari Rabu, 10 Februari 2021. Pembelajaran hari ini
mengenai tugas yang diberikan pada hari Senin. Seperti biasa, Bu Puspa mengirimkan link ketika
jam pembelajaran sudah mulai. Kami pun masuk dan menunggu teman-teman lain sampai masuk
semua. Bu Puspa pun memulai pembelajaran.

Bu Puspa mengabsen jumlah siswa – siwi, Jumlah kedua kelas dari IPA 4 dan IPA 5 adalah 66
siswa sedangkan untuk sekarang ada 61 termasuk Bu Puspa. Bu Puspa menanyakan siapa saja 5
orang yang belum hadir di dalam meet, karena Aurel sudah izin untuk mengikuti seleksi duta
wisata.

Setelah itu Bu Puspa memberitahukan kepada kami bahwa kepala sekolah kami, Pak Eddy Effendi
sedang ulang tahun ke-60 tahun. Bu Puspa meminta kami untuk mengucapkan ulang tahun kepada
Pak Eddy dan direkam untuk Pak Eddy. Bu Puspa juga meminta Afif untuk merekam meetnya
nanti. Kami mengulang beberapa kali sampai pada Percobaan keempat pun sempurna dan Bu
Puspa mengirimkan hasilnya ke grup kelas. Bu Puspa pun mulai membahas mengenai tugas yang
sebelumnya dikirim di google classroom hari Senin. Bu Puspa mengapresiasi kami karena sangat
proaktif dalam mengerjakan tugas. Padahal maksud Bu Puspa, tugas itu mulai dibahas pada hari
ini. Namun kita sudah aktif menanyakan dan mulai membuatnya.

131

Bu Puspa pun menjelaskan ulang tugas yang diberikan. Di dalam tugas tersebut ada jurnal dari
pertama sampai hari Jumat. Bu Puspa mengingatkan bahwa Jumat adalah pertemuan terakhir kita
yang membahas materi sistem pernapasan manusia, karena pada hari Senin akan ada ulangan bab
sistem pernapasan manusia yang dilakukan dari jam 2 hingga jam 3 siang.

Bu Puspa melanjutkan dengan penjelasan mengenai portofolio analisis kritis terhadap
pencemaran udara. Format untuk analisis ini sudah dikirimkan melalui grup kelas whatsapp. Di
halaman pertama adalah cover, halaman kedua lembar pengesahan, ketiga berisikan judul,
tujuan, isi yang terdiri dari peristiwa pencemaran, penyebab pencemaran, akibat pencemaran,
refleksi, tindak lanjut, dan terakhir adalah daftar pustaka.

Bu Puspa menjelaskan untuk isi, kami harus menuliskan analisis secara spesifik. Untuk video,
Bu Puspa mengingatkan untuk tidak langsung diupload di youtube melainkan di cek terlebih
dahulu melalui whatsapp atau classroom. Video itu berisikan kami berbicara, bukan slideshow
hasil word kami, tanpa tampilan wajah kami. Bu Puspa menginstruksikan kami untuk memakai
seragam sekolah dan di dalam video memakai bahasa semiformal.

Bu Puspa pun membuka sesi tanya jawab untuk tuigas. Aaliyah bertanya kepada Bu Puspa apakah
tetap menuliskan jurnal hari Jumat, karena hari Jumat tanggal merah. Bu Puspa pun teringat bahwa
kami memang libur hari Imlek, maka jurnal hanya sampai Rabu saja. Selanjutnya Shopa bertanya
mengenai deadline pada hari Jumat juga termasuk videonya. Bu Puspa mengiyakan pertanyaan
Shopa. Jadi, hari Jumat mengumpulkan jurnal, portofolio, dan video. Dilanjut oleh Ghina yang
bertanya mengenai lembar pengesahan. Bu Puspa berkata bahwa sudah mengirimkan file yang
benar ke Juan dan meminta Juan untuk membagikannya ke teman-temannya dimana Juan sudah
membagikan tapi hanya ke kelas IPA 4. Kemudian Dwi juga bertanya seragam yang dipakai apa.
Bu Puspa menjawab untuk seragam bebas hari apa, yang penting seragam SMAN 1 Balikpapan.
Terakhir, Juan bertanya mengenai tindak lanjut. Bu Puspa pun menjelaskan tindak lanjut dengan
rinci.

Kemudian Bu Puspa bertanya kepada kami apakah ada di antara kami ada yang ingin menampilkan
video yang sudah dibuat sebelumnya. Bu puspa mengatakan bahwa IPA 1, IPA 2, IPA 3 beberapa
sudah menampilkan videonya kepada Bu Puspa dan Bu Puspa langsung memberikan komentar
dan juga saran. Bu Puspa menunggu salah satu dari kami menampilkannya dan akan diberi nilai
khusus yaitu 90. Tetapi tidak ada yang mengajukan diri hingga jam pelajaran selesai. Bu Puspa
pun menyayangkan karena meski kelas kami anaknya banyak yang aktif dan pintar, tapi tidak
percaya diri. Bu Puspa mengingatkan kami bahwa kita harus percaya diri. Bu Puspa juga

132

mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan pembelajaran pun ditutup dikarenakan waktu yang
sudah habis.

133

7.2 Laporan Analisis Pencemaran Udara

Analisis Pencemaran Udara Terhadap Sistem Pernapasan

Pengaruh Pencemaran Udara terhadap Pernafasan Akibat dari Kebakaran Hutan

Nama / Kelas Oleh :
Guru Mata Pelajaran : Patricia Maulina/ XI IPA 5
: Puspani, M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMAN 1 BALIKPAPAN

134

Judul TAHUN 2021
Hutan
LEMBAR PENGESAHAN
Oleh : Pengaruh Pencemaran Udara terhadap Pernafasan akibat dari Kebakaran

: Patricia Maulina

Mengetahui, Balikpapan, 10 Februari 2021
Guru Biologi SMA Negeri 1 Balikpapan Siswa yang bersangkutan,

Puspani, M.Pd Patricia Maulina
NIP. 19731010 200012 2 003 NIS. 19997

135

I. Judul
Pengaruh Pencemaran Udara terhadap Pernafasan Akibat dari Kebakaran Hutan

II. Tujuan
Untuk mengetahui bahaya paparan asap kabut dari kebakaran hutan terhadap sistem
pernafasan pada manusia.

III. Peristiwa Pencemaran
Kebakaran hutan di Indonesia saat ini dipandang sebagai bencana regional dan

global. Hal ini disebabkan oleh dampak dari kebakaran hutan yang sudah menjalar ke
negara-negara tetangga dan gas-gas hasil pembakaran yang diemisikan ke atmosfer

(seperti CO2 ) yang berpotensi menimbulkan pemanasan global. Kebakaran yang cukup

besar terjadi di Kalimantan Timur yaitu pada tahun 1982-1983 dan tahun 1997- 1998.
Pada tahun 1982-1983 kebakaran telah menghanguskan hutan sekitar 3,5 juta hektar di
Kalimantan Timur dan ini merupakan rekor terbesar kebakaran hutan dunia setelah
kebakaran hutan di Brazil yang mencapai 2 juta hektar pada tahun 1963. Asap kabut
akibat kebakaran hutan telah meresahkan dan mendatangkan penyakit bagi warga
khususnya masalah pernafasan karena terkena paparan dari asap kabut kebakaran hutan.

136

IV. Penyebab Pencemaran

Penyebab kebakaran hutan dibagi menjadi dua faktor yaitu, alam dan ulah manusia. Alam
berisiko menyebabkan kebakaran ketika musim kemarau panjang dan gunung berapi
erupsi. Sementara ulah manusia bisa menjadi penyebab kebakaran hutan karena dipicu
keteledoran dan faktor ekonomi.

Letusan Vulkanik

Letusan vulkanik gunung berapi adalah penyebab kebakaran hutan yang terjadi secara
alami. Kebakaran hutan ini semakin diperparah ketika musim kemarau panjang tiba.
Risiko terbesarnya, area vegetasi terbakar oleh material vulkanik yang dimuntahkan
ketika terjadi sebuah letusan. Kebakaran hutan yang terjadi di area vegetasi pegunungan
memang sulit dikendalikan dan terlihat. Biasanya hanya akan nampak kepulan asap putih
dari kejauhan. Ketika melihat kepulan asap dari gunung, itu tandanya ada kebakaran yang
terjadi di vegetasi.

Kemarau

Musim kemarau yang terlampau panjang merupakan penyebab kebakaran hutan alami
yang sulit dikendalikan. Kebakaran ini biasanya dipicu oleh gesekan pohon atau daun
kering. Gesekan yang terjadi bisa memercikkan api secara alami dan menyebabkan
kebakaran hutan. Kebakaran hutan karena musim kemarau panjang biasanya terjadi di
lereng gunung.

Rokok

Merokok di hutan bisa menjadi penyebab kebakaran hutan. Hal ini bukan dikarenakan
alam, melainkan ulah manusia. Risikonya akan semakin parah ketika vegetasi kering
kerontang karena musim kemarau panjang. Jangankan rokok, daun kering yang saling
bergesekan saja sudah bisa menyulut api. Maka dari itu, berhati-hati ketika sedang berada
di hutan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan demi kelestarian lingkungan.

Pembukaan Lahan
Kebakaran hutan memang bisa terjadi secara alami. Hal ini tidak berlaku ketika
pembukaan lahan tengah dilakukan. Kemungkinan terbesarnya, penyebab kebakaran
hutan disebabkan karena perbuatan manusia. Persis seperti yang terjadi di Kalimantan
dan Sumatera. Marak kebakaran hutan untuk pembukaan lahan sawit baru. Bahkan
kebakaran hutan yang terjadi berdampak pula bagi lingkungan tinggal masyarakat desa
dan perkotaan. Jika sudah seperti ini, tidak lagi flora dan fauna yang menjadi
kekhawatiran. Berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan pernapasan menjadi
ancaman penduduk sekitar.

137

Api Unggun
Hutan memang tempat paling nyaman untuk mendirikan tenda. Lalu membuat api
unggun untuk menghangatkan diri. Sayangnya banyak oknum yang salah
mempraktikkan. Sisa api unggun yang tidak dimatikan dengan benar bisa menjadi
penyebab kebakaran hutan.

V. Akibat Pencemaran
Ada beberapa dampak yang diakibatkan paparan udara yang terkontaminasi asap
kebakaran hutan yaitu:
1. Mengalami sindrom gangguan pernapasan akut dan sesak napas
Partikel-partikel halus dari paparan asap kebakaran hutan dapat masuk ke saluran
pernapasan dan mengalami ISPA. Hal ini disebabkan oleh lemahnya sistem kekebalan
tubuh, sehingga mengakibatkan gangguan pernapasan dan mempermudah terjadinya
ISPA. Healthline mamaparkan, bahwa lebih dari setengah kematian akibat menghirup
asap kebakaran hutan menyebabkannya terblokirnya oksigen di saluran pernapasan. Hal
ini mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan akut dan sesak napas. Jika saluran
pernapasan sudah mulai terganggu, maka segeralah mendapatkan perawatan khusus
untuk diberi oksigen dan obat-obatan tambahan dalam membantu menyembuhkan paru-
paru dan saluran udara.
2. Partikel halus dari asap kebakaran hutan bisa menyebakan penyakit paru-paru
Ada juga efek kesehatan kronis dari paparan komponen asap akibat kebakaran hutan,
salah satunya mengalami peradangan paru-paru. Partikel halus dari asap kebakaran hutan
akan memiliki dampak buruk kesehatan jangka panjang mengakibatkan penyakit paru-
paru hingga penyakit kardiovaskular.

138

Menurut Mike Flannigan, seorang profesor di Departemen Sumberdaya Universitas
Alberta yang dikutip dari Global News bahwa menghirup asap dari api seperti "sup
kimia" yang dapat terperangkap di paru-paru dan menyebabkan sejumlah masalah
kesehatan.
Partikel-partikel mikroskopis ini dapat menembus jauh ke dalam paru-paru seseorang
hingga bisa menyebabkan masalah penyakit jantung dan paru-paru yang kronis.
3. Mengakibatkan batuk refleks akibat lendir teritasi
Sebisa mungkin baiknya masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan untuk
menghindari paparan asap tingkat tinggi dari kebakaran hutan dan lahan. Jika tidak,
paparan asap tersebut bisa menyebabkan seseorang menjadi batuk.
Di mana selaput lendir di saluran pernapasan mengeluarkan lebih banyak lendir saat
teriritasi. Peningkatan produksi lendir dan pengetatan otot-otot di jalan napas inilah
mengakibatkan batuk refleks. Seperti dikatakan oleh eMedicineHealth, penyebab
kematian nomor satu terkait kebakaran adalah penghirupan asapnya.

VI. Refleksi
Dalam mempelajari mengenai pengaruh pencemaran udara akibat dari kebakaran hutan,
saya jadi belajar betapa bahaya nya asap kebakaran hutan bagi tubuh kita, seperti asma,
gangguan pernafasan, paru – paru kronis, bahkan sampai dapat menyebabkan kematian.
Sebagai manusia, kita harus lebih memperhatikan dan menjaga lingkungan kita agar
tercipta lingkungan sehat, sejuk, dan bebas dari polusi udara.

139

VII. Tindak Lanjut
Pencegahan pemerintah agar tidak terjadi kebakaran hutan di Indonesia yang dapat
menyebabkan pencemaran udara yaitu:
1. Mengawasi Titik Rawan Kebakaran Hutan
Kondisi yang disebut rawan ini biasanya ditandai dengan adanya penumpukan bahan-
bahan yang mudah terbakar seperti rumput yang mengering dan juga kayu.
Untuk menganalisis bisa dengan menggunakan Indeks Kekeringan Keetch Bryam. Indeks
Keetch Bryam adalah sebuah metode penilian bahaya kebakaran hutan yang dapat
diandalkan untuk menilai tingkat kerawanan suatu daerah terhadap bahaya kebakaran.
2. Melakukan Patroli dan Pengawasan Lebih Ketat
Dengan melakukan patroli dan pengawasan lebih ketat di tempat yang memang rawan
kebakaran, diharapkan nantinya dapat mengurangi kebakaran hutan yang terjadi.
Kegiatan ini sebaiknya lebih sering dilakukan ketika musim kemarau panjang telah tiba.
3. Mendeteksi Kebakaran Hutan Sedini Mungkin
4. Mempersiapkan Peralatan Pemadaman Kebakaran Hutan
Peralatan penting untuk memadamkan api sebaiknya dipersiapkan sedini mungkin agar
ketika kejadian sudah tidak perlu bingung untuk mencari peralatan
memadamkankebakaran.
5. Memasang Alarm Peringatan Bahaya Kebakaran
Dengan memasang alarm peringatan kebakaran ini diharapkan untuk memberitahukan
kepada penduduk untuk segera memadamkan api sebelum api berkobar dan merambat.
Maka dari itu peran teknologi saat ini sangat dibutuhkan ketika bencana alam terjadi.

140

6. Melakukan Penyuluhan
Melakukan penyuluhan kepada masyarakat dalam rangka pencegahan kebakaran hutan
dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebakaran hutan.
Penyuluhan ini juga bisa dengan melakukan praktik langsung di lapangan untuk
menangani bila terjadi kebakaran.
7. Tidak Sembarangan Membakar
Dengan melakukan peringatan dini kepada masyarakat sekitar untuk tidak sembarangan
membakar sesuatu yang dapat menyebabkan api merambat kemana-mana serta
tidak melakukan pembakaran di dekat tempat yang memang rawan terjadi kebakaran.
Pencegahan masyarakat:
1.Tidak sembarangan membuang bahn - bahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran
seperti putung rokok.
2. Meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan.

141

Daftar Pustaka
https://www.popmama.com/life/health/bella-lesmana/dampak-buruk-terhirup-udara-yang-
terkontaminasi-asap-kebakaran-hutan
https://jurnal.dpr.go.id/index.php/aspirasi/article/view/256/197
https://www.kemenkopmk.go.id/pemerintah-siapkan-strategi-pencegahan-dan-penanganan-karhutla-
2020
https://ilmugeografi.com/bencana-alam/pencegahan-kebakaran-hutan

142

BAB VIII

SISTEM EKSKRESI

8.1 Jurnal Belajar

JURNAL BELAJAR 1
Pembelajaran biologi dilakukan pada hari Jumat, 19 Februari 2021 melalui google meet.
Sebelum memulai pembelajaran Bu Puspa mengabsen kami, setelah mengabsen dan semua siswa
hadir, Bu Puspa pun memulai pembelajaran hari ini dengan membahas hasil ulangan bab
sebelumnya, yaitu bab pernapasan. Bu Puspa sangat bangga kepada kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5
dengan hasil ulangan kami karena tidak ada yang remedial dan banyak yang mendapatkan 100. Bu
Puspa berharap hasil yang didapatkan dapat dipertanggung jawabkan dan melalui cara yang baik,
bukan karena tidak jujur. Untuk murid yang mendapat 100 bisa bertanggung jawab bahwa dia
memang layak mendapat nilai 100.

Bu Puspa akan terus mendukung kami meraih prestasi selama di sekolah dengan sisa waktu
satu setengah tahun lagi. Meskipun saat ini sedang ada pandemi, namun terus semangat. Waktu
yang dimiliki lebih banyak maka usahakan untuk memanage waktu tersebut agar memberi dampak
yang berguna.

Bu Puspa kembali mengingatkan untuk memastikan nilai yang diperoleh dapat
dipertanggungjawabkan. Bila diberi predikat A di mata pelajaran biologi, terus ditingkatkan dan
dipertahankan. Untuk yang belum mendapatkan predikat A, jangan berkecil hati dan terus
semangat. Sedangkan untuk yang masih berkepala tujuh atau predikat C, Bu Puspa harap bisa
ditingkatkan. Bu Puspa mengakui bahwa Bu Puspa sangat sedih bila biologi di kepala tujuh, karena
Bu Puspa khawatir dengan nilai yang lainnya. Di semester 4 ini, Bu Puspa harap kami bisa
mendapat nilai minimal B. Bu Puspa memberitahu kami bahwa Bu Puspa selaku guru hanya dapat
mendampingi dan mendoakan, hasil baik atau buruk itu yang menentukan adalah siswa sendiri.

Bu Puspa selalu membanggakan kelas XI IPA 4 dan XI IPA5. Bu Puspa harap kami dapat
terus mempertahankannya dan ikut memberi contoh serta motivasi ke kelas lain. Bu Puspa sangat
bangga dengan tingkat kehadiran kelas XI IPA 5 yang selalu hadir. Meskipun Bu Puspa wali kelas

143

XI IPA 4, menurut Bu Puspa kelas XI IPA 5 lebih baik daripada kelas XI IPA 4 yang masih banyak
murid tidak hadir.

Bu Puspa meminta kami untuk saling mendukung antar teman karena kita adalah satu
keluarga, harus selalu mendukung dan mengingatkan teman. Kita harus baik kepada siapa saja dan
membantu bila mereka mengalami kesulitan.

Sebelum memulai pembelajaran, Bu Puspa mengecek kembali daftar kehadiran.
Seharusnya ada 65 murid yang hadir. Bu Puspa menanyakan ke penanggung jawab kelas, siapa
dua orang yang belum masuk yaitu Madinah dan Ica. Dari kelas XI IPA 5, semuanya sudah hadir
yang langsung Bu Puspa puji. Sedangkan dari kelas XI IPA 4, ada dua yang belum hadir yaitu
Adastra dan Alfonsus. Alfonsus sedang izin karena berduka, dan Adastra tanpa keterangan. Bu
Puspa pun menanyakan kami apakah Adastra ada di meet sebelumnya. Ada beberapa yang
menjawab ya dan ada yang menjawab tidak. Kemudian Bu Puspa menelpon Adastra. Adastra
mengatakan bahwa ia baru sampai rumah karena disuruh orang tuanya untuk membeli voucher
listrik.

Kami memulai pembelajaran dengan melanjutkan ke bab selanjutnya yaitu bab 3 mengenai
sistem ekskresi. Sistem ekskresi artinya adalah pengeluaran zat yang harus dibuang dari tubuh
manusia, karena zat tersebut bersifat toksin yang mengganggu metabolisme dan organ tubuh. Ada
empat organ sistem ekskresi yaitu ginjal, hati, paru-paru, kulit. Bu Puspa menjelaskan tujuan
pembelajaran kami, yaitu menganalisis yang terdiri dari memahami struktur morfologi atau
anatomi dari keempat organ, fungsi dari organ, proses yang terjadi di keempat organ, dan juga
gangguan dan solusi teknologinya.

Pada pembelajaran kali ini, tidak perlu mempelajari paru-paru lagi, karena sudah pernah di
bahas di bab sebelumnya. Di bab kali ini, kami hanya membahas ginjal, hati, dan kulit. Dalam bab
ini, Bu Puspa akan membagikan tiga kelompok berdasarkan absen. Kelompok itu masing-masing
akan membahas mengenai satu organ ekskresi.

Pembagiannya adalah untuk absen satu membahas ginjal, absen dua membahas hati, absen
tiga membahas kulit, dan seterusnya. Bu Puspa pun mengecek beberapa anak kelas dengan
menanyakan materi sesuai nomor absen mereka. Bu Puspa bertanya kepada Jason yang dijawab

144

hati. Kemudian Gabriel membahas kulit, Oasis ginjal, Brandon membahas hati, dan Skylenn
membahas ginjal.

Bu Puspa berpindah ke kelas XI IPA 5, dan menanyakan kepada Yuniar membahas kulit,
saya membahas kulit, Dina membahas hati, Andri membahas ginjal, dan Aldian membahas kulit.

Setelah dibagikan kelompok, Bu Puspa memberikan tugas berupa membuat analisis
mengenai materi yang diberikan, dimana harus berisi struktur, fungsi, dan proses yang terjadi.
Kemudian ditulis di buku catatan atau ketik di laptop hasil analisis. Penyampaiannya pada hari
Rabu dengan lisan dan langsung di meet. Untuk penyampaian nanti, jangan terlalu kaku dalam
menjelaskannya. Jelaskan menggunakan bahasa sendiri dan Buatlah orang tertarik dan tidak bosan
mendengarkan penjelasan yang diberikan. Pastikan juga singkat, padat, dan jelas. Selalu
perhatikan timing karena waktunya terbatas. Bu Puspa juga mengingatkan kami bahwa meet kali
ini terhitung jurnal 1 sistem ekskresi. Dikarenakan tidak ada pertanyaan, Bu Puspa menyuruh kami
mengerjakan analisis tersebut di 15 menit terakhir.. Bu Puspa mengingatkan kami untuk menjaga
kesehatan, mengikuti protokol, makan sehat, olahraga, dan istirahat. Pembelajaran biologi hari itu
pun selesai dan ditutup.

145


Click to View FlipBook Version