The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ini digunakan untuk Kegiatan Proses Pembelajaran di Jurusan Perhotelan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Anggrainie 5, 2020-11-20 20:28:25

MODUL HOUSEKEEPING

Modul ini digunakan untuk Kegiatan Proses Pembelajaran di Jurusan Perhotelan

Nama Kelompok :
Kelas :

No Lokasi Objek Bahan
1.
2. Tabel 6. Pemilihan Bahan Pembersih
3. Tabel 6. Pemilihan Bahan Pembersih
4.
5.
6.


TUGAS DAN LATIHAN

Dengarkan dan simak baik – baik presentasi hasil identifikasi kelompok lain dan berikan
saran/masukan jika terdapat kekurangan menurut kelompok anda terhadap identifikasi kelompok
tersebut.

Latihan Soal
1. Jelaskan persyaratan bahan pembersih yang baik.
2. Tuliskan obat pembersih menurut jenisnya.

26

RANGKUMAN

Terdapat berbagai macam bahan pembersih yang dipergunakan di hotel oleh
seorang public area attendant. Menurut jenisnya, bahan – bahan pembersih
tersebut dapat berbentuk padat, kristal, serbuk, krim, cair ; agak kental, berwarna
putih susu, kuning, biru, hijau dan coklat. Berdasarkan kandungannya, bahan

pembersih juga harus memiliki syarat yaitu dapat diuraikan oleh mikro
organisme, dapat larut dalam air dan mudah dihilangkan, memiliki sifat
pembasahan yang kuat, memiliki sifat cleaner yang bekerja memecah kotoran
menjadi partikel- partikel kecil, dapat tersuspensi dalam larutan, sisa-sisa zat
pembersih dan kotoran harus mudah dihilangkan, dapat membunuh bakteri,
harus memiliki sifat keasaman dan kebasaan tertentu serta kekuatannya

tidak memudar.

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tahapan dalam belajar materi ini, jika masih ada
materi yang belum dikuasai/dimengerti, pelajarilah sampai anda betul – betul paham. Setelah selesai
mempelajari dan sudah memahami seluruh isi materi modul ini, anda diperbolehkan untuk
mempelajari materi berikutnya. Apabila anda belum menguasai kompetensi ini, anda dipersilahkan
untuk mempelajari kompetensi ini sampai anda dinyatakan kompeten.

KUNCI JAWABAN

1. Bahan pembersih yang baik pada umumnya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Biodegradable yaitu dapat diuraikan oleh micro organisme, sehingga tidak
membahayakan lingkungan atau tidak mencemari lingkungan.

27

b. Solubility yaitu dapat larut dalam air dan mudah dihilangkan dari permukaan benda
yang dibersihkan.

c. Wetting yaitu sifat pembasahan yang kuat, untuk mendapatkan sifat ini diperlukan
adanya zat aktif permukaan (surfactants) untuk menurunkan tegangan permukaan air,
sehingga pembasahan pada permukaan benda yang dibersihkan dapat berlangsung
dengan cepat.

d. Emulsification yaitu sifat cleaner yang bekerja memecah kotoran menjadi partikel-
partikel kecil.

e. Soil Suspension yaitu kotoran yang sudah diimulsikan harus dibuat tersuspensi
dalam larutan untuk mencegah melekatnya kembali pada permukaan benda yang telah
dibersihkan, zat yang dapat memberikan sifat ini disebut Emulsifier.

f. Rinsability yaitu sisa-sisa zat pembersih dan kotoran harus mudah dihilangkan dari
permukaan benda yang sudah dibersihkan.

g. Desinfectant yaitu kemampuan yang dapat membunuh bakteri pembawa penyakit.
h. PH cleaner harus memiliki sifat keasaman dan kebasaan tertentu (cleaner bisa

bersifat asam, basa atau netral), tetapi sebagian besar dari kotoran bersifat asam,
sehingga diperlukan cleaner yang bersifat basa.
Sifat cleaning suplies asam (acidity) = PH < 7
Sifat cleaning suplies basa (alkalinity) = PH > 7
i. Tidak ada sifat “power fade out” untuk memiliki sifat ini diperlukan zat yang disebut
chelating agent.

2. Jenis – jenis obat pembersih:
1. Obat pembersih berbentuk padat
2. Obat pembersih berbentuk kristal
3. Obat pembersih berbentuk serbuk
4. Obat pembersih berbentuk krim
5. Obat pembersih berbentuk cair agak kental
6. Obat pembersih berbentuk cair berwarna putih susu
7. Obat pembersih berbentuk cair berwarna kuning
8. Obat pembersih berbentuk cair berwarna biru
9. Obat pembersih berbentuk cair berwarna hijau
10. Obat pembersih berbentuk cair berwarna coklat

28

KEGIATAN JENIS DAN OBJEK
PEMBELAJARAN 4 PEMBERSIHAN

TUJUAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Setelah mempelajari kegiatan
9. Menjelaskan jenis dan objek yang
pembelajaran 4 tentang jenis dan objek akan dibersihkan.

pembersihan ini, peserta didik diharapkan 10. Mengidentifikasi jenis dan objek yang
akan dibersihkan.
dapat menunjukkan jenis dan objek yang
11. Menentukan jenis dan objek yang
akan dibersihkan pada public area section akan dibersihkan.

di sebuah hotel pada umumnya.

URAIAN MATERI

1. Jenis – jenis lantai
a. Cement/Concrete Floor
Lantai ini adalah hard wearing floor dengan ciri tidak mudah menyerap air, tidak
berwarna – warni dan mudah pemeliharaannya. Biasanya digunakan di:
- Tempat yang sering dilalui karyawan serta kereta dorong
- Tangga darurat
- Tempat pencucian linen
Untuk pemeliharaannya cukup menggunakan sapu, pengki, ember dan pel. Sementara
bahan pembersihnya Bolt MPC. Cara membersihkannya sebagai berikut:
- Kotoran dibersihkan dengan sapu.
- Sampah ditampung dalam dust pan dan dibuang ke waste basket.

29

- Ambil Bolt MPC, campur dengan air dalam ember dengan perbandingan 1:20
- Celupkan mop ke dalam ember berisi campuran obat pembersih dan perassampai

setengah basah.
- Pel lantai dengan berjalan mundur sehingga yang sudah bersih tidak terinjak dan

kotor lain.

b. Marble Floor
Lantai marmer ini mempunyai ciri keras, permukaan mengkilap, tidak mudah menyerap
air, dapat berwarna warni, pemeliharaannya mudah, kuat menahan beban berat dan
tidak lekas kotor dan tidak lekas nampak kotor.
Lantai marmer digunakan di area lobi, restoran, kontor, selasar, tangga, kamar tamu
dan kamar mandi.
Pemeliharaan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Daily Cleaning atau pembersihan harian dengan menggunakan cleaning
equipment yang digunakan adalah broom, lobby duster, dust pan, bucket/pail,
mop, polishing machine/polisher. Sementara cleaning supplies yang digunakan
adalah Bolt MPC dan conc-R-dust.
Cara membersihkannya dapat menggunakan metode pada uraian bahan
pembersih Conq-R-dust atau dengan cara sebagai berikut:
1.1. Lantai disapu atau kotoran lantai dibersihkan menggunakan lobby duster
1.2. Sampah ditampung dalam dust pan untuk dibuang ke tempat sampah
1.3. Masukkan Bolt MPC ke dalam ember berisi air dengan perbandingan obat
: air = 1:20 atau melihat tingkat kekotoran lantai
1.4. Celupkan mop ke dalam larutan obat, peras hingga setengah basah
1.5. Lantai dipel dari bagian yang paling jauh, berjalan mundur, sampai
seluruhnya bersih
1.6. Agar lantai mengkilap, gosok dengan polishing machine
2. General Cleaning atau pembersihan umum yang dilakukan sebulan sekali
atau melihat tingkat kekotoran lantai. Alat yang digunakan adalah lobby duster
(damp moping), bucket/pail, mop, scrubbing machine, floor squeezer, wet and
dry vacuum cleaner dan polishing machine/buffing machine.
General cleaning dilakukan pada saat tamu sepi, biasanya pada malah hari
setelah sebagian besar tamu masuk kamar tidur, dikerjakan oleh night
Houseman.

30

Obat pembersih yang digunakan adalah wax strip atau bendurol untuk
“mengangkat” lapisan lantai, sedangkan pelapis lantai bisa menggunakan:
2.1. Fortify
2.2. Traffic Grade
2.3. Forward
2.4. Netto Clar
2.5. New Complete
Bila tidak menggunakan bahan pelapis lantai maka dapat menggunakan marble
powder sebagai pembersih yang sekaligus dapat mengkilapkan lantai.
Cara melakukan general cleaning dengan obat pelapis lantai sebagai berikut:
- Kotoran diatas lantai dibersihkan terlebih dahulu memakai lobby

duster/sapu
- Basahi lantai dengan air dan ratakan dengan mop. Akan lebih baik jika

menggunakan air hangat
- Beri obat wax strip atau campuran air dan wax strip
- Lantai disikat dengan scrubbing machine untuk mengangkat lapisan lantai

yang sudah kotor
- Air diatas lantai yang bercampur obat di dorong/dibersihkan memakai damp

sweeper atau dapat juga menggunakan wet and dry vacuum cleaner
- Bersihkan sisa air diatas lantai dengan mop yang bersih dan setengah

basah lalu tunggu beberapa saat hingga kering
- Tuangkan obat pelapis lantai (trafice grade/fortify/forward) ke dalam ember
- Celupkan mop yang bersih ke dalamnya, peras setengah basah, oleskan ke

lantai mulai dari bagian yang paling jauh sambil berjalan mundur
- Tunggu ± 45 menit hingga kering betul
- Lantai dioles lagi dengan obat tadi dengan arah berbeda untuk menutup

celah – celah lantai yang belum terlapisi agar seluruh permukaan dapat
terlapisi obat secara merata
- Diamkan ± 45 menit hingga kering
- Permukaan lantai di buffing/polish memakai polishing machine hingga betul
– betul mengkilap (tapi jika menggunakan Netto Clar atau New Complete,
lantai tidak perlu dibuffing karena begitu kering permukaan lantai sudah
kelihatan mengkilap)

31

Agar pelaksanaan general cleaning tidak terganggu oleh tamu yang lewat maka
sebaiknya antara bagian yang sedang dikerjakan dan yang belum dikerjakan
diberi pembatas vancy robe, yaitu patok – patok pembatas yang terbuat dari
kayu yang dikaitkan dengan tali dan mudah dipindah – pindahkan.
Cara general cleaning menggunakan Marble Powder:
1. Bersihkan kotoran diatas lantai menggunakan lobby duster atau sapu
2. Basahi lantai dengan air sampai rata
3. Taburkan marble powder secara merata
4. Sikat menggunakan Scrubbing Machine sampai rata
5. Bersihkan sisa marble powder dengan scrubber sampai bersih
6. Terakhir, gosok dengan polishing machine (teknik buffing) sampai

mengkilap.
Cara ini lebih mudah dan praktis, tidak terlalu memakan waktu, tenaga maupun
obat pembersih dibanding jika menggunakan pelapis lantai. Hasilnya pun cukup
bagus sehingga ini sering dianggap paling efektif.

c. Ceramic/Porseline atau Floor Tile
Ciri – ciri jenis lantai ini adalah keras, permukaannya mengkilap, berwarna

– warni, tidak menyerap air dan mudah merawatnya. Lantai ini sering digunakan di area
lobi, restoran, kantor, selasar, koridor, tangga, area dapur, toilet, kamar mandi tamu,
kamar tamu, ruangan linen, area laundry, area kolam renang dan fitness centre.

Untuk merawatnya, alat – alat yang digunakan adalah sapu atau lobby
duster, dust pan, keranjang sampah, pel dan ember. Obat pembersihnya adalah Bolt
MPC, Fast Go, Applied 4000, Go Getter, Vixal, Porstek dan Porsil. Berikut cara
merawatnya:
1. Lantai dibersihkan terlebih dahulu
2. Sampah/kotoran ditampung dalam dust pan dan dibuang ke keranjang sampah
3. Ember diisi air dicampur Bolt MPC dengan perbandingan air:obat = 20:1 atau

tergantung tingkat kotorannya
4. Celupkan mop ke dalam ember, peras sampai setengah basah
5. Pelkan lantai mulai dari bagian yang paling jauh berjalan mundur hingga seluruh

lantai bersih

32

Bila terdapat noda dilantai, semprotkan Bolt MPC dengan memakai bottle
sprayer, gosok perlahan dengan scot bright hingga noda hilang, keringkan dengan mop
atau OO towel.

Obat Fast Go, Applied 4000, Go Getter, Vixal, Porstek dan Porsil sering
digunakan sebagai pembersih lantai di toilet atau kamar mandi, terutama pada bagian
sambungan antara keramik satu dengan lainnya (nut) yang biasanya menyimpan
kotoran lebih pekat hingga berwarna coklat kehitaman.

Untuk menghilangkan bau tidak sedap di bath room maupun toilet
digunakan dimonpine atau creolin yang sekaligus sebagai pembasmi kuman dan
penyakit.

d. Terraso Floor
Lantai terraso merupakan lantai indah dan mewah dengan ciri – ciri keras,

berwarna warni, permukaannya dapat mengkilap, tidak mudah menyerap air tapi bila
terkena noda (cairan berwarna) susah dihilangkan, apalagi jika noda tersebut sudah
mongering; perawatannya tidak gampang.

Lantai ini termasuk dalam hard wearing floor, artinya sering digunakan
untuk menahan beban berat. Oleh sebab itu lantai terraso sering digunakan di area
lobi, restoran, kantor, koridor, tangga dan selasar. Pemeliharaannya menggunakan
lobby duster/broom, dust pan, waste basket, mop, bucket/pail, polishing machine, damp
sweeper, floor squeezer dan scrubbing machine. Obat pembersih yang digunakan
adalah Bolt MPC, Go Getter (untuk menghilangkan noda), wax strip. Obat untuk
melapisi lantainya adalah Netto Clar, New Complete, Traffic Grade, Forward atau
Fortify. Dapat juga menggunakan marble powder saat general cleaning.
Pelaksanaannya sebagai berikut:
1. Bersihkan lantai dengan broom atau lobby duster terlebih dahulu.
2. Pel dengan mop yang dicelupkan ke dalam larutan Bolt MPC dan peras hingga

setengah basah.
3. Gosok lantai memakai polishing machine hingga mengkilap.
Bila lantai tidak mengkilap lagi, general cleaning dapat dilakukan oleh Houseman pada
malam hari dengan menggunakan marble powder yang efektif dan gampang.

33

e. Carpet Floor
Ada berbagai jenis karpet, mulai dari yang tipis dan tidak berbulu sampai tebal

dan berbulu tebal pula. Sekarang lantai karpet lebih dominan digunakan di hotel.
Tentunya lantai karpet memerlukan pemeliharaan khusus dan hati – hati. Tempat –
tempat yang menggunakan lantai karpet adalah guest room, restaurant, corridor, stair
case, office, meeting room, maupun elevator. Untuk merawatnya digunakan dry
vacuum cleaner, carpet sweeper, bottle sprayer, scot bright, hand brush, juga OO
towel. Obat pembersihnya adalah nobla shampoo atauBolt MPC dan refresh powder.

Lantai karpet koridor lebih cepat kotor dibandingkan tempat – tempat lain

karena merupakan area yang sering dilalui. Oleh sebab itu koridor memerlukan

perawatan yang intensif secara berkelanjutan. Perawatan lantai karpet koridor itu

sendiri dapat dilakukan dengan beberapa cara sesuai jenis kotorannya, antara lain:

1. Kotoran yang tidak menempel pada bulu karpet seperti kertas, rambut, batang

korek api, plastik dll.

2. Kotoran yang brupa noda – noda kecil akibat tumpahan minuman, makanan,

tinta, obat merah, dll

3. Kotoran berat karena banyaknya lalu lintas sehingga kotoran menjadi pekat.

4. Kotoran yang dapat mengubah warna karpet.

Cara membersihkannya:

1. Siapkan alat – alat dan obat – obat

pembersihnya, yaitu wet & dry

vacuum cleaner, hand brush, scot Untuk daily cleaning biasanya lantai
bright, bottle sprayer, shampooing karpet cukup di vacuum dengan dry
machine, blower/extractor (pengering
karpet), master carpet untuk karpet vacuum cleaner atau dibersihkan

dengan carpet sweeper.

berbulu tebal/panjang, OO towel,

air bersih, nobla carpet shampoo atau bolt MPC, refresh powder.

2. Kotoran yang ada diatas karpet dibersihkan dengan dry vacuum cleaner.

3. Untuk menghilangkan noda pada karpet, gunakan Bolt MPC atau Nobla

shampoo. Semprotkan dengan bottle sprayer, gosok scot bright atau sikat

dengan hand brush hingga bersih dan keringkan dengan OO towel.

34

4. Karpet yang sudah terlalu pekat kotorannya harus dishampoo, tidak mungkin
hanya dispoting (menghilangkan bagian kotoran yang pekat), yang akan
berakibat karpet jadi belang – belang.

Berikut langkah yang dilakukan setelah spoting:
1. Semprotkan nobla carpet shampoo dengan menggunakan sprayer yang ada

pada shampooing machine.
2. Karpet disikat dengan shampooing machine kearah kiri dan kanan sambil

berjalan mundur.
3. Untuk menghisap kotoran yang sudah terangkat bersama – sama carpet

shampoo, gunakan wet and dry vacuum cleaner.
4. Gunakan extractor atau blower agar karpet cepat kering.
5. Saat karpet masih lembab, taburkan refresh powder secara merata agar karpet

beraroma harum dan segar.
6. Setelah kering, vacuum karpet dengan dry vacuum cleaner sehingga lantai

karpet menjadi bersih, indah dan harum.
7. Kotoran yang dapat mengubah warna karpet biasanya berasal dari obat – obatan

pembersih atau cairan yang mengandung zat kimia serta minuman berkadar
alkohol tinggi. Bila terkena kotoran itu warna karpet tidak mungkin dikembalikan
seperti semula. Karpet yang sudah rusak itu harus digunting dan ditambal
dengan karpet lain yang warnanya sama.

f. Vinyl Floor
Jenis lantai ini berbahan dasar dari plastik bercampur karet. Ciri lantai ini

adalah elastis, lembek dan dapat meredam suara, mudah terbakar dan perawatannya
mudah. Lantai vinyl sering digunakan di kantor, guest room, koridor dan staircase.

Untuk memelihara lantai vinyl, alat yang diperlukan adalah mop, pail/bucket,
bottle sprayer, scot bright, OO towel, polishing machine, dan rubber scrubber/damp
sweeper. Obat pembersihnya adalah adequates, bolt MPC, netto clar dan new
complete sebagai pelapis.
Untuk perawatan sehari – hari, cara membersihkannya sebagai berikut:
1. Sapu lantai dengan broom
2. Pel menggunakan bolt MPC yang dicampur air dengan perbandingan 1:20
3. Bila terdapat noda kotoran yang susah dihilangkan cukup lakukan:

35

 Semprotkan bolt MPC pada noda tersebut dengan menggunakan bottle
sprayer

 Gosok dengan scot bright hingga bersih
 Keringkan dengan OO towel

g. Rubber Floor
Ciri lantai ini lunak, elastis, dapat meredam suara, mudah terbakar dan mudah

perawatannya. Oleh sebab itu lantai jenis ini sering digunakan di tempat yang sering
dilalui trolley.

Untuk perawatannya, alat yang dipergunakan adalah broom, dust pan, mop,
pail/bucket. Obat pembersih khusus tidak diperlukan. Jika ada noda diatasnya dapat
dibersihkan dengan cara:
1. Semprotkan bolt MPC dengan bottle sprayer pada bagian yang kotor.
2. Sikat dengan hand brush.
3. Gunakan OO towel untuk mengeringkannya.

h. Wooden Floor/Parquet
Ciri lantai ini keras dan memiliki permukaan yang licin, tidak mudah meresap

air, mudah terbakar dan mudah perawatannya. Lantai ini sering digunakan di bar
(sebagai dance floor), restaurant (untuk live show), meeting room (dapat berupa dance
floor, stage atau cat walk), gedung pertunjukan (sebagai stage), guest room.

Alat yang dibutuhkan adalah broom, dust pan, mop, bucket/pail, polishing
machine, vacuum cleaner, scot brignt, hand brush dan OO towel/dust cloth. Obat
pembersihnya adalah bolt MPC, furniture polish (shine up atau metana).
Caranya sebagai berikut:
1. Lantai dibersihkan menggunakan broom atau vauum cleaner
2. Pel dengan kain pel setengah basah
3. Keringkan dengan kain pel kering dan bersih
4. Untuk menghilangkan noda yang melekat, semprot dengan bolt MPC
5. Gosok dengan scot bright atau sikat dengan hand brush jika noda sulit hilang
6. Oles furniture polish secara merata
7. Gosok lantai dengan polishing machine ke kiri – kanan sambil berjalan mundur

36

i. Iron/Steel Floor
Lantai yang terbuat dari besi baja dan sering kali dilalui alat untuk

membawa/mengangkut beban yang berat. Sifat – sifatnya adalah keras, kuat dan tahan
untuk menerima beban berat, tidak menyerap air, tidak mudah terbakar dan mudah
perawatannya. Oleh karena itu steel floor sering digunakan sebagai lantai lift/elevator
dan tepi stair case agar tidak cepat rusak.

Untuk memeliharanya, alat yang digunakan adalah broom atau vacuum
cleaner, dust pan, OO towel atau dust cloth. Obat pembersihnya adalah glow metal
polish jika diperlukan.

Steel floor biasanya dilapisi karpet sehingga cukup di vacuum saja. Namun bila
dipasang pada pinggiran stair case maka pembersihannya sebagai berikut:
1. Disapu atau di vacuum hingga bersih.
2. Oles glow metal polish secara merata dan biarkan beberapa saat agar bereaksi.
3. Gosok dengan oo towel hingga mengkilap.

2. Jenis – jenis dinding
a. Cement Wall
Hampir seluruh ruangan hotel menggunakan dinding ini karena mempunyai sifat
kuat, keras, tidak meredam suara tapi memantulkan suara, tidak tembus pandang dan
mudah perawatannya.
Untuk perawatannya diperlukan broom bertangkai panjang, dry vacuum cleaner,
bottle sprayer, scot bright dan OO towel. Obat pembersihnya adalah bolt MPC.
Cara perawatannya dengan membersihkan dinding memakai saou bertangkai panjang
atau vacuum cleaner yang berbulu panjang, khususnya untuk dinding tinggi di luar
ruangan. Jika ada noda pada dinding, caranya sebagai berikut:
1. Semprotkan bolt MPC menggunakan bottle sprayer.
2. Gosok dengan scot bright pelan – pelan agar tidak merusak warna dinding.
3. Keringkan dengan OO towel.

b. Marble Wall
Ciri – ciri dinding marmer adalah keras, permukaannya mengkilap dan

pemeliharaannya tidak terlalu sulit. Untuk pemeliharaannya dibutuhkan bottle sprayer,
scot bright, squeezer, OO towel dan dust cloth. Obat pembersihnya adalah bolt MPC,
netto clar atau new complete. Cara membersihkannya adalah sebagai berikut:

37

1. Guyur atau semprotkan dinding dengan air (bila dalam kamar mandi atau toilet,
jika dinding berada di area lobi restoran atau koridor, dilap dengan kain setengah
basah).

2. Gosok dengan scot bright agar kotorannya hilang (jika ada noda, semprotkan
dulu bolt MPC).

3. Keringkan dengan OO towel.
4. Oleskan netto clar atau new complete secara merata menggunakan kain pel

yang bersih.
5. Tunggu sampai kering.

c. Wall Tile
Ciri – ciri dari dinding keramik dan dan prorselin adalah keras, berwarna – warni,

tidak menyerap air dan mudah pemeliharaannya. Untuk pemeliharaannya
menggunakan alat water scope, scot bright, OO towel, bottle sprayer dan hand brush.
Obat permbersih yang digunakan adalah bolt MPC, bolt PCS atau go getter, fast go
atau vim. Cara membersihkannya adalah sebagai berikut:
1. Guyur dinding dengan air.
2. Gosok dengan scot bright yang sudah diberi vim atau fast go.
3. Bilas dengan air bersih.
4. Jika kotorannya sudah terlalu pekat hingga berwarna kekuning – kuningan atau

kecoklatan, semprotkan go getter atau bolt PCS pada dinding.
5. Gosok secara merata dengan scot bright atau sikat mamakai hand brush.
6. Bilas dengan air bersih lalu keringkan dengan OO towel.

d. Glass Wall
Dinding kaca tidak membutuhkan perawatan yang sulit. Cukup menggunakan

bottle sprayer, glass wiper, squeezer, OO towel atau dust cloth, dry vacuum cleaner.
Obat pembersihnya yaitu bolt MPC atau glass cleaner. Berikut cara membersihkannya:
1. Untuk menghilangkan debu/kotoran yang menempel, gunakan dry vacuum

cleaner atau dust cloth.
2. Semprotkan bolt MPC atau glass cleaner dengan bottle sprayer sampai rata.
3. Keringkan dnegan glass wiper atau squeezer secara zig zag dari ujung atas ke

bawah sehingga kotoran tidak berhenti di tengah atau tepi bagian atas tapi dari
ujung bagian atas dan berakhir pada ujung bagian bawah.

38

4. Bersihkan atau lap sekali lagi memakai dust cloth lunak yang kering dan bersih.

e. Wooden Wall
Dinding ini banyak terdapat di meeting room, gedung pertunjukan dan restaurant.

Sifatnya keras, tidak tembus pandang, dapat menyerap air dan perawatannya mudah.
Untuk merawatnya menggunakan scot bright, bottle sprayer, OO towel atau dust cloth,
dry vacuum cleaner dan tangga. Obat pembersih yang digunakan bolt MPC dan
furniture polish (shine up atau metana). Berikut cara pembersihannya:
1. Debu yang menempel di dinding dibersihkan dari atas ke bawah dengan dust

cloth setengah basah atau dry vacuum cleaner agar debu tidak beterbangan
kemana – mana.
2. Gunakan tangga untuk menjangkau bagian yang tinggi.
Untuk dinding yang dipelitur, setelah debu dibersihkan cukup oleskan furniture polish
secara merata menggunakan dust cloth yang bersih dan gosok hingga mengkilap.
Apabila ada noda yang melekat:
1. Semprotkan bolt MPC pada noda.
2. Gosok dengan scot bright pelan – pelan agar tidak merusak warna dinding.
3. Keringkan dengan OO towel atau dust cloth.

f. Wallpaper
Dinding kertas ini mempunyai ciri lunak/lembut, berwarna – warni, dapat

meredam suara, perawatan mudah tetapi harus hati – hati karena mudah sobek. Oleh
karena itu biasanya dinding ini dipakai di kamar tamu karena disamping sebagai
peredam suara, privasi tamu dalam kamar juga akan dapat terjaga.

Untuk perawatannya digunakan alat dry vacuum cleaner, dust cloth atau OO
towel dan bottle sprayer. Obat pembersih yang digunakan adalah bolt MPC (bila perlu).
Berikut adalah cara perawatannya:
1. Dinding di lap memakai dust cloth setengah basah atau gunakan vacuum

cleaner untuk membersihkan debu serta kotoran lain yang menempel pada
dinding.
2. Jika terdapat noda, lakukan spotting dengan menyemprotkan bolt MPC
menggunakan bottle sprayer pada noda.
3. Gosok dengan OO towel secara hati – hati sampai bersih.
4. Keringkan memakai dust cloth yang kering dan bersih.

39

AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Guru membagi kelompok siswa 3 – 6 kelompok kecil.
Guru menunjukkan gambar atau video tentang jenis – jenis lantai dan dinding yang umumnya
ada pada Public Area di hotel.
Siswa mempelajari materi tentang jenis – jenis dan objek yang akan dibersihkan.
Siswa mengobservasi jenis dan objek yang akan dibersihkan pada suatu objek area umum di
hotel.
Siswa mempresentasikan hasil observasi jenis dan objek yang akan dibersihkan oleh Public
Area Attendant/Houseman di hotel.

Nama Kelompok :
Kelas :

No Objek Alat Bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.


Tabel 7. Jenis dan Objek Pembersihan

TUGAS DAN LATIHAN

Dengarkan dan simak baik – baik presentasi hasil identifikasi kelompok lain dan berikan
saran/masukan jika terdapat kekurangan menurut kelompok anda terhadap identifikasi kelompok
tersebut.

40

Latihan Soal
1. Tuliskan jenis – jenis lantai.
2. Tuliskan jenis – jenis dinding.

RANGKUMAN

Terdapat berbagai macam jenis lantai dan dinding yang ada di hotel
sesuai dengan ruangan dan fungsinya. Untuk itu penting bagi seorang
Public Area Attendant/Houseman untuk mengenal betul objek tersebut
dalam melaksanakan tugasnya sehingga dapat memperoleh hasil yang

maksimal dan awet . Berdasarkan jenisnya, lantai terbagi menjadi 8
yaitu cement/concrete floor, marble floor, ceramic/porseline/floor tile,
terraso, carpet,vinyl, rubber dan wooden/parquet. Sedangkan dinding
dapat terbagi menjadi 6 jenis, yaitu: cement, marble, wall tile, glass,

wooden dan wallpaper.

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tahapan dalam belajar materi ini, jika masih ada
materi yang belum dikuasai/dimengerti, pelajarilah sampai anda betul – betul paham. Setelah selesai
mempelajari dan sudah memahami seluruh isi materi modul ini, anda diperbolehkan untuk
mempelajari materi berikutnya. Apabila anda belum menguasai kompetensi ini, anda dipersilahkan
untuk mempelajari kompetensi ini sampai anda dinyatakan kompeten.

41

KUNCI JAWABAN

1. Jenis – jenis lantai terdiri dari: e. Carpet
a. cement/concrete floor f. Vinyl
b. marble floor g. Rubber
c. ceramic/porseline/floor tile h. Wooden/parquet
d. terraso
d. Glass
2. Jenis – jenis dinding terdiri dari: e. Wooden
a. Cement f. Wallpaper
b. Marble
c. Wall tile

42

KEGIATAN PEMBERSIHAN AREA
PEMBELAJARAN 5 KERING DAN BASAH

TUJUAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Setelah mempelajari kegiatan
12. Menjelaskan tata cara pembersihan
pembelajaran 5 tentang pembersihan area area kering dan basah.

kering dan basah ini, peserta didik 13. Mengidentifikasi pembersihan area
kering dan basah.
diharapkan dapat melakukan pembersihan
14. Menentukan pembersihan area
pada area kering dan basah pada public kering dan basah.

area section di sebuah hotel pada

umumnya.

URAIAN MATERI

Berikut adalah persiapan yang perlu dilakukan dalam melaksanakan proses pembersihan:
1. Mengidentifikasi objek yang akan dibersihkan terlebih dahulu agar tahu jenis apa objek yang

nanti akan dibersihkan, lokasi pembersihan dan jenis pengotor yang ada di area tersebut
sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan pembersihan.
2. Menyiapkan peralatan dan bahan apa yang diperlukan dalam menyelesaikan proses
pembersihan pada objek tersebut.
3. Metode pembersihan apa yang akan dilakukan.
4. Berapa orang yang diperlukan untuk menyelesaikan pembersihan tersebut.
5. Kapan pelaksanaan pembersihan dilakukan.

43

Melaksanakan prosedur pembersihan di area umum hotel perlu memperhatikan hal-hal

penting dan teknik pembersihan yang tepat untuk menghindari kesalahan pemakaian alat dan

bahan sehingga hasil yang diperoleh akan maksimal. Hal-hal penting tersebut adalah:

1. Identifikasi dan tentukan daerah yang perlu dibersihkan dan dikerjakan.

2. Informasikan pada bagian yang bertanggung jawab bila pembersihan diharapkan untuk

segera dikerjakan.

3. Kumpulkan dan periksa bahan-bahan pembersih, peralatan dan perlengkapan.

4. Siapkan alat dan bahan pembersih sesuai dengan keadaan obyek yang akan

dibersihkan.

5. Melakukan pembersihan mulai dari bagaian atas atau bagian paling tinggi menuju bagian

bawah atau terendah, juga bagian dari yang paling jauh menuju menuju ke arah pintu.

6. Lakukan pekerjaan dengan prinsip searah jarum jam atau berlawanan jarum jam jika

obyek pembersihan di ruangan.

7. Prinsip pembersihan adalah mengangkat kotoran, bukanmengangkat lapisan permukaan

obyek yang dibersihkan atau meratakan kotoran.

8. Bekerjalah dengan menggunakan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja.

9. Gunakan bahan pembersih yang lunak sebelum menggunakan bahan pembersih yang

keras/kuat (sesuaikan dengan tingkat pengotorannya).

10. Pasang rambu – rambu/wet coution jika sedang membersihkan daerah umum untuk

menjamin agar tamu tidak terkena resiko bahaya seperti terpeleset akibat lantai basah atau

kejatuhan air karena overhead cleaning (bagian di atas kepala).

11. Siapkan semua rambu – rambu yang penting sehingga tidak membahayakan tamu dan staf.

12. Selalu memeriksa area/lokasi yang dibersihkan apakah sudah benar-benar bersih, sebelum

meninggalkan area.

13. Mengembalikan peralatan dan bahan pembersih pada ruang/gudang yang tersedia.

Menggunakan alat pelindung diwajibkan bagi semua staff, dimana tujuan utamanya adalah
untuk melindungi diri. Perlengkapan pelindung dapat meliputi:
1. Shoes/sepatu dengan ujung tertutup untuk menghindari kecelakaan seperti lantai yang

basah, jalan yang licin, cairan panas yang tertumpah, kejatuhan benda – benda keras,dll.
2. Helmet/helm pelindung kepala digunakan untuk melindungi kepala agar tidak kejatuhan

benda dari atas, helm digunakan ketika petugas membersihkan balkon, langit – langit dan
dinding.
3. Coat/jas pelindung dapat melindungi kulit dari tumpahan cairan yang berbahaya dan

44

digunakan untuk para pegawai yang sedang bekerja pada situasi udara dingin seperti pada
ruangan dingin.
4. Masker/penutup hidung yang fungsinya untuk melindungi diri dari uap yang berasal dari
bahan kimia, debu dan asap.
5. Goggles/kacamata debu untuk melindungi mata dari asap debu dan bahan kimia, ketika
membersihkan daerah yang sulit dijangkau seperti langit – langit dan lubang angin, serta
untuk mencegah jatuhnya debu atau partikel – partikel pada mata.
6. Hand glove/sarung tangan karet untuk menuangkan bahan kimia dengan maksud untuk
membersihkan atau ketika mencampur bahan kimia untuk membersihkan kolam renang atau
penanganan material yang tidak mudah bersih.

Terdapat dua metode pembersihan yang dapat dilakukan oleh Public Area

Attendant/Houseman di area umum hotel, yaitu:

1. Metode pembersihan manual yaitu metode pembersihan yang dilakukan tanpa bantuan mesin

atau pada pelaksanaannya menggunakan tenaga manusia.

a. Dusting adalah teknik membersihkan debu dari permukaan perabotan/benda dengan

menggunakan kain lap. Teknik dusting dibagi dua yaitu:

- Dry dusting adalah teknik mengelap dengan kain lap kering.

- Damp dusting adalah teknik mengelap dengan kain lap lembab yang

sebelumnya telah dibasahi air terlebih dahulu.

b. Sweeping adalah teknik pembersihan menyapu lantai dengan sapu. Cara melakukan

teknik ini adalah sebagai berikut:

- Perabot sebelumnya di dusting terlebih dahulu.

- Lakukan sweeping dari sudut terjauh dari pintu menuju pintu keluar.

- Angkat sampah yang telah terkumpul dengan dustpan.

c. Mopping adalah teknik pembersihan mengepel lantai dengan alat pel dengan cara

sebagai berikut:

- Dilakukan setelah proses sweeping.

Sediakan mop dan double bucket.

- Sediakan air bersih dan campur Pastikan mop tidak terlalu
Dengan bahan pembersih. basah (air tidak menetes)
agar proses pengeringan
- Tempatkan danger notice untuk
Peringatan supaya orang tidak tidak terlalu lama

terpeleset.

45

- Lakukan mopping dari sudut terjauh dari pintu menuju pintu keluar.

d. Window cleaning/mirror cleaning adalah teknik pembersihan objek kaca jendela atau
kaca cermin.
- Sediakan cleaning cloth, window wiper, bottle sprayer dan glass cleaner.
- Semprotkan glass cleaner pada permukaan kaca.
- Tarik window wiper dengan arah zig zag atau dari atas ke bawah.
- Bersihkan window wiper dengan cleaning cloth.

e. Brushing adalah teknik pembersihan dengan menggunakan sikat (hand brush brush
untuk dinding atau floor brush untuk lantai)
- Basahi dinding atau lantai terlebih dahulu.
- Sikat dengan hand atau floor brush.
- Bilas lantai atau dinding dengan air bersih.
- Pel lantai sampai kering.

f. Furniture Polishing adalah teknik membersihkan dengan cara menyemir benda atau

perabot berbahan kayu menggunakan kain lap dengan bahan pembersih wooden

polish.

- Sediakan cleaning cloth, dan bahan

pembersih wooden polish.

- Dusting terlebih dahulu perabot yang Wooden polish jangan
akan di polish. terlalu basah agar
perabot tidak licin.
- Gosok cleaning cloth (sudah ditetes

wooden polish) pada perabot secara merata.

2. Metode pembersihan makinal yaitu metode pembersihan yang dilakukan dengan
menggunakan bantuan mesin yang menggunakan arus listrik.
a. Kristalisasi adalah metode pembersihan yang digunakan untuk lantai marmer dengan
bantuan floor machine yang selalu dimulai dari sudut terjauh dari pintu.
1. Lantai di sapu terlebih dahulu.
2. Lakukan proses scrubbing/menggosok lantai dengan menggunakan wax striper
agar sisa obat pembersih dapat terkelupas.
3. Gunakan wet vacuum cleaner untuk menyedot air atau bisa dengan bantuan floor

46

squeezer untuk mendorong air untuk mempercepat proses pengeringan.
4. Sikat lantai dengan menggunakan floor machine (brushing pad).
5. Gunakan wet vacuum cleaner untuk menyedot air pada lantai yang sudah

terkelupas pelapisnya atau bisa dengan bantuan floor squeezer untuk mendorong
air untuk mempercepat proses pengeringan. Lanjutkan dengan metode pilihan
berikut:
Crystallizing dry system
- Semprotkan wax crystallize (chemical cair) pada marmer yang sudah bersih

dan kering.
- Lantai di buffing sampai kering sehingga terjadi kristalisasi pada marmer.

Crystallizing wet system
- Campur wax crystallize (chemical pasta atau powder) dengan air

secukupnya.
- Tuang pasta pada lantai marmer secukupnya.
- Buffing lantai sampai mendekati kering.
- Siram kembali campuran pasta tersebut secukupnya.
- Buffing lagi sampai lantai mengkilap (sekitar 15 menit pada suatu tempat)
- Jangan berpindah sebelum lantai mengkilap.
6. Lakukan storing/penggudangan yaitu bersihkan dan simpan kembali alat
pembersih yang telah digunakan serta sisa bahan pembersih pada tempatnya
masing – masing.

b. Shampooing carpet adalah metode pembersihan untuk karpet dengan menggunakan
bantuan floor machine.
1. Bersihkan karpet dengan dry vacuum cleaner terlebih dahulu mulai dari sudut
terjauh.
2. Lakukan teknik spotting atau menghilangkan noda pada karpet dengan cara
menyemprotkan carpet spot removal.
3. Keringkan bekas bahan pembersihan dengan tisu.
4. Bilas bekas bahan pembersihan dengan menyemprotkan air bersih.
5. Keringkan bekas pembersihan dengan cleaning cloth.
6. Campurkan carpet shampoo dengan air lalu masukkan dalam liquid tank pada
floor machine.

47

7. Lakukan penyikatan dengan gerakan mundur dimulai dari sudut terjauh pintu.
8. Sedot/keringkan cairan dengan wet vacuum claner sampai bersih benar.
9. Nyalakan blower dan arahkan pada karpet yang masih lembab. Jangan pindah –

pindahkan blower jika karpet belum kering benar untuk menghindari pengotoran
karpet.
10. Lakukan storing/penggudangan yaitu bersihkan dan simpan kembali alat
pembersih yang telah digunakan serta sisa bahan pembersih pada tempatnya
masing – masing.

c. Pelapisan lantai non buffable system adalah metode pelapisan lantai agar tetap
mengkilat dan bertahan lama. Pada proses akhir, lantai tidak di-buff/semir lagi.
1. Lantai di sapu terlebih dahulu.
2. Lakukan proses scrubbing/menggosok lantai dengan menggunakan wax striper
agar sisa obat pembersih dapat terkelupas
3. Gunakan wet vacuum cleaner untuk menyedot air atau bisa dengan bantuan floor
squeezer untuk mendorong air untuk mempercepat proses pengeringan.
4. Sikat lantai dengan menggunakan floor machine (brushing pad).
5. Gunakan wet vacuum cleaner untuk menyedot air pada lantai yang sudah
terkelupas pelapisnya atau bisa dengan bantuan floor squeezer untuk mendorong
air untuk mempercepat proses pengeringan.
6. Gunakan wax sealer secara merata pada permukaan lantai. Tunggu ± 15-20
menit.
7. Ulangi 2-3x agar memperoleh hasil yang maksimal.

d. Pelapisan lantai buffable system adalah metode pelapisan dengan tujuan yang sama
dengan pelapisan lantai non buffable system, akan tetapi pada proses akhir, lantai di-
buff/semir lagi agar terlihat lebih mengkilat seperti baru. Prosedur yang dilakukan sama
hanya terdapat penambahan pada langkah ke delapan dari pelapisan lantai non
buffable system, yaitu:
1. Poles lantai dengan melapiskan wax finisher pada lantai secara merata. Biarkan
lantai ± 10-20 menit dan ulangi sekali lagi untuk hasil yang lebihmaksimal.
2. Semir lantai yang sudah dilapisi wax finisher dengan menggunakan floor machine
(buffing pad) dengan teliti agar hasilnya maksimal. Lakikan secara berulang bila
perlu agar lantai mengkilap.

48

e. Vacuuming adalah metode pembersihan secara makinal dengan menggunakan mesin
vacuum cleaner. Metode ini terbagi dua yaitu:
1. Dry vacuuming yaitu metode pembersihan untuk menyedot debu baik dari
permukaan lantai, karpet, furniture atau sofa dengan menggunakan mesin dry
vacuum cleaner.
2. Wet vacuuming yaitu metode pembersihan untuk menyedot air dari permukaan
lantai atau karpet yang basah dengan menggunakan mesin wet vacuum cleaner.

AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Guru membagi kelompok siswa 3 – 6 kelompok kecil.
Guru menayangkan video tentang metode – metode pembersihan yang dilakukan oleh Public
Area Attendant/Houseman di hotel.
Siswa mempelajari materi tentang pembersihan area kering dan basah.
Siswa menguraikan langkah – langkah membersihkan area kering dan basah berdasarkan
observasi dan materi yang di dapat.
Siswa mempresentasikan hasil observasi jenis dan objek yang akan dibersihkan oleh Public
Area Attendant/Houseman di hotel.

Nama Kelompok :
Kelas :

No Lokasi/objek Metode Alat Bahan Cara
1. 49
2.
3.
4.
5.
6.


Tabel 8. Membersihkan Area Kering dan Basah

TUGAS DAN LATIHAN

Dengarkan dan simak baik – baik presentasi hasil identifikasi kelompok lain dan berikan
saran/masukan jika terdapat kekurangan menurut kelompok anda terhadap presentasi kelompok
tersebut.

Latihan Soal
1. Jelaskan persyaratan bahan pembersih yang baik.
2. Tuliskan perlengkapan alat pelindung diri dalam melaksanakan proses pembersihan.
3. jelaskan 2 jenis pembagian metode pembersihan yang dilakukan oleh public area

attendant/houseman.

RANGKUMAN

Terdapat berbagai macam area pembersihan yang harus diketahui oleh
seorang public area attendant/houseman yang menjadi tugas dan

tanggungjawabnya. Lokasi pembersihan itu dimulai dari area umum lobi,
lift, tangga, koridor, ruang pertemuan, toilet tamu sampai area luar seperti
parkir, kolam renang juga area umum yang tida dilalui tamu seperti kantor
karyawan, loker karyawan, toilet karyawan dan sebagainya. Jika seorang
public area attendant/houseman mengetahui area kerjanya kemudian dia

dapat menentukan alat dan bahan apa yang dipergunakan lalu metode
pembersihan yang akan diterapkan, baik itu secara manual atau dengan

batuan alat makinal jika memang diperlukan.

50

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tahapan dalam belajar materi ini, jika masih ada
materi yang belum dikuasai/dimengerti, pelajarilah sampai anda betul – betul paham. Setelah selesai
mempelajari dan sudah memahami seluruh isi materi modul ini, anda diperbolehkan untuk
mempelajari materi berikutnya. Apabila anda belum menguasai kompetensi ini, anda dipersilahkan
untuk mempelajari kompetensi ini sampai anda dinyatakan kompeten.

KUNCI JAWABAN

1. Persiapan yang perlu dilakukan dalam melaksanakan proses pembersihan:
a. Mengidentifikasi objek yang akan dibersihkan terlebih dahulu agar tahu jenis apa objek
yang nanti akan dibersihkan, lokasi pembersihan dan jenis pengotor yang ada di area
tersebut sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan pembersihan.
b. Menyiapkan peralatan dan bahan apa yang diperlukan dalam menyelesaikan proses
pembersihan pada objek tersebut.
c. Metode pembersihan apa yang akan dilakukan.
d. Berapa orang yang diperlukan untuk menyelesaikan pembersihan tersebut.
e. Kapan pelaksanaan pembersihan dilakukan.

2. Perlengkapan pelindung dapat meliputi: d. Masker/penutup hidung
a. Shoes/sepatu dengan ujung tertutup e. Goggles/kacamata debu
b. Helmet/helm pelindung f. Hand glove/sarung tangan karet
c. Coat/jas pelindung

3. Metode pembersihan yaitu:
a. Metode pembersihan manual yaitu metode pembersihan yang dilakukan tanpa bantuan
mesin, hanya menggunakan alat dengan tenaga manusia.
b. Metode pembersihan makinal yaitu metode pembersihan yang dilakuan dengan bantuan
mesin yang digerakkan dengan tenaga listrik.

51

KEGIATAN PENYIMPANAN PERALATAN
PEMBELAJARAN 6 PEMBERSIH DAN BAHAN KIMIA

TUJUAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Setelah mempelajari kegiatan
15. Menjelaskan fungsi penyimpanan
pembelajaran 6 tentang penyimpanan peralatan pembersih dan bahan
kimia.
peralatan pembersih dan bahan kimia ini,
16. Menjelaskan tata cara penyimpanan
peserta didik diharapkan dapat melakukan peralatan pembersih dan bahan
kimia.
menyimpanan peralatan pembersih dan

bahan kimia pada public area section di

sebuah hotel pada umumnya.

URAIAN MATERI

Faktor yang terpenting dalam memelihara dan merawat peralatan kerja serta prosedur
penyimpanan peralatan kerja adalah sebagai berikut :
1. Ruang penyimpanan peralatan harus bersih dan kering.
2. Ruang penyimpanan peralatan harus aman (terkunci dan terawasi).
3. Ruang penyimpanan sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang cukup.
4. Peralatan yang disimpan harus dalam keadaan bersih dengan posisi yang aman.
5. Peralatan yang disimpan sebaiknya dicatat atau diinventarisasi secara rutin.

Tempat menyimpan peralatan pembersih secara umum terbagi dalam beberapa macam, hal
ini tergantung dari ukuran, bentuk dan jenis masing-masing peralatan pembersih. Berikut ini adalah
beberapa tempat dalam menyimpan peralatan pembersih :

52

1. Gudang peralatan atau ruang khusus peralatan
2. Lemari peralatan atau kabinet peralatan
3. Rak peralatan
4. Rak penjemur linen
5. Gantungan peralatan
6. Keranjang peralatan
7. Plastik gantung peralatan

Tabel. 9 Teknik Merawat dan Menyimpan Peralatan Pembersih:

Nama Alat Teknik Merawat Teknik Menyimpan

Brush Disimpan dengan posisi bulu sikat di atas, jika Container (keranjang
perlu brush tersebut harus dicuci terlebih dahulu. alat) atau lemari alat.

Broom Disimpan dengan posisi bulu di atas, digantung Gantungan alat
pada kaitan atau disandarkan ke blok bila tidak
digunakan.

Mop Setelah digunakan, kain rumbai-rumbai, bucket Gantungan alat
presser harus dicuci dan dibilas, dikeringkan dan
disimpan di tempat yang berventilasi baik.

Cotton cloth Dicuci dan dikeringkan setelah digunakan. Rak penjemur / lemari
linen

Sprayer Lubang jarus harus dalam posisi yang benar dan Rak susun
dibersihkan setelah digunakan.

Pail / bucket Dicuci dan dikeringkan setelah digunakan. Gudang peralatan

Dump moping Pada akhir pembersih periodik, katun pembersih Rak penjemur
debu dibersihkan dan disimpan sebagaimana
mestinya, diusahakan ujung kain pel tidak
menyentuh lantai. Kain dan kawat penjepit dicuci
secara periodik.

Toilet bowl brush Dicuci setelah digunakan dan disimpan dalam Container (keranjang
keadaan kering. alat) / lemari alat.

53

Floor squeezer Setelah digunakan, karet harus dicuci, dibilas dan Gantungan alat
Vacuum cleaner dikeringkan.
Floor machine
Bersihkan kantong debu atau ganti jika perlu. Gudang peralatan
Carpet machine Bersihkan pada bagian penggerak, tali kabel dan
alat pelengkap dengan kain lembab.

Bersihkan bagian-bagian mesin, kabel gulung Gudang peralatan
dengan kain lembab dan cuci bagian proses
penggerak, piringan dan landasan. Simpan
dengan posisi keatas secara teratur.

Setelah selesai, kosongkan tangki air dengan cara Gudang peralatan
membuka mulut tangki. Bersihkan kabel dengan
kain lembab, bersihkan debu partikel yang
tertinggal pada sikat bulu. Bersihkan pipa untuk
menghindari penumpukan hasil bilasan dan
bersihkan rangka mesin dengan kain lembab.

Tabel 10. Teknik Menyimpan Bahan Pembersih (Cleaning Agent)

Bahan Pembersih Teknik Penyimpanan

Berbentuk cairan 1. Wadah bahan pembersih harus selalu tertutup rapat agar tidak tumpah
(liquid) dan menguap.

2. Disimpan pada suhu ruang.
3. Simpan dilemari rak yang aman dan mudah terjangkau.

Berbentuk krim atau 1. Wadah harus selalu tertutup rapat agar tidak mengeras karena emulsi

pasta (cream/paste) udara.

2. Disimpan pada suhu ruang.

3. Simpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.

Berbentuk bubuk 1. Wadah harus selalu tertutup rapat agar tidak tumpah.
(powder) 2. Disimpan pada suhu ruang.
3. Simpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.

54

Berbentuk butiran 1. Wadah harus selalu tertutup agar tidak habis atau susut
kristal (crystal) terkontaminasi udara.

Berbentuk padat 2. Disimpan pada suhu ruang.
(compact) 3. Simpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.

Berbentuk busa 1. Wadah harus selalu tertutup rapat agar tidak mudah lembek atau
(foam) mencair karena terkontaminasi udara.

2. Disimpan pada suhu ruang yang rendah (relatif dingin)
3. Disimpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.

1. Wadah harus selalu tertutup rapat agar tidak mencair karena
terkontaminasi udara.

2. Disimpan pada suhu ruang yang relatif dingin.
3. Disimpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.

AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Guru membagi kelompok siswa 3 – 6 kelompok kecil.
Siswa mempelajari materi tentang penyimpanan peralatan pembersih dan bahan kimia.
Guru membagi area yang menjadi tanggung jawab siswa dalam praktek sebagai Public Area
Attendant/Houseman.

TUGAS DAN LATIHAN

Latihan Soal
1. Jelaskan prosedur penyimpanan peralatan kerja public area attendant/houseman.
2. Tuliskanlah tempat dalam menyimpan peralatan pembersih.

55

Latihan Praktek
Siswa mempraktekkan melakukan pembersihan pada suatu objek sesuai arahan dari guru.
Siswa melakukan prosedur pembersihan dimulai dari pemilihan bahan, alat, metode
pembersihan sampai penggudangan alat dan bahan pembersih dengan dipandu dan
diawasi langsung oleh guru.

RANGKUMAN

Dalam pelaksanaannya sebagai petugas yang menjaga dan memelihara
kebersihan dan kenyamanan area umum di hotel, public area

attendant/houseman tidak hanya harus menguasai pengetahuan alat dan bahan
serta cara pembersihannya saja tetapi juga harus mengerti bagaimana cara

penggudangan alat dan bahan pembersih. Hal ini dimaksudkan supaya alat – alat
yang dipergunakan dalam pembersihan dapat bertahan lama. Begitupun dengan
melakukan penyimpanan bahan pembersih yang tepat untuk mencegah terjadinya
hal – hal yang tidak diinginkan, karena bahan kimia tentunya ada yang berbahaya
jika terhirup atau tersentuh langsung ke kulit bahkan ada juga bahan pembersih

yang mudah terbakar. Oleh karena itu penting bagi seorang public area
attendant/houseman untuk benar – benar memahami cara penyimpanan yang

tepat bagi bahan pembersih.

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tahapan dalam belajar materi ini, jika masih ada
materi yang belum dikuasai/dimengerti, pelajarilah sampai anda betul – betul paham. Setelah selesai
mempelajari dan sudah memahami seluruh isi materi modul ini, anda diperbolehkan untuk
mempelajari materi berikutnya. Apabila anda belum menguasai kompetensi ini, anda dipersilahkan
untuk mempelajari kompetensi ini sampai anda dinyatakan kompeten.

56

KUNCI JAWABAN

1. Prosedur penyimpanan peralatan kerja adalah sebagai berikut :
a. Ruang penyimpanan peralatan harus bersih dan kering.
b. Ruang penyimpanan peralatan harus aman (terkunci dan terawasi).
c. Ruang penyimpanan sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang cukup.
d. Peralatan yang disimpan harus dalam keadaan bersih dengan posisi yang aman.
e. Peralatan yang disimpan sebaiknya dicatat atau diinventarisasi secara rutin.

2. Berikut ini adalah beberapa tempat dalam menyimpan peralatan pembersih :
a. Gudang peralatan atau ruang khusus peralatan
b. Lemari peralatan atau kabinet peralatan
c. Rak peralatan
d. Rak penjemur linen
e. Gantungan peralatan
f. Keranjang peralatan
g. Plastik gantung peralatan

57

KEGIATAN PENATAAN RUANG
PEMBELAJARAN 7 SERBAGUNA

TUJUAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Setelah mempelajari kegiatan
17. Menjelaskan fungsi penataan ruang
pembelajaran 7 penataan ruang serbaguna serbaguna.

ini, peserta didik diharapkan dapat 18. Melakukan identifikasi penataan
ruang serbaguna.
melakukan penataan ruang serbaguna di
19. Menentukan penataan ruang
sebuah hotel pada umumnya. serbaguna yang akan ditata.

URAIAN MATERI

Kegiatan tata ruang dalam perhotelan adalah aktivitas mengatur ruang yang akan
dipergunakan sebagai tempat acara atau event tertentu. Penataan ruang menjadi bagian penting
karena harus disesuaikan antara;
a. Banyaknya orang yang terlibat dalam acara dengan kapasitas ruangan.
b. Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan, apakah sifat acara resmi atau non resmi

seperti;
1. Acara resmi, kunjungan pejabat negara ke perusahaan , atau acara resmi bersifat

kenegaraan seperti pelantikan pejabat pusat atau daerah.
2. Acara resmi kemudian acara dilanjutkan dengan kegiatan non resmi, misalnya

program acara seperti seminar, atau pembukaan outlet properti hotel, setelah acara
peresmian, kegiatan dilanjutkan denga ramah tamah dan kunjungan ke lokasi.

58

Function room yang di definisikan sebagai “suatu ruangan multi fungsi, digunakan untuk
menyelenggarakan rapat (meeting), insentif (incentive), pertemuan (convention), pameran
(exhibition), perjamuan (function) pada periode dan dengan tujuan tertentu”. Secara umum jenis
function room (ruang serbaguna) dibedakan menjadi tiga yaitu :
1. Ruang Rapat (Meeting Room): ruang rapat yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung

kegiatan seperti multimedia, video conferencing systems dan lainnya, sesuai dengan
kebutuhan dan bentuk kegiatannya.
2. Ruang Perjamuan (Banquet Hall): ruangan yang di tata dengan interior khusus untuk acara
jamuan makan bersifat resmi, dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan sesuai
dengan Events yang diselenggarakan.
3. Ruang Konferensi (Conference Hall): ruangan yang dipergunakan untuk mengadakan
pertemuan penting, misalnya seminar, diskusi, atau pertemun bisnis. Aktivitas pada ruangan
ini umumnya bernuansa resmi, namun tanpa terkesan kaku seperti presentasi bisnis dan
diskusi ilmiah.

Dalam menyusun tata ruang serbaguna, ada beberapa faktor penunjang lain yang tidak
perlu dilupakan yaitu:
a. Kelengkapan penting seperti Lambang negara, bendera, gambar Presiden dan Wakil

Presiden.
b. Pencahayaan ruang konferensi. Memastikan Tata lampu/lighting untuk ruang konferensi

memiliki intensitas cahaya yang merata dengan meminimalkan efek bayangan.
c. Meeting & Presentation Kits melengkapi ruang konferensi Sarana pendukung ruang

konferensi diperlukan untuk membantu kelancaran kegiatan di ruang konferensi, seperti
proyektor, LCD dan layar, atau layar elektrik atau plasma, video conferencing systems,
audio dan sound systems. Penempatan posisi masing – masing harus memperhatikan
layout dan penataan tempat duduk di ruang konferensi.
d. Tambahkan dekorasi jika dimungkinkan. Penambahan dekorasi dengan Interior lanscape
gardeningdimungkinkan jika masih tersedia space,Warna hijau dari daun tanaman akan
memberikan efek segar pada mata dan tidak membuat jenuh dalam memandang layar
proyektor atau plasma screen.
e. Posisi tata meja dan kursi peserta seyogyanya menghadap ke arah pembicara.

59

Berikut adalah contoh beberapa rancangan tata ruang serbaguna yang umumnya
dipergunakan di hotel:

Gambar 2. Layout Tata Ruang Serbaguna

1. Bentuk RancanganModel U / U-Shape Style Atau Presenter Style
Bentuk rancangan U Shape Style adalah salah satu yang populer untuk penempatan

tempat duduk peserta dimana meja persegi panjang diatur berbentuk seperti huruf U.
Penataan ini terkesan bahwa semua audiens terlihat sama rata, karena tidak ada yang
menempati urutan di depan atau di belakang dan bagi Presenter tentunya akan lebih leluasa
mendekati peserta dengan berjalan ke depan menelusuri area (space) di tengah.

Layout-U Style, ideal untuk presentasi dengan jumlah maksimal 40 peserta
Contohnya seperti presentasi training atau pelatihan, pertemuan direksi maupun meeting
manajemen dan untuk kegiatan seminar yang akan menghadirkan presenter atau
pembicara, sebaiknya penataan ruang memilih bentuk rancangan menyerupai bentuk
huruf U atau U-shape.

60

Gambar 3. Tata Ruang Serbaguna U-Shape ll Sumber: theemerald.com

2. Bentuk Rancangan Model Ruang Rapat / Conference Style
Bentuk rancangan Converence atau dikenal pula dengan Boardroom style. Ideal

untuk jumlah 20 peserta dengan agenda kegiatan berdiskusi, menggunakan laptop dan
aktivitas mencatatan dari materi yang dibagikan.

Gambar 4. Tata Ruang Serbaguna Conference Style ll Sumber: htprofile.com

3. Bentuk Rancangan Model Ruang Teater / Theatre Style
Bentuk rancangan Theatre Style di atur dengan kursi menghadap ke depan tanpa

disediakan meja. Di mana ada ruang/space pada bagian tengah untuk peserta memasuki
tempat duduk mereka. Rancangan ini idealnya untuk presentasi dengan jumlah peserta
yang besar antara 40 – 50 peserta. Seperti kuliah umum, konferensi, seminar akbar atau
presentasi sejenis.

61

Gambar 5. Tata Ruang Theater Style ll Sumber: thegalmont.com

4. Bentuk Rancangan Model Ruang Kelas / Classroom Style
Bentuk rancangan Classroom Style tidak berbeda dengan Theatre Style, hanya pada

layout ini, peserta dapat melakukan aktivitas menulis. Model penataan ini akan lebih
memfokuskan perhatian peserta ke pada presenter atau pembicara dalam durasi yang lama.
Rancangan ruang ini idealnya untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti
penyelenggaraan diskusi publik, seminar, pertemuan yang mengharuskan peserta
membawa laptop dan presentasi yang bersifat informasi.

Gambar 6. Tata Ruang Serbaguna Classroom Style ll Sumber: epichotel.com

62

5. Bentuk Rancangan Model Meeting Squares
Bentuk rancangan meeting squares adalah pengaturan ruangan presentasi yang

menggunakan meja sebagai sarana kerja kelompok dengan beberapa penempatan kursi
yang disusun mengelilingi meja. Rancangan ruangan ini idealnya untuk peserta yang
berjumlah maksimal 20 peserta dengan materi kegiatan diskusi kelompok, atau dikusi internal
antar departemen atau antar manajemen

Gambar 7. Tata Ruang Serbaguna Meeting Square ll Sumber: thepennstaterhotel.psu.edu

6. Bentuk Rancangan Model Ruang Perjamuan / Banquet Style
Bentuk rancangan Banquet Style sama dengan pengaturan model meeting squares

yakni pengaturan ruangan presentasi yang menggunakan meja bundar/perjamuan dengan
beberapa penempatan kursi yang disusun mengelilingi meja. Bentuk ini idealnya untuk
kegiatan presentasi yang mengagendakan kegiatan diskusi kelompok /group discussion
dengan jumlah anggota masing-masing adalah delapan peserta.

Gambar 8. Tata Ruang Serbaguna Classroom Style ll Sumber: ihg.com

63

AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Guru membagi kelompok siswa 3 – 6 kelompok kecil.
Guru menunjukkan video atau gambar tentang penataan ruang – ruang serbaguna.
Siswa mempelajari materi tentang penataan ruang serbaguna.

TUGAS DAN LATIHAN

Latihan Praktek
Siswa mempraktekkan melakukan penataan ruang serbaguna dengan dipandu dan diawasi
langsung oleh guru.

Latihan Soal
1. Apakah yang menjadi faktor penting dalam menyusun suatu ruang serbaguna?
2. Tuliskanlah jenis function room (ruang serbaguna).

RANGKUMAN

Ruang serbaguna adalah salah satu fasilitas yang biasanya ditawarkan oleh hotek
untuk berbagai acara sesuai keperluan tamu. Kegiatan tata ruang adalah aktivitas
mengatur ruang yang akan dipergunakan sebagai tempat acara atau event tertentu.
Penataan ruang harus disesuaikan antara banyaknya orang yang terlibat dalam acara
dengan kapasitas ruangan, bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan, apakah sifat
acara resmi atau non resmi. Bentuk penataan dapat dilakukan dengan berbagai model
rancangan mulai dari model U, theatre style, classroom style, meeting square, banquet
style atau model – model lainnya. Setelah menentukan bentuk rancangan penataan
ruang, ada beberapa hal lain yang tentunya tidak boleh dilupakan mulai dari lambang

negara, gambar presiden dan wakil presiden, bendera, pencahayaan ruang,
presentation kits, dekorasi tambahan dan letak kursi dan meja peserta yang

menghadap pembicara.

64

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tahapan dalam belajar materi ini, jika masih ada
materi yang belum dikuasai/dimengerti, pelajarilah sampai anda betul – betul paham. Setelah selesai
mempelajari dan sudah memahami seluruh isi materi modul ini, anda diperbolehkan untuk
mempelajari materi berikutnya. Apabila anda belum menguasai kompetensi ini, anda dipersilahkan
untuk mempelajari kompetensi ini sampai anda dinyatakan kompeten.

KUNCI JAWABAN

1. Faktor penting dalam menyusun suatu ruang serbaguna:
a. Banyaknya orang yang terlibat dalam acara dengan kapasitas ruangan.
b. Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan, apakah sifat acara resmi/non resmi seperti;
1. Acara resmi, kunjungan pejabat negara ke perusahaan , atau acara resmi
bersifat kenegaraan seperti pelantikan pejabat pusat atau daerah.
2. Acara resmi kemudian acara dilanjutkan dengan kegiatan non resmi, misalnya
program acara seperti seminar, atau pembukaan outlet properti hotel, setelah
acara peresmian, kegiatan dilanjutkan denga ramah tamah dan kunjungan ke
lokasi.

2. Jenis function room (ruang serbaguna) dibedakan menjadi tiga yaitu:
a. Ruang Rapat (Meeting Room): ruang rapat yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung
kegiatan seperti multimedia, video conferencing systems dan lainnya, sesuai
dengan kebutuhan dan bentuk kegiatannya.
b. Ruang Perjamuan (Banquet Hall): ruangan yang di tata dengan interior khusus untuk
acara jamuan makan bersifat resmi, dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan
sesuai dengan Events yang diselenggarakan.
c. Ruang Konferensi (Conference Hall): ruangan yang dipergunakan untuk mengadakan
pertemuan penting, misalnya seminar, diskusi, atau pertemun bisnis. Aktivitas pada
ruangan ini umumnya bernuansa resmi, namun tanpa terkesan kaku seperti presentasi
bisnis dan diskusi ilmiah.

65

KEGIATAN PENATAAN TAMAN DI DALAM
PEMBELAJARAN 8 DAN DI LUAR RUANGAN

TUJUAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Setelah mempelajari kegiatan
20. Menjelaskan penataan taman di
pembelajaran 8 tentang penataan taman di dalam dan luar ruangan.

dalam dan di luar ruangan, peserta didik 21. Melakukan identifikasi penataan
taman di dalam dan luar ruangan.
diharapkan dapat membuat penataan
22. Menentukan lokasi penataan taman
taman di dalam dan luar ruangan di sebuah di dalam dan luar ruangan.

hotel pada umumnya.

URAIAN MATERI

Adanya taman yang tertata indah dan terpelihara dengan apik tentunya akan menambah
daya tarik dan memberikan kesan tersendiri bagi tamu yang datang ke hotel. Oleh sebab itu taman
memerlukan penanganan yang serius dan khusus pula. Petugas taman di hotel disebut gardener
yang mempunyai tugas memelihara, menata dan mengatur semua taman yang ada. Terdapat dua
jenis taman yang ada di hotel yaitu:
1. Indoor garden (taman di dalam ruangan)

Jenis tanamannya biasanya berdaun tebal atau lebar, tahan terhadap udara di dalam
gedung yang ber-AC dan tidak selalu menerima sinar matahari, berbatang pendek tak
berkayu. Tempat – tempat yang sering dipasangi tanaman ini adalah mezanin, restoran,
koridor, kantor, kamar tamu, toilet, tangga dan selasar. Taman indoor ini biasanya
dinamakan dry garden dengan ciri – ciri sebagai berikut:

66

a. Bersifat sementara.
b. Dapat diubah – ubah sesuai layout atau kondisi ruangan.
c. Mudah dipindahkan.
d. Tahan terhadap udara ber-AC
e. Berbatang rendah agar bila dipasang di tengah layout tidak menghalangi pandangan

tamu saat duduk.

Tanamannya dapat dikombinasi dari jenis rerumputan, perdu berbunga atau bunga palsu
(yang dipasang sebagai kamuflase), sri rejeki, palm berbatang pendek dalam pot dll. Agar kelihatan
lebih hidup, disekitar tanaman tadi diberi bebatuan atau kerikil yang ditata sedemikian rupa sehingga
seperti tempat tumbuh tanam – tanaman tadi, potongan – potongan bambu pendek yang ditata
berdiri, tonggak kayu kering yang memberikan image kepada para tamu seakan – akan berada di
tengah hutan. Untuk mempermudah dan mempercepat proses bongkar pasang dry garden, serta
menjaga kebersihan sebaiknya areal taman diberi pelastik.

Berikut adalah contoh hotel dengan desain tanaman yang berada di dalam ruangan:

Lobby Shangri-La Hotel Singapura Toilet Kamar Bungalow Quelitales Hotel – Costa Rica

Vertical Garden Icon Hotel – Hong Kong Harris Resort Hotel - Batam

Gambar 9. Hotel dengan Indoor Garden

67

2. Outdoor garden (taman di luar ruangan)

Tanaman yang ditanam adalah jenis rumput – rumputan sebagai tanaman dasar,
dikombinasi dengan tanaman perdu, palm, serta tanaman keras seperti pohon kamboja,
angsana kemuning, cemara, asam kranji, beringin dll sebagai tanaman perindang.
Penanamannya diatur dan disesuaikan dengan areal yang ditanami, dapat diselang seling
antara rumput – rumputan dipadu dengan perdu yang berbunga atau pohon palm serta
tanaman keras lainnya. Tanaman – tanaman keras, berkayu dan berbatang tinggi, sering
ditanam pada pinggiran taman yang sekaligus sebagai pembatas areal hotel dengan areal
luar hotel.

Berikut adalah contoh hotel dengan desain tanaman yang berada di luar ruangan:

Grand Hotel - Michigan The Ritz Carlton - Florida

Grand Hotel - Michigan Grand Hyatt Hotel Tokyo

Gambar 10. Hotel dengan Outdoor Garden

68

AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Guru membagi kelompok siswa 3 – 6 kelompok kecil.
Siswa mempelajari materi tentang penataan taman di dalam dan di luar ruangan.

LATIHAN SOAL DAN LATIHAN PRAKTEK

Latihan Soal
1. Jelaskan jenis – jenis taman yang ada di hotel.
2. Apakah ciri – ciri dari indoor dry garden (taman kering)?

Latihan Praktek
Siswa mempraktekkan mebuat penataan taman di dalam dan di luar ruangan dengan dipandu dan
diawasi langsung oleh guru.

RANGKUMAN

Gardener adalah salah satu petugas hotel yang memelihara, menata dan mengatur
semua taman yang ada di hotel baik di dalam maupun di luar ruangan. Penataan
taman sendiri harus dilakukan secara berkala seperti pemberin pupuk, penyiraman
air, pengguntingan terhadap daun – daun kering, dll. Taman yang berada di hotel
tentunya mempunyai peranan penting. Selain gunanya membuat ruangan semakin
hijau dan segar, taman juga dapat mempercantik ruangan dan menambah daya tarik

dari hotel itu sendiri. Selain itu desain yang menarik dari sebuah taman akan
menambah ciri khas dari suatu hotel. Taman pun dapat di tata sedemikian rupa

menurut acara, kegiatan atau perayaan yang dilakukan di sebuah hotel.

69

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tahapan dalam belajar materi ini, jika masih ada
materi yang belum dikuasai/dimengerti, pelajarilah sampai anda betul – betul paham. Setelah selesai
mempelajari dan sudah memahami seluruh isi materi modul ini, anda diperbolehkan untuk
mempelajari materi berikutnya. Apabila anda belum menguasai kompetensi ini, anda dipersilahkan
untuk mempelajari kompetensi ini sampai anda dinyatakan kompeten.

KUNCI JAWABAN

1. Jenis – jenis taman yang ada di hotel terbagi menjadi dua, yaitu:
a. Indoor garden yaitu taman yang ditata di dalam ruangan hotel seperti mezanin,
restoran, koridor, kantor, kamar tamu, toilet, tangga dan selasar.
b. Outdoor garden yaitu taman yang ditata di luar ruangan hotel seperti taman, restoran
diluar bangunan hotel, parkir, jalan seputaran bangunan hotel, dll.

2. Ciri – ciri indoor dry garden adalah:
a. Bersifat sementara.
b. Dapat diubah – ubah sesuai layout atau kondisi ruangan.
c. Mudah dipindahkan.
d. Tahan terhadap udara ber-AC
e. Berbatang rendah agar bila dipasang di tengah layout tidak menghalangi pandangan
tamu saat duduk.

70

KEGIATAN JENIS DAN BENTUK
PEMBELAJARAN 9 RANGKAIAN BUNGA

TUJUAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Setelah mempelajari kegiatan
23. Menjelaskan berbagai jenis dan
pembelajaran 9 tentang jenis dan bentuk bentuk rangkaian bunga.

rangkaian bunga ini, peserta didik 24. Melakukan identifikasi berbagai jenis
dan bentuk rangkaian bunga.
diharapkan dapat membuat berbagai jenis
25. Menjelaskan alat dan bahan untuk
dan bentuk rangkaian bunga di sebuah merangkai bunga.

hotel pada umumnya. 26. Menentukan alat dan bahan
merangkai bunga.

URAIAN MATERI

Di hotel, florist bertanggung jawab merancang dekorasi bunga yang inovatif dan membuat
rangkaian bunga untuk lobi hotel, kamar tamu, restoran, spa, dan area umum lainnya. Seorang
florist harus memiliki pengetahuan tentang berbagai macam desain bunga, bunga, dedaunan
bersama dengan ketersediaan musiman mereka dan berapa lama mereka akan tetap segar. Semua
desain dan tugas harus dilakukan sesuai dengan kebijakan dan prosedur operasional standar
departemen housekeeping. Terdapat berbagai jenis bunga yang bisa digunakan untuk rangkaian
bunga, yaitu:

71

a. Bunga Fokus
Bunga yang memiliki bentuk, ukuran maupun warna yang lebih menonjol dan besar dibanding
dengan bunga rangkaian lainnya. Beberapa contoh bunga fokus, yaitu:

Gambar 11. Bunga Fokus

Bunga Hortensia Bunga Amarilys Bunga Brassica (Kol)

Bunga Lily Bunga Anthorium Bunga Anggrek Bulan

Bunga Matahari

b. Bunga Ukuran Sedang
Bunga ukuran sedang bisa dirangkai berkelompok untuk menciptakan karakter yang berbeda.
Untuk jenis bunga sedang, bisa menggunakan satu macam bunga sedang. Berikut adalah
contoh bunga ukuran sedang:

72

Gambar 12. Bunga Ukuran Sedang

Bunga Anyelir Bunga Dahlia Bunga Mawar

Bunga Krisan Bunga Gerbera

c. Bunga Pengisi
Bunga ini fungsinya adalah mengisi ruang diantara rangkaian bunga yang ada. Bentuknya
bisa saja kecil, halus, bulat atau berlekuk. Contohnya adalah:

Gambar 13. Bunga Pengisi

Bunga Peacock Bunga Baby Breath Bunga Caspia
73

Bunga Wortel (Amitayus) Bunga Rosida Bunga Krisan Jenis Puma

Bunga Amaranthus (Bayam Merah)

d. Bunga Pembentuk Garis – Garis
Bunga ini mempunyai karakteristik panjang atau melengkung yang berfungsi sebagai
pembentuk garis yang diinginkan dalam rangkaian bunga sesuai karakter yang diinginkan.
Contohnya adalah:

Gambar 14. Bunga Pembentuk Garis – Garis

Bunga Gladiol Bunga Snap Dragon Bunga Liatris

74

Bunga Anggrek Dendrobium Bunga Heloconia

e. Bunga Pembentuk Garis Lengkung
Bunga pembentuk garis melengkung digunakan pada rangkaian bunga untuk mendukung
tampilan rangkaian. Bila harus menggunakan dua jenis, pilih yang bersifat paling menunjang
karakter materi. Hindari memilih dua materi pembentuk garis dengan sifat yang sama
kuatnya.Pilih satu yang paling menonjol dan yang lain sebagai pelengkap

Gambar 15. Bunga Pembentuk Garis Lengkung

Bunga Calla Lily Bunga Amaranthus

Bunga Anggrek Dendrobium Bunga Jawawut (Setaria)

75


Click to View FlipBook Version