Berikut adalah model dasar rangkaian bunga yang dapat dijadikan patokan dalam
berinovasi untuk membuat rangkaian bunga sesuai tema atau karakter yang diinginkan, yaitu:
a. HOGART CURVE
Rangkaian bunga model S yang
diciptakan oleh seniman inggris
William Hogart pada periode
Baroque.
b. RIGHT ANGLE
Adalah model rangkaian bunga
yang membentuk siku – siku.
c. CRESCENT
Adalah rangkaian bunga yang
berbentuk setengah lingkaran
seperti bulan sabit.
d. HORIZONTAL
Adalah bentuk rangkaian bunga yang
melebar membentuk garis horizontal.
76
e. SEGITIGA (TRIANGLE)
Adalah rangkaian bunga yang
membentuk segitiga.
f. BUNDAR (ROUND)
Adalah rangkaian bunga
yang berbentuk bundar.
g. LONJONG (OVALE)
Adalah rangkaian bunga yang
berbentuk lonjong.
h. VERTIKAL
Adalah rangkaian bunga yang
berbentuk vertikal.
77
i. KIPAS (FAN)
Adalah rangkaian bunga
yang berbentuk kipas.
j. INVERTED T
Rangkaian bunga
yang berbentuk huruf
T terbalik.
k. DIAGONAL
Adalah bentuk
rangkaian bunga yang
berbentuk garis
diagonal miring.
Gambar 16. Model Dasar Rangkaian Bunga
ALAT DAN BAHAN MERANGKAI BUNGA
Untuk membuat rangkaian bunga yang indah tentunya diperlukan alat dan bahan yang
tepat, terutama karakterisktik setiap bunga terkadang memerlukan alat yang berbeda agar bunga
tersebut terlihat indah dan menarik setelah dirangkai. Berikut ini adalah alat dan bahan yang
dipergunakan dalam merangkai bunga:
Gambar 17. Alat dan Bahan Merangkai Bunga
©constitutionrising.com Flower/bunga
78
© Save-on-craft.com.com © Mlglitigation.com
Wadah Rangkaian
Bunga
©amazon.com Oasis Foam/Busa Oasis adalah tempat untuk
menancapkan bunga, biasanya digunakan untuk
bunga meja atau pot tanpa air. Sebelum dipakai,
direndam dulu di air sampai mengpaung agar air
benar – benar meresap.
Waterproof tape/plester tahan air yang ©coch.com.au
digunakan untuk merekatkan tangkai bunga,
busa oasis, wadah bunga dll. Dapat menempel
pada tembikar, logam, plastik, kayu, kaca,
keramik, dll.
Floral stem tape/plester batang bunga
adalah pita elastis yang kuat yang melekat
tanpa menempel ke jari-jari Anda.
©sandipointe.com
Floral wire/stem wire adalah kawat,baik kawat halus ©koch.com.au
maupun kawat kasar, kawat halus digunakan untuk
mengikat bunga. Untuk kawat kasar (ukuran 20),
biasanya digunakan untuk melilit tangkai bunga supaya
lebih kuas dan untuk membentuk tangkai bunga
menjadi lurus atau bengkok sesuai dengan kebutuhan.
79
©floraldesigninstitute.com Greening pins/pin pengaman digunakan
untuk mengamankan bunga dengan batang
yang rapuh/lemah untuk memberi mereka
kekuatan.
Wood picks/tusuk kayu adalah alat yang ©factorydirectcraft.com
berfungsi untuk menopang batang bunga yang
rapuh/lemah.
Chenille steam/batang chennile (atau
pembersih pipa) digunakan untuk
mengamankan pita
©factorydirectcraft.com
Wire cutters/pemotong kawat digunakan untuk
memperpendek kawat dan memotong beberapa
ketebalan kawat.
©oasisfloral.my
©oasisfloral.my Pliers/tang digunakan untuk membentuk
ujung bulat dan loop kawat atau untuk
desain pembungkus kawat dan manik-
manik.
Floral knives/pisau Bunga digunakan untuk
memotong tangkai bunga.
©growtech.com
©bloomsbythebox.com Floral shears/gunting bunga digunakan
untuk memotong batang bunga tanpa
menghancurkannya.
80
TEKNIK MERANGKAI BUNGA
1. Basing (pembuatan dasar) merupakan istilah yang umum untuk teknik-teknik yang dipakai
dalam melukiskan suatu dasar desain. Dalam dunia seni, istilah basing berlaku untuk
stabilitas fisik yang diberikan pada sebagian pahatan pada dasarnya.
2. Terracing (pembuatan teras) adalah suatu teknik pembuatan dasar/basing. Bahan-bahan
yang sama yang kadang-kadang diberi peringkat ukuran ditempatkan pada suatu urutan
anak tangga mendatar, dari depan belakang. Teknik ini dapat diterapkan untuk bunga-
bunga, daun-daunan segar, dan bahan-bahan kering, atau sebenarnya bahan apapun yang
digunakan pada komposisi bunga.
3. Grouping (pengelompokan) digunakan untuk menciptakan suatu perasaan yang terencana
dan teroganisir.Bahan-bahan yang ditempatkan dalam kelompok-kelompok punya pengaruh
lebih besar daripada bahan-bahan “polka dotted” (terbintik-bintik) di segenap desain.
4. Sequencing (pengurutan) adalah teknik desain yang menyajikan bahan-bahan dari yang
terkecil sampai yanglebih besar, dari warna yang lebih terang sampai ke yang lebih gelap,
atau dari bunga-bunga yangkuncup sampai bunga yang terbuka penuh.
5. Focal Area (daerah pusat perhatian) adalah suatu titik focal (focal yang menjadi pusat
perhatian) secara tradisional adalah suatu titik khususdimana semua bahannya bertemu dan
berangkat. Titik itu biasnya ditempati oleh bunga khusus.Desainer kontemporer telah
memperluas definisi titk khusus itu dan menciptakan ungkapan “focalarea”. Suatu fokal area
tersusun dari lebih dari satu bahan dan memperoleh perhatian dari orangyang melihatnya.
6. Zoning (pemilihan area yang dikembangkan) sering digunakan untuk suatu area yang lebih
luas daripada komposisi sederhana bunga segar. Teknik ini menggunakan prinsip yang
sama dengan komunitas atau kota yang dibagi-bagi, bunga- bunga dapat dibagi-bagi
menurut jenis atau warna ke dalam bagian-bagian khusus yang lebih luas.
7. Framing (pembuatan kerangka) adalah teknik penempatan bahan yang memusatkan mata
orang-orang yang melihat pada area tertentu saja pada rangkaian bunga. Kadang teknik ini
bisa digunakan untuk memisahkan satu bahan tertentu dalam satu rangkaian.
81
8. Banding (pembalutan) adalah teknik yang dipakai untuk menekankan atau menarik
perhatian pada bahan tertentu. Dalam bentuknya yang paling murni, banding tidak punya
tujuan fungsional, semata-mata hanya penghias.Banding digunakan sebagai penghias
seperti halnya orang memakai gelang.
9. Paralelisme adalah suatu metode penempatan bahan dalam komposisi bunga. Garis-garis
yang sama jaraknya mungkin tegak, mendatar ataupun diagonal. Dalam bentuk orisinil,
paralelisme tampak dingin dan lebih terstruktur.
TIPS DALAM MERANGKAI BUNGA
Rangkaian bunga tentunya bisa berguna sebagai ornamen yang mempercantik ruangan.
Nuansa yang berbeda bisa terpancar dari keindahan rangkaian bunga yang Anda miliki. Merangkai
bunga memang tidak mempunyai aturan yang baku dan ketat dalam mendapatkan hasil yang indah.
Namun, Anda perlu memperhatikan cara dan teknik merangkai bunga agar bisa mendapatkan hasil
yang cantik. Berikut beberapa tipsnya:
a. Air
Letakkan bunga di air segera setelah Anda membelinya. Isi ember dengan air hangat,
tambahkan sedikit pengawet, dan kemudian letakkan bunga.
b. Harus dipotong
Potong sekiranya satu inci dari batang dengan menggunakan pisau atau gunting tajam,
terutama jika bunga direndam beberapa saat sebelum dirangkai. Potongan bunga yang
segar akan membantu batang dalam menyerap air lebih baik.
c. Suhu Air Berpengaruh
Air hangat membantu kepala bunga yang erat tertutup, seperti bunga mawar atau
ranunculus, untuk membuka atau mekar sepenuhnya. Tinggalkan bunga dalam air selama
sehari atau dua hari sebelum dirangkai.
d. Gunakan busa
Gunakan busa untuk menjaga bunga agar tidak terhidrasi terus menerus dan bisa bertahan
lebih lama. Rendam busa selama 15 menit sebelum dipotong sesuai dengan container atau
wadah bunga. Siram busa setiap dua hari sekali.
e. Pangkas
Potong kembali batang bunga sebelum menyusunnya di rangkaian. Potong daun agar tidak
terendam di bawah garis air.
82
f. Pilih dan Pilah Bunga
Letakkan bunga yang berukuran besar dan berat dalam proses perangkaian untuk
memastikan penempatan di semua sisi. Tambahkan dengan bunga yang lebih kecil dan
setengah mekar sehingga meninggalkan cukup ruang antara batang.
g. Atur Ketinggian Bunga Dan Vasnya
Pastikan bunga Anda lebih tinggi sekitar satu setengah kali dari tinggi kontainer atau
vasnya. Seimbangkan juga lebar rangkaian bunga beserta kontainernya.
h. Warna Bunga Yang Serupa
Campur bunga yang memiliki warna dan tekstur yang berbeda untuk membuat rangkaian
monokromatik yang menarik dilihat. Warna bunga yang serupa atau tidak terlalu mencolok
perbedaannya akan membuat rangkaian bunga semakin menarik.
i. Penuhi Rangkaian
Gunakan batang dan daun untuk memenuhi vas atau kontainer. Efek penuh pada rangkaian
akan membuat lebih menarik.
j. Penempatan yang tepat
Jauhkan rangkaian bunga dari sinar matahari dan ventilasi secara langsung. Potong ulang
batang dan sering tambahkan air di vas.
AKTIVITAS PEMBELAJARAN
Guru membagi kelompok siswa 3 – 6 kelompok kecil.
Guru menunjukkan gambar atau video tentang merangkai bunga.
Siswa mempelajari materi tentang jenis dan bentuk rangkaian bunga.
LATIHAN SOAL DAN LATIHAN PRAKTEK
Latihan Praktek
Siswa mempraktekkan melakukan penataan ruang serbaguna dengan dipandu dan diawasi
langsung oleh guru.
83
Latihan Soal
1. Tuliskan jenis – jenis bunga yang digunakan dalam rangkaian bunga.
2. Tuliskan model dasar rangkaian bunga yang dapat dijadikan patokan dalam merangkai
bunga.
3. Tulislah teknik merangkai bunga.
RANGKUMAN
Florist berasal dari kata flower yang berarti bunga, sedangkan flourish artinya
berkembang atau berbunga. Florist bertugas dan bertanggung jawab
menyediakan, merangkai, dan mengganti rangkaian bunga yang dibuat
dibeberapa tempat spesifik di hotel seperti lobi hotel, kamar tamu, restoran,
spa, dan area umum lainnya. Di beberapa hotel besar, florist merupakan seksi
tersendiri yang berada di bawah departemen housekeeping. Seorang florist
harus memahami benar tentang bunga dan penanganannya serta dapat
mendesain rangkaian bunga cocok sesuai kebutuhan, musim dan lokasi
penempatan rangkaian bunga itu sendiri.
UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tahapan dalam belajar materi ini, jika masih ada
materi yang belum dikuasai/dimengerti, pelajarilah sampai anda betul – betul paham. Setelah selesai
mempelajari dan sudah memahami seluruh isi materi modul ini, anda diperbolehkan untuk
mempelajari materi berikutnya. Apabila anda belum menguasai kompetensi ini, anda dipersilahkan
untuk mempelajari kompetensi ini sampai anda dinyatakan kompeten.
84
KUNCI JAWABAN
1. Jenis – jenis bunga yang digunakan dalam rangkaian bunga.
a. Bunga Fokus
b. Bunga Ukuran Sedang
c. Bunga Pengisi
d. Bunga Pembentuk Garis – Garis
e. Bunga Pembentuk Garis Lengkung
2. Model dasar rangkaian bunga yang dapat dijadikan patokan dalam merangkai bunga
adalah:
a. Hogart Curve g. Lonjong (ovale)
b. Right Angle h. Vertikal
c. Crescent i. Kipas (fan)
d. Horizontal j. Inverted T
e. Segitiga (triangle) h. Diagonal
f. Bundar (round)
3. Teknik merangkai bunga adalah:
a. Basing (pembuatan dasar)
b. Terracing (pembuatan teras)
c. Grouping (pengelompokan)
d. Sequencing (pengurutan)
e. Focal Area (daerah pusat perhatian)
f. Zoning (pemilihan area yang dikembangkan)
g. Framing (pembuatan kerangka)
h. Banding (pembalutan)
i. Paralelisme
85
BAB
II ROOM SECTION
86
KEGIATAN PEMBELAJARAN X
MENUNJUKKAN ROOM SECTION
A. TUJUAN
Setelah mengikuti materi pelajaran menunjukkan room section, diharapkan siswa mampu
memahami dan melakukan room section.
B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.1. Menjelaskan pengertianroom attendant dalam pelayanan
3.2. Menguraikan tugas dan tanggung jawab room attendant dalam pelayanan
3.3. Mendeskripsikan ruang lingkupoperasional pelayanan Room Attendant
3.4. Menentukan pembersihan kamar
3.5. Menjelaskan pengertian room status
C. URAIAN MATERI
1. Pengertian Room Attendant dalam Pelayanan
Seksi kamar (room section) merupakan bagian yang bertugas dalam hal pemeliharaan kamar–
kamar hotel. seperti kebersihan, keindahan, dan kenyamanan tamu selama tamu berada di
hotel tersebut. Room attendant ialah petugas floor section yang menjaga kebersihan, kerapian,
kenyamanan dan kelengkapan ka mar-kamar tamu. Room attendant harus memiliki penampilan
baik dan rapi meliputi tingkah laku kejujuran, sopan santun pada tamu,atasan maupun teman
sejawat. Untuk petugas pria disebut roomboy dan wanita disebut room maid. Selain unsur–
unsur penting itu pihak tata graha khususnya seksi kamar dituntut untuk memberikan
87
pelayanannya yang istimewa kepada tamu melalui roomattendant sehingga tamu merasa puas
selama tinggal di hotel dan diharapkan dapat menjadi pelanggan hotel.
Seksi ini bertanggung jawab terhadap pemeliharaan kamar tamu hotel, yang meliputi
kebersihan, kerapian, keindahan dan kenyamanan tamu di hotel. selain unsur-unsur penting itu
pihak housekeeping khususnya seksi kamar dituntut untuk memberikan pelayanan sebaik–
baiknya sehingga tamu merasa puas selama tinggal di hotel dan menjadi pelanggan yang tetap
(repeat guest), Untuk melaksanakan tugas dengan baik seorang roomboy harus mengetahui
peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku di room section.
Adapun ketentuan-ketentuan antara lain:
1. Mengenakan seragam hotel,sepatu dan kaus kaki yang ditentukan
2. Selalu tepat waktu dan bila ada halangan diharap memberitahu sebelumnya
3. Segera melaporkan kepada supervisor atau kantor tata graha jika menjumpai tamu
yang sakit dan hal-hal yang mencurigakan misalnya pencuri atau skipper.
4. Harus ramah dan member salam pada tamu serta melayani tamu dengan senang hati.
5. Melaporkan pekerjaan yang belum selesai pada shift berikutnya.
6. Melaporkan dan membawa lost and found kepada supervior.
7. Dilarang meninggalkan roomboy station atau tempat tugas tanpa izin supervisor.
8. Dilarang mengobrol dengan sesama karyawan ataupun tamu.
9. Dilarang merokok dan berbicara keras-keras ditempat tugas sehingga
mengganggu kenyaman tamu.
10. Dilarang menghidupkan radio atau nonton tv di kamar.
11. Dilarang mengajak teman berkunjung kedalam hotel.
12. Dilarang membawa barang atau apapun tanpa izin.
13. Dilarang mengunakan lift tamu.
14. Dilarang menyimpan barang yang bukan milik pribadi.
88
15. Dilarang meninggalkan hotel dengan seragam dan membawa kunci kamar (pass key)
2. Tugas dan Tanggung Jawab Room Attendant dalam Pelayanan
Room attendant merupakan petugas hotel yang berada pada seksi kamar yang berhubungan
langsung dengan tamu (front of the house). Tugas dari room attendant dapat dikatakan rumit dan
berat karena complain yang datang dari tamu banyak sekali hubunganya dengan kamar dan baik
atau buruknya kamar hotel tergantung dari kualitas room attendant hotel tersebut. Harus diingat,
bahwa pada tamu masuk kamar, pandangan pertamanya akan ditunjukkan pada kerapian tempat
tidur. Mereka akan mendapatkan kesan yang pertama atas hotel secara keseluruhan hanya
dengan melihat kerapian tempat tidur tersebut.
Adapun tugas dan tanggung jawab room attendant dalam pelayanan adalah sebagai berikut. :
1. Mengelola kamar yang menjadi tanggung jawabnya ( dalam arti yang luas ) baik atau buruknya
kamar sangat tergantung pada room attendant, mulai dari ketelitian,
kerajinan maupun kualitas. Seorang room attendant yang rajin, teliti, dan terampil dalam
melaksankan pekerjaannya akan dapat menghasilkan kamar yang bersih, rapi, lengkap
dan nyaman. Oleh sebab itu room attendant harus mengerjakan kamar dengan teliti dan
memeriksa semua perlengkapan yang ada di dalamnya.
2. Melayani tamu. Di dalam memberikan pelayanan kepada para tamu tidak dibatasi waktunnya,
sebab setiap saat tamu dapat meminta pelayanan, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.
Pelayanan memiliki defenisi sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh manusia dan untuk
manusia, dalam rangka memenuhi kebutuhan – kebutuhan serta tujuan – tujuannya sehingga
membuat tamu merasa puas. Agar tamu dapat merasa puas maka room attendant
harus dapat memberikan pelayanan yang berkualitas.
3. Menjalin kerja sama dengan sesama room attendant dan seksi – seksi lain yang berada di
housekepping department, bahkan dengan seksi yang berada di department lain. Hal ini
perlu dilaksanakan karena industri hotel merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan
yang terdiri dari beberapa department yang masih memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat
berjalan dengan sendirinya.
Untuk melaksanakan tugas pelayanannya, room attendant dalam kesehariannya dibagi menjadi
tiga shift dalam pelaksannannya, yaitu :
89
1. Morning Shift :Pukul 08.00 – 16.00
2. Evening Shift :Pukul 16.00 – 00.00
3. Night Shift :Pukul 00.00 – 08.00
3. Ruang LingkupOperasional Pelayanan Room Attendant
Room Attendant dipimpin oleh Floor Capatain yang bertanggung jawab langsung kepada
Executive Housekeeper.FloorCaptain bertanggung jawab akan kelancaran tugas operasional
pemeliharaan dan kebersihan kamar tamu yang dilaksanakan oleh Room Attendant. Ruang
lingkup yang menjadi tanggung jawab pelayanan Room Attendant adalah kamar – kamar tamu
dengan mempersiapkan kamar tamu untuk siap dijual (ready for sale). Untuk melaksanakan
tugas dengan baik seorang Room Attendant harus mengetahui ketentuan – ketentuan yang
berlaku di Room Section sehingga setiap roomAttendant dapat melaksanakan tugasnya dengan
baik yang nantinya akan mendatangkan kepuasan kepada tamu dengan pihak hotel.
4. Menentukan Pembersihan Kamar
Mulai dari permintaan tamu (request early cleaning)
Kamar-kamar dengan code VIP
Kamar dengan tanda “Service” atau “Please make up my room“
Kamar kosong dengan status kotor (vacant dirty)
Kamar yang masih ada tamunya (occupaid / stayovers)
Kamar dengan status expected departure (ED)
Namun kondisi hotel dengan occupancy tinggi, biasanya housekeeping akan menguamakan kamar
yang status vacant dirty menjadi prioritas utama untuk dibersihkan agar kamar tersebut dapat dijual
ke tamu yang lain.
Hotel menyediakan banyak fasilitas untuk memanjakan pelanggannya dengan memberi rasa
nyaman dan aman agar pelanggan merasa betah. Room mempunyai kontribusi yang sangat besar
untuk meningkatkan image hotel secara keseluruhan. Oleh sebab itu, room yang dijual kepada tamu
harus dijaga dan dirawat kebersihannya.
90
Dalam hal ini, Room Attendant berperan penting untuk meningkatkan image hotel terhadap
pelanggan dengan cara menyediakan, mempersiapkan dan menjaga kebersihan setiap kamar tamu.
Kondisi kamar dapat menyampaikan suatu pesan dan buruknya karyawan dalam mempersiapkan
kamar yang nyaman dan bersih bagi tamu.
Selain kebersihan, kecepatan untuk menyediakan kamar bersih juga memberikan nilai tambah bagi
housekeeping. Ketersediaan kamar akan mengindari tamu untuk menunggu pada saat check in.
Oleh sebab itu, Ketika room attendant telah selesai membersihkan suatu kamar maka Floor
Supervisor harus me-release status kamar tersebut secepatnya. Jangan menunda!.
Prosedur pembersihan kamar perlu diperhatikan sedemikian rupa untuk memastikan semua bagian
di dalam kamar tidak ada yang terlewatkan. Pembersihan harus dilakukan secara detail termasuk
kerapian, kelengkapan amenities dan kebersihan. Pekerjaan utama dalam proses pembersihan
kamar terdiri dari preperation (persiapan), process (pembersihan) dan finishing (pengecekan).
1. Persiapan
Pada tahap persiapan ini, room attendant melakukan persiapan sebagai berikut :
a. Melapor ke housekeeping office dengan menandatangani daftar hadir (attendance record)
pada kolom Time In.
b. Mengambil room assignment sheet yang merupakan daftar kamar-kamar yang harus
dikerjakan oleh room attendant. Room assignment sheet ini dipersiapkan oleh floor supervisor
untuk mengatur alokasi room atttendant dalam pembersihan semua kamar di hotel.
c. Mengambil kunci kamar (Master key) sesuai dengan daftar kamar pada room assignment sheet
kemudian menandatangani pada “key log book” pada kolom Key Out.
d. Mengikuti “Morning briefing” yang dipimpin oleh supervisor untuk mendapatkan informasi
mengenai aktivitas hotel misalnya : EA, ED, VIP, dan lain-lain.
e. Room attendant menuju section masing-masing sesuai dengan lantainya kemudian mengambil
“trolley” sebagai tempat penyimpanan semua peralatan penunjang kamar.
f. Kemudian, mengecek semua kamar untuk memastikan status kamar sesuai dari system
komputer sama dengan status fisik. Selain itu, tujuan lainnya adalah mengecek laundry tamu,
mengecek kamar yang ada tanda “SERVICE dan DND” dan sebagai laporan untuk room
discrepancy
g. Hasil pengecekan fisik ini akan dilaporkan ke floor supervisor sabagai laporan morning
housekeeping report setelah dikumpulkan dari semua room attendant yang bertugas.
91
h. Room attendant sudah siap melakukan pembersihan kamar. biasanya akan dimulai dari kamar-
kamar yang ada tanda “service”.
2. Pembersihan
Pada tahap ini, room attendant sudah siap membersihkan kamar tamu, Prosedur pembersihan yang
dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.Entering the guestroom
Bell kamar kemudian sebutkan “Housekeeping”, bila tidak ada respon ulangi lagi. Jika juga
tidak ada respon, buka pintu perlahan sambil mengatakan housekeeping.
Jika ada respon dari dalam, tunggu hingga pintu dibuka oleh tamu kemudian minta ijin
apakah kamarnya dapat dibersihkan.
b. Begining Task
Bawa masuk caddy tray dan linen bersih ke dalam kamar. letakkan caddy ke bathroom dan
linen diatas luggage rack.
Buka curtain supaya penerangan di dalam kamar lebih terang. Buka jendela untuk sirkulasi
udara segar (beberapa hotel jendela tidak dapat dibuka dengan alasan keamanan).
Bawa gelas, ashtray, cangkir ke basin di bathroom bila ada tray dariroom service hubungi
room service untuk pick up.
Bersihkan tempat sampah dan buang sampah tersebut ke rubbish bag di trolley.
Periksa semua ruangan untuk melihat apakah ada barang-barang tamu yang tertinggal.
c. Stripping the bed
Pindahkan bila ada barang / pakaian tamu ke tempat, setelah selesai making kembalikan ke
posisi awal.
Lepaskan sarung bantal satu per satu kemudian letakkan bantal diatas meja/sofa.
Tarik sheet kotor satu per satu agar barang yang ada di bed tersebut tidak terbawa ke
laundry.
Pindahkan semua linen kotor ke linen bag pada trolley.
d.M aking the bed
Periksa kebersihan bed pad, ganti bila kotor.
92
Letakkan sheet pertama di tengah bed, kemudian kunci masing-masing sudutnya dengan
membentuk sudut 45 derajat.
Letakkan duvet cover seperti sheet pertama, ujung atas duvet sejajar dengan tepi bed,
kemudian rapikan hingga terlihat kencang.
Letakkan bantal yang sudah dipasang sarung bantal pada ujung bed dekat head board.
Letakkan bed runner sebelah bawah dari bed.
e. Dusting
Proses dusting sebaiknya dilakukan secara terarah (se-arah jarum jam) untuk memastikan
semua furniture tidak ada yang terlewatkan termasuk door entrance, skirting, desk table,
chairs, window frame, coffee table, bed side table, wardrobe, dan lain-lain.
Lengkapi semua guest amenities yang dipakai oleh tamu dengan yang baru sebagai syarat
kelengkapan kamar.
f. Cleaning the bathroom
Bersihkan Glass tumbler yang kotor.
Bersihkan toilet, bathtup, shower, basin dan mirror.
Ganti towel yang kotor dengan yang bersih sesuai dengan standar.
Ganti dengan yang baru semua amenities yang dipakai. letakkan sesuai dengan standar.
Bersihkan lantai kamar mandi, pastikan bahwa rambut tidak ada yang tertinggal.
g. Vacuuming the room
Vacuum lantai dari area yang paling jauh dari pintu dengan cara berjalan mundur. pastikan
semua permukaan lantai tidak ada yang terlewatkan.
3. Pengecekan
Pada tahap ini, room attendant memeriksa ulang kamar yang telah dibersihkan agar kamar
tersebut sesuai dengan standar.
Adapun prosedure pengeceken meliputi :
a. Kebersihan merupakan tujuan dari proses pembersihan, target kebersihan termasuk wall,
furnitures, paintings, lamps, floor, linen, dan ceiling.
93
b. Kerapihan merupakan pengaturan terhadap semua peralatan didalam kamar agar tertata baik
dan rapi agar kelihatan menarik.
c. Kelengkapan merupakan proses pengecekan terhadap semua amenities dan linens yang
menjadi standar dari kamar tersebut dilengkapi setelah dipakai oleh tamu.
d. Kerusakan bertujuan untuk memastikan semua perlengkapan di kamar dapat berfungsi dengan
baik, misalnya lampu yang mati, remot control, furniture yang tergores, dan lain-lain.
e. Kesegaran merupakan proses pengecekan terhadap kesegaran kamar. kamar yang baik
adalah “fresh” bukan bau rokok, bau parfurm, dan lain-lain.
5. Pengertian Room Status
System komputerisasi yang dipergunakan dalam operasional hotel bertujuan untuk
memperlancar dan mempermudah proses operasi suatu hotel, yaitu teknologi komputerisasi yang
mampu menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan cara-cara konvensional sehingga
pengelolaan hotel menjadi lebih mudah, simple dan minimal kesalahan
Software Hotel banyak di kempangkan oleh ahli-ahli IT yang satu sama lain mempunyai
kelebihan masing masing dengan harga yang bervariasi. Software hotel seharusnya memberikan
solusi bagi semua kebutuhan operasional suatu hotel. Beberapa hotel software yang terkenal dan
banyak dipergunakan adalah opera, Fidelio,Myoh, His, dan lain-lain.
Pada tulisan ini, pembahasan yang dibuat merupakan istilah- istilah umum yang sering dipakai
dalam operasional hotel mengenai code dan pengertian dari room status, antara lain:
Code Description Remarks
O Occupeid Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister
sebagai tamu hotel.
OC Occupeid Clean Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister
sebagai tamu hotel pada kamar yang bersih
OD Occupeid Dirty Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister
sebagai tamu hotel pada kamar yang kotor. Ini terjadi akibat perubahan status
dari OC ke OD setelah melewati satu malam stay.
V Vacant Sebutan bagi kamar yang kosong
VC Vacant Clean Kamar yang kosong dengan keadaan bersih
94
VD Vacant Dirty Kamar yang kosong dengan keadaan kotor. kamar kotor dapat terjadi karena
tamu yang sudah check out atau program cleaning dari housekeeping
VCI Vacant Clean Kamar kosong yang sudah dibersihkan dan diperiksa oleh floor supervisor dan
Inspected siap untuk menerima tamu (dijual)
Comp Compliment Kamar yang terigester oleh seorang tamu, namun kamar tersebut free of charge
(gratis)
HU House Use Kamar yang teregister atas nama seseorang dari manajemen atau karyawan
yang dipergunakan sebagai tempat tinggalnya.
DND Do not Disturb Suatu tanda yang dibuat oleh tamu untuk tidak diganggu.
SO Sleep Out Seorang tamu yang masih teregister, namun kamar tidak dipergunakan karena
tamu tesebut harus meninggalkan hotel beberapa hari.
Skip Skipper Tamu meninggalkan hotel sebelum melunasi semua kewajibannya
OS Out of Service Kamar yang memerlukan perbaikan ringan, biasanya lama perbaikan kurang
dari satu hari, status ini dapat terjadi karena kerusakan atau program cleaning
dari housekeeping. Out of service tidak mengurangi roomavailability.
OO Out of Order Kamar yang memerlukan perbaikan yang serius, biasanya lama perbaikan lebih
dari satu hari. Status ini dapat terjadi karena kerusakan di kamar atau progam
cleaning dari housekeeping. Out of order mengurangi room availability.
DO Due Out / Daftar kamar-kamar yang diharapkan untuk check-out hari ini sesuai dengan
Expected tanggal departure
ED Departure
EA Expected Arrival Daftar nama-nama tamu yang diharapkan tiba hari ini
CO Check Out Tamu yang sudah meninggalkan hotel hari ini setelah melunasi semua
kewajibannya termasuk menyerahkan kunci yang dipakai ke front office
LCO Late Check Out Permintaan tamu untuk meninggalkan hotel lebih lambat dari waktu check out
yang ditentukan.
ONL Occupeid no Seorang tamu yang masih teregister pada suatu kamar tanpa suatu barang
Luggage apapun di dalamnya.
95
DL Double Lock Permintaan tamu ke pihak hotel untuk melakukan double lock sehingga tidak
seorangpun dapat masuk ke kamar tersebut.
Tabel 11. Code dan Pengertian Room Status
D. AKTIFITAS PEMBELAJARAN
1. Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang room sectiondengan
menumbuhkan rasa ingin tahu,
2. Mengumpulkan data tentang room sectionmenumbuhkan rasa tanggungjawab
3. Mengolah data tentang room section dengan menumbuhkan rasa tanggung jawab
4. Mengomunikasikan tentang room sectiondengan menumbuhkan rasa toleransi.
E. LATIHAN/KASUS/TUGAS
I.PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG KAMU ANGGAP PALING BENAR!
1. SEKSI YANG MERUPAKANbagian yang bertugas dalam hal pemeliharaan kamar–kamar hotel
adalah .........
a. ROOM STATUS D. ROOM SERVICE
b. ROOM DEVISION E. ROOM MANAGEMENT
c. ROOM SECTION
2. PETUGAS floor section yang menjaga kebersihan, kerapian, kenyamanan dan kelengkapan
kamar-kamar tamu adalah .......
a. ROOM DEVISION D. ROOM STATUS
b. ROOM ATTENDANT E. ROOM SECTION
c. ROOM RACK
3. KETENTUAN-KETENTUAN YANG DI LARANG DALAM ROOM SERVICE ADALAH KECUALI...
a. DI LARANG MENGHIDUPKAN RADIO ATAU NONTON TV DIKAMAR
b. DI LARANG MENGAJAK TEMAN BERKUNJUNG KE DALAM HOTEL
c. DI LARANGMEMBAWA BARANG ATAU APAPUN TANPA IZIN
d. DI LARANG MENGGUNAKAN LIFT KARYAWAN
e. DI LARANGMENYIMPAN BARANG YANG BUKAN MILIK PRIBADI
96
4. MENGELOLAH KAMAR, MELAYANI TAMU DAN MENJALIN KERJASAMA ADALAH TUGAS DAN TANGGUNG
JAWAB ........
a. ROOM RACK D.ROOM SERVICE
b. ROOM DIVISION E. ROOM ATTENDANT
c. ROOM MANAGER
5. PELAKSANAAN TUGAS PELAYANANNYA ROOM ATTENDANT PADA EVENING SHIFT PADA PUKUL ....
a. JAM 16.00 – 00.00 D. JAM 08.00 - 15.00
b. JAM 08.00 – 16.00 E. JAM 16.00 – 21.00
c. JAM 00.00 – 08.00
6. PETUGAS YANG BERTANGGUNG JAWAB AKAN KELANCARAN TUGAS OPERASIONAL PEMELIHARAAN
DAN KEBERSIHAN KAMAR TAMU YANG DILAKSANAKAN OLEH ROOM ATTENDANT ADALAH.......
a. FLOOR MACHINE D. FLOOR ROOM
b. FLOOR CAPTAIN E. FLOOR ATTENDANT
c. FLOOR SECTION
7. PEKERJAAN UTAMA DALAM PROSES PEMBERSIHAN KAMAR TERDIRI DARI....
a. PROSES, PELAKSANAAN, FINISHING D. PREPARETION, PROCESS, FINISHING
b. PREPARETION, FINISHING, EVALUASI E. PREPARETION, PROSES, EVALUASI
c. PROSES, EVALUASI, FINISHING
8. KAMAR YANG MEMERLUKAN PERBAIKAN RINGAN, BIASANYA LAMA PERBAIKAN KURANG DARI SATU
HARI, STUATUS ITU DAPAT TERJADI KARENA KERUSAKAAN ATAU PROGRAM CLEANING DARI
HOUSEKEEPING ADALAH ....
a. SKIPPER D. HOUSE USE
b. OUT OF SERVICE E. VACANT
c. OUT OF ORDER
9. PADA ROOM STATUS MENGGUNAKAN SYSTEM KOMPUTERISASI SALAH SATU HOTEL SOFTWARE YANG
DIGUNAKAN ADALAH.......
a. OPERA MINI D. HITS
b. FIDELIO E. ABBACUSS
c. MYOH HIS
97
10. SUATU KAMAR YANG SEDANG DITEMPATI OLEH SESEORANG SECARA SAH DAN TEREGISTER SEBAGAI
TAMU HOTEL ADALAH ....
a. VACANT D. OCCUPEID
b. COMPLIMENT E. OUT OF ORDER
c. HOUSE USE
II. URAIAN
JAWAB PERTANYAAN DI BAWAH INI DENGAN BENAR!
1. IDENTIFIKASIKANLAH 3 PEKERJAAN UTAMA DALAM PROSES PEMBERSIHAN KAMAR?
2. JELASKAN MINIMAL 2 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ROOM ATTENDANT DALAM
PELAYANAN?
3. IDENTIFIKASIKANLAH 5 JENIS KEGIATAN MENENTUKAN PEMBERSIHAN KAMAR?
4. MENGAPA SYSTEM KOMPUTERISASI YANG DIPERGUNAKAN DALAM OPERASIONAL HOTEL?
5. JELASKAN CARA MAKING BED DENGAN BENAR?
Tugas Mandiri
PASANGKANLAHBAGIAN KOLOM CODEDENGAN BAGIAN KOLOM DESCRIPTION MENGGUNAKAN GARIS
PENGHUBUNG DENGAN BENAR!
CODE ANSWER DESCRIPTION
O OCCUPIEDS
OC HOUSE USE
OD SLEEPING OUT
VD DON’T DISTURB
DND CHECK OUT
SO EXPECTED ARRIVAL
ED OCCUPIED CLEAN
EA VACANT DIRTY
CO OCCUPIED
HU OCCUPIED DIRTY
SLEEP OUT
EXPECTED DEPARTURE
CHECK OUTS
OCCUPIED CLEANING
98
F. RANGKUMAN
1. Seksi kamar (room section) merupakan bagian yang bertugas dalam hal pemeliharaan kamar–
kamar hotel. seperti kebersihan, keindahan, dan kenyamanan tamu selama tamu berada di
hotel tersebut.
2. Room attendant ialah petugas floor section yang menjaga kebersihan, kerapian, kenyamanan
dan kelengkapan ka mar-kamar tamu
3. Ruang lingkup yang menjadi tanggung jawab pelayanan Room Attendant adalah kamar –
kamar tamu dengan mempersiapkan kamar tamu untuk siap dijual (ready for sale)
4. System komputerisasi yang dipergunakan dalam operasional hotel bertujuan untuk
memperlancar dan mempermudah proses operasi suatu hotel, yaitu teknologi komputerisasi
yang mampu menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan cara-cara konvensional sehingga
pengelolaan hotel menjadi lebih mudah, simple dan minimal kesalahan
Software Hotel banyak di kempangkan oleh ahli-ahli IT yang satu sama lain mempunyai
G. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Materi dalam kegiatan ini mempunyai hubungan dengan materi yang akan Anda pelajari
selanjutnya oleh sebab itu jika Anda merasa telah menguasai materi dalam kegiatan
pembelajaran ini (kegiatan belajar X ) serta telah mengerjakan latihan/tugas dengan
benar, maka Anda dapat melanjutkan kegiatan selanjutnya, namum apabila Anda belum
menguasai materi ini Anda disarankan mempelajari kembali bagian yang belum dikuasai
sampai Anda yakin telah menguasai seluruh materi.
Beri tanda centang ( √ ) pada kolom sudah atau belum
No Materi yang telah dipelajari Pemahaman
1. Pengertian room section Sudah Belum
2. Tugas dan tanggung jawab room attendant
dalam pelayanan
3. Ruang lingkup operasional pelayanan room
attendant
4. Cara membersihkan kamar tamu
5. Kode-kode dan pengertian room status
99
H. KUNCI JAWABAN
PILIHAN GANDA
1. C 6. B
2. B 7. D
3. D 8. C
4. E 9. B
5. A 10. D
Uraian
1. 3 Pekerjaan utama dalam proses pembersihan kamar terdiri dari preperation
(persiapan), process (pembersihan) dan finishing (pengecekan).
2. Dua tugas dan tanggung jawab room attendant dalam pelayanan yaitu :
a. Mengelola kamar yang menjadi tanggung jawabnya ( dalam arti yang luas ) baik
atau buruknya kamar sangat tergantung pada room attendant, mulai dari
ketelitian, kerajinan maupun kualitas.
b. Melayani tamu. Di dalam memberikan pelayanan kepada para tamu tidak dibatasi
waktunnya, sebab setiap saat tamu dapat meminta pelayanan, baik pagi, siang,
sore, maupun malam hari.
3. Lima menentukan pembersihan kamar adalah :
• Mulai dari permintaan tamu (request early cleaning)
• Kamar-kamar dengan code VIP
• Kamar dengan tanda “Service” atau “Please make up my room“
• Kamar kosong dengan status kotor (vacant dirty)
• Kamar yang masih ada tamunya (occupaid / stayovers)
• Kamar dengan status expected departure (ED)
4. System komputerisasi yang dipergunakan dalam operasional hotel karena bertujuan untuk
memperlancar dan mempermudah proses operasi suatu hotel, yaitu teknologi komputerisasi yang
mampu menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan cara-cara konvensional sehingga
pengelolaan hotel menjadi lebih mudah, simple dan minimal kesalahan.
5. Cara making bed dengan benar adalah :
100
Periksa kebersihan bed pad, ganti bila kotor.
Letakkan sheet pertama di tengah bed, kemudian kunci masing-masing sudutnya dengan
membentuk sudut 45 derajat.
Letakkan duvet cover seperti sheet pertama, ujung atas duvet sejajar dengan tepi bed,
kemudian rapikan hingga terlihat kencang.
Letakkan bantal yang sudah dipasang sarung bantal pada ujung bed dekat head board.
Letakkan bed runner sebelah bawah dari bed.
Tugas Mandiri
1. O = Occupied
2. OC = Occupied Clean
3. OD = Occupied Dirty
4. VD = Vacant Dirty
5. DND = Don’t Disturb
6. SO = Sleep out
7. ED = Expected Departure
8. EA = Expected Arrival
9. CO = Check Out
10. HU = House use
101
KEGIATAN PEMBELAJARAN XI
MELAKUKAN PENATAAN PERLENGKAPAN DAN TROLLEY
A. TUJUAN
Setelah selesai mempelajari materi padapemelajaran kegiatan pembelajaran pertama peserta
diklat diharapkan dapat menganalisis dan melakukan penataan perlengkapan trolley sesuai
dengan standar operasional prosedur.
B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. Menganalisi jenis-jenistrolley housekeeping
2. Menganalisis bagian-bagiantrolley
3. Menganalisis fungsi bagian-bagian trolley
4. Merecanakan kebutuhan jenis-jenis perlengkapan trolley (alat,bahan pembersih,dan guest
supplies,linen supplies)
5. Menganalisis kegunaan perlengkapantrolley
6. Menganalisis tatacara menata perlengkapan trolley
7. Menganalisis kondisi trolley
8. Menganalisis pembersihantrolley (dusting)
9. Menataperlengkapan trolley
10.Menyajikan hasil penataan trolley
C. URAIAN MATERI
1. Room Attendant Trolley
Dalam dunia industri khususnya dunia perhotelan,dibutuhkan banyak tenaga terampil
dibidangnya.Disini kita akan membahas ketrampilan dalam menyiapkan kamar,tapi sebelum
menyiapkan kamar harus diketahui terlebih dahulu yaitu ketrampilan dalam menata
perlengkapan dan trolley.
102
Mengapa menata perlengkapan dan trolley sangat dibutuhkan dalam menyiapkan kamar untuk
tamu?Aga rbisa mempemudah pekerjaan seorang RoomAttendan tdalam menyiapkan kamar.
Trolleycart adalah kereta yang digunakan oleh Room Atten dan tuntuk melaksanakan
pekerjaannya.Didalam kereta inilah Room Attendant menempatkan seluruh keperluan untuk
membersihkan dan melengkapi kembali kamar tamu.Seluruh perlengkapan yang dibawa diatur
rapi, disusun dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya agar memudahkan dalam pencarian
dan pengambilan
Tabel 18 Room Attendant Trolley
2. Jenis-jenis Perlengkapan Trolley
Format-Format yang Dipersiapkan/Digunakan
1) Room Attendant ControlSheet /Worksheet
Room Attendant Control Sheet adalah formulir yang digunakan oleh room attendant saat
membersihkan kamar, untuk mencatat pemakaian linen,guestsupplies dan perlengkapan
kamar lainnya. Formulir Room Attendant Control Sheet dibuat atau disusun dalam lajur-lajur
sesuai dengan keperluan dan keterangan sebagai berikut:
a) Floorsection( seksi dan floor tempat room attendan ttersebutbekerja).
b) Time (diisi dengan jam kerja roomattendant).
103
c) Date(diisi olehroomatten dan tberupa tanggal,bulan,dan tahun bekerja).
d) No ofperson(jumlahtamu yang adadi setiap kamar).
e) Receive (penerimaan jumlah linen bersihdari linen room).
f) Nama-nama jenis linen danguest supplies lainnya.
g) Room no (nomor-nomor kamar yang menjadi tanggung jawab room attendant
pada setiap seksi).
h) Room status (ditulis oleh room attendant sesuai dengan hasil pemeiriksaan
saat itu).
i) Total used(jumlah pemakaian linen dan guestsupplies).
j) Return(sisa linen bersih yang dikembalikan oleh room attendant kelinen room).
k) Timein(jam saat Room Attendant memasuki kamar untuk membersihkan
kamar).
l) Time out(jam saat Room Attendant keluar/selesai membersihkan
kamar).
m) Remark(kolom untuk mencatat yang perlu dilaporkan yang tidak terkaper pada
kolom-kolom lain).
n) Checkedby (dicek atau diperiksa olehfloorsupervisor).
o) Signature (tanda tangan RoomAttendant).
2) RoomReport
Room report adalah formulir untuk mencatat dan melaporkan status atau keadaan
kamar.Laporan ini disampaikan oleh floor supervision /floor coordinator/floor captain kepada
tata graha.
Pengisian dilaksanakan oleh floor supervisor berdasarkan laporan dari room attendant yang
melaksanakan pengecekan kamar.pengisian dimulai dari hal berikut:
a) Floor (menunjukan tingkat /lokasi kamar).
b) Date (tanggal pembuatan laporan).
c) Time (jam pada saat laporan dibuat)
d) Room (kolom untuk mencatat nomor kamar yang ada).
104
e) Code (kode status kamar).
f) Person (jumlah tamu yang menginap)
g)Checked by (tempat tanda tangan floor captain yang mengisi laporan).
Pencatatan roomreport dilaksanakan duakali sehari,yaitu pada pukul09.00 dan pukul 15.00.pagi
sebelum membersikan kamar, room atten dan tmemeriksa terlebih dahulu keadaan kamar-kamar
yang menjadi tanggungjawabnya.Selanjutnya status kamar dilaporkan kepada floorcaptain/
floorsupervisior.Sorehari pada pukul15.00 dibuat lagi room report berdasarkan laporan room
atten dant mengenai keadaankamar-kamar.Biasanya terjadi perubahan karena adanya tamu
yang check-out atau check-in dan yang selesai dibersihkan.
Laporan room report dikirim ke kantor tata graha dan data dicatat pada housekeepingreport
yang meliputi laporan dari floor dan laporan dari cottage atau bunga low.Laporan room report
dikirim kekantor depan untuk dicocokan dengan status kamar pada room rack.Bila terdapat
perbedaan laporan status kamar maka oleh kantor depan dibuat discrepancyreport.
3) Housekeeping Report
Housekeeping report adalah laporan status kamar yang dibuat oleh Asistent Executive
Housekeeper (AEHK) di kantor tatagarha sebagai arsip kantor tata graha.Keuntungan dari
housekeeping report adalah
a) Dibuat berdasarkan laporan room report yang dibua tolehfloorcaptain atau floor supervisor.
b) Dibuat untuk pencocokan statuskamar pada housekeeping room rack.
4) Lost and Found Report
Lost and found report adalah laporan yang dibuat oleh floor suppervisor yang diberikan kepada
kantor tata graha mengenai penemuan barang milik tamu. Pengisian maupun pencatatan ini
meliputi:
a) Jenis barang temuan.
b) Tanggal penemuan barang.
c)Tempat penemuan barang atau nomor kamar (bila ditemukan di kamar).
105
d) Nama penemu barang.
e) Jumlah barang temuan.
Setelah formulir diisi lengkap, bersama barang diserahkan kepada kantor tata graha untuk
dicacat dalam lost and found book dan disimpan di lemari L & F.
5) Lost and Damages Report
Lost and Damages Report adalah formulir untuk mencacat dan melaporkan barang atau
perlengkapan kamar yang hilang, dibawa tamu maupun rusak. Laporan ini dibuat oleh floor
supervisor dilaporkan kepada Exec Housekeeping dikantor tata graha.
6) Repair and Maintenant Report
Repair and Maintenant report adalah laporan yang dibuat kantor tata graha guna
memberitahukan permintaan perbaikan kepada engineering department karena ada peralatan
yang rusak. Pengisian laporan ini meliputi :
a) Departement yang memerlukannya
b) Tangga laporan
c) Tempat atau lokasi
d) Macam barang atau peralatan yang rusak
Alat, Bahan Pembersih Dan Kelengkapan Lainnya Yang DisediakanDalam Trolley.
1. Linen supplies: Single sheet, Double sheet, Pillow case, Bath towel, Hand towel, Face
towel, Bath mat, Bath robe, Duvet cover
2. Guest Supplies& Ammenities: Do not distrub sign, Door knob menu, Hanger (ladies and
gents), Laundry bag, Laundry list, dry cleaning dan press only list, Shoe shine,Stationary
map holder, Glass bag, Matches, Memo pad, Ballpoint, Room service menu, Directory of
service, Soap, Bath foam, Shampoo, Shower cap, Dental set, Comb, Cotton buds, Candle,
Tissue, Toilet paper, Disposal bag, Toilet bowl seals, Sewing kit, Shaving kit/razor, Astray,
Slipper, Mineral water
3. Cleaning equipment: Carry cady/bucket, Bottle sprayer, Dump sweeper, Rubber/hand
glove, Water scope, Hand brush, Toilet bowl brush stick, Dust pan, Scoth brigth, Window
cleaning squezee/ glass wipper, Floor brush, Mop set, Broom, Vacuum cleaner, Wash
applicator, The kind of cloth (dust cloth, floor cloth, glass cloth), Sponge
106
4. Bahan Pembersih/Chemical, Floor cleaner, Toilet bowl cleaner, Metal polis, Wooden
polish, Glass cleaner, Detergent, All purpose cleaner, Deodorizer, Air freshener,
Germicidal Cleaner, Hard surface cleaner
Catatan :
Khusus untuk Blanket dan bed pad tidak perlu disediakan di trolley, tetapi disiapkan di floor
pantry untuk mengantisipasi apa bila diperlukan penggantian.
3. Prosedur Penataan Perlengkapan Pada Trolley
Sebelum ke floor /sectionnya masing-masing Room Attendant Trolley mengambil kunci kamar
diHousekeeping Office danmengambil Room Attendant ControlSheet dengan muka jernih dan
cerah.Lalu mempersiapkan peralatan kerja yang meliputi : formulir pramu graha (Room
Attendant Control Sheet), kunci kamar,pulpen atau pensil, buku catatan (blocknote)termasuk
linen dan guestsupplies,dan menempatkannya denganrapi kedalamRoomAttendantTroley.
Khusus untuk penempatan linen di dalam Room AttendantTrolley dapat disesuaikan dengan
kondisi trolley atau cukup untuk setengah hari kerja saja,dan sisanya akan disiapkan kembali
setelah jam istirahat.Disamping itu juga perlu juga disiapkan guestsupplies,untuk mengganti
guestsupplies yang dipakai tamu dalam kamar.Taruhlah guestsupplies di dalam roomatten dan
ttrolley,dan jangan membawa guestsupplies terlalu banyak, bawalah guestsuppliesse
cukupnya saja.Sebelum Room Attendant mempersiapkan linen,guest suppllies atau peralatan
kerja,mereka harus memeriksa kondisi pada trolley (jika ada kerusakan, segera dilaporkan
kepada supervisor).
Dengan persiapantersebut, seorang Room Attendant dapat mulai bekerja dan memeriksa semua
kamar yang akan dikerjakan.
Room Attendant Trolleya dalah kereta yang digunakan oleh Room Attendant untuk melaksanakan
pekerjaanya. Didalam kereta inilah RoomAttendant menempatkanseluruh keperluaan untuk
membersihkan dan melengkapi kembali kamar tamu.Seluruh perlengkapan yang dibawa diatur rapi,
disusun dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya agar memudahkan dalam pencarian dan
pengambilan.Beberapa hal yangharus diperhatikan dalam penggunaan dan penyusunan pada
barang-barang trolley adalah sebagai berikut:
Dicorridor,trolley sebaiknya diparkir rapat pada dinding atau didepan pintu kamar yang sedang
dikerjakan.Jangansekali-kali trolley menghalangi corridor atau menutupi pintu kamar
107
Setelah selesai digunakan,trolley harus dikembalikan kefloor station.Sebelum meninggalkan
tempat tugas,trolley harus dibersihkanterlebih dahulu.
Didalam trolley,alat-alat serta perlengkapan kamar harus disusun dengan rapi dan
rasional,yangberarti bahwa setiap barang yang diperlukan harus dapat dengan mudah dalam
pengambilan dan didapat, terutama untuk barang-barang yang sering digunakan.
Usahakan barang-barang ditrolley diatur dengan baik.Jangan sampai bahan dan alat
pembersih tercampur dengan perlengkapan kamar yang masih bersih.
Penyimpanan guestsuppliesdi floorsection sebaiknya didalam drawer yang terkunci untuk
menghindari pemborosan.
Gambar 19 Penataan Perlengkapan Pada Room Attendant Trolley
Langkah –Langkah Umum Menata Trolley
a. Pengecekan Kondisi Trolley (Check Trolley Condition)
Mengecheck Kondisi
Trolley
Gambar 20 Pengecekan KondisiTrolley (Check Trolley Condition)
108
b. Membersihkan Trolley
Dusting
Gambar 21 Memabersihkan Trolley (Dusting)
c.Proses Penataan Trolley (Set Up Trolley)
Meletakkan Perlengkapan
Trolley
Gambar 22 Proses Penataan Trolley (Set Up Trolley) Linen Trolley
d. Hasil Akhir Penataan Trolley Carry Caddy
Sheet/double/
Garbage single,Pillow Case,
Humper
109
Guest Supplies,
Guest Amenities
Bath Towel,
Hand Towel,
Face Towel
Gambar 23 Hasil Akhir Penataan Trolley
Semua isi trolley tersebut diatas, diatur dengan rapi serta dikelompokkan pada masing-masing rack
yang ada pada trolley. Dengan teraturnya isi trolley itu berarti seorang room attendant dapat
dengan cepat dan tepat dalam mengambil barang yang dibutuhkan.
Sebelum dan sesudah menggunakan trolley terlebih dahulu bersihkan trolley agar trolley
tetap terjaga kebersihannya. Dan penempatan linen, guest supplies, perlengkapan, dan
bahan pembersih didalam maupun diluar trolley harus rapi, seragam, dan konsisten.
Secara berkala roda pada trolley harus diberi pelumas agar lancar pada saat didorong
dantidak menimbulkan suara berisik.
D. Aktifitas Pembelajaran
1. Membaca materi tentangpenataanroomattendant trolley
2. Diskusikelompokuntukmenelaah penataantrolleydari berbagai referensi
3. Buatlahcatatan terkaitdengan informasi yang sudah anda dapatkan dari literaturyang lain
4. Presentasidanmembuat laporansingkat (mengerjakanLK-01)
E. Latihan/ Kasus/ Tugas
Tugas Kelompok
1. Bentuklah kelompok dengan anggota 5 – 6 orang
2. Diskusikan dengan anggota kelompokmu tentang :
a. Cleaning equipment yang pernah kamu kenal/ketahui !
b. Chemical dan supplies yang pernah kamu kenal/ketahui !
3. Hasil diskusi dipresentasikan di depan kelas
4. Buat laporan hasil diskusi yang sudah di presentasikan dan kumpulkan bila sudah selesai.
Kelompok yang terepat akan mendapatkan nilai tambahan atas usaha yang sudah
dilakukan
5. Guru memberikan nilai
110
Lembar Kerja 01
Nama Kelompok : ..........................................
Ketua Kelompok : ..........................................
Anggota Kelompok : ..........................................
Kasus : Diskusikan dengan anggota kelompok tentang :
a. Cleaning equipment yang pernah kamu kenal/ketahui!
b. Chemical dan supplies yang pernah kamu kenal/ketahui!
Hasil Diskusi :
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
Tabel 12. Data Status Kamar
# Room Type Room Status
202 DBL VD
203 TWIN OD
204 TWIN OC
205 DBL VD
206 DBL OOO
111
Berdasarkan data di atas, Anda diminta untuk mengisi kebutuhan perlengkapan trolley di bawahini sesuai
dengan format yang tersedia
Items Quantities Positionontrolley
Bathroom Supplies
Bathsoap
Hand soap
Showergel
Shampoo
Conditioner
Dental kit
Tissues roll
Tissuepaper
BathLinen
Bathtowel
Hand towel
Face towel
Bathmat Equipment
Bathrobe
VacuumCleaner
Cleaning
tool/Carry
Untuk menambah wawasan Anda terkait dengan prosedur penataan trolley, Anda diminta untuk mencari
berbagai jenis prosedur secara rinci yang terkait dengan materi diatas dari berbagai sumber yang relevan
(dalam bentuk teks,gambarmaupunbentukyang lainnya).
Beri tanda garis penghubung pada bagian Kolom A dan Kolom B pada tabel dibawah ini!
112
A ANSWER B
Toilet bowl brush Lap gelas
Pengharum ruangan
Bucket Botol penyemprot
Glass cloth
Hand brush Busa
Chamois Lap penyerap air
Sponge Ember
Sprayer bottle Pengelap bahan kayu
Wet mop Sarung tangan
Detergent Sikat tangan
Furniture polish Sikat toilet
Air freshenger Pengepel basah
Hand gloves
Sabun
F.R ANGKUMAN
Sebagai seorang Room Attendant, dituntut dapat mempersiapkan perlengkapan
peralatan dan bahan pembersih untuk pembersihan kamar. Hal ini diperlukan karena
sangat menentukan kelancaran pada pelaksanaan pekerjaan pembersihan kamaritu
sendiri.Selain itu, dibutuhkan juga kemampuan lain
seperti:Preparetrolley,Mengisitrolley dengan alat dan bahan yang dibutuhkan.
Trolleycartadalah kereta yang digunakan olehRoom Attendant untuk melaksanakan
pekerjaannya.
Jenis- Jenis Perlengkapan Trolley adalah :
1. Room Attendant Control Sheet/Work sheet
2. Room Report
3. Housekeeping report
4. Lost and Found Report
5. Repair and Maintenant report
113
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Materi dalam kegiatan ini mempunyai hubungandengan materi yang akan Anda pelajari selanjutnya oleh
sebab itu jika Anda merasa telah menguasai materi dalam kegiatan pembelajaran ini(kegiatan belajarXI )
serta telah mengerjakan latihan/tugas dengan benar,maka Anda dapat melanjutkan kegiatan
selanjutnya,namun apabila Anda belum menguasai materi ini Anda disarankan mempelajari kembali
bagian yang belum dikuasai sampai Anda yakin telah menguasai seluruh materi.
Beri Tanda centang ( √ ) pada kolom sudah atau belum!
No Materi yang telah dipelajari Pemahaman
Sudah Belum
1. Pengertian room attendant trolley
2. Pengertian trolley cart
3. Formulir-formulir pada perlengkapan trolley
4. Jenis-jenis perlengkapan trolley
5. Prosedur penataan perlengkapan pada
trolley
H.Kunci Jawaban 11. Toilet bowl brush
12. Door stopper
1. TugasKelompok
13. Wet mop
a. Cleaning equipment 14. Bucket dan mop presser
1. Carry caddy 15. Dust mop
2. Hand gloves 16. Dry vacuum cleaner
3. Sponge/scourer
4. Hand brush
5. Dry cloth
6. Glass cloth
7. Polishing cloth
8. Chamois
9. Glass squeegee
10. Sprayer Bottle
b. Chemical dan Supplies
1.Disinfectant
2. Glass cleaner
3. Floor cleaner
4. Furniture Polish
5. Detergent
114
6. Metal polish
7. Multi purpose cleaner
8. Air Freshenger
9. Linen supplies
10. Bathroom supplies
11. Printing supplies dan stationary kit
12. Room supplies
2. Tugas Mandiri
Items QuantitiesRequired Positionontrolley
Bathsoap Bathroom Supplies 8
Hand soap 8 8
Showergel 8 8
Shampoo 8 8
Conditioner 8 8
Dental kit 8 8
8 4
4
115
Tissues roll 4 4
Tissuepaper
BathLinen 8
Bathtowel 8 8
Hand towel 8 8
Face towel 8
3. Tugas Mandiri
1. Toilet bowl brush = sikat toilet
2. Bucket = ember
3. Glass cloth = lap gelas
4. Hand brush = sikat tangan
5. Chamois = lap penyerapair
6. Sponge = busa
7. Sprayer bottle = botol penyemprot
8. Wet mop= pengepelbasah
9. Detergent = sabun
10. Furniture polish = pengelap bahan kayu
11. Air freshenger = pengharumruangan
12. Hand gloves = sarung tangan
116
KEGIATAN PEMBELAJARAN XII
MELAKUKAN AKSES KE KAMAR UNTUK PELAYANAN
A. TUJUAN
Setelah selesai mempelajari materi pada kegiatan pembelajaran kedua ini peserta diklat diharapkan
menganalisis dan melaksanakan prosedur memasuki kamar tamu hotel sesuai dengan standar
operasional prosedur.
B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. Menganalisis status kamar yang akan dibersihkan sesuai dengan standar operasional
prosedur.
2. Menganalisis jenis-jenis dan karakteristik kunci yang ada di hotel.
3. Menentukan prioritas kamar yang akan dibersihkan sesuai dengan standard
operasional prosedur.
4. Melakukan tahap-tahapan memasuki kamar sesuai dengan Anda operasional
prosedur.
5. Melakukan tahapan pekerjaan awal pada saat memasuki kamar /begining task sesuai
dengan standard operasional prosedur
C. URAIAN MATERI
1. STATUS KAMAR
Kondisi atau keadaan kamar itu ditulis dengan kode atau simbol,yang umumnya hampir
sama untuk semua hotel.Kode/symbol tersebut adalah: O, OC,OD,V,VC, VD,
VCI.Comp,HU,SO,SKIP,OO,OS,DO/ED,EA, CO, LCO, ONL, DL.
Housekeeping extra items:
a. Extra bed (tempat tidur tambahan)
b. Baby cot (tempat tidur bayi)
c. Iron & iron board (setrika dan meja setrika)
d. Adaptor plug
Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi atau status kamar itu, seorang room
attendant/pramugraha bisa mengidentifikasi/ menghitung jumlah kamar yang akan dibersihkan.
117
Ini berarti, berbagai keperluan yang akan disediakan sudah diketahui sebelumnya. Sehingga
akan mempermudah pekerjaan yang akan dilakukan.
2. JENIS KUNCI YANG ADA DI HOUSEKEEPING/TATA GRAHA
Kunci hotel sangat penting bagi petugas tatagraha maupun bagi tamu.Keamanan tamu dan barang-
barang milik tamu dikamar hotel sangat bergantung pada pengamanan kunci tersebut.Tamu yang pergi
keluar hotel harus menitipkan kunci pada bagian penerima tamu (reception).
AdapunJenis-jeniskunci tersebutadalah:
a. PAS KEY
Passkey adalah kunci kamar yang dibawa oleh room attendant selama bertugas merapikan
kamar.Pada saat room attendant tugas,room attendant mendapat satu seksi yang yang terdiri
dari beberapa kamar. Jadi,jumlah kunci sama dengan jumlah kamar dalam satu seksi.
Misalnya,bila satu seksi terdiridari 10 kamar, maka room attendant membawa satu bundel kunci
yang terdiri dari 10 kamar.Untuk beberapa hotel pada saat ini, room attendant juga dapat
membawa master key untuk semua kamar diseksina.
b. MASTER KEY
Master key adalah sebuah kunci yang dibawa oleh floor supervisor/captain yang dapat
digunakan untuk membuka semua kunci kamar yang diditingkat (floor).Bila kamar didoublelock
maka harus menggunakan master key double lock.
c. GRAND MASTER KEY
GRAND MASTER KEY ADALAH SEBUAH KUNCI YANG DIBAWA OLEH EXC HOUSEKEEPER
(HOUSEKEEPING MANAGER) ATAU GENERAL MANAGER.KUNCI TERSEBUT DAPAT DI GUNAKAN UNTUK
MEMBUKA SEMUA KUNCI KAMAR HOTEL
d. EMERGENCY KEY ATAU DOUBLE LOCK
Emergency keya dalah satu kunci grand master khusus untuk membuka kamar yang didouble
loc oleh tamunya dari dalam. Kegunaan lain dari kunci itu adalah dapat digunakan untuk
mengunci doublelock pada pintu kamar,agar pintu kamar tidak dapat dibuka dengan passkey,
guest key,atau masterkey.
3. PRIORITAS KAMAR YANG AKAN DIBERSIHKAN
SEBELUM MELAKUKAN PEMBERSIHAN KAMAR ROOM ATTENDANT HARUS MELAKSANAKAN FIRST
CHECKING PROSEDUR DIANTARANYA ADALAH:
118
a. SEBELUM MENGETUK PINTU/BEL HARUS DIPERHATIKAN ADA DON’T DISTURB SIGN ATAU TIDAK.
KARENA KAMAR-KAMAR DENGAN KEADAAN TERSEBUT TIDAK BOLEH DIGANGGU/DIKETUK/BEL.
b. SETIAP MAU MASUK KAMAR HARUS MENGETUK/MENGEBEL DENGAN MENYEBUT HOUSEKEEPING,
CHECKING MINIMAL 3X WALAUPUN KITA YAKIN KAMAR TERSEBUT TIDAK ADA PENGHUNINYA.
c. KALAU TIDAK ADA JAWABAN, BUKA PINTU PELAN-PELAN DENGAN MENGUCAPKAN
EXCUSEME PERIKSA KEADAAN KAMAR DENGAN SEKSAMA, BERAPA TEMPAT TIDUR YANG DIPAKAI
OLEH TAMU DAN APAKAH ADA KERUSAKAN–KERUSAKAN YANG DITEMUKAN, KALAU ADA CEPAT
LAPORKAN KEPADA FLOOR SUPERVISOR UNTUK DIBUATKAN WORK ORDER DAN SEGERA DIKIRIM
KE ENGINEERING.
d. KAMAR KOSONG (VACANT) PERIKSA APAKAH SEGALA SESUATUNYA DALAM KEADAAN BAIK DAN
KOMPLIT
e. KAMAR CHECK-OUT : PERIKSA APAKAH ADA BARANG-BARANG HOTEL YANG TERBAWA OLEH
TAMU ATAU APAKAH ADA BARANG-BARANG TAMU YANG TERTINGGAL, KALAU ADA CEPAT
LAPORKAN KEPADA FLOOR SUPERVISORUNTUK CEPAT DI FOLLOW-UP, JUGA DIINFORMASIKAN
KE HOUSEKEEPING OFFICE
f. KAMAR YANG TAMUNYA ADA DI DALAM KAMAR, TANYAKAN APAKAH ADA LAUNDRY/CUCIAN YANG
AKAN DIKIRIM KE LAUNDRY? ATAU JUGA APAKAH ADA KONSUMSI MINIBAR?
g. KAMAR YANG TAMUNYA SLEEP OUT, LAPORKAN KEPADA FLOOR SUPERVISOR AGAR DI DOUBLE
LOCK OLEH DUTY MANAGER.
h. KAMAR YANG ON/OCCUPIED NO LUGGAGE. JIKA TIDAK KETEMU SENDIRI SAMA TAMUNYA,
LAPORKAN SAJA SEBAGAI CHECK OUT ROOM.
i. SETELAH SELESAI MELAKUKAN PEMERIKSAAN, CATAT HASILNYA PADA ROOM ATTENDANT CONTROL
SHEET, DAN SEGERA LAPORKAN KEPADA FLOOR SUPERVISOR. DIWAKTU MENYALIN KE DALAM
ROOM ATTENDANT CONTROL SHEET, CATAT JIKA ADA HAL YANG PERLU DITINDAK LANJUTI DARI
KAMAR-KAMAR TERSEBUT.
PRIORITAS PEMBERSIHAN KAMAR BERDASARKAM STATUS KAMAR :
A. DIRECT ORDER (TAMU TERSEBUT MEMINTA LANGSUNG UNTUK DIBERSIHKAN
B. KAMAR YANG EA VIP
C. KAMAR YANG “PLEASE MAKE UP ROOM”
D. KAMAR YANG OC
119
E. KAMAR YANG CHECK OUT
F. KARENA KAMAR YANG EA VIP MERUPAKAN KAMAR YANG DIPESAN OLEH TAMU-TAMU PENTING SEHINGGA
PERLU MENDAPATKAN PELAYANAN YANG LEBIH. KAMAR YANG “PLEASE MAKE UP ROOM” BERARTI TAMU
MEMINTA AGAR KAMARNYA SEGERA DIBERSIHKAN, LALU KAMAR YANG OC BIASANYA TAMU TERSEBUT
BERMALAM LEBIH DARI 1 MALAM DAN YANG TERAKHIR KAMAR CHECK OUT KARENA KAMAR TERSEBUT MASIH
BELUM TENTU TERJUAL/DIPESAN OLEH TAMU
4. TAHAPAN MEMASUKI KAMAR
Seorang petugas room attendant sebelum melakukan pembersihan kamar, terlebih dahulu harus
memperhatikan ,prosedurmemasuki kamar sesuai dengan SOP.Prosedurnya adalah sebagai
berikut :
a. Periksa statuskamar.
b. Ketukpintu/beljangan menggunakan kunc ikatakan“housekeeping”.
c. Tunggu sebentar lalu jika tidak ada jawaban ulangi sekali lagi
d. Tunggu beberapa saat, jika tidak masih ada jawaban ulangi kembali.
e. Setelah mengulangi tiga kali, dan tetap tidak ada jawaban,buka pintu(sedikit saja)dan
katakana permisi“housekeeping“.
f.Tempatkantrolley didepan pintu dan biarkan pintu tetap terbuka
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA SAAT TAMU ADA DI KAMAR (WHEN THE GUEST IN THE ROOM).
ETIKA MEMASUKI KAMAR TAMU YANG BAIK DAN BENAR ADALAH
a. SELALU MEMERIKSA STATUS KAMAR DAN YAKINKAN TIDAK ADA TANDA “DON’T DISTURB (DD) YANG
TERPASANG.
b. SELALU MENGETUK PINTU/MEMBUNYIKAN BEL, WALAUPUN YAKIN KAMAR TERSEBUT VCI DISERTAI
DENGAN MENYEBUT JATI DIRI “HOUSEKEEPING”.
c. SELALU MENGUCAPKAN “EXCUSE ME. HOUSEKEEPING” MESKIPUN TIDAK ADA TAMU DIDALAMNYA.
d. MASUK KE KAMAR DAN YAKINKAN JIKA TIDAK ADA TAMU YANG SEDANG TIDUR ATAU DI KAMAR MANDI.
e. MEMBERI SALAM JIKA ADA TAMU DIDALAM KAMAR.
f. SELALU MEMINTA MAAF KARENA TELAH MENGGANGU KETENANGAN TAMU.
g. ALASAN YANG DIBERIKAN KEPADA TAMU SAAT ROM ATTENDANT MEMERIKSA STATUS KAMAR.
MERUPAKAN SOP (STANDART OPERASIONAL PROSEDUR) SEORANG ROOM ATTENDANT SEBELUM
120
MELAKSANAKAN TUGASNYA DAN UNTUK MEMASTIKAN BAHWA ROOM STATUS REPORT SESUAI
DENGAN KEADAAN NYATA ATAU AKURAT.
h. PADA SAAT MEMASUKI KAMAR JANGAN MENINGGALKAN KUNCI KAMAR PADA ROOM
ATTENDANTTROLLEY, HAL INI BERTUJUAN UNTUK MENGHINDARI HAL-HAL YANG TIDAK DIHARAPKAN BAIK
OLEH PETUGAS LAIN MAUPUN TAMU YANG LEWAT.
i. ALASAN MENGAPA ROOM ATTENDANT HARUS MENGETUK PINTU DAN MENYEBUTKAN JATI
DIRI SEBELUM MEMASUKI KAMAR KARENA MERUPAKAN SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)
DAN MEMASTIKAN BAHWA DI DALAM KAMAR TERSEBUT APAKAH ADA TAMU ATAU TIDAK SEHINGGA
TAMU MENGETAHUI IDENTITAS ROOM ATTENDANT.
LANGKAH-LANGKAH SEBELUM MEMASUKI KAMAR TAMU Bell
Bel/Knockthedoorannounceyour
selfbysaying“good
morning/afternon,housekeeping
Listencarrefullyforareply from the Greeting
guest. Knock at leastthreetimes.If
there isno answer, knockagain Standing Position
and then open the door,Callingout
“housekeeping”,before enteringthe Trolley Position
room.It’simportanttofollow these
proceduretoshowrespect forthe Gambar 24 Langkah-Langkah Sebelum
guest privacy andto preventan Memasuki Kamar Tamu
embarrassingsituation.Never
knock
ifthereisaDoNotDisturbSignon
121
PADA SAAT PROSES PEMBERSIHAN KAMAR
Posisi Trolley pada saat mulai
mengerjakan kamar
Gambar 25 Pada Saat Proses Pembersihan Kamar
5. MENGECEK KONDISI KAMAR /BEGINNING TASK
SEORANG ROOM ATTENDANT HARUS MEMPERHATIKAN BAGAIMANA PROSEDUR LANGKAH AWAL
DALAM MEMBERSIHKAN KAMAR UNTUK TAMU. ADA BEBERAPA HAL YANG HARUS DI PERHATIKAN
DALAM LANGKAH AWAL MEMBERSIHKAN KAMAR UNTUK TAMU, ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT:
a. MENYALAKAN LAMPU, UNTUK MENGETAHUI APAKAH LAMPU TERSEBUT MATI ATAU TIDAK. DAN
APABILA LAMPU TERSEBUT MATI MAKA SEORANG ROOM ATTENDANT HARUS MELAPORKANNYA
PADA BAGIAN ENGINEERING.
B. MEMERIKSA KEADAAN SELURUH FASILITAS KAMAR, KELAYAKAN DAN KONDISI SESUAI PROSEDUR.
C. MEMBUKA GORDEN,MENYALAKAN AC/ MEMBUKA JENDELA BAGI KARMAR YANG TIDAK BERAC.
D. MENGAMBIL SAMPAH DARI KAMAR MANDI MAUPUN KAMAR TIDUR
E. MENGANGKAT LINEN YANG KOTOR.
LANGKAH AWAL MEMASUKI KAMAR
Look a round
Turn on the light
122
Gambar 26 Langkah Awal Memasuki Kamar Open Night
Curtain
Langkah awal memasuki kamar (lanjutan)
Check : window
frame, glass
(lock/unlock)
Gambar 27 Langkah Awal Memasuki Kamar (Lanjutan)
Langkah awal memasuki kamar (lanjutan)
Check all room facilities :
wardrobe, all drawer, tv,phone,
lamp, etc.
Gambar 28 Langkah Awal Memasuki Kamar (Lanjutan)
Langkah awal memasuki kamar (lanjutan)
123
Taken out : rubbish, Letakkan sampah tersebut
room service if any, dalam garbage hamper
glass, tea, and coffee
cup, etc.
Gambar 29 Langkah Awal Memasuki Kamar (Lanjutan)
D. AKTIFITAS PEMBELAJARAN
1. Membaca materi tentang tata cara memasuki kamar tamu (kegiatan belajar XII )
2. Diskusi kelompok untuk membahas kasus di bawah ini
3. Buatlah jawaban dari kasus tersebut
4.Masing-masing kelompok mempresentasikan dan membuat laporan singkat (mengerjakan LK-
02)
E. LATIHAN/ KASUS/ TUGAS
Tugas Kelompok
1. Bentuklah kelompok dengan anggota 5 – 6 orang
2. Diskusikan dengan anggota kelompokmu tentang sebuahkasus
3. Hasil diskusi dipresentasikan di depan kelas
4. Buat laporan hasil diskusi yang sudah di presentasikan dan kumpulkan bila sudah selesai.
Kelompok yang terepat akan mendapatkan nilai tambahan atas usaha yang sudah
dilakukan
5. Tidak ribut selama diskusi berlangsung
6. Guru memberikan nilai
124
Lembar Kerja 02
Nama Kelompok : ..........................................
Ketua Kelompok : ..........................................
Anggota Kelompok : ..........................................
Kasus : Diskusikan dengan anggota kelompok tentang :
Room Attendant (shift pagi) dari salah satu hotel bintang 5 (lima), pada saat memasuki kamar
berinteraksi dengan tamu dengan tujuan untuk menawarkan pembersihan kamar.
Pada saat itu tamunya meminta bahwa kamarnya untuk hari ini tidak mau dibersihkan. Setelah
itu room attendant tersebut langsung saja mengiyakan permintaan tamu tersebut tanpa
melakukan prosedur/proses selayaknya sebagai room attendant yang profesional dan room
attendant tersebut langsung menuju ke kamar yang lainnya, dan hal ini menyebabkan tamu
tersebut agak sedikit marah karena merasa terganggu dan merasa masih terlalu pagi
kamarnya untuk dibersihkan.
Hasil Diskusi :
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
.....S...o..a...l..U...r.a..i.a...n..... ............................................................................................................
1. Sebutkan 4 jenis kunci di hotel?
2. Sebutkan 2 kegiatan PEMBERSIHAN KAMAR ROOM ATTENDANT HARUS MELAKSANAKAN
FIRSTCHECKING PROSEDUR (PROSEDUR FIRST CHECKING)?
3. SEBUTKAN 3 HAL YANG HARUS DI PERHATIKAN DALAM LANGKAH AWAL MEMBERSIHKAN KAMAR
UNTUK TAMU?
4. Mengapa room attendant harus mengetuk pintu dan menyebutkan jati diri sebelum
memasuki kamar ?
5. PADA SAAT TAMU ADA DI KAMAR (WHEN THE GUEST IN THE ROOM). SEBUTKAN 3 ETIKA MEMASUKI
KAMAR TAMU YANG BAIK DAN BENAR?
125