The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by akhmadseniawan, 2023-12-10 18:41:18

A -INSTALASI_PENERANGAN_LISTRIK

A -INSTALASI_PENERANGAN_LISTRIK

34 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK posisi bangunan pada arah atau daerah yang akan dibangun, lengkap memperlihatkan rencana halaman, pagar, jalan masuk, dan saluran pembuangan air. Gambar situasi biasanya digambar dengan skala 1:200 atau 1:500. 4) Gambar instalasi terdiri dari dua bagian, yaitu gambar bagan dan gambar pengawatan 2. Berdasarkan cara menggambarnya. Pembagian berdasarkan cara menggambarnya, terdiri dari: a. Cara menggambar dengan garis ganda b. Cara menggambar dengan garis tunggal. PENDAHULUAN MATERI PEMBELAJARAN A. Mengenal aplikasi perangkat lunak ProfiCad Aplikasi perangkat lunak ProfiCad digunakan untuk desain tata letak komponen instalasi penerangan pada bangunan sederhana ProfiCad Gambar 2.2 tampilan Software ProfiCad Sumber: logitheque.com


35 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN ProfiCad adalah sebuah perangkat lunak untuk membuat diagram skema instalasi listrik dan rangkaian elektronik. Perangkat lunak ini dapat juga digunakan untuk membuat skema diagram pneumatic, hidrolik, dan diagram gambar teknik lainnya. ProfiCad memiliki versi gratis dan dapat di unduh secara gratis melalui link: ProfiCad.com, perangkat lunak ini dapat bekerja di bawah platform windows versi lama seperti windows xp, windows 7, hingga versi windows terbaru (windows 10), sehingga kita tidak mengalami kesulitan menyesuaikan perangkat lunak ini dengan berbagai versi windows. Aplikasinya yang sederhana dan tidak ribet, baik penggunaan maupun instalasinya, serta penggunaan yang luas untuk berbagai desain gambar teknik dua dimensi, khususnya instalasi listrik dan rangkaian elektronik, menjadi kekuatan tersendiri bagi perangkat lunak ini. Penggunaan dari perangkat lunak ini sangat simple, kalian tinggal meletakkan simbol listrik dan selanjutnya tinggal menghubungkan masing-masing simbol tersebut. Di dalam perangkat lunak juga terdapat pilihan-pilihan dari beberapa simbol, namun demikian kalian juga dapat membuat/ mengkreasikan simbol buatan kalian sendiri dengan sangat mudah melalui fasilitas Editor. Disamping itu, Perangkat lunak ini juga menawarkan banyak fasilitas, seperti: penomoran simbol secara otomatis, pembuatan daftar bahan secara otomatis, daftar kabel secara otomatis, dan lain lain. bahkan ProfiCad juga menyediakan fasilitas untuk membuat library dengan image yang kita import, sehingga desain gambar skematik kita lebih detail dan jelas. Kelebihan lain dari ProfiCad adalah compact yaitu kapasitas memori perangkat lunak yang kecil (di bawah 10 MB), sehingga tidak memakan ruang memori. Marilah kita mengenali perangkat lunak ProfiCad melalui penjelasan di bawah ini, sekaligus langkah-langkah pengerjaan desain gambar instalasi listrik kita, tetapi mengingat obyek aplikasi perangkat lunak ini cukup luas, maka penjelasan perangkat lunak ProfiCad kali ini hanya kita batasi sesuai tema kita saja, yaitu menggunakan ProfiCad untuk desain instalasi listrik, disamping itu tidak semua feature dalam perangkat lunak ini kita ulas, cukup komponen komponen pentingnya saja, dengan sering latihan menggunakan ProfiCad, maka fitur-fitur lain akan mudah kita gunakan: Tampilan Utama Saat membuka pertama kali Perangkat Lunak ProfiCad, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini:


36 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Adapun bagian bagian dari perangkat lunak ProfiCad adalah sebagai berikut: 1. Panel Seperti tampak dari gambar di atas (yang di beri kotak warna merah) disebut Panel. Panel berfungsi untuk memfasilitasi berbagai macam pekerjaan dalam perangkat lunak ProfiCad ini. Panel ini dapat di tempatkan di mana saja di area perangkat lunak ini dengan cara Drag and Drop. Panel ini terdiri dari tombol berikut: a. Documents; b. Simbols graphically; c. Simbols textually; d. Favorites; e. Explorer; f. Properties; g. Integrated circuits; h. Layers; i. Pages; dan j. Search. Gambar 2.3 Tampilan Utama ProfiCad Sumber: ProfiCad.com


37 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN a. Documents Documents akan memperlihatkan dokumen ProfiCad yang sudah kalian buat, bisa juga dibuat dalam bentuk sub-directory, sehingga pekerjaan menggambar kita terorganisir dengan baik dan mudah untuk dicari saat dibutuhkan. Kita dapat menambahkan directory kita di Documents ini dengan mengklik tanda +, seperti gambar di bawah Contoh hasil desain gambar dengan ProfiCad dapat di lihat dalam menu documents ini. Gambar 2.4 (a) posisi documents di panel (b) posisi documents di menu utama Gambar 2.5 posisi documents di menu utama Sumber: ProfiCad.com


38 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN b. Simbol Graphically Langkah awal adalah bagaimana membuat area kerja kita lebih luas. Caranya adalah dengan meletakkan blok title (blok judul) di area samping kanan, sehingga area kerja gambar kita nampak luas. Caranya adalah sebagai berikut: Tekan F12, maka akan muncul tampilan berikut: Salah satu fasilitas untuk mengambil gambar/ simbol adalah dengan klik icon gambar. ProfiCad menyediakan fasilitas itu pada menu Simbol Graphically. Seperti terlihat pada gambar disamping, Menu ini terdiri dari dua bagian: 1. bagian grup simbol, dan 2. Bagian simbol aktif. Pada bagian grup simbol kita dapat memilih aplikasi apa yang ingin kita desain, untuk keperluan desain gambar instalasi listrik, maka kita bisa menggunakan pilihan House electrical simbol, atau electrical installation Gambar 2.6 bagian dari Simbol Graphically: (a) Grup Simbol, (b) Simbol aktif Sumber: ProfiCad.com Gambar 2.7 posisi tittle block setelah di setting Sumber: ProfiCad.com


39 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Untuk posisi layer dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Setelah itu kita bisa mengatur layer, sebagaimana pada perangkat lunak pada umumnya, layer mempunyai peranan penting dalam gambar desain grafis, demikian pula pada ProfiCad. Layer adalah lapisan atau kanvas tempat obyek gambar pada pengolah grafis. Lapisan atau layer ini apabila di gabungkan satu sama laian akan membentuk obyek gambar yang diinginkan. Sistem layer ini tersusun secara bertumpuk satu sama lain sehingga layer berguna pada saat proses editing gambar. Selain itu, kalian dapat merubah susunan layer sesuai yang diinginkan. Pada ProfiCad, cara untuk menggunakan layer yaitu klik pada tab layer seperti pada gambar di bawah ini: Gambar 2.8 posisi tittle block setelah di setting Sumber: ProfiCad.com Gambar 2.9 posisi layer Sumber: ProfiCad.com


40 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Dengan tools layer, kalian dapat membuat desain dengan beberapa layer, sehingga dengan beberapa layer tersebut, desain instalasi listrik kalian mudah untuk diedit nantinya. Setelah mengetahui tentang layer, langkah selanjutnya kita mulai mengasah keterampilan kita memakai feature yang ada di ProfiCad untuk membuat sebuah kotak, berikut langkah-langkahnya: 1) Klik polyline untuk membuat garis secara cepat dan bersambung, klik kiri untuk meletakkan point-point pada garis, klik kanan untuk melepas polyline. Polyline merupakan tools untuk membuat garis garis gambar secara menyambung dan menjadi satu sedangkan apabila kita mau membuat garis secara satu per satu, maka kita menggunakan tools line. Garis yang dibuat dengan Polyline akan tersambung menjadi satu kesatuan, sementara garis yang dibuat dengan Line hanya akan sendiri sendiri. Seperti terlihat pada gambar di samping, tab layer terletak di sebelah kanan dari area kerja ProfiCad. Ketika kita klik tab layer terebut, maka akan muncul layer (default layer -1 dan layer 0), nama layer dapat kita ubah dengan mengklik dua kali pada layer (contoh layer -1 atau layer 0), lalu ketikkan nama layer yang kita inginkan dalam hal ini kita ubah nama layer -1 menjadi denah dasar. Selain itu, layer baru dapat kita buat dan ini bisa tambahkan sebagaimana gambar di atas. Layer dapat pula kita ubah susunan urutannya. Gambar 2.10 mengganti (rename) nama layer, dari layer -1, menjadi layer denah dasar Sumber: ProfiCad.com


41 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Gambar 2.11 line dan polyline Sumber: ProfiCad.com Gambar 2.12 pengaturan garis Sumber: ProfiCad.com


42 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 2) Mengatur ketebalan garis. Caranya klik garis yang ingin kita ubah, ditandai dengan munculnya tanda pada sudut garis (yang menandakan bahwa garis siap di ubah), ubah nilai di bagian contour thickness, misalnya dari 2 menjadi 74, maka hasilnya menjadi seperti ini: Demikianlah langkah-langkah kita membuat garis dan mengatur ketebalan garis. Kalau kita sudah mampu membuat garis seperti itu, maka ini akan menjadi dasar kita untuk membuat denah bangunan. Selanjutnya, setelah itu kita akan membuat denah instalasi. Kita dapat memilih komponen-komponen dasar pada denah, seperti pintu dengan berbagai variasi, jendela dengan berbagai variasi, bahkan aksesoris sebuah kamar seperti tempat tidur, bathtube, toilet, dll. Pilihannya ada di bagian simbol graphically pada bagian grup simbol pilih House electrical installation pada bagian simbol aktif pilih floor plans. Gambar 2.13 merubah ketebalan garis Sumber: ProfiCad.com


43 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Maka setelah itu akan ada banyak pilihan dari aksesoris sebuah kamar. Untuk memilih komponen yang kita inginkan, maka kita harus mengetahui maksud masing-masing simbol. Berikut adalah keterangan masing-masing simbol pada tab floor plans: 1) Door two wings, untuk desain denah dua pintu; 2) Door, pintu; 3) Folding door, pintu lipat; Gambar 2.14 tools pada bagian House electrical installation (yang di lingkar) Sumber: ProfiCad.com Gambar 2.15 Simbol grafis pada bagian floor Plans Sumber: ProfiCad.com


44 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 4) Lifting door, pintu yang bisa diangkat; 5) Lifting sliding door, pintu geser yang bisa diangkat 6) Sliding door, pintu geser; 7) Swing door; 8) Swinging door; 9) Arm chair; 10) Basin; 11) Bathtub; 12) Bed; 13) Cabinet; 14) Chair; 15) Kitchen sink; 16) Shower floor; 17) Sofa; 18) Tabel; 19) Toilet; 20) Urinal; 21) Utility sink; 22) Window with parapet; dan 23) Window. Komponen selanjutnya dalam membuat desain gambar instalasi listrik adalah komponen penerangan (lightings). Keterangan: 1) Emergency lighting on special circuit, simbol lampu darurat; 2) Flood light, simbol lampu digunakan untuk area banjir; 3) Gas discharge lamp; 4) Halogen headlight; Gambar 2.16 simbol grafis pada bagian Lightings Sumber: ProfiCad.com


45 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 5) Lamp on the wall; 6) Lamp with switch; 7) Lighting outlet; 8) Luminaire with separate circuit; 9) Luminaire; 10) Projector; 11) Self-contained emergency luminaire; dan 12) Spot light. Komponen yang selanjutnya dalam membuat desain gambar instalasi listrik adalah switches keterangan: 1) Centrifugal switch; 2) Ciruit breaker 1p; 3) Circuit breaker 3p; 4) Contactor 3p; 5) Float switch; 6) Pressure switch; 7) Push button control with two buttons and two built in indikator lights; 8) Push button control with two buttons; 9) Remotely controlled switch or servo contact; 10) Switch with indikator lights 1p; 11) Switch with indikator lights 3p; 12) Thermostat 1p; 13) Endschalter; Gambar 2.17 simbol grafis pada bagian switches Sumber: ProfiCad.com


46 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 14) Limit switch–nc contact; 15) Liquid level switch- break contact; 16) Liquid level switch-make contact; 17) Pressure switch–break contact; 18) Pressure switch-make contact; 19) Revolution sensor–nc; 20) Revolution sensor-no; 21) Thermal switch–break contact; 22) Thermal switch–make contact; 23) Twilight switch-breaker; 24) Twilight switch-make contact; 25) 4-Way switch; 26) Intermediate switch; 27) Key operated swith (watchman’s sistem device); 28) Multiposition single pole switch; 29) On-off switch with pilot light; 30) On-off switch; 31) On-off switch–single pole; 32) Pull-cord single pole switch; 33) Single pole-changeover switch; 34) Switch 3P; 35) Twilight switch; 36) Two-pole switch; dan 37) Two –way single pole switch. Baiklah, sekarang mari kita membuat sebuah desain instalasi listrik melalui contoh soal berikut ini. Melalui latihan dan terus menggunakan tools pada ProfiCad, maka kita akan menghasilkan desain gambar yang baik. LEMBAR PRAKTIKUM Perangkat Lunak ProfiCad A. Tujuan Mampu membandingkan antara menggambar instalasi listrik secara manual dan dengan memakai perangkat lunak ProfiCad. B. Alat dan Bahan 1. Komputer (PC) yang sudah terinstal Software ProfiCad 2. Kertas A4 3. Printer C. Petunjuk Praktik 1. Buatlah gambar instalasi listrik secara manual (gambar tangan). 2. Lakukan praktik dengan komputer dan memakai perangkat lunak yang disediakan.


47 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK LEMBAR PRAKTIKUM 3. Jaga kebersihan ruangan komputer. 4. Setelah selesai praktik, komputer dan printer dimatikan serta kertas A4 yang tidak dipakai diletakkan seperti semula serta dirapikan. D. Langkah Praktik 1. Buatlah gambar instalasi listrik diagram garis tunggal serta diagram garis ganda untuk instalasi listrik yang terdiri dari: circuit breaker, dua buah lampu, stop kontak, dan saklar seri! 2. Hidupkan komputer, bukalah perangkat lunak ProfiCad! 3. Gambarkan diagram garis tunggal serta diagram garis ganda untuk instalasi listrik yang terdiri dari: circuit breaker, dua buah lampu, stop kontak, dan saklar seri. 4. Amatilah perbedaan kedua cara di atas, serta isikan hasil pengamatanmu pada tabel berikut: Keterangan: * coret yang tidak perlu 5. Diskusikan hasil pengamatan bersama teman kelompokmu! 6. Buatlah laporan hasil pengamatanmu berupa kelebihan dan kekurangan menggunakan dua cara tersebut (secara manual dan dengan perangkat lunak). No Jenis pengamatan Menggambar secara manual Menggambar dengan perangkat lunak 1 Waktu pengerjaan ...... menit ........ menit 2 Kerapian Rapi/ lebih rapi* Rapi/ lebih rapi* 3 Hasil Baik/ lebih baik* Baik/ lebih baik* B. Sekilas cara menggambar instalasi listrik menggunakan ProfiCad Membuat simbol baru dan menyimpan dalam library ProfiCad Terkadang di dalam tools simbol untuk komponen kelistrikan pada perangkat lunak ProfiCad tidak kita temukan simbol komponen kelistrikan yang kita inginkan, untuk itu ProfiCad menyediakan fasilitas untuk membuat simbol baru dan itu dapat disimpan dalam library ProfiCad, dan kita dapat mengambil simbol baru tersebut berulang kali tanpa harus mengulang ulang desain simbol baru. Menambahkan komponen simbol baru pada library ProfiCad Apabila ada simbol yang tidak kita temukan pada library ProfiCad, maka kita dapat membuat simbol sendiri untuk ditambahkan pada library ProfiCad. Adapun caranya sebagai berikut: masuk ke menu, klik File new simbol. Mulai menggambar simbol. Adapun simbol yang belum ada di library adalah simbol MCB serta simbol fasa netral dan ground pada diagram satu fasa. Kemudian klik pada tools polygon, buatlah gambar seperti di bawah ini


48 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Gambar 2.18 tool polygon dan cara pemakaiannya Sumber: ProfiCad.com Gantilah warna bidang menjadi berwarna hitam. Cara menggantinya masuk ke properties. Selanjutnya, buatlah bidang segitiga yang sama tetapi posisinya terbalik. Selanjutnya, memberi outlet (titik tempat jalur), kemudian simpan simbol dalam folder yang sesuai. Disini simbol di simpan dalam folder others, maka simbol sudah masuk library dan siap digunakan. Gambar 2.19 pembuatan simbol library MCB pada ProfiCad Sumber: ProfiCad.com


49 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Selanjutnya kita membuat simbol konduktor: fasa, netral, dan ground untuk diagram garis tunggal pada denah instalasi. Prosesnya sama dengan yang di atas. Tujuannya agar kita tidak melakukan proses gambar berulang ulang, cukup dengan memanggil simbol pada library, sehingga akan menghemat waktu kita dalam mendesain instalasi listrik. Gambar 2.20 pembuatan simbol library konduktor pada ProfiCad Sumber: ProfiCad.com


50 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK CONTOH SOAL Sebuah gudang direncanakan untuk dibuat sistem penerangan yang terdiri dari sebuah saklar tunggal yang mengatur dua buah lampu (masing-masing lampu LHE 8 W), yaitu lampu depan dan lampu belakang gudang tersebut, dan dua buah saklar tukar untuk mengatur satu buah lampu (LHE 12W) untuk penerangan didalam gudang tersebut serta dua buah stop kontak (masingmasing 350W) yang terpasang di dinding gudang tersebut. Buatlah gambar instalasi listrik dan gambar instalasi daya listrik dari gudang tersebut dengan perangkat lunak ProfiCad! Jawab: Pertama buatlah gambar denah gudang sesuai yang direncanakan, kemudian letakkan komponen komponen kelistrikannya, untuk memudahkan melakukan edit, buatlah beberapa layer. Selanjutnya buatlah jalur diagram garis tunggal disesuaikan dengan komponen kelistrikannya. Sehingga hasil akhir kita dalam mendesain denah instalasi listrik seperti di bawah ini: Gambar 2.21 perencanaan denah gedung Gambar 2.22 perencanaan diagram garis tunggal


51 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK CONTOH SOAL adapun rangkaian dayanya sebagai berikut: Gambar 2.23 perencanaan diagram daya CAKRAWALA Mengenal sejarah Gambar Teknik Gambar teknik pada awalnya dipraktikan oleh Leonardo Da Vinci pada abad ke-15 sampai abad ke-16. Beliau dijuluki sebagai Bapak Gambar Teknik dan pada akhir abad 16, Gaspard Monge yang seorang ahli matematika dari Perancis meraih sebuah sistem menggambar bersama dengan dengan mengfungsikan dua bidang proyeksi yang saling tegak lurus. Sistem ini bisa disebut dengan proyeksi siku-siku atau proyeksi ortogonal. Pada tahun itu proyeksi ini begitu populer dan sering digunakan untuk menggambar perancangan bangunan kapal maupun peralatan perang. Lalu pada abad ke-18 banyak didirikan sekolah teknik yang menekankan mata pelajaran gambar mewarnai bersama dengan teknik di dalam kurikulumnya. Hal itu berlangsung dikarenakan pada masa itu James Watt, seorang ilmuan dari inggris, menemukan mesin uap yang mengakibatkan terjadinya pergantian besar-besaran di dalam sistem produksi di pabrik. Yang mula-mula di dalam sistem memproduksi, mengfungsikan tenaga manusia dan hewan, setelah itu diganti dengan mesin uap. Karena pergantian besar-besaran yang berlangsung itu, maka diperlukanlah sebuah bahasa komunikasi terhadap perencanaan bersama dengan dengan pelaksanaan, dimana bahasa itu wajib singkat dan jelas. Lalu mulailah diperkenalkan gambar kerja yang bisa dipahami oleh kedua belah pihak. Dari sinilah nanti pada akhirnya didirikannya sekolah teknik yang menekankan mata pelajaran gambar teknik. Jadi, bisa kita asumsikan bahwa gambar teknik wajib bisa dipahami terhadap perancang gambar bersama dengan pelaksana gambar di dalam wujud yang singkat dan jelas, tanpa meninggalkan segi seni gambarnya (keindahan gambarnya). Sumber: https:// www.bersosial.com/ threads/ mengenal-sejarah-danpengertian-dari-gambar-teknik.45103/


52 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK JELAJAH INTERNET Untuk menambah wawasan tentang perangkat lunak dalam menggambar instalasi listrik, serta lebih mengasah keterampilan dalam memakai perangkat lunak ini, kalian dapat mempelajarinya secara mandiri melalui internet. Di internet, kalian bisa mempelajari lebih jauh tentang desain gambar instalasi listrik dalam bentuk video (tutorial video). Salah satu situs yang dapat kalian kunjungi adalah situs: https:// www.youtube.com/playlist?list=PL08215480DCBE552B, atau dengan menggunakan QR code di atas RANGKUMAN 1. Menggambar instalasi listrik secara mudah dan cepat dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak gambar instalasi listrik 2. Menggambar instalasi listrik dengan perangkat lunak memerlukan pengetahuan dasar tentang istilah-istilah pada perangkat lunak, seperti: layer, simbol graphically, line, polygon. 3. Dengan berlatih terus menerus, maka menggambar instalasi listrik dapat dilakukan dengan cepat dan benar, serta mandiri. TUGAS MANDIRI Dengan menggunakan perangkat lunak, buatlah gambar instalasi garis tunggal, gambar pengawatan, serta gambar instalasi pada gambar di bawah ini!


53 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK PENILAIAN AKHIR BAB Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Pada desain gambar instalasi listrik terdapat beberapa istilah. Jelaskan apa yang dimaksud: a) layer, b) line, c) Polygon! 2. Uraikan cara membuat gambar kotak dengan spesifikasi berikut: a) tebal = 6, b) kotak berbentuk transparan, c) warna garis = hitam, d) sudut kotak melengkung pada perangkat lunak ProfiCad! 3. Uraikan langkah-langkah menggambar instalasi pada suatu bangunan rumah memakai perangkat lunak ProfiCad dengan spesifikasi berikut: 4. Uraikan langkah-langkah menambah simbol baru pada Library ProfiCad! 5. Jelaskan 3 (tiga) perbedaan antara menggambar manual (dengan tangan) dan dengan perangkat lunak! Gambar 2.24 gambar instalasi bangunan rumah 45m2 REFLEKSI Setelah kalian memahami prinsip tata cara menggambar instalasi dengan perangkat lunak pada bab ini, serta mampu membandingkan dengan menggambar manual, mungkin ada hal hal yang masih belum jelas bagi kalian, kira kira bagian mana yang sulit? untuk itu coba kalian diskusikan dahulu dengan teman teman kalian, kemudian coba diselesaikan, apabila masih mengalami kesulitan, kalian bisa konsultasikan dengan guru pembimbing.


54 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK BAB III INSTALASI LISTRIK PENERANGAN SECARA UMUM BAB III INSTALASI LISTRIK PENERANGAN SECARA UMUM TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah melakukan pembelajaran pada materi instalasi listrik penerangan secara umum, peserta didik diharapkan dapat mengetahui persyaratan dalam memasang instalasi sesuai dengan standar PUIL/ SNI dengan tepat dan benar PETA KONSEP Persyaratan Pemasangan Instalasi Listrik Instalasi Listrik Penerangan Secara Umum Pengujian Peralatan Listrik Macam-macam Instalasi Listrik Pembagian Ruang Kerja Listrik Simbol/ diagram Instalasi Listrik KATA KUNCI Syarat ekonomis, syarat keamanan, syarat keandalan, Ruang kerja Listrik, Simbol instalasi


55 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK PENDAHULUAN Pada sebuah bangunan gedung bagian yang tak kalah pentingnya adalah instalasi listrik. Instalasi listrik ini bertujuan untuk menghantarkan tenaga listrik ke titik-titik beban yang berasal dari instalasi pengusaha ketenagalistrikan. Pada prinsipnya instalasi listrik bangunan itu adalah yang menyalurkan energi listrik sehingga berfungsi sebagai penghantar. Untuk menyalurkan tenaga listrik harus berpegang teguh pada peraturan yang telah distandarisasi dan sebagai panduan umum (rujukan) instalasi listrik. Peraturan tersebut biasanya dikenal dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) yang telah diterbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).  Pada PUIL 2000 (1.1), dijelaskan bahwa maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) yaitu supaya pengusahaan instalasi listrik terselenggara dengan baik untuk menjamin keamanan instalasi listrik berserta perlengkapannya, keamanan gedung serta isinya dari kebakaran akibat listrik, keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik, dan perlindungan lingkungan.  Unsur-unsur yang terkait langsung dengan instalasi listrik yaitu perencana, pemilik, kontraktor, produsen perlengkapan pengawas, pengawas keselamatan kerja, pengawas bangunan, penguji, penghuni, operator (jika ada), asuransi, pemadam kebakaran, harus diperhatikan kepentingannya, maka dari itu pada BAB ini mari kita pelajari bersama untuk mengetahui persyaratan dan pengetahuan apa saja yang dibutuhkan ketika kita akan memasang instalasi peneragan pada rumah kita. Gambar 3.1 Penyaluran tenaga listrik tidak sesuai standar Sumber: Dokumen pribadi


56 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN A. Persyaratan Pemasangan Instalasi Listrik Peraturan dalam pemasangan instalasi listrik lebih mengutamakan keselamatan manusia terhadap bahaya sentuhan serta kejutan arus. Persyaratan ini berlaku untuk semua instalasi arus kuat, baik mengenai perencanaan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan, maupun pengawasannya. Terpasangnya dengan baik instalasi listrik merupakan persyaratan umum dari instalasi listrik. Persyaratan umum instalasi listrik ini tidak berlaku pada: 1. Penyaluran berita dan isyarat yang biasanya digunakan pada bagian instalasi dengan tegangan rendah; 2. pelayanan kereta rel listrik dan keperluan telekomunikasi; 3. Instalasi listrik pertambangan di bawah tanah; 4. Instalasi listrik yang memiliki daya rendah tidak melebihi 25 Volt dan tidak melebihi 100 Watt; dan 5. Kapal laut, kapal terbang, dan kendaraan lain yang digerakkan secara mekanik. Selain persyaratan umum instalasi listrik dan peraturan tentang kelistrikan yang berlaku, perlu juga kita mengetahui syarat-syarat dalam pemasangan instalasi listrik, yaitu: 1. Syarat keandalan Syarat instalasi listrik dikatakan handal apabila tingkat kebutuhan penggunaan arus listrik oleh konsumen meliputi: a. keandalan biasa yang dalam hal ini apabila terjadi pemutusan aliran akibat gangguan listrik, tidak begitu membahayakan dan tidak begitu merugikan. b. keandalan yang tinggi seperti penyediaan tenaga listrik untuk industri. c. keandalan yang sangat tinggi seperti untuk kamar operasi rumah sakit, instalasi lift dan sebagainya. 2. Syarat ekonomis Instalasi listrik dikatakan ekonomis jika ongkos pemasangan dan ongkos pemeliharaan seminim/ semurah mungkin. Rugi daya listrik yang hilang serendah mungkin. Oleh karena itu, instalasi listrik harus direncanakan sesederhana mungkin, supaya alat-alat yang dipakai sedikit, mudah pemasangannya, dan pemeliharaannya. 3. Syarat keamanan Instalasi listrik dikatakan memenuhi syarat keamanan apabila tidak dapat menimbulkan kecelakaan sekecil mungkin, tidak membahayakan jiwa manusia, dan terjaminya benda-benda, serta peralatan disekitarnya dari kerusakan akibat dari adanya gangguan misalnya: beban lebih, gangguan hubung singkat, tegangan lebih, dan sebagainya. Untuk mengamankan instalasi listrik, perlu dipasang alat-alat pengaman instalasi yang sesuai, seperti: MCB, ELCB, MCCB, NFB. Untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat gangguan di atas, dimana otomat-otomat tersebut berfungsi sebagai pemutus hubungan yang digerakkan oleh relay.


57 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Apabila masih terjadi gangguan yang mengakibatkan terhentinya aliran listrik, maka gangguan tersebut harus segera di atasi dan diperbaiki karena kelangsungan kerja suatu instalasi listrik dapat dicapai apabila instalasi listrik direncanakan sedemikian rupa sehingga kemungkinan terputusnya atau terhentinya aliran listrik sangat kecil. Dalam hal ini sistem radial sangat diperlukan tanpa harus menggunakan sistem interkoneksi. Para konsumen listrik membutuhkan kualitas pemasangan listrik yang terjamin, artinya konsumen listrik mendapat aliran yang sesuai dengan ukuran normal beban konsumen. Oleh karena itu, harus dipisahkan antara instalasi listrik penerangan dengan instalasi listrik tenaga. Untuk instalasi listrik penerangan rugi tegangan 2%, sedangkan untuk instalasi listrik tenaga 5%. Sebagai konsumen kita perlu mengetahui komponen instalasi listrik beserta fungsinya dengan tepat dan benar. Oleh karena itu, kemampuan dasar tentang keamanan komponen instalasi yang akan dipasang harus kita ketahui terlebih dahulu. Dalam pemilihan komponen instalisi listrik tersebut perlu diketahui hal-hal sebagai berikut: a. Merek dagang atau nama pembuat; b. Identitas standar yang digunakan, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) atau Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN); dan c. Keterangan tentang tegangan, daya, atau arus pengenal. B. Pengujian Peralatan Listrik Di Indonesia, semua komponen listrik sebelum digunakan oleh konsumen harus melakukan uji kelayakan. Semua peralatan listrik yang akan dipergunakan untuk instalasi harus memenuhi ketentuan PUIL, menurut ayat 202 A2. Di negara kita, peralatan listrik diuji coba oleh Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK), yaitu suatu lembaga dari Perusahaan Umum Listrik Negara. Untuk memakai tanda LMK, terlebih dahulu peralatan listrik tersebut diawasi oleh LMK secara langsung dan setelah itu baru disetujui dan diizinkan penggunaannya. Bahan yang berselubung bahan termoplastik, misalnya berselubung PVC, tanda ini dibuat timbul dan diletakan pada selubung luar kabel. Lambang persetujuan ini dipasang pada kabel yang berselubung PVC, misalnya kabel NYM sedangkan untuk kabel yang kecil seperti NYA, lambang persetujuan dari LMK berupa kartu yang ditunjukan pada gambar di bawah ini: Gambar 3.2 Tanda Persetujuan dari LMK Sumber: Dokumen Pribadi


58 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN C. Macam-macam Instalasi Listrik Pada umumnya instalasi listrik dibedakan beberapa jenis, antara lain: 1. Berdasarkan pemakaiannya; a. Instalasi untuk penerangan gedung-gedung atau rumah tinggal (Instalasi Penerangan). PT. PLN menggunakan arus bolak-balik 127 V (sistem lama) dan mulai tahun 1980an dengan sistem 220V. b. Instalasi untuk menjalankan motor-motor listrik Untuk instalasi motor-motor listrik 3 phasa biasanya menggunakan tegangan 380V. 2. Berdasarkan arus listrik yang disalurkan; a. Arus searah Instalasi ini pada umumnya bekerja pada tegangan 110V; 220V; atau 440V. Di Indonesia, penggunaannya adalah industri yang bekerja berdasarkan elektronika, contohnya pada PT. Kereta Api Indonesia pada pelayanan KRL (Kereta Api Listrik). b. Arus bolak-balik Instalasi pada umumnya bekerja pada tegangan 125V: 220V;330V; 5000V; 6000V; 10.000V; 15.000V. Di Indonesia, jaringan dari PT. PLN tegangan yang digunakan adalah 220V; 380V; 6000V; dan 20.000V. Instalasi bolak-balik banyak dipakai untuk rumah tangga, industri maupun bangunan komersil. 3. Menurut tegangan yang disalurkan atau yang dipergunakan: a. Tegangan rendah atau instalasi rumah tinggal atau gedung-gedung; b. Tegangan menegah atau jaringan distribusi; dan c. Tegangan tinggi atau transmisi. 4. Instalasi listrik khusus, seperti: a. Instalasi listrik pada tambang-tambang; b. Kapal laut dan pesawat terbang; c. Instalasi listrik telekomunikasi; d. Instalasi listrik untuk alat-alat transportasi seperti; instalasi kereta api listrik; e. Instalasi listrik untuk radar; dan f. Instalasi listrik pemancar radio dan televisi. Gambar 3.3 Kartu Tanda Persetujuan dari LMK Sumber: Dokumen Pribadi


59 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN D. Pembagian Ruang Kerja Listrik Ruang kerja listrik harus disesuaikan dengan peralatan atau perlengkapan listrik. Ada beberapa jenis ruang kerja listrik berdasarkan penggunaannya, antara lain: 1. Ruang kerja listrik untuk rumah tangga Ruangan in biasanya terdiri dari ruang keluarga, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi/ WC, dapur luar, balkon, gerasi, dan taman. 2. Ruang berdebu Industri yang kerjanya menyebabkan debu yaitu: pabrik pemecah batu, semen, kapur, pabrik tepung, dan lain sebagainya. Peralatan listrik yang dipakai harus tahan dari debu. Perlengkapan-perlengkapan yang akan digunakan di ruang yang berdebu biasanya ditandai dengan penandaan untuk kelas A sebagai berikut: a. Untuk menyatakan Zona dimana perlengkapan boleh ditempatkan ditandai dengan DIP (Dust Ignition Protection), diikuti dengan A untuk kelas A, kemudian diikuti dengan 21 dan 22; b. Untuk perlengkapan kelas B digunakan penandaan yang sama, hanya dengan mengganti tanda A dengan B; c. Suhu maksimum yang diijinkan dicantumkan pada selungkup (Untuk semua perlengkapan); dan d. Untuk memenuhi ketentuan dalam publikasi IEC semua perlengkapan harus ditempatkan dalam Zona 21 dan 22. Untuk menghindari penyalaan dalam penggunaan perlengkapan listrik, maka suhu maksimum permukaan yang diperlukan adalah suhu tertinggi pada permukaan tersebut. Suatu ruangan yang terdapat debu yang mudah terbakar berupa kabut adalah zona 21, selama proses normal, pengerjaan, atau operasional pembersihan, dalam jumlah yang cukup untuk bisa mengakibatkan terjadinya konsentrasi yang dapat meledak dari debu yang menyala atau mudah terbakar apabila bercampur dengan udara. 3. Ruang kerja listrik untuk industri biasa Pada umumnya terdiri dari ruang kerja, ruang tamu/ lobi, administrasi, ruang produksi, toilet, tempat parkir, dan jalan. 4. Ruang kerja listrik untuk industri yang mengandung gas, bahan atau debu yang korosif Industri yang saat bekerjanya dengan menggunakan gas, rawan terhadap bahaya ledakan dan kebakaran adalah: pabrik pengolahan bahan bakar minyak, pabrik penyulingan minyak, dan lain sebagainya. Selain itu, mesin, pesawat, dan penghantar listrik serta pelindung yang bersangkutan harus dilindungi, dipasang, didesain dan dihubungkan sebaik mungkin sehingga tahan terhadap pengaruh yang rusak dari bahan gas yang korosif dan debu itu.


60 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 5. Ruang Kerja Listrik Terkunci a. Pada Ruang kerja listrik yang terkunci tidak diperkenankan memasang mesin, pesawat atau instrumen ukur atau perlengkapan lainnya, yang setiap waktu berulang kali secara teratur diamati, dilayani, atau diperiksa ditempat. b. Lampu yang terpasang harus sedemikian rupa, sehingga dapat dinyalakan dari tempat yang berdekatan dengan jalan masuk utama dan harus memberi penerangan yang cukup. c. Pintu jalan masuk menuju ruang kerja listrik terkunci, harus didesain dengan bagus supaya memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Semua pintu yang terpasang harus terbuka keluar; 2) Semua pintu yang terpasang harus bisa dibuka dari luar dengan menggunakan anak kunci; dan 3) Semua pintu yang terpasang harus bisa dibuka dari dalam tanpa harus menggunakan anak kunci. 6. Ruang Uji Laboratorium Listrik dan Bahan Listrik a. Ruang uji laboratorium listrik dan bahan listrik seperti di ruang kerja listrik Zona 22 adalah suatu ruangan yang tidak diklasifikasikan sebagai Zona 21, dimana kabut debu mungkin terjadi tetapi tidak terus menerus, dan muncul hanya dalam waktu singkat, atau dapat menimbulkan peningkatan campuran debu yang dapat menyala di udara dan terdapat pengumpulan atau penumpukan debu yang mudah terbakar dalam kondisi abnormal. b. Untuk instalasi pemasangan tetap berlaku juga ketentuan yang disyaratkan untuk instalasi dalam ruang kerja listrik pada umumnya. c. Dalam pabrik dan bengkel, ruang laboratorium listrik dan uji bahan listrik harus dipisahkan dari instalasi lain pabrik atau bengkel dengan baik dan tepat. d. Ruang uji bahan listrik dan laboratorium listrik tidak boleh berdebu, harus bebas bahaya kebakaran atau ledakan, serta tidak boleh lembab. Bagi yang tidak berkepentingan masuk keruangan tersebut perlu dipasang papan tanda peringatan larangan masuk pada pintu masuk. e. Sama halnya pada ruangan instalasi listrik tegangan menengah, bagi yang tidak berkepentingan masuk dilarang keras untuk masuk ke ruangan tersebut. 7. Ruang Sangat Panas a. Pada ruangan yang bersuhu tinggi yang akan mengakibatkan bahan isolasi dan pelindung penghantar pasangan normal akan terbakar, lumer, atau meleleh, maka harus diperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1) Perlengkapan yang hanya terpasang diruangan ini hanya armatur penerangan, pesawat pemanas, dan alat perlengkapan lainnya serta penghantar yang bersangkutan; 2) Sebagai penghantar dapat dipakai kabel jenis tahan panas yang sesuai untuk suhu ruang itu atau penghantar regang pada isolator dengan jarak titik tumpu maksimum 1 meter; dan


61 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 3) Untuk mencegah bahaya sentuhan penghantar telanjang harus seluruhnya dilindungi dengan selungkup logam yang kuat, atau dengan alat yang sama mutunya. Untuk menghindari bahaya kerusakan mekanis. b. Ruanagan yang lembab sangat diharapkan untuk instalasi listrik dalam ruang yang sangat panas kecuali jika ditetapkan lain. 8. Ruang Radiasi 9. Ruang Sinar X a. Sesuai dengan IEC bahwa tempat perlengkapan sinar X berdiri harus dilapisi bahan isolasi pada seluruh permukaan lantai; b. Harus dipasang penghantar proteksi yang baik pada seluruh bagian logam yang tidak bertegangan dari perlengkapan sinar X; c. Kabel fleksibel yang digunakan harus dari jenis pemakaian kasar dan berat atau dari jenis berselubung logam yang fleksibel; dan d. Sakelar harus mudah dicapai dan dikenal dengan jelas. 10. Ruang Radiasi Tinggi a. Diluar ruang beradiasi semua instalasi perlengkapan panel pengatur harus dipasang. b. Untuk instalasi berlaku persyaratan dalam Catatan: khusus untuk penggunaan pada fasilitas pelayanan kesehatan agar merujuk ke publikasi IEC 336, 407, 522, 526, 601-2-8, 601-2-15, 601-2-32, 627 dan 806. 11. Ruang Mikroskop Elektron Peraturan tentang instalasi dalam ruang mikroskop elektron ditetapkan oleh instansi yang berwenang. 12. Sel Radioaktif Suatu ruangan untuk menyimpan, mengolah, membentuk, atau memproses, bahan radioaktif dikenal dengan sel radioaktif. Ruangan sel radioktif harus memenuhi bebera syarat antara lain: a. Semua lampu yang terpasang dalam sel radioaktif harus dalam jarak jangkauan dari manifulator. b. Untuk memudahkan semua lampu dilepas dengan menggunakan manifulator yang ada, maka pasangannya harus tertanam di dinding dan ditutup dengan tutup yang tembus cahaya. c. Semua kabel harus dipasang dalam pipa dan ditanam dalam tembok dinding sel minimum sedalam 1cm dari permukaan dinding. d. Semua lampu harus adapat dilayani dari luar sel. e. Semua kotak kontak yang ada didalamnya harus dapat dilihat dari jendela pelindung f. Semua lampu harus diletakan sedemikian rupa sehingga dapat dilihat dari jendela pelindung. g. Semua pipa instalasi listrik sedapat mungkin harus ditanam dalam tembok. Kabel yang ada dilangit-langit supaya dipasang dengan baik dengan ketinggian minimum 3 meter dalam ruangan didaerah panas, sekitar sel radioaktif yang mengandung udara radioaktif.


62 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN h. Pemasangan dalam dinding harus rata dalam satu bidang. Semua permukaan sakelar, tusuk kontak, dan kotak-kontak harus terdiri dari bahan yang tidak mudah terbakar, harus licin, kuat, dan tanpa lekukan yang tajam. 13. Ruang Gamma Suatu daerah radiasi untuk penelitian dan proses dengan menggunakan sinar gamma biasanya dikenal dengan ruang gamma. Ruang gamma memiliki syrat sebagai berikut: a. sinar gamma tidak mudah tembus, maka pemasangan dalam dinding harus berbelok-belok; b. Diluar daerah ruang gamma harus terpasang semua alat pelayanan instalasi listrik dan operatornya berada dalam ruang tersendiri; c. Penghantar yang digunakan harus tahan terhadap radiasi proses radiasi X-link; dan d. Lampu halogen adalah salah satu jenis Lampu penerangan yang tahan terhadap sinar gamma. 14. Ruang Linac (linear accelerator) Linac ialah suatu alat yang digunakan untuk mempercepat partikel secara linier. Semua instalasi listrik yang dipasang dalam ruang linac harus memenuhi persyaratan untuk ruang lembab. 15. Ruang Neutron a. Kabel yang digunakan harus dari jenis yang tahan terhadap pengaruh sinar neutron. b. Semua perlengkapan listrik yang dipasang dalam ruang neutron harus memenuhi syarat untuk ruang ini. E. Lambang/ Simbol dalam Instalasi Listrik Dalam perancangan dan perencanaan instalasi listrik, selain menguasai peraturan/ persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui PUIL. Seorang instalatir harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang peralatan instalasi dan harus mahir membaca gambar instalasi. Denah ruangan yang dilengkapi dengan instalasi, biasanya digambar dengan skala 1:50 atau 1:100. Pada denah ini akan digambar instalasi dengan menggunakan lambang atau simbol yang berlaku. Lambang/ simbol dalam instalasi listrik dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 1. Lambang/ Gambar pada Diagram Saluran Arus Kuat


63 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 1 2 2M 220/ 110V Arus searah Contoh: Arus searah, tiga penghantar termasuk kawat tengah, 220V (110V antara setiap penghantar sisi dan kawat tengah). 2 M dapat diganti dengan 2 + M. Catatan: Tegangan dapat ditunjukkan di sebelah kanan lambang dan jenis sistem di sebelah kiri. 3 4 5 ~ ~ 50 Hz 3 N~ 50Hz 400/ 230 V Arus bolak-balik Catatan: a. Nilai frekuensi dapat ditambahkan di sebelah kanan lambang. b. Tegangan dapat juga ditunjukan di sebelah kanan lambang. c. Jumlah fase dan adanya netral dapat ditunjukan sebelah kiri lambang. Contoh: Arus bolak balik, 50 Hz. Arus bolak balik, fase tiga, dengan netral, 50 Hz, 400V (230V tegangan antara fase dengan netral) 3N dapat diganti dengan 3 + N. 6 3 N~ 50Hz/ TN-S Arus bolak-balik, fase tiga, 50Hz sistem mempunyai satu titik dibumikan langsung dan netral serta penghantar pengaman terpisah sepanjang jaringan. Tabel 3.1 Lambang Gambar Untuk Diagram Saluran Arus Kuat


64 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 7 Penghantar Kelompok Penghantar Saluran Kabel Sirkit 8 Catatan: a. Jika sebuah garis melambangkan sekelompok penghantar, maka jumlah penghantarnya ditunjukan dengan menambah garis-garis pendekatau dengan satu garis pendek dan sebuah bilangan. Contoh: Tiga Penghantar (No.8 dan No.9) 9 a. Penjelasan tambahan dapat ditunjukan sebagai berikut: 1) Di atas garis: jenis arus, sistem distribusi, frekuensi dan tegangan. 2) Di bawah garis: jumlah penghantar sirkit diikuti dengan tanda kali dan luas penampang setiap penghantar 10 11 Contoh: Sirkit arus searah, 110V, dua penhantar alumunium ver penampang 120 mm2. Sirkit arus searah, 220V (antara penghantar sisi dan kawat tengah 110V), dua penghantar sisi berpenampang 50 mm2 dan kawat tengah 25 mm2. 12 Sirkit fase tiga, 50Hz, 400 V, tiga penghantar berpenampang 120 mm2, dengan netral berpenampang 50 mm2.


65 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 13 Penghantar fleksibel 14 Penghantar pilin diperlihatkan dua penghantar. 15 Penghantar dalam suatu kabel: a. Tiga penghantar dalam suatu kabel. b. Dua dari lima penghantar dalam suatu kabel. 16 c. Ujung penghantar atau kabel tidak dihubungkan. d. Ujung penghantar atau kabel tidak dihubungkan dan diisolasi khusus. 17 a. Percabangan penghantar. b. Dua percabangan penghantar 18 Saluran bawah tanah 19 Saluran dalam laut.


66 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 20 Saluran udara. 21 Saluran dalam jalur atau pipa. Catatan: Jumlah pipa, luas penampang dan keterangan lainnya dapat diperlihatkan di atas saluran yang menggambarkan lintas pipa. Contoh: Saluran dalam jalur dengan enam jurusan 22 Saluran masuk orang (manhole) 23 Saluran dengan titik sambung/ hubung tertanam 24 Saluran dengan penahan gas atau minyak 25 Titik sadap pada saluran sebagai penyulang konsumen. 26 Sadap system


67 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 27 Sadapan hubung seri 28 Unit daya saluran, yang diperlihatkan jenis arus bolak balik 29 Penahan daya pada penyulang distribusi. 30 Titik injeksi penyulang daya 31 Kotak ujung kabel; mof ujung a. satu kabel berinti tiga b. tiga kabel berinti satu 32 Kotak sambung lurus, mof sambung lurus, tiga penghantar. a. Dinyatakan dengan garis ganda. b. Dinyatakan dengan garis tunggal.


68 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 33 Kotak sambung cabang tiga 34 Kotak sambung cabang empat. 35 Penghantar netral 36 Penghantar pengaman 37 Penghantar pengaman dan penghantar netral di gabung Contoh: Saluran fase tiga dengan penghantar pengaman dan penghantar netral Sumber: Candra Oriza, 2016


69 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 2. Lambang Gambar Untuk Diagram Instalasi Pusat dan Gardu Listrik Tabel 3.2 Lambang Gambar Untuk Diagram Pusat dan Gardu Lain No Lambang Keterangan 1 a. Sakelar penghubung b. Sakelar pemutus c. Sakelar berselungkup; saklar bersekat pelindung 2 Sakelar dengan pemutusan: a. Secara termis b. Secara eektromagnetis 3 Sakelar dengan pelayanan a. Relai termal b. Relai elektromagnetik 4 a. Sakelar, lambang umum b. Sakelar kutub tiga 5 a. Sakelar pengubah aliran b. Sakelar pengubah aliran dengan kedudukan netral 6 Pemutus sirkit/ CB (Circuit Breaker)


70 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 7 Pemisah DS (Disconnecting Switch) 8 Pemutus daya LBS (Load Break Switch) 9 NFB (No Fuse Beaker) CB yang tak berwujud fuse 10 a. Pengaman lebur b. Sakelar pemisah dengan pengaman lebur 11 Pengaman lebur dengan sirkit alarm terpisah 12 Kotak kontak 13 Tusuk Kontak


71 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 14 Kontak tusuk 15 a. Lampu; lambang umum lampu isyarat b. Lampu kedip; indikator 16 a. Klakson b. Sirene c. Peluit yang bekerja secara listrik 17 Bel 18 Pendengung 19 Jalur terminal; blok terminal 20 Perangkat hubung bagi dan kendali 21 Bumi; pembumian 22 Hubungan rangka atau badan


72 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 23 Pembumian rangka 24 Penyekatan atau dielektrik 25 Sekat pelindung; selungkup Catatan-Penjelasan macam selungkup dapat ditambahkan dengan catatan atau dengan lambang kimiawi logam 26 Garis batas; garis pemisah; sumbu 27 a) Generator-G b) Motor-M 28 Transformator 29 Auto transformator satu fase 30 Sel atau akumulator 31 Baterai sel atau baterai akumulator


73 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 32 Pusat tenaga listrik 33 Lambang umum dari: a. Instrumen penunjuk langsung atau pesawat ukur b. Instrumen pencatat c. Instrumen penjumlah Contoh: a) Voltmeter; b) Wattmeter; c) Wh-meter 34 Gardu listrik 35 Pusat listrik tenaga air 36 Pusat tenaga nuklir 37 Pusat listrik panas bumi 38 Pusat listrik tenaga matahari 39 Pusat listrik tenaga angin 40 Pusat listrik plasma MHD (magnetohydrodynamic)


74 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 41 Gardu listrik konversi arus searah ke a.b.b Sumber: Candra Oriza, 2016 3. Lambang Gambar untuk Diagram Instalasi Bangunan Tabel 3.3 Lambang Gambar Untuk S Instalasi Bangunan No Lambang Keterangan 1 Pengawatan (lambang) Catatan-Untuk maksud tertentu, “garis” dapat diganti dengan “garis putus-putus” 2 Pengawatan tampak (di permukaan) 3 Pengawatan tidak tampak (di bawah permukaan) 4 Pengawatan dalam pipa Catatan: Jenis pipa dapat dinyatakan, jika perlu 5 a) Pengawatan menuju keatas b) Pengawatan menuju ke bawah Catatan: Lambang 5 & 6 1) Pernyataan “ke atas” dan “ke bawah” hanya berlaku jika gambar dibaca dalam posisi yang benar 2) Panah pada garis miring menyatakan arah aliran daya 3) Pengawatan berpangkal pada lingkaran atau titik hitam


75 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 6 Pemutus sirkit/ CB (Circuit Breaker) 7 Kotak, lambang umum 8 Saluran dari bawah 9 Saluran dari atas 10 Kotak sambung atau kotak hubung 11 Kotak cabang tiga 12 Kotak-saluran masuk utama 13 Perangkat hubung bagi dan kendali dengan lima pipa


76 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 14 a. Lampu; titik sadap lampu dengan pengawatannya b. Lampu dipasang tetap pada dinding dengan pengawatan-nya 15 Kelompok dari tiga buah lampu 40 W 16 Perangkat lampu dengan sakelar sendiri 17 a. Lampu darurat b. Armatur penerangan darurat 18 a. Lampu floresen, lambang umum b. Kelompok dari tiga buah lampu floresen 40 W 19 Proyektor, lambang umum 20 Lampu sorot 21 Lampu sebar


77 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 22 Lengkapan tambahan untuk lampu luah Catatan: Hanya digunakan jika lengkapan tambahan tidak termasuk dalam armartur penerangan 23 Piranti listrik Catatan-jika perlu untuk lebih jelas dapat diberikan nama 24 Alat pemanas listrik 25 Kipas dengan pengawatannya 26 Jam hadir (Time Card) 27 Kunci listrik 28 Instrumen intercom 29 Sakelar, lambang umum 30 Sakelar dengan lampu pandu


78 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 31 Sakelar pembatas waktu, kutub tunggal 32 Sakelar satu arah a) Kutub tungga b) Kutub dua c) Kutub tiga 33 a. Sakelar tarik kutub tunggal b. Fungsi dari sakelar 30 a) dan 31a) 34 a. Sakelar dengan posisi ganda untuk bermacam-macam tingkat penerangan b. Fungsi dari sakelar a) 35 a. Sakelar kelompok b. Fungsi dari saklar 36 a. Sakelar dua arah b. Fungsi dari dua buah sakelar a) yang digabung a) b) a) b)


79 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 37 Sakelar dimmer/ sakelar pengatur cahaya 38 Tombol tekan 39 Tombol tekan dengan lampu indikator 40 Tombol tekan dengan pencapaian terbatas (tertutup gelas, dsb.) 41 Perlengkapan pembatas waktu 42 Sakelar waktu 43 Sakelar berkunci gawai sistem jaga 44 Kotak kontak 45 Kotak kontak ganda, misalnya untuk 3 buah tusuk kontak


80 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN No Lambang Keterangan 46 Kotak kontak dengan kontak pengaman, misalnya kontak pembumian 47 Kotak kontak bertutup 48 Kotak kontak dengan sakelar tunggal 49 Kotak kontak dengan sakelar interlok 50 Kotak kontak dengan transformator pemisah misalnya untuk alat cukur 51 Kotak kontak untuk peranti elektronik misalnya untuk telepon, teleks dan sebagainya Sumber: Candra Oriza, 2016 4. Nomenklatur Kabel Tabel 3.4 Nomenklatur kabel Code Arti Contoh A Selubung atau lapisan perlindungan luar bahan serat (misalnya goni/ jute) NKRA, NAKBA AA Selubung atau lapisan perlindungan luar dua lapis dari bahan serat (jute) NAHKZAA, NKZAA B Perisai dari pita baja ganda NYBY, NEKBA Selubung dari timah hitam NYBUY C Penghantar konsentris tembaga NYCY Selubung penghantar di bawah selubung luar NHSSHCou CE Penghantar konsentris pada masing-masing inti, dalam hal kabel berinti banyak NYCEY


81 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Code Arti Contoh CW Penghantar konsentris pada masing-masing inti, yang dipasang secara berlawanan arah untuk kabel tegangan nominal 0, 6/ 1 kV (1, 2kV) NYCWY D Spiral anti tekanan Pita penguat non-magnetis NIKLDEY E Kabel dengan masing-masing intinya berselubung logam NEKBA F Perisai Kawat Baja pipih NYFGbY G Spiral dari kawat baja pipih NYKRG G Isolasi karet/ EPR NGA Selubung isolasi dari karet NGG 2G Isolasi karet butil dengan daya tahan lebih tinggi terhadap panas N2GAU Gb Spiral pita baja (mengikuti F atau R) NYRGbY, N2XSEYFGbY H Lapisan penghantar di atas isolasi, untuk membatasi medan listrik NHKBA, NHKRA K Selubung timbal NKBA, NAKBY KL Selubung alumunium NKLY, NAHKLY KWK Selubung dari pita tembaga yang terpasang dan dilas memanjang NKWKZY L Perisai dari jalinan-kawat-baja-bulat (braid) NTRLA MK Kabel dengan selubung timah hitam untuk pemasngan dalam kapal laut MK N Kabel standar penghantar tembaga NYA, NYY NA Kabel standar penghantar alumunium dibulatkan pada semua inti kabel bersama-sama NAYFGbY, NAKBA SE Pelindung listrik dari pita tembaga yang menyelubungi masing-masing inti kabel N2XSEY T Tali penggantung dari baja 2X Selubung isolasi dari XLPE NF2X, N2XSY Y Selubung isolasi dari PVC NYA 2Y Selubung isolasi dari polythylene Z Perisai dari kawat-kawat baja yang masing- masing mempunyai bentuk “Z” NKZAA


82 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Code Arti Contoh Z Penghantar ber isolasi dengan beban-tarik NYMZ Selubung logam dari pita seng NYRUZY Sumber: Candra Oriza, 2016 LEMBAR PRAKTIKUM A. Tujuan 1. Peserta didik mampu membedakan dan menggambarkan simbol/ diagram dari komponen instalasi penerangan dengan tepat dan benar. 2. Peserta didik mampu menyebutkan fungsi darimasing-masing komponen instalasi penerangan dengan teliti dan benar. B. Alat dan Bahan 1. Komponen instalasi penerangan (MCB 1 fasa, MCB 3 Fasa, saklar tukar, saklar tunggal, saklar seri, kotak kontak, penghantar netral, penghantar fasa, penghantar ground, percabangan penghantar, kotak sambung cabang tiga, kotak sambung cabang empat, dan lampu) 2. Buku C. Petunjuk Praktik 1. Buatlah kelompok terdiri dari 6 peserta didik kemudian diskusikanlah dengan teman kelompok masing-masing! 2. Menyiapkan bahan dan alat yang kan digunakan untuk praktik! 3. Menerapkan K3 pada saat melakukan praktik! 4. Identifikasilah dan gambarkan simbol komponen instalasi sesuai dengan petunjuk gambar pengamatan yang ada di bawah ini! 5. Mengisi lembar pengamatan! 6. Melaporkan kepada guru atau pembimbing setelah membuat laporan! D. Bahan Diskusi Setelah mengamati dan mengidentifikasi perlengkapan instalasi penerangan, diskusikan dengan kelompok tentang fungsi dan kegunaan komponen instalasi penerangan tersebut.


83 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK LEMBAR PRAKTIKUM Mengidentifikasi Komponen Instalasi Penerangan NO GAMBAR NAMA KOMPONEN SIMBOL DIAGRAM GARIS TUNGGAL SIMBOL PENGKAWATAN FUNGSI 1 2 3 4 5 6 7


Click to View FlipBook Version