The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by akhmadseniawan, 2023-12-10 18:41:18

A -INSTALASI_PENERANGAN_LISTRIK

A -INSTALASI_PENERANGAN_LISTRIK

134 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN C. Daftar Kebutuhan Komponen dan Bahan Instalasi Mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan komponen atau bahan instalasi listrik merupakan pekerjan yang mengacu pada hasil dalam suatu perencanan produk yang dihasilkan adalah gambar dan analisa. Gambar adalah teknik yang diwujudkan dalam kesepakatan simbol. Gambar dapat berupa gambar sket, gambar perspektif, gambar proyeksi, gambar denah dan gambar situasi sedangkan analisa adalah seperangkat perhitungan yang berangkat dari perbandingan teknis. Jenis analisa dapat berupa analisa daya listrik, analisa bangunan, analisa kebutuhan bahan/ komponen instalasi. Contoh: Berdasarkan denah rumah dapat kita analisis kebutuhan bahan instalasi listrik sebagai berikut: Instalasi penerangan rumah yang terdiri dari 8 titik lampu dan 2 kotak kontak, denah rumah terdiri atas ruang tamu, ruang makan, 3 kamar tidur, ruang dapur dan kamar mandi/ WC. Saklar-saklar yang digunakan terdiri dari 6 saklar tunggal untuk setiap lampu dan 1 saklar seri untuk 2 lampu yang terpasang di ruang tamu, serta ruang teras depan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 4.57 Diagram garis tunggal instalasi sakelar tukar Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 4.58 Denah rumah Sumber: Candra Oriza, 2016


135 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Dari penjelasan pemasangan instalasi penerangan rumah di atas, pemasangan segera dapat dilaksanakan setelah gambar rencana tersebut diajukan ke PLN dan mendapat pengesahan. Untuk pemasangan instalasi listrik tersebut dapat dilaksanakan oleh Instalatir atau Biro Teknik Listrik (BTL). Disamping gambar rencana, seorang perencana Biro Teknik Listrik atau Instalatir harus membuat analisis kebutuhan bahan-bahan instalasi listrik yang diperlukan serta ongkosongkos lainnya yang nantinya akan diajukan kepada konsumen (pelanggan). Analisis Kebutuhan Bahan-Bahan Instalasi Berdasarkan gambar denah rumah seperti pada gambar di atas, dapat kita analisis kebutuhan bahan/ komponen instalasi listrik antara lain: 1. 6 buah saklar tunggal, 1 buah saklar seri, dan 2 buah kotak kontak. 2. Untuk 8 buah gantungan titik lampu diperlukan: a. 8 buah roset. b. 8 buah fitting. c. 8 x 2 meter snoer pendel. 4. Saklar-saklar, kotak-kontak dan roset harus dipasang pada kayu. Jadi dibutuhkan 8 x 2 + 1 = 17 buah roset kayu. 5. Instalasi yang dipasang direncanakan sistem 1 fasa, 1 group, maka hanya dibutuhkan kotak sekering yang lengkap dari 6 Ampere. 6. Pipa PVC instalasi. Pemasangan instalasi listrik dengan pipa PVC, menurut peraturan PUIL, pemasangan saklar pada dinding paling rendah 1, 5 meter dari lantai, demikian juga dengan kotak-kontak sedangkan kotak sekering 1, 7 meter dari lantai. Tinggi antara lantai sampai plafon adalah 3, 5 meter. 7. Jadi setiap saklar memerlukan pipa 3, 5–1, 5 = 2 meter, sehingga untuk 6 buah saklar tunggal, 1 buah saklar seri, 2 buah kotak kontak, dan 2 buah kotak sekering dibutuhkan (6 + 1 + 2 + 1) x 2 m = 20 m. 8. Pipa yang digunakan ukuran 5/ 8”. Dalam perdagangan, 1 batang pipa P V C panjangnya 4 m, sehingga diperlukan pipa PVC sebanyak 20: 4 = 5 batang. 9. Pada setiap ujung pipa harus dipasang tule, sehingga diperlukan10 x 2 = 20 tule. 10. 10 cm dari saklar, kotak kontak, kotak sekering harus dipasang klem- klem. Satu batang pipa PVC memerlukan 4 klem, sehingga dibutuhkan sebanyak 4 x 10 = 40 buah klem. Setiap klem membutuhkan 2 buah sekrup, sehingga dibutuhkan sekrup sebanyak 2 x 40 buah = 80 buah. 11. Menurut gambar rencana Gambar 1, dibutuhkan percabangan/ penyambungan sebanyak 16 percabangan, sehingga dibutuhkan 16 kotak sambung. 12. Kabel penghantar yang diperlukan. a. Kebel NYA, NYM biasanya dari tembaga berada dalam pipa PVC. Untuk ini dihitung menurut panjangnya pipa PVC ditambah untuk 10 cm pada sambungan-sambungan dari saklar-saklar, kotak kontak dan kotak sekering.


136 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Cara menghitung adalah sebagai berikut: 6 buah saklar = 6 x 2 x 2, 1 m = 25, 20 m 1 buah saklar seri = 1 x 3 x 2, 1 m = 06, 30 m 2 buah kotak kontak = 2 x 3 x 2, 1 m = 12, 60 m 1 kotak sekering = 1 x 2 x 2, 1 m = 04, 20 m + Jumlah = 48, 30 m b. Menghitung kabel NYA, NYM yang dipasang di atas plafon dengan mengukur panjang yang terdapat dalam gambar menurut skala, ditambah dengan 10 cm pada sambungan/ percabangan. Dari pengukuran pada gambar rencana dibutuhkan 77, 50 m kabel NYA, NYM di atas plafon dan ditambah dengan kabel-kabel yang ditarik dalam pipa: 77, 50 + 48, 30 = 125, 80 m ditambah 10% menjadi 125, 80 + 12, 58 = 138, 38 m. Dalam perdagangan 1 rol kabel NYA, NYM panjangnya 100 m, jadi untuk keperluan kabel tersebut dapat dibeli 1, 5 rol kabel NYA, masingmasing untuk 1, 5 rol warna merah, 1, 5 rol warna hitam dan 1, 5 rol kabel grounding (pentanahan) warna bergaris hijau kuning. D. Cara Menentukan Kemampuan Hantar Arus Kemampuan hantar arus (KHA) penghantar dan arus nominalpengendali dan pengaman. Luas penampang dan jenis penghantar yang dipasang dalam suatu instalasi ditentukan berdasarkan pertimbangan kemampuan hantar arus, kondisi suhu, susut tegangan, sifat lingkungan, kekuatan mekanis, dan kemungkinan perluasan. Semua penghantar arus mempunyai KHA sekurang-kurangnya sama dengan arus yang akan mengalir melaluinya yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan arus maksimum yang dihitung atau ditaksir. Bila saluran utama atau cabang melayani beban penerangan lampu tabung gas yang cukup tinggi (lebih dari 40% beban suatu fase), maka harmonic ketiga yang ditimbulkan oleh lampu tersebut haru dijumlahkan dengan arus nominal untuk menentukan arus total yang mengalir melalui penghantar netral. Untuk perhitungan itu arus harmonic ketiga dipenghantar netral adalah jumlah aljabar dari arus harmonic ketiga masing-masing penghantar fase. Untuk beban simetri lampu TL (tube lamp), arus harmonic ketiga dipenghantar netral diperhitungkan sebesar 80% (0, 8) dari arus beban di satu penghantar fase. Pada setiap penghantar yang mempunyai tahanan ®, jika dilalui arus (I) selama t detik, maka akan terjadi rugi-rugi yang menyebabkan panas sebesar 0, 238 I2.R.t kalori. Panas itu kemudian dilepaskan keluar melewati dinding penghantar. Pada beberapa penghantar yang dipasang sejajar dan berdekatan, panas yang dikeluarkan masing-masing penghantar akan terkumpul. Hal ini akan menurunkan KHA penghantar-penghantar tersebut. Panas semacam itu mungkin saja dari udara sekeliling kabel yang disebut pengaruh luar tidak normal. Pada keadaan semacam itu KHA kabel juga berkurang.


137 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Pada dua keadaan di atas, jika angka KHA kabel tidak diturunkan, maka kabel akan rusak. KHA suatu kabel dapat dinyatakan sebagai kemampuan maksimum kabel untuk dilalui arus secara terus-menerus tanpa menyebabkan kerusakan pada kabel itu. Kenaikan suhu yang diizinkan pada setiap kabel tidaklah sama, tergantung bahan isolasi dan selubung kabel. Arus beban (I) dalam ampere didapat dari pembagian daya yang diperlukan (P) dalam kW dengan tegangan kerja maksimum (Vk ) dalam kV yang besarnya: Dimana: I = Arus beban dalam ampere (A) Vk = Tegangan kerja dalam volt (V) P = Daya penerangan dalam watt (W) Cos = faktor kerja penerangan Untuk pemilihan penampang penghantar, KHA kabel harus sama atau lebih besar dari arus beban. Ketentuan nilai pengaman, luas penampang, besar kuat arus (KHA), jumlah titik beban maksimum dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 1. Jumlah titik a beban hanya dibatasi oleh beban maksimum di kolom 2. Berhubung dengan kemungkinan perluasan dikemudian hari, beban maksimum ini ditentukan kira-kira 80% dari kemampuan hantar arusnya. 2. Instalasi domestic dengan beban campuran atau dengan kotak kontak sampai 16 A, hanya boleh diamankan dengan pengaman lebur atau pemutus tenaga jenis lambat sampai dengan 10 A atau dengan pemutus tenaga jenis cepat sampai dengan 16 A


138 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Tabel 4.5 Jumlah titik beban maksimum yang boleh dihubungkan dengan satu rangkaian satu fase-satu berlaku untuk NYA dalam pipa instalasi dengan suhu keliling 300 C Sumber: Candra Oriza, 2016


139 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK LEMBAR PRAKTIKUM A. Judul: Instalasi penerangan 3 titik dengan 2 saklar tunggal, 2 lampu dan 1 stop kontak B. Tujuan 1. Mengetahui syarat pemasangan peralatan listrik dalam PUIL 2. Menentukan posisi pemasangan komponen instalasi penerangan sesuai standar PUIL 2011 3. Memasang instalasi penerangan 1 saklar tunggal melayani satu lampu ditambah kotak-kontak dengan tepat dan benar C. Petunjuk Keselamatan Kerja: 1. Awali setiap aktivitas dengan doa, semoga berkah dan mendapat kemudahan. 2. Gunakan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya. 3. Pahami tujuan, dasar teori, dan latihan-latihan praktikum dengan baik. 4. Kerjakan tugas-tugas praktikum dengan baik, sabar, dan jujur. 5. Tanyakan kepada guru apabila ada hal-hal yang kurang jelas. 6. Jangan menghubungkan dengan sumber tegangan sebelum rangkaina diperiksa oleh guru pembimbing. D. Alat dan Bahan ALAT BANYAK 1. Obeng (+) 1 Buah 2. Obeng (-) 1 Buah 3. Tang lancip 1 Buah 4. Tang kupas 1 Buah 5. Tang potong 1 Buah 6. Tang kombinasi 1 Buah 7. Multimeter 1 Buah 8. Palu 1 Buah 9. Pemotong pipa 1 Buah 10. Tespen 1 Buah BAHAN BANYAK 1. Saklar tunggal 2 Buah 2. Stop kontak 1 Buah 3. Fitting duduk 2 Buah 4. Lampu 2 Buah 5. Kabel merah 5 meter 6. Kabel biru 5 meter 7. Kabel kuning-hijau 1 meter 8. Pipa PVC Secukupnya 9. Klem Secukupnya 10. Knie/ L bow Secukupnya 11. Strofom 1 buah


140 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK LEMBAR PRAKTIKUM E. GAMBAR RANGKAIAN Rangakaian single line/ Pengawatan F. LANGKAH KERJA 1. Menyiapkan alat dan bahan yang


141 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK LEMBAR PRAKTIKUM G. Data Hasil Pengamatan 1. Prinsip kerja saklar tunggal 2. Fungsi dari kotak-kontak 3. Menentukan fungsi masing-masing saklar Kesimpulan: .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... NO SAKLAR LAMPU Saklar 1 Saklar 2 Lampu 1 Lampu 2 1. 2. CAKRAWALA Kisah Michel Faraday Penemu LIstrik yang hanya Lulus SD Listrik merupakan salah satu aspek terpenting lain dalam kehidupan manusia. Tanpa listrik, manusia tidak akan dapat menikmati berbagai alat eletronik seperti, televisi, komputer, AC, atau barang elektronik lainnya. Penemu listrik juga merupakan pencipta motor listrik pertama di dunia. Ia adalah seorang cendikiawan Yunani yang menemukan batu ambar yang dapat menarik bulu. Ia adalah Ampere Michael Faraday, laki-laki kelahiran Inggris pada 22 September 1971 di Newington Butts. Faraday memiliki 9 saudara kandung. Faraday hanya dapat mencicipi bangku sekolah dasar lokal sampai umur 13 tahun. Saat berumur 14 tahun, Faraday membantu ayahnya untuk membiayai keluarganya dengan berkerja di penjilidan buku serta menjualnya. Ketika Gambar 4.59 Michel Faraday (Penemu LIstrik yang hanya Lulus SD) Sumber: https:// techno.okezone.com/ read/ 2017/ 09/ 19/ 207/ 1778817/ okezone-story-kisah-michael-faraday-penemu-listrik-yang-hanya-lulusan-sd


142 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK CAKRAWALA waktu senggang ia menyempatkan diri untuk membaca berbagai macam buku, terutama buku kimia dan fisika. Diumur 20 tahun, Faraday mengikuti sejumlah ceramah oleh ilmuwan Inggris terkenal, salah satunya Sir Humphry Davy. Humphry Davy merupakan seorang ahli kimia dan juga seorang kepala laboratorium dari Royal Institution. Setiap kali mendengarkan ceramah, Faraday selalu membuat catatan mengenai isi ceramahnya dengan rapi dan mengirimkannya ke Humphry Davy serta lampiran surat lamaran kerja. Tertarik dengan hasil kerjanya, Davy mengangkat Faraday menjadi asistennya di Lab Universitas terkeal di kota London saat usianya menginjak 21 tahun. Davy merupakan sosok yang memiliki pengaruh besar pada pemikirian Faraday yang menghasilkan penemuan-penemuan listrik. Pada 1821, Faraday mengemukakan sebuah penemuan pertama yang penting di dalam dunia kelistrikan. Dikutip dari Berbagai sumber, Selasa (19/ 2/ 2017), 2 tahun setelah temuannya itu, Oersted sudah memecahkan masalah bahwa jarum dari kompas magnet umumnya bisa beralih bila aliran listrik mengalir di kawat yang tidak saling menjauh. Pada akhirnya, Faraday menciptakan motor listrik pertama di dunia yaitu sebuah rangkaian pertama yang memakai aliran listrik sebagai sumber penggerak benda. Sejak saat itu, Michael Farady mulai dikenal namanya dan penemuannya tersebut diakui menjadi gerbang utama menuju era modern kelistrikan. Saat melakukan berbagai percoban di tahun 1831, sang penemu listrik mendapati bahwa apabila magnet dilewati potongan kawat, maka aliran listrik masuk ke kawat, yang kemudian magnetnya berjalan. Kondisi tersebut dinamai pengaruh elektromagnetik yang juga temuan tersebut diberi nama Hukum Faraday. Temuan tersebut diakui sebagai temuan yang bersejarah, karena Hukum Faraday mempunyai makna besar dalam perpautannya dengan pemahaman teoritis mengenai elektromagnetik. JELAJAH INTERNET Untuk menambah wawasan tentang instalasi rumah sederhana, kalian dapat mempelajari secara mandiri melalui internet. Di internet kalian akan mempelajari banya aspek mulai dari gambar situasi, sampai cara pemasangan grounding. Untuk lebih jelas kalian juga bisa membuka video-vidio di youtube yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari. Kalian dapat mengakses link https:// jasainstalasi2017.wordpress.com/ atau menscan QR code di bawah ini.


143 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK RANGKUMAN 1. Pengenalan komponen instalasi listrik sangat diperlukan untuk mengetahui fungsi masing-masing komponen tersebut dengan benar. 2. Komponen instalasi listrik penerangan yaitu: a. APP (Alat Pengukur dan Pembatas) biasa disebut juga dengan meteran PLN (kWH meter) untuk mengetahui besarnya tenaga listrik yang digunakan oleh pemakai/ pelanggan listrik. b. Perangkat hubung bagi menurut definisi PUIL, adalah suatu perlengkapan untuk mengendalikan dan membagi tenaga listrik dan atau mengendalikan dan melindungi sirkit dan pemanfaat tenaga listrik. c. Pembumian adalah penyaluran hubungan ke bumi jika terdapat kebocoran instalasi atau arus listrik, karena bumi merupakan penetral arus listrik yang besar. d. Penghantar pentanahan adalah penghantar pengaman yang digunakan pada sistem pentanahan, yaitu untuk menghubungkan sistem pentanahan dari elektrode. Untuk instalasi listrik, penyaluran arus listriknya dari panel ke beban maupun sebagai pengaman (penyalur arus bocor ke tanah) digunakan penghantar listrik yang sesuai dengan penggunaannya. e. Stop kontak merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk mendistribuskan energi listrik dari instalasi rumah ke beban (telivisi, radio, rice cooker, mesin cuci dan alat elektronik lainnya). f. Pipa instalasi berfungsi sebagai isolator pada kabel instalasi listrik. g. Saklar dan fitting lampu merupakan sirkit penerangan pada instalasi listrik rumah. 8). Penyambungan atau pencabangan hantaran listrik pada instalasi dengan pipa harus dilakukan dalam kotak sambung. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi sambungan atau percabangan hantaran dari gangguan yang membahayakan. 3. Instalasi listrik harus direncanakan, dipasang, diperiksa, dioperasikan dan dikelola/ dipelihara secara berkala denganbaik sesuai ketentuan PUIL 2000. Para ahli dan teknisi yang mengerjakan tahap-tahap pekerjaan instalasi tersebut harus memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya. Peralatan dan material instalasi yang digunakan harus memenuhi persyaratan standar SNI atau standar lain yang diberlakukan dan harus pula memenuhi persyaratan PUIL antara lain sesuai penggunaan dan kemampuannya. TUGAS MANDIRI Aktivitas pembelajaran dimulai dengan membaca seluruh bagian dari kegiatan pembelajaran ini, disarankan Anda membaca secara berurutan, sehingga Anda mengetahui tujuan dari pembelajaran. Belajar dengan menggunakan buku ini dituntut kemandirian dan kejujuran Anda terhadap diri sendiri. Beberapa kegiatan yang juga harus Anda lakukan:


144 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TUGAS MANDIRI 1. Membaca sumber bacaan lain, yang berhubungan dengan materi pada kegiatan pembelajaran ini. 2. Apabila ada bagian-bagian yang belum Anda kuasai sesuai yang diharapkan, ulangi kembali dengan tidak tergesa-gesa. 3. Jawablah pertanyaan pada bagian Latihan/ kasus/ tugas pada lembar jawaban 4. dan lembar kerja yang telah disediakan PENILAIAN AKHIR BAB Berikan jawabanmu yang terbaik dalam menyelesaikan soal di bawah ini! 1. Pembatasan pada instalasi merupakan pembatasan untuk menentukan batas pemakaian daya sesuai dengan daya tersambung, alat pembatas yang digunakan adalah… 2. Apakah yang dimaksud dengan elektrode pembumian menurut PUIL 2000? 3. Apakah beda MCB dengan APP? 4. Apakah beda elbow dan lasdop? 5. Bagaimana pemasangan saklar pada instalasi rumah? 6. Tuliskan sebab -sebab kemungkinan kecelakaan yang berasal dari peralatan! 7. Apa yang dimaksud dengan peralatan listrik yang baik? 8. Uraiankan pemilihan konduktor untuk menghindari kesalahan pemasangan instalasi penerangan menurut PUIL! 9. Tuliskan hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan pipa instalasi untuk menghindari kesalahan pemasangan instalasi! 10. Tuliskan salah satu penyebab terjadinya kebakaran akibat listrik! REFLEKSI Renungkan dan tuliskan pada selembar kertas Ungkapkan pemahaman apa yang kalian peroleh setelah mempelajari instalasi rumah sederhana, berdasarkan beberapa hal berikut ini. 1. Apa saja yang perlu diperhatikan ketika mempelajari materi ini? 2. Materi apa saja yang masih sulit untuk dipahami? 3. Kesulitan apa yang dihadapi ketika mempelajari materi ini?


145 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK TUJUAN PEMBELAJARAN PETA KONSEP BAB V Setelah melakukan pembelajaran pada materi ketentuan dan persyaratan pemasangan instalasi listrik peserta didik diharapkan dapat mengetahui persyaratan dalam memasang instalasi terutama pada sistem pentanahan sesuai dengan standar PUIL/ SNI dengan tepat dan benar. KATA KUNCI PHB utama, PHB cabang, Sistem TN-C, Sistem TN-C-S, Sistem TN-S, Sistem TT, Sistem IT, Penghantar netral, Penghantar PE-N, Penghantar pembumian, Penghantar proteksi KETENTUAN & PERSYARATAN PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK Ketentuan & Persyaratan Pemasangan Instalasi Listrik Ketentuan Instalasi Listrik Domestik dan Non-Domestik Persyaratan Pemasangan PHB Sistem Pentanahan BAB V KETENTUAN & PERSYARATAN PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK


146 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK PENDAHULUAN Dalam suatu instalasi listrik rumah, grounding/ pentanahan wajib dipasang sebagai bagian keselamatan bagi instalasi listrik rumah itu sendiri. Akan tetapi, sebagian besar masyarakat masih kurang memahami seberapa penting fungsi grounding/ pentanahan ini. Kalaupun mengerti, mungkin saja tidak banyak yang tahu parameter apa yang harus diperhatikan sebagai justifikasi apakah sistem grounding/ pentanahan yang terpasang sudah baik atau belum. Untuk itu marilah kita pelajari pada bab ini untuk mengetahui lebih rinci sistem grounding/ pentanahan ini. Gambar 5.1 Sistem grounding/ pentanahan Sumber: https://www.tipsrawatrumah.com/2015/03/arde-ataugrounding.html MATERI PEMBELAJARAN A. Persyaratan Pemasangan PHB (Perangkat Hubung Bagi) PHB Perlengkapan Hubung Bagi dibuat dari bahan yang tidak dapat terbakar, tahan lembab dan kukuh, misalnya dari besi, baja, atau damar yang diperas, fiber glass, PVC, dsb. Instalasi-instalasi kecil misalnya instalasi perumahan, hanya memiliki satu PHB yang dipasang dekat alat ukur PLN atau dekat KWH meter sedangkan instalasi konsumen dimulai sesudah alat ukur tersebut. Pada saluran masuk suatu PHB yang berdiri sendiri harus ada sekurang-kurangnya satu saklar. Kemampuan hantar saklar masuk tersebut sama dengan arus nominal sekring pengamannya atau tidak boleh kurang dari 10 amper.


147 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Suatu PHB boleh tanpa saklar masuk, apa bila PHB tersebut disuplai dari saluran keluar PHB yang lain dan pada saluran keluarnya sudah ada saklar yang mudah dicapai. Kedua PHB tersebut harus berada pada ruang yang sama dengan jarak antara tidak lebih dari 5 meter. Pada setiap hantaran fasa keluar dari suatu PHB, harus dipasang pengaman arus. Pada saluran keluar PHB harus dipasang saklar keluar: 1. Jika saluran keluar memberi suplai kepada lebih dari dua PHB yang lain 2. jika saluran keluar tersebut memberikan suplai kepada lebih dari dua motor atau lebih dari dua paralatan listrik tegangan rendah kecuali jika motor-motor atau peralatan tersebut berada pada suatu ruang dan daya masing-masing motor tidak lebih dari 1, 5 kW. Gambar 5.2 PHB yang dipasang dekat alat ukur PLN Sumber: Candra Oriza, 2016 Gambar 5.3 PHB tanpa saklar masuk Sumber: Candra Oriza, 2016 Gambar 5.4 PHB dengan pengaman arus Sumber: Candra Oriza, 2016


148 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN jika saluran keluar tersebut dihubungkan dengan lebih dari dua kotak kontak dengan kemampuan masing-masing lebih dari 16 Amper. 3. Jika arus nominal saluran keluar tersebut sama dengan atau melebihi 100 Amper atau 100 Amper per fasa. Setiap peralatan listrik, kecuali kotak kontak dengan KHA 16 Amper atau lebih, harus merupakan rangkaian akhir tersendiri. Sebagai tindakan pengaman terhadap kemungkinan terjadinya kegagalan isolasi, rangka besi dan kotak hubung bagi yang dibuat dari logam, harus ditanahkan. Kotak-kotak rangkaian akhir, kotak-kotak hubung bagi dan kotakkotak rel, dihubungkan degan rel pentanahan. B. Sistem Pentanahan Sistem pentanahan digunakan sebagai pengaman langsung terhadap peralatan dan manusia bila terjadinya gangguan tanah atau kebocoran arus akibat kegagalan isolasi dan tegangan lebih pada peralatan jaringan distribusi. Petir dapat menghasilkan arus gangguan dan juga tegangan lebih dimana gangguan tersebut dapat dialirkan ke tanah dengan menggunakan sistem pentanahan. Sistem pentanahan yang digunakan baik untuk pentanahan netral dari suatu sistem tenaga listrik, pentanahan sistem penangkal petir dan pentanahan untuk suatu peralatan khususnya dibidang telekomunikasi dan elektronik perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena pada prinsipnya pentanahan tersebut merupakan dasar yang digunakan untuk suatu sistem proteksi. Tidak jarang orang umum atau awam maupun seorang teknisi masih ada kekurangan dalam memprediksikan nilai dari suatu hambatan pentanahan. Besaran yang sangat dominan untuk diperhatikan dari suatu sistem Pentanahan adalah hambatan sistem suatu sistem pentanahan tersebut. Tujuan utama dari adanya grounding sistem pentanahan ini adalah untuk menciptakan sebuah jalur yang low-impedance (tahanan rendah) terhadap permukaan bumi Gambar 5.5 Saluran keluar PHB dipasang saklar keluar Sumber: Candra Oriza, 2016


149 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN untuk gelombang listrik dan transient voltage. Penerangan, arus listrik, circuit switching, dan electrostatic discharge adalah penyebab umum dari adanya sentakan listrik atau transient voltage. Grounding sistem pentanahan yang efektif akan meminimalkan efek tersebut. Pengukuran tahanan pentanahan bertujuan untuk mengetahui besarnya tahanan pentahanan dari beberapa kondisi tanah. Nilai tahanan yang baik yaitu 0 Ω-5 Ω. Untuk nilai tahanan di berbagai tempat itu berbeda sesuai dengan kondisi tanahnya. Indonesia sendiri memiliki 3 kondisi tanah meliputi, tanah berair, tanah liat, dan tanah berbatu. Karena kami berdomisili di daerah Tembalang Semarang, maka kami mengukur nilai tahanan pentanahan di sekitar kampus POLINES. Jenis tanah di Tembalang sendiri merupakan jenis tanah liat. Kemudian pengukuran juga menggunakan elektroda yang terbuat dari tembaga dengan diameter 1, 5 cm yang di pasang vertikal atau di tanam di tanah dan septicktank. Alat yang paling utama untuk pengukuran yaitu Earth Resistance Tester. Alat ini berfungsi untuk menampilkan nilai tahanan pentanahan yang terukur dengan kemampuan mengukur sampai 1999 Ω. Sistem pentanahan yang dibahas pada bagian ini adalah sistem pentanahan titik netral sistem dan pentanahan peralatan. Selain itu juga akan dibahas elektroda pentanahan serta tahanan pentahanannya. 1. Sistem grounding atau pentanahan netral Pentanahan titik netral dari sistem tenaga merupakan suatu keharusan pada saat ini, karena sistem sudah demikian besar dengan jangkauan yang luas dan tegangan yang tinggi. Pentanahan titik netral ini dilakukan pada alternator pembangkit listrik dan transformator daya pada gardu-gardu induk dan gardugardu distribusi. Ada bermacam-macam pentanahan sistem. Antara satu dan lainnya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada lima macam skema pentanahan netral sistem daya, yaitu: a. TN (Terra Neutral) sistem, terdiri dari tiga jenis skema yaitu: 1) TN-C (Terra Neutral-Combined): Kabel Ground (tanah) dan Netral disatukan. Pada sistem ini, saluran netral dan saluran pengaman (ground) disatukan secara keseluruhan. Semua bagian sisem mempunyai saluran PEN yang merupakan kombinasi antara saluran N dan PE. Disini seluruh bagian sistem mempunyai saluran PEN yang sama.


150 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 2) TN-C-S (Terra Neutral-Combined-Separated): kabel tanah dan Netral dapat disatukan juga ada yang dipisahkan. Pada sistem ini, saluran netral dan saluran pengaman (ground) disatukan secara keseluruhan. Semua bagian sisem mempunyai saluran PEN yang merupakan kombinasi antara saluran N dan PE. Disini seluruh bagian sistem mempunyai saluran PEN yang sama. 3) TN-S (Terra Neutral-Separated): Saluran (kabel) Tanah dan Netraldipisahkan. Pada sistem pentanahan ini, saluran netral dan saluran pengaman terdapat pada sistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, semua sistem mempunyai dua saluran N dan PE secara sendiri sendiri (separated). Gambar 5.6 Saluran tanah dan netral disatukan (TN-C) Sumber: Adiarta agus, 2017 Gambar 5.7 Saluran tanah dan netral disatukan pada sebagian sistem Sumber: Adiarta agus, 2017


151 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN b. TT (Terra Terra) sistem: saluran (kabel) tanah dan tanah Pada gambar di bawah, dapat terlihat bahwa pentanahan peralatan dilakukan melalui sistem pentanahan yang berbeda dengan pentanahan titik netral. Pada sistem ini titik netralnya disambungkan langsung ke tanah, namun bagian–bagian instalasi yang konduktif disambungkan ke elektroda pentanahan (Ground) yang berbeda (berdiri sendiri) c. IT (Impedance Terra) Sistem: saluran Tanah melalui Impedansi Sistem rangkaian tidak mempunyi hubungan langsung ke tanah namun, melalui suatu impedansi. Bagian konduktif instalasi dihubungkan langsung ke elektroda pentanahan secara terpisah. Sistem ini juga disebut sistem pentanahan Impedansi. Ada beberapa jenis sambungan titik netral secara tidak langsung ini, antaranya melalui reaktansi, tanah dan kumparan petersen. Antara ketiga jenis media sambungan ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun, secara teknis jenis sambungan kumparan petersen yang mempunyai kinerja terbaik. Yang menjadi masalah adalah harganya yang terlalu mahal. Gambar 5.8. Saluran tanah dan netral dipisahkan (TN-S) Sumber: Adiarta agus, 2017 Gambar 5.9 Saluran tanah sistem dan saluran bagian sistem terpisah Sumber: Adiarta agus, 2017


152 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 2. Pengaman Sistem Grounding a. Tegangan sentuh tidal langsung Tegangan sentuh tidak langsung adalah tegangan pada bagian alat/ komponen/ rangkaian/ instalasi yang secara normal tidak dilalui arus namun akibat kegagalan isolasi pada peralatan tersebut, maka bagian– bagian tersebut mempunyi tegangan terhadap tanah. Misalnya, pompa air yang ketika disentuh bagian bodynya, maka ada tegangan yang mengalir. Itu sangat berbahaya. Bila tidak ada petanahan, maka tegangan sentuh tersebut sama tingginya dengan tegangan kerja (tegangan langsung). Hal ini sudah tentu membahayakan manusia yang mengoprasikannya atau yang ada di sekitar tempat itu. b. Tegangan eksposur Tegangan eksposur adalah tegangan ketika terjadinya gangguan tanah dengan arus yang besar, akan memungkinkan timbulnya beda potensial antara bagian–bagian yang dilalui arus dan antara bagian–bagian yang tidak dilalui arus terhadap tanah. Tegangan ini bisa menimbulkan bosur tanah (grounding arca) yang memungkinkan terjadinya kebakaran bahkan ledakan. Dengan adanya Gambar 5.10 Saluran tanah melalui impedansi Sumber: Adiarta agus, 2017 Gambar 5.11 Terjadinya tegangan sentuh tidak langsung dari body peralatan elektronik Sumber: https:// www.kelistrikanku.com/ 2016/ 05/ sistem-pentanahan.html


153 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN sistem pentanahan, akan membuat potensial semua bagian struktur, peralatan dan prmukaan tanah menjadi sam (uniform) shingga mencegah terjadinya loncatan listrik dari bagian peralatan ke tanah. Selain itu, ketika terjadi gangguan tanah, tegangan fasa yang mengalami ganguan akan menurun. Pnurunan tegangan ini sangat menggangu karja paralel generator-generator sehingga secara kesluruhan akan mengganggi kenerja sistem tenaga. Pada gambar di atas dijelaskan bahwa dimana ada salah satu saluran fasa yang putus dan menyentuh tanah, maka akan terjadi tegangan eksposur dengan gardien (perhatikan gambar). Tegangan tersebut ditimbulkan oleh adanya arus gangguan tanah yang besar dan mengalir melalui tanah untuk kembali lagi ke sumber. Gardien tersebut akan semakin menurun searah dengan semakin jaunya jarak dari gangguan tersebut Tegangan ini akan sangat membahayakan orang yang ada di atas permukaan tanah diskitar tempat tersebut (terjadinya gangguan), walaupun yang bersangkutan tidak meyentuh bagian–bagian mesin. c. Tegangan langkah Tegangan langkah adalah tegangan yang terjadi akibat arus gangguan yang melewati tanah. Arus gangguan ini relatif besar dan apabila mengalir dari tempat terjadinya gangguan kembali ke sumber (titik Netral) malalui tanah yang mempunyai tahanan relatif besar, maka tegangan di permukaan tanah akan menjadi tinggi. Gambar 5.12 Terjadinya tegangan eksposur Sumber:https:// www.kelistrikanku.com/ 2016/ 05/ sistem-pentanahan.html


154 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Perhatikan gambar di atas, satu tangan memegang dudukan lampu dan tangan satunya lagi memegang krain air. Diantara kran air dan dudukan lampu dalam keadaan normal tidak bertegangan. Akan tetapi, ketika terjadi gangguan ketanah, arus mengalir kembali ke sumber melalui pentanahan Ra dan Rb. Adanya aliran arus gangguan ini menimbulkan tegangan antara letak dangguan dan Ra sebesar Vf dan antara krain air dan dudukdan lampu sebesar Vb. Besar tegangan ini ditentukan oleh besar arus gangguan dan tahanan pentanahannya. Semakin besar arus dan tahanan, maka akan semakin besar pula tegangan sentuhnya. Tegangan ini adalah tegangan antar kaki dan kearah itulah kemudian disebut tegangan langkah. Untuk mengamakan tegangan langkah inilah pentanahan dilakukan. Tegangan langkah dibatasi serendah mungkin dan dalam waktu yang sepenek–pendeknya. Besar tegangan langkah diminimalisir dengan sistem pentanahan (grounding) sedangkan waktu pemutusan dilakukan dengan peralatan pengaman. C. Pembumian Grounding sistem atau pembumian adalah suatu perangkat instalasi yang berfungsi untuk melepaskan arus petir kedalam bumi, salah satu kegunaannya untuk melepas muatan arus petir. Standart kelayakan grounding/ pembumian harus bisa memiliki nilai Tahanan sebaran/ Resistansi maksimal 5 Ohm (Bila di bawah 5 Ohm lebih baik). Material grounding dapat berupa batang tembaga, lempeng Gambar 5.13 Terjadinya tegangan sentuh tidak langsung dari body peralatan elektronik Sumber: https:// www.kelistrikanku.com/ 2016/ 05/ sistem-pentanahan. html


155 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN tembaga atau kerucut tembaga, semakin luas permukaan material grounding yang di tanam ke tanah, maka resistansi akan semakin rendah atau semakin baik. Untuk mencapai nilai grounding tersebut, tidak semua areal bisa terpenuhi, karena ada beberapa aspek yang mempengaruhinya, yaitu: 1. Kadar air. Bila air tanah dangkal/ penghujan, maka nilai tahanan sebaran mudah didapatkan; 2. Mineral/ Garam. Kandungan mineral tanah sangat mempengaruhi tahanan sebaran/ resistansi karena jika tanah semakin banyak mengandung logam, maka arus petir semakin mudah menghantarkan; 3. Derajat Keasaman. Semakin asam PH tanah, maka arus petir semakin mudah menghantarkan; dan 4. Tekstur tanah. Untuk tanah yang bertekstur pasir dan porous akan sulit untuk mendapatkan tahanan sebaran yang baik karena jenis tanah seperti ini air dan mineral akan mudah hanyut. Grounding sistem atau pembumian dapat dibuat dengan 3 bentuk, diantaranya: 1. Single Grounding Yaitu dengan menancapkan sebuah batang logam/ pasak biasanya di pasang tegak lurus masuk kedalam tanah; 2. Pararel Grounding, bila sistem single grounding masih mendapatkan hasil kurang baik, maka perlu di tambahkan material logam arus pelepas ke dalam tanah yang jarak antara batang logam/ material minimal 2 Meter dan dihubungkan dengan kabel BC/ BCC. Penambahan batang logam/ material dapat juga di tanam mendatar dengan kedalaman tertentu, bisa mengelilingi bangunan membentuk cincin atau cakar ayam. Kedua teknik ini bisa di terapkan secara bersamaan dengan acuan tahanan sebaran/ resistansi kurang dari 5 Ohm setelah pengukuran dengan Earth Tester Ground; dan 3. Maksimun Grounding, yaitu dengan memasukan material grounding berupa lempengan tembaga yang diikat oleh kabel BC, serta dengan pergantian tanah galian di titik grounding tersebut. 1. Tahanan Jenis Tanah  Harga tahanan jenis tanah pada daerah kedalaman yang terbatas tergantung dari beberapa faktor yaitu: a. Jenis tanah: tanah liat, berpasir, berbatu, dan lain-lain; b. Lapisan tanah = berlapis-lapis dengan tahanan jenis berlainan atau uniform; c. Kelembaban tanah; dan d. Temperatur. Harga tahanan jenis selalu bervariasi sesuai dengan keadaan pada saat pengukuran. Makin tinggi suhu makin tinggi tahanan jenisnya. Sebaliknya makin lembab tanah itu makin rendah tahanan jenisnya. Secara umum, hargaharga tahanan jenis ini diperlihatkan pada tabel berikut ini:


156 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Tabel 5.1 Daya tahanan jenis tanah 2. Berbagai Bentuk Sistem Pembumian (Grounding Sistem) Ukuran kabel standar minimal untuk penyalur arus petir adalah 70mm, baik BCC maupun NYY. Sistem pembumian dapat dibuat dalam 4 bentuk, di antaranya: a. Single Grounding Rod (Batang Grounding Tunggal) Grounding sistem yang hanya terdiri atas satu buah titik penancapan batang (rod) pelepas arus atau Ground Rod di dalam tanah dengan kedalaman tertentu (misalnya 6 meter). Untuk daerah yang memiliki karakteristik tanah yang konduktif, biasanya mudah untuk didapatkan tahanan sebaran tanah di bawah 5 ohm dengan satu buah ground rod. Untuk mendapatkan tahanan di bawah 0, 5 Ohm. No Jenis Tanah Daya Tahanan Jenis 1 Tanah rawa 30 2 Tanah liat dan tanah lading 100 3 Pasir basah 200 4 Kerikil basah 500 5 Pasir dan kerikil kering 1000 6 Tanah berbatu 300 Sumber: Adiarta agus, 2017 Gambar 5.14 Batang grounding tunggal Sumber: http:// www.petirku.com/ p/ sistem-pembumian-penangkalpetir.html


157 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN b. Paralel Grounding Rod (multiple Grounding Rod) Jika sistem single Grounding Rod masih mendapatkan hasil kurang baik (nilai tahanan sebaran >5 ohm), maka perlu ditambahkan Ground Rod ke dalam tanah yang jarak antar batang minimal 3 meter dan dihubungkan dengan kabel BC/ BCC. Semakin jauh jarak antar ground rod, maka akan semakin bagus untuk fail over jika salah satu Ground Rod tidak berfungsi. Penambahan Ground Rod dapat juga ditanam mendatar dengan kedalaman tertentu, bisa mengelilingi bangunan membentuk cincin atau cakar ayam. Kedua teknik ini bisa diterapkan secara bersamaan dengan acuan tahanan sebaran/ resistansi kurang dari 5 ohm setelah pengukuran dengan earth ground tester. c. Multi Grounding Sistem (maximal grounding) Disebut dengan anyaman grounding (grounding mesh), merupakan anyaman kawat tembaga (BC) yang saling terhubung satu dengan yang lain. Gambar 5.15 Paralel Grounding Rod Sumber: http:// www.petirku.com/ p/ sistempembumian-penangkal-petir.html


158 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Gambar 5.16 Multi Grounding Sistem Sumber:http:// www.petirku.com/ p/ sistempembumian-penangkal-petir.html LEMBAR PRAKTIKUM Pengukuran Tahanan Pentahanan A. Tujuan Setelah melaksanakan praktik mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengukur Tahanan Pentanahan dengan baik dan benar. 2. Mengetahui tahanan yang baik untuk pentanahan. 3. Mengetahui tahanan jenis tanah.


159 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK LEMBAR PRAKTIKUM B. Alat dan Bahan Martil 1 buah Elektroda batang bantu 2 buah Meteran 1 buah Kabel penghubung secukupnya Earth Tester 1 buah Elektroda batang 1 buah C. Gambar Rangkaian D. Langkah Kerja 1. Mempersiapkan peralatan dan bahan. 2. Mengecek tegangan baterai dengan menghidupkan Digital Earth Resistance Tester. Jika layar tampak bersih tanpa simbol baterai lemah berarti kondisi baterai dalam kondisi baik. Jika layar menunjukkan simbol baterai lemah atau bahkan layar dalam keadaan gelap berarti baterai perlu di ganti. 3.   Membuat rangkaian pengujian seperti pada gambar rangkaian dengan menanam elektroda utama dan elektroda bantu. Tanam elektroda dengan martil. Jika menjumpai lapisan tanah yang keras sebaiknya jangan memaksakan penanaman elektroda. 4. Menentukan jarak antar elektroda bantu minimal 5 meter dan maksimal 10 meter.


160 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK LEMBAR PRAKTIKUM 5. Mengecek penghubung atau penjepit pada elektroda utama dan elektroda bantu dengan mensetting range switch ke 2000 Ω dan tekan tombol “PRESS TO TEST”. Jika tahanan elektroda utama terlalu tinggi atau menunjukkan simbol “.. . “ yang berkedip–kedip, maka perlu dicek penghubung atau penjepit pada elektroda utama. 6. Melakukan pengukuran. Menyeting range switch ke posisi yang di inginkan dan tekan tombol “ PRESS TO TEST” selama beberapa detik. 7. Melakukan pengukuran. Menyeting range switch ke posisi yang di inginkan dan tekan tombol “ PRESS TO TEST” selama beberapa detik 8. Mencatat nilai tahanan yang muncul pada layar ERT 9. Mengembalikan posisi tombol “ PRESS TO TEST” ke posisi awal. 10. Melakukan pengujian tahanan untuk kedalaman elektroda utama yang berbeda dengan langkah yang sama E. Hasil Pengkuran F. Kesimpulan ................................................................................................................................... .................................................................................................................................. ................................................................................................................................... .................................................................................................................................. ................................................................................................................................... .................................................................................................................................. No Kedalaman Elektroda (m) Elektroda Nilai Tahanan Hasil Pengukuran (Ω)


161 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK CAKRAWALA Penemu dan Sejarah Penangkal Petir Benjamin Franklin (17 Januari 1706-17 April 1790) adalah seorang tokoh Amerika Serikat yang terkenal dan telah meninggalkan banyak karya di dalam hidupnya. Franklin adalah orang dengan banyak jenis pekerjaan dan keahlian. Benjamin Franklin terlahir di Milk Street, Boston, pada tanggal 17 Januari 1706 dari ayahnya yaitu Josiah Franklin yang menikah dua kali. Benjamin adalah anak bungsu dari 17 anak Josiah dari dua perkawinan itu. Benjamin berhenti sekolah pada saat ia berusia sepuluh tahun. Benjamin Franklin sangat terpukau dengan kekuatan badai dan petir. Mungkin jika beliau masih hidup hingga sekarang kita bisa menambahkannya sebagai “storm chaser” seperti dalam film Twister atau tayangan dokumenter di televisi tentang badai dan petir. Di Boston, Massachussetts pada tahun 1746, Franklin memulai rangkaian eksperimen listriknya. Dengan cepat ia mengubah tempat tinggalnya menjadi semacam laboratorium kecil dengan menggunakan alat-alat yang ada di sekitar rumahnya tersebut. Dalam salah satu eksperimennya, Beny secara tidak sengaja terkena aliran listrik (kesetrum). Mungkin inilah awal keinginannya untuk dapat menciptakan alat yang bisa menggunakan kekuatan listrik dan menangkal dampak negatifnya. Franklin kemudian menghabiskan musim panas tahun 1747 nya dengan serangkaian eksperimen listriknya. Ia menuliskan laporan dan mengirimkannya kepada Peter Collinson, temannya di London yang juga seorang saintis yang sangat tertarik untuk mempublikasikan hasil kerjanya. Bulan Juli Franklin memperkenalkan istilah positif dan negatif untuk menggambarkan muatan listrik untuk menggantikan istilah “vitroeus” dan “resinous” yang dipakai sebelumnya. Franklin juga menjelaskan konsep baterai listrik dalam suratnya untuk Collison pada musim semi 1749, namun saat itu ia belum mengetahui bagaimana teori tersebut bisa berguna untuk kepentingan manusia. Pada tahun yang sama Benjamin Franklin mengemukakan pendapatnya tentang kesamaan antara listrik dan petir. Kesamaan yang dimaksud adalah dalam hal warna cahaya, arah aliran, bunyi yang dihasilkan dan banyak lagi. Pada Gambar 5.17 Benjamin Franklin Sumber:http:// www.visiotek.co.id/ 2016/ 04/ penemu-dan-sejarah-penangkal-petir.html


162 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK CAKRAWALA masa itu bukan hanya ia yang memiliki pendapat demikian, namun kemudian Franklinlah yang pertama kali membuktikan pendapatnya itu. Pada tahun 1750, dalam upayanya membuktikan bahwa petir adalah listrik, Franklin mulai berfikir untuk melindungi manusia, gedung dan struktur lain dari bahaya sambaran petir. Ia kemudian menciptakan alat dari batangan besi dengan panjang 8 atau 10 kaki yang ujungnya dibuat runcing. Ia berpendapat bahwa besi berujung runcing tersebut akan menarik listrik dan dengan dihubungkan ke tanah (bumi) akan mengosongkan listrik statis yang berasal dari awan. Pendapat ahli lain menyebutkan bahwa besi berujung bundar akan lebih efektif. Pendapat ini mendapat dukungan dari Raja George ke III. Perbedaan pendapat dan dukungan terhadap teori Franklin pada saat itu dituduh sebagai salah satu ciri ketidakpatuhan. Dua tahun berikutnya barulah ia mencoba alat hasil rakitannya tersebut. Batang besi runcing ditempatkannya di puncak atap bangunan dan menunggu petir menyambarnya. Karena tidak sabar ia memutuskan untuk mendekatkan alat penghubung dengan awan dengan menggunakan layang-layang. Sebagai pemicu datangnya aliran listrik ia menggunakan sebuah kunci yang terbuat dari logam, dan menempelkannya pada layang-layang. Meski dengan beberapa upaya pencegahan namun percobaan ini termasuk percobaan yang sangat berbahaya. Beberapa menyebutkan bahwa Franklin terluka setelah percobaan tersebut. Namun hal itu juga menjadi bukti bahwa teori Franklin tentang kesamaan listrik dengan petir telah terbukti. Alat penangkal petir temuan Franklin yang terkenal dengan nama Franklin rod kemudian banyak digunakan oleh rumah-rumah dan jenis bangunan lainnya. Rangkaian penangkal petir terbesar yang mengadopsi teori Franklin ini terlihat di kubah State House di Maryland. Penggunaannya didedikasikan untuk mengenang Benjamin Franklin sang penemu JELAJAH INTERNET Untuk menambah wawasan tentang ketentuan dan persyaratan pemasangan instalasi listrik, kalian dapat mempelajari secara mandiri melalui internet. Di internet kalian akan mempelajari banya aspek mulai. Untuk lebih jelas kalian juga bisa membuka video-vidio di youtube yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari. Kalian dapat mengakses link https://panduanteknisi.com/ pengertian-dan-fungsi-grounding-listrik.html atau menscan QR code di bawah ini.


163 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK RANGKUMAN 1. Pentahanan pengamanan disini ialah suatu tindakan pengamanan pada instalasi listrik yang rangkaiannya ditanahkan dengan cara menatanahkan bagian atau badan peralatan instalasi yang diamankan demikian rupa, sehingga bila terjadi kegagalan isolasi, tercegahlah bertahanya tegangan seutuhnya yang terlalu tinggi karena terputusnya arus oleh pengaman arus oleh pengaman arus lebih. 2. Hantaran pentanahan ialah hantaran yang menghubungkan bagian-bagian aktif atau bagian yang harus ditanahkan, dengan elektroda pentanahan maupun dengan jaringan pipa air minum. Mengingat dengan adanya tekanan mekanis atau kekuatan mekanis yang mungkin diderita oleh hantaran, maka untuk hantaran pentanahan digunakan ukuran penghantar yang mempunyai luas penampang minimum. TUGAS MANDIRI Coba kalian amati sistem grounding di rumah masing-masing. Apakah di rumah kalian sudah terpasang sistem grounding atau tidak. Kalau belum bagaimana cara kalian supaya sistem grounding di rumahnya terpasang. Apabila sudah terpasang apakah sudah sesuai dengan standar PUIL yang telah kita pelajari pada bab ini. Tulislah hasil pengamatannya dan kumpulkan guru pembimbing. PENILAIAN AKHIR BAB Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Pada sistem pentanahan terdapat faktor-faktor yang mengganggu sistem kelistrikan. Jelaskan faktor-faktor akibat dan penyebab gangguan pada sistem pentanahan! 2. Mengapa pada sistem tenaga listrik titik netralnya harus diketanahkan dan pengaruh apa yang ditimbulkan jika titik netralnya tidak diketanahkan? 3. Pada pentanahan titik netral terdapat metode pentanahan langsung. Jelaskan kelebihan dan kekerangan metode tersebut! 4. Jelaskan langkah-langkah mengukur tahanan pentanahan! 5. Uraikan 3 (tiga) jenis sistem pembumian (grounding sistem) yang kamu ketahui! 6. Sebutkan dua bahan elektroda pada pembumian sistem tenaga listrik! 7. Sebutkan 4 jenis tanah yang mempengaruhi nilai tahanan pembumian! 8. Sebutkan dua jenis material sambungan kontak hantaran pembumian! 9. Jelaskan fenomena terjadinya petir! 10. Jelaskan macam-macam sistem pentanahan dan cara kerjanya!


164 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK REFLEKSI Renungkan dan tuliskan pada selembar kertas Ungkapkan pemahaman apa yang kalian peroleh setelah mempelajari, materi ketentuan dan persyaratan pemasangan instalasi listrik berdasarkan beberapa hal berikut ini. 1. Apa saja yang perlu diperhatikan ketika mempelajari materi ini? 2. Materi apa saja yang masih sulit untuk dipahami? 3. Kesulitan apa yang dihadapi ketika mempelajari materi inii?


165 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL A. PILIHAN GANDA Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Sebagaimana kita ketahui bahwa sekering atau fuse merupakan salah satu perangkat yang terpenting dalam instalasi listrik. Sekering berfungsi untuk memutuskan arus listrik secara tiba-tiba ketika terjadi hubung singkat. Pada sekering tersebut terdapat kode warna yang berbeda-beda tergantung jenis sekeringnya, kode warna yang dipakai untuk sekring ukuran 15 Ampere adalah... a. Merah b. Kuning c. Hijau d. Merah muda e. Biru 2. Pernyataan di bawah ini adalah tindakan-tindakan yang harus dihindari oleh seorang teknisi listrik, kecuali... a. Mengganti pengaman arus lebih dengan nilai yang lebih besar b. Mengganti kawat lebur sekring yang putus dengan kawat serabut dari tembaga c. Memasang kawat tambahan pada pengaman lebur agar tidak cepat putus d. Menambah rangkaian lain didepan sekring e. Memasang kawat tanah atau arde pada kotak kontak 3. Cara menghubungkan hantaran fitting yang benar adalah... a. Hantaran phasa pada bagian ulir b. Hantaran phasa pada kontak dasar c. Hantaran nol pada kontak dasar d. Hantaran phasa dan nol pada kontak dasar e. Hantaran bebas dihubungkan terminal 4. Jika daya listik dirumah adalah 2200 W, maka berapa ampere MCB yang harus digunakan... a. 4 A b. 6 A c. 9 A d. 10 A e. 32 A 5. Instalasi listrik harus direncanakan sedemikian rupa sehingga kemungkinan terputusnya aliran listrik sangat kecil. Pernyataan di atas tergolong syarat pemasangan instalasi listrik yang mana... a. Syarat keamanan b. Syarat keandalan c. Syarat ekonomis PENILAIAN AKHIR SEMSTER GASAL


166 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL d. Syarat kesepakatan e. Syarat pemasangan 6. Perhatikan pernyataan di bawah ini: 1. Sakelar, fitting, lampu, 2. Kotak-kontak, fitting lampu 3. MCB, sakelar lampu, TDR 4. Kontaktor, TOR, TDR Manakah yang tidak termasuk termasuk dalam kompnen-komponen instalasi penerangan di bawah ini: a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 2 dan 4 d. 3 saja e. 4 saja 7. Komponen yang berfungsi untuk mengetahui besarnya tenaga listrik yang digunakan oleh pemakai listrik adalah... a. ELCB b. PHB c. MCB d. KWH e. APP 8. Suatu instalasi listrik 3 phasa, memiliki beban maksimal tiap phasanya adalah sebesar 200 A, maka ukuran kabel listrik yang akan kita gunakan sebaiknya yang memiliki kemampuan hantar arus sebesar… a. 2, 5 mm2 b. 4, 5 mm2 c. 95 mm2 d. 100 mm2 e. 105 mm2 9. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar di atas merupakansistem pentanahan jenis...


167 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL a. TT b. TN-S c. TN d. TN-C e. IT 10. Sebelum melakukan pemasangan instalasi listrik, diharapkan kepada semua instalatir membuat gambar instalasi terlebih dahulu dengan tujuan mempermudah nantinya dalam pemasangan instalasi. Ada banyak simbolsimbol listrik serta wiringnya yang harus diketahui dalam menggambar. Gambar di bawah ini merupakan gambar pelaksanaan (wiring) dari komponen... a. Saklar seri b. Saklar tunggal c. Saklar cabang d. Saklar tukar e. Saklar silang 11. Sebuah sumber tegangan 220 volt, mengalir arus 4 A. Jika faktor daya sebesar 0, 8, maka hitunglah daya semu… a. 55 VA b. 440 VA c. 704 VA d. 880 VA e. 1000 VA 12. Perhatikan instalasi penerangan di bawah ini!


168 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL Jumlah kawat pada titik Z adalah… a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 13. Dalam pemasang instalasi listrik telah diatur semuanya dalam PUIL. Menurut PUIL 2000 kotak kontak yang dipasang dari lantai dengan ketinggian minimumnya adalah... a. 2 m b. 1, 9 m c. 1, 75 m d. 1, 5 m e. 1, 25 m 14. Pada pemasangan saklar, kotak-kontak dan fitting pada dinding diperlukan bahan bantu yang disebut... a. Lasdop b. Roset c. Isolasi d. Klem e. Inbow dus 15. Bahan isolasi yang digunakan untuk menutupi atau melindungi ujung kabel penyambung percabangan di dalam kotak sambung adalah... a. Lasdop b. Klem c. Pipa d. Inbow dus e. roset 16. Suatu rumah tangga memiliki daya terpasang 1300 VA. Apabila daya yang digunakan sebesar 950 watt selama 12 jam setiap hari, maka hitunglah usaha yang digunakan dalam 2 bulan (60 hari) ... a. 342 WH b. 684 WH c. 342 KWH d. 684 KWH e. 1300 KWH


169 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 17. Sebuah gedung memiliki perencanaan instalasi penerangan 3 phasa mempunyai kondisi bergrup sebagai berikut: a) Grup A: TL 2x20 W; 2x30 W; 2x40 W dengan faktor daya = 0, 7 b) Grup B: TL 4x20 W; 6x30 W; 2x200 W dengan faktor daya =0, 6 c) Grup C: TL 6x20 W; 2x30 W;4x40 W dan 2x 200 W, dengan faktor daya = 0, 8 Data di atas akan menjadi dasar untuk menentukan besarnya kebutuhan kapasitor bank yang dipasang pada masing-masing grup. Jika setiap grup dalam instalasi tersebut ingin mencatat faktor daya 0, 95, maka dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa... a. Capasitor Bank grup 1 memiliki kebutuhan yang lebih besar daripada grup 2 b. Capasitor Bank grup 3 memiliki kebutuhan yang lebih besar daripada grup 1 c. Jumlah kebutuhan Capasitor Bank grup 1 dan 2 lebih besar dari grup 3 d. Jumlah kebutuhan Capasitor Bank grup 1 dan 2 lebih kecil dari grup 3 e. Jumlah kebutuhan Capasitor Bank grup 2 dan 3 lebih kecil dari grup 1 18. JIka peralatan listrik yang kita gunakan adalah: a) Lampu penerangan 40 watt sebanyak 5 buah b) Televisi 90 watt 2 buah c) AC setengah PK 1 buah d) Setrika 300 watt 1 buah e) Mesin cuci 250 watt 1 buah Berdasarkan data di atas berapakah besar MCB yang harus dipasang dirumah tersebut... a. 2 A b. 4 A c. 6 A d. 8 A e. 10 A 19. Faktor yang mempengaruhi tahanan jenis tanah adalah sebagai berikut, kecuali... a. Pengaruh tanah berbukit b. Pengaruh keadaan struktur tanah c. Pengaruh unsur kimia d. Pengaruh iklim e. Pengaruh temperature tanah


170 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 20. Pada sistem pentahanan gardu induk, harus diterapkan sistem pentanahan yang memenuhi persyaratan sistem pengaman yaitu... a. Tidak dapat mendeteksi gangguan di area yang diamankan b. Sistem pentahanan gardu induk tidak mampu mendeteksi gangguan dengan tepat c. Tidak mampu bekerja sesuai dengan pengaturan sistem pentanahan d. Apabila terjadi kegagalan dianggap hal biasa e. Sistem pentanahan gardu induk harus peka terhadap gangguan dan harus handal 21. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tahanan pentanahan adalah... a. Multimeter b. Ohm meter c. Insulation tester d. Earth tester e. Avometer 22. Dalam pemilihan lokasi pentanahan, hal yang perlu diperhatikan adalah... a. Cari tanah berbatu atau berpasir b. Penempatan grounding road boleh banyak berbelok c. Apabila ada beberapa grounding road semua harus terhubung d. Lokasi penempatan grounding road terlalu jauh e. Usahakan penempatan grounding road tidak dalam garis lurus 23. Tahanan tanah bisa jadi berubah-ubah antara musim yang satu ke musim yang lain, untuk itu sebagai patokan perancangan pentanahan adalah... a. Tetap memakai hasil pengukuran tahanan yang pertama b. Memakai hasil pengukuran tahanan yang terakhir c. Tidak memperhatikan kondisi tanah d. Memperhatikan kondisi kapan tahanan jenis pentanahan yang tertinggi e. Tidak memperhatikan sifat-sifat tanah 24. Untuk menjamin sisitem pentanahan memenuhi persyaratan perlu dilakukan pengujian, pengujian ini sebenarnya adalah... a. Pengukuran tahanan elektroda pentanahan b. Perbaikan elektroda pentanahan c. Pemasangan elektroda d. Pengukuran tegangan tanah e. Melihat kondisi tanah


171 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 25. Jika tegangan listrik 220 volt, daya listrik lampu pijar 440 watt, berapakah arus listrik yang mengalir a. 220 A b. 0, 2 A c. 1048 A d. 660 A e. 2 A 26. Berapa jumlah pengawatan pada gambar diagram garis tunggal pada rangkaian instalasi gudang bawah tanah seperti gambar di bawah ini… a. 1 kawat penghantar b. 2 kawat penghantar c. 3 kawat penghantar d. 4 kawat penghantar e. 5 kawat penghantar 27. Kabel 3 phasa yang akan dipasang harus selalu sesuai dengan jumlah dan urutan intinya, yaitu... a. Merah, kuning, hitam, biru b. Merah, kuning, biru, hitam c. Merah, biru, kuning, hitam d. Hitam, merah, kuning, biru e. Merah, biru, kuning, hitam 28. Kabel yang memiliki beberapa penghantar dan memiliki isolasi luar sebagai pelindung adalah... a. Kabel NYY b. Kabel NYA c. Kabel NYM d. Kabel NYFGBY e. Kabel NYAF


172 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 29. Perhatikan pernyataan di bawah ini. Yang tidak termasuk dalam ketentuan mengenai APP adalah a. Kemampuan harus sesuai dengan paket daya pelanggan b. Pemeriksaan dengan menggunakan alat ukur/ uji terhadap parameter listrik c. Meter energi yang dipasang pada APP harus sudah tertera oleh instansi yang berwenang d. APP dipasang dengan baik, ditempat yang mudah dilihat dan dicapai e. APP dipasang di bawah tanah sebagai pengaman 30. Dalam pemasangan instalasi listrik, seorang instalasi harus benar-benar memperhatikan keselamatan konsumen dalam pemasangan instalasinya. Manakah yang termasuk dalam kesalahan dalam penggunaan komponen saklar dalam instalasi listrik... a. Memasang komponen saklar lebih rendah dari yang seharusnya b. Memanfaatkan arus listrik dengan membagi –bagi dengan menggunakan stop kontak cabang untuk memenuhi kebutuhan c. Menggunakan saklar walau sudah menunjukkan kerusakan d. Tetap memakai komponen yang tidak memenuhi standar SNI 31. Dalam menentukan PHB (perangkat Hubung Bagi) pada tiap grup/ kelompok sebaiknya seimbang/ sama, yang dimaksud seimbang/ sama adalah... a. Arus b. Titik beban c. Pemasangan lampu d. Tegangan e. Arus Daya 32. Urutan pemasangan instalasi listrik adalah… a. Box sekring MCB-peralatan listrik-KWHmeter b. MCB-KWHmeter-Box sekring-peralatan listrik c. Box sekring MCB KWHmeter-peralatan listrik d. MCB-peralatan listrik KWHmeter-Box sekring e. e. KWHmeter-MCB- Box sekring-peralatan listrik 33. Dalam pemasangan instalasi penerangan 3 phasa untuk industri dengan gedung bertingkat, maka pembagian phasanya adalah... a. Setiap lantai menggunakan phasa yang berbeda b. Phasa R untuk penerangan, phas S untuk kotak kontak, dan phasa T untuk instalasi tenaga c. Beban antar phasa dibuat seimbang d. Phasa R untuk lantai 1, phasa S untuk lantai 2 dan phasa T un tuk lantai 3 e. Yang digunakan 2 phasa saja, yang lainnya untuk cadangan


173 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 34. Salah satu cara untuk memperbaiki faktor daya dalam pemasangan instalasi listrik adalah dengan memasang... a. MCCB b. Resistor c. Kapasitor d. ELCB e. Lampu Led 35. Untuk mencari intensitas penerangan dalam suatu bidang dapat menggunakan rumus... a. Perkalian intensitas penerangan dengan flux lampu b. Flux cahaya dibagi luas ruangan c. Flux yang dibutuhkan dibagi flux yang dipancarkan dikalikan dengan efisiensi d. Perkalian intensitas penerangan dengan luas ruangan e. Flux cahaya guna dibagi flux cahaya yang dipancarkan lampu 36. Saklar mekanik yang memiliki 6 terminal adalah... a. SPDT b. DPDT c. DPST d. TPDT e. SPST 37. Pada panel terdapat suatu rel yang terbuat dari tembaga untuk perca bangan arus biasanya dikenal dengan istilah... a. Busbar b. Pusat sambungan c. Rel omega d. Terminal netral e. Kontaktor 38. Suatu kamar tidur berukuran panjang 5 m dan lebar 4 m di dalam rumah tinggal hendak dipasang lampu TL sebesar 40 watt, berapa banyak lampu TL 40 watt yang dibutuhkan untuk memberikan pencahayaan yang baik di dalam kamar tersebut... a. 1 buah lampu b. 2 buah lampu c. 3 buah lampu d. 4 buah lampu e. 5 buah lampu


174 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL 39. MCB merupaka suatu komponen instalasi listrik. Fungsi utama dari MCB pada suatu instalasi listrik yaitu sebagaialat pengaman... a. Beban listrik b. Manusia c. Jaringan listrik atau kabel d. Hewan ternak e. Peralatan elektronik 40. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar tersebut menggambarkan penyambungan kabel jenis... a. Bolak-balik b. Waster Union c. Britannia d. Mata itik e. Ekor babi B. URAIAN Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Sebuah ruangan kerja dengan panjang 4 m, lebar 3 m. Hendak dipasang lampu Philips 25 watt. Dimana nilai CU 50 %, LLF= 0, 7 dan jumlah lampu dalam 1 titik adalah ... 2. Tentukanlah jumlah lampu yang dibutuhkan pada ruangan tersebut! 3. Tuliskanlah bagian-bagian dari PHB! 4. Gambarlah diagram garis tunggal yang terdiri dari 4 lampu, 2 saklar tunggal, 1 saklar seri dan 1 kotak kontak! 5. Sebutkan dan jelaskan 4 bagian yang harus dibumikan dalam instalasi listrik! 6. Sebutkan dan jelaskan standar-standar yang perlu dilakukan saat perancangan pembumian!


175 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK TUJUAN PEMBELAJARAN PETA KONSEP BAB VI Setelah melakukan pembelajaran pada materi pemeriksan sistem instalasi listrik peserta didik diharapkan dapat mengetahui cara pemeriksaan instalasi listrik yang telah dipasang sesuai dengan standar PUIL/ SNI dengan tepat dan benar KATA KUNCI Sirkuit cabang, Sirkuit akhir, Pengukuran tahanan isolasi, Pengukuran tahanan pembumian, Kesinambungan sirkuit, Instalasi laik operasi, instalasi tidak laik operasi PEMERIKSAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK BAB VI PEMERIKSAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK Menyiapkan Sarana untuk di Lokasi Menyiapkan Dokumen Pendukung Melakukan Pemeriksaan Instalasi Pengukuran Tahanan Isolasi Pengukuran Tahanan Pembumian Pengukuran Tahanan Pembumian Pemeriksaan Kesinambungan Sirkit Pemeriksaan Pemasangan Instalasi Sistem Instalasi Laik Operasi dan Tidak Laik Operasi Pemeriksaan Sistem Instalasi Listrik


176 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK PENDAHULUAN Pemeriksaan sistem instalasi listrik adalah pekerjaan instalasi listrik yang telah selesai dikerjakan dan akan dioperasikan, tidak serta merta langsung boleh dioperasikan. Sebelum dan pada saat akan dioperasikan harus diyakini terlebih dahulu bahwa instalasi listrik tersebut benar-benar aman untuk dioperasikan. Tahukah kalian bagaimana cara pemeriksaan instalasi listrik itu? Untuk itulah ikuti bab ini untuk mengetahui bagaimana cara pemeriksaan instalasi listrik itu dilakukan. Gambar.6.1 Pemeriksaan instalasi listrik oleh PLN Sumber: Dokumen Pribadi Untuk meyakini bahwa instalasi listrik yang telah terpasang benar-benar aman dioperasikan keberadaannya, maka harus memenuhi ketentuan dan persyaratan teknis yang ditentukan, maka perlu dilakukan pemeriksaan dan pengujian atau komisioning. Komisioning adalah serangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik yang telah selesai dikerjakan dan hendak dioperasikan. Dengan hasil pemeriksaan dan pengujian yang baik, maka diyakini bahwa instalasi listrik aman pada saat diopeasikan, yaitu aman bagi manusia, ternak, harta benda dan aman bagi intalasi itu sendiri. Instalasi listrik yang telah selesai di pasang oleh tenaga-tenaga profesionaldari suatu Instalatir/ Vendor, atau instalasi listrik yang mengalami perubahan, harus dipriksa dan diuji dahulu oleh pihak yang berwenang sebelum dialiri listrik oleh PT.PLN (persero). Di Indonesia, pihak yang berwenang melaksanakan pemeriksaan dan penguian instalasi listrik konsumen yang telah ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) antara lain adalah PT.KONSUL (Komite Nasional untuk Keselamatan Instalasi Listrik). PT.KONSUL adalah lembaga bentukan pemerintah yang independen dalam melaksanakan tugas pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik yang rendah dari daya 450 VA sampai dengan 197.000 VA. Semua ketentuan dalam pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian dibuat dan di tetapkan oleh pemerintah yang mengacu


177 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK pada peraturan dan persyaratan (PUIL) yang berlaku. Pemeriksaan dan penguian instalasi listrik di lakukan antara lain mengenai hal berikut: 1. Berbagai macam tanda pengenal dan papan peringatan; 2. Perlengkapan listrik yang dipasang; 3. Cara memasang perlengkpan listrik; 4. Polaritas; 5. Pembumian; 6. Resistans isolasi; 7. Kesinambungan sirkit; dan 8. Fungsi proteksi sistem instalasi listrik dan lainnya. Semua perlengkapan yang dipasang pada instalasi listrik harus memenuhi standart yang berlaku. Pengujian Pemeriksaan sistem instalasi listrik yang telah dipasang oleh instalatir pada konsumen listrik wajib dilakukan uji instalasi oleh pihak yang berwenang (PT.KONSUL), sehingga konsumen aman dalam menggunakan listrik yang disalurkan ke konsumen. Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh pihak yang berwenang melaksanakan uin instalasi listrik di Indonesia adalah seperti berikut. PENDAHULUAN


178 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN A. Menyiapkan Sarana untuk di Lokasi 1. Menyiapkan sarana kerja seperti: a. Earth Tester; b. Insulation Tester; c. Senter; d. Test pen/ Obeng; e. Tang Jepit; f. Meter; dan g. Alat Tulis. 2. Menyiapkan sarana pengamanan/ alat pelindung diri seperti: a. Sarung Tangan; b. Sepatu Kerja; dan c. Helmet Holder. B. Menyiapkan Dokumen Pendukung 1. Gambar instalasi dan diagram garis tunggal; 2. Sketsa lokasi; 3. Permohonan pemeriksaan; 4. LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan); dan 5. Surat tugas sebagai pemeriksa. C. Melakukan Pemeriksaan Instalasi 1. Pemeriksaan jenis, penampang dan warna sirkit/ saluran utama; 2. Pemeriksaan Perlengkapan Hubungan Bagi (PHB); 3. Memeriksan jenis dan ketinggian PHB; 4. Memeriksa terminal Netral (N) dan Penghantar Proteksi (PE); 5. Memeriksa apakah terminal penghantar Proteksi dan Netral difungsikan; 6. Memeriksa jenis dan besar penampang penghubung antara terminal Netral dan Penghantar Proteksi; 7. Memeriksa jenis dan Kemampuan Hantar Arus (KHA) sakelar utama dan pengaman; 8. Memeriksa jumlah sirkit/ saluran cabang; 9. Memeriksa jumlah sikrit/ saluran akhir; 10. Memeriksa jenis dan Kemampuan Hantar Arus (KHA) pengaman sirkit akhir; 11. Memeriksa jenis, besaran penampang dan warna penghantar sirkit/ saluran akhir; 12. Memeriksa jumlah sirkit/ saluran cabang; 13. Memeriksa jenis dan Kemampuan Hantar Arus (KHA) pengaman sirkit cabang; 14. Memeriksa jenis, besaran penampang dan warna penghantar sirkit cabang; 15. Memeriksa keberadaan Penghantar Proteksi (PE) pada sirkit/ saluran akhir; 16. Memeriksa jenis dan besaran penampang Penghantar Proteksi (PE); dan 17. Memeriksa keberadaan Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS).


179 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN D. Pengukuran Tahanan Isolasi 1. Pada Saluran Masuk a. Pengukuran tahan isolasi pada saluran masuk posisi sakelat utama “OF”; b. Lepas penghubung antara terminal Penghantar Proteksi (PE) dan terminal penghantar netral (N); c. Lepas hubungan antara Penghantar Proteksi (PE) dan penghantar bumi; d. Ukur tahanan isolasi antara fase–netral; e. Ukur tahanan isolasi antara fase-penghantar pembumian; dan f. Ukur tahanan isolasi antara fase-fase. 2. Pada Sirkit Akhir a. Pengukuran tahanan isoslasi pada sirkit akhir posisi pengaman “OFF”; b. Sakelar dalam keadaan “ON”; c. Lepas beban dari kotak kontak (bila ada beban); d. Lepas beban instalasi penerangan (bila ada beban); e. Ukur tahanan isolasi antar fase-netral; f. Ukur tahanan isolasi antar fase-penghantar proteksi; dan g. Ukur tahanan isolasi antar fase–fase. 3. Cara Pengukuran a. Pemeriksan baterai power alat ukur; b. Pasang ujung kabel merah ke terminal line pada alat ukur; dan c. Pasang ujung kabel hitam ke terminal earth pada alat ukur. 1) Penghantar fase dengan panghantar netral: a) Ujung kanel hitam dijepit ke penghantar netral; b) Ujung kabel merah ditusuk ke penghantar fase; dan c) Tekan dan putar tombolmerah searah jarum jam, lihat hasil penunukan. Jika hasil penunjukan 0, 5 MΩ berarti memenuhi syarat PUIL 2000, jika < 0, 5 MΩ berarti tidak memenuhi syarat PUIL 2000. 2) Penghantar fase dengan penghantar proteksi: a) Ujung kabel hitam dijepit ke penghantar proteksi; b) Ujung kabel merah ditusuk ke penghantar fase; dan c) Tekan dan putar tombol merah searah jarum jam, lihat hasil penunjukan 0, 5 MΩ berarti memenuhi syarat PUIL 2000, jika < 0, 5 MΩ berarti tidak memenuhi syarat PUIL 2000. 3) Penghantar fase dengan penghntar fase. a) Ujung kabel hitam dijepit/ ditusuk ke penghantar fase; b) Ujung kabel merah ditusung ke penghantar kebel lain; dan c) Tekan dan putar tombol merah searah jarum jam, lihat hasil penunjukan 0, 5 MΩ berarti memenuhi syarat PUIL 2000, jika < 0, 5 MΩ berarti tidak memenuhi syarat PUIL 2000. E. Pengukuran Tahanan Pembumian 1. Cek batrai power alat ukur, dengn menekan tombol merah dan sakelar pada posisi baterai cek; 2. Ujung kabel warna merah diepitkan ke besi pacang yang ditancapkan ke tanah; 3. Ujung kabel warna kuning dijepitkan ke besi pacang yang ditancapkan ke


180 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN tanah (jarak posisi kabel merah dan kuning 5 m); 4. Ujung kabel warna hijau/ hitam dijepitkan keterminal penghantar pembumian yang akan diukur; dan 5. Sakelar dipindahkan ke penunjukan (dalam Ω) kemudian tekan tombol merah untuk melihat hasil penunukan. Gambar 6.2 Pengukuran Tahanan Pembumian (Sumber PT. KONSUL, 2007) F. Pengukuran Tahanan Pembumian 1. Periksa umlah, jenis, besar penampang dan warna penghantar yang terhubung ke kotak kontak; 2. Periksa polaritas penghantar pada kotak kontak, sakelar dan fiting lampu; 3. Periksa jenis kotak kontak; dan 4. Ukur ketinggian kotak kontak dan lantai bangunan. G. Periksa Kesinambungan Sirkit 1. Kesinambungan penghantar fase dan penghantar netral: a. Hubung singkat penghantar fase dan penghantar netral pda PHB; b. Ukur tahanan isolasi penghantar fase dan netral pada setiap kotak kontak yang terpasang; c. Bila hasil tahanan isolasi nol, kesinambungan baik; dan d. Bila hasil tahanan isolasi tidak nol, berarti kesinambungan tidak baik. H. Pemeriksaan Pemasangan Instalasi 1. Periksa pemasangan sirkit/ penghantar utama, sirkit cabang, sirkit akhir apakah tertanam atau menempel; 2. Bila jenis penghantar NYA, periksa kelengkapan pelindung, bila jening penghantar NYM, ukur jarak klem; 3. Periksa kerapian pemasangan instalasi; 4. Periksa cara penyambungan penghantar (dalam kotak sambung atau diluar kotak sambung); dan


181 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 5. Periksa perlengkapan/ lengkapan instalasi bertanda SNI untuk MCB, penghantar, Kotak kontak, sakelar dan fiting. I. Sistem Instalasi Laik Operasi dan Tidak Laik Operasi Berdasakan hasil pemeriksaan sistem instalasi oleh petugas yang berwenang (inspektor) dengan prosedur seperti tersebut di atas, dapat ditentukan apakah instalasi listrik yang terpasang dirumah konsumen Laik Operasi (LO) atau Tidak Laik Operasi (TLO). a. Laik Operasi Sistem instalasi listrik dinyatakan Laik Operasi (LO), jika sistem instalasi listrik yang dipasang oleh vendor (instalatir) di rumah konsumen telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam PUIL 2000 dan sesuai dengan peraturan yang di tetapkan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (baik material, hasil pengukuran maupun cara pemasangannya), yang digunakan sebagai acuan pemeriksaan oleh petuga pemeriksa (Inspektor) kerumah konsumen yang akan diperiksa sistem instalasi listriknya. Setelah dinyatakan Laik Operasi (LO) oleh pihak yang berwenang, maka konsumen berhak mendapatkan sertifikat Laik Operasi (SLO), maka pihak PT.PLN (persero) akan melaksanakan penyambungan listrik pada rumah konsumen tersebut. b. Tidak Laik Operasi Sistem instalasi listrik dinyatakan Tidak Laik Operasi (TLO), jika sistem instalasi listrik yang telah dipasang oleh vendor (instalatir) dirumah konsumen tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam PUIL 2000 dan tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (baik material, hasil pengukuran maupun cara pemasangannya), yang digunakan sebagai acuan pemeriksaan oleh petugas pemeriksa (Inspektor) kerumah konsumen yang akan diperiksa instalasi listriknya. Jika instalasi listrik yang terpasang dirumah konsumen Tidak Laik Operasi (TLO), maka pihak PT.PLN (persero)tidak akan melaksanakan penyambungan listrik pada rumah konsumen tersebut sebelum instalasi dirumah konsumen dinyatkan Laik Operasi (LO) dengan menunukan bukti Sertifikat Laik Operasi (SLO). Hal-hal yang menyebabkan sistem instalasi listrik dinyatakan Tidak Laik Operasi (TLO) adalah seperti yang tercantum pada tabel 5.1.


182 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Penyebab TLO No. Uraian Kondisi Instalasi 1 Penghantar Proteksi PE 1a Penghantar proteksi PE tidak ada pada sirkit cabang [PUIL 2000: 3.5.4 b] 1b Penghantar proteksi PE tidak ada pada sirkit akhir [PUIL 2000: 3.5.4 b] 1c Penghantar proteksi PE tidak ada pada kotak kontak [PUIL 2000: 3.6.2.1 b)4)] 1d Penghantar proteksi PE tidak dihubungkan pada terminal kotak kontak [PUIL 2000: 3.6.2.1 b) 4)] 1e Penghantar proteksi PE hanya digulung di terminal kotak kontak [PUIL 2000: 3.6.2.2] 1f Penghantar proteksi PE hanya sampai ke kontak sambung [PUIL 2000: 3.13.2.7.2] 1g Penghantar proteksi PE pada kotak kontak tidak tersambung ke PHB [PUIL 2000: 3.13.2.7.2] 1h Penghantar proteksi PE pada kotak kontak dihubungkan dengan penghantar Netral [PUIL 2000: 3.13.2.6] 1i Penampang penghantar proteksi PE lebih kecil daripada penamang penghantar fase dan Netral (untuk penghantar fase 16 mm) 2 Penghantar Netral dan Penghantar PE 2a Penghantar PE dan penghantar Netral tidak dihubungkan di PHBUtama, untuk sistem TNC-S Tabel 6.1 Hal-hal penyebab tidak laik operasi


183 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 2b Penampang sambungan terminal PE dan terminal N lebih kecil daripada penampang saluran masuk 2c Penghantar Netral dipakai bersama dengan beberapa sirkit cabang/ akhir 2d Penghantar PE dipakai bersama pada beberapa sirkit cabang/ akhir 2e Sirkit cabang tidak lengkap Catatan: Sirkit lengkap terdiri dari: penghantar fase (F), satu penghantar Netral (N) dan satu penghantar proteksi (PE)] 2f Sirkit akhir lengkap Catatan: Sirkit lengkap terdiri dari: penghantar fase (F), satu penghantar Netral (N) dan satu penghantar proteksi (PE) [bila ada kotak kontak] 2g Penghantar Netral dan Penghantar PE terdiri dari dua penghantar atau lebih yang dipararel 3 Peruntukan penghantar 3a Kabel NYM ditanam dalam tanah atau dipasang di udara terbuka 3b Kabel senur (fleksibel) digunakan untuk instalasi magum 3c Kabel NYA dipasang tanpa insulator rol atau tanpa pipa instalasi 4 Warna insulasi kabel (netral dan fase) 4a Warna insulasi kabel saluran/ sirkit utama tidak sesuai PUIL 2000 4b Warna insulasi kabel saluran/ sirkit cabang tidak sesuai PUIL 2000 4c Warna insulasi kabel saluran/ sirkit akhir tidak sesuai PUIL 2000


Click to View FlipBook Version