The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by akhmadseniawan, 2023-12-10 18:41:18

A -INSTALASI_PENERANGAN_LISTRIK

A -INSTALASI_PENERANGAN_LISTRIK

84 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK LEMBAR PRAKTIKUM NO GAMBAR NAMA KOMPONEN SIMBOL DIAGRAM GARIS TUNGGAL SIMBOL PENGKAWATAN FUNGSI 8 9 10 Asal -Usul Simbol Pada Tombol Power CAKRAWALA Gambar 3.4 Tombol Power


85 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK CAKRAWALA Coba kita perhatikan bersama tombol power pada setiap barang/ alat elektronik biasanya berbentuk lingkaran yang didalamnya terdapat garis vertical. Menurut Anda kenapa bisa seperti itu atau siapa yang menciptakan model itu??? Sistem Bilangan Biner Apakah teman-teman pernah mendengar tentang sistem bilangan biner? Sistem yang penulisan angka dengan hanya menggunakan dua simbol saja, yaitu 0 dan 1 itulah sistem bilangan binner. Angka biner ini digunakan untuk membuat kode pada alat-alat digital sehingga alat-alat elektronik bisa berjalan secara otomatis. Pada saat Perang Dunia II, tombol power diberi label dengan menggunakan sistem binner oleh para ilmuan yang membuat mesin. Pada saat itu para ilmuan memberikan label angka 1 pada tombol untuk menghidupkan mesin, dan label angka 0 pada tombol untuk mematikan mesin. Dimana dalam sistem biner, angka 1 berarti hidup dan angka 0 berarti mati. Tapi seiring dengan perkembangan teknologi, simbol tombol power juga belum seperti sekarang, masih berbentuk lingkaran dan garis tegak lurus secara terpisah. Hingga pasa suatu waktu tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin dijadikan satu sehingga orang-orang hanya perlu menekan satu tombol yang sama untuk menghidupkan dan mematikan mesin. Pada tahun 1973, simbol itu diresmikan oleh International Electrotechnical Commission sebagai simbol untuk tombol power dimana simbol power tersebut dibuat menjadi berbentuk lingkaran dengan tegak lurus didalamnya. JELAJAH INTERNET Pada zaman milenial ini ilmu sangantlah mudah didapatkan, asalkan kita mempunyai keinginan yang kuat untuk mencari dan menggalinya terus-menerus. Salah satu caranya adalah Anda cukup buku internet untuk mendapatkan ilmu tersebut. Untuk menambah wawasan tentang instalasi penerangan listrik secara umum, kunjungilah situs web di bawah ini. Anda dapat mengakses alamat link https://www.academia.edu/8699460/TEKNIK_ PENERANGAN_LISTRIK_XI_3


86 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK RANGKUMAN 1. Dalam pemasanagan instalasi listrik terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi antara lain: a. Syarat keamanan; b. Syarat Keandalan; dan c. Syarat ekonomis. 2. Di negara kita, peralatan listrik diuji oleh LMK (Lembaga masalah kelistrikan) yaitu suatu lembaga dari Perusahan Umum Listrik Negara. 3. Macam-macam instalasi listrik, antara lain: a. Berdasarkan arus listrik; b. Menurut pemakaiannya; c. Menurut tegangan yang disalurkannya; dan d. Instalasi listrik khusus. TUGAS MANDIRI Datalah disetiap ruangan komponen-komponen listrik yang ada di sekolah kalian. Kemudian, gambarkan dan tulislah fungsi masing-masing komponen tersebut di masing-masing ruangan yang ada di sekolah kalian. PENILAIAN AKHIR BAB Berikan jawaban yang terbaik dari soal uraian di bawah ini! 1. Coba jelaskan mengapa syarat dari pemasangan instalasi listrik harus handal! 2. Menurut pendapat anda, apa keuntungan yang didapatkan konsumen ketika pada saat pemasangan instalasi listrik itu ekonomis? 3. Jelaskan alasannya, mengapa komponen-komponen instalasi listrik yang akan dipasang pada saat instalasi harus mendapatkan persetujuan dari LMK! 4. Apa persamaan dan perbedaan antar sekering dan MCB? 5. Tuliskan dan gambarkan sekurang-kurangnya 10 simbol komponen listrik beserta fungsinya! 6. Sebutkan beberapa jenis instalasi listrik! 7. Isilah keterangan pada tabel di bawah ini: Simbol Keterangan a) ... b) ...…


87 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK PENILAIAN AKHIR BAB Simbol Keterangan a) ...… b) ...… ...… ...… ...… REFLEKSI Tuliskanlah pada selembar kertas dan renungkanlah! Tuangkan pemahan yang kalian peroleh dalam kertas dalam mempelajari materi tentang pemeriksaan sistem instalasi listrik secara umum, berdasarkan beberapa hal berikut ini. 1. Pengetahuan apa saja yang kalian dapat ketika mempelajari materi ini? 2. Adakah materi yang sampai saat ini belum dipahami atau masih mengganjal dipikiranmu? 3. Apakah ada kesulitan yang dirasakan dalam mempelajari materi ini?


88 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK BAB IV INSTALASI LISTRIK PENERANGAN RUMAH SEDERHANA TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah melakukan pembelajaran pada materi instalasi rumah sederhana ini peserta didik diharapkan dapat menentukan dan memasang instalasi penerangan rumah sesuai dengan standar PUIL/ SNI dengan tepat dan benar. PETA KONSEP Komponen dan Alat Instalasi Penerangan Instalasi Listrik Penerangan Rumah Sederhana Perencanaan Pemasangan Instalasi Listrik Daftar Kebutuhan Komponen dan Bahan Instalasi Cara Menentukan Kemampuan Hantar Arus KATA KUNCI APP, PHB, Penghantar, MCB, Saklar, Kotak-kontak, fitting, Kotak Sambung, Pipa Instalasi, Selubung pipa, Klem, Sambung pipa, Arus beban lebih, Arus bocor. BAB IV INSTALASI LISTRIK PENERANGAN RUMAH SEDERHANA


89 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK PENDAHULUAN Didalam kehidupan kita sehari-hari, kita ketahui bahwa energi listrik sangatlah bermanfaat untuk menjalankan kebutuhan rumah tangga, diantaranya pendingin, pemanas, penerangan, dan penggerak. Selain pada rumah tangga, energi listrik juga sangatlah dibutuhkan pada setiap bangunan diantaranya: kantor, sekolah, kampus, rumah biasa, restoran, hotel, rumah sakit, terminal, supermarket, dan sebagainya. Semua aktivitas yang menggunakan energi listrik akan terganggu atau bisa saja mati total, misalnya kita yang berjalan di malam hari, jika tiba-tiba lampunya mati, maka perjalanan kita pasti terganggu. Ketika kita sedang asyik bertegur sapa sama teman-teman sekolah melalui aplikasi zoom pada masa pandemi ini ketika listriknya padam dan HP kita lowbatt, atau kita yang menggunakan wifi di rumah pasti sangat terganggu bukan? Bagaimana dengan kegiatan pabrik-pabrik besar yang sangat membutuhkan energi listrik untuk menjalankan mesin-mesin raksasa didalamnya, maka dari itu, dapat kita katakan bahwa energi listrik sebagai energi primer dalam kehidupan manusia. Jadi, harus kita ketahui bagaimana proses dan bagaimana listrik itu dibentuk (dihasilkan), sampai listrik itu mulai digunakan. Gambar 4.1 Energi listrik yang digunakan konsumen Sumber: https:// www.kelistrikanku.com/ 2016/ 12/ sistem-pendistribusian-listrik-pln.html Di Indonesia, pelaksanaan instalasi dikerjakan oleh instalatir-instalatir dan penyediaan listrik dikelola oleh perusahaan ketenagalistrikan (PT.PLN). Energi listrik dari mulai pembangkit sampai kepada pemakai atau konsumen listrik disalurkan melalui saluran transmisi dan distribusi, yang bisa disebut Instalasi penyedia listrik sedangkan saluran dari alat pembatas dan pengukur (APP) sampai pada beban disebut Instalasi pemanfaatan tenaga listrik. Pada pembahasan materi ini, kita fokus mempelajari tentang instalasi pemanfaatan tenaga listrik.


90 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK PENDAHULUAN Gambar 4.2 Proses penyaluran listrik dari PLN sampai kerumah-rumah Sumber: https:// egsean.com/ bagaimana-proses-listrik-bisa-sampai-ke-rumah-rumah/ MATERI PEMBELAJARAN A. Komponen dan Alat Instalasi Penerangan Instalasi penerangan pada umumnya dirangkai dari beberapa titik cahaya sehingga bisa terbentuk suatu sistem yang berfungsi untuk menerangi suatu tempat. Rangkaian instalasi penerangan biasanya terdiri dari komponen-komponen listrik yang saling terhubung dari sumber listrik ke beban yang terletak pada ruangan ataupun suatu tempat tertentu. Jadi, instalasi penerangan yaitu suatu instalasi yang bebannya merupakan komponen penerangan. Dalam merancang suatu sistem rangkaian instalasi penerangan, terlebih dahulu kita siapkan rencana pemasangan sehingga mempunyai acuan dalam pemasangan instalasi tersebut. Selain itu, suatu instalasi penerang dapat berfungsi dengan baik dan aman apabila memenuhi syarat pemilihan pengaman dan juga penghantar, maka dari itu, seorang perencana haruslah memehami peraturanperaturan yang berlaku untuk setiap pemesangan instalasi listrik, khususnya pada instalasi penerangan. Apabila kita merancang sebuah sistem instalasi penerangan, tentunya kita memerlukan komponen-komponen penting yang digunakan membuat instalasi yang baik. Komponen-komponen instalasi penerangan tersebut diantaranya:


91 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 1. KWH meter (APP dari PLN) a. Pengertian Meteran PLN (kWH meter) biasanya disebut juga dengan APP (Alat Pengukur dan Pembatas) berfungsi Untuk mengetahui besarnya tenaga listrik yang digunakan oleh pelanggan/ pemakai listrik (untuk keperluan rumah tangga, instansi, usaha/ bangunan komersial, sosial, dan gedung pemerintah). APP merupakan bagian dari pekerjaan dan tanggung jawab pengusaha ketenagalistrikan (PT PLN), sebagai dasar dalam pembuatan rekening listrik. Pada sambungan tenaga listrik tegangan rendah, letak penempatan APP dapat dilihat pada gambar berikut ini. Gambar 4.3 APP Sistem satu fasa dan dua fasa Sumber: https://studylibid.com/ doc/ 1224670/ bab-iii-alat-pengukur-danpembatas--appGambar 4.4 Diagram satu garis sambungan tenaga listrik tegangan menengah Sumber: Candra Oriza, 2016


92 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Keterangan: TR : Jaringan tegangan Rendah GD : Gardu Distribusi SMP : Sambungan Masuk Pelayanan SLP : Sambungan Luar Pelayanan APP : Alat Pengukur dan Pembatas IP : Instalasi Pelanggan PHB : Papan Hubung Bagi SLTR : Sambungan Tenaga Listrik Tegangan Rendah Penghantar di bawah atau di atas tanah yang menghubungkan antara listrik penyambungan pada GD/ TR adalah SLTR (Sambungan Tenaga Listrik Tegangan Rendah). Pengukuran tersebut dilakukan untuk menentukan besarnya pemakaian daya dan energi listrik. Adapun instrumen atau alat ukur yang digunakan adalah alat pengukur: kWh, KVA maksimum, KVARh, tegangan listrik, dan arus listrik. Model pengukuran yang dilakukan ada dua jenis, diantaranya adalah: 1) Pengukuran langsung (Pengukuran primer) terdiri dari pengukuran primer tiga fasa untuk pelanggan dengan daya di atas 6.600 V sampai dengan 33.000 VA pada tegangan 220 V/ 380 V dan pengukuran primer satu fasa untuk pelanggan dengan daya di bawah 6.600 VA pada tegangan 220 V/ 380 V. 2) Pengukuran tak langsung (menggunakan trafo arus) atau biasanya dikenal dengan pengukuran sekunder tiga fasa yang digunakan pada pelanggan dengan daya 53 kVAsampaidengan 197 kVA. Untuk menentukan batas pemakaian daya sesuai dengan daya tersambung biasanya dikenal dengan istilah Pembatas. Alat pembatas yang bisa digunakan adalah: 1) MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) biasanya digunakan pada arus 100 A. MCB (Miniatur Circuit Breaker) digunakan pada pada sistem tegangan rendah sampai dengan 100 A. 2) Pelebur tegangan menengah atau rele biasanya digunakan pada sistem tegangan menengah. Selain itu, APP berfungsi untuk manyalurkan listrik menuju ke PHB (Perlengkapan Hubung Bagi) atau disebut box MCB. APP juga sebagai pengukur daya listrik (Kwh meter) yang digunakan pada tempat tinggal dan sebagai pemutus/ pembatas arus saat arus listrik di rumah tersebut berlebihan. Pemutus arus ini berupa MCB (Mini Circuit Breaker) atau sekring. b. Syarat pemasangan APP Pemasangan APP dilakukan untuk penyambungan pelanggan baru atau perubahan daya (PB/ PD) atau penggantian APP yang rusak/ tidak berfungsi. Gambar suatu APP untuk berbagai kelompok pelanggan diperlihatkan pada gambar di bawah ini:


93 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Pada instalasi terdapat 1 ground Rumah pelanggan Syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pemasangan APP adalah: 1) APP harus dipasang dengan permukaan tegak lurus pada dinding, baik ke kanan, ke kiri, ke depan, dan ke belakang dengan sudut penyimpangan tidak lebih dari 300 (tiga derajat) dan tinggi pemasangan dari titik pandang register ke permukaan tanah ± 1, 5 meter, sesuai dengan SPLN D3.003:2008 dan SPLN 56-3-1:1996. 2) APP ditempatkan di bagian depan rumah pelanggan pada tempat yang mudah untuk diperiksa, dilihat, dan sangat aman terhadap gangguan Gambar 4.5 kWh meter listrik prabayar Sumber: https:// muh-amin.com/ cara-mengatasi-listrik-prabayar-error/ Gambar 4.6 Cara pemasangan meteran listrik dengan aman Sumber: https:// rumahlia.com/ tips-trik/ elektronik/ cara-memasang-meteran-listrik


94 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN kecuali untuk meteran terpusat. Meter energi harus dipasang ditempat yang terlindung dari air hujan secara langsung dan sengatan matahari. 3) Meteran energi yang terpasang harus memperhitungkan kemiringan jatuh air hujan 4500 (empat puluh lima derajat) dan dipasangkan pada dinding bagian luar bangunan. 4) Tempat pemasangan meter energi harus dihindarkan dari tempattempat yang berasap, berdebu, yang mengandung gas kimia yang korosif dan suhu melebihi standar maksimum ketahanan meter energi. 5) kotak APP sebaiknya terbuat dari bahan alumunium atau fiber terutama APP yang dipasang pada bangunan ditepi pantai, harus diberi perlindungan yang memadai sehingga APP terlindung dari efek eksternal yang dapat mempengaruhinya. 6) Sebaiknya APP yang akan dipasangkan harus dilengkapi dengan alat komunikasi, letak pemasangan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak berada pada area blank spot. 7) Penempatan meter energi pelanggan TT diatur sedemikian rupa sehingga drop tegangan dari terminal sekunder PT sampai ke meter harus lebih kecil dari 1%. 8) Untuk APP pengukuran tidak langsung, selain dilakukan penyegelan harus dipasang gembok atau kunci elektronik di kotak APP dan atau di pintu gardu beton. Kunci gembok atau kunci elektronik dikelola dengan baik oleh petugas PLN. 9) Pemasangan APP TR, sambungan SL (sambungan layanan) ke JTR harus menggunakan joint press. 10) Pemasangan APP harus berdasarkan Surat Perintah Kerja yang ditanda tangani oleh pejabat berwenang. c. Pemasangan APP Satu phasa Pemasangan APP satu phasa dikerjakan maksimal lima hari kerja dan setelah pemasangan harus dilakukan komisioning terlebih dahulu, setelah itu baru melakukan penyegelan di terminalmeter pembatas daya dan kotak APP (jika terpasang). Setelah semua dilakukan, baru membuat berita acara pemasangan APP (TUL I-10), dibuat rangkap 3 (tiga) untuk pelanggan, fungsi Niaga, dan fungsi APP. Pemasangan APP satu phasa biasanya dipasang oleh mitra kerja (rekanan) dengan pengawasan langsung dari petugas PLN. d. Pemasangan APP Tiga phase Pemasangan APP tiga phasa sama halnya dengan pemasangan APP satu phasa, setelah melakukan pemasangan APP, pada hari itu juga harus melakukan komisioning terlebih dahulu setelah itu baru penyegelan di terminalmeter, pembatas daya, kotak APP, terminal CT dan atau PT (jika ada), gardu dan kubikel. Setelah itu dibuat Berita Acara Pemasangan APP dibuat rangkap 3 (tiga) untuk pelanggan, fungsi Niaga dan fungsi APP. Pemasangan APP tiga phase jika dilaksanakan oleh mitra kerja atau rekanan, harus diawasi langsung oleh petugas PLN yang membidangi fungsi pemasangan APP.


95 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 2. PHB (Box MCB) a. Pengertian PHB atau Perangkat hubung bagi menurut PUIL, yaitu suatu perlengkapan untuk mengendalikan dan membagi tenaga listrik atau mengendalikan dan melindungi sirkit dan pemanfaatan tenaga listrik. Ada beraneka macam jenis dan bentuknya, ada yang bderupa panel, ada yang berbentuk lemari, ada yang berbentuk box, mencakup sakelar pemutus tenaga, papan hubung bagi tegangan dan sejenisnya. PHB atau Perlengkapan hubung bagi memiliki fungsi untuk mendapatkan energi listrik dari APP, kemudian menyalurkannya dan mengawasi penyalurannya melalui sirkuit cabang ke PHB cabang (contohnya pada bangunan bertingkat) atau dari PHB langsung melalui sirkuit beban, seperti pada kotak-kontak, lampu dan perlengkapan listrik lainnya. b. Penempatan PHB 1) Lokasi PHBK Utama Lokasi PHB utama dijelaskan dalam ketentuan sebagai berikut: a) Umum PHB Utama atau panel untuk kendali jarak jauh dari sakelar utama harus sesuai dan diletakkan tidak lebih jauh dan ditempatkan dari satu tingkat di atas atau di bawah jalan masuk gedung dan harus dapat dicapai dengan mudah dari jalan masuk. Ketentuan ini tidak berlaku pada: (1) Instalasi rumah. (2) Hal-hal yang telah memperoleh persetujuan b) Instalasi ganda Dalam isntalasi ganda, PHBK utama tidak boleh ditempatkan diinstalasi rumah. Lokasi PHB utama yang dilarang dan yang di batasi (213.1.4) diatur sebagai berikut: (1) Tinggi di atas tanah, lantai atau panggung Suatu PHB yang telah terpasang pada ketinggian kurang dari 1, 2 m dari atas lantai, tanah, ataupun panggung harus persyaratan seperti di bawah ini: (a) Tertutup sepenuhnya dengan pintu, yang membuka pintunya tidak kurang dari 1, 2 m dari atas lantai, panggung, maupun tanah. (b) Tidak dapat dicapai tanpa alat atau kunci dan hanya terdiri dari perlengkapan yang bagian aktifnya berada dalam kotak pelindung atau rumah. (c) Terletak pada daerah yang hanya didatangi oleh orangorang tertentu.


96 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN (2) Instalasi ganda dan instalasi rumah Suatu PHB tidak boleh terpasang kurang dari 0, 9 m dari atas lantai, tanah maupun panggung pada lokasi seperti berikut: (a) Instalasi rumah (b) Instalasi ganda, dimana pencapaian ke sakelar pemisah dari suatu instalasi individual disyaratkan sesuai ketentuan. (c) Berada dalam selungkup yang sama atau berdampingan. (3) Di dekat dapur listrik dan tendon air, pada wilayah ini yang terlarang untuk pemasangan PHB adalah: (a) Wilayah terlarang. Suatu PHB tidak boleh dipasangkan dalam ruangan yang dibatasi oleh bidang vertikal, misalnya: i. 0, 15 m dari peranti masak sejenis yang magum atau dari tepi peranti pemasak, pelat panas atau tungku. ii. 0, 15 m dari tempat cuci tangan atau wadah sejenisnya dan dari batas tandom air tempat cuci piring, iii. 0, 15 m dari tempat buang air kecil, tangki air atau dari keliling tandom air suatu kloset untuk buang air. iv. 0, 5 m dari bak cuci, tempat mandi, atau dari keliling tandom air dari tungku pemanas untuk mencuci. v. Memanjang dari lantai sampai ke langit-langit. (4) Lokasi terbatas Suatu PHB dapat dipasang di luar ruang yang ditentukan dalam butir (a)akan tetapi di dalam batas 2, 5 m dari tandom air atau tepi suatu dapur pemasak hanya jika PHBK mempunyai, atau dipasang di dalam suatu selungkup yang mempunyai suatu tingkat proteksi yang tinggi. Persyaratan ini dianggap terpenuhi terhadap kebocoran air jika PHB dipasang dalam lemari yang mempunyai pintu-pintu yang tertutup dengan rapat (kedap air), seperti: (a) Dalam lemari penyimpanan Suatu PHB boleh terpasang dalam sebagian dari lemari penyimpanan yang telah dirancang atau memang dibuat khusus untuk pemasangan PHB asalkan memenuhi syarat sebagai berikut: i. PHB ditempatkan pada bagian depan lemari ii. PHB dipisahkan pada bagian lain dari lemari. iii. PHB dirancang sedemikian rupa sehingga pencapaiannya ke PHBK tidak bisa dihalangi oleh struktur da nisi dari lemari. (b) Di dekat pancuran mandi Suatu PHB tidak boleh terpasang pada ruangan yang telah dibatasi oleh bidang vertikal berjarak 3m dari pusat mulut pancuran mandi dan memanjang dari lantai ke plafon.


97 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN (c) Di dekat SPA atau sauna dan kolam renang. Suatu PHB tidak boleh terpasang pada wilayah SPA dan di dalam sauna, tidak boleh juga terpasang di dalam atau di atas wilayah kolam renang. (d) Di lorong jalan atau sarana sejenis untuk jalan keluar darurat dari gedung, lereng atau pada tangga yang terisolasi dari kebakaran. Suatu PHB tidak boleh dipasang di lorong jalan, lereng, atau di dalam tangga yang terisolasi dari kebakaran. (e) Di dekat gulungan selang kebakaran Suatu PHBK tidak boleh terpasang di dalam lemari yang berisi gulungan selarang kebakaran. c. Pencapaian PHB Penempatan PHB harus diletakkan dalam daerah yang dapat dijangkau, dimana di sekeliling papan pembagi tersebut harus disiapkan ruangan yang cukup yang dapat dijangkau bagi orang yang akan mengoperasikannya dan dapat menyetel semua perlengkapannya dengan aman dan efektif. Selain dari itu, agar bisa dengan segera keluar dari lingkungan PHBK dalam keadaan darurat. Ruangan PHB tersebut bisa diperoleh dengen menyiapkan: 1) Jarak bebas mendatar tidak kurang dari 6 m dari sembarang bagian dari PHB atau perlengkapan, termasuk pintu penutup PHBK, dalam kedudukan normal dalam operasi, pembukaan dan penarikan keluar, 2) Jarak bebas tegak lurus dari lantai dasar atau panggung atau permukaan bidang jalan lainnya sampai ketinggian 2 m, atau suatu jarak yang tidak kurang daripada tinggi PHB, mana yang lebih besar. PHB atau yang dikenal dengan perangkat hubung bagi adalah bagian dari sistem suplai, dimana Sistem suplai itu sendiri terdiri dari beberapa komponen yaitu: pembangkitan (generator), pemindahan daya (transformator), dan transmisi (penghantar). Sebelum tenaga listrik itu sampai ke peralatan konsumen seperti: lampu-lampu penerangan, pemanas, motor-motor, katup solenoid AC, dan sebagainya, biasanya melalui PHB terlebih dahulu. PHB yaitu papan hubung bagi/ panel hubung bagi/ panel berbentuk lemari (cubicle), yang bisa dibedakan sebagai berikut. a) Main Distribution Panel: Panel Utama/ MDP b) Sub Distribution Panel: Panel Cabang/ SDP c) Sub-sub Distribution Panel: Panel Beban/ SSDP MCB atau pengaman lebur (sekring) dengan beberapa ukuran tertentu ditempatkan di dalam Perangkat Hubung Bagi (PHB). Selain itu, di dalam PHB terdapat juga perlengkapan lainnya seperti kabel ground (pembumian) dan busbar (terminal kabel). MCB dan sekering yang terdapat di perangkat hubung bagi berfungsi sebagi proteksi atau pengaman ketika terjadinga hubung singkat (trip) atau beban berlebih (overload). Alat pengaman ini merupakan bagian dari PHB (box MCB).


98 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Gambar 4.7 Box MCB Sumber: https:// docplayer.info/ 53779577-Modul-guru-pembelajar. html Gambar 4.8 Rangkaian dari kabel PLN melalui PHB Sumber: https:// docplayer.info/ 53779577-Modul-gurupembelajar.html


99 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Berikut ini contoh alat-alat pengaman rangkaian listrik yang ada pada panel hubung. a) MCB (Miniature Circuit Breaker); b) NFB (NO Fuse Vircuit Breaker); c) MCCB (Mold Case Circuit Breaker); d) OCB (Oil Circuit Breaker); e) Sekering dan pemisah; f) ACB (Air Circuit Breaker); g) SFCB (Sulfur Circuit Breaker); dan h) VCB (Vacum Circuit Breaker). Perlengkapan tambahan dalam PHB adalah sebagai berikut. 1) Lampu-lampu tanda; 2) Rele proteksi; 3) Alat-alat ukur besaran listrik: amperemeter, voltmeter, frekuensi meter, cos f meter; 4) Trafo tegangan, trafo arus; dan sebagainya. Pada saat memilih PHB yang akan digunakan dalam sistem, terdapar beberapa kriteria yang bisa dijadikan acuan dalam memilih, antara lain: 1) Proteksi dan instalasi Di dalam memilih PHB harus pula mempertimbangkan persyaratan dalam pemasangan dan pengamanannya yaitu: a) Peralatan ukur untuk proteksi; b) Bahan selungkupnya; c) Tingkat pengamanan; d) Jumlah muka operasinya; dan e) Metode instalasinya. 2) Arus Arus disini sangat erat kaitanya dengan kapasitas PHB yang akan dipakai untuk melayani sejumlah beban yang sudah diperhitung sebelumnya, sehingga dalam memilih PHB tersebut perlu mempertimbangkan berapa besar arus yang akan mengalir melalui PHB tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam hubungannya dengan arus disini adalah: a) Rating arus saluran masuk; b) Rating arus saluran keluar; c) Rating arus rel; dan d) Rating kemampuan rel dalam menahan arus hubungan singkat.


100 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN d. Pemasangan komponen PHB Model-model pemasang komponen perangkat hubung bagi (PHB) adalah: 1) Pemasangan sistem laci (withdrawable); 2) Pemasangan yang dapat dipindah-pindah (removable); dan 3) Pemasangan tetap (non-withdrawable). e. Aplikasi pemakaian PHB Konstruksi dan bentuk PHB di pasaran sangat banyak jenisnya, sehingga tidak mudah bagi kita menentukan PHB yang bagus untuk kita pasang pada instalasi nantinya jikalau kita hanya melihat dari bentuk fisiknya saja, maka dari itu, ada beberapa cara untuk membedakan PHB yang jenisnya sangat beragam yaitu dengan menlihat dari aplikasinya. Di bawah ini ada beberapa jenis PHB yang biasa digunakan oleh pelanggan atau yang biasa digunkan di lapangan yaitu: 1) PHB untuk unit konsumen; 2) PHB untuk penerangan dan daya; 3) PHB untuk perbaikan faktor daya; 4) PHB untuk distribusi motor-motor; 5) PHB untuk distribusi sistem saluran penghantar (trunking); 6) PHB untuk distribusi di Industri; 7) PHB untuk distribusi; 8) PHB utama; 9) PHB untuk sistem control; dan 10) PHB untuk sub distribusi. f. Model PHB JIka ditinjau dari model kontruksinya, PHB dibedakan menjadi beberapa bagian, antara lain: 1) Konstruksi Terbuka Pada model PHB jenis konstruksi terbuka dibagian-bagian yang bertegangan dan aktif misalnya pada terminal dan penghantar dapat terlihat dan terjangkau dari segala sisi dan rel beberapa peralatan Pada PHB jenis terbuka ini hanya orang-orang yang professional dan operator yang bisa masuk ke dalam ruangan tersebut. Selain itu, pemasangan PHB sistem terbuka ini hanya diijinkan pada ruangan yang tertutup.


101 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 2) Konstruksi Semi -Tertutup Untuk mencegah terjadinya kontak dengan bagian-bagian yang bertegangan pada PHB, maka pada panel PHB jenis ini dilengkapi dengan pengaman. Pengaman ini pada umumnya dipasang pada bagian tombol/ sakelar operasi muka, sehingga operator tidak mempunyai akses menyentuh bagian-bagian yang bertegangan pada PHB dari arah muka. Maka dari itu, pada panel jenis ini sisinya tidak semua tertutup, seperti yang Anda lihat pada gambar di bawah ini. Maka dari itu pada PHB jenis ini hanya orang-orang yang professional dan operator yang bisa masuk ke dalam ruangan tersebut. Selain itu, pemasangan PHB model ini hanya diijinkan pada ruangan yang tertutup. Gambar 4.9 PHB konstruksi terbuka Sumber: Candra Oriza, 2016 Gambar 4.10 PHB semi tertutup Sumber: http://www.jasaelektrikal.com/


102 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 3) Konstruksi Lemari Model dari PHB jenis konstruksi lemari ini yaitu semua sisi-sisinya tertutup, sehingga tidak ada jalan untuk kontak langsung pada bagian yang bertegangan selama pengoperasiannya. Karena model dari PHB ini tertutup di semua sisinya, maka tidak diharuskan pemasangan PHB jenis ini di tempat yang tertutup dan terkunci. dengan kata lain, PHB jenis ini dapat dipasangkan di tempat-tempat umum pengoperasian listrik. PHB jenis ini dapat ditarik atau dilepas/ untuk keperluan perbaikan atau pemeliharaan, maka didesain berbentuk laci. Untuk memasang kembali dalam sistem, kita cukup mendorong ke dalam seperti kita mendorong laci. Pada PHB sistem laci ini, komponen atau bagian yang dapat dilepas dan dipasangkan kembali adalah pada sakelar pemutus dan pemisah tenaga untuk saluran masuk, saluran keluar dan sakelar penggandeng. Gambar 4.11 PHB konstruksi lemari Sumber: Candra Oriza, 2016


103 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 4) Konstruksi Kotak (Box) PHB jenis box atau kotak ini ada yang terbuat dari bahan-bahan isolasi, baja tuang, plat logam, dsb. Di dalam kotak tersebut sudah dilengkapi dengan pemasangan sekering, rel omega, sakelar kontaktor, dan sebagainya. 5)  Konstruksi Cubicle Model PHB jenis cubicle ini adalah seluruh sisi-sisi penelnya tertutup. Sehingga, kontak langsung dengan bagian-bagian yang bertegangan dapat dihindari selama proses pengoperasian. Karena model dari PHB ini tertutup di semua sisinya, maka tidak diharuskan pemasangan PHB jenis ini di tempat yang tertutup dan terkunci. dengan kata lain, PHB jenis ini dapat dipasangkan di tempat-tempat umum pengoperasian listrik. Dalam banyak kasus tinggi, cubiclenya harus lebih besar dari 1 meter (tinggi standar cubicle adalah 2, 2 meter). Cubicle dibuat dengan sejumlah seksi (panel). Gambar 4.12 PHB konstruksi kotak Sumber: Candra Oriza, 2016 Gambar 4.13 PHB Konstruksi Cubicle Sumber: https:// docplayer.info/ 87495795-Kegiatan-belajar-iii.html


104 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN g. Penghantar Penghantar yaitu suatu benda yang berbentuk logam dan nonlogam yang bisa mengalirkan arus listrik dari satu titik ke titik yang lainnya dan bersifat konduktor. 1) Macam-macam Penghantar Penghantar terdiri dari dua macam, yaitu: a) Kawat Kawat ialah suatu penghantar yang tidak dilapisi bahan isolasi (penghantar telanjang) yang terbuat dari Aluminium (AL) dan tembaga (CU). Macam-macam kawat antara lain: (1) Kawat penghantar BC Kawat jenis ini sangat mudah dialiri oleh arus. Dengan kata lain, kawat ini memiliki konduktansi yang baik, dimana kawat penghantarnya terdiri dari lilitan kabel yang digabungkan, sehingga menghasilkan konstruksi kabel yang tidak mudah putus dan kuat. Kawat jenis BC banyak digunakan untuk grounding/ pentanahan. Pada bangunan tinggi atau gedung, kawat ini sangat baik digunakan untuk kabel penghantar penangkal petir. Ukuran kawat ini pada umumnya antara 6 mm hingga 500 mm. (2) Kawat penghantar AAAC Kawat jenis AAAC adalah kawat yang terdiri dari lilitan kabel berbahan silikon, aluminium dan magnesium yang merupakan bahan logam campuran. Kawat model ini dirancang sebagai kabel yang memiliki konstuksi anti karat, kuat, dan untuk penggunaanya yang sangat lama. Kabel jenis bisa digunakan untuk kabel atau penangkal petir. Gambar 4.14 Kawat penghantar BC Sumber: https:// skemaku.com/ mari-mengenal-jenis-jenis-kabel-listrik-besertakegunaannya/ Gambar 4.15 Kawat penghantar AAAC Sumber: https:// skemaku.com/ mari-mengenal-jenis-jenis-kabel-listrik-besertakegunaannya/


105 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN (3) Kawat penghantar ACSR Kawat jenis ACSR adalah suatu jenis kabel yang banyak dipakai untuk saluran transmisi tegangan tinggi, kawat ini biasanya melintang tanpa isolasi diantara dua tiang menara distribusi. Kawat ini terdiri dari inti kawat baja dengan bahan aluminium. Jenis kawat tipe ini sangat baik dipakai pada saluran arus dan tegangan sangat tinggi. (4) Kawat penghantar ACAR Untuk kawat jenis ACAR memiliki fungsi yang hampir sama dengan ACSR. Perbedaannya hanya terletak pada bahan kawatnya, kalau kawat ACAR memiliki kualitas yang lebih baik karena bahan kawatnya diperkuat lagi dengan bahan logam campuran sehingga menghasilkan kawat yang sangat kokoh dan kuat. b) Kabel Kabel yaitu suatu penghantar yang berisolasi (dilapisi dengan bahan isolasi) ada yang berinti tunggal dan banyak, ada yang dipasang di udara atau di dalam tanah ada yang pejal atau berserabut, dan masing-masing digunakan sesuai dengan kondisi pemasangannya. Jenis-jenis kabel listrik mempunyai banyak jenisn yang beragam berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Walaupun demikian jenis-jenis kabel listrik beragam, tetapi pada dasarnya sebuah kabel listrik terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian konduktor dan bagian isolator. Setiap jenis-jenis kabel listrik memiliki spesifikasi kapasitas dan ukuran yang berbeda-beda dalam menyalurkan energi listrik. Bagian konduktor dari kabel listrik merupakan bagian yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik. Bagian konduktor suatu kabel listrik pada umumnya terbuat dari bahan tembaga atau aluminium. Berikut konstruksi dasar kabel pada umumnya: Gambar 4.16 Kawat penghantar ACSR Sumber:https:// skemaku.com/ mari-mengenal-jenis-jenis-kabel-listrikbeserta-kegunaannya/ Gambar 4.17 Kawat penghantar ACAR Sumber: https:// skemaku.com/ mari-mengenal-jenis-jenis-kabel-listrikbeserta-kegunaannya/


106 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Semakin baik tingkat isolator pada suatu kabel, maka semakin baik pula kualitas dari kabel tersebut. Bagian isolator pada kabel listrik merupakan bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Yang mana bagian ini terdiri dari pembungkus kabel yang terbuat dari bahan termoplastik atau thermosetting. Daya hantar dari sebuah kabel listrik ditentukan oleh parameter yang disebut dengan KHA (kemampuan Hantar Arus). Kemampuan hantar arus dari kabel listrik berbeda-beda tergantung dari elemen atau bahan konduktor dari kabel listrik itu sendiri. Kemampuan daya hantar arus kabel listrik ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah: luas penampang, bahan konduktor dan diameter kabel konduktor. Biasanya, semakin besar diameter suatu kabel, maka kemampuan kabel listrik untuk dilalui arus juga semakin tinggi. Untuk memahami lebih jauh tentang kabel. Berikut jenis-jenis kabel, antara lain: (1) Kabel NYA Gambar 4.18 Konstruksi dasar kabel Sumber: https:// panduanteknisi.com/ jenis-kabel-listrik-fungsi-harganya.html Gambar 4.19 Kabel NYA Sumber: https:// panduanteknisi.com/ kabel-listrik-nya.html Gambar 4.20 Kabel NYA Sumber: https:// panduanteknisi.com/ kabel-listrik-nya.html


107 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Kabel NYA ialah suatu jenis kabel listrik yang memiliki inti tungal yang biasanya digunakan pada pemasangan instalasi listrik pada rumah dan bangunan-bangunan sederhana. Untuk isolatornya sendiri mempunyai kode warna yang menunjukkan bahan dari isolator itu sendiri. Kode warna untuk isolator pada kabel NYA adalah warna merah, hitam, kuning, dan biru. Kabel NYA mempunyai rata-rata diameter 1, 5 mm atau 2, 5 mm yang dilapisi oleh isolasi berbahan PVC. Fungsi dari kabel NYA adalah: (a) Tidak boleh dipasangkan pada: ((1)) Menempel langsung pada kayu, plesteran atau di dalam plesteran. ((2)) Instalasi ruang terbuka, basah, lembab, dan ruangan dengan bahaya ledakan dan kebakaran. (b) Untuk menginstalasi ruangan kering: ((1)) Di dalam pipa dan dipasangkan di bawah atau di atas plesteran. ((2)) Untuk pemasanagan pada plafon biasanya menggunakan rol isolator. (c) Pada pemasangan di dalam lemari hubung bagi dan alat-alat listrik. Berikut ini kode kabel NYA adalah: (a) Simbol N artinya jenis kabel penghantar dengan inti menggunakan tembaga (b) Simbol Y artinya kabel ini dilindungi dengan isolasi bahan plastik PVC (c)Simbol A artinya menandakan kabel dengan isolasi tunggal Kekurangan dari kabel NYA adalah sangat mudah terkena tergores atau terkelupas yang disebabkan oleh gigitan tikus, goresan, ataupun cuaca. Hal ini desebabkan lapisan isolator yang terdapat pada kabel NYA hanya satu lapis. Supaya kabel ini bisa tahan lama harus dipasangkan dalam saluran tertutup seperti di dalam pipa atau dipasangkan pada udara supaya tidak mudah dijangkau.


108 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN (2) Kabel NYM Kabel NYM adalah suatu jenis kabel listrik yang mempunyai inti banyak atau lebih dari satu., Kabel ini biasanya dipakai untuk menginstalasi bangunan-bangunan yang langsung tertanam pada dinding atau bangunan gedung. Pada umumnya kabel jenis NYM memiliki tingkat keamanan yang lebih baik terutama untuk menginstalasi sebab setiap kabel inti dilindungi oleh isolator. Jumlah inti dari kabel NYM adalah 2, 3, atau 4 inti. Masing-masing inti kabel NYM dilapisi dengan isolator. Bahan paling luar dari kabel NYM terutama dilapisi dengan isolasi PVC. Manfaat dari kabel NYM adalah: (a) Untuk pemasangan instalasi listrik pada ruangan dengan bahaya kebakaran atau ledakan harus memperhatikan pengaruh termis dan kimia. (b) Untuk pemasangan instalasi listrik pada ruangan yang basah, lembab, dan ruangan dengan bahaya ledakan dan kebakaran harus dipasangkan di dalam plesteran dan di atas kayu. Gambar 4.21 Kabel NYM Sumber: https:// skemaku.com/ mari-mengenal-jenis-jenis-kabel-listrik-besertakegunaannya/


109 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN (c) Kabel NYY Kabel NYY adalah suatu jenis kabel yang mempunyai inti lebih dari satu. Biasanya kabel NYY memiliki 2, 3, atau 4 inti. Berbeda dengan kabel listrik jenis NYM, kabel listrik NYY ini didesain pemakaiannya diberbagai kondisi misalnya outdoor, di dalam tanah, di tempat kering maupun lembab dan basah. Namun untuk keamanannya kabel ini sangat direkomendasikan menggunakan perlindungan lagi, seperti pipa besi maupun pipa PVC. Terutama pada aliran listrik yang bertegangan tinggi. Kabel ini memiliki bahan isolator yang sangat baik karena memiliki konstruksi yang lebih kaku dan kuat jika dibandingkan dengan kabel listrik jenis NYM. Selain itu juga bahan isolatornya dilengkapi dengan anti gigitan tikus. (d) Kabel NYAF Gambar 4.22 Kabel NYY Sumber: https:// skemaku.com/ mari-mengenal-jenis-jenis-kabel-listrikbeserta-kegunaannya/


110 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Kabel NYAF adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari tembaga murni ataupun campuran. Kabel NYAF dilapisi dengan isolasi PVC kualitas menengah. Dalam pemakaiannya kabel ini sangat fleksibel sehingga cocok dipakai pada jalur-jalur yang memiliki banyak belokan-belokan yang tajam. Kabel NYAF harus dilindungi dengan pipa distribusi. Kelemahan dari kabel NYAF adalah sangat mudah terkena korosi pada bahan inti dari tembaga campuran dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, kabel ini tidak pas digunakan pada daerah yang basah maupun lembab. (e) Kabel NYCY Gambar 4.23 Kabel NYAF Sumber: https:// skemaku.com/ mari-mengenal-jenis-jenis-kabel-listrik-besertakegunaannya/ Gambar 4.24 Kabel NYCY Sumber:https:// skemaku.com/ mari-mengenal-jenis-jenis-kabel-listrik-besertakegunaannya/


111 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Kabel NYCY adalah suatu jenis kabel yang didesain untuk dapat digunakan baik itu di dalam tengah, didalam ruangan, ataupun di alam terbuka. Kabel ini terdiri dari penghantar konsentris yang dilapisi dengan pelindung pita tembaga (Cu) kabel. Kelebihan dari kabel NYCY adalah kabel yang dapat bertahan dengan berbagai jenis cuaca. Kabel listrik yang biasanya dipakai pada sistem instalasi rumah terdiri dari kabel phasa, nertal, pentanahan/ ground. PUIL mengatur penggunaan warna untuk penghantar phasa dikhususkan dengan warna merah, penghantar netral adalah biru, dan penghantar ground/ pentanahan adalah dengan warna kuning atau campuran kuning-hijau. Pengaturan selengkapnya dapat dilihat pada table PUIL berikut: Tabel 4.1 Pengenalan inti atau rel Sumber: Candra Oriza, 2016 Inti atau Rel Pengenal Dengan Huruf Dengan Angka Dengan Warna 1 2 3 4 A. Instalasi arus bolakbalik: Fase satu Fase dua Fase 3 Netral L1/ R L2/ R L3/ R N Merah Kuning Hitam Biru B. Instalasi Perlengkapan Listrik: Fase satu Fase dua Fase 3 L1/ R L2/ S L3/ T U/ X V/ Y W/ Z Merah Kuning Hitam C. Instalasi arus bolakbalik: Positif Negatif Kabel tengah L+ LM + _ Tidak ditetapkan Tidak ditetapkan Biru D. Penghantar Netral N Biru E. Penghantar pembumian PE Loreng hijaukuning


112 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 1) Persyaratan Penghantar: Syarat dari bahan penghantar adalah: a) Telah diperiksa dan diuji oleh LMK; b) Bahan penghantar selubung dan isolasi dan selubung telah memenuhi syarat sesuai dengan penggunaannya. 2) Ukuran penghantar Ukuran Penghantar dinyatakan dalam ukuran inti dan luas penampangnya adalah mm2, penghantar tak berisolasi dan ukuran luas penampang nominal kabel, seperti pada tabel di bawah. Tabel 4.2 Luas Penampang Nominal Kabel dan Kabel Tanah Instalasi Tetap dari Alumunium dan Tembaga 3) Tegangan Kerja a) Tegangan Kerja Instalasi dan Kabel Fleksibel. Tegangan kerja maksimun 15% lebih tinggi dari tegangan nominal kabel tersebut dan boleh dibebani terus menerus. Contoh: Tegangan nominal NYM adalah 500 V, maka NYM dapat dibebani secara terus menerus dengan tegangan maksimun sebesar: 115% X 500 V = 575 V. b) Tegangan Kerja Kabel Tanah Pada instalasi 3 fase, kabel tanah dapat dibebani dengan tegangan kerja maksimun sebesar: (1) 10% di atas tegangan nominal kabel tanah di atas 10 kV. (2) 15% di atas tegangan nominal kabel tanah 3, 6/ 6 kV & 6/ 10 kV (3) 20% di atas tegangan nominal kabel tanah 0, 6/ 1 kV. 4) Pembebanan a) Kabel instalasi berisolasi PVC. Kabel instalasi berisolasi PVC tunggal tidak boleh dibebani melebihi KHA yang termuat dalam tabel berikut dengan luas penampang masing-masing: Bentuk Kabel Ukuran Berbentuk Pejal Bulat 0, 75 ; 1, 0 ; 2, 5 ; 4 ; 6 ; 10 ; 16 Berbentuk dipilin bulat 0, 75 ; 1, 0 ; 1, 5 ; 2, 5 ; 4 ; 6 ; 10 ; 16 ; 25 ; 35 ; 50 ; 70 ; 95 ; 120 ; 150 ; 185 ; 240; 300 ; 400 ; 500 ; 630 ; 800 ; 1000 Berbentuk Dipilin Bulat Dipadatkan 5 ; 35 ; 50 ; 70 ; 95 ; 120 ; 150 ; 185 ; 240 ; 300 ; 400 ; 500 ; 630 Penghantar Bulat terdiri dari Sektor-sektor ; 1000 ; 1200


113 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Tabel 4.3 kabel instalasi berisolasi PVC Sumber: Candra Oriza, 2016 Jenis Penghantar Luas Penampang Nominal (mm2) KHA Terus menerus Dalam Pipa (A) Di udara (A) 1 2 3 4 NYFA, NYFAW, NYFAZ, NYFAD, NYA, NYAF, NYAFAW, NYFAZW, NYFADW, 1 1, 5 2, 5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 400 500 10 16 20 25 35 50 63 80 100 125 160 200 250 - - - - - - 20 25 35 50 63 80 100 125 160 200 250 300 355 425 425 500 600 710 850


114 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN b) Kabel instalasi berisolasi karet dan kabel instalasi berisolasi berselubung karet, PVC, serta kabel fleksibel pada suhu keliling di atas 30oC sampai 55oC. KHA kabel-kabel tersebut di atas sama seperti tabel 4 dan tabel 5 yang telah dikoreksi oleh tabel 6 di bawah ini. Tabel 4.4 Faktor koreksi untuk KHA terus menerus untuk kabel instalasi berisolasi tunggal, pada suhu keliling 30oC hingga 55oC, dengan suhu penghantar maksimun 70oC. Contoh: 1) KHA kabel NGA 6 mm2 pada suhu keliling 300C adalah (a) 98% x 33A = 32, 34A untuk pemasangan dalam pipa (b) 98% x 54A = 52, 92A untuk pemasangan dengan rol isolator Sedangkan KHA kabel NGA 6 mm2 pada suhu keliling 350C: (a) 90% x 33A = 29, 7A untuk pemasangan dalam pipa (b) 90% x 54A = 48, 6A untuk pemasangan dengan rol isolator 2) KHA kabel NMH 6 mm2 pada suhu keliling 300C adalah (a) 98% x 44A = 43, 12A Sedangkan pada suhu keliling 350C adalah: (b) 90% x 33A = 39, 6A 3) KHA kabel NYA 6 mm2 pada suhu keliling 400C adalah: (a) 87% x 33A = 28, 71A pada pemasangan dalam pipa 4) KHA kabel NYM 6 mm2 pada suhu keliling 550C adalah: (a) 62% x 44A = 28, 28A Kabel-kabel tersebut di atas tidak boleh dibebani melebihi kemampuan hantar arusnya. Suhu keliling % dari nilai KHA seperti dalam daftar 711-1 kolom 4 0C Bahan isolasi karet Bahan isolasi PVC 1 2 3 t ≤ 300C 350C ≥ t > 300C 400C ≥ t > 350C 450C ≥ t > 400C 500C ≥ t > 450C 550C ≥ t > 500C 98 90 80 69 56 40 100 94 87 80 71 62 Sumber: Candra Oriza, 2016


115 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN c) Kabel tanah Kabel NYY, NYGbY, NYRGbY berpenghantar tembaga tidak boleh dibebani melebihi KHA seperti yang tercantum pada tabel 5 di bawah untuk masing-masing luas penampang. 4. MCB (Miniature Circuit Breaker) MCB yaitu suatu perangkat elektromekanik yang bermanfaat sebagai proteksi rangkaian listrik dari arus beban lebih, maka dari itu, MCB bisa memutuskan arus listrik secara otomatis apabila arus listrik yang melewati MCB tesebut melebihi nilai yang ditentukan. Akan tetapi, saat arus dalam kondisi normal MCB dapat berfungsi sebagai saklar yang bisa menghubungkan atau memutuskan arus listrik secara manual Ada dua type MCB yaitu yang 1 Phase, 2 phase dan 3 Phase. Keterangan: Gambar 4.25 MCB 1 fasaa dan 2 fasa; Sumber: https:// panduanteknisi.com/ mengenal-mcb-dan-arti-kodenya.html 1. Tuas aktuaror operasi ONOFF 2. Mekanisme actuator 3. Kontak penghubung 4. Terminal Output-input 5. Batang bimetal 6. Plat penehan dan penyalur busur api 7. Selenoid/ trip coil 8. Kisi-kisi pemadam busur api Gambar 4.26 Stuktur MCB 1 fasaa dan 2 fasa Sumber: https:// panduanteknisi.com/ mengenal-mcb-dan-arti-kodenya.html


116 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN MCB pada umumnya mempunyai fungsi hampir sama seperti sekering (FUSE) yaitu dapat memutuskan aliran arus listrik jika terjadi kelebihan arus. Kelebihan arus dapat terjadi apabila terjadinya short circuit atau yang dikenal dengan hubung singkat dan Overload yang dikenal dengan istilah beban lebih. Ketika rangkaian listrik sudah normal, maka MCB dapat di hidupkan kembali dengan cara mendorong keatas pada knob atau tombol yang ada pada MCB sedangkan sekering (fuse) yang terputus dikarenakan kelebihan arus listrik tidak bisa digunakan kembali. Sistem kerja MCB pada keadaan normal berguna untuk sakelar manual yang bisa mennyambungkan (ON) dan memutuskan (OFF) arus listrik. Ketika terjadi Hubung Singkat Rangkaian (Short Circuit) dan beban lebih (Overload), MCB akan bekerja secara otomatis jika dilewati oleh arus listrik dan memutuskannya. Secara kasat mata kita bisa menyaksikan perpindahan tombol atau knob dari kondisi ON menjadi kondisi OFF. Pengoperasian otomatis ini dilakukan dengan dua cara yaitu: a. Pemutusan Hubungan arus listrik dengan Suhu Tinggi (Thermal Tripping) Ketika terjadi beban lebih (overload), Bimetal yang dilalui oleh arus mengakibatkan suhu pada bimetal tersebut menjadi panas dan mengakibatkan bimetal tersebut melengkung dan mengakibatkan kontak MCB terputus (trip). b. Pemutusan Hubungan arus listrik secara Magnetik (Magnetik Tripping) Pada saat terjadi Short Circuit atau hubung Singkat rangkaian secara tiba-tiba maupun beban lebih yang sangat tinggi (Heavy Overload), maka pemutusan hubungan arus listrik secara Magnetik akan diberlakukan. Ketika beban lebih atau hubung singkat terjadi latch (palang) pada medan magnet yang terdapat pada solenoid, MCB akan ditarik sehingga mengakibatkan kontak pada MCB terputus (trip). Gambar 4.27Suhu tinggi dapat memutuskan hubungan arus listrik Sumber:https:// teknikelektronika.com/ pengertian-mcb-miniature-circuit-breaker-prinsip-kerjamcb/


117 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Menurut karakteristik tripnya MCB diklasifikasikan menjadi tiga tipe utama dari yaitu: a. MCB Tipe D MCB Tipe D ini biasanya dipakai pada peralatan listrik yang mengakibatkan lonjakan arus tinggi seperti Mesin Las, Mesin Sinar X (X-Ray), Motor-motor Besar, dan Mesin-mesin produksi lainnya. MCB Tipe D yaitu tipe MCB yang akan mengalami hubung singkat (trip) jika arus beban lebih besar dari 10 hingga 25 kali dari arus maksimum yang terera pada MCB (arus nominal MCB). b. MCB Tipe C Tipe C ini biasanya dipakai pada Industri yang membutuhkan arus yang lebih tinggi misalnya pada lampu penerangan gedung dan motormotor kecil. MCB Tipe C adalah tipe MCB yang akan mengalami hubung singkat (trip) jika arus kelebihan beban besarnya 5 sampai 10 kali dari arus maksimum yang tertera pada MCB (arus nominal MCB). c. MCB Tipe B MCB Tipe B ini pada umumnya dipasang pada instalasi listrik di rumah sederhana maupun di industri ringan. MCB Tipe B adalah tipe MCB yang akan mengalami hubung singkat (trip) apabila arus beban lebih besarnya 3 sampai 5 kali dari arus maksimum yang terera pada MCB (arus nominal MCB). Gambar 4.28 Pemutus hubungan arus listrik dengan magnetik Sumber:https:// teknikelektronika.com/ pengertian-mcb-miniature-circuit-breaker-prinsip-kerja-mcb/


118 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN MCB pada umumnya dipasangkan pada kWh meter yang berguna untuk proteksi. Kapasitas daya yang terpasang dari PLN berbeda-beda tergantung berapa nilai kapasitas yang dimiliki oleh MCB tersebut. Pada MCB terdapat banyak pilihan daya jenis ukuran mulai dari 1A, 2A, 4A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A, bahkan ada yang sampai 60A. Untuk mengetahui besarnya kapasitas arus maksimal yang bisa dialirkan MCB, maka kita dapat mengalikan tegangan PLN yaitu 220 Volt dengan kapasitas arus MCB. Contoh Soal: 1. Listrik di rumah Diberi daya oleh PLN sebesar 900 Watt, dengan tegangan sebesar 220 Volt. Berapakah nilai MCB yang diperlukan? Jawab: Untuk menghitung besarnya ukuran MCB, maka diperlukan rumus: Maka: Jadi, ukuran MCB untuk Daya sebesar 900 Watt dengan tegangan sebesar 220 Volt adalah 4 Ampere yang dalam Bagian luar MCB tertulis C4. 5. Sakelar Sakelar berfungsi untuk menghubungkan atau memutus arus listrik dari sumber ke pemakai atau beban. Sakelar terdiri dari banyak jenis dan tergantung pada cara pemasangan, sistem kerja, dan bentuknya. Pada sakelar, saat terjadi pemutusan atau penghubungan arus listrik kemungkinan akan timbul busur api di antara stop kontaknya, maka dari itu, waktu yang dibutuhkan untuk pemutusan arus harus singkat atau pendek. Kecepatan waktu pemutusan ini sangat ditentukan oleh pegas yang dipasang pada sakelar. sakelar dibagi menjadi tujuh jenis yaitu: a. Sakelar Tunggal Sakelar tunggal mempunyai fungsi dapat menyambung (ON) dan memutuskan (OFF) lampu. Sakelar ini mempunyai dua titik kontak yang menghubungkan aliran fasa ke lampu dan pada sumber tiga fasa, sakelar ini mempunyai enam titik hubung untuk menghubungkan atau memutuskan hantaran fasa (R, S, dan T). Adapun simbol dan diagram pelaksanaan sakelar tunggal ini dapat dilihat pada gambar 5. Keterangan: P = Daya (watt) V = Tegangan (Volt) I = Arus (A)


119 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN b. Sakelar Kutub Ganda Titik hubung sakelar kutub ganda ada empat, biasanya digunakan untuk memutus atau menghubungkan hantaran fasa dan nol secara bersamaan. Sakelar kutub ganda biasanya dipakai pada kotak fuse atau sekering satu fasa. Berikut adalah simbol dan diagram pelaksanaan sakelar kutub ganda ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini. c. Sakelar Kutub Tiga Sakelar ini mempunyai enam titik hubung yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutus hantaran fasa R, S, dan T secara bersamaan pada sumber tiga fasa. B e r i k u t a d a l a h simbol dan diagram pelaksanaan sakelar kutub tiga ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini. d. Sakelar Kelompok Kegunaan sakelar kelompok adalah untuk menghubungkan atau memutus dua lampu atau dua golongan lampu secara bergantian, tetapi kedua golongan tidak dapat menyala bersamaan. Umumnya, sakelar ini dipakai sebagai penghubung yang hemat pada kamar asrama maupun hotel. Berikut adalah lambang dan diagram pelaksanaan sakelar kelompok ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini. a) b) Gambar 4.29 Sakelar tunggal (a) Simbol dan konstruksi Sumber: Candra Oriza, 2016 a) b) Gambar 4.30 Sakelar kutub ganda (a) Simbol dan Konstruksi (b) Sumber: Candra Oriza, 2016 a) b) Gambar 4.31 Sakelar kutub tiga (a) Simbol dan Konstruksi (b) Sumber: Candra Oriza, 2016


120 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN e. Sakelar Seri Sakelar seri adalah alat penghubung dan pemutus dua lampu atau dua golongan lampu, baik secara bergantian maupun bersamaan. Sakelar seri sering juga disebut sakelar deret. Adapun simbol dan diagram pelaksanaan sakelar seri ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini. f. Sakelar Tukar Saklar tukar yaitu saklar yang digunakan untuk mengendalikan sebuah instalasi penerangan dari dua tempat. Saklar jenis ini biasanya digunakan pada bangunan hotel bertingkat, kantor-kantor, dan juga pada bangunan yang memiliki gudang bawah tanah. Adapun simbol dan diagram pelaksanaan sakelar tukar ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini. a) b) Gambar 4.32 Sakelar kelompok (a) Simbol dan (b) Konstruksi Sumber: Candra Oriza, 2016 a) b) Gambar 4.33 Sakelar seri (a) Simbol dan (b) konstruksi Sumber: Candra Oriza, 2016 a) b) Gambar 4.34 Sakelar tukar (a) Simbol dan (b) Konstruksi Sumber: Candra Oriza, 2016


121 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN g. Sakelar Silang   Saklar silang adalah saklar yang secara konstruksi merupakan gabungan antara dua buah saklar tukar yang digabung menjadi satu. Saklar ini memang jarang kita temui karena memang saklar jenis ini digunakan pada tempat-tempat tertentu saja. Biasanya digunakan pada ruangan yang luas dan memiliki banyak akses pintu masuk, misalnya seperti aula. Adapun simbol dan diagram pelaksanaan sakelar silang ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 6. Kotak-kontak Kotak-kontak (stop kontak) adalah suatu komponen instalasi listrik yang bermanfaat untuk menyalurkan energi listrik dari instalasi rumah ke beban (radio, mesin pendingin, labtop, telivisi, rice cooker, mesin cuci dan alat elektronik lainnya). Pasangan dari kotak- kontak (stop kontak) adalah tusuk kontak yang digunakan sebagai steker (colokan). a) b) Gambar 4.35 Sakelar silang (a) Simbol dan (b) Konstruksi Sumber: Candra Oriza, 2016 Gambar 4.36 Kotak kontak Sumber: http://gurulistrikkeren.blogspot.com/2017/06/komponen-dan-fungsi-alat-instalasi_5. html


122 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Pada umumnya pemasangan kotak-kontak tidak boleh jauh dari sudut ruang saat pemasangannya. Jarak pemasangan kotak kontak adalah 1, 25m dari lantai. Jika pemasangan kotak-kontak lebih rendah dari 1, 25m, maka kotakkontak tersebut harus memiliki pelindung atau penutup. Kotak-kontak jangan dipasang dekat pintu dan pemasangannya pada suatu ruangan ditentukan berdasarkan fungsi sebuah ruangan tersebut. Setiap pemasangan kotkkontak harus dilengkapi dengan kabel pentahanan/ PE yang berfungsi untuk mengamankan manusia dari sengatan listrik. Besar penampang kawat yang digunakan untuk pentahanan minimal 2, 5 mm2. Pada PUIL kotak-kontak terdiri dari KKK (kotak-kontak khusus) dan KKB (kotak-kontak biasa). KKK yaitu kotak-kontak yang dipasangkan secara khusus untuk dipakai secara kontinue dan tetap untuk suatu jenis peralatan listrik tertentu yang diketahui spesifikasinya. KKK mempunyai tempat dengan beban dan dihubungkan langsung ke PHB sebagai grup tersendiri sedangkan KKB yaitu kotak-kontak yang hanya dipasang dan akan digunakan sewaktu-waktu dan perawatan listrik yang dihubungkan tidak tetap. Terdapat dua model pemasangan kabel yang biasa dipasangkan disuatu rumah atau bangunan adalah model in bow dan out bow. Model keduanya sama-sama dipasang dan tertempel didinding rumah. Pemasangan teknik out bow, unit perangkat listrik (saklar, kotak-kontak, dan kabel) diletakkan pada permukaan dinding, seolah-olah menempel dan terlihat menonjol pada permukaan dinding, sedangkan pemasangan teknik in bow, unit perangkat listrik (saklar, kotak-kontak dan kabel) ditanamkan ke dalam dinding sehingga terlihat menyatu dengan dinding. Dari segi estetikanya, model pemasangan in bow lebih indah dan rapi. Model pemasangan ini cenderung tetap (permanen) sebab dalam pemasangannya harus ditanamkan ke dalam dinding. Beda halnya dengan pemasangan dengan model out bow dipandang kurang rapi dan berantakan karena terlihat menonjol dari permukaan dinding. Tetapi pemasangan model out bow lebih hemat dan mudah. Dalam pemasangan kota-kontak dan saklar berada pada posisi menempel di dinding, diatur sedemikian rupa dalam PUIL supaya lebih terjamin keamanan dan kenyamanannya. Selain itu, supaya tidak mengganngu dan menghalangi penghuni rumah dalam melakukan aktivitasnya di dalam rumah, letak stop kontak/ saklar (biasanya) berada pada area yang memiliki tinggi sama dengan area sekitar bahu manusia. Posisi tersebut sangat aman dan bisa terhindar dari gangguan (senggolan/ benturan) dan gerakan anggota tubuh (tangan/ kaki). Keadaan posisi semacam itu akan bisa berdampak sama dengan kabel yang terhubung pada unit kotak kontak/ saklar. Sehingga, untuk terpenuhinya kebutuhan pembuatan jalur kabel baru maupun penambahan/ memodifikasi jalur kabel yang telah ada, model out bow sangat aman diaplikasikan karena mudah dikerjakan sendiri dengan biaya yang murah, waktu pengerjaannya pun dapat diatur sesuai kesempatan dan kondisi yang ada. Disamping itu, keberadaan kabel bisa disembunyikan menggunakan protektor (pelindung) kabel sehingga hasil akhirnya terlihat lebih menyatu dengan dinding.


123 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 7. Fitting Fitting Lampu yaitu suatu alat komponen listrik yang dapat menyalurkan kawat-kawat jaringan listrik dengan lampu secara aman. Berdasarkan cara pemasangan dan penggunaanya, model fitting ada beraneka bentuk sesuai dengan selera konsumen. Jenis-jenis fitting ada yang model temple (fitting duduk), dimana model fitting ini dapat ditempel di plafon (eternity) dan harus dilengkapi dengan roset. Fungsi dari roset itu sendiri adalah untuk penyekerupan/ meletakkan fitting agar kedudukannya kuat dan tidak goyang di langit-langit. Sementara itu, ada juga yang model gantung yang kita kenal dengan fitting gantung. Dimana fitting ini dilengkapi dengan tali snur yang berguna untuk penopang kap lampu, penahan beban bola lampu, dan penahan konduktor dari tarikan beban tersebut. Gabungan antara fitting dan kotak kontak biasanya desebut dengan fitting bayonet. 8. Kotak Sambung Kotak sambung adalah suatu peralatan instalasi listrik yang berfungsi sebagai tempat pencabangan atau penyambungan hantaran listrik di dalam pipa. Dimana kotak sambung bertujuan untuk mengamankan percabangan atau sambungan hantaran dari gangguan yang membahayakan. Pada umumnya model sambungan yang dipakai pada kotak sambung yaitu pig tail atau sambungan ekor babi, kemudian disetiap sambungan tersebut ditutup dengan lasdop. Lasdop yaitu suatu alat bantu instalasi yang memiliki fungsi menutup sambungan agar sambungan tersebut aman dari gangguan luar. Gambar 4.37 Susunan sambungan antar kabel untuk kotak-kontak dan kotak kontak ke lampu Sumber: https:// listrikdirumah.com/ skema-sambungan-antar-kabel/ Gambar 4.38 Fitting duduk (fitting tempel) Sumber: Candra Oriza, 2016


124 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Menurut bentuk dan fungsinya terdapat empat macam kotak sambung yaitu: b. Kotak sambung cabang satu biasa disebut kotak ujung atau dos tanam. Digunakan untuk tempat penyambungan penghantar dengan sakelar atau kotak-kontak dan sekaligus pemasangan sakaler atau kotak-kontak c. Kotak sambung cabang dua digunakan untuk sambungan lurus atau untuk memudahkan penarikan penghantar. d. T-dos atau Kotak sambung cabang tiga dipakai pada penyambungan penghantar pada percabangan tiga jalur pipa. e. Cross dos atau Kotak sambung cabang empat digunakan untuk penyambungan penghantar pada cabang empat jalur pipa. Gambar 4.39 Lasdop dan Kotak sambung Sumber: Candra Oriza, 2016 Gambar 4.40 Kotak Sambungan Sumber: Dokumen Pribadi


125 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 9. Pipa Instalasi Pipa instalasi adalah perlengkapan peralatan listrik yang digunakan sebagai pelindung kabel/ penghantar jika pemasangan kabel ditanam (dalam tembok, tanah, dan lain-lain). Dilihat dari bahannya, ada dua jenis pipa yaitu pipa logam dan pipa bukan logam. Pipa yang termasuk pipa logam adalah pipa baja, aluminium, dan pipa baja lentur sedangkan pipa bukan logam antara pipa PVC, pipa polietelin dan pipa yang terbuat dari serat. Macam-macam pipa instalasi yang sering digunakan adalah pipa PVC, pipa baja/ besi dicat dengan meni, dan pipa fleksibel. Perhatikan gambar di bawah ini. Gambar 4.41 Pipa PVC Sumber: Dokumen pribadi Gambar 4.42 Pipa fleksibel Sumber: Dokumen Pribadi


126 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Pada umumnya, pipa instalasi dijual dalam potongan empat meter dan diameternya berbeda-beda. Pipa instalasi harus tahan panas dan lembab, tidak boleh menjalarkan nyala api, dan harus tahan terhadap tekanan mekanis. Permukaan luar maupun dalam pipa instalasi harus rata dan licin, serta bisa terlindungi dengan baik dari karatan. Jadi, bagian luar maupun dalam pipa baja harus dicat dengan meni. Pipa instalasi PVC memiliki antara lain sifat-sifat berikut ini: a. Mudah digunakan; b. Dapat mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan tanah (gangguan tanah dapat menimbulkan kebakaran) karena daya isolasinya baik; c. Tidak perlu dicat karena bisa bertahan dari semua jenis bahan kimia; dan d. Tidak menjalarkan nyala api. 10. Tule/ Selubung Pipa Tule/ selubung pipa berfungsi untuk menutupi bagian ujung pipa. Penutupan ini perlu dilakukan untuk menghindari kerusakan pada penghantar. Pada bagian ujung pipa biasanya tajam dikarenakan bekas pemotongan dari pabrik atau pekerja yang dapat merusak kabel, maka bagian unjungnya harus dihaluskan/ diratakan terlebih dahulu. Pekerjaan ini memerlukan waktu yang cukup lama, maka dari itu sangat dianjurkan menggunakan tule/ selubung pipa pada bagian ujung yang tajam tersebut. Gambar 4.43 Pipa union Sumber: Dokumen Pribadi


127 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 11. Klem/ Sangkang Klem/ sangkang adalah suatu bahan pelengkap yang digunakan pada pemasangan instalasi listrik. Dimana klem berfungsi untuk memasang, menahan, dan menguatkan pipa yang dipasangkan pada permukan dinding, tembok, plafon atau kayu. Klem/ sangkang terbuat dari beraneka bahan yang disesuaikan dengan penggunaan pipanya (pipa PVC atau pipa union). Ukuran dari klem/ sangkang ini disesuaikan dengan ukuran pipa yang digunakan. Jarak pemasangan klem/ sangkang tidak boleh lebih dari 100 cm. Dalam instalasi listrik ada beberapa jenis klem/ sangkang berdasarkan bentuk dan kebutuhan konsumen antara lain: a. Klem/ sangkang ganda digunakan pada pemasangan pipa yang sejajar; b. Klem/ sangkang setengah, digunakan di wilayah yang sempit; dan c. Klem/ sangkang majemuk digunakan pada pemasangan beberapa pipa sejajar. Gambar 4.44 Tule atau selubung pipa Sumber: http:// gurulistrikkeren.blogspot.com/ 2018/ 11/ perlengkapan-untuk-pemipaan-instalasi.html Gambar 4.45 Klem/ Sengkang Sumber: Dokumen Pribadi


128 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 12. Sambungan Pipa Sambungan pipa digunakan untuk menyambung pipa pada sambungan lurus. Sambungan pipa ini dibuat dari bahan PVC atau bahan plat. Penggunaan sock ini untuk menghemat bahan pada sambungan pipa yang membutuhkan sambungan pipa yang panjang. 13. Sambungan Siku/ Elbow Untuk menyambung pipa pada lokasi belokan dengan sudut 90 derajat, maka sambungan yang digunakan adalah sambungan siku atau elbow. Gambar 4.46 Sambungan pipa Sumber: https://www.indiamart.com/proddetail/pvc-elbows110mm-21036519333.html


129 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN B. Perencanaan Pemasangan Instalasi Listrik Dalam membuat suatu rencana instalasi listrik, kita harus memenuhi ketentuan pada PUIL. Rencana instalasi listrik yaitu suatu berkas gambar rencana dan uraian teknik yang akan dipakai sebagai pedoman dalam pemasangan suatu instalasi listrik. Rencana instalasi listrik harus mudah dimengerti dan jelas. Langkah-langkah dalam merencana suatu instalasi listrik yaitu: 1. Gambar situasi Gambar situasi yaitu suatu gambar yang memperlihatkan dengan jelas letak bangunan/ gedung yang akan dipasangkan instalasi listriknya terhadap jaringan/ saluran listrik terdekat. Data yang ditunjukkan pada gambar situasi ini adalah: alamat lengkap dan jarak terhadap sumber listrik terdekat (tiang listrik/ bangunan yang sudah berlistrik) untuk daerah yang sudah ada jaringan listriknya. Apabila belum terpasang jaringan listriknya, perlu digambarkan rencana pemasangan tiang-tiang listrik. Perhatikan gambar situasi di bawah ini! Gambar 4.47 Sambungan siku/ elbow Sumber: https://www.tokopedia.com/duta-listrik-mks/elbo-sambungan-pipa-pvcconduit-elbow-inspection-siku-20mm-putih-boss Gambar 4.48 Gambar situasi Sumber: Dokumen Pribadi


130 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN 2. Gambar instalasi Gambar instalasi yaitu suatu gambar yang menunjukkan: a. Rancangan tata letak yang memperlihatkan secara jelas posisi perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya (pelayanannya), seperti kotak kontak, titik lampu, sakelar, motor listrik, PHB dan sebagainya. b. Rancangan hubungan perlengkapan listrik dengan alat pengontrolnya seperti: motor dengan pengasutnya, lampu dengan sakelarnya, c.   Gambar hubungan antara bagian sirkit akhir tersebut dalam butir 2 dan PHB yang bersangkutan, maupun pemberian keterangan atau tanda yang jelas mengenai hubungan tersebut. d. Setiap perlengkapan listrik harus diberi tanda ataupun keterangan yang jelas. Langkah-langkah menggambar instalasi listrik yaitu: 1) Terlebih dahulu menggambarkan denah bangunannya; 2) Berikan keterangan masing-masing ruangan pada setiap gambar. Misalnya ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur dan seterusnya; 3) Menentukan posisi perlengkapan hubung bagi yang akan dipasangkan. Perlengkapan hubung bagi (PHB) harus dipasang di daerah yang mudah digapai dari jalan masuk rumah; 4) Menggambarkan posisi penempatan titik-titik lampu dan sakelarsakelarnya serta hubungan antara sakelar dengan lampu yang dilayaninya. Posisi Sakelar untuk penerangan umum selalu ditempatkan di dekat pintu sehingga kalau pintunya dibuka sakelarnya dapat langsung dijangkau; dan 5) Menggambar penempatan kotak-kontak pada dinding. Pada umumnya kotak kontak dinding seharusnya dipasangkan tidak jauh dari sudutsudut ruangan. Kotak kontak dinding yang dipasang di tengah-tengah dinding, besar kemungkinannya akan tertutup atau terhalang oleh suatu perabot sehingga kurang berfungsi. 3. Denah bangunan Denah bangunan adalah suatu gambar yang dibuat secara dua dimensi yang dibuat dengan memotong kurang lebih 1 meter dari lantai, sehingga memperlihatkan potongan dari pintu, jendela, potongan, tangga pada suatu rumah tinggal tertentu. Lokasi dari berbagai ruangan dan kegunaannya, jendela, pintu, tangga, gang dan sebagainya pada suatu rumah tinggal tertentu. Suatu denah biasanya digambarkan dengan skala 1:50 atau 1:100 tergantung pada ukuran kertas yang dipakai dan pada luas bangunan tersebut. Lihatlah contoh denah rumah di bawah ini:


131 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Gambar diagram garis tunggal dan diagram garis ganda Pada cara menggambar dengan garis ganda setiap penghantar digambar dengan garis tersendiri seperti yang ditunjukkan pada Gambar di bawah ini. memperlihatkan diagram garis ganda untuk sebuah sakelar kutub satu dengan satu titik lampu. Gambar 4.49 Denah rumah Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 4.50 Diagram garis ganda Sumber: Dokumen Pribadi


132 TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Dalam diagram garis tunggal penghantar-penghantar yang sejenis digambar dengan satu garis dengan beberapa garis lintang kecil. Jumlah garis lintang ini menyatakan jumlah penghantar sejenis yang ada. Gambar-gambar berikut ini memperlihatkan diagram garis ganda dan diagram garis tunggal untuk beberapa jenis hubungan-hubungan sakelar. * Diagram instalasi sakelar, lampu dan kotak kontak: Gambar 4.51 Diagram garis tunggal Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 4.52 Diagram garis ganda instalasi sakelar, lampu dan kotak kontak Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 4.53 Diagram garis tunggal instalasi sakelar, lampu dan kotak kontak Sumber: Dokumen Pribadi


133 INSTALASI PENERANGAN LISTRIK TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MATERI PEMBELAJARAN Hubungan Sakelar Seri Sakelar seri berguna untuk memutuskan dan menghubungkan dua buah lampu atau dua buah kelompok lampu secara bergantian atau bersamaan. Hubungan Sakelar Tukar (Hotel) Sakelar tukar digunakan untuk melayani satu lampu atau kelompok lampu dari dua tempat. Untuk itu digunakan dua sakelar tukar. Gambar 4.54 Diagram garis ganda instalasi sakelar seri Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 4.55 Diagram garis tunggal instalasi sakelar seri Sumber: Dokumen Pribadi Gambar 4.56 Diagram garis ganda instalasi sakelar tukar Sumber: Dokumen Pribadi


Click to View FlipBook Version