2. Saraf Spinal abdomen paha, genetalia luar,
panggul, bokong, kaki.
- Berdasrakan arah impuls yang
dibawa, SST dibagi menjadi
aferen (membawa informasi dari
reseptor ke SSP) dan eferen
(membawa instruksi SSP ke
efektor otot)
- Sistem saraf eferen terdiri atas
1. Sistem saraf somatic
Terdiri atas serat neuron
motor pada otot rangka.
2. Sistem saraf otonom
Terdiri atas serat pada otot
polos, otot jantung, dan
kelenjar. Berdasarkan
fungsinya dibagi menjadi
a. Sistem saraf simpatis
Berasal dari segmen
toraks dan lumbar
- Masing-masing terdiri atas satu medulla spinalis. Serat
radiks dorsal dan ventral. Setiap praganglion pendek,
radiks yang memasuki atau memiliki sinapsis, badan
meninggalkan korda membentuk sel pascaganglion.
7-10 cabang radiks. Bagian yang Serat praganglion
membesar pada radiks dorsal mengeluarkan
disebut ganglion radiks dorsal. neurotransmitter,
- Terdiri atas 31 pasang saraf asetilkolin. Serat
yang muncul dari segmen pascaganglion
medulla spinalis yang diberi mengeluarkan
nama sesuai nama ruas tulang noradrenalin sehinggat
belakang. disebut serat adrenergic.
- Saraf spinal berfungsi Asetilkolin dan
mempersarafi otot leher dan noradrenalin berfungsi
bahu, kuit kepala, dada, dinding sebagai pembawa pesan
kimiawi.
248
Sistem simpatis istirahat dan mencerna,
sheingga memperlambat
mendorong respon yang aktivitas yang dilakukan
saraf simpatitis
mempersiapkan tubuh
Cara kera system saraf
untuk beraktivitas fisik pra simptitis berlawanan
dengan system simpatitis.
berat dalam situasi
darurat atau stress yang
disebut respon lawan.
b. Sistem sara
fparasimpatis
Berasal dari area kranial
dan sacrum. Serat
praganglion parasimpatis
lebih panang daripada
serat praganglion
simpatis, Karen tidak
mencapai ganglion
terminal dalam organ
efektor.
Serat pascaganglion
sanagt pendek dan
berakhir di sel organ.
Serat praganglion dan
pascaganglion system
saraf parasimpatitis
mengeluarkan
neurotransmitter sama
yaitu asetilkolin
sehingga disebut serat
kolinergik.
Sistem parasimpatitis
bekerja pada keadan
tenang dan mendorong
fungsi tubuh untuk
249
Fungsi SST
1. Menghubungkan
respon sistemsaraf pusat ke
organ tubuh dan bagian
lainnya di tubuh.
2. Bagian motorik berperan
memberikan tanggapan atau
reaksi tubuh terhadap
rangsangan yang sudah
diproses oleh sistem saraf
pusat.
3. Bagian sensorik berfungsi
untuk menerima setiap
rangsangan atau impuls,
baik yang dari luar maupun
dalam tubuh.
250
PORTOFOLIO II
ANALISIS STRUKTUR, FUNGSI, DAN PROSES SISTEM HORMON
Sistem Endokrin (Hormon)
Oleh Alya Rahimah XI IPA 4
Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon.
Hormon adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi dalam aliran darah menuju ke sel-
sel atau jaringan tubuh. Hormon hanya dapat memengaruhi sel target yang memiliki reseptor
tertentu.
Hubungan sistem saraf dan sistem endokrin adalah mengatur aktivitas tubuh seperti:
o Metabolisme.
o Homeostasis.
o Pertumbuhan.
o Perkembangan seksual dan siklus reproduksi.
o Siklus tidur.
o Siklus nutrisi.
a. Fungsi sistem endokrin:
o Pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
o Pencernaan makanan.
o Reproduksi dan fungsi seksual.
o Penyerapan gizi.
o Fungsi kognitif kinerja organ jantung.
o Siklus tidur
b. Karakteristik Kalenjar Endokrin
1. Merupakan kelenjar buntu, karena tidak memiliki saluran (duktus)
danmenyekresikan langsung hormone ke cairan di sekitar sel.
2. Pada umumnya menyekresi lebih dari satu jenis hormone, kecuali kalenjar paratiroid.
3. Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah
danditopang oleh jaringan ikat.
4. Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormone berbeda-beda.
o Seumur hidup: hormon metabolisme.
o Dimulai pada masa tertentu: hormon kelamin.
o Bekerja sampai masa tertentu: hormon pertumbuhan.
5. Sekresi hormon dapat distimulasi dan dihambat oleh kadar hormone lain dan
senyawanonhormon.
251
c. Kelenjar Endokrin dan Sekresi Hormon
1. Hipofisis (pituitari)
o Letak: melekat di dasar hipotalamus otak.
o Bentuk: oval.
o Ukuran: sebesar kacang.
o Berat: 0,5 gram.
252
o Terbagi menjadi 3 bagian:
a. Hipofisis lobus anterior
Hormon pertumbuhan (GH) atau hormone somatotropin (STH)
Mengendalikan pertumbuhan dan perbanyak sel tubuh
Menyebabkan hati memproduksi somatomedin
dalampembentukan tulng dan kartilago.
Mempercepat laju sintesis protein dengan memasukkan
asamamino melalu membrane sel.
Menurunkn laju penggunaan karbohidrat oleh sle tubuh.
Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi.
Abnormalitas Sekresi growth hormone (GH)!!!
a. Kerdil
Kekurangan GH, sehingga pertumbuhan berhenti pada masa anak-
anak.
b. Gigantisme
Kelebihan GH selama masa remaja sebelum penutupan cakram
epifisis menyebabkan pertumbuhan tulang panang berlebihan.
c. Akromegali
Kelebihan GH selama masa remaja setelah penutupan cakram epifisis,
pembesaran tulang tidak proporsional.
Hormon perangsang tiroid
Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel
kelenjartiroid.
253
Meningkatkan laju produksi hormone tiroksin dan
metabolismsel.
Hormon adrenokortikotropik (ACTH)
Merangsnag kelenjar korteks adrenal untuk
menyekresiglukokortikoid.
Hormon Gonadotropin
FSH (follicle stimulating hormone)
Pada wanita: menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium
danproduksi hormone estrogen.
Pada laki-laki: menstimulasi pertumbuhan dan
perkembanganspermatozoa dalam tubulus seminiferous
testis.
LH (luteinizing hormone)
Pada wanita: bekerja sama dengan FSH menstimulasi
produksiestrogen. Berperan dalam ovulasi dan sekresi
progesterone.
Pada laki-laki: menstimulasi sel interstisial
tubulusseminiferous testis untuk memproduksi
androgen.
Hormon prolactin (PRL)
Disekresikan saat hamil dna menyusui.
b. Hipofisis lobus
intermedia
Hormon endorphin
Zat penghilang nyeri alamiah.
Merespon stress, dan aktivitas seperti olahraga.
Hormon MSH
Merangsang pembentukan pigmen.
Penyebaran sel penghasil pigmen pada epidermis.
c. Hipofisis lobus posterior
254
ADH
Menurunkan volume air yang hilang.
Hiposekresi menyebabkan diabetes insipidus disertai rasa
hausberlebihan.
Hipersekresi menyebabkan peningkatan volume darah.
Hormon MSH
Menstimulasi kontraksi otot polos saat melahirkan
dnapengeluaran ASI.
Pelepasan oksitosin dan ASI dihambat oleh stress emosional.
2. Tiroid
o Letak: di bawah laring.
o Terdiri atas folikel dalam dua lobus lateral.
o Terbuat dari: asam amino tirosin yang mengandung iodin.
Kekurangan iodin, dapat menyebabkan tiroid membengkak (penyakit gondok)
o Hasil: hormone tiroksin.
Meningkatkan lau metabolism sel.
Menstimulasi konsumsi oksigen.
Meningkatkan pengeluaran energy panas.
Mengatur pertumbuhan dan perkembangan normal tulang,
gigi,jaringan ikat, dan saraf.
Abnormalitas Sekresi Tiroid!!!
a. Hipertiroidisme
Menyebabkan peningkatan metabolisme, berat badan menurun,
gelisah, diare, frekuensi denyut jantung meningkat, tosisitas
hormone, penyakit grave.
b. Hipotiroidisme
Menyebabkan penurunan metabolisme, konstipas, reaksi mental
lambat, peningkatan simpanan lemak.
Pada anak: kretinisme (keterlambatan mental dan fisik)
Pada orang dewasa: miksedema (edem)
255
3. Paratiroid
o Letak: permukaan belakang tiroid.
o Ukuran: kecil berukuran biji apel.
o Terdiri atas 4 buah.
o Hasil: parathormon (PTH)
Strimulasi aktivitas osteoklas untuk pengeluaran kalsium.
Pengaktifan vitamin D untuk absorpsi kalsium dalam makanan.
Stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal.
Abnormalitas Sekresi Kelenjar Adrenal!!!
a. Hiperparatiroidisme
Menyebabkan peningkatan aktivitas osteoklas dan pelemahan tulang.
b. Hipoparatiroidisme
Menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam darah, peningkatan
iritabilitas dalam darah, peningkatan iritabilitas system
neuromuscular, dan tetanus.
4. Adrenal
o Letak: kutub atas ginjal.
o Warna: kuning.
o Tertanam pada jaringan adiposa.
o Terdiri atas 2 bagian, korteks (luar) dan medulla (dalam).
256
Kelenjar adrenal bagian medulla menghasilkan
hormone:
a. Adrenalin
Meningkatkan frekuensi jantung.
Meningkatkan metabolisme.
Meningkatkan konsumsi oksigen.
b. Noradrenalin
Meningkatkan tekanan darah.
Menstimulasi otot jantung.
Kelenjar adrenal bagian korteks menghasilkan
hormone:
a. Aldosteron
Mengatur keseimbngan air dan elektrolit melalui
pengendaliannatrium dan kalium dalam darah.
b. Glukokortikoid
Memengaruhi metabolism glukosa, protein, lemak.
Menjaga membrane lisosom, sehingga mencegah
kerusakanjaringan.
c. Gonadokortikoid
Prekusor pengubahan testosterone dan estrogen oleh jaringan lain.
Abnormalitas Sekresi Kelenjar Adrenal!!!
a. Hiposekresi
Menyebabkan penyakit Addison dengan gejala ketidakseimbangan
natrium dan kalium sehingga kulit menghitam.
b. Hipersekresi
Menyebabkan peningkatan tekanan darah, crushings disease, sindrom
adrenogenital, perempuan dewasa dengan karakteristik pria.
257
5. Pankreas
o Letak: bagian belakang lambung.
o Bentuk: pipih
o Hasil:
Glukagon (dihasilkan sel alfa)
Meningkatkan penguraian glikogen hati menjadi glukos
sehinggakadar gula darah meningkat.
Sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat dalam hati.
Insulin (dihasilkan sel beta)
Menurunkan katabolisme lemak dan protein.
Menurunkan kadar gula darah.
Meningkatkan sintesis protein dan lemak.
Somatostatin (dihasilkan sel delta)
Penghalang hormone pertumbuhan.
Penghambat sekresi glucagon dan insulin.
Polipeptida Pankreas (dilepaskan setelah makan)
(fungsi belum diketahui)
Abnormalitas Sekresi Kelenjar Pankreas !!!
Defisiensi insulin menyebabkan diabetes mellitus. Diabetes mellitus dapat
disebabkan oleh faktor genetic, obesitas, penyakit autoimun, virus,
lingkungan, ekonomi, dan budaya.
258
6. Pineal
o Letak: langit-langit otak.
o Hasil: melatonin
Pelepasan gonadotropin .
Menghambat produksi melanin.
Mengatur siklus tidur.
7. Timus
o Letak: bagian posterior toraks di atas jantung.
o Terdiri atas 2 lobus berwarna kemerah-merahan.
o Ukuran dan berat: pada bayi, ukurannya sangat kecil dan hanya
sekitar 10gram. Ukurannya bertambah saat pubertas, menjadi 30-0
gram. Setelah dewasa berangsur-angsur menyusut.
o Hasil: timosin
Pengendalian sistem imun (limfosit T).
259
8. Ovarium, testis, dan plasenta
o Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
o Testis menghasilkan hormon testosteron.
o Plasenta menghasilkan gonadotropin korion, estrogen,
progesteron,somatotropin.
260
PORTOFOLIO III
ANALISIS STRUKTUR, FUNGSI, DAN PROSES SISTEM INDRA
Analisis Struktur dan Fungsi Sistem Indera
Oleh: Alya Rahimah XI IPA 4
a. Indra Penglihatan (Mata)
Sistem optikyang memfokuskan cahaya pada fotoreseptor dan mengubah energy cahay
menjadi impuls saraf.
1. Struktur Mata
a. Aksesori mata
Alis, untuk melindungi mata dari keringat.
Orbita, lekkan tulang berisi bola mata.
Kelopak mata, melindungi mata dari kekeringan dan debu.
Otot mata, untuk menggerakan mata (2 pasang otot rektus dan
sepasangotot sadak)
Air mata, mengandung garam, mukosa, lisozim. Untuk
membasahipermukaan mata dan mempertahankan
kelembabannya.
b. Lapisan luar bola mata
Tunika fibrosa, lapisan terluar yang keras.
Sklera, bagian dinding mata yang tersusun dari jaringan ikat
fibrosaberwarna putih, memberikan bentuk bola mata, dan
sebagai tempat perlekatan otot ekstrinsik.
Kornea, untuk mentransmisi dan memfokuskan cahaya.
c. Lapisan tengah bola mata
Koroid, bagian terpigmentasi untuk mencegah refleksi berkas cahay,
danmengandung banyak pembuluh darah untuk memberikan nutrisi.
Badan siliari, menagndung pembuluh darh dan otot bersilia
untukakomodasi penglihatan (mengubah fokus objek).
Iris, bagian yang berwarna pad amata, terdiri atas jaringan ikat dan
ototuntuk mengendalikan dimeter pupil.
Pupil, ruang terbuka yang bulat pada iris untuk dilalui cahaya.
261
d. Lensa
Struktur bikonveks yang being di belakang pupil dan bersifat elastis.
e. Rongga mata
Ruang anterior berisi aqueous humor (cairan bening yang mengandung nutrisi
untuk lensa dan kornea).
Ruang posterior berisi vitreous humor (gel transparan untuk
mempertahankanbentuk bola mata dna posisi retina terhadapkornea).
f. Retina
Bagian luar, terpigmentasi dan menyimpan vitamin A.
Bagian dalam, merupakan lapisan aringan saraf dari sel batang dan
selkerucut.
Sel batang mengandung pigmen rhodopsin yang tidak sensitive
terhadpa warna, dan bekerja pada intensitas chay rendah.
Sel kerucut mengandung iopsin b yang senitif terhadpa wanra dan
bekerja saat intensitas cahay tingii.
Lutea macula, area berkas berwarna kekuningan terletak agak lateral
danpusat.
Fovea snetralis, pelekukan sentral lutea macula, menganudng sel
kerucutdan tidak memiliki sle batang, merupakan pusat visual mata.
Saraf mata, terbentuk dari akson sel ganglion yang keluar dari mata
danbergabung di sisi superior kelenjar hipofisis membentuk kiasma
optik.
Bintik Buta, bagian yang tidk mengandung fotoreseptor.
2. Mekanisme Melihat
Cahaya yang Cahaya menembus Diteruskan melalui
dipantulkan kornea. pupil untuk diatur
ditangkap mata. intensitas chayanya
Cahaya Pada bintik kuning, Daya akomodasi
iinterpretasikan. impuls cahaya lensa mata mengatur
cahaya, agar jatuh di
disampaikan oleh bintik kuning retina.
saraf optik ke otak.
3. Gangguan Indra Penglihatan
Miopi (rabun dekat), tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh
karena fokus bayangan jatuh di depan retina.umumnya tejadi pada
kalangan remaja. Rabun dekat dapat diabntu dngan kcamaat lensa mius
(cekung/konkaf)
262
Hipermetropia (rabun jauh), tidak dapatmeihat benda yang berjarak
dekat karena fokus bayangan jatuh di belakang retina. Dapat diabntu
dnegan kacamataberlensa plus (cembung/konveks)
Presbiopi, tidak dapat melihat benda berjarak dekat maupun jauh.
Gangguan ini dapat dibantu dengan kcamata lensa rangkap. Biasa teradi
pada orang usia lanjut.
Kebutaan, tidak dapat melihat benda apapun, umumnya karena
kecelakaan.
Kerabunan, hanya dapat melihat dengan samar, umumnya karena
kecelakaan.
Rabun senja, tidak bis amelihat dnegan elas pada saat sore hari saja,
akibat kekurangan vitamin A.
Buta warna, penyakit keturunan yang menyebabkan seseorang tidak
mampu mempresentasikan warna.
Katarak, lensa mata menadi buram karena penebalan, terjadi pada orang
lanjut usia.
Astigmatisma, kelengkunagn kornea yang tidak merata yang
menyebabkan ketidakteraturan lengkung-lengkung permukaan bias mata
ehingga cahaya tidak fokus pada sutu titik retina. Dibantu dnegan kaca
mata silinder.operasi
Mata juling, kondisi ketika kedua mata tampak tidak searah.
4. Fungsi Mata
Sebagai indra penglihatan.
b. Indra Pembau (Hidung)
1. Struktur Hidung
Bagian luar
o Pangkal hidung, batang hidung, puncak hidung, sayap
hidung,kolumela, lubang hidung.
o Lubang hidung: tempat keluar masuknya udara, dan kotoran
263
Bagian dalam
o Rongga hidung
Fungsi: tempat masuknya udara menuju tenggorokan,
menjagakelembapan, suhu, dan tekanan udara.
Di dalam rongga, terdapat selaput lendir dan bulu hidung (silia).
o Septum
Pemisah lubang hidung kanan dan kiri.
o Silia
Rambut-rambut yang terdapat di bagian bawah serabut saraf
pembau.Fungsinya untuk menyaring udara yang masuk.
o Serabut saraf pembau
Berfungsi sebagai penerima rangsang berupa bau.
o Selaput lendir
Berfungsi melindungi dari bahaya kotoran dan bakteri.
Hidung memiliki kemoreseptor olfaktori yang berfungsi menerima rangsangan
berupabau atau zat kimia berbentuk gas.
Kemoreseptor olaktori merupakan neuron yang teletak pada epitelium olfaktori di
langitrongga hidung.
Kemoreseptor olfaktori mengandung sel penunjang, sel basal, sel olfaktori.
Sel olfaktori berupa neuron bipolar yang menonjol ke dalam mucus dalam rongga
hidung.
264
2. Mekanisme Membau
Gas masuk ke Larut pada selaput Merangsang silia sel
hidung. mukosa. reseptor
Jenis bau dapat Rangsnagan
diketahui. diteruskan ke otak.
3. Gangguan Indra Pembau
Hiposmia, indra penciuman kurang mampu mencium bau.
Anosmia, indra penciuman sama sekali tidak dapat meconium bau.
Hipersomia, lebih peka terhadap bau-bauan
Sinusitis, radang tulang tengkorak di sekitar hidung yang berongga dan
berisiudara. Gejala penyakit ini adalah sering batuk dan pilek.
Polip, pembengkakan jaringan yang terjadi dalam hidung dan
mengeluarkan banyak cairan atau lendir. Polip berkaitan dengan penyakit
THT seperti alergi,nflamasi mukosa, asma, infeksi, dan radang. Polip dapt
diatasi dengan cara operasi.
4. Fungsi Hidung
a. Bernapas.
b. Mengatur temperature udara.
c. Melembabkan udara.
d. Membersihkan udara.
e. Bersin
f. Indra penciuman
c. Indra Pengecap (Lidah)
1. Struktur Lidah
265
Sebagian besar lidah disusun oleh otot rangka, dimana ada dua jenis otot
penyusunlidah yaitu otot ekstrinsik dan otot intrinsik.
Memiliki reseptor berupa kuncup pengecap.
Kuncup pengecap terdapat pada papila lidah, palatum (langit-langit) lunak,
epiglottis,dan faring.
Kuncup pengecap terdiri atas sel penunjang dan sel sensor yang berambut.
Substansi yang dirasa harus berbentuk cairan dalam air ludah.
Area kepekaan rasa pada lidah:
Manis = bagian ujung lidah.
Asin = hampir sleuruh area lidah.
Asam = bagian samping lidah agak ke belakang.
Pahit = bagian belakang pangkal lidah
2. Papila Lidah
Berdasarkan bentuknya:
Papila filiformis
Bentuk: kerucut, kecil.
Letak: menutupi bagian dorsum
lidah.Tidak mengandung kuncup
pengecap.
Papila fungiformis
Bentuk: bulat.
Letak: banyak dekat ujung lidah.
Mengandung lima kuncup pengecap di setiap papilla.
Papila sirkumvalata
Bentuk: menonol dan tersusun seperti
huruf V.Letak: banyak di bagian belakang
lidah.
Mengandung 100 kuncup pengecap.
Papila foliate
Bentuk: seperti daun.
Letak: bagian tepi pangkal lidah.
Mengandung 1.300 kuncup pengecap di setiap lipatannya.
3. Fungsi Lidah
a. Membantu mengecap, merasa, dan menelan makanan.
b. Membantu mengisap.
c. Membantu berkomunikasi.
d. Membantu menyentuh.
266
e. Melindungi mulut dari kuman.
f. Membantu membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.
g. Membentuk suara.
d. Indra Pendengar (Telinga)
1. Struktur Telinga
a. Bagian luar
Pinna/aurikula
Daun kartilago yng menangkap gelombang bunyi untuk diteruskan ke kanal
auditori eksternal. Panang sekitar 2,5 cm hingga membran timpanum.
Membran timpanum
Perbatasan anata bagan luar dengan tengah telinga yang berbentuk kerucut.
Permukaan luarnya dilapisi kulit, permukaan dalamnya dilapisi membrane
mukosa.
Membrane tympanum memiliki tegangan dan ketebalan sesuai untuk
menggetarkan bunyi secara mekanis.
b. Bagian tengah
Tabung eustchius
Mengubungkan telinga tenagh dengan faring.
Berfungsi menyeimbngkan tekanan udara pada kedua sisis membrane
timpanum.
Tabung biasanya tertutup, dapat terbuka saat menguap, mnelan, mengunyah.
Osikel auditori
Meliputi tiga tulang pendengaran yang berfungsi mengarahkan getaran
dari membrane tympanum ke fenestra vestibule (tingkap oval) yang
membatasitelinga bagian tengah dengan bagian dalam.
Maleus (martil).
Inkus (landasan).
Stapes (sanggurdi).
c. Bagian dalam
Labirin osea
267
Ruang berliku berisi cairan perilimfa.
Labirin tulang terbagi menjadi 3
bagian:
Vestibula (mengandung reseptor keseimbangan tubuh)
Kanalis Semisirkularis (tga buah saluran setengah lingkaran)
Koklea (berbentuk rumah siput mengandung reseptor
pendengaran).Terdiri atas 3 bagian:
o Skala vestibuli bagian atas Berisi cairan perilimfa
o Skala Timpani bagian bawah
o Bagian yang menghubungkan keduanya
Skala vestibule dan skala timpani berisi cairan
periimf.
Skala vestibule berhubungan dnegan tulang sanggurdi melalui jendela
berselaput yaitu tingkap oval.
Skala timpani berhubungan dengan tulang bagian tengahmelalui
tingkapbulat.
Antara skala vestibule dan skala timpani terdpat skala media berisi
cairanendolima.
Skala media bagian atas dibatasi membrane vestibularis (reissner),
sedangkan bagian bawah dibatasi membrane basilaris. Di atas
membrabasilais terdapat organ corti yang terdiri atas reseptor se
rambut dan selpenunjag.
Labirin membranosa
Terletak di dalam labirin tulang.
Merupakan rangkaian tuba berongga dan berkantong berisi cairan
endolimfa.Dalam saluran setengah lingkaran terdapat duktus
semisirkular berisi cairan endolimfa.
Labirin membranosa terdri atas dua kantong, yang keduanya dihubungkan
duktus endolimfa.
Utrikulus dan
Sakulus
Pada duktus semisirkular, urtikulus, sakulus mengandung reseptor untuk
keseimbangan (ekuilibirum).
268
2. Mekanisme Mendengar
Gelombang bunyi Menjalar ke kanal Membentuk getaran
dvitangkap daun auditori eksternal. pada membran
kartilago telinga. timpanum
Terbentuk Menuju fenestera Menjalar ke osikel
gelombang tekanan vestibuli. auditori.
pada skala vestibulli.
Menyebabkan Sel rambut
Menjalar ke skala getaran pada melengkung.
timpani. membran basilar.
Menjalar ke korteks Menjalar ke serabut Memicu impuls
auditori di otak. saraf saraf.
Bunyi vstibulokoklear.
diinterpretasikan.
3. Peranan Telinga dalam Keseimbangan
o Ekuilibirum Statis
Kesadaran akan posisi kepala terhadap gaya gravitasi jika tubuh dalam
keadaan diam.
Reseptor: macula pada dinding urtikulus dan sakulus.
Makula terdiri atas sel penunjang dan sel rambut.
Sel rambut membentuk massa gelatin yang mengandung otolit.
Ketika kepala berada pada posisi tegak, otolit berada di bagian
puncaksel rambut.
269
Jika posisi kepala miring, gaya gravitasi mengubah arah otolit
danmelengkungkan sle rambut yang mengaktivasi sel
reseptor.
Aktivasi sel reseptor akan ditransmisi ke saraf CN VIII.
o Ekuilibirum Dinamis
Kesadaran akan posisi kepala saat merespons
gerakan.Reseptor: ampula pada duktus
semisirkular.
Ampula berisi krista yang terdiri atas sel penunjang dan sel
rambutyang menonjol membentuk lapisan gelatin kapula.
4. Gangguan Indra Pendengar
o Tuli (tuna rungu), penurunan seseorang untuk mendengar suara.
Tuli Konduktif, akibat gangguan transmisi suara ke koklea.
Tuli Saraf, akibat kerusakan organ Corti, saraf CN VIII, korteks
otak.
o Furunkulosis, muncul bisul pda meatus (liang telinga).
o Otitis Media, infeksi telinga tengah setelah terserang flu, sinusitis,
campak,atau infeksi bakteri.
o Mastoditis, infeksi yang menyebabkan sel mastoid berongga.
5. Fungsi Telinga
d. Pendengaran suara atau bunyi.
e. Bertanggung jawab dalam menyangga keseimbanagn tubuh.
e. Indra Peraba (Kulit)
1. Struktur Kulit
LAPISAN KULIT
270
a. Epidermis
Bagian terluar kulit yang tersusun dari sel epitel pipih berlapis banyak dengan
susunanrapat, dan mengalami keratinasi.
Jaringan ini tidak memiliki pembuluh darah.
Epidermis terdiri atas lima lapisan:
1. Stratum Korneum
Lapisan epidermis paling atas yang terdiri atas 25-30 lapisan sisik dari sel
yangtidak hidup.
2. Stratum Lusidum
Lapisan jernih terdiri 4-7 lapisan sel pipih tidak berinti yang hampir mati.
3. Statum Granulosum
Terdiri atas 3-5 lapisan sel bergranula keratohialin yang merupakan
prekusordalam pembuatan keratin.
4. Statum Spinosum
Lapisan sel spinaang memiliki tonjolan penghubun intraseluler (desmosome).
5. Statum Basalis
Lapisan sel ang melekat pad jaringan ikat dari lapisan kulit di bawahnya
(dermis) Pembelahan sel berlangsung cepat. Diantara sel stratum basalis
terdapat melanosit yang menghasilkan melanin, melanin fungsinya sebagai
pewarnaan kulit dan melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet matahari.
b. Demis
Dipisahkan oleh membrane dasar (lamina yang tersusun dari dua lapisan jaringan ikat.
1. Lapisan Papilar
Tersusun atas jaringan areolar renggang dengan fibroblast, sel mast, dan makrofag.
2. Lapisan Retikuler
Tersusun atas jaringa ikat ireguler yang rapat, kolagen, dan serat elastic.
271
c. Hipodermis
Lapisan yang mengikat kulit secara longgar. Lapisan ini banyak mengandung sel
lemak,pembuluh darah, dan ujung saraf.
2. Reseptor Sensor Kulit
Reseptor sensor untuk mentransduksi stimulus dari lingkungan menjadi impuls
saraf.
Korpuskula Pacini
o Mendeteksi: tekanan yang dalam (kuat), dan getaran.
o Letak: jaringan subkutan, pada jari, telapak tangan dan kaki.
o Bentuk dan ukuran: berbentuk bulat atau lonong dengan
panjang 2mm, berdiameter 0,5-1 mm.
Korpuskula Meissner
o Mendeteksi: sentuhan.
o Letak: papilla dermis, terutama pada ujung jari, bibir, papilla
mamae,dan genitalia luar.
o Bentuk dan ukuran: berbentuk silindris dengan panang 80 mikron
danlebar 40 mikron.
Cakram Merkel
o Mendeteksi: sentuhan dan reseptor raba yang beradaptasi lambat.
o Letak: kulit yang tidak berambut (ujung jari) dan di antara
folikelrambut pada epidermis.
Korpuskula Ruffini
o Mendeteksi: tekanan dan tegangan di sekitar jaringan ikat.
o Letak: bagian dermis.
Ujung Bulbus Krause
o Mendeteksi: tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan gerakan.
o Letak: bibir dan genitalia luar, bagian dermis yang
berhibungandengan rambut.
o Bentuk dan ukuran: berbentuk bulat dengan diameter 50 mikron.
Ujung Saraf Bebas
o Mendeteksi: rasa nyeri, sentuhan ringan, suhu (dingin/panas).
o Letak: menyebar di jaringan tubuh dan merupakan reseptor
sensorutama pada kulit.
3. Fungsi Kulit
a. Ekskresi
Mengeluarkan lemak dan keringat ang mengandung air, garam, urea, dan
ion.
b. Perlindungan
Melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi sinar matahari, iritasi
272
kimia,dan gangguan mekanik.
c. Pengaturan suhu badan
Kelenjar keringat dan pembuluh darah berfungi
mengatur danmempertahankan suhu tubuh.
d. Metabolisme
Menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar matahari dan menyimpan
lemaksebagai sumber energy cadangan.
e. Komunikasi
Stimulus lingkungan diterima oleh reseptor kulit, misalnya perubahan
suhu,sentuhan, dan tekanan.
273
BAB X SISTEM REPRODUKSI
A. Jurnal Belajar
Jurnal Belajar Sistem Reproduksi #1
Hari/Tanggal: Rabu. 5 Mei 2021
Materi: Sistem Reproduksi
Mei dan jadwal juga ulangan pada 24 Mei. Kelas XI IPA 4 dan 5 masih punya 2
pertemuan. Nantinya pada ulangan terdapar 25 soal reproduksi 13 dan soal pertahanan tubuh/
imun.
Bu Puspa memberikan informasi mengenai pengambilan nilai, yang diambil dari penilaian
pertemuan, dan pekerjaan kelas, baru nilai ulangan.
Selain itu juga terdapar tugas akhir tanggal 23 Mei untuk menggabungkan semua
portofolio setahun ini, lalu membuat refleksinya dan dijilid. Enam siswa terbaik, portofolionya
akan ditaruh ke perpustakaan sebagai referensi bagi adik kelas. Bu Puspa juga memberikan
informasi tentang gerakan sekolah menulis bagi yang berminat.
Bu Puspa meminta anak muridnya untuk membagikan share screen yanv dibantu oleh afif.
Hari ini kami mempelajari tentang sistem reproduksi. Reproduksi berhuhungan dengan
regenerasi khususnya mengenai keluarga.
Pada bab ini yang akan dibahas nantinya adalah
1. organ kelaminnya
2. hormon reproduksi
3. proses pembentukan sperma/sel telur
4. menstruasi
organ reproduksi laki-laki
1. dimulai dari testis
2. epididimis
3. kelenjar prostat
4. saluran ejakulasi
5. uretra membranosa
6. uretra spons
274
organ reproduksi perempuan
1. ovarium
2. tuba falopi ( fertilisasi di tuba falopi)
3. uterus
Melalui kami dapat menambah pengetahuan kami khususnya berkaitan dengan system
reproduksi kami, karena organ-organ ini sangat penting dan juga rentan sehingga harus enar
cara merawat dan memperlakukannya
275
BAB XI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
A. Jurnal Belajar
Jurnal Belajar Sistem Pertahanan Tubuh #1
Hari/Tanggal: Jum”at, 7 Mei 2021
Materi: Sistem Pertahnan Tubuh
Hari ini pembelajaran biologi mengenai sistem pertahanan tubuh. Pertama Bu Puspa
menyampaikan siapa-siapa yang menampilkan kamera. Banyak siswa tidak menyalakan
kamera, sehingga Bu Puspa pun ikut tidak menyalakan kamera
Bu Puspa lalu meminta kami untuk memberi satu pernyataan/statement yang berhubungan
dengan sistem pertahanan tubuh yang akan dibacakan siswa secara berurutan sesuai absen.
Siswa yang tidak berpartisipasi tidak akan mendapat nilai.
Nantinya kami diminta untuk menggabungkan seluruh pernyataan berupa portofolio semua
siswa sehingga menghasilkan 65 statement. Siswa diminta juga untuk menyalakan kamera
selama memeberi pernyataan.
Setelah semua siswa membacakan pernyataannya, Bu Puspa mengakhiri dengan merekap
siapa saja yang tidak ikut dalam pelaksanaan kali ini, beberapa siswa diantaranya Putri Nur
Az-Zahra, Rizky Adhelia, dan Shofa Salsabila. Bu Puspa uga memberikan kuis mengenai
materi yang dibacakan masing-masing siswa. Bu Puspa ingin mengukur kefokusan kita selama
pelajaran, yang menjawab benar akan mendapat poin tambahan.
Zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja tanpa adanya interaksi
antigen dan antibodu sebagai pemicu, contoh: interferon dan komplemen.
Pembelajaran hari ini cukup menantang karena menguji dan melatih kefokusan kami, kami
harus mencatat masing-masing pembicaraan dan menyimaknya agar mudah mengerti.
276
B. Tugas-tugas
PORTOFOLIO I
SISTEM PERTAHANAN TUBUH
1. Aaliyah: Sistem imunitas adalah sistem pertahanan yang berperan dalam mengenal,
menghancurkan, serta menetralkan benda asing atau sel abnormal yang berpotensi
merugikan tubuh.
2. Albert: Sistem pertahanan tubuh memiliki beberapa fungsi, yaitu:
- Mempertahankan tubuh dari pathogen invasive
- Melindungi tubuh terhadap suatu agen dari lingkungan eksternal yang berasal dari
tumbuhan dan hewan.
- Menyingkirkan sel-sel yang sudah rusak akibat suatu penyakit atau cedera.
- Mengenali dan menghancurkan sel abnormal seperti kanker.
3. Adastra: Pada perthanan tubuh bawaan terdapat alat yang menghalangi dalam imunitas
bawaan, seperti kulit, air mata, mukus (cairan lengket dan tebal yang disekresikan oleh
membran dan kelenjar mukosa), dan air ludah. Berfungsi untuk mencegah laku peradangan
setelah terjadi luka atau infeksi.
4. Aldinan: Tubuh memiliki dua macam mekanisme pertahanan tubuh, yaitu pertahanan
nonspesifik (alamiah) dan pertahanan spesifik (adaptif).
5. Afif: Pertahanan non spesifik meliputi pertahanan fisika, kimia, dan meknis terhadap agen
infeksi; fagositosis; inflamasi; serta zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh.
6. Aldian: Pertahanan fisik, kimia, dan meknis terhadap agen infeksi. Kulit yang sehat dan
utuh, membrane mukosa, cairan tubuh yang mengandung zat kimia antimikroorganisme,
pembilasan oleh air mata, saliva dan urin.
7. Alfonsus: Kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda asing serta sel sel
abnormal disebut imunitas (kekebalan).
8. Alya Herliani: Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cidera yg
disebabkan terbakar, toksin, produk bakteri, dan gigitan serangga.
9. Alya Rahimah: Zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja tanpa
adanya interaksi antigen dan antibodu sebagai pemicu, contoh: interferon dan komplemen.
277
10. Andi Ailmann: Komponenen respon imunitas spesifik ada antigen dan antibodi.
11. Alya Sakila: Di dalam interaksi antibodi dan antigen, terdapat fiksasi komplemen yaitu
aktivasi sistem komplemen (± protein serum) oleh antibodi, yang jika terjadi infeksi,
protein pertama dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan, kemudian memicu
aktivasi protein-protein berikutnya, hasilnya merupakan virus dan sel-sel patogen yang
mengalami lisis.
12. Ashaz: Hipersensitivitas adalah peningkatan sensitivitas atau reaktivitas terhadap antigen
yang pernah dipaparkn atau dikenal sebelumnya.
13. Aurelia: Interaksi antibodi dan antigen ada fiksasi komplemen, netralisasi, aglutinasi, dan
presipitasi.
14. Boeih: Jenis imunitas terhadap penyakit (patogen) dapat dibedakan menjadi 2 macam :
- Imunitas aktif (alami dan buatan)
- Imunitas pasif (Alami dan buatan)
15. Brandon: Sistem pertahanan spesifik (adaptif) dapat dibedakan menjadi 2 macam, aitu
imunitas yang diperantara oleh antibody dan imunitas yang diperantarai oleh sel.
16. Cantika: Sel-sel yang terlibat dalam respons imunitas adalah sel B, sel T, makrofag, dan
sel pembunuh alami
17. Candyle: Faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu Genetik (keturunan),
Fisiologis, Stress, Usia, Hormon, Olahraga, Tidur, Nutrisi, Pajanan zat berbahaya, Racun
tubuh, Penggunaan obat-obatan.
18. Deswita: Mekanisme respons imunitas seluler (diperantarai sel), ada 2, yaitu:
a. Ekstraseluler (jika antigen dicerna oleh makrofag)
b. Intraseluler (jika antigen menginfeksi sel)
19. Dwi: Tanda-tanda lokal respons inflamasi, yaitu kemerahan, panas, pembengkakan, nyeri,
atau kehilangan fungsi.
20. Dicky: Ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh makrofag terdiri dari antigen,
makrofag, MHC kelas 2, sel T.
278
21. Elvina: Makrofag dapat dibedakan menjadi 3 yaitu makrofag jaringan ikat, makrofag dan
prekursornya, dan sistem fagosit mononukleus.
22. Dina : Imunitas dibagi menadi beberapa, yaitu imunitas aktif dan imunitas pasif. Imunitas
pasif adalah jika antibodi dari satu individu dipindahkan ke individu lainnya.
Imunitas pasif alami terjadi melaui pemberian ASI kepada bayi dan saat IgG ibu masuk ke
plasenta. Imunitas pasif buatan terjadi melalui ineksi antibodi dlam serum yang dihasilkan
orang atau hewan kebal karena pernah terpapar antigen tertentu.
23. Enji : Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi hipersensitivitas, penyakit autoimun dan
imunodefisiensi.
24. Faisal : fagositosis memiliki beberapa jenis makrofag, yaitu makrofag jaringan ikat atau
histiosit, makrofag dan prekusornya atau monosit, dan sistem makrofag mononukleus.
25. Fajar Hamdan : pertahanan nonspesifik terbagi menjadi pertahanan fisik, kimia, dan
mekanis terhadap agen infeksi, fagositosis, inflamasi, dan antimikroba nonspesifik yang
diproduksi tubuh.
26. Fani : Faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu genetik, fisiologis, stress,
usia, hormon, olahraga, tidur, dan nutrisi.
27. Farren : Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi hipersensitivitas (alergi), penakit
autoimun, dan imunodefisiensi.
28. Gabe : Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit.
Limfosit ada 2 macam yaitu Limfosit B dan Limfosit T
29. Gina : Sel T efektor ada tiga jenis, yaitu sel T sitotoksik, sel T penolong, sel T supresor.
30. Gita : mekanisme respons imunitas humoral yaitu
Antigen masuk ke tubuh -> dibawa ke limfosit B.
Aktivasi limfosit B -> proliferasi menghasilkan tiruan sel B.
Tiruan sel B berdiferensiasi -> sel plasma -> sekresi antibodi -> dibawa ke lokasi
infeksi.
31. Ivan : Sel pembunuh alami adalah sekumpuln limfosit non-T dan non-B yang bersfat
sitotoksik. Sel ini tidak perlu berinteraksi dengan antigen atau limfosit untuk
menghancurkan sel tertentu. Sel ini berperan untuk menghancurkan sel kanker pada lokasi
primer, virus, jamur, dan parasite lainnya.
279
32. Juan : Hipersensitivitas atau alergi adalah peingkatan sensitivitas atau reaktivitas terhadap
antigen yang pernah dipajankan atau dikenal sebelumnya. Pada umumnya terjadi pada
beberapa orang saja dan tidak membahayakan tubuh.
33. Je Ivan : Penyakit auto imunitas adalah kegagalan sistem imunitas untuk membedakan sel
tubuh dengan sel asing sehingga system imunitas menyerang sel tubuh sendiri. Contohnya
artritis rematoid, penyakit grave, anemia pernisiosa, penyakit addison, sistem lupus
ertythematosus, diabetes melitus tergantung insulin (DM tipe 1) dan multiple sclerosis
(MS, penyakit neurologis kronis).
34. Louis : Imunodefisiensi, adalh kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau
ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespon antigen. Contoh: defisiensi imun
kongenital dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).
35. Khanza : sindrom stevens johnson (ssj), penyakit kulit dan mukosa yang berbahaya dan
dapat mengakibatkan kematian
36. Marcell : Jenis imunisasi polio dapat mencegah poliomelitis/ kelumpuhan.
37. Madinah : Program dan jenis imunisai.
- BCG: untuk mencegah tuberculosis.
- Hepatitis B: mencegah penyakit hepatitis B dan infeksi organ hati.
- Polio: mencegah peykit poliomyelitis/ kelumpuhan.
38. Modestine : Tujuan akhir inflamasi adalah membawa karbosit dan protein plasma jaringan
yng terinfeksi atau rusak untuk mengisolasi, menghancurkan, menginaktifkan agen
penyerang, membersihkan sel-sel debris, serta mempersiapkan proses penyembuhan dan
perbaikan jaringan.
39. Andri : Antibodi merupakan protein plsma yang disebut immunoglobulin. Terdpat lima
kelas immunoglobulin yaitu IgA, IgD, IgE, IgG, IgM.
40. Salman : Antigen adalah zat yang merangsang respon imunitas terutama dalam
menghasilkan antibodi. Terdiri atas bagian determinan antigen dan hapten.
41. Fawwaz : salah satu faktor yg mempengaruhi system pertahanan tubuh yaitu tidur. Jika
kekurangan akan menyebabkan perubahan pada jaringan sitokin yang dapat menurunkan
imunitas seluler sehingga kekebalan tubuh menjadi melemah.
280
42. Oasis : Imunisasi DPT adalah imunisasi untuk mencegah tiga macam penyakit yaitu
difteri, batuk rejan, dan tetanus yang diberikan pada usia balita sekitar 6 minggu, 4 bulan,
hingga 6 bulan.
43. Rafli : Salah satu contoh imunodefisiensi adalah defisiensi imun kongenital, yaitu keadaan
tidak memiliki sel B maupun sel T sejak lahir. Jadi Penderita harus hidup dalam
lingkungan yang steril.
44. Oriza : kekebalan tubuh ada dua. Kekebalan aktif dan pasif.
- Kekebalan aktif adalah kekebalan yg dihasilkan oleh tubuh sendiri dimana jika
seseorang sakit karna terinfeksi patogen, tubuh akan membuat antibodi.
- Kekebalan pasif: kekebalan yang diperoleh setelah mendapat antibodi dari luar
contohnya kekebalan tubuh bayi yang didapat dari air susu ibu
45. Rafli Dwi : Salah satu mineral yang berlimpah dalam tubuh adalah magnesium,
magnesium diketahui dapat mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, selain itu
magnesium juga dapat membantu menjaga otot normal dan fungsi saraf menjaga irama
jantung agar tetap stabil, menjaga tulang yang kuat, mengatur tingkat gula darah,
mengatur tekanan darah.
46. Zinedine : Respon kekebalan homoral melibatkan aktivasi sel B yang akan menghasilkan
antibodi dalam plasma darah dan juga limfa.
47. Raisya : Imunodefiensi adalah salah satu penyakit sistem pertahanan tubuh yaitu kondisi
menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan sistem imunitas untuk
merespons antigen. Ada 2 jenis imunodefisiensi, yaitu defisiensi imun kongenital dan
AIDS.
48. Nadia : Vaksin adalah patogen yang mati atau dilemahkan atau toksin yg telah diubah.
49. Rania : Imunisasi PCV yaitu untuk mencegah penyakit radang selaput otak, infeksi darah,
dan radang paru-paru.
50. Nanda : Salah satu faktor yg memengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah nutrisi seperti
vitamin dan mineral dalam pengaturan sistem imunitas, DHA dan asam arakidonat
mempengaruhi maturasi, pematangan sel T protein.
281
51. Naura : Pencegahan terbaik untuk sindrom stevens johnson adalah tidak mengonsumsi
obat-obatan sembarangan dan memeberi tahu dokter apabila memiliki uatu alergi terhadap
jenis obat, makanan, atau bahan kimia tertentu.
52. Ruth : Salah satu program imunisasi adalah imunisasi hepatitis A untuk mencegah
hepatitis A. Hepatitis A adalah peradanagn organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus
Hepatitis A
53. Patricia maulina : Jenis dan program imunisasi; campak untuk mencegah penyakit campak,
tifoid untuk mencegah penyakit tipes, varisella untuk mencegah penyakit cacar.
54. Samuel : Patogen dapat berevolusi dengan cepat dan mudah beradaptasi agar terhindar
dari identifikasi dan penghancuran oleh sistem imun, tetapi mekanisme pertahanan tubuh
juga berevolusi untuk mengenali pathogen tersebut.
55. Raina Elvira : Contoh alergen yaitu spora kapang, serbuk sari, rambut hewan, kotoran
serangga, karet lateks, obat-obatan, dan bahan makanan (telur, susu, kacang, udang, dan
kerang).
56. Raisha Azka : Salah satu faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu pajanan
zat berbahaya. Contohnya bahan radioakti, pestisida, rokok, minuman beralkohol, dan
bahan pembersih kimia yang dapat menurunkan imunitas.
57. Skylenn : Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat sel-sel yang terlibat dalam respons
imunitas salah satunya adalah makrofag, Makrofag adalah sel fagosit besar dalam jaringan,
yang berasal dari perkembangan sel darah putih, dan berfungsi untuk menelan antigen atau
bakteri untuk dihancurkan secara enzimatik.
58. Sakhi : Presipitasi/pengendapan adalah peningkatan silang molekul-molekul antigen yang
larut dalam cairan tubuh.
59. Jason : Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah perbanyak makan buah dan sayur,
berolahraga, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stress.
60. Thezar : Pada beberapa kasus penyakit sindrom steven Johnson disebabkan oleh beberapa
jenis obat-obatan diantaranya pensilin, streptomisin, sulfonamida, tetrasiklin, metamisol,
antalgin, parasetamol, klorpromazin, karbamazepin (tegretol) dan beberapa turunan dari
obat-obatan tersebut.
282
61. Wahyu : Struktur antibody. Pada antibodi setiap molekul tersusun atas 2 rantai polipeltida
yang identik, dimana terdapat 2 rantai ringan dan 2 rantai berat. Empat rantai pada molekul
antibodi dihubungkan oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya menyerupai huruf y.
62. Yuniar : Salah satu faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah hormon,
bergantung pada jenis kelamin. Wanita menghasilkan hormone estrogen yang
meningkatkan sintesis IgG dan IgA sehingga menjadi lebih kebal terhadap infeksi dari
pada pria. Pria memproduksi androgen yang bersifat memperkecil resiko penyakit
autoimun, sehingga penyakit autoimun lebih sering dijumpai pada wanita.
283
REFLEKSI
PERISTIWA
Kegiatan belajar mengajar di masa pandemi ini, membuat para guru dan siswa memikirkan
cara beradaptasi menghadapi segala perubahan di bidang pendidikan era sekarang. Tidak hanya
media belajar yang berubah, namun juga teknik belajar yang harus dinamis agar membuat para
siswa khususnya saya tertantang untuk lebih bersemangat dalam belajar. Ibu Puspa lalu muncul
dengan sebuah ide membuat jurnal belajar dan portofolio di setiap pertemuan. Ide tersebut
diterima baik oleh para siswa, walaupun hal tersebut dirasa baru dan asing.
Pada dasarnya jurnal belajar berisi hal-hal yang dibahas baik mengenai materi pelajaran,
kesan dan pesan, maupun pengumuman-pengumuman lainnya yang dibahas pada pertemuan.
Jurnal belajar dikerjakan dnegan diketik maupun ditulis tangan. Sedangkan portofolio berupa
tugas di setiap babnya yang dapat dilkukan dari berbagai media tulis dengan sekreatif mungkin.
PERASAAN
Menulis jurnal dan portofolio tidaklah mudah, perlu konsentrasi tinggi dalam menulisnya.
Hal ini awalnya terasa berat bagi saya, mengingat menulis bukanlah sesuatu yang saya lakukan
sehari-hari. Namun, semakin saya terbiasa, saya menyadari bahwa kegiatan menulis seperti ini
sangat bermanfaat di kemudian hari, perasaan itupun berubah menjadi semangat karena perasaan
“tertantang” menjadi lebih baik, setiap mengerjakannya.
Kegiatan menulis jurnal dan portofolio ini tidak hanya seputar menulis saja. Saya ingat Bu
Puspa membolehkan, bahkan menganjurkan, agar setiap tulisan dan karya kami, dihias. Saya
sangat menyukai hal-hal berbau kretivitas. Kegiatan inilah yang juga membuat saya semangat
dalam menulis jurnal dan portofolio. Oleh sebab itu banyak sekali hal bermanfaat yang dapat saya
latih dalam menulis jurnal dan portofolio saya.
PEMBELAJARAN
Menulis jurnal dan portofolio perlahan mengjarkan saya hal-hal penting. Menulis jurnal
belajar menjadikan reminder bagi saya, tidak hanya seputar pelajaran, namun juga pesan penting
selama pembelajaran. Bu Puspa sering memberi pesan moral bagi siswa-siswinya di setiap
pertemuan. Tanpa jurnal hal tersebut bisa berlalu begitu saja bagi saya. Menulis jurnal tentunya
melatih saya dalam mengembangkan kegiatan non-akademik yang dapat bermanfaat bagi saya.
284
Menulis menurut saya sangat melelahkan. Memilih kata, aturan tulisan yang banyak,
menghambat saya dalam menulis. Namun, setelah adanya jurnal belaar serta portofolio, saya
merasa saya perlahan belajar dan melatih diri saya untuk lebih mengembangkan dan memperluas
hal yang berhubungan dengan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan, bukan hanya bermalas-
malasan menunggu bakat tersebut datang ke saya.
Saya belajar bahwa hal-hal kecil seperti keterampilan menulis, bukanlah sebuah bakat
untuk orang tertentu saja, namun semua orang dapat melakukannya asalkan berlatih.
PERUBAHAN
Menulis jurnal belajar dan portofolio merubah saya menjadi lebih semangat berlatih. Saya
menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan saya. Perubahan tersebut
tentunya tidak diraih sekejap, namun perlu waktu dan kesadaran diri.
285