The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Jurnal Belajar dan Hasil Aktivitas Belajar Biologi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alya.rahimah2013, 2021-06-11 21:47:52

Portofolio Biologi Alya Rahimah (XI IPA 4)

Jurnal Belajar dan Hasil Aktivitas Belajar Biologi

Keywords: Portofolio

Benedict adalah larutan yang digunakan untuk menguji kadungan glukosa
pada bahan makanan. Zat makanan yang diukur dengan reagen benedict
mengandung glukosa apabila menghasilkan warna kuning kehijauan-merah
bata.

Sesuai dengan hasil pengamatan sampel nasi putih tidak mengandung glukosa
karena warna yang dihasilkan adalah warna biru.
Sedangkan roti, kentang, jagung menunjukan sampel tersebut mengandung
glukosa tetapi lemah. Sementara ubi menunjukan hasil berwarna merah bata
yang berarti mengandung glukosa.
Kami menambahkan sampel nasi yang telah dikunyah sebagai bentuk
perbandingan, karena mengandung glukosa yang kuat sehingga warnanya
merah bata. Hal ini disebabkan karena saat nasi dikunyah terjadi pemecahan
amilum menjadi glukosa oleh enzim ptialin yang dihasilkan kelenjar saliva.

2. Raegen Iodin/Lugol
Iodin/lugol adalah larutan yang digunakan untuk menguji apakah sutu
makanan mengandung amilum. Zat makanan yang diukur dengan reagen
iodin/lugol mengandung amilum apabila menghasilkan warna biru kehitaman.
Menurut data hasil pengamatan, beberapa sampel yaitu nasi putih, roti, dan
kentang, ubi mengandung amilum. Karena saat diuji berubah warna menjadi
biru kehitaman.
Sedangkan untuk jagung hanya berwarna biru (kandungan amilum lemah).

3. Raegen Biuret
Biuret adalah larutan yang digunakan untuk menguji protein. Bila bahan
makananitu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan larutan biuret
akan menghasilkan warna ungu.
Dari data hasil pengamatan, tempe, tahu, dan putih telur mengandung protein
karena pada saat diuji larutan niuret berubah warna menjadi ungu. Sedangkan
susu tidak mengandung protein karena berubah warna menjadi biru.

197

4. Raegen Kertas
Kertas adalah bahan penguji lemak. Pada pengujian ini makanan akan
dioleskan ke kertas hingga mengering. Jika ada noda transparan maka bahan
makanantersebut mengandung lemak.
Dari data hasil pengamatan, beberapa sampel yaitu nasi, kentang, dan
jagung tidak mengalami perubahan warna maupun kertas menjadi transparan.
Sedangkan pada susu kertas menjadi transparan.
Saya menambahkan minyak dan mentega sebagai bentuk perbandingan
dengan sampel-sampel lain. Dan pada sampel roti, saya belum mendapatkan
hasil pengamatannya di sumber internet.

VIII. Jawaban

Pertanyaan

Pertanyaan:
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung

karbohidratsetelah diuji dengan:
a) Larutan Benedict b) Larutan Iodin/Lugol
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung
proteinsetelah diuji dengan biuret?
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan
yangdiuji!
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!

Jawaban Pertanyaan:
1. a) Makanan yang mengandung karbohidrat glukosa jika diuji
menggunakan larutan benedict akan berubah warna menjadi merah bata.
b) Makanan yang mengandung karbohidrat amilum jika diuji
menggunakan larutan iodin/lugol akan berubah warna menjadi biru
kehitaman.
2. Makanan yang mengandung protein jika diuji menggunakan larutan biuret
akan berubah warna menjadi ungu.
3. Makanan yang memiliki kandungan karbohidrat paling tinggi yaitu nasi,
roti kentang, dan ubi. Karena ketiga bahan makanan tersebut saat
dilarutkan reagen iodin/lugol berubah warna menjadi biru kehitamann.
Selanjutnya pada jagung, kadar amilum rendah karena pada saat diberi
larutn iodin/lugol warnanya berubah menjadi biru saja.

198

4. Berdasarkan hasil pengamatan diatas kertas. makanan yang memiliki
kandungan lemak paling tinggi adalah minyak, mentega, susu, karena
kertas hasil pengamatan menunjukan hasil yang transpran dan licin.
Sedangkan nasi, kentang, jagung, dan roti tidak mengandung lemak,
karena kertas hasil pengamatan tidak menunjukan adanya perubahan kertas
menjadi transparan maupun licin.

5. Proses pencernaan adalah proses pengolahan makanan menjadi zat-zat
yang dapat diserap oleh darah, dan sisa-sisa makanannya dapat dibuang
keluar tubuh. Sebelum diserap oleh jaringan-jaringan tubuh, makanan
perlu dirombak dahulu agar lebih mudah terserap. Proses pencernaan
manusia meliputi dua proses yaitu kimiawi yang melibatkan enzim dan
mekanis yang tidak melibatkan enzim

 Pencernaan karbohidrat: Dimulai dari mulut dengan kelenjar ludah yang

tersusun atas enzim ptyalin. Enzim ptyalin inilah yang membantu
memecah polisakarida menjadi disakarida. Pencernaan berlanjut di usus
halus dimana disakarida tadi didegradasi menjadi monosakarida.
Selanjutnya monosakarida tersebut diserap oleh usus penyerapan dan
diedarkan ke seluruh sel-sel tubuh. Monosakarida dibawa oleh aliran darah
sebagain besar menuju hati. Di dalam hati, monosakarida mengalami

proses sintesis menghasilkan glikogen,

dioksidasi menjadi CO2 dan H2O atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran
darah ke bagian tubuh yang

memerlukan.

 Pencernaan Protein: Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino
oleh beberapa reaksi hidrolisis serta enzim-enzim yang bersangkutan.
Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein, antara lain
pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksipeptidase, dan amino
peptidase. Protein yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian
diabsorbsi melalui dinding usus halus dan sampai ke
pembuluh darah. Setelah diabsorbsi dan masuk ke dalam pembuluh
darah, asam amino tersebut sebagian besar langsung digunakan oleh
jaringan.

199

Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh sehingga kelebihan protein
akansegera dibuang atau diubah menjadi zat lain.

 Pencernaan lemak: Pencernaan lemak dibantu oleh enzim lipase yang
berasal dari pankreas di usus halus. Ketika lemak usus 12 jari, dinding-
dinding usus 12 jari akan menghasilkan kolesistokinin, hormon ini
merangsang hati untuk melepaskan garam empedu. Garam empedu
memudahkan pemecahan lemak oleh lipase. Butiran-butiran lemak tak
larut dalam air, sedangkan enzim lipase dapat larut dengan air oleh
karenanya hanya dapat menyentuh bagian permukaannya saja.
Pengemulsian lemak oleh garam empedu mengubah ukuran butiran lemak
menjadi lebih kecil. Sehingga butiran-butiran kecil lemak (TAG) yang
teremulsi dengan garam empedu dapat dipecah menjadi asam lemak dan
gliserol oleh enzim lipase. Kemudian asam lemak dan glyserol ini akan
diserap melalui pembuluh limfe di ileum.

IX. Kesimpulan
Setelah dilakukan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa:
 Larutan lugol/iodin digunakan untuk mengetahui ada tidaknya
kandunganamilum.
 Larutan biuret digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan
zatprotein.
 Larutan benedict digunakan untuk mengetahui ada tidaknya
kandunganglukosa.
 Kertas dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan
lemak. Selain itu juga dapat diketahui beberapa contoh makanan dari zat-zat
gizi tertentu misalnya:
 Amilum contohnya roti, nasi, dan kentang.
 Protein contohnya tempe, tahu, dan putih telur.
 Glukosa contohnya roti, kentang, jagung, susu, dan nasi yang dikunyah.
 Lemak contohnya mentega, minyak, susu.

X. Daftar Pustaka
Irnaningtyas. 2014. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Penerbit
Erlangga.https://www.academia.edu/16894003/Laporan_Uji_Zat_Makanan
http://eprints.walisongo.ac.id/6881/3/BAB%20II.pdf
https://unese.campusquotient.org/benedict-s-test-colour-chart/

200

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Air
http://pewea.blogspot.com/2014/08/uji-zat-makanan-terlarut-
gula- tepung.html?m=1
https://www.gurupendidikan.co.id/pengujian-zat-makanan/
http://badriyahbilang.blogspot.com/2014/05/laporan-praktikum-biologi-
uji- kandungan.html?m=1
https://geograpik.blogspot.com/2020/09/jelaskan-proses-metabolisme-
pencernaan.html
https://www.smpn6bandarlampung.sch.id/2016/03/penjelasan-proses-
pencernaan-karbohidrat-protein-dan-lemak-dalam-tubuh-manusia-secara-
detail/ https://youtu.be/FyCzK61AmL0
https://youtu.be/5nNi-GLh7ZU
https://youtu.be/IysItN9CR9M
https://youtu.be/2IXNo2NWxAs
https://youtu.be/bVzFa19XLYc
https://youtu.be/i9APbqr7aOQ
https://youtu.be/NahfChfmRHY
https://youtu.be/i9APbqr7aOQ
http://badriyahbilang.blogspot.com/2014/05/laporan-praktikum-biologi-uji-
kandungan.html?m=1
https://youtu.be/NahfChfmRHY
https://youtu.be/qWEvZM58dEk
https://youtu.be/pcktKXx36gY
https://youtu.be/4s7drZl8SZk
http://laboratoriumu.blogspot.com/2012/02/laporan-uji-
makanan-biologi.html?m=1

XI. Lampiran
Berikut beberapa lampiran foto dokumentasi dari sumber pengamatan.

201

Hasil uji makanan dengan Hasil uji makanan
denganreagen benedict kertas

Hasil uji makanan dengan iodine

Hasil uji makanan dengan
Biuret
202

BAB VII SISTEM PERNAPASAN
A. Jurnal Belajar

Jurnal Belajar Sistem Pernapasan #1
Hari/Tanggal: Jum’at, 29 Januari 2021
Materi: Sistem Pernapasan

Hari ini adalah jadwal kami belajar biologi kembali. Bu Puspa memberikan link sekitar
pukul 11.04, tetapi karena kendala jaringan saya tidak diterima saat masuk di google meet. Link
kembali diberikan oleh Juan sekitar setengah jam kemudian. Namun terjadi kendala jaringan lagi,
sehingga kami hanya bisa memanfaatkan waku 15 menit untuk belajar hari ini.

Selanjutnya Bu Puspa menjelaskan mengenai transfor karbon dioksida, transfor karbon
dioksida diangkut oleh tiga cara yaitu larut dalam plasma darah, mengikat dengan hemoglobin
membentuk karabamino hemoglobin (HbCO2), dan dalam benuk bikarbonat (HCO3-) dengan
bantuan enim karbonat anhidrase.

Selanjutnya kami mempelajari ada volume dan kapasitas paru-paru ada 10 yaitu volume
tidal, volume cadangan inspirasi, volume cadangan ekspirasi, volume residu, kapasitas residu
fungsional, kapasitas inspirasi, kapasitas vital, kapasitas total paru-paru, kapasitas respirasi per
menit, dan volume ekspirasi kuat dalam satu detik.

Selanjutnya jufa kami belajar tentang bahaya rokok bagi kesehatan, ada beberapa zat
berbahaya yang terkandung dalam rokok seperti nikotin, tar, karbon monoksida. Kami juga
membahas mengenai perokok pasif yang juga rentan akan kesehatannya dengan penjelasan
Cendyle dan Bu Puspa.

Selanjutnya adalah pembahasan organ pernapasa, pada pertemuan kali ini dibahas organ
hidung.yaitu penjelasan umum dari hidung serta fungsinya yang dibahas oleh juan, sakhi, dan
boeih.

Terakhir, Bu Puspa memberikan refleksi pembelajaran hari ini, pembelajaran kali ini
cukup aktif namun, siswa harus didorong dahulu oleh guru. Semua siswa hari ini juga hadir, Kami
mebahas mulai dari pegertian pernapasan hingga organ pernapasan hidung. Bu Puspa jug
mengingatkan untuk menulis jurnal, dan selalu berpesan di akhir agar menjaga arak, mencuci
tangan, dan memakai masker.

203

Pembelajaran hari ini sangat baik, semua teman-teman hadir. Seperti Bu Puspa hendaknya
saya maupun teman-teman lebih aktif selama pembelajaran.

204

Jurnal Belajar Sistem Pernapasan #2
Hari/Tanggal: Rabu, 3 Februari 2021
Materi: Sistem Pernapasan

Kami juga mempelajari tentang mekanisme bernapas pada hari ini, awalnya kami disuruh
untuk memperagakan cara bernapas, lalu menganalisis apa yang terjadi selama bernapas itu. Andi
menjawab ada 5 hal yang terjadi saat bernapas yaitu; otot interkostal eksternal berkontraksi, paru-
paru membesar, tulang rusuk terangkat, tekanan udara paru-paru mengecil, diafragma mendatar.

Terakhir, kami mempelajari tentang faktor yang mempengaruhi frekuensi bermapas
seorang manusia. Pertama Cendyle memberi penjelasan apa iu frekuensi. Lalu ditambahkan
Engeline tentang faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi bernapas seperti jenis kelamin, usia,
kegiatan, posisi ubuh, suhu, emosi, status kesehatan, ketinggian tempat.

Materi pembelajaran hari ini sangat menarik, kami mendapat banyak informasi tambahan
seputar sistem pernapasan yang bermanfaat bagi tubuh kami juga.

205

Jurnal Belajar Sistem Pernapasan #3
Hari/Tanggal: Jum’at, 05 Februari 2021
Materi: Sistem Pernapasan

Hari ini merupakan jadwal kami belajar biologi. Bu Puspa memberikan kami link sekitar
pukul 11.04, namun karena kendala jaringan, saya tidak dapat diaccept saat masuk ke google
meet. Juan memberikan link baru sekitar setengah jam kemudian. Namun, karena ada kendala
jaringan, kami menunggu lagi sehingga kami hanya mempunyai waku 15 menit tersisa.

Hari ini kami mempelajari tentang proses transpor karbon dioksia dengan tiga cara yaitu
Co2 larut dalam plasma darah, CO2 berikatan dengan hemoglobin membentuk karbamino
hemoglobin (HbCO2), dan CO2 membenuk bikarbonat (HCO3-) dengan bantuan enzim karbonat
anhidrase,

Selanjutnya kami belajar tentang volume dan kapasitas paru-paru, beberapa siswa
membantu menjelaskan macam-macamnya yaitu volume tidal, volume cadangan inspirasi, volume
cadangan ekspirasi, volume residu, kapasitas residu fungsional, kapasitas inspirasi, kapasitas
vital,kapasitas total paru-paru, volume respirasi per menit, volume ekspirasi kuat dalam satu detik.

Selain itu kami juga belajar tentang bahaya merokok. Ada beberapa kandungan berbahaya
dalam rokok seperti tar, nikotin, dan karbon monoksida. Kami juga belajar tentang perokok pasif
yang rentan terhadap kesehatannya padahal hanya menghirup secara tidak langsung.

Pemebelajaran hari ini banyak terjadi kendala, walaupun demikian saya sangat banyak
mendapat pelajaran hari ini. Semoga saja kedepannya kendala teknis tidak terjadi lagi.

206

Jurnal Belajar Sistem Pernapasan #4
Hari/Tanggal: Rabu, 10 Februari 2021
Materi: Sistem Pernapasan

Seperti biasanya, hari Rabu kami mengikuti pelajaran biologi. Pembekajaran hari ini
dimulai pukul 10.00 di google meet. Di awal pembelajaran saya sempat izin kepada Bu Puspa
karena ada kendala sakit perut. Setelah saya masuk kembali, Bu Puspa memberi aba-aba untuk
ucapan selamat ulang tahun kepada Bapak Kepala Sekolah Eddy Effendi yang dimulai dari
Aaliyah.

Hari ini kami tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran, Bu Puspa hanya memberi
beberapa informasi seputar tugas akhir dan juga ulangan harian. Bu Puspa memberi apresiasi
kepada kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 karena sudah beberapa orang mengumpulkan tugas akhir.
Selain itu Bu Puspa juga menjawab pertanyaan seperti pengaturan video tugas kahir, deadline
tugas akhir, jurnal, dan bagian refleksi dan tindak lanjut dalam makalah hasil analisis. Bu Puspa
juga memberi pengumuman mengenai ulangan harian yang diadakan hari Selasa mendatang
sekitar pukul 14.00. Selanjutnya Bu Puspa menawarkan untuk memperlihatkan video bagi yang
sudah selesai mengerjakam, namun tidak ada yang mengajukan diri.

Pembelajaran hari ini sangat ringan, saya juga senang Bu Puspa ikut mengapresiasi kelas
XI IPA 4 dan XI IPA 5, saya berharap kedepannya semangat saya juga terus meningkat dari hari
ke hari.

207

B. Tugas-tugas
PORTOFOLIO I

MAKALAH ANALSIS PENGARUH PENCEMARAN UDARA
TERHADAP KELAINAN STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN PERNAPASAN

ANALISIS PENGARUH PENCEMARAN UDARA ASAP
KENDARAAN TERHADAP KELAINAN PADA STRUKTUR DAN

FUNGSI ORGAN PERNAPASAN MANUSIA BERDASARKAN
STUDI LITERATUR

Oleh:
Nama/Kelas: Alya Rahimah/XI IPA 4
Guru Mata Pelajaran: Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN TAHUN 2020/2021

208

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Analisis Pengaruh Pencernaan Udara Asap Kendaraan Terhadap
Oleh Kelainan Pada Struktur dan Fungsi Organ Pernapasan Manusia
: Alya Rahimah

Mengetahui, Siswa yang Bersangkutan,
Balikpapan, Februari 2021
Alya Rahimah
Guru Biologi SMA Negeri 1 Balikpapan NIS. 19915

Puspani, M.Pd
NIP. 19731010 200012 2 003

209

1. Judul :

Analisis Pengaruh Pencernaan Udara Asap Kendaraan Terhadap Kelainan Pada Struktur

dan Fungsi Organ Pernapasan Manusia.

2. Tujuan :

1. Mengetahui pengaruh pencemaran udara khususnya terhadap organ pernapasan

manusia.

2. Mengetahui penyebab pencemaran udara.

3. Mengetahui akibat pencemaran udara.

3. Hasil Penelitian :
a. Peristiwa Pencemaran
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik,
kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan
kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan (Nugroho, 2013). Di Indonesia
kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber polusi udara di perkotaan.
Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang
buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan
bahan bakar dengan kualitas kurang baik (misal: kadar timbal/Pb yang tinggi)
(Nugroho, 2013)
Pada sumber studi kasus, per tanggal 18 September 2020 dikatakan tingkat
polusi udara di Jakarta telah mencapai level AQIUS 149 atau tidak sehat bagi
kelompok sensitive. Tingkat AQIUS 101-150 adalah unhealthy, yang mana
memungkinkan efek samping, iritasi dan gangguan jantung dan paru-paru di
kalangan masyarakat umum dan kalangan sensitif. Dinas Lingkungan Hidup
DKI Jakarta menyebutkan bidang utama penyebab polusi udara di Jakarta
disebabkan oleh asap kendaraan bermotor. Sektor transportasi menyumbang
polusi udara sekitar 75%, dan sisanya dari sector industry, dan rumah tangga.
(Fatkhul Maskur, 2020) Polusi Udara Jakarta di Level Tak Sehat, diakses
melalui https://otomotif.bisnis.com/read/20200918/275/1293318/polusi-udara-
jakarta-di-level-tak-sehat-18-september pada tanggal 9 Febuari 2021

210

b. Penyebab Pencemaran
Berdasarkan studi kasus yang telah dilakukan, penyebab pencemaran udara

adalah asap kendaraan bermotor. Berdasarkan data yang dihimpun dari KPBB
pada 2019 polutan di DKI Jakarta disumbang 44.53 persen oleh kendaraan roda
dua. Kemudian bus kota 21.43 persen , truk 17.70 persen, mobil solar 1.96
persen , dan bajaj 0.23 Persen. Hal ini merupakan jumlah yang sangat besar.
Kepemilikan sepeda motor mengakibatkan peningkatan polutan. Subdit
Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan bermotor pada 2013
mencapai 16.043.689 unit. Kepemilikan ini diakibatkan salah beberapa faktor
pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta yang tinggi sehingga mendorong
perubahan gaya hidup.

Emisi gas buang, berupa asap knalpot yang dihasilkan oleh kendaraan
bermotor akibat proses pembakaran yang tidak sempurna yang berbahaya
adalah dapat mengandung timbal/timah hitam (Pb), oksida nitrogen (NOx),
oksida sulfur (SOx), total hidrokarbon (THC), karbon monoksida (CO), TSP
(debu) dan oksida fotokimia (Ox) (BPLH DKI Jakarta, 2013).

c. Akibat Pencemaran
Pencemaran udara akibat emisi gas buang asap knalpot dapat sangat

berbahaya bagi manusia. Penyebab dapat berupa:
1. Mata menjadi perih
Partikel debu hasil dari emisi gas buangan dapat masuk menuju mata dan

mengakibatkan mata menjadi perih dan berair,
2. Hujan Asam
Hujan asam adalah segala macam hujan dengan Ph dibawah 5.6. Gas berbahaya yang

dapat menyebabkan hujan asam yaitu nitro oksida (NOx) dan sulfur oksida (Sox).
Saat hujan, tetesan air tergabung dengan polutan menjadi asam. Hujan asam dapat
menyebabkan kerusakan pada manusia, hewan, an tumbuhan.
3. Pemanasan Global
Pemanasan global merupakan peningkatan suhu rata-rata bumi. Pemanasan global
atau global warming dapat mengakibatkan naiknya suhu bumi sehingga teradi
pencairan es dan peningkatan permukaan laut.
Pemanasa global sendiri dapat diakibatkan oleh polutan CO2 dan polutan lainnya
yang menyebabkan efek rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), nitro oksida

211

(NOx), sulfur oksida (SOx), CFC, HFC. Dimana sulfur oksida dan nito oksida
dihasilkan salah satunya dari asap kendaraan bermotor.
4. Penyakit pada tubuh

a. Timbal dapat mengganggu pembentukan sel darah merah (Ismiyati, 2014),
gejala keracunan dini mulai ditunjukkan dengan terganggunya fungsi enzim
untuk pembentukan sel darah merah, yang akibatnya menyebabkan
gangguan kesehatan lain; seperti anemia, kerusakan ginjal, gangguan
tulang, gangguan saraf, dan lain-lain.

b. Keracunan gas CO timbul sebagai akibat terbentuknya karboksihemoglobin
(COHb) dalam darah, akibatnya oksigen susah diikat oleh hemoglobin. CO
juga dapat mempengaruhi ibu hamil.

c. Nitrogen oksida (NOx) salah satunya NO2 yang dapat menimbulkan
gangguan system pernapasan. NO2 dapat masuk ke paru-paru an
membentuk Asam Nitrit (HNO2) dan Asam Nitrat (HNO3) yang merusak
jaringan (Mulia, 2005)

NO2 dapat meracuni paru-paru. Jika terpapar NO2 pada kadar 5 ppm
setelah 5 menit dapat menimbulkan sesak nafas dan pada kadar 100 ppm
dapat menimbulkan kematian (Chahaya, 2003).

d. Gas SO2 di udara apat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan
kenaikan sekresi mukosa. Dengan konsentrasi 500 ppm SO2 dapat
menyebabkan kematian pada manusia.

e. Partikel debu bentuk padat dan cair dapat berbahaya bagi organ pernapasan
manusia. Ukuran partikel 5 mikron dapat langsung masuk ke paru-paru dan
mengendap di alveolus. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada organ
pencernaan paru-paru.

d. Refleksi
Setelah mengetahui akibat yang dari pencemaran udara akibat emisi gas

buangan gas kendaraan bermotor, saya sebagai penulis harusnya senantiasa
peduli dan juga turut meningkatkan kesadaran masyarakat/raise awareness
tentang bahaya pencemaran udara ini. Selain itu juga diperlukan tindakan-

212

tindakan untuk mengatasi masalah ini, dimulai dari yang sederhaan hingga ke
hal yang lebih kompleks.

Setelah menyadari akan bahaya pencemaran udara, untuk
mengurangi tingkat polusi, saya mencoba melakukan hal-hal seperti menanam
tanaman, mulai memakai masker keluar rumah agar tehindari dai debu.

e. Tindak Lanjut
Tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan pencemaran

udara sebagai berikut:
1. Penggunaan fasilitas kendaraan umum.
Pemeritah dapat menyediakan fasilitas kendaraan umum yang layak dan juga

terjangkau agar masyarakat juga senantiasa senang menggunakan fasilitas
kendaraan umum.
2. Berjalan kaki
Apabila jarak yang dituju dekat, dahulukanlah berjalan kaki. Selain merupakan
olahraga juga bisa mengurangi polusi.
3. Merawat mobil
Selalu merawat mobil dengan saksama agar tidak boros bahan bakar dan asapnya
tidak mengotori udara.
4. Menanam pohon
Menanam pohon dapat menghilangkan partikel, menurunkan kadar nitrogen dioksida,
sulfur dioksida, karbon dioksida, ozon, benzene, dan dioksin.
5. Memilih bahan bakar bensin yang bebas timbal (unleaded fuel) seperti pertamax,
pertalite dan pertamax plus yang bebas timbal.

213

Daftar Pustaka
 Pangestu, Nugroho. 2013. Makalah Asap Pabrik, Asap Kebakaran Hutan, Asap Polusi.
 Maskur, Fatkhul. 2020. Polusi Udara Jakarta di Level Tak Sehat.

https://otomotif.bisnis.com/read/20200918/275/1293318/polusi-udara-jakarta-di-level-tak-
sehat-18-september (diakses tanggal 9 Februari 2021)
 Ismiyati, Devi Marlita, dan Deslida Saidah. 2014. Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas
Buang Kendaraan Bermotor. 1(3). 241-247.
 Grass Indonesia. 2020. Asap Kendaraan Menjadi Penyumbang Terbesar Polusi Udara:
Emisi Euro Solusinya. https://grassindonesia.co.id/asap-kendaraan (diakses tanggal 9
Februari 2021)
 Dishub Kota Medan. 2014. Dampak Emisi Kendaraan Bermotor dan Lainnya.
https://dishub.pemkomedan.go.id/berita-40-dampak-emisi-kendaraan-bermotor-dan-
lainnya.html (diakses tanggal 9 Februari 2021)
 Atnani, Nitish Basant. 2021. Penyakit-Penyakit Mematikan yang Disebabkan Polusi
Udara. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3634688/penyakit-penyakit-
mematikan-yang-disebabkan-polusi-udara (diakses tanggal 9 Februari 2021)

214

BAB VIII SISTEM EKSKRESI
A. Jurnal Belajar
Jurnal Belajar Sistem Ekskresi #1
Hari/Tanggal: Jum’at, 19 Februari 2021
Materi: Pengantar Sistem Ekskresi

Hari ini kami kembali bertemu dengan Bu Puspa dan juga siswa XI IPA 5 dalam pelajaran
biologi, kemarin kami telah melaksanakan ulangan harian bab sistem pernapasan, banyak
siswa yang mendapatkan nilai bagus sehingga Bu Puspa mengapresiasi hal tersebut. Apapun
hasilnya, Bu Puspa memina kami bisa bertanggungjawab atas hasilnya, dan mempertahankan
juga kembangkan

Bu Puspa jufa menyinggung seputar absen, khususnya bagi IPA 4 karena beberapa orang
masih tidak hadir. Saya juga berharap kedepannya tidak ada lagi hambatan sehingga semua
siswa dapat bergabung belajar bersama.

Sebagai pengantar pada bab ekskresi Bu Puspa menyampaikan 3 hal penting yang akan
dibahas pada bab sistem ekskresi, yaitu analisis morfologi, analisis fungsi, dan proses yang
terjadi. Selain itu juga ada hal lain yang penting dipelajati yaitu kelainan sistem eksresi serta
solusi teknologinya

Lalu Bu Puspa meminta kami untuk menjelaskan tentang masing-masing organ yang
pembagiannya sesuai urutan absen. Absen 1 ginjal, absen 2 hati, absen 3 kulit, dan seterusnya.
Kami akan menjelaskan masing-masing organ di pertemuan berikutnya pada hari rabu. Kami
juga diminta untuk membuat catatan maupun hasil ketikan mengenai organ yang akan kami
bahas.

Saya bersemangat untuk mempelajari bab sistem ekskresi ini, saya berharap pada bab ini
saya bisa meningkatkan penetahuan saya.

215

Jurnal Belajar Sistem Ekskresi #2
Hari/Tanggal: Jum’at, 26 Februari 2020

Materi: Organ Ekskresi; Kulit

Hari ini kami kelas xi ipa 4 kembali bertemu pada pelajaran biologi bersama bu puspa dan
siswa kelas xi ipa 5 lainnya. Pertemuan lalu sempat tertunda karena kami ada keperluan untuk
mengambil kartu dan juga rapot. Mengingat hal itu, Bu Puspa memberi kami pesan agar terus
belajar sungguh-sunggu supaya nilai rapot kami tetap terjaga dan bisa ikut untuk kuota snmptn
nanti.

Setelah pembagian materi masing-masing siswa, Bu Puspa memberi kesempatan kepada
siapa saja yang ingin berbicara. Pertama, Candyle mengajukan diri, sehingga pada hari ini
akan dibahas materi mengenai kulit. Candyle membicarakan tentang pengertian, fungsi,
struktur, dan cara pengeluaran keringat. Selanjutnya ada Deswita yang membicarakan tentang
gangguan pada kulit sebanyak 12 macam dan teknologi pengobatan. Lalu nadia menjelaskan
tambahan tentang teknologi cangkok kulit. Engeline juga menambahkan faktor yang
mempengaruhi pengeluaran keringat seperti suhu lingkungan, aktivitas tubuh, emosi, dan
kondisi psikis. Dilanjutkan oleh Shofa yang menjelaskan cara mencegah penyakit kulit.
Selanjutnya Afif juga menambahkan faktor pengeluaran keringat yaitu kondisi tubuh.
Selanjutnya ada Aldian yang menjelaskan tentang struktur kulit yang terdiri atas lapisan
epidermis, dermis, dan juga hipodermis. Terakhir Bu Puspa mengakhiri kegiatan pembelajaran
hari ini.

Hari ini kami banyak belajar tentang alat ekskresi kulit. Saya menjadi tahu bagaimana
proses yang terjadi di kulit dan juga beberapa pengetahuan lainnya. Saya senang pada
pembelajaran kali ini, karena siswa lain aktif dalam menyampaikan pendapatnya sehingga
menjadikan kelas tidak membosankan. Saya juga berharap pada bagian saya nanti saya juga
bisa aktif menjelaskan materi tentang hati dengan baik.

216

Jurnal Belajar Sistem Ekskresi #3
Hari/Tanggal: Jum’at, 3 Maret 2021
Materi: Organ Ekskresi; Ginjal

Setelah pertemuan kemarin kita membahas tentang kulit, pada hari ini Bu Puspa
memberikan materi belajar ginjal. Bu puspa pun mempersilahkan kepada yang memegang
materi tersebut.

Pembahasan dimulai dengan Aaliyah ia membahas fungsi dari ginjal seperti pengeluaran
zat sisa organik, pengeluaran zat racun, pengaturan keseimbangan konsentrasi ion penting
dalam tubuh, pengaturan keseimbangan asam basa, penjaga tekanan darah, pengaturan
produksi sel darah, pengendalian konsentrasi nutrisi darah, mengubah vitamin d inaktif
menjadi vitamin d aktif. Sebelum lanjut ke bahasan berikutnya ada Thezar bertanya mengenai
zat sisa organik dan zat racun apa saja yang dikeluarkan melalui ginjal. Pertanyaan itu
selanjutnya dijawab oleh Dwi, zat sisa organik berupa urea, asam urat, kreatinin, amonia, serta
produk penguraian hemoglobin dan hormon. Untuk zat racun yaitu obat-obqtqn, zat kimia
asing, zat adiktif makanan dan polutan. Sehabis menjawab pertanyaan Thezar, Dwi kembali
menjelaskan tentang struktur bagian dari ginjal berupa lobus ginjal, hilus, sinus, pelvis, dan
parenkim yang berupa korteks (tubular dan vaskular), medula.

Untuk memperjelas bagian-bagian tersebut Bu Puspa meminta Ailmann untuk menyalakan
ppt dan menampilkan bagian ginjal. Setelah itu Bu Puspa menunjuk Albert untuk menjelaskan
bagian-bagian tersebut dan juga ditambahkan oleh Dwi.

Selanjutnya adalah penjelasan tentang proses pembentukan urin. Alya Herliani pertama
menjelaskan tentang filtrasi glomerulus yang menghasilkan urin primer, kemudian
ditambahkan oleh Oasis. Selanjutnya Alfonsus menjelaskan tentang reabsorpsi tubulus dan
Boeih menjelaskan tentang proses augmentasi dilanjutkan bersama Aurel. Terakhir Dicky
menjelaskan tentang penyimpanan sementara urin di duktus kolektivus sampai akhirnya di
keluarkan melalui uretra.

217

Pelajaran hari ini berakhir, kami belajar tentang fungsi, struktur, dan proses pembentukan
urin. Pada pertemuan selanjutnya kami akan membahas tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi pembentukan urin serta karakteristik dari urin. Sebelum mengakhiri Bu Puspa
memastikan ulang mengenai absen.

Hari ini saya banyak belajar khususnya materi yang agak membingungkan tentang
pembentukan urin. Tetapi setelah belajar hari ini saya menjadi lebih paham.

218

Jurnal Belajar Sistem Ekskresi #5
Hari/Tanggal: Jum’at, 5 Maret 2021
Materi: Organ Ekskresi: Ginjal

Hari ini kami kembali belajar biologi. Pada pertemuan kali ini kami membahas secara
mendalam mengenai urin yaitu faktor yang memperngaruhi pengeluaran urin serta
karakteristik urin.

Menurut Thezar faktor yang mempengaruhi urin keluar ada faktor internal dan eksternal.
Internal yaitu hormon ADH, hormon insulin, dan sistem renin-angiotensin-aldosteron.
Ekternal yaitu suhu lingkungan, jumlah air yang diminum, dan juga alkohol. Selanjutnya ada
Ruth yang menjelaskan tentang karakteristik urin, volumenya antara 800-2500ml, berwarna
kuning, berat jenis urin, dan juga bau khas dari urin. Bu Puspa kemudian meminta anak-anak
yang bagiannya ginjal untuk menjelaskan poin-poin yang dijelaskan Thezar dan Ruth tadi.

Pertama ada Faisal dan Gita yang memberikan pengertian tentang faktor hormon ADH
terhadap pembentukan urin. Dimana apabila kita meminum air mineral banyak, ADH menjadi
sedikit, sekresi ADH yang sedikit merupakan keuntungan karena mengurangi proses
reapsorbsi air di tubulus sehingga jumlah urin banyak dan lebih encer. Oleh karena itu
disinilah kita tahu pentingnya meminum air mineral yang banyak. Selanjutnya Farren, Je Ivan
dan Marcel menjelaskan tentang faktor hormon insulin yang berhubungan dengan kadar
glukosa. Hormon insulin dapat menginisiasi penyerapan glukosa. Apabila kekurangan hormon
insulin proses reapsorpsi glukosa terganggu yang menyebabkan penyakit kencing manis.
Selanjutnya ada M Rafli dan Nanda menjelaskan tentang sistem renin.

Raina menjelaskan tentang faktor eksternal yang mempengaruhi proses pembentukan urin.
Lalu Raisya menjelaskan tentang karakteristik urin.

Pelajaran Biologi pu berakhir. Sebelum mengakhiri Bu Puspa memberi pesan kepada kami
untuk menjaga hidup sehat, terlebih lagi kami sudah mempunyai ilmu tentang sistem organ
tubuh. Bu Puspa berpesan untuk makan 4 Sehat 5 Sempurna, olahraga, dan juga tidur yang
cukup.

Bahasan Biologi hari ini terlihat sederhana namun ternyata sangat kompleks. Saya menjadi
tahu khususnya faktor yabg mempengaruhi proses pembentukan urin. Setelah ini saya menjadi
ingin lebih menjaga hidup saya. Karena apa yang saya lakukan hari ini berpengaruh saat umur
saya 40-50 tahun nanti.

219

Jurnal Belajar Sistem Ekskresi #5
Hari/Tanggal: Rabu, 10 Maret 2021
Materi: Organ Ekskresi; Hati

Hari ini merupakan jadwal kami untuk belajar biologi. Pada awalnya terjadi hambatan,
karena beberapa siswa belum diaccept ke room, termasuk saya. Sehingga beberapa siswa
harus terlambat ikut ke kelas. Pertemuan sebelumnya kamu telah membahas mengenai organ
ekskresi kulit dan juga ginjal. Hari ini, kami akan membahas organ terakhir dari sistem
ekskresi yaitu hati. Pertama, Elvina menjelaskan tentang pengertian hati, serta fungsinya. Hati
merupakan kelenjar terbesar yang terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di
atas lambung dan di bawah diafragma. Bu Puspa kemudian menanyakan mengenai pernyataan
ini.

Bu Puspa bertanya mengapa hati terletak di atas lambung, sedangkan lambung sendiri
terletak di sebelah kiri. Lalu oleh Modestine dijawab bahwa letak hati dan juga lambung itu
bersebrangan, dan organ dibawah hati yang terdekat merupakan lambung.

Selanjutnya Rania menjelaskan mengenai fungsi dari organ hati. Terdapat beberapa fungsi
organ hati yaitu menghasilkan cairan empedu, trombopoietin, albumin, angiotensinogen,
enzim arginase, enzim glutamat-oksaloasetat transfase, enzim glutamat-piruvat transfase, dan
laktat dehidrogenase.

Selanjutnya Alya Rahimah menjelaskan tentang proses yang ada di hati yaitu proses
perombakan sel darah merah yang menghasilkan bilirubin serta biliverdin sebagai zat warna.
Dan juga proses deaminase untuk memecah amonia menjadi urea. Penjelasan di akhir
ditambahkan oleh Oriza mengenai gangguan yang terjadi pada organ hati.

Pelajaran biologi hari ini sangat menyenangkan, para siswa yang mendapat bagian hati
dapat berkontribusi langsung menjelaskan bagiannya.

220

Jurnal Belajar Sistem Ekskresi #6
Hari/Tanggal: Jum’at, 12 Maret 2021
Materi: Analisis Organ Ekskresi

Hari ini kami kembali bertemu untuk belajar pelajaran biologi. Namun, karena ada
pertemuan guru membahas USBN, pelajaran biologi hari ini tidak melalui google meet seperti
biasa. Awalnya Bu Puspa meminta kami bersiap untuk ulangan harian yang diadakan pekan
depan. Selanjutnya Bu Puspa juga memberi pekerjaan yaitu menganalisis organ ekskresi yaitu
hati, ginjal, dan kulit.

Kami harus mengerjakan tugas dan selesai sebelum deadline pukul 16.00 wita.
Menurut saya tugas ini sangat bermanfaat, karena saya dapat lebih mendapami materi lagi,
saya juga menyelesaikannya tepat waktu.

221

Jurnal Belajar Sistem Ekskresi #7
Hari/Tanggal: Rabu, 17 Maret 2021
Materi: Lanjutan Organ Ekskresi

Hari ini kami kembali belajar biolog secara daring melalui google meet. Pada pertemuan
sebelumnya kami telah membahas mengenai berbagai macam organ ekskresi yaitu kulit,
ginjal, dan hati. Karena beberapa siswa belum mendapatkan kesempatan berbicara, maka Bu
Puspa memberikan kesempatan tersebut sesuai dengan bagiannya, dengan syarat tidak
mengulangi bagian yang sudah dijelaskan

Kesempatan pertama yaitu Yuniar yang menjelaskan beberapa tipe kulit, terdapat beberapa
tipe kulit seperti kulit kering, berminyak, dan kombinasi. Selanjutnya Alya Sakila yang
menjelaskan tentang proses keratinasi pada kulit. Lalu Fani Citra membahas mengenai struktur
hati. Ashaz menjelaskan tentang kulit.

Lalu dilanjutkan oleh beberapa siswa seperti Madinah yang membahas tentang luka bakar
dimana saat terjadi luka bakar, hendaknya memberikan air mengalir pada luka, agar luka
tersebut tidak menyebar ke bagian lain. Lalu Jason menjelaskan gejala penyakit hati dan
penanganannya seperti alkohol, pemeriksaan fisik, USG, MRI, CT-Scan, dan analisis jaringan
dengan mengambil sampel hati. Gabrielmembahas tentang penyakit kulit seperti jerawat,
eksim, panu yang memiliki bercak putih karena jamur, kudis yang disebabkan oleh kutu.
Selanjutnya ada Ghina yang menjelaskan tentang faktor penyakit kulit. Khansa yang
menjelaskan pengobatan penyakit hati. Zinedine yang menjelaskan tentang ligameb pada hati
yaitu ligamen falsiformis, ligamen triangular, dan laser omentum. M Rafi menjelaskan proses
pengeluaran keringat. Adel menjelaskan mengapa tangan kita dapat mebgerut jika terkena air.
Naura yang menjelaskan sirosis hati. Juan menjelaskan enzim pada hati. Terkahir Samuel
menjelaskan gangguan fungsi hati.

Pertemuan kali ini, banyak siswa menjelaskan khususnya hal-hal baru bagi saya. Saya
banyak mendapat pelajaran berharga tentang merawat tubuh khususnya organ ekskresi yang
saya miliki.

222

B. Tugas-tugas darah merah yang rusak dan sudah tua.
PORTOFOLIO I
Struktur Hati
ANALISIS STRUKTUR, FUNGSI, DAN
PROSES SISTEM EKSKRESI  Berat: sekitar 1,5 - 2,0 kg.
MANUSIA  Terdiri atas lobus kanan dan lobus

Alya Rahimah XI IPA 4 kiri. Lobus besar ini dibatasi oleh
ligament falsiformis.
Sistem Ekskresi Manusia  Lobus kanan terbagi menjadi tiga
lobus yang lebih kecil.
Hati  Hati dibungkus: jaringan ikat padat
kapsula hepatica.
Hati merupakan kelenjar terbesar  Setiap lobus terdiri atas sejumlah
yang terletak di dalam rongga perut sebelah lobules yang berbentuk polygonal
kanan, tepatnya di atas lambung dan di (limas segi lima/ limas segi enam),
bawah diafragma. yang dipisahkan kapsula glison.
 80% tersusun dari sel parenkimal
Hati sebagai alat ekskresi karena (hepatosit). Sisanya sel-sel
membantu fungsi ginjal dengan cara nonparenkim, sel intrahepatic,
memecah beberapa senyawa yang bersifat hepatosit duktular, dan sel-sel imun.
racun (detoksifikasi) dan menghasilkan  Terdiri atas pembuluh darah:
ammonia, urea, serta asam urat yang akan 1. Arteri Hepatika
diekskresikan ke dalam urin.
Membawa darah segar (kaya O2)
Hati disebut sebagai alat ekskresi ke hati dari jantung.
karena menghasilkan empedu yang 2. Vena Porta Hepatika
berfungsi mengemulsikan lemak. Membawa darah ke hati dari usus
yang kaya nutrisi.
Sedangkan disebut alat ekskresi 3. Vena Hepatika
karena empedu yang dikeluarkan Membawa darah keluar dari hati.
mengandung zt sisa hasil perombakan sel

223

Fungsi Hati Proses di Hati
1. Proses pemecahan eritrosit
1. Mengekskresikan urea.
Eritrosit lama
2. Merombak eritrosit yang sudah tua. ±120 hari

3. Terjadi proses deaminasi. Hemoglobin (Hb)

perombakan ammonia menjadi urea.

4. Memiliki sel kupffer sebagai fagosit

bakteri pada hati.

5. Mensekresikan cairan empedu untuk

mengemulsikan lemak.

6. Menetralisis racun.

7. Menyimpan glikogen. Lemak, zat

besi, zat tembaga, vitamin A, D,

B12.

8. Degradasi hormon insulin dan

beberapa hormone lainnya

9. Degradasi ammonia menjadi urea Fe Globin Heme

10. Mengaktifkan vitamin D yang

dilakukan bersama ginjal.

11. Selain itu, hati dapat menghasilkan:

 Trombopoietein yang Eritrosit Hemoglobin Biliverdin
baru baru Bilirubin
mengendalikan produksi

keeping darah oleh sumsum

tulang belakang.

 Albumin, komponen plasma Urobilin

darah. Mewarnai urin dan feses

 Angiotensinogen, hormone

yang diaktifkan oleh enzim

renin ginjal untuk Hasil perombakan sel darah merah
menghasilkan globin zat besi, dan heme.
meningkatkan tekanan darah. Dimana zat besi dan globin akan
digunakan untuk pembentukan sel drah
 Enzim Arginase mengubah merah yang baru.

arginine menjadi ornitin dan Sedangkan heme akan diubah
menjadi bilirubin dan biliverdin yang
urea. nantinya akan dioksidasi di usus menjadi
urobilin sebagai zat warna feses dan
 Enzim glutamate-

oksaloasetat transfuse,

glutamate-pivurat transfuse,

dan lactase dehydrogenase.

224

2. Proses Deaminasi Gangguan Hati
Ornitin +NH3+ CO2
Stirulin 1. Penyakit Hati (liver)
Stirulin + NH3 Disebabkan oleh infeksi virus,
Arginin Amoeba penyebab disentri, cacing,
plasmodium penyebab malaria, dan
Air Urea Ornitin Taxoplasma sp.

Beredar bersama darah 2. Sirosis hati
menuju ginjal. Lalu keluar Berubahnya sel-sel hati menjadi
jaringan ikat fibrosa, sehingga
sebagai urin. kehilangan fungsinya.
Sirosis dapat disebabkan oleh
Untuk mencerna makanan minuman keras, serta hepatitis B dan
hepatitis C.
berprotein, protein perlu dirombak menjadi
3. Hemakromatosis
asam amino. Kelainan secara genetic yang
menyebabkan tubuh terlalu banyak
Namun, asam amino mengandung menyerap zat besi dari makanan
nitrogen, nitrogen yang terkandung akan sehingga zat besi banyak tersimpan
lepas dan bergabung dengan zat lain di dalam organ-organ tertentu,
membentuk ammonia (NH3) yang seperti hati, jantung, dan pancreas.
berbahaya bagi tubuh, Oleh sebab itu perlu
diubah menjadi urea terlebih dahulu. 4. Sindrom Alagille
Kelainan genetic yang berdampak
NH3 bersama CO2 dan jenis asam pada hati yang menyebabkan
amino membentuk stirulin, Dimana stirulin manusia mempunyai saluran empedu
akan bereaksi dengan sisa NH3 sangat kecil, sehingga bilirubin
menghasilkan arginine. Arginin oleh enzim tertampung dalam hati.
arginase membentuk air, urea, dan ornitin.
Air dan urea akan dibawa ke ginjal 5. Penyakit kuning
membentuk urin. Sedangkan ornitin Penumpukan bilirubin berlebihan
digunakan untuk melakukan proses dalam darah dan jaringan-jaringan
deaminasi lagi. tubuh lain.

6. Hepatitis
Peradangan pada organ hati yang
bisa diakibatkan oleh serangan virus
(virus hepatitis A – E), autoimun,

225

konsumsi alcohol berlebih, efek 175 gram dan pada wanita dewasa115-
obat-obatan keras. 155 gram.

Sistem Ekskresi Manusia Fungsi ginjal
Ginjal
1. Pengeluran zat sisa organic,
Ginjal merupakan organ utama yang
memproduksi urin. Ginjal berjumlah misalnya urea, asam urat,
sepasang terletak di belakang perut, sebelah
kanan dan kiri dari tulang belakang, di kreatinin, ammonia, serta
bawah hati dan limpa.
produk penguraian hemoglobin
- Di setiap ginjal terdapat sebuah
kelenjar adrenal (kelenjar dan hormone.
suprarenalis).
2. Pengeluaran zat racun. Seperti
- Ginjal berwarna merah tua
keunguan obat-obatan, zat kimia asing,

- Berat dan besarnya bervariasi, zat aditif makanan, polutan.
bergantung pada jenis kelamin,
umur, dan ada tidaknya ginjal pada 3. Pengturan keseimbangan
sisi lain.
konsentrasi ion-ion penting
- Ginjal berukuran sekitar panjang
dalam tubuh. (natrium, kalsium,
11.5 cm dan lebar 6 cm. Denganberat
ginjal laki-laki dewasa 125- magnesium, sulfat, dan fosfat)

226 4. Pengaturan keseimbangan

asam-basa melalui ekskresi ion

hydrogen (H+), bikarbonat

(HCO3-) , dan ammonium

(NH4+).

5. Penjaga tekanan darah melalui

pengaturan pengeluaran garam

dan air. Serta menghasilkan

enzim renin yang mengaktifkan

hormone angiotensinogen

sebagai pemicu pelepasan

hormone aldosterone.

6. Pengaturan produksi sel darah

merah di dalam sumsum tulang

dengan melepaskan hormone

eritropoietin.

7. Pengendalian konsentras nutrisi

darah, seperti glukosa dan asam

amino.

8. Mengubah vitamin D inaktif 3. Sinus Ginjal
menjadi vitamin D aktif. Rongga yang berisi lemak yang
membuka pada hilus.
Struktur Ginjal
4. Parenkim Ginjal
Ginjal dilindungi lapisan jaringan Jaringan yang menyelubungi
ikat. sinus ginjal.
a. Korteks
1. Fasia Renal (pembungkus Tersusun atas nefron-nefron.
terluar).
Nefron merupakan unit structural
2. Lemak perirenal dan lemak dan fungsionalterkecil dari ginjal
pararenal (bantalan ginjal). yang membentuk urin.

3. Kapsul fibrosa (membrane Nefron tersusun atas dua
halus transparan yang langsung
membungkus ginjal). komponen :

Bagian-bagian ginjal: 1. Komponen vaskuler
1. Lobus ginjal.
Bagian yang menyusun ginjal. Arteriola aferen,
Terdiri atas satu piramida, kolumna
yang berdekatan, jaringan korteks glomerulus, arteriola
yangmelapisinya.
2. Hilus eferen, kapiler
Cekungan pada sisi medial yang
membentuk bukaan pada ginjal. peritubuler.

2. Komponen tubuler

Berbentuk tabung yang

dibentuk selapis sel

epitel.

227

Contohnya kapsula Proses Pembentukan Ginjal

bowman, tubulus 1. Filtrasi Glomerulus
Proses penyaring plasma
kontortus proksimal, tubulus bebas protein melalui kapiler
glomerulus ke dalam kapsul
kontortus distal, lengkung bowman.

henle asenden dan desnden, Laju filtrasi glomerulus dikontrol
saraf simpatik.
duktuskolektivus.
Cairan yang difiltrasi harus melewati
Nefron dibedakan menjadi dua membrane
macam nefron korteks yang
glomerulusnya terletak dilpisan luar glomerulus yang mampu menahan
korteks yang lengkung henlenya sel darah dan protein plasma. Air
pendek dan nefron jukstamedula dan zat terlarut yang ukurannya
yang glomerulusnya di lapisan dalam kecil akan melewati membrane
korteks dan lengkung henle panjang glomerulus.
menjulusr ke medulla.
 Membran glomerulus
b. Medula terdiri atas:

Terdiri atas 15-16 a. Dinding kapiler glomerulus.
piramida ginjal yang tersusun b. Membrane basal.
dari system tubulus berukuran c. Lapisan dalam kapsul
mikoskopis. Sistem tubulus
meliputi lengkung henle bowman.
desenden dan asenden, duktus
kolektivus, dan dultus papilaris  Filtrat glomerulus
bellini. Ujung tiap pyramid terjadikarena tiga gaya
disebut papilla ginjal yang fisik:
permukanna seperti saringan.
Papilla menujukalis minor a. Tekanan darah glomerulus.
b. Tekanan osmosis
yang
berhubungan dengan saluran koloidplasma.
pengumpul urin. c. Tekanan hidrostatis kapsul

5. Pelvis Ginjal bowman.

Rongga perluasan ujung proksimal (bagian atas)
ureter. Ujung ini bercabang menjadi dua atau tiga
kaliks mayor. Setip kaliks bercabang lagi menjad 8-
18 kaliks minor yang langsung menutupi papilla
ginjal.

228

 Komposisi 3. Augmentasi

filtrateglomerulus:

a. H2O dan zat-zat Transpor aktif yang

terlarut memindahkan zat tertentu dari darah
dalam kapiler peritubuler,

glukosa,

klorida, natrium, Augmentasi meliputi:

kalium, fosfat, urea, a. Ion hidorgen, ammonia,

asam urat, kreatinin. kreatinin, asam hipurat obat,

b. Tidak mengandung zat kimia.

protein b. Sekeresi ion kalium ang

plasma, albumin dikontrol hormone

kurang dari 1% aldosterone.

c. Tidak mengandung

elemen seluler. 4. Penyimpanan sementara uin dn
berkemih
2. Reabsorpsi Tubulus Urin dari duktus kolektivus
- Proses penyerapan kembali -> pelvis renalis -> ureter
-> vesika urinaria (kandung
zaa- zat yang dibutuhkan kemih) -> uretra -> melalui
tubuh seperti glukosa, asam lubang luar keluar tubuh.
amino, nutrisi organic, air,
dan garam mineral. Keinginan buang air
- Terjadi secara aktif dan pasif.
disebabkan penambahan
Tubulus mereapsorpsi 99%
H2O, 100% gula, 99,5% garam. tekanan dalam kandung kemh

- Urin yang dihasilkan bernama dan akibat isi urine di dalamnya
urin sekunder.
mencapai 170-230 ml. Peristiwa
- Transport Transepitel :
Cairan tubulus -> pembuangan urin dinamakan
membraneluminal sel
tubulus -> sitosol - mikturisi
> membrane basolateral
seltubulus -> cairan
interstisial
-> dinding
kapilerperitubuler
-> plasma darah

229

Faktor yang mempengaruhi prosespembuangan Sistem Ekskresi Manusia
urin
Kulit
a. Faktor internal
Merupakan organ terbesar yang menutupi
-Hormon ADH. aea tubuh sekitar 1,67 m2 dan berat
sekitar 4,5 kg pada laki-lakiyang memiliki
-Hormon Insulin. berat 75 kg

-Sistem renin-angiotensin- Fungsi Kulit

aldosteron. 1. Ekskresi

b. Faktor eksternal Mengeluarkan lemak dan
keringat ang mengandung air,
-Suhu lingkungan. garam, urea, dan ion.

-Jumlah air yang diminum. 2. Perlindungan
Melindungi tubuh
-Minuman Alkohol. dari

Karakteristik Urin mikroorganisme, radiasi sinar
matahari, iritasi kimia, dan
a. Sifat fisik urin gangguan mekanik.
- Volume pada orang
dewasa800-2500 ml. 3. Pengaturan suhu badan
- Berwarna kuning Kelenjar keringat dan
pucathingga kuning tua. pembuluh darah berfungi
- Berat jenis urin 1,003- mengatur dan
1,035g/cm3. mempertahankansuhu tubuh.
- Bersifat agak asam dengan
ph 4,7-8. 4. Metabolisme
- Berbau khas.
Menyintesis vitamin D dengan
b. Komposisi urin bantuan sinar matahari dan

- Terdiri 95% air dan at terlarut
- Zat terlarut:
- Zat buangan nitrogen
- Benda keton
- Asam Hipurat
- Toksin, zat kimia asing,

pigmen,enzim, vitamin,
hormone
- Elektrolit.

230

menyimpan lemak Lapisan jernih terdiri
sebagaisumber 4-7 lapisan sel pipih
energy cadangan. tidak berinti yang
hampir mati.
5. Komunikasi
3. Statum Granulosum
Stimulus lingkungan
diterima oleh reseptor
kulit, misalnya perubahan
suhu, sentuhan, dan
tekanan.

Struktur

Kulit

LAPISAN

KULIT Terdiri atas 3-5

a. Epidermis lapisan sel

bergranula

 Bagian terluar kulit keratohialin yang

yang tersusun dari sel merupakan

epitel pipih berlapis prekusor dalam

banyak dengan pembuatan

susunan rapat, dan keratin.

mengalamikeratinasi. 4. Statum Spinosum

 Keratin adalah protein Lapisan sel spinaang

kerasm anti air, yang memiliki tonjolanpen

berfungsi melindungi 5. Statum Basalis

permukaan kulit. Lapisan sel ang

 Jaringan ini tidak melekat pad jaringan

memiliki pembuluh ikat darilapisan kulit

darah. di bawahnya

(dermis)

 Epidermis terdiri atas Pembelahan sel

limalapisan: berlangsung cepat.Dia

1. Stratum Korneum fungsinya sebagaipew

Lapisan epidermis

paling atas yang b. Demis

terdiri atas 25-30 Dipisahkan oleh

lapisan sisik dari sel membrane dasar (lamina

yang tidak hidup. yang tersusun dari dua

2. Stratum Lusidum lapisan jaringan ikat.

231

1. Lapisan Papilar yang dialirkan ke

Tersusun atas jaringan folikel rambut.

areolar renggang - Sebum adalah

dengan fibroblast, sel campuran lemak, zat

mast, dan makrofag. lilin, minyak, dan

pecahan sel

2. Lapisan Retikuler - Sebum berfungsi untuk

Tersusun atas

jaringa ikat ireguler pelembut kulit, bakterisida,

yang rapat, kolagen, pertahanan terhadap

dan serat elastic. evaporasi.

c. Hipodermis

Lapisan yang mengikat
kulit secara longgar.
Lapisan ini banyak
mengandung sel lemak,
pembuluh darah, dan
ujung saraf.

KELENJAR PADA KULIT

a. Kelenjar keringat

-Ekrin Proses pengeluaran keringat

Tersebar meluas keseluruhtubuh

- Diatur oleh hipotalamus di otak.

-Apokrin - Hipotalamus menghasilkan enzim

bradikinin untuk vasodilator yang

Terbatas mempengaruhipelebaran pembuluh

penyebarannya, - darah darah dankelenjar keringat.
misalnya pada ketiak,

areola payudara, area

genital. Proses pengeluaran keringat:
Sekresi keringat dari 1. Darah yang melalui
kelenjar ini awalnya

tidak berbau, namun hipotalamus melebihi batas
menjadi berbau karena normal.
adanya bakteri. 2. Rangsangan suhu panas
diteruskan oleh saraf simpatis

b. Kelenjar sebaseus ke kulit.
3. Aliran darah ke permukaan

- Mengeluarkan sebum kulitmeningkat.

232

4. Terjadi konduksi panas di
bagian permukaan kulit dan
membuang panas.

5. Kelenjar keringat aktif
menyerap air, garam mineral,
serta sedikit urea dari kapiler
darah lalu mengirimkannya
ke permukaan kulit dalam
bentuk keringat. Sehingga
evaporasi meningkat dan
suhu badan menurun.

Pengeluaran keringat

diperngaruhi beberapa faktor seperti

suhu lingkungan, aktivitas tubuh,

kondisi psikis.

233

BAB IX SISTEM KOORDINASI
A. Jurnal Belajar
Jurnal Belajar Sistem Koordinasi #1
Hari/Tanggal: Jum’at, 26 Maret 2021
Materi: Sistem Saraf

Sebelumnya kami telah melaksanakan ulangan harian Sistem Ekskresi. Sehingga pada
pertemuan ini kami akan mempelajari bab Koordinasi. Sebelum memulai meet, Bu Puspa meminta
kami untuk mempelajari terlebih dahulu materi mengenai sistem Koordinasi.

Setelah link google meet dbagikan, siswa/i kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 kemudian masuk.
Pertama-tama Bu Puspa memberi apresiasi kepada murid-muridnya mengenai hasil penilaian harian
yang sudah dilaksanakan. Bu Puspa juga membahas mengenai kakak kelas yang menjalankan ujian
sekolah, beliau juga membahas mengenai SNMPTN yang telah dilksanakan, dan beberapa murid
yang dinyatakan lolos. Bu Puspa tidak lupa memacu kami untuk terus semangat belajar agar
nantinya saat memasuki perguruan tinggi menjadi mudah.

Masuk ke bab baru, yaitu sistem koordinasi. Sistem Koordinasi meliputi sistem saraf, sistem
hormon, dan sistem indera. Kemudian Bu Puspa meminta Louis untuk menyebutkan fungsi sistem
koordinasi. Sistem Koordinasi salah satunya berfungsi melancarkan gerakan tubuh. Pernyataan
Louis juga dibenarkan oleh Engeline.

Selanjutnya kami masuk ke materi sistem saraf, meliputi neuron, sistem saraf pusat, dan
sistem saraf tepi.

Bu Puspa memberi penjelasan mengenai neuron. Lalu Rania menambahkan untuk
menjelaskan sruktur dari neuron. Selanjutny penjelasan ditambahkan oleh Thezar, ia menjelaskan
mengenai struktur dari akson yang ditambahkan sedikit oleh Bu Puspa. Setlah itu pelajaran
mengenai sistem saraf (sel neuron) berakhir.

235

Jurnal Belajar Sistem Koordinasi #2
Hari/Tanggal: Jum’at, 31 Maret 2021
Materi: Tugas Sistem Saraf

Bu Puspa sedang melaksanakan kegiatan workshop, sehingga kami diberi tugas di google
classroom. Bu Puspa mengumumkan tugas mandiri di aplikasi whatsapp pada pukul 10.28. Tugas
yang kami kerjakan adalah menganalisis baik struktur, fungsi, dan pengelompokan dari sel neuron,
sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi.

Adapun neuron memiliki bagian-bagian seperti badan sel, dendrit, dan akson. Berdasarkan
fungsinya, neuron dibagi menjadi 3 macam, yaitu neuron sensor, neuron moto, dan neuron konektor.
Adapun berdasarkan strukturnya, neuron dibagi menjadi 3 macam yaitu neuron multipolar, neuron
bipolar, dan neuron unipolar. Fungsi neuron khususnya ada 2 yaitu penghantar informasi berupa
rangsangan dan impuls, kedua meneruskan rangsangan ke neuron motorik.

Sistem saraf pusat terbagi menjadi serebrum, diansealo, sistem limbik, mesensefalon, pons
varolii, serebelum, medula oblongata. Fungsi dari sistem saraf pusat adalah memegang segala
kendali dan engatura kerja jaringan saraf hingga kepada sel saraf.

Adapun sistem saraf tepi terdapat di luar otak dan di luar medula spinalis. SSP terbagi
menjadi sistem saraf kranial dan sistem saraf spinal.

236

Jurnal Belajar Sistem Koordinasi #3
Hari/Tanggal: Rabu, 7 April 2021
Materi: Tugas Sistem Endokrin

Hari ini adalah jadwal kami belajar biologi tepatnya pada jam 10.10. Namun, Bu Pusa
sedang melaksanakan kegiatan di kemdikbud. Kami diberi tugas di google classroom pada pukul
14.42 yang diumumkan melalu aplikasi whatsapp. Tugas yang kami kerjakan adalah menganalisis
baik struktur, fungsi, dan pengelompokan dari sistem hormon atau sistem endokrin pada manusia.

Sistem endokrin pada manusa terdapat 8 jenis, yaitu hipofisis, tiroid, adrenal ,pankreas,
paratiroid, pineal, timus, dan ovarium, testis, plasenta. Adapun tugas mandiri ini akan dikumpulkan
sebelum 8 April pukul 16.00 WITa.

237

Jurnal Belajar Sistem Koordinasi #4
Hari/Tanggal: Jum’at, 9 April 2021
Materi: Tugas Sistem Indra

Hari ini merupakan jadwal kami belajar biologi. Bu Puspa sedang melaksanakan kegiatan
kerja bakti di sekolah, sehingga kami diberi tugas mandiri sebagai ganti pembelajaran meet di
google classroom. Tugas yang diberikan adalah menganalisis baik struktur, fungsi, dan
pengelompokan dari sistem indra.

Seperti yang telah kita ketahui, terdapat 5 jenis sistem indera yang dimiliki oleh manusia.
Indra tersebut meliputi indra penglihatan atau mata, indra pmbau atau hidung, indra pengecap atau
lidah, indra pendengar atau telinga, dan indra peraba atau kulit.

238

Jurnal Belajar Sistem Koordinasi #5
Hari/Tanggal: Jum’at, 16 April 2021
Materi: Sistem Saraf Pusat

Bu Puspa memberikan link pembelajaran daring pada pukul 10.14, setelah diberikan siswa
maupun siswi kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 masuk ke room pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar
diawali dengan Bu Puspa memberikan apresiasi ke masing-masing siswa khususnya kelas XI IPA 5
karena telah menyelesaikan semua tugas mandiri yang dibeirkan. Tak lupa, bu Puspa juga memberi
apresiasi kepada anak muridnya di kelas XI IPA 4, walaupun ada beberapa siswa yang masih belum
mengumpulkan tugasnya.

Pembelajaran hari ini mengenai sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat meliputi otak serta
medula spinalis atau sum-sum tulang belakang. Pertama Aaliyah memberikan penjelasan mengenai
lapisan dan substansi yang ada di otak. Lapisan yang melapisi dan menjaga otak kita adalah
meninges. Otak terbagi menjadi 2 ubstansi, yaitu substansi putih dan aub-abu. Penjelasan mengenai
otk ditambahkan oleh Ghina, ia menjelaskan tentang bagian-bagian otak yaitu serebrum atau yang
disebut otak besar.Adapun penjelasan bagian-bagian lain ditambahkan oleh rania meliputi
diansefalon, sistem imbik, mesensefalon, pons varolii, sereblum, medula oblongata, dan formasi
retikuler.

Selain otak, sistem saraf pusat juga meliputi medula spinalis atau sum-sum tulang belakang.
Engeline membantu Bu Puspa menjelaskan mengenai medula spinalis. Thezar lalu memberikan
pendapatnya mengenai persamaan dan perbedaan dari otk dan sum-sum tulang belakang, dimana
persamaan antar keduanya adalah substansi yang dimiliki masing-masing organ saraf psat. Adapun
perbedaanya meliputi strukturnya, subtansi putih pada otak ada di dlaam, adapun pada medula
spinalis terletak di bagian luar. begitu pula dengan substansi abu-abu. Penjelsan mengenai ini
ditambahkan oleh Aaliyah yang megatakan komposisisubstansi putih maupun abu-abu pada otak
mupun medula spinalis adalah sama, hanya letaknya saja yang berbeda. Selanjutnya Cendyle
menjelaskan tentang alur kerja saraf. Bu Pusa juga memberi pertanyaan apakah pada manusia bisa
terjadi keslaahan alur kerja pada sistem saraf. hal ini dijawab oleh Engeline, ia mengatakan, hal
tersebut tidak bisa karena saraf menuju otk lebih lama dari pada menuju medula spinalis. sebelum
kelas berakhir, Engeline bertanya mengenai jurnal belajar, Bu Puspa menjawab bahwa kerjakan apa
yang ada, pertemuan tugas mandiri dapat dikerjakan maupun tidak. Bu Puspa juga mengatakan
setiap perkerjaan kecil yang dilakukan kami pasti akan dinilai.

Pembelajaran kali in, Bu Puspa banyak bertanya hal terdalam dari sistem saraf pusat yang
tidak terpikirkan oleh kami. Beberapa siswa juga berhasil menjawab. Hal ini menimbulkan semangat
saya agar lebih banyak belajar lagi mengenai materi sistem koordinasi.

239

Jurnal Belajar Sistem Koordinasi #6
Hari/Tanggal: Jum’at, 28 April 2021

Materi: Sistem Endokrin dan Sistem Indra

Sebelumnya kami telah mempelajari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Pada pertemuan ini
kami membahas tentang sistem endokrin. Sistem endokrin terbagi menjadi 8 jenis yaitu

 Kelenjar hipofisis
 kelenjar tiroid
 kelenjar paratiroid
 kelenjar adrenal
 kelenjar pankreas
 kelenjar pineal
 kelenjar tinus
 dan ovarium, testis, plasenta

Pertama adastra menjelaskan tentang kelenjar hipofisis bagian lobus interioir, intermedia, dan
posterior beserta fungsi-fungsinya. Kemudian Aaliyah menambahkan penjelasan tentang hubungan
sistem saraf dan sistem endokrin. Lalu penjelasan kelenjar tiroid dijelaskan oleh rania. Dan engeline
menjelaskan tentang kelenjar paratiroid.

Bu Puspa lalu meminta anak laki-laki untuk menjelaskan dan afif mengajukan diri untuk
menjelaskan tentang kalenjar pankreas.

Sistem endokrin bisa memiliki kelebihan dan kekurangannya, oleh sebab itu kapasitasnya dijaga.
Karena apabila kelebihan bisa terjadi abnormalitas hiper dan apabila kekurangan dapat terjadi
abnormalitas hipo.

Setelahnya Afif bertanya apakah paneal, timus, dan juga ovarium serta testis plasenta termasuk
sistem endokrin atau tidak. Bu Puspa menjelaskan bahwa organ tersebut juga termasuk kelenjar yang
bisa ditambahkan. Hormon digunakan untuk mempercepat proses koordinasi, ketidakhadirannya
dapat mengganggu kerja proses koordinasi manusia.

Selanjutnya Cendyle menjelaskan tentang ciri dari masing-masing sistem endokrin pineal, timus,
serta kelenjar reproduksi.

Setelah membahas tentang sistem endokrin, selanjutnya membahas sistem indra. Indra pada
manusia ada 5, yaitu indra penglihatan, indra pembau, indra perasa, indra pendengaran, indra

Masing-masing dijelaskan oleh siswa yang mengajukan diri. Cendyle menjelaskan tentang mata
yang lalu ditekankan lagi mengenai bagian-bagiannya oleh Bu Puspa. Shofa menjelaskan tentang
telinga. Rizky menjelaskan tentang hidung. Lalu raisya menjelaskan tentang kulit. Terakhir lidah
dijelaskan oleh Bu Puspa, lidah terdapat papila di langit-langit dan robgga mulut dan bagian
perasanya mulai dari manis, asin, asam, dan pahit.

240

241

B. Tugas-tugas retikulum endoplasma granuler,
a. Sel Saraf (Neuron)
ribosom, badan golgi,
Struktur Neuron
Merupakan unit fungsional system mitokondria, neurofibril.
saraf.
2. Dendrit
 Ukuran: 39 inci Merupkan juluran sitoplasma yang
 Terdiri atas: Badan sel, pendek dan bercabang.

dendrit, dan akson. - Fungsi: menerima impuls dari sel
1. Badan Sel lain dan dikirimkan ke badan sel.

- 3. Akson
mFuentagbsio:lisme keselMureunhgaennndeaulirkoann.
Merupakan juluran sitoplasma yang
- Memiliki nukleus (inti) di tengah panang atau cabang tunggal
dan nukleolus yang menonjol. berbentuk silindris yang berasal dari
badan sel.
- Sitoplasma mengandung badan
Nissl, yang berupa tumpukan - Ujung akson bercabang untuk

mengantarkan impuls ke sel

neuron lainnya.

- Akson dibungkus oleh substansi

lemak berwarna putih

kekuningan yaitu selubung

myelin.

- Selubung myelin ditutupi oleh

rangkaian sel schwan yang

242

berinti gepeng, disebut selubung - Contoh: neuron motor di otak
schwann. dan medulla spinalis.
- Bagian akson yang tidak
diselubungi selubung myelin 2. Neuron Bipolar
disebut nodus ranvier, untuk Satu dendrit, satu akson.
mempercepat jalan impuls. - Contoh: neuron pada organ indra.
- Akson berasal dari hillock akson,
bagian badan sel yang tidak 3. Neuron Unipolar
mengandung badan Nissl. Satu juluran dari badan sel, karena
akson dan dendritnya berfusi.
- Contoh : neuron pada embrio dan
fotoreseptor mata.

Pengelompokan Neuron Fungsi Neuron

Berdasarkan fungsinya, neuron dibagi 1. Penghantar informasi berupa
menjadi 3 macam:
rangsangan atau impuls.

1. Neuron Sensor (Aferen), 2. Meneruskan rangsangan

berfungsi menghantarkan impuls dari neuron sensorik

dari organ sensor ke pusat saraf. ke neuron motoric.

2. Neuron Motor (Eferen),

berfungsi menghantarkan impuls

dari pusat saraf ke organ motor

(otot). b. Sistem Saraf Pusat (SSP)

3. Neuron Konektor Struktur SSP
Meliputi:
(Interneuron), berfungsi - Otak (serebral), dilindungi

menghubungkan neuron yang tulang tengkorak.
- Sumsum tulang belakang
satu dengan neuron lainnya.
(medulla spinalis), dilindungi
Berdasarkan strukturnya, neuron dibagi oleh ruas tulang belakang.

menjadi 3 macam: Keduanya dilapisi oleh jaringan
ikat bernama lapisan meninges.

1. Neuron Multipolar
Satu akson, dua dendrit

243

1. Piameter (lapisan terdalam - 100 milyar neuron yang
melekat pada otak/medulla terhubung oleh sinapsis.
spinalis)
- Bagian kranial pada tabung saraf
2. Araknoid (lapisan tengah) membentuk tiga bagian yang
3. Durameter (lapisan terluar membesar yang berdiferensiasi
membentuk otak depan, tengah,
melekat pada kranium) dan belakang.

Otak dan medulla spinalis Bagian-bagian otak
memiliki substansi
a. Serebrum (otak besar)

1. Substansi abu-abu

- Membentuk bagian luar otak dan Merupakan bagian depan dan atas
tengkorak. Bagian luarnya tersusun
medulla spinalis. dari substansi abu-abu (korteks
serebral)
- Mengandung sel neuron, serabut
 Korteks Serebral
bermielin dan tidak, astrosit - 80% dari total massa otak,

protoplasma, oligodendroit, dengan ketebalan 5 mm.
- Terbagi menjadi 2 belahan, sisi
mikroglia.
kanan dan sisi kiri yang
2. Substansi putih dihubungkan korpus kalosum.
- Membentuk bagian dalam otak - Setiap sisi terdiri atas 4 lobus
terpisah yang terdiri atas area
dan medulla spinalis. fungsional.
- Substansi putih didominasi oleh

serabut bermielin dan tidak,
oligodendrosit, astrosit fibrosa,
dan mikroglia.

Otak (Seberal)

244

1. Area motor primer interpretasi bentuk dan tektur
- Bagian lobus frontal (dahi) dari objek
girus presental mengendalikan  Area asosiasi visual, pada lobus
kontraksi volunteer otot rangka. oksipital, sebagai pusat
- Sisi anterior girus presental interpretasi visual dan auditori.
mengendalikan aktivitas motor  Area Wicara Wernicke, pada
yang terlatih dan berulang. superior lobus temporal, sebagai
- Area Broca (lobus frontal bagian pusat bahasa dan wicara.
girus frontalis superior)
mengendalikan kemampuan  Nukleus Basal
bicara.
Merupakan pusat untuk koordinasi motor.
2. Area sensor korteks Kalau bagian ini rusak seseorang menjadi
 Area sensor primer, pada girus tidak mampu bergerak.
postsentral.
Menerima informasi nyeri, b. Diansefalon
tekanan, suhu, sentuhan.
 Area visual primer, di lobus Di antara serebrum dn otak tengah,
oksipital (kepala belakang).
Menerima informasi dari retina tersembuni d balik hemisfer serebral.
mata.
 Area auditori primer, tepi atas Bagian-bagianna:
lobus temporal (pilipis),
Menerima impuls pendengaran. 1. Talamus menerima dan
 Area olfaktori primer, permukaan
medial lobus temporal, berkaitan meneruskan impuls ke korteks
dengan indra penciuman.
 Area pengecap primer, di lobus otak besar
parietal (ubun-ubun) dekt girus 2. Hipotalamus
postsentral
Persepsi rasa manis, asin, asam, -Mengendalikan aktivitas system
pahit
saraf otonom (tak sadar).
3. Area asosiasi
 Area asosiasi frontal, pada lobus -Pusat pengaturan emosi.
fontal, sebagai pusat intelektual.
 Area aosiasi somatic, pada lobus -Memengaruhi keseluruhan
parietal, sebagai pusat
sistem endokrin.
3. Epitalamus

Pita sempit jaringan saraf yang

membentuk atas diansefalon dan

berperan dalam droongan emosi.

c. Sistem Limbik
Cincin otak depan yang mengelilingi
otak dan saing berhubungan melalui
jalur neuron yang rumit. Berfungsi
dalam pengaturan emosi.

245

d. Mesensefalon (otak tengah) Sumsum Tulang Belakang
(MedulaSpinalis)

Bagian pendek yang

menghubungkan pons dan sereblum

(otak kecil) dengan serebrum.

Berfungsi sebgai alur penghantar dan

pusat reflex.

e. Pons Varolii - Berbentuk silindris memanjang
Menghubungkan oak kecil kiri dan
kanan, menghubungkan otak besar
dan sumsum tulang belakang.
Berufngsi mengatur frekuensi dan
kekuatan bernapas.

f. Sereblum (otak kecil) dari otak medulla oblongata

hingga ruas ke-2 tulang pinggag

Berfungsi mempertahankan - Panjang 45 cm; diameter 2 cm

keseimbangan, control gerakan mata, - Fungsi mengendalikan berbagai

meningkatkan tonus otot, koordinasi aktivitas reflex tubuh, omunikasi

gerakan sadar yang berkaitan dengan antara otak dan semua bagian

keterampilan tubuh, menghantarkan

g. Medula Obongata rangsangan koordinasi antara
Bagian menjulur dari pons hingga
medulla spinalis, berfungsi otot dan sendir ke serebrum.
pengendalian frekuensi denyut
jantung, tekanan darah, pernapasan, - Impuls sensor dihantarkan masuk
gerakan alat pendernaan, menelan,
muntah, dan gerakan reflex. melalui tanduk dorsal, impuls

motor melalui tanduk ventral.

h. Formasi Retikuler Struktur Bagian Dalam

Berfungsi memicu dan Batang atas dan bawah berbentuk huruf H
disebut tanduk atau kolumna. Banyak
mempertahankan kewaspadaan serta mengandung badan sel, dendrit asosiasi,
neuron eferen, akson tak bermielin.
kesadaram.
1. Tanduk abu-abu posterior
Batang vertikal atas.

2. Tanduk abu-abu anterior

246

Batang vertical bawah. c. Sistem Saraf Tepi (SST)
3. Tanduk lateral substansi abu-abu
Terdiri atas jaringan saraf yang berada di
Bagian antara tanduk posterior dan laur otak dan di luar medulla spinalis.
interior.
4. Komisura abu-abu Terdapat ganglion, yaitu struktur lonong
Mengubungkan substansi abu-abu yang mengandung badan sel neuron dan sel
sisi kiri dan kanan. glia ang ditunjang jaringan ikat.

Struktur Bagian Luar 1. Saraf Kranial
Terdiri atas 12 pasang saraf,
Substansi putih tersusun dari akson sebagian besat tersusun dari serabut
bermielin. Bagian ini terbagi menjadi sensori dan motor, beberapa hanya
funikulus anterior, posterior, ventrolateral, tersusun dari serabut sensori.
dan lateral. Dalam funikulus terdapat traktus
spinal

1. Traktus Sensor
Menyampaikan informasi dari tubuh
ke otak.

2. Traktus motor
Membawa impuls motor dari otak ke
medulla spinalis dan dari saraf spinal
menu tubuh.

Fungsi SSP

1. Memegang segala kendali dan
pengaturan atas kerja jaringan saraf
hingga kepada sel saraf

2. Mengendalikan seluruh pengaturan
dan pengolahan rangsangan, mulai
dari mengatur pikiran, gerakan,
emosi, pernapasan, denyut jantung,
pelepasan berbagai hormon, suhu
tubuh, hingga koordinasi seluruh sel
saraf untuk
melakukan fungsi pengaturan di
dalam tubuh.

247


Click to View FlipBook Version