AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Pengairan akan efektif apabila diberikan dengan mata, apakah tanah jenuh air. Lembab
sebelum kelembaban tanah dapat atau kering akan tetapi untuk menentukan
menghambat pertumbuhan tanaman. kondisi air secara akurat apakah tanah itu
Jelasnya air diberikan pada 60% dari air berada pada kondisi kapasitas lapang, titik layu
yang tersedia artinya 60% kadar air permanent dan sebagainya tidak dapat
diantara kapasitas lapang dan titik layu dilakukan secara visual. Oleh karena itu, perlu
permanen. dibantu dengan menggunakan alat dan salah
satu alat untuk mendeteksi kondisi air dalam
Pengurangan hasil akibat kekurangan tanah adalah tensiometer. Tensiometer adalah
air telah lama diteliti oleh para peneliti di alat sederhana yang digunakan untuk
bidang agronomi. Untuk hasil panen biji, mengukur tegangan air dalam tanah.
ketepatan waktu kekurangan air itu sama
pentingnya dengan tingkat kekurangan C. Pengukuran kelembaban tanah dengan
tersebut. Dimana spesies tertentu seperti tensiometer
hasil panen, apabila mengalami
kekurangan air yang hebat selama 4 hari 1) Cara menggunakan alat tensiometer
pada tingkatan tertentu dari daur adalah dengan memasukan ujung
reproduktif dan dua minggu berikutnya keramik tensiometer kedalam tanah
merupakan periode paling peka terhadap yang akar diukur kelembabannya.
kekurangan air. Komponen hasil yang Pada tanah yang kering air didalam
menunjukkan penurunan paling drastis tabung akan turun yang menyebabkan
adalah jumlah biji per tongkol. tegangan yang dapat terukur/terbaca
pada pengukur tegangan/tekanan.
Ketersediaan air dalam tanah akan
mempengaruhi besarnya potensial air 2) Terbacanya ukuran tegangan pada
dalam daun. Berkurangnya potensial air tensiometer bermanfaat untuk
dalam daun menurunkan laju fotosintesis. menentukan langkah selanjutnya
tindakan apa yang perlu dilakukan
Hal ini berhubungan dengan setelah mengetahui gambaran
kombinasi beberapa proses seperti : kelembaban tanah/kandungan air
tanah (Baca buku petunjuk
a. Penutupan stomata secara hidroaktif pengoperasian alat tensiometer
akan mengurangi suplai CO2, tanah).
b. Dehidrasi kutikula, dinding epidermis, 3) Skala Pembacaan secara umum
dan membran sel, sehingga mengurangi menunjukan gambaran sebagai
aviditas dan permeabilitasnya terhadap berikut :
CO2,
a) (0-10) Centibar : Tanah jenuh
c. Bertambahnya tahanan sel mesofil daun air dan tidak cukup udara
terhadap pertukaran gas, dan
b) (10-25) Centibar : Kondisi
d. Menurunnya efisiensi fotosintesis. ideal untuk tanaman
Hal ini berhubungan dengan proses c) (25-35) Centibar : Perlu
biokimia, aktivitas enzim dalam sitoplasma, perhatian, pada tanah pasir mulai
dimana fotosintesis merupakan proses diairi
hidrolisis yang memerlukan air.
d) (35-40) Centibar : Harus
Untuk mendeteksi kelembaban air diperhatikan untuk mengairi
dalam tanah dapat dilakukan dengan cara (Pada tanah berat)
vIsual maupun dengan menggunakan alat.
Secara visual dengan cara mengamati tanah e) > 40 Centibar : Tanaman
akan Layu .
95
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Gambar 8.6 Tensiometer https://m.bisnis.com/finansial/read/20170122/99/621702/irigasi
Sumber. Anonim, 2014 -kabut-ini-terobosan-cerdas-petani-bantul-yogyakarta
Pada dasarnya bercocok tanam di lahan Secara kelompok lakukan studi pustaka
pasir membutuhkan pengairan yang tepat dan dan pengamatan di lahan, kemudian
efisien, untuk memperoleh suhu tanah antara diskusikan apakah kebutuhan air pada jenis
35 hingga 40 derajat. Petani di lahan pasir tanaman lain juga berbeda. Buatlah laporan
harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk hasil diskusi, kemudian presentasikan di depan
m e n g a m b i l a i r d a r i s u m b e r s e r t a kelas!
membutuhkan ketersediaan air sebanyak 400
galon per jam.
penilaian harian
Pertanyaan :
1. Jelaskan 4 fungsi air bagi tanaman!
Lahan pasir di pesisir merupakan lahan 2 . J e l a s k a n f a k t o r a p a s a j a y a n g
marjinal yang sebenarnya memiliki potensi
mempengaruhi kebutuhan air tanaman !
tinggi dalam pengembangan pertanian.
Namun selama ini selalu terkendala dalam Jawab :
masalah pengairannya. Berkaitan dengan hal 1. Fungsi air bagi tanaman adalah :
itu salah satu inovasi petani untuk pengairan a. Bagian dari protoplasma, biasanya
adalah irigasi kabut. Informasi lebih lanjut membentuk 85 % sampai 90 % dari
dapat dilihat di berat keseluruhan bagian hijau
tanaman (jaringan yang sedang
tumbuh).
96
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
penilaian harian
b. Reagen/bahan yang penting dalam Keselamatan kerja :
proses fotosintesa dan dalam proses 1) Kenakan pakaian praktek , sepatu boot
hidrolitik seperti perubahan pati dan topi
menjadi gula. 2) Hati-hati sewaktu menggunakan
peralatan tajam
c. Pelarut garam, gas dan berbagai
material yang bergerak ke dalam Langkah kerja
tanaman, melalui dinding sel dan 1) Lakukan do'a bersama sebelum Anda
jaringan xylem serta menjamin melakukan langkah-Langkah kerja
kesinambungannya. berikutnya, sesuai ajaran agama yang
Anda anut.
d. Sesuatu yang esensial untuk 2) S i a p k a n a l a t d a n b a h a n y a n g
dibutuhkan
menjamin adanya turgiditas 3) Lakukan penyiraman sesuai dengan
pertumbuhan sel, stabilitas bentuk kebutuhan tanaman
daun, proses membuka dan 4) Indentifikasi ketepatan kebutuhan air
menutupnya mulut daun, proses 5) Lakukan semua langkah kerja di atas (1
membuka dan menutupnya mulut – 4) dengan teliti, cermat, disiplin,
daun, kelangsungan gerak struktur peduli dan kerjasama.
tanaman.
1. Teknik pemberian air ada 4 cara yaitu:
2. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan air Pemberian air di permukaan tanah
tanah adalah : (surface irrigation), Pemberian air di
bawah permukaan tanah (subsurface
a. Iklim : pada iklim kering dan panas irrigation), Penyiraman (sprinkle
tanaman akan memerlukan air harian irrigation), pemberian air dengan cara
lebih banyak dibandingkan pada iklim penyiraman, Irigasi tetes (drip or trickle
sejuk dan berawan. irrigation).
b. Jenis tanaman: tanaman jagung atau 2. Kebutuhan air tanaman didefinisikan
tebu akan memerlukan air yang lebih sebagai jumlah (kedalaman) air yang
banyak dibandingkan sorgum dan diperlukan untuk menggantikan air yang
kedele. hilang melalui evapotranspirasi (ET).
Jadi:
c. Fase pertumbuhan tanaman: tanaman Kebutuhan air = ET tanaman
yang tumbuh penuh akan memerlukan
air yang lebih banyak dibandingkan 3. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan air
yang baru ditanam. tanaman adalah Iklim, jenis tanaman, fase
pertumbuhan tanaman
praktik
4. Air bagi tanaman memiliki fungsi sebagai
Melakukan pengairan pada lahan tanaman berikut:
sayuran
Alat dan bahan
1) Tanaman di lahan
2) Air
3) Gembor
4) Selang
5) Ember
97
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
penilaian harian
a. Bagian dari protoplasma, biasanya 1. Apabila air berlebihan dalam tanah akan
membentuk 85 % sampai 90 % dari mengganggu pertumbuhan tanaman,
berat keseluruhan bagian hijau jelaskan mengapa demikian!.
tanaman (jaringan yang sedang 2. Air yang ada di dalam tanah dapat
tumbuh). berkurang karena hal apa saja jelaskan!
b. Reagen/bahan yang penting dalam 3. Apabila dalam jangka waktu tertentu tidak
proses fotosintesa dan dalam proses ada penambahan air oleh hujan atau oleh
hidrolitik seperti perubahan pati irigasi maka hal apa yang akan terjadi,
menjadi gula. jelaskan!
c. Pelarut garam, gas dan berbagai 4. Jelaskan bagaimana penyiraman bawang
material yang bergerak ke dalam merah harus dilakukan!
tanaman, melalui dinding sel dan 5. Jelaskan bagaimana penyiraman terung
jaringan xylem serta menjamin dilakukan!
kesinambungannya.
d. S e s u a t u y a n g e s e n s i a l u n t u k
menjamin adanya turgiditas
pertumbuhan sel, stabilitas bentuk
daun, proses membuka dan
menutupnya mulut daun, proses
membuka dan menutupnya mulut
daun, kelangsungan gerak struktur
tanaman.
5. W a k t u p e m b e r i a n a i r d i t e n t u k a n
berdasarkan ciri fisik tanaman, tanah dan
kondisi iklim
6. Untuk mendeteksi kelembaban air dalam
tanah dapat dilakukan dengan cara visual
maupun dengan menggunakan alat. Secara
visual dengan cara mengamati tanah
dengan mata, apakah tanah jenuh air,
lembab atau kering akan tetapi untuk
menentukan kondisi air secara akurat
apakah tanah itu berada pada kondisi
kapasitas lapang, titik layu permanent dan
sebagainya tidak dapat dilakukan secara
visual
98
BAB 9
PENGAIRAN TANAMAN SAYURAN
Setelah mempelajari tentang pengajiran tanaman sayuran, peserta didik
mampu menentukanjenis ajir dan melakukan pengajiran pada tanaman
sayuran.
Pengajiran Tanaman Jenis dan Bahan Ajir -Cabang Kayu
Sayuran - Kaso
Bentuk dan Teknik - Bambu
Mengajir
- Sistem Ajir Miring
Pemasangan Ajir - Sistem Ajir Tegak
Hal yang Harus
diperhatikan dalam Ajir
Ajir – Kaso – Bambu - Ajir Miring – Ajir Tegak
99
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Pengajiran tanaman adalah kegiatan Ajir harus dipasang sedini mungkin yaitu
memberikan penopang atau penguat agar dimulai pada saat tanam, pemasangan ajir yang
tanaman dapat tegak dengan baik dan terlambat akan mengakibatkan akar tanaman
mendapat sinar matahari yang cukup untuk rusak, ajir dipasang 4 cm di muka tajuk tanaman
pertumbuhannya. terluar.
Pengajiran bertujuan agar tanaman Gambar 9.3 Ajir modern
mendapatkan sinar matahari secara maksimal Sumber : https://bibitbunga.com/product/plant-stake-ajir-tanaman-
dengan cara menopang tanaman sedemikian
rupa sehingga memperoleh sinar matahari 11mm-x-150cm-takiron/
yang cukup untuk pertumbuhannya. Hampir
semua tanaman sayuran daun memiliki postur
tubuh batang yang rendah sehingga tidak perlu
diajir. Ada beberapa tanaman yang perlu diajir
seperti tanaman Kacang panjang yang
digunakan sebagai tempat menjalar, Cabe,
terong, tomat pada saat penanamannya agar
dapat tegak lurus.
Gambar 9.1 Pengajiran Gambar 9.4 Ajir masa kini
Sumber : 8villages.com/full/petani/article/id/ Sumber : https://m.facebook.com/pg/AjirTakiron/posts/
5aw06b3719d326c2582975a6
Saat ini sudah ada ajir yang lebih awet
dan artistik sehingga enak dipandang tanpa
mengurangi fungsi ajir itu sendiri.
Gambar 9.2 Ajir terkini A. Jenis dan Bahan Ajir
Sumber : 8villages.com/full/petani/article/id/
5ae06b3719d326c2582975a6 1. Bahan yang berasal dari cabang kayu :
Bahan ini bisa didapat dari cabang-
cabang tanaman penghasil kayu
sebagai hasil samping dari
pemangkasan cabang yang tidak
berguna atau tidak produktif.
Kelemahan dari bahan ini mudah
diserang rayapdanpersediaannya
terbatas.
100
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
karena warna kuning sehingga
indah di pandang. Tanaman yang
sudah tua bisa dibelah-belah dan
dipotong untuk ajir.
Gambar 9.5 Cabang kayu untuk ajir Gambar 9.7 Bambu kuning
Sumber : Anonim, 2014 Sumber : https://m.caping.co.id/news/detail/1161562
2. Bahan yang berasal dari kaso : Bahan ini b. Bambu aur, banyak tumbuh di
berasal dari tanamankaso (seperti pematang pematang sawah dan
ilalang) dan biasanya tumbuh di tanah daratan di pinggiran
pinggir-pinggir kali, batangnya pegunungan. Bambu ini
berbuku-buku mirip tanaman tebu mempunyai ciri jarak antar
tetapi diameter batangnya relatif kecil- bukunya relatif lebih pendek dan
kecil. Biasanya ajir ini sering tanamannya tumbuh relatif lebih
digunakan oleh petani untuk tanaman pendek. Bambu jenis ini biasa
kacang panjang yang mempunyai rebungnya banyak dimakan orang
beban agak ringan. Kelemahan dari dibuat sayur lodeh. Bambu jenis
bahanini mudah patah dan tidak kuat ini jarang dipergunakan untuk ajir,
menanggung beban yang berat kecualiuntuktanaman yang
sehingga mudah rusak dan hanya bisa diusahakan dalam sekalakecildan
dipergunakan satu musim dekat dengan lahan tanaman
yang dibudidayakan.
Gambar 9.6 Tanaman kaso Gambar 9.8 Bambu aur
Sumber :https://pxhere.com/id/photo/1009445 Sumber: Dok penulis
3. Bahan yang berasal dari bambu : c. Bambutali; Bambu jenis ini bisa
Beberapa jenisbambu yang yang banyak orang dimanfaat untuk tali
semuanya bisa dipergunakan sebagai sehingga jarang dipergunakan
bahan ajir, di antaranya : untuk ajir karena dagingnya
relatif tipis juga dibuat tali lebih
a. Bambu kuning biasanya banyak menguntungkan. Dan bambu ini
orang dipelihara di pekarangan - juga banyak dipergunakan untuk
pekarangan rumah atau di taman- bahan bangunan di pedesaan.
taman sebagai tanaman hias,
101
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
d. Bambu gombong: jenis bambu ini 1. Sistem ajir miring
selain diameternya lebih besar
dan dagingnya lebih tebal Sistem ajir miring sesuai dengan
tanamannya lebih tinggi/ panjang namanya, pada sistem ini tanaman
sehingga banyak dipergunakan tanaman ditopang dengan ajir yang
orang untuk bahan bangunan dan ditancapkan miring. Ajir miring ini
sangat cocok untuk bahan dipasang satu ajir untuk 1 tanaman.
pembuatan ajir. Kemiringan ajir membentuk sudut 45
dengan batang tanaman. Ajir
Gambar 9.9 Bambu tali dimasukkan ke tengah- tengah
Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bambu_tali percabangan, pertama, kemudian
diikat dengan tali rafia atau tali lain.
B. Bentuk dan Teknik Mengajir Ukuran ajir yakni panjang 1,25-1,5 m
Pengajiran bertujuan agar tanaman lebar 4 cm, dan tebal 2,5 cm. Sisi ajir
perlu dihaluskan untuk mengurangi
mendapatkan sinar matahari secara maksimal kerusakan mekanis akibat gesekan
dengan cara menopang tanaman sedemikian antara tanaman dengan ajir. Pada
rupa sehingga memperoleh sinar matahari ujung ajir yang menghadap keluar
yang cukup untuk pertumbuhannya. dibuat lekukan kecil. Lekukan ini
untuk mengikat ajir dengan potongan
kain yang menghubungkan ajir satu
dengan ajir lainnya. Kelemahan dari
sistem ajir miring adalah diperlukan
ajir kecil terlebih dahulu pada saat
tanaman masih muda. Baru setelah
tanaman memiliki cabang utama, ajir
miring dipasang.
Gambar 9.10 Bambu gombong Gambar 9.11 Sistem ajir miring
Sumber :https://supplierbambu.wordpress.com/ / / /j Sumber : https://www.agrotani.com/pengertian-ajir/
ual-bambu-gombong-harga-murah-kualitas-bagus/
2. Sistem ajir tegak
Ajir harus dipasang sedini mungkin yaitu
dimulai pada saat tanam, pemasangan ajir yang Sistem ajir tegak dapat dilakukan
terlambat akan mengakibatkan akar tanaman dengan dua cara. Pemasangan ajir
rusak, ajir dipasang 4 cm dimuka tajuk tanaman dapat dilakukan pada setiap batang
terluar. Sistem pemasangan ajir dapat batang tanaman atau setiap 3
dilakukan dengandua cara, yaitu sistem ajir tanaman, dengan ukuran ajir yang
miring dan sistem ajir tegak. sedikit berbeda. Untuk setiap
tanaman diperlukan ajir dengan
ukuran tinggi 1,25 m lebar 3 cm, dan
102
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
tebal 1,5 cm, tergantung jenis C. Pengikatan ajir dengan tanaman
tanamannya.
Pengikatan ajir pada tanaman dilakukan
Pada umumnya dengan alasan dengan sistem angka delapan sehingga akan
efisiensi, sistem ajir tegak lebih kuat dan tidak merusak batang atau
menerapkan pola pemasangan satu cabang tanaman . Pengikatan bisa diikatkan
ajir dengan satu tanaman. Ajir dari ajirnya langsung pada batang tanaman dan
dipasang diantara tanaman dalam satu cabangnya dikatkan pada ajir atau lagernya.
baris.(tidak disetar tanaman). Untuk
keperluan ini diperlukan ajir yang 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi
berukuran lebih tinggi 1.25-1,5 m, pengajiran
lebar 4 cm, dan tebal 2,5 cm.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Gambar 9.12 Sistem ajir tegak pengajiran, diantaranya adalah:
Sumber : :https://www.google.com/amp/s/ilmutanikangucup.
wordpress.com/2017/12/05/budidaya-tanaman-kentang/amp/ a. Jenis tanaman, hampir semua
tanaman sayuran daun bertubuh
Antara ajir dihubungkan dengan tinggi sehingga memerlukan ajir.
gelagar berukuran panjang minimal 6
m (tergantung keperluan), lebar 3 cm b. Jenis bahan ajir, makin keras bahan
dan tebal 2 cm. Bila tidak ajir semakin kuat menopang
menggunakan gelagar maka dapat tanaman
diganti dengan tali rafia. Jarak gelagar
dengan permukaaan bedengan antara c. Cara pengajiran, cara pengajiran
30-35 cm, persis diantara batang yang tepat akan mengurangi
utama dengan percabangan pertama. kerusakan tanaman.
Batang tanaman diikatkan pada ajir
atau tali rafia atau tali lain. Antara ajir 2. Pemasangan ajir
dan gelagar diikat dengan tali rafia
atau tali kawat kecil. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
pengajiran:
Pada kondisi tanaman yang subur
diperlukan gelagar tambahan untuk a. Ajir (lanjaran) terbuat dari bambu
menopang percabangan, pemasangan atau kayu dengan panjang antara
gelagar ini jangan sampai merusak 100-175 cm.
tanaman.
b. Pemasangan ajir dilakukan sedini
mungkin, ketika tanaman masih
kecil akar masih pendek, sehingga
akar tidak putus tertusuk ajir. Akar
yang luka akan memudahkan
tanaman terserang penyakit yang
masuk lewat luka. Jarak ajir dengan
batang tanaman ± 10-20 cm.
c. Cara memasang ajir bermacam-
macam, misalnya ajir dibuat tegak
lurus atau ujung kedua ajir diikat
sehingga membentuk segitiga.
Agar tidak dimakan rayap, ajir
diolesi dengan ter atau minyak
tanah.
103
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Teknik pengajiran tanaman cabe Diskusikan secara kelompok jenis
dilakukan dengan menggunakan bambu yang tanaman sayuran apa saja yang harus
dibelah empat, kemudian dibersihkan dan menggunakan ajir. Tulis di buku tulis sebagai
dihaluskan agar tidak melukai tanaman cabe. laporan kemudian presentasikan di depan
Tinggi ajir pada cabe umumnya 125 cm dengan kelas.
bagian yang dimasukkan ke dalam tanah
adalah 25 cm. Ajir dipasang tegak di setiap praktik
tanaman dengan jarak sekitar 10 cm dari
batang tanaman. Untuk memperkuat Melaksanakan pengajiran ( tanaman cabe).
pemasangannya, semua ajir yang digunakan di
dalam bedengan tersebut bisa dihubungkan Alat dan bahan
dengan menggunakan bambu panjang yang 1) Bahan ajir (dari batang bambu yang cukup
diikat dengan tali. tua)
2) Parang
Untuk menghemat biaya dalam pembelian 3) Gergaji
kayu atau bambu dan juga tenaga dalam 4) Pisau
pembuatan ajir, sekarang sudah banyak 5) Tanama cabe
digunakan ajir dari tali. Contohnya adalah 6) Tali rafia
penggunaan ajir tali pada kacang panjang.
Informasi ini dapat anda lihat di Keselamatan kerja
1) Kenakan pakaian praktek , sepatu boot
dan topi
2) Hati-hati sewaktu menggunakan
peralatan tajam
https://mitalom.com/cara-praktis-membuat-lanjaran- Langkah kerja
kacang-panjang/
1) Lakukan do'a bersama sebelum Anda
melakukan langkah-Langkah kerja
berikutnya, sesuai ajaran agama yang
Anda anut.
2) Siapkan alat dan bahan
3) Potong batang bambu sepanjang 1,5
meter
104
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
4) Belah potongan bamboo tersebut a. Bahan yang berasal dari cabang kayu:
menjadi 5 bagian Bahan ini bisa didapat dari cabang-
cabang tanaman penghasil kayu
5) Haluskan pinggiran belahan bambu- sebagai hasil samping dari
bambu tersebut dengan parang/pisau pemangkasan cabang yang tidak
sehingga tidak tajam lagi. berguna atau tidak produktif.
6) Tajamkan salah satu ujung belahan Kelemahan dari bahan ini mudah
bamboo tersebut diserang rayap dan persediaannya
terbatas
7) Tancapkan belahan bamboo tersebut
tegak lurus pada sisi tanaman cabe yang b. Bahan yang berasal dari kaso: Bahan ini
telah mencapai ketinggian 10-15 cm. berasal dari tanaman kaso (seperti
ilalang) dan biasanya tumbuh di
8) Ikatkan belahan bambu pada tanaman pinggir-pinggir kali, batangnya
cabe dengan tali rafia. berbuku-buku mirip tanaman tebu
tetapi diameter batangnya relatif
9) Lakukan pengajiran pada tanaman cabe kecil-kecil. Biasanya ajir ini sering
seperti pada gambar. digunakan oleh petani untuk tanaman
kacang panjang yang mempunyai
Lakukan semua langkah kerja di atas dengan beban agak ringan. Kelemahan dari
teliti, cermat, disiplin, peduli dan kerjasama bahan ini mudah patah dan tidak kuat
menanggung beban yang berat
1. Pengajiran tanaman adalah kegiatan sehingga mudah rusak dan hanya bisa
memberikan penopang atau penguat agar dipergunakan satu musim
tanaman dapat tegak dengan baik dan
mendapat sinar matahari yang cukup untuk Bahan yang berasal dari bambu: Beberapa
pertumbuhannya. jenisbambu yang yang semuanya bisa
dipergunakan sebagai bahan ajir
2. Pengajiran bertujuan agar tanaman
mendapatkan sinar matahari secara 4. Pengajiran bertujuan agar tanaman
maksimal dengan cara menopang tanaman mendapatkan sinar matahari secara
sedemikian rupa sehingga memperoleh maksimal dengan cara menopang tanaman
sinar matahari yang cukup untuk sedemikian rupa sehingga memperoleh
pertumbuhannya. Hampir semua tanaman sinar matahari yang cukup untuk
sayuran daun memiliki postur tubuh pertumbuhannya.
batang yang rendah sehingga tidak perlu
diajir. Ada beberapa tanaman yang perlu 5. Ajir harus dipasang sedini mungkin yaitu
diajir seperti tanaman Kacang panjang dimulai pada saat tanam, pemasangan ajir
yang digunakan sebagai tempat menjalar, yang terlambat akan mengakibatkan akar
Cabe, terong, tomat pada saat tanaman rusak, ajir dipasang 4 cm dimuka
penanamannya agar dapat tegak lurus. tajuk tanaman terluar. Sistem pemasangan
ajir dapat dilakukan dengandua cara, yaitu
3. Jenis dan Bahan Ajir sistem ajir miring dan sistem ajir tegak.
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi
pengajiran, diantaranya adalah:
105
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
a. Jenis tanaman, hampir semua tanaman
sayuran daun bertubuh tinggi sehingga
memerlukan ajir.
b. Jenis bahan ajir, makin keras bahan
ajir semakin kuat menopang tanaman
c. Cara pengajiran, cara pengajiran yang
tepat akan mengurangi kerusakan
tanaman.
7. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
pengajiran:
a. Ajir (lanjaran) terbuat dari bambu
atau kayu dengan panjang antara 100-
175 cm.
b. Pemasangan ajir dilakukan sedini
mungkin, ketika tanaman masih kecil
akar masih pendek, sehingga akar
tidak putus tertusuk ajir. Akar yang
luka akan memudahkan tanaman
terserang penyakit yang masuk lewat
luka. Jarak ajir dengan batang
tanaman ± 10-20 cm.
c. Cara memasang ajir bermacam-
macam, misalnya ajir dibuat tegak
lurus atau ujung kedua ajir diikat
sehingga membentuk segitiga. Agar
tidak dimakan rayap, ajir diolesi
dengan ter atau minyak
tanah.mempengaruhi pengajiran.
1 Kapan waktu yang tepat untuk pemasangan
ajir, jelaskan!
2 Bagaimana akibat keterlambatan
pemasangan ajir pada tanaman, jelaskan!
3 Jelaskan kelebihan dan kelemahan dari
sistem ajir miring!
4 Jelaskan bagaimana cara pengikatan ajir
pada tanaman dilakukan!
5 Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
pengajiran.
106
BAB 10
PEMANGKASAN
Setelah mempelajari tentang pemangkasan tanaman sayuran, peserta didik
mampu melakukan pemangkasan pada tanaman sayuran.
Macam Pemangkasan - Pemangkasan Bentuk
- Pemangkasan
Pemeliharaan
- Pemangkasan
Produksi
Pemangkasan
Pelaksanaan Teknik Pemangkasan
Pemangkasan
Pemangkasan – Pemangkasan Bentuk – Pemangkasan Pemeliharaan –
Pemangkasan Produksi
107
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Pemangkasan adalah tindakan Pemangkasan yang dikenal dewasa ini dapat dibedakan atas 3 sistem
pembuangan bagian-bagian tanaman seperti
cabang atau ranting dengan mendapatkan pemangkasan yakni:
bentuk tertentu sehingga dicapai tingkat
efisiensi yang tinggi di dalam pemanfaatan QI Pemangkasan bentuk
cahaya matahari, mempermudah
pengendalian hama penyakit serta RI Pemangkasan pemeliharaan
mempermudah pemanenan. Terkadang
pemangkasan berguna untuk mengurangi SI Pemangkasan produksi
beban buah yang terlampau lebat sehingga
didapatkan buah dengan kualitas dan kuantitas A. Macam-macam pemangkasan
yang baik.
Pemangkasan yang dikenal dewasa ini
Gambar 10.1Pemangkasan dapat dibedakan atas 3 sistem pemangkasan
Sumber : https://id.oggardenonline.com/how-to-prune- yakni:
tomatoes-for-big-harvest-4220
1) Pemangkasan bentuk
Pemangkasan tanaman merupakan
usaha untuk memperbaiki kondisi lingkungan 2) Pemangkasan pemeliharaan
seperti suhu, kelembaban, cahaya, sirkulasi
angin sehingga aktivitas fotosintesis 3) Pemangkasan produksi
berlangsung normal. Pemangkasan dapat
memperbaiki kesehatan tanaman, merangsang Pelaksanaan pemangkasan ini, nantinya
pembungaan dan produksi meningkat. akan menentukan bagian-bagian mana yang
Menurut Barus dan Syukri (2008) tumbuhnya tidak dikehendaki, sehingga akan
pemangkasan pada fase vegetatif dapat mempermudah dalam pembuangan atau
meningkatkan jumlah cabang primer dan pemangkasan.
pemangkasan pada fase generatif dapat
meningkatkan bobot biji dan berat biji kering Ada beberapa latar belakang yang
per sampel. mendasari mengapa tanaman harus dipangkas,
yaitu :
1. Mengatur arah tumbuh tanaman
Tanaman cenderung akan tumbuh
terus, baik tumbuh ke atas maupun
tumbuh ke samping. Pertumbuhan
yang tidak diarahkan pada beberapa
jenis tanaman buah, akan
menghasilkan tajuk tanaman yang
umumnya tumbuh memanjang ke arah
atas kurus dengan batang atau cabang
tunggal. Kuatnya dominasi apikal
(tunas ujung) di bagian ujung tanaman,
memacu tanaman untuk terus
meninggi ke arah atas dan salah satu
cara untuk mematahkan dominasi
apikal tersebut adalah dengan cara
pemangkasan, yang akan merangsang
keluarnya pertumbuhan tunas-tunas
samping atau tunas lateral. Dengan
demikian, bentuk tanaman sebagai
manifestasi pertumbuhan tanaman
menjadi lebih ideal dan seimbang, baik
pertumbuhan ke arah atas maupun ke
arah samping.
108
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
2. Menjaga Kesehatan Tanaman pengganggu tanaman (OPT) lainnya.
Dengan demikian pertumbuhan
Kesehatan tanaman secara tanaman menjadi lebih optimal untuk
keseluruhan juga sangat dipengaruhi memberikan hasil yang optimal pula.
oleh bentuk tanamannya. Banyak B. Bagian tanaman yang perlu dipangkas
dahan dan ranting yang tumbuh tidak Pemangkasan atau pembuangan bagian
teratur dan bersilangan di bagian tanaman yang tumbuhnya tidak dikehendaki,
tengah tanaman dengan daun-daun dapat dilakukan setelah batang, cabang,
yang umumnya tidak terkena sinar ranting atau daun ditentukan terlebih dahulu.
matahari secara langsung. Untuk dapat mengetahui atau menentukan
bagian yang akan dipotong tersebut maka, kita
3. Mengurangi bagian tanaman yang harus mengetahui jenis pemangkasan.
tidak produktif Pemangkasan berdasarkan jenis dan
tujuannya masing – masing tersebut
Daun-daun yang tidak terkena diantaranya sebagai berikut :
sinar matahari secara langsung, lebih 1. Pemangkasan bentuk
bersifat parasit bagi tanaman secara
keseluruhan karena tidak melakukan Pemangkasan ini dilakukan untuk
proses fotosintesis namun tetap membentuk pohon tersebut
mendapatkan fotosintat (hasil mempunyai kerangka (frame) pohon
fotosintesis) dari daun-daun di bagian yang tidak terlalu tinggi, mendapatkan
terluar yang terkena sinar matahari percabangan yang kuat serta merata
langsung. Itu sebabnya banyak kesegala arah, terbentuknya tanjuk
tanaman yang secara keseluruhan yang ideal dan dapat pula
tumbuh dengan lebat, daunnya rimbun mempercepat tanaman tersebut
dengan warna daun hijau pekat, berbuah. Agar tanaman tidak tumbuh
namun teramat sangat jarang begitu tinggi, maka perlu adanya
memunculkan bunga/buah, maka pemangkasan pucuk (pemenggalan),
bunga dan buah yang muncul guna menghentikan pertumbuhan ke
jumlahnya terbatas atau sedikit sekali. atas dan memberikan kesempatan
Fotosintat yang terbentuk hanya cabang-cabang primer (samping), bisa
dialokasikan untuk pertumbuhan memanjang. Penggunaan cara tersebut
tanaman, khususnya ke bagian pada tanaman tertentu akan diperoleh
tanaman yang bersifat parasit tersebut pertumbuhan yang bertambah luas dan
dan pada akhirnya hanya sangat melebar.
sedikit jumlah fotosintat yang
akhirnya dialokasikan oleh tanaman Gambar 10.2 Pemangkasan bentuk
untuk memunculkan bunga dan buah. Sumber : https://kabartani.com/mengenal-macam-macam-
pemangkasan-tanaman-kakao.html/pemangkasan-bentuk-
4. Mengurangi Habitat Hidup bagi OPT
tanaman-kakao
Tanaman yang dipangkas teratur
akan memberikan lingkungan mikro
yang baik bagi pertumbuhan tanaman
itu sendiri, di mana sinar matahari
sebagai sumber energi utama dapat
menembus semua bagian tanaman,
memberikan iklim mikro yang baik,
mengurangi kelembaban yang
berlebihan juga dapat meminimalkan
perkembangan jamur dan organisme
109
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
2. Pemangkasan pemeliharaan penyakit, cabang yang
Pemangkasan pemeliharaan pertumbuhannya saling melintang/
tindih yang membuat tajuk pohon
merupakan pemangkasan yang terlalu rimbun), dengan pemangkasan
bertujuan untuk mengurangi rimbunya produksi, diharapkan produksi
pohon atau tumbuhnya cabang – tanaman meningkat karena cabang-
cabang baru yang tidak dikehendaki, cabang yang tidak produktif berkurang,
dengan demikian sinar matahari dapat sehingga mengurangi kelembaban dan
masuk serta dapat diterima dengan menambah intensitas sinar matahari
cukup, hal ini sangat berpengaruh bagi daun.
terhadap tanaman, karena tanaman
tersebut bisa terhindar dari tumbuhnya Gambar 10.4 Pemangkasan produksi
cendawan dan jamur yang dapat Sumber : agroteknologi.id/macam-macam-serta-teknik
merusak pertumbuhan tanaman.
-pemangkasan-pada-tanaman/
Pemangkasan pemeliharaan
ditujukan untuk mempertahankan 4. Pemangkasan peremajaan
habitus pohon yang telah dibentuk, Pemangkasan peremajaan
agar bentuk pohon tetap baik dengan
percabangan yang seimbang, sehingga merupakan bagian pemangkasan yang
distribusi daun tetap bertujuan untuk memperlakukan
merata.Pemangkasan pemeliharaan tanaman yang sudah tua dan tanaman
dilakukan pada tanaman non produktif, yang tidak berproduktif menjadi muda
yaitu setelah tanaman mengalami tanpa melakukan penanaman kembali.
pemangkasan bentuk.
Pemangkasan ini dilakukan
Gambar 10.3 Pemangkasan pemeliharaan dengan cara memangkas dahan pohon
Sumber: https://rawabibit.com/2018/04/12/3-tips-pemangkasan- tersebut, serta pemotongan pada
pada-tanaman-durian-yang-baik-dan-benar-untuk-meningkatkan batang pokok tanaman, dengan
-kualitas-tanaman-dan-tingkat-produksi-lebih-optimal/ kondisi keadaan tanaman tersebut
pemangkasan-pemeliharaan/ sudah tidak memenuhi syarat untuk
dipertahankan.
3. Pemangkasan produksi
Pemangkasan produksi, dilakukan Pada prinsipnya peremajaan
dengan memangkas dahan atau
untuk membuang cabang-cabang batang pokok ini, tidak hanya untuk
tanaman yang tidak produktif (seperti : membuat tanaman tersebut menjadi
cabang yang tumbuhnya ke arah muda kembali, akan tetapi tujuan yang
dalam/ menggantung, cabang kering, utama adalah memperbaiki sifat – sifat
cabang yang terserang hama dan pohon yang kurang baik. Perbaikan ini
dilakukan dengan cara menyambung
atau mengokulasi tunas – tunas yang
110
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
tumbuh setelah pemangkasan dengan · Gunting dahan/gunting stek,
entres/mata tunas yang bersal dari merupakan alat untuk menggunting
tanaman sejenis yang lebih baik dahan-dahan kecil (berdiameter 2 – 3
sifatnya. cm) pada tanaman perdu.
Gambar 10.5 Pemangkasan peremajaan D. Teknik Pemangkasan
Sumber : octalda.blogspot.com/2015/06/?m=1
Dalam pelaksanaannya terdapat dua dasar
C. Pelaksanaan pemangkasan secara umum pemangkasan, yaitu pemancungan
Pemangkasan yang akan dilakukan, baik itu (headlingback) dan penipisan (thinning out).
Pemancungan merupakan pembuangan atau
pada pemangkasan bentuk, pemangkasan pemotongan bagian ujung suatu cabang
pemeliharaan maupun pemangkasan sampai tinggal satu tunas. Karena
peremajaan hendaknya dilakukan dengan baik pemancungan dapat memecahkan dominansi
dan benar menurut tujuannya masing – masing, apikal, maka setelah pemancungan biasanya
sehingga mendapatkan tanaman yang ideal terjadi pertumbuhan vegetatif yang lebat
dan sesuai dengan yang diharapkan. sebagai akibat dari tumbuhnya tunas-tunas
lateral. Oleh karena itu, pemancungan
Agar mendapatakan pangkasan yang baik cenderung menghasilkan pertumbuhan
hendaknya diketahui bagian – bagian tanaman tanaman dengan pola menyemak dan kompak.
yang akan dipangkas/dipotong. Bila pemancungan dilakukan terhadap
tanaman yang tengah aktif tumbuh, maka
Alat yang digunakan dalam pemangkasan, diistilahkan sebagai perompesan. Sedangkan
baik kelengkapan maupun kondisinya, sangat penipisan (thinning) adalah pembuangan
berpengaruh terhadap hasil pemangkasan dan cabang-cabang dengan meninggalkan hanya
keamanan pemangkas. Alat yang penting cabang lateral atau batang utama.
untuk keperluan pemangkasan adalah sebagai
berikut :
Gambar 10.6 Gunting pangkas Gambar 10.7 Pemangkasan pucuk
Sumber : www.kebunbandar.com/gunting-pangkas/ Sumber : https://kabartani.com/pemgalaman-pak-rinoto-
menanam-cabai-berbuah-lebat.html/memotong-pucuk-tunas-cabai
Penipisan memiliki pengaruh yang
berlawanan dengan pemancungan, yaitu
meningkatkan pemanjangan dari cabang-
cabang terminal yang ditinggalkan. Sebagai
hasil akhirnya adalah pertumbuhan cabang-
cabang lateral menjadi berkurang. Dengan
penipisan, pohon-pohon yang tumbuhnya
111
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
lemah dapat menjadi lebih terbuka sehingga pangkal tunas. Untu pemotongan tunas ini
menghasilkan suatu bentuk tanaman yang menggunakan tangan saja agar tidak melukai
lebih besar (tetapi bukan lebat). Penipisan juga batang.
dapat ditujukan untuk meremajakan tanaman
tua sehingga merangsang pertumbuhan titik-
titik ditinggalkan.
Pemangkasan yang biasa dilakukan pada
tanaman tomat ada 3 macam yaitu
pemangkasan tunas muda, pemangkasan
batang dan pemangkasan bunga serta buah.
Informasi lebih lanjut dapat dilihat di
Gambar 10.1Pewiwilan
Sumber : https://belajartani.com/3-pengaruh-pemangkasan-pruningwiwil-
terhadap-pertumbuhan-dan-perkembangan-tanaman/
E. M e m b e r s i h k a n l a h a n s e t e l a h https://www.pertanianku.com/
pemangkasan
Silahkan Anda cari informasi tentang
Bahan sisa pemangkasan dibuang dari areal factor-faktor yang mempengaruhi
tanaman sesuai prosedur perusahaan. Bahan pemangkasan, diskusikan dengan teman Anda
sisa pemangkasan dikumpulkan dan dibuang atau Anda dapat menanyakan hal tersebut
atau dibuat kompos. Hal ini untuk menjaga kepada guru.
kebersihan lahan.
F. Mengontrol penyinaran
Tindakan pengontrolan yang dilakukan
menurut petunjuk penanggung jawabnya.
Hasil pengontrolan dicatat dan digunakan
sebagai pedoman pelaksanaan pemangkasan.
Pemangkasan yang salah pada tanaman penilaian harian
justru membuat tanaman tidak dapat tumbuh Pertanyaan :
dengan baik. Pada tanaman tomat
pemangkasan harus menggunakan pisau yang Mengapa tanaman kacang panjang perlu
tajam sehingga proses pemangkasan tidak dilakukan pemangkasan?
melukai batang. Pemangkasan tunas-tunas air
yang tidak produktif dengan memotong bagian
112
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
penilaian harian
Jawab : dimaksudkan supaya nantinya
masih bisa membentuk cabang baru
Tanaman kacang panjang yang rimbun perlu lagi.
dilakukan pemangkasan dengan cara
mengurangi daun dan tunas bawah. Tujuannya c. Cabang tua yang produktif juga
adalah meningkatkan produktifitas kacang tidak dipotong habis, karena dari
panjang. bekas potongan ini diharapkan bisa
tumbuh cabang baru lagi.
d. Cabang yang tumbuh tumpang
tindih, cabang balik, cabang liar dan
tunas air perlu dipotong habis.
Silahkan Anda mencoba melaksanakan e. Lakukan semua langkah kerja di atas
pemangkasan pemeliharaaan pada tanaman dengan teliti, cermat, disiplin,
tomat dengan menggunakan: peduli dan kerjasama.
Alat dan bahan
1. Gunting stek
2. Gergaji
3. Pisau 1. Pemangkasan yang dikenal dewasa ini
4. Tanaman tomat dapat dibedakan atas 3 sistem
pemangkasan yakni:
Keselamatan kerja a. Pemangkasan bentuk
1. Kenakan pakaian praktek , sepatu boot b. Pemangkasan pemeliharaan
dan topi c. Pemangkasan produksi
2. Hati-hati sewaktu menggunakan 2. Ada beberapa latar belakang yang
peralatan tajam mendasari mengapa tanaman harus
dipangkas, yaitu :
Langkah kerja a. Mengatur arah tumbuh tanaman
1. Lakukan do'a bersama sebelum Anda Tanaman cenderung akan tumbuh
melakukan langkah-Langkah kerja terus, baik tumbuh ke atas maupun
berikutnya, sesuai ajaran agama yang tumbuh ke samping. Pertumbuhan yang
Anda anut. tidak diarahkan pada beberapa jenis
tanaman buah, akan menghasilkan tajuk
2. Siapkan alat dan bahan tanaman yang umumnya tumbuh
memanjang ke arah atas kurus dengan
3. Lakukan pemotongan dengan pada batang atau cabang tunggal. Kuatnya
cabang-cabang berikut ini: dominasi apikal (tunas ujung) di bagian
ujung tanaman, memacu tanaman untuk
a. Cabang yang rimbun dikurangi terus meninggi ke arah atas dan salah
kerimbunannya dengan membuang satu cara untuk mematahkan dominasi
bagian cabang yang tumbuh ke apikal tersebut adalah dengan cara
dalam, cabang ini bisa dipotong pemangkasan, yang akan merangsang
habis atau kira-kira tersisa 1 cm dari keluarnya pertumbuhan tunas-tunas
pangkal cabang. samping atau tunas lateral.
b. Cabang sakit tapi masih cukup
produktif tidak dipotong habis,
tetapi disisakan kurang lebih 15 cm
dari pangkal cabang ini
113
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
b. Menjaga Kesehatan Tanaman yang ideal dan dapat pula
mempercepat tanaman tersebut
Kesehatan tanaman secara berbuah.
keseluruhan juga sangat dipengaruhi
oleh bentuk tanamannya. Banyak b. Pemangkasan pemeliharaan
dahan dan ranting yang tumbuh tidak
teratur dan bersilangan di bagian Pemangkasan pemeliharaan
tengah tanaman dengan daun-daun merupakan pemangkasan yang
yang umumnya tidak terkena sinar bertujuan untuk mengurangi rimbunya
matahari secara langsung. pohon atau tumbuhnya cabang –
cabang baru yang tidak dikehendaki,
c. Mengurangi bagian tanaman yang tidak dengan demikian sinar matahari dapat
produktif masuk serta dapat diterima dengan
cukup, hal ini sangat berpengaruh
Daun-daun yang tidak terkena sinar terhadap tanaman, karena tanaman
matahari secara langsung, lebih tersebut bisa terhindar dari tumbuhnya
bersifat parasit bagi tanaman secara cendawan dan jamur yang dapat
keseluruhan karena tidak melakukan merusak pertumbuhan tanaman.
proses fotosintesis namun tetap
mendapatkan fotosintat (hasil c. Pemangkasan produksi
fotosintesis) dari daun-daun di bagian
terluar yang terkena sinar matahari Pemangkasan produksi, dilakukan
langsung untuk membuang cabang-cabang
tanaman yang tidak produktif (seperti :
d. Mengurangi Habitat Hidup bagi OPT cabang yang tumbuhnya ke arah
dalam/ menggantung, cabang kering,
Tanaman yang dipangkas teratur akan cabang yang terserang hama dan
memberikan lingkungan mikro yang penyakit, cabang yang
baik bagi pertumbuhan tanaman itu pertumbuhannya saling melintang/
sendiri, di mana sinar matahari sebagai tindih yang membuat tajuk pohon
sumber energi utama dapat menembus terlalu rimbun), dengan pemangkasan
semua bagian tanaman, memberikan produksi, diharapkan produksi
iklim mikro yang baik, mengurangi tanaman meningkat karena cabang-
kelembaban yang berlebihan juga cabang yang tidak produktif berkurang,
dapat meminimalkan perkembangan sehingga mengurangi kelembaban dan
jamur dan organisme pengganggu menambah intensitas sinar matahari
tanaman (OPT) lainnya. Dengan bagi daun.
demikian pertumbuhan tanaman
menjadi lebih optimal untuk d. Pemangkasan peremajaan
memberikan hasil yang optimal pula.
Pemangkasan peremajaan merupakan
3. Pemangkasan berdasarkan jenis dan bagian pemangkasan yang bertujuan
tujuannya masing – masing tersebut untuk memperlakukan tanaman yang
diantaranya sebagai berikut : sudah tua dan tanaman yang tidak
berproduktif menjadi muda tanpa
a. Pemangkasan bentuk melakukan penanaman kembali.
Pemangkasan ini dilakukan untuk 4. Agar mendapatakan pangkasan yang baik
membentuk pohon tersebut hendaknya diketahui bagian – bagian
mempunyai kerangka (frame) pohon tanaman yang akan dipangkas/dipotong.
yang tidak terlalu tinggi, mendapatkan
percabangan yang kuat serta merata 5. Alat yang digunakan dalam pemangkasan,
kesegala arah, terbentuknya tanjuk baik kelengkapan maupun kondisinya,
114
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
sangat berpengaruh terhadap hasil
pemangkasan dan keamanan pemangkas.
Alat yang penting untuk keperluan
pemangkasan adalah sebagai berikut :
Gunting dahan/gunting stek, merupakan
alat untuk menggunting dahan-dahan kecil
(berdiameter 2 – 3 cm) pada tanaman
perdu.
6. Teknik Pemangkasan
Dalam pelaksanaannya terdapat dua dasar
pemangkasan, yaitu pemancungan
(headlingback) dan penipisan (thinning
out). Pemancungan merupakan
pembuangan atau pemotongan bagian
ujung suatu cabang sampai tinggal satu
tunas. Karena pemancungan dapat
memecahkan dominansi apikal, maka
setelah pemancungan biasanya terjadi
pertumbuhan vegetatif yang lebat sebagai
akibat dari tumbuhnya tunas-tunas lateral.
Oleh karena itu, pemancungan cenderung
menghasilkan pertumbuhan tanaman
dengan pola menyemak dan kompak. Bila
pemancungan dilakukan terhadap
tanaman yang tengah aktif tumbuh, maka
diistilahkan sebagai perompesan.
Sedangkan penipisan (thinning) adalah
pembuangan cabang-cabang dengan
meninggalkan hanya cabang lateral atau
batang utama.
penilaian harian
1. Jelaskan bagaimana pemangkasan bentuk
dilakukan!
2. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan
untuk apa, jelaskan!
3. P a d a s a a t k a p a n p e m a n g k a s a n
pemeliharaan dilakukan?
4. Pemangkasan peremajaan dilakukan untuk
apa, jelaskan!
5. Jelaskan cara pemangkasan ringan atau
pewiwilan dilakukan!
115
BAB 11
PENGENDALIAN OPT TANAMAN SAYURAN
Setelah mempelajari tentang pengendalian organisme pengganggu tanaman
(OPT) tanaman sayuran, peserta didik diharapkan mampu menerapkan teknik
pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman sayuran.
Pengendalian OPT Bentuk Kerusakan yang Kultur Jenis
Tanaman Sayuran disebabkan hama - Fisik
- Kimia
Identifikasi Gejala - Alami
Kerusakan Tanaman
Pengendalian OPT
Alat dan Bahan
Pengendalian OPT
= OPT - Hama – Penyakit – Gulma – Pengendalian secara fisik – Pengendalian
secara Kimia – Kultur Teknis - Gejala – Pestisida Nabati
116
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Ada banyak jenis golongan hama yang Pada dasarnya alat mulut serangga dapat
mengganggu tanaman yang terdiri dari dua digolongkan menjadi tiga tipe utama, yaitu;
golongan besar yakni; vertebrata (hewan
bertulang belakang) dan Invertebrata (hewan 1. M a n d i b u l a t e u n t u k m e m o t o n g /
tidak bertulang belakang). menggigit dan mengunyah bahan
makanan padat,
Hama dari kelompok vertebrata yang
sering menyerang tanaman sayuran antara 2. Haustelate untuk mengambil bahan cair
lain adalah; gajah, babi hutan, tikus, kera, tupai, atau bahan makanan yang terlarut.
kelinci dan sebagainya, sedangkan dari
kelompok invertebrata diantaranya adalah; 3. Kombinasi, untuk mengambil bahan
ulat, kepik, kutu daun, kumbang, tungau dll. makanan padat atau cair
Beberapa jenis hama yang sering 4. Kemudian ketiga tipe tersebut dapat
mengganggu tanaman sayuran daun antara dikembangkan lagi menjadi beberapa
lain; Thrips, Aphis, Tungau tipe, seperti pada Tabel berikut;
Tabel 11.1 Empat Contoh Type Mulut Serangga Hama Kelompok Serangaga
No. Tipe Mulut Bentuk hama
Kerusakan
1. Menggigit- Adanya bekas Lepidoptera,
mengunyah gigitan yang Coleoptera,
dimulai dari Orthoptera.
pinggir daun, Contoh;
dan atau Spodoptera
Gambar 11.1 Beberapa contoh hama tanaman sayuran adanya bekas sp, Agrotissp,
(Thrips, Aphis, Tungau) - Sumber: Anonim (2014) gigitan pada Heliothis sp,
A. Bentuk kerusakan oleh sebab hama bagian tengah Oryctessp
Berdasarkan bentuk kerusakannya pada daun
suatu tanaman, dapat diketahui hama apa yang 2. Menusuk- Bercak merah/ Hemiptera,
melakukan kerusakan pada suatu tanaman,
mengisap coklat/ hitam contoh:
karena setiap hama akan meninggalkan bekas bekas hisapan Kepik;
aktifitasnya di suatu tanaman. Hama dari pada daun, Walang
kelompok hewan vertebrata, seperti gajah, buah, atau sangit
babi hutan, tikus dan sebagainya akan batang tanaman
atau adanya
meninggalkan jejak atau bentuk kerusakan puru/ bintil
yang jelas berdasarkan kebiasaan hewan pada daun
tersebut merusak, misalnya gajah akan ataubuah
meninggalkan jejak atau bentuk kerusakan 3. Meraut- Adanya bercak- Thysanopter
berupa injakannya, tumburan badannya, atau mengisap bercak putih a, contoh;
kerusakan oleh belalainya. pada daun dan Thrip sp
Hama dari kelompok in-vertebrata, daun menjadi
salah bentuk
utamanya serangga akan meninggalkan
bentuk kerusakan sesuai dengan type mulut 4. Menggerek Adanya bekas Diptera
gerekan pada (larva)
dari pada serangga yang melakukan serangan. daun(tertutup Coleoptera
Ada beberapa type mulut serangga yang oleh kulit luar
masing-masing type menyebabkan kerusakan daun/
dengan bentuk yang berbeda-beda. epidermis),
Berdasarkan type mulut ini dapat diketahui gerekan pada
jenis tanaman yang melakukan serangan. ranting, cabang
atau batang
117
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
B. Bentuk kerusakan oleh sebab penyakit Gambar 11.3 Tanaman yang tidak tumbuh seperti seharusnya
karena Hipoplasia - Sumber: tlogotani.blogspot.com/2016/04/
Bentuk kerusakan oleh sebab penyakit
dapat diuraikan sebagai berikut: penyakit-yang-umum-menyerang-tanaman.html?m=1
1. Hiperplasia 3. Kekeringan atau layu
Hiperplasia adalah pertumbuhan Ciri penyakit layu ialah gugurnya
luar biasa oleh perpanjangan atau daun-daun yang diikuti keringnya
pembesaran sel-sel, dinamakan juga batang dan matinya tunas-tunas
hipertropi yang menunjukkan kadang akar tidak berfungsi lagi, hal ini
pertumbuhan yang luar biasa dari dapat disebabkan bakteri, jamur,
suatu organ tumbuhan dari segi nematoda, larva Coleoptera, larva
ukuran, seperti keriting (curl), Diptera, larva Lepidoptera, atau oleh
kudis(scab), Puru-puru(gall), rayap.
bintilbintil (knots).
Gambar 11.2 Tanaman yang terkena hiperplasia Gambar 11.4 Tanaman terkena penyakit layu
Sumber: Anonim (2014) Sumber: https://www.picsnaper.com/p/Menanam-Cabai-Di-
Pot-Paktis-Mudah-Dan-Menguntungkan-TIPS-PANDUAN-LENGKAP
2. Hipoplasia
Misalnya serangan bakteri
Hipoplasia adalah pertumbuhan Pseudomonas sp , menyerang
yang mengecil dari bagian tumbuhan pembuluh pengangkut pada tanaman
dengan kekurangan sel-sel, seperti sehingga pembuluh tsb penuh bakteri,
kerdil, tanaman tidak dapat mencapai jalan air terhambat tak bisa mencapai
ukuran yang normal, disebabkan oleh, daun, akhirnya daun menjadi layu.
infeksi bakteri, virus.
118
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Tanaman layu oleh sebab pathogen Gambar 11.6 Bercak daun
ini, apabila batangnya dipotong Sumber : https://www.otremoles.com/2015/04/bercak-daun
melintang akan kelihatan penampang
melintang berwarna coklat apabila kita -alternaria-sp.html?m=1
pijat akan keluar lendir yang berwarna
putih yang merupakan massa jutaan b. Holonerosa berupa garis (streak) dan
bakteri, sedangkan tanaman yang layu jalur (stripe),
oleh sebab cendawan tidak
mengeluarkan lendir. c. Busuk kering (dry rot) busuk basah
(wet rot)
4. Nekrosa
d. Busuk basah, adalah nekrosa
Merupakan matinya beberapa jaringan berlendir dan basah. Contoh dari
tanaman oleh karena jamur, bakteri, bakteri Erwinia carotovora, tanaman
virus, defisiensi unsur hara atau oleh yang terserang daunnya bercak
sebab serangga. berair kemudian warnanya berubah
menjadi kecokklatan, busuk lunak
Beberapa contoh nekrosa, antara lain berlendir, bakteri ini banyak
adalah; menyerang tanaman sayuran, dan
baru menyerang apabila ada bagian
tanaman yang luka.
Gambar 11.5 Gejala Nekrosis Gambar 11.7 Terkena bakteri Erwinia carotovora
Sumber : https://tipspetani.com/cara-mengetahuimencegah Sumber : www.daquagrotechno.org/penyakit-pada-sawi-
-tanaman-klorosis-dan-nekrosis/
dan-selada/
a. Bercak-bercak daun (leaf spot),
adalah bercak nekrosa yang Mengamati gejala kerusakan pada
mempuyai batas-batas tegas,
disebabkan oleh jamur, merupakan tanaman berdasarkan perubahan
hasil inpeksi lokal, dimana
pertumbuhan jamur terhalang oleh warna dan kenampakan
jaringan pemisah, misalnya infeksi
oleh Cercospora sp pada tanaman permukaannya.
kacang-kacangan dsb.
10197
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Terjadinya perubahan warna bagian kemudian warnanya berubah menjadi
tumbuhan, dapat berupa: kecoklatan.
1) Daun menguning; karena serangan Layu cendawan, disebabkan oleh
jamur, bakteri, virus, kekurangan cendawan Fusarium oxysporum. Gejalanya
air, atau karena defisiensi unsur tanaman yang terserang layu kemudian
hara. mati.
1) Bercak kuning karena infeksi virus Penyakit tomato mozaik virus (TMV),
daun menjadi mozaik., karena gejala warna daun mozaik, warna hijau
muda dan hijau tua tidak dengan batas yang
2) defisiensi unsur hara, dsb. jelas. Pada buah terjadi nekrose cekung
serta kadang-kadang mencapai bagian
3) Bercak coklat karena infeksi dalam buah yang telah masak.
cendawan
Jika terpaksa harus menggunakan
Jenis hama yang sering menyerang insektisida, gunakan jenis insektisida yang
tanaman tomatdiantaranya nematoda. aman dan mudah terurai seperti insektisida
Gejala serangannya tampak pada daun biologi, insektisida nabati atau insektisida
yang menjadi lekas masak dan gugur, akar piretroid sintetik.
serabut sekunder menjadi abnormal
jumlahnya, akat tanaman yang terserang Sedangkan penyakit biasanya
berbisul bulat atau memanjang. menyerangdan merugikan tanaman terung
adalah layu bakteri, penyebabnya adalah
Ulat tanah (Agrotis ipsilon), gejalanya bakteri Pseudomonas solanacearum E.F
tanaman yang masih muda rebah karena Smith. Penyebaran dan penularan penyakit
putus batangnya. Serangan biasanya ini dapat melalui benih (biji), tanaman
dimulai pukul 17.00 dan banyak terjadi inang yang sakit, air, alat pertanian, angin,
pada musim kemarau. serangga dan nematoda. Gejala awal
ditandai dengan layunya daun daun-daun
Siput setengah telanjang (Parmarion muda kemudian mrembet ke bagian daun-
pupillaris.Humb.). Gejala batang atau daun tua. Gejala lebih lanjut adalah
tangkai tanaman muda seperti terpotong, menimbulkan kelayuan seluruh bagian
bagian yang terpotong terdapat bekas tanamn secara mendadak sehingga dalam
gigitan. beberapa hari kemudian tanaman akan
mati.
Ulat buah (Heliothis armigera Hubner).
Gejalanya adalah buah yang sudah agak tua Busuk buah yang penyebabnya adalah
berlubang-lubang dan menjadi busuk cendawan Phytophthora ataupun Pythium.
karena infeksi sekunder. Hama ini biasanya Penyebabnya dapat melalui benih atau
bertelur pada tanaman yang sedang tanaman inang yang sakit. Gejalanya
berbunga. Larvanya memakan buah yang terdapat bercak pada buah kemudian
baru berkembang. menjadi busuk.
Penyakit yang biasa menyerang Selain itu ada bercak daun yang
tanaman tomat adalah layu bakteri, disebabkan oleh cendawan Cercospora
penyebabnya Pseudomonas solanacearum. melongenae Welles, Alternaria solani dan
Gejalanya tanaman tomat layu, kuning dan Botrytis cinerea Pers. Penyebaran penyakit
kerdil kemudian beberapa kemudian ini adalah melalui tanaman inang yang
tanaman mati. sakit. Gejalanya adalah adanya bercak-
bercak pada daun.
Busuk lunak bakteri yang disebabkan
bakteri Erwinia carotovora. Gejala daun
yang masih segar tampak bercak berair
12007
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Antraknose,disebabkan oleh adalah cendawan Fusarium oxysporum f,
cendawan Gloesporium melongena Ell. sp. asparagi. Gejala serangan daun
Halst. Penyakit ini menyebabkan bercak- menguning, tanaman layu dan
bercak meneluk dan bulat pada buah pertumbuhan tanaman terhambat, pada
terung kemudian menyatu menjadi bercak berkas pembuluh batang dan akar yang
besar berwarna coklat dengan titik-titik terserang timbul bercak-bercak coklat
hitam. kemerah merahan. Bila cendawan ini
menyerang bibit di pesemaian,
Busuk leher akar oleh cendawan mengakibatkan penyakit rebah semai
Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini (dumping off).
menyebabkan pangkal batang tanaman
membusuk, berwna coklat dan dapat Organisme penyebab penyakit karat
mengakibatkan kematian. Rebah semai adalah cendawan Puccinia asparagi DC.
oleh cendawan Rhizoctonia solani Kuhn Gejalanya adalah pada batang dan cabang
dan Pythium spp. Penyakit ini asparagus terdapat bercak-bercak kecil
menyebabkan batang bibit muda menjadi berwarna kuning kemerah merahan seperti
kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya karat. Lambat laun bercak membesar dan
roboh dan mati. bersatu sehingga warnanya berubah
menjadi lebih gelap. Pada serangan akut
Jenis hama utama yang sering daun asparagus menjadi coklat dan rontok.
merugikan tanaman asparagus di luar
negeri perlu diwaspadai agar tidak masuk Penyakit Antraknose disebabkan oleh
ke wilayah Indonesia. Hama tersebut cendawan Colletotrichum capsici. Gejala
adalah lalat rebung asparagus dan serangan adalah terjadinya kanker pada
kumbang asparagus. batang yang berwarna pucat dan berbintik-
bintik hitam. Akibat lebih parahnya
Cara penyerangan lalat rebung adalah menyebabkan matinya batang asparagus.
menggerek rebung sehingga bentuk
rebung bengkok dan kualitasnya menurun. Hama yang terdapat pada tanaman
Kumbang menyerang tanaman asparagus kacang panjang adalah lalat kacang, gejala
dengan cara merusak atau memangsa serangannya terdapat bintik-bintik putih di
seluruh bagian tanaman termasuk sekitar tulang daun yang merupakan bekas
rebungnya. Akibatnya pertumbuhan tusukan alat peletak telur, pertumbuhan
tanaman terhambat (kerdil) dan daun- dan daun kekuning kuningan, pangkal
daunnya menguning (klorosis). batang terjadi perakaran sekunder dan
membengkak, pecah-pecah karena di
Penyakit yang biasanya muncul pada tempat tersebut merupakan
asparagus adalah bercak daun dan ranting, persembunyian terhambatlarva atau pupa
busuk akar dan batang, Antraknose, serta lalat kacang.
penyakit karat.
Kutu daun, gejala yang terlihat
Penyebab penyakit bercak daun dan pertumbuhannya terhambat dan terutama
ranting adalah cendawan Cerospora pada fase pembungaan dan pembuahan
asparagi Sacc. Gejalan serangannya adalah dapat mengakibatkan penurunan hasil
daun dan ranting yang terserang menjadi panen. Cara dan sifat penyerangan hama
bercak-bercak coklat sampai keabu abuan ini adalah mengisap cairan sel tanaman
dan di bagian tepinya berwarna coklat terutama pada pucuk-pucuk tanaman
kemerah merahan. Bentuk bercak secara bergerombol.
umumnya menjorong dan memanjang.
Ulat grayak (Spodoptera litura F) ,
Penyebab busuk akar dan batang menyerang tanaman kacang panjang
10271
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
dengan gejala daun berlubang-lubang dan Penyakit yang biasa menyerang
ukurannya tidak menentu, serangan yang tanaman bawang merah adalah bercak
berat terjadi pada musim kemarau, ungu atau trotol, embun bulu atau busuk
menyerang daun dan buah kacang panjang. daun, antraknose dan penyakit lainnya
yang disebabkan oleh cendawan.
Penyakit yang biasa menyerang
tanaman kacang panjang adalah Apabila diperlukan pestisida, gunakan
antraknose. Penyebabnya adalah pestisida yang aman sesuai kebutuhan
cendawan Colletotrichum lindemuthianum. dengan dosis yang sesuai petunjuk.
Penyakit ini dapat disebarkan melalui biji
(benih). Gejala serangannya dapat diamati C. Metode pengendalian dan pelaksanaan
pada bibit yang baru berkecambah adalah pengendalian OPT
terdapatnya kanker berwarna kecoklat
coklatan pada bagian batang dan keping 1. Pengendalian secara kultur teknis
biji. Sedangkan bila menyerang tanaman
dewasa dapat menyebabkan bercak-bercak Pengendalian secara kultur teknis
berwarna hitam atau coklat kehitam- adalah kegiatan budidaya/bercocok
hitaman pada daun atau polong. tanaman apapun yang dilakukan
dengan tujuan agar populasi HPT tidak
Layu bakteri disebabkan oleh bakteri menyebabkan terjadinya serangan
Pseudomonas solanacearum E.F Smith. yang merugikan secara ekonomi.
Serangan penyakit ini menyebabkan
tanaman layu mendadak. Pada tingkat Pengendalian OPT secara kultur
serangan cukup berat akan mengakibatkan teknik, mencakup;
tanaman mati.
· Penggunaan/pemilihan benih/bibit
Penyakit lain pada tanaman kacang yang sehat
panjang adalah penyakit mozaik, penyakit
sapu dan penyakit lainnya yang disebabkan · Pengolahan tanah
oleh cendawan.
· Sanitasi
Hama yang sering menyerang tanaman
bawang merah adalah ulat bawang · Pemupukan
(Spodoptera exiqua HBN.), tanda-tanda
akibat serangannya adalah daun bawang · Pengairan
tampak bercak putih memanjang seperti
membran, kemudian layu, berlubang, dan di · Tanam serempak
dekat lubang tersebut terdapat kotoran
ulat. · Rotasi/pergiliran tanaman dan
tumpang sari
Trips (Thrips tabaci Lind.), tanda-tanda
serangan adalah daun yang terserang · Penanaman tanaman perangkap,
berwarna putih berkilat seperti perak. Pada cover crop dll
serangan berat, daun bawangseluruhnya
berubah warna menjadi putih. Membiasakan pengendalian OPT
secara bercocok tanam dapat merubah
Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), tanda paradigma pengendalian OPT.
serangannya adalah pada tanaman muda
bagian pucuk (titik tumbuh) dan tangkainya Merencanakan agroekosistem
tampak rebah karena dipotong pangkalnya, dengan baik dan benar dalam
pertumbuhan tanaman terhambat. hamparan budididaya sayuran berarti:
· Menciptakan agroekosistem yang
mapan dan mampu mengendalikan
populasi OPT di bawah ambang
ekonomi
· Secara “otomatis” menekan populasi
OPT “tanpa melakukan”
pengendaian OPT.
12027
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN penolak hama/ repellent tersebut
ditanam di sekitar tanaman utama
2. Pengendalian hama dan penyakit maka hama akan menjauh dari
secara fisik tanaman utama.
Pengendalian hama dan penyakit
secara fisik umumnya dilakukan orang Gambar 11.7 Tanaman selada dengan repellent kenikir
dengan cara mengambil langsung Sumber: Anonim, 2014
hama atau bagian tanaman yang
terserang hama atau terkena penyakit. Contoh tanaman yang dapa Kenikir,
Mengambil atau menangkap hama Tomat, Kemangi, Si edlsebdr
dapat dilakukan dengan berbagai cara
misalnya dengan menggunakan jaring
serangga, atau perangkap, seperti
perangkap warna kuning dari
lembaran plastik untuk menarik
serangga di lahan pembibitan,
sehingga serangga kecil dapat melekat
dan mati.
Gambar 11.6 Penggunaan perangkap kuning (yellow trap) Gambar 11.8 jenis tanaman kenikir (Tagetes sp)
Sumber: Anonim, 2014 Sumber: Anonim, 2014
3. Metode pengendalikan hama secara Tanaman yang dapat menjadi penolak
alami hama/ repellent antara lain: Kenikir,
Bawang daun, Kemangi, Serai, Tomat,
Penggunaan repellent berupa Seledri dan sebagainya.
tanaman penolak hama
Penggunaan pestisida nabati
Tanaman penolak hama
merupakan tanaman yang tidak Ada banyak bahan nabati yang dapat
disukai oleh beberapa hama oleh digunakan sebagai pestisida, seperti:
karena bau-bauan yang dikeluarkan
tanaman tersebut, bentuk dan warna · Air rebusan sisa-sisa tembakau (250
daun/bunga yang khas yang tidak gram per 4 liter air direbus selama 20
disukai hama.Sehingga jika tanaman menit) ditambah 30 gram sabun
dapat mengendalikan penggerek
batang jagung, ulat tanah, kutu daun,
ulat daun kubis, hama gudang dan
tungau.
· Bawang putih (Allium sativum L)
Metode pembuatan :
123
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Tabel 11.1Metode pembuatan pestisida nabati dari Bawang putih
Bahan dan Alat Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran
(1) Ekstrakbawang putih Campurkan Bawang Campurkan larutan dengan air Ulat, hama pengisap,
Ÿ 85 gram Bawang putih putih dengan minyak dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 nematoda, bakteri,
Ÿ 50 ml minyak sayur sayur. Biarkan selama ml larutan dengan 950 ml air. Kocok cendawan, antraknos,
Ÿ 10 mldeterjen/sabun 24 jam. sebelum digunakan. Semprotkan embun tepung
Ÿ 950 ml air Tambahkanair dan keseluruh bagian tanaman yang
Ÿ Alat penyaring Botol. sabun. Aduk hingga terserang OPT pada pagi hari.
rata. Simpan dalam
botol paling lama 3
hari
(2)Ekstrakbawang putih Hancurkan bawang Tambahkan larutan dengan air Cendawan
Ÿ 2 siung Bawang putih putih, rendam dalam dengan perbandingan 1:9. Kocok
Ÿ deterjen/ sabun 4 air selama 24 jam. sebelum digunakan. Semprotkan ke
Tambahkan air dan seluruh bagian tanaman yang
cangki air sabun. Saring. terserang pada pagi hari.
Masukkan dalam
botol
Tabel 11.3 Metode pembuatan pestisida nabati dari Babadotan
Bahan dan Alat Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran
Ÿ E k s t r a k d a u n Rajang daun babadotan, Semprotkan keseluruh Hama secara umum/
babadotan rendam dalam 1 liter air b a g i a n t a n a m a n y a n g Banyak hama
Ÿ 1 liter air selama 24 jam. Saring. terserang pada pagi dan
Ÿ 1 gram Tambahkan deterjen. Aduk sore hari
Ÿ deterjen/ Sabun hingga rata
Gambar 11.9 Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) · Penggunaan paranet pada batas-
Sumber: Dokumen penulis batas lahan tanaman dapat
menghalangi serangan hama-hama
4. Metode mengendalikan hama dengan yang terbang ke pembibitanan
penghalang (Barrier) :
Untuk mengendalikan hama dan
· Penggunakan tanaman penyakit pada tanaman sayuranapabila
penolak/pemecah angin diperlukan penggunaan pestisida,
(windbreaker) berupa pepohonan sebaiknya digunakan pestisida yang
yang ditanam pada tepi lahan. benar–benar aman dan cepat terurai
seperti pestisida biologi, pestisida
nabati ataupun insektisida piretroid
sintetik. Penggunaan pestisida
tersebut harus dilakukan dengan benar
baik pemilihan jenis, dosis, volume
semprot, cara aplikasi, interval dan
waktu aplikasinya. Selama budidaya
selada keriting organik, tidak
diperbolehkan menyemprot hama dan
penyakit dengan pestisida sintetis.
124
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Pengendalian hama dan penyakit percikannya, maka alat yang digunakan
dilakukan dengan memperhatikan meliputi pengabut dan pengembus
pemupukan, kebersihan kebun, rotasi (blower and duster).
tanaman dan kalau terpaksa lakukan
penyemprotan dengan pestisida Mengidentifikasi metoda
nabati. pengendalian yang akan diterapkan
berdasarkan potensi yang ada
Penyiraman teratur dan pemupukan yang tepat terbukti efektif Beberapa faktor dan potensi yang
mengendalikan hama. Namun, pengendalian hama yang paling efektif perlu diperhatian dan mendasari
adalah dengan melakukan budidaya tanaman sehat, mengatur kebersihan penentuan metoda pengendalian yang
lingkungan seperti menjaga irigasi dan drainase serta menjamin akan diterapkan diantaranya, adalah;
kecukupan nustrisi bagi tanaman terutama untuk kekebalan tubuh
tanaman itu sendiri seperti unsur kalium. Unsur kalium bisa didapatkan · Jenis tanaman sayuran yang
terserang
dengan menambahkan bahan-bahan daun bambu pada saat pembuatan · Umur tanaman
kompos. · Luas pertanaman
· Jenis hama
Pengendalian ulat bawang secara · Kondisi lingkungan lahan tanaman.
mekanis dapat dilakukan dengan · Tenaga kerja yang ada
mengumpulkan kelompok telur dan · Peralatan pengendalian yang ada
memusnahkannya. · Biaya.
Pengendalian dengan pestisida Setelah faktor-faktor tersebut
harus dilakukan dengan benar baik diketahui maka metoda pengendalian
pemilihan jenis, dosis, volume semprot, dapat ditentukan.
cara aplikasi, interval maupun waktu D. Alat dan bahan pengendali OPT
aplikasinya.
1. Pengoperasian peralatan pengendali
5. Menyiapkan dan mempergunakan
OPT
peralatan pengendalian secara kimia
Pengoperasian handsprayer (alat
Peralatan yang digunakan
penyemprot) pertanian
berkaitan langsung dengan bentuk
Pestisida yang dipakai dalam
bahan kimia atau pestisida yang
budidaya tanaman umumnya berbentuk
digunakan (butiran, cairan, tepung,
cairan dan ada pula yang berbentuk
fumigan), untuk penyebaran pestisida
tepung, digunakan untuk
butiran tidak memerlukan peralatan
mengendalikan gulma, hama dan
khusus, cukup menggunakan ember
penyakit tanaman. Untuk
atau wadah lain yang bisa menampung
mengaplikasikannya pestisida cair
pestisida. Untuk pestisida cairan
digunakan alat penyemprot yang
biasanya digunakan penyemprot
disebut sprayer, sedangkan untuk
(sprayer), ada penyemprot gendong
pestisida berbentuk tepung digunakan
(knapsack sprayer) yang dilengkapi
alat yang disebut duster. Dalam
dengan pompa tangan, ada pula yang
penggunaannya sehari-hari petani
menggunakan mesin pompa khusus
sering menemukan masalah seperti
yang disebut “power sprayer”. Pada
teknik pemakaian, serta perbaikan dan
prinsipnya yang dikehendaki dari
pemeliharaannya.
pestisida bentuk cair adalah bentuk
125
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Hal seperti ini pada akhirnya akan mempunyai tekanan yang tinggi, dan
menentukan tingkat efisiensi dan akhirnya mengalir melalui selang karet
efektivitas dalam penggunaanya. menuju ke alat pengabut. Cairan
Berdasarkan tenaga yang dengan tekanan tinggi dan mengalir
digunakannya alat penyemprot melalui celah yang sempit dari alat
dibedakan menjadi: alat penyemprot pengabut, sehingga cairan akan pecah
dengan tenaga tangan (hand sprayer menjadi partikel-partikel yang sangat
dan knapsack sprayer), dan alat halus.
penyemprot dengan pompa tekanan
tinggi 3. Spesifikasi handsprayer
Gambar 11.10 Knapsack sprayer Secara umum spesifikasi alat
Sumber : Dokumen pribadi penyemprot meliputi data teknis
mengenai hal-hal berikut:
2. Prinsip kerja handsprayer (alat
penyemprot) • Volume tangki : 10 – 20 L
Prinsip kerja alat penyemprot
handsprayer adalah memecah cairan • Kapasitas tangki : 8 – 16 L
menjadi butiran partikel halus yang
menyerupai kabut, dengan bentuk dan • Kekuatan tangki : 10 – 15 kg / cm2
ukuran yang halus ini maka pemakaian
pestisida akan efektif dan merata ke (140 – 200 psi)
seluruh permukaan daun atau tajuk
tanaman. Untuk memperoleh butiran • Bahan konstruksi : plat logam anti
halus, biasanya dilakukan dengan karat
menggunakan proses pembentukan
partikel dengan menggunakan tekanan Kelengkapan alat yang diperlukan
(hydraulic atomization), yakni cairan di untuk mengoperasikan alat
dalam tangki dipompa sehingga penyemprot ini antara lain :
1) Masker, alat pelengkap untuk
menutup mulut dan hidung agar
kabut yang mengandung pestisida
tidak masuk ke dalam pernapasan.
2) Pakaian lengan panjang agar
menutupi permukaan kulit bagian
tangan, sarung tangan, serta kaca
mata pelindung.
3) Ember, gelas ukur, dan corong
plastik untuk menakar ,
mencampur, dan menuangkan
larutan pestisida yang
diaplikasikan ke dalam tangki.
4. Bagian-bagian dari handsprayer (alat
penyemprot) dan fungsinya
Berdasarkan prinsip kerjanya, maka alat
penyemprot tipe gendong ini memiliki
bagian utama yang terdiri :
1) Tangki dari bahan plat tahan karat,
untuk menampung cairan
2) Unit pompa, yang terdiri dari
silinder pompa, piston dari kulit
126
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
3)Tangkai pompa, untuk berkaitan efektivitas aplikasi pestisida
memompa cairan dalam pengoperasian alat penyemprot
adalah kondisi kecepatan angin tidak
4) Saluran penyemprot, terdiri dari melebihi 10 km/jam.
kran, selang karet, katup serta pipa
yang bagian ujungnya dilengkapi
nosel
5) Manometer, untuk mengukur Jenis - jenis tumbuhan yang
tekanan udara di dalam tangki berpotensiuntuk dikembangkan sebagai
pestisida nabati antara lain : Akar hijau, akar
6) Sabuk penggendong tuba, akasia, bawang putih, belimbing wuluh,
brotowali, maja, birah, cambai, kencur,
7) Selang karet cengkeh, duku, durian, gadung, jarak, jeruk
purut, dlingo, kecubung, kayu manis, kenikir,
8) Piston pompa kemangi, lada, sere, lempuyang, mengkudu,
mimba, mindi, pacar cina, sirsak, petai,
9) Katup pengatur aliran cairan tembakau
keluar dari tangki
10)Katup pengendali aliran cairan
bertekanan yang ke luar dari
selang karet
11)Laras pipa penyalur aliran cairan
bertekanan dari selang
menuju ke nosel
12)Nosel, untuk memecah cairan
menjadi pertikel halus Penggunaan pestisida nabati dapat dipadukan
dengan musuh alami bila bahan pestisida
5. Persyaratan penggunaan handsprayer
Persyaratan yang diperlukan dalam nabati tersebut tidak beracun bagi musuh
mengoperasikan handsprayer (alat alami. Informasi tentang teknik pembuatan
penyemprot) ini antara lain :
dan prinsip kerja pestisida nabati dapat dilihat
Isi tangki dengan cairan pestisida di
dan sisakan kurang lebih 1/5 bagian
ruangan tangki untuk udara. Setelah
diisi cairan, tangki dipompa kurang
lebih sebanyak 50 – 80 kali
pemompaan. Untuk mengetahui
intensitas tekanan udara di dalam
tangki dapat diamati melalui
manometer.
Beberapa persyaratan lainnya https://bbppketindan.bbpsdmp.pertanian.go.id/blog/mengenal-
adalah bahan konstruksi terbuat dari
plat tahan karat, bagian konstruksi
pompa mudah dilepas untuk
dibersihkan, selang terbuat dari karet
atau plastik, nosel dapat dilepas dan
dapat diganti baiktipe maupun ukuran
lubangnya. Persyaratan lain yang
127
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Membiasakan pengendalian OPT 3) Sarung tangan
secara bercocok tanam dapat merubah 4) Gelas ukur
paradigma pengendalian OPT. 5) Timbangan
Merencanakan agroekosistem dengan 6) Ember
baik dan benar dalam hamparan 7) Batang pengaduk
budididaya sayuran berarti: 8) Air
9) Pestisida
Ø Menciptakan 10) Lahan tanaman sayuran
Keselamatan kerja
1) Kenakan pakaian praktek , sepatu boot
dan topi
2) Hati-hati sewaktu menggunakan
peralatan tajam
Pertanyaan :
1. Jelaskan 2 jenis golongan hama pada Langkah kerja
tanaman! Pengendalian secara kimia (dengan
2. Jelaskan jenis hama apa yang sering penyemrotan pestisida)
mengganggu tanaman sayuran! · Perikasa alat yang akan dipakai, jika
3. Jelaskan teknik pengendalian OPT yang tidak dapat berfungsi dengan baik
Anda ketahui! · lakukan hal-hal berikut:
Jawab : · Diperbaiki jika mungkin
1. vertebrata (hewan bertulang belakang) dan
· Ganti dengan yang berfungsi baik
Invertebrata (hewan tidak bertulang
belakang). · Timbang atau ukur pestisida yang
2. B e b e r a p a j e n i s h a m a y a n g s e r i n g diperlukan sebanyak yang tertera pada
mengganggu tanaman sayuran daun antara petunjuk label pestisida lalu masukkan
lain; Thrips, Aphis, Tungau kedalam ember
3. Teknik pengendalian OPT adalah : Kultur
teknis, Kimia, Fisik, Alami · Ukur keperluan air sesuai petunjuk
label pada kemasan pestisida lalu
praktik masukkan kedalam ember yang telah
berisi pestisida
Melaksanakan tindakan pengendalian hama
dan penyakit · Aduk campuran air dan pestisida secara
Alat dan bahan merata lalu tambahkan air sesuai
kebutuhan seprot
1) Alat semprot/ knapsack sprayer
2) Masker · Masukkan larutan semprot kedalam
tangki knapsack sprayer
· Letakkan knapsack sprayer ke atas
suatu meja dan kengenakannya di
punggung
· Semprotkan larutan semprot pada
tanaman yang terkena serangan
hama/penyakit
12087
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
· Lakukan semua langkah kerja di atas tanaman tomat adalah layu bakteri,
dengan teliti, cermat, disiplin, peduli penyebabnya Pseudomonas solanacearum.
dan kerjasama. Gejalanya tanaman tomat layu, kuning dan
kerdil kemudian beberapa kemudian
1. Mengamati gejala kerusakan pada tanaman tanaman mati.
berdasarkan perubahan warna dan
kenampakan permukaannya. Busuk lunak bakteri yang disebabkan
Terjadinya perubahan warna bagian bakteri Erwinia carotovora. Gejala daun
tumbuhan, dapat berupa: yang masih segar tampak bercak berair
a. Daun menguning; karena serangan kemudian warnanya berubah menjadi
jamur, bakteri, virus, kekurangan air, kecoklatan.
atau karena defisiensi unsur hara.
b. Bercak kuning karena infeksi virus Layu cendawan, disebabkan oleh
daun menjadi mozaik., karena cendawan Fusarium oxysporum. Gejalanya
c. defisiensi unsur hara, dsb. tanaman yang terserang layu kemudian
d. Bercak coklat karena infeksi cendawan mati.
2. Jenis hama yang sering menyerang Penyakit tomato mozaik virus (TMV),
tanaman tomat diantaranya nematoda. gejala warna daun mozaik, warna hijau
Gejala serangannya tampak pada daun muda dan hijau tua tidak dengan batas yang
yang menjadi lekas masak dan gugur, akar jelas. Pada buah terjadi nekrose cekung
serabut sekunder menjadi abnormal serta kadang-kadang mencapai bagian
jumlahnya, akat tanaman yang terserang dalam buah yang telah masak.
berbisul bulat atau memanjang.
Ulat tanah (Agrotis ipsilon), gejalanya Jika terpaksa harus menggunakan
tanaman yang masih muda rebah karena insektisida, gunakan jenis insektisida yang
putus batangnya. Serangan biasanya aman dan mudah terurai seperti insektisida
dimulai pukul 17.00 dan banyak terjadi biologi, insektisida nabati atau insektisida
pada musim kemarau. piretroid sintetik.
Siput setengah telanjang (Parmarion
pupillaris.Humb.). Gejala batang atau Sedangkan penyakit biasanya
tangkai tanaman muda seperti terpotong, menyerang dan merugikan tanaman terung
bagian yang terpotong terdapat bekas adalah layu bakteri, penyebabnya adalah
gigitan. bakteri Pseudomonas solanacearum E.F
Ulat buah (Heliothis armigera Hubner). Smith. Penyebaran dan penularan penyakit
Gejalanya adalah buah yang sudah agak tua ini dapat melalui benih (biji), tanaman inang
berlubang-lubang dan menjadi busuk yang sakit, air, alat pertanian, angin,
karena infeksi sekunder. Hama ini biasanya serangga dan nematoda. Gejala awal
bertelur pada tanaman yang sedang ditandai dengan layunya daun daun-daun
berbunga. Larvanya memakan buah yang muda kemudian mrembet ke bagian daun-
baru berkembang. daun tua. Gejala lebih lanjut adalah
Penyakit yang biasa menyerang menimbulkan kelayuan seluruh bagian
tanamn secara mendadak sehingga dalam
beberapa hari kemudian tanaman akan
mati.
Busuk buah yang penyebabnya adalah
cendawan Phytophthora ataupun Pythium.
Penyebabnya dapat melalui benih atau
tanaman inang yang sakit. Gejalanya
terdapat bercak pada buah kemudian
menjadi busuk.
12097
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Selain itu ada bercak daun yang daun dan ranting yang terserang menjadi
disebabkan oleh cendawan Cercospora bercak-bercak coklat sampai keabu abuan
melongenae Welles, Alternaria solani dan dan di bagian tepinya berwarna coklat
Botrytis cinerea Pers. Penyebaran penyakit kemerah merahan. Bentuk bercak
ini adalah melalui tanaman inang yang umumnya menjorong dan memanjang.
sakit. Gejalanya adalah adanya bercak-
bercak pada daun. Penyebab busuk akar dan batang
adalah cendawan Fusarium oxysporum f,
Antraknose, disebabkan oleh sp. asparagi. Gejala serangan daun
cendawan Gloesporium melongena Ell. menguning, tanaman layu dan
Halst. Penyakit ini menyebabkan bercak- pertumbuhan tanaman terhambat, pada
bercak meneluk dan bulat pada buah terung berkas pembuluh batang dan akar yang
kemudian menyatu menjadi bercak besar terserang timbul bercak-bercak coklat
berwarna coklat dengan titik-titik hitam. kemerah merahan. Bila cendawan ini
menyerang bibit di pesemaian,
Busuk leher akar oleh cendawan mengakibatkan penyakit rebah semai
Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini (dumping off).
menyebabkan pangkal batang tanaman
membusuk, berwna coklat dan dapat Organisme penyebab penyakit karat
mengakibatkan kematian. Rebah semai adalah cendawan Puccinia asparagi DC.
oleh cendawan Rhizoctonia solani Kuhn dan Gejalanya adalah pada batang dan cabang
Pythium spp. Penyakit ini menyebabkan asparagus terdapat bercak-bercak kecil
batang bibit muda menjadi kebasah- berwarna kuning kemerah merahan seperti
basahan, mengkerut dan akhirnya roboh karat. Lambat laun bercak membesar dan
dan mati. bersatu sehingga warnanya berubah
menjadi lebih gelap. Pada serangan akut
Jenis hama utama yang sering daun asparagus menjadi coklat dan rontok.
merugikan tanaman asparagus di luar
negeri perlu diwaspadai agar tidak masuk Penyakit Antraknose disebabkan oleh
ke wilayah Indonesia. Hama tersebut adalah cendawan Colletotrichum capsici. Gejala
lalat rebung asparagus dan kumbang serangan adalah terjadinya kanker pada
asparagus. batang yang berwarna pucat dan berbintik-
bintik hitam. Akibat lebih parahnya
Cara penyerangan lalat rebung adalah menyebabkan matinya batang asparagus.
menggerek rebung sehingga bentuk
rebung bengkok dan kualitasnya menurun. Hama yang terdapat pada tanaman
Kumbang menyerang tanaman asparagus kacang panjang adalah lalat kacang, gejala
dengan cara merusak atau memangsa serangannya terdapat bintik-bintik putih di
seluruh bagian tanaman termasuk sekitar tulang daun yang merupakan bekas
rebungnya. Akibatnya pertumbuhan tusukan alat peletak telur, pertumbuhan
tanaman terhambat (kerdil) dan daun- dan daun kekuning kuningan, pangkal
daunnya menguning (klorosis). batang terjadi perakaran sekunder dan
membengkak, pecah-pecah karena di
Penyakit yang biasanya muncul pada tempat tersebut merupakan
asparagus adalah bercak daun dan ranting, persembunyian terhambatlarva atau pupa
busuk akar dan batang, Antraknose, serta lalat kacang.
penyakit karat.
Kutu daun, gejala yang terlihat
Penyebab penyakit bercak daun dan pertumbuhannya terhambat dan terutama
ranting adalah cendawan Cerospora pada fase pembungaan dan pembuahan
asparagi Sacc. Gejalan serangannya adalah dapat mengakibatkan penurunan hasil
13007
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
panen. Cara dan sifat penyerangan hama serangan berat, daun bawangseluruhnya
ini adalah mengisap cairan sel tanaman berubah warna menjadi putih.
terutama pada pucuk-pucuk tanaman
secara bergerombol. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.),
tanda serangannya adalah pada tanaman
Ulat grayak (Spodoptera litura F) , muda bagian pucuk (titik tumbuh) dan
menyerang tanaman kacang panjang tangkainya tampak rebah karena dipotong
dengan gejala daun berlubang-lubang dan pangkalnya, pertumbuhan tanaman
ukurannya tidak menentu, serangan yang terhambat.
berat terjadi pada musim kemarau,
menyerang daun dan buah kacang panjang. Penyakit yang biasa menyerang
tanaman bawang merah adalah bercak
Penyakit yang biasa menyerang ungu atau trotol, embun bulu atau busuk
tanaman kacang panjang adalah daun, antraknose dan penyakit lainnya yang
antraknose. Penyebabnya adalah disebabkan oleh cendawan.
cendawan Colletotrichum
lindemuthianum. Penyakit ini dapat 3. Metode pengendalian dan pelaksanaan
disebarkan melalui biji (benih). Gejala pengendalian OPT
serangannya dapat diamati pada bibit yang
baru berkecambah adalah terdapatnya a. Pengendalian OPT secara kultur teknik,
kanker berwarna kecoklat coklatan pada mencakup;
bagian batang dan keping biji. Sedangkan
bila menyerang tanaman dewasa dapat 1) Penggunaan/pemilihan benih/bibit
menyebabkan bercak-bercak berwarna yang sehat
hitam atau coklat kehitam-hitaman pada
daun atau polong. 2) Pengolahan tanah
Layu bakteri disebabkan oleh bakteri 3) Sanitasi
Pseudomonas solanacearum E.F Smith.
Serangan penyakit ini menyebabkan 4) Pemupukan
tanaman layu mendadak. Pada tingkat
serangan cukup berat akan mengakibatkan 5) Pengairan
tanaman mati.
6) Tanam serempak
Penyakit lain pada tanaman kacang
panjang adalah penyakit mozaik, penyakit 7) Rotasi/pergiliran tanaman dan
sapu dan penyakit lainnya yang disebabkan tumpang sari
oleh cendawan.
8) Penanaman tanaman perangkap, cover
Hama yang sering menyerang tanaman crop dll
bawang merah adalah ulat bawang
(Spodoptera exiqua HBN.), tanda-tanda b. Pengendalian hama dan penyakit secara
akibat serangannya adalah daun bawang fisik
tampak bercak putih memanjang seperti
membran, kemudian layu, berlubang, dan di c. Metode pengendalikan hama secara
dekat lubang tersebut terdapat kotoran alami
ulat.
d. Penggunaan repellent berupa tanaman
Trips (Thrips tabaci Lind.), tanda-tanda penolak hama
serangan adalah daun yang terserang
berwarna putih berkilat seperti perak. Pada Tanaman penolak hama merupakan
tanaman yang tidak disukai oleh beberapa
hama oleh karena bau-bauan yang
dikeluarkan tanaman tersebut, bentuk dan
warna daun/bunga yang khas yang tidak
disukai hama. Sehingga jika tanaman
penolak hama/ repellenttersebut ditanam
di sekitar tanaman utama maka hama akan
menjauh dari tanaman utama.
10371
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Pertanyaan :
1. S e b u t k a n p e n y a k i t a p a s a j a y a n g
disebabkan jamur pada tanaman tomat !
2. Jelaskan hama yang biasa menyerang
budidaya kacang panjang!
3. H a m a y a n g b a n y a k d i t e m u k a n d i
pertanaman bawang merah antara lain
adalah apa saja, dan jelaskan bagaimana
bentuk kerusakannya!
4. Merencanakan agroekosistem dengan baik
dan benar dalam hamparan budidaya
sayuran akan berarti apa bagi pengendalian
OPT, jelaskan!
5. Metode pengendalikan hama secara alami
dapat dilakukan dengan penggunaan
repellent berupa tanaman penolak hama,
jelaskan bagaimana hal tersebut dapat
terjadi!
13027
BAB i2
PEMANENAN HASIL TANAMAN SAYURAN
Setelah mempelajari materi tentang Busana Kulit dan Imitasi, peserta didik
diharapakan mampu mengamati, menjelaskan, menunjukkan, memberikan
contoh, mendemonstrasikan dan menerapkan macam, jenis dan model jaket
dengan baik dan benar.
Busana Kulit dan Imitasi
PENGERTIAN UNSUR HARA UNSUR HARA FUNGSI DAN GEJALA
UNSUR HARA MAKRO MIKRO KEKURANGAN
UNSUR HARA
ESENSIAL
Unsur Hara Esensial, Unsur hara Makro dan Mikro, defisiensi, Klorosis, Nekrosis,
Solubilitas
13037
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Gambar 12.1.Hasil panen pemasakan menghasilkan warna merah yang
Sumber : https://en.tempo.co/read/577103/study-eating lebih merata dari pada buah yang terkena sinar
-vegetables-reduces-stroke-risk matahari secara langsung.
Kualitas sayuran ditentukan oleh dua faktor yaitu faktor genetis dan Faktor pembudidayaan yang paling
dominan mempengaruhi hasil panen adalah
lingkungan. Setelah sayuran dipanen, tidak ada perlakuan yang dapat pemberian pupuk N, P, K dan Ca.
meningkatkan kualitas hasil, yang dapat dilakukan adalah mempertahankan Mutu baik akan diperoleh jika
pemanenan dilakukan pada tingkat
kualitas hasil. Untuk meminimalkan penurunan kualitas dan indeks sampah kematangan buah yang tepat. Untu menjaga
kualitas buah yang akan dikirim ke tempat
(kuantitas) setelah panen, sayuran harus dipanen, ditangani, dan disimpan pemasaran yang letaknya jauh, pemanenan
harus dilakukan pada keadaan sudah tua tetapi
dengan penuh perhatian. belum masak. Hal inilah salah satu kendala
yang sering dialami oleh para petani.
Kualitas hasil panen dipengaruhi oleh
faktor lingkungan dan faktor pembudidayaan. Jika sayuran sudah dipanen atau dipetik
Faktor lingkungan terdiri dari suhu, cahaya, dari tanaman induknya, umumnya fotosintesis
tekstur tanah, angin, ketinggian letak, dan telah berhenti tetapi respirasi tetap berjalan
curah hujan. Sedangkan faktor untuk tetap mempertahankan proses fisiologis
pembudidayaan terdiri dari pemilihan bibit, dalam sel-selnya. Secara teoritis, lamanya
pengolahan lahan, dan pemeliharaan. Yang umur simpan (storage life) sayuran tergantung
termasuk pemeliharaan adalah pemupukan, pada lama waktu cadangan makanan (length of
pemangkasan, penjarangan, pengendalian time the storage food) dan air yang diperlukan
hama dan penyakit, serta irigasi. dalam respirasi dan transpirasi. Oleh karena
cadangan makanan dan air berkurang terus-
Faktor suhu biasanya mempunyai menerus, maka kualitas sayuran menurun
hubungan dengan pertumbuhan tanaman. sampah sayuran menjadi tidak layak lagi untuk
Semakin tinggi suhu selama masa dipasarkan.
pertumbuhan, maka semakin tinggi pula
pertumbuhannya, terutama untuk tanaman A. Kriteria Tanaman Siap Panen dan Cara
tomat. Hal ini berpengaruh terhadap lamanya Panen
waktu panen. Semakin tinggi suhu sewaktu
pertumbuhan, maka semakin cepat pula Pelaksanaan pemanenan kacang
panennya. Disamping itu, perbedaan suhu panjang dilakukan sekaligus umur 3 – 31/2
yang besar antara siang dan malam hari dapat bulan setelah tanam. Panen dilakukan jika
mempengaruhi warna buah pada saat masak. dilihat polong-polongnya telah cukup tua,
yaitu sekitar 15 – 20 hari setelah bunga mekar.
Lama penyinaran,intensitas dan mutu Biji-biji dalam polong kelihatan menonjol, kulit
cahaya mempengaruhi mutu buah pada waktu polong berwarna hijau kekuning-kuningan
pemanenan. Contoh, buah tomat yang atau kecoklat coklatan, sebagian daun telah
terlindung oleh dedaunan, pada masa menguning dan luruh (gugur).
Waktu panen dapat dilakukan pagi
sampai sore hari pada keadaan cuaca
cerah.Cara panen dilakukan dengan
memotong pangkal batang tanaman setinggi
10 – 15 cm dari permukaan tanah. Namun dapat
pula hanya memetik polong terpilih saja.
13047
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
leher batangnya lemas dan daun-daunnya
menguning, umbi lapis sudah kelihatan penuh
(padat) berisi dan tersembul sebagian di atas
tanah, warna kulit telah mengkilap atau
memerah, tergantung varietas atau
kultivarnya.
Gambar 12.1.Kacang panjang
Sumber : Dokumen pribadi
Terung dapat dipanen bila tanaman
telah berumur 3 – 4 bulan dari sejak tanam atau
tergantung varietasnya. Ciri-ciri buah siap Gambar 12.3.Hasil panen terung
panen adalah ukurannya telah maksimum dan Sumber : Dokumen pribadi
masih muda. Pemetikan buah yang terlambat Panen bawang merah dilakukan pada
dapat menurunkan kualitas, karena
strukturnya menjadi liat (kelat) dan cita saat tanahnya kering. Hal ini dimaksudkan agar
rasanya kurang enak. Waktu yang paling tepat tidak menjalarnya penyakit tular tanah
untuk memanen buah terung adalah pagi atau maupun tular bibit seperti busuk umbi dan
sore hari pada keadaan cuaca cerah. Panen busuk lunak. Cara panen bawang merah adalah
p a d a c u a c a r i n t i k - r i n t i k h u j a n a k a n dengan mencabut rumpun tanaman beserta
memudahkan munculnya serangan penyakit batangnya. Hasil panen dikumpulkan di tempat
p a d a b e k a s l u k a p a n e n . S e d a n g k a n penampungan sementara.
pemanenan di siang hari terik dapat
mempercepat proses penguapan dan
menurunkan bobot buah.
Cara panen terung adalah dengan
dipetik bersama tangkainya alat bantu
gunting/pisau yang tajam. Panen dilakukan
rutin tiap 3 – 7 hari sekali dengan cara memilih
buah yang sudah cukup petik.
Tanaman bawang merah dapat dipanen Gambar 12.4.Hasil panen bawang merah
hasilnya setelah berumur 60 – 90 hari dari saat Sumber : www.hargasumut.org/panen-bawang-merah.html
tanam, atau tergantung varietas dan tujuan
penggunaan hasil umbinya. Ciri-ciri umum
bawang bawang merah siap dipanen adalah :
tanaman telah cukup tua, hampir 60 % - 90 %
13057
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
Asparagus termasuk tanaman menahun Petani tomat biasanya lebih banyak
yang dapat berumur produktif 10 – 15 tahun. Di menggunakan cara visual untuk melihat
Indonsia, asparagus dapat dipanen perdana kematangannya.
pada umur antara 6 – 10 bualan, atau
tergantung varietas dan macam bibitnya. Ciri-
ciri rebung asparagus sudah saatnya dipanen
ditandai dengan merekahnya tanah di sekitar
rumpun tanaman.
Gambar 12.5.Panen tomat
Sumber : https://m.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/
15/08/17/nt7svo319-kabar-baik-bagi-petani-pemerintah
-dorong-industri-pengolahan-tomat
Gambar 12.4.Asparagus B. Estimasi (taksasi) Hasil
Sumber : https://ms.nctodo.com/vegetables-that-enjoy-
cool-early-weather-of-spring Taksasi hasil tanaman pertanian biasa
diakukan oleh petani untuk memperkirakan
Penentuan saat panen pada tanaman tomat jumlah produksi yang akan diperoleh.
dapat ditentukan dengan cara : Sesungguhnya kegiatan ini mempunyai
kepentingan tertentu, khususnya berkaitan
1. Secara visual ; dengan melihat warna dengan persiapan bila kegiatan panen
kulit dan ukuran buah, masih adanya tanaman diakukan. Berapa tenaga kerja yang
sisa tangkai putik, mengeringnya tepi perlu dipersiapkan, dan berapa lama waktu
daun tua, dan mengeringnya tubuh panen dengan sejumlah produksi yang telah
tanaman. diperkirakan sebelumnya.
2. Secara fisik : dilihat dari mudah Terdapat dua metode taksasi hasil
tidaknya buah terlepas dari tangkai produksi tanaman yang biasa diakukan oleh
dan berat jenisnya. petani/pengelola usaha pertanian, yang secara
prinsip adalah sama, yaitu dengan cara
3. Secara analisis kimia : kandungan zat mengambil sampel dari sebagian tanaman.
padat, zat asam, perbandingan zat
padat dengan asam, dan kandungan 1. Metode Berdasarkan Ubinan
zat pati
Metode ubinan adalah cara
4. Secara perhitungan : jumlah hari memperkirakan berapa hasil panen
setelah bunga mekar dalam nanti untuk tanaman yang bersifat
hubungannya dengan tanggal atau tergolong berumpun. Kegiatan ini
berbunga dan unit panas. dilakukan agar dalam menghadapi
pelaksanaan panen dan pasca panen
5. Secara fisiologis : dengan melihat tidak mengalami permasalahan,
respirasi seperti kelengkapan peralatan panen,
rencana pengangkutan hasil panen,
13067
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
penanganan lepas panen dan kemana cukup ditentukan satu ubin saja.
serta berapa banyak hasil produksi Bila heterogen (tanaman tidak
akan dipasarkan. merata) bisa diambil lebih dari satu
ubin dengan tempat yang tersebar
Metode ini biasa dilakukan acak. Misalnya dibagian tepi 2 ubin,
oleh petani tanaman pangan (padi). ditengah 1 ubin. Jumlah ubin
Sesungguhnya yang perlu tersebut bias diperbanyak
diperhatikan adalah mengapa untuk tergantung dari luasan areal
mentaksasi hasil tanaman padi tanaman.
dilakukan dengan metode berdasarkan
ubinan. Kalau diperhatikan bahwa · Panen sejumlah sampel yang
tanaman padi adalah tanaman rumpun berupa ubian tersebut dan timbang
dengan jarak yang tidak mudah berat produksinya untuk setiap
dipisahkan antara tanaman satu sampel/ubin.
dengan lainnya. Oleh karenanya untuk
tanaman yang memiliki sifat rumpun Rumus perhitungan:
seperti halnya tanaman padi dapat
dilakukan taksasi hasil berdasarkan Keterangan:
ubinan. Misalkan tanaman jagung, ubi Th = Taksasi hasil
jalar, tomat sayur dsb. Sekalipun La = Luas areal tanaman
demikian juga dapat pula diterapkan Lu = Luas ubin
terhadap tanaman yang tidak Hu = Hasil ubinan
berumpun. Permasalahannya adalah
akan sangat sulit bila tanaman tersebut Contoh :
memiliki jarak tanam yang cukup
besar. Oleh karena itu billa tanaman · Diketahui luas lahan tanaman 10 ha.
tidak berumpun namun jarak
tanamnya relatif pendek/sempit bisa · Sehubungan dengan luasnya
juga dilakukan taksasi hasil produksi tanaman, maka ditetapkan akan
dengan metode berdasarkan ubinan. diambil sampel sejumlah lima ubin.
Misalkan tanaman cabe, terong, tomat
buah dll. · Ukuran luas setiap ubin ditetapkan
5m X 5m = 25 m2
Adapun langkah cara
melakukan taksasi berdasarkan ubinan · Hasil ubinan adalah sbb:
adalah sebagai berikut:
Nomor Ubin Hasil Produksi
· Pastikan luas areal yang akan
dipanen. 1 16
2 15
· Tentukan luas dan jumlah ubinan 3 12
yang akan dipakai sebagai sample. 4 19
Luas ubin umumnya cukup 5 13
ditetapkan ukuran 2 X 2 meter (4
m2). Rata-rata 15
· Jumlah ubinan bisa diambil lebih
dari satu ubin dengan tempat yang
berbeda. Hal ini tergantung dari
apakah tanaman tersebut homogen
ataukah heterogen. Bila homogen
1037
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
· Taksasi hasil adalah: - Tetapkan sejumlah tanaman yang
akan dipakai sampel.
· Jadi kesimpulan bahwa taksasi hasil
produksi tanaman sebagaimana Jumlah sampel ini tergantung
kasus diatas adalah 60 ton. keadaan homoginitas kesehatan
tanaman dan banyaknya populasi
2. Metode Berdasarkan Populasi tanaman. Semakin banyak populasi
tanaman dan atau kurangnya tingkat
Metode taksasi berdasarkan homoginitas kesehatan tanaman maka
populasi adalah cara memperkirakan sebaiknya sampel yang ditetapkan
berapa hasil panen nanti untuk lebih banyak dan tersebar tempat
tanaman yang bersifat atau tergolong tumbuhnya.
pepohonan. Kegiatan ini dilakukan
agar dalam menghadapi pelaksanaan · Panen tanaman yang sudah
panen dan pasca panen tidak ditetapkan sebagai sampel dan
mengalami permasalahan, seperti timbang hasil produksinya untuk
kelengkapan peralatan panen, rencana setiap sampelnya.
pengangkutan hasil panen,
penanganan lepas panen dan kemana · Rumus Perhitungan:
serta berapa banyak hasil produksi
akan dipasarkan. Keterangan:
Merencanakan Taksasi La = Luas areal tanaman
berdasarkan populasi biasa dilakukan
untuk tanaman yang memiliki jarak Pt = Prosentase tumbuh tanaman
tanam lebar sehingga antar tanaman
dapat dipisahkan. Dengan terpisahnya Jt = Jarak tanam
antar setiap tanaman, maka dapat
dengan mudah dalam pengambilan Contoh:
sampel berdasarkan populasi.
Tanaman yang biasa dilakukan taksasi · Diketahui luas lahan tanaman 10.000
hasil adalah tanan tahunan seperti m2.
karet, kopi, buah-buahan dan lain-lain.
Namun tidak menutup kemungkinan · Jarak tanam adalah 5m X 5m = 25 m2
untuk tanaman semusim dilakukan
taksasi berdasarkan populasi, seperti · Sebagai sampel tanaman ditetapkan
tanaman cabe, tomat dan lain tiga pohon, yaitu dua dibagian tepi
sebagainya. lahan dan satu pohon ditengah lahan.
Adapun langkah cara · Prosentase tumbuh dari sejumlah
melakukan taksasi berdasarkan pohon yang ditanam dilahan tersebut
populasi adalah sebagai berikut: adalah 90%
- Pastikan luas areal tanaman yang · Hasil produksi setiap sampel tanaman
akan dipanen.
adalah sbb:
- Pastikan jarak tanam tanaman.
Nomor Hasil
- Perkirakan prosentase tumbuh
tanaman. sampel Produksi
(Kg)
1 15
2 45
3 30
Rata-rata 30
13087
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
· Taksasi hasil adalah: 4. Pengaruh Saat Panen Terhadap
Produksi
a. Saat panen sangat berpengaruh
terhadap hasil produksi baik
kualitas maupun kuantitas.
· Jadi kesimpulan bahwa taksasi hasil Sebagai akibat berkurangnya
produksi tanaman sebagaimana kasus keuntungan yang seharusnya
diatas adalah 10,8 ton. diperoleh bagi petani.
b. Dari segi kualitas jelas menentukan
banyaknya hasil produksi yang
Pada sawi, stimasi/taksasi hasil memungkinkan dapat dijual
panen dapat dilakukan dengan dengan harga yang memuaskan
menghitung bobot hasil dalam luasan per satuan produksi.
satu meter persegi ( 1 ubinan) c. Dari segi kuantitas bahwa jumlah
dikalikan dengan luas penanaman. produksi tidak maksimal atau
3. Pertimbangan Menentukan Saat dimungkinkan adanya sejumlah
Panen produksi yang hilang pada saat
Sebagaimana kepentingan panen.
perlunya ditentukan saat panen d. S e c a r a e k o n o m i s a d a l a h
adalah mengacu dari berbagai menentukan terhadap keuntungan
pertimbangan-pertimbangan yang maksimum menurut kondisi pasar
merupakan dasar untuk mengambil tertentu. Oleh karena itu sekalipun
keputusan mengapa tanaman harus hasil produksi belum saatnya
segera dipanen atau ditunda. Adapun untuk dipanen, namun menurut
pertimbangan-pertimbangan pasar kondisi produksi pada saat
tersebut antara lain: itu dapat memberikan harga
a. Adanya kriteria yang diberlakukan dengan keuntungan maksimum.
bagi tanaman untuk siap dipanen
s e s u a i d e n g a n k e b u t u h a n C. Kriteria Penentuan Saat Panen
produksinya. Apakah hasil panen
Sebagaimana diuraikan diatas bahwa
akan dijual sesuai kriteria
permintaan pasar atau sesuai ada beberapa kriteria yang sebaiknya diikuti
kriteria pemanfaatan hasil untuk menentukan saat panen. Hal ini
tergantung dari apakan hasil produksi akan
produksi, misalkan untuk benih.
langsung dijual atau akan dijadikan benih.
b. P e r t i m b a n g a n w a k t u y a n g Namun secara umum kriteria yang biasa
b e r k a i t a n d e n g a n k e a d a a n digunakan bagi para petani adalah sebagai
cuaca/iklim pada saat panen, baik berikut:
untuk kemudahan pada saat
1. Berdasarkan kenampakan (visual)
pelaksanaan panen ataupun karena
pengaruh ciaca/iklim terhadap sifat Beberapa jenis komoditas dapat
hasil produksi yang akan dipanen. ditentukan saat panennya
c. Pertimbangan um berdasarkan kenampakan baik
kenampakan dari buah, batang
ataupun daunnya. Misalnya; warna,
keadaan kulit, ukuran, bentuk dsb.
Berdasarkan kriteria ini adalah sangat
13097
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
mudah untuk dilakukan karena dapat analisis ini untuk menentukan saat
dilihat secara langsung. panen.
2. Berdasarkan fisik (morphologisnya) 6. Berdasarkan Umur tanaman.
Beberapa jenis komoditas Pada umumnya adalah tanaman
tanamam dapat dilihat dari segi fisik semusim atau tanaman yang hanya
atau morphologisnya, Misal; tingkat satu kali periode produksi langsung
kekenyalan, berat persatuan mati. Kelemahan penentuan saat
buah/biji, keriput atau bernas, dan panen berdasarkan umur adalah
lain-lain. Contoh buah kelapa, kalau bahwa umur tanaman (mulai sebar
tua akan mengecil Penentuan panen benih sampai panen) sangat
dengan metode ini sangat subyektif dipengaruhi oleh lingkungan
dan juga dipengaruhi faktor sehingga sangat bervariasi. Pada umur
lingkungan. tertentu ternyata tanaman belum siap
3. Berdasarkan analisis kimia panen, padahal seharusnya sudah
harus dipanen. Misalkan jagung manis
Sebagian produksi diambil dapat dipanen setelah umur 70 hari
sebagai sampel untuk dilakukan sejak tanam, semangka 64 – 80 hari
analisis kimia di laboratorium. Dari sejak tanam, dan lain-lain.
hasil analisis tersebut akan dapat
menentukan sifat kimiawi dari hasil
produksi yang sedang diuji dan D. Teknik Pemanenan
barulah dapat ditentukan apakah Contoh panen tanaman sayuran buah
tanaman sudah bisa dipanen atau misalnya terung dilakukan dengan ketentuan
menunggu beberapa hari lagi sesuai dan prosedur sebagai berikut:
dengan persyaratan kualitas produksi Total umur tanaman terung dapat
yang dikehendaki. dipanen adalah antara 3 – 4 bulan dengan
4. Berdasarkan kadar air . rincian di pesemaian 15 – 20 hari dan di lahan
Kriteria ini biasa diterapkan untuk pernanaman 40 hari. Panen harus sudah
tujuan tertentu; misalnya untuk dilakukan sebelum tanaman berbunga.
penghasil produksi benih. Penentuan
panen dengan metode ini dapat lebih
obyektif karena panen baru dilakukan
jika biji telah mencapai kadar alr
tertentu. Meskipun demikian kadar air Bawang merah yang akan dijadikan bibit,
benih sangat dipengaruhi oleh
kondisi lingkungan karena biji selalu biasanya petani menyimpannya di atas
dalam keadaan equilibrium dengan dapur/pawon. Hal ini dimaksudkan agar
kondisi bawang merah selalu hangat sehingga
llingkungan sekitarnya.
akan menghambat bakteri pembusuk, dan
5. Berdasarkan fisiologi .
biasanya di bawahnya dibuat perapian untuk
Sebagaimana penentuan kadar air menjaga agar suhunya selalu hangat.
yang juga dilakukan dilaboratorium, Kemudian setelah bawang merah disimpan
sifat-sifat kimia yang biasa ingin selama 45 hari atau 2 bulan, bawang merah
diketahui adalah kadar gula dan tersebut sudah siap untuk ditanam kembali
tingkat keasamannya. Misalnya pada sebagai bibit atau benih. Jika umurnya kurang
tanaman tebu dan karet merupakan dari 45 hari maka pertumbuhannya akan
tanaman sepesifik yang memerlukan sangat lambat saat ditanam kembali.
14007
Asparagus dapat mulai dipanen pada Jawab :
umur 8 sampai 10 bulan setelah tanam. Agar
mutu dan kualitas hasil panen asparagus tetap 1. Kriteria bawang merah siap panen adalah :
terjaga, maka harus diperhatikan cara
pemanenan yang benar. Apa saja hal-hal yang a. Tanaman telah cukup tua, hampir 60 –
harus diperhatikan dalam panen asparagus ? 90 % leher batangnya lemas dan daun-
Hal itu dapat dilihat di daunnya menguning
b. Umbi lapis sudah kelihatan penuh
(padat) berisi dan tersembul sebagian
di atas tanah
c. Warna kulit telah mengkilap atau
memerah, tergantung varietas atau
kultivarnya.
2. Panen bawang merahdilakukan pada saat
tanahnya kering, untuk agar tidak
menjalarnya penyakit tular tanah maupun
tular bibit seperti busuk umbi dan busuk
lunak. Cara panen bawang merah adalah
dengan mencabut rumpun tanaman
beserta batangnya.
https://www.google.com/amp/s/ilmubudidaya.com/ praktik
cara-menanam-asparagus/amp
Secara kelompok lakukan pengamatan Melaksanakan teknik pemanenan berdasarkan
pada hasil pemanenan pada tanaman sayuran kriteria tanaman siap panen dan estimasi
buat pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi (taksasi) hasil tanaman sayuran dengan
kelompok, kumpulkan informasi atau Anda menggunakan:
dapat mencoba melakukan pemanenan pada
tanaman sayuran, Anda dapat menggunakan Bahan dan alat
lembar kerja yang ada. Buat kesimpulan dari 1) Tanaman sayuran siap panen
apa yang telah Anda amati, diskusikan dan 2) Alat pemotong hasil panen
coba, kemudian presentasikan hasil 3) Box/kerancang panen
kesimpulan Anda
Keselamatan kerja
1) Kenakan pakaian praktek , sepatu
boot dan topi
penilaian harian 2) Hati-hati sewaktu menggunakan
peralatan tajam
Pertanyaan : Langkah kerja
1. Jelaskan kriteria tanaman bawang merah 1) Siapkan bahan dan alat yang akan
siap panen! digunakan untuk panen
2. Jelaskan 2 cara panen tanaman bawang
merah!
10471
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
2) Identifikasi kriteria tanaman siap Mutu baik akan diperoleh jika pemanenan
panen dengan mengamati f i s i k dilakukan pada tingkat kematangan buah
tanaman seperti warna, bentuk, yang tepat. Untu menjaga kualitas buah
ukuran daun, tinggi dan umurnya, yang akan dikirim ke tempat pemasaran
sesuai jenis sayuran. yang letaknya jauh, pemanenan harus
3) Tentukan waktu panen sesuai jenis dilakukan pada keadaan sudah tua tetapi
sayuran. belum masak. Hal inilah salah satu kendala
4) Lakukan estimasi/taksasi hasil yang sering dialami oleh para petani.
dengan menghitung bobot hasil 2. Taksasi hasil tanaman pertanian biasa
diakukan oleh petani untuk
dalam luasan satu meter persegi
memperkirakan jumlah produksi yang
dikalikan dengan luas penanaman. 5)
akan diperoleh. Sesungguhnya kegiatan
Tentukan banyaknya hasil panen
ini mempunyai kepentingan tertentu,
sesuai jenis sayuran 6) Lakukan
khususnya berkaitan dengan persiapan
pemungutan hasil sesuai jenis
bila kegiatan panen tanaman diakukan.
sayuran.
Berapa tenaga kerja yang perlu
7) Lakukan pencucian hasil panen dan dipersiapkan, dan berapa lama waktu
daun-daun yang rusak dibuang. panen dengan sejumlah produksi yang
8) Tampung hasil panen ke dalam telah diperkirakan sebelumnya.
box/keranjang panen. Terdapat dua metode taksasi hasil
9) Lakukan semua langkah kerja di atas produksi tanaman yang biasa diakukan
(1-8) dengan teliti, cermat, disiplin, oleh petani/pengelola usaha pertanian
peduli dan kerjasama. yaitu ubinan dan populasi, yang secara
prinsip adalah sama, yaitu dengan cara
mengambil sampel dari sebagian
tanaman.
3. Sebagaimana kepentingan perlunya
ditentukan saat panen adalah mengacu
1. S e m a k i n t i n g g i s u h u s e w a k t u dari berbagai pertimbangan-
pertumbuhan, maka semakin cepat pula pertimbangan yang merupakan dasar
panennya. Disamping itu, perbedaan suhu untuk mengambil keputusan mengapa
yang besar antara siang dan malam hari tanaman harus segera dipanen atau
dapat mempengaruhi warna buah pada ditunda. Adapun pertimbangan-
saat masak. pertimbangan tersebut antara lain:
Lama penyinaran,intensitas dan mutu a. Adanya kriteria yang diberlakukan
cahaya mempengaruhi mutu buah pada bagi tanaman untuk siap dipanen sesuai
waktu pemanenan. Contoh, buah tomat dengan kebutuhan produksinya. Apakah
yang terlindung oleh dedaunan, pada hasil panen akan dijual sesuai kriteria
masa pemasakan menghasilkan warna permintaan pasar atau sesuai kriteria
merah yang lebih merata dari pada buah pemanfaatan hasil produksi, misalkan
yang terkena sinar matahari secara untuk benih.
langsung. b. Pertimbangan waktu yang berkaitan
Faktor pembudidayaan yang paling dengan keadaan cuaca/iklim pada saat
dominan mempengaruhi hasil panen panen, baik untuk kemudahan pada saat
adalah pemberian pupuk N, P, K dan Ca. pelaksanaan panen ataupun karena
pengaruh ciaca/iklim terhadap sifat hasil
14027
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
produksi yang akan dipanen. mudah untuk dilakukan karena dapat
dilihat secara langsung.
c. Pertimbangan umur tanaman atau
umur buah, dimana untuk beberapa jenis b. Berdasarkan fisik (morphologisnya)
tanaman sudah mempunyai ketentuan
pada umur tertentu sudah harus dipanen. Beberapa jenis komoditas tanamam dapat
dilihat dari segi fisik atau morphologisnya,
4. Pengaruh Saat Panen Terhadap Misal; tingkat kekenyalan, berat persatuan
Produksi buah/biji, keriput atau bernas, dan lain-
lain. Contoh buah kelapa, kalau tua akan
a. Saat panen sangat berpengaruh mengecil Penentuan panen dengan
terhadap hasil produksi baik kualitas metode ini sangat subyektif dan juga
maupun kuantitas. Sebagai akibat dipengaruhi faktor lingkungan.
berkurangnya keuntungan yang
seharusnya diperoleh bagi petani. c. Berdasarkan analisis kimia
b. Dari segi kualitas jelas menentukan Sebagian produksi diambil sebagai
banyaknya hasil produksi yang sampel untuk dilakukan analisis kimia di
memungkinkan dapat dijual dengan harga laboratorium. Dari hasil analisis tersebut
yang memuaskan per satuan produksi. akan dapat menentukan sifat kimiawi dari
hasil produksi yang sedang diuji dan
c. Dari segi kuantitas bahwa jumlah barulah dapat ditentukan apakah tanaman
produksi tidak maksimal atau sudah bisa dipanen atau menunggu
dimungkinkan adanya sejumlah produksi beberapa hari lagi sesuai dengan
yang hilang pada saat panen. persyaratan kualitas produksi yang
dikehendaki.
d. Secara ekonomis adalah menentukan
terhadap keuntungan maksimum menurut d. Berdasarkan kadar air .
kondisi pasar tertentu. Oleh karena itu
sekalipun hasil produksi belum saatnya Kriteria ini biasa diterapkan untuk tujuan
untuk dipanen, namun menurut pasar tertentu; misalnya untuk penghasil
kondisi produksi pada saat itu dapat produksi benih. Penentuan panen dengan
memberikan harga dengan keuntungan metode ini dapat lebih obyektif karena
maksimum. panen baru dilakukan jika biji telah
mencapai kadar alr tertentu. Meskipun
5. Kriteria Penentuan Saat Panen demikian kadar air benih sangat
dipengaruhi oleh kondisi lingkungan
Sebagaimana diuraikan diatas bahwa ada karena biji selalu dalam keadaan
beberapa kriteria yang sebaiknya diikuti equilibrium dengan llingkungan
untuk menentukan saat panen. Hal ini sekitarnya.
tergantung dari apakan hasil produksi
akan langsung dijual atau akan dijadikan e. Berdasarkan fisiologi .
benih. Namun secara umum kriteria yang
biasa digunakan bagi para petani adalah Sebagaimana penentuan kadar air yang
sebagai berikut: juga dilakukan dilaboratorium, sifat-sifat
kimia yang biasa ingin diketahui adalah
a. Berdasarkan kenampakan (visual) kadar gula dan tingkat keasamannya.
Misalnya pada tanaman tebu dan karet
Beberapa jenis komoditas dapat merupakan tanaman sepesifik yang
ditentukan saat panennya berdasarkan memerlukan analisis ini untuk
kenampakan baik kenampakan dari buah, menentukan saat panen.
batang ataupun daunnya. Misalnya; warna,
keadaan kulit, ukuran, bentuk dsb. f. Berdasarkan Umur tanaman.
Berdasarkan kriteria ini adalah sangat
Pada umumnya adalah tanaman semusim
14037
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
atau tanaman yang hanya satu kali periode
produksi langsung mati. Kelemahan
penentuan saat panen berdasarkan umur
adalah bahwa umur tanaman (mulai sebar
benih sampai panen) sangat dipengaruhi
oleh lingkungan sehingga sangat
bervariasi. Pada umur tertentu ternyata
tanaman belum siap panen, padahal
seharusnya sudah harus dipanen. Misalkan
jagung manis dapat dipanen setelah umur
70 hari sejak tanam, semangka 64 – 80 hari
sejak tanam, dan lain-lain.
Pertanyaan :
1. Jelaskan kriteria tanaman kacang panjang
siap panen!
2. Jelaskan cara panen tanaman asparagus!
3. Jelaskan kriteria panen tanaman cabai!
4. Jelaskan kriteria tanaman terong siap
panen!
5. Penundaan panen kacang panjang dapat
menyebabkan apa?
14047