Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Dan Pengujian Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang
INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Dasar Teori Tanah adalah himpunan mineral, bahan organik dan endapan yang relatif lepas (loose) yang terletak di atas batuan dasar (bed rock), namun tanah selalu berperan pada semua bangunan sipil baik itu gedung, jalan, landasan, dermaga, jembatan, dan lain sebagainya. Bagi suatu bangunan, tanah berfungsi sebagai media pendukung bangunan bagi semua bangunan, bahan konstruksi bangunan misal bangunan tanggul dan bendungan, sumber gaya luar bagi bangunan, misal bangunan dinding penahan tanah. Penyelidikan tanah adalah kegiatan pengambilan sampel tanah agar daya dukung dan karateristik tanah serta kondisi geologi dapat diketahui, seperti susunan lapisan tanah/sifat tanah. Ada 2 jenis penyelidikan tanah (soil investigation) yang biasa dilakukan yaitu: 1. Penyelidikan di lapangan (in situ test), adalah penyelidikan yang dilakukan di lapangan, antara lain sebagai berikut : a. Pengeboran tanah (boring) sampai mencapai kedalaman tertentu dan mengambil sampel tanah tak terganggu (undisturbed sample). b. Percobaan sondir untuk mengetahui nilai konus dan bikonus tanah. c. Sand cone untuk menentukan derajat kepadatan lapisan timbunan tanah yang telah dipadatkan di lapangan. 2. Penyelidikan di laboratorium (laboratory test), adalah penyelidikan yang dilakukan di laboratorium. Sampel yang diuji di laboratorium dibedakan menjadi tanah tak terganggu (undisturbed) dan tanah terganggu (disturbed).
INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Sampel tanah tak terganggu selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisik tanah (soil test) untuk mengetahui parameter kadar air / water content (w = %), berat jenis / spesific gravity (Gs), berat isi basah / bulk density (γb = gr/cm3). Dengan parameter w, Gs dan γb selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan parameter berat isi kering / dry density (γd = gr/cm3), berat isi jenuh / saturated density (γsat = gr/cm3), berat isi efektif / effective density (γ = gr/cm3), porositas / porosity (n), angka pori / void ratio (e), pengujian gradasi ukuran butir (grain size analysis test) dengan dua pengujian yaitu pengujian saringan (sieve analysis test) dan pengujian hidrometer (hydrometer analysis test), pengujian batas konsistensi Atterberg (Atterberg Limits Test) untuk mengetahui parameter batas cair / liquid limit (LL = %); batas plastis / plastic limit (PL = %) dengan parameter LL dan PL selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan parameter Indeks cair / liquidity index (LI) Indeks plastis / plasticity index (PI = %). Sampel tanah terganggu (disturbed sample) digunakan pada pengujian pemadatan standar (Standard Proctor Test) untuk mengetahui parameter berat isi kering maksimum (γd maks= MDD), kadar air tanah optimum (w opt = OMC), berat isi basah maksimum (γb maks), porositas minimum (n min), angka pori minimum (e min), percobaan CBR laboratorium, untuk menentukan nilai CBR (California Bearing Ratio) tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada keadan tertentu, perhitungan dan analisis tanah. Parameter hasil pengujian di laboratorium yang masih berupa data kasar selanjutnya dapat dilakukan perhitungan untuk mendapatkan besarnya daya dukung tanah, besarnya penurunan tanah, jenis tanah atau klasifikasinya. Sistem klasifikasi tanah berdasarkan ASTM (American Society for Testing Materials) digolongkan berdasarkan besarnya diameter butiran yaitu a. Berangkal / boulder ( > Ø 300 mm ) b. Kerakal / cobbles ( Ø 300 mm – Ø 75 mm )
INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur c. Kerikil / gravel ( Ø 75 mm – Ø 4,75 mm ) dengan sifat dapat ditentukan dengan pandangan mata, mudah didapat, mudah dikeringkan, mudah didapatkan, bahan pondasi yang stabil. d. Pasir / sand ( Ø 4,75 mm – Ø 0,075 mm ) terbagi dalam: • Pasir Kasar : Ø 4,75 mm – Ø 2,00 mm • Pasir Sedang : Ø 2,00 mm – Ø 0,425 mm • Pasir Halus : Ø 0,425 mm – Ø 0,075 mm Sifat-sifatnya : - Mudah dikeringkan - Mempunyai permeabilitas besar - Nilai plastisitas rendah - Struktur butir keras - Pasir kasar baik untuk pondasi - Nilai sondir tinggi e. Lanau / silt (Ø 0,075 mm – Ø 0,005 mm) Sifat-sifatnya: - Kurang plastis. - Lebih mudah ditembus air daripada lempung. - Memperlihatkan sifat di atas yang tidak terdapat pada lempung. - Dalam keadaan kering mudah dipecah - Kelulusan air sedang - Kohesi sedang - Nilai sondir kecil
INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur f. Lempung / clay ( < Ø 0,005 mm ) Sifat-sifatnya: - Dalam keadaan basah plastis sekali - Dalam keadaan kering, keras dan sukar dipisahkan - Kelulusan air kecil - Gaya muai / susut besar - Permeabilitas kecil sekali - Nilai kapilaritas tinggi - Kohesi tinggi - Nilai sondir kecil
INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur BAB 2 PENGUJIAN DENSITAS TANAH DI LAPANGAN DENGAN KONUS PASIR / SAND CONE SNI 2828 : 2011 1.1. Pengujian Densitas Tanah di Lapangan Uji densitas tanah di lapangan dengan konus pasir merupakan pengujian yang dilakukan untuk menentukan berat isi kering tanah asli maupun hasil dari pekerjaan pemadatan pada tanah kohesif maupun non kohesif. Berat isi tanah kering merupakan massa tanah per satuan volume dalam keadaan tanah tidak mengandung air dalam satuan gr/cm³. Sedangkan berat isi tanah merupakan massa tanah per satuan volume dalam keadaan tanah mengandung air dalam satuan gr/cm³. Massa tanah yang digunakan adalah massa tanah asli masih mengandung air dalam satuan gram. Nilai berat isi tanah kering yang diperoleh digunakan untuk mengevaluasi hasil pekerjaan pemadatan di lapangan (degreed of compaction) karena tujuan dari pemadatan adalah memperoleh stabilitas tanah dan memperbaiki kondisi tanah di lapangan. 1.2. Tujuan Pengujian Densitas Tanah di Lapangan a. Untuk mendapatkan koreksi konus pasir (Cc) b. Untuk mendapatkan nilai berat isi pasir (Db) c. Untuk mendapatkan nilai kadar air tanah di lapangan ( w = % ) d. Untuk mendapatkan nilai densitas tanah kering di lapangan (gr/cm³) 1.3. Ruang Lingkup Metode ini mencakup pengujian densitas tanah di tempat (lapangan) menggunakan alat konus pasir.
INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1.4. Metode Acuan SNI 2828 : 2011 Metode Uji Densitas Tanah di Tempat (Lapangan) dengan Alat Konus Pasir 1.5. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Botol transparan + corong dengan katup - Pelat dasar - Neraca / timbangan dengan reapitibility 1 gram - Container - Oven - Saringan no. 3 4 ⁄ “ (19 mm) , saringan no. 4 (4,75 mm), 10 (2,00 mm), saringan no. 200 (0,075 mm) - Pan / wadah - Plastik flip ukuran 30 cm × 40 cm - Alat bantu, antara lain : paku, palu (hammer), pahat (chisel), sendok (spoon stainless steel), kuas, mistar, round scoop Bahan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Pasir kuarsa / pasir otawa - Tanah dari lapangan
INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian densitas tanah di lapangan dengan konus pasir. Gambar Botol + Corong Gambar Kontainer Gambar Oven Gambar Saringan Gambar Saringan Gambar Pan / Wadah
INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Plastik Flip Gambar Palu Gambar Kuas Gambar Pahat Gambar Round Scoop Gambar Spoon Gambar Mistar
INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1.6. Langkah Pengujian • Menentukan koreksi konus pasir (Cc) - Meletakkan botol alat + corong yang masih kosong pada permukaan datar - Membuka katup corong dan mengisi botol alat dengan pasir kuarsa Gambar Mengisi botol alat - Menutup katup corong dan menimbang botol + corong + pasir - Mencatat berat botol + corong + pasir (m1) pada formulir pengujian - Meletakkan plat dasar pada permukaan datar dan membalikkan posisi botol alat yang terisi pasir dengan mendudukkan mulut corong pada lubang plat dasar - Membuka katup corong dan membiarkan pasir sampai berhenti mengalir - Menutup katup corong dan mengangkat botol berisi pasir - Menimbang botol + pasir dan mencatat beratnya (m2) - Menghitung berat pasir yang mengisi konus dan plat dasar dan mencatat beratnya sebagai koreksi konus (Cc) dengan rumus sebagai berikut :
INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur = 1 − 2 Keterangan : m1 adalah berat botol alat terisi pasir m2 adalah berat botol alat dan sisa pasir Cc adalah koreksi konus • Menentukan berat isi pasir (Db) - Mengisi kembali botol alat dengan pasir kuarsa dan menimbang beratnya - Mencatat berat botol alat dan pasir kuarsa pada formulir pengujian (m3) - Meletakkan posisi container pada permukaan datar - Meletakkan plat dasar di atas container - Membalikkan botol alat dan mendudukkan mulut corong pada lubang plat - Membuka katup corong dan membiarkan sampai pasir berhenti mengalir - Menutup katup corong dan menimbang sisa pasir dalam botol - Mencatat berat botol dan sisa pasir pada formulir pengujian (m4) - Menghitung volume container dengan rumus sebagai berikut : = π r 2 Keterangan : Vc adalah volume container r adalah jari-jari container t adalah tinggi container - Menghitung berat isi pasir (Db) dengan rumus sebagai berikut : - = 3 − 4 −
INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Keterangan : m3 adalah berat botol terisi pasir m4 adalah berat botol dan sisa pasir Cc adalah koreksi konus Vc adalah volume container • Menentukan kepadatan tanah kering (Dd) - Meletakkan botol + corong pada permukaan tanah yang datar kemudian mengisi botol dengan pasir kuarsa - Menimbang dan mencatat berat botol + corong berisi pasir kuarsa pada formulir pengujian (m5) - Menyiapkan permukaan yang datar dan rata untuk titik pengujian dan pengambilan sampel - Meletakkan plat dasar pada permukaan yang sudah disiapkan dengan menancapkan paku pada sisi-sisi samping plat dasar Gambar Meletakkan plat pada permukaan tanah
INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menggali lubang di bawah plat dasar dengan hati-hati menggunakan alat bantu pahat dan palu Gambar Menggali Lubang di Bawah Plat - Memasukkan tanah yang sudah digali menggunakan spoon dan round scoop ke dalam plastik flip - Mengukur kedalaman lubang galian dengan mistar - Membersihkan sisa-sisa tanah pada plat dasar menggunakan kuas - Membalikkan botol alat + corong berisi pasir kuarsa dan mendudukkan mulut corong pada lubang plat Gambar Membalikkan botol alat + corong
INTERNAL TRAINING 2021 13 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Membuka katup corong dan membiarkan pasir sampai berhenti mengalir - Menutup katup corong dan menimbang sisa pasir dalam botol Gambar Menimbang sisa pasir dalam botol - Mencatat berat sisa pasir + botol alat + corong (m6) Gambar Mencatat berat sisa pasir + botol alat + corong - Menimbang tanah basah hasil galian dan mencatat beratnya (Mws) - Mengambil pasir kuarsa yang kotor dari lubang galian dan memasukkan pada plastik
INTERNAL TRAINING 2021 14 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Mengambil sampel tanah basah dari lapangan untuk pengujian kadar air tanah sesuai SNI 1965 : 2019 Metode Uji Penentuan Kadar Air untuk Tanah dan Batuan di Laboratorium - Menghitung volume lubang uji (Vh) dengan rumus sebagai berikut. ℎ = 5 − 6 − Keterangan : m5 adalah berat botol dan terisi pasir m6 adalah berat botol dan sisa pasir Cc adalah koreksi konus Db adalah berat isi pasir - Menghitung berat tanah kering dari lubang dengan rumus sebagai berikut = (1 + 100) - Menghitung densitas tanah kering di lapangan dengan rumus sebagai berikut. = ℎ
INTERNAL TRAINING 2021 15 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1.7. Diagram Alir Pengujian Mulai Menentukan koreksi konus pasir (Cc) : - Mengisi botol + corong dengan pasir kuarsa dan menutup katup - Menimbang botol + corong berisi pasir kuarsa (m1) - Meletakkan plat dasar pada permukaan datar dan rata - Menuangkan botol berisi pasir kuarsa dengan memasukkan lubang corong pada mulut plat dasar - Membuka katup corong dan menunggu pasir sampai berhenti mengalir - Menutup katup corong dan menimbang sisa pasir + botol + corong (m2) - Menghitung koreksi konus pasir Cc = m2 – m1 Menentukan berat isi pasir (Db) : - Mengisi botol + corong dengan pasir kuarsa dan menutup katup - Menimbang botol + corong berisi pasir kuarsa (m3) - Menghitung volume container Vc = π r² t - Meletakkan container pada permukaan yang datar dan mendudukkan plat dasar tepat di atas lubang container - Menuangkan botol + corong berisi pasir kuarsa dengan lubang corong berada pada mulut plat dasar - Membuka katup corong dan menunggu sampai pasir berhenti mengalir - Menutup katup corong dan menimbang berat sisa pasir + botol + corong (m4) - Menghitung berat isi pasir Db = 3−4− Selesai Menentukan densitas tanah kering (Db) : - Mengisi botol + corong dengan pasir kuarsa dan menutup katup - Menimbang botol + corong berisi pasir kuarsa (m5) - Meletakkan plat dasar pada permukaan yang datar dan menggali tanah pada bawah lubang plat - Memasukkan tanah pada plastik flip dan mengukur kedalaman lubang galian - Menuangkan botol + corong berisi pasir kuarsa dengan lubang corong berada pada mulut plat - Membuka katup corong dan menunggu sampai pasir berhenti mengalir - Menutup katup corong dan menimbang berat sisa pasir + botol + corong (m6) - Menimbang berat tanah basah (MWs) - Menguji kadar air dari tanah basah yang didapat di lapangan (W) - Menghitung volume lubang uji Vh = (m5 – m6 – Cc) / Db - Menghitung berat tanah kering dari lubang uji Mds = Mws / {1+ (w/100)} - Menghitung densitas tanah kering di lapangan Dd = Mds / Vh
INTERNAL TRAINING 2021 16 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1.8. Data Hasil Percobaan A. Data Laboratorium - Mencari Koreksi Konus Pasir (Cc) Menggunakan Plat Dasar Berat botol alat + pasir (m1) = 7775,30 gram Berat botol alat + sisa pasir (m2) = 6087,10 gram Koreksi konus pasir (Cc) : Cc = m1 – m2 = 7775,30 – 6087,10 = 1688,20 gram - Mencari Berat Isi Pasir (Db) Menggunakan Container Diameter container ⌀ = 15,30 cm Jari-jari container r = ⌀ / 2 = 7,65 cm Tinggi container t = 11,00 cm Volume container Vc = π r² t = 2021,37 cm³ Berat botol alat + pasir (m3) = 8400,40 gram Berat botol alat + sisa pasir (m4) = 3557,90 gram Berat isi pasir (Db) : Db = (m3 – m4 – Cc) / Vc = (8400,40 – 3557,90 – 1688,20) / 2021,37 = 1,56 15,30 cm 11,0 cm
INTERNAL TRAINING 2021 17 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM DAN PENGUJIAN Nama Pekerjaan : Internal Training Laboratory Lokasi Pekerjaan : Jl. Jatibarang, Kec. Mijen, Kota Semarang Koordinat Lokasi : 7°03'06.6"S 110°20'14.1"E Tanggal Pengambilan Sampel : 22 Desember 2022 Suhu / Kelembaban : 30°C / 62% A.Koreksi konus pasir (Cc) Berat botol alat + pasir m1 7775,30 gram Berat botol alat + sisa pasir m2 6087,10 gram Koreksi konus pasir Cc = m1-m2 1688,20 gram B.Berat isi pasir (Db) Berat botol alat + pasir m3 8400,40 gram Berat botol alat + sisa pasir m4 3557,90 gram Berat isi pasir Db = (m3 – m4 – Cc) /Vc 1,56 C.Densitas tanah kering (Dd) Berat botol alat + pasir m5 8400,40 gram Berat botol alat + sisa pasir m6 3557,90 gram Berat tanah basah dari lubang Mws gram Kadar air tanah W % Volume lubang Vh = (m5 – m6 – Cc) / Db cm³ Berat tanah kering dari lubang Mds = Mws / {1+(w/100) gr Densitas tanah kering lapangan Dd = Mds / Vh gr / cm³ Dihitung oleh : Eka Yuliana Rahayu, A. Md. Diperiksa : Tri Mardoko, S. T.
INTERNAL TRAINING 2021 18 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1.9. Kesimpulan Dari pengujian bahan uji tanah dari lapangan yang dibawa ke laboratorium diperoleh hasil sebagai berikut : - Berat Isi Pasir (Db) = 1,56 - Kadar Air Tanah (W) = % Dari perhitungan korelasi antara data lapangan dengan data laboratorium diperoleh nilai densitas tanah di lapangan dengan konus pasir sebesar gr / cm³.
INTERNAL TRAINING 2021 19 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur BAB 3 PENGUJIAN KADAR AIR TANAH SNI 1965 : 2019 3.1. Pengujian Kadar Air Tanah Uji kadar air tanah merupakan pengujian yang dilakukan di laboratorium untuk membandingkan massa air yang mengisi rongga pori material tanah atau material batuan terhadap massa partikel tanah padatnya, yang dinyatakan dalam persen, penentuan massa pada temperatur standar 110°C ± 5°C. Kondisi kadar air benda uji setelah dikeringkan memiliki toleransi kehilangan massa tambahan kurang dari 0,1 % - 1 . Waktu yang diperlukan untuk mencapai kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor terutama pengalaman teknisi ketika pengambilan benda uji di lapangan maupun penanganan benda uji. 3.2. Tujuan Pengujian Kadar Air Tanah a. Untuk menentukan sifat tanah b. Untuk menentukan nilai densitas tanah di lapangan (gr/cm³) 3.3. Ruang Lingkup Metode ini mencakup pengujian kadar air tanah terhadap benda uji tanah dari lapangan yang dibawa ke laboratorium. 3.4. Metode Acuan SNI 1965 : 2019 Metode Uji Penentuan Kadar Air untuk Tanah dan Batuan di Laboratorium.
INTERNAL TRAINING 2021 20 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3.5. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Cawan - Oven - Neraca / timbangan dengan reapitibility 0,01 gram - Sendok (spoon stainless steel) - Kuas Bahan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Tanah dari lapangan Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian kadar air tanah Gambar Oven Gambar Cawan Gambar Timbangan Gambar Tanah
INTERNAL TRAINING 2021 21 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3.6. Langkah Pengujian - Menimbang cawan kosong dan menulis beratnya (w1) Gambar Menimbang cawan kosong - Mengambil tanah dengan sendok dan meletakkan pada cawan Gambar Mengambil tanah dan meletakkan pada cawan
INTERNAL TRAINING 2021 22 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menimbang tanah berisi cawan dan mencatat beratnya sebagai berat tanah awal / tanah basah + cawan (w2). Menentukan berat minimum tanah basah dapat dilihat pada tabel 1. Gambar Menimbang cawan berisi tanah Tabel 1 Persyaratan Minimum untuk Berat Benda Uji Sumber : SNI 1965 Tahun 2019 halaman 2 Ukuran partikel maksimum (100%) Metode A Kadar Air tercatat hingga ± 1% Metode B Kadar Air tercatat hingga ± 0,1 % Satuan SI Ukuran Saringan Ukuran Saringan Alternatif Massa Benda Uji Ketelitian Timbangan Massa Benda Uji Ketelitian Timbangan 75,0 mm 3 in 5 kg 10 g 50 kg 10 g 37,5 mm 1 - 1/2 in 1 kg 10 g 10 kg 10 g 19,0 mm 3/4 in 250 g 1 g 2,5 kg 1 g 9,5 mm 3/8 in 50 g 0,1 g 500 g 0,1 g 4,75 mm No. 4 20 g 0,1 g 100 g 0,1 g 2,00 mm No. 10 20 g 0,1 g 20 g 0,01 g
INTERNAL TRAINING 2021 23 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Mengatur suhu pada oven 110°C dan menunggu suhu dalam oven hingga mencapai 110°C - Memasukkan sampel tanah basah pada oven selama 24 jam Gambar Memasukkan ke dalam oven - Mematikan oven dan mengeluarkan benda uji tanah dari oven - Mendiamkan benda uji tanah pada desikator hingga mencapai suhu ruang - Menimbang benda uji tanah kering + cawan dan mencatat beratnya (w3) - Gambar Menimbang tanah kering oven
INTERNAL TRAINING 2021 24 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - - Gambar Mencatat beratnya pada formulir pengujian - Menghitung berat air (w4) dengan rumus sebagai berikut : 4 = 2 − 3 Keterangan : w4 adalah berat air w2 adalah berat tanah basah + cawan w3 adalah berat tanah kering + cawan - Menghitung berat tanah kering (w5) dengan rumus sebagai berikut : 5 = 3 − 1 Keterangan : w5 adalah berat tanah kering w3 adalah berat tanah kering + cawan w1 adalah berat cawan kosong - Menghitung prosentase kadar air dengan rumus sebagai berikut : = 4 5 × 100 %
INTERNAL TRAINING 2021 25 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3.7. Diagram Alir Pengujian Mulai Menimbang cawan kosong dan mencatat beratnya (w1) Selesai Menimbang sampel tanah basah + cawan (w2) Mengeringkan tanah basah pada oven suhu 110°C selama 24 jam Mendiamkan benda uji tanah dalam desikator hingga mencapai suhu ruang Menimbang berat tanah kering + cawan (w3) Menghitung berat air dengan rumus sebagai berikut : 4 = 2 − 3 Menghitung berat tanah kering dengan rumus sebagai berikut : 5 = 3 − 1 Menghitung prosentase kadar air tanah dengan rumus sebagai berikut : = 4 5 × 100 %
INTERNAL TRAINING 2021 26 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3.8. Data Hasil Percobaan PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM DAN PENGUJIAN Nama Pekerjaan : Internal Training Laboratory Lokasi Pengambilan : Jl. Jatibarang, Kec. Mijen Kedalaman : 12 cm Tanggal Terima Sampel : 22 Desember 2021 Kondisi Sampel : Baik dan Cukup Tanggal Pengujian Sampel : 22 – 23 Desember 2021 Suhu / Kelembaban Ruangan : 27,57 °C / 70% Data Pengujian Simbol Satuan Sampel Uji I II III Berat Cawan W1 gr 11,14 11,58 11,72 Berat Cawan + Tanah Basah W2 gr 70,89 70,06 70,33 Berat Cawan + Tanah Kering W3 gr 64,97 63,86 64,09 Berat Air W4 gr 5,92 6,20 6,24 Berat Tanah Kering W5 gr 53,83 52,28 52,37 Kadar Air W % 11,00 11,86 11,92 Rerata W % 11,59 Diuji oleh : Eka Yuliana Rahayu, A. Md. Dihitung oleh : Eka Yuliana Rahayu, A.Md. Diperiksa oleh : Tri Mardoko, S. T.
INTERNAL TRAINING 2021 27 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3.9. Kesimpulan Dari pengujian kadar air tanah yang telah dilakukan pada titik yang sama diperoleh hasil sebagai berikut : Kadar air I : 11,00 % Kadar air II : 11,86 % Kadar air III : 11,92 % Rerata : 11,59 %
INTERNAL TRAINING 2021 28 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur BAB 4 PENGUJIAN BERAT JENIS TANAH SNI 1964 : 2008 4.1. Pengujian Berat Jenis Tanah Berat jenis tanah merupakan angka perbandingan antara berat isi butir tanah dan berat isi air suling pada temperatur dan volume yang sama. Berat isi butir merupakan perbandingan antara berat butir tanah dengan volume butir tanah. Berat isi air merupakan perbandingan antara berat air dengan volume air. Pengujian berat jenis tanah ini berlaku untuk tanah yang lolos saringan ukuran 4,75 mm (No. 4). Nilai berat jenis tanah yang diperoleh akan berupa rerata dari kedua nilai berat jenis tanah. 4.2. Tujuan Pengujian Berat Jenis Tanah c. Untuk menentukan nilai berat jenis dari bahan uji tanah d. Untuk menentukan konsistensi material dan sifat tanah yang diuji 4.3. Ruang Lingkup Metode ini mencakup pengujian berat jenis tanah dari bahan uji tanah yang diambil oleh Teknisi Sampling 4.4. Metode Acuan SNI 1964 : 2008 Metode Uji Berat Jenis Tanah 4.5. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Piknometer - Neraca / timbangan dengan reapitibility 0,01 gram
INTERNAL TRAINING 2021 29 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Desikator - Sendok (spoon stainless steel) - Waterbath - Hot Plate - Gelas takar dan Gelas ukur - Thermometer - Botol Air - Corong Bahan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Tanah - Aquades - Silica Gel Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian berat jenis tanah Gambar Piknometer Gambar Waterbath Gambar Desikator Gambar Timbangan Gambar Hot plate
INTERNAL TRAINING 2021 30 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Gelas takar Gambar Gelas ukur Gambar Termometer gelas AQUADES Gambar Aquades Gambar Silica gel Gambar Tanah
INTERNAL TRAINING 2021 31 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 4.6. Langkah Pengujian - Mengayak bahan uji tanah yang sudah kering oven dan mengambil tanah yang lolos saringan 4,75 mm (No. 4) - Menimbang berat piknometer kosong dan mencatat pada formulir pengujian (W1) Gambar Menimbang piknometer kosong - Memasukkan bahan uji tanah ±10 gram ke dalam piknometer dan mencatat berat piknometer + tanah (W2) Gambar Menimbang piknometer + tanah
INTERNAL TRAINING 2021 32 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menambahkan aquades pada piknometer berisi tanah sampai terisi 2/3 dari kapasitas piknometer - Memanaskan piknometer berisi aquades + bahan uji dengan hot plate selama ± 10 menit untuk mengeluarkan gelembung udara pada benda uji - Merendam piknometer berisi bahan uji tanah + aquades dalam water bath sampai suhunya tetap - Menambahkan aquades secukupnya sampai piknometer terisi penuh dan mengeringkan bagian luar piknometer - Menimbang berat piknometer + bahan uji tanah + aquades dan mencatat beratnya pada formulir pengujian (W3) - Mengukur temperatur di dalam piknometer dan mencatat suhunya pada formulir pengujian (T1) dan pastikan suhunya 20°C agar tidak ada koreksi suhu dalam perhitungan - Mengosongkan isi piknometer, membersihkan, dan mengeringkan piknometer kemudian menimbang piknometer untuk memastikan beratnya kembali ke awal - Mengisi piknometer dengan aquades hingga terisi penuh dan mengeringkan bagian luar piknometer - Menimbang piknometer berisi aquades dan mencatat beratnya pada formlir pengujian (W4) - Mengukur temperatur air di dalam piknometer dan mencatat suhunya pada formulir pengujian (T2) dan pastikan suhunya 20°C agar tidak ada koreksi suhu dalam perhitungan
INTERNAL TRAINING 2021 33 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menghitung nilai berat tanah (Wt) dengan rumus sebagai berikut : = 2 − 1 Keterangan : Wt adalah berat tanah W2 adalah berat tanah dalam piknometer W1 adalah berat piknometer kosong - Menghitung nilai berat jenis tanah dengan rumus sebagai berikut : = + 4 − 3 Keterangan : Gs adalah berat jenis tanah Wt adalah berat tanah W3 adalah berat piknometer + tanah + aquades W4 adalah berat piknometer + aquades
INTERNAL TRAINING 2021 34 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 4.7. Diagram Alir Pengujian Mulai Menimbang piknometer kosong dan mencatat beratnya (W1) Menimbang piknometer + tanah (W2) Mengisi piknometer + tanah dengan air 2/3 dari kapasitas piknometer Memanaskan dengan hot plate untuk mengeluarkan gelembung udara Merendam pada waterbath sampai mencapai suhu tetap dan men Menambahkan aquades sampai piknometer terisi penuh Menimbang dan mencatat berat piknometer + tanah + aquades (W3) Mengukur temperatur dalam piknometer dan memastikan suhunya 20°C agar tidak ada koreksi suhu dalam perhitungan Selesai Mengosongkan, membersihkan, dan mengeringkan piknometer Mengisi piknometer dengan aquades sampai piknometer terisi penuh dan menimbang beratnya (W4) Menghitung nilai berat jenis dengan rumus sebagai berikut : = 2 − 1 (2 − 1) + 4 − 3
INTERNAL TRAINING 2021 35 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 4.8. Data Hasil Percobaan PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM DAN PENGUJIAN Nama Pekerjaan : Internal Training Laboratory Lokasi Pengambilan : Jl. Jatibarang, Kec. Mijen Kedalaman : 12 cm Tanggal Terima Sampel : 22 Desember 2021 Kondisi Sampel : Baik dan Cukup Tanggal Pengujian Sampel : 23 Desember 2021 Suhu / Kelembaban Ruangan : 25°C / 67% Data Pengujian Simbol Satuan Sampel Uji I II Berat Piknometer W1 gr 47,56 49,21 Berat Piknometer + Tanah W2 gr 67,85 69,75 Berat Piknometer + Tanah + Aquades (suhu 20°C) W3 gr 158,04 160,58 Berat Piknometer + Aquades (suhu 20°C) W4 gr 146,46 149,11 Berat Tanah Wt gr 20,29 20,54 Berat Jenis Tanah Gs 2,34 2,28 Rerata Gs 2,31 Diuji oleh : Eka Yuliana Rahayu, A. Md. Dihitung oleh : Eka Yuliana Rahayu, A.Md. Diperiksa oleh : Tri Mardoko, S. T.
INTERNAL TRAINING 2021 36 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 4.9. Kesimpulan Dari pengujian berat jenis tanah diperoleh hasil sebagai berikut : Sampel Uji I : Sampel Uji II : Wt = W2 – W1 Wt = W2 – W1 = 67,85 – 47,56 = 69,75 – 49,21 = 20,29 gr = 20,54 gr Gs = +4−3 Gs = +4−3 = 20,29 20,29+146,46−158,04 = 20,54 20,54+149,11−160,58 = 2,34 = 2,28
INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGUJIAN KEAUSAN AGREGAT KASAR DENGAN MESIN ABRASI LOS ANGELES SNI 2417 : 2008 A. Dasar Teori Abrasi adalah kemampuan agregat untuk menahan gesekan yang diterimanya hingga agregat tesebut hancur. Akan mengalami gesekan ketika dalam proses pengadukan saat akan membuat beton, dan akan mengalami tekanan ketika pencetakan beton. Ketahanan terhadap abrasi seringkali dipakai sebagai indikator kualitas dalam pembuatan beton di lapangan. Rendahnya ketahanan agregat kasar terhadap abrasi menyebabkan hancurnya agregat, sehingga menambah presentase agregat halus. Untuk menghitung nilai abrasi dapat menggunakan Rumus : 100% 1 1 2 X W W −W W1 =jumlah berat benda uji W2 = berat benda uji tetahan ayakan no.12,setelah abrasi (gr) Mesin Los Angeles merupakan salah satu mesin untuk pengujian keausan/ abrasi agregat kasar, fungsinya adalah kemampuan agregat untuk menahan gesekan, dihitung berdasarkan kehancuran agregat tersebut yaitu dengan cara mengayak agregat dalam ayakan no.12 (1.70 mm). Sebelum melakukan pengujian keausan/ abrasi harus melakukan analisa ayak terlebih dahulu untuk mengetahui gradasi agregat yang paling banyak, apakah masuk pada tipe A, B, C, D, E, F atau G dan dapat menentukan banyaknya bola baja yang akan digunakan dapat dilihat pada daftar gradasi dan berat benda uji.
INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Tabel Daftar Gradasi dan Berat Benda Uji (SNI 2417 : 2008) Ukuran ayakan (mm) Gradasi dan berat untuk setiap ukuran ( gram ) Lolos Tertahan A B C D E F G 75 63 - - - - 2500 ± 50 - - 63 50 - - - - 2500 ± 50 - - 50 37,5 - - - - 5000 ± 50 5000 ± 50 - 37,5 25,0 1250 ± 25 - - - - 5000 ± 25 5000 ± 25 25,0 19,0 1250 ± 25 - - - - - 5000 ± 25 19,0 12,5 1250 ± 10 2500 ± 10 - - - - - 12,5 9,5 1250 ± 10 2500 ± 10 - - - - - 9,5 6,3 - - 2500 ± 10 - - - - 6,3 4,75 - - 2500 ± 10 2500 ± 10 - - - 4,75 2,36 - - - 2500 ± 10 - - - Total berat benda uji (gram) 5000 ± 10 5000 ± 10 5000 ± 10 5000 ± 10 10000 ± 10 10000 ± 10 10000 ± 10 Jumlah Bola Baja (buah) 12 11 8 6 12 12 12 Total Berat Bola baja (gram) 5000 ± 25 4584 ± 25 3330 ± 20 2500 ± 15 5000 ± 25 5000 ± 25 5000 ± 25
INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Syarat abrasi 1. Pemeriksaan abrasi agregat kasar dilakukan minimal dalam 2 kali percobaan, dan nilai abrasi agregat kasar diambil rata-ratanya. 2. Menurut ASTM C.33-1996, nilai abrasi agregat kasar maksimum 50 %. 3. Menurut ASTM C.131-1996, berat benda uji untuk setiap gradasi harus didasarkan pada Grading of Test Sample. Presentase dari agregat kasar yang tembus/ lolos ayakan no.12 (1.70 mm) dari hasil pemeriksaan abrasi agregat kasar yang menggunakan LA machine untuk beton yang digunakan sebagai struktur, maksimum 50 %. Oleh karena itu nilai abrasi LA agregat kasar untuk beton semen berdasarkan SK SNI S-04-1989-F, Nilai abrasi LA untuk beton mutu B0 – B1 disyaratkan 40%-50%, K125 – K225 disyaratkan 27%-40% dan mutu > K-225 disyaratkan <27%. B. Tujuan Pengujian Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menentukan prosentase keausan agregat kasar sesuai dengan prosedur standar pengujian. C. Ruang Lingkup Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk pengujian keausan agregat kasar dengan ukuran 75 mm (3 inci) sampai dengan ukuran 2,36 mm (saringan no 8) dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles D. Metode Acuan - SNI 2417:2008 Cara Uji Keausan Agregat Kasar dengan Mesin Abrasi Los Angeles
INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur E. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Mesin Los Angeles - Bola baja dengan diameter rata-rata 4,68 cm dan berat masing-masing antara 390 gram sampai dengan 445 gram - Saringan no. 12 (1,70 mm) dan saringan-saringan yang lainnya - Timbangan dengan ketelitian 0,1% terhadap berat contoh atau 5 gram - Oven - Pan / Wadah - Kuas Bahan yang digunakan dalam pengujian adalah agregat kasar yang komposisinya dapat dilihat pada tabel daftar gradasi dan berat benda uji Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian keausan agregat kasar dengan mesin abrasi los angeles : Gambar Mesin Los Angeles Gambar Bola Baja
INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Timbangan Gambar Oven Gambar Saringan Ø 19,5 mm; 12,5 mm; 9,5 mm; 2 mm F. Langkah Pengujian • Persiapan Sampel 1. Mencuci agregat kasar dari kotoran dan debu yang melekat, kemudian dikeringkan dengan oven bersuhu 110±5°C sampai berat tetap 2. Mengambil agregat kasar dari oven dan mendiamkannya hingga suhu ruang kemudian diayak dengan saringan 19 mm; 12,5 mm; 9,5 mm. 3. Mengayak sampel agregat kasar sesuai dengan sampel gradasinya
INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur • Pengujian Sampel 1. Memasukkan sampel Agregat kasar sebanyak 5.000±10 gram ke dalam mesin Los Angeles. Gambar Memasukkan Sampel Agregat Kasar 2. Memasukkan bola baja sebanyak 12 buah dengan berat total 5.000±25 gram (Gradasi A) atau 11 buah dengan berat total 4.584±25 gram (Gradasi B). Gambar Memasukkan Bola Baja
INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3. Mengunci lubang mesin Los Angeles rapat-rapat. Gambar Mengunci Mesin Los Angeles 4. Menghidupkan mesin Los Angeles dan mengatur perputaran mesin sebanyak 500 putaran (± 15 menit). Gambar Menghidupkan Mesin Los Angeles 5. Mengeluarkan sampel dari mesin Los Angeles lalu menyaring dengan saringan no. 12 (1,70 mm)
INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Menyaring Benda Uji 6. Mencuci bersih butiran yang tertahan pada saringan tersebut, selanjutnya dikeringkan dalam oven pada suhu 110±5°C sampai berat tetap. Gambar Mencuci Benda Uji Gambar Mengeringkan Benda Uji dengan Oven
INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 7. Menimbang berat benda uji lalu mencatat hasil pengujian pada formulir pengujian. Gambar Menimbang Benda Uji Gambar Mencatat Hasil Pengujian
INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur G. Diagram Alur Pengujian Menyaring agregat dengan saringan no. 12 (1,70 mm) Menimbang agregat yang tertahan saringan no. 12 Mencatat hasil pengujian pada formulir pengujian Selesai Mulai Mencuci agregat kasar Memasukkan Agregat kasar dalam oven suhu 110 ± 5 0C selama 24 jam Mengambil agregat dan membiarkan sampai suhu ruang Menimbang sampel agregat kasar sesuai dengan gradasinya pada tabel SNI Memasukkan agregat dalam mesin Los Angeles beserta bola baja sesuai dengan gradasinya Menghidupkan mesin Los Angeles dan mengatur putaran serta kecepatan Memutar mesin Los Angeles hingga 500 kali putaran Mengeluarkan agregat dan bola baja dari mesin Los Angeles
INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur H. Data Hasil Percobaan PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM DAN PENGUJIAN Nama Pekerjaan : Pelatihan Internal Teknisi Laboratorium Jenis Pengujian : Keausan Agregat Kasar dengan Mesin Abrasi Los Angeles Tanggal Pengujian : 28 – 29 September 2022 Jenis Contoh Uji : Gradasi B Suhu / Kelembaban : 30,1°C / 61% Jumlah Putaran 500 putaran 500 putaran Gradasi Pemeriksaan B B Ukuran Saringan I II Lolos Tertahan Berat (gram) (a) Berat (gram) (a) 76,2 (3”) 63,5 (2½”) - - 63,5 (2½”) 50,8 (2”) - - 50,8 (2”) 36,1 (1½”) - - 36,1 (1½”) 25,4 (1”) - - 25,4 (1”) 19,1 (¾”) - - 19,1 (¾”) 12,7 (½”) 2500,3 2500,2 12,7 (½”) 9,52 (3/8”) 2501,1 2500,6 9,52 (3/8”) 6,35 (1/4”) - - 6,35 (1/4”) 4,75 (No.4) - - 4,75 (No.4) 2,36 (No.8) - - Jumlah Berat Sampel 5001,4 5000,8 Berat Tertahan Saringan No. 12 sesudah percobaan (b) 3811,2 3782,7 Jumlah Bola 11 11 Berat Bola (gram) 4582,06 4581,95
INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur I. Analisis Data I a = 5001,4 gram II a = 5000,8 gram b = 3811,2 gram b = 3782,7 gram a – b = 1190,2 gram a – b = 1218,1 gram Keausan I − x 100% = 23,80% Keausan II − x 100% =24,36% Keausan rata-rata = + = ,+, = , % Dikerjakan oleh : Yogi Prasetya H, S.T. Dihitung oleh : Yogi Prasetya H, S.T. Diperiksa oleh : Tri Mardoko, S.T. J. Kesimpulan Dari analisa data diketahui bahwa keausan agregat kasar adalah 24,08%. Sedangkan berdasarkan ASTM C 33 (Standard Specification for Concrete Aggregates) untuk nilai keausan yang diijinkan adalah kurang dari 50 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agregat kasar yang dijadikan sampel untuk uji keausan ini memenuhi syarat sebagai penyusun beton.
INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGUJIAN ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR SNI ASTM C136 : 2012 A. Dasar Teori Agregat adalah butiran mineral yang berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran mortar (aduk) dan beton. Agregat diperoleh dari sumber daya alam yang telah mengalami pengecilan ukuran secara alamiah melalui proses pelapukan dan abrasi yang berlansung lama. Agregat dapat juga diperoleh dengan memecah batuan induk yang lebih besar. Agregat kasar (Coarse Aggregate) biasa juga disebut kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu, dengan butirannya berukuran antara 4,76 mm – 150 mm. Ketentuan agregat kasar antara lain: - Agregat kasar harus terdiri dari butiran yang keras dan tidak berpori. Agregat kasar yang butirannya pipih hanya dapat dipakai jika jumlah butir-butir pipihnya tidak melampaui 20% berat agregat seluruhnya. - Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% dalam berat keringnya. Bila melampaui harus dicuci. - Agregat kasar tidak boleh mengandung zat yang dapat merusak beton, seperti zat yang relatif alkali. - Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil alam dari batu pecah. - Agregat kasar harus lewat tes kekerasan dengan bejana penguji Rudeloff dengan beban uji 20 ton. - Kadar yang lemah jika diuji dengan goresan batang tembaga maksimal 5%. - Angka kehalusan (Fineness Modulus) untuk Coarse Aggregate antara 6–7,5.