The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan Pengujian Internal Training 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kevinleonardo89, 2023-03-02 05:21:28

LAPORAN PENGUJIAN 2021

Laporan Pengujian Internal Training 2021

INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur E. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Palu pantul, terdiri dari sebuah palu baja yang gerakannya dikendalikan oleh pegas, apabila dilepas akan memukul hulu palu yang terbuat dari baja yang kontak langsung pada permukaan beton. - Batu penggosok, terbuat dari silika karbid yang sejenis dengan tekstur butiran sedang. - Anvil penguji, silinder terbuat dari baja dan diukur dengan metode uji ASTM E 18. Umumnya, pala pantul menghasilkan angka pantul 80 ± 2 ketika diuji pada anvil. - Penggaris dan spidol/kapur untuk memberi tanda batas pada bagian beton yang akan diuji hammer. - Kuas digunakan untuk membersihkan tanda batas setelah digosok. Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian uji abgka pantul beton keras.


INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur


INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur F. Langkah Pengujian • Pemilihan permukaan uji - Elemen beton yang akan diuji harus memiliki tebal minimal 10 cm dan menyatu dengan struktur. - Permukaan beton yang akan diuji harus padat, halus, dan tidak dilapisi plesteran dan bahan pelapis lainnya. Menghindari pengujian pada daerah yang kropos, beralur, kasar, atau berporositas tinggi. - Bidang uji yang dipilih harus kering dan halus serta bebas dari tonjolan maupun lubang. - Titik bidang uji harus ditentukan sesuai dengan dimensi elemen struktur dan jumlah nilai uji yang diperlukan untuk perhitungan perkiraan kekuatan beton. • Persiapan permukaan bidang uji - Permukaan dengan tekstur yang kasar, lunak atau terkelupas mortarnya harus diratakan dengan batu penggosok. - Permukaan bekas cetakan yang sudah rata dan permukaan yang sudah halus tidak perlu digosok sebelum pengujian. - Pengujian tidak diijinkan apabila di bawah permukaan beton terdapat tulangan dengan selimut < 20 mm. - Bidang uji pada struktur yang berumur lebih dari 6 bulan harus digerinda rata sampai kedalaman 5 mm sebekum diuji, hasil ujinya akan dibandingkan dengan hasil uji beton yang berumur lebih muda.


INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur • Pengujian angka pantul beton keras - Memberi tanda batas yang jelas pada bidang uji yang akan diuji dengan minimum berukuran 200 × 200 mm². - Membersihkan permukaan bidang uji dari plesteran atau lapis pelindung lainnya. - Meratakan permukaan bidang uji apabila diperlukan dengan gerinda. - Mengarahkan pukulan yang sama pada bidang uji, apabila arah tidak horisontal, nilai lenting rerata harus dikoreksi dengan nilai inklinasi sesuai dengan petunjuk penggunaan alat. - Menyentuhkan hulu palu pada permukaan titik uji dengan posisi tegak lurus bidang uji. - Menekan hammer test secara perlahan dengan arah tegak lurus bidang uji sampai terjadi pukulan pada titik uji. - Melakukan 10 kali pukulan pada satu lokasi bidang uji dengan jarak antar titik mimimal 25 mm. - Mencatat nilai pembacaan yang ditunjukkan oleh skala alat hammer test pada formulir pengujian. Nilai pembacaan yang memiliki selisih > 5 satuan terhadap nilai rata-rata tidak boleh masuk dalam perhitungan, kemudian menghitung nilai rerata. - Mengoreksi nilai akhir rerata sesuai inklinasi pukulan apabila arah pukulan tidak horisontal. - Menghitung perkiraan nilai kuat tekan berdasarkan koreksi alat hammer test dan mengkonversi nilai kuat tekan dari N/mm² menjadi kg/cm² untuk memudahkan pelanggan dalam menentukan nilai karakteristik beton sementara. -


INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur G. Diagram Alir Pengujian Mulai Memilih permukaan bidang uji yang akan dijadikan titik pengujian angka pantul beton keras Mempersiapkan permukaan bidang uji dengan cara menghaluskan permukaan dengan batu penggosok apabila permukaannya tidak rata Memberi tanda pada permukaan bidang uji yang sudah siap dengan batas yang jelas minimal 100 ×100 mm² kemudian membersihkannya dari lapis plesteran atau lapis lainnya Menekan hammer test secara perlahan dengan arah tegak lurus pada bidang uji sampai terjadi pukulan pada titik uji Melakukan 10 kali pukulan pada bidang uji dengan jarak antar titik uji minimal 25 mm Mencatat nilai pembacaan yang ditentukan oleh skala alat hammer test pada formulir pengujian. Nilai pembacaan yang memiliki selisih > 5 dari rerata tidak boleh masuk dalam perhitungan Mengkoreksi nilai akhir sesuai inklasi pukulan apabila arah pukulan tidak horisontal Menghitung perkiraan nilai kuat tekan kubus atau silinder beton dengan menggunakan tabel atau kurva korelasi yang terdapat pada petunjuk penggunaan hammer test. Selesai


INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur H. Data Hasil Percobaan PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM DAN PENGUJIAN Nama Pekerjaan : Internal Training Laboratory Kondisi Sampel : Baik dan Cukup Tanggal Pengujian Sampel : 22 Desember 2021 R Koreksi : 80/82 Suhu / Kelembaban Ruangan : 28,72 °C / 75% No. Lokasi ANGKA PANTUL (R) ∑r Faktor Koreksi Alat R Koreksi Perkiraan Kuat Tekan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (kg/cm²) 1 18 19 19 15 13 13 16 17 16 14 16,00 0,9756 15,61 159,18 2 14 13 12 13 13 12 12 13 12 13 12,70 0,9756 12,39 126,35 3 18 14 14 18 14 16 15 16 19 18 16,20 0,9756 15,80 161,17 4 18 14 14 15 13 12 14 14 16 14 14,40 0,9756 14,05 143,26 5 15 14 15 13 15 14 15 15 16 15 14,70 0,9756 14,34 146,24 Diuji oleh : Didik Sugiarto Dihitung oleh : Rizka Anne Rukitasari, S. T. Diperiksa oleh : Tri Mardoko, S. T.


INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Dari pengujian angka pantul beton keras di lapangan diproleh hasil berikut. Tabel 1 Hasil Uji No. Lokasi ANGKA PANTUL (R) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rerata 1 18 19 19 15 13 13 16 17 16 14 16,00 2 14 13 12 13 13 12 12 13 12 13 12,70 3 18 14 14 18 14 16 15 16 19 18 16,20 4 18 14 14 15 13 12 14 14 16 14 14,40 5 15 14 15 13 15 14 15 15 16 15 14,70 I. Analisa Data Dari data yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian uji angka pantul beton keras dapat dilakukan analisa data sebagai berikut. Bidang 1 : Rerata = 18+19+19+15+13+13+16+17+16+14 10 = 16,00 N/mm² R koreksi = Rerata × F faktor koreksi alat = 16,00 × 0,9756 = 15,61 N/mm² Apabila 1 N/mm² = 10,197 kg/cm², maka Perkiraan Kuat Tekan = 15,61 × 10,197 = 159,18 kg/cm²


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Bidang 2 : Rerata = 14+13+12+13+13+12+12+13+12+13 10 = 12,70 N/mm² R koreksi = Rerata × F faktor koreksi alat = 12,70 × 0,9756 = 12,39 N/mm² Apabila 1 N/mm² = 10,197 kg/cm², maka Perkiraan Kuat Tekan = 12,39 × 10,197 = 126,35 kg/cm² Bidang 3 : Rerata = 18+14+14+18+14+16+15+16+19+18 10 = 16,20 N/mm² R koreksi = Rerata × F faktor koreksi alat = 16,20 × 0,9756 = 15,80 N/mm² Apabila 1 N/mm² = 10,197 kg/cm², maka Perkiraan Kuat Tekan = 15,80 × 10,197 = 161,17 kg/cm² Bidang 4 : Rerata = 18+14+14+15+13+12+14+14+16+14 10 = 14,40 N/mm² R koreksi = Rerata × F faktor koreksi alat = 14,40 × 0,9756 = 14,05 N/mm² Apabila 1 N/mm² = 10,197 kg/cm², maka Perkiraan Kuat Tekan = 14,05 × 10,197 = 143,26 kg/cm²


INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Bidang 5 : Rerata = 15+14+15+13+15+14+15+15+16+15 10 = 14,70 N/mm² R koreksi = Rerata × F faktor koreksi alat = 14,70 × 0,9756 = 14,34 N/mm² Apabila 1 N/mm² = 10,197 kg/cm², maka Perkiraan Kuat Tekan = 14,34 × 10,197 = 146,24 kg/cm² J. Kesimpulan Dari perhitungan data hasil pengujian angka pantul beton keras di lapangan diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 2 – Data Hasil Perhitungan Bidang Uji Nilai Kuat Tekan (kg/cm²) Bidang 1 159,18 Bidang 2 126,35 Bidang 3 161,17 Bidang 4 143,26 Bidang 5 146,24


INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGAMBILAN BETON INTI (CORE DRILL) SNI 03-2492-2002 A. Dasar Teori Core drill adalah salah satu cara untuk mengetahui kekuatan beton di lapangan dengan cara merusak struktur beton. Secara umum hasil pengujian dengan cara merusak ini, untuk mengetahui kekuatan dari beton di lapangan apakah beton tersebut masih layak atau sudah tidak layak. Core drill dilakukan ketika data-data kuat tekan di laboratorium tidak sesuai dengan syarat yang diinginkan dan pengerjaan struktur telah terlaksana. Coring beton adalah suatu pekerjaan melubangi beton bertulang atau lantai plat beton dengan menggunakan mesin Core Drill. Pekerjaan ini biasanya digunakan untuk membuat jalur air, jalur pipa, jalur kabel, ventilasi, pondasi tiang. Untuk berbagai kebutuhan lainnya dalam konstruksi bangunan maupun pengambilan uji sampel material. Pada pekerjaan coring beton bertulang ini meliputi pengeboran beton bertulang, plat lantai, dinding beton, aspal, tanah, ducting AC, plumbing dan shaft. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk pengeboran bangunan. Seperti, pabrik, apartemen, ruko, hotel, jembatan, jalan, dermaga dan berbagai macam bentuk bangunan lainnya. Beberapa ketentuan dalam melakukan pengujian dengan cara core drill, antara lain: 1. Faktor pengali C0 (akibat arah pengeboran ) Arah Pengambilan Benda Uji C0 Horisontal (tegak lurus pada arah tinggi struktur beton) 1 Vertikal (Sejajar arah tinggi struktur beton) 0,92


INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 2. Faktor pengali C1 (berhubungan dengan rasio panjang sesudah diberi lapisan untuk kaping (l) dengan diameter (Ø) dari benda uji) Rasio panjang terhadap diameter (L'/Ø) Faktor Koreksi Kekuatan (C1) 1.75 0.98 1.50 0.96 1.25 0.93 1.00 0.87 3. Faktor pengali C2 ( Akibat adanya kandungan tulangan besi dalam benda uji beton inti yang letaknya tegak lurus terhadap sumbu benda uji) Apabila kandungan tulangan besi yang letaknya tegak lurus pada sumbu benda uji hanya satu batang, maka : 2 = 1,0 + 1,5( ∅ × ℎ ) Di mana : D = diameter batang tulangan (mm) Φ = diameter rata-rata benda uji (mm) h = jarak terpendek antara sumbu tulangan dengan ujung benda uji (mm) l = panjang benda uji sebelum diberi lapisan untuk kaping (mm)


INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Apabila kandungan tulangan besi yang letaknya tegak lurus pada sumbu benda uji jumlahnya lebih dari satu batang, maka : ⚫ Untuk benda uji dengan kandungan dua buah tulangan besi, apabila jarak antara dua tulangan > d terbesar, C2 ditentukan menurut rumus berikut : 2 = 1,0 + 1,5 ∑( × ℎ) ∅ × Di mana : D = diameter batang tulangan (mm) Φ = diameter rata-rata benda uji (mm) h = jarak terpendek antara sumbu batang tulangan dengan ujung benda uji (mm) L = panjang benda uji sebelum diberi lapisan untuk kaping (mm) Untuk benda uji dengan kandungan dua buah tulangan besi, apabila jarak antara dua tulangan < d terbesar C2 ditentukan menurut rumusyang paling awal dimana yang diperhitungkan hanya satu buah tulangan yang memberikan nilai (d×h) terbesar. 4. Evaluasi dan penerimaan mutu beton SNI 03-28447-2002 tidak mendasarkan peerimaan mutu beton pada saat pelaksanaan pekerjaan (berjalannya proyek) dari perhitungan standar deviasi, ini adalah perbedaan utama SNI ini dengan PBI. Penerimaan mutu beton untuk benda uji yang dirawat di laboratorium:


INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur ⚫ Rata - rata dari 3 (tiga) nilai kuat tekan uji yang berurutan tidak boleh ada yang kurang dari nilai fc’ ⚫ Rata-rata dari dua 2 (dua) nilai kuat tekan uji yang dirawat di lapangan adalah tidak boleh kurang dari nilai (fc’ -3,5 Mpa) Ketentuan untuk mutu beton dari benda uji yang dirawat di lapangan, adalah tidak boleh kurang dari 85% kuat tekan atau mutu beton yang dirawat di laboratorium B. Tujuan Pengujian Mengetahui prosedur standart pengambilan dan pengujian spesimen untuk menentukan kekuatan tekan, kekuatan tarik belah dan kekuatan lentur beton di lapangan pekerjaan. C. Acuan SNI 03-2492-2002 Metode Pengambilan dan Pengujian Beton Inti SNI 2492 : 2018 (ASTM C42/C42M-13, IDT) D. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Core Drill Machine - Pencapit sampel, kunci pas, sponge - Jangka Sorong / Calliper - Road Barrier - Cetok


INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Bahan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Agregat Kasar - Agregat Halus - Semen Sika - Air Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian analisa saringan agregat halus : Gambar Core Drill Machine Gambar Capit Sampel dan Kunci Pas Campuran Beton Gambar Mata Bor Gambar Tangki Air


INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Moda Transportasi Gambar Kotak Penyimpanan Sampel Gambar Road Barrier Gambar Agregat Kasar dan Agregat Halus Gambar Semen Sika


INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur E. Prosedur Kerja 1. Penentuan Titik Lokasi dan Jarak Sampling Persimpangan, jalan masuk, penyebrangan, jalur ramp dan sebagainya digolongkan sebagai satu bagian,dan ketebalan setiap unit harus diukur tersendiri. Daerah yang tidak beraturan dapat dianggap termasuk dalam bagian lain. Teknisi Sampling memilih saru core drill untuk setiap maksimal 100 m jarak setiap titik station (STA) dan/atau setiap 1000 m2 ruas jalan. 2. Pengambilan Beton Inti Perbandingan ukuran agregat maksimum dalam beton dengan diameter beton inti harus lebih besar dari 1:3 atau diameter benda uji beton inti untuk uji kuat tekan harus lebih dari 3 kali ukuran nominal maksimum dan agregat kasar dalam beton keras. Benda uji beton inti yang akan digunakan untuk menguji kekuatan harus diambilkan dari beton keras yang umurnya tidak boleh kurang dari 14 hari. Sebelum memutuskan untuk melakukan pengeboran beton inti, perlu mempertimbangkan terlebih dahulu tujuan pengujian dan penginterprestasian data. 3. Imipikasi Struktural Hasil dari pengambilan beton inti terdahulu harus di pertimbangkan dan beton inti harus diambil: ⚫ Pada titik yang jauh dan sambungan atau bagian tepi dan elemen struktur dari pada tempat-tempat yang sedikit mungkin atau tidak ada tulangan ⚫ Tegak lurus pada komponen struktur beton yang posisi horizontal /vertikal, harus di pilihkan pada tempat yang tidak boleh membahayakan struktur, tidak boleh terlalu dekat dengan sambunungan.


INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 4. Pengeboran Jika tidak ditetapkan, pengeboran beton inti harus tegak lurus pada permukaan sedemikian rupa sehingga tidak merusak beton inti. Posisi alat bor harus dijaga agar tidak berubah posisi atau bergoyang selama pengeboran. Setelah selesai, tutup kembali lubang bekas pengambilan sample beton dengan menggunakan campuran beton. 5. Penandaan dan Indentitfikasi Setelah pengeboran, pada setiap beton inti harus dibersihkan dan diberi tanda. Lokasi dan orientasi pada elemen beton tempat pengeboran harus di catat. Bila telah dihasilkan sejumlah benda uji beton inti secara berturut-turut, harus diberi tanda pada setiap benda uji yang menunjukkan posisi dan orientasinya. 6. Tulangan Sedapat mungkin dihindari pengeboran melalui tulangan. Pastikan bahwa beton inti untuk penentuan kuat tekan beton tidak mengandung batang tulang di dalamnya, atau dekat dengan arah sumbu longitudinal. Apabila terdapat tulangan besi pada benda uji beton inti posisinya harus tegak lurus terhadap sumbu benda uji. Jumlah tulangan besi dalam benda uji beton inti tidak boleh dari 2 batang. 7. Pengamatan Visual Pemerikasaan secara visual dan benda uji beton inti dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kelainan. Benda uji yang cacat karena terlalu banyak terdapat rongga, adanya serpihan / agregat kasar yang lepas, tulaangan besi yang lepas dan ketidakteraturan dimensi, tidak boleh digunakan untuk uji kuat tekan.


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 8. Perawatan - Memeriksa oli mesin dengan cara mesin dimiringan 90°. - Membuka baut tongkat penduga dan kemudian memperhatikan ketinggian oli, dimana pada as tongkat penduga terdapat btas ketinggian oli maksimum dan minimum. - Apabila oli mesin berada di bawah batas minimum, perlu segera ditambahkan oli sampai mencapai batas maksimum dan kemudian mengeratkan kembali baut tongkat penduga, menegakkan mesin kembali. - Apabila terjadi kemacetan, dimana ciri-cirinya mesin tidak bisa dinyalakan secara manual, maka membuka businya kemudian pada lubang busi dimasukan oli kurang lebih 10 cc dan menyalakan secara manual dengan pelan - pelan. Bila oli sudah meresap ke sela - sela piston, maka mesin terasa lebih mudah dinyalakan secara manual. - Memasang kembali businya, tetapi sebelum busi dipasang membersihkan busi itu terlebih dahulu dengan bensin dan amplas. - Mesin siap dinyalakan kembali.


INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur F. Langkah Pengujian Pengujian Core Drill Beton Inti - Menyiapkan alat dan bahan uji dan memasang road barrier sebagai pembatas jalan dan penanda bahwa sedang ada pekerjaan jalan. Gambar Memasang road barrier - Mengukur panjang konstruksi jalan dengan meteran. - Meletakkan mesin pada lokasi yang akan diambil sample (STA). Gambar Meletakkan mesin pada STA pengambilan sampel


INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Memastikan dudukan mesin kokoh dengan bantuan baut statis dan menurunkan semua bautnya hingga mengikat kuat pada permukaan jalan. - Mengisi tangki bahan bakar dengan jenis yang sesuai. Gambar Mengisi tangki bahan bakar - Memeriksa oli mesin, apabila oli berada dibawah minimum, menambahkan oli mesin hingga mencapai batas maksimum - Melumasi sekrup pengangkatan dan as peluru dengan grease - Memasang mata bor dengan kunci yang tersedia - Mengalirkan air melalui selang menuju mata bor. Hal ini untuk menjaga supaya mata bor tidak cepat aus.


INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Mengalirkan air melalui selang menuju mata bor - Memasang Core Drill dengan arah vertical atau tegak lurus benda uji - Menghidupkan mesin dengan jarak menarik tali tuas dengan kuat dan mengatur gas agar mata bor dapat berputar dengan stabil. Gambar Menarik tali tuas - Kemudian, melakukan pengeboran pada plat beton yang telah disiapkan untuk mengambil benda uji.


INTERNAL TRAINING 2021 13 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Catatan : Selama pengeboran, usahakan air selalu mengalir pada mata bor untuk membantu proses pengeboran dengan mata bor agar botol tidak panas - Memutar tuas pemutar dengan arah berlawanan dengan jarum jam, sehingga mata bor dapat turun pada kedalaman yang diinginkan. Gambar Memutar tuas Apabila kedalaman yang diinginkan sudah tercapai, memutar tuas angkel searah jarum jam untuk menaikkan mata bor. - Setelah pengeboran selesai kemudian mematikan mesin dengan menekan tombol, dan menikkan baut pengunci statis kembali serta melepas mata bor. - Mengambil sampel pada lubang uji dengan capit.


INTERNAL TRAINING 2021 14 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Mengambil sampel dengan capit - Mengeringkan lubang bekas uji dengan sponge agar permukaan kembali kering. Gambar Mengeringkan lubang dengan sponge - Menutup lubang dengan campuran beton yang dibuat sampai merata ke permukaan. Gambar Menutup lubang uji


INTERNAL TRAINING 2021 15 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Menutup lubang bekas uji - Memberi kode STA atau segmen / haluan pada sampel uji dengan spidol warna putih. Gambar Memberi kode pada sampel uji


INTERNAL TRAINING 2021 16 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur G. Diagram Alir Mulai Persiapan Pengambilan Contoh Uji Beton : - Memastikan lokasi pengambilan contoh uji - Mengecek kelayakan moda transportasi - Mengecek oli, busi, dan mata bor pada mesin core drill - Mengisi air pada tangki - Mengecek kelengkapan alat (capit, penumbuk, kotak sampel, dll) - Menyiapkan agregat kasar, agregat halus, dan sika untuk menutup lubang uji Selesai Pengambilan Contoh Uji Beraspal: - Mencatat koordinat lokasi pengambilan contoh uji pada form berita acara lapangan - Memasang road barrier sebagai rambu pembatas jalan - Mengukur panjang dan lebar konstruksi dan mengkonfirmasi titik pengambilan contoh uji pada pengawas lapangan - Meletakkan alat pada STA dan memastikan dudukan mesin kokoh - Mengalirkan agar mata bor tidak cepat aus - Menghidupkan mesin dan memutar tuas berlawanan arah jarum jam untuk menurunkan mata bor sesuai kedalaman tertentu - Mematikan mesin dan menaikkan mata bor - Mengambil contoh uji menggunakan capit, mengelap, dan memberi kode STA/haluan kemudian mencatatnya pada formulir - Menyimpan contoh uji pada kotak penyimpanan - Menutup lubang hasil pengambilan contoh uji dengan campuran beton (agregat kasar, agregat halus, semen sika, air) Perawatan Mesin Core Drill : - Mengecek oli mesin dengan melihat stick oli apabila sudah mencapai batas terendah, maka perlu diisi sampai mencapai batas maksimum - Mengecek busi, apabila terjadi macet pada alat maka perlu diganti - Mengecek mata bor, apabila sudah mengalami aus maka perlu diganti


INTERNAL TRAINING 2021 17 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT PELAKSANA TEKNIS LABORATORIUM DAN PENGUJIAN H. Data Hasil Percobaan BERITA ACARA PELAKSANAAN PENGAMBILAN CORE DRILL BETON/ASPAL Pada hari ini, ………… tanggal………bulan………tahun Dua ribu………………. Petugas Laboratorium dan Pengujian Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang bersama-sama dengan : 1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) 3. Pengawas Lapangan 4. Penyedia Jasa Telah mengadakan dan menyaksikan pelaksanaan Core Drill Aspal / Beton pada, Pekerjaan : Koordinat : Suhu : Kelembaban : Pelaksana : Konstruksi : Jumlah Sampel / Titik : Kemudian dalam pelaksanaan yang telah disepakati bersama Core Drill Aspal / Beton tersebut telah diperoleh Hasil Sampling. Demikian berita acara kami buat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Penyedia Jasa / Pelaksana Semarang, ……………………………………. CV / PT. …………………………… Petugas Laboratorium dan Pengujian Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang (………………………………………) 1. ……………………………………………. 2. ……………………………………………. Pihak – Pihak yang Menentukan Titik Dan Pengukuran Ketebalan Beton / Aspal 1. ……………………………….. : ……………………………. ……………………………….. 2. ……………………………….. : ……………………………. ……………………………….. Nomor Formulir FR-7.3.3/UPTD-LAB/II.2019 Tanggal Pembuatan 21 Februari 2019 No. Revisi 04 Tanggal Revisi 30 Mei 2022 Tanggal Pengesahan 30 Mei 2022 Disahkan Oleh Kepala UPTD Laboratorium dan Pengujian Nama Formulir Berita Acara Pengambilan Sampel Core Drill Beton/Aspal Halaman 1 dari 3


INTERNAL TRAINING 2021 18 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGUJIAN BETON INTI SNI 03- 2492-2002 1. Dasar Teori Pengukuran beton inti hasil core drill dilakukan setelah proses pengambilan contoh uji beton inti selesai dilakukan. Pengukuran yang dilakukan adalah ketebalan dan dilakukan di laboratorium sesuai ketentuan ASTM C 174 / C 174 M – 97. Untuk satu contoh uji beton inti dilakukan minimal 9 kali pengukuran pada titik yang berbeda, kemudian dari nilai 9 titik tersebut dihitung rata-ratanya maka dapat diambil kesimpulan apakah hasil kuantitatif ketebalan sesuai dengan spesifikasi. 2. Tujuan Pengujian Mengetahui kegiatan dalam metode pengujian sampel uji campuran beton inti 3. Acuan SNI 03-2492-2002 Metode Pengambilan dan Pengujian Beton Inti ASTM C 174/C 174 M - 97 Standart Test Method for Measuring Thickness of Concrete Elements Using Drilled Concrete Cores 4. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : ⚫ Digimatic Calliper ⚫ Gauge Block ⚫ White Paint Marker / Spidol Warna Putih ⚫ Penggaris Mistar 30 cm


INTERNAL TRAINING 2021 19 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian analisa saringan agregat halus : Gambar Sampel Beton Inti Gambar Digimatic Caliper Gambar Gauge Block Gambar Penggaris Mistar Gambar White Paint Marker


INTERNAL TRAINING 2021 20 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 5. Prosedur Kerja - Sebelum melakukan pengukuran, memastikan beton inti memiliki ukuran diameter minimum 100 mm. Melalukan verifikasi alat ukur supaya kesalahan (error) yang disebabkan oleh ketidaksempurnaan mekanis dari alat dapat diketahui. Ketika ditemukan kesalahan (error) lebih dari 0,25 mm (0,01 inchi), melakukan koreksi yang sesuai dengan alat ukur. Gambar Memverifikasi calliper dengan gauge block - Menempatkan sampel di alat uji pada permukaan sampel yang rata sehingga mewakili ujung permukaan perkerasan slab sampel core drill. - Menggambar pola garis pengukuran dengan spidol putih dan penggaris. Gambar Menggambar pola pengukuran


INTERNAL TRAINING 2021 21 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Melalukan 9 (sembilan) kali pengukuran tebal sampel, satu diposisi tengah dan sisanya didelapan posisi lainnya dengan interval yang sama. Gambar Mengukur ketebalan sampel beton - Mencatat nilai hasil pengukuran sampel beton inti. Gambar Mencatat hasil pengukuran


INTERNAL TRAINING 2021 22 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menentukan ketebalan rata-rata dari beton inti yang telah disiapkan sebelum pengujian menggunakan Digimatic Caliper dengan ketelitian 1 mm (0,05 in) sesuai ASTM C1542/C1542M atau prosedur sesuai ASTM C174/174M. Jika selama pengukuran ditemukan satu atau lebih titik pengukuran permukaan sampel tidak mewakili bidang umum ujung inti karena proyeksi kecil, Sampel harus diputar sedikit porosnya dan dilakukan sembilan pengukuran sampel di posisi yang baru dengan inti dari perkerasan ditempatkan diatas agregat, ketentuan di atas seringkali tidak dapat dipenuhi karena banyaknya sampel pada rongga permukaan bawah tidak rata - Melakukan verifikasi alat caliper menggunakan gauge block setiap pengukuran sebanyak 20 sampel.


INTERNAL TRAINING 2021 23 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Pekerjaan : Internal Training Laboratory Parameter : Core Drill Beton Lokasi Pekerjaan : Betonisasi Jalaan Karangrejo V RT.03 RW. 05 Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk Koordinat : Lat. -6,968052° Long 110.474152° Diterima Tanggal : 18 Juli 2021 Diuji Tanggal : 19 Juli 2021 Kondisi Sampel : BAIK - DIBAWA OLEH TEKNISI LABORATORIUM Suhu / Kelembaban : 27,75 ℃ / 71 % Diuji oleh : Apfernando Dwi Hanggara Yuda Diukur oleh : Apfernando Dwi Hanggara Yuda Diperiksa oleh : Tri Mardoko NO SEGMEN / STA HALUAN TEBAL BETON (cm) 1 SEGMEN 2 KI 15, 70 15, 18 15, 24 15, 30 15, 26 15, 28 15, 26 15, 31 15, 27 2 SEGMEN 8 T 17,48 17, 60 17, 47 17, 51 17, 61 17, 48 17, 45 17, 50 17, 54 3 SEGMEN 17 KA 17, 08 17, 17 17, 24 17, 16 17, 14 17, 21 17, 24 17, 18 17, 20 UPTD LABORATORIUM DAN PENGUJIAN DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA SEMARANG


INTERNAL TRAINING 2021 24 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 2.1. Analisis Data Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengukuran 9 (sembilan) titik yang berbeda, maka dapat dihitung rata-rata sebagai berikut. Rerata Segmen 2 = 15,70+15,18+15,24+15,30+15,26+15,28+15,26+15,31+15,27 9 = 15,31 cm Rerata Segmen 8 = 17,48+17,60+17,47+17,51+17,61+17,48+17,45+17,50+17,54 9 = 17,52 cm Rerata Segmen 17 = 17,08+17,17+17,24+17,16+17,14+17,21+17,24+17,18+17,20 9 = 17,18 cm 2.2. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan, maka didapat kesimpulan sebagai berikut. NO. SEGMEN HALUAN RERATA 1 Segmen 2 KI 15,31 2 Segmen 8 T 17,52 3 Segmen 17 KA 17,18


INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur TATA CARA PENGAMBILAN CONTOH UJI CAMPURAN BERASPAL (CORE DRILL ASPHALT) IK. 7.5/UPTDLAB/III/2019 3.1. Dasar Teori Pengambilan contoh uji sama pentingnya dengan pengujian karena berkaitan dengan pengendalian mutu, dan pengambil contoh uji harus melakukan segala upaya untuk mendapatkan estimasi yang dapat diterima yang mewakili sifat asli dan kondisi bahan. Contoh uji merupakan suatu kuantitas bahan dengan ukuran sesuai yang akan diuji sehingga menghasilkan perkiraan kualitas rata-rata yang dapat diterima dari suatu unit. Data dari pengujian ini merupakan alat untuk menilai kualitas produksi apakah memenuhi syarat atau tidak, maka dari itu pengujian harus dilakukan dengan prosedur yang benar. Salah satu kesalahan yang besar dalam menguji bahan adalah kegagalan untuk mengambil contoh uji yang mewakili. 3.2. Tujuan Pengujian - Untuk mendapatkan estimasi yang mewakili kondisi bahan - Untuk pengendalian produk pada sumber produksi - Untuk pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan 3.3. Ruang Lingkup Metode ini mencakup ketentuan tentang cara pengambilan contoh uji campuran beraspal di lapangan (core drill asphat).


INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3.4. Metode Acuan - SNI 6980 : 2014 Tata Cara Pengambilan Contoh Uji Campuran Beraspal - SNI 03 : 6868 : 2002 Tata Cara Pengambilan Contoh Uji Secara Acak untuk Bahan Konstruksi - IK. 7.5/UPTDLAB/III/2019 Metode Sampling Core Drill Aspal 3.5. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengambilan contoh uji antara lain : - Road Barrier - Core Drill Machine - Sekop - Capit - Cetok - Sponge - Ember - Alat pemadat Bahan yang digunakan dalam pengambilan contoh uji antara lain : - HRS (Hot Rolled Sheet) atau Lataston (Lapis Tipis Aspal Beton) Berikut ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian core drill asphalt


INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Core Drill Machine Gambar Mata Bor Gambar Moda Transportasi Gambar Tangki Air Gambar Kotak Penyimpanan Gambar Alat Pemadat


INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3.6. Langkah Pengujian • Persiapan Pengambilan Contoh Uji - Menyusun jadwal pengambilan contoh uji sesuai dengan antrian pendaftaran. - Menghubungi pelanggan untuk memastikan lokasi dan memberitahukan jadwal pengambilan contoh uji. - Mengecek kondisi moda transportasi yang akan digunakan untuk pengambilan contoh uji di lapangan. - Mengisi tangki mesin dengan bahan bakar yang sesuai. - Mengecek stick oli, apabila oli berada di bawah batas minimum stick oli maka tambahkan oli sampai mencapai batas maksimum. - Melumasi sekrup pengangkatan dan as peluru dengan grease kemudian memasang mata bor dengan kunci pas. - Mengecek persediaan air pada tangki air dan apabila sudah mencapai batas minimal, maka isi tangki dengan air dan meletakkan pada tempat yang lebih tinggi dari mesin. - Menyiapkan bahan HRS (Hot Rolled Sheet) atau Lataston (Lapis Tipis Aspal Beton) untuk menutup lubang pengambilan contoh uji. - Mengecek kelengkapan alat yang akan digunakan untuk pengambilan contoh uji, termasuk mata bor cadangan.


INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur • Pengambilan Contoh Uji di Lapangan - Mencatat titik koordinat lokasi pengambilan contoh uji di lapangan pada Formulir Berita Acara Lapangan. - Memasang road barrier sebagai pembatas dan tanda bahwa sedang ada pekerjaan di jalan. - Mengukur panjang pekerjaan konstruksi dengan meteran. Gambar Mengukur panjang konstruksi dengan meteran - Mengkonfirmasi pada pengawas lapangan mengenai titik pengambilan contoh uji (STA/haluan). - Meletakkan mesin pada STA (Sustainable Transport Award) yang akan diambil contoh uji. - Memastikan dudukan mesin kokoh dengan bantuan baut statis kemudian turunkan semua bautnya sampai pada permukaan jalan. - Mengalirkan air melalui selang menuju mata bor dengan tujuan agar mata bor tidak cepat aus.


INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Mengalirkan air dengan selang menuju mata bor - Menghidupkan mesin dengan cara menarik tali tuas dan mengatur gas agar mata bor dapat berputar stabil. - Memutar tuas pemutar dengan arah berlawanan jarum jam sehingga mata bor dapat turun sesuai ketinggian yang dibutuhkan. Gambar Memutar tuas pemutar berlawanan arah jarum jam


INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Mematikan mesin kemudian memutar tuas pemutar searah jarum jam untuk menaikkan mata bor. Gambar Memutar tuas searah jarum jam - Mengambil contoh uji menggunakan capit, mengeringkan dengan lap kemudian memberi kode contoh uji sesuai dengan STA dan lajur pengambilan contoh uji. Gambar Mengambil contoh uji dengan capit


INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menyimpan contoh uji pada kotak penyimpanan. - Mencatat kode contoh uji (STA dan haluan) pada berita acara dan meminta pengesahan dari pihak yang terlibat di lapangan. - Menghilangkan air pada lubang pengambilan contoh uji menggunakan sponge. - Menutup lubang hasil pengambilan contoh uji campuran beraspal dengan bahan yang sudah disiapkan (HRS atau Lastaton), kemudian menumbuk dengan alat penumbuk. Gambar Menumbuk HRS untuk menutup lubang contoh uji • Perawatan Core Drill Machine - Mengecek oli mesin dengan cara membuka penutup oli dan melihat stick oli. Apabila oli mesin berada di bawah batas minimum stick oli, maka tambahkan oli sehingga mencapai batas maksimum. - Mengecek busi apabila terjadi kemacetan dan mati perlu diganti. - Mengecek mata bor apabila sudah aus maka perlu diganti.


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3.7. Diagram Alir Pengujian Mulai Persiapan Pengambilan Contoh Uji Beraspal : - Memastikan lokasi pengambilan contoh uji - Mengecek kelayakan moda transportasi - Mengecek oli, busi, dan mata bor pada mesin core drill - Mengisi mesin core drill dengan bahan bakar - Mengisi air pada tangki - Mengecek kelengkapan alat (capit, penumbuk, kotak sampel, dll) - Menyiapkan HRS untuk menutup lubang uji Selesai Pengambilan Contoh Uji Beraspal: - Mencatat koordinat lokasi pengambilan contoh uji pada form berita acara lapangan - Memasang road barrier sebagai rambu pembatas jalan - Mengukur panjang dan lebar konstruksi dan mengkonfirmasi titik pengambilan contoh uji pada pengawas lapangan - Meletakkan alat pada STA dan memastikan dudukan mesin kokoh - Mengalirkan agar mata bor tidak cepat aus - Menghidupkan mesin dan memutar tuas berlawanan arah jarum jam untuk menurunkan mata bor sesuai kedalaman tertentu - Mematikan mesin dan menaikkan mata bor - Mengambil contoh uji menggunakan capit, mengelap, dan memberi kode STA/haluan kemudian mencatatnya pada formulir - Menyimpan contoh uji pada kotak penyimpanan - Menutup lubang hasil pengambilan contoh uji dengan HRS, kemudian menumbuknya Perawatan Mesin Core Drill : - Mengecek oli mesin dengan melihat stick oli apabila sudah mencapai batas terendah, maka perlu diisi sampai mencapai batas maksimum - Mengecek busi, apabila terjadi macet pada alat maka perlu diganti - Mengecek mata bor, apabila sudah mengalami aus maka perlu diganti


INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT PELAKSANA TEKNIS LABORATORIUM DAN PENGUJIAN 3.8. Data Hasil Pengujian BERITA ACARA PELAKSANAAN PENGAMBILAN CORE DRILL BETON/ASPAL Pada hari ini, ………… tanggal………bulan………tahun Dua ribu………………. Petugas Laboratorium dan Pengujian Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang bersama-sama dengan : 1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) 3. Pengawas Lapangan 4. Penyedia Jasa Telah mengadakan dan menyaksikan pelaksanaan Core Drill Aspal / Beton pada, Pekerjaan : Koordinat : Suhu : Kelembaban : Pelaksana : Konstruksi : Jumlah Sampel / Titik : Kemudian dalam pelaksanaan yang telah disepakati bersama Core Drill Aspal / Beton tersebut telah diperoleh Hasil Sampling. Demikian berita acara kami buat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Penyedia Jasa / Pelaksana Semarang, ……………………………………. CV / PT. …………………………… Petugas Laboratorium dan Pengujian Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang (………………………………………) 1. ……………………………………………. 2. ……………………………………………. Pihak – Pihak yang Menentukan Titik Dan Pengukuran Ketebalan Beton / Aspal 1. ……………………………….. : ……………………………. ……………………………….. 2. ……………………………….. : ……………………………. ……………………………….. Nomor Formulir FR-7.3.3/UPTD-LAB/II.2019 Tanggal Pembuatan 21 Februari 2019 No. Revisi 04 Tanggal Revisi 30 Mei 2022 Tanggal Pengesahan 30 Mei 2022 Disahkan Oleh Kepala UPTD Laboratorium dan Pengujian Nama Formulir Berita Acara Pengambilan Sampel Core Drill Beton/Aspal Halaman 1 dari 3


INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur TATA CARA PENGUKURAN CAMPURAN BERASPAL IK. 7.3/UPTDLAB/III/2019 5.1. Dasar Teori Pengukuran campuran beraspal dilakukan setelah proses pengambilan contoh uji campuran beraspal selesai dilakukan. Pengukuran yang dilakukan adalah ketebalan dan dilakukan di laboratorium sesuai ketentuan ASTM C 174 / C 174 M – 97. Untuk satu contoh uji campuran beraspal dilakukan minimal 9 kali pengukuran pada titik yang berbeda, kemudian dari nilai 9 titik tersebut dihitung rata-ratanya maka dapat diambil kesimpulan apakah hasil kuantitatif ketebalan sesuai dengan spesifikasi. 5.2. Tujuan Pengujian Untuk mendapatkan nilai ketebalan dari sampel campuran beraspal hasil pengambilan di lapangan . 5.3. Ruang Lingkup Metode ini mencakup tentang cara pengukuran ketebalan contoh uji campuran beraspal di laboratorium. 5.4. Metode Acuan - ASTM C174/C 174 M–97 Standard Test Method for. Measuring Thickness of Concrete Elements Using Drilled Concrete Cores - IK. 7.3/UPTDLAB/III/2019 Metode Pengujian Core Drill Aspal


INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 5.5. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengambilan contoh uji antara lain : - Jangka Sorong (Calliper) - Gauge Block - Penggaris - Spidol Putih Berikut ini adalah gambar alat untuk pengukuran contoh uji core dril aspal. Gambar Calliper Measurement Gambar Gauge Block


INTERNAL TRAINING 2021 13 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 5.6. Langkah Pengujian • Persiapan Pengambilan Contoh Uji - Melakukan kalibrasi alat ukur supaya kesalahan / error pada ketidaksempurnaan alat dapat diketahui. Apabila ditemukan koreksi > 0,25mm maka perlu mencantumkan dan memperhitungkan nilai koreksi pada hasil pengukuran. • Pengambilan Contoh Uji di Lapangan - Menempatkan contoh uji campuran beraspal pada permukaan yang rata, untuk mewakili permukaan perkerasan slab contoh uji, kemudian menempatkan contoh uji langsung di posisi tengah ujung atas. - Menggambar garis pola pengukuran pada contoh uji campuran beraspal dengan penggaris dan spidol berwarna putih. Gambar Menggambar garis pola pengukuran


INTERNAL TRAINING 2021 14 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Melakukan 9 (sembilan) kali pengukuran pada pola yang berbeda untuk setiap contoh uji campuran beraspal. Gambar Melakukan 9 (sembilan) kali pengukuran - Mencatat nilai hasil pengukuran sesuai STA / haluan pada formulir pengujian. Gambar Mencatat nilai hasil pengukuran


INTERNAL TRAINING 2021 15 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 5.7. Diagram Alir Pengujian Mulai Mengecek calliper menggunakan gauge block, apabila nilai koreksi melebihi toleransi maka perlu dicantumkan dan diperhitungkan pada hasil pengukuran Selesai Melakukan 9 (sembilan) kali pengukuran pada pola yang sudah ditandai dari setiap contoh uji campuran beraspal Menempatkan contoh uji campuran beraspal pada permukaan yang rata Menggambar pola pengukuran pada contoh uji campuran beraspal menggunakan penggaris dan spidol putih Mencatat nilai hasil pegukuran sesuai STA / haluan pada formulir pengujian


INTERNAL TRAINING 2021 16 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 5.8. Data Hasil Percobaan PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM DAN PENGUJIAN Lokasi Pengambilan : Jl. Sawunggaling Timur No. 20-29 RT. 01 RW. 15, Kel. Padangsari Titik Koordinat : S 7°04’24,4416” E 110° 26’ 0,546” Tanggal Pengambilan Sampel : 18 Mei 2021 Kondisi Sampel : Baik / Cukup Tanggal Pengujian Sampel : 19 Mei 2021 Suhu / Kelembaban Ruangan : NO. SEGMEN HALUAN KETERANGAN 1 0 + 25 KI 1 3,28 4 3,18 7 3,27 2 3,33 5 3,40 8 3,34 3 3,25 6 3,38 9 3,33 2 0 + 75 T 1 3,35 4 3,22 7 3,37 2 3,18 5 3,31 8 3,28 3 3,28 6 3,45 9 3,28 3 0 + 100 KA 1 3,45 4 3,39 7 3,50 2 3,22 5 3,39 8 3,49 3 3,39 6 3,28 9 3,35 Diukur oleh : Apfernando Dwi Hanggara Yuda, S. I. Kom. Dihitung oleh : Apfernando Dwi Hanggara Yuda, S. I. Kom. Diperiksa oleh : Tri Mardoko, S. T.


INTERNAL TRAINING 2021 17 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 5.9. Analisis Data Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengukuran 9 (sembilan) titik yang berbeda, maka dapat dihitung rata-rata sebagai berikut. Rerata Sampel 1 = 3,28+3,33+3,25+3,18+3,40+3,38+3,27+3,34+3,33 9 = 3,31 Rerata Sampel 2 = 3,35+3,18+3,28+3,22+3,31+3,45+3,37+3,28+3,50 9 = 3,30 Rerata Sampel 3 = 3,45+3,22+3,39+3,39+3,39+3,28+3,50+3,49+3,35 9 = 3,38 5.10. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan, maka didapat kesimpulan sebagai berikut. NO. SEGMEN HALUAN RERATA 1 0 + 25 KI 3,31 2 0 + 75 T 3,30 3 0 + 100 KA 3,38


Click to View FlipBook Version