The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan Pengujian Internal Training 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kevinleonardo89, 2023-03-02 05:21:28

LAPORAN PENGUJIAN 2021

Laporan Pengujian Internal Training 2021

INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Jenis agregat kasar yang umum adalah: - Batu pecah alami: Bahan ini didapat dari cadas atau batu pecah alami yang digali. - Kerikil alami: Kerikil didapat dari proses alami, yaitu dari pengikisan tepi maupun dasar sungai oleh air sungai yang mengalir. - Agregat kasar buatan: Terutama berupa slag atau shale yang biasa digunakan untuk beton berbobot ringan. - Agregat untuk pelindung nuklir dan berbobot berat: Agregat kasar yang diklasifikasi disini misalnya baja pecah, barit, magnatit dan limonit. Agregat kasar merupakan kerikil sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm (No. 4) sampai 40 mm (1,5 inch). Berat jenis merupakan perbandingan massa suatu bahan dengan massa air pada isi dan temperatur yang sama. A = 1 2 Keterangan : A = berat setiap ukuran pada jumlah bahan uji total W1 = berat setiap fraksi yang lolos saringan 4,75 mm (No.4) W2 = berat bagian yang berkurang bahan uji lolos saringan 4,75 mm (No. 4) B = berat jumlah agregat halus dari agregat gabungan


INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur B. Tujuan Pengujian Menentukan gradasi material berupa agregat kasar dengan menggunakan saringan. C. Ruang Lingkup Metode uji ini meliputi penentuan pembagian ukuran partikel agregat kasar dengan penyaringan D. Metode Acuan SNI ASTM C136:2012 Pengujian Analisa Saringan Agregat Kasar E. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Timbangan (Digital Electronic Balance) 5000 gram - Kuas - Wall Scraper - Saringan (19,1 mm (3 /4 inci), 12,7 mm (1 /2 inci), 9,25 mm (3 /8 inci), 4,75 mm (no. 4) no. 16), 0,6 mm (no. 30), 0,3 mm (no. 50), 0,15 mm (no. 100), 0,075 mm (no.200), Pan). - Pengguncang Saringan Mekanis (Sieve Shaker Machine) - Oven dengan pengatur suhu 110 ± 5 °C - Wadah atau pan


INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Di bawah ini adalah gambar alat dalam pengujian analisa saringan agregat halus : Gambar Kuas Gambar Pan / Wadah Gambar Wall Scraper Gambar Shieve Shaker Set Gambar Timbangan


INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Bahan yang digunakan dalam pengujian diperoleh berdasarkan ketentuan berikut. Benda uji diperoleh sistem seperempat banyak. Berat masing – masing bahan uji : Course Agregat (CA) : ± 1500 gr Medium Agregat (MA) : ± 1500 gr Fine Agregat (FA) : ± 500 gr F. Langkah Pengujian • Persiapan Sampel - Menyiapkan bahan uji berupa sampel agregat kasar – Jumlah contoh uji agregat kasar harus sesuai dengan Tabel 1: Ukuran nominal maksimum bukaan saringan Masa minimum contoh uji mm inci kg Ib 9,5 12,5 19,0 25,0 37,5 50,0 63,0 75,0 90,0 100,0 125,0 3 /4 1 /2 3 /4 1 1 1 /2 2 2 1 /2 3 3 1 /2 4 5 1 2 5 10 15 20 35 60 100 150 300 2 4 11 22 33 44 77 130 220 330 660 Tabel 1 – Berat minimum contoh uji agregat (Sumber : SNI ASTM C136:2012 Pengujian Analisa Saringan Agregat Kasar)


INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Sampel Agregat Kasar • Pengujian Sampel - Menyusun ukuran saringan dari ukuran diameter lubang yang paling besar ke yang terkecil (19,1 mm ( 3 /4 inci), 12,7 mm (1 /2 inci), 9,25 mm ( 3 /8 inci), 4,75 mm (no. 4), 2,36 mm (no.8), 1,18 mm (no. 16), 0,600 mm (no. 30), 0,300 mm (no. 50), 0,150 mm (no. 100), 0,075 mm (no.200), Pan), lalu meletakkan saringan yang sudah diurutkan ke atas mesin. - Memasukkan bahan uji melalui saringan yang paling atas - Gambar Mengambil sampel


INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menutup tutup saringan - Menekan tombol ON untuk menyalakan mesin penggetar - Mengatur time setting pada mesin penggetar (± 10 menit) - Menekan tombol Start, lalu mesin akan mulai bergertar - Menunggu mesin penggetar sampai berhenti - Membuka penutup saringan dan mengambil sampel dari beberapa saringan - Meletakkan bahan uji yang tertahan pada masing-masing saringan ke dalam cawan sampai tidak tidak ada butiran tersisa pada saringan - Menimbang masing-masing isi cawan dan mencatat beratnya pada formulir pengujian (terlampir) Gambar Mencatat berat sampel


INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur G. Diagram Alur Pengujian Mulai Menyiapkan sampel agregat halus yang sudah dicuci dan dikeringkan dalam ovenpada suhu 110 ± 5 °C, kemudian mendiamkan sampel hingga mencapai suhu ruang. Menimbang sampel agregat kasar Mengayak benda uji dengan menggetarkan sieve shaker selama 15 menit Menimbang benda uji yang tertahan pada masingmasing saringan Menghitung % berat tertahan pada masing-masing saringan Menghitung % berat lolos dan komulatif Selesai


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur H. Data Hasil Percobaan Berat contoh uji (K) = 10.000 gram No. Saringan 36,1 mm 25,4 mm 19,1 mm 9,52 mm 4,75 mm 2,36 mm 1,18 mm 0,6 mm 0,3 mm 0,15 mm 0,075 mm PAN Σ mm (inci) 1 1 /2 inci 1 inci ¾ inci 3 /8 inci No. 4 No. 8 No. 16 No. 30 No. 50 No. 100 No. 200 Sampel Masa tertahan (gram) 337,65 1998,32 1815,66 1513,52 953,78 876,43 805,32 660,12 523,22 282,98 121,12 111,88 10.000 Kumulatif tertahan (gram) 337,65 2335,97 4151,63 5665,15 6618,93 7495,36 8300,68 8960,80 9484,02 9767 9888,12 10.000 74105,31 % Kumulatif tertahan 3,38 23,36 41,52 56,65 66,19 74,95 83,01 89,61 94,84 97,67 98,88 100 100 % Kumulatif lolos 96,62 76,64 58,48 43,35 33,81 25,05 16,99 10,39 5,16 2,33 1,12 0 0


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur H. Data Hasil Percobaan Berat contoh uji (K) = 10.000 gram No. Saringan 36,1 mm 25,4 mm 19,1 mm 9,52 mm 4,75 mm 2,36 mm 1,18 mm 0,6 mm 0,3 mm 0,15 mm 0,075 mm PAN Σ mm (inci) 1 1 /2 inci 1 inci ¾ inci 3 /8 inci No. 4 No. 8 No. 16 No. 30 No. 50 No. 100 No. 200 Sampel Masa tertahan (gram) 337,65 1998,32 1815,66 1513,52 953,78 876,43 805,32 660,12 523,22 282,98 121,12 111,88 10.000 Kumulatif tertahan (gram) 337,65 2335,97 4151,63 5665,15 6618,93 7495,36 8300,68 8960,80 9484,02 9767 9888,12 10.000 74105,31 % Kumulatif tertahan 3,38 23,36 41,52 56,65 66,19 74,95 83,01 89,61 94,84 97,67 98,88 100 100 % Kumulatif lolos 96,62 76,64 58,48 43,35 33,81 25,05 16,99 10,39 5,16 2,33 1,12 0 0


INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Analisa Berat Kumulatif Kumulatif Berat tertahan = Berat tertahan pada saringan + Kumulatif berat tertahan 1 1/2 inci = 337,65 gram 1 inci = 1998,32 + 337,65 = 2335,97 gram 3/4 inci = 1815,66 + 2335,97 = 4151,63 gram 3/8 inci = 1513,52 + 4151,63 = 5665,15 gram No. 4 = 953,78 + 5665,15 = 6618,93 gram No. 8 = 876,43 + 6618,93 = 7495,36 gram No. 16 = 805,32 + 7495,36 = 8300,68 gram No. 30 = 660,12 + 8300,68 = 8960,80 gram No. 50 = 532,22 + 8960,80 = 9484,02 gram No.100 = 282,98 + 9484,02 = 9767 gram No. 200 = 121,12 + 9767 = 9888,12 gram PAN = 111,88 + 9888,12 = 10.000 gram


INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Analisa % Kumulatif Berat Tertahan Saringan % Kumulatif tertahan = ℎ (K) × 100% 3/4 inci = 337,65 500 × 100 = 3,38 % 1/2 inci = 2335,97 500 × 100 = 23,36 % 3/8 inci = 4151,63 500 × 100 = 41,52 % No. 4 = 6618,93 500 × 100 = 66,19 % No. 8 = 7495,36 10.000 × 100 = 74,95 % No.16 = 8300 10.000 × 100 = 83,01 % No. 30 = 8960,80 10.000 × 100 = 89,61 % No. 50 = 9484,02 10.000 × 100 = 94,84 %


INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur No. 100 = 9767 10.000 × 100 = 97,67 % No. 200 = 9888,12 10.000 × 100 = 98,88 % PAN = 10.000 10.000 × 100 ` = 100 % Analisa % Kumulatif Berat Lolos Saringan 1 1 2 ⁄ inci = 100 % – 3,38 % = 96,62 % 1 inci = 100 % – 23,36 % = 76,64 % 3/4 inci = 100 % – 41,52 % = 58,48 % 3/8 inci = 100 % – 56,65 % = 43,35 % No. 4 = 100 % – 66,19 % = 33,81 % No. 8 = 100 % – 74,95 % = 25,05 % No.16 = 100 % – 83,01 % = 16,99 % No. 30 = 100 % – 89,61 % = 10,39 % No. 50 = 100 % – 94,84 % = 5,16 %


INTERNAL TRAINING 2021 13 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur No. 100 = 100 % – 97,67 % = 2,33 % No. 200 = 100 % – 98,88 % = 1,12 % PAN = 100 % – 100 % = 0 % Analisa Perhitungan Modulus Kehalusan Modulus kehalusan = % kumulatif tertahan (1 1⁄2 inci – No.100) 100 = 96,62+76,64+58,48+43,35+33,81+25,05+16,99+10,39+5,16+2,33 100 = 7,30 % I. Kesimpulan Dari pengujian analisa saringan agregat kasar yang telah dilakukan diproses hasil sebagai berikut: Modulus kehalusan yang diperoleh 7,30 % Grafik Gradasi Analisa Saringan Agregat Kasar 0 20 40 60 80 100 #Pan #200 #100 #50 #30 #16 #8 #4 3/8 " 3/4" 1" 1½" Data Pengujian


INTERNAL TRAINING 2021 14 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Pekerjaan : Internal Quality Control Jumlah Contoh : 500 gram Diuji Tanggal : 2 Desember 2021 Suhu / Kelembaban : 21,5 ℃ / 76 % Hasil Uji : Saringan Massa Tertahan Jumlah Tertahan Presentase Kumulati (%) mm (inci) Gram Gram Tertahan Lolos 50,8 mm (2 inci) 0 100 36,1 mm (11/ 2 inci) 337,65 337,65 3,38 96,62 25,4 mm (1 inci) 1998,32 2335,97 23,36 76,64 19,1 mm (3 /4 inci) 1815,66 4151,63 41,52 58,48 12,7 mm (1 /2 inci) – – – – 9,52 mm (3 /8 inci) 1513,52 5665,15 56,65 43,35 4,75 mm (No.4) 953,78 6618,93 66,19 33,81 2,36 mm (No. 8) 876,43 7495,36 74,95 25,05 1,18 mm (No. 16) 805,32 8300,68 83,01 16,99 0,6 mm (No. 30) 660,12 8960,80 89,61 10,39 0,3 mm (No. 50) 523,22 9484,02 94,84 5,16 0,15 (No. 100) 282,98 9767 97,67 2,33 0,075 (No. 200) 121,12 9888,12 98,88 1,12 PAN 111,88 10.000 100 0 Modulus Kehalusan 7,30 Diuji Oleh : Kurnia Kristanti, S. T. Dihitung Oleh : Kurnia Kristanti, S. T. Diperiksa Oleh : Tri Mardoko, S. T. UPTD LABORATORIUM DAN PENGUJIAN DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA SEMARANG


INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AIR AGREGAT KASAR SNI 1969 : 2016 1.1. Dasar Teori Agregat kasar merupakan kerikil sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm (No. 4) sampai 40 mm (1,5 inch). Berat jenis merupakan perbandingan massa suatu bahan dengan massa air pada isi dan temperatur yang sama. Berat jenis curah (Sd) merupakan perbandingan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk rongga yang permeabel dan impermeabel di dalam butir partikel, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) terhadap berat di udara dan air suling bebas gelembung dalam volume dan temperatur yang sama. Berat jenis curah digunakan untuk menghitung volume yang ditepati oleh agregat dalam berbagai campuran yang mengandung agregat termasuk beton semen, beton aspal, dan campuran lain yang dianalisis berdasarkan volume absolut. = − Keterangan : A adalah berat benda uji kering oven (gram) B adalah berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan di udara (gram) C adalah berat benda uji dalam air (gram)


INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Berat jenis jenuh kering permukaan merupakan perbandingan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk air yang terdapat di dalam rongga akibat perendaman selama 15 – 19 jam, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama dan temperatur yang sama. Berat jenis kondisi jenuh kering permukaan digunakan apabila agregat dalam keadaan basah. = − Keterangan : B adalah berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan di udara (gram) C adalah berat benda uji dalam air (gram) Berat jenis semu (apparent) merupakan perbandingan antara berat dari satuan volume suatu bagian yang impermeabel terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama dan temperatur yang sama. = − Keterangan : A adalah berat benda uji kering oven (gram) C adalah berat benda uji dalam air (gram) Penyerapan air merupakan penambahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapi tidak termasuk air yang tertahan pada permukaan luar partikel, dinyatakan sebagai persentase dan berat keringnya; agregat dikatakan kering ketika telah dijaga pada suatu temperatur (110±5) °C dalam rentang waktu cukup untuk menghilangkan seluruh kandungan air yang ada (sampai berat tetap).


INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Angka penyerapan air digunakan untuk menghitung perubahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori di antara partikel. = − × 100% Keterangan : A adalah berat benda uji kering oven (gram) B adalah berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan di udara (gram) 1.2. Tujuan Pengujian - Untuk menentukan nilai berat jenis curah (Sd) - Untuk menentukan nilai berat jenis jenuh kering permukaan (Ss) - Untuk menentukan nilai berat jenis semu (Sa) - Untuk menentukan persentase penyerapan air (Aw) 1.3. Ruang Lingkup Metode ini mencakup pengujian untuk menetapkan berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. Agregat kasar adalah agregat yang ukuran butirannya lebih besar dari 4,75mm (saringan No. 4). 1.4. Metode Acuan - SNI 1969:2016 Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar - ASTM C 128 Standard Test Method for Density, Relative Density (Specific Gravity), and Absorption of Coarse Aggregate


INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1.5. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Oven - Neraca / timbangan dengan reapitibility 1 gram - Container - Tangki Air - Oven - Pan / Wadah Bahan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Agregat kasar / split / kricak - Air bersih / aquades Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat kasar : Gambar Kontainer Gambar Pan / Wadah Gambar Tangki Air Gambar Timbangan


INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1.6. Langkah Pengujian • Persiapan Sampel - Mengayak sampel agregat kasar / kricak dengan saringan diameter 4,75mm (no. 4) kemudian mengambil bagian yang tertahan saringan. - Mencuci sampel yang tertahan pada saringan diameter 4,75 mm (no. 4) untuk menghilangkan debu atau material lain yang menempel pada permukaan agregat. - Mengeringkan sampel sampai kering menyeluruh - Menimbang sampel uji sesuai ketentuan (berat minimum sampel dapat dilihat pada Tabel 1 berikut). - Mengisi ember dengan air bersih / aquades Gambar Mengisi Container dengan aquades


INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Tabel 1 – Berat minimum contoh uji untuk tiap ukuran maksimum nominal agregat Ukuran maksimum nominal Berat minimum dari contoh uji mm inci Kg 150,00 125,00 112,00 100,00 90,00 75,00 63,00 50,00 37,50 25,00 19,00 12,50 9,50 4,75 6 5 4 1 2 ⁄ 4 3 1 2 ⁄ 3 2 1 2 ⁄ 2 1 1 2 ⁄ 1 3/4 1 2 ⁄ 3/8 125 75 50 40 25 18 12 8 5 4 3 2 2 2 Sumber : SNI 1969 : 2016 Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar (Tabel 1 halaman 4) • Pengujian Sampel - Memasukkan sampel uji krikil yang sudah ditimbang ke dalam container dan direndam selama 15 – 19 jam Gambar Memasukkan sampel kerikil ke container


INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menimbang sampel uji krikil dalam keadaan terendam air - Mencatat berat sampel uji krikil dalam air pada formulir pengujian - Mengangkat sampel uji krikil dari dalam air kemudian dikeringkan menggunakan handuk bersih / lap sampai kondisi kering jenuh permukaan atau SSD (Saturated Surface Dry) - Menimbang berat sampel uji krikil dalam keadaan SSD - Mencatat berat SSD pada formulir pengujian - Menempatkan sampel uji krikil pada pan / wadah - Mengeringkan sampel uji krikil dengan oven suhu 110 ± 5 °C selama 22 ± 2 jam. - Mengeluarkan sampel uji krikil dari oven dan mendiamkan sampel hingga mencapai suhu ruang - Menimbang berat sampel uji krikil dalam keadaan kering oven - Mencatat berat kering sampel uji krikil pada formulir pengujian - Menghitung nilai berat jenis curah (Sd), nilai berat jenis jenuh kering permukaan (Ss), nilai berat jenis semu (Sa), persentase penyerapan air (Aw)


INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1.7. Diagram Alir Pengujian Mulai Persiapan sampel : mencuci sampel uji krikil, mengeringkan dengan oven suhu 110 ± 5 °C selama 22 ± 2 jam, mendiamkan sampel sampai mencapai suhu ruang Menimbang sampel uji krikil dengan ketentuan berat berdasarkan tabel pada SNI Mengisi ember dengan air bersih kemudian menimbang kontainer dalam kondisi kosong Memasukkan sampel uji krikil dalam kontainer dan memastikan sampel terendam air selama 16-19 jam Menimbang sampel dalam kondisi terendam air dan mencatat pada formulir pengujian Mengangkat kontainer dari dalam air kemudian mengeringkan sampel uji krikil dengan lap sampai kondisi kering SSD Selesai Menimbang berat sampel uji krikil dalam kondisi kering SSD dan mencatat pada formulir pengujian Mengeringkan sampel uji krikil pada oven suhu 110 ± 5 °C selama 22 ± 2 jam, mendiamkan sampel sampai mencapai suhu ruang dan mencatat berat kering oven pada formulir pengujian Menghitung nilai berat jenis curah (Sd), nilai berat jenis jenuh kering permukaan (Ss), nilai berat jenis semu (Sa), persentase penyerapan air (Aw)


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1.8. Data Hasil Percobaan PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM DAN PENGUJIAN Nama Pekerjaan : Internal Training Laboratory Lokasi Pengambilan : Jl. Jatibarang, Kec. Mijen Kedalaman : 12 cm Tanggal Terima Sampel : 22 Desember 2021 Kondisi Sampel : Baik dan Cukup Tanggal Pengujian Sampel : 22 – 23 Desember 2021 Suhu / Kelembaban Ruangan : 27,57 °C / 70% PENGUJIAN NOTASI I II SATUAN Berat Sampel Kering Oven A 3780 3772 gram Berat Sampel Kering Jenuh Permukaan B 3915 3910 gram Berat Sampel dalam Air C 2280 2278 gram Diuji oleh : Eka Yuliana Rahayu, A. Md. Dihitung oleh : Eka Yuliana Rahayu, A.Md. Diperiksa oleh : Tri Mardoko, S. T. PERHITUNGAN NOTASI I II RERATA SATUAN Berat Jenis Curah Kering 2,31 2,31 2,31 Berat Jenis Curah Kering Permukaan 2,39 2,40 2,40 Berat Jenis Semu 2,52 2,52 2,52 Penyerapan Air 3,57 3,66 3,61 % = − = − = − = ( − ) × 100 %


INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Dari pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat kasar didapat hasil sebagai berikut. Hasil Pengujian I II Berat kerikil kering oven = 3807 gr 3801 gr Berat kerikil dalam kondisi SSD = 3992 gr 3989 gr Berat kerikil dalam air = 2210 gr 2227 gr 1.9. Analisa Data Dari data yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat kasar dapat dilakukan analisa data sebagai berikut. - Berat Jenis Curah Kering Pengujian I : = − = 3780 3915−2280 = 2,31 Pengujian II : = − = 3772 3910−2278 = 2,31 Rerata : − = 1+2 2 = 2,31+2,31 2 = 2,31 - Berat Jenis Curah Kering Permukaan Pengujian I : = − = 3915 3915−2280 = 2,39 Pengujian II : = − = 3910 3910−2278 = 2,40 Rerata : − = 1+2 2 = 2,39+2,40 2 = 2,40


INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Berat Jenis Semu Pengujian I : = − = 3780 3780−2280 = 2,52 Pengujian II : = − = 3772 3772−2278 = 2,52 Rerata : − = 1+2 2 = 2,52+2,52 2 = 2,52 - Penyerapan Air Pengujian I : = − × 100% = 3915−3780 3780 = 3,57 % Pengujian II : = − × 100% = 3910−3772 3772 = 3,66 % Rerata : − = 1+2 2 = 3,57 + 3,66 2 = 3,61 % 1.10. Kesimpulan Dari pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat kasar didapat data hasil pengujian sebagai berikut. Tabel 2 – Data Hasil Pengujian Hasil Perhitungan I II Rerata Berat Jenis Curah Kering (Sd) 2,31 2,31 2,31 Berat Jenis Curah Jenuh Kering Permukaan (Ss) 2,39 2,40 2,40 Berat Jenis Semu (Sa) 2,52 2,52 2,52 Penyerapan Air (Sw = %) 3,57 3,66 3,61


INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Berdasarkan kedua data pengujian yang diperoleh dari bahan uji yang sama maka dapat dilakukan analisa penyimpangan dan ketelitian dengan ketentuan yang dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3 – Ketelitian Uraian Simpangan baku (1s)a Rentang dari 2 hasil yang dapat diterima (d2s)a Ketelitian dari 1 teknisi : Berat jenis curah 0,009 0,025 Berat jenis curah JKP 0,007 0,020 Berat jenis semu 0,007 0,020 Penyerapan air (%) 0,088 0,250 Ketelitian dari beberapa laboratorium : Berat jenis curah kering 0,013 0,038 Berat jenis curah JKP 0,011 0,032 Berat jenis semu 0,011 0,032 Penyerapan air (%) 0,145 0,410 Tabel 4 – Perbandingan Hasil Pengujian dengan Tabel Ketelitian Hasil Uji I II II - I Ketelitian Hasil Keterangan Berat jenis curah 2,31 2,31 0,00 0,025 0,00 < 0,025 Memenuhi Berat jenis curah JKP 2,39 2,40 0,01 0,020 0,01 < 0,020 Memenuhi Berat jenis semu 2,52 2,52 0,00 0,020 0,00 < 0,020 Memenuhi Penyerapan air (%) 3,57 3,66 0,09 0,250 0,09 < 0,250 Memenuhi


INTERNAL TRAINING 2021 13 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Menurut Peraturan No. 13/PT/B/1983 Dirjen Bina Marga nilai berat jenis semu ≥2,5 dan penyerapan ≤ 3%, dari hasil pengujian didapat didapat nilai berat jenis semu untuk agregat kasar sebesar 2,52 dan penyerapan 3,6% artinya agregat kasar belum memenuhi standart. Menurut SK. SNI-T-15-1990: 1 persyaratan untuk berat jenis curah jenuh kering permukaan adalah 2,5 – 2,7 dan dari hasil pengujian didapat nilai berat jenis jenuh kering permukaan sebesar 2,40, artinya belum memenuhi kriteria agregat kasar yang baik digunakan untuk konstruksi. Menurut ASTM C 128 – 78 berat jenis agregat kasar yang disyaratkan antara 2,4 – 2,7 gr/dm³ dan penyerapan 1-4 % dari hasil pengujian diperoleh berat jenis 2,3 – 2,5 dan penyerapan 3,61% artinya agregat kasar belum memenuhi standart material konstruksi. Persyaratan lainnya adalah Berat Jenis Curah Kering (Sd) < Berat Jenis Curah Kering Permukaan (Ss) < Berat Jenis Semu (Sa) atau 2,31 < 2,40 < 2,52, maka langkah pengujian sudah sesuai dengan ketentuan.


INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGUJIAN ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS SNI ASTM C136 : 2012 A. Dasar Teori Agregat merupakan komponen beton yang paling berperan dalam menentukan besarnya. Agregat untuk beton adalah butiran mineral keras yang bentuknya mendekati bulat dengan ukuran butiran antara 0,063 mm – 150 mm. Agregat menurut asalnya dapat dibagi dua yaitu agregat alami yang diperoleh dari sungai dan agregat buatan yang diperoleh dari batu pecah. Dalam hal ini, agregat yang digunakan adalah agregat alami yang berupa coarse aggregate (kerikil), coarse sand (pasir kasar), dan fine sand (pasir halus). Dalam campuran beton, agregat merupakan bahan penguat (strengter) dan pengisi (filler), dan menempati 60% – 75% dari volume total beton. Keutamaan agregat dalam peranannya di dalam beton : ⚫ Menghemat penggunaan semen Portland ⚫ Menghasilkan kekuatan besar pada beton ⚫ Mengurangi penyusutan pada pengerasan beton ⚫ Dengan gradasi agregat yang baik dapat tercapai beton yang padat Agregat halus adalah mineral alami yang berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran beton yang memiliki ukuran butiran kurang dari 5 mm atau lolos saringan No. 4 dan tertahan pada saringan No. 200. Agregat halus berasal dari hasil disintegrasi alami dari batuan alam atau pasir buatan yang dihasilkan dari alat pemecah batu (stone crusher).


INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Ukuran butiran maksimum dan gradasi agregat dikontrol oleh spesifikasi susunan dari butiran agregat sangat berpengaruh dalam perencanaan suatu perkerasan.Ukuran butiran agregat halus ditentukan dengan menyaring sejumlah agregat halus (pasir) melalui seperangkat saringan yang disusundengan lubang yang paling besar berada paling atas dan makin kebawah makin kecil. Berat agregat halus yang tertahan ditiap saringan dihitung beratnyadan persentase kumulatif dari berat agregat yang melewati tiap saringan dihitung beratnya. Besarnya butiran agregat digambarkan dalam grafik. A = 1 2 Keterangan : A = berat setiap ukuran pada jumlah bahan uji total W1 = berat setiap fraksi yang lolos saringan 4,75 mm (No.4) W2 = berat bagian yang berkurang bahan uji lolos saringan 4,75 mm (No. 4) B = berat jumlah agregat halus dari agregat gabungan Pada umumnya pasir dapat dikelompokkan menjadi 3 macam tingkat kehalusan, yaitu: ⚫ Pasir halus : modulus halus butir 2,20 – 2,60 ⚫ Pasir sedang : modulus halus butir 2,60 – 2,90 ⚫ Pasir kasar : modulus halus butir 2,90 – 3,20 B. Tujuan Pengujian Mengetahui pembagian butir (gradasi) agregat halus dengan menggunakan saringan.


INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur C. Ruang Lingkup Metode uji ini meliputi penentuan pembagian ukuran partikel agregat halus dengan penyaringan D. Metode Acuan SNI ASTM C136:2012 Pengujian Analisa Saringan Agregat Halus E. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Timbangan (Digital Electronic Balance) - Kuas, skrap, dan wadah / pan - Saringan (4,75 mm (no. 4), 2,36 mm (no.8), 1,18 mm (no. 16), 0,600 mm (no. 30), 0,300 mm (no. 50), 0,150 mm (no. 100), 0,075 mm (no.200), Pan). - Pengguncang Saringan Mekanis (Sieve Shaker Machine) - Oven Bahan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Agregat halus (dengan berat kering minimal 300 gram) Gambar Sampel Agregat Halus


INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian analisa saringan agregat halus : F. Langkah Pengujian • Persiapan Sampel - Menyiapkan bahan uji berupa sampel agregat agregat halus yang sudah dibersihkan - Mengeringkan bahan uji menggunakan oven selama 24 jam pada suhu 110 ± 5 °C - Mendinginkan bahan uji pada suhu ruangan (25°C) selama ± 2 jam - Menimbang bahan uji dengan minimal berat 300 gram untuk diuji Gambar Kuas Gambar Pan / Wadah Gambar Wall Scraper Gambar Timbangan Gambar Shieve Shaker Set


INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Menimbang sampel agregat halus • Pengujian Sampel - Menyusun ukuran saringan dari ukuran diameter lubang yang paling besar ke yang terkecil (4,75 mm (no. 4), 2,36 mm (no.8), 1,18 mm (no. 16), 0,600 mm (no. 30), 0,300 mm (no. 50), 0,150 mm (no. 100), 0,075 mm (no.200), Pan), lalu meletakkan saringan yang sudah diurutkanke atas mesin - Memasukkan bahan uji melalui saringan yang paling atas Gambar Memasukkan sampel agregat halus


INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menutup tutup saringan - Menekan tombol ON untuk menyalakan mesin penggetar - Mengatur time setting pada mesin penggetar (± 10 menit) - Menekan tombol Start, lalu mesin akan mulai bergertar - Menunggu mesin penggetar sampai berhenti - Membuka penutup saringan - Meletakkan bahan uji yang tertahan pada masing-masing saringan ke dalam cawan sampai tidak tidak ada butiran tersisa pada saringan Gambar Meletakkan bahan uji - Menimbang masing-masing isi cawan dan mencatat beratnya pada formulir pengujian (terlampir)


INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Mencatat hasil uji - Menghitung prosentase berat tertahan dan prosentase berat lolos Gambar Menghitung hasil pengujian


INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur G. Diagram Alir Pengujian Diagram Alir Pengujian Analisa Saringan Agregat Halus Mulai Menyiapkan sampel agregat halus yang sudah dicuci dan dikeringkan dalam ovenpada suhu 110 ± 5 °C, kemudian mendiamkan sampel hingga mencapai suhu ruang. Menimbang sampel agregat halus dengan berat minimal 300 gram Mengayak benda uji dengan menggetarkan sieve shaker selama 15 menit Menimbang benda uji yang tertahan pada masingmasing saringan Menghitung % berat tertahan pada masing-masing saringan Menghitung % berat lolos dan komulatif Selesai


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur H. Data Hasil Percobaan Berat contoh uji (K) = 10.000 gram No. Saringan mm (inci) 4,75 mm 2,36 mm 1,18 mm 0,6 mm 0,3 mm 0,15 mm 0,075 mm PAN Σ No. 4 No. 8 No. 16 No. 30 No. 50 No. 100 No. 200 Sampel Masa tertahan (gram) 7,40 25,55 74,48 142,17 127,18 80,2 38,2 4,82 500 Kumulatif tertahan (gram) 7,40 32,95 107,43 249,60 376,78 456,98 495,18 500 2226,32 % Kumulatif tertahan 1,48 6,59 21,49 49,92 75,36 91,40 99,04 100 100 % Kumulatif lolos 98,52 93,41 78,51 50,08 24,64 8,60 0,96 0 0


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur H. Data Hasil Percobaan Berat contoh uji (K) = 10.000 gram No. Saringan mm (inci) 4,75 mm 2,36 mm 1,18 mm 0,6 mm 0,3 mm 0,15 mm 0,075 mm PAN Σ No. 4 No. 8 No. 16 No. 30 No. 50 No. 100 No. 200 Sampel Masa tertahan (gram) 7,40 25,55 74,48 142,17 127,18 80,2 38,2 4,82 500 Kumulatif tertahan (gram) 7,40 32,95 107,43 249,60 376,78 456,98 495,18 500 2226,32 % Kumulatif tertahan 1,48 6,59 21,49 49,92 75,36 91,40 99,04 100 100 % Kumulatif lolos 98,52 93,41 78,51 50,08 24,64 8,60 0,96 0 0


INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Analisa Berat Kumulatif Kumulatif Berat tertahan = Berat tertahan pada saringan + Kumulatif berat tertahan No. 4 = 7,40 gram No. 8 = 25,55 + 7,40 = 32,95 gram No. 16 = 74,48 + 32,95 = 107,43 gram No. 30 = 142,17 + 107,43 = 249,60 gram No. 50 = 127,18 + 249,60 = 376,78 gram No.100 = 80,2 + 376,78 = 456,98 gram No. 200 = 38,2 + 456,98 = 495,18 gram PAN = 4,82 + 495,18 = 500 gram Analisa % Kumulatif Berat Tertahan Saringan % Kumulatif tertahan = ℎ (K) × 100% No. 4 = 7,40 500 × 100 = 1,48 %


INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur No. 8 = 32,95 500 × 100 = 6,59 % No.16 = 107,43 500 × 100 = 21,49 % No. 30 = 249,60 500 × 100 = 49,92 % No. 50 = 376,78 500 × 100 = 75,36 % No. 100 = 456,98 500 × 100 = 91,40 % No. 200 = 495,18 500 × 100 = 99,04 % PAN = 500 500 × 100 ` = 100 % Analisa % Kumulatif Berat Lolos Saringan No. 4 = 100 % – 1,48 % = 99,52 % No. 8 = 100 % – 6,59 % = 93,41 % No.16 = 100 % – 21,49 % = 78,51 %


INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur No. 30 = 100 % – 49,92 % = 50,08 % No. 50 = 100 % – 75,36 % = 24,64 % No. 100 = 100 % – 91,40 % = 8,60 % No. 200 = 100 % – 99,04 % = 0,96 % PAN = 100 % – 100 % = 0 % Analisa Perhitungan Modulus Kehalusan Modulus kehalusan = (% kumulatif tertahan (No.4 – No.100))/100 = (1,48+6,59+21,49+49,92+75,36+91,40)/100 = 2,46 % I. Kesimpulan Dari pengujian analisa saringan agregat halus yang telah dilakukan diperoleh modulus kehalusan pasir sebesar 2,46 % (dengan spesifikasi 2,2 – 3,1 %) Grafik Gradasi Analisa Saringan Agregat Halus 0 20 40 60 80 100 #100 #50 #30 #16 #8 #4 Data Pengujian Batas Atas Batas Bawah


INTERNAL TRAINING 2021 13 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Pekerjaan : Internal Quality Control Jumlah Contoh : 500 gram Diuji Tanggal : 2 Desember 2021 Suhu / Kelembaban : 21 ℃ / 76 % Hasil Uji : Saringan Massa Tertahan Jumlah Tertahan Presentase Kumulati (%) mm (inci) Gram Gram Tertahan Lolos 50,8 mm (2 inci) – – – – 36,1 mm (11/ 2 inci) – – – – 25,4 mm (1 inci) – – – – 19,1 mm (3 /4 inci) – – – – 12,7 mm (1 /2 inci) – – – – 9,52 mm (3 /8 inci) 0 100 4,75 mm (No.4) 7,40 7,40 1,48 98,52 2,36 mm (No. 8) 25,55 32,95 6,59 93,41 1,18 mm (No. 16) 74,48 107,43 21,49 78,51 0,6 mm (No. 30) 142,17 249,60 49,92 50,08 0,3 mm (No. 50) 127,18 376,78 75,36 24,64 0,15 (No. 100) 80,2 456,98 91,40 8,60 0,075 (No. 200) 38,2 495,18 99,04 0,96 PAN 4,8 500 100 0 Modulus Kehalusan 2,46 Diuji Oleh : Kurnia Kristanti, S. T. Dihitung Oleh : Kurnia Kristanti, S. T. Diperiksa Oleh : Tri Mardoko, S. T. UPTD LABORATORIUM DAN PENGUJIAN DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA SEMARANG


INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AIR AGREGAT HALUS SNI 1970 : 2016 2.1. Dasar Teori Agregat halus merupakan pasir alam hasil disintegrasi alami batuan atau pasir yang dihasilkan pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 4,75 mm (No. 4). Berat jenis merupakan perbandingan massa suatu bahan dengan massa air pada isi dan temperatur yang sama. Berat jenis curah (Sd) merupakan perbandingan antara berat di udara suatu agregat (termasuk air yang terdapat di dalam rongga akibat perendaman selama 15 jam - 19 jam, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada volue satuan terhadap berat di udara air suling bebas gelembung dalma volume yang sama pada suatu teperatur tertentu. Berat jenis curah pada umumnya digunakan dalam menghitung volume yang ditempati oleh agregat dalam berbagai campuran lain yang dianalisis berdasarkan volume absolut. Rumus berat jenis curah dapat dilihat pada persamaan berikut. = + − Keterangan : A adalah berat benda uji kering oven (gram) B adalah berat labu ukur berisi air (gram) C adalah berat labu ukur, benda uji dan air sampai batas pembacaan (gram) S adalah benda uji kondisi jenuh kering permukaan (gram)


INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Berat jenis jenuh kering permukaan merupakan perbandingan antara berat di udara suatu agregat (termsuk air yang terdapat di dalam rongga akibat perendaman selama 15 - 19 jam, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada volume satuan terhadap berat di udara air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu. Rumus berat jenis curah kering permukaan dapat dilihat pada persamaan berikut. = + − Keterangan : B adalah berat labu ukur berisi air (gram) C adalah berat piknometer, benda uji dan air sampai batas pembacaan (gram) S adalah berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan (gram) Berat jenis semu (apparent) merupakan perbandingan antara berat di udara bagian agregat yang impermeabel pada volume satuan terhadap berat di udara air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu. Berat jenis semu berkaitan dengan kepadatan relatif dari bahan yang menyusun, tidka termasuk ruag pori di dalam partikel tersebut yang dapat dimasukkan air. Rumus berat jenis semu dapat dilihat sebagai berikut. = + − Keterangan : A adalah berat benda uji kering oven (gram) B adalah berat labu ukur berisi air (gram) C adalah berat labu ukur, benda uji dan air sampai batas pembacaan (gram


INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Penyerapan air merupakan penambahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapi tidak termasuk air yang tertahan pada permukaan luar partikel, dinyatakan sebagai persentase dan berat keringnya. Agregat dinyatakan kering ketika telah dipetahankan pada temperatur (110±5) °C dalam rentang waktu cukup untuk menghilangkan seluruh kandungan air yang ada (sampai berat tetap). Angka penyerapan air digunakan untuk menghitung perubahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori di antara partikel dibandingkan dengan pada saat kondisi kering sehingga air telah menyerap penuh. Standar laboratorium untuk penyerapan diperoleh setelah merendam agregat kering oven ke dalam air. Agregat yang diambil dari bawah permukaan air akan memiliki nilai penyerapan yang lebih besar bila tidak dibiarkan mengering. Sebaliknya, beberapa jenis agregat mengandung kadar air yang yang lebih kecil bila dibandingkan dengan yang pada kondisi terendam selama 15-19 jam. = − × 100% Keterangan : A adalah berat benda uji kering oven (gram) S adalah benda uji kondisi jenuh kering permukaan (gram) 2.2. Tujuan Pengujian - Untuk menentukan nilai berat jenis curah (Sd) - Untuk menentukan nilai berat jenis jenuh kering permukaan (Ss) - Untuk menentukan nilai berat jenis semu (Sa) - Untuk menentukan persentase penyerapan air (Aw)


INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 2.3. Ruang Lingkup Metode ini mencakup pengujian untuk menetapkan berat jenis dan penyerapan air agregat halus. Agregat halus adalah agregat yang ukuran butirannya lebih kecil atau lolos dari 4,75mm (saringan No. 4). 2.4. Metode Acuan - SNI 1970:2016 Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus - ASTM C 128 Standard Test Method for Density, Relative Density (Specific Gravity), and Absorption of Aggregate 2.5. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Oven - Neraca / timbangan dengan reapitibility 0,01 gram - Labu ukur - Cetakan kerucut + penumbuk - Corong - Kuas - Termometer - Cawan / wadah - Ayakan / mesh - Kipas angin Bahan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Agregat halus / pasir - Air bersih / aquades


INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat halus : Gambar Cawan / Wadah Gambar Kerucut + penumbuk Gambar Labu ukur Gambar Oven Gambar Termometer Gambar Timbangan Gambar Kuas AQUADES Gambar Aquades Gambar Pasir


INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 2.6. Langkah Pengujian • Persiapan Sampel - Mengayak sampel agregat halus / pasir dengan saringan diameter 4,75mm (no. 4) kemudian mengambil bagian yang lolos saringan. - Mencuci sampel yang lolos pada saringan diameter 4,75 mm (no. 4) untuk menghilangkan debu atau material lain yang menempel pada permukaan agregat. - Mengeringkan sampel sampai kering menyeluruh - Menimbang sampel uji agregat halus ±1 kg Gambar Menimbang Sampel - Memasukkan sampel uji pasir yang sudah ditimbang ke dalam wadah dan direndam selama 15 – 19 jam Gambar Memasukkan Sampel dan Aquades


INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Mengangkat sampel uji pasir dari dalam air kemudian dikeringkan menggunakan kipas angin sampai kondisi kering jenuh permukaan atau SSD (Saturated Surface Dry) dan cara mengetahui kondisi SSD dengan uji kerucut. • Pengujian Kerucut - Memegang cetakan kerucut di atas permukaan yang halus dan rata - Memasukkan sebagian agregat halus yang dianggap sudah SSD ke dalam cetakan kerucut sampai penuh dan meluber. - Menumpuk agregat halus yang meluber di atas kerucut dengan cara menahannya dengan jari tangan yang memegang cetakan. - Memadatkan agregat halus yang berada di dalam kerucut secara perlahan dengan cara menjatuhkan batang penumbuk dari ketinggian 5 mm dari permukaan agregat halus sebanyak 25 kali. Gambar Melakukan Pengujian Kerucut


INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menyingkirkan sisa agregat agregat halus yang tumpah di sekitar kerucut, kemudian mengangkat kerucut dengan arah vertikal secara hati-hati. Apabila kondisi SSD belum tercapai, maka agregat halus tersebut masih berbentuk seperti cetakan. Apabila pada saat cetakan diangkat dan agregat halus tersebut runtuh sedikit demi sedikit maka kondisi jenuh kering permukaan telah tercapai. • Pengujian Sampel - Menimbang berat sampel uji halus dalam keadaan SSD - Mencatat berat SSD pada formulir pengujian (S) - Menimbang labu ukur dalam keadaan kosong dan memberi kode pada masing-masing labu ukur Gambar Menimbang Labu Ukur Kering SSD Basah


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Memasukkan sampel agregat halus ke dalam labu ukur Gambar Memasukkan Sampel ke Labu Ukur - Menimbang labu ukur berisi sampel agregat halus untuk memastikan berat sampel agregat halus yang dimasukkan ke dalam labu ukur - Menambahkan aquades sekitar 90% ke dalam labu ukur berisi sampel agregat halus - Memutar dan mengguncangkan labu ukur selama 15-20 menit untuk menghilangkan gelembung udara yang terdapat di dalam aquades Gambar Mengguncangkan Labu Ukur


Click to View FlipBook Version