The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan Pengujian Internal Training 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kevinleonardo89, 2023-03-02 05:21:28

LAPORAN PENGUJIAN 2021

Laporan Pengujian Internal Training 2021

INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menambahkan aquades ke dalam labu ukur sampai batas pembacaan pengukuran - Menimbang berat labu ukur, sampel agregat halus, dan aquades kemudian mencatat beratnya pada formulir pengujian (C) - Mengukur suhu sampel uji agregat halus dan aquades di dalam labu ukur dan memastikan suhunya 23 °C - Mengeluarkan sampel agregat halus dari dalam labu ukur dan menempatkannya pada wadah / pan - Memasukkan sampel agregat halus pada oven dengan suhu 110°C selama 24 jam Gambar Memasukkan Sampel ke Oven - Mengeluarkan sampel agregat halus kering oven dan mendiamkan sampai mencapai suhu ruang - Menimbang dan mencatat sampel agregat halus kering oven pada formulir pengujian (A) - Membersihkan labu ukur, dan mengeringkan labu ukur - Mengisi labu ukur dengan aquades sampai batas pembacaan pengukuran


INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menimbang berat labu ukur berisi aquades dan mencatat beratnya pada formulir pengujian (B) - Mengukur suhu aquades di dalam labu ukur dan memastikan suhunya 23°C - Menghitung nilai berat jenis curah (Sd), nilai berat jenis jenuh kering permukaan (Ss), nilai berat jenis semu (Sa), persentase penyerapan air (Aw)


INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 2.7. Diagram Alir Pengujian Mulai Persiapan sampel : mencuci sampel uji pasir, mengeringkan dengan oven suhu 110 ± 5 °C selama 22 ± 2 jam, mendiamkan sampel sampai mencapai suhu ruang, menimbang sampel agregat halus 1 kg dan merendam sampel selama 15 – 19 jam Mengambil sampel agregat halus yang sudah direndam dan mengeringkan dengan kipas sampai kondisi SSD dan memastikan sampel dalam kondisi SSD dengan uji kerucut Menimbang sampel agregat halus dan mencatat berat sampel dalam kondisi SSD pada formulir pengujian (S), memasukkan sampel ke dalam labu ukur Selesai Menambahkan aquades sampai mencapai 90% dari kapasitas labu ukur dan memutar atau mengocok selama 15-20 menit untuk mengeluarkan gelembung udara Menambahkan aquades sampai batas pembacaan pada labu ukur, menimbang dan mencatat beratnya pada formulir pengujian (C) kemudian memastikan suhu di dalam labu ukur 23 °C Menghitung nilai berat jenis curah (Sd), nilai berat jenis jenuh kering permukaan (Ss), nilai berat jenis semu (Sa), persentase penyerapan air (Aw) Mengeluarkan sampel agregat halus dan mengeringkan dengan oven suhu 110 °C selama 24 jam, mengeluarkan sampel dan mendiamkan sampai mencapai suhu ruang, menimbang sampel kering oven (A) Membersihkan labu ukur dan mengisi labu ukur dengan air sampai batas pembacaan pengukuran labu ukur, menimbang dan mencatat berat labu ukur berisi aquades pada formulir pengujian (B)


INTERNAL TRAINING 2021 13 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 2.8. Data Hasil Percobaan PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM DAN PENGUJIAN Nama Pekerjaan : Internal Training Laboratory Tanggal Terima Sampel : 05 Maret 2021 Kondisi Sampel : Baik dan Cukup Tanggal Pengujian Sampel : 08 Maret 2021 Suhu / Kelembaban Ruangan : 23,80 °C / 62% PENGUJIAN NOTASI I II SATUAN Berat Sampel Kering Jenuh Permukaan S 491,50 492,19 gram Berat Sampel Kering Oven A 483,49 484,10 gram Berat Labu Ukur Berisi Aquades B 671,04 672,22 gram Berat Labu Ukur Berisi Sampel dan Aquades C 977,31 980,40 gram Diuji oleh : Eka Yuliana Rahayu, A. Md. Dihitung oleh : Eka Yuliana Rahayu, A.Md. Diperiksa oleh : Tri Mardoko, S. T. PERHITUNGAN NOTASI I II RERATA SATUAN Berat Jenis Curah Kering 2,61 2,63 2,62 Berat Jenis Curah Kering Permukaan 2,65 2,67 2,66 Berat Jenis Semu 2,73 2,75 2,74 Penyerapan Air 1,66 1,67 1,66 % = + − = ( − ) × 100 % = + − = + −


INTERNAL TRAINING 2021 14 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Dari pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat halus diproleh hasil berikut. Hasil Pengujian I II Berat sampel dalam kondisi SSD = 491,50 gr 492,19 gr Berat sampel dalam kondisi kering oven = 483,49 gr 484,10 gr Berat labu ukur berisi air = 671,04 gr 672,22 gr Berat labu ukur berisi air + sampel = 977,31 gr 980,40 gr 2.9. Analisa Data Dari data yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat halus dapat dilakukan analisa data sebagai berikut. - Berat Jenis Curah Kering Pengujian I : = +− = 483,49 671,04+491,50−977,31 = 2,61 Pengujian II : = +− = 484,10 672,22+492,19−980,40 = 2,63 Rerata : − = 1+2 2 = 2,61+2,62 2 = 2,31 - Berat Jenis Curah Kering Permukaan Pengujian I : = +− = 491,50 671,04+491,50−977,31 = 2,65 Pengujian II : = +− = 492,19 671,04+492,19−980,40 = 2,67 Rerata : − = 1+2 2 = 2,65+2,67 2 = 2,66


INTERNAL TRAINING 2021 15 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Berat Jenis Semu Pengujian I : = +− = 483,49 671,04+483,49−977,31 = 2,73 Pengujian II : = +− = 484,10 672,22+484,10−980,40 = 2,75 Rerata : − = 1+2 2 = 2,73+2,75 2 = 2,74 - Penyerapan Air Pengujian I : = − × 100% = 491,50−483,49 483,49 = 1,66 % Pengujian II : = − × 100% = 492,19−484,10 484,10 = 1,67% % Rerata : − = 1+2 2 = 1,66 + 1,67 2 = 1,66 % 2.10. Kesimpulan Dari pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat halus didapat data hasil pengujian sebagai berikut. Tabel 2 – Data Hasil Pengujian Hasil Perhitungan I II Rerata Berat Jenis Curah Kering (Sd) 2,61 2,63 2,62 Berat Jenis Curah Jenuh Kering Permukaan (Ss) 2,65 2,67 2,66 Berat Jenis Semu (Sa) 2,73 2,75 2,74 Penyerapan Air (Sw = %) 1,66 1,67 1,66


INTERNAL TRAINING 2021 16 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Berdasarkan kedua data pengujian yang diperoleh dari bahan uji yang sama maka dapat dilakukan analisa penyimpangan dan ketelitian dengan ketentuan yang dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel 3 – Ketelitian Uraian Simpangan baku (1s)a Rentang dari 2 hasil yang dapat diterima (d2s)a Ketelitian dari 1 teknisi : Berat jenis curah 0,011 0,032 Berat jenis curah JKP 0,0095 0,027 Berat jenis semu 0,0095 0,027 Penyerapan air (%) 0,11 0,31 Ketelitian dari beberapa laboratorium : Berat jenis curah kering 0,023 0,066 Berat jenis curah JKP 0,020 0,056 Berat jenis semu 0,020 0,056 Penyerapan air (%) 0,23 0,66 Tabel 4 – Perbandingan Hasil Pengujian dengan Tabel Ketelitian Hasil Uji I II II - I Ketelitian Hasil Keterangan Berat jenis curah 2,61 2,63 0,02 0,032 0,02 < 0,032 Memenuhi Berat jenis curah JKP 2,65 2,67 0,02 0,027 0,02 < 0,027 Memenuhi Berat jenis semu 2,73 2,75 0,02 0,027 0,02 < 0,027 Memenuhi Penyerapan air (%) 1,66 1,67 0,01 0,31 0,01 < 0,31 Memenuhi


INTERNAL TRAINING 2021 17 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Menurut ASTM C.128 syarat berat jenis curah jenuh kering permukaan adalah 2,3 – 2,7 dan penyerapan air sebesar 0,2 % - 2% dari hasil pengujian didapat didapat nilai berat jenis curah kering rata-rata sebesar 2,62, berat jenis kering curah kering jenuh permukaan rata-rata sebesar 2,66, berat jenis semu rata-rata sebesar 2,74 dan penyerapan air rata-rata sebesar 1,66%. Maka dapat disimpulkan bahwa agregat halus memenuhi standar spesifikasi untuk pembuatan beton. Menurut SK. SNI-T-15-1990: 1 persyaratan untuk berat jenis curah jenuh kering permukaan adalah 2,5 – 2,7 dan dari hasil pengujian didapat nilai berat jenis jenuh kering permukaan rata-rata sebesar 2,66, artinya memenuhi kriteria agregat halus yang baik digunakan untuk konstruksi. Persyaratan lainnya adalah Berat Jenis Curah Kering (Sd) < Berat Jenis Curah Kering Permukaan (Ss) < Berat Jenis Semu (Sa) atau 2,62 < 2,66 < 2,74, maka langkah pengujian sudah sesuai dengan ketentuan.


INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON SNI 1974 : 2011 A. Dasar Teori 1. Metode Perencanaan Campuran Beton Tujuan perancangan campuran beton adalah untuk menentukan proporsi bahan baku beton yaitu semen, agregat halus, agregat kasar, dan air yang memenuhi kriteria workabilitas, kekuatan, durabilitas, dan penyelesaian akhir yang sesuai dengan spesifikasi. Proporsi yang dihasilkan oleh rancangan pun harus optimal, dalam arti penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria teknis.Perancangan campuran beton merupakan suatu hal yang kompleks jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunnya. Karena itu, sifat dan karakteristik masing-masing bahannya tersebut akan menyebabkan produksi beton yang dihasilkan cukup bervariasi. Selanjutnya perlu diketahui beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi pekerjaan pembuatan rancangan campuran beton, diantaranya adalah kondisi dimana pekerjaan dilaksanakan, kekuatan beton yang direncanakan, kemampuan pelaksana, tingkat pengawasan, peralatan yang digunakan, dan tujuan peruntukan bangunan. Untuk mencapai suatu kekuatan beton tertentu, rancangan yang dibuat harus melahirkan suatu proporsi bahan campuran yang nilainya ditentukan oleh faktor-faktor berikut : a. Faktor Air Semen (FAS) Nilai perbandingan air terhadap semen atau yang disebut faktor airsemen (fas) mempunyai pengaruh yang kuat secara langsung terhadap kekuatan beton. Harus dipahami secara umum bahwa semakin tinggi nilai fas semakin rendah mutu kekuatan beton.


INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur b. Tipe Semen Penggunaan tipe semen yang berbeda, yaitu semen Portland tipe I, II, IV dengan semen Portland yang memilki kekuatan awal yang tinggi (tipe III) akan memerlukan nilai faktor air-semen yang berbeda. c. Keawetan (durability) Pertimbangan keawetan akan memerlukan nilai-nilai kekuatan minimum, faktor air-semen maksimum, dan kadar semen minimum. Ketentuan nilai-nilai faktor air-semen maksimum dan kadar semen minimum dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Tabel 1. Kadar semen minimum dan faktor air-semen maksimum Kondisi Lingkungan Σ Semen Minimum / m2 Beton (kg) Nilai Faktor Air Semen Maksimum Beton di dalam ruang lingkungan a. Keadaan keliling non-korosif b. Keadaan keliling korosif disebabkan oleh kondensasi Beton di luar bangunan a. Tidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsung b. Terlindung dari hujan dan terik matahari langsung Beton yang masuk ke dalam tanah a. Mengalami keadaan basah dan kering berganti-ganti b. Mendapat pengaruh sulfat alkali dari tanah atau air tanah 275 325 325 275 325 0,60 0,52 0,60 0,60 0,55


INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur d. Workabilitas dan Jumlah Air Sifat kekentalan/konsistensi adukan beton dapat menggambarkan kemudahan pengerjaan beton, yang dinyatakan nilai slump. Suatu nilai slump tertentu yang diharapkan dapat memberi kemudahan pengerjaan sesuai dengan jenis konstruksi yang dikerjakan, untuk suatu ukuran agregat tertentu akan berpengaruh terhadap jumlah air yang dibutuhkan. Untuk mencegah penggunaan adukan beton yang terlalu kental atau terlalu encer, dianjurkan untuk menggunakan nilai-nilai slump dalam batas-batas sebagai berikut: Tabel 2. Nilai Slump untuk berbagai pekerjaan *Dapat ditingkatkan sesuai dengan metode pemadatan yang digunakan No. Jenis Pekerjaan Slump (mm) Maksimum Minimum 1 2 3 4 5 6 Dinding, pelat fondasi dan fondasi telapak bertulang Fondasi telapak tidak bertulang, kaison dan konstruksi di bawah tanah Balok, dinding bertulang Kolom gedung Perkerasan dan pelat Pembetonan masal 75 75 100 100 75 75 25 25 25 25 25 25


INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur e. Pemilihan Agregat Ukuran maksimum agregat ditetapkan berdasarkan pertimbangan ketersediaan material yang ada, biaya, atau jarak tulangan terkecil yang ada. Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa sehingga ukuran agregat terbesar tidak lebih dari ¾ jarak bersih minimum antara baja tulangan atau antara baja tulangan dengan acuan, atau celah-celah lainnya dimana beton harus dicor. f. Kadar Semen Kadar semen yang diperoleh dari hasil perhitungan rancangan, selanjutnya dibandingkan dengan ketentuan kadar semen minimum berdasarkan pertimbangan durabilitas, dan dibandingkan juga dengan batas kadar semen maksimum untuk mencegah terjadinya retak akibat panas hidrasi yang tinggi. 2. Variabilitas Jika terkumpul sejumlah data hasil pengujian kuat tekan beton, maka data tersebut akan menunjukkan bahwa nilai-nilai yang dihasilkan akan bervariasi berkisar pada suatu nilai rata-rata dengan suatu nilai simpangan baku/standar deviasi tertentu. Variabilitas dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perencanaan. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi. Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mempertimbangkan variabilitas ditulis sebagai berikut :


INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur ′ = ′ + . Keterangan : f’cr = kekuatan tekan rencana rata-rata f’c = kekuatan tekan rencana S = nilai standar deviasi K = konstanta yang diturunkan dari distribusi normal Nilai k biasanya diambil 1,64 untuk bagian yang ditolak/cacat yang diijinkan 5%. Nilai k.S dinamakan nilai tambah (margin) yang merupakan juga nilai keamanan dalam perancangan. Perlu juga dipahami bahwa dalam menentukan nilai standar deviasi harus diperhatikan ketentuan jumlah benda uji minimum. Jika benda uji yang diperiksa tidak mencapai jumlah minimum, maka harus diterapkan suatu angka koreksi terhadap nilai standar deviasi :


INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Tabel 3. Angka Koreksi Standar Deviasi Jika jumlah minimum benda uji 20 buah Jika jumlah minimum benda uji 30 buah Jumlah benda uji Angka koreksi Jumlah benda uji Angka koreksi 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1,37 1,29 1,23 1,19 1,15 1,12 1,10 1,07 1,06 1,04 1,03 1,01 1,00 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1,36 1,31 1,27 1,24 1,21 1,18 1,16 1,14 1,12 1,11 1,09 1,08 1,07 1,06 1,05 1,04 1,03 1,02 1,02 1,01 1,00


INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 3. Metode Perencanaan Campuran Beton Gambar 1. Prosedur perancangan campuran beton menurut metoda SNI 03 – 2834 – 2000 Mulai 1. Input data Beton ⚫ Kuat tekan rencana pada f’ c ⚫ Umur beton ⚫ Tinggi slump rencana ⚫ Jenis beton + kondisi lingkungan 2. Input data Beton ⚫ Jenis agregat kasar ⚫ Berat Jenis ⚫ Berat volume ⚫ Absorpsi ⚫ Kadar lembab ⚫ Ukuran maksimum nominal ⚫ Zona gradasi agregat halus 3. Estimasi ⚫ Standar deviasi ⚫ Nilai margin ⚫ Kuat tekan rata-rata perlu ⚫ Kadar air ⚫ Faktor air semen ⚫ Densitas beton basah ⚫ % agregat halus 4. Perhitungan ⚫ Kandungan semen ⚫ Volume agregat halus ⚫ Volume agregat kasar 5. Koreksi terhadap kadar lembab ⚫ Kadar agregat kasar koreksi ⚫ Kadar agregat halus koreksi ⚫ Kadar air koreksi 6. Hasil ⚫ Rancangan proporsi material beton Selesai


INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar 2. Prosedur perancangan campuran beton menurut 7656:2012 Mulai 1. Input Data Beton ⚫ Kuat tekan rencana pada umur 28 hari, f’c ⚫ Tinggi slump rencana + Jenis pemadatan (penggetar/selain penggetar) ⚫ Jenis beton (beton dengan kandungan udara /tanpa kandungan udara) + kondisi lingkungan 2. Input Data Material ⚫ Berat jenis ⚫ Berat volume agregat kasar ⚫ Absorpsi ⚫ Kadar lembab ⚫ Modulus halus butir ⚫ Ukuran maksimum nominal 3. Estimasi ⚫ Standar deviasi ⚫ Nilai margin ⚫ Kuat tekan rata-rata perlu ⚫ Kadar air ⚫ Faktor air semen ⚫ % kandungan udara ⚫ Volume agregat kasar 4. Perhitungan ⚫ Kandungan semen ⚫ Volume agregat halus 5. Koreksi terhadap kadar lembab ⚫ Kadar agregat kasar koreksi ⚫ Kadar agregat halus koreksi ⚫ Kadar air koreksi 6. Hasil ⚫ Rancangan proporsi material beton Selesai


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 4. Pengujian Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas. Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. Semakin tinggi kekuatan struktur dikehendaki, semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan (Mulyono, 2005). Nilai kuat tekan beton didapat dari pengujian standar dengan benda uji yang lazim digunakan berbentuk silinder. Dimensi benda uji standar adalah tinggi 300 mm, diameter 150 mm seperti pada Gambar 3.1. Kuat tekan masingmasing benda uji ditentukan oleh tegangan tekan tertinggi (fc') yang dicapai benda uji umur 28 hari akibat beban tekan selama percobaan (Dipohusodo, 1996). Gambar 3. Benda Uji Silinder Rumus yang digunakan untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton berdasarkan percobaan di laboratorium adalah sebagai berikut ini. ′ =


INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Keterangan: fc' = kuat tekan (MPa) P = beban tekan (N) A = luas penampang benda uji (mm2) Untuk konversi beton kubus ke silinder atau sebaliknya, dengan mutu fc’ 25 menyatakan kekuatan tekan minimum 25 Mpa pada umur beton 28 hari. Dengan menggunakan silinder beton diameter 15 cm, tinggi 30 cm. Mengacu pada standard SNI 03-2847-2002 yang merujuk pada ACI (American Concrete Institute) adalah sebagai berikut : Mutu Beton K Mutu Beton f’c Kuat Tekan Kubus 250 kg / cm2 Kuat Tekan Silinder Jika satuan dikonversi ke satuan lain Jika satuan dikonversi ke satuan lain misal MPa : misal kg/cm² : 250 × 0,098 = 24,5 Mpa 25 × 10,194 = 254,85 kg/cm Gambar 4. Konversi Benda Uji Kubus ke Silinder S S S K 250 D f’c 25 H


INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar 5. Pola Retak Beton Pola Keretakan : 1. Bentuk kehancuran kerucut 2. Bentuk kehancuran kerucut dan belah 3. Bentuk kehancuran kerucut dan geser 4. Bentuk kehancuran geser 5. Bentuk kehancuran sejajar sumbu tegak 5. Rentang beban Untuk mesin yang digerakkan secara hidrolis, beban harus diberikan paada kecepatan gerak yang sesuai dengan kecepatan pembebanan pada uji dalam rentang 0,15 Mpa/detik sampai dengan 0,35 Mpa/detik. Kecepatan gerak yang ditentukan harus dijaga minimal selama setengah pembebanan terakhir dari fase pembebanan yang diharapkan dari siklus pengujian. B. Tujuan Pengujian - Untuk menerapkan metode perencanaan campuran beton - Untuk menentukan beban tekan beton (P) - Untuk menentukan kuat tekan beton (fc’) - Untuk mengevaluasi hasil pengujian campuran beton Pola 1 Pola 2 Pola 3 Pola 4 Pola 5


INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur C. Ruang Lingkup Standar ini meliputi penetapan kuat tekan beton benda uji berbentuk silinder yang dicetak baik di laboratorium maupun di lapangan. Standar ini dibatasi untuk beton yang memiliki berat isi (unit weight) lebih besar dari 800 kg/m3 . D. Metode Acuan - SNI 7394 – 2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan - SNI 2493 - 2011 Tata Cara Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium - SNI 03 – 1972 – 1990 Metode Pengujian Slump Beton - SNI 03-3402-1994 Metode Pengujian Berat Isi Beton Ringan Struktural - SNI 03 – 1974 – 2011 Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder E. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian yaitu : - 1 set alat uji analisa saringan (Shieve Shaker Set) - Kerucut Abrams - Alat capping beton - Mesin penguji kuat tekan (Compression Machine) Bahan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Agregat kasar - Agregat halus - Semen - Aquades


INTERNAL TRAINING 2021 13 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Di bawah ini adalah gambar alat dan bahan dalam pembuatan beton sampel, slump test, kaping, dan uji kuat tekan : Gambar Mixer Gambar Compression Machine Gambar Capping Set Gambar Slump Test / Kerucut Abrams Gambar Cetakan Beton


INTERNAL TRAINING 2021 14 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur F. Langkah Pengujian Perhitungan Kebutuhan Material - Menentukan nilai kuat tekan rencana dan menghitung kebutuhan material (agregat kasar, agregat halus, semen, dan air). Pembuatan Beton Sampel (SNI 2493 : 2011) a. Pengadukan dengan mixer - Menimbang masing-masing material dengan ketentuan berat sesuai hasil perhitungan dan melebihkan 10%. Gambar Menimbang material - Menyiapkan alat yang akan digunakan untuk membuat campuran beton antara lain : mixer, cetok, kerucut abrams dengan penusuk, meteran, cetakan beton. - Melumasi cetakan beton silinder dengan oli untuk mempermudah ketika pengambilan sampel dari cetakan. - Melumasi mixer dengan campuran yang sesuai dengan sampel yang akan dibuat untuk mengganti mortar yang hilang karena menempel pada mixer.


INTERNAL TRAINING 2021 15 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Memasukkan agregat kasar, sebagian air pencampur. Menghidupkan mixer kemudian menambahkan agregat halus, semen, dan air dalam kondisi mixer masih berputar. Apabila tidak memungkinkan untuk memasukkan agregat halus, semen, dan air saat mixer masih berputar, material tersebut dapat ditambahkan ketika mixer dalam kondisi berhenti setelah membiarkannya berputar beberapa putaran. - Mengaduk campuran selama ± 3 menit kemudian menghentikan mixer dan mendiamkan campuran selama ± 3 menit kemudian memutar kembali mixer selama ± 2 menit. Selama proses mendiamkan campuran, sebaiknya menutup mixer bagian atas untuk menghindari penguapan air campuran. - Meletakkan beton yang diaduk mesin dalam wadah pengaduk lembab dan kering kemudian mengaduk kembali dengan cetok hingga terlihat seragam. b. Pengadukan dengan tangan - Mengaduk semen dan agregat halus tanpa menambahkan air sampai semua tercampur merata. Gambar Mengaduk semen dan agregat halus


INTERNAL TRAINING 2021 16 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menambahkan agregat kasar dan mengaduk semua campuran tanpa menambahkan air. Gambar Mengaduk agregat kasar dan semen - Menambahkan air kemudian mengaduk campuran sampai seragam dan sesuai dengan konsistensi yang diinginkan. Pengujian Slump Test (SNI 03-1972-1990) - Membasahi cetakan kerucut dan plat dengan kain basah, kemudian meletakkan dalam posisi yang kokoh. - Mengisi cetakan sampai penuh dengan campuran dalam 3 lapis, tiap lapis berisi kira-kira 1/3 isi cetakan, setiap lapis ditusuk dengan tongkat pemadat sebanyak 25 tusukan secara merata. - Meratakan permukaan sampel dan semua sisa yang jatuh di sekitar cetakan harus disingkirkan, kemudian mengangkat cetakan secara perlahan tegak lurus ke atas. Memastikan seluruh pengujian dari pengisian sampai cetakan diangkat harus selesai dalam jangka waktu 2,5 menit.


INTERNAL TRAINING 2021 17 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Menusuk campuran beton - Membalikkan cetakan dan meletakkan perlahan di samping sampel uji, kemudian mengukur slump dengan menentukan perbedaan tinggi cetakan dengan tinggi rata-rata sampel uji. Penempatan Sampel Uji a. Penempatan Cetakan Meletakkan sampel uji pada permukaan yang kaku dan bebas getaran dan mengupayakan sedekat mungkin dengan tempat yang akan digunakan untuk penyimpanan selama 24 jam. b. Penempatan Sampel Mengaduk kembali beton dengan cetok untuk menghindari segregasi kemudian menempatkan campuran ke dalam cetakan menggunakan cetok sebanyak 3 lapis yang sama dengan perkiraan tebal per lapisan 10 cm.


INTERNAL TRAINING 2021 18 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Memasukkan campuran beton ke cetakan Penumbukan Sampel Uji Menempatkan campuran dalam cetakan dengan jumlah lapisan yang sesuai dengan volume yang sama, kemudian menumbuk masing-masing lapisan dengan tongkat penumbuk. Setelah setiap lapisan ditusuk, ketok bagian luar cetakan secara perlahan sebanyak 10 – 15 kali dengan palu karet untuk merapatkan setiap lubang yang tersisa oleh tumbukan. Jumlah tumbukan untuk diameter silinder 15 cm dengan diameter penumbuk 10 cm adalah 25 tumbukan per lapisan. Gambar Menumbuk campuran beton


INTERNAL TRAINING 2021 19 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Pekerjaan Akhir Setelah pemadatan dan penumbukkan selesai dilakukan, selanjutnya meratakan permukaan atas dengan tongkat penusuk bila konsistensi beton memungkinkan, atau dengan perata kayu. Perawatan (SNI 03-3402-1994) a. Penutupan setelah akhir pekerjaan Menutup permukaan atas cetakan beton dengan lembaran plastik yang kuat, awet, dan kedap air untuk menghindari penguapan air dari beton yang belum mengeras selama proses mendiamkan sampel beton selama 24 jam. b. Pembukaan cetakan Membuka sampel beton dari cetakan yang telah didiamkan selama 24 ± 8 jam. c. Perendaman Merendam sampel uji beton silinder pada air dengan temperatur 23 °C sampai umur yang dikehendaki. Pengangkatan Sampel Uji - Setelah sampel uji beton silinder mencapai umur yang dikehendaki, selanjutnya mengangkat beton dari bak perendaman kemudian mengeringkan sampai permukaan beton bagian luar kering. Toleransi waktu pengujian sesuai nomor uji dapat dilihat pada tabel berikut.


INTERNAL TRAINING 2021 20 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Tabel Toleransi Waktu Pengujian Umur Uji Waktu 12 jam 24 jam 3 hari 7 hari 28 hari 90 hari ± 15 menit atau 2,1 % ± 30 menit atau 2,1 % ± 2 jam atau 2,8 % ± 6 jam atau 3,6 % ± 20 jam atau 3,0 % ± 2 hari atau 2,2 % - Menimbang berat sampel uji beton silinder dan mencatat beratnya pada formulir pengujian. - Mengukur dimensi sampel uji beton silinder (diameter dan tinggi) dan menghitung luasannya. Pembuatan Kaping (SNI 6369 : 2008) - Menghaluskan permukaan atas sampel beton uji silinder dengan sikat kawat baja, kemudian menyiapkan alat kaping satu set (kompor pemanas listrik yang dilengkapi penutup serta pengatur suhu, plat cetakan kaping, centong, skrab) dan bahan berupa bubuk belerang. Bubuk belerang yang sudah digunakan dapat digunakan kembali 4 – 5 kali penggunaan. - Memanaskan bubuk belerang dengan kompor pemanas listrik pada suhu 129 °C – 143 °C, mengaduk belerang apabila sudah mulai meleleh. - Meletakkan plat cetakan kaping pada permukaan yang datar kemudian mengolesi menggunakan oli sebelum belerang yang meleleh dituangkan ke plat cetakan.


INTERNAL TRAINING 2021 21 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menuang lelehan belerang pada plat cetakan kemudian meletakkan permukaan sampel beton silinder pada plat cetakan dengan posisi salah satu sisi beton menyentuh alat penegak. - Menunggu sampai lelehan belerang mengeras kemudian mengangkat beton sampel silinder dari plat cetakan. Apabila mengalami kesulitan ketika mengangkat beton sampel maka diperbolehkan untuk mengetuk bagian luar plat cetakan dengan palu karet sebelum beton diangkat. Gambar Meletakkan beton pada plat kaping Pengujian Sampel (SNI 1974 : 2011) - Meletakkan landasan tekan datar bagian bawah dan membersihkan permukaannya kemudian meletakkan sampel uji di atasnya. - Menyalakan compression machine dan memanaskan mesin sebelum digunakan untuk pengujian. - Menyalakan digital reader dengan menekan ON dan melakukan verifikasi nilai nol sebelum pengujian.


INTERNAL TRAINING 2021 22 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Memastikan posisi tuas pengatur beban pada posisi paling ujung atau nol. - Menarik tuas pembebanan secara perlahan agar posisi sampel uji menyentuh permukaan landasan atas. - Mendorong tuas pembebanan sampai ujung atau batas nol, kemudian menyiapkan stopwatch. - Menarik tuas sampai batas kecepatan pembebanan yang sudah diverifikasi untuk beton sesuai ketentuan (0,15 MPa – 0,35 MPa). - Menghidupkan stopwatch dan menunggu sampai sampel uji beton retak / hancur. - Mencatat angka yang keluar pada digital reader, waktu pengujian, dan hasil analisa pola retakan pada formulir pengujian. - Menghitung nilai kuat tekan beton sampel uji dalam satuan kg/cm².


INTERNAL TRAINING 2021 23 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur G. Diagram Alir Pengujian Mulai Mengangkat sampel uji beton Menimbang berat sampel uji beton Mengukur dimensi sampel uji beton (ø dan tinggi) Melapisi permukaan sampel (kaping beton) Menguji kuat tekan sampel beton silinder Selesai Merencanakan campuran beton Membuat sampel uji beton silinder Merendam benda uji sampai mencapai umur rencana Menghitung nilai kuat tekan sampel beton silinder


INTERNAL TRAINING 2021 24 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur H. Perhitungan Perhitungan dilakukan mulai dari perencanaan sampel uji beton silinder, perhitungan nilai slump test, perhitungan nilai kuat tekan. Perencanaan Campuran Beton Contoh perencanaan campuran beton berdasarkan SNI 7394 : 2008 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan.dapat dilihat sebagai berikut. Mutu rencana : K300 atau f’c 26,4 Mpa dengan slump 12 ± 2 cm. Menurut SNI 7394 : 2008 untuk membuat beton 1 m³ mutu K300 atau f’c 26,4 MPa dibutuhkan material sebagai berikut. Tabel Ketentuan berat material mutu K300 per 1 m³ No. Jenis Material Berat Satuan 1 Semen 413 kg 2 Agregat Halus 681 kg 3 Agregat Kasar 1021 kg 4 Air 215 L Sedangkan volume untuk 1 sampel beton silinder adalah : Diketahui : Ø = 15 cm, maka r = 15/2 cm t = 30 cm = π × 2 × = π × ( 15 2 ) 2 × 30 = 5301,44 ³


INTERNAL TRAINING 2021 25 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur 1 m³ = 1000000 cm³, maka untuk membuat 1 sampel beton silinder mutu K300 dibutuhkan 5301,44 1000000 = 5,3 × 10−3 m³ dengan begitu uraian material sebagai berikut. Tabel Ketentuan berat material mutu K300 per 1 sampel beton No. Jenis Material Berat Satuan 1 Semen 2,19 Kg 2 Agregat Halus 3,61 Kg 3 Agregat Kasar 5,41 Kg 4 Air 1,14 Kg Dengan analisa perhitungan sebagai berikut. a. Semen = 413 × 5,3 × 10−3 = 2,19 kg b. Agregat Halus = 681 × 5,3 × 10−3 = 3,61 kg c. Agregat Kasar = 1021 × 5,3 × 10−3 = 5,41 kg d. Air = 215 × 5,3 × 10−3 = 1,14 L Perhitungan Nilai Slump Test Tabel Perhitungan Nilai Slump Test Slump Test (cm) Rerata (cm) 1 2 3 11,5 12,5 8 12,44 Berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan didapat nilai slump test 12, 44 cm.


INTERNAL TRAINING 2021 26 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur FORMULIR PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON SILINDER SNI 1974 : 2011 Pekerjaan : Internal Quality Control Pembuatan Sampel : 07 September 2022 Pengujian Sampel : 04 Oktober 2022 Suhu / Kelembaban : 23,0 ℃ / 73,3 % No Tanggal Umur Sampel (Hari) Sampel Luas Bidang Pembacaan Alat Hasil Pola Retak Ket Pembuatan Sampel Pengujian Berat (Kg) K- Cm2 KN kg/cm2 Waktu 1 07 Sep 22 04 Okt 22 28 12,58 300 176,63 351 202,64 3 2 menit 10 detik 2 07 Sep 22 04 Okt 22 28 12,42 300 176,63 433 249,97 3 2 menit 30 detik 3 07 Sep 22 04 Okt 22 28 12,68 300 176,63 368 212,45 5 2 menit 05 detik 4 07 Sep 22 04 Okt 22 28 12,44 300 176,63 336 193,98 5 2 menit 00 detik 5 07 Sep 22 04 Okt 22 28 12,30 300 176,63 359 207,25 5 2 menit 03 detik Diuji Oleh : Saraswati Omega S., S. T. Dihitung Oleh : Saraswati Omega S., S. T. Diperiksa Oleh : Tri Mardoko, ST


INTERNAL TRAINING 2021 27 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Analisis Data Menghitung kekuatan tekan beton berdasarkan rumus berikut: Menghitung luas penampang benda uji L = π × r 2 π = 3,14 r = D/2 = 15/2 = 7,5 cm maka, dapat ditentukan L = π × r 2 = π × (7,5)² = 176,63 cm² Kuat Tekan (kg/cm2 ) = (cm²) Sampel 1 Beban Maksimum = 351 kN Angka konversi 1 kN = 101,97 kg Hasil Kuat Tekan = 351 × 101,97 176,63 = 202,64 kg/ cm2 Sampel 2 Beban Maksimum = 433 kN Angka konversi 1 kN = 101,97 kg Hasil Kuat Tekan = 433 × 101,97 176,63 = 249,97 kg/ cm2


INTERNAL TRAINING 2021 28 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Sampel 3 Beban Maksimum = 368 kN Angka konversi 1 kN = 101,97 kg Hasil Kuat Tekan = 368 × 101,97 176,63 = 212,45 kg/ cm2 Sampel 4 Beban Maksimum = 336 kN Angka konversi 1 kN = 101,97 kg Hasil Kuat Tekan = 336 × 101,97 176,63 = 193,98 kg/ cm2 Sampel 5 Beban Maksimum = 359 kN Angka konversi 1 kN = 101,97 kg Hasil Kuat Tekan = 359 × 101,97 176,63 = 207,25 kg/ cm2 Tabel Perhitungan Kecepatan Pembebanan No Luas Bidang Pembacaan Alat Hasil Waktu MPa Rentang Syarat Rentang Beban Keterangan cm2 kN kg/cm2 1 176,63 351 202,64 2 menit 10 detik 25,99 0,15 0,15 MPa/detik – 0,35 MPa/detik Memenuhi 2 176,63 433 249,97 2 menit 30 detik 23,10 0,15 Memenuhi 3 176,63 368 212,45 2 menit 05 detik 25,42 0,16 Memenuhi 4 176,63 336 193,98 2 menit 00 detik 26,99 0,17 Memenuhi 5 176,63 359 207,25 2 menit 03 detik 24,12 0,16 Memenuhi


INTERNAL TRAINING 2021 29 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Analisis Data Perkiraan nilai konversi 1 kg/cm² = 0,0981 MPa Sampel 1 Hasil Uji Kuat Tekan = 202,64 × 0,0981 = 19,88 MPa Rentang Beban = 19,88 130 = 0,15 Sampel 2 Hasil Uji Kuat Tekan = 249,97 × 0,0981 = 24,52 MPa Rentang Beban = 24,52 150 = 0,16 Sampel 3 Hasil Uji Kuat Tekan = 212,45 × 0,0981 = 20,84 MPa Rentang Beban = 20,84 125 = 0,17 Sampel 4 Hasil Uji Kuat Tekan = 193,98 × 0,0981 = 19,03 MPa Rentang Beban = 19,03 120 = 0,16 Sampel 5 Hasil Uji Kuat Tekan = 207,25 × 0,0981 = 20,33 MPa Rentang Beban = 20,33 123 = 0,17 I. Kesimpulan Dari pengujian kuat tekan beton tersebut dapat disimpulkan bahwa dari hasil uji slump memenuhi syarat, sedangkan untuk kuat tekan beton belum memenuhi nilai kuat tekan rencana. Namun, untuk rentang beban sudah memenuhi.


INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGUJIAN KUAT TEKAN BATU BATA (PAVING BLOCK) SNI 03-0691-1996 A.Dasar Teori Bata beton (paving block) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton itu. Klasifikasi bata beton dibedakan menjadi 5, antara lain : bata beton mutu A digunakan untuk jalan; bata beton mutu B digunakan untuk peralatan parkir; bata beton mutu C digunakan untuk pejalan kaki; bata beton mutu D digunakan untuk taman dan penggunaan lain. Bata beton harus mempunyai permukaan yang rata, tidak terdapat retak-retak dan cacat, bagian sudut dan rusuknya tidak mudah dirapuhkan dengan kekuatan jari tangan. Bata beton harus mempunyai ukuran tebal nominal minimum 6 cm dengan toleransi ± 8%. Selain itu, bata beton harus mempunyai sifat fisika seperti tabel berikut. Tabel 1 Sifat Fisika Bata Beton Mutu Kuat Tekan (Mpa) Ketahanan aus (mm/menit) Penyerapan air rata-rata maks. Rerata Min. Rerata Min. % A 40 35 0,09 0,103 3 B 20 17 0,13 0,149 6 C 15 12,5 0,16 0,184 8 D 10 8,5 0,219 0,251 10 Contoh uji harus terdiri dari satuan yang utuh dan pengambilan harus dilakukan oleh pembeli atau badan yang diberi kuasa olehnya. Selain itu, contoh uji harus mencerminkan jumlah seluruh satuan dari kelompok dan diambil secara acak dari


INTERNAL TRAINING 2021 2 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur beberapa tempat dengan semua keadaan. Ketentuan jumlah contoh untuk 500.000 buah bata beton dari setiap kelompok 50.000 buah diambil contoh rata-rata sebanyak 20 buah. Untuk 500.000 buah bata beton dari setiap kelompok 100.000 buah diambil contoh sebanyak 5 buah. Semua kondisi fisik bata beton diperiksa dengan pengamatan secara teliti. Pengukuran tebal dilakukan terhadap tiga tempat yang berbeda dan diambil nilai rerata. Mengambil 5 buah contoh uji dan memotong masing-masing contoh uji menjadi bentuk kubus dan menyesuaikan rusuknya dengan contoh uji. Melakukan pengujian contoh uji yang telah siap dengan mesin tekan yang telah diatur kecepatannya. Kecepatan penekanan dari mulai pemberian beban sampai contoh uji hancur adalah 1 – 2 menit. Arah penekanan pada contoh uji disesuaikan dengan arah tekanna beban di dalam pemakaiannya. Rumus perhitungan kuat tekan dihitung dengan persamaan sebagai berikut. = Keterangan : P adalah nilai kuat tekan dari perhitungan (kg/cm²) F adalah gaya yang dihasilkan dari mesin kuat tekan (kN) A adalah luasan bidang tekan (cm²) B. Tujuan Pengujian - Untuk menentukan nilai F (gaya tekan) yang dihasilkan oleh mesin uji kuat tekan terhadap contoh uji bata beton - Untuk menentukan nilai A (luas bidang) dari contoh uju - Untuk menentukan nilai P (kuat tekan) dari hasil perhitungan


INTERNAL TRAINING 2021 3 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur C. Ruang Lingkup Metode ini mencakup pengujian untuk menetapkan kuat tekan bata beton (paving block) dengan bentuk contoh uji yang sudah dipotong menjadi bentuk kubus. D. Metode Acuan - SNI 03-0691-1996 Bata Beton (Paving Block) E. Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Mesin Uji Tekan (Compression Machine) - Neraca / timbangan dengan reapitibility 1 gram - Mistar / Calliper Bahan yang digunakan dalam pengujian antara lain : - Batu bata (paving block) Berikut adalah gambar alat dan bahan dalam pengujian kuat tekan bata beton (paving block) :


INTERNAL TRAINING 2021 4 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Gambar Mesin Uji Kuat Tekan (Compression Machine) Digital Reader Selang Hidrolik Plat Penambat Dudukan Plat


INTERNAL TRAINING 2021 5 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur F. Langkah Pengujian - Menimbang berat contoh uji batu bata (paving block) menggunakan timbangan dan mencatat beratnya pada formulir pengujian. - Mengukur dimensi contoh uji batu bata (paving block) menggunakan calliper dan mencatat dimensinya pada formulir pengujian. Gambar Bata beton (paving block) - Memotong contoh uji batu bata (paving block) disesuaikan dengan ukuran tebalnya. - Memeriksa performa mesin, kecukupan oli, mur, dan selang hidrolik untuk memastikan tidak ada kebocoran pada mesin kuat tekan (compression machine). - Menghidupkan mesin uji tekan (compression machine) untuk memanaskan mesin sebelum pemakaian. - Menghidupkan digital reader pada mesin dan memeriksa apakah menunjukkan angka nol. - Meletakkan dudukan plat dengan menyisakan ruang tengah yang sesuai ketebalan contoh uji bata beton (paving block). - Menempatkan sampel di atas dudukan plat dan memastikan permukaan bata beton (paving block) menyentuh permukaan plat penambat. t


INTERNAL TRAINING 2021 6 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Menutup pintu rangka mesin dan memutar handle penekan ke arah kanan kemudian mendorong handle kecepatan ke posisi depan untuk menambah kecepatan pembebanan. Kecepatan penekanan dari mulai pemberian beban sampai dengan contoh uji hancur adalah 1 - 2 menit. Gambar Tombol Handle Compression Machine - Menurunkan kecepatan ketika contoh uji batu bata (paving block) sudah hancur dengan menekan ke belakang handle kecepatan sambil memutar ke arah kiri. - Mencatat angka pada digital reader beserta waktu pengujian setelah mesin berhenti menekan pada formulir pengujian, biasanya ditandai dengan munculnya tanda panah pada digital reader. - Membuka pintu rangka mesin dan mengeluarkan contoh uji. - Mematikan compression machine dengan menekan tombol power. - Membersihkan sisa retakan contoh uji yang tersisa pada mesin uji tekan. Handle Kecepatan Handle Penekan Power


INTERNAL TRAINING 2021 7 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur G. Diagram Alir Pengujian Mulai Menimbang dan mengukur dimensi (panjang, lebar, tebal) contoh uji (paving block) kemudian mencatat pada formulir pengujian kemudian menghitung luas bidang contoh uji. Memotong contoh uji (paving block) dengan mesin potong menjadi berbentuk kubus dengan ukuran rusuk masing-masing disesuaikan dengan tebal contoh uji Mengecek oli, mur, selang hidrolik, memastikan tidak ada kebocoran pada mesin uji tekan (compression machine), menghiduokan mesin uji tekan dan digital reader sebelum pemakaian untuk memanaskan mesin serta memastikan angka pada digital reader adalah nol Meletakkan dudukan plat dan menyisakan ruang yang sesuai dengan tebal contoh uji batu bata yang akan diuji, kemudian memasukkan contoh uji batu bata (paving block) di atas dudukan plat Menutup rangka pintu mesin dan memutar handle penekan ke arah kanan sambil mendorong handle kecepatan ke depan untuk mengatur kecepatan pembebanan pada mesin Membuka rangka tutup pada mesin, memutar handle penekan ke arah kiri sambil mendorong handle kecepatan ke arah belakang Mengeluarkan contoh uji dan mencatat angka yang muncul pada digital reader pada formulir pengujian sebagai F (kN) Menghitung nilai kuat tekan P (kg/cm²) dengan rumus = Selesai


INTERNAL TRAINING 2021 8 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur H. Data Hasil Percobaan PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM DAN PENGUJIAN Parameter Pengujian : Kuat Tekan Paving (SNI 03-0691-1996) Nama Pekerjaan : Internal Training Laboratory Tanggal Terima Sampel : 24 November 2022 Kondisi Sampel : Baik dan Cukup Tanggal Pengujian Sampel : 25 November 2021 Suhu / Kelembaban Ruangan : 23,80 °C / 62% Diuji oleh : Eka Yuliana Rahayu, A. Md. Dihitung oleh : Eka Yuliana Rahayu, A.Md. Diperiksa oleh : Tri Mardoko, S. T. No. Umur Sampel (hari) Sampel Luas Bidang (cm²) Pembacaan Alat (kN) Hasil (kg/cm²) Keterangan Berat (kg) K- Waktu Warna S1 28 2,45 200 36,00 136,00 385,22 1'02" Abu S2 28 2,47 200 36,00 135,00 382,39 1'38" Abu S3 28 2,46 200 36,00 131,00 371,06 1'51" Abu S4 28 2,49 200 36,00 138,00 390,89 1'50" Abu S5 28 2,45 200 36,00 124,00 351,23 1'58" Abu


INTERNAL TRAINING 2021 9 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur I. Analisa Data Dari data yang diperoleh berdasarkan hasil kuat tekan paving dapat dilakukan analisa data sebagai berikut. Sampel I : = = 136,00 ×101,97 36,00 = 385,22 /² Sampel II : = = 135,00 ×101,97 36,00 = 382,39 /² Sampel III : = = 131,00 ×101,97 36,00 = 371,06 /² Sampel IV : = = 138,00 ×101,97 36,00 = 390,89 /² Sampel V : = = 124,00 ×101,97 36,00 = 351,23 /² J. Kesimpulan Dari pengujian kuat tekan batu bata (paving block) didapat data hasil pengujian sebagai berikut. Tabel 2 – Data Hasil Pengujian Kode Sampel Bidang Tekan (A) Gaya (F) Nilai Kuat Tekan (P) S1 36,00 136,00 385,22 S2 36,00 135,00 382,39 S3 36,00 131,00 371,06 S4 36,00 138,00 390,89 S5 36,00 124,00 351,23


INTERNAL TRAINING 2021 10 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur Berdasarkan data pengujian yang diperoleh maka dapat dilakukan analisa penyimpangan dan ketelitian dengan ketentuan yang dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 3 – Ketelitian Kode Sampel Waktu Pengujian Batas Waktu Keterangan S1 1 menit 02 detik 1 – 2 menit Memenuhi S2 1 menit 38 detik 1 – 2 menit Memenuhi S3 1 menit 51 detik 1 – 2 menit Memenuhi S4 1 menit 50 detik 1 – 2 menit Memenuhi S5 1 menit 58 detik 1 – 2 menit Memenuhi Berdasarkan hasil pengujian didapat nilai 385,22 kg/cm², 382,39 kg/cm², 371,06 kg/cm², 390,89 kg/cm², 351,23 kg/cm², apabila dibandingkan dengan mutu rencana yaitu K200 maka dari 5 sampel hasil pengujian dinilai memenuhi. K. Pengendalian - Personil 1. Pekerjaan dilakukan oleh Teknisi Laboratorium 2. Personil harus telah mengerti dan memahami IK 3. Personil harus dalam keadaan fit / sehat. 4. Personil harus dilengkapi Alat Perlindungan Diri (APD) yang sesuai. 5. Personil harus disiplin, taat pada peraturan dan prosedur, tidak ceroboh, lalai, tergesa-gesa dalam mengambil resiko dalam melaksanakan pekerjaan.


INTERNAL TRAINING 2021 11 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur - Peralatan 1. Alat Perlindungan Diri • Sarung tangan digunakan Teknisi Laboratorium untuk melindungi kulit dari permukaan batu bata (paving block) yang kasar. • Masker digunakan untuk melindungi Teknisi Laboratorium dari debu yang dihasilkan melalui pengujian kuat tekan. • Earpug digunakan untuk melindungi telinga Teknisi Laboratorium dari kebisingan alat pada saat pengujian kuat tekan bata beton (paving block) sedang dilakukan. 2. Peralatan Kerja • Timbangan dilengkapi dengan daya yang cukup agar tidak mempengaruhi performa timbangan dan sudah dikalibrasi dengan hasil yang memuaskan. • Compression Machine dilengkapi dengan daya, oli yang cukup agar tidak mempengaruhi performa alat dan sudah dikalibrasi dengan hasil yang memuaskan • Calliper dilengkapi dengan baterai yang pengecekannya dilakukan secara berkala dengan uji performa alat dan dikalibrasi dengan hasil kalibrasi yang memuaskan. 3. Lingkungan • Pastikan penerangan (lampu) di lingkungan telah memadai. • Pastikan lantai di ruang pengujian dalam kondisi tidak licin. • Pastikan suhu dan kelembaban ruang pengujian sudah memenuhi spesifikasi yang disyaratkan SNI.


INTERNAL TRAINING 2021 12 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur L. Identifikasi Sumber Bahaya - Reagen/Material • Teknisi Laboratorium dapat tertimpa dan terkena serpihan contoh uji bata beton (paving block) • Teknisi Laboratorium dapat tertimpa dudukan plat dari mesin uji kuat tekan - Penyimpanan Sampel • Sampel dibawa oleh customer untuk diuji di laboratorium. • Customer mengisi form permohonan pengujian dibantu oleh petugas administrasi (FR. 7.1.1/UPTD-LAB/II/2019). • Sampel diterima oleh bagian administrasi untuk diberi identitas dan diserahkan kepada teknisi laboratorium. • Teknisi laboratorium memisahkan sampel sebelum dan sesudah diuji di tempat penyimpanan yang sudah ditentukan. • Sampel yang sudah diuji dimusnahkan dan dibuatkan berita acara pemusnahan sampel (FR. 7.4.2/UPTD-LAB/II/2019).


INTERNAL TRAINING 2021 1 PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PEKERJAAN UMUM UPT LABORATORIUM & PENGUJIAN Jl. Mlatiharjo Raya No. 11A, Kel. Mlatibaru, Kec. Semarang Timur PENGUJIAN ANGKA PANTUL BETON KERAS (HAMMER TEST) SNI ASTM C 805 : 2012 A. Dasar Teori Beton merupakan suatu material gabungan yang terdiri dari bahan dasar partikel (fragment) dari agregat yang saling mengikat satu sama lain, bahan pengikat dibentuk dari suatu campuran semen hidrolis dan air. Angka pantul merupakan besaran dalam skala linier yang merupakan jarak pantul massa palu baja terhadap hulu palu yang menempel pada permukaan beton terhadap palu baja, dimana pantulan tersebut ditimbulkan oleh tumbukan massa palu baja dengan jumlah energi tertentu. Hulu palu (plunyer) merupakan bagian alat yang menempel pada permukaan beton dan menerima tumbukan pada saat pengujian. B. Tujuan Pengujian - Untuk menilai keseragaman beton di lapangan - Untuk menggambarkan bagian dari beton yang mengalami kerusakan - Untuk memperkirakan kekuatan beton di lapangan C. Ruang Lingkup Metode ini mencakup penentuan angka pantul beton keras dengan menggunakan palu pantul yang dikendalikan oleh pegas. D. Metode Acuan - SNI ASTM C 805 : 2012 Uji Angka Pantul Beton Keras


Click to View FlipBook Version