Gambar 3.4 Proses Bisnis Penarikan
Proses Bisnis Penarikan Dana Reksus Pada KPPN Non KBI
Upper Bendahara
Boundaries SPM RK LSI
GU ADK
KPPN Mulai Terima -2 Y Proses Pengiriman 5 Pembuatan
SP2D
dari Uji LS / GU SP2D Daftar SPB
Bendahara N SP2D LS /
GU
Daftar
SPB
IBnadnoknesia RKUN
.ARnetkara
(609.0000001
)609.100.411
Reksus 4
DcSDquiPbtd.HiPtKN
Lower Bendahara Bendahara BOT Bendahara/
Boundaries SPM LSI GU ADK Pihak ketiga
SP2D LSI Pendebetan
GU Rekening BOI Kredit rekening
n Dana Reksus Pada KPPN Non KBI
Pengkreditan
502.000000 /
600.502411
co
Debet/ kredit
rek.Antara
(bersaldo nihil)
8
Pendebetan
Reksus
Advis Pencocokan /verifikasi
19 10
Rekening
Koran Pendebetan Reksus
Catat dalamsystem Daftar Selesai
SP2D 7 Penerbitan Daftar Rekapitulasi LAK
SPD dan WPR
Reksus Reksus
Daftar SPD WPR
Laporan Laporan Laporan
Rekonsiliasi Pengawasan Realsasi PHLN
Pendebetan
Realsiasi SP2D
SP2D Reksus
Reksus
Executing Agency/
Kementerian/ Lembaga
Copy
Rekening
Koran
Page 27
d. Proses Bisnis Penarikan Dana Reksus Pada KPPN Non KBI
Penjelasan Bagan
1. Bendahara Mengirimkan SPM Reksus GU/LS kepada KPPN;
2. KPPN melakukan pengujian atas SPM RK LS/GU;
3. SPM RK LS/GU yang lolos uji akan diproses menjadi SP2D Reksus LS/GU, sementara yang
tidak lolos akan dikembalikan kepada Bendahara;
4. KPPN mengirimkan SP2D ke Bank Operasional I untuk kemudian di debet ke rekening
bendahara/pihak ketiga;
5. Saat bersamaan KPPN membuat Daftar SPB;
6. Dit. PKN c.q. Subdit DPH secara harian menerima Daftar Surat Perintah Pembebanan (Daftar
SPB) dari KPPN Non KBI secara elektronis dan melalui faksimile. Daftar SPB merupakan
rekapitulasi Surat Perintah Pembebanan (SPB) atas SP2D Reksus yang diterbitkan KPPN Non
KBI pada setiap hari kerja. Atas Daftar SPB yang diterima, Dit. PKN c.q. Subdit DPH
mengkompilasi, mencatat dan membukukan dalam database system SP2D Reksus;
7. Melalui program aplikasi yang ada menerbitkan Daftar Surat Perintah Pendebetan (Daftar SPD)
beserta Warkat Pembebanan Rekening (WPR) untuk disampaikan kepada Bank Indonesia dalam
rangka pembebanan Reksus berkenaan;
8. BI memindahbukukan/melakukan pendebetan Rekening khusus ke RKUN melalui Rekening
Antara;
9. Subdit DPH, menerima Rekening Koran serta advis Rekening Khusus dan Rekening Antara dari
Bank Indonesia untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan verifikasi atas Daftar SPD yang telah
disampaikan ke Bank Indonesia sehingga diperoleh hasil apakah pendebetan pada Reksus
berkenaan sudah sesuai dengan elemen data pada SP2D Reksus-nya;
10. Selesai.
Page 28
Gambar 3.5 Proses Bisnis Pembebanan Dana Tal
Prosedur Pembebanan Dana talangan karena Reksus Kosong Pada KPPN KBI
s Bendahara
rep ier
SPM RK LS/ ADK
a GU
d
pU n
u
o
B
1
Mulai Terima 2 Y Proses 4 Pengiriman
dari Uji 3 SP2D SP2D
LS/GU
Bendahara N
SP2D LS/
GU
susuhK 5a
g
ninekeR
x Pendebetan D
x Rekening Cu
x
0 501.000xxx N
0 (nihil pada akhir
0 Debe
1 hari) Tal
0
.5 (500.000
561.
x Rekeni
0 Kora
0
0 Bendahara Bendahara Bendahara/
0 SP2D LS/ Pihak ketiga
.0 SPM RK ADK GU
1 Nihil Kredit rekening
6
5
H
P
D
tSidbu
q
Nc
K
P
.it
D
s
r eir
ewoL a
d
n
u
o
B
langan Karena Reksus Kosong Pada KPPN KBI
5b Pembuatan
Daftar
Pendebetan SP2D
Reksus
Daftar
Rekening SP2D
Koran
6
5c Advis Pengkreditan
Y
Dana Rekening
ukup? 501.000xxx
(nihil pada akhir
5d
hari) 7
et Dana
langan 7
0001 melalui
.00000x) 7
ing
an
Advis
Catat dalam Pencocokan
system SP2D 8 Pendebetan 9 Selesai
Reksus Reksus
Daftar LAK
RekRaepkitsuulsasi
Laporan Laporan Laporan
Rekonsiliasi Realsasi PHLN
Pendebetan Pengawasan
SP2D Reksus Realsiasi SP2D
Reksus
Executing Agency/
Kementerian/Lembaga
Copy Rekening
Koran
Page 29
e. Proses Bisnis Pembebanan Dana Talangan Karena Reksus Kosong Pada KPPN KBI
Penjelasan Bagan
1. Satuan Kerja menerbitkan SPM Reksus kepada KPPN KBI.
2. KPPN melakukan pengujian atas SPM RK LS/GU;
3. SPM RK LS/GU yang lolos uji akan diproses menjadi SP2D Reksus LS/GU, sementara yang tidak
lolos akan dikembalikan kepada Bendahara;
4. SP2D Reksus kemudian disampaikan kepada KBI.
5. a. KBI melakukan pembayaran kepada pihak ketiga / bendahara
atas beban rekening 501.0000x;
b. KPPN membuat Daftar SP2D.
c. Untuk selanjutnya melalui aplikasi internal Bank Indonesia akan diperhitungkan dengan
Rekening Khusus berkenaan (601.xxxxxx atau 602.xxxxxx) untuk keuntungan rekening
501.000xxx (kredit pada 501.000xxx) dan selanjutnya pada akhir hari kerja akan
dipindahbukukan ke rekening BUN (502.000000, dan/atau 600.502411)
d. Apabila dalam pembebanannya ternyata saldo initial deposit pada rekening khusus berkenaan
tidak mencukupi, maka Bank Indonesia akan mengalihkan pembebanan yang semula ke rekening
khusus (601.xxxxxx atau 602.xxxxxx) menjadi beban rekening dana talangan nomor
561.00000X. Selanjutnya penggunaan dana pada rekening 501.000xxx atas SP2D Reksus akan
mendapatkan penggantian dari rekening 561.000xxx (kredit rekening 501.000xxx). Pada saat
pembebanan dilakukan ke rekening 561.000000x, secara sistem, rekening tersebut memperoleh
droping dana dari rekening antara nomor 500.000001 dan pada akhir hari kerja seluruh saldo
yang ada pada rekening 561.00000x tersebut dipindahbukukan ke rekening 500.000001.
Rekening nomor 500.000001 merupakan rekening antara (rekening dana talangan) yang pada
setiap awal semester menerima pemindahbukuan dana awal dari rekening BUN sebesar Rp. 500
milyar dan pada akhir semester bersangkutan sisa saldo dana pada rekening dimaksud akan
dipindahbukukan kembali ke rekening BUN nomor 502.000000.
6. KPPN mengirimkan Daftar SP2D ke Dit.PKN c.q. Subdit DPH setiap hari secara elektronis dan
melalui faksimile untuk dicatat dalam system SP2D reksus.
7. Rekening Koran beserta advis Rekening Khusus dan rekening 561.00000x pada BI dikirimkan
kepada Dit. PKN c.q. Subdit DPH untuk dikompilasi, dicatat dan dibukukan dalam system SP2D
Reksus
8. Rekening Koran dan Advis yang diterima dari BI digunakan sebagai pembanding dengan
rekapitulasi SP2D Reksus yang telah direkam dalam database system sehingga diperoleh hasil apakah
pendebetan pada Reksus berkenaan sudah sesuai dengan elemen data pada SP2D Reksus-nya.
Pencocokkan data ini diharapkan akan dapat menghasilkan laporan-laporan yaitu: Daftar
Page 30
Rekapitulasi Reksus, LAK,Laporan Rekonsiliasi Pendebetan SP2D Reksus, Laporan Pengawasan
Realisasi SP2D Reksus, Laporan Realisasi PHLN;
9. Selesai
Page 31
Gambar 3.6 Proses Bisnis Pembebanan Dana Talan
Mekanisme Pembebanan Dana Talangan Karena Reksus Kosong Pada KPPN No
s Bendahara
rep ierad
SPM RK LS/ GU
pU nuo
ADK
B
1
Mulai Terima 2 Uji Y Proses Pengiriman Pembuatan
dari 3 SP2D SP2D
s LS/GU 5
usuhK Bendahara
SP2D LS/ Daftar SPB
g N GU
nRineke Daftar
SPB
N 6
U 4
K
R Catat dala
system SP2
ra
ta Reksus
n
A Bendahara Bendahara BOI Bendahara/
. Pihak ketiga
k SPM RK LS/GU SP2D LS/GU Pendebetan
e ADK Rekening BOI Kredit rekening
R
x
0
0
0
0
0
1
6
5.
H
P
D
it
dSbu
q
Nc
K
P
.it
D
s
rewoL eiradnuoB
ngan Karena Reksus Kosong Pada KPPN Non KBI
on KBI
Dana Y Pendebetan
Cukup? 8 Reksus
N Rekening 8
Koran
Debet/ kredit
Advis rek.Antara
(bersaldo nihil) Pengkreditan
502.000000/
600.502411
9
8
Debet Dana 9
Talangan
Advis
(500.000001
melalui
561.00000x)
Rekening
Koran
Pencocokan
am 10 Pendebetan 11 Selesai
Penerbitan Daftar
Reksus
2D 7
Daftar LAK
SPD dan WPR RekRaepkitsuulsasi
Daftar SPD WPR
Laporan Laporan Laporan
Rekonsiliasi Pengawasan Realsasi PHLN
Pendebetan Realsiasi SP2D
SP2D Reksus
Reksus
Executing Agency/
Kementerian/Lembaga
Copy Rekening
Koran
Page 32
f. Proses Bisnis Pembebanan Dana Talangan Karena Reksus Kosong Pada KPPN Non KBI
Penjelasan Bagan
1. Satuan Kerja menerbitkan SPM Reksus kepada KPPN Non KBI.
2. KPPN melakukan pengujian atas SPM RK LS/GU;
3. SPM RK LS/GU yang lolos uji akan diproses menjadi SP2D Reksus LS/GU, sementara yang tidak
lolos akan dikembalikan kepada Bendahara;
4. KPPN Non KBI menyampaikan SP2D Reksus kepada Bank Operasional I untuk didebet kepada
bendahara/pihak ketiga.
5. KPPN Non KBI membuat Daftar Surat Perintah Pembebanan (Daftar SPB)
6. KPPN Non KBI mengirimkan Daftar Surat Perintah Pembebanan (Daftar SPB) kepada Dit. PKN
c.q. Subdit DPH melalui sarana intranet dan facsimile untuk dicatat dalam system SP2D Reksus dan
dalam rangka permintaan pendebetan rekening khusus berkenaan.
7. Dit. PKN c.q. Subdit DPH menyusun Daftar Surat Perintah Debet (Daftar SPD) dengan dilampiri
Warkat Pembebanan Rekening (WPR)
8. Daftar SPD dilampiri WPR disampaikan kepada Bank Indonesia dalam rangka pembebanan
rekening khusus berkenaan (debet rekening khusus) kepada rekening 502.000000/600.502411.
9. Apabila dalam proses pembebanannya ternyata saldo initial deposit pada rekening khusus berkenaan
kosong atau tidak mencukupi, Bank Indonesia melalui sistem internal yang ada secara otomatis
akan mendebet rekening nomor 561.00000X untuk keuntungan rekening BUN
502.000000/600.502411 melalui rekening antara pada Bank Indonesia.
10. Rekening Koran beserta advis Rekening Khusus dan rekening 561.00000x pada BI dikirimkan
kepada Dit. PKN c.q. Subdit DPH untuk dikompilasi, dicatat dan dibukukan dalam system SP2D
Reksus. Rekening Koran dan Advis yang diterima dari BI digunakan sebagai pembanding dengan
rekapitulasi SP2D Reksus yang telah direkam dalam database system sehingga diperoleh hasil
apakah pendebetan pada Reksus berkenaan sudah sesuai dengan elemen data pada SP2D Reksus
nya. Pencocokkan data ini diharapkan akan dapat menghasilkan laporan-laporan yaitu: Daftar
Rekapitulasi Reksus, LAK,Laporan Rekonsiliasi Pendebetan SP2D Reksus, Laporan Pengawasan
Realisasi SP2D Reksus, Laporan Realisasi PHLN;
11. Selesai
Page 33
Gambar 3.7 Proses Bisnis Pengajua
Proses Bisnis Pengajuan Replenishment Rekening Khusus
Executing Agencies
Surat Konsep
Permintaan Withdrawal
Pengajuan Application
Replenishment
1 Transfer untuk
replenishment
Mulai Review 3 4
Membuat
2 cover letter
&WA
Withdrawal
Cover Letter
Application
Pen
Rep
Reke
Reke
Kor
Keterangan:
Pengajuan Surat permintaan Pengajuan Replenishment dari Executing Agencies me
an Replenishment Rekening Khusus
Pembuatan 6 Selesai
Laporan
5 Laporan
rincian SP2D LAK
Reksus
Laporan Laporan
Pengawasan Laporan Backlog
Pengajuan WA dan ilegibile Realsasi PHLN
ngkreditan
untuk
plenishment
ening Khusus
ening Advis debet
ran kredit
Executing Agency/
Kementerian/Lembaga
Copy Rekening
Koran
emiliki lampiran berbeda untuk tiap-tiap jenis Loan
Page 34
g. Proses Bisnis Pengajuan Replenishment Rekening Khusus
Penjelasan Bagan:
1. Executing Agency pada K/L menyampaikan surat permintaan pengajuan replenishment kepada
Direktorat PKN dilampiri dengan konsep aplikasi penarikan dana (WA) beserta data pendukung
sebagaimana disyaratkan dalam NPPHLN.
2. Atas dasar surat permintaan dan konsep aplikasi penarikan dana dimaksud, Direktorat PKN
selanjutnya me-review WA dan kemudian membuat cover letter.
3. Dit.PKN kemudian mengajukan Withdrawal Application dan cover letter kepada PPHLN.
4. PPHLN memproses WA tersebut dan selanjutnya mentransfer sejumlah dana sesuai permintaan
dalam Withdrawal Application ke Rekening Khusus berkenaan pada Bank Indonesia.
5. Bank Indonesia menyampaikan RKBI rekening khusus secara harian dan mingguan kepada
Direktorat PKN c.q. Subdit DPH sebagai bahan untuk membuat laporan. Laporan yang
diharapkan dapat dihasilkan adalah: Laporan rincian SP2D reksus, LAK, Laporan pengawasan
pengajuan WA, Laporan backlog dan ineligible, Laporan Realisasi PHLN;
6. Selesai.
Page 35
Gambar 3.8 Proses Bisnis Reimbur
Proses Bisnis Pengajuan Reimbursement Rekening Dana Talanga
Executing Agencies
Surat Konsep
Permintaan Withdrawal
Penggantian Application
Dana
1 Transfer untuk
reimbursement
Mulai Verifikasi 3
Membuat 4
2 cover letter
&WA
Withdrawal
Cover Letter
Application
Keterangan:
Pengajuan Surat Permintaan Penggantian Dana dari Executing Agencies memiliki
rsement Ke Rekening 561.00000x
an Reksus Kosong
Pembuatan 6 Selesai
Laporan
5 Laporan rincian
LAK
SP2D Reksus
Laporan Laporan Backlog Laporan
Pengawasan dan ilegibile Realsasi PHLN
Pengajuan WA
Pengkreditan
untuk
Reimbursement
Rek.Dana
Talangan
ReKkoernainng Advis debet
kredit
Executing Agency/
Kementerian/Lembaga
Copy Rekening
Koran
lampiran berbeda untuk tiap-tiap jenis Loan
Page 36
h. Proses Bisnis Reimbursement Ke Rekening 561.00000x
Penjelasan Bagan:
1. Atas SP2D Reksus yang terlanjur membebani rekening dana talangan sesuai tercantum dalam
rekening dana talangan (561.00000X), executing agency menyampaikan surat permintaan penggantian
dana berupa WA reimbursement kepada Dit. PKN c.q. Subdit DPH.
2. Atas dasar surat permintaan dan aplikasi penarikan dana dimaksud, Direktorat PKN selanjutnya
mereview WA dan kemudian membuat cover letter.
3. Dit.PKN kemudian mengajukan Withdrawal Application Reimbursement dan cover letter kepada
PPHLN.
4. PPHLN, setelah me-review permintaan yang disampaikan, selanjutnya mentransfer sejumlah dana
ke rekening 561.00000X.
5. Bank Indonesia secara harian dan mingguan menyampaikan RKBI untuk seluruh rekening
561.00000X kepada Dit. PKN c.q. Subdit DPH atas penerimaan penggantian dana dari PPHLN
sebagai bahan untuk membuat laporan. Laporan yang diharapkan dapat dihasilkan adalah: Laporan
rincian SP2D reksus, LAK, Laporan pengawasan pengajuan WA, Laporan backlog dan ineligible,
Laporan Realisasi PHLN;
6. Selesai.
Page 37
Gambar 3.9 Proses Bisnis Reimbursement Dari Rekening Khusus (60
Pengajuan Reimbursement Dari Rekening Khusus Ke Dana Tala
Executing Agencies
Surat Konsep
Permintaan Withdrawal
Reimbursement Application
Transfer untuk
1
reimbursement
3
Mulai Verifikasi Membuat
2 cover letter
s 4
usuhK &WA 5
gninekeR
Withdrawal
Cover Letter
Application
Pengkreditan
untuk
Reimbursement
Rekening Khusus
Rekening Advis debet
Koran kredit
0
000.16
5
01.Xxxxxx, 602.Xxxxxx) Ke Rekening Dana Talangan 561.00000x
angan 561.00000x
Pembuatan Pembuatan 9 Selesai
Daftar SPD Laporan
& WPR
6 Laporan Backlog LAK
dan ilegibile
Daftar
SPD WPR
RealLsaapsoiran
Buku Bank PHLN
8
Debet Rekening
Khusus ke Dana
Talangan
7
Rekening Advis debet
Koran kredit
Kredit Rekening
Dana Talangan
Rekening Advis debet
Koran kredit
Executing Agency/
Kementerian/Lembaga
Copy Rekening
Koran
Page 38
i. Proses Bisnis Reimbursement Dari Rekening Khusus (601.Xxxxxx, 602.Xxxxxx) Ke Rekening Dana
Talangan 561.00000x
Penjelasan Bagan:
1. Beberapa PPHLN dalam penggantian dana talangan memiliki kebijakan mentransfer dana
penggantinya ke rekening khusus berkenaan dan bukan ke rekening dana talangan sebagaimana
umumnya. Untuk itu Proses Bisnisnya adalah executing agency mengajukan surat permintaan WA
reimbursement kepada Dit. PKN c.q. Subdit DPH.
2. Atas dasar surat permintaan dan aplikasi penarikan dana dimaksud, Direktorat PKN selanjutnya
me-review WA dan kemudian membuat cover letter.
3. Dit.PKN kemudian mengajukan Withdrawal Application Reimbursement dan cover letter kepada
PPHLN.
4. PPHLN kemudian mentransfer sejumlah dana penggantian melalui rekening khusus berkenaan.
5. Bank Indonesia menyampaikan RKBI Rekening Khusus kepada Dit. PKN c.q. Subdit DPH. Dit.
PKN c.q. Subdit DPH, atas dasar surat permintaan dari executing agency dan RKBI bersangkutan
selanjutnya menyiapkan Daftar SPD beserta WPR dalam rangka pemindahbukuan dana transfer
reimbursement dari rekening khusus ke rekening 561.00000X.
6. Dit. PKN cq subdit DPH menyampaikan Daftar SPD beserta WPR kepada BI.
7. Berdasarkan Daftar SPD beserta WPR BI memindahbukukan dana reimbursement di rekening
khusus kepada rekening 561.00000x.
8. Bank Indonesia menyampaikan RKBI Rekening Dana Talangan kepada Dit. PKN c.q. Subdit
DPH sebagai bahan untuk membuat laporan. Laporan yang diharapkan dapat dihasilkan adalah:
Buku Bank, Laporan backlog dan ineligible pada Rekening Antara, Laporan Realisasi PHLN dan
LAK;
9. Selesai.
Page 39
Gambar 3.10 Proses Bisnis Refund
Proses Bisnis Refund dan Penutupan Rekening Khusus
s
rie
r a PPHLN
epp
Surat Permintaan
d Pengembalian Dana
n
Uu Initial Deposit
o
B
1
Mulai Penerbitan Surat 5
Perintah 2
Pemindahbukuan
atas Saldo Initial
Deposit dan
penutupan reksus
Surat Perintah WPR
Pemindahbukuan
dan Penutupan
Reksus
s N Y
usuhK 4
Sisa
Pendebetan untuk Dana?
Refund kepada
PPHLN
g Rekening Advis debet Rek
Ko
ia neikRn
s Koran kredit
e
n 3
o
d
In
k
n
a0
B NU )
K0.200500(0
R
s
ie
r r PPHLN
ewo a Transfer
d
n
Lu
o
B
d Dan Penutupan Rekening Khusus
Pemberitahuan Pembuatan 8 Selesai
dan konfirmasi
7 Laporan
atas refund
5
Surat
Pemberitahuan Laporan Reksus LAK
Tidak Aktif
Refund
RealLsaapsoiran
6
Buku Bank PHLN
Pendebetan ke
Rekening KUN
kening Advis debet
oran kredit
Kredit ke
Rekening KUN
PPHLN Executing Agency/
Kementerian/Lembaga
Surat
Pemberitahuan Copy Rekening
Koran
Refund
Page 40
j. Proses Bisnis Refund Dan Penutupan Rekening Khusus
Penjelasan Bagan:
1. Apabila seluruh kegiatan yang dibiayai dari PHLN telah selesai dan telah dinyatakan closing account,
pihak PPHLN mengajukan permintaan pengembalian dana initial deposit dari rekening khusus
berkenaan.
2. Atas dasar permintaan tersebut, Direktur Jenderal Perbendaharaan, atau Direktur Pengelolaan Kas
Negara, atau Kasubdit Dana Pinjaman dan Hibah sesuai otorisasi yang dimiliki menerbitkan surat
perintah pemindahbukuan atas saldo initial deposit pada reksus berkenaan sekaligus memerintahkan
Bank Indonesia untuk melakukan penutupan rekening khusus dimaksud dengan dilampiri WPR.
3. Saldo initial deposit selanjutnya ditansfer ke rekening PPHLN.
4. Selanjutnya apabila masih terdapat sisa dana pada rekening khusus setelah dilakukan pengembalian
(refund) kepada PPHLN, maka dilakukan pemindahbukuan ke rekening BUN.
5. Bank Indonesia selanjutnya menyampaikan RKBI dan advis debet kredit kepada Dit PKN c.q.
Subdit DPH atas status pemindahbukuan dana initial deposit dari rekening khusus berkenaan kepada
PPHLN.
6. Berdasarkan WPR dan advice debet kredit yang diterima, Dit. PKN c.q. Subdit DPH
memberitahukan kepada PPHLN bahwa proses refund telah dilaksanakan sekaligus meminta
konfirmasi atas penerimaan refund tersebut.
7. Berdasarkan rekening Koran dan advis Dit.PKN cq Subdit DPH kemudian menyusun laporan.
Laporan yang diharapkan dapat dihasilkan adalah: Buku Bank, Laporan Reksus tidak aktif,
Laporan Realisasi PHLN dan LAK.
8. Selesai
Page 41
Gambar 3.11 Proses Bisnis Pembayaran Kek
Proses Bisnis Pembayaran Kekurangan Refund
PPHLN Satker
Surat Permintaan SPM Kekurangan
Refund Refund/Ineligible
Expenditure
Mulai 1 Proses SP2D
kekurangan
Pemberitahuan
permintaan refund Refund
atas kekurangan SP2D
refund 3
Surat Permintaan
4
Pembayaran Debet RKUN ke
Kekurangan RPK BUN-P
Refund
5
Kredit dari RKUN/
Debet ke BOI
2
Kredit dari RPK
BUN-P/ Debet
untuk kekurangan
Refund kepada
RKUN
Executing Agency DJA
Surat Permintaan Surat
Pembayaran Pemberitahuan
Kekurangan penyediaan dana
Refund
untuk refund
kurangan Refund Dan Ineligible Expenditure
Pembuatan Pembuatan 10 Selesai
WPR Laporan
WPR 7 LAK
6 Laporan
Realsasi PHLN
9
Buku Bank
Kredit RKUN Pendebetan untuk
kekurangan refund
kepada lender/donor
Rekening Advis debet Rekening Advis debet
Koran kredit Koran kredit
8
Lender/Donor Lender/Donor
Transfer
Surat
Pemberitahuan
Refund
Page 42
k. Proses Bisnis Pembayaran Kekurangan Refund Dan Ineligible Expenditure
Penjelasan Bagan
1. Pihak PPHLN mengajukan permintaan pengembalian initial deposit karena ineligible expenditures atau
karena adanya kekurangan pengembalian (refund).
2. Atas dasar permintaan tersebut, Ditjen Perbendaharaan memberitahukan executing agency
bersangkutan mengenai adanya permintaan refund atas pengeluaran yang dinyatakan ineligible atau
kekurangan pengembalian, serta pemberitahuan penyediaan dana untuk refund kepada DJA.
3. Refund atas ineligible expenditure dan kekurangan pengembalian dibebankan pada anggaran masing
masing Kementerian Negara/Lembaga melalui penerbitan SP2D untuk keuntungan rekening
BUN.
4. KPPN mengirimkan SP2D ke BO I untuk mentransfer dana pembayaran refund/ineligible
expenditure.
5. BO I mentransfer dana kepada dana pembayaran refund/ineligible expenditure RKUN
6. Direktorat Pengelolaan Kas Negara selanjutnya berdasarkan bukti penerimaan pada rekening BUN
atas SP2D dari Kementerian Negara/Lembaga dimaksud selanjutnya membuat WPR untuk
mentransfer dana refund tersebut ke rekening PPHLN atas beban rekening BUN.
7. Dit. PKN cq Subdit DPH mengirimkan WPR kepada BI.
8. BI memindahbukukan/mendebet dana refund tersebut ke rekening PPHLN.
9. Dit.PKN cq Subdit DPH kemudian menyusun laporan dan memberitahukan pembayaran refund
kepada Lender/Donor. Laporan yang diharapkan dapat dihasilkan adalah: Buku Bank, Laporan
Realisasi PHLN dan LAK.
10. Selesai
Page 43
Gambar 3.12 Proses
Proses Bisnis Penggantian Untuk Retroaktif
Executing Agency Executing Agency
Surat Surat
permohonan permintaan
retroactive retroactive
Mulai 1
Penerbitan
NOL
2
Pembuatan
WPR
WPR
3
x Pendebetan untuk
x
x
x penggantian retroaktive
x antar reksus (ke reksus
x
2 berjalan/yang telah
06/. digunakan)
x
x
x
x
x
x
1
6.0
Executing Agency
No Objection
Letter
s Bisnis Retroactive
Pembuatan 7 Selesai
Laporan
Buku Bank Laporan
Realsasi PHLN
5 LAK
e Pengkreditan (reksus
s4 yang telah digunakan)
untuk penggantian 6
retroaktive dari reksus
lainnya
Rekening Advis debet
Koran kredit
Executing Agency
Copy
Rekening
Koran
Page 44
l. Proses Bisnis Retroactive
Penjelasan Bagan:
1. Executing Agency pada Kementerian Negara /Lembaga mengajukan permohonan kepada PPHLN
bersangkutan dalam penggunaan dana atas suatu pinjaman luar negeri dalam rangka membiayai
pinjaman lainnya (mekanisme retroactive). PPHLN menerbitkan No Objection Letter (NOL) atau
dokumen persetujuan yang dipersamakan kepada executing agency berkenaan sebagai persetujuan
penggunaan dana pada pinjaman luar negeri tertentu menggunakan mekanisme retroactive.
2. Atas dasar persetujuan tersebut, executing agency menyampaikan permintaan retroactive kepada Dit.
PKN c.q. Subdit DPH dalam rangka pengalihan pembebanan dana initial deposit dari satu rekening
ke rekening lainnya.
3. Dit. PKN c.q. Subdit DPH kemudian membuat WPR untuk pengalihan pembebanan antar
rekening khusus dan menyampaikannya kepada Bank Indonesia.
4. Bank Indonesia berdasarkan permintaan Dit. PKN c.q. Subdit DPH melakukan pengalihan
pembebanan antar rekening khusus berkenaan.
5. Bank Indonesia menyampaikan RKBI secara harian dan mingguan atas transaksi pengalihan
pembebanan yang telah dilaksanakan kepada Dit. PKN c.q. Subdit DPH sebagai bahan untuk
membuat laporan. Laporan yang diharapkan dapat dihasilkan adalah: Buku Bank, Laporan
Realisasi PHLN dan LAK.
6. Direktorat PKN selanjutnya menyampaikan salinan RKBI dimaksud kepada executing agency sebagai
bahan pengajukan aplikasi penarikan dana replenishment/ reimbursement
7. Selesai.
Page 45
Gambar 3.13 Proses Bisnis Kor
Proses Bisnis Koreksi Kesalahan Pembebanan
Executing Agencies KPPN
Surat Surat
Permintaan Permintaan
Koreksi Koreksi
Mulai 11
Terbitkan
WPR
2
Pendebetan/
pengkreditan antar
reksus untuk Koreksi
kesalahan pembebanan
Rekening Advis debet
Koran kredit 3
Pend
pengkredi
reksus u
kesalahan
Rekening
Koran
reksi Kesalahan Pembebanan
Pembuatan 6 Selesai
Laporan
Page 46
Buku Bank LAK
Laporan
Realsasi PHLN
4
5
debetan/
itan untuk/dari
untuk Koreksi
n pembebanan
g Advis debet
kredit
Executing Agency
Surat Copy
Pemberitahuan Rekening
perbaikan Koran
koreksi
m. Proses Bisnis Koreksi Kesalahan Pembebanan
Penjelasan Bagan
1. Executing Agency dan/atau KPPN penerbit SP2D Reksus mengajukan permintaan koreksi
pembukuan kepada Dit. PKN c.q. Subdit DPH karena telah terjadi kesalahan pembebanan atas
Reksus berkenaan.
2. Dit. PKN c.q. Subdit DPH menerbitkan WPR beserta Daftar SPD dan menyampaikannya kepada
Bank Indonesia untuk koreksi pembebanan.
3. Bank Indonesia melakukan pemindahbukuan antar rekening khusus untuk selanjutnya
dipindahbukukan ke rekening BUN.
4. Bank Indonesia menyampaikan RKBI kepada Dit. PKN c.q. Subdit DPH sebagai bahan
pembuatan laporan. Laporan yang diharapkan dapat dihasilkan adalah: Buku Bank, Laporan
Realisasi PHLN dan LAK.
5. Dit. PKN c.q. Subdit DPH menyampaikan salinan RKBI kepada executing agency atas koreksi yang
diajukan.
6. Selesai.
Page 47
Gambar 3.14 Proses Bisnis Penarikan Pinjaman Program
Proses Bisnis Penarikan Pinjaman Program Melalui Pembukaan R
Lender
NPPHLN
Mulai Pemberitahuan
1 2
effective date
Surat
Pemberitahuan
effectiveness
Pembukaan 3 Penyiapan
reksus aplikasi
Surat Permintaan penarikan
Pembukaan
Rekening dana/WA
program loan
Withdrawal
application 5
4
Pembukaan
Reksus
Surat Pemberitahuan
Pembukaan Reksus
Rekening Koran BI
Lender/donor
Withdrawal
application
m (Program Loan) Melalui Pembukaan Rekening Khusus
Rekening Khusus
Lender/Donor
transfer
6
Penerbitan Pembuatan 11 Selesai
WPR Laporan
WPR 8 Laporan LAK
7 pengawasan
pengajuan WA
Laporan
Buku Bank Realsasi PHLN
Pengkreditan reksus Pendebetan 10
dalam rangka reksus ke
program loan RKUN
Rekening 9
Koran
Advis
Pengkreditan
dari reksus
karena
program loan
Page 48
n. Proses Bisnis Penarikan Pinjaman Program (Program Loan) Melalui Pembukaan Rekening Khusus
Penjelasan Bagan:
1. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang membuat surat pemberitahuan effectiveness atas dasar
NPPLN dari Lender dan mengirimkannya kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
2. Atas dasar NPPLN dan surat pemberitahuan effectiveness dari Direktorat Pinjaman dan Hibah,
Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Dirjen Perbendaharaan membuka rekening khusus di Bank
Indonesia.
3. Atas dasar pemberitahuan tersebut Ditjen Perbendaharaan (Direktorat PKN cq. Subdit DPH)
mengajukan permintaan pembukaan rekening khusus melalui surat resmi dari Direktorat Jenderal
Perbendaharaan kepada Bank Indonesia.
4. Bank Indonesia memberitahukan pembukaan rekening khusus dimaksud untuk PHLN berkenaan
kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan (Direktorat PKN cq. Subdit DPH) beserta rekening
Koran Rekening Khusus (RKBI).
5. Setelah menerima surat pemberitahuan persetujuan pembukaan rekening serta nomor rekening
khusus, Dirjen Perbendaharaan/Direktur PKN/Kasubdit DPH mengajukan aplikasi penarikan
dana (WA) program loan kepada PPLN bersangkutan.
6. Atas dasar WA dimaksud, PPLN mentransfer masuk sejumlah dana sesuai NPPLN ke rekening
khusus yang telah dibuka.
7. Bank Indonesia selanjutnya menyampaikan RKBI serta Advice Debet Kredit kepada Dit. PKN
c.q. Subdit DPH.
8. Atas dasar RKBI serta Advis Debet Kredit tersebut, Dit. PKN c.q. Subdit DPH menyampaikan
WPR dalam rangka pemindahbukuan seluruh dana program loan yang telah diterima rekening
khusus berkenaan ke rekening BUN.
9. Apabila program loan yang diterima dalam valas USD, maka pemindahbukuan dilakukan ke rekening
BUN dalam Valas USD nomor 600.502411, sedangkan apabila program loan yang diterima selain
valuta asing USD dipindahbukukan ke rekening BUN Rupiah nomor 502.000000.
10. cq Subdit DPH selanjutnya membuat Laporan. Laporan yang diharapkan dapat
Dit.PKN
dihasilkan adalah: Buku Bank, Laporan Pengawasan Pengajuan Withdrawal Application, Laporan
Realisasi PHLN dan LAK.
11. Selesai.
Page 49
Gambar 3.15 Proses Bisnis Penarikan Pinjaman Prog
Proses Bisnis Penarikan Pinjaman Program Langsun
Lender Len
NPPHLN t
Mulai Pemberitahuan
effective date
Surat
Pemberitahuan
effectiveness
1
Penyiapan 2
aplikasi
penarikan
dana/WA
program loan
Withdrawal
application
Pengk
da
pinj
Advis
Lender/donor Su
Withdrawal Advi
application
gram (Program Loan) Langsung Ke Rekening BUN
ng Ke Rekening BUN
nder/Donor
transfer
3 Pembuatan 5 Selesai
Laporan
4
LAK
kreditan RKUN
alam rangka Buku Bank
jaman program
s Rekening
Koran
ubdit KUN
Rekening
is
Koran
Page 50
o. Proses Bisnis Penarikan Pinjaman Program (Program Loan) Langsung Ke Rekening BUN
Penjelasan Bagan:
1. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang membuat surat pemberitahuan effectiveness atas dasar
NPPLN dari Lender dan mengirimkannya kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Atas dan PU, Dit. PKN c.q. Subdit
2. dasar NPPLN Surat Pemberitahuan Effectiveness dari Ditjen
DPH mengajukan aplikasi penarikan dana (WA) sebesar jumlah pinjaman yang tercantum dalam
NPPLN untuk langsung ditransfer ke rekening BUN.
3. Atas dasar WA tersebut, PPLN mentransfer seluruh dana ke rekening BUN.
4. Dit.PKN cq Subdit DPH selanjutnya membuat Laporan. Laporan yang diharapkan dapat
dihasilkan adalah: Buku Bank dan LAK.
5. Selesai.
Page 51
2. Proses Bisnis pada Subdirektorat Kas Negara
Pada Subdirektorat Kas Negara terdapat lima proses bisnis yang menggambarkan alur kerja dan
dokumen. Kelima proses bisnis tersebut adalah:
- Proses Bisnis Pembayaran Selisih Harga Beras
- Proses Bisnis Pengelolaan Rekening 500.000000
- Proses Bisnis Penerbitan SPM Imbalan Jasa Perbendaharaan
- Proses Bisnis Pembayaran Pengembalian Penerimaan Bukan Pajak
- Proses Bisnis Pembayaran Pengembalian Pendapatan Dan/Atau Penerimaan Tahun Anggaran
Sebelumnya
Berikut grafik dan penjelasan dari tiap-tiap proses bisnis:
a. Proses Bisnis Pembayaran Selisih Harga Beras
Salah satu tugas Subdit Kas Negara adalah melaksanakan pembayaran selisih haga/tunjangan
beras kepada Perum Bulog. Peraturan Dirjen Perbendaharaan terbaru adalah Nomor PER
39/PB/2008 tanggal 8 September 2008 tentang Tunjangan Beras dalam Bentuk Natura dan Uang.
Kekurangan pembayaran terjadi karena selisih harga yang telah dibayarkan oleh KPPN dengan
harga baru hasil ketetapan Direktur Jenderal Perbendaharaan yang belum dimintakan oleh Divisi
Regional/Subdivisi Regional Perum Bulog.
Atas dasar selisih tersebut maka Perum Bulog menyampaikan SPPkekurangan harga beras kepada
Departemen Keuangan c.q. Ditjen Perbendaharaan. Adapun tahapan-tahapan permintaan kekurangan
pembayaran mulai pengajuan sampai terjadinya pembayaran digambarkan pada diagram berikut:
Page 52
Gambar 3.16 Proses Bisnis Pem
Proses Bisnis Pembayaran Selisih Harga Beras Yang Belum Dibayarkan
Divisi Regional/Sub Divisi KP Perum Bulog
Regional Perum Bulog
Realisasi SPP BA Rekonsiliasi
Penyaluran Beras kekurangan (Daftar Rekapitulasi
harga beras
1 kekurangan
Pembayaran)
Mulai Rekonsiliasi 3
Realisasi
penyaluran beras =
Potongan PFK
BA Rekonsiliasi
(Daftar Rekapitulasi
kekurangan
Pembayaran)
2
Penelitian
Permohonan
dan 4 Penerbitan
Pencocokan DIPA
Data
5
P
2.05 0
0000
0
mbayaran Selisih Harga Beras
n
DIPA
6 Penerbitan
SPM
Pembuatan SPM
SPP
7
Y Penerbitan Selesai
Pengujian SP2D 10
8 SP2D
SPM 9
N
Debet ke
Rek. Bulog
KP Perum Bulog
SP2D
Page 53
Penjelasan Bagan:
1. Divisi Regional/Subdivisi Regional Perum Bulog melakukan rekonsiliasi dengan KPPN mitra
kerja atas realisasi penyaluran beras dengan potongan penerimaan fihak ketiga (PFK) untuk
periode tertentu.Hasil rekonsiliasi ditetapkan dalam bentuk berita acara dan ditandatangani oleh
Kepala KPPN dan Kepala Divisi Regional/ Subdivisi Regional
2. Berita acara tersebut kemudian oleh KPPN diteruskan kepada Ditjen Perbendaharaan u.p.
Direktorat PKN sebagai dasar untuk penelitian dan pencocokan data.
3. Perum Bulog menyampaikan permintaan pembayaran kekurangan harga beras kepada
Departemen Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
4. Atas jumlah kekurangan yang dimintakan (setelah dilakukan penelitian dan pencocokan data),
maka Dirjen Perbendaharaan cq Dit.PKN memohon penerbitan DIPA untuk pembayaran
kekurangan harga beras tersebut.
5. Subdit PPK mengajukan SPP selisih harga beras yang belum dibayarkan kepada Subdit KN.
6. Atas DIPA yang telah ada, maka Direktorat PKN c.q. Subdit Kas Negara dapat menerbitkan SPM
dan mengajukan kepada Subdit Kas Umum Negara untuk diterbitkan SP2D.
7. Pengujian SPM selisih harga beras yang belum dibayarkan di Subdit KUN.
8. Penerbitan SP2D selisih harga beras yang belum dibayarkan untuk kemudian dikirimkan kepada
Bank Indonesia dan KP Perum Bulog.
9. Pendebetan Rekening 502.000000 oleh BI atas dasar SP2D ke Rekening Perum Bulog.
10. Selesai
Page 54
b. Proses Bisnis Pengelolaan Rekening 500.000000
Pengelolaan Rekening 500.000000 yang dilakukan oleh Subdit Kas Negara merupakan amanat
Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-39/PB/2005 tanggal 25 Mei 2005 tentang
Rekonsiliasi Pemindahbukuan Intern KPPN, Kiriman Uang antar KPPN, Kiriman Uang KPPN
dengan Rekening Nomor 500.000000, dan Kiriman uang Rekening 500.000000 dengan Rekening
502.000000.
Proses pengelolaan rekening 500.000000 yang terdapat pada subdit kas negara adalah sebagai
berikut:
Page 55
Gambar 3.17 Proses Bisnis Peng
Proses Bisnis Pengelolaan Rekening 500.000000
Bank Indonesia
Rekening Advis debet
Koran Harian kredit
1
Mulai Terima dari Identifikasi 3 Input ke Menyusun/cetak
BI Laporan dalam Laporan
aplikasi
2 berdasarkan 4
transaksi
Laporan rekapitulasi
bulanan transaksi
500.000000
(tgl.7,15,23, akhir bulan)
5
Lap
bu
Laporan rekapitulasi
bulanan transaksi
500.000000
(tgl.7,15,23, akhir bulan)
Dit APK
gelolaan Rekening 500.000000
KPPN
LKP (Data Kiriman ADK
Uang Melalui Rek.
500.000000)
Buku Rekonsiliasi 9 Rekonsiliasi 11 Selesai
KPPN (500.000000
Pengawasan 502.000000)
6 Kiriman Uang 7 500.000000 MA 814114=824114
(manual) MA814115=824115
BA (Manual)
Rekonsiliasi
BA
Rekonsiliasi
poran rekapitulasi
ulanan transaksi
500.000000
8
10
Data BA
kiriman Rekonsiliasi
uang pada
rekening
502.000000
Laporan hasil BA Rekonsiliasi
rekonsiliasi kiriman
Dit. APK
uang (???)
Dit.APK
Page 56
Penjelasan Bagan:
1. Subdit Kas Negara setiap hari menerima Rekening Koran Nasabah-Harian dari Bank Indonesia
dengan nomor rekening 500.000000 dan advis debet kredit. Isi rekening tersebut adalah transaksi
kiriman uang dari Kantor Pusat DJPBN ke KPPN atau sebaliknya.
2. Laporan yang dikirimkan tersebut kemudian diidentifikasi berdasarkan transaksi menjadi beberapa
mata anggaran, yaitu:
a. Mata Anggaran 814113 untuk Penerimaan Kiriman uang dari Rekening
b. Mata Angaran 824114 untuk 501.000000 KPPN ke Kantor Pusat DJPBN
Rekening 500.000000
Pengeluaran Kiriman uang dari dari Kantor
Pusat DJPBN Rekening 500.000000 ke
c. Mata Anggaran 824113 untuk rekening KUN 502.000000
Pengeluaran Kiriman Uang dari Kantor Pusat
DJPBN Rekening 500.000000 ke Rekening
501.000000 KPPN
d. Mata Anggaran 814215 untuk Penerimaan dari Rekening 501.000000 KPPN
ke Kantor Pusat DJPBN rekening 500.000000
berdasarkan SPM Pengganti
3. Langkah selanjutnya adalah merekam hasil identifikasi tersebut pada aplikasi kemudian mencetak
dan menghimpun dalam satu file untuk ditandatangani oleh Kepala Subdit Kas Negara.
4. Hasil cetakan yang telah di file tersebut kemudian dirangkum dan disajikan dalam laporan mingguan
yaitu untuk laporan tanggal 7, 15, 23, dan akhir bulan.
5. Laporan mingguan tersebut didistribusikan kepada Subdit Pengendalian dan Perencanaan Kas Dit.
PKN dan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan.
6. Subdit Kas Negara menyajikan buku pengawasan kiriman uang KPPN melalui aplikasi pada
perekaman transaksi kiriman uang rekening 500.000000.
7. Buku pengawasan tersebut kemudian disandingkan dengan laporan yang diterima dari KPPN setiap
bulan untuk dilakukan rekonsiliasi (500.000000 dengan 501.00000x).
8. Setelah disandingkan dan direkonsiliasi kemudian dibuatkan laporan untuk disampaikan kepada
Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan agar dituangkan dalam LKPP.
9. Rekonsiliasi dengan Subdit Kas Umum Negara setiap awal bulan terhadap transaksi satu bulan
sebelumnya (500.000000 dengan 502.000000). Mata anggaran yang direkonsiliasi adalah 814114
yang terdapat pada Subdit Kas Umum Negara dengan mata anggaran 824114 yang terdapat pada
Subdit Kas Negara. Sementara mata anggaran 814115 yang terdapat pada Subdit Kas Negara
direkonsiliasi dengan mata anggaran 824115 yang terdapat pada Subdit Kas Umum Negara.
Page 57
10. Hasil rekonsiliasi tersebut dibuat dan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani bersama.
BA rekonsiliasi tersebut didistribusikan kepada Subdit KUN Dit. PKN dan Direktorat Akuntansi
dan Pelaporan Keuangan.
11. Selesai
Page 58
c. Proses Bisnis Penerbitan SPM Imbalan Jasa Perbendaharaan Dan Jasa Provisi Bea Masuk
Salah satu tugas Subdit Kas Negara adalah melaksanakan pembayaran Imbalan Jasa
Perbendaharaan Dan Jasa Provisi Bea Masuk kepada PT. Pos Indonesia sebagaimana telah diatur dalam
Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor Per-06/PB/2007 tanggal 24 Januari 2007 tentang Tata Cara
Pembayaran dan Pelaporan Imbalan Jasa Perbendaharaan dan Jasa Provisi Bea Masuk.
Imbalan Jasa Perbendaharaan Dan Jasa Provisi Bea Masuk adalah imbalan yang diberikan
kepada PT. Pos Indonesia atas jasa yang telah dilakukan terhadap Negara dalam hal transaksi APBN.
Imbalan Jasa Perbendaharaan diberikan terkait dengan pengeluaran dan penerimaan negara non cukai
sedangkan provisi bea masuk diberikan atas transaksi penerimaan dan pengeluaran terkait dengan
cukai.
Proses penerbitan SPM Imbalan Jasa Perbendaharaan Dan Jasa Provisi Bea Masuk melalui
beberapa tahapan dimulai dari rekonsiliasi yang dilakukan PT. Pos di daerah dengan KPPN mitra kerja
sampai dengan penerbitan SP2D oleh Direktorat Pengelolaan Kas Negara dan pelaporan secara
lengkap dapat diuraikan sebagai berikut:
Page 59
Gambar 3.18 Proses Bisnis Penerbitan SPM Imbalan
Proses Bisnis Penerbitan SPM Imbalan Jasa Perbendaharaan dan Jasa Provi
SG/SGG/SGGK SGLK SGLK
Perhitungan Jasa Tagihan Tagihan IJP &
Perbendaharaan IJP & JPBM JPBM (setelah
dan jasa Provisi
diperbaiki)
Bea Masuk
Mulai 1 Perhitungan atas 2 Rekonsiliasi
transaksi penerimaan
BA Rekonsiliasi
dan pengeluaran transaksi SG/
melalui SG/SGG/ SGG/SGGK
SGGK (pembukuan
KPPN)
3 5a
Penelitian dan
Pencocokan
(Rekonsiliasi)
5b
Pembuatan SPP
Tagihan
SPP
JP
0
000.205
SGLK
BA Rekonsiliasi
n Jasa Perbendaharaan Dan Jasa Provisi Bea Masuk
isi Bea Masuk
Penelitian Penerbitan Penyusunan
dan 7
Laporan 12 Selesai
Pencocokan SPM-LS
dengan BA Laporan
Rekonsiliasi SPM
Realisasi
Anggaran
SPP
6
Tagihan
IJP & JPBM 8
n IJP &
PBM
11
Y
Pengujian Penerbitan
SP2D
SPM 9
N SP2D
10
10 Debet ke Rek.
SGLK
SGLK
SP2D
Page 60
Penjelasan bagan:
1. KPPN melakukan penghitungan atas transaksi penerimaan dan pengeluaran melalui
SG/SGG/SGGK
2. KPPN melakukan rekonsiliasi dengan SG/SGG/SGGK setempat yaitu meneliti /mencocokan
perhitungan yang dilakukan oleh SG/SGG/SGGK dengan pembukuan KPPN kemudian
dibuatkan Berita Acara Realisasi yang ditandatangani oleh Kepala KPPN dan Kepala
SG/SGG/SGGK setempat
3. Kepala KPPN mengirimkan Berita Acara Realisasi ke Direktorat PKN paling lambat 10 hari kerja
setelah tanggal 1 bulan berikutnya.
4. Subdit Kas Negara menerima, meneliti, dan menatausahakan kiriman Berita Acara Realisasi yang
berasal dari KPPN. Subdit Kas Negara mencocokan jumlah tagihan pembayaran dengan
Rekapitulasi Berita Acara Realisasi dan bila terdapat ketidaksesuaian akan dilakukan rekonsiliasi.
5. SGLK menyampaikan tagihan pembayaran jasa perbendaharaan dan jasa provisi bea masuk kepada
Direktur PKN.
6. SGLK menyampaikan tagihan pembayaran jasa perbendaharaan dan jasa provisi bea masuk kepada
Direktur PKN.
7. Pejabat Penanggung Jawab Kegiatan (Subdit PPK) membuat SPP sebagai dasar penerbitan SPM
dengan dilampiri dokumen tagihan pembayaran.
8. SPP beserta dokumen tagihan pembayaran disampaikan kepada Pejabat Penanda Tangan SPM
(Subdit Kas Negara).
9. Subdit Kas Negara meneliti dan mencocokan dengan Rekapitulasi Berita Acara Realisasi.
10. Subdit Kas Negara menerbitkan SPM-LS apabila pemeriksaan telah memenuhi syarat yang
ditentukan. SPM-LS lembar pertama dan kedua dilampiri SPP dan asli dokumen tagihan
pembayaran diserahkan kepada Subdit Kas Umum Negara (PMK Nomor 82/PMK.5/2007) untuk
kemudian diuji oleh Subdit KUN.
11. SPM yang telah diuji dan telah sesuai kemudian diterbitkan SP2D oleh Subdit KUN.
12. SP2D dikirmkan ke BI untuk kemudian di debet ke rekening 502.000000. SP2D juga dikirimkan ke
SGLK.
13. Pejabat Penanda Tangan SPM (Subdit Kas Negara) menyampaikan dokumen sumber kepada
Direktur Jenderal Perbendaharaan (sebagai UAKPA) untuk kemudian diproses menjadi Laporan
Keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran.
14. Selesai.
Page 61