2) Bank Transfer
Gambar 4.61 Usulan Proses Bisnis Level 3 Pengelolaan RKUN- Bank Transfer
CM.1.2.2 Bank Transfer
Third Party CM.1.6.8 CM.1.6.4 CM.1.1.4.2.2
CM.1.6.7 CM.1.6.3 CM.1.1.6.2.6
CM.1.2.1 PM CM.1.2.3 CM.1.6.6 CM.1.6.2 CM.1.7.2.3
CM.1.6.5 CM.1.6.1
CM.1.2.2.3 CM.1.2.2.1
Generate Bank Fund Transfer Inflow
Statement CM.1.2.2.2
Fund Transfer Outflow
N
CM.1.2.2.4 Bank N Revenue?
Upload Bank Statement Valid Y
Transfer?
Cash CM.1.2.2.5 Y N
requirement Run Cash Requirement
Y CM.1.2.2.6 Y
report? Report Automatic
N Y Run Bank Transfer CM.1.2.2.8
Transfer? Approve Bank Transfer
Automatic Transfer Transaction
N
CM.1.2.2.7
Generate Manual Bank
Transfer
CM.1.6.8 CM.1.3.5
CM.1.2.3 GR CM.1.6.7 CM.1.7.2
CM.1.6.6 CM.1.3.1.2.5
3) Bank Reconciliation
Gambar 4.62 Usulan Proses Bisnis Level 3 Pengelolaan RKUN- Bank Reconciliation
CM.1.2.3 Bank Reconciliation
CM.1.2.2
CM.1.2.3.1 CM.1.2.3.2 Succeed?
Run Automatic Review Reconciliation N
Reconciliation
Result/Status
CM.1.2.3.3 Manual Y
Manual Reconciliation CM.1.2.4
Y
Reconciliation
N
CM.1.2.2.3
Page 218
4) Daily Closing
Gambar 4.63 Usulan Proses Bisnis Level 3 Pengelolaan RKUN- Daily Closing
CM.1.2.4 Daily Closing
CM.1.2.3
CM.1.2.4.1 CM.1.2.4.2
Create Accounting Generate Cash Position
Report
CM.1.2.4.3
Generate Bank Transfer
Report
CM.1.2.4.4
Generate Reconciliation
Report
GL Reporting
f. Future Business Process for Management of Other Government Account
Termasuk dalam kelompok Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) adalah rekening-rekening
sebagai berikut:
1) RPL SDA Migas
2) RPL SDA Non Migas, yang mencakup:
a) Rekening Panas Bumi
b) Rekening Pertambangan dan Perikanan
3) Rekening Dana Investasi
4) Rekening Pembangunan Daerah
5) Rekening Pada Bank Umum penampung pengembalian dana bergulir/KUT/dsb
6) Rekening SAL
7) Rekening Dana Talangan/ Bailout Account (500.000001), termasuk rekening Sub BUN
Dana Talangan Reksus sebagai berikut:
a) 561.000001 untuk loan IBRD
b) 561.000002 untuk loan ADB
c) 561.000003 untuk loan JBIC
d) 561.000005 untuk loan lainnya
8) Rekening investasi/ dealing account
Page 219
Gambar 4.64 Usulan Proses Bisnis Level 2 Pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya
CM.1.6. Management of Other Government Account
Banking
CM.1.6.1 CM.1.6.2 CM.1.6.3 CM.1.6.4 CM.1.6.5 CM.1.6.6 CM.1.6.7 CM.1.6.8
Management of Management of Management of RDI Management of RPD Management of Loan Management of SAL Management of Management of
Other Government Other Government Repayment Account Bailout Account Investment/Dealing
Account for Oil and Account for Non Oil Account Account Account
for rollover fund/ Account
Gas and Gas KUT/others
CM.1.2.2
Penjelasan mengenai proses bisnis pengelolaan rekening pemerintah lainnya adalah sebagai
berikut:
1) Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam Migas
RPL SDA Migas merupakan rekening pada Bank Indonesia dengan nomor rekening
600.000411 atas nama Depkeu k/hasil minyak perjanjian karya prod.sharing. Rekening
ini merupakan rekening dengan mata uang USD, sehingga perlu diperhatikan pula
terkait dengan pencatatan transaksi mata uang asing. Hal lain yang perlu mendapatkan
perhatian adalah terdapatnya hak pihak ketiga (sebagai hutang pemerintah) di dalam
RPL SDA Migas yang harus dibayarkan kembali dan bersifat non budgetary.
Terkait dengan rencana implementasi SPAN, berikut adalah gambar alur Pengelolaan
RPL SDA Migas melalui berbagai modul dalam SPAN.
Gambar 4.65 Alur pengelolaan RPL SDA Migas dalam SPAN
Alur Pengelolaan RPL SDA Migas
Reklasifikasi (9)
Hutang Kepada Pendapatan migas Reklasifikasi (6) Pendapatan PBB
Pihak Ketiga yang ditangguhkan Migas
Pendapatan PNBP
Migas
Payment Management KKKS (pihak ketiga) Government Receipt
Fund deposit Revenue data
(3)
Refund (8)
(1)
Payment Bank statement (2)
(7)
Bank transfer (4)
Bank Indonesia Cash Management
RPL Migas Kas RKUN
Kas RPL
Fund transfer (5)
Bank Indonesia
RKUN
Page 220
2) Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam Non Migas
RPL SDA Non Migas terdapat pada Bank Indonesia (IDR) dan terbagi ke dalam dua
macam rekening yaitu:
penerimaan panas bumi.
a) Rekening 508.000084 untuk Penampungan sementara
b) Rekening 508.000071 untuk Penerimaan bidang pertambangan dan perikanan
Berikut adalah gambar alur Pengelolaan RPL SDA Non Migas melalui berbagai modul
dalam SPAN:
Gambar 4.66 Alur pengelolaan RPL SDA Non Migas dalam SPAN
Alur Pengelolaan RPL SDA Non Migas
Reklasifikasi (9)
Hutang Kepada Pendapatan non Reklasifikasi (6) Pendapatan Pertambangan
Pihak Ketiga migas yang Panas Bumi
ditangguhkan Pendapatan Pertambangan
Payment Management Pendapatan Iuran Tetap
Pendapatan Royalti
pihakFund dkepeotsiitga Refund (8) Government Receipt
(1) Revenue data
(3)
Payment (7) Bank statement (2)
Bank transfer (4)
Bank Indonesia Cash Management
RPL Non Migas
Kas RKUN
Fund transfer (5) Kas RPL
Bank Indonesia
RKUN
3) Rekening Dana Investasi
Rekening Dana Investasi merupakan rekening pada Bank Indonesia yang dibentuk oleh
Pemerintah melalui Dewan Moneter. Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan Dewan
Moneter Nomor 07/KEP/DM/1971, tanggal 31 Desember 1971. Keputusan Dewan
Moneter ini mengatur mengenai pembentukan “rekening antara” untuk menampung
pinjaman luar di dana
negeri yang sekaligus dalamnya juga ditetapkan penggunaan yang
ditampung dalam rekening tersebut.
Saat ini terdapat 7 (tujuh) Rekening Dana Investasi (RDI) pada Bank Indonesia yang
digunakan hanya untuk menerima penerimaan kembali penerusan pinjaman. Rekening
tersebut adalah sebagai berikut:
a) 513000000 : Dana Investasi (IDR)
b) 607000111 : RDI k/ Pen. Pengembalian Pinjaman Luar Negeri YEN
c) 607000311 : RDI k/ Pen. Pengembalian Pinjaman Luar Negeri AUD
Page 221
d) 607000411 : RDI k/ Pen. Pengembalian Pinjaman Luar Negeri USD
e) 607000511 : RDI k/ Pen. Pengembalian Pinjaman Luar Negeri GBP
f) 607000990 : RDI k/ Pen. Pengembalian Pinjaman Luar Negeri SDR
g) 607000991 : RDI k/ Pen. Pengembalian Pinjaman Luar Negeri EUR
Berikut adalah gambar alur Pengelolaan RDI melalui berbagai modul dalam SPAN:
Gambar 4.67 Alur pengelolaan RDI dalam SPAN
Alur Pengelolaan RDI
Penerimaan Reklasifikasi (6) -Penerimaan cicilan
pengembalian penerusan pengembalian pinjaman
pinjaman RDI -Pendapatan Bunga Pinjaman
-Pendapatan Denda
Debitur Government Receipt
Fund deposit Revenue data
(1) (3)
Bank transfer (4)
Bank statement (2)
Bank Indonesia Cash Management
RDI
Kas RKUN
Fund transfer (5) Kas RDI
Bank Indonesia
RKUN
4) Rekening Pembangunan Daerah
Rekening Pembangunan Daerah (RPD) merupakan rekening “sementara” pada Bank
Indonesia dengan nomor rekening 519.000102 yang digunakan untuk menampung
penerimaan pengembalian dana penerusan pinjaman dari Pemerintah Daerah.
Berikut adalah gambar alur Pengelolaan RPD melalui berbagai modul dalam SPAN:
Gambar 4.68 Alur pengelolaan RPD dalam SPAN
Alur Pengelolaan RPD
-Penerimaan cicilan
Penerimaan pengembalian pinjaman
pengembalian penerusan
pinjaman RPD -Pendapatan Bunga Pinjaman
Reklasifikasi (6)
-Pendapatan Denda
Debitur Government Receipt
Fund deposit Revenue data
(1) (3)
Bank transfer (4)
Bank statement (2)
Bank Indonesia Kas RKUN Cash Management
RPD Kas RPD
Fund transfer (5)
Bank Indonesia
RKUN
Page 222
5) Rekening Pemerintah Lainnya Pada Bank Umum
Rekening pada bank umum ini merupakan rekening atas nama Menteri Keuangan
masing-masing mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda pada saat pembukaannya.
Saat ini, rekening-rekening tersebut dikelola sebagai rekening penampung penerimaan
dana pengembalian kembali penerusan pinjaman yang menjadi kebijakan pemerintah di
masa lalu. Gambar pengelolaan RPL pada bank umum tersebut adalah sebagai berikut:
Gambar 4.69 Alur pengelolaan RPL pada Bank Umum dalam SPAN
Alur Pengelolaan RPL pada Bank Umum
Debitur Government Receipt
Fund deposit Revenue data
(3)
(1)
Bank statement (2)
Bank Umum
Fund transfer (5) Bank transfer (4)
Cash Management
Bank Indonesia
RKUN
6) Rekening Saldo Anggaran Lebih (SAL)
Rekening SAL merupakan rekening pada Bank Indonesia dengan nomor nomor
500.000002 dengan nama “Menteri Keuangan Cq. Direktur Jenderal Perbendaharaan
untuk menampung dana Saldo Anggaran Lebih”. Dalam hal terdapat Saldo Anggaran
Lebih, akan dipindahbukukan sejumlah SAL tersebut dari RKUN ke dalam Rekening
SAL.
7) Rekening Dana Talangan (Bailout Account)
Rekening Dana Talangan merupakan rekening yang akan digunakan bilamana saldo
rekening khusus tidak cukup. Dalam keadaan demikan, sistem pada Bank Indonesia
akan mengalihkan pembebanan tersebut ke rekening Sub BUN Dana Talangan Reksus
sebagai berikut:
- 561.000001 untuk loan IBRD
- 561.000002 untuk loan ADB
- 561.000003 untuk loan JBIC
Page 223
- 561.000005 untuk loan lainnya
Pada akhir hari transaksi dipindahkan dari rekening Sub BUN Dana Talangan Reksus di
atas ke rekening 500.000001 “Menkeu cq. Direktur Jenderal Perbendaharaan Untuk
Menampung Dana Talangan Reksus”. Apabila saldo rekening 500.000001 tidak
mencukupi, maka sistem akan mengalihkan ke rekening 221.000777 “TAK Sakti
Terima Debet YMHD” di BI-SOSA Rupiah untuk dibebankan ke nomor rekening
502.000000 secara manual. Rekening Dana Talangan memperoleh pengisian dana dari
RKUN setiap awal semester sebesar Rp.500.000.000.000 untuk kemudian dikembalikan
sisa saldonya kembali ke dalam RKUN pada akhir semester. Pada awal semester
berikutnya, akan dilakukan pemindahbukuan dana kembali sebesar Rp.500.000.000.000
dari RKUN ke dalam rekening dana talangan.
8) Rekening Investasi (dealing account)
Rekening dana investasi merupakan rekening yang direncanakan akan dibuka untuk
digunakan sebagai penampungan idle cash untuk keperluan dealing dalam rangka cash
management pada Ditjen Pengelolaan Utang. Idle cash ini akan dipindahbukukan ke
dalam rekening investasi sebagai “piutang kepada Ditjen Pengelolaan Utang”, dimana
pendapatan dari aktivitas dealing akan dicatat sebagai “pendapatan” dan diusulkan
untuk disetorkan ke dalam Kas Negara.
g. Future Business Process for Management of Placement Account
Rekening penempatan pada Bank Indonesia digunakan untuk menyimpan kelebihan kas
(melebihi SKM) yang dapat digunakan untuk jangka pendek, dimana kelebihan kas ini tidak
digunakan untuk aktifitas dealing melalui Ditjen Pengelolaan Utang. Dana dari rekening
penempatan akan dipindahbukukan ke dalam RKUN oleh Bank Indonesia secara automatic
bilamana saldo kas dalam RKUN dibawah saldo kas minimal. Ke depan, rekening
penempatan diharapkan dapat memberikan remunerasi yang lebih optimal.
Berikut adalah gambar proses bisnis dari rekening penempatan pada Bank Indonesia:
Page 224
Gambar 4.70 Usulan Proses Bisnis Level 2 Pengelolaan Rekening Penempatan
CM.1.7. Management of Placement Account
CM.1.2
CM.1.7.1 CM.1.7.2. CM.1.7.3 CM.1.7.4
Bank Account Generate Interbank Bank Reconciliation Daily Closing
Maintenance
Transfer
CM.1.2 Reporting GL
1) Bank Account Maintenance
Gambar 4.71 Usulan Proses Bisnis Level 3 Pengelolaan Rekening Penempatan
Bank Account Maintenance
CM.1.7.1 Bank Account Maintenance
BI
Account
Opening Notification
Opening? CM.1.7.1.1
Y
N
Opening Bank Account
Closing?
CM.1.7.1.2
N
Update Bank Account
CM.1.7.1.3
Y
Inactive Bank Account
Reporting CM.1.7.2
Page 225
2) Bank Transfer
Gambar 4.72 Usulan Proses Bisnis Level 3 Pengelolaan Rekening Penempatan- Bank Transfer
CM.1.7.2 Bank Transfer
CM.1.7.1 PM CM.1.7.3 CM.1.2.2.2
CM.1.7.2.7 CM.1.7.2.5 CM.1.7.2.6
Generate Bank Fund Transfer Inflow Fund Transfer Outflow
Statement N
CM.1.2.2.8 Valid
Upload Bank Statement
Y
Cash CM.1.7.2.1 Bank CM.1.7.2.2 N
requirement YRun Cash Requirement Transfer? Y Run Bank Transfer
CM.1.7.2.4
report? Report Y Automatic Transfer Approve Bank Transfer
Automatic CM.1.7.2.3 Transaction
Transfer? Generate Manual Bank
N Transfer
N
CM.1.7.3 CM.1.2.2
3) Bank Reconciliation
Gambar 4.73 Usulan Proses Bisnis Level 3 Pengelolaan Rekening Penempatan
Bank Reconciliation
CM.1.7.3 Bank Reconciliation
CM.1.7.2
CM.1.7.3.1 CM.1.7.3.2 Succeed?
Run Automatic Review Reconciliation N
Reconciliation
Result/Status
CM.1.7.3.3 Manual Y
Manual Reconciliation CM.1.7.4
Y
Reconciliation
N
CM.1.7.2.7
Page 226
4) Daily Closing
Gambar 4.74 Usulan Proses Bisnis Level 3 Pengelolaan Rekening Penempatan- Daily Closing
CM.1.7.4 Daily Closing
CM.1.7.3
CM.1.7.4.1 CM.1.7.4.2
Create Accounting Generate Cash Position
Report
CM.1.7.4.3
Generate Bank Transfer
Report
CM.1.7.4.4
Generate Reconciliation
Report
GL Reporting
2. Future Business Process for Cash Flow Forecasting
Terkait dengan aktifitas perencanaan kas, modul manajemen kas pada SPAN menyediakan
mekanisme sebagai berikut:
1) Perencanaan kas melalui annual financial plan (rencana penarikan dana bulanan)
Dalam konsep ini, pemutakhiran data dilakukan bulanan, namun tidak sebagai alat
pengujian SPP/SPM. Perencanaan kas menggunakan data annual financial plan (AFP)
terbagi dalam 2 (dua) jenis laporan, yaitu:
a) Perencanaan Kas Bulanan Dengan Menggunakan data AFP awal
Perencanaan kas bulanan dengan menggunakan data AFP awal merupakan rencana
penarikan dana awal yang disampaikan oleh Satker dan akan digunakan sebagai
pembanding atas perubahan rencana penarikan dana yang dilakukan Satker
sepanjang tahun.
b) Perencanaan Kas Bulanan Dengan Menggunakan data AFP updated
Perencanaan kas bulanan dengan menggunakan data AFP updated merupakan proses
pemutakhiran data perencanaan kas (rencana penarikan dana Satker) dengan
mekanisme sebagai berikut:
Page 227
Gambar 4.75a Proses Bisnis Perencanaan Kas Bulanan-AFP Updated
Proses Bisnis Perencanaan Kas Bulanan
AFP Updated
Satker KPPN
AFP AFP Cash
Revise/ confirm Report forecasting
update cash
AFP awal format
forecast report
per Satker Update otomatis
(by transactions)
AFP
Cash
(updated)
forecasting
(updated)
AFP Cash
forecasting
(updated) (updated)
Dengan menggunakan dua jenis laporan perencanaan kas bulanan tersebut, diharapkan
akan dapat dilakukan perbandingan antara data awal perencanaan kas (rencana
penarikan dana bulanan) yang disampaikan Satker melalui AFP dengan perubahan
perencanaan kas bulanan sepanjang tahun (AFP updated).
Ilustrasi perencanaan kas bulanan menggunakan data annual financial plan awal adalah
sebagai berikut:
Gambar 4.75b Ilustrasi Perencanaan Kas Bulanan Menggunakan data AFP Awal
Total DIPA (year to date)
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
1800
Annual Financial Plan Awal (Period To Date)
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
100 200 100 200 100 200 100 200 100 200 100 200
Perencanaan kas (bulanan) - Annual Financial Plan Awal
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
100 200 100 200 100 200 100 200 100 200 100 200
Cat:
➢ Rencana penarikan dana ini tidak digunakan sebagai alat pengujian SPP/SPM
➢ Pemutakhiran data tetap dilakukan atas data bulan sebelumnya (realisasi penarikan dana) dan
untuk bulan-bulan berikutnya (disesuaikan dengan rencana kegiatan Satker) pada setiap awal
bulan.
Page 228
Sementara ilustrasi perencanaan kas bulanan menggunanakan data annual financial plan
yang sudah dimutakhirkan (updated) adalah sebagaimana ditunjukkan pada gambar
berikut:
Gambar 4.75c Ilustrasi Perencanaan Kas Bulanan Menggunakan data AFP Updated
Total DIPA (year to date)
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
1800
Annual Financial Plan Updated (Period To Date)
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
150 150 150 150 200 100 100 200 100 200 100 200
Perencanaan kas (bulanan) - Annual Financial Plan Updated
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
150 150 150 150 200 100 100 200 100 200 100 200
Cat:
➢ Rencana penarikan dana ini tidak digunakan sebagai alat pengujian SPP/SPM
➢ Pemutakhiran data AFP tetap dilakukan atas data bulan sebelumnya (realisasi penarikan dana) dan
untuk bulan-bulan berikutnya (disesuaikan dengan rencana kegiatan Satker) pada setiap awal bulan.
Pemutakhiran data AFP dilakukan oleh Satker. Menggunakan mekanisme konfirmasi atas perubahan
rencana penarikan dana yang dihasilkan secara automatic oleh SPAN, atau dapat melakukan update
AFP yang diajukan oleh Satker.
2) Perencanaan kas melalui perkiraan need by date pada data kontrak yang disediakan
modul manejemen komitmen.
Gambar 4.76 Ilustrasi Perencanaan Kas Bulanan Menggunakan data Kontrak
Perencanaan Kas (bulanan) – Contractual Data
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
70 170 120 140 50
POK
Annual Financial Plan (Period To Date)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
100 200 100 200 100 200 100 200 100 200 100 200
70 70 120 40 50 Kontrak A = 350
100 100 Kontrak B = 200
Cat:
➢ Encumbrance dan realisasi dapat melebihi AFP
➢ Pengujian yang dilakukan adalah atas nilai total kontrak diuji dengan satu tahun pagu DIPA
Page 229
3) Perencanaan kas melalui perkiraan jatuh tempo pembayaran sejak SPP disampaikan
Satker kepada KPPN (payment due date).
Pada saat penyampaian SPP, Satker akan menginformasikan tanggal jatuh tempo dari
SPP tersebut untuk dapat diterbitkan SP2D. Sebagai konsekuensinya, selambatnya pada
tangal tersebut Satker harus sudah menyampaikan SPM kepada KPPN. Dalam hal SPM
diajukan beberapa hari lebih cepat dari tanggal payment due date, pencairan dana
melalui RPK BUN P tetap akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo pembayaran yang
telah ditentukan sebelumnya. Informasi tanggal jatuh tempo penerbitan SP2D ini yang
akan digunakan sebagai dasar melakukan perencanaan kas keluar jangka pendek
pemerintah (harian/mingguan). Ilustrasi perencanaan kas menggunakan mekanisme
payment due date adalah sebagai berikut:
Gambar 4.77 Ilustrasi Perencanaan Kas Harian/Mingguan Menggunakan Payment Due Date
SPP masuk SPM masuk/ SP2D terbit
SPP/SPM (Tanggal)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Pencairan dana/setelmen (Tanggal)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Pencairan dana50
(setelmen)
Misal: Rp. 50,-
Perencanaan kas (harian/mingguan)
Februari
W1 W2 W3 W4
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
50 50 50
Proses bisnis perencanaan kas melalui modul cash management dalam SPAN dapat
digambarkan sebagai berikut:
Page 230
Gambar 4.78 Usulan Proses Bisnis Level 1 Untuk Perencanaan Kas
CM.2 Cash Flow Forecasting
Other
BP GR PM GL MoSA system
interface
CM.2.1 CM.2.1 CM.2.3
Generate Cash Provide
Retrieve Cash Forecasting Report recommendation
Forecasting Data
Middle DJPU
Office
3. Future Business Process for Economic Analysis
Gambar 4.79 Usulan Proses Bisnis Untuk Economic Analysis
Economic Analysis
Oracle Oracle Oracle Oracle Interface with
Receivable Payable General Budgeting other
Ledger
necessary
system
Oracle Cash Generate user defined Perform economic Generate analysis
Management report analysis report and issue
recomendations
DJPU
Front Office
(Placement)
Page 231
4. Future Business Process for Placement Strategy and Portfolio Management
Gambar 4.80 Usulan Proses Bisnis Untuk Placement Strategy and Portfolio Management
Placement Strategy
Oracle Oracle Oracle Oracle Interface with
Receivable Payable Budgeting other
General
Ledger necessary
system
Oracle Cash Generate user defined Perform market Generate analysis
Management report analysis report and issue
placement strategy
recommendations
DJPU
Front Office
(Placement)
5. Pelaksanaan Rekonsiliasi Bank Pada Bank Account Management
Berdasarkan usulan penyempurnaan proses bisnis manajemen kas melalui SPAN terkait dengan
bank account management sebagaimana dijelaskan di atas, secara umum dapat dilihat bahwa
aktivitas utama dari bank account management terdiri dari bank account maintenance, bank
transfer, bank reconciliation, dan daily closing. Salah satu aktivitas utama tersebut yang perlu
mendapatkan perhatian adalah terkait dengan pelaksanaan bank reconciliation (rekonsiliasi
bank).
Warren, Reeve dan Fess (2004) mendefinisikan rekonsiliasi bank sebagai berikut:
“A bank reconciliation is a listing of the items and amounts that cause the cash balance
reported in the bank statement to differ from the balance of the cash account in the ledger.”
Rekonsiliasi bank diperlukan untuk dapat memberikan penjelasan yang terjadi atas perbedaan
perbedaan saldo kas pada rekening koran dengan saldo kas menurut akun kas pada buku besar.
Warren, Reeve dan Fess (2004) juga menyebutkan bahwa perbedaan-perbedaan tersebut dapat
disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
Page 232
1) Outstanding checks
2) Deposits in transit
3) Service charges
4) Collections
5) Not-sufficient-funds (NSF) checks
6) Errors
Berdasarkan definisi yang disampaikan di atas, dapat disimpulkan bahwa rekonsiliasi bank
diperlukan untuk dapat memberikan kepastian mengenai jumlah saldo kas yang terdapat pada
seluruh rekening pemerintah yang disimpan pada berbagai bank. Pelaksanaan rekonsiliasi bank
ini sangat penting dan terkait erat dengan pelaksanaan manajemen kas pemerintah sebagai
bagian dari aktivitas pengendalian kas pemerintah. Hal ini sesuai dengan definisi cash
management sebagaimana disebutkan oleh Williams (2009) yaitu “…the strategy and
associated processes for managing cost-effectively the government‟s short-term cash flows and
cash balances, both within government, and between government and other sectors”. Dari
definisi tersebut, jelas bahwa aktivitas rekonsiliasi bank merupakan bagian dari pelaksanaan
“management of government cash balances” pada cash management
.
Dalam pelaksanaan rekonsiliasi bank pada modul cash management dalam SPAN input data
rekening koran bank dapat dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut:
1) Menggunakan bank statement loader program
2) Menggunakan custom loader program
3) Melakukan input manual
Secara umum, prosedur rekonsiliasi melalui Oracle Cash Management adalah sebagai berikut:
1) Membuka menu/window “request”
2) Memilih program “Bank Statement Loader”
3) Melakukan upload rekening koran dan auto reconciliation
4) Memeriksa hasil uploading dari file rekening Koran serta auto reconciliation atau manual
reconciliation
5) Melakukan koreksi bila terdapat “reconciliation errors” atas hasil auto reconciliation
6) Setelah melakukan rekonsiliasi, berikut adalah laporan-laporan standar yang dapat
dihasilkan melalui Oracle Cash Management:
a) Cash in Transit Report
b) GL Reconciliation Report
c) Bank Statement Summary Report
Page 233
d) Transactions Available for Reconciliation Report
Prosedur rekonsiliasi standar pada Oracle Cash Management sebagaimana disebutkan di atas
dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 4.81 Prosedur rekonsiliasi standar pada Oracle Cash Management
Bank Reconciliation
Manual Statement Eletronic Statement
Auto Yes
Reconcile?
Auto Reconcile
Statement
No
Identify
Reconciled Items
Review
Manual
Reconcile
Yes
Manual Reconciliation
Mark External Create Bank
Transaction & Originated
Entries
Bank Errors
No
Review
Summarize
Results
Post to GL from
AR and AP
sumber: diolah dari Oracle Cash Management Manual
Dalam pelaksanaannya, rekonsiliasi bank dalam rangka pengelolaan rekening pemerintah akan
disesuaikan dengan karakteristik transaksi pada masing-masing jenis rekening pemerintah.
Secara umum pelaksanaan rekonsiliasi bank tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Rekonsiliasi automatic
Berikut adalah ilustrasi dari format transaksi perintah transfer:
Tabel 4.1 Format Data Transaksi Perintah Transfer
Tanggal Nomor SBuamnbker SReukmebneirng TBuajnukan NReokmeonring Jumlah
Uang
TDroaknsuamkesin/ Transaksi/
Dokumen Tujuan
Page 234
Atas perintah transfer yang diterbitkan, diharapkan dapat didapatkan rekening koran dengan
format (elemen data) sebagai berikut:
Tabel 4.2 Format Data Rekening Koran Yang Diharapkan
Nama kolom Keterangan Jenis data
HEADER Tanggal rekening 9(4)
Kode Bank Mata uang rekening 9(16)
Nomor rekening bank ddmmmyyy
Tanggal statement No urut baris transaksi
Currency Kode transaksi debit atau kredit 9(18,2)
DETAIL 9(18,2)
Saldo awal Jumlah 9(4)
Saldo akhir 9(16)
Baris X(1)
Kode transaksi bank 9X(16)
Debit / Kredit ddmmmyyy
Nomor Transaksi/ Dokumen 9(18,2)
Tanggal Transaksi/ Dokumen 9(16)
Nilai 9(4)
No rekening tujuan
Kode bank tujuan/penerima
Berdasarkan transaksi perintah transfer sebagaimana dapat dilihat pada ilustrasi di atas,
akan dilakukan rekonsiliasi automatic antara perintah transfer yang dihasilkan pada SPAN
dengan rekening koran yang dikirimkan Bank Indonesia. Rekonsiliasi dilakukan dengan
melakukan pencocokkan antara “Tanggal”. “Nomor SPT (Nomor Transaksi)” dan “Jumlah
Uang”. Ilustrasi untuk pelaksanaan automatic reconciliation adalah sesuai dengan tabel
berikut:
Tabel 4.3 Ilustrasi Rekonsiliasi Atas Transaksi Transfer (Auto Reconciliation)
SPAN SPAN Rekening Koran
CM
CM
Tanggal Transaksi/ Tanggal Transaksi/
Dokumen
Dokumen
Nomor Transaksi/ Nomor Transaksi/
Dokumen
Dokumen
Jumlah Uang Jumlah Uang
2) Rekonsiliasi Manual
Dalam hal transaksi tidak dapat direkonsiliasi secara automatic, maka diperlukan suatu
proses rekonsiliasi manual. Proses rekonsiliasi manual sangat mungkin terjadi dalam hal
jumlag dana yang masuk atau keluar sebagaimana tercatat dalam rekening koran di bank
Page 235
tidak sesuai dengan pencatatan pada modul payment management maupun government
receipt. Hal ini dikarenakan aliran dana masuk atau keluar tersebut tercatat sebagai satu
transaksi pada rekenig koran sementara modul payment management atau government
receipt mencatatnya sebagai pecahan dari dua atau lebih transaksi. Mekanisme rekonsiliasi
dapat diilustrasikan pada tabel berikut:
Tabel 4.4 Ilustrasi Rekonsiliasi Manual
SPAN SPAN Rekening Koran
(GR)
Tanggal CM
Nomor Transaksi
Jumlah Uang 1-1-2011 1-1-2011 Tanggal
CoA
Jumlah Uang 010111 010111 Nomor Transaksi
Tanggal
Nomor Transaksi 500.000,- 1.000.000,- Jumlah Uang
CoA
411121
500.000,-
1-1-2011
010111
411122
Pelaksanaan rekonsiliasi bank melalui modul Cash Management dalam SPAN diharapkan dapat
memberikan solusi manajemen kas karena dapat melakukan secara efektif pengelolaan dan
pengendalian siklus kas.
6. Pelaksanaan Bank Account Transfer Melalui Modul Manajemen Kas Pada SPAN
Bank Account Transfer pada Oracle Cash Management memungkinkan untuk dilakukannya
cash transfers antar rekening secara manual maupun automatic. Bank Account Transfer
merupakan jenis transaksi dalam Oracle Cash Management yang memungkinkan untuk
penggunanya untuk melakukan pemindahan dana antar rekening termasuk perekamannya
(Oracle Cash Management Release 12 User Guide, 2006). Pelaksanaan pemindahbukuan dana
antar rekening pemerintah dalam SPAN dilakukan melalui fitur bank transfer ini.
C. Dukungan SDM dan Information Technology dalam kegiatan Cash Management
Kegiatan cash management adalah kegiatan yang sarat dengan penggunaan teknologi dan
SDM yang mumpuni dibidangnya. Terkait dengan hal tersebut, pada modul back office sebenarnya
sudah dapat dipenuhi dengan aplikasi yang nantinya akan disediakan oleh SPAN melalui Oracle
Page 236
Finance. Namun demikian, untuk kegiatan middle office, perlu dilengkapi dengan berbagai aplikasi
yang mendukung.
Selanjutnya, sebagaimana dijelaskan di atas, terdapat tugas-tugas baru yang tentunya perlu
didukung oleh SDM dengan kemampuan yang berbeda pula. Dapat dicontohkan misalnya
pekerjaan-pekerjaan baru terkait dengan analisa ekonomi, strategi penempatan dan resiko
penempatan di middle office. Pekerjaan-pekerjaan yang sudah adapun perlu ditingkatkan kualitas
termasuk dalah hal kegiatan forecasting maupun settlement. Dengan demikian, seleksi dan
peningkatan kemampuan pegawai yang saat ini terdapat di DJPB maupun perlunya perekrutan
pegawai baru atau outsourcing/konsultan perlu segera direncanakan untuk mendukung upaya-upaya
perbaikan cash management di DJPB.
D. Penutup
Bab ini membahas usulan tentang penyempurnaan cash management di DJPB. Dua aspek
utama yang disoroti dalam bab ini adalah terkait dengan pengelolaan rekening dan
pengorganisasian. Masih banyak hal yang belum tercakup yaitu terutama terkait dengan proses
kegiatan-kegiatan dalam cash management serta instrument yang digunakan, dukungan IT dan
kualitas SDM yang dibutuhkan. Namun demikian, hal-hal yang sudah dimuat dalam bab ini dapat
menjadi landasan yang berguna untuk pengembangan cash management kedepan khususnya terkait
dengan rencana implementasi SPAN.
Page 237
BAB V
Strategi dan Taktik Pencapaian Penyempurnaan Proses Bisnis Pengelolaan
dan Pelaporan Transaksi Pada Kuasa BUN Pusat
Berdasarkan konsep penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan
transaksi pada Kuasa BUN Pusat sebagaimana telah dijelaskan pada bab
sebelumnya, Bab ini akan membahas mengenai usulan strategi dan taktik yang
dapat digunakan dalam melaksanakan usulan penyempurnaan tersebut.
Pada bab-bab sebelumnya, telah dibahas mengenai dasar-dasar teori yang melandasi
proses pengelolaan kas beserta konsep penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan
pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat. Untuk dapat melaksanakan penyempurnaan
proses bisnis pengelolaan dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat, perlu didukung
dengan strategi serta taktik yang terencana dengan baik serta applicable. Bab ini akan
menguraikan mengenai strategi dan taktik yang dapat digunakan untuk mencapai model
proses bisnis yang diharapkan.
Strategi merupakan sebuah rencana tindakan yang didesain untuk mencapai suatu
tujuan tertentu. Goldratt dan Abramov dalam Strategy and Tactics (2002) mendefinisikan
strategi sebagai “…setting the high objectives of an initiative or an organization. The strategy
of an organization dictates the direction of all activities” Sementara taktik didefinisikan
sebagai “…the chosen types of activities needed to achieve the objectives- to implement the
strategy”.
Penerapan alternatif pilihan penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan
transaksi pada Kuasa BUN Pusat memerlukan strategi dan taktik yang sesuai agar dapat
diimplementasikan secara efektif dan berjalan sesuai dengan harapan. Penyusunan strategi
dan taktik dalam rangka penyempurnaan proses bisnis proses bisnis pengelolaan kas harus
memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a. Dukungan dan komitmen pimpinan
b. Keterkaitan antara penyempurnaan proses bisnis pengelolaan kas dengan rencana
implementasi IFMIS melalui Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN)
c. Penyiapan Sumber Daya Manusia di lingkungan Ditjen Perbendaharaan terutama terkait
implementasi dealing pada optimalisasi kas;
d. Kepastian hukum dan kelengkapan peraturan pelaksanaan untuk untuk mendukung
governance dalam implementasi penyempurnaan proses bisnis pengelolaan kas;
Page 238
e. Koordinasi, komunikasi dan sosialisasi, baik di lingkungan internal Ditjen Perbendaharaan
maupun pihak-pihak terkait lainnya seperti pihak Bank Indonesia, Sektor Perbankan.
A. Dukungan dan komitmen pimpinan
Dukungan dan komitmen dari pimpinan merupakan salah satu factor yang perlu
diperhatikan dalam melakukan suatu perubahan. Zairi dan Sinclair (1995), mengungkapkan
bahwa “…leadership was ranked the number one facilitator of large transformation efforts”.
Sementara Willmott (1994) menungkapkan “…the radical changes envisaged by BPR may
encounter some resistance. But this resistance can be dissolved by effective leadership and
commitment from top management”. Melihat besarnya pengaruh dukungan dan komitmen
pimpinan terhadap kesuksesan atas suatu perubahan, maka hal ini perlu mendapat perhatian
yang cukup besar. Dukungan dan komitmen dari pimpinan dapat diperoleh melalui berbagai
cara yaitu sebagai berikut:
1. Mengkomunikasikan rencana penyempurnaan proses bisnis kepada pimpinan secara
bertahap dan intensif melalui workshops, seminar maupun rapat-rapat terbatas;
2. Menyampaikan keuntungan dan kerugian dari sistem yang akan dikembangkan;
3. Mengkomunikasikan perkembangan dari tahapan-tahapan yang telah dicapai dari rencana
keseluruhan secara periodic kepada pimpinan;
B. Keterkaitan antara penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan
transaksi pada Kuasa BUN Pusat dengan rencana implementasi IFMIS melalui
Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN)
Dalam pengembangan SPAN, cukup jelas bahwa cakupan pengelolaan kas terbatas pada:
1. Pengawasan atas aliran kas yang keluar dan masuk melalui rekening Bendahara Umum
negara beserta saldo hariannya
2. Pembuatan laporan perencanaan kas untuk jangka pendek maupun jangka menengah
termasuk melakukan update atas perencanaan kas yang telah disusun
3. Pengelolaan rekening pemerintah pada Bank;
4. Memberikan kepastian atas kecukupan sumber daya kas untuk membayar tagihan
pemerintah.
Page 239
5. Melakukan koordinasi dengan debt management dan asset management untuk
menyelaraskan rencana pembiayaan dengan keseimbangan kas pemerintah (dalam rangka
Asset Liability Management)
6. Penentuan withdrawal limit untuk KPPN.
Sementara dalam rencana penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan
transaksi pada Kuasa BUN Pusat dalam hal ini terkait dengan fungsi pengelolaan kas negara,
berikut adalah hal-hal yang ingin dicapai:
1. Reorganisasi unit pengelola kas sesuai dengan konsep Dealing Room;
2. Penguatan fungsi middle office sebagai konsekuensi penggunaan konsep treasury dealing
room yang akan melaksanakan aktifitas perencanaan kas, analisa ekonomi, penilaian
risiko, serta strategi penempatan dan pengelolaan portofolio.
3. Peningkatan koordinasi dengan Ditjen Pengelolaan Utang sebagai institusi yang akan
melakukan dealing dengan pasar.
4. Sentralisasi pelaporan dan pelaksanaan settlement transaksi pada back office;
5. Pengaturan ulang flow dari proses bisnis pengelolaan kas;
6. Restrukturisasi dan redefinisi rekening-rekening pemerintah;
Dari rencana penyempurnaan proses bisnis pengelolaan kas tersebut, dapat dilihat bahwa
terdapat aktifitas-aktifitas terkait pelaksanaan fungsi middle office yang belum termasuk
dalam lingkup rencana implementasi SPAN. Untuk menjembatani rencana penyempurnaan
proses bisnis pengelolaan kas negara dengan rencana implementasi SPAN tersebut, dapat
dilakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Membangun interface antara dealing system pada Ditjen Pengelolaan Utang dengan
SPAN. Hal ini diperlukan agar data-data terkait aktifitas dealing dapat terintegrasi dengan
SPAN. Data-data ini diperlukan karena aktifitas dealing akan mempengaruhi cash
outflow projection yang merupakan data input pada aktifitas perencanaan kas yamg dapat
dilakukan melalui sistem SPAN. Gambar 5.1 berikut menunjukkan interface antara
dealing system dengan SPAN.
Page 240
Gambar 5.1 SPAN-dealing system interface
b. Membangun middle office system sebagai suatu tool yang dapat membantu melaksanakan
fungsi-fungsi middle office terkait analisa ekonomi, penilaian risiko, serta strategi
penempatan dan pengelolaan portofolio. Middle office system diharapkan mampu
melaksanakan sebagian “what if analysis” yang belum tercakup pada SPAN. Gambar 5.2
berikut menggambarkan aliran data dari SPAN ke middle office system.
Gambar 5.2 SPAN-middle office system interface
C. Penyiapan Sumber Daya Manusia di lingkungan Ditjen Perbendaharaan
Penyempurnaan proses bisnis tidak terlepas dari peran sumber daya manusia di suatu
organisasi untuk mewujudkan perubahan. Willmott (1994) dalam Business Process Re
engineering and Human Resource Management mengungkapkan akan pentingnya faktor
sumber daya manusia dalam suatu penyempurnaan proses bisnis.
Page 241
Terkait dengan penyempurnaan proses bisnis pengelolaan kas, hal-hal yang perlu
mendapat perhatian adalah terkait rencana penerapan dealing (aktifitas middle office) dan
rencana penggunaan teknologi informasi yang perlu dilengkapi dengan sumber daya manusia
(SDM) yang memadai.
Dalam melaksanakan aktifitas dealing perlu disiapkan SDM melalui pendidikan dan
pelatihan terkait pelaksanaan dealing, sementara diperlukan juga pendidikan dan pelatihan
untuk persiapan penerapan sistem pengelolaan kas berbasis teknologi informasi melalui
implementasi SPAN. Pemilihan SDM berdasarkan kriteria tertentu untuk keperluan staffing
serta memudahkan dalam implementasi future proses bisnis pengelolaan kas yang diharapkan
juga perlu mendapat perhatian.
D. Kepastian hukum dan kelengkapan peraturan pelaksanaan untuk mendukung
governance dalam implementasi penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan
pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat
Untuk mendukung governance dari penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan
pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat dalam hal ini adalah terkait dengan pelaksanaan
fungsi engelolaan kas, kelengkapan landasan hukum dan peraturan pelaksanaan merupakan
suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Dalam pasal 2 Undang-undang Nomo1 Tahun
2004 tentang Perbendaharaan Negara, disebutkan bahwa Perbendaharaan Negara meliputi
salah satunya- adalah pengelolaan kas.
Kemudian dalam pasal 1 Peratutan Pemerintah Nomor 39 tahun 2007 tentang
Pengelolaan Uang Negara/Daerah menyebutkan bahwa Pengelolaan Uang adalah kegiatan
pengelolaan yang mencakup pengelolaan kas dan surat berharga termasuk kegiatan untuk
menanggulangi kekurangan kas atau memanfaatkan kelebihan kas secara optimal. Sementara
pada pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah yang sama mengungkapkan bahwa Menteri
Keuangan selaku Bendahara Umum Negara mengangkat Kuasa Bendahara Umum Negara
untuk melaksanakan sebagian wewenang Bendahara Umum Negara dan tugas kebendaharaan
yang berkaitan dengan pengelolaan uang dan surat berharga. Selanjutnya pada Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 218 tahun 2007 tentang Tata Cara Pembukaan Dan Pengelolaan
Rekening Milik Bendahara Umum Negara pasal 1 menyebutkan bahwa Kuasa BUN Pusat
adalah Direktur Jenderal Perbendaharaan.
Dengan demikian, jelas bahwa berdasarkan peraturan-peraturan tersebut diatas,
pengelolaan kas merupakan salah satu tugas dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan,
Page 242
termasuk di dalamnya mengenai perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan,
pengendalian, verifikasi dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan kas (pasal
860 PMK Nomor 100 Tahun 2008).
Terkait dengan penyempurnaan proses bisnis pengelolaan kas, dimana terdapat fungsi
fungsi baru yang belum sepenuhnya tercakup dalam kerangka peraturan yang ada, diperlukan
pengaturan lebih lanjut. Peraturan diperlukan terutama terhadap hal-hal yang berhubungan
dengan rencana implementasi aktifititas optimalisasi kas melalui mekanisme dealing. Perlu
diatur kebijakan-kebijakan mengenai jangka waktu penempatan uang negara, kriteria-kriteria
yang harus digunakan dalam pelaksanaan dealing, termasuk standard operating procedures.
Peraturan-peraturan terkait implementasi mekanisme dealing diharapkan dapat menjadi
guidelines bagi para pejabat fungsional dealer dalam melaksanakan aktifitas dealing,
sekaligus memberikan perlindungan dan kepastian hukum atas aktifitas penggunaan uang
negara, khususnya untuk mengantisipasi kerugian yang mungkin timbul atas penempatan
uang negara, baik itu yang berupa “opportunity loss” maupun “real loss”.
Selain itu, terhadap kemungkinan pelaksanaan re-organisasi terhadap unit pengelola kas
juga memerlukan peraturan sebagai dasar hukum. Hal ini menjadi sangat penting karena akan
mengakibatkan perubahan pola interaksi antar organisasi baik di lingkungan internal Ditjen
Perbendaharaan, maupun dengan pihak terkait di luar lingkungan Ditjen Perbendaharaan.
E. Koordinasi, komunikasi dan sosialisasi, baik di lingkungan internal Ditjen
Perbendaharaan maupun pihak-pihak terkait lainnya seperti pihak Bank Indonesia,
Sektor Perbankan dan Kementerian/Lembaga
Weicher et al (1995) dalam Business Process Reengineering Analysis and
Recommendations mengungkapkan “BPR must not ignore corporate culture and must
emphasize constant communication and feedback”. Penyempurnaan proses bisnis
pengelolaan kas akan melibatkan unit-unit baik di lingkungan internal Ditjen Perbendaharaan
maupun unit-unit terkait di luar Ditjen Perbendaharaan seperti unit Eselon I lainnya di
lingkungan Departemen Keuangan dan Sektor Perbankan termasuk Bank Sentral bahkan juga
pihak Kementerian/ Lembaga (terkait pengelolaan rekening Bendahara Pengeluaran dan
pembayaran melalui Rekening Escrow). Dengan demikian, peran koordinasi, komunikasi dan
sosialisasi kepada unit-unit terkait menjadi sangat penting.
Dari uraian pada Bab 4, dapat dilihat bahwa penyempurnaan proses bisnis pengelolaan
kas akan berakibat pada perubahan workflow dan organisasi. Perubahan workflow tentunya
Page 243
akan mengakibatkan perubahan peran dari unit-unit terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan
terkait pengelelolaan kas, sehingga diperlukan komunikasi, koordinasi dan sosialisasi untuk
dapat mempermudah proses implementasi proses bisnis yang baru. Sementara perubahan
struktur organisasi juga akan berakibat pada perubahan pola interaksi antar unit terkait
pengelolaan kas, sehingga terhadap hal ini juga perlu dilakukan koordinasi, komunikasi dan
sosialisasi. Pola interaksi yang dapat terjadi akibat implementasi rencana penyempurnaan
proses bisnis pengelolaan kas dapat digambarkan dalam Gambar 5.3 berikut:
Gambar 5.3 Pola Interaksi Cash Management-Unit Terkait
Komunikasi dan koordinasi diperlukan untuk memperoleh feed back atas usulan
penyempurnaan proses bisnis sehingga dapat diperoleh proses bisnis yang ideal dan
sesuai dengan best practice. Sementara sosialisasi diperlukan untuk dapat
memperkenalkan kepada pihak-pihak terkait perihal perubahan proses bisnis.
Sosialisasi dapat dilaksanakan secara bertahap yaitu pada fase penyusunan
penyempurnaan proses bisnis, untuk dapat memberikan gambaran awal kepada pihak
pihak terkait mengenai rencana penyempurnaan proses bisnis, dan juga pada tahap
sebelum implementasi untuk dapat memberikan gambaran final mengenai proses
bisnis yang baru termasuk koneksitasnya dengan pihak-pihak terkait proses bisnis
tersebut.
Page 244
BAB VI
Penutup
Bab ini merupakan bagian penutup dari modul penyempurnaan proses bisnis
pengelolaan dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat, yang berisikan
summary terhadap bahasan-bahasan sebelumnya terkait usulan penyempurnaan
proses bisnis dimaksud.
Penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN
Pusat dilaksanakan dengan fokus pada penyempurnaan pelaksanaan fungsi pengelolaan kas.
Fungsi pengelolaan kas modul ini disusun sebagai bagian dari upaya penyempurnaan atas
proses bisnis yang telah dilaksanakan. Disadari terdapat beberapa titik lemah pada
pengelolaan kas yang perlu disempurnakan. Dalam proses perbaikan dan penyempurnaannya,
ditetapkan stategi yang sistematis, terencana dan menyentuh berbagai aspek terkait dengan
pengelolaan kas serta memperhatikan skala prioritas yang perlu mendapatkan perhatian.
Berdasarkan pembahasan-pembahasan yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya,
berikut adalah kesimpulan yang dapat diambil untuk dijadikan sebagai perhatian utama dalam
penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat:
a. Penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN
Pusat harus didasarkan pada visi, misi dan tujuan bersama organisasi pengelolaan
perbendaharaan negara pada umumnya (Ditjen Perbendaharaan) dan organisasi
pelaksana pengelolaan kas negara pada khususnya (Direktorat Pengelolaan Kas
Negara). Guna memetakan visi, misi dan tujuan dari Direktorat PKN, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah dengan melihat kembali kembali tugas pokok
dan fungsi Direktorat PKN dengan mendasarkan pada peraturan perundangan yang
menjadi dasar pelaksanaan tugas di Direktorat PKN. Terkait dengan usulan visi, misi
dan tujuan dari Direktorat PKN, pembahasan telah dilaksanakan pada Bab II dari
modul ini.
b. Dalam rangka pelaksanaan penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan
transaksi pada Kuasa BUN Pusat, perlu diperhatikan proses bisnis existing yang akan
dijadikan fokus penyempurnaan. Untuk dapat memberikan deskripsi yang memadai
terkait proses bisnis pengelolaan dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat yang
saat ini dijalankan, dapat dilakukan pemetaan (mapping) atas proses bisnis dimaksud.
Pada modul ini, pemetaan atas existing proses bisnis dilakukan dengan dua
Page 245
pendekatan yaitu pendekatan fungsi dan pendekatan process. Pemetaan dengan
menggunakan pendekatan fungsi yang mengelompok aktivitas pekerjaan yang saat ini
dilaksanakan oleh masing Subdit pada Direktorat PKN. Sementara pada pendekatan
process dapat direpresentasikan dalam aktivitas-aktivitas terkait pengelolaan kas yang
merupakan tugas utama dari Direktorat Pengelolaan kas negara sesuai Pasal 860 PMK
100/PMK.01/2008, yang menggunakan “input”, memberikan nilai kepada input
tersebut dan akan menghasilkan “output” yang memiliki nilai melebihi “input”
tersebut.
c. Sebagai tindak lanjut dari pemetaan atas existing proses bisnis pengelolaan dan
pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat, usulan penyempurnaan proses bisnis
khususnya yang terkait dengan aspek pengorganisasian (lihat Bab IV) dilaksanakan
dengan menggunakan kerangka best practices sebagai berikut:
1) Kegiatan Perencanaan Kas, sebagai hasil dari kegiatan analisa pengelolaan kas
yang dikoordinir oleh Treasury Liquidity Unit dan melibatkan unit-unit yang
mempunyai authority di bidang penerimaan dan pengeluaran.
2) Kegiatan Penetapan Strategi Investasi, yang dikoordinir oleh Middle Office setelah
mendapat masukan tentang perencanaan kas dari Treasury Liquidity Unit.
3) Kegiatan Settlement, termasuk kegiatan pencatatan/akuntansi atas cash flow dan
managing bank accounts baik penerimaan maupun pengeluaran, dan dikoordinir
oleh Back Office.
d. Aktivitas yang tidak kalah penting dan perlu mendapat perhatian dalam
penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN
Pusat adalah terkait dengan restrukturisasi rekening pemerintah. Bab IV dalam modul
ini memberikan konsep awal terkait usulan restrukturisasi rekening pemerintah.
Pembahasan yang lebih rinci terkait usulan restrukturisasi rekening pemerintah akan
dilaksanakan melalui modul lainnya.
e. Selain merujuk pada kerangka best practices, usulan penyempurnaan proses bisnis
pengelolaan dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat serta usulan
restrukturisasi rekening pemerintah juga diselaraskan dengan rencana implementasi
Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang akan menggunakan
Oracle Cash Management sebagaimana telah dibahas pada Bab IV.
f. Dalam rangka implementasi SPAN, usulan penyempurnaan proses bisnis pengelolaan
dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat idealnya telah ditetapkan sebelum
tahap CRP (Conference Room Pilot) 3. Gambar 6.1 berikut menunjukkan time frame
Page 246
implementasi SPAN dan kaitannya dengan penetapan usulan penyempurnaan proses
bisnis pengelolaan dan pelaporan transaksi pada Kuasa BUN Pusat:
Gambar 6.1 Kerangka waktu implementasi SPAN
CRP 3: usulan penyempurnaan Awal Fase piloting: proses
proses bisnis pengelolaan dan bisnis pengelolaan dan
pelaporan transaksi pada Kuasa
BUN Pusat telah ditetapkan pelaporan transaksi pada
Kuasa BUN Pusat yang baru
CRP 2: Set up CRP 2 dengan
menggunakan usulan telah berjalan
penyempurnaan proses bisnis
pengelolaan dan pelaporan
transaksi pada Kuasa BUN
Pusat
g. Untuk mendukung penyempurnaan proses bisnis pengelolaan dan pelaporan transaksi
pada Kuasa BUN Pusat, sebagaimana dibahas dalam Bab V diperlukan strategi dan
taktik yang sesuai dan terencana dengan baik serta applicable, sehingga usulan
penyempurnaan dapat diimplementasikan secara efektif dan berjalan sesuai dengan
harapan.
Page 247
DAFTAR PUSTAKA
I. Peraturan
Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Undang Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143/PMK.05/2006 Tentang Tata Cara Penarikan
Pinjaman Dan/atau Hibah Luar Negeri.
Peraturan Menteri Keuangan No.98/PMK.05/2007 tentang Pelaksanaan Rekening Pengeluaran
Bersaldo Nihil pada Bank Umum Mitra Kerja KPPN dalam Rangka Penerapan TSA.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 218/PMK.05/2007 tentang Tata Cara Pembukaan dan
Pengelolaan Rekening Milik Bendahara Umum Negara.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.01/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Departemen Keuangan.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 61/PMK.05/2009 tentang Penerapan Treasury Notional
Pooling
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90/PMK.05/2009 Tentang Pengelolaan Uang Negara di
Bank Indonesia
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 116/PMK.05/2009 tentang Pelaksanaan Uji Coba
Rekening Penerimaan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Bersaldo Nihil Dalam
Rangka Penerapan Treasury Single Account.
Keputusan Menteri Keuangan Nomor.601/KM.1/2009 tentang Penyusunan Laporan
Perencanaan Kas Pemerintah Pusat.
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- 66 /PB/2005 Tentang Mekanisme
Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- 20/PB/2007 Tentang Tata Cara
Pengelolaan Rek Kas Umum Negara.
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-82/PB/2007 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-15/PB/2007 Tentang
Pelaksanaan Uji Coba Mekanisme Baru Pembayaran Melalui Rekening Khusus.
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-30/PB/2009 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Uji Coba Rekening Penerimaan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
Bersaldo Nihil Dalam Rangka Penerapan Treasury Single Account.
xiii
Surat Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Kep-55/PB/2009 tentang Tim
Penyempurnaan dan Penyusunan Business Process Pengelolaan dan Pelaporan Transaksi pada
Kuasa BUN Pusat
II. Literatur
Allman-Ward, M. (2002), Essentials of Managing Corporate Cash, Wiley.
Anderson, P et al. (2009), Improving the Management of the Republic of Indonesia.s Balance
Sheet, World Bank and International Monetary Fund.
Ministry of Finance of the Republic of Indonesia (2005), Bidding Document for the Sistem
Perbendaharaan dan Anggaran Negara.
Frye, Douglas. W & Gulledge, Thomas R (2007), End-to-end business process scenario,
Industrial Management & Data Systems, Vol. 107, No. 6, 2007.
Goldratt and Abramov dalam Strategy and Tactics (2002)
Grover, Varun & Malhotra, Manoj K (1996), Business process reengineering: A tutorial on the
concept, evaluation, method, technology and application, Journal of Operation Management.
Hammer, M. (2007), The Process Audit, Harvard Business Review.
Hammer, M. and Champy, J. (1993), Reengineering the Corporation: A Manifesto for Business
Revolution, Harper Business.
Lienert, I. (2009), Technical Notes and Manuals - Modernizing Cash Management, International
Monetary Fund.
Paper, et al. (2001), Business Process Management Journal, Vol.7: A BPR case study at
Honeywell, MCB University Press.
Richards, R.R. (2007), The Process Approach, Facilitating Quality Achievement and Mission
Accomplishment.
The World Bank (1998), Public Expenditure Management Handbook, The World Bank.
Warren, Reeve and Fess, (2004), Accounting Principles, South Western.
Williams, M. (2009), Government Cash Management: International Practice, Oxford Policy
Management Working Paper.
xiv
DIPA maniemen komitme
SATEM PERBEDAHERUM . en pembayaran modulpenerima
span by AMECHANGER
er Chart of account.module
on modulmannemen komitmen
atnegara modul general ledger &
cititer mother manajemen DIPAM
les modulpelaporan modul ma
cer .modo jenerima nego
man DIPA monumenciemen komme
eneri
modul everal ledger
motormonen DIP mod
model THE
modul penerimaan negara
Primulmemajemen komitmen
yaran modul penerimaan
art ofaccount.mo mane
moduml ente comitmen .
negara.modul generalledger & cl
toernoutmnajemen DIPA mo
05.mortul elor modisi mana
satirer .modurpenerimaan negara
DUPA modul muralemen liomitmen
en semiscyaan modul penerimaan
ledger & chart of decount.modul man
ron ..motu majemen komitmen
enerimaan negara modul general ledger & Ch
somoletten Satler motiu montlemen DIPATIO
Sot ISBN 978-623-97069-8-2
em Liten
Fimin
9 786239 706982
Hier
der sch
NILA.mod