i
i KATA PENGANTAR Bismillahirrahmaanirrahiim Puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT karena atas perkenannya Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022 dapat diselesaikan dan atas perkenannya kami dapat melakukan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Pasar Rebo pada tahun 2022. Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022 ini menggambarkan kinerja Kecamatan Pasar Rebo di tahun 2022 melalui berbagai indikator yang ada. Pada tahun 2022 masih ada indikator yang belum dapat terpenuhi dengan baik. Hal ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus memperbaiki kinerja dan inovasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pentingnya pengembangan jaringan pelayanan dan juga jejaring dengan mitra layanan mendorong kami untuk terus melakukan kerjasama dengan lintas sektor dan juga sektor kesehatan lain yang ada di Kecamatan Pasar Rebo. Anggaran yang kami gunakan di tahun 2022 terdiri dari pendapatan BLUD; APBD; dan APBN dalam bentuk Dana Alokasi Khusus.. Kami haturkan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur yang telah membimbing kami dalam pembuatan Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo atas kerjasama, kerja keras dan loyalitas yang tinggi dalam pelayanan kepada masyarakat. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan dokumen ini, karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Demikian kami sampaikan, semoga Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022 dapat bermanfaat dan menjadi pedoman bagi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo serta lintas sektor terkait dalam melakukan perencanaan kegiatan di tahun yang akan datang agar tercapai Masyarakat Pasar Rebo Sehat. Kepala Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, dr. Komarunisa, M.Gz NIP. 197501222006042011
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1.2 Dasar Hukum 1.3 Tujuan 1 2 2 BAB II GAMBARAN UMUM 3 2.1 Gambaran Umum Kecamatan Pasar Rebo A. Administrasi dan Demografi 1. Luas Wilayah 2. Batas Wilayah B. Jaringan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo C. Kependudukan D. Ekonomi E. Pendidikan F. Sosial Budaya G. Perilaku H. Lingkungan 2.2 Gambaran Umum Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo A. Sejarah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo B. Bangunan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo C. Status Akreditasi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo D. Fasilitas Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo E. Prestasi F. Inovasi G. Organisasi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo H. Visi dan Misi I. Tugas Pokok, Fungsi, Wewenang, dan Tanggung Jawab 3 3 3 3 5 7 8 8 9 9 9 9 9 10 12 13 16 17 22 23 23
iii BAB III PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS UPAYA KESEHATAN PERSEORANGAN 26 3.1 Layanan Klinis dan Penunjang di UKP 3.1.1 Layanan Klinis 1. Layanan Umum 2. Layanan Umum Sore 3. Layanan Gigi 4. Layanan Sehat 5. Layanan Catin 6. Layanan Gizi 7. Layanan Refaksi Mata 8. Layanan TB 9. Layanan PKPR 10. Layanan JKN 11. Layanan MTBS 12. Layanan Berlian 13. Layanan Permata 14. Layanan RB Mutiara dan Kandungan 15. Layanan Haji 16. Layanan Nursing Care 17. Layanan 24 Jam San UGD Transit 18. Layanan ISPA 19. Layanan Lansia 20. Layanan PTM Prolanis Diabetes Mellitus dan Hipertensi 21. Layanan KB 22. Layanan KIA 26 28 28 30 32 34 36 37 40 42 43 45 47 50 52 55 59 60 61 64 65 67 70 71
iv 3.1.2 Layanan Penunjang a. Layanan Rekam Medik b. Layanan Laboratorium c. Layanan Farmasi d. Layanan CSSD BAB IV SITUASI DERAJAT KESEHATAN 4.1 Jumlah Kematian 4.1.1 Jumlah Kematian Neonatal, Bayi, dan Anak Balita 4.1.2 Angka Kematian Ibu 4.2 Angka Kesakitan 4.2.1 TB Paru 4.2.1.1 Angka Penjaringan Suspek (Suspect Evaluation Rate) 4.2.1.2 Cakupan Pengobatan Semua Kasus TB (Case Detection Rate/ CDR) yang diobati 75 75 77 78 79 81 81 81 83 85 85 85 87 4.2.1.3 Angka Notifikasi Semua Kasus TB (Case Notification Rate/ CNR) yang diobati per100.000 Penduduk 88 4.2.1.4 Angka Penemuan Kasus TB Anak 90 4.2.1.5 Angka Keberhasilan Pengobatan Pasien TB Semua Kasus 91 4.2.1.6 Persentase Pasien TB yang Mengetahui Status HIV 92 4.2.1.7 Standar Pelayanan Minimal (SPM) TB 94 4.2.3 Diare 4.2.4 Kusta 4.2.5 Kasus Penyakit Menulat PD31 4.2.6 Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (BDD) 4.2.7 Angka Kesakitan Malaria 4.2.8 Filariasi 4.2.9 AFP (Accute Flaccid Paralysis) 4.2.10 Kasus Chikungunya 4.2.11 Kasus Suspek Capak 96 98 99 99 102 103 103 104 104
v 4.2.11 Kasus Suspek Capak 4.2.12 Keracunan Makanan 4.2.13 Kasus HFMD (Hand Foot Mouth Disease) 4.2.14 Kasus Filariasis 4.2. 15 Kasus Leptospirosis 4.2.16 Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) 4.2.17 Hepatitis Akun Unknown Etiology 4.2.18 GGAPA (Gangguan Akut Progesif Atipikal Pada Anak) atau Aute Kidney Injury 4.2.19 Presentase Hipertensi/ Tekanan Darah 4.2.20 Presentase DM / Diabetes Melitus 4.2.21 Skrining usia produktif 4.2.23 Skrining IVA test Pada WUS 108 108 109 109 109 113 113 115 116 117 118 BAB V SITUASI DERAJAT KESEHATAN 5.1 Pelayanan Kesehatan A. Cakupan Pemeriksaan Antenatal Terpadu B. Cakupan Deteksi Dini Faktor Risko dan Komplikasi Kebidanan dan Neonatus oleh Tenaga Kesehatan maupun Masyarakat C. Cakupan Penanganan Komplikasi Kebidanan D. Cakupan Persainan oleh Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan E. Cakupan Kunjungan Nifas F. Kunjungan Neonatus G. Penanganan Komplikasi Neonatal H. Kunjungan Bayi I. Kunjungan Balita 119 119 119 121 122 123 124 125 126 127 128
vi 5.2 Gizi Masyarakat A. Cakupan ASI Ekslusif B. Status Gizi Balita 1. Persentase Balita Underweight (BB/U z score kurang dari – 2 SD) 2. Persentasi Balita Stunting (TB/U Kurang dari – 2 SD) 3. Persentase Balita Wasting (BB/TB z score kurang dari - 2 SD ) 4. Persentase Balita Gizi Buruk (BB/TB z score kurang dari SD) C. Cakupan Uci (Universal Child Immunization) 5.3 Kesehatan Anak Usia Sekolah 5.4 Kesehatan Lanjut Usia (Lansia) 5.5 Kesehatan Jiwa 5.6 Kesehatan Lingkungan BAB VI SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 6.1 Sarana Kesehatan 6.2. Tenaga Kesehatan 6.3 Pembiayaan Kesehatan BAB VII KESIMPULAN 7.1 Capaian Kinerja 7.2 Permasalahan 7.3 Upaya Pemecahan Masalah LAMPIRAN 129 129 130 130 132 133 135 136 136 143 144 145 147 149 152 153 154 155
vii DAFTAR TABEL Tabel 1. Luas Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tabel 2. Jumlah Penduduk Tabel 3. Jumlah RT RW Tabel 4. Sarana Pendidikan Tabel 5. Fasilitas Pelayaan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo di Lantai 1 Tabel 6. Fasilitas Pelayaan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo di Lantai 2 Tabel 7. Fasilitas Pelayaan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo di Lantai 3 Tabel 8. Fasilitas Pelayaan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo di Lantai 4 Tabel 9. Inovasi Kader Peduli Luka dan perawatan luka Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tabel 10. Inovasi Paman Kumbang Puskesmas Kelurahan Kalisari Tabel 11. Inovasi Sing Eling Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tabel 12. Inovasi Wakatoby Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tabel 13. Inovasi Silaron Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tabel 14. Trend Jumlah Kasus TB Tahun 2016 – 2022 Tabel 15. Cakupan pelayanan diare 2018-2022 Tabel 16. Jumlah Penderita Demam Tyfoid Berdasaran Pemeriksaan Klinis Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Tabel 17. Cakupan ASI Eksklusif Proses Bulan Februari dan Agustus di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Tabel 18. Data Balita Underweight di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tabel 19. Data Balita Stunting di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tabel 20. Data Balita Wasting di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tabel 21. Data Balita Gizi Buruk di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo dari bulan Januari-Desember Tahun 2022 Tabel 22. Capaian SPM Jiwa Tahun 2022 Kecamatan Pasar Rebo Tabel 23. Capaian SPM Per Kelurahan Tabel 24. Hasil Kegiatan IKL Tempat Fasilitas Umum di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Tabel 25. Sarana Kesehatan Tabel 26. Tenaga Kesehatan Tabel 27. Pembiayaan Kesehatan 3 7 7 8 12 13 14 14 15 16 17 18 19 88 96 98 129 130 132 133 135 144 144 146 147 149 152
viii DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Peta Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Gambar 2. Peta Jaringan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Gambar 3. Bangunan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Gambar 4. Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo 4 5 9 22
ix DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Data Jumlah Kunjungan Grafik 2. Data 10 Penyakit Terbanyak Grafik 3. Data Kunjungan Layanan Umum Pagi Grafik 4. Data Kunjungan Layanan Umum Pagi Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 5. Data Jumlah Rujukan dan Kasus Terbanyak Grafik 6. Data Jumlah Kunjungan Umum Sore Grafik 7. Data Jumlah Rujukan dan Diagnosa Terbanyak di Layanan Umum Sore Grafik 8. Jumlah Kunjungan Layanan Gigi Grafik 9. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 10. 10 Tindakan Terbanyak di Layanan Gigi Grafik 11. Jumlah Kunjungan Layanan Sehat Grafik 12. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 13. Kasus Hasil Skrining di Layanan Sehat Grafik 14. Jumlah Kunjungan Catin Grafik 15. Kasus Terbanyak Layanan Catin Grafik 16. Jumlah Kunjungan Layanan Gizi Grafik 17. Jumlah Kunjungan Gizi Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 18. Konsultasi Gizi Pada Kasus PTM Grafik 19. Kasus Mal Nutrisi Terbanyak di Layanan Gizi Grafik 20. Jumlah Kunjungan Layanan Refraksi Mata Grafik 21. Data Kunjungan Bedasarkan Jenis Bayar Grafik 22. Kasus Terbanyak di Layanan Refraksi Mata Grafik 23. Jumlah Kunjungan Layanan TB Grafik 24. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 25. Jumlah Rujukan dan Jenis Terapi di Layanan TB Grafik 26. Jumlah kunjungan Layanan PKPR Grafik 27. Kunjungan Layanan PKPR Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 28. Rujukan dan Jumlah Kasus Berdasarkan klasifikasi Manajemen Terpadu PKPR 26 27 28 29 29 30 31 32 33 33 34 35 35 36 37 37 38 39 40 40 41 41 42 42 43 43 44 44
x Grafik 29. Jumlah Kepesertaan BPJS Yang Terdaftar di Kecamatan Pasar Rebo Grafik 30. Jumlah Mutasi PBI APBD yang di Feedback BPJS Grafik 31. Jenis Klaim Yang Diajukan Layanan JKN Grafik 32. Jumlah Kunjungan Layanan MTBS Grafik 33. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Jenis Bayar Layanan MTBS Grafik 34. Jumlah Rujukan, Mantoux dan Kasus Gizi di Layanan MTBS Grafik 35. Jumlah Diagnosa Terbanyak Layanan MTBS Grafik 36. Jumlah Kunjungan Layanan Berlian Grafik 37. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 38. Jumlah Rujukan dan Jumlah Pasien Skizofrenia Grafik 39. Jumlah Pasien dengan Diagnosa Lainnya di Layanan Berlian Grafik 40. Jumlah Kunjugan Layanan Permata Grafik 41. Jumlah Kunjugan Layanan Permata Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 42. Jumlah rujukan dan skrining yang dilakukan di Layanan Permata Grafik 43. Jumlah Pasien ODHIV Baru dan Akses Awal Grafik 44. Jumlah Pasien Yang Pernah Masuk Perawatan PDP dan Akses Rutin di Layanan PDP Grafik 45. Jumlah Pasien LTFU, Meninggal dan Rujuk Keluar Grafik 46. Jumlah Kunjungan Bersalin RB Grafik 47. Kunjungan RB Mutiara Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 48. Kunjungan Partus, Jenis Kelamin Bayi Lahir Hidup dan IMD Grafik 49. Berat Badan Lahir Pasien Partus RB Mutiara Grafik 50. Lokasi ANC Pasien Partus di Layanan RB Mutiara Grafik 51. Jumlah Kunjungan Layanan Kandungan Grafik 52. 10 Diagnosa Rujukan Terbanyak di Layanan Kandungan Grafik 53. 10 Jumlah Kunjungan Layanan Haji dan Jenis Pemeriksaan Grafik 54. Jumlah Kunjungan Layanan Nursing Care Grafik 55. Kunjungan Pasien Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 56. Rujukan dan Kasus Terbanyak di Layanan Nursing Care Grafik 57. Jumlah Kunjungan Layanan 24 Jam Grafik 58. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Jenis Bayar di Layanan 24 Jam Grafik 59. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Triase di Layanan 24 Jam 45 46 46 47 48 48 49 50 50 51 51 52 52 53 53 54 54 55 55 56 56 57 57 58 59 60 60 61 61 62 62
xi Grafik 60. Jenis Tindakan Terbanyak di Layanan 24 Jam Grafik 61. 10 Diagnosa Terbanyak di Layanan 24 Jam Grafik 62. Jumlah Kunjungan Layanan ISPA Grafik 63. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Tarif Bayar di Layanan ISPA Grafik 64. Jumlah Rujukan dan 10 Penyakit Terbanyak di Layanan ISPA Grafik 65. Jumlah Kunjungan di Layanan Lansia Grafik 66. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Jenis Bayar di Layanan Lansia Grafik 67. Jumlah Rujukan dan Skrining P3G di Layanan Lansia 63 63 64 64 65 65 66 66 Grafik 68. Diagnosa Terbanyak di Layanan Lansia Grafik 69. Jumlah Kunjungan Diabetes Mellitus Grafik 70. Jumlah Rujukan dan Jenis Pemeriksaan Diabetes Mellitus Grafik 71. Jumlah Kunjungan Hipertensi Grafik 72. Jumlah Rujukan dan Tindakan di Layanan Prolanis Hipertensi Grafik 73. Jumlah Kunjungan Layanan KB Grafik 74. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Perjenis Bayar di Layanan KB Grafik 75. Jenis Tindakan di Layanan KB Grafik 76. Jumlah Kunjungan Layanan KIA Grafik 77. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Perjenis Bayar diLayanan KIA Grafik 78. Jumlah Rujukan dan Kunjungan ANC, Nifas, Neonatus Grafik 79. Jumlah Imunisasi BCG, DPT/HB/HiB Grafik 80. Jumlah Imunisasi Polio, IPV Grafik 81. Jumlah Imunisasi PCV, Campak Grafik 82. Jumlah Kunjungan Neonatal Grafik 83. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, ISPA, Rawat Inap dan Penunjang Grafik 84. Jumlah Rujukan dan Visit Jenazah Grafik 85. Jumlah Tindakan Pada Pasien Umum (Non BPJS) Grafik 86. Jumlah Kunjungan Laboratorium dan Jenis Pembayaran Grafik 87. 10 Jenis Pemeriksaan Laboratoium Terbanyak Grafik 88. Jumlah Kunjungan Layanan Farmasi Grafik 89. 10 Penggunaan Cbat Terbanyak Grafik 90. Jumlah Steril Alat dan Penggunaan Kasa Steril Per Poches Grafik 91. Unit Yang Melakukan Steril alat di Layanan CSSD 67 67 68 69 69 70 70 71 71 72 72 73 73 74 74 75 76 76 77 77 78 79 79 80
xii Grafik 92. Jumlah Kematian Neonatal, Bayi di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 93. Data Kematian Maternal Tahun 2022 Grafik 94. Angka Penjaringan Suspek TB di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022 Grafik 95. Penjaringan Suspek TB Per Puskesmas se-Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 96. Case Detection Rate (CDR) di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022 Grafik 97. Data Realisasi Penemuan Kasus TB dibandingkan dengan Target Di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 98. Case Notification Rate (CNR) di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022 Grafik 99. Penemuan Kasus TB Anak di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 100. Keberhasilan Pengobatan Pasien TB di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2021 Grafik 101. Pasien TB yang Mengetahui Status HIV di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022 Grafik 102. Persentase Pasien TB yang Mengetahui Status HIV di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022 Grafik 103. Capaian SPM TB Kemenkes di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 104. Capaian SPM TB Datin di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 105. Capaian SPM TB Kemenkes per Kelurahan di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 106. Capaian SPM TB Datin per Kelurahan di Kecamatan Pasar Rebo Grafik 107. Cakupan Pemberian Oralit Balita di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 108. Cakupan Pemberian Zink Balita di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 83 84 85 86 87 88 89 90 91 93 93 94 94 95 95 96 97
xiii Grafik 109. Persentase LROA Aktif di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 110. Jumlah Kasus PD31 Tahun 2022 Grafik 111. Kasus DBD Per Kelurahan Grafik 112. Kasus DBD Per Bulan Grafik 113. Grafik Min Max Rata Rata Kasus DBD Grafik 114. Jumlah Kasus Malaria Import Berdasarkan Asal Perjalanan Grafik 115. Persentase Kasus Malaria Import Berdasarkan Jenis Parasit Grafik 116. Jumlah AFP di Wil. Kec Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 117. Jumlah Suspek Campak per Kelurahan Grafik 118. Proporsi Jumlah Kasus dan Sampel Grafik 119. Persentase Jumlah Suspek Usia Berdasarkan Usia Grafik 120. Presentase Jumlah Suspek Campak Berdasarkan Jenis Kelamin Grafik 121. Persentase Penderita Keracunan Makanan di Posyandu Mawar 2 Th. 2022 Grafik 122. Kurva Epidemi KLB Keracunan Makanan di Posyandu Mawar 2 Grafik 123. IR Kasus Positif Covid-19 Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 124. Jumlah Kasus Positif Covid-19 Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 125. Distribusi Covid-19 berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 126. Angka Kesembuhan, Angka Kematian, dan tempat isolasi pasien Covid-19 Grafik 127. Presentase Kematian Covid-19 Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2022 97 99 100 100 101 101 102 103 105 105 106 106 107 108 110 111 111 112 112
xiv Grafik 128. Jumlah Kasus AKI Berdasarkan Bulan Tahun 2022 Grafik 129. Jumlah Kasus AKI Berdasarkan Bulan Tahun 2022 Grafik 130. Jumlah Kasus AKI Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Tahun 2022 Grafik 131. Grafik Persentase Penatalaksanaan Hipertensi Per Puskesmas Kelurahan Tahun 2022 Grafik 132. Grafik Persentase Penatalaksanaan Diabetes Melitus Per Puskesmas Kelurahan Tahun 2022 Grafik 133. Grafik Persentase Skrining Usia Produktif Per Puskesmas Kelurahan Tahun 2022 Grafik 134. Grafik Persentase Pemeriksaan IVA Test pada WUS Per Puskesmas Kelurahan Tahun 2022 Grafik 135. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil Grafik 137. Pemeriksaan Triple Eliminiasi Ibu Hamil Grafik 138. Cakupan Deteksi Dini Faktor Risiko dan Komplikasi Kebidanan Grafik 139. Cakupan Penanganan Komplikasi Maternal Grafik 140. Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan dan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Grafik 141. Kunjungan Nifas Lengkap (KF3) Grafik 142. Cakupan kunjungan neonatus lengkap Grafik 143. Penanganan Komplikasi Neonatal Grafik 144. Cakupan Pelayanan bayi Tahun 2021 Grafik 145. Cakupan kunjungan balita Grafik 146. Grafik Persentase Cakupan ASI Eksklusif Proses Bulan Februari dan Agustus di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 147. Grafik Persentase Balita Underweight per Kelurahan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 148. Grafik Persentase Balita Stunting per Kelurahan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 149. Grafik Persentase Balita Wasting per Kelurahan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 150. Grafik Persentase Gizi Buruk per bulan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 151. Hasil Penjaringan Kesehatan SD, SMP dan SMA 114 114 115 116 117 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 131 132 134 135 137
xv Grafik 152. Klasifikasi Status Gizi Siswa Kelas 1 SD/MI Grafik 153. Klasifikasi Status Gizi Siswa Kelas 2-6 SD/MI Grafik 154. Klasifikasi Status Gizi Siswa Kelas 7 SMP/MTS Grafik 155. Klasifikasi Status Gizi Siswa Kelas 8-9 SMP/MTS Grafik 156. Klasifikasi Status Gizi Siswa Kelas 10 SMA Grafik 157. Masalah Kesehatan Mata pada Jenjang Pendidikan SD/MI Grafik 158. Masalah Kesehatan Mata pada Jenjang Pendidikan SMP/MTS Grafik 159. Masalah Kesehatan Mata pada Jenjang Pendidikan SMA Grafik 160. Masalah Kesehatan Telinga/Pendengaran Grafik 161. Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut di tingkat SD/MI Grafik 162. Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut di tingkat SMP/MTS Grafik 163. Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut di tingkat SMA Grafik 164. Capaian SPM Lansia 2022 Grafik 165. Capaian SPM Jiwa Tahun 2022 Grafik 166. Capaian SPM Jiwa Tahun 2022 Per Kelurahan Grafik 167. Hasil Kegiatan IKL Tempat Fasilitas Umum (TFU) Di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 137 138 138 139 139 140 140 141 141 142 142 143 143 144 145 146
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan kesehatan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Bidang Kesehatan Tahun 2020-2024 yakni meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta melalui penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care) dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatn teknologi. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia juga telah menetapkan lima focus strategi pembangunan kesehatan untuk 5 tahun ke depan, yaitu kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, perbaikan gizi masyarakat, penccegahan dan penguatan sistem kesehatan serta pengawasan obat dan makanan. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Puskesmas yang berperan sebagai gate keeper di dalam era Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dengan berprinsip managed care, maka Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo akan meningkatkan kualitas pelayanan primer bagi masyarakat Indonesia umumnya dan pasien yang berkunjung ke Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo khususnya, sehingga pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik serta meningkatnya derajat kesehatan masyarakat wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Pada tahun 2022, pandemi covid-19 memasuki tahun ketiga di wilayah Indonesia, dan khsusnya wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Beberapa kegiatan sudah menyesuaikan kondisi pandemic, termasuk kegiatan-kegiatan yang ada di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Pandemi covid-19 banyak berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo serta pada indikator keberhasilan capaian kinerja. Keberhasilan pelaksanaan program di puskesmas sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas sumber daya manusia dan peran aktif masyarakat sebagai penyelenggara program tersebut. Oleh karena itu, Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo membuat Buku Profil Kesehatan Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 untuk melihat keberhasilan capaian kinerja maupun kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan serta untuk mencapai indikator yang telah ditetapkan di tahun 2022 serta sebagai bahan untuk perencanaan tahun berikutnya.
2 1.2. Dasar Hukum Sebagai salah satu instansi dalam lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta berkewajiban memberikan laporan penyelenggaraan tahunan sebagaimana yang disebutkan dalam Surat Keputusan Gubernur No 108 Tahun 2004. Buku Profil yang dibuat oleh masing-masing instansi di bawah pemerintah Propinsi DKI Jakarta guna memenuhi kewajiban Gubernur dalam menyampaikan laporan penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri seperti yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 56 Tahun 2001. 1.3. Tujuan Secara umum, tujuan penyusunan buku profil ini adalah untuk mendapatkan gambaran umum kondisi kesehatan masyarakat wilayah Kecamatan Pasar Rebo Secara Khusus, tujuannya adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui kondisi masyarakat wilayah Kecamatan Pasar Rebo 2. Mengetahui masalah kesehatan masyarakat Kecamatan Pasar Rebo 3. Mengetahui capaian upaya kesehatan yang sudah dilakukan di Kecamatan Pasar Rebo 4. Mengetahui sumber daya kesehatan yang tersedia 5. Mendapatkan bahan guna penyusunan perencanaan tahun berikutnya.
3 BAB II GAMBARAN UMUM 2.1 Gambaran Umum Kecamatan Pasar Rebo A. Administrasi dan Demografi Secara Administrasi Kecamatan Pasar Rebo berada di bawah di Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 1. Luas Wilayah Kecamatan Pasar Rebo terletak antara 1060 49’ 35’’ Bujur Timur dan 060 10’ 37’’ Lintang Selatan, dengan luas wilayah 1.294 ha. adapun luas wilayah Kecamatan Pasar Rebo adalah : Tabel 1. Luas Wilayah Kecamatan Pasar Rebo NO KELURAHAN LUAS WILAYAH ( Ha ) 1. 2. 3. 4. 5. Kelurahan Pekayon Kelurahan Kalisari Kelurahan Baru Kelurahan Cijantung Kelurahan Gedong 3,14 Ha 2,89 Ha 1,89 Ha 2,37 Ha 2,65 Ha Jumlah 1.294 Ha 2. Batas Wilayah Batas Wilayah Kecamatan Pasar Rebo berdasarkan surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1227 Tahun 1989 sebagai berikut: a. Sebelah Utara : Jl. Tengah, Jl.Balai Rakyat, Jl.Condet, Jl.H. Nasih, Jl. Mandor Baning, Jl. H Taiman Timur, Jl.Trikora II dan Kecamatan Kramat Jati – Kotamadya Jakarta Timur b. Sebelah Timur : Kali Cipinang, Jl.Raya Bogor dan Kecamatan Ciracas - Kotamadya Jakarta Timur
4 c. Sebelah Selatan : Setu Tipar Desa Mekar Sari,Pilar Batas DKI dengan Jawa Barat, Desa Tugu / Palsi Gunung, Setu Arman/Desa Rumbut, Kec. Cimanggis Kotamadya Depok – Kabupaten Bogor d. Sebelah Barat : Kali Ciliwung, Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan Gambar 1. Peta Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Sebelah Utara : Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur Sebelah Selatan : Kabupaten Bogor, Jawa Barat Sebelah Timur : Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur Sebelah Barat : Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan B. Jaringan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Gambar 2. Peta Jaringan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo
5 Secara admistrasi Kecamatan Pasar Rebo terdiri atas lima kelurahan : a. Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo : Jl. Kalisari No. 1, Pekayon, Psr. Rebo Kota Jakarta Timur Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13710 Latitude = garis lintang -6.3393623, Longitude = garis bujur 106.8592327 b. Puskesmas Kelurahan Pekayon : Jl. Bulak Sari No .3 RT.09/RW.10, Pekayon, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13710 Latitude = garis lintang -6.3333543, Longitude = garis bujur 106.8603893
6 c. Puskesmas Kelurahan Kalisari : Jl. Puskesmas No.17, RT.3/RW.3, Kalisari, Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13790 Latitude = garis lintang -6.3344793, Longitude = garis bujur 106.8494278 d. Puskesmas Kelurahan Baru : Jl. Puskesmas RT. 08 / RW. 01, Baru, Pasar Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13780 Latitude = garis lintang -6.3233386, Longitude = garis bujur 106.850125 e. Puskesmas Kelurahan Cijantung : Jl.Pertengahan RT.009 / RW.007, Cijantung,Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13770 Latitude = garis lintang -6.3248275, Longitude = garis bujur 106.8542504 f. Puskesmas Kelurahan Gedong Jl. Raya Condet, RT.12/RW.3, Gedong, Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760 Latitude = garis lintang -6.2957839, Longitude = garis bujur 106.8538427 C. Kependudukan Jumlah Penduduk Kecamatan Pasar Rebo pada tahun 2022 adalah 236.114 jiwa, dengan rincian jumlah penduduk Kecamatan Pasar Rebo adalah sebagai berikut: Tabel 2. Jumlah Penduduk KODE KELURAHAN JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI PEREMPUAN TOTAL 3175051001 GEDONG 22.515 22.535 45.050
7 3175051002 BARU 15.483 14.841 30.324 3175051003 CIJANTUNG 25.827 25.803 51.630 3175051004 KALISARI 27.251 27.013 54.264 3175051005 PEKAYON 27.734 27.112 54.846 Total 118.810 117.304 236.114 Wilayah Kecamatan Pasar Rebo terdiri dari 53 RW dan 524 RT. Tabel 3. Jumlah RT RW KODE KELURAHAN KODE POS RT RW 3175051001 GEDONG 13760 117 12 3175051002 BARU 13780 79 10 3175051003 CIJANTUNG 13770 109 11 3175051004 KALISARI 13790 103 10 3175051005 PEKAYON 13710 116 10 Total 524 53 D. Ekonomi Berdasarkan jenis tempat tinggal, wilayah Kecamatan Pasar Rebo tidak ada kampung deret, rumah susun, ataupun wilayah kumuh miskin. Namun masih ada wilayah pemukiman yang padat. Wilayah padat inilah yang menjadi prioritas PAJERO (Petugas Kesehatan Jejaring Pasar Rebo) untuk dilakukan pendataan status kesehatan sampai dengan pelayanan home visit dan paliatif untuk warga dengan masalah kesehatan. E. Pendidikan Tabel 4. Sarana Pendidikan No Nama Pendidikan Gedong Cijantung Baru Kalisari Pekayon
8 1 Taman Kanak-kanak 7 12 4 10 8 2 SD 9 14 9 10 14 3 SLTP 3 8 3 4 5 4 SLTA/SMU 5 14 2 3 7 5 SLB - 1 - - - 6 UNIV/ST/Akademi 1 1 1 - - Jumlah 25 50 19 27 33 Tingkat pendidikan masyarakat di wilayah Kecamatan Pasar Rebo cukup baik, dimana informasi yang disampaikan ke masyarakat sudah mampu diterima. Adanya kerjasama yang baik dengan sektor pendidikan memudahkan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo dalam memberi edukasi kepada warga sekolah tentang kesehatan, skrining kesehatan pada anak sekolah, imunisasi pada siswa siswi, dan kegiatan kesehatan lainnya. F. Sosial Budaya Masyarakat wilayah Kecamatan Pasar Rebo memiliki kepedulian, kekeluargaan dan kerjasama yang baik dari masyarakat sehingga memudahkan kami dalam menjalankan program-program kesehatan. Namun lain sisi, masih ada juga kelompok masyarakat yang tidak mendukung kebijakan kesehatan dan institusi yang sulit untuk diberikan intervensi terkait program dan masalah kesehatan. G. Perilaku Secara umum perilaku atau kebiasaan hidup sehat masyarakat wilayah Kecamatan Pasar Rebo sudah meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, karena sebagian besar sudah mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan, sehingga sedikit banyak juga mempengaruhi pola hidup masyarakat. Namun demikian masih banyak juga masyarakat yang sulit untuk merubah pola hidupnya, seperti kebiasaan merokok, tidak
9 mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari, mencuci tangan tidak pakai sabun, menimbang balita rutin ke posyandu, kurang beraktivitas fisik, dan lain sebagainya. H. Lingkungan Secara umum sanitasi lingkungan di wilayah Kecamatan Pasar Rebo sudah cukup baik, Namun masih ada kelompok hunian penduduk yang padat dan kurang pencahayaan. Selain itu masih ada beberapa wilayah yang rawan banjir. 2.2 Gambaran Umum Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo A. Sejarah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo dibangun pada tahun 1995 dengan luas tanah 3000 m2 dan luas bangunan 1300m2 . Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo ditetapkan sebagai unit kerja yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD secara penuh pada tahun 2012 sesuai Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 378/2012. Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo telah beberapa kali dilakukan renovasi. Renovasi gedung dilakukan dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. B. Banguan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Gambar 3. Bangunan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo
10
11 C. Status Akreditasi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Kementerian Kesehatan Komisi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Sertifikat Akreditasi Nomor : YM.02.01/VI.14/10/2019 diberikan kepada Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, Nomor Registrasi : P31720101 (1030087), Alamat : Jl.Lapan Kalisari No. 1 Rt. 010/ 01, Kec. Pasar Rebo, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Berlaku: 23 Maret 2019 s/d 23 Maret 2022, Sebagai pengakuan bahwa fasilitas Kesehatan telah memenuhi standar akreditasi dan dinyatakan lulus : PARIPURNA
12 Gambar 4. Sertifikat Akreditasi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo D. Fasilitas Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo berlokasi di Jl. Raya Kalisari No. 1. Kelurahan Pekayon. Kecamatan Pasar Rebo, Kota Administrasi Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Secara fisik, gedung Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo memiliki empat lantai dengan fasilitas pelayanan sebagai berikut : Tabel 5. Fasilitas Pelayaan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo di Lantai 1 NO LANTAI 1 LAYANAN DAN FASILITAS 1. Layanan Pendaftaran dan Rekam Medis
13 2. Layanan 24 Jam 3. Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 4. Layanan Lansia 5. Layanan Perawatan Luka (Nursing Care) 6. Layanan Haji 7. Layanan Akupresur dan Layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) 8. Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 9. Layanan Keluarga Berencana (KB) 10. Layanan Imunisasi dan Ibu Nifas 11. Layanan Prolanis Hipertensi dan Prolanis Diabetes Mellitus 12. Layanan Farmasi 24 Jam 13. Layanan Laboratorium 14. Layanan TB MDR (Multi Resistance Drug) 15. Layanan vaksinasi covid-19 16. Layanan ISPA 17. Layanan Pengobatan Umum Sore 18. Ruang Central Sterile Supply Department (CSSD) 19. Ruang Laktasi 20. Ruang Penyimpanan dan Pengelolaan Makan Ranap (Dapur) 21. Ruang Laundry 22. Ruang Jenazah 23. Musholla 24. Toilet 25. Area Parkir Kendaraan Bermotor 26. Area Parkir Pasien Disabilitas 27. Gedung Penyimpanan Obat 28. ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Bank DKI 29. Gazebo 30. Pos Security 31. ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Bank DKI Tabel 6. Fasilitas Pelayaan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo di Lantai 2
14 NO LANTAI 2 LAYANAN DAN FASILITAS 1. Ruang Asuhan Keperawatan (Nurse Station) 2. Layanan Pengobatan Umum 3. Layanan Pengobatan Gigi dan Mulut 4. Layanan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) 5. Layanan PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) 6. Layanan Ruang Bersalin 7. Ruang Rawat Inap Bersalin 8. Layanan Caten (Calon Pengantin) 9. Layanan Gizi 10. Layanan Refraksi Mata 11. Layanan Sanitasi 12. Layanan TB Paru 13. Layanan Konseling Psikolog 14. Layanan Berlian (Beri Layanan dengan Nyaman) / Jiwa 15. Layanan Permata (Pelayanan Masyarakat Tanpa Stigma) / HIV-IMS 16. Layanan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) 17. Toilet 18. Ruang Ganti Petugas 19. Ruang Bermain Anak 20. Ruang Bersalin Transit Tabel 7. Fasilitas Pelayaan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo di Lantai 3 NO LANTAI 3 LAYANAN DAN FASILITAS 1. Ruang Kepala Puskesmas 2. Ruang Kepala Tata Usaha 3. Ruang Kepegawaian 4. Ruang Keuangan
15 5. Ruang Mutu 6. Ruang UKP 7. Ruang Pengadaan 8. Ruang Gudang Barang 9. Ruang Pemeliharaan Barang 10. Ruang UKM 11. Ruang Promosi Kesehatan 12. Ruang Aula 13. Ruang Teaser 14. Ruang Datin dan IT 15. Toilet Tabel 8. Fasilitas Pelayaan Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo di Lantai 4 NO LANTAI 4 LAYANAN DAN FASILITAS 1. Gudang Alat Kesehatan 2. Gudang Alat Kebersihan E. Prestasi Beberapa Prestasi yang diraih Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022 antara lain: 1. Juara 3 Nakes Teladan kategori Kesmas Tingkat Provinsi DKI Jakarta bagi tenaga kesehatan dan SDM Penunjang di Fasyankes Tahun 2022. 2. Penghargaan dari BPJS pada bulan Agustus 2022 atas komitmen penginputan permintaan informasi dan pengaduan dan pendaftaran bayi baru lahir melalui aplikasi SIPP 3. Meraih predikat sangat baik ( A ) pada monitoring dan evaluasi standar pelayanan yang diselenggarakan Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, November 2022
16 F. Inovasi Dalam upaya mencapai target Standar Pelayanan Minimal serta mewujudkan visi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo berbagai langkah inovasi yang muncul dan dilakukan selama tahun 2022 antara lain : Tabel 9. Inovasi Kader Peduli Luka dan perawatan luka Puskesmas Kecamatan.Pasar Rebo NO Nama Puskesmas Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo 1 Nama Tim Inovasi Kader Peduli Luka dan perawatan luka Puskesmas Kec.Pasar Rebo Judul/Produk Inovasi (Lengkap dan Jelas) Kader Peduli luKa dan Perawatan Luka Puskesmas Pasar Rebo terkategori inovatif (original) karena Puskesmas Kec. Pasar Rebo merupakan (pionir) perawatan luka secara holistik di tingkat Puskesmas yang memiliki poli perawatan luka diabet, luka bakar dan luka kronik serta P3DM(Paket Pelayanan Pasien DM). Ringkasan Inovasi/Abstrak Singkat Puskesmas terus menganalisa dan mengevaluasi kasus luka yang semakin meningkat serta merencanakan pengembangan layanan yang merupakan salah satu dari komitmen keberlanjutan inovasi.Tahun 2018 dilakukan Pengembangan selain layanan perawatan luka Diabet, yaitu luka bakar,luka kronik. Pada tahun 2021, dilaksanakan pengembangan inovasi berupa P3DM(Paket Pelayanan Pasien DM),sebagaimana Puskesmas menjalankan perannya melakukan upaya preventif.Pelaksanaan inovasi ini berhasil membuat petugas mampu merawat luka dengan metode modern,frekuensi penggantian balutan lebih sedikit,mengurangi rasa nyeri,menekan biaya perawatan pasien, mengurangi komplikasi luka pada pasien DM serta meningkatnya peran serta masyarakat dalam penjaringan pasien luka dengan keberadaan Kader Peduli Luka serta mendeteksi dini resiko terjadinya luka. Slogan inovasi”Cegah dan Temukan Sejak Dini Stop Amputasi yang bersifat holistik.
17 Metode Sinoviks Tabel 10. Inovasi Paman Kumbang Puskesmas Kelurahan Kalisari NO Nama Puskesmas Puskesmas Kelurahaan Kalisari 2 Nama Tim Inovasi PAMAN KUMBANG Judul/Produk Inovasi (Lengkap dan Jelas) PAMAN KUMBANG (PEMANTAUAN MANDIRI KEGIATAN TUMBUH KEMBANG) Ringkasan Inovasi/Abstrak Singkat Inovasi PAMAN KUMBANG memiliki tujuan untuk meningkatkan cakupan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak usia pra sekolah dengan PAMAN KUMBANG ( Pemantauan Mandiri Kegiatan Tumbuh Kembang ) yang di lakukan oleh masing-masing orang tua murid melalui pengiaisian google form sesuai perkembangan usia anak, meningkatkan pengetahuan orang tua murid dan guru tk dan paud, meningkatkan kersama TK dan PAUD, menurunkan angka kesakitan gangguan perkembangan anak. INOVASI PAMAN KUMBANG terdiri dari TAWAs (peningkatan wawasan), FOLINTANG (Form Online Tumbuh Kembang), SULTAN (Konsultasi Tumbuh Kembang), FOSIL (Forum Komunikasi Online). Inovasi PAMAN KUMBANG ( Pemantauan Mandiri Kegiatan Tumbuh Kembang ) berhasil menaikan angka pemantauan pertumbuhan dan perkembangan dari tahun 2020 sebanyak 0% pada tahun 2021 menjadi 23%, TK dan PAUD yang melakukan SDIDTK dari 0 menjadi 12, anak yang melakukan pemantauan tumbuh kembang dari 0 menjadi 165. Metode GKM
18 Tabel 11. Inovasi Sing Eling Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo NO Nama Puskesmas Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo 3 Nama Tim Inovasi SS Devi Wirasanti Judul/Produk Inovasi (Lengkap dan Jelas) SING ELING ( Selalu Ikuti Arahan None dan Abang Edukasi Keliling). Percepatan Pengendalian COVID-19 di wilayah Pasar Rebo dengan SING ELING melalui edukasi protokol kesehatan dan vaksinasi covid-19. Ringkasan Inovasi/Abstrak Singkat Penyebaran virus COVID-19 mengejutkan dunia tidak terkecuali Indonesia. DKI Jakarta sendiri menempati posisi pertama penambahan kasus baru pada tanggal 31 Desember 2020. Belum membudayanya 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) di masyarakat, adanya berita hoax di masyarakat, belum banyaknya informasi dan edukasi terkait COVID-19 adalah permasalahan dalam mengendalikan kasus COVID-19. SING ELING atau Selalu Ikuti arahan None Abang Edukasi keliLING adalah upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di wilayah Pasar Rebo dengan melibatkan peran aktif lintas sektor, lintas program, dan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan 3M pencegahan penularan COVID-19 dan Vaksinasi COVID-19. Metode yang digunakan dengan melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) secara langsung dan tidak langsung di wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Hasil yang didapat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan 3M dan meningkatnya capaian vaksinasi COVID-19 Inovasi SING ELING menjadi salah satu media yang efektif dalam melakukan edukasi kesehatan. Saran untuk kegiatan SING ELING adalah agar dapat dikembangkan dengan tema masalah prioritas kesehatan
19 Metode GKM Tabel 12. Inovasi Wakatoby Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo NO Nama Puskesmas Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo 4 Nama Tim Inovasi WAKATOBY Judul/Produk Inovasi (Lengkap dan Jelas) Optimalisasi Pelayanan RB Mutiara dengan inovasi paket WAKATOBY di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Ringkasan Inovasi/Abstrak Singkat
20 Pandemi Covid-19 berdampak negatif pada berbagai sektor layanan publik, terutama sektor kesehatan, lebih khususnya layanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Penurunan jumlah kunjungan layanan kesehatan berpotensi memunculkan masalah terhadap kesehatan dan meningkatkan jumlah kematian ibu dan anak. Persalinan di fasilitas kesehatan merupakan upaya mendorong ibu bersalin untuk bersalin di fasilitas kesehatan. Dengan melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan, diharapkan setiap ibu bersalin mendapatkan pelayanan sesuai standar, serta mendapatkan penanganan yang adekuat jika terjadi kegawatdaruratan, sehingga dapat mencegah kematian ibu dan bayi. Cakupan persalinan di fasilitas kesehatan merupakan indikator Rencana Startegis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024 sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu bersalin. Berdasarkan data yang dimiliki Unit Pelayanan Ruang Bersalin Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, jumlah pasien yang bersalin di ruang bersalin mengalami penurunan pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020. Menurunnya jumlah kunjungan dan persalinan di ruang bersalin puskesmas dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu kurangnya informasi/ sosialisasi mengenai layanan persalinan di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Untuk meningkatkan kunjungan ibu bersalin di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, Tim WAKATOBY melakukan perbaikan dengan optimalisasi layanan dengan paket “WAKATOBY” (Whatsapp Group Ibu Hamil, Visit Tour Kamar Bersalin dan Photoshop Baby). Program ini memanfaatkan media digital sebagai penghubung antara petugas dan pasien berupa pembuatan whatsapp group ibu hamil aterm digunakan sebagai salah satu media sosialisasi dan edukasi melalui daring, sehingga lebih memudahkan pasien dan petugas dalam melakukan pemantauan ibu hamil yang sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir/ HPL. Sedangkan visit tour kamar bersalin merupakan kegiatan mengajak pasien ibu hamil untuk mengunjungi ruang bersalin puskesmas dan memperkenalkan fasilitas dan layanan yang terdapat di ruang bersalin puskesmas. Serta layanan photoshoot baby merupakan salah satu inovasi yang bertujuan untuk mengabadikan moment kelahiran sehingga dapat meningkatkan daya tarik masyarakat.Dengan dilakukannya program “WAKATOBY” (Whatsapp Group Ibu Hamil, Visit Tour Kamar Bersalin dan Photoshop Baby), maka layanan persalinan di Ruang Bersalin Mutiara Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo meningkat menjadi 10,6% pada Tahun 2022. Metode GKM Tabel 13. Inovasi Silaron Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo NO Nama Puskesmas Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo 5 Nama Tim Inovasi SI LARON
21 Judul/Produk Inovasi (Lengkap dan Jelas) Meningkatkan standar pelayanan penerimaan retribusi menggunakan sistem online Ringkasan Inovasi/Abstrak Singkat Sistem Laporan Retribusi Online (SI LARON) adalah sistem yang dibuat oleh tim IT puskesmas Pasar Rebo yang mengakomodir tentang penerimaan pendapatan retribusi baik dari puskemas kelurahan atau puskemas kecamatan. Sistem ini lahir dikarenakan beberapa selisih yang ditemukan baik nominal maupun pencatatannya. Sistem ini buat untuk memudahkan, mengefektifkan petugas dalam membuat laporan harian pendapatan retribusi. Sistem Laporan Retribusi Online (SI LARON) ini berdampak secara langsung memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan pendapatan harian. Tidak ada selisih yang ditemukan, tidak terjadi kesalahan dalam pengisian tarif layanan, tidak perlu membuat rekapan, laporan bisa dipertanggungjawabkan atau akuntabel karena bisa dilakukan monitoring langsung oleh atasan kapanpun. Sedangakan dampak tidak langsung dengan sistem ini yang dilakukan secara tepat dapat meningkatkan pendapatan retribusi. Masyarakat merasakan layanan yang diberikan puskemas lebih cepat. Sistem ini dapat membantu pada saat melakukan penyusunan perencanaan kebutuhan atau RAB. Metode GKM G. Organisasi Puskesmas Pasar Rebo Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta dioperasionalkan dengan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 334 Tahun 2014 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat, yang terdiri dari: 1. Kepala Puskesmas Kecamatan
22 2. Kepala Subbagian Tata Usaha 3. Kepala Puskesmas Kelurahan 4. Kepala Satpel Upaya Kesehatan Perorangan 5. Kepala Satpel Upaya Kesehatan Masyarakat Gambar 4. Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo H. Visi dan Misi 1. Visi “Masyarakat Pasar Rebo Sehat dan Mandiri” 2. Misi a) Mewujudkan Pelayanan Dasar yang Paripurna b) Mengintegrasikan sistem informasi manajemen Puskesmas yang efektif dan efesien c) Mewujudkan keluarga sehat melalui pemberdayaan Masyarakat
23 I. Tugas Pokok, Fungsi, Wewenang, dan Tanggung Jawab Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019, Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan wilayah kerja Puskesmas yang sehat, dengan masyarakat yang: a. memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat; b. mampu menjangkau Pelayanan Kesehatan bermutu c. hidup dalam lingkungan sehat; dan d. memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan, Puskesmas mengintergrasikan program yang dilaksanakan dengan pendekatan keluarga. Pendekatan keluarga merupakan salah satu cara Puskesmas mengintegrasikan program untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tercantum diatas Puskesmas Kecamatan mempunyai fungsi : a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya. Dalam menyelenggarakan fungsi Penyelenggaraan UKM tingkat pertama Puskesmas berwenang untuk: a. menyusun perencanaan kegiatan berdasarkan hasil analisis masalah kesehatan masyarakat dan kebutuhan pelayanan yang diperlukan b. advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan c. melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan d. menggerakkan masyarakat untuk mengindentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang berkerja sama dengan pimpinan wilayah dan sektor lain terkait
24 e. melaksanakan pembinaan teknis terhadap institusi jaringan pelayanan Puskesmas dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat f. melaksanakan perencanaan kebutuhan dan peningkatan kompetemsi sumber daya masnusia Puskesmas g. memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan h. memberikan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor biologis, psikologis, dan sosial budaya, dan spiritual i. melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan j. memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat kepada dinas kesehatan daerah kabupaten/ kota, melaksanakan sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit k. melaksanakan kegiatan pendekatan keluarga l. melakukan kolaborasi dengan Fasilitas Pelayanann Kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit di wilayah kerjanya, memalui pengoodinasian sumber daya kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Dalam melaksanakan fungsi penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya, Puskesmas berwenang untuk: a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan, bermutu, dan holistic yang mengintegrasikan faktor biologis, psikologi, sosial, dan budaya dengan membina hubungan dokter-pasien yang erat dan setara b. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif c. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada kelompok dan masyarakat
25 d. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan kesehatan, keamanan, keselamatan pasien, petugas, pengunjung, dan lingkungan kerja e. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi f. Melaksanakan penyelenggaraan rekam medis g. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses Pelayanan Kesehatan h. Melaksanakan perencanaan kebutuhan dan peningkatan kompetensi sumber daya manuasia Puskesmas i. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan j. Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan di wilayah kerjanya, seduai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. BAB III PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS UPAYA KESEHATAN PERSEORANGAN 3.2 Layanan Klinis dan Penunjang di UKP Pelayanan di dalam gedung khususnya layanan UKP merupakan layanan perseorangan yang diberikan secara komprehensif. Alur layanan dimulai dari skrining oleh loket pendaftaran untuk menentukan pasien akan ditujukan ke unit. Jumlah kunjungan pada tahun 2022 di layanan UKP mencapai 184.990 kunjungan pasien, dimana angka ini mengalami peningkatan sebanyak 15% dari jumlah kunjungan tahun 2021, dimana angka
26 kunjungan tahun 2021 sebanyak 135.478 kunjungan pasien. Berikut adalah jumlah kunjungan pasien di tahun 2022 dan 10 Diagnosa terbanyak yang ada di layanan UKP. Berdasarkan dari hasil laporan masing-masing unit dan data rekam medic, di dapatkan data 10 penyakit terbanyak di tahun 2022. 15434 12403 13100 11780 13433 15037 15965 17558 17009 18434 18120 16717 184990 Data Jumlah Kunjungan Grafik 1. Data Jumlah Kunjungan
27 Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berada di urutan pertama di tahun 2022 sebagai penyakit terbanyak yang di lakukan tatalaksana di layanan ISPA khususnya. Diagnosa ISPA terdiri dari beberapa kode ICD 10. ICD 10 untuk ISPA dikelompokkan dari beberapa diantaranya J00, J02, J03, J06, J06.8, J06.9, J02.9. jumlah kasus ISPA sebanyak 35.850 kasus. Kasus Hipertensi sebanyak 17.043 dengan kode ICD 10 antara lain I10, I11.9, I11, I15. Kasus Diabetes Mellitus sebanyak 13.073 kasus, dengan kode ICD 10 diantaranya E11, E11.8, E11.6. kasus Dyspepsia sebanyak 7.925 kasus dengan kode ICD 10 diantaranya K30. Diagnosa terbanyak ke 5 adalah Myalgia dengan kode ICD 10 nya M79, M79.0, M79.1, M79.11. Diagnosa ke 6 adalah injury unspecified/ cedera yang tidak spesifik sebanyak 4.014 kasus dengan kode ICD 10 diantaranya T14, T14.91, T14.0. diagnose 7 adalah HIV dengan total kasus 3.678 kasus. Kode ICD 10 HIV adalah B22. Diagnose terbanyak ke 8 adalah Diare dengan jumlah kasus 3.296. kode ICD 10 diare adalah A09, A09.9. Diagnosa terbanyak ke 9 adalah Necrosis of pulp/ nekrosis pulpa sebanyak 2.534 dengan kode ICD 10nya adalah K04.1. diagnose ke 10 dari data penyakit terbanyak adalah CAD (Coronary Artery Disease) atau penyakit arteri coroner sebanyak 2.337 kasus, dengan kode ICD 10 untuk CAD adalah I24, I24.0, I24.9, I25. 3.1.1 Layanan Klinis 1. Layanan Umum 35850 17043 13073 7925 5403 4014 3678 3296 2534 2337 10 Penyakit Terbanyak Grafik 2. Data 10 Penyakit Terbanyak
28 Layanan Umum berada di lantai 2 dengan tempat pemeriksaan 3 kamar periksa, dan 1 layanan Nurse Station yang digunakan untuk melakukan kajian awal pada pasien. Kunjungan tertinggi Layanan umum pagi pada tahun 2022 pada bulan Oktober dengan total kunjungan sebanyak 1996. Saat ini untuk layanan umum terbagi menjadi 2 yaitu layanan umum pagi, layanan umum sore dan layanan ISPA. SDM layanan umum pagi merupakan pasien yang dilakukan pemeriksaan di dalam Gedung dengan sebelumnya sudah dilakukan skrining oleh tim security dan loket. 1767 1309 1936 1502 1446 1969 1816 1909 1947 1996 1990 1857 21444 Jumlah Kunjungan Layanan Umum Pagi Grafik 3. Data Kunjungan Layanan Umum Pagi
29 Untuk tarif layanan umum sudah sesuai dengan pergub143/2018 tentang tarif layanan. Kunjungan terbanyak didominasi oleh kunjungan pasien yang menggunakan BPJS. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 BPJS 1625 1220 1801 1381 1352 1836 1692 1759 1814 1883 1905 1784 2005 GRATIS 3 6 3 3 1 3 6 4 1 9 2 1 42 UMUM 139 83 132 118 93 130 118 146 132 104 83 72 1350 Jumlah Kunjungan Layanan Umum Pagi Berdasarkan Jenis Pembayaran 8846 672 2367 1383 1180 926 814 472 320 278 250 205 Jumlah Rujukan dan Kasus Terbanyak Grafik 4. Data Kunjungan Layanan Umum Pagi Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 5. Data Jumlah Rujukan dan Kasus Terbanyak
30 Angka rujukan di UKP cukup tinggi apabila dilihat dari laporan unit. Kasus rujukan non emergency tertinggi adalah kasus penyakit tidak menular diantaranya adalah hipertensi dan diabetes melitus. Kemudian untuk kasusu rujukan emergency sebanyak 672 di tahun ini. 2. Layanan Umum Sore Layanan umum sore terjadi peningkatan kunjungan pada bulan Juni sebanyak 835. Layanan umum sore beroperasional sampai bulan Juli 2022 dan tutup per Agustus 2022, setelah dilakukan evaluasi kunjungan dan efisiensi ketenagaan. 664 549 690 495 421 835 832 4486 JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI TOTAL Jumlah Kunjungan Layanan Umum Sore Grafik 6. Data Jumlah Kunjungan Umum Sore
31 Demikian juga dengan layanan umum sore, tidak jauh berbeda dengan lauyanan umum pagi. Dimana layanan umum sore juga menerima pasien yang membuat atau melakukan perpanjangan rujukan ke faskes tingkat lanjut. Dan untuk rujukan non emergency tetap di dominasi kasus PTM. 510 208 609 492 308 169 108 104 100 78 41 19 Jumlah Rujukan dan Diagnosa Terbanyak di Layanan Umum Sore Grafik 7. Data Jumlah Rujukan dan Diagnosa Terbanyak di Layanan Umum Sore
32 3. Layanan Gigi Saat ini kunjungan layanan gigi mulai mengalami peningkatan sejak masa pandemic dan untuk sarana dan prasarana layanan gigi sudah disesuaikan dengan layanan dimasa pandemic sehingga sudah dapat dilakukan tindakan sesuai dengan faskes tingkat I. Kunjungan layanan gigi tertinggi di bulan januari sebanyak 775 kunjungan. Total kunjungan di tahun 2022 adalah 7256 kunjungan. Kunjungan tetap di dominasi oleh pasien yang menggunakan jaminan Kesehatan BPJS. 775 354 500 372 521 693 723 560 686 678 659 735 7256 Jumlah Kunjungan Layanan Gigi Grafik 8. Jumlah Kunjungan Layanan Gigi
33 Dari data tersebut dapat dilihat bahwa kunjungan yang menggunakan jaminan BPJS tetap lebih banyak. Diagnosa layanan gigi pada periode tahun 2022 saat ini kasus terbanyak adalah nekrosis pulpa sebanyak 2.323 kasus. Penanganan gigi dengan diagnosa nekrosis pulpa dapat dilakukan dengan cara mempertahankan gigi yaitu dengan dilakukannya perawatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 BPJS LAKI-LAKI 236 123 173 109 152 219 227 147 198 213 198 235 223 BPJS PEREMPUAN 443 193 271 219 319 406 401 350 407 397 402 461 426 UMUM LAKI-LAKI 41 16 20 17 21 31 29 23 36 25 16 10 285 UMUM PEREMPUAN 55 22 36 27 29 37 66 40 45 43 43 29 472 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 Jumlah Kunjungan Berdasarkan Jenis Bayar 2323 1059 905 752 643 465 408 332 157 139 10 Tindakan Terbanyak di Layanan Gigi Grafik 9. Jumlah Kunjungan Berdasarkan Jenis Bayar Grafik 10. 10 Tindakan Terbanyak di Layanan Gigi
34 saluran akar. Untuk perawatan saluran akar yang dapat dilakukan oleh dokter gigi di faskes pertama sesuai kompentensi yaitu perawatan akar tunggal sedangkan perawatan saluran akar ganda di luar kompetensi dokter gigi faskes pertama maka perawatan saluran akar dirujuk ke spesialis konservasi gigi di rumah sakit rujukan. Dan apabila dalam kasus gangren pulpa giginya tidak bisa dipertahankan maka gigi tersebut dilakukan tindakan pencabutan gigi. Sedangkan untuk layanan gigi yang berkolaborasi dengan layanan KIA adalah skrining gigi pada ibu hamil. Untuk pelaksanan skrining kesehatan Gigi pada ibu hamil, dilaksanakan secara rutin di layanan gigi. 4. Layanan Sehat Salah satu layanan yang ada di UKP adalah layanan sehat. Layanan sehat merupakan layanan yang diberikan bagi pengunjung yang membutuhkan surat keterangan sehat. Total kunjungan layanan sehat periode 2022 sebanyak 2867 kunjungan. 175 118 230 273 143 391 270 198 155 160 181 573 2867 Jumlah Kunjungan Layanan Sehat Grafik 11. Jumlah Kunjungan Layanan Sehat