85 4.2 Angka Kesakitan 4.2.1 TB Paru 4.2.1.1 Angka Penjaringan Suspek (Suspect Evaluation Rate) Adalah jumlah suspek yang diperiksa dahaknya di antara 100.000 penduduk pada suatu wilayah tertentu dalam satu tahun. Angka penjaringan suspek ini digunakan untuk mengetahui upaya penemuan pasien dalam suatu wilayah tertentu, dengan memperhatikan kecenderungannya dari waktu ke waktu (triwulan/tahunan). Grafik 94. Angka Penjaringan Suspek TB di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022 Berdasarkan grafik 94, angka penjaringan suspek TB di Kecamatan Pasar Rebo pada tahun 2022 mencapai 4602 per 100.000 penduduk. Terjadi peningkatan angka penjaringan suspek dari tahun 2021 sampai tahun 2022 menunjukkan meningkatnya upaya penemuan penderita per 100.000 penduduk di Kecamatan Pasar Rebo. Hal ini terjadi disebabkan karena dilakukannya skrining TB pada pasien dengan gejala batuk di poli ISPA maupun meningkatnya kegiatan Active Cade Finding atau skrining TB di masyarakat. Selain itu, gencarnya kegiatan Investigasi Kontak TB oleh petugas TB dan Kader TB membantu dalam meningkatkan angka penjaringan suspek. Grafik 95. Penjaringan Suspek TB Per Puskesmas se-Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 402 613 724 1289 1181 1926 4602 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022
86 Berdasarkan grafik 95, Penjaringan suspek tertinggi berada di Puskesmas Kelurahan Pekayon dan terendah di Puskesmas Kelurahan Gedong. Untuk Klinik Pasar Rebo mulai tahun 2020 mulai menginput data pasiennya melalui SITB secara mandiri. Kurangnya angka penjaringan suspek TB di Wilayah Kelurahan Gedong menandakan rendahnya upaya untuk menemukan kasus TB di Wilayahnya. 1044 1173 872 521 506 396 90 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 PKC PASAR REBO KEL. PEKAYON KEL KALISARI KEL CIJANTUNG KEL. BARU KEL. GEDONG KLINIK PASAR REBO 2022
87 4.2.1.2 Cakupan Pengobatan Semua Kasus TB (Case Detection Rate/ CDR) yang diobati Adalah jumlah semua kasus TB yang diobati dan dilaporkan di antara perkiraan jumlah semua kasus TB (insiden). Grafik 96. Case Detection Rate (CDR) di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022 CDR di Kecamatan Pasar Rebo secara garis besar mengalami kenaikan sejak tahun 2016 hingga tahun 2018, namun mengalami penurunan sejak tahun 2019 hingga tahun 2022. CDR di tahun 2016 mencapai 166%, tahun 2017 mencapai 126%, tahun 2018 mencapai 169% tahun 2019 menurun menjadi 83.38%, di tahun 2020 menurun menjadi 62.89% tahun 2021 60.48% dan hingga tahun 2022 semakin menurun menjadi 47%. Target CDR tahun 2022 untuk Wilayah Kota Jakarta Timur adalah 508 kasus. Puskesmas Kecamatan pasar Rebo belum mencapai target karena angka penemuan hanya berdasarkan pasien yang ditangani oleh Puskesmas dan Klinik se-Kecamatan Pasar Rebo, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya untuk angka penemuan kasus TB meliputi Puskesmas, Klinik, dan RS di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo, dimana RS mengobati pasien TB sebesar 60% dari keseluruhan kasus TB yang ditangani. 166% 126% 169% 83.38% 62.89% 60.48% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% 140% 160% 180% CDR 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022
88 Grafik 97. Data Realisasi Penemuan Kasus TB dibandingkan dengan Target Di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 4.2.1.3 Angka Notifikasi Semua Kasus TB (Case Notification Rate/ CNR) yang diobati per100.000 Penduduk Adalah jumlah kasus TB yang diobati dan dilaporkan di antara 100.000 penduduk yang ada di suatu wilayah tertentu. Angka ini apabila dikumpulkan serial, akan menggambarkan kecenderungan (trend) meningkat atau menurunnya penemuan kasus dari tahun ke tahun di suatu wilayah. Tabel 14. Trend Jumlah Kasus TB Tahun 2016 - 2022 Grafik 98. Case Notification Rate (CNR) di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022 103 103 100 102 100 508 63 47 31 49 49 239 61.17% 45.63% 31.00% 48.04% 49.00% 47% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 0 100 200 300 400 500 600 PEKAYON KALISARI BARU CIJANTUNG GEDONG 2022 TARGET CDR/KELURAHAN CAPAIAN CDR % 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Jumlah Penduduk 208.377 216.987 186.618 187.786 224.244 231.919 236.114 Total Kasus TB 1476 1401 1122 291 183 176 239 CNR 559 646 601 155 82 76 100
89 CNR untuk semua tipe kasus TB pada tahun 2022 sebesar 100 kasus/100.000 penduduk, menunjukkan adanya kenaikan kasus TB. Hal ini perlu dilakukan analisa terhadap kasus TB yang terjadi di Wilayah, apakah memang telah terjadi peningkatan kasus TB atau masih banyaknya kasus TB yang belum ditemukan. 559 646 601 155 82 76 100 0 100 200 300 400 500 600 700 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 CNR CNR
90 4.2.1.4 Angka Penemuan Kasus TB Anak Adalah jumlah kasus TB anak yang ditemukan diantara perkiraan jumlah kasus TB anak yang ada di suatu wilayah dalam periode tertentu. Perkiraan jumlah kasus TB anak adalah 12% dari perkiraan jumlah semua kasus TB (insiden). Apabila penemuan kasus TB anak <12% artinya skrining kontak serumah untuk pasien TB anak kurang aktif, dan bila penemuan kasus TB anak >12% artinya skrining kontak serumah pasien dewasa (yang menjadi sumber penularan) kurang aktif. Grafik 99. Penemuan Kasus TB Anak di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Berdasarkan grafik di atas, angka penemuan kasus TB anak di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo sebesar 21,8% atau melebihi target perkiraan jumlah kasus TB Anak. Artinya masih perlu dilakukan skrining kontak serumah pasien dewasa (yang menjadi sumber penularan) di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Terutama di Wilayah Kelurahan Baru dimana penemuan kasus TB anak sebesar 35,5% atau paling tinggi kasus yang ditemukan. Penemuan kasus TB anak terendah terjadi di Kelurahan Gedong, sedangkan penemuan kasus TB anak tertinggi tertinggi terjadi di puskesmas Kelurahan Baru. Hal tersebut menjadi perhatian bahwa harus lebih aktif dan masif dalam melakukan skrining serta penemuan kasus TB anak maupun TB dewasa. 4.2.1.5 Angka Keberhasilan Pengobatan Pasien TB Semua Kasus 63 47 31 49 49 239 12 12 11 11 6 52 19.0% 25.5% 35.5% 22.4% 12.2% 21.8% 0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 30.0% 35.0% 40.0% 0 50 100 150 200 250 300 PEKAYON KALISARI BARU CIJANTUNG GEDONG 2022 KASUS TB TB ANAK %
91 Adalah jumlah semua kasus TB yang sembuh dan pengobatan lengkap di antara semua kasus TB yang diobati dan dilaporkan. Dengan demikian angka ini merupakan penjumlahan dari angka kesembuhan semua kasus dan angka pengobatan lengkap semua kasus. Angka ini menggambarkan kualitas pengobatan TB. Angka keberhasilan pengobatan TB dapat dilakukan evaluasi pada tahun berikutnya (keberhasilan pengobatan tahun 2017 dilakukan evaluasi di tahun 2018, keberhasilan pengobatan tahun 2018 dilakukan evaluasi di tahun 2019, pengobatan tahun 2019 dilakukan evaluasi di tahun 2020, pengobatan tahun 2020 dilakukan evaluasi di tahun 2021, pengobatan tahun 2021 dilakukan evaluasi di tahun 2022 dst). Grafik 100. Keberhasilan Pengobatan Pasien TB di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2021 Angka kesembuhan semua kasus yang harus dicapai minimal 85% sedangkan angka keberhasilan pengobatan semua kasus minimal 90%. Angka keberhasilan pengobatan pasien TB di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo tahun 2021 sebesar 93%, yang menandakan belum tercapainya target nasional keberhasilan pengobatan pasien TB. Namun, Pelaksana Program Pencegahan dan Penanggulangan TB di Kecamatan Pasar Rebo terus melakukan perbaikan dengan ditandainya terjadinya peningkatan angka keberhasilan pengobatan dari tahun 2016 72% 74% 76% 78% 80% 82% 84% 86% 88% 2016 2017 2018 2019 2020 2021 78% 86% 88% 88% 84% 88% Keberhasilan Pengobatan 2016 2017 2018 2019 2020 2021
92 sebesar 78%, tahun 2017 86%, tahun 2018 88%, tahun 2019 88%, tahun 2020 84% dan di tahun 2021 dengan angka keberhasilan pengobatan mencapai 88% . Pada tahun 2022, angka keberhasilan pengobatan pasien TB yang telah mencapai target yaitu Puskesmas Kelurahan Baru sebesar 100% dan Puskesmas Kelurahan Pekayon sebesar 93%. Belum tercapainya angka keberhasilan pengobatan di tahun 2021 bisa disebabkan karena adanya pasien yang meninggal dan berpindah alamat sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pelacakan. Namun petugas yang melayani pasien yang pindah harus memastikan pasien tersebut hingga akhir pengobatannya selesai, sehingga di evaluasi akhir pengobatannya tidak dituliskan pindah saja, namun dituliskan sesuai dengan hasil akhir pengobatannya di tempat pasien tersebut pindah berobat. Angka keberhasilan pengobatan TB triwulan 1-4 tahun 2022 masih dalam proses hingga triwulan 4 tahun 2023. 4.2.1.6 Persentase Pasien TB yang Mengetahui Status HIV Adalah jumlah pasien TB yang mempunyai hasil tes HIV yang dicatat di formulir pencatatan TB yang hasil tes HIV diketahui termasuk pasien TB yang sebelumnya mengetahui status HIV positif di antara seluruh pasien TB. Indikator ini akan optimal apabila pasien TB mengetahui status HIV ≤15 hari terhitung dari pasien memulai pengobatan. Angka ini menggambarkan kemampuan program TB dan HIV dalam menemukan pasien TB HIV sedini mungkin. Angka yang tinggi menunjukkan bahwa kolaborasi TB HIV sudah berjalan dengan baik, klinik layanan TB sudah mampu melakukan tes HIV dan sistem rujukan antar TB dan HIV sudah berjalan baik. Angka yang rendah menunjukkan bahwa cakupan tes HIV pada pasien TB masih rendah dan terlambatnya penemuan kasus TB HIV. Grafik 101. Pasien TB yang Mengetahui Status HIV di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022
93 Grafik 102. Persentase Pasien TB yang Mengetahui Status HIV di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2016-2022 Kolaborasi TB HIV di Puskesmas Pasar Rebo sudah berjalan dengan baik, terlihat dengan capaian pasien TB yang mengetahui status HIV-nya meningkat setiap tahunnya. Artinya semua pasien TB telah terskrining HIV dengan baik di seluruh layanan Puskesmas Se-Kecamatan Pasar Rebo. 4.2.1.7 Standar Pelayanan Minimal (SPM) TB 22% 61% 97% 99% 94% 100% 100% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Persentase Pasien TB Tahu Status HIV 206 244 226 291 183 176 239 45 150 219 287 172 176 239 0 50 100 150 200 250 300 350 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 JUMLAH PASIEN TB PASIEN TB TAHU STATUS HIV
94 Berdasarkan Permenkes Nomor 4 tahun 2019 dikatakan bahwa Standar Pelayanan Minimal (SPM) TB adalah persentase jumlah orang terduga TBC yang mendapatkan pelayanan TBC sesuai standar di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun Grafik 103. Capaian SPM TB Kemenkes di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 104. Capaian SPM TB Datin di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 105. Capaian SPM TB Kemenkes per Kelurahan di Kecamatan Pasar Rebo 720 719 719 719 2877 1067 966 1858 711 4602 148% 134% 258% 99% 160% 0% 50% 100% 150% 200% 250% 300% 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000 TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 2022 TARGET CAPAIAN SPM % SPM 1249 1250 1250 1250 4999 1067 966 1858 711 4602 85% 77% 149% 57% 92% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% 140% 160% 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 2022 TARGET CAPAIAN SPM % SPM
95 Tahun 2022 Grafik 106. Capaian SPM TB Datin per Kelurahan di Kecamatan Pasar Rebo 4.2.3 Diare a. Cakupan Layanan Penderita Diare Semua Umur di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo 175% 132% 137% 83% 72% 669 662 369 630 549 1173 872 506 521 396 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% 140% 160% 180% 200% 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 PKL Pekayon PKL Kalisari PKL Baru PKL Cijantung PKL Gedong % SPM TARGET CAPAIAN SPM 101% 76% 79% 48% 59% 1162 1149 642 1094 666 1173 872 506 521 396 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 PKL Pekayon PKL Kalisari PKL Baru PKL Cijantung PKL Gedong % SPM TARGET CAPAIAN SPM
96 Tahun 2022 Tabel 15. Cakupan pelayanan diare 2018-2022 b. Cakupan Pemberian Oralit Balita di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 107. Cakupan Pemberian Oralit Balita di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Berdasarkan Grafik 107. Cakupan Pemberian Oralit Balita di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 telah mencapai target baik di Puskesmas Kecamatan maupun di seluruh Puskesmas Kelurahan yaitu sebesar 100%. c. Cakupan Pemberian Zink Balita di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 108. Cakupan Pemberian Zink Balita INDIKATOR 2018 2019 2020 2021 2022 Cakupan Pelayanan Diare Balita 70.03% 67.47% 28.1% 21.51% 25.00%
97 di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Berdasarkan Grafik 108. Cakupan Pemberian Zink Balita di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 telah mencapai target baik di Puskesmas Kecamatan maupun di seluruh Puskesmas Kelurahan yaitu sebesar 100%. d. Persentase LROA Aktif di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 109. Persentase LROA Aktif di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Berdasarkan Grafik 109. Persentase LROA Aktif di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 telah mencapai target baik di Puskesmas Kecamatan maupun di seluruh Puskesmas Kelurahan yaitu sebesar 100%.
98 4.2.4 Jumlah Penderita Demam Tyfoid Berdasarkan Pemeriksaan Klinis Tahun 2022 Tabel 16. Jumlah Penderita Demam Tyfoid Berdasaran Pemeriksaan Klinis Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Berdasarkan Tabel 16. Jumlah Penderita Demam Tyfoid Berdasarkan Pemeriksaan Klinis di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 sebanyak 770 kasus. 4.2.4 Kusta Penemuan kasus baru kusta pada tahun 2022 ada 3 orang dengan kategori MB (Multi Basiler) di wilayah Kelurahan Cijantung, Baru, Gedong. Proporsi penemuan Kasus Kusta Baru Tanpa Cacat di Kecamatan Pasar Rebo belum mencapai target Renstra Dinkes yaitu 50% untuk seluruh kasus di Puskesmas wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Rendahnya Capaian Indikator Kinerja Program Kusta yang tidak mencapai target salah satu penyebabnya karena terjadinya pandemi covid. Dimulai dari Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang Penyakit Kusta, Kurangnya tenaga nakes yang mendapatkan pelatihan Kusta, belum optimalnya skrining pasien RFT dan kontak erat secara rutin setiap tahun, Belum optimalnya media KIE tentang Kusta, Belum semua analis mendapatkan pelatihan Kusta dan Belum optimalnya Skrining Kusta, yang menyebabkan rendahnya proporsi penemuan kasus Kusta Baru tanpa cacat di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Rencana tidak lanju untuk tahun yang akan mendatang yaitu melakukan kegiatan peningkatan wawasan kepada masyarakat tentang Kusta, Melakukan refreshing tenaga kesehatan tentang penyakit kusta, Melakukan skrining kontak erat secara rutin, Membuat Media KIE tentang Penyakit Kusta, Bekerjasama dengan RS Jejaring untuk peningkatan wawasan nakes, Melakukan skrining terintegrasi pada anak sekolah. Dari laporan hasil kegiatan program pengendalian Kusta - Frambusia, secara tak langsung membantu mengevaluasi pelaksanaan Program yang telah berjalan selama ini. Semoga laporan ini dapat menjadi acuan guna peningkatan pelaksanaan Program Pengendalian Penyakit Kusta - Frambusia di Kecamatan Pasar Rebo ke depan sehingga indikator program dapat lebih ditingkatkan dan tercapai sesuai dengan target nasional. NO INDIKATOR JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOP DES 1 JUMLAH PASIEN TYPHOID 57 56 51 56 55 46 45 67 83 89 67 98
99 4.2.5 Kasus Penyakit Menular PD3I Kasus penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) yaitu difteri, pertusis, tetanus, campak, polio, hepatitis B. Berdasarkan data laporan surveilans Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo kasus PD3I yang terjadi di Kec. Pasar Rebo yaitu Campak, Difteri dan AFP. Sedangkan kasus PD3I lainnya seperti pertussis, tetanus, polio, dan hepatitis B tidak ditemukan. Penemuan kasus penyakit menular PD3I meningkat pada tahun 2022 karena terjadi missing vaccination pada anak-anak akibat pandemic COVID-19. Grafik 110. Kasus Penyakit Menular PD3I Grafik 110. Jumlah Kasus PD31 Tahun 2022 4.2.6 Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) Jumlah kasus DBD di Kecamatan Pasar Rebo berdasarkan website surveilans pada tahun 2022 adalah 326 kasus. Sedangkan jumlah kasus DBD yang berdasarkan laporan masyarakat adalah 61 kasus. Insidence Rate di Kec. Pasar Rebo yaitu 140.57 per 100.000 penduduk. Jika dibandingkan tahun 2021, kasus DBD 2022 mengalami peningkatan yang signifikan. Grafik 111 di bawah menunjukkan Insidence Rate kumulatif tertinggi berada di Kel. Baru yaitu 196.20, Kalisari memiliki IR 182.94, Cijantung memiliki IR 177.89, Kel. Gedong memiliki IR 110.32, dan Kel. Pekayon memiliki IR 57.66. Seluruh kasus DBD telah ditangani dan tidak ada kasus kematian (CFR=0) akibat DBD di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo pada tahun 2022. Grafik 111. Kasus DBD Per Kelurahan CAMPAK DIFTERI PERTUSIS TETANUS AFP POLIO HEPATITIS B JUMLAH KASUS 46 1 0 0 5 0 0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 jUMLAH JUMLAH KASUS PD3I DI KEC. PASAR REBO TAHUN 2022
100 Berdasarkan grafik 111, jumlah kasus DBD per bulan dapat diketahui bahwa kasus tertinggi terjadi pada bulan Januari, sehingga hal ini dapat menjadi alarm kewaspadaan untuk tahun mendatang kemungkinan adanya peningkatan kasus di bulan yang sama. Berdasarkan grafik diketahui bahwa, kasus DBD cenderung naik di awal tahun. Hal ini dipengaruhi oleh curah hujan dan kelembaban yang tinggi sehingga dapat mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Grafik 112. Kasus DBD Per Bulan Berdasarkan grafik Min Max dibandingkan dengan tahun 2022, kasus DBD meningkat pada akhir tahun. Upaya yang sudah dilakukan yaitu PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan dimonitor oleh KORWIL (koordinator wilayah). Pada wilayah yang kasus DBD nya tinggi, dilakukan Gerakan Pemberantasan Jentik Pasar Rebo penambahan frekuensi PSN yaitu 2 kali dalam seminggu oleh kader kesehatan dan petugas kesehatan yang memonitoring kegiatan PSN tersebut, larvasidasi massal pada tempatPEKAYON KALISARI CIJANTUN G BARU GEDONG IR Kumulatif 57.66 182.94 177.89 196.20 110.32 Kecepatan IR 3.72 1.89 7.82 6.77 2.25 Jumlah Kasus 31 97 91 58 49 3.72 1.89 7.82 6.77 2.25 0.00 50.00 100.00 150.00 200.00 250.00 Distribusi Jumlah Kasus, Insiden Kumulatif, dan Kecepatan IR dalam 3 Minggu Terakhir Tahun 2022 wilayah Kecamatan Pasar Rebo 57 35 31 29 33 25 37 22 21 10 11 15 0 20 40 60 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov Des Tren Jumlah Kasus DBD di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022
101 tempat di luar bangunan/rumah yang sulit dijangkau. Selain itu juga dilakukan kegiatan inovatif juga telah dilakukan oleh Kelurahan Kalisari, Kelurahan Gedong dan Kelurahan Cijantung, antara lain Pembuatan Ovitrap, G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik), menanam tanaman pengusir nyamuk, dan penempelan stiker nyamuk. Grafik 113. Grafik Min Max Rata Rata Kasus DBD 4.2.7 Angka Kesakitan Malaria Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo sebagian besar didominasi oleh komplek TNI Kopassus, khususnya wilayah Kelurahan Baru. Hal ini menjadi salah satu faktor resiko tinggi untuk adanya kasus malaria (kasus import) karena mobilisasi dari anggota TNI tersebut yang biasanya ditempatkan di daerah endemik malaria, sehingga kemungkinan besar bisa membawa kasus import malaria. Pada tahun 2022 ditemukan adanya 24 kasus malaria import. Seluruh kasus dialami oleh anggota TNI AD yang bertugas ke Papua pada bulan Januari – November 2022. Grafik 114. Jumlah Kasus Malaria Import Berdasarkan Asal Perjalanan JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGST SEP OKT NOV DES RATA RATA 20.4 30.8 39.2 33.4 34.8 23.8 12.4 8.4 7.2 7.8 9.8 9.2 TAHUN 2021 1 5 2 4 10 7 8 13 10 6 19 16 TAHUN 2022 57 35 31 29 33 25 37 22 21 10 11 15 0 10 20 30 40 50 60 GRAFIK PERBANDINGAN KASUS TREND DBD 2021- 2022 DI KEC. PASAR REBO
102 Kasus malaria indigenous tidak ditemukan di wilayah Kec. Pasar Rebo. Hal ini disebabkan oleh kebijakan Kementerian Kesehatan mengenai Eliminasi Malaria. Berdasarkan grafik 114, ada satu penderita yang tidak melakukan perjalanan, namun penderita tersebut adalah kontak erat dari penderita malaria lainnya. Grafik 115. Persentase Kasus Malaria Import Berdasarkan Jenis Parasit Sedangkan berdasarkan Grafik 115, jenis parasite yang menginfeksi penderita didominasi oleh parasite PV (Plasmodium Vivax). Kegiatan seperti penanggulangan penyakit malaria, PSN, dan pemberian profilaksis malaria terhadap anggota TNI yang akan bertugas tetap dilaksanakan dengan baik. 4.2.8 Filariasis 0 2 4 6 8 10 12 14 16 PAPUA TIMIKA PAPUA NABIRE PAPUA PUNCAK JAYA PAPUA TIDAK ADA Jumlah Kasus Malaria Import di Kec. Pasar Rebo Berdasarkan Asal Perjalanan Th. 2022 17% 83% PERSENTASE KASUS MALARIA IMPORT BERDASARKAN JENIS PARASIT PF PV
103 Berdasarkan laporan dari masing masing kelurahan, ada pada tahun 2021 tidak ditemukan kasus filariasis baru. Namun, di Kecamatan Paasar Rebo masih ada 2 pasien filariasis dari tahun tahun sebelumnya di Kelurahan Pekayon. 4.2.9 AFP (Accute Flaccid Paralysis) Pada tahun 2022 di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo ditemukan 5 kasus AFP (Accute Flaccid Paralysis). Berdasarkan PMK 741 tahun 2008 target ditemukan >=2 kasus Acute Flacid Paralysis (AFP) Rate per 100.000 penduduk <15 tahun. Jumlah penduduk < 15 tahun di wilayah Kecamatan Pasar Rebo yaitu 60910 jiwa sehingga targetnya minimal ditemukan 2 kasus AFP. Hal ini menunjukkan bahwa AFP Rate sudah tercapai pada tahun 2022. Sehubungan dengan terjadinya KLB Polio di Aceh, kewaspadaan AFP semakin ditingkatkan dengan sosialiasi kepada masyarakat, penguatan layanan puskesmas, dan penguatan penemuan kasus AFP tersebut Apabila ditemukan kasus AFP, petugas akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi, Pengambilan spesimen tinja penderita dan Kunjungan Ulang 60 Hari telah dilakukan. Grafik 116. Jumlah AFP di Wil. Kec Pasar Rebo Tahun 2022 4.2.10 Kasus Chikungunya Chikungunya atau demam chik adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya yang bersifat self limiting diseases, tidak menyebabkan kematian dan diikuti 0 1 2 3 4 Pekayon Kalisari Cijantung Baru Gedong Jumlah Kasus AFP di Wilayah Kerja Puskesmas Kec. Pasar Rebo Tahun 2022
104 dengan adanya imunitas didalam tubuh penderita. Penyakit ini cenderung menimbulkan kejadian luar biasa pada sebuah wilayah. Pada Tahun 2022, tidak ditemukan kasus chikungunya. Apabila terjadi kasus chikungunya, tim Puskesmas Kec. Pasar Rebo dan Kader Jumantik segera melakukan penyelidikan epidemiologi dan dari hasil PE tersebut ditemukan jentik di wilayah sekitar. Selanjutnya tim melakukan edukasi, pengasapan (fogging fokus), dan penguatan kembali PSN 3MPlus sebagai upaya pengendalian. 4.2.11 Kasus Suspek Campak Pada tahun 2022, terdapat 46 suspek campak di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Seluruh suspek tersebut dilakukan pengambilan serum darah oleh Puskesmas Kec. Pasar Rebo dan dikirim ke Litbangkes melalui Sudinkes Jakarta Timur. Jumlah kasus suspek campak tersebar di seluruh kelurahan. Terdapat peningkatan jumlah kasus suspek campak yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2021. Penemuan suspek di seluruh kelurahan harus ditingkatkan karena hal ini berkaitan dengan discarded rate yaitu penemuan kasus campak klinis pada hasil laboratorium tidak terkonfirmasi sebagai campak maupun rubela ( negative campak dan negative rubella) dimana indikatornya >2 per 100.000 penduduk.
105 Grafik 117. Jumlah Suspek Campak per Kelurahan Berdasarkan grafik di bawah seluruh kasus telah diambil sampel campaknya. Grafik 118. Proporsi Jumlah Kasus dan Sampel 1 1 0 1 0 4 3 4 4 0 9 9 2 6 20 Pekayon Kalisari Cijantung Baru Gedong Perbandingan Jumlah Kasus Campak per Kelurahan di Kecamatan Pasar Rebo 3 Tahun Terakhir 2020 2021 2022 jan feb mar apr may jun jul aug sep oct nov dec kasus 11 7 0 5 4 0 4 7 0 0 8 0 sampel 11 7 0 5 4 0 4 7 0 0 8 0 0 2 4 6 8 10 12 Jumlah Proporsi Jumlah Kasus dan Sampel Campak di Puskesmas Kec Pasar Rebo Th. 2022
106 Grafik 119. Persentase Jumlah Suspek Usia Berdasarkan Usia Berdasarkan golongan usia, persentase suspek campak di wilayah Kecamatan Pasar Rebo didominasi kelompok usia 1 - 4 tahun yaitu 51%. Hal ini berhubungan dengan kemungkinan adanya missing vaccination pada anak dan daya tahan tubuh anak yang masih rendah dibandingkan dengan yang lebih dewasa dan pada usia ini anak-anak aktif dalam beraktivitas sehingga mudah dalam penyebaran virus campak. Grafik 120. Presentase Jumlah Suspek Campak Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan golongan jenis kelamin, persentase suspek campak di wilayah Kecamatan Pasar Rebo didominasi oleh kelompok jenis kelamin perempuan yaitu sebesar 57%. 12% 51% 18% 14% 5% Persentase Jumlah Suspek Campak Berdasarkan Usia di Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 1 - 11 bln 1- 4 th 5 - 9 th 10 - 14 th 15 - 19 th 57% 43% Persentase Jumlah Suspek Campak Berdasarkan Jenis Kelamin di Wil. Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 PEREMPUAN LAKI-LAKI
107 4.2.12 Keracunan Makanan Pada tahun 2022, terjadi satu kasus kejadian keracunan makanan di Kel. Kalisari, Kec. Pasar Rebo. Pada hari Rabu 07/09/2022 pukul 22.30, petugas surveilans mendapatkan notifikasi dari kader posyandu Kalisari bahwa terjadi keracunan makanan di Posyandu Mawar 2 RW 10 Kalisari. Terlapor sebanyak 70 balita yang diberikan PMT saat kegiatan posyandu pada hari Rabu 07/09/2022 pukul 08.00. Sebanyak 16 orang merasakan gejala dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Dari 16 orang tersebut, sebanyak 11 orang melakukan penanganan secara mandiri di rumah dan sebanyak 5 orang mendapatkan penanganan. Grafik 121. Persentase Penderita Keracunan Makanan di Posyandu Mawar 2 Th. 2022 Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan dan wawancara dengan dokter dan perawat, didapatkan hasil bahwa mayoritas gejala berupa mual, muntahh, demam, pusing, dan diare. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diberikan ke balita yaitu berupa nasi, sayur kari, dan sate telur puyuh. PMT tersebut diberikan pada saat pelaksanaan posyandu pukul 08.00-10.00. 81% 19% Persentase Penderita Keracunan Makanan di Posyandu Mawar 2 Th. 2022 Yang diberikan PMT Yang bergejala
108 Grafik 122. Kurva Epidemi KLB Keracunan Makanan di Posyandu Mawar 2 Apabila tim puskesmas mendapatkan laporan keracunan makanan, tim puskesmas akan melakukan investigasi <24 jam pada kasus keracunan makanan tersebut dan pengobatan bagi penderita keracunan makanan. Selain itu, apabila tim investigasi telah memiliki dugaan penyebab keracunan, tim juga akan memberikan pembinaan dan edukasi sebagai upaya pencegahan kejadian keracunan. 4.2.13 Kasus HFMD (Hand Foot Mouth Disease) Hand, foot and mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki dan mulut atau yang biasa dikenal dengan Flu Singapura adalah penyakit yang umum terjadi pada anak-anak dan disebabkan oleh enterovirus seperti coxsackieviruses dan enterovirus 71 (EV71). Pada tahun 2022, tidak ditemukan kasus HFMD di wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Kasus HFMD biasanya didominasi oleh kelompok usia anak-anak hal ini disebabkan karena daya tahan tubuh anak-anak masih rentan terpapar virus HFMD. 0 1 2 3 4 5 6 7 11.00 12.00 14.00 14.30 16.00 Jumlah kasus Jam Kurva Epidemi KLB Keracunan Makanan di Posyandu Mawar 2 Kalisari 07 September 2022
109 4.2.14 Kasus Filariasis Berdasarkan laporan dari masing masing kelurahan, pada tahun 2022 tidak ditemukan kasus filariasis bar. Namun, di Kecamatan Pasar Rebo masih ada 2 pasien filariasis dari tahun tahun sebelumnya yang masih dilakukan pemantauan rutin oleh Koordinator Wilayah/ PAJERO. 4.2. 15 Kasus Leptospirosis Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Leptospirosis dapat menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira. Penyakit infeksi bakteri ini banyak terjadi di daerah yang terkena banjir. Leptospirosis juga rentan menyerang orang-orang yang biasa kontak dengan hewan tersebut. Pada tahun 2022, terdapat satu kasus Leptospirosis di Kec. Pasar Rebo, tapatnya di Kel. Baru. Pasien tersebut berumur 10 bulan dan meninggal karena mengalami gangguan ginjal. Tim Puskesmas Kec. Pasar Rebo yang terdiri dari tim Surveilans, tim kesling, dan Koordinator Wilayah PAJERO Puskesmas Kelurahan segera turun ke lapangan untuk mengantisipasi penyakit yang muncul pasca banjir. Selain itu Puskesmas Kec. Pasar Rebo juga melakukan penapisan Kasus Leptospirosis ini dimana pasien yang menunjukkan gejala akan dilakukan pemeriksaan menggunakan RDT Leptospira. 4.2.16 Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada tanggal 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020, China mengidentifikasi kasus tersebut sebagai jenis baru coronavirus. Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO menetapkan kejadian tersebut sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)/Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dan pada tanggal 11 Maret 2020, WHO sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.
110 Peningkatan jumlah kasus berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020, WHO melaporkan 11.84.226 kasus konfirmasi dengan 545.481 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate/CFR 4,6%). Indonesia melaporkan kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus meningkat dan menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Indonesia. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020 Kementerian Kesehatan melaporkan 70.736 kasus konfirmasi COVID19 dengan 3.417 kasus meninggal (CFR 4,8%). Kasus covid-19 sudah menyebar di wilayah ibukota DKI Jakarta, termasuk Kecamatan Pasar Rebo. Pada akhir tahun 2022, dilaporkan total jumlah kasus positif 5445 kasus dengan Insiden Rate (IR) di wilayah Kecamatan Pasar Rebo yaitu 2347,80 per 100.000 penduduk yang tersebar di 5 wilayah Kelurahan. Insiden Rate (IR) tertinggi yaitu wilayah Kelurahan Baru 2645,29 per 100.000 penduduk. Namun, berdasarkan grafik 11, diketahui jumlah kasus covid-19 terbanyak ada di kelurahan Kalisari. Grafik 123. IR Kasus Positif Covid-19 Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 1644.28 2461.10 2645.29 1979.06 2347.80 0.00 900.00 1800.00 2700.00 PEKAYON KALISARI CIJANTUNG BARU GEDONG KEC. PASAR REBO IR KASUS POSITIF COVID-19 PER KELURAHAN DI WILAYAH KECAMATAN PASAR REBO TAHUN 2022
111 Grafik 124. Jumlah Kasus Positif Covid-19 Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Grafik 125. Distribusi Covid-19 berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur di Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Berdasarkan grafik diatas, diketahui presentase jumlah perempuan yang terjangkit covid-19 lebih tinggi dibandingkan presentase pada laki-laki yaitu 54 %. Namun, perbedaan tersebut tidak cukup signifikan. Sedangkan berdasarkan kelompok umur, penderita covid-19 didominasi pada kelompok umur produktif yaitu 20-29 tahun sebesar 20.3%. Hal ini berkaitan dengan tingginya aktivitas dan mobilitas di luar rumah pada kelompok umur produktif lebih tinggi dibandingkan kelompok umur yang lain. 884 1641 1259 782879 PEKAYON KALISARI CIJANTUNG BARU GEDONG JUMLAH KASUS KUMULATIF COVID-19 DI KEC. PASAR REBO TH. 2022
112 Grafik 126. Angka Kesembuhan, Angka Kematian, dan tempat isolasi pasien Covid-19 Berdasarkan grafik tersebut diatas, pada akhir tahun 2022 di wilayah Kecamatan Pasar Rebo diketahui angka kesembuhan covid-19 mencapai 98% yaitu 19978 orang . Sedangkan angka kematian 2020-2022 yaitu 279 orang (2%). Grafik 127. Presentase Kematian Covid-19 Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2022 Berdasarkan grafik tersebut, kematian akibat infeksi covid-19 banyak terjadi pada lanjut usia sebesar 50.2%. Hal ini didukung oleh komorbid yang diderita oleh sebagian besar lansia. 4.2.17 Hepatitis Akun Unknown Etiology
113 Penyakit hepatitis akut dapat terjadi oleh penyebab non-infeksi dan infeksi. Penyebab hepatitis non-infeksi pada anak-anak termasuk kondisi imunologi (misalnya penyakit autoimun), penyakit metabolik (misalnya penyakit Wilson, tirosinemia) dan paparan racun atau obat-obatan (misalnya asetaminofen). Pada tahun 2022, terdapat kasus probable hepatitis akut di Kecamatan Pasar Rebo sebanyak 2 kasus < 16 tahun. Kasus tersebut ada di Kelurahan Kalisari dan Cijantung. 4.2.18 GGAPA (Gangguan Akut Progesif Atipikal Pada Anak) atau Aute Kidney Injury Gangguan ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) dapat diartikan sebagai penurunan cepat dan tiba-tiba pada fungsi filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia dan/atau penurunan sampai tidak ada sama sekali produksi urin. Beberapa laporan di dunia menunjukkan insidens yang bervariasi antara 0,5- 0,9% pada komunitas, 0,7-18% pada pasien yang dirawat di rumah sakit, hingga 20% pada pasien yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dengan angka kematian yang dilaporkan dari seluruh dunia berkisar 25% hingga 80%. Profil pasien anak dengan AKI menunjukkan keseragaman berupa gejala prodromal seperti demam, gejala saluran cerna dan gejala saluran pernapasan. Hal ini dapat menjadi petunjuk dugaan penyebab AKI berupa adanya suatu infeksi di awal yang kemudian mengalami komplikasi AKI. Proses infeksi yang terjadi melibatkan mekanisme imunologi yang bervariasi dan kompleks, tergantung pada mikroorganisme (agent) penyebabnya maupun genetik dari pejamu (host) serta lingkungan. Pada tahun 2022, terjadi peningkatan kasus AKI di DKI Jakarta. Terdapat 10 kasus AKI di Pasar Rebo dimana hal ini menjadikan Pasar Rebo menjadi kecamatan yang tertinggi dengan kasus AKI di DKI Jakarta. Dari 10 kasus, terdapat 6 pasien meninggal dunia. Grafik 128. Jumlah Kasus AKI Berdasarkan Bulan Tahun 2022
114 Berdasarkan grafik kasus AKI paling banyak ada di Kel. Pekayon yaitu sebanyak 6 kasus. Sedangkan pada grafik 20, kasus AKI mulai terjadi pada bulan Mei dan meningkat pada bulan September – Oktober. Tidak ditemukan kasus setelah bulan Oktober hal ini dimungkinkan karena edaran penggunaan obat dalam sediaan cair yang diduga mengandung etilen glikol dan dietilen glikol. Grafik 129. Jumlah Kasus AKI Berdasarkan Bulan Tahun 2022 0 1 2 3 4 5 6 7 Pekayon Kalisari Cijantung Baru Gedong Jumlah Kasus AKI di Pasar Rebo Berdasarkan Kelurahan Th. 2022 0 1 2 3 4 5 JAN FEB MAR APR MAY JUN JUL AUG SEP OCT NOV DEC JUMLAH KASUS AKI DI PASAR REBO BERDASARKAN BULAN TH. 2022 JUMLAH KASUS MASUK RS JUMLAH KASUS MENINGGAL
115 Grafik 130. Jumlah Kasus AKI Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Tahun 2022 Berdasarkan grafik, kasus AKI paling banyak terjadi pada bayi usia 1 – 11 bulan. Hal ini disebabkan konsumsi obat sediaan cair dan juga kondisi bayi yang sangat rentan terhadap paparan. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, kasus AKI paling banyak terjadi pada laki-laki yaitu sebanyak 70%. 4.2.19 Presentase Hipertensi/ Tekanan Darah Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih tinggi kasusnya di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Estimasi penduduk dengan darah tinggi/ hipertensi di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022 yaitu 18.457 orang. Belum semua masyarakat berumur >15 tahun memeriksakan tekanan darahnya sehingga kemungkinan masih ada masyarakat yang tekanan darahnya tinggi tetapi tidak terdeteksi. Tekanan darah tinggi (hipertensi) disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehatsehingga perlu dilakukan penyuluhan dan konseling. Penatalaksanaan darah tinggi / hipertensi di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo yaitu 100% di setiap wilayah Puskesmas Kelurahan. Secara keseluruhan masyarakat di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo yang sudah mendapatkan penatalaksanaan hipertensi berjumlah 18.457 orang (100%). 0 1 2 3 4 5 6 7 1-11 BLN 1 - 2 TH 3 - 5 TH JUMLAH KASUS AKI DI PASAR REBO BERDASARKAN USIA TH. 2022 70% 30% JUMLAH KASUS AKI DI PASAR REBO BERDASARKAN JENIS KELAMIN TH. 2022 LAKI-LAKI PEREMPUAN
116 Grafik 131. Grafik Persentase Penatalaksanaan Hipertensi Per Puskesmas Kelurahan Tahun 2022 4.2.20 Presentase DM / Diabetes Melitus Sesuai dengan target capaian SPM untuk Diabetes Melitus yaitu 100 %. Persentase penderita Diabetes Melitus mendapatkan pelayanan sesuai standar = (Jumlah penderita DM yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu 1 tahun : jumlah estimasi penderita DM berdasarkan angka prevalensi Kab/Kota dalam kurun waktu 1 tahun yang sama) X 100% Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih tinggi kasusnya di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.Penduduk dengan Diabetes Melitus di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022 diperkirakan yaitu sebanyak 5.246 orang. Belum semua masyarakat berumur >15 tahun memeriksakan dirinya sehingga kemungkinan masih ada masyarakat yang gula darahnya tinggi tetapi tidak terdeteksi. Diabetes Melitus (DM) kini banyak juga ditemukan di usia masih muda itu semua disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat sehingga perlu dilakukan tindakan penyuluhan dan konseling kemasyarakat mengenai GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Penatalaksanaan Diabetes Melitus di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo persentasenya sama yaitu 100 %. Secara keseluruhan ada 100 % masyarakat di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo yang sudah mendapatkan penatalaksanaan Diabetes Melitus (DM) berjumlah 5.246 orang. 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% 120.00% Pkl. Pekayon Pkl. Kalisari Pkl. Cijantung Pkl. Baru Pkl. Gedong PERSENTASE PENATALAKSANAAN HIPERTENSI PER PUSKESMAS KELURAHAN TAHUN 2022
117 Grafik 132. Grafik Persentase Penatalaksanaan Diabetes Melitus Per Puskesmas Kelurahan Tahun 2022 4.2.21 Skrining usia produktif Skrining usia produktif merupakan salah satu target SPM yaitu semua warga Pasar Rebo usia 15 s.d 59 tahun mendapatkan pelayanan sesuai standar sebanyak 100%. Target wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022 yaitu 158.782 orang. Dilakukan berbagai upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif, dan preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif serta paliatif. Kegiatan yang dilakukan dalam Posbindu baik posbindu RW maupun Posbindu khusus. Skrining usia produktif di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo sama persentasenya yaitu 100 % sehingga secara keseluruhan masyarakat usia produktif di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo yang sudah dilakukan skrining kesehatannya 158.782 orang. Grafik 133. Grafik Persentase Skrining Usia Produktif Per Puskesmas Kelurahan Tahun 2022 Pkl. Pekayon Pkl. Kalisari Pkl. Cijantung Pkl. Baru Pkl. Gedong 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% 120.00% PERSENTASE PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS PER PUSKESMAS KELURAHAN TAHUN 2022 Pkl. Pekayon Pkl. Kalisari Pkl. Cijantung Pkl. Baru Pkl. Gedong 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 1 PERSENTASE SKRINING USIA PRODUKTIF PER PUSKESMAS KELURAHAN TAHUN 2022 Pkl. Pekayon Pkl. Kalisari Pkl. Cijantung Pkl. Baru Pkl. Gedong
118 4.2.22 Skrining IVA test Pada WUS WUS (Wanita Usia Subur) yang diperiksa di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo pada tahun 2022 adalah 100% dari target sasaran yaitu sebanyak WUS dari target sasaran WUS sebanyak 40.358 orang. Pemeriksaan IVA Test dilakukan pada 3.251 orang sasaran WUS atau sebanyak 8,06 %. Berdasarkan hasil skrining, ada 5 WUS yang hasil pemeriksaannya IVA positif. Namun hal ini perlu menjadi perhatian karena belum semua WUS diperiksa IVA Test, jadi kemungkinan masih ada WUS yang kemungkinan hasil IVA Test positif tetapi belum terskrining. Sehingga harus meningkatkan cakupan skrining IVA Test pada WUS di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Grafik 134. Grafik Persentase Pemeriksaan IVA Test pada WUS Per Puskesmas Kelurahan Tahun 2022 23% 23% 13% 22% 19% JUMLAH PERSENTASE PEMERIKSAAN IVA TEST PADA WUS PER PUSKESMAS KELURAHAN TAHUN 2022 Pkl. Pekayon Pkl. Kalisari Pkl. Cijantung Pkl. Baru Pkl. Gedong
119 BAB V SITUASI UPAYA KESEHATAN 4.1 Pelayanan Kesehatan A. Cakupan Pemeriksaan Antenatal Terpadu a. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil Grafik 135. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil Cakupan K1 adalah cakupan ibu hamil yang mendapat pelayanan antenatal oleh tenaga kesehatan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Indikator ini digunakan untuk mengetahui jangkauan pelayanan antenatal serta kemampuan program dalam menggerakkan masyarakat. Berdasarkan laporan bulanan KIA dari masing-masing wilayah, cakupan K1 tertinggi terdapat di wilayah Kelurahan Kalisari yaitu 100,6 %, hal ini disebabkan karena ibu hamil yang terdapat di wilayah Kelurahan Kalisari melebihi dari sasaran proyeksi atau kemungkinan adanya dobel data pada saat pencatatan dan pelaporan. Cakupan K4 adalah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai standar, paling sedikit empat kali dengan distribusi waktu 1 kali pada trimester ke-1, 2 kali pada trimester ke-2 dan 3 kali pada trimester ke-3 di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Dengan indikator ini dapat diketahui 99.7 99.8 99.9 100 100.1 100.2 100.3 100.4 100.5 100.6 100.7 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas CAKUPAN K1 DAN K4 Cakupan K1 DAN K4 K1 Cakupan K1 DAN K4 K4 Cakupan K1 DAN K4 Target
120 cakupan pelayanan antenatal secara lengkap (memenuhi standar pelayanan dan menepati waktu yang ditetapkan), yang menggambarkan tingkat pencapaian pelayanan ibu hamil di suatu wilayah, di samping menggambarkan kemampuan manajemen ataupun kelangsungan program KIA. Berdasarkan laporan bulanan dari masing-masing wilayah, cakupan K4 sudah memenuhi target di lima wilayah yaitu 100 % b. Cakupan Pemeriksaan Triple Eliminasi pada Ibu Hamil Grafik 137. Pemeriksaan Triple Eliminiasi Ibu Hamil Cakupan pemeriksaan triple eliminasi ibu hamil tahun 2022 sudah mencapai 100 % dari kunjungan Ibu hamil K1. Peningkatan cakupan pemeriksaan triple eliminasi terjadi karena adanya pendataan ibu hamil termasuk PPIAnya yang dilakukan setiap tahun berkerjasama dengan kader dan juga sudah berjalannya inovasi STEMPEL KEBO melalui voucher PETIS yang mempromosikan dan memudahkan akses ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan triple eliminasi, dan juga kerjasama dengan Bidan praktek mandiri , Klinik yang melayani kehamilan dan persalinan dan juga tim Pajero dan kader kesehatan dalam meningkatkan promosi dan sistem pencatatan dan pelaporan tersebut . 99.8 99.9 100 100.1 100.2 100.3 100.4 100.5 100.6 100.7 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas CAKUPAN K1 DAN TRIPLE ELIMINASI K1 Triple Eliminasi
121 B. Cakupan Deteksi Dini Faktor Risko dan Komplikasi Kebidanan dan Neonatus oleh Tenaga Kesehatan maupun Masyarakat Grafik 138. Cakupan Deteksi Dini Faktor Risiko dan Komplikasi Kebidanan Berdasarkan grafik di atas bahwa deteksi dini faktor risiko dan komplikasi kebidanan oleh tenaga kesehatan maupun deteksi dini faktor resiko oleh masyarakat sudah mencapai target sasaran yaitu 11% untuk deteksi resti oleh nakes dan 6 % deteksi faktor resiko oleh masyarakat. Keberhasilan ini sehubungan dengan adanya kegiatan pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh kader dan juga kerjasama yang baik antara program dan lintas sektor . Masyarakat sudah semakin paham akan faktor resiko yang dialami ibu hamil, sehingga langsung melapor kepada tenaga kesehatan ketika menemukan faktor resiko pada ibu hamil. 11.8 12.6 11.3 11.1 11 11.6 6 6 6 6 6 6 0 2 4 6 8 10 12 14 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas CAKUPAN DETEKSI RESTI NAKES DAN MASYARAKAT Nakes Masyarakat Target sasaran Nakes Target sasaran Nakes
122 C. Cakupan Penanganan Komplikasi Kebidanan Penanganan komplikasi kebidanan adalah pelayanan kepada ibu dengan komplikasi kebidanan untuk mendapat penanganan definitif sesuai standar oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan. Diperkirakan sekitar 15-20% ibu hamil akan mengalami komplikasi kebidanan. Komplikasi dalam kehamilan dan persalinan tidak selalu dapat diduga sebelumnya, oleh karenanya semua persalinan harus ditolong di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan kompeten yang memiliki legalisasi (STR) agar komplikasi kebidanan dapat segera dideteksi dan ditangani. Berdasarkan grafik diatas diketahui cakupan penanganan komplikasi kebidanan dari ibu hamil yang mengalami komplikasi kebidanan yaitu 93,0% dari target 90%. Seperti diketahui bahwa fasilitas yang mendukung, kompetensi nakes kompeten, kegiatan pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh kader dan kerjasama yang baik antara program dan lintas sektor menjadi salah satu penyebab tingginya capaian indikator ini . D. Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan 97.1 97.1 92 89.3 87.9 93 82 84 86 88 90 92 94 96 98 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas PENANGANAN KOMPLIKASI MATERNAL PK MATERNAL Target Grafik 139. Cakupan Penanganan Komplikasi Maternal
123 Persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan sesuai standar merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam upaya penurunan kasus kematian ibu dan anak. Dengan indikator ini sudah jelas bahwa semua persalinan harus di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan sehingga jika ada komplikasi yang ditemui dalam persalinan cepat tertangani dengan baik. Cakupan persalinan di tahun 2022 sudah mencapai target yaitu 100,0% seKecamatan Pasar Rebo. Di karenakan sistem pencatatan dan pelaporan dari PKL, RS dan BPM maupun Klinik sudah semakin membaik. Grafik diatas dapat menggambarkan kemampuan manajemen program KIA dalam memberikan pertolongan persalinan sesuai standar E. Cakupan Kunjungan Nifas Grafik 141. Kunjungan Nifas Lengkap (KF3) 99.8 99.9 100 100.1 100.2 100.3 100.4 100.5 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas CAKUPAN PERSALINAN OLEH NAKES DI FASKES Persalinan Target Grafik 140. Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan dan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
124 Dari grafik di atas diketahui kunjungan nifas lengkap paling tinggi di wilayah Kelurahan Baru (100.4%). Ini dikarenakan wilayah kelurahan baru sebagian penduduknya adalah komplek militer yang mana mobilisasi perpindahan penduduk cukup tinggi sehingga data proyeksi tidak sesuai data riil. Untuk empat Kelurahan lainnya (Kalisari, Cijantung, pekayon dan Kelurahan Gedong) juga sudah mencapai 100 %. Masa nifas adalah masa pemulihan paska persalinan hingga seluruh organ reproduksi wanita pulih kembali sebelum kehamilan berikutnya. Masyarakat semakin paham akan pentingnya pemulihan pasca persalinan sampai 42 hari, meskipun situasi saat ini adanya pandemic covid-19 yang mana, ibu nifas jika tidak mengalami keluhan tetap memeriksakan masa nifasnya. Peran kader dan Pajero ( kordinator wilayah ) sangat membantu dalam menanamkan persepsi akan pentingnya pemeriksaan /control masa nifas sampai 42 pasca bersalin. Puskesmas juga berupaya untuk mengembalikan kunjungan nifas sesuai wilayah. Persalinan yang ditangani di puskesmas, kunjungan nifas kedua dan ketiga dikembalikan ke puskesmas kelurahan masing-masing, agar akses ibu nifas untuk melakukan pemeriksaan lebih mudah sehingga diharapkan cakupannya dapat meningkat. F. Kunjungan Neonatus Grafik 142. Cakupan kunjungan neonatus lengkap 99.8 99.9 100 100.1 100.2 100.3 100.4 100.5 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas CAPAIAN IBU NIFAS Ibu Nifas Target
125 Berdasarkan data yang diperoleh dari fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Pasar Rebo jumlah kunjungan neonatus lengkap (KN) sekecamatan Pasar Rebo tahun 2022 adalah 100.0 %, Kriteria kunjungan neonatus adalah sudah melakukan kunjungan neonatus 3 kali dan Keberhasilan ini sehubungan dengan adanya kerjasama yang baik antara program dan lintas sektor dalam melakukan KIE kepada ibu maupun keluarganya dan juga adanya whats app group ibu hamil trimester tiga dalam mengedukasi bahwa pentingnya kunjungan neonatus pasca lahir untuk mengetahui kondisi dan tumbuh kembang bayi dan juga mengindari adanya komplikasi neonatal. G. Penanganan Komplikasi Neonatal Berikut adalah gambaran cakupan penanganan komplikasi neonatal pada fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022. Grafik 143. Penanganan Komplikasi Neonatal 99.9 99.95 100 100.05 100.1 100.15 100.2 100.25 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas CAPAIAN KUNJUNGAN NEONATUS KN Lengkap Target
126 Penanganan komplikasi neonatal di wilayah Kecamatan Pasar Rebo tahun 2022 Sudah sesuai target yaitu 100.0% dari target sasaran 100%. Semua Puskesmas Kelurahan di lima wilayah sudah di atas target sasaran, yang tertinggi di kelurahan Gedong yaitu 100,6% . Keberhasilan ini sehubungan dengan kerjasama yang baik antara program dan lintas sektor, para orang tua atau masyarakat sudah mengetahui sisi positif dari pentingnya kontrol neonatus 3 kali untuk kesehatan anaknya . Pada waktu kontrol para orang tua di bekali KIE yang berhubungan dengan kesehatan bayi sehingga jika di temukan komplikasi langsung membawa anaknya periksa ketenaga kesehatan jika di temukan faktor resiko yang berpetensial mengalami komplikasi jika tidak cepat di tangani. H. Kunjungan Bayi Grafik 144. Cakupan Pelayanan bayi Tahun 2021 99 99.2 99.4 99.6 99.8 100 100.2 100.4 100.6 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas CAPAIAN PK NEONATAL PK NEO Target
127 Berdasarkan grafik di atas, cakupan kunjungan bayi secara keseluruhan sudah melebihi target yaitu (100.2%). Cakupan kunjungan bayi tertinggi ada di wilayah Kelurahan Pekayon dan Kelurahan Cijantung (100.3%), sedangkan 4 wilayah kelurahan lainnya sudah sesuai target sasaran yaitu 100%. Cakupan ini secara garis besar sudah berjalan baik karena sudah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan bayi, serta pencatatan kohort bayi sudah lebih baik. Adanya persyaratan murid sekolah dasar baru menggunakan sertifikat imunisasi juga menyumbang peningkatan cakupan kunjungan bayi di kecamatan Pasar Rebo. I. Kunjungan Balita Grafik 145. Cakupan kunjungan balita 99.85 99.9 99.95 100 100.05 100.1 100.15 100.2 100.25 100.3 100.35 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas CAKUPAN PELAYANAN BAYI Cakupan Pelayanan Bayi Target
128 Berdasarkan data yang diperoleh dari fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Pasar Rebo jumlah kunjungan balita sudah mencapai target sasaran yang di harapkan yaitu 100 %. Cakupan ini secara garis besar sudah berjalan baik karena sudah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan balita, yaitu pertumbuhan maupun perkembangannya untuk mengetahui derajat kesehatan balita dalam mencegah stunting serta pencatatan kohort bayi/balita sudah lebih baik. Adanya persyaratan murid sekolah dasar baru menggunakan sertifikat imunisasi juga menyumbang peningkatan cakupan kunjungan bayi/balita di kecamatan Pasar Rebo. 5.2 Gizi Masyarakat A. Cakupan ASI Ekslusif Cakupan ASI Eksklusif diambil pada bulan Februari dan Agustus. Berikut capaian ASI Eksklusif di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022. Tabel 17. Cakupan ASI Eksklusif Proses Bulan Februari dan Agustus di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 99.94 99.96 99.98 100 100.02 100.04 100.06 100.08 100.1 100.12 Pekayon Kalisari Baru Cijantung Gedong Total Puskesmas CAKUPAN PELAYANAN BALITA Cakupan Pelayanan Balita Target
129 No Nama Kelurahan Februari Agustus Jumlah bayi di Recall Jumlah bayi masih diberi ASI saja % Jumlah bayi di Recall Jumlah bayi masih diberi ASI saja % 1 Pekayon 182 141 77,5 167 126 75,4 2 Kalisari 167 144 86,2 166 152 91,6 3 Baru 138 112 81,2 102 82 80,4 4 Cijantung 160 124 77,5 112 87 77,7 5 Gedong 66 62 93,9 117 95 81,2 Jumlah 713 583 81,8 664 542 81,6 Sumber Data: Data Laporan posyandu Tahun 2022 Grafik 146. Grafik Persentase Cakupan ASI Eksklusif Proses Bulan Februari dan Agustus di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat diketahui rata-rata cakupan bayi kurang dari 6 bulan mendapat ASI Eksklusif di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo di bulan Februari sebesar 81,8% dan di bulan Agustus sebesar 81,6%. Sedangkan target capaian tahun 2022 (50%). Dengan demikian capaian bayi kurang dari 6 bulan mendapat ASI Eksklusif di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 mencapai target. Cakupan ASI Eksklusif sudah lebih dari target dikarenakan ibu memahami pentingnya pemberian ASI Eksklusif untuk anaknya. Faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI Eksklusif diantaranya banyak ibu bekerja yang menyatakan ASI semakin sedikit sejak mulai bekerja selesai cuti sehingga ibu memberikan tambahan susu formula, Ibu bekerja tidak memerah ASI dan lebih memilih menggantinya kepada pemberian susu formula, Ibu merasa ASI nya tidak cukup atau ASI yang keluar sedikit sehingga memberi tambahan susu formula, Kurangnya asupan makan ibu menyusui karena kesibukan mengurus keluarga, Kurangnya dukungan keluarga baik dari suami atau orang tua yang lebih menyarankan pemberian susu
130 formula, pemberian susu formula atau MP ASI dini yang dilakukan pengasuh atau nenek bayi saat ibu bekerja, posisi menyusui yang salah dan pelekatan yang salah sehingga membuat bayi tidak nyaman dan gelisah saat disusui sehingga ibu memberikan susu formula, disamping itu juga banyak ibu yang ingin ASI Eksklusif tetapi tidak bisa dikarenakan kondisi tertentu atau karena sakit. B. Status Gizi Balita 5. Persentase Balita Underweight (BB/U z score kurang dari – 2 SD) Berdasarkan laporan bulanan gizi Puskesmas selama Tahun 2022, didapatkan data balita memiliki status gizi underweight tiap kelurahan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 18. Data Balita Underweight di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo No Puskesmas Kelurahan Jumlah Balita 0-59 bulan yang ditimbang Jumlah Balita Underweight (z score BB/U kurang dari – 2 SD) Persentase (%) 1 Pekayon 2783 21 0,75 2 Kalisari 1969 30 1,52 3 Baru 1528 25 1,64 4 Cijantung 2459 55 2,24 5 Gedong 1753 21 1,2 JUMLAH 10.492 152 1,47 Sumber Data: Data Laporan LB3 PKC. Pasar Rebo Bulan Desember Tahun 2022 Persentase balita underweight tiap kelurahan diambil berdasarkan data jumlah balita underweight di bulan Desember tahun 2022 dibandingkan dengan jumlah balita yang ditimbang pada bulan tersebut. Persentase balita underweight di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo sebesar 1,47%. Grafik 147. Grafik Persentase Balita Underweight per Kelurahan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022
131 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui jumlah balita underweight tertinggi yaitu di kelurahan Cijantung sebesar 2,24%, kemudian kelurahan Baru sebesar 1,64% dan Kalisari sebesar 1.52%. Sedangkan total persentase balita underweight se-Kecamatan Pasar Rebo yaitu sebesar 1,47%. Berdasarkan petunjuk surveilans gizi, balita underweight yang menjadi masalah gizi bila prevalensi di atas 14% pada tahun 2022. Dengan demikian capaian balita underweight puskesmas kecamatan pasar rebo masih dibawah batas persentase masalah gizi dan memenuhi target capaian. Namun, balita underweight tetap harus diberikan intervensi gizi agar berat badan anak dapat naik dan diikuti peningkatan status gizi. Intervensi yang diberikan berupa Pemberian Makanan Tambahan, Konseling Gizi, Penyuluhan di Posyandu dan Merujuk balita ke RS untuk mendapat penanganan sesuai hasil pemeriksaan dokter. 6. Persentase Balita Stunting (TB/U kurang dari – 2 SD) Berdasarkan laporan bulanan gizi Puskesmas, didapatkan data balita memiliki status gizi stunting tiap kelurahan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 19. Data Balita Stunting di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo No Puskesmas Kelurahan Jumlah Balita 0- 59 bulan yang ditimbang Jumlah Balita Stunting (z score TB/U kurang dari – 2 SD) Persentase (%) 1 Pekayon 2783 3 0,11 2 Kalisari 1969 17 0,86 3 Baru 1528 8 0,52 4 Cijantung 2459 13 0,53 5 Gedong 1753 10 0,57 JUMLAH 10.492 51 0,49 Sumber Data: Data Laporan LB3 PKC. Pasar Rebo Bulan Desember Tahun 2022 Persentase balita stunting tiap kelurahan diambil berdasarkan data jumlah balita stunting di bulan Desember tahun 2022 dibandingkan dengan jumlah balita yang ditimbang pada bulan tersebut. Persentase balita stunting di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo sebesar 0,49%. Grafik 148. Grafik Persentase Balita Stunting per Kelurahan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022
132 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui jumlah balita stunting tertinggi yaitu di kelurahan Kalisari sebesar 0,86%, kemudian kelurahan Gedong sebesar 0,57% dan Cijantung sebesar 0,53%. Sedangkan total persentase balita stunting se-Kecamatan Pasar Rebo yaitu sebesar 0,49%. Berdasarkan petunjuk surveilans gizi, balita stunting yang menjadi masalah gizi bila prevalensi di atas 18,4% pada tahun 2022. Dengan demikian capaian balita stunting Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo masih dibawah batas persentase masalah gizi dan memenuhi target capaian. Namun, balita underweight tetap harus diberikan intervensi gizi agar berat badan anak dapat naik dan diikuti peningkatan status gizi. Namun, balita stunting tetap harus dicegah dengan intervensi sejak 1000 HPK. Sasaran mulai dari pemberian TTD rematri, konseling gizi pada WUS atau pasien Caten yang anemia dan KEK, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Ibu Balita. 7. Persentase Balita Wasting (BB/TB z score kurang dari – 2 SD) Berdasarkan laporan bulanan gizi Puskesmas selama Tahun 2022, didapatkan balita memiliki status gizi wasting tiap kelurahan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 20. Data Balita Wasting di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo No Puskesmas Kelurahan Jumlah Balita 0-59 bulan yang ditimbang Jumlah Balita Wasting (z score BB/TB kurang dari – 2 SD) Persentase (%) 1 Pekayon 2783 21 0,75 2 Kalisari 1969 14 0,71 3 Baru 1528 15 0,98 4 Cijantung 2459 18 0,73 5 Gedong 1753 13 0,74 JUMLAH 10.492 81 0,77 Sumber Data: Data Laporan LB3 PKC. Pasar Rebo Bulan Desember Tahun 2022
133 Persentase balita wating tiap kelurahan diambil berdasarkan data jumlah balita wasting di bulan Desember tahun 2022 dibandingkan dengan jumlah balita yang ditimbang pada bulan tersebut. Persentase balita wasting di wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo sebesar 0,77%. Grafik 149. Grafik Persentase Balita Wasting per Kelurahan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui jumlah balita wasting tertinggi yaitu di kelurahan Kalisari sebesar 0,98%, kemudian kelurahan Pekayon sebesar 0,75% dan Gedong sebesar 0,74%. Sedangkan total persentase balita stunting se-Kecamatan Pasar Rebo yaitu sebesar 0,77%. Berdasarkan petunjuk surveilans gizi, balita wasting yang menjadi masalah gizi bila prevalensi di atas 7,5% pada tahun 2022. Dengan demikian capaian balita wasting Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo masih dibawah batas persentase masalah gizi dan memenuhi target capaian. Namun, balita underweight tetap harus diberikan intervensi gizi agar berat badan anak dapat naik dan diikuti peningkatan status gizi. Namun, balita wasting tetap harus diberikan intervensi gizi meningkatkan berat badan dan status gizi. Intervensi yang diberikan berupa Pemberian Makanan Tambahan, Konseling Gizi, Penyuluhan di Posyandu dan Merujuk balita ke RS untuk mendapat penanganan sesuai hasil pemeriksaan dokter.
134 8. Persentase Balita Gizi Buruk (BB/TB z score kurang dari -3SD) Berdasarkan laporan bulanan gizi Puskesmas selama Tahun 2022, didapatkan balita memiliki status gizi buruk tiap kelurahan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 21. Data Balita Gizi Buruk di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo dari bulan Januari-Desember Tahun 2022 No Puskesmas Kelurahan Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sep Okt Nov Des 1 Pekayon 1 0 1 1 2 1 6 6 8 8 8 3 2 Kalisari 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 3 Baru 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 4 Cijantung 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 5 Gedong 1 2 2 2 0 3 1 1 1 1 1 2 Jumlah 2 3 4 4 3 5 9 9 12 10 10 5 Sumber Data: Data Laporan LB3 PKC. Pasar Rebo Bulan Desember Tahun 2022 Grafik 150. Grafik Persentase Gizi Buruk per bulan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2022 Berdasarkan tabel berikut dapat dilihat jumlah kasus balita gizi buruk terbanyak dibulan September sebesar 12 balita. Kelurahan dengan kasus balita gizi buruk terbanyak ada pada kelurahan pekayon. Data kasus terakhir di Desember ada pada Kelurahan Pekayon dan Kelurahan Gedong. Berdasarkan petunjuk surveilans gizi, balita gizi buruk yang mendapatkan perawatan adalah sebesar 86%. Sementara di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo sudah 100% balita gizi buruk mendapatkan perawatan (sudah mencapai target).