The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sugengpriono064, 2021-10-20 10:08:50

Program Pengawasan 2020 Sugeng Was Siak

Program Pengawasan 2020 Sugeng Was Siak

Metode Hambatan Ketercapaian Kesimpulan Tindak lanjut

Bimbingan Pemahaman 60% Perlu Pembimbingan di
Kelompok guru terhadap pemahaman MGMP dalam
kepada guru
pedoman bentuk Konsultasi
penilaian, tentang Diskusi,
pedoman
contoh pelaksanaan Workshop,
penilaian penilaian hasil Bintek,
autenik belajar peserta
didik (sesuai Pemberian
aturan yang Contoh, diklat
berlaku)
dan lainnya

27

No Aspek/Materi Kegiatan Sasaran Target

Pengayaan Pemantauan Terlaksananya 100% B
pelaksanaan ekstrakulikuler sekolah K
g. Instrumen tes ekstrakulikuler sesuai aturan melaksanakan
setiap KD (wajib/ Pramuka yang berlaku ekstrakulikul
maupun pilihan)
h. Bank Soal er
Melakukan
i. Kartu soal pendampingan Adanya program 100% dari B
administrasi jumlah guru D
j. Analisi dalam perencanaan mempunyai
Penilaian meningkatkan pembelajaran administrasi
kemampuan yang sesuai perencanaan
20 Tugas Tambahan

a. Melatih dan
membimbing
siswa dalam
Remedial dan
pengayaan

b. Membimbing
siswa dalam
Pengembanga
n Diri melalui
BK dan
Kegiatan
Ekstra
Kurikuler

c. Kegiatan KIR

21 Pengelolaan
Sekolah

a. Rencana
Kerja Sekolah
1 tahun dan

Metode Hambatan Ketercapaian Kesimpulan Tindak lanjut

Bimbingan Ekstrakulikuler 75% Perlu Pembimbingan di
Kelompok terlaksana tetapi pemahaman MGMP dalam
penyusunan
administrasi bentuk Konsultasi
belum program Diskusi,
administrasi
dikerjakan ekstrakulikuler Workshop,
secara rutin secara benar dan Bintek,

baik Pemberian
Contoh, diklat

dan lainnya

Bimbinga Mainset Guru 75% Perlu Pembimbingan di
n Teknis, peningkatan MGMP dalam
terhadap Guru
Focus yang belum bentuk Konsultasi
Group menyusun Diskusi,
Discusion
Workshop,

28

No Aspek/Materi Kegiatan Sasaran Target

Rencana Guru menyusun dengan pembelajara

Kerja Sekolah administrasi kurikulum yang n sesuai

4 tahun perencanaan berlaku dengan

berdasarkan 8 pembelajaran/Pro krikulum

SNP gram Bimbingan yang berlaku

b. Pelaksanaan (Prota/promes/sil

Rencana abus/RPP/KKM/j

Kerja Sekolah urnal)

c. Pengawasan

dan Evaluasi

d. Kepemimpina

n Sekolah

e. Sistim

Informasi

Sekolah

22 Pelaksanaan Melakukan Setiap guru dapat 85% dari
Pembelajan pendampingan melaksanakan jumlah guru
pembelajaran
dalam sesuai standar dapat
meningkatkan proses dengan melaksanaka
kemampuan guru baik
dalam proses n
pelaksanaan pembelajara
pembelajaran/bi
n yang
mbingan sesuai
standar
proses

dengan baik

Metode Hambatan Ketercapaia Kesimpulan Tindak lanjut
(FGD) n
Perencanaan Bintek,
pembelajaran Pemberian
Prota/promes/s Contoh, diklat
dan lainnya
il
abus/RPP/KK

M
/jurnal

Bimbingan Belum 70% Perlu Pembimbingan di
Kelompok maksimalnya
Pelaksanaan perubahan pola MGMP dalam
pembelajaran
sesua standar pikir dan bentuk Konsultasi

proses perilaku guru Diskusi,
kurikulum,
dalam Workshop,
Contoh
pembelajaran melaksankaan Bintek,

saintific proses Pemberian

pembelajaran Contoh, diklat

sesuai standar dan lainnya

yang berlaku

(Pakem/saintifi

c

/pembelajaran

konstektualnin

g/ CTL)

29

No Aspek/Materi Kegiatan Sasaran Target

23 Penilaian Hasil Melakukan Adanya 75% dari
Pembelajaran pendampingan administrasi jumlah guru
membimbing penilaian hasil mempunyai
a. Daftar Nilai pembelajaran administrasi
sesuai dengan guru dalam yang sesuai
standar meningkatkan Penilaian
penilaian kemampuan dengan hasil belajar
melaksankan Kurikulum peserta didik
b. melakukan penilaian hasil
tes dengan belajar peserta
UlanganHaria
n,UTS,UAS/ didik
UKK

c. melakukan
penilaian
Ahlak Mulia
dan
Kepribadian

d. Melakukan
penilaian
Psikomotor

e. Melakukan
Analisis
Ulangan
Harian

f. Remedial dan
Pengayaan

g. Instrumen tes
setiap KD

h. Bank Soal

Metode Hambatan Ketercapaian Kesimpulan Tindak lanjut
60%
Bimbingan Pemahaman Perlu Pembimbingan di
Kelompok guru pemahaman MGMP dalam
kepada guru
terhadap bentuk Konsultasi
pedoman tentang Diskusi,
penilaian, pedoman
contoh pelaksanaan Workshop,
penilaian penilaian hasil Bintek,
autenik belajar peserta
didik (sesuai Pemberian
aturan yang Contoh, diklat
berlaku)
dan lainnya

30

No Aspek/Materi Kegiatan Sasaran Target

i. Kartu soal Pemantauan Terlaksananya 100% B
j. Analisi pelaksanaan ekstrakulikuler sekolah K
ekstrakulikuler sesuai aturan melaksanakan
Penilaian (wajib/ Pramuka yang berlaku ekstrakulikul
maupun pilihan)
24 Tugas Tambahan er
Memberikan
a. Melatih dan bimbingan Untuk 90% B
membimbing kepada kepala mengetahui D
siswa dalam sekolah untuk kelemahan-
Remedial dan menyusun kelemahan dan
pengayaan program kelebihan dalam
supervise, pelaksanaan
b. Membimbing melaksanakan supervise
siswa dalam supervise, pendidikan
Pengembanga mengadakan
n Diri melalui
BK dan
Kegiatan
Ekstra
Kurikuler

c. Kegiatan KIR

25 Program
Supervisi

Metode Hambatan Ketercapaian Kesimpulan Tindak lanjut

Bimbingan Ekstrakulikuler 75% Perlu Pembimbingan di
Kelompok terlaksana pemahaman MGMP dalam
tetapi penyusunan
administrasi bentuk Konsultasi
belum program Diskusi,
dikerjakan administrasi
secara rutin ekstrakulikuler Workshop,
secara benar dan Bintek,

baiank Pemberian
Contoh, diklat

dan lainnya

Bimbinga Rendahnya 70% Perlu Pembimbingan di
n Teknis, kemampuan pemahaman MGMP dalam

Focus kepala tentang bentuk Konsultasi
Group sekolah dalam supervise Diskusi,
Discusion pendidikan
menyusun Workshop,
program, Bintek,
melaksanakan
, mengadakan Pemberian
tindak lanjut Contoh, diklat
terhadap hasil
dan lainnya

31

No Aspek/Materi Kegiatan Sasaran Target
100%
26 Program tindak lanjut Adanya program
Pemantauan terhadap hasil peningkatan
mutu untuk
supervise
tahun yang akan
Terlaksananya datang
pemantauan

terhadap
pelaksanaan 8
standar nasional

pendidikan

27 Evaluasi hasil Melakukan Adanya 80%
Supervisi dan evaluasi hasil identifikasi, k
pemantauan Supervisi dan analisis, hasil
pemantauan supervise dan
pemantauan

Metode Hambatan Ketercapaian Kesimpulan Tindak lanjut
supervise

Monitori Ketersediaan 75% Perlu disiplin Pembimbingan di
ng dan waktu daam MGMP dalam
evaluasi
pengaturan bentuk Konsultasi
waktu Diskusi,

Workshop,
Bintek,

Pemberian
Contoh, diklat

dan lainnya

Diskusi 1. Banyakny 70% 1. Validitas Pembimbingan di

kelompok a agenda data MGMP dalam

kegiatan terpenuhi. bentuk Konsultasi

2. Banyakny 2. Disiplin Diskusi,

a tugas terhadap Workshop,

tambahan pelaksanaan Bintek,

bagi program. Pemberian

pengawas. Contoh, diklat

3. Banyakny dan lainnya
a data
yang
kurang
valid,
sehingga
mengham
bat proses

32

No Aspek/Materi Kegiatan Sasaran Target

28 Program tindak Melaksanakan Terlaksananya 80% B
lanjut tindak lanjut hasil tindak K
hasil analisis dan lanjut analisis
dan evaluasi
evaluasi

Metode Hambatan Ketercapaian Kesimpulan Tindak lanjut

Bimbingan analisis. 70% Perlu komitmen Pembimbingan di
Kelompok Komitmen,
ketersediaan yang kuat untuk MGMP dalam
waktu dan
menindaklanjuti bentuk Konsultasi
mainset
hasil analis dan Diskusi,

evaluasi Workshop,

Bintek,

Pemberian

Contoh, diklat

dan lainnya

33

Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) merupakan forum kegiatan Pengawas
SMA/SMK dengan kegiatan rutin koordinasi pengawas yang diselenggarakan setiap
bulan sekali. Tempat kegiatan MKPS dilaksanakan secara bergilir di Kecamatan se-
Kabupaten Siak. Melalui forum ini para pengawas sekolah menyampaikan hasil kerja
kepengawasan di sekolah binaan masing-masing berupa capaian kinerja sekolah dan
permasalahan yang ada di sekolah. Permasalahan yang timbul di masing-masing
kecamatan di bahas secara bersama-sama diidentifikasi dan dianalisis diforum MKPS
yang kemudian dideskripsikan sebagai berikut :
1. Standar Isi

a. Pendidik dan tenaga kependidikan mayoritas belum memiliki dan memahami
berbagai peraturan perundang-undangan pendidikan

b. Kepala sekolah, guru, dan komite sekolah belum memahami secara benar esensi
kurikulum sekolah

c. Kepala sekolah belum memberdayakan tim pengembang kurikulum sekolah
d. Sekolah belum semua memiliki dokumen kurikulum mata pelajaran Muatan

Lokal Kabupaten.
e. Kepala sekolah dan guru kurang memahami esensi pengembangan diri
2. Standar Proses
a. Kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran relatif masih

rendah
b. Kemampuan guru dalam menyusun pertanyaan HOTS relatif masih rendah.
c. Kemampuan guru dalam mengajak diskusi peserta didik relatif masih rendah
d. Kemampuan guru dalam memanfaatan media IT pembelajaran relatif masih

rendah
e. Komitmen guru untuk menggunakan perangkat pembelajaran yang telah

dibuatnya untuk kegiatan pembelajaran relatif masih rendah.
f. Kemampuan dan komitmen guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan

kegiatan inti berupa eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi relatif masih rendah.
g. Komitmen guru menggunakan media pembelajaran untuk mendukung kegiatan

pembelajaran relatif masih rendah.

29

h. Komitmen guru menggunakan alat peraga, media pembelajaran, dan
pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar relatif masih rendah.

i. Sebagian besar kepala sekolah belum melaksanakan dan menindaklanjuti hasil
supervisi pembelajaran secara rutin

3. Standar Kriteria Lulusan ( SKL )
a. Beberapa guru belum menyosialisasikan SKL kepada siswa
b. Sebagian besar guru belum mengembangkan dan membedah SKL secara
mandiri agar lebih kaya dan lebih operasional.
c. Sebagian guru belum menentukan KKM dengan prosedur yang benar
d. Sebagian guru belum tepat menerapkan KKM dalam menentukan ketuntasan
belajar untuk UH, UTS, UAS, dan UKK
e. Sebagiansekolah belum menentukan KKM dan belum menformalkan dengan
keputusan kepala sekolah.
f. Sebagian sekolah belum menyosialisasikan KKM kepada orang tua siswa

4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
a. Kompetensi guru sebagai pendidik professional masih belum optimal , baik
kompetensi pedagogik, professional, kepribadian, mau pun sosial.
b. Guru yang telah mendapatkan tunjangan profesi belum menunjukkan kinerja
yang lebih baik dibanding dengan guru yang belum bersertifikat pendidik
profesional baik guru PNS maupun guru wiyata bhakti
c. Sebagian besar guru belum mampu melakukan PTK
d. Guru mata pelajaran masih ada yang belum memenuhi 24 jam tatap muka/per
minggu sebagai syarat minimal tapka pendidik professional
e. Penempatan guru mapel tertentu menumpuk dibeberapa sekolah, sementara
beberapa sekolah lain mengalami kekurangan.
f. Sebagian besar sekolah masih kekurangan tenaga pendidik dan kependidikan

5. Standar Sarana dan Prasarana

30

a. Sebagian besar kepala sekolah belum memahami dan mendalami Permendiknas
No 40 Tahun 2008 tentang standar sarana prasarana.

b. Sebagian besar kepala sekolah belum memvalidasi sarana prasarana sekolah dari
segi kuantitas, kualitas,maupun ukuran terhadap SNP bidang sarana prasarana
sekolah seperti yang tercantum dalam lampiran Permendiknas atau No 40 Tahun
2008.

c. Sebagian kepala sekolah belum mengkaji, menganalisis secara sungguh-sungguh
kebutuhan sarana yang menjadi prioritas untuk segera diadakan.

d. Sebagian besar kepala sekolah dan guru masih belum optimal memanfaatkan
sarana dan prasarana sekolah untuk pembelajaran.

e. Sebagian besar kepala sekolah dan guru belum memperhatikan perawatan sarana
prasarana untuk memperpanjang usia penggunaan.

f. Sebagian besar sekolah lemah pada kegiatan inventarisasi asset sekolah.
g. Pengadministrasian masuk dan keluarnya sarana (barang) belum tertib

sebagaimana yang dipersyaratkan.
6. Standar Pengelolaan

a. Sebagian kepala sekolah belum melaksanakan pengelolaan sekolah dengan MBS
secara benar, menyeluruh, dan terbuka

b. Sebagian besar sekolah belum menyusun RKS, RKT/RKAS tepat waktu
c. Sebagian besar sekolah belum melakukan kegiatan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)

sebagai bahan dasar perencanaan sekolah, Memiliki rapot mutu namun banyak
yang belum valid.
d. Sebagian besar guru yang mendapat tugas tambahan belum menyusun program,
mengadministrasikan kegiatan, dan membuat laporan pelaksanaannya.
7. Standar Pembiayaan
a. Sebagian besar sekolah terlambat dalam menyusun RKT/RKAS
b. Sebagian besar sekolah pengelolaan keuangannya belum terbuka dan tidak
sesuai dengan RKT/RKAS.
c. Sebagian besar sekolah terlambat dalam melaksanakan rapat pleno orang tua
untuk mendapatkan persetujuan anggaran sekolah.
d. Sebagan besar sekolah belummenyampaikan laporan keuangan kepada pihak
terkait dengan tepat waktu, akuntabel, dan transparan.

31

8. Standar penilaian
a. Banyak guru belum melaksanakan penilaian sesuai dengan rancangan yang ada
dalam silabus pembelajaran
b. Kemampuan dan komitmen guru dalam menyusun instrumen penilaian sesuai
pedoman penyusunan soal yang baik dan benar relative masih rendah.
c. Kemampuan dan kemauan guru dalam melakukan analisis ulangan harian
relative masih rendah
d. Kemampuan dan kemauan guru dalam menyusun instrumen dan melaksanakan
kegiatan tindak lanjut masih kurang
e. Kemampuan dan komitmen guru menilai tugas-tugas masih rendah.
f. Konsistensi guru dalam memasukkan hasil penilaian ke dalam daftar nilai rata-
rata masih rendah.
g. Beberapa sekolah belum mengkoordinasikan pelaksanaan berbagai kegiatan
penilaian ( UTS, UAS, UKK, US/UN ) melalui rapat bersama para stakeholder
h. Sebagian besar guru masih salah menggunakan KKM untuk menentukan
tuntas/tidak tuntasnya siswa dalam berbagai bentuk kegiatan penilaian

32

Ta
Identifikasi Hasil Pe

No. SNP Komponen Permasala
1. Standar Isi
Peraturan perundang- • Masih kurangnya minat pen
undangan kependidikan dalam memah
peraturan perundang-undan
pendidikan

Kurikulum •Rendahnya kemampuan ke
dalam memahami esensi ku

• Banyak kepala sekolah yan
memberdayakan tim penge
sekolah

2. Standar Proses Penysunan Program • Sebagian besar sekolah bel
kurikulum Mulok sesuai ka

• Kepala sekolah dan guru k
esensi pengem bangan diri

• Rendahnya kemampuan gu
program pembelajaran PA

Pelaksanaan PBM • Rendahnya kemampuan gu
program pembelajaran PA
kegiatan inti (eksplorasi, e

able 3
engawasan Tahun 2019

ahan Penyebab

ndidik dan tenaga Rendahnya minat dan motivasi baca pendidik dan tendik
hami berbagai untuk memahami regulasi pendidikan
ngan bidang

epala sekolah dan guru Rendahnya minat dan motivasi baca kepala sekolah

urikulum sekolah untuk memahami regulasi pendidikan

ng belum Kurangnya bimbingan kepada Tim Pengembang
embang kurikulum Kurikulum untuk menyusun dan mereview kurikulum

Belum terprogram secara rutin keg.mereview kurikulum

lum memiliki dokumen Sekolah belum secara sungguh sungguh mengkaji dan

arakter daerah menyusun kurikulum mulok (SI, SKL, Silabus)

kurang memahami Kasek dan guru belum secara sungguh sungguh
i berkeinginan memahami bangdir

uru dalam menyusun Sebagian besar sekolah belum melaksanakan IHT
AIKEM menyusunan program pembelajarn PAIKEM (prota,
promes, silabus, RPP)

uru dalam menyusun Sebagian besar guru sukar lepas dari pola PBM
AIKEM dengan konvensisonal dan merubah menggunakan pembelajaran
elaborasi, konfirmasi) PAIKEM

32

No. SNP Komponen Permasala

3. Standar KKM • Rendahnya kemampuan gu
Kriteria SKL instrumen penilaian HBS
Kelulusan
• Rendahnya kemampuan gu
4. Standar Kompetensi Pendidik analisis HBS

Pendidik dan • Rendahnya kemampuan gu
dan melaksanakan program
Tenaga (perbaikan/pengayaan)

Kependidikan • Masih banyaknya kepala s
melakukan supervisi pemb

• Rendahnya kemampuan gu
KKM sesuai prosedur

• Rendahnya kemampuan gu
SKL dengan prosedur yang

• Rendahnya kompetensi (pe
kepribadian,dan sosial) gur
professional

• Rendahnya kinerja guru ya
tunjangan profesi

• Rendahnya kemampuan gu
PTK

ahan Penyebab
uru dalam menyusun
Sebagian besar guru terbiasa menggunakan instrument
uru dalam melakukan yang sudah jadi

uru dalam menyusun Sebagian besar guru terbiasa menganalisis dengan copy
m tindak lanjut paste untuk memenuhi administrasi sekolah

Sebagian besar guru terbiasa melaksanakan tindak lanjut
dg copy paste untuk memenu hi adinistrasi sekolah

sekolah yang belum KS sebagian besar belum bersungguh-sungguh
belajaran berkomitmen untuk melaksanakan supervise PBM

uru dalam menentukan Membimbing guru dalam penyusunan KKM

uru dalam menentukan Membimbing guru dalam penyusunan SKL
g benar

edagogik, professional, Rendahnya kesadaran guru untuk meningkatkan
ru sebagai pendidik kompetensinya sebagai pendidik profesional

ang telah menerima Rendahnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerja
uru dalam menyusun nya sebagai konsekwensi menerima tunjangan profesi
guru

Keengganan guru memulai menyusun PTK

33

No. SNP Komponen Permasala

Pemenuhan Jam • Masih ada guru mapel yan
Pembelajaran kuwajiban mengajar 24 jam

Pemenuhan kebutuhan • Beberapa sekolah masih ke
guru dan tendik

• Mayoritas sekolah tenaga k

5. Standar Sarana Ukuran dan Jumlah • Beberapa sekolah ukuran r
dan Prasarana guru, kamar kecil gudang,
standar

• Beberapa sekolah kekuran
praktek, TU, dan ruang2 p

Laboratorium dan • Beberapa sekolah belum m
perpustakaan dan perpustakaan

6. Standar MBS • Mayoritas kepala sekolah b
MBS secara benar, menyel
Pengelolaan

ahan Penyebab

ng belum memenuhi Kurang meratanya penataan guru. Belum ada pemetaan
m/minggu guru terbaru pasca mutasi guru

ekurangan guru mapel Mutasi ke sekolah lain tetapi belum mendapatkan ganti

kependidikan kurang Pengangkatan sangat minim

ruang (kelas, KS, Paket lama ukuran ruang kelas 7x8 m2

dll) belum memenuhi Demikian pula ruang2 yang lain kurang stansard

ngan ruang Status tanah yang belum jelas kadang menghambat
pendukung proposal pengajuan ruang. Sekolah baru proses
pengadaan
memiliki laboratorium
Kondisi jumlah siswa minim, tanah belum tersedia dan
belum melaksanakan status kepemilikan belum jelas
luruh, dan terbuka
Komitmen MBS masih lemah
Partisipasi dan dukungan stakeholder relatif lemah

34

No. SNP Komponen Permasala

RKS/RKT • Rendahnya kemitmen stak
menyusun RKS/RKT
EDS
• Penyusunan EDS dalam pr
7. Standar Pengelolaan Keuangan sepe nuhnya utk dasar men

Pembiayaan • Masih banyaknya sekolah
dokumen RKT-RKAS
LPJ
• Masih banyaknya sekolh y
8. Standar Rancangan penilaian keuangannya belum sesuai
Penilaian UTS,UAS, dan UKK
• Masih banyaknya sekolah
US/UN LPJ keuangan tidak tepat w
akuntabel, dan kurang tran

• Kurangnya kemampuan gu
penilaian sesuai rancangan

• Masih banyak sekolah yan
koordinasi melalui rapat se
holder dalam pelaksanaan

• Masih banyaknya sekolah
rata-rata sebagai kriteria ke
6,00

• Masih banyaknya sekolah
minimal sebagai criteria ke

ahan Penyebab

ke holder dalam Komitmen untuk menyusun RKS dan RKT lemah dan
tidak tepat waktu

roses sehing ga belum EDS baru dikenalkan ke sekolah-sekolah
nyus sun RKS/RKT

yang belum memiliki Komitmen rendah KS, guru, TU untuk menyelesaikan
RKT-RKAS

yang penglolaan Komitmen sekolah untuk mau mempedomani RKAS
i dengan RKAS masih rendah

yang menyampaikan Lemahnya control KS dan lemahnya komitmen
waktu, kurang bendahara utk menyelesaikan LPJ
nsparan

uru dalam melakukan Kemauan yang kurang dan rendahnya kemampuan guru

n dalam silabus untuk mempelajari pedoman penilaian

ng belum melakukan Lemahnya komitmen untuk berkomunikasi
ekolah bersama stake dan berkoordinasi
UTS,UAS,UKK

yang menentukan nilai Kurang beraninya (kurang PD) stakeholder sekolah

elulusan di bawah akan tantangan yang lebih tinggi

yang menentukan nilai Kurang beraninya (kurang PD) stakeholder sekolah
elulusan di bawah 5,00 akan tantangan yang lebih tinggi

35

No Komponen Tab
MANAJERIAL Analisis Hasil Penga

Permasalahan

1. Kurikulum dan • Belum semua kepala sekolah memahami penting

peraturan perundang- peraturan pelaksanaan KBM

undangan bidang

pendidikan

• Masih banyak kepala sekolah menganggap perat
itu biasa saja

• Petunjuk pengelolaan administrasi tidak difaham
bersama hanya disimpan di almari kepala sekola

2. Kesiswaan • Tidak pernah diberi arahan dan tidak ada kontro
atasan atau oleh kepala sekolah tentang teknik
mengelola administrasi

• Kepala sekolah masih kurang memahami
pendokumenan tentang siswa dari diterima hing

• Kepala sekolah kurang memberdayakan tenaga
pendidik yang ada

bel 4
awasan Tahun 2019

Capaian Hasil Penyebab
ABCD

Ket: A = 91-100
B = 71-90
C = 55-75
D = 0-55

gnya V 1. Sekolah belum memiliki dokumen
perundang-undangan

2. Motivasi guru untuk membaca rendah

turan V Kepala sekolah telah menyadari akan
V pentingnya peraturan perundang-undangan
mi
ah saja V Kesadaran kepala sekolah untuk
mempelajarai berbagai buku tata kelola
ol oleh administ sudah mulai tumbuh

Kemampuan kepala sekolah tentang MBS
belum baik

gga lls V Kepala sekolah sudah memiliki kesadaran
V untuk melimpahkan sebagian tugas
manajerialnya kepada guru dan tenaga
kependidikan

36

No Komponen Permasalahan

3. Ketenagaan • Kepala sekolah kurang memberdayakan tenaga
4. Sarana dan Prasarana pendidik yang ada

5. Organisasi • Supervisi atasan/kepala sekolah terhadap berbag
kegiatan sangat kurang jelas,sebagian sekolah d
membagi tugas secara lisan saja

• Kepala sekolah kurang memperhatikan administ
sarana prasarana

• Kepala sekolah kurang peduli terhadap kondisi d
manfaat fasilitas sekolah

• Tidak ada program perawatan, pemeliharaan, da
pemanfaatan fasilitas dan sumber belajar

• Warga sekolah tidak diajak untuk memelihara d
merawat fasilitas sekolah (termasuk lingkungan
man)

• Kepala sekolah belum melengkapi struktur orga
dengan personil dan uraian tugasnya, termasuk
organisasi komite

• Kepala sekolah belum sepenuhnya melaksanaka
sekolah

6. Pembiayaan • Kepala sekolah belum melibatkan stake holder d
transparansi dalam menyusun RKAS dan RKT

Capaian Hasil Penyebab
ABCD

V

gai V Kepala sekolah belum mampu menyusun
alam program dan instrument supervisi
V pembelajaran
trasi V
V Kepala sekolah tidak melimpahkan sebagian
dan tugas manajerialnya kepada guru dan tenaga
kependidikan
an

dan V Kepala sekolah semakin menyadari
n/hala- pentingnya menjalin kerja sama dengan
V berbagai pihak
anisasi V
V Kepala sekolah sudah banyak yang
an gugus melengkapi strutur organisasi dengan personil
dan uraian tugasnya
dan
Kepala sekolah belum menyadari akan
pentingnya gugus sekolah sebagai wahana
peningkatan kemampuan professional guru

Kepala sekolah belum memiliki kemampuan
yang memadai untuk penyusunan RKT-
RKAS

37

No Komponen Permasalahan

7. Peran serta • Dalam pelaporan kepala sekolah masih
masyarakat mempercayakan pada guru/staf sehingga kadang
sekolah hanya sebatas mengetahui bukan mema
8. Rencana Kerja ekolah
• Kepala sekolah belum sepenuhnya memahami d
AKADEMIK memanfaatkan pentingnya peran serta masyarak
1. Administrasi kelas
• Masih banyak kepala sekolah yang belum bisa
dan PBM membuat RKS berdasar syarat, prinsip, dan kom
RKS

• Kepala sekolah dan guru belum sepenuhnya mem
tentang standar proses dan standar penilaian

• Kepala sekolah kurang memperhatikan persiapa
dalam PBM

• Masih ada guru yang belum memenuhi jam men
24 jam pelajaran

• Sebagian guru kurang mampu menganalisis mat
pelajaran dan hasil belajar siswa

• Supervisi administrasi KBM dan proses KBM o
kepala sekolah / guru senior sangat kurang

g kepala Capaian Hasil Penyebab
ahami ABCD
dan Kemampuan kepala sekolah dalam
kat V pengelolaan keuangan sekolah masih kurang

mponen V Kepala sekolah sudah mulai memahami
V pentingnya peran serta masyarakat
Kepala sekolah belum memiliki kemampuan
yang memadai untuk penyusunan RPS

mahami V Kemampuan guru dalam penyusunan program
an guru V dan pelaksanaan pembelajaran PAIKEM
ngajar V masih kurang

teri V Kemampuan kepala sekolah dalam
oleh V menganalisis RPP masih kurang

1. Guru kurang menyadari tanggung
jawabnya

2. Kepala sekolah kurang tegas terhadap
guru

Pembimbingan terhadap guru kurang matang,
sistematis, dan berkelanjutan

Kepala sekolah belum mampu menyusun
program dan instrumen supervise

38

No Komponen Permasalahan

• Umumnya kepala sekolah tidak membuat rekapi
terhadap guru yang telah membu at dan yang be
membuatperangkat pembelajaran

• Sebagian besar guru tidak menggunakan alat ba
alat peraga karena kurang mampu dalam membu
menggunakan alat peraga

Dari identifikasi dan analisis hasil pengawasan di atas akan ditentukan
dilakukan tindakan pemantauan, untuk hasil B, dilakukan tindakan pe
tindakan pembimbingan yang dilanjutkan dengan pendampingan, se
melalui workshop, pendampingan dan pemantauan secara intensifdan

Program pengawasan tahun 2019/2020 akan diutamakan pada perma
kategori C dan D, ditambah aspek-aspek baru yang mendesak dilakuk
bawah ini.

itulasi Capaian Hasil Penyebab
elum ABCD
Kepala sekolah belum memiliki buku
antu / V rekapitulasi pembuatan perangkat
uat dan pembelajaran oleh guru
V
1. Kesadaran akan pembelajaran PAIKEM
masih rendah

2. Guru kurang terampil mempergunakan
alat peraga

n tindakan pengawasan pada tahun berikutnya. Untuk capaian hasil A,
endampingan dan pemantauan, sedangkan terhadap hasil C, dilakukan
edangkan untuk capaian hasil D dilakukan tindakan pembimbingan
terprogram.

asalahan tahun lalu yang capaian hasil pengawasannya masih dalam
kan pada sekolah-sekolah binaan sebagaimana tertera pada tabel C di

39

C. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Sebagai Acuan Program P

Ta
Tindak Lanjut Hasil Pengawasan sebaga

No. SNP Komponen Permasalahan P
1. Standar Isi Peraturan p
perundang- • Masih kurangnya minat p
undangan pendidik dan tenaga
kependidikan dalam P
Kurikulum memahami berbagai peraturan p
perundang-undangan bidang k
pendidikan

•Rendahnya kemampuan
kepala sekolah dan guru
dalam memahami esensi
kurikulum sekolah

• Banyak kepala sekolah yang M
belum memberdayakan tim k
pengembang kurikulum k
sekolah

• Semua sekolah belum M

memiliki dokumen kurikulum ag

pelajaran Mulok Kabupaten k

Pengawasan

able 5
ai Acuan Program Pengawasan Tahun 2020

Alternatif Pemecahan Keterangan

Pemberian bimbingan melalui sosialisasi dan Sasaran :KS dan guru

pemberian motivasi untuk memahami Materi : Perundang-undangan
perundang-undangan bidang pendidikan
bidang pendidikan

Kegiatan : Sosialisasi

Pemberian bimbingan melalui sosialisasi dan Sasaran :KS dan guru

pemberian motivasi untuk memahami esensi Materi : Pedoman Penyusunan
kurikulum
Kurikulum dari BSNP

Kegiatan : Sosialisasi dan bedah
kurikulum

Memberi-kan bimbingan penyusu-nan Sasaran : KS danguru
kurikulum, dan membim-bing melakukan
kegiatan review dan revisi kurikulum Materi : Pedoman Penyusu-nan
Kurikulum dari BSNP

Kegiatan : Pembimbi-ngan dan
pendampi-ngan

Mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Sasaran :KS dan guru

gar segera memfasilitasi penyusu nan Materi : Mulok
kurikulum Mulok
Kegiatan : Menyampaikan

usulan kepada Kepala Dinas

40

No. SNP Komponen Permasalahan M
2. Standar Proses p
Penyusunan • Kepala sekolah dan guru
Program kurang memahami esensi
pengembangan diri
Pelaksanaan
PBM • Rendahnya kemampuan guru M
dalam menyusun program p
pembelajaran PAIKEM R
dengan pendekatan saintifik

• Masih rendahnya kemampuan M
guru dalam melaksanakan p
PBM PAIKEM dengan P
pendekatan saintifik

• Rendahnya kemampuan guru M
dalam menyusun instrumen in
penilaian HBS

• Rendahnya kemampuan guru M

dalam melakukan analisis H

HBS

• Rendahnya kemampuan guru M
dalam menyusun dan d
melaksanakan program tindak
lanjut(perbaikan /pengayaan)

Alternatif Pemecahan Keterangan
Membimbing guru dalam memahami esensi
pengembangan diri Sasaran : KS dan guru
Materi : Kurikulum Sekolah
Membim-bing guru dalam penyusunan Kegiatan : Sosialisasi
program pembelajaran (prota, promes, silabus,
RPP) Sasaran : KS dan guru
Materi : Paikem dan saintifik
Kegiatan : MKKS/MGMP

Membimbing guru melalui berbagai Sasaran : KS dan guru

pelatihan/simulasi praktik pembelajaran Materi : Paikem dan tematik
PAIKEM Kegiatan : MKKS/MGMP

Memberikan bimbingan teknik penyusunan Sasaran : KS dan guru
nstrumen penilaian HBS Materi : Instrumen penilaian
Kegiatan : Pembimbingan dan
Memberikan bimbingan teknik menganalisis pendampingan
HBS
Sasaran : KS dan guru
Memberikan bimbingan teknik penyusunan Materi : Instrumen penilaian
dan pelaksanaan program tindak lanjut Kegiatan : Pembimbingan dan
pendampingan

Sasaran : KS dan guru
Materi : Instrumen penilaian
Kegiatan : Pembimingan dan
pendampingan

41

No. SNP Komponen Permasalahan

• Masih banyaknya kepala M
sekolah yang belum p
melakukan supervisi
pembelajaran

3. Standar Kriteria KKM • Rendahnya kemampuan guru M
Kelulusan dalam menentukan KKM
sesuai prosedur
SKL
• Rendahnya kemampuan guru M
dalam menentukan SKL
dengan prosedur yang benar

4. Standar Pendidik Kompetensi • Rendahnya kompetensi M
dan Tenaga Pendidik (pedagogik, professional, g
Kependidikan kepribadian,dan solial) guru
sebagai pendidik profesional

• Rendahnya kinerja guru yang M

telah menerima tunjangan in

profesi se

• Rendahnya kemampuan guru M
dalam PTK

Alternatif Pemecahan Keterangan
Membimbing kepala sekolah dalam menyusun
program dan instrumen supervisi PBM Sasaran : KS dan guru
Materi : Instrumen penilaian
Membimbing guru dalam penyusunan KKM Kegiatan : Pembimingan dan
pendampingan
Membimbing guru dalam penyusunan SKL
Sasaran : KS dan guru
Memberikan bimbingan dan motivasi kepada Materi : Kurikulum Sekolah
guru agar meningkatkan kompetensinya Kegiatan : MKKS/MGMP

Membimbing dan memantau secara lebih Sasaran : KS dan guru
ntensif dan terprogram agar guru berusaha Materi : Kurikulum Sekolah
ecara sadar meningkatkan kinerjanya Kegiatan : MKKS/MGMP

Membimbing guru dalam penyusunan PTK Sasaran : KS dan guru
Materi : Permendiknas No. 16
Th. 2007
Kegiatan : Workshop dan
pendampingan

Sasaran : KS dan guru
Materi : Permendiknas No. 16
Th. 2007
Kegiatan : Pembinaan
berkelanjutan

Sasaran :KS dan guru
Materi : PTK
Kegiatan : Workshop dan

42

No. SNP Komponen Permasalahan

Pemenuhan Jam • Masih banyaknya guru mapel M
Pembelaja-ran yang belum memenuhi g
kewajiban mengajar 24 m
jam/minggu

• Masih banyaknya kepala M
sekolah yang secara riil k
mengajar 6 jam/minggu m

Pemenuhan • Masih banyak sekolah yang M
k
kebutuhan guru kekurangan guru g

dan tendik

• Mayoritas sekolah belum M

memiliki tenaga kependidikan k

5. Standar Sarana dan Ukuran dan • Banyaknya ukuran ruang M
(kelas, KS, guru, gudang, st
Prasarana Jumlah dll) yang belum memenuhi ak
standar

Alternatif Pemecahan Keterangan
pendampingan

Memberikan pembinaan secara persuasif agar Sasaran : KS dan guru
guru memenuhi kewajiban jam mengajar
minimal Materi : Permendiknas No.

Kegiatan : Pembinaan
berkelanjutan

Memberikan pembinaan secara persuasif agar Sasaran : KS dan guru
kepala sekolah memenuhi kewajiban jam
mengajar minimal Materi : Permendiknas No.

Kegiatan : Pembinaan
berkelanjutan

Memberikan bimbingan dan saran kepada Sasaran : KS dan
kepala sekolah untuk mengusulkan tambahan guru Materi : SNP
guru Kegiatan : Pembinaan

Memberi saran kepada kepala sekolah dan Sasaran : KS dan guru
komite untuk mengangkat tendik Materi : SNP
Kegiatan : Pembinaan dan saran

Membim-bing kepala sekolah untuk memahami Sasaran : KS dan guru
tandar sarpras yang ada dalam instrument
kreditasi Materi : Instrumen Akreditasi
Kegiatan : Sosialisasi dan
pendampingan

43

No. SNP Komponen Permasalahan

6. Standar • Banyaknya sekolah yang M
Pengelolaan jumlah kamar kecilnya belum st
memenuhi standar rasio ak
minimal

Laboratori-um • Mayoritas sekolah belum M
dan perpustaka- memiliki laboratorium dan st
an perpustakaan ak

MBS • Mayoritas kepala sekolah M
RKS belum melaksanakan MBS k
EDS secara benar, menyeluruh, se
dan terbuka

• Rendahnya kemampuan stake M
holder dalam menyusun RKS k
y

• Masih banyaknya sekolah M
yang belum mampu k
menyusun EDS

• Masih banyaknya sekolah M
yang belum memiliki k
dokumen RKT-RKAS

Alternatif Pemecahan Keterangan

Membim-bing kepala sekolah untuk memahami Sasaran : KS dan guru
tandar sarpras yang ada dalam instrumen Materi : Instrumen Akreditasi
kreditasi Kegiatan : Sosialisasi dan
pendampingan

Membim-bing kepala sekolah untuk memahami Sasaran : KS dan guru
tandar sarpras yang ada dalam instrumen Materi : Instrumen Akreditasi
kreditasi
Kegiatan : Sosialisasi dan
pendampingan

Membim-bing kepala sekolah agar melaksana- Sasaran: KS dan guru
kan MBS secara benar dalam mengelola
ekolah Materi : MBS
Kegiatan : Pembimbingan
dengan pendampingan

Membim-bing kepala sekolah, guru, dan Sasaran : KS dan guru
komite untuk melakukan kajian terhadap RKS Materi : RKS
yg dimiliki sekolah Kegiatan : Review dan revisi

Membim-bing kepala sekolah, guru, dan Sasaran : KS dan guru
komite dalam penyusu-nan EDS
Materi : EDS
Kegiatan : Pembimbi-ngan dan
pendampi-ngan

Membim-bing kepala sekolah, guru, dan Sasaran : KS dan guru
komite dalam penyusu-nan RKT-RKAS Materi : RKT-RKAS / RAPBS

Kegiatan : Pembimbingan dan
pendampingan

44

No. SNP Komponen Permasalahan M
se
7. Standar Pengelolaan • Masih banyaknya sekolah b
Pembiayaan Keuangan yang pengelolaan
keuangannya belum sesuai
dengan RKAS

LPJ • Masih banyaknya sekolah M
yang menyampaikan LPJ p
8. Standar Penilaian Rancangan keuangan tidak tepat waktu,
penilaian kurang akuntabel, dan kurang
transparan

• Kurangnya kemampuan guru M
dalam melakukan penilaian p
sesuai rancangan dalam
silabus

PTS, PAS, dan • Masih banyak sekolah yang M
PKK belum melakukan koordinasi se
melalui rapat sekolah p
bersama stake holder dalam
pelaksanaan PTS,PAS,PKK

US/UN • Masih banyaknya sekolah M
yang menentukan nilai rata- sk
rata sebagai kriteria kelulusan k
di bawah 6,00

Alternatif Pemecahan Keterangan

Memberi saran dan motivasi kepada kepala Sasaran : KS dan guru
ekolah dan bendahara untuk senantiasa
berpedo-man pada RKAS dalam berbelanja Materi : Buku keuangan dan
RKAS

Kegiatan : Pembimbi-ngan dan
pendampi-ngan

Membim-bing dan memberi saran tentang Sasaran : KS dan guru
penyusu-nan LPJ keuangan
Materi : Buku keuangan dan
LPJ

Kegiatan : Pembimbingan dan
pendampingan

Membim-bing guru dalam melakukan penilaian Sasaran : KS dan guru
pembelaja-ran dengan memperha-tikan silabus
Materi : Permendiknas no. 20
dan 41 Th. 2007

Kegiatan : Pembinaan
berkelanjutan

Memberikan bimbingan kepada kasek agar Sasaran : KS dan guru
elalu berkoordinasi dengan pihak terkit Materi : Instrumen akreditasi
penyelenggaraan PTS, PAS, PKK
Kegiatan : Sosialisasi dan
pendampingan

Memberikan arahan, saran, dan motivasi agar Sasaran : KS dan guru
kolah meningkatkan nilai rata-rata sebagai
kriteria kelulusan Materi : Instrumen akreditasi
Kegiatan : Sosialisasi dan
pendampingan

45

No. SNP Komponen Permasalahan

• Masih banyaknya sekolah M
yang menentukan nilai se
minimal sebagai criteria k
kelulusan di bawah 5,00

Alternatif Pemecahan Keterangan

Memberikan arahan, saran, dan motivasi agar Sasaran : KS dan guru
ekolah meningkatkan nilai minimal sebagai Materi : Instrumen akreditasi
kriteria kelulusan Kegiatan : Sosialisasi dan
pendampingan

46

BAB III PROGRAM PEN

Program tahunan pengawasan sekolah terkait langsung dengan sasaran
a. Pembinaan Guru dan/ atau Kepala Sekolah
b. Pemantauan Pelaksanaan SNP
c. Penilaian Kinerja Guru dan/ atau Kepala Sekolah
d. Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan/atau K

A. Program Pembinaan Guru dan/ atau Kepala Sekolah

Ta
Program Tahu

No Program Supervisi Akademik dan Manajerial Uraian Kegiatan (P
Pelaksanaan SN
A /Pembimbin
1. Profesionalisme
Se

PROGRAM PEMBINAAN GURU

PERENCANAAN PEMBELAJARAN Melakukan pendam
a. Program tahunan dan program semester meningkatkan kem
b. Silabus menyusun adminis
c. RPP pembelajaran/Prog
d. KKM (Prota/promes/sila

47

NGAWASAN SEKOLAH
n kepala sekolah dan guru binaan yang terdiri dari uraian kegiatan:

Kepala Sekolah

able 6 : Target yang Keterangan (Nama Sekolah
unan Pengawasan Diharapkan Binaan)

Pembinaan/Pemantauan
NP/Penilaian Kinerja
ngan dan Pelatihan
e guru dan/atau Kepala
ekolah)

mpingan dalam 100% guru SMKN 1 Mempura
mampuan Guru memiliki SMKN 1 Tualang
strasi perencanaan Prota/promes/silab SMKS YPPI Tualang
gram Bimbingan us/RPP/KKM/jurnal SMKS Pro Skill Indonesia
abus/RPP/KKM/jurnal) SMKN 1 Minas
SMKN 1 Kandis
SMKS Baiturrahman

7

2. Pelaksanaan Pembelajaran Melakukan pendam

1. Pendahuluan meningkatkan kem
Kegiatan Inti meliputi kegitan tatap muka, proses pelaksanaan
PT dan KMTT, Tatap Muka melalui /bimbingan

dilakukan melalui kegiatan : pendekatan

saintifik dan Eksplorasi, Elaborasi,

Konfirmasi

2. Penutup

3. Penilaian Pembelajaran Melakukan pendam

Teknik Penilaian : Penilaian dilakukan melalui guru dalam menin
melaksankan penil
Tes,Penugasan Terstruktur dan Kegiatan

Mandiri Tidak Terstruktur, Pengamatan peserta didik

(penilaian Ahlak Mulia dan Kepribadian)

a. Program Remediaal

b. Analisis Ulangan Harian

4. Kegiatan Tambahan Pemantauan pelak
a. Program bimbingan Siswa (wajib/ Pramuka m

b. Program Peningkatan Mutu Lulusan
c. Program Pengembangan Diri minat dan

bakat melalui Bimbingan Karir dan
Kegiatan Ekstrakurikuler

d. Kegiatan KIR

e. Dll

48


Click to View FlipBook Version