The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Merupakan panduan bagi terapis yang akan mengikuti ujikompetensi penyehat tradisional gusmus raksa jasad.
berisi persyaratan, materi, contah format pelaporan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dadang Kusmayadi, 2024-01-26 02:49:56

PABDUAN SERTIFIKASI PENYEHAT TRADISIONAL GUSMUS RAKSA JASAD LEVEL ADVANCE

Merupakan panduan bagi terapis yang akan mengikuti ujikompetensi penyehat tradisional gusmus raksa jasad.
berisi persyaratan, materi, contah format pelaporan

Keywords: lsp,pgrj,nursunda

PANDUAN UJI KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI ADVANCE PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENYEHAT TRADISIONAL GUSMUS RAKSA JASAD 2024


PENGERTIAN Sertifikasi adalah sebuah penetapan yang dapat diberikan oleh pihak organisasi atau asosiasi profesi terhadap seseorang yang menjadi tanda jika pihak yang bersangkutan telah memenuhi standar kompetensi tertentu “Sertifikasi kompetensi kerja adalah suatu proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Kerja Indonesia, Standar Internasional, dan/atau Standar Khusus.” (Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012) TUJUAN SERTIFIKASI 1. Pengakuan profesi 2. Mewujudkan keunggulan kompetitif 3. Meningkatkan potensi penghasilan DASAR SERTIFIKASI PT_PGRJ 1. SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonsia) Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 170 Tahun 2016 Tentang


Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship 2. SKKK (Standar Kompetensi Keja Khusus) Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia No.: Kep/1664/LP.00.00/XII/2020 Tahun 2020. tentang Registrasi Standar Kompetensi Kerja Khusus Bidang Penyehat Tradisional Keterampilan Gusmus Raksa Jasad


KOMPETENSI ADVANCE


PERSYARATAN SERTIFIKASI ADVANCE No. Bukti Persyaratan Dasar Ada Tidak Memenuhi Ada Syarat Tidak Memenuhi Syarat A Persyaratan umum 1 Foto Copi KTP ☐ ☐ ☐ 2 Foto Copi KK ☐ ☐ ☐ 3 Foto Copy Ijazah terakhir ☐ ☐ 4 Foto Copy KTA ☐ ☐ ☐ 5 Surat Rekomendasi ikut sertifikasi dari ketua Koordinat ☐ ☐ ☐ 6 Pas Foto berwarna 3x4 2 lembar ☐ ☐ ☐ 7 Materai 10.000 1 lembar ☐ ☐ ☐ B Persyaratan Dasar 1. Fotocopy Sertifikat Kompetensi Penyehat Tradisional level Basic atau; ☐ ☐ ☐ 2. Memiliki Sertifikat Pelatihan Penyehat Tradisional level Advance ☐ ☐ ☐


Minimal 72 Jam Pelajaran (JPL) dan; 3. Surat Keterangan Magang Tingkat Advance selama 4 kali pertemuan ☐ ☐ ☐ C Bukti Pendukung 1 Lembar format pjl / anamnesa 40 sesuai gangguan sistem lanjutan 1 (pencernaan, pernafasan, persarafan) ☐ ☐ ☐ 2 Logbook 100 PJL ☐ ☐ ☐ 3 laporan pertemuan pelanggan ☐ ☐ ☐ 4 laporan bulanan terapis ☐ ☐ ☐


MATERI KOMPETENSI ADVANCE


LAMPIRAN


FR.APL.01. PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1 : Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumlan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini. a. Data Pribadi Nama lengkap : No. KTP/NIK/Paspor : Tempat / tgl. Lahir : Jenis kelamin : Laki-laki / Wanita *) Kebangsaan : Alamat rumah : Kode pos : No. Telepon/E-mail : Rumah : Kantor : : HP : E-mail : Kualifikasi Pendidikan : *Coret yang tidak perlu b. Data Pekerjaan Sekarang Nama Institusi / Perusahaan : Jabatan : Alamat Kantor : Kode pos : No. Telp/Fax/E-mail : Telp : Fax : E-mail : Bagian 2 : Data Sertifikasi Tuliskan Judul dan Nomor Skema Sertifikasi yang anda ajukan berikut Daftar Unit Kompetensi sesuai kemasan pada skema sertifikasi untuk mendapatkan pengakuan sesuai dengan latar belakang pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja yang anda miliki. Skema Sertifikasi (KKNI/Okupasi/Klaster) Judul : Penyehat Tradisional level advance Nomor : 039/SKM-LSP/MGRJ/III/2021 Tujuan Asesmen : Sertifikasi


Sertifikasi Ulang Pengakuan Kompetensi Terkini (PKT) Rekognisi Pembelajaran Lampau Lainnya Daftar Unit Kompetensi sesuai kemasan: No. Kode Unit Judul Unit Jenis Standar (Standar Khusus/Standar Internasional/SKKNI) 1. Q86GMRJ01.001.1 Melakukan Pemeriksaan Gangguan Keseimbangan Sistem Tubuh Dengan Terapi Raksa Jasad SKKK /1664 / 2020 Tentang Bidang Penyehat Tradisional Gusmus Raksa Jasad dan SKKNI 176/2016 Tentang Bidang Manajemen Hubungan Pelanggan 2. Q86GMRJ01.002.1 Menerapkan Stimulasi Dasar Terapi Gusmus Raksa Jasad 3. Q86GMRJ01.003.1 Membuat Pelaporan Hasil Aplikasi Terapi Gusmus Raksa Jasad 4 Q86GMRJ01.004.1 Mengevaluasi Hasil Terapi Gusmus Sesuai Gangguan Keseimbangan Tubuh 5 M.702093.009.01 Menyusun Rencana Pertemuan Pelanggan 6 M.702093.010.01 Mengelola Pertemuan Pelanggan 7 Q86GMRJ01.007.1 Mengklasifikasikan Akar Masalah Gangguan Struktur Dan Fungsi Tubuh Lanjutan 1 (Satu) .8 Q86GMRJ01.008.1 Menerapkan Aplikasi Lanjutan 1 (satu) Gusmus Raksa Jasad Bagian 3 : Bukti Kelengkapan Pemohon 3.1 Bukti Persyaratan Dasar Pemohon No. Bukti Persyaratan Dasar Ada Memenuhi Tidak Ada Syarat Tidak Memenuhi Syarat 1. Fotocopy Sertifikat Kompetensi Penyehat Tradisional level Basic atau; ☐ ☐ 2. Memiliki Sertifikat Pelatihan Penyehat Tradisional level Advance Minimal 72 Jam Pelajaran (JPL) dan; ☐ ☐ 3. Surat Keterangan Magang Tingkat Advance selama 4 kali pertemuan ☐ ☐


3 . 2 BUKTI PENDUKUNG YANG LAIN No. BUKTI PENDUKUNG YANG RELEVAN Ada Memenuhi Tidak Ada Syarat Tidak Memenuhi Syarat 1. Rekaman aplikasi lanjutan 1 sebanyak 40 PJL Baru persistem lanjutan 1 (satu) ☐ ☐ 2. Logbook yang ditanda tangani pengguna jasa layanan (PJL) ☐ ☐ 3. ☐ ☐ Rekomendasi (diisi oleh LSP): Berdasarkan ketentuan persyaratan dasar, maka pemohon: Diterima/ Tidak diterima *) sebagai peserta sertifikasi * coret yang tidak sesuai Pemohon/ Kandidat : Nama Tanda tangan/ Tanggal Catatan : Admin LSP : Nama No. Reg Tanda tangan/ Tanggal


FR.APL.02. ASESMEN MANDIRI Skema Sertifikasi Okupasi Judul : Penyehat Tradisional Level Advance Nomor : 02/KM/LSP-MGRJ/III/2021 PANDUAN ASESMEN MANDIRI Instruksi: Baca setiap pertanyaan di kolom sebelah kiri Beri tanda centang ( ) pada kotak jika Anda yakin dapat melakukan tugas yang dijelaskan. Isi kolom di sebelah kanan dengan mendaftar bukti yang Anda miliki untuk menunjukkan bahwa Anda melakukan tugas-tugas ini. Unit Kompetensi 1 Kode : Q86GMRJ01.001.1 Judul : Melakukan Pemeriksaan Gangguan Keseimbangan Tubuh Dengan Terapi Raksa Jasad Dapatkah Saya ....................? K BK Bukti yang relevan 1. Elemen: Mempersiapkan konsep keseimbangan sistem tubuh Kriteria Unjuk Kerja : 1.1. Konsep keseimbangan sistem tubuh direncanakan sesuai kebutuhan. 1.2. Formulir wawancara disiapkan sesuai ketentuan. 1.3. Konsep keseimbangan sistem tubuh diidentifikasi sesuai prosedur. 1.4. Hasil identifikasi diklasifikasikan sesuai kaidah Gusmus Raksa Jasad ☐ ☐ 1. Sertifikat Pelatihan 2. Logbook 2. Elemen: Merencanakan tahapan terapi Gusmus Raksa Jasad Kriteria Unjuk Kerja: 2.1. Aplikasi terapi dasar ditetapkan sesuai hasil klasifikasi. 2.2. Rencana terapi disampaikan kepada pengguna jasa layanan. 2.3. Penetapan hasil klasifikasi didokumentasikan sesuai prosedur ☐ ☐ logbook Unit Kompetensi 2 Kode : Q86GMRJ01.002.1 Judul : Menerapkan Stimulasi Dasar Terapi Gusmus Raksa Jasad. Dapatkah Saya ? K BK Bukti yang relevan 1. Elemen: Merencanakan terapi secara sederhana Kriteria Unjuk Kerja: 1.1 Jadwal terapi disusun sesuai kebutuhan. 1.2 Alat dan bahan disiapkan sesuai kebutuhan. 1.3 Hasil klasifikasi pada gangguan sistem tubuh disiapkan sesuai ketentuan. 1.4 Tahapan terapi ditentukan berdasarkan kaidah yang ditentukan ☐ ☐ logbook 2. Elemen: Memberikan konsep sehat atau sakit berdasarkan empat pola Kriteria Unjuk Kerja: 2.1. Empat pola penyebab sehat sakit dijelaskan kepada pengguna jasa layanan sesuai hasil klasifikasi yang ditetapkan. 2.2. Tahapan terapi disampaikan kepada pengguna jasa layanan sesuai kaidah yang ditentukan. ☐ ☐ 1. Sertifikat Pelatihan 2. Logbook


3. Elemen: Melakukan stimulasi pada zona tubuh Kriteria Unjuk Kerja: 3.1 Stimulasi titik sakit dilakukan sesuai prosedur. 3.2 Stimulasi enam titik istimewa dilakukan sesuai kaidah Gusmus Raksa Jasad. 3.3 Rencana tindak lanjut ditetapkan sesuai kebutuhan ☐ ☐ Logbook Unit Kompetensi 3 Kode : Q86GMRJ01.003.1 Judul : Membuat Pelaporan Hasil Aplikasi Terapi Gusmus Raksa Jasad Dapatkah Saya ? K BK Bukti yang relevan 1. Elemen: Menyiapkan bahan laporan aplikasi terapi Kriteria Unjuk Kerja: 1.1. Format laporan disiapkan sesuai kebutuhan. 1.2. Rencana laporan disusun berdasarkan hasil aplikasi terapi. ☐ ☐ logbook 2. Elemen: Menyusun laporan hasil aplikasi terapi Kriteria Unjuk Kerja: 2.1. Data yang telah dikumpulkan diolah sesuai ketentuan. 2.2. Laporan hasil aplikasi terapi disusun sesuai ketentuan. ☐ ☐ Unit Kompetensi 4 Kode : Q86GMRJ01.004.1 Judul : Mengevaluasi Hasil Aplikasi Gusmus Raksa Jasad Sesuai Gangguan Keseimbangan Sistem Tubuh Dapatkah Saya ? K BK Bukti yang relevan 1. Elemen: Melakukan evaluasi hasil aplikasi Gusmus Raksa Jasad Kriteria Unjuk Kerja: 1.1 Hasil aplikasi terapi dievaluasi sesuai prosedur. 1.2 Hasil evaluasi diolah sesuai kebutuhan ☐ ☐ 2. Elemen: Menetapkan rencana tindak lanjut Kriteria Unjuk Kerja: 2.1. Hasil evaluasi disampaikan kepada pengguna jasa layanan. 2.2. Rencana tindak lanjut disusun sesuai hasil evaluasi. ☐ ☐ Unit Kompetensi 5 Kode : M.702093.009.01 Judul : Menyusun Rencana Pertemuan Pelanggan Dapatkah Saya ? K BK Bukti yang relevan 1. Elemen: Memilih data pelanggan Kriteria Unjuk Kerja: 1.1 Data pelanggan dikelompokkan berdasarkan kebutuhan. 1.2 Kelompok data pelanggan dipilih berdasarkan skala prioritas perusahaan ☐ ☐


2. Elemen: Menentukan kelengkapan untuk pertemuan pelanggan Kriteria Unjuk Kerja: 2.1. Perlengkapan untuk pertemuan pelanggan diidentifikasi. 2.2. Perlengkapan untuk pertemuan pelanggan ditentukan berdasarkan kebutuhan ☐ ☐ 3. Elemen: Membuat jadwal dan tempat pertemuan pelanggan Kriteria Unjuk Kerja 3.1. Format jadwal pertemuan pelanggan disusun. 3.2. Jadwal pertemuan pelanggan dibuat dengan konfirmasi dari pelanggan. 3.3. Lokasi pertemuan pelanggan dibuat dengan konfirmasi dari pelanggan ☐ ☐ Unit Kompetensi 6 Kode : M.702093.010.01 Judul : Mengelola Pertemuan Pelanggan Dapatkah Saya ? K BK Bukti yang relevan 1. Elemen: Memelihara pelaksanaan jadwal pertemuan pelanggan Kriteria Unjuk Kerja: 1.1 Jadwal pertemuan pelanggan dimonitor secara berkala. 1.2 Efektivitas jadwal pertemuan pelanggan dievaluasi berdasarkan target yang telah ditentukan. 1.3 Penyimpangan terhadap pelaksanaan jadwal pertemuan pelanggan dievaluasi berdasarkan ketentuan yang berlaku. ☐ ☐ 2. Elemen: Menyiapkan pelayanan yang diinginkan pelanggan berdasarkan standar pelayanan Kriteria Unjuk Kerja: 2.1. Standar mutu pelayanan disesuaikan dengan harapan pelanggan. 2.2. Pedoman standar teknis pelayanan disusun berdasarkan hasil standar mutu pelayanan. 2.3. Pedoman standar teknis pelayanan dijelaskan sebelum bertemu dengan pelanggan ☐ ☐ 3. Elemen: Memberikan fasilitas dan layanan berkualitas Kriteria Unjuk Kerja: 3.1. Fasilitas dan layanan yang berkualitas dijelaskan. 3.2. Fasilitas dan layanan yang berkualitas diindentifikasi sesuai kebutuhan. 3.3. Fasilitas dan layanan yang berkualitas disediakan sesuai dengan kebutuhan. . ☐ ☐


Unit Kompetensi 7 Kode : Q86GMRJ01.008.1 Judul : Mengklasifikasikan Akar Masalah Gangguan Struktur Dan Fungsi Tubuh Lanjutan 1 (Satu) Dapatkah Saya ? K BK Bukti yang relevan 1. Elemen: Mengenali struktur dan fungsi tubuh lanjutan 1 (satu) Kriteria Unjuk Kerja: 1.1. Struktur dan fungsi tubuh lanjutan 1 (satu) dikenali sesuai kaidah Gusmus Raksa Jasad. 1.2. Gangguan keseimbangan sistem tubuh diindentifikasi berdasarkan gangguan fungsi. ☐ ☐ 2. Elemen: Membuat klasifikasi akar masalah gangguan sistem tubuh lanjutan 1 (satu) Kriteria Unjuk Kerja: 2.1. Akar masalah ditetapkan berdasarkan hasil identifikasi. 2.2. Gangguan keseimbangan sistem tubuh diklasifikasikan berdasarkan akar masalah. 2.3. Gangguan keseimbangan sistem tubuh disampaikan kepada pengguna jasa layanan. ☐ ☐ Unit Kompetensi 8 Kode : Q86GMRJ01.009.1 Judul : Menerapkan Aplikasi Terapi Lanjutan 1 (Satu) Gusmus Raksa Jasad Dapatkah Saya ? K BK Bukti yang relevan 1. Elemen: Merencanakan aplikasi terapi lanjutan 1 (satu) pada gangguan sistem tubuh Kriteria Unjuk Kerja: 1.1. Keluhan utama diindentifikasi berdasarkan gangguan sistem tubuh. 1.2. Tahapan aplikasi terapi lanjutan 1 (satu) ditetapkan berdasarkan hasil identifikasi. ☐ ☐ 2. Elemen: Melakukan komunikasi terarah sesuai metode aplikasi terapi lanjutan 1 (satu) Kriteria Unjuk Kerja: 2.1. Informasi diberikan kepada pengguna jasa layanan sesuai hasil identifikasi. 2.2. Tahapan aplikasi terapi lanjutan 1 (satu) disampaikan kepada pengguna jasa layanan sesuai kaidah yang ditentukan. ☐ ☐ 3. Elemen: Melakukan aplikasi terapi lanjutan 1 (satu) berdasarkan gangguan sistem tubuh Kriteria Unjuk Kerja: 3.1 Aplikasi terapi lanjutan 1 (satu) dilakukan berdasarkan hasil identifikasi. 3.2 Aplikasi terapi lanjutan 1 (satu) Gusmus Raksa jasad dilakukan sesuai prosedur. ☐ ☐


4. Elemen : Melakukan evaluasi terhadap aplikasi terapi lanjutan 1 (satu) yang dilakukan Kriteria Unjuk Kerja: 4.1 Aplikasi terapi lanjutan 1 (satu) dievaluasi sesuai prosedur. 4.2 Hasil evaluasi digunakan untuk rencana tindak lanjut sesuai kaidah yang ditentukan. 5


Nama Asesi: Tanggal: Tanda Tangan Asesi: Ditinjau oleh Asesor: Nama Asesor: Rekomendasi: Tanda Tangan dan Tanggal: Diadaptasi dari template yang disediakan di Departemen Pendidikan dan Pelatihan, Australia. Merancang instrumen asesmen dalam VET. 2 8


2024 BUKU MODULKETERAMPILAN PENYEHAT TRADISIONAL LEVEL BASIC PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENYEHAT TRADISIONAL GUSMUS RAKSA JASAD


1 BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Umum Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan mampu melakukan keterampilan Penyehat Tradisional Gusmus Raksa Jasad Level Basic B. Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus mempelajari buku informasi keterampilan Penyehat Tradisional Gusmus Raksa Jasad Level Basic ini adalah memfasilitasi peserta pelatihan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Melakukan Pemeriksaan Gangguan Keseimbangan Sistem Tubuh Dengan Terapi Raksa Jasad 2. Menerapkan Stimulasi Dasar Terapi Gusmus Raksa Jasad 3. Membuat Pelaporan Hasil Aplikasi Terapi Gusmus Raksa Jasad 4. Mengevaluasi Hasil Terapi Gusmus Sesuai Gangguan Keseimbangan Tubuh 5. Menyusun Rencana Pertemuan Pelanggan 6. Mengelola Pertemuan Pelanggan 7. Mengklasifikasikan Akar Masalah Gangguan Keseimbangan Sistem Tubuh 8. Menerapkan Aplikasi Terapi Dasar Gusmus Raksa Jasad


2 BAB II KOMPETENSI KETERAMPILAN PENYEHAT TRADISIONAL LEVEL BASIC A. KONSEP KESEIMBANGAN SISTEM TUBUH 1. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menguasai konsep keseimbangan sistem tubuh Judul Materi : KONSEP KESEIMBANGAN SISTEM TUBUH Tujuan Instruksional Umum : Setelah pembelajaran peserta mampu menguasai konsep keseimbangan sistem tubuh Tujuan Instruksional Khusus : Setelah pembelajaran peserta dapat : a. Menjelaskan definisi sehat dan sakit b. Menjelaskan sehat bermasalah c. Menyebutkan proses terjadinya penyakit d. Menyebutkan konsep keseimbangan sistem tubuh e. Menjelaskan pergerakan lima unsur f. Menyebutkan fenomena organ Waktu Pelatihan : Teori : 4 JPL Praktek :


3 KONSEP SEHAT SAKIT A. Definisi Sehat Arti kesehatan menurut para pakar kesehatan yaitu suatu situasidan kondisi sejahtera dimana tubuh manusia, jiwa, serta sosial yang sangat memungkinkan tiap-tiap orang hidup produktif dengan cara sosial dan juga ekonomis. UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa, “kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental atau psikis, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi” Sehat diartikan sebagai bentuk keseimbangan yang tercipta dalam tubuh seseorang sehingga terjadinya gerak yang fungsional dari setiap organ pada tubuh manusia (Agus Muslim). B. Definisi Sakit S akit merupakan suatu keadaan yang kurang menyenangkan yang dirasakan seseorang serta menghambat aktifitas, baik secara jasmani dan rohani sehingga seseorang tersebut tidak bisa menjalankan fungsi dan perannya secara normal dalam masyarakat. T o l a k ukur atau acuan yang paling mudah untuk menentukan kondisi sakit atau penyakit adalah jika terjadi perubahan dari nilai batas normal yang telah ditetapkan Menurut Parson, sakit adalah kondisi dimana terjadi ketidakseimbangan dari fungsi normal tubuh manusia, termasuk sistem biologis dan kondisi penyesuaian.


4 Menurut Borman, ada 3 kriteria keadaan sakit, yaitu adanya gejala, persepsi terhadap kondisi sakit yang dirasakan serta menurunnya kemampuan dalam beraktivitas sehari-hari. C. Sehat bermasalah Sehat bermasalah adalah suatu kondisi pada rentang sehat menuju sakit, tapi individu masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena dipengaruhi oleh persepsi yang dimilikinya, yang apa bila dibiarkan maka akan jatuh pada posisi sakit. Kondisi sehat bermasalah memerlukan perawatan preventif (perawatan pencegahan) dalam rangka pemeliharaan fungsi tubuh dan peningkatan status kesehatannya agar individu tidak jatuh pada kondisi sakit dan bisa mendapatkan nilai yang maksimal dalam kehidupannya.


5 KONSEP TERJADINYA PENYAKIT A. Teori Terjadinya Penyakit Penyakit merupakan salah satu gangguan kehidupan manusia yang telah dikenal orang sejak dahulu. Pada mulanya, konsep terjadinya didasarkan pada adanya gangguan makhluk halus atau karena kemurkaan dari yang maha pencipta hingga saat ini, masih banyak kelompok masyarakat di negara berkembang yang menganut konsep tersebut. Di lain pihak masih ada gangguan kesehatan/penyakit yang belum jelas penyebabnya, maupun proses kejadian. Pada tahap berikutnya, Hipocrates telah mengembangkan teori bahwa timbulnya penyakit disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang meliputi air, udara, tanah, cuaca, dan lain sebagainya. Namun demikian dalam teori tidak dijelaskan bagaimana kedudukan manusia dalam interaksi tersebut, serta tidak dijelaskan faktor lingkungan bagaimana yang dapat menimbulkan penyakit. Pada kehidupan masyarakat Cina dikenal pula teori terjadinya penyakit yang timbul karena adanya gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh manusia (teori humoral). Dalam teori ini dikatakan bahwa dalam tubuh manusia ada empat macam cairan, yaitu cairan putih, kuning, merah, dan hitam. Bila terjadi gangguan keseimbangan pada jenis cairan mana yang bersifat dominan. Hingga saat ini, teori tersebut masih merupakan dasar dalam sistem pengobatan Cina tradisional.


6 B. Konsep penyebab dan proses terjadinya penyakit Pengertian penyebab penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat ke suatu proses kejadian penyakit, yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya,(biologis, filosofis, psikologis, sosiologis, antropologis) dengan penyebab, (agent) serta dengan lingkungan (environment). Hubungan interaksi Host. Keadaan keseimbangan interaksi Host, Agent, dan Environment Dalam teori keseimbangan, maka interaksi antara ketiga unsur tersebut harus dipertahankan keadaan keseimbangannya. Dan bila terjadi gangguan keseimbangan antara ketiganya, akan menyebabkan timbulnya penyakit tertentu. Pada keadaan normal, kondisi keseimbangan proses interaksi tersebut dapat dipertahankan. Melalui intervensi alamiah terhadap salah satu dari ketiga unsur tersebut di atas, maupun melalui usaha tertentu manusia dalam bidang pencegahan maupun dalam bidang peningkatan derajat kesehatan.


7 a. Agent / Penyebab Pada umumnya, kejadian penyakit disebabkan oleh berbagai unsur yang secara bersama-sama mendorong terjadinya penyakit. Namun demikian, secara dasar, unsur penyebab penyakit dapat dibagi dalam dua bagian utama yakni: • penyebab kausal primer, dan • penyebab kausal sekunder. 1) Penyebab Kausal Primer Unsur ini dianggap sebagai faktor kausal terjadinya penyakit, dengan ketentuan bahwa walaupun unsur ini ada, belum tentu terjadi penyakit, tetapi sebaliknya. Pada penyakit tertentu, unsur ini dijumpai sebagai unsur penyebab kausal. Unsur penyebab kausal ini dapat dibagi dalam 5 kelompok utama. a) Unsur penyebab biologis yakni semua unsur penyebab yang tergolong makhluk hidup termasuk kelompok mikro-organisme seperti virus, bakteri, protozoa, jamur, kelompok cacing, dan insekta. Unsur penyebab ini pada umumnya dijumpai pada penyakit infeksi dan penyakit menular. b) Unsur penyebab nutrisi yakni semua unsur penyebab yang termasuk golongan zat nutrisi dan dapat menimbulkan penyakit tertentu karena kekurangan maupun kelebihan zat nutrisi tertentu seperti protein, lemak, hidrat arang, vitamin, mineral, dan air.


8 c) Unsur penyebab kimiawi yakni semua unsur dalam bentuk senyawaan kimia yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan/penyakit tertentu. Unsur ini pada umumnya berasal dari luar tubuh termasuk berbagai jenis zat racun, obat-obatan keras, berbagai senyawaan kimia tertentu, dan lain sebagainya. Bentuk senyawaan kimia ini dapat berbentuk padat, cair, uap, maupun gas. Ada pula senyawaan kimiawi sebagai hasil produk tubuh (dari dalam) yang dapat menimbulkan penyakit tertentu seperti ureum, kolesterol, dan lain-lain. d) Unsur penyebab fisika yakni semua unsur yang dapat menimbulkan penyakit melalui proses fisika umpamanya panas (luka bakar), irisan, tikaman, pukulan (rudapaksa), radiasi, dan lain-lain. Proses kejadian penyakit dalam hal ini terutama melalui proses fisika yang dapat menimbulkan kelainan dan gangguan kesehatan. e) Unsur penyebab psikis yakni semua unsur yang bertalian dengan kejadian penyakit gangguan jiwa serta gangguan tingkah laku sosial. Unsur penyebab ini belum jelas proses dan mekanisme kejadian dalam timbulnya penyakit, bahkan sekelompok ahli lebih menitikberatkan kejadian penyakit pada unsur penyebab genetika. Dalam hal ini kita harus berhatihati terhadap faktor kehidupan sosial yang bersifat nonkausal serta lebih menampakkan diri dalam


9 hubungannya dengan proses kejadian penyakit maupun gangguan kejiwaan. 2) Penyebab Nonkausal (Sekunder) Penyebab sekunder merupakan unsur pembantu/penambah dalam proses kejadian penyakit dan ikut dalam hubungan sebab akibal terjadinya penyakit. Dengan demikian, maka dalam setiap analisis penyebab penyakit dan hubungan sebab ikibat terjadinya penyakit, kita tidak hanya terpusat pada penyebab kausal primer semata, tetapi harus memperhatikan semua unsur lain di luar unsur penyebab kausal primer. Hal ini didasarkan pada ketentuan bahwa pada umumnya kejadian setiap penyakit sangat dipengaruhi oleh berbagai unsur yang berinteraksi dengan unsur penyebab dan ikut dalam proses sebab akibat. Sebagai contoh pada penyakit kardiovaskuler, tuberkulosis, kecelakaan lalu lintas, dan lain sebagainya, kejadiannya tidak dibatasi hanya pada penyebab kausal saja, tetapi harus dianalisis dalam bentuk suatu rantai sebab akibat di mana peranan unsur penyebab sekunder sangat kuat dalam mendorong penyebab kausal primer untuk dapat secara bersama-sama menimbulkan penyakit. b. Unsur Pejamu (Host) Unsur pejamu (host) terutama pejamu manusia dapat dibagi dalam dua kelompok sifat umum yaitu : pertama, sifat yang erat hubungannya dengan manusia sebagai makhluk biologis dan kedua, sifat manusia sebagai makhluk sosial.


10 1) Manusia sebagai makhluk biologis memiliki sifat biologis tertentu seperti: • Umur, jenis kelamin, ras, dan keturunan; • Bentuk anatomis tubuh; • Fungsi fisiologis atau faal tubuh; • Keadaan imunitas serta reaksi tubuh terhadap berbagai unsur dari luar maupun dari dalam tubuh sendiri; • Kemampuan interaksi antara pejamu dengan penyebab secara biologis; dan • Status gizi dan status kesehatan secara umum 2) Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai berbagai sifat khusus seperti: • Kelompok etnik termasuk adat, kebiasaan, agama, dan hubungan keluarga serta hubungan sosial kemasyarakatan: • Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial sehari-hari termasuk kebiasaan hidup sehat. c. Unsur Lingkungan (Environment) Unsur lingkungan memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan terjadinya proses interaksi antara pejamu dengan unsur penyebab dalam proses terjadinya penyakit. Secara garis besamya, maka unsur lingkungan dapat dibagi dalam tiga bagian utama. 1) Lingkungan biologis Segala flora dan fauna yang berada di sekitar manusia yang antara lain meliputi:


11 • berbagai mikro organisme patogen dan yang tidak patogen; • berbagai binatang dan tumhuhan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, baik sebagai sumber kehidupan (bahan makanan dan obatobatan), maupun sebagai reservoar/sumber penyakit atau pejamu antara (host intermedia); dan • fauna sekitar manusia yang berfungsi sebagai vektor penyakit tertentu terutama penyakit menular. Lingkungan biologis tersebut sangat berpengaruh dan memegang peranan yang penting dalam interaksi antara manusia sebagai pejamu dengan unsur penyebab, baik sebagai unsur lingkungan yang menguntungkan manusia (sebagai sumber kehidupan) maupun yang mengancam kehidupan/kesehatan manusia. 2) Lingkungan fisik Keadaan fisik sekitar manusia yang berpengaruh terhadap manusia baik secara langsung, maupun terhadap lingkungan biologis dan lingkungan sosial manusia. Lingkungan fisik (termasuK unsur kimiawi serta radiasi) meliputi: • Udara, keadaan cuaca, geografis dan geologis • Air, baik sebagai sumber kehidupan maupun sebagai bentuk pencemaran pada air; dan • Unsur kimiawi lainnya pencemaran udara, tanah dan air, radiasi dan lain sebagainya


12 Lingkungan fisik ini ada yang terbentuk secara alamiah tetapi banyak pula yang timbul akibat manusia sendiri. 3) Lingkungan sosial Semua bentuk kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, sistem organisasi, serta institusi/peraturan yang berlaku bagi setiap individu yang membentuk masyarakat tersebut. Lingkungan sosial ini meliputi: • sistem hukum, administrasi dan kehidupan sosial politik, serta sistem ekonomi yang berlaku; • bentuk organisasi masyarakat yang berlaku setempat; • sistem pelayanan kesehatan serta kebiasaan hidup sehat masyarakat setempat; dan • kepadatan penduduk, kepadatan rumah tangga, serta berbagai sistem


13 KONSEP KESEIMBANGAN SISTEM TUBUH A. Keseimbangan Sistem Tubuh Keseimbangan sistem tubuh berasal dari kata keseimbangan, sistem dan tubuh. Keseimbangan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merujuk pada arti keaadaan yang seimbang. Yaitu keadaan yang mempunyai kecenderungan sama atau seolah-olah statis tanpa terpengaruh oleh keadaan. Sistem tubuh adalah gabungan dari organ-organ pada tubuh manusia yang bergerak secara fungsional untuk mendukung kelangsungan hidup manusia. Jadi keseimbangan sistem tubuh adalah mekanisme tubuh untuk mempertahankan fungsi setiap organ, agar manusia bisa fungsional secara optimal. B. Empat pola yang mempengaruhi keseimbangan sistem tubuh Dalam Gusmus terapi agar tubuh dapat berada dalam keseimbangan, ada empat pola yang mempengaruhi, yaitu : Pola makan, pola minum, pola tidur dan pola pikir. Pola adalah bentuk atau model yang memiliki keteraturan, baik dalam desain maupun gagasan abstrak. Unsur pembentuk pola disusun secara berulang dalam aturan tertentu sehingga dapat diprakirakan kelanjutannya. Sehingga apabila pola tersebut dilakukan maka dapat diprediksi alur yang terjadi seperti apa. 1. POLA MAKAN Pola makan mencakup waktu makan / Jam dan jenis dan banyaknya makanan yang di konsumsi.


14 a. Waktu / Jam Makan 1) Makan Pagi 03.30 – 07.00 (Tonikum) Pada jam-jam tersebut protoplasma sel dalam keadaan membuka sehingga begitu terjadi asupan nutrisi akan diserap secara maksimal oleh tubuh. Tapi lain hal nya apabila dalam keadaan protoplasma menutup zat makanan atau nutrient tidak bisa diserap secara maksimal sehingga akan menghasilkan produk sisa yang tidak termetabolime. 2) Makan Siang 11.00 – 13.00 (Balancing) ▪ Mengganti energi yang terpakai dari pagi sampai siang. ▪ Membantu menyeimbangkan energi yang terpakai. ▪ Energi siang terpenuhi akan membuat jantung mempunyai energi sehingga jantung maksimal dalam menjalankan piket organnya. 3) Makan Malam (17.00-19.00) (Cleansing/ Activating) ▪ Membantu proses regenerasi sel. ▪ Membantu menjaga kerja usus. ▪ sebagai persiapan cleansing sel dan activating sel dalam proses apoptosis (katabolisme dan anabolisme sel)


15 b. Jenis makanan dan Gangguan Sistem Tubuh Makanan dengan jenis rasa tertentu bila dikonsumsi secara berlebih dapat mengakibatkan gangguan sistem tubuh. Berikut tabel jenis makanan dan gangguan sistem tubuh : JENIS MAKANAN RASA GANGGUAN SISTEM TUBUH Asam cuka, asam buah Asam Liver dan Kantung empedu Makanan dengan kadar garam yang tinggi Asin Ginjal, Kantung Kencing,Paruparu dan Usus besar Makanan dengan kadar gula yang tinggi Manis Lambung dan Limpa Kopi, rokok, obat kimia Pahit Jantung, Selaput Jantung, Tripemanas dan Usus kecil c. Jumlah Jumlah makanan yang dikonsumsi harus sesuai dan seimbang,menyesuaikan dengan kerja sistem tubuh. 2. POLA MINUM Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia secara fisiologis kebutuhan ini memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh dengan hampir 90% dari total berat badan.


16 Kebutuhan cairan rata-rata orang dewasa berkisar 2- 3 liter perhari atau 8-12 gelas/hari. Pada keadaan tertentu seperti aktivitas fisik, merokok, demam kebutuhan cairan akan meningkat. Kekurangan cairan akan mengakibatkan ketidakseimbangan cairan tubuh dan berujung pada gangguan fungsi organ. Manusia membutuhkan pasokan air 2-3 liter atau 8- 12 gelas per hari, air yang dikonsumsisebaiknya air mineral atau air teh. Sebagian besar dari tubuh manusia 70-80% nya adalah air dan sebagian besar air di dalam tubuh manusia berada di otak. Bagian-bagian air di dalam tubuh manusia diantaranya : kalsium, kalium, hormone, enzim, coenzim serta darah. Selain itu air juga berfungsi untuk melumasi mata, menjaga kelembaban mulut termasuk membranmembran yang ada di dalam tubuh.Kekurangan cairan juga sangat berpengaruh terhadap kinerja otak, bila otak kekurangan cairan maka akan mengakibatkan menurunnya fungsi otak, efeknya daya listrik dan oksigen berkurang yang akan menyebabkan menurunnya daya ingat, epilepsi, stroke dll. 3. POLA TIDUR Tidur merupakan kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensoris yang sesuai (Guyton, 1986). Fungsi tidur antara lain : ▪ Memperbaiki keadaan fisiologis dan psikologis.


17 ▪ Melepaskan stress dan ketegangan. ▪ Memulihkan keseimbangan alami di antara pusat-pusat neuron. ▪ Secara tradisional, dipandang sebagai waktu untuk memperbaiki dan menyiapkan diri pada waktu periode bangun. ▪ Memperbaiki proses biologis dan memelihara fungsi jantung. ▪ Berperan dalam belajar, memori dan adaptasi. ▪ Mengembalikan konsentrasi dan aktivitas sehari-hari. ▪ Menghasilkan hormon pertumbuhan utk memperbaiki sertamemperbaharui epitel dan sel otak. ▪ Menghemat dan menyediakan energi bagi tubuh. Rata-rata kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 4 jam. Gangguan pola tidur akan mengakibatkan terhambatnya regenerasi sel dan kerusakan organ terutama liver dan kantung empedu. Jam Tidur 23.00 s.d 03.00 4. POLA PIKIR Pola pikir sangat berhubungan dengan kerja hormon pada otak, sehingga ketika pola pikir terganggu, sistem hormonal di otak juga akan terganggu, begitu juga sebaliknya. Otak merupakan organ penerima respon dan pengaturseluruh aktifitas organ dan sistem tubuh manusia. Stress akan mengakibatkan terganggunya koordinasi antar


18 organ dalam tubuh. Stress psikologis dapat mengakibatkan psikosomatik. Organ yang terganggu terutama jantung, liver, otak kecil dan limpa. Pola Pikir adalah faktor pencetus utama terjadinya gangguang pada organ.


19 PERGERAKAN LIMA UNSUR Teori ini memandang lima unsur kayu, api, tanah, logam, dan air sebagai dasar pembentuk alam semesta dan bahan penting untuk kehidupan sehari-hari. Lima unsur tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya. 1. Hubungan antara Organ dan Lima Unsur Unsur alam yang terdiri dari unsur kayu, api, tanah, logam dan air merupakan unsur yang dipercaya membentuk struktur tubuh manusia secara utuh. Keberadaan unsur tersebut dalam tubuh dilambangkan oleh lima organ menurut persamaan sifat yaitu : 1. kayu tergolong hati, bersifat berkembang bebas, tidak suka ditekan, dan mudah terbakar. 2. Api tergolong jantung, bersifat panas dan menjulang. 3. Tanah tergolong limpa, bersifat memelihara kehidupan. 4. Air tergolong ginjal, bersifat dingin dan mengalir ke bawah. 5. Logam tergolong paru-paru, bersifat menurun dan membersihkan.


20 2. Hubungan antara Lima Unsur Kelima unsur alam ( kayu, api, tanah, air dan logam ) berhubungan erat satu sama lain, saling menghidupi, dan saling membatasi untuk menjamin keseimbangan alam semesta. Untuk memahami proses kerja sistem dalam tubuh bisa menggunakan pendekatan lima unsur ini. 1. Hubungan saling menghidupi ▪ Setiap unsur menghidupi dan dihidupi oleh unsur lain - Kayu menghidupi api - Api menghidupi tanah - Tanah menghidupi logam - Logam menghidupi air - Air menghidupi kayu ▪ Jika terjadi gangguan pada salah satu unsur akan mengganggu unsur yang lain atau unsur yang dihidupi Contoh 1 : Jika kayu terlalu sedikit(lemah) maka api menjadi kecil Contoh 2 : Pada ibu yang menyusui anaknya, jika ibu sakit anak menderita Unsur yang menghidupi (menunjang) diibaratkan seperti ibu,unsur yang dihidupi diibaratkan seperti anak (hukum ibu-anak) 2. Hubungan saling membatasi (Mengendalikan) ▪ Setiap unsur saling membatasi (mengendalikan) unsur yang lain. - Kayu mengendalikan tanah - Tanah megendalikan air - Air mengendalikan api


21 - Api mengendalikan logam - Logam mengendalikan kayu ▪ Jika prinsip tersebut tidak sesuai, akan terjadi : Penindasan (air terlalu banyak akan memadamkan api) Penghinaan (api terlalu besar akan mengeringkan air) 3. Hubungan Saling membatasi - menghidupi ▪ Saling membatasi – menghidupi/ Menghidupi-membatasi Tanah mengendalikan air supaya air menghidupi kayu tidak terlalu besar dan kayu membatasi tanah agar tidak terlalu kuat.


22 TABEL LIMA UNSUR UNSUR KAYU API TANAH LOGAM AIR ORG. PADAT Hatii Jantung Limpa Paru-PARU Ginjal ORGAN BERONGGA Kantung Empedu Usus Kecil Lambung Usus Besar Kantung Kemih PANCA INDERA Mata Lidah Mulut Hidung Telinga JARINGAN Tendon Pembuluh Darah Otot Kulit Bulu Tulang EMOSI Marah Gembira Berpikir Sedih Takut RASA Asam Pahit Manis Pedas Asin UDARA Angin Panas Lembab Kering Dingin CAIRAN TUBUH Air Mata Keringat Air Ludah Ingus Kotoran Telinga WARNA Kuning Merah Putih Abu-Abu Hitam Cara Memahami ❖ Hati berhubungan dengan Kantung Empedu. ➢ Hati dan kantung empedu memancarkan warna kekuningan. Warna kekuningan nampak lebih jelas di mata dan ujung kuku jika hati terganggu. ➢ Emosi dan jengkel, sangat mempengaruhi organ hati dan kantung empedu ➢ Jengkel menyebabkan gangguan keseimbangan di hati yang mendorong keluarnya suara menjerit ➢ Kelainan pada organ hati dapat tercemin melalui gangguan pada mata, urat (tendon), dan air mata. Manifestasi yang muncul antara lain berupa : mata merah, katarak, rabun, mudah keseleo, kram, air mata berlebihan, air mata kering, dll. ➢ Semua hal diatas berhubungan erat karena berada dalam kelompok unsur yang sama yaitu kayu


23 FENOMENA ORGAN Teori fenomena organ adalah teori yang menguraikan / menjelaskan tentang Fisiologi (fungsi) dan patoFisiologi (fungsi sakit/terganggu) dari setiap organ ditinjau dari gejala yang terlihat sebagai hasil pengamatan dan penelitian. A. pengelompokan organ berdasarkan golongan 1. Organ padat (zang) a. Hati b. Jantung c. Limpa d. Paru – Paru Ginjal Perikardium (selaput jantung) 2. Orang berongga (fu)


24 a. Kandung empedu b. Lambung c. Usus Kecil d. Usus Besar e. Kandung kemih f. Sanjiao (tri pemanas) B. Fungsi Dari Masing-Masing Golongan Organ 1. Fungsi dari organ padat (Zang) adalah Memproduksi, menditribusikan, menyimpan substansi penting (qi, darah, cairan tubuh, dsb) 2. Fungsi dari organ berongga (fu) adalah Menerima & mencerna makanan, menyalurkan dan mengeluarkan sisa/ampas. C. Struktur dan Fungsi Organ Padat (Zang) 1. Jantung Jantung adalah organ yang terletak dirongga atas yang berbentuk kerucut dan dibungkus oleh selaput yang disebut selaput jantung yang berfungsi melindungi jantung Fisiologi jantung − Sebagai pimpinan dari seluruh organ Cang dan Fu − Sebagai tempat penyimpanan Sen ( pengatur segala ) kegiatan kehidupan baik fisik maupun mental − Jantung memprngaruhi darah dan pembuluh darah − Jantung berhubungan dengan dunia luar lewat lidah − Sebagai pimpinan dari seluruh organ Cang dan Fu − Sebagai tempat penyimpanan Sen ( pengatur segala ) kegiatan kehidupan baik fisik maupun mental


25 − Jantung memprngaruhi darah dan pembuluh darah − Jantung berhubungan dengan dunia luar lewat lidah Patologis Jantung Berdebar-debar Sesak dada Nyeri dada terutama sebelah kiri Berkeringat banyak Kelainan mental : gelisah,perasaan tidak menentu;susah tidur ( insomnia ) Telapak tangan terasa panas Nyeri bahu dan tangan terutama yang kiri Adanya gejala nyeri,gatal-gatal dan bisul-bisul Adanya kelainan pada ujung lidah berwarna merah Timbulnya gejala beser mani ( pada pria ) dan menopause ( pada wanita ) Lidah kaku dan tidak berbicara 2. Paru - Paru Paru-paru adalah alat pernafasan yang utama yang terdiri dari paru-paru kanan dan terletak di rongga atas Fisiologi Paru - paru Mempengaruhi pembentukkan dan penyebaran Ci ( Energi vital ) Memepengaruhi penyebaran Cin Yi ( cairan ) Merupakan sumber atas dari pada urine Menguasai kulit dan dan bulu badan/bulu roma Berhubungan dengan dunia luar lewat hidung


26 Dalam mengembangkan fungsinya memerlukan makanan dan minuman dengan rasa pedas Paru-paru mempengaruhi suara Paru-paru membantu mengatur peredaran darah /bukan yang mengedarkan darah Patologis Paru-paru Sesak nafas,nafas pendek dan nafas berbunyi Batuk dan rasa penuh didada Adanya kelainan di kulit,bulu badan dan keringat Ingusan,mimisan dan hidung mampet Banyak bersin-bersin,banyak dahak atau dahak kering Suara lemah ( hilang suara ) dan suara serak/parau Menguap terus dan mudah masuk angin Wajah tampak pucat Adanya gangguan keinginan minum ( selalu haus terus atau tak ingin minum ). 3. Limpa Limpa adalah sebuah kelenjar yang terletak didaerah lambung bawah kiri dibawah iga ke 9,10,11 dan menyentuh sekat rongga dada dan ginjal kiri Fisiologi Limpa Melakukan pengakuan ( transportasi ) terhadap cairan dan lembab Menguasai dan memerintah Sie ( darah ) dan mencegah agar Sie ( darah ) tidak keluar dari pembuluh darah Menguasai dan mempengaruhi otot dalam tubuh Mempengaruhi daerah bibir


27 Tidak menyukai lembab Merupakan organ yang menentukan kekuatan setelah lahir Dalam mengembangkan fungsinya memerlukan makanan dan minuman dengan rasa manis Limpa menentukan kekuatan keempat alat gerak Berhubungan dengan emosi pada perasaan simpati,rindu dan serta berpikir Berperan dalam keseimbangan cairan dalam tubuh Dalam pikiran dan emosi limpa berperan dalam proses pengertian dan pemikiran Patologi Limpa Adanya pembengkakan dibarbagai bagian tubuh membuktikan ketidakmampuan limpa dalam melakukan transportasi cairan Badan bertambah berat dan kadang-kadang tidak bisa kencing Tampak adanya kelesuan dan malas Perut kembung Terjadinya gangguan pencernaan berupa diare stau konstipasi serta nafsu makan terganggu Terjadinya perdarahan misal berak darah,kelainan haid,kelainan kehamilan Bibir merah dan pecah-pecah Timbul rasa mual dan nyeri pada ulu hati Alat gerak tidak dapat digarakkan lagi


28 Kalainan emosi dan pikiran dapat melukai limpa yang dapat menimbulkan kelainan otot ,yang akhirnya dapat terjadi kelumpuhan Adanya kelainan pada limpa dapat menimbulkan orang selalu tampak kurus Tidak tahan terhadap lembab Adanya artritis tungkai bawah ( radang selaput sendi ) 4. Hati ( Liver ) Merupakan organ padat ( YIN ) yang terletak dirongga tengah atau dibagian teratas dari rongga perut,disebelah kanan dibawah diafragma dan secara luas dilindungi oleh tulang iga Fisiologi Hati Menyimpan dan mengatur pembagian darah Mencegah terjadinya perdarahan Mengatur aliran Ci dan keharmonisan Ci Organ yang selalu menyukai hangat Berhubungan dengan mental dengan perasaan/ emosi : marah,mendongkol,curiga dan berbagai pertimbangan Memberi perlindungan tubuh terhadap serangan dari luar maupun dari dalam Merupakan tuan daripada tendon ( urat ) Berpengaruh pada keempat alat gerak dan alat kelamin Berhubungan dengan dunia luar lewat mata Dalam mengembangkan fungsinya memerlukan makanan dan minuman dengan rasa asam


Click to View FlipBook Version