79 ` 2. Keterampilan yang diperlukan dalam pencatatan dan pelaporan a. Mampu mengisi form aplikasi sesuai dengan ketentuan b. Dapat mengisi laporan sesuai dengan ketentuan 3. Sikap yang diperlukan dalam menguasai Konsep Keseimbangan Sistem Tubuh a. Teliti dalam melakukan pencatatan b. Tepat dalam membuat pelaporan
80 E. PERTEMUAN PELANGGAN 1. Pengetahuan yang diperlukan dalam Melakukan Pertemuan Pelanggan Judul Materi : PERTEMUAN PELANGGAN Tujuan Instruksional Umum : Setelah pembelajaran peserta dapat melakukan melakukan pertemuan pelanggan dengan baik Tujuan Instruksional Khusus : Setelah pembelajaran peserta dapat : a. Merencanakan pertemuan pelanggan b. Mengelola pertemuan pelanggan MERENCANAKAN PERTEMUAN PELANGGAN A. Data Pelanggan Data pelanggan adaah kumpulan informasi terkait pelanggan. Pelanggan adalah orang atau kumpulan orang yang menggunakan produk barang atau jasa produsen. Dalam Terapi Gusmus Raksa Jasad pelanggan terbagi kedalam dua kategori : 1. Pelanggan Terapis (Pengguna Jasa Layanan) 2. Pelanggan Komunitas (jaringan yang mengikuti proses pembelajaran)
81 Berdasarkan waktu kunjungan pelanggan terbagi kedalam : 1. Pelanggan baru 2. Pelanggan lama B. Pertemuan Pelanggan Pertemuan pelanggan adalah kegiatan yang melibatkan pertemuan antara pelaku usaha / produsen dengan konsumen atau pelanggan. Pertemuan pelanggan merupakan ajang tukar informasi dari pengusaha / produsen kepada pelanggan / konsumen. 1. Tujuan Pertemuan Pelanggan : a. Sosialisasi produk atau layanan baru b. Evaluasi kepuasan pelanggan c. Menambah jaringan pelanggan baik pengguna jasa layanan ataupun komunitas d. Memelihara dan menjaga pelanggan yang ada Berdasarkan jenis kunjungan maka tujuan dapat di spesifik kan sebagai berikut : a. Pelanggan baru : sosialisasi produk / layanan baru menambah jaringan PJL atau Komunitas b. Pelanggan lama : Evaluasi kepuasan pelanggan Memelihara dan menjaga pelanggan yang ada 2. Sasaran Pertemuan Pelanggan : Sasaran adalah target yang menjadi incaran utama diselenggarakannya pertemuan. Sasaran juga dapat dikelompokan berdasarkan kesamaan karakteristik, misalnya : Sasaran berdasarkan kelompok umur, Gender, Pekerjaan , dll. Yang dimaksudkan supaya terjadi
82 persamaan gelombang pada saat dilakukan pertemuan 3. Bahan dan alat untuk pertemuan pelanggan Alat dan bahan untuk melakukan pertemuan pelanggan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Pemilihan alat bantu visual (AVA) sangat penting untuk memudahkan penyampaian materi. 4. Prioritas Pertemuan Pelanggan Berdasarkan leveling di Gusmus Raksa Jasad dan kategori pelanggan, maka prioritas pertemuan pelanggan berdasarkan level adalah sebagai berikut : PRIORITAS PERTEMUAN PELANGGAN NO LEVEL KATEGORI PJL KOMUNITAS 1 BASIC 85 % 15 % 2 ADVANCE 75 % 25 % 3 PROFESIONAL 50 % 50 % 4 MASTER 25 % 75 % 5. Merencanakan pertemuan pelanggan Perencanaan yang baik akan menentukan keberhasilan dari setiap kegiatan. Perencanaan pertemuan pelanggan di mulai dari pemilahan data pelanggan, penetapan tujuan, sasaran, kebutuhan alat dan bahan, hingga waktu dan penanggung jawab kegiatan.
83 LANGKAH KERJA MERENCANAKAN PERTEMUAN PELANGGAN 1. Alat dan Bahan a. Alat tulis b. Buku pengguna jasa layanan / logbook c. Daftar nama calon pelanggan 2. Langkah Kerja a. Terapis menyiapkan buku pengguna jasa layanan dan daftar nama calon pelanggan b. Memilih data pelanggan c. Menetapkan tujuan pertemuan d. Menetapkan sasaran e. Menetapkan bahan dan alat untuk pertemuan pelanggan
84 f. Membuat jadwal pertemuan pelanggan g. Menyampaikan rencana pertemuan pelanggan h. Mendokumentasikan rencana pertemuan pelanggan 6. Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Pelaksanaan kegiatan merupakan implementasi dari perencanaan yang telah ditetapkan. Pada saat ini terapis menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan serta menyampaikan materi pertemuan. Kegiatan pertemuan diakhiri dengan diskusi / tanya jawab terkait materi yang disampaikan serta menyepakati rencana tindak lanjut. 7. Evaluasi dan tindak Lanjut Pada tahap ini terapis melakukan evaluasi terkait pelaksanaan kegiatan pertemuan yang dilakukan. Hal yang perlu di evaluasi meliputi : a. Kesesuaian jadwal b. Kesesuaian sasaran c. Kendala yang dihadapi d. Respon sasaran terhadap pertemuan yang dilakukan Tahapan evaluasi merupakan acuan dalam menentukan tindak lanjut pertemuan selanjutnya.
85 LANGKAH KERJA MENGELOLA PERTEMUAN PELANGGAN 1. Alat dan Bahan a. Alat tulis b. Buku pengguna jasa layanan / logbook c. Daftar hadir pertemuan d. Bahan ajar / materi pertemuan e. Alat bantu pembelajaran
86 2. Langkah Kerja a. Terapis melakukan validasi terhadap jadwal pertemuan kepada sasaran b. Terapis dan penanggungjawab menyiapkan tempat yang nyaman dan aman c. Terapis melakukan pertemuan sesuai dengan yang telah dijadwalkan d. Terapis menyiapkan alat dan bahan e. Terapis dan penanggung jawab mempersilahkan peserta untuk mengikuti kegiatan f. Terapis menyampaikan materi pertemuan g. Terapis / penanggungjawab memimpin diskusi h. Terapis / Penanggungjawab menyimpulkan hasil diskusi i. Terapis, penanggung jawab, peserta membuat rencana tindak lanjut j. Mendokumentasikan kegiatan pertemuan
0 1
1 STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN Pasti alam dan pasti budaya dasar Dr. Dadang Kusmayadi, S.Kep., MM
i KATA PENGANTAR Puji beserta syukur hanyalah milik Alloh SWT yang telah menganugerahkan tubuh manusia dengan begitu sempurnanya. Mengenal diri sama dengan mengenal Tuhannya. Buku Struktur dan Fungsi Organ (Pasti alam dan pasti budaya dasar) berisi tentang struktur dan fungsi organ tubuh manusia dengan menggunakan pendekatan yang sederhana, sebagai bahan dalam memahami konsep gangguan sistem tubuh. Pengenalan terhadap sistem tubuh manusia baik secara pasti alam ataupun secara pasti budaya menjadikan bekal bagi para para praktisi kesehatan tradisional dalam melakukan penatalaksanaan terapi kesehatan. Penulis
ii Daftar Isi Kata Pengantar ............................................................................ ii Pendahuluan................................................................................ 1 Struktur Tubuh Manusia.............................................................. 4 Letak dan Fungsi Organ ............................................................. 13 1. Paru ................................................................................ 13 2. Jantung ........................................................................... 19 3. Lambung ........................................................................ 27 4. Limpa ............................................................................. 37 5. Liver............................................................................... 40 6. Empedu .......................................................................... 46 7. Usus Kecil ...................................................................... 49 8. Usus Besar...................................................................... 52 Daftar Pustaka ............................................................................. 55
iii
1 PENDAHULUAN Manusia adalah mahluk yang telah Alloh SWT tinggikan derajatnya dibanding dengan mahluk ciptaan-Nya yang lain. Keistimewaan manusia tersebut berada pada kemampuannya untuk berfikir, sehingga manusia bisa berinovasi dan beradaptasi dengan linkungan dimana mereka berada. Manusia juga telah dibekali oleh seperangkat organ canggih yang tersusun secara sistematik dalam satu tubuh yang utuh. Kemampuan manusia yang istimewa ini menjadikan manusia sebagai “mutawakilun” dari sang Pencipta, namun dibalik keistimewaannya tersebut banyak mengakibatkan manusia turun derajatnya, bahkan lebih rendah dari derajat hewan. Mempelajari dan memahami manusia harus secara menyeluruh supaya bisa menemukan siapa sesungguhnya manusia itu. Manusia disebut sebagai mahluk yang holistik. Holistik adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris dari akar kata “whole”, yang berarti keseluruhan. Secara makna, holistik adalah istilah yang dapat diartikan sebagai pemikiran secara menyeluruh dan berusaha menyatukan beraneka lapisan kaidah serta pengalaman yang lebih dari sekadar mengartikan manusia secara sempit. Manusia sebagai makhluk holistik merupakan makhluk utuh atau paduan dari unsur biologis, psikologis, sosial dan
2 spiritual. Sebagai makhluk sosial, manusia perlu hidup bersama orang lain, saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup, mudah terpengaruhi budaya, serta dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan norma yang ada, jadi maksudnya adalah bila kita memandang manusia, kita harus melihatnya secara utuh menyeluruh tidak boleh di penggalpenggal. Penerapan pandangan holistik dalam konsep anatomi adalah memandang bahwa manusia merupakan sistem yang utuh, terdiri dari Body (Jasad), Soul (Jiwa), Mind (Pikiran). Stuktur tubuh manusia terbentuk atas kumpulan dari sel yang membentuk jaringan, organ dan sistem organ. Keseluruhan organ dalam tubuh manusia saling berhubungan, sehingga apabila satu organ terganggu maka akan mengakibatkan gangguan pada organ lainnya.Pemahaman konteks holistic dalam anatomi, akan memudahkan para praktisi Kesehatan khususnya kebidanan dalam melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif, karena pandangan holistic akan melihat masalah yang timbul pada pasien secara menyeluruh, tidak pragmatis. Struktur tubuh manusia berikut dengan fungsinya telah Alloh, SWT tetapkan dengan ketetapan-Nya. Ia bekerja secara terstruktur dan harmonis, saling menguatkan dan saling melengkapi. Setiap saat jatung berdetak, memompa darah keseluruh tubuh, membawa oksigen dan nutrisi. Paru-paru
3 menarik dan mengeluarkan nafas tanpa harus menunggu perintah tuannya. Bola mata yang bergerak dengan nyaman pada rongga orbita tanpa harus dilumasi dan banyak lagi keajaiban yang telah Alloh SWT titipkan pada manusia, sehingga dengan memahami struktur dan fungsi tubuh, akan manambah kayakinan akan ke Agungan yang Kuasa serta akan membuat manusia selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Alloh SWT berikan. Banyak ilmu yang bisa didapatkan dari gerak organ yang bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tubuh merupakan guru bagi kehidupan.
4 STRUKTUR TUBUH MANUSIA Anatomi tubuh manusia adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh manusia. Anatomi tubuh manusia tersusun atas sel, jaringan, organ, dan sistem organ. Sistem organ merupakan bagian yang menyusun tubuh manusia. Sistem ini terdiri atas berbagai jenis organ, yang memiliki struktur dan fungsi yang khusus. Sistem organ memiliki struktur dan fungsi yang khas. Masingmasing sistem organ saling tergantung satu sama lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan fungsinya sistem tubuh manusia terdiri atas : 1. Sistem Rangka Terdiri atas 206 tulang yang dihubungkan oleh tendon, ligamen, dan tulang rawan. Tulang ini disusun oleh kerangka
5 aksial dan kerangka apendikular. Kerangka aksial terdiri atas 80 tulang yang terletak di sepanjang sumbu tubuh manusia. Kerangka aksial meliputi tengkorak, tulang telinga tengah, tulang hyoid, tulang rusuk, dan tulang belakang. Sistem rangka manusia merupakan kumpulan dari tulang-tulang yang saling berhubungan satu sama lain membentuk sistem gerak. Pada sistem gerak, tulang rangka tidak dapat bergerak sendiri, melainkan bekerja sama dengan otot. Kerja sama keduanya dapat dikenal dengan nama sistem muskuloskeletal. Otot dengan bantuan sendi dan struktur pendukung lainnya (ligamen, tendon, fascia dan bursae) memungkinkan tulang rangka bergerak. Rangka tubuh pada manusia mempunyai berbagai macam fungsi, antara lain: • Memberi bentuk tubuh; • Melindungi organ dan bagian-bagian/jaringan tubuh yang lunak; • Menegakkan tubuh; • Tempat melekatnya otot-otot rangka; • Alat gerak pasif; • Tempat produksi sel-sel darah merah (hematopoiesis); dan • Tempat cadangan kalsium dan fosfat.
6 2. Sistem Otot Terdiri atas sekitar 650 otot yang membantu pergerakan, aliran darah, dan fungsi tubuh lainnya. Ada tiga jenis otot yaitu otot kerangka yang terhubung dengan tulang, otot polos yang ditemukan di dalam organ pencernaan, dan otot jantung yang ditemukan di jantung dan membantu memompa darah. 3. Sistem Pernapasan Sel-sel tubuh manusia membutuhkan aliran oksigen untuk tetap hidup. Sistem pernapasan menyediakan oksigen ke sel tubuh sambil mengeluarkan karbon dioksida dan produk limbah yang bisa mematikan jika dibiarkan menumpuk. Ada tiga bagian utama dari sistem pernapasan: saluran napas, paru-paru, dan otot-otot respirasi. Saluran napas meliputi hidung, mulut, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus. Saluran ini membawa udara melewati hidung menuju paru-paru. Paru-paru berfungsi sebagai organ utama sistem pernapasan dengan pertukaran oksigen ke dalam tubuh dan karbon dioksida keluar dari tubuh. Otot respirasi, termasuk diafragma dan otot interkostal, bekerja sama untuk memompa, mendorong udara masuk dan keluar dari paru-paru saat bernapas. 4. Sistem Peredaran Darah Sistem peredaran darah terdiri atas jantung, pembuluh darah, dan sekitar 5 liter darah yang dibawa oleh pembuluh
7 darah. Sistem peredaran darah didukung oleh jantung, yang hanya seukuran kepalan tangan tertutup. Bahkan pada saat istirahat, rata-rata jantung dengan mudah memompa lebih dari 5 liter darah ke seluruh tubuh setiap menitnya. Sistem peredaran darah memiliki tiga fungsi utama yaitu: a. Mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Darah memberikan nutrisi penting dan oksigen dan menghilangkan limbah dan karbon dioksida untuk dikeluarkan dari tubuh. Hormon diangkut ke seluruh tubuh melalui cairan plasma darah. b. Melindungi tubuh melalui sel darah putih dengan melawan patogen (kuman) yang telah masuk ke dalam tubuh. Trombosit berfungsi untuk menghentikan perdarahan saat luka dan mencegah patogen memasuki tubuh. Darah juga membawa antibodi yang memberi kekebalan spesifik pada patogen yang sebelumnya telah terpapar tubuh atau setelah divaksinasi. c. Mempertahankan homeostasis (keseimbangan kondisi tubuh) pada beberapa kondisi internal. Pembuluh darah membantu menjaga suhu tubuh yang stabil dengan mengendalikan aliran darah ke permukaan kulit.
8 5. Sistem Pencernaan Sistem pencernaan adalah sekelompok organ yang bekerja untuk menerima makanan, mengubah dan memproses makanan menjadi energi, menyerap zat gizi yang terdapat pada makanan ke aliran darah, serta membuang sisa makanan yang tersisa atau tidak dapat dicerna oleh tubuh. Makanan melewati saluran pencernaan yang terdiri dari rongga mulut, faring (tenggorokan), laring (kerongkongan), lambung, usus halus, usus besar, dan berakhir di anus. Selain saluran pencernaan, ada beberapa organ aksesori penting dalam anatomi tubuh manusia yang membantu mencerna makanan. Organ aksesori dari sistem pencernaan meliputi gigi, lidah, kelenjar ludah, hati, kantong empedu, dan pankreas. 6. Sistem Ekskresi dan Urinaria Sistem ekskresi mengeluarkan zat sisa yang tidak dibutuhkan lagi oleh manusia. Pada anatomi tubuh manusia, organ-organ ekskresi terdiri dari ginjal, hati, kulit, dan paruparu. Sistem urinaria atau perkemihan termasuk ke dalam sistem eksresi yang terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Ginjal menyaring darah untuk membuang limbah dan menghasilkan urine. Ureter, kandung kemih, dan uretra bersama-sama membentuk saluran kemih, yang berfungsi
9 sebagai sistem untuk mengalirkan urine dari ginjal, menyimpannya, dan kemudian melepaskannya saat buang air kecil. Selain menyaring dan menghilangkan limbah dari tubuh, sistem urinaria juga mempertahankan homeostasis air, ion, pH, tekanan darah, kalsium, dan sel darah merah. Organ hati berfungsi mengeluarkan empedu, kulit berfungsi mengeluarkan keringat, sedangkan paru-paru berfungsi dalam mengeluarkan uap air dan karbon dioksida. 7. Sistem Endokrin Terdiri dari beberapa kelenjar yang mengeluarkan hormon ke dalam darah. Kelenjar-kelenjar ini termasuk hipotalamus, kelenjar pituitari, kelenjar pineal, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, dan kelenjar kelamin (gonad). Kelenjar dikendalikan secara langsung oleh rangsangan dari sistem saraf dan juga oleh reseptor kimiawi dalam darah dan hormon yang diproduksi oleh kelenjar lain. Dengan mengatur fungsi organ dalam tubuh, kelenjar ini membantu menjaga homeostasis tubuh. Metabolisme seluler, reproduksi, perkembangan seksual, homeostasis gula dan mineral, denyut jantung, dan pencernaan merupakan salah satu dari banyak proses yang diatur oleh hormon.
10 8. Sistem Saraf Sistem saraf terdiri atas otak, sumsum tulang belakang, organ sensorik, dan semua saraf yang menghubungkan organorgan ini dengan bagian tubuh lainnya. Organ-organ ini bertanggung jawab atas kendali tubuh dan komunikasi di antara bagian-bagiannya. Otak dan sumsum tulang belakang membentuk pusat kontrol yang dikenal sebagai sistem saraf pusat. Saraf sensorik dan organ indra dari sistem saraf perifer memantau kondisi di dalam dan di luar tubuh dan mengirimkan informasi sistem saraf pusat. Saraf eferen di sistem saraf perifer membawa sinyal dari pusat kendali ke otot, kelenjar, dan organ untuk mengatur fungsinya. 9. Sistem Kekebalan Tubuh Sistem kekebalan tubuh adalah pertahanan tubuh terhadap bakteri, virus, dan patogen lainnya yang mungkin berbahaya, dengan menjaga dan menyerang dari patogenpatogen tersebut. Ini termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, limfosit (termasuk sel B dan sel T), timus, dan leukosit, yang merupakan sel darah putih. 10. Sistem Limfatik Sistem limfatik mencakup kelenjar getah bening, saluran getah bening, dan pembuluh getah bening, dan juga berperan
11 dalam pertahanan tubuh. Tugas utamanya adalah membuat dan memindahkan getah bening, cairan bening yang mengandung sel darah putih, yang membantu tubuh melawan infeksi. Sistem limfatik juga menghilangkan kelebihan cairan getah bening dari jaringan tubuh, dan mengembalikannya ke darah. 11. Sistem Reproduksi Sistem reproduksi memungkinkan manusia untuk bereproduksi. Sistem reproduksi laki-laki mencakup penis dan testis, yang menghasilkan sperma. Sistem reproduksi wanita terdiri atas vagina, rahim dan ovarium, yang menghasilkan ovum (sel telur). Selama pembuahan, sel sperma bertemu dengan sel telur di tuba falopi. Kedua sel tersebut kemudian melakukan pembuahan yang ditanamkan dan tumbuh di dinding rahim. Bila tidak dibuahi, dinding rahim yang telah menebal untuk mempersiapkan kehamilan akan luruh menjadi menstruasi. 12. Sistem Integumen Kulit atau sistem integumen adalah organ terbesar dalam anatomi tubuh manusia. Sistem ini melindungi dari dunia luar, dan merupakan pertahanan pertama tubuh melawan bakteri, virus dan patogen lainnya. Kulit juga membantu mengatur suhu tubuh dan menghilangkan limbah zat sisa
12 melalui keringat. Selain kulit, sistem integumen meliputi rambut dan kuku. 13. Sistem indera Merupakansistem fisiologi dalam manusia untuk me ngenali, merasakan, dan merespon terhadap serangkaian stimulus secara fisik. Terdiri dar kulit sebagai peraba, mata untuk melihat, hidung untuk membaui, telinga untu mendengar dan lidah untuk mengecap.
13 LETAK DAN FUNGSI ORGAN 1. Paru-Paru Paru merupakan organ yang elastis dan terletak di dalam rongga dada bagian atas, bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk, dan bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru terdiri dari dua bagian yang dipisahkan oleh mediastinum yang berisi jantung dan pembuluh darah. Paru kanan mempunyai tiga lobus yang dipisahkan oleh fissura obliqus dan horizontal sedangkan paru kiri hanya mempunyai dua lobus yang dipisahkan oleh fissura obliqus. Setiap lobus paru memiliki bronkus lobusnya masing-masing. Paru kanan mempunyai sepuluh segmen paru, sedangkan paru kiri mempunyai sembilan segmen
14 Paru-paru kiri orang dewasa umumnya memiliki berat sekitar 325–550 gram, sedangkan bagian kanan memiliki berat sekitar 375–600 gram. Struktur paru-paru terdiri atas: a. Pleura Pleura adalah membran (selaput) tipis berlapis ganda yang melapisi paru-paru. Lapisan ini mengeluarkan cairan (pleural fluid) yang disebut dengan cairan serous. Fungsinya untuk melumasi bagian dalam rongga paru agar tidak mengiritasi paru saat mengembang dan berkontraksi saat bernapas. Pleura terdiri dari dua lapisan, yaitu:
15 a) Pleura dalam (visceral), yaitu lapisan di sebelah paruparu b) Pleura luar (parietal), yaitu lapisan yang melapisi dinding dada Sementara itu, area yang terdapat di antara dua lapisan tersebut bernama rongga pleura. b. Bronkus (Bronchi) Bronkus adalah cabang batang tenggorokan yang terletak setelah tenggorokan (trakea) sebelum paru-paru. Bronkus merupakan saluran udara yang memastikan udara masuk dengan baik dari trakea ke alveolus. Selain sebagai jalur masuk dan keluarnya udara, bronkus juga berfungsi mencegah infeksi. Hal ini dikarenakan bronkus dilapisi oleh berbagai jenis sel, termasuk sel yang bersilia (berambut) dan berlendir. Sel-sel inilah yang nantinya menjebak bakteri pembawa penyakit untuk tidak masuk ke dalam paru-paru. c. Bronkiolus (Bronchioles) Setiap bronkus utama membelah atau bercabang menjadi bronkus yang lebih kecil (memiliki kelenjar kecil dan tulang rawan di dindingnya). Bronkus yang lebih kecil ini akhirnya membelah menjadi tabung yang lebih kecil lagi, yang disebut bronkiolus.
16 Bronkiolus adalah cabang terkecil dari bronkus yang tidak memiliki kelenjar atau tulang rawan. Bronkiolus berfungsi menyalurkan udara dari bronkus ke alveoli. Selain itu bronkiolus juga berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk dan keluar saat proses bernapas berlangsung. d. Alveoli Bagian dari anatomi paru yang satu ini merupakan kelompok terkecil yang disebut kantung alveolus di ujung bronkiolus. Setiap alveoli adalah rongga berbentuk cekung yang dikelilingi oleh banyak kapiler kecil. Paru-paru menghasilkan campuran lemak dan protein yang disebut dengan surfaktan paru-paru. Campuran lemak dan protein ini melapisi permukaan alveoli dan membuatnya lebih mudah untuk mengembang dan mengempis pada setiap tarikan napas. Alveoli (alveolus) berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Alveoli kemudian menyerap oksigen dari udara yang dibawa oleh bronkiolus dan mengalirkannya ke dalam darah. Setelah itu, karbon dioksida yang merupakan produk limbah dari sel-sel tubuh mengalir dari darah ke alveoli untuk diembuskan keluar. Pertukaran gas ini terjadi melalui dinding alveoli dan kapiler yang sangat tipis.
17 Paru dipersarafi oleh pleksus pulmonalis terletak di pangkal tiap paru. Pleksus pulmonalis terdiri dari serabut simpatis (dari truncus simpaticus) dan serabut parasimpatis (dari arteri vagus). Serabut eferen dari pleksus ini mempersarafi otot-otot bronkus dan serabut aferen diterima dari membran mukosa bronkioli dan alveoli. Fungsi utama paru paru adalah suplai oksigen (O2) dari udara bebas melalui proses inspirasi dan mengeluarkan Karbondioksida (CO2)dari tubuh melalui proses ekspirasi. O2 / oksigen adalah zat utama dalam kelangsungan manusia dan mahluk hidup di dunia. Manusia bisa bergerak, tumbuh dan berkembang karena adanya Oksigen. Oksigen di serap tubuh kemudian tubuh mengeluarkan sisa metabolisme sel berbentuk gas buangan yang disebut dengan karbon dioksida (CO2). Penurunan kadar O2 didalam sel akan mengakibatkan kerusakan sel, bahkan kematian. Pemeriksaan fungsi paru dapat dilihat dari frekwensi nafas dan irama nafas. Pernafasan / Respirasi Bayi : 30 – 40 x/menit Anak : 20 – 30 x/menit Dewasa : 16 – 20 x/menit Lansia : 14 – 16 x/menit
18 Tanda dan Gejala gangguan organ paru : • Batuk • Nyeri dada • Sesak napas • Cepat lelah • Adanya suara napas tambahan (wheezing/mengi, stridor, rales) • Kebiruan pada bibir dan jari • Tidak ada gairah • Susah konsentrasi • Sensitive / sering merasa sedih yang mendalam Secara budaya organ paru melambangkan proses belajar / ilmu. Belajar di ibaratkan sebagai O2 yang diambil dari alam (budaya) yang kemudian ilmu tersebut di manfaatkan oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya, hal yang tidak sesuai dengan ilmu yang diterima / kebiasaan yang tidak baik (CO2) kemudian ditinggalkan karena sudah tidak lagi bermanfaat bagi kelangsungan hidup. O2 juga perlambang dari harapan baru, harapan yang positif akan menjadikan seseorang mempunyai energi baru, yang akan membuat hidup lebih bergairah dan Bahagia. Harapan baik yang terus disenandungharapkan bagaikan proses menarik dan mengeluarkan nafas, akan mengikis
19 kebiasaan yang tidak baik akibat dari pengalaman masa lalu yang membuat seseorang menderita PTSD (Post Traumatic Syndrome disease) penyakit mental/kejiwaan akibat dari trauma / kegagalan masa lalu dan Anxiety Disorder atau kecemasan akibat dari ketakutan berlebih akan sesuatu yang tidak menentu dimasa yang akan datang. Gejala dari PTSD tersebut dapat berupa : a. Sedih yang berkepanjangan b. Marah yang berkepanjangan c. Kecewa yang berkepanjangan Gejala dari Anciety Disorder dapat berupa : a. Takut yang berkepanjangan b. Tidak Percaya diri yang berkepanjangan 2. Jantung dan Selaput Jantung
20 Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada (toraks), diantara kedua paru. Selaput yang mengitari jantung disebut pericardium, yang terdiri atas 2 lapisan, yaitu pericardium parietalis, merupakan lapisan luar yang melekat pada tulang dada dan selaput paru. Dan pericardium viseralis, yaitu lapisan permukaan dari jantung itu sendiri, yang juga disebut epikardium. Di dalam lapisan jantung tersebut terdapat cairan pericardium, yang berfungsi untuk mengurangi gesekan yang timbul akibat gerak jantung saat memompa. Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan, yaitu lapisan luar yang disebut pericardium, lapisan tengah atau miokardium merupakan lapisan berotot, dan lapisan dalam disebut endokardium. Jantung adalah organ berotot, berbentuk kerucut, berongga, basisnya diatas, dan puncaknya dibawah. Apeknya (puncak) miring kesebelah kiri (Pearce, 2011). Jantung memiliki berat sekitar 300 gr, meskipun berat dan ukurannya dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, berat badan, beratnya aktifitas fisik, dll. Jantung dewasa normal berdetak sekitar 60 sampai 80 kali per menit, menyemburkan sekitar 70 ml darah dari kedua ventrikel per detakan, dan keluaran totalnya sekitar 5 L/ menit (Smeltzer dan Bare, 2012).
21 Organ jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu 2 ruang yang berdinding tipis, disebut atrium, dan 2 ruang yang berdinding tebal disebut ventrikel. a. Atrium Atrium kanan, berfungsi sebagai tempat penampungan darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh. Darah tersebut mengalir melalui vena cava superior, vena cava inferior, serta sinus koronarius yang berasal dari jantung sendiri. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan dan selanjutnya ke paru. Atrium kiri, berfungsi sebagai penerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke
22 ventrikel kiri, dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta. b. Ventrikel (bilik) Permukaan dalam ventrikel memperlihatkan alur-alur otot yang disebut trabekula. Beberapa alur tampak menonjol, yang disebut muskulus papilaris. Ujung muskulus papilaris dihubungkan dengan tepi daun katup atrioventrikuler oleh serat-serat yang disebut korda tendinae. Ventrikel kanan, menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Ventrikel kiri, menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta. Kedua ventrikel ini dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel. Untuk menghubungkan antara ruang satu dengan yang lain c. Katup Jantung Jantung dilengkapi dengan katup-katup, diantaranya: a) Katup atrioventrikuler Oleh karena letaknya antara atrium dan ventrikel, maka disebut katup atrioventrikuler, yaitu : a) Katup trikuspidalis. Merupakan katup yang terletak di antara atrium kanan dan ventrikel kanan, serta mempunyai 3 buah daun katup.
23 b) Katup mitral atau bikuspidalis. Merupakan katup yang terletak di antara atrium kiri dan ventrikel kiri, serta mempunyai 2 buah katup. Selain itu katup atrioventrikuler berfungsi untuk memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke ventrikel pada fase diastole ventrikel, dan mencegah aliran balik pada saat systole ventrikel (kontraksi). b. b) Katup semilunaris a) Katup pulmonal Terletak pada arteri pulmonalis, memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan 2) Katup aorta Terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Kedua katup semilunar ini mempunyai bentuk yang sama, yakni terdiri dari 3 daun katup yang simetris disertai penonjolan menyerupai corong yang dikaitkan dengan sebuah cincin serabut. Adapun katup semilunar memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama systole ventrikel, dan mencegah aliran balik waktu diastole ventrikel. (Ulfah dan Tulandi, 2011)
24 Persarafan Jantung Jantung dipersyarafi oleh serabut simpatis, parasimpatis, dan sistem syaraf autonom melalui pleksus kardiakus. Syaraf simpatis berasal dari trunkus simpatikus bagian servical dan torakal bagian atas dan syaraf parasimpatis berasal dari nervous vagus. Sistem persyarafan jantung banyak dipersyarafi oleh serabut sistem syaraf otonom (parasimpatis dan simpatis) dengan efek yang saling berlawanan dan bekerja bertolak belakang untuk mempengaruhi perubahan pada denyut jantung, yang dapat mempertinggi ketelitian pengaturan syaraf oleh sistem syaraf otot. Serabut parasimpatis mempersarafi nodus SA, otot-otot atrium, dan nodus AV melalui nervus vagus. serabut simpatis menyebar keseluruh sistem konduksi dan miokardium. Stimulasi simpatis (adregenic) juga menyebabkan melepasnya epinefrin dan beberapa norepinefrin dari medulla adrenal. Respon jantung terhadap stimulasi simpatis diperantai oleh pengikatan norepinefrin dan epinefrin ke reseptor adregenic tertentu; reseptor α terletak pada sel-sel otot polos pembuluh darah, menyebabkan terjadinya vasokonstriksi, dan reseptor β yang terletak pada nodus AV, nodus SA, dan miokardium, menyebabkan peningkatan denyut jantung, peningkatan kecepatan hantaran melewati nodus AV, dan peningkatan kontraksi miokardium (stimulasi reseptor ini menyebabkan vasodilatasi). Hubungan sistem
25 syaraf simpatis dan parasimpatis bekerja untuk menstabilkan tekanan darah arteri dan curah jantung untuk mengatur aliran darah sesuai kebutuhan tubuh, (Kasron, 2011). Jantung adalah organ yang berfungsi untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh. Darah yang bersih kaya akan oksigen dialirkan melalui pembuluh darah sampai ke daerah perifer kemudian darah kembali ke jantung dengan membawa gas buangan (karbondioksida) untuk kembali dibersihkan di organ paru-paru dan sisa metabolism di filtrasi di ginjal. Organ jantung dilapisi oleh selaput luar yang disebut pericardium atau selaput jantung. Pericardium berfungsi melumasi otot jantung agar dapat memompakan darah keseluruh tubuh sesuai irama. Pericardium dipengaruhi oleh hormon adrenal yang dihasilkan oleh kelenjar anak ginjal. Gangguan pada jantung dapat terletak pada organ jantungnya dan sirkulasi darah pada pembuluh darah. Gangguan jantung dapat berupa kerusakan organ jantung, penyumbatan pembuluh darah. Gangguan peredaran darah tersebut akan berakibat terhadap tidak tersuplainya oksigen dan nutrisi pada organ yang dituju. Tanda dan Gejala gangguan jantung : a. Cepat Lelah b. Nyeri dada sebelah kiri c. Bengkak pada tangan dan kaki
26 d. Pusing e. Sering menarik napas Panjang tanpa terkontrol f. Temperamen / luapan emosi yang tidak terkontrol / mudah tersinggung g. Marah berkepanjangan Pemeriksaan fungsi jantung secara sederhana bisa dilihat dari detak jantung / nadi dan tekanan darah (mengukur kekuatan jantung dalam memompa darah) Jantung perlambang aspek sosial, pergerakan yang dilakukan secara ritme/teratur dan terus –menerus. Dalam pergerakan ditentukan oleh nilai keberanian (adrenalin) untuk bertindak dalam menyampaikan nilai ilmu yang didapat pada semua orang. Karena ilmu itu akan bermanfaat apabila bisa dirasakan oleh semua orang sebagaimana halnya oksigen.
27 Nilai ilmu akan fungsional apabila diamalkan dan kemudian kembali belajar untuk mendapatkan ilmu yang baru lagi dan kemudian diamalkan lagi, begitu seterusnya. Bagaikan jantung yang senantiasa berdetak menyalurkan darah bersih keseluruh tubuh dan mengambil darah kotor untuk kemudian dibersihkan di paru paru. Jantung juga perlambang dari kerja keras yang tersistem dan pasti, setiap denyut jantung membuat individu tumbuh dan berkembang. 3. Lambung Lambung adalah organ pencernaan datar berbentuk J terletak di kuadran kiri atas abdomen. Pada batas atasnya
28 bergabung dengan esofagus beberapa sentimeter di bawah diafragma. Batas bawahnya menyatu dengan duodenum, tepat di sebelah kanan dari garis tengah. Lambung dapat sangat mengembang dan ukurannya bervariasi, tergantung pada volume makanan yang ada. Bagian lambung : a. Kardiak Kardiak adalah bagian teratas lambung yang berbatasan langsung dengan esofagus. Makanan yang sudah dihaluskan di dalam mulut dan disalurkan melalui kerongkongan akan melewati area ini sebelum dicerna oleh bagian tengah lambung. Di lain sisi, area pertemuan antara kerongkongan dengan lambung lebih dikenal sebagai persimpangan gastroesofageal (GE). Pada ujung kardiak terdapat sfingter kardiak, yaitu otot-otot berbentuk cincin yang mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. b. Fundus Setelah melewati kardiak, makanan akan bergerak menuju fundus. Fundus adalah bagian atas lambung yang melengkung dan berada tepat di bawah diafragma. Pada bagian ini makanan mulai mengalami proses pencernaan dan pencampuran dengan enzim.
29 c. Badan lambung Badan lambung adalah bagian lambung yang memiliki fungsi paling penting. Pasalnya, badan lambung adalah tempat makanan dicerna, dicampurkan dengan enzim, hingga diproses menjadi bagian-bagian lebih kecil yang disebut kim (chime). d. Antrum Antrum atau antrum pilorus adalah bagian paling bawah dari lambung. Bentuk antrum yang melengkung memungkinkannya menampung kim sebelum disalurkan ke usus halus. e. Pilorus Pilorus adalah bagian paling akhir dari lambung. Bagian ini berhubungan langsung dengan usus halus. Pilorus terdiri dari sfingter pilorus, yaitu otot berbentuk cincin yang bekerja sebagai katup, seperti sfingter kardiak. Fungsi sfingter pilorus adalah mengatur keluarnya kim dari lambung menuju bagian awal usus halus (duodenum). Bagian dari lambung ini juga berfungsi mencegah kim yang sudah menuju ke usus halus agar tidak bergerak kembali ke lambung.
30 Lapisan pada dinding lambung a. Mukosa (selaput lendir) merupakan lapisan terdalam lambung yang bekerja langsung dengan makanan yang tengah dicerna. Jika lambung kosong, lapisan mukosa akan mengerut, sehingga bentuknya berubah menyerupai gerigi, alias rugae. Sebaliknya, rugae akan menjadi lebih pipih ketika lambung penuh dengan makanan. Selama mencerna, lapisan mukosa ini menghasilkan dua zat pencernaan, yaitu asam klorida dan pepsin untuk memecah protein menjadi bagian kecil yang disebut pepton. b. Submukosa adalah lapisan lambung yang terdiri dari jaringan ikat. Jaringan penyusun lapisan submukosa lambung mengandung sel-sel saraf, pembuluh getah
31 bening, dan pembuluh darah dengan fungsi menyalurkan nutrisi menuju lambung. c. Muscularis externa adalah lapisan lambung yang menutupi lapisan submukosa. Bagian ini tersusun atas tiga lapisan otot sekaligus, yaitu lapisan otot melingkar, memanjang, serta menyerong yang membantu proses pencernaan di dalam lambung. Otot lapisan muscularis externa memanjang dan memendek sehingga menghasilkan gerakan bergelombang yang disebut peristaltik. Gerakan ini menyebabkan makanan tergiling dan teraduk hingga menjadi bubur halus yang dikenal sebagai kim. d. Serosa (visceral peritoneum) merupakan lapisan paling luar dari lambung Anda. Fungsi lapisan ini adalah mengurangi gaya gesekan antara lambung dengan berbagai organ lain di sekitar sistem pencernaan. Kelenjar pada lambung Lapisan lambung tampak dipenuhi dengan lubang-lubang kecil yang disebut gastric pits. Lubang ini adalah tempat keluarnya asam lambung, enzim, dan hormon yang diproduksi sel kelenjar lambung. Sel kelenjar utama yang terdapat pada dinding lambung dan fungsi yang dimilikinya, meliputi:
32 a. sel mukosa yang menghasilkan lendir akali sebagai pelindung sel lambung dari tekanan dan asam lambung berlebih, b. sel parietal yang memproduksi asam klorida (asam lambung), c. sel chief yang menghasilkan enzim pepsin untuk memecah protein, dan d. sel G yang memproduksi hormon gastrin sebagai perangsang aktivitas lambung dan produksi asam lambung. Pada dasarnya, lambung bersifat elastis sehingga bisa mengecil dan membesar. Bila Anda makan dalam porsi besar, perut akan cepat terasa penuh. Namun, perut akan kembali ke ukuran normal setelah pencernaan berlangsung. Artinya, kapasitas lambung dapat berubah bila Anda terbiasa makan dalam porsi tertentu. Besar-kecilnya kapasitas lambung disesuaikan oleh komposisi dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Fungsi motorik dari lambung ada tiga : (1) penyimpanan sejumlah besar makanan sampai makanan dapat diproses di dalam duodenum, (2) pencampuran makanan ini dengan sekresi dari lambung sampai membentuk suatu campuran setengah cair yang disebut kimus, dan (3) pengosongan makanan dengan lambat dari lambung ke dalam usus halus
33 pada kecepatan yang sesuai untuk pencernaan dan absorpsi yang tepat oleh usus halus (Guyton and Hall, 2007) a) Fungsi Lambung Bagian Atas (LBA) : Bagian atas pada lambung disebut dengan fundus, bentuknya melengkung tepat berada di bawah diafragma. Fundus adalah bagian di mana makanan menuju setelah melewati kardiak, dalam area inilah makanan akan diproses dengan dicerna. Dalam area ini pula makanan juga akan bercampur dengan enzim yang berasal dari lambung. Gejala gangguan lambung bagian atas : • psiko somatik (fisik yang terganggu akibat jiwa) • Perlukaan pada lambung atas mengakibatkan panas dalam akibat dari overload memori yang menekan otak kecil sehingga memicu FSH untuk mengeluarkan HCL. • Pembengkakan lambung bagian atas akan menstimulasi ganguan pada jantung. Cirinya adanya pembengkakan dari diapragma ke organ bawah. • Takut mati/ takut sakit, paranoid, sering mengeluh ditelapak tangan dan kaki, gampang capek, memori gampang penuh, gampang putus asa. Lambung bagian atas merupakan perlambang dari pemenuhan kebutuhan primer. Apa yang terjadi dari
34 lambung bagian atas adalah hasil dari kerja mulut dan kerongkongan. Proses mengunyah yang tidak benar mengakibatkan beratnya kerja lambung bagian atas. Proses mengunyah dan menelan makanan perlambang dari proses fokus terhadap apa yang dilakukan dan menikmati setiap perjalanan hidup. b) Fungsi Lambung Bagian Tengah : Adalah struktur selanjutnya dan satu-satunya bagian dengan fungsi paling penting. Hal itu dikarenakan badan lambung adalah tempat di mana makanan dicerna. Makanan juga akan tercampur dengan enzim, hingga membuat pemrosesan makanan menjadi bagian kecil-kecil yang dinamakan dengan kim/chime. Pada bagian ini makanan dilumatkan, dicampur, dilunakan dan didorong kebagian bawah. Pada bagian ini terjadi proses pemecahan makanan menjadi glucose dan protein yang menjadi pembentukan glocosamin, walaupun glucosamine dibentuk dalam jumlah yang kecil tapi sangat berpengaruh dalam proses pergerakan sendi. Ciri gangguan lambung bagian tengah : a. Makan salah, ga makan makin salah b. Mudah masuk angin c. Kaget ketika tidur
35 d. Sakit-sakit bokong dan susunan tulang belakang ketika bangun tidur e. Sakit lutut (gangguan sintesa glukosamin ), f. Sakit iga sebelah kanan menjalar kebelakang, g. Pendengaran mendengung. Lambung bagian tengah perlambang dari pemenuhan Kebutuhan sekunder : Rumah bagus, Kendaraan bagus, Baju bagus, Alat komunikasi / pendidikan yang bagus. Gangguan lambung bagian tengah secara pasti budaya • Gerak salah tidak gerak salah : fase madani • Cepat terpengaruhi • Gangguan alur komunikasi • Sedikit sedikit beralasan • Salah penaggapan hati / sensitive, mudah tersinggung c) Fungsi lambung bagian bawah : Merupakan bagian lambung yang letaknya berada di bagian paling bawah, antrum disebut juga dengan pilorus. Antrum berbentuk melengkung, karena bentuknya ini memungkinkan antrum dapat menampung bagian-bagian kecil makanan atau disebut dengan kim. Setelahnya makanan yang sudah ditampung disalurkan ke usus halus. Fungsi lambung bagian bawah ini, antara lain :
36 1) Memisahkan kadar makanan dan minuman dari cair padat dan gas 2) Menyalurkan, mendorong makanan yang cair padat dan gas dari lambung bagian bawah. Kalau terlalu banyak gas maka otomatis dilemparkeatas menjadi sendawa atau kebawah menjadi kentut 3) Mencampur glukosa dengan insulin (pankreas kelenjar zat pahit) menjadi glikogen 4) Kadar glukosa harus sesuai dengan kadar insulin. Tanda dan gejala gangguan lambung bagian bawah : - Mencret / sembelit, Nyeri tekan di 4 jari diatas pusar - Sakit di ubun ubun, Lidah putih, Sakit persendian, Menggigil atau demam tinggi menjelang sore sampai tengah malam - Mulut pahit, - Kadar gula tinggi atau rendah, - Batuk kering. Lambung bagian bawah perlambang dari pemenuhan kebutuhan tersier, secara budaya tidak terpenuhinya lambung bagian bawah adalah : • Muntaber atau tidak ada kemajuan dalam hidup malah cenderung mundur • Gampang tersentuh / sangat sensitif • Pusing / Bingung ; kurang keyakinan
37 • Belum bisa dipegang omongannya • Tersiksa dengan omongan sendiri Organ lambung secara keseluruhan melambangkan fungsi manajerial keuangan / keuangan. Seperti halnya makanan yang masuk melalui mulut, kemudian dikunyah dan dibantu oleh kelenjar air liur, dibolak-balikan oleh lidah dan kemudian didorong oleh proses menelan melalui oesofagus / kerongkongan dan dibantu oleh gerak pertistaltik sehingga makanan bisa masuk kelambung adalah gambaran dari suatu proses pekerjaan, hasil dari kerja keras tersebut bagaimana bisa dinikmati untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bila saja hasil dari pekerjaan tersebut tidak diatur dan dikriteriakan (primer, sekunder, tersier) maka akan mengakibatkan perasaan tidak puas (begah). Sehingga sekuat apapun kerja yang dilakukan tidak bisa dinikmati dengan baik dan tidak menjadikan kebanggaan. 4. Limpa Limpa merupakan bagian dari sistem getah bening atau sistem limfatik. Fungsi limpa sangatlah penting bagi tubuh, yaitu menyaring sel darah merah yang rusak serta menjaga sistem imunitas tubuh. Bila fungsi limpa terganggu, maka tubuh akan rentan terserang penyakit.