29 Dalam mengatur darah, keadaan hati dapat dilihat lewat kuku jari tangan dan jari kaki Mempengaruhi /menentukan kekuatan bawaan pada wanita Patologi Hati Paling mudah terserang angin Nyeri iga ( terutama sebelah kanan ) Nyeri daerah kemaluan Perut kembung Timbul rasa sedih,mudah marah,dan mudah ketakutan,mudah tersinggung Vertigo ( pusing kepala ) Tremor ( gemeteran ) dan kejang pada alat gerak Mulut terasa pahit Ikterus Timbul perdarahan termasuk kelainan haid dan kehamilan Adanya kelainan alat kelamin luar ( tidak bisa ereksi ) Daerah tepi lidah merah dan otot lidah kaku,keras ,pendek dan tremor Terkejut disertai gerakan Mata kabur Mudah tersinggung dan marah Pengecilan payudara pada limpa Hernia dan scrotum
30 5. Ginjal Menurut ilmu pengobatan Akupunktur organ ginjal sebenarnya hanya satu yaitu Ginjal yang kiri.sedangkan Ginjal kanan disebut Mingmen. Mingmen adalah tempat penyimpanan Sen dan Cing dan merupakan sumber Ci sejati. Pada Mingmen merupakan tempat penyimpanan Cing dan pada wanita Mingmen merupakan organ yang memelihara rahim.Mingmen ini sering sebagai unsur api dalam Ginjal Fisiologi Organ penyimpan dan pengatur Cing didapat dan pembentuk Cing bawaan Merupakan organ penentu pertumbuhan dan daya reproduksi Merupakan organ penentu kekuatan bawaan bagi generasi berikutnya Merupakan organ yang menjadi tuan dari tulang dan membentuk sumsum tulang dan mempunyai hubungan dengan otak karena isi otak adalah sumsum tulang Ginjal menentukan kelincahan ,gerak tubuh maupun gerak mental,daya konsentrasi,daya ingatan dan kesegaran tubuh Ginjal berperan dalam pengaturan cairan dalam tubuh Ginjal mempengaruhi kekuatan sexual karena adanya Cing turunan dan adanya ginjal pelengkap yang berupa testes pada pria dan ovarium ( indung telur ) pada wanita Ginjal mempengaruhi uterus
31 Berhubungan dengan dunia luar lewat telinga dan alat kelamin luar dan dubur Ginjal mempengaruhi rambut ( rambut kepala,ketiak,dan kemaluan Dalam mengembangkan fungsinya memerlukan makanan dan minuman dengan rasa asin Emosi takut sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh ginjal Fungsi ginjal akan menurun bersamaan dengan menuanya umur Ginjal mempengaruhi pinggang,lutut,tumit dan telapak kaki Menentukan pengeluaran urine Bersifat dingin dan menghisap Patologi Ginjal Adanya rasa nyeri di pinggang,lutut,tumit dan telapak kaki Kaki dan tangan dingin Terjadinya kelainan sexual : impotence, mandul, frigiditas, ejakulasi Tuli dan telinga berbunyi Daya ingat,daya konsentrasi menurun Rambut rontok Gigi yang rontok sebelum waktunya Semangat tidak menentu dan kurang memiliki kelincahan gerak Tulang belulang menjadi layu Timbul rasa lapar tetapi tidak naafsu makan Penglihatan kabur dan silau
32 Mudah merasa takut Diare diwaktu sebuh Gelap mata pada saat bangun dari posisi duduk D. Stuktur Dan Fungsi Organ Fu/Organ Berongga 1. Lambung : organ yang terletak dirongga tengah atau dibawah sekat rongga dada ( diafragma ). Didalam lambung makanan dan minuman ditampung untuk sementara yang kemudian bercampur dengan getah lambung yang dihasilkan oleh lambung dan enzym pencernaan diolah sedemikian rupa sehingga akhirnya menjadi cairan makanan dan minuman yang selanjutnya Disalurkan ke usus halus lewat usus 12 jari Fisiologi Lambung Merupakan lautan makanan dan minuman Merupakan sumber tenaga bagi organ Cang dan Fu Bersama-sama dengan limpa menentukan kekuatan setelah lahir Merupakan tempat dibentuknya Cing,Ying,Sie,Cin,Yi dan Wei Merupakan sumber pemeliharaan bagi seluruh Organ Cang Fu Merupakan sumber pemeliharaan tubuh setelah lahir Organ memisahkan 5 jenis rasa makanan dan minuman yang masuk lalu disebarkan oleh limpa kelima organ Cang, yaitu : Rasa asam : Hati Rasa pahit : Jantung
33 Rasa manis : Limpa Rasa Pedas : Paru-paru Rasa asin : Ginjal Dalam mengembangkan fungsinya memerlukan makanan dan minuman dengan rasa manis Berhubungan dengan dunia luar lewat mulut Patologi Nyeri ulu hati,mual,muntah dan kembung Gangguan nafsu makan Banyak mengelurkan air liur ( ngences ) sampai menetes keluar dari mulut. Hal ini dapat terjadi karena adanya cacing dalam lambung Bila Ci lambung berbalik karena faktor dingin akan timbul gejala cegukan Dalam sikap mental orang yang terganggu lambungnya umumnya suka menyendiri,tidak suka berkumpul dengan orang banyak Adanya gangguan pada selapput lidah dan gusi Mulut kering Tinja kering atau encer Suka berlaku yang aneh2 Timbulnya kelumpuhan pada muka atau anggota gerak 2. Usus Besar Fungsi usus besar melakukan transportasi ampas makanan dan membuangnya dalam bentuk BAB. Usus besar juga berperan dalaam hal BAK. Berhubungan dengan dunia
34 luar lewat hidung. Dalam mengembangkan fungsinya memerlukan makanan dan minuman dengan rasa pedas. Patologi • Susah BAB Wasir Rasa menusuk dalam perut ( nyeri usus ) : Usus berbunyi,mules Sudut bibir kering Mudah timbul pendarahan pada kulit Timbul batuk dan sesak nafas disertai perut kembung ( Se usus besar ) 3. Usus Kecil Fungsi usus kecil : • menerima makanan dan minuman dari lambung lalu mengolahnya dan memisahkan menjadi sari dan ampas • memisahkan ampas padat dan cair kemudian menyalurkan ke alat pembuangannya yaitu ampas padat ke usus besar sedangkan ampas cair yang berupa urine disalurkan kekantong kencing • Dalam mengembangkan fungsinya memerlukan makanan dan minuman dengan rasa pahit • Berhubungan dengan dunia luar lewat lidah Patologi Stomatitis Haematuria Wasir yang disebabkan adanya panas pada usus kecil Rasa berat pada anus setelah BAB
35 Tenggorokkan nyeri dan bengkak ,pundak dan bahu terasa mau patah Sakit perut bagian bawah Terjadinya gangguan pendengaran dan tuli Usus bunyi dan banyak kentut Pembengkakan sendi 4. Kandung Kemih Fungsi kandung kemih • Menampung sisa-sisa makanan dan minuman yang berbentuk cairan lalu mebuangnya dalam bentuk berkemih ( BAK) • Bersama-sama dengan ginjal dan usus kecil mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh • Kandung kemih dapat mengatur pengeluaran urine dibawah pengaturan ginjal • Untuk mengembangkan fungsinya memerlukan makanan dan minuman dengan rasa asin • Berhubungan dengan dunia luar lewat telinga, alat kelamin luar dan dubur Patologi Kelainan dalam berkemih ( BAK ) Punggung tidak dapat membungkuk atau menengadah Hidung mampet Sakit kepala Wasir, air mata berlebihan, lipat paha, betis dan tumit terasa ngilu
36 Telinga berbunyi, impotensia, ngompol, warna muka gelap, kepala terasa berputar, hipotensi 5. Tri Pemanas = San Ciao Tri pemanas adalah sebuah organ yang tidak berbentuk tetapi ada. berupa sebuah kantong besar yang membungkus seluruh organ dalam tubuh dan terletak pada rongga dari batas pangkal tulang leher dan pangkal kemaluan. Tri pemanas merupakan organ Fu tunggal. Fungsi Tri Pemanas Hanya dengan pengaruh Ci dan Tri Pemanas maka semua organ Fu dapat mengembangkan fungsinya Mengalirkan Ci dan darah sehingga dapat bergerak dalam kulit,otot dan organ-organ dalam tubuh Berperan dalam pengaturan cairan dan pembuangan cairan yang tak berguna dalam tubuh.Bekerja sama dengan Ginjal,Kandung kemih,paru-paru dan usus kecil Membagi rongga tubuh dengan tiga rongga yaitu : − Rongga atas ( sang ciao ) yaitu dari pangkal leher sampai sekat rongga dada ( mulut lambung ) yang didalamnya terdapat : paru-paru,jantung dan selaput jantung − Rongga tengah ( Cung Ciao ) yaitu dari sekat rongga dada sampai puser ( dari mulut lambung sampai mulut bawah lambung) yang didalamnya tardapat : limpa,lambung,hati dan kandung empedu − Rongga bawah ( Sia Ciao ) yaitu dari puser sampai pangkal kemaluan ( mulut bawah lambung sampai
37 pada anus dan alat kelamin, yang didalamnya terdapat : Ginjal, kandung kemih, usus besar dan usus kecil Patologi Adanya kelainan pengaturan cairan : tak dapat kencing,pembengkakan Terganggunya keseimbangan cairan dalam tubuh Kelainan rongga atas antara lain : Dahi berkeringat, dada sesak, nyeri iga, sesak nafas, mulut terasa haus, tenggorokan tersumbat/bengkak; gelisah, suara lemah nafas pendek, tidak dapat makan dan minum ( secara umum sama dengan gangguan pada organ yang terdapat pada rongga atas ) Kelainan rongga tengah antara lain : Perut kembung, muntah-muntah, gangguan pencernaan, diare, usus berbunyi (secara umum sama dengan kelainan organ yang terdapat di rongga tengah ) Kelainan rongga bawah antara lain : Susah buang air besar dan BAK bercampur darah, ngompol 6. Kandung Empedu Kandung empedu adalah sebuah kantong berbentuk terong dan merupakan selaput tipis ( membran berotot yang terletak disebuah lekukan dipermukaan. Bawah hati,sampai pinggiran didepannya,panjang kandung empedu 8 s.d 12 cm dan isinya sekitar 60 cm kubik.Jadi secara keseluruhan letak kandung e,pedu sama dengan hati. Yaitu di rongga tengah bagian kanan atas menempel dengan Hati
38 Fungsi Kandung empedu : − Menyimpan getah empedu yang diperoleh dari hati yang merupakan cairan jernih yang membedakan dengan cairan/zat yang ada didalam organ Fu yang lain: yang berfungsi sebagai pembersih organ tengah − Memutuskan pertimbangan-pertimbangan pikiran, jadi berfungsi sebagai hakim dalam memberikan keputusan ( fungsi dalam bidang mental ) Menentukan keberanian seseorang Kandung empedu dapat menghilangkan rangsangan ketakutan atau kebencian dari luar Kandung empedu mempertahankan kelancaran perjalanan/peredaran Ci dan Sie Ci kandung empedu bersifat naik. Bila hal ini normalmaka organ-organ lain tenag dan sebaliknya bila tidak normal maka organ lain akan terganggu Mempengaruhi daerah setengah dalam dan setengah luar Bersifat keras Kandung empedu adalah organ Fu yang berisi cairan jernih dan tidak menyalurkan seluruh isinya Kandung empedu bersama-sama dugaan hati menguasai tendon Kandung empedu berhubungan dengan dunia luar lewat mata Dalam mengembangkan fungsinya memerlukan makanan dan minuman dengan rasa asam Patologi
39 Bila kandung empedu Se/panas akan timbul gejala : - Mudah lapar dan keempat alat gerak ( tangan dan kaki ) lemas tak bertenaga - Rasa penuh dibawah iga disertai mulut pahit - sering menarik nafas panjang - Gelisah,sedih dan kuatir tidak menentu Gejala Utama Kelainan Kandung Empedu Demam dan sakit pada kedua samping kepala Pusing dan mata kabur Kuping berbunyi atau tuli Dada sesak dan Nyeri Iga Muntah dengan cairan yang rasanya pahit Emotional Bila kandung empedu Si/dingin akan timbul gejala : − Mudah kaget dan terbangun dari tidur − Merasa ada sesuatu yang menyumbat kerongkongan − Susah tidur − Ketakutan dan merasa kuatir − Sering meludah;muntah-muntah − Selalu ragu dalam bertindak − Mulut terasa pahit;sakit kuning Dalam hal mental : penderita sering menarik nafas panjang,perasaannya mengambang,hidup penuh kekuatiran dan kecurigaan terhadap orang lain. Sering merasa mual
40 E. ORGAN-ORGAN ISTIMEWA Yang termasuk organ istimewa adalah : otak, sumsum tulang, tulang, pembuluh darah, kandung empedu dan uterus ( kandung rahim ) Organ-organ ini disebut organ istimewa karena memiliki sifat campuran antara organ Cang ( padat ) dan organ berongga ( Fu ). Organ istimewa ini memiliki bentuk seperti organ Fu, tetapi memiliki fungsi sama dengan organ Cang 1. Otak dan sumsum belakang : Otak merupakan tempat sen sejati, juga merupakan tempat Ci tersimpan dan juga tempat disimpannya ingatan. Pemeliharaan otak oleh cairan dari hasil olahan makanan dan minuman Patologi Otak Gerak yang berlebihhan ( hiperaktif ) menunjukkan berlebihnya sumsum tulang Bila sumsum tulang kurang atau cairan dalam otak berkurang maka akan timbul gejala : telinga berbunyi , pergerakan pendengaran dan penglihatan menurun, pusing,tak bertenaga dapat terjadi kelumpuhaan karena tulang lemah dan rapuh. Karena ginjal adalah tuan dari tulang dan ginjal adalah yang membentuk sumsum tulang berhubungan dengan otak;maka kelainan pada sumsum tulang belakang dan sumsum tulang berhubungan dengan otak, maka kelainan
41 pada sumsum tulang,tulang dan otak, maka pengobatannya selalu ditunjukkan kepada ginjal 2. Uterus Uterus adalah organ istimewa yang hanya dimiliki oleh kaum wanita.Letaknya pada perut bagian bawah .Uterus merupakan awal ( permulaan ) dari meridian Ren,cung dan Tu. Fungsi uterus merupakan organ dasar untuk haid dan kehamilan. Kerjanya dipengaruhi oleh : kelima organ Cang ( jantung, ginjal, hati ,limpa dan paru-paru ) Delapan meridian istimewa terutama ginjal,meridian REN,Cung dan meridian Tay. Hanya dengan Ci Ginjal yang cukup dan daya sistem ginjal yang baik, maka haid dapat teratur dan pembuahan serta pemeliharaan bayi dalam kandungan dapat berjalan normal. Dalam kehidupan sehari-hari bila haid tidak teratur dapat berakibat mandul; haid tidak teratur ini karena adanya Ci Ginjal yang lemah atau tidak cukup yg berarti Ci dan darah ( Sie ) tidak cukup Gejala utama kelainan Uterus : - Adanya kelainan haid - Adanya kelainan kandungan atau guguran Bila terjadi hal semacam itu pengobatannya adalah menormalkan meridian Ren dan cung dengan memperhatikan fungsi kelima organ Cang yang lain yang berpengaruh terhadap terjadinya haid.
42 2. Keterampilan yang diperlukan dalam Menguasai konsep keseimbangan sistem tubuh a. Identifikasi Konsep Gangguan Keseimbangan Sistem Tubuh 3. Sikap yang diperlukan dalam menguasai Konsep Keseimbangan Sistem Tubuh a. Teliti dalam mengidentifikasi gangguan sistem tubuh
43 B. IDENTIFIKASI GANGGUAN KESEIMBANGAN SISTEM TUBUH 1. Pengetahuan yang diperlukan dalam Mengidentifikasi Gangguan Keseimbangan Sistem Tubuh Judul Materi : IDENTIFIKASI GANGGUAN KESEIMBANGAN SISTEM TUBUH Tujuan Instruksional Umum : Setelah pembelajaran peserta mampu melakukan Identifikasi Gangguan Keseimbangan sistem tubuh Tujuan Instruksional Khusus : Setelah pembelajaran peserta dapat : a. Menyebutkan pengertian dari identifikasi gangguan keseimbangan sistem tubuh b. Mengumpulkan data dasar pengguna jasa layanan c. Menggali keluhan utama pengguna jasa layanan d. Menetapkan akar masalah e. Mengklasifikasikan gangguan keseimbangan sistem tubuh Waktu Pelatihan : Teori : 2 JPL Praktek : 4 JPL
44 IDENTIFIKASI GANGGUAN SISTEM TUBUH A. Pengertian Identifikasi gangguan sistem tubuh adalah teknik penggalian masalah Kesehatan yang sedang dirasakan oleh pengguna jasa layanan melalui wawancara dan pemeriksaan. Dalam identifikasi sistem tubuh, seorang terapis harus menggali data pengguna jasa layanan secara subjektif dan objektif. Data subjektif didapatkan dari proses wawancara antara terapis dengan pengguna jasa layanan. Data subjektif berasal dari keluhan yang sedang dirasakan oleh pengguna jasa layanan. Sedangkan data objektif didapatkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh terapis pada pengguna jasa layanan. Identifikasi gangguan sistem tubuh dimulai dari penggalian data dasar pengguna jasa layanan, keluhan utama dan pemeriksaan raksa jasad serta klasifikasi gangguan sistem tubuh. B. Identifkasi Data Dasar Pengguna Jasa Layanan Identifikasi data dasar pengguna jasa layananan adalah sebuah proses yang dilakukan oleh terapis kepada pengguna jasa layanan melalui proses wawancara. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses wawancara : 1. Penampilan : penampilan merupakan faktor utama dalam komunikasi penampilan terapis yang rapih dan terkesan elegan akan membuat klien merasa di hargai dan loyal terhadap terapis • Yang termasuk kedalam penampilan :
45 • Kebersihan diri • Cara berpakaian ( pakaian berkerah dan celana sopan ) • Potongan rambut (Bagi perempuan yang tidak berhijab rambut diikat rapih) • Aroma tubuh (menggunakan feromone GM) 2. Gaya Bicara Gaya Bicara meliputi bahasa verbal dan non verbal 1. Bahasa Verbal Bahasa verbal meliputi : - kejelasan berbicara / artikulasi - Intonasi ( tinggi rendahnya nada bicara ) 2. Bahasa Non verbal meliputi : - Gestur / gerak tubuh - Kontak mata 3. Penguasaan Materi Penguasaan Materi sangat menetukan untuk dapat memberikan penjelasan terhadap keluhan ataupun tindakan yang akan diberikan kepada klien Kegagalan dalam penyampaian pesan kebanyakan dari kurangnya penguasaan materi komunikator sehingga lawan bicara tidak mengerti terhadap apa yang sedang di bicarakan 4. Sikap ✓ Sikap merupakan gabungan dari unsur komunikasi diatas. ✓ Sikap ramah dan terbuka seorang terapis dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa layanan. ✓ Selalu memuji Pengguna Jasa Layanan (pucuk pangjungjung, kembang panyanjung) dan memberi posisi ✓ Hindari konflik dengan pengguna jasa layanan.
46 ✓ Jangan menghakimi atau menyalahkan pengguna jasa layanan. ✓ Selalu mendekatkan terapis, Pengguna Jasa Layanan (PJL) dan masalah pengguna jasa layanan dengan spiritual. Data dasar pengguna jasa layanan meliputi : • Nama Pengguna Jasa Layanan • Umur • Jenis Kelamin • Alamat • No Hp • Status Kunjungan Baru / Lama Contoh form wawancara : pengumupulan data dasar LANGKAH KERJA MENGGALI DATA DASAR PENGGUNA JASA LAYANAN 1. Alat dan bahan a. Alat tulis b. Form wawancara
47 c. Buku pengguna jasa layanan / logbook d. KTA e. Feromon 2. Langkah kerja a. Terapis menyiapkan lingkungan yang nyaman b.Terapis menyiapkan form wawancara c. Terapis memperkenalkan diri d.Terapis menanyakan : 1) Nama 2) Umur 3) Alamat 4) Nomor kontak / Hp 5) Status Kunjungan : Lama/Baru e. Terapis memberikan sugesti positif pada pengguna jasa layanan f. Terapis mencatat identitas pengguna jasa layanan di logbook C. Keluhan Utama Terapis melakukan wawancara secara mendalam mengenai keluhan yang paling dirasakan oleh pengguna jasa layanan agar didapatkan keluhan utama. Keluhan utama adalah keluhan yang paling dominan / paling dirasakan oleh pengguna jasa layanan pada saat sekarang dan sring dirasakan. Dalam menggali keluhan utama yang harus diperhatikan oleh terapis adalah : ▪ Keluhan yang sedang dan sering dirasakan ▪ Area tubuh dimana keluhan terjadi ▪ Lama terjadi keluhan
48 ▪ Apa yang menyebabkan keluhan terjadi ▪ Apa yang telah dilakukan untuk mengatasi keluhan LANGKAH KERJA MENGGALI KELUHAN UTAMA 1. Persiapan alat : a. Alat tulis b. Form wawancara c. Buku pengguna jasa layanan / logbook 2. Langkah kerja : a. Terapis memastikan pengguna jasa layanan dalam kondisi nyaman b. Terapis menanyakan keluhan utama atau yang paling dan sering dirasakan c. Terapis melakukan validasi terhadap keluhan pengguna jasa layanan, area terjadinya keluhan d. Terapis menanyakan apa yang menyababkan keluhan terjadi e. Terapis menanyakan tindakan yang sudah dilakukan untuk mengatasi keluhan saat ini f. Terapis menanyakan lama terjadinya keluhan g. Terapis mencatat dibuku pengguna jasa layanan D. Pemeriksaan Raksa Jasad Pemeriksaan raksa jasad adalah teknik pemeriksaan yang dilakukan oleh terapis kepada pengguna jasa layanan melalui
49 stimulasi pada ujung jari tangan dan kaki untuk mengetahui gangguan energi pada organ. • Data yang didapatkan pada pemeriksaan raksa jasad adalah respon reflek dari pengguna jasa layanan pada saat dilakukan stimulasi oleh terapis. Respon reflek tersebut dapat berupa respon verbal ataupun non verbal. Baik berupa rangsang sakit ataupun gerakan reflek dari pengguna jasa layanan (menarik tangan secara spontan atau mengernyitkan mata) • Respon yang paling dominan itu menandakan gangguan fungsi organ sedang terjadi. Tabel Respon Stimulasi Jari Tangan dan Kaki No Respon Stimulasi Jari Tangan - Kaki 1 Tangan : 1) Ibu jari : Jalur energi paru 2) Jari telunjuk : Jalur energi usus besar 3) Jari tengah : Jalur energi selaput jantung
50 2 4) Jari manis : Jalur energi tripemanas 5) Jari kelingking : Jalur energi jantung dan usus kecil Kaki : 1) Ibu Jari : Jalur energi limpa dan liver 2) Jari telunjuk : jalur energi lambung bagian atas 3) Tengah jari telunjuk dan jari tengah : jalur energi lambung bagian tengah 4) Jari tengah : jalur energi lambung bagian bawah 5) Jari manis : jalur energi kantung empedu 6) Jari kelingking : jalur energi kantung kemih LANGKAH KERJA PEMERIKSAAN RAKSA JASAD 1. Persiapan alat : a. Alat tulis b. Buku pengguna jasa layanan / logbook c. Gusmus oil 2. Langkah kerja a. Terapis mengatur posisi PJL b. Terapis menjelaskan Tindakan yang akan dilakukan c. Terapis memastikan ulang jalur energi yang terganggu, dengan cara melakukan stimulasi ulang pada jari yang terdeteksi ada respon nyeri baik secara verbal atau non verbal ✓ Tangan : 1) Ibu jari : Jalur energi paru 2) Jari telunjuk : Jalur energi usus besar
51 3) Jari tengah : Jalur energi selaput jantung 4) Jari manis : Jalur energi tripemanas 5) Jari kelingkin : Jalur energi jantung dan usus kecil ✓ Kaki : 1) Ibu Jari : Jalur energi limpa dan liver 2) Jari telunjuk : jalur energi lambung bagian atas 3) Tengah jari telunjuk dan jari tengah : jalur energi lambung bagian tengah 4) Jari tengah : jalur energi lambung bagian bawah 5) Jari manis : jalur energi kantung empedu 6) Jari kelingking : jalur energi kantung kemih 7) Tengah telapak kaki : jalur energi ginjal 8) Terapis menetapkan gangguan keseimbangan sistem tubuh berdasarkan respon dominan dari stimulasi yang dilakukan 9) Terapis menjelaskan gangguan keseimbangan sistem tubuh kepada pengguna jasa layanan 10) Terapis mencatat hasil pemeriksaan pada buku pengguna jasa layanan E. Menetapkan akar masalah ✓ Menetapkan akar masalah adalah memilah hasil identifikasi gangguan organ kedalam empat pola penyebab sehat – sakit. ✓ Akar masalah berkaitan dengan penyebab organ terganggu. Penetapan akar masalah diawali dari interpretasi hasil pemeriksaan raksa jasad. ✓ Respon reflek yang diakibatkan dari stimulasi / rangsangan pada saat pemeriksaan raksa jasad merupakan indikator terjadinya
52 gangguan energi organ. Memerlukan ketelitian dan pengalaman untuk bisa menentukan gangguan organ yang dominan, terlebih pada pengguna jasa layanan yang sangat sensitive terhadap rangsang nyeri. ✓ Dalam hal terapis menemukan gangguan organ lebih dari satu maka terapis harus melakukan validasi ulang. Validasi ulang dapat berupa : 1. Mengulangi pemeriksaan raksa jasad dengan menurunkan intensitas rangsangan / stimulus pada jari pengguna jasa layanan 2. Menghubungkan dengan keluhan utama pengguna jasa layanan 3. Memverifikasi tanda dan gejala pengguna jasa layanan F. Klasifikasi Gangguan Sistem Tubuh Klasifikasi gangguang sistem tubuh adalah proses pengelompokan secara spesifik gangguan organ berikut dengan penyebab masalah / akar masalah terjadinya gangguan organ. Rumusan Klasifikasi gangguan sistem tubuh meliputi P + A + KU. • Gangguan keseimbangan tubuh / organ merupakan masalah (Problem / P) • Akar masalah adalah penyebab gangguan organ itu terjadi (A) • Akar masalah penyebab gangguan keseimbangan tubuh / organ meliputi pola makan, pola minum, pola tidur dan pola pikir
53 • Keluhan adalah gejala / tanda yang dikeluhkan oleh Pengguna Jasa Layanan (PJL) akibat dari gangguan keseimbangan tubuh atau organ (KU) Contoh : Gangguan Lambung (P) + akibat dari Pola Makan tidak baik (A) + ditandai dengan PJL mengeluh nyeri ulu hati (KU) TABEL PENGKLASIFIKASIAN GANGGUAN KESEIMBANGAN SISTEM TUBUH / ORGAN Gangguan Organ / Masalah Akar masalah / penyebab Gejala / keluhan yang dirasakan (sering di keluhkan) Paru - Paru Pola Minum ✓ Gangguan pernafasan ( batuk, asma, sesak nafas) ✓ Gangguan penyeba ran cairan dalam tubuh (bengkak, ba nyak lendir) ✓ Gangguan kulit dan rambut badan (bidu ran, gatal-gatal) ✓ Gangguan hidung, tenggorokan, suara (pilek, hidung tersum bat, sakit tenggorok, suara serak) Usus Besar Pola Minum ✓ Gangguan buang air besar (sembelit, diare, buang air besar berdarah) ✓ Gangguan anus (wa sir) Selaput jantung dan jantung Pola Minum ✓ Gangguan peredaran darah dan pembuluh darah
54 (penyumbatan/pecah pembuluh darah/perdarahan) ✓ Gangguan semangat, mental, kesadaran (kurang gairah, dep resi, gelisah, susah tidur, pingsan, koma) ✓ Gangguan kecerdasan dan daya fikir (lambat berfikir, dungu, keter lambatan mental). ✓ Gangguan lidah (lidah bengkok, sariawan) Tripemanas Pola Minum ✓ Gangguan suhu tubuh ✓ Gangguan sesuai dengan zona tripema nas (atas, tengah, bawah) Usus Kecil Pola Minum ✓ Gangguan buang air besar (diare, sembelit) ✓ Gangguan volume air kemih( urine sedikit ) Gejala tipoid Limpa Pola Minum ✓ Gangguan pencernaan dan cairan tubuh (diare, sembelit, ku rang nafsu makan, selalu lapar, bengkak) ✓ Gangguan perdarahan (menstruasi) ✓ Gangguan Otot (kurus, gemuk, otot lunak) Liver Pola Tidur ✓ Gangguan pendara han (mens truasi berlebihan / tidak teratur,muntah darah, kesemutan) ✓ Gangguan tendon (kram, lemah jalan, alat gerak kurang tenaga) ✓ Gangguan mental (kesal, takut, sedih, khawatir )
55 ✓ Gangguan alat kelamin (hernia, impo tensi ) ✓ Gangguan mata Lambung Pola Makan ✓ Gangguan pada pen cernaan makanan (dia re, sembelit, mual, muntah, kembung, nafsu makan) ✓ Gangguan otot (otot lunak, tegang, kram, keseleo, dll) ✓ Gangguan daerah ulu hati (nyeri ulu hati, sendawa, cegukan) ✓ Gangguan mulut (sariawan, sakit gigi) kantung empedu Pola Tidur ✓ Gangguan pencernaan (mual, nyeri ulu hati) ✓ Gangguan iga bawah (nyeri iga) ✓ Gangguan mental (bimbang, takut) Ginjal Pola Minum ✓ Gangguan fungsi otak, tulang dan darah (kelincahan gerak, daya ingat, kualitas darah, pengeroposan tulang, konsentrasi) ✓ Gangguan reproduksi (kurang subur, kemam puan seksual) ✓ Gangguan cairan tubuh (gangguan urin , bengkak) ✓ Gangguan telinga dan gangguan rambut ke pala, kurang pende ngaran, berdenging, rambut cepat ber uban. kantung Kemih Pola Minum ✓ Gangguan pengelua ran air kemih (ngom pol,
56 LANGKAH KERJA PENGKLASIFIKASIAN GANGGUAN SISTEM TUBUH 1. Alat dan Bahan a. Alat tulis b. Form Rekam Aplikasi Terapi c. Buku pengguna jasa layanan / logbook 2. Langkah Kerja a. Terapis menetapkan gangguan keseimbangan sistem tubuh b. Terapis menentukan akar masalah dari jalur energi organ yang terganggu 1) Pola makan : Lambung , limpa 2) Pola Minum : Paru, usus besar, selaput jantung, tripemanas, jatung, usus kecil, kandung kencing, ginjal 3) Pola Tidur : Liver, kandung empedu 4) Pola Pikir : bila lebih dari tiga jalur energi organ yang terganggu c. Terapis menyampaikan hasil dari klasifikasi organ dan akar masalah kepada pengguna jasa layanan d. Terapis mencatat hasil klasifikasi pada buku pengguna jasa layanan beser, kencing sakit, kencing berda rah, dll) Ditemukan lebih dari 3 organ terganggu Pola Pikir ✓ Banyak dirasa ✓ Sensitif ✓ Rasa takut berlebihan / paranoid
57 2. Keterampilan yang diperlukan dalam Identifikasi Gangguan Sistem tubuh A. Menggali keluhan utama B. Pemeriksaan Raksa Jasad C. Mengklasifikasikan gangguan keseimbangan sistem tubuh 3. Sikap yang diperlukan dalam menguasai Konsep Keseimbangan Sistem Tubuh a. Cermat dalam mengidentifikasi gangguan keseimbangan sistem tubuh b. Teliti dalam pemeriksaan Raksa Jasad c. Tepat dalam mengklasifikasikan gangguan sistem tubuh
58 C. APLIKASI DASAR TERAPI GUSMUS RAKSA JASAD 1. Pengetahuan yang diperlukan dalam Melakukan Aplikasi Dasar Terapi Gusmus Raksa Jasad Judul Materi : APLIKASI DASAR Tujuan Instruksional Umum : Setelah pembelajaran peserta dapat melakukan aplikasi dasar terapi Gusmus Raksa Jasad Tujuan Instruksional Khusus : Setelah pembelajaran peserta dapat : a. Mengetahui tahapan dasar aplikasi terapi Gusmus Raksa Jasad b. Mengetahui prinsif dasar aplikasi Gusmus Raksa Jasad c. Menggunakan alat bantu terapi gusmus d. Melakukan stimulasi dasar aplikasi Gusmus Raksa Jasad e. Melakukan aplikasi dasar Gusmus Raksa Jasad f. Melakukan evaluasi aplikasi terapi yang dilakukan dan menetapkan rencana tindak lanjut Waktu Pelatihan : Teori : 1 JPL Praktek : 3 JPL
59 APLIKASI DASAR Aplikasi Dasar adalah aplikasi inti yang harus dimiliki oleh setiap terapis Gusmus Raksa Jasad yang meliputi : tahapan dasar, prinsif dasar, stimulasi dasar, alat bantu terapi gusmus, aplikasi dasar dan evaluasi aplikasi terapi yang dilakukan serta menetapkan rencana tindak lanjut. A. Tahapan Dasar Aplikasi Terapi Gusmus Raks Jasad Tahapan Dasar Aplikasi Terapi Gusmus Raks Jasad mengacu pada rumusan kitab Nabawadatala yang secara garis besar disebut Trilogi GM yang terdiri dari 1. Kenali masalah Kenali masalah merupakan tahapan pertama dalam aplikasi terapi Gusmus Raksa Jasad. Pada tahap ini terapis melakukan interaksi dengan pengguna jasa layanan untuk mendapatkan data baik secara subjektif ataupun objektif terhadap gangguan keseimbangan sistem tubuh yang dirasakan pengguna jasa layanan. Dalam proses kenali masalah terapis menggunakan teknik wawancara dan pemeriksaan gangguan energi organ. Data yang didapatkan oleh terapis akan digunakan sebagai dasar penetapan langkah aplikasi selanjutnya. 2. Aplikasi terapi Aplikasi terapi merupakan teknik stimulasi yang dilakukan oleh terapis pada pengguna jasa layanan untuk mengatasi gangguan keseimbangan sistem tubuh. Teknik stimulasi disesuaikan dengan gangguan organ yang terjadi pada pengguna jasa layanan. 3. Terminasi
60 Proses akhir dari rangkaian aplikasi terapi Gusmus Raksa Jasad adalah mengevaluasi respon dari tindakan aplikasi yang dilakukan pada pengguna jasa layanan dan menentukan rencana tindak lanjut. Rencana tindak lanjut meliputi : pemberian suplemen Kesehatan sesuai dengan gangguan sistem tubuh pengguna jasa layanan dan menetapkan jadwal terapi selanjutnya. B. Prinsif Dasar Aplikasi Gusmus Raksa Jasad • Prinsif Dasar Aplikasi Gusmus Raksa Jasad merupakan teknik aplikasi terapi kesehatan tradisional yang menitikberatkan aplikasinya berdasarkan letak / titik pada tubuh manusia yang bertujuan untuk menstimulasi / merangsang aliran energi pada area tubuh agar terjadi keseimbangan pada tubuh manusia • Stimulasi yang diberikan berupa : A. Sentuhan ( aktivating ) B. Circle / putar ( Balancing / Relaxing ) C. Kiyap / meremas ( Tonikum ) • Lumasi jari terapis dengan gm oil secukupnya • Stimulasi dilakukan dengan : ✓ sentuh / totok (LAKUKAN TOTOKAN ½ DETIK PADA ZONA TERAPI UNTUK MEMBERI RANGSANG KEJUT / ACTIVATING) ✓ circle / putar (TEKNIK PEMIJATAN DENGAN CARA MELINGKAR PADA AREA TERAPI DENGAN MAKSUD UNTUK MEMBERIKAN RELAKASI) ✓ kiyap / remas pada titik / zona permukaan tubuh (TEKNIK PEMIJATAN UNTUK MEMPERTEGAS PROSES STIMULASI)
61 • Setiap zona di lakukan stimulasi masing-masing 3 x dengan menggunakan kaidah ujung – tengah - ujung • Stimulasi dimulai dari bagian kiri anggota tubuh kemudian bagian kanan • Untuk keluhan dari akar leher bagian depan sampai dengan akar leher bagian belakang stimulasi dilakukan dimulai dari telinga kiri - telinga kanan, tangan kiri – tangan kanan, kaki kiri – kaki kanan. • Untuk keluhan dari diapragma ke akar leher stimulasi dimulai dari tangan kiri – tangan kanan, kaki kiri – kaki kanan. • Untuk keluhan dari ulu hati sampai dengan telapak kaki stimulasi dimulai dari kaki kiri – kaki kanan, tangan kiri – tangan kanan. C. Alat Bantu Terapi Gusmus Alat bantu terapi gusmus adalah alat yang digunakan dalam proses aplikasi terapi. Alat bantu yang digunakan terkait bentuk dan jenisnya sesuai dengan yang tercantum dalam kitab Nabawadatala. 1. Gusmus Oil / Minyak Gusmus Minyak Gusmus merupakan minyak khusus yang terbuat dari banyak bahan yang berfungsi untuk melumasi permukaan tubuh, mempercepat regenerasi sel, menjaga kelembabab kulit dan banyak lagi kegunaan lainnya. Minyak Gusmus di gunakan untuk melumasi jari terapis, melumasi bagian tubuh pengguna jasa layanan 2. Spoon / Sendok Terapi
62 Merupakan alat totok berbentuk menyerupai sendok terbuat dari logam berfungsi untuk memberikan stimulasi positif pada titik rangsang, menetralkan energi negative. Spoon Gm digunakan untuk proses totokan pada kaki, stimulasi daerah kepala dan muka 3. Kaboa / alat totok terapi Alat totok terbuat khusus dari kayu kaboa, dipercaya bisa menetralkan energi negative, mempercepat perbaikan sistem tubuh. Kaboa digunakan untuk membantu stimulasi pada daerah telapak kaki dan tangan D. Stimulasi dasar aplikasi Gusmus Raksa Jasad Stimulasi dasar aplikasi Gusmus Raksa Jasad dikenal juga dengan 6 titik istimewa disebut juga THE POWER OF QI. QI adalah energy panas atau energy kehidupan. Berarti 6 titik istimewa adalah suatu teknik perbaikan sistem tubuh yang memiliki fungsi mempertahankan kestabilan kekuatan tubuh manusia. 1. HEGU (TITIK NA) Titik HEGU merupakan THE FATHER OF MEDIRIAN atau bapak dari semua meridian. Titik ini merupakan titik inti yang dapat menstimulasi seluruh bagian tubuh. Perlakuan terhadap titik hegu dapat dilakukan dengan melakukan penekanan sambil menarik kearah atas dan kearah bawah secara bergantian.
63 a. Menguasai zona ▪ Wajah ▪ Leher samping sampai depan ▪ Lengan ▪ Pusar kebawah – Simphisis pubis/perut bagian bawah ▪ Kaki bagian depan b. Fungsi Hegu 1) Wasir 2) Sembelit 3) Jerawat di wajah 4) Susah mendengar / Gangguan telinga 5) Polip 6) Hypertensi & Hypotensi (berhubungan dengan usus besar),penstabil tekanan darah 7) Kejang Clonic (Seluruh badan) maupun Tonic (Local/areatertentu) 8) Gampang masuk angin 9) Hyperlipidemia (Kelebihan lemak) 10) Facial Paralizis o Alis dalam o Cuping hidung (ujung bawah hidung) o Adenoid 2. TITIK LIQUE / Titik BA ( Batara ) Menemukan titik Lique / Ba dengan cara salam terbalik kepada pengguna jasa layanan terapi. a. Menguasai zona
64 ▪ Kepala dari mulai atas alis sampai ▪ ke akar leher bagian belakang b. Mengatasi ▪ Sakit kepala (Migraine, Vertigo, Gatal di kepala, Ketombe) ▪ Tekanan Intracarnial (didalam Kepala) menstabilkan tekanan di dalam kepala ▪ Mengembalikan kesadaran Yang Somnolen (timbul tenggelam) ▪ Mata Minus ▪ Sinusitis 3. TITIK NEIGUAN / WA ( Wangsit ) / PengendaliPembungkus Jantung Menemukan titik Neiguan / Wa dapat dilakukan dengan cara 3jari pasien dari lipatan tangan pengguna jasa layanan terapi. a. Menguasai zona ▪ Rongga Dada ▪ Belikat b. Bisa mengatasi ▪ Jantung Aritmea (detak jantungtak beraturan) ▪ Cardiomegaly ▪ Anxiety disordered ▪ Dada terasa penuh ▪ Nafas tidak tuntas ▪ Rasa panas di dada ▪ Batuk rejan (Batuk yang tak berhenti) ▪ Gatal – gatal
65 ▪ Kram di Belikat ▪ Jerawat di Punggung ▪ Heart Burned 4. TITIK ZUSANLI / DA ( Dangiang Agung ) Titik Zusanli disebut juga dengan THE MOTHER OF MERIDIAN. Artinya adalah ibu dari semua meridian. Perlakuan terhadap titik Zusanli dapat dilakukan dengan melakukan penekanan sambil menarik kearah atas dan kearah bawah secara bergantian. a. Menguasai zona ▪ Diafraghma s/d Pusar ▪ Kaki sisi dalam dan luar b. Bisa mengatasi ▪ Radang Lambung ▪ Nausea (mual) ▪ Vomitus (muntah) ▪ Kram perut ▪ Batu ginjal ▪ Kolik ▪ Gasthritis ▪ Sakit iga ▪ Menstabilkan selera makan ▪ Kram kaki / kesemutan kaki ▪ Panas di telapak / punggung kaki ▪ Kulit bagian kaki.
66 ▪ Oedema (bengkak pada diafraghma bawah / atas maupun seluruhnya) ▪ Meredakan Kolik Kantung empedu dan penghancur batuEmpedu. 5. TITIK WHEIZONG / TA ( Tangkal Satia ) Perlakuan terhadap titik Wheizong harus keseluruhan ataumelakukan penekanan di 3 titik wheizong (dalam, tengah danluar) secara bergantian. a. Menguasai zona ▪ Alis dalam berjalan kebagian belakang tumit. b. Bisa Mengatasi ▪ Sakit pada bagian ▪ Sakit pada bagian lutut ▪ Sjakitsusunan tulangbelakang o Lordosis (Kondisi Bungkuk) o Kifosis o Scoliosis (Melengkung ke samping) ▪ Sakit pinggang ▪ 6. TITIK ASHI / LA ( Lara Kapegat ) Titik di zona yang terasa sakit atau tidak nyaman 6 titik istimewa dilakukan dengan cara TOTOK sebagai sentuhan terapi, PUTAR/CIRCLE sebagai sentuhan relaksasi dan KIYAP untuk stimulasi perbaikan sistem.
67 LANGKAH KERJA STIMULASI DASAR (6 TITIK ISTIMEWA) 1. Alat dan Bahan : a. Alat tulis b. Buku pengguna jasa layanan / logbook c. Gm oil 2. Langkah – langkah a. Terapis menciptakan ruangan yang aman dan nyaman b. Terapis menyiapkan bahan dan alat c. Terapis mengatur posisi PJL d. Terapis menetapkan rencana tindakan yang akan dilakukan e. Terapis menyampaikan rencana tindakan yang akan dilakukan f. Terapis melakukan stimulasi pada titik sakit / ashi dengan cara totok, circle dan kiyap 3 kali g. Terapis melakukan stimulasi pada titik istimewa yang menguasai zona keluhan utama terjadi dengan cara totok, circle dan kiyap 1) Na : menguasai zona wajah, leher, pundak, lengan, dari pusar sampai anus 2) Ba: menguasai zona kepala ( dari alis bagian atas sampai dengan akar rambut bagian belakang 3) Wa : menguasai zona bagian dada 4) Da: menguasai zona dari pusar sampai ulu hati, kaki bagian depan dan sisi 5) Ta : menguasai zona dari alis bagian atas sampai dengan tumit h. Terapis mengevaluasi respon klien setelah dilakukan stimulasi i. Terapis membuat rencana tindak lanjut j. Terapis mencatat hasil evaluasi pada buku pengguna jasa layanan
68 E. Aplikasi Dasar Gusmus Raksa Jasad Aplikasi Dasar Gusmus Raksa Jasad adalah rangkaian stimulasi pada titik diseluruh bagian tubuh pengguna jasa layanan. Zona pada tubuh yang dilakukan stimulasi terdiri dari : 1. GM KAKI GM KAKI Adalah metode stimulasi dengan pemijatan pada daerah kaki dan tungkai. Pemijatan dilakukan dimulai dari ruas jari, telapak kaki, punggung kaki, tungkai bawah dan tungkai atas pemijatan mengikuti kaidah totok, putar, remas (kiyap) dan kaidah ujung – tengah–ujung.
69 2. GM TANGAN GM TANGAN adalah metode stimulasi dengan pemijatan pada daerah tangan dan lengan. Pemijatan dilakukan dimulai dari ruas jari, punggung tangan, telapak tangan, lengan bawah dan lengan atas. Pemijatan mengikuti kaidah totok, putar, remas (kiyap) dankaidah ujung – tengah – ujung.
70 3. GM KEPALA GM KEPALA adalah metode stimulasi dengan pemijatan pada daerah kepala, wajah dan telinga, pemijatan dilakukan dimulai ubun-ubun, cakra azna, ujung alis, akar rambut, zigomatikum, titik toe, titik dan, akar rambut bagian belakang dan telinga. Pemijatan mengikuti kaidah totok, putar, remas (kiyap) dan kaidah ujung –tengah - ujung 4. GM TOTOK PERUT GM Perut adalah metode stimulasi dengan pemijatan pada daerah perut, pemijatan dilakukan dimulai dari pusar dengan cara di putar lembut, 2 jari bawah pusar, 4 jari bawah pusar, 2 jari kiri kanan pusar, 4 jari kiri kanan pusar, 9 jari kiri kanan pusar, 2 jari atas pusar, 4 jari diatas pusar, uluhati, titik tengah tulang iga. Stimulasi semuanya di arahkan ke pusar dan di akhiri dengan stimulasi putar berlawanan dengan kerja usus
71 besar, memutar setengah lingkaran pada pusar ke arah kiri dan kanan terakhirpenekanan lembut pada pusar. Teknik ini berfungsi untuk memperbaiki fungsi pencernaan. 5. GM TELINGA GM TELINGA adalah stimulasi pada zona telinga dengan memenuhi rumusan ujung tengah ujung pada setiap lipatan daun telinga dan di akhiri stimulasi pada anak telinga.
72 LANGKAH KERJA APLIKASI DASAR 1. Alat dan Bahan : a. Alat tulis b. Buku pengguna jasa layanan / logbook c. Gm oil 2. Langkah – langkah a. Terapis menciptakan situasi aman dan nyaman pada pengguna jasa layanan b. Terapis menetapkan identifikasi masalah c. Terapis menentukan rencana Tindakan yang akan dilakukan 1) Stimulasi titik sakit 2) Stimulasi titik istimewa yang menjadi zona keluhan utama 3) Bila keluhan dari akar leher bagian depan sampai dengan akar leher bagian belakang stimulasi dilakukan dimulai dari telinga kiri - telinga kanan, tangan kiri – tangan kanan, kaki kiri – kaki kanan 4) Bila keluhan dari diapragma ke atas Tindakan dilakukan mulai dari tangan kiri – tangan kanan – kaki kiri – kaki kanan 5) Bila keluhan dari diapragma kebawah Tindakan dilakukan mulai dari kaki kiri – kaki kanan – tangan kiri - tangan kanan 6) Stimulasi daerah perut 7) Stimulasi bagian belakang tubuh 8) Stimulasi kepala
73 d. Terapis menjelaskan rencana Tindakan kepada pengguna jasa layanan e. Terapis meminta persetujuan terhadap Tindakan yang akan dilakukan kepada pengguna jasa layanan f. Terapis melakukan tahapan aplikasi sesuai yang direncanakan g. Terapis menyakan respon pengguna jasa layanan setelah dilakukan Tindakan h. Terapis mencatat hasil evaluasi respon pengguna jasa layanan i. Terapis menetapkan tindak lanjut yang akan dilakukan j. Terapis menyampaikan rencana tindak lanjut kepada pengguna jasa layanan k. Terapis dan pengguna jasa layanan menyepakati rencana tindak lanjut l. Terapis mencatat Tindakan yang dilakukan dan rencana tindak lanjut m. Terapis membereskan alat F. EVALUASI DAN RENCANA TINDAK LANJUT Evaluasi aplikasi terapi adalah tindakan yang dilakukan oleh terapis untuk menilai respon pengguna jasa layanan setelah dilakukan aplikasi. Hasil dari evaluasi menjadi bahan terapis untuk menentukan tindakan selanjutnya. Hal yang diperhatikan dalam proses evaluasi : 1. Respon pengguna jasa layanan setelah dilakukan aplikasi a. Keluhan teratasi
74 b. Keluhan berkurang c. Keluhan menetap d. Keluhan bertambah e. Tidak ada perubahan 2. Kesesuaian rencana aplikasi dengan aplikasi yang dilakukan 3. Perubahan fisiologis sistem tubuh setelah dilakukan aplikasi Rencana tindak lanjut adalah proses perencanaan yang dilakukakan oleh terapis bersama dengan pengguna jasa layanan atas hasil evaluasi. Rencana tindak lanjut menliputi : 1.Pemberian suplemen Kesehatan yang tepat untuk mengatasi gangguan keseimbangan sistem tubuh pengguna jasa layanan 2.Kunjungan / aplikasi terapi berikutnya LANGKAH KERJA EVALUASI DAN TINDAK LANJUT 1. Alat dan bahan a. Alat tulis b. Form rekam aplikasi terapi c. Buku pengguna jasa layanan / logbook 2. Langkah kerja a. Terapis menjelaskan tindakan yang sudah dilakukan kepada pengguna jasa layanan b. Terapis menanyakan respon pengguna jasa layanan setelah dilakukan aplikasi c. Terapis memberikan pengguatan terhadap tindakan dan respon pengguna jasa layanan d. Terapis menjelaskan rencana terapis selanjutnya : suplemen Kesehatan yang tepat dan jadwal kunjungan selanjutnya
75 e. Terapis membuat janji bersama untuk jadwal terapi selanjutnya dengan pengguna jasa layanan f. Terapis menulikan kesepakatan jadwal kunjungan berikutnya di buku pengguna jasa layanan 3. Keterampilan yang diperlukan dalam melakukan aplikasi dasar a. Melakukan prinsif dasar terapi b. Menggunakan alat bantu terapi c. Melakukan stimulasi dasar d. Melakukan aplikasi dasar 4. Sikap yang diperlukan dalam menguasai Konsep Keseimbangan Sistem Tubuh a. Cermat dalam melakukan prinsif dasar aplikasi terapi b. Tepat dalam menggunakan alat bantu terapi c. Tepat dalam melakukan stimulasi dasar terapi d. Tepat dalam melakukan aplikasi dasar
76 D. PENCATATAN DAN PELAPORAN 1. Pengetahuan yang diperlukan dalam Melakukan Aplikasi Dasar Terapi Gusmus Raksa Jasad Judul Materi : PENCATATAN DAN PELAPORAN Tujuan Instruksional Umum : Setelah pembelajaran peserta dapat melakukan pencatatan dan pelaporan aplikasi terapi gusmus Raksa Jasad Tujuan Instruksional Khusus : Setelah pembelajaran peserta dapat : g. Mengetahui sistem pencatatan aplikasi terapi h. Membuat laporan aplikasi terapi PENCATATAN DAN PELAPORAN A. Pencatatan 1. Pengertian Pencatatan merupakan proses tulis menulis seorang terapis terhadap aplikasi terapi yang dilakukan. Pencatatan merupakan hal yang penting dilakukan oleh seorang terapis, karena dengan tercatatnya semua kegiatan yang berkaitan dengan aplikasi yang dilakukannya sesuai kaidah yang ada di Gusmus Raksa Jasad akan menjadikan bukti penting. 2. Fungsi pencatatan : a. Merekam semua tindakan aplikasi yang dilakukan
77 b. Sebagai pertanggungjawaban dari aplikasi yang dilakukan c. Bukti hukum terkait aplikasi yang dilakukan d. Sebagai bahan evaluasi dan membuat laporan e. Sebagai bahan pembelajaran dan penelitian 3. Jenis Pencatatan (Form Pencatatan) a. Rekam Aplikasi Terapi b. Logbook Pengguna Jasa Layanan c. Form Inventaris d. Form persediaan e. Form keanggotaan f. Daftar anggota g. Form pembelanjaan h. Buku tabungan BMT i. Buku iuran PGRJ j. Buku ZIS B. Pelaporan Pelaporan adalah kegiatan merekap data yang ada untuk dapat di analisa dan di sampaikan kepada pihak terkait. Pelaporan hasil aplikasi disampaikan kepada puskesmas setempat dan PGRJ. LANGKAH KERJA MEMBUAT LAPORAN HASIL APLIKASI TERAPI 1. Alat dan Bahan a. Alat tulis b. Form rekam aplikasi terapi c. Buku pengguna jasa layanan / logbook
78 2. Langkah Kerja a. Terapis menyiapkan buku pengguna jasa layanan dan form laporan bulanan b. Terapis merekap jumlah pengguna jasa layanan berdasarkan kunjungan lama dan baru c. Terapis merekap jumlah pengguna jasa layanan berdasarkan gangguan organ d. Terapis merekap jumlah pengguna jasa layanan berdasarkan Tindakan yang dilakukan e. Terapis mengisi form laporan bulanan f. Terapis membuat Salinan laporan bulanan g. Terapis menyampaikan laporan bulanan kepada pihak terkait.