38 Limpa adalah organ yang berwarna merah keunguan dan terletak di dalam rongga perut sebelah kiri atas, tepatnya di belakang lambung. Limpa memiliki ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa dengan panjang sekitar 11 cm dan berat kurang lebih 150 gram. Namun, ukuran dan berat limpa bisa bervariasi pada tiap orang. Berikut ini adalah beberapa fungsi limpa di dalam tubuh: a. Menyaring sel darah merah Salah satu fungsi limpa adalah menyaring sel darah merah yang tidak dapat berfungsi dengan baik atau sudah rusak. Di dalam organ ini, sel darah merah yang sehat akan dilepaskan dan dialirkan kembali ke seluruh tubuh, sedangkan sel darah yang sudah tua atau rusak akan
39 disaring dan dihancurkan untuk dibuang dari tubuh. Ketika sel darah merah yang tua atau rusak dibuang, sel darah merah yang baru akan terbentuk di sumsum tulang. Dengan begitu, sel darah merah yang beredar di dalam tubuh akan selalu bersih dan berfungsi dengan baik. b. Menyimpan cadangan darah Fungsi limpa lainnya adalah sebagai tempat penyimpanan sel darah merah dan trombosit. Kedua sel darah tersebut biasanya akan dilepaskan dari limpa ketika terjadi perdarahan berat untuk membantu proses penyembuhan dan mengganti darah yang hilang. c. Melindungi tubuh dari infeksi Di dalam limpa terdapat sel darah putih yang disebut limfosit, makrofag, serta sel pembentuk antibodi. Sel-sel ini dapat melawan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh agar infeksi tidak terjadi. d. Memproduksi sel darah Selama di dalam kandungan, sel darah merah di dalam tubuh janin dihasilkan oleh limpa. Namun, produksi sel darah merah ini hampir seluruhnya akan digantikan oleh sumsum tulang setelah janin lahir. Selain memproduksi sel darah merah, limpa juga berfungsi untuk menghasilkan sel darah putih limfosit.
40 Gangguan fungsi limpa : • Pegal otot sampai dengan kram / spasme • Badan kurus kering • Penurunan daya tahan tubuh • Gangguan pencernaan • Mudah sedih Organ limpa merupakan kelenjar terbesar di tubuh manusia berfungsi sebagai cadangan darah, daya tahan tubuh dan ikut menyetabilkan peredaran darah. Limpa berhubungan luar dan dalam dengan lambung, lambung perlambang aspek financial. Sehingga agar memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sirkulasi darah yang optimal maka setiap kita harus memiliki limpa sebagai cadangan makanan hal ini bisa berupa investasi tabungan ataupun investasi amal kebaikan yang tentunya hal tersebut akan menyokong terhadap setiap pergerakan dan pencapaian impian. Karena apabila limpa nya terganggu maka tubuh akan kurus kering atau secara budaya tidak ada hal atau prestasi yang dihasilkan dari setiap pergerakan hidup. 5. Liver Hati merupakan salah satu organ yang perannya sangat vital dalam tubuh manusia. Organ yang juga disebut liver ini merupakan organ terbesar di dalam tubuh. Perlu diketahui bahwa
41 organ yang berwarna cokelat ini memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Hati atau liver terletak di rongga perut kanan bagian atas, tepat di bawah rusuk bagian kanan. Organ ini memiliki dua bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Lobus kanan hati merupakan bagian terbesar yang ukurannya lima sampai enam kali lebih besar daripada lobus kiri. Kedua lobus tersebut terdiri dari 8 segmen yang terdiri dari 1.000 lobulus (lobus kecil). Lobulus ini terhubung ke saluran kecil (tabung) yang terhubung dengan saluran yang lebih besar untuk membentuk saluran hati yang umum. Hati
42 juga memiliki pasokan darah yang unik dari dua sumber yang berbeda, yaitu: a. Pasokan darah teroksigenasi yang mengalir dari arteri hepatika. b. Vena portal hepatik yang mengalirkan darah yang kaya akan nutrisi. Semua darah yang berasal dari usus akan mencapai jantung dan paru-paru setelah melewati hati. Selain itu, hati juga menampung sekitar satu liter (13%) suplai darah tubuh pada saat tertentu. Hati memiliki fungsi bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Fungsi hati mulai dari menghancurkan racun di dalam darah, menghasilkan protein, hingga membantu proses pencernaan. Namun, tak hanya itu, berikut adalah fungsi hati lainnya, antara lain: a. Menghancurkan Sel Darah Merah Fungsi hati yang satu ini bukannya menghancurkan sembarang sel darah merah, tapi sel darah merah yang sudah tua. Proses ini membuat feses berwarna cokelat. Namun, jika feses ini berwarna pucat atau putih, atau warna urine menjadi lebih gelap, bisa menjadi pertanda masalah pada organ hati. Contohnya, hepatitis yang disebabkan oleh virus.
43 Selain warna feses dan urine, masalah hati juga bisa ditandai oleh perubahan warna mata dan kulit. Umumnya, warna mata berubah menjadi kekuningan, mengindikasikan adanya penyakit kuning dalam tubuh. Penyakit kuning atau jaundice ini disebabkan oleh penumpukkan bilirubin. b. Membersihkan Darah Fungsi hati lainnya adalah membersihkan darah dari senyawa berbahaya. Seperti yang berasal dari obat-obatan, alkohol, hingga racun. c. Memproduksi Protein Organ yang satu ini bertanggung jawab untuk memproduksi protein, seperti albumin yang berfungsi menjaga cairan dalam sistem sirkulasi tubuh. Protein yang berperan sebagai faktor pembekuan darah dan sistem kekebalan tubuh juga dihasilkan oleh hati. d. Metabolisme Protein Hati juga berperan dalam membantu metabolisme protein dengan mengubah amonia menjadi urea yang dikeluarkan bersama urine oleh ginjal. e. Penyimpanan Nutrisi Hati berperan penting dalam proses penyimpanan nutrisi tubuh. Misalnya zat besi, vitamin A, B12, D, dan K, serta asam folat.
44 f. Memproduksi Cairan Empedu dan Energi Organ ini berperan dalam produksi cairan empedu yang bertugas membantu dalam proses pencernaan makanan. Hati juga menyimpan energi untuk tubuh dalam bentuk glikogen dan mengubahnya menjadi glukosa ketika glukosa darah rendah. g. Memproduksi Kolesterol dan Hormon Organ terbesar ini bertanggung jawab atas produksi kolesterol dan trigliserida, serta protein pembawanya agar dapat dialirkan dalam darah. Hati juga berfungsi untuk memproduksi hormon pertumbuhan anak-anak. h. Berkaitan dengan rasa dan perasaan (psikologis) Dalam ilmu psikologi Setiap hasil dari penginderaan akan berhubungan dengan otak / pikiran dan hati / perasaan. Setiap hasil dari penginderaan akan ditanggapi oleh hati menjadi penangggapan atau rasa psikologis. Ada 3 hal yang merusak hati : Angin, Virus dan Angin 1) Angin : Angin yang tidak termetabolisme dapat mengakibatkan liver jadi panas. Liver panas mengakibatkan impotensi, keputihan dan respon emosional yang labil. 2) Virus : Virus adalah suatu substansi yang ada dalam tubuh manusia yang sifatnya menekan daya tahan tubuh seseorang. Fungsi
45 liver adalah sebagai imunitas atau daya tahan tubuh. Virus bisa melemahkan fungsi liver, sehingga liver tidak dapat berfungsi dengan baik. 3) Zat kimia : Adalah substansi sintesis / buatan yang dibuat untuk menyerupai zat tertentu yang dibutuhkan. Zat kimia diserap di lambung bagian tengah kemudian dialirkan ke liver melalui vena porta untuk dilakukan proses detoksifikasi. Tingkat zat kimia yang tinggi akan merusak fungsi liver (cherosis hepatis). Gangguan organ liver : 1) Lemah, letih, lesu 2) Pembengkakan pada bagian perut sebelah kanan atas 3) Kekuningan pada tubuh, dapat terlihat pada sclera / putih mata, lidah, kuku 4) Ascites (pembengkakan pada daerah perut akibat penimbunan cairan) 5) Tidak mempunyai harapan 6) Mudah tersinggung dan sedih 7) Selalu ragu Angin secara budaya adalah desas, desus atau perkataan seseorang yang belum tentu kebenarannya. Apabila hal tersebut dikonsumsi maka akan mempengaruhi
46 terhadap pendirian seseorang dan menurunkan daya tahan tubuh / motivasi orang tersebut dalam bertindak. Virus secara budaya adalah orang terdekat, yang sifatnya bisa melemahkan. Zat kimia secara budaya adalah sesuatu yang dibuat-buat atau rekayasa pembenaran agar pendapatnya bisa diterima secara umum tanpa berdasarkan sudat pandang ilmu. Liver terkoneksi langsung dengan otak, setiap penanggapan hati berawal dari proses penginderaan yang dipersepsikan oleh otak, untuk membuat setiap penanggapan menjadi baik, maka harus selalu diawali dengan persepsi baik. Hasil dari penanggapan pada hati akan menstimulasi hormone p450 yang akan memicu pengeluaran endorphin bila panggapan tersebut menimbulkan Bahagia, namun apabila hasil penanggapan itu tidak Bahagia maka akan memicu hormone kostisol. 6. Kandung Empedu Kantung empedu terletak tepat di bawah hati dan berfungsi untuk menyimpan cairan empedu yang diproduksi oleh hati. Kantung empedu ini bisa menyimpan sebanyak 0,4 liter cairan empedu. Hati setiap harinya bisa menghasilkan sekitar 1 liter cairan empedu.
47 Cairan empedu adalah cairan yang berwarna hijau kekuningan yang diperlukan untuk pencernaan makanan berlemak di usus kecil. 3 Fungsi Utama Kantung empedu adalah: a. Untuk menyimpan cairan empedu. Rasanya pahit, membantu mencernakkan makanan dan minuman. Keberadaannya merupakan syarat penting agar supaya fungsi transportasi dari limpa ke lambung bisa berjalan dengan lancar. b. Menskresikan cairan empedu. Apabila fungsi menyebarkan dan melonggarkan dari hati berjalan dengan normal, maka sekresi cairan empedu juga akan berjalan lancar sehingga transportasi limpa lambung akan berjalan dengan baik.
48 c. Sebagai penentu keputusan Apabila Kantung empedu lemah atau kurang, maka penderita akan sering menarik nafas panjang, sering merasa resah, dan tidak berani mengambil keputusan. Cairan empedu atau dikenal dengan garam empedu berfungsi untuk metabolisme lemak dan memperlancar proses penyerapan di usus kecil. Cairan empedu menghasilkan garam empedu bersama dengan insulin yang dihasilkan di pancreas merupakan zat pahit bekerja di duodenum yang berfungsi untuk mengubah makanan dari karbohidrat menjadi glukosa, protein menjadi asam amino, lemak menjadi gliserol dan asam lemak sehingga bisa di serap oleh tubuh. Gangguan yang sering terjadi : • Lemah, letih, lesu • Kekuningan pada tubuh, dapat terlihat pada sclera / putih mata, lidah, kuku • Kolik • Batu empedu • Faeces berwarna putih seperti dempul • Mudah kecewa • Ragu dalam bertindak (confuse disorder) Secara pasti budaya Kantung empedu menghasilkan garam empedu yang fungsinya untuk membantu proses
49 pencernaan protein menjadi asam amino sebagai zat pembangun. Untuk terjadinya pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan maka harus ditambah garam sebagai perlambang keberanian, tanpa adanya nilai keberanian / ragu untuk memulai dan mempertahankan gerak maka tidak akan pernah adanya proses pembangunan. 7. Usus Kecil Usus kecil merupakan bagian dari sistem pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus kecil memiliki panjang sekitar 6-7 meter dan terdiri dari tiga bagian yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum, dan
50 ileum.Setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing untuk mencerna makanan, yaitu: a. Duodenum (usus dua belas jari). Duodenum berfungsi memecah makanan dengan cara menerima enzim yang berasal dari pankreas dan hati, mengatur pH makanan yang masuk dari lambung, serta mengontrol aliran makanan. b. Jejunum Bagian ini berfungsi untuk menerima makanan yang tidak tercerna secara sempurna di usus dua belas jari. Jejunum juga membantu penyerapan nutrisi seperti gula, asam amino, dan asam lemak. c. Ileum Ileum menerima makanan yang telah diproses dari jejunum. Bagian ini berfungsi untuk memindahkan sisa makananan secara bertahap menuju usus besar. Secara keseluruhan, fungsi utama usus kecil adalah menyerap nutrisi dari makanan yang sudah dicerna oleh lambung dan pankreas. Kemudian, mengirimkan nutrisi tersebut ke dalam aliran darah, lalu ke seluruh tubuh. Gerak usus normal 5 – 30 kali permenit. Gangguan yang sering terjadi pada usus kecil berupa infeksi Kuman salmonella Typosa atau penyakitnya dikenal dengan Tifoid
51 Gejala yang sering muncul : • Mencret / sembelit • Nyeri tekan di 4 jari diatas pusar • Sakit di ubun ubun • Lidah putih • Sakit persendian • Menggigil atau demam tinggi menjelang sore sampai tengah malam • Mulut pahit Secara pasti budaya bahwa makanan bisa diserap oleh tubuh di usus kecil apabila makanan telah dicampur dengan unsur pahit dari insulin dan garam empedu. Ilmu bisa diserap dengan baik sehingga menjadikan pembuktian dalam hidup apabila manusia dapat teguh dengan impian dan bertahan dengan tantangan. • Nilai ilmu yang tidak dapat dicerna dengan baik atas dasar kurangnya pemahaman diawal yang tidak jelas, untuk apa bergerak, untuk siapa bergerak mengakibatkan tidak dapat dinikmatinya hasil dari proses ilmu tersebut, sehingga mengakibatkan lelah. • Aplikasi tifoid dimulai dari kepala dulu, ini artinya penanganan tifoid secara budaya adalah
52 reformasi/perbaiki niat untuk apa dan untuk siapa kita bergerak. • Makan lunak, sedikit tapi sering. Menandakan lakukan apa yang kita bisa dulu secara bertahap • Tirah baring / bedrest. Luangkan waktu untuk berfikir, instrospeksi diri agar bisa melihat secara jelas tentang permasalahan yang dihadapi 8. Usus Besar Usus besar terletak dirongga perut mengelilingi usus kecil. Fungsi usus besar adalah melanjutkan proses pencernaan dari usus halus.
53 Usus besar / colon terdiri dari : a. Kolon asenden / naik: bagian awal yang akan dilewati oleh sisa pencernaan dari usus kecil, terletak di sisi kanan tubuh, memanjang dari sekum ke atas. b. Kolon transversum/datar: kolon bagian atas, terletak mendatar dan membentang dari sisi kanan ke sisi kiri rongga perut. c. Kolon desenden/menurun: terletak di sisi kiri usus besar, memanjang dari lengkungan di limpa ke bagian kolon sigmoid. d. Kolon sigmoid: bagian terakhir kolon sebelum sisa pencernaan masuk ke rektum, terletak di bawah kolon desenden, berbentuk seperti huruf S. Di usus besar, makanan kembali di serap dengan cara mengambil sisa nutrisi yang masih tersisa, menyerap kadar air dan mengembalikannya ke peredaran darah agar kemudian dapat dilakukan flitrasi di organ ginjal. Sehingga nutrisi yang baik bisa digunakan lagi dan zat sisa metabolisme dikeluarkan melalui urin dan keringat. Sementara ampas makanan dibuang berupa faeces melalui anus. Tanda dan gejal yang sering terjadi pada usus besar : • Sembelit • Diare
54 • Kulit kering / gangguan kulit • Takut berlebih Secara budaya usus besar perlambang menyerap cairan dan menyalurkan kembali cairan ke sirkulasi darah dengan cara bergerak / peristaltik, hal ini menandakan proses penyerapan ilmu hanya akan berjalan dengan baik apabila terus bergerak berdasarkan petunjuk ilmu, sehingga terjadi pemahaman akibat dari hasil pergerakannya.
55 Daftar Pustaka Abdurachman. 2015. Dasar-Dasar Kedokteran Timur dan Akupuntur. Yogyakarta : Artibumi Intaran Guyton C. Arthur. 1994. Fisiologi Kedokteran. Alih bahasa Ken Ariata Tengadi. Edisi 7 Penerbit buku kedokteran. Jakarta : EGC. Johan, Harlan. 2009. Akupunktur Kebidanan. Jakarta : Gunadarma Muslim, Agus. 2020. Standar Kompetensi Kerja Khusus Penyehat Tradisional Gusmus raksa Jasad. Kamila Press : Lamongan Muslim, Agus. 2020. Modul Dasar Gusmus Raksa Jasad. Sumedang : PGRJ. Nicole, M. Gage. Baars, Bernard J. 2010. Cognition, Brain, and Consciousness (Second Edition) Introduction to Cognitive Neuroscience Chapter 13 : Emotion. Pages 420-442 Pearce, C. Evelyn. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia. Price, sylvia Anderson. 1994. Phatophysiology . Alih Bahasa Peter Angrah . Ed. 4. Jakarta : EGC Scanlon, Valerie C. 2006 . Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi. Jakarta: EGC. Sheerwood, Lauralee. 2001 . Fisiologi Manusia . Jakarta; EGC. Watson.R. 2002. Anatomi Dan Fisiologi. Ed 10. Buku Kedokteran ECG. Jakarta. Williams & Wilkins, 2007, Stomach Histology for Pathologists, third edition, Lippincott PP 589-602
Proses/Tahap Tindakan Deskripsi Proses Persiapan Terapis, alat dan lingkungan A. Persiapan terapis : 1.Kebersihan, kerapihan 2.Seragam/tanda pengenal B. Persiapan Alat : 1.Alat pemeriksaan fisik 2.Alat bantu terapi 3.Buku PJL 4.Herbal C. Persiapan Lingkungan : 1.Kebersihan 2.Keamanan Wawancara Menggali keluhan Utama, meliputi hal yang paling dikeluhkan, daerah keluhan, lama keluhan, penyebab keluhan, hal yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah Keadaan Umum Melakukan pemeriksaan keadaan umum : 1.Tenang / Gelisah 2.Warna Kulit : Pucat / kuning / kehitaman Tekanan Darah Pemeriksaan Tekanan darah : Normal / Rendah / Tinggi Pemeriksaan Nadi : Teratur / Kuat / Lemah frekuensi lambat / Normal / Cepat Mata Reflek Pupil : Reaktif cahaya / tidak reaktif Warna Konjungtiva : Merah muda, / Pucat / merah terang Warna Sclera : Putih / Kuning / merah Kelainan mata / daerah mata Hidung 1.Posisi : simetris / asimetris 2.Gerakan Cuping hidung 3.Sekret : Darah, Lendir, Kotoran 4.Fungsi Penciuman Mulut 1.Posisi : Simetris / Asimetris 2.Bibir : Lembab / kering / Pecah-Pecah 3.Gigi : Bersih, Kotor, bolong Lidah : kekuatan, bergetar, bersih, kotor, Warna Merah muda / merah terang / putih 4. 5.Gangguan fungsi mengunyah dan menelan Telinga 1.Posisi : Simetris / Asimetris 2.Liang telinga : Bersih / Kotor 3.Cairan : Tidak ada / Ada : warna, bau 4.Fungsi Pendengaran TATALAKSANA PEMERIKSAAN RAKSA JASAD Raksa Jasad Prosedur Aplikasi TEKANAN DARAH DAN NADI Keadaan Umum MATA HIDUNG MULUT PRA TINDAKAN TELINGA Wawancara
Proses/Tahap Tindakan Deskripsi Proses Leher 1.Letak : Simetris / Asimetris 2.Ada pembengkakan / tidak Nyeri tekan pada pada akar leher depan kiri / kanan 3. Dada 1.Pergerakan dada : Simetris / Asimetris 2.Gerakan otot dada : ada / tidak 3.Nyeri : Ada / Tidak Perut 1.Cekung / datar / buncit Nyeri tekan : Atas Kiri / Atas Kanan / Bawah kiri / Bawah Kanan 2. Nyeri tekan pada selangkangan atas kiri / bawah 3. Tangan Bentuk : Simetris / Asimetris Kekuatan : Kuat / Lemah Bengkak / tidak bengkak Warna dasar kuku : Pucat / Merah muda Nyeri tekan pada lengan atas siku bagian dalam kanan / kiri Gangguan Fungsi Kaki Bentuk : Simetris / Asimetris Kekuatan : Kuat / Lemah Bengkak / tidak bengkak Nyeri tekan pada daerah atas mata kaki bagian dalam kanan / kiri Warna dasar kuku : Pucat / Merah muda Gangguan Fungsi Dada Leher Kaki Perut Tangan
Proses/Tahap Tindakan Deskripsi Proses Persiapan Terapis, alat dan lingkungan A. Persiapan terapis : 1.Kebersihan, kerapihan 2.Seragam/tanda pengenal B. Persiapan Alat : 1.Alat pemeriksaan fisik 2.Alat bantu terapi 3.Buku PJL 4.Herbal C. Persiapan Lingkungan : 1.Kebersihan 2.Keamanan Wawancara Menggali keluhan Utama, meliputi hal yang paling dikeluhkan, daerah keluhan, lama keluhan, penyebab keluhan, hal yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah Pemeriksaan Fisik Melakukan pemeriksaan keadaan umum, tanda-tanda vital, pemeriksaan raksajasad dan raksa jiwa Menetapkan akar masalah Menganalisa penyebab terjadinya gangguan sistem tubuh, yang terdiri dari gangguan jiwa/emosinal dan gangguan jasad/organ, serta 4 pola 6 Titik Istimewa Melakukan stimulasi titik La dan titik yang dominan terhadap gangguan organ dan area keluhan Cek respon PJL Melakukan validasi terhadap keluhan PJL setelah dilakukan stimulasi Aplikasi lanjutan Stimulasi 3 Titik Kilat Bajra, aplikasi penguat stimulasi (opsional) Cek Respon PJL Melakukan validasi terhadap keluhan PJL setelah dilakukan stimulasi Melakukan terminasi dan penjadwalan ulang Memberikan penguatan berupa : motivasi dan suplemen herbal Membereskan alat Mencatat tindakan TATALAKSANA GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER Raksa Jasad Prosedur Aplikasi KENALI MASALAH KLASIFIKASI DETEKSI GANGGUAN SISTEM TUBUH STIMULASI DASAR EVALUASI STIMULASI LANJUTAN MENGAKHIRI TINDAKAN PRA TINDAKAN EVALUASI
1 3 TITIK KILAT BAJRA 2 3 Ubun-ubun 4 Jari Bawah Pusar Tengah Telapak Kaki
Proses/Tahap Tindakan Deskripsi Proses Persiapan Terapis, alat dan lingkungan A. Persiapan terapis : 1.Kebersihan, kerapihan 2.Seragam/tanda pengenal B. Persiapan Alat : 1.Alat pemeriksaan fisik 2.Alat bantu terapi 3.Buku PJL 4.Herbal C. Persiapan Lingkungan : 1.Kebersihan 2.Keamanan Wawancara Menggali keluhan Utama, meliputi hal yang paling dikeluhkan, daerah keluhan, lama keluhan, penyebab keluhan, hal yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah Pemeriksaan Fisik Melakukan pemeriksaan keadaan umum, tanda-tanda vital, pemeriksaan raksajasad dan raksa jiwa Menetapkan akar masalah Menganalisa penyebab terjadinya gangguan sistem tubuh, yang terdiri dari gangguan jiwa/emosinal dan gangguan jasad/organ, serta 4 pola 6 Titik Istimewa Melakukan stimulasi titik La dan titik yang dominan terhadap gangguan organ dan area keluhan Cek respon PJL Melakukan validasi terhadap keluhan PJL setelah dilakukan stimulasi Aplikasi lanjutan Totok perut, Gm Tangan, Gm Kaki, Stimulasi bagian belakang tubuh, Gm Kepala, aplikasi penguat stimulasi (opsional) Cek Respon PJL Melakukan validasi terhadap keluhan PJL setelah dilakukan stimulasi Melakukan terminasi dan penjadwalan ulang Memberikan penguatan berupa : motivasi dan suplemen herbal Membereskan alat Mencatat tindakan TATALAKSANA GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN Raksa Jasad Prosedur Aplikasi KENALI MASALAH KLASIFIKASI DETEKSI GANGGUAN SISTEM TUBUH STIMULASI DASAR EVALUASI STIMULASI LANJUTAN MENGAKHIRI TINDAKAN PRA TINDAKAN EVALUASI
1. Titik Na 2. Titik Ba 6 Titik Istimewa NABAWADATALA
5. Titik Ta 4. Titik Da 3. Titik Wa
Proses/Tahap Tindakan Deskripsi Proses Persiapan Terapis, alat dan lingkungan Kebersihan, kerapihan Seragam/tanda pengenal Alat pemeriksaan fisik Alat bantu terapi Buku PJL Herbal Kebersihan Keamanan A. Persiapan terapis : 1. 2. B. Persiapan Alat : 1. 2. 3. 4. C. Persiapan Lingkungan : 1. 2. Wawancara Menggali keluhan Utama, meliputi hal yang paling dikeluhkan, daerah keluhan, lama keluhan, penyebab keluhan, hal yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah Pemeriksaan Fisik Melakukan pemeriksaan keadaan umum, tanda-tanda vital, pemeriksaan raksajasad dan raksa jiwa Menetapkan akar masalah Menganalisa penyebab terjadinya gangguan sistem tubuh, yang terdiri dari gangguan jiwa/emosinal dan gangguan jasad/organ, serta 4 pola 6 Titik Istimewa Melakukan stimulasi titik La dan titik yang dominan terhadap gangguan organ dan area keluhan Cek respon PJL Melakukan validasi terhadap keluhan PJL setelah dilakukan stimulasi Aplikasi lanjutan Stimulasi 12 titik Kubro, aplikasi penguat stimulasi (opsional) Cek Respon PJL Melakukan validasi terhadap keluhan PJL setelah dilakukan stimulasi Melakukan terminasi dan penjadwalan ulang Memberikan penguatan berupa : motivasi dan suplemen herbal Membereskan alat Mencatat tindakan TATALAKSANA GANGGUAN SISTEM PERNAFASAN Raksa Jasad Prosedur Aplikasi KENALI MASALAH KLASIFIKASI DETEKSI GANGGUAN SISTEM TUBUH STIMULASI DASAR EVALUASI STIMULASI LANJUTAN MENGAKHIRI TINDAKAN PRA TINDAKAN EVALUASI
12 TITIK KUBRO
REKAP LAPORAN KUNJUNGAN KLIEN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS Penyehat Tradisional/Panti Sehat : D A D A N G K U S M A Y A D I ........... Alamat : PERUM SINDANG PALAY ........ Kecamatan : C I B E U RE U M ............................. Kabupaten / KOTA : SU K A B U M I.. ............................... Bulan : O KT O B E R..................................... Tahun : 2 0 2 1................................................. NO TGL J K KUNJUNG AN KELUH AN TINDAKAN KETERA NGAN L P Bar u Lam a RAM UAN KETERAMP ILAN KOMBIN ASI 1 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 2/10 1 1 Sakit Pinggang √ 3 4 5 6 6/10 1 1 2 Masuk angin, sakit menstruasi √ 7 8 9 10 11 12 12/10 1 1 kesuburan √ 13 14 15 16 16/10 1 1 pusing 17 18 19 20
21 1 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13 22 23 24 25 26 26/10 2 2 Ejakulasi dini, control sakit pinggang √ 27 28 29 30 31 Penyehat radisional/Pimpinan PantiSehat (DADANG KUSMAYADI) STPT. 440/010/STPT/Dinkes-Ksi/XI/20-22
REKAPITULASI DATA BULAN Oktober TAHUN 2021 DATA KUNJUNGAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS Penyehat Tradisional/Panti Sehat : Dadang Kusmayadi ........................... Kecamatan : C i b e u r e u m ..................................... Kabupaten/Kota : Sukabumi................................................ Tahun : 2 0 2 1 ….................................................. Bulan : O k t o b e r ............................................. N O JENIS KELAMIN KUNJUNGAN TINDAKAN K E L P T Baru Lama RAMUAN KETERAM PILAN KOMBI NASI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 5 2 1 6 √ Terapis Dadang Kusmayadi STPT. 440/010/STPT/DinkesKsi/XI/20-22
RESUME KAJIAN BULANAN APLIKASI BULAN Oktober TAHUN 2021 PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS GUSMUS RAKSA JASAD Penyehat Tradisional/Panti Sehat : Dadang Kusmayadi ........................... STPT : STPT. 440/010/STPT/DinkesKsi/XI/20-22 Kecamatan : C i b e u r e u m ..................................... Kabupaten/Kota : Sukabumi................................................ Tahun : 2 0 2 1 ….................................................. Bulan : O k t o b e r ............................................. N O JENIS KELAMIN KUNJUNGAN TINDAKAN HASIL KAJIAN RENCANA TINDAK LANJUT L P Baru Lama Tera pi Suple men Kombi nasi 1 5 2 1 6 1 6 Kunjungan PJL bulan ini terjadi penurunan yang cukup significant, dari 7 pjl, 6 pjl ada perbaikan, 1 pjl dengan keluhan nyeri pinggang masih 1. Efektifkan waktu praktek dengan mengatur waktu an2. Konsultasi dengan guru terkait manajemen terapi pada pjl yang belum terjadiperbaikan Terapis Dadang Kusmayadi STPT. 440/010/STPT/Dinkes-Ksi/XI/20-22
REKAP LAPORAN KUNJUNGAN KLIEN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS Penyehat Tradisional/Panti Sehat : Alamat : Kecamatan : Kabupaten / KOTA : Bulan : Tahun : NO TGL J K KUNJUNG AN KELUH AN TINDAKAN KETERA NGAN L P Bar u Lam a RAM UAN KETERAMP ILAN KOMBIN ASI 1 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
21 1 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Penyehat radisional/Pimpinan PantiSehat
REKAPITULASI DATA BULAN …………..TAHUN ……… DATA KUNJUNGAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS Penyehat Tradisional/Panti Sehat : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Tahun : Bulan : N O JENIS KELAMIN KUNJUNGAN TINDAKAN KET L P Baru Lama RAMUAN KETERAM PILAN KOMBI NASI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Terapis
RESUME KAJIAN BULANAN APLIKASI BULAN ……………… TAHUN ………….. PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS GUSMUS RAKSA JASAD Penyehat Tradisional/Panti Sehat : STPT : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Tahun : Bulan : N O JENIS KELAMIN KUNJUNGAN TINDAKAN HASIL KAJIAN RENCANA TINDAK LANJUT L P Baru Lama Tera pi Suple men Kombi nasi 1 Terapis
RENCANA PERTEMUAN PELANGGAN Nama terapis : Sasaran : Tujuan : Tempat : Waktu : Penanggung jawab pertemuan: Rencana Pertemuan : No Tahapan kegiatan Waktu Penanggung jawab a. Pembukaan b. Pemberian materi c. Diskusi / Tanya jawab d. Kesimpulan dan rencana tindak lanjut e. Penutup Materi : Terapis
LAPORAN PERTEMUAN PELANGGAN Nama terapis : Sasaran : Tujuan : Tempat : Waktu : Penanggung jawab pertemuan : Susunan Acara : 1. Pembukaan 2. Sambutan 3. Pemberian materi 4. Diskusi / tanya jawab 5. Kesimpulan dan rencana tindak lanjut 6. Penutup Resume Kegiatan Terapis