180Ini kisahku berawal dari kecamatan yang berada di Kabupaten Kotawaringin Timur.Tepatnya Sampit dimana aku dilahirkan tepatnya 50 tahun yang lalu. Masa kecil yang kurang menyenangkan, dimana kehidupan di pinggiran rel kereta api atau kami menamakannya Spur.Dimana saat itu ada pabrik pengolahan kayu dan limbahnya dibuang di pinggiran rel tersebut.Di kala musim kemarau tiba debu-debu berterbangan Dibawa angin kemana saja dan yang parahnya mengenai jemuran pakaian serta mata perih.Di kehidupan kecilku pernah berjualan es dari sekolah kesekolah lain. Jujur sebenarnya malu tapi hidup harus diperjuangkan dan hasil dari jualan es yang tidak seberap,a cukup buat Jajan setidaknya orang tua saat itu telah mengajarkan arti kehidupan dan perjuangan hidup.Waktu terus aku lalui dengan seiringnya masa kecil ke remaja dan disinilah remajaku. Sedikit agak membaik seiring orang tua sudah menemukan pekerjaan yang cukup baik . Demi anak anaknya, tapi permasalahan tidak sampai disitu ternyata pengaruh lingkungan sangat dominan di kehidupan. Karena saat itu orang tua sangat sibuk sekali dengan usaha yangdirintisnya sehingga kami anak-anaknya hampir lepas kendali karena pergaulan anak-anak muda yang lepas kontrol. Tapi untunglah ada sosok yang bisa meredam semua itu yaitu sosok seorang ibu yang bisa mengingatkan Shalat , sebagai bengeng diri dan kebetulan juga rumah kami berdekatan dengan masjid yang hanya berjarak kira-kira 37 meter saja. Alhamdullah ibu,kau penyelamat kami saat remaja yang dimana ingin tahu hal hal yang tidak seharusya. Inilah sedikit kisah hidupku yang dari anak-anak ke kehidupan remaja kala itu.Singkat cerita lanjut kepada awal masuk perjalanan bergabung dengan PT. Swadaya Sapta Putra saat itu ada pertemuan saya dengan seseorang sebut saja namanya Hasan dimana beliau hobi dalam olahraga. Dan disitulah terjadi dialog singkat karena saya sendiri orangnya supel dalam bergaul dan humoris kepada orang baru yang belum dikenal maupun sudah dikenal. Bahwasanya si P Hasan ini butuh karyawan baru dan sayapun tidak serta merta mengiyakan dan saya coba mengambil keputusan dengan orang tua. Orang tua menyerahkan penuh keputusan yang saya ambil dan dari sinilah awal bergabung dengan PT. Swadaya Sapta Putra. Di hari awal kerja Sabtu tanggal 11 Nopember tahun 2000 akhir . Hari demi hari saya lewati dengan penuh kesabaran apalagi di awal awal tahun. Dalam bekerja kadang kadang saat ada kerjaan kadang tidak ada, sehingga saya harus menunggu. Maklum saat itu alat komunikasi tidak secanggih seperti saat sekarang ini alat komunikasi yang saya gunakan hanya HT (handy talkie.) Sedikit penjelasan kerjaan yang saya lakukan adalah pengadaan barang yang harus di
181distribusikan ke lokasi kebun kami yang terletak di kecamatan Parenggean dengan radius kira kira 112 Km dari kota Sampit. Lanjut kisah cerita adapun motivasi bergabung ke dalam PT. Swadaya Sapta Putra yang bergerak dalam bidang komoditi minyak kelapa sawi,t bahwa kenapa para investor luar masuk ke tempat kami. Sungguh ironis sekali seandainya kami warga lokal hanya bisa jadi penonton tapi tidak jadi pemain di dalamnya maka itu saya termotivasi dan punya harapan bahwa kemajuan daerah dan harus kami yang berperan di dalamnya itu yang penting. Adapun pengalaman yang tak kalah seru saat kemarau tiba. Adalah saat memadamkan api di lahan kami dimana kalau dilihat dari luasan saat itu kami memang kalah besar dibandingkan kebun kebun tetangga, namun dengan ada rasa yang memiliki yang tertanam di diri kami. Tidak tau itu saat siang atau malam kami berjibaku memadamkan api di lahan yang sebagian berlahan gambut. Saya dan kawan-kawan terus berjuang. Alhamdulilah api bisa di padamkan dan bisa diatasi Bersama. Dan pengalaman lainya adalah saat itu untuk gaji tidak seperti sekarang ini yang dibayarkan tepat waktu. Kalau dahulu kami harus menjual buah sawit kami terlebih dulu baru bisa dapat upah itupun dibayarkan bisa di atas antara tanggal 7 sampai tanggal 10 waktu berjalan. Dan lagi lagi dengan penuh kesabaran tetap kami tunggu biar asap dapur terus mengepul, belum lagi angsuran peralatan masak dan rumah tangga. Tapi tetap kami jalani dengan penuh penuh semangat .Seiring dengan waktu terus berjalan saya hadapi dengan bermodal kesabaran dan semangat yang tinggi akhirnya kami di PT. Swadaya Sapta Putra ini pelan namun pasti lumayan ada perubahan terutama di kehidupan. Dulunya sedikit sulit menjalani hari hari tapi tidak dengan sekarang, dimana PT. SSP jauh lebih berkembang. Yang dahulunya hanya hidup bermodalkan dari produksi buah TBS saja, alhamdulilah sudah punya PKS ( pabrik kelapa sawit) yang awalnya hanya 30 Ton per/jam sekarang sudah 45 Ton per/jam. Sungguh capaian yang bagus. Saya pribadi hanya sebagian kecil dari semua ini tapi cukup bangga karena merupakan bagian dari sebuah proses yang panjang .Kata kata yang pantas dari semua ini Alhamdulilah Puji Syukur kepada Yang Maha Pencipta ternyata kesabaran, kerja keras selama ini kami lakukan membuahkan hasil yang nyata. Dan itu juga berdampak kepada kehidupan kami. Dan dari hasil bekerja sebagai karyawan swasta di perusahaan ini saya bisa sekolahkan anak anak ke jenjang yang diharapkan.
182Bagi saya, kerja tim itu seperti menjadi bagian dari sebuah keluarga. Ada kewajiban, kerumitan, sakit kepala, dan pertengkaran. Tetapi imbalannya sepadan dengan pengorbanannya.” – Pat Summit Adapun harapan saya ke depanya bahwa perusahaan ini terus berkembang dan bisa berdampak kepada pertumbuhan berkelanjutan, terus berinovasi terus memberikan keuntungan dan terus mensejahterakan karyawannya dan sebagai karyawanpun bisa mengembangkan karir sesuai bidangnya masing-masing. Adapun impian bisa mencapai kesuksesan melalui semangat kerja keras, semangat untuk tidak menyerah serta mewujudkan cita cita , seperti karier dan terus mau belajar bangkit dari sebuah kegagalan dan menuju ke masa depan yang lebih baik.Kata kata hari :“tidak ada hidup tanpa masalah , tidak ada perjuangan tanpa rasa lelah untuk warga SSP dan sekitarnya tetap semangat dan pantang menyerah”
183 Inovasi adalah melihat apa yang telah dilihat orang lain dan memikirkan apa yang belum dipikirkan orang lain - Albert Szent-Györgyi33RAHMAD HIDAYAHASISTEN HPT PT SWADAYA SAPTA PUTRAKISAHKU BERSAMA PT SSP
184Nama Saya Rahmad Hidayah, saya berasal dari Kotapinang Sumatera Utara. Saya dilahirkan dan tumbuh besar di perusahaan kelapa sawit. Orang tua saya bekerja di salah satu perusahaan BUMN (PTPN 3) sebagai karyawan penjaga mess penginapan tamu. Saat kecil saya sering meghabiskan waktu saya membantu orang tua saya. Dan dari didikan keras orang tua saya, saya bercita-cita agar suatu saat bisa bekerja di perusaaan kelapa sawit. Alhamdulillah saat ini saya bergabung sebagai Asisten HPT di PT. Swadaya Sapta Putra mulai tanggal 26 September 2025.Pertama sekali saya bergabung disini saya merasa sangat senang karena pimpinan di SSP (Bapak GM) memberikan kesempatan kepada saya untuk berkembang sesuai bidang yang saya geluti sekarang. Saya menyampaikan ke bapak pimpinan terkait penelitian dan pengamatan yang ingin saya kembangkan di PT. SSP yang berhubungan dengan tanaman bermanfaat (beneficial plant) yang akan berperan dalam program PHT (Pengendaliaan Hama Terpadu). Dimana nantinya dalam kegiatan ini dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan-bahan kimia dan lebih memanfaatkan ekosistem dialam.Dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan sedikit hasil pengamatan yang saya lakukan tentang tanaman Beneficial plant yang sudah saya amati di perusahaan sebelumnya selama setahun tiga bulan terakhir.Tetapi penelitian ini masih belum selesai dan perlu pengamatan lebih lanjut. Alhamdulillah bapak GM selaku pimpinan disini memberi izin kepada saya untuk bisa melanjutkan penelitian tanaman tersebut di PT. SSP ini.Berikut sedikit deskripsi tentang tanaman yang ingin saya teliti.Cassia leptophylla adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk pohon dari family Fabaceae (suku polong-polongan) Tumbuhan ini berasal bioma beriklim tropis kering di daerah Brazil. Nama ilmiah Cassia leptophylla diperkenalkan oleh Julius Rudolph Theodor Voger pada tahun 1837.Dalam pengembangan tanaman beneficial plant di beberapa perusahaan kelapa sawit dikatakan tanaman Cassia Leptophylla dapat berfungsi sebagai pengendali alami hama kumbang Oryctes.
185Sehingga dalam hal ini penulis ingin melakukan pengamatan terhadap Efektivitas tanaman Cassia leptphylla dalam mengendalikan hama kumbang Oryctes Penanaman Cassia Leptophylla mulai dilakukan pada tanggal 17 maret 2024 sebanyak 35 benih, Sebelum melakukan penanaman dilakukan beberapa treatment perlakuan benih untuk memecah dormansi dan mengaktifkan enzim pertumbuhannya dengan metode disfusi.Treatment yang dilakukan dengan mengikis bagian kulit biji atau benih menggunakan kertas amplas, setelah itu biji atau benih di rendam dengan air panas dispenser dengan suhu sekitar 550C selama 12 jam. Setelah 12 jam benih akan berukuran lebih besar dari sebelumnya.Tujuannya agar air dapat masuk kedalam embryo melalui celah-celah testa (seed coat) yang sudah dikikis, dan pengaturan suhu air akan memicu aktifnya enzim pertumbuhan sehingga plumula dan radikula dapat tumbuh.Setelah umur 1 bulan didapatkan bibit Cassia leptophylla yang tumbuh sebanyak 21 bibit, dimana langkah selanjutnya dilakukan Transplanting ke polybag yang berukuran lebih besar dengan tujuan untuk mengakomodir kebutuhan hara selama pertumbuhan. Dimana media tanam yang digunakan adalah bahan organik hasil pelapukan jankos.Pada saat bibit berumur 5 bulan dilakukan pemangkasan dengan mempertahankan ketinggian tanaman 150cm dari permukaan polybag. Selanjutnya dilakukan pemangkasan kembali di umur 8 bulan.Tujuan dilakukan pemangkasan adalah untuk membentuk struktur batang yang kokoh, mempertahankan bentuk estetiknya, meminimalisir resiko penyakit dan mendorong mekarnya bunga yang lebih sehat. Di umur 8 bulan beberapa kali terlihat ada kumbang Oryctes yang hinggap di batang tanaman Cassia leptophylla. Kondisi ini menandakan adanya semacam feromon yang dikeluarkan oleh tanaman untuk menarik kumbang Oryctes.Beberapa bibit Cassia leptophylla mulai dipindahkan kelapangan untuk pengujian lebih lanjut terhadap efektivitas pengendalian hama Oryctes. Pada tanggal 9 Desember 2024 ditemukan ada 2 kumbang Oryctes yang mati disekitar tanaman pengamatan. Hal ini semakin menguatkan hipotesis awal dimana ada bagian dari tanaman Cassia leptophylla mengandung toxic atau racun bagi kumbang Oryctes. Tetapi masih diperlukan pengamatan lebih lanjut untuk menguatkan hipotesis tersebut.Untuk progress Pengamatan yang akan dilakukan kedepannya :
1861. Pengamatan lebih di fokuskan kepada cairan atau getah yang dihasilkan dari batang tanaman Cassia leptophylla sebagai racun bagi kumbang Oryctes.2. Fungsi bunga sebagai feromon.Sebagai langkah awal, saat ini saya mulai mengembangkan beberapa jenis tanaman Beneficial plant untuk penanggulangan beberapa jenis hama :1. Subulata 2. Turnera Ulmifolia3. Antigonon Leptopus4. Cassia leptophylla5. Senna multijuga6. Mimosa pigra Semoga ke depannya bisa didapatkan hasil pengamatan yang berguna untuk pengembangan metode pengendalian hama terpadu (PHT). Dimana dalam prakteknya nanti akan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia dalam pengendaliannya, dengan memanfaatkan ekosistem seperti Predator dan Parasitoid pengendali hama yang menyerang tanaman kelapa sawit di PT. SSP Tidak ada organisasi yang pernah menciptakan inovasi. Oranglah yang berinovasi, bukan perusahaan. — Seth GodinTanaman Pengendali hama Oryctes
187Akhir kata, saya sebagai penulis sekali lagi berterima kasih kepada bapak pimpinan karena diberikan kesempatan bergabung di PT. SSP dan saya juga berterima kasih kepada bapak Owner yang memberikan wadah untuk saya menulis apa yang akan saya lakukan di perusahaan ini. Ada kata-kata yang selalu saya pegang selama saya bekerja di perusahaan kelapa sawit :“ Tulislah apa yang kamu kerjakan & Kerjakanlah apa yang kamu tulis “Wassalam……..Rahmad Hidayah (Asisten HPT – PT. SSP)
188
18934M. FAISAL ALIASISTEN HPT PT SWADAYA SAPTA PUTRAPERJALANAN ANAK RANTAUKita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Keunggulan, oleh karena itu, bukanlah suatu tindakan, tetapi kebiasaan. – Aristoteles
1901. PembukaPerkenalkan saya M Faisal Ali, Lahir di Kendal Sari, 30 April 1994. Saya anak Bungsu dari tiga (3) saudara. Saya lulusan Diploma III Teknik Sipil, di salah satu kampus Universitas Riau. Saya masuk di jenjang universitas pada tahun 2013, dan menyelesaikan pendidikan pada tahun 2017. Menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah selama kurang lebih empat tahu,n memang tergolong lama. Namun itu bukanlah suatu ketidakmampuan saya, dikarenakan pada saat itu saya melakukan pendidikan kuliah sambil bekerja.Sebelum saya memasuki dunia perkuliahan, pada masa itu orangtua saya bekerja di salah satu perusahaan perkebunan sawit Astra Agro Lestari dengan anak Perusahaanya PT. Eka Dura Indonesia, yang beralokasi di daerah Riau, Kabupaten Rokan Hulu, Kecamatan Kunto Darusalam. Disana lah saya dibesarkan.2. Perjalanan Sebelum Bergabung Dengan PT SSPPerjalan pada dunia kerja terkadang tidak seperti hal-hal yang kita harapkan. Pada masa saat di bangku kuliah saya berharap bekerja pada dunia konstruksi pada perusahaan perusahaan besar seperti Perusahaan BUMN Hutama Karya, Wijaya Karya ataupun perusahaan besar lainnya. Namun pada bulan November 2017, tiga bulan setelah kelulusan saya mencoba tantangan baru di dunia Perkebunan. Pada awalnya sangat berat untuk berangkat dari Sumatra ke Kalimantan, namun saya meyakinkan dirinya ini mungkin awal ataupun jalan hidup saya.Akhirnyya pada bulan November saya keterima di salah satu perusahaan yang bergerak didunia perkebunan sawit, yang dimana perusahaan tersebut masih dalam tahap perkembangan.Saya bekerja d iperusahaan sawit pertama pada Group Mulia Sawit Agri Lestari, dan saya di tempatkan d isalah satu anak perusahaan bernama PT. Mitra Agro Persada Abadi. Disana saya memulai karier dari nol, dimana perbedaan dunia sawit dan dunia konstruksi yang sangat jauh. Itu membuat saya kaget, namun saya mencoba beradaptasi.Seiring dengan berjalannya waktu saya mulai mendapatkan kepercayaan pada perusahaan tersebut, dengan bertambahnya pekerjaan itu saya anggap sebagai kepercayaan perusahaan yang diberikan kepada saya. Ya awalnya saya menganggap kok pekerjaan itu banyak di saya, tapi pada dasarnya itu hal-hal yang membuat kita berkembang serta bagian-bagian dari perusahaan terhadap karyawannya.
1913. Perjalan bergabung di PT. SSPPada tahun 2025 bulan Agustus saya mencoba melamar pekerjaan pada akun social media jobstreet. Dengan pertimbangan dapat perusahaan yang dapat meningkatkan salary padautamanya. Pada bulan September saya dapat panggilan di Perusahaan PT. Mahitala Ingkeng Gemah. Saya ikutin berbagai prosedur, dan alhamdulilah saya di terima. Saya ditempatkan disalah satu anak perusahaan PT. Swadaya Sapta Putra.Tanggal 06 Oktober 2025 awal mula saya memulai pekerjaan di perusahaan ini. Saya diamanahkan ataupun bertanggung jawab sebgai Asisten Sipil, d mana bertanggung jawab diantaranya terkait pekerjaan yang berhubungan dengan bangunan, jalan, jembatan serta pekerjaan yang berhubungan dengan sipil lainnya, Menjalani kegiatan pekerjaan sehari-hari di perusahaan kita harus dengan keadaan siap, dikarenakan banyak hal yang perlu diperhatikan. Pada awal masuk saya terkejut dikarenakan mendekati akhir tahun namun banyak project-project yang belum selesai. Namun itulah yang menjadi tantangan.Perusahaan PT. Swadaya Sapta Putra membuat project kebun ramah lingkungan, dimana kita disini menfaatkan sampah organik sebagai bagian dari penanggulangan sampah.Pemanfaatan sampah-sampah organik merupakan hal baru bagi saya sendiri. Sampah tersebut harapannya dapat dijadikan pupuk organik bagi karyawan yang bercocok tanam di sekitar area perumahan tempat tinggal. Perusahaan juga memfasilitasi karyawan yang ingin berternak dengan mempersiapkan lahan kosong sebagai tempatnya.Kebanggan bisa bergabung di perusahaan di mana rekan rekan kerja yang produktif, baik dari sosial yang secara komunikasi dapat mempermudah pekerjaan serta silahtuhrahmi. Saya sendiri dan keluarga juga sangat menikmati keseharian di perusahaan ini4. Harapan Untuk PerusahaanPerusahan Mahitala Ingkeng Gemah (MIG) semakin sukses dan bertambah luasan, serta menjadi perusahaan terdepan dalam dunia industri kelapa sawit, serta selalu membawa kesejahteraan karyawan di lingkungan kerja serta masyarakat setempat.
192 Tanpa keluarga, manusia, sendirian di dunia, gemetar kedinginan. - Andre Maurois
193 Sukses bukanlah suatu kebetulan, melainkan merupakan kerja keras, tekun belajar, dan berkorban. - Pele35BAMBANG SYAHPUTRASTAF KTU PT SWADAYA SAPTA PUTRAPEKERJA KERAS TAK KENAL LELAH DEMI KAU DAN SI BUAH HATI
194I. Latar Belakang Setiap karyawan memiliki kisah hidup yang unik — tentang perjuangan, kerja keras, dan perubahan nasib. Namun sering kali kisah-kisah itu tenggelam di balik rutinitas pekerjaan. Padahal, pengalaman personal para karyawan merupakan sumber inspirasi yang sangat berharga, baik bagi sesama pekerja maupun bagi perusahaan. PT Swadaya Sapta Putra (SSP) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan Pabrik Kelapa Sawit tidak hanya menjadi tempat mencari nafkah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pertumbuhan manusia. Melalui proses kerja, pelatihan,kebersamaan serta kekompakan di lingkungan perusahaan,banyak karyawan yang mengalami perubahan signifikan: ekonomi yang membaik, pola pikir yang berkembang,serta rasa percaya diri yang tumbuh sehingga bisa tumbuh bersama dengan perusahaan. Kegiatan penulisan “Kisahku Bersama PT SSP” ini disusun sebagai wadah untuk menyalurkan pengalaman-pengalaman itu ke dalam bentuk tulisan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan karyawan terhadap profesinya, memperkuat ikatan emosional dengan perusahaan, serta menjadi dokumentasi kolektif tentang perjalanan hidup di lingkungan PT SSP.II. Tujuan Kegiatan1. Mendorong setiap karyawan untuk menceritakan perjalanan hidup dan pengalaman mereka selama bekerja di PT SSP secara jujur, reflektif, dan inspiratif.2. Membangun rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap perusahaan melalui narasinarasi nyata yang lahir dari pengalaman pribadi.3. Menggali nilai-nilai positif seperti kerja keras, tanggung jawab, kejujuran, dan solidaritas yang tumbuh di lingkungan kerja.4. Menumbuhkan budaya literasi dikalangan karyawan PT SSP dengan cara yang sederhana dan relevan dengan kehidupan mereka.
1951. Pembuka: Mengenalkan Diri dan Kampung Halaman Perkenalkan nama saya Bambang Syahputra. Status berkeluarga istrri satu, anak dua. Pendidikan akhir sarjana akuntansi. Berasal dari Sumatera Utara, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kecamatan Aek Kuo, Desa Bandar Selamat, Dusun Seitualang. Hal yang menarik dari diri saya adalah seorang yang hidup mandiri, pantang menyerah dan pekerja keras. Selain itu saya juga hobi olah raga antara lain sepak bola, futsal,takraw, badminton, bola voly. Hobby main gitar. Dan hobby berenang. Selain hobby saya juga pencinta sepak bola, salah satu club yang saya sukai adalah Barcelona.Kampung halaman Desa Bandar Selamat Kabupaten Labuhan Batu Utara dengan selogan ”Basimpul kuat babontuk elok” dan ada beberapa tempat wisata yaitu: 1.Rindu Alam 2.Goa Kaca 3.Pantai Monyet 4.Air Terjun Goa Sewaktu masa kecil saya, di masa sekolah dari tingkat SD sampai tingkat SMK,jarang punya uang saku (uang jajan) sehingga membuat saya terbiasa menjadi kuat dan hidup mandiri hingga sekarang. Saat dibangku SD naik tingkat ke SMP libur selama 2 minggu, saat libur saya manfaatkan untuk mencari uang dengan cara ikut kerja di Doorsmer (Tempat pencucian Kendaraan) dengan upah Rp 4.000.-/kendaraan pada tahun 2006. Uang tersebut saya gunakan untuk membeli pakaian seragam SMP karena tidak mau membebani orang tua. Dan saat memasuki tingkat SMK saya memilih masuk jam sekolah jam siang hingga sore. Hal ini saya pilih agar di pagi hari saya bisa sambil bekerja menghasilkan uang buat jajan dan keperluan sekolah dan lainnya. Setelah tamat sekolah menengah kejuruan (SMK) di Padang Halaban, Labuhanbatu Utara pada tahun 2012 saya tidak lanjut kuliah karena tidak ingin membebani orang tua. Dan impian saya pada saat itu tertunda, namun saya tidak patah semangat, tidak pantang menyerah. Saya tetap terus mandiri & usaha melamar kerja di perusahaan PT.STA Resources Tbk.Alhamdulillah diterima sebagai krani divisi kebun sawit pada tahun 2012, lokasi Sumatera Utara dan berakhir sampai posisi Krani Pembukuan di PKS Tahun 2017 lokasi Kalimantan Tengah. Sseiring waktu berjalan (singkat waktu) level saya sedikit demi sedikit naik level dapat tawaran dengan Posisi KTU Mill pada tahun 2019 di PT.Kamparindo Agro Industri. Alhamdullilah saya bisa melanjutkan impian bisa kuliah ambil jurusan akuntansi sampai dengan selesai.
1962. Kondisi Kehidupan Anda Sebelum Bekerja di PT SSP. Keadaan ekonomi saya sebelum bekerja di PT.SSP dalam keadaan alhamdulillah kondisi baik, dari awal bekerja sedikit demi sedikit menabung untuk harapan di masa depan. Harapan masa itu bekerja di tempat yg nyaman,termasuk lingkungan sosial,budaya kerja yang kondusif dan sportif serta profesional dalam menjalankan pekerjaan. Tokoh yang mempengaruhi hidup saya selain orang tua adalah Mario Teguh dengan dorongan kata motivasi di sosmed.3. Alasan dan Motivasi Bergabung dengan PT SSP Alasan bergabung dengan PT.SSP adalah ingin memberikan yang terbaik yang saya punya, tumbuh bersama, kembang bersama dan terus menerus memperbaiki diri untuk lebih baik.4. Momen-Momen Paling Berkesan dan Membahagiakan Momen paling berkesan dan membahagiakan saat saya diterima bekerja di perusahaan Group Mahita Ingkeng Gemah yaitu saat penerimaan kerja semula tanggal 22 September 2025 menjadi tgl 01 Oktober 2025 membuat saya senang karena masih ada urusan keluarga. Rasa syukur mengubah apa yang kita miliki menjadi cukup.\" - Aesop
1975. Harapan dan Mimpi ke Depan Adalah bermanfaat buat keluarga dan orang banyak serta ingin menjadi pengusaha sukses atau jadi manager accounting sesuai background pendidikan saya peroleh.6. Penutup Melalui kegiatan ini, PT SSP ingin menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari pertumbuhan manusia di dalamnya. Setiap karyawan memiliki kisah yang layak di dengar — kisah tentang perubahan, ketekunan, dan harapan dengan menuliskannya, mereka tidak hanya bercerita tentang pekerjaan, tapi juga tentang makna hidup (kehidupan) dan kerja keras.
198
199 Hidup selalu menawarkan kesempatan kedua. Namanya adalah besok – Amy Rees Anderson36MUHAMMAD SYAFIIESTAF KTU PT SWADAYA SAPTA PUTRAADA CINTA DI SSP
200Assalamualaikaum Wr Wb….Semangat Pagi & Salam Sejahtera untuk kita semua…Saya Muhammad Syafiie, berusia 35 tahun (saat ini), berasal dari sebuah kota kecil di Sumatera Utara, yaitu Kota Tebing Tinggi. Saya adalah 3 bersaudara (lelaki semuanya). Orang tua bekerja sebagai guru SD (ASN). Sebagai anak tertua, saya dididik menjadi anak yang mandiri, bertanggung jawab dan disiplin, karena itu akan menjadi contoh bagi adik-adik saya kelak dan sebagai bekal kesuksesan saya dimasa yang akan datang. Begitulah pesan kedua orang tua saya. Sebagai anak tertua, karena kedua orangtua bekerja, saya dituntut untuk bisa melakukan pekerjaan rumah dan menjaga adik-adik saya oleh kedua orangtua saya. Tak jarang saya dan adik-adik saya bekerjasama dalam hal pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mencuci piring dan mengepel lantai rumah. Itu semua kami lakukan dengan senang karena kami tahu bahwa orangtua kami juga memiliki pekerjaan diluar untuk mencari nafkah dan itu semua untuk kami juga.Pada Usia 16 tahun saya sudah diajarkan untuk lebih bertanggung jawab oleh kedua orang tua saya, yaitu dengan berbekal ilmu agama (mengaji) yang saya miliki (yang merupakan ajaran dari ayah saya yang kebetulan adalah seorang guru agama islam). Ayah saya membuka les mengaji untuk anak sekitar. Dan saya diajarkan untuk bisa ikut mengajar di kegiatan tersebut. Dari kegiatan tersebut saya mendapatkan imbalan berupa uang saku per bulan oleh orangtua saya, yang biasanya saya gunakan untuk membeli barang yang saya inginkan. Saat itu dari hasil mengajar tersebut, saya bisa membeli handphone yang saya inginkan. Saya sangat senang sekali saat itu.Ayah dan Ibu saya merupakan kedua orang yang sangat menjadi panutan saya, karena kegigihan mereka untuk menyekolahkan saya dan adik-adik saya, menjadikan penyemangat saya sebagai anak tertua untuk berjuang lebih giat dalam hal belajar agar bisa membahagiakan mereka. Penghasilan kedua orang tua saya sebagai ASN tidaklah banyak namun cukup memenuhi kebutuhan keluarga kami pada saat itu. Dan terbukti saya dan adik-adik saya merupakan lulusan Sarjana dari Institut Pertanian Stiper (STIPER) Yogyakarta. Tidak ada hal yang membahagiakan kedua orang tua kami selain melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan mereka pada saat itu.Setelah lulus SMA pada tahun 2008, melanjutkan studi S1 di Instiper Yogyakarta. Memutuskan untuk kuliah di luar pulau Sumatera merupakan keputusan besar saya dan kedua orangtua saya, karena pada saat itu masih sangat sedikit dari kampung saya, anaknya yang
201dikuliahkan sampai ke pulau Jawa. Sempat menjadi cemoohan orang kalau saya tidak akan betah kuliah di sana. Dan mengapa kuliah jurusan pertanian saja sampai harus ke Jawa (Yogyakarta), karena di Sumatera Utara saja banyak. Begitulah perkataan orang-orang dikampung saya pada waktu itu. Berkat tekad orang tua dan kemampuan saya, saya berhasil membuktikan kepada orang-orang yang pernah mencemooh saya dan keluarga saya dengan menunjukkan hasil kerja keras saya seperti lulus kuliah tepat waktu (3,5 tahun) dengan IPK 3,94 (wisudawan terbaik ke 3 pada waktu itu).Dan juga bersyukur sebelum lulus saya sudah diterima bekerja di PT TAP Grup. Seiring dengan berjalannya waktu setelah -/+ 2 tahun saya bekerja di TAP Grup (2012-2014), saya memutuskan untuk resign dan kembali menempuh S2 di Instiper. Setelah lulus S2 ditahun 2017 saya mencoba keberuntungan dengan melamar di PT MIG, yang pada waktu itu mengadakan seleksi (recruitment) di Kampus Instiper. Harapan saat itu untuk diterima bekerja di PT MIG sangatlah besar, karena sudah -/+ 3 bulan menganggur (tanpa pekerjaan) setelah lulus kuliah S2. Hal utama yang saya inginkan adalah agar bisa menjadi contoh oleh adik-adik saya bahwa setelah kuliah, saya dapat bekerja dan membantu perekonomian kedua orang tua. Alhamdulillah berkat doa kedua orangtua dan izin Allah SWT, saya diterima menjadi MT PT MIG tahun 2017 sebagai Jr Staf HR, penempatan di PT Swadaya Sapta Putra Kalimantan Tengah.Saat bekerja di PT SSP (MIG Group), saya bisa membantu perekonomian keluarga dengan membantu perkuliahan adik saya yang ke 3. Selama bekerja di PT SSP (MIG Group) banyak cerita yang sudah dilalui (suka/duka). Saya banyak bertemu dengan berbagai macam karakter orang, ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya terutama di bidang HR. Sebagai HR saya diharuskan untuk bisa berkomunikasi di depan orang banyak, menghandle berbagai macam acara yang ada di PT SSP. Itu semua tidak akan saya dapatkan jika saya tidak bekerja di PT SSP. Pada tahun 2019 tanpa direncanakan saya bertemu dengan istri saya saat ini di PT SSP. Istri saya bernama Nita Mulia Sari (Anak dari seorang Asisten Bengkel di PT SSP, sebut saja namanya Muhammad Imron) saat itu. Sebenarnya tidak ada terlintas di pikiran saya untuk mendapatkan jodoh di PT SSP, namun takdirlah yang sudah berkehendak. Kami dipertemukan di sini, di rumah kebun dan alhamdulillah saat ini kami sudah dikarunia 2 orang putra. Pada tahun 2020 istri saya mengandung anak pertama kami dan kebetulan saat itu masa –masa Covid-19, kami tidak bisa melakukan perjalanan jauh, sehingga anak pertama kami juga
202lahir di PT SSP. Sampai ditahun 2023 kami dikarunia anak kedua (putra) yang lahir di Kab. Asahan.Sekian lama (2017-2024) bekerja di PT SSP, saya mulai merasa jenuh dengan pekerjaan rutin sebagai HR. Saya memutuskan untuk resign dari PT SSP di tahun 2024 (April) dengan alasan ingin mengembangkan karir saya diluar. Selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan (April 2024 -November 2025) saya bekerja di PT Lain. Pada bulan Oktober 2025 saya melihat info lowongan pekerjaan di salah satu situs pencari kerja, saat itu PT MIG sedang mencari calon pekerja untuk mengisi kekosongan Asmen HR di PT SSP (Asmen HR sebelumnya pensiun). Tanpa berfikir panjang, saya mengirimkan CV ke bagian HR PT MIG dan saya mengabarkan ke istri jika saya memasukkan CV ke PT MIG dan jika Allah mengizinkan kembali untuk bekerja di PT SSP, kami sangat bersyukur. Kehidupan adalah 10% apa yang terjadi pada Anda dan 90% adalah bagaimana Anda meresponnya. - Lou Holtz
203 Doa kami didengar oleh Allah dan di bulan November 2025 saya kembali bergabung di PT SSP (MIG Group). Setelah resmi bergabung kembali di PT SSP, kami berfikir bahwa di sinilah kami akan menghabiskan masa kerja, karena saya dipertemukan oleh istri di sini dan anak kami juga lahir di sini maka itulah salah satu alasan kami untuk kembali dan mengukir prestasi dan menjalani cerita hidup keluarga kecil kami bersama PT SSP (MIG Group).Terima Kasih SSP telah menjadi tempat untuk bekerja mencari nafkah, tempat menemukan cinta saya dan tempat tumbuh berkembang anak- anak kami nantinya.Salam dari kami….
204
205