The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TULISAN STAF SSP - [project]

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nuryahya6117, 2025-12-20 05:13:00

SSP - UNTOLD STORIES

TULISAN STAF SSP - [project]

80Selama saya bekerja menjadi kerani ada banyak hal baru yang saya dapatkan mulai dari memiliki banyak teman baru, pelajaran baru, pengalaman baru serta menjadi awal bagi saya mengenal bidang perkebunan kelapa sawit. Setahun lebih bekerja sebagai kerani saya mendengar adanya tes untuk merekrut karyawan baru yang akan bekerja di pabrik baru PT. MERBAUJAYA INDAHRAYA Regional Sultra. Saya pun tertarik karena latar belakang pendidikan saya waktu kuliah yaitu agroindustri pengolahan hasil perkebunan. Saya kemudianmengajukan diri kepada HRD untuk mutasi ke pabrik dan meminta izin kepada atasan saya untuk mengikuti tes. Saya pun sangat senang ketika saya dinyatakan lulus dan siap pindah ke pabrik untuk memulai pekerjaan baru.Pada tanggal 05 Agustus 2019 saya pindah dan mulai bekerja di PKS Laeya PT. MERBAUJAYA INDAHRAYA dengan status masih PKWT sebagai pelaksana stasiun boiler di Departemen Proses, hingga pada tanggal 01 April 2020 saya diangkat menjadi SKU sebagai pelakasana stasiun boiler. Selama dua tahun di stasiun boiler, pada bulan Agustus 2021 saya kemudian dipindahkan ke stasiun kamar mesin sebagai pelaksana. Dan pada saat di kamar mesin saya memiliki banyak waktu untuk lebih mengenal dan mempelajari stasiun-stasiun lain yang ada di pabrik.Satu tahun berlalu, mandor proses kami mengajukan resain kerena ingin mencari pengalaman baru di tempat lain. Saya pun menjadi salah satu kandidat yang dipanggil mengikuti tes untuk menempati posisi PJS mandor. Hasil tes pun diumumkan dan syukur Alhamdulillah saya lulus menjadi PJS mandor proses yang terhitung mulai dari tanggal 01 September 2022. Dan setahun kemudian pada September 2023 saya di angkat menjadi SKU mandor proses.Selama bekerja di pabrik saya juga di berikan beberapa kali kesempatan oleh pimpinan untuk mengikuti tes program MT atau Managemen Training tahun 2022 dan MT tahun 2023.Namun belum rezeki untuk lulus, hingga pada program MT tahun 2024 saya diberi kesempatan kembali mengikuti tes dan akhirnya lulus menjadi salah satu peserta MT 2024 yang diadakan di Regional Sumatra Utara. Hal ini pun menjadi salah satu momen yang sangat berkesan dan membahagiakan bagi saya karena sebelumya saya sudah gagal sebanyak dua kali.Singkat cerita pada tanggal 21 april 2024 saya berangkat ke Sumatra Utara untuk mengikuti program MT yang dibagi menjadi beberapa tahapan mulai dari pendidikan di Rindam Bukit Barisan, In Class di Training Center Regional Sumut, On Jon Training di PKS


81Pulo Jantan Regional Sumut dan tahap terakhir Acting Position. Setelah lulus OJT saya menjalani Acting Position selama dua bulan PKS Pulo Jantan kemudian saya pindahkan ke Sultra untuk melanjutkan Acting Position di PKS Laeya Regional Sultra. Pada tanggal 01 Mei 2025 saya dinyatakan lulus sebagai Staff Controller dan akan di tempatkan di PKS Padas Regional Kalteng. Saat dinyatakan lulus saya tidak langsung berangkat ke Kalteng namun saya masih lanjut di PKS Laeya memegang Shift 2 Departemen Proses hingga masa dua shift berakhir. Pada tanggal 02 Agustus 2025 saya baru berangkat ke Kalteng untuk memulai pengalaman baru di PKS Padas PT. SSP Regional Kalteng hingga saat ini.Selama bekerja ada beberapa pengalaman berkesan yang saya alami di perusahaan ini.Salah satunya saat masih sebagai pelaksana kamar mesin dan masih mandor, saya berhasil menjadikan stasiun kamar mesin sebagai Juara I Stasiun terbersih dua tahun berturut-turut. Dan pengalaman lainnya saat saya masih memegang Shift II sebagai Staff Proses di PKS Laeya, contohnya ketika shift malam pendulum atau pembagi bahan bakar boiler rusak yang mengakibatkan bahan bakar tidak bisa masuk ke dalam ruang bakar boiler sehingga pabrik harus stop sementara. Menurut team maintenance jika dilakukan perbaikan akan memakan waktu yang cukup lama kurang lebih sepuluh jam. Itu membuat saya harus mencari solusi mengambil keputusan yang tepat. Melihat kondisi buah yang cukup banyak saya mengambil inisiatif untuk mencoba melakukan pembagian bahan bakar secara manual dan itu berlangsung selama empat hari sebelum dilakukan perbaikan pada hari minggu. Kejadian lain yang paling berkesan yaitu ketika ada kerusakan pada stasiun kernel yakni kerusakan pada NPD (Nut Polishing Drum) yang jika diganti harus menunggu orderan terlebih dahulu, selain waktu yang cukup lama juga akan memakai biaya yang cukup besar. Pada saat itu saya memberikan saran atau ide untuk dilakukan modifikasi atau pabrikasi pada NPD tersebut, saran saya pun disetujui dan akhirnya NPD tersebut dimodifikasi sehingga bisa digunakan kembali hingga sampai saat ini. Selama bekerja di perusahaan ini ada banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan saya, yang dimana sebelumnya saya belum memiliki penghasilan yang tetap, tetapi kini setelah bekerja saya sudah memiliki penghasilan yang tetap. Saya bisa membantu memperbaiki ekonomi keluarga, selain itu saya juga bisa membeli kendaraan roda dua dan membeli aset seperti tanah dan yang paling istimewa adalah saya menemukan pasangan hidup yang saya halalkan dari penghasilan saya bekerja di perusahaan ini. Kami menikah pada bulan April 2025, tiga bulan sebelum kami pindah ke Regional Kalteng.


82Harapan saya kedepan, perusahaan ini akan semakin maju, berkembang sesuai dengan misi perusahan untuk menjadi perusahaan industri kelapan sawit berkelanjutan dengan tata kelola kelas dunia dan misi perusahaan untuk membangun usaha berkelanjutan secara ekonomi, bermanfaat sosial dan lingkungan, Mengutamakan mutu proses dan hasil untuk kualitas yang tinggi, Mengembangkan kemampuan sumberdaya manusia untuk kemanfaatan dan kesejahteraan, Membangun kemitraan dengan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan, Mengembangkan sistem manajemen yang relevan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kerjasama tim adalah rahasia yang membuat orang biasa mencapai hasil yang luar biasa - Enoch OnuohaDengan visi misi tersebut saya sangat yakin bahwa perusahaan ini akan terus berkembang baik dari segi wilayah menambah perkebunan baru ataupun pabrik baru yang dan juga mampu berkembang dari segi teknologi, sehingga semakin banyak karyawan yang dapat disejahterakan, baik karyawan yang di kebun, di PKS, di kantor dan bahkan kesejahteraan masyarakat lokal yang bekerjasama dengan perusahaan juga bisa meningkat. Selain itu perusahaan ini juga memiliki tiga nilai utama yang masing-masing memiliki arti yang mendalam, yang pertama integrity yang berarti jujur dan bertanggung jawab. Kedua teamwork yang artinya Saling menghormati dan saling peduli, bekerjasama dengan saling


83menghargai. Ketiga excellence yaitu gigih dan perbaikan terus menerus, gigih berarti berprilaku unggul dengan mempunyai daya juang serta semangat tinggi dan perbaikan terus menerus berarti berprilaku serta menunjukkan kinerja yang unggul. Dari nilai utama tersebut saya memiliki mimpi untuk terus bisa menjadi bagian dari team perusahaan ini dan dapat memainkan peran untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan serta terus mengembangkan karier saya seiring dengan pertumbuhan perusahaan. Saya sangat bersyukur bahwa setiap rintangan yang saya lewati mengajarkan saya menjadi lebih matang dan siap menghadapi babak baru di masa mendatang.


84


85 Ada banyak cara untuk maju, tetapi hanya satu cara untuk berdiri diam. — Franklin D. Roosevelt15SUNARDI HARYANTO SILABANASISTEN BENGKEL PT SWADAYA SAPTA PUTRASI PARJALANG DARI SUMATERA


861. PembukaNama saya Sunardi Haryanto Silaban. Saya lahir di Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Semasa di kampung saya membantu ibu ke ladang.Tapi saya lebih senang membantu bapak perbaikan (maintenace) mobil di rumah karena saya bercita-cita ingin mengembangkan usaha bapak lebih maju. Alasan saya lebih suka membantu bapak karena setiap perbaikan mobil yang rusak saya perhatikan setelah siap diperbaiki langsung mendapatkan uang hasil cerih payah. Berbeda dengan ibu tanam sayur sayuran dulu, menunggu berbulan-bulan baru menghasilkan uang dan harga sayur sayuran ini tak nentu harganya.2. Kondisi Kehidupan Sebelum Bekerja di PT. SSPSebelum bergabung di PT. SSP, saya sudah bekerja di perusahaan kelapa sawit lain sebagai Leader Mekanik. Pada saat itu sangat sulit mencari pekerjaan dikarenakan masa Covid-19 tahun 2020 s/d tahun 2023. Tapi seiring berjalannya waktu saya tetap semangat mencari pekerjaan yang lebih baik. Inginnya menjadi seorang pemimpin seperti Asisten Workshop karena saya ingin mengembangkan menerapkan skill dan kemampuan saya dilapangan dunia kerja. Saya sempat depresi putus asa karena selalu gagal setiap melamar diperusahaan dunia kelapa sawit. Tapi saya punya motivasi yang selalu mendorong ialah Hobby Saya; (Gunung diibaratkan seperti kesuksesan harus melalui bebatuan bukit yang landai mencapai puncak) begitulah kehidupan kesukseran seperti gunung di mulai dari Nol MDPL.3. Bergabung PT. SSPSaya sangat senang mendengar saat ada panggilan interview sekalipun belum tahu kelanjutannya karena saya selalu gagal. Tapi saya tetap semangat menjalani proses yang berjalan. Setelah menjalani proses rekrutan kurang lebih selama 2 minggu saya sangat senang diberikan kesempatan bisa bergabung dengan PT. SSP. Saya bergabung pada tanggal 10 Juli 2023. Hal yang pertama saya liat di perusahaan kelapa sawit adalah Aset Machery.Target prioritas saya dalam satu tahun harus bisa punya mesin genset cadangan dengan menggunakan mesin yang sudah terbengkalai layak dihidupkan kembali, supaya di saat ada mesin genset yang rusak tidak sewa menyewa dari Sampit. Dengan kerja keras team workshop yang kompak serta manajemen perusahaan mendukung saat ini sudah ada genset cadangan yang siap dioperasikan saat ada mesin yang perlu diganti (rusak).


874. Bersyukur Masuk PT. SSPTgl 12 bulan Juli 2023 saya mulai beradaptasi menyesuaikan dengan lingkungan pekerjaan. Hal yang saya tanyakan sesama karyawan sudah berapa lama bekerja di PT. SSP semua rata-rata belasan tahun. Saya kaget mendengar dikarenakan baru PT. SSP dijumpai banyak staff dan karyawan bekerja sampai belasan tahun bahkan ada yang dua puluh tahun. Saat ada kumpul bersama coffee break mulai dari atasan general manajer, manajer, askep dan asisten/staff, saya memperkenalkan diri menyampaikan tentang kekeluargaan. Semua yang hadir saat itu semua tertawa karena saya masih menjalani 2 minggu sudah menyampaikan bahwa PT. SSP silahturahmi kesejahteraan sangat baik. Ketika semuanya menjadi kacau, orang-orang yang berdiri di sampingmu tanpa gentar – mereka adalah keluargamu. – Jim Butcher


885. Setelah di PT. SSP Saya punya penghasilan. Selain itu saya sangat termotivasi karena punya kesempatan belajar dan mengembangkan diri sebaik mungkin di perusahaan PT. SSP, sekaligus ingin memberikan yang terbaik mengingat saya memiliki dedikasi dan kemampuan diri yang bisa aya kembangkan di perusahaan PT. SSP, Saya juga berharap dengan kehadiran Saya perusahaan ke depannya menjadi lebih maju dan Saya juga mengucapkan terimakasih diberikan kerpercayaan untuk memegang posisi dengan tanggung jawab yang lebih.6. Harapan Group Mahitala Ingkeng Gemah (MIG) perkebunan kelapa sawit termasuk wilayah Regional Kalteng PT. SSP makin bertambah luas lahan perkebunan serta wilayah Sultra dan Sumatra dengan bertambahnya cabang tentu membuka lowongan pekerjaan, karena melihat zaman saat ini tiap tahun ribuan mahasiswa menyelesaikan perkuliahan dan tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang menerima/terbuka.


89 Masa-masa sulit tidak akan bertahan selamanya, tetapi orang-orang tangguhlah yang akan bertahan. - Robert Schuller.16ADES HERVANDYASISTEN TRAKSI PT SWADAYA SAPTA PUTRAPERJALANAN KARIRKU BERSAMA PT. SSP


90Perkenalkan nama saya Ades Hervandry, lahir pada tanggal 29 Desember 1991 di Kecamatan Lirik, Kabupaten Indra Giri Hulu ( INHU ), Riau. Saya adalah anak pertama dari empat bersaudara. Adik saya yang pertama bernama Jenny Dwiki Margareta. Adik saya yang ke dua bernama Aga Kevindo. Dan adik saya yang ke tiga bernama Aqil Revalno. Saya tumbuh dalam keluarga yang sederhana namun penuh kasih sayang, ayah saya bernama Hermanto, dan ibu saya bernama Vike Napsiati. Mereka berdualah yang selalu mengajarkan saya tentang pentingnya kerja keras, kejujuran dan bersifat berprilaku sopan santun terhadap orang yang lebih tua.Singkat cerita saya masuk Sekolah Dasar ( SD ) pada tahun 1998 di kampung halamanKecamatan Lirik, Kabupaten Indra Giri Hulu ( INHU ). Namun sempat pindah sekolah ke Jakarta Utara ( Kelapa Gading ) pada kelas empat SD untuk tinggal bersama bude dan pakde saya yang bernama Hardi atau sering juga di anggil dengan sebutan Mbah BEJO. Setelah lulus SD, saya kembali ke kampung halaman Riau, dan melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ). Singkat cerita saya LULUS di tahun 2007. Kemudian saya melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas ( SMA ) di Jawa Barat, tepatnya di Kota Subang, bersama bude dan pakde saya yang bernama Sucipto. Sampai tahun 2010 saya menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas ( SMA ) dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.Saya memiliki minat yang besar di bidang pertanian, karena sejak kecil saya sering diajak ayah saya berladang dan menanam kelapa sawit. Ayah saya pernah berkata 15 tahun yang akan datang petani sawit pasti sejahtera. Saya sempat tidak percaya karena waktu itu harga sawit hanya Rp 200-400/ kg. Tetapi saya tetap percaya apa yang di bicarakan ayah saya pasti terbukti. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas INSTIPER, Yogyakarta, dengan jurusan budidaya pertanian.Singat cerita Saya masuk kuliah di tahun 2010 sampai dengan 2014 dan Wisuda di tahun 2015. Setelah Wisuda saya memutuskan untuk tetap tinggal di Yogyakarta selama kurang lebih 1 satu tahun untuk mencari pengalaman dan membangun karir. Saya mencoba berjualan online alat vapor ( Rokok Elektrik ). Dari sini saya banyak belajar tentang rasanya mandiri.Bertahan hidup di kampung orang tanpa bantuan biaya dari orang tua. Namun persaingan yang ketat membuat saya tidak bisa bertahan lama.


91Saya kemudian memutuskan untuk melamar kerja di perusahaan-perusahaan yang ada.Dan akhirnya di Tanggal 10 Agustus 2016, saya dihubungi oleh perwakilan MIG Group ( Merbau Jaya Indahraya ) untuk bergabung. Saya sangat senang dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Saya memulai karir saya di PT SSP Kalteng 15 Aguatus 2016. Hari itu adalah hari pertama saya di PT SSP. Saya merasa seperti seorang petualang yang siap menaklukkan dunia. Saya memulai OJT (On the Job Training) selama 3 bulan, dengan rincian sebagai berikut:-1 bulan Inclass : Saya mempelajari tentang perusahaan, kebijakan, dan prosedur kerja-1 bulan Divisi 6 : Saya tandem dengan asisten kebun Bapak Andi Maulana Akbar. Sebuah divisi yang sibuk dan penuh dengan orang-orang yang berpengalaman. Saya merasa seperti seekor anak ayam yang baru keluar dari cangkang. Tidak tau apa-apa dengan masalah kebun. Tapi saya tidak menyerah. Saya terus belajar dan beradaptasi. -1 bulan Traksi : Saya tandem dengan asisten Traksi Bapak Andori. Sebuah departemen infrastruktur atau teknik yang saya tidak ada basik sama sekali di bidang tersebut. Ini sebuah tantangan baru untuk saya, di mana saya diberi kesempatan untuk mempelajari dan memahami proses angkut produksi.Setelah OJT, saya ditempatkan di traksi Tandem bersama sebagai asisten traksi Bapak Andori kurang lebih selama 1 tahun. Saya merasa seperti telah menemukan tempat saya di dunia. Saya bekerja dengan tim yang solid dan mendapatkan bimbingan dari mentor yang sangan berpengalaman.Tapi, seperti kata pepatah,”Tidak ada yang abadi di dunia ini ”. Asisten Traksi yang tandem sama saya Bapak Andori, memutuskan untuk resign. Saya merasa seperti kehilangan ayah. Saya merasa tidak siap menggantikan beliau. Tapi saya tidak menyerah. Saya terus belajar dan berlatih secara autodidak. Mencoba untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Pak Andori. Saya bekerja keras bahkan lebih keras dari sebelumnya.Dan akhirnya, hari itu tiba. Saya di panggil ke ruang atasan (manager eastate). Saya merasa seperti akan diberhentikan kerja. Tapi apa yang saya terima adalah kesempatan emas.Saya ditawarkan untuk menjadi Asisten Traksi yang baru. Saya merasa telah mencapai puncak gunung lagi. Saya tidak bisa menyembunyikan kegembiraan saya. Dan saya menerima tawaran itu dengan tangan terbuka.


92Saya memegang dua estate, Divisi 1 sampai divisi 7, dengan rincian sebagai berikut:- Kebun Barunang: 7 unit dump truk3 unit weel traktor10 unit Quick Traktor18 orang BM atau pemuat- Kebun Bejarau:7 unit dump truk4 unit weel traktor8 unir Quick Traktor21 orang BM atau pemuatTahun 2018, saya menghadapi cobaan yang berat. Infrastruktur yang belum memadai, jalan yang rusak, dan unit yang banyak maintenance. Saya merasa seperti berada di tengah badai. Tapi saya tidak menyerah. Saya terus bekerja keras.Dan di tahun 2019, kita kedatangan alat mekanis angkutan Quick di kebun Berajau. Tapi di tengah kegembiraan, kita dihadapkan dengan adanya virus COVID-19. Saya merasa seperti berada di tengah badai lagi.Tahun 2022, kita kedatangan tambahan alat mekanis Quick untuk di kebun Berunang dan Bejarau. Tapi kita dihadapkan dengan masalah jalan yang belum siap. Unit sering menginap di lahan karena jalan pasar pikul yang dilalui Quick belum standar. Saya merasaseperti berada di tengah tantangan besar. Tapi saya tidak menyerah. Saya terus bekerja keras dan mencari solusi terbaik.Tahun 2023, kita kedatangan alat pengangkutan mekanis berupa unit BIN dengan merek FAW. Kita aplikasikan di lapangan dan berjalan lancar walaupun di awal pengoprasian masih terkendala peletakan BIN.


93Tahun 2025, saya masih menjabat sebagai Asisten Traksi. Saya telah melalui banyak cobaan dan tantangan. Tapi saya tidak menyerah. Saya fokus pada menjaga kinerja unit dan meningkatkan efisiensi pengangkutan. Setelah bekerja di PT SSP Kalteng, saya telah mengalami perubahan nyata dalam kehidupan saya. Berikut adalah beberapa contoh perubahan yang saya rasakan:Sebelum bekerja di SSP :- Saya masih memiliki banyak keraguan dan ketidakpastian tentang karir saya- Saya memiliki pengalaman kerja yang terbatas dan tidak memiliki keterampilan yang spesifik- Saya memiliki pendapatan yang tidak stabil dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan saya- Saya memiliki waktu luang yang banyak, namun tidak tahu bagaimana memanfaatkannya dengan baikSetelah bekerja di SSP :- Saya memiliki karir yang stabil dan berkembang- Saya memiliki keterampilan yang spesifik dan dapat diandalkan dalam bidang pertanian dan Transportasi- Saya memiliki pendapatan yang stabil dan cukup untuk memenuhi kebutuhan saya dan saya juga dapat meminang sang pujaan hati yang bernama Rika Dina Sari.- Saya memiliki waktu luang yang lebih sedikit, namun dapat memanfaatkannya dengan lebih baik untuk mengembangkan diriPerbandingan konkret antara sebelum dan sesudah bekerja di SSP:- Pendapatan : meningkat berkali- kali lipat- Keterampilan: meningkat dari 20% menjadi 95%- Pengalaman kerja: meningkat dari 1 tahun menjadi 8 tahun- Waktu luang: berkurang 50%, namun lebih produktif


94Saya sangat senang dengan perubahan yang saya rasakan setelah bekerja di PT SSP Kalteng. Saya telah menjadi lebih percaya diri, memiliki keterampilan yang lebih baik, dan dapat memenuhi kebutuhan saya dengan lebih baik. Saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang telah mendukung saya dalam perjalanan karir saya.Saya juga ingin mengucapkan terimaksih kepada PT. SSP Kalteng atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berkembang dan menjadi bagian dari perusahaan yang luar biasa ini. Saya percaya bahwa perusahaan ini akan terus berkembang dan menjadi salah satu perusahaan terbaik di industri kelapa sawit. Aminn Bakat akan memenangkan sebuah pertempuran, akan tetapi sebuah kerja sama tim dan kecerdasan akan memenangkan kejuaraan. - Michael Jordan


95 Yakinlah, pada akhirnya, kamu pasti akan berhasil, - Abraham Lincoln17RIZKI ANANDA LUBISASISTEN CONTROLLER ESTATE PT SWADAYA SAPTA PUTRAKISAHKU BERSAMA SSP


96Salam kenal. Nama saya Rizki Ananda Lubis. Dan saya berasal dari sebuah desa kecil di Sumatera Utara, tepatnya di Aek Kota Batu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kampung itu tidak seperti pada umumnya yang selalu saya dengar waktu kecil yang diceritakan di dongeng seperti ada sawah yang terhampar hijau, laut maupun pegunungan yang berada di sekitarnya. Desa kami di kelilingi area Perkebunan. Saya ingat betul waktu itu di seberang jalan depan rumah ada perkebunan kelapa sawit dan di belakang halaman rumah ada perkebunan karet. Sebelum memasuki sekolah dasar saya selalu menghabiskan waktu dengan bermain bola karet yang saya buat sendiri dengan mengambil sisa-sisa getah dan dibentuk menjadi bola karet kecil.Saya juga sering dimarahi ibu karena baju saya sering terkena getah karet waktu itu. Masa kecil di kampung memberi banyak pelajaran yang tanpa sadar membentuk karakter saya. Saya sering membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah seperti menyapu rumah, negepel lantai dan mencuci piring. Orang tua saya selalu mengajarkan untuk bertanggung jawab pada hasil dari setiap pekerjaan yang dilakukan. Bermain bersama temanteman masa kecil seperti berburu burung memakai ketapel yang kami buat sendiri. Bermain seluncuran memakai pelepah sawit dan mandi di parit-parit kecil menjadi pengalaman yang mengajari saya arti kebersamaan. Semua itu membuat saya memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari sesuatu yang besar, melainkan dari hal-hal kecil yang dijalani dengan tulus. Kampung halaman adalah tempat yang membentuk saya menjadi pribadi yang sabar, mengedepankan adab dan tidak mudah menyerah untuk mencapai sesuatu.Sebelum bergabung bersama MIG, hidup saya berada dalam situasi yang cukup berat. Menjadi tulang punggung keluarga dikarenakan saya adalah anak laki-laki paling besar dan kondisi ayah saya yang sudah memasuki masa pensiun waktu itu. Kondisi ekonomi keluargabisa dibilang pas-pasan sering kali membuat saya harus lebih giat lagi mencari pekerjaan. Saya sempat mencoba beberapa pekerjaan serabutan, seperti bekerja di sebuah apertemen, kontraktor, atau bahkan sekedar ikut-ikut orang untuk mendapatkan upah tetapi semuanya tidak memberikan kepastian jangka panjang. Ada rasa cemas, takut tertinggal dari teman-teman kuliah yang sudah mendapat pekerjaan. Namun ada juga tekad untuk tidak menyerah.Di masa penuh ketidakpastian itu, ada satu sosok yang sangat mempengaruhi cara saya melihat hidup yaitu ibu saya. Beliau selalu memberi nasihat untuk tetap berusaha, tidak mengeluh. Dan percaya bahwa kerja keras suatu hari akan membawa hasil. Ucapan dan doanya sering membuat saya bangkit ketika merasa lelah atau hampir putus asa.Walau hidup terasa berat, saya memiliki harapan sederhana dengan berusaha menemukan


97pekerjaan tetap yang stabil dan berharap bisa membantu keluarga, memperbaiki keadaan keluarga sedikit demi sedikit. Keinginan itu yang membuat saya terus mencari kesempatan, meski jalannya tidak selalu mudah dan penuh keputus-asaan.Saat melempar lamaran disana-sini serta menunggu panggilan yang tak kunjung ada saat itu, kemudian muncul harapan dari PT. Merbaujaya Indahraya waktu itu yang tiba-tiba menghubungi saya melalui telepon. Sempat berfikir itu adalah penipuan yang mengatasnamakan PT. MI dikarenakan sudah 7 bulan lamanya saya tidak ada mendapat kabar setelah mengirim lamaran ke perusahaan tersebut. Sampai pada akhirnya saya memberanikan diri datang saat jadwal seleksi itu tiba. Ketika hari pendaftaran tiba, saya berangkat lebih awal,agar tidak terlambat. Saat menunggu giliran tes, saya melihat banyak pelamar lain, dan itu sempat membuat saya minder. Namun saya kembali menguatkan hati, bahwa setiap orang punya peluang selama dirinya sungguh-sungguh. Proses tes dan wawancara berlangsung cukup menegangkan, tetapi saya berusaha menjawab dengan jujur dan apa adanya.Motivasi terbesar saya melamar di PT. MI adalah untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dan membangun masa depan yang lebih cerah. Saya ingin memiliki pekerjaan yang pasti, lingkungan yang baik, dan kesempatan untuk berkembang. Ketika akhirnya saya menerima kabar bahwa saya diterima, rasa syukur saya tidak bisa diungkapkan dengan katakata. Rasanya seperti mendapatkan kesempatan baru untuk menata hidup dari awal.. Selama bekerja di PT MI, banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan disana. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika saya diberi kesempatan dan dipercaya untuk mengikuti Seleksi Management Trainee Tahun 2023. Awalnya saya merasa ragu, takut mengecewakan manager yang memotivasi saya untuk ikut waktu itu. Namun berkat dorongan dan bantuan dari rekan-rekan dan keluarga saya memberanikan diri dan mulai mengikuti seluruh proses seleksinya. Tahap demi tahap saya ikuti dan tiba saatnya jadwal pengumuman tiba. Dan saya di umumkan sebagai salah satu peserta perwakilan dari MI Sumut yang lulus dan diberangkatkan ke Regional Kalteng untuk mendapatkan program pembelajaran lebih lanjut. Pujian dan haru dari rekan kerja serta keluarga yang mengucapkan selamat waktu itu membuat semangat saya semakin terbakar untuk membulatkan tekad berangkat ke Regional Kalimantan mengikuti program berikutnya. Sempat ada keraguan dari keluarga karena di Kalimantan kami tidak mempunyai saudara. Tapi saya berusaha meyakinkan orang tua dengan mengatakan saya ini anak laki-laki jangan takut. Saya bisa jaga diri dan anak laki-laki memang sudah seharusnya merantau tidak berdiam diri di kampung. Akhirnya orang tua memberikan restu dan


98mengizinkan saya untuk berangkat. Atas restu dan doa dari keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung akhirnya saya lulus dari program MT dan mendapat penempatan di PT. SSP. Awal menjadi bagian dari keluarga SSP saya langsung mendapat kesan kehangatan dan keharmonisan di lingkungan kerja disini. Waktu terus berlalu dan suasana kekeluargaan di PT SSP juga menjadi bagian yang sangat saya syukuri. Semua pengalaman tersebut membuat saya merasa bahwa PT SSP bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat di mana saya tumbuh, belajar, dan merasakan kebersamaan yang tulus. Sejak bekerja di PT SSP, banyak perubahan positif yang saya rasakan. Dari sisi ekonomi, kehidupan saya jauh lebih stabil. Saya bisa membantu kebutuhan keluarga, membayar kebutuhan pribadi tanpa merasa terbebani, dan mulai menabung sedikit demi sedikit untuk masa depan. Perasaan tenang yang dulu sulit saya dapatkan kini mulai hadir dalam hidup saya. Bukan hanya kondisi ekonomi, tetapi cara berpikir saya juga berubah. Saya menjadi lebih disiplin, lebih bertanggung jawab, dan lebih mampu menghadapi tekanan. Lingkungan kerja yang teratur telah mengajarkan saya banyak hal mulai dari cara bekerja dengan efisien hingga kemampuan bekerja sama dengan berbagai karakter rekan kerja. Jika dibandingkan dengan masa sebelumnya, ketika saya sering bingung harus berbuat apa dan ke mana harus melangkah, kini saya merasa hidup saya lebih terarah. Saya juga menjadi lebih percaya diri, karena banyak hal yang dulunya tidak saya kuasai, kini perlahan mulai saya pahami. Perubahan ini membuat saya semakin bersyukur atas pekerjaan yang saya miliki.Melihat perjalanan yang telah saya lalui, saya merasa semakin yakin bahwa setiap orang memiliki jalan masing-masing. Saya bersyukur karena PT SSP telah menjadi bagian penting dalam langkah hidup saya. Kedepannya, saya ingin terus meningkatkan kemampuan diri, belajar lebih banyak hal baru, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Saya berharap suatu hari nanti bisa mencapai posisi yang lebih tinggi dan berkontribusi lebih besar dalam tim. Untuk keluarga, saya memiliki mimpi yang masih ingin saya wujudkan. Saya ingin membangun kehidupan yang lebih baik untuk mereka, membantu orang tua, mendukung pendidikan adik-adik, dan membantu mewujudkan mimpi mereka yang selama ini belum bisa


99terwujud. Saya juga memiliki tujuan pribadi untuk terus berkembang sebagai manusia. Saya ingin menjaga semangat positif, tidak mudah menyerah, dan terus percaya bahwa masa depan selalu membawa peluang baru. Dengan pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan di PT SSP, saya yakin perjalanan ke depan akan semakin terbuka dan penuh harapan asal saya mau tetap berusaha dan menjaga semangat. Keluarga yang bahagia adalah surga yang hadir lebih awal. - George Bernard Shaw,


100


101 Pemenang membandingkan prestasinya dengan tujuan mereka, sedangkan pecundang membandingkan prestasinya dengan pencapaian orang lain – Muhammad Ali18DEDEK DARSONOASISTEN PENGOLAHAN PKS PADAS PT SWADAYA SAPTA PUTRASI ANAK PENUH DENGAN MIMPI MASA DEPAN


102Halo perkenalkan nama saya Dedek Darsono. Berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang, daerah yang tenang dan kuat dengan nilai syariat Islam. Kini saya tinggal di Perumahan PKS PT SSP. Namun kampung halaman tetap menjadi tempat yang paling saya rindukan. Di desa saya, sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani dan pekebun, dengan pemandangan sawah hijau dan pepohonan yang menyejukkan. Saya tumbuh dalam lingkungan sederhana namun penuh kehangatan, di mana kebersamaan dan saling membantu sudah menjadi bagian dari hidup. Nilai-nilai itulah yang membentuk karakter saya sejak kecil. Masa kecil saya dipenuhi pengalaman sederhana tetapi bermakna. Setiap pagi saya pergi sekolah dengan sepeda. Lalu sepulangnya membantu orang tua menggembala kambing hingga ikut ke sawah saat musim tanam. Dari sana saya belajar disiplin, tanggung jawab, dan menghargai setiap usaha. Waktu bermain saya habiskan bersama teman-teman di padang rumput sambil menjaga kambing, yang mengajarkan saya arti kerja sama dan persahabatan. Kadang saya dimarahi saat berbuat salah, namun itu membuat saya belajar memperbaiki diri. Kehidupan desa yang dipenuhi kehangatan dan kesederhanaan telah membentuk saya menjadi pribadi mandiri, rendah hati, dan selalu menghargai setiap proses dalam hidup.Sebelum bekerja di PT SSP, kondisi ekonomi saya cukup sederhana dan serba terbatas. Penghasilan keluarga tidak menentu, sehingga setiap kebutuhan harus diatur dengan sangat hati-hati. Saya sering membantu orang tua di kebun dan mengambil pekerjaan kecil saat ada waktu luang. Meski hidup sederhana, saya selalu berusaha bersyukur dan tetap semangat. Setiap hari saya berjuang memenuhi kebutuhan pribadi seperti transportasi, makan, dan keperluan sehari-hari. Kadang saya harus menunda membeli sesuatu karena harus mendahulukan kebutuhan yang lebih penting. Situasi ini mengajarkan saya hidup hemat, bekerja keras, dan tidak mudah mengeluh. Pengalaman sebelum bekerja di PT SSP membentuk mental saya menjadi lebih bertanggung jawab dan menghargai setiap kesempatan. Saya juga memiliki harapan besar, bahwa ketika mendapat pekerjaan tetap, saya dapat memperbaiki ekonomi keluarga dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.Tokoh yang paling mempengaruhi hidup saya adalah ayah saya. Sejak kecil, saya melihat bagaimana ia bekerja keras setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meski hidup kami sederhana, ia selalu berusaha membuat kami merasa cukup dan tetap semangat. Ayah bukan tipe yang banyak bicara, tetapi tindakan dan sikapnya selalu menjadi contoh nyata bagi saya. Darinya saya belajar untuk tidak mudah menyerah, tetap jujur dalam kondisi apa


103pun, dan menghargai setiap proses walau hasilnya kecil. Ketika saya mengalami kegagalan atau merasa putus asa, ayah selalu memberi nasihat yang menenangkan dan mendorong saya untuk bangkit lagi. Sikapnya yang sabar, tegas, dan penuh tanggung jawab membuat saya menjadikannya panutan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang ia tanamkan sejak kecil telah membentuk saya menjadi pribadi yang lebih kuat, disiplin, dan selalu berusaha menjadi lebih baik.Setiap hari saya mencari lowongan, memperbaiki CV, dan mengirim lamaran, meski berkali-kali ditolak. Rasa lelah dan putus asa pernah muncul, namun dukungan orangtua membuat saya terus bertahan. Mereka tidak banyak bicara, tetapi kepercayaan yang mereka tunjukkan memberi saya kekuatan untuk tetap mencoba. Hingga suatu hari, saya menerima email panggilan interview. Rasanya lega dan haru, apalagi melihat senyum orangtua ketika saya menunjukkan kabar itu. Setelah membaca detailnya, saya mengetahui bahwa jika diterima saya akan ditempatkan jauh dari kota asal. Orangtua awalnya ragu, tetapi saya meyakinkan bahwa kesempatan ini penting untuk masa depan saya. Dan akhirnya mereka memberi restu untuk saya mengambil kesempatan.Karena lokasi interview jauh, saya berangkat sehari lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan dan menginap di rumah teman kakak saya. Saya sempat kebingungan mencari lokasi interview, namun terbantu oleh teman yang mengenal daerah tersebut. Pada hari interview, saya datang lebih awal dengan persiapan matang. Meski gugup, saya tetap fokus menjawab setiap pertanyaan. Beberapa hari kemudian, saya dinyatakan lolos ke tahap berikutnya hingga akhirnya diterima bekerja di PT SSP. Motivasi terbesar saya bergabung adalah keinginan untuk berkembang, karena PT SSP memiliki lingkungan kerja terstruktur, kesempatan belajar luas, dan peluang karir yang jelas—tempat yang saya anggap sebagai awal membangun masa depan dan kemandirian.Bekerja di PT SSP menjadi salah satu pengalaman paling berkesan yang pernah saya jalani. Sejak hari pertama, suasana kerjanya terasa begitu hangat. Rekan-rekan di sana bukan hanya ramah, tetapi juga memiliki rasa kepedulian yang kuat. Mereka selalu siap membantu ketika saya menghadapi kesulitan, membuat saya merasa diterima dan dihargai. Kebersamaan yang terjalin membuat hubungan di antara kami lebih dari sekadar rekan kerja mereka sudah seperti keluarga sendiri. Atasan di tempat itu pun memberi kesan sangat baik. Ia tidak sekadar memerintah, melainkan membimbing dengan sabar dan mau mengajarkan hal-hal baru. Setiap arahan yang diberikan selalu jelas dan mudah dipahami, membuat saya semakin percaya diri


104dalam menyelesaikan tugas-tugas harian, mulai dari administrasi, pengecekan lapangan, hingga memastikan pekerjaan berjalan lancar.Rutinitas kerja yang awalnya saya bayangkan akan berat ternyata terasa lebih ringan karena lingkungan yang mendukung. Ada rasa kebanggaan tersendiri ketika bisa berkontribusi dan melihat hasil kerja yang tertata dengan baik. Di sela-sela kesibukan, selalu ada canda, obrolan ringan, dan semangat saling menyemangati yang membuat suasana semakin akrab. Pengalaman bekerja di sana memberikan banyak pelajaran, tidak hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tentang arti kebersamaan. Semua itu meninggalkan kenangan mendalam yang sulit dilupakan.Sebelum bekerja di PT SSP, hidup saya terasa biasa saja. Setiap hari hanya diisi dengan kegiatan yang monoton: membantu orang tua di rumah, mencari pekerjaan ke sana-kemari, dan sering kali pulang dengan rasa kecewa karena lamaran belum diterima. Saya sempat merasa kurang percaya diri dan bingung harus melangkah ke mana. Hidup saya seperti berjalan tanpa arah, hanya menunggu kesempatan datang. Sungguh menakjubkan apa yang dapat Anda capai jika Anda tidak peduli siapa yang mendapat pujian. – Harry Truman


105 Semuanya mulai berubah ketika saya diterima bekerja di sebuah PT SSP. Hari-hari pertama cukup menantang, tetapi lingkungan kerja yang ramah membuat saya cepat beradaptasi. Teman-teman kerja sangat baik, seperti keluarga sendiri. Mereka tidak segan membantu ketika saya bingung, dan selalu menyemangati untuk belajar hal baru. Atasan pun membimbing dengan sabar, memberi arahan yang jelas, dan membuka wawasan saya tentang pekerjaan lapangan. Sejak bekerja, hidup saya menjadi lebih teratur dan produktif. Saya merasa lebih dihargai, lebih percaya diri, dan lebih bertanggung jawab. Penghasilan tetap membuat saya bisa membantu keluarga dan mulai merencanakan masa depan. Pekerjaan di PT SSP bukan hanya memberi saya pekerjaan, tetapi juga perubahan besar dalam cara saya berpikir, bekerja, dan melihat


106


107Ia yang mengerjakan lebih dari apa yang dibayar pada suatu saat nanti akan dibayar lebih dari apa yang ia kerjakan. - Napoleon Hill19GALIH CANDRA BUDIMANASISTEN SORTASI PKS PADAS PT SWADAYA SAPTA PUTRAPENGALAMANKU BERSAMA PT SSP


108 Saya adalah putra Lampung. Lahir di Lampung dan besar di Lampung. Saya besar di lingkungan yang memiliki peraturan ketat. Saya besar di lingkungan perusahaan gula yang cukup besar yang bernama PT. Sugar Group Companies. Saya menjalani masa remaja saya di lingkungan perusahaan tersebut dari masa SD sampai SMA. Orang tua saya mengajarkan pendidikan yang bisa dibilang sangat keras. Saya dilarang untuk melakukan kesalahan karena setiap kesalahan selalu ada konsekuensinya. Dan setiap pencapaian akan selalau mendapatkan reward atau sebuah hadiah. Walaupun saat itu hadiah yang diberikan hanya sekedar pujian dari kedua orang tua saya. Ayah saya merupakan karyawan pada perusahan gula dimana saya dibesarkan yang berposisi sebagai mandor. Dan dari melihat serta mengamati ayah saya, saya belajar banyak hal mulai dari ketenangan beliau serta cara bersikap beliau menghadapi masalah yang dihadapi.Salah satu kenangan yang memiliki banyak kontrubusi dalam membentuk kepribadian saya hingga saat ini adalah saat masa SMA. Karena masa SMA yang saya jalani sangat berbeda dengan masa SMA dari teman-teman saya yang di luar lingkungan perusahaan. Pada saat itu saya bersekolah yang biasa disebut saat ini full day. Saat SMA dahulu saya berangkat kesekolah menggunakan bus yang disediakan oleh perusahaan berangkat pukul 05.00 pagi dan pulang sampai pukul 21.00 malam. Masa itu tidak bisa dibilang indah karena peraturan yang ketat diterapkan di sekolah itu. Di luar jam pelajaran kami harus berbicara menggunakan Bahasa Inggris sedangkan saat jam pelajaran kami bebas menggunakan bahasa apapun. Dari sekolah ini juga saya belajar bagaimana sesuatu itu bisa dicapai dengan disiplin tetapi tidak harus dengan metode yang kaku. Kita bisa membentuk diri kita sebagaimana yang kita inginkan dengan belajar segala macam ilmu tidak hanya dari sekedar buku.Setelah lulus dari kuliah dari salah satu universitas yang ada di Lampung, saya belum mendapatkan pekerjaan dan masih melakukan pekerjaan serabutan seperti kuli bangunan dan lain-lain. Setelah 2 bulan saya mendapatkan panggilan untuk program MT di salah satu perusahaan sawit KPN Corporation. Saya menjalani masa traning dan menjadi salah satu staff di PKS yang ditempatkan di PT THIP yang berlokasi di Riau. Di perusahaan tersebut saya belajar banyak hal mulai dari mengatur emosi sebagai atasan dan bagaimana menjadi atasan yang baik. Saat itu saya memiliki harapan. Di perusahaan itulah saya dapat mengembangkan karir saya tapi ternyata semesta berkata lain dimana terdapat suatu kejadian yang mana saya tidak dapat mengembangkan karir saya di perusahaan tersebut. Dari hal itu saya belajar sebagai pemimpin. Kita memiliki tanggung jawab yang sangat berat dan harus siap menanggung resiko


109dari hasil keputusan kita, karena sebagai pemimpin kita tidak hanya bisa memberikan perintah saja tapi juga harus menjadi contoh.Terdapat sosok yang menjadi panutan saya saat saya masih bekerja di sana. Tokoh itu selalu mengajari saya dan selalu mendukung saya saat saya melakukan kesalahan, karena beliaulah saya menjadi makin dewasa. Dan semakin mengerti tentang kehidupan di dunia planters. Tidak hanya bermodalkan pintar saja tapi juga tahu bagaimana harus memposisikan diri baik di lingkungan pekerjaan maupun Masyarakat. Saat saya di lingkungan pekerjaan saya dianggap yang lebih tua dari segi posisi dari pada karyawan yang ada pada departemen yang saya pimpin.Walaupun aslinya umur mereka lebih tua dari pada saya. Terdapat beberapa pesan yang saya ingat yang selalu beliau sampaikan kepada saya. Dan yang paling saya ingat adalah kosongkan gelasmu ketika berbicara dengan orang baru atau di tempat baru, karena kita tidak tahu hal baik apa yang akan kita dapat dan bagaimana kita mendapatkannya sehingga kita selalu siap mempelajari ilmu baru untuk lebih baik.Setelah berjalan 3 setengah tahun saya berkarir pada perusahaan sebelumnya, saya mulai mendaftar untuk bekerja di perusahaan lain. Tempat kerja saya yang lama suasana yang ada sudah tidak kondusif dan saya melihat tidak ada lagi peluang untuk diri saya berkembang disana. Sampai beberapa saat saya mendapatkan panggilan interview di PT SSP. Pertama- tama saya mencari terlebih dahulu dimana lokasi PT ini yang mana berada di Kalimantan. Saat mengetahui itu ada perasaan saya yang bimbang, karena itu saya berdiskusi dengan orang tua.Dan akhirnya memantapkan hati, kalau dimanapun tempat serta mau bagaimanapun suasananya saya pasti bisa berkembang lebih baik lagi. Harapan saya pada saat pertama bergabung di PT SSP adalah berharap di tempat ini saya tidak mengalami hal yang kurang mengenakkan seperti tempat sebelumnya serta dapat berkembang lebih baik lagi. Selama saya bergabung di PT SSP banyak pengalaman-pengalaman yang sangat membuat saya bersemangat. Saya dapat belajar banyak hal mulai dari belajar kalau sebagai staff itu tidak hanya menguasai lapangan tetapi harus juga menguasai data. Pada perusahaan yang lama hampir seluruh pekerjaan saya difokuskan di lapangan dan untuk urusan kantor dikerjakan oleh staff yang berfokus di kantor. Setelah saya bergabung di PT SSP saya mengetahui bagaimana untuk lebih menguasai data yang sebelumnya menjadi kekurangan saya karena pengalaman berkarir di tempat yang lama. Saya juga merasakan hal yang jarang saya rasakan. Ketika bergabung di PT SSP dari pada di tempat lain yang mana di sini kami terus mendapatkan bimbingan dan selalu bekerja sama. Karena hal itulah semua pekerjaan yang sebelumnya mustahil menjadi mungkin. Dan kalau ditanya bagaimana perasaan saya setelah saya


110bergabung di PT SSP? Ini saya akan tegas dan lantang menjawab saya sangat bersyukur karena saya dapat bergabung di sini dan menjadi bagian dari keluarga besar ini. Terdapat beberapa perubahan yang terjadi pada kehidupan saya setelah bergabung di PT SSP. Salah satunya yang saya rasakan adalah saya menjadi lebih bisa mengendalikan emosi saya dalam menghadapi pekerjaan ataupun masalah yang saya hadapi. Saya mengetahui saya memiliki orang lain yang mau membantu saya dan juga dapat menegur saya apabila saya keluar dari jalur yang seharusnya. Dan ada juga perubahan finansial yang mana saya dapatkan setelah bergabung di sini, yang mana saat ini saya dapat menabung lebih banyak serta dapat membelikan kendaraan untuk keluarga saya. Tepatnya adik kandung saya yang mana dapat saya beli dari hasil gaji saya setelah bergabung di sini.Saya selalu memiliki impian yang mana saya dapat memiliki usaha sendiri. Dan belajar banyak hal dari berbagai macam orang yang saya temui, karena saya selalu menekankan kepada diri saya sendiri bahwa tidak harus dengan masalah yang kita hadapi kita akan belajar sesuatu. Tetapi terkadang saat bercanda pun kita mendapatkan pembelajaran dari orang lain.Sehingga selalu kosongkan gelas kita, sehingga kita dapat selalu menampung apapun hal baik yang dapat kita pelajari. Dan semoga PT SSP semakin jaya, semakin maju. Dan semakin dapat memajukan bangsa ini dengan lebih baik. Saya akan berusaha membantu dengan terus berkembang menjadi lebih baik setiap harinya, karena saya tahu kalau ingin mengajak orang lain berkembang kita harus mulai dari diri kita sendiri yang harus terus berkembang menjadi lebih baik setiap harinya.Rahasia untuk meraih kemajuan adalah dengan memulai .– Mark Twain,


111Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya.- Abraham Lincoln20PIKRI ALPANSARI RAMBEASISTEN SORTASI PKS PADAS PT SWADAYA SAPTA PUTRAMENAPAKI DUNIA KERJA


112 Nama saya Pikri Alpansari Rambe. Saya lahir pada tanggal 4 Mei 1999 dan dibesarkan di sebuah kampung kecil di pesisir Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Saya tumbuh dalam lingkungan sederhana yang dekat dengan laut, namun keluarga saya memiliki latar belakang berbeda dari kebanyakan warga sekitar. Ayah saya adalah seorang guru, dan ibu juga seorang guru yang berdedikasi bagi pendidikan anak-anak di daerah kami. Dari mereka saya belajar arti kedisiplinan, kesabaran, ketegasan, serta nilai bahwa ilmu adalah jalan untuk membuka peluang hidup yang lebih baik. Meskipun orang tua berprofesi terhormat, kehidupan kami tidak berlebih. Gaji sebagai pendidik di daerah kecil tentu tidak besar, namun penuh ketulusan. Nilai itulah yang membentuk karakter saya sejak kecil bahwa bekerja bukan hanya tentang penghasilan, tetapi juga tentang manfaat yang kita bawa bagi orang lain. Setelah menyelesaikan pendidikan hingga SMA, saya mengambil keputusan besar untuk merantau ke Yogyakarta. Di kota itu saya belajar hidup mandiri, jauh dari keluarga, dan mulai memahami bahwa masa depan harus diperjuangkan dengan langkah nyata dan keberanian meninggalkan zona nyaman. Meskipun orang tua adalah guru dan sangat mendukung pendidikan, saya memahami bahwa saya harus bisa berdiri di atas kaki sendiri dan tidak membebani mereka. Saya ingin membanggakan mereka—bukan hanya melalui gelar, tetapi melalui karya, kerja keras, dan keberhasilan nyata di dunia kerja.Sebelum akhirnya bekerja di PT SSP, saya memulai perjalanan karier melalui perusahaan grupnya, yaitu PT MIG. Saat itu saya sedang berada dalam masa pencarian jati diri, mencoba menemukan arah hidup dan pekerjaan yang bisa memberi saya pengalaman serta masa depan yang lebih baik. Saya mendaftar di PT MIG dan dinyatakan lulus untuk mengikuti program Management Training. Program tersebut mengharuskan saya ditempatkan di Sulawesi jauh dari kampung halaman dan jauh dari zona nyaman. Penempatan ini menjadi pengalaman pertama saya bekerja jauh dari keluarga, dan menjadi kesempatan untuk belajar banyak hal baru. Kondisi ekonomi keluarga juga menjadi alasan besar bagi saya untuk bertahan dan berkembang. Saya ingin membuktikan kepada orang tua bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia. Tokoh yang paling menguatkan saya tetap ayah saya dengan ketegasannya, kedisiplinannya, dan sikap pantang menyerah. Masa sebelum penempatan ke PT SSP adalah masa di mana saya banyak belajar, menyesuaikan diri, dan menyiapkan mental untuk jenjang karier berikutnya.Setelah menjalani Management Training selama enam bulan di Sulawesi, saya mendapatkan kabar bahwa saya akan ditempatkan di PT SSP di Kalimantan Tengah. Kabar itu menjadi titik balik yang penuh semangat dan harapan baru. Perpindahan ini bukan hanya perubahan lokasi


113kerja, tetapi juga peningkatan tanggung jawab dan kesempatan untuk berkembang lebih jauh di dalam grup perusahaan yang sama.Motivasi saya semakin besar karena saya tahu PT SSP memiliki lingkungan kerja yang lebih luas dan struktur operasional yang menantang. Saya melihatnya sebagai peluang untuk membangun masa depan, mengasah kemampuan, dan membuktikan bahwa saya mampu naik level dalam karier. Saya meninggalkan Sulawesi dengan rasa bangga, lalu berangkat ke Kalimantan Tengah dengan keyakinan bahwa langkah ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kehidupan yang lebih baik. Awal penempatan saya di PT SSP di Kalimantan Tengah menjadi fase baru yang penuh tantangan. Saya datang dengan bekal pengalaman enam bulan Management Training, tetapi tetap harus beradaptasi dengan ritme kerja, lingkungan, dan budaya tim yang berbeda. Sayamasih muda, minim pengalaman, dan harus membuktikan bahwa saya layak berada di sana. Namun, justru dari tantangan itulah saya menemukan jati diri. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika saya dipercaya memegang tanggung jawab yang lebih besar dalamprogram kerja tertentu. Kepercayaan dari pimpinan bukan hanya membuat saya bangga, tetapi juga memacu saya untuk bekerja lebih tekun dan disiplin. Saya juga belajar tentang pentingnya kekompakan tim terutama saat mendapat pesan dari manajer agar tidak membawa ego, tidak mengotak kotakkan suku, dan tidak membuat jarak antar anggota tim. Dari pesan sederhana itu, saya memahami bahwa keberhasilan kerja bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi tentang kebersamaan. Ada masa-masa di mana saya harus pulang larut, melewati medan yang jauh, bahkan bekerja di bawah tekanan. Namun setiap tantangan terasa terbayar ketika program berhasil, ketika tim kompak, ketika hasil kerja diakui. Pada titik itu, saya merasa berkembang bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai pribadi yang lebih matang, sabar, dan bertanggung jawab. Bekerja di PT SSP membawa perubahan besar dalam hidup saya. Dari sisi ekonomi, saya akhirnya bisa membantu keluarga, memenuhi kebutuhan pribadi dengan layak, dan mulai menyusun rencana masa depan yang sebelumnya terasa jauh. Saya merasakan peningkatan kepercayaan diri, cara berpikir yang lebih dewasa, serta kemampuan mengambil keputusan yang lebih bijak.Saya juga belajar menjadi seseorang yang tidak hanya bekerja demi gaji, tetapi demi kontribusi. Lingkungan kerja membuat saya memahami arti disiplin, loyalitas, dan profesionalisme. Saya menyadari bahwa sebelum bergabung dengan PT SSP, saya banyak ragu dan takut gagal. Kini


114saya lebih berani mencoba, lebih siap menghadapi tantangan, dan lebih yakin akan kemampuan diri sendiri. Perubahan terbesar adalah cara saya memandang hidup—bahwa kerja keras selalu menghasilkan sesuatu, bahkan jika prosesnya panjang dan melelahkan. Pertumbuhan bukanlah sekadar kebetulan; itu adalah hasil dari kekuatan-kekuatan yang bekerja bersama. - James Cash PenneySaya menatap masa depan dengan optimisme. Saya ingin terus berkembang di PT SSP, meningkatkan keterampilan, memperluas tanggung jawab, dan suatu hari mencapai posisi yang lebih strategis. Saya ingin menjadi seseorang yang tidak hanya menyelesaikan tugas, tetapi juga memberi dampak, membangun, dan menjadi bagian dari kemajuan perusahaan. Di luar pekerjaan, saya memiliki mimpi untuk membahagiakan keluarga membangun rumah untuk orang tua, membantu pendidikan adik-adik, dan menjadi contoh bagi anak muda di kampung saya bahwa keberhasilan bukan ditentukan oleh asal, tetapi oleh ketekunan. Saya yakin bahwa selama saya tetap rendah hati, disiplin, dan setia pada proses, jalan menuju mimpi itu akan terbuka. Saya membawa harapan itu dengan mantap, karena saya percaya perjalanan saya baru dimulai.


115 Masa depan milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi mereka. - Eleanor Roosevel21ALPINSUS AGI SUMARNOASISTEN HARNIK PKS PADAS PT SWADAYA SAPTA PUTRAPERJALANAN PEMUDA PEDALAMAN KALIMANTAN BARAT DI PT SSP


116 Halo. Perkenalkan saya Alpinsus Agi Sumarno. Saya adalah putra daerah asli Suku Dayak Kayong, yang berasal dari Desa Tajok Kayong, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Saya sudah bekerja sejak 18 Agustus 2016 di PT SSP. Saya pernah menjadi staff keknik di head office Jakarta sejak 2016 sampai dengan 2018. Staff Pengolahan 2018-2024. Staff Maintenance 2024 hingga sekarang. Sembilan tahun perjalanan karir yang sangat luar biasa dan selalu saya syukuri yang diberikan Tuhan kepada saya. Desa Tajok Kayong merupakan salah satu desa yang ada di Kalimantan barat yang mayoritas masyarakat beragama Katolik dan tentunya suku Dayak Kayong. Masyarakat desa Tajok Kayong menggantungkan hidup sebagai petani, khususnya petani sawit dan ada juga bekerja sebagai buruh di perusahaan sawit di sekitar desa. Sebelum adanya sawit masyarakat desa Tajok Kayong menggantungkan hidupnya sebagai petani karet, berladang dan mencari ikan. Saya anak kedua dari dua bersaudara, sebagian besar masa kecil saya dihabiskan bersama kakek, nenek, dan kakak. Sejak kecil, saya sudah terbiasa jauh dari kedua orang tua yang merantau ke luar daerah untuk bekerja disalah satu perusahaan. Orang tua saya jarang pulang, sehingga kondisi ini secara alami membentuk karakter saya menjadi pribadi yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Namun saya memahami kondisi itu karena apa yang mereka lakukan semuanya untuk kebahagiaan dan kesuksesan anak-anaknya. Tinggal jauh dari orang tua, membuat diri saya secara alami berusaha mencari uang saku tambahan. Saya menjajakan kue di sekolah dan sepulang sekolah dan mendapatkan upah, saya bahkan membantu orang menggiling padi dengan harapan diupah dengan beras, yang kemudian bisa saya tukar dengan uang kepada pemilik penggilingan. Keterbatasan akses pengiriman uang dari orang tua yang bekerja jauh, menuntut saya untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri terutama untuk jajan atau uang saku, semua yang saya alami membentuk karakter saya untuk selalu bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup saya dan saya menikmati hal tersebut. Perjuangan yang lebih berat terjadi saat saya menempuh pendidikan di Institut Pertanian Instiper Yogyakarta. Di semester tujuh, saya hampir putus kuliah. Keadaan ekonomi keluarga kami goyah setelah Ayah sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Sumber penghasilan utama hanya berasal dari ibu, yang bekerja keras sebagai buruh sawit. Namun berkat perjuangan keras ibu


117saya, saya bisa menyelesaikan studi saya tepat waktu. Setelah lulus kuliah, saya bertekat untuk langsung mencari kerja,. Perjuangan mencari kerja, saya menumpang di kontrakan teman yang memiliki usaha konveksi. Saya membantu menjual baju-baju ke teman-teman baik langsung maupun melalui media sosial, sambil menunggu panggilan wawancara kerja, karena saya tidak mau membebani ibu saya untuk mengirim uang saku setelah saya lulus kuliah. Kedua orang tua saya adalah tokoh yang sangat berperan penting bagi kehidupan saya saat itu karena berkat perjuangan dan pengorbanan mereka saya bisa menjadi seperti sekarang. Hal yang paling saya ingat pesan dari ayah saya walaupun beliau terbaring dan tidak bisa beraktifias lagi pesan beliau “Dimanapun kamu berada, setinggi apapun jabatan kamu, sesukses apapun kamu, kamu jangan pernah lupa dari mana kamu berasal dan menjadilah orang yang jujur, karena selalu ada tempat bagi orang jujur walaupun kamu dikucilkan karena kejujuranmu”.Hal itu yang selalu saya tanamkan pada diri saya sampai saat ini. Momen penting datang ketika kampus mengumumkan lowongan dari perusahaan PT SSP untuk mencari kandidat baru. Saya langsung bergegas melamar. Dan mengikuti tahap seleksi. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, hingga akhirnya, saya menerima telepon dari HRD PT SSP. Puji Tuhan, saya dinyatakan lolos seleksi. Tanpa berpikir panjang, saya langsung menyetujui tawaran tersebut. Saat itu saya tidak peduli posisi atau gaji yang ditawarkan. Terpenting adalah saya bisa bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Motivasi dan harapan saya saat itu jika saya diterima kerja, saya akan mendedikasikan diri saya sepenuhnya untuk PT SSP. Saya bertekad untuk membuktikan bahwa saya mampu membawa perusahaan ke level yang lebih baik, dengan potensi yang saya miliki. Pengalaman yang paling berkesan ketika saya bekerja di PT SSP adalah ketika saat itu saya terpilih sebagai staff Teknik HO di Jakarta berkat nilai tertinggi saat mengikuti proses managemen training. Hal yang tidak pernah terbayangkan oleh saya bisa bekerja di Jakarta. Perjalanan sebagai salah satu tim dari departemen teknik melakukan studi banding ke beberapa perusahaan, mengikuti seminar dan pelatihan, pameran tentang alat/mesin pabrik kelapa sawit yang efektif dan efisien yang diterapkan di pabrik, hal ini menjadi kebanggaan dan berkesan bagi saya karena dapat membantu perusahaan untuk berkembang menjadi lebih baik. Dan bonusnya bisa pergi ke beberapa kota yang sebelumnya belum pernah bisa terbayangkan oleh saya dan berjumpa orang-orang hebat sebagai praktisi pabrik kelapa sawit.


118 Sejak bergabung dengan PT SSP, hidup saya berubah drastis. Secara ekonomi menjadi lebih stabil. Saya bisa secara rutin mengirimkan uang dan mulai mewujudkan mimpi-mimpi orang tua, meskipun belum semuanya tercapai. Dan berkat PT SSP saya bertemu jodoh saya yang menjadi istri saya sekarang. Sebelum bekerja di SSP, saya adalah anak yang diremehkan oleh sebagian keluarga besar ayah saya. Mereka yakin saya tidak akan bisa berkembang dan sukses jika harus merantau jauh dari kampung halaman. Tetapi hal tersebut menjadi pemicu semangat saya. Setelah bekerja di PT SSP, saya menjadi orang yang paling dibanggakan dan menjadi panutan bagi anak-anak keluarga saya bahkan orang di kampung membanggakan saya. Saya adalah satu-satunya anak dari keluarga ayah saya yang berani merantau ke luar dari kampung halaman, di luar Kalimantan Barat. Satu-satunya batu yang aku tahu tetap stabil, satu-satunya institusi yang aku tahu berfungsi adalah keluarga.- Lee Lacocca


119 Saya sangat yakin bahwa PT SSP adalah takdir yang diberikan Tuhan kepada saya untuk berkarya dan berkembang saat ini. Dengan kemampuan dan semangat yang saya miliki, saya yakin membuat PT SSP semakin berkembang sesuai dengan visi perusahaan menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan tata kelola kelas dunia. Satu mimpi yang harus saya wujudkan jika berkenan bagi Tuhan, saya berharap diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi salah satu pimpinan tertinggi di PKS PT SSP.


120


121 Hidup adalah petualangan yang berani atau tidak sama sekali.\" - Helen Keller22EKA MANTRA BAGUSASISTEN LABORATORIUM PKS PADAS PT SWADAYA SAPTA PUTRAKISAHKU BERSAMA PT SWADAYA SAPTA PUTRA


122 Dilahirkan bulan Maret 1987 di kota kecil dimana tempat dilahirkannya seorang Proklamator bangsa yaitu Bapak Presiden pertama kali Indonesia yaitu Bapak Ir. Soekarno.Kota kecil ini dikenal sebagai Kota Partria yaitu Kota BLITAR di Provinsi Jawa Timur. Penuh sejarah kota kelahiranku ini, dimana kota yang dikelilingi oleh gunung besar yaitu Gunung Kelut. Di desaku tanahnya subur, bisa dilihat di desaku pertanian begitu maju, dari yang bertanam sayuran bahkan bermacam-macam buah buahan semua tersedia di kampungku. Beraneka-ragam suku dan budaya yang ada di tempatku. Tetapi yang menonjol yaitu budaya nenek moyang masih kental seperti Merti Desa/ Longkangan, penyadranan di tempat keramat, Suroan di laut melarung sesaji dan masih banyak lainnya. Dari kota Blitar ini kisah nenek moyangku dari agama Hindu dan setelah beberapa keturuan sudah beralih ke agama Islam. Usut punya usut kata buyut kami yang sudah ber umur 115 tahun, kami masih ada keturuann dari bangsawan kerajaan MAJAPAHIT atau darah biru. Ada beberapa hal yang menarik dari kampung kami, dimana para perempuan setiap kali melahirkan anak bayi, susah banget mendapatkan anak perempuan, selalu bayi laki-laki yang dilahirkan. Karena itu di kampungku banyak penduduk laki-lakinya dari pada perempuannya.Kalau adapun perempuannya itu dari perempuan tempat lain yang dinikahi atau bayi perempuean yang baru dilahirkan 1 banding 1000 baru bisa terjadi. Anehnya juga barang siapa yang pingin segera dapat jodoh harus keluar dari kampungku itu atau bahasa kerennya sekarang merantau. Bisa dibuktikan di kampungku sampai sekarang banyak yang tidak menikah atau bujang tua sampai akhir hayatnya. Entah ini kutukan atau apa, tapi itulah kenyataannya. Yang jelas, masa kecil sampai remaja yang mendasari diri untuk berkembang yaitu rasa jujur, disiplin, berani dan mau berjuang yang tinggi untuk merubah keadaan / masa depan. Ada pepatah jawa kuno bilang “Ora Obah Ora Mamah” artinya barang sipa yang gak mau bergerak / bekerja, ya berarti tidak mau makan atau tidak bisa mencukupi kebutuhannya / merubah nasibnya. Merantau di Kalimantan tidak semudah yang dibayangkan. Masuk tahun 2006 di Palau Kalimantan atau sering dijuluki Pulau Borneo ini. Penuh perjuangan untuk bisa bertahan hidup. Dimana akses jalan sangat terjal butuh waktu lama untuk bisa tembus dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan penerangan sampai daerah pelosok belum ada. Pada masa itu sebelum bergabung di PT. SSP, saya bergabung di PT. KMB ( BGA Group) penempatan di daerah Gunung Makmur atau di Tengah-tengah 2 kecamatan yaitu kecamatan Telaga Antang dan


123kecamatan Antang Kalang. Gaji yang didapat selama bekerja di sana menurut saya hanya cukup untuk makan / memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Karena harga bahan makan dan minyak harganya 2 kali lipat bahkan sampai 3 kali lipat. Hal ini disebabkan karena akses jalan yang masih terjal/ sulit dijangkau. Ya pokoknya kalau dipikir-ikir gaji yang didapat, cukuplah ya untuk kebutuhan sehari-hari untuk anak yang masih bujangan. 3 tahun bergabung di PT. KMB, membuat diri saya bertanya-tanya. Sampai kapan seperti ini??? Hati selalu berbisik ,kamu harus mencari tempat yang mudah diakses dan pendapatan / gaji lebih baik. Karena dalam fikiran saya, kalau daerahnya mudah diakses berarti harga pasti murah dan mencari bahan-bahan sehari-hari sangat mudah dan murah. Di kala itu saya mulai mencari informasi lowongan pekerjaan ke teman-teman saya yang ada di daerah lain, terutama teman yang ada di daerah kecamatan Parenggean. Karena akses di daerah Parenggean lebih mudah. Itulah alasan kenapa saya ingin mencari tempat kerja baru di wilayah tersebut. Ya intinya ingin mendapatkan gaji yang lebih dan aksesnya mudah, juga ingin meningkatkan/ mengembangkan kemampuan diri. Apalagi kala itu sudah berfikir ingin memiliki pasangan hidup juga tentunya. Kalau tinggal di pelosok terus kapan bisa dapat pendamping hidup,hehehe... Tahun 2009 akhirnya memutuskan menikah / memiliki pasangan hidup asli gadis Dayak, supaya bekerja lebih semangat. Alhamdulialh, dikehidupanku ada 2 sososk di dalam keluarga yang selalu memberikan penyemangat. Selalu hadir di setiap keluh kesah saya, siapa lagi bukan “IBU” dan ISTRI. Sosok seorang IBU yang mengarahkan anaknya untuk terus maju berkembang, mandiri dan terutama bisa mewujudkan mimpi / cita-citanya dan sosok seorang ISTRI yang selalu menemani suaminya dalam keadaan susah maupun suka, karena istri yang selalu menenangkan hati. Ada juga sosok pahlawan yang jadi panutan yaitu Bapak Ir Soekarno (Bapak Presiden Pertama Republik Indonesia), pejuang kemerdekaan yang gagah berani mengajak para pemuda-pemudi untuk maju bersama melawan kolonial Belanda, memperjuangakan kemerdekaan bangsa. Pada akhir tahun 2011 mencoba keberuntungan untuk memberanikan diri mengajukan lamaran pekerjaan ke PT. Swadaya Sapta Putra. Mendpatkan info lowongan pekerjaan dari teman yang memang sudah bekerja di PT. Swadaya Sapta Putra. Karena infonya PT. Swadaya Sapta Putra baru meresmikan Pabrik Kelapa Sawitnya di tahun 2009, dimana saat itu masih banyak dibutuhkan tenaga kerja untuk di semua bidang karena dari 1 Shift menjadi 2 Shift. Alhamdulilah, pada Tahun 2012 di bulan hampir pertengahan tahun saya mendapatkan


124panggilan interview. Saat itu yang melakukan interview yaitu Bapak Marah Ifan salah satu alumni dari BGA Grup juga, Bapak Sutrisno, Bapak Agus, Bapak Endy Ramella dan Bapak Parmin. Singkat cerita akhirnya diterima bekerja di PT. Swadaya Sapta Putra setelah menunggu keputusan selama 10 hari setelah interview dilakukan. Di kala saat menunggu jawaban atau keputusan dari HRD, banyak berselimut harapan dalam benak. Intinya bisa diterima bergabung dengan PT. Swadaya Sapta Putra. Banyak keingian kala itu kenapa ingin bergabung dengan PKS PT. Swadaya Sapta Putra, salah satunya yaitu ingin berkarya yang terbaik untuk memajukan perusahaan, karena perusaahaan ini mulai berkembang dan PKSnya masih baru. Tentunya kalau pengaruh di kehidupan, mendapatkan penghasilan yang layak untuk menggapai yang diinginkan dan memberikan kehidupan yang layak untuk istri. Selama bergabung / bekerja di PT. Swadaya Sapta Putra banyak hal-hal menarik dan berkesan yang akhirnya menjadi cerita dalam kehidupan saya sampai saat ini. Baik itu duka maupun suka. Baik itu dengan anggota, sesama teman staff atau pun dengan atasan. Ada beberapa hal yang sangat berkesan di dalam kehiduapnku selama bergabung di PT.SSP, sebenarnya bukan beberapa yang berkesan, tapi sangat banyak banget yang hal-hal begitu berkesan. Disini saya akan meneceritakan beberapa hal yang berkesan selama bergabung dengan PT. SSP. Intinya semua karyawan mempunyai hak yang sama dan kesempatan yang sama baik di bidang pekerjaan maupun karir juga peningkatan kemampuan SDM. Perusahaan ini sangat memberikan kesempatan/ peluang bagi karyawannya yang ingin membuat inovasi untuk kemajuan untuk perusahaan. Pada tahun 2017 kami Asisten Lab baik dari PT. SSP Kalteng dan PT. MI 1 Sumut berkesempatan mengikuti Raker di Medan bersama Departemen Teknik Jakarta, Departenem Agronomi Jakarta dan seluruh Mill Manager PKS Sumut dan PKS Kalteng di Kantor Medan. Kemudian dilanjutkan Study Banding ke PT. Socfin dan Balai PPKS Medan. Dimana perintah tersebut langsung dari Bapak Direktur Produksi yaitu Bapak Riyanta. Hati saya sangat bahagia karena bisa berkesempatan bisa berkunjung dan belajar ke PT besar seperti PT. Socfin dan Balai PPKS. Kapan lagi bisa belajar disana??? Pikiran saya kala itu!!! Berangkat dari Kalimantan Tengah ke Jakarta bersama Bapak Mill Manager kala itu yaitu Bapak Sukri Kadarisman. Tiba di Bandara Jakarta kami langsung bergabung dengan Bapak Manager Teknik yaitu Bapak Irwan Krisbiantoro ( Manager Tekhnik), Bapak Manager Agronomi yaitu Bapak Sayrif Hidayat (almarhum), Bapak Staff Teknik yaitu Bapak Alpinsus Agi Sumarno (sekarang asisten Harnik PT. SSP) dilanjutkan terbang ke Medan. Sesampainya di Medan kami langsung


125bergabung dengan Bapak Asisten Lab Sumut yaitu Bapak Ifan Akbar (sekarang ASKEP PKS MI 2 SULTRA) dan Bapak Mill Manager yaitu Bapak Jhon Girsang (sudah pensiun). Selama kurang lebih 10 hari di Medan, 3 tempat yang sudah dikunjungi yaitu Laboratorium RND PT. Socfin di Bangun Bandar. Disana tempat penelitian semua tentang kelapa sawit termasuk pembuatan bibit kecambah varietas Socfin, Laboratorium PKS PT. Socfin di Aek Loba tempat analisa TBS juga losses PKS dan Balai PPKS tempat penelitian semua tentang kelapa sawit. Saya banggga dan senang kala itu karena bisa belajar proses analisa TBS dan Extraksi Losses. Karena ilmu proses analisa TBS ini yang sangat saya perlukan saat itu, karena varietas pokok sawit yang ditanam di kebun / estate PT. Swadaya Sapta Putra yaitu Varietas Socfin dan Varietas PPKS. Hasil study banding ini akhirnya menciptakan proses analisa TBS baru dari sistem basah/ rebus menjadi sistem kering/ cacah. Suatu kebanggaan akhirnya sistem analisa TBS ini sampai saat ini terus digunakan Departemen Laboratorium di 3 Regional baik di KALTENG, SUMUT dan SULTRA. Tahun 2019 berkesempatan mengikuti komisioning PKS baru di daerah Sulawesi Tenggara dengan nama PKS Merbau Jaya Indah Raya 2 / MI 2. Suatu kebanggan bisa mengikuti proses beroprasinya PKS step by step, dari pengoprasian mesin di setiap station, pengolahan air, pengolahan TBS sampai menjadi produk. Kurang lebih 5 bulan di Sulawesi Tenggara banyak hal- hal baru yang saya dapatkan dan juga yang saya lakukan, terutama membantu temanteman MT angkatan Tahun 2019 yang langsung ditugaskan atau diterjunkan untuk menghendel departemen-departemen yang ada di PKS MI 2. Di kesempatan itu, saya bisa membagikan ilmu yang saya miliki terutama terkait Analisa Losses, Analisa Mutu Produk, Standar Losses&Produk, Analisa TBS, Analisa Air, Sistem Sortir&Grading, Perhitungan Kalibrasi / Mass Balance,Pengoprasian IPAL, Station Pengolahan, dll dan pengalaman yang sudah saya alami/ lakukan ke staf-staf MT angkatan 2019. Sampai tahun 2025 saat ini, perubahan PKS PT. Sawadaya Sapta Putra sangat banyak terutama dibidang teknologi, ini juga membuat saya sangat bangga bisa bergabung di PKS PT. SSP. Perubahan yang sangat menonjol yaitu di sistem perebusan Tadan Buah Segar/ TBS. Yang semula dari Sistem Lori sekarang menjadi sistem SWS atau menggunakan Scrapper. Efek dari perubahan sistem perebusan ini yang sangat menonjol adalah terkait kebersihan PKS dari Station Loading Ramp sampai Station Tippler. Dulu saat masih menggunakan Lori Lantai dari Station Loading Ramp sampai Station Tipler dipenuhi dengan ceceran CPO apalagi di daerah Tippler banyak banget ceceran CPOnya, sehingga kelihatan sangat kotor. Sekarang area Station


126Loading Ramp sampai Statiaon Tipller menjadi area terbesih di PKS PT. SSP karena sudah tidak ada lagi ceceran CPO. Semua ini berkat perubahan teknologi yang terjadi di PT. SSP, dari ssstem manual menjadi sistem semi automatis. Rasa syukur adalah jalan tercepat menuju kebahagiaan - Jefferson Bethke Dari cerita diatas, tentunya dalam kehidupan saya dan keluaraga kecil saya juga banyak mengalami perubahan. Intinya suatu kebangaan bisa bergabung dengan PT. Swadaya Sapta Putra tercinta ini. Perubahan yang sangat menonjol yang saya alami yaitu bisa memberikan kehidupan yang layak untuk istri dan anak, bisa berbagi untuk orang tua dan saudara, juga bisa memiliki rumah idaman dengan hasil kerja sendiri, walaupun dengan cara menabung sedikit demi sedikit. Akhirnya di awal tahun 2022 kemarin kami bisa membeli rumah dan mengajak mertua laki-laki saya pindah kerumah saya, sebelum mertua saya meninggal dunia di akhir tahun 2023. Ini hal yang sangat membahagiakan bagi saya dan istri, bisa mengajak orang tua pindah di rumah sendiri. Mengingat sebelumnya kami hanya bertempat tinggal di rumah di atas air atau orang Dayak bilang Rumah Lanting. Menurut cerita mertua saya, yang asli orang


127Dayak, sejarah Suku Dayak dulu, kampung-kampung yang ada di Kalimantan dimulai dari pinggiran sungai, oleh karena itu banyak rumah di atas air/ di pinggir sungai dengan sebutan Rumah Lanting/ rumah diatas air. Intinya kehidupan sekarang yang saya miliki/ bisa saya dapatkan karena bekerja di PT. Swadaya Sapta Putra. Bahkan kalau bisa dibilang daging saya disayat mengalir darahnya bertuliskan PT. Swadaya Sapta Putra. Semoga PT. Swadaya Sapta Putra menjadi perusahaan berkelas/ bertaraf dunia sesuai VISI MISInya di masa yang akan datang. Semakin luas wilayah perkebunannya dan terbangun 1 lagi Pabrik Kelapa Sawit di Provinsi Kalimantan Tengah. Menjadi perusahaan yang tangguh dan kompetitif di pasar global dengan terus mengembangkan teknologi otomatisasi dan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi. Menjadi perusahaan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan, mewujudkan kemakmuran yang tidak hanya hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang. Dengan kepemimpinan Bapak Jonner Happi Purba sebagai GM PT. Swadaya Sapta Putra Kalimantan Tengah saat ini, saya yakin, kedepannya PT. SSP akan semakin jaya juga terus bertumbuh dan akan menjadi bencmark untuk perusahaan lainnya. “JAYA TERUS PT. SWADAYA SAPTA PUTRA KU TERCINTA”.


128


129 Semua impian kita bisa menjadi kenyataan, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya. – Walt Disney23AGUS SIANTURIKOORDINATOR LAND CLEARING PT SWADAYA SAPTA PUTRAPERJALANAN ANAK KAMPUNG


Click to View FlipBook Version