Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 38 Soal Jawaban Skor dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat selama 3 hari akibat kelelahan. Dokter tesebut diketahui bernama Anton, petugas kemanusiaan pada daerah rawan bencana. Berdasarkan ilustrasi di atas, maka kain kafan yang dibutuhkan adalah…. b. 3 helai karena sedang bertugas c. 3 helai karena laki-laki d. 5 helai karena laki-laki e. 5 helai karena mati syahid Kunci Jawaban: c Salah: 0 Soal nomor 2: Soal Jawaban Skor Kewajiban seorang muslim ketika ada saudara muslim lain yang meninggal dunia adalah menyolati. Ketika anda diminta untuk menjadi imam dalam shalat jenazah, jelaskan urutan melaksanakan shalat jenazah sesuai dengan syariat Islam! 1) Niat 2) Takbiratul ihram 3) Membaca alfatihah 4) Takbir kedua 5) Membaca shalawat 6) Takbir ketiga 7) Membaca doa mayit 8) Takbir keempat 9) Membaca doa qubur 10) salam Benar 1: 1 Benar 2: 2 Benar 3: 3 Benar 4: 4 Benar 5: 5 Benar 6: 6 Benar 7: 7 Benar 8: 8 Benar 9: 9 Benar 10:10
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 39 2. Merancang evaluasi penilaian keterampilan a. Penilaian praktik Penilaian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mendemonstrasikan keterampilannya menguasai sesuai. Contoh: (1) Praktikkan shalat jenazah ketika jenazahnya perempuan! Pedoman Penskoran: No. Penilaian 1 2 3 Ket 1 Adab 1 = rendah 2 = sedang 3 = tinggi 2 Bacaan 3 Gerakan Jumlah Skor = Penskoran: X 10 = Nilai Akhir b. Penilaian produk Penilaian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam membuat karya sebagai bentuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam waktu tertentu menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Contoh: (1) Buatlah sebuah kaligrafi doa kubur! Pedoman Penskoran: No. Penilaian 1 2 3 Ket 1 Ketepatan huruf dan harakat 1 = rendah 2 = sedang 3 = tinggi 2 Perpaduan warna 3 Ketepatan khod Jumlah Skor = Jumlah Skor Skor maksimal
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 40 Penskoran: X 10 = Nilai Akhir c. Penilaian proyek Penilaian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam melaksanakan tugas (proyek) mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, sampai menyampaikan informasi hasil proyek kepada orang lain. Contoh: Simulasikanlah rangkaian pemulasaraan jenazah mulai dari memandikan sampai menguburkan! Pedoman Penskoran: No. Penilaian 1 2 3 Ket 1 Kesesuaian syariat memandikan 1 = rendah 2 = sedang 3 = tinggi 2 Kesesuaian syariat mengkafani 3 Kesesuaian syariat menyolati 4 Kesesuaian syariat menguburkan Jumlah Skor = Penskoran: X 10 = Nilai Akhir d. Penilaian portofolio Penilaian portofolio dilakukan dengan mengumpulkan seluruh dokumen (rodmap) peserta didik, memiliki tujuan untuk memantau perkembangan peserta didik secara utuh meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Contoh: Jumlah Skor Skor maksimal Jumlah Skor Skor maksimal
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 41 Susunlah dokumen yang Anda peroleh dalam kurun waktu 6 bulan! No Uraian Berkas Poin Ada Tidak 1 Prestasi a. tingkat madrasah b. tingkat kecamatan c. tingkat kabupaten d. tingkat provinsi 2 Hasil penugasan a. produk 1 b. produk 2 Jumlah poin Penskoran: X 10 = Nilai Akhir REFERENSI: Ananda, R., & Rafida, T. (2015). Pengantar evaluasi program pendidikan. In Perdana Publishing (Kedua, Vol. 53, Issue 9). Ciptapustaka Medi. Arikunto, S. d. (2009). Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoretis Praktis Bagi Mahasiswa Dan Praktisi Pendidikan. Bumi Aksara. Briggs, L. (1977). Instructional Design, Principles and Applications. Educational Technology Publications. Hardjodipuro, S. (1982). System Planning. Erlangga. Jumlah Skor Skor maksimal
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 42 Kaufman, R. d. (1979). Need Assessment, Concept And Application. Educational Technology Publication, Englewood Cliffs. Madrasah, D. K., Jenderal, D., Islam, P., Agama, K., & Indonesia, R. (2019). KMA 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab. Ratnawulan, E., & Rusdiana. (2014). Evaluasi Pembelajaran dengan Pendekatan Kurikulum 2013. Pustaka Setia. Sagala, S. (2010). Manajemen Strategik Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Alfabeta. Tune Sumar, W., & Tune Sumar, S. (2020). Buki Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skills. In Pedagogika (Vol. 10, Issue 2). Dirjen GTK Kemdikbud. https://doi.org/10.37411/pedagogika.v10i2.60 Widana, I. W. (2017). Modul Penyusunan Soal Higher Ordher Thinking Skill (HOTS). Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, 53(9), 1689–1699.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 43 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB III LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM Samsul Hadi, S.Pd Mahmud Fahrur Rozi, S.Pd Asrofi, S.Pd A. Persiapan Evaluasi Program Pendidikan Persiapan diperlukan untuk menyelesaikan sebelum penilai mengevaluasi program. Persiapan dapat berupa persiapan untuk penilaian, validasi alat penilaian, kuantifikasi, validasi, atau penentuan jumlah sampel yang diperlukan untuk kegiatan penilaian. Adanya suatu perencanaan akan memberikan kerangka kerja yang nantinya akan dipakai acuan oleh evaluator.Ada du acara yang lazim digunakan dalam melakukan evauasi program ; pertama, menganalisis kebutuhan pendidikan secara obyektif dan subyektif, menentukan tujuan program, menetapkan indikator dan metode untuk mengukur tujuan, Kedua, Menyusun kriteria (kriteria) untuk setiap indikator dan membandingkan kondisi
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 44 yang diperoleh dengan kriteria.(Suharsini ArikuntoCepi Safrudin Abdul Jabar, 2018) : Langkah-langkah dalam Bagan Kesiapan Penilaian Program adalah sebagai berikut: 1) Mempersiapkan evaluasi 2) Mempersiapkan alat evaluasi 3) Verifikasi alat evaluasi 4) Di tentukan berapa sampling yang dibutuhkan. 5) Distribusi yang sama dari pendapat evaluator sebelum pengumpulan data (M. Fikri et al., 2019) Adapun langkah-langkah penyusunan alat evaluasi adalah (a) membuat rumusan tujuan, (b) menentukan pembuatan kisi-kisi, (c) membuat konsep dasar, (d) mengedit alat, (e) mengkonfigurasi alat untuk menguji, (f) melakukan secara berdampingan, (7) menyamakan persepsi evaluator terhadap tujuan program, evaluasi program, area universal, pengguanan metode sampling, dan penjadwalan kegiatan. (M. Fikri et al., 2019). Rusdy Ananda (2017) menjelaskan daam melakukan perencanaan evaluasi program maka valuator harus melakukan fase-fase sebagai berikut: (a) melakukan analisis kebutuhan, (b) scheduling (penjadwalan), (c) alokasi dan monitoring, (d) penganggaran (funding), dan (e) usulan evaluasi program (Rusydi Ananda, 2017). Berdasarkan penjelasan di atas, analisis kebutuhan dapat diartikan sebagai proses mengidentifikasi, mengklasifikasi, menunda, dan memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar mewakili kesenjangan antara kenyataan sekarang dan kenyataan yang diharapkan. Proses identifikasi, klasifikasi, pemisahan, dan penetapan ukuran prioritas dilakukan dari sudut pandang ilmiah, hal tersebut harus dengan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 45 memanfaatkan referensi ilmiah serta standar atau kriteria teoretis dan terukur. 1. Menganalisa kebutuhan Analisis kebutuhan di lakukan untuk mengetahui kebutuhan (kondisi yang di harapkan dengan kondisi nyata) dan menentukan skala prioritas dalam pemecahannya. Kebutuhan ini teretak pada peserta didik dan guru, baik perorangan,kelompok maupun lembaga pendidikan (Arifin, 2014) sehingga analisis kebutuhan ini sangat penting dilakukan oleh guru sebelum merencanakan evaluasi. 2. Scheduling (Penjadwalan) Penyusunan timeline kegiatan dirancang untuk menjawab pertanyaan seperti bagaimana menguji tujuan program dan mengembangkan strategi penilaian dan prosedur pelengkap, merencanakan dan mengimplementasikan pengumpulan dan analisis data/ informasi dan mengkomunikasikan hasil. Saat menetapkan waktu, evaluasi harus mempertimbangkan efetifitas, bukan efisiensi. Ini berarti bahwa mencapai tujuan anda lebih diutamakan daripada menghemat waktu. Penting untuk menghitung secara cermat analisis tahapan pekerjaan atau kegiatan dan perhitungan yang tepat dari durasi kegiatan. 3. Penugasan /Monitring Merencanakan dan mengelola penilaian juga berarti melakukan kegiatan pemantauan atau mengamati bagaimana karyawan melakukan penilaian secara efektif. Karena perlu dikumpulkan untuk mendapatkan informasi yang berbeda, khususnya tim harus berpartisipasi dalam evaluator untuk membagi pekerjaan, dan mekanisme kerja serta personel yang ada harus direncanakan dan dikelola dengan baik.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 46 Daftar rinci dari departemen yang bertanggung jawab dan tanggung jawab meliputi: membuat konsep evaluasi, merancang, menyusun alat, mengumpulkan data, menganalisis data, mendefinisikan metode pengkodean, menyimpan dan mengakses data, menyajikan data, menyiapkan kontrak, membuat laporan, menafsirkan dan menarik kesimpulan. 4. Bugjeting/Pembiayaan Masalah evaluasi sumber daya juga merupakan masalah yang harus dikelola secara tepat, efisien dan efektif. Hal ini harus dinyatakan dengan jelas dalam rencana penilaian, bersama dengan penjelasan rinci tentang semua jenis biaya dan jumlah biaya yang diperlukan untuk kegiatan tersebut. Komponen biaya termasuk penggajian, konsultan, perjalanan dan pencetakan dan pengiriman satu kali, janji temu dan janji temu, manajemen data, peralatan, bahan dan sewa, biaya telekomunikasi, dan pajak. Ketika merencanakan pembiayaan, pertimbangkan, antara lain, kebutuhan dan ketersediaan sumber daya, rincian kegiatan, alokasi waktu, dan jumlah karyawan yang dialokasikan untuk tugas tersebut. 5. Proposal Bagian Program Proposal adalah rencana kerja yang menguraikan semua kegiatan yang akan dilakukan dalam pelaksanaan evaluasi program (Arikunto dan Jabar, 2009:79). Bagian bagiannya adalah sebagai berikut: 1. Nama kegiatan/program 2. Regulasi /Rasional 3. Tujuan/Hasil 4. Pertanyaan evaluasi/Penilaian 5. Metodologi/cara pengumpulan data
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 47 6. Langkah –langkah Prosedur yang digunakan (Rusydi Ananda, 2017) B. Pelaksanaan Evaluasi/Penilain Program Pendidikan Evaluasi program adalah proses penyediaan data yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk penetapan tujuan, desain, implementasi dan pengambilan keputusan, akuntabilitas, dan dampak yang diinginkan untuk membantu pemahaman yang lebih baik. Dan juga merupakan proses pengumpulan dan penggambaran yang terstruktur dan berkelanjutan, menafsirkan dan menyajikan informasi yang akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengembangan kebijakan, atau pengembangan program di masa mendatang. Penilaian program mengacu pada unit, atau unit kegiatan, yang terjadi dalam organisasi yang mengumpulkan informasi tentang implementasi atau implementasi kebijakan dan yang mencakup kelompok orang yang muncul dari proses yang sedang berlangsung, dengan unit digunakan untuk pengambilan keputusan. Hasil evaluasi program juga digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan selanjutnya atau selanjutnya. Penilaian setara dengan kegiatan pengawasan. Kegiatan penilaian/supervisi berfokus pada pengambilan keputusan atau tindak lanjut. Manfaat penilaian/evaluasi program dapat mencakup kelanjutan atau penghentian program, modifikasi atau distribusi. Saat mengevaluasi suatu program, pelaksana/penilai ingin mengetahui sejauh mana kualitas atau kondisi kinerja program setelah pengumpulan data dibandingkan dengan kriteria atau standar tertentu. Saat mengevaluasi suatu program, pelaksana/penilai ingin mengetahui seberapa baik kinerja program tersebut. Jika
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 48 tujuannya tidak tercapai, kontraktor/penilai akan ingin tahu di mana dan mengapa cacat itu ditemukan. Hasil digunakan untuk menginformasikan tindakan atau keputusan lebih lanjut. Uraian langkah-langkah tersebut yaitu: a) Mempersiapkan evaluasi. b) Persiapan alat penilaian c) Validasi alat penilaian d) Tentukan berapa sampel yang diperlukan dan e) Evaluasi ‘persepsi penilai sebelum pengumpulan data. Posisi dikaitkan dengan model termasuk model ‘CIFF, Metfessel, Michael, Pasak, Kesenjangan, Glaser, Michael Scriven, Penilaian Resistensi, dan penilaian kebutuhan. Langkah-langkah menyiapkan alat penilaian: a) Membuat rumusan tujuan yang ingin dicapai; b) Buat jarring; c) Buat item di alat; d) Alat instalasi; e) Alat yang dikompilasi memerlukan pemvalidasian; f) Bisa dilakukan dengan sampling; g) Berikut adalah beberapa hal yang perlu ditingkatkan: Tujuan program, tujuan penilaian, kriteria keberhasilan program, area generalisasi, metode pengambilan sampel, jadwal kegiatan.(Miftahul Fikri et al., 2019). Setidaknya ada tiga faktor terpenting yang harus dipertimbangkan ketika melakukan program penilaian, antara lain: a) Ketersediaan program yang dapat menjadi tolak ukur pelaksanaan kegiatan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 49 b) Kelompok sasaran, yaitu kelompok sasaran program yang akan dilaksanakan oleh negara. c) Elemen implementasi, yaitu pihak-pihak yang ikut serta dalam implementasi program yang dibuat Telah tertera dalam Sistem Pendidikan Nasional bahwa pelaksanaan evaluasi daam rangka pengendaian mutu pendidikansecara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara Pendidikan.Secara umum tahapan yang harus di laksanakan oleh evaluator/penilai dalam melaksanakan evaluasi pembeajaran adalah sebagai berikut: a) Terfokus evaluasi b) Pada fase ini evaluator menentukan lokus evaluasi,mengidentifikasi dan mempertimbangakan bagian-bagian fital yang akan di selidiki c) Perencanaan/ evaluasi desain. Pada tahap ini, evaluator membuat perencanaan, tujuan secara umum, dan prosedur evaluas, serta menentukan sumber informasi yang harus diperoleh. pengumpulan informasi d) Pemrosesan informasi e) Penilai memverifikasi data/informasi berikut kelengkapannya, melakukan analisa, dan memilih metode analisis yang tepat. f) Kesimpulan /Pemanfaatan hasil evaluasi. Pada tahap ini, evaluator menarik kesimpulan dan menentukan siapa yang akan menerima laporan, serta struktur dan format laporan yang akan disiapkan dan dikirimkan, C. Monitoring Pelaksanaan Evaluasi Program Dalam PP No 57 tahun 2021 disebutkan bahwa merupakan kegiatan pemantauan, supervisi, serta evaluasi
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 50 berkala dan berkesinambungan (Peraturan Pemerinta Republik Indonesia, 2021). Menurut Arikunto, pemantauan adalah kegiatan mengamati kegiatan mengamati situasi dan kondisi, termasuk perilaku atau perilaku tertentu, sehingga masukan atau informasi yang diperoleh dari pengamatan tersebut dapat menjadi dasar untuk diadopsi. Selanjutnya diperlukan tindakan. (Suharsimi Arikunto & Cepi Safrudin Abdul Jabar, 2009). Monitoring secara langsung mengamati penilai melalui monitoring. Pemantauan adalah kegiatan mengamati dengan cermat situasi atau kondisi yang melibatkan tindakan atau perilaku tertentu untuk menggunakan masukan atau informasi yang diperoleh dari pengamatan ini sebagai dasar untuk membuat keputusan tentang tindakan selanjutnya yang diperlukan. Tindakan ini diperlukan ketika pengamatan menunjukkan bahwa ada objek atau kondisi yang tidak sesuai dengan yang direncanakan semula. Dengan kata lain, pemantauan adalah kegiatan memantau kemajuan pelaksanaan suatu rencana pembangunan, mengidentifikasi dan memprediksi masalah yang timbul atau akan timbul sehingga dapat diambil tindakan secepat mungkin. Pemantauan bertujuan untuk mengamati/mendefinisikan kemajuan, identifikasi dan masalah, serta harapan/upaya untuk mengatasinya. Sedangkan untuk keperluan pemantauan: 1) Menerima informasi perkembangan rencana pembangunan dan permasalahan yang timbul selama pelaksanaannya secara berkesinambungan (continuous) terkait dengan pencapaian indikator kinerja. 2) Identifikasi masalah dan ambil tindakan korektif sesegera mungkin
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 51 3) Pantau hasil untuk mendukung upaya meningkatkan rencana Anda berikutnya. Pengawasan Satuan Kerja(Satker) Perangkat Daerah (SKPD) adalah pengelola kegiatan/satker daerah dan komponen pengawas yang bertanggung jawab atas kegiatan pusat, yang hasilnya menjadi bahan masukan untuk pengembangan kebijakan lebih lanjut. Lingkup pemantauan meliputi semua aspek yang terkait dengan kegiatan, baik segi perencanaan, pengeluaran, pelaksanaan maupun pelaporan. Format monitoring dapat terdiri dari pertemuan rutin, pertemuan khusus, laporan, atau kunjungan lapangan, dan sasaran monitoring adalah pelaksanaan rencana kerja yang menekankan pada pelaksanaan program dan kegiatan, dan format hasil monitoring (final) adalah sebagai berikut laporan. Komponen pemantauan meliputi: 1) Pengembangan Implementasi Penyerapan Dana 2) Eksekusi pencapaian hasil akhir (result) 3) Kendala yang dihadapi Pada pelaksanaan Monev harus di lakukan dengan mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 1) Fokus orientasi program Pengawasan/monev monev harus dilakukan dengan mengacu pada tujuan yang ingin dicapai. Hasil digunakan sebagai masukan untuk memperbaiki atau menyempurnakan program dalam evaluasi formatif, dan sebagai dasar dan tanggung jawab untuk evaluasi akhir. 2) Hasil
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 52 Penetapan kriteria keberhasilan dilakukan secara bersama-sama oleh evaluator, sponsor, pelaksana program, alumni (konsumen), dan organisasi terkait (tempat peserta kegiatan bekerja). 3) Prinsip manfaat Prinsip manfaat referensi berupa saran, masukan dan rekomendasi untuk perbaikan, misalnya program monitoring dan evaluasi ke depan. REFERENSI Arifin, Z. (2014). Evaluasi Pembelajaran (Prinsip Teknik Prosedur). Remaja Rosdakarya,. Fikri, M., Hastuti, N., & Wahyuningsih, S. (2019). Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan. In Nulis buku (Vol. 2). https://independent.academia.edu/miftahulfikri45 Fikri, Miftahul, Hastuti, N., & Wahyuningsih, S. (2019). Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan. Nulisbukucom. Peraturan Pemerinta Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tentang Standar Nasional Pendidikan. In Standar Nasional Pendidikan (Issue 102501, pp. 1–49). https://jdih.kemdikbud.go.id/arsip/Salinan PP Nomor 57 Tahun 2021.pdf Rusydi Ananda, T. R. (2017). Pengantar Evaluasi Program Pendidikan (C. WIJAYA (ed.); 1st ed.). PERDANA
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 53 PUBLISING. Suharsimi Arikunto & Cepi Safrudin Abdul Jabar. (2009). Evaluasi Program Pendidikan. Bumi Aksara. Suharsini ArikuntoCepi Safrudin Abdul Jabar. (2018). Evaluasi Program Pendidikan Islam. In Bumi Aksara (Vol. 2, Issue 1). Bumi Aksara. https://doi.org/10.32699 /paramurobi.v2i1.817
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 54
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 55 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB IV MENGANALISIS DAN INTEPRETASI DATA Atok Illah, S.Pd Safitri Mujanah, S.Pd A. Kebutuhan Analisis dan Intepretasi Data 1) Kebutuhan Analisis Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki untuk menunjang atau mendukung kegiatan lainnya. Kebutuhan ini perlu dianalisis untuk mendapatkan prioritas dan ktriteria sesuai tingkatnya. Analisis kebutuhan menurut John McNeil (dalam Sanjaya, 2008) merupakan sebuah proses untuk menetukan kriteria-kriteria dan prioritas kebutuhan dalam sebuah proses pendidikan mencapai tujuan. Adapun analisis kebutuhan menurut McNeil, Seel dan Glasgow (dalam Sanjaya, 2008) adalah kegiatan mengidentifikasi dan menganalisis adanya kesenjangan (discrepancis) antara apa yang sudah dimiliki dengan apa yang hendak dicapai. Hasil analisis tersebut kemudian
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 56 menjadi kumpulan informasi kesenjanagan yang digunakan sebagai dasar menentukan prioritas kebutuhan untuk dicarikan solusinya. Analisis kebutuhan dalam pembelajaran menurut Morison Ross, dan Kemp memiliki fungsi (Warsita dkk, 2011:31): a) Mendapatkan data informasi yang sesuai dengan pekerjaan atau tugas yang akan dilaksanakan, yakni permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi dan memengaruhi hasil kegiatan pembelajaran. b) Mengumpulkan informasi tentang data kebutuhan yang mendesak berhubungan dengan keuangan, keamanan, atau hal-hal lain yang dimungkinkan dapat mengganggu pekerjaan atau lingkungan belajar. c) Mendapatkan data skala prioritas tindakan mengatasi permasalahan dalam pembelajaran. d) Memberi gambaran basis data valid untuk menganalisis efektifitas kegiatan pembelajaran. Menurut Bambang (2011) analisis kebutuhan pembelajaran bertujuan: a) Mengumpulkan dan mengidentifikasi permasalahanpermasalahan yang ada dalam proses pembelajaran; b) Menyusun skala prioritas masalah yang harus dipecahkan dalam proses pembelajaran; c) Membuat rumusan tujuan pembelajaran berdasarkan hasil analisis. Dalam pembelajaran PAI, data yang didapat dari hasil analisis kebutuhan selanjutnya digunakan sebagai dasar
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 57 perencanaan pembelajaran PAI yang dirumuskan dalam perangkat pembelajaran. Data-data tersebut berisi informasi permasalahan peserta didik dan tujuan yang hendak dicapai oleh kurikulum dalam kompetensi pembelajaran. Data terdiri dari daftar aspek kognitif, aspek afektif, ataupun aspek psikomotorik. Data yang sudah terkumpul selanjutnya akan menjadi prioritas kompetensi dalam pembelajaran dan memudahkan pendidik dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Hasil rumusan yang dibuat berdasarkan analisis kebutuhan peserta didik, kemampuan awal peseerta didik, dan daya dukung lain selanjutnya dikorelasikan dengn kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum PAI standar nasional menjadi standar kurikulum satuan Pendidikan. Tahapan penting dalam melaksanakan kegiatan analisis kebutuhan meliputi: a) mengumpulkan informasi; b) mengidentifikasi kesenjangan antara realita dengan teoritis; c) menganalisis performance; d) mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dimungkinkan muncul; e) mengidentifikasi karakteristik peserta didik; f) mengidentifikasi tujuan pembelajaran; g) merumuskan masalah menjadi skala prioritas. Jadi, dapat disimpulkan kebutuhan analisis yaitu kegiatan yang dilakukan dengan mengidentifikasi kesulitan dan kebutuhan siswa baik dalam karakteristik, kemampuan menguasahi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Apa yang kurang dari kesulitan dan
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 58 kebutuhan siswa menjadi acauan guru dalam melakukan evaluasi. 2) Intepretasi Data Menurut K Abror (2013), interpretasi data merupakan kegiatan menghubungkan variabel-variabel dengan dugaan awal sementara. Hasil interpretasi dimungkinkan diterima atau ditolak, sehingga dalam menjelaskannya harus secara detail disertai bukti-bukti konkret terkait dengan fenomena penelitian secara mendalam berdasarkan data dan informasi yang tersedia. Kegiatan menginterpretasi data merupakan proses menggabungkan seluruh hasil analisis yang telah disusun dalam bentuk kriteria, pertanyaan, maupun standar khusus sehingga data-data tersebut mudah digunakan dan dapat tersampaikan secara baik, menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan yang muncul dalam mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat tiga tujuan dari dilakukannya interpretasi data dalam sebuah penelitian, antara lain : 1) Deskripsi data Interpretasi bertujuan untuk menafsirkan data yang sebelumnya dianalisis berdasarkan teori-teori dan penelitian yang dilakukan. 2) Deskripsi analitik Interpretasi bertujuan untuk mengembangkan kategori-kategori serta hubungan-hubungan yang muncul dari data yang dihasilkan dalam penelitian. 3) Teori Substantif Teori yang digunakan dalam interpretasi ditampilkan dalam analisis, kemudian dibahasakan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 59 ke dalam bahasa menurut disiplin ilmu masingmasing (seperti sosiologi, psikologi, atau lain sebagainya), hal ini kemudian akan membangun identitas dari penelitian itu sendiri. Interpretasi data dilakukan dengan memperluas hasil analisis yang sudah dilakukan sebelumnya. Dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan terkait dengan dampak dari analisis sebelumnya, hubungan dan perbedaan antara hasil analisis, dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Untuk melakukan interpretasi data, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Interpretasi data yang telah menjadi bagian dari teori serta dilengkapi dengan penyusunan hipotesis lalu diimplementasikan dengan cara deskriptif. Alasannya agar kerangka berpikir yang sudah menjadi landasan dalam penelitian tidak bercampur dengan hal lain sehingga mengurangi orisinalitas dari penelitian tersebut. Setelah selesai menyusun hipotesis, langkah selanjutnya adalah menuliskan teori dengan bahasa yang sesuai disiplin ilmu peneliti. Kemudian diakhiri dengan pemilihan cara penulisan yang nantinya akan dilakukan dalam penelitian, seperti deskripsi, analisis proses, sebabakibat (kausatif), pemanfaatan analogi, ataupun argumentasi. Jadi, dapat disimpulkan interpretasi data adalah kegiatan mengubungkan hasil analisis dari kebutuhan analisis yang nanti dibentuk sebuah pertanyaan untuk menyelesaikan sebuah masalah.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 60 B. Praktik Analisis dan Pengolahaan Data 1) Praktik Analisis Kegiatan ini dapat dimaknai sebagai kegiatan menilai atau mengevaluasi terhadap praktik pembelajaran dengan tujuan untuk mendapatkan informasi sebagai dasar perumusan dalam melakukan perubahan dan mengambil tindakan korektif. Pelaksanaan kegiatan praktik analisis dipengaruhi oleh tujuan praktik, pengumpulan data, dan pengambilan keputusan terbaik terhadap masalah yang dihadapi. Praktik analisis penting dilakukan, baik kepada praktik baru maupun yang sudah mapan untuk mendapatkan informasi-informasi sebagai dasar perbaikan selanjutnya. Pada kenyataannya, didapatkan perbedaan mendasar antara praktik yang sudah tumbuh sehat dengan praktik yang masih baru atau yang dalam kondisi tidak sehat. Perbedaan mendasar tersebut dapat dikelompokkan menjadi kelompok finansial dan non finansial. Kelompok finansial adalah seluruh data yang berhubungan dengan sarana dan media, sedangkan non finansial lebih spesifik pada daya dukung teknik. Praktik analisis dalam pembelajaran PAI dengan bentuk finansial yaitu dengan memberikan evaluasi tes tulis. Sedangkan bentuk non finansialnya dengan tes wawancara/tes lisan. 2) Pengolahaan Data Pengolahan data merupakan kegiatan memanipulasi atau mengkonversi data menjadi sebuah informasi. Informasi dapat diartikan sebagai hasil pemrosesan data dalam bentuk tertentu yang lebih bermakna untuk mendeskripsikan kegiatan atau peristiwa sehingga mudah dipahami oleh pengguna informasi tersebut. Proses
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 61 pengolahan data dapat dilakukan secara manual oleh manusia, semi manual antara manusia dengan mesin, maupun secara otomatis dilakukan oleh mesin atau komputerisasi. Dalam praktiknya, pengolahan data terdiri dari tahapan-tahapan kegiatan yang dimulai dari pencarian data, pemeriksaan, analisis, perbandingan, pengolahan, sampai penggunaan data. Pengolahan data dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya: 1. Perakaman atau recording. Recording adalah proses pengambilan, pencatatan, pengumpulan, dan rekapitulasi data dari formulir atau dokumen. 2. Penggandaan atau duplicating. Tahap ini merupakan kegiatan penggandaan data di atas formulir atau dokumen yang dilakukan saat data itu dicatat baik manual maupun oleh mesin. 3. Pemeriksaan atau verifying. Pada tahap ini dilakukan kegiatan memeriksa dan mencatat secara teliti agar tidak ada kesalahan yang mengacaukan hasil akhir nanti. 4. Klasifikasi. Klasifikasi adalah kegiatan mengelompokkan data sesuai dengan kategori dan kriteria tertentu. 5. Sorting. Menyortir merupakan kegiatan menyeleksi data yang terkumpul untuk mengambil keputusan mengambil atau membuangnya berdasarkan kebutuhan, kriteria, dan klasifikasi yang diinginkan. 6. Merging atau pencampuran. Seluruh data yang sudah dilakukan pernyortiran kemudian dicampur sesuai dengan urutan yang telah ditentukan untuk menjadi sebuah informasi utuh.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 62 7. Kalkulasi. Yaitu proses melakukan perhitungan numeris pada data yang bertipe numeris. 8. Memeriksa tabel. Proses ini bertujuan untuk bisa mendapatkan kembali data tertentu pada kumpulan data yang telah tersortir. C. Kesimpulan dan Tindak lanjut 1) Kesimpulan Kesimpulan atau simpulan merupakan bentuk ringkas dari sebuah sajian data penuh dari hasil penelitian maupun analisis permasalahan. Dalam Menyusun simpulan tetap harus memperhatikan datadata esensial agar sajian data yang ringkas tidak mengurangi, mengubah, atau bahkan menghilangkan isi data utama. Kesimpulan ini menjadi bagian yang sangat penting dalam sebuah penelitian karena memudahkan para pengguna data dalam mengambil intisari hasil penelitian. Pengertian Tindak lanjut menurut Hiro Tugiman (2006 : 72) adalah: “Suatu proses untuk menentukan kecukupan, keefektifan, dan ketepatan waktu dari berbagai tindakan yang dilakukan oleh manajemen terhadap berbagai temuan pemeriksaan audit yang dilaporkan.” 2) Tindak lanjut Sebuah hasil analisis yang telah dirumuskan dan didapatkan data-data valid baik kekuatan, kelemahan, kesempatan, maupun tantangannya perlu dilaksanakan kegiatan tindak lanjut. Tindak lanjut merupakan kegiatan lanjutan yang diambil berdasarkan data yang didapat
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 63 sebagai bentuk upaya memperbaiki atau menetapkan tindakan pada kegiatan berikutnya. Tindak lanjut juga dapat diartikan sebagai suatu aksi atau tindakan koreksi (corrective action) sebagai lanjutan langkah dalam mencapai perbaikan dan atau mengembalikan segala kegiatan pada tujuan yang seharusnya “Tindak lanjut oleh pemeriksa (audit) internal didefinisikan sebagai suatu proses untuk menentukan kecukupan, keefektifan, dan ketepatan waktu dari berbagai tindakan yang dilakukan oleh manajemen terhadap berbagai temuan pemeriksaan (audit) yang dilaporkan.” Setiap pendidik wajib memahami dan melakuikan tindak lanjut evaluasi hasil pembelajaran yang dilakukannya untuk mengambil kebijakan pendidikan khusus kepada siswa yang bersangkutan dan merumuskan tindakan selanjutnya baik berupa perbaikan (remedial) maupun pengayaan untuk penyempurnaan program pembelajaran. Remidial dilakukan sebagai upaya perbaikan dan pencapaian kompentensi yang ditetapkan, sedangkan pengayaan dimaksudkan sebagai penambahan kompetensi yang disebabkan oleh tingginya kemampuan siswa dalam menyerap materi pembelajaran sehingga masih terdapat kelonggaran waktu dalam proses pembelajaran.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 64 DAFTAR PUSTAKA https://123dok.com/document/qojnjjjz-bab-ii-tinjauanpustaka-analisis-kebutuhan-pada-dasarnya-adalahkesenjangandiscrepancies-antara-apa-yang-telah.html http://klikbbm.blogspot.com/2013/06/pengertian-tindak lanjut.html https://penelitianilmiah.com/interpretasi-data/ https://pelayananpublik.id/2020/04/06/arti-pengolahandata-cara-kerja-fungsi-hingga-contohnya/ https://penerbitbukudeepublish.com/pengertian-kesimpulan/
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 65 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB V MEMBUAT LAPORAN EVALUASI Sariman, S.HI Yuni Irawati, S.Pd A. Permasalahan Evaluasi Bagus dan tidaknya mutu pendidikan dapat dilihat dari hasil evaluasi pendidikan, evaluasi berfungsi untuk mengetahui keberhasilan, perkembangan dan titik kelemahan pendidikan serta sebagai solusi untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dijelaskan fungsi evaluasi adalah “ Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan Pendidikan” (Depdiknas, 2003) Salah satu fungsi dari pelaksanaan evalusi pendidikan dan pengajaran dimaksudkan adalah memperoleh data tentang evaluasi dalam pembelajaran, dengan menelaah hasil evaluasi, pendidik bisa memahami, apakah kegiatan belajar mengajar
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 66 yang dilaksanakan sudah efektif atau belum, sehingga akan mengetahui hasil dari proses pembelajaran. Dalam melaksanakan evaluasi guru harus mempunyai ketrampilan dalam melaksanakan evaluasi, dengan kemampuan yang baik maka pendidik bisa tahu atas pencapaian, tanpa evaluasi maka tidak akan dapat diketahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran. Yang terlihat saat ini dalam dunia kependidikan yakni minimnya kompetensi pendidik dalam melaksanakan evaluasi sehingga menjadi permasalahan yang serius ketika kemampuan guru stagnasi (Riadi, 2017b) untuk menghadapi siswa yang memiliki watak yang majemuk dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga diperlukan profesionalime guru dalam melaksanakan tugasnya. Komponen–komponen yang menunjukkan kualitas guru dalam melakukan evaluasi dapat dicapai dengan cara; 1) Menelaah manfaat penilaian 2) Mengamati beberapa metode dan tata cara dalam evaluasi 3) Menstruktur metode dan tata cara evaluasi 4) Meninjau karakter evaluasi metode dan tata cara evaluasi 5) Memanfaatkan metode dan tata cara evaluasi 6) Mengadaptasi dan merumuskan hasil evaluasi 7) Memanfaatkan hasil evaluasi guna memperbaiki sistem pembelajaran 8) Mengevaluasi metode dan tata cara evaluasi 9) Mengukur ketepatan strategi pendidikan (Riadi, 2017a) Untuk melaksanakan evaluasi maka guru harus berpedoman pada prinsip penilaian yaitu: a) Sahih, dalam arti evaluasi berdasarkan pada data yang menggambarkan kompetensi yang dinilai
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 67 b) Objektif, yang berarti evaluasi berdasarkan pada tata cara dan ketentuan yang jelas, dan tidak dipengaruhi oleh subjektivitas evaluator c) Adil, yang artinya evaluasi tidak mendapatkan manfaat atau membahayakan siswa berkebutuhan khusus dan mendapatkan perbedaan keyakinan, suku, budaya, adat istiadat, status sosial, dan jenis kelamin d) Terpadu, artinya evaluasi satu diantara bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktifitas belajar e) Merdeka, dalam arti tata cara evaluasi, tolok ukur evaluasi, dan dasar dalam mengambil keputusan dan semua pihak yang berkentingan mengetahui. f) Integral dan berkelanjutan, artinya evaluasi mencakup segala aspe kemampuan serta menggunakan bermacammacam metode evaluasi yang sesuai dengan ketetentuan, guna memantau dan mengukur perkembangan kometensi siswa g) Terstruktur, berarti pengukuran dilaksanakan step by step dan melalui berbagai tahapan dengan berpedoman pada ketentuan yang sudah ditetapkan h) Berpedoman pada tolok ukur, yaitu pengukuran dilandaskan pada tolok ukur pencapaian kompetensi yang telah ditentukan i) Bertanggung jawab, maksudnya pengukuran tersebut dapat dipertanggungjawabkan dilihat dari segi sistem, tata cara, serta hasil (Kemendikbud, 2016). (1) Kondisi Ideal Kondisi ideal dalam pelaksanaan evaluasi guru harus menguasai teknik evaluasi, kompetensi melakukan pengukuran pada proses, hasil, serta kegunaan pendidikan, pengukuran ini dilaksanakan sebagai bentuk
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 68 pertanggungjawaban dan perkembangan sistem pengukuran guna membenahi hasil dari proses belajar mengajar (PBM),Untuk melaksanakan hal tersebut maka dapat di lakukan beberapa angkah sebagai berikut : a) Mengidentifikasi cara penilaian dan alatnya b) Menggunakan metode yang sesuai dalam mengukur hasil belajar c) Melakukan pengembangan alat evaluasi yang disesuaikan dengan kebutuhan d) Membuat panduan dan kriteria dalam melakukan evaluasi e) Melakukan analisis hasil evaluasi dan melaksanakan tindak lanjut baik remidi ataupun pengayaaan Dengan demikian untuk mendapatkan hasil pengukuran dengan baik, penilai semisal para pendidik diwajibkan untuk memiliki kriteria seperti di bawah ini: 1) Mempunyai kompetensi untuk melakukan pengukuran yang didukung oleh teoritikal dan kemahiran dalam praktik 2) Jeli, dapat melihat kisi-kisi dengan terperinci dari sistem yang akan diukur 3) Objektif, tidak gampang mendapatkan pengaruh dari kemauan diri sendiri atau bisa juga kemauan dari orang lain agar bisa mengumpulkan data sesuai dengan kondisi yang terjadi, kemudian bisa memutuskan simpulan seperti yang sudah ditetapkan oleh ketetuan yang harus diikuti 4) Sabar dan ulet, dalam pelaksanaan tugas diawali dari menyusun rangkaian kegiatan dalam bentuk Menyusun proposal, Menyusun alat-alat, mengumpulkan data dan membentuk laporan, tidak ceroboh dan terburu-buru
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 69 5) Cermat dan bertanggung jawab, yakni melaksanakan kegiatan pengukuran dengan penuh ketelitian, tetapi jika masih ada kelalaian yang dilakukan, berani menanggung segala akibat dari semua kekeliruan. (2) Permasalahan di Lapangan Pelaksanaan evaluasi yang dilakukan disetiap satuan pendidikan adakalanya bersamaan dengan waktu seperti; Assesmen nasional, Ujian Sekolah, penilaian akhir semester (PAS), penilaian akhir tahun (PAT) dan ada juga yang dilakukan tidak bersama hal ini tergantung pada evaluatornya seperti penilaian harian (PH). Idealnya evaluasi pembelajaran dilakukan pada setiap akhir pengajaran namun banyak ditemukan di sekolah–sekolah tidak melaksanakan hal ini, masih banyak pendidik yang belum melakukan pengukuran di akhir pembelajaran, selain dari terbatasnya waktu dimungkinkan juga belum menguasai tata cara pengukuran dengan baik. Para pendidik berasumsi bahwasannya penjelasan sebuah materi dinilai lebih tepat dijelaskan dalam satu tempo pertemuan, dan pada tempo pertemuan yang selanjutnya pada awal pembelajaran peserta didik ditugaskan mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi yag telah dijelaskan. Seperti contoh seorang pendidik yang berasumsi bahwa, pengukuran tidak harus dan wajib berupa tes tertulis. Bisa juga dengan menggunakan tes tertulis. Tes lisan atau tanya jawab. Aktifitas dirasa lebih praktis bagi pendidik, karena pendidik tidak repot-repot dalam mengoreksi hasil pengukuran siswa.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 70 Beberapa permasalahan-permasalahan evaluasi dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu: a) Tinjauan dari Guru 1) Sering kita jumpai guru menaikan nilai raport hasil belajar siswa dengan tujuan agar siswa dapat mencapai penilaian yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah. Yang pada kenyataannya nilai siswa tidak mencapai KKM, sehingga nilai raport yang didapatkan oleh siswa tidak lain adalah nilai asli hasil dari pencapaian belajar 2) Guru enggan melakukan perubahan teknik dalam penyampaian materi pembelajaran, padahal secara kenyataan pemahaman peserta didik terhadap materi tidak maksimal dan hasil belajarnya pada materi tersebut masih tergolong rendah. 3) Penggunaan strategi yang di gunakan guru dalam pembelajaran kurang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Sehingga peserta didik merasa jenuh dan tidak dapat memahami materi pembelajaran 4) Dalam membuat soal-soal penilaian guru tidak melalui prosedur pembuatan soal yang benar, seperti contoh melakukan analisis materi, dan pemilihan materi sesuai dengan karakteristik KD, pembuatan kisi-kisi sehingga soal tidak sesuai materi yang dipelajari peserta didik, dan juga peserta didik mendapatkan hasil belajar yang rendah. 5) Seorang guru kurang memahami dan mengusai bahan pembelajaran, sehingga ketika pengajar menyampaikan bahan ajar kepada peserta didik dirasa masih terputus-putus dengan bahasa yang bertele-tele dan akhirnya menyebabkan peserta didik
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 71 menjadi kurang paham, masih bingung, dan susah menerima bahan ajar yang telah disampaikan oleh pendidik. Hal ini tentu saja mengakibatkan pada akhir pembelajaran para siswa tidak mampu dalam menjawab pertanyaan dan soal-soal yang telah diujikan. Sehingga berakibat terhadap prestasi yang dicapai belum sesuai dengan apa yang diinginkan. 6) kurangnya pendidik dalam menguasai kelas. Pendidik yang belum mampu dalam menguasai kondisi kelas, mendapatkan kendala di dalam menyampaikan bahan ajar, hal tersebut karena suasana yang ada di dalam kelas belum menunjang dan mengganggu konsentrasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. 7) Pengajar belum menggunakan model-model alat peraga dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu kebiasaan seorang pendidik yang masih belum menggunakan alat peraga guna menunjang bahan ajar. Hal tersebut berdampak pada siswa yang masih merasa kesulitan dalam mencerna materi sehingga secara tidak langsung berdampak pula pada nilai akhir dari pembelajaran tersebut yang masih jauh dari keinginan. 8) Pendidik yang belum memahami karakter siswa. Ketidaktahuan pendidik pada masing-masing karakter peserta didik, dan belum mengetahui tingkat kecerdasan masing-masing siswa yang memungkinkan daya serap ada yang di bawah ratarata mendapatkan kesulitan dalam menerima materi pembelajaran. 9) Pendidik belum bisa memanajemen waktu dalam pembelajaran bahkan sering dijumpai waktu KBM masih ada guru meninggalkan kelas atau bahkan telat masuk kelas.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 72 10) Guru tidak membuat perencanaan pembelajaran (RPP) atau menyusun langkah-langkah pembelajaran dengan benar dan penyiapan materi serta evaluasi materinya. 11) Guru tidak mempunyai kemajuan untuk menambah pengetahuan (Mengikuti MGMP, Work Shop) atau lainnya untuk menambah pengetahuannya 12) Guru lebih mengutamakan target kurikulum dan jarang melakukan analisis daya serap peserta didik terhadap materi atau mata pelajaran yang diampunya. 13) Guru kurang mampu menjalankan fungsinya sebagai motivator kepada peserta didik dalam pembelajaran sehingga peserta didik kurang semangat, kurang motivasi, keinginan untuk belajar akibatnya ilmu yang terdapat dalam bahan ajar tersebut lewat begitu saja dan tidak diperhatikan khusus oleh siswa. 14) Pendidik ketinggalan IPTEK terutama dalam pendidikan di era digitalisasi seperti sekarang, kurang mahir mengaplikasikan teknologi Pendidikan. b) Tinjauan dari Wali Murid 1) Wali murid kurang memahami program-program yang disampaikan lembaga, tidak adanya umpan balik dari orang tua terhadap program, wali murid menganggap bahwa program-program yang disampaikan oleh pihak lembaga pendidikan merupakan program yang terbaik untuk pendidikan anaknya, tanpa memberikan masukan usulan pada sekolah. 2) Wali murid tidak berkonsultasi mengenai hasil belajar anaknya kepada sekolah
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 73 3) Orang tua memberikan sumbangan kepada pihakpihak tertentu dalam sekolah agar anaknya mendapatkan nilai bagus dan naik kelas, padahal nilainya di bawah KKM 4) Orang tua mengusahakan dengan segala cara agar anaknya diterima masuk di sekolah favorit atau perguruan tinggi favorit padahal kemampuan dan kompetensi anaknya tidak mencapai persyaratan yang ditetapkan. Sehingga hasil ujian yang diperoleh tidak menutupi untuk lolos dan dapat masuk sekolah favorit maupun perguruan tinggi yang diinginkan. c) Tinjauan dari lembaga 1) Kurangnya pembaharuan dalam program selanjutnya yang dilaksanakan baik sekolah dan maupun madrasah. 2) Kebijakan yang diputuskan lembaga tidak memperhatikan sumber daya sekolah, karakteristik peserta didik yang berbeda Contoh: Sekolah melaksanakan penilaian akhir semester gasal atau penilaian akhir tahun dengan menggunakan soal-soal dari MKKS yang dikoordinator oleh MGMP, dan sebenarnya untuk pembuatan soal menjadi tanggung jawab guru pada masing-masing satuan pendidikan yang mengetahui secara langsung keadaan kemampuan peserta didiknya. Dengan diberlakukan soal dari MKKS maka menyebabkan guru enggan melakukan perbaikan dikarenakan bahan ajar yang telah disampaikan kemungkinan terdapat perbedaan dengan bahan ajar yang telah disampaikan pada masing-masing lembaga.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 74 B. Metodologi Evaluasi Untuk memecahkan sebuah permasalahan atau menjawab sebuah masalah seorang peneliti membutuhkan tata cara/prosedur dalam penelitian, hal ini sangat dianjurkan agar si peneliti tersebut mendapatkan sebuah jawaban dari penelitian yang diteliti tersebut. Sedangkan acara yang digunakan oleh peneliti dinamakan metode penelitian. Dalam evaluasi secara metodologis evaluasi meliputi jenis pendekatan, tahapan-tahapan dalam evaluasi, Teknik guna mencapai standar penilaian, populasi, sampel, metode pengumpulan data dan instrument/alat yang digunakan peneliti, dan strategi analisis data. Rancangan-rancangan tersebut disebut dengan desain evaluasi. Kemudian desain evakuasi tersebut digunakan sebagai Langkah-langkah dalam melakukan penelitian. Metodologi penelitian yakni suatu ilmu yang membahas mengenai suatu aktifitas yang dilakukan untuk memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.(Ambiyar, 2018) Metodologi penelitian juga dapat disebut dengan peraturanperaturan, prosedur, kegiatan yang digunakan oleh si peneliti dalam melakukan kegiatan mengamati atau menganalisis dengan menggunakan rangkaian kegiatan ilmiah. Rosdy Ruslan mengatakan bahwa metode berasal dari bahasa Yunani yakni “methodos” yang berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode juga salah satu suatu aktifitas ilmiah yang dilakukan secara sistematis guna memahami keadaan sebuah subjek maupun objek penelitian.(Ambiyar, 2018) Bisa dikatakan bahwa penelitian merupakan usaha seseorang atau lebih dengan tujuan untuk menemukan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 75 mengembangkan serta menguji kebenaran tersebut dengan menggunakan kaidah-kaidah atau metode-metode ilmiah dan memiliki ketentuan yang berlaku. Penelitian dilakukan untuk mencapai tujuan yang ingin diperoleh, memperoleh kualitas hidup manusia menjadi lebih baik lagi, dan juga berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi manusia sebagai bekal menghadapi era globalisasi yang sekarang sudah ada di depan mata kita sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan dengan sistematis, metodologis, dan konsisten. Jadi bisa dikatakan metodologi penelitian adalah sebuah cabang ilmu yang membahas aktifitas seseorang atau kelompok dalam memecahkan sebuah permasalahan dengan caa mengamati atau menganalisis dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang dirangkai secara sistematis. Untuk membedakan evaluasi dan penelitian dapat dilihat pada table di bawah ini: Metode: Suatu kegiatan ilmiah yang berhubungan degan suatu cara Penelitian: Kegiatan menciptakan, menguraikan, dan memeriksa keabsahan suatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan kaidahkaidah ilmiah Evaluasi: Suatu kegiatan mengumpulkan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat ketetapan Berdasarkan beberapa pengertian evaluasi yang di paparkan Menurut Arifin (2013:5) berpendapat bahwa pada hakikatnya penilaian merupakan suatu kegiataan yang terstruktur dan berkesinambungan guna menetapkan mutu
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 76 /kualitas (value dan arti) dari sesuatu, yang berlandaskan pada beberapa pertimbangan dan kriteria tertentu dalam mengambil suatu keputusan. (Arifin, Abidin, & Anshori, 2021) Dari pemahaman pengertian tersebut di atas maka Arifin selanjutnya menjelaskan beberapa hal: 1) Bahwa evaluasi bukan hasil dari salah satu produk. Kegiatan evaluasi menghasilkan suatu gambaran baik itu tentang arti maupun nilai. Pemberian angka nilai pada suatu kegiatan dinamakan evaluasi. Proses untuk mendapatkan hasil dari evaluasi dilakukan secara terstruktur, terus menerus, sesuai dengan ketentuanketentuan dan aturan, 2) Tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan kualitas dari sesuatu hal dan lebih mengutamakan nilai dan arti 3) Dalam pelaksanaan kegiatan penilaian /evauasi harus ada pemberian pertimbanagan (nilai kontrol dan pembanding). Nilai diberikan harus berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan, sebaliknya tanpa ada kriteria yang jelas maka pertimbangan tidak akan mendapatkan hasil yang baik. Metodologi penelitian pada dasarnya terdiri dari dua paradigma yakni penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Apapun yang menjadi perbedaan dari kedua penelitian ini terdapat dua perbedaan baik secara teoritis maupun filosofis. Selain dari perbedaan terdapat juga kelebihan dan kekurangan masing-masing penetian tersebut, sehingga mempermudah peneliti dalam menentukan objek penelitian/permasalahan yang akan diteliti, dan lebih mudah dalam memilih metode yang akan digunakan, baik itu penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitaif. Secara teoritis penelitian kualitatif kerap kali digunakan dalam evaluasi.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 77 a. Metodologi penelitian kualitatif Metode Kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami gejala tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya misalnya: perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, secara holistik, dan dengan cara diskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah(Lexy J. Moleong, 2016) Menurut Aminuddin yang dikutip oleh Nursapia menjelaskan penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang berdasarkan pada cara berpikir induktif, yang dilandaskan pada observasi obyektif partisipatif terhadap suatu kejadian sosial(Nursapia Harahap, 2020). Akibat dan fenomena sosial yang dimaksud terdiri dari keadaan masa lampau, masa sekarang, bahkan masa yang akan datang. Hal tersebut berhubungan dengan objek-objek ilmu social, hukum, histori, ekonomi, peraturan-peraturan, dan juga ilmu-ilmu sosial lainnya. Penelitian kualitatif merupakan suatu metode penelitian yang digunakan dalam mengevaluasi program. Penelitian kualitatif mengeksplor permasalahan kemudian permasalahan tersebut dikembangkan pada saat penelitian dilakukan. Pengumpulan data pada penelitian kualitatif ini dapat data yang berupa narasi/kata-kata yang dirangkai menjadi suatu kalimat dari berbagai informan. Instrument yang digunakan dalam peneltian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Seorang ahli atau pakar penelitian kualitatif harus bisa dalam membaca gejala yang ada di lapangan penelitian kualitatif baik itu berupa fenomena yang muncul di lapangan kualitatif. Menurut Lofland dalam Moleong (2011) sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lainnya. (Ambiyar, 2018).
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 78 Perolehan data pada penelitian kualitatif yakni peneliti angsung terjun langsung ke obyek penelitian, dalam keadaan seperti itu peneliti harus sudah siap untuk menghadapi peristiwa yang tidak sesuai dengan prediksi baik itu yang tepat maupun yang susah diprediksi. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak sesuai dengan prediksi peneliti harusnya sudah menguasai teknik-teknik pengumpulan data seperti contoh wawancara, observasi, dan pemaknaan. Peneliti juga diharuskan memperoleh bukti yang real dari lapangan tanpa ada yang dibuat-buat. Menurut John Lofland (Michael Quinn Patton, 2002) ada empat elemen yang harus dipenuhi penilai dalam mengumpukan data kualitatif: 1) Untuk mendalami dan memahami apa yang ada di lapangan, maka evaluator harus berada sangat dekat dengan orang atau situasi yang sedang diteliti 2) Evaluator harus bisa dan mengetahuai segala peristiwa yang benar-benar terjadi 3) Isi data kualitatif diperoleh dari deskripsi murni orang, kegiatan, dan segala hubungan manusia 4) Isi data kualitatif merupakan kutipan lansung dari apa yang informan ucapkan Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data kualitatif (Sugiyono, 2019)Data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi/pengamatan, dan dokumentasi. Pengamatan dilakukan pada waktu kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Peneliti harus menggunakan metode pedoman observasi agar mendapatkan gambaran. Wawancara juga dilakukan peneliti guna mengetahui unsur-unsur pembelajaran baik itu kekurangannya maupun kelebihannya. Sedangkan dalam dokumentasi peneliti harus memeriksa dokumen-dokumen yang relevan, seperti contoh proposal
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 79 penelitian, artikel dan laporan hasil penelitian kemudian data tersebut dianalisis dengan Teknik analisis data interaktif model Miles dan Huberman (Miles, Huberman, and Saldana, 2013). Data yang sudah terkumpul akan diuji validitasnya dengan triangulasi. Maka, data yang kurang valid dan tidak relevan dengan permasalahan akan direduksi data. Data yang sudah valid dan relevan dengan masalah penelitian akan langsung didisplay dan selanjutnya disimpulkan untuk memperoleh hasil. Pengumpulan data kualitatif diperoleh dari informasi yang diperoleh peneliti dari wawancara dengan participant. Data hasil dari observasi tersebut bisa berupa dokumen pribadi participant (diary), dokumen individu (video, artifak). b. Metodologi Penelitian Kuantitatif Pada penelitian kuantitatif menggunakan desain-desain subjek penelitian mempertimbangkan metode sampling, pengolahan data nenggubakan hipotesis uji statistika tertentu yang biasanya dinyatakan dengan menggunkana bentuk angka-angka,kemudian hasil tersebut dihitung menggunakan rumus yang telah di sesuaikan dengan pola hubungan yang ingin dibuktikan. Begitu juga kesimpulannya pun di buktikan dalam bentuk angka-angka. Peneliti menggunkana metode kuanttatif karena dianggap mudah dalam membandingkan, meyatakan dan mempertinggi akuransi. Data pada penelitian kuantitatif lebih bersifat numerik. Data yang masih berupa perilaku, pendapat, tidak langsung dideskripsikan namun lebih dulu diolah menjadi pengkategorian dan diberi bobot dalam bentuk angka. Pengumpulan data biasanya menggunakan lembar observasi, tes, angket kuesioner. Kelebihan dari kuesioner adalah perolehan data didapatkan dengan waktu yang singkat dan banyak.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 80 Menggunakan tenaga yang sedikit dan responden bisa menjawab dengan sesuka hati tanpa pengaruh jawaban dari orang lain. Sedangkan kelemahannya terletak pada sifatnya yang cenderung kaku karena pertanyaan yang dijawab oleh responden bukanlah jawaban yang sesungguhnya dan tidak sesuai dengan keadaan yang dialami, dikarenakan responden hanya membaca sekilas pertanyaan-pertanyaan kemudian menjawab soal-soal yang diberikan. Jumlah data yang diperoleh lebih ditekankan dalam pendekatan kuantitatif. Data dari populasi harus sesuai dengan data sampel dikarenakan sampel tersebut dianggap mewakili populasi. Semakin banyak jumlah sampelnya maka semakin baik. Dalam penyajian data dan interpretasi data kuantitatif peneliti harus menguasai betul matematika dan statistic Peneliti dalam penelitian kuantitatif mengidentifikasi masalah berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan dan menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Tetapi ada Sebagian dari permasalahan dalam penelitian kuantitatif yang mewajibkan untuk menjelaskan satu variabel yang terikat dan mempengaruhi variabel yang lain. Variabel-variabel yang yang dikemukakan membutuhkan teori-teori yang relevan dari para ahli maupun dari hasil kajian penelitian yang sudah diujikan secara empiris. Dari hasil kajian teori tersebut, peneliti dapat mengembangkan kisi-kisi dengan berpedoman pada kebenaran teori tersebut. Spesifikasi dalam penelitian kuantitatif a. Sulit dikembangkan dan sangat spesifikasi b. Hubungan antar variabel dapat diukur dan diamati c. Tujuannya untuk menguji teori d. Menggali generalisasi yang memiliki nilai dan dapat diprediksi
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 81 e. Data yang dianalisis berbentuk analisis statistic f. Teknis analisis perbandingannya dua eksperimen yang berhubungan dengan variabel yang diamati berdasarkan hipotesis yang dilakukan g. Pelaksanaan analisis menggunakan prosedur statistik dan matematika. Kecenderungan data kuantitatif: a. Perolehan data dihasilkan dengan menggunakan instrument penelitian dari data pertanyaan penelitian yang diajukan kepada responden dan sesuai dengan jumlah populasi yang telah ditentukan. b. Data yang dihasilkan dapat dihitung c. Pengumpulan data dalam jumlah yang besar Analisis data dalam hal ini adalah mengurutkan, mengatur, mengkategorikan, mengelompokkan. Dengan adanya kegiatan tersebut bisa membuat data, memanipulasi membuat urutan, serta menyederhanakan data supaya bisa mudah dipahami dan dibaca. Analisis digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan metode statistic yang telah tersedia. Pada dasarnya, penggunaan metode kuantitatif diharapkan bisa memperoleh hasil yang terukur dari fenomena yang terjadi. Peneliti harusnya menemukan alat ukur evaluasi yang tepat untuk mengukur hasil evaluasi. Hasil penelitian kuantitatif merupakan jawaban dari hipotesis. Dengan demikian pemilihan metode kuantitatif dianggap lebih mudah dipelajari dan jalan yang terbaik karena menguji kebenaran hipotesis dengan valid. Sampel yang digunakan juga berjumlah besar, seperti contoh mengukur prestasi siswa dengan kemampuan dalam menangkap dan memahami bahan ajar yang telah
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 82 disampaikan oleh pendidik, maka pendidik bisa memanipulasi jumlah nilai atau angka yang akan dievaluasi. Penggunaan metode kuantitatif hendaklah memperhatikan dan mengakuratkan bahwa hasil yang diperoleh benar-benar akurat. Peneliti dapat memastikan bahwasannya penelitian memiliki gangguan yang minimal terhadap proses pengumpulan data. Kemudian data tersebut didistribusikan ke sejumlah peserta guna mewakili populasi. Hasil penelitian kuantitatif bisa diprediksi secara luas. Namun kekurangan dari penelitian kuantitatif ini adalah penggunaan data yang sangat terukur dan kaku. Hasil data kuantitatif dapat diandalkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semisal, “berapa banyak?”, “siapa sajakah yang terlibat?”, “apa hasil?”, “ berapa harganya?”, karena data tersebut diperoleh dari kuesioner, pretest dan posttest, observasi, review dokumen. Survei dapat dilakukan dengan tatap muka tai via telephone, surat atau online. Penelitian kuantitatif lebih banyak digunakan dalam evaluasi. Pertanyaan hipotesis merupakan karakter yang lebih dominan dalam penelitian ini. desain yang terukur memudahkan evaluator dalam melakukan evaluasi. Penggunaan teknik sampling merupakan ciri khas dalam penelitian kuantitatif, kualitas suatu data berupa angka-angka kemudian diuji dengan menggunakan rumus-rumus yang telah sesuai dengan hubungan antar variabel. c. Metodologi Penelitian Campuran Metode ini menunjukkan arah atau membrikan petunjuk tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data serta kombinasi antara pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Evaluasi yang menggunakan metode campuran ini mengintegrasikan dua metode atau lebih pada tahap eva;uasi yang tergambar. Metode campuran ini menggunakan beberapa
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 83 desain. Dan Teknik pengumpulan data seperti observasi terstruktur, wawancara, survei dan review data sekunder yang ada. Lebih jelasnya evaluasi metode campuran ini melibatkan integrasi sistematis dari berbagai jenis data yang diperoleh. Brown (2012) menyatakan bahwa “Mixed methodology is a design for collecting, analyzing, and mixing both quantitative and qualitative data in a single study or series of studies to understand an evaluation problem”. Mixed Methode adalah desain yang digunakan untuk menganalisis, dan mencampurkan data baik kuantitatif dan kualitatif dalam studi tunggal atau serangkaian penelitian untuk memahami masalah evaluasi. Schreiber (2011) “Mixed method research is a composite of basic data types and methodological procedures. In a mixed method research study, the researcher collects data based on research questions that will contain numbers and nonnumbers along with related methodologies categorized within a qualitative or quantitative framework. For a mixed method study to be acceptable, it must be of high quality for both methodologies as well as the integration of the two methods”. Metode campuran dalam penelitian adalah dengan menggabungkan jenis data dasar dan prosedur metodologis. Dalam studi penelitian metode campuran, peneliti mengumpulkan data berdasarkan pertanyaan penelitian yang akan berisi angka dan non-angka bersama dengan metodologi terkait yang dikategorikan dalam kerangka kualitatif atau kuantitatif. Agar studi metode campuran dapat diterima, maka pengintegrasian kedua metodologi yang digunakan harus berkualitas tinggi integrasi dari dua metode.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 84 C. Hasil dan Kesimpulan Evaluasi 1. Laporan Hasil Evaluasi Hasil dari pelaksanaan evaluasi adalah terwujudnya suatu laporan evaluasi. dalam membuat laporan hasil evaluasi maka evaluator harus memperhatikan hal -hal berikut: a) Fungsi informasi merupakan pertanggungjawaban secara tertulis dari pelaksana program dengan penanggung jawab sesuai dengan otoritas dan tugasnya masing-masing b) Pemanfaatan evaluasi merupakan satu alat untuk menyampaikan informasi baik formal maupun non formal c) Merupakan fungsi komunikasi dari pihak yang satu dengan pihak laiannya d) Salah satu alat penyampain informasi dari petugas/pejabat tertentu dalam suatu sistem administrasi Dari beberapa pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa laporan adalah penyajian data tentang hasil kegiatan yang berupa fakta berdasarkan data yang ada. Dalam pembuatan laporan evaluasi setidaknya memuat empat pokok hal yaitu: permasalahan, metodologi, hasil dan simpulan, pendekatan yang digunakan dapat dengan dengan kuantitatif maupun kualitatif. Bila menggunakan pendekatan kuantitatif pada umumnya terdiri dari lima sampai enam bab, yaitu: (1) pendahuluan, (2) pembahasan kepustakaan, (3) metodologi evaluasi, (4) hasil evaluasi dan pembahasan, (5) serta simpulan dan rekomendasi. Jika kita menggunakan pendekatan kualitatif dalam membuat
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 85 laporan pada umumnya disusun dari beberapa bab dan sub bab yang dapat diidentifikasi menjadi tiga bagian pokok, yaitu: pendahuluan, inti pembahasan dan kesimpulan. Dalam membuat laporan hasil evaluasi paling tidak harus memuat hal-hal berikut yaitu, ringkasan eksekutif, pendahuluan, kajian pustaka, komponen dalam metodologi evaluasi, hasil evaluasi, kesimpulan dan rekomendasi yang terakhir adalah daftar pustaka. (Fikri, Hastuti, & Wahyuningsih, 2019) 2. Penulisan Laporan Evaluasi Tata cara dalam pelaporan mencakup ketentuan tentang kertas, naskah, sampul, pengetikan, penomoran, ilustrasi, pengutipan, penulisan lampiran, penulisan daftar pustaka dan bahasa(Suharsimi Arikunto & Cepi Safrudin Abdul Jabar, 2009). Penulisan laporan meliputi ketentuan tentang jenis kertas, naskah, sampul pengetikan, penomoran ilustrasi, pengutipan, lampiran, dan daftar pustaka dan bahasa. 1) Kertas Naskah dan sampul Kertas yang digunakan adalah kertas kwarto dengan ukuran (21x28,5cm) HVS 80 gram, sampul laporan sebaiknya dibuat dari kertas buffalo dengan pilihan warna menyesuaikan 2) Pengetikan Dalam hal ini termasuk, pemakaian alfabet, penulisan naskah, alinea baru, pengisian halaman, naskah, pengetikan bab, sub bab
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 86 3) Penomoran Penomoran halaman diletakkan pada pojok kanan sebelah atas dengan jarak dua spasi teks pertama di atas baris 4) Ilustrasi Dalam hal ini berisikan foto, grafik, diagram, peta dan denah serta table 5) Pengutipan Kutipan yang digunakan mirip dengan sumber asli, penulisan dalam kutipan diawali dan diakhiri dengan tanda (“) 6) Lampiran seperti tabel, dokumen, transkip interview dan sejenisnya ditempatkan setelah daftar pustaka 7) Daftar Pustaka terdiri dari buku, artikel, laporan atau jurnal, majalah ilmiah dan penerbitan lainnya 8) Bahasa yang digunakan untuk penulisan laporan evaluasi adalah bahasa Indonesia bercorak ilmiah 3. Format Penulisan Laporan Dalam pembuatan laporanan evaluasi tidak ada format yang baku dan yang paling baik, hal ini di sebabkan kontenk, obyeks dan peran evaluasi beragaam sehingga mempun yai cirikhas yang berbeda dan ciri masing -masing Namun, paling tidak, dalam pembuatan laporan evaluasi harus memenuhi beberapa hal penting baik laporan secara tertulis final maupun laporan interen. Satu diantara teori menurut Tayibnapis dikutip Rusydi dan Rafida, menyatakan outline laporan evaluasi(Rusydi Ananda, 2017), dapat dilihat pada tabel berikut:
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 87 Tabel 1. Contoh Format Laporan Evaluasi No Format laporan Evaluasi Keterangan 1 Cover Dalam cover harus memuat a) Judul dan tempat b) Evaluator c) Waktu yang digunakan d) Tanggal laporan diserahkan 2 Bab I Ringkasan Komponen a) pendahuluan b) Mengapa evaluasi dilakukan c) Simpulan dan saran 3 BAB II Latar belakang Evaluasi Bab ini berisikan : a) Hakikat Program Tempat program dilaksanakan, obyeknya, siapa dan jumlah orang yang dipengaruhi Banyaknya partisipan, pengolahannya bagaimana, Sekolah/madrasah, kelas atau individualis Bagaimana program di mulai Membutuhkan penugasan formal atau non formal dan bagaimana hasilnya Motivasi utama dilaksanakannya program itu apa (berdasarkan kebutuhan masyarakat, daerah atau nasional) Pendanaannya bagaimana b) Tentang Tujuan umum program Desainnya program Tujuan umum dan khususnya