Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 138 c. Nilai hasil kerja/tugas Nilai hasil kerja/tugas peserta didik merupakan suatu penilaian terampil mereka dalam membuat sebuah produk menggunakan kualitas yang bagus. Dalam penilaian kepada peserta didik adalah membuatkan sebuah produk tertentu. Ada 2 tahap dalam penilaian, yang pertama yaitu penilaian dengan cara menggunakan alat serta urutan yang sesuai kerja peserta didik, yang kedua, dalam penilaian yang dinilai yaitu tentang memiliki rasa estetik dari produk yang telah dibuat peserta didik, hasil sebuah produk bisa berupa produk yang terbuat dari kain, kertas, kayu, plastik, keramik, lukisan. dll. d. Nilai Sikap Penilaian sikap adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran. Manusia mempunyai sifat bawaan seperti kecerdasan, amarah, dan sebagainya. Faktor-faktor ini memberi pengaruh terhadap pembentukan sikap (Olson & Zanna, 1993). Dalam penilaian ini peserta didik akan dinilai dalam suatu sikap yang dimiliki dalam pelaksanaan suatu program pendidikan dalam lingkup madrasah dan pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung. e. Penilaian diri Penilaian diri tingkat kelas adalah penilaian yang dilakukan sendiri oleh pendidik atau peserta didik yang bersangkutan untuk pengelolaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam tingkat kelas. Pelaksanaan ini sejalan dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang menerapkan penilaian berbasis kelas atau Classroom Based Asesment.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 139 Teknik evaluasi diri bisa dipakai pada banyak sekali aspek evaluasi yang berkaitan menggunakan kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor. Contohnya: 1) Penilaian kompetensi kognitif di dalam kelas, misalnya peserta diminta untuk menilai sesuatu, dalam pelajaran tertentu. 2) Penilaian kompetensi afektif di kelas, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan hatinya terhadap suatu objek sikap tertentu. Setelah itu peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah dipersiapkan. 3) Penilaian kompetensi psikomotorik di kelas. Misalnya, peserta didik dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya, sebagai hasil belajar berdasarkan kriteria atau acuan yang telah ditetapkan. f. Nilai Tes tertulis Tes tertulis merupakan tes yang dilakukan dengan cara memberikan lembar soal dan lembar jawaban kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab sebuah soal, siswa tidak selalu diharuskan merespon dalam bentuk menulis jawaban, namun juga dalam bentuk memberi sebuah tanda, memberi warna, menggambar, dsb. Penilaian tertulis adalah sebuah penilaian yang dilakukan oleh seorang pendidik untuk mengetahui respon peserta didik dalam menulis jawabannya secara mandiri. (Febriana, 2019).
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 140 C. Jenis, Prinsip Penilaian Hasil Pembelajaran 1. Jenis penilaian hasil pembelajaran Dilihat dari fungsinya, jenis penilaian hasil pembelajaran sebagai berikut: a. Penilaian Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat lunak pelatihan dan pembelajaran untuk melihat sejauh mana pemenuhan teknik pelatihan dan pembelajaran itu sendiri. Dengan demikian, evaluasi formatif berorientasi pada teknik pembinaan dan pembelajaran. Dengan evaluasi formatif, Miles berharap para instruktur dapat meningkatkan aplikasi coaching dan strategi implementasi mereka. Penilaian sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada akhir unit sistem ini, khususnya kelulusan triwulan, kelulusan semester, serta kelulusan tahunan. Tujuannya untuk mengintip efek yang dilakukan dengan menggunakan mahasiswa, khususnya volume yang mimpi kurikuler dikuasai dengan bantuan menggunakan mahasiswa. Penilai Berorientasi pada produk, sekarang tidak lagi berorientasi pada teknik. b. Penilaian diagnostik merupakan penilaian yang berupaya buat melihat kelemahan mahasiswa dan faktor penyebabnya. Evaluasi ini dilakukan buat fungsi tutoring, remedial coaching, mencari kasus, dan lainnya. Soal-soal disusun secara runtut sebagai akibatnya jenis perkara belajar yang dihadapi menggunakan donasi memakai mahasiswa bisa ditemukan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 141 c. Penilaian selektif adalah evaluasi yang mengejar fungsi-fungsi pilihan, misalnya tes penyaringan untuk masuk ke institusi akademik tertentu. d. Penilaian penempatan merupakan penilaian yang bertujuan buat menemukan kemampuan prasyarat yang diinginkan buat aplikasi pembelajaran dan dominasi pembelajaran misalnya yangg diprogramkan sebelum mulai belajar olahraga buat aplikasi tersebut. Dengan kata lain, evaluasi ini berorientasi pada kesiapan mahasiswa untuk menghadapi aplikasi baru dan kesesuaian software yang dipelajari dengan kemampuan mahasiswa. (Sudjada, 2009) Adapun jenis evaluasi output pembelajaran bisa diklasifikasi dari cakupan kompetensi yang diukur dan target pelaksanaannya adalah: a. Jenis evaluasi dari cakupan kompetensi yang diukur sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 bahwa evaluasi output belajar sang pendidik terdiri atas ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. 1) Ulangan Harian Pemeriksaan harian adalah olahraga yang diselesaikan melalui pendidik secara berkala untuk menilai keberhasilan kompetensi gelar setelah menyelesaikan satu atau tambahan kompetensi dasar (KD). Tes Harian mengacu kembali pada tanda-tanda setiap KD. Bentuk cek setiap hari dapat berupa tulisan lisan, amalan/akta, tugas dan barang dagangan.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 142 Sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan harian, efek yang diterima dari cek tertulis, pengamatan, atau tugas diproses dan dianalisis melalui pendidik. Hal ini dimaksudkan agar penguasaan peserta didik yang belajar pada setiap kompetensi dasar dipahami melalui pendidik sejak dini. Oleh karena itu, ujian ini dapat diamati melalui program tindak lanjut, baik remedial maupun pengayaan, sehingga kemajuan belajar siswa dapat diketahui sekarang lebih awal dari penyerahan semester. Untuk mendapatkan biaya setiap kesulitan yang serupa dengan cek setiap hari, tanggung jawab yang berbeda termasuk pekerjaan rumah, proyek, pengamatan, dan barang dagangan dapat ditambahkan. 2) Ulangan Tengah Semester Ujian tengah semester adalah hobi yang dilakukan dengan bantuan pendidik untuk mengukur pemenuhan kemampuan siswa setelah melakukan penguasaan olahraga selama 8-9 minggu. Ujian tengah semester pada jaminan mencakup semua nilai yang mungkin menjadi semua KD untuk periode itu. Bentuk Ujian Tengah Semester juga dapat ditulis secara lisan, praktik/ akta, tugas dan produk. Sebagai tindak lanjut dari ujian tegah semester, peringkat cek diproses dan dianalisis melalui guru. Hal ini dimaksudkan agar penguasaan sarjana dapat diketahui sedini mungkin. Dengan demikian, ujian ini dapat
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 143 diamati dengan bantuan penggunaan program tindak lanjut, masing-masing remedian dan pengayaan, agar peningkatan penguasaan sarjana dapat diketahui lebih awal daripada akhir semester. 3) Ulangan Akhir Semester Ujian tengah semester adalah hobi yang dilakukan dengan bantuan pendidik untuk mengukur pemenuhan kemampuan siswa setelah melakukan penguasaan olahraga selama 8-9 minggu. Ujian tengah semester pada jaminan mencakup semua nilai yang mungkin menjadi semua KD untuk periode itu. Bentuk Ujian Tengah Semester juga dapat ditulis secara lisan, praktik/ akta, tugas dan produk. Sebagai tindak lanjut dari ujian tengah semester, peringkat cek diproses dan dianalisis melalui guru. Hal ini dimaksudkan agar penguasaan sarjana dapat diketahui sedini mungkin. Dengan demikian, ujian ini dapat diamati dengan bantuan penggunaan program tindak lanjut, masing-masing remedial dan pengayaan, agar peningkatan penguasaan sarjana dapat diketahui lebih awal. 4) Ulangan Kenaikan Kelas Tinjauan kenaikan nilai adalah suatu hiburan yang dilakukan dengan menggunakan tenaga pendidik pada semester genap untuk gelar pemenuhan kompetensi sarjana pada semester genap. Lingkup booming nilai yang
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 144 dilihat terdiri dari semua tanda yang merupakan KD pada semester tersebut. Penilaian peningkatan kelas dapat berupa penilaian tertulis lisan, praktik/perbuatan, pengamatan, tugas, dan produk. Sebagai tindak lanjut dari evaluasi kenaikan kelas adalah dengan mengatur dan memeriksa ledakan nilai dengan melihat skor. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan kelengkapan penguasaan sarjana. Dengan demikian, tinjauan ini dapat disertai dengan bantuan penggunaan program tindak lanjut, baik remedial maupun pengayaan, agar pengembangan penguasaan sarjana untuk halhal kritis dapat disebut sedini mungkin sebelum menyelesaikan sekolah. 5) Ujian Sekolah Tinjauan kenaikan nilai adalah suatu hiburan yang dilakukan dengan menggunakan tenaga pendidik pada semester genap untuk gelar pemenuhan kompetensi sarjana pada semester genap. Lingkup booming nilai yang dilihat terdiri dari semua tanda yang merupakan KD pada semester tersbut. Penilaian peningkatan kelas bisa berupa evaluasi tertulis, lisan, praktik/perbuatan, pengamatan, tugas dan produk. Sebagai tindak lanjut berdasarkan penilaian kenaikan kelas merupakan menggunakan mengatur dan mempelajari ledakan nilai menggunakan melihat skor. Hal ini dimaksudkan buat memilih kelengkapan dominasi sarjana. Dengan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 145 demikian, tinjauan ini bisa disertai menggunakan donasi penggunaan acara tindak lanjut, baik remedial juga pengayaan, supaya pengembangan dominasi sarjana buat hal-hal kritis bisa diklaim sedini mungkin sebelum merampungkan sekolah. 6) Ujian Nasional Ujian Nasional sangat penting untuk menilai pencapaian keterampilan sarjana yang dilakukan melalui metode pemerintah untuk mencapai pengakuan sarjana untuk mengenal prestasi dan merupakan salah satu syarat untuk lulus dari suatu satuan pendidikan. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mengikuti Permendiknas yang dikeluarkan setiap tahun melalui Kementerian Pendidikan Nasional dan Standar Operasional Prosedur (POS) yang diterbitkan melalui fasilitas BSNP. 2. Jenis Penilaian Berdasarkan Tujuan Berdasarkan sasaran tersebut, evaluasi hasil belajar dapat dilabeli menjadi man atau woman check dan organization check. a. Perangkat individu Evaluasi individu merupakan penilaian yang dilakukan buat menilai pemenuhan kompetensi atau output belajar pria atau perempuan. Evaluasi individu ingin menyadari nilai-nilai baku seperti: disiplin, jujur, rajin, hati-hati, teliti, bertanggung jawab, rendah hati, sportif, etika lukis, toleran, sederhana, bebas, antusias, kreatif, inisiatif responsif.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 146 b. Bervaluasi kelompok Evaluasi grup merupakan penilaian yang dilakukan buat menilai pemenuhan kompetensi atau output belajar secara grup. Cek grup ingin menyadari nilai-nilai baku seperti: kerjasama, menghargai ulasan orang lain, damai, cinta dan kasih sayang, toleransi, dan lain-lain. (Depdiknas, 2007). 3. Prinsip penilaian hasil pembelajaran Prinsip penilaian hasil pembelajaran antara lain: a. Dalam menilai konsekuensi belajar, harus dirancang sedemikian rupa sehingga jauh lebih jelas kompetensi apa yang harus dinilai, bahan evaluasi, peralatan evaluasi, dan interpretasi konsekuensi evaluasi. Sebagai tolak ukur atau gejala dan gejala dalam merancang evaluasi belajar konsekuensinya adalah relevan kurikulum dan buku ajar yang digunakannya. Dalam kurikulum, sasaran kurikuler dan sasaran pendidikan yang harus dipelajari, topiktopik yang diberikan, ruang lingkup dan urutan penyajiannya, serta saran-saran cara penerapannya. b. Penilaian konsekuensi belajar harus menjadi bagian penting dari prosedur pelatihan-belajar. Artinya, evaluasi terus menerus dilakukan terhadap prosedur pembinaan dan pembelajaran agar pelaksanaannya berkesinambungan. “Tidak ada prosedur pembinaan dan pembelajaran tanpa evaluasi” seharusnya menjadi motto bagi setiap guru. Sila ini mengandung makna pentingnya evaluasi formatif agar dapat bermanfaat bagi setiap mahasiswa dan pengajar.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 147 c. Untuk memperoleh hasil belajar tujuan dalam ungkapan menggambarkan prestasi dan kompetensi sarjana sebagaimana adanya, tes harus menggunakan peralatan evaluasi yang beragam dan bersifat lengkap. Dengan sifatnya yang lengkap, mendekati bahwa berbagai faktor kompetensi awal bukanlah faktor kognitif terbaik, tetapi juga faktor afektif dan psikomotorik. Demikian pula dalam menilai faktor kognitif, semua faktor harus tercakup, khususnya pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan penilaian secara seimbang. d. Penilaian konsekuensi pembelajaran harus disertai dengan bantuan penggunaan tindak lanjut. Statistik dari evaluasi ini mungkin sangat bermanfaat bagi setiap instruktur dan mahasiswa. Oleh karena itu, sangat penting untuk sering menyimpan catatan unik perkembangan mahasiswa. Demikian pula statistik dari konsekuensi evaluasi harus ditafsirkan agar instruktur dapat mengenali mahasiswanya, terutama prestasi dan kompetensinya. Bahkan jika memungkinkan, instruktur dapat mengharapkan pemenuhan sarjana di masa depan. Hasil evaluasi juga harus digunakan sebagai bahan untuk menyempurnakan program pembinaan, memperbaiki kelemahan pembinaan, dan menawarkan bimbingan belajar kepada mahasiswa yang menginginkannya. (Sudjada, 2009)
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 148 REFERENSI Afandi, M. (2013). Evaluasi Pembelajaran Sekolah Dasar. In UNISSULA Press. Ahmad, N. (2015). BUKU AJAR EVALUASI PEMBELAJARAN. Asrul, Ananda, R., & Rosinta. (2014). Evaluasi Pembajalaran. In Ciptapustaka Media. Febriana, R. (2019). Evaluasi Pembelajaran. In bumi aksara Haryanto. (2020). Evaluasi pembelajaran; Konsep & Manajemen. In UNY Press. Indahsari, D. (2021). Ruang Lingkup & Fungsi Evaluasi Pembelajaran. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, III(1), 3–7. Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:PT Remaja Rosdakarya. Qodir, A. (2017). Evaluasi dan Pembelajaran. In Yogyakarta:KMedia. Rifanti, E. M. (2020). Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran. Universitas Muhammadiyah. Wardoyo, Sigit. M. 2015. Pembelajaran Konstruktivissme: Teori dan Aplikasi Pembelajaran ddalam Pembentuka Karakter. Bandung:Alfabeta.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 149 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB VIII PENILAIAN TES DAN NON TES Sutarno, S.Pd. Mohammad Abdus Salam, S.Pd. A. Hakikat Penilaian Proses pembelajaran memiliki tujuan untuk mendidik, membina, membimbing, dan memperbaiki output, dalam hal ini peserta didik menjadi objek pembelajaran. Pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila didapati bahwa output memiliki nilai lebih tinggi dibanding input. Hasil tersebut diambil melalui penilaian secara terprogram, tersetruktur, dan terukur menggunakan alat ukur yang valid. Kurikulum 2013, menuntut seorang guru memiliki kompetensi professional dan pedagogik yang mumpuni untuk melaksanakan proses pembelajaran sehingga tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran menjadi lebih tinggi. Kompetensi guru yang baik akan mampu melakukan proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 150 kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik (Sofyan, 1377). Berdasarkan uraian di atas, sangat jelas bahwa kemampuan seorang guru menjadi faktor utama berhasil atau tidaknya sebuah proses pembelajaran yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi atau penilaian, analisis, dan tindak lanjut. Pada bab ini akan dibahas secara khusus tentang penilaian dan berbagai hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Sebelum membahas lebih lanjut tentang penilaian, perlu dipahami terlebih dahulu tentang hakikat penilaian. Hakikat penilaian adalah kegiatan menyelidik suatu program untuk menentukan nilai atau manfaat program tersebut (Ananda & Rafida, 2015). Hasil penilaian digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian program yang telah disusun sebelumnya dan penentuan langkah selanjutnya. Kegiatan penilaian yang baik mencakup seluruh aspek yang hendak dicapai dalam sebuah pembelajaran, meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek tersebut kemudian disesuaikan dengan kondisi peserta didik, meliputi kondisi sosial budaya, geografis, maupun kebutuhan peserta didik itu sendiri sehingga memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi. Setelah mendapatkan data-data tentang peserta didik, selanjutnya seorang guru menyusun perangkat pembelajaran untuk menetapkan kriteria penilaian (Musfiqon & Nurdyansyah, 2015). Hakikat penilaian dalam pembelajaran PAI memiliki makna yang lebih spesifik, yakni mengaitkan seluruh materi yang ada dan mengukurnya dengan nilai-nilai keagamaan. Instrumen penilaian dirancang dan disusun untuk mengukur kemampuan individu berhubungan dengan Tuhannya,
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 151 lingkungan, masyarakat dan terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk (Hamdan, 2013). Dalam praktiknya, penilaian dapat dilakukan dengan 2 (dua) metode, yakni tes dan non tes: 1. Tes Metode penilaian tes lebih tepat digunakan untuk menilai aspek kognitif dan berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan. Metode ini memiliki syarat dan kelengakapan tertentu agar memiliki kredibilitas yang tinggi dan mencapai tujuan yang diinginkan. Beberapa bentuk tes diantaranya: a. Tes Tulis Tes tulis merupakan salah satu jenis tes yang lazim digunakan oleh pendidik. Jenis tes ini memiliki tingkat akurasi tinggi dan validitas kuat untuk mengukur kemampuan kognitif. Sesuai bentuk soalnya, tes ini terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda majemuk, uraian singkat, menjodohkan, dan paragraf (uraian). Berdasarkan fungsinya, digolongkan menjadi tes sumatif dan formatif. b. Tes Wawancara Tes wawancara lebih sering digunakan untuk mengukur kemampuan secara langsung. Kegiatan tes ini dapat dilakukan secara terstruktur, terprogram, maupun isidental yang memungkinkan peserta didik memberi jawaban lebih jujur. c. Tes Uji Petik Produk Karakteristik materi pembelajaran memungkinkan diadakannya penilaian menggunakan petik produk. Tes uji petik produk tepat digunakan untuk menilai hasil sebuah proyek yang ditugaskan kepada peserta didik.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 152 d. Tes Uji Performance Performance dapat diartikan sebagai kemampuan sesorang melakukan intruksi yang telah disusun oleh guru. Tes ini cocok digunakan untuk materi yang menuntut praktik, misalnya praktik sholat, praktik menjadi pengelola zakat, atau praktik menjadi seorang pendakwah. Seluruh attitude dan penampilan peserta didik menjadi objek penilaian ini. Berdasarkan fungsinya, tes dapat dikelompokkan menjadi tes formatif dan sumatif. Tes formatif lebih dikenal dengan sebutan ulangan harian yang berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran berdasarkan indikator ketercapaian yang disusun dalam rencana pembelajaran. Tes sumatif difungsikan untuk mengukur tingkat ketercapaian dengan skala lebih luas dan waktu relatif lebih lama, misalnya semester dan akhir tahun. Hasil tes sumatif digunakan sebagai dasar seorang guru untuk menetapkan peserta didik layak melanjutkan pada jenjang berikutnya atau tidak. 2. Non Tes Penilaian non tes dilaksanakan lebih fleksibel diabnding dengan tes, waktu pekaksanaannya juga tidak ditentukan secara pasti melainkan dengan pengamatan proses. Penilaian jenis ini lebih mengarah pada penilaian sikap saat proses maupun setelah pembelajaran, implementasi nilai-nilai pembelajaran yang dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari. Beberapa bentuk penilaian non tes diantaranya dengan lembar ceklist, survey, lembar pengamatan, maupun evaluasi diri peserta didik. Aspek yang dapat dinilai dengan metode ini diantaranya adalah aspek sikap disiplin, tanggungjawab, kerjasama, menghormati, kepatuhan, ketaatan, dan sikap lain yang disesuaikan dengan karakter materi.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 153 B. Contoh Penilaian 1. Tes Tulis Contoh lembar penilaian tes tulis materi Fotosintesis No Aspek yang dinilai 5 4 3 2 1 Ket 1 Apa yang dimaksud dengan Fotosintesis? 2 Bagaimana Alur terjadinya Proses Fotosintesis? 3 Apakah semua tumbuhan bisa berfotosintesis, jelaskan! Rubrik Penilaian Nilai 5 = jika semua jawaban lengkap dan benar Nilai 4 = jika dijawab dan benar 4 soal Nilai 3 = jika dijawab dan benar 3 soal Nilai 2 = jika dijawab dan benar 2 soal Nilai 1 = jika jawaban tapi salah atau tidak di jawab 2. Tes Wawancara NO NAMA Format Penilaian Jumlah Penampilan diri (1-10) Cara menjawab (1-10) Bobot Jawaban (1-10) Sikap (1-10) 1 Sutarno - - - - - 2 Yuni - - - - - 3 Sariman - - - - - 4 Uki - - - - - Rubrik Penilaian Nilai 1 = Sangat Kurang Nilai 6 = Baik Nilai 2 = Sangat Kurang Nilai 7 = Baik Nilai 3 = Sangat Kurang Nilai 8 = Amat Baik Nilai 4 = Cukup Kurang Nilai 9 = Amat Baik Nilai 5 = Cukup Kurang Nilai 10 = Amat Sangat Baik
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 154 3. Tes Uji Petik Produk Instrumen Uji Petik Produk Mata pelajaran……… Kelas/Semester……… Petunjuk pengisian Angket Berilah tanda (√) pada kolom skor penilaian dibawah ini No Nama Siswa Bekerja sama dalam Kelompok Melakukan percobaan sesuai dengan panduan Menyimpulkan sesauai dengan hasil dari percobaan Skor Nilai 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Sutarno 2 Yuni 3 Sariman 4 Uki Dst Catatan; ……………………………………………………………… Rubrik Penilaian Nilai 1 = Kurang Nilai 2 = Cukup Nilai 3 = Baik Nilai 4 = Amat Baik 4. Tes Uji Performance Penilaian kinerja (Performance Assesment) dalam bentuk skala Dimens yang dinilai : Siswa berbakat Yang sesuai Nama Siswa : … No Nama Siswa Penilaian Sangat Ket Baik Baik Cukup Kurang Persiapan dalam Pembelajaran 1 Menyiapkan Buku
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 155 No Nama Siswa Penilaian Sangat Ket Baik Baik Cukup Kurang pelajaran, yang akan dipelajari hari ini 2 Berpenampilan Rapi dan Sopan sesuai dengan ketentuan sekolah Selama kegiatan Belajar Mengajar 1 Menyimak, Memperhatikan, dan mengikuti selama pembelajaran berlangsung 2 Mencatat hal hal yang penting terkait materi yang disampaikan oleh guru Dst. Dst. 2. Non Tes Suatu cara penilaian Non Tes dapat dipergunakan untuk mengetahui proses dan produk dari sebuah yang akan terjadi belajar peserta didik, contohnya yang berkaitan menggunakan kompetensi sikap. ada beberapa jenis penilaian non tes yaitu. a. Observasi/pengamatan merupakan teknik yang dilakukan menggunakan sebuah alat secara eksklusif, dilakukan dengan menggunakan panduan observasi yang berisi dari indicator pelaku yang diteliti (Rosana, 2014)
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 156 Berdasarkan kerangka kerja, observasi dibagi menjadi 2 yaitu: 1) Observasi Terstruktur Merupakan segala tugas yang dilakukan guru menjadi observer sudah ditetapkan lebih dulu yang sesuai kerangka kerja yang berisi perihal factor yang telah diatur, isi dan telah ditetapkan dan dibatasi dengan jelas dan tegas. 2) Observasi tidak Terstruktur Segala rangkaian kegiatan guru, sebagai obsever tidak ada batasan oleh suatu rangkaian kerja pasti, bentuk observasi hanya di batasi oleh tujuan observasi itu sendiri. Berdasarkan pedoman pelaksanaan, observasi dibgai menjadi 3 cara yaitu: a) Observasi secara langsung, observasi yang dilakukan secara langsung terhadap suatu object yang diteliiti b) Observasi tidak langsung, observasi yang dilakukan melalui perantara, baik dari teknik/alatinstrumen. c) Observasi secara partisipasi, merupakan observasi yang dilakukan dengan teknis ikut ambil bagian atau melibatkan diri dari situasi objek yang di teliti. REFERENSI Ananda, R., & Rafida, T. (2015). Pengantar evaluasi program pendidikan. In Perdana Publishing (Kedua, Vol. 53, Issue 9). Ciptapustaka Medi. Hamdan. (2013). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Teori dan Praktek. In Persepsi Masyarakat Terhadap Perawatan Ortodontik Yang Dilakukan Oleh Pihak Non Profesional (Vol. 53, Issue
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 157 9). Musfiqon, & Nurdyansyah. (2015). Pendekatan Pembelajaran Saintifik (Nurdyansyah (ed.); Pertama). Nizamia Learning Center. Sofyan, H. (1377). Metodologi Pembelajaran Kejuruan. 68–70.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 158
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 159 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB IX PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR Siti Al Maratus Sholikah, S.Pd Moh. Nurqosim, S.Sy A. Hakikat Pengembangan Tes Hasil Belajar THB (Tes Hasil Belajar) adalah rangkaian pertanyaan yang dipakai guna menilai kompetensi siswa dalam menganalisis bahan ajar. THB merupakan hasil peningkatan yang berbentuk pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk esai yang meliputi aspek kognitif, dan psikomotorik guna membuat KPS yang terdiri sejumlah 10 pertanyaan yang dirangkai berlandaskan kisi-kisi penyusunan pertanyaan dan dipaparkan dari kasud kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan prospek finansial dan tempo yang dibutuhkan. Berdasarkan data tes hasil belajar menunjukkan bahwa THB merupakan hasil dari peningkatan yang bisa disebut benar diakrenakan sudah melengkapi kriteria konstruksi secara global dan Bahasa. (Osnal, Suhartoni, & Wahyudi, 2016). Dalam prospek konstruksi secara global terdiri dari kisi-kisi fungsi dari pertanyaan yang jelas, dengan adanya
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 160 petunjuk penilaian yang telah jelas, kecocokan penilaian pada tiap pertanyaan yang jelas, kecocokan fungsi kegiatan belajar mengajar, kecocokan pertanyaan dengan prospek yang dinilai, interpretasi soal yang dirancang dengan sistematis dan memuat bahan ajar representatif. Prosepek bahasa yang lugas dan gampang dipahami. Langkah pengembangan tes hasil belajar adalah proses latihan penilaian hasil belajar menggabungkan sembilan tahap dasar, khususnya: mengatur penentuan tes, menyusun pertanyaan, mensurvei pertanyaan tes, memimpin pendahuluan tes, menyelidiki hal-hal, mengembangkan tes lebih lanjut, mengumpulkan tes, mengelola tes, dan menguraikan tes. (Djemari Mardapi, 2008). 1. Spisifikasi Tes Dalam melaksanakan spesifikasi tes guru menguraikan karakteristik soal, dengan demikian akan lebih mudah dalam penulisan soal, pada kegiatan ini melakukan kegiatan yang menyangkut menyusun tujuan di laksanakan tes, merangkai pedoman pertanyaan tes dan menentukan bentuk tas dan memastikan lama tes. a) Penentuan fungsi ujian Ujian yang diselenggarakan di sekolah bila kita tinjau dari tujuannya dapat di kelompokan menjadi empat jenis yaitu: tes penempatan,tes diagnostic, tes formatif, tes sumatif. Alasan pengujian harus didefinisikan dengan jelas dan tidak ditetapkan lebih dulu, karena itu dijadikan alasan guna memastikan bantalan, tingkat bahan, variasi, dan karakteristik perangkat pembelajaran. (Zaenal Arifien, 2016).
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 161 b) Merangkai Kisi-kisi Tujuan perangkaian kisi-kisi agar penilaian tes belajar sesuai berdasarkan bahan ajar yang telah disampaikan oleh pendidik kepada siswa. Dalam penyusunan kisi-kisi soal ada empat langkah yang harus di lakukan yakni: 1) Menentukan fungsi utama dari pembelajaran 2) Menyusun daftar isi pembahasan dan sub pokoknya yang akan di ujikan 3) Memilih parameter 4) Memilih hasil dari pertanyaan pada masing-masing inti pembahasan dan inti pembahasan, jumlah soal tergantung pada waktu yang tersedia (Djemari Mardapi, 2008). Pengaturan dari kisi-kisi bida dikelompokkan menjadi dua bagian inti, yakni bagian indentitas dan matrik(Anas Sudijono, 1998) Komponen identitas ditulis pada sebalah atas matrik, sedangkan bagian matrik dibuat berbentuk tabel. Bagian indentitas terdiri dari model sekolah, fakultas, mata pelajaran, tahun pembelajaran, semester, kurikulum, waktu yang diperlukan, dan wujud dari pertanyaan. Lantas bagian matrik meliputi komponen awal, bahan ajar, jumlah pertanyaan tingkatan, kompetensi indicator, dan penomoran pertanyaan.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 16 Contoh format kisi- kisi : Kisi-Kisi Penilaian Akhir Tahun Kelas XI Mapel : PAI & Budi Pekerti Kelas : XI Waktu : 45 Menit Semester : Genap Tahun Pelajaran : 2021/2022 No. Urut KD Kompetensi Dasar Materi 3.2 Menguraikan makna Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. alMaidah/5: 32, serta hadits mengenai tenggang rasa, rukun, dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan. Al Qur;an (ayat-ayat dan hadits mengenai toleransi rukun, dan menghindarkan dir dari tindak kekerasan.)
Bunga Rampai Pendidikan 62 Indikator Pertanyaan No Bentuk Soal s i, n ri Disajikan Q.S.Yunus/10: 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5:32, siswa bisa mengenali hukum tajwid Ditampilkan kutipan salah satu ayat Al Qur’an Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32, serta hadits mengenai tenggang rasa, rukun, menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak terpuji dan 1 2 PG PG
Bunga Rampai Pendidikan 16 No. Urut KD Kompetensi Dasar Materi
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 63 Indikator Pertanyaan No Bentuk Soal kriminalitas. yang tidak lengkap siswa bisa menyempurnakan ayat di atas. Diperlihatan mengenai ayat Al Qur’an Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. alMaidah/5: 32, yang telah dikutip dan juga hadits mengenai tenggang rasa, rukun, danmenjauhkan diri dari perbuatan kriminal. Siswa mampu untuk menafsirkan ayat yang telah digaris bawahi. Ditunjukkan mengenai hadits tenggang rasa, rukun, dan menjauhkan diri dari perbuatan kriminal. Siswa mampu membuat kesimpulan atau kandungan hadis tersebut 3 4 PG Essay
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 164 c) Menentukan bentuk soal Bentuk dalam penulisan soa di bagi dua soal obyektif dan tes uraian (Zaenal Arifien, 2016). Bentuk soal tes obyektik sering di gunakan dalam wujud pertanyaan pilihan ganda, memadukan salah atau benar, dan menyempurnakan. Tes penggambaran objektif secara teratur digunakan di bidang keilmuan dan inovasi atau di bidang sosial di mana respons terhadap pertanyaan itu tegas dan jawaban yang benar terdapat satu. Tes penggambaran non-objektif secara teratur dipakai dalam sosiologi, khususnya yang jawabannya mecakup segala hal dan bukan yang benar ada satu jawaban, bergantung pada pendapat anggota tes.(Djemari Mardapi, 2008). Pilihan struktur tes yang tepat dikendalikan oleh motivasi di balik tes, peserta tes, tempo yang digunakan guna mengontrol hasil jawaban dari pertanyaan, luasnya bahan pertanyaan dan atribut bahan ajar yang dicoba.Tes penggambaran semacam ini secara konsisten digunakan pada subjek yang jelas. Pertanyaan dalam ujian ini memiliki satu jawaban, diawali dari menentukan formula sesuai, menuangkan angka pada situasi, menjumlah hasil, dan menerjemahkan hasil. Dalam tes penggambaran unik ini, struktur penilaian dapat diperjelas dan lengkap. Jenis tes harus non-objektif dengan kecurigaan bahwa penilaian yang dilakukan pada umumnya akan dipengaruhi oleh subjektivitas penilai. Tes semacam ini membutuhkan kemampuan siswa untuk lulus menggunakan kata-kata mereka sendiri.(Djemari Mardapi, 2008). d) Menetapkan alokasi waktu ujian Kepastian lamanya ujian tergantung pada bahan ajar yang dicakup oleh tes dan kelemahan peserta tes. Sebagai aturan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 165 umum, tes yang disusun membutuhkan 90 hingga 150 menit, untuk ujian yang membumi mungkin bisa lebih. Untuk sebagian besar waktu yang dibutuhkan untuk menjalani tes pilihan beragam yaitu 2 hingga 3 menit untuk setiap hal. Hal ini juga direspon oleh tahapan dalam kesulitan penyelidikan. Untuk pengujian, jenis penggambaran panjang masih di udara bergantung pada kerumitan respons yang tepat yang diperlukan. Untuk menahan jawaban atas pertanyaan agar tidak terlalu panjang, jawaban yang sesuai harus dibatasi pada beberapa kata atau beberapa halaman. 2. Menulis Tes Compposing adalah tahapan untuk menggambarkan penanda menjadi soal-soal yang dianggap cocok dengan kompleksitas organisasi yang sudah dikerjakan. Perbaikan ini harus diselesaikan dengan cermat bersama-sama supaya gagasan penyelidikan menjadi hebat. Sifat tes secara keseluruhan secara signifikan dipengaruhi oleh tingkat integritas dari setiap hal yang membuatnya.(Zaenal Arifien, 2016). Soal yang ditingkatkan dan digunakan dengan gambling dan sederhana. Dalam membuat soal harus memperhatikan langkah-langkah yang berfungsi sebagai: a) Aturan utama untuk menyelesaikan tes struktur keputusan yang berbeda adalah: 1) Topiknya mudah dimengerti 2) Jawaban yang terdapat pada pilihannya harus sesuai/sama 3) Panjangnya kalimat dan pilihan jawaban homogen 4) Kurangnya pedoman jawaban yang benar
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 166 5) Menghindari penggunaan keseluruhan jawaban benar dan keseluruhan jawaban salah 6) Pemilihan jawaban angka harus dirangkai secara sistematis 7) Keseluruhan isi jawaban harus sederhana 8) Tidak boleh negatif ganda 9) Kalimat kata yang dipakai harus sama dengan perkembangan jenjang siswa 10) Bahasanya utuh 11) Mengacak jawaban benar b) Langkah-langkah menyusun soal esai yang meliputi esai obyektif dan non obyektif yakni: 1) Menulis soalnya berlandaskan indikator kisi – kisi 2) Merubah soal - Apakah pertanyaan sudah dipahami? - Apakah informasi yang dipakai sudah benar? - Apakah komposisi semuanya sudah benar? - Apakah penilaian angka sudah benar? - Apakah jawaban yang terdapat pada kunci jawaban sudah tepat? - Apakah alokasi tempo guna pengerjaan ujian telah cukup? Kaidah penulisan pertanyaan berupa esai non obyektif adalah: (1) Menggunakan kata-kata: Mengapa, deskripsikan, ungkapkan, Bandingkan, terjemahkan, Hitunglah, Buktikan. (2) Jangan gunakan pertanyaan: siapa, apa, bila. (3) Gunakan bahasa yang utuh dan sesuai EYD (4) Menghindari menggunaan kata-kata yang bisa diartikan secara double
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 167 (5) Buatlah pedoman pertanyaan (6) Buatlah kunci soal tes. (7) Buatkan pedoman pensekorannya. 3. Menelaah Soal Tes Sebaiknya review ini diselesaikan oleh seseorang, mengingat seringnya plus dan minus, baik dari segi bahasa maupun substansi, tidak terlihat oleh produser inquiry. Namun, lebih baik ulasan dilakukan oleh banyak orang, para ahli dan tim merevisi pertanyaan. Dengan ini, dipercaya bahwa ia juga dapat bekerja pada sifat pertanyaan berbentuk(Anis Irnawati, 2012). 4. Melakukan Uji Coba Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pengujian soal yaitu: a) Ruangan yang digunakan terang. b) Menyusun peraturan pelaksanaan ujian, baik dari aspek diri siswa sendiri, pendidik, pengawas, ataupun prosedur pelaksanaan ujian. c) Pengawas diharuskan bisa mengawasi dan memeriksa jalannya pelaksanaan ujian dengan teliti, akan tetapi tidak menghalangi jalannya pelaksanaan ujian. Siswa yang dinyatakan melanggar diberi sanksi atau dipersilahkan mengerjakan ujian di luar kelas. d) Alokasi tempo yang dipergunakan hendaknya seimbang dengan jumlah pertanyaan yang ditanyakan, sehingga siswa dapat mengerjakan soal dengan baik dan tidak tergesa-gesa.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 168 e) Siswa wajib mengikuti prosedur pengerjaan soal-soal yang diberikan yim penguji. Setiap penguji memiliki sikap yang tegas, dan tidak memihak salah satu pihak. f) Hasil uji coba harus daur ulang lagi, dan dipahami guna diadministrasikan jadi bisa dipahami pertanyaanpertanyaan yang sebelah mana yang harus diperbaiki. 5. Menganalisis Butir Soal Dalam menganalisis soal dapat menggunakan dua macam analisis yaitu kajian tinjauan dan rasionalis. Kajian tinjauan ditujukan guna mengetahui kekurangan masing-masing pertanyaan akan dipakai. Pada umumnya data tinjauan mengenai keseluruhan yang memberikan pengaruh keabsahan pertanyaan tersebut, semisal pada prospek terbacanya pertanyaan, tahapan kesulitan dalam pertanyaan, bentuk jawaban, daya bandingan pertanyaan, pengaruh kultrus dan lain-lain. (Zaenal Arifien, 2016). Kajian ilmiah bertujuan guna mengoreksi minus dari pertanyaan tersebut. Melalui analisis masing-masing butir soal bisa dipahami antara lain: tahap kesulitan pertanyaan, daya pembanding, pola jawaban, dan efektivitas pengecoh. (Djemari Mardapi, 2008) 6. Mengoreksi ujian Setelah training dilaksanakan kemudian diuraikan, lantas tahapan selanjutnya yakni melakukan revisi dengan mengoreksi mengenai bagian pertanyaan yang kurang benar untuk membentuk. Perkembangan ini biasanya dilakukan pada hal-hal, khususnya mengembangkan lebih lanjut setiap hal yang ternyata masih buruk. Dengan cara ini, ada pertanyaan yang bagaimanapun dapat disesuaikan sejauh bahasa, ada juga pertanyaan yang harus diperiksa ulang secara menyeluruh, baik mengenai topik maupun jawaban pilihan,
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 169 bahkan ada pertanyaan yang harus dibuang atau disimpan dalam terang. fakta bahwa mereka tidak memenuhi pedoman kualitas normal. 7. Merakit Soal Mengingat efek samping dari modifikasi pertanyaan, maka, pada saat itu, pertanyaan dikumpulkan ke dalam instrumen yang tergabung. Semua hal harus diatur dengan susah payah dengan tujuan agar menjadi satu hal ujian yang disatukan. Oleh karena itu, segala sesuatu yang dapat mempengaruhi keabsahan penyelidikan, seperti jumlah pertanyaan yang kronis, pengumpulan pertanyaan, desain, tindakan penyelidikan, dan lain-lain harus dipikirkan. 8. Melakukan ujian Kemudian tahapan penyusunan ujian telah dimodifikasi post-test, pada tahap selanjutnya melakukan ujian. Dalam mengevaluasi hasil ujian, pendidik dapat memanfaatkan beberapa tes misaltes tulis, tes lisan, dan tes perbuatan. (Djemari Mardapi, 2008) Dalam tes terdiri, pertanyaan tes ditulis dalam struktur tersusun dan hasil tes tersebut juga disusun. Dalam tes lisan, pertanyaan-pertanyaan tes lisan dapat disampaikan secara lisan atau langsung. Namun, soal ulangan dapat ditanyakan secara lisan dan dalam tempo yang telah dijadwalkan, jawaban harus dalam bentuk hard copy. Mengenai tes aktivitas, dalam pemberian permintaan pertanyaan tes atau tugas yang harus dikkerjakan oleh siswa, dan melakukan penilaian yang dilakukan pada metode yang terlibat dengan penyelesaian pekerjaan dan produk akhir. dicapai kemudian kelinci percobaan menyelesaikan usaha. Ujian yang sudah dirangkai kemudian diserahkan kepada penggarap soal (siswa) untuk dikerjakan dan diujikan. Tes
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 170 selesai pada waktu yang telah diatur dan ditetapkan. (Anas Sudijono, 1998). Siswa dalam melakukan tes tidak boleh terganggu dengan kehadiran orang lain. Hal tersebut akan menghasilkan hasil eksperimen yang tidak wajar. Dengan hal ini, dalam pelaksanaan ujian dilaksanakan dengan cermat guna mendapatkan motivasi di balik tes benar – benar dapat dicapai. 9. Interpretasi Hasil Tes Tahap penerjemahan informasi memang tidak dapat dipisahkan dari penanganan informasi, karena setelah penanganan informasi maka akan menguraikan akibat dari penanganan. Hasil eksperimen menghasilkan informasi kuantitatif sebagai hasil atau nilai. Nilai tersebut kemudian diuraikan, sehingga berubah menjadi nilai yang utuh, khususnya rendah, sedang atau tinggi. Tingkat tinggi dan rendahnya sebuah nilai ini, selalu terhubung dengan referensi dasar penilaian. (Zaenal Arifien, 2016). Penghargaan juga merupakan sumber tentang pencapaian pendidik dalam menyelesaikan sistem pembelajaran. Ukuran keberhasilan pengajar dalam menangani sistem belajar mengajar ditentukan dengan banyak variabel yang digunakan, namun yang pertama adalah kewenangan menampilkan materi, kemampuan dalam memilih dan memanfaatkan media yang diperoleh, cara mengarahkan penilaian termasuk tes yang digunakan. Selanjutnya prestasi belajar atau prestasi belajar siswa merupakan unsur siswa dan pengajar, khususnya prestasi belajar siswa dan prestasi mendidik guru.(Djemari Mardapi, 2008) Dalam memberikan interpretasi bertujuan untuk membuat pernyataan mengenai hasil pengolahan tes.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 171 Pada dasarnya terjemahan ini bisa disimpulkan bahwa peserta didik mencapai dapat mencapai tingkat persiapan kurang cukup dan belum ada peningkatan yang signifikan atau belum, terdapat kendala atau bukan. Untuk melihat perkembangan siswa, melihat skor, korelasi antar kegiatan, pengajar harus memberikan garis (tikungan), diagram, beberapa hal lain yang memerlukan profil. (Djemari Mardapi, 2008). B. Prosedur Pengembangan Tes Hasil Belajar Sampai saat terdapat bermacam-macam alat tes untuk mengukur hasil belajar siswa yang dipakai oleh pendidik guna tes harian atau yang dipakai lembaga pendidikan untuk tes umum, masih belum memenuhi kriteria sebagai ujian yang benar, yaitu nirbias dan terskala baku. Alat ukur hasil belajar yang terdapat bias butir bisa memberikan kerugian peserta didik yang mempunyai kompetensi namun kesempatan benar dalam menjawab yang benar suatu instrument ujian berbeda, hal ini dikarenakan perbedaan gender atau golongan. Pada hal ini, golongan yang berbeda buday, kelamin, agama, dan lain sebagainya. Demikiam dengan alat yang tidak tersruktur dan tidak mampu untuk memproduksi nilai yang bisa dijadikan bahan pembanding antar wilayah, golongan, dan antar tahun. Peluang yang diperoleh pada tiap-tiap penilaian berhubungan dengan panjangnya ujian dan dan banyakknya tata cara yang dipakai guna menanggapi apa yang diberikan oleh peserta didik. Selain hal tersebut contoh dalam pengukuran dan menetapkan tahapan yang dicapai. Jadi pembahasan berbagai kajian teori yang berhubungan dengan riset ini. Han & Hambleton (2007: 15-20) beserta Theissen et al. (2001: 295-325)menjelaskan bahwa macam-macam respons dikotomus, jenis informasi yang digunakan yakni biner. Tetapi pada keadaaan ujian yang, respon bisa dua
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 172 kategori ataupun lebih. Seperti halnya sebuah kuesioner yang menayakan perilaku, dengan skala likert bisa mendapatkan tanggapan lima yakni, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju, setuju dan sangant setuju. Keseimbangan daam peningkatan ujian dirangkai dalam berapa sub ujian yang diujikan kepada golongan siswa yang yang berbeda, lalu dibutuhkan prosedur keseimbangan pada seluruh bagian sub agar hasil yang diperoleh dapat diskalakan. Hambleton et al. (1991: 123-143) mendefinisikan keseimbangan nilai ujian. Lord juga mengemukakan pendapatnya bahwa aktifitas mengkonversi nilai ujian yang satu (nilai ujian X) menjadi nilai matrik dan sudah tepat dengan ukuran ujian yang lainnya (nilai ujian Y) agar siswa yang mendapatkan nilai pada ujian X bisa mendapatkan nilai baru yang telah dikonversi ke ujian Y (missal yc*). Kemudian nilai yang baru hasil dari konversi siswa bida dijadikan perbandingan dengan nilai yang didapatkan dari siswa yang melewati ujian Y. Kolen dan Brannen (1995: 2) mengemukakan bahwa equiting nilai ujian merupakan sebuah prosedur statistika yang dipakai guna mendapatkan kecocokan nilai dalam sebuah ujian, sehingga ujian yang telah sesuai tersebut bisa digunakan bersifat “interchangeable”. Dengan menggunakan equiting nilai ujian bida mendapatkan keputusan yang adil, dalam memutuskan kelulusan, penyisihan, dan sertifikasi yang berlandaskan dari pengaturan ujian yang berbeda. Banyak dari para ahli yang melakukan penilaian dengan menggunakan IRT ketimbang teori yang kuno dan bersifat klasikal yang memiliki kelemahan yang banyak. Model teori yang kuno digolongkan menjadi dua golongan yaitu, penyetaraan equipersentil, dan penyetaraan linear. Pada teori respon, tolok ukur dari kompetensi siswa merupakan invariant lintas subset butir. Artinya, kesalahan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 173 dari penilaian itu semua terlepas dari kompetensi mengestimasi juga akan invariant lintas subset butir. Hal ini dikarenakan siswa yang memberikan tanggapan berbeda pada subset butir, yang mana hasil dari tolok ukur yang diketahui bisa mempunyai kompetensi mengestimasi pada skala yang sama sehingga, sudah tidak dibutuhkan lagi penskalaan dan penyetaraan. Versi IRT meliputi berbagai cara yaitu: 1) cara regresi, 2) cara nilai rerata dan sigma, 3) cara nilai rerata dan sigma yang “Robust”, 4) cara kurve karakteristik, dan 5) cara simultan dengan memakai “anchor items”. Hasil dari analisis dari kurikulum 2013 yakni terdapat hambatan pada guru dalam penerapan kurikulum 2013 meliputi, perencanaan, pelaksanaan, pengerjaan, fungsi, dan laposan hasil belajar. Dalam aspek perencanaan hasil belajar, guru mendapati hambatan dalam menyusun indicator instrument penilaian, penentuan metode evaluasi yang sesuai dengan kemampuan yang telah didapatkan dari pendidik, meningkatkan butir-butir alat evaluasi dan rubrik evaluasi. Dalam hal pelaksanaan evaluasi, guru juga menemui hambatan pada evaluasi perilaku dengan menggunakan bermacammacam metode evaluasi dengan tempo yang dibatasi. Guru menemui hambatan pada pengolahan dan juga menguraikan hasil evaluasi perilaku yang telah dicapai, wawasan, dan skill. Menurut Merdapi, skill psikomotorik terdapat enam komponen, yakni: gerakan spontan, gerakan awal, kompetensi perseptual, gerakan badan, gerakan terampil, dan komunikasi nondiskursif. Gerakan spontan merupakan gerakan tanggapan motoric atau gerakan ynag tanpa disadari dan hal itu terjadi pada waktu bayi lahir. Gerakahn awal merupakan gerakan yang tertuju ke keterampilan kawasan yang individual. Kompetensi perseptual merupaka gabungan dari kompetensi kognitif dan kompetensi motorik. Kompetensi psikis merupakan kompetensi guna meningkatkan gerakan
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 174 keterampilan. Gerakan keterampilan merupakan gerakan yang membutuhkan latihan, semisal terampil dalam kegiatan berolahraga. Interaksi nondiskursif merupaka kompetensi berinteraksi dengan menggunakan gerakan. Proses peningkatan ujian hasil pembelajaran tersebut ada 3 tahapan yang diterapkan: 1. Ulangan atau Tes Ulangan atau Tes merupakan prosedur yang harus dilakukan guna menilai kemampuan yang telaj dicapai oleh siswa secara berkesinambungan pada kegiatan belajar mengajar, guna mengontrol kemajuan yang diraih, remidi dalam kegaiatan belajar mengajar, dan menetapkan hasil belajar siswa. Pada peningkatan ujian terdapat proses yang harus dilakukan, yaitu: 1) penyusunan ujian, 2) try out, 3) ketetapan keabsahan, 4) ketetapan penyusuna ujian, 5) interpretasi nilai ujian. Dalam hal penyusunan ujian yang terdiri dari: 1) ketepatan maksud, 2) penyediaan grafik identifikasi, 3) menyisihkan pengaturan item yang telah ditentukan, 4) menulis item, dan 5) mengubah/mengatur item. Aktifitas try out terdiri dari: kajian item try out yang pertama, 2) mendeskripsikan try out kedua, 3) penyediaan pengaturan ujian. Kesemua tahapan tersebut wajib dilakukakn guna mendapatkan hasil alat ujian yang benar. Depdiknas (2008:5) metode dalam evaluasi merupakan teknik evaluasi yang bisa dipakai pendidik guna menngumpulkan data. Informasi yang diperoleh bisa digunakan dengan mudah oleh pendidik, semisal: 1) ujian baik itu ujian lisan maupun tertulis, 2) pengamatan, 3) interview. Ujian tertulis merupakan ujian yang pertanyaanpertanyaannya siswa wajib menjawab dengan bentuk tulisan yang ditulis. Penyusunan ujian tertulis adalah aktifitas yang penting dalam mempersiapkan materi tes. Tiap-tiap pertanyaan yang tertulis harus berlandaskan rangkaian
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 175 indikator yang telah dirangkai dalam kisi-kisi. Bentuk pertanyaan yang benar pada ujian tertulis berhubungan dengan tingkah laku dan kemampuan yang akan dievaluasi. Kemampuan yang cocok dievaluasi dapat berupa ujain tertulis dengan bentuk pertanyaan esai, dan juga ada kemampuan yang dievaluasi menggunakan ujain dalam bentuk pertanyaan tertulis objektif. Bentuk ujian tertulis seperti pilihan ganda dan esai mempunyai keunggulan dan kekurangan dengan yang lainnya. 2. Reinforcement (Penguatan) a. Pengertian Reinforcement (Penguatan) Sesuai arti penting dari "padat", dukungan menyimpulkan menambahkan solidaritas untuk sesuatu yang dianggap tidak benar-benar luar biasa. Signifikansi ditujukan kepada perilaku individu yang harus dibentengi. "dibentengi" artinya diatur, menggantikan penampilan, tidak muncul terus-menerus, tidak muncul sekali, begitu banyak tenggelam. Dalam siklus pembelajaran yang diatur perubahan perilaku, tujuan mendasar yang harus dicapai dalam sistem pembelajaran adalah terjadinya perilaku yang tepat, perilaku yang diakui sesering mungkin sesuai dengan nilai penampilannya. Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku positif yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Moh. Uzer Usman penguatan (reinforcement) mendefinisikan keseluruhan wujud dari tanggapan, apakah berbentuk tanggapan, bersifat lisan ataupun non lisan, yang komponen modifikasi perilaku pendidik pada perilaku siswa, dengan maksud memberikan data atau feedback bagi peserta didik pada perbuatannya sebagai
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 176 aktifitas pendorong dan perbaikan. Penguatan disebut juga dengan tanggapan pada perilaku yang bisa mengembangkan perilaku yang berulang-ulang. b. Maksud dari pemberian penguatan Pemberian penguatan pada kegiatan belajar mengajar terlihat sederhana yakni, tanda persetujuan pendidik pada perilaku siswa dan bisa dinyatakan pada wujud kalimat yang benar, kalimat pujian, senyuman, tetapi memiliki dampak yang penting pada pendidikan. Pada hal yang penting itu berdasarkan dari tugas dan juga tanggung jawab pendidik yang besar guna menjadikan siswa menjadi anak yang pintar dan lebih baik. Hipotesis mewajibkan pendidik bisa membekali diri dengan bermacam-macam skill, dan bisa berkomunikasi secara edukatif dalam tugasnya. Satu dari skill yang dimaksud merupakan skill pendidik dalam memberikan penguatan (reinforcement) guna meningkatkan motivasi belajar peserta didiknya. Pada dasarnya reward memberikan dampak yang baik pada kehidupan manusia, hal itu bisa mendorong dan juga masih sebatas wajar jiak seseorang menginginkan jadi yang terbaik dan dipuji, namun masih dalam batas yang wajar. Bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan para atlet olahraga jika tidak bertanding dan mendapat penghargaan. Dalam proses pembelajaran, penghargaan mempunyai arti penting. Penghargaan ini bukan harus mewujud materi, melainkan dalam bentuk kata-kata, senyuman, anggukan, dan sentuhan. Misalnya 15 guru mengajukan pertanyaan pada peserta didik dan peserta didik menjawab tepat, maka guru sebaiknya segera
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 177 memberi penghargaan. Bisa juga pada waktu diadakan diskusi dan ada peserta didik mengemukakan pendapat atau urunan pikiran yang baik, maka guru perlu memberi penghargaan. Penghargaan yang diberikan guru dalam proses pembelajaran ini disebut pemberian penguatan. Penguatan memiliki dampak dalam perilaku yang baik pada kegiatan belajar mengajar dengan maksud meliputi: a. Mengembangkan minat peserta didik pada kegiatan belajar mengajar b. Menstimulus dan mengembangkan minat belajar peserta didik c. Mengembangkan pembelajaran dan membina perilaku peserta didik yang lebih produktif Saidiman dan Uno membagi penguatan dengan maksud: a. Mengembangkan minat peserta didik b. Mempermudah aktifitas pembelajaran c. Menumbuhkan semangat dalam belajar d. Mengawasi dan merubah perilaku menuju perilaku belajar yang produktif Dukungan dapat memperluas kerjasama mahasiswa dengan menghargai komentar mahasiswa, dengan cara ini mendorong investasi mahasiswa lebih lanjut. Guru perlu memerhatikan beberapa hal berikut: a. Komentar guru dapat mengganggu berfikir siswa. b. Kontak mata yang berlebihan bisa merusak inetraksi siswa dengan siswa.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 178 c. Penguatan yang diberikan sangat sering atau terlalu cepat tanpa suatu analisis yang teliti dari tanggapan siswa akan mengurangi pengaruhnya. d. Penguatan yang digunakan secara berlebihan akan kehilangan pengaruhnya. Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa penguatan berpengaruh terhadap motivasi peserta didik untuk mempertahankan serta meningkatkan perilaku positif. Tujuan dari penguatan dalam pembelajaran ialah meningkatkan motivasi serta perhatian peserta dalam pengembangan hasil belajar. 3. Remidial (Perbaikan) dan Pengayakan (Penambahan) a. Pengertian Remidial dan Pengayakan Pengayakan adalah wujud dari bentuk individual kegiatan belajar mengajar yang diberikan pada siswa dan menghadapi hambatan belajar dalam model pendekatan belajar tertentu. Tujuan dari penagayakan secara menyeluruh maupun pada bagian-bagian tertentu dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga membuat siswa bisa memperoleh hasil belajar yang telah sesuai dengan maksud dan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada pembelajaran pengayakan yang diremidi merupakan segala prosedur kegiatan belajar mengajar yang terdiri dari metode belajar, model kegiatan belajar mengajar, bahan ajar yang akan diajarkan, instrument dalam kegiatan belajar mengajar, dan lingkungan sekitar yang ikut dalam memberikan dampak pada prosedur kegiatan belajar mengajar. Pengayaan merupakan sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar pada kurikulum 2013. Dalam
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 179 KKM yang akan dijadikan sebagai indicator pada hasil belajar di Kompetensi Dasar. Remidial merupakan kesiapan suatu sistem belajar mengajar untuk siswa yang sudah sampai pada tahap pemahaman dalam kegiatan belajar dengan tolok ukur hasil yang sudah ditentukan. Pengayaan adalah fasilitas pendidikan untuk siswa guna membenahi hasil dari pembelajaran sehingga bisa sampai pada tolok ukur yang telah ditentukan. (Dirman, 2014 : 119). Dari pendapat para ahli yang ada di atas bisa ditarik simpulan bahwa, legiatan pengayaan adalah usaha membenahi peserta didik yang menemui rintangan dalam pembelajaran. Peserta didik yang menemui hambatan dalam pembelajaran belum bisa mencapai standar KKM. Maksud dari pengayaan yakni tidak jauh beda dengan tujuan pembelajaran pada umumnya yakni, siswa dapat mencapai maksud dari pembelajaran yang sudah ditentukan. Secara individual maksud dari pengayaan yakni peserta didik bisa mendapatkan hasil pembelajaran yang telah menajdi harapan sekolah melalui prosedur remedial. b. Tujuan Remidial Adapun tujuan pembelajaran remidial diantaranya, yaitu : 1. Siswa bisa mengenali dirinya sendiri, khususnya pada hasil belajar, dan bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan pada pembelajaran bahan ajar yang diajarkan pendidik 2. Siswa bisa membenahi dan merubah model kegiatan belajar menuju yang lebih baik
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 180 3. Siswa bisa menentukan bahan ajar dan sarana yang sesuai 4. Siswa bisa meningkatkan perilaku dan aktifitas sehari-hari sehingga bisa mencapai hasil beajar yang sesuai dengan apa yang diharapkan 5. Siswa bisa memenuhi kewajiban-kewajiban yang diperolehnya, setelah dia bisa mencari jalan keluar dari rintangan-rintangan yang menjadi sebab hambatan dalam belajar, dan mampu meningkatkan perilaku dan kebiasaan belajar. Dari pemaparan di atas, dapat ditarik simpulan bahwa aktifitas pengayaan bermaksud peserta didik bisa manganalisis diri sendiri, membenahi dan merubah metode belajar, meningkatkan perilaku serta aktifitas dalam melaksanakan kewajiban dalam pembelajaran. c. Fungsi Pembelajaran Remidial Terdapat fungsi remedial yang dikemukakan oleh Kunandar yakni: 1. Fungsi perbaikan, yaitu dengan pembelajaran remedial bisa diperbaiki atau dibenahi pada sesuatu hal yang dilihat kurang memenuhi target yang diinginkan pada prosedur kegiatan belajar mengajar 2. Fungsi analisis, yakni dengan adanya pembelajaran remedial pendidik, siswa, dan pihak-pihak yang lain bisa mendapatkan penafsiran yang menyeluruh tentang kepribadian siswa 3. Fungsi remedial, maksudnya pembelajaran remidial bisa menambah prosedur belajar, sehingga bahan ajar yang belum sempat diajarkan bisa didapatkan dari pembelajaran remidial
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 181 4. Fungsi pembiasaan, yakni pembelajaran remedial bisa membuat peserta didik agar bisa menyesuaikan diri dengan prosedur pembelajaran. Sehingga siswa mampu berlatih dengan apa yang dia kuasai berdasarkan pada kompetensi yang dimiliki, serta bisa menciptkan kesempatan guna memperoleh hasil yang lebih baik lagi 5. Fungsi percepatan, maksudnya dengan adanya pembelajaran remedial maka bisa mendapatkan hasil belajar yang baik dengan mempergunakan tempo yang tepat 6. Fungsi terapi, yakni baik secara langsung maupun tidak langsung pembelajaran remidial bisa membenahi kondisi individual siswa dan mampu menyembuhkan sehingga bisa menunjukkan terdapat pembiasan. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Remidial mempunyai fungsi korektif, pemahaman, pengayaan, penyesuaian, akselarasi dan terapeutik. REFERENSI Anas Sudijono. (1998). Pengantar Evaluasi -. Jakarta: Raja Grafindo. Dirman dan Cicih Juarsih. (2014). Teori Belajar dan Prinsipprinsp Pembelajaran yang mendidik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Permendikbud. (2016). No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 182 Permendikbud. Anis Irnawati. (2012). Kompetensi Guru Dalam Mengembangkan Tes Hasil Belajar Qur’an Hadist di MAN 1 Tulungagung. IAIN Tulung Agung. Djemari Mardapi. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non tes. Yogjakarta: Mitra Cendikia. Zaenal Arifien. (2016). Evaluasi Pembelajaran,. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 183 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB X PENILAIAN HASIL BELAJAR Choerul Huda, S.H. M. Nur Afif, S.Pd.I A. Hakikat Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar Belajar merupakan suatu preses seorang untuk mendapatkan dan membuat pontensi, keterampilan serta sikap yang baik serta baru (Nyanyu Khadijah, 2010). Belajar adalah suatu usaha perbuatan yang dilakukan menggunakan benar-benar-sungguh, sistematis, memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya, misalnya baik fisik, mental, juga finansial, panca alat, pikiran dan bagian tubuh lainnya, serta aspek psikis seperti kecerdasan, bakat, motivasi, minat, dan kemampuan, dan lain-lain (M. Dalyono, 2009). Belajar ialah perubahan yang terjadi melalui latihan serta pengalaman, dalam arti bahwa perubahan yang ditimbulkan oleh pertumbuhan dan kedewasaan tak dianggap menjadi akibat belajar. dan dapat juga dikatakan
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 184 menjadi perubahan yang disengaja, dalam arti pengalaman atau praktik tadi dilakukan dengan sengaja serta sadar bukan secara kebetulan (Noer Rohmah, 2009). Belajar merupakan suatu proses perjuangan yang dilakukan oleh seorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, menjadi dampak dari pengalamannya sendiri di berinteraksi menggunakan lingkungannya. bahwa belajar ditunjukkan memakai perubahan tingkah laris sebagai akibat berasal pengalaman, yang berarti belajar menjadi suatu kegiatan yang ditunjukkan memakai perubahan tingkah laku menjadi dampak berasal pengalaman. Belajar artinya perbuatan yg cukup tetap pada tingkah laku manusia yg timbul sebagai akibat dari pengalaman. Menurut Salih Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid dalam buku at-Tarbiyah wa Thuruqut Tadris, mendefinisikan belajar ialah perubahan tingkah laku dalam hati (jiwa) siswa sesuai pengetahuan yang telah dimilikinya menuju perubahan yang baru (Shaleh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid, 1965). Jadi, belajar adalah suatu proses seseorang berusaha mencari memahami serta menggali menggunakan menggunakan segala potensi yang dimilikinya menggunakan sengaja agar maksud atau tujuan yang dimaksud tercapai. Sedangkan dampak belajar ialah kompetensi atau kemampuan eksklusif, baik kognitif, afektif, juga psikomotorik yg dicapai atau dikuasai peserta didik selesainya mengikuti proses belajar mengajar. Hamalik berkata bahwa akibat belajar adalah pola tindakan, nilai, pemahaman serta perilaku dan kemampuan selanjutnya siswa. bahwa dampak belajar merupakan kemampuan yg dimiliki siswa selesainya mendapatkan pengalaman belajarnya (Kunandar, 2013).
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 185 yang akan terjadi belajar merupakan kemampuan yg dimiliki peserta didik sehabis menerima pengetahuan serta pengalaman belajarnya. yg akan terjadi belajar membagi lima kategori akibat belajar, yaitu isu verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, perilaku serta keterampilan motorik. di sistem pendidikan nasional, rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler jua tujuan instruksional, memakai pembagian terstruktur mengenai dampak belajar yg secara garis akbar membaginya sebagai 3 ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik (Nana Sudjana, 2014). 2. Tujuan Pembelajaran Belajar bertujuan buat melakukan perubahan di diri sendiri, mencakup perilaku, membarui norma berasal jelek sebagai baik, mengganti sikap asal negatif sebagai positif, mengganti keterampilan, dan menaikkan pengetahuan pada banyak sekali bidang ilmu pengetahuan. Tujuan pembelajaran merupakan perubahan sebagai siswa yg dapat menghasilkan akibat belajar menjadi lebih baik serta nilai yg diperoleh berasal pembelajaran bisa bisa mengantarkan siswa buat menerima pekerjaan dan pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik. 3. Prinsip Pembelajaran Terdapat beberapa prinsip pembelajaran, yaitu kematangan jasmani dan rohani, mempunyai kesiapan fisik serta mental, memahami tujuan di mana pembelajaran berlangsung dan apa fungsinya, memiliki keikhlasan untuk melaksanakannya, serta prinsip ujian atau latihan. (M. Dalyono, 2009) Islam memandang