Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 88 No Format laporan Evaluasi Keterangan Skala Prioritas program Pada evaluasi kualitatif apa ada tujuan umum yang tidak disebutkan atau dampak-dampak dari yang tidak dapat diantisipasi oleh penilai c) Sasaran yang terkait pada program. Peserta, meliputi:. (umur, latar belakang, ekonomi, pendidikan, pengalaman, kebutuhan khusus, atau tingkat kemampuannya) Alasan pemilihan kandidat Format program yang diinginkan Apakah sesuai jadwal atau tidak bagi pelaksana dan peserta program d) Ciri-ciri materi, persiapan kegiatan dan adminstrasinya Materinya apa, bagaimana cara mendapatkanya beli atau membuat sendiri Sumber-sumbernya program dana, sarana, transportasi, dan penyedia Dalam bagian kegiatan-kegiatan apa peserta ambil bagian umpan balik Prosedur khusus apa yang harus dilalui dan diikuti peserta Rasional/Konsiderans apa yang melatar belakangi Adanya perencanaan program, pelaksanaan yang mengarah pada tujuan program Sampai sejauh mana program dapat diimplementasikan, pengaruh apa yang diharapkan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 89 No Format laporan Evaluasi Keterangan Bagaimana pengelolaan program dan pelaksanaaan nya Apa yang dapat dikembangkan atau diperlukan Siapa saja yang melaksanakan e) Personalia dan karyawan yang terlibat dan program Jumlah anggota khusus berapa (administrator, konsultan, sekretaris, spesialis, relawan dan lain-lain yang aktif dalam program) Proses apa saja yang telah di lakukan personal membutuhkan pelatihan tersendiri bail secara privat maupun tidak tempo yang diperlukan dalam pelaksanaaan program 4 BAB III Penjelasan tentang Apa yang Dievaluasi. Bab ini berisikan a) Tujuan evaluasi. b) Desain evaluasi. c) Pengukuran hasil (outcome). d) Pengumpulan data e) Implementasi pengukuran f) Prosedur pengumpulan BAB IV Hasil Evaluasi Bab berisikan antara lain: a) Hasil Studi Implementasi Apakah pelaku program menghasilkan seperti yang ada dalam perencanaan Penjelasan secara rinci keadaanya sebenarnya, tabel yang digunakan,
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 90 No Format laporan Evaluasi Keterangan kegiatan-kegiatan Dalam kegiatan evaluasi kulitatif penjelasannya dengan narasi tertulis dan menggambarkan keseluruhan tentang program Bila ada perubahan maka dijelaskan apa akibat dari perilaku karyawan dan peserta dan efektifitasnya Apa Inovasi variasi dari program evaluasi b) Hasil Studi outcame Berapa jumlah orang yang mengambil pretest dan siapa pelakunya Berapa yang melaksanakan dan masih tertinggal dalam program Hasil dari pretest bagaimana Tersediakah perbedaan hasil pretest dengan kelompok pembanding (control) Hasil akhirnya? Setiap peksanaan pengukuran yang pada peserta program dan kelompok pembanding Apa tersedia pembandingnya Menurut formula statistik apa ada perbedaan tersebut signifikan Isi yang pada [tabel dan grafik] dapat menggambarkan ringkasan hasil kuantitaif Bagaimana perubahan penampilan dari ujian yang satu dengan ujian yang lainnya, Jika kelompok kontrol tidak ada Dengan apa hasil dibandingkan untuk mengevaluasi kualitasnya Jika tidak ada
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 91 No Format laporan Evaluasi Keterangan kelompok kontrol. Misalnya ujian atau dengan cara lain, standar yang perlu disiapkan untuk menggambarkan tingkat kemampuan yang bisa digunakan sebagai bahan pembanding Hasil desain ujian statistik yang memberikan jawaban atas pertanyaan mengenai korelasi anatar peserta didik dengan sistem BAB V Diskusi tentang Hasil Evaluasi. a) Jika menggunakan kelompok control apa hasil program lebih baik dari hasil control, apa ada perbedaan signifikan secara statistik, bila tidak apakah hasil program tampak lebih berhasil, bila menggunakan analisis kualitatif peneliti wajib melakukan evaluasi secara real mengenai kelebihan, keterbatasan, dan macam-macam komponen pengamatan yang relevan oleh data dan kurang didukung bukti/data. b) Untuk Karyawan jika suatu program di rubah akankah mencapai perolehan yang lebih signifikan, jika diberi waktu lebih lama ( periode waktunya ditambah. Apakah bukti dalam data mendukung pendapat di atas c) Keungguan dan keemahan program, simpulan dan saran-saran apa yang diperoleh diberikan dari penelitian korelasi atau observasi? Apakah program tertentu? Apakah program tertentu kelihatannya lebih tepat dengan golongan tertentu? apakah sikap atau pencapaian berhubungan dengan kekhasan peserta ? Kesimpulan
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 92 No Format laporan Evaluasi Keterangan Bab VI Biaya dan Manfaat. a) Metode-Metode yang dipakai untuk menghitung cost benefit b) Cost yang kemudian dihubungkan dengan program c) Benefit yang dihubungkan denga program Bab VII Kesimpulan Dan Rekomendasi Pada Bab Ini dipaparkan a) Kesimpulan dengan uraian adanya simpulan global mengenai kefektifan program secara menyeluruh, hingga seberapa jauh kebenaran kesimpulan, apakah diperlukan adanya evaluasi pada beberapa aspek kebijakan program b) Saran-saran dengan uraian (data khusus, apa saran-saran dan pilihan yang dapat diberikan terhadap program dan aspek apa saja yang perlu atau dapat dikembangkan dan diperbaiki), Tujuan evaluasi juga memberi rekomen dan saran-saran pilihan? apakah pemakai menginginkan informasi ketepatan atau keefektifan program ataukah juga mereka ingin mengetahui kelemahannya program? c) Rekomendasi berisikan tentang rekomendasi terhadap program DAFTAR PUSTAKA Buku, Jurnal, yang relevan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 93 4. Penyusunan Kesimpulan dan Rekomendasi Langkah-langkah menyusun kesimpulan adalah sebagai berikut: a) Menguraikan garis besar permasalahan b) Menyingkronkan data dengan masalah sehingga pada Kesimpulan. c) Menjelaskan arti dan dampak dari pada simpulan baik secara teoretis ataupun praktis. Setelah penyusunan kesimpulan langkah selanjutnya membuat rekomendasi dan memberikan saran. Langkah penyusunan pembuatan rekomendasi dan saran adalah sebagai berikut: a) Mudah dipahami, singkat dan jelas b) Koheren dengan permasalahan monitoring dan evaluasi c) Dalam pembuatan rumusan didahului dengan permasalahan dan memunculkan tanya jawab yang berkesinambungan d) Informasi yang disajikan tidak kuantitatif Terwujudnya rekomendasi diharapkan untuk perbaikan pelaksanaan kinerja guru dan sekaligus perbaikan dalam evaluasinya, sehingga dalam penyusunan rekomendasi harus mempertimbangkan beberapa faktor yaitu ; 1) Melakukan perbaikan kondisi yang ada atau menyelesaikan masalah 2) Mampu ditindaklanjuti secara logis, praktis, dan rasional 3) Bersifat korektif dan konstruktif
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 94 4) Dapat menjadi pemecahan masalah dalam jangka pendek dan jangka panjang. Implementasi audit yang dijalankan secara benar.(Hiro Tugiman, 2007) REFERENSI Ambiyar, M. (2018). Metodologi Penelitian Evaluasi (Vol. 6). Arifin, S., Abidin, N., & Anshori, F. Al. (2021). Kebijakan Merdeka Belajar dan Implikasinya terhadap Pengembangan Desain Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pendahuluan Perkembangan dunia saat ini telah mencapai pada era yang dikenal dengan era industri 4. 0 dan bergerak menuju era Society 5., 7(1), 65–78. Depdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 6. Retrieved from http://stpi-binainsanmulia.ac.id/wpcontent/uploads/2013/04/Lamp_2_UU20-2003- Sisdiknas.doc Fikri, M., Hastuti, N., & Wahyuningsih, S. (2019). Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan. Nulis buku (Vol. 2). Retrieved from https://independent.academia.edu/miftahulfikri45 Hiro Tugiman. (2007). Pengendalian Audit Internal,. Jakarta. Kemendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016. https://doi.org/10.31227/osf.io/munp2
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 95 Lexy J. Moleong. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Remaja Rosdakarya. Nursapia Harahap. (2020). Penelitian Kualitatif. (Hasan Sazali, Ed.). Medan: Wal ashri Publishing. Riadi, A. (2017a). Kompetensi Guru dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran, 15(28), 52–67. Riadi, A. (2017b). Problematika Sistem Evaluasi Pembelajaran. Ittihad: Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan, 15(27), 1–12. Retrieved from https://jurnal.uinantasari.ac.id/index.php/ittihad/article/view/1593 Rusydi Ananda, T. R. (2017). Pengantar Evaluasi Program Pendidikan. (C. WIJAYA, Ed.) (1st ed.). Medan: PERDANA PUBLISING. Suharsimi Arikunto & Cepi Safrudin Abdul Jabar. (2009). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 96
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 97 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB VI TUJUAN PENDIDIKAN DAN HASIL BELAJAR Aisyah Kurniawati, S.Pd Surya Hidayati, S.Pd A. Tujuan Pendidikan Secara etimologi, tujuan memiliki arti sama dengan “maksud” atau “sasaran”. Dalam bahasa arab tujuan memiliki makna yang sama dengan kata ghayah, ahdaf (bentuk jamak dari hadaf) atau kata maqashid (bentuk jamak dari maqhsad) yang artinya maksud, tujuan atau target. Dalam bahasa inggris kata “tujuan” memiliki arti sama dengan kata purpose, goal, aim atau objective. Secara terminologi, tujuan merupakan arah yang ingin dicapai. Tujuan adalah cita-cita yang diharapkan atau idealitas. Tujuan memiliki makna yang merujuk pada futuritas atau masa depan yang berada pada jarak tertentu yang tidak dapat digapai kecuali dengan adanya usaha melalui suatu proses tertentu (Arifin, 2016).
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 98 Pada hakikatnya pendidikan merupakan upaya sadar yang telah direncanakan untuk memberikan bimbingan dalam mengembangkan potensi-potensi manusia baik jasmani dan rohani yang diberikan oleh orang dewasa terhadap peserta didik guna mencapai suatu kedewasaanya dan juga mencapai tujuan supaya peserta didik mampu melaksanakan tugas dalam hidupnya secara mandiri (Hidayat et al., 2019). Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan melalui proses membimbing, mengarahkan, memfasilitasi dan mengembangkan potensi dalam diri peserta didik guna membentuk manusia sempurna (insan kamil). Manusia sempurna adalah manusia yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual seimbang (Dakir & Sardimi, 2011). Al-insan al-kamil dalam pandangan al-Ghazali adalah sebutan lain dari manusia yang telah mencapai kualitas sebagai manusia sempurna. Sedangkan paham sufisme mengistilahkan manusia sempurna sebagai manusia universal. Manusia sempurna dijabarkan sebagai manusia yang memiliki kemurnian dalam penghambaannya kepada Tuhan, memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, memiliki hubungan baik dengan orang lain (antarsesama) serta lingkungannya. Pendidikan sebagai upaya membentuk kepribadian peserta didik membutuhkan proses yang lama dan hasil yang diperoleh juga tidak dapat dilihat dengan segera. Dalam proses pendidikan, diperlukan kehati-hatian guna terhindar dari kegagalan atau kesalahan langkah-langkah dalam membentuk kepribadian peserta didik. Dari arti tujuan dan hakikat pendidikan di atas, tujuan pendidikan merupakan cita-cita atau idealitas yang diarahkan melalui upaya sadar dalam membimbing, mengembangkan potensi dan memberikan perubahan perilaku peserta didik guna menjadikannya sebagai manusia sempurna (insan kamil).
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 99 Tujuan pendidikan merupakan komponen sentral dari sistem pendidikan. Tujuan menjadi cita-cita dalam mewujudkan nilainilai. Tujuan pendidikan jika dilihat dengan sistem pendekatan instruksional dapat dibagi menjadi: 1. Tujuan umum atau tujuan nasional Tujuan umum atau tujuan nasional merupakan tujuan yang mengarahkan peserta didik untuk mencapai cita-cita yang telah ditetapkan secara umum (universal) melalui proses kependidikan dengan berbagai cara yang telah tersistem baik dalam sistem formal, sistem informal, maupun sistem nonformal Tujuan pendidikan nasional di Indonesia tertuang dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Perpusnas, 2019). 2. Tujuan institusional Tujuan institusional adalah mengarahkan peserta didik untuk mencapai kompetensi sesuai dengan tingkat program pendidikan di lembaga pendidikan. Misalnya visi misi lembaga SMK, visi misi lembaga SMA, visi misi lembaga SMP, visi misi lembaga MTs dan lain-lain.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 100 3. Tujuan kurikuler Tujuan kurikuler adalah mengarahkan peserta didik guna mencapai kompetensi melalui program pengajaran yang disediakan oleh institusi pendidikan. Tujuan kurikuler adalah menjabarkan atau menguraikan dari tujuan institusional yang harus digapai oleh tiap bidang studi pada lembaga atau instansi tertentu yang dirumuskan dalam kurikulum. Misalnya peserta didik mampu membaca Al-Qur’an secara tartil serta memahami tajwid sesuai dengan tujuan membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tajwid menggunakan metode Ummi di SD IT. 4. Tujuan instruksional umum (TIU) Tujuan instruksional umum (TIU) adalah mengarahkan peserta didik pada penguasaan dan pengamalan suatu bidang studi secara umum yang saling berkesinambungan. Misalnya standar kompetensi dalam bidang studi. 5. Tujuan instruksional khusus (TIK) Tujuan instruksional khusus (TIK) adalah mengarahkan peserta didik pada penguasaan dan pengamalan tiap bidang studi. Misalnya perumusan kompetensi dasar yang disusun oleh guru Berdasarkan klasifikasi tujuan pendidikan di atas, maka dapat digambarkan bagan kualifikasi tujuan pendidikan dengan pendekatan instruksional sebagai berikut:
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 101 Gambar 1 Bagan Kualifikasi Tujuan Pendidikan Konsep tujuan pendidikan digambarkan secara hirarki namun memiliki hubungan yang saling berkesinambungan dan komprehensif (utuh). Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan yang luas sehingga diperlukan tujuan institusional untuk memudahkan pengukuran terhadap perubahan yang terjadi dalam proses pendidikan. Tiap lembaga SD sederajat, SMP sederajar, SMA sederajat, Perguruan tinggi sederajat dan institusi lainnya memiliki tujuan yang berbeda dan beragam. Inilah yang disebut dengan tujuan institusional. Ketercapaian tujuan institusional dapat dilihat jika terdapat operasional tujuan yang mendukung yaitu melalui penjabaran tujuan ke dalam setiap bidang studi secara umum. Tiap bidang studi memiliki tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh tujuan pendidikan agama islam di Madrasah Ibtidaiyah adalah agar peserta didik memperoleh dasar-dasar ilmu agama islam dan akan berbeda dengan tujuan bidang studi sains agar peserta didik dapat mempelajari alam. Perbedaan tujuan dalam bidang studi merupakan variasi yang mengarah
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 102 kepada tercapainya tujuan institusional secara utuh. Untuk memudahkan pengukuran terhadap perubahan perilaku hasil dari tujuan kurikuler maka dioperasionalkan ke dalam tujuan instruksional. Tujuan instruksional dibagi menjadi dua kategori, yaitu umum dan khusus. Tujuan instruksional umum (TIU) merupakan tujuan pengajaran yang belum dapat diukur dan sistematikanya dibuat oleh institusi atau pemerintah, sehingga dapat menimbulkan persepsi yang berbeda. Contoh TIU: “setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan tajwid.” Bab tajwid terdiri dari beberapa sub bab seperti hukum nun sukun, hukum mim sukun dan lain-lain sehingga masih kesulitan untuk mengukur perubahan pada peserta didik. Sehingga diperlukan tujuan instruksional khusus (TIK) agar tidak terjadi beragam penafsiran. Tujuan instruksional khusus (TIK) adalah komponen terdasar dalam tujuan pendidikan nasional. TIK merupakan sasaran yang ingin dicapai dan diikuti dengan usaha nyata guna mencapai TIU. Contoh TIK yaitu setelah mengikuti pelajaran, peserta didik diharapkan dapat memahami dan membaca bacaan nun sukun pada Al-Qur’an. Jika ditinjau dengan beberapa pendekatan, tujuan pendidikan meliputi: 1. Dalam pendekatan teoritis, suatu tujuan pendidikan dapat ditempuh dalam tingkatan waktu dan dibedakan menjadi tiga, yaitu: a) Tujuan pendidikan sebagai arah yang yang ingin dicapai dalam jangka panjang, seperti penyusunan program tiga tahunan.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 103 b) Tujuan pendidikan sebagai sasaran yang hendak dicapai dalam jangka menengah seperti penyusunan RPP setiap setahun sekali. c) Tujuan pendidikan sebagai sasaran yang hendak dicapai dalam kurun waktu tertentu (lebih spesifik) dan ditandai dengan aksi nyata, seperti penyusunan program untuk satu semester. 2. Ditinjau dengan pendekatan insidental, tujuan pendidikan dibagi menjadi dua yaitu: a) Tujuan terencana adalah cita-cita yang sudah ditentukan sebelumnya b) Tujuan tidak terencana adalah adanya kejadian tertentu yang menyebabkan timbulnya sasaran baru dalam menunjang arah yang ingin dicapai. 3. Ditinjau dengan pendekatan filosofi manusia, tujuan pendidikan dibagi menjadi tiga, yaitu: a) Tujuan individual yaitu idealitas individu guna mempersiapkan dirinya dalam kehidupan dunia dan akhirat b) Tujuan sosial yaitu sasaran yang hendak dicapai dalam kehidupan bermasyarakat secara keseluruhan guna menjadikannya sebagai kemajuan hidup. c) Tujuan professional yaitu arah yang ingin dicapai dalam pengajaran sebagai ilmu, seni, profesi. dan menjadi kegiatan di masyarakat sebagai bentuk profesionalitas. 4. Ditinjau dari pelaksanaannya, tujuan pendidikan dibagi menjadi dua yaitu: a) Tujuan operasional yaitu suatu tujuan dicapai berdasarkan pada program yang telah ditentukan atau ditetapkan dalam kurikulum. Sedangkan produk
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 104 kependidikan dalam hal ini masih memerlukan latihan ketrampilan terkait bidang yang akan diterjuni b) Tujuan fungsional yaitu tujuan yang hendak dicapai berdasarkan pada fungsi atau kegunaan baik dai aspek teoritis maupun praktis. Dalam hal ini produk kependidikan sudah memiliki keahlian atau ketrampilan yang sesuai dengan bidangnya sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang unggul sesuai bidang yang diampu. Berdasarkan keseluruhan tinjauan makna kata “tujuan” di atas, tujuan memiliki sifat utuh yang tidak dapat dipisahkan dan saling mengintegral satu sama lain, baik dalam pendekatan teoritis, incidental maupun fungsional. Tujuan dan sasaran pendidikan berbeda-beda jika dihubungkan dengan pandangan hidup antar pendidik atau instansi pendidikan. Dengan demikian, diperlukan penetapan tujuan pendidikan akhir sebagai pedoman atau disebut juga tujuan nasional. Penetapan tujuan akhir pendidikan mutlak diperlukan guna mengarahkan pendidikan dengan segala prosesnya dari perencanaan program hingga evaluasi pelaksanaannya, agar tidak mengalami deviasi (penyimpangan) dan tetap konsisten. Dari uraian tentang tujuan pendidikan di atas maka tujuan pendidikan adalah membentuk perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan yang sempurna (insan kamil) melalui proses bimbingan, arahan dan pengembangan potensi peserta didik yang telah ditetapkan dalam tujuan akhir atau tujuan nasional dan didukung oleh tujuan institutional, kurikuler dan instructional sebagai kesatuan yang komprehensip.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 105 B. Hasil Belajar Belajar merupakan suatu aktivitas psikis yang berlangsung dalam proses interaksi dengan lingkungannya yang menghasilkan beragam perubahan yang bersifat relative tetap (Yuberti, 2014). Ha ini senada dengan pandangan Burton bahwa belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu san individu dengan lingkungannya. Interaksi diartikan sebagai proses guna mencapai tujuan perubahan tertentu dan aktivitas inilah yang disebut dengan belajar. Jadi belajar merupakan sebuah proses dan perubahan perilaku yang terjadi merupakan hasil dari belajar. Menurut Surya (1997) ada delapan ciri-ciri perubahan perilaku yaitu: 1. Perubahan intensioanal Perubahan ini merupakan perubahan perilaku yang secara sadar dilakukan oleh seseorang itu sendiri begitu juga dengan hasilnya dari perubahan tingkah lakunya dapat dirasakan oleh orang tersebut. 2. Perubahan yang bersifat kontinu atau berkesinambungan Perubahan ini merupakan perubahan yang memiliki hubungan dengan hasil pengetahuan atau ketrampilan yang telah didapatkan oleh seseorang atau dapat dikatakan sebagai perubahan lanjutan. Perubahan yang bersifat kontinu merupakan dasar pengembangan pengetahuan, sikap dan ketrampilan berikutnya.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 106 3. Perubahan yang fungsional Perubahan ini merujuk pada pemanfaatan perubahan perilaku yang terjadi guna kepentingan seseorang itu sendiri, baik untuk kepentingan di masa sekarang atau kepentingan di masa mendatang. 4. Perubahan positif Perubahan ini merupakan perubahan tingkah laku yang normatif dan mengarah kepada kemajuan 5. Perubahan aktif Perubahan ini merupakan perubahan perilaku seseorang yang menjadi aktif guna melakukan mencapai perubahan perilakunya 6. Perubahan permanen Perubahan permanen merupakan perubahan tingkah laku yang didapat dari hasil belajar yang melekat dalam diri seseorang dan menetap. 7. Perubahan yang bertujuan dan terarah Perubahan yang bertujuan dan terarah merupakan perubahan tingkah laku karena sebelumnya telah ada tujuan yang ditetapkan baik untuk tujuan jangka dekat atau pendek, jangka menengah atau jangka panjang. 8. Perubahan perilaku secara keseluruhan Perubahan perilaku secara keseluruhan merupakan perubahan yang terjadi secara keseluruha dalam diri seseorang baik dalam pengetahuan, ketrampilan dan perilaku.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 107 Perubahan yang terjadi dari hasil belajar sangat beragam. Adapun ragam hasil belajar dapat dilihat dari perubahan sikap, kebiasaan, ketrampilan, daya pengamatan, inhibasi, apreasi, perilaku afektif, cara berfikir asosiatif, rasional dan kritis (Rusman, 2016). Perubahan sikap yaitu tingkah laku seseorang yang cenderung relative konstan atau menetap dengan caranya yang baik atau buruk sesuai dengan pengalaman, pengetahuan dan keyakinannya dalam merespon suatu peristiwa. Sebagai contoh Rudi yang sebelumnya tak peduli jika ada temannya yang bertengakar, sekarang berubah menjadi seseorang yang peduli dan selalu melerai jika ada pertengkaran antar teman di depannya. Sikap Rudi berubah setelah mengikuti pelajaran sosiologi tentang pentingnya menjaga hubungan antar manusia. Perubahan kebiasaan yaitu perubahan pola aktivitas dalam rutinitas seseorang. Sebagai contoh peserta didik menjadi aktif melaksanakan sholat dhuha di rumah karena sudah terbiasa melaksanakan aktivitas tersebut ketika di sekolah. Perubahan ketrampilan yaitu perubahan seseorang dalam bidang seni dan kemampuan yang ada dalam diri seseorang. Seperti menulis adalah kegiatan mencatat. Setelah belajar Bahasa Indonesia, peserta didik dapat membuat surat resmi, surat undangan dengan Bahasa yang baik dan benar. Perubahan daya pengamatan yaitu perubahan seseorang dalam menerima, menfsirkan dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui panca indera secara objektif sehingga seseorang mampu mencapai pemahaman yang benar. Sebagai contoh peserta didik dapat menilai perilaku temannya dengan melihat latar belakang lingkungan dimana mereka dibesarkan.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 108 Inhibasi merupakan perilaku yang menghindari hal yang mubazir. Sebagai contoh biasanya Andi selalu mengambil makanan secara berlebihan dan tidak pernah menghabiskannya, namun setelah mendapatkan pembelajar PAI tentang perilaku yang berlebih-lebihan, Andi menjadi berubah dalam pola mengambil makanan, dia selalu mengambil makanan dengan cukup dan menghabiskannya. Apresiasi adalah perilaku seseorang dalam menghargai karya-karya orang lain yang memiliki mutu. Apresiasi merupakan hasil belajar. Sebagai contoh Fina mengucapkan selamat dan memuji karya lukisan Dina yang sangat bagus. Perubahan perilaku afektif yaitu perubahan yang berhubungan dengan perasaan seperti marah, sedih, gembira, kecewa, suka, benci dan sebagainya. Sebagai contoh Dodi selalu menahan amarah jika teman-teman membullinya di kelas, karena dia tahu bahwa perilaku yang buruk tidak boleh dibalas dengan keburukan pula sehingga tidak menimbulkan hal buruk terjadi. Perubahan hasil belajar selanjutnya adalah tentang cara berfikir asosiatif, rasional dan kritis. Berfikir asosiatif adalah pola pemikiran dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan hal lainnya dengan menggunakan daya ingat. Berfikir rasional dan kritis adalah pola berfikir yang menggunakan rasio dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kritis seperti pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa”. Widoyoko mengklasifikasikan hasil belajar ke dalam dua aspek yaitu output dan outcome dengan bagan sebagai berikut: (Widoyoko, 2019)
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 109 Gambar 2 Bagan Klasifikasi Hasil Pemebelajaran Output adalah kecakapan yang dikuasai oleh peserta didik dan segera dapat diketahui hasilnya setelah mengikuti proses pembelajaran. Output dari hasil pembelajaran merupakan hasil belajar jangka pendek dan diklasifikasikan menjadi dua yaitu: 1) Hard skill Hard skill adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam suatu bidang tertentu. Kemampuan ini muncul Ketika peserta didik selesai mendapatkan suatu pengetahuan. Sebagai contoh setelah mendapatkan materi berhitung yaitu penjumlahan, peserta didik dapat mendefinisikan apa itu penjumlahan, bagaimana cara menjumlahkan bilangan dan menarik hasil dari penjumlahan. Hardskill merupakan kecakapan yang relatif mudah diukur. Hardskill dibagi menjadi dua bagian yaitu: a) Academic skills Academic skills adalah kecakapan atau kemampuan untuk menguasai tiap konsep dalam bidang ilmu-ilmu yang dipelajari, seperti kecakapan dalam mendefinisikan, mengklasifikasikan, menjelaskan, menguraikan, memprediksi
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 110 analisis, membandingkan, membedakan, dan menarik kesimpulan dari konsep-konsep, baik berupa data maupun fakta fisik yang berkaitan dengan bidang studi yang dipelajari. Contoh dari kecakapan atau kemampuan akademik misalnya di bidang penelitian, peserta didik atau mahasiswa mampu menyusun hipotesis, Menyusun instrumen, menganalisa data, menyusun proposal dan lain sebagainya. b) Vocational skills Vocational skills atau kemampuan vokasional disebut juga sebagai kecakapan kejuruan yaitu kecakapan yang berhubungan dengan suatu bidang pekerjaan tertentu. Yang termasuk dalam kecakapan kejuruan seperti dalam bidang seni batik, peserta didik mengerti bagaimana cara memegang canting, arah mengukir di kain dengan benar, dan lain-lainnya. 2) Soft skill Soft skill adalah kacakapan untuk meraih kesuksesan hidup yang diperoleh dengan kemampuan pribadi dan kemampuan sosial (bermasyarakat). Dalam hal mengukur hasil belajar dari kecakapan ini sangat sulit dibanding dengan mengukur hard skill. Adapun soft skill dapat dibagi menjadi dua yaitu: a) Personal skill (kecakapan personal) Personal skill adalah kecakapan bagi peserta untuk mengambil setiap peluang dari perubahan-perubahan kehidupan dengan cepat. Kecakapan ini meliputi kemampuan berfikir kritis, beradaptasi, memecahkan masalah, ketangguhan menghadapi masalah dan lain sebagainya.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 111 b) Sosial skills (kecakapan sosial) Sosial skills adalah kecakapan yang dibutuhkan untuk dapat hidup di dalam masyarakat yang beragam budaya, masyarakat yang demokratis dan masyarakat global yang penuh dengan kompetisi dan tantangan. Dengan menguasai berbagai kecapakan output yang dihasilkan, maka akan memberikan hasil pembelajaran yang bersifat jangka panjang (outcome) sehingga membentuk sosial achievement yaitu prestasi sosial dalam masyarakat. Menurut UNESCO hasil belajar dapat dikategorikan menjadi empat pilar pembelajaran yaitu: 1) Belajar mengetahui (learning to know) Belajar mengetahui berkaitan dengan penerimaan, penguasaan dan pemanfaatan informasi. Belajar mengetahui merupakan bagian dari kegiatan untuk memperoleh informasi, memperdalam pengetahuan yang didaapat dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut. Adapun manfaat pengetahuan dibagi menjadi dua yaitu: Pengetahuan sebagai alat Pengetahuan sebagai hasil Pengetahuan akan terus berkembang dan memunculkan hal-hal baru. Sehingga peserta didik harus meningkatkan belajar mengetahuinya agar menjadi knowing much (berusaha tahu banyak) 2) Belajar berbuat/berkarya (learning to do) Belajar berkarya memiliki kaitan dengan belajar mengetahui dan vokasional. Belajar berkarya berarti berlatih untuk menguasai suatu ketrampilan dan kompetensi dalam kerja. Kerena kompetisi pekerjaan semakin ketat, maka
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 112 peserta didik harus mampu memiliki kelebihan karya yang banyak, doing much (berusaha berkarya banyak) 3) Belajar hidup bersama (learning to life) Belajar hidup bersama memiliki kaitan dengan kebutuhan unutk dapat hidup bersama dan bekerjasama dalam interaksi dengan beragam kelompok masyarakat, etnik, ras, agama, profesi dan kepakaran. Tiap kelompok memiliki kebudayaan, tradisi dan tahap perkembangan yang beragam sehingga diperluka banyak belajar untuk hidup bersama, being sociable (berusaha membentuk dan membina kehidupan bersama) 4) Belajar menjadi diri sendiri yang utuh (learning to be) Belajar menjadi diri sendiri yang utuh artinya peserta didik dituntut mengembangkan seluruh aspek potensi dalam dirinya serta menemukan keunggulan (being excellence) dan juga moral yang kuat (being morally). Keberagaman perubahan hasil belajar memerlukan tolok ukur agar keberhasilan peserta didik dalam belajar dapat dinilai. Melalui penilaian (asessment) guru dapat mengetahui kualitas pembelajaran yang telah diterapkannya. Optimalisasi dalam proses pembelajaran tidak selalu menghasilkan sebuah hasil belajar yang sesuai dikarekan ada faktor-faktor yang mempengaruhi. Adapun faktor-faktor tersebut terbagi menjadi dua yaitu: 1) Faktor internal Faktor internal meliputi Faktor fisik (fisiologis) dan faktor kejiawaan (psikologis). a) Faktor fisik atau fisiologis yaitu berhubungan dengan kondisi fisik seseorang seperti kesehatan, tidak lelah,
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 113 sempurna jasmani, dan sebagainya. Kondisi fisik sangat mempengaruhi peserta didik dalam proses menerima materi bidang studi. b) Faktor kejiawaan atau psikologis yaitu berhubungan dengan kondisi psikis (mental) seseorang seperti IQ, minat, bakat, motif, daya nalar, perhatian, motivasi, dan kemampuan kognitif. Kondisi psikis setiap orang berbedabeda sehingga mempengaruhi hasil belajar 2) Faktor eksternal Faktor eksternal meliputi faktor lingkungan dan instrumental. a) Faktor lingkungan terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan sosial dan ligkungan alam. Sebagai contoh belajar di tempat yang terbuka dengan belajar di dalam kamar tanpa ventilasi yang cukup akan menimbulkan suasana yang berbeda. b) Faktor instrumental terdiri dari sarana yang memang sengaja dirancang guna mencapai hasil belajar yang diharapkan. Contoh dari faktor instrumental adalah kurikulum, sarana dan prasaran, serta guru. C. Domain Dan Taksonomi Menurut pendapat M. Yaumi. Taksonomi berasal dari bahasa Yunani “Greek” yang terdiri atas taxi dan nomos yang berarti pengaturan dan ilmu pengetahuan. Kata taxis merujuk pada struktur hierarki yang dibangun dalam suatu klasifikasi. Sehingga taksonomi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan atau klasifikasi. Taksonomi pembelajaran merupakan pengklasifikasian tujuan-tujuan dalam pembelajaran yang berdasarkan pada
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 114 domain pengetahuan, sikap, dan keterampilan dan diidentifikasikan ke dalam tiga ranah/domain: 1) Domain kognitif Domain kognitif merupakan ranah kemampuan berfikir mengenai sebuah fenomena atau informasi yang spesifik, berpola prosedural, dan berkonsep pada pengetahuan, keterampilan intelektual. Kognitif lebih mengacu pada kegiatan psikis atau mental, dimana pendekatan pada pembelajaran lebih menekan dalam proses mengungkapkan kabar dan menanamkan konsep yang baru, kabar diuraikan dan dibangun dengan berfikir secara logis. Hasil berdasarkan kognitif merupakan daya ingat dan retensi terkait materi sebagai meningkat. Dalam penemuan Bloom, ranah kognitif dibagi atas 6 bagian sebagai berikut. a. Pengetahuan (knowledge) Pengetahuan mengacu pada kemampuan mengingat dan mengenal atau mengerti materi yang sudah dipelajari dari pelajaran yang sederhana hingga pada teori yang sulit. Pengetahuan meliputi konsep, prinsip, fakta atau kata lain yang tidak harus dapat digunakan. b. Pemahaman (comprehension) Aspek pemahaman berada pada tingkat diatas pengetahuan. Pemahaman merupakan kemampuan untuk memahami atau mengartikan tentang materi pelajaran yang disampaikan oleh guru dan dapat memanfaatkan serta menghubungkan dengan hal-hal lain di sekitar.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 115 c. Penerapan (application) Aspek penerapan atau aplikasi merupakan kemampuan dalam menggunakan gagasan-gagasan atau ide umum, prosedur atau metode, prinsip dan teori-teori dalam situasi yang baru dan konkret d. Analisis (analisis) Aspek ini mengacu kepada kemampuan untuk memahami sinergitas diantara setiap bagian serta mampu menjelaskan bahan ajar yang telah disampaikan guru ke dalam komponenkomponen atau unsur pembentukannya. Analisis berada pada posisi di atas aspek pemahaman dan penerapan. Adapun kemampuan analisis dikategorikan menjadi tiga yaitu analisis unsur, analisis hubungan dan analisis prinsip yang tersistem e. Sintesis (syntesis) Aspek ini mengacu pada kemampuan untuk mengkombinasikan unsur-unsur atau konsep sehingga membentuk sebuah pola struktur. Aspek ini lebih membutuhkan kreativitas dan kemampuan berfikir yang lebih tinggi dari pada kemampuan sebelumnya. Hasil dari sintesis adalah catatan dan perencanaan. f. Evaluasi (evaluation) Aspek ini mengacu pada kemampuan untuk memberikan suatu pertimbangan-pertimbang terhadap nilai material dengan tujuan tertentu (Aliet Noorhayati Sutisno, 2019). Kemampuan ini meliputi pengevaluasian keadaan, situasi, pernyataan berdasarkan kriteria tertentu Secara garis besar tujuan dari domain kognitif dibagi menjadi tiga, yaitu pengetahuan, pemahaman dan evaluasi.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 116 Pada posisi tertinggi tujuan domain kognitif diisi oleh analisis, sintesis dan evaluasi dan posisi terendah diisi oleh pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Tingkatan tujuan terendah ini hanya merupakan batasan kemampuan untuk mengingat dan mengungkapkan kembali apa yang telah diterima serta mampu menerapkan aturan yang bersifat pasti. Sedangkan tujuan domain kognitif yang tertinggi merupakan kegiatan untuk menciptakan karya, berkreasi, mensistesis, dan menganalsis (Wina Sanjaya, 2015). Seiring perkembangan teknologi dan kemajuan ilmu dan pengetahuan, teori Bloom tentang ranah kognitif mulai tergeser dan mengalami perbaikan. Sebagaimana Anderson seorang murid Bloom di tahun 2001 merevisi taksonomi yang dikembangkan Bloom pada tahun 1990. Dalam revisi itu terdapat perubahan kata kunci dari kata benda menjadi kata kerja. Anderson juga mengurutkannya secara hirarki dalam pengklasifikasian dari rendah ke tinggu serta menambah satu kategori dalam teori yang telah dikemukakan oleh Bloom sebanyak enam kategori menjadi 7 kategori. Kategori yang ditambahkan yaitu creating atau berkreasi. Perbedaan taksonomi ranah kognitif oleh Bloom dan Anderson dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1 Perbedaan Taksonomi Bloom dan Anderson NO. Bloom 1990 Anderson 2001 1 Pengetahuan Mengingat 2 Pemahaman Memahami 3 Penerapan Menerapkan 4 Analisis Menganalisis 5 Sintesis Mensistesis 6 Evaluasi Mengevaluasi 7 - Berkreasi
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 117 Kesimpulan dari domain kognitif adalah kemampuan yang memiliki hubungan dengan kecakapan intelektual. 2) Domain afektif Domain/ranah afektif terdiri dari konstruksi-konstruksi khusus bagi pendidik. Sebagai contoh sikap yakin, perasaan, apresiasi dan kesenangan. Domain afektif merupakan kemampuan yang berhubungan dengan sikap, penguasaan dan skill dalam mengatur emosional. Lynch, Baker dan Lyons (2009) Dalam praktek pertumbuhan dan perkembangan dunia Pendidikan, didunia Pendidikan dampak domail afektif lebih sering diabaikan oleh para pendidik dan para peneliti. Bahkan para orang tua dan pengajar masih menitik beratkan pertumbuhan anak berdasarkan pada ranah kognitif saja. Tak heran jika mereka lebih memilih melihat hasil kognitif dari pada melihat dampak dari proses afektif yang mana dampak yang dihasilkan lebih memuaskan atau jauh lebih baik. Hal ini dikarenakan mereka berfikir bahwa domain afektif tidak mudah diukur dan memiliki ketergantungan dengan faktor-faktor lain seperti: factor ekonomi, politik, social budaya, psikologis atau kehidupan pribadi. (Thomas Tan, 2017) Disisi lain sesungguhnya domain afektif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap domain kognitif, sehingga pengaruh dan hasil dari implementasi domain afektif sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar. Krathwohl dalam Lubis (2014) mengemukakan bahwa domain/ranah afektif memiliki beberapa tingkatan atau taraf sebagai berikut:
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 118 a. Penerimaan Penerimaan merupakan suatu sikap seseorang yang menyadari terhadap kondisi, gejala, dan keadaan. Seseorang mempuyai perhatian yang positif terhadap gejala-gejala manakala sesorang tersebut kesadaran terhadap kondisi, gejala, dan keadaan, kemudian mereka menunjukkan sifat yang rela untuk menerimanya, bersedia memperhatikan gejala, atau kondisi yang diamati tadi pada akhirnya memiliki kemauan untuk memperhatikan terhadap objek itu. b. Merespon Sikap menanggapi yang ditujukan oleh keinginan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan tertentu misalnya berkeinginan mengerjakan tugas tepat pada waktunya, keinginan untuk berdiskusi, membantu orang lain yang perlu pertolongan, dan lai-lain. c. Menghargai Menghargai berhubungan dengan kemauan untuk memberi kepercayaan atau penilaian kepada suatu objek tertentu. Menghargai mencakup dari penerimaan terhadap suatu nilai dengan kepercayaan atau keyakinan, contohnya adalah menerima perbedaan atau persamaan hak antara perempuan dan laki-laki, mengutamakan suatu nilai seperti mengimani kebenaran suatu ajaran tertentu. d. Mengorganisasi Tujuan yang mengacu pada penyatuan nilai ke dalam system organisasi tertentu. Tujuan ini meliputi konseptualisasi nilai yaitu memahami dan mengerti unsur abstraksi dari nilai yang telah dimiliki dengan nilai-nilai yang
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 119 telah ditentukan kemudian. Serta mengorganisasi suatu system nilai yaitu mengembangkan suatu system nilai yang saling bersinergi yang konsisten (tetap) dan utuh termasuk nilai-nilai yang lepas. e. Karakterisasi nilai Tujuan ini mengacu pada pengadaan sintesis dan internalisasi system nilai dengan tujuan untuk mengkaji lebih nendalam, sehingga nilai-nilai yang dibangun dapat dijadikan pedoman hidup dalam bertindak dan berperilaku. (Aliet Noorhayati Sutisno, 2019) Menurut Popham (1995) keberhasilan belajar seseorang akan ditentukan oleh ranah efektif. Seseorang yang tidak mempunyai minat pada vidang studi tertentu akan kesulitan untuk mencapai kesuksusan dan keberhasilan dalam belajar secara optimal dan sebaliknya jika seseorang memiliki minat pada bidang studi akan mudah dalam mencapai keberhasilan secara optimal. Oleh karena itu setiap pendidik atau pengajar diharuskan mampu untuk memotivasi minat seluruh peserta didik guna mencapai suatu kompetensi yang telah ditentukan. Selain itu, antara pendidik dan peserta didik harus mempunyai ikatan emosional dalam membangun hubungan antara keduanya. (Thomas Tan, 2017) 3) Domain psikomotorik Domain psikomotorik mengacu kepada pengembangan keterampilan fisik yang berupa aktivitas fisik sederhana dan mudah hingga kemampuan yang menggunakan kerja otot yang lebih rumit. Pada tahap awal perkembangan psikomotorik, peserta didik meniru contoh atau apa yang dilakukan oleh pendidiknya kemudian mengulangi kegiatan fisik yang bersifat
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 120 demonstrative dan melakukan percobaan atau trial dan kesalahan atau error. Hal ini terus berkesinambungan hingga pada tahap dimana peserta didik mampu melakukan sendiri secara akurat. (Yaumi, 2017) Domain psikomotorik yaitu meliputi keseluruhan perilaku yang memanfaatkan otot badan dan syaraf. Aspek ini berkaitan dengan bidang studi yang lebih sering memfokuskan pada gerak atau keterampilan. contohnya Pendidikan jasmani atau olahraga. Domain psikomotorik yaitu ranah yang memiliki keterkaitan dengan kemampuan atau skill seseorang atau kerampilan. Terdapat 5 tingkatan dalam ranah ini yaitu: ketepatan, kemampuan meniru, menggunakan atau memanfaatkan, merangkai, keterampilan yang timbul secara alami atau naturalisasi.(Muhammad Hasan, Rahmatullah, Ahmad Fuadi, 2021) Domain psikomotori Dave (1970) tebagi menjadi 5 kategori sebagai berikut: a. Peniruan Peniruan terjadi saat siswa mengamati atau melihat suatu gerakan. Di awali dengan memberi tanggapan atau respons, serupa dengan yang dilihat. Meniru dapat mengurangi aktivitas koordinasi dan control otot-otot di dalam saraf. Peniruan dilakukan secara umum dan tidak sempurna. b. Manipulasi Proses manipulasi lebih menekankan pada perkembangan kemampuan untuk mengikuti arahan, penampilan, gerak pilihan yang mentapkan suatu tampilan melalui kegiatan latihan. Pada tingkat ini, siswa menampilkan sesuatu bukan hanya meniru tingkah laku saja akan tetapi sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang ada.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 121 c. Presisi (ketetapan) Menekankan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam penampilan. Respons-respons lebih terdeteksi dan kesalahan dibatasi hingga pada tingkat paling rendah atau minimum. d. Artikulasi Artikulasi merupakan kemampuan dalam menekankan koordinasi dari gerakan-gerakan dengan membuat sebuah runtutan yang tepat dan mencapai tujuan yang diharapkan atau konsistensi internal diantara gerakan-gerakan yang berbeda. e. Pengalamiahan Pengalamiahan merupakan tingkah laku muncul dengan paling sedikit mengeluarkan energi fisik maupun psikis. Gerakan dilakukan dengan rutin. Pengalamiahan berada pada posisi tertinggi dalam domain psikomotorik. Siswa dapat menyelesaikan pekerjaan membuat sambungan kayu dengan waktu efektif dan efisien. (Aliet Noorhayati Sutisno, 2019) Dari penjelasan diatas, dapat dilihat bahwa domain psikomotorik berorientasi pada implementasi atau proses perilaku yang berfumgsi untuk meneruskan nilai yang ada melalui ranah kognitif dan di internalisasikan melalui afektif sehingga mengorganisasi dan implementasikan dalam bentuk nyata atau realita oleh domain psikomotorik.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 122 REFERENSI Aliet Noorhayati Sutisno, L. M. T. (2019). Pengantar Didaktik (Revisi). K-Media. Arifin. (2016). Ilmu Pendidikan Islam Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Indisipliner. PT. Bumu Aksara. Dakir, & Sardimi. (2011). Pendidikan Islam & ESQ KomparatifIntegratif Upaya Menuju Stadium Insan Kamil.pdf. Pustaka Rasail. Hidayat, R., Ag, S., & Pd, M. (2019). Buku Ilmu Pendidikan Rahmat Hidayat & Abdillah. Muhammad Hasan, Rahmatullah, Ahmad Fuadi, Inanna, Nahriana, Musyaffa, Badroh Rif’ati, Tasdin Tahrim, Ali Nahruddin Tanal, Baderiah, Nursyamsi, M.Alinurdin, Nur Arisah, Susanti, Hayatun Sabariah, Uswatun Khasanah, D. J. (2021). Strategi Pembelajaran (M. Hasan (ed.); 1st ed.). Tahta Media Group. Perpusnas. (2019). UU Sistem Pendidikan Nasional. Acta Pædiatrica, 71, 6–6. https://doi.org/10.1111/j.1651- 2227.1982.tb08455.x Rusman. (2016). Pembelajaran Tematik Terpadu : Teori, Praktik dan Penilaian. In Rajawali pres. Thomas Tan. (2017). Teaching is an Art Maximize Your Teaching (1st ed.). Deepublish. Widoyoko, E. P. (2019). Evaluasi dan Program Pembelajaran.pdf (10th ed.). Pustaka Pelajar. Wina Sanjaya. (2015). Perencanaan dan Desain Sistem
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 123 Pembelajaran. Kencana. Yaumi, M. (2017). Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran (N. I. D. Sidik (ed.); 5th ed.). Kencana. Yuberti. (2014). Teori Pembelajaran dan Pengembangan Bahan Ajar Dalam Pendidikan.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 124
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 125 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB VII KONSEP EVALUASI DAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN Mohammad Abdus Salam, S.Pd Fikhi Afifa, S.Pd A. Hakikat Evaluasi dan penilaian Pembelajaran Dalam pendidikan seorang pengajar diharus bisa memili beberapa keahlian, hal ini sesuai dengan tuntutan seorang pendidik dalam proses pemelajaran. Salah satunya yakni, pengajar akan menyusun rangkaian kegiatan pembelajaran secara utuh dalam proses pembelajaran, mulai dari membuat desain pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, berperan sebagai guru, dan sebagainya. mengajar, menilai pembelajaran, serta metode dan hasil. Dalam terlaksananya proses pembelajaran, ada hasil akhir yang harus dicapai agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil akhir dari proses pembelajaran akan dijadikan satu dalam sebuah cakupan, yang mana cakupan tersebut berupa evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran adalah proses
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 126 pengumpulan data yang digunakan oleh seorang pengejar, yang mana proses tersebut sebagai alat untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam prestasi akademik. Evaluasi sendiri merupakan komponen penting dari proses pendidikan dan memegang peranan penting dalam menentukan kinerja program pendidikan. Pada dasarnya, tujuan evaluasi adalah untuk mengumpulkan data atau data tentang kesenjangan antara situasi saat ini dan situasi yang diinginkan. Evaluasi pembelajaran harus digunakan sebagai teknik atau metode pengajaran, bukan hanya untuk menentukan peringkat siswa. Penilaian pembelajaran harus ditetapkan secara terencana dan terpadu dalam suatu program pembelajaran, dilaksanakan secara berkelanjutan, mengandung aspek pedagogis, dan dapat menginspirasi siswa untuk lebih terlibat dalam pembelajaran sebagai strategi atau instrumen pendidikan. Evaluasi dan penilaian keduanya metode untuk menilai nilai sesuatu, tetapi mereka berbeda dalam ruang lingkup dan aplikasi. Evaluasi dan penilaian memerlukan pengukuran, sedangkan tes adalah alat ukur. Proses belajar hanya diukur dari segi angka. Tindakan mengevaluasi dan menilai sesuatu pada dasarnya adalah membuat penilaian tentang hal itu. Secara harfiah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu evaluation yang artinya penilaian. Evaluasi memiliki banyak arti yang berbeda, menurut Wang dan Brown dalam buku yang berjudul Essentials of Educational Evaluation, dikatakan bahwa "Evaluation rekr to the act or process to determining the yalue of something", artinya "evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai dari pada sesuatu" (Qodir, 2017). Sesuai menggunakan pendapat tadi maka penilaian bisa didefinisikan menjadi suatu aktivitas atau proses buat memilih nilai barang-barang pada bidang pendidikan, atau seluruh yang terdapat hubungannya menggunakan pendidikan, global
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 127 pendidikan Hal ini dimungkinkan buat menafsirkan penilaian pendidikan. Penilaian pendidikan bisa didefinisikan menjadi suatu aktivitas atau proses buat memilih nilai barang-barang pada bidang pendidikan, atau seluruh yang terdapat hubungannya menggunakan pendidikan. Evaluasi adalah proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan kabar yang bisa dipakai buat menciptakan konklusi yang berbeda. Evaluasi adalah tinjauan informasi yang dikumpulkan selama operasi penilaian. Sementara itu, tergantung pada data pengukuran, evaluasi adalah penilaian tentang nilai. Menurut perspektif ini, evaluasi dapat didefinisikan sebagai proses membuat penilaian berdasarkan data yang dikumpulkan dari pengukuran hasil belajar dengan menggunakan instrumen tes dan non-tes. Dalam arti luas, evaluasi adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarluaskan fakta-fakta yang relevan untuk membuat berbagai keputusan. Penilaian pembelajaran adalah proses terus menerus mengumpulkan dan mengevaluasi data yang digunakan untuk meninjau keputusan yang dibuat selama desain sistem pembelajaran. Istilah "evaluasi pembelajaran" dan "ujian" sering kali dipertukarkan. Mereka saling berhubungan, namun mereka tidak menutupi keseluruhan kebenaran. Hakikat evaluasi pembelajaran tidak dapat digambarkan dengan ulangan harian guru di kelas atau bahkan ujian akhir sekolah; Evaluasi pembelajaran pada hakikatnya tidak hanya menganalisis hasil belajar, tetapi juga kegiatan yang dilakukan pendidik dan peserta didik selama proses pembelajaran. (Asrul et al., 2014) Adapun pengertian evaluasi pembelajaran menurut para ahli, sebagai berikut: 1. Stufflebeam, dkk (1971) evaluasi adalah "Proses menunjuk, mengumpulkan, dan memberikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif pilihan,"
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 128 mendefinisikan evaluasi. Akibatnya, evaluasi adalah sebuah prosedur. mendeskripsikan, mengumpulkan, dan menyajikan data sangat membantu dalam memunculkan ide yang berbeda keputusan. Sudjiono, (2005) sudah dikemukakan bahwa istilah penilaian dari berdasarkan istilah penilaian pada bahasa Inggris, yang mempunyai arti evaluasi pada bahasa Indonesia. Kata nilai diturunkan berdasarkan akar nilai, yang berarti "nilai". Akibatnya, kata penilaian mengacu dalam proses pada memilih nilai. Kata penilaian, konon, dari berdasarkan istilah penilaian pada bahasa Inggris, yang mengandung arti evaluasi pada bahasa Indonesia. 2. Viviane dan Gilbert de Lansheere (1984), proses penentuan apakah bahan dan metode pembelajaran sudah sesuai dengan tujuan yang diinginkan disebut evaluasi. (Ahmad, 2015) 3. Arifin (2013) selanjutnya menjelaskan beberapa hal tentang evaluasi, bahwa: a. Evaluasi adalah metode, bukan produk (produk). Hasil kegiatan evaluasi adalah gambaran kualitas daripada sesuatu, baik dalam hal nilai atau signifikansi. Sementara kegiatan digunakan untuk mencapai suatu nilai, itu juga memerlukan evaluasi. Deskripsi kualitas yang dipermasalahkan mengikuti secara logis dari proses evaluasi yang telah diselesaikan. Proses tadi wajib dilakukan secara sistematis dan berjangka panjang, yaitu wajib direncanakan, diikuti menggunakan proses dan norma, dan dilakukan secara terus menerus. b. Tujuan penilaian merupakan buat memilih kualitas sesuatu, khususnya pada hal nilai dan makna.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 129 c. Sebuah penilaian harus dibuat selama prosedur evaluasi. Memberikan pemikiran ini pada dasarnya adalah dasar evaluasi ide. Nilai dan makna (worth and merit) dari sesuatu yang dievaluasi ditentukan oleh evaluasi ini. Suatu kegiatan tidak termasuk dalam kategori kegiatan evaluasi jika tidak diberikan pertimbangan. d. Dalam kriteria ini, nilai dan signifikansi harus diperhitungkan. Pertimbangan nilai dan makna yang ditawarkan bukanlah suatu mekanisme yang bisa digolongkan menjadi penilaian apabila tidak terdapat kriteria khusus. Kriteria berikut harus dikembangkan oleh evaluator: (a) hasil evaluasi dapat diklarifikasi secara ilmiah; (b) evaluator lebih percaya diri; (c) keraguan dihindari; dan (d) hasil evaluasi akan konsisten. (Sudjana, 2009) Dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional Bab 1 Pasal 1 ayat 21 dijelaskan bahwa evaluasi merupakan jenis akuntabilitas pendidikan yang mencakup pemantauan, memastikan, dan menentukan kualitas banyak aspek pendidikan di setiap tingkat, jenis, dan jalur.(Afandi, 2013) Evaluasi pembelajaran adalah galat satu jenis penilaian yg berlangsung pada ranah pendidikan. Tujuan evaluasi pembelajaran merupakan buat mengumpulkan data yg bisa dipakai buat memilih taraf kemajuan, perkembangan, & pencapaian siswa, dan efektivitas pedagogi seseorang guru. Dalam kegiatan pengukuran dan penilaian termasuk dalam evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran dibagi menjadi evaluasi diagnostik, seleksi, penempatan, formatif, dan sumatif bila dinilai secara objektif. Evaluasi pembelajaran
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 130 dapat dibagi menjadi konteks, masukan, proses, hasil, dan hasil jika dilihat dari perspektif sasaran. Prosedur evaluasi dipecah menjadi tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, dan pelaporan. Maka dapat di simpulkan evaluasi adalah proses menetapkan nilai moneter untuk kualitas sesuatu. Selanjutnya, evaluasi dapat digambarkan sebagai tindakan mengumpulkan, menafsirkan, dan menyebarkan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan. Akibatnya, evaluasi adalah metode untuk mengidentifikasi atau menganalisis apakah siswa telah memenuhi tujuan pendidikan mereka atau tidak. Berdasarkan tujuan evaluasi ada perbedaan antara evaluasi sumatif dan formatif. Evaluasi sumatif adalah untuk menilai dan mengukur manfaat program, sedangkan evaluasi formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik untuk peningkatan program.(Afandi, 2013). Jadi kesimpulan dari evaluasi pembelajaran adalah prosedur yang menggunakan kegiatan pengukuran dan penilaian pembelajaran untuk menilai nilai pembelajaran yang telah berlangsung. Tindakan membandingkan jumlah keberhasilan belajar dengan ukuran keberhasilan belajar yang didefinisikan secara kuantitatif disebut sebagai pengukuran, sedangkan proses mencapai kesimpulan kualitatif tentang nilai keberhasilan belajar disebut sebagai penilaian. Evaluasi adalah suatu cara untuk memperoleh informasi dari proses pengumpulan dan pengolahan data. Sedangkan hakikat penilaian dari sudut bahasa diartikan sebagai proses menentukan nilai suatu objek (Sudjana, 2009). Istilah evaluasi tidak merujuk dalam pengertian evaluasi, melainkan lebih pada aktivitas menaruh banyak sekali fakta secara eksklusif secara terus menerus dan menyeluruh mengenai proses dan output yang sudah dicapai siswa, sebagai akibatnya pengertiannya terhadap kata ini merupakan
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 131 menjadi aktivitas buat menaruh banyak sekali fakta secara eksklusif secara terus menerus dan komprehensif mengenai proses dan output yang sudah dicapai siswa. Istilah "komprehensif" menunjukkan bahwa evaluasi mencakup dimensi pengetahuan, kemampuan, sikap, dan nilai selain penguasaan topik tertentu.(Haryanto, 2020) Jadi sanggup dikatakan Istilah evaluasi nir merujuk dalam pengertian penilaian, melainkan lebih pada aktivitas menaruh aneka macam warta langsung, berkesinambungan, & menyeluruh mengenai proses dan output yang sudah dicapai siswa, sebagai akibatnya pengertian kata ini merupakan menjadi aktivitas menaruh aneka macam warta secara langsung, berkesinambungan, dan komprehensif mengenai proses dan output yang sudah dicapai siswa. Selain dominasi satu topik, ungkapan “komprehensif” menerangkan bahwa penilaian meliputi aspek pengetahuan, bakat, sikap, dan nilai. Adapun pengertian penilaian menurut para ahli: 1. Penilaian menurut Arends (2008:217) merupakan prosedur untuk memperoleh informasi tentang siswa dan kelas untuk membuat keputusan instruksional. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian adalah suatu metode pengumpulan data dengan menggunakan pendekatan yang tepat dengan tujuan sebagai landasan atau pedoman untuk membuat penilaian tentang proses belajar siswa. Guru bertanggung jawab atas empat langkah proses penilaian: perencanaan, pelaksanaan, analisis, dan pengambilan keputusan. 2. Sudjana dan Ibrahim (2007:235 penilaian adalah pengukuran berbagai elemen perilaku dengan tujuan mengidentifikasi perbedaan individu/kelompok, dan hasilnya digunakan kedalam konteks pemilihan siswa, bimbingan, serta perencanaan pada perta didik.
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 132 3. Jihad dan Haris (2009:55) Penilaian mengacu pada praktik menetapkan atau menentukan hasil belajar tertentu berdasarkan seperangkat kriteria. (Wrdoyo, 2015) Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab I pasal 1 ayat 17 mengemukakan bahwa penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik (Afandi, 2013). Penilaian merupakan Informasi dikumpulkan dan diproses selama proses penilaian. Dalam pendidikan, penilaian mengacu pada tindakan memperoleh dan menganalisis data untuk menentukan apakah siswa telah memenuhi tujuan pembelajaran mereka atau tidak. Inti dari penilaian sendiri merupakan proses memberikan atau menilai nilai untuk berbagai objek berdasarkan kriteria tertentu adalah tentang evaluasi. Proses penilaian dimulai dengan interpretasi dan diakhiri dengan penilaian. Dalam konteks situasi tertentu, interpretasi dan penilaian adalah tema penilaian yang menyiratkan perbandingan antara kriteria dan aktualitas. Atas dasar ini, selalu ada objek/program, kriteria, dan interpretasi/penilaian dalam kegiatan evaluasi. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan penilaian pembelajaran adalah prosedur pengumpulan data secara terus-menerus yang mengevaluasi kinerja siswa baik secara individu maupun kelompok untuk mengukur bakat atau keefektifan siswa dalam belajar. Penilaian harus diberi bobot lebih dari evaluasi guru. Oleh karena itu, evaluasi harus dilakukan dengan benar, karena merupakan komponen kritis (utama) pengembangan diri yang sehat baik bagi individu (mahasiswa) maupun organisasi/kelompok.
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 133 Dalam Penggunaan berbagai metodologi dan instrumen penilaian untuk mengumpulkan informasi mengenai sejauh mana hasil belajar siswa atau kompetensi siswa (seperangkat kemampuan) yang dicapai dikenal sebagai penilaian. Penilaian memberikan tanggapan atas pertanyaan tentang hasil belajar atau prestasi siswa. Hasil penilaian dapat berbentuk kualitatif (pernyataan naratif berbasis kata) atau kuantitatif (numerik) (dalam bentuk angka). B. Ruang Lingkup Evaluasi dan penilaian pembelajaran Benyamin S. Bloom (dalam Arifin, 2012) menyatakan bahwa hasil belajar dalam bagi menjadi 3 domain, yaitu Kognitif, afektif, dan Psikomotor. Pada setiap domain ini terdapat beberapa jenjang kemampuan, dari yang paling mudah sampai yang paling kompleks, penjelasan dari poly sekali domain tersebut adalah: 1. Kognitif (Cognitive) Dalam segi penilaian kognitif terdapat enam jenjang kemampuan yaitu: a. Pengetahuan (Knowledge) merupakan suatu jenjang kemampuan yang mengharuskan siswa agar mampu kenal dengan mengetahui berbagai konsep, fakta/istilah. Peserta didik tidak harus bisa mengerti atau memahami dalam hal penggunaannya. Kata kerja yang bisa digunakan pada tahap ini adalah mendefinisikan, memberikan, mengidentifikasi, memberi sebuah nama, menyusun daftar, mencocokkan, menyebutkan, memilih dan menyatakan. b. Pemahaman (comprehension) merupakan suatu tingkat kemampuan yang mengharuskan seorang peserta didik mampu memahami dan mengerti sebuah materi yang diajarkan oleh seorang guru dan bisa menggunakan tanpa
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 134 harus menghubungkan dengan berbagai hal yang lain. Kemampuan ini terdiri dari 3 hal, yaitu menerjemah, menafsirkan, dan mengekstrapolasi (memperluas data pengetahuan) kata kerja yang bisa dipakai pada tahap ini adalah mengubah, mempertahankan, membedakan, memperkira kirakan, menjelaskan, memberi sebuah contoh. c. Penerapan (Aplication) adalah suatu strata kemampuan yang menganjurkan siswa buat menggunakan sebuah wangsit umum, rapikan cara, metode, prinsip, atau teori pada situasi baru dan konkrit. Kata kerja yang sanggup digunakan pada penerapan ini yaitu mengubah, menghitung, mendemonstrasikan, mengungkapkan, menghubungkan, menunjukkan, dan cara menggunakan. d. Analisis (Analysis) merupakan suatu jenjang kemampuan yang mengharuskan peserta didik untuk dapat menjelaskan suatu situasi atau suatu keadaan tertentu dalam suatu unsur dan komponennya. Kemampuan analisis dibagi menjadi 3 yaitu analisis unsur, analisis hubungan, analisis prinsip yang ter organisasi, kata kerja yang dipakai yaitu mengurai, membuat diagram, menggambarkan sebuah kesimpulan dan merinci. e. Sintesis (Syntesis) adalah suatu jenjang kemampuan yang mengharuskan siswa membentuk sesuatu hal yang baru dengan cara menggabungkan beberapa faktor. Hasil yang diperoleh yaitu berupa tulisan, planning atau sebuah mekanisme. Kata kerja yang digunakan yaitu menggabungkan, memodifikasi, menyusun, menyimpulkan dan menceritakan. f. Evaluasi (Evaluation) adalah suatu jenjang kemampuan yang mengharuskan seseorang siswa buat mampu melakukan penilaian dalam situasi, keadaan, pernyataan, atau konsep menurut suatu kriteria tertentu, pada termin
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 135 ini yang paling penting merupakan membentuk suatu syarat yang bisa berbagi kriteria atau sebuah patokan buat mengevaluasi sesuatu tersebut. Kata kerja yang dapat dipakai adalah menilai, membandingkan, mempertentangkan, mengritik, menafsirkan, dan menduga serta mempertimbangkan suatu kebenaran. 2. Afektif (Affective) Dari segi afektif adalah suatu internalisasi sebuah perilaku yang mengacu dalam suatu pertumbuhan batin, kemudian seseorang siswa mengetahui hal tersebut, dan merogoh beberapa perilaku. Setelah itu nilai nilai akan terbentuk dalam sebuah tingkah laku dalam kesehariannya, ada beberapa jenjang dari segi afektif, yaitu: a. Kemauan mendapat (receiving) adalah suatu jenjang kemampuan yang mengharuskan siswa memilikinya terkait kepekaan terhadap sesuatu kenyataan atau sesuatu tertentu. Hal ini dilakukan pada menyadari kemampuannya buat mendapat dan memperhatikan. Kata kerja yang mampu digunakan merupakan memilih, menggambarkan, menaruh dan menggunakan. b. Kemauan menanggapi (Responding) adalah suatu jenjang kemampuan yang mengharuskan siswa buat mempunyai kepekaan terhadap suatu kenyataan, tetapi juga bisa beraksi terhadap suatu kenyataan tersebut. Pada kemampuan ini menekankan siswa bisa menjawab secara sukarela dan membaca tanpa ditugaskan. Kata kerja yang mampu digunakan merupakan menjawab, memperbincangkan, mengemukakan, mendiskusikan, dan menuliskan. c. Menilai (Valuing) adalah suatu jenjang kemampuan yang mengharuskan siswa buat bisa menilai suatu objek,
Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 136 fenomena, atau suatu tingkah laku. Kata kerja yang dapat dipakai merupakan melengkapi, menerangkan, mengusulkan, merogoh suatu bagian, dan lainnya. d. Organisasi (Organizasion) suatu kemampuan yang mengharuskan seseorang siswa buat bisa menyatukan aneka macam ilmu yang berbeda, memecahkan suatu masalah, dan menciptakan suatu sistem nilai. Kata kerja yang sanggup dipakai merupakan mengubah, mengatur, menggabungkan, merealisasikan dan memodifikasi. 3. Psikomotor (Psychomotor) Psikomotor adalah sebuah kemampuan siswa pada hal gerakan gerakan tubuh dan bagian bagiannya, gerakan tadi dimulai berdasarkan gerakan yang gampang sampai gerakan yang sulit dilakukan, perubahan pola gerakan menghabiskan ketika kurang lebih 30 menit. Sebuah istilah kerja yang bisa dilakukan merupakan menjadi berikut: a. Muscular or motor skill, pada hal ini adalah mempertontonkan suatu gerakan, melompat, menggerakkan, menampilkan. b. Manipulation of materials of objec, pada hal ini yang dilakukan merupakan mereparasi, menyusun, membersihkan, memindahkan, dan menciptakan sesuatu. c. Neuromuscular coordination, pada hal ini merupakan mengamati, menerapkan, menghubungkan, memadukan, memotong, menarik, menggunakan.(Rifanti, 2020) Sesuai dengan taksonomi bloom yang sudah dijelaskan, bahwa ada 2 bagian dari kemampuan peserta didik, yaitu tingkat tinggi dan tingkat rendah. Kemampuan pada tingkat rendah adalah pengetahuan, pemahaman, pengaplikasian,
Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 137 sedangkan kemampuan tingkat tinggi adalah menganalisis, sintesis, mengevaluasi dan kreativitas. (Indahsari, 2021) Penilaian pembelajaran merupakan sebuah penilaian yang mampu mengungkapkan sebuah kemampuan seorang peserta didik memahami suatu konsep, dan suatu pemecahan masalah serta komunikasi. Penilaian adalah suatu tindakan atau tes praktik yang berguru efektif bisa digunakan sebagai sumber informasi mengenai suatu bentuk informasi sebuah perilaku atau keterampilan yang nantinya muncul dalam diri seorang peserta didik. Beberapa penilaian dalam pembelajaran yaitu: a. Penilaian portofolio Merupakan suatu sekumpulan atau berkas yang dipilih agar mampu memberikan suatu informasi dalam sebuah penilaian. Portofolio merupakan kata dari bahasa inggris “portofolio” yang artinya dokumen/surat. Prinsip berdasarkan evaluasi portofolio merupakan dokumen/ output pekerjaan peserta didik, baik berdasarkan pekerjaan rumah, atau sebuah tes tertulis yang dipakai buat menciptakan inferensi suatu kemampuan dan pengembangan peserta didik. b. Penilaian proyek Adalah penilaian dilakukan dalam waktu tertentu. Tugas itu bisa berupa suatu investivigasi yang dilakukan dalam pengumpulan, perekapan, hingga dalam penyajian data. Karena pelaksanaan terebut berasal dari sebuah data primer/ sekunder. Proyek merupakan suatu sarana yang penting untuk menilai kemampuan umum dalam semua bidang. Dalam penilaian proyek ada 3 bidang yaitu kemampuan pengelolaan, relevansi, keaslian.