The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

EBOOK Evaluasi Program & Pembelajaran PAI - Mahasiswa MPAI UNISMA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PERPUSTAKAAN DIGITAL, 2023-05-29 21:19:21

EBOOK Evaluasi Program & Pembelajaran PAI - Mahasiswa MPAI UNISMA

EBOOK Evaluasi Program & Pembelajaran PAI - Mahasiswa MPAI UNISMA

Keywords: Evaluasi

Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 186 manusia sebagai makhluk yang dilahirkan kosong, tanpa ilmu. Namun, Tuhan memberikan potensi jasmani dan rohani untuk mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia itu sendiri. Dampak belajar mampu diartikan menjadi dampak pengukuran berasal penilaian upaya belajar yang dinyatakan pada bentuk simbol, huruf, serta kalimat yang menceritakan dampak yg sudah dicapai oleh setiap peserta didik di kurun waktu tertentu. dampak belajar ialah yang akan terjadi pengukuran peserta didik yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. sehabis mengikuti proses pembelajaran yg diukur dengan menggunakan instrumen yang relevan. (Sudijono, 2009). B. Pengukuran Hasil Belajar 1. Hakikat Pengukuran Hasil Belajar Pengukuran akibat belajar merupakan berita berupa nomor yang diperoleh melalui proses eksklusif menggunakan memakai alat ukur yang objektif untuk keperluan analisis dan interpretasi. Jadi, pengukuran dilakukan untuk memperkirakan atau melihat prestasi yang telah diperoleh peserta didik sesudah mengikuti pembelajaran selama ketika eksklusif. Zainal Arifin di bukunya menyatakan bahwa pengukuran adalah suatu proses atau aktivitas buat memilih besarnya sesuatu. kata sesuatu bisa berarti peserta didik, pengajar, gedung sekolah, meja belajar, papan tulis serta sebagainya. dalam proses pengukuran tentunya guru wajib menggunakan alat ukur (tes dan nontes). indera ukur wajib baku, yang mempunyai tingkat validitas serta reliabilitas yang tinggi (Zainal Arifin, 2013)


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 187 Pengukuran akibat belajar peserta didik bisa dinilai berasal ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan praktik, perilaku, sikap serta akhlak siswa. Validitas pada mengukur akibat belajar berkaitan menggunakan ketepatan alat ukur terhadap konsep yg dievaluasi sebagai akibatnya benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Sedangkan reliabilitas yang akan terjadi belajar ialah penilaian terhadap derajat kestabilan atau pemerataan. Keandalan pada pengukuran mengacu di konsistensi tes mengukur apa yang diukur. Seperti dikutip Purwanto pada bukunya, pengukuran merupakan membandingkan sesuatu yang diukur menggunakan indera ukur kemudian mengungkapkan nomor -nomor asal suatu sistem eksklusif. Hopkins serta Antes sebagaimana dikutip Purwanto mendefinisikan pengukuran sebagai hadiah nomor di atribut-atribut benda, orang, insiden yang dilakukan untuk menyampaikan disparitas angka. pada pendidikan metode ini diadaptasi untuk pengumpulan data (Purwanto, 2011). Pengukuran sebagai keliru satu bentuk pengukuran yang bersifat konkrit dan bisa diketahui asal yang akan terjadi belajar. dampak pengukuran membentuk data deskriptif sesuai interpretasi sinkron memakai kriteria pengukuran yang sudah dipengaruhi. Pengukuran dilakukan buat menerima data yg objektif. Objektivitas bisa tercapai sebab pengumpulan data merogoh jarak asal objek yang diukur serta menyerahkan otoritas pengukuran pada alat ukur. Pendelegasian wewenang pengukuran kepada alat ukur mengakibatkan pengumpulan data tidak lagi menyerahkan subjektivitasnya pada yang akan terjadi pengukuran yg diperoleh data objektif (Purwanto, 2011). Dapat


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 188 disimpulkan bahwa pengukuran merupakan suatu kegiatan atau perjuangan yang dilakukan untuk membandingkan sesuatu yg diukur menggunakan indera ukur atau membandingkan yang akan terjadi pengukuran menggunakan kriteria dan jawaban atau interpretasi yang berupa besaran data sebagai akibatnya mampu diperoleh data perihal akibat pengukuran tersebut. yang akan terjadi pengukuran mampu mendiagnosis sejauh mana sesuatu diukur, menggunakan istilah lain pengukuran membandingkan yang akan terjadi pengamatan menggunakan kriteria. Hasil berlajar dapat digunakan untuk mengukur apa yang akan terjadi belajar dapat dijelaskan menggunakan memahami dua istilah yang menyusunnya, yaitu ‘yang akan terjadi’ dan ‘belajar’. Gagasan yang akan terjadi (produk) mengacu di laba menjadi akibat dari melakukan suatu aktivitas atau proses yg membuat perubahan fungsional di input. yang akan terjadi produk merupakan laba yg diperoleh berasal mengubah bahan mentah menjadi barang jadi (Zainal Arifin, 2013). Sedangkan dampak belajar sesuai Abdurrahman seperti yang dikutip sang Asep Jihad dan Abdul Haris menyatakan bahwa kemampuan yang diperoleh siswa sehabis melalui kegiatan belajar. (Asep Jihad, 2013) sebagaimana dikutip sang Asep Jihad serta Abdul Haris menyatakan bahwa akibat belajar ialah segala sesuatu yang dimiliki siswa sebagai yang akan terjadi asal kegiatan belajar yang dilakukannya. Sedangkan asal Hamalik sebagaimana dikutip Asep Jihad serta Abdul Haris, akibat belajar ialah pola tindakan, nilai, pemahaman dan sikap, serta apersepsi dan kemampuan (Asep Jihad, 2013).


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 189 a. Yang akan terjadi. Yang akan terjadi belajar peserta didik ialah prestasi belajar atau prestasi belajar. Prestasi belajar (achievment) sinkron Haladya mirip dikutip Djemari Mardapi diperoleh dalam waktu yang relatif singkat, sedangkan kecerdasan atau talenta (aptitude) diperoleh melalui waktu yang relatif usang. Prestasi belajar diperoleh sesudah mengikuti proses pembelajaran yang cukup singkat pada kelas (Djemari Mardapi, 2012). Jadi pengukuran yang akan terjadi belajar ialah perubahan yang terjadi sehabis mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pembelajaran melalui atau menggunakan alat ukur eksklusif. akibat belajar diukur untuk menentukan tercapainya tujuan pembelajaran sebagai akibatnya yang akan terjadi belajar wajib sinkron memakai tujuan pembelajaran. b. Tujuan Pengukuran akibat Belajar Tujuan pembelajaran direncanakan buat dicapai pada proses belajar mengajar. Pengukuran yang akan terjadi belajar ialah ketercapaian tujuan pembelajaran pada siswa yang mengikuti proses belajar mengajar. Tujuan pembelajaran bersifat ideal, sedangkan pengukuran akibat belajar bersifat aktual. Pengukuran yang akan terjadi belajar adalah realisasi pencapaian tujuan pembelajaran, menjadi akibatnya akibat belajar yang diukur sangat bergantung pada tujuan pembelajaran (Purwanto, 2011). Pengukuran dampak belajar termasuk komponen pembelajaran yang harus diadaptasi menggunakan tujuan pembelajaran, sebab yang akan terjadi belajar diukur buat menentukan tercapainya tujuan pembelajaran melalui proses belajar mengajar. Baik buruknya dampak belajar


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 190 dapat dicermati dari yang akan terjadi pengukuran yang sudah dilakukan sang pengajar. sang karena itu, setiap proses aktivitas belajar mengajar keberhasilan peserta didik diukur dari seberapa jauh dampak belajar yang dicapai peserta didik. Sedangkan untuk memperoleh yang akan terjadi belajar peserta didik dilakukan pengukuran yang merupakan tindak lanjut atau cara buat mengukur taraf dominasi peserta didik. Kemajuan prestasi belajar peserta didik tidak hanya diukur berasal taraf penguasaan ilmu pengetahuan namun pula sikap dan keterampilan. memakai demikian penilaian yang akan terjadi belajar peserta didik mencakup segala sesuatu yg dipelajari di sekolah, baik yg menyangkut pengetahuan juga perilaku dan keterampilan (Asep Jihad, 2013). Sebagai akibatnya dari pengukuran akibat belajar sebagai akibatnya pengambilan keputusan mampu dilakukan dengan benar. Keputusan untuk mengukur yang akan terjadi belajar menyangkut nilai akademik peserta didik sehingga kesalahan di pengambilan keputusan akan merugikan siswa. sebagai akibatnya pengukuran pembelajaran mampu terlaksana menggunakan baik Jika aktivitas tersebut didahului dengan persiapan yang matang. Pengukuran menyampaikan data yang sebagai dasar pengambilan keputusan pada akibat belajar peserta didik. Tanpa pengukuran, dampak belajar tidak memiliki dasar yg bertenaga untuk merogoh keputusan.Pengukuran yang akan terjadi Belajar di Pembelajaran c. Pengukuran yang akan terjadi belajar intinya adalah kegiatan memilih nomor atau yang akan terjadi asal pola tindakan, sikap, pemahaman, nilai apersepsi dan


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 191 kemampuan siswa terhadap proses pembelajaran. Penentuan yang akan terjadi belajar adalah upaya buat menggambarkan karakteristik siswa tersebut. pada memilih karakteristik peserta didik, pengukuran yang dilakukan wajib sekecil mungkin agar kesalahan-kesalahan kecil. Pengukuran hasil belajar dapat diklasifikasikan sebagai empat, (Djemari Mardapi, 2012) yaitu: 1) Data nominal Data nominal artinya yang akan terjadi pengukuran menggunakan memakai simbol numerik. namun nomor tersebut tidak hanya menyatakan peringkat, namun hanya penjabaran. misalnya, wanita diberi nomor kode 1 (satu), sedangkan 604dea25b3a655fe1ab94434fad99f27 diberi angka 0 (nol). angka 1 dan 0 tidak membagikan peringkat tetapi hanya pembagian terstruktur mengenai. 2) Data ordinal Data yg menyatakan urutan saja, jeda berasal satu satuan skala ke satuan lainnya tak sama. contohnya, prestasi belajar siswa A ialah 9,0, prestasi siswa B artinya 8,0, sedangkan peserta didik C ialah 6,0. Bila diurutkan berasal atas ialah siswa A, siswa B, siswa C serta siswa D. Jika diurutkan berasal atas adalah siswa A, siswa B serta C maka jarak prestasi belajar siswa A dan B merupakan 1,0 tak sama menggunakan jeda antar siswa B dan C, yaitu 2.0. Jadi data ordinal artinya data yang artinya urutan asal atas ke bawah atau tertinggi serta terendah. 3) Data interval Interval ialah data yg mempunyai titik nol absolut, namun jeda berasal satu unit ke unit berikutnya sama.


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 192 contohnya jarak antara prestasi belajar artinya 5 menggunakan 6, merupakan sama antara 6 dan 7, karena sama adalah 1 (satu). namun, angka ini tidak bisa diartikan menjadi kelipatan. contohnya nilai PAI A ialah 8.0, sedangkan nilai B merupakan 4.0, hal ini tak mampu diartikan bahwa kemampuan matematika A merupakan 2 kali lipat asal kemampuan. 4) Data rasio Data rasio artinya data yang memiliki titik nol tepat. misalnya tinggi badan, jeda tempuh, pendapatan seorang, dan kecepatan lari. Kecepatan lari seorang tak berarti berdiri membisu. Penghasilan nol berarti tak terdapat penghasilan sama sekali. Jadi, data rasio ialah peringkat tertinggi. Teknik statistik yang dipergunakan untuk menganalisis data pada keempat data tadi tak sama. Dari sebab itu, akibat belajar memerlukan data yang diperoleh melalui aktivitas pengukuran. Kegiatan pengukuran memerlukan alat ukur atau instrumen yang diharapkan dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel, sebagai akibatnya yang akan terjadi belajar yang diperoleh siswa bisa valid serta tidak merugikan peserta didik. d. Indikator Pengukuran yg akan terjadi Belajar Belajar menyebabkan perubahan tingkah laris dan belajar ialah suatu usaha buat membarui tingkah laku menggunakan mengusahakan terjadinya suatu proses belajar di diri peserta didik. Perubahan kepribadian ditunjukkan menggunakan perubahan tingkah laris sebab belajar atau sehabis belajar.


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 193 Mengingat aktivitas pembelajaran merupakan proses untuk mencapai dampak belajar atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, maka terdapat 2 kriteria awam evaluasi yang akan terjadi elajar 2. Pengertian penilaian Pembelajaran Secara etimologis ‘evaluation’ asal dari bahasa Inggris, yaitu evaluation dari akar kata value yang artinya nilai atau harga. Nilai di bahasa Arab dibilang al-qiamah atau al-taqdir yang ialah penilaian (evaluasi). Sedang secara harafiah, evaluasi pendidikan pada bahasa Arab acapkali dianggap menggunakan al-taqdir al-tarbiyah yg diartikan sebagai evaluasi di bidang pendidikan atau evaluasi terhadap hal-hal yg berkaitan memakai kegiatan pendidikan (Mahirah, 2017). Evaluasi ialah proses evaluasi pada pencapaian sebuah tujuan yg mengatakan pertarungan kinerja serta program/kegiatan yang mampu memberikan imbal pulang pada peningkatan sebuah kualitas kinerja acara/kegiatan. di di sebuah proses pembelajaran, penilaian merupakan bagian yg sangat penting. evaluasi dapat menyampaikan sebuah gambaran terhadap taraf penguasaan peserta didik terhadap satu materi, yg memberikan gambaran kesulitan pada proses belajar siswa, serta memberikan sebuah gambaran perihal kedudukan siswa pada antara teman-temannya. evaluasi adalah sebuah proses yg bisa menggambarkan dan menyempurnakan sebuah isu yg sangat berguna pada menentukan cara lain. Cara lain evaluasi yaitu meliputi arti dari pengukuran serta penilaian pada proses pembelajaran. menggunakan demikian, evaluasi pembelajaran ialah kegiatan yg lebih


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 194 kompleks berasal di pengukuran serta evaluasi. dampak evaluasi pembelajaran dapat menyampaikan keputusan yang profesional. ialah, penilaian dalam pembelajaran adalah kompetensi profesional seorang pendidik. Kompetensi tersebut sejalan memakai instrumen evaluasi kemampuan pengajar yang galat satunya ialah penilaian dalam system pembelajaran (Basri, 2017). Penilaian atau evaluasi merupakan proses sistematis yaitu mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan berita di menentukan sejauh mana kemampuan peserta didik selesai dalam mencapai tujuan pedagogik. Akibatnya evaluasi ini dipergunakan untuk merogoh keputusan sinkron pertimbangan yg didesain. Berdasarkan Asrul, kata evaluasi pembelajaran sangat sering disamakan menggunakan ujian. Meskipun mereka saling terkait, mereka tak mencakup arti kebenaran yang sepenuhnya. ulangan harian yang dilakukan oleh seorang guru di kelas atau bahkan ujian akhir sekolah, belum bisa menggambarkan esensi evaluasi pembelajaran, apalagi Jika dikaitkan menggunakan implementasi kurikulum 2013. sebab penilaian pembelajaran intinya tak hanya menilai akibat belajar, namun pula proses yg dilewati oleh pendidik. dan peserta didik dalam proses pembelajaran (Asrul, Ananda, R., 2014). Berdasarkan Widiyanto, evaluasi di pada hakikatnya merupakan suatu proses pengambilan keputusan perihal nilai suatu hal dalam suatu objek. Keputusan evaluasi (value judgement) tak hanya berdasarkan akibat pengukuran (deskripsi kuantitatif), dapat jua sesuai observasi (deskripsi kualitatif). berdasarkan di yg akan terjadi pengukuran (measurement) serta bukan sesuai yang akan terjadi pengukuran (non-measurement) yang


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 195 pada akhirnya membuat keputusan nilai perihal suatu pada objek yg dievaluasi (Widiyanto, 2018). Evaluasi artinya kegiatan mengamati dan mengevaluasi proses serta yg akan terjadi aktivitas belajar mengajar yang dilakukan oleh forum berdikari secara berkelanjutan dan berkesinambungan, bersiklus, menyeluruh, transparan, serta sistematis untuk menilai pencapaian baku nasional pendidikan. Rina Febriana evaluasi artinya evaluasi yang sistematis terhadap manfaat atau kegunaan suatu benda. dalam melakukan penilaian terdapat suatu pertimbangan untuk memilih nilai suatu program yg sedikit banyak mengandung unsur subjektif. penilaian memerlukan data serta gosip pengukuran yang akan terjadi evaluasi yang memiliki banyak dimensi, mirip kemampuan, kreativitas, perilaku, minat, keterampilan, serta sebagainya (Rina Febriana, 2018). Oleh sebab itu, pada kegiatan evaluasi, alat ukur yang digunakan juga tergantung berasal jenis data yang akan diperoleh. Pengukuran, penilaian, serta penilaian dilakukan secara sedikit demi sedikit, artinya kegiatan dilakukan secara berurutan, dimulai dari pengukuran, kemudian evaluasi, serta terakhir penilaian. Menurut Rina Febriana evaluasi adalah suatu proses pemberian pertimbangan terhadap nilai dan makna dari sesuatu yang sedang dipertimbangkan (Rina Febriana, 2018). Berasal konsep ini ada dua hal yang menjadi karakteristik penilaian, yaitu: 1) evaluasi ialah suatu proses, artinya pada suatu aplikasi evaluasi harus terdiri berasal aneka macam macam tindakan yang harus dilakukan, menggunakan


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 196 demikian penilaian bukanlah suatu akibat atau produksi, melainkan rangkaian aktivitas. 2) evaluasi berkaitan menggunakan hadiah nilai atau makna, sesuai akibat pertimbangan penilaian apakah sesuatu itu mempunyai nilai atau tidak. 3. Tujuan evaluasi pembelajaran Secara awam, tujuan penilaian pembelajaran ialah buat mengetahui efektifitas serta efisiensi sistem pembelajaran secara awam. Sistem pembelajaran yg dimaksud mencakup: tujuan, materi, metode, media, berasal belajar, lingkungan dan sistem penilaian itu sendiri. Selain itu, evaluasi pembelajaran jua bertujuan buat menilai efektivitas taktik pembelajaran, menilai serta menaikkan efektivitas program kurikulum, menilai serta meningkatkan efektivitas pembelajaran, membantu peserta didik belajar, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa, dan menyediakan data yang membantu di mengambil keputusan. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu kita pahami, yaitu: a. Evaluasi ialah proses bukan yang akan terjadi (produk) yang diperoleh asal kegiatan evaluasi ialah kualitas daripada sesuatu, baik menyangkut nilai jua makna. Sedangkan kegiatan untuk hingga di nilai serta makna tadi adalah penilaian. Jika Anda melakukan studi perihal evaluasi, maka yang Anda lakukan adalah mempelajari proses menilai kualitas sesuatu. b. Tujuan penilaian adalah buat memilih kualitas sesuatu, terutama yang berkaitan dengan nilai dan makna. hadiah nilai dan makna ini pada bahasa yg dipergunakan bersifat formatif serta sumatif. Bila


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 197 formatif dan sumatif ialah fungsi penilaian, maka nilai dan makna adalah akibat aktivitas yang dilakukan evaluasi. c. Di proses penilaian harus ada evaluasi. Hadiah pertimbangan ini intinya artinya konsep dasar penilaian. Melalui pertimbangan inilah nilai serta makna (worth and merit) dari sesuatu yang dievaluasi ditentukan. Tanpa menyampaikan pertimbangan, suatu kegiatan tak termasuk di kategori aktivitas evaluasi.Pertimbangan nilai dan makna wajib berdasarkan pada kriteria eksklusif. Tanpa kriteria yang jelas, pertimbangan nilai serta makna yang diberikan bukanlah suatu proses yang mampu digolongkan menjadi penilaian. (Arifin, 2015: 8– 9) Secara spesifik, tujuan dilaksanakannya evaluasi di pendidikan adalah buat mengetahui taraf kepemilikan dan pemahaman siswa terhadap bahan ajar, baik aspek kognitif, psikomotorik pula afektif. pada pendidikan, tujuan evaluasi lebih ditekankan di dominasi perilaku (afektif dan psikomotorik) daripada aspek kognitif. 4. Fungsi evaluasi pembelajaran Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia perihal Sistem Pendidikan Nasional angka 20 Tahun 2003 Pasal 58 ayat 1 bahwa penilaian akibat belajar peserta didik dilakukan untuk membantu proses, kemajuan, dan perkembangan yg akan terjadi belajar peserta didik secara berkesinambungan. evaluasi pembelajaran jua berfungsi buat: a. Untuk mengetahui apakah tujuan instruksional eksklusif telah tercapai atau belum. menggunakan fungsi tadi bisa diketahui taraf penguasaan bahan ajar yg dikuasai oleh siswa. menggunakan istilah lain


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 198 dapat diketahui bahwa akibat belajar siswa tersebut baik atau tidak. b. Buat mengetahui keaktifan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Rendahnya pencapaian yang akan terjadi belajar yg diperoleh peserta didik tidak semata-mata ditimbulkan oleh ketidakmampuan peserta didik itu sendiri. tapi bisa jadi karena gurunya tidak pintar mengajar. dengan adanya evaluasi yg dilakukan akan diketahui apakah yg akan terjadi belajar tadi ditimbulkan oleh kemampuan peserta didik atau pula karena faktor pengajar, selain itu penilaian ini dapat menilai guru itu sendiri dan hasilnya mampu dijadikan bahan pada mempertinggi tindakan pengajaran selanjutnya. (Mahirah., 2017). Ditinjau asal fungsinya yaitu bisa mempertinggi program pengajaran, penilaian pembelajaran mengkategorikan ke dalam penilaian formatif atau penilaian formatif, yaitu penilaian yang dilakukan di akhir acara belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri. Penilaian formatif ialah penilaian yang dilakukan pada tengah atau selama proses pembelajaran yang dilakukan setiap kali unit program pelajaran atau sub topik mampu diselesaikan, memakai tujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik sudah berhasil menyelesaikannya. terbentuk. sinkron menggunakan tujuan pengajaran yg sudah ditentukan.


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 199 REFRENSI Asep Jihad, A. H. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Multi Pressindo. Asrul, Ananda, R., & R. (2014). Evaluasi Pembajalaran. Ciptapustaka Media. Basri. (2017). Evaluasi Pembelajaran Sekolah Dasar (SD) Berbasis Pendidikan Karakter dan Multikultural. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar. Djemari Mardapi. (2012). Pengukuran Penilaian; Evaluasi Pendidikan. Nuha Medika. Hamzah B. Uno, S. K. (2013). Assessment Pembelajaran. Bumi Aksara, Cet. III. Kunandar. (2013). Penilaian Autentik: Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013. PT Raja Grafindo Persada. M. Dalyono. (2009). Psikologi Pendidikan. PT Rineka Cipta. Mahirah. (2017). Evaluasi Belajar Peserta Didik (Peserta didik). Jurnal Manajemen Pendidikan. Nana Sudjana. (2014). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. PT Remaja Rosdakarya. Noer Rohmah. (2009). Psikologi Pendidikan. Teras. Nyanyu Khadijah. (2010). Psikologi Pendidikan. PT Raja Grafindo Persada. Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Pustaka Belajar. Rina Febriana. (2018). Evaluasi Pembelajaran. Journal of Materials Processing Technology.


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 200 Shaleh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid. (1965). AtTarbiyah wa Thuruqut Tadris, Juz I. Darul Ma’arif. Sudijono, A. (2009). Pengantar Evaluasi Pendidikan. PT Rajagrafindo Persada. Widiyanto, J. (2018). Evaluasi Pembelajaran. Unipma Press. Zainal Arifin. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Remaja Rosdakarya.


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 201 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB XI KISI-KISI SOAL Ainun Naim, S.Pd.I Abdul Khafid Anridzo, S.Pd M. Taufiq, S.Pd A. Penyusunan Kisi-kisi Soal Kisi-kisi merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Kisi-kisi disusun untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan butir sosal. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. Semakin jelas kisi-kisi yang disusun maka akan semakin memudahkan dalam menyusun soal. Dalam penyusunannya perlu mematuhi kaidah penyusunan kisi-kisi (Widana, 2017). Kisi-kisi yang baik memerhatikan tingkat kesulitan butir soal yang akan disusun dan disertai pedoman penskoran yang jelas (Ratnawulan & Rusdiana, 2014). Tingkat persebaran bentuk soal dan kesulitan serta indikator kompetensi menjadi hal mutlak yang wajib diperhatikan oleh penyusun kisi-kisi.


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 202 Kisi-kisi disusun harus berdasarkan tujuan penggunaan tes, dalam kata lain komponen identitas yang diinput contohnya yaitu jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang mengandung acuan, alokasi waktu, kuantitas soal, dan jenis soal. Adapun komponen-komponen matriks sebagaimana yang dimaksud berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, dan nomor soal. Berikut adalah contoh format kisi-kisi soal: FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis sekolah : . . . . . . . . . . . . . Jumlah soal : . . . . . . . . . . . . . Mata pelajaran: . . . . . . . . . . . . . Bentuk soal/tes : . . . . . . . . . . . . . Kurikulum : . . . . . . . . . . . . . Penyusun : 1. . . . . . . . . . . . Alokasi waktu : . . . . . . . . . . . . . 2. . . . . . . . . . . . No. Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Kls/ smt Materi pokok Indikator soal Nomor soal Keterangan: Isi pada kolom 2, 3. 4, dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum. Penulis kisikisi tidak diperkenankan mengarang sendiri, kecuali pada kolom 6. Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini. 1. Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 203 proporsional. 2. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami. 3. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya. Dalam perumusan kisi-kisi perlu memerhatikan indikator soal sebagai pedoman penyusunan soal. Untuk merumuskan indikator dengan tepat, guru harus memperhatikan materi yang akan diujikan, indikator pembelajaran, kompetensi dasar, dan standar kompetensi. Indikator yang baik dirumuskan secara singkat dan jelas, dengan menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat, menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif, dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/ tes perbuatan, dan dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda). Penulisan indikator juga perlu memperhatikan prinsip ABCD, yakni A= audience (peserta didik), B= behaviour (perilaku yang harus ditampilkan), C= condition (kondisi yang diberikan), dan D= degree (tingkatan yang diharapkan).


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 204 Contoh kisi-kisi soal: KISI-KISI PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) GANJIL Jenis Sekolah : SMA xx Jumlah Soal : 29 butir Mata Pelajaran : PAI & Budi Pekerti Bentuk Soal : Pilihan Ganda Kurikulum : 2013 Penyusun 1 : Ahmad Alokasi Waktu : 90 Menit Penyusun 2 : Zola No Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Soal No. Soal 1 Menganalisis dan mengevaluasi Q.S. AliImran (3): 190-191 serta hadits tentang berfikir kritis dan bersikap demokratis. Berfikir kritis dan bersikap demokratis Ditampilkan kutipan ayat Q.S. Ali-Imran (3): 190- 191 tentang berfikir keritis dan bersikap demokratis, peserta didik dapat mengidentifikasi hukum bacaan pada ayat tersebut. 1 2 Ditampilkan beberapa cara baca dalam ilmu tajwid., peserta didik dapat menentukan hukum bacaan. 3 4 2 Menganalisis dan mengevaluasi makna Iman kepada hari akhir Iman Kepada hari Akhir Disajikan pernyataan tentang Iman Kepada Hari Akhir, peserta didik dapat menjelaskan pengertian Iman Pada Hari Akhir 5 6 Disajikan pernyataan tentang beriman kepada Hari Akhir, peserta didik dapat menentukan hikmah beriman kepada hari akhir. 23


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 205 No Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Soal No. Soal Disajikan ilustrasi tentang rencana pernikahan seseorang, peserta didik dapat menentukan hukum pernikahan yang sesuai 29 B. Analisis Soal Analisis soal adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian soal dan klasifikasi butir soal, apakah masuk kategori mudah, sedang, ataupun sulit (Widana, 2017). Bagi seorang pendidik, tahapan ini menjadi sangat penting karena dapat menjadi pedoman dalam penentuan perbaikan selanjutnya. Untuk mendapatkan analisis soal, perlu memerhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Tingkat Kesukaran Soal (p): perbandingan siswa yang menjawab benar dan menjawab salah. Semakin banyak peserta didik yang menjawab benar maka butir soal tersebut daapt dikategorikan sebagai butuir soal mudah. 2. Daya Beda Butir Soal (D): rentang yang menunjukkan tingkat kemampuan butir soal dalam membedakan kelompok yang berprestasi tinggi (kelompok atas) dari kelompok yang berprestasi rendah (kelompok bawah) diantara para peserta tes. 3. Berfungsi tidaknya pilihan/ pengecoh. Pengecoh merupakan jawaban yang mirip dengan pilihan benar tetapi sebenarnya bernilai salah. Akan tetapi pengecoh dapat menjadi pilihan benar bagi sebagian peserta yang menggunakan cara kurang benar.


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 20 Cara menghitung tingkat kesukaran dapat meng 1. Buat tabel skor seperti tabel berikut ini: No. Nomor Peserta 1 2 3 4 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 2 3 4 N p1 p2 p3 p4 n = jumlah semua peserta tes (bukan hanya yang lulus/ dite


Bunga Rampai Pendidikan 06 ggunakan langkah-langkah berikut: Nomor Butir Soal Jumlah 5 6 7 8 9 10 (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) p5 p6 p7 p8 p9 p10 rima)


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 207 2. Isi kolom: a. (1) nomor urut b. (2) peserta tes c. (3) s/d (12) diisi 0 jika salah dan 1 jika benar d. hitung harga p (tingkat kesukaran tbutir soal) dengan rumus: e. hitung harga p (tingkat kesukaran untuk naskah soal) dengan rumus: p = naskah soal ujian ∑pn = Jumlah tingkat kesukaran semua soal dalam naskah soal N = Jumlah Soal ∑pn = jumlah tingkat kesukaran butir soal N = jumlah butir soal dalam naskah ujian 3. Catatan: a. Tingkat kesukaran: Sukar bila p = 0,00 – 0,25 sedang bila p = 0,26 – 0,75 mudah bila p = 0,00 – 0,25 b. Nilai p makin besar (Jumlah yang menjawab benar makin banyak) maka tingkat kesukaran soal makin rendah c. Nilai p berkisar antara 0,0 – 1,0 d. Nilai p tidak menunjukkan apakah butir soal tersebut baik atau tidak


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 208 e. Nilai p dipengaruhi oleh tingkat kemampuan kelompok peserta tes Prosedur Menghitung Daya Beda (D) Untuk peserta jumlah besar (lebih dari 50 peserta) 1. Susunlah urutan peserta berdasarkan skor yang diperolehnya, mulai skor tertinggi sampai skor terendah 2. Bagilah peserta tes tersebut menjadi 2 (dua) kelompok : Kelompok A: 27% kelompok atas (skor tinggi mulai yang paling atas) Kelompok B: 27% kelompok bawah (skor rendah mulai paling rendah) 3. Hitung jumlah kelompok atas yang menjawab benar terhadap butir soal yang yang akan dihitung daya bedanya (Ba) 4. Hitung jumlah kelompok bawah yang menjawab benar terhadap butir soal yang yang akan dihitung daya bedanya (Bb) 5. Hitung proporsi peserta yang menjawab benar terhadap butir soal tersebut untuk masing-pmasing kelompok 6. Indeks Daya Beda = proporsi kelompok atas dikurangi proporsi kelompok bawah Ba – Bb Daya Beda (D) = ------------- 0,5 T T = Jumlah peserta tes, Bila jumlah peserta tes ganjil, maka T = jumlah peserta dikurangi 1 7. Catatan: Daya beda bernilai (-1) hingga (+1)


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 209 (-1) artinya semua kelompok bawah menjawab benar (+1) artinya semua kelopmpok atas menjawab benar Daya beda dianggap: - langsung masuk bank soal bila daya beda D > 0,40 - memadai bila daya beda D > 0, 25 - tidak dipakai lagi bila D < 0,2 Prosedur Menentukan Berfungsi Tidaknya Pilihan 1. Bagi semua peserta tes atas kelompok atas dan bawah (seperti prosedur 1b) 2. Distribusikan jawaban kedua kelompok tersebut untuk setiap butir soal dimasukkan dalam tabel seperti contoh berikut ini dan selanjutnya dianalisis Nomor Soal Kelompok Jumlah peserta tes yang menjawab pilihan soal A B C* D E 1 Atas / Tinggi 27% = 40 orang 4 12 16 8 0 Bawah / Rendah 27% = 40 orang 0 12 16 12 0 Nomor Soal Kelompok Jumlah peserta tes yang menjawab pilihan soal A* B C D E 2 Atas/ Tinggi 27% = 40 orang 40 0 0 0 0 Bawah/ Rendah 27% = 40 orang 0 8 12 10 10 * Jawaban yang benar


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 210 Soal No 1 benar-benar jelek karena, karena baik kelompok atas maupun kelompok rendah semuanya bingung dan kedu kelompok memilih C, selain itu distraktor atau pengecoh atau pilihan E tidak berfungsi atau tidak efektif karena tidak ada yang memilih. Soal No 2 adalah soal yang bagus karena dapat membedakan peserta tes yang pandai dan tidak pandai C. Kesimpulan Kisi-kisi disusun sebelum penyusunan butir soal dan berfugsi sebagai pedodam penyusunan butir soal. Adapun analisis soal dilakukan setelah soal dikerjakan oleh peserta didik dengan tujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian indikator dan pengelompokan butir soal kategori mudah, sedang, dan sulit. REFERENSI Ratnawulan, E., & Rusdiana. (2014). Evaluasi Pembelajaran dengan Pendekatan Kurikulum 2013. Pustaka Setia. Widana, I. W. (2017). Modul Penyusunan Soal Higher Ordher Thinking Skill (HOTS). Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, 53(9), 1689–1699.


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 211 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB XII MENYUSUN INSTRUMEN TES & NON TES PAI Uky Fatanun Fiqih, S.Pd Mohammad Abdus Salam, S.Pd Sariman, S.HI Yuni Irawati, S.Pd A. Hakikat Instrumen Dalam suatu sistem pendidikan, instrumen penilaian menjadi salah satu bagian penting untuk melakukan evaluasi. Oleh sebab itu maksud dari evaluasi merupakan kegiatan menggali data yang valid mengenai aktifitas dan peningkatan peserta didik dalam mengetahui keinginan peserta didik tentang hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Kemudian guru mendapatkan data, lantas pendidik bisa berspekulasi tahapan peningkatan peserta didik sehingga dapat menyesuaikan perencanaan pembelajaran pada siswa. Untuk mencapai maksud dari kegiatan pembelajaran pendidik membutuhkan instrument yang cocok dengan item yang akan


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 212 dievaluasi tersebut. Instrument yang akan digunakan dalam penilain tersebut dinamakan instrument penilaian. Menurut Suharsimi Arikunto (2010) model-model alat evaluasi dapat didefinisikan sebagai alat bantu yang digunakan oleh pengkaji untuk memprogram dan mengakomodasi aktifitasnya dalam prosedur pengumpulan informasi secara terprogram pada penilaian. Model instrument pengukuran ada dua jenis, yaitu instrument tes dan instrument nontest. Untuk pengukuran tes dapat berupa lisan, tulisan dan Tindakan, sedangkan pengukuran nontest dapat berupa observasi, kuesioner wawancara, skala penilaian, sosiomateri, studi kasus, dan checklist. 1. Penilaian Tes Menurut Mardapi (Mardapi, 2008, p. 108) mengungkapkan bahwa tes merupakan salah satu instrument yang terdiri beberapa pertanyaan tertutup sebagai upaya untuk melakukan penilaian. Pertanyaan tertutup yang dimaksud adalah soal-soal yang hanya mempunyai dalih benar atau salah. Hasil dari pengukuran ujian digunakan untuk mengetahui informasi mengenai tingkat kemampuan kognitif maupun ketrampilanan seseorang yang telah dicapai oleh peserta didik secara tidak langsung. Hasil pengukuran tes yang diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat dengan kesalahan yang sekecil mungkin, sehingga guna menghasilkan informasi yang diinginkan maka perlu dilakukan tes validitas dan realibilitas. Menurut Rina ((Febriana & Fatmawati, 2019, p. 45) tes yang dimaksud dalam evaluasi Pendidikan merupakan prosedur atau Teknik pada penilaian dan evaluasi pada aspek kependidikan. Ujian berupa penugasan dan keseluruhan soalsoal yang wajib dijawab dan perintah pada testee agar dapat menghasilkan nilai dan bisa mengidentifikasikan perilaku atau


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 213 hasil dan juga nilai tersebut bida dijadikan bahan perbandingan dengan nilai yang sudah ditetapkan tertentu. 2. Penelitian Non-Tes Model evaluasi nontest adalah model evaluasi yang dilakukan guna mendapatkan bayangan yang mendasar tentang keunikan, perilaku, dan individual. (Febriana & Fatmawati, 2019, p. 47) dalam kurikulum yang digunakan saat ini terdapat empat komponen dalam kompetensi inti, yaitu perilaku keagamaan, perilaku social, wawasan, dan juga ketrampilan. Kempat komponen tersebut yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Keempat kompetensi tersebut merupakan ukuran dari kompetensi dasar mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang wajib dilampaui keseluruhan siswa dalam tiap-tiap jenjang dari bahan ajar yang telah disampaikan. Teknik penilaian non test dapat digunakan sebagai berikut: a. Pengamatan (observasi) Observasi dapat didefinisikan sebagai Teknik dalam mengumpulkan beberapa informasi yang diperoleh dengan melalui proses observasi dan penulisan yang tersusun pada objek sasaran observasi. Terdapat dua macam pengamatan, yakni pengamatan participant dan pengamatan non participant. b. Perintah Evaluasi dengan melakukan perintah merupakan satu diantara cara yang mewajibkan siswa untuk melaksanakan aktifitas di luar jam aktifitas belajar mengajar di dalam kelas. Evaluasi secara perintah bisa ditugaskan baik itu individu maupun berkelompok.


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 214 c. Desain Desain adalah salah satu penugasan yang mengaitkan aktifitas perencanaan, pelaksanaan, dan report baik itu berupa tulisan ataupun berbentuk lisan dalam kurun tempo yang telah ditentukan. Salah satu desain pada pembelajaran Pendidikan agam Islam adalah melaksanakan pengamatan bayangan matahari pada waktu masuknya shalat dhuhur hingga masuknya waktu shalat asar. d. Wawancara (interview) Penilaian pada interview adalah metode dalam pengumpulan data dengan menggunakan metode tanya jawab lisan pada satu pihak, bertatap muka,dan juga maksud dari visi yang akan dicapai. e. Angket (kuesioner) Angket digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang konteks dasar siswa maupun wali murid, menemukan hambatan-hambatan yang ditemui oleh siswa dalam aktifitas kegiatan belajar mengajar, semangat/spirit dalam belajar, sarana dan prasarana, dan lainnya. f. Pemeriksaan dokumen Dokumen yang berisi tentang data tentang biografi peserta didik akan dapat menarik keterangan tentang kapan siswa tersebut diperbolehkan bersekolah yang dituju, mungkinkah peserta didik sudah mendapatkan kejuaraan atau penghargaan khusus atas ketrampilanya tersebut, dan lain sebagainya. Bermacam-macam data tentang siswa, wali murid, dan lingkungan tempat tinggalnya dijadikan sebagai bahan yang melengkapi untuk guru dalam melaksanakan penilaian hasil pembelajaran pada siswa.


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 215 3. Cara Membuat Instrumen Penilaian Dalam pembuatan instrument penilaian yang diinginkan, maka dibutuhkan penyusunan intrumen yang benar. Langkahlangkah dalam pembuatan instrument penilaian adalah sebagai berikut: a. Menentukan perolehan indicator dari masing-masing SK dan juga KD Indikator dapat didefinisikan sebagai kadar, spesifikasi, proses untuk menuju suatu pencapaian SK. Penetapan indicator dari suatu SK atau KD kata kerja yang digunakan bisa dinilai, seperti contoh mengenali, menanggapi, menguraikan, menjelaskan, dan mengasumsikan dan sebagainya. Masing-masing perolehan pada indikator yang ditingkatkan pendidik wajib mempertimbangkan peningkatan dan kompetensi yang ada pada diri peserta didik. SK bisa diuraikan menjadi sebanyak perolehan indikator. b. Pelaksanaan penggambaran SK, KD, dan perolehan indikator Prosedur penggambaran dapat disebut dengan penyusunan silabus. Kemudian perolehan dari selabus tersebut diuraikan kembali menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). B. Contoh-contoh Tes dan Non Tes PAI 1. Contoh Soal Tes 1. Ketika manusia percaya kepada Allah SWT adalah Tuhannya, maka wajib pula berpegang teguh pada Al Qur’an yang dijadikan landasan dan pegangan hidup. Hal tersebut begitu penting dikarenakan culture, kualitas, data yang secara umum sudah tidak mampu melaksanakan


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 216 tugasnya pada perilaku masing-masing insan. Dari cerita di atas, fungsi dari Al Qur’an meliputi: a) Pedoman hidup b) Peringatan c) Petunjuk d) Penyelamat e) Kisah 2. Berikut adalah sifat wajib dan sifat mustahil bagi Rosul yang cocok adalah No Sifat Wajib Rosul No Sifat Mustakhil 1 Shiddiq 1 kidzib, 2 Amanah 2 khianat 3 tabligh 3 kitman 4 Fathonah 4 Baladah a) 1,2,3,4 b) 1,3,4,2 c) 1,4,3,2 d) 1,2,4,3 3. Busana merupakan satu dari kesekian karunia dari Allah SWT. Kemudian manusia dijadikan oleh Allah SWT mempunyai busana-busana yang mampu memberikan keselamatan bagi manusia yang lainnya. Maka Allah SWT berfirman: ِ آت ْ و َ ا ِري س َ و ُ ا ي ً اس َ ب ِ ل ْ ُكم ْ لَي َ ا ع َ لْن َ ْز َْد أَن ق َ م َ ي آد ِ ن َ ا ب َ ًً ي ا ِري َ َ ْ ُكم “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan” (QS. Al A’raf: 32)


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 217 Dalam ajaran agama Islam mengajarkan tata cara dalam mengenakan busana agar bisa memberi keselamatan manusia dalam mengenakan busana. Dari narasi di atas berpakaian seperti bagaimana yang sesuai dengan syariat islam. A. Mengikuti tren zaman B. Pakaian yang mahal C. Berpakai yang bermerek D. Tidak menutup Aurad E. Menutupi Aurat 4. Jelaskan fase-fase hari kiamat menurut pendapat kamu! 2. Contoh Penilaian Non Tes a. Pengamatan Teknik penilaian dengan cara pengamatan dapat dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung maupun pada kegiatan tertentu. Contoh 1: Lembar Pengamatan Aktivitas Peserta Didik No Nama Tepat Waktu Berdoa sebelum pelajaran Kerjasama dalam kelompok Sopan Santun Jumlah 1 2 3 dst


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 218 Keterangan: 5= sangat baik 4= baik 3= cukup 2= kurang 1= sangat kurang Contoh 2: Lembar Observasi Aktivitas Siswa Nama siswa : ………………………………………… Mata Pelajaran : ………………………………………… Waktu Pengamatan : ………………………………………… Kelas : ………………………………………… Aspek Pengamatan Uraian Aspek Pengamatan Ada/ Tidak Verbal 1. Peserta didik mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan bahan ajar yang diajarkan 2. Peserta didik mengomentari sesuai dengan bahan ajar yang diajarkan 3. Peserta didik kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru 4. Peserta didik mampu memberikan jawaban atas soalsoal yang ditanyakan oleh pendidik 5. Peserta didik bersenda gurau di dalam kelas 6. Peserta didik ramai dan membuat gaduh di luar bahan ajar yang diajarkan 7. Peserta didik hanya membisu dan diam ketika tidak mampu menjawab pertanyaan dari Rumus penilaian: Jumlah nilai X 5 = NA


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 219 Aspek Pengamatan Uraian Aspek Pengamatan Ada/ Tidak pendidik 8. Peserta didik sibuk memainkan gadget Non Verbal 1. Peserta didik bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar 2. Peserta didik mampu tampil lebih percaya diri (PD) 3. Peserta didik terlihat ragu-ragu 4. Pesrta didik memperhatikan penjelasan pendidik mengenai materi yang dibahas 5. Pesrta didik memperhatikan rekan sekelasnya 6. Peserta didik sibuk dengan dunianya sendiri-sendiri 7. Peserta didik membaca sumber bacaan yang lain 8. Peserta didik mengerjakan tugas-tugas yang lain di luar tugas dari pendidik Catatan: Guru dapat menyusun aspek penilaian sendiri berdasarkan karakter materi dan tujuan pembelajaran dalam perangkat. b. Penilaian Sikap Centanglah (√) kolom di bawah ini menurut pendapat anda! SS= Sangat Setuju S= Setuju KS=Kurang Setuju TS= Tidak Setuju


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 220 No Penjelasan SS S KS TS Yaumul akhir merupakan berakhirnya kehidupan di bumi ini dan merupakan awal dari hari pembalasan yang mana ahli Jannah akan memasuki surga, sedangkan ahli Nar akan disiksa di neraka. Orang mukmin memiliki keyakinan akan Yaumul Akhir. Dan yang menjadi tolok ukur dari kepercayaan yakni seberapa jauh orang mukmin bisa berkomunikasi pada kepercayaan terhadap Allah SWT. Amal perbuatan yang baik merupakan aplikasi dari keimanan tersebut. Berperilaku tidak hormat kepada tetangga yang nonmuslim. Orangtua diperbolehkan dalam memaksakan anak gadisnya untuk dinikahkan dengan lelaki lain c. Contoh Peniaian Praktik PAI KISI-KISI MATERI UJIAN PRAKTEK KELAS XII TAHUN AJARAN 2020/2021 SMA AL MUHAMMAD CEPU Kelas : XII IPA/IPS Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Tujuan Praktikum : Siswa dapat memahami dan mempraktekan perawatan jenazah Alat /Bahan Praktik : Boneka, kain, tali, kapas, minyak wangi, air


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 221 Soal : Praktekan cara merawat janazah, memandikan dan mengkafani NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 1. 3.7. Menganalisis pelaksanaan penyelenggara an jenazah. Mendeskripsikan narasi mengenai pengurusan jenazah, dan siswa mampu mempraktekkan sholat jenazah baik itu jenazah laki-laki maupun jenazah perempuan yang benar sesuai dengan ajaran Islam. PERANGKAT EVALUASI AKTIFITAS PRAKTEK Aspek Evaluasi : Psikomotorik Mata Pelajaran : PAI Tema : Praktek Pengurusan Jenazah Kelas : XII – IPA No. Nama siswa Alat-alat yang diperlukan Ketepatan pelaksanaan dengan praktek Laporan Implementasi Nilai Jumlah 1. Andi 2. Ahmad 3. Yeni 4. Salam 5. Uky 6. Sari 10. dst


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 222 Rubrik Penilaian Praktek. No A. Persiapan Nilai 1. Sangat memiliki kemampuan untuk mempersiapkan materi dengan baik 2. Memiliki kemampuan untuk mempersiapkan materi dengan baik 3. Cukup memiliki kemampuan untuk mempersiapkan materi dengan baik 4. Tidak memiliki kemampuan untuk mempersiapkan materi dengan baik 4 3 2 1 B. Kesesuaian pelaksanaan dengan cara kerja 1. Sangat sesuai 2. Sesuai 3. Cukup 4. Tidak sesuai 4 3 2 1 C. Laporan Praktikum a) Sangat mampu membuat laporan ujian b) Mampu mengkonsep dan mampu membuat laporan c) Cukup mampu membuat laporan d) Tidak mampu membuat laporan 4 3 2 1 Nilai = Jumlah Nilai x 100 =........ Nilai Maks (12)


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 223 REFERENSI Febriana, R., & Fatmawati, B. S. (2019). Evaluasi Pembelajaran (B. Sari (ed.)). Bumi Aksara. Mardapi, D. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen dan Nontes. Yogyakarta. Mitra Cendikia Offset.


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 224


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 225 EVALUASI PROGRAM & PEMBELAJARAN PAI BAB XIII PELAPORAN DAN PEMANFAATAN HASIL PENILAIAN Muhammad Hamdan Almukafi, S.Pd Kasripan, S.HI Faiz Zainal Muttaqin, S.Pd A. Hakikat Pelaporan Siklus pembelajaran dimulai perencanaan dan diakhiri dengan penilaian. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas seluruh rangkaian proses, maka seorang guru wajib mmeberikan laporan hasil penilaia baik kepada pimpinan selaku pemberi tugas, peserta didik sebagai penerima proses, dan orangtua sebagai pendukung terlaksananya proses pembelajaran. Laporan hasil penilaian dapat berupa data kualitatif maupun data kuantitatif (Ratnawulan & Rusdiana, 2014). Data hasil penilaian yang dilaporkan dimanfaatkan oleh beberapa elemen pembelajaran dan difungsikan sesuai tupoksinya masing-masing. Bagi guru, hasil penilaian


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 226 digunakan sebagai tolak ukur tingkat ketercapaian sebuah sebuah program pembelajaran yang telah disusun dalam perangkat pembelajaran. Bagi peserta didik, digunakan sebagai sebuah prestasi yang didapatkan dalam periodisasi tertentu program pembelajaran yang diikutinya. Bagi orangtua, berfungsi sebagai alat pantau tentang proses pembelajaran. Bagi satuan pendidikan, laporan hasil penilaian menjadi dokumen penting perjalanan proses pembelajaran dan evaluasi terhadap mutu pembelajaran secara menyeluruh (Tune Sumar & Tune Sumar, 2020). Menurut Sudjana (2011:153) laporan data hasil penilaian bukan hanya mengenai prestasi atau hasil belajar, melainkan juga mengenai kemajuan dan perkembangan belajar peserta didik di sekolah seperti motivasi belajar, kedispilinan, kesulitan belajar, atau sikap peserta didik terhadap mata pelajaran. Karenanya, seorang guru wajib memiliki buku catatan perkembangan peserta didiknya sedetail mungkin agar memberikan laporan seakurat mungkin. Seluruh hasil belajar dilaporkan, baik aspek kognitif yang berhubungan dengan pengetahuan, afektif yang berkaitan dengan keaktifan proses maupun psikomotorik tang berhubungan dengan implementasi nilai-nilai pembelaajran, Oleh karena itu maka pelaporan hasil penilaian mutlak diperlukan oleh setiap lembaga pendidikan yang ingin memajukan taraf pengetahuan sumber daya manusia. 1. Laporan sebagai Akuntabilitas Publik Dokumentasi pelaporan menjadi sebuah kekuatan dan bukti kualitas sebuah satuan pendidikan. Rapi dan teraturnya pelaporan dapat memberi gambaran jelas proses dari masa ke masa serta jejak rekam proses pembelajaran. Hal tersebut dapat terlaksana dengan baik apabila satuan pendidikan atau sekolah memiliki manajemen yang sehat. Unsur penting dalam manajemen berbasis sekolah adalah partisipasi masyarakat,


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 227 transparansi, dan akuntabilitas publik. Atas dasar itu, laporan kemajuan hasil belajar peserta didik dibuat sebagai pertanggungjawaban lembaga sekolah kepada orangtua/wali peserta didik, komite sekolah, masyarakat, dan instansi terkait lainnya. Laporan tersebut menjadi sarana komunikasi antar elemen dan pengendalian mutu serta gambaran ketercapaian sebuah program pembelajaran (Islam, 2018). Pelaporan yang baik hendaknya memenuhi kriteria berikut: a. Menyajikan secara rinci hasil belajar berdasarkan kriteria yang telah di tentukan dan dikaitkan dengan perkembangan peserta didik serta penerapan dalam kehidupannya. b. Menyajikan informasi yang jelas, menyeluruh dan valid. c. Memberi jaminan kepada orang tua mendapatkan informasi secepatnya apabila anaknya memiliki masalah dalam pembelajaran. 2. Asas Pelaporan Hasil Penilaian Menurut Depdiknas (2004), azas pelaporan hasil penilaian meliputi: a. Menambah motivasi belajar peserta didik b. Memperkuat daya ingat dan meningkatkan kemampuan transfer hasil belajarnya c. Meningkatkan pemahaman peserta didik d. Memberikan umpan balik terhadap efektifitas pembelajaran.


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 228 3. Kriteria Pelaporan Hasil Penilaian Kriteria penyusunan laporan hasil belajar yang baik adalah: a. Menggunakan format dan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami; b. Berkaitan erat dengan hasil belajar yang ingin dicapai peserta didik; c. Memuat hasil pengolahan data yang konsisten; d. Menitikberatkan pada hasil yang dicapai peserta didik; e. Berisi informasi tingkat pencapaian hasil belajar dalam kaitannya dengan standar kemampuan yang ditetapkan; f. Memberikan informasi kemampuan akademik, sosial, emosional dan fisik yang dicapai peserta didik, g. Memberikan informasi untuk melakukan diagnostik hasil belajar; h. Memberikan informasi yang dapat membantu orang tua untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan kemampuan peserta didik; i. Dapat memberikan informasi kemampuan peserta didik secara individu maupun kelas dalam mencapai kompetensi dasar; j. Menarik dan memuat aspek-aspek yang berguna bagi peningkatan kemampuan peserta didik. B. Bentuk Laporan Penilaian Bebrapa macam bentuk laporan penilaian yang lazim digunakan antara lain (Ratnawulan & Rusdiana, 2014): 1. Menggunakan angka Bentuk ini menggunakan angka sebagai laporan penilaian, angka yang digunakan dalam rentang puluhan antara 10


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 229 sampai 100. Bentuk ini dianggap paling mudah dan cocok digunakan sebagai bentuk laporan penilaian kognitif (pengetahuan). 2. Menggunakan kategori Selain angka, laporan penilaian dapat juga dengan menggunakan kriteria atau kategori. Bentuk ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dan menilai sikap. Beberapa kategori yang sering digunakan adalah baik, cukup, sedang; ahli, mampu, cukup, kurang; dan kategori lainnya yang dapat disusun oleh guru atau satuan pendidikan yang bersnagkutan. 3. Menggunakan narasi Laporan penilaian bentuk ini lebih sering digunakan untuk jenjang pendidikan rendah, seperti TK dan PAUD untuk menggambarkan perkembangan peserta didik. 4. Kombinasi Mengkombinasikan angka, kategori, dan uraian atau narasi cukup bagus karena bersifat saling melengkapi dan membuat laporan lebih jelas dan komprehensif. 5. Grafik Laporan bentuk ini jarang digunakan, biasanya hanya digunakan untuk menampilkan skor ujian atau ulangan untuk pokok bahasan yang lebih sempit. C. Pemanfaatan Hasil Penilaian Hasil penilian bukan sekedar dokumen yang tidak digunakan lagi pembelajaran selesai, akan tetapi pada


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 230 dasarnya hasil penilian memiliki banyak sekali manfaatnya. Berikut ini pemanfaatan hasil penilaian: 1. Berdasarkan jenis penilaian a. Hasil belajar formatif Menurut Sudjana (2011: 157-158) data hasil penilaian formatif dapat dimanfaatkan guru untuk (1) memperbaiki program pengajaran, (2) meninjau kembali dan memperbaiki pembelajaran, (3) mengulang bahan pengajaran yang belum tuntas, (4) mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, dan (5) merusmuskan program pembelajaran lanjutan. b. Hasil belajar sumatif Menurut Sudjana (2011: 158-159) data hasil penilaian sumatif juga bermanfaat bagi guru untuk (1) menyusun laporan kemajuan belajar peserta didik dalam kurun waktu tertentu, (2) menganalisis tingkat ketercapaian kompetensi pembelajaran, (3) memperbaiki dan menyempurnakan alat penilaian, dan (40 menyusun program pembelajaran masa berikutnya. 2. Berdasarkan penggunanya a. Bagi peserta didik Memberi gambaran prestasi belajar yang diikutinya dan memotivasi peserta didik untuk belajar lebih giat lagi. b. Bagi orang tua Sebagai informasi pelaksanaan program dan proses pembelajaran yang diikuti oleh anaknya sekaligus mendapatkan informasi tentang keberhasilan dan


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 231 permasalahannya sehingga dapat membantu anaknya dalam meningkatkan kualitas dan motivasi belajar. c. Bagi guru Menjadi dasar dan pedoman penyusunan program pembelajaran berikutnya, terutama dalam menyusun indikator dan tujuan poembelajaran dalam perangkat pembelajaran. d. Bagi kepala sekolah Sebagai dasar pengambilan keputusan satuan pendidikan secara umum, baik dalam hal peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, maupun target pembelajaran secara menyeluruh. e. Bagi penelitian pendidikan Sebagai data acuan dalam melakukan kegiatan penelitian pada satuan pendidikan tersebut. REFERENSI Islam, D. P. A. (2018). Pentunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar Pada Madrasah Aliyah. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. Ratnawulan, E., & Rusdiana. (2014). Evaluasi Pembelajaran dengan Pendekatan Kurikulum 2013. Pustaka Setia. Tune Sumar, W., & Tune Sumar, S. (2020). Buki Penilaian


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 232 Berorientasi Higher Order Thinking Skills. In Pedagogika (Vol. 10, Issue 2). Dirjen GTK Kemdikbud. https://doi.org/10.37411/pedagogika.v10i2.60


Bunga Rampai Pendidikan Evaluasi Program & Pembelajaran PAI 233 Biodata Penyusun Bunga Rampai Nama : Sutarno, S.Pd NPM : 22002011043 Alamat : Pelem, Kec. Jati, Kab. Blora, Prov. Jateng 58384 WA : 08564277042 Kesan : Serius tapi santai dan memberi kesempatan mahasiswa untuk mengoptimalkan potensi diri Pesan : Awali dengan niat ihlas, lakukan dengan langkah tulus, dan berkhusnudhon kepada semua hal yang terdiri, isyaAllah barokah Nama : Sariman, S.HI NPM : 22002011033 Alamat : Betekan, Ngraho Kec Kedungtuban Kab Blora WA : 085325222747 Kesan : Motivator untuk berkarya Pesan : Terus Berlatih Menulis


Evaluasi Program & Pembelajaran PAI Bunga Rampai Pendidikan 234 Nama : Yuni Irawati, S.Pd NPM : 22002011036 Alamat : Purworejo, RT 12 RW 03 Kec. Padangan, Bojonegoro WA : 085234573960 Kesan : Banyak ilmu, pengalaman, dan trik bagaimana proses penurunan plagiasi bagi penulis pemula. Pesan : Semoga sehat selalu, sukses terus dalam segala hal, dan tetap menjadi motivator bagi para mahasiswa dan orang-orang sekitar Nama : Mohammad Abdus Salam, S.Pd NPM : 22002011059 Alamat : Desa Woro, Kec. Kepohbaru, Kab. Bojonegoro WA : 085655877271 Kesan : Selama perkuliahan ini begitu banyak, salah satunya memberi banyak pengalaman dan ilmu pngetahuan banyak Pesan : Tetap semangat menimba ilmu Nama : Uky Fatanun Fiqih, S.Pd NPM : 22002011050 Alamat : Pagendingan, Ds. Kanugrahan, Kec. Maduran-Lamongan WA : 081334188418 Kesan : Terimakasih atas pengalaman dan motivasi semua pihak yang telah membantu saya berkembang Pesan : Tidak ada kesempurnaan abadi tetapi juga tidak ada kelemahan yang tidak dapat diubah menjadi potensi diri


Click to View FlipBook Version