-- -I'H
. alt.S~h ija ~itIh "!3ahara dengan doelang di tangan.
Hatl11Ja ada dJadl penoeh dengan rasa kagirangan.
"Sekcll:allg1aht ija berkata: "soedah .tioa halangan,gnkase~
Jang tJegall-tJegah hatikoe ~asmei
!".
Sembari bilang .bagitoe Soeltan Iban itoe berdiri,
Seperti maoe samboet Bahara jang mengamperi.-
.,Iqilah, Toewan!" kata Babara orang Barbari :
.,Kapalah Socltan Laoeda, jang toeV>(ankoe . soeroeh tjari!t
.S atelah menaro c1oelang, Bahal:a lantas berdiri tjepat,
, ·j>ec1ang nj a lantas berdjalan, seperti kilat berldipat;
K apa la Iban illggan leher lantas melompat,
,*3adannja ditenda ng, laloc roeboeh ta~pmolre
Sasoedahnja poengoet kapala Iban dengan sigra,
l ar~h la ri ham !Jeri laskar, jang dekat tangsi tan tara.
;i\'Iarika itoe satelah dapat 'Iihat Bahara,
S amocwa lantas berocsak sakeras-keras soewara.
S a'isi negri terkedjoet, tanah djadi bagi tergerak,
Ke rn a rocsoehnja a.nak negri serta laskar jang tersoeral<.
Laskar satallgsi, sedang terkedjoct. lantas dilabrak.
Samoewa lantas berlari, seperti kawan boeroeng diurak.
Segala palawan, karoewan soedah segala mantri,
T •.ewa-moeda kaloewar, hendak menoel0cng. negri,
T a pi baroe aclj~ I,alocwar, -lantas terpaksa banting dicl,
Ditoe.broek muesoeh, .dj'jkat tangan kanan dl~a kid ..
Jang saparo soedah djotah, tersandoeng tali pikatan,
S'lparo roeboeh, i<ella ditarik c1engan besi gaitan.
Ada djnega bebra pa mantri tida clapat tali ikatan.
Dari' sebab ada glap clan terlaloe rneserauoetan.
l\larika itoe berlnri-Iari pada ~i.n!tf pala prang,
Hendak atoer talltara akr,tn rnelawan sc:rang-menjerahg;
Tapi snlelah sarnpe, marik'l. lalltas dapat lihat trang,
La:.kar-Iaskar 'dah hilbis, seperti uoeroeng tinggal sarang•
•J
148 -
Saparo dad 1l1arika lantas sadja menjerah diri,
Jang lain lantas menga1l1oek sembad lad;
Tapi samoewa roeboe, rgeit~ dad kanan-kid,
Lantas diikat na,g~t leoi kras dad pentjoeri.
Satela soedah seleseh tangkap ponggC),\\'a toewa-moeda,
13ahara lantas mengadep pada Baginda Soe1tan Laoeda.
Orang jang telah tedkat tangan, sabrapa apa,
Samoewa dianter pergi inengadep pada Baginda.
Sate1ah Bahara datang, Soeltan pegang ija ampoenja tangan,
Membl'i sla1l1at padanja atas hal clapat kamenangan.
Bagitoe djoega pada jang lain, jang bal'oe dad paprangan,
Baginda Soeltan ada oendjoek satoe tanda kagil'angan.
Salagi Soeitan oendjoek gil'angnja pada marika itoe.
Segala orang tangkapan ada koempoel di ioewar pin toe :
Bahal'a diam eli sam ping, cloedoek menoenggoe waktoe,
.Sampe habis SoeitaJ'l .berkata pacla hambanja satoe-satoe.
Komoedian lantas Bahal'a moehoen pada sang Toewan.
Soepaja bel'hati mperah pacla tangkapan sei{alian:
Soepaja mana jang tobat, tiacla niat melawan,
Dibri ampoen clan ·clibri poeia pegang kel'djaan .
. Setelah soedah ditrima sekalian permochoenannja,
Bahara lantas hampiri tangkepan sekaliannja.
. Kapada mal'ii<a itoe lantas menanja,
Akan mendapat taoe, bagimana ingatanja..
/.
Toewan-Ioewan tangkapan I" I<ata Aaiwr2: "kila ada mena.nti•.
Ada minta clengan sahoet kamoe jang pasti.
Apakah kapada Iban angkaoe ini rapat hati,
Hingga soeka 1l1enoeroet clila terboenoeh mati ?"
"Ticla Toewan!" sahoet tangkapan rata-rata: .'
"Dengan lban kita tiada hendak beserta,
Seperti orang atsal bangsawan kita-orang berkata,
R;,thoewa kapacla Iban ai~t ~trap hati kita."
149 -
• Kita-oran.g menoeroet :lija 9ad sebab terpaksa;
Kena tenkat dengan tlpoe c1ari oelar berbisa.
Dari permoela djoega mcmang kita merasa;
Bahoewa kita ada tertarik atas djalan berdosa."
'0 "Sekarang ini kita-orang soedah berboewat salah,
Dosa kita ada 'trang sepel'ti ,api menjalah;
lVIaski kita-orang ditjintjang, dibela-belah,
Jang mengoekoem tra nanti dbsa pada Allah.",
"Melinkan, djika. ada kasihannja Soeltan-makota,
Kita-orang oendjoek bertobat. moehoen ampoen ,joeta-joela.
Dan dalam abel'to~ itoe kita tida berdjoesta, . .'
Kerna segala omong 'ada teroes, di hati kita."
Bahara clenga r penjahoetannja mal ika-orang, .
Hatinja mendjadi penoeh dengan rasa jang girang. _
"Djika soenggoeh," katanja poela : "tida bel'hati tjoerang,
Sigralah kamoe bersoempah dengan perkataan trang."
Sekalian orang tangkapan itoe. toewa dan moeda,
Satoe-satoe lantas soempah, hingga rata sabrapa ada.
Marika soempah, sedikit hati bengkok tiada,
Hanja teroes hendak satia pada Baginda.
Sasoedahnja marika soempah dan dilepas 9ari ikatan,
Satoe per satoe lantas mengaclep kapacla Soeltan : .
Marika soecljoet· menjioem kaki akan oendjoek kahormatan"
Serta mena::.akoe, bahoew.a docloe telah tergodan setan.
Samoewa ditrima poela djadi npeg.-aiwr~o .
Masing-masing dapat kombali pangkat ~leaod .han.
Sa'orang lanlas poelang kapacla roemah senclm.
Disamboet dengan soeka dan girang oleh anak dan istri!
Tra lama laai sasoedahnJ'a clJ'acli sijang hari,
bJ •
Baginda Soeltan lantas memangg'il ferdana mantn;
Kapada ponggawa itoe soewatoe titalr ija bri, .
:Soepaja koc:boel'kan Iban seperti satoe .pemangkoe: negrl. '
. - 150
as~jnhdeo liwat lagi tiga hari poenja lama,
Baginda Soeltan ber.himpoen serta mantri jang lama.
Marika itoe ada maritri-mantri oetama,
lang tempo Soeltan merioctocp djandji, ada tocroet sarna-5ama.
man,Mdk~oe rVIantd-mantri!It sabda Soeltan dipertoewan I
.,Kita-orang soedah terlcpas dad pada kadoekaan.
Tapi seperti dikataoej' oleh mamanda sekalian,
Daoeloe hari kita-orang ada toetoep djandjian."
,,Bahara misti diangkat djadi Soeltan di ini negri,
Djoega misti menikah pada soedara kal1l.i scndiri.
Baginilah ada' djandj.ian, jang kami telah bri,
Jang telah ditaro tanda olehkQc serta mamanda · mantri...·
tnaA,~I hal itoe kami hiiang · dengan teroes-trang,
Bahoewa tida sediIdt kami ada niatan tjocrang:
Apa jang Idtil telah djandjikan kapada orang,
Itoe misti kita boektikan dengan soeka dan girang."
.,Oetarakanlah olehmoe, Mamandakoe mantri-mantri L
Bahoewa kami akan toeroenkan diri sendid.
Sasoedahnja itoe, toeroet djandjian daoeloe hari,
Kita lantas angkat Bahara ka tachta negri."
..~.1SdgI!e , mengoetarai<an, biar membikin persadial1n,.
Sabagimana biasa orang, kaloe hendak kariaan.
Pada hari Bahara naik atas tachta karadjaan,
Oi hari itoe ija menikah pada Siti ·Abian."
,
Satelah ' habis trima titah' dad Socltan-makota.
Sekalian ponggawa lantas atoer oewarkan warta:
Segala orang bangsawan, samoewa dioendang rata.
Soepaja berkoempoel, angkat. Bahara ka atas Tachta.
. Ampat hari js,n~lag lantas segala orang bangsawan.,
Sabrapa ada di itoe negri, .datang berkawan. I
Mari.ka itqe berkoempoe\ di depan tachta karadjal1n.
Mengangkat Bahara djadi soeltan jang. dipertoewan.
I
- 151 -
-' iLebih doeloe SG>eltan Laoeda soedah lepas kadoedoekannja',
.Dan menetapkan Bahara nanti djadi gantinja. .
" Pada tempo Bahara naik, bersoerak orang sekaliannja,
Laloe tes~oa0 ponggawa datang oendjoek hormatnja.
.Satoeroennja Soeltan Bahara dari tachta aknrj~d,
Lantas menika kapada Poetri Rachmat Abian:
-Baja ,maoe melljer.itakan ramenja itoe kal'iaan,
'Tapi .saja .merasa, Pembatjakoe ada kemoe pertanjaan.
Pembatja · tantoe maoe tanja, apa lakoenja itoe sang.Toewan.;
Kerna .d·;rinja itoe saorang laId-laid tiroean.
Tapi, Pembatja, saja minta fl~ma berldall,
Saja tida bisa menjahoet atas itoe pertanjaan.
Kerna apa telah dikedja, apa dibilang oleh Bahara,
Sedikit poen 'tida sampe djadi petjah tewetara.
Tapi palsoenja seclikit djoega tida ada jang kira ;
lja hidoep serta istrinja seperti sarna s'oeclara..
Atas hal ija bertachta, djadi jang dipertoewan,
lja ada disoekai oleh saYsi ~knja;dr
Kerna segala perti..mbangannja an~ ' kalakoean.
Diseboet adil dan baik oleh orang sek..a..lian.
li3aginda Soeltan Laoecla ada terlihat lijata,
Bahoewa pada Bahara ija ada berhati tjinta.
Sering sekali ija-orang doedoek berkata-l<ata,
Djika tida dari hal negri, ija berganti-ganti tjerita.
Di satoe waktoe, pada ampir . tengah-harC
Kapada Soeltan Laoeda, Rahara datang mengamperi.
"Kakandakoe !" .kata arh~:B "djika kakanda mem.bri,
Adinda moehoen pergi melantjong ka lain negri." .
. "Kerna adinda sekarang ini memarintah karadjaan.
Adinda ingin. mendapat banjak pengatahoean.
Di dal£!.m hati adinda, kakandakoe Toewan !
Ada ' ingin sekali mt~hile tariah Hin~ ·an.l II
- 152 ' -
."Kerna. sering adinda dengar tjerita orang,
Negri itoe termashoer bagoes d'ri doeloe 'pe sekarang.
.Dan sebab atoeran baik, ija tegoeh, tandingnja djarang,
Hingga tida moesoeh, jang brani clatang menjerang."
),Tapi, . !a~dnK di dalam itoe tanah Hindian,
Adinda tiacla maoe dikenal seperti jang clipertoewan ;
Adinda maoe 'njaroe soeclagar dagang barang perniagaan,
Soepaja bisa djalan koeliling dalam itoe karadjaan."
"Djika tida ada sangkoetan, djika ak~dn membri,
Adinda pergi sama-sama ampat mantri.
Sarama ·adinda bion balik lagi ka mad,
Adintla moehoen kakancIa doedoek \Vakil cIi negri. "
"Baik," sahoet Laoeda: a~ibl," adindakoe, Soeltan !
Sedikit djoega kakal.lda tiada Iihat sangkoctan.
Djika hendal< melantjong ka cIalam negri I-lindoestan,
Hal itoe boleh mendjadi. bagi adinda poenja niatan."
Bahara Iant.as memanggil ampat orang mantri besar,
Laloe bri taoe padanja akan djalan 'njaroe spedagar.
Habis ' itoe,- Soeltan etbri~h membli barang aloes dan kasar, '
Jang nallti didjoewal dalam Hindian di pasar-pasar.
Pada noesallja, harian brallgkat ka Hindian,
Satelah kaloewar d'ri astana, Soeltan soeda toekar pakean:
Ija berpake bagi soewatoe orang harta\\ an,
Jang biasa mendJoewal-membli barang perniagaan.
Itoe badjoe, jang sekarang dipake oleh Raginda,
Ada kain bertaboer soelam, dan bernatar hidjo moeda.
Taboer soelalnnja itoe' ada kembang berbeda-becla.
Dan semoewa berketip-ketip bagi perada.
Saorang tjakap, maski memake barang tra\ harga•..
Ija tida nanti djadi bagi- mata'ri cliandang mega;
Djika ija berpake baik, ba.iknja roepa tam bah djoega.
Hingga siapa melihat, di hati merasa laga. .
,I .
;{ -"
- 1'53 - .
Pakean itoe soeroep sekali pada roepa sang Toewan.
Seperti emas jang doekat pada intan berlian.
Aken tetapi sedari pake itoe pakean,
Sri Baginda djadi mirip pada orang e.pmnVa~\r
Ampat mantri, jang nanti toeroet Soeltan-makota,
Ada berpake djoega seperti orang jang berharta. .
Barang kain, sepel:ti sachelat dan tjita-tjita,
Ada banjalc dimbewat pada gadjah dan onta.
Lain dari mantri bel:ampat, ' ada banjak Iaskar tanggoeanfl
Jang nanti toeroet Soeltan berdagarig" ka I-lindian i "
Marika djoega ada 'njaroe lantaran ganti pakean,
Dil.J1 llanti eljaeli seperti boedjang pendjaga heiwan.
Sakoetika lamanja Soeltan cloedoek di rowapg-sari.
Berkata-kata seclikit, lantas ban'gkit bercliri ,;
Sama Soeltan Laoeda ija salaman bersamboet djari,
sTero~ naik eli koeda menoecljoe ka loewar negri.
Sasampenja di kota Hindi, ija sewa roemah besar,
Jang biasa -disewa orang, ,dan ada di tengah pasar.
Di roemah itoe Soeltan berlakoe sapri -soedagar,
Sahari-h a ri berdagang barang aloes dan r.sa~l
Pada soewatoe pagi, tempo baroe terbit ir~'-at,m
Bapara kaloear cljalan-djalan sencliri-c1iri; ,
Di tengah djalan ija bertemoe satoe orang anak negri,
Jang lantas djalan beser_ta, sasoeclahnja bersamboet djari.
Sembari djalan Bahara poecIji kota Hindoestan,
Bagitoe cljoega peratoeran dad' Baginua Soeltan.
"Kerna," katanja hcail ~ hca·r:i "sasoewatoel perboewatan,
A?a oencljoek boedi besar, nagpjd~l aign~"t ,
"Itoe ,brangkali betoel.", sahoet sang anak negri:
,:Tapi tida ':tamoewa aCla atoeran Soeltan, sendiri.
" Jang berboewat ' paling banjak, ada doewa ferdana am~rtn
Jang bernama Toewan }>a dan e~wnTo
Eri.'" ,
154 -
1I,Marika itoe ada saja ampoenja oewa,
jang troetaina' radjirinja dari moeda: sampe toewa.
1 api sel<arang ini maril<a itoe berdoewa,
Xasihan soedah djadi seperti boekan ponggawa."
raMl~kIi itoe \veordb~ ada tersia-sia sekali,'
Hingga boleh diseboet seperti tida harga satali ;
IDjikaloe toeroet· berhimpoen, tra didjoewal, tida . dibli :
13aginda biar'kan sadja sampe ija oendoer kombali."
1I,Tapi selainnja dari Soeltan jang dipertoewan,
Segala orang soeka padanja bri hormat berkian.
Ija-orang ada sobat dari segala orang bangsawan,
Ija-orang ada sobat dari segala orang Hindian 1"
c:' .
lnApa sebabnja 1" kata Soedagar kita:
",Mal<a oewamoe itoe disia-sia Soeltan-makota ?
Adakah sobatkoe soeka, .djika saja meminta,
Soepaja saja dapat denga'r sobat po'enja tjerita?"
,nDengan segala soeka hati,II sahoet sang anak negri :
..,Asal. sadja sobat-ko,e . soe,ka mendengari' ;
Tapi tjerita pandjang saja tida bisa bri,
1Kerna tjerita ini melinkan sapandjang djari.'!
:8ah"ara memanggoet sembari Idtjapkan mata,
Akim tandanja ada sadia ~kna dengar tjerita.
..Moelanja digoesari," kita sang .sobat: "oleh Sri-malwta,
.Oewakoe itoe tra maoe toeroet menjerang dengan memboeta."
••Baginda Soeltan-makota hendak pergi menjerang,
Tapi tra maoe kirim soerat tanda memaloemkan pralrg.
.Oewakoe berdoewa tida menoeroet, malah melarang,
1?'api lantas sadja mendapat moerkanja orang."
••Sekarang ini djil,a a'~ped pada Pemangkoe-negri,
Ija-orang. aptdi~n sadja, sampe l<ombali oendoer sendiri.
Djika toeroet masoe\{ ,bitjara seperti ' doelbe ' hari, ,
A~p djoega marika bHang, ,diboewang sadja ka kiri."
155
".Djika marika itoe menanja pada Sqeltan-makota,
1Baginda tida sahoeti, maski dengan sapatah
Riboe maar, Sobatkoe, saja ini meminta,
Lebih dad sabagitoe, saja tra bisa tjerita."
Soedah bilang trima kasih pada sang anak Hindian,
Bahara lantas I<ombaii ka roemah sewaan.
l-Iabis bisiki hamba-hambanja dengan s:!dikit perkataan,.
llja teroes djalan masoe,k akall toekar k~lepa ~
·'.rra lamit 'lagi, sama-sama sang ampat mantri,
Baham djaJan berdagang berider-idar cli negri;
Sasocdahnja dapat taoe, mana roemah Era dall Eri,
nja lantas masoek ka sitoe sendiri-cliri.
Toewan Era clan Toewan Eri; bercloewa soeclara:
lKabetoelan acla sama-sama, lagi doedoek bitjara.
Satelah marika itoe clapet lihat Bahar-a,
'.Bersama-sama lantas menegor dengan sigra.
Q,Bah,agia, Toewan!" kata marika sambil berdiri: -
uNaiklah kasini naek, Toewan, ka m'ari !"
Bahara 'manggoet, teroes djalan mengal1.1peri,
Satelah sampe laloe salaman bersamboet djari.
~,ganrB apatah itoe oleh toewan ini ' dibawa ?"
Kata satoe dari itoe mantri jang toewa,-
, ~ S.etlo : a -'soelam, Toewan!" sahoet Bahara dengan tertawa:
••Saja bawa akan pembakti pada toewan berdoewa."
apA.~ kata saja ini m'oembara di ini negri,
Pada toewan bercloewa saja moehoen mellgirim diri;.
ingatan ja,~s
djika ada orang ganggoe cli lain hari,
Ada tampat saja melindoeng, ada tampat saja Iari."
.,
".Oho!" I<ata Era: "sobatkoe ini bawa pembakti?
Membawa a~ldt
dari rapat tjillta hati?-
Tapi Sobat! kita berdoewa ini ada seperti,
Ada oepama' toenggoel kajoe jang mati."
- 156-
:,Barang ini ada bagoes amat roepanja,
Toeroet · taksi"ran, boekan ketjil-ketjil harganja.
Sabat kasihkan orang, jang trima soei.;:a hatinja,
Tapi ~oast nlirg~mc did, ada salah .tempatnja."
."Tida salah, djikaloe sorka mengirim did,
Asal sadja pada orang jang diseboet mantri.
Tapi djika dapat soesah, kapadakoe sobat lari,
Sobat ada seperti ' anjoet, maoe rambet mata-hari."
Bahara tertjengang sembari besarkal1 mata,.
Melaga heiran, mendengar mantri Era berkata.
.,Tiadakah benar," ija menanja: adanja itoe w art ~
13ahoewa toewan 'amat oetama· eli bawah Soeltan-mako ta: ?.)
"Warta itoe .tra 'salah," sahoetnja sa ng m a nt ri E ri:
"Tapi boekati sek3lrang, hanja doeloe hari;
Kerna sekarang ini jang besar di dalam neg ri ,
Melinkan jang bisa njanji di koepi ng' Soeltan kanan-kiri. ·'
...·"lang tida bisa menjanji, maski sdia da i'i moeda,
Tra adC!- harga sakepeng di depan mata Bagillda :
Seqab itoe, sekarang ini kita-orang ditoenda;
Diboewang per-setan tida, digoenakan tida."
.,Pangkat mantri kita ada tinggal memangkoe,
Tapi soedah seperti tida masoek cli boekoe:
Apa djoega atoerankoe, apa .djoega bitjarakoe,
M'aski benar sapoeloeh ·Iipat sedikit poen tida lakoe."
hKerna sekarang ini doenja soedah' ganti roepa,
Anak-anak ada ingat, dirinja lebih clad bapa.
Orang toewa disebot?t lingloeng, diseboet alpa.
Di seboet tiada bergoena satoe apa." . .
"Eh !" kata Bahara :' ..'ngapa b,agitoe Soeltan jang diRerta'ewani'
Itoe ada bikin terbalik segala hati jang safiawan. .
. Saja rasa, Soeltan kapengin hambanja law·an,-
Djika tida, 'ngapa bagitoe ija poenja kleoa~ .a ?n "
- 157-
"Segala poehoen," sahoet :~ri. ?,tida lantas ada boewahnjao"
Kerna ~asoet perkara mist! toenggoe .~eatwojkn
Satoe ~\<Iot. bl.lItang .kMo~a na.nti goeram tjahajanja;
KaradJaan Hinch Jantas dJadl-Iam orang ampoenja!"
"Ha ha ha!" sahoet ,Bahara: "djika end-a~
jaitoe, saanelenja ada Inoesoeh serang an~rk,jd
:Bagimana ingatan jang ada eli hati toewan,
Membantoe moesoeh atawa bantoe Hindian ?"
3,010h!" sah o.et malltri toewa itoe: "ande ada prang"
Ini orang satla tra oeroeng Jantas djadi. tjoerang:
,Segala koewasa jang ditangan kila-orang,
N~j.an eljadi ' poenjanja moesoeh jang menjerang!"
"Ha ha ha!" kata Rabara: "soenggoehkah ada pasti,
. Ada tetap ,jngat:an itoe, bagi terpakoe mati?- ,
Saja rasa, djika ben<Jr ada prang di had nanti.
Tgewan loepa hal itoe atawa djadi bebali!< hati."
"Djangan sobat tida pertjaja omongan kita."
Sahoet sang mantri Eri dengan besarkan mata-:
"Apa djoe15a Idta-orallg soedah btrkata, ,
Samoewa tewes di hati, kita poen haram berdjoesta!" ,
,.
Bahara lantas rogo sakoe, mengambil soerat ,pangkatnja,
Laloe kasih ken. kapacla Eri dan soedaranja.
Mantri perdoewa itoe satelah -batja boenjinja.
Doewa-doewa terkecljoet, berdiam sakoetika lamanja.
Sasoedanja cliam sedildt lama, tida boeka soewara, .
oweDad- v~ a Jantas berbangkit, mcnjembah sigra.
"Adoeh!" katc]' ma,rika itoe pada ~harB:
"Saoe.djo'eng r~naobte , terbelah tdjohe~
hamba tiada Idra.""
"Disertai oepnlO~mar maaC berldan, ,
Ramba: memoehoen warta daHlin. seclildt ~n,arktep
Niat ap'aJah jang ada dibati padoeka toewan,. _
1\1aka ,salal<0,e ,satoe soed.:.gar, c1atang m~lad
Hindian?"
~ 158-
",Niatanl<oe, Memanda!" sahoet.. ~:haBr "tra ada doewa:
·1\faka bagini kalakoeal'l, sebab maoe boe\yang djiwa.
ern~]( kami poenja hat-i soedah tida kawawa,
.Tiada tahan menanggoeng 'bentji dan ewa."
uDjika soenggoeh titah toewankoe," kata sang mantri Era.::
••Tiada perloe kita orang banjak lagi, bitjara.
Toewankoe boleh datangkan soewatoe bala-tantara,
'Ha.m.ba.l:!.er.d. oewa mengikoet toew. an dalam ini perkara."
SaJagi itoe mantri Era berl<ata-kata bagitbe,
M'l11tl'i Bel:bam berampat atdgn~ oi moeka pintoe,
:Rahara tersenjoem, laloe panggil 1l1arika itoe.
Jaog lantas toeroet bitjara dalam sedikit waktoe.
Sapoetoesnja bitjara sama sang mantri Hindian.
Baha:ra fanta:; djaliin poelang serta hambanja sekalian :
Tapi baroe ija smnpe eli roemah perniagaan,
Xja lantas dipanggil m'adep paela Soeltan jang dipertoewaltl•.
IDahara djacli terkecljoet dalam hatinja,
:!Ker.ICI kira Era dan Eri main tipoe padanja:
'Ija kira mantri itoe soedah pergi pada Toewannja,
Soepaja Toewan tangkap moesoeh jang acla oi negrinjCt1..
Itoe doewa mantri toewa. Era cla n Eri .
.Sekara\lg ini ada seclang digoesari ;
]1oleh djacli marika oakb~ rasia pada ean-gkoPri~m
Soepaja mandapet moeka, ditjinta bagi c1aoeloe hari.
Bagitoelah Hahara itoe poenja ingatan,
Tatkala ija dipanggil oleh Baginda Soeltan;
Akall tetapi sebab boekan satne orang penakoetan,
]ja tida merasa llgeri, djika bahaja blon kalihatan.
nahara soeclah lantas berpikir eli dalam hatinja,
]lrallgl<ali Soertan Hinoi hendak lllcmbli 'dagangannja;
lKerna djikaloe Soeltan soedah c1engar rlaj~i ', .
'1'antoe Soeltan soedah soeroeh lalltas tallgkap' padanja. \
.'
.,
- 159-
Bagitoelah adanja orang jang tetap ingatan.
Bisa",1l1cnitllbang akan kaadaan .s,aratan.
'Dengan ~sarme tida ada satoe sangkoetan.
Ija lantas berdJalan akan mengadep Soeltan.
Soeltan Hindi soedah dengar dari satoe mantrinja.
Bahoe\\'a ada soed<l:.gar baroe. tjakap, amat l·oepanja.
Kabetoelan doedoek rneneanggot'r; ija litnlaS suer eh hanlbania"
Soepaja panggil soeclagar tjakap datang l?adanja.
Fada waktoe Bahara datang depan Soeltan-makota.
Baginda Soeltan tertjenggang rdb~apl kitjaprll1 rnata;
Bibirnja berkemik-kemik seperti maoe berkata.
Bahoewa benar sekali mantrinja poenja tjerita.
"Soeclagar!" kata Soeltan dengan miring "ka kanan-kin;
"Mari sini !-- biar deketan kaoe, mari!- '
Orang manakah kuoe ini, maka baroe ini hari,
Kami melihat kaoe clatang dt ini negri?" ,-
"Hamba orang Barbam, ToewclO!" sahoet soedagar ~ki
Dan lantas toencloek, sahabisnja mendja\\'ab kata;
Kerna, tida sekali kitjap matanja Soeltan-makota,
Jang memanclang 'padanja seperti pandang pennata.
I
Hu~ he, Soedagar t" kata pocla SoeltCln Hindian' :
,.Soewaramoe mirip soewara orang prampoewan ,,,
Bahara ticla ml'njaboet bagi tra dapat perkatClan,
Lantas saclja tawr~ sembari toendoek depall,!iang !~oJwea1 '
"Kami ada mendengar.II l<ata Soeltan : dari saorang.
Tapi tiada- sampe kami taoe dengan trang.,
Apa l?etoel kaoe ampnenja , soeltan jang selqu:,ang.
Ada saorang dari antal'a laskar-laskar prang?"
••TIenar, okn~Tewa Icc sahoet soedagar dellgan sigra:
"Soeltan hamba ada palawan dari b<i.la tantara."
Blon dengan sampe habis omongllj,a Bahara.
Soeltan Hindi lantas sadja menanj•a lain perkara•
- 1"60 -
..eo'amjBd~ itoe," kata: ,~ad bagoes sekali;
Tiada ija berkantjing ?-melinken pake tali? ...
. Kaloe ada bagitoe, soeclagar, kami maoe pli,
Ada sekarang? atawa nanti, kaloe kao.e. kombali ?"
"Sekarang ini tiada," sahoet Bahara pacla sang Toewan:,
nKerna hamba tra bawa barang soedah djadi pakean;
'1:'api nanti djika kombali ka dalam ini karadjatin,
Hamba " membawa pada toewankoe bacljoe jang c1emikian."
.,Kami rasa," kata poela Baginc1a: "baroe 'di ini waktoe,
Rami melihat badjoe soelam, bagoes sampe bagitoe.
Ach soedagar! boeka sac1ja, kasih kami badjoe itoe;
Dari harganja angkaoe boleh bilang ~gnj tantoe." .
"Bahara!' merasa. bingoeng, hingga pias \Varna moeka,
Kerna d}ika badjoe c1iboeka, rasia tan toe terboeka.
Djika ija tida menoeroet, SoeJtan brangkali moerka,
Dan boleh djadi Soeltan bikin ija dapat tjilaka.
Sasoedahnja ' aetr,~ lagi kira sakitjap mata,
Baroelah Bahara kita mendjawab kata. .
.,Baik, Toewankoe!" katanja: "tapi amp'oen joeta-joeta,
Hamba tra boleh Jep'-as pakean c1e;pan Soeltan-makota.:'
.,Djika hamba perboe\Vat itoe depan toewankoe Soeitan,
Sekali-kali tiada lajik hamba poenja perboewatan:
Hamba djadi koerang adjar, djadi tida kahormatan,
Seperti tida menaro endah pada Mak.ota Hincloestan."
.,Daritoe ~ambh memoehoen pergi tjepat berlari ·;
Melepasken badjoe ini di (t~a1pl . hamba sendiri ;
Kaloe hde~,ao lantas tjepat hamba: balik ka mari,
Sembahkan ija pada toewankoe pemangkoe-negri."
13aginda Soeltan tersenjoem clan berl<ata di hatinja.
Bahoewa soedagar benar sekaH pendapatai111ja.-
Satelah anel~So ~angect6,m- plnja,k~
Bahara menJembah, teroes Ian ka. roemahIlJa. ·
161
"S.ajang so.enggoeh,'" kata Soeltan jang dipertoewan;
"Soeltan oi~t boekan soewatoe orang prampoewan.
Djika ija boekan lelaki, biar habis oewang j0etaan,
Akoe maoe kawin padanja,· maski 'dah boekan perawan."
IIBeriar djoega kata ·mantrikoe, di sini tiada jang sarna,
Kerna benar bo\eh diseboet ,,'dadari toeroen medjelma."
Akoe awasi . . . . . akoe, awasi semingkin lama,
Mingkin akoe misti mengakoe, roepanja bra~e oetaqla."
"Ach, djika ija prampoewan! . . . ." dadari sorga!
Haroes ija djadi istrikoe dan amat besar berharga.
Akoe toekar dengan soewatoc;: negri jang lega, .
Tida oeroeng akoe merasa, ~waohb m·asih ·oetoeng djoega."
Sablonnja Soeltan berbangkit dari gada doedoeknja,
Bahara soedah datang kombali, bersila di depannja.
Ija membawa eo~wst baki, dalam mana ·ada badjoenja,
jang oleh Baginda telah elipinta dari paelanja. .
Baginda Soeltan Hinelian amat amr~se soeka;
Ia trima rienampan, toetoepnja laloe diboeka. .
Jja eberkan baeljoe it0e eli depan ija poenja moeka,
Laloe pandang soelamanja seperti ~npgda moestika.
Salagi masih mengeber-eber ii:oe pakean.
Tel'kedjoct lakoenja Baginda Soe\tan Hindian. .
arSlo"~ed sabdanja: ,,'ngapa badjoemoe baoe prampoewan?
Adakah angkaoe ini satoe laki-Iaki tiroeaan?
Bahara lantas tertawa berkakakan sendiri-diri,
Tapi Allah sadja jang taoe hatinja ~ni
beriari. , ..
Tambah-tambah Bacrinqa Soeltan mendeng ka . kanan-k1r1,
b•
Lantas bangoen seperti. hendak mengampen.
Sasoedahnja' tertawa lega berkakakan sne~,ira
Bahara lantas mendjawab pada Soeltan dlpertoewan:
Buleh dJ'ac1i Toewan! badJ'oe itoe \blaaopeopernaJ.ma ppoae1{weaitnn,. "
K'" erna sebenar-benarnja boekan bam
Sid Alcbari II.
- 162-
"Badjoe itoe ada pakean hamba ampoenja istri,
Jang mem:ike .dija ampir sahar.i-hari.
Pada tempo inaoe brangkat ka ini negri,
Hamba ambil badjoe itoe, bawa kamari."
Pada tempo Baharp. · itoe ' mengaloewarkan kata,
Ija bikin roepanja, seperti ticla ija berdjoesta.-
'Satelah soedah mendengar Bahara poenja tjerita,
Soeltan lantas. tanjakan, brapa oewang Bahara minta.
"Akan itoe," sahoet J?ahara: .,Toewankoe Soeitan !
Meminta harga, hamba tiada ada niatan:
Hamba sembahken pada toewankoe dengan ingatan,
Bahoewa hamba baktiken satoe tanda kahormatall."
Satelah Soeita.n memanggoet, Bahara lantas berdiri,
Sasoedahnja &endoer sedikit, teroes djalan saparo lari.
Pada esok.nja, di waktoe terbit mata-hari,
Ija brangkat ka Barbam serta laskar elan mailtri:
Sasoedanja ada di djalan babrapa hari larpanja,
Sampelab Soeitan Bahara dalam karatoeannja.
:mon lama ija berdoedoek serta permesoerinja.
Soeltan Laoeda datang lTlembri slamat padanja,
Pada esoknja Soeltan di rowang sari,
Menerima "slamat datang" dari segaJa ponggawa negri,
Sebentar .1agi pada wakto.e ampir tengari.
Ija pergi kapacla enoa~tl Laoecla sencliri-diri.
- - ".
"Kakandakoe!" kata Soeltan: "adinda aela niatan ,
Jang tiada elikira-kira oleh kakandakoe soeltan.
Oleh kerna .c1endem hati ata,s satoe perboeatan,
Adinda henelak memoekoel paela negri Hincloestan."
·Soeltan Laoeqa satelah dengar katanja Soeltan-makota,
satn~L diam tertjenggang kesip-kisip koelit mata.
Soedah diam sedikit lama, ija lantas berkata,
MasId dalam perkara ...pa, ija nanti ada beserta.
163 -
."Tapi, !di"akno~ katanja poela terkomoedian: •
I~ak,nd. ,~ars tiada tipis adanja itoe karadjafln.
DJlka bJnk~a aklr.~ l~gpra baroe hitoeng laksaan.
BerbahaJa besar, dJlkaloe klta poekoel Hindian."
~na,rKe laskar di negri ada keti bilangannja,
. Ponggawa-ponggawa ada besar amat djoemlahnja.
Bahar Oedin barakal, terseboet djarang tandingannja,
Tambah-tambah banjak radja jang loke~at kapadanja."
."Soeltan Abdoel Moekari, doeloe be.rtachta di Barbari
Ija satoe radja besar, ag~ind soekar ditjari ;
Tapi bermoesoeh sarna Hincli dalam seclikit hari,
Lantas saclja kena ditawan ka lain negri."
"Perkara itoe, adindakoe! ada djadi kanjataal;,
Bahoewa besar koewasanja Soeltan tanah Hindian.
Tapi djika ada dirasa boleh kita berlawan,
Kakanda menoeroet saclja akan l<ahelldak adinda-toewan."
.,Adinda rasa," salwet Bahara: "koewasa di itoe negri.
Sekarang ini tida ada ' seperti pada doeloe -hari ;
Kerna tempo ija bermoesoeh sarna Soeltan Barbari,
Betoel djatoh di atas, lela!l tangannja kanan-}dri."
."Toeroet rasa adincla; koewasanja itoe karadjaan,
Djika doeloe dibilang tiga,. sekarang tinggal sabagian.
Dari sebab ada bagitoe, Kakanclakoe Toewan !
Adinda rasa, ada c1joega tenaga akan berlawan."
ipa~T. kakancla troesah toeroet angkat sindjata,
Di sini sadja kakandakoe c1oecloek bertachta.
Saparo dari bala tantara: adinda bawa beserta,
lang saparo lagl biar 'tinggal mcnoenggoe kota."
Sasoedahnja sedikit ' lama marika .itoe bitjara,
~tlneao Laoeda lantas rempoek dalam itoe perkara.
Segala mantri lantas sadja dibri perlntah sigra.
Soepaja bikin sadia satoe bala tantara.
:- 164 -
• Baginda Soeltan Qri taoe marika. itoe sekalian,
Saminggoe lagi akan bran.gkat dJalan. ~e1brIaw . ;. .
Tapi mantri ja11g ampat, Jang .taoe ngda~ dl Hlnd.lan,.
Bersama-sama sariboe laskar, dlsoeroe dJalan doeloean ..
Mantri berampat itoe soeda taoe maksoed Bahara,
MaskipoeI.1 Bagil1da tiada pandjang bi.tjar<:.
Kerna tenlPO 'njaroe soed!lgar, dagang kam clan soetra, .
Marika ini soedah berkonkol sama Eri clan Era.
Satelah sampe . l<apada hari esoknja,
Marika brangkat serta lasKar sariboe' orang banjaknja;
Laskar sariboe. itoe ada pilihan samoewanja,
Dan soedab dJanelji ·satia clengan tanclonkan anak-istrinja•.
Sampe eli tepi I-lincli, l~akr itoe diatoer oleh mantri,
Bertoentoet masoek ka kota, seperti masoek mentjgeri.
Ija-..or€l"ng ditrima oleh Toewan Era clan Eri,
Dilindoengkan berkaoem diam eli dal-am negri.
Marika poenja pakean troesah lagi cliseboetkan trang,
Kerna ~odshe tan toe sekali. boekan pakean anak bala prang,.
Sebab bagitoe, djacli tra ada doegaan orang.
Bahoewa marika itoe moesoeh henclak menjerang.
- Pacla sablon marika sampe .dalam itoe karadjaan,
Soeltan Bahara soedah menjoesoel dengan Iaskar berkian;.
Tapi Iaskar berkian itoe, toeroet orang poenja doegaan,
Ande berprang sama Hindi, paling tahan saharian.
Soeltan Hindi tida sekali acla menaro kira,
Bahoewa negrinja ada ditoedjoe ol-eh satoe tan tara ;
Kermi. sekaIi-kali ija tiada dei1gar soewara.
Jang bikin ija menclapat taoe itoe perkara.
. Ada cljoega hatinja merasa tida karoe\van,
Kerna ija soedah mendapat soewatoe impian;
Tapi apa ija jmpi'in .samoewa ada kntoepaan,
lja melinken ingat, impi itoe oendjoek katjilakaan..
165 -
Pada soewatoe pagi, sablon tinggi mata-hari
Bagi,nda .?oeltan doedoek di loewar sendiri-dlri;
Sedang IJa berdoed<;>ek, satoe mantri datang berlari,
M,embri taoe padanJa, ada moesoeh memoekoel negri.
,- ."Toewankoe!" dengan gapgapan mantri itoe berkata: '
,,,Ada moesceh datang menjerang ...•.. dengan memboeta. _
Lebih doeloe tra ada kabar ..... Ua warta, '
g-konej~K sciedah t~elor , ... ',maso.ek k~ kota."
Sri Baginda Soeltan terkedjoet, lantas b'erdiri,
Tertjenggang ' dengan besarkan mata kanan dan kiri. ' ,
"Apa?" ija menanja dengari kras; >lapa katamoe, Mantri?
Ada moesoeh datang serang kita ~Jneopma negri?" -
"Dari mana datan.gnja," sahoet mantri : hamba tra bisa seboet,
Kataoean soedah ~ nadtg sarna djoega angin-riboet.
Di loewar dan dalam kota ada roesoeh: ldam-kaboet ;
,Anak negri diamoek, -melawan, tra gaman akan ditjaboet."
;
maH,b~ soedah perintah pada bebrapa mantri,
Soepaja sigra men·goesii moesoel} lea loewar negri ;
Lantas hamba datang di sini dengan kaki sendiri,
Ken,1a segal a dka'~o ' 'dah mati po.da waktoe pagi hari."
,
."Adjaib!" kata Soeltan: "apatah djoega -ada dosa kita-orang,
ak~M ' ada bagitoe roepa, sedang ada moesoeh m'enjel'ang '?
Sigra, Mantri! sigra kaoe atoer. cabl~. prang, .
Sabrapa ada, samoewa misti madjoe sekarang."
Sang mantri-besa.r menjembah, laloe berdiri,
QendQer' satindak, teroes pergi berlari-Iari.
Di tengah djalan ija- hertemoe soewara m,rli~t
.
Jang ija soedah perintah oesir moesoeh dl -negrt.
,;,Tjilaka, Kakancla!" mantri jang a~tdg !toe, :reb~alt •
,,,Riboean ~mohe
koenjoeng-koenjoeng ttmboel dt. kota t
Toewan Era dan Eri berteman dengan m0esoeh. ~kat,
II
Marika soedah merampas kita poenja goed,ang smdJata;
•
,t.
166 -
"Hm?" kata mantri-besar dengen banting kakinja.
Komoedian lantas djatoh, seperti banting dirinja.
Dengan goemetar ija bangoen, lantas mellanja,
Moesoeh itoe orang dad mana adallja.
1,Moesoeh itoe orang Barbam," sahoet sang mantri :
;,Bertjampoer orang Hindial), kambrat Era dan Eri.
Marika soedah melabrak tangsi tanta:ra negri.
Laskar-Iaskar barijak jang 'njerah, banjak jang lari."
"Sedang di dalam ada gemper, eso~rh tida terkata,
' Dari loewar moesoeh menerdjang ka dalam, kota.
Orang Hindi melawan djoega, tapi hamba lihat njata,
Ponggawa banjak tertallgkap ~an melljerahkan silldjata.'"
Sablon habis mantri itoe kaloewarka:n perKataan,
Ija melihat banjak orang datang dari kadjaoehan :
Samoewa berkoeda, bagi berlomba di pengadoean,
Teroes masoek ka karaton dari Soeltan dipertoewan.
Orang berkoeda itoe doewa poeloeh doe\\'a banjaknja,
Sasampenja depan astana) lantas brenti samoewanja:
Jang sablas lantas toeroen dari koedanja,
Jang lain tiada toeroen, dan memegang' koeda kambratllja..
Itoe sao~pr jallg telah toeroen dari koeda. j
Ada Soeltan Bahara serta mantri toewa-moeda;
Jang tiada toeroen, itoe laskar dan badoewanda,
Jang biiwa pajoeng dan sindjata ird~ Baginda.
Pengawal pintoe astana satelah lihat Soeltan Bahara,
Lantas berdjongkok, menjembah sigra.
Tapi ampir ija tra bisa boeka soewara,
Kerna hatinja ada terkedjoet tiada terkira-kira. '
/
"Pengawal pintoe!" kata Soeltan: "hendaklah kamoe,
Masoek ka dalanl bawa 'warta pada Soeltanmoe.
BHang padanja, Soeltan Barbam ada datang menenamoe..
Dan dengan h<:>rmat aG!a ehmn~o
bertemoe."
- 167-
i.
I
Pengawal pin toe teroes pergi berlari-lari,
caS~enk warta kapada Soeltan Pemangkoe-negri.
Seber;\tar lagi Bahar Oedin kloewar sel)diri-diri.
Bersa.ma-sama Bahara laloe berdoedoek di roewang-sari.
I.
I
soSea ~ bla marika doedoel< kira sakitj.ap inata,
Kapada Soeltan Bahara Soeltan Hindi laloe -berkata :
"Adinclakoe Soeltan ! kakanda memoehoen warta,
Kabar .apa oleh adinda ada dibawa ,serta."
"R,iboe maaf." sahoet Bahara: "Kakandakoe Soeltan!
Maksoed adinda ini soedah njata kalihatan :
Datangkoe cli sini ada dcngan ganit~ .
Maoe djadi jang poenja ini negri Hindoesta.n."
Ballar Oediq terkedjoet, laloe angkat ·dada dan moeka, -
Sedang tin~ajh ada sangat mendjadi moerka.
"Soe!tan Barbam! sahoetnia: "adakah angkaoe sangka,
Orang Doleh membikin sadja apa jang ija soeka?"
"Akoe poenja_ Hindoestan, itoe angkaoe mape?
Adakah kiramoe. akoe il)i majit soedah berbaoe?
Riboe maar, Radja bran'dal! akde kapingin taoe,
Apa djoega kasalahankoe pada angkaoe!"
"A~p sebabnja?" sahoet Bahara: "itoe traoesall kaoe tjari.
Kerna njata dosamoe. pacla tempo daoeloe hari;
Sekarang ini acla seperti koepingmoe kanan dan kiri,
Tida kalihatan oleh kaoe poenja mata sendiri." ,
Bahar Oedin dja~li ,dmp~a \Varna bertamba ·merah,
Sagenap, dadanja djadi penoeh dengan amara!
Bidji. niatanja terpoeter, berwarna Qarah ••
Lakoenja djadi pre~it
matjan beraoes dara.
Dengan sebesar-besar ija poenja soewara,' ..
Sambil berbangkit ija berkata pada 'Bahara :
•,Soeltan Barbam! kaoe traoesah banjak bitjara;
Akge ini tiada koerang bala tantara)"
168
,;Akan toetoen ka dalam padang paprangan,
Sedikit djoega akoe tra ada kakoerangatl"! .
Oendoer kaoe! bikin "saclia kaoe poenja pembehngan,
Akan tahan akoe poenja te\apak tangan !" " \
Bahara tersenjoem seperti orang tra poenja Ilgeri,
Tapi tanganllja terkepal rka~ kanan dan kiri.
Sembari memanggoet ija bangkit berdiri.
Mengangkat tangan, lantas berkata: "djangan lari!"
Bahar Oedin ditoebroek, tjepat ija melompat;
Tapi sebab terlaloe lekas, ija djatoh tersoempat;
Tapi baroe terbaIik, ija lantas berbangkit tjepat,
Sama Bahara lantas moelai prang berapat.
Lakoenja Bahar"a seperti orang kalap kasampar :
"Bekalahinja ada seperti lakoe singa jang tI~.p:a
Toemboek-menoemboek, ija lantas menampar,
Bahar Oedin itoe terbentoer, seperti kole\.;: terdampar. "
Satelah kena tam piling, ija miring, 'sana ka mad.
Limboeng ~oaenl,j seperti tiada ta!lan berdiri.
Di itoe waktoe"Soe1tan Bahara tjepat hamperi.
Pegang " dengan kras tallgannja nak~
dan kiri.
Bahar Oedin merontak dengan sahabis-habis koewatnja,
Tapi tida bisa terlepas dari tangati moesoehnja.
Boedah poetih lantas kaloewar dari moe\oetnja,
Moentjrat tersemboer, sebab terlaloe kras napasnja.
Ija terpaksa diam dan tida dapat berdiri,
Kerna poendak di'indjak, tangan dipoeter kanan-kiri.
Badoewanda Soeltan Bahara tjepat lompat mengampeti,
Lantas rante Bahar Oedin, dibantoe oleh mailtd-mantri."
Sedang dirante, ' Soeltaq triak sahabis-habis soewara,
Seperti singa baroe termasoek dalam pandJara.
Di itoe waktoe, Sami Oedin, ija: poenja soeaara,
Ji)atang sakoenjoeng-koenjoeng menerdjang pada Bahara.
t
,
) - 169-
Bahara oektd~,r snla~ ~ mg mla~ sa?ja angkat ~nga,tj
Teroes etpam <?edm' betoelan ..,pempelirtgannja.
Satelah kena, Saml Oedm lantas banting dirinja, '
Roeboeh mengkoeroep di depan kald moesoehnja.
Sami Oedin ini tiada bisa lekas .berdiri,
eKrn~ .~lad be.rsamboeng kaj'oe deri tempo, prang Barbar!.
Salagt IJa maslh ~roekpgmn datang soewatoe mantri,
Jang lantas rante tal?gannja -kana!?:. dan kid.
Sedang Sami Oedin dirante, datang ija ampoenja kawan,
Doewa mantri, jang tadi lihat orang berkoeda di l<adjaoehan ;
Marika itoe maoe lepaskan Baginda ' Soeltan Hindian, .
Akan tetapi doewa-doewa lantas dapat kamatian.
Baroe marika l'oeboeh, lantas ada satoe soewara,
gJn~ lebih lama, lebih njata, bahoewa soerak ,d' ri tantara.
Tra lama lagi, lantas Toewan Eri dan Era, '
p0ewa-doewa berkoeda, datang pada Soeltan Bahara.
Ija bri taoe, bahoewa laskar-Iaskar Hindian,
-Beserta segala mailtri, 'dah menjerah sek,alian.
Bahara tersenjoem, di hati : mengoetjap soekoer rk,i~bea
Hingga moeka bergoemilang, bersinar tjahja kasoekaan.
Ba.gimana orang Hindi bagitoe gampang menjerah, .
Itoe ada clari sebab akalnj-a Eri dan Era:' " ..
Marika soedah bawa kabar ka tengah bala tantara,
Bahoewa Soeltan Bahal" Oedin soedah masoek di pandjara,
Sekarang ini marika datang ada deilgan ' in.gatan" . '
Maoe tangkap dan pandjarakan l.e~Sona
,Hll1doestan ,
Tapi tempo marika datang, lantas hhat oah?ewa Soeltan,
Bersama-sama Sami Oedin, 'dah ada dalam lkatan.
Maski blon ada perintah dari Soeltan Bah~:, .
Mantri Eri 'Iantas sadja soeroeh olarg~. ~amlD pandJara.
Baginda-Soeltan Bahar Odei~ dan IJa poe?Ja soedara,
n 'oewa-doewa' lantas s'adja dipandjaraJ<an slgra.
- 170-
Sasoedahnja. tnenoet6ep Baginda jang dipertoewan,
Soeltan Bahara eloedbek beserta mantri sekalian.
ja~ menanja kapada Eri, mcngapa ol'ang Hindian,
Dalam paprangan, tra ada jang toenggang heiwali.
I).Orang sini," sahoet Eri kapada sri Baginda: ,',
"Tra poenja sa,ekor gadjah, tra poenja saekor koeda;
Kerna h'amba soedah ejoltr~ani sabrapa ada,
Hingga lain dad koedakoe, saekor poen tiada."
Soeltan Sahara lnemanggoet pada Era dan Eri,
Jang akalnja boleh diseboet tandingannja soekar ditjari.
Sebentar lagi lantas datang soewatoe mantri,
Sobat Era jang rapat dari tempo doeloe hari.
Mantri itoe Illengabarken, jang ponggawa sekalian,
Toewa-moeda soedah termasoek eli pemboewian;
Dan lagi marika itoe ada dibikin doewa bagian, .
Jang menjerah dengan soeka, dan tertangkap sedang melawan.
I,
Anak-anak tan tara dikoempoelkan di satoe tampat,
Oleh tantara orang Barbam ada teridar rapat.
Melinkan ada bebrapa orang jang pergi mc;!ngoempat.
Tapi tida mengapa, maski tida terpegang dapat.
Satelah sampe kapada hari esoknj'a, ,
-Soeltan 'Bahara doedoek serta hamba-hambanja.
Ponggawa-ponggawa orang Hindi, sabrapa ' ad,anja,
Dikloewarkan dari roemah pandjara, m'adep padanja. '
Baginda lantas 'bri taoe marika itoe sekalian,
l3ahoewa Soeltan Bahar Oedin telah dapat katjilaka'an.
Habis itoe, ija trangkan dengan sedikit perkata'an,
Baheewa djil<a Allah 'tra maoe, tra boleh djadi demi}dan.
Komoedian ija meminta, biar samoewa menjera piri,
,Dan soempah akan hal itoe, menoeroet adat eli negri;
lLaloe ' bilang, siapa menoeroet. dapat pangkat doeloe hari,
Siapa tida menoeroet, <kapalanja oknhrie~ dibri. '
- 171 - ,
Sapoeloe:h ?rang er.~p a aktng mantri, ampat palawal1 ,
Jtoe sadJa n~)a t:~-d, toeroet Bahara poenja permintaan..
SasoedahnJa dlbn. mgat komb.ali, ta'pi tetap bentahan,
Samoewa lantas dl boenoeh dl tempat membri siksaan.
Lain dari marika itoe, samoewa menjerah diri,
Baik laskar, baik palawan dan mantri-mantri.
jade~sSnh soempah d! mesdjjd. toeroet adat di neg'ri.
Masmg-masmg lantas tnma pangkat daoeloe hari.
Radja-radja ketjil, jang bertachta dalam itoe karadjaan,'
Hoe ,djoega tra ada: satoe datang melawan.
Satelah Bahara minta, samoewa lantas berkawan,
Angkat Bahara mendjadi soeltan d,ad Hindian.
,-
Bagillda Soeltan Bahar Oedin dan ija poenja soedara,
Doewa-doewa tra bisa tahan dalam sangsara:
Pada , waktoe Radja-radja datang angkat Bahara,
lja berdoewa soedah meninggal ' dalam pandjara,
Sekarang inj Soeltan Bahara 'dah djadi 'Soeltan Hindian...
J ang dihormati oleh orang sai'sinja karadjaan,
T api' maskipoen ada dalam itoe kamoeljaan,
Hatinja blon aela sampoerna merasai kasoekaan.
Di satoe malam ija rebah atas pembaringannja,
Tapi sang pelas tiada maoe datang padanja;
Bantal jang haloes, basah dengen ajer mata,nja,
Kerna eli dalam hati ija ingat pada poetranJa.
Lain dari ingat sang poetra, ija ingat Soeltan Moekari..
'lang memang blon ija loepain dalam sahari.
Sedih sekali ija menangis sendiri-diri, ..
Hingga menggelisahan · berbalik ka kanan-ktn.
Sedang ija kenangkan kakan9anja poenja tjiIaka,
Hatinja ada merasa seperti mendjadi loeka.
Sasoedanja merasa telah, terpidjit oleh rasa doeka,
Adalah og~edJ ija merasa sedikit ~as.o
~ 1-72 - ' ,
~Brah, Oedin," kata Baginda: '"dan poenja soedara,
Doewa-doewa soedah meninggal dalam pandjara,
Sengsara soedah terbalas dengan sengsara, ,
:Sekarang ini soedah bebas soedah habis prk.ae ~'
-"Riboe soekoer kepada Toehan lVIal1a Koewasa,
Tang soedah menoeloeng akoe oh~ekm
orang berdosa.
Akan hal itoe soeda poewas akoe meras a,
' Kerna soedah lebo~rtgn
b'isa membalas siksa. II.
'I.
,,,Tapi kakandakoe - kakandakoe amat tertjinta,
'.Jja ada di mana, tiada kabar, tra warta!
Masih hidoep atawa soedah menoetoep mata,
' Tida sekali akoe mendengar orang tjerita:"
""Saande hidoep kakandako,e Soeltan Moekari,
Akoe nanti toeroet pada nja seperti ealo~
_hari ;
And'e 'dah tida . . . . . pada toelangnja. maski sadjari, "
Kahorm'atan' besar akoe kapingin membri."
Bagitoelah Bahara itoe ingat dalam hatinja,
Di waktoe kangan pada soewami. jang tida ada kabarnja;
Dan tempo ingat Soeltan Moekari po.enja.. .tjinta padanja, '
Ija lantas angkat kapala, laloe banting ka bantalnja.
O! ija ingat, ken dati hHang ija ampoenja neg,ri,
Ija maoe dapat kombali Baginda Soeltan Moekari.
Kerna tjintanja pada Soeltan, minkin bertambah hari,
Mingkin lebih dari ·tjintanja pada diri sendiri.
'Tapi kasihan! - betoel blon ada kabar jang pasti,
Bsleh djadi Soeltan Moekari soedah mati.-
"Tiadakah Bahat"a itoe ada rasa dalam hati,
Kaloe-kaloe le.laki lain boleh mendjapi ganti?
Roepanja sen.diri ada elok ticia berlawan,
Dan ija .ada oetama dalam doewa ~.a'n;rjkd
Asal sadja ija mengakoe, dirinja prampoewan,
Lelaki jang ,paling ja~'ptk rianti trima at~ pangko,ean.
173
Ija ingat djoega bagitoe: t<;Lpi ija arripo enja hati,
lja rasain betoel, tra 11anti bisa tjinta pengganti.
Achir-achir ija mengambil poetoesan pasti,
Djika Moekari soedah tiada, ija maoe ikoet mati.
Apa goena kabesaran, 'apatah goenanja negri,
Djika misti berdoedoek l<angan sanari-hari !
Daritoe djika 'dah tida' Soeltan Abdoel oMoekari,
Bahara itoe nit~ memboenoeh diri sendiri.
0, Pembatjakoe! am at bertjinta dan satia hat! Bahara itoe.. °
Hingga lebih soeka mati d'ri berlaki lagi satoe.
Ach ! djil<a sampe ija djalankan lakoe bagitoe;
Anak pada Sech alim, tan toe djadi jatim-piatoe!
Sadari tertangl<ap Baginda Soeltan Moekari,
Sampe sekarang, soedah satahon koerang sedil<it hari.
Toeroet· <:!oega'an da.Jam Bahara poenja_hati sendiri,
Djiwa Baginda itoe tan toe 'dah pinda ka lain negri.
Pada esoknja eli waktoe masih pagi oohari,
° Soeltan doedoek di pengadepan serta beberapa mantri.
Doewa mantri jang toewa, jaitoe Era dan Eri,
Marika eljoega' ada beserta odihadepan Pemangkoe-negri.
"Memandakoe!" pada marika Soeltan berkata:
"Kami minta mamanda nanti boeka tjerita.
Rami kC!-pingin taoe segala hal eli ini kota, .
Jang telah djaeli tempo Bahar Oedin bertachta."
Toewan Era clan Eri, jang Baginda SoeItan titahkan,
Lantas toetoerkan banjak hal, jang Bahar Oedin reljak~n
. Tapi tjeFita banjak biarlah kita tinggalkan,
Bagian jang ketjil sadja kita-orang seboetkan.
Lebil1 elaoeloe marika itoe soedah membilang,
K.alakoean Bahar Oedin sering kedjem tida kapalal'lgo:
Sering lmli ija terbitkan sakit njerep eli toelang,
Akan apa tida obat boleh membiJdn hilang.
-I, ,
i
- 1:74
D" Ijsitkrailoheam,atj~h ba" kata Erap:ac"lasesroinegwantacneg.ipsoseetnn.d; ir.i-cliri,
ia~ng
Poetri itoe permesoennJa sueital:t negn Barban,
.lang ditawan ka ini negri pacla daoeloe hari."
.., 0, Toewankoe! poetri itoe soeclah tanggoeng tjilaka,
Sarna djoega orang termasoek dalam naraka.
Lebi cloeloe 'ija dipa\(sa maoe cliboewat soeka-soeka,
Sebab kras ija , tra maoe, Bahar Oeclin c\jacli moerka."
,Te,oes-meneroes Er~ tjerita pa?a S.oeltan Sahara,
Baginda Bahar Oedl11 'da kenaJa Blda Oendara.
Trang sekali ija toetoerkan sasoewatoe perkara,
Sampe sang Poetri 'cliantar masoek dalam pancljara.
Baginda S(le\tan Bahara dengar itoe tjerita,
Hatinja ada merasa bagi terpanggang dengen sindjata;
Ija berdiam seperti hilang napsoe berkata-kata,
Melinkan berkesip-kesip tanan ajernja mata.
Sakoetika itoe moekanja ada djadi merah,
Pipi poetih cljadi seperti mengembang darah.
Akan rrienjatal<an ija ampoenja marah.
Haroes dibilang, hatinja ada mendjadi. barah.
Saking. heibat rasanja sakit jang ada"
Baginda toendoek clengan tangan menekan dada.
Sekalian mantri-mantrinja, toewa dan moeda,
Samoewa .ada metasa heiran, lihat lakoe Baginda.
Saso.edahnj'a berdiam bebrapa sa'at lamanja.
Baginda Soeltan baroe kombali angkat moekanja.
1>'Soeltan Moekari itoe," ,kata Soeltan: serta permesoerinja,.
Mamandakoe! ada di mana ?-di mana pencljaranja?"
.
-,.•Bagimana sekarang ini mamancla poenja ra5a,
Masih hidoep marika itoe, a'tawa soedah binasa?
Marilah, mari! kerna AUah Maha Koewasa,
Kita tengok Soeltan itoe, kit'! periksa!"
175
Sembari bilang bagitoe, Baginda Soeltan oerdiri,
Teroes berdjalan di"iring oleh segala mantri ;
Djalannja tjepat. boleh diseboet satengah lari.
Sebentar sadja, lantas smap~ di tampat orang BarbarL
Pandjara lantas diboeka: ada t!ga orang isinja,
lang lantas dikaloewarkan, dilepaskan belen'ggoenja.
Orang BarbarI daoeloe lima orang banjalmja,
Tapi jang doewa soedah, dikoeboer satoe 'boelan lamanja.
Jang ada itoe, Soeltan serta ,Permcsoeri Rarbari,
Bertiga sama Kortika alias Hasan Sotari.-
lang djaga marika mell)bilang kapada mantri,
Marika itoe masih bergerak pada tempo pagi hari.
Sekarang ini, orang toetoepan itoe tiga-tigaQja.
Soedah tiada ' sekali ada gerak-geraknja:
Samoewa ada seperti soedah meninggal doenja,
Tjahaja jang amat pias ada terlihat pada moekanja.
Soeltan ' aB~hr djadi seperti ticla tahan berdiri: ,
Dengan k~tag djatoh berIoetoet dtka~ Soeltan Moekari.
Sembari menangis; ija rabah hati Soeltan dan Poetri,
Habis itoe, ija rabah hatinja Hasan Sotari.
Segala mantri dan hamba-hamba jang wrna7i~b,
'Joewa-moeda, samoewa heiran ta~m sarig Toewan.
lang paling membikin heit'an marika itoe sekalian,
Tangisnja Baginda Soeltan berlagoe seperti tan,gis prampoewan.
Sasoedahnja sedih menangis sakoetika lamanja,
Soeltan terkedjoet bangoen, laloe sapoe ajer rnatanja.
"Mamanda Mantri!" ija berkata pada hambanja:
Tiga-tiga masih, angat, blon sampe rneninggal doenja."
"Ach! satoe soeltan toeroenan oleh sasarna orang disiks<1:$
Tra mati, tra· hidoep. menanggoeng lara sanantiasa! '
Bagimanalah roepanja jang trima oepahan dosa,
Jang dihoekoem di achirat oleh oaen~lT
Jang Koewasa!
--
- 176
"Sekarang ini sigral.ah, Mamandakoe Mantri!
Kita bawa ka astanakoe ini Soeftan dan Poetri j
Ini anak obatin olehmoe dalam roemah sendiri,
Oewang per ongkos boleh minta sama bendera negri." ,
"Sion mp~sa poetoes Baginda poenja perkataan,
.Anam orang soedah lari pergi tjari tannoean.
Soeltan dan Poetri Barbari lantas ditancloe clengan perlahan,
Dibawa' masoek dalam astana Soeltal1 jang-·clipertoewan.
Ampat doekoen jang teroetama clalam kota Hincloestan,
Datang bersama-sama, dipanggil oleh Bagincla Soeltaa.
. Sasoedahnja timbang-menimbang, cljadi satoe il'lgatan,
Marika itoe lantas membikin obat-obatan.
Sablonpja clikasi ob'at, Soeltan ciao Poetri Barbari,
Doewa-doewa dirawati ~loh Soeltan Bahara sendiri:
Koekoe kaki dan tangan digoentingi kanan clan kiri,
Dengan rj~e jang anget disoesoet badannja, laId dan istri:
Hadan m'arika' bercloewa itoe ada roesak boekan-boekan,
Toeboeh .berda'ging ?-itoe tra boleh cliseboetka:n:
Djikaloe tiada koelit jang meloepoetkan, .
Sandi anggotanja brangkali cljadi belarakan.
Sekaiian hamba prampoewan, toewa dan moeda,
Pangpang-pingping lakoenja, sabrapa acla. '
Ma Dori, Ma Tidja dan Ma Saida, ' ,
Bertiga djac;li sakali clatang pada Baginda.
"Toewankoe Soeltan!" kata Ma Dori: "doedoek sadja:
rDoedoek sadja, Toewankoe !-Toewan Radja
Menjoesoeti toeboeh biarlah hamba dan Ma Tidja,
Toewankoe doedoek, djanganlah toewankoe kerdja."
.,:Biar, lWa Dori!" sahoet Soeltan :' "biar kami 'sencliri ;
Kerna boekan sembarang-barang ini Soeltan Bahari.
Kaadilannja dan baiknja, pada daoeloe hari,
Ada termashoer serta" at~dpej
koeliling negri."
- 177-
"Orang adil ada sarna djoega dengen karamat,
Kapada siapa kita-orang l!aroes membri hormat.
Lantaran dowanja kita beroleh berkat-selamat,
Boleh enteng dan senang pada. hari kiamat."
Sablon poetoes Soeltan berkata pada Ma Dori,
Doekoen berampat lantas datang mengamperi.
Jang doewa lantas obati Baginda Soeltan Moekari,
Jang doewa l'agi mengobati sang Permesoeri.
Dari sebab obat sang doekoen "ada mancljoer sangat,
Soeltan Moekari clan Permesoeri mendapat kringat;
Soenggoeh marika itoe blon sedar·'atinva ingat,
Mingkin lama, toeboehnja djadi semingkiri angat.
Soeltan Bahara be'rcloecloek cliam, tra pergi-pergi,
Hatinja berclowa, itoe traoesah diseboet lagi.
lja harep toeloengan dari jang Maha Tinggi,
Aelalah seperti kemi.t toenggoe terbitnja pagi.
Sebentar lagi adalah tamba djadi njata,
Bahoewa obatnja doekoen mandjoer tiela terkata:
Soeltan dan Poetri Barbari moelai memboeka mata,
Hingga 'segala orang nj~g ada, djadi bergirang rata.
Hatinja Soeltan Bahara djadi sangat merasa lega,
Pendeh dengan senang dan soeka tida berhingga.
Semb"ari bersoekoer kapada Allah eli sorga,
Kapada eloekoen berampat ija Ille,moedji ·djoega.
Sasoedahnja diobati tjoekoep tiga poeloeli hari,
Segarlah toeboehnja Soeltan serta sang Permesoeri.
:Setoel ada sedikit soesah, djika maoe berdiri,
Marika itoe bisa bangoen doedoek sendiri.
Tapi soenggoeh koewatnja moelai kombali poelang,
Tjahaja jang indah masih tinggal terhilang;
Toeboelinja djoega masi koeroes. boekan kapalang:
'Pada antero badan masih bertjitak getatan .toelang.
o
Siti Akbari.. 12.
- 178-
Ija-orang bercloewa ada Idra dengan pasti,
Bahoewa Soeltan Bahar Oeclin sekarang ini 'clah ;i~at
Dan Soeltan Bah$lra itoe, jang baik clap moerah hati,
Tantoe acla Poetra-makota jang telah mencljacli .itlag~
Tapi Soeltan Moekari, bagi.toe djoega Permesoeri,
. Sering kali merasa heiran clalam hati sencliri;
, Kerna marika Iihat B~naig Pemangkoe-negri, '
Seperti ~banr satjitakan, sarna sekali clengan Akbari.
Di satoe waktoe Moekari elkoc~ " serta Bahara
Bertiga orang sarna sang' Poetri Biela Oenclara.
Marika itoe doedoek omongi satoe-cloewa perkara,
Dan ada sabagimana lal<oenja orang sama soedara.
Sasoedanja sedikit lama marika berkata-kata,
Soeltan lVIoekari laloe menanja pada Soeltan-makota.
"Adindakoe," kata Moekari: "Soeltan amat tertjinta!
Soedah lama sekali kakanda ingin menclapat .warta."
Djika tiacla salah ogn~aed jang telah ada,
Bagincla Soeltan Bahar Oedin sekarang soedah tiacla.
Bagimanalah pernahnja akan diri adinda,
Adakah mamanda kapadanja atawa ajanda ?"
'"Tida, Kakandakoe !" sahoet Soeltan Bahara ':
"Kapaclanja itoe adincla boekan sanak-soedara.
Datangkoe ka sini ada dengan bala tan tara,
Dan dengan takdirnja Allah, ija kena terpendjara."
"Dad Barbam adinda datang serta Iaskar berkian,
Memoekoel, laloe bertachta dalam ini karadjaan.
Apa sebab adinda ini telah berboewat demildan,
Kakandakoe nanti taoe pada hari komoedian."
"Di satoe pagi adinda doedoek serta segala mantri,
Jang tjeritakan banjak-banjak hal eloeloe hari; .
Di sitoe adinela dengar, jang kakanda soewami-istri,
Ada tertoetoep dalam jra~nd di ini negri."
- 179-
"Adinda lantas pergi tengok kakancla c1alam pancljara,
LaIoe 'bawa c1atang, di sini dengen sigra.-
Jang diharep .olekoe tiada lain perkara,
Melinkan c1jikaloe ka!mncla soeka djadi soedara."
Soeltan Moekari soewami-istri lantas berkoewat maoe berdirl" ~
Maoe tjioem tangannja Bagincla Pemangkoe-negri.
I Tapi Soeltan tjepat ngae~rdblt
dan mengamperi,
I· Tahan lakoenja marika itoe, soewami-istri.
"Adindakoe Soeltan !" kata Moekari pada Baginda: .
."Kakanda I'noehoen, biar Allah membaIas boedi adinda.
Kakanda ir,~1csel dengan sagenap akal jang ada,
Melinkan bisa mengoetjap es,ok~r lain tiada."
"Ach, Kakandakoe!" sahoet Soeltan jang dipertoewan :
"Apa aclinda telah perboewat, itoe melinka'l1 kamistian;
Kerna !I1embri toeloengan · dan mengoendjoek katjintaan,
Itoe ada segala orahg poenja keradjaan." .
Soeltan IVloekari djadi tra bisa tahan napsoenja,
Seperti takoet nanti kaboeroe meninggal doenja:
Ija lantas sadja berloetoet, ditoeroet oleb permesoerinja,
Dongak ka atas langit sembari rangkap tangannja.
,,0, Allabkoe!" katanja, "Toewankoe Pamalibara!
Toehanlah jang mencljadikan sasoewatoe perkara! . .
Hamba bersoekoer, kerna Toehan timboelkan Soeltan ~hanr
Jang te~lh angkat hamba dan istri dari sengsara."
"Hamba angkat ka atas hamba poenja doewa tangan,
- Memeloek doeli Toehankoe akan moehoen toeloengan.
Toeloeng balas boedi.nja itoe hamba Ojoendjoengan,
Jang ' lepas hamba berdoewa dari tindisan kasenangan."
·,.Hambamoe ini tiada poenja kamampoeRn,
-Akan membalas boedi baik clari Soeltan Hindian.
Riboe-riboc hamba memoehoen kapaG1a Toehan,
Toeloeng balas kabaikannja dan kamoerahan."
/.
180 -.
Satelah marika' itoe soedah tamat dowanja,
Soeltan Bahara membilang trima kasih padanja.
Sri Baginda Soeltan Moekari Ialoe menallja, ' .
Akan kenaI Iebih baik pada Soeltan penoeloengnJa.
Bahara Iantas toetoerkan atsal diri sendiri,
Tapi omong sadepa,· jang benar tida sadjari;
Kerna ija blon maoe mengakoe pada Soeltan Moekari,
Bahoewa ija satoe orang Ban, bernama Siti Akbari
Lebih djaoeh ija toetoerkan halnJa Eri dan Era,
Jang soedah kasih toeloengan dalam banjak perkara;
Laloe bilang, jang Bahar Oedin dan ija poenja soedara,.
Doewa-doewa soedah meninggal dalam pendjara.
Marika poenja anak-anak dan permesoeri,
Samoewa mati menelap ratjoen, sebab tra bisa Iari;
Istri-moedanja, doewa poeloeh, samoewa menjera diri,
Lantas diambil oleh segala hoeloebalang dan mantri.
Sampe di sitoe Soeltan poetoeskan tjedtanja,
Ajer mata Ialoe mengoetjoer di moekanja;
Kerna rasa mengenas ada terbit di hatinja,
Jang ingat katjilakaan dad moesoe-moesoenja.
Sekarang ini, Pembatjakoe, marilah kita ' rn,l~itabge
Kita tinggalkan Bahara .dengan. Soeltan jang sakit. '
Boekan dari sebab ~tkoe penjakitnja nanti berdjangkit,.
~iap sebab ada perloe kita-orang enolc~ sedikit.
Dari waktoe Soeltan Bahara pergi serang Hindoestan, ..'
Hamid Iaoeda ada amat tida senang ingetan :
Sagenap hati ada penoeh dengan rasa ketakoetan,
Selempang katjilakaan .djatoh pada Baginda Soeltan.
Di itoe- waktoe ija doedoek serta adi, dan istri;1ja,
Poetri terseboet eilok, Siti Bariah namanja;
Satoe orang ~:Iats datang mab~w soerat padanja.
Jja lantas trima dan k~a,ob batja boenjinja.
181 -
,?,Hm?" ija tkr~:ah "baroe berprang saharian•
.Soeltan Bahara soedah dapat tachta Hindian?-
Bagimana boleh djadi satoe perkara demikian ?-
Adhkah dirikan ini bangoc::n, atawa dalam impian?"
'Sembari bilang bagitoe, ija mengoetjak .mata,
Soepaja bisa elapat aeitmh~ elengan njata.
,.,Lihatl'ah, .adikoe!" paela Abian ija berkata :
..,Kakandakoe eli Hindoestan soedah berdoedoek tachta."
"Soeltan Hindi beserta -ija eop~jn soedara,
D .oewa orang itoe soedah termasoek dalam pandjara.
Tapi kaoe poenja kakanda Soeltan Bahara,
Tocroet rasanja, tra ·bisa poelang dengan sigra."
Boekan sebab ija mendapat alijt~nk,
Hanja sebab 111C\sih ada banjak kerdjaan:
Ija misti tetapkan doe1oe hati radja sekalian,
Jang ada di bawa printah dalam itoe karadjaan."
Poetri tersenjoem akan tanda merasa girang• .
Kerna soewami soedah beroentoeng dalam hal berprang;
Tapi soe!1ggoeh tersenjoem, manisnja koerang,
Hingga tersenjoemnja itoe boleh diseboet tjoerang.
Dan lagi tersenjoem itoe sebentar sadja laloe brenti,
S~abgnmi tersenjoemnja erang koel'ang sel'lang hati.
Pantas-pantasnja, eljika Bahara terboenoeh mati,
Poetri itoe saparo 'nangis, saparo bilang: ach, kendati.
Sebabnja hal itoe-Pembatja tentoe mengarti djoega,
Kerna ada kenaI baik . Rahara poenja "tembaga."
Di hati Siti Abian Bahara itoe tida bermega,
Di hati Siti Abian Bahara itoe tida berhal'ga.
Segala orang jang' dengal', Soeltan soedah oentoeng prang.
Samoewa merasa sangat heiran dan girang;
Samoewa kapingin. taoe, bagimana lakoenja menjerang,
Maka sahari sadja soedah dapat negrinja orang. .
- -182 -
Sasoedahnja liwat tiga boelan lebih sedikit hari,
Kapada Soeltan Laoeda ada datang doewa mantri.
Datangnja dari 'Hindoestan, dioetoes Pemangkoe-negri,
Soepaja sampekan salam hormat sapoeloeh dj a ri .
Kata marika, amat diharap oleh Baginda Soeltan,
Sri Baginda Hamid Laoeda ada dalam kaslamatan;
Dan lagi ija meminta, djika tida ada sangkoeta n, ,
Laoe"da serta isi astana biar datang di Hindoestan.
Pada, esolmja Laoeda berhimpoen di roewang-sari ,
Mengangkat soewatoe mantri djadi wakilnja di negri ;
-Esolmja ' poela teriring bebrapa laskar dan mantri,
Ija pergi ka Hindi serta sang ade' dan p·ermesoeri.
Di itoe waktoe Soeltan Moekari serta permesoerinja,
Doewa-doewa soedah semboeh dari pada saldtnja:
Segala toelang, doeloe bertjitak pada toeboehnja,
S6karang soedah linjap tertoetoep sekaliannja.
Betoel blon sampe loepa sarna hal ,dalam pandjara,
Toeboehnja sQedah tiada lagi merasa¥ sengsara.
Ija-orang sanget dihormat-hormat oleh Bahara, -
Jang berlakoe padanja seperti orang paJa soedara.
Satoe astana besar langkap sampoerna prabotnja,
Baginda Soeltan Bahara kasikan eljadi poenjanja ; .
Apa djoega jang ada eljadi kaperloeannja, '
l3aginda Soeltan adakan, hingga banjak lebihnja.
Tapi maski-poen tida koerang oewang elan harta,
Baginda Soeltan Moekari sering berlinang ajer eli mata.
' Kerna djika ija rrielihat Baginela Soeltan-makota,
Hati lantas terkenang ,kapada orang jang ija tjinta.
Satoe waktoe, sedang ija berdoedoek serta sang Permesoeri,.
JDengan sakoenjoeng-koenjoeng Bahara datang epmnriag ~
Bahara djadi terkedjoet, lihat marika laki d,an istri,
Kerna ajer mata ada berlinang di matanja kanan-kid
c'
- 183-
Sasoeclanja salaman serta berdoedoek rata,
Rapacla Soeltan 'Moekari Bahara laloe berkata:
"Kakandakoe! tiadakah salah, djika adinda minta warta,
Mengapa kakanda soewami-istri berdoeka tjita?"
"Riboe maar, adindakoe!" sahoet Moekari pada 'Baginda :
"Kakanda soedah tra tahan sedih di dada.
Hatikoe ada terkenang pada orang soedah tiada,
Jja itoe Siti Akbari, kakancla poenja istri-moeda."
.-
"Kerna tempo kakanda ada di negri Barbari,
Adalah doe\\'a orang kakanda ampoenja istri.
Jang moeda itoe soeelah mati memboenoe diri,
Pada tempo Bahar Oedin made tawan ka mari."
.,Dikaloe ingat padanja, maski lagi soeka tjita,
Kak,anda sering tra bisa tahan ajernja mata.
Istrikoe djoega sering kali djaeli sedi tra terkata, . ~
Kerna pada Akbari 'itoe ija amat rapal' bertjinta." ._
"Adaka njata," kata Baham: "poetri itoe meninggal doenja,
Lantaran ija sendiri soedah boenoeh dirinja?-
Boleh djacli, Bahar Oedin, sebab ditoelak kahendaknja,
Soedah lantas' djacli goesar clan memboenoeh padanja."
"Kakandaorasa," scthoet Moekari pada Soeltan-makota
"Acla ben'.lr sabagimana terseboet di dalam warta;
Kerna menberoet istrikoe ini poenja tjerita,
Tempo Bahar Oeclin datang, Akbari soedah toetoep mata."
"Saja scndiri," kata Oendara: "ticla lihat hal it:~o
Melinkan mendengar sadja Bahar Oedin bilang bagitoe.
Ija bilang, tempo ija masoek melangkah pintoe,
/. Darah adikoe itoe soe?ah mengoempjang eli batoe."
"Ach, soedah!" kata Bahara: "jang mati ja soedah mati;
Baiklah kakanda loepa-Ioepain serta hiboeriri hati.
Aelinela minta, kakanelakoe biar sabar menanti;
Sabrapa boleh aelinela nanti tjariin gaoti."
184 -
Sablonnja habis Baginda Soeltan 'bHang bagitoe,
'Doewa mantri ada datang di moeka pintoe.
Baginda lantas memanggil marika itoe, '
Jang lantas datang mengadep kapadanja di sitoc.
Mantri berdoe\va itoe ada datang' bawa warta, '
Bahoewa Soeltan Laoeda soedah ada di moeka kota,
Baginda Soeltan Satelah dengar marika ampoenja kata,
Lantas sadja bertitnh, soepaja orang pasang kareta. .
Sebentar lagi ija berdoewa sarna Soeltan 'Moekari,
Teriring banjak hamba, lantas pergi ka loewar negri.
Bida Oendara lantas panggil segala istrinja mantri,
Soepaja 'ada ' berkoempoel, djika datang Permesoeri.
Sasoedahnja membri printah, ija lantas toekar pakean,
Teroes~ 9l gier ka astananja 50eltan jang dipertoewan;
Di sitoe iJa bertitah pada hamba sekalian,
Soepaja sigra sadiakan roepa-roepa makanan.
Ma Dod riboet sekali katjak-katjik 'sana ka mari,
Hingga seperti kintjir lakoeilja .djalan wara-wiri;
Sembari .memarintah, menoendjoek-noendjoek dengan tjari,
Hingga siapa ija perintah, misti berlari-Iari.
. . Serj{lg sekali Ma Dori itoe ~b-natk,emr
Sabagimana lakoenja mandor atawa Impala tjoeta1<;
Kerna, toeroet katanja, rahajatnja tra poenja otak,
Semingkin lama, pikiran djadi semingkin boetak.
Tapi baik djoega Ma Dod soedah bekerdja kentjang,
Tida saperti orang pelit jang misti l"nembajar oetang.;
Kerna ' betoel tempo . makanan dimasak matang,
Baginda Soeltan serta tetamoe luntas datarlg.
Sang Poetri Bida eOnr~da djalan kaloewar sendirian,
Akan samboet datangnja orang-orang prampoewan,
Dengan tersenjoem-sen)oem bagi lakoenja orallg akoeall,
Ija salaman sama sal'g Poetri Bariah dan Abian.
- 185-
Sasoedahnja marika itoe samboet-menjamboet salam,
Tiga-tiga lantas teroes masoek ka dalam ;
Marika doedoek atas bangkoe tertata intan dan nilam.
Tang ada tengah astana berkasoer soelam.
Segala prampoewan, istri dari segala mantri,
Toewa-moeda samoe}va datang mengamperi :
Satoe-satoe djongkok menjembah tjioem djari,
Mengoendjoek hormatnja pada sang Permesoeri.
Sasoedahnja itoe, samoewa lantas berdoedoek rata,
Tapi omongnja tiada perloe disc;!boet 'dalam tjerita,
Sebentar lagi dalam astana adalah pesta,
Jang dihabiskan dengan segala soeka tjita.
Pada waktoe soedah lama soeroep . mata'ri,
Segala p.onggawa poelang ka roemah sendiri,
Soeltan Bahara masoek dapatkan sang Permesoeri,_
Laloe doedoek wdoeab-~r soewami-istri.
Baginda berdoe.doek diam bebrapa kitjapan mata,
Salakoe orang tida 'sekali ada p.oenja aijet~r ;
Tapi boleh diseboet, bahoewa ada terlaloe njata,
Jang ija ada niatan akan berkata-kata. ,
Sang poetri rRa.cthn ~ Abian lantas sadja tn~,awj .
"BrangkaJi Soeltan hendak bilang apa-apa padanja.
Baginda tida sahoetin perkataan permesoerinja.
Melinken' pegang tangan Poetri, jang oertjintjin di radj~in
"Adindakoe ~I" kata Snalt~o pada sang Permesoed :.-
"Adincla ada lebih koeroes dari temj:>o .doelo,e had;
Kern a, lihat! aclinda poenja -tjintjin di djari,
Samoewa longgar, gampang isar 'sana ka marL"
"Djika kakanda tiada salah mengarti,
Apinda mendjadi koeroes, sebab tida senang hati ;
Kerna did' :ni, soenggoeh edoip~h seperti mati,
Sebabnja a.:b< ~ tida ada sabagi misti."
.-
\
- 186-
".Kakanda r.asa, maski sariboe kakanda tjinta, ,
Adindakoe tiada loepoet menanggoeng- doekanja tjita.
Sekarang ini, riboe maaf kakanda meminta,
:,Hendaklah adinda dengar kakanda ampoenja kata."
,Bati kakanda ada poenja satoe niatan,
Tapi hendak dikata, seperti ada sangkoetan ;
Kerna boleh djadi djoega adinda ada ingatan,
Bahoewa kakanda henclak berboewat l,adjahatan.
"Kakanda minta, djangan adinda. kira dan rasa,
Kakanda m:;loe bildn. tjilaka orang tida berdosa.
pari Allah jang maha besar, maha koewasa,
Hatikoe tetap tjillta adinda sanantiasa."
»Sebab bertjinta dengan sagenap hati kakanda,
Kakanda djadi rasa kasihan akan diri adinda.
Adindakoe berhati soekar, itoe tra boleh dibilang tida,
Kerna kakanda lihat tegas, bahoewa hal itoe ada,"
Sang Poetri tida melawan akan omongan itoe,
Berdiam sadja seperti toenggoel atawa batoe;
Hatinja goemateran, tapi tra taoe dengan tantoe,
Apa maoe, maka Soeltan berkata-kata bagitoe.
Sa,be~ itoe, adipcla!" kata poela Sri ginda~ ;'
"Kakanda melepas tangan akan did adiilda.
- J3oekan_ seba'b ada salahmoe pada. kakancla,
Tapi sebab bagini, pikirankoe jang ada."
»Kakanda maoe tikahkan ~deom pada Soeltan Moekari,
Jang sekarang ini ada di ini negri.
Mengikoet dija-biar pertjaja, adindakoe poetri !
Adinda tiada nanti menjescll di lain hari."
Ak~n)a hal itoe biar menengar kata kakanda,
Kerna lain dad baik, satoe apa tra ada.
Bagirnanakah sekarang pikiran hati adinda,
Soeka toeroet omongaI?koe', atawa tida?"
b~ • .
187-
Sang Poetri toeticloek hadepan Soeitan-makota,
Sapatah djoega ija tiada mendjawab kata: '
3ja berdiam, tra bilang alif, atawa ba, atawa: ta,
:-.Melinkan sapoe ajer jang toeroen dari mat!l.
Di dalam hati Poetri merasa sedikit moerka, , ",
J ang bertjampoer ' dengan rasa jang doeka;
Soedah toendoek berdiam sadja sakoetika,
Jja menarik napas, lantas mengangkat moeka.
",Djika saja," ija menjahoet "tra baleh meminta djangan,
Saja trima dengan soeka, kak'anda melepas tangan;
Saja trima e1engan soeka saja poenja peroentoengan,
Saja oter~ dengan soeka kakanda poenja perbilangan."
Soeltan memanggoet, laloe oedoer dari depan sang Protei ~,
Jang tinggal e1oeeloek menangis sendiri-diri.
P ada esoknja, eli waktoe masih pagi hari, v
Soeltan pergi mendapatkan Baginda S0eltan Moekari.
Sasoedallnja kteb~-ar dari satoe-doewa perkara,
Doewa-doewa bereliam, seperti soedah poetoes bitjara.
Sasoedahnja sedikit lama, aelalah Soeltan Bahara,
Jang moelai kombali memboeka soewara.
" ke~!oK,Ua1d" dengan tersenjoem kata Baginda:
,.Saande ada satoe prampoewan eilok dan O1oeda
'Bagimana, kakanda maoe atawa tida, ~
Djika:toe adinda tikahkan pada kakanda ?'.'
",Riboe maa( !" dengen tertawa sahoet Moekari:
"Tiada sekali-kali kakanda niat beristri.
Lagi siapatah djoega maoe latjoerkan diri-sendiri,
Mengikoet orang sisa terrante tangan kanan dan kiri!"
"Sekalipoen soe;lggoeh ada satoe prampoewan"
Jang soedi kapada orang sisa te.rtawan,-
Djika kakanda brani maoe, kakanda salah kalakoean,
Kerna hal itoe membikin poesing adin.dakoe toewan."
.- 188
."Hm!" kata Bahara: "akan maoe dalam hal itoe,
Kakanda tiada brani dari sebab bagitoe?-
Djikaloe melinkan itoe sebab: jang sabesar koetoe
Perkara ini-ha ha ha!- djadilah tantoe !".
Soeltan Moekari lantas adepken tangan sendiri,
Mingitoeng djoemblah halangan dengan menekoek 9jari;
Tapi sasoedahnja diboedjoek sampe ampir tengarti, .
Ija lantas' menoeroet pada kahendak Pamangkoe-negri•
."Tapi; adindakoe !" katanja terkomoedian .:
"Siapatah · adanja itoe orang oemwp~ran ?-
Adakah soedah pasti, soedah ada katantoean,
Ija maoe mengikoet orang sisa c.?t\rn"Va~e
.;,Prampoewan itoe, Kakandakoe!" kata- Baginda :
"Ija soedah ta<?e bertemoe sama kakanda.
Ija ada satoe poetri jang eilok amat dan moeda,
Nam:anja Siti Abian, soedara dari Soeltan Laoeda.II
Seperti lakoenja orang bangoen pagi, . kasiangan,
.soeltan Moekari mengoetjuk mata dengan tangan.
"Adakah," ija kata: "dirikoe ini di pembaringan,
Lagi mengimpi doedoek bitjara, dengan omongan?"
Bahara t>erkakak entang, laloe bilang Soeltan Moekari, ·
Bahoewa ija soedah bertjere sama sang Poetri.
Babis bilang bagitoe, ija masoek sendiri-cliri.
Membilang . taoe hal itoe kapacla Siti Earbari.
·Oendara menjamboet kapada Soeltan Bahara,
,Bahoewa ija menoeroet di dalam itoe perkara; ,
Malah ija meminta, hal itoe biar mendjacli sigraL
Kerna. ija kapingin dapat kombali satoe soedara.
Oendara itoe · dapat soe):<a, soewamJ beristri moeda,
Moela kali ada djQega doekanja, sekarang tiada·ada.
Kerna Siti Akbari, jang terseboet soeclah tiada,
Ada baik padanja, sel)er-ti ~raosed tra becla.
- '189
Dan lagi Oendara itoe ada rasa di, hatinja,
Rachmat Abian boleh 'hidoep roekoen sertanja;
Kerna Poetri itoe ada sabar amat wataknja,
Manis bahasa serta haloes lka ~ nj.eao
,
Soeltan Laoeda ,tempo dapat menengar warta,
Pada moekanja ada rneleleh ajer mata;
Sakoetika larnanja tida oetjapkan sapatah kata,
Tapi achirnja ija toeroet, sabagirnana Bahara rninta..
Satelah liwat satoe rninggoe dan doev·,ra hari,
Bahara tikahkan Siti Abian pada Soeltan Moekari.
Segala orang berbangsa, sarna-sarna anak-istri,
Samoewa datang, diondang oleh Pemangkoe-negri.
Orang ketjilnja djoega, laki-laki dan prampoewan,
Banjak sekali jang datang di karatoean;
Sabrapa ada, disilaken rnengadepi noad~rj,pe
M'enonton wajang clan najoep dan roepa-roepa taboean•.
Mantri Kortilm, jang doeloe toeroet tanggoeng siksaan,
Di itoe waktoe soedah baik dari saldtnja sekalian;
Pada hari menikahnja ija arnpoenja toewan,
Ija 'dah bisa toeroet berkoernpoel di mo.r~:ejan1p
Pangkatnja sekarang sarna djoega jang doeloe hari,
Tatkala ijC!. ada di dalarn negri Barbari.
, Ija djadi anak angkat cleri Toewan Mantri Eri,
Jang samakan dija seperti anak ,sendiri.
Djikaloe tjerita ka la.in tarnpat saja teroeskan, •
Pembatja ten toe berkata, acla jang saja loepa seboetkan..
Deritoe maoe-trarnaoe, misti djoega saja toetoer.', '
Soepaja tida memboewang, apa jang orang mistikan.
Oepama sao'rang mernbJi seroepa barang.
lJa tra diam, 'cljika takaran , atawa katinja koerang;
, Tapi djika dapat let>ih, . dan tiada trang,
Sering kali orang b,erdiam tiada - bilangin orang.
- 188-
",Hm!" kata Bahara: "akan maoe dalam hal itoe,
Kakanda tiada brani dad sebab bagitoe?-
Djikaloe melinkan itoe sehab, jang sabesar koetoe
Perkara ini-ha ha ha!- djadilah tantoe !",
Soeltan Moekari lantas adepken tangan sendiri,
Mingitoeng djoemblah halangan dengan menekoek djari;
Tapi sasoedahnja diboedjoek sampe ampir tengarti, ,
Ija lantas' menoeroet pada kahendak Pamangkoe-negri•
."Tapi; adindakoe!" katanja terkomoedian:
"Siapatah ' adanja itoe orang prampoewan'1-
Adakah soedah pasH, soedah ada katantoetln,
Ija maoe mengikoet orang sisa tert<:twan?"
,,,Prampoewan itoe, Kakandakoe!" kata" Baginda :
"Ija soedah ate~ bertemoe sama kakancla.
Ija ada satoe poetri jang eilok amat dan moeda,
ajn~Nm Siti Abian, soedara dari Soeltan Laoeda."
Seperti lakoenja orang bangoen pagi" kasiangan,
Soeltan Moekari mengoetjak mata clengan tangan.
"Adakah," ija kata: "dirikoe ini di pembaringan,
,Lagi mengimpi doedoek bitjara, dengan omongan?"
Bahara oerkakak entang, laloe bilang Soeltan Moekari,
Bahoewa ija soedah bertjere sama sang Poetri.
Rabis bilang bagitoe, ija masoek sendiri-diri.
Membilang, taoe hal itoe kapada Siti Barbari.
'Oendara menjamboet kapada Soeltan Bahara,
,Bahoewa ija menoeroet cli dalam itoe perkara; ,
Malah ija meminta, hal itoe biar mendjadi sigra,
Kerna . ija kapingin dapat kombali satoe soedara.
Oendara itoe ' dapat soeka, soewami beristri moeda,
Moela kali ada djoega doekanja, sekarang tiacla ada.
Kerna Siti Akbari, jang terseboet soeclah tiada,
Acla baik padanja, seperti eclosr~a tra becla.
- '189
Dan lagi Oendara itoe ada rasa di, hatinja,
Rachmat Abian boleh hidoep roekoen sertanja;
Kerna Poetri itoe ada sabar aniat wataknja,
Manis bahasa serta haloes .ajkne~l$
,
Soeltan Laoeda tempo dapat menengar ~t,raw
Pada moekanja ada meleleh ajer mata;
Sakoetika lamanja tida oetjapkan sapatah kata,
Tapi achirnja ija toeroet, sabagimana Bahara minta.,
Satelah liwat satoe minggoe dan doewa hari,
Bahara tikahkan Siti Abian pada Soeltan Moekari.
Segala orang berbangsa, sarna-sarna anak-istri,
Samoewa da tang, diondang oleh Pemangkoe-negri.
Orang ketjilnja djoega, laki-Iaki dan prampoewan,
Banjak sekali jang datang di karatoean;
Sabrapa ada, disilakell' mengadepi perdjamoe,an,
M'enonton wajang dan najoep dan roepa-roepa taboean._
Mantri Kortika, jang doeloe toeroet tanggoeng siksaan,
Di itoe waldoe soedah baik dari sakitnja sekalian;
Pada hari menikahnja ija ampoenja toewan,
Ija 'dah bisa toeroet berkoempoel di persIjamoean.
Pangkatnja sekarang sarna djoega jang doeloe hari,
Tatkala ija ada di dalam negri Barbari.
Ija djadi anak angkat deri Toewan lVIantri Eri,
Jang samakan dija seperti 'anak , sendiri.
Djikaloe tjerita ka lain tampat saja teroeskan,
Pembatja tentoe berkata, ada jang saja loepa seboetkan._
Deritoe maoe-tramaoe, misti djoega saja toetoer,
Soepaja tida memboewang, apa jang orang mistikan.
Oepama sao'rang membli seroepa barang. , ,
Ija tra diam, 'djika takaran atawa katinja koerang;
Tapi djika dapat lebih, .dan tiada trang,
Sering kali orang b,erdiam tiada- bilangin orang.
- 190-
Rachmat Abian ,ada oepama barang djoewalan,
Jang pada tempo didjoewal ada beih~ katian.
Oleh Moekari perkara itoe ada nJata kataoean,
Tapi perkara itoe tida membikin karoegian.
Soeltan Moekari merasa heiran, itoe poen soedah tantoe,
Tapi sapatah omongnja tiada kaloc\\rar pintoe:
Deri sebab ija berdi"am-diam saelja bagitoe,
°Tiada patoet orang bitjara banjak cleri hal itoe.
Sasoedahnja bebrapa hari menikah pada Abian,
Moekari dio.ngkat djadi wakil Soeltan Hinclian;
Soeltan Bahara berdoedoek senang- sehari-harian,
Pasang kbepi!1g, dengar omong orang e~ras sekalian.
Ija ada selempang, n,anti tra senang segala mantri,
Djikaloe Soeltan Moel,ari bertachta di itoe negri ;
nr~aK banjak sanak marika jang nnti eli Barbari,
°Terboelloeh oleh tangan Soeltan itoe sendiri.
Tapi Era dan Eri jang mendjadi mata-mata,
Membilang pada Bahara, samoea bersoeka rata.
Sasoedahnja ampir saboelan, Soeltan sendiri lihat njata, '
oBahoewa benar . Era dan Ed ampoenja kata.
Sering sekali baginda elapat dengar dengan trang,
, Baginda °SO,eltan Abdoel Moekari dipoedji orang.
" Orang besar dan ketjil, sem?ewa merasa girang, .
Dapat toewan amat adil, boecH tandingan djarang.
Di o~it ' hari, pada waktoe liwat tengari,
Soeltan Bahara .panggil hambanja nama iVIa Dori.
Sebentar lagi hamba itoe laloe djalan sendiri-diri,
Mengadep kapada sang Poetri Kembang °Barbari.
Tempo datang Ma Dod kita jang toewa,
Bida Oendara serta Abian ada ode~k
berdoewa..
Masih djaoeh; Ma Dori soedah tra poetoes tertawa,
Seperti ada kabar baiK olehnja itoe diba\va.
- 191-
"Kabar apa: Ma purikoe?" sebda sang Poetri,
Tempo mehhat Sl toewa datang mengamperi.
Ma Dori tinggal tersenjoem, lalce bongkokkan diri,
Teroes menjembah, sahingga hidoeng terkena djari.
..Ham?a clioetoes Soeltan." kata Ma Dori: "menga'dep toewan.t-
SoepaJa sampekan salam-sembah kian-Idan.
Soeltan meminta pindjam perhiasan dan pakean,
Jang akan dipake oleh satoe orang prampoewan."
Sang o~tPri cljadi tertjenggang, tempo dengar Ma Dori kita:"
Kerna ingat akan goenanja itoe barang jang dipinta.
Ija menanja. prampoewan siapa ada pada Sri-makota,
Tapi Ma Dori tiada bisa sembakan warta. \
Sebab bagitoe, Poetri tra djadi pandjang bitjara,
Lantas berbangkit, teroes ka kamar dengan sigra;
Ija ambil perhiasan, dar!" pakean dari soetra,
Jang soedah tertaboer intan dan imr~hc dan moetiara.
Sasoedahnja lama sedikit dari. waktoe oendoer ' Ma rD~io
Oendara bri taoe hal itoe pada Soeltan Moekari.
Soeltan tertjenggang. tempo dengar katanja Poetri,
LaJoe berdiam, tapi bitjara dalam hati sendiri, '
Sageriap hatinja .djac!i merasa tida karoe,,;an,
Kerna ada menaro doega, brangkali Bahara ada tiroean;
Akan tetapi sasoewatoe ija poenja doegaan,
Ija sendiri rasa, ija sendiri djoega jang ,lawan.
Adindakoe!" ija bcrkata pada permesoerinja:
::Mengapatah hatikoe ini tergontjang, a~r brentinja?
Tiadak<lh sedikit adinda dapat kabarnJa,
Baginda Soeltan pil1djam pakean, apa maoenja?"
-Soedah djoega," sahoet Poetri: "saja tanjakan wartar
Tapi Ma Dori i~dt bisa kah~s.
tjerita.':
Blon sampe habls Permesoen ltoe berkata,
Di hadepan astananja lantas brenti sa10e kareta.
- 192-
Sebentar lagi Ma Dori datang sendiri,
Berbongkok, teroes berdjongkok, tjioem. oedjoengnja djari:
"Kabar apa, Ma Dori,',' kata Soeltan Moekari:
"Maka baroe djalan pergi, 'dah kombali lagi ka mari?"
"Hamba dateng, sahoet Ma Dori pada dR~in:g
),Membawa perintah dari toewankoe poenJa adll1da,
Maka hamba bisa tjepat, seperti saorang moeda,
Hamba ada toeroet kareta ditarik koeda."
"Hamba "toew<j.n diperintah kombali lagi ka mari,
Soepaja sampeken salam hormat sapoeloeh djari.
Soeltan minta, toewankoe Soeltan dan toewan Permesoe'ri,
Bertiga orang sila ka sana, soewami-istri."
Soeltan Moekari tida mendjawab sapatah kata,
Sarna Oendara serta Abian lantas sadja .naik kareta.
Sarnpe dalem astana besar marika ,berdoedoek rata,
Ma Dod teroes ka dalani membawa warta.
Dar.oe sadja sampe di dalam, ija tertawa sendiri-diri,
Berbongkok-bongkok kpto~
' loetoet kan'an dan kiri;
Ija lan.tas balik ka loewar berlari-lari,
Laloe broek doedoek di depan Soeltan Moekari.
"Toewankoe!" kata Ma o~iD sembari tepok pangkoean:
"Tjoba lihat! tjoba lihat Soeltan jang dipertoewan!
Ija bersalin roepa . . . . . ija 'ganti ,pakean . . .
,Ai ai!,. sarna sekali dengan orang prampoewan!"
Blon Sarnpe poetoes omongalt dari Ma Dori,
Siti Akbari datang soedjoet ka pangkoe Soeltan Moekari.
Soeltan dan Oendara bertriak, lantas bantingkan did,
Menoebroek, memeloek kras pada sang Poetri.
Tiga-tiga tiada kaloewar sapatah kata,
Melinken tersedoe-sedoe serta sapoe ajer mata.
Rachmat Abian serta Ma Dori ter-tjenggang rata:
Seperti doedoek wakt;>e malam, api tid a pada palita. .
- ' 193 -
Oendara menangis dan tersenjoem berselang-selang,
T api sapatah kata ija t;ada bisa bilang;
lja pe\oeki Soeltan Akbari dengal1' tangan boelat ' gelang.
Seperti merasa talwet, Akbari nanti Q'langilang:
"Aclindakoe !" kata Soel tan pada Siti ,Akbari :
"Adinda ada terkabar soedah mati memboenoeh d'iri:
Bagimanala djalanmoe. maka <:Ii ini had.
Adjaib soenggoeh -bisa bertachta di doewa negri t"
" Bahal', Oedin," kata Oendara: "jang soedali tjerita,
Bahoewa adinda mernboenoe diri dengan sindjata.
Baroe lsaek ~ ang ini kakancla meliat njata,
Bahoewa omohgnja itoe djoesta berlapis djoesta,"
"Djoestanja itoe," s,ahoet Akbari: tida dengan niat-an hati,
Kerna tan toe ija ada melihat saorang mati.
Djika tida bagitoe, saja rasa soedah pasti,
Jj a rnernboeroe saja, sablon cl.apat, blon berhenti."
,,
,,]ang mati itoe ada Sadima anaknja mantri, ,
Jang ada beserta saja ampir sahari-hari.
Saja po'tong lehernja di pembaringan saja se.ndiri,
H abis itoe, dari djandela- saja pergi berlari."
Tel'oes-meneroes .Poetri toetoerkan percljalanan,
Apa soeclah diperbo<?wat, apa telah kadjadian:
Dari lari ka hoetan me1oenta-Ioenta senelirian,
Ija toetoerkan sasoewatoe sampe ?apat .ta..:hta Hindian.
Seda;;g ija , tjel'ita Bicla Oeridara sering menanja,
Hingga ija bebrapa kali misti toenela tjeritanja.
Tempo tjerita ada di hoetan dan menoekar pakeUnnja,
Ija ditanja hal lobang ghvang pada koepingnja.
lja pilang, soedah dikorek dengan eloel'i jang terelapat;
Hingga loeka eljadi koreng, dengan tapoek tertoetoep' rapat.
Tempo sampe eli Barbam, lobang eli koeping. daceloe ampat,
,Jang doewa soedah tel'hilang, rapat terpepat. .
, kbnri
194 -
Ma Dod lebih saratoes kali tepok pangkoean,
Keraa tida bisa mengarti, Bahara itoe prampoewan;
lja doedoek berdiam sadja, seperti · tida kerdjaan.
Sebentar-bentar ija melirik pada R a mc ' a~ Abian.
Poetri itoe ada doedoek seperti intan terikat,
Tida sekali oesik, moel(a tida maoe diangkat;
Ija ada terlaloe heiran. mengapa barge ija melihat,
Sahara laId-laId polesan, boekannja doekat.
"Adikoe poetri \" kata Akbari pada Siti Abian:
"Kakanda minta ql~nida _ membri maM berkian.
Soeltan ' Bahara ada soewatoe laki-lald tiroean ,
Sasoenggoehnja ija soewatoe orang prampoewan."
"Adikoe djangan tiada habis getoen eli hati,
Djangan heiran. djangan tiada babis mengarti:
Oentoengnja orang, bagimana hidoep atawa mati,
Dari tempo permoela. samoewa .soedah dibri pasti."
.:Dirikoe ini melinkan oepama satoe djambatail.
lang dipake orang menjebrang .1m lain daratan;
Boleh djoega' c1iseboet ibarat satoe eretan,
Jang se15rangkan adikoe pada Baginela Soeltan."
-"Sekarang ini. aclikoe' poetri \ aela lain perkara;
Atas ' hal elaoeloe hari djangan lagi kita bitjara.
Adikoe djangan pandang dirikoe satoe Bahara.
.Tapi 'pandanglah dirikoe ini satoe soedara.
Rachmat Abian lantas soedjoed ka kapangkoean Akbari,
Seperti soe\\'atoe anak lendoti pac1a iboe ~ie;ndr
Akbari peloek pac1anja dengan tangan kanan-kiri,
Sabagimana ija blon taoe b.r~ept'\o temponja berlaki-istri!
Sasoedahnja r\kbari melepaskan 'Rachmat Abian,
Lantas do.edoek berkata-kata 'dengan penoeh kasoekaan.
Ma Dori masih djoega sebentar-bentar tepok pangkoean,
SeberJtar-bentar berkal"a: ih !·ih! betoel-betoel prampoewan.