RANCANGAN
TATA GEREJA
GEREJA BETHEL INDONESIA
2020
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 i
ii Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Kata Pengantar
Buku Rancangan Tata Gereja 2020
Salam sehati di dalam Tuhan Yesus Kristus.....
Setelah melihat dinamika di sinode berkaitan aspirasi para Pejabat GBI terhadap usulan penyempurnaan Tata Gereja maka BPH GBI sesuai
dengan keputusan Sinode XVI GBI 2019 membentuk Panitia Ad Hoc penyempurnaan Tata Gereja GBI.
Panitia Ad Hoc Tata Gereja telah mengadakan rapat awal dan membuat draft atau rancangan awal penyempurnaan Tata Gereja berdasarkan
aspirasi dari para pejabat GBI di Sinode XVI sehingga buku rancangan Tata Gereja ini adalah perbandingan antara Tata Gereja lama (buku
Hijau) dengan Tata Gerejayang baru (buku Biru) yang telah disempurnakan.
Kami berharap para pejabat GBI dapat mempelajari Rancangan Tata Gereja GBI ini dengan baik. Semua saran dan usul perubahan diserahkan
kepada Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia paling lambat 30 Juni 2020 untuk dibahas dan disempurnakan oleh panitia adhoc Tata
Gereja GBI dan selanjutnya disahkan oleh SIdang MPL II GBI mendatang.
Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami memgucapkan banyak terima kasih.
Tuhan Yesus memberkati,
Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham
Ketua Umum
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 iii
Pendahuluan
1) Memperhatikan bahwa sebuah peraturan sebelum dilaksanakan perlu disosialisasikan terlebih dahulu
2) Memperhatikan dinamika persidangan Sinode XVI yang lalu yang menyebabkan tertundanya berlakunya konsep Tata Gereja yang telah
disetujui oleh Sidang MPL Va tahun 2018.
3) Memperhatikan Keputusan Sinode XVI nomor 007/SS XVI GBI/VIII/2019, yang memberi wewenang kepada BPH GBI untuk memben-
tuk Panitia Adhoc Tata Gereja.
4) Panitia adhoc Tata Gereja GBI telah bekerja dengan mempertimbangkani aspirasi pejabat dalam sidang Sinode XVI dan menghasilkan
konsep Tata Gereja untuk disampaikan kepada pejabat GBI sebagai perbandingan.
5) Aspirasi dan masukan pejabat GBI dari hasil keputusan SMD menjadi pertimbangan dalam penyusunan konsep Tata Gereja, yang akan
disetujui dan disahkan oleh Sidang MPL II 2020 sebagai Tata Gereja GBI yang berlaku.
iv Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Daftar Isi
PENGAKUAN IMAN GEREJA BETHEL INDONESIA 1 Pasal 9 PROSEDUR PEMINDAHAN TEMPAT IBADAH 16
3 Pasal 10 HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAT LOKAL GBI 17
PEMBUKAAN Pasal 11 PERSEKUTUAN ANTARGEREJA 17
4 Pasal 12 PAPAN NAMA JEMAAT LOKAL GBI 17
TATA DASAR GEREJA BETHEL INDONESIA 5 Pasal 13 LOGO, KEPALA SURAT DAN STEMPEL GBI 18
Pasal 1 PENGERTIAN DASAR GEREJA Pasal 14 ANGGOTA JEMAAT LOKAL GBI 18
Pasal 2 DASAR GEREJA 5 Pasal 15 HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA JEMAAT GBI 19
Pasal 3 LANDASAN GEREJA DALAM BERMASYARAKAT, BERBANGSA 5 Pasal 16 PERPINDAHAN ANGGOTA JEMAAT LOKAL GBI 19
5
DAN BERNEGARA 5 BAB II PEJABAT GBI 20
Pasal 4 TEMPAT KEDUDUKAN KANTOR BADAN PENGURUS PUSAT GBI 6 20
Pasal 5 VISI GEREJA 6 BAGIAN UMUM 20
Pasal 6 MISI GEREJA 6 Pasal 17 PEJABAT GBI 20
Pasal 7 JEMAAT GEREJA 7 Pasal 18 PERSYARATAN UNTUK MENJADI PEJABAT GBI 21
Pasal 8 ANGGOTA GEREJA 8 Pasal 19 PENCALONAN, PENGESAHAN DAN PELANTIKAN PEJABAT GBI 22
Pasal 9 PEJABAT GEREJA 8 Pasal 20 TUGAS PEJABAT GBI 22
Pasal 10 ALAT KELENGKAPAN ORGANISASI GEREJA 8 Pasal 21 KEWAJIBAN PEJABAT GBI 24
Pasal 11 LEMBAGA-LEMBAGA YANG DIBENTUK BPP GBI 9 Pasal 22 LARANGAN JABATAN RANGKAP PEJABAT GBI 24
Pasal 12 DISIPLIN GEREJA 9 Pasal 23 BIAYA HIDUP PEJABAT GBI 25
Pasal 13 PERBENDAHARAAN GEREJA Pasal 24 PELAYANAN KEPENDETAAN GBI 26
Pasal 14 PERUBAHAN TATA GEREJA GBI Pasal 25 PROSEDUR MUTASI PEJABAT GBI 26
Pasal 15 HAL-HAL YANG BELUM DIATUR Pasal 26 PENYELESAIAN PERSOALAN INTERN 27
27
TATA TERTIB GEREJA BETHEL INDONESIA 9 BAGIAN PENDETA 28
9 Pasal 27 SYARAT PENGANGKATAN PENDETA GBI 29
BAB I JEMAAT LOKAL 9 Pasal 28 PROSEDUR PENCALONAN DAN PELANTIKAN PENDETA GBI 29
Pasal 1 PENGERTIAN JEMAAT LOKAL 10 Pasal 29 PELAYANAN PENDETA GBI 31
Pasal 2 SYARAT JEMAAT LOKAL 11 Pasal 30 PENDETA PEMBINA 31
Pasal 3 JEMAAT LOKAL DI LUAR NEGERI 11 32
Pasal 4 GEMBALA JEMAAT LOKAL 12 BAGIAN PENDETA MADYA 33
Pasal 5 KLASIFIKASI JEMAAT LOKAL 14 Pasal 31 SYARAT PENGANGKATAN PENDETA MADYA
Pasal 6 JENIS KEBAKTIAN JEMAAT LOKAL 14 Pasal 32 PROSEDUR PENCALONAN DAN PELANTIKAN PENDETA MADYA v
Pasal 7 JEMAAT LOKAL YANG TIDAK MEMPUNYAI GEMBALA 15 Pasal 33 PELAYANAN PENDETA MADYA
Pasal 8 PROSEDUR PEMBUKAAN JEMAAT LOKAL
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
BAGIAN PENDETA PRATAMA 34 Pasal 56 PENGERTIAN MAJELIS PEMBINA GBI 48
49
Pasal 34 SYARAT PENGANGKATAN PENDETA PRATAMA 34 Pasal 57 PERSYARATAN ANGGOTA MAJELIS PEMBINA GBI 50
50
Pasal 35 PROSEDUR PENCALONAN DAN PELANTIKAN PENDETA PRATAMA 35 Pasal 58 KEPENGURUSAN MAJELIS PEMBINA GBI
Pasal 36 PELAYANAN PENDETA PRATAMA 35 Pasal 59 TUGAS POKOK DAN FUNGSI MAJELIS PEMBINA GBI
BAB III SINODE GBI 36 BAB VII BADAN PENGURUS PUSAT GBI 52
52
Pasal 37 PENGERTIAN SINODE GBI 36 Pasal 60 PENGERTIAN DAN SUSUNAN PENGURUS BPP GBI 53
53
Pasal 38 TUGAS POKOK DAN FUNGSI SINODE GBI 36 Pasal 61 PEMILIHAN DAN PENGANGKATAN PENGURUS BPP GBI 53
55
Pasal 39 PENYELENGGARAAN SINODE GBI 37 Pasal 62 TEMPAT KEDUDUKAN BPP GBI 56
56
Pasal 40 PESERTA SINODE GBI 37 Pasal 63 TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPP GBI 57
61
Pasal 41 QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SIDANG Pasal 64 RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BPP GBI 61
62
SINODE GBI 38 Pasal 65 PERWALIAN HUKUM BPP GBI 63
Pasal 66 PERSYARATAN KETUA UMUM BPP GBI 63
63
BAB IV MAJELIS PEKERJA LENGKAP GBI 38 Pasal 67 PROSEDUR PEMILIHAN KETUA UMUM BPP GBI 64
64
Pasal 42 PENGERTIAN MAJELIS PEKERJA LENGKAP GBI 38 Pasal 68 MASA JABATAN KETUA UMUM BPP GBI 64
Pasal 43 PERSYARATAN ANGGOTA MPL GBI 39 Pasal 69 KEKOSONGAN JABATAN KETUA UMUM BPP GBI
Pasal 44 PROSEDUR PEMILIHAN ANGGOTA MPL GBI 40 Pasal 70 TUGAS POKOK DAN FUNGSI KETUA UMUM BPP GBI
Pasal 45 MASA JABATAN ANGGOTA MPL GBI 41 Pasal 71 PERUBAHAN PENGURUS BPP GBI
Pasal 46 PENYELENGARAAN SIDANG MPL GBI 41
Pasal 47 TUGAS POKOK DAN FUNGSI SIDANG MPL GBI 42 BAB VIII LEMBAGA-LEMBAGA
Pasal 48 QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SIDANG Pasal 72 LEMBAGA YANG DIBENTUK
MPL GBI 43 Pasal 73 MASA JABATAN PENGURUS LEMBAGA
Pasal 49 KEWAJIBAN ANGGOTA MPL GBI 44 Pasal 74 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KETUA LEMBAGA
Pasal 50 KEKOSONGAN KEANGGOTAAN MPL GBI 44 Pasal 75 KEKOSONGAN JABATAN KETUA LEMBAGA
BAB V PERWAKILAN PENDETA 45 BAB IX MAJELIS DAERAH 64
Pasal 51 PENGERTIAN PERWAKILAN PENDETA GBI 45 Pasal 76 MAJELIS DAERAH 64
Pasal 52 PERSYARATAN ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA GBI 45 Pasal 77 SIDANG MAJELIS DAERAH GBI 65
Pasal 53 PROSEDUR PEMILIHAN ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA GBI 46 Pasal 78 PENYELENGGARAAN SIDANG MAJELIS DAERAH GBI 65
Pasal 54 TUGAS POKOK DAN FUNGSI ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA GBI 47 Pasal 79 PESERTA PERSIDANGAN MAJELIS DAERAH GBI 67
Pasal 55 MASA JABATAN ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA GBI 48 Pasal 80 TUGAS POKOK DAN FUNGSI SIDANG MAJELIS DAERAH GBI 68
Pasal 81 QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SIDANG MD
BAB VI MAJELIS PEMBINA GBI 48 GBI 69
vi Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
BAB X BADAN PENGURUS DAERAH GBI 69 BAB XV PERUBAHAN 92
Pasal 82 PEMBENTUKAN BPD GBI 69 Pasal 106 PROSEDUR PERUBAHAN TATA GEREJA GBI 92
Pasal 83 PENGERTIAN DAN SUSUNAN BPD GBI
Pasal 84 PERSYARATAN KETUA BPD GBI 70
Pasal 85 PROSEDUR PEMILIHAN KETUA BPD GBI
Pasal 86 PERALIHAN KETUA BPD GBI 70 BAB XVI PENUTUP 92
Pasal 87 PENGURUS LENGKAP BPD GBI 71 Pasal 107 HAL-HAL YANG BELUM DIATUR 92
Pasal 88 TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPD GBI 73 Pasal 108 PENETAPAN DAN PENGESAHAN 93
Pasal 89 MASA JABATAN KETUA BPD GBI
74
BAB XI PENGGABUNGAN
Pasal 90 PENERIMAAN PENGGABUNGAN 75 PENJELASAN PEMBUKAAN 94
Pasal 91 PROSEDUR PENGGABUNGAN
76 TATA DASAR GEREJA BETHEL INDONESIA 94
BAB XII DISIPLIN GEREJA
Pasal 92 PENGERTIAN DISIPLIN GEREJA Pasal 1 PENGERTIAN DASAR GEREJA 94
Pasal 93 DASAR DISIPLIN GEREJA
Pasal 94 BENTUK DAN JENIS DISIPLIN GEREJA 76 Pasal 2 DASAR GEREJA 95
Pasal 95 PROSEDUR PENJATUHAN DISIPLIN GEREJA
Pasal 96 REHABILITASI DAN PEMULIHAN 76 Pasal 3 LANDASAN GEREJA DALAM BERMASYARAKAT, BERBANGSA
BAB XIII PERBENDAHARAAN GEREJA 77 DAN BERNEGARA 95
Pasal 97 PENGERTIAN PERBENDAHARAAN GEREJA
Pasal 98 JENIS KEPEMILIKAN GEREJA Pasal 4 TEMPAT KEDUDUKAN KANTOR BADAN PENGURUS PUSAT GBI 95
Pasal 99 PELEPASAN ASET GEREJA
Pasal 100 SUMBER KEUANGAN BPP GBI 79 Pasal 5 VISI GEREJA 95
Pasal 101 ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA BPP GBI
Pasal 102 SUMBER KEUANGAN BPD GBI 79 Pasal 6 MISI GEREJA 96
Pasal 103 SUMBER KEUANGAN JEMAAT LOKAL
Pasal 104 PENGGUNAAN KEUANGAN 80 Pasal 7 JEMAAT GEREJA 96
BAB XIV PENGAKUAN IMAN GBI 80 Pasal 8 ANGGOTA GEREJA 96
Pasal 105 PENGUCAPAN PENGAKUAN IMAN GBI
86 Pasal 9 PEJABAT GEREJA 96
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
87 Pasal 10 ALAT KELENGKAPAN ORGANISASI GEREJA 96
Pasal 11 LEMBAGA-LEMBAGA YANG DIBENTUK BPP GBI 97
88 Pasal 12 DISIPLIN GEREJA 97
88 Pasal 13 PERBENDAHARAAN GEREJA 97
88 Pasal 14 PERUBAHAN TATA GEREJA GBI 98
88 Pasal 15 HAL-HAL YANG BELUM DIATUR 98
89
89 TATA TERTIB GEREJA BETHEL INDONESIA 98
90 BAB I JEMAAT LOKAL 98
90 Pasal 1 PENGERTIAN JEMAAT LOKAL 98
91 Pasal 2 SYARAT JEMAAT LOKAL 99
100
Pasal 3 JEMAAT LOKAL DI LUAR NEGERI 100
91 Pasal 4 GEMBALA JEMAAT LOKAL 101
91 Pasal 5 KLASIFIKASI JEMAAT LOKAL
vii
Pasal 6 JENIS KEBAKTIAN JEMAAT LOKAL 102 BAGIAN PENDETA PRATAMA 120
Pasal 7 JEMAAT LOKAL YANG TIDAK MEMPUNYAI GEMBALA 102 Pasal 34 SYARAT PENGANGKATAN PENDETA PRATAMA 120
Pasal 8 PROSEDUR PEMBUKAAN JEMAAT LOKAL 104 Pasal 35 PROSEDUR PENCALONAN DAN PELANTIKAN PENDETA PRATAMA 121
Pasal 9 PROSEDUR PEMINDAHAN TEMPAT IBADAH 105 Pasal 36 PELAYANAN PENDETA PRATAMA 121
Pasal 10 HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAT LOKAL GBI 106
Pasal 11 PERSEKUTUAN ANTARGEREJA 106 BAB III SINODE GBI 121
Pasal 12 PAPAN NAMA JEMAAT LOKAL GBI 106 Pasal 37 PENGERTIAN SINODE GBI 121
Pasal 13 LOGO, KEPALA SURAT DAN STEMPEL GBI 107 Pasal 38 TUGAS POKOK DAN FUNGSI SINODE GBI 121
Pasal 14 ANGGOTA JEMAAT LOKAL GBI 108 Pasal 39 PENYELENGGARAAN SINODE GBI 122
Pasal 15 HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA JEMAAT GBI 109 Pasal 40 PESERTA SINODE GBI 123
Pasal 16 PERPINDAHAN ANGGOTA JEMAAT LOKAL GBI 109 Pasal 41 QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SIDANG
124
SINODE GBI
BAB II PEJABAT GBI 109 BAB IV MAJELIS PEKERJA LENGKAP GBI 124
109 Pasal 42 PENGERTIAN MAJELIS PEKERJA LENGKAP GBI 124
BAGIAN UMUM 109 Pasal 43 PERSYARATAN ANGGOTA MPL GBI 125
Pasal 17 PEJABAT GBI 109 Pasal 44 PROSEDUR PEMILIHAN ANGGOTA MPL GBI 125
Pasal 18 PERSYARATAN UNTUK MENJADI PEJABAT GBI 111 Pasal 45 MASA JABATAN ANGGOTA MPL GBI 126
Pasal 19 PENCALONAN, PENGESAHAN DAN PELANTIKAN PEJABAT GBI 111 Pasal 46 PENYELENGARAAN SIDANG MPL GBI 126
Pasal 20 TUGAS PEJABAT GBI 112 Pasal 47 TUGAS POKOK DAN FUNGSI SIDANG MPL GBI 126
Pasal 21 KEWAJIBAN PEJABAT GBI 113 Pasal 48 QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SIDANG
Pasal 22 LARANGAN JABATAN RANGKAP PEJABAT GBI 114 127
Pasal 23 BIAYA HIDUP PEJABAT GBI 115 MPL GBI 127
Pasal 24 PELAYANAN KEPENDETAAN GBI 116 Pasal 49 KEWAJIBAN ANGGOTA MPL GBI 128
Pasal 25 PROSEDUR MUTASI PEJABAT GBI 116 Pasal 50 KEKOSONGAN KEANGGOTAAN MPL GBI
Pasal 26 PENYELESAIAN PERSOALAN INTERN 116
116 BAB V PERWAKILAN PENDETA 128
BAGIAN PENDETA 117 Pasal 51 PENGERTIAN PERWAKILAN PENDETA GBI 128
Pasal 27 SYARAT PENGANGKATAN PENDETA GBI 118 Pasal 52 PERSYARATAN ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA GBI 128
Pasal 28 PROSEDUR PENCALONAN DAN PELANTIKAN PENDETA GBI 118 Pasal 53 PROSEDUR PEMILIHAN ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA
Pasal 29 PELAYANAN PENDETA GBI 119 129
Pasal 30 PENDETA PEMBINA 119 GBI
120 Pasal 54 TUGAS POKOK DAN FUNGSI ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA 129
BAGIAN PENDETA MADYA 120 129
Pasal 31 SYARAT PENGANGKATAN PENDETA MADYA GBI
Pasal 32 PROSEDUR PENCALONAN DAN PELANTIKAN PENDETA MADYA Pasal 55 MASA JABATAN ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA GBI
Pasal 33 PELAYANAN PENDETA MADYA
viii Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
BAB VI MAJELIS PEMBINA GBI 129 BAB X BADAN PENGURUS DAERAH GBI 142
Pasal 56 PENGERTIAN MAJELIS PEMBINA GBI 129 Pasal 82 PEMBENTUKAN BPD GBI 142
Pasal 57 PERSYARATAN ANGGOTA MAJELIS PEMBINA GBI 130 Pasal 83 PENGERTIAN DAN SUSUNAN BPD GBI 143
Pasal 58 KEPENGURUSAN MAJELIS PEMBINA GBI 131 Pasal 84 PERSYARATAN KETUA BPD GBI 143
Pasal 59 TUGAS POKOK DAN FUNGSI MAJELIS PEMBINA GBI 131 Pasal 85 PROSEDUR PEMILIHAN KETUA BPD GBI 144
144
BAB VII BADAN PENGURUS PUSAT GBI Pasal 86 PERALIHAN KETUA BPD GBI 144
Pasal 60 PENGERTIAN DAN SUSUNAN PENGURUS BPP GBI 132 Pasal 87 PENGURUS LENGKAP BPD GBI 145
Pasal 61 PEMILIHAN DAN PENGANGKATAN PENGURUS BPP GBI 132 Pasal 88 TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPD GBI 146
Pasal 62 TEMPAT KEDUDUKAN BPP GBI 133 Pasal 89 MASA JABATAN KETUA BPD GBI
Pasal 63 TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPP GBI 147
Pasal 64 RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BPP GBI 133 147
Pasal 65 PERWALIAN HUKUM BPP GBI 147
Pasal 66 PERSYARATAN KETUA UMUM BPP GBI 133 BAB XI PENGGABUNGAN
Pasal 67 PROSEDUR PEMILIHAN KETUA UMUM BPP GBI 134 Pasal 90 PENERIMAAN PENGGABUNGAN 149
Pasal 68 MASA JABATAN KETUA UMUM BPP GBI 135 Pasal 91 PROSEDUR PENGGABUNGAN 149
Pasal 69 KEKOSONGAN JABATAN KETUA UMUM BPP GBI 149
Pasal 70 TUGAS POKOK DAN FUNGSI KETUA UMUM BPP GBI 135 151
Pasal 71 PERUBAHAN PENGURUS BPP GBI 154
136 BAB XII DISIPLIN GEREJA 155
137 Pasal 92 PENGERTIAN DISIPLIN GEREJA
137 Pasal 93 DASAR DISIPLIN GEREJA 155
137 Pasal 94 BENTUK DAN JENIS DISIPLIN GEREJA 155
138 Pasal 95 PROSEDUR PENJATUHAN DISIPLIN GEREJA 155
156
Pasal 96 REHABILITASI DAN PEMULIHAN 156
156
BAB VIII LEMBAGA-LEMBAGA 138 156
156
Pasal 72 LEMBAGA YANG DIBENTUK 138 BAB XIII PERBENDAHARAAN GEREJA 157
Pasal 73 MASA JABATAN PENGURUS LEMBAGA 138 Pasal 97 PENGERTIAN PERBENDAHARAAN GEREJA 159
159
Pasal 74 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KETUA LEMBAGA 139 Pasal 98 JENIS KEPEMILIKAN GEREJA
ix
Pasal 75 KEKOSONGAN JABATAN KETUA LEMBAGA 139 Pasal 99 PELEPASAN ASET GEREJA
Pasal 100 SUMBER KEUANGAN BPP GBI
BAB IX MAJELIS DAERAH 139 Pasal 101 ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA BPP GBI
Pasal 76 MAJELIS DAERAH 139 Pasal 102 SUMBER KEUANGAN BPD GBI
Pasal 77 SIDANG MAJELIS DAERAH GBI 139 Pasal 103 SUMBER KEUANGAN JEMAAT LOKAL
Pasal 78 PENYELENGGARAAN SIDANG MAJELIS DAERAH GBI 140 Pasal 104 PENGGUNAAN KEUANGAN
Pasal 79 PESERTA PERSIDANGAN MAJELIS DAERAH GBI 140
Pasal 80 TUGAS SIDANG MAJELIS DAERAH GBI 141 BAB XIV PENGAKUAN IMAN GBI
Pasal 81 QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SIDANG MD GBI 142 Pasal 105 PENGUCAPAN PENGAKUAN IMAN GBI
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
BAB XV PERUBAHAN 160
Pasal 106 PROSEDUR PERUBAHAN TATA GEREJA GBI 160
BAB XVI PENUTUP 160
Pasal 107 HAL-HAL YANG BELUM DIATUR 160
Pasal 108 PENETAPAN DAN PENGESAHAN 160
SUPLEMEN 161
x Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
TATA GEREJA 2014 RANCANGAN TATA GEREJA 2019 RANCANGAN TATA GEREJA 2020
(BUKU HIJAU) (BUKU BIRU) (PANITIA ADHOC 2020)
PENGAKUAN IMAN PENGAKUAN IMAN PENGAKUAN IMAN
GEREJA BETHEL INDONESIA GEREJA BETHEL INDONESIA GEREJA BETHEL INDONESIA
Aku percaya bahwa: Aku percaya bahwa: Aku percaya bahwa:
Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah
Firman Allah yang di ilhamkan oleh Roh Kudus. firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus. firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus.
Allah yang Maha Esa itulah Allah Tritunggal yaitu Allah yang Maha Esa itulah Allah Tritunggal yaitu Allah yang Maha Esa itulah Allah Tritunggal yaitu
Bapa, Anak dan Roh Kudus, tiga Pribadi di dalam Bapa, Putra dan Roh Kudus, tiga Pribadi di dalam Bapa, Putra dan Roh Kudus, tiga Pribadi di dalam
satu. satu. satu.
Yesus Kristus adalah Anak Allah yang tunggal Yesus Kristus Juruselamat dan Pengantara kita Yesus Kristus Juruselamat dan Pengantara kita
dilahirkan oleh perawan Maria yang dinaungi oleh adalah Putra Allah yang tunggal, dikandung dari adalah Putra Allah yang tunggal, dikandung dari
Roh Kudus, bahwa Yesus telah disalibkan, mati, Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan Maria, Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan Maria,
dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari yang telah disalibkan, mati, dikuburkan dan dibangkitkan telah disalibkan, mati, dikuburkan dan dibangkitkan
ketiga dari antara orang mati, bahwa Ia telah naik pada hari yang ketiga dari antara orang mati, naik pada hari yang ketiga dari antara orang mati, naik
ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa
sebagai Tuhan, Juruselamat, dan Pengantara kita. sebagai Tuhan dan Raja segala raja. sebagai Tuhan dan Raja segala raja.
Semua manusia sudah berdosa dan kehilangan Semua manusia sudah berdosa dan kehilangan Semua manusia sudah berdosa dan kehilangan
kemuliaan Allah sehingga harus bertobat kemuliaan Allah, sehingga harus bertobat kemuliaan Allah, sehingga harus bertobat
dan berpaling kepada Allah untuk menerima dan berbalik kepada Allah untuk menerima dan berbalik kepada Allah untuk menerima
pengampunan dosa. pengampunan dosa. pengampunan dosa.
Pembenaran dan kelahiran baru terjadi karena Pembenaran dan kelahiran baru terjadi karena Pembenaran dan kelahiran baru terjadi karena
iman di dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan iman di dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan iman di dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan
oleh Roh Kudus. oleh Roh Kudus. oleh Roh Kudus.
Setiap orang yang bertobat harus dibaptis secara Setiap orang yang bertobat harus dibaptis secara Setiap orang yang bertobat harus dibaptis secara
selam dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, selam dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, selam dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus,
yaitu dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. dalam nama Tuhan Yesus Kristus. dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 1
Penyucian hidup adalah buah kelahiran baru karena Penyucian hidup adalah buah kelahiran baru karena Penyucian hidup adalah buah kelahiran baru karena
percaya dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan percaya dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan percaya dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan
oleh kuasa Firman Allah dan Roh Kudus; karena itu oleh kuasa firman Allah dan Roh Kudus; karena oleh kuasa firman Allah dan Roh Kudus; karena itu
kesucian adalah asas dan prinsip umat Kristen. itu kesucian adalah asas dan prinsip hidup umat kesucian adalah asas dan prinsip hidup umat Kristen.
Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk Kristen. Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk
semua orang yang telah disucikan hatinya; tanda Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk semua orang yang telah disucikan hatinya; tanda
awal baptisan Roh Kudus adalah berkata-kata semua orang yang telah disucikan hatinya; tanda awal baptisan Roh Kudus adalah berkata-kata
dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh awal baptisan Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh
Roh Kudus. dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus.
Perjamuan Kudus dilakukan setiap kali untuk Roh Kudus. Perjamuan Kudus dilakukan setiap kali untuk
meneguhkan persekutuan kita dengan Tuhan dan Perjamuan Kudus dilakukan setiap kali untuk meneguhkan persekutuan kita dengan Tuhan dan
satu dengan yang lain. meneguhkan persekutuan kita dengan Tuhan dan satu dengan yang lain sebagai gereja.
Kesembuhan ilahi tersedia dalam korban penebusan satu dengan yang lain sebagai gereja. Kesembuhan ilahi tersedia dalam korban penebusan
Yesus untuk semua orang yang percaya. Kesembuhan ilahi tersedia dalam korban penebusan Yesus untuk semua orang yang percaya.
Tuhan Yesus Kristus akan turun dari sorga untuk Yesus untuk semua orang yang percaya. Tuhan Yesus Kristus akan turun dari sorga untuk
membangkitkan semua umatNya yang telah mati Tuhan Yesus Kristus akan turun dari sorga untuk membangkitkan semua umat-Nya yang telah
dan mengangkat semua umatNya yang masih membangkitkan semua umat-Nya yang telah mati di dalam Dia dan mengangkatnya bersama-
hidup lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di mati di dalam Dia dan mengangkatnya bersama- sama semua umat-Nya yang masih hidup lalu
udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama sama semua umat-Nya yang masih hidup lalu bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan
orang kudusNya untuk mendirikan Kerajaan Seribu bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudus-Nya untuk
Tahun di bumi ini. datang kembali bersama orang kudus-Nya untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini.
Pada akhirnya semua orang mati akan dibangkitkan, mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini. Pada akhirnya semua orang mati akan dibangkitkan,
orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang Pada akhirnya semua orang mati akan dibangkitkan, orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang
pertama dan menerima hidup kekal, tetapi orang orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang pertama dan menerima hidup kekal tetapi orang
jahat akan bangkit pada kebangkitan yang kedua pertama dan menerima hidup kekal tetapi orang jahat akan bangkit pada kebangkitan yang kedua
dan menerima hukuman selama-lamanya. jahat akan bangkit pada kebangkitan yang kedua dan menerima hukuman selama-lamanya.
dan menerima hukuman selama-lamanya.
2 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
PEMBUKAAN PEMBUKAAN PEMBUKAAN
Bahwa Gereja Bethel Indonesia adalah bagian dari Bahwa Gereja Bethel Indonesia adalah gereja rasuli Bahwa Gereja Bethel Indonesia adalah gereja rasuli
gereja yang kudus dan am, dipanggil oleh Allah yang berfungsi sebagai duta Kerajaan Allah di bumi yang berfungsi sebagai duta Kerajaan Allah di bumi
dalam memenuhi Amanat Agung Tuhan Yesus dan merupakan bagian dari gereja yang kudus dan dan merupakan bagian dari gereja yang kudus dan
Kristus untuk memberitakan Injil bagi segala am. am.
bangsa (Matius 28:19-20) dengan kuasa Roh Kudus Bahwa Gereja Bethel Indonesia dipanggil oleh Bahwa Gereja Bethel Indonesia dipanggil oleh
(Kisah Rasul 1:8), berlandaskan Alkitab Perjanjian Allah untuk memenuhi Amanat Agung Tuhan Allah untuk memenuhi Amanat Agung Tuhan
Lama dan Perjanjian Baru (II Timotius 3:16) dan Yesus Kristus yaitu memberitakan Injil bagi segala Yesus Kristus yaitu memberitakan Injil bagi segala
berpedoman pada Pengajaran Dasar dan Tata bangsa (Matius 28:19-20) dengan kuasa Roh Kudus bangsa (Matius 28:19-20) dengan kuasa Roh Kudus
Gereja. (Kisah Para Rasul 1:8), berlandaskan Alkitab (Kisah Para Rasul 1:8), berlandaskan Alkitab
Bahwa setiap orang yang telah diselamatkan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (II Timotius Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (II Timotius
perhambaan dosa dan kebinasaan oleh iman kepada 3:16) dan berpedoman pada Pengajaran Dasar dan 3:16) dan berpedoman pada Pengajaran Dasar dan
Tuhan Yesus Kristus, selanjutnya harus mengalami Tata Gereja GBI. Tata Gereja GBI.
pertumbuhan rohani (Kolose 3:10) dan aktif dalam Bahwa setiap orang yang telah diselamatkan dari Bahwa setiap orang yang telah diselamatkan dari
kehidupan berjemaat serta diperlengkapi untuk perhambaan dosa dan kebinasaan oleh iman kepada perhambaan dosa dan kebinasaan oleh iman kepada
membangun tubuh Kristus (Efesus 4:12). Tuhan Yesus Kristus, selanjutnya harus mengalami Tuhan Yesus Kristus, selanjutnya harus mengalami
Menyadari hal itu, Gereja Bethel Indonesia berperan pertumbuhan rohani (Kolose 3:10) dan aktif dalam pertumbuhan rohani (Kolose 3:10) dan aktif dalam
membangun karakter dan mendewasakan setiap kehidupan berjemaat serta diperlengkapi untuk kehidupan berjemaat serta diperlengkapi untuk
anggota jemaat agar menjadi hamba kebenaran membangun tubuh Kristus (Efesus 4:12). membangun tubuh Kristus (Efesus 4:12).
sehingga menjadi serupa dengan Kristus (Roma Menyadari hal itu, Gereja Bethel Indonesia berperan Menyadari hal itu, Gereja Bethel Indonesia berperan
6:19; 8:29). Dalam mewujudkan hal tersebut, membangun karakter dan mendewasakan setiap membangun karakter dan mendewasakan setiap
Gereja Bethel Indonesia berperan dalam pelayanan: anggota jemaat agar menjadi hamba kebenaran anggota jemaat agar menjadi hamba kebenaran
Penginjilan (Marturia), Pengajaran (Didaskalia), sehingga menjadi serupa dengan Kristus (Roma sehingga menjadi serupa dengan Kristus (Roma
Pengembalaan (Poimenoia), Persekutuan 6:19; 8:29). Dalam mewujudkan hal tersebut, 6:19; 8:29). Dalam mewujudkan hal tersebut,
(Koinonia), Peribadahan (Leiturgia), Pelayanan Gereja Bethel Indonesia berperan dalam pelayanan: Gereja Bethel Indonesia berperan dalam pelayanan:
(Diakonia) dan Penatalayanan (Oikononia). Penginjilan (Marturia), Pengajaran (Didaskalia), Penginjilan (Marturia), Pengajaran (Didaskalia),
Penggembalaan (Poimenoia), Persekutuan Penggembalaan (Poimenoia), Persekutuan
(Koinonia), Peribadahan (Leiturgia), Pelayanan (Koinonia), Peribadahan (Leiturgia), Pelayanan
(Diakonia) dan Penatalayanan (Oikonomia). (Diakonia) dan Penatalayanan (Oikonomia).
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 3
TATA DASAR TATA DASAR TATA DASAR
GEREJA BETHEL INDONESIA GEREJA BETHEL INDONESIA GEREJA BETHEL INDONESIA
Pasal 1 Pasal 1 Pasal 1
WUJUD GEREJA PENGERTIAN DASAR GEREJA PENGERTIAN DASAR GEREJA
1. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang Pengertian dasar gereja sebagai berikut: Pengertian dasar gereja sebagai berikut:
dipanggil Tuhan untuk hidup dalam iman, 1. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang 1. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang
harap dan kasih kepada Tuhan Yesus Kristus,
Anak Allah yang hidup. dipanggil Tuhan untuk hidup dalam iman, dipanggil Tuhan untuk hidup dalam iman,
harap dan kasih kepada Tuhan Yesus Kristus, harap dan kasih kepada Tuhan Yesus Kristus,
2. Gereja adalah Tubuh Kristus, terdiri dari segala Putra Allah yang hidup. Putra Allah yang hidup.
suku, bangsa dan bahasa, tersebar diseluruh 2. Gereja adalah Tubuh Kristus, terdiri dari segala 2. Gereja adalah Tubuh Kristus, terdiri dari segala
muka bumi, dan dipanggil untuk menjadi suku, bangsa dan bahasa, tersebar di seluruh suku, bangsa dan bahasa, tersebar di seluruh
garam dan terang dunia. muka bumi dan dipanggil untuk menjadi muka bumi dan dipanggil untuk menjadi
garam dan terang dunia. garam dan terang dunia.
3. Gereja adalah Rumah Allah yang hidup, didiami 3. Gereja adalah Rumah Allah yang hidup, 3. Gereja adalah Rumah Allah yang hidup, didiami
oleh Roh Kudus, dibangun dari batu-batu yang didiami oleh Roh Kudus, dibangun dari batu- oleh Roh Kudus, dibangun dari batu-batu yang
hidup, yaitu orang-orang yang dilahirkan baru, batu yang hidup, yaitu orang-orang yang hidup, yaitu orang-orang yang dilahirkan baru
oleh Roh Kudus dan Firman Allah. dilahirkan baru oleh Roh Kudus dan firman oleh Roh Kudus dan firman Allah.
Allah. 4. Gereja adalah organisme ilahi yang hidup
4. Gereja adalah organisme ilahi yang hidup 4. Gereja adalah organisme ilahi yang hidup dan berkembang terus menerus dalam suatu
dan berkembang terus menerus dalam suatu dan berkembang terus menerus dalam suatu organisasi yang berasaskan Alkitab.
organisasi yang berasaskan Alkitab. organisasi yang berasaskan Alkitab. 5. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang
5. Gereja adalah persekutuan orang-orang dipimpin oleh Roh Kudus dan firman Allah
5. Gereja dipimpin oleh Roh Kudus dan Firman yang dipimpin oleh Roh Kudus dan firman dalam kemenangan sampai pada akhir zaman
Allah dalam kemenangan sampai pada akhir Allah dalam kemenangan sampai pada akhir dan kemudian akan masuk ke dalam kemuliaan
zaman dan kemudian akan masuk kedalam zaman dan kemudian akan masuk ke dalam Allah yang kekal.
kemuliaan Allah yang kekal. kemuliaan Allah yang kekal. 6. Gereja Bethel Indonesia yang disingkat GBI,
6. Gereja Bethel Indonesia yang disingkat GBI, terdiri dari jemaat-jemaat lokal GBI di seluruh
6. Gereja Bethel Indonesia yang disingkat GBI, terdiri dari jemaat-jemaat lokal GBI di seluruh Indonesia dan luar negeri adalah bagian dari
terdiri dari jemaat-jemaat lokal Gereja Bethel Indonesia dan luar negeri adalah bagian dari gereja yang esa, kudus dan am, yang mengikuti
Indonesia di seluruh Indonesia dan di luar gereja yang esa, kudus dan am, yang mengikuti pola pelayanan para rasul.
negeri, adalah bagian dari Gereja yang esa, pola pelayanan para rasul.
kudus dan am.
4 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 2 Pasal 2 Pasal 2
DASAR GEREJA DASAR GEREJA DASAR GEREJA
Dasar Gereja Bethel Indonesia ialah Tuhan Yesus Dasar GBI adalah Tuhan Yesus Kristus yang Dasar Gereja Bethel Indonesia adalah Tuhan Yesus
Kristus yang dinyatakan dalam Alkitab Perjanjian dinyatakan dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Kristus yang dinyatakan dalam Alkitab Perjanjian
Lama dan Perjanjian Baru, dirumuskan dalam Perjanjian Baru, dirumuskan dalam Pengakuan Lama dan Perjanjian Baru, dirumuskan dalam
Pengakuan Iman dan Pengajaran Dasar Gereja Iman dan Pengajaran Dasar GBI. Pengakuan Iman dan Pengajaran Dasar Gereja
Bethel Indonesia. Bethel Indonesia.
Pasal 3 Pasal 3 Pasal 3
ASAS GEREJA DALAM BERMASYARAKAT LANDASAN GEREJA DALAM LANDASAN GEREJA DALAM
Asas Gereja Bethel Indonesia dalam kehidupan BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di
Indonesia adalah Pancasila. BERNEGARA BERNEGARA
Landasan Gereja Bethel Indonesia dalam kehidupan
Landasan GBI dalam kehidupan bermasyarakat, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di
berbangsa dan bernegara di Indonesia adalah Indonesia adalah Pancasila dan Undang Undang
Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Dasar 1945.
Pasal 4 Pasal 4
TEMPAT KEDUDUKAN TEMPAT KEDUDUKAN
KANTOR BADAN PENGURUS PUSAT GBI KANTOR BADAN PENGURUS PUSAT GBI
Tempat kedudukan Badan Pengurus Pusat GBI Tempat kedudukan Badan Pengurus Pusat GBI
adalah di Jakarta. adalah di Jakarta.
Pasal 4 Pasal 5 Pasal 5
VISI GEREJA VISI GEREJA VISI GEREJA
Visi Gereja Bethel Indonesia: Menjadi Seperti Yesus Visi GBI adalah Menjadi Seperti Yesus Kristus. Visi Gereja Bethel Indonesia adalah Menjadi Seperti
Kristus. Yesus Kristus.
Pasal 5 Pasal 6 Pasal 6
MISI GEREJA MISI GEREJA MISI GEREJA
Untuk mencapai visi, Gereja Bethel Indonesia Untuk mencapai visi, GBI melaksanakan misi: Untuk mencapai visi, GBI melaksanakan misi:
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 5
melaksanakan misi: a. Memberitakan kabar keselamatan kepada a. Memberitakan kabar keselamatan kepada
a. Memberitakan kabar keselamatan kepada segala bangsa; segala bangsa;
segala bangsa; b. Menjadikan orang percaya murid Yesus b. Menjadikan orang percaya murid Yesus Kristus;
b. Menjadikan orang percaya murid Yesus Kristus; Kristus; c. Menjadikan orang percaya sebagai pemuji dan
c. Melengkapi orang percaya untuk pekerjaan
c. Menjadikan orang percaya sebagai pemuji dan penyembah Allah dalam roh dan kebenaran;
pelayanan bagi pembangunan Tubuh Kristus; penyembah Allah dalam roh dan kebenaran; d. Melengkapi orang percaya untuk pekerjaan
d. Meningkatkan persatuan dan kesatuan Tubuh
d. Melengkapi orang percaya untuk pekerjaan pelayanan bagi pembangunan Tubuh Kristus;
Kristus. pelayanan bagi pembangunan Tubuh Kristus; e. Meningkatkan persatuan dan kesatuan Tubuh
e. Meningkatkan persatuan dan kesatuan Tubuh Kristus.
Kristus.
Pasal 6 Pasal 7 Pasal 7
JEMAAT GEREJA JEMAAT GEREJA JEMAAT GEREJA
Jemaat gereja ialah persekutuan orang percaya Jemaat gereja adalah persekutuan orang percaya Jemaat gereja adalah persekutuan orang percaya
yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan yang telah menerima Yesus Kristus sebagai yang telah menerima Yesus Kristus sebagai
dan Juruselamat, serta dibaptis secara selam yang Tuhan dan Juruselamat, dibaptis secara selam, Tuhan dan Juruselamat, dibaptis secara selam,
digembalakan oleh seorang pejabat Gereja Bethel digembalakan oleh seorang pejabat GBI dan bersifat digembalakan oleh seorang pejabat Gereja Bethel
Indonesia dan bersifat otonom. otonom. Indonesia dan bersifat otonom.
Pasal 7 Pasal 8 Pasal 8
ANGGOTA GEREJA ANGGOTA GEREJA ANGGOTA GEREJA
Anggota gereja ialah orang percaya yang telah Anggota gereja adalah orang percaya yang telah Anggota gereja adalah orang percaya yang telah
menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan
Juruselamat serta beribadah secara teratur pada Juruselamat serta beribadah secara teratur pada Juruselamat dan beribadah secara teratur pada
jemaat lokal. jemaat lokal dan memiliki Kartu Anggota Jemaat jemaat lokal serta memiliki Kartu Anggota Jemaat
Lokal (KAJL). (KAJ) yang diterbitkan oleh jemaat lokal.
Pasal 8 Pasal 9 Pasal 9
PEJABAT GEREJA PEJABAT GEREJA PEJABAT GEREJA
Pejabat gereja ialah seseorang yang dilantik oleh Gereja Pejabat gereja adalah seseorang yang dilantik oleh Pejabat Gereja Bethel Indonesia terdiri atas 3 (tiga)
Bethel Indonesia sebagai Pendeta disingkat Pdt., GBI sebagai Pendeta disingkat Pdt., Pendeta Madya jenjang kepejabatan yaitu sebagai Pendeta disingkat
Pendeta Muda disingkat Pdm., dan Pendeta Pembantu disingkat Pdm. dan Pendeta Pratama disingkat Pdt., Pendeta Madya disingkat Pdm. dan Pendeta
disingkat Pdp., untuk bertugas dalam pelayanan gereja. Pdp. untuk bertugas dalam pelayanan gereja. Pratama disingkat Pdp.
6 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 9 Pasal 10 Pasal 10
PIMPINAN GEREJA ALAT KELENGKAPAN ORGANISASI GEREJA ALAT KELENGKAPAN ORGANISASI GEREJA
Gereja Bethel Indonesia mempunyai pimpinan GBI mempunyai alat kelengkapan organisasi gereja Gereja Bethel Indonesia mempunyai alat
yang terdiri dari: yang terdiri dari: kelengkapan organisasi gereja yang terdiri dari:
1. Sinode ialah sidang pengambilan keputusan 1. Sinode adalah pertemuan raya para pendeta 1. Sinode adalah lembaga tertinggi dalam
tertinggi Gereja Bethel Indonesia. dan gembala jemaat GBI yang berperan dan pengambilan keputusan yang terdiri dari
2. Majelis Pekerja Lengkap, disingkat MPL ialah berwenang untuk melakukan pelantikan- persidangan dan kegiatan-kegiatan pembinaan
pelantikan dan mensosialisasikan keputusan- rohani.
sidang perwakilan pejabat Gereja Bethel keputusan Sidang Majelis Pekerja Lengkap 2. Majelis Pekerja Lengkap GBI disingkat MPL
Indonesia yang bertindak atas nama Sinode GBI. GBI adalah sidang perwakilan pejabat GBI
untuk menilai dan menerima pertanggung 2. Majelis Pembina GBI, disingkat MP GBI yang bertindak atas nama Sidang Sinode untuk
jawaban BPH. adalah badan yang melakukan pembinaan menilai dan menerima pertanggung jawaban
3. Majelis Pertimbangan, disingkat MP ialah dan pengarahan kepada GBI serta menyeleksi BPP GBI dan menetapkan kebijakan umum
badan pemberi pertimbangan dan nasehat dan mengusulkan calon Ketua Umum Badan organisasi GBI.
kepada Gereja Bethel Indonesia. Pengurus Pusat GBI. 3. Perwakilan Pendeta GBI disingkat PERPEN
4. Badan Pekerja Harian, disingkat BPH ialah 3. Majelis Pekerja Lengkap GBI disingkat MPL GBI adalah sekelompok pendeta yang dipilih
pelaksana keputusan Sinode dan atau MPL. GBI adalah sidang perwakilan pejabat GBI dari suatu daerah tertentu, untuk mewakili
5. Majelis Daerah, disingkat MD ialah sidang yang menetapkan kebijakan umum organisasi pendeta-pendeta GBI, bertugas melakukan
pengambilan keputusan di tingkat daerah. GBI serta memilih dan menetapkan Ketua tugas tertentu, yang tidak termasuk sebagai
6. Badan Pekerja Daerah, disingkat BPD ialah Umum Badan Pengurus Pusat GBI. anggota MPL GBI.
pelaksana harian keputusan Sidang Majelis 4. Badan Pengurus Pusat GBI, disingkat BPP GBI 4. Majelis Pembina GBI, disingkat MP GBI
Daerah dan atau BPH. adalah pelaksana harian keputusan Sidang adalah badan yang melakukan pembinaan dan
7. Gembala jemaat ialah pemimpin jemaat lokal. MPL GBI. pengarahan kepada GBI.
5. Majelis Daerah GBI, disingkat MD GBI adalah 5. Badan Pengurus Pusat GBI, disingkat BPP GBI
sidang untuk menetapkan kebijakan organisasi adalah pelaksana harian keputusan Sidang
GBI di daerah. MPL GBI.
6. Badan Pengurus Daerah GBI, disingkat BPD 6. Majelis Daerah GBI, disingkat MD GBI adalah
GBI adalah pelaksana keputusan Sidang sidang pengambilan keputusan di tingkat daerah
Majelis Daerah GBI maupun keputusan BPP dan menetapkan kebijakan organisasi GBI di
GBI. daerah.
7. Gembala jemaat adalah pemimpin jemaat 7. Badan Pengurus Daerah GBI, disingkat BPD
lokal. GBI adalah pelaksana keputusan Sidang Majelis
Daerah GBI maupun keputusan BPP GBI.
8. Gembala jemaat adalah pejabat GBI yang
memimpin jemaat lokal.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 7
Pasal 10 Pasal 11 Pasal 11
LEMBAGA-LEMBAGA YANG DIBENTUK BPH LEMBAGA-LEMBAGA YANG DIBENTUK LEMBAGA-LEMBAGA YANG DIBENTUK
Untuk menunjang kelancaran tugas-tugas yang
diberikan oleh sinode, BPH dapat membentuk: BPP GBI BPP GBI
1. Komisi. Untuk menunjang kelancaran tugas-tugas, BPP GBI
2. Panitia. Untuk menunjang kelancaran tugas-tugas, BPP GBI dapat membentuk:
3. Lembaga-lembaga lain yang diperlukan. dapat membentuk: 1. Badan Pengurus Luar Negeri (BPLN).
1. Badan Pengurus Luar Negeri (BPLN). 2. Komisi.
2. Komisi. 3. Panitia.
3. Panitia. 4. Lembaga-lembaga lain yang diperlukan.
4. Lembaga-lembaga lain yang diperlukan.
Pasal 11 Pasal 12 Pasal 12
DISIPLIN GEREJA DISIPLIN GEREJA DISIPLIN GEREJA
Gereja Bethel Indonesia melaksanakan disiplin Gereja Bethel Indonesia melaksanakan disiplin
gereja dan pembinaan terhadap pejabat-pejabat GBI melaksanakan disiplin gereja dan pembinaan gereja dan pembinaan terhadap pejabat-pejabat
yang melanggar Pengakuan Iman, Pengajaran terhadap pejabat-pejabat yang melanggar yang melanggar Pengakuan Iman, Pengajaran GBI,
Gereja Bethel Indonesia, Tata Gereja GBI dan Etika Pengakuan Iman, Pengajaran GBI, Tata Gereja GBI Tata Gereja GBI dan Etika Kependetaan.
Kependetaan. dan Etika Kependetaan.
Pasal 12 Pasal 13 Pasal 13
PERBENDAHARAAN GEREJA PERBENDAHARAAN GEREJA PERBENDAHARAAN GEREJA
Perbendaharaan gereja adalah barang-barang Perbendaharaan gereja adalah keuangan,
bergerak dan atau tidak bergerak serta keuangan Perbendaharaan gereja adalah keuangan, inventaris inventaris dan aset yang menjadi milik gereja,
yang menjadi milik gereja terdiri dari: dan aset yang menjadi milik gereja, terdiri dari: terdiri dari:
1. Milik Umum Gereja Bethel Indonesia yaitu 1. Milik Umum GBI, yaitu keuangan, inventaris 1. Milik Umum GBI, yaitu keuangan, inventaris
keuangan, semua barang bergerak dan tidak dan aset yang dibeli dan dibiayai oleh BPP/
bergerak, yang dibiayai oleh BPH/BPD atau dan aset yang dibeli dan dibiayai oleh BPP/ BPD GBI atau dihibahkan dengan sah kepada
dihibahkan dengan sah kepada BPH/BPD. BPD GBI atau dihibahkan dengan sah kepada BPP/BPD GBI.
2. Milik Jemaat Lokal yaitu keuangan, semua BPP/BPD GBI. 2. Milik Jemaat Lokal, yaitu keuangan, inventaris
barang bergerak dan tidak bergerak yang dibeli 2. Milik Jemaat Lokal, yaitu keuangan, inventaris dan aset yang dibeli dan dibiayai oleh jemaat
dan dibiayai oleh jemaat lokal atau dihibahkan dan aset yang dibeli dan dibiayai oleh jemaat lokal atau dihibahkan dengan sah kepada
dengan sah kepada jemaat lokal. lokal atau dihibahkan dengan sah kepada jemaat lokal.
3. Pengelolaan milik umum dilakukan oleh jemaat lokal. 3. Pengelolaan milik umum dilakukan oleh BPP/
BPH/BPD sedangkan milik jemaat lokal oleh 3. Pengelolaan milik umum dilakukan oleh BPP/ BPD GBI, sedangkan milik jemaat lokal oleh
Gembala Jemaat. BPD GBI, sedangkan milik jemaat lokal oleh gembala jemaat lokal.
gembala jemaat lokal.
8 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 13 Pasal 14 Pasal 14
PERUBAHAN PERUBAHAN TATA GEREJA GBI PERUBAHAN TATA GEREJA GBI
Perubahan Tata Gereja Gereja Bethel Indonesia Perubahan Tata Gereja GBI dapat dilakukan atas Perubahan Tata Gereja GBI dapat dilakukan atas
dilakukan atas usul sekurang-kurangnya 24 usul sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) usul tertulis dari sekurang-kurangnya 24 pendeta
(dua puluh empat) orang Pendeta Gereja Bethel anggota MPL GBI yang diajukan melalui BPP GBI GBI yang disetujui oleh sidang MD, selanjutnya
Indonesia melalui BPH untuk diteliti, dinilai dan untuk memperoleh persetujuan Sidang MPL GBI. disampaikan kepada BPP GBI untuk diteliti, dinilai
disetujui oleh MPL. Untuk merumuskan usul dan disetujui oleh Sidang MPL GBI. Ketentuan yang
perubahan tersebut MPL membentuk panitia ad menyangkut kepemilikan jemaat lokal disepakati
hoc guna mendapatkan pengesahan dalam sidang untuk tidak mengalami perubahan.
sinode. Ketentuan yang menyangkut kepemilikan
jemaat lokal disepakati untuk tidak mengalami
perubahan
Pasal 14 Pasal 15 Pasal 15
HAL-HAL YANG BELUM DIATUR HAL-HAL YANG BELUM DIATUR HAL-HAL YANG BELUM DIATUR
Hal hal yang belum diatur dalam Tata Dasar Gereja Hal hal yang belum diatur dalam Tata Dasar GBI Hal hal yang belum diatur dalam Tata Dasar GBI
Bethel Indonesia diatur lebih lanjut dalam Tata diatur lebih lanjut dalam Tata Tertib GBI dengan diatur lebih lanjut dalam Tata Tertib GBI dengan
Tertib Gereja Bethel Indonesia dengan syarat tidak syarat tidak bertentangan dengan Tata Dasar GBI. syarat tidak bertentangan dengan Tata Dasar GBI.
bertentangan dengan Tata Dasar Gereja Bethel
Indonesia.
TATA TERTIB TATA TERTIB TATA TERTIB
GEREJA BETHEL INDONESIA GEREJA BETHEL INDONESIA GEREJA BETHEL INDONESIA
BAB I BAB I BAB I
JEMAAT JEMAAT LOKAL JEMAAT
Pasal 1 Pasal 1 Pasal 1
JEMAAT LOKAL PENGERTIAN JEMAAT LOKAL PENGERTIAN JEMAAT LOKAL
(1) Jemaat lokal ialah persekutuan orang percaya (1) Jemaat lokal adalah persekutuan orang percaya (1) Jemaat lokal adalah persekutuan orang percaya
yang terdiri dari sekurang-kurangnya 12 (dua yang beribadah secara tetap dan dibaptis secara yang beribadah secara tetap dan dibaptis secara
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 9
belas) orang yang dibaptis secara selam dan selam serta digembalakan oleh seorang pejabat selam serta digembalakan oleh seorang pejabat
digembalakan oleh pejabat Gereja Bethel GBI. GBI.
Indonesia. (2) Jemaat lokal digembalakan secara otonom (2) Jemaat lokal digembalakan secara otonom
(2) Jemaat lokal dapat membuka cabang-cabang di dalam kepemilikan inventaris dan aset, dalam kepemilikan inventaris dan aset,
berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri. keuangan, program, kepengurusan serta keuangan, program, kepengurusan serta
(3) Jemaat lokal dalam kapasitas kerasulan yang pembinaan warga gereja kecuali dalam hal pembinaan warga gereja kecuali dalam hal
melaksanakan misi lintas propinsi dan negara Pengakuan Iman GBI, Pengajaran GBI dan Pengakuan Iman GBI, Pengajaran GBI dan
dapat mengayomi dan membina cabang- Tata Gereja GBI. Tata Gereja GBI.
cabang jemaatnya; dalam hal gembala jemaat (3) Jemaat lokal yang berada di luar negeri tetap (3) Jemaat lokal yang berada di luar negeri tetap
cabang tersebut dilantik sebagai pendeta maka menjadi bagian dari GBI. menjadi bagian dari GBI.
jemaat tersebut hanya dapat menjadi jemaat
induk atas persetujuan gembala jemaat induk. Catatan:
(4) Jemaat lokal digembalakan secara otonom Beberapa ayat pada pasal 1 TG 2014 telah
dalam pengelolaan kepemilikan, keuangan, dipindahkan pada klasifikasi jemaat dan jemaat di
program, kepengurusan dan pembinaan warga luar negeri dibuat menjadi pasal tersendiri di TG
gereja kecuali dalam hal pengakuan iman yang baru dengan judul Jemaat Lokal di luar negeri.
Gereja Bethel Indonesia, ajaran, Tata Gereja
Gereja Bethel Indonesia.
(5) Jemaat lokal yang berada di luar negeri tetap
menjadi bagian dari Gereja Bethel Indonesia
dan Tata Gereja GBI tetap berlaku bagi setiap
pejabatnya yang disesuaikan dengan kondisi di
negara yang bersangkutan.
(6) Jemaat lokal yang berada di luar negeri
dikoordinir oleh badan misi dunia, disebut
Bethel World Mission yang dibentuk oleh BPH.
Pasal 2 Pasal 2 Pasal 2
SYARAT JEMAAT LOKAL SYARAT JEMAAT LOKAL SYARAT JEMAAT LOKAL
(1) Memiliki anggota jemaat yang terdiri dari (1) Memiliki anggota jemaat yang terdiri dari
sekurang-kurangnya 12 (dua belas) orang yang (1) Memiliki anggota jemaat yang terdiri dari sekurang-kurangnya 12 (dua belas) orang yang
dibaptis secara selam dan berbakti secara tetap sekurang-kurangnya 12 (dua belas) orang yang dibaptis secara selam dan beribadah secara
di jemaat tersebut. dibaptis secara selam dan beribadah secara tetap di jemaat lokal dan memiliki Kartu
(2) Memiliki alamat yang jelas. tetap di jemaat lokal dan memiliki Kartu Anggota Jemaat (KAJ).
(3) Digembalakan oleh seorang pejabat Gereja Anggota Jemaat Lokal (KAJL). (2) Memiliki alamat yang jelas.
10 (2) Memiliki alamat yang jelas. Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Bethel Indonesia. (3) Digembalakan oleh seorang pejabat GBI. (3) Digembalakan oleh seorang pejabat GBI.
(4) Memiliki pengurus jemaat lokal. (4) Memiliki pengurus jemaat lokal. (4) Memiliki pengurus jemaat lokal.
(5) Telah dilaporkan dan didaftarkan kepada BPD (5) Telah terdaftar pada BPD GBI dan memiliki (5) Telah terdaftar pada BPD GBI dan memiliki
dan BPH. surat keputusan pengesahan sebagai jemaat surat keputusan pengesahan sebagai jemaat
lokal dari BPP GBI. lokal dari BPP GBI.
Pasal 3 Pasal 3
JEMAAT LOKAL DI LUAR NEGERI JEMAAT LOKAL DI LUAR NEGERI
(1) Jemaat lokal di luar negeri disebut Gereja (1) Jemaat lokal di luar negeri disebut Gereja
Bethel Internasional (International Bethel Bethel Internasional (International Bethel
Church) dengan nama jemaat disesuaikan Church) dengan nama jemaat disesuaikan
dengan kondisi negara yang bersangkutan. dengan kondisi negara yang bersangkutan.
(2) Jemaat lokal di luar negeri tetap menjadi bagian (2) Jemaat lokal di luar negeri tetap menjadi bagian
dari GBI yang pengaturan kepejabatannya di dari GBI yang pengaturan kepejabatannya di
jemaat lokal mengikuti Tata Gereja GBI. jemaat lokal mengikuti Tata Gereja GBI.
(3) Perintisan jemaat lokal di luar negeri (3) Perintisan jemaat lokal di luar negeri
berpedoman pada Tata Tertib GBI pasal 2 berpedoman pada Tata Tertib GBI pasal 2
tentang syarat jemaat lokal. tentang syarat jemaat lokal.
(4) Tugas koordinasi jemaat lokal di luar negeri (4) Tugas koordinasi jemaat lokal di luar negeri
dilaksanakan oleh BPLN yang dibentuk oleh dilaksanakan oleh BPLN yang dibentuk oleh
BPP GBI. BPP GBI.
Pasal 3 Pasal 4 Pasal 4
PEMIMPIN JEMAAT LOKAL GEMBALA JEMAAT LOKAL GEMBALA JEMAAT LOKAL
(1) Gembala jemaat adalah pemimpin jemaat (1) Gembala jemaat adalah pemimpin jemaat (1) Gembala jemaat adalah pemimpin jemaat lokal
lokal dan bertindak sebagai ketua dalam lokal dan bertindak sebagai ketua pada dan bertindak sebagai ketua pada kepengurusan
kepengurusan dalam jemaat lokal. kepengurusan di jemaat lokal. di jemaat lokal.
(2) Gembala jemaat membentuk pengurus (2) Gembala jemaat membentuk pengurus (2) Gembala jemaat membentuk pengurus jemaat
jemaat lokal secara otonom yang susunannya jemaat lokal secara otonom yang struktur lokal secara otonom yang struktur dan fungsinya
dapat dikembangkan sesuai kebutuhan untuk dan fungsinya dapat dikembangkan sesuai dapat dikembangkan sesuai kebutuhan untuk
menunjang pelayanan. kebutuhan untuk menunjang pelayanan. menunjang pelayanan yang hanya berlaku
dalam lingkungan jemaat lokalnya.
(3) Gembala jemaat berwenang mengangkat dan (3) Gembala jemaat bertugas melakukan
memberhentikan anggota pengurus jemaat penggembalaan terhadap jemaat yang (3) Gembala jemaat bertugas melakukan peng-
lokal yang dipimpinnya, sedangkan masa bakti dipimpinnya. gembalaan terhadap jemaat yang dipimpinnya.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 11
suatu kepengurusan jemaat lokal, ditentukan (4) Gembala jemaat berwenang: (4) Gembala jemaat berwenang:
oleh gembala jemaat. a. Mengangkat dan memberhentikan a. Mengangkat dan memberhentikan anggota
(4) Gembala jemaat berwenang untuk menentukan anggota pengurus jemaat lokal yang pengurus jemaat lokal yang dipimpinnya
kebijakan-kebijakan pada jemaat lokal yang dipimpinnya serta menetapkan masa serta menetapkan masa baktinya.
dipimpinnya, sepanjang tidak bertentangan baktinya. b. Menentukan kebijakan-kebijakan pada
dengan Firman Tuhan dan atau Tata Dasar b. Menentukan kebijakan-kebijakan pada jemaat lokal yang dipimpinnya, sepanjang
GBI. jemaat lokal yang dipimpinnya, sepanjang tidak bertentangan dengan firman Tuhan
(5) Gembala jemaat bertugas melakukan tidak bertentangan dengan firman Tuhan dan atau Tata Gereja GBI.
pengembalaan terhadap jemaat yang dan atau Tata Gereja GBI. c. Melakukan pembinaan kepada anggota
dipimpinnya. c. Melakukan pembinaan kepada anggota jemaat yang digembalakannya dan pejabat
jemaat yang digembalakannya dan yang dibinanya.
pejabat yang dibinanya.
(5) Gembala jemaat yang tidak dapat lagi
(5) Gembala jemaat harus sehat jasmani dan melaksanakan tugasnya secara tetap, dapat
mental serta dapat melaksanakan tugas diusulkan sebagai gembala jemaat purnalayan
pelayanan dengan baik. yang disampaikan kepada BPD GBI.
(6) Gembala jemaat yang tidak dapat lagi (6) Dalam hal gembala jemaat cabang/ranting
melaksanakan tugasnya karena tidak sehat yang tidak dapat lagi melaksanakan tugasnya
jasmani dan mental dapat diusulkan sebagai secara tetap, maka gembala jemaat induk
gembala jemaat purnalayan. menetapkan penggantinya dan disahkan oleh
BPD GBI.
(7) Gembala jemaat purnalayan diusulkan kepada
BPD GBI atas kehendak sendiri maupun
kesepakatan pengurus jemaat, kecuali gembala
jemaat cabang/ranting yang diusulkan oleh
gembala jemaat induk.
Pasal 4 Pasal 5 Pasal 5
KLASIFIKASI JEMAAT LOKAL KLASIFIKASI JEMAAT LOKAL KLASIFIKASI JEMAAT LOKAL
Klasifikasi jemaat lokal didasarkan pada jenjang Klasifikasi jemaat lokal adalah pengelompokan Klasifikasi jemaat lokal adalah pengelompokan
pejabat yang menggembalakan jemaat lokal atau jemaat berdasarkan pada jenjang pejabat yang jemaat berdasarkan pada jenjang pejabat yang
pejabat yang membuka jemaat lokal tersebut, yaitu: menggembalakan, jumlah anggota jemaat lokal dan menggembalakan, jumlah anggota jemaat lokal dan
1. Jemaat Induk ialah jemaat yang digembalakan jumlah cabang/ranting yang digembalakan, yaitu: jumlah cabang/ranting yang digembalakan, yaitu:
(1) Jemaat induk adalah jemaat yang digembalakan (1) Jemaat induk adalah jemaat yang digembalakan
oleh seorang pendeta dan bersifat otonom.
2. Jemaat Cabang ialah jemaat yang dibuka oleh seorang pendeta dengan anggota jemaat oleh seorang pendeta dengan anggota jemaat
sekurang-kurangnya 48 (empat puluh delapan) sekurang-kurangnya 48 (empat puluh delapan)
dan dikembangkan oleh jemaat induk dan orang yang dibaptis secara selam, baik yang orang yang dibaptis secara selam, baik yang
digembalakan oleh seorang pendeta muda
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
12
yang ditetapkan oleh gembala jemaat induk. telah maupun yang belum memiliki cabang/ telah maupun yang belum memiliki cabang/
3. Jemaat Cabang Binaan adalah jemaat yang ranting dan bersifat otonom. ranting dan bersifat otonom.
(2) Jemaat induk berkapasitas luas adalah jemaat (2) Jemaat induk berkapasitas luas adalah jemaat
dibuka dan dikembangkan oleh seorang pejabat induk yang telah membuka cabang/ranting induk yang telah membuka cabang/ranting
Gereja Bethel Indonesia yang digembalakan minimal di 7 (tujuh) provinsi dan atau 7 (tujuh) minimal di 7 (tujuh) provinsi dan atau 7
oleh pendeta muda dan dibina oleh seorang negara dengan anggota jemaat minimal 7.000 (tujuh) negara dengan anggota jemaat minimal
pendeta Pembina; dalam hal gembala jemaat (tujuh ribu) orang yang dibaptis secara selam 7.000 (tujuh ribu) orang yang dibaptis secara
cabang binaan dilantik sebagai pendeta maka serta bertanggungjawab mengayomi dan selam serta bertanggung jawab mengayomi
jemaat tersebut dengan sendirinya menjadi membina jemaat cabang/ranting. dan membina jemaat cabang/ranting.
jemaat induk. (3) Dalam hal gembala jemaat cabang dilantik (3) Dalam hal gembala jemaat cabang dilantik
4. Jemaat Ranting ialah jemaat yang dibuka dan sebagai pendeta maka klasifikasi jemaat sebagai pendeta maka klasifikasi jemaat cabang
dikembangkan oleh jemaat induk atau jemaat cabang hanya dapat ditingkatkan menjadi hanya dapat ditingkatkan menjadi jemaat
cabang dan digembalakan oleh seorang pendeta jemaat induk yang baru dan bersifat otonom induk yang baru dan bersifat otonom apabila
pembantu yang ditetapkan oleh jemaat induk apabila telah mendapat persetujuan dari telah mendapat persetujuan dari gembala
atau jemaat cabang. gembala jemaat induk sebelumnya, kecuali jemaat induk sebelumnya, kecuali jemaat
5. Jamaat Ranting Binaan adalah jemaat yang jemaat cabang binaan. cabang binaan.
dibuka dan dikembangkan oleh seorang (4) Jemaat cabang adalah jemaat yang dibuka (4) Jemaat cabang adalah jemaat yang dibuka
pejabat atau seorang pelayan jemaat Gereja dan dikembangkan oleh jemaat induk dan dan dikembangkan oleh jemaat induk dan
Bethel Indonesia yang digembalakan oleh digembalakan oleh seorang Pdm. yang digembalakan oleh seorang Pdm. yang
pendeta pembantu dan dibina oleh seorang ditetapkan oleh gembala jemaat induk dengan ditetapkan oleh gembala jemaat induk dengan
pendeta pembina. anggota jemaat sekurang-kurangnya 24 (dua anggota jemaat sekurang-kurangnya 24 (dua
puluh empat) orang yang dibaptis secara puluh empat) orang yang dibaptis secara selam.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 selam. (5) Jemaat cabang binaan adalah jemaat yang
(5) Jemaat cabang binaan adalah jemaat yang dibuka dan dikembangkan serta digembalakan
dibuka dan dikembangkan serta digembalakan oleh seorang Pdm. dengan anggota jemaat
oleh seorang Pdm. dengan anggota jemaat sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat)
sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) orang yang dibaptis secara selam dan dibina
orang yang dibaptis secara selam dan dibina oleh seorang pendeta pembina.
oleh seorang pendeta pembina. (6) Jemaat ranting adalah jemaat yang dibuka dan
(6) Jemaat ranting adalah jemaat yang dibuka dan dikembangkan oleh jemaat induk atau jemaat
dikembangkan oleh jemaat induk atau jemaat cabang dan digembalakan oleh seorang Pdp.
cabang dan digembalakan oleh seorang Pdp. yang ditetapkan oleh gembala jemaat induk
yang ditetapkan oleh gembala jemaat induk atau gembala jemaat cabang dengan anggota
atau gembala jemaat cabang dengan anggota jemaat sekurang-kurangnya 12 (dua belas)
jemaat sekurang-kurangnya 12 (dua belas) orang yang dibaptis secara selam.
orang yang dibaptis secara selam. (7) Jemaat ranting binaan adalah jemaat yang
13
(7) Jemaat ranting binaan adalah jemaat yang dibuka dan dikembangkan serta digembalakan
dibuka dan dikembangkan serta digembalakan oleh seorang Pdp. dengan anggota jemaat
oleh seorang Pdp. dengan anggota jemaat sekurang-kurangnya 12 (dua belas) orang yang
sekurang-kurangnya 12 (dua belas) orang yang dibaptis secara selam dan dibina oleh seorang
dibaptis secara selam dan dibina oleh seorang pendeta pembina.
pendeta pembina.
Pasal 5 Pasal 6 Pasal 6
JENIS KEBAKTIAN JEMAAT LOKAL JENIS KEBAKTIAN JEMAAT LOKAL JENIS KEBAKTIAN JEMAAT LOKAL
Gereja Bethel Indonesia memiliki jenis kebaktian GBI memiliki jenis kebaktian, yaitu: kebaktian GBI memiliki jenis kebaktian, yaitu: kebaktian
yaitu: Kebaktian Umum; Kebaktian Hari Raya umum; kebaktian hari raya gerejawi; kebaktian umum; kebaktian hari raya gerejawi; kebaktian
Gerejawi; Kebaktian Kategorial: Kebaktian Anak, kategorial: kebaktian anak, kebaktian remaja, kategorial: kebaktian anak, kebaktian remaja,
Kebaktian Remaja, Kebaktian Pemuda, Kebaktian kebaktian pemuda, kebaktian dewasa muda, kebaktian pemuda, kebaktian dewasa muda,
Dewasa Muda, Kebaktian Wanita, Kebaktian Pria, kebaktian wanita, kebaktian pria, kebaktian kebaktian wanita, kebaktian pria, kebaktian
Kebaktian Usia Lanjut; dan Kebaktian lain yang usia lanjut; dan kebaktian lain yang diadakan usia lanjut; dan kebaktian lain yang diadakan
diadakan berdasarkan kebutuhan seperti: Kelompok berdasarkan kebutuhan seperti: kelompok sel, berdasarkan kebutuhan seperti: kelompok sel,
Sel, Ucapan Syukur, Penghiburan. ucapan syukur dan penghiburan. ucapan syukur dan penghiburan.
Pasal 6 Pasal 7 Pasal 7
JEMAAT YANG TIDAK MEMPUNYAI JEMAAT LOKAL JEMAAT LOKAL
YANG TIDAK MEMPUNYAI GEMBALA YANG TIDAK MEMPUNYAI GEMBALA
GEMBALA
(1) Jemaat induk yang gembalanya berhalangan (1) Jemaat induk yang gembala jemaatnya (1) Jemaat induk yang gembala jemaatnya
tetap, dicarikan gembala pengganti oleh berhalangan tetap, dicarikan gembala jemaat berhalangan tetap, dicarikan gembala jemaat
pengurus jemaat lokal yang bersangkutan pengganti oleh pengurus jemaat lokal yang pengganti oleh pengurus jemaat lokal yang
bersama dengan BPD. bersangkutan dan melaporkan hasilnya kepada bersangkutan dan melaporkan hasilnya kepada
BPD GBI. BPD GBI.
(2) Jika dalam waktu paling lama tiga bulan BPD
bersama dengan pengurus jemaat tidak berhasil (2) Jemaat induk yang gembala jemaat pendirinya (2) Jemaat induk yang gembala jemaat pendirinya
mendapat seorang gembala, maka BPH akan berhalangan tetap maka kekosongan jabatan berhalangan tetap maka kekosongan jabatan
menetapkannya. gembala jemaat diisi oleh istri/suami/anak gembala jemaat diisi oleh istri/suami/anak yang:
yang: berstatus pejabat GBI, aktif dalam berstatus pejabat GBI, aktif dalam pelayanan
(3) Jemaat induk tanpa cabang yang digembalakan pelayanan jemaat, memiliki potensi dan jemaat, memiliki potensi dan panggilan untuk
oleh gembala pengganti seorang Pdm/Pdp, panggilan untuk melaksanakan tanggung melaksanakan tanggung jawab penggembalaan.
maka jemaat tersebut menjadi jemaat binaan. jawab penggembalaan.
(3) Dalam hal istri/suami/anak tidak memiliki
(4) Jemaat induk yang memiliki cabang dan (3) Dalam hal istri/suami/anak tidak memiliki potensi sebagai gembala jemaat maka pengurus
14 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
digembalakan oleh gembala pengganti seorang potensi sebagai gembala jemaat maka pengurus jemaat lokal bersama BPD GBI menetapkan
Pdm/Pdp, maka status jemaat tersebut tetap jemaat lokal bersama BPD GBI menetapkan gembala jemaat pengganti yang berasal dari
seperti semula, sedangkan status pejabatnya gembala jemaat pengganti yang berasal dari pejabat GBI di jemaat lokal yang bersangkutan
tetap dalam pembinaan seorang Pendeta pejabat GBI di jemaat lokal yang bersangkutan atau pejabat GBI lainnya selambat-lambatnya 3
pembina. atau pejabat GBI lainnya selambat-lambatnya (tiga) bulan.
3 (tiga) bulan. (4) Jika dalam waktu selambat-lambatnya 3
Keterangan: (4) Jika dalam waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan pengurus jemaat lokal bersama
Penjelasan pasal 6 TG 2014 dimasukkan menjadi (tiga) bulan pengurus jemaat lokal bersama BPD GBI tidak berhasil menetapkan seorang
batang tubuh pada TG 2019 pasal 7 tentang prioritas BPD GBI tidak berhasil menetapkan seorang gembala jemaat pengganti maka penetapannya
pengganti gembala yang berhalangan tetap. gembala jemaat pengganti maka penetapannya diserahkan kepada BPP GBI.
diserahkan kepada BPP GBI.
Pasal 8 Pasal 8
PROSEDUR PEMBUKAAN JEMAAT LOKAL PROSEDUR PEMBUKAAN JEMAAT LOKAL
(1) Sebelum membuka jemaat lokal baru, pendiri (1) Sebelum membuka jemaat lokal baru, pendiri
jemaat harus menyampaikan rencana tersebut jemaat harus menyampaikan rencana tersebut
kepada BPD GBI secara tertulis untuk kepada BPD GBI secara tertulis untuk
mendapatkan pengarahan lebih lanjut. mendapatkan pengarahan lebih lanjut.
(2) Pendiri jemaat lokal baru harus melaporkan (2) Pendiri jemaat lokal baru harus melaporkan
pendirian jemaat lokal baru tersebut kepada BPD pendirian jemaat lokal baru tersebut kepada
GBI untuk mendapat Surat Keterangan Tanda BPD GBI untuk mendapat Surat Tanda Lapor
Lapor (SKTL). (STL).
(3) Setelah mendapatkan SKTL, jemaat lokal (3) Setelah mendapatkan SKTL, jemaat lokal yang
yang baru didirikan tersebut dapat memulai baru didirikan tersebut dapat memulai kegiatan
kegiatan ibadah. ibadah.
(4) BPD GBI akan meneruskan SKTL yang (4) BPD GBI akan meneruskan SKTL yang
telah diperolehnya kepada BPP GBI untuk telah diperolehnya kepada BPP GBI untuk
digunakan sebagai dasar penerbitan surat digunakan sebagai dasar penerbitan surat
keputusan pengesahan jemaat lokal. keputusan pengesahan jemaat lokal.
(5) Pembukaan jemaat lokal baru, antara lain dapat (5) Pembukaan jemaat lokal baru, antara lain dapat
dimulai dengan kebaktian anak, persekutuan dimulai dengan kebaktian anak, persekutuan
doa atau kelompok sel. doa atau kelompok sel.
(6) Tempat untuk melakukan kegiatan ibadah (6) Tempat untuk melakukan kegiatan ibadah
dapat berbentuk: rumah doa, kapel atau dapat berbentuk: rumah doa, kapel atau gedung
gedung gereja. gereja.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 15
(7) Pendirian jemaat lokal baru atau pemindahan (7) Pendirian jemaat lokal baru atau pemindahan
tempat ibadah harus menjaga hubungan baik tempat ibadah harus menjaga hubungan baik
dan tidak menimbulkan masalah dengan dan tidak menimbulkan masalah dengan
gembala jemaat yang sudah ada di daerah yang gembala jemaat yang sudah ada di daerah yang
berdekatan. berdekatan.
Pasal 7 Pasal 9 Pasal 9
SYARAT PEMBUKAAN JEMAAT BARU ATAU PROSEDUR PEMINDAHAN TEMPAT IBADAH PROSEDUR PEMINDAHAN TEMPAT IBADAH
(1) Sebelum memindahkan tempat ibadah,
PEMINDAHAN TEMPAT IBADAH (1) Sebelum memindahkan tempat ibadah,
(1) Sebelum membuka/memindahkan tempat gembala jemaat harus menyampaikan rencana gembala jemaat harus menyampaikan rencana
tersebut kepada BPD GBI secara tertulis untuk tersebut kepada BPD GBI secara tertulis untuk
ibadah, harus menyampaikan rencana tersebut mendapatkan pengarahan lebih lanjut. mendapatkan pengarahan lebih lanjut.
kepada BPD secara tertulis untuk mendapatkan (2) Pemindahan tempat ibadah antar BPD GBI
pengarahan lebih lanjut. (2) Pemindahan tempat ibadah antar BPD GBI harus diberitahukan secara tertulis kepada
(2) Membina hubungan baik dengan gembala harus diberitahukan secara tertulis kepada BPD GBI asal dan BPD GBI tujuan untuk
jemaat yang sudah ada di daerah yang BPD GBI asal dan BPD GBI tujuan untuk mendapatkan Surat Keterangan Tanda Lapor
berdekatan. mendapatkan Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) dari BPD GBI tujuan.
(3) Tidak boleh menimbulkan masalah dengan (SKTL) dari BPD GBI tujuan. (3) Setelah mendapatkan SKTL pemindahan
jemaat yang sudah ada dan apabila terjadi tempat ibadah, jemaat lokal tersebut dapat
masalah BPD berhak menyelesaikannya. (3) Setelah mendapatkan SKTL pemindahan memulai kegiatan ibadah.
(4) Jemaat yang didirikan harus dilaporkan tempat ibadah, jemaat lokal tersebut dapat (4) Pemindahan tempat ibadah baru, harus
kepada BPD/BPH untuk mendapat surat memulai kegiatan ibadah. dilaporkan oleh BPD GBI setempat kepada
keputusan pengesahan sebagai jemaat lokal BPP GBI.
dan selanjutnya dapat menggunakan papan (4) Pemindahan tempat ibadah baru harus
nama dan logo Gereja Bethel Indonesia. dilaporkan oleh BPD GBI setempat kepada
(5) Pembukaan jemaat baru, antara lain dapat BPP GBI.
dimulai dengan Kebaktian Anak, Persekutuan
Doa atau Kelompok Sel.
(6) Perintisan jemaat yang dilakukan oleh anggota
jemaat GBI disebut Bakal Jemaat.
(7) Tempat untuk melakukan kegiatan ibadah dapat
berbentuk: Rumah Doa, Kapel atau Gereja.
Keterangan: Pasal 7 TG 2014 ini dipisah menjadi Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
2 pasal; Prosedur pembukaan jemaat baru dan
prosedur pemindahan tempat ibadah.
16
Pasal 8 Pasal 10 Pasal 10
HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAT GBI HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAT LOKAL GBI HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAT LOKAL GBI
(1) Jemaat Gereja Bethel Indonesia berhak (1) Jemaat lokal GBI berhak mendapat pelayanan (1) Jemaat lokal GBI berhak mendapat pelayanan
mendapat pelayanan dari BPD dan atau BPH. dari BPD GBI dan atau BPP GBI. dari BPD GBI dan atau BPP GBI.
(2) Jemaat induk, jemaat cabang dan jemaat (2) Jemaat induk, jemaat cabang dan jemaat (2) Jemaat induk, jemaat cabang dan jemaat
ranting di lingkungan Gereja Bethel Indonesia ranting di lingkungan GBI wajib mengirim ranting di lingkungan GBI wajib mengirim
setiap bulan wajib mengirim sepersepuluh dari persepuluhan dari seluruh persembahan persepuluhan dari seluruh persembahan
seluruh persembahan jemaat kepada BPH. jemaat lokal kepada BPP GBI setiap bulan. jemaat lokal kepada BPP GBI setiap bulan.
(3) Jemaat Gereja Bethel Indonesia wajib mengirim
persembahan bulanan kepada BPD.
Pasal 9 Pasal 11 Pasal 11
PERSEKUTUAN ANTAR GEREJA PERSEKUTUAN ANTAR-GEREJA PERSEKUTUAN ANTAR-GEREJA
(1) Gembala jemaat harus memelihara persekutuan (1) Gembala jemaat agar memelihara persekutuan (1) Gembala jemaat agar memelihara persekutuan
dan kerja sama yang baik dengan gembala dan kerja sama yang baik antarsesama GBI. dan kerja sama yang baik antarsesama GBI.
jemaat Gereja Bethel Indonesia lainnya dan
saling membantu. (2) Demi kepentingan gereja Tuhan pada (2) Demi kepentingan gereja Tuhan pada
umumnya dan GBI pada khususnya, gembala umumnya dan GBI pada khususnya, gembala
(2) Demi kepentingan gereja Tuhan pada jemaat GBI agar memelihara hubungan yang jemaat GBI agar memelihara hubungan yang
umumnya dan Gereja Bethel Indonesia pada baik dengan semua organisasi gereja yang ada baik dengan semua organisasi gereja yang ada
khususnya, gembala jemaat Gereja Bethel di daerah sekitarnya. di daerah sekitarnya.
Indonesia harus memelihara hubungan yang
baik dengan semua organisasi gereja.
Pasal 10 Pasal 12 Pasal 12
PAPAN NAMA JEMAAT PAPAN NAMA JEMAAT LOKAL GBI PAPAN NAMA JEMAAT LOKAL GBI
(1) Jemaat Gereja Bethel Indonesia memasang (1) Jemaat lokal GBI memasang papan nama yang (1) Jemaat lokal GBI memasang papan nama yang
papan nama yang bertuliskan: GEREJA memuat logo GBI dan bertuliskan GEREJA mencantumkan logo GBI dan bertuliskan
BETHEL INDONESIA dan alamatnya. BETHEL INDONESIA serta alamat. GEREJA BETHEL INDONESIA serta alamat.
(2) Jemaat di suatu daerah yang tidak (2) Jemaat di suatu daerah yang tidak (2) Jemaat di suatu daerah yang tidak
memungkinkan untuk memasang papan nama, memungkinkan untuk memasang papan nama memungkinkan untuk memasang papan nama
tidak diharuskan memasang papan nama tidak diharuskan memasang papan nama GBI. tidak diharuskan memasang papan nama GBI.
Gereja Bethel Indonesia.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 17
Pasal 11 Pasal 13 Pasal 13
LOGO, KEPALA SURAT DAN STEMPEL LOGO, KEPALA SURAT DAN STEMPEL GBI LOGO, KEPALA SURAT DAN STEMPEL GBI
(1) Jemaat Gereja Bethel Indonesia wajib memakai (1) Jemaat lokal GBI wajib memakai logo GBI yang (1) Jemaat lokal GBI wajib memakai logo GBI
logo yang telah disahkan oleh sinode. sah. yang sah.
(2) Jemaat Gereja Bethel Indonesia tidak boleh (2) Jemaat lokal GBI tidak boleh menggunakan (2) Jemaat lokal GBI tidak boleh menggunakan
menggunakan logo atau kata-kata lain sebagai logo atau kata-kata lain sebagai tambahan logo atau kata-kata lain sebagai tambahan
tambahan disamping logo resmi Gereja Bethel disamping logo resmi GBI pada kepala surat. disamping logo resmi GBI pada kepala surat.
Indonesia pada kepala surat dan papan nama
gereja. (3) Jemaat lokal GBI wajib mempergunakan format (3) Jemaat lokal GBI wajib mempergunakan
kepala surat dan stempel yang telah ditetapkan. format kepala surat dan stempel yang telah
(3) Jemaat Gereja Bethel Indonesia wajib ditetapkan.
mempergunakan format kepala surat dan
stempel yang telah ditetapkan oleh BPH.
Pasal 12 Pasal 14 Pasal 14
ANGGOTA JEMAAT ANGGOTA JEMAAT LOKAL GBI ANGGOTA JEMAAT LOKAL GBI
Gereja Bethel Indonesia mempunyai 3 (tiga) macam GBI mempunyai 3 (tiga) klasifikasi anggota jemaat GBI mempunyai 3 (tiga) klasifikasi anggota jemaat
anggota jemaat yaitu: yaitu: yaitu:
(1) Anggota Jemaat Baptisan ialah mereka yang (1) Anggota jemaat baptisan adalah mereka yang (1) Anggota jemaat baptisan adalah mereka yang
telah dibaptis secara selam sesuai dengan telah dibaptis secara selam sesuai dengan telah dibaptis secara selam sesuai dengan
Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia dan Pengakuan Iman GBI dan telah terdaftar Pengakuan Iman GBI dan telah terdaftar
telah terdaftar sebagai anggota jemaat lokal. sebagai anggota jemaat lokal. sebagai anggota jemaat lokal.
(2) Anggota Jemaat Anak, Remaja, dan Pemuda (2) Anggota jemaat anak, remaja, dan pemuda (2) Anggota jemaat anak, remaja, dan pemuda
ialah mereka yang beribadah secara tetap dalam adalah mereka yang beribadah secara tetap adalah mereka yang beribadah secara tetap
kebaktian kategorial sesuai usia, terdaftar dalam kebaktian kategorial sesuai dengan dalam kebaktian kategorial sesuai dengan
sebagai anggota dan belum dibaptis secara kelompok umur, terdaftar sebagai anggota dan kelompok umur, terdaftar sebagai anggota dan
selam. belum dibaptis secara selam. belum dibaptis secara selam.
(3) Anggota Jemaat Simpatisan ialah mereka yang (3) Anggota jemaat simpatisan adalah mereka (3) Anggota jemaat simpatisan adalah mereka
dating beribadah di jemaat lokal Gereja Bethel yang datang beribadah di jemaat lokal GBI yang datang beribadah di jemaat lokal GBI
Indonesia, tetapi belum terdaftar sebagai tetapi belum terdaftar sebagai anggota jemaat tetapi belum terdaftar sebagai anggota jemaat
anggota lokal. lokal. lokal.
18 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 13 Pasal 15 Pasal 15
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA JEMAAT HAK DAN KEWAJIBAN HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA JEMAAT
(1) Anggota jemaat berhak mendapat pelayanan ANGGOTA JEMAAT LOKAL GBI
LOKAL GBI
rohani dari gembala jemaat. ((1) Anggota jemaat lokal berhak mendapat (1) Anggota jemaat lokal berhak mendapat
(2) Anggota jemaat wajib beribadah dengan pelayanan rohani dari gembala jemaat.
pelayanan rohani dari gembala jemaat.
setia dan membawa persepuluhan serta (2) Anggota jemaat lokal wajib beribadah dengan (2) Anggota jemaat lokal wajib beribadah dengan
persembahan kepada Tuhan pada jemaat setia dan mengembalikan persepuluhan serta
dimana yang bersangkutan menjadi anggota. mempersembahkan berbagai persembahan setia dan mengembalikan persepuluhan serta
(Bil. 18:25-28; Mal. 3:8-10; 2 Kor. 8:12; 1 Kor. lainnya kepada Tuhan pada jemaat lokal dimana mempersembahkan berbagai persembahan
9:9-14; 2 Kor. 9:6-11). yang bersangkutan menjadi anggota (Bilangan lainnya kepada Tuhan pada jemaat lokal dimana
(3) Anggota jemaat baptisan mempunyai hak suara 18:25-28; Maleakhi 3:8-10; 2 Korintus 8:12; 1 yang bersangkutan menjadi anggota (Bilangan
dalam rapat sidang jemaat. Korintus 9:9-14; 2 Korintus 9:6-11). 18:25-28; Maleakhi 3:8-10; 2 Korintus 8:12; 1
(4) Dalam keadaan darurat atau luar biasa, Korintus 9:9-14; 2 Korintus 9:6-11).
dapat diadakan rapat dalam jemaat, yang
diselenggarakan oleh pengurus jemaat bersama
dengan BPD.
Pasal 14 Pasal 16 Pasal 16
PERPINDAHAN ANGGOTA JEMAAT PERPINDAHAN ANGGOTA JEMAAT PERPINDAHAN ANGGOTA JEMAAT
(1) Perpindahan anggota antar jemaat adalah
suatu hal yang dapat terjadi, namun tidak boleh LOKAL GBI LOKAL GBI
menimbulkan masalah. (1) Perpindahan anggota jemaat lokal tidak boleh
(2) Untuk menjadi anggota jemaat pada jemaat (1) Perpindahan anggota jemaat lokal tidak boleh
lokal yang baru, maka yang bersangkutan wajib menimbulkan masalah. menimbulkan masalah.
melampirkan bukti surat pengunduran diri (2) Anggota jemaat lokal, pengurus jemaat lokal
dari gereja asal. (2) Anggota jemaat lokal, pengurus jemaat lokal
(3) Anggota jemaat, pengurus jemaat dan atau dan atau pejabat GBI yang pindah dari suatu dan atau pejabat GBI yang pindah dari suatu
pejabat GBI yang pindah dari suatu jemaat lokal, jemaat lokal dengan alasan apapun tidak jemaat lokal dengan alasan apapun tidak
tidak berhak menuntut milik (asset) jemaat berhak menuntut milik (aset) jemaat lokal berhak menuntut milik (aset) jemaat lokal
lokal, dan atau segala yang telah diserahkan dan atau segala yang telah diserahkannya atau dan atau segala yang telah diserahkannya atau
atau bentuk ganti rugi lainnya kepada jemaat meminta bentuk ganti rugi lainnya kepada meminta bentuk ganti rugi lainnya kepada
lokal yang ditinggalkan. jemaat lokal yang ditinggalkan. jemaat lokal yang ditinggalkan.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 19
BAB II BAB II BAB II
PEJABAT GEREJA BETHEL INDONESIA PEJABAT GBI PEJABAT GEREJA BETHEL INDONESIA
BAGIAN UMUM BAGIAN UMUM BAGIAN UMUM
Pasal 15 Pasal 17 Pasal 17
PEJABAT GEREJA BETHEL INDONESIA PEJABAT GBI PEJABAT GBI
Pejabat Gereja Bethel Indonesia terdiri dari: Pejabat GBI adalah laki-laki atau perempuan Pejabat GBI adalah laki-laki atau perempuan
Pendeta yang disingkat Pdt, Pendeta Muda yang yang memiliki karunia pelayanan yang berfungsi yang memiliki karunia pelayanan yang berfungsi
disingkat Pdm dan Pendeta Pembantu yang antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil, gembala antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil, gembala
disingkat Pdp; pria atau wanita yang diberi karunia dan guru yang membangun jemaat (Efesus 4:11; dan guru yang membangun jemaat (Efesus 4:11;
rohani (jawatan): kerasulan, kenabian, penginjilan, Roma 12:6-8; 1 Korintus 12:29-30) dengan jenjang Roma 12:6-8; 1 Korintus 12:29-30) dengan jenjang
penggembalaan dan keguruan yang membangun kepejabatan yang terdiri dari: Pendeta Pratama kepejabatan yang terdiri dari: Pendeta Pratama
jemaat. disingkat Pdp., Pendeta Madya disingkat Pdm., dan disingkat Pdp., Pendeta Madya disingkat Pdm., dan
Pendeta disingkat Pdt. (Efesus 4:11-12). Pendeta disingkat Pdt. (Efesus 4:11-12).
Pasal 16 Pasal 18 Pasal 18
PERSYARATAN UNTUK MENJADI PEJABAT PERSYARATAN UNTUK MENJADI PERSYARATAN UNTUK MENJADI
GEREJA BETHEL INDONESIA PEJABAT GBI PEJABAT GBI
(1) Penuh dengan Roh Kudus sesuai dengan (1) Penuh dengan Roh Kudus sesuai dengan (1) Penuh dengan Roh Kudus sesuai dengan firman
Firman Tuhan (Kis. 2:1-4; 8:14-17; 10:44-47; firman Tuhan (Kisah Para Rasul 2:1-4; 8:14-17; Tuhan (Kisah Para Rasul 2:1-4; 8:14-17; 10:44-
19:1-17 dan Ef. 5:18). 10:44-47; 19:1-17 dan Efesus 5:18). 47; 19:1-17 dan Efesus 5:18).
(2) Hidup kudus sesuai dengan Firman Tuhan. (2) Hidup kudus sesuai dengan firman Tuhan (1 (2) Hidup kudus sesuai dengan firman Tuhan (1
(1 Tim. 3:1-7; Titus 1:7-9; Gal. 5:22-24 dan 1 Timotius 3:1-7; Titus 1:7-9; Galatia 5:22-24 Timotius 3:1-7; Titus 1:7-9; Galatia 5:22-24 dan
Kor.13:1-13). dan 1 Korintus 13:1-13). 1 Korintus 13:1-13).
(3) Mempunyai panggilan dan karunia rohani (3) Memiliki karunia pelayanan yang berfungsi (3) Memiliki karunia pelayanan yang berfungsi
(jawatan) sebagai rasul, nabi, penginjil, gembala, antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil, antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil,
guru. (Ef. 4:11; Roma 12:6-8; 1 Kor.12:29-30). gembala dan guru yang membangun jemaat. gembala dan guru yang membangun jemaat.
(Efesus 4:11; Roma 12:6-8; 1 Korintus 12:29- (Efesus 4:11; Roma 12:6-8; 1 Korintus 12:29-
(4) Menyerahkan salinan Surat Nikah dan 30). 30).
mempunyai kehidupan nikah yang tidak
tercela. (Im.21:7; Mat.5:31-32; 19:6-9; Luk. (4) Menyerahkan salinan surat nikah dan (4) Menyerahkan salinan surat nikah dan mempunyai
16:18). mempunyai kehidupan keluarga yang baik kehidupan keluarga yang baik (Imamat 21:7; Matius
(5) Mempunyai pengetahuan Alkitab dan
20 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
pengetahuan umum melalui pendidikan yang (Imamat 21:7; Matius 5:31-32; 19:6-9; Lukas 5:31-32; 19:6-9; Lukas 16:18).
cukup. (Kol.3:16; 1Tim.3:2; 4:11). 16:18). (5) Mempunyai pengetahuan Alkitab dan
(6) Memahami dan mentaati Pengakuan Iman, (5) Mempunyai pengetahuan Alkitab dan
Pengajaran dan Tata Gereja Gereja Bethel pengetahuan umum melalui pendidikan yang pengetahuan umum melalui pendidikan yang
Indonesia. cukup (Kolose 3:16; 1 Timotius 3:2; 4:11). cukup (Kolose 3:16; 1 Timotius 3:2; 4:11).
(6) Memahami dan menaati Pengakuan Iman (6) Memahami dan menaati Pengakuan Iman GBI,
GBI, Pengajaran GBI dan Tata Gereja GBI. Pengajaran GBI dan Tata Gereja GBI.
(7) Sehat jasmani dan mental. (7) Sehat jasmani dan mental.
Pasal 17 Pasal 19 Pasal 19
PENGESAHAN DAN PELANTIKAN PENCALONAN, PENGESAHAN DAN PENCALONAN, PENGESAHAN DAN
PELANTIKAN PEJABAT GBI PELANTIKAN PEJABAT GBI
Tidak ada perubahan pengertian; hanya ada (1) Pencalonan dan kenaikan jenjang pejabat GBI (1) Pencalonan dan kenaikan jenjang pejabat GBI
perubahan prosedur. harus mempertimbangkan rasio perbandingan harus mempertimbangkan rasio perbandingan
• Mencantum rasio perbandingan antara jumlah antara jumlah anggota jemaat dengan jumlah antara jumlah anggota jemaat dengan jumlah
pejabat di satu jemaat lokal sesuai dengan pejabat di satu jemaat lokal sesuai dengan
pejabat dan jumlah jemaat kriteria dalam penjelasan. kriteria dalam penjelasan.
• Pengesahan Pdm. dan Pdp. dilaksanakan dalam
(2) Pengesahan pendeta dilaksanakan dalam (2) Pengesahan pendeta dilaksanakan dalam
Sidang MD GBI oleh Majelis Ketua dan dilantik Sidang MPL GBI oleh Majelis Ketua dan Sidang MPL GBI oleh Majelis Ketua dan
oleh Ketua BPD GBI. (sebelumnya tidak ada) dilantik oleh Majelis Ketua dalam Sinode GBI. dilantik oleh Majelis Ketua dalam Sinode GBI.
• Surat pengangkatan pejabat GBI (Pdt., Pdm.
dan Pdp.) oleh BPP; sebelumnya Pdm dan Pdp (3) Pengesahan Pdm. dan Pdp. dilaksanakan dalam (3) Pengesahan Pdm. dan Pdp. dilaksanakan dalam
oleh BPD. Sidang MD GBI oleh Majelis Ketua dan dilantik Sidang MD GBI oleh Majelis Ketua dan dilantik
oleh Ketua BPD GBI. oleh Ketua BPD GBI.
(4) Semua pejabat baru dari jemaat yang bergabung (4) Semua pejabat baru dari jemaat yang bergabung
disahkan oleh Majelis Ketua dalam Sidang disahkan oleh Majelis Ketua dalam Sidang MPL
MPL GBI, pelantikan pendeta dilakukan oleh GBI, pelantikan pendeta dilakukan oleh Majelis
Majelis Ketua dalam Sinode GBI, sedangkan Ketua dalam Sidang Sinode GBI, sedangkan
pelantikan Pdm. dan Pdp. dilakukan oleh Ketua pelantikan Pdm. dan Pdp. dilakukan oleh Ketua
BPD GBI dalam Sidang MD GBI. BPD GBI dalam Sidang MD GBI.
(5) Surat pengangkatan pejabat GBI (Pdt., Pdm. (5) Surat pengangkatan pejabat GBI (Pdt., Pdm.
dan Pdp.) dan kartu jabatan diterbitkan oleh dan Pdp.) dan kartu jabatan diterbitkan oleh
BPP GBI berdasarkan surat rekomendasi dari BPP GBI berdasarkan surat rekomendasi dari
BPD GBI. BPD GBI.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 21
Pasal 18 Pasal 20 Pasal 20
TUGAS TUGAS PEJABAT GBI TUGAS PEJABAT GBI
Penyempurnaan redaksi; kecuali bagian terakhir (1) Pejabat GBI bertugas: (1) Pejabat GBI bertugas:
dihilangkan: a. Melaksanakan perintah Tuhan Yesus, yaitu a. Melaksanakan perintah Tuhan Yesus, yaitu
(4) Pendeta Gereja Bethel Indonesia yang memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa, memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa,
menjadikan mereka murid Yesus Kristus menjadikan mereka murid Yesus Kristus
menggembalakan jemaat bertugas membina dan harus memelihara serta melaksanakan dan harus memelihara serta melaksanakan
pejabat, pengurus jemaat, pelayan jemaat dan segala ajaran-Nya. segala ajaran-Nya.
penginjil yang terhisab pada jemaat lokal yang b. Menggembalakan dan mengembangkan b. Menggembalakan dan mengembangkan
digembalakannya sehingga dapat bertumbuh jemaat serta mengemban tugas-tugas jemaat serta mengemban tugas-tugas
oleh anugerah Tuhan. khusus yang diberikan Tuhan kepadanya. khusus yang diberikan Tuhan kepadanya.
c. Pejabat yang menggembalakan jemaat c. Pejabat yang menggembalakan jemaat
Catatan: GBI hanya memiliki 3 jenjang pejabat (Pdt, lokal setiap tahun memberi laporan lokal setiap tahun memberi laporan
Pdm dan Pdp) perkembangan jemaat kepada BPD GBI perkembangan jemaat kepada BPD GBI
dengan formulir yang telah ditetapkan dengan formulir yang telah ditetapkan
selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
menjelang Sidang MD GBI. menjelang Sidang MD GBI.
(2) Pendeta GBI yang menggembalakan jemaat (2) Pendeta GBI yang menggembalakan jemaat
lokal bertugas membina pejabat, pengurus lokal bertugas membina pejabat, pengurus
jemaat, pelayan jemaat yang terhisab pada jemaat, pelayan jemaat yang terhisab pada
jemaat lokal yang digembalakannya sehingga jemaat lokal yang digembalakannya sehingga
dapat bertumbuh oleh anugerah Tuhan. dapat bertumbuh oleh anugerah Tuhan.
Pasal 19 Pasal 21 Pasal 21
KEWAJIBAN PEJABAT KEWAJIBAN PEJABAT GBI KEWAJIBAN PEJABAT GBI
(1) Terhadap Jemaat (1) Terhadap jemaat: (1) Terhadap jemaat:
a. Pejabat wajib melayani jemaat yang a. Pejabat GBI wajib melayani jemaat yang a. Pejabat GBI wajib melayani jemaat yang
dipercayakan Tuhan kepadanya dengan dipercayakan Tuhan kepadanya dengan dipercayakan Tuhan kepadanya dengan
penuh kasih dan pengorbanan. (Kis.20:20- penuh kasih dan pengorbanan (Kisah penuh kasih dan pengorbanan (Kisah Para
27; 31-35) Para Rasul 20:20-27; 31-35). Rasul 20:20-27; 31-35).
b. Pejabat wajib membangun iman dan kasih b. Pejabat GBI wajib membangun iman dan b. Pejabat GBI wajib membangun iman dan
kepada Tuhan, untuk disiapkan bertemu kasih kepada Tuhan. kasih kepada Tuhan.
dengan Tuhan Yesus pada kedatanganNya c. PejabatGBIwajibmenumbuhkembangkan c. Pejabat GBI wajib menumbuhkembangkan
yang kedua kali. jemaat lokal serta cabang-cabang dan jemaat lokal serta cabang-cabang dan
22 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
c. Pejabat wajib menumbuhkembangkan ranting-rantingnya. ranting-rantingnya.
jemaat serta cabang-cabangnya. d. Pejabat GBI wajib setia mengembalikan d. Pejabat GBI wajib setia mengembalikan
d. Pejabat wajib setia memberikan
persepuluhan pada perbendaharaan persepuluhan pada perbendaharaan persepuluhan pada perbendaharaan
jemaat setempat. jemaat lokal. jemaat lokal.
e. Pejabat wajib menjadi bagian (terhisab) dalam e. Pejabat GBI wajib menjadi bagian e. Pejabat GBI wajib menjadi bagian
suatu jemaat lokal. (terhisab) dalam suatu jemaat lokal. (terhisab) dalam suatu jemaat lokal.
(2) Terhadap MD/BPD (2) Terhadap MD/BPD GBI: (2) Terhadap MD/BPD GBI:
a. Pejabat wajib menghadiri rapat Majelis a. Pejabat GBI wajib menghadiri Sidang a. Pejabat GBI wajib menghadiri Sidang MD
Daerah, untuk mempererat persekutuan MD GBI. GBI.
demi kemajuan bersama. b. Pejabat GBI wajib membayar iuran b. Pejabat GBI wajib membayar iuran bulanan
b. Pejabat wajib setiap bulan mengirim bulanan pejabat kepada BPD GBI. pejabat kepada BPD GBI.
persembahan bulanan kepada (3) Terhadap BPP GBI: (3) Terhadap BPP GBI:
perbendaharaan BPD. a. Pejabat GBI yang menggembalakan a. Pejabat GBI yang menggembalakan jemaat
c. Pejabat yang menggembalakan jemaat jemaat lokal wajib memberikan lokal wajib memberikan persepuluhan dari
setiap tiga bulan wajib memberi laporan persepuluhan dari seluruh pendapatan seluruh pendapatan jemaat lokal kepada
perkembangan jemaat kepada BPD dengan jemaat lokal kepada BPP GBI setiap bulan BPP GBI setiap bulan (Bilangan 18:25-28;
formulir yang telah ditetapkan. (Bilangan 18:25-28; Maleakhi 3:9-10). Maleakhi 3:9-10).
d. Pendeta muda dan pendeta pembantu b. Pejabat GBI (Pdt., Pdm. dan Pdp.) wajib b. Pejabat GBI (Pdt., Pdm. dan Pdp.) wajib
wajib memiliki surat pengangkatan yang memiliki surat keputusan pengangkatan memiliki surat keputusan pengangkatan
dikeluarkan oleh BPD dan kartu jabatan pejabat dan kartu jabatan yang pejabat dan kartu jabatan yang dikeluarkan
yang dikeluarkan oleh BPH. dikeluarkan oleh BPP GBI. oleh BPP GBI.
(3) Terhadap BPH:
a. Pejabat yang menggembalakan jemaat
setiap bulan wajib mengirim persepuluhan
dari seluruh pendapatan jemaat kepada
BPH. (Bil.18:25-28; Mal. 3:9-10).
b. Pejabat yang menggembalakan jemaat
setiap tiga bulan wajib memberi laporan
perkembangan jemaat kepada BPH dengan
formulir laporan yang telah ditetapkan.
c. Pendeta wajib memiliki surat pengangkatan
dan kartu jabatan yang dilakukan oleh
BPH.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 23
Pasal 20 Pasal 22 Pasal 22
LARANGAN JABATAN RANGKAP LARANGAN JABATAN RANGKAP LARANGAN JABATAN RANGKAP
(1) Pejabat Gereja Bethel Indonesia tidak PEJABAT GBI PEJABAT GBI
diperkenankan memangku jabatan (1) Pejabat GBI tidak diperkenankan memangku
kependetaan/fungsional pada organisasi gereja (1) Pejabat GBI tidak diperkenankan memangku
lain. jabatan kependetaan/fungsional pada jabatan kependetaan/fungsional pada
(2) Pejabat Gereja Bethel Indonesia yang organisasi gereja lain. organisasi gereja lain.
menggembalakan jemaat, tidak diperkenankan (2) Pejabat GBI yang menggembalakan
memangku jabatan struktural dalam partai (2) Pejabat GBI yang menggembalakan jemaat lokal ataupun yang memangku
politik termasuk sebagai anggota legislatif di jemaat lokal ataupun yang memangku jabatan struktural di organisasi GBI
tingkat nasional maupun daerah. jabatan struktural di organisasi GBI tidak diperkenankan memangku jabatan
(3) Pejabat yang memangku jabatan struktural tidak diperkenankan memangku jabatan struktural dalam partai politik maupun
di organisasi Gereja Bethel Indonesia, tidak struktural dalam partai politik maupun sebagai anggota legislatif di tingkat pusat
diperkenankan memangku jabatan struktural sebagai anggota legislatif di tingkat pusat maupun daerah.
dalam partai politik termasuk sebagai anggota maupun daerah. (3) Dalam keadaan yang bersifat khusus, BPP GBI
legislatif di tingkat nasional maupun daerah. dapat memberikan dispensasi kepada seorang
(3) Dalam keadaan yang bersifat khusus, BPP GBI gembala jemaat lokal untuk memangku
dapat memberikan dispensasi kepada seorang jabatan struktural dalam partai politik maupun
gembala jemaat lokal untuk memangku mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di
jabatan struktural dalam partai politik maupun tingkat pusat maupun daerah.
mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di
tingkat pusat maupun daerah.
Pasal 21 Pasal 23 Pasal 23
BIAYA KEHIDUPAN BIAYA HIDUP PEJABAT GBI BIAYA HIDUP PEJABAT GBI
(1) Pejabat Gereja Bethel Indonesia melayani (1) Pejabat GBI melayani berdasarkan iman dan (1) Pejabat GBI melayani berdasarkan iman dan
berdasarkan iman dan kasih serta menerima kasih serta menerima berkat Tuhan sesuai kasih serta menerima berkat Tuhan sesuai
berkat Tuhan sesuai dengan anugerahNya. (1 dengan anugerah-Nya (1 Timotius 5:17-18; 1 dengan anugerah-Nya (1 Timotius 5:17-18; 1
Tim.5:17-18; 1 Kor. 9:9-14 dan Mal.3:10). Korintus 9:9-14 dan Maleakhi 3:10). Korintus 9:9-14 dan Maleakhi 3:10).
(2) Gembala jemaat dapat dibantu pengurus jemaat (2) Biaya hidup gembala jemaat dapat dibicarakan (2) Biaya hidup gembala jemaat dapat dibicarakan
dalam menetapkan biaya yang dibutuhkan dengan pengurus jemaat lokal. dengan pengurus jemaat lokal.
untuk keperluan rumah tangga gembala,
sedangkan kebutuhan para pembantu gembala (3) Kebutuhan para pembantu gembala jemaat (3) Kebutuhan para pembantu gembala jemaat
dalam pelayanan ditentukan oleh gembala dalam pelayanan ditentukan oleh gembala dalam pelayanan ditentukan oleh gembala
jemaat. jemaat lokal yang bersangkutan. jemaat lokal dan dapat dibicarakan dengan
pengurus jemaat lokal yang bersangkutan.
(3) Jemaat setempat wajib memberi memberi (4) Gembala jemaat purnalayan atau jandanya
jaminan purnalayan kepada gembala atau berhak mendapat biaya hidup sesuai (4) Gembala jemaat purnalayan atau jandanya
kemampuan keuangan dari jemaat lokal yang berhak mendapat biaya hidup sesuai
24
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
jandanya yang tidak mampu melaksanakan dilayaninya. kemampuan keuangan dari jemaat lokal yang
tugas pelayanan. (5) BPP GBI memberikan santunan kepada dilayaninya.
(4) BPH memberikan santunan kepada (5) BPP GBI memberikan santunan kepada
gembala/janda gembala yang tidak mampu gembala/janda gembala jemaat yang tidak gembala/janda gembala jemaat yang tidak
melaksanakan tugas pelayanan. mampu melaksanakan tugas pelayanan. mampu melaksanakan tugas pelayanan.
Pasal 22 Pasal 24 Pasal 24
PELAYANAN KEPENDETAAN PELAYANAN KEPENDETAAN GBI PELAYANAN KEPENDETAAN GBI
(1) Bentuk pelayanan kependetaan Gereja Bethel (1) Bentuk pelayanan kependetaan GBI antara (1) Bentuk pelayanan kependetaan GBI antara
Indonesia antara lain: lain: lain:
a) Penggembalaan. a. Penggembalaan. a. Penggembalaan.
b) Pemberitaan Injil. b. Pemberitaan Injil. b. Pemberitaan Injil.
c) Pengajaran Firman Tuhan. c. Pengajaran firman Tuhan. c. Pengajaran firman Tuhan.
d) Perintisan jemaat baru. d. Perintisan jemaat baru. d. Perintisan jemaat baru.
e) Pengembangan jemaat. e. Pengembangan jemaat. e. Pengembangan jemaat.
f) Pelayanan doa. f. Pelayanan doa. f. Pelayanan doa.
g) Pelayanan sakramen (baptisan air dan g. Pelayanan sakramen (baptisan air dan g. Pelayanan sakramen (baptisan air dan
perjamuan kudus) perjamuan kudus) perjamuan kudus).
h) Pelayanan pernikahan. h. Pelayanan pernikahan h. Pelayanan pernikahan
i) Pelayanan penyerahan anak. i. Pelayanan penyerahan anak. i. Pelayanan penyerahan anak.
j) Pelayanan pemakaman. j. Pelayanan pemakaman. j. Pelayanan pemakaman.
k) Penyampaian berkat rasuli. k. Penyampaian berkat rasuli. k. Penyampaian berkat rasuli.
l) Pentahbisan-pentahbisan. l. Pentahbisan-pentahbisan. l. Pentahbisan-pentahbisan.
(2) Pendeta muda atau pendeta pembantu dapat (2) Dalam hal yang bersifat khusus, gembala (2) Dalam hal yang bersifat khusus, gembala
melaksanakan pelayanan sakramen dengan jemaat dapat menugaskan pelayan jemaat jemaat dapat menugaskan pelayan jemaat
persetujuan pendeta pembina. khusus yang bisa disebut diaken/diakenes atau khusus yang bisa disebut diaken/diakenes atau
istilah lain untuk melakukan tugas pelayanan istilah lain untuk melakukan tugas pelayanan
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 kependetaaan kecuali pelayanan sakramen, kependetaaan kecuali pelayanan sakramen,
pelayanan pernikahan, pelayanan penyerahan pelayanan pernikahan, pelayanan penyerahan
anak dan pentahbisan-pentahbisan. anak dan pentahbisan-pentahbisan.
(3) Pelayan jemaat khusus adalah anggota jemaat (3) Pelayan jemaat khusus adalah anggota jemaat
yang telah dewasa rohani, yang diangkat dan yang telah dewasa rohani, yang diangkat dan
dilantik oleh gembala jemaat untuk periode dilantik oleh gembala jemaat untuk periode
tertentu sesuai dengan kebutuhan jemaat tertentu sesuai dengan kebutuhan jemaat
setempat. setempat.
25
Pasal 23 Pasal 25 Pasal 25
MUTASI PEJABAT PROSEDUR MUTASI PEJABAT GBI PROSEDUR MUTASI PEJABAT GBI
(1) Pejabat yang pindah dari satu jemaat ke jemaat (1) Pejabat GBI yang akan pindah dari satu (1) Pejabat GBI yang akan pindah dari satu
lain, harus dilaporkan secara tertulis kepada jemaat lokal ke jemaat lokal yang lain harus jemaat lokal ke jemaat lokal yang lain harus
BPD, baik oleh pejabat yang bersangkutan mendapatkan surat rekomendasi dari gembala mendapatkan surat rekomendasi dari gembala
maupun oleh gembala jemaat. jemaat sebelumnya. jemaat sebelumnya.
(2) Perpindahan pejabat Gereja Bethel Indonesia (2) Perpindahan tersebut pada ayat (1) di atas (2) Perpindahan tersebut pada ayat (1) di atas
antar BPD, harus dilengkapi dengan surat mutasi harus mendapat persetujuan gembala jemaat harus mendapat persetujuan gembala jemaat
dari BPD asal daerah pejabat dan dilaporkan yang dituju. yang dituju.
kepada BPD yang dituju.
(3) Perpindahan pejabat antar-BPD GBI tersebut (3) Perpindahan pejabat antar-BPD GBI tersebut
(3) Perpindahan pendeta pembantu atau pendeta harus diberitahukan secara tertulis kepada harus diberitahukan secara tertulis kepada BPD
muda harus dilengkapi dengan surat mutasi dari BPD GBI asal dan tujuan, serta dilaporkan GBI asal dan BPD GBI tujuan, serta dilaporkan
BPD asal, atas rekomendasi pendeta Pembina oleh BPD GBI asal maupun tujuan kepada oleh BPD GBI asal maupun tujuan kepada BPP
dan melapor kepada BPD yang dituju. BPP GBI. GBI.
(4) BPD daerah asal, maupun BPD daerah tujuan
pejabat, wajib melaporkan mutasi tersebut
kepada BPH.
Pasal 24 Pasal 26 Pasal 26
PENYELESAIAN PERSOALAN INTERN PENYELESAIAN PERSOALAN INTERN PENYELESAIAN PERSOALAN INTERN
(1) Segalamasalahyangmenyangkutpenatalayanan (1) Segalamasalahyangmenyangkutpenatalayanan (1) Segalamasalahyangmenyangkutpenatalayanan
gerejawi harus diselesaikan secara musyawarah gerejawi harus diselesaikan secara musyawarah gerejawi harus diselesaikan secara musyawarah
dan tidak diperkenankan membawanya kepada dan tidak diperkenankan membawanya kepada dan tidak diperkenankan membawanya kepada
hakim duniawi (1 Kor. 6:1-8), kecuali terdapat lembaga penegak hukum negara seperti lembaga penegak hukum negara seperti
pelanggaran hukum Negara. kepolisian, kejaksaan serta lembaga peradilan kepolisian, kejaksaan serta lembaga peradilan
(2) Apabila suatu masalah tidak dapat diselesaikan negara maupun lembaga adat (1 Korintus 6:1- negara maupun lembaga adat (1 Korintus 6:1-
secara musyawarah, maka hal itu harus 8), kecuali terdapat adanya unsur pelanggaran 8), kecuali terdapat adanya unsur pelanggaran
diteruskan kepada BPD dan apabila BPD tidak hukum negara. hukum negara.
dapat menyelesaikannya, maka masalah itu (2) Apabila suatu masalah tidak dapat (2) Masalah yang terjadi harus diselesaikan secara
harus segera diteruskan ke sidang MD dan atau diselesaikan secara musyawarah maka hal intern dengan baik oleh BPD GBI bersama
BPH. itu harus diteruskan oleh para pihak kepada dengan penasihat BPD GBI (anggota MPL).
(3) Untuk menangani masalah yang dilimpahkan BPD GBI dan apabila BPD GBI tidak dapat (3) Apabila suatu masalah tidak dapat diselesaikan
kepada BPH maka BPH dapat membentuk menyelesaikannya maka masalah itu harus oleh BPD GBI dan penasihat BPD GBI (anggota
tim ad hoc yang terdiri dari unsur: BPH, segera diteruskan kepada BPP GBI. MPL), maka diteruskan kepada BPP GBI.
26 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
MP dan BPD terkait, agar sesegera mungkin (3) Untuk menangani masalah yang dilimpahkan (4) Dalam hal menangani masalah, BPP GBI dapat
menyelesaikannya. kepada BPP GBI maka BPP GBI dapat membentuk tim ad hoc yang terdiri dari unsur:
(4) Keputusan BPH yang mewakili MPL atau membentuk Tim ad hoc yang terdiri dari BPP GBI, MP GBI dan BPD GBI terkait.
Sinode adalah sah dan bersifat mengikat serta unsur: BPP GBI, MP GBI dan BPD GBI terkait
berlaku bagi semua pihak. agar dengan segera menyelesaikannya. (5) Keputusan BPP GBI adalah sah dan bersifat
mengikat.
(4) Keputusan BPP GBI adalah sah dan bersifat
mengikat.
BAGIAN PENDETA BAGIAN PENDETA BAGIAN PENDETA
Pasal 25 Pasal 27 Pasal 27
SYARAT PENGANGKATAN SYARAT PENGANGKATAN PENDETA GBI SYARAT PENGANGKATAN PENDETA GBI
(1) Telah melayani sebagai pendeta muda (1) Telah melayani sebagai Pdm. sekurang- (1) Telah melayani sebagai Pdm. sekurang-
sekurang-kurangnya 4 (empat tahun) dan kurangnya 4 (empat) tahun dan kurangnya 4 (empat) tahun dan
menggembalakan jemaat dengan baik, atau menggembalakan jemaat lokal atau wakil menggembalakan jemaat lokal atau wakil
wakil gembala pada jemaat besar atau yang gembala jemaat pada jemaat besar dengan baik gembala pada jemaat besar dengan baik.
menjalankan tugas pendidikan pada sekolah- atau yang menjalankan tugas mengajar pada
sekolah teologia di lingkungan Gereja Bethel Sekolah Tinggi Teologi di lingkungan GBI atau (2) Mengikuti pendidikan kependetaan dan lulus
Indonesia atau menjalankan tugas pembinaan menjalankan tugas pembinaan kerohanian dari ujian yang diselenggarakan oleh BPP GBI
kerohanian pada lembaga pemerintahan secara pada lembaga pemerintahan secara tetap dan menjelang Sinode GBI.
tetap atau menjalankan tugas penginjilan yang terhisab dalam satu jemaat lokal GBI.
membawa berkat pada jemaat-jemaat dan (3) Memiliki karunia pelayanan yang berfungsi
terhisab dalam satu jemaat lokal. (2) Mengikuti pendidikan kependetaan dan lulus antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil,
dari ujian yang diselenggarakan oleh BPP GBI gembala dan guru yang membangun jemaat.
(2) Mengikuti pendidikan dan latihan serta lulus menjelang Sinode GBI.
ujian kependetaan yang diselenggarakan oleh (4) Memenuhi kewajiban membayar iuran
BPH dan bagi lulusan perguruan tinggi theologia (3) Memiliki karunia pelayanan yang berfungsi bulanan kepada BPD GBI dan mengembalikan
(S1) di lingkungan Gereja Bethel Indonesia tetap antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil, persepuluhan kepada BPP GBI sesuai dengan
wajib ikut pendidikan dan latihan, sedangkan gembala dan guru yang membangun jemaat. Bab II Bagian Umum Pasal 21 ayat (2) butir b
yang diuji hanya Tata Gereja dan Pengakuan Iman dan ayat (3) butir a.
Gereja Bethel Indonesia dan Penjabarannya. (4) Memenuhi kewajiban membayar iuran
bulanan kepada BPD GBI dan mengembalikan (5) Sekurang-kurangnya berumur 30 (tiga puluh)
(3) Telah terbukti dalam kehidupan dan pelayanan, persepuluhan kepada BPP GBI sesuai dengan tahun.
mempunyai karunia rohani (jawatan) antara lain: Bab II Bagian Umum Pasal 21 ayat (2) butir b
kerasulan; kenabian; penginjilan; penggembalaan; dan ayat (3) butir a.
dan keguruan yang membangun jemaat.
(5) Sekurang-kurangnya berumur 30 (tiga puluh)
tahun.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 27
(4) Memenuhi kewajiban memberi persepuluhan
kepada BPH dan persembahan bulanan kepada
BPD sesuai Bab II Bagian Umum Pasal 19 ayat 2
dan 3.
(5) Sekurang-kurangnya berumur 30 (tiga puluh)
tahun.
Pasal 26 Pasal 28 Pasal 28
PROSEDUR PENCALONAN DAN PROSEDUR PENCALONAN DAN PROSEDUR PENCALONAN DAN
PELANTIKAN PELANTIKAN PENDETA GBI PELANTIKAN PENDETA GBI
(1) Pendeta Pembina mengusulkan calon pendeta (1) Pendeta pembina mengusulkan calon pendeta (1) Pendeta pembina mengusulkan calon pendeta
kepada BPD untuk disetujui dalam Sidang MD kepada BPD GBI. kepada BPD GBI.
dan diputuskan oleh BPH.
(2) Dalam hal pendeta pembina tidak (2) Dalam hal pendeta pembina tidak mencalonkan
(2) Dalam hal pendeta Pembina tidak mencalonkan mencalonkan seorang pejabat yang telah seorang pejabat yang telah memenuhi
seorang pejabat yang telah memenuhi memenuhi persyaratan maka BPD GBI dapat persyaratan maka BPD GBI dapat mengusulkan
persyaratan, maka 3 (tiga) pendeta dari daerah mengusulkan pencalonan tersebut setelah pencalonan tersebut setelah mendengar
setempat yang mengenal pelayanan pejabat mendengar keterangan dari pendeta pembina keterangan dari pendeta pembina dan 2 (dua)
tersebut, dapat mengajukan pencalonannya dan 2 (dua) pendeta lainnya dari daerah pendeta lainnya dari daerah tersebut yang
kepada BPD setelah berkonsultasi dengan tersebut yang diyakini mengenal secara baik diyakini mengenal secara baik dan memiliki
pendeta pembina. dan memiliki kedekatan hubungan pelayanan kedekatan hubungan pelayanan dengan pejabat
dengan pejabat yang dicalonkan. yang dicalonkan.
(3) Sidang Majelis Daerah menilai calon dan
memberi persetujuan, apabila mereka (3) Calon pendeta yang telah memenuhi (3) Calon pendeta yang telah memenuhi
telah memenuhi persyaratan sesuai dengan persyaratan sesuai dengan ketentuan Tata persyaratan sesuai dengan ketentuan Tata
ketentuan Tata Gereja GBI. Gereja GBI harus mendapat persetujuan Gereja GBI harus mendapat persetujuan dalam
dalam Sidang MD GBI. Sidang MD GBI.
(4) Daftar calon yang telah disetujui, disampaikan
kepada BPH untuk diteliti dan diuji. (4) Daftar calon yang telah disetujui oleh Sidang (4) Daftar calon yang telah disetujui oleh Sidang
MD GBI disampaikan kepada BPP GBI untuk MD GBI disampaikan kepada BPP GBI untuk
(5) Calon pendeta yang telah memenuhi diteliti dan diuji serta mengikuti pendidikan diteliti dan diuji serta mengikuti pendidikan
persyaratan akan diajukan oleh BPH kepada kependetaan. kependetaan.
MPL untuk diteliti dan disahkan, kemudian
dilantik oleh Majelis Ketua dalam Sidang (5) Calon pendeta yang telah lulus ujian diajukan (5) Calon pendeta yang telah lulus ujian diajukan
Sinode. oleh BPP GBI untuk disahkan dalam Sidang oleh BPP GBI untuk disahkan dalam Sidang
MPL GBI dan dilantik oleh Majelis Ketua MPL GBI dan dilantik oleh Majelis Ketua
(6) Calon pendeta yang lulus ujian dan telah dalam Sinode GBI. dalam Sinode GBI.
disahkan oleh MPL tetapi berhalangan hadir
dalam Sidang Sinode, dapat dilantik dalam (6) Calon pendeta yang berhalangan hadir untuk (6) Calon pendeta yang berhalangan hadir untuk
pelantikan dalam Sinode GBI karena alasan pelantikan dalam Sinode GBI karena alasan
28
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
sidang MPL berikutnya, sedangkan pelantikan yang dapat dipertanggungjawabkan, dapat yang dapat dipertanggungjawabkan, dapat
calon pendeta yang menggembalakan di luar dilantik dalam Sidang MPL GBI berikutnya. dilantik dalam Sidang MPL GBI berikutnya.
negeri dapat dilakukan oleh BPH. (7) Calon pendeta yang menggembalakan jemaat (7) Calon pendeta yang menggembalakan jemaat
(7) Pemberian surat keputusan dan kartu jabatan lokal di luar negeri dapat dilantik oleh BPP lokal di luar negeri dapat dilantik oleh BPP GBI
dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Bab GBI di negara yang bersangkutan. di negara yang bersangkutan.
II Pasal 17 ayat 4 dan 5. (8) Pemberian surat keputusan dan kartu jabatan (8) Pemberian surat keputusan dan kartu jabatan
Keterangan: Ayat 6 dipisah menjadi 2 ayat. dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Tata
Tata Tertib GBI Bab II Pasal 19 ayat (5). Tertib GBI Bab II Pasal 19 ayat (5).
Pasal 27 Pasal 29 Pasal 29
PELAYANAN PENDETA PELAYANAN PENDETA GBI PELAYANAN PENDETA GBI
Pendeta mempunyai hak dan kewajiban melakukan Pendeta mempunyai hak dan kewajiban melakukan Pendeta mempunyai hak dan kewajiban melakukan
pelayanan kependetaan seperti tersebut dalam Bab pelayanan kependetaan seperti tersebut dalam Tata pelayanan kependetaan seperti tersebut dalam Tata
II Bagian Umum Pasal 22 Tata Tertib Gereja Bethel Tertib GBI Bab II Bagian Umum Pasal 24 ayat (1). Tertib GBI Bab II Bagian Umum Pasal 24 ayat (1).
Indonesia.
Pasal 28 Pasal 30 Pasal 30
PENDETA PEMBINA PENDETA PEMBINA PENDETA PEMBINA
(1) Pendeta Pembina ialah pendeta yang (1) Pendeta pembina adalah pendeta yang (1) Pendeta pembina adalah pendeta yang
menggembalakan jemaat, yang membina mengemban tanggung jawab untuk membina mengemban tanggung jawab untuk membina
pendeta pembantu dan pendeta muda sampai Pdm. dan Pdp. sampai menjadi pendeta dan Pdm. dan Pdp. sampai menjadi pendeta dan
menjadi pendeta. ditetapkan dengan surat keputusan BPD GBI. ditetapkan dengan surat keputusan BPD GBI.
(2) Pendeta Pembina terdiri dari: (2) Klasifikasi pendeta pembina: (2) Klasifikasi pendeta pembina:
a. Pendeta yang mendirikan jemaat cabang a. Pendeta yang menggembalakan jemaat a. Pendeta yang menggembalakan jemaat
dan ranting dengan sendirinya menjadi induk dan mendirikan jemaat cabang/ induk dan mendirikan jemaat cabang/
Pembina bagi pejabat jemaat cabang dan ranting dengan sendirinya menjadi ranting dengan sendirinya menjadi
ranting yang bersangkutan. pendeta pembina bagi pejabat GBI pendeta pembina bagi pejabat GBI (Pdm./
b. Pendeta yang diminta oleh suatu jemaat (Pdm./Pdp.) di jemaat cabang dan ranting Pdp.) di jemaat cabang dan ranting
yang belum mempunyai pendeta Pembina, tersebut. tersebut.
harus memenuhi syarat masih aktif b. Pendeta yang menggembalakan satu b. Pendeta yang menggembalakan satu
menggembalakan jemaat sekurang- jemaat lokal dan diminta oleh pejabat jemaat lokal dan diminta oleh pejabat GBI
kurangnya 2 (dua) tahun dan ditetapkan GBI (Pdm./Pdp.) dari satu jemaat lokal (Pdm./Pdp.) dari satu jemaat lokal lainnya
dengan surat keputusan BPD; dalam hal lainnya yang belum mempunyai pendeta yang belum mempunyai pendeta pembina.
pendeta Pembina mengusulkan kenaikan pembina.
(3) Syarat pendeta pembina:
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
29
jenjang kependetaan seseorang yang (3) Syarat pendeta pembina: a. Aktif menggembalakan jemaat lokal bagi
dibinanya, harus telah memenuhi masa a. Aktif menggembalakan jemaat lokal bagi pendeta yang mendirikan jemaat cabang/
pembinaan sekurang-kurangnya 1 (satu) pendeta yang mendirikan jemaat cabang/ ranting.
tahun. ranting. b. Aktif menggembalakan jemaat lokal
(3) Tugas pendeta pembina meliputi: b. Aktif menggembalakan jemaat lokal sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun bagi
a. Meningkatkan mutu kerohanian dan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun bagi pendeta pembina yang diminta oleh
pelayanan dari pejabat yang dibinanya. pendeta pembina yang diminta oleh pejabat GBI (Pdm./Pdp.).
b. Menilai kemajuan pelayanan pejabat pejabat GBI (Pdm./Pdp.). c. Pendeta pembina harus ditetapkan dengan
yang dibinanya secara obyektif c. Pendeta pembina harus ditetapkan dengan surat keputusan BPD GBI.
untuk kepentingan kenaikan jenjang surat keputusan BPD GBI. d. Pendeta pembina hanya dapat
kependetaan. d. Pendeta pembina hanya dapat mengusulkan kenaikan jenjang pejabat
c. Mengajukan kenaikan jenjang pejabat yang mengusulkan kenaikan jenjang pejabat binaannya apabila telah memenuhi masa
dibinanya kepada BPD untuk disetujui binaannya apabila telah memenuhi masa pembinaan sekurang-kurangnya 1 (satu)
dan disahkan dalam Sidang MD/MPL atas pembinaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.
usul gembala jemaat lokal. tahun. e. Pendeta pembina berdasarkan
(4) Pengalihan pembinaan seorang pejabat, e. Pendeta pembina berdasarkan permintaan hanya dapat membina
harus berkonsultasi dengan pendeta pembina permintaan hanya dapat membina sebanyak-banyaknya 5 (lima) jemaat
sebelumnya, calon pendeta pembina, pejabat sebanyak-banyaknya 5 (lima) jemaat lokal beserta pejabat-pejabatnya.
yang bersangkutan dan BPD. lokal beserta pejabat-pejabatnya. (4) Tugas pendeta pembina meliputi:
(5) Pendeta Pembina melaksanakan tugas (4) Tugas pendeta pembina meliputi: a. Meningkatkan mutu kerohanian dan
pembinaan dengan penuh kasih, pengabdian a. Meningkatkan mutu kerohanian dan pelayanan dari pejabat yang dibinanya.
dan tidak mengharapkan imbalan. pelayanan dari pejabat yang dibinanya. b. Membina dengan penuh kasih dan
(6) Pendeta pembina yang melanggar ketentuan- b. Membina dengan penuh kasih dan pengabdian dengan tidak mengharapkan
ketentuan pembinaan, dibebastugaskan sebagai pengabdian dengan tidak mengharapkan imbalan.
pembina dan atau dikenakan sanksi disiplin imbalan. c. Menilai kemajuan pelayanan pejabat yang
penurunan jenjang kependetaan dan jabatan c. Menilai kemajuan pelayanan pejabat yang dibinanya secara obyektif.
kepengurusan dalam Gereja Bethel Indonesia dibinanya secara obyektif. d. Mengajukan kenaikan jenjang pejabat
secara tertulis dan diumumkan. d. Mengajukan kenaikan jenjang pejabat yang dibinanya kepada BPD GBI.
(7) Masa pembinaan terhadap gembala cabang yang dibinanya kepada BPD GBI. (5) Pengalihan pembinaan seorang pejabat GBI
akan berakhir apabila gembala cabang yang (5) Pengalihan pembinaan seorang pejabat GBI (Pdm./Pdp.) dari pendeta pembina yang
bersangkutan telah mencapai jenjang pendeta, (Pdm./Pdp.) dari pendeta pembina yang diminta sebelumnya kepada pendeta pembina
kecuali pada jemaat lokal yang disebutkan diminta sebelumnya kepada pendeta pembina yang baru harus mendapat persetujuan BPD
dalam Bab I Pasal 1 ayat 3. yang baru harus mendapat persetujuan BPD GBI.
GBI. (6) Pengaturan lebih rinci tentang pembinaan
30 (6) Pengaturan lebih rinci tentang pembinaan pejabat GBI (Pdm./Pdp.) diatur dalam petunjuk
pejabat GBI (Pdm./Pdp.) diatur dalam pelaksanaan tersendiri.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
petunjuk pelaksanaan tersendiri. (7) Pendeta pembina yang melanggar ketentuan-
(7) Pendeta pembina yang melanggar ketentuan- ketentuan pembinaan dibebastugaskan sebagai
pendeta pembina melalui surat keputusan BPD
ketentuan pembinaan dibebastugaskan sebagai GBI.
pendeta pembina melalui surat keputusan
BPD GBI.
Pasal 29
AKHIR MASA PELAYANAN
(1) Masa pelayanan seorang gembala jemaat Keterangan: Keterangan:
berlangsung selama kondisi rohani dan Pengaturan tentang akhir masa pelayanan dan hak Pengaturan tentang akhir masa pelayanan dan hak
jasmaninya sehat serta dapat melaksanakan mendapat biaya kehidupan seorang gembala jemaat mendapat biaya kehidupan seorang gembala jemaat
tugas dengan baik. telah diatur dalam pasal 21 Biaya Hidup Pejabat GBI telah diatur dalam pasal 21 Biaya Hidup Pejabat GBI
(2) Masa pelayanan seorang gembala jemaat
berakhir apabila kondisi physic atau mental
tidak memungkinkan melaksanakan tugas
dengan baik dan gembala jemaat yang tersebut
dikategorikan sebagai gembala jemaat yang
memasuki masa purnalayan.
(3) Seorang gembala jemaat yang memasuki masa
purnalayan berhak mendapat biaya kehidupan
dari jemaat yang dilayaninya. (Lihat Bab II
Bagian Umum Pasal 21 ayat 3).
BAGIAN PENDETA MUDA BAGIAN PENDETA MADYA BAGIAN PENDETA MADYA
Pasal 30 Pasal 31 Pasal 31
SYARAT PENGANGKATAN SYARAT PENGANGKATAN PENDETA SYARAT PENGANGKATAN PENDETA MADYA
(1) Telah melayani sebagai pendeta pembantu (1) Telah melayani sebagai Pdp. sekurang-
sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun MADYA
dan menggembalakan jemaat, atau yang kurangnya 4 (empat) tahun dan
menjalankan tugas pendidikan pada sekolah- (1) Telah melayani sebagai Pdp. sekurang- menggembalakan jemaat lokal atau wakil
sekolah teologia di lingkungan Gereja Bethel kurangnya 4 (empat) tahun dan gembala pada jemaat besar dengan baik.
Indonesia atau menjalankan tugas pembinaan menggembalakan jemaat lokal atau wakil (2) Lulusan Sekolah Tinggi Teologi di lingkungan
kerohanian pada lembaga pemerintahan secara gembala pada jemaat besar dengan baik. GBI dan menggembalakan jemaat lokal atau
wakil gembala jemaat serta melayani sebagai
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 (2) Lulusan Sekolah Tinggi Teologi di lingkungan
GBI dan menggembalakan jemaat lokal atau 31
tetap atau menjalankan tugas penginjilan yang wakil gembala jemaat serta melayani sebagai Pdp. sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.
membawa berkat pada jemaat jemaat dan Pdp. sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. (3) Dosen tetap ( bergelar S2/S3) Sekolah Tinggi
terhisab dalam satu jemaat lokal. (3) Dosen tetap (S2/S3) Sekolah Tinggi Teologi
(2) Lulusan perguruan tinggi theologia Strata Satu yang telah mengabdi minimal 3 (tiga) tahun Teologi yang telah mengabdi minimal 3 (tiga)
(S1) di lingkungan Gereja Bethel Indonesia dan berturut-turut pada Sekolah Tinggi Teologi di tahun berturut-turut pada Sekolah Tinggi
menggembalakan jemaat dan wakil gembala lingkungan GBI. Teologi di lingkungan GBI.
pada jemaat besar. (4) Mengikuti pendidikan kependetaan dan lulus (4) Mengikuti pendidikan kependetaan dan lulus
(3) Lulus dari ujian yang diselenggarakan oleh dari ujian yang diselenggarakan oleh BPP GBI dari ujian yang diselenggarakan oleh BPP GBI
BPD menjelang atau pada saat sidang MD menjelang Sidang MD GBI. menjelang Sidang MD GBI.
berlangsung; bagi lulusan perguruan tinggi (5) Memiliki karunia pelayanan yang berfungsi (5) Memiliki karunia pelayanan yang berfungsi
theologia Strata Satu (S1) di lingkungan Gereja antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil, antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil,
Bethel Indonesia hanya diuji Tata Gereja dan gembala dan guru yang membangun jemaat. gembala dan guru yang membangun jemaat.
Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia dan (6) Pendeta pembina yang mengusulkan calon (6) Pendeta pembina yang mengusulkan calon
Penjabarannya. pejabat telah memenuhi kewajiban membayar pejabat telah memenuhi kewajiban membayar
(4) Telah terbukti dalam kehidupan dan iuran bulanan kepada BPD GBI dan iuran bulanan kepada BPD GBI dan
pelayanan, mempunyai karunia rohani mengembalikan persepuluhan kepada BPP mengembalikan persepuluhan kepada BPP
antara lain: kerasulan; kenabian; penginjilan; GBI sesuai dengan Bab II Bagian Umum Pasal GBI sesuai dengan Bab II Bagian Umum Pasal
penggembalaan dan keguruan yang 21 ayat (2) huruf b dan ayat (3) huruf a. 21 ayat (2) huruf b dan ayat (3) huruf a.
membangun jemaat. (7) Memenuhi kewajiban membayar iuran (7) Memenuhi kewajiban membayar iuran
(5) Pendeta pembina pengusul dan calon telah bulanan kepada BPD GBI dan mengembalikan bulanan kepada BPD GBI dan mengembalikan
memenuhi kewajiban persepuluhan kepada persepuluhan kepada BPP GBI sesuai dengan persepuluhan kepada BPP GBI sesuai dengan
BPH dan persembahan bulanan kepada BPD, Bab II Bagian Umum Pasal 21 ayat (2) butir b Bab II Bagian Umum Pasal 21 ayat (2) butir b
sesuai dengan Bab II Bagian Umum Pasal 19 dan ayat (3) butir a. dan ayat (3) butir a.
ayat 1, 2 dan 3. (8) Sekurang-kurangnya berumur 26 (dua puluh (8) Sekurang-kurangnya berumur 26 (dua puluh
(6) Sekurang-kurangnya berumur 26 (dua puluh enam) tahun. enam) tahun.
enam) tahun.
Pasal 31 Pasal 32 Pasal 32
PROSEDUR PENCALONAN DAN PROSEDUR PENCALONAN DAN PROSEDUR PENCALONAN DAN
PELANTIKAN PENDETA MADYA
PELANTIKAN PELANTIKAN PENDETA MADYA
(1) Calon pendeta muda diusulkan oleh pendeta (1) Calon Pdm. diusulkan oleh pendeta pembina (1) Calon Pdm. diusulkan oleh pendeta pembina
pembina kepada BPD untuk disetujui dalam kepada BPD GBI untuk dilakukan seleksi kepada BPD GBI untuk dilakukan seleksi
sidang MD. persyaratan sebelum diteruskan ke Sidang MD persyaratan sebelum diteruskan ke Sidang MD
GBI. GBI.
(2) Dalam hal pendeta pembina tidak mencalonkan
seorang pejabat yang telah memenuhi syarat, (2) Dalam hal pendeta pembina tidak (2) Dalam hal pendeta pembina tidak
32 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
maka 2 (dua) pendeta dari daerah setempat mencalonkan seorang pejabat yang telah mencalonkan seorang pejabat yang telah
yang mengenal pelayanan pejabat tersebut, memenuhi persyaratan maka BPD GBI dapat memenuhi persyaratan maka BPD GBI dapat
dapat mengajukan pencalonan kepada BPD mengusulkan pencalonan tersebut setelah mengusulkan pencalonan tersebut setelah
setelah berkonsultasi dengan pendeta pembina. mendengar keterangan dari pendeta pembina mendengar keterangan dari pendeta pembina
(3) Sidang MD melakukan penilaian terhadap dan 2 (dua) pendeta lainnya di daerah tersebut dan 2 (dua) pendeta lainnya di daerah tersebut
calon dan memberikan persetujuan, apabila yang diyakini mengenal secara baik dan yang diyakini mengenal secara baik dan
para calon telah memenuhi persyaratan sesuai memiliki kedekatan hubungan pelayanan memiliki kedekatan hubungan pelayanan
dengan ketentuan Tata Gereja GBI. dengan pejabat yang dicalonkan. dengan pejabat yang dicalonkan.
(4) Daftar calon yang telah disetujui oleh sidang (3) Sidang MD GBI melakukan penilaian terhadap (3) Sidang MD GBI melakukan penilaian terhadap
MD, akan diuji dan hasil kelulusannya calon pejabat dan memberikan persetujuan calon pejabat dan memberikan persetujuan
dilaporkan kepada BPH. apabila calon pejabat telah memenuhi apabila calon pejabat telah memenuhi
(5) Calon yang dinyatakan lulus, disahkan oleh persyaratan sesuai dengan ketentuan Tata persyaratan sesuai dengan ketentuan Tata
Majelis Ketua dan dilantik oleh Ketua BPD Tertib GBI Bab II pasal 18. Tertib GBI Bab II pasal 18.
dalam sidang MD. (4) Daftar calon yang telah disetujui oleh Sidang (4) Daftar calon yang telah disetujui oleh Sidang
(6) BPH berhak membatalkan pengesahan MD GBI wajib mengikuti diklat dan lulus MD GBI wajib mengikuti diklat dan lulus ujian
dan pelantikan pejabat, apabila terdapat ujian yang diselenggarakan oleh BPP GBI. yang diselenggarakan oleh BPP GBI.
penyimpangan dalam prosedur atau proses (5) Calon yang dinyatakan lulus disahkan oleh (5) Calon yang dinyatakan lulus disahkan oleh
pengangkatan. Majelis Ketua dan dilantik oleh Ketua BPD Majelis Ketua dan dilantik oleh Ketua BPD GBI
(7) Surat keputusan kependetaan dikeluarkan oleh GBI dalam Sidang MD GBI. dalam Sidang MD GBI.
BPD dan kartu jabatan pendeta muda diberikan (6) BPP GBI berhak membatalkan pengesahan (6) BPP GBI berhak membatalkan pengesahan
oleh BPH setelah pelantikan dalam siding MD dan pelantikan pejabat GBI apabila terdapat dan pelantikan pejabat GBI apabila terdapat
berdasarkan surat pengantar dari BPD. penyimpangan dalam prosedur atau proses penyimpangan dalam prosedur atau proses
pengangkatan. pengangkatan.
(7) Surat keputusan pengangkatan kependetaan (7) Surat keputusan pengangkatan kependetaan
dan kartu jabatan Pdm. diterbitkan oleh BPP dan kartu jabatan Pdm. diterbitkan oleh BPP
GBI setelah pelantikan dalam Sidang MD GBI GBI setelah pelantikan dalam Sidang MD GBI
berdasarkan surat pengantar dari BPD GBI. berdasarkan surat pengantar dari BPD GBI.
Pasal 32 Pasal 33 Pasal 33
PELAYANAN PENDETA MUDA PELAYANAN PENDETA MADYA PELAYANAN PENDETA MADYA
(1) Pendeta muda melayani jemaat di bawah (1) Pendeta Madya melayani jemaat di bawah (1) Pendeta Madya melayani jemaat di bawah
pembinaan seorang pendeta pembina. pembinaan seorang pendeta pembina. pembinaan seorang pendeta pembina.
Pendeta muda mempunyai hak dan kewajiban (2) Pendeta Madya mempunyai hak dan kewajiban (2) Pendeta Madya mempunyai hak dan kewajiban
melakukan pelayanan kependetaan seperti melakukan pelayanan kependetaan seperti melakukan pelayanan kependetaan seperti
tersebut dalam Bab II Bagian Umum Pasal 22 tersebut dalam Bab II Bagian Umum Tata tersebut dalam Bab II Bagian Umum Tata
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 33
Tata Tertib Gereja Bethel Indonesia. Tertib GBI Pasal 24 ayat (1). Tertib GBI Pasal 24 ayat (1).
BAGIAN PENDETA PEMBANTU BAGIAN PENDETA PRATAMA BAGIAN PENDETA PRATAMA
Pasal 33 Pasal 34 Pasal 34
SYARAT PENGANGKATAN SYARAT PENGANGKATAN SYARAT PENGANGKATAN
(1) Telah menyelesaikan pendidikan teologia:
Sekolah Penginjil Bethel; Sekolah Teologi PENDETA PRATAMA PENDETA PRATAMA
Praktika Bethel; Sekolah Teologia Extension; (1) Telah aktif melayani sekurang-kurangnya 3
Lulusan perguruan tinggi theologia Strata (1) Telah aktif melayani sekurang-kurangnya 3
Satu (S1) di lingkungan GBI yang tidak (tiga) tahun di jemaat lokal sebagai pelayan (tiga) tahun di jemaat lokal sebagai pelayan
menggembalakan jemaat atau lulusan Sekolah jemaat khusus untuk dipersiapkan sebagai jemaat khusus untuk dipersiapkan sebagai
Teologia lainnya yang diakui oleh GBI. gembala jemaat atau wakil gembala jemaat gembala jemaat atau wakil gembala jemaat
(2) Bagi yang bukan lulusan sekolah teologia, telah atau telah menyelesaikan pendidikan teologi: atau telah menyelesaikan pendidikan teologi:
melayani sebagai pelayan jemaat sekurang- Sekolah Penginjil Bethel; Sekolah Teologi Sekolah Penginjil Bethel; Sekolah Teologi
kurangnya 3 (tiga) tahun dan mendapat penilaian Praktika Bethel; Sekolah Teologi Extension; Praktika Bethel; Sekolah Teologi Extension;
baik dari gembala jemaat, atau yang menjalankan Sekolah Tinggi Teologi (S1, S2, S3) di Sekolah Tinggi Teologi (S1, S2, S3) di
tugas pendidikan pada sekolah-sekolah teologia lingkungan GBI atau Sekolah Teologi lainnya lingkungan GBI atau Sekolah Teologi lainnya
di lingkungan Gereja Bethel Indonesia atau yang diakui oleh GBI. yang diakui oleh GBI.
menjalankan tugas pembinaan kerohanian (2) Mengikuti pendidikan kependetaan dan lulus
pada lembaga pemerintahan secara tetap atau (2) Mengikuti pendidikan kependetaan dan lulus dari ujian yang diselenggarakan oleh BPP GBI
menjalankan tugas penginjilan yang membawa dari ujian yang diselenggarakan oleh BPP GBI menjelang Sidang MD GBI.
berkat pada jemaat jemaat dan terhisab dalam menjelang Sidang MD GBI. (3) Memiliki karunia pelayanan yang berfungsi
satu jemaat lokal. antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil,
(3) Lulus dari ujian yang diselenggarakan oleh BPD (3) Memiliki karunia pelayanan yang berfungsi gembala dan guru yang membangun jemaat.
menjelang atau pada saat Sidang MD berlangsung; antara lain sebagai: rasul, nabi, penginjil, (4) Pendeta pembina yang mengusulkan calon
bagi lulusan sekolah Alkitab/Teologia di lingkungan gembala dan guru yang membangun jemaat. pejabat telah memenuhi kewajiban membayar
Gereja Bethel Indonesia hanya diuji Tata Gereja iuran bulanan kepada BPD GBI dan
dan Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia dan (4) Pendeta pembina yang mengusulkan calon mengembalikan persepuluhan kepada BPP
penjabarannya. pejabat telah memenuhi kewajiban membayar GBI sesuai dengan Bab II Bagian Umum Pasal
(4) Telah terbukti dalam kehidupan dan iuran bulanan kepada BPD GBI dan 21 ayat (2) huruf b dan ayat (3) huruf a.
pelayanan, mempunyai karunia rohani mengembalikan persepuluhan kepada BPP (5) Setia memberi persepuluhan kepada jemaat
antara lain: kerasulan; kenabian; penginjilan; GBI sesuai dengan Bab II Bagian Umum Pasal lokal setempat.
penggembalaan dan keguruan yang 21 ayat (2) huruf b dan ayat (3) huruf a. (6) Sekurang-kurangnya berumur 22 (dua puluh
membangun jemaat. dua) tahun.
(5) Setia memberi persepuluhan kepada jemaat
34 lokal setempat. Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
(6) Sekurang-kurangnya berumur 22 (dua puluh
dua) tahun.
(5) Setia memberi persepuluhan kepada jemaat
setempat.
(6) Sekurang-kurangnya berumur 22 (dua puluh dua)
tahun.
Pasal 34 Pasal 35 Pasal 35
PROSEDUR PENCALONAN DAN PROSEDUR PENCALONAN DAN PROSEDUR PENCALONAN DAN
PELANTIKAN PENDETA PRATAMA PELANTIKAN PENDETA PRATAMA
PELANTIKAN
(1) Gembala jemaat mengusulkan pengangkatan (1) Gembala jemaat mengusulkan pengangkatan (1) Gembala jemaat mengusulkan pengangkatan
calon sebagai pendeta pembantu kepada BPD calon Pdp. kepada BPD GBI untuk dilakukan calon Pdp. kepada BPD GBI untuk dilakukan
untuk disetujui dalam Sidang MD. seleksi persyaratan sebelum diteruskan ke seleksi persyaratan sebelum diteruskan ke
Sidang MD GBI. Sidang MD GBI.
(2) Sidang MD melakukan penilaian terhadap
calon dan memberikan persetujuan, apabila (2) Sidang MD GBI melakukan penilaian terhadap (2) Sidang MD GBI melakukan penilaian terhadap
calon telah memenuhi persyaratan sesuai calon dan memberikan persetujuan apabila calon dan memberikan persetujuan apabila
dengan ketentuan Tata Gereja GBI. calon telah memenuhi persyaratan sesuai calon telah memenuhi persyaratan sesuai
dengan ketentuan Tata Tertib GBI. dengan ketentuan Tata Tertib GBI.
(3) Daftar calon yang telah disetujui oleh siding
MD akan diuji dan hasil kelulusan dilaporkan (3) Daftar calon yang telah disetujui oleh Sidang (3) Daftar calon yang telah disetujui oleh Sidang MD
kepada BPH. MD GBI wajib mengikuti diklat dan lulus GBI wajib mengikuti diklat dan lulus ujian yang
ujian yang diselenggarakan oleh BPP GBI. diselenggarakan oleh BPP GBI.
(4) Calon yang dinyatakan lulus, disahkan oleh
Majelis Ketua dan dilantik oleh Ketua BPD (4) Calon yang dinyatakan lulus disahkan oleh (4) Calon yang dinyatakan lulus disahkan oleh
dalam Sidang MD. Majelis Ketua dan dilantik oleh Ketua BPD Majelis Ketua dan dilantik oleh Ketua BPD GBI
GBI dalam Sidang MD GBI. dalam Sidang MD GBI.
(5) BPH berhak membatalkan pengesahan dan
pelantikan apabila terdapat penyimpangan (5) BPP GBI berhak membatalkan pengesahan (5) BPP GBI berhak membatalkan pengesahan
dalam prosedur atau proses pengangkatan. dan pelantikan calon Pdp. apabila terdapat dan pelantikan calon Pdp. apabila terdapat
penyimpangan dalam prosedur atau proses penyimpangan dalam prosedur atau proses
(6) Surat keputusan kependetaan dikeluarkan oleh pengangkatan. pengangkatan.
BPD dan kartu jabatan pendeta pembantu
diberikan oleh BPH setelah pelantikan dalam (6) Surat keputusan pengangkatan kependetaan (6) Surat keputusan pengangkatan kependetaan
sidang MD berdasarkan surat pengantar dari dan kartu jabatan Pdp. diterbitkan oleh BPP dan kartu jabatan Pdp. diterbitkan oleh BPP
BPD. GBI setelah pelantikan dalam Sidang MD GBI GBI setelah pelantikan dalam Sidang MD GBI
berdasarkan surat pengantar dari BPD GBI. berdasarkan surat pengantar dari BPD GBI.
Pasal 35 Pasal 36 Pasal 36
PELAYANAN PENDETA PEMBANTU PELAYANAN PENDETA PRATAMA PELAYANAN PENDETA PRATAMA
(1) Pendeta pembantu melayani jemaat di bawah (1) Pendeta Pratama melayani jemaat di bawah (1) Pendeta Pratama melayani jemaat di bawah
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 35
pembinaan seorang pendeta pembina. pembinaan seorang pendeta pembina. pembinaan seorang pendeta pembina.
(2) Pendeta pembantu mempunyai hak dan (2) Pendeta Pratama mempunyai hak dan (2) Pendeta Pratama mempunyai hak dan
kewajiban melakukan pelayanan kependetaan kewajiban melakukan pelayanan kependetaan kewajiban melakukan pelayanan kependetaan
seperti tersebut dalam Bab II Bagian Umum seperti tersebut dalam Bab II Bagian Umum seperti tersebut dalam Bab II Bagian Umum
Pasal 22. Tata Tertib GBI Pasal 24 ayat (1). Tata Tertib GBI Pasal 24 ayat (1).
BAB III BAB III BAB III
SINODE SINODE GBI SINODE
Pasal 36 Pasal 37 Pasal 37
PENGERTIAN PENGERTIAN SINODE GBI PENGERTIAN SINODE GBI
Sinode ialah sidang pengambilan keputusan Sinode adalah pertemuan raya para pendeta dan Sinode adalah lembaga tertinggi dalam pengambilan
tertinggi Gereja Bethel Indonesia. gembala jemaat GBI yang berperan dan berwenang keputusan yang terdiri dari persidangan dan kegiatan-
untuk melakukan pelantikan-pelantikan dan kegiatan pembinaan rohani.
mensosialisasikan keputusan-keputusan Sidang
MPL GBI.
Pasal 37 Pasal 38 Pasal 38
TUGAS DAN WEWENANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SINODE GBI TUGAS POKOK DAN FUNGSI SINODE GBI
(1) Mengesahkan laporan pertanggungjawaban (1) Melantik Ketua Umum BPP GBI (1) Melaksanakan sidang yang dihadiri oleh
BPH. (2) Melantik anggota MP GBI. anggota WPL GBI dan anggota PERPEN GBI
(3) Melantik anggota MPL GBI. yang telah dipilih pada Sidang MD GBI, yang
(2) Mengesahkan pokok-pokok program Gereja (4) Melantik pendeta yang lulus ujian. bertugas untuk:
Bethel Indonesia. (5) Mensosialisasikan hasil keputusan MPL GBI. a. Memilih Ketua Umum BPP GBI
b. Mengesahkan laporan
(3) Mengesahkan kebijakan umum terhadap pertanggungjawaban BPP GBI, program-
semua pejabat dan jemaat. program, kebijakan umum, penggabungan
dan Tata Gereja yang telah disetujui oleh
(4) Mengesahkan penggabungan jemaat dan sidang MPL GBI.
pejabatnya. (2) Melaksanakan pertemuan raya para pendeta
dan gembala jemaat GBI yang terdiri dari:
(5) Mengesahkan perubahan Tata Gereja GBI. a. Pembinaan rohani (seminar-seminar/
(6) Melantik anggota Majelis Pekerja Lengkap. pelatihan-pelatihan, Kebaktian
(7) Melantik anggota Majels Pertimbangan, Kebangunan Rohani)
(8) Melantik pendeta yang lulus ujian dan pendeta
yang bergabung..
(9) Memilih dan melantik Ketua Umum BPH.
36 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 38 Pasal 39 b. Pelantikan-pelantikan (Anggota MP GBI,
PENYELENGGARAAN PENYELENGGARAAN SINODE GBI anggota MPL GBI, Ketua Umum BPP GBI,
(1) Tentang periode sinode tidak ada perubahan pendeta yang lulus ujian).
kecuali penambahan kalimat Sinode GBI wajib (1) Sinode GBI wajib dihadiri oleh seluruh Pasal 39
dihadiri oleh seluruh pendeta dan gembala. pendeta dan gembala jemaat (Pdm. dan Pdp.).
(2) Sidang pleno pertama dipimpin oleh BPH; PENYELENGGARAAN SINODE GBI
setelah pengesahan Tata Tertib dan Acara, (2) Sinode GBI diselenggarakan oleh BPP GBI 4 (1) Sinode GBI wajib dihadiri oleh seluruh pendeta
maka sidang pleno selanjutnya dipimpin oleh (empat) tahun sekali.
Majelis Ketua yang terdiri dari lima pendeta, dan gembala jemaat (Pdm. dan Pdp.).
yang dipilih dalam sidang MPL terakhir (3) Dalam keadaan darurat, ketentuan mengenai (2) Sinode GBI diselenggarakan oleh BPP GBI 4
sebelum sinode. waktu dan tempat penyelenggaraan Sinode
(3) Dalam keadaan darurat, penyelenggaran sinode GBI dapat diubah berdasarkan keputusan (empat) tahun sekali.
dapat di ubah oleh MP dan BPP sebelumnya bersama antara MP GBI dengan BPP GBI. (3) Dalam keadaan darurat, ketentuan mengenai
hanya oleh MPL.
(4) Ayat 4 dan 5 tidak ada perubahan. (4) Persiapan dan penyelenggaraan Sinode GBI waktu dan tempat penyelenggaraan Sinode GBI
diatur oleh BPP GBI. dapat diubah berdasarkan keputusan bersama
Pasal 39 antara MP GBI dengan BPP GBI.
PESERTA (5) Biaya Sinode GBI ditanggung bersama oleh (4) Persiapan dan penyelenggaraan Sinode GBI
(1) Peserta sinode adalah: seluruh pejabat dan jemaat lokal GBI menurut diatur oleh BPP GBI.
a. Pendeta. kemampuan keuangan masing-masing. (5) Biaya Sinode GBI ditanggung bersama oleh
b. Gembala yang belum pendeta (Pdp, Pdm). seluruh pejabat dan jemaat lokal GBI menurut
c. Calon pendeta yang akan dilantik. Pasal 40 kemampuan keuangan masing-masing.
d. Tamu yang diundang. PESERTA SINODE GBI
e. Peninjau. Pasal 40
(2) Pendeta mempunyai hak suara dan hak dipilih Peserta Sinode GBI adalah: PESERTA SINODE GBI
(3) Gembala yang belum Pendeta (Pdp, Pdm) dan Calon (1) Pendeta. Peserta Sinode GBI adalah:
Pendeta yang akan dilantik hanya mempunyai hak (2) Gembala jemaat (Pdm. dan Pdp.). (1) Pendeta.
bicara. (3) Peninjau: (2) Gembala jemaat (Pdm. dan Pdp.).
(4) Tamu dan Peninjau dapat mengikuti sidang pleno (3) Peninjau:
atas permintaan BPH. a. Calon pendeta yang akan dilantik. a. Calon pendeta yang akan dilantik.
b. Tamu yang diundang. b. Tamu yang diundang.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 37
Pasal 40 Pasal 41
QUORUM DAN CARA PENGAMBILAN QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
KEPUTUSAN DALAM SIDANG SINODE GBI
(1) Sinode adalah sah, apabila dihadiri oleh ½ (satu Keterangan: (1) Sidang Sinode GBI adalah sah apabila
perdua) dari jumlah seluruh pendeta ditambah Pasal 40 (TG 2014) di drop karena persidangan dihadiri oleh:
satu, termasuk mereka yang tidak hadir tetapi Sinode tidak lagi membutuhkan quorum, tupoksinya a. ½ (satu perdua) dari jumlah seluruh
memberi persetujuan secara tertulis dengan hanya melantik dan mensosialisasikan hasil anggota MPL GBI ditambah 1 (satu), dan
menggunakan kepala surat dari jemaat b. ½ (satu perdua) dari jumlah seluruh
lokalnya. Keputusan MPL. anggota PERPEN GBI ditambah 1 (satu).
(2) Apabila quorum tidak tercapai, maka dalam (2) Apabila quorum tidak tercapai, maka dalam
waktu selambat-lambatnya satu tahun BPH waktu selambat-lambatnya satu tahun BPP
harus menyelenggarakan sinode susulan yang GBI harus menyelenggarakan Sidang Sinode
dengan sendirinya adalah sah. GBI susulan yang dengan sendirinya adalah
sah.
(3) Keputusan sinode diambil berdasarkan
musyawarah untuk mufakat, tetapi apabila (3) Pengambilan keputusan dalam Sidang Sinode
tidak tercapai mufakat maka keputusan diambil GBI adalah sah, apabila diputuskan oleh:
melalui pemungutan suara (voting) a. ½ (satu perdua) dari jumlah anggota MPL
GBI yang hadir ditambah 1 (satu), dan
b. ½ (satu perdua) dari jumlah seluruh
anggota PERPEN GBI ditambah 1 (satu).
(4) Keputusan Sidang Sinode GBI diambil
berdasarkan musyawarah untuk mufakat,
tetapi apabila tidak tercapai mufakat maka
keputusan diambil melalui pemungutan suara
(voting)
BAB IV BAB V BAB IV
MAJELIS PEKERJA LENGKAP MAJELIS PEKERJA LENGKAP GBI MAJELIS PEKERJA LENGKAP
Pasal 41 Pasal 45 Pasal 42
PENGERTIAN DAN SUSUNAN PENGERTIAN PENGERTIAN
(1) Majelis Pekerja Lengkap, disingkat MPL ialah MAJELIS PEKERJA LENGKAP GBI MAJELIS PEKERJA LENGKAP GBI
sidang perwakilan pajabat Gereja Bethel (1) (1) Majelis Pekerja Lengkap GBI disingkat
(1) Majelis Pekerja Lengkap GBI disingkat MPL MPL GBI adalah sidang perwakilan pejabat
GBI adalah sidang perwakilan pejabat GBI
38 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020