Indonesia yang bertindak atas nama Sinode yang menetapkan kebijakan umum organisasi GBI yang bertindak atas nama Sinode
untuk menilai dan menerima pertanggung- GBI serta memilih dan menetapkan Ketua untuk menilai dan menerima pertanggung
jawaban BPH. Umum BPP GBI. jawaban BPP GBI dan menetapkan
(2) Susunan anggota MPL terdiri dari: (2) Anggota MPL GBI terdiri dari: kebijakan umum organisasi GBI.
a. Anggota Majelis Pertimbangan. a. MP GBI. (2) Anggota MPL GBI terdiri dari:
b. Pengurus BPH. b. BPP GBI. a. MP GBI.
c. Ketua BPD. c. Ketua BPD GBI dan Ketua BPLN GBI. b. BPP GBI.
d. Pendeta yang dipilih oleh Sidang MD. d. Pendeta yang dipilih oleh Sidang MD c. Ketua BPD GBI dan Ketua BPLN GBI.
d. Pendeta yang dipilih oleh Sidang MD
GBI.
GBI.
Pasal 42 Pasal 46 Pasal 43
PERSYARATAN ANGGOTA PERSYARATAN ANGGOTA MPL GBI PERSYARATAN ANGGOTA MPL GBI
Persyaratan calon anggota yang dipilih oleh Sidang Anggota MPL GBI yang akan dipilih oleh Sidang Anggota MPL GBI yang akan dipilih oleh Sidang
MD ialah: MD GBI adalah: MD GBI adalah:
(1) Pendeta Gereja Bethel Indonesia yang (1) Pendeta GBI yang menggembalakan jemaat
(1) Pendeta GBI yang menggembalakan jemaat
menggembalakan jemaat sekurang-kurangnya sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun
5 (lima) tahun. terakhir. terakhir.
(2) Mampu menampung dan menyampaikan serta (2) Mampu menampung dan menyampaikan serta
memperjuangkan aspirasi pejabat-pejabat memperjuangkan kemajuan GBI di tingkat (2) Mampu menampung dan menyampaikan serta
di daerah dalam rangka pengembangan nasional maupun di daerah. memperjuangkan kemajuan GBI di tingkat
pelayanan. (3) Mempunyai kemampuan memimpin dan nasional maupun di daerah.
(3) Mempunyai kemampuan memimpin dan dikenal sebagai pendeta yang baik serta
dikenal sebagai pendeta yang baik dan dinamis. memiliki kompetensi dalam melaksanakan (3) Mempunyai kemampuan memimpin dan
(4) Loyal kepada Gereja Bethel Indonesia dan tugas pokok dan fungsi MPL GBI. dikenal sebagai pendeta yang baik serta
setia memberi persepuluhan jemaat yang (4) Sehat jasmani dan mental. memiliki kompetensi dalam melaksanakan
digembalakannya kepada BPH. (5) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam hal: tugas pokok dan fungsi MPL GBI.
(5) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik a. Taat dan tunduk pada seluruh aturan
dan tidak terkena disiplin gereja dalam kurun (4) Sehat jasmani dan mental.
waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. organisasi GBI. (5) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam hal:
(6) Anggota MPL dipilih oleh sidang Majelis b. Terlibat aktif mengikuti kegiatan
Daerah maksimum 1 % (satu persen) dari a. Taat dan tunduk pada seluruh aturan
jumlah pendeta di daerah yang bersangkutan organisasi GBI. organisasi GBI.
dan disetujui oleh BPH. c. Membela dan menjunjung tinggi nama
(7) Anggota MPL yang dipilih oleh sidang MD b. Terlibat aktif mengikuti kegiatan organisasi
baik GBI. GBI.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 d. Memiliki keteladanan, kejujuran serta
c. Membela dan menjunjung tinggi nama
kesetiaan dalam memberi persepuluhan baik GBI.
d. Memiliki keteladanan, kejujuran serta
kesetiaan dalam memberi persepuluhan
39
tidak boleh merangkap jabatan sebagai jemaat lokal yang digembalakannya jemaat lokal yang digembalakannya
pengurus BPD. kepada BPP GBI dan iuran bulanan kepada BPP GBI dan iuran bulanan pejabat
(8) Dalam hal-hal yang sangat khusus maka pejabat kepada BPD GBI sepenuhnya kepada BPD GBI sepenuhnya secara rutin
penambahan anggota MPL, dapat dilaksanakan secara rutin dalam periode berjalan. dalam periode berjalan.
atas usul BPD dan disetujui oleh BPH untuk (6) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik (6) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik
disahkan dalam sidang MPL berikutnya. dan tidak pernah terkena disiplin gereja dalam dan tidak pernah terkena disiplin gereja dalam
(9) Berusia sekurang-kurangnya 45 tahun. kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.
(7) Berpendidikan minimal strata satu (S1) dari (7) Berpendidikan minimal strata satu (S1) dari
semua disiplin ilmu dan dari Sekolah Tinggi semua disiplin ilmu dan dari Sekolah Tinggi
yang terakreditasi. yang terakreditasi.
(8) Berusia sekurang-kurangnya 40 tahun. (8) Berusia sekurang-kurangnya 40 tahun.
Pasal 47 Pasal 44
PROSEDUR PEMILIHAN ANGGOTA MPL GBI PROSEDUR PEMILIHAN ANGGOTA MPL GBI
(1) Setiap BPD GBI mempunyai perwakilan pejabat (1) Setiap BPD GBI mempunyai perwakilan pejabat
di MPL GBI yang ditentukan berdasarkan rasio di MPL GBI yang ditentukan berdasarkan rasio
perbandingan jumlah pendeta di daerahnya perbandingan jumlah pendeta di daerahnya
dengan ketentuan sebagai berikut: dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Jumlah pendeta sebanyak 5 (lima) – 100 a. Jumlah pendeta sebanyak 5 (lima) – 100
(seratus) orang mempunyai 1 (satu) wakil (seratus) orang mempunyai 1 (satu) wakil
anggota MPL GBI. anggota MPL GBI.
b. Setiap kelipatan 100 (seratus) orang b. Setiap kelipatan 100 (seratus) orang
pendeta mempunyai tambahan 1 (satu) pendeta mempunyai tambahan 1 (satu)
wakil anggota MPL GBI. wakil anggota MPL GBI.
c. Apabila pendeta di suatu daerah lebih c. Apabila pendeta di suatu daerah lebih
dari 100 (seratus) orang namun tidak dari 100 (seratus) orang namun tidak
memenuhi angka kelipatan 100 (seratus) memenuhi angka kelipatan 100 (seratus)
orang, maka jumlah wakil anggota MPL orang, maka jumlah wakil anggota MPL
GBI yang dipilih diatur sebagai berikut: GBI yang dipilih diatur sebagai berikut:
c.1. Setiap kelebihan jumlah pendeta c.1. Setiap kelebihan jumlah pendeta
sebanyak 1 (satu) sampai dengan sebanyak 1 (satu) sampai dengan 49
49 (empat puluh sembilan) orang (empat puluh sembilan) orang tidak
tidak mendapat tambahan wakil mendapat tambahan wakil anggota
anggota MPL GBI. MPL GBI.
c.2. Setiap kelebihan jumlah pendeta c.2. Setiap kelebihan jumlah pendeta
40 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
sebanyak 50 (lima puluh) sampai sebanyak 50 (lima puluh) sampai
dengan 99 (sembilan puluh sembilan) dengan 99 (sembilan puluh sembilan)
orang mendapat tambahan 1 (satu) orang mendapat tambahan 1 (satu)
wakil anggota MPL GBI. wakil anggota MPL GBI.
(2) BPD GBI mengajukan bakal calon anggota MPL 2. Tugas verikasi calon anggota dilakukan oleh
GBI kepada BPP GBI sebanyak-banyaknya Majelis Ketua Sidang dalam Sidang MD GBI.
3 (tiga) kali lipat dari jumlah wakil anggota (3) Anggota MPL GBI yang dipilih oleh Sidang MD
MPL GBI yang tersedia bagi daerah yang GBI tidak boleh merangkap jabatan sebagai
bersangkutan untuk diseleksi dan ditetapkan anggota PERPEN GBI
sebagai calon anggota MPL GBI oleh BPP GBI. (4) Anggota MPL GBI yang dipilih oleh Sidang MD
(3) Pengajuan nama bakal calon anggota MPL GBI tidak boleh merangkap jabatan sebagai
GBI oleh BPD GBI kepada BPP GBI dilakukan pengurus BPD GBI.
selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
sebelum pelaksanaan Sidang MD GBI.
(4) Calon anggota MPL GBI yang ditetapkan BPP
GBI untuk dipilih oleh Sidang MD GBI adalah
sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali lipat dari
jumlah wakil anggota MPL GBI yang tersedia
bagi daerah yang bersangkutan.
(5) Anggota MPL GBI yang dipilih oleh Sidang
MD GBI tidak boleh merangkap jabatan
sebagai pengurus BPD GBI.
Pasal 43 Pasal 48 Pasal 45
MASA JABATAN MASA JABATAN ANGGOTA MPL GBI MASA JABATAN ANGGOTA MPL GBI
Masa jabatan anggota MPL adalah dari satu sinode Masa jabatan anggota MPL GBI adalah dari 1 (satu) Masa jabatan anggota MPL GBI adalah dari 1 (satu)
sampai sinode berikutnya dan dapat dipilih kembali. sinode sampai sinode berikutnya dan dapat dipilih sinode sampai sinode berikutnya dan dapat dipilih
kembali dengan ketentuan maksimum 2 (dua) kali kembali, dengan ketentuan hanya boleh menjabat
menjabat. selama 2 (dua) kali masa jabatan dan setelah itu
tidak dapat dipilih kembali.
Pasal 44 Pasal 49 Pasal 46
PERSIDANGAN PENYELENGARAAN SIDANG MPL GBI PENYELENGARAAN SIDANG MPL GBI
(1) Sidang MPL diundang dan diselenggarakan (1) Sidang MPL GBI diselenggarakan oleh BPP (1) Sidang MPL GBI diselenggarakan oleh BPP
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 41
oleh BPH menurut keperluan, tetapi sekurang- GBI sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun GBI sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun
kurangnya 1 (satu) tahun sekali, dalam keadaan sekali. Dalam keadaan sangat mendesak dapat sekali. Dalam keadaan sangat mendesak dapat
sangat mendesak dapat diselenggarakan sidang diselenggarakan Sidang MPL GBI Istimewa diselenggarakan Sidang MPL GBI Istimewa
MPL Istimewa atas usul sekurang-kurangnya atas usul sekurang-kurangnya 25 (dua puluh atas usul sekurang-kurangnya 25 (dua puluh
25% (dua puluh lima persen) dari jumlah lima) persen dari jumlah anggota MPL GBI. lima) persen dari jumlah anggota MPL GBI.
anggota MPL. (2) Sidang MPL GBI pada awalnya dipimpin oleh (2) Sidang MPL GBI pada awalnya dipimpin oleh
(2) Sidang MPL pada awalnya dipimpin oleh BPH, BPP GBI, setelah pengesahan tata tertib dan BPP GBI, setelah pengesahan tata tertib dan
setelah pengesahan tata tertib dan acara maka acara persidangan maka Sidang MPL GBI acara persidangan maka Sidang MPL GBI
sidang MPL selanjutnya dipimpin oleh Majelis selanjutnya dipimpin oleh Majelis Ketua yang selanjutnya dipimpin oleh Majelis Ketua yang
Ketua yang terdiri dari lima orang anggota terdiri dari 5 (lima) orang anggota MPL GBI terdiri dari 5 (lima) orang anggota MPL GBI
MPL, yang diajukan oleh BPH dan disahkan yang diajukan oleh BPP GBI dan disahkan yang diajukan oleh BPP GBI dan disahkan oleh
oleh sidang MPL. oleh Sidang MPL GBI. Sidang MPL GBI.
(3) Sidang MPL adalah sah, apabila dihadiri oleh (3) SidangMPLGBIadalahsahapabiladihadirioleh
½ (satu perdua) dari jumlah anggota ditambah ½ (satu per dua) dari jumlah anggota MPL GBI Pasal 47
1 (satu) termasuk mereka yang tidak hadir ditambah 1 (satu) termasuk mereka yang tidak TUGAS POKOK DAN FUNGSI
tetapi memberikan suaranya secara tertulis. hadir tetapi menyampaikan pemberitahuan
(4) Keputusan MPL diambil berdasarkan secara tertulis dengan menggunakan kepala SIDANG MPL GBI
musyawarah untuk mufakat, tetapi apabila surat dari jemaat lokalnya. (1) Menetapkan perubahan Tata Gereja GBI.
tidak tercapai mufakat maka keputusan diambil (4) Setiap keputusan Sidang MPL GBI diambil (2) Menetapkan perubahan atas keputusan-
berdasarkan suara terbanyak (voting). berdasarkan musyawarah untuk mufakat tetapi
apabila tidak tercapai mufakat maka keputusan keputusan MPL.
Pasal 45 diambil berdasarkan suara terbanyak melalui (3) Menetapkan kebijakan umum organisasi GBI.
TUGAS DAN WEWENANG pemungutan suara (voting). (4) Menyusun program tahunan GBI.
(1) Menilai kinerja BPH dan memberikan arahan (5) Menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan
sesuai dengan keputusan sinode. Pasal 50
(2) Memutuskan masalah-masalah yang tidak TUGAS POKOK DAN FUNGSI dan Belanja Tahunan GBI.
dapat diselesaikan oleh sidang MD maupun (6) Memberi tanggapan dan masukan atas laporan
oleh BPH. SIDANG MPL GBI
(3) Menyampaikan semua keputusan MPL terakhir Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
untuk disahkan dalam sinode. ((1) Menetapkan dan mengesahkan perubahan
(4) Menyusun rancangan program satu periode Tata Gereja GBI.
42 (2) Menetapkan perubahan atas keputusan-
keputusan MPL.
(3) Menetapkan kebijakan umum organisasi GBI.
(4) Menyusun program tahunan GBI.
(5) Menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Tahunan GBI.
sinode dan Anggaran Pendapatan dan Belanja (6) Memberi tanggapan dan masukan atas laporan kinerja tahunan BPP GBI serta arahan sesuai
Tahunan GBI. kinerja tahunan BPP GBI. keputusan sinode.
(5) Dalam keadaan darurat dapat mengubah (7) Melantik anggota MPL GBI yang tidak hadir
waktu dan tempat penyelenggaraan sinode. (7) Mengusulkan sebanyak-banyaknya 5 (lima) dalam sinode, Pergantian Antar Waktu
(6) Melantik pendeta sebagaimana yang bakal calon Ketua Umum BPP GBI untuk (PAW), Pelaksana Tugas Ketua BPD GBI dan
dimaksudkan oleh pasal 26 ayat 6. diseleksi oleh MP GBI dalam Sidang MPL GBI calon pendeta yang telah lulus ujian namun
terakhir dari periode berjalan. berhalangan hadir dalam sinode.
(8) Melantik anggota PERPEN GBI dalam Sidang
(8) Memilih dan mengesahkan Ketua Umum BPP MPL menjelang Sidang Sinode.
GBI dari hasil seleksi MP GBI dalam Sidang MPL
GBI terakhir dari periode berjalan.
(9) Mensosialisasikan semua keputusan MPL GBI
terakhir dalam Sinode GBI.
(10) Melantik pendeta sebagaimana yang
dimaksudkan oleh pasal 28 ayat (6).
(11) Melantik anggota MPL GBI Pergantian Antar
Waktu (PAW) dan Pelaksana Tugas Ketua BPD
GBI.
(12) Anggota MPL GBI bersama-sama dengan
Ketua BPD GBI terpilih menyusun struktur
kepengurusan BPD GBI.
Pasal 48
QUORUM DAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN DALAM SIDANG MPL GBI
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 (1) Sidang MPL GBI adalah sah apabila dihadiri
oleh ½ (satu perdua) dari jumlah seluruh
anggota MPL GBI ditambah 1 (satu).
(2) Apabila quorum tidak tercapai, maka dalam
waktu selambat-lambatnya satu tahun, BPP
GBI harus menyelenggarakan Sidang MPL GBI
susulan yang dengan sendirinya adalah sah.
(3) Pengambilan keputusan dalam Sidang MPL
GBI adalah sah, apabila diputuskan oleh ½
(satu perdua) dari jumlah anggota MPL GBI
yang hadir ditambah 1 (satu).
(4) Keputusan Sidang MPL GBI diambil
43
berdasarkan musyawarah untuk mufakat,
tetapi apabila tidak tercapai mufakat maka
keputusan diambil melalui pemungutan suara
(voting)
Pasal 46 Pasal 51 Pasal 49
KEWAJIBAN ANGGOTA KEWAJIBAN ANGGOTA MPL GBI KEWAJIBAN ANGGOTA MPL GBI
(1) Tiap anggota MPL wajib menghadiri sidang (1) Tiap anggota MPL GBI wajib menghadiri (1) Tiap anggota MPL GBI wajib menghadiri
MPL. Sidang MPL GBI sepenuh waktu. Sidang MPL GBI sepenuh waktu.
(2) Seorang anggota MPL otomatis menjadi (2) Setiap anggota MPL GBI di daerah wajib (2) SetiapanggotaMPLGBIdidaerahwajibmenjadi
penasehat BPD untuk perkembangan Gereja menjadi penasihat BPD GBI untuk penasihat BPD GBI untuk perkembangan GBI
Bethel Indonesia di daerah yang bersangkutan. perkembangan GBI di daerah yang di daerah yang bersangkutan.
bersangkutan.
(3) Apabila seorang anggota MPL terkena disiplin (3) Apabila anggota MPL GBI terkena disiplin gereja
gereja maka status keanggotaan dengan (3) Apabila anggota MPL GBI terkena disiplin maka status keanggotaan dinyatakan gugur.
sendirinya dinyatakan gugur. gereja maka status keanggotaan dinyatakan
gugur. (4) Apabila anggota MPL GBI tidak menghadiri
(4) Apabila seorang anggota MPL tidak Sidang MPL GBI sebanyak 2 (dua) kali
menghadiri sidang MPL 2 (dua) kali berturut- (4) Apabila anggota MPL GBI tidak menghadiri berturut-turut tanpa memberikan alasan yang
turut tanpa memberikan alasan yang sah, maka Sidang MPL GBI sebanyak 2 (dua) kali sah maka hak keanggotaannya dinyatakan
status keanggotaannya akan ditinjau kembali. berturut-turut tanpa memberikan alasan yang gugur.
sah maka hak keanggotaannya dinyatakan
gugur.
Pasal 47 Pasal 52 Pasal 50
KEKOSONGAN KEANGGOTAAN KEKOSONGAN KEANGGOTAAN MPL GBI KEKOSONGAN KEANGGOTAAN MPL GBI
Kekosongan keanggotaan MPL diganti dengan (1) Kekosongan keanggotaan MPL GBI dari unsur
anggota baru, yang diusulkan oleh Majelis Daerah Kekosongan keanggotaan MPL GBI dari unsur
dan disetuji oleh BPH. daerah diisi oleh anggota MPL GBI Pengganti Antar daerah diisi oleh anggota MPL GBI Pengganti
Waktu (PAW) yang menempati urutan berikut dari Antar Waktu (PAW) yang menempati urutan
44 hasil pemilihan anggota MPL GBI dalam Sidang berikut dari hasil pemilihan anggota MPL GBI
MD GBI sebelumnya di daerah yang bersangkutan dalam Sidang MD GBI sebelumnya di daerah
dan harus diverifikasi ulang sesuai Tata Tertib GBI yang bersangkutan, dan harus diverifikasi
Pasal 46 serta memperoleh persetujuan BPP GBI. ulang sesuai Tata Tertib GBI Pasal 46 serta
memperoleh persetujuan BPP GBI.
(2) Masa Pergantian Antar Waktu (PAW) sesudah
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 melewati setengah masa waktu sinode
dianggap telah memenuhi seluruh masa
waktu sinode.
BAB V
PERWAKILAN PENDETA
Pasal 51
PENGERTIAN PERWAKILAN PENDETA GBI
Perwakilan Pendeta GBI disingkat PERPEN GBI
adalah sekelompok pendeta yang dipilih dari suatu
daerah tertentu, untuk mewakili pendeta-pendeta
GBI, bertugas melakukan tugas tertentu, yang tidak
termasuk sebagai anggota MPL GBI.
Pasal 52
PERSYARATAN
ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA GBI
Anggota PERPEN GBI yang boleh dipilih oleh
Sidang MD GBI adalah:
(1) Pendeta GBI yang menggembalakan jemaat
sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun
terakhir.
(2) Mampu menampung dan menyampaikan serta
memperjuangkan kemajuan GBI di tingkat
nasional maupun di daerah.
(3) Mempunyai kemampuan memimpin dan
dikenal sebagai pendeta yang baik serta
memiliki kompetensi dalam melaksanakan
tugas pokok dan fungsi MPL GBI.
(4) (Sehat jasmani dan mental.
(5) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam hal:
a. Taat dan tunduk pada seluruh aturan
organisasi GBI.
45
b. Terlibat aktif mengikuti kegiatan organisasi
GBI.
c. Membela dan menjunjung tinggi nama
baik GBI.
d. Memiliki keteladanan, kejujuran serta
kesetiaan dalam memberi persepuluhan
jemaat lokal yang digembalakannya kepada
BPP GBI dan iuran bulanan pejabat kepada
BPD GBI sepenuhnya secara rutin dalam
periode berjalan.
(6) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik
dan tidak pernah terkena disiplin gereja dalam
kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.
(7) Berpendidikan minimal strata satu (S1) dari
semua disiplin ilmu dan dari Sekolah Tinggi
yang terakreditasi.
(8) Berusia sekurang-kurangnya 40 (empat puluh)
tahun.
Pasal 53
PROSEDUR PEMILIHAN ANGGOTA
PERWAKILAN PENDETA GBI
(1) Pemilihan anggota PERPEN GBI dilakukan
dalam Sidang MD terakhir dalam satu periode
sinode untuk memilih Bakal Calon Ketua
Umum BPP GBI
(2) Setiap BPD GBI mempunyai anggota PERPEN
GBI, yang ditentukan berdasarkan rasio
perbandingan jumlah pendeta di daerahnya
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Jumlah pendeta sebanyak 1 (satu) – 12 (dua
belas) orang mempunyai 1 (satu) anggota.
b. Setiap kelipatan 12 (dua belas) orang
pendeta mempunyai tambahan 1 (satu)
anggota.
46 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 c. Apabila pendeta dalam suatu daerah
terdapat lebih dari 12 (dua belas) orang
pendeta namun tidak memenuhi angka
kelipatan 12 (dua belas) orang, maka
jumlah anggota PERPEN GBI yang dipilih,
diatur sebagai berikut:
C.1 Setiap kelebihan jumlah pendeta
sebanyak 1 (satu) sampai dengan
5 (lima) orang tidak mendapat
tambahan anggota.
C.2. Setiap kelebihan jumlah pendeta
sebanyak 6 (enam) sampai dengan 11
(sebelas) orang mendapat tambahan 1
(satu) anggota.
(3) Tugas verikasi calon anggota PERPEN GBI
dilakukan oleh Majelis Ketua Sidang dalam
sidang MD GBI.
(4) Anggota PERPEN GBI yang dipilih oleh Sidang
MD GBI tidak boleh merangkap jabatan
sebagai anggota MPL GBI.
(5) Pelantikan anggota PERPEN GBI dilakukan
dalam Sidang MPL terakhir dari satu periode
sinode oleh Majelis Ketua Sidang.
Pasal 54
TUGAS POKOK DAN FUNGSI ANGGOTA
PERWAKILAN PENDETA GBI
(1) Hadir dalam Sidang Sinode yang telah
ditetapkan oleh organisasi GBI.
(2) Memilih Ketua Umum BPP GBI dalam Sidang
Sinode bersama-sama dengan anggota MPL
GBI, sesuai dengan prosedur pemilihan yang
berlaku dalam organisasi GBI.
47
Pasal 55
MASA JABATAN
ANGGOTA PERWAKILAN PENDETA GBI
Masa jabatan anggota PERPEN GBI dimulai sejak
terpilihnya pendeta tersebut dalam Sidang MD
terakhir dari suatu periode sinode untuk
memilih Bakal Colon Ketua Umum BPP GBI,
sampai dengan berahirnya Sidang Sinode yang
melantik Ketua Umum BPP GBI terpilih.
BAB V BAB IV BAB V
MAJELIS PERTIMBANGAN MAJELIS PEMBINA GBI MAJELIS PEMBINA GBI
Pasal 48 Pasal 41 Pasal 56
PENGERTIAN DAN SUSUNAN PENGERTIAN MAJELIS PEMBINA GBI PENGERTIAN MAJELIS PEMBINA GBI
(1) Majelis Pertimbangan adalah pemberi (1) Majelis Pembina GBI disingkat MP GBI (1) Majelis Pembina GBI disingkat MP GBI adalah
pertimbangan dan nasehat kepada Sinode, adalah badan yang berjumlah ganjil sekurang- badan yang berjumlah sebanyak-banyaknya
MPL, BPH untuk kemajuan GBI. kurangnya 7 (tujuh) orang dan sebanyak- 24 (dua puluh empat) orang yang berwenang
banyaknya 11 (sebelas) orang yang berwenang melakukan pembinaan dan pengarahan kepada
(2) Majelis pertimbangan terdiri dari unsur melakukan pembinaan dan pengarahan GBI serta menyeleksi calon Ketua Umum BPP
sesepuh Gereja Bethel Indonesia, unsur kepada GBI serta menyeleksi calon Ketua GBI.
mantan ketua umum BPH/ketua BPD dan atau Umum BPP GBI.
pendeta yang mempunyai kapasitas kerasulan (2) Calon anggota MP GBI diusulkan dan
dan keahlian khusus dalam bidang tertentu, (2) Calon anggota MP GBI diusulkan dan diverifikasi oleh MP GBI periode berjalan
yang berjumlah sebanyak-banyaknya 24 (dua diverifikasi oleh MP GBI periode berjalan sebanyak 2 (dua) kali dari jumlah anggota yang
puluh empat) orang. sebanyak 2 (dua) kali dari jumlah anggota dibutuhkan untuk dipilih oleh Sidang MPL
yang dibutuhkan untuk dipilih oleh Sidang GBI dan dilantik di Sinode GBI.
(3) Anggota MP dipilih dan diusulkan oleh MPL MPL GBI dan dilantik di Sinode GBI.
untuk disahkan dan dilantik dalam sinode. (3) Masa jabatan anggota MP GBI adalah 1 (satu)
(3) Masa jabatan anggota MP GBI adalah 1 (satu) periode sinode dan dapat dipilih kembali
(4) Masa jabatan anggota MP adalah satu periode periode sinode dan dapat dipilih kembali.
sinode dan dapat dipilih kembali.
(5) Tempat kedudukan MP adalah di ibukota
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
48 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 49 Pasal 42 Pasal 57
PERSYARATAN ANGGOTA PERSYARATAN PERSYARATAN
ANGGOTA MAJELIS PEMBINA GBI ANGGOTA MAJELIS PEMBINA GBI
(1) Memiliki kualifikasi rohani yang telah terbukti; Persyaratan untuk menjadi anggota MP GBI Persyaratan untuk menjadi anggota MP GBI
memiliki kemampuan mengayomi; menjadi meliputi: meliputi:
panutan dalam keluarga, gereja dan masyarakat. (1) Pejabat yang berpengalaman sebagai pendeta
(1) Pejabat yang berpengalaman sebagai pendeta
(2) Memiliki pengalaman sebagai gembala jemaat dan gembala jemaat GBI sekurang-kurangnya dan gembala jemaat GBI sekurang-kurangnya
sekurang-kurangnya 12 (dua belas) tahun selama 20 (dua puluh) tahun. selama 20 (dua puluh) tahun.
atau pendeta Gereja Bethel Indonesia yang (2) Sehat jasmani dan mental.
mempunyai keahlian khusus baik di tingkat (3) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam hal: (2) Sehat jasmani dan mental.
nasional maupun daerah. a. Taat dan tunduk pada seluruh aturan (3) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam hal:
(3) Memiliki kemampuan untuk mengarahkan organisasi. a. Taat dan tunduk pada seluruh aturan
kebijakan demi terwujudnya visi dan misi b. Terlibat aktif mengikuti kegiatan organisasi. organisasi.
Gereja Bethel Indonesia. c. Membela dan menjunjung tinggi nama
b. Terlibat aktif mengikuti kegiatan
(4) Berusia sekurang-kurangnya 50 tahun. baik GBI. organisasi.
d. Memiliki keteladanan, kejujuran serta
c. Membela dan menjunjung tinggi nama
kesetiaan dalam memberi persepuluhan baik GBI.
jemaat yang digembalakannya kepada
BPP GBI dan iuran bulanan pejabat d. Memiliki keteladanan, kejujuran serta
kepada BPD GBI sepenuhnya secara kesetiaan dalam memberi persepuluhan
rutin dalam periode berjalan. jemaat yang digembalakannya kepada BPP
(4) Mempunyai pengalaman organisasi berskala GBI dan iuran bulanan pejabat kepada
nasional di lingkungan GBI. BPD GBI sepenuhnya secara rutin dalam
(5) Mempunyai karunia Roh Kudus sebagai periode berjalan.
pemimpin gereja yang dibuktikan dalam
pelayanan yang berbuah dan berdampak luas (4) Mempunyai pengalaman organisasi berskala
(Efesus 4:11; Roma 12:8; 1 Korintus 12:28). nasional di lingkungan GBI.
(6) Mempunyai sifat pengayom, arif, bijaksana,
berwawasan luas dan melayani dengan penuh (5) Mempunyai karunia Roh Kudus sebagai
kasih (1 Tesalonika 2:11-12). pemimpin gereja yang dibuktikan dalam
(7) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik dan pelayanan yang berbuah dan berdampak luas
tidak pernah terkena disiplin gereja. (Efesus 4:11; Roma 12:8; 1 Korintus 12:28).
(8) Memiliki kemampuan untuk membina,
mengarahkan dan memberi nasihat demi (6) Mempunyai sifat pengayom, arif, bijaksana,
terwujudnya visi dan misi GBI. berwawasan luas dan melayani dengan penuh
kasih (1 Tesalonika 2:11-12).
(7) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik dan
tidak pernah terkena disiplin gereja.
(8) Memiliki kemampuan untuk membina,
mengarahkan dan memberi nasihat demi
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 49
(9) Berpendidikan minimal strata satu (S1) dari terwujudnya visi dan misi GBI.
semua disiplin ilmu. (9) Berpendidikan minimal strata satu (S1) dari
(10) Berusia sekurang-kurangnya 55 (lima puluh semua disiplin ilmu.
lima) tahun. (10) Berusia sekurang-kurangnya 55 (lima puluh
lima) tahun.
Pasal 50 Pasal 43 Pasal 58
PIMPINAN KEPENGURUSAN MAJELIS PEMBINA GBI KEPENGURUSAN MAJELIS PEMBINA GBI
Penyempurnaan struktur pengurus MP (lebih rinci) (1) Susunan pengurus MP GBI terdiri dari: (1) Susunan pengurus MP GBI terdiri dari:
a. Ketua a. Ketua
b. Sekretaris b. Sekretaris
c. Bendahara c. Bendahara
d. Anggota d. Anggota
(2) Masa jabatan pengurus MP GBI adalah selama (2) Masa jabatan pengurus MP GBI adalah selama
1 (satu) periode sinode. 1 (satu) periode sinode.
(3) Biaya operasional MP GBI untuk melakukan (3) Biaya operasional MP GBI untuk melakukan
tugas-tugasnya diatur dalam Anggaran tugas-tugasnya diatur dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Tahunan GBI. Pendapatan dan Belanja Tahunan GBI.
(4) Jika dianggap perlu, MP GBI dapat (4) Jika dianggap perlu, MP GBI dapat
menggunakan tenaga ahli sesuai kebutuhan. menggunakan tenaga ahli sesuai kebutuhan.
(5) Tempat kedudukan MP GBI adalah di Jakarta. (5) Tempat kedudukan MP GBI adalah di Jakarta.
Pasal 51 Pasal 44 Pasal 59
HAK DAN WEWENANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI TUGAS POKOK DAN FUNGSI MAJELIS
(1) Sesuai dengan kedudukannya, maka MP MAJELIS PEMBINA GBI PEMBINA GBI
mempunyai hak dan wewenang untuk memberi (1) Memberi pembinaan dan pengarahan kepada
pertimbangan dan nasehat kepada Sinode, (1) Memberi pembinaan dan pengarahan kepada
MPL, BPH dalam hal: GBI dalam hal: GBI dalam hal:
a. Pencapaian visi dan misi GBI. a. Pencapaian visi dan misi GBI. a. Pencapaian visi dan misi GBI.
b. Pemilihan Ketua Umum BPH dan b. Ajaran GBI. b. Ajaran GBI.
penyusunan pengurus BPH. c. Kualitas kerohanian pejabat GBI. c. Kualitas kerohanian pejabat GBI.
c. Ajaran dan kualitas kerohanian dalam d. Perbendaharaan GBI termasuk aset-aset d. Perbendaharaan GBI termasuk aset-aset yang
lingkungan Gereja Bethel Indonesia. yang dimiliki oleh GBI.
e. Hal-hal lain yang dianggap perlu atas dimiliki oleh GBI.
50 permintaan MPL GBI dan BPP GBI. e. Hal-hal lain yang dianggap perlu atas
permintaan MPL GBI dan BPP GBI.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
d. Perbendaharaan GBI. (2) Memelihara dan menjaga kemurnian (2) Memelihara dan menjaga kemurnian
e. Hal-hal yang dianggap perlu atas pengajaran dasar GBI. pengajaran dasar GBI.
permintaan MPL dan BPH. (3) Menyeleksi dan menetapkan 3 (tiga) calon (3) Menyeleksi calon Ketua Umum BPP GBI
(2) Berwenang untuk mengeluarkan pernyataan Ketua Umum BPP GBI dari sebanyak- sebanyak-banyaknya 5 (lima) bakal calon yang
banyaknya 5 (lima) bakal calon yang diajukan diajukan oleh Sidang MPL GBI terakhir dalam
resmis tentang suatu pertimbangan di oleh Sidang MPL GBI terakhir dalam satu satu periode sinode.
lingkungan GBI. periode sinode; jika yang diajukan oleh MPL
(3) Dalam memberi nasehat dan pertimbangan GBI hanya berjumlah 3 (tiga) bakal calon (4) Memberikan masukan kepada Ketua Umum
untuk kemajuan GBI, MP dapat melakukannya Ketua Umum BPP GBI maka MP GBI akan terpilih dalam penyusunan pengurus BPP GBI.
secara langsung kepada BPH, sidang MPL, menetapkan 2 (dua) calon Ketua Umum BPP
Sinode, maupun secara tidak langsung yaitu GBI. (5) MP GBI dapat memberikan pertimbangan
melalui BPH. mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada
(4) Memberikan masukan kepada Ketua Umum anggota MP GBI, Ketua Umum BPP GBI dan
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 terpilih dalam penyusunan pengurus BPP anggota MPL GBI yang melakukan pelanggaran
GBI. terhadap Tata Gereja atau Pengakuan Iman GBI
atau Pengajaran GBI atau Etika Kependetaan
(5) MP GBI dapat memberikan pertimbangan atau kebijakan-kebijakan organisasi.
mengenai sanksi yang akan dijatuhkan
kepada anggota MP GBI, Ketua Umum BPP (6) Dalam kondisi luar biasa yang mengancam
GBI dan anggota MPL GBI yang melakukan keutuhan GBI, MP GBI dapat mengambil
pelanggaran terhadap Tata Gereja atau inisiatif untuk melaksanakan Sidang MPL
Pengakuan Iman GBI atau Pengajaran GBI GBI istimewa sebagai upaya penyelamatan
atau Etika Kependetaan atau kebijakan- organisasi.
kebijakan organisasi.
(7) Membentuk Dewan Kode Etik Kependetaan
(6) Dalam kondisi luar biasa yang mengancam GBI yang khusus membuat penelaahan etik
keutuhan GBI, MP GBI dapat mengambil terhadap pejabat GBI yang diduga melakukan
inisiatif untuk melaksanakan Sidang MPL pelanggaran kode etik.
GBI istimewa sebagai upaya penyelamatan a. Masa jabatan Dewan Kode Etik
organisasi. Kependetaan GBI berlangsung dari satu
sinode ke sinode berikutnya.
(7) Membentuk Dewan Kode Etik Kependetaan b. Ketua Dewan Kode Etik Kependetaan GBI
GBI yang khusus membuat penelaahan etik adalah salah seorang anggota MP GBI.
terhadap pejabat GBI yang diduga melakukan c. Keputusan penelaahan Dewan Kode
pelanggaran kode etik. Etik Kependetaan GBI bersifat final dan
a. Masa jabatan Dewan Kode Etik mengikat.
Kependetaan GBI berlangsung dari satu
sinode ke sinode berikutnya. (8) Memberikan pembinaan kepada para pejabat
b. Ketua Dewan Kode Etik Kependetaan GBI yang telah dikenakan sanksi peringatan tertulis
adalah salah seorang anggota MP GBI. atau sanksi pemutusan hubungan sementara
(skorsing) oleh BPP GBI.
51
c. Keputusan penelaahan Dewan Kode
Etik Kependetaan GBI bersifat final dan
mengikat.
(8) Memberikan pembinaan kepada para pejabat
yang telah dikenakan sanksi peringatan tertulis
atau sanksi pemutusan hubungan sementara
(skorsing) oleh BPP GBI.
BAB VI BAB VI BAB VI
BADAN PEKERJA HARIAN BADAN PENGURUS PUSAT GBI BADAN PENGURUS PUSAT GBI
Pasal 52 Pasal 53 Pasal 60
PENGERTIAN DAN SUSUNAN PENGERTIAN DAN SUSUNAN PENGERTIAN DAN SUSUNAN
PENGURUS BPP GBI PENGURUS BPP GBI
(1) Badan Pekerja Harian (BPH) adalah pelaksana (1) Badan Pengurus Pusat GBI disingkat BPP GBI (1) Badan Pengurus Pusat GBI disingkat BPP GBI
keputusan sinode dan atau MPL. adalah pelaksana harian keputusan MPL GBI. adalah pelaksana harian keputusan MPL GBI.
(2) Susunan BPH terdiri dari: (2) BPP GBI terdiri dari: (2) BPP GBI terdiri dari:
a. Pengurus Inti. a. Pengurus inti. a. Pengurus inti.
b. Pengurus Lengkap. b. Pengurus lengkap. b. Pengurus lengkap.
(3) Pengurus Inti BPH terdiri dari: (3) Pengurus inti BPP GBI terdiri dari: (3) Pengurus inti BPP GBI terdiri dari:
a. Ketua Umum dan Ketua-Ketua a. Ketua umum dan ketua-ketua. a. Ketua umum dan ketua-ketua.
b. Sekretaris Umum dan Sekretaris-Sekretaris b. Sekretaris umum dan sekretaris- b. Sekretaris umum dan sekretaris-sekretaris.
c. Bendahara Umum dan Bendahara- sekretaris. c. Bendahara umum dan bendahara-
Bendahara. c. Bendahara umum dan bendahara- bendahara.
bendahara.
(4) Pengurus Lengkap BPH terdiri dari: (4) Pengurus lengkap BPP GBI terdiri dari:
a. Ketua Umum dan Ketua-Ketua (4) Pengurus lengkap BPP GBI terdiri dari: a. Ketua umum dan ketua-ketua.
b. Sekretaris Umum dan Sekretaris-Sekretaris a. Ketua umum dan ketua-ketua. b. Sekretaris umum dan sekretaris-sekretaris.
c. Bendahara Umum dan Bendahara- b. Sekretaris umum dan sekretaris- c. Bendahara umum dan bendahara-
Bendahara. sekretaris. bendahara.
d. Ketua-Ketua Departemen. c. Bendahara umum dan bendahara- d. Ketua-ketua departemen.
bendahara.
d. Ketua-ketua departemen.
52 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 54 Pasal 61
PEMILIHAN DAN PENGANGKATAN PEMILIHAN DAN PENGANGKATAN
PENGURUS BPP GBI PENGURUS BPP GBI
(1) Pengurus BPP GBI meliputi unsur ketua- (1) Pengurus BPP GBI meliputi unsur ketua-
ketua, sekretaris umum dan sekretaris- ketua, sekretaris umum dan sekretaris-
sekretaris, bendahara umum dan bendahara- sekretaris, bendahara umum dan bendahara-
bendahara serta ketua-ketua departemen bendahara serta ketua-ketua departemen dipilih
dipilih dan diangkat oleh Ketua Umum BPP dan diangkat oleh Ketua Umum BPP GBI
GBI berdasarkan hasil konsultasi dengan MP berdasarkan hasil konsultasi dengan MP GBI.
GBI.
(2) Ketua Departemen WBI dan DPA dipilih oleh
(2) Ketua Departemen WBI dan DPA dipilih oleh Ketua Umum BPP GBI dari 3 (tiga) calon
Ketua Umum BPP GBI dari 3 (tiga) calon yang yang diusulkan dalam Kongres WBI dan DPA
diusulkan dalam Rakernas WBI dan DPA selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah
terakhir menjelang Sinode GBI. Sinode GBI.
Pasal 53 Pasal 55 Pasal 62
TEMPAT KEDUDUKAN TEMPAT KEDUDUKAN BPP GBI TEMPAT KEDUDUKAN BPP GBI
Tempat kedudukan BPH adalah di Ibukota Negara Tempat kedudukan BPP GBI adalah di Jakarta. Tempat kedudukan BPP GBI adalah di Jakarta.
Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 54 Pasal 56 Pasal 63
TUGAS DAN WEWENANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPP GBI TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPP GBI
(1) Menjalankan tugas harian yang telah ditetapkan (1) Menjalankan tugas harian yang telah (1) Menjalankan tugas harian yang telah ditetapkan
dan disahkan dalam sinode. ditetapkan dan disahkan oleh Sidang MPL dan disahkan oleh Sidang MPL GBI.
GBI.
(2) Mengusulkan program pengembangan Gereja (2) Mengusulkan program pengembangan GBI kepada
Bethel Indonesia kepada sidang MPL. (2) Mengusulkan program pengembangan GBI Sidang MPL GBI.
kepada Sidang MPL GBI.
(3) Menyusun statistik perkembangan Gereja (3) Menetapkan dan membina lembaga-lembaga
Bethel Indonesia. (3) Menetapkan dan membina lembaga-lembaga yang dibentuk.
yang dibentuk.
(4) Menetapkan dan membina ketua-ketua (4) Membentuk komisi-komisi dan panitia ad hoc
lembaga yang dibentuk serta mengusahakan (4) Membentuk komisi-komisi dan panitia ad hoc yang membantu meneliti dan memecahkan
perkembangan Gereja Bethel Indonesia melalui yang membantu meneliti dan memecahkan segala permasalahan yang dihadapi BPP GBI.
bagian-bagian yang ada dalam Departemen dan segala permasalahan yang dihadapi BPP GBI.
lembaga masing-masing. (5) Mengundang dan menyelenggarakan Sidang
(5) Mengundang dan menyelenggarakan Sidang MPL GBI dan Sinode GBI.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 53
(5) Membentuk komisi-komisi dan panitia adhoc, MPL GBI dan Sinode GBI. (6) Memberikan laporan tahunan kepada Sidang
yang membantu meneliti dan memecahkan (6) Memberikan laporan tahunan kepada Sidang MPL GBI.
segala yang dihadapi BPH.
MPL GBI. (7) Mengunjungidaerah-daerahuntukmengadakan
(6) Mengundang dan menyelenggarakan sinode. (7) Mengunjungidaerah-daerahuntukmengadakan pembinaan-pembinaan, pengarahan organisasi
(7) Memberikan laporan dan pertanggungjawaban dan pelayanan GBI.
pembinaan-pembinaan, pengarahan organisasi
kepada sidang MPL dan atau sinode. dan pelayanan GBI. (8) Mengelola keuangan dan melaksanakan
(8) Mengunjungi daerah-daerah untuk mengadakan (8) Mengelola keuangan dan melaksanakan program kerja GBI sesuai dengan Anggaran
program kerja GBI sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja yang sudah disahkan
kebaktian kebangunan Rohani, penataran- Pendapatan dan Belanja yang sudah disahkan dalam Sidang MPL GBI.
penataran dan mengarahkan sidang Majelis dalam Sidang MPL GBI.
Daerah. (9) Mengelola milik umum GBI. (9) Mengelola milik umum GBI.
(9) Mengatur keuangan BPH dan melaksanakan (10) Melaksanakan korespondensi dalam dan luar (10) Melaksanakan korespondensi dalam dan luar
program Gereja Bethel Indonesia sesuai dengan negeri.
Anggaran Pendapatan dan Belanja yang sudah (11) Menyeleksi dan menetapkan calon anggota negeri.
disahkan dalam sidang MPL. MPL GBI dari bakal calon yang diajukan oleh (11) Menyeleksi dan menetapkan calon anggota
(10) Mengelola milik umum Gereja Bethel Indonesia. BPD GBI.
(11) Melaksanakan korespondensi dalam luar (12) Menerbitkan surat keputusan pengesahan MPL GBI dari bakal calon yang diajukan oleh
negeri. jemaat lokal baru. BPD GBI.
(12) Menerbitkan surat keputusan dan kartu jabatan (13) Menerbitkan surat keputusan pengangkatan (12) Menerbitkan surat keputusan pengesahan
kepada pejabat Gereja Bethel Indonesia. Pdt., Pdm., Pdp. dan kartu jabatan pejabat GBI. jemaat lokal baru.
(13) Menerbitkan surat keputusan disiplin gereja (14) Menerbitkan surat keputusan disiplin gereja (13) Menerbitkan surat keputusan pengangkatan
terhadap pejabat yang melanggar Tata Gereja terhadap pejabat yang melanggar Pengajaran Pdt., Pdm., Pdp. dan kartu jabatan pejabat GBI.
GBI. GBI, Tata Gereja GBI dan Etika Kependetaan (14) Menerbitkan surat keputusan disiplin gereja
(14) Menerima penggabungan jemaat baru/ GBI. terhadap pejabat yang melanggar Pengajaran
persekutuan dan pejabatnya atas rekomendasi (15) Menerbitkan surat keputusan penggabungan GBI, Tata Gereja GBI dan Etika Kependetaan
BPD. jemaat dan pejabat gereja atas rekomendasi GBI.
(15) Membela kepentingan jemaat-jemaat Gereja BPD GBI. (15) Menerbitkan surat keputusan penggabungan
Bethel Indonesia. (16) Memberi advokasi kepada pejabat GBI yang jemaat dan pejabat gereja atas rekomendasi
(16) Mengadakan pengikatan perjanjian dan atau berurusan dengan masalah hukum negara BPD GBI.
melakukan penjaminan dengan lembaga dalam pelayanan. (16) Memberi advokasi kepada pejabat GBI yang
keuangan untuk pengadaan milik umum (17) Mengadakan pengikatan perjanjian dan atau berurusan dengan masalah hukum negara
Gereja Bethel Indonesia. melakukan penjaminan dengan lembaga dalam pelayanan.
keuangan untuk pengadaan milik umum GBI. (17) Mengadakan pengikatan perjanjian dan atau
melakukan penjaminan dengan lembaga
keuangan untuk pengadaan milik umum GBI.
54 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 55 Pasal 57 Pasal 64
RAPAT DAN PENGEMBALIAN KEPUTUSAN RAPAT DAN PENGAMBILAN RAPAT DAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN BPP GBI KEPUTUSAN BPP GBI
(1) BPH memiliki beberapa bentuk rapat yaitu: (1) BPP GBI memiliki beberapa bentuk rapat (1) BPP GBI memiliki beberapa bentuk rapat yaitu:
a. Rapat pengurus inti yang dihadiri oleh yaitu: a. Rapat pengurus inti yang dihadiri oleh
Ketua Umum, para Ketua, Sekretaris a. Rapat pengurus inti yang dihadiri oleh ketua umum, ketua-ketua, sekretaris
Umum, para Sekretaris, Bendahara Umum ketua umum, ketua-ketua, sekretaris umum, sekretaris-sekretaris, bendahara
dan para Bendahara. umum, sekretaris-sekretaris, bendahara umum dan bendahara-bendahara
b. Rapat pengurus lengkap yang dihadiri umum dan bendahara-bendahara dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu)
oleh ketua Umum, para Ketua, Sekretaris dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 kali dalam sebulan.
Umum, para Sekretaris, Bendahara (satu) kali dalam sebulan. b. Rapat pengurus lengkap yang dihadiri
Umum, para Bendahara, dan ketua-ketua b. Rapat pengurus lengkap yang dihadiri oleh ketua umum, ketua-ketua, sekretaris
Departemen. oleh ketua umum, ketua-ketua, sekretaris umum, sekretaris-sekretaris, bendahara
c. Rapat Kerja Nasional yang dihadiri oleh umum, sekretaris-sekretaris, bendahara umum, bendahara-bendahara dan ketua-
pengurus lengkap BPH dan pengurus umum, bendahara-bendahara dan ketua departemen dilaksanakan sekurang-
harian BPD. ketua-ketua departemen dilaksanakan kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.
sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali. c. Rapat Kerja Nasional yang dihadiri oleh
(2) Rapat pengurus inti diadakan menurut c. Rapat Kerja Nasional yang dihadiri oleh pengurus lengkap BPP GBI dan pengurus
keperluan, tetapi sekurang-kurangnya 1 (satu) pengurus lengkap BPP GBI dan pengurus BPD GBI yang terdiri dari ketua, sekretaris
kali sebulan; rapat pengurus lengkap diadakan BPD GBI yang terdiri dari ketua, dan bendahara dilaksanakan sekurang-
sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 sekretaris dan bendahara dilaksanakan kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
(tiga) bulan; Rapat Kerja Nasional diadakan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali. d. Rapat Pimpinan Nasional yang dihadiri
sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) d. Rapat Pimpinan Nasional yang dihadiri oleh MP GBI, pengurus lengkap BPP GBI
tahun. oleh MP GBI, pengurus lengkap BPP GBI dan Ketua BPD GBI yang dilaksanakan
dan Ketua BPD GBI yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
(3) Setiap rapat tersebut di atas dipimpin oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali.
Ketua Umum BPH, tetapi apabila berhalangan (2) Setiap rapat tersebut di atas dipimpin oleh Ketua
akan dipimpin oleh salah satu ketua BPH. (2) Setiap rapat tersebut di atas dipimpin Umum BPP GBI tetapi apabila berhalangan
oleh Ketua Umum BPP GBI tetapi apabila akan dipimpin oleh salah satu Ketua BPP GBI.
(4) Dalam rangka menjalankan tugas dan berhalangan akan dipimpin oleh salah satu
wewenang seperti yang disebutkan dalam Pasal Ketua BPP GBI. (3) Dalam rangka menjalankan tugas pokok
54, keputusan diambil berdasarkan prinsip dan fungsi seperti yang disebutkan dalam
kolektif-kolegial (keputusan bersama) melalui (3) Dalam rangka menjalankan tugas pokok Tata Tertib GBI Pasal 56, keputusan diambil
rapat Pengurus Inti. dan fungsi seperti yang disebutkan dalam berdasarkan prinsip musyawarah mufakat
Tata Tertib GBI Pasal 56, keputusan diambil (keputusan bersama) melalui rapat pengurus
(5) Pengurus lengkap BPH yang tidak hadir dalam berdasarkan prinsip musyawarah mufakat inti.
rapat tiga kali berturut-turut, tanpa alasan yang (keputusan bersama) melalui rapat pengurus
sah, maka status keanggotaannya akan ditinjau (4) Pengurus lengkap BPP GBI yang tidak hadir
kembali.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 55
inti. dalam rapat 3 (tiga) kali berturut-turut tanpa
(4) Pengurus lengkap BPP GBI yang tidak hadir alasan yang sah maka statusnya sebagai
anggota pengurus BPP GBI akan ditinjau
dalam rapat 3 (tiga) kali berturut-turut tanpa kembali.
alasan yang sah maka statusnya sebagai anggota
pengurus BPP GBI akan ditinjau kembali.
Pasal 56 Pasal 58 Pasal 65
PERWAKILAN UMUM PERWALIAN HUKUM BPP GBI PERWALIAN HUKUM BPP GBI
(1) Yang berhak memberi pernyataan resmi atas (1) Yang berhak memberi pernyataan resmi atas (1) Yang berhak memberi pernyataan resmi atas
nama Gereja Bethel Indonesia adalah ketua nama GBI adalah Ketua Umum BPP GBI nama GBI adalah Ketua Umum BPP GBI
umum bersama sekretaris umum. bersama Sekretaris Umum BPP GBI. bersama Sekretaris Umum BPP GBI.
(2) Yang berhak menandatangani surat-surat (2) Yang berhak menandatangani surat-surat yang (2) Yang berhak menandatangani surat-surat yang
yang berkaitan dengan milik umum Gereja berkaitan dengan milik umum GBI adalah berkaitan dengan milik umum GBI adalah
Bethel Indonesia adalah ketua umum bersama ketua umum, sekretaris umum dan bendahara ketua umum, sekretaris umum dan bendahara
sekretaris umum. umum. umum.
(3) Ketua umum bersama sekretaris umum (3) Ketua Umum BPP GBI bersama Sekretaris (3) Ketua Umum BPP GBI bersama Sekretaris
mewakili Gereja Bethel Indonesia dalam setiap Umum BPP GBI bertindak mewakili GBI di Umum BPP GBI bertindak mewakili GBI di
permasalahan hukum. hadapan hukum. hadapan hukum.
(4) Ketua umum bersama sekretaris umum dapat (4) Ketua Umum BPP GBI bersama Sekretaris (4) Ketua Umum BPP GBI bersama Sekretaris
menjalin kerjasama dengan organisasi lain Umum BPP GBI dapat menjalin kerja sama Umum BPP GBI dapat menjalin kerja sama
yang mengikat secara hukum, atas persetujuan dengan organisasi lain yang mengikat secara dengan organisasi lain yang mengikat secara
MPL. hukum atas persetujuan Sidang MPL GBI. hukum atas persetujuan Sidang MPL GBI.
Pasal 57 Pasal 59 Pasal 66
PERSYARATAN KETUA UMUM PERSYARATAN KETUA UMUM BPP GBI PERSYARATAN KETUA UMUM BPP GBI
Persyaratan Ketua Umum adalah sebagai berikut: Persyaratan Ketua Umum BPP GBI adalah sebagai Persyaratan Ketua Umum BPP GBI adalah sebagai
(1) Pendeta yang mempunyai pengalaman berikut: berikut:
(1) Pejabat GBI yang telah berpengalaman baik (1) Pejabat GBI yang telah berpengalaman baik
mengembalakan jemaat Gereja Bethel
Indonesia sekurang-kurangnya 12 (dua belas) sebagai pendeta maupun gembala jemaat GBI sebagai pendeta maupun gembala jemaat GBI
tahun, sedang atau pernah menjabat sebagai sekurang-kurangnya selama 10 (sepuluh) sekurang-kurangnya selama 10 (sepuluh)
pengurus dalam organisasi Gereja Bethel tahun terakhir. tahun terakhir.
Indonesia di tingkat pusat atau daerah. (2) Dikenal sebagai pendeta yang baik, mempunyai (2) Dikenal sebagai pendeta yang baik, mempunyai
(2) Mempunyai karunia Roh Kudus sebagai kemampuan memimpin dan memiliki kemampuan memimpin dan memiliki
56 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
pemimpin gereja yang dibuktikan dalam kompetensi dalam mengemban tugas pokok kompetensi dalam mengemban tugas pokok
pelayanan yang berbuah dan berdampak (Rm. dan fungsi BPP GBI. dan fungsi BPP GBI.
12:8; 1 Kor. 12:28). (3) Sehat jasmani dan mental. (3) Sehat jasmani dan mental.
(3) Mempunyai sifat pengayom,berwawasan (4) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam hal: (4) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam hal:
nasional, internasional dan melayani dengan a. Taat dan tunduk pada seluruh aturan a. Taat dan tunduk pada seluruh aturan
penuh kasih. (1 Tes. 2:11-12).
(4) Loyal kepada Gereja Bethel Indonesia dan jujur organisasi GBI. organisasi GBI.
serta setia memberi persepuluhan jemaat yang b. Terlibat aktif mengikuti kegiatan b. Terlibat aktif mengikuti kegiatan organisasi
digembalakannya kepada BPH (sepenuhnya
dalam periode berjalan). organisasi GBI. GBI.
(5) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik dan c. Membela dan menjunjung tinggi nama c. Membela dan menjunjung tinggi nama
tidak pernah terkena disiplin Gereja.
(6) Memiliki rencana dan strategi untuk baik GBI. baik GBI.
mewujudkan visi dan misi Gereja Bethel d. Memiliki keteladanan, kejujuran serta d. Memiliki keteladanan, kejujuran serta
Indonesia.
(7) Bersedia berdomisili di Ibu Kota Negara kesetiaan dalam memberi persepuluhan kesetiaan dalam memberi persepuluhan
Kesatuan Republik Indonesi, selama menjabat. jemaat lokal yang digembalakannya jemaat lokal yang digembalakannya
(8) Berpendidikan minimal strata satu (sarjana) kepada BPP GBI dan iuran bulanan kepada BPP GBI dan iuran bulanan
dari segala disiplin ilmu. pejabat kepada BPD GBI sepenuhnya pejabat kepada BPD GBI sepenuhnya
(9) Berusia sekurang-kurangnya 42 (empat puluh secara rutin dalam periode berjalan. secara rutin dalam periode berjalan.
dua ) tahun. (5) Mempunyai karunia Roh Kudus sebagai (5) Mempunyai karunia Roh Kudus sebagai
pemimpin gereja yang dibuktikan dalam pemimpin gereja yang dibuktikan dalam
pelayanan yang berbuah dan berdampak pelayanan yang berbuah dan berdampak
(Roma 12:8; 1 Korintus 12:28). (Roma 12:8; 1 Korintus 12:28).
(6) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik dan (6) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik
tidak pernah terkena disiplin gereja. dan tidak pernah terkena disiplin gereja.
(7) Memiliki rencana dan strategi untuk (7) Memiliki rencana dan strategi untuk
mewujudkan visi dan misi GBI. mewujudkan visi dan misi GBI.
(8) Bersedia berdomisili di Jakarta selama menjabat. (8) Bersedia berdomisili di Jakarta selama menjabat.
(9) Berpendidikan minimal strata satu (S1) dari (9) Berpendidikan minimal strata satu (S1) dari
segala disiplin ilmu. segala disiplin ilmu.
(10) Berusia sekurang-kurangnya 45 (empat puluh (10) Berusia sekurang-kurangnya 45 (empat puluh
lima) tahun. lima) tahun.
Pasal 58 Pasal 60 Pasal 67
PROSES PEMILIHAN KETUA UMUM PROSEDUR PEMILIHAN PROSEDUR PEMILIHAN KETUA UMUM BPP
KETUA UMUM BPP GBI
(1) Pemilihan Bakal Calon Ketua Umum Dalam GBI
Sidang MD: Pemilihan Calon Ketua Umum BPP GBI: Pemilihan Calon Ketua Umum BPP GBI:
(1) Sidang MPL GBI mengusulkan sebanyak- (1) Sidang Majelis Daerah terakhir dalam satu
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
57
a. Sidang Majelis Daerah terakhir dalam satu banyaknya 5 (lima) bakal calon Ketua Umum periode sinode memilih Bakal Calon Ketua
periode sinode untuk memilih Bakal Calon BPP GBI yang dipilih berdasarkan suara Umum BPH GBI, diselenggarakan paling cepat
Ketua Umum BPH GBI, diselenggarakan terbanyak untuk diserahkan kepada MP GBI. 6 (enam) bulan atau paling lambat 2 (dua)
paling cepat 3 (tiga) bulan atau paling (2) MP GBI menerima nama-nama bakal calon bulan sebelum Sinode.
lambat 1 (satu) bulan sebelum sinode. Ketua Umum BPP GBI yang diusulkan MPL (2) Nama-nama Bakal Calon Ketua Umum BPP
GBI dan melakukan seleksi persyaratan sesuai GBI yang memenuhi syarat yang telah dipilih
b. Setiap Sidang MD berhak untuk memilih dan dan ditetapkan dalam sidang-sidang MD
dan menetapkan paling banyak 5 (lima) Tata Tertib GBI pasal 60. akan disampaikan kepada Sidang Majelis
orang pendeta yang memenuhi syarat untuk (3) MP GBI menetapkan sebanyak-banyaknya
dicalonkan sebagai Bakal Calon Ketua 3 (tiga) calon Ketua Umum BPP GBI yang Pekerja Lengkap terakhir sebelum Sidang
Umum BPH GBI. Sinode.
telah lolos seleksi persyaratan dan diserahkan (3) Sidang MPL GBI mengusulkan sebanyak-
c. Yang mempunyai hak pilih dalam sidang kepada MPL GBI untuk dipilih dan disahkan
MD adalah pendeta (Pdt) dan pendeta sebagai Ketua Umum BPP GBI. banyaknya 5 (lima) bakal calon Ketua Umum
muda (Pdm). BPP GBI yang dipilih berdasarkan suara
(4) Pelaksanaan pemilihan Ketua Umum BPP GBI terbanyak untuk diserahkan kepada MP GBI.
d. Setiap pendeta (Pdt) atau pendeta muda dalam Sidang MPL GBI:
(Pdm) hanya dapat menuliskan satu nama a. Sebelum pemilihan dilakukan, nama- (4) MP GBI menerima nama-nama bakal calon
Bakal Calon ketua umum BPH GBI di Ketua Umum BPP GBI yang diusulkan MPL
dalam kertas suara yang disediakan oleh nama calon Ketua Umum BPP GBI yang GBI dan melakukan seleksi persyaratan sesuai
panitia sidang MD. telah lolos seleksi persyaratan oleh MP
GBI diumumkan dan diperkenalkan Tata Tertib GBI pasal 60.
e. Majelis Ketua Sidang MD, memilih 3 (tiga) (5) MP GBI menetapkan sebanyak-banyaknya
orang wakil dari perserta Sidang MD kepada peserta Sidang MPL GBI oleh 3 (tiga) calon Ketua Umum BPP GBI yang
untuk menjadi saksi dalam pembacaan dan Majelis Ketua.
perhitungan suara dari nama-nama Bakal b. Setelah diperkenalkan, calon-calon Ketua telah lolos seleksi persyaratan dan diserahkan
Calon ketua umum BPH GBI yang masuk. kepada MPL GBI untuk dipilih dan disahkan
Umum BPP GBI diberi kesempatan sebagai Ketua Umum BPP GBI.
f. Setelah 3 (tiga) orang saksi terpilih, maka menyampaikan strategi untuk
Majelis Ketua Sidang MD akan membacakan mewujudkan visi dan misi GBI. (6) Pelaksanaan pemilihan Ketua Umum BPP GBI
nama-nama Bakal Calon Ketua umum BPH dalam Sidang MPL GBI:
GBI dan menghitung jumlah suara yang c. Majelis Ketua Sidang MPL GBI memilih a. Sebelum pemilihan dilakukan, nama-
didapat oleh masing-masing bakal calon. 3 (tiga) orang wakil dari peserta Sidang
MPL GBI untuk menjadi saksi dalam nama calon Ketua Umum BPP GBI yang
g. Nama-nama Bakal Calon Ketua Umum telah lolos seleksi persyaratan oleh MP GBI
BPH GBI yang memenuhi syarat yang telah pembacaan dan perhitungan suara dari diumumkan dan diperkenalkan kepada
dipilih dan dan ditetapkan dalam sidang- nama-nama calon Ketua Umum BPP
sidang MD akan disampaikan kepada GBI. peserta Sidang MPL GBI oleh Majelis
Sidang Majelis Pekerja Lengkap terakhir Ketua.
sebelum Sinode. d. Pemungutan suara dilakukan dengan cara b. Setelah diperkenalkan, calon-calon Ketua
menuliskan 1 (satu) nama calon Ketua Umum BPP GBI diberi kesempatan
(2) Verifikasi Bakal Calon Ketua Umum BPH GBI Umum BPP GBI dalam kertas suara yang menyampaikan strategi untuk
Dalam Sidang MPL telah disediakan. mewujudkan visi dan misi GBI.
a. Sidang MPL melakukan verifikasi terhadap e. Kertas suara yang di dalamnya tercantum c. Majelis Ketua Sidang MPL GBI memilih
lebih dari 1 (satu) nama calon Ketua 3 (tiga) orang wakil dari peserta Sidang
58
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Bakal Calon ketua umum BPH GBI yang Umum BPP GBI dinyatakan batal dan MPL GBI untuk menjadi saksi dalam
telah dipilih dan ditetapkan oleh Sidang MD. tidak dihitung sebagai perolehan suara. pembacaan dan perhitungan suara dari
b. Verifikasi oleh sidang MPL dilaksanakan f. Calon Ketua Umum BPP GBI yang nama-nama calon Ketua Umum BPP GBI.
dengan cara: memperoleh suara terbanyak ditetapkan d. Pemungutan suara dilakukan dengan cara
1. Menerima dan membacakan daftar sebagai Ketua Umum BPP GBI terpilih menuliskan 1 (satu) nama calon Ketua
dan dilantik di Sinode GBI. Umum BPP GBI dalam kertas suara yang
nama Bakal Calon Ketua umum BPH g. Hasil penghitungan suara pemilihan telah disediakan.
GBI dari BPD-BPD. Ketua Umum BPP GBI dituangkan dalam e. Kertas suara yang didalamnya tercantum
2. Membacakan syarat-syarat Ketua berita acara pemilihan yang dibuat untuk lebih dari 1 (satu) nama calon Ketua
Umum BPH GBI berdasarkan Pasal 57. keperluan tersebut. Umum BPP GBI dinyatakan batal dan
3. Bakal calon yang dipilih dan ditetapkan (5) Ketua Umum BPP GBI terpilih dilantik dalam tidak dihitung sebagai perolehan suara.
oleh Sidang MD tetapi ternyata tidak Sinode GBI. f. Calon Ketua Umum BPP GBI yang
memenuhi persyaratan Pasal 57 memperoleh suara terbanyak ditetapkan
dinyatakan gugur. sebagai Ketua Umum BPP GBI terpilih
4. Sidang MPL mengesahkan nama-nama Bakal dan dilantik di Sinode GBI.
Calon ketua umum BPH GBI dan diserahkan g. Hasil penghitungan suara pemilihan
kepada Sinode untuk dipilih. Ketua Umum BPP GBI dituangkan dalam
(3) Pemilihan Calon Ketua Umum dalam Sinode berita acara pemilihan yang dibuat untuk
a. Sebelum pemilihan dilakukan, nama- keperluan tersebut.
nama calon ketua umum yang akan dipilih, (7) Ketua Umum BPP GBI terpilih dilantik dalam
diumumkan dan diperkenalkan terlebih Sinode GBI.
dahulu kepada peserta sinode.
b. Yang berhak memilih calon ketua umum 59
adalah para pendeta GBI yang hadir dalam
sinode dengan menunjukan kartu jabatan
kependetaan yang masih berlaku.
c. Pemungutan suara dilakukan dengan cara
menuliskan satu nama calon ketua umu
dalam kertas suara yang telah disediakan
oleh panitia.
d. Kertas suara yang didalamnnya tercantum
lebih dari satu nama calon ketua umum,
dinyatakan batal dan tidak dihitung sebagai
perolehan suara.
e. Majelis Ketua Sinode, memilih 3 (tiga) orang
wakil dari peserta Sinode untuk menjadi
saksi dalam pembacaan dan perhitungan
suara dari nama-nama calon Ketua Umum
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
yang masuk. Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
f. Setelah 3 (tiga) orang saksi terpilih, maka
Majelis Ketua Sinode akan membacakan
nama-nama calon ketua umum dan
menghitung jumlah suara yang didapat oleh
masing-masing calon.
g. Calon ketua umum yang memperoleh suara
lebih dari lima puluh persen pada pemilihan
tahap pertama dari jumlah pendeta yang
berhak memilih, dinyatakan sebagai Ketua
Umum terpilih; untuk disahkan dilantik
sebagai Ketua Umum BPH GBI.
h. Dalam hal tidak ada calon ketua umum
yang meperoleh suara lebih dari lima puluh
persen pada tahap pertama, akan dilakukan
pemilihan tahap kedua yang diikuti oleh
3 (tiga) nama Calon Ketua Umum sesuai
dengan perolehan suara terbanyak.
i. Sebelum pemilihan tahap kedua maka dalam
sinode ketiga calon ketua umum tersebut
menyampaikan strategi mewujudkan visi
GBI.
j. Apabila dalam pemilihan tahap kedua
masih belum ada Calon Ketua Umum
yang terpilih dengan suara terbanyak, akan
dilakukan pemilihan tahap ketiga yang
hanya diikuti oleh 2 (dua) nama calon ketua
umum sesuai dengan nomor urut perolehan
suara terbanyak.
k. Calon ketua umum yang memperoleh suara
terbanyak, akan ditetapkan sebagai ketua
umum terpilih; untuk disahkan dan dilantik
sebagai ketua umum BPH GBI.
l. Hasil perhitungan suara pemilihan Ketua
Umum BPH GBI, dituangkan dalam
berita acara pemilihan yang dibuat untuk
keperluan tersebut.
60
Pasal 59 Pasal 61 Pasal 68
MASA JABATAN MASA JABATAN KETUA UMUM BPP GBI MASA JABATAN KETUA UMUM BPP GBI
(1) Masa jabatan Ketua Umum BPH adalah dari (1) Masa jabatan Ketua Umum BPP GBI adalah (1) Masa jabatan Ketua Umum BPP GBI adalah
satu sinode sampai sinode berikutnya. dari 1 (satu) sinode ke sinode berikutnya. dari 1 (satu) sinode ke sinode berikutnya.
(2) Masa jabatan Ketua Umum BPH paling lama (2) Masa jabatan Ketua Umum BPP GBI (2) Masa jabatan Ketua Umum BPP GBI sebanyak-
adalah 2 (dua) kali masa jabatan dan dapat sebanyak-banyaknya adalah selama 2 (dua) banyaknya adalah selama 2 (dua) kali dan tidak
dicalonkan kembali setelah selang 1 (satu) kali dan tidak dapat dicalonkan kembali untuk dapat dicalonkan kembali untuk periode-
periode berikutnya. periode-periode selanjutnya. periode selanjutnya.
(3) Serah terima jabatan Ketua Umum BPP GBI (3) Serah terima jabatan Ketua Umum BPP GBI
periode sebelumnya kepada Ketua Umum periode sebelumnya kepada Ketua Umum
BPP GBI terpilih dilakukan dalam Sinode BPP GBI terpilih dilakukan dalam Sinode
GBI, dimuat dalam Berita Acara serah terima GBI, dimuat dalam Berita Acara serah terima
meliputi masalah keuangan, inventaris dan meliputi masalah keuangan, inventaris dan
aset. aset.
Pasal 60 Pasal 62 Pasal 69
KEKOSONGAN JABATAN KETUA UMUM KEKOSONGAN JABATAN KEKOSONGAN JABATAN
KETUA UMUM BPP GBI KETUA UMUM BPP GBI
(1) Apabila terjadi kekosongan jabatan ketua (1) Kekosongan jabatan Ketua Umum BPP (1) Kekosongan jabatan Ketua Umum BPP
umum, maka rapat lengkap BPH akan GBI terjadi antara lain karena tidak sehat GBI terjadi antara lain karena tidak sehat
menetapkan salah seorang ketua sebagai jasmani dan atau mental sehingga tidak dapat jasmani dan atau mental sehingga tidak dapat
pejabat sementara ketua umum. melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik, melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik,
mengundurkan diri, terkena disiplin organisasi mengundurkan diri, terkena disiplin organisasi
(2) BPH menyelenggarakan sidang MPL selambat- dan meninggal dunia. dan meninggal dunia.
lambatnya 6 (enam) bulan setelah terjadinya
kekosongan jabatan ketua umum untuk (2) Apabila terjadi kekosongan jabatan Ketua (2) Apabila terjadi kekosongan jabatan Ketua Umum
memilih dan menetapkan seorang pengganti Umum BPP GBI maka rapat lengkap MP GBI BPP GBI maka rapat lengkap MP GBI dan BPP
sampai kepada sinode berikutnya. dan BPP GBI akan menetapkan salah seorang GBI akan menetapkan salah seorang Ketua BPP
Ketua BPP GBI sebagai pejabat sementara Ketua GBI sebagai pejabat sementara Ketua Umum BPP
(3) Penggantian ketua umum ini harus diumumkan Umum BPP GBI. GBI.
kepada seluruh anggota sinode.
(3) BPP GBI menyelenggarakan Sidang MPL GBI (3) BPP GBI menyelenggarakan Sidang MPL GBI
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah
terjadinya kekosongan jabatan Ketua Umum terjadinya kekosongan jabatan Ketua Umum
BPP GBI untuk memilih dan menetapkan BPP GBI untuk memilih dan menetapkan
seorang Ketua Umum BPP GBI Pergantian Antar seorang Ketua Umum BPP GBI Pergantian Antar
61
Waktu (PAW) sampai Sinode GBI berikutnya. Waktu (PAW) sampai Sinode GBI berikutnya.
(4) Ketua Umum BPP GBI PAW dapat melakukan (4) Ketua Umum BPP GBI PAW dapat melakukan
perubahan atau penyesuaian kepengurusan perubahan atau penyesuaian kepengurusan
BPP GBI setelah mendapat persetujuan dari BPP GBI setelah mendapat persetujuan dari
MP GBI. MP GBI.
(5) Penggantian Ketua Umum BPP GBI ini harus (5) Penggantian Ketua Umum BPP GBI ini harus
diumumkan kepada seluruh pejabat GBI. diumumkan kepada seluruh pejabat GBI.
Pasal 61 Pasal 63 Pasal 70
TUGAS DAN WEWENANG KETUA UMUM TUGAS POKOK DAN FUNGSI TUGAS POKOK DAN FUNGSI
KETUA UMUM BPP GBI KETUA UMUM BPP GBI
(1) Melaksanakan kebijakan umum bagi Gereja (1) Memilih dan menyusun pengurus BPP GBI (1) Memilih dan menyusun pengurus BPP GBI
Bethel Indonesia yang tidak boleh menyimpang dengan terlebih dahulu berkonsultasi kepada dengan terlebih dahulu berkonsultasi kepada
dari Pengakuan Iman dan Tata Gereja GBI. MP GBI. MP GBI.
(2) Melaksanakan keputusan-keputusan sinode. (2) Melantik pengurus BPP GBI dalam Sinode (2) Melantik pengurus BPP GBI dalam Sinode
(3) Memilih dan menyusun pengurus BPH dengan GBI. GBI.
terlebih dahulu berkonsultasi kepada MP. (3) Memberikan surat keputusan penjabaran (3) Memberikan surat keputusan penjabaran tugas
(4) Melantik pengurus BPH dalam sinode. tugas masing-masing pengurus. masing-masing pengurus.
(5) Memberikan surat keputusan penjabaran tugas
(4) Melaksanakan kebijakan umum bagi GBI yang (4) Melaksanakan kebijakan umum bagi GBI yang
masing-masing pengurus. tidak boleh menyimpang dari Pengakuan Iman, tidak boleh menyimpang dari Pengakuan Iman,
(6) Melantik ketua-ketua BPD dalam sinode. Pengajaran GBI, Tata Gereja GBI dan Etika Pengajaran GBI, Tata Gereja GBI dan Etika
(7) Mengkoordinir, mengawasi dan membina Kependetaan. Kependetaan.
tugas-tugas pengurus BPH dan lembaga- (5) Melaksanakan keputusan-keputusan Sidang (5) Melaksanakan keputusan-keputusan Sidang
lembaga lain demi perkembagan dan kemajuan MPL GBI. MPL GBI.
Gereja Bethel Indonesia.
(8) Mempererat persekutuan antar pejabat dan (6) Melantik Ketua-ketua BPD GBI dalam Sinode (6) Melantik Ketua-ketua BPD GBI dalam Sinode
jemaat Gereja Bethel Indonesia. GBI. GBI.
(9) Memimpin rapat-rapat BPH.
(10) Mempersiapkan penyelenggaraan sidang MPL. (7) Mengangkat dan melantik Ketua Badan (7) Mengangkat dan melantik Ketua Badan
(11) Mempersiapkan penyelenggaraan sinode. Pengurus Luar Negeri GBI dalam Sinode GBI. Pengurus Luar Negeri GBI dalam Sinode GBI.
62 (8) Mengkoordinir, mengawasi dan membina (8) Mengkoordinir, mengawasi dan membina
tugas-tugas pengurus BPP GBI dan lembaga- tugas-tugas pengurus BPP GBI dan lembaga-
lembaga lain demi perkembangan dan lembaga lain demi perkembangan dan
kemajuan GBI. kemajuan GBI.
(9) Mempererat persekutuan antarpejabat dan (9) Mempererat persekutuan antarpejabat dan
jemaat GBI. jemaat GBI.
(10) Memimpin rapat-rapat BPP GBI. (10) Memimpin rapat-rapat BPP GBI.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
(11) Mempersiapkan penyelenggaraan Sidang MPL (11) Mempersiapkan penyelenggaraan Sidang MPL
GBI. GBI.
(12) Mempersiapkan penyelenggaraan Sinode GBI. (12) Mempersiapkan penyelenggaraan Sinode GBI.
Pasal 62 Pasal 64 Pasal 71
PERUBAHAN PENGURUS PERUBAHAN PENGURUS BPP GBI PERUBAHAN PENGURUS BPP GBI
(1) Apabila anggota pengurus tidak menunaikan (1) Apabila anggota pengurus BPP GBI tidak (1) Apabila anggota pengurus BPP GBI tidak
tugas sebagaimana mestinya maka ketua menjalankan tugas sebagaimana mestinya menjalankan tugas sebagaimana mestinya maka
umum dapat memberhentikan dari jabatan maka Ketua Umum BPP GBI dapat Ketua Umum BPP GBI dapat memberhentikan
dan menetapkan penggantinya. memberhentikan dari jabatan dan menetapkan dari jabatan dan menetapkan penggantinya.
penggantinya.
(2) Apabila ada anggota pengurus yang meletakkan (2) Apabila ada anggota pengurus yang meletakkan
jabatan oleh karena mengundurkan diri, (2) Apabila ada anggota pengurus yang meletakkan jabatan oleh karena mengundurkan diri,
gangguan kesehatan, terkena disiplin gereja, jabatan oleh karena mengundurkan diri, mengalami gangguan kesehatan, terkena disiplin
meninggal dunia atau gugur keanggotaannya, mengalami gangguan kesehatan, terkena gereja, gugur keanggotaannya atau meninggal
maka ketua umum harus segera menetapkan disiplin gereja, gugur keanggotaannya atau dunia maka Ketua Umum BPP GBI harus segera
penggantinya. meninggal dunia maka Ketua Umum BPP GBI menetapkan penggantinya.
harus segera menetapkan penggantinya.
(3) Perubahan pengurus tersebut harus (3) Perubahan pengurus tersebut harus
diumumkan kepada semua anggota sinode. (3) Perubahan pengurus tersebut harus diumumkan kepada semua pejabat GBI.
diumumkan kepada semua pejabat GBI.
BAB VII BAB VII BAB VII
LEMBAGA-LEMBAGA LEMBAGA-LEMBAGA LEMBAGA-LEMBAGA
Pasal 63 Pasal 65 Pasal 72
LEMBAGA YANG DIBENTUK LEMBAGA YANG DIBENTUK LEMBAGA YANG DIBENTUK
Untuk melakukan tugas yang ditetapkan oleh Untuk melakukan tugas yang ditetapkan oleh Untuk melakukan tugas yang ditetapkan oleh
sinode, BPH dapat membentuk lembaga-lembaga Sinode GBI, BPP GBI dapat membentuk lembaga- Sinode GBI, BPP GBI dapat membentuk lembaga-
sebagai berikut: lembaga sebagai berikut: lembaga sebagai berikut:
(1) Komisi 1. Badan Pengurus Luar Negeri (BPLN). 1. Badan Pengurus Luar Negeri (BPLN).
(2) Panitia 2. Komisi. 2. Komisi.
(3) Lembaga-lembaga lain yang diperlukan. 3. Panitia. 3. Panitia.
4. Lembaga-lembaga lain yang diperlukan. 4. Lembaga-lembaga lain yang diperlukan.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 63
Pasal 64 Pasal 66 Pasal 73
MASA JABATAN PENGURUS MASA JABATAN PENGURUS LEMBAGA MASA JABATAN PENGURUS LEMBAGA
(1) Setiap lembaga dipimpin oleh seorang ketua (1) Setiap lembaga dipimpin oleh seorang ketua (1) Setiap lembaga dipimpin oleh seorang ketua
yang ditetapkan dan disahkan oleh Ketua yang diangkat dan ditetapkan oleh Ketua yang diangkat dan ditetapkan oleh Ketua
Umum BPH Gereja Bethel Indonesia. Umum BPP GBI. Umum BPP GBI.
(2) Masa jabatan ketua lembaga adalah sesuai (2) Masa jabatan ketua lembaga adalah sesuai (2) Masa jabatan ketua lembaga adalah sesuai
dengan surat keputusan BPH. dengan surat keputusan BPP GBI. dengan surat keputusan BPP GBI.
Pasal 65 Pasal 67 Pasal 74
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
KETUA LEMBAGA KETUA LEMBAGA KETUA LEMBAGA
(1) Tugas ketua lembaga adalah membantu BPH (1) Tugas ketua lembaga adalah membantu BPP (1) Tugas ketua lembaga adalah membantu BPP
dalam melaksanakan program yang ditetapkan GBI dalam melaksanakan program yang GBI dalam melaksanakan program yang
oleh sinode dan atau MPL. ditetapkan oleh Sidang MPL GBI. ditetapkan oleh Sidang MPL GBI.
(2) Penjabaran tugas dan tanggung jawab ketua (2) Penjabaran tugas dan tanggung jawab ketua (2) Penjabaran tugas dan tanggung jawab ketua
lembaga ditetapkan melalui surat keputusan lembaga ditetapkan melalui surat keputusan lembaga ditetapkan melalui surat keputusan
BPH. BPP GBI. BPP GBI.
Pasal 66 Pasal 68 Pasal 75
KEKOSONGAN JABATAN KETUA LEMBAGA KEKOSONGAN JABATAN KETUA LEMBAGA KEKOSONGAN JABATAN KETUA LEMBAGA
Kekosongan jabatan ketua lembaga yang (1) Kekosongan jabatan ketua lembaga terjadi (1) Kekosongan jabatan ketua lembaga terjadi
terjadi karena yang bersangkutan tidak dapat karena yang bersangkutan tidak dapat karena yang bersangkutan tidak dapat
melaksanakan tugas, maka Ketua Umum melaksanakan tugasnya. melaksanakan tugasnya.
Gereja Bethel Indonesia segera menetapkan
penggantinya. (2) Untuk mengisi kekosongan jabatan maka Ketua (2) Untuk mengisi kekosongan jabatan maka Ketua
Umum BPP GBI segera menetapkan penggantinya. Umum BPP GBI segera menetapkan penggantinya.
BAB VIII BAB VIII BAB VIII
MAJELIS DAERAH MAJELIS DAERAH MAJELIS DAERAH
Pasal 67 Pasal 69 Pasal 76
MAJELIS DAERAH MAJELIS DAERAH MAJELIS DAERAH
Majelis Daerah ialah sidang pengambilan keputusan Majelis Daerah disingkat MD adalah sidang untuk Majelis Daerah disingkat MD adalah sidang untuk
di tingkat daerah. menetapkan kebijakan organisasi GBI di daerah. menetapkan kebijakan organisasi GBI di daerah.
64 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 68 Pasal 70 Pasal 77
PERSIDANGAN MAJELIS DAERAH SIDANG MAJELIS DAERAH GBI SIDANG MAJELIS DAERAH GBI
(1) Gereja Bethel Indonesia mempunyai dua jenis (1) GBI mempunyai 2 (dua) jenis Sidang MD GBI, (1) GBI mempunyai 2 (dua) jenis sidang MD, yaitu:
sidang Majelis Daerah, yaitu: yaitu: a. Sidang MD Umum GBI yang dihadiri
a. Sidang Majelis Daerah yang dihadiri a. Sidang MD Umum GBI yang dihadiri oleh seluruh pejabat GBI di daerah yang
oleh seluruh pejabat di daerah yang oleh seluruh pejabat GBI di daerah yang bersangkutan.
bersangkutan. bersangkutan. b. Sidang MD Khusus GBI yang hanya
b. Sidang Majelis Daerah Gembala yang b. Sidang MD Khusus GBI yang hanya dihadiri oleh gembala jemaat di daerah
hanya dihadiri oleh gembala jemaat di dihadiri oleh gembala jemaat di daerah yang bersangkutan.
daerah yang bersangkutan. yang bersangkutan.
(2) Sidang Majelis Daerah berfungsi untuk (2) Sidang MD Umum GBI berfungsi untuk
mensosialisasikan keputusan-keputusan (2) Sidang MD Umum GBI berfungsi untuk pembinaan pejabat, mensosialisasikan
sinode dan memutuskan hal-hal yang berlaku pembinaan pejabat, mensosialisasikan keputusan-keputusan Sidang MPL GBI dan
secara umum bagi seluruh pejabat di daerah keputusan-keputusan Sidang MPL GBI dan memutuskan hal-hal yang berlaku secara
yang bersangkutan. memutuskan hal-hal yang berlaku secara umum bagi seluruh pejabat di daerah yang
(3) Sidang Majelis Daerah Gembala berfungsi umum bagi seluruh pejabat di daerah yang bersangkutan.
untuk memutuskan hal-hal yang berkaitan bersangkutan.
dengan penatalayanan dan pengembangan (3) Sidang MD Khusus GBI berfungsi untuk
Gereja Bethel Indonesia di daerah yang (3) Sidang MD Khusus GBI berfungsi untuk pembinaan pejabat serta memutuskan hal-
bersangkutan. pembinaan pejabat serta memutuskan hal- hal yang berkaitan dengan penatalayanan
hal yang berkaitan dengan penatalayanan dan pengembangan GBI di daerah yang
dan pengembangan GBI di daerah yang bersangkutan.
bersangkutan.
Pasal 69 Pasal 71 Pasal 78
PENYELENGGARAAN PENYELENGGARAAN PENYELENGGARAAN
SIDANG MAJELIS DAERAH GBI SIDANG MAJELIS DAERAH GBI
(1) Sidang Majelis Daerah diselenggarakan (1) Sidang MD Umum GBI diselenggarakan (1) Sidang MD Umum GBI diselenggarakan
sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu)
periode sinode sedangkan Sidang Majelis periode sinode sedangkan Sidang MD Khusus periode sinode sedangkan Sidang MD Khusus
Daerah Gembala diselenggarakan sekurang- GBI diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 GBI diselenggarakan sekurang-kurangnya 1
kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) periode (satu) kali dalam 1 (satu) periode sinode. (satu) kali dalam 1 (satu) periode sinode.
sinode.
(2) Sidang MD Umum GBI maupun Sidang MD (2) Sidang MD Umum GBI maupun Sidang MD
(2) Badan Pekerja Daerah diwajibkan mengundang Khusus GBI harus diselenggarakan paling Khusus GBI harus diselenggarakan paling
BPH untuk menghadiri kedua jenis sidang cepat 6 (enam) bulan atau paling lambat 1 cepat 6 (enam) bulan atau paling lambat 1
Majelis Daerah dan menjadi salah satu anggota (satu) bulan sebelum Sidang MPL GBI. (satu) bulan sebelum Sidang MPL GBI.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 65
Majelis Ketua serta berfungsi sebagai nara (3) BPD GBI diwajibkan mengundang BPP GBI (3) BPD GBI diwajibkan mengundang BPP GBI
sumber. untuk menghadiri kedua jenis Sidang MD GBI untuk menghadiri kedua jenis Sidang MD GBI
(3) Badan Pekerja Daerah menampung masukan tersebut sekaligus menjadi ketua dari Majelis tersebut sekaligus menjadi ketua dari Majelis
(usul, masalah, permohonan) dari pejabat- Ketua serta berfungsi sebagai narasumber. Ketua serta berfungsi sebagai narasumber.
pejabat di daerah untuk dipertimbangkan
sebagai agenda dalam persidangan. (4) BPD GBI dapat menampung masukan (usul, (4) BPD GBI dapat menampung masukan (usul,
(4) Seorang pejabat yang tidak menghadiri sidang masalah dan permohonan) dari pejabat- masalah dan permohonan) dari pejabat-
Majelis Daerah tanpa alasan yang sah akan pejabat GBI di daerah untuk dipertimbangkan pejabat GBI di daerah untuk dipertimbangkan
dikenakan disiplin gereja oleh BPD berupa sebagai tambahan materi dalam persidangan. sebagai tambahan materi dalam persidangan.
surat penggembalaan.
(5) Pleno Sidang Majelis Daerah pada awalnya (5) Seorang pejabat GBI yang tidak menghadiri (5) Seorang pejabat GBI yang tidak menghadiri
dipimpin oleh Ketua BPD, setelah pengesahan Sidang MD GBI tanpa alasan yang sah akan Sidang MD GBI tanpa alasan yang sah akan
tata tertib dan acara maka rapat pleno dipimpin dikenakan disiplin gereja oleh BPD GBI sesuai dikenakan disiplin gereja oleh BPD GBI sesuai
oleh Majelis Ketua. Tata Tertib GBI pasal 85 ayat (7) huruf b. Tata Tertib GBI pasal 86 ayat (7) huruf b.
(6) Sidang Majelis Daerah terakhir untuk memilih
Ketua BPD, anggota MPL dan bakal calon (6) Rapat Pleno Sidang MD GBI pada awalnya (6) Rapat Pleno Sidang MD GBI pada awalnya
ketua umum, harus diselenggarakan paling dipimpin oleh Ketua BPD GBI dan setelah dipimpin oleh Ketua BPD GBI dan setelah
cepat 3 (tiga) bulan atau paling lambat 1 (satu) pengesahan Tata Tertib dan Acara Persidangan pengesahan Tata Tertib dan Acara Persidangan
bulan sebelum sinode diadakan. maka rapat pleno dipimpin oleh Majelis Ketua. maka rapat pleno dipimpin oleh Majelis Ketua.
(7) dalam acara sidang Majelis Daerah,
diagendakan penataran pengembangan (7) Sidang MD GBI adalah sah apabila dihadiri (7) Sidang MD GBI adalah sah apabila dihadiri
pelayanan untuk pejabat-pejabat di daerah. oleh ½ (satu per dua) ditambah 1 (satu) dari oleh ½ (satu per dua) ditambah 1 (satu) dari
(8) Sidang Majelis Daerah dan semua pengambilan seluruh anggota yang memiliki hak suara. seluruh anggota yang memiliki hak suara.
keputusan adalah sah, apabila dihadiri oleh ½
(satu perdua) ditambah 1 (satu) dari seluruh (8) Setiap keputusan Sidang MD GBI diambil (8) Setiap keputusan Sidang MD GBI diambil
anggota yang memiliki hak suara, termasuk berdasarkan musyawarah untuk mufakat tetapi berdasarkan musyawarah untuk mufakat tetapi
yang tidak hadir dan memberikan persetujuan apabila tidak tercapai mufakat maka keputusan apabila tidak tercapai mufakat maka keputusan
secara tertulis di atas kepala surat dari jemaat diambil berdasarkan suara terbanyak melalui diambil berdasarkan suara terbanyak melalui
lokalnya. pemungutan suara (voting). pemungutan suara (voting).
(9) Hasil-hasil persidangan Majelis Daerah
dilaporkan kepada BPH. (9) Hasil-hasil Sidang MD GBI dilaporkan kepada (9) Hasil-hasil Sidang MD GBI dilaporkan kepada
(10) Dalam hal BPD tidak menyelenggarakan BPP GBI. BPP GBI.
sidang Majelis Daerah selama 2 (dua) tahun,
maka BPH akan mengundang dan memimpin (10) Dalam hal BPD GBI tidak menyelenggarakan (10) Dalam hal BPD GBI tidak menyelenggarakan
Sidang Majelis Daerah untuk memilih ketua Sidang MD GBI selama 2 (dua) tahun berturut- Sidang MD GBI selama 2 (dua) tahun berturut-
BPD yang baru. turut maka BPP GBI akan mengundang dan turut maka BPP GBI akan mengundang dan
memimpin Sidang MD GBI untuk memilih memimpin Sidang MD GBI untuk memilih
Ketua BPD GBI yang baru. Ketua BPD GBI yang baru.
(11) Pleno Sidang MD GBI untuk memilih Ketua (11) Pleno Sidang MD GBI untuk memilih Ketua
BPD GBI dipimpin oleh Majelis Ketua dari BPD GBI dipimpin oleh Majelis Ketua dari
unsur BPP GBI. unsur BPP GBI.
(12) Peninjau dan tamu tidak dapat mengikuti (12) Peninjau dan tamu tidak dapat mengikuti
sidang pleno dan rapat komisi kecuali atas ijin sidang pleno dan rapat komisi kecuali atas ijin
66 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
(11) Pleno sidang Majelis Daerah untuk memilih dari Majelis Ketua. dari Majelis Ketua.
Ketua BPD dipimpin oleh Majelis Ketua dari (13) Semua biaya Sidang MD GBI ditanggung (13) Semua biaya Sidang MD GBI ditanggung
unsur BPH.
oleh jemaat-jemaat lokal di daerah yang oleh jemaat-jemaat lokal di daerah yang
(12) Peninjau dan tamu tidak dapat mengikuti bersangkutan. bersangkutan.
sidang pleno dan rapat komisi kecuali ijin dari
Majelis Ketua.
Pasal 70 Pasal 72 Pasal 79
PESERTA PERSIDANGAN PESERTA PERSIDANGAN PESERTA PERSIDANGAN
(1) Peserta Sidang Majelis Daerah ialah pejabat
Gereja Bethel Indonesia di daerah yang MAJELIS DAERAH GBI MAJELIS DAERAH GBI
bersangkutan yang dibuktikan dengan kartu (1) Peserta Sidang MD GBI adalah pejabat GBI
jabatan yang masih berlaku dari BPH. (1) Peserta Sidang MD GBI adalah pejabat GBI
(2) Pendeta mempunyai hak bicara, hak suara dan di daerah yang bersangkutan yang dibuktikan di daerah yang bersangkutan yang dibuktikan
hak dipilih. dengan kartu jabatan yang masih berlaku dari dengan kartu jabatan yang masih berlaku dari
(3) Seorang pendeta yang menjadi gembala jemaat BPP GBI. BPP GBI.
lebih dari 1 (satu) daerah harus memilih (2) Hak pejabat GBI dalam Sidang MD GBI:
domisili pelayanan untuk menentukan hak (2) Hak pejabat GBI dalam Sidang MD GBI: a. Pendeta mempunyai hak bicara, hak suara
dipilih. a. Pendeta mempunyai hak bicara, hak
(4) Pendeta yang menjadi gembala jemaat di suara dan hak dipilih. dan hak dipilih.
daerah lain, maka pendeta tersebut hanya b. Pendeta madya mempunyai hak bicara b. Pendeta madya mempunyai hak bicara
mempunyai hak bicara dan hak suara. dan hak suara.
(5) Pendeta muda mempunyai hak bicara dan hak c. Pendeta pratama yang menggembalakan dan hak suara.
suara, tetapi tidak mempunyai hak dipilih. jemaat mempunyai hak bicara dan c. Pendeta pratama yang menggembalakan
(6) Pendeta pembantu mempunyai hak bicara, hak suara, sedangkan yang tidak
tetapi tidak mempunyai hak suara dan hak menggembalakan hanya memiliki hak jemaat mempunyai hak bicara dan
dipilih. bicara. hak suara, sedangkan yang tidak
menggembalakan hanya memiliki hak
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 (3) Pejabat GBI yang menjadi gembala jemaat bicara.
di lebih dari 1 (satu) wilayah kerja BPD GBI (3) Pejabat GBI yang menjadi gembala jemaat di
harus menentukan domisili pelayanannya lebih dari 1 (satu) wilayah kerja BPD GBI harus
yang tetap untuk penggunaan hak suara dan menentukan domisili pelayanannya yang tetap
hak dipilih dalam Sidang MD GBI. untuk penggunaan hak suara dan hak dipilih
dalam Sidang MD GBI.
(4) Pejabat GBI sebagaimana tersebut dalam (4) Pejabat GBI sebagaimana tersebut dalam
ayat (3) di atas berhak menghadiri Sidang ayat (3) di atas berhak menghadiri Sidang
MD GBI di luar wilayah kerja BPD GBI dari MD GBI di luar wilayah kerja BPD GBI dari
domisili pelayanannya yang tetap namun tidak domisili pelayanannya yang tetap namun tidak
mempunyai hak suara dan hak dipilih tetapi mempunyai hak suara dan hak dipilih tetapi
hanya mempunyai hak bicara. hanya mempunyai hak bicara.
67
Pasal 71 Pasal 73 Pasal 80
TUGAS TUGAS SIDANG MAJELIS DAERAH GBI TUGAS POKOK DAN FUNGSI
SIDANG MAJELIS DAERAH GBI
(1) Membantu BPH dalam pelaksanaan tugas- (1) Memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan (1) Memutuskan hal-hal yang berkaitan
tugas yang diberikan oleh Sinode untuk penatalayanan untuk kemajuan dan dengan penatalayanan untuk kemajuan dan
kepentingan daerah atau menyelesaikan segala pengembangan GBI di daerah. pengembangan GBI di daerah.
persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh (2) Membantu BPP GBI dalam pelaksanaan tugas-
jemaat setempat atau BPD. tugas untuk kepentingan daerah. (2) Membantu BPP GBI dalam pelaksanaan tugas-
(3) Mempererat persekutuan di antara pejabat tugas untuk kepentingan daerah.
(2) Membentuk Panitia ad hoc untuk GBI dan mengadakan pembinaan demi
menyelesaikan masalah-masalah yang tidak peningkatan pelayanan dan kemajuan pejabat (3) Mempererat persekutuan di antara pejabat
dapat diselesaikan BPD. di daerah yang bersangkutan. GBI dan mengadakan pembinaan demi
(4) Memilih anggota MPL GBI dari calon-calon peningkatan pelayanan dan kemajuan pejabat
(3) Mempererat persekutuan di antara pejabat- yang telah dinyatakan lulus seleksi persyaratan di daerah yang bersangkutan.
pejabat se-daerah melalui pelayanan, doa dan oleh BPP GBI sesuai Tata Tertib GBI pasal 46
Firman Tuhan. dalam Sidang MD Umum GBI yang terakhir. (4) Memilih anggota MPL GBI dari calon-calon
(5) Memilih Ketua BPD GBI dalam Sidang MD yang telah dinyatakan lulus seleksi persyaratan
(4) Mengesahkan program dan anggaran yang Umum GBI yang terakhir. oleh BPP GBI sesuai Tata Tertib GBI pasal 46
diusulkan oleh komisi untuk dilaksanakan oleh (6) Mengesahkan program dan anggaran tahunan dalam Sidang MD Umum GBI yang terakhir.
BPD sesuai dengan kebutuhan daerah yang yang diusulkan oleh BPD GBI melalui rapat
bersangkutan. komisi. (5) Memilih Ketua BPD GBI dalam Sidang MD
(7) Membentuk panitia ad hoc untuk Umum GBI yang terakhir.
(5) Mengadakan penataran-penataran demi menyelesaikan masalah-masalah yang tidak
peningkatan pelayanan dan kemajuan- dapat diselesaikan oleh jemaat lokal atau BPD (6) Memilih PERPEN GBI untuk mendapatkan
kemajuan pejabat di daerah yang bersangkutan. GBI. surat kredensial dari BPD berdasarkan
(8) Mengesahkan dan melantik calon Pdm. dan keputusan Sidang MD terakhir menjelang
(6) Semua biaya sidang Majelis Daerah calon Pdp. pada Sidang MD GBI sedangkan Sinode untuk memilih Ketua Umum BPP GBI.
ditanggung oleh jemaat-jemaat di daerah yang surat keputusan pengangkatan kependetaan
bersangkutan, tetapi dapat dibantu oleh BPH dan kartu jabatan diterbitkan oleh BPP GBI (7) Mengesahkan program dan anggaran tahunan
sesuai dengan anggaran belanja yang sudah sesuai Tata Tertib GBI pasal 32 ayat (7) dan yang diusulkan oleh BPD GBI melalui rapat
disahkan oleh MPL. pasal 35 ayat (6). komisi.
(9) Mengesahkan laporan dan
(7) Menguji, menerima serta melantik calon pertanggungjawaban BPD GBI. (8) Membentuk panitia ad hoc untuk
Pendeta Pembantu dan calon Pendeta Muda, menyelesaikan masalah-masalah yang tidak
pada sidang Majelis Daerah, yang bukan pada dapat diselesaikan oleh jemaat lokal.
Sidang Majelis Daerah Gembala.
(9) Mengesahkan dan melantik calon Pdm. dan
(8) Mengesahkanlaporandanpertanggungjawaban calon Pdp. pada Sidang MD GBI; sedangkan
BPD yang akan disampaikan kepada BPH dan surat keputusan pengangkatan kependetaan
MPL. dan kartu jabatan diterbitkan oleh BPP GBI
sesuai Tata Tertib GBI pasal 32 ayat (7) dan
(9) Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh BPH. pasal 35 ayat (6).
(10) Mengesahkan laporan dan pertanggung
jawaban BPD GBI.
68 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 81
QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
DALAM SIDANG MD GBI
(1) Sidang MD GBI adalah sah apabila dihadiri
oleh ½ (satu perdua) dari jumlah pejabat GBI
yang mempunyai hak suara, ditambah 1 (satu).
(2) Apabila quorum tidak tercapai, maka dalam
waktu selambat-lambatnya satu tahun, BPD
GBI harus menyelenggarakan Sidang MPL GBI
susulan yang dengan sendirinya adalah sah.
(3) Pengambilan keputusan dalam Sidang MPL
GBI adalah sah, apabila diputuskan oleh ½
(satu perdua) dari jumlah pejabat GBI yang
mempunyai hak suara, yang hadir ditambah 1
(satu).
(4) Keputusan Sidang MPL GBI diambil
berdasarkan musyawarah untuk mufakat,
tetapi apabila tidak tercapai mufakat maka
keputusan diambil melalui pemungutan suara
(voting)
BAB XI BAB IX BAB IX
BADAN PEKERJA DAERAH BADAN PENGURUS DAERAH GBI BADAN PENGURUS DAERAH GBI
Pasal 72 Pasal 74 Pasal 82
PEMBENTUKAN BADAN PEKERJA DAERAH PEMBENTUKAN BPD GBI PEMBENTUKAN BPD GBI
(1) Badan Pekerja Daerah dibentuk apabila dalam (1) BPD GBI baru dapat dibentuk apabila dalam (1) BPD GBI baru dapat dibentuk apabila dalam
suatu propinsi terdapat sekurang-kurangnya suatu provinsi terdapat sekurang-kurangnya suatu provinsi terdapat sekurang-kurangnya 10
5 (lima) pendeta yang masing-masing 10 (sepuluh) pendeta dan sekurang-kurangnya (sepuluh) pendeta dan sekurang-kurangnya 50
menggembalakan jemaat induk. 50 (lima puluh) jemaat lokal. (lima puluh) jemaat lokal.
(2) Dalam hal-hal yang bersifat khusus, Badan (2) BPD GBI dapat dibentuk di daerah-daerah (2) BPD GBI dapat dibentuk di daerah-daerah
Pekerja Daerah dapat juga dibentuk di tertentu berdasarkan usulan Sidang MD GBI tertentu berdasarkan usulan Sidang MD GBI
daerah-daerah tertentu atas usul BPD yang dan memperoleh persetujuan BPP GBI dengan dan memperoleh persetujuan BPP GBI dengan
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 69
bersangkutan dan mendapat persetujuan dari mempertimbangkan persyaratan jumlah mempertimbangkan persyaratan jumlah
BPH. pendeta sebagaimana tersebut dalam ayat (1) pendeta sebagaimana tersebut dalam ayat (1)
(3) Daerah yang belum memenuhi syarat untuk di atas. di atas.
membentuk BPD, diatur oleh BPH.
Pasal 73 Pasal 75 Pasal 83
PENGERTIAN DAN SUSUNAN PENGERTIAN DAN SUSUNAN BPD GBI PENGERTIAN DAN SUSUNAN BPD GBI
(1) Badan Pekerja Daerah adalah badan yang mewakili (1) Badan Pengurus Daerah adalah pelaksana
Majelis Daerah baik ke dalam maupun ke luar, (2) Badan Pengurus Daerah adalah pelaksana keputusan Sidang Majelis Daerah GBI maupun
terhadap pemerintah serta semua organisasi lain keputusan Sidang Majelis Daerah GBI maupun keputusan BPP GBI.
di daerahnya. keputusan BPP GBI. (3) Susunan BPD GBI terdiri dari :
(2) Susunan BPD terdiri dari: a. Penasihat, yang adalah anggota MPL di
a. Penasehat, yang adalah anggota MPL di (3) Susunan BPD GBI terdiri dari :
daerah. a. Penasihat, yang adalah anggota MPL di daerah.
b. Ketua dan Wakil Ketua daerah. b. Ketua dan Wakil Ketua
c. Sekretaris dan Wakil Sekretaris b. Ketua dan Wakil Ketua c. Sekretaris dan Wakil Sekretaris
d. Bendahara dan Wakil Bendahara c. Sekretaris dan Wakil Sekretaris d. Bendahara dan Wakil Bendahara
e. Ketua-ketua Bidang dan Ketua Perwakilan d. Bendahara dan Wakil Bendahara e. Ketua-ketua Bidang dan Ketua Perwakilan
Wilayah Kabupaten atau Kota. e. Ketua-ketua Bidang dan Ketua Perwakilan
Wilayah Kabupaten atau Kota. Wilayah Kabupaten atau Kota.
Pasal 74 Pasal 76 Pasal 84
PERSYARATAN KETUA PERSYARATAN KETUA BPD GBI PERSYARATAN KETUA BPD GBI
Ketua Badan Pekerja Daerah dipilih oleh Sidang Ketua BPD GBI dipilih oleh Sidang MD GBI dengan
Majelis Daerah dengan persyaratan: Ketua BPD GBI dipilih oleh Sidang MD GBI dengan persyaratan:
(1) Seorang pendeta yang menggembalakan jemaat persyaratan: (1) Seorang pendeta yang menggembalakan jemaat
sekurang-kurangnya selama 5 (lima) tahun. (1) Seorang pendeta yang menggembalakan lokal sekurang-kurangnya selama 10 (sepuluh)
(2) Berusia sekurang-kurangnya 35 (tiga puluh tahun terakhir.
lima) tahun. jemaat lokal sekurang-kurangnya selama 10 (2) Mempunyai karunia Roh Kudus sebagai
(3) Mempunyai karunia Roh Kudus sebagai (sepuluh) tahun terakhir. pemimpin gereja yang dibuktikan dalam
pemimpin gereja yang dibuktikan dalam (2) Mempunyai karunia Roh Kudus sebagai pelayanan.
pelayanan. pemimpin gereja yang dibuktikan dalam (3) Mempunyai sikap mengayomi dan melayani
(4) Mempunyai sikap mengayomi dan melayani pelayanan. dengan penuh kasih (1 Tesalonika 2:11-12).
dengan penuh kasih (1 Tes. 2:11-12). (3) Mempunyai sikap mengayomi dan melayani (4) Sehat jasmani dan mental.
(5) Loyal kepada Gereja Bethel Indonesia dan dengan penuh kasih (1 Tesalonika 2:11-12). (5) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam hal:
(4) Sehat jasmani dan mental.
(5) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam hal:
70 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
jujur serta setia dalam memberi persepuluhan a. Taat dan tunduk pada seluruh aturan a. Taat dan tunduk pada seluruh aturan
jemaat yang digembalakannya kepada BPH organisasi GBI. organisasi GBI.
(sepenuhnya dalam periode berjalan).
(6) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik b. Terlibat aktif mengikuti kegiatan b. Terlibat aktif mengikuti kegiatan organisasi
dan dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir tidak organisasi GBI. GBI.
pernah terkena disiplin gereja.
(7) Memiliki rencana dan strategi misi c. Membela dan menjunjung tinggi nama c. Membela dan menjunjung tinggi nama
pengembangan Gereja Bethel Indonesia di baik GBI. baik GBI.
daerahnya.
(8) Sekurang-kurangnya berpendidikan Sekolah d. Memiliki keteladanan, kejujuran serta d. Memiliki keteladanan, kejujuran serta
Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat. kesetiaan dalam memberi persepuluhan kesetiaan dalam memberi persepuluhan
jemaat lokal yang digembalakannya jemaat lokal yang digembalakannya
kepada BPP GBI dan iuran bulanan pejabat kepada BPP GBI dan iuran bulanan pejabat
kepada BPD GBI sepenuhnya secara rutin kepada BPD GBI sepenuhnya secara rutin
dalam periode berjalan. dalam periode berjalan.
(6) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik (6) Mempunyai kehidupan keluarga yang baik
dan dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir tidak dan dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir tidak
pernah terkena disiplin gereja. pernah terkena disiplin gereja.
(7) Memiliki rencana dan strategi pencapaian visi (7) Memiliki rencana dan strategi pencapaian visi
dan misi GBI di daerahnya. dan misi GBI di daerahnya.
(8) Berpendidikan minimal strata satu (S1) dari (8) Berpendidikan minimal strata satu (S1) dari
semua disiplin ilmu. semua disiplin ilmu yang diakui negara.
(9) Berusia sekurang-kurangnya 40 (empat puluh) (9) Berusia sekurang-kurangnya 40 (empat puluh)
tahun. tahun.
Pasal 75 Pasal 77 Pasal 85
PROSES PEMILIHAN KETUA BPD PROSEDUR PEMILIHAN KETUA BPD GBI PROSEDUR PEMILIHAN KETUA BPD GBI
(1) Sidang Majelis Daerah yang diadakan (1) Sidang MD GBI yang diadakan untuk memilih (1) Sidang MD GBI yang diadakan untuk memilih
untuk memilih Calon Ketua BPD GBI, calon Ketua BPD GBI, diselenggarakan paling calon Ketua BPD GBI, diselenggarakan paling
diselenggarakan paling cepat 3 (tiga) bulan atau cepat 6 (enam) bulan atau paling lambat 2 cepat 6 (enam) bulan atau paling lambat 2
paling lambat 1 (satu) bulan sebelum sinode. (dua) bulan sebelum Sinode GBI. (dua) bulan sebelum Sidang Sinode GBI.
(2) Majelis Ketua dari unsur BPH GBI, (2) Majelis ketua yang ditetapkan dalam Sidang (2) Tim seleksi dalam pemilihan calon Ketua BPD
berkewajiban untuk memimpin seluruh proses MD GBI berkewajiban membentuk tim GBI adalah Majelis Ketua.
pemilihan Ketua BPD GBI yang diadakan seleksi calon ketua BPD GBI, yang terdiri
dalam Sidang MD terakhir. dari semua anggota Majelis Ketua Sidang MD (3) Tim seleksi melakukan seleksi persyaratan
GBI, ditambah dengan Ketua BPD GBI dan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang diatur
(3) Yang mempunyai hak suara dalam sidang penasihat BPD GBI (anggota MPL). dalam Tata Gereja GBI terhadap bakal calon
Majelis Daerah adalah pendeta dan pendeta Ketua BPD GBI yang dipilih dalam Sidang MD
muda dengan memperlihatkan kartu jabatan (3) Tim seleksi melakukan seleksi persyaratan GBI.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 71
kependetaan yang masih berlaku. berdasarkan ketentuan-ketentuan yang diatur (4) Nama-nama bakal calon Ketua BPD GBI
(4) Seorang pendeta atau pendeta muda hanya dalam Tata Gereja GBI terhadap bakal calon yang masuk tetapi tidak memenuhi syarat,
Ketua BPD GBI yang dipilih dalam Sidang dibatalkan sebagai calon Ketua BPD GBI oleh
dapat menuliskan nama Calon Ketua BPD GBI MD GBI. tim seleksi.
di dalam kertas suara yang telah disediakan (4) Nama-nama bakal calon Ketua BPD GBI
dan memasukkannya dalam kotak suara. yang masuk tetapi tidak memenuhi syarat, (5) Hasil perolehan suara yang didapat oleh
(5) Kertas suara yang di dalamnya tercantum dibatalkan sebagai calon Ketua BPD GBI oleh masing-masing bakal calon tidak diumumkan
lebih dari satu nama Calon Ketua BPD GBI, tim seleksi. kepada peserta Sidang MD GBI.
dinyatakan batal dan tidak dihitung sebagai (5) Hasil perolehan suara yang didapat oleh
perolehan suara. masing-masing bakal calon tidak diumumkan (6) Tim seleksi mengumumkan nama-nama calon
(6) Bakal Calon Ketua BPD GBI dipilih dari nama- kepada peserta Sidang MD GBI. Ketua BPD GBI yang telah memenuhi syarat,
nama yang diajukan secara tertulis oleh peserta (6) Tim seleksi mengumumkan nama-nama calon yaitu sebanyak-banyaknya 3 (tiga) calon dan
sidang MD yang mempunyai hak suara. Ketua BPD GBI yang telah memenuhi syarat, sedikit-dikitnya 2 (dua) calon Ketua BPD GBI
(7) Pemilihan Calon Ketua BPD GBI dalam sidang yaitu sebanyak-banyaknya 3 (tiga) calon dan untuk dipilih dalam Sidang MD GBI.
MD dilakukan secara bertahap, langsung, sedikit-dikitnya 2 (dua) calon Ketua BPD GBI
bebas dan rahasia. untuk dipilih dalam Sidang MD GBI. (7) Peserta Sidang MD GBI yang berhak memilih
(8) Pada pemilihan tahap pertama, Bakal Calon (7) Peserta Sidang MD GBI yang berhak memilih hanya dapat menuliskan 1 (satu) nama calon
Ketua BPD GBI diseleksi oleh sidang MD hanya dapat menuliskan 1 (satu) nama calon Ketua BPD GBI dalam kertas suara yang telah
sehubungan dengan persyaratan seperti yang Ketua BPD GBI dalam kertas suara yang telah disediakan dan memasukkannya ke dalam
disebutkan dalam pasal 74, untuk mendapatkan disediakan dan memasukkannya ke dalam kotak suara.
3 (tiga) calon dengan suara terbanyak, untuk kotak suara.
disahkan sebagai Calon Ketua BPD GBI pada (8) Yang mempunyai hak suara dalam Sidang (8) Yang mempunyai hak suara dalam Sidang
tahap kedua. MD GBI adalah Pdt., Pdm. dan Pdp. yang MD GBI adalah Pdt., Pdm. dan Pdp. yang
(9) Jika dalam tahap kedua terdapat dua calon menggembalakan jemaat, yang dibuktikan menggembalakan jemaat, yang dibuktikan
dengan jumlah suara terbanyak yang sama, maka dengan memperlihatkan kartu jabatan dengan memperlihatkan kartu jabatan
diadakan pemilihan ulang kepada kedua calon kependetaan yang masih berlaku. kependetaan yang masih berlaku.
tersebut sampai salah seorang calon mendapat (9) Kertas suara yang di dalamnya tercantum
suara terbanyak. lebih dari satu nama calon Ketua BPD GBI (9) Kertas suara yang di dalamnya tercantum
(10) Sebelum perhitungan suara dimulai, Majelis Ketua dinyatakan batal dan tidak dihitung sebagai lebih dari satu nama calon Ketua BPD GBI
Sidang Majelis Daerah akan memilih 2 (dua) orang perolehan suara. dinyatakan batal dan tidak dihitung sebagai
wakil dari peserta Sidang Majelis Daerah untuk (10) Pemilihan calon Ketua BPD GBI dalam Sidang perolehan suara.
menjadi saksi dalam pembacaan dan perhitungan MD GBI dilakukan secara langsung, bebas dan
suara dari nama-nama Calon Ketua BPD GBI yang rahasia. (10) Pemilihan calon Ketua BPD GBI dalam Sidang
masuk. (11) Pada pemilihan calon Ketua BPD GBI maka MD GBI dilakukan secara langsung, bebas dan
(11) Setelah 2 ( dua) orang saksi terpilih, maka yang dinyatakan sebagai pemenang adalah rahasia.
Majelis Ketua Sidang Majelis Daerah akan calon yang mendapatkan suara terbanyak.
membacakan nama-nama Calon Ketua BPD (11) Pada pemilihan calon Ketua BPD GBI maka yang
dinyatakan sebagai pemenang adalah calon yang
72 mendapatkan suara terbanyak.
(12) Jika terdapat 2 (dua) calon dengan jumlah
suara terbanyak yang sama maka diadakan
pemilihan ulang sampai salah seorang calon
mendapat suara terbanyak.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
GBI dan menghitung jumlah suara yang (12) Jika terdapat 2 (dua) calon dengan jumlah (13) Dalam pemilihan ulang maka calon Ketua
didapat oleh masing-masing calon. suara terbanyak yang sama maka diadakan BPD GBI yang memperoleh suara terbanyak
(12) Calon Ketua BPD GBI yang memperoleh suara pemilihan ulang sampai salah seorang calon dinyatakan dan ditetapkan sebagai Ketua BPD
terbanyak, dinyatakan dan ditetapkan sebagai mendapat suara terbanyak. GBI.
ketua BPD.
(13) Ketua BPD terpilih akan dilantik oleh Ketua (13) Dalam pemilihan ulang maka calon Ketua (14) Sebelum perhitungan suara dimulai, Majelis
Umum BPH GBI dalam Sinode. BPD GBI yang memperoleh suara terbanyak Ketua Sidang MD GBI akan memilih 3 (tiga)
(14) Hasil perhitungan suara pemilihan Ketua BPD dinyatakan dan ditetapkan sebagai Ketua BPD orang wakil dari peserta Sidang MD GBI
GBI, dituangkan dalam berita acara pemilihan GBI. untuk menjadi saksi dalam pembacaan dan
yang dibuat untuk keperluan tersebut. perhitungan suara dari nama-nama calon
(15) Dalam memilih dan menyusun staf/pengurus, (14) Sebelum perhitungan suara dimulai, Majelis Ketua BPD GBI yang masuk.
Ketua BPD GBI terpilih berkonsultasi dengan Ketua Sidang MD GBI akan memilih 3 (tiga)
anggota MPL di daerah yang bersangkutan. orang wakil dari peserta Sidang MD GBI (15) Setelah 3 (tiga) orang saksi terpilih maka Majelis
(16) Dalam masa peralihan kepemimpinan, Ketua untuk menjadi saksi dalam pembacaan dan Ketua Sidang MD GBI membacakan nama-nama
BPD terpilih melakukan orientasi tugas dengan perhitungan suara dari nama-nama calon calon Ketua BPD GBI dan menghitung jumlah
Ketua BPD lama. Ketua BPD GBI yang masuk. suara yang didapat oleh masing-masing calon.
(15) Setelah 3 (tiga) orang saksi terpilih maka (16) Hasil perhitungan suara pemilihan Ketua BPD
Majelis Ketua Sidang MD GBI membacakan GBI dituangkan dalam berita acara pemilihan
nama-nama calon Ketua BPD GBI dan yang dibuat untuk keperluan tersebut.
menghitung jumlah suara yang didapat oleh
masing-masing calon.
(16) Hasil perhitungan suara pemilihan Ketua BPD
GBI dituangkan dalam berita acara pemilihan
yang dibuat untuk keperluan tersebut.
Pasal 78 Pasal 86
PERALIHAN KETUA BPD GBI PERALIHAN KETUA BPD GBI
(1). Dalam masa peralihan kepemimpinan maka (1) Dalam masa peralihan kepemimpinan maka
Ketua BPD GBI terpilih melakukan orientasi Ketua BPD GBI terpilih melakukan orientasi
tugas dengan Ketua BPD GBI lama. tugas dengan Ketua BPD GBI lama.
(2) Serah terima jabatan antara Ketua BPD GBI (2) Serah terima jabatan antara Ketua BPD GBI
lama kepada Ketua BPD GBI yang baru terpilih lama kepada Ketua BPD GBI yang baru terpilih
dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari
setelah tanggal pelantikan. setelah tanggal pelantikan.
(3) Dalam serah terima jabatan pada ayat (20) (3) Dalam serah terima jabatan pada ayat (20)
dimaksud di atas harus dibuat berita acara serah dimaksud di atas harus dibuat berita acara serah
terima yang ditandatangani dengan memuat terima yang ditandatangani dengan memuat
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 73
antara lain; tentang keuangan, penyerahan antara lain; tentang keuangan, penyerahan
kantor dengan segala fasilitas pendukungnya, kantor dengan segala fasilitas pendukungnya,
semua aset milik BPD GBI yang bersangkutan semua aset milik BPD GBI yang bersangkutan
dan tugas-tugas yang belum selesai dilakukan dan tugas-tugas yang belum selesai dilakukan
oleh pengurus lama. oleh pengurus lama.
(4) Acara serah terima antara Ketua BPD GBI (4) Acara serah terima antara Ketua BPD GBI lama
lama dengan yang baru harus dihadiri dan dengan yang baru harus dihadiri dan disaksikan
disaksikan oleh pengurus BPP GBI yang oleh pengurus BPP GBI yang mendapat surat
mendapat surat tugas untuk itu. tugas untuk itu.
(5) Pengurus BPP GBI yang hadir dalam acara (5) Pengurus BPP GBI yang hadir dalam acara
serah terima ikut serta menandatangani berita serah terima ikut serta menandatangani berita
acara serah terima yang dilakukan antara acara serah terima yang dilakukan antara Ketua
Ketua BPD GBI lama dengan Ketua BPD GBI BPD GBI lama dengan Ketua BPD GBI yang
yang baru. baru.
Pasal 76 Pasal 79 Pasal 87
PENGURUS LENGKAP PENGURUS LENGKAP BPD GBI PENGURUS LENGKAP BPD GBI
(1) Pengurus lengkap BPD terdiri dari ketua, (1) Pengurus lengkap BPD GBI terdiri dari ketua, (1) Pengurus lengkap BPD GBI terdiri dari ketua,
sekretaris, bendahara dan wakil-wakilnya sekretaris, bendahara dan wakil-wakilnya serta sekretaris, bendahara dan wakil-wakilnya serta
serta ketua-ketua bidang perwakilan wilayah ketua-ketua bidang dan Ketua Badan Pengurus ketua-ketua bidang dan Ketua Badan Pengurus
kabupaten atau kota yang ditetapkan oleh BPD Wilayah kabupaten atau kota yang diangkat Wilayah kabupaten atau kota yang diangkat
melalui surat keputusan. dan ditetapkan oleh Ketua BPD GBI melalui dan ditetapkan oleh Ketua BPD GBI melalui
surat keputusan setelah berkonsultasi dengan surat keputusan setelah berkonsultasi dengan
(2) Perwakilan wilayah kabupaten atau kota dapat penasihat BPD GBI setempat. penasihat BPD GBI setempat.
ditetapkan oleh BPD sesuai dengan kebutuhan.
(2) Ketua Bidang Wanita Bethel Indonesia serta (2) Ketua Bidang Wanita Bethel Indonesia serta
(3) Perwakilan wilayah kabupaten atau kota terdiri Ketua Bidang Pemuda dan Anak BPD GBI Ketua Bidang Pemuda dan Anak BPD GBI
dari ketua, sekretaris dan bendahara yang dipilih dan diangkat oleh Ketua BPD GBI dipilih dan diangkat oleh Ketua BPD GBI
disebut Perwakilan Wilayah dan disingkat dari 3 (tiga) calon yang diusulkan dalam dari 3 (tiga) calon yang diusulkan dalam
Perwil. Kongres Daerah WBI maupun DPA yang Kongres Daerah WBI maupun DPA yang
diselenggarakan selambat-lambatnya 6 (enam) diselenggarakan selambat-lambatnya 6 (enam)
(4) Tugas Perwil adalah: bulan setelah Sidang MD GBI terakhir dalam bulan setelah Sidang MD GBI terakhir dalam
a. Membantu BPD dalam mengembangkan periode berjalan dilaksanakan. periode berjalan dilaksanakan.
persekutuan pejabat di daerah yang
bersangkutan. (3) Badan Pengurus Wilayah GBI yang disingkat (3) Badan Pengurus Wilayah GBI yang disingkat
b. Membantu BPD dalam mengembangkan BPW GBI adalah bagian yang tidak terpisahkan BPW GBI adalah bagian yang tidak terpisahkan
pelayanan di daerah yang bersangkutan. dari BPD GBI yang dibentuk dan ditetapkan dari BPD GBI yang dibentuk dan ditetapkan di
c. Tugas-tugas tersebut dinyatakan dalam di daerah kabupaten atau kota oleh Ketua BPD daerah kabupaten atau kota oleh Ketua BPD
butir-butir surat keputusan BPD.
74 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
(5) Perwil dapat mengadakan rapat atas persetujuan GBI sesuai dengan kebutuhan dan susunan GBI sesuai dengan kebutuhan dan susunan
ketua BPD yang dihadiri oleh ketua/wakil ketua pengurus yang terdiri dari; ketua, sekretaris pengurus yang terdiri dari; ketua, sekretaris
BPD. dan bendahara. dan bendahara.
(4) Tugas BPW GBI adalah: (4) Tugas BPW GBI adalah:
(6) Keperluan operasional Perwil termasuk dalam a. Membantu BPD GBI dalam mengem- a. Membantu BPD GBI dalam mengem-
anggaran BPD.
bangkan persekutuan pejabat di daerah bangkan persekutuan pejabat di daerah
Pasal 77 yang bersangkutan. yang bersangkutan.
TUGAS b. MembantuBPDGBIdalammengembangkan b. MembantuBPDGBIdalammengembangkan
Badan Pekerja Daerah bertugas: pelayanan di daerah yang bersangkutan. pelayanan di daerah yang bersangkutan.
(1) Mewakili BPH di daerah dan melaksanakan c. Tugas-tugas tersebut dinyatakan dalam c. Tugas-tugas tersebut dinyatakan dalam
segala keputusan Sinode, MPL dan Majelis butir-butir surat keputusan BPD GBI. butir-butir surat keputusan BPD GBI.
Daerah. (5) BPW GBI dapat mengadakan rapat atas (5) BPW GBI dapat mengadakan rapat atas
(2) Meneliti dan menyelesaikan masalah sesuai persetujuan Ketua BPD GBI yang dihadiri persetujuan Ketua BPD GBI yang dihadiri oleh
dengan Firman Tuhan dan Tata Gereja GBI. oleh Ketua/Wakil Ketua BPD GBI. Ketua/Wakil Ketua BPD GBI.
(3) Membela dan membina jemaat-jemaat di (6) Keperluan operasional BPW GBI termasuk (6) Keperluan operasional BPW GBI termasuk
daerah demi perkembangan dan kemajuan dalam anggaran BPD GBI. dalam anggaran BPD GBI.
Gereja Bethel Indonesia.
(4) Melaksanakan program sinode baik jangka Pasal 80 Pasal 88
pendek maupun jangka panjang sesuai dengan TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPD GBI TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPD GBI
kebutuhan daerah. (1) Mewakili BPP GBI di daerah dan melaksanakan
(5) Menyusun laporan pertumbuhan dan (1) Mewakili BPP GBI di daerah dan segala keputusan Sinode GBI, Sidang MPL GBI
perkembangan daerah untuk BPH dan MPL. melaksanakan segala keputusan Sinode GBI, dan Sidang MD GBI.
(6) Mengeluarkan surat keputusan penetapan Sidang MPL GBI dan Sidang MD GBI. (2) Mewakili organisasi GBI baik ke dalam
gembala jemaat, surat keputusan kependetaan maupun ke luar, terhadap pemerintah serta
untuk pendeta muda dan pendeta pembantu (2) Mewakili organisasi GBI baik ke dalam semua organisasi lain di daerahnya.
maupun ke luar, terhadap pemerintah serta (3) Mengajukan calon anggota MPL GBI kepada
semua organisasi lain di daerahnya. BPP GBI untuk diseleksi persyaratannya dan
ditetapkan sebagai calon anggota MPL GBI.
(3) Mengajukan calon anggota MPL GBI kepada (4) Meneliti dan menyelesaikan masalah sesuai
BPP GBI untuk diseleksi persyaratannya dan dengan firman Tuhan dan Tata Gereja GBI.
ditetapkan sebagai calon anggota MPL GBI. (5) Membela dan membina jemaat-jemaat di daerah
demi perkembangan dan kemajuan GBI.
(4) Meneliti dan menyelesaikan masalah sesuai (6) Melaksanakan program GBI yang ditetapkan
dengan firman Tuhan dan Tata Gereja GBI. di Sidang MPL GBI dan Sidang MD GBI,
baik program jangka pendek maupun jangka
(5) Membela dan membina jemaat-jemaat di daerah panjang sesuai dengan kebutuhan daerah.
demi perkembangan dan kemajuan GBI.
(6) Melaksanakan program GBI yang ditetapkan
di Sidang MPL GBI dan Sidang MD GBI,
baik program jangka pendek maupun jangka
panjang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 75
serta surat pengantar untuk memperoleh kartu (7) Menyusun laporan pertumbuhan dan (7) Menyusun laporan pertumbuhan dan
jabatan. perkembangan daerah untuk BPP GBI dan perkembangan daerah untuk BPP GBI dan
(7) Mengadakan rapat staf sekurang-kurangnya 3 MPL GBI. MPL GBI.
(tiga) bulan 1 (satu) kali.
(8) Melaksanakan tugas-tugas tertentu yang (8) Mengeluarkan surat keputusan penetapan (8) Mengeluarkan surat keputusan penetapan
diberikan oleh BPH. gembala jemaat dan surat pengantar untuk gembala jemaat dan surat pengantar untuk
(9) Menyelenggarakan sidang MD. memperoleh kartu jabatan. memperoleh kartu jabatan.
(9) Mengadakan rapat pengurus BPD GBI (9) Mengadakan rapat pengurus BPD GBI
sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali. sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.
(10) Melaksanakan tugas-tugas tertentu yang (10) Melaksanakan tugas-tugas tertentu yang
diberikan oleh BPP GBI. diberikan oleh BPP GBI.
(11) Menyelenggarakan Sidang MD GBI. (11) Menyelenggarakan Sidang MD GBI.
Pasal 78 Pasal 81 Pasal 89
MASA JABATAN MASA JABATAN KETUA BPD GBI MASA JABATAN KETUA BPD GBI
(1) Masa jabatan ketua BPD adalah dari satu (1) Masa jabatan Ketua BPD GBI adalah dari (1) Masa jabatan Ketua BPD GBI adalah dari
periode sampai kepada sinode berikutnya. 1 (satu) periode sinode sampai ke sinode 1 (satu) periode sinode sampai ke sinode
berikutnya. berikutnya.
(2) Masa jabatan ketua BPD paling lama adalah 2 (2) Masa jabatan Ketua BPD GBI sebanyak-
(dua) kali masa jabatan dan dapat dicalonkan (2) Masa jabatan Ketua BPD GBI sebanyak- banyaknya selama 2 (dua) periode dan setelah
kembali setelah selang 1 (satu) periode banyaknya selama 2 (dua) periode dan tidak itu tidak dapat dicalonkan kembali.
berikutnya. dapat dicalonkan kembali untuk periode- (3) Apabila Ketua BPD GBI melakukan
periode selanjutnya. pelanggaran yang bertentangan dengan Tata
(3) Apabila ketua BPD tidak dapat memenuhi Tertib GBI maupun etika kependetaan GBI
kewajibannya sehingga merugikan persekutuan (3) Apabila Ketua BPD GBI melakukan serta tidak dapat memenuhi kewajibannya
GBI, maka BPH membebastugaskan yang pelanggaran yang bertentangan dengan Tata sehingga merugikan persekutuan
bersangkutan dari jabatan ketua BPD. Tertib GBI maupun etika kependetaan GBI serta
tidak dapat memenuhi kewajibannya sehingga
merugikan persekutuan dan organisasi GBI dan organisasi GBI maka BPP GBI
maka BPP GBI membebastugaskan yang membebastugaskan yang bersangkutan dari
bersangkutan dari jabatan Ketua BPD GBI. jabatan Ketua BPD GBI.
BAB X BAB X BAB XI
PENGGABUNGAN PENGGABUNGAN PENGGABUNGAN
Pasal 80 Pasal 82 Pasal 90
PENERIMAAN PENGGABUNGAN PENERIMAAN PENGGABUNGAN PENERIMAAN PENGGABUNGAN
Yang dapat diterima bergabung dengan Gereja Yang diterima bergabung ke dalam GBI adalah Yang diterima bergabung ke dalam GBI adalah
76 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Bethel Indonesia adalah jemaat dan gembalanya jemaat dan gembalanya yang tidak bermasalah jemaat dan gembalanya yang tidak bermasalah
atau persekutuan doa dan pimpinannya. dengan sinode asalnya, yang selanjutnya disebut dengan sinode asalnya, yang selanjutnya disebut
sebagai pemohon penggabungan. sebagai pemohon penggabungan.
Pasal 81 Pasal 83 Pasal 91
PROSEDUR PENGGABUNGAN PROSEDUR PENGGABUNGAN PROSEDUR PENGGABUNGAN
(1) Pemohon berkonsultasi terlebih dahulu dengan (1) Pemohon penggabungan berkonsultasi (1) Pemohon penggabungan berkonsultasi
BPD, kemudian mengajukan surat permohonan terlebih dahulu dengan BPD GBI setempat terlebih dahulu dengan BPD GBI setempat
penggabungan kepada BPH dan BPD. dan kemudian mengajukan surat permohonan dan kemudian mengajukan surat permohonan
penggabungan kepada BPP GBI dengan penggabungan kepada BPP GBI dengan
(2) BPD meninjau dan melakukan penelitian tembusan kepada BPD GBI. tembusan kepada BPD GBI.
terhadap ajaran, kehidupan pribadi, keluarga,
aset jemaat serta aktivitas jemaat pemohon. (2) BPP GBI menugaskan BPD GBI untuk mencari (2) BPP GBI menugaskan BPD GBI untuk mencari
dan mengumpulkan kejelasan informasi dan mengumpulkan kejelasan informasi
(3) BPD mencari informasi dari pengurus sinode dari induk organisasi pemohon sebelumnya dari induk organisasi pemohon sebelumnya
atau organisasi gereja asal. meliputi ajaran, kehidupan pribadi/keluarga, meliputi ajaran, kehidupan pribadi/keluarga,
aset dan aktifitas pelayanan pemohon. aset dan aktifitas pelayanan pemohon.
(4) Apabila prosedur di atas telah dipenuhi maka
BPD meneruskan permohonan tersebut kepada (3) Apabila prosedur di atas telah dipenuhi maka (3) Apabila prosedur di atas telah dipenuhi maka
BPH dengan dilengkapi: BPD GBI merekomendasikan kepada BPP GBI BPD GBI merekomendasikan kepada BPP GBI
a. Permohonan tertulis kepada BPH dan perihal diterima atau tidaknya permohonan perihal diterima atau tidaknya permohonan
rekomendasi BPD. penggabungan. penggabungan.
b. Surat pernyataan menerima dan bersedia
mentaati Pengakuan Iman, Pengajaran dan (4) Rekomendasi BPD GBI terhadap pemohon (4) Rekomendasi BPD GBI terhadap pemohon
Tata Gereja GBI dan bersedia untuk diuji. penggabungan yang diterima harus disertai: penggabungan yang diterima harus disertai:
c. Bukti tertulis bahwa yang bersangkutan a. Permohonan tertulis dari pemohon a. Permohonan tertulis dari pemohon
telah mengundurkan diri dari sinode atau penggabungan kepada BPP GBI yang penggabungan kepada BPP GBI yang
organisasi gereja asal. harus disertai rekomendasi BPD GBI. harus disertai rekomendasi BPD GBI.
b. Surat pernyataan pemohon penggabungan b. Surat pernyataan pemohon penggabungan
(5) BPH menugaskan BPD untuk melakukan di atas kertas bermeterai yang menyatakan di atas kertas bermeterai yang menyatakan
pembinaan paling lambat 1 (satu) tahun menerima dan menaati Pengakuan Iman, menerima dan menaati Pengakuan Iman,
terhadap pejabat dan jemaatnya; setelah gereja Pengajaran GBI dan Tata Gereja GBI serta Pengajaran GBI dan Tata Gereja GBI serta
tersebut memenuhi semua persyaratan, baru bersedia untuk diuji. bersedia untuk diuji.
kemudian dikeluarkan surat keputusan jenjang c. Bukti tertulis bahwa yang bersangkutan c. Bukti tertulis bahwa yang bersangkutan
kependetaan pejabat tersebut. secara sah telah mengundurkan diri secara sah telah mengundurkan diri dari
dari induk organisasi pemohon yang induk organisasi pemohon yang sebelumnya.
(6) Pemohon yang telah diterima bergabung sebelumnya.
dengan Gereja Bethel Indonesia, baru dapat (5) BPP GBI menugaskan BPD GBI untuk
menjadi pejabat Gereja Bethel Indonesia (5) BPP GBI menugaskan BPD GBI untuk melakukan pembinaan selama 1 (satu) tahun
setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan
77
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
dengan jenjang kependetaan, berdasarkan usul melakukan pembinaan selama 1 (satu) tahun terhadap pemohon penggabungan.
BPD dan penetapan BPH. terhadap pemohon penggabungan. (6) Setelah semua persyaratan dipenuhi pemohon
(7) Pengesahan dan pelantikan dilakukan sesuai (6) Setelah semua persyaratan dipenuhi pemohon
dengan Tata Gereja GBI Bab II Pasal 17. penggabungan maka akan diterbitkan surat penggabungan maka akan diterbitkan surat
keputusan BPP GBI tentang: keputusan BPP GBI tentang:
Pasal 82 a. Jenjang kependetaan. a. Jenjang kependetaan.
PENGGABUNGAN PEJABAT GEREJA b. Klasifikasi jemaat dan gembala jemaat. b. Klasifikasi jemaat dan gembala jemaat.
(7) Pengesahan dan pelantikan dilakukan sesuai (7) Pengesahan dan pelantikan dilakukan sesuai
TANPA JEMAAT dengan Tata Gereja GBI Bab II Pasal 19. dengan Tata Gereja GBI Bab II Pasal 19.
(1) Pejabat gereja tanpa jemaat, dapat bergabung
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
dengan jemaat lokal Gereja Bethel Indonesia
setelah melalui konsultasi dengan BPD.
(2) Status jenjang kependetaan akan ditinjau dan
ditetapkan oleh BPD sesuai dengan Tata Gereja
GBI Bab II Pasal 15.
(3) Pengesahan dan pelantikan pejabat yang
bergabung mengikuti prosedur Tata Gereja GBI
Bab II Pasal 17.
Pasal 83
PENGGABUNGAN PERSEKUTUAN DOA DAN
PIMPINAN
(1) Pemohon berkonsultasi terlebih dahulu dengan
BPD, kemudian mengajukan surat permohonan
penggabungan ke BPH melalui BPD.
(2) BPD meninjau dan melakukan penelitian
terhadap ajaran, kehidupan pribadi, keluarga,
aset persekutuan doa serta aktivitas persekutuan
doa pemohon.
(3) BPD mencari informasi informasi dari badan
atau yayasan yang menaunginya.
78
(4) Apabila prosedur di atas setelah dipenuhi
maka BPD meneruskan permohonan tersebut
kepada BPH dengan dilengkapi:
a. Permohonan tertulis kepada BPH dan
rekomendasi BPD.
b. Surat pernyataan menerima dan bersedia
menaati Pengakuan Iman, Pengajaran dan
Tata Gereja GBI serta bersedia untuk diuji.
c. Bukti tertulis bahwa yang bersangkutan
telah mengundurkan diri dari badan atau
yayasan yang menaunginya.
(5) Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka BPH
mengeluarkan surat keputusan penggabungan
dan menugaskan BPD untuk meresmikan serta
memberi surat tugas.
(6) Permohonan yang telah diterima bergabung
dengan Gereja Bethel Indonesia, baru dapat
menjadi pejabat GBI, setelah memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam Tata Gereja
GBI Bab II Pasal 16.
(7) Pengesahan dan pelantikan dilakukan sesuai
dengan Tata Gereja GBI Bab II Pasal 17.
BAB XI BAB XI BAB XI
DISIPLIN GEREJA DISIPLIN GEREJA DISIPLIN GEREJA
Pasal 84 Pasal 84 Pasal 92
PENGERTIAN DISIPLIN GEREJA PENGERTIAN DISIPLIN GEREJA PENGERTIAN DISIPLIN GEREJA
(1) Disiplin gereja ialah sarana pembinaan, (1) Disiplin gereja adalah sarana pembinaan, (1) Disiplin gereja adalah sarana pembinaan,
pemulihan dan pemurnian yang dilaksanakan pemulihan dan pemurnian yang dilaksanakan pemulihan dan pemurnian yang dilaksanakan
berdasarkan kasih untuk pendewasaan dan berdasarkan kasih untuk pendewasaan pejabat berdasarkan kasih untuk pendewasaan pejabat
menjaga kekudusan gereja. dan menjaga kekudusan gereja. dan menjaga kekudusan gereja.
(2) Disiplin gereja ialah sanksi yang dijatuhkan (2) Disiplin gereja adalah sanksi yang dijatuhkan (2) Disiplin gereja adalah sanksi yang dijatuhkan
berdasarkan pelanggaran terhadap ajaran dan berdasarkan pelanggaran terhadap ajaran dan berdasarkan pelanggaran terhadap ajaran dan
peraturan dari Gereja Bethel Indonesia yang peraturan dari GBI yang harus ditaati oleh peraturan dari GBI yang harus ditaati oleh
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 79
harus ditaati oleh setiap pejabat Gereja Bethel setiap pejabat GBI. setiap pejabat GBI.
Indonesia.
Pasal 85 Pasal 85 Pasal 93
DASAR DISIPLIN GEREJA DASAR DISIPLIN GEREJA DASAR DISIPLIN GEREJA
Demi kemajuan dan kemurnian pelayanan Demi kemajuan dan kemurnian pejabat GBI maka Demi kemajuan dan kemurnian pejabat GBI maka
Tuhan, maka Gereja menjalankan Disiplin Gereja gereja menjalankan disiplin gereja berdasarkan: gereja menjalankan disiplin gereja berdasarkan:
berdasarkan: (1) Alkitab. (1) Alkitab.
1. Alkitab. (2) Pengakuan Iman, Pengajaran GBI dan Tata (2) Pengakuan Iman, Pengajaran GBI dan Tata
2. Pengakuan Iman, Pengajaran, Tata Gereja GBI.
3. Etika kependetaan. Gereja GBI. Gereja GBI.
Peraturan yang berlaku di daerah setelah disejui (3) Etika kependetaan. (3) Etika kependetaan.
oleh MD dan disahkan oleh MPL. (4) Peraturan yang berlaku di daerah setelah (4) Peraturan yang berlaku di daerah setelah
disetujui oleh Sidang MD GBI dan disahkan disetujui oleh Sidang MD GBI dan disahkan
oleh Sidang MPL GBI. oleh Sidang MPL GBI.
Pasal 86 Pasal 86 Pasal 94
JENIS SANKSI DISIPLIN BENTUK DAN JENIS DISIPLIN GEREJA BENTUK DAN JENIS DISIPLIN GEREJA
(1) Peringatan tertulis. (1) Bentuk disiplin atau sanksi yang dikenakan (1) Bentuk disiplin atau sanksi yang dikenakan
Jenis pelanggaran yang dikenakan Sanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat atas pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat
GBI terdiri dari: GBI terdiri dari:
Peringatan Tertulis, yaitu: a. Sanksi peringatan tertulis. a. Sanksi peringatan tertulis.
a. Lalai menghadiri Sidang Majelis Daerah b. Sanksi pembebasan tugas sementara b. Sanksi pembebasan tugas sementara
sebagai pejabat gereja (skorsing). sebagai pejabat gereja (skorsing).
selama dua kali secara berturut-turut, c. Sanksi pembebasan tugas secara tetap c. Sanksi pembebasan tugas secara tetap
tanpa alasan yang sah atau tanpa izin (pemecatan). (pemecatan).
dari ketua BPD, dalam kurun waktu satu
periode Sinode. (2) Penjatuhan sanksi sebagaimana tersebut (2) Penjatuhan sanksi sebagaimana tersebut
b. Berada di suatu tempat dan situasi yang dalam ayat (1) huruf a, b dan c di atas tidak dalam ayat (1) huruf a, b dan c di atas tidak
dapat memberi kesan berdosa tanpa alas berdasarkan tata urutan bentuk sanksinya berdasarkan tata urutan bentuk sanksinya
an yang sah. tetapi dilakukan berdasarkan pada ringan atau tetapi dilakukan berdasarkan pada ringan atau
c. Tidak terhisap dalam suatu jemaat lokal. beratnya sebuah pelanggaran yang dilakukan beratnya sebuah pelanggaran yang dilakukan
d. Menduduki jabatan kependetaan secara oleh pejabat GBI. oleh pejabat GBI.
structural pada organisasi Sinode Gereja
lain. (3) Masa berlaku sanksi: (3) Masa berlaku sanksi:
e. Gembala Jemaat yang menduduki jabatan a. Surat peringatan tertulis selama 1 (satu) a. Surat peringatan tertulis selama 1 (satu)
struktural atau fungsional pada suatu tahun. tahun.
80 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
partai politik, tanpa izin tertulis dari Ketua b. Sanksi pembebasan tugas sementara b. Sanksi pembebasan tugas sementara
Umum BPH. (skorsing): (skorsing):
f. Gembala jemaat yang menduduki jabatan b.1. Selama 6 (enam) bulan terhadap b.1. Selama 6 (enam) bulan terhadap
sebagai anggota legislative di tingkat pelanggaran yang termasuk dalam pelanggaran yang termasuk dalam
nasional maupun daerah, tanpa izin kategori ringan. kategori ringan.
tertulis dari Ketua Umum BPH. b.2. Selama 12 (dua belas) bulan terhadap b.2. Selama 12 (dua belas) bulan terhadap
g. Gembala jemaat yang tanpa alasan yang pelanggaran yang termasuk dalam pelanggaran yang termasuk dalam
jelas, tidak memberikan laporan tiga kategori berat. kategori berat.
bulanan kepad BPD, dalam waktu 24 (dua
puluh empat) bulan secara berturut-turut. (4) Pejabat GBI yang terkena sanksi pembebasan (4) Pejabat GBI yang terkena sanksi pembebasan
h. Disamping menduduki jabatan struktural tugas sementara (skorsing) tidak diperkenankan tugas sementara (skorsing) tidak diperkenankan
pada organisasi Gereja Bethel Indonesia, melakukan pelayanan kependetaan sebagaimana melakukan pelayanan kependetaan sebagaimana
juga menduduki jabatan struktural pada diatur dalam Tata Tertib Gereja pasal 24 ayat (1). diatur dalam Tata Tertib Gereja pasal 24 ayat (1).
suatu partai politik tanpa izin tertulis dari
Ketua Umum BPH. (5) Selama pembebasan tugas sementara (5) Selama pembebasan tugas sementara (skorsing)
i. Disamping menduduki jabatan struktural (skorsing) maka BPD GBI mengangkat wakil maka BPD GBI mengangkat wakil gembala
pada organisasi Gereja Bethel Indonesia, gembala jemaat setempat atau pejabat GBI jemaat setempat atau pejabat GBI lainnya
juga menjadi anggota legislative di tingkat lainnya sebagai pelaksana tugas gembala sebagai pelaksana tugas gembala menggantikan
pusat maupun daerah, tanpa izin tertulis menggantikan gembala jemaat yang terkena gembala jemaat yang terkena sanksi.
dari Ketua Umum BPH. sanksi.
j. Tidak membuat laporan tertulis kepada (6) Pejabat yang berwenang menjatuhkan sanksi:
BPD, dalam kurun waktu 6 (enam) bulan, (6) Pejabat yang berwenang menjatuhkan sanksi: a. Sanksi peringatan tertulis dikeluarkan oleh
setelah pindah tempat pelayanan dari a. Sanksi peringatan tertulis dikeluarkan BPD GBI.
suatu jemaat ke jemaat lain. oleh BPD GBI. b. Sanksi pembebasan tugas sementara
k. Tidak membuat laporan tertulis kepada b. Sanksi pembebasan tugas sementara sebagai pejabat gereja (skorsing)
BPD, dalam kurun waktu 6 (enam) bulan, sebagai pejabat gereja (skorsing) dikeluarkan oleh BPD GBI.
setelah pindah tempat domisili ke BPD dikeluarkan oleh BPD GBI. c. Sanksi pembebasan tugas secara tetap
yang baru. c. Sanksi pembebasan tugas secara tetap (pemecatan) dikeluarkan oleh BPP GBI.
l. Berganti Pendeta Pembina, tanpa (pemecatan) dikeluarkan oleh BPP GBI. d. Semua bentuk disiplin atau sanksi
berkonsultasi dengan Pendeta Pembina d. Semua bentuk disiplin atau sanksi sebagaimana tersebut dalam Tata Tertib
terakhir dan ketua BPD. sebagaimana tersebut dalam Tata Tertib Pasal 86 ayat (1) di atas bagi pejabat GBI
m. Tidak mengirimkan persepuluhan jemaat Pasal 85 ayat (1) di atas bagi pejabat GBI yang berada dalam struktur kepengurusan
kepada BPH, selama 12 (duabelas) bulan yang berada dalam struktur kepengurusan BPD GBI, MPL GBI, MP GBI dan BPP
berturut-turut, tanpa alasan yang dapat BPD GBI, MPL GBI, MP GBI dan BPP GBI dikeluarkan oleh BPP GBI.
dibenarkan oleh Ketua Umum BPH. GBI dikeluarkan oleh BPP GBI.
n. Tidak mengirimkan persembahan bulanan (7) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi
(7) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi peringatan tertulis yaitu:
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 peringatan tertulis yaitu: a. Lalai menghadiri Sinode.
a. Lalai menghadiri Sinode b. Lalai menghadiri Sidang MD Umum/
b. Lalai menghadiri Sidang MD Umum/ Khusus GBI selama 2 (dua) kali berturut-
81
kepada BPD, selama 12 (duabelas) bulan Khusus GBI selama 2 (dua) kali berturut- turut tanpa alasan yang sah atau tanpa izin
berturut-turut, tanpa alasan yang dapat turut tanpa alasan yang sah atau tanpa dari ketua BPD GBI dalam kurun waktu 1
dibenarkan oleh Ketua BPD. izin dari ketua BPD GBI dalam kurun (satu) periode sinode.
o. Melakukan fitnah terhadap sesama pejabat waktu 1 (satu) periode sinode. c. Tidak mengirimkan persepuluhan jemaat
Gereja Bethel Indonesia. c. Tidak mengirimkan persepuluhan jemaat kepada BPP GBI selama 12 (dua belas)
p. Tidak melaporkan kepada BPD kepada BPP GBI selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut.
pelanggaran yang dilakukan Gereja Bethel bulan berturut-turut. d. Tidak mengirimkan iuran pejabat kepada
Indonesia lain, walaupun hal tersebut telah d. Tidak mengirimkan iuran pejabat kepada BPD GBI selama 12 (dua belas) bulan
terbukti diketahuinya secara jelas. BPD GBI selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut.
q. Menerima pengkhotbah yang sudah dipecat berturut-turut. e. Tidak melaporkan secara tertulis perpindahan
dari organisasi Gereja Bethel Indonesia. e. Tidak melaporkan secara tertulis tempat pelayanan kepada BPD GBI dalam
r. Menerima pengkhotbah yang perpindahan tempat pelayanan kepada kurun waktu 6 (enam) bulan.
membawakan ajaran yang bertentangan BPD GBI dalam kurun waktu 6 (enam) f. Tidak membuat laporan tertulis kepada
dengan ajaran Gereja Bethel Indonesia/ bulan. BPD GBI dalam kurun waktu 6 (enam)
Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia. f. Tidak membuat laporan tertulis kepada bulan setelah pindah tempat domisili ke
(2) Pemutusan persekutuan sementara sehingga BPD GBI dalam kurun waktu 6 (enam) BPD GBI yang baru.
tidak mendapatkan pelayanan secara bulan setelah pindah tempat domisili ke g. Tidak terhisap dalam suatu jemaat lokal.
organisasi. BPD GBI yang baru. h. Berganti pendeta pembina tanpa mendapat
Jenis pelanggaran yang dikenakan Sanksi g. Tidak terhisap dalam suatu jemaat lokal. persetujuan dari Ketua BPD GBI.
Pemutusan Persekutuan Sementara, yaitu: h. Berganti pendeta pembina tanpa mendapat i. Merokok.
a. Tidak mengikuti Sidang Majelis Daerah persetujuan dari Ketua BPD GBI. j. Berada di suatu tempat dan situasi yang
tanpa alasan, walaupun telah mendapat i. Merokok. dapat memberi kesan berdosa tanpa alasan
sanksi Peringatan Tertulis dan telah j. Berada di suatu tempat dan situasi yang yang sah.
dipanggil secara resmi melalui panggilan dapat memberi kesan berdosa tanpa k. Tidak melaporkan pelanggaran yang
tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut- alasan yang sah. dilakukan oleh pejabat GBI lain kepada
turut. k. Tidak melaporkan pelanggaran yang BPD GBI walaupun hal tersebut telah
b. Tanpa alasan yang dapat dibenarkan, tetap dilakukan oleh pejabat GBI lain kepada terbukti diketahuinya secara jelas.
tidak memberikan persepuluhan jemaat BPD GBI walaupun hal tersebut telah l. Menduduki jabatan kependetaan secara
kepada BPH, walaupun telah mendapat terbukti diketahuinya secara jelas. struktural pada organisasi sinode gereja
Sanksi Peringatan Tertulis. l. Menduduki jabatan kependetaan secara lain.
c. Tanpa alasan yang dapat dibenarkan, tetap struktural pada organisasi sinode gereja m. Gembala jemaat yang mencalonkan
tidak memberikan persembahan bulanan lain. diri sebagai anggota legislatif di tingkat
kepada BPD, walaupun telah mendapat m. Gembala jemaat yang mencalonkan nasional maupun daerah tanpa dispensasi
Sanksi Peringatan Tertulis. diri sebagai anggota legislatif di tingkat tertulis dari BPP GBI.
d. Tetap tidak terhisap pada suatu jemaat nasional maupun daerah tanpa dispensasi n. Menduduki jabatan struktural pada
lokal tertentu, walaupun telah mendapat tertulis dari BPP GBI. organisasi GBI juga menduduki jabatan
82 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Sanksi Peringatan Tertulis. n. Menduduki jabatan struktural pada struktural pada suatu partai politik tanpa
e. Tidak mengirimkan persepuluhan jemaat organisasi GBI juga menduduki jabatan dispensasi tertulis dari BPP GBI.
kepada BPH, selama 2 (dua) tahun struktural pada suatu partai politik tanpa o. Menduduki jabatan struktural pada
berturut-turut, walaupun telah mendapat dispensasi tertulis dari BPP GBI. organisasi GBI juga menjadi calon legislatif
Sanksi Peringatan Pertama. di tingkat pusat maupun daerah tanpa
f. Tidak mengirimkan persembahan o. Menduduki jabatan struktural pada dispensasi tertulis dari BPP GBI.
bulanan kepada BPD selama 2 (dua) tahun organisasi GBI juga menjadi calon p. Melakukan fitnah terhadap sesama pejabat
berturut-turut, walaupun telah mendapat legislatif di tingkat pusat maupun daerah GBI.
Sanksi Peringatan Tertulis. tanpa dispensasi tertulis dari BPP GBI. q. Menerima pengkhotbah yang sudah
(3) Pembebasan tugas sementara sebagai pejabat dipecat dari organisasi GBI.
Gereja Bethel Indonesia untuk suatu waktu p. Melakukan fitnah terhadap sesama r. Menerima pengkhotbah yang mem-
tertentu secara tertulis dan diumumkan. pejabat GBI. bawakan ajaran yang bertentangan dengan
Jenis pelanggaran yang dikenakan Sanksi Pengajaran GBI/Pengakuan Iman GBI.
Pembebasan Tugas Sementara, yaitu: q. Menerima pengkhotbah yang sudah s. Menyalahgunakan media sosial untuk
a. Tetap melakukan fitnah terhadap sesama dipecat dari organisasi GBI. menyebarkan ujaran kebencian dan hoax.
pejabat Gereja Bethel Indonesia, walaupun t. Membawa masalah penatalayanan gerejawi
telah mendapat sanksi Peringatan Tertulis. r. Menerima pengkhotbah yang mem- kepada lembaga penegak hukum negara
b. Membocorkan rahasia yang berhubungan bawakan ajaran yang bertentangan dengan seperti kepolisian, kejaksaan serta lembaga
dengan jabatan kependetaan. Pengajaran GBI/Pengakuan Iman GBI. peradilan negara maupun lembaga adat.
c. Menerima pengkhotbah yang sudah (8) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi
dipecat dari organisasi Gereja Bethel s. Menyalahgunakan media sosial untuk pembebasan tugas sementara (skorsing):
Indonesia, walaupun telah mendapat menyebarkan ujaran kebencian dan hoax. a. Tidak mengirimkan persepuluhan jemaat
sanksi Peringatan Tertulis. kepada BPP GBI, selama 2 (dua) tahun
d. Menerima pengkhotbah yang t. Membawa masalah penatalayanan berturut-turut tanpa alasan yang dapat
membawakan ajaran yang bertentangan gerejawi kepada hakim dunia (pengadilan) dibenarkan.
dengan ajaran Gereja Bethel Indonesia/ b. Tidak mengirimkan iuran pejabat bulanan
Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia, (8) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi kepada BPD GBI selama 2 (dua) tahun
walaupun telah mendapat sanksi pembebasan tugas sementara (skorsing): berturut-turut.
Peringatan Tertulis. a. Tidak mengirimkan persepuluhan jemaat c. Tetap melakukan fitnah terhadap sesama
e. Merugikan nama baik organisasi Gereja kepada BPP GBI, selama 2 (dua) tahun pejabat GBI.
Bethel Indonesia. berturut-turut tanpa alasan yang dapat d. Tetap menerima pengkhotbah yang mem-
f. Diceraikan oleh suami atau istri. dibenarkan. bawakan ajaran yang bertentangan dengan
(4) Penurunan jenjang kependetaan dan jabatan b. Tidak mengirimkan iuran pejabat Pengajaran GBI/Pengakuan Iman GBI.
kepengurusan dalam Gereja Bethel Indonesia bulanan kepada BPD GBI selama 2 (dua) e. Tetap menerima pengkhotbah yang sudah
secar tertulis dan diumumkan. tahun berturut-turut. dipecat dari organisasi GBI.
Jenis pelanggaran yang dikenakan Sanksi c. Tetap melakukan fitnah terhadap sesama f. Berpelukan dan berciuman secara birahi
Penurunan Jenjang Kependetaan dan Jabatan pejabat GBI. dengan yang bukan pasangan nikah secara
d. Tetap menerima pengkhotbah yang mem-
bawakan ajaran yang bertentangan dengan 83
Pengajaran GBI/Pengakuan Iman GBI.
e. Tetap menerima pengkhotbah yang
sudah dipecat dari organisasi GBI.
f. Berpelukan dan berciuman secara birahi
dengan yang bukan pasangan nikah
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Kepengurusan, yaitu: secara sah dan sesama jenis. sah dan sesama jenis.
a. Berpelukan dan berciuman scara birahi g. Meninggalkan tugas sebagai pelayan g. Meninggalkan tugas sebagai pelayan atau
dengan lawan jenis yang bukan merupakan atau sebagai gembala jemaat dalam sebagai gembala jemaat dalam kurun waktu
pasangan hidup/istri. kurun waktu 3 (tiga) bulan lebih tanpa 3 (tiga) bulan lebih tanpa sepengetahuan
b. Bertindak tidak jujur dalam penggunaan sepengetahuan jemaat, Ketua BPD GBI jemaat, Ketua BPD GBI dan Ketua Umum
uang milik gereja sehingga menimbulkan dan Ketua Umum BPP GBI. BPP GBI.
ketidakpercayaan anggota jemaat. h. Merugikan nama baik organisasi GBI. h. Merugikan nama baik organisasi GBI.
c. Meninggalkan tugas sebagai pelayan atau i. Tetap menduduki jabatan struktural pada i. Tetap menduduki jabatan struktural pada
sebagai gembala jemaat dalam kurun waktu organisasi sinode gereja lain. organisasi sinode gereja lain.
3 (tiga) bulan lebih, tanpa sepengetahuan j. Tetap menduduki jabatan struktural pada j. Tetap menduduki jabatan struktural pada
Jemaat, Ketua BPD, Ketua Umum BPH. partai politik. partai politik.
d. Tidak memberikan persepuluhan jemaat k. Tetap menduduki jabatan sebagai anggota k. Tetap menduduki jabatan sebagai anggota
kepada BPH selama 3 (tiga) tahun legislatif di tingkat pusat atau daerah. legislatif di tingkat pusat atau daerah.
berturut-turut, walaupun telah mendapat l. Melakukan ujaran kebencian yang l. Melakukan ujaran kebencian yang
Sanksi Peringatan Tertulis dan Sanksi berbentuk provokatif, hasutan atau berbentuk provokatif, hasutan atau hinaan
Pemutusan Persekutuan Sementara. hinaan termasuk melalui media sosial. termasuk melalui media sosial.
e. Tidak mengirimkan persembahan m. Membocorkan rahasia seseorang m. Membocorkan rahasia seseorang (konseli)
bulanan kepada BPD selama 3 (tiga) tahun (konseli) dalam pelayanan konseling dalam pelayanan konseling kepada orang
berturut-turut, walaupun telah mendapat kepada orang lain. lain.
sanksi Peringatan Tertulis dan Sanksi n. Diceraikan oleh suami atau istri. n. Diceraikan oleh suami atau istri.
Pemutusan Persekutuan Sementara. o. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). o. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
(5) Pembebasan tugas secara tetap (Pemecatan) p. Tetap Membawa masalah penatalayanan p. Tetap membawa masalah penatalayanan
sebagai Pejabat Gereja Bethel Indonesia dan gerejawi kepada hakim dunia (pengadilan) gerejawi kepada lembaga penegak hukum
diumumkan kepada seluruh pejabat Gereja walaupun sudah mendapatkan surat negara seperti kepolisian, kejaksaan serta
Bethel Indonesia, serta tidak diperkenankan peringatan lembaga peradilan negara maupun lembaga
melayani di lingkungan jemaat-jemaat Gereja (9) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi adat walaupun sudah mendapatkan surat
Bethel Indonesia. pembebasan tugas secara tetap (pemecatan): peringatan.
Jenis pelanggaran yang dikenakan Sanksi a. Membocorkan rahasia organisasi GBI (9) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi
Pemberhentian Tugas Secara Tetap (Pemecatan), kepada pihak yang tidak berkepentingan. pembebasan tugas secara tetap (pemecatan):
yaitu: b. Menerima, mengikuti dan mengajarkan a. Membocorkan rahasia organisasi GBI
a. Mengikuti dan mengajarkan ajaran yang ajaran-ajaran yang bertentangan dengan kepada pihak yang tidak berkepentingan.
bertentangan dengan ajaran Gereja Bethel Pengajaran GBI/Pengakuan Iman GBI. b. Menerima, mengikuti dan mengajarkan
Indonesia/Pengakuan Iman Gereja Bethel c. Menyalahgunakan uang milik jemaat ajaran-ajaran yang bertentangan dengan
Indonesia. lokal atau organisasi GBI untuk Pengajaran GBI/Pengakuan Iman GBI.
b. Melakukan perzinahan. kepentingan diri sendiri atau orang lain. c. Menyalahgunakan uang milik jemaat lokal
c. Melakukan penyimpangan hubungan sex. d. Tidak memberikan persepuluhan jemaat atau organisasi GBI untuk kepentingan
d. Beristri/bersuami lebih dari satu. lokal kepada BPP GBI selama 3 (tiga) diri sendiri atau orang lain.
84 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
e. Menikah lagi, setelah bercerai. tahun berturut-turut. d. Tidak memberikan persepuluhan jemaat
f. Melakukan perceraian dengan istri/suami. e. Tidak mengirimkan iuran pejabat kepada lokal kepada BPP GBI selama 3 (tiga)
g. Menyembah berhala. BPD GBI selama 3 (tiga) tahun berturut- tahun berturut-turut.
h. Melakukan praktek dan atau mengajarkan turut. e. Tidak mengirimkan iuran pejabat kepada
f. Melakukan perzinahan. BPD GBI selama 3 (tiga) tahun berturut-
okultisme, spiritualisme dan hipotisme. g. Melakukan penyimpangan hubungan turut.
i. Melakukan perbuatan yang melanggar seksual. f. Melakukan perzinahan.
h. Pelecehan seksual. g. Melakukan penyimpangan hubungan
hukum pidana atau perdata. i. Dengan sengaja menyaksikan film porno. seksual.
j. Tetap melakukan fitnah walaupun telah j. Melakukan poligami/poliandri/per- h. Pelecehan seksual.
i. Dengan sengaja menyaksikan film porno.
mendapat sanksi Pembebasan Tugas kawinan sejenis. j. Melakukan poligami/poliandri/per-
Sementara, sehingga menyulut perpecahan k. Menceraikan istri/suami.
di anatara sesame pejabat Gereja Bethel l. Menyembah berhala. kawinan sejenis.
Indonesia. k. Menceraikan istri/suami.
k. Tetap menduduki jabatan struktural m. Melakukan praktik dan atau mengajarkan l. Menyembah berhala.
organisasi Sinode Gereja lain, walaupun okultisme, spiritisme dan hipnotisme.
telah mendapat Sanksi Peringatan Tertulis. n. Melakukan pelanggaran hukum pidana m. Melakukan praktik dan atau mengajarkan
l. Tetap menduduki jabatan struktural pada okultisme, spiritisme dan hipnotisme.
partai politik, walaupun telah mendapat yang telah berkekuatan hukum tetap. n. Melakukan pelanggaran hukum pidana
Sanksi Peringatan Tertulis. o. Tetap melakukan fitnah sehingga
m. Tetap menduduki jabatan sebagai menyulut perpecahan di antara sesama yang telah berkekuatan hukum tetap.
anggota legislative di tingkat pusat atau o. Tetap melakukan fitnah sehingga menyulut
daerah, walaupun telah mendapat Sanksi pejabat GBI. perpecahan di antara sesama pejabat GBI.
Peringatan Tertulis. p. Tetap mengundang pengkhotbah yang
n. Tetap mengundang pengkhotbah yang membawakan ajaran yang bertentangan p. Tetap mengundang pengkhotbah yang
membawakan ajaran yang bertentangan membawakan ajaran yang bertentangan
dengan Gereja Bethel Indonesia, walaupun dengan pengajaran GBI. dengan pengajaran GBI.
telah mendapat Sanksi Pembebasan Tugas q. Tetap mengundang pengkhotbah yang
Sementara. telah dipecat dari organisasi GBI. q. Tetap mengundang pengkhotbah yang
o. Tetap mengundang pengkhotbah yang telah dipecat dari organisasi GBI.
telah dipecat dari organisasi Gereja Bethel r. Dengan sengaja memberikan keterangan r. Dengan sengaja memberikan keterangan
Indonesia, walaupun telah mendapat palsu atau tidak benar kepada BPP GBI
Sanksi Pembebasan Tugas Sementara. atau BPD GBI untuk mendapatkan palsu atau tidak benar kepada BPP GBI atau
p. Dengan sengaja memberikan keterangan BPD GBI untuk mendapatkan keuntungan
palsu atau tidak benar kepada BPH/BPD keuntungan pribadi. pribadi.
untuk mendapatkan keuntungan pribadi. s. Membawa masalah penatalayanan
gerejawi kepada hakim dunia (pengadilan) s. Tetap membawa masalah penatalayanan
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 gerejawi kepada lembaga penegak hukum
walaupun sudah terkena skorsing. negara seperti kepolisian, kejaksaan
t. Tetap melakukan dan atau mengulangi
pelanggaran-pelanggaran yang dikenakan serta lembaga peradilan negara maupun
lembaga adat walaupun sudah terkena
sanksi pembebasan tugas sementara skorsing.
(skorsing) sebagaimana yang tersebut di
85
dalam pasal 86 ayat 8. t. Tetap melakukan dan atau mengulangi
pelang-garan-pelanggaran yang dikenakan
sanksi pembebasan tugas sementara
(skorsing) sebagai-mana yang tersebut di
dalam pasal 86 ayat 8.
Pasal 87 Pasal 87 Pasal 95
PROSEDUR PENJATUHAN SANKSI DISIPLIN PROSEDUR PENJATUHAN DISIPLIN GEREJA PROSEDUR PENJATUHAN DISIPLIN GEREJA
(1) Pejabat yang menemukan pelanggaran dari (1) Pejabat atau anggota jemaat GBI yang (1) Pejabat atau anggota jemaat GBI yang
pejabat lainnya, dapat memberitahukan menemukan pelanggaran dari pejabat GBI menemukan pelanggaran dari pejabat GBI
kepada BPD yang disertai bukti-bukti dan dapat melaporkannya kepada BPD GBI dapat melaporkannya kepada BPD GBI disertai
menyampaikan tembusan kepada BPH, anggota disertai dengan bukti-bukti yang cukup. dengan bukti-bukti yang cukup.
MPL di daerah dan pendeta pembina.
(2) BPD GBI memanggil pejabat yang (2) BPD GBI memanggil pejabat yang bersangkutan
(2) BPD memanggil pejabat yang bersangkutan bersangkutan dan atau bersama pendeta dan atau bersama pendeta pembinanya untuk
dan atau bersama pendeta pembinanya untuk pembinanya untuk melakukan investigasi dan melakukan investigasi dan klarifikasi.
melakukan klarifikasi dan pembinaan. klarifikasi.
(3) Apabila pejabat yang bersangkutan terbukti
(3) Apabila pejabat yang bersangkutan menolak (3) Apabila pejabat yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran maka dikenakan
pembinaan yang diberikan, maka BPD dapat melakukan pelanggaran maka dikenakan sanksi oleh BPD/BPP GBI sesuai Tata Tertib
mengeluarkan surat keputusan penjatuhan sanksi sanksi oleh BPD/BPP GBI sesuai Tata Tertib pasal 86.
peringatan tertulis atau pemutusan persekutuan pasal 85.
sementara, sehingga tidak mendapat pelayanan (4) Apabila pejabat yang menduduki jabatan
secara organisasi dan memberikan tembusan (4) Apabila pejabat yang menduduki jabatan struktural GBI melakukan pelanggaran Tata
kepada BPH GBI. struktural GBI melakukan pelanggaran Tata Gereja GBI maka pemberian sanksi maupun
Gereja GBI maka pemberian sanksi maupun pembinaan menjadi tanggung jawab pejabat
(4) BPD bersama dengan anggota MPL di daerah pembinaan menjadi tanggung jawab pejabat struktural di atasnya.
yang bersangkutan dapat menjatuhkan sanksi struktural di atasnya.
pembebasan tugas sementara sebagai pejabat (5) Dalam hal Ketua Umum BPP GBI melakukan
GBI untuk suatu waktu tertentu secara tertulis (5) Dalam hal Ketua Umum BPP GBI melakukan pelanggaran Tata Gereja GBI maka pemberian
dan diumumkan. pelanggaran Tata Gereja GBI maka pemberian sanksi sebagai pejabat GBI maupun
sanksi sebagai pejabat GBI maupun pembinaannya dilakukan oleh MP GBI setelah
(5) Apabila pejabat tersebut belum bertobat, maka pembinaannya dilakukan oleh MP GBI. mendapatkan rekomendasi dari Komisi Kode
BPD menyerahkan masalahnya kepada BPH. Etik Kependetaan GBI.
(6) Dalam hal Ketua Umum BPP GBI terkena
(6) BPH melakukan penelitian terhadap pejabat sanksi pemutusan hubungan secara tetap (6) Dalam hal Ketua Umum BPP GBI terkena
tersebut untuk menetapkan keputusan disiplin (pemecatan) keputusan dibuat melalui Sidang sanksi pemutusan hubungan secara tetap
berikutnya. MPL GBI Istimewa. (pemecatan) keputusan dibuat melalui Sidang
MPL GBI Istimewa.
(7) Apabila pejabat yang menduduki jabatan
struktural GBI melakukan pelanggaran Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
86
organisasi, maka pembinaan dan sanksi
dilakukan oleh pejabat struktural di atasnya.
Pasal 88 Pasal 88 Pasal 96
REHABILITAS DAN PEMULIHAN REHABILITASI DAN PEMULIHAN REHABILITASI DAN PEMULIHAN
(1) Pejabat yang terkena disiplin gereja dan (1) Pejabat yang terkena disiplin gereja dan (1) Pejabat yang terkena disiplin gereja dan
kemudian ternyata tidak bersalah akan kemudian ternyata tidak bersalah akan kemudian ternyata tidak bersalah akan
direhabilitasi oleh BPD atau BPH. direhabilitasi dengan surat keputusan yang direhabilitasi dengan surat keputusan yang
dikeluarkan oleh BPP GBI. dikeluarkan oleh BPP GBI.
(2) Pejabat yang terkena disiplin gereja berhak
mendapat pembinaan untuk pemulihan yang (2) Pejabat yang terkena disiplin gereja berhak (2) Pejabat yang terkena disiplin gereja berhak
dilakukan oleh BPD atau BPH. mendapat pembinaan untuk pemulihan yang mendapat pembinaan untuk pemulihan yang
dilakukan oleh MP GBI. dilakukan oleh MP GBI.
(3) Pejabat yang terkena disiplin gereja dapat
dipulihkan oleh BPD atau BPH apabila (3) Pejabat yang terkena disiplin gereja dapat (3) Pejabat yang terkena disiplin gereja dapat
memenuhi syarat: dipulihkan oleh BPP GBI apabila memenuhi dipulihkan oleh BPP GBI apabila memenuhi
a. Telah sungguh-sungguh bertobat dan syarat: syarat:
menghasilkan buah pertobatan yang dapat a. Telah sungguh-sungguh bertobat dan a. Telah sungguh-sungguh bertobat dan
disaksikan oleh jemaat dan sesame pejabat menghasilkan buah pertobatan yang menghasilkan buah pertobatan yang
Gereja Bethel Indonesia di daerah yang dapat disaksikan oleh jemaat dan sesama dapat disaksikan oleh jemaat dan sesama
bersangkutan. pejabat GBI di daerah yang bersangkutan. pejabat GBI di daerah yang bersangkutan.
b. Mendapat rekomendasi dari BPD b. Mendapat rekomendasi dari BPD GBI. b. Mendapat rekomendasi dari BPD GBI.
berdasarkan musyawarah dengan anggota c. Menaati semua ketentuan yang c. Menaati semua ketentuan yang disebutkan
MPL di daerah yang bersangkutan. disebutkan dalam Tata Gereja GBI dalam Tata Gereja GBI tentang disiplin
c. Menaati semua ketentuan yang disebutkan tentang disiplin gereja. gereja.
dalam keputusan BPH tentang disiplin.
(4) Pejabat gereja yang terkena pembebasan tugas (4) Pejabat gereja yang terkena pembebasan tugas
(4) Pejabat yang terkena pembebasan tugas secara secara tetap dapat menjadi anggota jemaat secara tetap dapat menjadi anggota jemaat
tetap dapat menjadi anggota jemaat Gereja GBI dan apabila yang bersangkutan kemudian GBI dan apabila yang bersangkutan kemudian
Bethel Indonesia, apabila yang bersangkutan ingin kembali melayani sebagai pejabat GBI ingin kembali melayani sebagai pejabat GBI
ingin kembali melayani dapat diproses sesuai maka dapat diproses kembali sesuai dengan maka dapat diproses kembali sesuai dengan
dengan Tata Dasar dan Tata Tertib GBI. ketentuan dalam Tata Dasar dan Tata Tertib ketentuan dalam Tata Dasar dan Tata Tertib
GBI. GBI.
(5) Surat keputusan rehabilitasi dikeluarkan oleh
BPH.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 87
BAB XII BAB XII BAB XII
PERBENDAHARAAN GEREJA PERBENDAHARAAN GEREJA PERBENDAHARAAN GEREJA
Pasal 89 Pasal 89 Pasal 97
PENGERTIAN PERBENDAHARAAN GEREJA PENGERTIAN PERBENDAHARAAN GEREJA PENGERTIAN PERBENDAHARAAN GEREJA
Yang dimaksud dengan perbendaharaan gereja Yang dimaksud dengan perbendaharaan gereja
adalah barang-barang bergerak dan atau tidak Yang dimaksud dengan perbendaharaan gereja adalah keuangan, inventaris dan aset yang menjadi
bergerak serta keuangan yang menjadi milik gereja. adalah keuangan, inventaris dan aset yang menjadi milik umum GBI atau jemaat lokal.
milik umum GBI/jemaat lokal.
Pasal 90 Pasal 90 Pasal 98
JENIS KEPEMILIKAN GEREJA JENIS KEPEMILIKAN GEREJA JENIS KEPEMILIKAN GEREJA
(1) Milik umum Gereja Bethel Indonesia (1) Milik umum GBI.
Milik umum Gereja Bethel Indonesia aadalah (1) Milik umum GBI. Milik umum GBI adalah meliputi keuangan,
keuangan, semua barang bergerak dan tidak Milik umum GBI adalah meliputi keuangan, semua inventaris dan aset yang dibeli oleh
bergerak yang dibeli oleh BPH maupun BPD BPP GBI maupun BPD GBI atau dihibahkan
atau dihibahkan dengan sah kepada BPH semua inventaris dan aset yang dibeli oleh dengan sah kepada BPP GBI maupun BPD GBI
maupun BPD Gereja Bethel Indonesia dan BPP GBI maupun BPD GBI atau dihibahkan dan dikelola oleh BPP GBI atau BPD GBI.
dikelola oleh BPH atau BPD. dengan sah kepada BPP GBI maupun BPD (2) Milik Jemaat Lokal.
(2) Milik Jemaat Lokal GBI dan dikelola oleh BPP GBI atau BPD GBI. Milik jemaat lokal adalah meliputi keuangan,
Milik jemaat lokal adalah keuangan, semua (2) Milik Jemaat Lokal. semua inventaris dan aset yang dibeli dan
barang bergerak dan tidak bergerak yang dibeli Milik jemaat lokal adalah meliputi keuangan, dibiayai oleh jemaat lokal atau dihibahkan
dan dibiayai oleh jemaat lokal atau dihibahkan semua inventaris dan aset yang dibeli dan dengan sah kepada jemaat lokal dan dikelola
dengan sah kepadanya dan dikelola oleh dibiayai oleh jemaat lokal atau dihibahkan oleh gembala jemaat bersama pengurus jemaat
gembala jemaat bersama pengurus jemaat dengan sah kepada jemaat lokal dan dikelola lokal.
lokal yang berhak melakukan tindakan hukum oleh gembala jemaat bersama pengurus jemaat
atasnya, meskipun diatasnamakan Gereja lokal.
Bethel Indonesia.
Pasal 91 Pasal 91 Pasal 99
PELEPASAN BARANG TIDAK BERGERAK PELEPASAN ASET GEREJA PELEPASAN ASET GEREJA
(1) Milik umum Gereja Bethel Indonesia (1) Milik umum GBI.
Untuk menjual atau melepas barang tidak (1) Milik umum GBI. Untuk menjual atau melepas aset milik umum
Untuk menjual atau melepas aset milik umum GBI diperlukan persetujuan dari MPL GBI.
bergerak milik umum Gereja Bethel Indonesia
GBI diperlukan persetujuan dari MPL GBI. Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
88