Pasal 65 Pasal 67 Pasal 74
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
KETUA LEMBAGA KETUA LEMBAGA KETUA LEMBAGA
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup jelas.
Pasal 66 Pasal 75
KEKOSONGAN JABATAN KETUA LEMBAGA Pasal 68 KEKOSONGAN JABATAN KETUA LEMBAGA
Cukup Jelas KEKOSONGAN JABATAN KETUA LEMBAGA Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup jelas.
BAB VIII Ayat (1) Cukup jelas.
MAJELIS DAERAH Ayat (2) Cukup jelas.
Pasal 67 BAB VIII BAB VIII
MAJELIS DAERAH MAJELIS DAERAH MAJELIS DAERAH
Cukup Jelas
Pasal 69 Pasal 76
Pasal 68 MAJELIS DAERAH MAJELIS DAERAH
PERSIDANGAN MAJELIS DAERAH
Ayat (1) Cukup jelas. Cukup jelas.
Huruf a. Cukup Jelas Pasal 70 Pasal 77
Huruf b. Cukup Jelas SIDANG MAJELIS DAERAH GBI SIDANG MAJELIS DAERAH GBI
Ayat (2) Cukup Jelas
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (1) GBI mempunya 2 (dua) jenis Sidang MD Ayat (1) GBI mempunya 2 (dua) jenis Sidang
GBI, yaitu: MD GBI, yaitu:
Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Ayat (2) Pelaksanaan Sidang MD Umum GBI Ayat (2) Pelaksanaan Sidang MD Umum GBI
mengikuti petunjuk pelaksanaan yang mengikuti petunjuk pelaksanaan yang
dikeluarkan oleh BPP GBI. dikeluarkan oleh BPP GBI.
Ayat (3) Pelaksanaan Sidang MD Khusus GBI Ayat (3) Pelaksanaan Sidang MD Khusus GBI
mengikuti petunjuk pelaksanaan yang mengikuti petunjuk pelaksanaan yang
dikeluarkan oleh BPP GBI. dikeluarkan oleh BPP GBI.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 139
Pasal 69 Pasal 71 Pasal 78
PENYELENGGARAAN PENYELENGGARAAN PENYELENGGARAAN
SIDANG MAJELIS DAERAH GBI SIDANG MAJELIS DAERAH GBI
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas.
Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas.
Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup jelas. Ayat (8) Cukup jelas.
Ayat (9) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup jelas. Ayat (9) Cukup jelas.
Ayat (10) Cukup Jelas Ayat (10) Cukup jelas. Ayat (10) Cukup jelas.
Ayat (11) Cukup Jelas Ayat (11) Cukup jelas. Ayat (11) Cukup jelas.
Ayat (12) Cukup Jelas Ayat (12) Cukup jelas. Ayat (12) Cukup jelas.
Ayat (13) Pembiayaan Sidang MD GBI lagi daerah Ayat (13) Pembiayaan Sidang MD GBI lagi daerah
yang sangat membutuhkan dapat yang sangat membutuhkan dapat dibantu
dibantu oleh BPP GBI sesuai dengan oleh BPP GBI sesuai dengan anggaran
anggaran belanja yang sudah disahkan belanja yang sudah disahkan oleh MPL
oleh MPL GBI. GBI.
Pasal 70 Pasal 72 Pasal 79
PESERTA PERSIDANGAN PESERTA PERSIDANGAN PESERTA PERSIDANGAN
Ayat (1) Cukup Jelas
Ayat (2) Yang dimaksud dengan hak bicara MAJELIS DAERAH GBI MAJELIS DAERAH GBI
adalah hak seorang pejabat GBI untuk
mengemukakan pendapat dalam suatu Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
sidang. Ayat (2) Hak pejabat GBI dalam Sidang MD GBI: Ayat (2) Hak pejabat GBI dalam Sidang MD GBI:
Yang dimaksud dengan hak suara
adalah hak seorang pejabat GBI untuk Huruf (a) Yang dimaksud dengan Huruf (a) Yang dimaksud dengan
ikut menentukan dalam perhitungan hak bicara adalah hak hak bicara adalah hak
pemungutan suara ketika memutuskan seorang pejabat GBI untuk seorang pejabat GBI untuk
sesuatu. mengemukakan pendapat mengemukakan pendapat
Yang dimaksud dengan hak dipilih dalam suatu sidang. dalam suatu sidang.
140 Yang dimaksud dengan Yang dimaksud dengan
hak suara adalah hak hak suara adalah hak
seorang pejabat GBI untuk seorang pejabat GBI untuk
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
adalah hak seorang pejabat GBI untuk ikut menentukan dalam ikut menentukan dalam
dipilih menjadi Ketua BPD atau anggota perhitungan pemungutan perhitungan pemungutan
MPL. suara ketika memutuskan suara ketika memutuskan
Ayat (3) Yang dimaksud dengan domisili sesuatu. sesuatu.
pelayanan adalah tempat yang Yang dimaksud dengan hak Yang dimaksud dengan hak
merupakan pusat pengaturan pelayanan dipilih adalah hak seorang dipilih adalah hak seorang
dari seorang gembala yang mempunyai pejabat GBI untuk dipilih pejabat GBI untuk dipilih
beberapa tempat pelayanan lintas BPD menjadi Ketua BPD GBI atau menjadi Ketua BPD GBI
GBI. anggota MPL GBI. atau anggota MPL GBI.
Ayat (4) Cukup Jelas Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup Jelas Huruf (c) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (3) Yang dimaksud dengan domisili Ayat (3) Yang dimaksud dengan domisili
pelayanan adalah tempat yang merupakan pelayanan adalah tempat yang
pusat pengaturan pelayanan dari seorang merupakan pusat pengaturan pelayanan
gembala yang mempunyai beberapa dari seorang gembala yang mempunyai
tempat pelayanan lintas BPD GBI. beberapa tempat pelayanan lintas BPD
Ayat (4) Cukup jelas. GBI.
Ayat (4) Cukup jelas.
Pasal 71 Pasal 73 Pasal 80
TUGAS TUGAS SIDANG MAJELIS DAERAH GBI TUGAS POKOK DAN FUNGSI
SIDANG MAJELIS DAERAH GBI
Ayat (1) Yang dimaksud dengan tugas-tugas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
adalah tugas yang tidak termasuk dalam Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
program rutin BPH Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas.
Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup jelas. Ayat (8) Cukup jelas.
Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup jelas. Ayat (9) Cukup jelas.
Ayat (7) Cukup Jelas
Ayat (8) Cukup Jelas
Ayat (9) Cukup Jelas
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 141
BAB IX: BAB IX Pasal 81
BADAN PEKERJA DAERAH BADAN PENGURUS DAERAH GBI QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 72 Pasal 74 DALAM SIDANG MD GBI
PEMBENTUKAN BADAN PEKERJA DAERAH PEMBENTUKAN BPD GBI Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Ayat (2) Yang dimaksud dengan hal-hal khusus Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
adalah: BAB VIII
a. Letak geografis yang sulit terjangkau BADAN PENGURUS DAERAH GBI
b. Daerah-daerah pemekaran yang
Pasal 82
membutuhkan perhatian khusus; PEMBENTUKAN BPD GBI
c. Daerah-daerah potensial dan Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup jelas.
strategis.
Ayat (3) Yang dimaksud dengan belum Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
memenuhi syarat adalah:
a. Sebuah daerah/provinsi belum
ada 5 orang Pendeta yang
menggembalakan Jemaat.
b. Tidak ada pendeta yang mampu
menjadi ketua BPD.
c. Belum memiliki kemampuan untuk
membiayai program BPD yang
bersangkutan.
Yang dimaksud diatur oleh BPH
adalah BPH akan membentuk
Koordinator Daerah yang dibina dan
dibantu pembiayaannya oleh BPH.
142
Pasal 73 Pasal 75 Pasal 83
PENGERTIAN DAN SUSUNAN PENGERTIAN DAN SUSUNAN BPD GBI PENGERTIAN DAN SUSUNAN BPD GBI
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas Ayat (1) Cukup jelas
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (2) Susunan BPD GBI terdiri dari : Ayat (2) Susunan BPD GBI terdiri dari :
Huruf (a) Cukup Jelas Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (a) Cukup Jelas Huruf (b) Cukup Jelas Huruf (b) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup Jelas Huruf (c) Cukup Jelas Huruf (c) Cukup jelas.
Huruf (c) Cukup Jelas Huruf (d) Cukup Jelas Huruf (d) Cukup jelas.
Huruf (d) Cukup Jelas Huruf (e) Cukup Jelas Huruf (e) Cukup jelas.
Huruf (e) Dalam daerah yang sulit
dibentuk perwakilan ber-
dasarkan pembagian Daerah
kabupaten atau kota, maka
Ketua BPD GBI dapat me-
nentukannya sesuai dengan
kondisi wilayah setempat.
Pasal 74 Pasal 76 Pasal 84
Ayat (1) PERSYARATAN KETUA PERSYARATAN KETUA BPD GBI PERSYARATAN KETUA BPD GBI
Ayat (2) Cukup Jelas
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (5) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam Ayat (5) Loyal kepada GBI yang dinyatakan dalam
Ayat (8) Cukup Jelas
Cukup Jelas hal: hal:
Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Huruf (c) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Huruf (d) Cukup jelas. Huruf (d) Cukup jelas.
Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas.
Ayat (7) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas.
Ayat (8) Cukup jelas. Ayat (8) Cukup jelas.
Ayat (9) Cukup jelas. Ayat (9) Cukup jelas.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 143
Pasal 75 Pasal 77 Pasal 85
PROSES PEMILIHAN KETUA PROSEDUR PEMILIHAN KETUA BPD GBI PROSEDUR PEMILIHAN KETUA BPD GBI
Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas.
Ayat (6) Cukup Jelas Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas.
Ayat (7) Cukup Jelas Ayat (7) Cukup jelas. Ayat (8) Cukup jelas.
Ayat (8) Cukup Jelas Ayat (8) Cukup jelas. Ayat (9) Cukup jelas.
Ayat (9) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup jelas. Ayat (10) Cukup jelas.
Ayat (10) Cukup Jelas Ayat (10) Cukup jelas. Ayat (11) Cukup jelas.
Ayat (11) Cukup Jelas Ayat (11) Cukup jelas. Ayat (12) Cukup jelas.
Ayat (12) Cukup Jelas Ayat (12) Cukup jelas. Ayat (13) Cukup jelas.
Ayat (13) Cukup Jelas Ayat (13) Cukup jelas. Ayat (14) Cukup jelas.
Ayat (14) Cukup Jelas Ayat (14) Cukup jelas. Ayat (15) Cukup jelas.
Ayat (15) Cukup Jelas Ayat (15) Cukup jelas. Ayat (16) Cukup jelas.
Ayat (16) Cukup Jelas Ayat (16) Cukup jelas.
Pasal 78 Pasal 86
PERALIHAN KETUA BPD GBI PERALIHAN KETUA BPD GBI
Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
Pasal 76 Pasal 79 Pasal 87
PENGURUS LENGKAP PENGURUS LENGKAP BPD GBI PENGURUS LENGKAP BPD GBI
Ayat (1) Cukup Jelas
Ayat (2) Khusus untuk daerah Papua (Papua, Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Teluk Cendrawasih dan Papua Barat Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
dapat menggunakan nama BADAN Ayat (3) Wilayah kota/kabupaten yang letak Ayat (3) Wilayah kota/kabupaten yang letak
geografis-nya sangat luas, BPD GBI geografis-nya sangat luas, BPD GBI dapat
144 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Ayat (3) PEKERJA WILAYAH/BPW) dapat membentuk pengurus rayon/ membentuk pengurus rayon/sektor di
Ayat (4) Cukup Jelas sektor di satu kecamatan atau gabungan satu kecamatan atau gabungan kecamatan
Ayat (5) Cukup Jelas kecamatan sesuai kebutuhan untuk sesuai kebutuhan untuk mengembangkan
Ayat (6) Huruf a Cukup Jelas mengembangkan persekutuan pejabat persekutuan pejabat GBI di rayon/sektor
Huruf b Cukup Jelas GBI di rayon/sektor tersebut. tersebut.
Huruf c Cukup Jelas Ayat (4) Tugas BPW GBI adalah: Ayat (4) Tugas BPW GBI adalah:
Cukup Jelas Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (a) Cukup jelas.
Cukup Jelas Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Huruf (c) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas.
Pasal 77 Pasal 80 Pasal 88
TUGAS TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPD GBI TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPD GBI
Ayat (1) Yang dimaksud dengan mewakili BPH Ayat (1) Yang dimaksud dengan mewakili BPP Ayat (1) Yang dimaksud dengan mewakili BPP
di daerah adalah bahwa BPD GBI GBI di daerah adalah bahwa BPD GBI GBI di daerah adalah bahwa BPD GBI
merupakan perpanjangan tangan BPH merupakan perpanjangan tangan BPP merupakan perpanjangan tangan BPP
GBI di daerahnya masing-masing. GBI di daerahnya masing-masing. GBI di daerahnya masing-masing.
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Ayat (4) Yang dimaksud dengan program jangka Ayat (4) Dalam penyelesaian masalah, BPD GBI Ayat (4) Dalam penyelesaian masalah, BPD
pendek maupun program jangka panjang melibatkan penasihat BPD GBI setempat. GBI melibatkan penasihat BPD GBI
adalah program yang diputuskan Ayat (5) Cukup jelas. setempat.
oleh sidang MPL dan pelaksanaannya Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
dilaporkan serta disahkan dalam sidang Ayat (7) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas.
sinode. Ayat (8) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup Jelas Ayat (9) Cukup jelas. Ayat (8) Cukup jelas.
Ayat (6) Surat Keputusan yang dimaksud dalam Ayat (10) Cukup jelas. Ayat (9) Cukup jelas.
ayat ini mengikuti contoh Format yang Ayat (11) Cukup jelas. Ayat (10) Cukup jelas.
dikeluarkan oleh BPH, dan bentuk Ayat (11) Cukup jelas.
kepala surat BPD dan BPW adalah
sebagai berikut:
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 145
Contoh Kepala Surat BPD
BADAN PEKERJA DAERAH
DAERAH KHUSUS IBU KOTA JAKARTA
GEREJA BETHEL INDONESIA
Badan Hukum Gereja: SK Dirjen Bimas Kristen/Protestan Departemen Agama RI No. 41 Th 1972 dan
Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Depatemen Agama RI No. 211 Tahun 1989 Tgl.25 Nopember 1989
Jl. Latumenten......................... Jakarta Barat
Telp............................. Fax.................................................
Contoh Kepala Surat BPW
PERWAKILAN WILAYAH JAKARTA TIMUR
BADAN PEKERJA DAERAH DKI JAKARTA
GEREJA BETHEL INDONESIA
Badan Hukum Gereja: SK Dirjen Bimas Kristen/Protestan Departemen Agama RI No. 41 Th 1972 dan
Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Depatemen Agama RI No. 211 Tahun 1989 Tgl.25 Nopember 1989
Jl. Latumenten......................... Jakarta Barat
Telp............................. Fax.................................................
Ayat (7) Cukup Jelas
Ayat (8) Cukup Jelas
Ayat (9) Cukup Jelas
Pasal 78 Pasal 81 Pasal 89
Ayat (1) MASA JABATAN MASA JABATAN KETUA BPD GBI MASA JABATAN KETUA BPD GBI
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Yang dimaksud dengan tidak memenuhi Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Yang dimaksud dengan pelanggaran
kewajibannya antara lain seperti: tidak Ayat (3) Yang dimaksud dengan pelanggaran
melaksanakan tugas organisasi sehingga yang bertentangan dengan Tata Tertib
menyebabkan kepemimpinan organisasi yang bertentangan dengan Tata Tertib GBI adalah bentuk pelanggaran
tidak berjalan, mengajarkan ajaran di GBI adalah bentuk pelanggaran sebagaimana tersebut pada Tata Tertib
luar pengajaran GBI dan melakukan sebagaimana tersebut pada Tata Tertib GBI pasal 86.
hal-hal lain yang semacam itu. GBI pasal 85.
Pasal 79
KEKOSONGAN JABATAN
Ayat (1) Cukup Jelas
Ayat (2) Cukup Jelas
146 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
BAB X BAB X BAB X
PENGGABUNGAN PENGGABUNGAN PENGGABUNGAN
Pasal 80 Pasal 82 Pasal 90
PENERIMAAN PENGGABUNGAN PENERIMAAN PENGGABUNGAN PENERIMAAN PENGGABUNGAN
Cukup Jelas Yang diterima bergabung dalam GBI adalah Yang diterima bergabung dalam GBI adalah
jemaat dan gembala yang tidak bermasalah: jemaat dan gembala yang tidak bermasalah:
1. Yang dimaksud dengan pemohon 1. Yang dimaksud dengan pemohon
penggabungan yang tidak bermasalah penggabungan yang tidak bermasalah adalah
adalah dalam hal ajaran, moral, keuangan dalam hal ajaran, moral, keuangan dan aset
dan aset serta diberhentikan dengan tidak serta diberhentikan dengan tidak hormat oleh
hormat oleh organisasi sebelumnya. organisasi sebelumnya.
2. Pejabat gereja tanpa jemaat dari sinode lain 2. Pejabat gereja tanpa jemaat dari sinode lain
tidak dapat diterima bergabung menjadi tidak dapat diterima bergabung menjadi
pejabat GBI. pejabat GBI.
Pasal 81 Pasal 83 Pasal 91
PROSEDUR PENGGABUNGAN PROSEDUR PENGGABUNGAN PROSEDUR PENGGABUNGAN
Ayat (1) Ketika pemohon berkonsultasi dengan Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
BPD GBI dan mengutarakan Niatnya Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
untuk bergabung, maka Ketua BPD GBI Ayat (4) Rekomendasi BPP GBI terhadap Ayat (4) Rekomendasi BPP GBI terhadap peng-
memberikan pengarahan mengenai gabungan yang diterima harus disertai:
organisasi GBI dan memberitahu penggabungan yang diterima harus Huruf (a) Cukup jelas.
langkah-langkah yang harus ditempuh disertai: Huruf (b) Cukup jelas.
oleh pemohon, sesuai dengan Tata Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Gereja GBI. Huruf (b) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup Jelas Huruf (c) Cukup jelas. Ayat (6) Setelah semua persyaratan dipenuhi
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup jelas. pemohon penggabungan maka akan
Ayat (4) Cukup Jelas Ayat (6) Setelah semua persyaratan dipenuhi diterbitkan surat keputusan BPP GBI
Huruf a Cukup Jelas pemohon penggabungan maka akan tentang:
Huruf b Cukup Jelas diterbitkan surat keputusan BPP GBI Huruf (a) Jenjang kependetaan
Huruf c Cukup Jelas tentang: pemohon penggabungan
Ayat (5) BPH GBI akan mengeluarkan surat Huruf (a) Jenjang kependetaan pemohon diatur sebagai berikut:
tugas kepada BPD GBI, sehubungan
peng-gabungan diatur sebagai
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 147
dengan tugas pembinaan yang dilakukan berikut: Huruf (a.1) Pejabat gereja
Ayat (6) kepada pemohon penggabungan. Huruf (a.1) Pejabat gereja yang bergabung
Ayat (7) Surat keputusan defenitive tentang wajib berada
penggabungan akan dikeluarkan oleh yang bergabung di bawah bi-
BPH GBI, setelah pemohon melewati wajib berada di naan pendeta
masa pembinaan selama 1 (satu) tahun bawah binaan pembina yang
yang dilakukan oleh BPD GBI. pendeta pembi- ditetapkan oleh
Surat keputusan tentang jenjang na yang ditetap- BPD GBI un-
kependetaan bagi pejabat yang kan oleh BPD tuk mementor
bergabung dikeluarkan oleh BPH GBI GBI untuk me- pejabat tersebut
berdasarkan pertimbangan BPD GBI. mentor pejabat mengenai aja-
Cukup Jelas tersebut men- ran, organisasi,
Cukup Jelas genai ajaran, dan kultur pe-
organisasi, dan natalayanan di
kultur penata- Ayat (7) GBI.
layanan di GBI.
Huruf (a.2) Pendeta di- Huruf (a.2) Pendeta di-
turunkan jen- turunkan jen-
jangnya men- jangnya men-
jadi Pdm., jadi Pdm.,
sedangkan sedangkan
Pdm. dan Pdp. Pdm. dan Pdp.
akan ditetapkan akan ditetap-
berdasarkan kan berdasar-
evaluasi sesuai kan evaluasi
dengan keten- sesuai dengan
tuan Tata Tertib ketentuan Tata
GBI. Tertib GBI.
Huruf b. Cukup jelas.
Ayat (7) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Cukup jelas.
Pasal 82
PENGGABUNGAN PEJABAT GEREJA TANPA
JEMAAT
Ayat (1) Cukup Jelas
Ayat (2) Cukup Jelas
Ayat (3) Cukup Jelas
148 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 83
PENGGABUNGAN PERSEKUTUAN DOA DAN
PIMPINAN
Ayat (1) Cukup Jelas
Ayat (2) Cukup Jelas
Ayat (3) Cukup Jelas
Ayat (4) Cukup Jelas
Ayat (5) Huruf a Cukup Jelas
Ayat (6) Huruf b Cukup Jelas
Ayat (7) Huruf c Cukup Jelas
Cukup Jelas
Cukup Jelas
Cukup Jelas
BAB XI BAB XI BAB XI
DISIPLIN GEREJA DISIPLIN GEREJA DISIPLIN GEREJA
Pasal 84 Pasal 84 Pasal 92
PENGERTIAN DISIPLIN GEREJA PENGERTIAN DISIPLIN GEREJA PENGERTIAN DISIPLIN GEREJA
Ayat (1) Disiplin gereja yang dijatuhkan kepada Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) pejabat GBI yang terbukti melakukan Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
pelanggaran terhadap ajaran GBI
dan atau peraturan yang dikeluarkan
oleh GBI, dengan maksud untuk
membina dan memperbaiki diri yang
bersangkutan
Cukup Jelas
Pasal 85 Pasal 85 Pasal 93
DASAR DISIPLIN GEREJA DASAR DISIPLIN GEREJA DASAR DISIPLIN GEREJA
Disiplin gereja dikenakan kepada pejabat Gereja Ayat (1) Cukup jelas.
Bethel Indonesia yaitu Pendeta, Pendeta Muda dan Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Pendeta Pembantu yang: Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup jelas.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 149
1. Melanggar Firman Tuhan, Pengakuan Iman, Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
Pengajaran, Tata Gereja GBI. (Mat. 18:15-18; 1
Kor. 5:15; Roma 16:17-18) Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
2. Melanggar Etika Kependetaan.
3. Berzinah, beristeri/bersuami lebih dari satu,
menikah lagi karena cerai hidup, perceraian,
penyimpangan seks, melakukan tindak pidana,
penyembahan berhala, menyulut perpecahan,
mengajarkan ajaran sesat (okultisme,
spiritualisme, hipnotisme), memfitnah,
memutar-balikkan kebenaran, tuduhan palsu,
dan semacamnya.
Disiplin gereja adalah suatu rangkaian peraturan
tata tertib yang dibuat oleh Gereja Bethel
Indonesia dan dimaksudkan untuk mencapai
perbaikan atau perubahan perilaku dan
pemulihan pejabat Gereja Bethel Indonesia yang
melanggar ketentuan-ketentuan yang ditentukan
oleh Gereja Bethel Indonesia.
Disiplin gereja Gereja Bethel Indonesia, terdiri
dari 5 (lima) jenis sanksi yaitu Peringatan Tertulis
(berlaku untuk selama 3 tahun sejak tanggal
diterima, Pemutusan Persekutuan Sementara,
Penurunan Jenjang Kependetaan/Penurunan
Jabatan Kepengurusan dan Pembebasan Tugas
Secara Tetap (Pemecatan).
Jenis sanksi tersebut di atas bukanlah
merupakan jenjang sanksi, sehingga, sehingga
dapat saja seorang pejabat dikenakan langsung
sanksi Penurunan Jenjang Kependetaan atau
Pemecatan, tanpa terlebih dahulu terkena sanksi
Peringatan Tertulis, atau dapat pula dikenakan
sanksi Pembebasan Tugas Sementara dan
sanksi Penurunan Jenjang Kependetaan secara
bersama-sama dalam waktu yang bersamaan
sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
Sanksi Pembebasan Tugas Sementara juga dapat
150
dikenakan kepada seorang pejabat Gereja Bethel
Indonesia yang sedang menunggu keputusan
akhir, karena kasusnya sedang diteliti oleh BPD/
BPH; apabila kemudian ternyata terbukti tidak
bersalah, akan dilakukan rehabilitasi.
Yang berhak mengeluarkan sanksi Peringatan
Tertulis, Pemutusan Persekutuan Sementara
dan Pembebasan Tugas Sementara adalah
BPD; sedangkan sanksi Penurunan Jenjang
Kependetaan/Penurunan Jabatan Kepengurusan
danPembebasanTugasSecaraTetap(Pemecatan),
dilakukan oleh BPH setelah melalui penelitian
yang lengkap.
Terhadap sanksi Pembebasan Tugas Sementara,
Penurunan Jenjang Kependetaan/Penurunan
Jabatan Kepengurusan dan Pembebasan Tugas
Secara Tetap (Pemecatan), diumumkan secara
tertulis kepada seluruh pejabat dalam lingkungan
organisasi Gereja Bethel Indonesia.
Pasal 86 Pasal 86 Pasal 94
JENIS SANKSI DISIPLIN BENTUK DAN JENIS DISIPLIN GEREJA BENTUK DAN JENIS DISIPLIN GEREJA
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Bentuk disiplin atau sanksi yang Ayat (1) Bentuk disiplin atau sanksi yang
Huruf (a) Cukup Jelas dikenakan atas pelanggaran yang dikenakan atas pelanggaran yang
Huruf (b) Cukup Jelas dilakukan oleh pejabat GBI terdiri dari: dilakukan oleh pejabat GBI terdiri dari:
Huruf (c) Cukup Jelas Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (d) Cukup Jelas Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Huruf (e) Cukup Jelas Huruf (c) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Huruf (f) Cukup Jelas
Huruf (g) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Huruf (h) Cukup Jelas Ayat (3) Masa berlaku sanksi: Ayat (3) Masa berlaku sanksi:
Huruf (i) Cukup Jelas
Huruf (j) Cukup Jelas Huruf (a) Selama masa berlaku sank- Huruf (a) Selama masa berlaku
Huruf (k) Cukup Jelas si, yang bersangkutan tidak sanksi, yang ber-sangkutan
Huruf (l) Cukup Jelas boleh melakukan pelangga- tidak boleh melakukan
Huruf (m) Cukup Jelas ran disiplin apa pun; apabi- pe-langgaran disiplin apa
la melakukan pelanggaran pun; apabila melakukan
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 151
Huruf (n) Cukup Jelas maka dikenakan sanksi beru- pelanggaran maka dikenakan
Huruf (o) Cukup Jelas pa skorsing atau pemutusan sanksi berupa skorsing atau
Huruf (p) Cukup Jelas hubungan secara tetap ses- pemutusan hubungan secara
Huruf (q) Cukup Jelas uai dengan jenis pelanggaran tetap sesuai dengan jenis
Huruf (r) Cukup Jelas yang dilakukan. pelanggaran yang dilakukan.
Huruf (2) Cukup Jelas Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Ayat (2) Yang dimaksud dengan pemutusan Huruf (b.1 ) Cukup jelas. Huruf (b.1) Cukup jelas.
persekutuan sementara adalah tidak Huruf (b.2) Cukup jelas. Huruf (b.2) Cukup jelas.
mendapat pelayanan organisasi. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
Huruf (a) Cukup Jelas Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup Jelas Ayat (6) Pejabat yang berwenang menjatuhkan Ayat (6) Pejabat yang berwenang menjatuhkan
Huruf (c) Cukup Jelas sanksi: sanksi:
Huruf (d) Cukup Jelas Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (e) Cukup Jelas Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Huruf (f) Cukup Jelas Huruf (c) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Ayat (3) Yang dimaksud dengan pembebasan Huruf (d) Pejabat GBI yang berada Huruf (d) Pejabat GBI yang berada
tugas sementara adalah tidak dibenarkan dalam struktur kepengurusan dalamstrukturkepengurusan
melakukan tugas kependetaan sebagai BPD, MPL, MP dan BPP GBI BPD, MPL, MP dan BPP GBI
pejabat Gereja Bethel Indonesia dalam yang terkena sanksi dalam yang terkena sanksi dalam
waktu yang ditetapkan oleh BPH. bentuk apapun sebagaimana bentuk apapun sebagaimana
Huruf (a) Cukup Jelas tersebut dalam Tata Tertib tersebut dalam Tata Tertib
Huruf (b) Cukup Jelas Pasal 85 ayat 1 dengan Pasal 86 ayat 1 dengan
Huruf (c) Cukup Jelas sendirinya diberhentikan dari sendirinya diberhentikan
Huruf (d) Cukup Jelas jabatan struktural. dari jabatan struktural.
Huruf (e) Cukup Jelas Ayat (7) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi Ayat (7) Jenis pelanggaran yang dikenakan
Huruf (f) Cukup Jelas peringatan tertulis, yaitu: sanksi peringatan tertulis, yaitu:
Ayat (4) Cukup Jelas Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (a) Cukup Jelas Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup Jelas Huruf (c) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Huruf (c) Cukup Jelas Huruf (d) Cukup jelas. Huruf (d) Cukup jelas.
Huruf (d) Cukup Jelas Huruf (e) Cukup jelas. Huruf (e) Cukup jelas.
Ayat (5) Yang dimaksud dengan pembebasan Huruf (f) Cukup jelas. Huruf (f) Cukup jelas.
tugas tetap adalah pemecatan. Huruf (g) Cukup jelas. Huruf (g) Cukup jelas.
Huruf (a) Cukup Jelas Huruf (h) Cukup jelas. Huruf (h) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup Jelas Huruf (i) Yang dimaksud dengan Huruf (i) Yang dimaksud dengan
Huruf (c) Cukup Jelas merokok meliputi: tembakau, merokok meliputi: tembakau,
Huruf (d) Cukup Jelas elektronik dan zat kimia. elektronik dan zat kimia.
152 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Huruf (e) Cukup Jelas Huruf (j) Cukup jelas. Huruf (j) Cukup jelas.
Huruf (f) Cukup Jelas Huruf (k) Cukup jelas. Huruf (k) Cukup jelas.
Huruf (g) Cukup Jelas Huruf (l) Cukup jelas. Huruf (l) Cukup jelas.
Huruf (h) Cukup Jelas Huruf (m) Cukup jelas. Huruf (m) Cukup jelas.
Huruf (i) Cukup Jelas Huruf (n) Cukup jelas. Huruf (n) Cukup jelas.
Huruf (j) Cukup Jelas Huruf (o) Cukup jelas. Huruf (o) Cukup jelas.
Huruf (k) Cukup Jelas Huruf (p) Cukup jelas. Huruf (p) Cukup jelas.
Huruf (l) Cukup Jelas Huruf (q) Cukup jelas. Huruf (q) Cukup jelas.
Huruf (m) Cukup Jelas Huruf (r) Cukup jelas. Huruf (r) Cukup jelas.
Huruf (n) Cukup Jelas Huruf (s) Cukup jelas. Huruf (s) Cukup jelas.
Huruf (o) Cukup Jelas Huruf (t) Cukup jelas. Huruf (t) Cukup jelas.
Huruf (p) Cukup Jelas Ayat (8) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi Ayat (8) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi
pembebasan tugas sementara (skorsing): pembebasan tugas sementara (skorsing):
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Huruf (c) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Huruf (d) Cukup jelas. Huruf (d) Cukup jelas.
Huruf (e) Cukup jelas. Huruf (e) Cukup jelas.
Huruf (f) Cukup jelas. Huruf (f) Cukup jelas.
Huruf (g) Cukup jelas. Huruf (g) Cukup jelas.
Huruf (h) Cukup jelas. Huruf (h) Cukup jelas.
Huruf (i) Cukup jelas. Huruf (i) Cukup jelas.
Huruf (j) Cukup jelas. Huruf (j) Cukup jelas.
Huruf (k) Cukup jelas. Huruf (k) Cukup jelas.
Huruf (l) Cukup jelas. Huruf (l) Cukup jelas.
Huruf (m) Cukup jelas. Huruf (m) Cukup jelas.
Huruf (n) Skorsing dijatuhkan kepada Huruf (n) Skorsing dijatuhkan kepada sua-
suami atau istri yang telah mi atau istri yang telah terbukti
terbukti bersalah dalam kasus bersalah dalam kasus perceraian
perceraian tersebut. tersebut.
Huruf (o) Cukup jelas. Huruf (o) Cukup jelas.
Huruf (p) Cukup jelas Huruf (p) Cukup jelas
Ayat (9) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi Ayat (9) Jenis pelanggaran yang dikenakan sanksi
pembebasan tugas secara tetap (pemecatan): pembebasan tugas secara tetap (pemecatan):
Huruf (a) Yang dimaksud dengan Huruf (a) Yang dimaksud dengan
rahasia organisasi GBI rahasia organisasi GBI
adalah menyangkut database, adalah menyangkut database,
153
laporan keuangan, keputusan- laporan keuangan, keputusan-
keputusan rapat. keputusan rapat.
Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Huruf (c) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Huruf (d) Cukup jelas. Huruf (d) Cukup jelas.
Huruf (e) Cukup jelas. Huruf (e) Cukup jelas.
Huruf (f) Cukup jelas. Huruf (f) Cukup jelas.
Huruf (g) Cukup jelas. Huruf (g) Cukup jelas.
Huruf (h) Cukup jelas. Huruf (h) Cukup jelas.
Huruf (i) Cukup jelas. Huruf (i) Cukup jelas.
Huruf (j) Cukup jelas. Huruf (j) Cukup jelas.
Huruf (k) Cukup jelas. Huruf (k) Cukup jelas.
Huruf (l) Cukup jelas. Huruf (l) Cukup jelas.
Huruf (m) Cukup jelas. Huruf (m) Cukup jelas.
Huruf (n) Cukup jelas. Huruf (n) Cukup jelas.
Huruf (o) Cukup jelas. Huruf (o) Cukup jelas.
Huruf (p) Cukup jelas. Huruf (p) Cukup jelas.
Huruf (q) Cukup jelas. Huruf (q) Cukup jelas.
Huruf (r) Cukup jelas. Huruf (r) Cukup jelas.
Huruf (s) Cukup jelas Huruf (s) Cukup jelas.
Huruf (t) Cukup jelas
Pasal 87 Pasal 87 Pasal 95
PROSEDUR PENJATUHAN SANKSI DISIPLIN PROSEDUR PENJATUHAN DISIPLIN GEREJA PROSEDUR PENJATUHAN DISIPLIN GEREJA
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (3) BPD GBI berwenang menjatuhkan Ayat (3) BPD GBI berwenang menjatuhkan
Ayat (4) Cukup Jelas
Ayat (5) Cukup Jelas sanksi sesuai Tata Tertib GBI pasal 85 sanksi sesuai Tata Tertib GBI pasal 86
Ayat (6) Cukup Jelas ayat 6 huruf a dan b sedangkan BPP GBI ayat 6 huruf a dan b sedangkan BPP GBI
Ayat (7) Cukup Jelas berwenang menjatuhkan sanksi sesuai berwenang menjatuhkan sanksi sesuai
Tata Tertib GBI pasal 85 ayat 6 huruf c Tata Tertib GBI pasal 86 ayat 6 huruf c
berdasarkan usul BPD GBI. berdasarkan usul BPD GBI.
Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas.
154 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 88 Pasal 88 Pasal 96
REHABILITASI DAN PEMILIHAN REHABILITASI DAN PEMULIHAN REHABILITASI DAN PEMULIHAN
Ayat (1) Surat Keputusan pembatalan disiplin
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Surat Keputusan pembatalan disiplin
Ayat (2) Cukup Jelas kepada pejabat GBI yang ternyata tidak kepada pejabat GBI yang ternyata
Ayat (3) bersalah, dikeluarkan oleh BPD/BPP GBI tidak bersalah, dikeluarkan oleh
sesuai dengan jenjang kewenangannya, BPD/BPP GBI sesuai dengan jenjang
Huruf (a) Cukup Jelas sedangkan surat keputusan rehabilitasi kewenangannya, sedangkan surat
Huruf (b) Cukup Jelas dikeluarkan oleh BPP GBI. keputusan rehabilitasi dikeluarkan oleh
Huruf (c) Cukup Jelas BPP GBI.
Ayat (4) Pejabat yang terkena pembebasan tugas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas
secara tetap dapat menjadi anggota Ayat (3) Pejabat yang terkena disiplin gereja Ayat (3) Pejabat yang terkena disiplin gereja
jemaat GBI dan apabila dikemudian dapat dipulihkan oleh BPP GBI apabila
hari setelah dipulihkan serta terpanggil dapat dipulihkan oleh BPP GBI apabila memenuhi syarat:
untuk melayani, dapat diproses menjadi memenuhi syarat: Huruf (a) Cukup jelas.
pejabat GBI sesuai dengan Tata Gereja Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
GBI. Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
Ayat (5) Cukup Jelas Huruf (c) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
Ayat (4) Cukup jelas.
BAB XII BAB XII
PERBENDAHARAAN GEREJA BAB XII PERBENDAHARAAN GEREJA
PERBENDAHARAAN GEREJA
Pasal 89 Pasal 97
PENGERTIAN PERBENDAHARAAN GEREJA Pasal 89 PENGERTIAN PERBENDAHARAAN GEREJA
PENGERTIAN PERBENDAHARAAN GEREJA Cukup jelas.
Cukup jelas
Cukup jelas. Pasal 98
Pasal 90 JENIS KEPEMILIKAN GEREJA
JENIS KEPEMILIKAN GEREJA Pasal 90
JENIS KEPEMILIKAN GEREJA Ayat (1) Cukup jelas
Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Aset milik jemaat lokal berupa tanah
Ayat (2) Cukup jelas Ayat (1) Cukup jelas
Ayat (2) Aset milik jemaat lokal berupa tanah dan bangunan yang sertifikat tanahnya
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 dan bangunan yang sertifikat tanahnya diatasnamakan GBI adalah milik dari
diatasnamakan GBI adalah milik dari jemaat lokal yang bersangkutan dan
jemaat lokal yang bersangkutan dan jemaat lokal tersebut dapat melakukan
jemaat lokal tersebut dapat melakukan tindakan hukum atasnya.
tindakan hukum atasnya.
155
Pasal 91 Pasal 91 Pasal 99
PELEPASAN BARANG TIDAK BERGERAK PELEPASAN ASET GEREJA PELEPASAN ASET GEREJA
Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (1) Cukup jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Milik jemaat lokal GBI.
Ayat (2) Yang dimaksud dengan barak bergerak Ayat (2) Milik jemaat lokal GBI. Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup jelas.
dan tidak bergerak milik jemaat lokal Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (c) Cukup jelas.
yang diatasnamakan Gereja Bethel Huruf (b) Cukup jelas.
Indonesia tidak akan berubah menjadi Huruf (c) Cukup jelas.
milik umum Gereja Bethel Indonesia.
Pasal 92 Pasal 92 Pasal 100
SUMBER KEUANGAN BPH SUMBER KEUANGAN BPP GBI SUMBER KEUANGAN BPP GBI
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Pasal 93 Pasal 101
Pasal 93 ANGGARAN PENDAPATAN DAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA BPP GBI BELANJA BPP GBI
BELANJA BPH
Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup Jelas
Pasal 94 Pasal 94 Pasal 102
SUMBER KEUANGAN BPD SUMBER KEUANGAN BPD GBI SUMBER KEUANGAN BPD GBI
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup Jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Pasal 95 Pasal 95 Pasal 103
SUMBER KEUANGAN JEMAAT LOKAL SUMBER KEUANGAN JEMAAT LOKAL SUMBER KEUANGAN JEMAAT LOKAL
Cukup jelas Cukup jelas. Cukup Jelas
156 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 96 Pasal 96 Pasal 104
PENGGUNAAN KEUANGAN PENGGUNAAN KEUANGAN PENGGUNAAN KEUANGAN
Ayat (1) Keuangan BPP GBI digunakan untuk
Ayat (1) Cukup jelas Ayat (1) Keuangan BPP GBI digunakan untuk
membiayai: membiayai:
Huruf (a) Cukup Jelas Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup Jelas Huruf (b) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Huruf (c) Cukup Jelas Ayat (2) Keuangan BPD GBI digunakan untuk
Ayat (2) Cukup jelas Ayat (2) Keuangan BPD GBI digunakan untuk membiayai:
Huruf (a) Cukup Jelas membiayai: Huruf (a) Cukup jelas.
Huruf (b) Cukup Jelas Huruf (a) Cukup jelas. Huruf (b) Cukup jelas.
Ayat (3) Huruf (b) Cukup jelas. Ayat (3) Keuangan jemaat lokal GBI digunakan
Huruf a, b. Penggunaan keuangan jemaat lokal untuk membiayai:
diatur oleh gembala jemaat dan dapat dibantu oleh Ayat (3) Keuangan jemaat lokal GBI digunakan Huruf (a) Cukup jelas.
pengurus jemaat yang disesuaikan dengan keadaan untuk membiayai: Huruf (b) Cukup jelas.
jemaat atau dapat juga menggunakan acuan berikut Huruf (a) Cukup jelas. Ayat (4) Yang dimaksud dengan auditor yang
sebagai pedoman: Huruf (b) Cukup jelas. berwenang adalah akuntan publik yang
disahkan oleh negara.
Ayat (4) Cukup jelas.
PEDOMAN PENGGUNAAN KEUANGAN JEMAAT
BERDASARKAN JUMLAH PEMASUKAN KEUANGAN
(Dalam rupiah)
5.000 - 500.000 10% - Persepuluhan kepada BPH
90% - Diatur oleh Gembala
500.000 - 2.500.000 10% - Persepuluhan kepada BPH
10% - Keperluan rutin
5% - Perawatan Gedung
5-10% - PI dan Diakonia
10% - Cadangan
60-55% - Gembala + Para
Pembantu 2.500.000 - 10.000.000 10%
- Persepuluhan kepada BPH
10% - Keperluan rutin
10% - Perawatan Gedung
5-10% - PI dan Diakonia
10% - Cadangan
55-50% - Gembala + Para Pembantu
10.000.000 - 25.000.000 10% - Persepuluhan kepada BPH
10% - Keperluan rutin
10% - Perawatan Gedung, Inventaris
10% - PI dan Diakonia
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 157
10-20% - Cadangan
50-40% - Gembala + Para Pembantu
25.000.000- 50.000.000 10% - Persepuluhan kepada BPH
10% - Keperluan Rutin
10% - Perawatan Gedung, Inventaris
10% - PI-MISI
10% - Diakonia
10-20% - Cadangan
40-30% - Gembala + Para Pembantu
50.000.000 - 75.000.000 10% - Persepuluhan kepada BPH
15% - Keperluan Rutin
10% - Perawatan Gedung, Inventaris,
Kendaraan
15% - PI-MISI
10% - Diakonia
10-15% - Cadangan
30-25% - Gembala + Para Pembantu
75.000.000 - 100.000.000 10% - Persepuluhan kepada BPH
15% - Keperluan Rutin
10% - Perawatan Gedung, Inventaris,
Kendaraan
10% - PI-MISI
10% - Diakonia
10-20% - Cadangan
25-20% - Gembala + Para Pembantu
100.000.000 ke atas 10% - Persepuluhan kepada BPH
15% - Keperluan Rutin
10% - Perawatan Gedung, Inventaris,
Kendaraan
10% - PI-MISI
10% - Diakonia
10-20% - Cadangan
20-15% - Gembala + Para Pembantu
PEDOMAN PENGGUNAAN KEUANGAN JEMAAT
BERDASARKAN JUMLAH ANGGOTA
Jemaat 12-50 jiwa 10% - BPH
90% - Diatur oleh
Gembala
Jemaat 51-150 jiwa 10% - BPH
10% - Keperluan Rutin
5% - Perawatan Gedung
5% - Diakonia
158 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
10% - Cadangan
60-50% - Gembala
Para Pembantu
151-500 jiwa 10% - BPH
10% - Keperluan Rutin
10% - PI dan Diakonia
10% - Perawatan Gedung
10% - Cadangan
60-50% - Gembala
Para Pembantu
501-2000 jiwa 10% - BPH
10% - Keperluan Rutin
15% - PI dan Diakonia
15% - Perawatan Gedung
Kendaraan, Inventaris
10-20% - Cadangan
40-30% - Gembala
Para Pembantu
2001 jiwa keatas 10% - BPH
15% - Keperluan Rutin
15% - PI dan Diakonia
10% - Perawatan Gedung
Kendaraan, Inventaris
10% - Staf Pembantu Khusus
10-20% - Cadangan
20-30% - Gembala
Para Pembantu
BAB XIII BAB XIII BAB XII
PENGUCAPAN PENGAKUAN IMAN PENGAKUAN IMAN GBI PENGAKUAN IMAN GBI
Pasal 97 Pasal 97 Pasal 105
PENGUCAPAN PENGAKUAN IMAN PENGUCAPAN PENGAKUAN IMAN GBI PENGUCAPAN PENGAKUAN IMAN GBI
Ayat (1) Cukup jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 159
BAB XII BAB XIV BAB XII
PERUBAHAN PERUBAHAN PERUBAHAN
Pasal 98 Pasal 98 Pasal 106
PROSES PERUBAHAN PROSEDUR PERUBAHAN TATA GEREJA GBI PROSEDUR PERUBAHAN TATA GEREJA GBI
Ayat (1) Usul perubahan tidak boleh menyangkut
Ayat (1) Cukup jelas Ayat (1) Usul perubahan tidak boleh menyangkut
Ayat (2) Cukup jelas hal-hal yang berhubungan dengan hal-hal yang berhubungan dengan
Ayat (3) Cukup jelas ketentuan tentang hak-hak otonomi ketentuan tentang hak-hak otonomi
Ayat (4) Untuk sah atau tidaknya suatu keputusan jemaat lokal sebagaimana tersebut dalam jemaat lokal sebagaimana tersebut
yang diambil sehubungan dengan suatu Tata Tertib GBI pasal 1 ayat 2. dalam Tata Tertib GBI pasal 1 ayat 2.
rancangan perubahan tata gereja, harus Ayat (2) Cukup jelas.
disetujui oleh suara majoritas anggota Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
MPL yaitu 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.
anggota yang hadir dalam sidang Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.
MPL yang diadakan untuk maksud Ayat (5) Cukup jelas.
tersebut.
BAB XII BAB XV BAB XII
PENUTUP PENUTUP PENUTUP
Pasal 99 Pasal 99 Pasal 107
PENUTUP HAL-HAL YANG BELUM DIATUR HAL-HAL YANG BELUM DIATUR
Cukup jelas.
Ayat (1) Cukup jelas Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup jelas
PASAL 100 Pasal 100 Pasal 108
PENETAPAN PENETAPAN DAN PENGESAHAN PENETAPAN DAN PENGESAHAN
Ayat (1) Cukup jelas Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (1) Cukup jelas.
Ayat (2) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.
Ayat (3) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.
160 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
SUPLEMEN SALINAN SURAT
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
SUPLEMEN I BIMBINGAN MASYARAKAT (KRISTEN) PROTESTAN
SURAT-SURAT KEPUTUSAN
DEPARTEMEN AGAMA
SALINAN SURAT KETERANGAN NOMOR: 211 TAHUN 1989
DEPARTEMEN AGAMA RI TENTANG
DIREKTORAT DJENDERAL BIMBINGAN
PENGAKUAN GEREJA BETHEL INDONESIA (GBI)
MASJARAKAT KRISTEN/PROTESTAN SEBAGAI LEMBAGA KEAGAMAAN YANG BERSIFAT GEREJA
DJL. MOH. HUSNI THAMRIN DJAKARTA
DIREKTUR JENDERAL
TELP.: 49961 PS.54 BIMBINGAN MASYARAKAT (KRISTEN) PROTESTAN
Djakarta, 16 Oktober 1970
SURAT KETERANGAN Membaca: 1. Surat Permohonan dari Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia Nomor:
No: Dd/P/VII/57/748/70 680/BPH/KU/SU/8/89 tanggal 24 Agustus 1989;
Menerangkan dengan ini, bahwa:
GEREDJA BETHEL INDONESIA 2. Tata Gereja “Gereja Bethel Indonesia” yang ditetapkan pada Sinode VIII Gereja
Jang didirikan pada tanggal 6 Oktober 1970 di Sukabumi dan Badan Pengurus Hariannja Bethel Indonesia di Jakarta;
berkedudukan di Bandung telah terdaftar pada Departemen Agama Direktorat Djenderal
Bimbingan Masjarakat Kristen Protestan Djakarta. 3. Surat dari Kanwil Departemen Agama Propinsi DKI Jakarta Nomor: Wj/7/
Surat Keterangan ini diberikan atas dasar laporan tertulis jang disampaikan oleh para BA.01.1/2424/1989 tanggal 25 Agustus 1989.
pendiri disertai Tata Geredja dan Tata Tertib Geredja untuk dipergunakan sebagai pegangan oleh
Gereja Bethel Indonesia dalam melakukan tugasnja. Menimbang: a. Bahwa untuk perkembangan yang sehat dan teratur perlu diadakan penertiban
DIREKTUR DJENDERAL status Hukum Lembaga Keagamaan Kristen di Indonesia.
BIMBINGAN MASJARAKAT KRISTEN/PROTESTAN
b. Bahwa penertiban dimaksud dilakukan agar jelas fungsi dan bidang tugasnya
cap/t.t.d. masing-masing;
(M. ABED NEGO)
Tembusan kepada Jth: c. Bahwa Gereja Bethel Indonesia (GBI) telah memiliki Tata Gereja yang
1. Departemen Kehakiman sudah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor: 8 Tahun 1985 dan Surat
2. Departemen Dalam Negeri dan Keputusan Pengakuan Departemen Agama Nomor: 41 Tahun 1972 tanggal 9
3. Markas Besar Angkatan Kepolisian R.I. di Djakarta Desember 1972.
Disalin oleh: Mengingat: 1. Undang-Undang Dasar 1945;
Panitia ad hoc Tata Gereja GBI, BPH GBI Tahun 2018 2. Staatsblad tahun 1927 No. 155 dan 532 tentang Regeling Van de Rechtspositie
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 der Kerk/Kerkgenootschappen;
3. Undang-Undang Nomor: 8 Tahun 1985 Organisasi Kemasyarakatan;
4. Peraturan Pemerintah RI Nomor: 18 tahun 1985 tentang Organisasi
Kemasyarakatan;
5. Keputusan Presiden RI Nomor: 44 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok
Organisasi Departemen;
6. Keputusan Presiden RI Nomor: 15 Tahun 1984 tentang Struktur Organisasi
Departemen dengan segala perubahannya terakhir Nomor: 55 Tahun 1988;
7. Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 18 Tahun 1975 tentang Susunan Organisasi
dan Tata Kerja Departemen Agama yang telah diubah dan disempurnakan
terakhir dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 75 Tahun 1984.
MEMUTUSKAN
161
Menetapkan: KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT SALINAN SURAT
(KRISTEN) PROTESTAN TENTANG PENGAKUAN GEREJA BETHEL KEPUTUSAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
INDONESIA (GBI) SEBAGAI LEMBAGA KEAGAMAAN YANG BERSIFAT
GEREJA. NOMOR: 32-VII-1990
TENTANG
Pertama : Mencabut Surat Keputusan Nomor: 41 Tahun 1972 tanggal 9 Desember 1972.
Kedua : Mengakui Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang berkedudukan berpusat di PENUNJUKAN GEREJA BETHEL INDONESIA
Ketiga SEBAGAI BADAN HUKUM KEAGAMAAN YANG DAPAT MEMPUNYAI HAK MILIK
Keempat Jalan K.S. Tubun 253 Jakarta sebagai Lembaga Keagamaan Kristen Protestan
Kelima dan bersifat Gereja. ATAS TANAH
: Pengakuan ini diberikan untuk menjadi pegangan dalam usaha melaksanakan KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
tugasnya sesuai dengan Tata Gereja dan Tata Tertib yang telah disesuaikan Membaca: Surat permohonan tanggal 29 Mei 1990 Nomor 213/KU/SU/N/S/90 dari Badan
dengan Undang-Undang Nomor: 8 Tahun 1985. Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia yang maksudnya mohon ditunjuk sebagai
: Setiap akhir tahun Gereja Bethel Indonesia (GBI) diwajibkan memberi Badan Hukum yang dapat mempunyai Hak Milik atas tanah, beserta surat-surat
informasi tentang keadaan dan perkembangan kepada Direktorat Jenderal yang berhubungan dengan itu.
Bimbingan Masyarakat (Kristen) Protestan Departemen Agama di Jakarta. Menimbang: a. Bahwa untuk mendapatkan kepastian apakah Badan-Badan Gereja/Badan-
: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila Badan Keagamaan dapat memiliki Hak Milik atas tanah perlu diadakan
dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan pembentulan penunjukan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat Undang-Undang
sebagaimana mestinya. Nomor 5 tahun 1960.
b. Bahwa berdasarkan Surat Keputusan Direktur Bimbingan Masyarakat Kristen/
Ditetapkan di: Jakarta Protestan Departeman Agama Republik Indonesia tanggal 25 Nopember 1989
Pada tanggal: 25 Nopember 1989 Nomor 211 Tahun 1989, Gereja Bethel Indonesia (GBI) adalah Lembaga
Keagamaan yang bersifat Gereja menurut ketentuan yang tersebut dalam
DIREKTUR JENDERAL staatsblad Tahun 1927 Nomor 156 dan 532.
BIMBINGAN MASYARAKAT (KRISTEN) PROTESTAN c. Bahwa Badan-Badan Keagamaan yang dapat memiliki tanah dengan Hak
Milik hanya terbatas pada/untuk keperluan yang langsung berhubungan
ttd/map dengan usaha di bidang keagamaan.
d. Bahwa dipandang perlu untuk memberikan penunjukan kepada Gereja Bethel
DR. SOENARTO MARTOWIRJONO Indonesia sebagai Lembaga Badan Hukum yang dapat mempunyai Hak Milik
NIP: 150107804 atas tanah.
e. Bahwa menurut azas-azas dan garis-garis kebijaksanaan Pemerintah permohonan
Tembusan kepada Yth: pemohon dimaksud dapat dikabulkan.
1. Menteri Agama RI di Jakarta (sebagai laporan); Mengingat: 1. Pasal 49 ayat 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960, Lembaga Negara
2. Menteri Kehakiman RI di Jakarta; Tahun 1960 Nomor 104.
3. Menteri Dalam Negeri di Jakarta; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1963, Lembaran Negara Tahun 1963
4. Sekjen, Irjen, Para Dirjen dan Kabalitbang Agama di lingkungan Dep. Agama; Nomor 61.
5. Gubernur/Kepala Daerah Tingkat di seluruh Indonesia; 3. Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1988.
6. Kakanwil Departemen Agama Propinsi c.q. Kepala Bidang/Pembimas (Kristen) Protestan di 4. Keputusan Presiden Nomor 28/M/1988 Tahun 1988.
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 1972.
seluruh Indonesia; 6. Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 1988
7. Yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya. juncto Nomor 1 Tahun 1989.
Disalin oleh: Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Panitia ad hoc Tata Gereja GBI, BPH GBI Tahun 2018
162
MEMUTUSKAN 2. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen/Protestan, Departemen Agama Republik
Indonesia, di Jakarta.
Menetapkan:
PERTAMA: Menunjuk Gereja Bethel Indonesia (GBI) sebagai Lembaga Keagamaan yang 3. Deputi Bidang Hak-Hak Atas Tanah Badan Pertanahan Nasional, di Jakarta.
4. Deputi Bidang Pengukuran dan Pendaftaran Tanah Badan Pertanahan Nasional, di Jakarta.
dapat mempunyai Hak Milik atas tanah yang langsung berhubungan dengan 5. Deputi Bidang Umum Pertanahan Nasional, di Jakarta.
usaha Keagamaan dengan syarat-syarat sebagai berikut: 6. Deputi Bidang Pengawasan Badan Pertanahan Nasional, di Jakarta.
a. Dalam waktu 1 (satu) tahun sejak tanggal Keputusan ini Gereja Bethel 7. Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Pertanahan Nasional, di Jakarta.
8. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Seluruh Indonesia.
Indonesia wajib menyampaikan daftar tanah-tanah yang dikuasai/dipunyai Disalin oleh:
dengan menyebutkan status haknya, letak dan luas serta penggunaannya. Panitia ad hoc Tata Gereja GBI, BPH GBI Tahun 2018
b. Daftar tanah-tanah sebagaimana dimaksud disampaikan kepada Badan
Pertanahan Nasional c.q. Deputi bidang hak-hak Atas Tanah melalui Kantor
Pertanahan dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan setempat.
c. Kepala Badan Pertanahan Nasional akan menetapkan lebih lanjut tanah-tanah
yang dapat dipunyai dengan Hak Milik berdasarkan daftar yang disampaikan
kepada Badan Pertanahan Nasional.
d. Mengenai tanah-tanah yang tidak dapat dipunyai dengan Hak Milik akan
diberikan dengan Hak Lainnya dengan Keputusan tersendiri.
e. Hak Milik atas tanah hanya dapat diberikan terhadap tanah-tanah yang
penggunaannya langsung berhubungan dengan Kegiatan Keagamaan.
KEDUA: Mewajibkan kepada Gereja Bethel Indonesia (GBI) untuk tetap meminta izin
dari Kepala Badan Pertanahan Nasional terhadap tanah-tanah Hak Milik yang
diperoleh sesudah tanggal Keputusan ini, sebelum Akta sebagaimana dimaksud
pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 dibuat.
KETIGA Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila
terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diperbaiki sebagaimana mestinya.
DITETAPKAN DI: JAKARTA
PADA TANGGAL: 18 SEPTEMBER 1990
ttd/cap
Ir. SONI HARSONO
Kepada Yth: 163
Sdr. Pengurus Badan Pekerja Harian
Gereja Bethel Indonesia (GBI)
Jalan K.S.Tubun 253 Petamburan, Jakarta.
TEMBUSAN disampaikan kepada Yth:
1. Kepada Biro Statisktik, di Jakarta.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
SUPLEMEN II SALINAN SURAT KETERANGAN
KEANGGOTAAN GBI DI PGI, PGPI, PII PERSEKUTUAN INJILI INDONESIA
SALINAN SURAT KETERANGAN (Indonesia Evangelical Fellowship)
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) Jl. Tanjung Duren Kompleks Green Ville AW/57 Jakarta 11510.
COMMUNION OF CHURCHES IN INDONESIA (CCI)
Telp. 5673452
Kotak Pos 1799 Jakarta 10017
Surat Keputusan Dirjen Bimas Kristen Protestan DEPAG No. 172 tahun 1979
Ketua Umum/General Chairman Jalan Salemba Raya 10 SURAT KETERANGAN
Pdt/Rev. Sularso Sopater JAKARTA PUSAT (10430) No. Ist/Sek-PII/V/1991
Sekretaris Umum/General Secretary Telepon/Phone: 8581321
Pdt. Rev. Dr. J.M. Pattiasina Telefax: 62-21-8581323
Wakil Sekretaris Umum/Deputy General Secretary Alamat Kawat/Cable Address Pengurus Pusat Persekutuan Injili Indonesia dengan ini menerangkan bahwa:
Pdt/Rev. Weinata Sairin, MA OIKUMENE JAKARTA Nama : GEREJA BETHEL INDONESIA
Alamat Kantor Pusat : Jalan K.S.Tubun 253
Petamburan - Jakarta 10260
SURAT KETERANGAN Telepon 5483080
No.11/PGI-XI/SKET/1990
Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia dengan ini menerangkan bahwa: Adalah anggota pendiri dari Persekutuan Injili Indonesia.
Demikianlah Surat Keterangan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Nama : GEREJA BETHEL INDONESIA
Alamat Kantor Pusat : Jalan K.S.Tubun 253
Petamburan - Jakarta 10260 Jakarta, 5 Mei 1994
Telepon 5483080 Atas Nama
Pengurus Pusat Persekutuan Injili Indonesia
adalah anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia yang ke-61, yang penerimaannya
disahkan dalam Sidang Raya XI PGI 1989 di Surabaya. ttd/cap
Demikianlah Surat Keterangan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, 19 Juni 1990 Pdt. S.J. Mesach, Mth
Atas Nama Sekretaris Umum
MAJELIS PEKERJA HARIAN PGI
ttd/cap Disalin oleh:
Panitia ad hoc Tata Gereja GBI, BPH GBI Tahun 2018
Pdt. Weinata Sairin, M.Th.
Wakil Sekretaris Umum
Disalin oleh:
Panitia ad hoc Tata Gereja GBI, BPH GBI Tahun 2018
164 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
SALINAN SURAT KETERANGAN PENJELASAN TENTANG KEBERADAAN
GBI DALAM KEANGGOTAAN PGI, PGPI, PII
PENGURUS PUSAT
DEWAN PANTEKOSTA INDONESIA Dunia Protestan di Indonesia diwakili oleh tiga wadah Nasional, yaitu PGI (Persekutuan
Sekretariat: Jl. Cilosari No. 21 Cikini Jakarta Pusat Gereja-Gereja di Indonesia) untuk umat Protestan Tradisional, PGPI (Persekutuan Gereja
Pantekosta Indonesia) untuk umat Protestan Pantekosta dan PII (Persekutuan Injili
Telepon: 3142438 - 7364416 Indonesia) untuk umat Protestan Injili.
SURAT KETERANGAN Ketiga wadah ini memelihara dan mempercepat persatuan umatnya masing-masing.
NO. 020/PP-DPI/SK/1994 Dengan demikian maka gereja Tuhan di Indonesia dapat menyatakan keesaannya dalam
dunia ini. Pemerintah dengan Pembimas Kristennya dari pusat sampai daerah mengayomi
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa: dan membela semua kepentingan umat Kristen Protestan di seluruh tanah air berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.
Nama : GEREJA BETHEL INDONESIA
Alamat Kantor Pusat : Jalan K.S.Tubun 253 Mengapa tidak hanya satu wadah saja? Perbedaan teologis dan filsafat hidup
Petamburan - Jakarta 10260 menyebabkan berdirinya tiga wadah nasional ini. Tiap orang bebas untuk memilih jalan
Telepon 5483080 hidupnya sendiri. Tiap gereja yang berbadan hukum dan tiap kegiatan Kristen yang sah,
No. Induk : 02 harus bernaung di bawah salah satu wadah ini. Jika tidak maka pelayanannya dianggap
liar dan bertentangan dengan Undang-Undang Negara. Dalam wadah mana GBI berada?
Adalah anggota DEWAN PANTEKOSTA sejak Musyawarah Besar Penyatuan tanggal 14 Sebagai gereja nasional yang diakui pemerintah dengan pelayanan yang serba lengkap,
September 1979 di Surabaya Jawa - Timur. yaitu; (1) Penginjilan; (2) Pendidikan teologi; (3) Pendidikan umum; (4) Pelayanan sosial;
(5) Pelayanan kesehatan; (6) Pembangunan masyarakat desa; (7) Pengadaan rumah-rumah
Demikianlah Surat Keterangan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. sederhana untuk rakyat kecil. GBI berhadapan dengan saudara-saudara umat Protestan
tradisional di seluruh pelosok Indonesia. Sebab itu wajarlah GBI menjadi anggota PGI (No.
Jakarta, 5 Mei 1994 61 Tahun 1989) untuk kelancaran pelayanan tingkat nasional.
Dewan Pantekosta Indonesia
Dari segi rohani GBI tidak dapat melepaskan diri dari PGPI dan PII, sebab GBI telah
Sekretaris Jenderal, berpartisipasi aktif dalam pembangunan kedua wadah nasional ini. Selanjutnya dalam usaha
penginjilan, GBI menjadi mitra vital dari kedua wadah ini. Oleh karena jemaat GBI tersebar
ttd/cap di seluruh nusantara maka dalam kegiatan-kegiatan peningkatan hidup rohani melalui KKR
(Kebaktian Kebangunan Rohani) dan seminar-seminar untuk para pejabat gereja, GBI selalu
Pdt. Ir. Paulus Lukita, BE memberi partisipasi dan dukungan sepenuhnya. Juga tokoh-tokoh GBI mempunyai peranan
positif dalam kedua wadah ini.
Disalin oleh:
Panitia ad hoc Tata Gereja GBI, BPH GBI Tahun 2018 Kalau banyak orang mengkotak-kotakkan umat Protestan, Pentakosta dan Injili, maka
pandangan GBI adalah semua umat Kristen dengan tiga macam pakaian ini adalah satu
Tubuh Kristus dan satu Keluarga Allah (1 Korintus 12:27; Efesus 2:19-22).
Oleh sebab itu, GBI bekerja sama dengan ketiga-tiganya untuk meluaskan Kerajaan
Allah di seluruh nusantara.
Betapa beruntungnya pejabat GBI yang tidak terisolir dan yang mempunyai teman
seperjuangan dan saudara seiman dimana saja ia melayani! GBI tidak terkurung dalam satu
kotak tetapi berada dalam semua kotak orang-orang yang dipanggil untuk bersekutu dengan
Tuhan Yesus Kristus (1 Korintus 1:9).
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 165
SUPLEMEN III SUPLEMEN IV
PENJELASAN VISI MISI GBI PENGAKUAN IMAN GBI DAN PENJABARANNYA
Visi Gereja A. PENDAHULUAN
Menjadi Seperti Yesus Kristus
1. AKU
1. Penjelasan (Dasar Falsafah). Kata pengakuan dan mengaku kata dasarnya ialah aku. Jadi pada saat seseorang mengaku
Bahwa keselamatan dalam Kristus tidak hanya manusia beroleh pengampunan dan
ia harus berkata ‘aku’. Karena tak dapat disangkal bahwa hal mengaku adalah urusan pribadi.
pembenaran oleh iman (justification), tetapi juga berkelanjutan (bertumbuh) sampai memiliki Tidak dapat diwakilkan. Orang tersebut atau aku sendiri harus mengambil keputusan dan
karakter hamba Allah sebagai proses pengudusan (sanctification; Roma 6:22) dan terus menerus mengucapkan pengakuan itu.
diperlengkapi dengan karunia Roh dan buah Roh untuk melayani dalam membangun tubuh
Kristus (Efesus 4:11-13) di antara segala bangsa sampai mencapai kedewasaan penuh dan tingkat “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan” (Roma 10:9).
pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, yaitu menjadi serupa dengan Kristus. “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan
BapaKu yang di Sorga” (Matius 10:32). “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi
2. Beberapa Aspek Padanan Untuk Menjadi Seperti Yesus. pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah” (Roma 14:12).
Tentu bukan dengan kekuatan sendiri (manusia) tetapi harus ada kemauan (tekad)
Namun pada sisi lain, terjadi persekutuan antara aku yang mengaku, dengan orang lain
dari orang percaya (Filipi 2:12-13; 3:12-16). Karena semua fasilitas kekuatan jiwa sudah yang mengaku juga. Sebagai contoh yaitu pengakuan Yosua. “Pilihlah pada hari ini kepada siapa
disediakan (dalam providensia Bapa), orang percaya terpanggil memelihara kasih dan kamu akan beribadah... Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN,
menempel/melekat (intim) dengan Bapa (Kolose 1:11, 29; 2 Petrus 1:3-4; Yohanes 5:19-20; Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan” (Yosua 24:24).
15:9-17). Rahasia keberhasilan dan kemenangan Yesus ialah menaati apa yang dicontohkan
Bapa: Demikianlah halnya gereja segala abad dan zaman mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli
a. Intim dengan Bapa, supaya kekudusan Allah memproteksi kita. (Symbolum Apostolicum) dengan diawali ungkapan: “Aku Percaya” (bahasa latin: Credo). Jadi
dapat dikatakan bahwa aku di sini adalah pribadi yang mengaku, tetapi sekaligus gereja/
• Dikuduskan terus dengan darah Yesus dan Roh Kudus (I Petrus 1:2). persekutuan yang mengaku.
• Dikuduskan dengan firman Tuhan (Yohanes 15:3; 17:17).
• Dikuduskan dengan kewaspadaan kita (I Timotius 4:13-16; Matius 16:23; I Yohanes 2. MENGAKU
Mengaku di sini, yaitu mengaku dengan sungguh-sungguh, tidak pura-pura (munafik)
3:2-3).
b. Mampu menolak godaan iblis. dan itu adalah pengakuan yang berasal dari hati. Seperti yang dikatakan rasul Paulus: “Karena
dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan”
• Mau memberi diri dipimpin Roh (Lukas 4:1; Galatia 5:18, 24-26). (Roma 10:10). Jadi yang penting adalah hati yang percaya sehingga yang diucapkan lewat mulut
• Penuh dengan firman Tuhan yang diperkatakan setiap kali (Lukas 4:3-13; Yosua 1:8). adalah pengakuan iman: “Aku percaya.”
• Memiliki integritas, konsisten perkataan dan perbuatan, (Matius 7:21; Kisah Para
Syarat pengucapan pengakuan iman yang sungguh-sungguh, yakni:
Rasul 1:1) a. Diucapkan sebagai penghormatan terhadap Tuhan.
c. Hati penuh dengan belas kasihan (kepedulian) kepada orang-orang yang belum b. Diucapkan pada saat hal itu dituntut oleh Tuhan (di hadapan manusia pada situasi sulit
diselamatkan (Matius 9:35-37; Kisah Para Rasul 17:16; Matius 28:18-20), tidak menyimpan sekalipun).
akar pahit dan memiliki roh pengampunan. c. Dilakukan dengan kebebasan, tanpa ada yang memaksa.
d. Memiliki hati yang mengerang seperti seorang ibu siap melahirkan makhluk baru. Gereja d. Dilakukan dalam rangka memperdengarkan kesaksian Alkitab dan bukan membela
mengerang supaya manusia baru dilahirkan, sehingga rupa (karakter) Kristus diwujudkan
(Yohanes 16:20-22; Galatia 4:19; Yehezkiel 9:4). pendapat siapapun.
e. Akhirnya semua musuh ditaruh dibawa kaki-Nya (Efesus 1:22; Roma 16:20). Menang Yang penting untuk direnungkan bahwa mengaku berarti berpihak dan meyakini
bersama Yesus untuk memerintah bangsa-bangsa bersama-Nya (Wahyu 2:26-27; 3:21). kebenaran ilahi dan juga memberi kesaksian (menyatakan) kebenaran tersebut. Kata “saksi”
atau “orang yang memberikan kesaksian” berasal dari bahasa Yunani martir (martir),
Inggris: Martyr; Arab: Syahid, memiliki dua arti, yaitu saksi dan orang yang dibunuh karena
kesaksiannya (mati syahid). Dalam pengertian di atas bahasa Latin memakai istilah: confessor
(= orang yang mengaku).
166 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
3. PENGAKUAN IMAN GEREJA KRISTEN MULA-MULA B. PENGAKUAN IMAN GEREJA BETHEL INDONESIA
Mengaku berarti memberi jawab atas pertanyaan Yesus: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku percaya bahwa:
Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh
Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias (Kristus), Anak Allah yang hidup” Kudus.
(Matius 16:15,16). Allah yang Maha Esa itulah Allah Tritunggal yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus, tiga Pribadi
di dalam satu.
Pengakuan Petrus itu (Yang merupakan wahyu dari Bapa) merupakan pengakuan Yesus Kristus Juruselamat dan Pengantara kita adalah Putra Allah yang tunggal, dikandung
iman gereja mula-mula, yang terdapat dalam khotbah Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:36, dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan Maria, telah disalibkan, mati, dikuburkan dan
“Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang dibangkitkan pada hari yang ketiga dari antara orang mati, naik ke sorga dan duduk di sebelah
kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus”. Pemberitaan dan pelayanan para rasul juga kanan Allah Bapa sebagai Tuhan dan Raja segala raja.
berpusat pada Yesus Kristus Tuhan (Kisah Para Rasul 17:3; 18:28). Rumusan pengakuan iman Semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, sehingga harus bertobat dan
yang pendek: Yesus itu Kristus dan Yesus itu Tuhan (I Korintus 12:3; Kisah Para Rasul 8:37). berbalik kepada Allah untuk menerima pengampunan dosa.
Rumusan itu berkembang misalnya dalam Roma 1:3; Filipi 2:6-11; I Timotius 3:16. Pembenaran dan kelahiran baru terjadi karena iman di dalam darah Yesus Kristus yang
dikerjakan oleh Roh Kudus.
Pengakuan iman merupakan ikhtisar (ringkasan) pokok-pokok kepercayaan Kristen yang Setiap orang yang bertobat harus dibaptis secara selam dalam nama Bapa, Putra dan Roh
diperlukan gereja untuk beberapa hal penting antara lain sebagai: Kudus, dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
a. Pelayanan baptisan kudus (Kisah Para Rasul 8:37; I Petrus 3:18-22). Penyucian hidup adalah buah kelahiran baru karena percaya dalam darah Yesus Kristus yang
b. Jawaban bagi jemaat dalam liturgi kebaktian (I Timotius 3:16; Filipi 2:6-11). dikerjakan oleh kuasa firman Allah dan Roh Kudus; karena itu kesucian adalah asas dan prinsip
c. Pelayanan kesembuhan ilahi dan pelepasan dari roh jahat (Kisah Para Rasul 3:6; 4:10; hidup umat Kristen.
Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk semua orang yang telah disucikan hatinya;
Markus 1:24; 3:11). tanda awal baptisan Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana
d. Pertahanan terhadap ajaran sesat (I Yohanes 4:2; I Korintus 15:3-8). diilhamkan oleh Roh Kudus.
e. Kekuatan iman dalam menghadapi hambatan dan tantangan (Kisah Para Rasul 4:1- Perjamuan Kudus dilakukan setiap kali untuk meneguhkan persekutuan kita dengan Tuhan
dan satu dengan yang lain sebagai gereja.
22). Kesembuhan ilahi tersedia dalam korban penebusan Yesus untuk semua orang yang percaya.
Tuhan Yesus Kristus akan turun dari sorga untuk membangkitkan semua umat-Nya yang telah
4. PENGAKUAN IMAN GEREJA BETHEL INDONESIA mati di dalam Dia dan mengangkatnya bersama-sama semua umat-Nya yang masih hidup lalu
Di samping menerima Pengakuan Iman Rasuli yang berisi pengakuan kepada Allah bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudus-Nya
untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini.
Bapa (butir 1), kepada Allah Anak (butir 2-7) dan kepada Allah Roh Kudus (butir 8-12) tiga Pada akhirnya semua orang mati akan dibangkitkan, orang benar akan bangkit pada
pribadi tapi satu hakekat Allah (Allah Tritunggal). Maka Gereja Bethel Indonesia mempunyai kebangkitan yang pertama dan menerima hidup kekal tetapi orang jahat akan bangkit pada
pengakuan iman sendiri yang terdiri dari 12 butir pengakuan. Pengakuan Iman GBI ini kebangkitan yang kedua dan menerima hukuman selama-lamanya.
merupakan ikhtisar pokok-pokok kepercayaan dan pengajaran GBI.
GBI memiliki latar belakang Pentakosta. Karena itu ajaran (teologi) Pentakosta tampak
jelas dalam butir-butir tersebut. Butir-butir itu telah diuraikan oleh Pdt. DR. H.L. Senduk dalam
bukunya berjudul “Iman Kristen” (penerbit: Yayasan Bethel Jakarta). Departemen Teologi BPH
GBI juga telah membuat penjabaran yang telah disetujui oleh BPL GBI pada tahun 1999.
Namun semangat kebersamaan dalam kasih dan upaya meningkatkan kualitas pejabat
GBI maka Departemen Teologi BPS GBI (periode 2000-2004) telah ditugaskan menerbitkan
buku “Pengajaran Dasar GBI”. Dan intisari dari pengajaran GBI yang telah dirumuskan
dalam Pengakuan Iman GBI dijabarkan ulang (menyempurnakan penjabaran terdahulu).
Hasilnya adalah buku “PENGAKUAN IMAN GEREJA BETHEL INDONESIA DAN
PENJABARANNYA”.
Pengakuan Iman GBI diharapkan dapat disosialisasi kepada seluruh jemaat GBI, sehingga
dalam Tata Gereja GBI di atur kewajiban untuk mengucapkannya dalam ibadah tertentu. Di
bagian akhir dari buku ini telah dirumuskan inti butir-butir Pengakuan Iman GBI agar mudah
diingat oleh seluruh warga GBI.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 167
C. PENJABARANNYA Allah yang Maha Esa itulah Allah Tritunggal yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus,
Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah firman Allah tiga Pribadi di dalam satu.
yang diilhamkan oleh Roh Kudus. Ada 4 pokok utama yang penting yang perlu kita ketahui untuk dapat memahami doktrin
GBI percaya bahwa ke-66 buku dalam Alkitab (39 dalam Perjanjian Lama dan 27 dalam tentang Allah:
Perjanjian Baru) adalah firman Allah. Alkitab bukan hanya berisi firman Allah, dimana 1. Keberadaan-Nya.
manusia kemudian harus menentukan bagian mana dalam Alkitab yang adalah firman Allah Kita tidak perlu meragukan keberadaan-Nya. Alkitab sendiri ditulis dengan suatu
dan bagian mana yang tulisannya manusia belaka. Dengan tegas GBI mengakui bahwa Alkitab
sepenuhnya adalah firman Allah dan manusia tidak memiliki hak/otoritas atau kemampuan keyakinan bahwa Allah benar-benar ada (Kejadian 1:1, Ibrani 11:6).
untuk menilai firman Allah. 2. Sifat-sifat-Nya.
GBI juga percaya bahwa Alkitab diilhamkan oleh Roh Kudus. Alkitab bukanlah hasil Hubungan kita dengan Allah akan lebih baik kalau kita mengenal sifat-sifat-Nya. Ada
perenungan atau inspirasi manusia. Para penulis Alkitab digerakkan dan dipimpin oleh Roh
Kudus untuk berbicara dan menulis, tepat seperti yang dikehendaki Allah. sifat-sifat Allah yang terkait dengan kebesaran-Nya (attributer of greatness) dan ada pula
Allah adalah pencipta seluruh jagad raya. Karena Ia adalah pencipta, Ia tahu sepenuhnya sifat-sifat Allah yang terkait dengan kebaikan-Nya (attributer of goodness). Allah bukan
dan setepatnya kebutuhan ciptaan-Nya. Dia jugalah yang mendesain dan mencipta manusia. saja Maha Besar/Maha Agung tetapi juga Maha Baik! Karena itu kita tidak perlu bimbang
Khusus untuk mahkota ciptaan-Nya, yaitu manusia maka Allah memberikan Alkitab sebagai dan ragu-ragu!
buku petunjuk (manual book) agar dengan menaatinya manusia memiliki keselamatan dan 3. Karya-Nya sebagai Pencipta, Pemelihara dan Pemimpin sejarah dunia ini.
kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan desain Allah. Allah masih tetap terus berkarya atau bekerja. Ia masih terus memelihara semua ciptaan-
Karena Alkitab adalah firman Allah, ia memiliki otoritas dari Allah, sebab itu: Nya dan sekaligus pula memimpin atau mengendalikan jalannya sejarah ini.
1. Alkitab tidak mungkin salah. 4. Allah Tritunggal.
Alkitab adalah karya Allah dan Allah adalah sumber kebenaran dan segala yang benar. Siapakah sebenarnya Allah orang Kristen? Jawabannya tidak lain yaitu Allah Tritunggal
Dengan demikian manusia dapat mempercayai sepenuhnya apa yang tertulis dalam (Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus). Hal ini bukan berarti Allah ada 3 sebab
Alkitab. Alkitab dengan tegas menyatakan Allah itu Esa (Ulangan 6:4).
2. Alkitab adalah pernyataan Allah.
Dalam Alkitab Allah menyatakan diri-Nya. Dengan demikian untuk mengenal Allah, Doktrin tentang Allah Tritunggal ini bukan untuk memuaskan rasio kita melainkan untuk
manusia tidak perlu ragu-ragu berpaling kepada Alkitab. Tidak ada pernyataan lain memberi penghiburan bahwa keselamatan kita semata-mata hanyalah karya Allah Tritunggal
tentang Allah, selain dalam Anak-Nya sendiri –Yesus Kristus– yang lebih tinggi atau (bukan karena usaha atau jasa manusia).
lebih tepat daripada Alkitab.
3. Alkitab mencapai maksud dan tujuan utamanya yaitu keselamatan manusia. Yesus Kristus Juruselamat dan Pengantara kita adalah Putra Allah yang tunggal,
Dengan mentaati Alkitab, maka manusia mentaati Allah yang telah memberikan Anak- dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan Maria,
Nya, Kristus, bagi keselamatan manusia. Manusia yang bertuhankan Kristus, seperti
yang diajarkan Alkitab, pasti menerima anugerah keselamatan kekal. telah disalibkan, mati, dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga
4. Alkitab menjamin Allah mau dan berkuasa memenuhi segala janji yang tertulis dalamnya. dari antara orang mati, naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa sebagai
Di balik segala janji dan pernyataan yang tertulis dalam Alkitab adalah Allah yang tidak
pernah mengingkari janji-Nya dan Allah yang mahakuasa yang tidak pernah kekurangan Tuhan dan Raja segala raja.
kemampuan untuk menggenapi janji-Nya.
5. Alkitab adalah cukup. Alkitab tidak perlu dan tidak boleh ditambah lagi atau dikurangi. Dalam pengakuan Iman GBI butir 3 dikatakan: Yesus Kristus Anak Allah yang Tunggal.
Alkitab mampu menjawab segala kebutuhan manusia akan Allah dan pertanyaan- “Anak Allah” menunjukkan hubungan yang dekat antara Yesus dengan Bapa. Selain itu Anak
pertanyaan mengenai kehendak-Nya bagi manusia. Allah menggambarkan keberadaan ke-Allah-an dan pekerjaan ke-ilahian-Nya (Lukas 1:35).
6. Alkitab adalah terang. Dengan hidup sesuai dengan Alkitab, manusia tidak akan berjalan Di sisi lain Anak Allah menerangkan keberadaan dalam konsep Tritunggal yang kita percayai
dalam kegelapan. Ia tidak perlu meraba-raba untuk mencari kehidupan yang baik. Tidak (Matius 11:27, Matius 22:41-46). Dikatakan bahwa Yesus sebagai Anak tunggal Bapa; hal
ada kehidupan yang lebih baik bagi manusia daripada yang ditawarkan Alkitab. tersebut menerangkan bahwa Bapa yang dengan kasih sayang-Nya telah memberikan Anak-
Nya yang sangat dikasihi kepada kita (Yohanes 1:14).
168
Inkarnasi (Allah menjadi manusia) Yesus Kristus (Yohanes 1:14, Roma 8:3) dengan tujuan
untuk menyatakan bahwa firman Allah telah menjadi daging (manusia) sebagai bentuk karya
keselamatan Allah bagi manusia. Inkarnasi Yesus Kristus menunjukkan kasih Allah kepada
Manusia sehingga manusia bisa mengenal siapa Allah sesungguhnya lewat pribadi Yesus
Kristus.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah namun juga sungguh-sungguh manusia. Sungguh- pun yang mencari Allah, semuanya telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada
sungguh Allah dibuktikan dengan hal-hal sebagai berikut: Ia adalah Firman dan Firman itu yang berbuat baik, seorang pun tidak” (Roma 3:11-12).
adalah Allah (Yohanes 1:1), Ia mampu mengampuni dosa (Matius 9:2-7), Ia disembah oleh
orang-orang (Matius 2:2). Sedangkan bukti kemanusiaan Yesus Kristus adalah Ia memiliki Meski tidak ada yang mencari Allah, namun Allah berinisiatif untuk mencari manusia.
keadaan fisik yang sama dengan manusia lainnya (lapar, haus, marah, sedih). Sebagai manusia, Allah datang di dalam Tuhan Yesus Kristus menjadi jalan keselamatan bagi semua manusia.
kodrat-Nya terlihat dimana Ia mengeluarkan darah sewaktu dalam penyiksaan, mati dan Sebab manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya dengan perbuatan baik atau apapun juga.
dikuburkan. Namun sebagai manusia, Ia berbeda dengan manusia lainnya; perbedaannya Jalan keluar yang Allah berikan adalah pertobatan bahkan Yesus juga memberitakan, “...
terletak pada “Ia sebagai manusia yang tidak berdosa”. bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Markus 1:15). Para rasul juga meneruskan pelayanan
perdamaian itu kepada semua orang berdosa. Seperti yang dikatakan Petrus kepada orang-
Tiga jabatan yang diemban Yesus, yaitu sebagai Imam, Raja dan Nabi. Ketiga jabatan tersebut orang di Yerusalem ketika mereka ditegur, tertempelak dan menyadari dosanya; “Bertobatlah
dalam pekerjaan-Nya selalu berkaitan antara satu dengan yang lainnya. dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis didalam nama Yesus Kristus
untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kisah Para
Makna kematian Yesus Kristus bagi kita, yaitu Ia mati karena dosa-dosa kita dengan Rasul 2:38). Tanpa pertobatan tidak ada pengampunan dosa dan tanpa pengampunan dosa
kematian-Nya kita beroleh penebusan dan pembebasan dari dosa. Kematian-Nya juga tidak ada hidup kekal atau keselamatan.
membawa perdamaian antara kita orang berdosa dengan Allah.
Pembenaran dan kelahiran baru terjadi karena iman di dalam darah Yesus Kristus
Makna kebangkitan Yesus Kristus bagi kita, yaitu memberikan pengharapan bagi seluruh yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
umat percaya akan dibangkitkan sama seperti Yesus. Kebangkitan Yesus memposisikan diri-
Nya sebagai pembela kita (Roma 8:34). I. Pembenaran Karena Iman.
Konsep pembenaran terkait erat dengan proses legal manusia di hadapan Allah. Karena
Makna kenaikan Yesus Kristus bagi kita, yaitu menyediakan tempat bagi setiap orang
yang percaya. Kenaikan-Nya berhubungan dengan pencurahan Roh Kudus (Yohanes 7:39), Ia itu, pembenaran Allah oleh iman merupakan elemen penting dalam usaha memahami
naik ke sorga dan berjanji akan datang kembali dengan cara yang sama pada kedatangan-Nya secara komprehensif tentang konsep keselamatan dari Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus.
yang kedua. Pembenaran bermula dan berakhir pada Allah. Dalam Roma 3:26, dinyatakan bahwa Ia adalah
benar dan juga membenarkan orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah sehingga harus bertobat dan
berpaling kepada Allah untuk menerima pengampunan dosa Istilah pembenaran (justification) merupakan istilah dimana seseorang dinyatakan benar
dalam hubungannya dengan Allah. Dengan kata lain, pembenaran merupakan tindakan
Pernyataan tentang keberdosaan manusia dinyatakan dengan jelas dalam Alkitab. Firman Allah mengumandangkan orang berdosa, benar dimata-Nya. Manusia berdosa diampuni dan
Tuhan mengatakan bahwa “Semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” dinyatakan telah memenuhi semua tuntutan hukum Allah kepada mereka. Sarana utamanya
(Roma 3:23). terletak di dalam iman kepada Yesus Kristus.
Tetapi dipihak lain ada pandangan dari agama lain yang menyatakan bahwa manusia yang Hasil pembenaran oleh iman kepada Yesus Kristus, dapat dirangkum sebagai berikut:
baru lahir masih suci dan bersih. Hal ini juga dikemukakan dalam salah satu teori psikologi 1. Manusia berdamai dengan Allah (Roma 5:1).
yang disebut tabularasa. Seorang bayi diibaratkan dengan kertas putih atau ‘eja lilin’ yang belum 2. Manusia dapat akses untuk dapat menikmati hadirat Allah waktu menyembah, memuji
ditulisi. Lingkunganlah yang dianggap berperan untuk memberi warna dalam kehidupannya.
Jika ia ditulisi dengan tinta merah, maka ia akan menjadi merah. Sebaliknya jika ia ditulisi dan berdoa.
dengan tinta hitam, ia akan menjadi hitam. 3. Manusia termotifasi waktu hidup bagi kebenaran dan kekudusan.
4. Pembebasan dari penghukuman dosa (bnd. Roma 8:1, 33,34).
Berbeda dengan pandangan tersebut, iman Kristen menegaskan bahwa semua orang telah 5. Pembebasan murka Allah yang menimpa manusia beriman sebagai akibat dosanya (bnd.
berbuat dosa, termasuk bayi yang baru lahir. Walaupun seorang bayi belum bisa berbuat apa-
apa tetapi ia merupakan orang berdosa, karena benih dosa sudah ada di dalamnya dan akan 1 Petrus 2:24).
semakin nampak jelas bersamaan dengan perkembangan dan pertumbuhannya. “Jika ia berkata
bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam II. Kelahiran Baru Karena Iman Yang Dikerjakan Roh Kudus
kita” (1 Yohanes 1:8). Kelahiran baru merupakan salah satu bagian inti dari usaha memahami secara
Manusia yang berdosa itu mengalami kehilangan, yakni kehilangan kemuliaan Allah. komprehensif tentang keselamatan di dalam Yesus Kristus. Pembenaran menyangkut ketetapan
Kemuliaan yang dimiliki oleh manusia adalah bersekutu dengan Allah. Ia dapat berhubungan yuridis, status manusia berdosa yang mempercayai pekerjaan Kristus di atas kayu salib di
langsung dengan Allah. Namun setelah manusia berbuat dosa, ia terpisah dari Allah. Manusia mana dibutuhkan iman kepada pekerjaan tersebut maka kelahiran baru merupakan pekerjaan
tidak dapat lagi berhubungan dengan Allah. Bahkan manusia diusir dari hadapan Allah tersembunyi yang dilakukan Roh Kudus atas seseorang yang menerima pembenaran.
kemudian firman Allah menyatakan; “Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak seorang
Gambaran Alkitab mengenai kelahiran baru diungkapkan beragam, gamblang dan
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 169
bervariasi mulai dari istilah dilahirkan kembali (Yohanes 3:3), dilahirkan dari air dan Roh Dibedakan antara baptisan Yohanes sebagai baptisan pertobatan (Matius 3:11, Markus 1:4,
(Yohanes 3:5), kelahiran kembali (Titus 3:5), dihidupkan dari mati secara rohani (Efesus 2:5), Lukas 3:3) dan baptisan air dalam Tuhan Yesus yang mendatangkan keselamatan. Keduanya
mengenakan manusia baru (Efesus 4:24; Kolose 3:10). dilandasi oleh iman.
Kata Yunani yang digunakan adalah anothen yang artinya sebagai “dari atas”. Hal itu Baptisan air adalah perintah Tuhan dan merupakan Amanat Agung Tuhan Yesus tercatat
berarti dikerjakan oleh Allah maka sangat tepat bila dikatakan “dilahirkan kembali” atau dalam Alkitab:
“dilahirkan baru” (bnd. Yohanes 3:4). Hasil-hasil kelahiran baru adalah sebagai berikut: 1. Matius 28:18-20: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena
1. Kelahiran baru menjadikan orang percaya itu menjadi anak Allah. Hal itu berarti semua
itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama
milik Bapa di sorga itu tersedia baginya sekarang dan selamanya (lih. Yohanes 1:12; Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
Galatia 3:26; Roma 8:16-17). Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
2. Kelahiran baru menjadikan seseorang menjadi ciptaan baru dengan hati yang baru (2 kepada akhir zaman”.
Korintus 5:17). Bukannya perubahan fisik (Roma 8:9), namun bentuk atau pola hidupnya 2. Markus 16:15-16: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
tidak lagi mengikuti orang dunia. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan
3. Kelahiran baru menjadikan orang-orang percaya menjadi pewaris kodrat Allah (Efesus dihukum”.
4:24; Kolose 3:10). Kodrat lama yang hancur dan bejat total diganti dengan kodrat baru. Dalam pelaksanaannya dalam Kisah Para Rasul 1:8, Kisah Para Rasul 2:4, 7-8, 11, 37, 41-
4. Kelahiran mengakibatkan hadirnya ciri hidup “kasih kepada semua saudara” (1 Yohanes 43 dan 47 dan Kisah Para Rasul 10:5, maka tanda-tanda dalam Markus 16:17 menyertai orang
3:14; 4:7). Siapakah sesama saudara itu? Jawabannya terdapat dalam 1 Yohanes 5:1, yang percaya.
“Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah, dan setiap orang Jadi penerimaan Injil dan penjadian murid Kristus, didukung oleh penyertaan dan kuasa-
yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga yang lahir dari pada-Nya”. Apakah Nya sehingga baptisan sebagai tindakan iman dalam penerimaan Injil disertai dengan kuasa
pernyataan kasih itu? Jawabannya terlihat dalam 1 Yohanes 3:16, 18 yaitu “menyerahkan maupun tanda Tuhan Yesus Kristus yang mendatangkan hidup baru di dalam Yesus Tuhan.
nyawa, mengasihi dengan perbuatan dan kebenaran”. Dapat disimpulkan bahwa syarat untuk dapat dibaptis adalah:
5. Kelahiran baru menjadikan orang percaya berbuat kebenaran. “Jikalau kamu tahu, bahwa 1. Bertobat dan percaya pada Injil dan menerima Tuhan Yesus Kristus secara pribadi
Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir (Markus 16:16 dan Kisah Para Rasul 2:38, 19:5).
daripada-Nya” (1 Yohanes 2:29). 2. Menjadi murid Tuhan Yesus (Matius 28:10-20).
6. Kelahiran baru menjadikan orang percaya tidak akan hidup dalam dosa. “Setiap orang
yang lahir dari ALLAH, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada dalam dia; ia Makna Baptisan
tidak dapat berbuat dosa lagi karena ia lahir dari ALLAH” (1 Yohanes 3:9). “Kita tahu, Makna baptisan secara Alkitabiah tercatat dalam Alkitab antara lain:
bahwa setiap orang yang lahir dari ALLAH, tidak berbuat dosa, tetapi Dia lahir dari
ALLAH melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya” (1 Yohanes 5:18). Roma 6:3-11 khususnya ayat 3-4: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah
7. Kelahiran baru menjadikan orang percaya memiliki sensitifitas yang baru kepada perkara- dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikubur
perkara rohani, suatu arah hidup yang baru dan mempunyai kemampuan yang meningkat bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya sama seperti Kristus telah
untuk mentaati Allah. Hal ini memungkinkan terjadi sebab sekarang dia telah menjadi dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam
ciptaan yang baru. “Sebab itu barangsiapa yang ada dalam Kristus, ia adaalah ciptaan hidup yang baru.”
baru, sesungguhnya yang lama sudah berlalu” (2 Korintus 5:17). Jadi hidup yang baru
telah menjadi nyata di dalam hidup sekarang ini, sekalipun kesempurnaannya baru akan Kolose 2:12: “Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan dan didalam Dia kamu turut
menjadi kenyataan kelak pada akhir zaman. dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan
8. Dengan pembaruan yang sekarang telah berlaku di dalam hidup orang beriman, diberi Dia dari orang mati”.
jaminan bahwa kelak ia akan menerima kesempurnaannya (2 Korintus 1:20-22 bnd. 5:5;
Efesus 1:13-14). 1 Petrus 3:21: “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya yaitu baptisan, maksudnya
bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang
Setiap orang yang bertobat harus dibaptis secara selam dalam nama Bapa, Putra dan baik kepada Allah oleh kebangkitan Yesus Kristus.”
Roh Kudus, dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Jadi baptisan adalah tindakan iman, yaitu percaya kepada Injil bahwa Kristus telah mati
Baptisan air adalah salah satu dari dua sakramen gereja non Roma Katolik, sejak awal karena dosa kita, bahwa Ia dikuburkan dan dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan kitab
abad pertama. Perjamuan Kudus adalah sakramen gerejawi yang kedua. suci (1 Korintus 15:3-4) dan memberi kehidupan baru bagi setiap orang yang percaya dan
menerima Dia (Roma 6:3-5).
170
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pelaksanaan Baptisan Air Arti kesucian (kekudusan).
Pelaksanaan baptisan air sesuai dengan Alkitab ialah diselam, sesuai dengan arti kata Dalam Perjanjian Lama kata kudus diterjemahkan dari akar kata Ibrani qados yang
baptis (baptiso, baptisomay) ialah dicelup total atau diselam. Dalam Matius 3:13-17, Kisah berarti dipisahkan untuk keperluan atau tujuan khusus yang berkaitan dengan rencana Tuhan
Para Rasul 8:38-39 disebutkan mereka turun ke dalam air dan setelah dibaptis maka mereka (Imamat 20:26), Misalnya:
keluar dari dalam air dan bukan keluar dari sungai atau kolam. Dan hal ini sesuai dengan arti • Semua anak sulung dipisahkan untuk melayani Tuhan sebelum dipilih suku Lewi
baptisan (Roma 6:3-4, Kolose 2:11-12, dan 1 Petrus 1:3).
(Keluaran 13:2).
Penyucian hidup adalah buah kelahiran baru karena percaya dalam darah Yesus Kristus yang • Harun dan anak-anaknya ditahbiskan dan dikuduskan (dipisahkan) untuk pelayanan
dikerjakan oleh kuasa firman Allah dan Roh Kudus; karena itu kesucian adalah asas dan
prinsip hidup umat Kristen. Imamat (Keluaran 28:41).
• Tabernakel (Kemah Pertemuan) dan alat-alat dipisahkan/dikuduskan untuk keperluas
Penyucian hidup adalah buah kelahiran baru dalam darah Yesus Kristus yang dikejakan
oleh kuasa firman Allah dan Roh Kudus. khusus, yaitu tempat Tuhan berdiam di tengah umat-Nya (Imamat 30:29; 8:10 dan
Keluaran 25:8).
Perubahan status orang berdosa yang harus dihukum dan dibinasakan (Roma 6:23; 1:18) Dan dalam Perjanjian Baru untuk kekudusan diambil dari kata Hagiasmos yang berarti
menjadi orang yang dinyatakan benar dan kudus atau dengan kata lain menerima penyucian terpisah dari yang duniawi, dari yang tercemar. Untuk terpisah dari yang tercemar atau yang
hidup karena bertobat dan percaya Tuhan Yesus. Percaya Tuhan Yesus artinya menerima dan duniawi merupakan proses yang terus menerus. Dalam Roma 6:22 teretera kalimat yang
mengakui sengsara, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus untuk menebus orang percaya. mengatakan: “membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang
Orang berdosa tidak mungkin sadar dosanya dan membutuhkan karya keselamatan Yesus kekal.”
kalau bukan oleh pekerjaan Roh dan Injil atau Firman Tuhan (Yohanes 16:8; Kisah Para Rasul Beroleh status dibenarkan karena iman (justification) didalamnya termasuk kelahiran baru
2:37, 38; 1 Korintus 12:3; Roma 1:16). Hal tersebut sudah dijelaskan dalam butir ke-5 dan ini untuk memasuki proses karakter/kualitas kudus (sanctification) dan seluruhnya adalah bagian
dikenal dengan fenomena atau peristiwa kelahiran baru, pada saat orang menerima Tuhan keselamatan (karakter hidup kekal). Jadi keselamatan adalah proses yang terus menerus mulai
Yesus ia menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah yang diperanakkan bukan dari darah dari mengenal Yesus, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, mengagumi
dan daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki melainkan dari Allah Yesus, melekat dengan Yesus menjadi murid yang setia sampai kita menjadi seperti Yesus.
(Yohanes 1:12, 13). Jadi pemahaman keselamatan yang salah harus dikoreksi. Keselamatan adalah anugerah
Allah yang hanya diterima dengan iman (solagracia, solafide), biarpun kita lemah masih bisa
Perbedaan penyucian hidup dengan kesucian sebagai prinsip hidup umat Kristen dapat jatuh dalam dosa. Ini dapat dikatakan benar untuk keselamatan dalam pengertian mendapat
dijelaskan sebagai berikut: justification. Tapi ini jangan dipakai dalih pembenaran kelemahan kita sehingga muncul sikap
1. Penyucian hidup yang berkaitan dengan lahir baru (justification). Sama seperti anak keselamatan hanya anugerah, sekali selamat tetap selamat walaupun kita hidup dalam dosa.
Sikap yang demikian dapat dikatakan hanya menerima sebagian kebenaran, sebagian
lahir pada satu saat, pada jam dan hari tertentu, bukan oleh jasa atau perjuangan si bayi. keselamatan, yaitu mendapat status dibenarkan atau justification (hanya fondasi, belum
Demikian pula lahir baru, dapat status dibenarkan dan kudus terjadi pada saat menerima ada bangunan di atasnya yang wajib dibangun oleh orang yang percaya, 1 Korintus 3:11,
Yesus bukan oleh jasa atau perjuangan manusia tetapi hanya oleh iman. Dan sekaligus dst), orang percaya setelah dimerdekakan dari dosa harus menjadi hamba Allah (hamba
diberi upah batiniah, yaitu rasa muak terhadap kehidupan lama yang berdosa (Yehezkiel kebenaran) sehingga akan memperoleh buah yang membawa kepada pengudusan dan sebagai
36:31) dan ingin yang baru dalam kebenaran (2 Korintus 5:17). Dan ini menjadi dasar kesudahannya ialah hidup yang kekal (Roma 6:19-22).
untuk menindak lanjuti langkah berikut ini.
2. Kesucian/kekudusan sebagai prinsip hidup (sanctification). Hidup dalam kesucian Tujuan keselamatan adalah pengudusan hidup sampai memiliki karakter Kristus.
merupakan tindak lanjut dari kelahiran baru, diberi kuasa menjadi anak-anak Allah Dan tujuan akhir dari keselamatan adalah menjadi serupa dan memiliki karakter seperti
arti utamanya adalah kemampuan menjalani hidup yang baru yaitu kesucian hidup dan
ini merupakan proses yang terus menerus. Yang pertama orang percaya karena imannya Yesus. “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula (diselamatkan dalam Kristus), mereka
mendapat status orang kudus (justification) kemudian terpanggil untuk hidup dan memiliki juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya...” Roma
karakter kudus (sanctification) (1 Korintus 1:2; 1 Petrus 1:15,160 dan dalam ketaatan sebagai 8:29. Jadi tujuan keselamatan adalah kembali (dipulihkan) pada desain Allah semula dalam
hamba Allah/Kebenaran (Roma 6:22). posisi (Kejadian 1:26-28), dimana manusia menjadi sekutu Allah atau kawan (mitra) kerja
Allah dan sebagai finalnya kalau kita menang kita akan diberi makan buah pohon kehidupan
Isi butir pengakuan iman. di taman Firdaus Allah dan didudukkan dalam kemuliaan bersama Yesus di atas tahta-Nya,
Kesucian itulah asas dan prinsip hidup umat Kristen. Atau dengan perkataan lain, Wahyu 2:7; 3:21. Inilah yang dimaksud keselamatan yang disempurnakan yaitu lewat proses
pengudusan, tidak bisa tanpa pengudusan dan bila Yesus datang kembali yang dibangkitkan
kesucian itu harus menjadi gaya hidup orang Kristen, menjadi way of life orang percaya. atau yang diangkat serta diundang masuk perjamuan kawin Anak Domba yang kemudian ikut
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
171
memerintah dalam kerajaan 1000 tahun adalah mereka yang berbahagia dan kudus (Wahyu dalam Kisah Para Rasul dan yang perlu menjadi catatan penting adalah bahwa Lukas membuat
20:6). Pengertian keselamatan termasuk dirancang masuk dalam kondisi tak bercacat cela laporan yang bersifat sejarah di dalam Kisah Para Rasul bukan demi kepentingan sejarah
Efesus 1:4, 5:27, dan orang yang mempunyai harapan memasuki kemuliaan yang tersebut di semata. Ia mengumpulkan data sejarah untuk mengajarkan pembacanya tentang apa yang
atas pasti akan menyucikan diri, 1 Yohanes 3:1-3. Allah sedang selesaikan di dunia dan apa yang Allah perintahkan kepada orang percaya untuk
melakukan di dalam dan melalui peristiwa-peristiwa yang akan ia ceritakan. Lukas memiliki
Kalau itu pengertian yang lengkap tentang keselamatan maka muncul pertanyaan maksud teologis ketika ia menceritakan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan Roh Kudus,
keselamatan itu anugerah atau hasil usaha manusia? Maka jawabannya, keselamatan adalah demikian pula dengan peristiwa baptisan Roh Kudus.
anugerah Allah dan usaha ketaatan manusia, artinya bagian (aspek) Allah dan bagian manusia.
Di dalam menceritakan peristiwa-peristiwa baptisan Roh Kudus, Lukas menggunakan
Memang untuk keselamatan tahap permulaan yaitu mendapat status dibenarkan berbagai istilah. Istilah-istilah itu adalah dibaptis dengan Roh (Kudus), janji Bapa, karunia
(justification) hanya semata Anugerah Allah dan bagian manusia meresponi dengan iman dan Roh, dipenuhi Roh (Kudus), pencurahan Roh Kudus, menerima Roh Kudus, turunnya Roh.
mengaktualisasikan dalam hidup sehari-hari. Dan untuk masuk dalam proses pengudusan Kesemua istilah itu menunjuk kepada pengertian yang sama, yaitu pemberdayaan oleh Roh
(sanctification). Kudus kepada seseorang atau kelompok orang untuk sebuah pelayanan atau misi. Dalam
penggunaan istilah dipenuhi Roh, Lukas melaporkan bahwa pemenuhan Roh ini dapat terjadi
Dalam proses pengudusan ada bagian Allah dan bagian manusia. berulang. Petrus dipenuhi Roh pada hari Pentakosta di dalam Kisah Para Rasul 2:4, ia juga
a. Bagian Allah dipenuhi Roh di dalam Kisah Para Rasul 4:8. Demikian pula di dalam Kisah Para Rasul 9:17
dan 13:9.
Inisiatif yang pertama dari Allah: “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu
seluruhnya....” (I Tesalonika 5:23), dengan karya Roh-Nya memberi kelahiran baru yang harus Baptisan Roh yang tertera di dalam Pengakuan Iman GBI ini bukanlah satu peristiwa
ditumbuhkembangkan manusia sehingga potensi taat dan tunduk dengan melatih diri semakin yang sama dengan pertobatan dan penyatuan orang yang bertobat ke dalam tubuh Kristus.
tinggi (2 Timotius 2:4-6). Allah yang memberikan kemauan, pekerjaan (upaya) untuk taat dan Memang Paulus melaporkan tentang baptisan oleh Roh pada peristiwa pertobatan seseorang
tunduk (Filipi 2:13). dan orang tersebut disatukan ke dalam tubuh Kristus/gereja (1 Korintus 12:13). Pengajaran
Paulus ini diyakini pula oleh GBI sebagai karya Roh di dalam pembenaran dan kelahiran baru
Tuhan memberi sarana pengudusan, yaitu darah-Nya dan Roh-Nya (1 Petrus 1:2; 1 Yohanes (bnd. Pengakuan Iman GBI butir 5), (Kisah Para Rasul 2:1; 8:12). Jadi baptisan Roh mengikuti
1:7) serta Firman-Nya (Yohanes 15:3; 17:17). Allah juga yang membantu memunculkan buah pertobatan dan penyucian hati.
Roh (Galatia 5:22).
b. Bagian Manusia Kisah Para Rasul menghubungkan baptisan Roh dengan bahasa Roh. Manifestasi
berbahasa Roh muncul di dalam Kisah Para Rasul selalu dalam peristiwa baptisan Roh.
Kerjakan (aktualisasikan) keselamatanmu dengan takut dan gentar (Filipi 2:12), Bahasa Roh yang muncul di dalam peristiwa baptisan bersumber dari Roh itu sendiri. Di sini
terjemahan lain mengatakan: to work out your own salvation, artinya upaya tersebut bukan berarti bahasa tidak dapat dipelajari atau diajarkan oleh seseorang. Bahasa Roh ini menandai
untuk menerima (memulai) keselamatan tetapi berangkat dari keselamatan yang telah diterima. seseorang dibaptis Roh Kudus.
Karena itu Rasul Paulus dalam 1 Timotius 6:11-12 mengatakan: “Hai manusia Allah jauhilah
(cinta akan uang), kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Baptisan Roh sesungguhnya dimaksudkan oleh Tuhan untuk memberdayakan orang
Bertanding... dan rebutlah hidup yang kekal.” percaya untuk sebuah pelayanan dan juga memberi daya tahan orang tersebut untuk bertahan
dalam penderitaan akibat pelayanan yang ia emban. Hal ini dapat dilihat dalam perubahan diri
Karena itu orang yang telah lahir baru harus mampu dengan Kuasa Roh mematikan sifat Petrus dari seorang pengecut menjadi pemberani untuk bersaksi apapun akibatnya. Demikian
daging (sarx), manusia lama (Roma 8:13, Galatia 5:16-21) dan memberi diri dipimpin oleh juga terjadi di dalam diri Paulus dari seorang penganiaya menjadi teraniaya karena pelayanannya.
Roh (Galatia 5:18, 25) dengan membuang dan mematikan hal-hal negatif yang terus-menerus
diperbaharui (Kolose 3:10). Bagaimana kita menerima baptisan Roh Kudus? Sesungguhnya baptisan Roh merupakan
karunia. Oleh sebab itu pemberian karunia ini adalah kedaulatan Roh kepada orang-orang
Karena itu kesucian adalah gaya hidup (asas dan prinsip hidup) orang Kristen yang telah percaya yang menanti dan meminta di dalam doa dengan iman. Penerimaan karunia dapat
lahir baru dan akan menjadi realitas karena karya Allah yang telah mencurahkan anugerah- dilakukan baik dengan maupun tanpa penumpangan tangan.
Nya yang melimpah dalam persekutuan (melekat) dengan Kristus yang terus-menerus dan
upaya ketundukan manusia pada firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus. Perjamuan Kudus dilakukan setiap kali untuk meneguhkan persekutuan kita dengan Tuhan
dan satu dengan yang lainsebagai gereja.
Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk semua orang yang telah disucikan hatinya;
tanda awal baptisan Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana Perjamuan Kudus adalah salah satu dari dua sakramen yang dilaksanakan oleh Gereja
diilhamkan oleh Roh Kudus. Bethel Indonesia. Sakramen selalu berkaitan dengan “tanda” dan “meterai” perjanjian antara
Allah dengan umat-Nya.
Pembahasan tentang baptisan Roh Kudus ini adalah usaha memahami Pengakuan Iman
Gereja Bethel Indonesia. Kedua butir ini sangat dipengaruhi oleh laporan Lukas, khususnya di Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
172
Saat kita melaksanakan Perjamuan Kudus, dimana menggunakan sarana roti (gambaran tubuh kita dari segala penyakit. “Oleh bilur-bilur-Nya kita diselamatkan” (Yesaya 53:5; Matius
dari tubuh Kristus) dan anggur (gambaran dari darah Kristus) yang kita makan dan minum itu 8:17; 1 Petrus 2:24).
melambangkan kita menyatukan diri dengan kematian dan karya keselamatan Yesus Kristus (1
Korintus 10:16, 17). Tuhan Yesus Kristus sudah bangkit dari antara orang mati, sekarang duduk di sebelah
kanan Bapa. Hari ini juga Ia menyembuhkan segala penyakit tiap-tiap orang percaya dengan
Perjamuan Kudus yang kita lakukan saat ini mengacu pada perjamuan yang diadakan perantaraan hamba-hamba-Nya yang diurapi dengan Roh Kudus. Mereka menumpangkan
Tuhan Yesus beserta murid-murid-Nya pada malam sebelum Ia disalibkan (Matius 26:26-29, tangan atau mengurapi dengan minyak dalam nama Tuhan Yesus dan memerintahkan dengan
Markus 14:22-26, Lukas 22:19 dan 1 Korintus 11:23-26). Firman Tuhan, maka kesembuhan ilahi akan terjadi dalam tubuh orang percaya itu. Untuk
pelayanan ini, Tuhan menyediakan karunia kesembuhan, karunia iman, karunia mujizat dari
GBI menolak konsep “Transsubstansiasi” (perubahan substansi roti dan anggur menjadi Roh Kudus (1 Korintus 12:9-10).
tubuh dan darah Yesus), karena konsep ini tidak Alkitabiah. Jadi secara tegas GBI menolak me-
magis-kan roti dan anggur yang digunakan dalam Perjamuan Kudus. Pelayanan kesembuhan ilahi dengan jalan berdoa ini harus berjalan terus bersama-sama
dengan pelayanan Pekabaran Injil untuk keselamatan manusia dari dosanya. Inilah tanda
Konsep “Konsubstansiasi” (Kristus hadir di dalam, bersama-sama dan di bawah tanda bahwa Yesus Kristus yang hidup itu menyertai kita dan menetapkan Firman-Nya senantiasa
roti dan anggur) bisa kita terima selama pelaku Perjamuan Kudus itu mengerti dan memahami (Markus 16:20).
makna roti dan anggur yang hanya sebagai lambang kehadiran Yesus dalam sakramen itu.
Kita yakin bahwa Yesus hadir secara rohani dan terus bertindak dengan dinamis saat kita Tuhan Yesus Kristus akan turun dari sorga untuk membangkitkan semua umat-Nya yang telah
melakukan Perjamuan Kudus. mati di dalam Dia dan mengangkatnya bersama-sama semua umat-Nya yang masih hidup lalu
Makna sakramen Perjamuan Kudus, yaitu dalam Perjamuan Kudus terjadi persekutuan bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudus-Nya
antara orang percaya dengan kematian Yesus di kayu salib, juga antara orang percaya dengan untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini.
sesama anggota tubuh Kristus lainnya. Perjamuan Kudus memiliki nilai peringatan akan
karya penebusan Allah bagi setiap orang yang percaya. Perjamuan Kudus mengandung arti Janji kedatangan Kristus kedua kali pasti digenapi seperti halnya janji atau nubuat
pemberitaan kematian Yesus kepada semua orang. Perjamuan Kudus mengajar agar kita selalu kedatangan-Nya yang pertama (2 Petrus 3:8-9; Bilangan 23:19; Matius 24:35). Janji bahwa
mengucap syukur akan karya Allah bagi manusia. Kristus akan datang kembali tidak hanya disampaikan oleh malaikat ketia Ia naik ke surga
(Kisah Para Rasul 1:11) tetapi diucapkan juga oleh Yesus sendiri (Yohanes 14:2,3).
Kesembuhan ilahi tersedia dalam korban penebusan Yesus
untuk semua orang yang percaya. Tentang ajaran ini, GBI mempunyai pandangan atau paham Premilenium Dispensasional,
yaitu ajaran tentang kedatangan Yesus kembali yang meliputi dua tahap.
Korban penebusan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib adalah korban yang sempurna
untuk keselamatan tubuh, jiwa dan roh manusia. Tahap pertama: Pengangkatan gereja yang sempurna dari bumi (rapture atau parousia).
Yesus datang di udara (1 Tesalonika 4:16,17) dan mengangkat gereja sehingga tidak mengalami
Darah-Nya yang sudah tertumpah itu adalah untuk menyucikan segala dosa kita (Ibrani kesusahan besar atau tribulasi (Wahyu 7:14) di bawah pemerintahan antikristus. Namun dengan
9:14-28; 1 Yohanes 7:9). Ada hubungan yang erat antara dosa manusia dan penyakit. Penyakit catatan bahwa GBI tidak menekankan berapa lama waktunya, karena kita tidak mengetahui
mulai nyata sesudah manusia jatuh dalam dosa, yaitu melanggar ketetapan Allah. Penyakit itu kapan saatnya pengangkatan gereja. GBI tidak menekankan pada teori rapture yang sifatnya
adalah akibat pelanggaran hukum, baik hukum Allah maupun hukum alam. spekulatif, misalnya: teori pre-tribulasi, mid-tribulasi atau post-tribulasi.
Terhadap anak-anak Tuhan, Allah mempunyai hukum yang istimewa. Dalam Keluaran Tahap kedua: Kedatangan yang tampak dari Kristus (revelation atau apocalypses) bersama
15:26, Tuhan berfirman: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu orang-orang kudus-Nya untuk memerintah di bumi selama seribu tahun dan berpusat di
dan melakukan apa yang benar dimata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah- Yerusalem (Matius 16:27; 24:30: Wahyu 20:1-6).
perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan
kepadamu penyakit manapun, yang telah kutimpakan kepada orang Mesir, sebab Aku TUHAN- GBI menolak upaya menghitung dan menetapkan saat kedatangan Yesus kembali. Ajaran
lah yang menyembuhkan engkau”. Inilah perjanjian Tuhan secara khusus kepada umat-Nya. ini menyesatkan, karena Alkitab denga tegas menyatakan bahwa tidak seorangpun yang tahu,
Tuhan adalah Tabib (Dokter) yang setiawan dan yang Maha Kuasa. Lebih nyata lagi kehendak hanya Bapa sendiri yang tahu (Matius 24:36; Kisah Para Rasul 1:7). Adalah lebih bertanggung
Tuhan dalam hal ini pada waktu Tuhan Yesus datang di dalam dunia ini, Ia berjalan keliling jawab untuk mengajarkan dan menekankan hal-hal yang diperintahkan Yesus sambil kita
untuk melepaskan tiap-tiap orang yang dirasuk setan dan menyembuhkan segala orang sakit menantikan kedatangan-Nya kedua kali, yaitu:
yang percaya kepada-Nya (Kisah Para Rasul 10:38; Markus 16:15-18). Jalan untuk menerima w Bertahan sampai kesudahan dan hidup dalam kasih (Matius 24:12,13).
kesembuhan ilahi, ialah iman yang hidup dalam korban penebusan Tuhan Yesus Kristus bagi w Memberitakan Injil kepada seluruh bangsa (Matius 24:14).
orang percaya. Sama seperti darah-Nya mempunyai kuasa untuk menyucikan dosa kita, begitu w Berjaga-jaga (dan berdoa) serta siap sedia (Matius 24:42, 44).
juga bilur-Nya (daging-Nya yang telah hancur) mempunyai kuasa untuk menyembuhkan w Melakukan tugas yang diberikan tuannya (Matius 24:46).
w Menjalin kebersamaan dan kerja sama di antara para hamba (Matius 24:49-51).
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
173
Pada akhirnya semua orang mati akan dibangkitkan, PENGAKUAN IMAN GBI
orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang pertama (versi ringkas)
dan menerima hidup kekal, tetapi orang jahat akan bangkit
Aku percaya bahwa:
pada kebangkitan yang kedua dan menerima - Alkitab adalah firman Allah.
hukuman selama-lamanya. - Allah yang Esa itu Tritunggal adanya.
- Yesus yang mati, bangkit, naik ke sorga adalah Juruselamat, pengantara kita dan Raja segala
Pengakuan ini dimulai dengan peringatan: “Pada akhirnya semua orang mati akan
dibangkitkan”. Pada akhirnya memberikan peringatan bahwa waktu dan ruang akan berakhir raja.
eksistensinya. Sedang semua orang mati akan dibangkitkan menegaskan bahwa manusia - Manusia berdosa harus bertobat dan beriman agar diampuni, dibenarkan dan
adalah makhluk kekal, hanya apakah dia kekal disorga atau kekal di neraka. Oleh karena itu
akan terjadi kebangkitan orang mati secara fisik pada akhir zaman, dengan tidak meragukan dilahirbarukan lalu dibaptis secara selam dan hidup suci.
kuasa dan cara Allah untuk membangkitkannya. - Bahasa roh adalah tanda awal baptisan Roh Kudus.
- Gereja melakukan perjamuan kudus dan meyakini kesembuhan ilahi.
Selanjutnya orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang pertama dan menerima - Tuhan Yesus akan datang kembali, ada kebangkitan tubuh, kerajaan seribu tahun, hukuman
hidup kekal, menegaskan keyakinan akan kepastian keselamatan bagi orang benar, yaitu orang
yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan secara pribadi (Yohanes 5:24; kekal dan hidup yang kekal.
Roma 3:24; Yohanes 5:28,29; Efesus 2:8,9; Galatia 3:13; 4:5). Kebangkitan pertama akan terjadi
pada tahap pertama dari kedatangan Yesus kembali, yaitu pengangkatan gereja (1 Tesalonika
4:16,17). Mereka akan diberi tubuh kemuliaan, tubuh rohani yang tidak dapat dibinasakan
(1 Korintus 15:33-44; 49, 52). Dan mereka akan menerima hidup kekal/keselamatan yang
sepenuhnya dan juga menerima pahala atas pelayanannya.
Di lain pihak orang jahat akan bangkit pada kebangkitan yang kedua dan menerima
hukuman selama-lamanya. Orang jahat adalah mereka yang tidak percaya Yesus, yang akan
dibangkitkan pada akhir kerajaan 1000 tahun untuk menerima hukuman kekal (kebangkitan
kedua, Kisah Para Rasul 24:15; Wahyu 20:11-13).
Mereka akan dilemparkan ke dalam lautan api (Wahyu 20:14,15), di neraka atau Gehenna
(Yeremia 7:32; 14:6; Matius 23:14,33; 25:41, 46), tempat penghukuman akhir yang tak
berkesudahan.
174 Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
SUPLEMEN V 12. Seorang pejabat GBI tidak mengeksploitasi, memanfaatkan dan memanipulasi orang
ETIKA KEPENDETAAN untuk keuntungan diri sendiri atau orang lain (Kisah Para Rasul 20:17-38; 1 Samuel 12:3)
yang merupakan tindakan tidak etis dan berdosa.
ETIKA KEPENDETAAN
GEREJA BETHEL INDONESIA 13. Seorang pejabat GBI harus bersedia dikoreksi, dinasihati dan memberi pertanggung-
jawaban atas tindakannya serta bersedia menerima disiplin gerejawi apabila terbukti
Landasan Etika Kependetaan melakukan tindakan tidak etis (Matius 18:15-17; 1 Korintus 5:11-13; Galatia 6:1).
Butir-butir Etika Kependetaan
1. Etika kependetaan didasarkan pada ajaran Alkitab, yang esensinya dirumuskan dalam
Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia. Butir 1: Komitmen pribadi sebagai seorang pejabat GBI
1.1. Saya setuju dengan landasan etika kependetaan di atas.
2. Semua manusia diciptakan menurut peta/gambar Allah. Pengertian sepenuhnya mengenai 1.2. Saya melayani berdasarkan panggilan khusus Allah pada saya.
hal ini masih merupakan misteri, tetapi seorang pejabat GBI harus memahami bahwa tiap 1.3. Saya mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya, jadi kehendak dan hikmat
manusia mempunyai harkat dan martabat sesuai dengan citranya serta memiliki hak dan
tanggung jawab azasinya. Di hadapan Allah manusia memiliki nilai yang tinggi, melebihi Allah membimbing hidup dan pelayanan saya. Pikiran, perasaan dan karakter Kristus
segala ciptaan yang lain (Markus 8:36-37). Manusia harus memuliakan Allah serta hidup menjadi milik saya (Filipi 2:5; 1 Korintus 2:10-16).
dalam persekutuan dan pengabdian pada Allah sebagai wujud tindakan memuliakan-Nya. 1.4. Saya menerapkan nilai dan prinsip yang diajarkan Kristus dalam Alkitab pada semua yang
(Markus 12:30-31). dipikirkan, diucapkan dan dilakukan.
1.5. Saya bertanggung jawab untuk segala tindakan dan ucapan saya. Saya tidak hidup dalam
3. Tujuan utama Allah dalam karya penebusan-Nya pada manusia adalah menyelamatkan dosa. Saya menghindari perbuatan, tempat dan situasi yang dapat memberi kesan berdosa.
menusia dan menjadikannya dewasa seperti Yesus Kristus (Roma 8:29; Filipi 2:5; Galatia Kesan itu merugikan pelayanan saya dalam kerajaan Allah.
5:22-23). 1.6. Tubuh saya adalah bait Roh Kudus dan saya perlakukan dengan baik (1 Korintus 6:19-
20). Saya tidak merusaknya dengan makan berlebihan atau dengan pemakaian obat
4. Untuk mencapai tujuan itu Allah menyatakan kehendak-Nya melalui Alkitab yang adalah dan zat adiktif tanpa bertanggung jawab. Saya menjaga keseimbangan antara kerja dan
pernyataaan Allah yang lengkap bagi keselamatan dan pendewasaan semua manusia. istirahat dengan baik.
Butir 2: Mengasihi jemaat Tuhan
5. Allah memanggil seseorang sesuai dengan kehendak-Nya untuk menjadi hamba-hamba- 2.1. Saya melayani semua anggota jemaat tanpa membedakan latar belakang, suku, jenis
Nya (Efesus 4:13-15). Hamba-hamba ini adalah kawan sekerja Allah untuk mencapai kelamin, usia, pendidikan, kelas sosial, kekayaan, nilai dan tingkat kerohanian (Roma
tujuan utama tersebut (1 Korintus 3:9). 15:7).
2.2. Saya menjunjung tinggi nilai kehidupan manusia, martabat seorang pribadi, kebebasan
6. Seorang pejabat GBI yang adalah bejana tanah liat, mempunyai tugas mulia memberitakan dan tanggung jawabnya. Saya berusaha mengasihi tiap orang dengan menghendaki,
anugerah Allah kepada manusia. (2 Korintus. 4:1, 5-7). merencanakan dan melakukan yang terbaik baginya (Yohanes 13:34-35) demi kemuliaan
Tuhan.
7. Seorang pejabat GBI haruslah menunjukkan karakter Kristus dalam kepemimpinannya. 2.3. Saya tidak melanggar hak seseorang untuk memilih pola hidup, iman, sikap, tingkah
Keberadaan, perkataaan dan tingkah lakunya haruslah mendekati kesempurnaan Bapa laku dan tempat ibadahnya. Walaupun perpindahan jemaat tidak dapat dielakkan, saya
(1 Timotius 3:1-13; Matius 5:38-48). Dari padanya dituntut kejujuran, ketulusan dan tidak merekayasanya.
integritas yang tinggi dalam kehidupan dan pelayanannya (Matius 7:21-23). 2.4. Saya tidak mengeksploitasi dan memanipulasi anggota jemaat untuk memenuhi
kebutuhan dan ambisi diri sendiri.
8. Seorang pejabat GBI haruslah menjangkau semua orang dengan kasih Kristus (Matius 2.5. Saya mengambil tindakan yang perlu untuk menolong dan melindungi orang lemah
25:31-40; Ibrani 13:16; 2 Korintus 1:3-7; Yohanes 13:34-35; 15:17) dan bertingkah laku demi hidup dan keselamatannya.
mulia (Efesus 4:32). Ia mengasihi Allah, sesamanya dan dirinya sendiri (Lukas 10:27, 29- Butir 3: Keluarga pejabat GBI
37). Ia bahkan harus mengasihi musuh dan orang yang menganiayanya (Matius 5:43-44). 3.1. Saya bertekad dan mempunyai komitmen untuk menjadi seorang pria untuk satu wanita/
Seorang hamba Tuhan haruslah menjadi garam dan terang bagi dunia (Matius 5:13-16). seorang wanita untuk satu pria. Saya hanya terikat pada suami/isteri saya sesuai dengan
9. Seorang pejabat GBI selalu belajar meningkatkan pengenalannya akan Allah dan kehendak- 175
Nya. Ia juga harus terus meningkatkan keterampilan pelayanannya serta integritas dirinya
agar menjadi mediator berkat (1 Timotius 4:11-16).
10. Keluarga diciptakan Allah sendiri (Kejadian 2:18, 21-25). Seorang pejabat GBI harus
memelihara keutuhan dan keharmonisan keluarganya. Ia juga mengasihi setiap keluarga
lain dan melindunginya dari segala usaha untuk merusaknya.
11. Seorang pejabat GBI juga harus melindungi orang-orang yang lemah (Matius 25:39;
Mazmur 41:2-4; Yesaya 58:1-14).
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
janji nikah Kristen (Maleakhi 2:13-16). yang jelas. Pemberitahuan itu haruslah perlu dan relevan dengan situasi. Sedapat mungkin
3.2. Saya tidak berdosa dengan pikiran (berzinah dalam hati) dalam hubungan dengan lawan identitas pribadi dan data situasi yang tidak penting saya ganti agar kerahasiaan tetap terjaga.
6.3. Semua catatan tentang masalah anggota jemaat, saya jaga dan lindungi agar tidak
jenis (Matius 5:27-28; Keluaran 20:17). diketahui orang lain. Data masalah yang tidak terpakai lagi secepatnya saya musnahkan.
3.3. Saya menjauhi dan menghindari sentuhan atau jamahan dengan lawan jenis secara tidak Butir 7: Keterampilan dalam pelayanan
7.1. Sebagai hamba Tuhan saya berjanji untuk melayani sebaik-baiknya secara bertanggung
kudus. jawab.
3.4. Saya menjadi teladan sebagai suami/isteri dan orang tua yang baik dan berwibawa dalam 7.2. Saya selalu bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan menambah pengetahuan,
pengalaman, keterampilan serta kompetensi saya dalam pelayanan melalui berbagai
hubungan dengan pasangan dan anak saya (1 Petrus 3:7; Efesus 5:22-23; 6:4; Filipi 3:18-21). sarana.
3.5. Saya menggunakan seks secara bertanggung jawab dan dengan sukacita bersama pasangan 7.3. Saya melakukan kaderisasi dan mempersiapkan para hamba Tuhan demi kelangsungan
pelayanan dalam Kerajaan Allah (Efesus 4:11-13), serta selalu memberi kesempatan
hidup saya (1 Korintus 7:1-5). pada mereka untuk berkembang.
Butir 4: Penggunaan uang 7.4. Saya mempunyai sikap dan hati seorang bapak terhadap para hamba Tuhan/pengerja
4.1. Saya tidak mencintai uang. Uang hanyalah alat yang digunakan untuk mengabdi kepada dalam didikan saya (1 Timotius 1:2,18). Saya tidak merasa terancam bila mereka maju.
Butir 8: Keterbatasan manusia
Allah dan mencapai tujuan kerajaan-Nya (1 Timotius 6:10; Matius 6:24). 8.1. Saya mengakui keterbatasan saya. Apabila saya mengutip pendapat dan menguraikan kesaksian
4.2. Saya berdisiplin dalam alokasi uang, saya tidak menyimpang dari alokasi tersebut, walau orang lain, saya tidak mengakuinya sebagai pendapat dan pengalaman pribadi saya.
8.2. Saya menghindari memberi kesan kepada jemaat bahwa saya tahu segalanya dan
untuk sementara pun saya tidak memakai uang yang bukan milik saya tanpa ijin nyata/ mempunyai jawaban atas segala masalah (Ulangan 29:29).
tertulis. 8.3. Dengan tulus saya merujuk anggota jemaat yang tidak dapat saya layani karena
4.3. Saya bertindak dan berlaku jujur, adil dan tulus dalam penggunaan uang, baik dalam keterbatasn waktu, kemampuan, suatu sebab pribadi atau sebab-sebab lain, kepada
keluarga, gereja dan masyarakat. hamba Tuhan lain yang mampu melayaninya. Rujukan saya lakukan dengan kasih demi
4.4. Bila saya seorang gembala/pemimpin jemaat, segera setelah keadaan memungkinkan kebaikan anggota jemaat tersebut.
(jumlah jemaat memadai), saya dan keluarga saya tidak menjabat sebagai bendahara jemaat. 8.4. Saya menolak permintaan pelayanan yang melampaui kemampuan saya dan yang
4.5. Saya memiliki gaya hidup yang diterima oleh masyarakat dan jemaat yang saya layani mengorbankan kepentingan keluarga saya.
agar tidak menjadi batu sandungan. Butir 9: Iklan dan promosi
Butir 5: Kedudukan pejabat GBI 9.1. Saya jujur dan menggunakan integritas yang tinggi dalam membuat dan memasang iklan.
5.1. Saya menjadi hamba Tuhan karena panggilan Allah. Tempat saya dalam Kerajaan Allah 9.2. Saya menghindari promosi yang berlebihan, meninggikan manusia, melanggar etika
ditentukan oleh Allah sendiri. Tidak ada yang kebetulan. Kristen dan membahayakan kepentingan Kristen.
5.2. Rekan hamba Tuhan adalah saudara saya. Saya menghormati dan menghargai mereka. 9.3. Saya melakukan promosi di jemaat lain hanya setelah mendapat izin dari hamba Tuhan
Penderitaan mereka adalah penderitaan saya, keberhasilan mereka adalah keberhasilan yang berwenang di sana.
saya. Sukacita mereka adalah sukacita saya, dukacita mereka adalah dukacita saya. Butir 10: Tingkah laku tidak etis dan disiplin gerejawi
5.3. Saya tidak iri, mencurigai, menghakimi dan tidak berusaha menjatuhkan atau memfitnah 10.1. Bila saya mengetahui seorang hamba Tuhan melakukan suatu tindakan dan pelayanan
hamba Tuhan yang lain (Roma 14:4). Sebaliknya saya bersukacita dan bersyukur pada yang tidak etis serta merugikan orang lain, saya menegur dan menasihatinya sebagai
Allah bila seorang hamba Tuhan dipakai Allah dengan berhasil. tindakan kasih sesuai dengan prosedur yang dijalankan dalam Matius 18:15-17.
5.4. Bila saya menerima banyak talenta, karunia Roh Kudus serta mempunyai kedudukan 10.2. Mengenai hal tuduhan terhadap orang lain, saya berdiri pada prinsip 1 Timotius 5:19-20.
yang “baik” dalam Tubuh Kristus, saya tidak sombong karena semuanya itu (kemampuan, 10.3. Bila sangat diperlukan (misalnya dalam situasi yang mengancam nyawa orang lain,
kedudukan, uang, mujizat, jemaat besar, dll.) adalah anugerah Allah (1 Korintus 4:7). pengedaran narkoba, pemerkosaan, hubungan seks dengan anak) di samping disiplin
5.5. Saya mempunyai integritas dalam kata-kata saya. Janji saya harus saya tepati. gerejawi sesuai dengan bimbingan Alkitab, tuntutan pengadilan, saya dukung.
5.6. Saya memprioritaskan pelayanan saya demi kesejahteraan orang lain, bukan berdasarkan
uang, besar jemaat dan kelas sosial. Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Butir 6: Kerahasiaan
6.1. Saya menjaga kerahasiaan orang lain yang adalah hak miliknya yang harus saya hormati.
Saya hanya membuka kerahasiaan demi keselamatan nyawa.
6.2. Saya menjaga ketat ungkapan masalah yang dihadapi seseorang. Saya tidak memberitahu
hal itu kepada orang lain atau kepada umum (misalnya dari mimbar) kecuali dengan ijinnya
176
SUPLEMEN VI - Tata Gereja GBI 2019 (1) Pendeta yang menggembalakan jemaat induk dan mendirikan jemaat cabang/ranting
dengan sendirinya menjadi pendeta pembina bagi pejabat GBI (Pdp./Pdm.) di jemaat
PETUNJUK PELAKSANAAN cabang dan ranting tersebut.
PEMBINAAN DAN SISTEM PENILAIAN PEJABAT
(2) Pendeta yang menggembalakan satu jemaat lokal dan diminta oleh pejabat GBI (Pdp./
GEREJA BETHEL INDONESIA Pdm.) dari satu jemaat lokal lainnya yang belum mempunyai pendeta pembina.
Pendahuluan Pasal 3
a) Latar belakang Persyaratan Pendeta Pembina
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Gereja Bethel Indonesia maka diperlukan usaha (1) Aktif menggembalakan jemaat bagi pendeta yang mendirikan jemaat cabang/ranting.
nyata dan komprehensif secara berkelanjutan meliputi: pertama, peningkatan kualitas para (2) Aktif menggembalakan jemaat sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun bagi pendeta pembina
pelayan/pejabat GBI; kedua, sistem yang mumpuni dan relevan; ketiga, komitmen semua pihak
dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Sistem yang diminta oleh pejabat GBI (Pdp./Pdm.).
Penilaian Pejabat ini dibuat sebagai bagian dari usaha yang dimaksud. (3) Pendeta pembina ditetapkan dengan Surat Keputusan BPD GBI.
b) Dasar Hukum (4) Pendeta pembina hanya dapat mengusulkan kenaikan jenjang pejabat binaannya apabila
Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Sistem Penilaian Pejabat ini dibuat sebagai: telah memenuhi masa pembinaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.
1. Pedoman dalam melaksanakan Tata Tertib GBI Pasal 30, ayat 6 tentang pengaturan (5) Pendeta pembina berdasarkan permintaan, hanya dapat membina sebanyak-banyaknya 5
pembinaan pejabat GBI (Pdp./Pdm.). (lima) jemaat lokal beserta pejabat-pejabatnya.
2. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pendeta pembina dalam melaksanakan tugasnya sesuai
Pasal 4
Tata Tertib GBI Pasal 30, ayat 4, butir a dan c yaitu meningkatkan mutu kerohanian dan Surat Keputusan Pendeta Pembina
pelayanan dari pejabat yang dibinanya, serta menilai kemajuan pelayanan pejabat yang
dibinanya secara obyektif. (1) Surat Keputusan Pendeta Pembina (SKPP) adalah surat keputusan yang dikeluarkan oleh
3. Kewajiban seorang pejabat GBI (Pdp./Pdm.) melayani di bawah pembinaan pendeta BPD GBI kepada pendeta yang mengemban tanggung jawab untuk membina Pdp. dan
pembina sesuai Tata Tertib pasal 33, ayat 1 dan pasal 36, ayat 1. Pdm.
c) Manfaat dan Tujuan
Manfaat Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Sistem Penilaian Pejabat ini adalah sebagai (2) SKPP dikeluarkan oleh BPD GBI berdasarkan surat permohonan dari pendeta pembina.
arahan atau pedoman dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan yang berkesinambungan (3) Seorang pendeta baru diakui secara sah oleh Gereja Bethel Indonesia menjadi pendeta
terhadap pejabat GBI.
Sedangkan tujuan dari Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Sistem Penilaian Pejabat pembina setelah yang bersangkutan menerima SKPP dari BPD GBI.
ini adalah untuk meningkatkan kualitas setiap pejabat GBI (Pdp., Pdm. dan Pdt.) yang pada (4) Apabila seorang Pdp. dan Pdm. mengalami kesulitan dalam mendapatkan pendeta
akhirnya diharapkan berdampak pada peningkatan mutu seluruh alat kelengkapan organisasi
GBI. pembina, maka BPD GBI akan memfasilitasi dan mencarikan pendeta pembina bagi yang
bersangkutan.
Pasal 1 (5) BPD GBI mengeluarkan SKPP kepada pendeta pembina bagi masing-masing pejabat
Pengertian Pendeta Pembina binaan (satu SKPP untuk satu pejabat binaan).
Pendeta pembina adalah pendeta yang mengemban tanggung jawab untuk membina Pdp. dan
Pdm. sampai menjadi pendeta dan ditetapkan dengan Surat Keputusan BPD GBI. Pasal 5
Masa Pembinaan
Pasal 2
Klasifikasi Pendeta Pembina Masa pembinaan akan berlangsung sampai dengan Pdp. dan Pdm. yang dibina telah mencapai
jenjang pendeta.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
Pasal 6
Pengalihan Pendeta Pembina
(1) Pengalihan pembinaan seorang pejabat GBI (Pdp./Pdm.) dari pendeta pembina sebelumnya
kepada pendeta pembina yang baru harus mendapat persetujuan BPD GBI.
177
Yang dimaksud dengan persetujuan dapat dijelaskan melalui proses sebagai berikut: f). Menjadi teladan.
a) Pejabat binaan mengajukan surat permohonan pengalihan pembinaan kepada (6) Dalam melakukan penilaian kepada pejabat yang dibina, pendeta pembina harus mengisi
pendeta pembinanya.
b) Pendeta pembina memberikan jawaban atas surat permohonan pengalihan lembar penilaian sesuai dengan yang ditentukan oleh BPD GBI.
pembinaan pejabat binaannya.
c) Pejabat binaan mengajukan surat permohonan kepada calon pendeta pembina yang Pasal 8
baru dengan melampirkan surat permohonan pengalihan pembinaan (pengunduran Disiplin Gereja
diri) dari pendeta pembina sebelumnya beserta jawabannya.
d) Pejabat binaan harus sudah mendapat pendeta pembina yang baru sejak beralih dari Pendeta pembina yang melanggar ketentuan-ketentuan pembinaan akan dibebastugaskan
pembinaan yang lama. sebagai pendeta pembina melalui Surat Keputusan BPD GBI.
e) Pejabat binaan memberikan laporan tertulis kepada BPD tentang proses pengalihan
pembinaan dengan melampirkan fotokopi surat pengunduran diri kepada pendeta Pasal 9
pembina yang lama beserta jawabannya, dan fotokopi surat permohonan pembinaan Penilaian Pendeta Pratama dan Pendeta Madya
kepada calon pendeta pembina yang baru dan jawaban kesediaannya.
f) Dalam hal pendeta pembina yang lama tidak memberikan surat persetujuan, maka Hal-hal yang dinilai bagi seorang Pdp. dan Pdm. adalah:
BPD GBI akan memediasi, memfasilitasi dan menetapkan seorang pendeta pembina a. Disiplin, yaitu bagaimana yang bersangkutan menaati seluruh ketentuan-ketentuan yang
sesuai Pasal 4, ayat 4 tentang SKPP.
dikeluarkan oleh organisasi GBI, termasuk ketentuan yang dikeluarkan oleh jemaat lokal.
(2) Peralihan pendeta pembina hanya dibenarkan untuk dilakukan sebanyak-banyaknya 1 b. Penundukan diri, yaitu bagaimana yang bersangkutan dapat menundukkan dirinya kepada
(satu) kali untuk satu jenjang kependetaan.
organisasi GBI, pendeta pembina atau gembala jemaat lokal.
Pasal 7 c. Kerja sama, yaitu bagaimana dirinya dapat bekerja sama dengan pengurus jemaat lokal,
Tugas Pendeta Pembina
pelayan-pelayan jemaat lokal dan/atau anggota jemaat lokal dalam melakukan suatu tugas
Seorang pendeta pembina bertugas untuk: tertentu.
(1) Meningkatkan mutu kerohanian dan pelayanan dari pejabat yang dibinanya. d. Kemauan kerja, yaitu bagaimana semangat dan kegairahan yang bersangkutan dalam
(2) Membina dengan penuh kasih dan pengabdian, dengan tidak mengharapkan imbalan. menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
(3) Menilai secara obyektif kemajuan pelayanan pejabat yang dibinanya. e. Tanggung jawab, yaitu bagaimana yang bersangkutan bertanggung jawab dalam menyelesaikan
Tujuan penilaian kemajuan pelayanan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: tugas yang diberikan kepadanya.
f. Berkotbah, yaitu bagaimana keterampilan yang bersangkutan dalam melakukan
a). Administratif, yaitu memberikan rekomendasi untuk kepentingan kenaikan jenjang pengupasan dan menyampaikan firman Tuhan yang ditugaskan kepadanya, baik dalam
kependetaan atau dapat juga memberikan rekomendasi penjatuhan sanksi. kebaktian umum maupun kebaktian-kebaktian kategorial lainnya.
g. Keterampilan khusus, yaitu kemampuan lain yang dimilikinya untuk menunjang dan
b). Informatif, yaitu memberikan laporan tentang perkembangan pelayanan pejabat memperlancar tugas-tugasnya sebagai pelayan Tuhan.
binaannya kepada BPD GBI; sedangkan kepada pejabat binaannya memberi masukan h. Kepemimpinan, yaitu bagaimana kemampuan memimpin yang dimiliki dirinya cukup
tentang kelebihan dan kekurangannya. berperan ketika dirinya diberi tugas untuk memimpin sesuatu.
i. Pertimbangan, yaitu kemampuan yang bersangkutan dalam melihat, menganalisis dan
c). Motivatif, yaitu menciptakan pengalaman yang memotivasi pejabat binaannya untuk menilai sebuah perkara/persoalan sebelum menetapkan sebuah keputusan.
mengembangkan diri dan meningkatkan kemajuan pelayanan yang dipercayakan j. Etika, yaitu bagaimana kehidupan/perilaku yang bersangkutan dalam keluarga, pelayanan
kepadanya. dan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam Tata Gereja dan Etika
Kependetaan GBI.
(4). Mengajukan kenaikan jenjang pejabat yang dibinanya kepada BPD GBI.
(5). Disamping tugas tersebut di atas, seorang pendeta pembina berfungsi pula sebagai mentor Pasal 10
Takaran Nilai
bagi pejabat yang dibinanya, yaitu:
a). Memuridkan. (1) Kriteria yang dinilai terbagi dalam 5 (lima) tingkat penilaian sebagai berikut:
b). Menjadi penasihat rohani. 1) Sangat Memuaskan = 9 - 10
c). Menjadi pelatih. 2) Memuaskan = 7 - 8
d). Menjadi konselor. Rancangan TATA GEREJA GBI 2020
e). Menjadi sponsor.
178
3) Cukup = 5 - 6 Pasal 14
4) Kurang = 3 - 4 Wawancara Pembinaan
5) Sangat Kurang = 1 - 2 (1) Setelah nilai akhir pejabat binaan diperoleh, maka pendeta pembina akan memanggil Pdp.
(2) Kriteria yang dinilai bagi Pdp. dan Pdm. adalah sebagai berikut: atau Pdm. yang dinilainya untuk melakukan wawancara pembinaan.
1) Disiplin (2) Dalam wawancara pembinaan, pendeta pembina akan memberitahukan kepada pejabat
2) Penundukan diri yang dinilainya hal-hal apa saja dalam kriteria penilaian yang perlu dipertahankan,
3) Kerja sama ditingkatkan atau diperbaiki.
4) Kemauan kerja
5) Tanggung jawab Pasal 15
6) Berkotbah Kenaikan Jenjang Kependetaan
7) Keterampilan khusus (1) Hasil penilaian pejabat merupakan salah satu persyaratan untuk menentukan dapat atau
8) Kepemimpinan tidaknya seorang Pdp. atau Pdm. dipromosikan ke jenjang kependetaan yang lebih tinggi.
9) Pertimbangan (2) Untuk dapat dipromosikan ke jenjang kependetaan yang lebih tinggi, hasil nilai akhir yang
10) Etika harus diperoleh seorang Pdp. dan Pdm. adalah minimal sebesar 60 (enam puluh).
(3) Nilai akhir adalah jumlah keseluruhan nilai yang diperoleh.
Pasal 16
Pasal 11 Lain-Lain
Lembar Penilaian Pendeta Pratama atau Pendeta Madya tidak diwajibkan untuk memberi kompensasi atas
jasa-jasa pembinaan yang telah dilakukan oleh seorang pendeta pembina, baik selama masa
BPD GBI menyediakan lembar penilaian 2 (dua) rangkap yaitu untuk BPD GBI dan pendeta pembinaan berlangsung maupun sesudah masa pembinaan berakhir.
pembina sebagai arsip. Setiap lembar penilaian berisikan 10 (sepuluh) kriteria yang diberikan
nilai sesuai takaran yang telah ditetapkan.
Pasal 12
Tata Cara Penilaian
Penilaian kepada Pdp. dan/atau Pdm. dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
(1) Pendeta pembina mengisi data-data dan memberi nilai pada kolom kriteria yang tersedia.
(2) Seluruh nilai dari setiap kolom dijumlahkan dan hasil tersebut merupakan nilai akhir yang
diperoleh pejabat yang dibina.
(3) Lembar penilaian harus dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing ditandatangani dan
distempel. Rangkap 1 (satu) warna putih dikirimkan kepada BPD GBI, sedangkan rangkap
2 (dua) warna kuning sebagai arsip pendeta pembina.
(4) Pengisian lembar penilaian dilakukan oleh pendeta pembina satu tahun satu kali, yaitu
pada setiap bulan Januari.
Pasal 13
Waktu Penilaian
Kinerja Pdp. dan/atau Pdm. yang dinilai oleh seorang pendeta pembina adalah hasil yang
dicapai oleh yang bersangkutan selama 12 (dua belas) bulan, yaitu sejak awal bulan Januari
sampai dengan akhir bulan Desember.
Rancangan TATA GEREJA GBI 2020 179