48 | H a l a m a n
tersebut dibuktikan dalam pengaruhnya A.H
Nasution untuk menghentikan sidang
konstituante. Adapanu Desertasi yang dibuat oleh
Daniel S. Lev ialah Pemerintah Konstitusional di
Indonesia: Studi Sosio-Legal atas konstitusi 1956-
1959.
Sampai hari ini militer memiliki pengaruh kuat.
Pengaruh hegemoni untuk berkuasa dibelakang
layar, untuk menguasai daerah-daerah sumber
strategis, membuat kita tahu, narasi power and
idea itu memiliki pengaruh terhadap kekuasan.
Peristiwa Tanjung Morawa, mengingatkan kita
bahwasannya singgungan militer terhadap
masyarakat sipil itu betul-betul terjadi. Buruh
melawan penguasaan modal asing yang membuat
diri mereka selalu tertindas.
Penembakan mati lima petani oleh militer itu jadi
kritik unik. Militer seabgai kaki tangan pengasa
asing, pada waktu itu perusahaan tembakau milik
belanda rela membredel tubuh anak negeri sendir.
49 | H a l a m a n
Sampai hari ini kondisi demikian masih saja
terjadi. Tempo (15/07/2018) menjelaskan sebuah
dominasi TNI dan POLRI bersekongkol dengan
pemodla di tanah-tanah subur Pulau Laut dan
Pulau sebuku, melibatkan dua sayap pertahanan
dan keamanan negara5.
Adalah PT. Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM)
dengan PT. Sebuku Iron Latheritic yang membuat
malapetaka kisah kelam, bagaimana betul apa
yang dinyatakan oleh Herbet Marcuse tentang
terjemahan Manusia Satu Dimensi terbitan Bentang
Pustaka, betul terjadinya adanya. Kapitalisme
bergerak begitu indah dan menghapus narasi
buruk akan kapitalisme agar dipeluk dan
dicencang setiap saat, tanpa tindak kritik oto kritik.
Mengenai Demokarsi Parlementer itu, banyak
investasi modal masuk di Indonesia yang memiliki
pengaruh buruk dalam aspek jangka panjang. Era
diplomasi, salah satunya ialah Konferensi Meja
5 Tempo, Cokelat di Kebun Sawit, Loreng di Ladang Tambang, (Penerbit;
Tempo Inti Media Tbk, 2018, 30-40)
50 | H a l a m a n
Bundar (KMB), memberikan pengaruh
penghisapan Sumber Daya Alam (SDA), tanpa
mempertimbangkan perbaikan infrastrukutur
dalam negeri.
Alhasil pada Kabinet Ali Sastroamdjojo I,
menandai inisatif pembuatan regulasi perihal
penanman moda asing yang dirancang sejah tahun
1953 dan disepakati pada tahun 1958.
Pada periode Demokrasi Liberal, masih banyak
perusahaan-perusahaan Belanda masih bercokol.
Kendati demikian, Sumitro Djojohadikusumo
membentuk regelusasi Dewan Banteng untuk bisa
mengikis sediki demi sedikit pengaruh
mencokolnya perusahaan asing di Indonesia.
c. Perang Dingin bergejolak
Setelah runtuhnya perang dunia kedua, timbul
dua entitas pemenang perang. Adalah Uni Sovyet
dengan Ideologi Komunismenya dan Amerika
Serikat dan sekutu dengan konsep demokrasi
liberal. Mereka bersikukh untuk mendapatkan
pengaruh di beberapa negara di dunia. Timbul dua
51 | H a l a m a n
kutub peradaban dalam satu negara. Misal
Vietnam selatan dan Vietnam utara yang diakhiri
dengan kekalahan blok Amerika ketika berperang
di belantara hutan Vietnam.
Sedangkan di Asia Timur, Muncul Korea Utara
dan Selatan yang sampai hari ini terus
bersihtegang. Mereka berjuang untuk saling
mempengaruhi. Mempengaruhi negara manapun
untuk menjadi bagian dari kelompok mereka.
Pertarungan pemikiran, dengan dimulai
peluncuran Sputnik ke luar angkasa membawa
pengaruh blok sekutu agar tak mau tertandingi.
Tak hanya itu, kebijakan untuk hutang pun rela
digelontorkan ke beberapa negara berkembang
dengan dalih peningkatan perekonomian suatu
negara.
Salah satu bantuan modal dari negara pemenang
perang yang paling terkenal ialah Marshal Plan.
Sebuah bentuan pendanaa keuangan untuk bisa
membiayai negara-negara yang memiliki
kekalahan telak dalam perang.
52 | H a l a m a n
Kekalahan pihak Sovyet dimulai dengan pidato
Michael Gorbachev agar segera membuka produk-
produk barat berada di tanah Rusia. Pada musim
semi tahun 1988, michael Gorbachev menjalankan
lawatannya ke New York untuk menyampaikan
pidato ke dewan PBB.
Begitu menusuk orang-orang komunis pada
waktu itu. Bagi Gorbachev, komunisme telah gagal
menghadapi kapitalisme global yang menghujam
habis-habisan. Konsep perekonomiannya itu
mampu masuk dan mempengaruhi.
Selang satu tahun setelah lawatan Gorbachev ke
Amerika,sekat tembok berlin rubuh. Kekuatan
pengaruh komunisme runtuh ditangan Amerika.
Ketika pangeran Wiliam menaklukan Inggris
dengan pedang, nampaknya Sovyet harus tunduk
dengan sebotol Coca-Cola.
Symbol-symbol modal dari barat seperti; Coca-
Cola, BMW, Levis dan Mc Donald jadi komoditas
penting atas status sosial di Uni Sovyet. Kondisi
demikian menyebabkan perekonomian di Uni
53 | H a l a m a n
Sovyet sempat runyam. Adalah nilai rubel
melemah, sedangkan kurs dolar begitu kuat
membumbung tinggi.
Di Indonesia, konsep Nasionalis, Agama dan
Komunis (Nasakom) jadi nilai ide konkrit. Negara-
negara di Eropa begitu iri atas kemesrahan tiga
entitas yang sering kali memiliki benturan satu
sama lain. Komunis di babat habis-habisan setelah
desas-desus pemberontakan terjadi. Jendral
terkapar bersimbah darah. PKI (Partai Komunis
Indonesia) dituduh sebagai dalangnya. Namun,
hal tersebut tidak bisa ditelan mentah-mentah.
Asvi Warman Adam, Dokumen CIA (Mitra Hasta
Utama; 2012), dan Wijaya Herlambang berjudul
Benturan Kebudayaan Pasca 1965, memberi ingatan
kepada kita, sebab-musabab yang memiliki
relevansi kecelakaan kemanusiaan terjadi.
Inflasi sebesar 600 persen mencederai wibawa
Soekarno. Perekonomian hulu balang mati tak
bertulang. Mahasiswa turun ke jalan mendobrak
pintu krisis. Tragedi kemanusiaan ditambah
54 | H a l a m a n
kondisi perekonomian, mengibaratkan sudah
jatuh tertimpa tangga pada tampuk kekuasaan
Soekarno.
Pada detik itu, Zamroni yang notabene ialah
Presidium KAMI Kesatuan Aksi Mahasiswa
Indonesia), juga sebagai kader PMII,
mengutarakan keresahan dengan menghimpun
masa melangsungkan protes kepada rezim
Soekarno.
Periode itu, PMII muncul menyepakati
pelengseran agar memeluk Orde Baru. PMII
bersepkat akan adanya Orde Baru. Naas, hanya
berharap tidak menyelesaikan permasalahan
politik di Indonesia, Kader PMII terus
menyamapikan narasi kritisnya membentuk
barikade obyektif untuk betul-betul
memperjuangkan cita kemerdekaan yang
membutuhkan banyak tenaga.
d. Orde Baru
Setelah lengsernya Soekarno, disusul oleh Jendral
yang penuh misteri. Adalah Soeharto, memegang
55 | H a l a m a n
kendali bah seorang pahlawan berencana
mengentaskan paska tumpah darah antar saudara
satu tanah air.
Babak Orde Baru, ialah babak yang begitu
memilukan. Torehan kekuasaan selama hamir 4
Windu, nama Soeharto terpampang rutin di meja-
meja kelas hingga simpatisan yang selalu
mengangungkan namanya.
Di bawah Soeharto, Indonesia mulai gencar
menarik Investasi dalam bentuk PMA. Bagi rezim
orde baru pada waktu itu, PMA sebagai kunci
untuk meningkatkan kemajuan bangsa. Melalui
PMA harapannya dapat membawa modal inovasi
teknologi dan ketrampilan yang dibutuhkan
negara.
Konsolidasi begitu kuat antara rezim dan para
pemodal. Rasa haus, para pemodal dengan
harapan pembangunan, membujuk halus negara
agar tak begitu tertutup dalam investasi dalam
perekonomian. Beberapa aktor nasional berperan
56 | H a l a m a n
dalam hal ini, antara lain; Asian Development
Bank (ADB).
Kerangkan Teori Ekonomi yang diserap oleh
Rezim Orde Baru ialah gagasan Rostow mengenai
pembangunan. REPELITA (Rancagan
Pembangunan Lima Tahun), dibuat oleh Orde
Baru untuk mengarahkan pembangun seperti
yang diharapkan oleh Rostow.
Rostow menyampaikan tentang lima tahapan
proses dalam pembangunan antara lain;
a. Masyarakat Tradisional
b. Pra-kondisi tinggal landas
c. Tinggal landas (lepas landas)
d. Menuju kedewasaan
e. Era konsumsi tinggi
Melalui langkah-langkah tersebut, dibutuhkan
kondisi industri padat karya agar mengarahkan
masyarakat indonesia kepada kondisi konsumsi
tinggi. Kendati demikian, dibutuhkan pasokan
modal besar untuk penunjangan dalam
perekonomian.
57 | H a l a m a n
Pada era Orde Baru, dimulai regulasi liberalisasi
perkonomian tepatnya pada tahun 1967 melalui
Undang-undang No. 1 Tahun 1967 tentang
Penanaman Modal Asing pada Pasal 6 Ayat (1)
termuat ketentuan; bidang usaha yang tertutup
untuk penenaman modal asing secara
pengusahaan penuh ialah bidang-bidan yang
penting bagi negara dan menguasai hajat hidup
rakyat banyak sebagai beriku: a. Pelabuhan-
pelabuhan, b. Produksi, transmisi, dan distribusi
tenaga listrik umum; c. Telekomunikasi; d.
Pelayaran; e. Penerbangan; f. Air minum; g. Kereta
api umum; h. Pembangkitan tenga atom; i. Mass
media.
Beberapa aspek tersebut merupakan aspek
strategis dan dikuasai negara. Di sisi lain Undang-
undang No. 1 Tahun 1967 juga mencantumkan
ketentuan bahwa asing boleh memiliki saham
hanya 5%. Selanjutnya diterbitkan Undang-
Undang No. 6 Tahun 1968. Pada Pasal 3 Ayat (1)
tercantum bahwa “Perusahaan Nasional adalah
58 | H a l a m a n
perusahaan yang sekurang-kurangnya 51%
daripada modal dalam negeri ditanam di
dalamnya dimiliki oleh negara. Sehingga sebesar
49% pemegang modal asing bisa menguasai sektor
strategis dan terus bertambah. Hal ini juga akan
berpngaruh untuk membukanya keterlibatan
asing pada sektor-sektor strategis negara,
meskipun dalam porsi terbatas. 6
Beberapa sektor kemudian dibentuk untuk
menunjang pembangunan yang dikonsep lima
tahunan oleh Orde Baru. 1974 Perdana Menteri
Jepang berkunjung di Indonesia untuk berbincang
lebih dalam mengenai Kerja Sama Indonesia dan
Jepang mengenai Industrialisasi perusahaan
otomotif sebagai kategori transportasi.
Tak hanya itu, lumbung-lumbung Minyak dan Gas
(Migas) mulai muncul didirikan basis-basis
6 Marwan Batubara, “Memanfaatkan Sumber Daya Alam untuk Sebesar-
besarnya Kemakmuran Rakya,” diakses dari http://satunegeri.com/berita-86-
memanfaatkan-sumber-daya-alam-untuk-sebesarbesarnya-kemakmuran-rakyat-
html.
59 | H a l a m a n
produksi untuk mendapatkan komoditas tersebut.
Pertamina adalah BUMN. UU. No. 8 Tahun 1971
tentang Perusahaan Pertambangan Minyak dan
Gas Bumi Negara menggantikan UU. No. 44
Tahun 1960, yang menyatakan bahwasannya
Pertamina meruapakan satu-satunya perusahaan
minyak di Indonesia.
Perjalan Pertamina untuk menjalankan fungsi-
sugnsinya, mereka bekerja sama dengan pihak
swasta nasional dan asing pada sektor hulu migas.
7
Pada era Orde Baru investasi banyak digalakan.
Beberapa lembaga asing seperti Asian Development
Bank hingga International Monetery Fund,
mendampingin orde baru untuk menyukseskan
Rancangan Pembangunan Lima Tahun (Repelita).
Pada tahun 1993 pemerintah kembal meberikan
insentif guna menarik aliran PMA lebih besar lagi
7 Fekum Ariebowo W., “PT. Pertamina: Kuda Laut Menuju Kelas Duna,: dalam
Warta Ekonomi, Edisi 20 Tahun 12 Oktober 2009, hal. 66
60 | H a l a m a n
ke dalam negai melalui Paket Deregulasi 1993
(PAKTO 1993), asapkali sering diketahui
memudahkan investor asing menanmkan modal
di Indonesia. 8
Pengertian pembangunan beberapa kali sering
dikritik ketika meninggalkan entitas manusia.
Arief Budiman pernah melangsungkan kritik
ketika narasi konsep Ekonomi Pancasila tidak
mendedah tentang Filsafat Manusia9. Kendati
demikian, Ekonomi Pancasila secara epistemologi
kurang begitu kuat dibandingkan dengan konsep
ekonomi liberal dengan landasan dasarnya yaitu
Homo Economonicus-nya Adam Smith.
Sisi kekurangan teori Ekonomi Pancasila sebagai
sebuah refleksi terhadap konsep liberalisme pada
pasar, sehingga beresiko tidak melibatkan
8 Sarwedi, Investasi Asing Langsung di Indonesia dan Faktor yang
Mempengaruhinya,” diakses dari
pslit.petra.ac.id/journals/pdf/php?PublishedID=AKU02040102, pada tanggal 18
Januari 2012.
9 Supratikno Hendrawan, Globalisasi, Ekonomi Konstitusi dan Nobel Ekonomi,
Jakarta, Cetakan Pertama (Kepustakaan Populer Gramedia, 2019, Hal 30.
61 | H a l a m a n
masyarakat papa di sela-sela kebijakan yang
dibuat. Rawan pengaruh ketertindasan terjadi.
Setelah Indonesia dilanda hantaman Krisis 1998,
muncul pelbagai bantuan untuk mengatasi krisis
tersebut. Letter Of Intent pada tahun 1997-1999
melahirkan beberapa kesepakatan antara
Indonesia dan asing untuk membuka selebar-
lebarnya liberalisme pasar di Indonesia.
Kolonialisme tidak hanya dinilai pada penguasaan
ruang negara saja. Akan tetapi, penguasaan dari
sektor-sektor lain pun memiliki telaah baru
pemahaman mengenai kolonialisme. Adalah
Neokolonialisme. Melalui beberapa hal antara lain;
(1) Investasi untuk eksploitasi sumber daya
pertanian, dan (2) Investasi baru yang berujuan
untuk mendapatkan pasar lokal serta bahan baku
dan pekerja murah sehingga menjadi lebih
kompetitif pada pasar Internasioanl.10
10 Dkk, Syamsul Hadi, Reformasi dan Pelembagaan Kepentingan Asing dalam
Ekonomi Indonesia, Bekasi; Indonesia Berdikari, 2012, Hal 13.
62 | H a l a m a n
Mengenai Letter Of Intent, Orde Baru beberapa
menyepakati nota kesepahaman dengan asing
untuk liberalisasi pasar antara lain;
1. LoI 30 Oktober 1997
LoI yang pertama digunakan untuk bisa
merekonstruksi ekonomi pasar di Indonesia
agar mengembalikan kepercayaan pasar dan
laju penurunan rupiah. Sebesar 49 persen,
sedikit demi sedikit modal asing menggerogoti
kepemilikan saham- daerah strategis di
Indonesia.
2. LoI 10 April 1998
LoI diterbitkan. Pada LoI kedua mengeaskan
Indonesia untuk menjalankan Memorandum of
Economic and Financial Policies (MEPP), yang
telah ditandatangani sebelumnya pada tanggal
15 Januari 1998. Adapaun isi adalah;
- Mendukung privatisasi perbankan
seluruh bank di Indonesia, dengan mengan
mengajukan UU Perbankan pada akhir Juni
1998. Melalui hal tersebut batas-batas
63 | H a l a m a n
pengaruh swasta dihapus. Partner asing
akan diminta untuk berpartisipasi. Adalah
IMF dan Bank Dunia masuk dalam progres
tersebut.
- Pemerintah mengurangi hambatan
kepada asing untuk membuka cabang di
Indoensia menjelang Februari 1998.
- Percepatan program privatisai dengan
pengawan oleh Kementrian Keuangan dan
Dewan Partisipasi.
3. LoI 29 Juli 1998
Dengan diterbitkan LoI ini maka pemerintah
Indonesia membuat komitmern atruan-aturan
investasi asing akan disederahanakan dan
dipermudah. Tak hanya itu pmerintah
berkomitmen menghapus hambatan investasi
sing di sektor perdagangan grosir.
Ada beberapa LoI yang belum tercata. Akan tetapi
secara subtansi LoI tersebut betul-betul membuka
pintu lebar untuk investasi untuk memperlancar
liberalisasi pasar di Indonesia.
64 | H a l a m a n
e. Era Reformasi
Era Reformasi ditandai dengan pidato Presiden
Soeharto untuk mengundurkan diri dari tampuk
kekuasaan 21 Mei 1998. Masyarakat berduka dan
bersuka cita ketika Soeharto dengan wajah muram
berpaikaian abu-abu untuk menyampaikan
nomenklatur mundur di Istiana Presiden.
Waktu itu, Soeharto masih melakukakan
kunjungan ke Kairo, Mesir, untuk menghadiri KTT
Nonblok. Dari kejauhan ia mendapatkan berita,
Jakarta sedang remuk redam karena demonstrasi
Mahasiswa yang memaksa Soeharto untuk
mendur dari jabatannya. 11
Aksi demonstrasi tak dapat dibendung. Beberapa
kampus di pelosok negeri mulai muram dan
memadatkan sudut-sudut kota dengan orasi
menggebu-gebu mahasiswa untuk kritik Soeharto
agar segera hengkang.
Pada 12 Mei 1998, tumbang satu persatu
demonstran yang dilibas oleh Rezim. Empat
11 Zulkifli Arif, Dkk. 2008.” Cendana Setelah Keputusan itu.” Tempo. Hal 39.
65 | H a l a m a n
mahasiswa diantara ratusan yang tidak tertulis
antara lain; Elang Mulya Lesmana, Hafidin Royan,
Heri Hartanto, dan Hendrawan Sie, jadi saksi
kelam keji era Orde Baru. Mereka dikenang
sebagai pahlawan reformasi, anak mudak mati
terlalu dini.
Oditur Militeri mendakwak Komandan Unit II
Patroli Motor Gegana Brimob ketika dentuman
senjata menwaskan mereka. Styler Kalbier 5,56
menembak ke arah masa. Jelang empat bulan, Dua
aparat dihukum penjara empat bulan, tak
sebanding dengan tewasnya pemuda gilang
gemilang penerus zaman itu.
Pecah di era reformasi, banyak pelbagai
permasalahan kemanusian. Orde baru disenggol
akan tetapi secara keberjalanannya ruh-ruh orde
baru masih bersemanyam dalam reformasi
memantik pelbagai permasalahan yang lebih pelik.
Orde baru dengan konsep militer menetap diranah
strategis seperti Soedono dan Ali Moertopo
sebagai asisten presiden Soeharto, menyebabkan
66 | H a l a m a n
banyak tanya tentang konsep negara yang banyak
disinggahi oleh kaum militer.
Tak banyak yang berubah di era Reformasi.
Penguasaan lahan-lahan pertambangan di
Indonesia banyak singgah panglima berpangkat
tinggi untuk menyicipi sumber daya alam tersebut
untuk berbut kuasa. Padam Tempo (02/03/2012)
Seragam di Tambang Indonesia, Kita bisa menilik
bahwasannya peranan jendral dan polisi bermain
untuk menguasai lahan-lahan strategis.
UU. No. 11 Tahun 2020, membuat gentar ketika
Omnibuslaw itu akan diketuk dan disahkan.
Mengenai UU Ombibuslas (25/11/2021)
Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan
bahwasannya undang-undang tersebut
inkonstitusional. Hal tersebut diartikan melanggar
terkait dengan Undang-Undang Dasar dan
menyimpang. Unjuk rasa yang disampaikan di
beberapa kota, memiliki pengaruh sehingga
mengutuk omnibuslaw perlu ditinjau kembali
akan relevansinya.
67 | H a l a m a n
Semangat reformasi salah satunya ialah
menghapus Dwi Fungsi ABRI (Angkatan
Bersenjata Republik Indonesia) perlu ditinjau
kembali. Walaupun, tak lagi muncul secara
struktur politik, akan tetapi mereka berubah
pakaian dengan dalih telah berubah. Padahal lebih
masih dibalik tudung yang menutupinya.
Perdagangan bebas dari ACTA, AFTA, APEC,
MEA, CAFTA, dan EU muncul sebagai gerakan
untuk memperkuat substansi liberalisasi pasar
bagi Indonesia. Adalah mengurangi kuota tarif,
kendali pajak, dan bentuk lain dalam intervensi
perekonomian. Mempermudah untuk bisa
mengurangi kebutuhan tersebut merupakan
kunci, sehingga narasi agar dihilangkan sama
sekali (kuota tarif, kendali pajak dam bentuk lain.
Rezim mencoba untuk dapat mengimbangi
hantaman produk-produk luar agar tak dibanjiri
oleh produk-produk asing. Kepiawaian Tiongkok
menguasai pasar jadi dilema tersendiri bila
Indonesia tidak bisa manghadapi gencarnya pasar
68 | H a l a m a n
begitu besar. Omnibuslaw muncul untuk
mempermulus dalam eksplorasi lahan dan
pengadaan sumber daya manusia cuma-cuma
untuk keberjalanan mekanisme pasar bebas
berbasis produksi.
Mahasiswa yang jadi harapan sebagai social control,
memiliki cobaan begitu hebat ketika rezim dan
kapitalis melakukan konsolidasi-konsoldiasi
strategi. Kepastian demi kepastian yang
ditawarkan oleh rezim begitu menggiurkan. Tidak
bagi Piere Bourdieu yang mempuk semangat
kembali dengan memperjelas aspek arena dan
champ seorang mahasiswa menghadapai realitas
realitas sosial. 12
BAB III
12 Haryatmoko. Membongkar Rezim Kepastian. Penerbit; Kanisius, Jakarta.
2008.
69 | H a l a m a n
Mengulas Paradigma Bagi PMII
A. Paradigma
Paradigma ialah sebagai World of View bagi seorang
untuk mengulas dan menguliti kondisi sosial yang ada.
Bagi seorang intelektual ataupun akandemisi akan
menelaah sebuah kondisi sosial dengan detail melalui
pelibatan kumpulan teori.
Kenyataan hari ini, banyak sekali pengetahuan sebagai
Taken For Granted. Melalui masifnya pengetahuan yang
ada di dalam masyarakat. Masyarakat bisa dengan
mudah untuk bisa menggunakan pengetahuan tersebut
menguliti kondisi tersebut.
Namun, tak bisa semena-mena untuk dapat
mempertanggungjawabkan peran intelektual
mengamati secara obyektif dan terukur untuk menjawab
permasalahan yang ada. Munculnya teori sosial sebagai
alat bedahnya. Jenis pengetahuan antara lain; sistem
keyakinan, tradisi, agama, pandangan hidup, ideologi,
paradigma dan juga teori merupakan bagian dari teori
sosial.
70 | H a l a m a n
Walakin, sering kali kita menemukan narasi,
bahwasannya seorang intelektual itu hanya sebatas lilin
di menara gading. Acuan itu perlu kita luruskan kembali.
Menggunakan konsep paradigma dan teori sebagai
konteks positivisme. Maka perlu menekankan kembali
kalangan intelektual ataupun expert bukan teruntuk
golongan mereka saja, akan tetapi mampu menyerap
meresap ke aspek manapun (baca: grassroot).
Perubahan sosial tak bisa kita hindarkan. Modernitas
dikiritikk karena menimbulkan beberapa permasalahan
yaitu; ekonomi dan politik. Teori Kritis (Chritical Teory),
membuka tabir-tabir gelap modernitas yang membuat
terlena, sehingga merabunkan kesadaran seorang
intelektual atas keberpihakan.
Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),
merupakan kader yang memiliki citra ulul albab. Kendati
demikian, insan yang berpikir berlapis-lapis itu perlu
dibekali sebuah daya pikir untuk mendobrak tebing-
tebing kenyamanan semu agar dapat dikuliti dengan
tepat.
71 | H a l a m a n
Bagi Walter L. Walace (1994), menggambarkan siklus
ilmiah. Karyanya yang berjudul The Logic of Science in
Sociology, menyampaikan bahwasannya konspe ilmiah
yang dibentuk akan diawali dengan teori dan diakhiri
dengan hasil berupa teori, baik itu afirmasi ataupun
penyangkalan.13 Kumpulan teori itu sebagai alat bedah
untuk menganalisa realitas untuk nanti ditafsirkan. Hasil
dari sebuah analisa akan melahirkan sebuah analisa
terkait dengan hasil sebuah penelitian ataupun teori
baru.
Namun, beda halnya dengan Archy Bahm, pemecahan
masalah tanpa melibatkan sebuah science bukan sebuah
permasalahan. Bagi Bahm, pemecahan masalah itu dapat
digunakan dengan menggunakan argumentasi logika
semata. Perdebatan demi perdebatan dalam teori sosial,
tak bisa dipungkiri, namun kita dapat mempelajarinya
sebagai alat untuk bisa menjelaskan problema sosial.
B. Paradigma Pengetahuan
13 Walker.L. Wallace, The Logic Science in Sociology (New York: Aldine,
1994).
72 | H a l a m a n
Konsep paradigma pengetahuan dipopulerkan oleh
Thomas Kuhn (1970) agar menjelaskan cara-cara kerja
dan mengembangkan ilmu pengetahuan.14 Bagi Kuhn
paradigma pengetahuan ialah perspektif seorang
intelektual memberikan pedoman kerja terhadap
ilmuawan yang membentuk “masyarakat ilmiah” dalam
disipilin tertentu.
Kegunaan masyarakat ilmiah itu ditujukan untuk
mengurai fenomena ataupun gejala sosial yang tengah
dihadapai ataupun untuk mengurai misteri masa depan.
Bagi Robert Winslo Firedrichs (1979;55), paradigma
ilmiah diartikan sebagai, “gambaran intelektual yang
daripadanya dapat ditentukan suatu subyek kajian. 15
Perspektif intelektual menentukan yang mempentuk
“ilmu pengetahuan noral: dalam komunitas iliah pada
waktu tertentu mendasar hampir semua pembentuka
teoir serta penelitia yang dilakukan oleh prakitisinya.
14 Thomas Kuhn, The Structure of Scientific Revolution: Peran Paradigma
dalam Revolusi Sain (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2000)
15 Robert Wilson, Friedrchs, A Sociology of sociology (New Yor; Free Press,
1970), hal.55
73 | H a l a m a n
Intelektual mampu mencakup asumsi-asumsi eksplisit
maupun implisit mengenai karakterisitik fenomoena
yang dikaji.
Kendati demikian, runtutan fenomena yang dikaji
melalui runutan teori itu membutuhkan sebuah
paradigma untuk membantu seorang intelektual
mengurai fenomena ataupun gejala sosial. Menurut
Ritzer (1975:7), paradigma ialah gambaran fundamaental
mengenai subyek ilmu pengetahuan. Ia memberika
batasan mengenai apa yang harus dikaji, pertanyaan
yang harus diajukan, bagaimana harus dijawab dan
aturan yang harus diikuti dalam memahami jawaban
yang diperolah. Paradigma ialah unit konsensus yang
amat luas dalam ilmu pengetahuan dan dipakai untuk
melakukan pemilahan masyarakat ilmu pengetahuan
(Sub Masyarakat) yang satu dengan masyarakat
pengetahuan yang luas.16
16 George Ritzer, Sosology A Multiple Paradigm Science (Boston: Allyn and
Bacon 1975), Hal. 7.
74 | H a l a m a n
Paradigma digunakan untuk memfokuskan sebuah
kajian yang sedang dilakukan oleh seorang intelektual.
Tanpa sebuah paradigma, pemikiran yang disusun
melalui pelbagai runututan teori akan bersifat acak.
Melalui paradigma itulah, mereka akan dapat
memformulasikan teori yang dapat mengorganisir
pengetahuan dan memberikannya makna. Bagi
pandangan Kuhn (1970:16-17) ialah: Tidak ada sejarah
kehidupan semesta yang dapat diinterpretasi-kan tanpa
sekurang-kurangnya beberapa bentuk teori dan
keyakinan metodologik implisit yang berkaitan satu
sama lain yang memungkinkan untuk melakukan
seleksi, evaluasi dan bersikap kritis.17
Sastra dan sejarah mempengaruhi Thomas Kuhn
menjabarkan pentingnya paradigma dan pengetahuan
agar saling berkesinambungan18. Kendati demikian, kita
tidak bisa mengkotakan, nilai keilmiahan hanya dinilai
melalui runtutan angka semata. Teori Kritis selanjutnya
17 Thomas Kuhn, The structure Of Scientific Revolutions: Peran Paradigma
dalam Revolusi Sains (Bandung: Remaja Rosdakarya , 1970, hal 16-17)
75 | H a l a m a n
menawarkan ide segar penggunaan paradigma untuk
keberlangsungan teori sosial tidak hanya positivistik.
C. Paradigma dan Pandangan Dunia
Manusia dibekali dengan akal budi untuk berpikir atas
yang terjadi dalam kehidupan mereka. Melalui
penggunaan teori mereka berlomba menemukan sebuah
interpretasi atas kondisi sosial. Teori bukanlah
pandangan dunia, tetapi ia memiliki beberapa titik
singgung untuk membentuk sebuah pandangan dunia.
Menurut E. Olsen, Dora G. Lodwick dan Riley E. Dunla,
dalam catatan mereka berjudul Viewing the World
Ecologically, Olsen dan kawan-kawan menulis bahwa
budaya masyarakat pandangan dunia yang dominan
biasanya merupakan bagian dari totalitas19. Pandangan
dan rasionalitas yang dimiliki oleh seluruh umat
manusia memiliki kemampuan untuk menafsirkan
dunia. Karena pandangan dunia begitu dominan pada
19 Marvin E. Olsen, et al, Viewing The World Ecologicaly (Boulder, Co:
Wesview Press, 1992)
76 | H a l a m a n
umumnya dimiliki oleh manusia, maka mereka mampu
mendefinisikan realitas sosial.
Adalah “Teropong Mental.” Olsen dan kawan-kawan
mengintrepestasikan kemampuan manusia mengurai
kehidupan sosial. Namun, bagi mereka ada dua entitas
atas kemampuan interpetasi dan eksplanasi manusia.
Ada aspek alternatif yang muncul bila kumpulan teori
yang dimiliki untuk bisa digunakan menafsirkan dan
memberikan solusi terhadap realitas sosial.
Alternatif itu lahir dari sebuah kesadaran manusia untuk
menawarkan second way atas konsep paradigma yang
tengah dijalani. Modernitas tengah dipahami
masyarakat secara luas sebagai konseptual yang final.
Walakin, Derrida, Lyotard, baudrilard mendedah terkait
dengan permasalahan perihal Modernitas yang bagi
mereka menjauhkan diri sebagai substansi manusia itu
sendiri.
Munculnya pemikiran alternatif atas pemikiran arus
utama yang dirasakan oleh masyarakat secara luas
memberikan tantangan tersendiri bagi seorang pemikir
77 | H a l a m a n
dalam menyampaikan gagasannya. Melalui kumpulan
teori yang didapatkna maka akan mendapatkan sebuah
gagasan alternatif untuk menutup lubang kekuarang
teori sebelumnya.
Modernitas yang sudah berlangsung lama sejak
renaisance berlalu. Modernitas ditandai pada masuknya
konsep industrialisasi sehingga membentuk konstruk
baru perubahan sosial. Lyotard berpandangan
bahwasannya postmodern itu geliat ide menuju pasca
industrial.20
Kendati demikian Lyotard mendedah peran individu
atau kelompok atas keresahan yang ditawarkan oleh
modernitas. Di Indonesia runtutan sejarah menagkap
fase industrial ditandai dari pelbagai karya intelektuil
untuk refleksi rakyat Indonesia.
Dr. Kunotwijoyo dengan bukunya berjudul Demokrasi
dan Budaya Birokrasi mengurai efek industrialiasasi
dimana didalamnya ada akumulasi modal, memiliki
20 Jena-Francois Lyotard, The Postmodern Condition (Manchester: Manchester
UP, 1984)
78 | H a l a m a n
pengaruh kepada hidup manusia Indonesia.
Kuntowijoyo begitu detail menjabarkan sebab-musabab
indsutrialisasi di indonesia.21
Dengan menutip narasi Ranggawarsita (1802-1874)
dalam Wulang Dalem Warna-Warni yang dengan bantuan
Pakubuwono X untuk menyalin kembali pada 1913,
dengan begitu futuristik secara metaforis Ranggawarsita
menyampaikan, “pada Zaman Kaliyuga Lautan
Mengalir ke Sungai.” Makna dari narasi tersebut,
akumulasi modal besar akan mempengaruhi secara luar
dari pusat kota hingga pinggiran, sehingga
menimibulkan kesinambungan akan sedikit benturan
antara pemilik modal dengan tunakisma.
Lyotard mendedah lebih jeli atas keresahan modernitas
yang ditimbulkan. The Postmodern Condotion, Lyotard
menguraikan mengenai peranan pengetahuan
menggiring gerak menuju masyarakat Pasca
Industrialis.22 Kondisi demikian di Indonesia dijelaskan
21 Kuntowijoyo. Demokari &Budaya Birokrasi. Penerbit; IRCiSoD,
Yogyakarta. 2018.
79 | H a l a m a n
secara gamblang oleh Dr. Kuntowijo mengenai peranan
pengetahuan seabagai basis ide mempengaruhi citra
sosial Indonesia mengarungi relung-relung kapitalisme
yang begitu mengakar.
Dari Renaisans sampai hari ini, peranan paradigma perlu
disuguhkan sebagai penikmat ilmu pengetahuan untuk
menjabarkan dan memikirkan secara lamat-lamat atas
proses mendialektika tahapan-tahapan perubahan sosial
yang terjadi.
Ulul Albab sebagai cerminan PMII untuk berpikir secara
dalam dan mengakar, sejatinya dilakukan dengan
mengeksplorasi pelbagai referensi sebagai basis
paradigma agar tepat sasaran mengilhami sebuah
perubahan sosial.
D. PMII menentukan paradigma
Melalui dokumien resmi PMII, pergulatan PMII
menentukan paradigma gerakan sudah berlangsung
lebih dari 25 tahun. Menjadi penting untuk ktia
refleksikan agar akumulasi pengalam berharga tersebut
bila kita ambil sari pati ide dari setiap jenjang paradigma
80 | H a l a m a n
yang telah ditawarkan dari setiap kepengurusan.
Adapaun beberapa paradigma yang telah dimilki PMII
ialah;
1. Paradigma Arus Balik Masyarakat Pinggiran
Paradigma pertama kali diperkenalkan di lingkungan
pergerakan pada kepemimpinan Muhaimin Iskandar.
Sebelum itu, belum dipakai istilah paradigma dalam
membingkai teori gerakan maupun kaderisasinya.
Paradigma dimaknai secara sederhana sebagai cara
pandang suatu komunitas terhadap realitas sosial.
Menggunakan keranka berpikiti paradigma dalam ilmu
sosial, PB PMII dalam kepengurusan Muhaiman
menyebut paradigma gerakan dengan istilah
“paradigma arus balik masyarakat pinggirian.” Era Orde
Baru masih mewarnai. Pada dekade 90 an,
otoritarianisme dan eufemisme digencarkan oleh
pemerintah agar tak muda menyampaikan kritik pedas
walaupun memiliki sebuah pegangan data yang kuat.
Kondisi demikian, arus balik masyarakat pinggiran
diilhami sebagai bentuk perlawanan organisasi –PMII,
untuk menarik diri dari negara dan selanjutnya
81 | H a l a m a n
memperkuat masyarakat sipil untuk memperkuat barisal
perlawanan rakyat untuk menegakan demokrasi.
Para periode ini, Free Market Idea (FMI), yang
bergerakan antara proses liberalisasi dan
interdependensi. Teori perubahan yang dianut ialah teori
perubahan teori rekayasa sosial. Rekayasa sosial dalam
FMI ditemani oleh sosialisasi wacana, penyadaran
publik, pertentngan terhadap ekspansi, dan hegemoni
negara terhadap individu dan masyarakarakt serta
pemberdayaan masyarakat yang bermuara pada
terwujudnya civil society.
2. Paradigma Kritis Transformatif
Paradigma Kritis Transformatif awal mula digunakan
pertama kali oleh Sahabat Saiful Bahri Anshori. Melalui
seminar yang dibuat oleh sahabat Saiful Bahri Anshori,
sehingga disepakati bahwasannya paradigma kritis
transformatif menggantikan arus balik masyarakat
pinggiran. Paradigma kritis transformatif bersamaan
dengan semangat reformasi yang memekik dibeberapa
daerah di Indonesia. Sahabat Sastro menjelaskan
82 | H a l a m a n
mengapa PMII memilih paradigma kritis transformatid,
antara lain;
Pertama, masyarakat Indonesia saat ini sedang
terbelenggu oleh nilai-nilai kapitalisme global
(neoliberalisme), dimana kesadaran masyarakat
terbelenggu dan dikekang pada suatu titik yaitu budaya
masa kapitalisme global dan pola pikir postivistik
modernis.
Kedua, masyarakat Indonesia adalah masyarakat
majemuk, beragam baik, secara etnis, tradisi, kulutr,
maupun kepercayaan. Kondisi demikian diterpakan
pada paradigma kritis, dikarenakn paradigma ini
memberikan tempat sama bagi setiap individu ataupu
kelompok masyarakat untu mengembangkan potensi
diri dan kreatifitas secara maksimal melalui dialog yang
terbuka dan jujur.
Ketiga, orde baru berjalan dengan sistem politik represif
dan otoriter dengan pola hegemonik. Akibatnya ruang
publik sphere (ruang publik masyarakat) hilang karena
otoriter negara.
83 | H a l a m a n
Keempat, negara menggunakan paradigma keteraturan
dengan menggunakan teori-teori modern (ideologi
develompentalisme, teori rostow mengenai
pembangunan).
Kelima, disampaing belenggu sistem sosial politik yang
saat ini juga diperankn negara (aktornya mengalamai
pergersaran dari Orba) dan sistem kapitalisme gloal yang
memeiliki perkembangan situasi, faktor secara spesifik
terdai dikalanngan PMII melalui kekuatan dogma
agama.
Paradigma kritis transformatif mengadopsi teori kritis
frankfurt schule seperti; Horkheimer, Adorno, T.W.
Adorno, Herbert Marcuse, Axel Honneth dlsbh. Teori
kritis merupakan teori sosial berupaya untuk
menganalisis sisi gelap abad ke-20. Sisi-sisi kemanusian
yang tercerabut karena kehidupan sosial, menyebebkan
para senior Frankfurt Schule untuk memberikan
kontribusi untuk mengubah orientasi masyarat dari
kemajuan zaman modern, yang ditandai oleh
84 | H a l a m a n
kemegahan dan kemwahan pembangungan fisik
ternyata tidak bisa dinikmati oleh seluruh umat. 23
3. Paradigma Menggiring Arus
Paradigma kritis transformatif selanjutnya digantikan
oleh paradigma menggiring arus. Pada kepemimpinan
Herry Hariyanti Azzumi, terori sistem dunia merupakan
salah satu varian dari perspektif marxian di samping
ciritcal theory (Teori kritis). Paradigma ini berasumsi
arus global tidak mungkin dibendung ataupun dilawan,
karenanya harus dilakukan adalah mengikuti arus
dimana pada suati titik, arus tersebut dapat dihegemoni
oleh golongan yang telah dibekali keberpihakan yang
jelas. Adalah keberpihakan kepada Mustadhafin.
Orientasi paradigma ini ialah memobilisai sumber daya
PMII untuk menguasai opini publik. Kendati demikian,
kualitas setiap kader ditekankan disinu untuk
melakukan proes mempengaruhi merekonstruksi
konsep-konsep yang memiliki penyebab ketertindasan.
23 Sorejanti poespowardojo &Alexander Seran. Diskursus Teori-Teori
Kritis.Penerbit; Kompas, Jakarta. 2016.
85 | H a l a m a n
Nampaknya, paradigma menggiring arus balik tak
berjalan lama. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII), memilih kembali paradigma kritis transformatif
setelah kepemimpinan Herry Hariyati Azzumi.
Perdebatan mulai ketika, konsep paradigma menggiring
arus secara substansi memiliki irisan dengan Teori Kritis
yang mengilhami lahirnya Paradigma Kritis
Transformatif. Bila dalih untuk bisa mempengaruhi
struktural, dengan cara menguasai lokus-lokus strategis,
Habermas dengan teori komunikasi dan praksisnya pun
mendedah perihal demikian. Tak hanya itu, Axel
Honneth sebagai generasi ketiga frankfurt, menekankan
serupa. Dalam ilmu sosial sebenarnya tidak dikenali jenis
paradigma semacam ini (baca; paradigma menggiring
arus.)
Walaupun secara pengambilan keputusan yang unik,
yaitu dengan cara voting, kita perlu membedah kembali
manifestasi paradigma bagi PMII24.
4. Paradigma Kritis Transformatif
24 Kongres XX PB PMII. Organisasi Maji Untuk Peradaban Baru. 2021.
86 | H a l a m a n
Paradigma Kritis Transformatif (PKT), dipilih kembali
menjadi paradigma untuk menggantikan Paradigma
Menggiring Arus. Menggiring arus sebuah metafora
yang nikmat untuk kita pahami. Dengan visi yaitu
membentuk kader bertaqwa, berbudi luhur, berilmu,
cakap dan bertanggung jawab mengamalkan ilmunya,
serta berkomitmen memperjuangkan cita-cita
kemerdekaan Indonesia, membawa tantangan tersendiri
bagi PMII untuk menjawab tantangan zaman.
Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dimana adalah pengikat
(kalimatunsawa’) antara nilai keindonesiaan dan
keislaman memberi citra tersendiri bagi kader PMII.
Paradigma sebagai alat untuk memandang dunia,
membawa PMII untuk bisa lebih luas serta mendalam
dalam mengamati kondisi sosial dari perbekalan teori
yang telah didapatkan.
E. Teori Kritis
Teori kritis lahir ketika kondisi abad ke-20 tidak lagi
menjamin kehidupan umat manusia. Kehidupan
yang terus membuat manusia menjadi terasingkan,
87 | H a l a m a n
mendorong terciptannya jalan baru yang
ditawarkan oleh kelompok Frankfurt Schule
Franfurt Schule lahir ketika ramalan Karl Marx
pertengahan di abad ke-19, mengenai revolusi
sosial tak pernah terjadi. Adalah Institut Penelitian
Sosial (Institut Fur Sozialforschung, Intitute of Social
Research) didirikan di Frankfurt, Jerman, pada 3
Februari 1923.
Kegagalan ramalan marx itu, membawa beberapa
tokoh seperti; T.W. Adorno, Max Horkheimer,
Herbert Marcuse, Frederic Pollock, Leo Lowentthal,
dan Walter Benjamin terlibat untuk menguliti
kondisi sosial dari pelbagai perspektif (Jay 1973,
Hughes 1975, Kellber 1989b).
Institut Penelitian Sosial (1923-1928), dibentuk
sebagai pemegang kendali pertama bernama Carl
Grunberg, seorang pemikir Marxis Ortodoks.
Sepeninggal Grunberg, Institut Penelitian Sosial di
pegang oleh Max Horkheimer dan menegaskan diri
untuk membentuk mazhab intelektual yang
dikenal dengan Mazhab Frankfurt (der Frankfurt
88 | H a l a m a n
Schule, Frankfurt School). Orientasi mazhab ini
berorientasi kepada neo-Marxisme untuk
melakukan kritik keras terhadap modernisme.
Munculnya keresahan atas modernitas dengan
banyak karya sastra sampai teori mentahan seperti
halnya; Franz Kafka dengan Metamorfosis nya yang
menjelaskan resah terbelenggu seorang Gregor
Samsa karena modernitas sampai Jacques Derrida
mengenai Postmodernnya itu, Teori kritik memiliki
kesamaan atas geliat kritik atas modernitas.
Kendati demikian, postmodern, poststruktural,
secara langsung atau tidak langsung dipahami
sebagai bentuk-bentuk lain dari apa yang disebut
Teori Kritis.25
Max Horkheimer adalah generasi pertama Mazhab
Frankfurt. Titik awal keberadaan Horkheimer
mengkritis Positivsime logis yang menyebabkan
mandeknya pengetahuan dan substansi umat
25 Ben Agger, “Critical Theory, Poststructuralisme, Postmodernism: Their
Sociolofical Relevanse” dalam Annual Review of Sociology, Vol 17 (1991),
hlm. 105-131. Diterbitkan oleh Annual Reviews. Stable URL:
http://www.jstor.org/stable/2083337.
89 | H a l a m a n
manusia. Herbert Marcuse, T.W. Adorno dan
Horkheimern tidak hanya mengulangi apa yang
disampaikan oleh Karl Marx.
Kritik tajam Mazhab Frankfurt atas positivisme
atau empirisme karena filsafat dianggap sebagai
biang kerok dipisahkannya pikiran manusia dan
kepentingan manusa, anatara ilmu pengetahuan
dan dunia praksis dan antara teknologi dan
humanisme dan positivisme-lah menjadi ibu
kandung dari lahirnya modernitas yang tidak
rasional.
Horkheimer menggunakan pandangan George
Lukacs (1971) untuk mengurai pandangan
Marxisme. Horkheimer menjelaskan mengapa
ramalan Marx di pertengahan abad 19 tidak terjadi
dikarenakan determinisme ekonomi Marx
melenceng, sedangkan ada kerangka yang tidak
dijelaskan Marx yaitu budaya dan ideologi.
Dialektik der Aufklarung (Dialektika Pencerahan),
Horkherkheimer dan Adorno menuliskan bersama
pada tahun 1944 tampil sebagai kritik keras
90 | H a l a m a n
terhadap tradisi tradisonal. Modernitas harus
disokong dengan konsep pemikiran dimana
manusia perlu memahami subyek individu agar tak
terasingkan oleh subyek pengetahuan yang
dibuatnya sendiri.
Dalam Teori Kritis, Horkheimer memberikan
perhatian mendalam tentang sisi-sisi humanis
konkert dalam sebuah telaah teoritis, reflektif dan
humanis. Horkheimer berbeda dengan konsep
filsafat kritis yang ditawarkan oleh Immanuel Kant.
Kant berbicara bahwasan akal budi murni manusia
sebagai asal-usul pengetahuan. Sedangkan bagi
Hegel, asal-usul pengetahuan berasal dari
kesadaran moral (sosialitas/negara). Horkheimer
menyebut mereka menjauh dari realitet teori dan
praksis.26
Para kritikus, membeberkan bahwa Marx
melupakan aspek budaya pada kalangan yang
dieksploitasi (baca; buruh). Marx pada tingkat
tertentu meremehkan kesadaran palsa yang
26 ibid
91 | H a l a m a n
dikonstruk oleh kaum kapitalis untuk menggiring
kaum buruh membuat gunung uang para kepitalis.
Gagasan Kedua dipimpin Juregen Habermas pada
akhir 1970. Habermas merupakan murid Adorno
dan Horkheimer. Neo-Marxisme dikembangkan
Habermas untuk menekankan Teori Kritis sebagai
kritik yang didasarkan pada paradigma komnikasi.
Gagasan Horkheimer memiliki perbedaan denga
pendahulunya yang menekankan kritik ideologi
rasionalitas instrumental semata.27
Habermas berkontribusi pada peranan komunikasi,
dimana komunikasi merupakan faktor penting dari
praktik. Komunikasi bukanlah Teori akan tetepi
tindakan. Melalui komunikasi, Hebermas
menawarkan jalur perjuangan masyarakat
demokratis berdasarkan hukum rasional.
Generasi ketiga Mazhab Frankfurt dipimpin oleh
Axel Honneth yang menggantikan Habermas
sebagai profesor pada tahun 1996, dan menjadi
direktur Institut Penelitian Sosial Frankfurt,
27 Lihat Habermas, 1970, 1971, 1975, 1979, 1981a,b, 1984, 1987a, b)
92 | H a l a m a n
Jerman, pada tahun 2001. Axel Honneth
dipengaruhi Habermas. Kendati demikian
Honneth mempertajam perubahan struktural atas
komunikasi ruang publik dengan menekankan
prinsip “pengakuaan” (recognition) untuk
mewujudkan kebersamaan masyarakat yang
pluralisitk.
Karya Axel Honneth yang menyentil yaitu Kampf
um Anerkennung yang diterjemahkan dalam bahasa
Indonesia berjudul Perjuangan demi Pengakuan.
Kalimat pertama pengantar Honneth mendedah
saripati Hegel atas kontribusi sebagai pijakan dasar
teori sosial. “Saya berupaya untuk
mengembangkan pijakan dasar bagi suatu teori
sosial dengan kandungan horison normatif
berdangkat dari rancangan Hegel tentang
‘perjuangan demi pengakuan’.28
Mazhab Frankfurt tidak tinggal diam dengan narasi
yang dibuat oleh Marx dengan negara Marxian
28 Majalah Basis. 2020. Axel Honneth Teori Perjuangan dan Pengakuan. Hal
34. Penerbit; PT. Kanisius. Sleman.
93 | H a l a m a n
yang terlalu bertendensi dengan teori
determinisme ekonomi. Determinisme ekonomi
mengaburkan subyek manusia yang di bendakan
karena sistem kapitalisme memberangkus nalar
kritik. Kendati demikian, sistem kapitalisme yang
begitu menjalar kuat itu, menyebabkan manusia
terkukungkung oleh narasi Modern. Kendati
demikian Modernitas belum selesai.
Adapun mengenai determinisme ekonomi ialah
ekonomi sebagai suprastructure yang
mempengaruhi totol basic structure (politik, sosial,
budaya, pendidikan, dan seluruh dimensi umat
manusia). Nur Sayid Santoso Kristeva
menjabarkan empat entitas dalam Mazhab
Frankfurt antara lain; Berpikir dalam totalitas
(dialektis), berpikir empiris hestoris, kesatuan teori
dan praktis, dan realitas yang tengah dan terus
bekerja (working reality).
F. Pengertian ‘Kritik’ dalam Tradisi Teori Kritis
Mereka mengembangkan apa yang disebut
dengan kritik ideology atau kritik dominasi.
94 | H a l a m a n
Sasaran kritik ini bukan hanya pada struktur
sosial namun juga pada ideologidominan dalam
masyarakat. Teori Kritis berangkat dari 4 (empat
sumber) kritik yang dikonseptualisasikan oleh
Immanuel Kant, Hegel, Karl Marx dan Sigmund
Freud.
a. Kritik dalam pengertian Kantian.
Immanuel Kant melihat teori kritis dari
pengambilan suatu ilmu pengetahuan secara
subyektif sehingga akan membentuk paradigma
segala sesuatu secara subyektif pula. Kant
menumpukkan analisisnya pada aras
epistemologis; tradisi filsafat yang bergulat pada
persoalan “isi” pengetahuan. Untuk menemukan
kebenaran, Kant mempertanyakan “condition of
possibility” bagi pengetahuan. Bisa juga
disederhanakan bahwa kitik Kant terhadap
epistemologi tentang (kapasitas rasio dalam
persoalan pengetahuam) bahwa rasio dapat menjadi
kritis terhadap kemampuannya sendiri dan dapat
menjadi ‘pengadilan tinggi’. Kritik ini bersifat
95 | H a l a m a n
transendental. Kritik dalam pengertian pemikiran
Kantian adalah kritik sebagai kegiatan menguji
kesahihan klaim pengetahuan tanpa prasangka.
b. Kritik dalam Arti Hegelian.
Kritik dalam makna Hegelian merupakan kritik
terhadap pemikiran kritis Kantian. Menurut Hegel,
Kant berambisi membangun suatu “meta-teori”
untuk mengujivaliditas suatu teori. Menurut Hegel
pengertian kritis merupakan refleksi-diri dalamupaya
menempuh pergulatan panjang menuju ruh absolute.
Hegel merupakan peletak dasar metode berpikir
dialektis yang diadopsi dari prinsip tri-angle-nya
Spinoza Diktumnya yang terkenal adalah
therational is real, the real is rational. Sehingga,
berbeda dengan Kant, Hegel memandang teori
kritis sebagai proses totalitas berfikir. Dengan kata
lain, kebenaran muncul atau kritisisme bisa
tumbuh apabila terjadibenturan dan pengingkaran
atas sesuatu yang sudah ada.
96 | H a l a m a n
97 | H a l a m a n
c. Kritik dalam Arti Marxian.
Menurut Marx, konsep Hegel seperti orang
berjalan dengan kepala. Ini adalah terbalik.
Dialektika Hegelian dipandang terlalu idealis,
yang memandang bahwa, yang berdialektika
adalah pikiran. Ini kesalahan serius sebab yang
berdialektika adalah kekuatan-kekuatan material
dalam masyarakat. Pikiran hanya refleksi dari
kekuatan material (modal produksi masyarakat).
Sehingga teori kritisbagi Marx sebagai usaha
mengemansipasi diri dari penindasan dan elienasi
yang dihasilkan oleh penguasa di dalam
masyarakat. Kritik dalam pengertian Marxian
berarti usaha untuk mengemansipasi diri dari
alienasi atau keterasingan yang dihasilkan oeh
hubungan kekuasaan dalam masyarakat.
d. Kritik dalam Arti Freudian.
Madzhab frankfrut menerima Sigmun Freud
karena analisis Freudian mampu memberikan
basis psikologis masyarakat dan mampu