148 | H a l a m a n
definisi semacam ini dirumuskan oleh Hadratus Syaikh
Kiai Hasyim Asy'ari sebagaimana tertuang dalam Qonun
Asasi Nahdlatul Ulama. Dalam perspektif pendekatan
Aswaja sebagai Manhaj bisa dilakukan dengan cara
bagaimana melihat Aswaja dalam setting sosial-politik
dan kultural saat doktrin tersebut lahir atau
dikumandangkan. Dengan demikian dalam konteks Fikih
misalnya, yang harus dijadikan bahan pertimbangan
bukanlah produknya melainkan bagaimana kondisi sosial
politik dan budaya ketika Imam hanafi, Imam Syafi'i,
Imam Malik dan Imam Hambali melahirkan pemikiran
Fiqih-nya. Dalam pemahaman theologi dan tassawuf juga
seharusnya demikian. Berangkat dari pola pendekatan
pemahaman Aswaja perspektif manhaj Al-Fikr yang paling
penting dalam memahami Aswaja adalah menangkap
makna dari latar belakang yang mendasari tingkah laku
dalam ber-Islam, Bernegara dan bermasyarakat. Dalam
karakter yang demikian inilah KH. Ahmad Sidiq (Al-
Magfurlah) telah merumuskan karakter Aswaja kedalam
tiga sikap, yakni; Tawasut, I’tidal dan Tawazun
(Pertengahan, Tegak Lurus dan Keseimbangan). Ketiga inilah
149 | H a l a m a n
yang menjadi landasan atas kerangka mensikapi
permasalahan-permasalahan keagamaan dan politik.
F. Islam dan Gerakan
Islam sempat menancapkan status quo terhadap
kelimuannya dibawah golongan lainnya. Perihal
keilmuan Islam berkontribusi pada penemuan referensi
ilmu dari ekonomi, sosial, politik bahkan sains.
Keberadaan tersebut didukung oleh kolaborasi apik
antara filsuf muslim dan pedagang yang mereka semua
melek dan haus terhadap ilmu pengetahun. pada abd ke
7 M-11 M.
Kejatuhan Imperium Romawi Barat pada 476, Eropa
mengalami keterpurukan dari pelbagai aspek seperti
kekacauan politik dan permasalah perekonomian
berabad-abad. Kondisi perekonomian yang sekarat,
menyebabkan intensitas pada buku dan pengetahuan di
Eropa pun terkendala.
Berbanding terbalik dengan Islam pada waktu itu.
Muhammad SAW muncul suntuk membelah tabir-tabir
gelap hidup manusia. Pada (570-632) menyebarkan
ajaran Islam di Jazirah Arab yang disampingnya masih
150 | H a l a m a n
berdiri imperium besar yaitu Byzantium dan
Sasaniyah.36
Khulafaurrasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsma, dan Ali,
632-661), menaklukan Sasaniyah dan menduduki semua
bekas Wilyah Byzantium di Timur Tengah (kecuali
Antolia, sekarang Turki). Islam pengalami
perkembangan dari sektor spasial. Melalui, iman, taqwa,
keberanian dan pengetahua, Kekuasaan Islam
merambah ke Transoxiana di timur semenanjung Iberia
di Barat. Strategis cendekiawan muslim begitu apik.
Mereka mengambil daerah-daerah strategis
perdagangan utama untuk mendapatkan informasi
terkait dengan pengetahuan yang mengantarkan jejaring
antara; Tiongkok, India dan Eropa.
Beberapa dinasti antara lain Abbasiyah, Fathimiyah dan
36 Perang panjang melelhakan antara Byzantium dan Sasaniyah membuat carut
marut kedua imperium tersebut. Kondisi demikian memudahkan Islam untuk
masuk memberika pencerahan dan arus balik perubahan. Kennedy 2008, 367_8.
Muslim umumnya menagganggap Byzantium lebih bersahabt dibandingdak
Sasaniyah. Pendapai ini terlihat dalam pemahaman Muslim atas ayat Al-Quran
30: 2-4 terkait dengan perang antara kedua imperium tersebut. Beate Dignas dan
Engebert Winter (2007), 231) melaporkan bawa “orang-orang Kristen Persia
bertempur bersama para penakluk: semalam penklukan Muslim atas Persia
karena:orang Kristern Persia merasa bahawa agama mereka lebih dekat dengan
agama suku arab.”
151 | H a l a m a n
Samaniyan Sunni bercokol dibeberapa tanah Eropa dan
Asia. Desentralisasi politik itu tidak menghambat
kemajuan intelektual dan ekonomi. Menariknya, Dinasti
Buwaihi Syiah dan khalifah Abbasiyah dari pertengahan
abad ke-7 hingga pertengahan abab ke-11 berkontribusi
terhadap produktifitas intelektual.
Kesadaran status quo Melalui Pengetahuan
Contoh paling penting status quo Islam dinilai begitu
menarik ketika patronasi Baitul Hikmah, perpustakaan
di Baghdad yang diresmikan Khalifah Harun ar-Rasyid
(memerintah 786-809). Intelektuak Islam bahkan diluari
Islam, banyak berkunjung untuk menempa ataupu
mengutip sampai mencari referensi terkait dengan
pengetahuan di Baitul Hikmah.
Baitul Hikmah memilik pelbagai referensi dari penjuru
dunia, dimana diterjemahkan agar dapat dibaca oleh
kalangan sendiri maupun luar kalangan muslim. Baitul
Hikma merupakan simpul paling penting adalam
gerakan penerjemahan. Mulai dari Bahasa Yunani Kuno,
Suriah, Persia Tengah, dan Sansekerta di bidang filsafat,
psikologi, matematik, kedokteran, fisika, geologi dan
152 | H a l a m a n
bidang lain diterjemahkan di dalam bahasan Arab.37
Tak hanya di Baitul Hikmah. Banyak kota muslim
penting lain mendirikan perpustakaan yang didasari
oleh rasa cinta terhadap ilmu dan pengetahua. Sejaitnya
mereka sadar, dengan pengetahuan akan mencerahkan
diri disamping menanamkan keimanan kepada Allah
Swt.
Baghdad pada waktu itu memang dielu-elukan sebagai
patron pusat ilmu, namun ada beberapa kota lain
penting yang menciptakan perpustakaan dan sarjana
pentingnya antara lain; Damasyik dan Halab di Suriah;
Basrah di Irak; Nisyapur, Ravy, dan Thus di timur laut
Iran; dan Balkh Bukhoro; Urgenc; dan Merw di Asia
Tengah.38 Khalifah Hakam II (memerintah 961-976)
mendanai beberapa sekolah dan perpustakaan di
ibukotanya, Cordoba. Hampir 400.000 buku tertera dan
dapat dibaca sebagai basis epitemologi kekuatan Islam di
Eropa.
Dinasit Fathimiyah pada waktu itu juga membuat
37 Ahmet T Kuru, Islam, Otoritarianisme, dan Ketertinggalan, Penerbit;
Kepustakaan Populer Gramedia, 2021, Hal-133.
38 Ibid
153 | H a l a m a n
perpustakaan panting. Khalifah Aziz memiliki
perpustakaan di Kairo dengan koleksi buku
diperkirrakan berjumlah antara 200.000 hingga diatas
satu juta judul buku.39 Eropa pada waktu itu masih
menghadapi era Dark Age, bila ditilik dalam coretan
sejarah barat. Sedangkan Islam sudah gandrung dan
tercerahkan begitu sumringah.
Malalui kultur yang telah ditanamkan dengan cinta
terhadap ilmu pengetahuan. Islam melahirkan pelbagai
Sarjana Islam yang berkontribusi terhadap segmen
keilmuan. Pada Abad ke-9 Al-Khawrizmi dengan ilmu
matematika, geografi dan astronomi menemukan
keilmuan tentang angka “Arab,” di Eropa yang
selanjutnya di sadur kepada sistem Hindu. Putra Bani
Musa di Maghdad menemukan perangkat mekanis
bergambar dengan kitabnya Kitab al-Hiyal. Penemuan
tersebut berkontribusi pada aspek kimia dan fisika
seperti, proyeksi lampu, masker das, dan alat pencakup.
Abu Bakar Razi (sekitar 854-925) ia berkontribusi pada
ilmu-ilmu kedokteran. Ia mengeksplanasikan solusi
39 Ibid
154 | H a l a m a n
pemecahan cul de sac mengatasi campak dan cacar. 40
Selanjutnya dalam bidang politik, logika, psikologi dan
musik. Muncul nama Farabi (sekitar 878-950). Farabi
menulis tentang logika, psikologi dan musik. Lingkaran
filsafat yang ia bentuk, menyebut Farabi sebagai
Aristoteles kedua. Dengan narasi terkenal Aristoteles
mengenai, “kebahagian adalah hal terpenting bagi umat
manusia.”41
Tak hanya itu kita Madinah al- Fadhillah (Kota Karunia)
karya Frabai diilhami oleh karya Plato berjudul Politea
(Republik), menjadi refernsi penting memandang politik
bagi para filsuf muslim berikutnya.42
Titik Balik
Beberapa memandang kondisi kejayaan yang gilang
gemilang sebagai romantisme mengenai pengaruh Islam
begitu kuat dalam aspek pengetahuan dan spasial.
Beberapa analisa menganggap, Islam mengalami
penurunan atas kontribusi pengetahuan pada zaman
kiwari.
40 Ibid
41 Ibid
42 Ibid
155 | H a l a m a n
Intelektual barat berbondong-bondong mempelajari
sejarah Islam yang mencoretkan era gilang-gemilang.
Beberapa beranggapan, mengapa islam mengalami
penurunan melalui pelbagai aspek. Ada yang
menyinggung soal kontribusi pengetahuan, ada pula
yang menyinggung pengaruh ruang-ruang diskurs
pengetahuan didalam Islam hanya berkutat pada
sufisme belaka.
Tokoh pemikir Muslim era Kontemporer berasal dari
Asia Tengah. Adalah Ziaudin Sardar dengan kritiknya
menyampaikan bahwasannya Al-Ghozali berpengaruh
negatif pada generasinya untuk menyelami dunia
pengetahu berbasi rasionalitas kritis.
Rendal Collins, juga menjelentrehkan bagaimana tidak,
konsumsi masyarakat muslim berkurang untuk
menganalisa filsafat dikarenakan oleh Al-Ghozali
dengan memarginalkan filsafat, sehingga madrasah-
madrasah yang dipengaruhinya memandang logika
sebagai skolatisisme mandek.43
43 Dalam Tahafut Al-Falasifah, Ghazali membahas pembakaran kapas yang
bersentuhan dengan api. Dia menerima dua kemungkinan (1) kapas menyentuh
api tanpa terbakar, (2) kapas terbakar tanpa menyentuh api. Beliau
156 | H a l a m a n
Namun, ada penemuan menarik mengapa pengaruh
Islam terpengetahuan mengalami kemunduran. Adalah
serangan perang bertubi-tubi yang menyasar buku-buku
penting terhadap keberlanjutan intelektual islam.
Disamping pengetahuan yang ia miliki, islam ternyata
harus menelan pil pahit atas serang tentara salin, temur
dan mongol.
Syed Ameer Ali (1849-1928), dikenal sebagai tokoh
reformis Muslim India, menganggap invasi mongol
sebagai titik balik runtuhnya dominasi Muslim;
“Rasionalisme, filsafat, sains, dan seni ambruk karena
rentetean kekejaman yang dilakukan oleh mongol.44
Ditengah hingar bingar Islam dalam urusan
pengetahuan dan pengembangan perdagangan,
nampaknya kesunyian dan kebrilianannya harus diuji
oleh serengan-serengan mematikan yang menyebabkan
tertimbunnya ide-ide brilian peengetahuan.
menyimpulakan: “yang melakukan pembakaran dengan menciptakan bekas
hitam di kapas … adalah Allah, baik melalui perantara malaikat-Nya maupaun
tanpa perantara. Secara ontologis, menerima atau menola pendekatan itu adalah
pilihan pribadi. Namun secara epitemologis, jika menjadi dominan, pendekata itu
pasti akan menghambat perkembangan ilmiah. Apalagi, jika menjadi perspektif
keagamaan yang dominan, pendekatan itu akan mengarah kepada fatalistik.
44 Ali 2012 [1902], 413; juga 428-429
157 | H a l a m a n
Secara ekonomi, pasukan mongol ketika melakukan
penyerangan ke negara-muslim, menyebabkan ekonomi
carut-marut menyebabkan fase penurunan.
Perpustakaan dan sektor-sektor pengetahuan pun
terdampak. Mereka (Mongol, tentara salib, dan Temur,
melakukan pembakaran masal sektor-sektor yang
memantik rasionalitas dan pengetahuan. 45
Pengaruh pemikiran Ghozali, memepengaruhi beberapa
dinasti termasuk Dinasti Abbasiyah. Gerakan islam
waktu itu, tersirat juga gerakan-gerakan politis untuk
mengurangi dominasi-dominasi kelompok-kelompok
lain. Inisiatif Al-Ghozali memberikan pengaruh kepada
konsolidasi untuk menyingkirkan syi’ah, Mu’tazilah,
dan para filsuf.
Hal ini menurut Ahmed T. Kuru sebagai “kemunduran
para filsuf dari Al-Ghozali sampai Ibnu Kaldun.” Tersirat
dalam sejarah penggerogotan Filsafat untuk
pengetahuan terjadi. Timbul alergi terhadap filsafat dan
rasionalitas. Pada pertengahan abad ke-12, Khalifah
45 Dalam Penjarahan Tripoli (utara Beirut) pada 1109, Tentara Salin membakar
dan menjarah semua buku di perpustakaan utama dan sekolah-sekolah. El-
Abbadi 1990, 175; Mackensen, 84. Lihat juga Harris 1995, 84.
158 | H a l a m a n
Abbasiyah Mustanjid membakar buku-buku Ibnu Sina
dan Ikhwanusafa di depan umum. Buku-buku itu
sebelumnya disimpan di perpustakaan-perpustakaan di
baghdad.46
Barat Mendominasi dan Mempengaruhi
Barat mulai membuka unviersitas-universtias di
kalangan mereka sebagai tukar gagasan memperkaya
pengetahuan. Kondisi demikian, membawa pada
pencerdesan kepada masyarakat kristen untuk
menghantam fatalisme dan anti terhadap rasionalitas.
Antara abad ke-15 sampai ke-17, Eropa barat mencapai
kemjuan di bidang intelektual, ekonomi dan militer.
Kondisi demikian disebut sebagai era “Kebangkitan
Barat.” Ada beberapa penyebab mengapa Eropa mampu
bangkit dari keterpurukan berabad-abad lamanya.
Adalah melek terhadap pentingnya buku, ilmu,
pengetahuan dan konslidasi sektor produksi.
46 Ibid. Gutas 2014, II; 332; Ali 2012 [1902], 412. Fuat Sezgin (2011a, 158)
menyatakan, “penolakan resmi dan kecaman seperti kasus Ibnu Rusyd di
Universitas Paris atau larangan membaca karya-karya Aristoteles oleh Paus
Inosenius III pada 2019 kiranya tidak terbayangkan di dunia SIlam.” Narasi
tersebut tidak akurat. Nampaknya malah khalifah Abbasiyah dan berbagai sultan
sendiri melakukan praktik genosida pengetahuan.
159 | H a l a m a n
Islam sudah terlebih dahulu mengenyam raung-ruang
intelektual dibarengi dengan semangat keimanan yang
tak akan dilupakan. Namun, karena beberapa aspek
terkait dengan kepercayaan kolektifitas masyarakat
Eropa untuk memberdayakan diri melalui jalur
pengetahuan, sedikit demi sedikit mengurangi dominasi
Islam atas pengetahuan dan politik.
Kemampuan bangsa Eropa untuk melakuk proses
menejemen ekonomi secara efektif, membawa kepada
gilang-gemilangnya. Hal ini ditandai dengan
diversifikasi kelembagaan. Kemampuan komparatif
yang dimiliki oleh masyarakat Eropa dimulai dari
dibukanya universitas-universitas untuk membentuk
diversifikasi keilmuan seperti; politik, ekonomi, sosial
dan budaya dengan detail.
Lantas kondisi perekonomian dan perkembangan
masyarakat di Eropa mengalami perkembangan yang
pesat, dibandingkan islam pada waktu itu terkesan
otoritatif karena pertentangan antara firqah sehingga
timbul kemandekan. 47
47 Ibid
160 | H a l a m a n
Konsep bebas yang ditawarkan oleh bangsa Eropa Barat,
melahirkan pelbagai perkembangan pada aspek
industrialisasi. Industrialisasi melahirkan indikasi terkait
penghambaan terhadap modal (Capital). Kelahiran
Kapitalisme awal mula terjadi di abad ke-15.48
Barat menghegemoni beberapa negara di dunia,
bahwasannya kemajuan-kemajuan yang dirasakan barat
harus juga dirasakan oleh masyarakat dunia pula.
Kendati demikian sublimasi melegalkan eksploitasi yang
dilakukan oleh capitalist, bagi seorang yang tak melek
mengenai imperialisme dan kolonialisme, akan
dianggap sebagai hal yang lumrah.
Bagi Hasan Hanafi, kolonialisme dan imperialisme
merupakan kejahatan terbesar dalam sejarah
kemanusian yang dilakukan oleh bangsa Barat dan non-
Barat. 49
Menyadur Ziauddin Sardar, dalam bukunya berjudul
Jihad Intelektual merumuskan parameter-parameter sains
Islam, sardar mengingatkan kita pentingnya kesadaran
48 Immanuel Wallerstein, Historical of Capitalism, (1983, cetaka pertama;
London: Setfor Press, 1984), hlm 19.
49 Lihat Hasan Hanafi, Madza Ya ni al-Yasar al-Islami,” hlm. 27.
161 | H a l a m a n
jihad intelektua untuk kembali mencitai pengetahuan
disamping menyokong keimanan dalam benak mereka50.
Kemerosotan masyarakat Islam selanjutnya juga di
dedah secara detail mengenai, entitas membaca hanya
dipahami untuk membaca kitab suci (baca; Al-Quran)
semata. Bagi Sardar, umat Islam perlu membentuk
kembali habitus Jihan Intelektual untuk mengurai
benang kusut universalitas Islam, hingga peradaban
yang terus mengalami perubahan yang begitu cepat.
Harapan selanjutnya ialah kader-kader PMII yang
sebagaimana mestinya merupakan bagian dari Islam itu
sendiri, memberikan pelbagai kekayaan intelektual yang
dapat dijelentrehken sedemikian rupa untuk
pengembangan keilmuan bagi Islam secara keseluruah.
Tak hanya itu, PMII yang mengusung Aswaja dimana
diikat didalam NDP sebagai Kalimatunsawa’,
harapannya mampu lebih detail, berani dan
membuktikan keberpihakannya kepada ketertindasan,
termasuk ketertindasan intelektual.
50 Ziauddin Sardar, Jihad Intelektual; Merumuskan Parameter-Parameter Sains
Islam, (1998; Cetakan Pertama), hlm. 21
162 | H a l a m a n
Sardar menolak memahami Jihad seperti yang dilakukan
oleh kelompok Khawarif yang fanatik menggunakan
jihad untuk memaksakan pandangannya kepada
sebagian besar komunitas muslim atas nama idealisme
yang berlebih-lebihan ekstrim.51 Bagi Sardar, kita sebagai
Islam, harus terlebih dahulu memahami diri kita melalui
pengasahan ide sebagai langkah sebelum melakukan
praksis agar dapat berjihad secara intelektual.
PMII yang sudah tersebar dibeberapa kampus, tidak
hanya pada kampus-kampus berbasis Agama Islam,
harapannya mampu memberikan kontribusi nilai-nilai
islam dan daya pikir cemerlang melalui pengembaraan
terhadap buku, ilmu dan pengetahuan. Keberpihakan
perlu dipertegas. Ketertindasan tidak hanya dianulir
secara spasial maupun material. Ketertindasan atas ide
juga bagian yang perlu dipikirkan.
51 Ibid
163 | H a l a m a n
164 | H a l a m a n
BAB VI
Nahdlatunnisa’
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
A. Geneologi Kebangkitan Perempuan
Ketertindasan atas apapun membuat para korban bersua
lantang menghantam kedzoliman. Perempuan sering
kali dimarginalkan karena sistem sosial menindas
dirabuk sedemikian rupa, sehingga perempuan kurang
memiliki entitas manusia secara secara mestinya.
Mafhum beberapa usaha yang dilakukan untuk
mengangkat harkat martabat perempuan dilakukan.
Rasullullah, membongkar tabir kelam di dunia Arab
ketika perempuan tak memiliki hak sama dalam relasi
sosial. Kondisi demikian, turunnya Wahyu Al-Quran
dan Sunnah Rasullullah memberikan cerminan positif
bagi perempuan untuk betul-betul lebih manusiawi
dalam menjalankan tugasnya.
Era kiwari ini, perempuan mulai sumringah menembus
sisa-sisa kekolotan yang mengangga bahwasannya
perempuan itu hanya jadi juru dapur. Kolot kiranya bila
165 | H a l a m a n
sisi pemikiran itu masih bercokol kuat di relung hati
masyarakat Indonesia Hari ini.
Perjuangan kelas betul-betul terjadi. Konstruk sosial
menindas karena persekongkolan antara pemilik modal
dan realitas, perlu adanya analisa secara kritis dan
konstruktif bagi siapapun agar tak memandang
perempuan dengan sebelah mata.
Nahdlatunnisa’ (kebangkitan perempuan), merupakan
sebuah maniefestasi optimisme PMII untuk bergerak
secara kolektif mengurai sisa-sisa manifestasi anggapan
usang terhadap perempuan. Salah satu narasi usang
ialah, lelaki merupakan aspek utama dipanding
perempuan dalam kehidupan. Chris Weddon
menganggap tersebut sebagai bentuk patriarkal.
Dalam Feminist Practice and Poststructuralist Theory
(1987), istilah patriarkal mengacu pada hubungan
kekuatan di mana kepentingan perempuan dianggap
lebih rentah dari pada laki-laki…52
52 Sarah Gambel, Feminisme dan Postfeminisme, Penerbit; Jalasutra, Yogyakarta,
2010, Hlm 3
166 | H a l a m a n
Sejarah awal terbentuknya kabangkitan perempuan
dimulai dari sebuah kesadaran perempuan Eropa akan
ketertindasan yang mereka alami. Mengenai akses
pendidikan dijelentrehkan oleh Stephanie Hodgson
Wright, bagaimana perempuan Eropa tak banyak yang
melanjutkan studinya karena konstrukt patriarkal yang
mencokol di Eropa. 53
Perempuan dianalogikan sebagai juru rumah tangga,
pada abad ke-18 masih bercokol kuat sampai
pertengahan abad ke-19. Kondisi demikian
menimbulkan sebuah inferioritas perempuan untuk
menghadapi realitas yang terus berkembang.
Inferioritas sendiri banyak perdebatan untuk
menjabarkan. Bagi Yudeo- Christian Inferioritas
perempuan diakibatkan oleh konstruk budaya yang
diamini, bahwasannya perempuan kudu bersikap
tertutup sehingga secara akses, hak, agar tak
membedakan perempuan sulit didapatkan. Tugas kita
mendiaktikan kondisi tersebut, dan merealisasikan bagi
hak mutlak manusia.
53 Ibid
167 | H a l a m a n
Ide memang espitemologi dari sebuah langkah praksis,
tergantung mereka menggunakannya atau tidak.
Perempuan sebagai second object jadi sebuah petaka hebat
bila kita tidak benar-benar menembus realitas semua
yang dibuat oleh siapapun.
Misal saja, Aristotelian mengenai perempuan. Ia
menganggap bahwasannya perempuan merupakan
manusia inferior, tarikan hawa sebagai “posterior et
inferior,” (terakhir dan lebih rendah). Tak hanya itu,
dogmatism dari agama pun menyebabkan malapetaka
bagi perempuan sendiri. Dalam bukunya berjduul
Education of a Christian Woman (diterjemahkan oleh
Hyrde, 1540), jelas sekali mendekriditkan perempuan
secara total, dengan narasi; Seorang perempuan tidak
bisa memimpin dalam pendidikan dan juga tidak bisa
bersaing dengan laki-laki atau berbicara untuk publik,
dan melepaskan diri dari kesungguhan hati dan
kejujuran, baik secara keseluruhan maupun bagian besar
lainnnya …54
54 Ibid
168 | H a l a m a n
Secara teologispun, perempuan dapat juga diberangkus
eksistensi dan esensinya sebagai manusia. Tak mau
hanya mendeskriditkannya pada satu pandangan salah
satu agama, namun probabilitas yang membuat mlempem
kesadaran perempuan untuk percaya diri
menyampaikan eksistensi karena terhalang oleh pelbagai
dogma tertentu. Kejadian itu, bisa ditentang melalui ide
dimana human being is not only man perspective, but woman
also.
Pada abad ke-17 kesadaran kolektif perempuan mulai
muncul. Ide untuk menyangkal narasi kolot yang
mematikan substansi perempuan, dirilis dengan ide
segar berupa memoar, puisi dan naskah kritis sebuah
opini. Dalam Renaisance Woman (1994) yang dijabarkan
oleh Diane Purkiss berpendapat bahwasaa dalam koleksi
itu mencipataka sebuah komunitas interpretif
kehormatan perempuan… menyatukan peremupan
sebagai pembaca untuk menyatakan dan menunjukan
kekesalan mereka. 55
55 Ibid
169 | H a l a m a n
Terstulis begitu jelas pelbagai pemikir perempuan yang
menyatakan kekesalannya terkait ide dogmatis yang
membungkam mereka. Adalah Katherine Philips, Aphra
Behn dan Anne Finch. Puisi begitu menusuk melalui
diksi kritik begitu mantap, Katherine Philips mencoba
menggaet kolektivitas kebangkitan perempuan melalui
sebuah puisi berjudul Mary Awbrey.
Puisi itu bukanlah penyampaian rasa cinta pada sesama
jenis (lesbian), namun puisi itu dibuat untuk memanggil
perempuan-perempuan lainnya yang bernasib sama
seperti Mary Awbrey untuk menyongsong surya terang
untuk peradaban perempuan yang lebih baik, tanpa
belenggu patriarki yang menyelimutinya.
Hari demi hari, perempuan-perempuan Eropa mulai
menelaah selembar demi selembar narasi puitis yang
dibuat oleh penulis-penulis pencetus awal feminism
waktu itu. Menara gading sang pastor, mulai tersadara,
bahwasannya tekstual mereka benar-benar membuat
kelabu perempuan. Mary Ward pada pertengah abad ke-
17, membangun sebuah ordo agama radikal disebut
170 | H a l a m a n
Institute of the Blessed Virgin Mary (Lembaga Perawan
Maria yang Diberkati).56
Geneologi awal yang kita kenal sebagai kebangkitan
perempuan di Eropa dimuali dari runtutan selembaran
kertar-kerta bertuliskan narasi puitis. Tidak dapat
dipungkiri kebenarannya. Tanpa sebuah kesadaran atas
literasi sampai sastra disini, perempuan akan tetap
terbelenggu oleh panji-panji patriarki yang memilukan.
Tokoh-tokoh seperti Delariviere Manley, Catherine
Totter, banyak membuat pelbagai karya sastra dan
dipentaskan melalui teater. Alih sastra menjadi visual
ini, memberikan dorongan tersendiri atas kesadaran
beberama perempuan untuk beraliansi. Pada periode ini,
lebih ditekankan pengguanaan karya tulis dan
menciptakan pelbagai buku kritis untuk memantik
animo masa. Selanjutan pada Era abad ke-15-17, gerakan
perempuan lebih kepada kebudayaan dan politik.
Istilah Feminisme muncul pada abad ke-18 di Prancis
ketika Hubertine Auclert mendeklarasikan dirinya dan
rekan-rekannya sebagai “feminis,” dalam tulisannya La
56 Ibid
171 | H a l a m a n
Citoyene. 57Feminisme mengalami banyak fase-fase
dalam perubahan. Pelbagai macam pengertian
feminsime (feminism liberal, feminism radikal, feminism
marxis, feminisme sosialis) pun dijelentrehkan
sedemikian rupa untuk menentang pengkerdilan hak
martabat perempuan. Dari pelbagai gagasan yang
disampaikan, kurang kiranya perspektif islam bila tak
dicantumkan untuk menggali lebih dalam mengenai
entitas feminism itu.
B. Feminisme Islam dan Indonesia
Islam muncul sebagai pencerah. Islam menawarkan
pelbagai solusi atas problema hidup umat manusia.
Feminisme menjadi kajian menarik abad ini, pasalnya era
kemajuan dengan ditandai peningkatan akal budi umat
manusia, meretas status quo, bahwasannya perempuan
adalah second option dalam kehidupan.
Etin anwar dengan bukunya berjudul Feminisme Islam
terbitan Mizan (2021), memberikan gambaran dan ide
baru tentang konsep islam dan feminisme. Etin Anwar
57 Karen Offen, “Defining Feminism: A Comparative Historical Approach,”
Signs: Journal Of Women and Culture and Society 14. No. 11(1998): Hlm 31-
38.
172 | H a l a m a n
adalah seorang yang juga dijuluki sebagai Pakar Kajian
Sosial Islam. Islam dan Feminisme menuai banyak
kontraversi. Acap kali menyebut lebih radikal
dibandingkan dengan Feminisme. Benarkah?
Di dunia muslim istilah Feminisme muncul pertama di
Mesir, ketika para perempuan menuntuk hak-haknya di
bidang penididikan dan politik (hak suara dan
partisipasi politik. Di Mesir, sedini 1890-an, para
perempuan Mesri telah terlibat dalam penulisan dan
penyuntingan jurnal-jurnal feminis. Literasi, buku dan
rasa ingin tahu lagi-lagi jadi pemantik terkait pencerahan
ide umat manusia, termasuk halnya mengenai pemikiran
feminisme. Munculnya pelbagai literature mengenai
feminisme, di Mesir pada tahun 1900-an mulai muncul
pelbagai perhimpunan antara lain; Perhimpunan
Intelektual Perempuan Mesir (1914), Perhimpunan bagi
Kemajuan Perempuan (1918) Persatuan Feminis Mesir
(1923) yang mengarah kepada masifnya aktivisme
Gender.58
58 Etin Anwar, Feminisme Islam; Genealogi, Tantangan dan Prospek di
Indonesia, (Penerbit Mizan; Jakarta, 2021), Hlm. 80.
173 | H a l a m a n
Di Indonesia dua tokoh perempuan menginspirasi atas
gerakan perempuan di Indonesia. Adalah RA. Kartini
dan Maria Ulfah (1911-1988). Kedua tokoh tersebut
berkontribusi dalam mengenalkan feminisme di
Indonesia. Maria Ulfa sempat mengikuti Kongres
Perempuan pada tahun 1928 yang mengkai perihal
Feminisme bagi perempuan Indonesia. Perdebatan
begitu aktif, ketika anak bangsa bertukar gagasan untuk
menjelentrehkan perihal pro dan kontra keberadaan
feminism di Indonesia.
Karya Badran Feminsime Beyond East and West
menunjukan bahwa istilah “feminsime Islam,” muncul
diberbagai negara-negara mayoritas Islam antara lain;
Iran, Malaysia dan Turki untuk menjelaskan “artikulasi
dan advokasi kesetaraan gender yang dimandatkan oleh
Qur’an dan keadilan sosial.59
Kartini sebagai putri dari seorang elite keluarga
penguasa, memiliki privilege untuk bisa mendapatkan
pegetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan
perempuan seusianya yang tak memiliki privilege yang
59 Ibid
174 | H a l a m a n
sama. Maka kemampuan menjangkau ilmu lebih banyak
oleh Kartini, menjadi nilai menarik bagi seorang pemikir
perempuan dari bumi Nusantara.
Penelitian yang dilakukan oleh Cote, RA Kartini
berkontribusi atas komunikasi yang dilakukannya
dengan beberapa tokoh-tokoh Feminis Belanda. 60
Adalah Stella, dan Abendandon-Madri merupakan
teman tukar surat Kartini memperbincangkan perihal
buku, gagasa kritik, dan wacanan perempuan di Eropa.
Intensitas pertukaran intelektual antar benua yang
dilakukan oleh Kartini, memberikan sentilan atas
kolonialisme juga memperkuat selaiknya perempuan
Indonesia itu hidup.
Efek domino terjadi. Gong besar diketuk Kartini dan
Maria Ulfah, agar perempuan-perempuan Indonesia
mulai bangkit dengan membentuk lokus-lokus
60 Ibid. Baca tentang kehidupan dan pemikiran Kartini dalam Letter for a
Javanese Princess. Edisi lainnya dari buku ini berjudul Letter from Kartini: An
Indonesian Feminist, 1900-1904, diterjemahkan oleh Joost Coote (Clayton
Victoria: Monash Institute, Monash University, 1992). Lihat juga Vreede-de
Stuers, The Indonesian Woman dan Chusnul Mar’iyah, “The Feminist Movement
For Equal Rightas,” dalam Abida Samiuddin dan Rashida Khanam, Muslim
Feminism and Feminist Movement in Southeast Asia (New Delhi: Global Vision
Publishing House), 177-214.
175 | H a l a m a n
pemerkuat gerakan perempuan. Saparinah Sadli
misalnya sebagai perintis program studi perempua di
Universitas Indonesia, menjustifikasi Kartini sebagai
faktor awal menjamurnya gerakan kepermpuanan
selanjutnya.61
Dr. Wahidin Soedirohoesodo membentuk Boedi Oetomo
(1908) sebagai lokus gerakan pemuda Indonesia untuk
bertukar gagasan agar menarik golongan non-priyayi
sebelum Indonesia itu terbentuk. Boedi Oetomo
membentuk sayap perempuan bernama Poetri Mardika
(1912).
Seperti hal nya yang disampaikan sebelumnya, gerakan
Eropa memandang penting pendidikan sebagai aspek
vital agar perempuan Indoensia perlua mendapatkan
pendidikan. Tujuan dari Poetri Mardika mempelopori
insiatif untuk menawarkan kesempatan budaya dan
pendidikan kepada permupan Indonesia untuk meraih
61 Tita Marlita dan Marilyn Porter, “Feminisme in Indonesi: An Analysis of the
‘Stepping Stones Project,’” dalam perempuan Indoensia dalam Masyarakat
yang Tengah Berubah: 10 Tahun Program Studi Kajian Wanita, Jakarta, diedit
oleh E. Kristi Poerwandari dan Rahayu S. Hidayat (Jakarta: Program
Pascasarjana, Universitas Indonesia, 2000), Hlm. 49.
176 | H a l a m a n
pendidikan, berparitisipasi di ranah publik dan berani
mengungkapkan ide-ide mereka sendiri.
Gerakan RA Kartini, Dewi Sartika, El-Joensijjah
menggunakan sistem Turba (Turun ke Bawah). Dari
rumah ke rumah, dari kelompok perempuan di setiap
kota, Kartini mendorong untuk bisa membuat
perkumpulan perempuan. Organsiasi mandiri muncul
seperti Pajiwatan Wanito Magelang (1915), Percintaan
Ibu Kepada Anak Temurun di Menado (1917), Serekat
Kaum Ibu Sumatra di Bukit Tinggi (1920), Wanita Katolik
di Yogyakarta (1924).62
Pemuda dan pemudi Nusantara waktu itu, betul-betul
memiliki interes pada kajian keilmuan dan politik. Tak
bisa dipungkiri, kondisi kolonialisme membentuk
mereka untuk beranjak dari kutukan kolonialisme.
Muncul pelbagai organisasi Islam yang disusul dengan
sayap perempuannya. Adalah Aisyiyah (1917), Jong
Islamiten Bond Dames Afdeeling (Bagian Perempuan
Perhimpunan Pemuda Muslim, JIBDA), dan Jong
62 Etin Anwar, Feminisme Islam; Genealogi, Tantangan dan Prospek di
Indonesia, (Penerbit Mizan; Jakarta, 2021), Hlm. 95.
177 | H a l a m a n
Islamiten Bond (1925) yang terkenal, sarekat Perempuan
Islam Indonesia, dan Nahdlatoel Fatayat (1920). Persistri
(1936), Muslmat NU (1946) didirikan sepuluh tahun
setelahnya.63
Feminisme Islam sendiri tidak bisa disamakan secara
total dengan yang di Eropa. Namun, pananaman
semangat untuk menghindarkan perempuan Indonesia
dari sebuah ketertindasan struktural itu, menjadi sebuah
irisan yang sama memperjuangkan perempuan
Indonesia lebih bermartabat.
Acap kali kita sering mendengar pelbagai aliran dalam
feminism. Adalah Feminisme Radikal yang sering –
disalahkan, karena menyerukan sentimen antikeibuan
sehingga menentang konstruk sosial tentang keibuan
yang digunakan oleh rezim heteroseksual sebagai
sebuah mekanism yang menindas perempuan. Padahal
pilihan menjadi ibu (Mother), sejatinya masih dihargai di
Bumi NKRI. Apakah opsi moral keibuan perlu digalakan
disamping menggaungkan perspekti gender?
63 Ibid
178 | H a l a m a n
Sering kali, perspekti Feminisme Gender menjadi kritik
oto kritik ketika, mengaburkan perjuangan feminism
atas harkat martabat perempuan. Hal tersebut sempat
membentuk perdebatan antara Ratna Megawangi
dengan Julia Kusuma, Wardah Hafidz dan Diarsi.
Ratna Megawangi begitu pesimis menyampaikan
bahwasannya feminism sebagai “antikeluarga,” dan
“anti anak-anak serta penyebab kemiskinan dan
perceraian perempuan. Narasi tersebut dibalas oleh
Myra Darsi Dkk, bahwasannya nila setitik rusak
sebelangga tak bisa semena-mena menganalogikan
feminism, dikarenakan ada pelbagai eksplanasi berdasar
ideologi masing-masing, yang tidak menghilangi
substansi perjuangan perempuan. Tujuan mereka ialah
sama, yaitu mengadvokasi hubungan yang lebih egaliter
dalam masyarakat agar tak terjadi sebuah ketertindasan
yang terstruktur.64
64 Myra Diarsi, Membiarkan Berbeda? Sudut Pandang BAru tentang Relasi
Gender (Bandung: Mizan, 1999), 31-37.
179 | H a l a m a n
180 | H a l a m a n
BAB VII
Peta Gerakan Islam Indonesia
A. Gerakan Islam
Aktivis Islam merupakan sebentuk kritik terhadap
ketidakberdayaan negara dalam mengelola tata
kehidupan sosial, politik, dan ekonomi yang baik.
Aktivis Islam mulai menawarkan jalan untuk perjuangan
atas dinamika sosial yang ada, yaitu sebentuk solusi
yang secara menyeluruh harus berangkat dari
paradigma Islam an sich, yang lazimnya berangkat dari
dua sumber Islam yaitu Alquran dan Sunnah. Namun,
ada pula dari aktivis Islam yang lebih toleran dan
fleksibel dengan gagasan yang selama ini dipikirkan oleh
negara, dalam tataran itu, respon yang dilakukan aktivis
tipikal ini, hanyalah sebatas kritik dan saran yang
membangun namun tidak keluar dari mainstream
pemikiran dan paradigma Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Aktivis Islam yang responnya lebih reaksioner terhadap
negara, lazimnya muncul dari organisasi keagamaan
181 | H a l a m a n
yang boleh dikatakan baru, atau paling tidak dari
organisasi masyarakat (ormas) yang muncul paska rezim
Soeharto lengser dari kekuasaan Presiden bulan Mei
tahun 1998, seperti MMI, HTI, FPI, dan gerakan
Tarbiyah. Sedangkan, ada pula mereka aktivis Islam
yang kecenderungannya hampir tidak jauh berbeda
dengan model yang pertama, hanya saja aktivis tipikal
ini lahir dari Ormas Islam yang sudah cukup mapan,
seperti DDII, LDII, Persis, SI, al-Wasliyah, dan Jamaah
Tabligh. Sementara, mereka aktivis Islam yang lebih
toleran dan fleksibel, lazimnya muncul dari Ormas Islam
yang sudah cukup mapan, yang tradisi serta budayanya
sudah sedemikian menyatu dalam kehidupan
masyarakat Islam pada umumnya seperti NU dan
Muhammadiyah.
Gerakan Islam di Indonesia terdiri dari beberap aspek,
antara lain; gerakan nasional dan transnasional. Gerakan
transnasional lebih diketahui sebagai gerakan yang
diekspor dari Indonesia. Adapun gerakan-gerakan
tersebut antara lain; Ahmadiyah, Wahabi, Jamaah
Tabligh, dan Hizbut Tahrir.
182 | H a l a m a n
Heterogen gerakan islam memiliki ciri khas masing-
masing, baik dari praksis yang dilakukan hingga
manifestasi ideologi atas telaah terhadap Al-Quran dan
Sunnah. Peta gerakan islam tidak hanya dinilai secara
spasial, namun perihal ide ataupun pemikiran lazimnya
harus juga dipahami untuk mengetahui secara fisik
gerakan setiap lembaga gerakan Islam di Indonesia.
B. Macam-macam Gerakan Transnasional
Gerakan transnasional islam berasala dari luar
Indonesia. Konsep bernegara antara Indonesia dengan
negara lainnya memiliki perbedaan begitu kentara.
Terkadang, banyak yang melakukan intimidatif atas
eksistensi gerakan tersebut tanpa mengetahui substansi
apa yang disampaikan. Jurnal gubahan (Syaoki, 2017),
menjabarkan beberapa gerakan islam transnasional
antara lain;
1. Ahmadiyah
Ahmadiyah merupakan sebuah gerakan keagamaan
yang didirikan oleh Mirza Gulam Ahmad di sebuah
desa bernama Qadian yang terletak di India pada
tahun 1889. Setidaknya ada tiga situasi yang
183 | H a l a m a n
mendorong kelahiran Ahmadiyah di India: pertama,
kehadiran kolonialis Inggris di tanah India, kedua,
adanya kemunduran ummat Islam di seluruh
penjuru dunia, kemunduran ini tidak hanya terjadi
pada sektor-sektor tertentu, namun menyentuh
segala bidang. Ketiga, yang menjadi faktor
pendorong lahirnya Ahmadiyah sebagai sebuah
gerakan keagamaan adalah adanya 170 Gerakan
Islam Transnasional. Kristenisasi terselubung dengan
kedok menjajah suatu negara.
Di Indonesia Ahmadiyah pertama kali menginjakkan
kakinya sekitar tahun 1925 atau sekitar 36 tahun sejak
dideklarasikannya di India. Sebuah desa bernama
Tapaktuan di Propinsi Aceh diduga kuat merupakan
tempat pertama datangnya Ahmadiyah di Indonesia.
Pembawanya adalah Maulana Rahmat Ali seorang
mubalig yang sengaja datang dari Qadian untuk
menyebarkan paham Ahmadiyah di Indonesia.
Awalnya hanya beberapa orang yang mengikuti
ajakan Maulana Rahmat Ali, namun perlahanlahan
184 | H a l a m a n
semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk
masuk dalam Jamaah Ahmadiyah.
Pada tahun-tahun selanjutnya Maulana Rahmat Ali
melakukan perjalanan ke beberapa daerah untuk
menyebarkan ajaran Ahmadiyah. Beberapa daerah
yang dikunjungi seperti Padang dan Payakumbuh,
kemudian perjalanan dilanjutkan menuju beberapa
daerah di pulau Jawa yakni Batavia (sekarang
Jakarta) dan Bogor. Di Batavia dan Bogor Rahmat Ali
dapat menggaet sejumlah pengikut bahkan sampai
dapat mendirikan Jemaah Ahmadiyah Cabang
Betawi dan Jemaah Ahmadiyah cabang Bogor. 65Di
Indonesia sampai saat ini Ahmadiyah terbagi dalam
dua kelompok: pertama kelompok Ahmadiyah
Qadian yang berpusat di Bogor. Kelompok ini
menamakan diri mereka sebagai Jamaah Ahmadiyah
Indonesia ( JAI), kelompok inilah yang mempercayai
bahwa Mirza Gulam Ahmad sebagai seorang
mujaddid (pembaharu) sekaligus sebagai seorang
65 Iskandar Zulkarnain, Gerakan Ahmadiyah di Indonesia, (Yogyakarta: LkiS,
2005), 58. 4 Ibid., 171.
185 | H a l a m a n
Nabi. Kelompok kedua yaitu Ahmadiyah Lahore,
kelompok ini menamakan diri sebagai Gerakan
Ahmadiyah Indonesia yang berpusat di Yogyakarta.
Kelompok ini tidak menganggap Mirza Gulam
Ahmad sebagai seorang Nabi, dalam pandangan
Ahmadiyah Lahore Mirza Gulam Ahmad hanya
sebagai seorang Mujaddid.
2. Jamaah Tabligh
Jamaah Tabligh didirikan oleh Maulana Muhammad
Ilyas alKandahlawy, lahir pada tahun 1303 H (1886)
di Desa Kandahlah, di kawasan Muzhafar Nagar,
Utar Pradesh, India. Ayahnya bernama Syaikh Ismail
dan bernama Shafiyah al-Hafidzhah. Muhammad
Ilyas terkenal sebagai gudang ilmu agama dan
memiliki sifat wara’. Maulana Muhammad Ilyas
mengenyam pendidikan agama pada kakeknya
Syekh Muhammad Yahya seorang penganut Mazhab
Hanafi dan juga merupakan teman dari Syekh Abul
Hasan al-Hasani an-Nadwi. Di samping itu Maulana
Muhammad Ilyas juga belajar pada Syekh Rasyid
Ahmad al-Gangohi, di Desa Gangoh, kawasan
186 | H a l a m a n
Saranpur, Utar Pradesh, India. Dalam waktu singkat
ia berhasil mempelajari dan memahami berbagai
kitab Hadist, Fiqih, maupun kitab-kitab lainnya.14
Setelah beranjak dewasa, Maulana Muhammad Ilyas
menjadi pengajar di Madrasah Mazhohirul Ulum,
namun setelah kematian kakaknya Maulana
Muhammad Yahya ia kemudian diminta untuk
menggantikan posisinya sebagai seorang Pimpinan
Madrasah di Nizamudin. Di sanalah kemudian ia
menetap dan mengembangkan ilmu yang telah ia
peroleh serta mendirikan maktab sebagai wadah
masyarakat belajar ilmu-ilmu Islam. Namun tidak
banyak dari warga masyarakat yang tertarik untuk
belajar di maktab tersebut, mereka lebih senang
hidup dalam kondisi yang sudah mereka jalani
selama turun temurun. Melihat kondisi kebodohan,
kegelapan serta sekularisme yang melanda
masyarakat sekitarnya, Maulana Muhammad Ilyas
kemudian berinspirasi untuk mengirimkan Jamaah
dakwah ke Mewat. Program ini kemudian
dijalankannya selama beberapa bulan dengan cara
187 | H a l a m a n
mengunjungi rumah ke rumah menyampaikan ajaran
Islam. Dalam menjalankan programnya tersebut ia
ditemani oleh beberapa orang yang kemudian
membentuk jamaahjamaah baru dengan tugas dan
fungsi yang sama. Dari Mewat inilah usaha tablig
meluas ke berbagai wilayah lain di India seperti
Delhi, Punjab, Aligarh dan lain-lain. Begitu juga di
pelabuhan-pelabuhan tersebar beberapa jamaah yang
terus bergerak menuju tempattempat yang
ditargetkan seperti di daerah Asia bagian Barat.
Setelah jamaah ini terbentuk mereka terus
mengepakkan sayap dakwahnya dan membentuk
jaringan di berbagai negara sampai sekarang ini
termasuk di Indonesia.
3. Hiztbuttahrir
Hizbuttahrir didirikan oleh Taqiudin al-Nabhani di
Jerussalem Timur yang dikuasai Yordani. Hizbut
tahrir mempiliki jumlah masa yang terbilang banyak.
Ada puluhan negara yang telah teridentifikasi
memiliki cabang panjang tangan gerakan
Hizbuttahrir (HT).
188 | H a l a m a n
Penelitian yang dibuat oleh Cohen, ada beberapa
faktor mengapa Hizbuttahrir dapat berkembang
begitu masif. 66Pertama, HT memiliki firkah murni,
cemerlang, jernih dan apik dikemas, acap kali
beberapa pemuda tertarik sebagai basis masa dalam
mengikuti gerakan-gerakan mereka.
Kedua, HT begitu rapi dalam mendidika dana
mengelola kader-kader mereka. Tak pelak, mereka
juga memberikan pencerdasan terkait dengan
teknologi, sehingga kader-kader yang terbentuka
dapat menguasai era kemajuan untuk kepentingan
dakwah mereka.
Ketiga, Masih mengenai kaderisasi. Kaderisasi HT,
mampu membentuk universalitas kader yang ia
miliki. Di pusat kota HT telah membentuk
cendekiawan ataupun intelektual-intelektual muslim
mereka sebagai cokol ide gagasan yang selalu ia
hargai keberadaannya.
66 Jamhari dan Jajang Jahroni, Gerakan Salafi Radikal di Indonesia, (Jakarta:
Raja Grafindo, 2004), 162
189 | H a l a m a n
Keempat, ciri khas terkahir ialah, HT memiliki sekat
dengan penguasa ataupun pemerintah. Kendati
demikian, sering kali HT diamati seabgai gerakan vis
a vis kepada negara.
4. Wahabi
Wahabi bisa disebut sebagai sekte. Sekte yang
mengikuti Muhammadi Ibn Abdul Wahab. Ayahnya,
Abdul Wahab adalah seorang hakim Uyaynah
pengikut madzhab Ahmad ibn Hanbal. Ibn Abdul
Wahab lahir pada tahun 1703/1115 di Uyaynah,
termasuk daerah Najd, belahan Timur Kerajaan Arab
Saudi sekarang67.
Wahabi memiliki tujuan untuk mengembalikan
makna Islam agar kembali kepada Al-Qur’an dan
Hadist. Acap kali, Wahabi menolak segala bentuk
pemahaman Islam diluar dari konteks Al-Quran dan
Sunnah. TBC (Takhayul, Bid’ah dan Khurafat),
digaungkan oleh Wahabi untuk menghindari tiga
aspek tersebut.
67 Abdurrahman Wahid (ed.), Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan
Transnasional di Indonesia, (Jakarta: The Wahid Institute, 2009), 62. 2
190 | H a l a m a n
Peristiwa memilukan sebagai tanda kekerasa wahabi,
adalah penghancuran makam sahabat nabi Zaid Ibn
Al-Khatab. 68 Wahabi menolak gerakan berbasis
teologis sinkretis. Mereka begitu teksutal dan keras
serta ahistoris. Cerita walisongo dan pewayangan
kalimosodo, bagi mereka itu Islam yang melenceng.
Gerakan Wahabi membuat pelbagai rizome dakwah,
antara lain; Dakwah Islamiyah Indonesia (DII).
Melalui saluran radio dan televise, mereka begitu
gencar menyampaikan gagasannya sebagai bentuk
agitasi berbasis teologis wahabi.
C. Gerakan Islam Nasional
Gerakan Islam Nasional mulai menjamah di Indonesia.
Keberadaan organisasi-oraganisasi Islam memiliki corak
masing-masing dalam syiar dan dakwah Islam. Walakin,
heterogenitas dari organisasi tersebut membawa sebuah
warna menarik dari kacamata keindonesiaan,
bahwasaannya Islam Kita (Indonesia) itu tak saklek
ataupun dikuasai oleh satu benera semata. Jurnal
68 Ibid., 66.
191 | H a l a m a n
gubahan (A. Syifa, 2018) mendedah secara historis terkait
dengan gerakan islam Indonesia antara lain;
1. Muhammadiyah
Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Dahlan
yang kemudian dikenal sebagai KH. Ahmad Dahlan
pada 8 Dzulhijjah tahun 1330 H (18 November 1912)
di Yogyakarta. Ia merupakan anak keempat dari tujuh
bersaudara yang semuanya adalah perempuan,
kecuali adik bungsunya. Dalam silsilah ia termasuk
keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik
Ibrahim, seorang wali besar yang terkemuka diantara
Wali Songo, yang merupakan pelopor pertama dari
penyebaran dan pengembangan Islam di tanah Jawa.
Adapun silsilahnya ialah, Muhammad Darwis
(Ahmad Dahlan) bin Abu Bakar bin Muhammad
Sulaiman bin Kyai Murtadla bin Kyai Ilyas bin
Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang
Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki
Ageng Gribig (Djatinom) bin Maulana Muhammad
Fadlullah (Prapen) bin Maulana Ainul Yaqin bin
Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim.
192 | H a l a m a n
Visi berkemajuan sejatinya dipahami betul
Muhammadiyah untuk menampakkan gerakan Islam
mereka untuk berkontribusi kepada modernitas.
Sebelumnya, pada tahun 1909, Ahmad Dahlan sebagai
Founding Father Muhammadiyah berafiliasi dengan
Budi Utomo, berkontribusi terkait pemhaman
keislaman untuk membela mustadafin dengan telaah
manifestasi Surat Al-Maun sebagai epistemologis,
berpihak kepada kaum papa69.
Berdirinya Muhammadiyah dari penyampaian
beberapa kalangan, dikarenakan oleh beberapa hal,
antara lain;
1. Ia melihat bahwa umat Islam tidak memegang
teguh Al-Qur‟an dan Sunnah dalam beramal
sehingga takhayul dan syirik merajalela, akhlak
masyarakat runtuh. Akibatnya, amalan-amalan
mereka merupakan campuran antara yang benar
dan salah. Sebagaimana diketahui, orang-orang
Indonesia sudah beragama Hindu sebelum
69 Yunus Salam, Riwayat Hidup KH. Ahmad Dahlan, (Yogyakarta: TB Yogya,
1986), h. 6.
193 | H a l a m a n
datangnya Islam. Menurut catatan sejarah, agama
Hindu dibawah pertama kali masuk Indonesia
oleh pedagang-pedagang India sehingga
pengaruhnya tidak terlepas dari umat Islam.
2. Lembaga pendidikan yang kurang begitu
efektif, mengetuk hati Muhammadiyah untuk
mewakafkan diri mereka mencerdaskan
kehidupan bangsa. Elaborasi antara Ilmu
Kontemporer dengan Nilai Keislamanan
ditanamkan di ruang-ruang madrasah gubahan
Muhammadiyah.
3. Kemiskinan membuat derita masyarakat.
Kendati demikian, melalui basis masa yang
dimilikinya memiliki visi untuk bisa menggerus
sedikit demi sedikit untuk hengkang dari
kemikinan ekonomi dan intelektual. Penghayatan
Surat Al-Maun sering kali disampaikan, sebagai
ontology Muhammadiyah menghadapi
kemiskinan.
4. Penjajahan dan Ideologi. Kolonialisme masih
menjadi musuh terbesar segala kalangan.
194 | H a l a m a n
Kesadaran Muhaammadiyah, bahwasannya
terjajah menyebabkan keterpurukan putra-putri
bangsa menyongsong peradaban yang lebih baik.
Pada awal pendiriannya Muhammadiyah fokus pada
masalah pendidikan diantaranya sekolah rakyat di
kampung kauman Yogyakarta. Murid laki-laki
bersekolah di Standard School Muhammadiyah,
Suronatan, sedangkan murid perempuan bersekolah
di Sekolah Rakyat Pawiyatan, Kauman. Sekolah
menengah yang pertama kali didirikan adalah
perguruan Al Qismun Arqo oleh KH. Ahmad Dahlan,
pada tahun 1918. Tentu peranan lembaga pendidikan
dan persyarikatan Muhammadiyah sangat penting
bagi perjuangan mencapai kemerdekaan bangsa dan
negara Indonesia. Sampai hari ini, Muhammadiyah
masih memegang kendali pada aspek pendidikan
sembari menyampaikan syiar islamnya.
2. Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam
yang menganut paham Ahlu Sunnah Wa al-Jama‟ah
195 | H a l a m a n
sebagai pola kehidupan beragama (menurut AD/ART
NU bab II Pasal 3). NU menganut Islam Sunni, yakni
paham yang dianut oleh sebagian besar warga negara
Indonesia. Tujuan dari NU adalah berlakunya ajaran
Islam menurut faham empat mazhab dalam wadah
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945.
Dalam hal fikih, NU menganut dua bagian konsep
hukum Allah yaitu hukum Allah yang bersifat iqtidha
(sesuatu yang sudah ada ketentuannya secara jelas)
dan hukum Allah yang bersifat takhiyar (belum ada
ketentuan dasarnya). Untuk mengatur hukum yang
bersifat takhiyar, maka dibutuhkan ijtihadiyah yang
diusahakan oleh manusia berdasarkan pertimbangan
kemaslahatan dan mudharatnya. Dengan adanya
basis jamaah NU yang semakin beragam dan
berkembang (tingkat aktualisasinya) terkadang
membuat dinamika yang berbeda pula di dalam
tubuh NU, seperti terbaginya cara pandang menjadi
dua kubu, yakni kubu yang cenderung
196 | H a l a m a n
mempertahankan tradisi bermazhab secara qauli
(materi/tekstual) dan kubu yang mencoba
mengembangkan pemahaman secara manhaji
(metodologis) dengan pendekatan kontekstual yang
melahirkan berbagai pemikiran alternatif. Strategi
dakwah dalam NU terdiri dari tiga pilar: 1) Tawassuth
(moderat) yaitu sikap tengah yang berintikan pada
prinsip hidup yang menjunjung tinggi berlaku adil
dan lurus di tengah kehidupan tanpa mengambil
sikap ekstrim. Implementasi sikap ini dalam konteks
hukum adalah keseimbangan dalam menggunakan
wahyu dan akal dan dalam konteks akidah tidak
gampang memberikan vonis kafir, sesat kepada orang
lain. Mengambil sikap tengah antara: wahyu dan akal,
taqdir dan ikhtiar dan atara taqlid dan ijtihad. 2)
Tawazun dan Ta‟adul (keseimbangan) sikap ini refleksi
dalam tata pergaulan baik dimensi politik maupun
budaya yaitu dengan mengambil sikap akomodatif
kritis dengan mengembangkan seruan amar ma‟ruf
nahi munkar. 3) Tasamuh (toleransi) yaitu
mengembangkan dan menumbuhkan sikap
197 | H a l a m a n
menghormati keragaman pemahaman, tindakan
maupun gerakan dalam konteks keislaman. Prinsip
ini dimaksudkan dalam upaya membangun ukhuwah
baik ukhuwah Islamiyah, basyariyah maupun
wathaniyah.29 Dengan tiga pilar itulah, NU mencoba
membumikan Islam demi tercapainya izzul Islam wal
muslimin. Untuk menuju izzul Islam wal muslimin,
dakwah NU didasarkan pada beberapa ayat Al-
Qur‟an, yakni surah An-Nahl: 125, Ali Imran: 104, 110,
112, Al-Anbiya: 107. Terkait kondisi zaman yang
semakin berkembang, NU mendasarkan pada kaidah
“memelihara tradisi lama yang masih baik (relevan)
dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik”.
Pada awalnya, NU adalah salah satu organisasi massa
Islam yang sangat berperan dalam pembentukan
Masyumi. KH. Hasyim Asy‟ari adalah pimpinan
tertinggi Masyumi di masa awal-awal
pembentukannya. Hanya saja NU pada akhirnya
keluar dari Masyumi melalui Surat Keputusan
Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) 5 April 1952
karena adanya pergesekan politik di antara kaum