Jurnal ini merupakan jurnal terakhir di semester 2, pada pertemuan ini Bu Puspa
meminta kepada semua murid untuk membahas apapun yang ada di bab sistem
pertahanan tubuh. Semua murid akan mendapat giliran untuk menjelaskan dengan
menggunakan urutan absen yang telah dicampur dengan antara kelas IPA 4 dan IPA
5, kami diberikan aturan untuk tidak mengulang kalimat yang telah disampaikan
teman kami terlebih dahulu.
B. Portofolio
SISTEM INDERA
A. Indra Penglihat (Mata)
Mata adalah sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor
dan mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf.
Aksesori Mata, Meliputi :
Alis, untuk melindungi mata dari keringat.
Orbita, lekukan tulang berisi bola mata.
Kelopak mata, melindungi mata dari kekeringan dan debu.
Otot mata (2 pasang otot rekrtus dan 1 pasang otot sadak).
256
Air mata, mengandung garam, mukosam, dan lisozim untuk membasahi
permukaan mata dan mempertahankan kelembapannya.
Struktur Mata
a. Lapisan luar bola mata, meliputi :
Tunika fibrosa, lapisan terluar yang keras.
Sklera, bagian diniding mata yang tersususn dari jaringan ikattn fibrosa
berwarna putih, memberikan bentuk pada bola mata, dan sebagai tempat
perlekatan otot ekstrinsik.
Kornea, untuk mentransmisi dan memfokuskan cahaya.
b. Lapisan tengah bola mata, meliputi :
Koroid, untuk mencegah refleksi internal berkas cahaya.
Badan siliari, berfiungsi dalam akomodasi penglihatan (mengubah fokus
objek).
Iris, bagian yang berwarna pada mata, terdiri atas jaringan ikat dan otot
untuk mengendalikan diameter pupil.
Pupil, ruang terbuka yang bulat pada iris untuk dilalui cahaya.
c. Lensa: struktur bikonveks yang bening
d. Rongga mata: ruang anterior berisi aqueos humor dan ruang posterior berisi
vitreous humor.
e. Retina, lapisan paling dalam yang tersusun dari:
Bagian luar, terpigmentasi dan menyimpan vitamin A
Bagian dalam, terdapat sel batang (berpigmen rodopsin, tidak sensitif
terhadap warna) dan sel kerucut (berpigmen iodopsin, sensitif terhadap
warna).
Lutea makula
Forvea sentralis, jika bayangan benda jatuh tepat pada forvea sentralis,
bayangan akan terlihat jelas
Saraf mata, terhubung di sisi superior kelenjar hipofisis
Bintik buta, bagian yang tidak mengandung fotoreseptor
Mekanisme Melihat :
1. Cahaya yang dipantulkan oleh benda ditangkap mata, menembus kornea dan
pupil.
2. Intensitas cahaya diatur oleh pupil, lalu cahaya diteruskan menembus lensa
mata ke retina.
3. Daya akomodasi mata mengatur cahaya agar tepat jatuh di bintik kuning
retina.
4. Impuls cahaya disampaikan saraf optik ke otak.
257
5. Cahaya akan diinterpretasikan sehingga kita bisa mengetahui apa yang kita
lihat.
Adaptasi Terhadap Gelap Dan Terang
Adaptasi terhadap gelap dan terang adalah penyesuaian penglihatan secara
otomatis terhadap intensitas cahaya yang memasuki retina saat bergerak dari
tempat gelap ke tempat terang, atau sebaliknya.
Dalam cahaya terang, semua rodopsin akan terurai dengan cepat dan hanya
tersisa sedikit. Berpindah tempat dari terang ke gelap akan membutuhkan
waktu untuk menyintesis ulang rodopsin agar dapat melihat jelas pada
kondisi gelap.
Sintesis rodopsin dan iodopsin perlu vitamin A.
Pupil akan melebar dalam ruang gelap dan menyempit dalam ruang terang.
Gangguan/Kelainan Pada Mata :
Miopia (rabun dekat), tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh.
Hipermetropia (rabun jauh), tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat.
Presbiopia, tidak melihat benda yang berjarak jauh maupun dekat.
Kebutaan, tidak dapat melihat benda apapun.
Kerabunan, hanya dapat melihat dengan samar-samar.
Rabun senja, tidak melihat dengan jelas hanya pada sore hari saja.
Buta warna, penyakit keturunan yang menyebabkan seseorang tidak
mamphju mempresentasikan warna.
Katarak, lensa mata menjadi buram karena penebalan.
Astigmatisma, kelengkungan kornea yang tidak merata yang menyebabkan
ketidakteraturan lengkung-lengkung permukaan bias mata sehingga cahaya
tidak fokus pada satu titik retina.
Mata juling (strabismus), suatu kondisi ketika kedua mata tampak tidak
searah atau memandang pada dua titik yang berbeda.
B. Indra Pembau (Hidung)
Hidung (nasal) sebagai indra pembau (penciuman) memiliki komoreseptor
olfaktori yang berfungsi menerima rangsangan berupa bau atau zat kimia yang
berbentuk gas.
Mekanisme Menghirup : Gas masuk ke hidung-larut pada selaput mukosa-
merangsang silia sel reseptor- rangsangan diterukan ke otak untuk diolah-jenis
bau dapat diketahui.
Gangguan Indra Pembau :
Hiposmia, indra penciuman kurang mampu mencium bau.
258
Anosmia, indra penciuman sama sekali tidak dapat mencium bau,
Hiperosmia, lebih peka terhadap bau-bauan.
Sinusitis, penyakit ini merupakan sebuah peradangan pada tulang-tulang
tengkorak di sekitar hidung yang berongga dan berisi udara,
Polip, pembengkakan jaringan yang terjadi di dalam hidung dan
mengeluarkan banyak cairan/lendir.
C. Indra Pengecap (Lidah)
Lidah berfungsi sebagai indera pengecap (kemoreseptor cair).
Lidah memiliki kemoreseptor berupa kuncup pengecap yang terdapat pada
papila lidah langit-langit lunak, epiglotis, dan faring.
Papila dapat dibedakan menjadi 4 macam berdasarkan bentuknya :
Papila filiformis, berbentuk kerucut, kecil, menutupi bagian dorsum lidah,
dan tidak mengandung kuncup pengecap.
Papila fungiformis, berbentuk bulat, banyak terdapat di dekat ujung lidah,
mengandung lima kuncup pengecap pada setiap papila.
Papila sirkumvalata, berbentuk menonjol dan tersusun seperti huruf V,
banyak terdapat di belakang lidah, serta mengandung 100 kuncup pengecap.
Papila foliate, berbetuk seperti daun, terletak di bagian tep[I pangkal lidah,
dan mengandung sekitar 1.300 kuncup pengecap di setiap lipatannya.
Area Kepekaan Rasa :
Rasa manis, di ujung lidah.
Rasa asin, reseptor banyak di bagian samping.
Resa asam, bagian samping lidah agak ke belakang.
Rasa pahit, bagian belakang pangkal lidah.
D. Indra Pendengar (Telinga)
Telinga berfungsi sebagai indera pendengaran (fonoreseptor) dan berperan
penting dalam keseimbangan (ekuilibirum).
Struktur Telinga :
a. Telinga bagian luar, meliputi :
Pinna/aurikula (daun telinga).
Membran timpanum (gendang pendengar)
b. Telinga bagian tengah, meliputi :
Tabung Eustachius (auditori).
Osikel auditori, meliputi tiga tulang pendengaran yaitu maleus (martil),
inkus (landasan), dan stapes (sanggurdi).
259
c. Telinga bagiuan dalam, meliputi :
Labirin osea (labirin tulang), terbagi menjadi tiga bagian, yaitu vestibula
(mengandubng reseptor keseimbangan tubuh), kanalis semisirkularis
(tiga buaj saluran setengah lingkaran), dan koklea (berbentuk seperti
rumah siput yang mengandung reseptor pendengaran).
Koklea terbagi lagi menjadi, yaitu skala vestibudi (bagian atas), skala
skala timpani (bagian bawah), dan bagian yang menghubungkan
keduanya.
Labirin membranosa, terdiri atas 2 kantong yaitu utrikulus dan sakulus
yang dihubgkan oleh duktus endolimfa.
Mekanisme Mendengar
Gelombang bunyi ditangkap oleh daun kartilago telinga-menjalar ke kanal;
auditori eksternal-membentuk getarabn pada membrane tympanum-menjalar
ke osikel auditori- menuju ke fenestra vestibuli- terbentuk gelombang
tekanan pada perilimfa skala vestibudi-menjalar ke skala timpani-
menyebabkan getaran pada membrane basilar- sel-sel rambugt melengkung-
memicu impuls saraf- menjalar ke serabut saraf vestibulokoklear (CN VIII)-
menjalar ke ko0rteks auditori di otak-bunyi di interpresentasikan.
Peranan Telinga Dalam Keseimbangan (Ekuilibrium)
a) Ekuilibrium statis adalah kesadaran akan posisi kepala terhadap gaya
gravitasi jika tubuh diam.
Reseptor yang berperan: makula pada dinding utrikulus dan sakulus.
Makula terdiri atas sel penunjang dan sel rambut. Kumpulan sel rambut
membentuk masa gelatin yang mengandung otolit.
Jika posisi kepala tegak lurus, otolit berada di puncak sel rambut. Jika
kepala miring arah otolit berubah dan sel rambut melengkung.
b) Ekuilibrium dinamis adalah kesadaran akan posisi kepala saat merespons
gerakan.
Reseptor yang berperan: ampula yang berisi krista, pada duktus
semisirkular.
Krista terdiri atas sel penunjang dan sel rambut yang menonjol
membentuk lapisan gelatin kupula.
Gangguan Indra Pendengar
Tuli (Tuna rungu), penurunan atau tidakmampuan seseorang untuk
mendengarkan suara, tuli terbagi menjadi 2, yaitu tuli konduktif terjadi
akibat gangguan transmisi suara ke koklea dan tuli saraf terjadi akibat
kerusakan organ corti, saraf CN VII, atau korteks otak.
260
Furunkulosis, munxulnya bisul pada meatus (liang telinga).
Otitia media, infeksi telinga tengah yang dapat terjadi setelah terserang flu,
sinusitis, campak, atau infeksi bakteri.
Mastoiditis, infeksi yang mentyebabkan sel-sel tulang mastoid berongga.
E. Indra peraba (Kulit)
Berfungsi sebagai indera peraba (mekanoreseptor/tangoreseptor)
Reseptor sensor pada kulit:
Korpuskula Paccini, mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) dan getaran.
Korpuskula Meissner, mendeteksi sentuhan.
Cakram Merkel, mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang
beradaptasi lambat.
Korpuskula Ruffini, reseptor tekanan dan tegangan di sekitar jaringan ikat.
Ujung bulbus Krause, mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan
gerakan.
Ujung saraf bebas, mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu
(panas/dingin).
Rangkuman Bab Sistem Pertahanan Tubuh Kelas XI IPA 4 & 5
1. Aaliyah :
Sistem imunitas adalah sistem pertahanan yang berperan dalam mengenal,
menghancurkan, serta menetralkan benda asing atau sel abnormal yang berpotensi
merugikan tubuh.
2. Albert :
Fungsi Sistem pertahanan tubuh yaitu ada mempertahankan tubuh dari patogen
invasif, misalnya virus dan bakteri, melindungi tubuh terhadap suatu agen dari
lingkungan eksternal, menyingkirkan sel sel yg sudah rusak akibat suatu penyakit
atau cedera, dan mengenali dan menghancurkan sel abnormal seperti kanker.
3. Adastra :
Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan, seperti kulit, air mata, mukus
(cairan lengket dan tebal yang disekresikan oleh membran dan kelenjar mukosa),
dan air ludah. Mereka berfungsi untuk mencegah laku peradangan setelah terjadi
luka atau infeksi.
261
4. Aldinan :
Mekanisme pertahanan tubuh memiliki 2 macam mekanisme pertahanan tubuh,
yaitu pertahanan nonspesifik (alamiah) dan pertahanan spesifik (adaptif).
Pertahanan nonspesifik merupakan inumitas bawaan sejak lahir, berupa komponen
normal tubuh yang ditemukan di individu sehat.
5. Afif :
Pertahanan non spesifik meliputi pertahanan fisik, kimia, dan mekanis terhadap
agen infeksi, fagositosis, inflamasi (peradangan), serta zat antimikroorganisme
nonspesifik yang diproduksi oleh tubuh.
6. Aldian :
Pertahanan fisik dan alamiah meliputi kulit yg sehat dan utuh, Membran mukos,
Cairan tubuh yang mengandung zat kimia Antimikroba, Pembilasan oleh airmata
salivah dan urin.
7. Alfonsus :
Kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda asing serta sel sel
abnormal disebut imunitas (kekebalan).
8. Alya Herliani :
Inflamasi adalah reaksi okal jaringan terhadap infeksi atau cidera yg disebabkan
terbakar, toksin, produk bakteri, dan gigitan serangga.
9. Alya Rahimah :
Zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja tanpa adanya
interaksi antigen dan antibodi sebagai pemicu, contoh : interferon dan komplemen.
10. Andi Ailman :
Komponen-komponen respon imunitas spesifik ada antigen dan antibody.
11. Alya Sakila :
Di dalam interaksi antibodi dan antigen, terdapat fiksasi komplemen yaitu aktivasi
sistem komplemen (± protein serum) oleh antibodi, yang jika terjadi infeksi,
protein pertama dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan, kemudian
memicu aktivasi protein-protein berikutnya, hasilnya merupakan virus dan sel-sel
patogen yang mengalami lisis.
12. Ashaz :
Hipersensitivitas adalah peningkatan atau reaktivitas terhadap antigen yang pernah
dipajankan atau dikenal sebelumnya.
13. Aurelia :
Interaksi antibodi dan antigen ada fiksasi komplemen, netralisasi, aglutinasi, dan
presipitasi.
14. Boeih :
Jenis imunitas terhadap penyakit (pathogen) dapat dibedakan mennjadi 2 macam
yaitu imunitas aktif (alami dan buatan) dan imunitas pasif (alami dan buatan).
262
15. Brandon :
Pertahanan spesifik (Adaptif) dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu, imunitas
yang diperantara oleh antibody dan imunitas yang diperantara oleh sel.
16. Cantika :
Sel-sel yg terdapat ada sel B, sel T, makrofag, dan sel pembunuh alami.
17. Candyle :
Faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu Genetik (keturunan),
Fisiologis, Stress, Usia, Hormon, Olahraga, Tidur, Nutrisi, Pajanan zat berbahaya,
Racun tubuh, Penggunaan obat-obatan.
18. Deswita :
Mekanisme respon imunitas seluler (diperantarai sel) ada 2 yaitu, Ekstraseluler
(jika antigen dicerna oleh makrofag) dan Intraseluler (jika antigen menginfeksi
sel).
19. Dwi :
Tanda-tanda lokal respons inflamasi, yaitu kemerahan, panas, pembengkakan,
nyeri, atau kehilangan fungsi.
20. Dicky :
Ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh makrofag terdiri dari antigen,
makrofag, MHC kelas 2, sel T.
21. Elvina :
Makrofag dapat dibedakan menjadi 3 yaitu makrofag jaringan ikat, makrofag dan
prekursornya, dan sistem fagosit mononukleus.
22. Dina :
Imunitas dibagi menjadi bbrp, yaitu ... Adalah..., Imunitas pasif adalah..., imunitas
pasif buatan adalah...
23. Engeline :
Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi hipersensitivitas, penyakit autoimun
dan imunodefisiensi.
24. Faisal :
Fagositosis memiliki beberapa jenis makrofag, yaitu makrofag jaringan ikat atau
histiosit, makrofag dan prekusornya atau monosit, dan sistem makrofag
mononukleus.
25. Fajar Hamdan :
Pertahanan nonspesifik terbagi menjadi pertahanan fisik, kimia, dan mekanis
terhadap agen infeksi, fagositosis, inflamasi, dan antimikroba nonspesifik yang
diproduksi tubuh.
26. Fani :
Faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu genetik, fisiologis, stress,
usia, hormon, olahraga, tidur, dan nutrisi.
263
27. Farren :
Gangguan sistem pertahanan tubuh
28. Gabriel Halim :
Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit. Limfosit ada 2 macam yaitu
Limfosit B dan Limfosit T.
29. Ghina :
Sel T efektor ada tiga jenis, yaitu sel T sitotoksik untuk mengenali dan
menghancurkan sel yang memperlihatkan antigen asing pada permukaannya, sel T
penolong tidak berperan langsung dalam pembunuhan sel tetapi berfungsi
mengenali antigen MHC kelas 2 yang hanya ditemukan pada jenis sel tertentu , sel
T supresor setelah diaktifkan fase oleh sel penolong akan menekan sel B dan sel T.
30. Gita :
Mekanisme respon imunitas humoral yaitu, antigen masuk ke tubuh » dibawa ke
limfosit B. Aktivitasi limfosit B » proliferasi menghasilkan tiruan sel B. Tiruan sel
B berdiferensiasi » sel plasma » sekresi antibody » dibawa ke lokasi infeksi.
31. Ivan :
Sel pembunuh alami (NK) yaitu sekumpulan limfosit non-T dan non-B yang
bersifat sitotoksik. Sel ini tidak perlu berinteraksi dengan antigen atau limfosit
untuk menghancurkan sel tertentu. Sel ini berperan dalam menghancurkan sel
kanker, virus, jamur, dan parasit lainnya.
32. Juan :
Hipersensitivitas atau alergi adalah peningkatan sensitivitas atau reaktivitas
terhadap antigen yang pernah dipajankan atau dikenal sebelumnya. Pada
umumnya terjadi pada beberapa orang saja dan tidak terlalu membahayakan tubuh.
33. Je Ivan :
Penyakit auto imunitas adalah kegagalan sistem imunitas untuk membedakan sel
tubuh dengan sel asing sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri.
Contohnya artritis rematoid, penyakit grave, anemia pernisiosa, penyakit addison,
sistem lupus ertythematosus, diabetes melitus tergantung insulin (DM tipe 1) dan
multiple sclerosis (MS, penyakit neurologis kronis).
34. Louis :
Imunal Defisiensi adalah kondisi menurunnya keefektivitas atau ketidakmampuan
system imunitas untuk merespon antigen. Contohnya adalah defisiensi imun
kogenital dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).
35. Khanza :
Sindrom sistem Johnson (ssj) dan penyakit kulit dan mukosa yang berbahaya dan
dapat mengakibatkan kematian.
36. Marcell :
Jenis imunisasi polio dapat mencegah poliomyelitis/kelumpuhan.
264
37. Madinah :
Program dan jenis imunisasi. Jenis imunisasi BCG , penyakit yang dicegah
Tuberculosis. Jenis imunisasi Hepatitis B, penyakit yang dicegah Hepatitis B
(infeksi organ hati. Jenis imunisasi polio, penyakit yang dicegah
poliomyelitis/kelumpuhan.
38. Modestine :
Tujuan akhir inflamasi adalah membawa kabohit dan protein plasma dalam
jaringan yang rusak untuk mengisolasi, menghancurkan, menginaktifkan agen
penyerang, membersihkan sel-sel debris, serta mempersiapkan proses
penyembuhan dan perbaikan jaringan.
39. Andri :
Antibody merupakan protein plasma yang disebut immunoglobulin.
40. Salman :
Antigen adalah zat yang merangsang respon imunitas pertama dalam
menghasilkan antibody. Terdiri atas bagian determinan antigen dan halften.
41. Fawwaz :
Salah satu faktor yg mempengaruhi system pertahanan tubuh yaitu tidur.
Kekurangan tidur akan menyebabkan kekurangan pada jaringan sitokin yang dapat
menurunkan imunitas seluler sehingga kekebalan tubuh menjadi melemah.
42. Oasis :
Imunisasi DPT yaitu imunisasi untuk mencegah 3 macam penyakit yaitu.. dan
tetanus yang diberikan pada balita usia 4 minggu hingga 6 bulan.
43. Rafli :
Salah satu contoh imunodefisiensi adalah defisiensi imun kongenital, yaitu
keadaan tidak memiliki sel B maupun sel T sejak lahir. Jadi penderita harus hidup
dalam lingkungan yang steril.
44. Oriza :
Kekebalan tubuh ada dua. Kekebalan Aktif: kekebalan yg dihasilkan oleh tubuh
sendiri dimana jika seseorang sakit karna terinfeksi patogen, tubuh akan membuat
antibodi. Kekebalan Pasif: kekebalan yang diperoleh setelah mendapat antibodi
dari luar contohnya kekebalan tubuh bayi yang didapat dari air susu ibu.
45. Rafli Dwi :
Magnesium diketahui dapat mendukung system kekebalan tubuh yang sehat.
Selain itu, magnesium diketahui dapat membantu menjaga otot normal dan fungsi
saraf, menjaga irama jantung agar tetap stabil, menjaga tulang yang kuat,mengatur
tingkat gula darah, mengatur tekanan darah.
46. Zinedine :
Respons kekebalan humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan menghasilkan
antibodi dalam plasma darah dan limfa.
265
47. Raisya :
Imunodifiensi adalah salah satu penyakit sistem pertahanan tubuh yaitu kondisi
menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan sistem imunitas
untuk merespons antigen. Ada 2 jenis imunodefisiensi, yaitu defisiensi imun
kongenital dan AIDS.
48. Nadia :
Vaksin adalah patogen yang mati atau dilemahkan atau toksin yang telah diubah.
49. Rania :
Imunisasi PCV yaitu untuk mencegah penyakit radang selaput otak, infeksi darah,
dan radang paru-paru.
50. Nanda :
Salah satu faktor yang memengaruhi system pertahanan tubuh adalah nutrisi
seperti vitamin dan mineral yang diperlukan dalam pengaturana system imunitas
DHA dan asam
51. Naura :
Pencegahan terbaik untuk sindrom stevens johnson adalah tidak mengonsumsi
obat2an sembarangan dan lebih baik memberitahukan kepada dokter jika memiliki
alergi terhadap suatu jenis obat, makanan, atau bahan-bahan kimia tertentu.
52. Ruth :
Salah satu program imunisasi adalah imunisasi Hepatitis A yang berguna untuk
mencegah Hepatitis A. Hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh
infeksi virus Hepatitis A.
53. Patricia maulina :
Program imunisasi dan penyakit yg dicegah yaitu Campak untuk mencegah
terjadinya penyakit campak, Tifoid untuk mencegah penyakit tifus, dan Varisela
untuk mencegah penyakit cacar.
54. Samuel :
Patogen dapat berevolusi secara cepat dan mudah beradaptasi agar terhindar dari
identifikasi dan penghancuran oleh sistem imun, tetapi mekanisme pertahanan
tubuh juga berevolusi untuk mengenali dan menetralkan pathogen tersebut.
55. Raina :
Contoh-contoh dari alergen yaitu spora kapang, serbuk sari, rambut hewan,
kotoran serangga, karet lateks, obat-obatan, dan bahan makanan (telur, susu,
kacang, udang, dan kerang).
56. Raisha :
Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah pajanan zat
berbahaya seperti bahan radioaktif, pestisida, rokok, minuman beralkohol, dan
bahan pembersih kimia yang dapat menurunkan imunitas.
57. Skylenn :
266
Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat sel-sel yang terlibat dalam respons
imunitas salah satunya adalah Makrofag, Makrofag adalah sel fagosit besar dalam
jaringan, yang berasal dari perkembangan sel darah putih, dan berfungsi untuk
menelan antigen atau bakteri untuk dihancurkan secara enzimatik.
58. Sakhi :
Presipitasi atau pengendapan yaitu, peningkatan silang molekul-molekul antigen
yang terlarut dalam cairan tubuh.
59. Jason :
Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah perbanyak makan buah dan sayur,
berolahraga, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stress.
60. Thezar :
Pada beberapa kasus penyakit sindrom stevens johnson disebabkan oleh beberapa
jenis obat-obatan diantaranya penicillin, nevirapine, paracetamol, carbamazepine,
dan bebrapa turunan dari obat-obatan tersebut.
61. Wahyu :
Struktur antibodi tersusun atas dua macam rantai polipeptida yang identik dimana
terdapat dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada molekul
antibodi dihubungkan oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya menyerupai
huruf Y.
62. Yuniar :
Salah satu faktor yang mempengaruhi system pertahanan tubuh adalah hormone.
Hormon bergantung pada jenis kelamin wanita memproduksi hormon estrogen
yang meningkatkan sintesis igG dan igA sehingga menjadi lebih kebal terhadap
infeksi daripada pria. Sementara itu pria memproduksi hormon androgen yang
bersifat memperkecil resiko penyakit autoimun sehingga penyakit autoimun lebih
sering dijumpai pada wanita.
267
REFLEKSI
PERISTIWA
Pada pelajaran Biologi penulis diwajibkan untuk selalu menulis jurnal dan
portofolio jika ada. Jurnal Biologi ini berisikan isi pembelajaran selama KBM
sedang berlangsung yang dapat ditulis menggunakan 2 cara, yaitu dengan diketik
ataupun ditulis menggunakann tangan. Lalu portofolio merupakan tugas khusus
yang diberikan agar penulis lebih memahami keseluruhan materi yang ada, ada
berbagai cara untuk menyampaikan portofolio tersebut dengan lebih kreatif seperti
menggunakan PPT, Word, Canva, dll.
PERASAAN
Dalam menjalankan kegiatan membuat jurnal dan portofolio selama kelas 11 ini,
penulis sangat merasa senang dan juga bangga akan pencapaian yang telah
dilakukan Karena, didalamnya tidak hanya terdapat materi selama pelajaran
berlangsung tetapi juga terdapat daya juang penulis, ungkapan perasaan penulis
baik itu senang, tegang maupun sedih, dan yang pasti adalah kesan pesan yang
terjadi dalam pembelajaran
268
PEMBELAJARAN
Banyak hal yang dapat dijadikan pembelajaran oleh penulis setelah selama 2
semester menulis jurnal dan membuat portofolio, mulai dari dipermudahnya penulis
untuk belajar karena seluruh hal yang terjadi saat KBM telali tercatat di dalam
jurnal, jurnal juga melatih kemampuan penulis untuk lebih lihai dalam
menyampaikan kesan pesan selama KBM berlangsung, lalu dengan portofolio
penulis dapat memahami lebih dalam materi yang sedang berlangsang dan juga
dipaksa agar selalu berpikir kritis dalam melakukan segala hal.
PERUBAHAN
Perubahan yang langsung dialami penulis ialah sikap kedisiplinan dalam
mengerjakan suatu hal khususnya dengan pelajaran, seperti dengan tidak menunda-
nunda tugas yang telah diberikan. Perubahan lain yang dirasakan penulis adalah
penulis menjadi lebih berkembang dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik
dan benar. Penulis berharap semoga jurnal dan portofolio ini dapat bermanfaat
untuk kedepannya baik untuk penulis maupun pembaca.
269