156
157
BAB V
Sistem Sirkulasi
A. Jurnal Belajar
JURNAL BELAJAR 1
Jumat, 13 Oktober 2020
Hari ini adalah pertemuan pertama kami dengan pelajaran biologi dalam bab kelima
mengenai system sirkulasi. Seperti biasa kelas kami digabung dengan kelas XI IPA 5.
Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya langsung memasuki
room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap mengikuti
pembelajaran hari ini.
Seperti biasa, pertemuan pertama setelah ulangan, Ibu Puspa akan mereview kembali
hasil ulangan kami. Sebelumnya, Ibu Puspa menyampaikan etika dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran daring melalui virtual meeting yaitu seharusnya anak murid
membuka kameranya, hal ini untuk menghargai guru yang sudah membuka kameranya
ketika mereka menjelaskan materi pelajaran. Lalu Ibu Puspa mereview ulangan kami.
Kelas XI IPA 4 ada 2 siswa yang tidak mengikuti ulangan dan 3 siswa yang remedial,
sedangkan kelas XI IPA 5 ada 3 siswa yang terkena remedial.
158
JURNAL BELAJAR 2
Rabu, 18 November 2020
Hari ini adalah pertemuan kedua kami dengan pelajaran biologi dalam bab kelima
mengenai system sirkulasi. Seperti biasa kelas kami digabung dengan kelas XI IPA 5.
Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya langsung memasuki
room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap mengikuti
pembelajaran hari ini.
Sesuai jadwal jam pelajaran yang telah diubah oleh sekolah pada dua hari yang lalu,
pelajaran Biologi kami dimulai pada pukul 10.00 pagi. Awalnya, pada jam 10.00 tidak
ada pemberitahuan dari Ibu Puspa, hingga pukul 10.09, ketua kelas kami, Juan Carlos
menanyakan kepada Ibu Puspa mengenai apakah hari ini ada pertemuan atau tidak.
Lalu Ibu Puspa baru memberitahu informasi setengah jam kemudian melalui grup
Whatsapp kelas.
Ibu Puspa mengirim powerpoint mengenai materi Bab 5, yaitu sistem sirkulasi dan
menginfokan kami bahwa hari ini kami tidak melakukan pertemuan daring, melainkan
kami diberi tugas mandiri dengan membaca dan membuat catatan penting tentang
materi tersebut di buku catatan kami. Ibu Puspa juga menginfokan kami bahwa untuk
pertemuan berikutnya, kita akan melakukan tanya jawab per orang. Kami pun memberi
respon terima kasih kepada Ibu Puspa atas informasinya dan kemudian kami
melanjutkan untuk mengerjakan tugas mandiri masing masing di rumah.
Hari ini kami tidak melakukan pertemuan daring melainkan kami mengerjakan tugas
mandiri. Kesan positif saya mengenai tugas yang diberikan yaitu kami bisa membaca
dengan seksama mengenai materi yang telah diberi dan kami mencatat hal hal penting
yang berarti kami bisa lebih mengingat dan memahami materi dalam bab ini. Saya
harap untuk pertemuan ke depan, siapapun yang akan kebagian pertanyaan dapat
menjawab dan menjelaskan dengan sangat baik dan lancar, serta kami dapat berdiskusi
mengenai materi ini lebih dalam lagi agar kami bisa lebih memahami materi yang
sedang dibahas.
159
JURNAL BELAJAR 3
Jumat, 20 November 2020
Hari ini adalah pertemuan ketiga kami dengan pelajaran biologi dalam bab kelima
mengenai system sirkulasi. Seperti biasa kelas kami digabung dengan kelas XI IPA 5.
Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya langsung memasuki
room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap mengikuti
pembelajaran hari ini.
Setelah mengabsen kami satu per satu, Ibu Puspa memulai pembicaraan dan
meminta maaf telah telat membagikan link meetingnya karena Ibu Puspa lupa kalau
jadwal jam pembelajaran sudah berubah menjadi 30 menit lebih cepat. Setelah itu Ibu
Puspa membahas mengenai catatan yang sudah kami buat dan kami mulai melakukan
tanya jawab yang diawali dengan Ibu Puspa memanggil 1 murid dari XI IPA 4, Raisya
dan 1 murid dari XI IPA 5, Sakhi untuk menjelaskan fungsi peredaran darah. Tetapi,
baru saja Ibu Puspa menyebut nama muridnya, Ibu Puspa tiba tiba terkeluar dari meet
nya. Ibu Puspa lalu mengabari kami di grup WA kelas bahwa laptop Ibu Puspa nge drop
dan meeting pun harus berakhir. Ibu Puspa kemudian menyuruh kami untuk
mengumpulkan catatan kami dalam waktu 15 menit dan Ibu Puspa membuka room
pengumpulan tugas di Google Classroom.
Pertemuan kali ini sangat singkat sekali dan kami pun mulai mengumpulkan tugas
kami ke Google Clasroom. Saya pribadi masih belum menyelesaikan catatan saya dan
saya meminta izin kepada Ibu Puspa bahwa saya akan telat mengumpulkan, saya pun
sudah tau konsekuensi mengenai keterlambatan dalam mengumpul tugas. Saya harap
saya bisa menjadikan hal ini sebagai pelajaran bahwa taat waktu adalah hal yang penting
dalam melakukan kegiatan apa pun itu.
160
JURNAL BELAJAR 4
Rabu, 25 November 2020
Hari ini adalah pertemuan keempat kami dengan pelajaran biologi dalam bab kelima
mengenai system sirkulasi. Seperti biasa kelas kami digabung dengan kelas XI IPA 5.
Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya langsung memasuki
room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap mengikuti
pembelajaran hari ini.
Pembahasan dimulai dengan penjelasan fungsi peredaran darah oleh Ibu Puspa.
Berdasarkan pertemuan sebelumnya, Ibu Puspa telah menunjuk saya dan Sakhi untuk
menjelaskan fungsi peredaran darah. Tetapi, saya belum join ke dalam pertemuan
sehingga Sakhi saja yang menjelaskan fungsi peredaran darah. Kemudian selain Sakhi,
Ibu Puspa memberikan kesempatan kepada anak murid lainnya yang ingin menjelaskan
fungsi peredaran darah lainnya. Candyle dari IPA 4 pun mencoba menjawab dan
menjelaskan dengan baik. Lalu Ibu Puspa pun melanjutkan untuk menjelaskan materi
materi lainnya.
Di tengah tengah penjelasan, Ibu Puspa ada membahas bahwa pada hari ini
(Rabu/25 Nopember 2020) bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Ibu Puspa kemudian
mengatakan bahwa Ibu Puspa sangat senang dan berterima kasih kepada beberapa siswa
siswi yang telah berpartisipasi dalam project paduan suara dengan menyanyikan lagu
dalam rangka Hari Guru Nasional, salah satunya ialah Gabriel dari kelas XI IPA 4. Ibu
Puspa pun menyampaikan kesannya dan berterima kasih kepada Gabriel yang
merupakan salah satu murid yang berpartisipasi.
Kami pun kembali ke dalam pembahasan mengenai materi sistem sirkulasi. Ibu
Puspa menjelaskan materi faktor yang berperan dalam proses pembekuan darah, jantung,
dan materi mekanisme peredaran darah dengan dibantu oleh beberapa anak murid yang
juga ikut menjawab dan menjelaskan materi ini, diantaranya Aaliyah dari IPA 4, Wahyu
dari IPA 5, Engeline dari IPA 4, Candyle dari IPA 4, Rizki Adhelia dari IPA 4, Juan
Carlos dari IPA 4, dan Je Ivan dari IPA 5. Mereka merupakan murid yang ikut
menjelaskan materi sistem sirkulasi, baik ditunjuk oleh Ibu Puspa, maupun mengajukan
diri sendiri.
161
Setelah membahas mengenai materi sistem sirkulasi, Ibu Puspa menginfokan kami
bahwa untuk Ulangan Akhir Semester biologi yang akan diadakan pekan depan, materi
ulangannya yaitu hanya bab terakhir semester ini, materi sistem sirkulasi. Kami pun
harus bersiap dan belajar sungguh sungguh agar bisa mendapat nilai yang memuaskan.
Waktu pertemuan pun berakhir.
Pertemuan hari ini sangat menyenangkan, saya benar benar mendapat ilmu yang
banyak dari penjelasan mengenai pelajaran hari ini. Hari ini merupakan Hari Guru
Nasional, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Puspa karena telah
menjadi wali kelas kami, guru biologi kami yang telah banyak membimbing dan
memberikan ilmu kepada kami. Saya harap kebaikan Ibu Puspa selalu dibalas lebih oleh
Tuhan Yang Maha Esa serta kami semua selalu memiliki semangat belajar yang tinggi
untuk meraih cita cita kami.
162
JURNAL BELAJAR 5
Jumat, 27 November 2020
Hari ini adalah pertemuan kelima kami dengan pelajaran biologi dalam bab kelima
mengenai system sirkulasi. Ibu Puspa memberi pemberitahuan kepada kami melalui grup
Whatsapp kelas bahwa untuk pertemuan kali ini, kami akan mengerjakan soal Pra Uas
tentang Bab Sirkulasi di Eclass Smansa. Ada 25 soal yang harus kami kerjakan dan kami
diberi waktu 60 menit mulai pukul 10.00 11.00. Kami pun merespon pemberitahuan Ibu
Puspa dan kemudian saya mulai mengerjakan soal soal tersebut dengan hati hati.
Kegiatan hari ini sangat bermanfaat karena dengan mengerjakan soal soal Pra Uas
ini saya bisa berlatih dalam mengingat ingat materi dari soal sebagai latihan untuk
menghadapi Ulangan Akhir Semester minggu depan. Saya juga berterima kasih kepada Ibu
Puspa yang sudah dengan sabar, jelas, dan detail dalam menjelaskan seluruh bab materi yang
sudah kami pelajari selama ini. Semoga kami semua bisa mengerjakan Ulangan Biologi nanti
dengan baik dan benar dan kami tidak ada yang remedial dan semoga untuk semester
berikutnya kami masih memiliki semangat belajar yang tinggi serta belajar lebih fokus dan
lebih giat lagi.
163
B. Portofolio
164
165
166
BAB VI
Sistem Pencernaan Makanan
A. Jurnal Belajar
JURNAL BELAJAR 1
Jumat, 8 Januari 2020
Hari ini adalah pertemuan pertama kami dengan pelajaran biologi dalam bab keenam
mengenai makanan dan system pencernaan. Seperti biasa kelas kami digabung dengan
kelas XI IPA 5. Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya
langsung memasuki room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap
mengikuti pembelajaran hari ini.
Sebelum memberikan link untuk memasuki room google meet, Bu Puspa sudah
memberikan kami materi bab 6 berupa powerpoint melalui grup whatsapp biologi. Pertama-
tama kita membahas mengenai ilmu gizi. Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala
sesuatu tentang makanan dan hubungannya dengan kesehatan optimal.
Kemudian, Bu Puspa meminta 1 orang untuk menjelaskan 4 syarat makanan yang
baik. Engeline dari kelas XI IPA 4 menjawab yaitu, mudah dicerna, higienis, mengandung
nutrisi dengan jumlah mencukupi sesuai dengan yang diperlukan tubuh, dan mengandung
kalori dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan tubuh. Lalu, Bu Puspa meminta 1 orang
anak laki-laki untuk menjelaskan tentang fungsi utama makanan di dalam tubuh. Jason
yang juga dari kelas XI IPA 4 menjawab sumber energi, pertumbuhan dan pemeliharaan
jaringan tubuh, mengatur proses tubuh, dan pelindung tubuh terhadap lingkungan dan bibit
penyakit.
Setelah itu, Bu Puspa menjelaskan bahwa ada 6 zat-zat makanan yang diperlukan oleh
tubuh kita yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Dwi pun
menjelaskan tentang karbohidrat. Lalu, Thezar pun ingin mencoba menjelaskan tentang
lemak dan Rania menjelaskan tentang protein. Lalu, Bu Puspa memberitahu bahwa mulai
hari ini setiap jurnal harus ada bukti screenshoot pertemuan daring yang ada wajah kita
sebagai bukti bahwa kita telah hadir pada pertemuan daring tersebut. Tak lama kemudian,
Bu Puspa pun mengakhiri pembelajaran hari ini.
167
168
JURNAL BELAJAR 2
Rabu, 13 Januari 2021
Hari ini adalah pertemuan kedua kami dengan pelajaran biologi dalam bab keenam
mengenai makanan dan system pencernaan. Seperti biasa kelas kami digabung dengan
kelas XI IPA 5. Pertemuan kali ini agak berbeda dengan pertemuan di minggu sebelumnya.
Jika biasa nya kami belajar dengan melakukan daring melalui google meet, maka kali ini
belajar daring kami menggunakan Microsoft Teams.
Setelah menunggu teman-teman masuk, Bu Puspa memberi tugas kepada Madinah
untuk membuat absen biologi kelas XI IPA 5 dan saya untuk membuat absen biologi kelas
XI IPA 4. Pembelajaran dimulai dengan Bu Puspa membahas tentang 6 zat makanan.
Bu Puspa pun menunjuk Adastra dari kelas XI IPA 4 untuk membacakan materi
tentang mineral. Kemudian, Bu Puspa bertanya lagi pengelompokan mineral kepada Andi,
Andi pun menjawab mineral makro dan mineral mikro. Lalu, Bu Puspa menunjuk Aurel
untuk membacakan materi tentang Air. Setelah itu, Bu Puspa melanjutkan materi yaitu
tentang organ pencernaan makanan. Candyle pun menyebutkan beberapa organ pencernaan
makanan antara lain mulut, faring, kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus
halus yang terdiri dari 2 denum yaitu jejunum dan ileum, usus besar (kolon), rektum, dan
anus.
Setelah itu, Aaliyah melengkapi penjelasan Candyle yaitu pankreas, hati, dan
empedu. Lalu, Albert mencoba untuk menjelaskan tentang mulut dan Rania mencoba untuk
melengkapi penjelasan dari Albert. Bu Puspa juga menjelaskan bahwa kita harusnya
mengunyah makanan diatas 30 kali sebelum ditelan agar makanan halus sebelum masuk
kedalam kerongkongan. Setelah dijelaskan semua, tak terasa waktu pembelajaran sudah
habis dan Bu Puspa pun mengakhiri pembelajaran hari ini.
169
170
JURNAL BELAJAR 3
Jumat, 15 Januari 2021
Hari ini adalah pertemuan ketiga kami dengan pelajaran biologi dalam bab keenam
mengenai makanan dan system pencernaan. Seperti biasa kelas kami digabung dengan
kelas XI IPA 5. Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya
langsung memasuki room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap
mengikuti pembelajaran hari ini.
Pembelajaran hari ini dimulai dengan Bu Puspa meminta Fajar dari kelas XI IPA 5
untuk membacakan jurnal belajar harian biologi 1, tetapi Fajar belum mengerjakan. Lalu,
Bu Puspa meminta Fawaz yang juga dari kelas XI IPA 5 untuk membacakan jurnalnya,
namun ternyata ia juga tidak bisa dikarenakan ia sedang beerda di sekolah. Bu Puspa
keudian meminta anak dari kelas XI IPA 4 yaitu Salman, namun ternyata dia juga tidak
bisa membacakan jurnal nya dikarenakan pertemuan minggu lalu ia tidak mengikuti
pembelajaran. Setelah itu Bu Puspa menunjuk Samuel, tetapi ia tidak menjawab. Lalu Bu
Puspa meminta Alfonsus, ia sempat membacakan sedikit isi dari jurnal nya namun
kemudian ia menjelaskan bahwa jurnal nya belum tersusun rapi atau masih berupa cakaran.
Kemudian yang terakhirr Bu Puspa meminta Adastra umtuk membacakan jurnal nya,
namun ia mengatakan bahwa ia belum menyelesaikan pembuatan jurnalnya.
Karena tidak ada satupun siswa yang mampu membacakan jurnalnya dengan baik,
maka Bu Puspa pun menasihati kami agar kejadian seperti ini tidak terjadi lalgi. Karena
kita harus mencatat setiap hal-hal penting yang terjadi selama pembelajaran. Jurnal belajar
harian dibuat agar setelah pembelajaran berakhr kita dapat mengevaluasi apa yang
dipelajari tadi. Bu Puspa meminta kami agar lebih displin lag kedepannya.
Dikarenakan Bu Puspa mengalami gangguan jaringan, dan berhubung waktu hanya
tersisa sedikit, Bu Puspa pun mengakhiri pembelajaran pada hari ini dan meminta kami
untuk menyelesaikan tugas yang diberi di classroom yaitu portofolio dan jurnal belajar agar
kami dapat mengumpulkannya tepat waktu ddan tidak melewati batas waktu yang telah
ditentukan.
Note : lupa meng ss atau mendokumentasikan saat daring, mohon maaf bu atas
keteledoran saya, saya benar-benar lupa, terimakasih atas pengertiannya bu.
171
JURNAL BELAJAR 4
Rabu, 20 Januari 2021
Hari ini adalah pertemuan keempat kami dengan pelajaran biologi dalam bab
keenam mengenai makanan dan system pencernaan. Seperti biasa kelas kami digabung
dengan kelas XI IPA 5. Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya
langsung memasuki room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap
mengikuti pembelajaran hari ini.
Pertama-tama pembelajaran dimulai dengan Bu Puspa menunjuk Andri dari kelas XI
IPA 5 untuk membacakan jurnal sebelumnya, namun Andri tidak dapat membacakan
jurnalnya dikarenakan ia belum membuat. Lalu, Bu Puspa beralih ke kelas XI IPA 4 dan
menunjuk Marcel, namun Marcel harus mengambil laptopnya terlebih dahulu. Bu Puspa
meminta siapapun yang siap dari kelas XI IPA 5 untuk membacakan jurnalnya, tetapi tidak
ada jawaban dari kelas XI IPA 5 dan Bu Puspa pun memilih dari kelas XI IPA 4. Engeline
mengajukan diri untuk membacakan jurnalnya.
Lalu, Bu Puspa menunjuk Raisha untuk membackan jurnalnya. Tiba-tiba Bu Puspa
terkeluar dari meet. Lalu melalui grup WhatsApp, Bu Puspa mengirimkan link yang baru.
Bu Puspa memberi tahu bahwa kita harus membuat laporan praktikum, tetapi tidak perlu
praktik. Tiba-tiba Bu Puspa terkeluar lagi dari meet dan tak lama kemudian Bu Puspa
kembali bergabung dan memberitahu bahwa Bu Puspa sedang mengalami kendala jaringan.
Karena kendala jaringan tersebut, Bu Puspa pun terkeluar lagi dari meet. Bu Puspa
menginfokan melalui grup WhatsApp bahwa jaringan Bu Puspa sedang tidak stabil
sehingga pembelajaran akan disambung pada hari Jumat. Lalu, Bu Puspa mengirimkan 2
file, yaitu uji bahan makanan dan sistematika laporan praktikum. Karena waktu
pemebelajaran sudah habis Bu Puspa pun mengakhiri pertemuana pada hari itu.
172
173
JURNAL BELAJAR 5
Jumat, 22 Januari 2021
Hari ini adalah pertemuan kelimat kami dengan pelajaran biologi dalam bab keenam
mengenai makanan dan system pencernaan. Pertemuan kali ini tidak melakukan daring
menggunakan google meet dikarenakan kelas XI dan kelas XII diwajibkan untuk mengikuti
acara Campus Fair 2021 yang diadakan oleh alumni SMA Negeri 1 Balikpapan.
Bu Puspa menginfokan melalui grup WhastsApp bahwa kami diberi tugas mandiri
sesuai yang ada di Google Classroom. Tugas mandiri tersebut adalah membuat laporan
praktikum sesuai dengan format yang telah dikirim oleh Bu Puspa dan hasil pengamatan
diperoleh dari internet. Bu Puspa mewajibkan kami untuk mencantumkan sumber hasil
pengamatan yang telah diperoleh pada bagian bawah tabel hasil pengamatan.
Bu Puspa memberitahu bahwa kami tidak melakukan praktikum sendiri tetapi hanya
melakukan studi pustaka. Bu Puspa juga mengadakan ulangan bab 6 yaitu tentang
pencernaan makanan yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 Januari 2021 pada
jam 14.00 - 15.00. Setelah itu, Bu Puspa mengirimkan 2 file yaitu uji bahan makanan dan
sistematika laporan praktikum biologi. Pada file sistematika laporan praktikum biologi
dijelaskan urutan pengerjaan laporan praktikum tersebut yaitu dari yang pertama adalah
cover, judul, tujuan, dasar teori, alat dan bahan, cara kerja, hasil pengamatan, pembahasan,
jawaban pertanyaan, kesimpulan, daftar pustaka, dan yang terakhir adalah lampiran.
Note : lupa meng ss atau mendokumentasikan saat daring, mohon maaf bu atas
keteledoran saya, saya benar-benar lupa, terimakasih atas pengertiannya bu.
174
B. Portofolio
Portofolio Makanan
1. Syarat - Syarat Makanan yang Baik
Makanan yang dimasukkan kedalam tubuh sebaiinya makanan yang baik dan
menyehatkan. Syarat makanan yanh baik dan menyehatkan adalah sebagai berikut :
Makanan harus mudah dicerna. Sebagian besar jenis makanan harus dimasak
terlebih dahulu agar mudah dicerna, seperti daging dan ikan. Namun, beberapa
jenis makanan lainnya bisa dikonsumsi langsung dalam keadaan mentah. Seperti
buah-buahan dan sayuran lalapan.
Higeinis, makanan yang tidak mengandung bibit penyakit dan zat-zat aditif yang
membahayakan kesehatan tubuh.
Makanan mengandung zat gizi (nutrisi) dengan jumlah yang mencukupi sesuai
dengan yang diperlukan tubuh, seperti mengandung karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, garam-garam mineral, dan air. Setiap bahan makanan mengandung zat
gizi yang berbeda-beda, tidak ada jenis bahan makanan yang mengandung
semua zat gizi secara lengkap, sehingga kita perlu mengkonsumsi beraneka
ragam jenis makanan agar dapat memenuhi kebutuhan tubuh.
Makanan harus mengandung kalori dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan
tubuh. Hal ini sangat ditentukan oleh faktor jenis kelamin, usia, berat/tinggi
badan, aktivitas, dan kondisi kesehatan seseorang.
2. Fungsi Utama Makanan
Makanan yang dimasukkan kedalam tubuh memiliki beberapa fungsi utama yaitu:
Sumber energy ( zat pembakar ), yaitu makanan yang mengandung zat gizi
lemak, protein, dan karbohidrat. Oksidasi dari ketiga zat gizi tersebut
menghasilkan energy untuk melakukan aktivitas kehidupan
Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh ( zat pembangun ), yaitu
makanan yang mengandung protein, mineral, dan air. Zat tersebut diperlukan
untuk membentuk sel-sel baru, serta memelihara dan mengganti sel-sel yang
rusak.
Mengatur proses tubuh ( zat pengatur ), yaitu makanan yang mengandung protein,
mineral, air, dan vitamin. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel. Mineral
dan vitamin sebagai pengatur dalam proses oksidas, fungsi saraf dan otot. Kalium
dan natrium untuk menjaga keseimbangan tekanan osmosis sel. Air sebagai pelarut
zat-zat di dalam tubuh, mengatur suhu tubuh dan berperan dalam proses eksresi.
175
Pelindung tubuh terhadap lingkungan dan bibit penyakit ( zat pelindung ). Lemak
melindungi tubuh dari udara dingin. Vitamin sebagai antioksidan yang bekerja
menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif. Protein
membentuk antibody untuk pertahanan terhadap infeksi bibit penyakit
3. Tabel Komponen Zat Makanan
No Nama Zat Fungsi Sumber Pengelompokan
1 Karbohidrat 1. Sumber energy Kentang, beras merah, 1. Monosakarida = 1 gugus
2. Pengatur oatmeal, buah-buahan, ubi gula
metabaolisme lemak jalar, kacang-kacangan, Contoh : glukosa, fruktosa,
3. Menghemat protein jagung, gandum galaktosa
4. Membantu 2. Disakarida = 2 gugus gula
pengeluaran feses Contoh : sukrosa, laktosa,
maltose
3. Polisakarida = banyak
gugus gula
Contoh = pati (amilosa dan
amilopektin)
2 Lemak ( Lipid 1. sebagai sumber 1. Lemak Hewan = Sapi, Berdasarkan struktur kimia
) energy yang lebih kambing, unggas, kelinci, 1. Lemak Sederhana disusun
efektif telur, susu, produk olahan oleh trigliserida
2. Perlindungan susu, minyak ikan Contoh : lilin dan minyak
3. Penyekatan isolasi 2. Lemak Nabati = minyak 2. Lemak Campuran =
4. Memberi perasaan zaitun, minyak kelapa lemak campuran asam lemak
kenyang sawit, minyak kelapa, dan gugus selain lemak
5. Ikut serta minyak biji kapas, minyak Contoh : lipoprotein,
membangun jaringan jagung fosfolipid.
tubuh 3. 3. Lemak Derivat = senyawa
6. Penyedia vitamin lemak hasil proses hidrolisis
larut lemak Contih : kolestrol
7. Menghemat protein Berdasarkann ikatan kimianya
8. sebagai pelumas dan 1. Lemak Jenuh = struktur
membantu pengeluaran lemak dengan hidrokarbon
sisa pencernaan ikatan tunggal yang berbahaya
makanan 2. Lemak Tak Jenuh =
9. Memberi kelezatan struktur lemak dengan
pada makanan hidrokarbon yang
menguntungkan tubuh
176
3 Protein 1. menghasilkan 1. Protein Hewani = daging Berdasarkan komponen
jaringan baru sapi, kambing, kerbau, penyusunnya
2. menggantikan ikan, daging ungags, telur, 1. Protein sederhana =
protein yang hilang susu, keju protein terdiri dari AA
3. Pembuatan protein 2. Protein Nabati = kedelai, 2. Protein Konjugasi =
baru dengan fungsi kacang hijau, kacang terdiri dari AA + bahan lain
khusus merah, kacang panjang (lipid, asam nukleat,
4. sebagai sumber karbohidrat)
energy 3. Derivat Protein = protein
5. mengatur yang mengalami modifikasi
keseimbangan air oleh proses kimia dan
6. memelihara enzimatik
kenetralan tubuh
7. pembentukan
antibody
8. mengangkut zat-zat
gizi
4 Vitamin 1. sebagai koenzim 1. Vitamin B1 : 1. Vitamin larut air :
2. Biokatalisator yang Biji-bijian, daging, ungags, Vitamin B1
mengatur proses ikan, dan telur Vitamin B2
metabolism 2. Vitamin B2 : Vitamin B3
3. mengatur fungsi Susu, keju, daging, hati, Vitamin B5
normal tubuh organ hewan Vitamin B6
4. Pertumbuhan 3. Vitamin B3 : Vitamin B11
Hati, ginjal, ikan, daging, Vitamin B12
ayam Vitamin H
4. Vitamin B5 : Vitamin C
Hati, ginjal, kuning telur,
khamir, daging, unggas 2. Vitamin larut lemak :
5. Vitamin B6 : Vitamin A
Ikan , hati, telur, gandum Vitamin D
6. Vitamin B11 : Vitamin E
Sayuran hijau gelap, hati Vitamin K
7. Vitamin B12 :
Hati, ginjal,susu, telur,
keju, daging
8. Vitamin H :
Hati, kuning telur, serealia,
khamir
9. Vitamin C :
177
Buah-buahan asam, jeruk,
nanas
10. Vitamin A :
Buah-buahan berwarna
kuning, wortel, papaya
11. Vitamin D :
Sinar matahari
12. Vitamin E :
Gandum, biji-bijian,
daging, unggas, ikan
13.. Vitamin K :
Hati, buncis, kacang
polong, kol, brokoli
5 Mineral 1. pemelihara 1. Mineral Na : 1. Mineral Makro :
keseimbangan asam Garam dapur, kecap, diperlukan tubuh dalam
basa margarin, keju, telur jumlah banyak. Contoh : Na,
2. Penjaag 2. Mineral Cl : Cl, K, P, Mg, dan
keseimbangan ion-ion Garam dapur, sayuran S
dalam cairan tubuh 3. Mineral K : 2. Mineral Mikro :
3. Kofaktor aktivitas Buah, sayur, kacang merah diperlukan tubuh dalam
enzim-enzim 4. Mineral Ca : jumlah sedikit. Contoh : Fe,
4. Komponen hormone Susu, keju, ikan Zn, I, Se, Mn, F, Cu, Cr, Mo,
dan enzim 5. Mineral P : dan Co
5. Membantu transfer Daging, ayam, ikan
zat melalui membrane 6. Mineral Mg :
sel Sayuran hijau, serelia
6. memelihara 7. Mineral S :
kepekaan saraf dan otot Telur, daging, susu
7. penyusun jaringan 8. Mineral Fe :
(misalnya Ca, P, Mg, Daging, ayam, ikan, telur
Fe) 9. Mineral Zn :
Daging, hati, kerang, telur
10. Mineral I :
Udang, kerang, ganggang
laut
11. Mineral Se :
Makanan laut, hati, ginjal
12. Mineral Mn :
Teh kering, kopi, tepung
coklat
178
13. Muneral F :
Air minum, ikan laut, susu
14. Mineral Cu :
Tiram, hati, ginjal, kacang
15. Mineral Cr :
Sayuran, bijian, serelia
16. Mineral Mo :
Susu, hati, serelia
17. Mineral Co :
Hati, ginjal, tempe, oncom
6 Air 1. Pelarut dan Air Mineral
pengangkut
2. Katalisator
3. Pelumas
4. Pengatur
5. Pelindung
6. Pembangun
179
TABEL SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
No Nama Organ Proses Gambar Organ
1 Mulut
Setelah mulai makan, mulut akan
2 Faring mengunyah makanan menjadi
potongan-potongan yang lebih kecil
agar mudah dicerna. Air liur pun
bercampur dengan makanan untuk
mulai memecahnya menjadi bentuk
yang dapat diserap dan digunakan
tubuh. Saat menelan, lidah
memasukkan makanan ke
tenggorokan dan ke kerongkongan.
Disinilah terjadi pencernaan secara
mekanis dan kimiawi oleh enzim
amylase yang menguraikan amilum
menjadi maltose
Membawa makanan dari rongga mulut
menuju kerongkongan (esofagus)
3 Kerongkongan Kerongkongan terletak di tenggorokan
(Esofagus) dekat trakea. Kerongkongan akan
menerima dan menggerakkan makanan
180
dari mulut saat proses menelan. Makanan
yang telah ditelan dapat bergerak dari
mulut ke lambung (gerak peristaltic)
karena adanya gerak peristaltik dari
lapisan otot dinding kerongkongan yang
berkontraksi dan berelaksasi secara
bergantian.
4 Lambung Masuknya makanan kedalam mulut,
(Ventrikulus) tampilan makanan, bau, dan pikiran
tentang makanan dapat merangsang
sekresi cairan lambung. Makanan yang
masuk ke dalam lambung menjadi
senyawa penyangga yang meningkatkan
Ph dan sekresi. Lambung juga
menyimpan makanan saat sedang
dicampur dengan enzim pencernaan.
Enzim ini melanjutkan proses memecah
makanan menjadi bubur makanan
(kimus) atau bentuk yang dapat
digunakan. Sel-sel di dalam lapisan
lambung akan mengeluarkan asam kuat
dan enzim kuat yang bertanggung jawab
untuk proses pemecahan makanan.
Ketika makanan sudah diproses, sisanya
kemudian dilepaskan ke usus kecil.
5 Pancreas, Enzim pencernaan pada pancreas
mencerna karbohidrat, protein, dan
lemak. Pancreas juga menghasilkan
enzim pencernaan atau fungsi eksokrin
serta menghasilkan beberapa hormon
atau fungsi endokrin.
6 Hati Saat makanan masuk ke dalam tubuh,
hati akan memproduksi cairan empedu
untuk memecahkan lemak yang terdapat
di lambung, memproses nutrisi untuk
disalurkan ke sistem tubuh, dan
menghasilkan kadar gula darah atau
glukosa yang digunakan dalam sistem
pencernaan. Tugas utamanya dalam
181
sistem pencernaan adalah memproses
nutrisi yang diserap dari usus kecil. Hati
juga berfungsi mendetoksifikasi bahan
kimia berbahaya atau beracun.
7 Empedu Kantung empedu berfungsi menyimpan
dan memekatkan empedu dari hati, dan
kemudian melepaskannya ke dalam usus
dua belas jari di usus kecil untuk
membantu menyerap dan mencerna
lemak. Fungsi empedu dalam pencernaan
ialah memecah lemak menjadi asam
lemak, yang kemudian diserap oleh
tubuh.
8 Usus Kecil Organ ini masih akan terus mengolah
(Intestinum Tenue) makanan menggunakan enzim yang
diproduksi oleh pankreas dan hati.
Duodenum bertugas untuk terus
memecah makanan dan mengolahnya.
Sementara itu, jejunum dan ileum
berperan agar nutrisi yang ada pada
makanan bisa diserap oleh tubuh. Di usus
kecil juga terdapat gerak peristaltik, yang
akan menggerakkan makanan dan
mencampurnya dengan zat-zat yang
dikeluarkan oleh alat pencernaan manusia
lainnya.
9 Usus Besar Di bagian usus besar terjadi gerak
(Kolon) peristaltik yaitu mendorong faeces keluar
melalui anus. Usus besar berfungsi
membusukkan sisa makanan oleh bakteri
Eschericia coli agar mudah dikeluarkan.
Selain itu usus besar berfungsi sebagai
tempat pembentukan vitamin K dan
penyerapan air. Usus ini bertanggung
jawab untuk memproses limbah yang
tersisa dari proses pencernaan. Limbah
atau kotoran dilewatkan melalui usus
besar dengan cara peristaltik. Pertama
dalam keadaan cair dan akhirnya dalam
bentuk padat. Usus ini juga
mengeluarkan zat sisa berupa feses
melalaui lubang anus.
182
10 Anus Sisa makanan yang telah dibusukkan oleh
usus besar keluar melalui lubang anus
sebagai feses atau tinja. Organ ini terdiri
dari otot yang digunakan untuk menjaga
dan menahan feses keluar dari rektum
jika belum saatnya. Selain itu, otot ini
juga akan mencegah kita buang air besar
secara spontan saat tidur.
183
UJI BAHAN MAKANAN
A. Tujuan
- Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohidrat, lemak, dan
protein.
- Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein.
B. Dasar Teori
Bahan makanan yang kita kenal yaitu empat sehat lima sempurna, di dalam bahan
makanan tersebut terkandung berbagai macam zat makanan yaitu : karbohidrat, lemak,
protein, mineral, vitamin, dan air. Makanan akan mengalami proses pencernaan secara
mekanis, chemis (enzymatis), dan biologis sehingga dihasilkan zat yang mudah diserap
oleh vili-vili usus dalam tubuh. Kebutuhan akan zat makanan antar orang berbeda,
tergantung dari usia, aktifitas, kondisi kesehatan, berat badan, masa pertumbuhan,
penyembuhan penyakit, mengandung, dsb. Makanan harus terpenuhi dalam jumlah
cukup dan bergizi, higienis, bebas hama dan penyakit, bebas racun, dan mudah dicerna.
Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat pengatur, pembangun,
dan sumber energi. Oleh karena itu sumber makanan harus selalu tersedia pada setiap
saat. Makanan harus selalu terjaga kualitasnya agar tetap baik. Untuk mengetahui
bahan makanan bergizi atau tidak perlu pengujian. Uji makanan pada kali ini meliputi
uji amilum, glukosa, protein, dan lemak. Uji amilum misalnya dengan reagen Iod/Lugol
akan memberikan warna biru. Uji protein dengan reagen Biuret campuran antara NaOH
dan CuSO4 akan memberikan reaksi warna ungu/cincin ungu. Sedang uji glukosa
dengan reagen Fehling A dan Fehling B yang dicampur dan dipanaskan akan
memberikan warna merah bata/orange, sedang uji lemak akan memberikan noda
transparan.
C. Alat dan Bahan
- tabung reaksi
- Rak tabung reaksi
- Gelas ukur
- Penjepit
- Kaki tiga
- Kawat kasa
- Pembakar spiritus
- Korek api
- Pipet
- Lempengan mortal
184
- Larutan Benedict
- Larutan Biuret
- Kertas Koran
- Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
- Tahu, tempe, telur, susu, kacang
- Minyak goreng, mentega
- Alat tulis menulis ( kertas, pulpen, pemsil, spidol, isolasi )
D. Cara Kerja
a) Uji Benedict ( uji glukosa/karbohidrat monosakarida )
1. Pertama-tama menghaluskan nasi, kedelai, roti, bayam, dan kentang yang telah
direbus dengan cara menggerusnya secara bergantian di lumpang menggunakan mortal.
2. Kemudian, menambahkan air secukupnya pada nasi sebagai bahan pertama yang
telah halus sehingga terbentuk larutan.
3. Selanjutnya, memasukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Lalu menambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Kemudian, memberi label uji benedict: nasi pada tabung reaksinya.
6. Selanjutnya, mengamati warnanya sebelum dipanaskan.
7. Setelah itu, memanaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi
tersebut di atas dengan menggunakan kaki tiga dan pembakar spiritus selama 5 menit
dan dinginkan .
8. Kemudian, mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatat pada tabel hasil
pengamatan. Apabila dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan
akan berwarna kuning kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Selanjutnya, melakukan langkah kedua hingga kedelapan di atas untuk bahan
lainnya seperti kedelai, roti, bayam, dan kentang.
10. Dan yang terakhir yaitu membandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan
makanan tersebut (nasi, kedelai, roti, bayam, kentang, dan jagung)
b) Uji Lodin/Lugol ( uji amilum/karbohidrat polisakarida )
1. Pertama-tama menghaluskan nasi, kedelai, roti, bayam, dan kentang yang telah
direbus dengan cara menggerusnya secara bergantian di lumpang menggunakan mortal
serta menambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Kemudian, memasukkan 5 ml larutan hasil penggerusan nasi ke dalam tabung reaksi.
3. Selanjutnya, memberi label uji iodin: nasi pada tabung reaksi.
4. Setelah itu, mengamati warna larutan dengan cermat.
5. Kemudian, menambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Selanjutnya, mengamati lagi perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan
iodin (apabila warna menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji
185
mengandung amilum karbohidrat) dan mencatat hasil tersebut pada tabel hasil
pengamatan.
7. Lalu melakukan hal yang sama seperti langkah-langkah di atas untuk bahan lainnya
seperti kedelai, roti, bayam, dan kentang.
8. Dan yang terakhir adalah membandingkan hasil uji lugol/iodin untuk bahan-bahan
makanan tersebut ( nasi, kedelai, roti, bayam, kentang, dan jagung )
c) Uji Biuret ( uji protein )
1. Pertama-tama menghaluskan tempe, putih telur, tahu, pisang, dan bengkuang dengan
cara menggerusnya secara bergantian di lumpang menggunakan mortal.
2. Kemudian, menambahkan air secukupnya pada tempe sebagai bahan pertama yang
telah halus sehingga terbentuk larutan.
3. Selanjutnya, memasukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam
tabung reaksi.
4. Lalu menambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga
mencapai warna maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Kemudian, mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatat pada tabel hasil
pengamatan. Jika warna berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Selanjutnya, melakukan langkah kedua hingga kelima lagi untuk bahan makanan
lainnya seperti putih telur, tahu, pisang, dan bengkuang.
7. Langkah terakhir yaitu membandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan
yang diuji (tempe, putih telur, tahu, pisang, dan bengkuang)
d) Uji Lemak
1. Pertama-tama membentuk kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Kemudian, meneteskan larutan bahan makanan yaitu minyak goreng, keju, minyak
zaitun, margarin, dan mentega yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Setelah itu, memperhatikan perubahan warna yang terjadi dan mencatat pada tabel
hasil pengamatan. Apabila kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan
makanan mengandung lemak.
E. Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan :
a) Uji Benedict
Warna setelah dicampur
Bahan Makanan yang Reagen Sebelum Setelah dipanaskan
No. penguji/warna dipanaskan
diuji/warna 186
1. Nasi Benedict/biru muda Biru muda Merah bata
2. Kentang Benedict/biru muda Biru muda Merah bata
3. Jagung Benedict/biru muda Biru muda Merah bata
4. Roti Benedict/biru muda Merah bata
5. Ubi Jalar Benedict/biru muda Hijau Merah bata
Biru muda
b) Uji Login/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
penguji/warna
No. Bahan Makanan yang Hitam
diuji/warna Iodin/coklat Hitam
Iodin/coklat Biru kehitaman
1. Nasi Iodin/coklat Hitam
2. Kentang Iodin/coklat Hitam
3. Roti Iodin/coklat
4. Ubi Jalar Perubahan Warna setelah dicampur
5. Jagung
Ungu muda
c) Uji Biuret Reagen Ungu
penguji/warna
No. Bahan Makanan yang Biuret/biru tua Ungu muda
diuji/warna Biuret/biru tua Ungu muda
Biuret/biru tua
1. Tempe Biuret/biru tua Ungu
2. Telur Biuret/biru tua
3. Tahu
4. Susu 187
5. Ikan
d) Uji Lemak
No Bahan Makanan yang Warna kertas koran Perubahan warna setelah ditetesi pada
diuji/warna kertas koran
1 Minyak goreng Abu-abu Transparan
2 Ikan Abu-abu Transparan
3 Pepaya Abu-abu Transparan
4 Margarin Abu-abu Transparan
5 Kacang Abu-abu Transparan
F. Pembahasan
Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk
mengetahuikandungan makanan antara lain :
- Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat
(amilum). Bila makanan yang ditetesi lugol berubah menjadi biru hitam maka makanan
tersebut mengandung karbohidrat. Semakin gelap warnanya berarti makanan tersebut
banyak kandungan karbohidratnya.
- Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan
makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan
menghasilkan warna ungu atau warna lembayung. Hal itu terjadi karena ada ikatan
protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi sebagai berikut Kompleks
koordinasi antara Cu2 dengan gugus C=O dan NH ikatan peptide dalam larutan alkalis
akan membentuk warna lembayung.
- Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada bahan
makanan. Hasil reaksi menghasilkan warna merah bata ketika reagen Benedict dicampur
dan dipanaskan dengan glukosa. Glukosa memiliki sebuah elektron untuk diberikan,
tembaga (salah satu kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan
mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna.
- Kertas Koran (kertas buram) adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena
kertas buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada
pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram
setelah itu dipanaskan di atas pembakar sepritus sehingga kandungan air mudah
mongering, jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.
Dari hasil pengamatan yang kami dapatkan diperoleh hasil pengujian sebagai berikut:
Uji Roti
188
Uji amilum, roti ditetesi dengan reagen lugol bereaksi dan menghasilkan warna biru
kehitaman. Maka dari itu roti mengandung amilum.
Uji protein, roti tidak mengandung protein karena setelah ditetesi reagen biuret
warna ungu hanya sedikit diatas dan sisanya hanya warna putih.
Uji glukosa, setelah ditetesi benedict dan dipanaskan di atas Bunsen berubah
menjadi orange. Hal ini menunjukkan bahwa roti mengandung glukosa.
Uji lemak, roti yang dioleskan pada kertas buram meninggalkan noda transparan.
Hal ini berarti roti memiliki kandungan lemak.
Uji Tempe
Uji amilum, tempe ditetesi dengan reagen lugol bereaksi dan menghasilkan warna
putih kecoklatan. Hal ini membuktiikan bahwa tempe tidak mengandung amilum
Uji protein, tempe hanya sebagian mengandung protein karena ketika ditetesi
dengan reagen biuret warna menjadi setengah ungu
Uji glukosa, tempe mengandung sedikit glukosa. Ketika ditetesi benedict dan
dipanaskan diatas bussen warna berubah menjadi agak orange.
Uji lemak, ketika dioleskan pad\ kertas buram tempe tidak meninggalkan noda
transparan. Hal ini berarti tempe tidak memiliki kandungan lemak.
Uji Telur
Uji amilum, putih telur di tetesi dengan reagen lugol bereaksi dan menghasilkan
warna orange kecoklatan. Hal itu berarti tidak menunjukkan bahwa putih telur memiliki
amilum karena bila memiliki amilum setelah di uji seharusnya memiliki warna biru
kehitaman.
Uji protein, putih telur mengandung protein karena setelah ditetesi reagen biuret
warna menjadi ungu.
Uji glukosa, putih telur ditetesi benedict kemudian di panaskan di atas bunsen
ternyata berwarna kuning kecoklatan. Hal itu menunjukkan bahwa putih telur
mengandung sedikit glukosa.
Uji lemak, putih telur yang di oleskan pada kertas buram tidak meninggalkan noda
transparan. Maka putih telur tidak mengandung lemak.
Uji Mentega
Margarin hanya digunakan pada saat uji lemak. Hasil dari pengamatan yang kami dapatkan
adalah margarin memiliki kandungan lemak karena ketika margarin dioleskan pada kertas
buram meninggalkan noda transparan
G. Jawaban Pertanyaan
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah
diuji dengan : a) larutan benedict b) larutan iodin/lugol
189
Jawab :
a) Larutan benedict: apabila dalam bahan makanan yang diuji terdapat glukosa/karbohidrat
monosakarida, larutan akan berwarna kuning kehijauan dan terbentuk endapan berwarna
merah bata.
b) Larutan iodin/lugol: apabila warna larutan setelah ditetesi dengan larutan iodin/lugol
menjadi warna hitam atau kebiruan, maka bahan makanan yang diuji tersebut mengandung
amilum/karbohidrat polisakarida.
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji
dengan biuret?
Jawab :
Warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji dengan
larutan biuret yaitu apabila warna larutan setelah dicampur dengan tetesan larutan biuret
menjadi warna ungu, maka bahan makanan yang diuji tersebut mengandung protein.
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
Jawab :
Perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji adalah dari tabel
hasil pengamatan untuk uji glukosa dan uji amlium, rata-rata bahan makanan yang diuji
dengan larutan benedict dan larutan lugol mengandung karbohidrat monosakarida maupun
karbohidrat polisakarida. Seperti nasi, kedelai, dan roti mengandung glukosa, sementara
bayam dan kentang tidak/sedikit mengandung glukosa. Seperti juga nasi, roti, kentang, dan
bayam mengandung karbohidrat polisakarida, sementara kedelai tidak/sedikit mengandung
karbohidrat polisakarida.
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
Jawab :
Perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji adalah dari tabel hasil
pengamatan untuk uji lemak, rata-rata bahan makanan yang diuji mengandung lemak
kecuali pepaya. Jadi, untuk minyak goreng, santan, margarin, dan mentega mengandung
lemak, sedangkan papaya tidak mengandung lemak.
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
Jawab :
Proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak adalah sebagai berikut:
Karbohidrat
Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam bentuk
monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagian besar menuju hati. Di
dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan glikogen, dioksidasi
menjadi CO2 dan H2O atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh
yang memerlukan. Hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah atas bantuan hormon
insulin yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Hormon yang mengatur kadar gula dalam
darah yaitu insulin (dihasilkan oleh pankreas dan berfungsi menurunkan kadar glukosa
dalam darah) dan hormon adrenalin (dihasilkan oleh korteks adrenal, berfungsi menaikkan
kadar glukosa dalam darah).
190
Protein
Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta
enzim-enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein,
antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksipeptidase, dan amino peptidase. Protein
yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorbsi melalui dinding usus halus
dan sampai ke pembuluh darah. Setelah diabsorbsi dan masuk ke dalam pembuluh darah,
asam amino tersebut sebagian besar langsung digunakan oleh jaringan. Protein tidak dapat
disimpan di dalam tubuh sehingga kelebihan protein akan segera dibuang atau diubah
menjadi zat lain. Zat sisa hasil penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang
bersama air seni dan zat sisa yang tidak mengandung nitrogen akan diubah menjadi
karbohidrat dan lemak. Oksidasi 1 gram dapat menghasilkan energi 4 kalor.
Lemak
Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase.
Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan
bereaksi dengan garam empedu membentuk senyawa, seperti sabun. Selanjutnya senyawa
akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi asam lemak dan garam empedu. Oleh
lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol membentuk lemak. Kemudian diangkut oleh
pembuluh getah bening usus menuju pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya ke
pembuluh balik bawah selangka kiri.
H. Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang dilakukan dapat ditarik simpulan sebagai berikut :
Yang mengandung amilum adalah roti.
Yang mengandung glukosa adalah roti dan tempe.
Yang mengandung protein adalah putih telur dan kemiri.
Yang mengandung lemak adalah margarin dan roti.
Dalam satu bahan makanan tidak hanya mengandung nutrisi, tetapi banyak yang mempunyai
lebih dari dua nutrisi atau lebih. Seperti roti terdapat amilum, glukosa dan lemak. Melalui
pengujian ini terbukti, bahwa bahan makanan yang mengandung zat makanan seperti
karbohidrat, lemak, dan protein dapat diketahui dari aspek warna yang dihasilkan dari
campuran dengan larutan-larutan tertentu dan juga dari kertas koran/kertas buram.
I. Daftar Pustaka
http://gudang-laprak.blogspot.co.id/2014/06/praktikum-biologi-uji-makanan.html
http://praktikumbiologi.com/contoh-laporan-praktikum-biologi-uji-kandungan-bahan-
makanan/
https://aldienilh.blogspot.com/2016/06/biologi-kandungan-zat-makanan-dalam.html?m=1
191
Aryulina, Dyah. dkk. 2007. Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
Pratiwi, D, A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. (125-126
BAB VII
Sistem Pernapasan
A. Jurnal Belajar
JURNAL BELAJAR 1
Jumat, 29 Januari 2021
Hari ini adalah pertemuan pertama kami dengan pelajaran biologi dalam bab ketujuh
mengenai system pernapasan pada manusia. Seperti biasa kelas kami digabung dengan
kelas XI IPA 5. Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya
langsung memasuki room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap
mengikuti pembelajaran hari ini.
Pembelajaran dimulai dengan Bu Puspa memberitahu bahwa ada 2 orang anak dari
kelas XI IPA 4 dan 1 orang anak dari XI IPA 5 yang akan mengikuti remedial. Lalu, Bu
Puspa mengirimkan materi berupa powerpoint tentang system pernapasanmelalu grup
whatsapp biologi dan dibantu oleh Juan untuk mempresentasikan powerpoint tersebut.
Setelah itu Bu Puspa bertanya apa pengertian dari system pernapasan. Lalu, Candyle
memberikan pendapatnya bahwa pernapasan adalah proses mengambil O2 dan
mengeluarkan CO2. Sedangkan, Albert memberi pendapatnya bahwa bernapas adalah
suatu proses mengambilan udara O2 dan diubah menjadi CO2, kemudian dihembuskan
keluar.
Lalu, kita membahas tentang 9 fungsi sistem pernapasan. Lalu, Bu Puspa meminta 1
siswa untuk mengurutkan dari terluar sampai terdalam system pernapasan. Madinah dan
Nadya pun mencobanya. Setelah itu, Bu Puspa memilih ketua kelas dari XI IPA 4 yaitu
Juan untuk menjelaskan alat pernapasan hidung. Lalu, Sakhi dan Boeih pun melengkapi
penjelasan dari Juan.
192
Setelah itu, Bu Puspa menyimpulkan bahwa hari ini kita sudah memahami tentang
pengertian dari pernapasan, 9 fungsi pernapasan, organ pernapasan mulai dari rongga
hidung sampai alveolus, dan apa yang terjadi proses terhadap udara yang dilakukan oleh
rongga hidung yang mempunya 4 fungsi. Tak lama kemudian, pembelajaran pada hari
ini pun berakhir.
193
JURNAL BELAJAR 2
Rabu, 3 Februari 2021
Hari ini adalah pertemuan kedua kami dengan pelajaran biologi dalam bab ketujuh
mengenai system pernapasan pada manusia. Seperti biasa kelas kami digabung dengan
kelas XI IPA 5. Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya
langsung memasuki room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap
mengikuti pembelajaran hari ini.
Pada pertemuan kali ini, pembelajaran dimulai sedikit terlambat dikarenakan Bu
Puspa sedang mengalami gangguan jaringan. Setelah jaringan Bu Puspa kembali normal,
seperti biasa Bu Puspa mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, pembelajaran hari ini
dimulai dengan Bu Puspa mempersilahkan 1 siswa untuk membahas laring, Deswita pun
mencobanya. Lalu, Bu Puspa menjelaskan lagi bahwa laring merupakan lanjutan dari
rongga hidung berupa saluran yang terdiri dari 3 yaitu tulang rawan, ligamen, dan
membran. Lalu, pada laring terdapat tonjolan jakun (Adams apple), pita suara, dan
epiglotis.
Setelah itu, kita membahas tentang trakea. Struktur trakea tersusun atas 16 20
cincin tulang rawan. Trakea memiliki panjang 9 11 cm. Di dalam trakea memiliki
jaringan epitel bersilia yang berfungsi untuk menggiring udara masuk sampai ke paru-paru
dengan tetap terus menyeleksi terhadap udara. Setelah itu, kita membahas tentang bronkus.
Bronkus memiliki diameter yang lebih besar daripada trakea. Lalu, kita membahas tentang
bronkiolus, alveolus, dan paru-paru. Setelah itu, kita melanjutkan materi ke mekanisme
pernapasan dan frekuensi pernapasan yang dipengaruhi oleh 7 faktor yaitu jenis kelamin,
umur, suhu tubuh, posisi dan aktivitas tubuh, emosi rasa sakit dan ketakutan, status
kesehatan, dan ketinggian tempat. Karena waktu telah berakhir Bu Puspa pun mengakhiri
pembelajaran pada hari ini.
194
195
JURNAL BELAJAR 3
Jumat, 5 Februari 2021
Hari ini adalah pertemuan ketiga kami dengan pelajaran biologi dalam bab ketujuh
mengenai system pernapasan pada manusia. Seperti biasa kelas kami digabung dengan
kelas XI IPA 5. Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya
langsung memasuki room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap
mengikuti pembelajaran hari ini.
Pembelajaran dimulai dengan membahas tentang transpor dan pertukaran gas. Lalu,
tiba-tiba Bu Puspa terkeluar dari meet dan tak lama kemudian Bu Puspa pun masuk lagi ke
meet. Setelah itu, Bu Puspa meminta 1 orang untuk membacakan transpor oksigen, Jesen
pun mencobanya. Tak lama kemudian, Bu Puspa terkeluar lagi dari meet. Akhirnya, Bu
Puspa pun meminta Juan untuk membuat meet baru. Setelah itu, Bu Puspa pun melanjutkan
pembelajaran.
Lalu, Bu Puspa meminta 10 siswa untuk membacakan volume dan kapasitas paru-
paru. Yang ke-1 adalah Aaliyah, Aaliyah menjelaskan volume tidal. Volume Tidal (VT)
adalah volume udara yang masuk atau keluar dari paru-paru selama pernapasan (ventilasi)
normal. Volume tidal pada laki-laki dewasa yang sehat sekitar 500 mL, sedangkan wanita
sekitar 380 mL. Yang ke-2 adalah Candyle, Candyle menjelaskan tentang volume cadangan
inspirasi. Volume Cadangan Inspirasi (VCI) adalah volume udara ekstra yang masuk ke
paru-paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. Volume cadangan inspirasi
pada laki-laki dewasa yang sehat sekitar 3.100 mL, sedangkan wanita sekitar 1.900 mL.
Yang ke-3 adalah Ghina, Ghina menjelaskan tentang volume cadangan ekspirasi. Volume
Cadangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat dikeluarkan dengan kuat
pada akhir ekspirasi tidal. Volume cadangan ekspirasi pada orang dewasa sehat laki-laki
sekitar 1.200 mL, sedangkan wanita sekitar 800 mL. Yang ke-4 adalah Dwi, Dwi
menjelaskan tentang volume residu. Volume Residu (VR) adalah volume udara sisa dalam
paru-paru setelah melakukan ekspirasi kuat. Volume residu penting untuk kelangsungan
aerasi dalam darah pada saat jeda pernapasan. Volume residu pada laki-laki dewasa
sekitar1.200 mL, sedangkan pada wanita sekitar 1.000 mL. Yang ke-5 adalah Rania, Rania
menjelaskan tentang kapasitas residu fungsional. Kapasitas Residu Fungsional (KRF)
196
adalah jumlah udara sisa dalam respirasi setelah ekspirasi normal, atau sama dengan
volume residu ditambah volume cadangan ekspirasi (KRF = VR + VCE). Kapasitas residu
fungsional pada laki-laki dewasa sekitar 2.400 mL, sedangkan pada wanita sekitar 1.800
mL. Yang ke-6 adalah Afif, Afif menjelaskan tentang kapasitas inspirasi. Kapasitas
Inspirasi (KI) adalah jumlah udara maksimal yang dapat diinspirasikan setelah melakukan
ekspirasi normal, atau sama dengan volume tidal ditambah volume cadangan inspirasi (KI
= VT + VCI). Kapasitas inspirasi pada laki-laki dewasa sekitar 3.600 mL, sedangkan pada
wanita sekitar 2.400 mL. Yang ke-7 adalah Engeline, Engeline menjelaskan tentang
kapasitas vital. Kapasitas Vital (KV) adalah jumlah udara maksimal yang dapat dikeluarkan
dengan kuat setelah inspirasi maksimum, atau sama dengan penambahan volume tidal,
volume cadangan inpirasi, dan volume cadangan ekspirasi (KV = VT + VCI +VCE).
Kapasitas vital pada laki-laki dewasa sekitar 4.800 mL, sedangkan pada wanita sekitar
3.100 mL. Yang ke-8 adalah Elvina, Elvina menjelaskan tentang kapasitas total paru-paru.
Kapasitas Total Paru-paru (KTP) adalah jumlah total udara yang dapat ditampung dalam
paru-paru, atau sama dengan kapasitas vital ditambah volume residu (KTP = KV + VR).
Kapasitas total paru-paru pada laki-laki dewasa sekitar 6.000 mL, sedangkan pada wanita
dewasa sekitar 4.200 mL. Yang ke-9 adalah Madinah, Madinah menjelaskan tentang
volume respirasi per menit. Volume respirasi per menit adalah volume tidal dikalikan
dengan jumlah pernapasan per menit. Yang ke-10 adalah Thezar, Thezar menjelaskan
tentang volume ekspirasi kuat dalam satu detik. Volume Ekspirasi Kuat dalam satu detik
(VEK1) atau ekspirasi paksa dalam satu detik adalah volume udara yang dapat dikeluarkan
dari paru-paru yang terinflasi maksimum, pada saat detik pertama ekspirasi maksimum.
VEK1 sekitar 80% KV. Setelah itu, kita melanjutkan materi tentang bahaya rokok,
gangguan sistem pernapasan, dan teknologi sistem pernapasan. Karena waktu telah berakhir
Bu Puspa pun mengakhiri pembelajaran pada hari ini.
197
198
JURNAL BELAJAR 4
Rabu, 10 Februari 2021
Hari ini adalah pertemuan keempat kami dengan pelajaran biologi dalam bab ketujuh
mengenai system pernapasan pada manusia. Seperti biasa kelas kami digabung dengan
kelas XI IPA 5. Setelah mendapatkan link google meet melalu grup kelas bio, saya
langsung memasuki room tersebut. Setelah yang lain sudah masuk, kami semua siap
mengikuti pembelajaran hari ini.
Seperti biasa, pembelejaran dimulai dengan Bu Puspa mengecek kehadiran siswa.
Lalu, Bu Puspa meminta seluruh siswa untuk menyalakan kamera. Setelah itu, Bu Puspa
memberitahu kami bahwa kepala sekolah SMA Negeri 1 Balikpapan yaitu Bapak Drs.
Eddy Effendi sedang berulang tahun yang ke-60 pada hari ini. Bu Puspa meminta kami
untuk mengucapkan selamat ulang tahun secara bersama-sama di Google Meet sambil Bu
Puspa merekam. Bu Puspa juga meminta Afif untuk merekam. Lalu, Bu Puspa memilih
Aaliyah untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan memberi doa kepada Bapak Eddy.
Setelah itu, kita memasuki materi pembelajaran. Bu Puspa memberitahu bahwa kita
harus mengumpulkan tugas jurnal biologi bab 7 dan laporan hasil analisis pencemaran
udara terhadap sistem pernapasan pada hari Jumat di Google Classroom. Bu Puspa juga
memberitahu bahwa hari Jumat adalah hari terakhir kita belajar bab sistem pernapasan dan
pada hari Senin akan ada ulangan materi tentang sistem pernapasan pada pukul 14.00
hingga 15.00 secara CBT dan ada 25 soal. Setelah itu, Bu Puspa menjelaskan tentang
laporan hasil analisis. Karena waktu telah berakhir Bu Puspa pun mengakhiri pembelajaran
pada hari ini.
199
200
B. Portofolio
ANALISIS PENGARUH PENCEMARAN UDARA TERHADAP KELAINAN
PADA STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN PERNAPASAN MANUSIA
BERDASARKAN STUDI LITERATUR
1. Judul
Analisis Pengaruh Pencemaran Udara Terhadap Kelainan Pada Struktur dan Fungsi
Organ Pernapasan Manusia Berdasarkan Studi Literatur
2. Tujuan
- Mengetahui pengaruh pencemaran udara bagi system pernapasan manusia
- Mengetahui penyebab pencemaran udara yang dapat merusak kesehatan
- Meongetahui upaya yang dilakukan untuk menghadapi pencemaran udara
3. Hasil Analisis
a. Peristiwa Pencemaran
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi
di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan
tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran
udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia.
Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya
dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran
udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global. Pencemaran udara di
dalam ruang an dapat mempengaruhi kesehatan manusia sama buruknya dengan
pencemaran udara di ruang terbuka.
Akhir-akhir ini berita terkait Polusi Udara di Kota Jakarta begitu ramai. Berdasarkan
Air Quality Index (AQI) beberapa bulan terakhir tahun 2019, dilaporkan kondisi
kualitas udara di kota Jakarta dikategorikan tidak sehat dengan angka AQI lebih dari
150. Bahkan pada beberapa hari dilaporkan Jakarta merupakan kota nomor 1 terpolusi
di Dunia (versi Air Visual). Tentunya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan dapat
menimbulkan dampak pada kesehatan pada masyarakat Kota Jakarta. Dipaparkan
Spesialis Paru Dr. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K), polusi udara adalah campuran
partikel kompleks dan gas sehingga memicu perubahan kimiawi yang ada di udara.
Polusi udara terbagi atas polusi udara luar ruangan (outdoor air pollution) dan polusi
udara dalam ruangan (indoor air pollution).
201
Dalam upaya mengatasi masalah itu, Kementerian Perhubungan mendorong adanya
peralihan penggunaan kendaraan alternatif yang ramah lingkungan seperti berbasis
baterai melalui penerbitan regulasi.
b. Penyebab Pencemaran
Penyebab pencemaran udara di Indonesia sekitar lebih dari 70% merupakan hasil emisi
kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat
menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap
lingkungan. Zat berbahaya tersebut seperti timbal/timah hitam (Pb), suspended
particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida
(CO), dan oksida fotokimia (Ox).
Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100 persen timbal, 13-44% suspended
particulate matter (SPM), 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir seluruh
karbon monoksida (CO) ke udara. Sumber utama debu berasal dari pembakaran
sampah rumah tangga mencakup 41% dari sumber debu Jakarta. Sektor industri juga
merupakan sumber utama dari sulfur dioksida. Di tempat-tempat padat di Jakarta
konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas.
Tingkat pencemaran udara di dunia sungguh mengkhawatirkan. Menurut Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 98 persen kota berpenduduk di atas 100.000 orang
yang ada di negara penghasilan rendah dan menengah tidak memenuhi standar kualitas
udara WHO. Sedangkan bagi negara berpenghasilan tinggi, jumlahnya menurun
menjadi 52 persen.
Penyebab pencemaran udara kerap ditemukan di sekitar kita. Udara kotor, asap, polusi
udara kerap dirasakan banyak orang yang tinggal di daerah perkotaan.
Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar
sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari
sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar
udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah
substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.
c. Akibat Pencemaran
Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem
pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis
pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas,
sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-
paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
202
Dampak pencemaran debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru (bronchitis) serta
penyakit saluran pernapasan lainnya. Sedangkan dampak pencemaran oleh zat kimia
seperti Karbon Monoksida dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada hemoglobin .
Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam
sel darah merah.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun terdapat sekitar 3,2 juta
kasus kematian disebabkan oleh pencemaran udara di dunia.
Dalamnya penetrasi polutan polusi udara ke dalam tubuh bergantung kepada jenis zat
pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas.
Sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-
paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah. Kemudian menyebar ke
seluruh tubuh.
Di Indonesia, kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara di
perkotaan. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang
buruk. Hal ini akibat perawatan kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar
kualitas buruk, misalnya kadar timbal/Pb yang tinggi.
Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran
pernapasan atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan
lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.
Jenis-jenis Polusi Udara yang Berbahaya
Berikut ini adalah beberapa polusi udara dan dampaknya terhadap kesehatan.
Nitrogen Dioksida
Nitrogen dioksida (NO2) muncul dari proses pembakaran (pemanasan, pembangkit
listrik, mesin kendaraan, dan kapal). Terpapar NO2 secara terus-menerus dapat
meningkatkan gejala bronkitis pada anak-anak penderita asma. NO2 juga dapat
mengurangsi fungsi paru-paru.
Unsur-Unsur Partikel
Komponen partikel di udara terdiri atas sulfat, nitrat, amonia, natrium klorida, dan debu
mineral. Jika terpapar oleh kombinasi unsur-unsur tersebut secara terus-menerus, dapat
meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, serta pernapasan
seperti kanker paru-paru.
Ozon
Jangan samakan ozon di permukaan tanah dengan lapisan ozon di atmosfer. Walau
pada lapisan atmosfer ozon berfungsi sebagai penangkal sinar ultraviolet (UV), pada
203
permukaan bumi ozon termasuk polusi. Ozon di permukaan bumi terbentuk ketika
cahaya matahari memicu reaksi kimia antara unsur-unsur polusi. Polusi ozon dapat
mengurangi fungsi paru-paru, memicu asma, dan penyakit paru-paru lainnya.
Sulfur Dioksida
Sulfur dioksida atau SO2 dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan
sehingga memicu gejala batuk-batuk berdahak. Menghirup unsur ini juga
meningkatkan risiko seseorang terserang infeksi pada saluran pernapasan dan
memperparah kondisi asma serta bronkitis. Sulfur dioksida dihasilkan dari pembakaran
batu bara dan bensin.
Udara yang Anda hirup, meski terlihat bersih, kemungkinan mengandung banyak zat-
zat yang dapat membahayakan kesehatan. Untuk itu, coba lindungi diri dan keluarga
dari polusi udara dengan cara menggunakan pembersih udara (air purifier), masker
pernapasan dan menanam tanaman yang berfungsi sebagai pembersih udara.
d. Refleksi
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa pencemaran udara oleh asap kendaraan
sangat berbahaya bagi kesehatan setelah mengetahui bahwa pencemaran udara akibat
asap kendaraan dapat merusak kesehatan organ pernapasan manusia dan hal ini tentu
akan berlangsung setiap hari, apalagi Jakarta merupakan kota besar yang jalanannya
cukup ramai dan terkenal macetnya. Tentu saja hal tersebut dikarenakan banyaknya
penggunaan kendaraan bermotor yang menghasilkan asap kendaraan. Kondisi ini
pastinya akan sangat berbahaya bagi pernapasan manusia. Oleh karena itu kita selalu
diwajibkan untuk menggunakan masker kita hendak bepergian keluar rumah. Kita juga
dianjurkan untuk tetap dirumah saja jika tidak ada keadaan mendesak untuk keluar
karena pandemic Covid ini masih berlangsung.
Kita juga harus turut serta melakukan tindakan-tindakan khusus untuk mengatasi
permasalahan ini, dimulai dari yang sederhana hingga ke hal yang lebih kompleks.
Kita tidak boleh lupa untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sampapi
detik ini masih bisa menghirup udara dengan dengan baik menggunakan organ
pernapasan yang telah diberikan. Kita juga harus merawat organ pernapasan kita
dengan baik agar terhindar dari penyakit-penyakit seperti ISPA, Influenza, Asma,
Emsifema, Asbestosis, bronchitis, dan penyakit pernapasan lainnya.
e. Tindak Lanjut
Penanggulangan pencemaran udara dapat dilakukan oleh bebarapa cara sebagai berikut
yaitu :
- Gunakan moda angkutan umum. Mendorong diri sendiri dan masyarakat untuk
menggunakan moda angkutan umum akan menurunkan tingkat polusi udara.
204
- Hemat energi. Matikan kipas angina, lampu, penyejuk udara saat anda bepergian
keluar. Sejumlah besar bahan bakar fosil dibakar untuk menghasilkan listrik.
Dengan mengurangi pemakaian listrik, berarti kita turut mengurangi penggunaaan
bahan bakar fosil dan menyelamatkan udara.
- Pahami dan praktek konsep Reduce, Reuse dan Recycle. Jangan membuang barang
-barang yang tidak berguna bagi anda. Anda mungkin saja dapat menggunakan
barang-barang tersebut untuk hal lain, misalnya menghasilkan kerajinan. Bahkan,
anda bisa menghasilkan uang dari sampah didaur ulang.
- Gunakan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan. Teknologi energi
terbarukan ramah lingkungan seperti matahari, angin dan panas bumi semakin
mutakhir. Pemerintah berbagai negara telah memberikan hibah kepada konsumen
yang tertarik untuk memasang panel surya untuk rumah mereka.
- Gunakan perangkat teknologi atau listrik hemat energi.
- Jangan membakar sampah. Membakar sampah adalah salah satu sumber utama
polusi di negara ini.
- Makan makanan sehat yang terutama kaya antioksidan, seperti buah-buahan dan
sayuran segar. Antioksidan dapat membantu melindungi tubuh Anda dari efek
bahaya radikal bebas yang diciptakan oleh pencemaran udara.
- Pertimbangkan untuk membeli membeli mesin pembersih udara ruangan (air
purifier).
- Rutin bersihkan filter AC.
- Cuci seprai dan boneka mainan untuk menyingkirkan tungau debu.
- Buka jendela untuk mengalirkan udara lama dengan yang baru saat hari sedang
adem.
- Jangan izinkan siapa pun merokok di dalam ruangan..
- Menanam tanaman-tanaman kecil disekeliling rumah atau melakukan reboisasi
kecil-kecilan guna membantu memebrsihkan udadra kotor seperti karbondioksida
4. Daftar Pustaka
https://otomotif.kompas.com/read/2020/12/14/082200615/kendaraan-bermotor-sumbang-60-
persen-polusi-di-indonesia.
Anonim. 1999. Peratuan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian
Pencemaran Udara.
Setyo, N., Sofyan, A. 2012. Analisis Distribusi Pencemar Udara NO2, SO2, CO, dan
O2 Di Jakarta Dengan WRF-CHEM. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
https://grassindonesia.co.id/asap-kendaraan.
https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/tinggal-di-perkotaan-ketahui-dulu-dampak-
pencemaran-udara-ini/
205