Implementasi Manajemen Strategi
Implementasi Manajemen Strategi Sofhie Herista Charliana, Sri Oktaviani, Sopia Angel, Sri Dewi Nurjanah, S.E., Sri Rahayu, Syakira Noorbani Yusuf, Siti Sarah Muthmainnah, Sonnya Lusia Mariam, Syaira Aulia Nadira, Syarofi Fahrul Raharjo, Syahril Gifari
Implementasi Manajemen Strategi Sebuah Pendekatan Teori dan Praktis dalam Manajemen SDM, Pemasaran dan Keuangan Copyright© PT Penerbit Penamuda Media, 2024 Penulis: Sofhie Herista Charliana, Sri Oktaviani, Sopia Angel, Sri Dewi Nurjanah, Sri Rahayu, Syakira Noorbani Yusuf, Siti Sarah Muthmainnah, Sonnya Lusia Mariam, Syaira Aulia Nadira, Syarofi Fahrul Raharjo, Syahril Gifari Desain Sampul: Tim PT Penerbit Penamuda Media Tata Letak: Enbookdesign Diterbitkan Oleh PT Penerbit Penamuda Media Casa Sidoarium RT 03 Ngentak, Sidoarium Dodeam Sleman Yogyakarta HP/Whatsapp : +6285700592256 Email : [email protected] Web : www.penamuda.com Instagram : @penamudamedia Cetakan Pertama, Juni 2024 x + 167, 15x23 cm Hak cipta dilindungi oleh undang-undang Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku tanpa izin Penerbit
v Kata Pengantar engan senang hati, kami mempersembahkan buku "Implementasi Manajemen Strategi: Sebuah Pendekatan Teori dan Praktis dalam Manajemen SDM, Pemasaran, dan Keuangan". Buku ini merupakan upaya untuk menyajikan panduan komprehensif bagi para pembaca dalam memahami esensi dan penerapan strategi dalam tiga bidang kunci: Sumber Daya Manusia, Pemasaran, dan Keuangan. Melalui perpaduan teori dan praktik terkini, buku ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para pembaca dalam mengelola strategi bisnis secara efektif dan berkelanjutan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya buku ini. Semoga buku ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan strategi manajemen. Penulis D
vi Daftar Isi Kata Pengantar ............................................................... v Daftar Isi ....................................................................... vi Bab 1. Manajemen Strategi Bauran Pemasaran pada PT. Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Suniaraja Bandung ............................................................... 1 A. Segmentasi dan Target Pasar Bank Syariah Indonesia KC Suniaraja Bandung.......................................................... 3 B. IImplementasi Manajemen Strategi Bauran Pemasaran Produk Gadai Emas Syariah pada BSI KC Suniaraja Bandung ........................................................................ 5 Bab 2. Strategi Manajemen Keuangan Pada Pt. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk Bandung ....... 17 A. Latar Belakang Keuangan Perusahaan Perbankan ............18 B. Analisis Keuangan Perusahaan PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk...........................................24 C. Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Panjang Perusahaan PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk .................................................................26
vii D. Keberhasilan Implementasi Strategi Manajemen Keuangan PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk. 32 E. Kesimpulan .................................................................. 34 Bab 3. Strategi Manajemen Keuangan Kantor Kecamatan Cilengkrang ........................................................ 37 A. Analisis Keuangan Kantor Kecamatan Cilengkrang .......... 39 B. Perencanaan Strategis ................................................... 41 C. Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Menengah Kantor Kecamatan Cilengkrang................................................. 41 D. Pengelolaan Aset dan Liabilitas ...................................... 42 E. Pajak dan Kepatuhan Pajak ............................................ 43 F. Evaluasi Kinerja Keuangan dan Pelaporan Kantor Kecamatan Cilengkrang................................................. 44 G. Keberhasilan Implementasi Strategi Manajemen Keuangan ..................................................................... 44 H. Kesimpulan .................................................................. 45 Bab 4. Strategi Pengoptimalan Sumber Daya Manusia Di Bank Mandiri Kantor Cabang Cibiru ...................... 47 A. Strategi Penerimaan dan Seleksi SDM ............................. 53 B. Budaya Organisasi dan Kepemimpinan ........................... 58 C. Manajemen Konflik dan Kesejahteraan Karyawan ........... 63
viii Bab 5. Implementasi Strategi Pemasaran dalam Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat .................................................................. 67 A. Analisis SWOT Kegiatan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat..............................73 B. Keberhasilan Implementasi Strategi Kegiatan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.............................................................................78 C. Kesimpulan...................................................................81 Bab 6. Optimalisasi Sumber Daya Manusia dan Persiapan Pensiun Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat .......................... 83 A. Analisis Kebutuhan Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat....................................87 B. Strategi Persiapan Pensiun Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat...........................................90 C. Keberhasilan Implementasi Strategi Persiapan Pensiun Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.....................................................................93 D. Kesimpulan...................................................................94 Bab 7. Srategi Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Pt. Kereta Api Indonesia (Persero) ............................. 95 A. Analsisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia PT Kereta Api Indonesia (Persero)................................................ 100
ix B. Keberhasilan Implementasi Manajemen Perubahan Pt. Kereta Api Indonesia (Persero)......................................103 C. Kesimpulan .................................................................107 Bab 8. Manajemen Pengelolaan Dokumen dan Keuangan dalam Lingkup Sekretariat dan Umum Bank BJB Padalarang ........................................................ 109 A. Pengalaman dan Tugas selama PKL di Bank BJB Cabang Padalarang ..................................................................113 B. Hubungan antara Pengelolaan Dokumen dan Keuangan dengan Manajemen Umum...........................................116 C. Kesimpulan .................................................................116 Bab 9. Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Pada BBPVP Bandung ................................................ 119 A. Pengembangan Sumber Daya Manusia...........................125 B. Kompensasi dan Penghargaan.......................................126 C. Kesimpulan .................................................................129 Bab 10. Pengaruh Pemasaran media Sosial Instagram Pada Museum Geologi Bandung .......................... 131 A. Segmentasi pasar dan target..........................................134 B. Keberhasilan Implementasi Strategi Pemasaran .............136 C. Kesimpulan .................................................................137
x Bab 11. Manajemen Keuangan di PT Prayoga Mandiri Sukses dengan Menggunakan Aplikasi Website Accurate ............................................................ 139 A. Pengalaman dan Tugas selama PKL di PT Prayoga Mandiri Sukses ............................................................ 144 B. Tinjauan Konseptual.................................................... 145 C. Penggunaan Aplikasi Accurate sebagai Strategi Manajemen Keuangan di PT Prayoga Mandiri Sukses ..... 148 D. Kesimpulan................................................................. 151 Daftar Pustaka ............................................................. 153 Tentang Penulis ........................................................... 161
Implementasi Manajemen Strategi 1 Manajemen Strategi Bauran Pemasaran pada PT. Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Suniaraja Bandung Sofhie Herista Charliana
Implementasi Manajemen Strategi 2 unia bisnis, merupakan dunia yang paling sering dibicarakan oleh berbagai forum, baik yang bersifat nasional maupun internasional. Salah satu indikator kemajuan ekonomi suatu negara adalah dunia bisnis. Saat ini dunia bisnis di Indonesia mulai berkembang cukup pesat seiring dengan berkembangnya ekonomi syariah. Perkembangan ekonomi syariah yang semakin hari semakin meningkat membuat banyak industri atau lembaga keuangan khususnya yang menggunakan prinsip syariah mulai melebarkan sayapnya untuk mengembangkan ide-ide bisnis yang inovatif dan kreatif agar menarik minat beli konsumen yang sedang dibutuhkan saat ini. Salah satu industri yang sedang melebarkan sayapnya adalah perbankan khususnya Perbankan Syariah. Keyakinan masyarakat muslim bahwa perbankan konvensional mengandung unsur riba yang tentunya dilarang dalam agama Islam, menjadi faktor pendorong berkembangnya perbankan syariah di Indonesia yang cukup pesat. Pendirian bank Syariah juga merupakan realisasi dari pemahaman masyarakat beragama Islam terkait penerapan hukum syariah dalam sistem ekonomi Islam. Indonesia telah memiliki beberapa perbankan syariah, diantaranya yaitu Bank Muamalat, Bank BTPN Syariah, serta Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan hasil merger dari tiga bank besar yaitu BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah. BSI mulai resmi beroperasional pada tanggal 1 Februari 2021. Tujuan merger ini dilakukan untuk menjadikan negara Indonesia sebagai pusat Ekonomi Islam dan Keuangan Syariah. D
Implementasi Manajemen Strategi 3 Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki penawaran produk yang cukup beragam meliputi Tabungan Easy Mudharabah, Tabungan Easy Wadiah, Tabungan Haji, Tabungan Pensiun, Gadai Emas, Cicil Emas dan sebagainya. Salah satu produk pembiayaan yang paling banyak diminati oleh nasabah adalah Gadai Emas. Gadai Emas merupakan produk pembiayaan yang menggunakan akad Rahn dimana dananya wajib dikembalikan oleh nasabah kepada pihak bank baik itu dengan cara diangsur sampai jatuh tempo ataupun dibayar secara sekaligus. Dengan adanya produk gadai emas dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dana dengan cepat dan aman. Untuk mendapatkan pembiayaan dengan skema gadai emas, nasabah hanya perlu membawa barang jaminan berupa emas lantakan atau perhiasan, KTP, dan NPWP. A. Segmentasi dan Target Pasar Bank Syariah Indonesia KC Suniaraja Bandung 1. Identifikasi segmen pasar utama Segmentasi pasar merupakan proses membagi suatu pasar yang heterogen menjadi kelompokkelompok pembeli yang homogen yang memiliki kesamaan dalam minat dan kebutuhan terhadap suatu produk. PT. BSI KC Suniaraja Bandung menawarkan produknya kepada nasabah dengan membagi pasar menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Dengan adanya segmentasi pasar ini akan memudahkan PT. BSI KC Suniaraja Bandung dalam menentukan konsumen (nasabah) sasarannya. PT. BSI KC Suniaraja Bandung perlu memperhatikan beberapa aspek penting dalam
Implementasi Manajemen Strategi 4 melakukan segmentasi pasar agar hasilnya pengelompokkan konsumen tepat sasaran. Adapun, segmentasi pasar yang dituju oleh PT. BSI KC Suniaraja Bandung berdasarkan segmentasi demografis yaitu usia dari 17 tahun s.d 64 tahun, jenis kelamin perempuan dan laki-laki, tidak ada kriteria khusus mengenai pekerjaan sebab ditujukan kepada siapa saja baik yang sudah memiliki penghasilan maupun tidak (pelajar dan ibu rumah tangga). Kemudian, segmentasi geografis yaitu wilayah Kota Bandung khususnya di daerah Suniaraja, Cigondewah, Pasar Baru, Braga, dan Asia Afrika. 2. Profil target audience Setelah segmentasi pasar dilakukan, langkah berikutnya adalah PT. BSI KC Suniaraja Bandung menentukan target pasar sasaran (audience). Berdasarkan hasil wawancara bersama Customer Service PT. BSI KC Suniaraja Bandung dijelaskan bahwa penetapan target pasar sasaran untuk semua lapisan masyarakat yang memiliki niat untuk membuka rekening Bank BSI maupun untuk menggunakan produk lainnya. Namun, secara garis besar target pasar (audience) Bank BSI dibagi menjadi dua yaitu untuk individu dan perusahaan. Pembagian target pasar ini didasarkan pada variasi produk yang ditawarkan oleh Bank BSI, seperti produk untuk individu terdiri dari 8 kategori yaitu simpanan, pembiayaan, investasi, haji&umroh, bisnis, jasa, emas dan trade finance. Sedangkan, produk untuk perusahaan terdiri dari 3 kategori yaitu cash
Implementasi Manajemen Strategi 5 management, pembiayaan perusahaan, dan tabungan perusahaan. Semua calon nasabah yang datang di PT. BSI KC Suniaraja Bandung akan ditawarkan dengan produk-produk yang ada seperti tabungan haji, deposito, tabunganKu, cicil emas, gadai emas, dan sebagainya tergantung tujuan mereka datang ke Kantor Cabang BSI. B. IImplementasi Manajemen Strategi Bauran Pemasaran Produk Gadai Emas Syariah pada BSI KC Suniaraja Bandung 1. Strategi Produk (Product) Menurut Kotler dan Keller (2016), produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, produk-produk yang dipasarkan meliputi barang, jasa, acara, pengalaman, orang, tempat, organisasi, gagasan, dan properti. Berdasarkan hasil pengamatan (observasi), salah satu produk andalan BSI KC Suniaraja Bandung adalah Gadai Emas yang termasuk pada kategori produk pembiayaan jangka pendek. Adapun, jenis emas yang dapat digadaikan berupa emas lantakan (logam mulia) ataupun perhiasan emas. Dengan adanya produk gadai emas dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dana pinjaman dalam waktu singkat dengan menjaminkan emas sebagai agunan. Perbedaan gadai emas BSI KC Suniaraja Bandung dengan Pegadaian Konvensional adalah dari akad Rahn dan tidak ada sistem bunga.
Implementasi Manajemen Strategi 6 Adapun, strategi produk BSI KC Suniaraja Bandung dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah serta menggunakan alat penilaian yang komprehensif, berikut ini strategi-strategi produk yang diimplementasikan, yaitu: a. Menerima Takeover Takeover merupakan layanan yang dilakukan untuk memindahkan tanggung jawab bagi nasabah yang telah menggadaikan emasnya di pegadaian ataupun tempat gadai resmi lainnya, untuk melanjutkan angsurannya di kantor layanan gadai emas BSI KC Suniaraja Bandung. b. Pengoptimalan Taksiran Pengoptimalan taksiran dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan nilai taksiran emas sesuai dengan HPS (Harga Pasar Setempat), keakuratan timbangan, dan keakuratan uji kimia dan uji fisik pada emas yang akan digadaikan untuk menghindari kesalahan menilai karatase pada emas yang berakibat pada pemberian nilai taksiran yang terlalu rendah. c. Layanan Gratis Cuci Emas Layanan ini diperuntukkan bagi nasabah yang telah menggadaikan emasnya di BSI KC Suniaraja Bandung. Barang agunan yang mendapatkan layanan cuci emas gratis berupa perhiasan seperti cincin, kalung, dan giwang (anting). Namun, layanan ini hanya tersedia pada acara-acara tertentu seperti pembukaan gerai di daerah CFD (Car Free Day) maupun pada acara pameran.
Implementasi Manajemen Strategi 7 d. Terkoneksi dengan Rekening Tabungan Produk gadai emas sudah terkoneksi dengan rekening tabungan, oleh karena itu, nasabah yang akan menggadaikan emasnya wajib memiliki rekening tabungan di BSI KC Suniaraja Bandung. Pembuatan rekening tabungan bagi nasabah gadai emas bertujuan untuk mempermudah proses pembayaran angsuran. Sehingga pada saat jatuh tempo nasabah tidak perlu merasa kesulitan untuk melakukan pembayaran secara langsung ke kantor cabang, karena pembayaran angsuran dapat ditarik melalui rekening tabungan nasabah. 2. Strategi Harga (Price) Menurut Kotler dan Keller (2016), harga merupakan sejumlah uang yang dibebankan kepada konsumen sebagai alat tukar untuk mendapatkan produk yang diinginkan dan dibutuhkan. Atribut harga terdiri dari daftar harga, diskon, potongan harga khusus, periode pembayaran, dan syarat kredit. Harga menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, karena harga sangat menentukan terjual atau tidaknya produk dan jasa. Gadai emas merupakan salah satu produk yang ditawarkan kepada masyarakat oleh BSI KC Suniaraja Bandung dengan harga yang mengikuti pasaran. Emas adalah benda berharga yang dijadikan agunan karena hampir semua masyarakat memiliki emas/perhiasan dan harga emas di pasar pun tidak mudah turun melainkan cenderung naik (trend positif) dari tahun ke tahun. Terkait pengembalian modal, BSI KC
Implementasi Manajemen Strategi 8 Suniaraja Bandung menggunakan sistem biaya sewa dengan menggunakan akad wadi’ah. Biaya sewa adalah kebijakan yang diberikan oleh pihak bank sesuai kesepakatan bersama (antara pihak bank dengan nasabah). Di bawah ini merupakan tabel terkait besaran biaya sewa di BSI KC Suniaraja Bandung, sebagai berikut: Tabel 1.1 Daftar Biaya Sewa di BSI KC Suniaraja Bandung Pinjaman Biaya sewa/15 hari Rp500.000 Rp4.500 Rp1.000.000 Rp9.000 Rp2.000.000 Rp18.000 Rp5.000.000 Rp45.000 Rp10.000.000 Rp90.000 Rp20.000.000 Rp150.000 Rp25.000.000 Rp187.500 Rp50.000.000 Rp375.000 Rp100.000.000 Rp550.000 Rp150.000.000 Rp825.000 Rp250.000.000 Rp1.375.000 Sumber: Data diolah penulis berdasarkan hasil wawancara Biaya sewa yang ditetapkan oleh gadai emas BSI KC Suniaraja Bandung sangat terjangkau dan lebih
Implementasi Manajemen Strategi 9 murah dibandingkan dengan pegadaian atau tempat gadai resmi lainnya. Biaya sewa gadai emas untuk pinjaman sebesar Rp1.000.000 hanya Rp9.000/15 hari atau setara Rp18.000/bulan dan jika dihitung per hari hanya sebesar Rp600/hari. Selain adanya biaya sewa terdapat juga biaya administrasi seperti biaya materai (2 lembar) sebesar Rp24.000 dan juga biaya asuransi yang akan dibebankan kepada nasabah pada saat pencairan. Dalam menentukan nilai taksiran, BSI KC Suniaraja Bandung mempunyai tarif sendiri yang mengikuti peningkatan harga emas dipasaran. Jadi, tarif harga yang ditetapkan oleh BSI KC Suniaraja Bandung selalu mengalami perubahan karena mengikuti fluktuasi harga emas pasaran tersebut. Berikut ini tabel nilai taksiran gadai emas: Tabel 1.2 Daftar Nilai Taksiran Gadai Emas Jenis Jaminan FTV HDE Lantakan/Logam Mulia 95% Rp1.001.00 Perhiasan 16 Karat 80% Rp755.500 Perhiasan 17 Karat 80% Rp806.500 Perhiasan 18 Karat 80% Rp853.000 Perhiasan 19 Karat 80% Rp899.000 Perhiasan 20 Karat 80% Rp945.500 Perhiasan 21 Karat 80% Rp993.500 Perhiasan 22 Karat 80% Rp1.042.000
Implementasi Manajemen Strategi 10 Perhiasan 23 Karat 80% Rp1.048.000 Perhiasan 24 Karat 80% Rp1.063.000 Sumber: Data diolah penulis berdasarkan hasil wawancara Adapun, cara menghitung nilai taksiran emas, sebagai berikut: Yang pertama kali perlu dilakukan adalah menguji karatase emas melalui uji fisik dan uji kimia untuk menentukan Harga Dasar Emas (HDE). Rumus: Pembiayaan = HDE x Berat x FTV Contoh perhitungan nilai taksiran untuk logam mulia: Pembiayaan = Rp1.001.000 x 25gram x 95% Pembiayaan = Rp23.773.750 Jadi, nasabah akan mendapatkan pembiayaan maksimum sebesar Rp23.773.750 sebelum ditambah dengan biaya administrasi dan biaya sewa. 3. Strategi Tempat (Place) Menurut Kotler dan Keller (2016), tempat didefinisikan sebagai aktivitas perusahaan agar produk mudah didapatkan oleh konsumen sasarannya, artinya tempat tidak hanya menekankan pada lokasi perusahaan, tetapi juga membahas tentang saluran distribusi. Lokasi perusahaan yang strategis merupakan kunci dari kemampuan perusahaan untuk dapat menarik konsumen. Saluran distribusi meliputi lokasi, layanan, persediaan, pengelompokkan, dan transportasi.
Implementasi Manajemen Strategi 11 BSI KC Suniaraja Bandung berada di daerah pusat perbelanjaan dan padat penduduk. Lokasi BSI KC Suniaraja Bandung berada di Jl. Suniaraja No. 82, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Persis terletak di perempatan jalan raya yang dekat dengan Pasar Baru, Stasiun Kereta Api Bandung, Masjid Agung Raya Bandung, serta Perkantoran. Selain itu, nasabah dapat dengan mudah menjangkau lokasi BSI KC Suniaraja Bandung dengan menggunakan berbagai sarana transportasi, baik itu kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Lokasi ini memiliki prospek kemajuan karena dekat dengan fasilitas lain seperti perumahan, apartmen, kampus Unisba, Alun-Alun Bandung, merupakan lokasi yang sangat tepat untuk ditujukan sebagai tempat mengembangkan produk-produk perbankan syariah. BSI KC Suniaraja Bandung memberikan fasilitas tempat yang memadai, aman, dan nyaman seperti parkiran yang luas agar nasabah yang datang tidak sulit mencari tempat parkir kendaraan baik itu untuk motor maupun mobil. Di dalam ruangan BSI KC Suniaraja Bandung menyediakan tempat duduk yang nyaman disertai dengan tempat charger handphone untuk nasabah yang menunggu nomor antrian. Supaya nasabah tidak merasa bosan menunggu nomor antrian, BSI KC Suniaraja Bandung menyediakan fasilitas lainnya seperti televisi, wifi, AC, dan sebagainya.
Implementasi Manajemen Strategi 12 4. Strategi Promosi (Promotion) Menurut Kotler dan Keller (2016), promosi merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen agar melakukan pembelian produk. Promosi berkaitan dengan aktivitas yang mengomunikasikan keunggulan produk serta membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya. Philip Kotler (2016) membagi promosi atau komunikasi pemasaran menjadi tiga sarana atau alat yang penting yaitu periklanan (advertising), publisitas (publicity), dan penjualan pribadi (personal selling). Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis, strategi promosi yang dilakukan oleh BSI KC Suniaraja Bandung dalam memasarkan produknya, sebagai berikut: a. Periklanan (Advertising) Periklanan merupakan salah satu strategi promosi yang dilakukan oleh BSI KC Suniaraja Bandung sebagai sarana komunikasi yang dipakai untuk mengomunikasikan pesan nilai produk kepada nasabah sebagai target pasar sasaran. BSI KC Suniaraja Bandung melakukan periklanan melalui dua media yaitu media cetak dan media elektronik, yang dijelaskan secara lebih lanjut sebagai berikut: 1) Periklanan melalui media cetak Media cetak merupakan bentuk publikasi yang dihasilkan dari proses percetakan. Media cetak ini dapat berbentuk dokumen atau catatan seperti majalah, surat kabar, pamflet, brosur, banner, billboard, dan lain sebagainya. Dalam konteks
Implementasi Manajemen Strategi 13 pemasaran gadai emas di BSI KC Suniaraja Bandung, penggunaan media cetak merupakan salah satu diantara strategi yang digunakan dalam upaya menarik minat nasabah untuk mau menggunakan produk pembiayaan gadai emas. Media cetak yang digunakan oleh BSI KC Suniaraja Bandung untuk memasarkan produk gadai emas yaitu brosur dan spanduk. Namun yang sering digunakan sebagai media promosi yaitu brosur. Brosur berisi informasi terkait gadai emas dalam bentuk tulisan dan gambar yang didesain dengan menarik, sehingga membuat calon nasabah tertarik untuk menggunakan gadai emas syariah. Hingga saat ini, penggunaan brosur sebagai media periklanan masih tetap efektif dalam memengaruhi minat nasabah, selain itu biaya produksinya juga terjangkau. Dengan menggunakan brosur mampu menjelaskan detail produk gadai emas, mulai dari keunggulan dan manfaat yang dimiliki produk, persyaratan dan ketentuan gadai emas, serta informasi tambahan lainnya. BSI KC Suniaraja Bandung melakukan penyebaran brosur kepada nasabah yang datang secara langsung ke kantor cabang, penyebaran brosur ke ruko-ruko disekitar lokasi, dan melakukan grebeg pasar, yaitu pembagian brosur kepada target sasaran di pasar baru Bandung dan pasar kain Cigondewah.
Implementasi Manajemen Strategi 14 Gambar 1.1 Melakukan Penyebaran Brosur ke Pedagang di Pasar Baru Sumber: Dokumentasi PKL 2) Periklanan melalui media elektronik Media elektronik merupakan media atau sarana penyaluran informasi kepada Masyarakat melalui penggunaan teknologi informasi, seperti internet dan media sosial. BSI KC Suniaraja Bandung melakukan penyebaran pamflet dalam bentuk gambar pada status Whatsapp maupun Instagram. Kemudian mengirimkan broadcast melalui Whatsapp Blast dan Email Marketing kepada para nasabah. Dengan melakukan promosi tersebut dapat menjangkau nasabah di seluruh wilayah Kota Bandung dan sekitarnya serta cukup menarik minat nasabah untuk menggunakan produk gadai emas yang ditawarkan oleh BSI KC Suniaraja Bandung. Gambar 1.2 Pamflet Promosi Gadai Emas di Instagram Sumber: Instagram @bsimobile
Implementasi Manajemen Strategi 15 b. Publisitas (Publicity) Publisitas merupakan media promosi yang dilakukan dengan cara mensponsori acara-acara tertentu seperti kegiatan amal, sosial, maupun olahraga. BSI KC Suniaraja Bandung mempromosikan produk pembiayaan gadai emas melalui pemberian sponsor pada acara seminar di berbagai Universitas di Kota Bandung, acara keagamaan seperti tabligh akbar, dan melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga pembiayaan syariah lainnya. Gambar 1.3 Melakukan Publisitas di Acara Pengajian (Masjid Agung) Sumber: Dokumentasi PKL c. Penjualan Pribadi (Personal Selling) Dalam melakukan strategi promosi secara personal selling pada produk gadai emas, biasanya dilakukan oleh staf marketing gadai emas atau Pawning Sales Officer. Teknik pemasaran ini dilakukan melalui pendekatan perorangan kepada nasabah untuk menawarkan dan menjelaskan keunggulan produk gadai emas secara langsung kepada nasabah dengan bertatap muka. Mekanismenya adalah ketika nasabah datang di kantor cabang (outlet) untuk melakukan transaksi cicil emas maupun
Implementasi Manajemen Strategi 16 yang lainnya, pihak staf marketing BSI KC Suniaraja Bandung dapat menawarkan secara langsung kepada nasabah terkait produk gadai emas. Selain itu, pihak BSI KC Suniaraja Bandung mempromosikan produk gadai emas secara langsung dengan melakukan sosialisasi produk di sekolah/universitas, acara keagamaan seperti pengajian Ibu-ibu, dan kegiatan lainnya di lingkungan masyarakat. BSI KC Suniaraja Bandung memiliki strategi promosi personal selling secara khusus untuk menarik minat pembeli nasabahnya. Dengan menyediakan beragam bentuk souvenir seperti gelas, tumbler, payung, notebook, jam dinding, dan sebagainya. Tujuan diberikannya souvenir kepada para nasabah yang telah melakukan akad pembiayaan gadai emas, diharapkan dapat membuat nasabah senang dan loyal, sehingga diharapkan nasabah akan menggadaikan emasnya kembali di BSI KC Suniaraja Bandung. Gambar 1.4 Melakukan Penjualan Secara Pribadi (Personal Selling) Sumber: Dokumentasi PKL
Implementasi Manajemen Strategi 17 Strategi Manajemen Keuangan Pada Pt. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk Bandung Sri Oktaviani
Implementasi Manajemen Strategi 18 A. Latar Belakang Keuangan Perusahaan Perbankan Lembaga keuangan memegang peran krusial dalam ekonomi suatu negara. Menurut (Berry et al., 2023) Keuangan adalah kombinasi ilmu dan keterampilan dalam mengelola uang, yang melibatkan berbagai proses, institusi, pasar, dan instrumen keuangan. Sebagai fungsi kunci dalam sebuah entitas, fungsi keuangan menjelaskan signifikansi pengelolaan sumber daya finansial perusahaan untuk memproduksi barang dan layanan, dengan tujuan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Setiap perusahaan, baik besar maupun kecil, sangat memperhatikan kondisi keuangannya karena pesatnya perkembangan bisnis dan persaingan yang ketat. Perusahaan selalu berhati-hati dalam merumuskan kebijakan untuk menjaga kelangsungan dan eksistensi mereka, serta untuk memperluas usaha guna memperkuat posisi pasar. Oleh karena itu, analisis yang akurat diperlukan untuk memahami kinerja perusahaan dengan tepat. Menurut (Anwar, 2020) mengemukakan bahwa keuangan perusahaan berkembang karena perlunya melaporkan dan bertanggung jawab atas keuangan dalam sebuah perusahaan. Sebagai entitas bisnis yang fokus pada profitabilitas, perusahaan dihadapkan pada sejumlah masalah yang memerlukan pengambilan keputusan krusial untuk menjaga kelancaran operasional. Selain itu kinerja finansial bank mencerminkan upaya setiap perusahaan dalam menilai pencapaian mereka, baik
Implementasi Manajemen Strategi 19 dalam pengumpulan maupun penyaluran dana serta kegiatan operasional lainnya. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 yang diterbitkan pada tanggal 10 November 1998, kegiatan usaha bank diartikan sebagai aktivitas lembaga keuangan perantara yang pokoknya melibatkan pengumpulan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau tabungan, kemudian menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas (S. Soetiono, 2016) 1. Pengenalan PT. Bank Syariah Indonesia Tbk KCP Cinunuk a. Sejarah PT. Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI, 2021) mengemukakan bahwa Bank Syariah Indonesia adalah lembaga keuangan di Indonesia yang fokus pada prinsip-prinsip perbankan syariah. BSI resmi diluncurkan pada 1 Februari 2021 pukul 13.00 WIB atau pada tanggal 19 Jumadil Akhir 1442 H. Bank ini merupakan hasil dari penggabungan tiga bank syariah terkemuka, yaitu BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BRI Syariah, menjadi satu entitas dengan nama Bank Syariah Indonesia. Melalui penggabungan ini, BSI menggabungkan keunggulan dari ketiga bank tersebut untuk menyajikan layanan yang komprehensif dan berkualitas, serta memiliki modal yang cukup kuat. Dukungan sinergi dari perusahaan induk (Mandiri, BNI, BRI) serta komitmen pemerintah melalui Kementerian BUMN mendorong
Implementasi Manajemen Strategi 20 BSI untuk bersaing di pasar global. Penggabungan ini merupakan upaya untuk menciptakan sebuah bank syariah yang menjadi kebanggaan umat dan diharapkan dapat memberikan dorongan baru bagi pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara luas. Keberadaan BSI juga mencerminkan wajah modern, universal, dan penuh kebaikan dari perbankan syariah di Indonesia. PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Cinunuk. Beralamat kantor di Jl. Raya Tagog Cinunuk No. 105, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. b. Makna logo PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk Pada saat peluncuran resmi Bank Syariah Indonesia, pengenalan logo BSI disampaikan oleh Direktur Utama PT. Bank Syariah Indonesia, Bapak Hery Gunardi. Logo BSI memiliki arti dan makna yang mencerminkan esensi dari Bank Syariah itu sendiri. Filosofi yang terkandung dalam logo BSI mencakup simbol bintang berwarna kuning yang merepresentasikan lima sila Pancasila dan lima rukun Islam. Tulisan-tulisan dalam logo BSI juga mencerminkan citra positif Indonesia baik di tingkat nasional maupun global.
Implementasi Manajemen Strategi 21 c. Visi PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk Menjadi top 10 global Islamic bank d. Misi PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk 1) Memberikan akses solusi layanan keuangan syariah di Indonesia 2) Menjadi bank besar yang memberikan nilai terbaik kepada para pemegang saham 3) Menjadi perusahaan pilihan dan kebanggaan para talenta terbaik di Indonesia e. Nilai-Nilai PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk Nilai-nilai yang menjadi pondasi bagi cara berpikir, bertindak, dan berperilaku di BSI mencakup budaya yang kemudian diimplementasikan sebagai Budaya Kerja yang mengutamakan akhlak, yakni: 1) Amanah: Mengemban kepercayaan dengan tangguh. 2) Kompeten: Berkesinambungan dalam pembelajaran dan pengembangan kemampuan. 3) Harmonis: Memiliki sikap peduli dan menghargai keberagaman. 4) Loyal: Berdedikasi dan memprioritaskan kepentingan Bangsa dan Negara.
Implementasi Manajemen Strategi 22 5) Adaptif: Terus berinovasi dan antusias dalam menghadapi perubahan. 6) Kolaboratif: Membangun kerja sama yang harmonis dan sinergis. 2. Pentingnya Manajemen Keuangan Dalam Kesuksesan Perusahaan Perbankan Hubungan antara bank dan lembaga keuangan dalam pertumbuhan ekonomi adalah erat. Menurut (Ismamudi, 2023) krusial bank dan lembaga keuangan dalam pengembangan ekonomi tercermin dalam perannya sebagai penghimpun dana, penyedia layanan keuangan, dan pengelola risiko. Mereka memiliki peran vital dalam mengalokasikan sumber daya finansial dengan efisiensi dan efektivitas untuk mendukung proyek investasi yang berpotensi memacu pertumbuhan ekonomi. Selain itu, bank dan lembaga keuangan juga berfungsi sebagai katalisator aktivitas ekonomi dengan memberikan akses keuangan kepada individu dan perusahaan, yang merupakan dorongan penting bagi perkembangan dan pertumbuhan dalam kegiatan produksi. Kegiatan keuangan dalam suatu perusahaan memiliki peran yang sangat penting dan kompleks. Seorang manajer umum atau direktur pelaksana bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap organisasi. Di samping itu, penanggung jawab departemen keuangan, disebut sebagai manajer keuangan, pengontrol keuangan, atau direktur keuangan, bertanggung jawab atas perolehan dan penggunaan dana yang tepat dalam operasi bisnis
Implementasi Manajemen Strategi 23 serta memelihara koordinasi antara berbagai cabang manajemen. Manajer keuangan, sebagai orang yang mengurus berbagai fungsi keuangan penting dalam sebuah organisasi, harus menjaga visi jangka panjang untuk memastikan efisiensi dalam penggunaan dana. Tindakan-tindakan mereka berdampak langsung pada profitabilitas, pertumbuhan, dan reputasi perusahaan. Peran utama manajer keuangan meliputi perencanaan anggaran, pengendalian, dan penerapan strategi keuangan yang memanfaatkan sumber daya finansial secara efisien sesuai dengan tujuan organisasi, serta memaksimalkan nilai bagi pemegang saham (Menne, 2023). Kesuksesan operasi bisnis sangat tergantung pada manajemen keuangan yang tepat. Tanpa administrasi keuangan yang efisien, perusahaan tidak dapat berkembang secara optimal dan mencapai potensi penuhnya dalam pertumbuhan dan kesuksesan. 3. Tujuan penulisan a. Mengkomunikasikan informasi kepada pembaca dengan cara yang jelas dan mudah dipahami. b. Mempengaruhi pendapat atau tindakan pembaca melalui penyajian argumen yang kuat atau narasi yang persuasif. c. Memberikan pembelajaran atau wawasan baru kepada pembaca tentang topik ini.
Implementasi Manajemen Strategi 24 d. Merekam atau mendokumentasikan peristiwa, atau pemikiran dalam suatu periode waktu untuk kepentingan masa depan. e. Mengungkapkan perasaan, gagasan, atau pengalaman pribadi penulis kepada pembaca. B. Analisis Keuangan Perusahaan PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk 1. Kinerja keuangan saat ini Menurut (Menne, 2023) Kinerja keuangan suatu perusahaan adalah hasil dari rangkaian keputusan manajemen yang terus-menerus. Oleh karena itu, untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, perlu mengaitkannya dengan kinerja ekonomi dan keuangan yang terakumulasi dari keputusan tersebut. Analisis kinerja keuangan ini bergantung pada data keuangan yang terpublikasi, seperti yang tercermin dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan Keuangan merupakan alat evaluasi kinerja keuangan perusahaan untuk tahun berikutnya, memperlihatkan kinerja keuangan pada tahun yang sedang berjalan. Kinerja keuangan saat ini dapat dilihat dari berbagai sumber, termasuk laporan keuangan bulanan dan tahunan, serta analisis kinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia. Menurut laporan keuangan bulanan BSI, laba bersih perusahaan sepanjang 2023 mencapai Rp5,70 triliun, naik 33,82% secara tahunan. Peningkatan laba bersih
Implementasi Manajemen Strategi 25 ini merupakan indikator kinerja keuangan yang positif bagi BSI. Analisis kinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia juga menunjukkan peningkatan kinerja keuangan BSI. Dalam beberapa penelitian, BSI dianggap sebagai bank syariah dengan kinerja keuangan yang baik, memiliki rasio keuangan yang melebihi rasio kecukupan minimum yang ditetapkan oleh OJK, serta struktur modal bank yang memenuhi regulasi OJK. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuangan Perusahaan (Sriwiyanti et al., 2021) Mengatakan Faktor-faktor yang memengaruhi keuangan perusahaan dapat dilihat dari berbagai sumber, termasuk laporan keuangan bulanan dan tahunan, serta analisis kinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia. a. Struktur Modal Struktur modal adalah perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dan modal sendiri perusahaan. Dalam pendanaan kegiatan perusahaan, penting bagi perusahaan untuk mengatur modal dengan tepat sesuai dengan hutang jangka panjang dan modal saham. Struktur modal yang tepat dapat meningkatkan laba perusahaan dan memberikan manfaat bagi pemegang saham. b. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan dapat mempengaruhi kinerja keuangan, khususnya dalam hal efisiensi operasional.
Implementasi Manajemen Strategi 26 Perusahaan yang lebih besar cenderung memiliki proses pasar yang lebih besar, nilai buku yang lebih besar, dan efisiensi operasional yang lebih tinggi. c. Total Aset Turnover Total aset turnover juga berdampak pada kinerja keuangan perusahaan, terutama dalam hal efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Rasio total aset turnover menilai perputaran aktiva secara keseluruhan dan dapat menggambarkan kemampuan aktiva untuk menghasilkan penjualan. d. Promosi Promosi memainkan peran dominan dalam memengaruhi minat nasabah non-muslim, terutama dalam menjadi nasabah PT. Bank Syariah Indonesia. Selain faktor promosi, terdapat faktor lain seperti lokasi, pelayanan, syariah, produk, persepsi, dan minat yang juga memengaruhi minat nasabah nonmuslim menabung di bank syariah. C. Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Panjang Perusahaan PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk 1. Penetapan tujuan keuangan Perusahaan Dalam perusahaan perbankan syariah di Indonesia, penetapan tujuan keuangan memegang peranan sentral dalam mengarahkan aktivitas bisnis mereka dengan efektif. Tujuan-tujuan keuangan ini
Implementasi Manajemen Strategi 27 harus selaras dengan nilai-nilai syariah, yang mencakup keadilan, transparansi, serta menghindari riba (bunga) dan praktik-praktik yang tidak diperbolehkan menurut syariah. Berikut ini adalah beberapa contoh tujuan keuangan yang bisa ditetapkan oleh perusahaan perbankan syariah di Indonesia: a. Jangka Pendek 1) Meningkatkan likuiditas, misalnya, dengan meningkatkan volume simpanan mudharabah atau tabungan wadiah, sehingga meningkatkan basis dana yang tersedia untuk pembiayaan (OJK, 2017). 2) Memperluas pangsa pasar, contohnya, perusahaan bisa menetapkan tujuan untuk meningkatkan pangsa pasar dalam segmen produk tertentu seperti pembiayaan mikro, rumah, atau kendaraan. 3) Meningkatkan efisiensi operasional, salah satunya dengan mengurangi biaya operasional melalui efisiensi proses dan pemanfaatan teknologi yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas. b. Jangka Panjang 1) Meningkatkan pertumbuhan asset, misalnya, dengan meningkatkan total aset bank dalam jangka waktu tertentu, mencerminkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Implementasi Manajemen Strategi 28 2) Melakukan ekspansi cabang, seperti membuka cabang baru atau mengembangkan jaringan kantor perbankan ke wilayah baru di Indonesia. 3) Diversifikasi portfolio, contohnya, dengan mengembangkan beragam produk dan layanan untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan pendapatan, seperti produk investasi syariah yang beragam. 4) Meningkatkan kualitas layanan, termasuk peningkatan pelayanan kepada nasabah dan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. 2. Perencanaan anggaran jangka pendek Dalam perencanaan anggaran jangka pendek, Bank Syariah Indonesia memastikan bahwa tujuan keuangan perusahaan, termasuk peningkatan kinerja keuangan dan kepercayaan masyarakat, dapat tercapai dengan cara yang konsisten dengan prinsipprinsip syariah dan kebutuhan masyarakat. Berikut adalah beberapa langkah yang diambil dalam perencanaan anggaran jangka pendek Bank Syariah Indonesia: a. Pengelolaan Likuiditas Bank Syariah Indonesia memastikan pengelolaan likuiditas yang optimal dengan mengikuti prinsipprinsip syariah, termasuk penggunaan fasilitas pendanaan jangka pendek syariah yang tersedia dari Bank Indonesia.
Implementasi Manajemen Strategi 29 b. Pengembangan Strategi Operasional Bank Syariah Indonesia merancang strategi operasional yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan kinerja keuangan yang lebih baik. Ini mencakup pengembangan program pelatihan, evaluasi pelaksanaan strategi pembelajaran dan pengembangan, serta manajemen pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan bank. c. Manajemen Sumber Daya Manusia Bank Syariah Indonesia memberikan perhatian khusus pada manajemen dan pengembangan karyawan melalui strategi yang efektif. Mereka mengembangkan sistem manajemen SDM yang strategis dan melakukan evaluasi kinerja untuk mendapatkan talenta berkualitas. d. Pengelolaan Dana Bank Syariah Indonesia memastikan pengelolaan dana sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Sebagai contoh, bank tidak mengakui pendapatan dari layanan giro yang diterima dari bank non-syariah dan mengkategorikan dana tersebut sebagai dana nonhalal. e. Pengembangan Sistem Perbankan Syariah Bank Syariah Indonesia berperan dalam pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dengan menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta meningkatkan transparansi operasional.
Implementasi Manajemen Strategi 30 3. Strategi perencanaan investasi jangka Panjang Strategi perencanaan investasi jangka panjang bagi bank syariah Indonesia melibatkan sejumlah langkah penting guna meningkatkan kesuksesan investasi dan stabilitas keuangan perusahaan. Menurut (Sri Anugerah Natalina & Arif Zunaidi, 2021) ada beberapa strategi yang dapat dijalankan yaitu: a. Analisis SWOT Melakukan evaluasi internal perusahaan terhadap kekuatan dan kelemahan serta analisis terhadap peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal. Langkah ini bertujuan untuk menentukan strategi yang paling sesuai dengan tujuan perusahaan, memilih investasi yang efektif, dan mengantisipasi potensi risiko. b. Inovasi Produk Mengembangkan produk perbankan syariah yang lebih beragam dan inovatif guna memenuhi kebutuhan konsumen yang berkembang. Dengan demikian, bank syariah dapat meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan. c. Teknologi Informasi Memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan layanan kepada nasabah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kepuasan nasabah.
Implementasi Manajemen Strategi 31 d. Promosi Efektif (Robby, 2023) mengatakan bahwamenerapkan strategi promosi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan minat nasabah terhadap produk perbankan syariah. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi dan keuntungan. e. Pengembangan SDM Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia perusahaan melalui pelatihan dan pengembangan profesionalisme. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan nasabah. f. Ekspansi Jaringan Memperluas jaringan perbankan syariah dengan melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah baru dan meningkatkan kerjasama dengan lembaga keuangan lain. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar dan keuntungan. g. Rencana Bisnis yang Jelas Merumuskan strategi bisnis yang jelas dan spesifik untuk meningkatkan kesuksesan investasi dan stabilitas keuangan perusahaan. h. Sistem Pengawasan yang Efektif Mengimplementasikan sistem pengawasan yang efektif untuk mengawasi dan mengendalikan investasi perusahaan, guna meningkatkan keamanan dan stabilitas keuangan.
Implementasi Manajemen Strategi 32 i. Sistem Informasi yang Efisien Membangun sistem informasi yang efisien untuk mengumpulkan dan menganalisis data investasi perusahaan, guna mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih tepat. j. Manajemen Risiko yang Terintegrasi Menerapkan sistem manajemen risiko yang terintegrasi untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengendalikan risiko investasi perusahaan, dengan tujuan meningkatkan keamanan dan stabilitas keuangan. D. Keberhasilan Implementasi Strategi Manajemen Keuangan PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Kcp Cinunuk 1. Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mengembangkan strategi manajemen keuangan yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah dan memiliki visi misi yang jelas. Strategi ini mencakup pengembangan produk dan layanan syariah yang inovatif sesuai dengan kebutuhan nasabah, peningkatan kualitas layanan dan produk, perluasan jaringan, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. 2. BSI telah melaksanakan strategi-strategi tersebut dengan efektif. Misalnya, BSI telah meluncurkan produk dan layanan syariah inovatif yang memenuhi kebutuhan nasabah, meningkatkan kualitas layanan nasabah untuk memberikan kepuasan maksimal, dan
Implementasi Manajemen Strategi 33 fokus pada peningkatan kualitas layanan dan produk untuk menjadi bank syariah terdepan di Indonesia. 3. Implementasi strategi manajemen keuangan BSI telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Dampak ini terlihat dari peningkatan kualitas layanan dan produk yang meningkatkan kepuasan nasabah, perluasan jaringan yang memperluas akses perbankan syariah, serta meningkatnya literasi dan inklusi keuangan syariah yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Hasil implementasi strategi manajemen keuangan BSI dapat diamati dari beberapa indicator yaitu peningkatan kualitas layanan dan produk telah meningkatkan kepuasan nasabah, perluasan jaringan telah memperluas akses perbankan syariah, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan fokus pada nilai-nilai syariah telah meningkatkan keberlanjutan sebagai bank syariah terdepan di Indonesia. Adapun dampak implementasi strategi manajemen keuangan BSI terhadap kinerja keuangan perusahaan dapat diamati dari beberapa aspek yaitu: 1. Strategi ini telah meningkatkan pendapatan BSI melalui peningkatan kualitas layanan dan produk yang meningkatkan kepuasan nasabah. 2. Strategi ini telah meningkatkan efisiensi operasional BSI melalui penerapan teknologi informasi yang meningkatkan daya saing.
Implementasi Manajemen Strategi 34 3. Strategi ini telah meningkatkan reputasi BSI sebagai bank syariah terdepan di Indonesia yang memperkuat kepercayaan nasabah. 4. Strategi ini telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah yang memperluas akses keuangan untuk masyarakat. E. Kesimpulan Institusi keuangan memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Bidang keuangan mencakup pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen uang, melibatkan berbagai proses, lembaga, pasar, dan instrumen keuangan. Fungsi keuangan menjelaskan pentingnya pengelolaan sumber daya finansial perusahaan untuk menghasilkan barang dan layanan serta untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Perusahaan selalu berhati-hati dalam merumuskan kebijakan untuk memastikan kelangsungan dan eksistensi mereka, serta untuk memperluas usaha guna memperkuat posisi di pasar. Kinerja bank mencerminkan usaha setiap perusahaan dalam mengevaluasi pencapaian mereka dalam pengumpulan dan penyaluran dana, serta dalam kegiatan operasional. Analisis kinerja keuangan PT. Bank Syariah Indonesia Tbk dilakukan berdasarkan berbagai sumber, termasuk laporan keuangan dan analisis keuangan bank. Temuan dari studi tersebut menunjukkan bahwa bank telah mengalami peningkatan kinerja keuangan yang signifikan, mencapai Rp5,70 triliun pada tahun 2023, naik sebesar
Implementasi Manajemen Strategi 35 33,82% dari tahun sebelumnya. Faktor-faktor seperti struktur bank, skala operasi, pendapatan aset total, serta upaya promosi kepada pelanggan non-Muslim turut memengaruhi kinerja keuangan bank. Upaya pemasaran seperti iklan dan kegiatan promosi juga berperan dalam memengaruhi kinerja keuangan bank, bersama dengan performa keuangan sebelumnya. Pengelolaan dana syariah menjadi kunci dalam efektivitas kegiatan bisnis perbankan syariah Indonesia. Pengelolaan ini harus didasarkan pada prinsip-prinsip transparansi, keadilan, dan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi. Aspek penting dari pengelolaan dana syariah meliputi peningkatan likuiditas, modal, pertumbuhan aset, ekspansi modal, diversifikasi portofolio, dan peningkatan kualitas layanan. Manajemen dana syariah mencakup beberapa aspek penting seperti fokus pada likuiditas, strategi operasional, manajemen sumber daya manusia, dan manajemen keuangan. Bank juga berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia melalui strategi yang efektif, evaluasi karyawan, dan manajemen keuangan yang cermat. Selain itu, pengembangan sistem yang sesuai dengan prinsip syariah menjadi fokus bank untuk mempertahankan stabilitas keuangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Strategi investasi bank syariah melibatkan analisis SWOT, inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi informasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, mengurangi risiko, dan memenuhi kebutuhan konsumen. Penerapan teknologi informasi juga
Implementasi Manajemen Strategi 36 dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan pelanggan dan reputasi bank. Secara keseluruhan, perbankan syariah di Indonesia membutuhkan perencanaan, eksekusi, dan pelaksanaan strategis yang cermat. Hal ini merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek multifaset dari operasi perbankan syariah.
Implementasi Manajemen Strategi 37 Strategi Manajemen Keuangan Kantor Kecamatan Cilengkrang Sopia Angel
Implementasi Manajemen Strategi 38 antor Kecamatan adalah tempat utama bagi pemerintah di kecamatan. Kantor Kecamatan memiliki beberapa peran diantaranya adalah sebagai tempat untuk mengajukan keberatan, izin, dan permohonan lain yang terkait dengan kecamatan. Dalam tambahan, kantor kecamatan juga bertugas sebagai lokasi penerimaan laporan dan masukan dari masyarakat, serta memainkan peran dalam mengawasi dan mengendalikan kegiatan yang terjadi di wilayah kecamatan. Kantor Kecamatan Cilengkrang, sebuah wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia, sebagai bagian dari pemerintah daerah, bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran dan sumber daya keuangan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan administratif dan pelayanan masyarakat di area tersebut. Maka, prinsip-prinsip dan peran manajemen keuangan akan sangat penting dalam aktivitas harian Kantor Kecamatan Cilengkrang. Contohnya, perencanaan anggaran akan membantu kantor kecamatan dalam mengatur penggunaan dana secara efisien sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat setempat. Manajemen arus kas akan memastikan bahwa dana yang ada digunakan dengan tepat waktu dan efektif guna mendukung program dan kegiatan yang dilakukan oleh Kantor Kecamatan Cilengkrang. Fokus dari bab ini adalah menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana manajemen keuangan Kantor Kecamatan Cilengkrang dalam mengatur penggunaan sumber daya keuangan untuk mendukung kegiatan administratif dan pelayanan kepada masyarakat. K
Implementasi Manajemen Strategi 39 A. Analisis Keuangan Kantor Kecamatan Cilengkrang Keuangan di Kantor Kecamatan Cilengkrang didasarkan pada kebijakan pendapatan daerah untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023. Kebijakan ini mengacu pada arah kebijakan pendapatan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022- 2026, yang disesuaikan dengan kewenangan kantor kecamatan. Dengan demikian, pengelolaan keuangan di kantor kecamatan akan didasarkan pada prioritas pembangunan jangka menengah yang telah ditetapkan dalam RPJMD dan diintegrasikan ke dalam APBD setiap tahunnya. Kebijakan pengeluaran tahun 2023 mengacu pada sembilan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan, yaitu: 1. Pemulihan dan penguatan ekonomi kerakyatan yang datanya bersumber dari bawah (bottom up); 2. Upaya untuk meratakan dan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bandung guna membentuk generasi yang mampu bersaing secara global; 3. Peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan produktivitas masyarakat; 4. Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bandung sebagai destinasi yang terpadu dan berwawasan lingkungan;
Implementasi Manajemen Strategi 40 5. Pengendalian polusi lingkungan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan mengurangi risiko perubahan iklim; 6. Peningkatan infrastruktur dan konektivitas di wilayah tersebut; 7. Peningkatan layanan jaminan sosial bagi semua lapisan masyarakat; 8. Peningkatan inovasi dan teknologi di sektor pertanian serta peningkatan ketahanan pangan; 9. Reformasi birokrasi menuju birokrasi yang lebih terpadu, inovatif, dan dinamis. Indikator utama pencapaian kinerja di Kantor Kecamatan Cilengkrang pada tahun anggaran 2023 adalah peningkatan kinerja dalam pelayanan publik. Pencapaian terhadap indikator juga sudah memuaskan. Tetapi ada beberapa halangan yang timbul, yaitu: 1. Masih adanya kendala teknis dalam penatusahaan di Aplikasi SIPD 2. Seringnya pelaksanaan perubahan parsial pada Tahun Anggaran 2022 menyebabkan terhambatnya proses pengajuan Ganti Uang 3. Masih terjadinya keterlambatan penyiapan bahan pertanggungjawaban oleh para pelaksana teknis kegiatan sehingga mengganggu proses penatausahaan keuangan 4. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan tidak mempedomani pewaktuan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang telah ditetapkan.