The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku "Implementasi Manajemen Strategi: Sebuah Pendekatan Teori dan Praktis dalam Manajemen SDM, Pemasaran, dan Keuangan memberikan panduan holistik bagi para pembaca dalam memahami dan menerapkan konsep strategi dalam tiga aspek utama bisnis. Dari pengelolaan Sumber Daya Manusia yang efektif hingga strategi Pemasaran yang inovatif dan pengelolaan Keuangan yang bijaksana, buku ini menggabungkan teori terkini dengan studi kasus dan panduan praktis untuk membantu pembaca mengoptimalkan kinerja bisnis mereka.

Dengan fokus pada strategi pengembangan yang berkelanjutan dan adaptif, pembaca akan diajarkan melalui langkah-langkah penting dalam merencanakan, menerapkan, dan menyebarkan strategi di berbagai tingkatan organisasi. Dengan penekanan pada integrasi antara teori dan praktik terbaik, buku ini menjadi sumber daya yang berharga bagi para profesional, pengusaha, dan mahasiswa yang tertarik untuk memperdalam pemahaman mereka tentang strategi manajemen di era bisnis yang dinamis. Jelajahi buku ini dan temukan kunci sukses dalam mengelola strategi di era modern yang penuh tantangan."

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by penamudamedia, 2024-07-01 09:33:29

Implementasi Manajemen Strategi (Sebuah Pendekatan Teori dan Praktis dalam Manajemen SDM, Pemasaran dan Keuangan)

Buku "Implementasi Manajemen Strategi: Sebuah Pendekatan Teori dan Praktis dalam Manajemen SDM, Pemasaran, dan Keuangan memberikan panduan holistik bagi para pembaca dalam memahami dan menerapkan konsep strategi dalam tiga aspek utama bisnis. Dari pengelolaan Sumber Daya Manusia yang efektif hingga strategi Pemasaran yang inovatif dan pengelolaan Keuangan yang bijaksana, buku ini menggabungkan teori terkini dengan studi kasus dan panduan praktis untuk membantu pembaca mengoptimalkan kinerja bisnis mereka.

Dengan fokus pada strategi pengembangan yang berkelanjutan dan adaptif, pembaca akan diajarkan melalui langkah-langkah penting dalam merencanakan, menerapkan, dan menyebarkan strategi di berbagai tingkatan organisasi. Dengan penekanan pada integrasi antara teori dan praktik terbaik, buku ini menjadi sumber daya yang berharga bagi para profesional, pengusaha, dan mahasiswa yang tertarik untuk memperdalam pemahaman mereka tentang strategi manajemen di era bisnis yang dinamis. Jelajahi buku ini dan temukan kunci sukses dalam mengelola strategi di era modern yang penuh tantangan."

Implementasi Manajemen Strategi 91 mengundurkan diri atas keinginannya sendiri, (2) telah mencapai BUP, (3) restrukturisasi organisasi, (4) ketidakmampuan jasmani/rohani, (5) meninggal dunia, (6) pelanggaran disiplin, (7) melakukan penyelewengan, (8) menjadi anggota/pengurus partai politik, (9) karena hal lain. 1. Batas Usia Pensiun pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batas usia pensiun di Disperindag adalah pada usia 58 tahun, yang mencakup berbagai posisi seperti Pejabat Administrasi, Pejabat Fungsional Ahli Pertama, Ahli Muda, termasuk Peneliti dan Perekayasa Ahli Pertama dan Ahli Muda. Selain itu, ada juga ketentuan usia 60 tahununtuk PNS yang menjabar Eselon I dan Eselon II, serta usia 65 tahun untuk yang memiliki jabatan fungsional tertentu seperti pejabat pimpinan tinggi, pejabat fungsional madya, termasuk guru dan jaksa. 2. Syarat Untuk Mendapatkan Hak Pensiun Syarat untuk memperoleh hak pensiun meliputi: (1) diberhentikan secara hormat, (2) masa kerja minimal 10 tahun bagi yang telah mencapai BUP, (3) bagi PNS yang sakit bukan karena pekerjaannya, pensiun diberikan setelah minimal bekerja selama 4 tahun, (4) PNS yang meninggal dunia, pasangannya berhak menerima pensiunan tanpa memperhatikan usia dan masa kerja. 3. Strategi Persiapan Pensiun Strategi persiapan pensiun yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ialah melalui


Implementasi Manajemen Strategi 92 program pembekalan kewirausahaan yang disediakan secara langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu program pembekalan kewirausahaan sesuai minat bakat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dikalangan aparatur. Oleh karena itu, Disperindag berharap para ASN/PNS yang akan memasuki masa pensiun dapat merencakan masa depannya dengan lebih bijak, lebih ikhlas, dan lebih luas dalam memandang kehidupan di masa purnabhakti. Hal ini diperkuat oleh wawancara dengan ibu Nisa selaku staff pengelola kepegawaian Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang mengatakan bahwa: ‛Iya, biasanya pembekalan kewirausahaan untuk persiapan pensiun ini dilakukan satu kali setahun sesuai dengan BUP pegawainya yang akan memasuki masa pensiun. Selain itu, dengan adanya persiapan pembekalan yang disediakan Badan Kepegawaian Daerah ini juga, orang yang akan segera pensiun pasti ia akan membantu pegawai yang merasa sedikit down dan stress. Karena pembekalan ini akan memberikan pelatihan juga kepada mereka agar tetap bisa mendapatkan pendapatan walaupun sudah tidak bekerja lagi disini‛. Berdasarkan wawancara di atas, kegiatan pembekalan kewirausahaan ini tentunya sangat baik, Dengan fokus pada pengembangan usaha, pensiunan dapat mulai berinvestasi dan merintis bisnis mereka, bahkan jika itu hanya skala kecilpun, namun masih mampu menghasilkan pendapatan.


Implementasi Manajemen Strategi 93 Pembekalan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga bersifat wajib karena mendapatkan surat tugas dengan harapan dapat dipraktikkan oleh peserta pensiun di kehidupan nyata. Karenanya, program ini perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh setiap peserta untuk mendukung kesejahteraan mereka, baik secara mental maupun ekonomi saat mereka memasuki masa pensiun. C. Keberhasilan Implementasi Strategi Persiapan Pensiun Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Disperindag telah mengimplementasikan strategi persiapan pensiun mereka cukup komprehensif. Dengan menyediakan program melalui pembekalan kewirausahaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini membantu pegawainya yang akan memasuki masa pensiun untuk mengembangkan kembali jiwa kewirausahaan mereka, Dinas tidak hanya memberikan sebuah pelatihan keterampilan praktis, tetapi juga membangun mentalitas yang diperlukan untuk merancang masa depan setelah pensiun. Selain itu, keberhasilan dari program ini juga terlihat dari aspek keteraturannya. Pelaksanaan program pembekalan kewirausaaan setiap tahun dilakukan secara rutin untuk menunjukkan komitmen yang kuat dari Dinas dalam memberikan persiapan yang memadai kepada pegawai yang akan pensiun.


Implementasi Manajemen Strategi 94 Keberhasilan dari implementasi strategi persiapan pensiun melalui pembekalan kewirausahaan tidak hanya berupa teori saja, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Manfaat jangka panjang nya pun sangatlah baik karena tidak hanya menguntungkan secara individual tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian dan keberlanjutan secara menyeluruh. D. Kesimpulan Dari strategi persiapan pensiunan yang diusung oleh Disperindag dengan mengadaptasi program pembekalan kewirausahaan, ini tentunya sangat baik untuk pegawai pensiun. Karena Disperindag melakukan penyesuaian dengan minat dan hobi peserta untuk menjadi dasar dalam memulai bisnis. Penting juga untuk memetakan minat menjadi ide usaha yang prospektif dan sesuai dengan karakter dan jiwa seseorang. 1. Rekomendasi Untuk Masa Depan Strategi untuk meningkatkan peran dan fungsi SDM dengan menegaskan standar yang lebih tinggi daripada yang mereka pahami saat ini. Begitupun dengan strategi persiapan pensiun, harapannya adalah bahwa Disnaker dan lembaga perbankan akan mengadakan program pembekalan yang lebih beragam dalam pendekatan edukatif, sehingga peserta yang akan pensiun merasa tertarik, termotivasi, dan memahami secara menyelutuh agar mereka siap menghadapi masa pensiun dengan lebih baik.


Implementasi Manajemen Strategi 95 Srategi Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Pt. Kereta Api Indonesia (Persero) Siti Sarah Muthmainnah


Implementasi Manajemen Strategi 96 1. Pengenalan Perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) PT. Kereta Api Indonesia, atau dikenal sebagai KAI adalah sebuah perusahaan yang mengoperasikan layanan berupa jasa sebagai alat transportasi antarkota, provinsi, dan komuter antar wilayah regional. Sampai saat ini, kereta api masih menjadi alat trasnportasi primadona diantara transformasi lain karena banyak keunggulan yang dimilikinya. Baik dari segi kenyamanan, waktu tempuh, biaya dan memiliki rute yang bisa mengantarkan kita ke kota atau ke daerah yang akan kita tuju dengan penenmpatan stasiunnya yang berada di tempat strategis. Oleh karena itu, PT KAI sudah menjadi pilar penting dalam sistem transportasi Indonesia, dengan memainkan peran besar dalam menghubungkan berbagai kota dan daerah di seluruh negeri. Visi Kereta Api Indonesia (Persero) adalah menjadi solusi ekosistem tranportasi terbaik untuk Indonesia, interpretasinya yaitu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mampu menciptakan transportasi yang menjadi pilihan primadona dan memberikan solusi terbaik untuk mobilitas masyarakat Indonesia dengan memliki layanan yang cepat, aman, dan efisien diikuti dengan keselamatan yang terjamin juga infrastruktur dan layanan yang modern. Adapun misi Kereta Api Indonesia (Persero) yaitu sebagai berikut: a. Untuk menyediakan sistem transportasi yang aman, efisien, berbasis digital, dan berkembang pesat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. b. Untuk mengembangkan solusi tranportasi massal yang terintegrasi melalui investasi dalam sumber daya manusia, infrastruktur, dan teknologi.


Implementasi Manajemen Strategi 97 c. Untuk memajukan pembangunan nasional melalui kemitraan dengan para pemangku kepentingan, termasuk memprakarsai dan melaksanakan pengembangan infrastruktur-infrastruktur penting terkait transportasi. PT. Kereta Api Indonsia (Persero) Memiliki logo sebagai berikut. Maksud dari bentuk logo tersebut yaitu pada huruf A terinspirasi dari rel kereta api yang digambarkan dengan garis menyambung keatas dimana PT Kereta Api Indonesia (Persero) diharapkan terus maju dan menjadi solusi ekosistem terbaik dan kelak dapat menghubungkan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Adapun typeface yang digunakan yaitu italic dan dimodifikasi pada huruf A yang menggambarkan karakter KAI yaitu progresif, berfikiran terbuka dan terpercaya. Adanya perbedaan warna pada huruf mencerminkan hubungan yang harmonis juga kompeten antara KAI dengan seluruh pemangku kepentingan. Kereta Api hadir pertama kalinya di Indonesia sejak 17 Juni 1864 pada zaman Hindia Belanda oleh NederlandschIndische Spoorweg pada saat kepemimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele dengan rute Semarang-Tanggung yang kemudia dibuka pada 10 Agustus 1867. Selanjutnya dibangun pula jalur kereta api negara melalui Staatssporwegen (SS) dengan rute pertamanya yaitu Surabaya-Pasuruan-Malang pada tahun 1875. Melihat


Implementasi Manajemen Strategi 98 kesuksesan kerja sama antara NISM dengan SS maka banyak para investor yang tertarik untuk berinvestasi yang kemudia dilakukan kembali pembangunan untuk memperluas daerah jangkauan dieluruh Indonesia. Yakni dibangun di Aceh yang dilakukan pada tahun 1876, Sumatera Utara pada 1889, Sumatera Barat pada 1891, Sumatera Selatan pada 1914, dan Sulawesi pada 1922. Hingga akhir 1928 total panjang jalur kereta dan trem di Indonesia mencapai 7.464 km. Kereta api berubah menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api) pada zaman pemerintahan Jepang dan operasional kereta api hanya untuk kepentingan perang saja. Tetapi pada 28 September 1945 setelah kemerdekaan yang juga diperingati sebagai hari Kereta Api Nasional, Kantor Pusat kereta Api yang berlokasi di Bandung dan semua stasiun diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Pada Saat itu pemerintah mendirikan Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI). Kemudian berganti nama menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada 25 Mei 1950. Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1963 Pada tanggal 25 Mei 1963, maka dibentuklah Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Dilanjutkan tanggal 15 September 1971, PNKA diubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 1971. Dengan status sebagai Perusahaan Negara dan Perusahaan Jawatan, saat itu Perusahaan beroperasi melayani masyarakat dengan dana subsidi dari Pemerintah. Kemudian pada tahun 1991, PJKA dirubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) dalam rangka meningkatkan kualitas layanan angkutan jasa berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 57 Tahun 1990. Periode Perumka berakhir pada tahun 1998 dan diganti menjadi PT. Kereta Api (Persero) berdasarkan Peraturan


Implementasi Manajemen Strategi 99 Pemerintah RI No. 19 Tahun 1998 dan nama perusahaan ini berjalan hingga kini. 2. Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia Bagi Perusahaan Seperti yang kita ketahui bahwa pada setiap perusahaan tentunya tidak luput dari yang namanya Sumber Daya Manusia. Tanpa adanya karyawan, maka perusahaan tidak bisa mencapai visi misinya. Agar bisa mencapai visi misi perusahaan dengan efektif dan efisien, maka perusahaan membutuhkan manajemen sumber daya manusia untuk mengelola karyawan yang ada diperusahaan. Jadi, Manajemen Sumber Daya Manusia adalah seni mengelola manusia, dengan melakukan perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia yang berkaitan dengan perekrutan, pelatihan, pengembangan karir karyawan dan mengembangkan perusahaan(Novi no date). Adapun menurut Rivai (2005), adanya manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, mengurus dan menggunakan sumber daya manusia sehingga bisa berfungsi secara efektif, produktif, serta efisien utuk mencapai tujuan perusahaan. Fungsi manajemen sumber daya ini mencakup beberapa aktivitas yang secara signifikan berpengaruh pada operasional perusahaan yang dimulai dari: perencanaan, pengangkatan karyawan, pemberhentian karyawan, pengupahan tunjangan, penilaian kinerja, penghargaan dan pengembangan karir, pelatihan dan pengembangan, keselamatan dan kesejahteraan kerja, kepemimpinan, serta produktivitas. Berbicara mengenai fungsi tentunya akan ada tujuan. Tujuan dari manajemen


Implementasi Manajemen Strategi 100 sumber daya manusia bersifat pariativ, diantaranya yaitu; (Ayudia & Tatyana 2023) a. Tujuan Orgasnisasional, ditujukan untuk mengatur struktur formal yang mengatur operasi internal. b. Tujuan Fungsional, ditujukan untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki sumber daya yang bermutu, berkualitas dan terampil pada Setiap masa. c. Tujuan Sosial, yang ditujukan untuk membanu menciptakan kinerja yang adil dan karyawan yang sejahtera. d. Tujuan Personal, ditujukan untuk membantu karyawan dalam meningkatkan kinerja karyawan, seperti difasilitasi training oleh perusahaan. A. Analsisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia PT Kereta Api Indonesia (Persero) 1. Proyeksi Kebutuhan Sumber Daya Manusia Dalam merencanakan sumber daya manusia secara efektif, suatu perusahaan harus bisa menentukan berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menopang operasional perusahaan dengan jelas (kemnaker no date). Selain itu, sebelum memutuskan jumlah proyeksi kebutuhan tenaga kerja, perusahaan harus melakukan workload analysis yang melibatkan evaluasi sistematis terhadap tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh individu, tim, atau departemen dalam sebuah perusahaan. Tugas-tugs tersebut kemudian diukur dalam hal waktu, dan


Implementasi Manajemen Strategi 101 kompleksitas pekerjaan (Dasmadi 2023). Pada PT. KAI saat ini terdapat beberapa unit dalam pengelolaan sumber daya manusia, salah satunya yaitu unit Organizaton Development yang mana pada unit ini bertugas menghitung kuantitas dan kualitas pekerja yang sesuai dengan beban kerja (work load). Karena proyeksi kebutuhan Sumber Daya Manusia termasuk salah satu rahasia perusahaan yang tidak bisa dipublish secara umum, maka penulis hanya akan mencantumkan metode yang digunakan PT KAI untuk dapat menentukan jumlah kebutuhan pekerja ditahun mendatang pada setiap unit kerja didasarkan pada hal-hal: 1) struktur organisasi yang diberlakukan, 2) Beban kerja (work load) yang diprogramkan, 3) perhitungan jam kerja, hari kerja dan koefisien, 4) metode perhitungan yang telah ditetapkan, 5) waktu/masa/tahun yang telah ditetapkan. Merujuk pada Keputusan Direksi PT. Kereta Api Indonesia, yaitu sebagai berikut. 2. Perhitungan hari kerja, jam kerja, dan koefsien a. Perhitungan Hari Pekerja dalam sau tahun HKp = Jumlah Haari kerja Pekerja dalam 1 tahun = 245 Hari Hth = Jumlah Hari dalan 1 tahun Hlm = Jumlah hari libur mingguan dalam 1 tahun Hct = Jumlah hari cuti pekerja dalam 1 tahun


Implementasi Manajemen Strategi 102 b. Perhitungan Jam Kerja Pekerja Pertahun Jam kerja pekerja perminggu ditetapkan 39,75 jam. Sehingga perhitungan jumlah jam kerja pekerja per tahun adalah sebagai berikut. JKp = HKp × JKh c. Perhitungan Koefisien K = 3. Metode Perhitungan Kebutuhan Pekerja 1) Metode Kebutuhan Pekerja Dinas Jalan N1 = ((∑D × K) × In) 2) Metode Perhitungan Kebutuhan Pekerja Dinas Shift N2 = ((∑S × ∑Os × K) × In) 3) Metode Perhitungan Kebutuhan Pekerja Pemeliharaan N3 = × In


Implementasi Manajemen Strategi 103 B. Keberhasilan Implementasi Manajemen Perubahan Pt. Kereta Api Indonesia (Persero) 1. Deskripsi Singkat Kebijakan Manajemen Perubahan Beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami pertumbuhan secara signifikan dengan melihat industrialisasi yang cepat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Melihat pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto perkapita Indonesia pada tahun 2023 sebesar US$4.919.7 dan jika dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu sebesar US$3.602,89 artinya PDB Indonesia mengalami peningkatan hingga sebesar 1,3 T (satu koma tiga triliun dolar Amerika Serikat)(Novali Panji 2024). PT. Kereta Api Indonesia (Pesreo) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara yang tentunya ikut berkontribusi memberikan pendapatan kepada negara hingga mencapai 21,9 Triliun pada tahun 2023 (Erick Thohir, 2023), berbeda dengan 15 tahun silam, saat itu PT.KAI bahkan mengalami minus sebesar 83,4 Miliar Rupiah. Setiap perusahaan tentunya pernah mengalami masa perubahan, baik itu perubahan operasional yang sifatnya tidak menyebabkan dampak yang besar bagi perusahaan, seperti perubahan pada seragam. Ataupun perubahan strategis, perubahan ini menyebabkan dampak besar bagi berjalannya operasional suatu perusahaan serta memerlukan partisipasi dari karyawan karena menyangkut seluruh


Implementasi Manajemen Strategi 104 divisi yang ada, seperti perubahan budaya dan perubahan kebijakan, seperti yang dialami oleh PT. KAI. Menurut Kinicki dan Kreitner (2003) perubahan terjadi karena dipicu oleh faktor eksternal dan internal, sebagai contoh oleh faktor eksternal yaitu perubahan pasar, karakteristik demografi, dan peningkatan teknologi, tekanan oleh sosial dan juga politik, sedangkan oleh faktor internal yakni meningkatnya kebutuhan, ketidakpuasan kerja, serta produktivitas. Sebagaimana yang kita ketahui banyak isu dimasa lalu yang menyebutkan bahwa PT. KAI mengalami banyak kerugian yang disebabkan karena kurangnya pengelolaan Sumber Daya Manusia yang optimal. Bahkan nilai laba-rugi perusahaan berada pada rapor merah. Salah satu dari kita mungkin pernah merasakan bagaimana suasana menggunakan kereta api yang bisa dibilang tidak nyaman, tidak aman, dan termasuk rumit karena harus rela mengantri memesan tiket. Namun ketika Ignasius Jonan mulai menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI pada tahun 2009, digitalisasi dan perubahan besar mulai terjadi. Tentunya keputusan yang diambil Bapak Jonan bukan keputusan yang mudah, banyak rintangan yang harus siap beliau terima. Salah satunya menghadapi calo tiket yang sudah banyak berkeliaran dilingkungan PT KAI. Bapak Jonan juga mampu mengahadapi berbagai permasalahan yang rumit yang ada di tubuh PT KAI melalui perombakan strategi hingga budaya organisasi kearah yang lebih baik(Auraya Zea Kahfa 2022). Dimulai dengan mengubah budaya organisasi


Implementasi Manajemen Strategi 105 yang awalnya product oriented menjadi customer oriented diikuti dengan meningkatkan kesejahteraan karyawannya dengan menaikan gaji, melakukan reward and punishment yang betujuan untuk meningkatkan kinerja karyaawan. Dalam menghadapi persaingan era Society 5.0 dimana konsep ini ditandai dengan masyarakat yang mulai berinteraksi dengan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Maka perusahaan juga dituntut agar memiliki kemampuan untuk beradaptasi di era society 5.0 dengan menerapkan manajemen perubahan dalam menghadapi persaingan perusahaan yang semakin ketat (Azizah no date). Sesuai dengan misi PT KAI yaitu menyediakan sistem transportasi yang aman, efisien, berbasis digital, dan berkembang pesat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu PT KAI senantiasa melakukan self renewing system yang memiliki mekanisme memperbarui dirinya pada setiap perkembangan lingkungan baik internal maupun eksternal (SABRINA 2021). Seperti yang kita ketahui sebelumnya, untuk mendapatkan tiket kereta api kita harus datang ke loket hingga menyebabkan antrian yang panjang. Namun pada saat ini, PT KAI melakukan perubahan yang signifikan dalam hal memesan tiket. Untuk mengatasi hal tersebut, PT KAI membuat layanan pemesanan tiket online melalui aplikasi Access by KAI sejak tahun 2014(Gustianda 2023)


Implementasi Manajemen Strategi 106 2. Hasil dan Dampaknya Terhadap Kinerja Organisasi Dari ulasan mengenai deskripsi diatas, dapat dilihat bahwa PT KAI mengalami perubahan yang signifikan meuju arah yang lebih baik dari tahunketahunnya. Pertama, yaitu dari segi finansial, dimana perusahaan mendapatkan peningkatan profit. Selain profit yang didapat pada anak perusahaannya, PT KAI mendapatkan profit terbesar dari jasa angkutan transportasi. Kedua, yaitu karyawan menjadi lebih disiplin dalam bekerja dengan disediakannya program pendidikan dan pelatihan melalui pelatihan basic development. selain itu PT KAI juga melakukan transparasi internal dengan adanya code of conduct mealui sistem reward and punishment. Dengan memberikan reward, maka karyawan akan merasa dihargai. Maka secara tidak langsung akan mendorong karyawan untuk memberikan input terbaik kepada perusahaan sehigga akan berdampak pula pada outcome yang dihasilkan perusahaan. Ketiga, yaitu dapat menarik pelanggan dan memiliki potensi besar mendapatkan pelanggan yang loyal. Dengan terjaminnya kualitas pelayanan yang baik, seperti kenyamanan, keamanan, keteriban serta mudah dan cepat dalam pembelian tiket yaitu hanya dengan mengakses KAI Access yang sudah mempunyai fitur lengkap, maka pelanggan akan memberikan feedback yang baik bagi perusahaan.


Implementasi Manajemen Strategi 107 C. Kesimpulan Sejarah KAI mencerminkan evolusi sistem transportasi kereta api di Indonesia, dimulai dari masa kolonial Belanda hingga menjadi salah satu operator kereta api terbesar di Indonesia saat ini. Perjalanan panjang ini mencakup berbagai tantangan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga modernisasi armada dan layanan. Dalam konteks proyeksi kebutuhan sumber daya manusia, KAI harus memperhatikan berbagai faktor seperti perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan pasar. Perubahan dalam tata kelola perusahaan, seperti implementasi sistem informasi terintegrasi dan peningkatan kualitas layanan, juga memengaruhi kebutuhan SDM. Proyeksi kebutuhan SDM haruslah komprehensif, meliputi berbagai aspek mulai dari operator kereta hingga manajemen tingkat atas. Keberhasilan manajemen perubahan pada PT KAI tercermin dalam pencapaian perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional, peningkatan pelayanan kepada pelanggan, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Upaya restrukturisasi organisasi, pengembangan SDM, dan investasi dalam sistem teknologi informasi adalah beberapa contoh langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengelola perubahan dengan efektif. Namun demikian, tantangan yang dihadapi oleh KAI tidaklah sedikit, termasuk persaingan dengan moda transportasi lain, pemeliharaan infrastruktur yang


Implementasi Manajemen Strategi 108 memadai, dan pengelolaan risiko terkait keselamatan operasional. Oleh karena itu, manajemen perubahan yang berkelanjutan dan adaptif masih menjadi kunci keberhasilan KAI di masa depan.


Implementasi Manajemen Strategi 109 Manajemen Pengelolaan Dokumen dan Keuangan dalam Lingkup Sekretariat dan Umum Bank BJB Padalarang Sonnya Lusia Mariam


Implementasi Manajemen Strategi 110 ank bjb adalah bank milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Banten yang berkantor pusat di Bandung. Pada awalnya, dikenal dengan nama Bank Jabar Banten, yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1961 dengan bentuk perseroan terbatas (PT). Kemudian, dalam perkembangannya berubah status menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bank BJB Cabang Padalarang, sebuah institusi keuangan yang terletak di pusat kota Padalarang, menjadi bagian integral dari komunitas perbankan di wilayah tersebut. Sejak didirikan, cabang ini telah menjadi salah satu penopang utama dalam memberikan layanan perbankan kepada masyarakat sekitarnya. 1. Visi a. Menjadi Bank Pilihan Utama Anda 2. Misi a. Memberikan kontribusi dan berpartisipasi sebagai penggerak dan pendorong laju perekonomian daerah. Memberikan b. layanan terbaik kepada nasabah. c. Meningkatkan inklusi keuangan kepada masyarakat melalui digitalisasi perbankan. d. Menjadi partner utama pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan. e. Memberikan manfaat terbaik dan berkelanjutan kepada stakeholder. 1. Tujuan Penulisan a. Menggambarkan Pengalaman: B


Implementasi Manajemen Strategi 111 1) Memberikan gambaran yang jelas tentang pengalaman penulis selama menjalani PKL di Bank BJB Cabang Padalarang, terutama dalam bidang sekretariat dan umum. b. Mengidentifikasi Proses Administrasi: 1) Menjelaskan proses administrasi yang penulis amati dan terlibat selama PKL, termasuk pencatatan pengeluaran dan pemasukan serta manajemen surat masuk dan keluar. c. Membagikan Pengetahuan dan Pembelajaran: 1) Membagikan pengetahuan dan pembelajaran yang penulis peroleh selama PKL kepada pembaca, baik mahasiswa lain, dosen pembimbing, atau pihak terkait lainnya. d. Analisis SWOT Bank BJB: Strengths (Kekuatan): 1) Reputasi yang Kuat: Bank BJB memiliki reputasi yang kuat sebagai bank yang handal dan terpercaya di Indonesia, terutama di wilayah Jawa Barat. 2) Jaringan Cabang yang Luas: Bank BJB memiliki jaringan cabang yang luas di seluruh Jawa Barat, memungkinkannya untuk mencapai dan melayani nasabah di berbagai daerah. 3) Koneksi dengan Pemerintah Daerah: Sebagai bank milik daerah, Bank BJB memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah daerah, yang dapat memberikannya akses dan dukungan dalam bisnisnya.


Implementasi Manajemen Strategi 112 Weaknesses (Kelemahan): 1) Ketergantungan pada Daerah Tertentu: Bank BJB cenderung memiliki ketergantungan yang tinggi pada wilayah Jawa Barat, yang bisa menjadi kelemahan jika terjadi resesi ekonomi di daerah tersebut. 2) Teknologi dan Inovasi Terbatas: Meskipun telah mengembangkan layanan perbankan digital, Bank BJB masih tertinggal dalam hal teknologi dan inovasi dibandingkan dengan bank-bank besar lainnya di Indonesia. 3) Kurangnya Diversifikasi Produk: Bank BJB cenderung memiliki portofolio produk yang kurang terdiversifikasi dibandingkan dengan bank-bank besar lainnya, yang dapat membatasi pendapatan dan pertumbuhan bisnis. Opportunities (Peluang): 1) Ekspansi ke Wilayah Lain: Bank BJB memiliki peluang untuk melakukan ekspansi ke wilayah di luar Jawa Barat, meningkatkan pangsa pasar dan diversifikasi pendapatan. 2) Pengembangan Teknologi: Dengan investasi dalam pengembangan teknologi dan inovasi, Bank BJB dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saingnya dalam industri perbankan. 3) Penetrasi Pasar Digital: Bank BJB dapat memanfaatkan pertumbuhan pasar perbankan


Implementasi Manajemen Strategi 113 digital di Indonesia dengan menawarkan lebih banyak layanan digital kepada nasabah. Threats (Ancaman): 1) Persaingan yang Ketat: Persaingan dalam industri perbankan di Indonesia sangat ketat, baik dari bank-bank besar maupun bank-bank lokal lainnya, yang dapat mengancam pangsa pasar Bank BJB. 2) Perubahan Regulasi: Perubahan dalam regulasi perbankan atau kebijakan pemerintah dapat mengganggu operasi dan pertumbuhan Bank BJB. 3) Ancaman Keamanan Siber: Dengan meningkatnya serangan siber terhadap institusi keuangan, Bank BJB harus memperkuat sistem keamanan teknologi informasinya untuk melindungi nasabah dan asetnya. A. Pengalaman dan Tugas selama PKL di Bank BJB Cabang Padalarang Selama menjalani Program Kerja Lapangan (PKL) di Bank BJB Cabang Padalarang, penulis diberikan tanggung jawab yang signifikan di bidang sekretariat dan umum. Tugas utama penulis adalah mencatat dengan teliti semua pengeluaran dan pemasukan yang terkait dengan kebutuhan operasional harian, seperti pembayaran listrik, PDAM, dan telepon. Setiap hari, penulis bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap transaksi keuangan tercatat dengan akurat dalam sistem, memastikan konsistensi data


Implementasi Manajemen Strategi 114 dan kerevisian catatan keuangan. Proses ini mengajarkan penulis pentingnya kehati-hatian dan ketelitian dalam melakukan tugas administratif yang krusial bagi kelangsungan operasional sebuah lembaga keuangan. Selain itu, penulis juga bertugas untuk mengelola surat masuk dan keluar. Mengelola arus informasi ini memerlukan keterampilan organisasi yang baik dan kemampuan untuk mengelola waktu dengan efisien. Setiap surat masuk harus didistribusikan dengan tepat kepada pihak yang berwenang, sedangkan surat keluar harus disiapkan dengan format yang sesuai dan dikirimkan dengan tepat waktu. Selama melaksanakan tugas-tugas tersebut, penulis berinteraksi secara langsung dengan berbagai bagian dalam organisasi, memperluas jaringan komunikasi dan memperdalam pemahaman tentang berbagai aspek operasional bank. Penulis juga belajar untuk bekerja dalam tim, berkolaborasi dengan rekan-rekan sejawat dan staf lainnya untuk menyelesaikan tugas dengan efektif. Pengalaman di bidang sekretariat dan umum ini telah memberi penulis pemahaman yang mendalam tentang pentingnya fungsi administratif dalam menjaga kelancaran operasional suatu lembaga keuangan. Penulis yakin bahwa keterampilan dan pengalaman yang diperoleh selama PKL ini akan menjadi aset berharga dalam karier di masa depan.


Implementasi Manajemen Strategi 115 1. Tinjauan Konseptual a. Definisi Administrasi: Administrasi adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengelola berbagai aspek operasional suatu organisasi, termasuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. b. Definisi Keuangan: Keuangan adalah cabang dari ilmu ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan uang, investasi, dan sumber daya keuangan lainnya. Ini melibatkan pengelolaan aset, kewajiban, dan modal organisasi untuk mencapai tujuan keuangan yang ditetapkan. c. Definisi Manajemen Keuangan : Manajemen umum adalah konsep yang mencakup berbagai aspek dalam mengelola suatu organisasi secara efektif dan efisien. Ini melibatkan penggunaan prinsip-prinsip manajemen untuk mengoordinasikan kegiatan dan sumber daya organisasi dengan tujuan mencapai tujuan yang ditetapkan.


Implementasi Manajemen Strategi 116 B. Hubungan antara Pengelolaan Dokumen dan Keuangan dengan Manajemen Umum Administrasi dan keuangan saling terkait dalam pengelolaan organisasi. Administrasi melibatkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya organisasi, sementara keuangan melibatkan manajemen aset dan kewajiban keuangan. Administrasi yang efisien memungkinkan keuangan untuk dijalankan dengan lancar, sementara manajemen keuangan yang baik membutuhkan proses administrasi yang kuat untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat. C. Kesimpulan Dalam menjalani Program Kerja Lapangan (PKL) di Bank BJB Cabang Padalarang dan terlibat dalam pengelolaan dokumen dan keuangan, penulis telah memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pentingnya manajemen umum dalam menjaga kelancaran operasional sebuah Lembaga keuangan. Pengalaman ini telah menyoroti berbagai aspek yang terkait erat dengan konsep manajemen umum. Pertamatama, pengelolaan dokumen dan keuangan yang efisien menjadi kunci dalam memastikan efisiensi operasional bank secara keseluruhan. Dengan mencatat transaksi keuangan secara akurat dan mengelola arus informasi dengan baik, bank dapat meningkatkan produktivitas dan menghindari risiko keuangan yang tidak diinginkan.


Implementasi Manajemen Strategi 117 Selain itu, pengelolaan dokumen dan keuangan yang baik juga membantu bank untuk memantau kinerja keuangan dengan lebih efektif, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, mengelola risiko dengan lebih baik, dan meningkatkan layanan pelanggan secara keseluruhan. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa pengalaman dalam pengelolaan dokumen dan keuangan di Bank BJB Cabang Padalarang tidak hanya merupakan bagian dari tugas administratif rutin, tetapi juga merupakan bagian integral dari praktik manajemen umum yang penting dalam menjaga kelancaran operasional dan kesuksesan bank secara keseluruhan. Penulis berharap bahwa laporan PKL ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pembaca tentang pentingnya manajemen umum dalam konteks praktik bisnis sehari-hari, serta menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip manajemen umum ini diterapkan dalam pengelolaan dokumen dan keuangan di Bank BJB Cabang Padalarang.


Implementasi Manajemen Strategi 118


Implementasi Manajemen Strategi 119 Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Pada BBPVP Bandung Syaira Aulia Nadira


Implementasi Manajemen Strategi 120 1. Pengenalan BBPVP Bandung BBPVP Bandung merupakan sebuah institusi pelatihan pemerintah yang menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis Pusat di bawah naungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Pembentukan lembaga ini diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2015. Tugas utama BBPVP Bandung adalah mengembangkan pelatihan, melakukan pemberdayaan serta sertifikasi tenaga kerja, instruktur, dan pelatihan. Sejarah BBPVP dimulai pada tanggal 23 Februari 1952, ketika pemerintah Republik Indonesia bersama Program Colombo Plan mendirikan lembaga ini. Lokasi BBPVP Bandung berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 170, Bandung, dengan area seluas sekitar 3 hektar. Pada 28 November 1985, Indonesia dan negara bagian Baden Wurttenberg Republik Federasi Jerman menandatangani kesepakatan kerjasama untuk meningkatkan kualifikasi instruktur. Proyek tersebut dinamai Balai Latihan Instruktur Bandung (BLIB) dan dikelola di bawah koordinasi seorang ketua serta secara administratif tergabung dalam Balai Latihan Kerja Industri Bandung. Di bawah program kerja sama ini, instruktur kejuruan di bidang logam dan listrik akan dikirim ke Jerman untuk mendapatkan pelatihan teknis dan metodologi. Berikut adalah beberapa perubahan nama yang dialami oleh BBPVP seiring dengan perkembangan dunia kerja dan kebutuhan serta peran pelatihan.


Implementasi Manajemen Strategi 121 Tahun Nama Lembaga Pelatihan 1952-1966 : Pusat Latihan Kerja (PLK) Bandung 1967-1974 : Pusat Latihan Kejuruan Industri dan Manajemen (PLKIM) Bandung 1974-1983 : Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bandung 1983-1989 : Balai Latihan kerja (BLK) 1989-1997 : Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bandung, termasuk didalamnya Balai Latihan Instruktur (BLIB) Bandung 1997-2000 : Balai Latihan Instruktur dan Pengembangan (BLIB) Bandung 2000-2001 : Pusat Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Industri Manufaktur (P3TKIM) 2002-2006 : Pusat Pelatihan Kerja Industri Jasa & Manufaktur (PUSLAKTER IM) 2006-2015 : Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Dalam Negeri (BBPLKDN) Bandung 2. Visi dan Misi BBPVP Bandung a. Visi ‚Mewujudkan BBPVP Bandung sebagai Center Of Excellence, Center of Development , Center of Empowerment (CEDE) di bidang pendidikan dan pelatihan


Implementasi Manajemen Strategi 122 dalam rangka mendukung kebijakan dan program ketenagakerjaan b. Misi 1) Melaksanakan diklat instruktur dan tenaga kerja 2) Melaksanakan pengembangan sumber daya pelatihan 3) Melaksanakan konsultasi dan bimbingan penyelenggaraan diklat Sumber: Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (2024) c. Gambaran Program Pelatihan BBPVP Bandung BBPVP Bandung memiliki 4 bidang pelatihan diantaranya, bidang otomotif, bidang refrigrasi , bidang TIK, dan bidang manufaktur. Pelatihan di BBPVP Bandung dilakukan secara Boarding dan Nonboarding. Untuk


Implementasi Manajemen Strategi 123 pelatihan boarding akan mendapatkan fasilitas asrama. Adapun program-program pelartihan di BBPVP Bandung: 1) Bidang Otomotif meliputi: Pembuatan Desain Grafis, Desain Grafis Muda, Desain Grafis Madya, Fotografer Kehumasan, Basic Office, Fashion Drawing, Video Editor, dan Content Creatorpembuatan desain grafis, fotografer kehumasan, desain grafis muda, desain grafis madya,fashion drawing, basic office, dan video editor 2) Bidang Otomotif meliputi: Operator Forklift, Teknisi Otomotif, Pemeliharaan Kendaraan Ringan Sistem Injeksi, Pemeliharaan Berkala Kendaraan Ringan Sistem Injeksi, Pemeliharaan Berkala Kendaraan Ringan, Teknik Engine Tune Up Sepeda Motor Injeksi, Perbaikan Body Kendaraan Ringan, dan Service Sepeda Motor Injeksi 3) Bidang Manufaktur meliputi: Pengoperasian Mesin CNC dengan Program CAM, Pembuatan Presstool, Pembuatan Jig and Fixture, Pembuatan Mold Dasar, Pembuatan File Kode 3D dengan Sistem CAM, Pembentukan Sheet Metal, Pengoperasian Mesin CNC Bubut Dasar, Pengoperasian Mesin Bubut, Pengoperasian Mesin Frais, Perawatan Mesi Perkakas, Pengoperasian Mesin CNC Milling Dasar, dan Pembentukan Sheet Metal 4) Bidang Refrigrasi meliputi: Teknisi AC Residensial dan Teknisi Pemasangan Refrigerasi dan AC


Implementasi Manajemen Strategi 124 3. Pentingnya Manajemen SDM bagi Perusahaan Manajemen sumber daya manusia (SDM) memegang peranan krusial dalam kesuksesan suatu perusahaan, karena merupakan fondasi utama dalam meraih tujuan dan keberhasilannya. Manajemen SDM berperan penting dalam proses merekrut, mengembangkan dan mempertahankan bakat – bakat terbaik. Dengan strategi rekrutmen yang tepat dan program pengembangan yang efektif, perusahaan akan memiliki tim kerja yang kompeten serat terampil dan berkomitmen dalam mencapai tujuan perusahaan. Manajemen SDM juga berperan penting dalam pengelolaan konflik, penyelesaian masalah, dan penegakkan kebijakan yang adil dan konsisten. Terciptanya prosedur yang jelas dan transparan dalam kinerja, maka perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang adil serta dapat membangun hubungan yang positif antara manajemen dan karyawan. 4. Tujuan Penulisan Ada pun tujuan penulisan, ialah sebagai berikut a. Sebagai syarat kelulusan mata kuliah Praktek Profesi Lapangan yang diwajibkan bagi setiap mahasiswa b. Untuk memberikan gambran kepada pembaca bagi mahasiswa dalam konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia c. Dapat dijadikan sumber informasi dan referensi bagi pembaca


Implementasi Manajemen Strategi 125 A. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1. Pelatihan dan pengembangan karyawan Pelatihan serta pengembangan karyawan memiliki signifikansi besar dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kinerja individu. Dengan adanya program-program pelatihan ini, diharapkan dapat mengasah keahlian karyawan terhadap teknologi terkini serta merancang pekerjaan dengan lebih efektif. Pada BBPVP Bandung, pelatihan dan pengembangan karyawan rutin dilakukan, dalam satu tahun dapat dilakukan lebih dari 3 kali tergantung arahan dari pusat sesuai anggaran yang ada. Diupayakan dalam satu tahun tersebut, karyawan dapat mengikutinya satu kali. Pelatihan dan pengembangan karyawan ini dapat dilakukan secara offline ataipun online sesuai dengan kebijakan dari pusat. 2. Program pengembangan karir Melalui program pengembangan karir ini, perusahaan memberikan dukungan dan motivasi kepada karyawannya sebagai upaya untuk mendorong karyawan agar dapat mengembangkan karirnya menjadi lebih baik. Pada BBPVP Bandung program pengembangan karir ini diberikan melalui pelatihan yang diberikan kepada karyawannya, misalnya bimtek mengenai pengelolaan jabatan fungsional umum dan kompetensi jabatan, maka pelatihan tersebut diberikan kepada karyawan bidang kepegawaian. Kemudian juga program pengembangan karir ini


Implementasi Manajemen Strategi 126 dapat dilakukan dengan rotasi pekerjaan sehingga karyawan akan mendapatkan pemahaman yang lebih mengenai kegiatan operasionalnya dan dapat berinteraksi dengan berbagai divisi. B. Kompensasi dan Penghargaan 1. Kompensasi Menurut (Dessler, 2003) Kompensasi ialah uang yang diterima oleh karyawan atas pekerjaan yang mereka lakukan . Ini dapat berupa gaji pokok, bonus, insentif, tunjangan hari raya, uang makan, cuti, dan lainnya. Adapun kompensasi finansial langsung termasuk gaji, upah, insentif, bonus, dan komisi, dan kompensasi finansial tidak langsung termasuk liburan atau asuransi. 2. Penghargaan Penghargaan merupakan suatu imbalan balas jasa yang diberikan seseorang ataupun kelompok karena sudah berperilaku baik, berprestasi, atau berhasil melakukan tugas yang diberikan sesuai dengan target yang ditetapkan. Penghargaan ini diberikan dengan tujuan dapat memotivasi karyawan agar produktivitasnya tinggi. a. Sistem penggajian yang adil dan kompetitif Sistem penggajian yang adil dan kompetitif merupakan hal yang penting bagi karyawan di dalam suatu perusahaan. Dengan sistem penggajian yang adil ini karyawan akan merasa bahwa pekerjaannya benar – benar dihargai Dari hasil wawancara dengan


Implementasi Manajemen Strategi 127 salah satu staff di BBPVP Bandung, adapun bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) gaji pokok yang didapatkan sesuai dengan golongan yang dimiliki. Adapun rincian gaji pada golongan I – IV , sebagai berikut Golongan IA Rp1.685.700 – Rp2.522.600 Golongan IB Rp1.840.800 – Rp2.670.700 Golongan IC Rp1.918.700 – Rp2.783.700 Golongan ID Rp1.999.900 – Rp2.901.400 Golongan IIA Rp2.184.000 – Rp3.643.400 Golongan IIB Rp2.385.000 – Rp3.797.500 Golongan IIC Rp2.485.900 – Rp3.958.200 Golongan IID Rp2.591.100 – Rp4.125.600 Golongan IIIA Rp2.785.700 – Rp4.575.200 Golongan IIIB Rp2.903.600 – Rp4.768.800 Golongan IIIC Rp3.026.400 – Rp4.970.500 Golongan IIID Rp3.154.400 – Rp5.180.700 Golongan IVA Rp3.287.800 – Rp5.399.900 Golongan IVB Rp3.426.900 – Rp5.628.300 Golongan IVC Rp3.571.900 – Rp5.866.400 Golongan IVD Rp3.723.000 – Rp6.114.500 Golongan IVE Rp3.880.400 – Rp6.373.200


Implementasi Manajemen Strategi 128 Adapun gaji yang diberikan untuk tenaga kerja kontrak (Pegawai non-PNS dan pegawai non-PPPK) ditentukan oleh instansi yang merekrut berdasarkan alokasi anggaran, sehingga tidak ada aturan khusus yang mengatur besaran gaji pegawai honorer yang bekerja di instansi pemerintahan. Gaji tenaga kerja kontrak yang bekerja di instansi pemerintahan biasanya dibayarkan dengan APBN ataupun APBD. b. Insentif dan bonus Insentif merupakan bentuk stimulus yang secara sengaja diberikan kepada karyawan untuk mendorong mereka dalam mencapai prestasi yang lebih baik di perusahaan. Tujuan dari pemberian insentif kepada karyawan ialah agar mereka merasa puas dan senang sehingga mereka dapat bekerja sepenuh hati dan meningkatkan semangat kerja mereka untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Menurut (Sarwoto, 2000) Insentif terbagi 2 jenis yaitu a. Insentif Material yang dapat berupa uang atau jaminan sosial seperti bonus, komisi, kompensasi, dan juga jaminan sosial seperti rumah dinas, pengobatan gratis, piagam penghargaan, gaji yang tetap selama cuti sakit, dan lainnya. b. Insentif Non Material yang dapat berupa gelar resmi, promosi ke jabatan atau pangkat, pujian secara lisan atau tertulis, dan penghargaan kepada oranglain.


Implementasi Manajemen Strategi 129 3. Pengakuan dan penghargaan atas kinerja Berdasarkan hasil wawancara, pada BBPVP Bandung terdapat kegiatan rutin pengakuan dan penghargaan kinerja yang biasanya diberikan setahun sekali atas evaluasi selama setahun tersebut. Penghargaan tersebut seperti pegawai teladan, pegawai yang mengikuti lomba dan yang lainnya. Dengan adanya apresiasi tersebut membuat karyawan lebih termotivasi lagi sehingga karyawan dapat kebih giat lagi dalam bekerjanya dan karyawan pun akan merasa bahwa kinerjanya benar benar dihargai. C. Kesimpulan Pemberian insentif kepada karyawan, baik dalam bentuk material maupun non-material, merupakan langkah yang tepat untuk memotivasi karyawan dalam mencapai prestasi yang lebih baik. Insentif material seperti bonus atau tunjangan dapat memberikan dorongan ekstra bagi karyawan untuk bekerja lebih keras dan mencapai target yang ditetapkan. Sementara itu, insentif non-material seperti pengakuan dan penghargaan atas kinerja juga memiliki dampak positif yang signifikan terhadap motivasi karyawan. Karyawan yang merasa dihargai dan mendapatkan pengakuan atas kinerjanya cenderung lebih termotivasi dan berkomitmen dalam bekerja. Selain pemberian insentif, strategi Manajemen Sumber Daya Manusia yang diterapkan di BBPVP Bandung


Implementasi Manajemen Strategi 130 juga berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kinerja karyawan. Program pelatihan dan pengembangan karyawan membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan, sehingga mereka dapat bekerja lebih efektif dan efisien. Program pengembangan karir juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan potensi dan meraih kemajuan dalam karir mereka. Sistem kompensasi yang adil dan kompetitif juga menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Dengan menerapkan strategi yang tepat dalam pengelolaan sumber daya manusia, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang adil, positif, dan memotivasi bagi seluruh karyawan. Dengan demikian, karyawan akan merasa dihargai, termotivasi, dan berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kesuksesan perusahaan. Melalui pemberian insentif, program pelatihan dan pengembangan karyawan, serta sistem kompensasi yang adil, BBPVP Bandung dapat menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berdaya saing tinggi.


Implementasi Manajemen Strategi 131 Pengaruh Pemasaran media Sosial Instagram Pada Museum Geologi Bandung Syarofi Fahrul Raharjo


Implementasi Manajemen Strategi 132 1. Pengenalan Perusahaan Tempat Praktik Kerja Lapangan yang dilakukan oleh Penulis yaitu pada Geologische Museum nama Museum Geologi pada saat peresmian pada 16 Mei 1929, peresmian tersebut beriringan dengan penyelenggaraan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik yang ke IV. Museum Geologi dibangun dalam kurun waktu 11 bulan dengan biaya yang ditaksir mencapai 400.000 Gulden dan dibangun oleh 300 pekerja. Museum Geologi diarsiteki oleh Ir. H. Menalda Van Schuwenburg dengan gaya arsitektur Art Deco. Pada masa Belanda sebelum dibangunnya Museum Geologi, kegiatan survei dan penelitian geologi di laksanakan oleh badan yang diberi nama ‚Deinst Van Het Mijnwezen‛ pada tahun 1850. Selanjutnya, badan tersebut berganti nama lagi menjadi ‚Dienst Van Den Mijnbouw‛ Pada tahun 2002 Museum Geologi dijadikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Geologi yang berada di bawah naungan Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Tahun 2012 Revitalisasi dilakukan pada bagian ruang pamer Sumber Daya Geologi dengam penambahan sistem tata pameran yang berupa sarana multimedia. Tahun 2013 pada ruang Manfaat dan Bencana Geologi menambahkan simulator gempa bumi. Pada tahun yang sama naungan Museum Geologi berubah, saat itu Museum Geologi menjadi Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi di bawah Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) hal itu berdasarkan Permen ESDM No. 12 Tahun 2013.


Implementasi Manajemen Strategi 133 2. Pentingnya strategi pemasaran dalam pertumbuhan perusahaan Strategi pemasaran untuk kepentingan perusahaan yang digunakan dan dimanfaatkan oleh tempat praktik kerja lapangan penulis adalah menggunakan strategi pemasaran menggunakan media sosial salah satu nya melalui Instagram. Kegiatan promosi yang dilakukan Oleh Museum Geologi Bandung ini merupakan program dari beberapa bauran promosi untuk mengedukasi pengunjung. Media pemasaran nya ini harus menampilkan keunikan tersendiri agar informasi yang disampaikan mendapatkan perhatian dari pengunjung sehingga akan berkesan dan membuat pengunjung akan datang ke Museum Geologi Bandung ini. 3. Tujuan Penulisan a. Untuk pengembangan keterampilan dan penerapan Teori yang dipelajari b. Untuk Memamahami bagaimana Lingkungan di dunia kerja c. Pengembangan untuk percaya diri d. Untuk mendapatkan pengalaman dalam dunia kerja 4. Analisis Swot a. Strenght 1) Koleksi luas dan beragam dan memiliki koleksi yang sangat luas dan beragam, termasuk fosil, mineral, dan artefak sejarah yang sangat menarik. 2) menjadi tujuan wisata yang populer baik lokal maupun internasional


Implementasi Manajemen Strategi 134 3) Program "Night at the Museum" yang dilakukan pada setiap awal bulan dengan menampilkan acara seperti talkshow, games, Bazzar UMKM. b. Weakness 1) Keterbatasan sumber daya manusia yang dapat menghambat kinerja program Night at the Museum 2) Keterbatasan ide dan tema untuk program Night at the Museum yang dilaksanakan setiap bulan. c. Opportunity 1) Keterbatasan dana dapat menghambat pengembangan fasilitas dan program. 2) Keterbatasan sumber daya manusia dapat menghambat pengembangan fasilitas dan program. d. Threat 1) Keterbatasan dana dapat menghambat pengembangan fasilitas dan program. 2) Keterbatasan sumber daya manusia dapat menghambat pengembangan fasilitas dan program. A. Segmentasi pasar dan target Segementasi utama dari museum geologi ini terdiri dari Pelajar, Wisatawan Umum dan Mancanegara. Pelajar terdiri dari sekolah yang mengunjungi museum sebagai bagian dari kegiatan belajar. biasanya datang dalam


Implementasi Manajemen Strategi 135 jumlah besar, dan memiliki tarif yang relatif murah, seperti Rp2.000 per orang. 1. Strategi Pemasaran Konten Strategi pemasaran konten Museum Geologi Bandung melibatkan penggunaan media sosial Instagram dan tiktok sebagai platform promosi yang efektif. Museum Geologi Bandung memiliki akun Instagram bernama museum_geologi dengan pengkikut yang telah mencapai 30 Ribu lebih follower. Dalam strategi ini, museum memanfaatkan fitur-fitur Instagram seperti postingan foto dan video yang menarik, serta menggunakan Caption yang relevan untuk meningkatkan visibilitas konten. 2. Pentingnya Pemasaran Konten pemasaran konten Museum Geologi Bandung memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya museum sebagai wahana edukasi dan pengetahuan sejarah. Dalam strategi pemasaran konten, Museum Geologi Bandung menggunakan berbagai cara seperti penggunaan media sosial untul meningkatkan minat pengunjung. Dalam strategi pemasaran konten dengan mempertimbangkan persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan dan pengalaman yang diberikan. 3. Jenis konten yang Efektif Jenis konten yang efektif pada Museum Geologi Bandung adalah konten yang menarik dan interaktif, serta memuat informasi yang relevan dan berguna


Implementasi Manajemen Strategi 136 bagi pengunjung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fadil Latief (2023), Museum Geologi Bandung memanfaatkan media sosial Instagram dengan akun bernama @museum_geologi dan menggunakan berbagai jenis konten seperti video dan foto untuk mempromosikan program, event, dan informasi terkait museum. B. Keberhasilan Implementasi Strategi Pemasaran 1. Deskripsi Singkat Kampanye Pemasaran Museum Geologi Bandung menggunakan media sosial seperti Instagram untuk mempromosikan program, event, Museum Geologi Bandung juga melakukan kegiatan-kegiatan virtual seperti webinar sarasehan geologi populer di era new normal, bincang pakar, merdeka belajar, collection talk, FGD, sosialisasi, virtual tour museum geologi, pameran virtual, day and night at the museum. 2. Hasil dan dampak nya terhadap bisnis Jumlah pengunjung Museum Geologi Bandung mencapai lebih dari 500.000 orang pada tahun 2023, naik dari tahun-tahun sebelumnya di mana jumlah pengunjung telah menurun. Peningkatan ini diyakini disebabkan oleh upaya pemasaran yang efektif. Peningkatan pengunjung membantu meningkatkan pendapatan museum melalui biaya tiket masuk, serta meningkatkan profil dan reputasi museum.


Implementasi Manajemen Strategi 137 C. Kesimpulan 1. Ringkasan Strategi pemasaran Strategi pemasaran Museum Geologi Bandung melibatkan penggunaan media sosial seperti Instagram, Tiktok, Whatsapp. untuk mempromosikan program, event, dan informasi terkait museum. Museum Geologi Bandung juga berpartisipasi dalam aplikasi pariwisata virtual reality yang mencakup berbagai kategori wisata, termasuk wisata alam, wisata budaya, wisata museum, dan lain-lain. 2. Implikasi dan rekomendasi untuk masa depan Museum harus mempertimbangkan kolaborasi dan kemitraan dengan lembaga, organisasi, dan bisnis lain untuk memperluas jangkauan dan dampaknya. Hal ini dapat mencakup penyelenggaraan acara, pameran, dan lokakarya bersama dengan museum, universitas, dan perusahaan lain. Museum harus mengembangkan strategi pemasaran dan promosi komprehensif yang menargetkan segmen audiens yang berbeda dan mempromosikan penawaran uniknya. 3. Penutup Dan ajakan tindakan Sebagai penjaga kekayaan geologi dan warisan ilmiah, Museum Geologi Bandung memiliki peran penting dalam memperluas pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap keindahan dan keajaiban alam. Melalui pemasaran konten yang kreatif dan pengukuran keberhasilan yang teliti, museum ini dapat menjadi pusat pendidikan yang


Implementasi Manajemen Strategi 138 membangkitkan minat dan pengetahuan baru tentang dunia geologi. Kita semua memiliki peran dalam mendukung misi Museum Geologi Bandung. Dengan mengunjungi museum, berpartisipasi dalam program edukasi, atau bahkan hanya dengan menyebarkan informasi tentang keberadaannya, kita dapat membantu memperkuat eksistensi dan dampak positif museum ini dalam komunitas dan masyarakat luas. Dengan ajakan ini, kita dapat mendorong orang-orang untuk terlibat aktif dalam mendukung dan memperluas pengaruh positif dari Museum Geologi Bandung.


Implementasi Manajemen Strategi 139 Manajemen Keuangan di PT Prayoga Mandiri Sukses dengan Menggunakan Aplikasi Website Accurate Syahril Gifari


Implementasi Manajemen Strategi 140 T Prayoga Mandiri Sukses (PMS) adalah perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi bangunan dan perumahan yang telah berdiri pada 3 Januari 2011 dan terletak di Jl. Raya Cileungsi-Setu Km.4 RT 004 RW 001 Desa Pasirangin Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, yang telah membangun banyak perumahan dan gedung di seluruh Indonesia. PT PMS telah dipercaya sebagai produsen sandwich panel yang memiliki kualitas dan dianggap efisien serta solusi dalam pembuatan bangunan prefabrikasi. PT PMS dengan produk panel dinding/Sandwich panel unggulannya yaitu Bosspanel ingin memberikan sebuah konsep bangunan hunian yang memiliki sistem aplikasi mudah, cepat, dan hemat. Sebagai produsen sandwich panel, PT PMS memiliki pabrik yang didukung sarana produksi fabrikasi yang berteknologi modern yang sangat memadai dan ditangani oleh tenaga ahli dibidangnya sehingga dapat menghasilkan produk panel dinding/panel lantai terbaik yang hemat energi, praktis dan efisien untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Selain itu, PT PMS melakukan inovasi-inovasi dalam mengembangkan produk yang ingin dihasilkan agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen secara keseluruhan. PT PMS juga menyediakan jasa Sheet Metal Fabrication and Engineering Service (Jasa Fabrikasi dan Teknik Lembaran Logam) yang didukung dengan Sumber Daya Manusia yang berpengalaman dalam bidang sheet metal dengan produkproduk andalan ‚Bossmetal‛. P


Click to View FlipBook Version