Implementasi Manajemen Strategi 41 B. Perencanaan Strategis Dalam konteks manajemen strategis, perencanaan adalah bagian dari siklus untuk mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal dan internal yang perlu diinterpretasikan dalam kebijakan strategis, tujuan, dan kebijakan strategis lainnya yang kemudian diubah ke dalam perencanaan taktis operasional termasuk anggaran, yang kemudian dijalankan dengan kontrol dan evaluasi. Strategi adalah sarana untuk mencapai tujuan. Menurut Chandler (1962), strategi adalah cara untuk mencapai tujuan organisasi terutama terkait dengan tujuan jangka panjang, tindak lanjut program, dan alokasi sumber daya yang diprioritaskan (Rangkuti, 2014). Pada intinya, perencanaan strategis melibatkan penguraian rencana jangka panjang menjadi rencana jangka menengah (Mahmudi, 2010). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan pengembangan itu mencakup ide-ide baru dari apa yang ingin dicapai, cara untuk mencapainya, serta aturan dan rencana keuangan yang akan diikuti, yang semuanya berasal dari visi, misi, dan program-program yang diusulkan oleh kepala daerah. C. Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Menengah Kantor Kecamatan Cilengkrang Pada dasarnya semua peraturan yang ada berasal dari Undang-Undang Dasar 1945, terutama Pasal 18 A ayat 1 dan 2. Di dalam pasal tersebut terdapat tulisan:
Implementasi Manajemen Strategi 42 1. Hubungan wewenang antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi Kabupaten dan Kota atau antara Provinsi dan Kabupaten/Kota, diatur dengan undang-undang. 2. Hubungan Keuangan Layanan Umum, pemanfaatan sumber Daya Alam dan Sumber Daya Lainnya antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang. Kebijakan Pendapatan Daerah untuk APBD Tahun 2023 mengikuti arah kebijakan pendapatan yang tercantum dalam RPJMD 2022-2026, disesuaikan dengan kewenangannya. D. Pengelolaan Aset dan Liabilitas Saat ini persentase kelayakan barang milik daerah di Kantor Kecamatan Cilengkrang belum mencapai target, yaitu sebesar 83,66% dari target pencapaian sebesar 85%. Tantangan yang dihadapi yaitu dalam hal pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah yang dirasa belum memadai. Dan terdapat beberapa permasalahan umum yang ditemukan pada pengelolaan barang milik daerah yaitu: 1. Kekurangan data terkait jumlah, nilai, kondisi, dan status kepemilikan BUMD yang belum lengkap. Permasalahan ini berkaitan dengan identifikasi dan pencatatan inventaris. 2. Ketersediaan basis data internal terintegrasi yang akurat dan valid, yang dapat dipertanggungjawabkan
Implementasi Manajemen Strategi 43 untuk menyusun neraca Pemerintah Daerah, belum terpenuhi. 3. Terdapat perbedaan persepsi di antara para pemangku kepentingan mengenai pengelolaan BUMD. Selain permasalahan-permasalahan diatas penurunan tersebut juga disebabkan disebabkan belum dilakukannya penghapusan barang yang telah habis masa pakai. Selain itu, barang-barang yang nilainya kurang dari Rp500.000,00 belum dilakukan reklasifikasi. E. Pajak dan Kepatuhan Pajak Bendahara di institusi pemerintah diwajibkan untuk melakukan pemotongan pajak pada setiap pembayaran yang dikenakan pajak, serta harus menyediakan bukti pemotongan pajak. Setelah melakukan pemotongan pajak, bendahara harus menyetorkan jumlah tersebut ke kas negara dan melaporkannya kepada Kantor Pajak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Peraturan Menteri Keuangan nomor 58/PMK.03/2022 mengatur mengenai penunjukkan pihak lain sebagai pemungut pajak serta prosedur pengumpulan, penyetoran, dan/atau pelaporan pajak yang dipungut oleh pihak lain atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui sistem informasi pengadaan pemerintah.
Implementasi Manajemen Strategi 44 F. Evaluasi Kinerja Keuangan dan Pelaporan Kantor Kecamatan Cilengkrang Evaluasi kinerja keuangan Kantor Kecamatan Cilengkrang bertujuan untuk memastikan bahwa keuangan kecamatan dikelola dengan efektif, efisien, dan transparan demi mencapai tujuan pembangunan lokal. Kantor kecamatan dapat mengevaluasi kinerja keuangan menggunakan berbagai metode, seperti analisis rasio keuangan, analisis neraca, dan analisis arus kas. Laporan Keuangan Kecamatan Cilengkrang Pemerintah Kabupaten Bandung disiapkan untuk memberikan informasi penting tentang keuangan dan semua transaksi yang terjadi dalam satu periode waktu. Menurut aturan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2020, pelaporan keuangan pemerintah daerah adalah proses di mana laporan keuangan disusun dan disajikan setelah menggabungkan laporan keuangan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai entitas akuntansi. G. Keberhasilan Implementasi Strategi Manajemen Keuangan Keberhasilan implementasi strategi manajemen keuangan pada pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan dari sumber daya finansial yang dimiliki. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan implementasi tersebut meliputi: 1. Komitmen Pemimpin
Implementasi Manajemen Strategi 45 2. Kapasitas dan Keterampilan 3. Sistem dan Teknologi Informasi 4. Kebijakan dan Prosedur yang Jelas 5. Pengawasan dan Pengendalian 6. Partisipasi Masyarakat 7. Evaluasi 8. Stabilitas Kebijakan Perlunya perencanaan yang matang setiap pejabat pelaksana kegiatan dalam merencanakan waktu pelaksanaan kegiatan sehingga target penyerapan anggaran dapat tercapai dan ouput kegiatan dapat tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap capaian rencana strategis tahun 2021 – 2026 terdapat berbagai aspek pembangunan yang telah tercapai, namun di sisi lain terdapat berbagai permasalahan yang perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan strategis dan berkelanjutan. H. Kesimpulan Manajemen keuangan adalah proses merencanakan, mengorganisir, mengendalikan, dan mengawasi penggunaan sumber daya keuangan entitas tertentu, seperti perusahaan, organisasi, atau individu untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Ini mencakup sejumlah kegiatan termasuk perencanaan anggaran, manajemen kas, pengelolaan investasi, pembiayaan, dan evaluasi risiko. Dalam suatu organisasi, manajemen keuangan memiliki peran yang sangat krusial dalam mengontrol dan
Implementasi Manajemen Strategi 46 mengawasi penggunaan anggaran. Implementasi strategi manajemen keuangan pada pemerintah daerah merupakan hal yang krusial untuk memastikan pengelolaan keuangan yang efektif dan berkelanjutan. Kantor Kecamatan Cilengkrang dapat memastikan bahwa sumber daya keuangannya dimanfaatkan secara efisien dan transparan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan implementasi tersebut meliputi komitmen pemimpin, kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia, adopsi sistem dan teknologi informasi, kebijakan dan prosedur yang jelas, pengawasan dan pengendalian yang kuat, partisipasi masyarakat, evaluasi dan pembelajaran, serta stabilitas kebijakan. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, pemerintah daerah dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan implementasi strategi keuangan mereka, sambil memastikan perencanaan yang matang dari setiap pejabat pelaksana kegiatan serta menanggapi hasil evaluasi terhadap capaian rencana strategis untuk menangani permasalahan dan memperkuat keberhasilan pembangunan.
Implementasi Manajemen Strategi 47 Strategi Pengoptimalan Sumber Daya Manusia Di Bank Mandiri Kantor Cabang Cibiru Sri Dewi Nurjanah, S.E
Implementasi Manajemen Strategi 48 1. Pengenalan Perusahaan PT Bank Mandiri Bank Mandiri didirikan pada tanggal 02 Oktober 1998 yang merupakan program restrukturisasi perbankan di Indonesia yang dilaksanakan oleh pemerintah. Bank Mandiri ini hadir dari penggabungan empat bank milik pemerintah, diantaranya Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan Indonesia, dan Bank Ekspor Impor Indonesia yang kemudian dilebur menjadi Bank Mandiri. Masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tidak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. Sampai saat ini Bank Mandiri masih memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan juga perekonomian Indonesia. Melalui proses integrasi dan integrasi yang menyeluruh, Bank Mandiri berhasil membangun organisasi perbankan yang kuat di segala aspek dan bidang, serta memperkenalkan sistem inti perbankan baru yang terintegrasi, menggantikan sistem inti perbankan terpisah yang telah diperkenalkan oleh empat bank sebelumnya. Kinerja Bank Mandiri terus tumbuh yang dibuktikan dengan peningkatan laba dari 1,18 triliun pada tahun 2000 menjadi 5,3 triliun pada tahun 2004. Bank Mandiri juga melakukan penawaran umum perdana pada 14 Juli 2003 senilai 20% atau 4 miliar saham. Berdasarkan Peraturan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan yang dikeluarkan Bank Indonesia disebutkan bahwa perbankan harus mempertimbangkan perlindungan lingkungan hidup dalam menilai kualitas aset. Lebih lanjut dijelaskan bahwa perbankan juga harus dapat mengatur akses dan porsi kredit produktif bagi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) berdasarkan Peraturan Perbankan Indonesia dan PBI No.14/26/PBI/ yang diterbitkan pada tahun 2012. Oleh
Implementasi Manajemen Strategi 49 karena itu, Bank Mandiri menjadi salah satu lembaga di bidang keuangan yang terus mendukung pembangunan perekonomian dan pembangunan di tingkat nasional. Sebagai acuan praktik keuangan yang baik, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Indonesia 2015-2019. Bank Mandiri juga berupaya mengembangkan sektor UMKM untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pemberian kredit karena dinilai merupakan sektor penting bagi pembangunan perekonomian nasional. Penyaluran kredit Program Kelompok UMKM didasarkan pada: a. UMKM yang potensial feasible tetapi belum bankable, pola pembiayaan nya diberikan melalui program kemitraan. b. UMKM yang sudah feasible tetapi belum bankable, pola pembiayaan nya diberikan dalam bentuk pinjaman KUR dengan subsidi bunga oleh pemerintah seperti KPEN-RP, KKP-E dan KUPS. c. Fasilitas kredit komersial akan diberikan kepada UMKM yang layak dan bankable. Sebagai bentuk peningkatan kenyamanan transaksi nasabah dalam pengumpulan dana, Bank Mandiri terus memperbanyak jaringan kantor cabang, jaringan elektronik dan jaringan layananan lainnya. Pada tahun 2014 Bank Mandiri tercatat memiliki kantor cabang sebanyak 2.312, ATM dengan jumlah 15.344 unit dan penambahan jaringan bisnis mikro mencapai 1.833 unit. Bank Mandiri juga meraih banyak penghargaan, salah satu nya adalah sebagai bank terbaik di Indonesia dari tiga publikasi terkemuka di sektor keuangan, yaitu Finance Asia,
Implementasi Manajemen Strategi 50 Asiamoney dan The Banker. Bank Mandiri juga berhasil mempertahankan gelarnya sebagai Best Banker in Service Excellence dari Marketing Research Indonesia (MRI) selama tujuh tahun berturut-turut dari International Institute for Corporate Governance (IICG). 2. Pentingnya Manajemen SDM dalam Kesuksesan Perusahaan Manajemen sumber daya manusia adalah proses mendayagunakan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi, agar potensi fisik dan psikis yang dimilikinya Kedudukan manajemen sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan dan kesuksesan perusahaan. Berhasil dan tidak nya perusahaan mencapai kesuksesan bergantung pada bagaimana kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan perannya di dalam perusahaan. Oleh karena itu diperlukan upaya yang baik pula dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan sumber daya manusia agar tercapainya tujuan perusahaan. Adapun beberapa alasan mengenai mengapa manajemen sumber daya manusia menjadi aspek yang sangat penting bagi kesuksesan perusahaan (Sukmawati Marjuni, 2015): a. Membentuk Tim yang Solid dan Berkualitas. Manajemen sumber daya manusia memberikan peran aktif untuk membantu perusahaan dalam merekrut karyawan, memberikan wadah pengembangan, dan mempertahankan karyawan yang berkualitas. Dengan melakukan proses seleksi yang tepat, memberikan pelatihan, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dapat membantu manajemen SDM untuk memiliki
Implementasi Manajemen Strategi 51 karyawan yang kompeten dan termotivasi. Sehingga tim yang solid dan berkualitas memiliki potensi untuk mencapai tingkat kinerja yang lebih tinggi dan dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. b. Meningkatkan Produktifivitas. Melalui program pelatihan karyawan, manajemen SDM juga dapat membantu karyawan dalam meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan karyawan. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam melaksanakan tugas dan tanngung jawab mereka. Karyawan yang kompeten dan terlatih dapat bekerja lebih efektif, menghasilkan pekerjaan yang baik, dan mampu meningkatkan daya saing perusahaan. c. Memotivasi Karyawan. Manajemen SDM memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang dapat memotivasi karyawan. Melalui berbagai program seperti program penghargaan, insentif, dan pengakuan yang tepat, manajemen SDM dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi akan bekerja dengan lebih gigih, mampu berinovasi, dan memiliki komitmen yang serius terhadap perusahaan. Motivasi yanf tinggi juga dapat meningkatkan kepuasan dalam bekerja dan dapat meningkatkan retensi karyawan. d. Mengelola Perubahan. Manajemen SDM juga membantu perusahaan dalam mengelola perubahan yang lebih baik. Dengan lingkungan bisnis yang terus berubah, manajemen SDM dapat merencanakan strategi perubahan, dan dapat memberikan dukungan kepada karyawan yang
Implementasi Manajemen Strategi 52 menghadapi perubahan tersebut agar dapat beradaptasi dengan lebih cepat. e. Membangun Budaya Organisasi yang Positif. Manajemen SDM berperan pula dalam membentuk budaya organisasi yang positif. Melalui kebijakan dan praktik yang mendukung dalam kinerja tim, penghargaan, pengembangan karyawan dan kolaborasi, manajemen SDM dapat menciptakan budaya yang menghargai karyawan sebgai asset penting dalam perusahaan. Budaya organisasi yang positif juga dapat mempengaruhi keterlibatan, kepuasan, dan motivasi karyawan dan dapat berimplikasi pada produktivitas dan daya saing perusahaan. f. Mengelola Konflik dan Masalah Karyawan. Dengan memiliki prosedur dan kebijakan yang jelas untuk menangani permasalahan, manajemen SDM dapat mencegah eskalasi konflik, memastikan keputusan yang adil, dan pencarian solusi yang baik untuk semua pihak terkait. Penanganan masalah yang efektif dapat membantu dalam menjaga kestabilan dan hubungan harmoni antara karyawan. Melalui penjelasan di atas, manajemen SDM dapat memberikan dampak yang signifikas terhadap kesuksesan perusahaan. Dengan mengelola SDM yang baik, perusahaan dapat mencapai keunggulan yang kompetitif, meningkatkan produktivitas , membangun budaya perusahaan yang baik, dan dapat menghadapi perubahan dengan lebih baik (Suprihanto & Putri, 2021). Sehingga, manajemen SDM harus dianggap sebagai aspek penting dalam pengelolaan perusahaan.
Implementasi Manajemen Strategi 53 3. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan pembaca pemahaman yang mendalam tentang pengalaman penulis melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT Bank Mandiri Kantor Cabang Cibiru, Kota Bandung. Melalui narasi yang detail dan inspiratif, penulis ingin menginspirasi para pembaca untuk mengeksplorasi karier di industri perbankan, sambil memberikan wawasan praktis tentang operasi seharihari di dalam sebuah bank terkemuka. Selain itu, penulisan ini juga bertujuan untuk membantu pembaca memahami budaya dan nilai-nilai yang mendasari Bank Mandiri. Dengan penekanan pada refleksi dan pembelajaran, tulisan ini diharapkan dapat menjadi panduan berharga bagi pembaca dalam mengembangkan pemahaman mereka tentang industri perbankan, merencanakan karier masa depan, dan memperkaya pengetahuan tentang peran Bank Mandiri dalam perekonomian Indonesia. A. Strategi Penerimaan dan Seleksi SDM Strategi rekrutmen adalah serangkaian tindakan perusahaan untuk mengidentifikasi, menarik, dan mempekerjakan calon karyawan untuk mengisi posisi lowongan yang sedang kosong. Sedangkan seleksi SDM menurut Mathis dan Jackson (2006, 261) merupakan proses pemilihan orang-orang yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam strategi penerimaan dan seleksi SDM antara lain:
Implementasi Manajemen Strategi 54 1. Sumber Rekrutmen Bank Mandiri Kantor Cabang Cibiru menggunakan sumber rekrutmen internal dan eksternal. Sumber internal ini biasanya melibatkan referensi atau rekomendasi pelamar dari karyawan lama, sedangkan sumber rekrutmen ekternal biasanya melibatkan penyebaran informasi lowongan pekerjaan di situs web karir (Mandiri Career), media sosial, atau platform rekrutmen online lainnya. Adapun biasanya pemberian kesempatan kerja ini juga di khususkan bagi calon karyawan yang sudah melalui program magang sebelumnya, program magang ini dikenal dengan sebutan program Magang Kriya Mandiri. 2. Proses Seleksi yang Efektif Proses seleksi yang efektif dilakukan oleh departemen sumber daya manusia atau pihak yang bertanggung jawab dalam mencari, memilih, dan menetapkan calon karyawan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan perusahaan (Raden, et al., 2019). Adapun dalam rangka mendukung proses seleksi yang efektif, Bank Mandiri melakukan proses seleksi sebagai berikut: a. Tahap pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan perusahaan terkait posisi yang dibutuhkan dan akan diisi. Ini melibatkan analisis pekerjaan untuk memahami peran, tanggung jawab, dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Di tahap ini ditentukan juga
Implementasi Manajemen Strategi 55 sumber daya yang tersedia dan berapa besar anggaran yang akan disediakan untuk rekrutmen. b. Berdasarkan analisis pekerjaan, dibuat deskripsi pekerjaan yang menjelaskan peran dan tanggung jawab karyawan yang akan di rekrut. Selain itu, spesifikasi jabatan juga ditetapkan untuk menggambarkan kualifikasi, kompetensi, pengalaman yang dibutuhkan pada posisi tersebut. c. Selanjutnya dilakukan pula identifikasi dan pemanfaatan sumber rekrutmen yang efektif. Ini melibatkan penggunaan situs web karir seperti (Mandiri Career), portal rekrutmen online, media sosial, dan jaringan professional. d. Setelah mendapatkan atau menerima aplikasi dan resume dari calon karyawan, dilakukan seleksi awal (Screening profile) untuk menyaring calon karyawan yang memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan. Ini mencakup penilaian awal berdasarkan kualifikasi, pengalaman, keterampilan dan pendidikan yang relevan dengan posisi yang dibutuhkan. e. Calon karyawan yang lolos seleksi awal (screening profile) kemudian melakukan sesi wawancara. Wawancara biasanya dilakukan dengan tatap muka. Kemudian dilakukan pula proses panel interview dengan berbagai pihak terkait. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan calon karyawan seperti kemampuan
Implementasi Manajemen Strategi 56 interpersonal, kemampuan komunikasi, pengetahuan, dan kecocokan dengan budaya perusahaan. f. Kemudian di tahap selanjutnya calon karyawan diberikan berbgai tes seperti tes kemampuan umum dan tes psikometrik untuk mengukur potensi kemampuan kandidat dalam menjalani suatu jenis pekerjaan yang dinilai secara objektif. g. Sebelum merekrut calon karyawan, biasnya pihak SDM pun melakukan verifikasi referensi yang diberikan oleh calon karyawan, termasuk verifikasi riwayat pendidikan dan pengalaman pekerjaan untuk memastikan keaslian informasi yang diberikan. h. Kemudian tahap selanjutnya adalah medical test yang bertujuan untuk memastikan calon karyawan memiliki kondisi kesehatan yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan. i. Setelah melakukan berbagai tahapan seleksi dan penilaian, departemen SDM biasanya melakukan evaluasi terhadap keseluruhan data dan informasi yang diperoleh. Berdasarkan kesesuaian dengan kebutuhan perusahaan dan kualitas calon karyawan, keputusan diambil untuk merekrut karyawan yang paling sesuai dan cocok. j. Setelah calon karyawan dipilih, penawaran kerja resmi diberikan. Ini biasanya melibatkan negosiasi kompensasi, kontrak kerja, dan persiapan proses onboarding yaitu
Implementasi Manajemen Strategi 57 mempersiapkan karyawan baru untuk mulai bekerja di perusahaan. k. Tahap terakhir dalam proses seleksi ini adalah mengevaluasi hasil rekrutmen. Evaluasi ini dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan rekrutmen dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan. 3. Penetapan Kriteria Seleksi Kriteria seleksi di PT Bank Mandiri Kantor Cabang Cibiru ini didasarkan pada visi dan misi perusahaan. Visi dari Bank Mandiri adalah ‚Menjadi Bank Terkemuka di Indonesia yang Selalu Mengutamakan Kepuasan Nasabah‛ Sementara misi nya adalah menyediakan layanan keuangan yang berkualitas, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dan memberdayakan masyarakat. Untuk mencapai visi dan misi tersebut, Bank Mandiri KC Cibiru memahami bahwa pentingnya memiliki tim yang kompeten dan berkomitmen. Sehingga, kriteria seleksi diatur secara sistematis untuk mendapatkan calon karyawan yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan perusahaan. Kriteria seleksi di PT. Bank Mandiri KC Cibiru biasanya meliputi beberapa aspek berikut: a. Pendidikan. Pelamar biasnaya harus memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan, seperti S1 atau S2. b. Pengalaman Bekerja. Pelamar yang memiliki pengalaman kerja yang relevan biasanya memiliki nilai tambah lebih dalam proses rekrutmen.
Implementasi Manajemen Strategi 58 c. Kemampuan. Pelamar harus bisa memenuhi syarat kemampuan yang diperlukan oleh perusahaan. d. Tes Kemampuan Umum. Pelamar harus memiliki hasil tes kemampuan umum yang memuaskan, seperti tes intelektual, tes psikologi, dan tes kemampuan lainnya. e. Wawancara. Pelamar harus memiliki hasil wawancara yang memuaskan seperti wawancara dengan departemen SDM, wawancara dengan manajer divisi dan dengan kepala cabang. B. Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Budaya organisasi dan kepemimpinan memiliki keterkaitan yang sangat signifikan dalam suksesnya Bank Mandiri sebagai bank terbaik di Indonesia. Kepemimpinan sangat mempengaruhi budaya organisasi dengan cara mempengaruhi individu dan menggerakan perilaku tersebut menjadi bagian dari budaya organisasi yang kuat budaya organisasi. Adapun aspek relevan yang akan di bahas adalah sebagai berikut: 1. Nilai dan Norma Perusahaan Bank Mandiri KC Cibiru memiliki nilai dan norma yang sangat kuat serta konsisten untuk mencapai tujuan organisasi. Nilai-nilai tersebut antara lain integritas, profesionalisme, dan rasa hormat terhadap masyarakat. Dengan demikian, Bank Mandiri KC Cibiru ini dapat menjaga reputasi baik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap
Implementasi Manajemen Strategi 59 bank. Standar yang diterapkan juga sangat penting untuk mencapai tujuan perusahaan, seperti standar kerja yang efektif, standar komunikasi yang baik, dan standar keselamatan yang ketat. Dengan demikian, Bank Mandiri dapat memastikan seluruh pegawai dan pemangku kepentingan berperilaku sesuai nilai dan norma yang berlaku. Adapun norma-norma yang berlaku secara umum pada setiap Kantor Cabang Mandiri adalah sebagai berikut: a. Integritas Pribadi. Bank Mandiri menjaga moral yang tinggi, harga diri dan disiplin yang ketat. Bankir menjaga integritas pribadi dan profesionalisme dalam berbagai aspek bisnis. b. Keterbukaan. Bank Mandiri menerapkan prinsip keterbukaan dalam berbagai aspek seperti komunikasi antara manajemen dan pegawai, penerimaan saran dan kritik dari masyarakat. c. Kepercayaan. Bank Mandiri sangat meyakini bisnis yang berlandaskan prinsip keterbukaan dan dapat dipercaya. Kepercayaan ini membantu membangun hubungan yang jujur dan saling menguntungkan dengan pelanggan. d. Nilai Inti. Bank Mandiri memiliki lima nilai inti yang dijadikan pedoman dalam berbagai aspek bisnis. Nilai-nilai inti tersebut antara lain kepercayaan, integritas, profesionalisme, integritas dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
Implementasi Manajemen Strategi 60 e. Good Corporate Governance (GCG). Bank Mandiri menerapkan prinsip-prinsip GCG antara lain keterbukaan, akuntabilitas dan tanggung jawab. Prinsip-prinsip ini berlaku untuk berbagai bidang bisnis, termasuk manajemen keuangan, pengambilan keputusan, dan komunikasi pemangku kepentingan. f. Imparsialitas. Bank Mandiri memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan berdasarkan prinsip kesetaraan dan kewajaran. Bank menawarkan kesempatan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk berkontribusi dan menyampaikan pandangan mereka demi kepentingan Bank. Fokus pada kepentingan masyarakat Bank Mandiri berupaya semaksimal mungkin melayani pemangku kepentingannya secara beretika, adil, jujur, dan saling menguntungkan. g. Peduli Terhadap Kepentingan Masyarakat. Bank Mandiri juga menerapkan berbagai program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) untuk meningkatkan kesadaran akan masalah sosial dan lingkungan. 2. Gaya Kepemimpinan yang Diadopsi Gaya kepemimpinan sebagaimana dijelaskan oleh Marzuki (2002) merupakan kode etik seseorang yang digunakan ketika orang tersebut berupaya memimpin dan mempengaruhi orang lain dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Pemimpin mengadopsi gaya kepemimpinan yang sesuai dengan potensi dan
Implementasi Manajemen Strategi 61 kepribadiannya. Dengan kata lain pemimpin mempunyai sifat antusias yang mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Keterampilan yang dimiliki manajer untuk melaksanakan pekerjaan dan fungsinya memungkinkan organisasi berfungsi secara efektif dan mencapai tujuan mereka. Oleh karena itu, pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang mempunyai kemampuan mempengaruhi perilaku anggotanya. Branch Manager atau Kepala Cabang di Bank Mandiri KC Cibiru menerapkan gaya kepemimpinan yang sangat efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Gaya kepemimpinan yang dipilih adalah gaya kepemimpinan transformasional yang berfokus pada peningkatan kinerja dan motivasi pegawai. Dengan cara ini Bank Mandiri KC Cibiru dapat meningkatkan kinerja pegawai dan meningkatkan kepuasan kerja. Gaya manajemen ini juga sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank karena jika karyawan memiliki motivasi yang tinggi dan kinerja yang baik maka mereka dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah. 3. Budaya Kerja Positif Bank Mandiri KC Cibiru telah meneguhkan komitmen untuk mempertahankan budaya kerja yang positif sebagai pilar utama dalam pencapaian tujuan organisasi. Melalui pendekatan yang holistik, bank ini telah mengadopsi serangkaian strategi yang cermat dan terarah untuk menciptakan lingkungan kerja yang
Implementasi Manajemen Strategi 62 memadukan profesionalisme, keterlibatan, dan rasa saling menghargai. Pertama-tama, Bank Mandiri KC Cibiru secara konsisten meluncurkan program pengembangan karyawan yang berfokus pada peningkatan keterampilan dan pengetahuan mereka. Ini tidak hanya membantu individu untuk berkembang secara profesional, tetapi juga meningkatkan loyalitas mereka terhadap bank. Selain itu, bank ini menerapkan program motivasi yang dirancang untuk memberikan pengakuan atas pencapaian karyawan dan mendorong semangat kerja yang tinggi. Ini menciptakan lingkungan di mana prestasi dihargai dan mendorong inovasi serta kolaborasi yang produktif. Tidak hanya itu, Bank Mandiri KC Cibiru juga menempatkan perhatian yang besar pada program kepuasan kerja. Melalui survei dan mekanisme umpan balik yang terstruktur, bank ini secara proaktif mengidentifikasi area di mana perbaikan diperlukan dan bertindak cepat untuk memastikan bahwa kebutuhan dan harapan karyawan terpenuhi. Hasil dari pendekatan ini jelas terlihat dalam peningkatan kinerja karyawan dan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Dengan budaya kerja yang positif sebagai fondasi, Bank Mandiri KC Cibiru mampu mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri perbankan.
Implementasi Manajemen Strategi 63 C. Manajemen Konflik dan Kesejahteraan Karyawan Menurut Thomas (1976) Manajemen konflik adalah proses mengidentifikasi, menganalisis, dan mengatasi konflik yang terjadi dalam perusahaan. Dalam pandangan Thomas, manajemen konflik meliputi lima tahap, yaitu pengenalan, analisis, pembuatan keputusan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap pengenalan, manajer harus dapat mengidentifikasi sumber-sumber konflik yang ada dalam organisasi. Pada tahap analisis, manajer harus dapat menganalisis konflik yang ada dan menentukan dampak yang ditimbulkan oleh konflik tersebut. Pada tahap pembuatan keputusan, manajer harus dapat menentukan tindakan yang akan diambil untuk mengatasi konflik. Pada tahap implementasi, manajer harus dapat mengeksekusi tindakan yang telah ditentukan dan melakukan perubahan yang diperlukan. Pada tahap evaluasi, manajer harus dapat mengevaluasi hasil dari tindakan yang telah diambil dan melakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan. Adapun beberapa aspek yang akan dibahas anata lain: 1. Penanganan Konflik Secara Efektif Bank Mandiri KC Cibiru memahami bahwa konflik tidak dapat dihindari dalam lingkungan kerja. Oleh karena itu, mereka telah mengadopsi pendekatan proaktif dalam mengenali dan menangani konflik. Dengan mengedepankan komunikasi terbuka dan jaringan pengelolaan konflik yang terstruktur, setiap masalah dapat diatasi sebelum menjadi lebih
Implementasi Manajemen Strategi 64 serius. Melalui pelatihan dan kesadaran, karyawan dilengkapi dengan keterampilan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola konflik dengan cara yang konstruktif, menjaga keharmonisan dan produktivitas tim. Strategi ini juga menunjukkan bahwa Bank Mandiri KC Cibiru memahami bahwa konflik dapat menjadi peluang untuk pertumbuhan dan pembelajaran. Dengan memberdayakan karyawan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi konflik, mereka menciptakan lingkungan di mana konflik dapat diubah menjadi momentum untuk inovasi dan perbaikan. Ini adalah langkah positif menuju pembentukan budaya perusahaan yang adaptif dan responsif terhadap tantangan yang mungkin muncul di sepanjang jalan. 2. Program Kesejahteraan Bank Mandiri KC Cibiru memahami bahwa kesejahteraan karyawan adalah faktor kunci dalam mempertahankan budaya kerja yang positif. Untuk itu, mereka telah meluncurkan serangkaian program kesejahteraan yang dirancang untuk mendukung kesehatan fisik, mental, dan emosional karyawan. Ini termasuk akses ke program kesehatan, dukungan psikologis, serta kesempatan untuk berkembang secara pribadi dan professional. Dengan menyediakan akses ke program kesehatan dan dukungan psikologis, Bank Mandiri KC Cibiru tidak hanya memperhatikan kebutuhan fisik karyawan tetapi juga memberikan perhatian yang
Implementasi Manajemen Strategi 65 penting terhadap kesehatan mental mereka. Ini penting mengingat tekanan dan stres yang sering terjadi dalam lingkungan kerja yang dinamis. Selain itu, memberikan kesempatan untuk pengembangan pribadi dan profesional menunjukkan bahwa bank tersebut tidak hanya memperhatikan kesejahteraan karyawan dalam jangka pendek, tetapi juga berinvestasi dalam pertumbuhan dan keberlangsungan karir mereka. Dengan demikian, program-program ini tidak hanya meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan karyawan secara langsung, tetapi juga dapat meningkatkan retensi karyawan, produktivitas, dan reputasi perusahaan secara keseluruhan. Dengan menerapkan program-program kesejahteraan ini, Bank Mandiri KC Cibiru membentuk budaya kerja yang inklusif dan mendukung, di mana setiap karyawan merasa dihargai dan didukung dalam perjalanan mereka menuju keberhasilan pribadi dan profesional. 3. Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi Bank Mandiri KC Cibiru menunjukkan pemahaman yang dalam akan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bagi kesejahteraan karyawan. Dengan memberikan fleksibilitas dalam jadwal kerja dan mendukung kerja dari jarak jauh, bank tersebut memberikan ruang bagi karyawan untuk mengelola waktu mereka sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pribadi mereka. Hal ini tidak hanya
Implementasi Manajemen Strategi 66 meningkatkan kepuasan kerja tetapi juga membantu mengurangi stres yang terkait dengan kesulitan dalam mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Selain itu, dengan mempromosikan pola kerja yang seimbang, Bank Mandiri KC Cibiru memperkuat budaya perusahaan yang menghargai kehidupan di luar tempat kerja. Dengan demikian, karyawan merasa didukung untuk menjaga keseimbangan yang sehat antara tanggung jawab profesional dan kebutuhan pribadi mereka, seperti waktu bersama keluarga, rekreasi, ataupun menjalankan hobi. Dampak positif dari inisiatif keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi ini adalah peningkatan produktivitas, kreativitas, dan dedikasi karyawan. Karyawan yang merasa dihargai dan didukung dalam menjaga keseimbangan hidup mereka cenderung lebih bersemangat dan berkomitmen terhadap pekerjaan mereka, sehingga meningkatkan kinerja dan kontribusi positif terhadap kesuksesan perusahaan. Dengan demikian, Bank Mandiri KC Cibiru tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berdaya, tetapi juga menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan holistik karyawan mereka, yang pada gilirannya menghasilkan manfaat positif bagi individu dan organisasi secara keseluruhan.
Implementasi Manajemen Strategi 67 Implementasi Strategi Pemasaran dalam Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Sri Rahayu
Implementasi Manajemen Strategi 68 1. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi Jawa Barat merupakan perangkat daerah di provinsi Jawa Barat yang berfokus terhadap kegiatan dan masalah yang berkaitan dengan perindustrian dan perdagangan di Jawa Barat sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan tugas dilakukan dengan tujuan untuk perbantuan terhadap Gubernur dalam melaksanakan tugas atau urusan pemerintahan dalam lingkup perindustrian dan perdagangan yang menjadi otoritas daerah serta meyelesaikan tugas perbantuan yang dilimpahkan kepada pemerintah provinsi. Adapun beberapa hal yang mejadi tugas pokok dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, adalah pelaksanaan urusan daerah pemerintahan dalam bidang perindustrian dan perdagangan. Selain itu, Dinas perindustrian dan perdagangan juga bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dekonsentrasi serta tugas perbantuan yang selaras dengan bidang tugasnya dan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan. Sejalan dengan tugas pokoknya, terdapat beberapa hal yang menjadi fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, yaitu sebagai berikut. a. Menyelenggarakan perumusan akan kebijakan teknis pada bidang perindustrian dan perdagangan, b. menyelenggarakan seluruh urusan pemerintahan yang mencakup bidang perindustrian dan perdagangan, c. menyelenggarakan seluruh kegiatan administrasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, d. menyelenggarakan kegiatan evaluasi serta pelaporan kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan
Implementasi Manajemen Strategi 69 e. menyelenggarakan fungsi yang lain sejalan dengan tugas dan fungsi pokoknya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat memiliki beberapa unit kerja dalam menjalankan tugas perbantuan terhadap gubernur. Adapun unit kerja yang dimaksud, adalah sebagai berikut. a. Kepala Dinas b. Sekretariat c. Bidang ILMATE (Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik) d. Bidang Industri AKTA (Agro, Kimia, Tekstil, dan Aneka) e. Bidang Perdagangan Dalam Negeri f. Bidang Perdagangan Luar Negeri g. Bidang Perlindungan Konsumen h. UPTD Industri Logam i. UPTD Industri Pangan, Olahan, dan Kemasan j. UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Agro Bandung k. UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Air Minum Dalam Kemasan Cirebon l. UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Keramik dan Tabung Gas Bogor m. UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Logam dan Elektronika Karawang Seluruh unit kerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dalam memenuhi tugas pokok dan fungsi Dinas agar dapat mewujudkan visi dan misi Jawa Barat yang sebelumnya telah ditetapkan.
Implementasi Manajemen Strategi 70 2. Pemasaran dalam Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Dalam melaksanakan tugasnya, Disperindag memiliki banyak unit kerja yang diklasifikasikan dalam 13 unit kerja. Bidang Perdagangan Dalam Negeri merupakan salah satu unit kerja yang membantu Disperindag dalam melakukan tugas dan fungsi yang berhubungan dengan pengawasan dan pelaksanaan seluruh urusan terkait perdagangan dalam negeri. Beberapa hal yang menjadi urusan tersebut, seperti urusan barang penting dan barang pokok, bina usaha dan sarana perdagangan, serta promosi dan kerjasama. Berdasarkan uraian tugas pada bidang Perdagangan Dalam Negeri diatas, promosi dan bina usaha merupakan salah satu kegiatan yang berkaitan dengan pemasaran. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh bidang Perdagangan Dalam Negeri berperan untuk membantu memasarkan produk yang dihasilkan oleh para IKM dan UMKM. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan pameran bulanan, pameran yang diselenggarakan pemerintah pusat. serta bazar yang senantiasa dilakukan setiap bulan. Hal ini dilakukan untuk menunjang pertumbuhan IKM dan UMKM di Indonseia. Melalui kegiatan tersebut para IKM dan UMKM dapat melakukan promosi atas produk yang dihasilkannya secara percuma. Dalam hal ini Disperindag Jawa Barat berperan sebagai fasiliator dalam kegiatan promosi produk IKM dan UMKM. Pemilik IKM dan UMKM dapat menjadikan bazar dan pameran yang dilakukan oleh Disperindag sebagai alat dalam memasarkan produknya, agar masyarakat memiliki pengetahuan akan produk yang dipasarkan oleh IKM dan UMKM tersebut (brand awareness meningkat) yang diharapkan akan memberikan keuntungan
Implementasi Manajemen Strategi 71 jangka panjang pada IKM dan UMKM tersebut. Tujuan diadakannya kegiatan pemasaran ini, adalah sebagai berikut. a. Memfasilitasi promosi akan penggunaan produk dalam negeri sehingga dapat meningkatkan permintaan akan produk, baik kriya lokal, sembako, dan produk makanan lain yang dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan daerah, khususnya daerah Jawa Barat. b. Menjadi sarana dalam peningkatan kreativitas dan inovasi para pengusaha, desainer, dan pengrajin dalam mengembangkan dan menciptakan produk-produk kerajinan dan produk lain yang bernilai tinggi dan mampu bersaing menyesuaikan tren yang sedang terjadi. c. Mengembangkan UMKM dan IKM yang ada di Indonesia sehingga dapat menciptakan brand awareness terhadap masyarakat Indonesia. Dalam hal ini UMKM dan IKM dapat meningkatkan akses pasar yang dituju dengan lebih luas, baik dalam pasar domestic maupun pasar internasional. d. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam peningkatan UMKM dan IKM di Indonesia. Melalui pameran dan bazar, masyarakat diajak aktif dalam mendukung pembelian terhdap produk-produk UMKM dan IKM yang tidak kalah berkualitas, dibandingkan dengan produk luar. Pada praktik promosi berupa pameran, bidang Perdagangan Dalam Negeri bekerjasama dengan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional) Bandung. Pameran yang biasanya diikuti merupakan pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan skala nasional, yaitu pameran INACRAFT, Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB), Kriya Nusa, dan Pameran Bali. Inacraft, Kriya Nusa, dan Pameran Bali sendiri merupakan kegiatan pameran yang diselenggarakan
Implementasi Manajemen Strategi 72 pemerintah pusat dan diselenggarakan setiap tahun dengan partisipan UMKM bidang kriya di seluruh Indonesia. PKJB merupakan kegiatan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Jawa Barat untuk mendukung kegiatan UMKM bidang kriya di Jawa Barat. Bidang Perdagangan Dalam Negeri hanya memberikan fasilitas terhadap UMKM di bidang kriya untuk ikut serta dalam pameran yang diselenggarakan. Pada praktik promosi berupa bazar, bidang Perdagangan Dalam Negeri dapat berperan sebagai partisipan dalam bazar yang diadakan pihak lain, juga dapat berperan sebagai pelaksana bazar yang diselenggarakan atas Disperindag sendiri. Jika PDN berperan dalam partisipan, PDN akan memilih dan menghubungi beberapa UMKM yang bersedia untuk ikut bazar di tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh pihak lain. Jika PDN berperan sebagai penyelenggara bazar, akan terdapat banyak IKM dan UMKM yang dapat berpartisipasi dalam kegiatan bazar. Pada bazar yang diselenggarakan bidang PDN sendiri dilakukan setiap bulan di Pasar Kreatif, Jawa Barat. Kedua kegiatan tersebut diharapkan akan membantu kegiatan pemasaran para IKM dan UMKM sehingga dapat meningkatkan brand awareness dan laba yang akan didapatkan di kemudian hari. 3. Tujuan Penulisan Adapun beberapa hal yang menjadi tujuan dalam penulisan laporan ini, yaitu sebagai berikut. a. Menyelesaikan tugas akhir dari PKL yang telah dilakukan selama dua bulan, b. Memberikan pengetahuan mendalam tentang pemasaran yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, khususnya Bidang Perdagangan
Implementasi Manajemen Strategi 73 Dalam Negeri dalam megembangkan IKM dan para UMKM di Jawa Barat. c. Penulisan laporan juga bertujuan sebagai analisis dan evaluasi terhadap kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat agar dapat mengembangkan kegiatan pemasarannya di masa yang akan mendatang. A. Analisis SWOT Kegiatan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat 1. Kekuatan (Strength) Kegiatan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Pelaksanaan kegiatan pemasaran berupa pameran dan bazar sendiri memiliki beberapa hal yang menjadi kekuatan, yaitu sebagai berikut. a. Kegiatan pameran yang diikuti oleh Disperindag merupakan pameran dan bazar berskala lokal dan nasional yang didukung oleh banyak pihak terkait. Pihak tersebut antara lain, pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, dan beberapa organisasi besar terkait yang mendukung kegiatan pameran dalam hal pendanaan, akses terhadap infrastruktur, dan kebijakan yang menguntungkan para pihak yang terlibat. b. Disperindang memiliki banyak akses terhadap jaringan yang luas terhadap pelaku usaha dan UMKM di Jawa Barat. Hal ini memberikan kemudahan dalam akses promosi dan partisipasi
Implementasi Manajemen Strategi 74 pelaku usaha dan UMKM dalam pelaksanaan pameran dan bazar. c. Pengalaman dalam melakukan pameran dan bazar juga menjadi hal yang dapat dijadikan kekuatan. Pameran diselenggarakan setiap tahun, setiap tahunnya Disperindag dapat mengikuti lebih dari 3 pameran, baik lokal maupun nasional. Sedangkan penyelenggaraan bazar dilakukan rutin dalam sebulan, hal ini menjadi bukti dalam pengalaman dan pengetahuan akan kebutuhan pameran dan bazar sudah dikuasai oleh Disperindag. d. Disperindag memiliki branding kuat sebagai lembaga pemerintahan yang memiliki kegiatan promosi di bidang perdagangan dan perindustrian. Hal ini dapat membuat kepercayaan masyrakat terhadap kegiatan pemasaran yang dilakukan Disperindag meningkat. e. Praktik kegiatan pameran biasanya menjangkau kelas menengah ke atas, serta memiliki potensi besar pada pasar luar negeri. Hal ini dapat membuat industri kriya di Jawa Barat memiliki potensi untuk berkembang di pasar luar negeri. 2. Kelemahan (Weaknees) Kegiatan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Disamping kekuatan yang dimiliki oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat dalam memasarkan produk, adapun beberapa hal yang menjadi kelemahan, yaitu sebagai berikut.
Implementasi Manajemen Strategi 75 a. Kegiatan pemasaran yang diselenggarakan oleh Disperindag, terutama kegiatan bazar, dirasa kurang inovatif dan membosankan. Hal itu menjadi alasan kurangnya pengunjung pada beberapa bazar yang diselenggarakan Disperindag. b. Partisipasi Disperindag dalam kegiatan pameran, khususnya pameran Inacraft kurang maksimal. Hal ini dikarenakan adanya perubahan kebijakan berupa pengalihan tanggung jawab pameran kepada Dekranasda Bandung. c. Promosi yang dilakukan oleh Disperindag terhadap bazar dan pameran kurang maksimal. Promosi hanya dilakukan secara sederhana, melalui akun Instagram resmi Disperindag, akun WhatssApp para penyelenggara bazar dan pameran. Sehingga hanya terdapat sedikit informasi yang didapatkan masyarakat terhadap bazar dan pameran yang akan dilakukan. d. Kurangnya partisipasi UMKM dan IKM dalam kegiatan bazar dan pameran. Pada kasus bazar, ketika terdapat pelaksanaan bazar yang dilakukan oleh pihak lain, informasi yang didapatkan oleh bidang PDN di Disperindag terkadang didapatkan secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan para UMKM menolak untuk berpartisipasi dalam bazar tersebut karena persiapan yang kurang. Persiapan tersebut biasanya, meliputi produk yang belum tersedia, SDM yang kurang, dan persiapan lain yang harus disiapkan UMKM saat mengikuti bazar.
Implementasi Manajemen Strategi 76 e. Tempat dimana kegiatan bazar dilakukan baru mengalami perpindahan, yang pada awalnya bazar selalu diadakan di depan kantor Disperindag, beralih ke Pasar Kreatif. Kurangnya informasi dan branding Pasar Kreatif Jawa Barat membuat banyak masyarakat enggan untuk mengunjungi tempat baru tersebut. Hal ini membuat kegiatan bazar bulanan yang dilakukan mendapatkan sedikit perhatian dari pengunjung sebelumnya. 3. Peluang (Opportunity) Kegiatan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Adapun peluang (opportunity) yang dimiliki oleh Disperindag Jawa Barat dalam kegiatan pemasaran dengan tujuan untuk memajukan perdagangan dalam negeri, adalah sebagai berikut. a. Dinas pemerintahan memiliki jaringan luas dengan para pengusaha swasta. Hal ini dapat dijadikan peluang bagi kegiatan pemasaran di Disperindag Jawa Barat dalam hal peningkatkan promosi melalui sponsorship pada pameran atau bazar dan kerjasama lainnya. b. Peningkatan teknologi juga dapat dijadikan peluang oleh Disperindag Jawa Barat dalam mempromosikan kegiatan seperti bazar dan pameran sehingga pengetahuan masyarakat terhadap kegiaatn tersebut dapat peningkat. Promosi kegiatan tersebut dapat berupa pemanfaatan media sosial dalam melakukan pemasaran digital untuk meningkatkan
Implementasi Manajemen Strategi 77 pengetahuan masyarakat terhadap kegiatan yang diselenggarakan. c. Disperindag Jawa Barat memiliki peluang dalam mengekspansi kegiatan pemasaran UMKM ke pasar Internasional agar terbentuknya brand awareness terhadap produk-produk UMKM Indonesia, dan terjangkaunya lebih banyak pembeli potensial. 4. Ancaman (Threats) Kegiatan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Adapun beberapa hal yang dapat menjadi ancaman dalam pelaksaaan kegiatan pemasaran yang dilakukan Disperindag, adalah sebagai berikut. a. Perubahan tren belanja masyarakat, seperti masyarakat yang mulai terpengaruh dengan belanja online dibandingkan dengan belanja secara langsung. Hal ini disebabkan adanya perubahan pada teknologi digital dan pandemi yang membuat masyarakat lebih memilih untuk berbelanja secara online, karena selain mudah juga harga yang dipatok juga lebih terjangkau. Sejalan dengan penelitian yang mengungkapkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta kebijakan pemerintah saat pademi Covid berdampak pada perubahan di berbagai bidang salah satunya bidang ekonomi yang berdampak pada perubahan gaya hidup, termasuk pola konsumsi dan berbelanja (Johan Wahyu Wicaksono, 2022).
Implementasi Manajemen Strategi 78 b. Persaingan pameran dan bazar lain yang diselenggarakan oleh pihak swasta yang dinilai lebih inovatif dan menarik banyak pelanggan. Hal ini disebabkan karena pihak swasta biasanya lebih berani menciptakan bazar atau pameran dengan tema baru degan memanfaatkan berbagai macam teknologi dalam memberikan pengalaman terhadap pengunjung. c. Perubahan akan kondisi ekonomi seperti krisis atau resesi juga dapat menjadi ancaman bagi Disperindag dalam melaksanakan kegiatan pemasaran yang rutin dilakukan. Seperti halnya saat pandemi Covid-19, dimana terjadinya pembatasan sosial dan masyarakat umumnya mengalami penurunan daya beli yang berdampak negatif pada pameran dan bazar yang rutin dilaksanakan. Dampak negatif tersebut berupa pembatalan beberapa bazar dan pameran yang diselenggarakan pemerintah pusat dalam upaya pembatasan sosial. B. Keberhasilan Implementasi Strategi Kegiatan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Strategi Disperindag Jawa Barat dalam memasarkan UMKM dan IKM di Jawa Barat adalah dengan mengadakan kegiatan bazar dan pameran. Bazar merupakan kegiatan memasarkan berbagai macam produk kepada masyarakat luas guna mendukung pengusaha di kawasan tersebut untuk mengembangkan usahanya (Abdi et al., 2023).
Implementasi Manajemen Strategi 79 Sedangkan pameran merupakan salah satu bentuk kegiatan menyajikan suatu barang yang berkaitan dengan karya seni, sehingga karya seni tersebut dapat diapresiasi oleh banyak orang. Pada pelaksanaannya kegiatan pemasaran, strategi pemasaran yang dilakukan oleh Disperindag memiliki target audience sebagai berikut. Pada kegiatan pameran target audience yang dituju adalah seluruh masyarakat Indonesia dan luar negeri yang memiliki ketertarikan terhadap karya seni dan produk-produk yang bernuansa tradisional, dengan penghasilan menengah ke atas, biasanya target audience tersebut merupakan kolektor karya seni yang ingin menambah koleksi karya seni yang dimilikinya. Selain itu, target audience juga berupa orangorang yang mempunyai nilai tinggi terhadap karya seni dan kriya. Sedangkan pada strategi pemasaran berupa kegiatan bazar memilii target audience berupa seluruh masyarakat di Jawa Barat, terlebih masyarakat di sekitar kota Bandung yang didominasi oleh perempuan dan memiliki kebutuhan akan konsumsi serta sembako yang tinggi, dengan penghasilan menengah ke bawah. Berdasarkan uraian dari penjelasan target audience diatas, maka kampanye pemasaran dilakukan dalam kegiatan tersebut, meliputi kampanye digital di beberapa media sosial, kampanye dari mulut ke mulut, dan sebagiannya. Dalam melaksanakan kegiatan pemasaran berupa bazar dan pameran, ada beberapa strategi kampanye yang dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut. Membentuk tim penyelenggara serta pembagian tugas terhadap tim yang bersangkutan. Memilih media yang tepat dalam mempromosikan pameran, hal ini dapat
Implementasi Manajemen Strategi 80 mencakup media sosial, brosur, iklan cetak, dan sebagiannya. Pembuatan konten grafis yang menarik yang berisi infografis yang menarik dan informatif, meliputi artikel, gambar di sosial media, dan sebagiannya. Strategi kampanye pemasaran yang dilakukan saat pelaksanaan kegiatan pemasaran tersebut dapat meliputi hal-hal seperti membangun booth pameran yang menarik dan mencerminkan citra merek yang dibangun oleh masing-masing UMKM, serta melakukan kegiatan menarik untuk menarik konsumen berupa demo produk; tanya jawab; dan sebagainnya. Salah satu dampak nyata akan kampanye pemasaran serta kegiatan pemasaran yang diselenggarakan oleh Disperindag Jawa Barat adalah bangkitnya UMKM dan IKM setelah pandemi, terlebih dalam bidang kriya. Pada salah satu kegiatan pameran yang dilakukan, yaitu PKJB tahun 2023 mampu menghasilkan nilai perputaran ekonomi sebesar 2,5 miliar dengan melibatkan sebanyak 120 UMKM dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Selain itu kegiatan PKJB 2023 juga sukses dalam mencapai tujuan untuk meningkatkan kemmapuan masyrakat dan pelaku UMKM dalam literasi digital. Contoh lainnya adalah pada partisipasi pameran Inacraft, Jawa Barat berhasil menjadi icon Inacraft 2022. Hal ini menunjukan kesuksesan kerjasama antara Diperindag dan Dekranasda Jawa Barat dalam membangun brand awareness UMKM terhadap masyarakat lokal dan internasional. Namun terdapat penurunan akan keberhasilan pada kegiatan bazar yang dilakukan setiap bulan oleh Disperindag Jawa Barat. Hal ini dikarenakan lokasi bazar yang dipindahkan ke Pasar Kreatif yang kurang diketahui oleh audience.
Implementasi Manajemen Strategi 81 C. Kesimpulan Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan UMKM dan IKM di Jawa Barat adalah dengan kegiatan bazar dan pameran. Bazar tersebut dapat berupa partisipasi dengan pihak lain dan bazar yang diadakan oleh Disperindag sendiri. Sementara kegiatan pameran mengacu pada partisipasi pameran besar yang diadakan oleh pemerintah pusat dalam menyokong dan mempromosikan UMKM di bidang kriya terhadap masyarakat luas. Peningkatan yang dapat Disperindag Jawa Barat dalam melaksanakan kampanye pemasarannya adalah dengan mempertimbangkan kemajuan teknologi dalam mempromosikan kegiatan pemasarannya, seperti halnya melakukan paid promotion pada akun-akun dengan pengikut banyak di Instagram. Memperluas jangkauan pemasaran yang dilakukan dengan membuat konten promosi kegiatan dengan konten yang informatif dan mudah dijangkau masyarkat luas. Disperindag Jawa Barat harus mengawasi kegiatan bazar dan pameran .Hal ini dapat memberikan pengetahuan masyarakat terhadap kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh Disperindag. Selain itu, Dispeprindag juga harus melaksanakan monitoring terhadap para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam bazar dan pameran tersebut. Hal ini karena sering kali terdapat pelaku UMKM yang pergi sebelum bazar berakhir. Pada kesimpulannya strategi bazar dan pameran dalam pemasaran yang dilakukan Disperindag memerlu-
Implementasi Manajemen Strategi 82 kan peningkatan dalam beberapa aspek. Hal ini bertujuan agar kegiatan tersebut dapat semakin berkembang dan mencapai tujuannya, yaitu mengembangkan UMKM di Jawa Barat.
Implementasi Manajemen Strategi 83 Optimalisasi Sumber Daya Manusia dan Persiapan Pensiun Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Syakira Noorbani Yusuf
Implementasi Manajemen Strategi 84 1. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Disperindag merupakan perangkat daerah yang bertanggungjawab atas pembangunan sektor industri dan perdagangan di daerah Jawa Barat. (Disperindag Jabar, 2020) bertanggung jawab dalam menjalankan tugas tugas- terkait pemerintahan daerah di sektor industri maupun di sektor perdagangan, termasuk industri agro, kimia, tekstil dan aneka, industri logam, mesin, alat transportasi dan elektornika, perdagangan luar negeri, perdagangan dalam negeri, dan perlindungan konsumen yang menjadi kewenangan Daerah Provinsi. 2. Sejarah Singkat Terbentuknya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Pada masa pemerintahan Hindia Belanda (1905-1933, dibentuk Departemen bernama Vanlanbouw Vuverheid and Handle di Bogor yang bertanggung jawab atas urusan mengenai bidang pertanian dan perdagangan. Setelah itu, nama dan strukturnya berubah menjadi Departemen Economiche Zaken yang berpusat di Jakarta. Pada tahun 1950, menjadi Jawatan Dinas Perindustrian untuk Daerah Otonom, kemudian mengalami beberapa perubahan nama dan struktur hingga akhirnya bergabung dengan Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat menjadi Disperindag sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22b Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. 3. Visi dan Misi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Visi: ‛Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolabolasi‛.
Implementasi Manajemen Strategi 85 Misi: ‛Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Usaha Ekonomi Umat yang Sejahtera Dan Adil Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital dan Kolaborasi dengan Pusat-Pusat Inovasi Serta Pelaku Pembangunan‛. 4. Pentingnya Manajemen SDM Dalam Kesuksesan Perusahaan Sumber daya manusia memiliki peran yang sangat krusial, karena suatu bangsa atau negara yang sumber daya manusianya lemah akan mengalami kemandekan dalam aktivitas pembangunannya. Perusahaan juga memerlukan SDM yang terampil untuk mengelola sistemnya dengan baik, yang melibatkan pelatihan, pengembangan, motivasi, dan aspek lainnya. 5. Sumber Daya Manusia Merupakan Aset Organisasi Menurut (Tjutju & Suwatno, 2006) SDM merupakan aset yang sangat penting bagi suatu organisasi, sehingga peranya tidak dapat digantikan oleh teknologi yang modern sekalipun. Tanpa kehadiran SDM yang profesional, semua hal akan kehilangan makna nya. Meskipun begitu SDM tetaplah harus dapat beradaptasi dengan tututan global yang terus berkembang tanpa batas. Hal ini tentu saja akan mendorong SDM untuk memiliki kemampuan, pengetahuan, konsep diri, serta keterampilan yang dapat memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan. 6. Peran Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut (Badriyah Mila, 2015) untuk memastikan kesuksesan perusahaan, Manajemen SDM harus melakukan beberapa langkah kunci seperti (1) melaksanakan analisis posisi kerja/jabatan, (2) merencanakan kebutuhan pegawai dan
Implementasi Manajemen Strategi 86 merekrutnya, (3) melakukan seleksi karyawan, (4) memberikan pelatihan bagi karyawan, (5) menetapkan upah dan gaji, (6) menyediakan insentif serta program kesejahteraan bagi karyawan, (7) menilai dan mengevaluasi kinerja karyawan secara berkala. 7. Sumber Daya Manusia Penting Bagi Peran Manajer MSDM juga membantu manajer untuk mensukses kan perusahaan, MSDM ini dapat membantu dalam menghindari beberapa masalah potensial seperti: (1) memperkerjakan karyawan yang tidak sesuai posisi mereka, (2) keberadaaan karyawan yang kurang kompeten, (3) karyawan yang berpikir bahwa gaji mereka tidak adil, (4) praktik kerja yang tidak adil. 8. Aspek Kegiatan Perusahaan Pada tulisan ini, penulis akan mengkhususkan pembahasan pada bagian unit kerja Sekretariat dikarenakan penulis melakukan kegiatan praktik kerja lapangan di Subbagian Kepegawaian dan Umum. Dalam subbagian ini, penulis terlibat dalam kegiatan administrasi kepegawaian, seperti membantu membuat laporan, membuat nota dinas, mengelola data mutasi, pembinaan disiplin, serta mengurus kesejahteraan dan pegawai yang akan pensiun di Disperindag dan UPTD. 9. Tujuan Penulisan a. Untuk mengetahui hasil dari analisis jabatan saat menetapkan struktur jabatan dan analisis beban kerja dalam merencanakan kebutuhan pegawai Disperindag. b. Untuk mengetahui strategi apa yang dilakukan dalam persiapan pensiun pegawai Disperindag.
Implementasi Manajemen Strategi 87 c. Untuk mengetahui keberhasilan dari implementasi strategi persiapan pensiun yang dilakukan Disperindag. A. Analisis Kebutuhan Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Disperindag Prov. Jawa Barat memiliki keterkaitan yang erat dengan masyarakat di sektor industri dan perdagangan. Oleh karena itu, ketersediaan pegawai haruslah tercukupi guna mendukung visi Disperindag yang berbasis inovasi dan teknologi. Di dunia kerja sektor publik, proses seleksi pegawai pemerintahan daerah merupakan tahap penting sebelum seseorang pegawai itu menjadi pegawai PNS. Prosedur ini dilakukan oleh pemerintah melalui proses rekrutment. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014, pola rekrutmen berada pada tataran pengadaan ASN (PNS & PPPK) dijelaskan mulai dari pasal 58 hingga 67. Tahapan-tahapan tersebut mencakup pengisian jabatan fungsional dan administratif dalam suatu organisasi publik. Proses pengadaan pegawai ini didasarkan pada perhitungan kebutuhan pegawai yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam menetapkan dan menyusun kebutuhan pegawai publik. Penetapan kebutuhan jumlah jabatan fungsional dan struktural serta jenis jabatannya ini didasarkan pada analisis jabatan dan analisis beban kerja yang disiapkan oleh instansi pemerintah untuk periode lima tahun yang
Implementasi Manajemen Strategi 88 kemudian diuraikan tahun demi tahun berdasarkan prioritas kebutuhan. 1. Analisis Jabatan a. Melengkapi Identitas Jabatan dalam Kualifikasi Jabatan Dalam analisis jabatan, informasi pegawai yang terkandung dalam identifikasi jabatan sangat penting untuk mengenali setiap pegawai secara tepat dan jelas. Idetifikasi jabatan ini mencakup nama jabatan, kode jabatan kelas jabatan, dan unit kerjanya. Rinciannya dalam kriteria jabatan juga tercermin dalam struktur organisasi tata kerja (SOTK) pegawai. b. Syarat Jabatan Di Disperindag persyaratan pekejaan merupakan hal yang harus dipenuhi untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Strandar persyaratan jabatan pada Disperindag diambil dari pendidikan terakhir, rumpun diklat, pengalaman kerja, kompetensi, bakat kerja, minat kerja, dan upaya fisik. c. Pemahaman Ikhtisar Jabatan Berdasarkan Uraian Tugas Hal ini mengacu pada pemahaman terhadap ikhtisar jabatan berdasarkan tugas kesehariannya yang dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku. Seluruh pegawai Disperindag harus memiliki pengetahuan mendalam tentang bidang pekerjaannya, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap efisiensi dan hasil kerja yang efektif. d. Hubungan Tugas dan Tanggung Jawab
Implementasi Manajemen Strategi 89 Tugas dan tanggung jawab saling terhubung. Tugas merujuk pada pekerjaan yang harus diselesaikan segera, sementara tanggung jawab mencakup semua detail dari pekerjaan yang telah diselesaikan dan harus dipertanggungjawabkan kepata atasan. e. Penggunaan Perangkat Kerja Perangkat kerja adalah alat atau acuan yang digunakan dalam mengolah bahan kerja menjadi hasil kerja. Di Disperindag alat kerja ini meliputi: Meja, Kursi Kerja, Komputer, ATK, Filling Kabinet, mesin fotocopy, mesin print, dll. Dengan kelengkapan pada perangkat kerja, maka pegawai bisa lebih fokus dan mengurangi kesalahan dalam melaksanakan tugasnya. 2. Analisis Beban Kerja a. Norma Waktu Norma waktu ini bagaikan sebuah pedoman yang digunakan oleh pegawai di Disperindag untuk menyelesaikan tugas dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini dapat dianggap sebagai standar waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pengerjaan tugas. b. Jam Kerja Efektif Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1995 telah menetapkan bahwa jam kerja efektif dapat berlangsung selama 37 jam 40 menit dalam 5 atau 6 hari kerja. Pada jam istirahat pegawai dinas perindustrian dan perdagagan akan memanfaatkan jam istirahat di area kantin dan
Implementasi Manajemen Strategi 90 kantor sehingga pegawai yang sudah menyelesaikan jam istirahatnnya tidak terlambat untuk melanjutkan pekerjaan kembali. B. Strategi Persiapan Pensiun Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Pengakhiran hubungan kerja termasuk dalam bagian manajemen yang berfokus pada siklus hidup karyawan, jika sub bagian sebelumnya membahas tentang kebutuhan pegawai yang bisa diselesaikan dengan rekrutment pegawai, dan penyusun kembali jumlah jabatan, maka sub bagian ini akan membahas pengakhiran hubungan kerja atau yang lebih dikenal dengan pensiun. (Turner, 1991)menjelaskan pensiun sebagai akhir dari tugas suatu pekerjaan formal dan awal dari suatu peran baru dalam kehidupan, diantaranya berupa harapan perilaku selanjutnya dan bagaimana melakukan mendefinisi ulang atas diri. Ada dua jenis pensiun yang umum, yaitu pensiun awal dan pensiun regular, dimana keduanya masing-masing membutuhkan persiapan yang matang. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa setiap pegawai yang pensiun akan memberikan dampak yang signifikan pada individu seperti dampak psikologis, dampak sosial, dan dampak ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan persipan yang matang terutama dalam hal merencanakan aktivitas di masa pensiun dan mengelola keuangan yang baik agar masa pensiun dapat dijalani dengan nyaman dan bahagia. Menurut penelitian (IG Wursanto, 1988), adapun sebab-sebab pegawai itu diberhentikan, antara lain: (1)