SENI ARSITEKTUR TIMUR 51 Seni Persia (Farichatun Nisa’aulina) Seni Persia, sebagai manifestasi kekayaan budaya yang telah melintasi ribuan tahun, membentang dari zaman kuno hingga zaman modern. Dalam perjalanan sejarahnya, seni Persia mencerminkan keberagaman ekspresi seni, filosofi, dan kepercayaan yang membentuk identitas uniknya. Artikel ini akan membahas perjalanan seni Persia dari sejarahnya yang kuno, falsafah yang melandasi karya-karyanya, dinamika sosial budayanya, hingga aspek estetika, desain, dan artefak yang menjadi saksi bisu perjalanan panjangnya. PEMBAHASAN Sejarah Seni Persia Seni Persia kuno, bermula dari peradaban Achaemenid pada abad ke-6 SM, merangkum beragam ekspresi seni yang mencakup sastra, musik, tari, dan seni visual. Ciri khas kekaisaran Persia termanifestasi dalam layanan pos inovatif, jaringan jalan raya, dan sistem administrasi maju. Seni ukir Persia mencakup penggunaan alat ukir pada batu, keramik, dan perak, menampilkan motif gambar dewa, pahlawan mitologi, dan potret raja. Pengolahan logam Persia melibatkan emas dan perak, menciptakan gelang, perhiasan, dan patung. Budaya tenun Persia mencakup tenun hias, tampahan, dan berdampingan. Arsitektur Persia kuno, menggunakan batu dan keramik, membangun beragam struktur, termasuk bangunan kuil dan lang. Seni rupa Persia melibatkan patung dan relief batu besar yang menggambarkan tokoh-tokoh penting. Terinspirasi oleh seni Sumeria, Yunani, dan Cina, seni Persia menciptakan
52 SENI ARSITEKTUR TIMUR Seni Persia, sebagai manifestasi kekayaan budaya yang telah melintasi ribuan tahun, membentang dari zaman kuno Gambar 1 Contoh Lukisan Persia identitas uniknya melalui seni ukir, pengolahan logam, tenun, dan arsitektur. Falsafah Seni Persia Falsafah seni Persia telah berkembang selama ribuan tahun dan dipengaruhi oleh berbagai peradaban dan agama, termasuk Zoroastrianisme dan Islam. Salah satu ciri khas budaya Persia adalah kecintaannya pada seni, termasuk sastra, musik, tari, dan seni visual. Seni Persia kuno dipengaruhi oleh Seni Sumeria, Seni Yunani, dan Seni Cina. Dampak dari karakteristik tradisional ini dapat dilihat pada karya seni yang diciptakan. Sebelum munculnya Era Achaemenid, budaya Persia berada dalam tahap perkembangan yang lebih formatif. Dengan munculnya masing-masing kerajaan, seni Persia perlahan dipengaruhi oleh masuknya budaya dan ide yang berbeda. Pada jatuhnya Era Sassanid, Persia menjadi bagian dari dunia Islam, di mana telah sejak itu gaya seni rupa Islam mulai berkembang, yang selanjutnya mempengaruhi jenis patung dan karya seni yang diciptakan Sosial Budaya Seni Persia Karakteristik unik bangsa Persia terbentuk melalui kehidupan sosial, politik, budaya, ekonomi, dan kepercayaan. Awalnya suku nomaden, mereka bertransisi menjadi pemukim dan petani dengan sistem kekerabatan shiachat.com researchgate.net
SENI ARSITEKTUR TIMUR 53 Seni Persia, sebagai manifestasi kekayaan budaya yang telah melintasi ribuan tahun, membentang dari zaman patrilineal. Masyarakatnya dikenal sebagai berhati ikhlas, pemurah, dan suka menjamu tamu, dengan mata pencaharian utama bertani dan berternak biri-biri serta kambing. Dalam hal kepercayaan, Peradaban Persia memperkenalkan Zoroastrianisme, Manikeanisme, Bahá’í, dan memengaruhi agama Kristen. Kebudayaan Persia atau Iran, berpengaruh secara global, menciptakan jejaknya hingga Nusantara. Seni Persia, dipengaruhi oleh Sumeria, Yunani, dan Cina, mengalami evolusi selama periode kerajaan, memadukan berbagai budaya dan ide. Pasca-jatuhnya Sassanid, Persia menyatu dengan dunia Islam, membentuk gaya seni rupa Islam yang memengaruhi jenis patung dan karya seni Persia. Estetika dalam Seni Persia Estetika dalam seni Persia mencakup seni lukisan, rupa, dan kaligrafi dengan pengaruh yang signifikan. Seni lukisan Persia kuno menonjolkan penggunaan tekstur, warna, dan motif menarik yang mempengaruhi cara penggambaran. Seni rupa Persia, melalui patung dan relief batu besar, mencerminkan estetika dalam desain dan penggambaran gambar dewa, pahlawan mitologi, dan tokoh penting. Seni kaligrafi Persia menitikberatkan estetika dalam seni menulis dengan pengaruh pada desain kaligrafi. Penggunaan warna dan tekstur menciptakan efek visual yang menarik. Selain dipengaruhi oleh agama dan budaya, seperti Zoroastrianisme, seni Persia juga tercermin dalam kerajinan tradisional yang mencakup seni lukisan, rupa, dan kaligrafi, arabamerica.com
54 SENI ARSITEKTUR TIMUR Seni Persia, sebagai manifestasi kekayaan budaya yang telah melintasi ribuan tahun, membentang dari zaman patrilineal. Masyarakatnya dikenal sebagai berhati ikhlas, pemurah, menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini serta mempertahankan nilai budaya yang unik. Desain dalam Seni Persia Desain dalam seni Persia, melibatkan seni lukis, rupa, kaligrafi, dan kerajinan tradisional, mencakup penggunaan tekstur, warna, dan motif menarik. Seni lukis Persia menonjolkan beragam elemen, sementara seni rupa Persia, melalui patung dan relief batu, menggambarkan gambar dewa, pahlawan mitologi, serta tokoh penting. Seni kaligrafi Persia fokus pada seni menulis dengan estetika. Kerajinan tradisional Persia, mencakup seni lukis, rupa, dan kaligrafi, memanfaatkan warna dan tekstur yang menarik. Desain ini dipengaruhi oleh agama dan budaya seperti Zoroastrianisme, Manikeanisme, dan Islam, menciptakan jembatan antara masa lalu dan kini sambil mempertahankan nilai budaya dan sejarah yang unik. Artefak dalam Seni Persia Artefak dalam seni Persia, mencakup koleksi seni dan benda bersejarah, menjadi jendela yang mengungkapkan kekayaan budaya Iran selama ribuan tahun. Pameran “Epic Iran” di Museum Victoria & Albert London menghadirkan lebih dari 300 artefak, termasuk manuskrip, keramik, karpet, tekstil, dan foto, yang melibatkan periode Iran antimateri.com architecturecourses.org
SENI ARSITEKTUR TIMUR 55 kuno, Islam, hingga Iran modern. Karya-karya berharga seperti Silinder Koresh dan Lion Rhyton menjadi perwakilan peninggalan kuno, sementara artefak modern, seperti karya Shirin Aliabadi, juga turut meramaikan pameran tersebut. Seni Persia, melibatkan lukisan, arsitektur, pahatan, kaligrafi, dan kerajinan tradisional, mencerminkan pengaruh dari berbagai peradaban seperti Sumeria, Yunani, dan Cina. Selain itu, artefak seni Persia mencerminkan perubahan sejarah dan perkembangan budaya, termasuk pengaruh Islam dalam seni rupa setelah jatuhnya Kekaisaran Persia Pertama.
56 SENI ARSITEKTUR TIMUR Seni China (Pramudita Natarina Surono) Awal Sejarah Seni China Tahukah kamu awal mula sejarah seni China? Di awali dengan kebudayaan Neolitik yang menghasilkan banyak artefak dicat tembikar, seni yang terbuat tulang dan ornamen dan ukiran-ukiran batu giok dengan desain yang mulai modern. Pada saat itu, penggalian di B’ei-li-kang dekat Luo-yang sampai saat ini bahan-bahan yang ditemukan di situs itu berumur sekitar 6000–5000 SM lho. Di awal tahun 1970 penggalian makam kerajaan Shih-huang TI mengungkapkan serangkaian gambar terakota penguburan. Di Henan, tepatnya desa Yang-shao memberikan namanya pada budaya yang berkembang dari 5000 untuk 3000 SM Ban-p’o barang tembikar buatan tangan dan daerah diproduksi ware merah dipoles yang dicat hitam dengan desain spiral yang berputar-putar dan desain geometris, kadang-kadang dengan wajah-wajah manusia. Kemudian, di Ma-jia-yao di Gansu, tembikar sikat-dicat menjadi lebih indah dengan mulai mendapat sentuhan desain. Pada saat itu pengetahuan tentang seni Cina kuno terbatas dari sebagian besar karya tembikar, perunggu, tulang, dan jade. Oracle Bones, potongan-potongan tulang atau tempurung kura-kura (wordpress.com)
SENI ARSITEKTUR TIMUR 57 Falsafah Seni China Seorang ahli falsafah China bernama Mencius, menyatakan bahawa semua benda di dunia ini termasuk ilmu terbahagi kepada dua kategori umum: Yin dan Yang. Apasih Yin dan Yang itu? Yin dan Yang adalah simbol mengenai keharmonian yang saling bertindak di antara unsur-unsur yang bertentangan dan berpasangan pada alam ini seperti baik dan jahat, kegelapan dan kecerahan, air dan api, langit dan bumi serta lelaki dan perempuan. Kesinambungan dan perhubungan di antara keduadua unsur yang berpasangan dan bertentangan ini telah mempengaruhi kehidupan masyarakat China. Sosial Budaya Seni China Ada yang menarik nih dari Budaya China, karena budaya China tercatat sebagai salah satu yang tertua di dunia lho. Negara China atau juga Tiongkok merupakan negara yang memiliki pengaruh besar terhadap budaya negara lain, contohnya, Jepang dan Korea. China memiliki daratan terluas keempat di dunia, Tiongkok tercatat sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak. Tiongkok tak hanya dikenal karena keindahan alam dan kulinernya saja, melainkan juga dikenal sebagai negara asal panda dan penghasil sutra terbaik. Perkembangan sosial budaya China tak lepas dari falsafah yang mengutamakan pemikiran praktis. Masyarakat Tiongkok tidak takut mengalami kegagalan. Justru hal inilah yang membuat mereka menjadi kuat dan tahan banting. Mental baja dan minim rasa iri inilah yang mendorong mereka meraih kesuksesan. Pasar China Melihat kondisi sosial budaya China saat ini, tak heran apabila China kini sejajar dengan negara maju. Tidak hanya mengentaskan kemiskinan, China sukses membangun kerajaan bisnis hingga skala internasional. Tentunya, kesuksesan ini merupakan intipseleb.com
58 SENI ARSITEKTUR TIMUR buah dari ketekunan, dan tak mudah putus asa. Mengenal lebih jauh Budaya china, apakah ciri khas budaya china? lho memangnya ada? tentu ada, Ciri khas budaya China tampak dari lambang naga dalam seluruh keseniannya, baik seni rupa, kerajinan, maupun seni peran. Naga dianggap sebagai makhluk istimewa karena melambangkan kekuatan, keberanian, kebaikan, dan keberuntungan. Logo Gambar Naga Dengan latar Merah & Kaligrafi China Selain itu, China juga identik dengan warna merah. Menurut kepercayaan masyarakat China, merah melambangkan keberhasilan, keberuntungan, kesenangan dan pembawa nasib baik. Tidak heran apabila lukisan naga dan warna merah mendominasi perayaan Imlek yang digelar setiap tahunnya. Kaligrafi juga menjadi ciri khas Tiongkok lho. Kaligrafi sendiri telah ada di Tiongkok sejak abad ke-2. Dahulu, tulisan ini dijadikan sebagai cara untuk menyampaikan sebuah gagasan dan keindahan abstrak garis. Estetika Seni China Taosime (Lao Tzu), Konfusianisme ( Kong Fu Tze), Mohisme (Mo Tzu), Legalisme (Guang Zhoung) dan Budisme, merupakan aliran filsafat China yang menjadi dasar masyarkat cina pada saat itu. namun yang paling populer adalah Taosisme karena banyak diyakini oleh masyarakat china mulai dari tahun 550. Tao yang merupakan suatu paham yang banyak diyakini di Cina, mengilhami banyak Hsien Ho dalam melahirkan 6 unsur espinterest.com gotravelly.com
SENI ARSITEKTUR TIMUR 59 tetik dan prinsip seni cina atau biasa dengan disebut dengan Canon yakini : 1. Prinsip yang menggambarkan bersatunya roh semesta dengan dirinya, sehingga dengan demikian seorang seniman dapat menangkap unsur keindahan dari Tao yang kemudian ditampilkan dalam wujud karya-karya seni 2. Prisnsip yang menggambarkan kemampuan menyerap roh Chi atau roh kehidupan dengan cara mengesampingkan bentuk dan warna yang semarak, dengan tujuan untuk menampilkan makna spiritual dalam karya seninya. 3. Prinsip dalam merefleksiakan objek dengan menggambar bentuk aslinya; yaitu konseksuen dalam menggambar objek yang dilukis atau disusun, artinya seni cina yang mmengtingkan esensi dibanding dengan eksistensinya 4. Prinsip keselarasandalam penggunaan warna, dalam artian penggunaan warna yang bersifat simbolis. 5. Prinsip komposisi atau penyusuan suatu penempatan objek dengan pertimbangan dan susunan sebelum berkarya. 6. Prinsip reproduksi suatu karya, hal ini dilakukan agar nilai dan unsur yang terkandung dalam suatu karya dapat disebar luaskan dan di nikmati oleh banyak orang. Contoh seni lukis dengan unsur Conon: taosisme dalam seni lukis china Artefak Seni China Apakah kamu tertarik untuk mengoleksi atau mempelajari artefak kuno Tiongkok? Artefak merupakan barang eksklusif buatan manusia yang seringkali sulit didapat. Itu adalah objek yang dapat membuktikan atau mendukung sejarah. Para arkeolog menggunakan ini untuk melakukan penelitian dan menemukan apa yang terjadi sebelum zaman kita. pinterest.com
60 SENI ARSITEKTUR TIMUR Artefak Tiongkok menarik untuk diteliti karena kaya akan latar belakang sejarah. Seni Tiongkok kuno ini menunjukkan budaya dan kepercayaan orang-orang dari masa lalu. Banyak yang mengoleksi karya seni Tiongkok kuno untuk dijadikan koleksi atau menghiasi rumah mereka. Artefak Tiongkok tersedia dalam berbagai jenis. Patung, bejana, dan lukisan Tiongkok adalah artefak umum yang tersedia hingga saat ini. Seni pahat Tiongkok memamerkan kehidupan masyarakatnya. Pematung menggunakan elemen berbeda untuk menampilkan cerita mereka. Mereka mempresentasikan keyakinan dan pandangan hidup mereka melalui seni pahat. Mereka menggunakan kapal Tiongkok untuk menaruh persembahan kurban seperti biji-bijian, daging, dan anggur. Wadah tersedia dalam bentuk piring, pot, dan vas juga. Terdapat ukiran atau desain spiral pada bejana perunggu. Namun, para ahli tidak mengetahui arti dibalik desain tersebut. Seniman melukis di atas sutra atau kertas beras, bukan di kanvas sebelumnya. Kamu dapat melihat pandang para masyarakat terhadap alam. Pandangan politik dan filosofi mereka mungkin juga tercermin dalam lukisan mereka. Pesan dan gaya lukisan ini berubah di setiap dinasti. Mereka mengungkapkan pemikirannya melalui lukisan dan bentuk seni lain seperti menulis. Ingatlah bahwa mereka melukis di atas sutra atau kertas beras asli seni Tiongkok kun. Citra khas yang mereka gunakan dalam karya seni adalah binatang dan buah-buahan. Hewan yang paling umum termasuk bangau, singa, kuda, dan monyet. Untuk buahnya menggunakan peach, orange, apple, dan pear. artisoo.com
SENI ARSITEKTUR TIMUR 61 Seni Jepang (Ridwan Syah Putra) Seni Jepang memiliki sejarah dan perkembangan yang sangat kaya, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti budaya, agama, dan perkembangan sejarah di Jepang. Berikut adalah beberapa bagian penting seni Jepang: Budaya dan Filosofi, Seni Lukis, Seni Taman, Seni Keramik dan Kriya, Pengaruh Barat, Pelestarian Tradisi. Terdapat beberapa contoh dan ilustrasi pada seni jepang : 1. NAGASHI-BINA Nagashi-bina adalah tradisi yang terkait dengan perayaan Hina-matsuri di Jepang, yang dirayakan untuk merayakan pertumbuhan, kebahagiaan, dan kesejahteraan anak perempuan. Festival ini berlangsung setiap tahun pada tanggal 3 Maret. Salah satu aspek khas dari Hina-matsuri adalah Nagashi-bina, yang secara harfiah berarti “mengalirkan boneka”. Pada Hina-matsuri, orangorang menampilkan Hina-ningyo, yaitu sepasang boneka tradisional Jepang yang mewakili keluarga kekaisaran zaman Heian. Hina-ningyo terdiri dari boneka Kaisar (Odairi-sama) dan Kaisarina (Ohina-sama), serta boneka-boneka pengiring seperti musisi, pelayan, dan pejabat istana lainnya. Nagashi-bina adalah tindakan melepas boneka-boneka Hina-ningyo ke dalam aliran air, seringkali sungai atau laut. Proses ini dianggap memiliki makna simbolis yang mendalam dalam budaya Jepang: 1) Persiapan : Sebelum Nagashi-bina, Hina-ningyo ditata dengan indah di panggung yang disebut “hina-dan” atau rak khusus untuk boneka-boneka ini. Biasanya, ada tujuh tingkat panggung, dengan boneka Kaisar dan Kaisarina ditempatkan di tingkat paling atas, diikuti oleh pengiring mereka di tingkat bawahnya. 2) Makna Simbolis : Melepas Hina-ningyo ke sungai atau laut dianggap sebagai tindakan menghilangkan kesialan, masalah, atau energi negatif yang mungkin memengaruhi anak perempuan. Ini juga diinterpretasikan sebagai cara untuk memohon keberuntungan, kesehatan, dan kebaha-
62 SENI ARSITEKTUR TIMUR giaan bagi anak perempuan dalam masa pertumbuhannya. 3) Ritual Pengusiran Kesialan : Proses Nagashi-bina dianggap sebagai bentuk ritual pengusiran kesialan dari anak perempuan. Orang-orang percaya bahwa air yang mengalir akan membawa semua kesialan atau masalah menjauh dari mereka, membawa keberuntungan dan kesuksesan. 4) Momen Bersama Keluarga dan Komunitas : Nagashi-bina juga menjadi momen penting yang mempersatukan keluarga dan komunitas. Orang-orang berkumpul bersama untuk merayakan, memperkuat hubungan, dan berbagi harapan dan doa bagi anak perempuan dalam masyarakat. Setelah Nagashi-bina selesai, biasanya Hina-ningyo dibungkus kembali dengan hati-hati dan disimpan hingga perayaan berikutnya. Ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian yang berharga dari warisan budaya Jepang yang menekankan pentingnya keluarga, harapan untuk masa depan yang cerah bagi anak perempuan, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan. 2. KOI-NOBORI Koi-Nobori adalah seni tradisional Jepang yang berkaitan dengan perayaan Hari Anak (Kodomo no Hi), yang juga dikenal sebagai Hari Koi-Nobori. Hari Anak dirayakan pada tanggal 5 Mei setiap tahunnya di Jepang untuk merayakan dan mendoakan pertumbuhan, kebahagiaan, dan kesejahteraan anak-anak. Koi-Nobori secara harfiah berarti “bendera ikan mas” dalam bahasa Jepang. Seni ini terkait dengan tradisi menggantung bendera yang menggambarkan ikan quintessentialantiquedolls.wordpress.com id.quora.com
SENI ARSITEKTUR TIMUR 63 mas (koi) yang sedang berenang di atas air. Ikan mas dianggap sebagai simbol keberanian, daya tahan, dan kesuksesan dalam budaya Jepang. Bendera-bendera Koi-Nobori biasanya terbuat dari kain yang dibentuk menyerupai ikan mas. Mereka sering dihiasi dengan warna-warna cerah dan motif-motif yang indah. Ada beberapa bendera yang digantung, biasanya satu besar yang mewakili bapak, diikuti oleh bendera yang lebih kecil mewakili anak-anak di rumah. Bendera-bendera Koi-Nobori ditempatkan di atas tiang atau tiang-tiang yang ditarik tegak lurus di halaman rumah, di tepi jalan, atau di sekitar tempat-tempat umum lainnya menjelang Hari Anak. Ada juga tempat-tempat wisata atau sungai yang menggantung bendera-bendera ini untuk merayakan perayaan tersebut. Tradisi Koi-Nobori ini memiliki makna simbolis yang dalam: 1) Simbolisme Ikan Mas: Ikan mas dianggap sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan ketahanan, karena ikan mas cenderung berenang terhadap arus sungai dan bergerak secara vertikal. Ini diharapkan menginspirasi anakanak untuk mencapai kesuksesan, seperti ikan mas yang berjuang melewati sungai. 2) Doa untuk Pertumbuhan Anak : Koi-Nobori adalah cara bagi orang tua untuk mendoakan pertumbuhan dan keberhasilan anakanak mereka. Ini juga mencerminkan harapan bagi anak-anak untuk menjadi kuat dan gigih dalam menghadapi tantangan kehidupan. 3) Merayakan Hari Anak : Bendera-bendera Koi-Nobori digunakan khususnya untuk merayakan Hari Anak di Jepang, yang juga disebut sebagai Tango no Sekku atau Festival Lima Barang Kesenian. Seni Koi-Nobori adalah cara yang indah dan simbolis bagi masyarakat Jepang untuk menyambut dan merayakan pertumbuhan serta kesuksesan anakanak mereka, sambil menekankan nilai-nilai seperti keberanian, daya tahan, dan harapan akan masa depan yang cerah. 3. OKINASAN Seni boneka Okina-san atau Okina Ningyo adalah bagian dari warisan seni tradisional Jepang yang melibatkan pembua-
64 SENI ARSITEKTUR TIMUR tan dan penggunaan boneka yang menggambarkan sosok laki-laki tua yang bijaksana atau dewa-dewa yang dihormati. Boneka Okina-san biasanya terbuat dari bahan-bahan seperti kayu, kertas, atau kain, dan mereka diukir atau dibuat dengan sangat halus dan detail. Mereka sering memiliki wajah yang diukir dengan ekspresi yang bijaksana, janggut, dan pakaian tradisional yang merepresentasikan orang tua atau figur kebijaksanaan dalam budaya Jepang. Penggunaan boneka Okina-san sering kali terkait dengan upacara atau festival tertentu di Jepang yang menyoroti nilai-nilai kebijaksanaan, keberuntungan, atau perlindungan. Mereka dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti upacara keagamaan, pameran seni, atau bahkan sebagai bagian dari dekorasi tradisional. Boneka Okina-san juga sering ditemukan dalam pertunjukan teater tradisional Jepang seperti Bunraku (teater boneka Jepang) atau dalam cerita-cerita rakyat Jepang yang menceritakan tentang dewa atau figur bijak dalam sejarah dan mitologi Jepang. Menggunakan boneka Okina-san bukan hanya sebagai seni visual, tetapi juga sebagai simbol nilainilai budaya yang dihormati dalam masyarakat Jepang. Mereka memperkuat keterkaitan budaya dan tradisi, serta memainkan peran penting dalam mempertahankan warisan budaya yang kaya di Jepang. Okinasan sendiri berasal dari Ishikawa-ken, salah satu prefektur di Okinawa. Nama lengkap yang sebenarnya dari boneka ini adalah Kaga Hachiman Okiagari, namun penduduk setempat lebih suka sebutan yang lebih pendek, yaitu Okinasan. Kata Kaga berasal dari nama salah satu wilayah yang terdapat di Ishikawa-ken yang memiliki sejarah yang tua. 4. DARUMA Seni Daruma adalah tradisi Jepang yang melibatkan pembuatan dan penggunaan boneka bulat yang menggambarkan Bodhidharma, pendiri Zen Buddhis. Boneejournal.undip.ac.id
SENI ARSITEKTUR TIMUR 65 ka Daruma mewakili semangat kesabaran, tekad, dan tujuan. Mereka sering digunakan sebagai simbol untuk menetapkan dan mencapai tujuan. Dalam budaya Jepang, Daruma dikaitkan dengan keberuntungan dan keberhasilan. Mata Daruma dicat satu per satu: satu saat menetapkan tujuan dan yang lain saat tujuan tercapai. Boneka Daruma biasanya terbuat dari bahan serat md atau kertas yang dipadatkan dan diukir, umumnya berbentuk bulat dan tanpa tangan atau kaki. Mereka memiliki wajah dengan alis tebal dan sering kali hanya memiliki satu mata yang diwarnai. Warna tradisionalnya adalah merah, tetapi saat ini juga ada dalam berbagai warna. 5. KIMONO Kimono adalah pakaian tradisional Jepang yang terdiri dari potongan kain yang dijahit bersama tanpa menggunakan potongan sisi. Biasanya memiliki lengan panjang dan berbagai desain serta pola yang melambangkan musim, perayaan, atau makna simbolis. Kimono sering digunakan dalam acara formal, festival, atau upacara tradisional, mewakili keindahan, keahlian, dan warisan budaya Jepang. Kimono hadir dalam berbagai gaya, bahan, dan motif. Gaya kimono yang paling formal adalah “furisode” yang memiliki lengan panjang yang mencapai pergelangan tangan dan sering dipakai oleh wanita muda untuk acara-acara istimewa. Ada juga jenis kimono lain seperti “yukata” yang ringan dan dipakai di musim panas, serta “uchikake” yang digunakan sebagai gaun pengantin. Kimono bukan hanya sekadar pakaian tradisional Jepang, tetapi juga merupakan salah satu simbol yang paling dihormati dalam warisan budaya Jepang. Mereka mencerminkan keindahan, kehalusan, dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jepang. 6. GYOTAKU Gyotaku adalah seni cetak ikan Jepang yang kuno. Istilah “gyotaku” japanese.binus.ac.id
66 SENI ARSITEKTUR TIMUR berasal dari bahasa Jepang, di mana “gyo” berarti ikan, dan “taku” berarti cetak. Seni ini muncul pada abad ke-19 sebagai cara bagi para nelayan untuk merekam ukuran dan jenis ikan yang mereka tangkap sebelum fotografi menjadi umum. Proses Gyotaku melibatkan menempatkan ikan yang sudah mati pada selembar kain atau kertas, kemudian memolesi ikan dengan tinta atau cat yang tidak beracun. Setelah itu, selembar kain atau kertas yang ditempatkan di atas ikan akan ditekan dan diusap dengan lembut, menciptakan cetakan ikan yang akurat dengan detail skala, sirip, dan fitur unik lainnya. Gyotaku bukan hanya sekadar metode dokumentasi, tetapi juga berkembang menjadi seni yang estetis. Cetakan ikan sering dihiasi dengan warna dan detail tambahan, dan menjadi koleksi seni atau dekorasi dinding yang populer. Meskipun aslinya diciptakan untuk tujuan dokumentasi, Gyotaku telah berkembang menjadi bentuk seni yang dinikmati secara luas dan dipraktikkan sebagai hobi atau seni kreatif di luar Jepang. Gyotaku menggabungkan elemen teknis dan kreatifitas, dan memperlihatkan keindahan alam melalui cetakan yang realistis dari kehidupan laut. 7. SUMINAGHASI Suminagashi adalah teknik cetak Jepang kuno yang menghasilkan pola-pola yang unik dan abstrak di atas permukaan air. Istilah “Suminagashi” sendiri secara harfiah berarti “air yang berlari” dalam bahasa Jepang, mencerminkan prosesnya yang melibatkan tinta yang diatur di atas air. Proses Suminagashi memerlukan keseimbangan antara kontrol dan ketidakterdugaan. Meskipun seniman mengendalikan penempatan tinta, hasil akhirnya sering kali dipengaruhi oleh gerakan air dan elemen-elemen alami lainnya. Ini mengajarkan pentingnya menerima dan menghormati keadaan yang tidak dapat dikendalikan, seiring dengan usaha untuk menciptakan harmoni gyotaku.com/
SENI ARSITEKTUR TIMUR 67 antara pengaruh yang dapat diatur dan yang tidak. Suminagashi mengajarkan pentingnya menerima ketidaktentuan. Meskipun seniman dapat merencanakan pola yang ingin dibuat, interaksi antara tinta dan air sering kali menghasilkan pola yang tidak dapat diprediksi. Hal ini mengingatkan bahwa kehidupan itu sendiri penuh dengan ketidaktentuan, dan kebahagiaan seringkali terletak pada kemampuan untuk menerima dan belajar dari perubahan yang tak terduga. 8. IKEBANA Ikebana adalah seni aransemen bunga Jepang yang menekankan pada keindahan, harmoni, dan kesederhanaan. Istilah “Ikebana” secara harfiah berarti “bunga yang diatur” atau “bunga yang hidup” dalam bahasa Jepang. Lebih dari sekadar sekedar meletakkan bunga di dalam sebuah wadah, Ikebana menggabungkan prinsip-prinsip desain yang rumit dengan filosofi mendalam. Ikebana sering kali mengutamakan penempatan bahan-bahan (seperti bunga, ranting, daun) secara asimetris untuk menciptakan keseimbangan yang estetis. Konsep ini menekankan keindahan dalam ketidaksempurnaan dan keselarasan dari berbagai elemen. Ada berbagai aliran dan gaya dalam Ikebana, masing-masing dengan aturan dan prinsip desain yang berbeda. Dalam praktiknya, Ikebana membutuhkan latihan, kesabaran, dan pemahaman mendalam tentang komposisi, proporsi, dan interaksi antara bahan-bahan yang digunakan. Dengan menekankan pada keseimbangan, kesederhanaan, dan penghargaan terhadap alam, seni Ikebana mencerminkan pandangan hidup Jepang yang mendalam dan dihormati dalam budaya mereka. skdesu.com
68 SENI ARSITEKTUR TIMUR Seni Korea (Meirima Pratama Ulya) Seni Korea telah berkembang sejak zaman kuno, dengan konsep, motif, teknik, dan bentuk estetika yang mirip dengan seni Tiongkok dan Jepang. Keunikan seni Korea dan kehebatan senimannya tercermin dalam kesederhanaan, spontanitas, dan naturalisme yang menjadi ciri khasnya. Sejarah Seni Korea Seni Korea memiliki akar sejak berdirinya koloni-koloni Tiongkok pada tahun 108 SM di wilayah yang sebelumnya merupakan bagian dari Kerajaan Gojoseon. Pada masa Tiga Kerajaan, karya seni Korea mencakup arsitektur pagoda, perhiasan tembikar, dan ukiran sebagai bentuk dedikasi terhadap Buddhisme. Keterampilan seni yang mencolok muncul dari kerajaan Goguryeo, terlihat dalam lukisan dinding di kuburan-kuburan kuno di ibu kota pertama Goguryeo dan di Kangseo, provinsi Pyoyangan Selatan. Falsafah Seni Korea Falsafah ini muncul di Korea pada era Tiga Kerajaan, di mana masyarakat mulai melepaskan diri dari mitos, legenda, dan kepercayaan pendukung sukusuku tersebut. Agama Buddha mengalami berbagai fase perubahan dan perkembangan sebagai hasil dari adaptasi terhadap perubahan lingkungan sosial dan politik, kadang-kadang dipengaruhi oleh perdebatan teoritis. Filsafat seni Korea, yang sebagian besar terbentuk melalui pemikiran dan pengaruh eksternal, terkenal bukan hanya karena konsepnya, melainkan juga karena cara khusus di mana seni tersebut menginternalisasikan sistem pemikiran yang tersebar luas di Asia dan Barat. Kebudayaan Sosial Seni Korea Kebudayaan ini melibatkan peran dan pengaruh seni daidm.wikipedia.org
SENI ARSITEKTUR TIMUR 69 lam kehidupan sosial, mencakup seni tradisional Korea seperti pencak silat, musik tradisional, dan tari tradisional. Sementara itu, seni modern, seperti K-pop dan fenomena Hallyu, telah menciptakan dampak yang signifikan dalam konteks sosial dan budaya Korea secara global. Musik, drama, film, dan mode Korea telah meraih popularitas di seluruh dunia, memainkan peran kunci dalam penyebaran budaya Korea di tingkat internasional. Estetika Seni Korea Estetika ini melibatkan prinsip-prinsip khas yang mencerminkan budaya, sejarah, dan filosofi Korea. Budaya Korea menawarkan keindahan visual yang memukau dan estetika yang menarik. Musik K-pop, dengan tarian yang energik, dan drama Korea, dengan sentuhan yang mempesona, menjadi contoh nyata dari ekspresi estetika yang khas dan memikat. Kaligrafi Korea, atau seni lukis huruf Korea (seoye), adalah seni menulis indah menggunakan aksara Cina yang berkembang di Korea. Kaligrafi ini muncul seiring dengan awal mula penggunaan aksara Cina di Korea. Tulisan tersebut dibuat satu per satu dalam gaya khas penulis menggunakan kuas, membentuk sebuah kalimat yang memiliki makna dan estetika tersendiri. Desain Seni Korea: Desain seni Korea mencakup berbagai bentuk ekspresi artistik, melibatkan seni rupa, arsitektur, dan desain produk. Hanbok (Pakaian Tradisional): Hanbok adalah pakaian tradisional Korea yang menampilkan desain yang indah dan unik. Setiap elemennya, mulai dari warna dan pola hingga gaya dan aksesori, membawa makna simbolis dan historis yang mendalam. Jeogi dan Chima: Jeogori adalah bagian atas dari hanbok, sedangkan chima merupakan rok bagian bawahnya. Desain keduanya mencerminkan estetika yang elegan dan sering kali melibatkan bordir tangan atau motif khas. lister.co.id
70 SENI ARSITEKTUR TIMUR Hanok (Rumah Tradisional Korea): Hanok adalah rumah tradisional Korea yang memiliki desain arsitektur yang unik. Bangunan-bangunan ini seringkali menggunakan bahan alami seperti kayu dan batu, dengan tata letak yang disesuaikan dengan lingkungan alam sekitarnya. Artefak Seni Korea Artefak seni Korea mencakup berbagai karya seni tradisional dan kontemporer yang merefleksikan warisan budaya dan ekspresi seni Korea. Salah satu contohnya adalah kepala naga dan lonceng angin, sebuah objek yang merupakan tipe sepuhan perunggu yang diterapkan pada lonceng angin, dan juga sebuah patung naga Korea yang berasal dari seni Silla akhir atau awal seni Goryeo. Artefak ini terbuat dari perunggu dan terdiri atas dua bagian: bagian bawahnya berupa lonceng angin, sementara bagian atasnya berbentuk figur kepala naga. Keramik Hijau Goryeo: Celadon memiliki ciri khas warna biru-kehijauan yang unik karena metode pengglasiran yang khusus. Meskipun teknik pembuatannya diperkenalkan dari Cina, Goryeo Cheongja berhasil diciptakan oleh pengrajin Goryeo dengan gaya dan metode yang berbeda. pada lonceng angin, dan juga sebuah patung naga Korea yang berasal dari seni Silla akhir atau awal seni Goryeo. Artefak ini terbuat dari perunggu dan terdiri atas dua bagian: bagian bawahnya berupa lonceng angin, sementara bagian atasnya berbentuk figur kepala naga. Keramik Hijau Goryeo: Celadon memiliki ciri khas warna biru-kehijauan yang unik karena metode pengglasiran yang khusus. Meskipun teknik pembuatannya diperkenalkan dari Cina, Goryeo Cheongja berhasil diciptakan oleh pengrajin Goryeo dengan id.pinterest.com id.m.wikipedia.org
SENI ARSITEKTUR TIMUR 71 Seni Afganistan (Yunita Yuri Aifat) Sejarah Seni di Afganistan Sejarah seni Afganistan tidak hanya dipengaruhi oleh budaya Islam, tetapi juga oleh Persia, India, Asia Tengah, Buddhisme, dan Helenisme, yang membawa Afganistan menjadi bagian dari puncak peradaban seni klasik Asia yang dikenal sebagai Ghandara. Seni Afganistan mencakup berbagai bentuk ekspresi, termasuk lukisan, musik, syair, arsitektur, dan kerajinan. Ghandara, sebagai pusat seni dan kebudayaan, memberikan kontribusi signifikan terhadap warisan artistik Afganistan yang kaya dan beragam. Karakteristik Seni Afganistan Seni di Afghanistan mencerminkan kekayaan sejarah dan warisan budayanya. Seni tradisional di Afghanistan mencakup berbagai bentuk ekspresi, seperti seni rupa, arsitektur, seni kriya, dan seni pertunjukan. Seni rupa sering melibatkan ukiran kayu, kerajinan tangan, dan seni kaligrafi Islam yang indah. Arsitektur Afghanistan mencerminkan gaya yang khas, terlihat dalam bentuk bangunan seperti benteng dan masjid yang menarik. Keanekaragaman etnis dan budaya di negara ini juga mempengaruhi seni, menghasilkan karya seni yang unik dan berwarna. Estetika Seni Afganistan Salah satu ciri khas estetika seni Afganistan adalah penggunaan kaligrafi sebagai elemen dekoratif dan ekspresif. Kaligrafi, seni menulis huruf Arab dengan cara yang indah dan artistik, banyak digunakan dalam seni Afganistan, termasuk seni rupa, seni tekstil, seni keramik, dan seni arsitektur. Biasanya, kaligrafi mengandung ayat-ayat Al-Quran, doa-doa, puisi, atau nama-nama Allah. Lebih dari sekadar media komunikasi, kaligrafi di seni Afganistan berfungsi sebagai ekspresi spiritual, simbolis, dan estetis. Aliran Lukis Herat Aliran lukis Herat adalah salah satu aliran seni lukis Islam yang berkembang di kota Herat, https://antimateri.com/sejarah-seni-afga 1
72 SENI ARSITEKTUR TIMUR Afganistan, pada abad ke-15 hingga ke-16. Gaya lukisan ini dipengaruhi oleh seni Persia Timur, Cina, dan memiliki unsur-unsur tradisi lokal. Aliran lukis Herat dikenal dengan penggunaan warna-warna cerah, detail halus, serta pengangkatan tema-tema yang berkaitan dengan sastra, sejarah, dan agama. Beberapa pelukis terkenal dari aliran ini termasuk Bihzad, Mawlana Abd Allah, dan Mirak Naqqash. Musik Tradisi dan Nyanyian Rakyat Afganistan Musik tradisional dan nyanyian rakyat merupakan elemen penting dalam kebudayaan Afganistan. Musik tradisional Afganistan mencakup berbagai genre, seperti musik klasik, musik religi, musik hiburan, dan musik regional. Berbagai alat musik digunakan dalam musik tradisional Afganistan, termasuk rubab, dutar, tanbur, ghichak, sorna, tabla, dan harmonium. Nyanyian rakyat di Afganistan merupakan bentuk ekspresi lisan yang menggambarkan kehidupan, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat Afganistan. Jenis-jenis nyanyian rakyat di Afganistan mencakup ghazal, qasida, charbaiti, landay, dan mahali. Seni sastra Afganistan Seni sastra Afganistan merupakan warisan yang kaya dan bermakna, mencerminkan berbagai pemikiran, perasaan, dan aspirasi dari rakyat Afganistan. Seni sastra ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama: sastra lisan dan sastra tulis. Sastra lisan Afganistan melibatkan cerita-cerita turun-temurun, dongeng, legenda, dan nyanyian yang disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sastra lisan menjadi cara penting untuk mentransmisikan nilai-nilai budaya dan sejarah. Di sisi lain, sastra tulis Afganistan merupakan karya yang disampaikan melalui bentuk tertulis, mencakup puisi, prosa, dan drama. Beberapa penyair dan penulis Afganistan yang terkenal meliputi Bayazid Ansari, Khushhal Khan, Rumi, Jami, Rabia Balkhi, dan Khaled Hossein. Karya-karya mereka telah memberikan kontribusi https://antimateri.com/sejarah-seni-afga 2
SENI ARSITEKTUR TIMUR 73 besar terhadap warisan sastra Afganistan. Seni Arsitektur Seni arsitektur Afganistan adalah seni yang megah dan unik, yang mencerminkan berbagai gaya, fungsi, dan simbol yang ada di wilayah tersebut. Seni arsitektur Afganistan dapat dibedakan menjadi arsitektur religius, arsitektur sipil, dan arsitektur militer. Arsitektur religius Afganistan adalah arsitektur yang berhubungan dengan tempat-tempat ibadah, seperti masjid, madrasah, dan ziarah. Arsitektur sipil Afganistan adalah arsitektur yang berhubungan dengan tempat-tempat tinggal, seperti rumah, istana, dan taman. Arsitektur militer Afganistan adalah arsitektur yang berhubungan dengan tempat-tempat pertahanan, seperti benteng, menara, dan tembok. Seni Kerajinan Seni kerajinan Afganistan adalah seni yang indah dan beragam, yang mencerminkan berbagai keterampilan, bahan, dan motif yang ada di wilayah tersebut. Seni kerajinan Afganistan dapat dibedakan menjadi kerajinan tekstil, kerajinan logam, kerajinan kayu, kerajinan kulit, dan kerajinan tanah liat. Kerajinan tekstil Afganistan adalah kerajinan yang berhubungan dengan kain, seperti karpet, selimut, dan pakaian. Kerajinan logam Afganistan adalah kerajinan yang berhubungan dengan logam, seperti perhiasan, senjata, dan peralatan. Kerajinan kayu Afganistan adalah kerajinan yang berhubungan dengan kayu, seperti ukiran, furnitur, dan mainan. Kerajinan kulit Afganistan adalah kerajinan yang berhubungan dengan kulit, seperti tas, sepatu, dan dompet. Kerajinan tanah liat Afganistan adalah kerajinan yang berhubungan dengan tanah liat, seperti keramik, patung, dan genteng Sosial Budaya Deskripsi Anda tentang seni dan budaya Afghanistan sangat informatif. Dengan berbagai macam seni rupa, tradisi sastra, dan kekayaan musik, Afghanistan memiliki warisan budaya yang sangat berharga. Namun, sanhttps://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-5 1
74 SENI ARSITEKTUR TIMUR gat disayangkan melihat dampak negatif konflik politik dan keamanan yang telah mempengaruhi perkembangan seni dan budaya di negara ini. Upaya untuk melindungi dan mempertahankan warisan seni Afghanistan sambil mencari solusi bagi konflik dan penindasan adalah langkah-langkah yang sangat penting. Semoga suatu hari nanti, seni dan budaya Afghanistan dapat berkembang kembali tanpa terhalang oleh kendala politik dan keamanan yang ada. Filosofi Seni Afganistan Filosofi seni di Afghanistan mencerminkan karakteristik yang mencakup kosmopolitanisme, ekspresivitas spiritual, dan ketahanan serta adaptabilitas terhadap perubahan sosial dan politik. Beberapa poin utama dalam filosofi seni Afghanistan adalah: • Bersifat kosmopolitan dan sinkretis, karena menggabungkan berbagai unsur budaya dari peradaban yang pernah berinteraksi dengan wilayah tersebut, seperti Yunani, Romawi, Iran, India, China, dan Islam. Hal ini terlihat pada seni logam Baktria, seni patung Gandhara, dan seni keramik Timur Tengah. • Bersifat ekspressif dan spiritual, karena sering mengungkapkan tema-tema seperti cinta, keindahan, kesedihan, patriotisme, dan kepercayaan. Hal ini terlihat pada seni sastra, khususnya puisi atau syair, yang merupakan salah satu bentuk seni yang paling populer dan dihormati di Afganistan. Beberapa penyair terkenal dari Afganistan adalah Bayazid Ansari, Khushhal Khan, Rumi, dan Rabia Balkhi. • Bersifat resisten dan adaptif, karena mampu bertahan dan berkembang di tengah kondisi politik dan sosial yang sering berubah-ubah dan penuh konflik. Hal ini terlihat pada seni Roshani, yang merupakan seni yang berkaitan dengan gerakan perlawanan terhadap kekaisaran Mughal yang mendominasi Afganistan pada abad 16-17². Seni Roshani juga menunjukkan adanya sinkretisme antara agama dan tradisi lokal, seperti sufi, Islam, dan Pashtun. Artefak Seni Afganistan • Artefak seni Afganistan yang paling terkenal adalah koleksi Bactria, yang berisi lebih dari 20.000 benda emas dan perak dari abad ke-6 hingga ke-1 SM. Koleksi ini ditemukan pada tahun 1978 di
SENI ARSITEKTUR TIMUR 75 • Artefak seni Afganistan yang paling terkenal adalah koleksi Bactria, yang berisi lebih dari 20.000 benda emas dan perak dari abad ke-6 hingga ke-1 SM. Koleksi ini ditemukan pada tahun 1978 di sebuah situs arkeologi di utara Afganistan, dan disembunyikan oleh para pekerja museum selama invasi Soviet, perang saudara, dan pemerintahan Taliban. Koleksi ini berhasil diselamatkan dan dipamerkan kembali pada tahun 2003 • Seni Gandhara adalah contoh dari seni sinkretisme, yaitu seni yang menggabungkan unsur-unsur dari berbagai tradisi budaya. Seni Gandhara berkembang di wilayah Afganistan dan Pakistan pada abad ke-1 hingga ke-5 M, dan dipengaruhi oleh seni Yunani, Romawi, India, dan Buddha. Seni Gandhara terkenal dengan patung-patung batu dan tanah liat yang menggambarkan figur Buddha, bodhisattva, dan dewa-dewa lainnya • Seni Islam adalah seni yang berkembang di bawah pengaruh agama Islam, yang masuk ke Afganistan pada abad ke-7 M. Seni Islam mencakup berbagai bidang, seperti kaligrafi, geometri, arsitektur, keramik, tekstil, dan kaca. Seni Islam di Afganistan ditandai dengan penggunaan motif hias yang rumit, warna-warna cerah, dan aksen emas. Salah satu contoh seni Islam di Afganistan adalah Masjid Biruni, yang dibangun pada abad ke-9 M dan memiliki kubah-kubah berwarna biru dan hijau • Seni kontemporer adalah seni yang mencerminkan kondisi sosial, politik, dan budaya saat ini. Seni kontemporer di Afganistan bermula pada akhir abad ke-20, ketika para seniman mulai bereksperimen dengan berbagai media, gaya, dan tema. Seni kontemporer di Afganistan sering mengkritik kekerasan, ketidakadilan, dan ketidakpastian yang dialami oleh masyarakat. Salah satu contoh seni kontemporer di Afganistan adalah karya Shamsia Hassani, seorang seniman grafiti perempuan yang menggunakan seni jalanan sebagai bentuk protes dan pemberdayaan.
76 SENI ARSITEKTUR TIMUR Seni Mongol (Achmad Awaluddin) Seni di Mongolia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka selama berabad-abad. Periode awal seni Mongolia terutama terkait dengan seni rupa yang muncul pada masa Kekaisaran Mongol di bawah pimpinan Genghis Khan pada abad ke-13. Pada masa ini, seni rupa memiliki keterkaitan yang kuat dengan kehidupan spiritual dan memiliki hubungan erat dengan seni rakyat. Seni pertunjukan seperti tari, teater, dan pertunjukan musik tradisional berkembang pesat dalam konteks ritual dan upacara keagamaan. A. PERKEMBANGAN SENI DI MONGOL Perkembangan seni di Mongolia adalah sebuah perjalanan yang panjang, mulai dari masa kejayaan Kekaisaran Mongol hingga zaman kontemporer yang melihat percampuran antara seni tradisional dan eksperimen modern. Pergolakan politik dan pengaruh asing telah membentuk evolusi seni Mongolia, tetapi kekayaan dan keunikan seni mereka tetap menjadi bagian integral dari identitas budaya mereka. 1. Zaman Kekaisaran Mongol (Abad ke-13 Genghis Khan adalah seorang khan Mongol dan ketua militer yang menyatukan bangsa Mongol kemudian mendirikan kekaisaran Mongolia dengan menaklukkan sebagian besar wilayah di Asia, yaitu Dinastiu Jin, Xia barat, Asia Tengah dan Persia. - Seni Rupa: Pengaruh Kekuasaan Genghis Khan: Kekaisaran Mongol di bawah Genghis Khan memberikan landasan kuat bagi perkembangan seni rupa. Seni rupa menggambarkan keagungan dan kekuatan kekaisaran serta melibatkan seni miniatur, lukisan, dan seni kertas yang mencerminkan kehidupan sehari-hari dan pencapaian kaisar. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/ commons/f/f5/Dschingis_Khan_01.jpg
SENI ARSITEKTUR TIMUR 77 - Seni Pahatan Batu: Monumen-monumen batu seperti peninggalan kuburan dan stupa bergaya khas Mongolia sering kali dihiasi dengan ukiran-ukiran hewan atau simbol-simbol keagamaan. - Seni Pertunjukan dan Rakyat: a. Seni Pertunjukan: Teater dan tari tradisional seperti tarian berkuda dan tarian perang menjadi penting dalam memperingati sejarah dan kejayaan militer. b. Seni Rakyat: Seni tatah sungai (ukiran pada logam, kayu, atau kulit) mulai berkembang sebagai bagian penting dari seni rakyat, terutama dalam hiasan senjata, perhiasan, dan alat-alat rumah tangga. 2. Zaman Kekaisaran Qing (Abad ke-17 hingga ke-20) Pengaruh Budaya Tiongkok: Periode ini menyaksikan pengaruh budaya Tiongkok yang kuat pada seni Mongolia. Seni rupa dan arsitektur mengalami perubahan dengan adopsi motif dan gaya Tiongkok yang terlihat dalam seni tatah sungai dan seni bangunan. 3. Era Soviet (Abad ke-20 Awal) - Perubahan dalam Seni Rupa: Pengaruh Soviet mengubah landasan seni rupa Mongolia. Lukisan-lukisan propaganda dan realisme sosialis menjadi populer. - Pembatasan Seni Tradisional: Seni tradisional dan religius terkena dampak kebijakan-kebijakan yang membatasi praktik-praktik keagamaan dan seni rupa yang terkait dengan budaya lama. kumparan.com/kumparansains bolong.id bobo.grid.id www.istockphoto.com
78 SENI ARSITEKTUR TIMUR 4. Masa Kontemporer (Pasca-1990) - Revival Seni Tradisional: Setelah Mongolia memperoleh kembali kemerdekaannya, ada peningkatan dalam penghargaan terhadap seni tradisional Mongolia. Seni rupa yang terkait dengan identitas nasional dan kebudayaan Mongol mengalami kebangkitan. - Penetrasi Seni Kontemporer: Selain seni tradisional, seni kontemporer Mongolia juga berkembang pesat dengan pengaruh dari seniman-seniman modern yang mengeksplorasi identitas Mongolia dalam konteks global. 5. Kondisi Saat Ini - Dinamika Seni Rupa: Seni rupa Mongolia saat ini menunjukkan berbagai tren dari seni tradisional hingga eksperimen kontemporer. Pengaruh global dan teknologi juga memainkan peran penting dalam evolusi seni di Mongolia. - Pembinaan Budaya dan Pendidikan Seni: Pemerintah dan lembaga-lembaga budaya aktif dalam upaya memelihara warisan seni dan memberikan pendidikan seni kepada generasi muda untuk mempertahankan kekayaan budaya Mongolia. B. MASA PUNCAK SENI MONGOL Masa keemasan seni Mongolia pada periode Kekaisaran Mongol adalah saat di mana kekayaan seni dan budaya mencapai puncaknya. Karya-karya seni dari masa itu tidak hanya menjadi bagian penting dalam sejarah seni rupa Mongolia, tetapi juga menjadi warisan yang mempesona dan memengaruhi seni dan budaya Mongolia hingga saat ini. Seni Rupa: Seni Miniatur dan Lukisan: Kekaisaran Mongol memunculkan seni miniatur yang halus dan lukisan-lukisan penuh warna yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, pertempuran, dan kebesaran kekaisaran. Detail-detail halus dan penggunaan warna yang kaya menjadi ciri khas karya seni rupa pada masa itu. www.kompasiana.com id.wikipedia.org
SENI ARSITEKTUR TIMUR 79 1. Seni Kertas: Seni kertas menggambarkan sejarah dan kisah-kisah epik, menjadi sarana penting untuk merayakan prestasi kekaisaran serta mitos dan legenda. 2. Seni Pertunjukan: Tari Tradisional Mongol: Tarian-tarian seperti tarian berkuda, tarian perang, dan tarian ritual lainnya menjadi bagian integral dari seni pertunjukan. Mereka tidak hanya menyajikan keindahan gerakan, tetapi juga menceritakan sejarah dan kebudayaan Mongolia. 3. Musik Tradisional: Instrumen-instrumen musik tradisional seperti morin khuur (biola dua senar) dan hoomii (nyanyian tenggeris) memberikan warna khas pada seni pertunjukan Mongolia. 4. Seni Rakyat: Seni Tatah Sungai: Seni ukiran pada logam, kayu, dan kulit mencapai puncak kecemerlangannya dengan pola-pola yang rumit, menggambarkan simbol-simbol kekaisaran, alam, serta kehidupan sehari-hari. 5. Seni Kriya: Seni tekstil, rajutan, dan kerajinan tangan lainnya menunjukkan keindahan desain yang rumit dan teknik yang terampil, sering kali merefleksikan kehidupan nomaden dan alam Mongolia. 6. Seni Religius: Seni Buddha Tibet: Pengaruh agama Buddha Tibet memberikan warna pada seni rupa Mongolia. Patung-patung Buddha, lukisan-lukisan religius, dan seni kertas yang menggambarkan ajaran www.wallpaperflare.com www.hidupkatolik.com id.wikipedia.org id.wikipedia.org
80 SENI ARSITEKTUR TIMUR agama menjadi bagian integral dari seni religius pada masa itu. 7. Warisan Sejarah: Arsitektur dan Monumen, seperti bangunan-bangunan monumental, kuil-kuil, dan struktur arsitektural lainnya menjadi lambang kejayaan seni arsitektur Mongolia. Desain-desain ini mencerminkan kebesaran kekaisaran dan keyakinan spiritual pada masa itu. BAGIAN II: SOSIAL BUDAYA SENI MONGOL Seni di Mongolia tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang mayoritasnya adalah penggembala. Seni rakyat seperti tari Mongol yang energik, tatah sungai (ukiran) yang memukau pada perhiasan dan senjata tradisional, serta seni tekstil yang indah, semuanya merefleksikan kehidupan nomaden dan ketergantungan mereka pada alam. A. KEHIDUPAN NOMADEN DAN SENI Kehidupan nomaden yang mengandalkan peternakan dan penggembalaan memberikan ciri khas yang kuat pada seni mereka. Melalui seni, mereka mengabadikan kehidupan, kebudayaan, dan keindahan alam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan keseharian mereka sebagai suku penggembala di Mongolia. Kehidupan nomaden di Mongolia memiliki pengaruh mendalam terhadap seni, mencerminkan hubungan erat antara seni dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang mayoritasnya penggembala. Ini terlihat dalam berbagai aspek seni yang tercermin dari gaya hidup nomaden: B. SENI RAKYAT MONGOL Seni rakyat Mongolia mencerminkan kekayaan budaya dan keterampilan teknis yang tinggi dari masyarakatnya. Setiap bentuk seni ini tidak hanya menjadi ungkapan kreativitas, tetapi juga sarana untuk memelihara warisan budaya yang kaya dan membagikannya dari generasi ke generasi. C. HUBUNGAN SENI DENGAN SPIRITUALITAS Seni religius, terutama agama Buddha Tibet, memberikan dimensi spiritual yang dalam pada seni di Mongolia. Dalam konteks ini, seni menjadi sarana untuk memahami, mengekspresikan, dan merayakan dimensi spiritual dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan jembatan antara alam
SENI ARSITEKTUR TIMUR 81 material dan dunia rohani. Seni Buddha Tibet: a. Patung-Patung Buddha: Seni patung Buddha yang indah, sering kali menggambarkan Bodhisattva atau figur-figur agama lainnya, menjadi pusat seni religius. Patung-patung ini memperlihatkan keanggunan dalam detail dan ekspresi spiritual. b. Lukisan-Lukisan Religius: Gambaran-gambar ajaran agama, kehidupan Buddha, atau skenario-skenario agama lainnya dipresentasikan dalam lukisan-lukisan yang penuh warna dan detail. - Pengaruh pada Seni Rakyat: Motif-Motif Agama: Motif-motif agama, seperti lambang-lambang keagamaan atau simbol-simbol spiritual, sering diukir atau dijahitkan dalam seni rakyat seperti seni tatah sungai atau seni tekstil. Hal ini memperlihatkan integrasi antara kehidupan spiritual dengan kehidupan sehari-hari. - Musik dan Pertunjukan: Pengaruh dalam Musik dan Tarian: Musik tradisional atau tarian tertentu sering kali digunakan dalam konteks keagamaan. Mereka memainkan peran penting dalam upacara keagamaan atau ritual, menciptakan atmosfer spiritual yang dalam. - Warisan Budaya: Peninggalan Agama: Kuil-kuil, stupa-stupa, atau situs-situs bersejarah yang terkait dengan agama Buddha Tibet menjadi bagian integral dari warisan budaya Mongolia. Mereka bukan hanya sebagai pusat ibadah tetapi juga sebagai pusat seni dan arsitektur yang mempesona. - Spiritualitas dan Kreativitas: Pengaruh Pada Kreativitas Seniman: Seni religius memperluas ruang kreativitas seniman Mongolia. Mereka tidak hanya menjadi pencipta seni, tetapi juga penjaga warisan spiritual yang diwariskan melalui karya-karya mereka BAGIAN III: ESTETIKA DESAIN SENI MONGOL Estetika dalam seni Mongolia sering kali menonjolkan keindahan alam dan kehidupan nomaden. Warna-warna alami seperti hijau, biru, dan kuning, yang terinspirasi dari alam seperti langit, padang evasion-mongolie.com
82 SENI ARSITEKTUR TIMUR rumput, dan gurun, mendominasi desain seni mereka. Pola-pola geometris, simbol-simbol alam, dan gambar-gambar hewan sering diukir atau dijahitkan dengan rapi pada seni tekstil atau logam. dengan alam yang menjadi ciri khas budaya Mongolia. BAGIAN IV: ARTEFAK SENI MONGOL Artefak seni Mongolia terdiri dari berbagai benda berharga. Senjata tradisional, seperti panah dan busur, sering kali dihiasi dengan ukiran halus yang mencerminkan keindahan dan keahlian teknik seni rupa Mongolia. Seni tekstil, yang terdiri dari pakaian tradisional seperti del, kaftan, atau jubah, sering dihiasi dengan motif-motif yang mencerminkan alam dan kehidupan nomaden. Selain itu, seni patung dalam bentuk patung Buddha atau figur-figur agama lainnya menjadi bagian penting dalam seni rupa Mongolia yang menunjukkan pengaruh kuat dari agama Buddha Tibet. Kekayaan seni Mongolia tidak hanya menjadi warisan budaya yang penting bagi mereka sendiri tetapi juga sebuah peninggalan yang memukau bagi dunia. Keterampilan seni rupa yang luar biasa, perpaduan estetika alam dan budaya nomaden, serta keberagaman seni yang dipertahankan dengan penuh kebanggaan telah menjadikan seni Mongolia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kekayaan budaya dunia.
SENI ARSITEKTUR TIMUR 83 Seni India (Nailatul Khusna) A. Sejarah Seni India Dalam sejarahnya, seni India mengalami pengaruh kebudayaan dari agama Hindu, Budha dan Islam sehingga terdapat perbedaan kebudayaan pada tiap zamannya. Karena dalam sejarah seni rupa, India kuno terlebih dahulu membicarakan tentang latar belakang budaya dan kepercayaan, sehinga melahirkan karya seni rupa dalam bentuk arsitektur. Karena kepercayaan dan kebudayaanlah yang dapat memunculkan seni rupa menjadi bentuk patung, gerabah, hiasan hingga arsitektur bangunan yang kemudian dijadikan sebagai sarana peribadatan, simbol agama, serta saran penyebaran agama di India. a. Budaya Zaman Hindu Agama Hindu dikenal dengan desain kuil-kuilnya dari abad ke-5 hingga abad ke-13. Kuil Hindu terbagi menjadi dua karakteristik karena pembagian kerajaan di utara dan selatan India. Kuil di selatan dikenal sebagai kuil Dravida, sementara kuil di utara disebut kuil Nagara. Seni agama Hindu sering kali mengekspresikan perwujudan para dewa, dengan tempat ibadah berupa candi atau kuil sebagai pusat pemujaan. Arsitektur candi Hindu mencerminkan sintesis seni, cita-cita dharma, kepercayaan, nilai-nilai, dan gaya hidup yang dijunjung tinggi dalam agama tersebut. Bentuk dan makna elemen arsitektural dalam kuil Hindu dirancang sebagai tempat penghubung antara manusia dan dewa, serta sebagai bantuan bagi kemajuan spiritual dan pencarian kebenaran, termasuk pembebasan yang disebut moksha (Wikipedia, “Hindu temple architecture,” 2019). Kuil Hindu umumnya mengadopsi bentuk persegi empat, melambangkan kestabilan dan kekekalan. Prinsip-prinsip arsitektur kuil Hindu dijelaskan dalam Vastusastra, pengetahuan suci arsitektur India yang telah ada tradisi lisan sejak zaman sebelum Vedic yang berumur 5000 tahun (Swami G. Narasingha). Meskipun begitu, dalam membangun rumah atau sekolah, juga penting untuk mempertimbangkan pengeta-
84 SENI ARSITEKTUR TIMUR huan suci arsitektural demi kesuksesan. Gambar kuil Hindu di India (Sumber: travel. tribunnews.com) b. Budaya Zaman Budha Kebudayaan Buddha awalnya berasal dari anak benua India dan kemudian menyebar ke negara-negara bagian Asia lainnya. Pada awalnya, seni rupa Buddha tidak menggambarkan patung-patung pemujaan khas India atau patung khas Siddhartha Gautama. Mereka lebih mengandalkan simbol-simbol yang mewakili sosok Buddha, seperti singgasana kosong, chatra (payung), stupa, pohon Bodhi, dharma chakra, dan triratna (Wikipedia, “seni rupa Buddha,” 2019). Gambar perwujudan Budha (Sumber: wikipedia.org) Namun, pada abad pertama Masehi, perwujudan manusia Buddha mulai muncul di India Utara. Selain penggambaran wujud Buddha, seni rupa Buddha juga diperkaya dengan gambaran tokoh-tokoh lain, seperti yaksa, kinnara dan kinnari, gandarwa, serta makhluk-makhluk mitologis. c. Budaya Zaman Islam Pada abad ke-11, pengaruh arsitektur Islam mulai meluas ke India, dan ini juga membawa pengenalan dekorasi Islam. Salah satu karya agung dari periode ini adalah Taj Mahal, yang didirikan pada masa Kesultanan Mughal. B. Falsafat Seni India Dalam penciptaan karya seninya, India memiliki karakteristik dan pandangan seni yang berbeda dari kebanyakan bangsa, yang menciptakan ciri khasnya tersendiri. Sebagai contoh, dalam pembuatan patung, India tidak mengikuti pendekatan yang sama seperti bangsa Eropa yang lebih mengutamakan kesempurnaan bentuk manusia ideal. Sebaliknya, di India, patung tidak selalu mencerminkan sosok manusia biasa. Sebagai ilustrasi, penggambaran Dewa Siwa sering kali menggambarkan sosok berkepala
SENI ARSITEKTUR TIMUR 85 empat atau bertangan empat. Penggambaran ini dapat dijelaskan dengan fakta bahwa para seniman India mengikuti modus tertentu yang dijelaskan dalam Dhyana (meditasi) untuk menggambarkan berbagai dewa Hindu atau Buddha. Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk menyampaikan aspek-aspek yang lebih abstrak dan simbolis dari dewa-dewa tersebut, daripada sekadar menciptakan representasi fisik yang realistis. Ini menunjukkan kekayaan dan kedalaman spiritual dalam seni India, yang sering kali memandang gambaran simbolis sebagai cara untuk menyampaikan makna yang lebih mendalam. Dhyana merupakan proses kejiwaan di mana seseorang berusaha mengontrol pikiran dan memusatkan perhatiannya pada sesuatu, yang pada akhirnya membawanya ke dalam keadaan samadhi atau konsentrasi tingkat tinggi. Sifat-sifat visual yang muncul dari pengalaman samadhi kemudian dicatat dalam Silvasastra, sebuah buku panduan untuk berkarya (Pasaribu, 2013). Gambar samadhi (Sumber: shutterstock.com) Terdapat 6 dasar pokok dalam penciptaan seni India, yaitu rupabheda (perbedaan bentuk), pramanam (ukuran), sadreyam (kesejajaran bentuk dengan ide yang dikandung di dalamnya), varnikabhigam (gelap-terang warna), bhava (perasaan seniman yang dituangkan dalam karyanya), dan lavanya (keindahan) (dewaningtyas, 2015). C. Sosial Budaya Pernyataan tersebut menyajikan pandangan yang baik tentang hubungan antara kebudayaan dan seni di India. Kebudayaan dianggap sebagai hasil dari interaksi kompleks antara manusia dan lingkungan alamnya, yang dipengaruhi oleh norma-norma agama, adat istiadat, dan kondisi alam sekitar (Dwigunawati, 2011). Seni India, seperti yang diungkapkan melalui lukisan, patung, tekstil, dan arsitektur, dianggap sebagai manifestasi dari kekuatan budaya yang mencakup unsur rasa estetika dan spiritualitas. Karya seni ini menjadi cara untuk menyampaikan dan merayakan nilai-nilai yang telah dijaga selama berabad-abad dalam masyarakat India yang kaya dan berag-
86 SENI ARSITEKTUR TIMUR am. Pentingnya seni India tidak hanya terletak pada keragaman yang mencerminkan pengaruh budaya, agama, bahasa, dan sejarah, tetapi juga pada fakta bahwa setiap negara bagian memiliki seni unik dan karakteristik tersendiri. Ini mencerminkan keberagaman budaya yang melimpah di seluruh India. Karya seni menjadi komponen integral dari budaya dan tradisi hidup di India, yang terus dipelihara dan diperbarui dengan ide-ide baru sambil tetap mempertahankan identitas asli mereka. D. Estetika Seni India Penjelasan Anda memberikan wawasan yang bagus tentang peran estetika dalam seni India. Terdapat dua kitab utama, yaitu Natyasastra dan Silpasastra, yang menjadi dasar filosofis dan spiritual bagi estetika dalam seni India. Dalam Silpasastra, yang menjelaskan tentang tata cara pembuatan arca, patung, dan arsitektur, ditekankan pada proporsi angka pahatan, komposisi, dan prinsip-prinsip aturan dalam pembuatan patung. Hal ini menunjukkan bahwa pembuatan seni di India tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga memperhitungkan prinsip-prinsip estetika yang mendalam. Sementara itu, Natyasastra fokus pada rasa atau keadaan suasana hati, yang menjadi tema emosional utama dalam karya seni. Teori rasa ini terkait dengan Bharta, yang menekankan bahwa perasaan utama manusia dapat diubah menjadi bentuk kontemplatif sebagai pengalaman estetis yang lebih beragam. Teori rasa ini membentuk dasar estetika untuk tarian klasik dan teater dalam seni pertunjukan India, dengan Natyasastra menggambarkan dengan cermat bhava yang digunakan untuk menciptakan rasa. Seluruh kerangka konseptual ini memberikan fondasi filosofis dan spiritual yang kuat bagi seni India, mencerminkan kedalaman makna dan pengaruh yang dimiliki seni dalam budaya dan tradisi India. E. Desain Seni India Secara tradisional, sebagian besar gaya lukisan India ada sebagi lukisan dinding atau mural. Berbagai gaya lukisan tersebar diberbagai daerah masing-masing mewakilii tradisi, adat istiadat dan ideologi yang diturunkan dari gen-
SENI ARSITEKTUR TIMUR 87 erasi kegenerasi lainnya. F. Artefak Seni India (Sumber: hmn.wiki/id) Gambar Sarnath Lion ibu kota Ashoka, sekitar tahun 250 SM, museum Sarnath, dekat Varnasi, India.
88 SENI ARSITEKTUR TIMUR Seni Thailand (Seradita Nazwa Sabrina Putri) 1. Sejarah dan Prasejarah Tentang Seni di Thailand Dalam sejarah Kepala Buddha Berbaring yang panjangnya 46meter dan tinggi 15 meter, di Wat Pho di Bangkok Seni tradisional Thailand banyak dipengaruhi oleh tradisi Buddha dan Hindu yang dibawa dari India dan negara tetangga oleh berbagai kerajaan dan kelompok etnis. Pada pertengahan abad ketiga belas, gaya unik Thailand, yang berkembang di Thailand utara selama periode Sukhothai (1238 – 1438) dan Ayutthaya (1350 – 1767), telah berkembang. Agama Buddha adalah tema utama seni pahat dan lukisan tradisional Thailand, dan istana kerajaan memberikan perlindungan, mendirikan kuil dan tempat suci keagamaan lainnya sebagai tindakan kebajikan atau untuk memperingati peristiwa penting. Sebagian besar warisan budaya Thailand rusak atau hancur ketika Burma menjarah Ayutthaya pada tahun 1767, dan tiga raja pertama dinasti Chakri mengabdikan diri mereka untuk menyelamatkan, memulihkan, dan menghidupkan kembali tradisi lama. Pada abad kesembilan belas, seni Thailand mulai menunjukkan bukti adanya pengaruh Barat. Seni kontemporer Thailand sering kali menggabungkan unsur-unsur tradisional Thailand dengan media dan teknik modern, dan mencakup beberapa seni yang paling beragam dan serbaguna di Asia Tenggar. Di Thailand ditemukan lebih dari 410 situs seni cadas yang terdokumentasi di seluruh negeri, yang menampilkan seni prasejarah dan bersejarah. Mayoritas situs ini menampilkan piktogram merah monokrom yang menggambarkan hewan, manusia, bentuk geometris, dan cetakan tangan. Meskipun penanggalan banyak situs masih belum diketahui, beberapa situs seni cadas dilaporkan berasal dari 3.000–5.000 tahun yang lalu. Seni prasejarah Thailand, Ban Chiang adalah sebuah situs arkeologi yang terletak di distrik Nong Han, Provinsi Udon Thani, Thailand. Telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1992. Bukti perkakas perung-
SENI ARSITEKTUR TIMUR 89 gu dan besi berusia 2500 hingga 1500 tahun telah ditemukan di situs-situs di Provinsi Lamphun dan Chiang Mai. Para pemburu dan pengumpul Hoabinhi mendiami Lembah Chao Phraya dan meninggalkan tembikar dengan berbagai macam desain dekoratif. Permukiman Neolitikum kemudian yang terkait dengan penanaman padi terkonsentrasi di dua bagian Thailand Tengah. Gua dan lereng curam di sepanjang perbatasan Thailand-Burma, di Pegunungan Petchabuan di Thailand Tengah, dan menghadap ke Sungai Mekong di Provinsi Nakorn Sawan, berisi galeri lukisan batu. Nong Ratchawat, yang terletak di provinsi Suphanburi, merupakan situs prasejarah penting yang memberikan wawasan berharga mengenai gaya hidup masyarakat yang menetap di wilayah tersebut sekitar tahun 2000–500 SM. Penggalian telah menemukan bukti penanaman padi, peternakan, perburuan, penangkapan ikan, konstruksi bangunan, pembuatan kapak batu yang dipoles, dan tembikar menggunakan bahan-bahan yang tersedia secara lokal. Penduduknya terampil menenun tekstil dari tumbuhan yang memiliki serat kuat, seperti rami, rami, dan rami. Selama Zaman Besi, Nong Ratchawat menjadi pusat perdagangan terkemuka di Lembah Sungai Mae Klong dan Lembah Sungai Tha Chin, menarik pedagang dari berbagai belahan dunia dan menyebabkan keragaman budaya dan etnis. Daerah aliran sungai yang mengelilingi situs ini telah menghasilkan banyak artefak, termasuk tembikar, peralatan perunggu dan besi, manik-manik kaca, dadu gading, koin Romawi, dan anting-anting Lingling-o. Ban Chiang adalah situs arkeologi penting lainnya di Thailand, terletak di provinsi Udon Thani. Ini menampilkan pencapaian artistik budaya prasejarah yang ada dari sekitar tahun 2000 SM hingga 300 M. Penduduk Ban Chiang adalah pekerja logam yang terampil, dan bukti metalurgi awal, termasuk artefak tembaga dan perunggu, telah ditemukan di situs tersebut. Situs ini juga menampilkan beragam keramik, beberapa di antaranya dihiasi dengan desain pusaran merah khas yang dilukis dengan tangan.
90 SENI ARSITEKTUR TIMUR 2. Falsafah Seni Thailand Peran filsafat seni dalam membimbing manusia untuk merasakan, merenungi, dan meningkatkan pemahaman nilai moral, kebaikan, dan keutamaan melalui karya seni. Ini menyoroti konsep bahwa seni bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga memiliki dimensi moral yang mendalam. Pentingnya seni sebagai proses pematangan diri dan alat untuk pendidikan moral menciptakan koneksi yang erat antara seni dan kehidupan sehari-hari manusia. Filsafat seni di Thailand, yang telah ada selama ribuan tahun, tercermin dalam prasasti dan peninggalan yang diakui oleh UNESCO, menunjukkan warisan budaya yang kaya. Tang Chang, sebagai ahli filsafat seni Thailand, memperkenalkan konsep lukisan abstrak gestur yang mencerminkan prinsip-prinsip Buddha dan Daois. Pendekatan ini memberikan alternatif terhadap gaya-gaya dominan seperti kubisme dan impresionisme pada masanya. Ini menunjukkan evolusi seni Thailand dan upaya untuk menyelaraskan tradisi dengan pengaruh baru, sementara tetap mempertahankan nilai-nilai filosofis yang mendasar. Gambar puisi karya Tang Chang. Karya-karya awal Chang adalah potret yang ditugaskan, namun, pada akhir 1950-an, ia berhenti menggunakan kuas dan memilih menggunakan tubuhnya untuk membuat lukisan abstrak yang bersifat isyarat dan kaligrafi. Pada saat yang sama, ia memulai latihan menggambar yang produktif, membuat sketsa garis, bentuk, dan guratan yang hingar-bingar dan obsesif pada selembar kertas kecil. 3.Sosial Budaya Seni Thailand Sosial budaya Thailand merupakan perpaduan dan pengaruh yang berkembang seiring dengan waktu yang berlalu. Adat istiadat setempat, kepercayaan animisme, tradisi Buddha, serta praktek etnis dan budaya setempat yang sangat berperan dalam pembentukan budaya Thailand. Sebagaimana kebudayaan itu yang akan menjadi bagian dari kekhasan identitas nasional negara Thailand. Warisan sejarah dan budaya Thailand telah dibentuk oleh interaksi dengan budaya tetangga serta budaya yang
SENI ARSITEKTUR TIMUR 91 memiliki jangkauan luas seperti India, Cina, Jepang, Portugis, dan Persia, dengan kota kuno Ayutthaya yang berfungsi sebagai pusat perdagangan global. tengah. Pengunjung awal dari Eropa juga mengakui Ayutthaya sebagai salah satu kekuatan besar di Asia, bersama Tiongkok dan India, yang menyoroti pentingnya dan pengaruh kota ini di wilayah tersebut. Pengaruh budaya Thailand melampaui batas negaranya, membentuk program televisi, tari, film, seni, mode, musik, dan masakan negara-negara tetangga. Kebijakan budaya 5F negara ini, yang mempromosikan makanan, film, mode, pertarungan, dan festival, bertujuan untuk menjadi ekspor budaya yang penting untuk mendorong pembangunan ekonomi dan menghasilkan pendapatan bagi negara-negara. Kebijakan budaya 5F negara ini, yang mempromosikan makanan, film, mode, pertarungan, dan festival, bertujuan untuk menjadi ekspor budaya yang penting untuk mendorong pembangunan ekonomi dan menghasilkan pendapatan bagi negara-negara. 4. Estetika Seni Thailand Fungsi sebagai bentuk karya seni dalam kehidupan masyarakat. Pada sepanjang perjalanan kesejarahan telah terjadi persinggungan dengan berbagai aspek sosial, budaya, dan spiritual. Sehingga bentuk cita rasa keindahan yang terekspresikan dalam kehidupan terus berkembang. Di Thailand telah menyikapi estetika sebagai bentuk yang bersifat fungsional. Ada rasa dan ada kebatinan yang kuat terhadap nilai-nilai keluhuran yang dianggap baik dan selalu menghindari hal-hal yang dipandang sebagai keburukan. Aspek dualitas ini menjadi sesuatu yang bersifat komplementer, paduan dua aspek yang saling memberikan penguatan dalam mengekspresikan kehidupan sosial. 5. Artefak Seni Thailand Artefak menjadi bukti istockphoto.com/credit:kitkat09
92 SENI ARSITEKTUR TIMUR adanya peninggalan sejarah di tempat tersebut. Artefak yang ditemukan di situs arkeologi Ban Chiang di timur laut Thailand, ditemukan pada tahun 1966 dan berasal dari sekitar tahun 2100 SM hingga 200 M, termasuk tembikar bercat merah yang menarik dengan desain unik yang diaplikasikan pada permukaannya, cawan lebur dan pecahan perunggu, serta benda perunggu seperti gelang, cincin, gelang kaki, kawat dan batang, ujung tombak, kapak dan kapak, kait, bilah, dan lonceng kecil. Lukisan: lukisan Thailand tertua adalah lukisan dinding yang banyak rusak di gua Silpa, Yala, dan beberapa panel ukiran dari Wat Si Chum, Sukhothai, bertanggal 1287. Lukisan selanjutnya (berasal dari tahun 1420-an) di ruang dalam Wat Rat Burana dan Wat Mahathat diAyutthaya menunjukkan pengaruh Tiongkok dan mungkin Khmer yang kuat dalam perspektif tinggi dan latar belakang lanskap dengan binatang, dipadukan dengan garis tepi asli Thailand yang jelas serta warna-warna cerah dan datar. Thailand, Taman Sejarah Sukhothai. Kuil Wat Si Chum dengan Seni Dinding patung Buddha raksasa Pada abad ke-17, misalnya di Wat Yai Suwannaram di Phet Buri, komposisi mural berukuran besar seperti adegan rumit setan yang menyembah Buddha mulai dibuat. Dalam lukisan selanjutnya ini, stereotip teatrikal dari drama tari Thailand memberikan pengaruh yang kuat dalam menampilkan figur. matteocolombo.com/sukhothai-thailand
SENI ARSITEKTUR TIMUR 93 Seni Kamboja (Muhammad Syeifi Arjun) Angkor Wat menjadi hal pertama yang terbersit ketika mendengar tentang Negara Kamboja. Angkor Wat adalah kompleks candi kuno terbesar di Kamboja yang telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia UNESCO. Angkor Wat menjadi landmark bagi Kamboja, bahkan ilustrasi kuil Angkor Wat tersemat dalam bendera nasional negara ini. Pembangunan Angkor Wat dibangun oleh Raja Khmer Suryawarman II pada awal abad ke-12 di Yasodharapura. Tujuan awal pembangunannya, Angkor Wat digunakan untuk tempat peribadatan menyembah Dewa Siwsnu, sekaligus tempat penyimpanan abu jenazah sisa kremasi Raja Khmer Suryawarman II. Kuil Angkor Wat berdiri di atas lahan seluas 162,6 Ha, memadukan dua jenis arsitektur yakni candi gunungan dan candi berserambi. Angkor Wat dibangun sebagai perwujudan Gunung Meru yang dipercaya sebagai tempat tingga para dewa dan dewi Hindu. Bagian tengah candi terdapat lima mmenara yang menjulang tinggi membentuk tatanan quinquncia. Karya: Nikada. Ukuran terbesar:7143 x 4767 px (60,48 x 40,36 cm) - 300 dpi – RGB ID foto stok:500094800 Tanggal unggahan: 8 Desember 2015 Kategori:Foto Stok|Angkor Wat
94 SENI ARSITEKTUR TIMUR Jika diperhatikan seksama, aristektur Angkor Wat memiliki banyak kesamaan dengan candi-candi kuno di Pulau Jawa seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Para ahli memprediksi bahwa arsitektur Angkor Wat banyak dipengaruhi budaya Jawa melalui Dinasti Syailendra yang menguasai Asia Tenggara pada abad ke-7 Masehi. Dalam catatan sejarah, dinasti Sanjaya yang berkuasa di nusantara telah sejak lama menjalin kerjasama dengan raja-raja dari Kerajaan Funan di Kamboja. Bernard H.M. Vlekke pada bukunya yang berjudul Nusantara: Sejarah Indonesia menjelaskan bahwa Anak Sanjaya beranama Wishnu atau Panangkarana menikah dengan salah seorang putri Kerajaan Funan yang kemudian berputra dua. Putra bungsu Panangkarana bernama Shri Maharaja Shailendravamca inilah yang mendapat gelar Syailendra dan mengawali pembangunan Candi Bororbudur setelah masuk agama Budha Mahayana. Pada abad ke-8, kerajaan Funan dibawah pimpinan Raja Jayavarman melepaskan diri dari belenggu ikatan kerajaan di Jawa. Namun karena kuatnya pengaruh Jawa membuat gaya arsitektur candi-candi di Kerajaan Funan Kamboja identik dengan candi-candi Jawa. Falsafah Seni Kamboja: Harmoni Spiritual dalam Ekspresi Kreatif Seni Kamboja tidak hanya mencerminkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan nilai-nilai filosofis dan spiritual yang mendalam. Falsafah seni Kamboja terkait erat dengan keyakinan agama Buddha yang mendominasi masyarakat, menciptakan harmoni antara keindahan seni dan spiritualitas. 1. Keseimbangan dan Harmoni Falsafah seni Kamboja menekankan pada pencarian keseimbangan dan harmoni dalam setiap karya. Gaya simetri dan ornamen yang rumit dalam seni rupa dan arsitektur mencerminkan upaya untuk mencapai keselarasan dalam kehidupan. 2. Representasi Mitologi dan Ajaran Buddha Seni Kamboja sering kali menjadi sarana untuk merepresentasikan mitologi Hindu-Buddha dan ajaran Buddha. Relief dan skulptur di kuil-kuil Angkor menceritakan ki-
SENI ARSITEKTUR TIMUR 95 sah-kisah epik dan nilai-nilai etika yang diwariskan oleh Buddha. 3. Penghormatan terhadap Alam Falsafah seni Kamboja mencakup penghormatan terhadap alam dan lingkungan sekitar. Motif-motif alam seperti daun, bunga, dan binatang sering ditemukan dalam seni rupa, mengekspresikan keterhubungan antara manusia dan alam. 4. Spiritualitas dalam Desain Desain arsitektur Kamboja, khususnya dalam pembangunan kuil-kuil, mencerminkan upaya untuk mencapai spiritualitas. Bentuk-bentuk arsitektur yang megah menciptakan lingkungan yang memfasilitasi meditasi dan kontemplasi. 5. Keindahan sebagai Pencarian Pencerahan Falsafah seni Kamboja melibatkan pemahaman bahwa pencarian keindahan dapat membawa pencerahan spiritual. Melalui keindahan, seni Kamboja Kuil Angkor Wat di Kamboja (Foto: Instagram/@makara_chew) menjadi sarana untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang diri dan alam semesta. Kuil Angkor Wat di Kamboja (Foto: Instagram/@makara_chew) Sebagai contoh, kuil Angkor Wat, yang dianggap sebagai monumen agung seni Kamboja, mencerminkan prinsip-prinsip tersebut melalui desain simetrisnya yang megah, relief yang menggambarkan mitologi Hindu-Buddha, dan atmosfer spiritual yang dihadirkan oleh struktur arsitekturnya. Selain itu, seni rupa tradisional Kamboja, seperti lukisan dan patung, sering kali menggambarkan tema-tema mitologis dan nilainilai kehidupan sehari-hari yang berasal dari ajaran Buddha. Motif-motif alam, seperti bunga dan daun, sering ditemukan dalam seni rupa, menunjukkan penghormatan terhadap alam dan keindahan sederhana di sekitar kita. Sosial Budaya di Kamboja Kamboja memiliki keberagaman etnis yang mencirikan masyarakatnya. Mayoritas penduduknya adalah orang Khmer, namun terdapat pula kelompok etnis minoritas
96 SENI ARSITEKTUR TIMUR seperti Cham, Vietnamese, dan beberapa kelompok suku yang tersebar di seluruh negara. Meskipun perbedaan etnis, bahasa Khmer umumnya menjadi bahasa utama yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Buddha Theravada mendominasi di Kamboja, dan banyak aspek kehidupan sehari-hari tercermin dalam praktik keagamaan ini. Kuil-kuil Buddha yang megah dan kuil-kuil anggun menjadi pusat spiritual dan juga bagian integral dari lanskap budaya Seni tradisional Kamboja telah berkembang selama berabad-abad dan mencerminkan warisan sejarah dan kepercayaan masyarakatnya. Seni tari tradisional Khmer, terutama tari Apsara, menggambarkan keanggunan dan keindahan, sering kali diinspirasi oleh cerita-cerita epik dari Ramayana dan Mahabharata. Estetika Seni Kamboja Seni Kamboja menawarkan pandangan yang memesona terhadap keindahan dan kekayaan warisan budaya yang melibatkan keunikan estetika yang khas. Berakar dalam sejarah dan kepercayaan, seni Kamboja menggambarkan cerita-cerita epik dan keindahan alam, menciptakan warisan seni yang memesona dan mendalam. Desain Seni Kamboja Salah satu bentuk seni Kamboja yang paling terkenal adalah arsitektur. Kamboja memiliki banyak kuil dan monumen kuno yang dibangun selama Kerajaan Khmer, yang mencapai puncaknya pada abad ke-9 dan ke-10. Kuilkuil ini terkenal dengan arsitekturnya yang megah dan ornamen yang rumit. Angkor Wat, salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, adalah contoh yang paling terkenal dari arsitektur Khmer. Artefak Seni Kamboja. Kamboja merupakan negara di Asia Tenggara yang memiliki sejarah panjang dan kaya. Salah satu bukti kejayaan peradaban Khmer adalah artefak seninya yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Artefak-artefak tersebut merupakan karya seni yang indah dan bernilai tinggi, sekaligus menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa Khmer. Tanggal unggahan: 9 Januari 2020 Kategori:Foto Stok|Tari - Aktivitas fisik
SENI ARSITEKTUR TIMUR 97 Seni Malaysia (Natasya Cahya Ramadhani) PRASEJARAH MALAYSIA Kerangka manusia modern anatomik terawal ditemukan disemenanjung Malaysia, Manusia Perak yang ditemukan pada, i 11.000 tahun yang lalu, dan Wanita Perak, berasal dari 8.000 tahun yang lalu, ditemukan di Lenggong. Situs tersebut memiliki kawasan produksi perkakas batu yang tidak terganggu, dan dibuat menggunakan peralatan seperti paron dan batu palu. Seni cadas Tambun juga terletak di Perak. Dari Malaysia Timur, Gua-Gua Niah di Sarawak, terdapat bukti sisa-sisa manusia tertua di Malaysia, yang berasal dari 40.000 tahun yang lalu. Ilustrasi gambar.pinterst • Zaman Prasejarah di Malaysia Pada zaman Penemuan ini ada beberapa peninggalan manusia di Zaman Paleolitik 40.000 tahun dahulu. Pada Zaman Mesolitik ini diikenal sebagai Zaman Hoabinhian (ataupun Zaman Epi-Paleolitik), karena terdapat unsur-unsur Zaman Mesolitik sebagaimana diitemukan di Eropah tidak ditemukan di Asia Tenggara. Lokasi penemuan Zaman Prasejarah di Malaysia: • Paleolitik Tingkayu, Ditemukan pada tahun 40.000 SM didaerah sabah Gua Niah, Sarawak Kota Tampan, Perak Lembah Mansuli, pada Zaman ini dikenal sebagai zaman batu tua,karena pada zaman ini menghasilkan logam besar yang berasal dari batu yang belum diasah. • Mesolitik (Hoabinhian) Jenderam Hilir Sabah Ditemukan pada tahun 12.000 SM – 2.800 SM,Selangor Gua Madai, Sabah Gua Cha, Ulu Kelantan Bukit Tegun Lembu, Perlis • Neolitik Gua Kecil, Ditemukan pada tahun 2 800 SM – 500 SM didaerah sahang Sungai Tembeling, Pahang Lubang Angin,Sarawak Gua Tapadong, Sabah Jenderam Hilir, Selangor • Logam
98 SENI ARSITEKTUR TIMUR Ditemukan pada tahun 500 SM – 500 M di daerah Sungai Tembeling, Pahang Lembah Bernam, Selangor Falsafah Hidup Orang Melayu Masyarakat Melayu itu dalam falsafah hidupnya dapat disimpulkan berlandaskan pada lima dasar, yaitu 1. Melayu itu Islam, yang sifatnya universal dan demokratis bermusyawarah. 2. Melayu itu berbudaya, yang sifatnya nasional dalam bahsa, sastra, tari, pakaian, tersusun dalam tingkah laku, dan lain-lain. 3. Melayu itu beradat, yang sifatnya regional (kedaerahan)dalam bhineka tunggal ika, dengan tepung tawar, balai pulut kuning dan lain-lain yang mnegikat tua dan muda. 4. Melayu itu berturai, yaitu tersusun dalam masyarakat yang rukun tertib mengutamakan ketenteraman dan kerukunan, hidup berdampingan dengan harga menghargai timbal balik, bebas tapi terikat dalam masyarakat. 5. Melayu itu berilmu, artinya pribadi yang diarahkan kepada ilmu pengetahuan dan ilmu kebathinan (agama dan mistik), agar bermarwah dan disegani orang, untuk kebaikan umum. SENI MALAYSIA Budaya Malaysia mengacu pada beragam budaya orangorang Malaysia yang berbeda-beda. Orang pertama yang tinggal di kawasan tersebut adalah Orang Asal yang masih tersisa diikuti oleh orang Melayu, yang berpindah dari daratan Asia ke sana pada zaman dahulu. Pengaruh budaya Tionghoa dan India muncul ketika perdagangan dimulai dengan negara-negara tersebut dan meningkat dengan adanya imigrasi ke Malaysia. Budaya lain yang sangat memengaruhi Malaysia termasuk budaya Persia, Arab, dan Britania. Beragam etnik yang ada di Malaysia kini mempunyai identitas budaya yang unik dan khas dengan beberapa persilangan budaya. Seni dan musik mempunyai tradisi yang sangat lama di Malaysia dengan adanya kesenian Melayu yang berasal dari kesultanan Melayu. Seni tradisional berpusat pada bidang seperti ukiran, kerajinan perak, dan tenun. Pantang larang Islam membatasi karya seni yang menggambarkan manusia hingga pertengahan abad ke-20. Seni pertunjukan sangat populer dan sering kali menunjukkan pen-
SENI ARSITEKTUR TIMUR 99 garuh India. Berbagai pengaruh dapat dilihat dalam arsitektur, dari kebudayaan perseorangan di Malaysia dan dari negara lain. Bangunan modern yang besar telah dibangun termasuk gedung kembar tertinggi di dunia, Menara Kembar Petronas. Musik Malaysia mempunyai beragam asal-usul dan sebagian besarnya didasarkan pada alat musik perkusi. Banyak kesusastraan awal Malaysia didasarkan pada wiracarita India, yang tetap tidak berubah walaupun orang Melayu memeluk Islam. Hal ini telah berkembang dalam beberapa dasawarsa terakhir. Kesusastraan Inggris tetap terbatas kepada golongan yang lebih tinggi sampai kedatangan mesin cetak. Kesusastraan Tionghoa dan India ciptaan setempat muncul pada abad ke-19 Negara ini memiliki banyak ciri khas yang membedakannya dari negara-negara lain di dunia. 1.Keindahan Alam dan Cuaca Tropis Salah satu ciri khas paling mencolok Malaysia adalah keindahan alamnya. Dari hutan hujan tropis hingga pantai berpasir putih yang indah, Malaysia memiliki segalanya.Hutan hujan Taman Negara merupakan salah satu yang tertua di dunia dan merupakan rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang unik. Selain itu, pulau-pulau seperti Pulau Langkawi dan Pulau Redang menawarkan pantai yang indah dan air laut yang jernih untuk dinikmati.Cuaca tropis negara Malaysia juga merupakan daya tarik besar. Dengan suhu yang cukup hangat sepanjang tahun, negara malaysia adalah destinasi yang sempurna bagi mereka yang ingin menghindari musim dingin yang keras. 2.Warisan Budaya yang Kaya Malaysia memiliki beragam warisan budaya yang berasal dari berbagai etnis dan agama. Ini termasuk etnis Melayu, Cina, India, dan banyak lagi.Salah satu ciri khas yang paling mencolok adalah bangunan-bangunan bersejarah seperti Masjid Jamek di Kuala Lumpur, yang mencerminkan arsitektur Melayu yang indah, dan Kuil Batu yang megah, yang adalah salah satu kuil Hindu terbesar di luar India.Selain itu, Malaysia juga dikenal karena perayaan beragama dan budaya yang meriah
100 SENI ARSITEKTUR TIMUR sitektur Melayu yang indah, dan Kuil Batu yang megah, yang adalah salah satu kuil Hindu terbesar di luar India.Selain itu, Malaysia juga dikenal karena perayaan beragama dan budaya yang meriah seperti Hari Raya, Diwali, dan Tahun Baru Cina. Wisatawan seringkali beruntung bisa mengalami perayaan ini dan merasakan kehangatan keramaian dan keragaman budaya 3.Kuliner Malaysia yang Lezat Makanan adalah bagian penting dari budaya Malaysia, dan masakan Malaysia dikenal di seluruh dunia karena kelezatannya. Ayam pongteh, nasi lemak, laksa, satay, dan roti canai adalah beberapa hidangan khas Malaysia yang patut dicoba.Rasanya yang lezat dan beragam mencerminkan perpaduan budaya yang ada di Malaysia.Selain makanan, jalanjalan di kota-kota seperti Penang atau Melaka akan memungkinkan Anda mencicipi berbagai makanan jalanan yang lezat, seperti char kway teow dan asam laksa. Malaysia adalah surga bagi pencinta makanan. Di Malaysia Masakan sering dibagi menurut garis etnik, tetapi terdapat beberapa hidangan yang mempunyai makanan campuran dari etnik yang berbeda. Setiap kelompok agama besar mempunyai hari suci utama yang dinyatakan sebagai hari libur resmi. Hari libur resmi berbeda di setiap negara bagian, yang paling meluas adalah Hari Merdeka untuk menyambut kemerdekaan Malaya. Walaupun perayaan sering kali berasal dari latar belakang etnik tertentu, perayaan itu dirayakan oleh semua orang di Malaysia. Olahraga tradisional sangat populer di Malaysia dan tetap menjadi kekuatan besar dalam olahraga antarbangsa seperti bulu tangkis. Malaysia menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Persemakmuran pada tahun 1998, yang merupakan Pesta Olahraga Persemakmuran pertama dengan obor melalui lebih banyak negara dibandingkan dengan Inggris 4.Bahasa Malaysia dan Bahasa Inggris Bahasa Malaysia adalah bahasa resmi negara ini, tetapi bahasa Inggris juga sangat umum digunakan, terutama dalam bisnis dan pendidikan.Hal ini membuat Malaysia menjadi salah satu destinasi yang sangat ramah bagi wisatawan berbahasa Inggris.