The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

“Sehingga keberadaan bangunan merupakan tatanan yang memiliki muatan makna yang filosofis, meresap jiwa kita dengan keindahan melalui kecerdasan estetik yang akan menghantarkan kita menghargai dan mempertahankan sustainability dalam setiap ruang dan bentuk, sehingga keberadaan bangunan-kearsitekturan
selalu lekat dengan nilai-nilai luhur, bukan bagian dari kerusakan alam dan manusia.”
Dr. Zainul Adzfar, M.Ag.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nur Yusril Muhammad Isnain isnain, 2023-12-25 19:34:24

Seni Arsitektur Timur

“Sehingga keberadaan bangunan merupakan tatanan yang memiliki muatan makna yang filosofis, meresap jiwa kita dengan keindahan melalui kecerdasan estetik yang akan menghantarkan kita menghargai dan mempertahankan sustainability dalam setiap ruang dan bentuk, sehingga keberadaan bangunan-kearsitekturan
selalu lekat dengan nilai-nilai luhur, bukan bagian dari kerusakan alam dan manusia.”
Dr. Zainul Adzfar, M.Ag.

SENI ARSITEKTUR TIMUR 101 5.Masyarakat yang Toleran Malaysia dikenal sebagai negara yang masyarakatnya sangat toleran terhadap perbedaan agama dan budaya.Keberagaman etnis dan agama di sini hidup berdampingan dengan damai, menciptakan atmosfer yang harmonis. Tentang kondisi sosial negara Malaysia Ditinjau dari segi ekonominya, kondisi sosial negara Malaysia berkaitan dengan ekspor bahan mentah, teristimewa karet dan timah Sementara dilihat dari segi etnis atau kependudukannya, masyarakat Malaysia berasal dari berbagai ras, suku, dan agama. Apabila ditinjau dari budayanya, Malaysia memiliki kebudayaan yang sangat kaya. Karena kondisi sosial negara Malaysia yang memang sangat beragam. Kondisi ekonomi MalaysiaDilansir dari Encyclopaedia Britannica, sejak 1970, perekonomian Malaysia bertumpu pada ekspor bahan mentah, yakni karet dan timah. Malaysia merupakan produsen utama karet dan minyak sawit. Negara ini juga menjadi salah satu pengekspor besar gas alam dan minyak bumi.Dikutip dari situs Food and Agriculture Organization, berkaitan dengan pembangunan sosial ekonomi, sektor kehutanan juga menjadi salah satu faktor yang penting. Karena berkontribusi besar terhadap konservasi sumber daya genetik, kondisi iklim, lingkungan taman, dan fasilitas rekreasi. Kondisi sosial negara Malaysia ditinjau dari kependudukannya sangatlah beragam. Masyarakat negara ini didominasi tiga ras utama, yakni Melayu, Cina, dan India. Mengenal Mak Yong seni teater Tradisional Melayu Sumber gambar.pinterst Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Muhammad Zen mengajak untuk merevitalisasi teater Mak Yong agar menjadi menjadi lebih menarik penampilannya tanpa meninggalkan tradisi yang asli. Gunanya agar generasi muda bisa menyukai seni ini bahkan mempelajari tradisi ini. “Dalam penampilannya dibawakan dengan semenarik mungkin, seperti diindahkan tari-


102 SENI ARSITEKTUR TIMUR annya, diberi lighting atau pencahayaan. Ceritanya boleh kekinian namun tak meninggalkan tradisi asli, sehingga generasi millenial banyak mengetahui Teater Mak Yong,” sebutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, Kota Batam memiliki banyak tradisi budaya yang menarik untuk diketahui. Salah satunya, teater tradisional Mak Yong tersebut. “Teater ini hadir di setiap gelaran acara tahunan kebudayaan di Kota Batam, serta diikuti tarian dan musik Melayu lainnya yang artistik dan menghibur,” ujarnya. Ardi juga mengajak masyarakat Kota Batam ikut melestarikan budaya Melayu yang ada di Kota Batam. Salah satunya, menjaga agar teater Mak Yong serta tradisi lainnya, tetap lestari hingga anak cucu nanti. “Ayo kita cintai budaya kita, sehingga budaya kita tetap lestari,” pintanya.*


SENI ARSITEKTUR TIMUR 103 Seni Islam (Davina Ayu Ramadhani) Segala aspek dalam kehidupan diatur oleh syariat islam. Cakupan yang diajarkan dalam kajian agama ini sangatlah luas dan tak ada satupun ilmu yang tidak dibahas oleh agama Islam. Termasuk dalam ilmu seni, Islam pun mengatur ilmu seni dengan syariat yang mulia. Membahas dengan rinci seperti apa yang dibolehkan dalam seni dan batasan-batasan dalam menciptakan seni. Seni Islam merupakan seni yang berpedoman pada aqidah Islam yaitu pengesaan kepada Allah dan tidak keluar dari aqidah dan akhlak. M. Abdul Jabbar Beg berpendapat, suatu seni akan menjadi islamis, jika seni mengungkapkan pandangan kehidupan muslimin yaitu dengan konsep tauhid (Beg, 1981: 2-3). Sedangkan menurut Quraish Shihab, Seni Islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud dari sisi pandangan Islam tentang Islam, hidup dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan. A. Sejarah Seni Islam Selama islam memimpin perdaban dunia kurang lebih 13 abad, peradaban islam meninggalkan banyak sejarah dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah seni dalam dunia Islam. Banyak sekali Islam meninggalkan seni yang terkandung keindahan dan makna yang indah. Misalnya saja di Andalusia terdapat bangunan yang mengandung nilai seni yang sangat tinngi yaitu Istana Al Hamra. Sejarah peradaban Islam menurut Harun Nasution dibagi menjadi tiga periode. Periode pertama yaitu periode klasik (650- 1250an), kedua periode pertengahan (1250-1800) dan periode modern (1800-sekarang). 1. Periode Klasik (650-1250- an) Periode ini merupakan periode keemasan, kejayaan, dan kamjuan Islaam atau biasa disebut dengan “The Golden of Age”. Di masa ini daerah Islam meluas melalui Afrika bagian uatra sampai ke Spanyol di belahan baratdan, dan melalui Persia sampai ke India di Belahan Timur. Perkembangan ilmu dalam


104 SENI ARSITEKTUR TIMUR berbagai bidang sangat pesat. Tidak terkecuali dengan ilmu seni. Banyak seniman-seniman Islam yang sangat hebat dalam bidangnya. Seperti seni sastra, pahat, lukis, dan arsitektur. 2. Periode Pertengahan (1250-1800) Pada masa ini kebangkitan seni islam yang terjadi pada bidang sastra, kaligrafi dan arsitektur. Contoh tokoh yang terkenal adalah Jalaluddin Muhammad bin Muhammad Al-Balkhi Al-Qanawi atau yang dikenal dengan Jalaluddin Rumi sebagai pujangga sastra. Karya yang diakui oleh duni yaitu “Al-Masnawi” dan Diwaani Syamsi Tabriz”. Seni kaligrafi berkembang pesat dimna menggunakan dinding bangunan, medi kets, daun pintu jendela, dan ting penghias bangunan masjid-masjid, makam orang penting dan lain sebagainya. Dalam tujuannnya seni kaligrfi digunkakn untuk mempercantik tulisn bahasa araba sehingga lebih menarik untuk dibaca dan dipahami. Kemudian pada bidang arsitektur dengan kombinasi arsitektur Romwi, Yunani, Arab, dan Persia. Contohnya adalah masjid Selim yang dibangun oleh arsitektur Mimar Sinan. https://www.kontraktorkubahmasjid.com/ masjid-selimiye-edirne-turki/ B. FALSAFAH SENI ISLAM Di Dunia Timur Islam pemikiran tentang seni tidak sepesat dengan dunia barat. Hal itu disebabkan masih terikatnya masyarakat dengan tradisi penyembahan berhala orang Arab yang dikhawatirkan akan menimbulkan Kembali kepercayaan pra-Islam. An-Nawawi mendefinisikan hadis nabi yang berbunyi “Malaikaat tidak akan masuk ke dalam rumah yang berisi gambar-gambar dn anjing” menegaskan bahwa gambar yang melukiskan makhluk hidup dilarang keras krena hal itu merupkan dosa besar yang diancam dengan hukuman berat. Pembuatan gambar yang menyerupai makhluk hidup dilarang keras adalah hal tabu. Menurut Ahmad Muhamad Isa, karena pendapat diatas telah menimbulkan rintangan besar bagi uma islam menuang-


SENI ARSITEKTUR TIMUR 105 kan penghayatan estetis dalamben-tuk karya seni berkualitas. Demikian juga menurut Aamin Abdullah, telah mempertgs skeptis Sebagian besar umat islam yang tidak memberi ruang proposial bagi seni dalam dunia pemikiran islam. Meskipun begitu sejarah membuktikan bahwa ekspresi seni umat islan tetap tumbuh dalam peradabaan islam sejaalan dengan kebutuhan penyebaaraan islaam itu sendiri melalui akultursi dengan tradisi dan budaya setempat. Al-Ghazali sebagi seorang filsuf telah berupaya membantah dalil-dalil merka yang mengharaamkaan seni, mengatakan bahwa mendengar nada yang indah dapat membangkitkan hal. Pemikiran seni dalam Islam menemukan rintisannyaa untuk pertama kali Ketika filsafat mengalaami perkembangan pesat pada masa antara abad 3H/9H. Di antara filosof seperti al Kindi, al-Farabi, Ibn Sina dan ar-Razi, terdapat filosof yang kompeten dikemukakan untuk memahmi keberadaan seni dalm kurun waktu itu. Yaitu Ibn Sina dalam pandangannya, khusunya seni musik, musik adalah sebuah harmoni yang diilhami oleh kegairahan dan keadaan jiwa seseorang, baik Ketika dimainkan maupun Ketika didengarkan. Pada penghujung abad 6H/12H, estetika seni beralih memasuki wilayaah pemikirn yang bercorak sufistik dan bahkan mistik. Para seniman giat melakukan berbagai jenis eksresi seni terutama digunkan dalaam medi komuniksi untuk memperoleh gairah cinta Tuhan. Namun sejarah mencatat bahwa masalah ini memang belum mendapat perhatian serius dalam pemikirn mereka. Pada penghujung abad 19 umat islam dihadapkan pada reorientasi pemikiran islam dalam berbagaai aspek kehidupan yang menandani era modern. Pemikir muslim S.H. Nasr ia menyatakan bahwa masalah cikal baakl seni islam dan serta Prinsip-prinsip yang mendasarinya betapa pun harus dihubungkan dengan pandangn dunia islam itu sendiri yaitu wahyu islam yang mempengaruhi seni suci secara langsung. Sejalan dengan Nasr, Al-Faruqi mengajukan konsep seni Islam yang bersumber dri makn tauhid dalam al-Quran. Menurutnya, seni Islm adalah seni yang mengekspresikan dimensi positif dari tauhid. Selanjutnya,


106 SENI ARSITEKTUR TIMUR Muhamad Qutb mengemukakan pandangannya bahwa seni Islam tidak harus berbicara tentang Islam, tidak harus berupa nasehat langsung, atau anjuran berbuat kebaikan, bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. Seni yang islami adalah seni yang menggambarkan wujud ini dengan bahasa yang indah serta sesuai dengan fitrah. C. SOSIAL BUDAYA Seni merupakan bagian paling dekat dengan kehidupan manusia. Seni dilahirkan oleh budaya pada masyarakat setempat dan mempunyai ciri khas Masing-masing sesuai dengan kebiasaan masyarakt tersebut. Terkait denagan budaya isalam, sebelum isalam masuk, budaya-budaya local disekita semenanjung arab yelah lebih dulu berkembang, sehinggabudaya islam sendii banyak beralkuturasi dengan budaya-budayaa lokal tersebut. Kebudayaan Persia mempengaruhi keadaan penduduk Hijz dan perkembangannya pada masa-masa berikutnya. Budaya ini mulai masuk ke tanah Arab pada abad kemunculan Islam. Sehingga sedikit demi sedikit masyarakat mualai berasimilasi dengan miliu Persia. Orang-orang bercakap dengan bahasa Persia, meryakan haari-hari besar Persia dan menikahi Perempuan-perempuan Persia. Setelah kurun Nabi, dengan perubahan sosial budaya, di negeri-negeri luar Jazirah Arab, yang sosial-budayanya berbeda, sunnah yang merupakan pola laku Nabi menjadi pola cita utama. Nabi memberikan teladan bagaimana mewujudkan pola cita al-Qur’an dalam kehidupan yang riil. Kemudian juga seni islam dipengaruhi oleh kekaisaran Bizantium karena setelh dikalahkn oleh Mehmed Sang Penakluk, mengambil alih ibukota. Warisan seni tetap ada. Seni mosaik Byzantine dari langit-langit St. Mark’s Basilica. Gambar oleh Wolfgang Moroder. Mengikuti unsur-unsur arsitektur dan gaya romawi dan dimasukkan ke dalam struktur mereka, termasuk basilik tradisional, atau gerja Kristen., ke dalm masjid terkemuka mereka. Paling banyak dikenal untuk pengaruh gaya


SENI ARSITEKTUR TIMUR 107 Eropa pada Dome of the Rock, kuil Islam yang dibangun dengan pengukuran yang serupa dengan Church of the Holy Sepulchre terletak di Yerusalem. Dome of the Rock. Gambar oleh Chris Flook. Terinspirasi oleh mosaik ilahi yang dibuat menghiasi dinding arsitektur klasik Kristen, mosaik menjadi seni terkemuka lain yang beralih ke wilayah Islam. Islam mosaik menghiasi Dome of the Rock. Gambar oleh Godot. D. ESTETIKA, ARTEFAK DAN DESAIN Menggunakan sebuah bentuk seni yang tertanam dalam masyarakat Islam, karpet tenun diproduksi dengan indah, desain menggunakan garis-garis lurus dan bertepi. Mereka juga menggabungkan dengan bentuk ikal mengalir dan kurva arabesque (gaya hias Islam) ke dalam banyak desain mereka untuk merayakan warisan Islam mereka, dan ini kemudian menjadi fitur utama dalam gaya unik ini. teknik gerabah Iznik glasir yang digunakan secara luas dalam abad ke-16. Gambar oleh Deror Avi. Jadi anda lihat, meskipun awalnya dipengaruhi oleh seni Kekaisaran Byzantine, seni Islam terus berkembang, menggabungkan gaya banyak daerah lain dan budaya ke dalam desain. Masjid Suleiman, meniru arsitektur Byzantine. Bangunan ini dibangun oleh arsitektur pada abad ke-16 dibawah kepemimpinan Sultan Selim I dan Sultan Sulaiman, Dinasti Usmni berhasil pada puncak kejayaannya. Arsitektur tersebut adalaah Mimar Sinan yang kala itu menjabat sebagai kepala arsitek dan teknik sipil Kesultanan Usmani. Mimar Sinan memban-


108 SENI ARSITEKTUR TIMUR gun Masjid Selimiye di Edirne smsini untuk menyaingi Hagia Sophia yang memiliki kubah berdiameter 31 meter. Tinnggi kubah utama dari lantai dasar Masjid Selimiye adalaah 42 meter. Masjid Selimiye memiliki halaman berbentuk persegi panjang dengan sebuah tempat wudhu berupa air mancur (sardivan) di tengahnya. Area terbuka ini dikelilingi oleh portico (teras berpilar) yang beratapkan 18 kubah. Portico Masjid Selimiye memiliki 16 pilar. Menurut para ilmuan, pilar-pilar tersebut berasal dari Mesir, Siprus, Syria, dan Turki. Halaman dengan gaya sepeti ini mengadopsi bentuk peristyle pada halaman bergaya Romawi Kuno atau bentuk sahn pada Bangunan-bangunan di Timur Tengah dan Afrika Utara.


SENI ARSITEKTUR TIMUR 109 Estetika Seni Nusantara (Izza Fathina) • SEJARAH Seni menurut Popo Iskandar adalah karya cipta manusia yang bersifat kreatif dan memiliki nilai seni yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain. Seni memiliki beberapa cabang, antara lain seni musik, senirupa, seni tari, dan seni teater. Pada materi berikut ini yang kita pelajari adalah cabang seni rupa. Senirupa di wilayah Nusantara sudah ada sejak zaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan diketemukannya hasil karya seni rupa, baik berupa lukisan di dinding-dinding gua maupun benda-benda yang digunakanuntuk meramu. Hasil seni rupa pada zaman tersebut diperkiraan sebagai sarana untuk melakukan rituall tertentu. https://wisnujadmika.files.wordpress.com/ Kehidupan manusia goa Seni rupa adalah cabang seni yang menggunakan media rupa dalam penyampaiannya. Unsur media rupa ini dapat berupa titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap-terang. Seni rupa menurut kegunaannya dibedakan menjadi tiga yaitu seni rupa murni, seni rupa terapan dan desain. Seni rupa murni adalah suatukarya seni yang menggunakan media visual yang digunakan sebagai pemuas ekspresi pribadi atau karyayang dibuat hanya digunakan untuk kepuasan dirinya sendiri. Seni rupa murni terdiri dari seni lukis, senigrafis, seni patung, seni instalasi. Sedangkan seni rupa terapan adalah karya seni rupa yangmenitikberatkan pada aspek kegunaan atau fungsi. Seni rupa terapan terdiri dari berbagai macam hasilkarya seni kriya, baik kriya kayu, kriya kulit, kriya logam, kriya keramik, kriya tekstil, batik. Seni rupadesain terdiri dari desain produk, desain grafis, desain arsitektur, desain interior-eksterior. Seni rupa Nusantara adalah suatu karya seni rupa yang terdapat di wilayah Nusantara. Seni rupa Nusantara menurut periode perkembangan dibagi menjadi


110 SENI ARSITEKTUR TIMUR Zaman Batu, Zaman Klasik, danZaman Indonesia Baru. 1.ZAMAN BATU A. Zaman Batu Tua (paleolithikum) Zaman paleolithikum ini ditandai dengan diketemukannya benda-benda dari batu kasar, berupa kapak genggam (chopper ) yang ditemukan di Pacitan (Jawa Timur), Parigi (Sulawesi), Gombong (JawaTengah), Sukabumi (Jawa Barat). Di Ngandong (Jawa Tengah) ditemukan alat-alat dari batu beraneka warna yang berfungsi untuk mengorek-orek ubi yang disebut flakes dan peralatan dari tulang boneculture). Selain itu juga ditemukan lukisan kuno di gua Leang-leang (Sulawesi Selatan) objek lukisan digua ini berupa telapak tangan dan tubuh manusia. Di Papua objek lukisannya berupa binatang terdapat cipratan darah yang dicampur dengan lemak. 1. Lukisan dinding gua Lascaux https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/lascaux-cave-paint-frugalvillage-com.jpg 2. Serpihan batu peninggalan palaelithikum https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/alat-serpih1wacananusantara-org1.jpg 3. Bone culture https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/bone-culture.jpg B. Zaman Batu Tengah (mezolithikum) Pada zaman ini kehidupan nenek moyang kita sudah mulai maju dan berkembang. Hal ini dibuktikan dengan diketemukannya ujung panah, flakes, batu penggiling, pipisan, kapak batu dan alat-alat dari tanduk rusa. Nenek moyang kita pada zaman ini diperkirakan sudah mulai menetap. hal ini dibuktikandengan diketemukan tumpukan kulit kerang setinggi tujuh meter di pantai timur Sumatra dan juga sudah


SENI ARSITEKTUR TIMUR 111 diketemukan pecahan tembikar dari tanah liat. https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/biface_feuille_de_laurier-commons-wikimedia-org1.jpg peninggalan mezolithikum https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/kapak-cbu-edu.jpg C. Zaman Batu Muda (neolithikum ) Pada zaman ini nenek moyang kita sudah tinggal menetap. Dalam mencari mata pencaharian merekasudah mulai bercocok tanam. Pada periode ini telah ditemukan kapak lonjong dan persegi. Kapak persegi(ditemukan di Lahat, Bogor, Sukabumi, Karawang, Pacitan, Tasikmalaya dan lereng Gunung Ijen)diperkirakan untuk bercocok tanam, memahat dan untuk memotong kayu. Sedangkan kapak lonjong(ditemukan di Papua, Minahasa, Serawak dan Kepulauan Tanimbar) bentuknya bulat memanjang dengan bagian ujung lancip dan tajam. Pada zaman ini juga sudah diketemukan tembikar dari tanah liat yang sudah diberi motif hiasan yang bersifat magis, perhiasan cincin, kalung, gelang dari batu dan pakaian dari kulit kayu. Kapak lonjong https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/kapak-lonjong-wacananusantara-org.jpg Gerabah peninggalan masa neolithikum https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/neolithic_potteryhistoriasiglo20-org.jpg D. Zaman Batu Besar (megalithikum) Zaman Batu Besar ditandai dengan adanya peninggalan monumen-monumen batu sebagai upacarakeagamaan yang dianut


112 SENI ARSITEKTUR TIMUR masyarakat pada saat itu. Peninggalan tersebut berupa dolmen ( sejenis meja dari batu berukuran besar berfungsi untuk meletakkan sesaji di atasnya dan juga sebagai tanda bahwa di bawahnya ada kuburannya), menhir (bangunan yang menyerupai tugu sebagai tanda bersemayamnya roh-roh dan kekuatan gaib), kuburan batu,  Sarcophagus (peti dari batu untuk menyimpan orang mati), punden berundak (batu yang disusun berundak menyerupai candi) dan arca batu. Dolmen Ballykel https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/ballykeel-dolmen-south-armagh-com.jpg Menhir https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/menhirikwanins-blogspot-com.jpg Punden berundak https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/punden-berundak.jpg 2. ZAMAN LOGAM Zaman ini ditandai masuknya kebudayaan Indo-Cina ke Indonesia sekitar 500 SM. Peninggalan pada zaman logam berupa kapak perunggu, genderang perunggu, benda hias dari perunggu. 3. ZAMAN KLASIK Zaman klasik adalah merupakan periode kerajaan-kerajaan di Nusantara. Pada zaman ini dapatdikelompokkan menjadi dua yaitu masa Hindu-Budha dan masa perkembangan Islam. Periode Hindu-Budha merupakan pelajaran sangat berharga untuk perkembangan seni rupa Nusantara. Hasil seni yangsangat menonjol adalah peninggalan candi-candi di wilayah Nusantara, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan candi-candi lainnya. Masyarakat lokal dapat belajar seni rupa ke sekolah pendidikanformal di luar negeri. Periode Islam banyak meninggalkan seni bangunan seperti masjid dan makam, bangunan keraton, ka-


SENI ARSITEKTUR TIMUR 113 ligrafi, dan ragam hias bercirikan khas Islam. Candi Pringapus https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/candi-pringapus-kaskus-us.jpg Candi Prambanan https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/prambanan.jpg Candi Borobudur https://wisnujadmika.files.wordpress. com/2013/02/borobudurontchez-wordpress-com.jpg 4. ZAMAN INDONESIA BARU Pada periode ini seni rupa Nusantara mulai dipengaruhi oleh budaya barat. Pada masa ini seni rupadikelompokkan menjadi : a. Masa Perintisan Masa Perintisan adalah masanya Raden Saleh yang merupakan juru gambar Belanda. Karya Raden Salehantara lain : Antara Hidup dan Mati (pertarungan antara seekor banteng dan dua ekor singa), Penangkapan Diponegoro, Perkelahian dengan Binatang Buas, Perburuan, Hutan Terbakar, Banjir, Harimau dan Mangsanya, Merapi yang Meletus. b. MasaMooy Indie Masa Raden Saleh mengalami kekosongan muncul pelukis Abdullah Suryosubroto keturunan bangsawanSolo. Sekolah di Akademi Kesenian di Eropa kemudian mengembangkan lukisannya di Indonesia dengangaya yang berbeda. Gaya Abdullah Suryosubroto menekankan keelokan dan suasana keindahan alam diIndonesia. Jadi objek lukisannya adalah pemandangan alam yang indah dan wanita-wanita cantik. Kemudian pada masa ini disebut dengan masa Indonesia Jelita ( Mooy Indie). Pelukis lainnya adalahWakidi, Pirngadi, Basuki Abdullah dan Wahdi. c. Masa Cita Indonesia Perbedaan kenyataan antara keindahan yang dibuat oleh


114 SENI ARSITEKTUR TIMUR Abdullah Suryosubroto dengan kenyataan bangsaIndonesia yang melarat dan menderita, pelukis S. Sudjoyono mempelopori lukisan yang bertolak belakang dengan Mooy Indie. Kemudian mendirikan perkumpulan ahli gambar Indonesia (PERSAGI)yang anggotanya Agus Jayasuminta, L. Sutioso, Rameli, Abdul Salam, Otto Jaya, S. Sudiarjo, danlainnya.Karya S. Sudjoyono antara lain ‘’Di Depan Kelambu Terbuka, Sayang Saya Bukan Anjing, Jongkatan, CapGo Meh, Mainan Anak-anak Sunter, Bunga Kamboja dan Nyekar.’ d. Masa Pendudukan Jepang Pada masa ini pelukis dari golongan rakyat biasa sudah mulai banyak bermunculan, seperti Affandi,Kartono Yudhokusumo, Nyoman Ngedon, Hendra Gunawan, Henk Ngantung.Penari Ronggeng karya Hendra Gunawan e. Masa Kemerdekaan Pada masa ini Affandi mendirikan perkumpulan Seniman Indonesia Muda (SIM). Anggotanya Affandi,Hendra Gunawan, Suromo, Surono, Abdul Salam, Sudibyo, dan Trisno Sumarjo. Setelah keluar dari SIMAffandi dan Hendra Gunawan mendirikan Peloekis Rakyat yang beranggotakan Kusnadi, Sudarso,Sasongko, Trubus. f. Masa Seni Rupa Baru Pada masa ini para pelukis sudah berani menampilkan corak baru dalam penggarapannya. Para senimanmuda ini berusaha menciptakan sesuatu yang baru yang tidak tergantung pada suatu media tertentu, tetapisudah menggunakan berbagai media untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda. Penerapan konsep-konsep yang tabu sudah diungkapkan lewat lukisannya. • Estetika Kesenian sebagai Konsep Penciptaan dan Karakter Simbol Budaya Kebudayaan, ada, berkembang, dan dibakukan dalam tradisi-tradisi sosial suatu masyarakat. Kebudayaan menjadi milik masyarakat yang dipergunakan secara bersama sebagai pedoman atau kerangka acuan warga masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai tingkah laku yang bertalian dengan upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. kebudayaan dapat dilihat sebagai latar bagi suatu tipe masyarakat yang bersifat normatif, dan melahirkan gaya hidup tertentu yang


SENI ARSITEKTUR TIMUR 115 tipikal dan bermakna berbeda dengan kelompok lainnya. Dalam menciptakan gaya hidup seperti itu, yang hanya mungkin terwujud melalui aturanaturan yang diterapkan bersama, suatu perangkat model kognitif, sistem simbol, dan beberapa visi dari suatu ideal diberi bentuk; salah satu di antaranya adalah kesenian. Kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan, sesungguhnyalah merupakan simbol yang merefleksikan atau mengekspresikan kebudayaan itu sendiri. • Dari mistis hingga religius: estetika kesenian nsantara Secara tradisional, kesenian Nusantara, sebagai perwujudan salah satu kebudayaan bangsa Indonesia (bangsa Timur) adalah suatu kesenian yang memiliki gagasan, proses, bentuk, fungsi, dan makna yang tidak bisa lepas dari pengaruh dan bahkan mencerminkan nilai-nilai budaya yang bersifat mistis, kosmis, dan religius sebagaimana diungkapkan di atas. Kesenian Nusantara yang secara empirik hidup dan berkembang melalui kehidupan tradisi di setiap wilayah Nusantara ini, umumnya diwujudkan dalam satu kegiatan yang menyatu dengan (terintegrasi) atau bahkan menjadi bagian dari suatu kehidupan tradisi masyarakat. Kesenian tidak secara eksklusif hadir sebagai dirinya sendiri melainkan menjadi bagian dari suatu tradisi. Estetika yang demikian itu bersifat cultural-specific, artinya bersifat lokal dan khas sesuai dengan kondisi kehidupan budayanya. • estetika visual nusantara Semua bentuk seni beserta ekspresi estetik yang hadir dan berkembang dalam setiap kebudayaan, cenderung berbeda dalam corak dan ungkapan, dan mempunyai ciri khas masing-masing yang unik. Perbedaan corak dan ungkapan tidak hanya menyangkut dengan pemenuhan kebutuhan estetik saja, tetapi juga terkait secara integral dengan pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder. Apabila estetika berhubungan dengan sesuatu yang dianggap sakral maka bentuk seni memiliki hubungan erat dengan sistem kepercayaan masyarakat. ANIMISME Berdasarkan kepada asas kepercayaan dan tradisi, telah mendorong lahirnya perkembangan perilaku animisme. Kepercayaan animisme merupakan se-


116 SENI ARSITEKTUR TIMUR buah sistem pemujaan terhadap roh leluhur, pada masyarakat yang melakukan praktik animisme, bentuk-bantuk seni rupa akan merujuk pada bentuk manusia sebagai simbol roh. Sepertihalnya contoh berikut Hampatong merupakan patung ukir yang terbuat dari kayu ulin yang dipercaya menjadi penjaga masyarakat dari penyakit dan gangguan roh jahat. Bentuk manusia pada patung tersebut menggambarkan roh nenek moyang. DINAMISME dapun pada masyarakat yang melakukan praktik dinamisme, bentuk-bentuk seni rupa akan merujuk pada bentuk benda-benda alam seperti tumbuhan, hewan maupun benda langit seperti matahari, bulan, bintang, dsb. Menurut kepercayaan dinamisme, ada benda-benda tertentu yang dipercayai memiliki kekuatan magis, sehingga benda itu dikultuskan dan dikeramatkan. sepertihalnya contoh berikut: Deder Keris atau Hulu Keris merupakan bagian senjata keris yang berfungsi sebagai tempat genggaman. Dalam tradisi Jawa, bagian ini merupakan adaptasi dari bentuk manusia, dari kepala hingga pinggul. Hal ini dimaksudkan bahwa seorang manusia harus ingat drajatnya sebagai manusia. Oleh sebab itu, manusia harus menggenggam erat hakekat dirinya sebagai manusia. dan bagian lainnya merujuk pada hewn dan tumbuhan yang dianggab magis.


SENI ARSITEKTUR TIMUR 117 Seni Prasejarah Nusantara (Muhammad Ichda Khoiril Anam) Perjalanan seni di Nusantara telah dimulai sejak zaman Prasejarah, dibuktikan dengan temuan temuan arkeolog mengenai lukisan-lukisan yang ada di berbagia goa di Indonesia yang umurnya diperkirakan telah mencapai ratusan bahkan ribuan tahun sila sebelum masehi. Siapa sangka lukisan diniding ini adalah lukisan tertua yang ada di dunia ini, dan keberadaan lukisan babi ini terletak di Indonesia, lukisan babi ini tepatnya berada di Leang Tedonge, Biku, Kabupaten Pangkep. gua Leang Tedongnge sebuah gua yang terletak di daerah perbukitan terpencil di Sulawesi Selatan. Jadi jangan heran mengapa Sulawesi sekarang ini mempunyai julukan sebagai kota seni, mengapa?. Jawabnya ada di gua leang tedongnge ini, bahwasanya nenek moyang orang Sulawesi pada zaman dahulu juga telah menyukai yang Namanya karya seni, sudah jelas dibuktikan bahwasanya lukisan terlama berada di Sulawesi jadi pantas Sulawesi mendapat julukan nenek moyag seni. Tentu saja tidak masih banyak peninggalan-peninggalan seni prasejarah yang ada di Indonesia. Contohya seprti alat-alat yang kerap kali digunakan oleh manusia di zaman dahulu. Gambar.2 Gambar.2


118 SENI ARSITEKTUR TIMUR Gambar di atas merupakan Sebagian dari lebih masih banyak lagi peninggalan seni prasejarah yang ada di indonesia, yang mana ternyata memiliki fungsi dan nama yang berbeda-beda, Seperti di atas disitu diperlihatkan sebuah kapak perimbas, kapak tersebut biasa dipakai oleh manusia pada zaman dahulu untuk berburu, memotong kayu, tumbuhan dan lain sebagainya, kapak ini terbuat dari batu gamping yang dipahat hingga runcing dan membentuk seperti kapak namun tanpa tangkai kapak jenis ini banyak ditemukan di Indonesia namun kapak perimbas banyak ditemukan di Pacitan, Jawa Timur. Apakah hanya sampai sini saja peninggalan seni prasejarah di Nusantara?, Tentu tidak. Masih banyak lagi peninggalan-peninggalan seni prasejarah di Nusantara. Di atas telah kita ketahui peninggalan seni prasejarah di Zaman batu, sekarang mari kita ke zaman setelahnya. Siapa sangka gambar disamping adalah sisa dari kerakusan manusia pada zaman mesolitikum, gambar disamping biasa dikenal dengan Kjokkenmoddinger. Pada zaman mesolitikum ditemukan Peninggalan yang cukup terkenal adalah Kjokkenmoddinger, sisa makanan dari kulit kerrang remis yang menumpuk menyerupai bukit dan menjadi fosil dengan Gambar.4 Gambar.4


SENI ARSITEKTUR TIMUR 119 tinggi mencapai tujuh meter. Kjokkenmoddinger ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera. Satu lagi peninggalan karya seni prasejarah Nusantara dari Sumatera, gambar di samping adalah Punden berundak yaitu sebuah bangunan suci tempat pemujaan terhadap roh nenekmoyang yang dibuat dalam bentuk bertingkat-tingkat, yang digunakan untuk sesaji yang merupakan bentuk dasar dari bangunan candi.Bangunan seperti ini banyak ditemukan di daerah Lebak Si Beduk(daerah Banten Selatan).Teras berundak yang digunakan sebagai saranaupacara atau pemujaan ini ditemukan di Parungharjo, Lampung. Ketika ditemukan pada tahun 1976, teras berundak ini hanya terdiri darigundukan tanah. Panjang teras ini 8 m dan tinggi bangunan 2.5 m. Punden berundak ditemukan di daerah Lebak Si Beduk (daerahBanten Selatan) Lanjut kita beranjak ke zaman logam. Zaman Dimana adnya perkembangan dalam segi berpakaian, manusia pada saat itu sudah memiliki pemikiran untuk berpakaian, dan Pada zaman ini juga mulai berkembangnya seni pada zaman pra Sejarah Nusantara, Dimana ditemukannya artefak-artefak yang mengandung unsur kesenian. Gambar diatas adalah sebuah bejana dari masa pra Sejarah, yang diperkirakan masih menyimpan menyimpan Anggur yang usianya sudah ribuan atahun, bejana ini ternuat dari dua lempeng. Di Indonesia sendiri bejana ini ditemukan di dua tempat yekni di Sumatera dan Maduran. Untuk Sumatera sendiri tepatnya di kerinci, untuk bejana yang ditemukan di Sumatera ini memiliki panjang 50,8cm dan lebar 37cm. untuk bejana yang ditemukan di Mandura tepatnya di Sampang, Madura. Dengan Gambar.5


120 SENI ARSITEKTUR TIMUR tinggi 90cm dan lebar 54cm Masih ada lagi nih peninggalan pada zaman perunggu, yakni Arca perunggu. Sebuah patung dengan material logam yang ditemukan telah berusia ribuan tahun dan diperkirakan tepat berada pada zaman perunggu. Sebuah Arca yang ditemukan di daerah magelang, yang berbentuk sebuah dewa. Yang mana temuan ini membuktikan bahwa pada zaman perunggu sudah terdapat karyakarya seni yang bernilai. Setelah kita amati dari berbagai karya-karya menakjukan peninggalan dari zaman prasejarah membuktikan bahwa manusia sejatinya tidak luput dari seni, seni sendiri yang mencakup (etika, aestetika, logika) dan hal tersebut tidak bis akita pungkiri. Walaupun mungkin pada zaman tersebut mereka belum mengenal ap aitu seni, mereka hanya meliat fungsinya saja, walaupun sebenarnya meleka manargetkan pada akhir. gambar.7


SENI ARSITEKTUR TIMUR 121 Seni Hindhu-Budha Nusantara (Habib Musyaffa) Masuknya kebudayaan dan agama Hindu-Buddha menyebabkan akulturasi dengan kebudayaan lokal. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Salah satu pengaruh HinduBuddha yaitu dalam bidang kesenian.Seni Hindu-Buddha mengacu pada warisan seni rupa dan budaya yang muncul di wilayah yang dipengaruhi oleh kepercayaan Hindu dan Buddha. Ini mencakup seni arsitektur, lukisan, patung, dan karya seni lainnya yang mencerminkan nilai-nilai dan ikonografi dari kedua agama tersebut.Seni HinduBuddha merujuk pada ekspresi seni yang muncul dalam konteks agama Hindu dan Buddha di wilayah Asia, terutama di India, Nepal, Indonesia, dan wilayah sekitarnya. Seni ini mencerminkan nilai-nilai, keyakinan, dan ceritacerita keagamaan dari kedua tradisi tersebut.Seni Hindu sering menampilkan dewadewi, epik-epik mitologis seperti Mahabharata dan Ramayana, serta konsep-konsep filosofis seperti karma dan reinkarnasi. Kuilkuil Hindu, patung-patung, dan lukisan-lukisan adalah bentuk seni yang umum dalam konteks ini.Sementara itu, seni Buddha fokus pada figur Buddha, ajaranajaran Dharma, dan kehidupan Buddha Gautama. Seni ini juga dapat ditemukan dalam bentuk patung-patung, lukisan-lukisan, dan arsitektur kuil Buddha. Pengaruh seni HinduBuddha dapat ditemukan dalam berbagai bentuk seni di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara,


122 SENI ARSITEKTUR TIMUR tempat kedua agama tersebut memiliki dampak yang signifikan dalam sejarah dan budaya. Pengaruh ajaran Hindu-Buddha sangat nyata terlihat pada adegan drama yaitu adanya stratifikasi sosial yang hierarkis. Berikut berbagai macam pengaruh HinduBuddha dalam bidang kesenian. Peninggalan Kerajaan Hindu Buddha Terjadinya akulturasi budaya antara budaya Hindu Buddha dari India dengan kebudayaan asli nusantara menghasilkan jejak peninggalan kerajaan Hindu Buddha yang sangat unik. Kita bisa melihatnya dari seni bangunan, seni sastra, seni rupa dan lainnya. 1. Seni Bangunan Candi Borobudur merupakan salah satu contoh hasil akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan Nusantara dari segi seni bangunan. (pexels/han sen) Seni bangunan adalah salah satu jejak peninggalan kerajaan Hindu Buddha yang sangat populer hingga saat ini. Salah satunya adalah bangunan candi. Candi merupakan bangunan keagamaan tempat penganut agama Hindu dan Buddha beribadah. Makanya, nggak heran jika candi banyak didirikan pada masa kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia. Akan tetapi, meskipun bangunan candi di Indonesia bercorak agama Hindu dan Buddha, bentuk bangunan candi di tanah air berbeda dengan candi di tanah asalnya, lho. Bangunan candi di Indonesia memiliki punden berundak yang merupakan ciri khas bangunan asli nusantara. Punden berundak dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan roh leluhur mengingat Indonesia dulunya menganut paham animisme. Namun setelah kedatangan Hindu Buddha,


SENI ARSITEKTUR TIMUR 123 candi menjadi bentuk akulturasi bangunan Indonesia asli. Bangunan candi umumnya berukuran megah dan besar serta dilengkapi dengan stupa yang merupakan unsur asli dari India.. Kemudian, terdapat patung yang melambangkan Buddha ataupun dewa. Salah satu peninggalan kerajaan Hindu Buddha berupa candi yang memiliki punden berundak adalah Candi Borobudur. Pada Candi Borobudur, punden berundak berbentuk kubah separuh bola yang memiliki payung di atas dan sebuah lapik. Nah, salah satu peninggalan kerajaan Hindu Buddha yang masih apik hingga saat ini adalah peninggalan Kerajaan Majapahit. Beberapa di antaranya seperti Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, Candi Sukuh dan Candi Penataran. Candi-candi tersebut tersebar di daerah Jawa Tengah hingga Jawa Timur. 2. Seni Ukir https://www.nasirullahsitam.com/ Bentuk peninggalan kerajaan Hindu Buddha berikutnya adalah seni rupa dan seni ukir yang bisa kita lihat pada reliefrelief bangunan candi. Seni ukir berupa relief tersebut dipahat pada beberapa sudut bagian dinding candi. Contohnya adalah relief pada pagar langkan Candi Borobudur. Pengunjung bisa melihat adanya ukiran relief yang menceritakan riwayat Sang Buddha. Sementara di sekeliling Sang Buddha terpatri pemandangan alam berupa alam Indonesia serta bangunan rumah panggung hingga burung merpati. Kemudian, ada juga relief kala


124 SENI ARSITEKTUR TIMUR makara yang memiliki dasar motif tumbuhan dan binatang. Binatang yang diukir adalah binatang yang dianggap suci di dalam kebudayaan nusantara dulunya. 3. Seni Sastra dan Aksara https://www.nasirullahsitam.com/ Bentuk peninggalan kerajaan Hindu Buddha di Indonesia selanjutnya berupa seni sastra dan aksara. Seni sastra yang berkembang pada masa Kerajaan Hindu Buddha berupa seni tembang atau puisi dan prosa. Jika dilihat dari seni sastra, peninggalan Hindu Buddha dapat dibagi menjadi 3 macam, yakni kitab hukum, tutur berupa pitutur kitab keagamaan dan wiracarita atau cerita kepahlawanan. Umumnya, penulisan karya sastra ini menggunakan huruf Pallawa. Wiracarita bisa dibilang sebagai bentuk peninggalan seni sastra paling terkenal di tanah air hingga hari ini. Kisah di dalam kitab Mahabarata dan kitab Ramayana adalah bentuk wiracarita yang masih dikenal sampai sekarang. Pujangga asal tanah air juga tidak ketinggalan menggubah beberapa wiracarita karangan sendiri. Misalnya Mpu Sedah serta Mpu Panuluh yang mengarang kisah Baratayuda. Kitab peninggalan Hindu Budha Carangan juga merupakan hasil karangan pujangga tanah air. Seni pertunjukan wayang purwa atau wayang kulit adalah bentuk seni sastra yang sangat mendarah daging di daratan Jawa. Isi pertunjukan wayang kulit sarat nilai-nilai pendidikan dan moralitas. Beberapa tokoh pewayangan Indonesia yang tidak ada di India yaitu tokoh punakawan seperti Petruk, Gareng dan Semar.


SENI ARSITEKTUR TIMUR 125 Prasasti juga menjadi bentuk peninggalan kebudayaan Hindu Buddha yang menggabungkan unsur budaya asli nusantara dengan unsur India. Kamu bisa menemukan prasasti berhuruf Nagari (India) maupun prasasti yang menggunakan huruf Bali Kuno asli Indonesia. Prasasti atau batu bertulis tidak hanya menjadi objek peninggalan kebudayaan Hindu Buddha di tanah air melainkan menjadi sumber informasi kerajaan Hindu Buddha. Umumnya prasasti ditulis menggunakan huruf Pallawa. Sementara bahasa yang digunakan meliputi bahasa Sansekerta, bahasa Melayu Kuno dan Jawa Kuno. Berikut daftar prasasti peninggalan Hindu Budha berbahasa Sansekerta: Prasasti Ciaruteun, Pasir Awi, Kebon Kopi, Cidanghiang, Jambu, Tugu adalah peninggalan Kerajaan Tarumanegara Prasasti Muarakaman peninggalan Kerajaan Kutai Prasasti Canggal, Wanua Tengah III, Sangkhara, Sojomerto, Klurak, Kalasan, Mantyasih peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Prasasti Tuk Mas peninggalan Kerajaan Holing 4. Alat Musik Peninggalan Hindu-Buddha pustakapengetahuan.com Peninggalan kerajaan Hindu Buddha juga bisa dilihat dari keragaman karya seni musik yang digunakan di tanah air. Sebelum masuknya pengaruh Hindu Buddha, musik di tanah air dipakai sebagai sarana melaksanakan ritual masyarakat. Pada masa sebelum masuknya Hindu Buddha, alat musik yang


126 SENI ARSITEKTUR TIMUR dipakai biasanya diambil dari alam, misalnya alat musik Kledi yang dibuat dari bahan bambu. Kemudian, seiring berkembangnya budaya Hindu Buddha, musik tidak hanya dipakai sebagai ritual namun juga kegiatan hiburan untuk menyambut tamu istana. Instrumen musik yang digunakan yang utama adalah gamelan, terutama di Pulau Jawa. Instrumen musik gamelan dibedakan ke dalam 5 kelompok yakni drum, balungan, pencon, pembinaan dan kelompok pelengkap. Selain alat musik asli lokal, ada beberapa alat musik yang juga didatangkan dari India seperti gendang yang terbuat dari tanah dengan kulit di salah satu sisinya. Kemudian ada juga harpa 10 dawai, sitar, sape1, alat tiup seperti hobo, lonceng dari bahan perunggu. Meski begitu ada beberapa alat musik yang di kemudian hari tidak lagi digunakan. Pada masa Kerajaan Majapahit, musik digunakan sebagai musik istana. 5. Sistem Kepercayaan koperasi.net Peninggalan kerajaan Hindu Buddha pun ada dalam wujud kepercayaan. Pada zaman praaksara, masyarakat di tanah air menganut sistem kepercayaan animisme yang mempercayai keberadaan roh nenek moyang. Masa itu, rakyat mengenal simbol untuk menunjukkan makna filosofis. Ketika ada seseorang yang meninggal dunia, maka di dalam kubur akan disertakan benda termasuk lukisan. Lukisan yang disertakan seperti orang yang sedang naik perahu sebagai simbol


SENI ARSITEKTUR TIMUR 127 perjalanan roh dari alam dunia menuju alam baka. Pemahaman animisme mendorong masyarakat untuk memuja roh nenek moyang yang diyakini akan menjadi roh halus setelah mati. Kepercayaan Hindu Buddha yang berasal dari India tidak lantas membuat keyakinan akan roh halus punah. Untuk mengakomodasi keyakinan masyarakat akan roh halus, peninggalan kerajaan Hindu Buddha berupa candicandi di Indonesia akan disertakan tempat khusus untuk meletakkan abu jenazah keluarga raja yang sudah meninggal. Tempat abu ini diletakkan di samping tempat pemujaan di candi. Tanda tempat meletakkan abu jenazah ini biasanya dibuat patung raja yang mirip seperti dewa yang diyakini dalam ajaran Hindu Buddha. Bangunan lingga serta yoni dipakai sebagai tempat pemujaan oleh pemeluk agama Hindu aliran Syiwaisme. Lingga dan yoni menjadi perlambang kesuburan dan kemakmuran dengan lingga menunjukkan laki-laki sementara yoni sebagai simbol perempuan. 6. Sistem Pemerintahan Pengaruh budaya Hindu Buddha yang dibawa dari India ke tanah air juga dalam bentuk sistem pemerintahan. Sebelum masa kerajaan Hindu Buddha dikenal sistem pemerintahan sederhana di pedesaan atau daerah tertentu. Masyarakat pada saat itu mengangkat seorang pemimpin untuk daerah mereka yang terkadang disebut kepala suku. Beberapa faktor yang mendorong seseorang dipilih sebagai pemimpin adalah faktor usia (sudah sepuh), bijaksana, bisa membimbing masyarakat, berwawasan luas, memiliki kelebihan ekonomi, kesaktian atau kewibawaan. Ketika pengaruh budaya


128 SENI ARSITEKTUR TIMUR Hindu dan Buddha datang ke tanah air, maka sosok ketua suku maupun pemimpin desa ini diubah menjadi raja dengan desa tempat mereka memimpin sebagai kerajaan. Bukti peninggalan kerajaan Hindu Buddha di bidang pemerintahan bisa terlihat jelas di Kerajaan Kutai. Akulturasi budaya yang terjadi antara agama Hindu Buddha dengan budaya India di bidang pemerintahan adalah raja yang diangkat haruslah berwibawa dan memiliki kesaktian. Raja yang sakti dipandang seperti halnya dewa yang kemudian dipujapuja rakyat.


SENI ARSITEKTUR TIMUR 129 Seni Islam Nusantara (AUlia Rahma Putri) Seni dan hiburan dalam sejarah pendakwahan islam di nusantara Seni dan hiburan secara umumnya boleh ditakrifkan sebagai hasil kreativiti yang memcerminkan manifestasi pemikiran, emosi dan inovasi manusia. Dakwah Islam yang berkembang di Nusantara sejak abad ketujuh Masehi pada awalnya berpusat di beberapa wilayah utara kepulauan ini seperti Perlak, Samudera, Pasai dan Kedah di Utara Selat Melaka, serta Pattani, Kelantan dan Terengganu di Pantai Timur Semenanjung Tanah Melayu. Sejak abad kesembilan Masehi, mulai berdiri kerajaankerajaan Islam di Aceh, Kedah dan Kelantan, sebelum Melaka bangkit pada abad ke-13 (1262M) sebagai pusat perkembangan Islam. Islam yang dicatatkan tiba di Leren, Jawa pada tidak berkembang sehingga kemunculan Melaka yang serentak dengan kerajaan Hindu Majapahit. Walaupun, secara umum para pengkaji telah merumuskan faktor utama perkembangan dakwah Islam ialah karena kegiatan para pedagang, perkawinan, pengIslaman raja-raja, penumbuhan kerajaan Islam, peranan mubaligh dan sebagainya, tetapi terdapat kajian-kajian yang mengatakan bahwa kumpulan penduduk terbesar di Nusantara yang mendiami Pulau Jawa di-Islamkan melalui kegiatan seni yang dipelopori oleh Wali Songo. Keadaan ini membuktikan bahwa seni


130 SENI ARSITEKTUR TIMUR dan hiburan merupakan salah salah daripada metode dakwah yang penting dan berkesan dalam menyebarkan Islam di Nusantara. Para ulama yang memahami latar belakang penduduk Nusantara yang asalnya beragama Hindu-Buddha, mempunyai kecenderungan besar terhadap seni, hiburan dan kebudayaan, sehingga akhirnya kecenderungan ini telah dimanipulasikan oleh para ulama untuk dijadikan senjata dakwahnya. Seluruh bangsa Melayu di Nusantara menerima Islam terutama mulai abad ke13 Masehi, dan Islam telah muncul sebagai agama baru di Nusantara menggantikan Hindu dan Buddha yang berpengaruh sebelum daripadanya. Seluruh bangsa Melayu di Nusantara menerima Islam terutama mulai abad ke-13 Masehi, dan Islam telah muncul sebagai agama baru di Nusantara menggantikan Hindu dan Buddha yang berpengaruh sebelum daripadanya. Akulturasi islam dan budaya nusantara Akulturasi merupakan merupakan suatu proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan satu kebudayaan dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing, sehingga dapat diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan aslinya. Akulturasi Islam dan budaya di Nusantara terjadi dalam proses cukup panjang dengan mengedepankan kaidah al-‘Adah muhakkamah (adat kebiasaan bisa dijadikan sumber hukum) sehingga lahirlah perpaduan antara budaya local dengan nilai-nilai


SENI ARSITEKTUR TIMUR 131 Islam di Nusantara pada aspek politik, social, pendidikan, sastra dan bahasa serta arsitek dan seni. 1. Contoh akulturasi seni gambar pertunjukan wayang gambar tari cokek Gambar kaligrafi “Alhamdulillah” 2. Contoh akulturasi arsitektur Gambar masjid menara kudus Terjadinya akulturasi antara ajaran islam dan kebudayaan masyarakat jawa tersebut juga tidak menyebabkan hilangnya nilai kebudayaan sebelumnya, tetapi memperkaya keanekaragaman budaya di Indonesia. Proses masuknya Islam ke Indonesia telah mempengaruhi serta mengalami akulturasi budaya dengan budaya lokal, khususnya budaya Jawa. Banyak sekali hasil atau wujud akulturasi antara ajaran agama islam dan budaya jawa, berawal dari sejarah masuknya Islam di nusantara melalui jasa para wali songo dan perkembangan budaya dari masa ke masa,


132 SENI ARSITEKTUR TIMUR Mulai dari peradaban manusia di nusantara khususnya pulau jawa, sejarah masa kolonial belanda dan jepang, zaman kerajaan hindu-budha hingga kerajaankerajaan islam di pulau jawa yang masih dapat kita lihat peninggalannya sampai saat ini. Falsafah dan konsep sastra islam sastra Islam ialah satu seni yang tidak bercanggah dengan fitrah manusia. Kemunculannya adalah di puncak “inspirasi suci” yang bertindak memberi kerehatan kepada akal seterusnya meruntun jiwa manusia dalam mencari hakikat kehidupan serta hakikat ketuhanan. Seterusnya, mereka akan mengecapi alHaq (kebenaran) yang hakiki. Dalam seni kesusasteraan Islam, keindahan bukan hanya dapat dirasakan, bahkan bagi mereka yang mencukupi syarat-syaratnya, kebenaran itu boleh disaksikan dan dilihat dalam pengalaman batin yang murni dan tinggi. Atas alasan inilah keindahan yang membawa kepalsuan tidak timbul dalam peradaban Islam dan tidak diakui sebagai mewakili iklim kebudayaan Islam. Tokoh-tokoh estetik dan filsafat islam : a.Imam al-Ghazali b.Ibnu al-Arabi https://www.kompas.com/skola/ read/2023/03/13/060000069/aliran-aliranhttps://www.kompas.com/skola/ read/2023/03/13/060000069/aliran-aliran-


SENI ARSITEKTUR TIMUR 133 c.Nizami Estetika seni Pemahaman akan nilainilai estetis ini sangat penting, karena sebuah pemahaman estetis yang baik akan mampu menghasilkan produk seni yang baik. Kritik seni juga sangat berkaitan erat dengan pengalaman estetis seseorang dalam berkarya. Sebuah produk seni yang baik berasal dari sebuah pemahaman estetis dan nilai-nilai estetis yang terkandung dalam sebuah seni, baik itu seni musik, seni tari, seni rupa dan teater pertunjukan. Keseluruhan konsep pemahaman nilai tersebut harus dikaji secara mendalam sesuai dengan porsinya. K e b u d a y a a n berkembang dalam masyarakat melalui tiga fakta perwujudan, yaitu fakta mental, fakta sosial, fakta fisik. Perwujudan budaya sebagai fakta mental berupa kompleksitas gagasan; perwujudan budaya sebagai fakta sosial berupa perilaku berpola; sedangkan perwujudan budaya sebagai fakta fisik berupa benda-benda hasil karya manusia (artifact). Desain ornamen nusantara O r n a m e n - o r n a m e n pada masjid di kawasan pantura jawa tengah yaitu masjid agung demak dan masjid menara kudus. Masjid https://www.kompas.com/skola/ read/2023/03/13/060000069/aliran-aliran-


134 SENI ARSITEKTUR TIMUR kudus meskipun keduanya sama–sama berada di Pantura namun masjid-masjid tersebut memiliki karakter ornamen yang berbeda namun saling berkaitan dengan motif yang digunakan. Seperti motif bentuk cakra yang merupakan lambing kerajaan majapahit (Surya Majapahit) yang hanya dapat ditemukan pada masjid agung demak. Kedua masjid tersebuat adalah masjid Agung Demak . Kedua masjid tersebut adalah masjid tertua dan bersejarah sehingga dapat mewakili karakteristik ornamen masjid di Pantura Jawa Tengah. Ornamen masjid Agung Demak Ornamen masjid Menara Kudus Pelaku kriya atau desain dapat menggunakan metoda ATUMICS ini sebagai penuntun dalam proses penciptaan sebuah obyek atau sistem baru. Ketika mendesain obyek baru yang mengambil inspirasi dari tradisi, metoda ATUMICS digunakan untuk membimbing desainer tentang faktor apa saja yang harus dipertimbangkan; elemen tradisi dan elemen kekinian apa saja yang akan digunakan dalam membentuk obyek atau produk baru. Termasuk juga, bagaimana mengkombinasikan kedua elemen tersebut. Metoda ATUMICS dapat membantu para pelaku seni, kriya dan desain merumuskan


SENI ARSITEKTUR TIMUR 135 konsep gagasan mereka secara sistematis, dengan memfasilitasi skema dan panduan proses penciptaan karya yang jelas (Nugraha, 2018, 152). Atumics Metoda Seni rupa klasik yang dilakukan pada bangsa Indonesia sejak zaman megalitik hingga seni modern. Setelah abad Kegelapan Yunani, muncul zaman Yunani Arkais, dimana kemajuan penting diberbagai bidang mulai bermunculan kembali termasuk bidang seni dan bahasa. Dipelopori oleh Pelukis Andokides (530 SM) pembuatan tembikar dengan berbagai corak seni kriya mulai berkembang. Bentuk Arsitektur dalam Islam Salah satu tujuan umat Islam berkarya dalam wujud arsitektur adalah upaya memperbaiki peradaban. Jika dicermati di dalam arsitektur Islam terdapat nilai-nilai Islami yang diaplikasikan dalam bentuk bangunan dengam menggunakan teknologi modern sebagai sarana untuk mengekspresikannya. Nilainilai yang tertuang di dalam arsitektur Islam salah satunya adalah hubungan yang harmonis antara manusia, lingkungan, dan penciptaNya. Arsitektur Islam juga bisa diidentifikasi melalui elemenelemen desain seperti kehadiran Islam Nusantara terdapat pada makam. Perancangan berupaya tetap menerapkan prinsip nilai–nilai Islam dengan


136 SENI ARSITEKTUR TIMUR kearifan lokal nusantara melalui metode pendekatan Arsitektur Islam Nusantara. tipologi arsitektur Islam nusantara pada bentuk denah persegi dan atap tumpang tiga tingkat dengan penambahan ornamen berupa geometri Islam sebagai fasad bangunan. Prinsip Arsitektur Islam digunakan pada rencana tapak, tata massa bangunan, dan tampilan bangunan. Kesimpulan yang dihasilkan yaitu penerapan konsep Arsitektur Islam pada perancangan bangunan memiliki tiga poin penting, yaitu: efisiensi, kesederhanaan, dan adaptif. Pendekatan Arsitektur Islam dengan penerapan pada luar dan dalam bangunan berupa ornamen yang mengingatkan kepada Allah SWT, pengaturan ruang untuk menjaga akhlak dan memudahkan aktifitas santri. Zonasi dibagi dengan pengelompokkan zonasi hablumminallah dan zonasi hambluminannas. Bentuk massa dikembangkan melalui transformasi gerakan sholat “sujud” dan mempertimbangkan hasil analisis eksisting site sehingga menggunakan atap miring. Penerapan ornamen terdapat pada dinding, plafon, pintu, serta pola lantai, dengan kaligrafi dan pola geomtetri. Pengaturan akustik diolah melalui variasi bentuk plafon. Pencahayaan ruang menggunakan pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Artefak peninggalan Walisongo Artefak peninggalan Walisongo yang berupa bangunan masjid, tersebar di sepanjang pesisir utara. Di Jawa Tengah terdapat masjid bersejarah peninggalan


SENI ARSITEKTUR TIMUR 137 Walisongo, seperti Masjid Agung Demak, Masjid Sunan Kalijaga di Kadilangu, Masjid Menara Kudus, dan Masjid Sunan Muria. Dalam perspektif budaya, keberadaan bangunan masjid beserta elemen estetis seni ornamennya bukan sekadar persoalan perbentukan atau struktur fisik, namun merupakan manifestasi nilai budaya. Di dalamnya terkandung gagasan ideal yang bersumber dari sistem nilai, sekaligus sebagai identitas dan corak peradaban masyarakat pendukungnya. Artefak Islam Nusantara Peninggalan arkeologi secara umum disebut dengan istilah artefak (artifact). Contoh artefak misalnya adalah patung, buku, koin, kapak batu, rumah, jalan raya, kota. Secara khusus, jenis artefak yang tidak dapat dipindahkan kecuali dengan merusak tempat kedudukannya disebut fitur(feature). Rumah, jalan raya, dan kota merupakan contoh fitur. Dalam penelitian arkeologi, juga diteliti data nonartefaktual, misalnya gunung, polen, sungai, lapisan tanah. Sehingga, data arkeologi dapat disebut terdiri atas artefak dan non-artefak. Artefak dan nonartefak atau salah satunya berada dalam suatu lokasi yang secara arkeologi disebut situs. Selanjutnya, seringkali terdapat hubungan atau kaitan antara situs yang satu dengan situs lainnya. Area atau wilayah tersebut dalam arkeologi disebut kawasan (region). Paksi Naga Liman secara historik-diakronik merupakan simbol akulturasi dalam Kerajaan Cirebon, yakni: Paksi (burung), merupakan pengaruh kebudayaan Islam yang dibawa oleh orang-


138 SENI ARSITEKTUR TIMUR orang Mesir. Naga, merupakan pengaruh dari Negeri Tiongkok, dan Liman (gajah), dari kebudayaan Hindu. Paksi Naga Liman, secara sinkronik juga merupakan sosok mitos yang memberikan nilai-nilai atau makna simbolik dan filosofis akan pentingnya wilayah kehidupan dalam triloka: “tiga dunia”: Dunia Atas (Paksi) yakni wilayah spiritual dan transenden, Dunia Bawah (Naga) yakni wilayah imajinatif dan bawah sadar, Dunia Tengah (Liman) yakni wilayah dunia nyata, materi, atau imanen. Paksi Naga Liman


SENI ARSITEKTUR TIMUR 139 Seni Bali (Vanessa Lu’luul Ramadhani) A. LATAR BELAKANG Sebagai suku bangsa yang tinggal di Bali, masyarakat Bali mempunyai keunikan dan kekayaan budaya dan seni yang menjadikan Bali sebagai pulau yang terkenal di mata masyarakat seluruh dunia. Banyak gambaran orang asing yang datang ke Bali sejak zaman kolonial, seperti mempromosikan Bali sebagai “Pulau Dewata”, “Pulau Surga”, dan “Pulau Seribu Pura”. Karena gambaran tersebut, Bali sangat menarik bagi wisatawan asing, dan Bali telah menjadi tujuan wisata yang sangat terkenal tidak hanya di Jepang tetapi juga di luar negeri. Keterkaitan yang holistik antara seni dan budaya Bali, seni, adat istiadat, agama dan ritual menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Oleh karena itu, Bali resmi ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1969 (Yoeti, 1985:56). Minat masyarakat dalam berbagai cabang seni di Bali terwadahi dalam organiasasi masyarakat yang disebut Sekaha. B. SEJARAH KESENIAN BALI Dibalik keindahan pulaunya, terdapat cerita yang panjang dan kaya tentang budaya bali. Berikut perkembangan budaya Bali: a. Zaman Prasejarah Pada zaman prasejarah, peradaban masyarakat bali memang sangat sedikit yang tercatat. Namun, sejumlah alat-alat batu yang ditemukan di sebelah utara Desa Sambiran (Bali-Utara) menunjukkan bahwa pada zaman Pleistosen, daerah Bali telah mengenal peradaban yang dikenal dengan istilah Paleotikum (Achadiati,1988: 5). Nenek moyang masyarakat Bali yang dikenal dengan nama Bali Aga dan Bali Mura, pada masa itu mengetahui seni, tetapi seni pada dasarnya berfungsi sebagai ritual keyakinan mereka. Banyak karya yang mereka ciptakan seperti Punden berundak, Sarkofagus, dan Dolmen. Seni lukis


140 SENI ARSITEKTUR TIMUR b. zaman Prasejarah Masa prakolonial yang dimaksud adalah sebelum kedatangan kerajaan Jawa yang menguasai Bali. Pada masa ini lukisan juga digunakan untuk tujuan keagamaan yaitu agama Hindu. Karya seni tersebut tampil dalam wujud dewa, pahlawan, wiracarita, dan tokoh legendaris. Lukisan pada masa itu kebanyakan menggunakan warna merah, putih, hitam, dan emas yang merupakan simbol keimanan. Memperkenalkan motif poleng, yakni, pola kotak-kotak hitam putih yang masih umum terlihat di Bali. Motif ini melambangkan empat arah mendasar yang terlibat dalam hubungan antara manusia danalam. c. Masa Penjajahan-Masa Klasik Kesenian Jawa mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesenian Bali pada masa itu, karena kesenian Jawa berada pada masa kesenian klasik (7-9 M). Karya seni arsitektur seperti Candi Gunung Kawi, Goa Gajah dan Bukit Dharma diciptakan pada periode kekuasaan Kerajaan Jawa Timur yang dipimpin oleh putra Udayana, Airlangga (1014- 1047). Masyarakat Majapahit membawa keseniannya ke Bali, dan kebudayaan Hindu Jawa berkembang pesat di sana. Namun masyarakat Bali tidak menerima budaya ini begitu saja. Mereka berupaya melestarikan keunikan khas Bali agar kesenian Bali dapat semakin kaya. Perkembangan seni lukis terus berlanjut sesuai dengan budaya yang diperkenalkan oleh para penguasa. Pada masa kejayaan Kerajaan Klungkung, pemerintah mendorong penguasaan teknik melukis dengan berbagai cara. Puncak kejayaan seni lukis masa klasik terjadi pada masa pemerintahan Dalem Watu Lenggong pada abad ke 17 dan 18, khususnya pada id.pinterest.com


SENI ARSITEKTUR TIMUR 141 masa I Gede Mersadi, seorang pionir seni lukis wayang gaya Kamasan dengan judul Sangin Modara. d. Masa Modern Kebudayaan Barat yang dibawa oleh bangsa Eropa juga diterima oleh masyarakat Bali sehingga memberikan warna baru pada kesenian Bali. Pada tahun 1932, muncul kelompok seni Eropa-Bali bernama Pita Maha yang didirikan oleh Rudolf Bonnet, Walter Spies, Cokorda Gede Agung Sukawati, Cokorda Gede Raka Sukawati, Cokorda Gede Rai Sukawati, dan I Gusti Nyoman Lempad. Tujuan keberadaan Pita Maha awalnya untuk merangsang seni dan menanamkan minat pada kenyamanan materi pada anggotanya. Pita Maha hanya mengambil sedikit dari keuntungan untuk menutup biaya operasional C.PENINGGALAN BALI Kebudayaan Barat yang dibawa oleh bangsa Eropa juga diterima oleh masyarakat Bali sehingga memberikan warna baru pada kesenian Bali. Pada tahun 1932, muncul kelompok seni Eropa-Bali bernama Pita Maha yang didirikan oleh Rudolf Bonnet, Walter Spies, Cokorda Gede Agung Sukawati, Cokorda Gede Raka Sukawati, Cokorda Gede Rai Sukawati, dan I Gusti Nyoman Lempad. Tujuan keberadaan Pita Maha awalnya untuk merangsang seni dan menanamkan minat pada kenyamanan materi pada anggotanya. Pita Maha hanya mengambil sedikit dari keuntungan untuk menutup biaya operasional. Kebudayaan Bali pada hakikatnya dilandasi oleh nilainilai yang bersumber pada ajaran agama Hindu. Masyarakat Bali mengakui adanya perbedaaan ( rwa bhineda ), yang sering ditentukan oleh faktor ruang ( desa ), waktu ( kala ) dan kondisi riil di lapangan ( patra ). Konsep ini menyebabkan kebudayaan Bali bersifat fleksibel dan selektif dalam menerima dan mengadopsi pengaruh kebudayaan luar sehingga memunculkan kreativitas baru dalam seni rupa dan seni pertunjukan. Proses akulturasi ini menunjukkan bahwa kebudayaan Bali bersifat fleksibel dan adaptif, khususnya dalam bidang kesenian, serta mampu bertahan tanpa kehilangan identitasnya (Mantra 1996).


142 SENI ARSITEKTUR TIMUR a. Punden Berundak Punden berundak merupakan salah satu peninggalan megalitik yang banyak di jumpai di Indonesia. Punden dalam bahasa Jawa, artinya orang yang dimuliakan (Sagimun, 1987: 48), sedangkan pengertian berundak atau berundak-undak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti bertingkattingkat (Sugono: 2008: 1987 ). Jadi punden berundak adalah bangunan suci tempat pemujaan roh leluhur yang bentuknya bertingkat-tingkat atau b e r u n d a k - u n d a k (Sagimun, 1987: 48). Punden berudak dianggap sebagai simbol gunung suci yang menjadi tempat bersemayamnya roh nenek moyang, dan diyakini membawa keberkahan berupa k e s u b u r a n , kedamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat yang didukungnya. Salah satu bangunan punden bertingkat yang paling terpelihara terletak di Pura Mehu, desa Serulung, Bangli, Bali. b. Nekara Nekara Bali saat ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, berukuran tinggi 186 cm dan diameter 160 cm. Nekara bersifat suci dan dianggap keramat oleh penduduk setempat, karena Nekara masih utuh hingga saat ini. Kepercayaan Nekara berasal dari bagian kebudayaan kemdikbud SEQ kebudayaan_ kemdikbud \* ARABIC 1 Nekara Pejeng Bali. (Kemdikbud)


SENI ARSITEKTUR TIMUR 143 a. bulan yang jatuh dari langit, dan disebut dengan “Bulan Pejen”. Dilihat dari bentuknya, Nekara atau Buran Pejen terbagi menjadi tiga bagian: kepala, badan, dan kaki. Permukaan pukulan kepala mempunyai motif permukaan segi delapan besar yang dikelilingi lingkaran konsentris di sekeliling bagian luarnya. Di antara lingkaran-lingkaran yang tumpang tindih tersebut terdapat berbagai pola seperti motif tangga, lingkaran kecil, dan spiral ganda, serta gambar lapangan diduga sebagai simbol matahari. b. Candi Padas Gunung Kawi Keunikan Pura Padas Gunung Kawi adalah masih mempertahankan suasana asri khas desanya. Terdapat 315 anak tangga batu yang dikelilingi dinding batu, selain itu, Pura ini terbelah menjadi dua bagian oleh aliran sungai Pakerisan. Kelompok candi pertama terdiri dari empat candi yang terletak di sebelah barat dan timur. Kelompok candi kedua terdiri dari lima candi yang terletak di sebelah timur dan barat. S t r u k t u r arsitektur Candi Padas Gunung Kawi, seperti halnya candiCandi Padas Gunung Kawi Bali (Kemdikbud) SEQ Candi_Pada_Gunung_Kawi_Bali_


144 SENI ARSITEKTUR TIMUR a. Padas Gunung Kawi, seperti halnya candicandi lainnya, secara kasar didasarkan pada konsep tiga mandala. Ketiga mandala tersebut antara lain mandala utama (tempat beribadah yang suci), mandala madhya ( p e l a k s a n a a n kegiatan duniawi), dan b. mandala kotor (tempat kegiatan najis atau sampah). c. Seni Lukis Wayang di Bali Dahulu melukis wayang dikenal dengan nama lukisan Wong Wongan (boneka boneka), merupakan salah satu gaya lukisan klasik yang masih berperan dalam praktik seni banyak masyarakat Bali. Nama Sangin Modara dan beberapa pelukis lainnya mulai dikenal di Kamasan. Pada saat itu, lukisan dianggap sebagai hadiah berharga yang diberikan kepada raja-raja pengikut Klungkung seperti Karangasem, Mengwi Badung dan kerajaankerajaan lainnya dengan mengirimkan Sangin Gede Modara untuk menghiasi candi, pamelajan, dan istana mereka (Kanta, Do 1979, hal.10). Hal inilah yang menyebabkan gaya lukisan klasik ini berkembang ke seluruh Bali. A. KESENIAN BUDAYA BALI Kebudayaan Bali sesungguhnya menjunjung tinggi nilai-nilai keseimbangan dan harmonisasi mengenai hubungan manusia dengan Tuhan ( parhyangan ), hubungan sesama manusia (pawongan ), dan hubungan manusia dengan lingkungan ( palemahan ), yang tercermin dalam ajaran Tri Hita Karana (tiga penyebab kesejahteraan). Apabila manusia mampu menjaga hubungan yang seimbang dan harmonis dengan ketiga aspek tersebut maka kesejahteraan akan terwujud. Menurut orang Bali masa lalu (athita ), masa kini ( anaghata )


SENI ARSITEKTUR TIMUR 145 dan masa yang akan datang ( warthamana ) merupakan suatu rangkaian waktu yang tidak dapt dipisahkan satu dengan lainnya. Kehidupan manusia pada saat ini ditentukan oleh hasil perbuatan di masa lalu, dan perbuatan saat ini juga menentukan kehidupan di masa yang akan datang. Dalam ajaran hukum karma phala disebutkan tentang sebabakibat dari suatu perbuatan, perbuatan yang baik akan mendapatkan hasil yang baik, begitupun sebaliknya. Berikut ini termasuk kedalam kesenian dan kebudayaan yang ada dan masih terjaga kelestariannya di Bali: 1.Prasi Prasi merupakan karya seni yang berasal dari dua kata yaitu ‘paras’ yang berarti wajah dan ‘siwalan’ yaitu daun rontal dengan demikian prasi merupakan wajah atau lukisan yang dibuat pada daun rontal yang kemudian berisi ceritacerita sesuai lukisan dengan memadukan dua unsur keterampilan yaitu menggambar dan menulis. 2. Wayang Kulit W a y a n g merupakan salah satu kebudayaan Indonesia asli dan telah ada sebelum kebudayaan hindu masuk ke Indonesia. Di Bali, masyarakat sangat gemar dengan seni wayang, biasanya berkaitan dengan upacara k e a g a m a a n , s e p e r t i Upacara Yadnya (pengorbanan suci) ataupun pada perayaan tertentu lainnya. Penemuan wayang dalam bentuk lukisan Bhatara Guru pada sebuah prasasti tahun 1204 Masehi, sekarang disimpan di Pura Kehen, Bangli (Katalog Pameran Wayang Museum Bali, 1979). Disamping wayang kulit, wayang topeng/ wayang wong, patung, relief termasuk wayang dalam bentuk prasi yang dipamerkan Disbud Bali - IST SEQ prasi_yang_dipamerkan_Disbud_ Bali_-_IST \* ARABIC 1


146 SENI ARSITEKTUR TIMUR 3. Tari Legong Berasal dari kata “Leg” yang berarti luwes dan “Gong” adalah alat musik yang mengiringinya, tarian ini lebih sering disebut sebagai Tari Bali. Daya tarik utama dari tari legong adalah kesesuaian antara mata dan tangan penari dengan alat musik gamelan yang mengiringinya, yaitu Gamelan Semar Pagulingan. 4. Ogoh-ogoh O g o h - o g o h adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala m e r e p r e s e n t a s i k a n kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Ogoh-ogoh berasal dari istilah Bali ogah – ogah yang berarti “sesuatu yang bergetar”. Pada tahun 1983, ini menjadi bagian penting dalam sejarah, Bhuta Kala mulai dibuat di Bali berdasarkan ritual Nyepi. A. GAYA SENI LUKIS BALI S e n i m a n tradisional menggunakan pigmen alami, pena, dan kuas buatan. Dengan ketrampilan yang dimiliki, dapat menciptakan kesempurnaan garis, bentuk, proporsi maupun komposisi warna. Berikut beberapa gaya lukis bali: 1. Gaya Ubud Tari Legong dari Bali. (Detik.com) Ogoh-ogoh, Bali. (Prokomsetda) SEQ Ogohogoh,_Bali._(Prokomsetda) \* ARABIC 1/ prokomsetda.bulelengkab.go.id


SENI ARSITEKTUR TIMUR 147 Pengaruh Spies dan Bonnet mempengaruhi gaya Ubud dengan pengolahan komposisinya yang lebih dinamis, penggarapan perspektif dan pemilihan warna membuat gradasi gelap terang. Gaya ini juga memperkenalkan penggunaan bahan dan peralatan lukis dari Barat, seperti cat air, cat minyak dan tempera. 2. Gaya Batuan Gaya Batuan memiliki ciri khas suasana malam hari yang seram. Gaya pewayangan tidak tidak terlihat pada gaya ini. Objek berupa figur manusia digambar secara frontal. Objek lain seperti gunung, pohon, daun sering muncul untuk melukiskan perspektif. 3. Gaya Sanur Gaya lukisan Sanur terinspirasi oleh laut dan kehidupan seharihari. Banyak seniman yang menggambarkan kehidupan laut. Seniman yang menekuni Gaya Sanur antara lain adalah Ida Bagus Nyoman Rai, I Ketut Regig. detik.com/buku perjalanan seni lukis indonesia: koleksi bentara budaya detik.com/buku perjalanan seni lukis indonesia: koleksi bentara budaya detik.com/buku perjalanan seni lukis indonesia: koleksi bentara budaya


148 SENI ARSITEKTUR TIMUR Seni Papua (Revan Nursyahwaluddin) A. Sejarah dan Falsafah Seni Papua Papua adalah salah satu pulau yang terletak di ujung timur Indonesia. Pulau yang indah dan terkenal akan kekayaan hasil buminya, masyarakat Papua pun juga memiliki kekayaandalam ragam seni serta berbagai macam suku yang tersebar di semua pulau di Papua. Banyakdiantara masyarakat Papua yang tidak menyadari bahwa betapa besarnya potensi seni serta hasilbumi yang sangat besar di tanah Papua ini. Seperti halnya Jawa, Sumatera, Kalimantan,Bali, Sulawesi, atau pulau-pulau lain yang ada di Indonesia, Papua juga memiliki potensi besardalam hal seni bahkan mungkin lebih. Seni di Papua memiliki sejarah yang kaya dan mencerminkan keragaman budaya pulau tersebut. Salah satu bentuk seni yang sangat dihargai adalah seni ukiran kayu, yang mencakup pembuatan patung dan hiasan kayu. Patung-patung ini seringkali menggambarkan tokoh-tokoh mitologis, hewan, atau simbol-simbol kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, dalam penelitian oleh Ploeg (1996) yang membahas seni tradisional Papua New Guinea, terungkap keindahan dan kekayaan seni ukiran kayu di wilayah tersebut. Selain itu, seni lukis tubuh juga menjadi bagian integral dari seni tradisional Papua. Lukisan tubuh ini, selain bersifat estetis, juga memiliki makna simbolis yang dalam. Warnanya dapat mencerminkan status sosial, usia, atau merayakan peristiwa khusus. Sebagai contoh, terdapat penelitian oleh Herdt (1987) yang membahas peran lukisan tubuh dalam konteks kehidupan sehari-hari dan upacara adat di Papua New Guinea. Seni patung merupakan wujud seni lainnya yang memiliki akar dalam kepercayaan spiritual dan mitologi suku-suku Papua. Patung-patung ini seringkali merepresentasikan roh, leluhur, atau tokoh-tokoh mitologis yang memiliki nilai sakral. Dalam penelitian oleh Morphy (1991) tentang seni aborigin di Papua Nugini, peran seni patung dalam memperkuat identitas budaya dan spiritualitas suku-suku di Papua


SENI ARSITEKTUR TIMUR 149 Nugini ditekankan. Tarian tradisional juga menjadi bagian tak terpisahkan dari seni di Papua. Setiap suku memiliki tarian khasnya yang mencerminkan kehidupan seharihari, mitologi, atau sejarah. Tarian ini sering diiringi oleh musik tradisional dan alat musik buatan lokal. Sebagai referensi, penelitian lebih lanjut dapat ditemukan dalam literatur seperti “The Art of the Kula” oleh Weiner (1976) yang membahas seni dan pertukaran di Kepulauan Trobriand. Falsafah seni di Papua tercermin dalam keyakinan spiritual dan mitologis sukusuku setempat. Sebagaimana diungkapkan oleh Ploeg (1996), seni di Papua “berfungsi sebagai jendela yang membuka pandangan kita ke dunia spiritual dan mitologis yang mendalam.” Berdasarkan pandangan kosmologi yang dipegang kuat oleh masyarakat Papua, seni diintegrasikan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan upacara adat dengan makna filosofis yang dalam. Sebagaimana diuraikan oleh Herdt (1987), falsafah seni di Papua menekankan keterhubungan erat dengan alam dan rohaniah. Seni menjadi medium untuk memahami dan merayakan hubungan yang kompleks antara manusia, alam, dan dunia roh. Lukisan tubuh, patung, dan hiasan kayu sering kali diisi dengan simbolisme spiritual, mencerminkan hubungan khusus dengan kekuatan gaib dan leluhur. Dalam konteks identitas budaya, Morphy (1991) menyatakan bahwa seni di Papua juga berfungsi sebagai ekspresi identitas budaya sukusuku setempat. Desain dan motif khusus dalam seni tradisional menciptakan tanda yang membedakan kelompok etnis dan merujuk pada sejarah, mitos, atau status sosial suatu individu atau keluarga. Seni di Papua juga mencerminkan konsep keseimbangan dan harmoni, sebagaimana diungkapkan oleh Weiner (1976) dalam konteks seni pertukaran di Kepulauan Trobriand. Seni dianggap sebagai medium untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan dunia roh, menciptakan harmoni dalam kehidupan seharihari. Dalam merangkum pentingnya ritus dan upacara, seni di Papua bukan sekadar bentuk estetika, melainkan juga


150 SENI ARSITEKTUR TIMUR sebuah medium yang memiliki peran spiritual dan sosial yang mendalam. Sebagaimana dinyatakan oleh Morphy (1991), seni di Papua “menjadi simbolisasi kesejahteraan dan keberlanjutan hidup suatu kelompok etnis.” Falsafah seni Papua bersifat mendalam dan bervariasi di antara suku-suku yang berbeda, menciptakan keragaman yang kaya dalam ekspresi seni tradisional. Pendekatan holistik terhadap seni ini menegaskan bahwa seni bukan hanya sekadar bentuk estetika, melainkan juga sebuah medium yang menyatukan dimensi spiritual, sosial, dan budaya dalam kehidupan seharihari masyarakat Papua. A. Latar Belakang Penciptaan Seni Secara umum, terdapat dua aspek utama yang menjadi latar belakang munculnya ide dalam pembuatan karya seni. Pertama, terdapat faktor internal yang timbul dari dalam diri sendiri. Kedua, ada faktor eksternal yang muncul dari luar diri sendiri, berasal dari lingkungan atau masyarakat, dan keduanya memiliki hubungan yang erat. Individu, khususnya seorang seniman, mengalami berbagai perasaan seperti kesedihan, ketakutan, kecemasan, kebahagiaan, dan emosi lainnya. Emosi-emosi ini kemudian diolah dan direpresentasikan dalam bentuk karya seni rupa. Pengalaman-pengalaman ini dapat melibatkan situasi sehari-hari atau hal-hal yang bersifat abstrak seperti keyakinan, cinta, atau kesetiaan. Pengalaman-pengalaman yang dirasakan tersebut kemudian menjadi sumber inspirasi untuk diekspresikan dalam karya seni rupa. Seiring dengan perkembangan zaman, manusia kini memiliki kemudahan dalam berkomunikasi melalui berbagai situs media sosial seperti Facebook, Twitter, Yahoo Messenger, dan platform lainnya. Meskipun demikian, perkembangan teknologi ini tidak menghentikan jalinan hubungan sosial antar masyarakat dengan seniman. Sesuai dengan perkembangan zaman, teknologi memberikan dampak besar dalam evolusi kehidupan manusia hingga saat ini. Keadaan lingkungan memainkan peran yang sangat penting dalam proses penciptaan karya seni. Penciptaan karya seni pada awalnya tidak muncul tanpa alasan atau semata-mata untuk


Click to View FlipBook Version