Agar tak ada penyesalan, refleksi diri yakni meluangkan waktu untuk
berkomunikasi pada perasaan atau hati nurani harus diupayakan dalam
kehidupan
97
kita. Refleksi diri dapat dilakukan kapan pun dan di mana saja. Berinteraksi
dengan hati nurani/perasaan sebagai umpan balik bagi diri untuk
meningkatkan diri menjadi lebih baik sehingga kinerja dan spiritualitas kita
meningkat sangat penting dilakukan. Berinteraksi dengan perasaan akan
membuat kita memberi makna dan perhatian yang disengaja pada apa-apa yang
kita lakukan sehingga ada karya yang bermanfaat untuk banyak orang yang
akan menjadikan kita sebagai sebaik-baik manusia.
98
99
BAGIAN LIMA
PENGENDALIAN DIRI
100
Motivasi Istimewa
[05:23, 3/6/2017]
Motivasi adalah dorongan/alasan (motif) yang membuat seseorang
melakukan (action) sesuatu. Alasan (Why do what I do) merupakan faktor
yang sangat penting dalam kehidupan karena dengan alasan tertentu seseorang
dapat bertahan bagaimana pun kondisinya. Oleh karena itu, memaksakan diri
untuk selalu bertanya, Mengapa kita bekerja? Mengapa kita bekerja hingga
pulang larut malam? Mengapa kita menjadi Widyasiwara? Mengapa kita sholat?
Mengapa kita sholat tahajjud? Dan Mengapa lainnya? adalah sangat penting
agar kita memiliki motivasi diri. Pertanyaan mengapa ditemukan oleh pelatih
marinir AS, yakni Krulak yang melihat para marinir AS tidak memiliki semangat
dan antusias saat menjadi marinir. Kemudian Krulak meneliti tulisan-tulisan
mengenai psikologi khususnya terkait motivasi. Akhirnya ditemukan dan
dianjurkan dalam pelatihan, para marinir yang baru untuk bertanya yang
dimulai dengan mengapa?
Begitu pun alasan mengapa saya menjadi Widyaiswara karena ingin
menjadi sebaik-baik, yakni manusia yang bermanfaat untuk banyak orang.
Tentu saja, setiap orang memiliki perannya masing-masing di mana posisi
mereka berada untuk bermanfaat bagi banyak orang. Saya ingin bermanfaat
bagi banyak orang ketika berada di tengah-tengah kelas untuk berbagi nilai-
nilai mulia kepada peserta diklat/training/orang lain untuk membangun
Indonesia bersih, Indonesia tertib dan Indonesia beradab. Alasan itu lah yang
menyebabkan saya untuk memaksakan diri selalu berdedikasi dan
mengembangkan diri untuk selalu tumbuh agar hari ini lebih baik dari kemarin
dan esok lebih baik dari hari ini dengan bersandar dan doa penuh harap kepada
Allah.
Namun motivasi itu terkadang melemah, turun karena emosi negatif 101
yang mendekap jiwa dan hatiku seperti lelah, kesal, pesimis, dan emosi negatif
lainnya. Emosi dan motif yang memiliki akar yang sama dalam bahasa latin,
movere artinya mengerakkan. Emosi secara harfiah, berarti yang
menggerakkan kita untuk meraih sasaran; emosi menjadi bahan bakar untuk
motivasi kita, dan motivasi kita pada gilirannya mengerakkan persepsi dan
membentuk tindakan-tindakan kita (Daniel Goleman). Oleh karena itu, ketika
emosi negatif muncul, melemahlah motivasi kita. Oleh sebab itu, harus ada cita-
cita atau tujuan serta melakukan affirmasi positif dan berdoa kepada Allah agar
kita dapat mengarahkan emosi negatif menjadi emosi positif hingga kita
kembali antusias dan optimis kembali sehingga memotivasi diri untuk
mencapai cita-cita/tujuan.
Motivasi diri menjadi lebih mudah ketika kita memandang pilihan-
pilihan kita sebagai penegasan nilai-nilai dan tujuan-tujuan kita yang lebih
dalam (Charles Duhigg). Dan kita memandang bahwa tugas-tugas yang kita
lakukan sebagai pilihan diri (locus internal) hanyalah satu langkah di
perjalanan yang semakin dekat dengan hakikat tujuan hidup kita sebagai
manusia yakni beribadah kepada Sang Khaliq, Allah semata.
Nyaman Emosi
[05:18, 7/21/2017]
Seorang pejabat yang tiba-tiba difungsionalkan karena kinerjanya
buruk, akan mudah tersinggung kepada orang lain karena merasa tidak
dihormati lagi. Dan pejabat tersebut tidak menerima kenyataan yang
dialaminya sekarang karena fasilitas yang biasanya diperoleh seperti mobil
dinas, tunjangan dan dihormati orang lain telah tiada. Begitu pula, seorang
wanita yang baru saja sakit mudah marah kepada teman-temannya karena
merasa tidak diperhatikan dan dikucilkan.
Kedua contoh di atas, yakni pejabat dan wanita tersebut menghadapi
ketidaknyamanan emosi. Ketidaknyamanan emosi merupakan salah satu sikap
yang tidak siap menerima perubahan buruk yang sebenarnya diakibatkan oleh
perbuatannya sendiri dengan menyalahkan orang lain. Bahkan yang lebih
parah, orang yang tidak nyaman emosinya menyalahkan Allah atas musibah
yang menimpa dirinya.
Penyebab ketidaknyamanan emosi adalah tidak mengantisipasi
perubahan yang akan terjadi, terutama perubahan ‘buruk’ yang akan menimpa
dirinya sehingga tidak ada persiapan. Padahal perubahan selalu terjadi dengan
cepat.
Obat ketidaknyamanan emosi adalah nyaman emosi. Nyaman emosi
adalah sikap mengantisipasi apa pun perubahan yang terjadi sehingga
mempersiapkannya dengan bertawakkal kepada Allah semata. Tawakal di sini
bermakna bahwa kita menyerahkan semuanya kepada Allah, kemudian kita
berusaha sungguh-sungguh dan optimal. Misalnya, kita berdoa kepada Allah
untuk selalu sehat, kemudian kita menja pola.pikir dan pola makan. Bila kita
telah menjaga pola.pikir dan pola makan dengan benar, namun tiba-tiba sakit,
102
kita menerima kenyataan yang merupakam ketetapan Allah -sesuatu yang
terjadi- dengan ikhlas dan merespon musibah tersebut untuk mencari solusinya
dengan berpikir positif. Berpikir positip -tentu saja
103
didukung pola hidup/makan- ini secara kejiwaan yang akan membuat kita akan
sehat kembali denga izin Allah. Dengan nyaman emosi ketidakberdayaan
menjadi berdaya karena diri dan Allah semata.
Daya Resilensi
[05:15, 11/30/2016]
Hati kita yang halus mungkin pernah terluka oleh orang yang kita cintai
atau sahabat dekat hingga sakitnya tuh di sini (hati). Hati yang terluka,
terkadang membuat kita terpuruk dan tidak bisa move on karena menolak
kenyataan bahwa ada orang yang kita cintai/sahabat dekat dapat menyakiti
hati kita. Karena buta oleh amarah dan tersaput oleh duka rasanya kita ingin
membalas dendam untuk menyakiti orang yang kita cintai atau sahabat dekat
tersebut dengan balasan yang setimpal.
Balas dendam akibat hati yang terluka tidak akan menyelesaikan
masalah karena mengindikasikan bahwa orang tersebut tidak memiliki
kecerdasan emosi tinggi dan pola pikir bertumbuh (growth mindset). Dan
orang tersebut biasanya menyalahkan orang yang menyakitinya seperti
kebanyakan orang yang menganggap bahwa masalahnya ada di luar sana,
padahal masalahnya ada di dalam dirinya yang mengizinkan orang lain
menyakiti dirinya.
Pada awalnya, sungguh sangat sulit menerima kenyataan bahwa orang
yang kita cintai/sahabat dekat menyakiti kita. Namun dengan kesadaran diri
kita akan memahami rasa sakit tersebut dan mengelolanya menjadi motivasi
diri untuk balas dendam yang manis yakni menjadikan rasa sakit tersebut
sebagai daya resilensi.
Daya resilensi adalah kemampuan seseorang untuk mengatasi, dan
meningkatkan diri dari keterpurukan, dengan merespon secara sehat dan
produktif untuk memperbaiki diri terus menerus sehingga mampu menghadapi
dan mengatasi tekanan hidup sehari-hari.
Daya resilensi akan menyebabkan seseorang menjadikan rasa sakit
hatinya sebagai momentum mencari solusi yang terbaik dengan pemikiran
yang cemerlang dan perasaan selembut nurani agar rasa sakit itu tak terulang
kembali.
104
Mempertahankan Optimisme
[06:04, 11/16/2018]
Aura optimisme terasa kental di WAG Widyaiswara BPS bila dilihat dari
komentar-komentar para Widyaiswara karena success story seorang
Widyaiswara BPS mendapat promosi eselon tiga. Promosi dari Widyaiswara
menjadi pejabat eselon tiga (zig zag) menjadi penyemangat mereka bahwa para
pimpinan BPS juga memperhatikan Widyaiswara yang merupakan salah satu
komponen penting di Pusdiklat BPS sebagai candradimuka pegawai BPS untuk
mengembangkan diri. Terima kasih para pimpinan BPS yang menyebarkan aura
optimisme.
Untuk mempertahankan optimisme ada tiga langkah yang harus
dipelajari, yakni memahami bias kognitif, kesadaran penuh dan melakukan
transformasi. Langkah pertama, memahami bias kognitif yakni menyadari
bahwa otak kita lebih mengingat musibah/kegagalan dari pada
nikmat/kegagalan. Misalnya, pada hari yang sama, kita mendapat uang Rp.
1.500.000,- dan kehilangan Rp. 150.000,-. Yang lebih kita ingat, kehilangan uang
Rp. 150.000 dari pada mendapay Rp. 1.500.000,-. Dengan pemahaman bias
kognitif ini, kita harus berusaha lebih banyak bersyukur dari pada
meratapi/mengingat musibah.
Langkah kedua, berupaya miliki kesadaran penuh agar kita dapat
melihat kehidupan ini secara objektif. Seringkali kita menganggap
keberhasilan/nikmat hal yang remeh. Misalnya, kita dapat bernafas saat ini
sebagai hal yang remeh. Padahal, dapat bernafas adalah karunia Allah yang
amazing. Sebaliknya, kegagalan/musibah selalu membawa dampak negatif yang
berlebihan.
Langkah ketiga, melakukan transformasi. Maksudnya, bahwa
'kegagalan' tidak bersifat permanen. Oleh karena itu, ketika 'kegagalan'
menghampiri kita, lakukan tranformasi menjadi keberhasilan. Inspirasi
melakukan transformasi dari kegagalan menjadi keberhasilan adalah pebasket
legendaris, Michael Jordan.
Dari uraian di atas, mempertahankan optimisme lakukan tiga langkah,
yakni memahami bias kognitif, miliki kesadaran penuh, dan lakukan
transformasi. Dengan ketiga langkan ini, in shaa Allah sikap optimisme akan
menjadi karakter kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
105
106
BAGIAN ENAM
BERPIKIR KREATIF
DANINOVATIF
107
Kotak Persepsi dan Berpikir Kreatif
[07:41, 7/6/2017]
Judul di atas merupakan pertanyaan dari guru saya yang sehari-hari
berpikir kreatif. Sebetulnya Beliau lah yang layak menjelaskan. Namun karena
merasa sok tahu, saya mencoba mengelaborasi dengan metode koneksi. Metode
koneksi ini dapat menjelaskan sesuatu yang tidak berkaitan, kita paksa
berkaitan.
Seperti dijelaskan pada tulisan kotak persepsi, bahwa persepsi seorang
tidak akan terlepas dari pengetahuan, pengalaman, keyakinan, dan sebagainya.
Penulis lebih memilih istilah kotak persepsi daripada gelembung persepsi
karena analaog kotak adalah otak dan persepsi adalah informasi di mana otak
dapat menyimpan miliaran informasi. Tujuan utama otak adalah membentuk
pola dari informasi yang masuk ke dalam otak. Pola itu lah yang membuat
hidup kita tidak rumit dan membentuk kebiasaan.
Persepsi Edward De Bono dan Goldenberg tentang tujuan utama otak
sama. Namun dalam metode/cara bagaimana mengahasilkan berpikir kreatif
mungkin tampak beda. De Bono menstimulus cara berpikir kreatifnya dengan
provokatif, extrak dan entri acak. Sedangkan Goldenberg metodenya adalah
pemisahan, pengurangan, penggandaan dan kesesuaian sifat. Sedangkan
anggapan pemikiran De Bono adalah out of the box adalah pengistilahan oleh
orang lain yang kemudian out of the box menjadi mainstream berpikir kreatif
sampai kini. Goldenberg pun memiliki pemikiran alternatif dari out of the box
sebagai berpikir kreatif dengan istilah inside the box yang kurang lebih
menyatakan bahwa seseorang berpikir kreatif tidak akan terlepas dari pola
(template).
Bagi penulis sendiri sebenarnya keduanya tidak berbeda, apakah
berpikir kreatif itu out of the box atau inside the box ? Karena sebenarnya
lateral thinking pun tidak terlepas dari pola informasi yang dimiliki oleh otak.
Lateral thingking merupakan alternatif dari berpikir vertikal yang merupakan
gari lurus ke atas dan ke bawah, maka De Bono membuat garis horizontal dari
garis lurus tersebut. Penulis menyimpulkan bahwa garis horizontal tidak
terlepas dari garis vertikal. Misalnya, Einstein yang dianggap jenius oleh orang
lain, mengaku diri tidak jenius tetapi hanya serius terbenam dalam masalah
yang dihadapinya yang juga sebenarnya itu merupakan tahapan berpikir
kreatif. Dan solusinya yang fenomenal berupa e=mc2 tidak terlepas dari pola
dari informasi yang Ia miliki. Begitu juga dengan Thomas Alfa Edison yang
100
mengalami ‘kegagalan’ dalam menemukan bola lampu. Keberhasilan penemuan
bola lampu tidak terlepas dari ‘kegagalan’nya.
101
Daripada berpolemik apakah berpikir kreatif itu out the box atau inside
the box, sebaiknya kita meyakini bahwa berpikir kreatif bukan hal yang mistis
hanya dimiliki sedikit orang karena bakat. Namun berpikir kreatif dapat
dilakukan setiap orang jika mau terus menerus melatih otaknya untuk berpikir.
Memang masalahnya adalah otak yang beratnya sekitar 1,5 kg ini malas untuk
berpikir hal yang rumit karena pola yang dibentuk menjadi kebiasaan. Metode
De Bono dan Goldenberg – atau Anda- itulah cara untuk berpikir kreatif.
Sesungguhnya untuk berpikir kreatif, kita harus mengisi k(otak) kita
dengan informasi berupa inovasi-inovasi yang telah ditemukan orang di dunia
ini yang sangat banyak sehingga akan terbentuk persepsi/berpikir kreatif.
Tentu saja, berpikir kreatif itu harus dimuali dari hal-hal yang kecil terlebih
dahulu sebagai berikut:
1. Jika kita terbiasa memakai jam di tangan kiri, ubahlah memakanya di
tangan kanan.
2. Jika kita terbiasa makan bakso dengan saos sambal, cobalah taburkan
kopi bubuk.
3. Ketika kita menggunakan batik, cobalah menggunakan dasi.
4. Silahkan tambah sendiri suatu kebiasaan menjadi tak biasa...
Inovatif Spiritualitas
[07:20, 7/8/2017]
“Ketika kamu akan meninggal dan di tanganmu ada sebuah kurma,
tanamlah biji kurma tersebut”. Kata-kata di atas memiliki hikmah pembelajaran
yang sarat makna bagi orang-orang yang berpikir panjang. Berpikir panjang di
sini tidak berpikir akan hasil (output) untuk dirinya, tetapi untuk banyak orang.
Karena kata- kata di atas bermakna saat kita meninggal dan biji kurma itu
mengahasilkan, tentulah hasil kurma tersebut untuk orang lain yang
menikmatinya. Begitu juga saat orang lain berteduh di bawah pohon kurma
yang rindang. Apa manfaatnya bagi si penanam yang telah meninggal?
Bagi si penanam yang telah meninggal, jika Ia menanamnya semata
untuk Allah, maka pohon kurma yang bermanfaat untuk banyak orang akan
menjadikan pahala dari Allah yang terus mengalir untuk dirinya. Itu lah yang
dimaksud si penanam kurma memiliki berpikir panjang. Dan sebaik-baik
102
manusia adalah yang bermanfaat untuk banyak orang.
103
Ternyata orang-orang yang berpikir panjang ini merupakan orang-
orang yang berpikir kreatif dan inovatif. Tentu saja, berpikir kreatif tersebut
harus dilandasi berpikir spiritualitas yakni untuk beribadah kepada Allah
semata yang saya istilahkan dengan Inovatif spiritualitas.
Salah satu ciri inovator adalah produk yang dihasilkan memiliki
kebermanfaatan untuk banyak orang lain. Contohnya, Edison yang berpikir jika
ada matahari ketika malam yang akhirnya menemukan bola lampu. Begitu juga
Wright bersaudara yang berimajinasi andaikan manusia dapat terbang seperti
burung, yang akhirnya terciptanya pesawat terbang. Kang Ipin si pecinta
lingkungan yang menanam pohon-pohon di Gunung Papandayan di Garut.
Mereka yang bermanfaat untuk banyak orang disitilahkan oleh Steve
Job,”meninggalkan jejak-jejak di alam semesta”.
Tentu saja jejak-jejak di alam semesta tersebut akan menjadi pahala
yang terus mengalir jika imajinasi untuk kebermanfaatan banyak orang lain
kita niatkan karena Allah SWT semata yakni ibadah. Contoh inovator di dalam
Islam, yakni para imam mazhab (Imam Maliki ra, Imam Hanafi ra, Imam Syafi’i
ra dan Imam Hambali ra) dengan kitab-kitabnya yang sampai kiamat menjadi
rujukan kaum muslimin; Ibnu Sina dengan kitab kedokterannya yang hingga
sekarang menjadi rujukan para dokter di seluruh dunia dan ilmuwan Islam
lainnya penulis sebut dengan inovator spiritualitas.
Berpikir kreatif dan inovatif milik setiap orang. Setiap orang memiliki
potensi berpikir kreatif dan inovatif sebagai tanda syukur kepada Allah atas
bungkusan terindah yang diberikan kepada manusia berupa akal. Oleh karena
itu, sebagai coach saya mengarahkan kepada coachee pim IV dan pelatihan
dasar CPNS untuk meninggalkan karya proyek perubahan dan aktualisasi yang
bermanfaat (digunakan) banyak pegawai di unit kerjanya sebagai jejak-jejak
bekerja dalam kehidupan.
Inovatif Spiritualitas merupakan orang-orang yang berpikir panjang
yakni berpikir hasil bukan untuk dirinya tetapi kebermanfaatan untuk orang
banyak yang didasarkan niat untuk Allah semata.
104
Efisien dan Inovasi
[07:14, 3/4/2017]
Seorang teman di daerah yang dedikasinya kepada pekerjaan dan
instansi tak diragukan merespon tulisan saya yang bertema,”keseimbangan
hidup” di mana substansinya bahwa mereka bekerja 8 hari dengan banyak
kegiatan yang menumpuk pada waktu yang bersamaan. Kegiatan 1 belum
selesai, datang kegiatan 2. Kegiatan 1 dan 2 belum selesai datang lagi kegiatan 3.
Pernyataan teman saya merupakan fenomena umum yang telah diketahui lama.
Keluhan ini juga dikeluhkan oleh para peserta diklatpim IV yang suka curhat
akan banyaknya kegiatan di daerah dan pernyataan pegawai di facebook yang
menulis jadwal kerja bertumpuk-tumpuk dan beririsan.
Banyaknya kegiatan yang bertumpuk-tumpuk menunjukkan tidak
adanya skala prioritas dan tidak efisien yang berdampak kepada para pegawai
yang tidak dapat menjaga keseimbangan hidup (work- life balance ). Oleh
karena itu gerakan efisiensi birokrasi sedang dipersiapkan oleh Menteri
Keuangan Sri Mulyani dengan rancangan intruksi Menteri Keuangan terkait
dengan efisiensi birokrasi yang terdiri dari efisiensi pelaksanaan tugas dan
efisiensi anggaran.
Efisiensi dapat diselesaikan dengan berpikir kreatif. Kreatif yang berasal
dari CREATE yakni Combine, Reverse, Eliminate, Alternate, Twist, dan
Elaborate akan menyelesaika suatu masalah dengan mudah. Misalnya ada
masalah macet dengan berpikir terbalik ( Reverse) yakni tidak macet. Begitu
pula tidak efisien menjadi efisien.
Masalah banyak kegiatan yang bertumpuk-tumpuk dan beririsan
dengan berpikir terbalik yakni tidak banyak (sedikit) kegiatan. Caranya dengan
menggabungkan/mengintegrasikan (Combine) banyak kegiatan tersebut
dengan menghilangkan (Eliminate) kegiatan-kegiatan yang tak perlu dilakukan.
Dengan berpikir kreatif sebenarnya kita melakukan skala prioritas, mana yang
meghasilkan dampak output yang besar dan kecil sesuai dengan prinsip Pareto
80/20. Berpikir kreatif itu mudah karena Ianya hanya sebuah ide di dalam
benak (abstrak). Ide yang baik adalah ide.yang diterapkan (Paul Arden).
Berpikir kreatif yang diterapkan ini saya sebut Inovasi.
Menerapkan berpikir kreatif (inovasi) itu lah yang sangat sulit karena
kunci utama inovasi adalah mengalahkan diri sendiri dengan memikirkan
kemanfaatan atau kebahagiaan bagi banyak orang. Contohnya adalah Thomas
A. Edison yang selalu memikirkan banyak orang agar saat malam ada mentari.
105
Dan Ia terapkan
106
dengan ketekunan dan kemauan untuk melakukan percobaan 900 kali yang
gagal yang akhirnya menghasilkan bolam lampu yang menerangi kita saat
malam.
Mengalahkan diri sendiri adalah mengalahkan ego kita dengan
memikirkan kepentingam banyak orang yang sebenarnya ini merupakan sikap
empati. Dalam kasus mengintegrasikan banyak kegiatan menjadi sedikit
kegiatan menurut kita akan mengurangi kue yang akan kita peroleh karena kita
berpikir proyek akan berkurang untuk diri. Pertentangan batin yang berat akan
muncul di sini. Sebenarnya persepsi ini keliru karena ketika kita memikirkan
banyak orang, rezeki kita tak akan berkurang. Bahkan membuat kita lebih
bahagia dan ‘kue’ akan bertambah.
Mengalahkan diri sendiri adalah awal dari inovasi. Pilar kedua adalah
kolaborasi. Seni kolaborasi merupakan perpaduan melekatkan dan
mendekatkan orang-orang dalam satu tim yang saling bekerja sama dan
koordinasi mewujudkan inovasi. Seni kolaborasi sangat sulit karena Ianya
komponen teraakhir dari kecerdasan empati yakni ketrampilan sosial dalam
menjalin hubungan dengan orang lain sehingga tercapai tujuan bersama yakni
inovasi yang mengintegrasikan kegiatan menjadi terpadu sehingga banyak
orang akan seimbang dalam bekerja dan hidupnya yang berdampak munculnya
kebahagiaan.
Inkubasi
[08:44, 8/6/2017]
Ketika saya sedang menunggu kekasih belanja di Toko Gobind, Pasar
Kramat Jati, Jakarta Timur, pikiranku menerawang tentang perusahaan Google.
Perusahaan Google memberi 20 persen waktunya untuk melakukan apa-apa
yang diinginkan pegawainya (positif dan tidak berkaitan dengan pekerjaan).
Dampaknya pada Google, sungguh luar biasa. Setiap hari kita membuka google,
selalu muncul kreativitas di beranda Google. Mengapa Google memberi 20
persen waktunya kepada pegawai untuk melakukan apa-apa yang
diinginkannya?
Ternyata, memberikan 20 persen waktu kepada pegawai untuk
melakukan apa-apa yang diinginkannya merupakan bagian dari tahapan
107
menemukan ide kreativitas yakni tahap inkubasi. Tahap inkubasi merupakan
suatu tahap di mana, orang-orang tidak memikirkan pekerjaannya atau
melakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaannya. Maksudnya agar
masalah-masalah pekerjaan yang sudah dipersiapkan dan diimersikan
(dibenamkan) berada dalam pikiran bawah
108
sadar. Biarlah pikiran alam bawah sadar mengolah pekerjaan-pekerjaan
tersebut. Dan akhirnya akan ketemu AHA atau Eureka.
Inkubasi atau refreshing dari pekerjaan sangat diperlukan dalam rangka
menumbuhkan kreativitas dan memunculkan pemikiran menarik (beatiful
mind). Dengan inkubasi atau refreshing yang benar esok akan lebih baik dari
hari ini.
Tomorrow is Today
[07:29, 12/31/2017]
I've beenlivin' for the
moment But I just can't'
have my way And I'm afraid
to go sleep Cause tomorrow
is today
-- Tomorrow is Today, Billy Joel.
Lirik lagu di atas merupakan ungkapan rasa frustasi dan depresi Billy
Joel akan masa depannya, di mana muncul penyanyi-penyanyi muda yang akan
menggantikannya. Rasa frustasi berdampak pada usaha bunuh diri yang gagal.
Kekhawatiran akan esok juga dialami para selebritis K-Pop dan berujung pada
bunuh diri karena tuntutan industri hiburan yang sangat ketat di Korea Selatan.
Kekhawatiran hari esok juga dilami oleh banyak orang, pemerintah,
pengusaha di era VUCA ini. Misalnya pengusaha yang sudah ajeg, berlimpah dan
menjadi ‘penguasa’ pada sektor tertentu berkeluh kesah turunnya penjualan
dan menyalahkan kebijakan pemerintah serta para pengusaha generasi
milineal yang bergerak di bidang online. Banyak juga orang yang berkeluh
kesah pendapatannya (cheese) berkurang karena datang kebijakan baru yang
dirasa mengurangi pendapatannya.
Menjelang pergantian tahun, di mana semua orang menanti pergantian
tahun dan berharap-harap cemas pada tahun esok, apakah nasibnya membaik
atau memburuk? Apalagi kita memasuki periode disruption segala bidang,
ramalan krisis, tahun politik dan ketidakpastian lainnya yang membuat
ketakutan membesar terkadang membuat kita pesimis.
109
Ketakutan merupakan emosi yang sangat baik untuk kita
mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan yang pasti dan sangat cepat
ini di era Data Tehnologi –istilah Jack Ma- ini. Pertama, kita harus
mempersipakan spiritual dan mental diri. Bagi seorang yang memiliki spiritual
dan mental di mana mereka tahu ingin menjadi apa, untuk apa hidup di dunia
ini dan tujuan hidupnya (puspose of life), insya Allah akan tenang. Memiliki
spiritual dan mental tinggi merupakan syarat awal dan cukup. Kompetensi
spiritual harus ditambah dengan kompetensi teknik yakni bepikir strategis dan
inovasi. Berpikir strategis dan inovasi adalah merencanakan atau
mengantisipasi esok yang tidak menentu dengan mengahdirkannya menjadi
hari ini.
Sesungguhnya kita hidup hari ini. Esok itu pasti, namun kita belum tentu
tiba di sana, kecuali dengan izin Allah Yang Mematikan dan Menghidupkan
Manusia. Dari pada kita menanti esok yang belum tentu kita tiba di sana, lebih
baik kita meraih seutuh-utuhnya hari ini dengan meghadirkan esok pada hari
ini dengan berpikir strategis dan inovatif karena Tomorrow is Today.
Berpikir Terbalik
[07:44, 3/19/2017]
Buku Whatever You Think, Think The Opposite karya Paul Arden
membuat saya tercengang sesuai tujuan dari penulis buku tersebut pada akhir
halaman yakni membuat pembaca tercengang. Buku pegangan bagi orang-
orang yang berpikir kreatif tersebut tipis dan sangat enak dinikmati walaupun
membuat otak saya jungkir balik 180 derajat sesuai judul bukunya yang kurang
lebih berarti, apa pun kamu berpikir, berpikir lah terbalik. Berpikir terbalik
mungkin seperti ini:
Jika kita berbuat baik kepada orang lain maka orang lain akan berbuat
baik kepada kita.
Sebaliknya:
ɐʇıʞɐpɐdəʞ ʞıɐq ʇɐnqɹəq uɐʞɐ uıɐl ɓuɐɹo ɐʞɐɯ uıɐl ɓuɐɹo ɐpɐdəʞʞıɐq ʇɐnqɹəq ɐʇıʞ
ɐʞıſ
110
(Syarif Hidayat, group wa pusdiklat)
111
Berpikir terbalik -mungkin diambil dari huruf R dari CREATE yakni Reverse
-, seperti contoh di atas dengan sendirinya agak tidak sesuai aturan/kelaziman.
Selalu ada tarik menarik antara sikap pengendalian diri dan hasrat untuk
berinovasi (Daniel Goleman, Working with Emotional Intelligence). Dalam buku
Kreativitas itu Dipraktekin oleh Tim Wesfix, Edward de Bono yang merupakan
eksponen dalam pemikiran kreatif dan terkenal dengan Lateral thinkingnya
menyatakan,” Kebanyakan perusahaan/lembaga tidak didesain untuk
menunjang kreativitas. Mereka berpegang pada prosedur yang telah
distandardisasi. Memang sengaja demikian,tentu dengan alasan efesiensi. Jadi
pada dasarnya kita hidup dalam sebuah kotak/template yang dibentuk
senyaman dan seefisien mungkin. Berpikir kreatif adalah mengatasi batas-batas
kotak berarti memberontak. Membiarkan diri untuk beda. Beda di sini harus
memiliki tujuan improvement.”
Menurut Teresa Amabile, seorang psikolog di Harvard Business School,
menjelaskan " empat “pembunuh kreativitas”, yang masing-masing
menyebabkan sempitnya memori kerja, ruang mental berlangsungnya
brainstorming dan berkembangnya kreativitas, yakni pengawasan yang ketat,
Evaluasi terlalu dini, pengendalian berlebihan dan tenggat waktu yang tak
dapat ditawar.
Berpikir terbalik yang merupakan salah satu berpikir kreatif yang
mengajak otak kita untuk mengunjungi rute yang tidak lazim dan tidak sesuai
aturan sebaiknya diberi ruang untuk membuat suatu perubahan. Namun pada
sisi lain , aturan-aturan sangat diperlukan untuk tertibnya atau berjalannya
kedisplinan dan etika . Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi aturan dan
berpikir kreatif agar tumbuh inovasi-inovasi yang bertujuan efesiensi dan
produktivitas. Harmonisasi aturan dan berpikir kreatif dicontohkan oleh
perusahaan Google yang memberi keleluasaan bagi para pegawainya untuk
melakukan apa-apa yang dinginkannya dengan porsi 20 % dari waktu kerjanya.
Berpikir terbalik yang tak lazim dan pada awalnya dianggap aneh -
seperti adanya mentari saat malam (Edison) dan manusia terbang (Wright
bersaudara)- sebaiknya diterima sebagai gagasan kreatif yang dapat
dipertanggungjawabkan untuk menumbuhkan inovasi-inovasi yang lebih
mengefisienkan dan membuat produktif cara kerja kita agar banyak waktu
luang untuk berpikir kreatif.
112
Inovasi dan Keju
[07:47, 4/22/2017]
Ojek/taxi online merupakan inovasi tingkat tinggi dengan
memanfaatkan kemajuan teknologi dalam menghadapi persoalan yang sangat
kompleks yakni menyelesaikan kemacetan kota Jakarta. Inovasi ojek/taxi
online ini mempertemukan pembeli dan penjual dengan memanfaatkan
tehnologi sehingga inovasi tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat
karena murah (cheaper), mudah (easier), lebih baik (better) dan cepat (faster).
Dan Ojek/taxi online memenuhi satu syarat inovasi yakni bermanfaat untuk
banyak orang.
Namun, inovasi bukan lah jalan lurus dan mudah dilalui tanpa halangan,
ianya seperti jalan berliku yang sulit, sempit sehingga kita harus mencari jalan
keluarnya. Inovasi awalnya juga resisten seperti banyaknya protes dari para
ojek/taxi konvensional. Mengapa para ojek/taxi konvensional memprotes
keberadaan ojek/taxi konvesional?
Karena pendapatan (keju/cheese) yang dimiliki para ojek/taxi
konvensional berkurang atau bisa hilang dengan keberadaan ojek/taxi online.
Keju merupakan perumpamaan sesuatu yang kita inginkan seperti uang,
jabatan, pengakuan dan keinginan lainnya. Kita beranggapan mengejar cheese
tersebut akan bahagia sehingga kita terikat olehnya. Biasanya, orang-orang
akan marah atau mengeluh bila cheese_nya hilang atau berkurang. Mereka
tidak siap menerima atau menolak perubahan yang terjadi. Dalam buku Who
Moves My Cheese?, orang-orang yang tidak mau menerima perubahan
disamakan dengan tokoh imajiner Hem yakni kurcaci yang menolak dan
mengingkari perubahan karena perubahan dianggap membawa keburukan.
Ternyata penolakan perubahan juga terjadi di lembaga pemerintahan.
Hal ini terlihat dari hasil reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan oleh
lembaga kementrian/non kementrian belum optimal. Dari sisi konsep Whole of
Governmennt (WoG) yang berinti pada integrasi, koordinasi dan kolaborasi
lembaga pemerintah masih melakukan kegiatan-kegiatan yang saling tumpang
tindih. Hal itu juga didukung fakta gemuknya/banyaknya lembaga pemerintah.
Kasus inovasi identitas tunggal bagi penduduk belum dilaksanakan karena
menyangkut proyek/kegiatan (Cheese). Artinya, bila konsep identitas tunggal
diterapkan akan mengurangi proyek bagi pejabat publik yang berarti
mengurangi/menghilangkan pundi-pundi mereka.
Dari uraian di atas, inovasi dan Cheese sangat terkait erat. Inovasi
113
dianggap mengurangi cheese bagi mereka yang menolak dan mengingkari
perubahan. Padahal perubahan adalah sebuah keniscayaan. Karena perubahan
merupakan
114
kenisacayaan, sebaiknya kita memiliki sifat adaptabilitas terhadap perubahan.
Dan sesungguhnya substansi inovasi adalah berpikir untuk memudahkan dan
kebermanfaatan banyak orang, seperti ojek/taxi online, internet, komputer
pribadi, telepon, pesawat terbang, bola lampu dan sebagainya. Bahkan, jika
inovasi tersebut kita lakukan sebagai pendekatan diri kita kepada Allah atau
ibadah, sungguh kebermanfaatan tersebut akan terus mengalir sebagai pahala
kita nanti. Dan sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah bermanfaat untuk
banyak orang.
Innovation by Question
[05:37, 8/6/2018]
Rasa gelisah dan ingin tahu memunculkan pertanyaan dalam diri
seorang. Misalnya, dalam bekerja, sudahkah hasil bekerja kita hari ini lebih baik
dari kemarin?
Bertanya pada diri, apakah hari ini lebih baik dari kemarin dalam
bekerja akan menjadikan kita berintropeksi diri dan segera mencari
cara/metode baru untuk memperbaiki hasil bekerja kita agar lebih baik
(better), lebih cepat (faster), lebih mudah (cheaper) dan lebih berkualitas
dibandingkan kemarin.Tentu saja, untuk menjadikan hari ini lebih baik dari
kemarin diperlukan kemampuan bekerja tanpa mengeluh, sungguh-sungguh,
memberikan terbaik, perhatian yang disengaja, ketekunan, tekad yang kuat dan
kesabaran karena inovasi membutuhkan proses yang sangat panjang.
Bila kita tak gelisah hingga tak ada tanya,"Apakah hari ini lebih baik dari
kemarin?" Mungkin kita berada dalam zona nyaman karena merasa sudah
'sukses" dan puas dengan cara/metode yang lama sehingga tak perlu cara atau
metode baru dalam menghadapi persoalan yang ada. Dampaknya, kita
melakukan hal yang sama berulang-ulang seperti rutinitas. Akumulasi hari
menjadi minggu, jumlah minggu menjadi bulan dan bertambah bulan menjadi
tahun, pengalaman satu tahun diulang berkali-kali sehingga pengalamannya
hanya satu kali meskipun tahun berganti. Tanpa disadari, kita tidak hanya
berjalan di tempat, tetapi berjalan mundur tanpa inovasi. Sedangkan orang lain
sudah jauh melaju cepat meninggalkan kita dengan akselarasi inovasi tiada
henti.
115
Agar tak tertinggal jauh, selalu lah bertanya pada diri setiap hari,
"Apakah hasil bekerja kita hari ini sudah lebih baik dari kemarin?" Semoga hari
ini lebih baik
116
dari kemarin dan esok.lebih baik dari hari ini dengan kemampuan bekerja tanpa
mengeluh, sungguh-sungguh, perhatian yang disengaja dan memberi yang
terbaik.
Memudahkan yang Sulit
[05:09, 11/7/2016]
Rumus relativitas E = mc2 berasal dari notasi notasi yang sangat panjang
dan sangat sulit, namun Einstein memudahkannya untuk kita dengan rumus
tersebut. Begitu pula para ahli yang telah merumuskan formula-formula
tertentu juga merupakan turunan dari notasi-notasi panjang dan sulit. Mereka
yang dapat memudahkan sesuatu yang sulit disebut dengan ahli (expert).
Menyederhankan sesuatu yang sulit tidak lah mudah. Lebih mudah
mempersulit sesuatu yang tadinya mudah. Misalnya, Ada sebagian orang, agar
ingin terlihat pintar, menyampaikan sesuatu menggunakan bahasa langit
(sangat sulit dimengerti) kepada orang lain - baik disadari ataupun tidak- untuk
menunjukkan bahwa Ia lebih tahu dari orang lain. Padahal orang tersebut
sesungguhnya bukanlah orang yang ahli tentang apa-apa yang dikatakannya.
Memudahkan sesuatu yang sulit dibutuhkan berpikir kreatif. Berpikir
kreatif memang sangat diperlukan pada era yang sangat dinamis dan data
tehnologi sekarang untuk menyelesaikan masalah yang merupakan tantangan
bagi bertumbuhnya diri/organisasi.
Dalam berpikir kreatif, penulis memiliki istilah tersendiri yakni flexible
thinking on the box. Istilah ini penulis ambil untuk mengkrompomikan antara
berpikir out of the box dan new thinking inside in the box. Penulis memahami
bahwa pola berpikir kreatif seseorang tidak dapat dilepaskan dari template
(kotaknya) yakni pandangan hidupnya, pengalaman-pengalaman yang
dialaminya dan informasi yang diperoleh sebelumnya. Dan di sisi lain, berpikir
manusia juga dapat berdiri objektif di luar template (kotak) diri untuk
menyelesaikan masalah yang ada dengan mengadopsi dan memodifikasi yang
berasal dari luar.
Contoh berpikir kreatif yakni memudahkan yang sulit adalah
mengintegrasikan kegiatan-kegiatan yang terlihat banyak menjadi sedikit
110
namun dengan kualitas yang lebih baik ( better), lebih murah (cheaper) dan
lebih cepat (faster). Banyaknya kegiatan memang terlihat sibuk, namun tidak
berarti produktif
111
dan berkualitas. Banyaknya kegiatan juga terkadang menunjukkan bahwa kita
tidak memiliki skala prioritas.
Hal ini dicontohkan oleh Tim Ferris (Penulis Four Hour Weeks) dan
Duane (Manajer Teknik Google) setelah mengetahui prioritas utamanya,
mereka mengurangi jam kerjanya empat hari seminggu namun memperoleh
lebih banyak pencapaian. Dengan waktu yang tersisa, mereka dapat memiliki
waktu berkualitas untuk berpikir kreatif kembali dalam mengembangan
diri/lembaganya.
Memudahkan yang sulit akan bermanfaat untuk peningkatan
pencapaian/kinerja diri/organisasi agar kita dapat bertumbuh dan
keseimbangan hidup. Dan kuncinya adalah berpikir kreatif yang fleksibel
(flexible thinking on the box).
Inovasi dan Sedekah
[06:28, 3/15/2018]
Penulis naik ojek konvensional dari halte busway Pulomas Bypass
(Cempaka Putih) ke rumah Ibu (Serdang, Kemayoran) sebesar Rp. 20.000,-
Namun, bila saya menggunakan ojek online, biayanya hanya Rp. 2.500,- karena
saya mendapat potongan 50 persen.
Jika penulis membayar pengemudi ojek online dengan kelebihan (Rp.
5.000/Rp. 10.000/Rp.20.000), sesungguhnya saya tidak rugi sedikitpun.
Bahkan, bila saya niatkan dengan ikhlas kelebihan tersebut sebagai sedekah,
insya Allah akan mendapat pahala dari Allah.
Maknanya, sebuah inovasi dapat menjadikan saya sebagai penggunanya
lebih banyak bersedekah yang insya Allah berpahala. Apalagi orang-orang yang
berinovasi yang diniatkan sebagai ibadah kepada Allah semata, pastilah
pahalanya terus mengalir tiada henti hingga Ia meninggal. Sesungguhnya, ciri
inovasi adalah membawa kebermanfaatan untuk banyak orang. Dan sebaik-
baik manusia adalah yang bermanfaat untuk banyak orang.
112
113
BAGIAN TUJUH
KOMUNIKASI
114
Komunikasi yang Berpengaruh
[05:12, 11/15/2017]
Salah satu komponen ketrampilan yang sangat penting dalam
kepemimpinan adalah komunikasi yang berpengaruh (communicating with
influence). Kepemimpinan tanpa komunikasi yang berpengaruh akan
menimbulkan kecurigaan buruk sangka, dan ketidakpercayaan yang akan
berdampak buruk bagi suatu organisasi/unit kerja/perusahaan. Misalnya,
seorang manajer keuangan menjanjikan upah tunjanagan hari raya (THR) akan
dibagikan 2 minggu sebelum hari raya. Namun 2 hari sebelum hari raya, upah
THR tidak diberikan kepada para buruh tanpa penjelasan. Dampaknya, para
buruh bangunan akan curiga, buruk sangka dan tidak percaya pada manajer
dan perusahaan serta menurunkan semangat para buruh dalam bekerja
sehingga kinerja perusahaan menurun.
Oleh karena itu, sangat penting mengembangkan keterampilan
komunikasi yang berpengaruh agar tujuan yang telah kita tetapkan tercapai.
Ada 3 komponen utama komunikasi yang berpengaruh, yakni pertama,
komunikasi yang jelas. Kedua, dengarkan, pahami dan adaptasi kepada lawan
bicara (audiens) dan ketiga bernegosiasi secara persuasif. Komunikasi yang
jelas merupakan penyampaian pesan dengan percaya diri secara jelas, singkat
dan lancar. Komunikasikan secara fokus pada intinya dan memudahkan
audiens memahaminya dengan media informasi yang disesuaikan dengan
audiens.
Dengarkan, pahami dan beradaptasi dengan audiens merupakan
komunikasi yang sangat sulit dibandingkan komunikasi lainnya (berbicara,
menulis dan membaca) karena mendengarkan tidak ada pelatihannya. Oleh
karena itu, untuk dengarkan, fahami dan beradaptasi terhadap audiens, kita
harus memberi perhatian yang disengaja saat audiens berbicara dengan tujuan
memahami (bukan menjawab). Setelah kita memahami lawan bicara, kita dapat
bernegosiasi secara persuasif. Negosiasi persuasif adalah berpikir menang-
menang oleh semua pihak. Pada negosiasi persuasif ini, lihatlah persamaan dan
hilangkan kepentingan pribadi dengan mengutamakan kepentingan bersama.
Komunikasi yang berpengaruh merupakan komunikasi yang lebih
manjur daripada hanya komunikasi yang jelas dan terbuka karena dengan
komunikasi yang berpengaruh akan mencapai tujuan bersama untuk
kemaslahatan organisasi selama proses perubahan.
115
Komunikasi Efektif
[05:13, 10/26/2017]
Komunikasi adalah keterampilan paling penting dalam hidup. Misalnya
dalam menjalin hubungan dengan pasangan, anak, tetangga dan lingkungan
kerja. Pada lingkungam kerja, baik buruknya kinerja atau keberhasilan seorang
pemimpin
– semua level- adalah komunikasi. Empat jenis dasar komunikasi adalah
membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan.
Mendengarkan merupakan komunikasi yang sangat sulit karena secara
fitrah manusia ingin selalu berbicara dan malas mendengar. Menurut Covey
dalam 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, kita mendengarkan seseorang
yang sedang bicara dengan beberapa kemungkinan, yakni mengabaikan orang
yang bicara, berpura-pura dan mendengarkan secara selektif. Dan biasanya,
kita ingin segera masuk untuk berbicara atau menjawab pembicaraan orang
lain dengan menceritakan tentang dirinya kepada orang lain.
Mendengar yang baik adalah mendengar empatik (Covey). Mendengar
empatik adalah mendengar dengan maksud untuk mengerti. Maksudnya adalah
berusaha terlebih dahulu untuk mengerti, untuk benar-benar mengerti.
Mendengar secara empatik merupakan salah satu bagian dari komponen utama
kecerdasan emosi yakni keasadaran sosial yakni empati. Empati merupakan
keterampilan untuk menjalin hubungan dengan orang lain (relationship).
Sehingga mendengarkan empati merupakan mendengarkan yang tidak hanya
menyertakan telinga kita saja, tetapi yang lebih penting juga menyertakan
pikiran dan hati kita ke dalam orang yang sedang bicara.
Mendengar empati ini sangat dibutuhkan oleh pemimpin dalam
komunikasi kepada bawahannya agar terjadi keselarasan interaksi antara
pemimpin dan yang dipimpinnya. Komunikasi dengan cara mendengarkan
empatik merupakan komunikasi yang sangat baik. Komunikasi yang baik
bukanlah komunikasi satu arah. Komunikasi tidak boleh bersifat top-down atau
bergaya diktator. Pemimpin yang baik akan mendengarkan, mengajak, dan
mendorong partisipasi yang dipimpinnya (The Maxwell Daily Reader). Contoh
pemimpin yang komunikasinya baik adalah Rektor UGM, yakni Dr. Panut
Mulyono. ia tidak segan jika ada masyarakat kampus yang mengajaknya
bertemu atau mengobrol dimanapun agar tidak ada sumbatan komunikasi. Ia
juga berjanji akan berusaha membalas segera setiap pesan yang masuk ke
ponsel pintarnya. Bahkan Panut meminta agar beberapa koleganya mengirim
pesan singkat bila ada tugas kantor yang belum ia selesaikan. “Misalnya ada
116
usulan SK honorarium, kok belum turun, kok saya belum dibayar, langsung sms
saya,” katanya.(m.republika.co.id).
117
Pemimpin yang memiliki keterampilan mendengar empati, sangat
sedikit sehingga komunikasi efektif tak tercapai yang berdampak terjadi saling
curiga dan kepercayaan yang rendah. Hal ini disebabkan hubungan empati
berbanding terbalik dengan naiknya jabatan (Goleman). Maksdunya, semakin
tinggi jabatan, empati menurun. Hal ini disebabkan oleh tingginya jabatan
seseorang menjadikan dirinya sombong dan merasa pintar dari orang lain.
Penyakit hati sombong dan merasa pintar menunjukkan bahwa orang tersebut
memiliki.pola pikir tetatp (fixed mindset) sehingga menutup pikiran dan
hatinya untuk mendengarkan orang lain.
Oleh karena itu, untuk menjadi pendengar yang empati haruslah
mengubah pola pikir dengan membiasakan diri untuk mendengarkan orang lain
agar tidak tesumbatnya komunikasi yang berakibat adanya ketidakselarasan
antara pemimpin dan yang dipimpinnya. Mendengarkan empati juga sebuah
kecerdasan seseorang akan hikmah yang diberikan oleh Allah berupa 1 mulut, 2
kuping, 2 mata dan 2 lobang hidung yakni agar kita banyak mendengar dan
melihat.
Mendengarkan secara Aktif
[05:42, 3/5/2017]
Ketika berbagi kecerdasan emosi pada sesi empati, saya
mempersilahkan 2 orang untuk mengobrol selama 10 menit. Setelah
mengobrol, saya pun bertanya kepada satu orang, apakah Ia dapat merasakan
perasaan dan kebutuhan oran lain? Rata-rata wanita memiliki empati lebih
besar dari laki-laki menurut pengamatan saya. Namun tiba-tiba ada seorang
laki-laki ingin berbagi cerita tentang kisah pilunya. Saya pun belajar salah satu
cara membangun empati yakni mendengarkan secara aktif dengan berusaha
memasukkan hati saya ke dalam hatinya.
Kurang lebih, Ia bercerita bahwa pada 10 Oktober 2009 Ia pulang ke
Pulau Jawa dari Pulau Kalimantan untuk memberitahu orang tuanya bahwa Ia
telah memiliki calon istri di Pulau Kalimantan. Saat di Pulau Jawa Ia mendapat
khabar bahwa calon istrinya kecelakaan jam 7 WIB. Ia pun memesan tiket dan
mendapat pesawat jam 8 wib. Pesawat transit Jakarta. Untuk terbang ke
Kalimantan mengalami penundaan karena kabut asap hingga jam 11.00 WITt.
Sesampainya di sana, calon istrinya dibawa ke propinsi lain karena di
118
propinsinya belum ada rumah sakit yang sanggup menanganinya. Di propinsi
lain itu lah, calon istrinya menghadap Illahi.
119
Walaupun saya menahan air mata, masih sangat sulit untuk
mendengarkan secara aktif. Mendengarkan secara aktif tidak ada pelatihannya
dibandingkan komunikasi lainnya seperti membaca, menulis dan berbicara.
Mendengarkan secara aktif merupakan cara membangun empati yang bila
dilatih secara terus menerus akan bermanfaat bagi diri untuk menjalin
hubungan dengan orang lain sehingga kita dapat membantu dan meringankan
beban orang lain.
Diskusi
[05:26, 11/10/2016]
Diskusi sebenarnya menarik jika kita netral, objektif dàn memiliki
kecerdasan emosi yang tinggi. Diskusi merupakan awal dari satu pertukaran
pengetahuan dari sesuatu yang abstrak di kepala kita (tacit knowledge) menjadi
tacit knowledge baru di orang lain. Namun perpindahan pengetahuan itu akan
terjadi bila kita membuka pemikiran kita terhadap pandangan orang lain.
Bahkan menurut Nonaka dalam.model SECI, diskusi akan menjadi inovasi jika
kita melakukan Socialization (diskusi, rapat, dll), Externalizasi (notulen,
tulisan.di blog/medsos), Combination and Internalization (lakukan).
Namun block mental diri kita menghalangi untuk menerima pendapat
orang lain karena status, usia, pendidikan, gelar, jabatan atau informasi
sebelumnya yang kita terima. Untuk membuka pikiran kita terhadap persepsi
orang lain, kebiasaan ke 5 yakni seek first to understand , then be understood
(pahami orang lain dulu , baru mereka memahami Anda) yang merupakan
kebiasaan yang sangat efektif untuk kita memahami sudut pandang/persepsi
orang lain sangat penting dalam berdiskusi. Begitu pula kata-kata bijak Imam
Syafii ra,”Saya percaya bahwa pendapat saya benar sedangkan pendapat orang
lain salah. Namun, Mungkin saja pendapat saya salah, sedangkan pendapat
orang lain benar
Menulis tentang diskusi, penulis jadi teringat di unit kerja yang lama.
Dulu, 2 direktorat neraca memiliki jadual FGD SNA 2008. Dalam FGD saya dan
teman suka berbeda pendapat. Teman saya walaupun pejabat eselon II
memiliki sikap egaliter sehingga menghargai pendapat siapa pun tanpa melihat
status orang lain. Ehmm, penulis jadi kangen berdiskusi dengannya. Juga saya
pernah berbeda pendapat dengan Syekh Ali Jaber di masjid kantor kami. Beliau
120
yang berasal dari Madinah dan fasih membaca AL Quran dengan keilmuannya
yang tinggi menghargai pendapat berbeda dari saya yang bodoh dan tidak fasih
bahasa Arab.
121
Dengan quote Imam Syafii dan kebiasaan kelima Covey Sr. terbuka
ruang diskusi sehingga terjadi pertukaran pengetahuan satu sama lain dengan
hati yang bersih dan pikiran yang jernih serta adab yang mulia. Dengan adab
mulia dan saling menghargai pendapat, diskusi akan menjadi indah. Dan akan
menjadi inovasi jika diterapkan. Ide yang baik adalah ide yang
diimplementasikan.
Menjaga Harmoni
[05:51, 12/24/2016]
Mari sarapan bersama di tempatnya masing-masing sambil menjaga
harmoni… Pernah mendengar lagu Symponi No 40 karya
Beethoven? Saya telah
mendengarnya kemarin dalam rangka menulis tulisan ini. Memang sangat
indah musik klasik karya Beethoven. Pantas saja sebagian orang menganjurkan
ibu hamil untuk mendengarkan musik klasik. Keindahannya disebabkan oleh
harmoni antara para pemain musik memainkan alat musiknya yang diarahkan
oleh konduktor atau dirigen.
Dalam kehidupan, bila terjadi harmoni juga akan terasa indah. Harmoni
antara istri dan suami, orang tua dan anak, pimpinan dan bawahan, sesama
anak bangsa, pengajar diklat dan murid/peserta, dan sebagainya. Penulis pun
yang sedang belajar harmoni dan berusaha menerapkannya ketika menjadi
peserta diklat di mana pengajarnya adalah master pada TOF Pelatihan Dasar
Calon PNS.
Ketika sedang berlangsung minat mata pelatihan pelayanan publik, ada
peserta bertanya perbedaan barang publik dan private. Pengajar pun
menjelaskannya. Saya melihat peserta masih bingung dan tidak puas atas
penjelasan pengajar berdasarkan raut wajahnya. Saya pun berusaha berdiam
diri walaupun kesempatan menggoda untuk bicara. Saya berusaha menjaga
harmoni antara saya dan pengajar dengan cara diam.
Saya takut bila bicara aka melukai hati pengajar. Bila menjelaskan
barang publik dan privat muncul di hati ada rasa menang dan lebih tahu/sok
122
pintar dari pengajar melalui hembusan bisikan keburukan yang masuk ke
dalam hati. Namun pada sisi lain, saya juga ingin berbagi sedikit pengetahuan
yang saya miliki kepada orang lain dengan asa mereka juga mengerti. Sebuah
dilema menjaga harmoni.
123
Akhirnya teman di sebelah mendorongku untuk bicara. Untuk menjaga
harmoni dan sebelum bicara saya menindih rasa sok tahu, merasa lebih dan
rasa ingin menang dengan istighfar dan bicara dengan intonasi tenang.
Akhirnya saya pun bicara dengan memulai kata maaf dan ingin sharing
(berbagi) berdasarkan sedikit pengetahuan yang saya miliki sambil menindih
penyakit hati (ingin menang, merasa lebih tahu, dsb) agar terjaga harmoni
antara saya dan pengajar.
Alhamdulillah pengajarnya rendah hati, baik dan tidak sombong
sehingga terjadi harmoni. Begitu pula saat saya tidak tahu dan bertanya kepada
pengajar tentang keterkaitan pelayanan publik dengan isu di tempat kerja.
Walau pun jawabannya tidak memuaskan, saya lebih memilih diam daripada
menanggapi agar terjadi harmoni.
Menjaga harmoni dalam kehidupan adalah sebuah softskill yang harus
dilatih secara terus menerus agar terjadi hubungan yang baik antara diri kita
dengan orang lain (istri, anak, rekan kerja, sesama, orang tua, dsb) tanpa
mengabaikan prinsip diri kita. Menjaga harmoni akan menyebabkan sebuah
keindahan seperti menjaga harmoni di lidah antara combro dan teh hangat.
Membina Hubungan
[07:27, 12/25/2016]
Sambil sarapan ditambah hangatnya suasana kita coba membina hubungan...
Menjaga harmoni kepada orang lain sebenarnya juga untuk membinan
hubungan. Membina hubungan dengan orang lain merupakan ketrampilan
sosial yang merupakan komponen utama terakhir dari empat komponen utama
dalam mengembangkan kecerdasan emosi menurut Goleman. Sebelumnya kita
harus memiliki 3 komponen utama lainnya seperti kesadaran diri kita dengan
memetakan pikiran dan emosi (mind mapping dan emotion )sehingga kita
dapat memotivasi diri kita dan menjadi optimisme serta memahami emosi
orang lain (empathy). Memahami perasaan orang lain adalah ketrampilan
untuk memahami gesture tubuh, mimik wajah dan memberi perhatian yang
disengaja kepada perasaan orang lain.
Membina hubungan dengan orang lain tanpa mengorbankan prinsip
124
dasar kita dan didasari keikhlasan tidak lah mudah. Namun Membina hubungan
ini sangat diperlukan oleh siapa pun. Ada sebuah fakta yang sangat menarik
yang dapat
125
menjadi pembelajaran bagi diri kita tentang ketrampilan membina hubungan
yakni yang dicontohkan dari perilaku sahabat Rasululllah SAW yakni Abu Dzar
Al Ghifari ra yang keimanannya tak perlu diragukan, namun ketrampilan
membina hubungan dengan orang lain rendah. Contoh ini bukan bermaksud
mengungkap aib sahabat karena tak bijak kita membandingkan diri kita dengan
orang lain dan pada zaman yang berbeda pula. Kisahnya kurang lebih seperti
ini.
Abu Dzar Al Ghifari radiyallahu anhu (semoga Allah meberkahinya)
memperkejakan Bilal radiyallahu anhu. Menurut Bilal ra, Ia telah
menyelesaikan amanah yang diberikan Abu Dzar ra dengan optimal dan
melaporkannya. Namun menurut Abu Dzar ra, Bilal belum menyelesaikan
tanggung jawabnya dengan baik, maka marah lah Abu Dzar dengan menghardik
Bilal sebagai anak budak hitam. Rasulullah SAW yang mendengarnya langsung
marah karena Bilal adalah orang yang termasuk shabiquna awwalaun (orang-
orang yang pertama kali masuk Islam) dibandingkan Abu Dzar ra sehingga kata
Nabi saat itu kepada Abu Dzar,”Sungguh engkau, di dalam dirimu masih
terdapat jahiliyah.” Yang membuat Abu Dzar ra merajuk Bilal ra untuk
menginjak kepalanya sebagai permintaan maaf yang mendalam. Itu lah Abu
Dzar sang Ashdaqu lahjatan, lelaki yang paling lempang kata-katanya
berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah hingga menusuk hati bagi orang-orang
yang menyimpang. Dia berani menyuarakan kebenaran yang diyakininya
namun tak sinis. Rasulullah SAW tidak mengizinkan Abu Dzar ra menjadi
pemimpin tatkala Abu Dzar memintanya karena Rasulullah SAW tahu bahwa
membina hubungan dengan sesama sangat penting.
Membina hubungan merupakan ketrampilan sosial yang sangat penting
dalam penentu kesuksesan yang beberapa abad kemudian dipopulerkan oleh
Daniel Goleman dengan istilah kecerdasan emosional yang menyatakan bahwa
kesuksesan terkait langsung dengan jalinan hubungan yang kita bangun dengan
sesama tanpa mengorbankan prinsip dasar kita, bukan pada seberapa
pintarnya otak kita (IQ). Pada abad ini dibuktikan dengan perbedaan 2 orang
yang memiliki IQ sangat tinggi, namun yang satu ketrampilan sosialnya sangat
rendah, yakni antara C. Langan dan
R. Oppeinheimer.
Keduanya memiliki IQ yang sangat super, namun R. Oppeinheimer
memiliki EQ tinggi sehingga mencapai kesuksesan dalam karirnya. Sedangkan
C. Langan yang membina hubungan dengan sesama sangat rendah gagal dalam
karirnya.
120
Membina hubungan (relationship) kepada sesama yang didasari
keikhlasan dan tanpa prinsip hidup kita sangat penting dalam kehidupan dan
kesuksesan. Menjalin hubungan yang didasari kasih sayang (silaturrahiim)
akan berdampak kepada diri sendiri. Membina hubungan yang harmoni
membuat orang tak terluka
121
dan didasari memberi tanpa pamrih. Membina hubungan merupakan cara kita
bersyukur kepada Allah untuk mengoptimalkan bungkusan terindah yang
diberikan kepada kita yakni otak kanan kita.
122
123
BAGIAN DELAPAN
KEPEMIMPINAN
124