The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by endrawin73, 2022-11-14 02:24:58

BISNIS PELAYARAN

Keywords: Endra Winarni

2.2.4 Fungsi Pengangkutan Laut

Pada dasarnya fungsi pengangkutan laut adalah untuk
mengangkut penumpang dan barang dari satu pulau ke pulau
lainnya. Akan tetapi fungsi pengangkutan laut tersebut juga
semakin berkembang, diantaranya:

a. Meningkatkan nilai dan kegunaan barang.
Kebutuhan atas angkutan barang merupakan kebutuhan
yang berkaitan dengan faktor-faktor lain. Suatu jenis barang
lebih bermanfaat di suatu tempat daripada di tempat lain,
pemiliknya sanggup membayar harga untuk terciptanya
kegunaan barang itu. Upah angkut merupakan unsur penting
dalam produksi barang yang merupakan faktor pendorong
bagi produksi barang jadi.

b. Mengelakkan adanya kelebihan dan kurangan barang di
pasar.
Pengangkutan memudahkan pemindahan barang dari tempat
yang memiliki barang-barang kebutuhan dalam jumlah yang
besar ke tempat yang hanya memiliki barang-barang
kebutuhan dalam jumlah yang minim agar nantinya
penawaran dan permintaan dapat diselaraskan. Penawaran
yang berlebihan akan menyebabkan harga menurun
sementara penawaran yang tidak mencukupi akan
mengakibatkan kenaikan harga. Dengan bantuan
pengangkutan, harga akan dapat distabilkan karena lebihan
penawaran dapat dialihkan ke tempat yang mengalami
kekurangan barang-barang.

c. Memperluas pasar dan menggalakkan perniagaan antara
bangsa
Pengangkutan membantu dalam memperluas pasar karena
dapat mengalihkan barang ke berbagai tempat dan dapat
meningkatkan keuntungan. Perniagaan impor dan ekspor
dapat dijalankan dengan licin dengan adanya sistem

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 37

BISNIS PELAYARAN

pengangkutan yang moden dan canggih. Contohnya, udang
galah yang segar dapat dieksport ke Jepang dengan
terdapatnya sistem pengangkutan laut.
2.2.5 Jenis-Jenis Pengangkutan Laut
Jenis-jenis angkutan laut di Indonesia sebagai berikut:
1. Angkutan Laut Khusus yaitu kegiatan angkutan untuk
melayani kepentingan usaha sendiri dalam menunjang
usaha pokoknya.
2. Angkutan Laut Pelayaran Rakyat yaitu suatu usaha rakyat
yang bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik
tersendiri untuk melaksanakan angkutan diperairan dengan
menggunakan kapal layar, kapal layar bermotor, dan kapal
motor sederhana dengan berbendera Indonesia dengan
ukuran tertentu.
3. Angkutan laut dalam negeri yaitu suatu angkutan laut yang
dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan
menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki
oleh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia dan dapat
melayani kegiatan mengangkut penumpang dan barang
antar pulau dan antar pelabuhan di wilayah perairan
Indonesia.
4. Angkutan laut luar negeri yaitu kegiatan angkutan laut yang
dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional dan
perusahaan laut asing dengan menggunakan kapal
berbendera Indonesia atau kapal asing. Dan angkutan laut
luar negeri hanya dapat melakukan kegiatan angkutan laut
ke atau dari pelabuhan Indonesia yang terbuka bagi
perdagangan luar negeri dan wajib menunjuk perusahaan
nasional sebagi agen umum.
Berdasarkan fungsinya, kapal sebagai sarana pengangkutan
laut yang utama dibedakan menjadi:

38 Endra Winarni, S.E., M.M

1. Kapal pesiar (cruise ship/cruise liner) adalah kapal
penumpang yang dipakai untuk pelayaran pesiar.
Penumpang menaiki kapal pesiar untuk menikmati waktu
yang dihabiskan di atas kapal yang dilengkapi fasilitas
penginapan dan perlengkapan bagaikan hotel berbintang.
Sebagian kapal pesiar memiliki rute pelayaran yang selalu
kembali ke pelabuhan asal keberangkatan. Lama pelayaran
kapal pesiar bisa berbeda-beda, mulai dari beberapa hari
sampai sekitar tiga bulan tidak kembali ke pelabuhan asal
keberangkatan.

2. Kapal samudra (ocean liner) yang melakukan rute
pelayaran reguler di laut terbuka, kadang antar benua, dan
mengantarkan penumpang dari satu titik keberangkatan ke
titik tujuan yang lain. Kapal yang lebih kecil dan
lebihrendah digunakan sebagai kapal pesiar sungai.

3. Kapal penumpang adalah kapal yang digunakan untuk
angkutan penumpang. Untuk meningkatkan effisiensi atau
melayani keperluan yang lebih luas kapal penumpang dapat
berupa kapal Ro-Ro, ataupun untuk perjalanan pendek
terjadwal dalam bentuk kapal feri. Di Indonesia perusahaan
yang mengoperasikan kapal penumpang adalah PT.
Pelayaran Nasional Indonesia yang dikenal sebagai PELNI,
sedang kapal Ro-Ro penumpang dan kendaraan
dioperasikan oleh PT ASDP, PT Dharma Lautan Utama, PT
Jembatan Madura dan berbagai perusahaan pelayaran
lainnya.

4. Kapal Ro-Ro adalah kapal yang bisa memuat kendaraan
yang berjalan masuk kedalam kapal dengan penggeraknya
sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga sehingga disebut
sebagai kapal roll on-roll off disingkat Ro-Ro, untuk itu
kapal dilengkapi dengan pintu rampa yang dihubungkan
dengan dermaga apung (moveble bridge) ke dermaga. Kapal
Roro selain digunakan untuk angkutan truk juga digunakan

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 39

BISNIS PELAYARAN

untuk mengangkut mobil penumpang, sepeda motor serta
penumpang jalan kaki. Angkutan ini merupakan pilihan
popular antara Jawa dengan Sumatera, antara Jawa dengan
Madura dan antara Jawa dengan Bali.
5. Kapal barang atau kapal kargo adalah segala jenis kapal
yang membawa barang-barang dan muatan dari suatu
pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Ribuan kapal jenis ini
menyusuri lautan dan samudra dunia setiap tahunnya
memuat barang-barang perdagangan internasional. Kapal
kargo pada umumnya didesain khusus untuk tugasnya,
dilengkapi dengan crane dan mekanisme lainnya untuk
bongkar muat, serta dibuat dalam beberapa ukuran. Jenis-
jenis pengangkutan kargo termasuk kapal kontainer dan
pengangkutan massal.
6. Kapal tanker ialah kapal yang dirancang untuk mengangkut
minyak atau produk turunannya. Jenis utama kapal tanker
termasuk tanker minyak, tanker kimia, dan pengangkut
LNG. Berikut adalah pengelompokan kapal tanker menurut
kapasitasnya, yakni:
a) ULCC (Ultra Large Crude Carrier), berkapasitas

500.000 ton.
b) VLCC (Very Large Crude Carrier/Malaccamax),

berkapasitas 300.000 ton.
c) Suezmax, yang dapat melintasi Terusan Suez dalam

muatan penuh, berkapasitas 125.000 sampai dengan
200.000 ton.
d) Aframax (Average Freight Rate Assessment)
berkapasitas 80.000 sampai dengan 125.000 ton.
e) Panamax, yang dapat melintasi pintu di Terusan
Panamá, berkapasitas 50.000 sampai dengan 79.000
ton.
7. Kapal tunda adalah kapal yang dapat digunakan untuk
melakukan pergerakan (maneuver), tamanya menarik atau

40 Endra Winarni, S.E., M.M

mendorong kapal lainnya di pelabuhan, laut lepas atau
melalui sungai atau terusan. Kapal tunda digunakan pula
untuk menarik tongkang, kapal rusak, dan peralatan lainnya.
Kapal tunda terbagi atas 3 (tiga) jenis, yakni:
a) Kapal tunda konvensional (towing or pusher tug)
b) Kapal tunda serbaguna (utility tug)
c) Kapal tunda pelabuhan (harbor tug)
8. Kapal peti kemas (containership) adalah kapal yang khusus
digunakan untuk mengangkut peti kemas yang standar. Peti
kemas diangkat ke atas kapal di terminal peti kemas dengan
menggunakan kran khusus, yang dapat dilakukan dengan
cepat.
9. Kapal Keruk (dredger) merupakan kapal yang memiliki
peralatan khusus untuk melakukan pengerukan. Kapal ini
dibuat untuk memenuhi kebutuhan, baik dari suatu
pelabuhan, alur pelayaran, ataupun industri lepas pantai,
agar dapat bekerja sebagaimana halnya alat-alat levelling
yang ada di darat seperti excavator dan Buldoser.
Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang
Pelayaran, angkutan laut atau perairan terbagi atas:
1. Jenis angkutan di perairan terdiri dari:
a) angkutan laut,
b) angkutan sungai dan danau,
c) angkutan penyeberangan.
2. Jenis angkutan di laut terdiri dari:
a) angkutan laut dalam negeri,
b) angkutan laut luar negeri,
c) angkutan laut khusus.

2.3 Peluang dan Prospek Bisnis Pelayaran

Sejak kita meninggalkan abad XX dan beranjak pada abad
XXI, terdapat berbagai faktor yang menurut para ahli menjelaskan

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 41

BISNIS PELAYARAN

dinamika kondisi ekonomi pada sekitar tahun 1990-an, antara lain
berikut ini.

a. Perkembangan teknologi baru yang dapat meningkatkan
produktivitas.

b. Deregulasi keuangan, pasar modal, perbankan, dan
perdangangan.

c. Peningkatan aktivitas wirausaha dan investasi modal
ventura.

d. Pendekatan baru dalam pengelolaan persediaan.
e. Berakhirnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni

Soviet.
f. Peningkatan daya beli atau pengeluaran konsumen.
g. Pengurangan defisit anggaran belanja.
h. Peningkatan investasi melalui pasar saham.
i. Kebijakan moneter pemerintah yang lebih bersahabat

dengan para pebisnis.
j. Peningkatan perdagangan internasional.

Beberapa faktor tersebut dapat menjelaskan bagaimana
aktivitas bisnis terkait dengan kondisi ekonomi. Namun, ada
beberapa faktor di antaranya memiliki fenomena atau catatan
khusus yang bernilai. Contohnya, deregulasi keuangan telah
membuat antarbank lebih berkompetisi dalam meminjamkan
uangnya. Contoh lain, adanya metode baru dalam pengelolaan
persediaan yang memungkinkan perusahaan mendapatkan pasokan
produk dari pemasok hanya ketika mereka membutuhkan, telah
menurunkan ongkos kirim persediaan secara besar.

Sebagai tindak lanjut dari berbagai faktor tersebut maka
para ekonom memprediksi adanya peluang dan tantangan yang
dihadapi pebisnis di masa depan dan trend-pola yang diperkirakan
sebagai berikut.

Peluang dan tantangan apakah yang dapat diraih pebisnis di
masa depan? Kebanyakan para ahli melihat tiga kekuatan utama

42 Endra Winarni, S.E., M.M

yang menggerakkan pebisnis dalam dekade mendatang, yakni
berikut ini.

1. Revolusi teknologi informasi akan berlanjut untuk
mempertinggi produktivitas pada seluruh sektor ekonomi,
khususnya pada industri pelayaran.

2. Perkembangan ilmu dan teknologi baru pada bidang
pelayaran, seperti sistem inaportnet akan menciptakan
industri pelayaran yang sepenuhnya baru.

3. Meningkatnya globalisasi selain akan menciptakan pasar
yang jauh lebih besar, namun juga membangun persaingan
yang lebih tajam di antara pebisnis global. Oleh karena itu,
perusahaan perlu lebih memfokuskan pada upaya inovasi
dan efisiensi biaya.
Sementara itu, tren dan pola yang diperkirakan oleh para

ekonom dalam indikator ekonomi dan dinamika kompetitif di masa
mendatang, antara lain sebagai berikut.

1. Ekonomi akan mempertahankan laju pertumbuhan yang
kuat dan konsisten, kemungkinan melebihi 3% per tahun.

2. Gelombang tingkat inflasi dan defisit anggaran yang besar
sepertinya akan semakin berkurang.

3. Negara-negara yang menyediakan pasar bebas, dan sistem
keuangan yang terbuka.

4. Pebisnis yang paling sukses adalah yang mampu melakukan
inovasi dan menguasai teknologi terkini untuk menciptakan
keunggulan kompetitif dalam bersaing di lingkungan
industrinya.

Laut merupakan media yang sangat penting untuk kelancaran
perdagangan antar negara karena laut juga merupakan wilayah
kedaulatan suatu negara. Wilayah laut di Asia Tenggara
mempunyai beberapa wilayah yang sangat strategis untuk menjadi
jalur perdagangan dunia, beberapa diantaranya adalah Laut Natuna,
Selat Malaka, dan Laut Cina Selatan. Selain itu, wilayah laut di

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 43

BISNIS PELAYARAN

Asia Tenggara juga termasuk ke dalam jalur Sea Line of
Communications (SLOC), yang merupakan kunci jalur maritim
yang memfasilitasi lalu lintas pelayaran yang pada dan
menyelenggarakan transportasi sebagai kunci dari perdagangan
maritim. (Khalid, 2012). Indonesia sebagai negara maritim,
mempunyai peluang dan tantangan untuk meningkatkan daya saing
terhadap perkembangan industri pelayaran negara-negara ASEAN
yang lain.

Diperkirakan bahwa pada abad XXI para pebisnis akan
menghadapi peluang dan tantangan yang sangat besar pada
pertumbuhan dan ekspansi. Oleh karena itu, sangat penting para
pebisnis baik pada saat ini atau masa mendatang, untuk
mengembangkan pemahaman yang komprehensif mengenai bisnis
sehingga mereka dapat memanfaatkan peluang dengan lebih efektif
dan dapat mengatasi segala macam tantangan yang akan dihadapi.

2.4 Rangkuman
Pada dasarnya kata pengangkutan berasal dari kata “angkut”

yang artinya bawa atau muat dan kirimkan. Jadi pengangkutan
diartikan sebagai pengangkutan dan pembawaan barang atau orang,
pemuatan dan pengiriman barang atau orang, barang atau orang
yang diangkut dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan
selamat, walaupun demikian diperlukan suatu alat sebagai sarana
pengangkut. Hal ini berarti bahwa transportasi merupakan jasa
yang diberikan, guna menolong orang atau barang untuk dibawa
dari suatu tempat ke tempat lain lainnya. Sehingga transportasi
dapat didefenisikan sebagai usaha dan kegiatan mengangkut atau
membawa barang dan/atau penumpang dari suatu tempat ke tempat
lainnya, pengangkutan sebagai perjanjian dan pengangkutan
sebagai proses.

Pengangkutan sebagai usaha memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:

44 Endra Winarni, S.E., M.M

1) Berdasarkan suatu perjanjian;
2) Kegiatan ekonomi di bidang jasa;
3) Berbentuk perusahaan;
4) Menggunakan alat angkut mekanik
Pengangkutan memberi nilai kepada barang yang diangkut
dan nilai ini lebih besar dari pada biaya-biaya yang dikeluarkan.
Nilai yang diberikan adalah berupa nilai tempat (place utility) dan
nilai waktu (time utility). Nilai tempat (place utility) mengandung
pengertian bahwa dengan adanya pengangkutan berarti terjadi
perpindahan barang dari suatu tempat, dimana barang tadi
dirasakan kurang berguna atau bermanfaat di tempat asal, akan
tetapi setelah adanya pengangkutan nilai barang tersebut
bertambah, bermanfaat dan memiliki nilai guna bagi manusia, oleh
karena itu apabila dilihat dari kegunaan dan manfaatnya bagi
manusia, maka barang tadi sudah berambah nilainya karena ada
pengangkutan. Nilai Kegunaan Waktu (time utility), dengan adanya
pengangkutan berarti bahwa dapat dimungkinkan terjadinyasuatu
perpindahan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dimana
barang tersebut lebih diperlukan tepat pada waktunya.

2.5 Tes Formatif

1. Unsur pokok pengangkutan yang saling terkait untuk
terlaksananya transportasi, yaitu terjaminnya penumpang
atau barang yang diangkut akan sampai ke tempat tujuan
dalam keadaan baik seperti pada saat awal diangkut
adalah…..
a. Manusia, Barang, Kendaraan, Terminal atau pelabuhan
sebagai prasarana dan organisasi sebagai pengelola
pengangkutan.
b. Barang-barang tertentu, yang diperlukan oleh manusia.
c. Kendaraan termasuk kapal dan pesawat, sebagai sarana
pengangkutan.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 45

BISNIS PELAYARAN

d. Terminal, pelabuhan, bandara sebagai prasarana
pengangkutan.

2. Definisi pengangkutan menurut Poerwosutjipto adalah
a. Proses kegiatan memuat barang atau penumpang
kedalam pengangkutan, membawa barang atau
penumpang dari tempat pemuatan ke tempat tujuan dan
menurunkan barang atau penumpang dari alat
pengangkut ke tempat yang ditentukan
b. Pengangkutan adalah perjanjian timbal-balik antara
pengangkut dengan pengirim dimana pengangkut
mengikatkan diri untuk menyelenggarakan
pengangkutan barang dan/atau orang dari satu tempat ke
tempat tertentu dengan selamat, sedangkan pengirim
mengikatkan diri untuk membayar uang angkutan.
c. Sebuah perjanjian timbal balik, dimana pihak
pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan
pengangkutan barang atau orang dari tempat tujuan
tertentu dengan selamat tanpa berkurang jumlah dari
barang yang dikirimkan, sedangkan pihak lainnya
(pengirim atau penerima) berkeharusan memberikan
pembayaran biaya tertentu untuk pengangkutan tersebut
d. Sebagai usaha membawa, mengantar atau memindahkan
orang atau barang dari suatu tempat ke tempat lain
dengan menggunakan alat pengangkutan, baik yang
digerakkan oleh tenaga manusia, hewan, atau mesin.

3. Berikut adalah yang bukan merupakan tujuan pengangkutan
laut sebagai factor penunjang pembangunan ekonomi
a. Meningkatkan pendapatan nasional, karena adanya
distribusi barang yang dapat dilakukan secara merata
b. Meningkatkan jenis dan jumlah barang jadi yang dapat
dihasilkan oleh produsen, industri, dan pemerintah
c. Mengembangkan industri dalam negeri atau industri
nasional

46 Endra Winarni, S.E., M.M

d. Untuk meningkatkan hubungan dengan bangsa atau
negara lain.

4. Pada dasarnya fungsi pengangkutan laut adalah untuk
mengangkut penumpang dan barang dari satu pulau ke
pulau lainnya. Berikut yang bukan merupakan fungsi
pengangkutan laut yaitu…
a. Meningkatkan nilai dan kegunaan barang.
b. Mengelakkan adanya kelebihan dan kurangan barang di
pasar.
c. Melayani kepentingan usaha sendiri dalam menunjang
usaha pokoknya.
d. Memperluas pasar dan menggalakkan perniagaan
antarabangsa

5. Segala jenis kapal yang membawa barang-barang dan
muatan dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya, adalah
fungsi dari jenis kapal……
a. Kapal pesiar (Cruise Ship/Cruise liner)
b. Kapal Samudra (Ocean Liner)
c. Kapal Ro-Ro
d. Kapal Barang atau Kapal Kargo

2.6 Jawaban Tes Formatif

1. A
2. B
3. D
4. C
5. D

2.7 Glosarium : Merupakan sebuah perubahan dari
1 Revolusi sosial maupun budaya secara cepat
dan memiliki nilai utama dari dasar
hidup masyarakat.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 47

BISNIS PELAYARAN

2 Sistem : Sistem layanan tunggal berbasis
inaportnet internet yang mengintegrasikan
sistem informasi kepelabuhanan,
yang berfungsi membuat para
pengguna jasa dapat memantau
pergerakan kapal dan kontainer
sehingga dapat meningkatkan
transparasi pelayanan.

2.8 Daftar Pustaka
Kamaludin Rustian, 1986. Ekonomi Transportasi, Penerbit Ghalia

Indonesia, Padang.

Mochamad Edris & Panca Winahayuningsih. Buku Bisnis
Pengantar. Retrieved May 20.2020, from
https://www.yuksinau.id/bisnis-definisi-jenis-manfaat-
tujuan-fungsi/

Melkianus, E. N & Benu (2015, April 16). Rangkuman Hukum
Pengangkutan. Retrieved July 7, 2020, from
https://cecepaziz17.blogspot.com/2015/04/rangkuman-
hukum-pengangkutan.html

Muhammad Abdul Kadir, 1991. Hukum Pengangkut Darat, laut
dan Udara, Cipta Aditya Bahkti, Jakarta.

Muhammad Abdul Kadir, 1998. Hukum Pengangkutan Niaga.
Bandung: Penerbit PT. Citra Aditya Bakti

Purwosutjipto H.M.N, 2000. Pengertian Pokok Hukum Dagang
Indonesia 5, Jakarta: Penerbit Djambatan.

Sution Usman Adji, dkk, 1991.hlm.26. Hukum Pengangkutan di
Indonesia, Jakarta: PT Rinka Cipta, cet.2

48 Endra Winarni, S.E., M.M

Susilo, I Basis.2015. Kemaritiman Indonesia:Problem Dasar
Strategi Maritim Indonesia. Surabaya: Cakra Studi Global
Strategis (CSGS), Departemen Hubungan Internasional
FISIP Universitas Airlangga.

Suyono, R. P (2001). Shipping-Pengangkutan Internasional Ekspor
Impor Melalui Laut (edisi revisi). Jakarta: Penerbit PPM.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 49

BISNIS PELAYARAN

BIAIIBPERUSPAEHRAUASNABHPAEABLAIANIYIPAERLAANYANRIAANGANIAGA

S3.1 Pendahuluan
etelah melakukan pembelajaran, mahasiswa diharapkan
memiliki komitmen secara personal dan social terhadap
pengejawantahan nilai dan norma yang terkandung dalam
konstitusi di Indonesia, mampu menganalisis nilai dan norma yang
terkandung dalam konstitusi di Indonesia dan konstitusionalitas
ketentuan di bawah UUD dalam konteks kehidupan
bernegarakebangsaan Indonesia; dan mampu mengkreasi pemetaan
konsistensi dan koherensi antar nilai dan norma yang terkandung
dalam konstitusi di Indonesia dan konstitusionalitas ketentuan di
bawah UUD dalam konteks kehidupan bernegarakebangsaan
Indonesia.

3.2 Pengertian Perusahaan Pelayaran
Perusahaan adalah bussiness establishment of commercial

house, yaitu lembaga bisnis atau badan komersial. Sementara itu,
banyak pakar ekonomi, baik dari luar negeri maupun dari Indonesia
sendiri yang mengajukan pendapat mengenai pengertian
perusahaan. Berikut ini adalah beberapa pengertian perusahaan
menurut para ahli.

Definisi perusahaan menurut Basu Swastha D.H. dan Ibu
Sukotjo W, perusahaan adalah suatu organisasi produksi yang

50 Endra Winarni, S.E., M.M

menggunakan dan mengkoordinasikan sumber-sumber ekonomi
untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

Menurut Murti Sumarni dan John Soeprihanto, perusahaan
adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber
ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat
dengan tujuan untuk meperoleh keuntungan dan agar dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat.

Perusahaan pelayaran merupakan usaha industri jasa
transportasi laut yang memberikan manfaat sangat besar bagi
perpindahan suatu barang melalui perairan, baik secara ’place
utility’ maupun time utility. Berdasarkan kegiatannya pelayaran
terbagi atas pelayaran niaga (shipping business, commercial
shipping, merchant marine) dan pelayaran non-niaga. Adapun
berdasarkan trayek yang dilayari terbagi atas kegiatan pelayaran
nasional dan kegiatan pelayaran internasional.

Saat ini wilayah Indonesia berada dalam wilayah/rute
pelayaran east bond/west bond sehingga pelabuhan-pelabuhan di
Indonesia yang berada di rute tersebut merupakan pelabuhan-
pelabuhan strategis untuk dikembangkan menjadi pelabuhan ’hub’.
Namun sejalan dengan perkembangan perubahan iklim (global
warming) kondisi strategis pelabuhan – pelabuhan di Indonesia
dapat terancam karena rute pelayaran menuju Barat dapat berubah
langsung tanpa melalui wilayah Indonesia (north – west). Sebagai
konsekuensi berada pada jalur internasional maka Indonesia harus
mematuhi aturan-aturan/konvensi-konvensi terkait ’maritime law’
(hukum laut internasional). Hukum laut internasional mengatur
aspek-aspek pelayaran, baik yang berkaitan dengan masalah teknis,
hukum positif, maupun yang berkenaan dengan penyelenggaraan
atau pengusahaan pelayaran. Meski Indonesia dikenal sebagai
negara maritim, namun sampai hari ini kegiatan bisnis pelayaran di
Indonesia masih didominasi oleh pelayaran asing, sehingga
menjadi tantangan bagi kita untuk menjadikan pelayaran nasional
menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 51

BISNIS PELAYARAN

3.3 Kegiatan Usaha Pelayaran Niaga

Terdapat beberapa jenis kegiatan pengusahaan pelayaran
niaga, diantaranya usaha pokok pelayaran, usaha keagenan, usaha
lainnya. Usaha pokok pelayaran merupakan usaha pengangkutan
barang, khususnya barang dagangan dari pelabuhan pemuatan
untuk disampaikan ke pelabuhan tujuan dengan kapal dimana
pengusaha mungkin akan mengoperasikan kapalnya sendiri atau
mencharter kapal atau kerja sama dengan pihak ketiga, bahkan
mungkin mencarterkan kapalnya untuk dioperasian pihak ketiga.
Usaha keagenan yang dilakukan oleh perusahaan pelayaran adalah
mengageni perusahaan pelayaran asing atau principal dengan
memberikan jasa dalam pengurusan segala sesuatu yang berkaitan
dengan kepentingan kapal, muatan, container dan freight dari
principal. Sementara usaha lainnya adalah kegiatan di luar usaha
tersebut diatas, tetapi menunjang usaha pelayaran baik dalam
bentuk fisik maupun dalam bentuk keuntungan yang diperoleh.

3.4 Pihak-Pihak yang Terkait dengan Kegiatan Angkutan
Laut
Kegiatan pelayaran niaga berkembang karena adanya

kebutuhan angkutan barang atau hasil industri yang dikirim ke
daerah atau negara lain yang membutuhkannya sehingga muncul
istilah “ships follow the trade”. dari istilah tersebut dapat diambil
kesimpulan bahwa perdagangan mendorong perkembangan industri
jasa angkutan laut.

Dalam pelaksanaan perdagangan angkutan laut, ada
keterkaitan pada beberapa pihak yang memiliki kepentingan
dengan kegiatan pelayaran, antara lain:

a) Pengirim Barang (shipper)
Pengirim barang adalah orang yang mengikatkan diri untuk
mengirim suatu barang dengan membayar uang angkutan.
Pengirim belum tentu pemilik barang, biasanya dalam

52 Endra Winarni, S.E., M.M

praktik pengirim adalah ekspeditur atau perantara lain
dalam bidang pengangkutan.
Orang atau badan hukum yang memiliki muatan kapal
(barang) untuk dikirim dari suatu pelabuhan (pelabuhan
pemuatan atau pelabuhan asal) munuju ke pelabuhan
pembongkaran atau pelabuahn tujuan.
b) Pengangkut (carrier)
Menurut HMN. Poerwosutjipto (1985: 4), pengangkut
adalah orang yang mengikatkan diri untuk
menyelenggarakan pengangkutan barang dan/atau orang
dari suatu tempat ke tempat tujuan tertentu dengan selamat.
Perusahaan pelayaran yang menyelenggarakan
pengangkutan muatan dari pelabuhan asal menuju ke tujuan.
c) Penerima Barang (consigne)
Orang atau badan hukum yang berhak menerima
pengiriman barang atau muatan kapal tersebut.
Hak dan kewajiban ketiga pihak dalam pengapalan diatur
oleh perundang-undangan nasional/peraturan pemerintah dan
beberapa konvensi internasional yang telah dibentuk guna
mengatur masalah pelayaran, baik segi teknis-nautis pelayaran
maupun segi niaganya.

3.5 Pihak Terkait Dengan Perusahaan Pelayaran Yang Tidak
Mempunyai Hubungan Hukum

Disamping ketiga pihak tersebut diatas, masih terdapat
pihak-pihak yang tidak saling berhubungan hukum/tidak diatur
oleh undang-undang namun memiliki peranan yang yang sangat
penting dalam dunia pelayaran, yaitu:

1. Ekspeditur (perusahaan ekspedisi muatan kapal laut,
forwader, dan lain-lain), adalah perusahaan yang
menyelenggarakan usaha mengurus dokumen-dokumen dan
formalitas yang diperlukan untuk mengirim/ mengeluarkan

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 53

BISNIS PELAYARAN

barang ke/dari kapal atau ke/dari gudang/lapangan
penumpukan container di pelabuhan. Ekspeditur menjadi
wakil dari pengirim/penerima barang muatan kapal laut.
Untuk muatan ekspor, tugas dan kewajiban ekspeditur
dianggap selesai bila barang-barang sudah dimuat ke atas
kapal dan Bill of Lading (B/L) sudah diambil untuk
diserahkan kepada orang yang memberi kuasa untuk
mengurus pemuatan kepada Bank Devisa. Untuk muatan
impor, dimulai dengan pembuatan dokumen-dokumen
impor (invoerpass, dan lain-lain) sampai pembayaran dan
biaya-biaya yang berkenaan dengan pengeluaran barang
dari gudang pabean untuk selanjutnya diserahkan kepada
prinsipal di daerah bebas (di luar daerah pengawasan bea
dan cukai).
Aktivitas pekerjaan seperti itu menyebabkan perusahaan
Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) memiliki armada
angkutan darat sendiri dengan maksud memudahkan dan
menekan biaya pengangkutan barang. Usaha sampingan
trucking ini dapat menambahpendapatan EMKL dan
selanjutnya menumbuhkan usaha Freight Forwarding (FF).
aktivitas ini meliputi penyediaan semua keperluan
pengapalan mulai dari sortasi barang (pemilihan jenis
barang sesuai klarifikasi tariff bea uang tambang, packing
(pengemasan barang dalam kemasan yang sesuai bagi
pengangkutan samudera), cargo documentation (penyiapan
dan pembuatan dokumen-dokumen pengapalan) sampai
kepada perolehan izin ekspor kalau diperlukan.
2. Perusahaan Pergudangan (warehousing) yaitu usaha
penyimpanan barang di dalam gudang pelabuhan,
menunggu pemuatan ke atas kapal atau pengeluaran dari
gudang.
Dalam sebuah pelabuhan lazimnya terdapat tiga macam
gudang yaitu:

54 Endra Winarni, S.E., M.M

x Gudang pabean (disebut juga Gudang Lini I,
Gudang diepzee)

x Gudang entrepot (bounded warehouse)
x Gudang bebas
Gudang pabean merupakan bagian yang terpenting pada
kegiatan pengapalan karena di gudang pabean ini disimpan
barang yang baru dibongkar dari kapal atau akan dimuat ke
kapal. Pada kegiatan ini, instansi pebean perlu melakukan
pengawasan, sebab barang yang akan dibongkar atau dimuat
dari dan ke kapal harus diselesaikan formalitas pabeannya
dan membayar bea-bea sebelum diizinkan keluar dari
gudang pabean.
3. Perusahaan Bongkar Muat (Stevedoring), yaitu usaha
pemuatan atau pembongkaran barang-barang muatan kapal.
Seringkali perusahaan stevedoring ini bergabung dengan
perusahaan pengangkutan muatan kapal untuk memuat dari
dan ke kapal yang sedang berlabuh (tidak tertambat di
dermaga yang disebabkan kondisi dermaga atau kolam
pelabuhan yang tidak memungkinkan kapal tersebut
bertambat) sehingga bongkar muat barang dilakukan dengan
tongkang atau dikenal dengan trade transport.
Bongkar muat barang dalam satuan unit dengan ukuran
yang tidak seragam akan menimbulkan kesulitan dalam
pelaksanaannya. Hal ini membutuhkan waktu dan
bermacam-macam tipe alat bongkar muat sesuai bentuk dan
ukuran barang yang dibongka muat. Kondisi ini merupakan
ssalah satu penyebab mahalnya biaya bongkar mmmuat
barang di dermaga, sehingga mendorong perkembangan
system bongkar muat yang bersifat unitasi dari sistem paket.
Sistem paket yang dimaksud adalah barang yang
dimasukkan dalam satuan-satuan keranjang. Sistem ini
memudahkan pelaksanaan bongkar muat dan penyusunan
muatan kapal maupun pada angkutan darat dan di dalam

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 55

BISNIS PELAYARAN

gudang. Sistem unitisasi berkembang lagi menjadi sistem
bongkar muat peti kemas (container) yang memiliki
kelebihan dalam efesiensi dan efektifitas bongkar muat dan
juga dalam keamanan, kerusakan dan kehilangan.
Saat ini dikenal istilah kapal LASH (Lighter Aboard Ship)
atau FLASH (Floating Lighter Aboard Ship) yaitu kapal
besar yang digunakan untuk mengangkut tongkang-
tongkang (lighter) yang berkapasitas s/d 400 ton setiap
tongkang. Tongkang tersebut digunakan untuk membongkar
dan memuat peti kemas yang berada di pelabuhan-
pelabuhan sungai seperti di Pekanbaru. Sedangkan kapal
induk (Kapal LASH/FLASH) cukup menunggu di muara
sungai, yang selanjutnya mengangkut tongkang beserta
muatannya (peti kemas) ke pelabuhan tujuan. Kapal jenis
tersebut tidak perlu membayar biaya tambat maupun biaya
pelabuhan lainnya, bahkan biaya labuhpun dapat dihindari
apabila kapal tersebut tidak memasuku area kolam
plebuhan.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan angkutan barang
dari dan ke suatu pelabuhan, maka kegiatan bongkar muat
barang dari dan ke kapal mempunyai kedudukan yang
penting. Menurut Pasal 1 butir 16 Peraturan Pemerintah
Nomor 82 Tahun 1999 pengusaha muat bongkar adalah
”kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang bongkar muat
barang dan/atau hewan dari dan ke kapal”.
4. Lembaga Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwader),
adalah perusahaan yang mengkoordinir angkutan
multimoda sehingga terselenggara angkutan secara terpadu
sejak dari door shipper sampai dengan door consignee.
5. Agen perjalanan (travel agent), dikenal dalam perjanjian
pengangkutan penumpang. Agen perjalanan digolongkan
sebagai subjek hukum pengangkutan karena mempunyai
hubungan yang sangat erat dengan pengangkut.

56 Endra Winarni, S.E., M.M

3.6 Struktur Organisasi Perusahaan Pelayaran

Setiap organisasi mempunyai tujuan yang hampir sama,
baik itu organisasi dalam bidang sosial maupun teknik, yaitu
mencapai tujuan organisasi memperoleh profit dalam memproduksi
barang dan jasa. Hal tersebut tidak mungkin dicapai tanpa suatu
bentuk kerja sama yang sinergik. Manajemen yang baik adalah
kunci bagi suksesnya suatu organisasi karena hanya melalui
manajemen yang berhasil terhadap faktor-faktor manusia, modal
materi maka suatu organisasi dapat mencapai sukses sebagai
pengaruh dan kontrol secara sistematis terhadap proses-proses yang
mengubah input menjadi output berupa barang jadi dan jasa.
Manajemen juga merupakan salah satu fungsi dalam organisasi.
Manajemen dapat berlangsung dalam bidang kerja Operasional,
Armada, Administrasi Keuangan, Perbekalan, Tata Usaha dan
Hubungan Masyarakat.

Salah satu cara membentuk struktur organisasi adalah
dengan membuat disain organisasi (organization design). Disain
organisasi sendiri merupakan pembentukan peran (roles), aktifitas
pengolahan (process), dan bentuk hubungan formal (formal
relationship) dalam suatu organisasi.

Gambar 3.1 Struktur Organisasi 57
Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran

BISNIS PELAYARAN

Di dalamnya ada pengembangan struktur keseluruhan di
dalam organisasi baik unit maupun sub-sub unitnya, serta definisi
peran dan proses yang lebih detil dalam unit maupun sub unit
tersebut. Di dalam pembentukan struktur organisasi itu sendiri, ada
beberapa prinsip dasar yang harus dimiliki oleh struktur organisasi
tersebut, diantaranya:

x Struktur organisasi memberi prioritas pada pelanggan kunci
(key customer priorities)

x Struktur tersebut mampu mengurangi dan menghilangkan
duplikasi organisasi

x Struktur menyederhanakan lapisan manajemen di dalam
organisasi.

x Struktur organisasi dapat meningkatkan saluran komunikasi
(channel of communication) di dalam organisasi.

x Struktur organisasi tersebut memberikan peran, tanggung
jawab yang jelas serta memiliki akuntabilitas.
Dalam kerangka konsep struktur organisasi banyak

dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang
mempengaruhi antara lain:

x Visi dan Misi organisasi
x Strategi Organisasi
x Model kepemimpinan (leadership model)
x Kebijakan maupun prosedur
x Budaya organisasi

Faktor eksternal yang mempengaruhi disain struktur
organisasi antara lain:

x Pelanggan
x Supplier
x Pemerintah
x Aturran formal, hukum dan perundangan
x Teknologi Manajemen

58 Endra Winarni, S.E., M.M

x Dan stakeholder lainnya (masyarakat, komunitas dll).

Kesemua faktor tersebut sangat mempengaruhi proses
disain organisasi. Tentunya disain organisasi yang baik akan
mempertimbangkan semua faktor tersebut sampai terbentuknya
struktur organisasi yang efektif dan efisien.

3.7 Perusahaan Pelayaran Sebagai Industri Maritim

Industri jasa pelayaran (shipping industri) merupakan usaha
industri jasa transportasi laut atau shipping industri yang
memberikan manfaat yang sangat besar bagi perpindahan suatu
barang, baik memberikan manfaat secara place utility yaitu barang
yang disatu tempat kurang bermanfaat dipindahkan ke tempat yang
manfaatnya lebih besar, maupun memberikan manfaat time utility
yaitu barang dari satu tempat yang saat tertentu sudah diproduksi
dan berlebihan dipindahkan ketempat yang pada waktu yang sama
belum diproduksi.
Jenis-jenis jasa pelayaran yang saat ini berlaku terbagi atas:

a. Berdasarkan Bidang Kegiatannya, terbagi atas 2 (dua) jenis,
yaitu:
x Pelayaran Niaga (shipping business, commercial
shipping, merchant marine)
x Pelayaran non niaga. Pelayaran niaga yaitu usaha
pengangkutan barang (khususnya barang dagangan)
atau penumpang, melalui laut, baik yang dilakukan
antar pelabuhan-pelabuhan dalam wilayan sendiri
maupun antar negara. Sedangkan Pelayaran Non Niaga
adalah kegiatan pelayaran yang bertujuan bukan untuk
kegiatan perdagangan, yang meliputi pelayaran
angkatan perang, dinas pos, dinas perambuan, penjaga
pantai, hidrografi dan sebagainya.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 59

BISNIS PELAYARAN

b. Berdasarkan Trayek yang Dilayari, terbagi atas:
x Kegiatan pelayaran nasional
Dalam kegiatan pelayaran nasional, kegiatan pelayaran
berlangsung dalam batas-batas wilayah teritorial suatu
negara atau sering disebut pelayaran interinsulair.
x Kegiatan pelayaran internasional.
Dalam pelayaran internasional kegiatan pelayaran itu
berlangsung dalam perairan internasional yang
menghubungkan dua negara atau lebih, pelayaran
internasional dalam dunia shipping dikenal dengan
sebutan Pelayaran Samudera atau Ocean Going
shipping atau Intern Ocean Shipping. Pada pelayaran
internasional timbul masalah hubungan hukum
internasional dan timbullah berbagai konvensi
internasional yang mengatur aspek-aspek pelayaran,
baik yang berkaitan dengan masalah teknis, hukum
positif, maupun yang berkenaan dengan
penyelenggaraan atau pengusahaan pelayaran. Bagi
Indonesia perusahaan pelayaran nasional mempunyai
prospek yang sangat cerah mengingat volume ekspor
dan impor meningkat terus setiap tahun.

3.8 Prosedur Administrasi
Proses pengurusan kapal dan muatan dilakukan sebagian

besar dilakukan oleh perusahaan pelayaran samudera (nasional
maupun asing). Saat kapal-kapal itu singgah di pelabuhan untuk
memuat ataupun membongkar barang ekspor atau impor, semuanya
diurus oleh agen dari perusahaan pelayaran.

Bagian operasi dalam perusahaan pelayaran merupakan inti
dari semua kegiatan operasional di perusahaan. Bagian operasional
mempunyai tugas mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan
pengoperasian kapal, yaitu:

60 Endra Winarni, S.E., M.M

1. Pengurusan muatan masuk.
2. Pengurusan muatan keluar.
3.8.1 Tugas dan Kewajiban Perusahaan Pelayaran

Tugas agen perusahaan pelayaran atau kantor cabang yang
ditugaskan mengurus kedatangan atau keberangkatan kapal serta
mengurus muatan adalah:

1. Mencari Muatan. Biasanya di urus oleh bagian trade atau
canvasing.

2. Mengurus pengoperasian kapal, dokumen muatan,
penyelesaian administrasi muatan dan mengurus
kepentingan Anak Buah Kapal (ABK). Biasanya di urus
oleh bagian operasi.

3. Mengurus urusan stevedoring, cargodoring dan delivery
muatan. Biasanya di urus oleh bagian terminal.

4. Mengurus disbursement kapal dan muatan serta penagihan
uang tambang, sewa gudang, OPP (ongkos pelabuhan
pengirim) / OPT (ongkos pelabuhan tujuan), serta
reimbursement (penagihan kembali) per ongkosan kapal.
Biasanya di urus bagian keuangan.

3.8.2 Canvassing Perusahaan Pelayaran

Perusahaan pelayaran sebagai sebuah badan usaha yang
bergerak dalam bidang layanan dan jasa seharusnya memberikan
pelayanan terbaik terhadap pelanggannya. Salah satu tugas pokok
bagian canvassing adalah mencari muatan sebanyak mungkin.
Dalam melaksanakan tugasnya, diperlukan beberapa tindaka, yaitu:

1. Melakukan pengamatan terhadap situasi barang-barang
ekspor di tempat/pelabuhan yang akan disinggahi.
Khususny pengamatan terhadap:
- Jenis muatan.
- Volume muatan.
- Nama dan alamat pemilik barang untuk muatan ekspor
atau impor

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 61

BISNIS PELAYARAN

2. Menjalin hubungan yang baik dengan pemilik barang,
seperti perusahaan-perusahaan perkebunan, kepala proyek
pemerintah, eksportir dan importir. Agar lebih mudah
menyampaikan mengenai informasi penyediaan ruangan
kapal, terutama informasi muatan.

3. Memberikan pelayanan kepada pemakai jasa dalam bentuk
kemudahan dalam administrasi, pembukuan muatan,
prosedur administrasi bongkar muat dan dalam persyaratan
kontrak pengangkutan.

4. Mendengarkan, mencatat dan mempelajari keluhan-keluhan
(complaint) serta keinginan dari pemakai jasa.

5. Mempelajari strategi dan taktik serta cara kerja dari
canvasser perusahaan asing.

3.8.3 Pengurusan Muatan Masuk

Dalam pelaksanaan pengurusan muatan masuk, perlu
dilakukan tindakan untuk mendukung setiap prosesnya. Tindakan-
tindakan itu dibagi ke dalam beberapa bagian, diantaranya:

1. Manifes, stowage Plan dan Copy Bill of Lading.
Kantor cabang atau agen perusahaan pelayaran di
pelabuhan, sebelumnya sudah menerima dokumen
pelayaran dari perusahaan pelayaran di pelabuhan yang
disinggahi. Semua itu diberikan sebelum kapal masuk di
suatu pelabuhan untuk melakukan bongakr muat barang.
Dokumen itu diantaranya:
- Manifest. Yaitu daftar lengkap muatan yang akan
dibongkar di pelabuhan itu.
- Stowage Plan. Yaitu skema dan uraian mengenai
susunan barang di dalam kapal.
- Copy Bill of Landing. Digunakan untuk setiap muatan
yang akan dibongkar di pelabuhan.
Selanjutnya dokumen tersebut diteruskan ke bagian operasi,
bagian terminal dan bagian keuangan untuk mepersiapkan

62 Endra Winarni, S.E., M.M

kedatangan kapal, pembingkaran muatan, penagihan ongkos
pelabuhan tujuan (OPT) dan biaya muatan lainnya.
2. Surat Pemberitahuan
Bagian operasi menyampaikan surat pemberitahuan
kedatangan muatan (notice of arrival) kepada masing-
masing consignee yang dapat diketahui dari manifest atau
copy bill of landing.
3. Delivery Order
Setelah kapal bersandar di pelabuhan maka muatan
dibongkar serta dimasukan ke dalam gudang atau di simpan
di lapangan terbuka, di dalam tongkang atau gudang api.
Sementara itu penerima barang (consignee) melalui EMKL
menyelesaikan segala sesuatu dengan bea dan cukai,
khususnya mengenai bea masuk dan pajak pertambahan
nilai impor (PPN impor).
Jika semua kewajiban dengan bea dan cukai diselesaikan,
selanjutnya proses penyerahan barang, yaitu dengan:
- Bill of Landing yang asli diserahkan oleh penerima

barang kepada bagian operasi (urusan muatan masuk).
- Sebagai pertukaran, bagian operasi menyerahkan D/O

(delivery order) kepada penerima barang. Setelah
penerima barang (EMKL) melunasi semua tagihan
biaya seperti stevedoring, cargodoring dan delivery
charges.
4. Pengisian D/O
Delivery order disiapkan oleh bagian operasi berdasarkan
data yang ada pada manifest dan copy bill of landing.
Delivery order dibuat dalam beberapa rangkap sesuai
kebutuhan dan biasanya di tujukan kepada:
- D/O Asli ditujukan kepada peneerima barang untuk
mengambil barang di gudang.
- Copy D/O dipakai sebagai kwitansi pembayaran OPT,
dll.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 63

BISNIS PELAYARAN

- Copy D/O untuk pengurusan pabean.
- Dan copy D/O dikirim kepada penerima barang yang

dimaksudkan sebagai notice of arrival.
5. Penukaran B/L dengan D/O

Apabila penerima barang menyerahkan bill of landing asli
kepada bagian operasi, maka tanda tangan yang ada di
belakang bill of landing harus diperiksa. Apakah sesuai
dengan contoh tanda tangan consignee yang ada pada
perusahaan atau yang lainnya.
Kemudian copy D/O diserahkan kepada penerima barang
yang menyebutkan jumlah ongkos yang perlu dilunasi di
bagian keuangan (kassa perusahaan). Setelah menerima
pembayaran, maka kasir akan memberi paraf dan memberi
cap tanda “Lunas” pad copy tersebut.
6. Buku Pembongkaran
Buku pembongkaran pada bagian operasi digunakan untuk
mencatat beberapa hal berikut:
- Jumlah muatan yang akan dibongkar menurut manifest

atau copy bill of landing.
- Rincian muatan yang akan dibongkar.
- Jumlah sewa gudang dan OPT yang perlu ditagih dari

pemilik barang.
- Pengawasan delivery order dengan bill of landing.
7. Daftar Muatan
Manifest merupakan suatu dokumen yang sangat penting
sebagai pegangan dalam pelaksanaan pembongkaran. Pada
saat pembongkaran dilakukan, setiap barang yang
diturunkan dari kapal dicatat pada suatu nota yang disebut
tally sheet (daftar perhitungan).
Ada beberapa kemungkinan jika diantara barang yang ada
pada daftar manifest dicocokan dengan daftar barang dari
tally sheet, yaitu:

64 Endra Winarni, S.E., M.M

- Pertama Muatan Utuh.
- Muatan Nyasar.
- Muatan Katut.
- Terkahir Muatan Rusak.
3.8.4 Pengurusan Muatan Keluar

Dalam pelaksanaan pengurusan muatan keluar, perlu
dilakukan tindakan untuk mendukung setiap prosesnya. Tindakan-
tindakan itu dibagi ke dalam beberapa bagian, diantaranya:

1. Surat Pemberitahuan
Untuk setiap kapal niaga yang akan memuat barang maka
dibuatkan surat pemberitahuan atau pengumuman yang
disampaikan kepada:
a. Kantor Bea dan Cukai.
b. Pemakai jasa kapal, EMKL dan pemilik barang (cargo
owners dan shipper).
Pemberitahuan ini memberi keterangan tentang:
a. Nama kapal.
b. Tanggal kedatangan kapal.
c. Pelabuhan asal keberangkatan dan pelabuhan tujuan.
d. Tempat sandar kapal.
e. Tanggal dimana kapal siap untuk menerima muatan.

Pemberitahuan ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu:
a. Surat pemberitahuan itu di titik beratkan pada tanggal

perkiraan kedatangan kapal (estimated/expected time of
arrival) atau ETA.
b. Tanggal ETA dan pemberitahuan tempat bersandar.
c. Tanggal kapal siap muat.

Pemberitahuan mengenai tiga hal di atas sangat diperlukan
untuk dapat mengatur persiapan barang tepat waktu.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 65

BISNIS PELAYARAN

2. Instruksi Pemuatan
Bagian canvassing mencari muatan, sedangkan bagian
operasi mengurus pelaksanaan pemuatan dari muatan kargo.
Pemilik barang membukukan muatan pada bagian operasi
dari perusahaan pelayaran dengan cara menyerahkan
formulir instruksi pemuatan dalam rangkap tiga.
Penyerahan instruksi pemuatan ini dilakukan oleh EMKL
yang ditunjuk oleh pemilik barang.

3. Resi Gudang/Resi Mualim
Dalam hal penyerahan dari pemilik barang kepada
perusahaan pelayaran, caranya dapat dilakukan dengan cara
berikut:
a. Penyerahan melalui gudang.
b. Penyerahan langsung di lambung kapal.

4. Buku Pemuatan (Loading Book)
Untuk keperluan bagian operasi, proses pelaksanaan
pemuatan barang digunakan untuk mengawasi:
a. Jumlah muatan yang sudah dibukukan dibandingkan
dengan ruang kapal yang tersedia.
b. Jumlah sewa gudang dan OPP yang perlu ditagih dari
pemilik barang.
c. Pengawasan penukaran bill of landingdengan resi
gudang atau resi mualim.
d. Perincian muatan yang akan dimuat dilakukan dengan
cara :
- Melalui gudang.
- Langsung ke lambung kapal.
- Langsung dari truk.
- Atau bisa langsung dari tongkang.

5. Daftar Muatan (Cargo/Loading List)
Sebelum pemuatan dimulai, bagian terminal dan stevedore
kapal diberikan daftar muatan oleh bagian operasi untuk
memungkinkan bagian terminal mempersiapkan mekanisme

66 Endra Winarni, S.E., M.M

yang diperlukan dengan sifat muatan tersebut. Daftar
muatan ini biasanya diambil datanya dari buku pemuatan
(loading book).
6. Pelaksanaan Muat
Pelaksanaa muat baru dapat dimulai setelah semua
formalitas dan semua peralatan mekanis dan buruh sudah
siap, antara lain:
- Formulir PEB yang telah disetujui oleh pabean.
- Cargo List yang sudah diserahkan kepada mualim.
- Pejabat kebakaran sudah berad di tempat khusus untuk

muatan berbahaya.
7. Manifest

Bagian operasi harus sudah memulai mengerjakan manifest
sesudah diterimanya instruksi pemuatan yang datanya
diambilkan dari buku pemuatan. Manifest serta captain copy
sudah harus diserahkan ke kapal sebelum keberangkatan
kapal dari pelabuhan. Dan juga dikirimkan kepada
cabang/agen perusahaan pelayaran tersebut di pelabuhan
tujuan.
Manifest adalah dokumen yang berisikan keterangan barang
yang dimuat di kapal yang terperinci mengenai:
- Merk
- Jumlah
- Isi
- Nama shipper
- Nama penerima
- Dan hal lainnya yang diperlukan oleh pabean ataupun

pejabat lainnya.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 67

BISNIS PELAYARAN

3.9 Rangkuman
Pihak yang berkewajiban memberikan pelayanan jasa

angkutan yaitu pengirim, adalah pihak yang mengikatkan diri untuk
membayar pengangkutan barang dan atas dasar itu dia berhak
memperoleh pelayanan pengangkutan barang dari pengangkut,
khusus pada pengangkutan perairan pengirim/ pengangkut disebut
shipper. Penerima adalah merupakan subjek yang berbeda. Namun
adakalanya pihak pengirim barang juga adalah sebagai pihak yang
menerima barang yang diangkut di tempat tujuan. Ekspeditur
dijumpai dalam perjanjian pengangkutan barang, dalam bahasa
Inggris disebut cargo forwarder. Ekspeditur digolongkan sebagai
subjek hukum pengangkutan karena mempunyai hubungan yang
sangat erat dengan pengirim atau pengangkut atau penerima
barang.

Agen perjalanan (travel agent) dikenal dalam perjanjian
pengangkutan penumpang. Agen perjalanan digolongkan sebagai
subjek hukum pengangkutan karena mempunyai hubungan yang
sangat erat dengan pengangkut. Untuk mendukung kelancaran
kegiatan angkutan barang dari dan ke suatu pelabuhan, maka
kegiatan bongkar muat barang dari dan ke kapal mempunyai
kedudukan yang penting. Menurut Pasal 1 butir 16 Peraturan
Pemerintah Nomor 82 Tahun 1999 pengusaha muat bongkar adalah
”kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang bongkar muat barang
dan/atau hewan dari dan ke kapal”. , pengusaha pergudangan
adalah ”perusahaan yang bergerak di bidang jenis jasa
penyimpanan barang di dalam gudang pelabuhan selama barang
yang bersangkutan menunggu pemuatan ke dalam kapal atau
penunggu pemuatan ke dalam kapal atau menunggu
pengeluarannya dari gudang pelabuhan yang berada di bawah
pengawasan Dinas Bea dan Cukai”.

68 Endra Winarni, S.E., M.M

3.10 Tes Formatif

1. Perusahaan pelayaran merupakan usaha industri jasa
transportasi laut yang memberikan manfaat sangat besar bagi
perpindahan suatu barang melalui perairan. Berdasarkan
kegiatannya pelayaran terbagi atas…..
a. Pelayaran niaga dan pelayaran non niaga
b. Pelayaran Nasional dan pelayaran Internasional
c. Pelayaran local dan pelayaran nusantara
d. Pelayaran samudera dan pelayaran benua

2. Dalam pelaksanaan perdagangan angkutan laut, ada
keterkaitan pada beberapa pihak yang memiliki kepentingan
dengan kegiatan pelayaran, antara lain:
a. Ekspeditur, warehoushing, dan stevedoring
b. Shipper, carrier dan consigne
c. Freight forwader dan travek agent
d. Benar semua

3. Di dalam pembentukan kerangka konsep struktur organisasi
perusahaan dipengaruhi oleh faktor internal, kecuali:
a. Visi dan misi perusahaan
b. Strategi organisasi
c. Teknologi manajemen
d. Budaya organisasi

4. Suatu dokumen yang sangat penting sebagai pegangan
dalam pelaksanaan pengurusan muatan masuk adalah…
a. Manifest dan Bill of Lading
b. Surat pemberitahuan dan Delivery order
c. Buku pembongkaran dan Daftar muatan
d. Benar semua

5. Manifest adalah dokumen yang berisikan keterangan barang
yang dimuat di kapal yang terperinci mengenai:
a. Skema dan uraian mengenai susunan barang di dalam
kapal.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 69

BISNIS PELAYARAN

b. Daftar lengkap muatan yang akan dibongkar di
pelabuhan

c. Jumlah muatan yang akan dibongkar
d. Pelabuhan asal keberangkatan dan pelabuhan tujuan.

3.11 Jawaban Tes Formatif

1. A
2. D
3. C
4. D
5. B

3.12 Glosarium : Lintasan kapal yang berlayar dari
1 Rute pelayaran pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan
melalui jalur pelayaran yang telah
2 Global warming ditetapkan

3 Cargo manifest : Suatu proses peningkatan suhu rata-
kapal rata di bumi, baik itu pada lapisan
atmosfer, daratan, dan lautan.

: Dokumen kargo yang berisi daftar
muatan yang dibawa kapal. Saat
berlayar cargo manifest beserta
dokumen kargo yang lain, Bill of
Lading, harus ada di kapal.

4.15 Daftar Pustaka
Agustina, J. (2011, May 30). Pihak-Pihak Yang Terkait Dalam

Kegiatan Pelayaran, Retrieved June 2020, from
https://jessicaagustina.blogspot.com/

Capricorn, S. (2013, January 24). Peranan Penting Pelayaran.
Retrieved June 17, 2020, from

70 Endra Winarni, S.E., M.M

https://chumataruni.blogspot.com/2013/01/peranan-penting-
pelayaran.html

Suyono, R. P. (2001). Shipping Pengangkutan Intermodal Ekspor
Impor Melalui Laut (edisi revisi). Jakarta: Penerbit PPM

Wiliam (2017, November 21). Proses Pengurusan Kapal dan
Muatan. Retrieved June 18, 2020, from
https://indoforwarding.com/perusahaan-pelayaran/

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 71

BISNIS PELAYARAN

BAB PEBRAILBAIKVU KONSUMEN
I VPERILAKU KONSUDMANENPRDOADNUPSREONDUSEN

P4.1 Pendahuluan
eningkatan pengetahuan dapat menjadi tantangan dalam
bisnis pelayaran, dan bisnis ini selalu banyak kesempatan
untuk belajar hal yang baru. Kombinasi pengetahuan,
intuisi, dan keberuntungan merupakan kunci kesuksesan bisnis.
Akan tetapi, semua kombinasi tersebut tidak ada artinya tanpa
kegigihan. Selain itu, peristiwa dan perkembangan baru dapat
menjadi kejutan besar bagi semua pelaku bisnis pelayaran. Oleh
karena itu pengetahuan tentang perilaku konsumen dan produsen
dan pemahaman tentang hal tersebut perlu dimiliki untuk menekan
risiko kesalahan yang bersifat substantive dalam pengambilan
keputusan dalam kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan
bisnis pelayaran.
4.1.1 Manfaat Dan Nilai Suatu Barang/ Jasa

Kalau kita mengamati kebutuhan masyarakat tanpa
memandang adanya pertumbuhan/perkembangannya terlebih
dahulu, maka sudah cukup banyak ragam kebutuhan yang dapat
kita identifikasikan. Untuk melaksanakan identifikasi terlebih
dahulu kita akan memahami tentang permintaan dan penawaran
pasar. Pemahaman mekanisme pasar merupakan hal yang sangat
mendasar, terutama bagi orang yang berkarir di bidang angkutan
laut dan memiliki tanggung jawab dalam menentukan fungsi yang
tepat di berbagai tingkatan pengambilan keputusan dalam kegiatan

72 Endra Winarni, S.E., M.M

profesional keseharian. Individu yang berpengalaman di bidang
perkapalan pasti memiliki kemampuan atau kapasitas di bidangnya,
ditambah pengetahuan yang mendalam di bidang lain yang relevan
serta wawasan tentang factor pasar yang kuat dan luas.

Individu dituntut untuk berupaya melakukan perbaikan terus
menerus dan konsisten untuk memperluas keahlian berperilaku
dalam bisnis agar dapat bertahan dalam bisnis pelayarannya.
Individu harus senantiasa memantau dan mengikuti hal yang
menjadi kebutuhan dari calon konsumennya dan hal yang
dikerjakan para pesaingnya. Selain memiliki kemauan dan
kemampuan untuk mengevaluasi perkembangan diri guna
menciptakan peluang bisnis potensial di masa depan. Hal tersebut
tidak hanya bagi individu produsen tetapi berlaku juga bagi
konsumen.
4.1.2 Manfaat dan Nilai Suatu Barang/Jasa

Barang dan jasa diperlukan manusia karena mengandung
nilai-nilai tertentu yang dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan
hidupnya. Nilai-nilai tersebut disebut nilai guna. Nilai guna bersifat
subyektif karena nilai guna suatu barang/ jasa bagi setiap manusia
berbeda. Suatu barang/ benda mempunyai nilai guna karena dapat
digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan, sehingga nilai
kegunaannya dapat direkayasa. Kegunaan benda dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Kegunaan bentuk (Utility of form)
Suatu benda akan bertambah kegunaannya apabila bentuk
benda tersebut diubah dari bentuk asalnya.
Bisnis yang menciptakan kegunaan bentuk adalah bisnis
yang berusaha untuk mengubah suatu benda (yang biasanya
disebut bahan dasar) menjadi benda lain yang berbeda
bentuknya sehingga menjadi lebih bermanfaat bagi
manusia/ masyarakat.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 73

BISNIS PELAYARAN

b. Kegunaan tempat (Utility of place)
Suatu benda akan bertambah kegunaannya apabila
dipindahkan dari suatu tempat ke tempat yang lain.
Bisnis yang menciptakan kegunaan tempat adalah bisnis
yang bergerak dalam bidang transportasi atau
pengangkutan, baik angkutan barang maupun angkutan
manusia. Bisnis ini berusaha mengangkut barang dari
tempat yang mana barang tersebut di tempat itu kurang
bermanfaat, dipindahkan atau diangkut ke tempat lain yang
mana di tempat lain barang tersebut akan menjadi lebih
bermanfaat.

c. Kegunaan waktu (Utility of time)
Suatu benda akan bertambah kegunaannya bila dikaitkan
dengan waktu penggunan benda tersebut.
Bisnis yang menciptakan kegunaan waktu adalah bisnis
yang bergerak dalam bidang penyimpanan. Bisnis ini
berusaha menyimpan barang yang pada saat atau waktu itu
kurang bermanfaat disimpan dulu baru kemudian pada
waktu yang lain barang tersebbut akan dikeluarkan karena
pada waktu ini barang itu menjadi lebih berguna.

d. Kegunaan pemilikan (Utility of possessio/ ownership)
Suatu benda akan meningkat kegunaannya bila terjadi
perpindahan kepemilikan/ dimiliki orang yang tepat.
Bisnis yang memindahkan pemilikan barang adalah bisnis
yang bergerak dalam bidang perdagangan atau pertokoan.
Bisnis ini berusaha memindahkan kepemilikan barang-
barang dari milik pabrik menjadi milik masyarakat luas.
Pemilikan oleh pabrik yang begitu banyak dan masih dalam
verpaking besar-besar lalu dipecah-pecah menjadi kecil-
kecil secara eceran oleh pertokoan sehingga memudahkan
bagi masyarakat untuk memilikinya.

74 Endra Winarni, S.E., M.M

4.1.3 Nilai Obyektif dan Nilai Subyektif

a. Nilai obyektif
Yaitu nilai yang didasarkan pada barang atau jasanya. Suatu
barang mempunyai nilai obyektif karena dapat memuaskan
banyak orang.

b. Nilai subyektif
Yaitu nilai yang didasarkan pada sudut pandang/
kepentingan orang yang membutuhkannya.

c. Nilai Pemakaian dan Penukaran
1) Nilai pemakaian (value in use)
Yaitu nilai barang/ jasa yang digunakan orang-orang
untuk memuaskan
kebutuhan hidupnya
2) Nilai penukaran
Yaitu penghargaan terhadap barang/ jasa karena dapat
ditukarkan dengan barang/ jasa lain. Suatu barang/ jasa
baru akan mendapatkan penghargaan, bila:
x Manusia memerlukan barang/ jasa tersebut
x Barang/ jasa diperkirakan dapat dipergunakan untuk
memuaskan kebutuhan manusia
x Persediaan barang/ jasa tersebut jumlahnya terbatas.

4.2 Teori Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh
seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan,
mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi
untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan
diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian,
dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen
akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa.
Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian
produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan
konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 75

BISNIS PELAYARAN

akhirnya membuang produk setelah digunakan. Atau kegiatan-
kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan
dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses
pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-
kegiatan tersebut.

Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa
akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan,
selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak
berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada
Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang
dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai
barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan
apa yang diharapkannya.

Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun
organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku
konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer,
buyer, payer atau user.
4.2.1 Ruang Lingkup Perilaku Konsumen

Studi perilaku konsumen terpusat pada cara individu
mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumber daya yang
tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli barang-barang yang
berhubungan dengan konsumsi. Hal ini mencakup apa yang mereka
beli, mengapa mereka membeli, kapan mereka membeli, dimana
mereka membeli, seberapa sering mereka membeli, dan seberapa
sering mereka menggunakannya. disamping mempelajari
pemakaian konsumen dan evaluasi pasca-pembelian produk yang
mereka beli, para peneliti konsumen juga tertarik untuk mengetahui
cara individu membuang produk. Dengan tujuan adalah bahwa
mereka harus menyesuaikan produksi mereka dengan kekerapan
konsumen membeli penggantinya.

76 Endra Winarni, S.E., M.M

4.2.2 Pendekatan Perilaku Konsumen

Pendekatan untuk mempelajari perilaku konsumen dalam
mengkonsumsi suatu barang:

1. Pendekatan Kardinal
a. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur
b. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
c. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility
pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap
tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit
tambahan konsumsi semakin kecil. (Mula – mula
kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau
satu ration point tambahan kepuasan akan semakin
turun). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward
sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin
menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
d. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit
barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar
kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen
memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan
mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang
dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau
membayar dengan harga murah. Pendekatan kardinal
biasa disebut sebagai Daya guna marginal.

2. Pendekatan Ordinal
Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan
yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari
mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan
kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit
dilakukan. Pendekatan ordinal mengukur kepuasan
konsumen dengan angka ordinal (relatif). Tingkat kepuasan
konsumen dengan menggunakan kurva indifferens (kurva

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 77

BISNIS PELAYARAN

yang menunjukkan tingkat kombinasi jumlah barang yang
dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang
sama).
Ciri-ciri kurva indiferens:
a. Mempunyai kemiringan yang negatif (konsumen akan

mengurangi konsumsi barang yg satu apabila ia
menambah jumlah barang lain yang di konsumsi)
b. Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya
perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan
untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing
barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution)
c. Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh
kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang
berbeda

4.3 Teori Perilaku Produsen
Produksi dapat kita lihat dimana saja, yang dimaksud

dengan teori produksi adalah kegiatan yang membuat barang-
barang, produksi juga sangat berkaitan dengan nilai guna suatu
barang. Di dalam produksi terdapat proses produksi tertentu yang
harus dijalani sehingga bias menghasilkan barang yang berguna.

Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal,
yaitu:

1. Produksi jangka pendek
Dalam membahas teori produksi kita perlu membedakan
pengertian jangka panjang dan jangka pendek. Jangka
pendek dan jangka panjang tidak terkait dengan lamanya
waktu yang digunakan dalam proses produksi. Produksi
dalam jangka pendek bararti terdapat satu factor produksi
yang bersifat tetap, sedangkan factor produksi yang lainnya
bersifat variable(berubah-ubah). Produksi dalam jangka

78 Endra Winarni, S.E., M.M

panjang berarti semua factor produksi yang digunakan
bersifat variable(berubah-ubah).
2. Produksi jangka panjang
Sebagaimana telah dijelaskan, produksi dalam jangka
panjang tidak terkait dengan jangka waktu proses produksi,
tetapi lebih kepada sifat factor produkdi yang digunkan.
Dalam jangka panjang semua faktor produksi yang
digunakan bersifat variable atau berubah-ubah. untuk
mempelajari produksi dalam jangka panjang kiata akan
mempelajari kurva isoquant dan jumlah produk optimal.
a) Isoquant atau Isoproduk

Kurva isoquant atau isoproduk adalah kurva tempat
kedudukan titik-titik yang menunjukan kombinasi dua
faktor produksi untuk menghasilkan tingkat produksi
yang sama.
b) Produksi optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan
konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam
teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan
konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis,
pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia
dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk
menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep
efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan
mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus
diketahui, rasio harga harga input-output.
3. Biaya Produksi
Berikut ini beberapa definisi biaya produksi dari berbagai
sumber:
a. Biaya produksi yakni biaya-biaya yang berhubungan
langsung dengan produksi dari suatu produk dan akan
dipertemukan (dimatchkan) dengan penghasilan

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 79

BISNIS PELAYARAN

(revenue) di periode mana produk itu di jual (Abdul
Halim, 1988:5).
b. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi
untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang
siap untuk dijual (Mulyadi, 1995:14).
c. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang
berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu jumlah
dari bahan langsung, upah langsung dan biaya overhead
pabrik (Amin Widjaya Tunggal, 1993:1)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa
biaya produksi adalah biaya-biaya yang digunakan dalam proses
produksi meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung
dan biaya overhead pabrik yang jumlahnya lebih besar
dibandingkan dengan jenis biaya lain.
Jenis-jenis Biaya Produksi
Biaya produksi membentuk harga pokok produksi yang
digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga
pokok produk pada akhir periode akuntansi masih dalam proses.
Biaya produksi digolongkan dalam tiga jenis yang juga merupakan
elemen-elemen utama dari biaya produksi, meliputi:
1. Biaya bahan baku (direct material cost)
Merupakan bahan secara langsung digunakan dalam
produksi untuk mewujudkan suatu macam produk jadi yang
siap untuk dipasarkan.
2. Biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost)
Merupakan biaya-biaya bagi para tenaga kerja langsung
ditempatkan dan didayagunakan dalam menangani
kegiatan-kegiatan proses produk jadi secara langsung
diterjunkan dalam kegiatan produksi menangani segala
peralatan produksi dan usaha itu dapat terwujud.
3. Biaya overhead pabrik (factory overhead cost)
Umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung,
tenaga kerja tidak langsung dan biaya pabrik lainnya yang

80 Endra Winarni, S.E., M.M

tidak secara mudah didefinisikan atau dibebankan pada
suatu pekerjaan.
Elemen-elemen dari biaya Overhead Pabrik yaitu:
1. Biaya bahan penolong
2. Biaya tenaga kerja tidak langsung
3. Biaya depresiasi dan amortisasi aktiva tetap
4. Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin
5. Biaya listrik dan air pabrik
6. Biaya asuransi pabrik
7. Operasi lain-lain
Proses Produksi
Pengumpulan harga produksi sangat ditentukan berdasarkan
proses produksinya. Proses produksi dibagi menjadi 2 macam:
1. Produksi atas dasar pesanan
Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan
melaksanakan pengolahan produknya atas dasar pesanan
yang diterima dari pihak luar. Perusahaan ini
mengumpulkan biaya produksi dengan menggunakan harga
pokok pesanan (Job order cost methode)
2. Produksi masa
Perusahaan yang berproduksi berdasarkan produksi massa
melaksanakan pengolahan produknya untuk memenuhi
persediaan di gudang yang umumnya produknya berupa
standar. Perusahaan ini mengumpulkan biaya produksinya
dengan menggunakan metode harga pokok proses (Process
cost methode). Dalam metode, biaya-biaya produksi
dikumpulkan untuk periode tertentu dan harga pokok
produk persatuan produk yang dihasilkan dalam periode
tersebut, dihitung dengan cara membagi total biaya produksi
dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode
yang bersangkutan.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 81

BISNIS PELAYARAN

4.4 Rangkuman

Konsumen adalah pihak yang melakukan kegiatan untuk
menghabiskan atau memanfaatkan barang/jasa. Sedang produsen
adalah pihak yang melakukan kegiatan untuk menghasilkan atau
menciptakan barang dan jasa, sehingga kedua pihak tersebut dapat
melakukan kegiatan ekonomi.

Nilai guna adalah nilai yang dapat digunakan dari
memproduksi suatu barang atau jasa. Nilai guna suatu barang atau
jasa dapat dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu nilai guna
berdasarkan bentuk, tempat, waktu, dan kepemilikannya.

Pendekatan dalam perilaku konsumen, yaitu pendekatan
marginal utility dan pendekatan kurva indiferen. Perilaku
permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi
oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen,
dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris
paribus). Pendekatan untuk mempelajari perilaku konsumen dalam
mengkonsumsi suatu barang yaitu pendekatan cardinal dan
pendekatan ordinal.

Nilai total hasil suatu produksi akhir (barang dan jasa),
artinya nilai yang dihitung adalah nilai akhir barang dan jasa. Di
dalam produksi terdapat proses produksi tertentu yang harus
dijalani sehingga bisa menghasilkan barang yang berguna. Di
dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal, yaitu:
produksi jangka pendek dan produksi jangka panjang.

4.5 Tes Formatif
1. Kepuasan atau kenikmatan yang didapat seseorang dalam
mengonsumsi barang atau jasa disebut ....
a. nilai guna
b. nilai tukar
c. nilai subjektif
d. nilai objektif

82 Endra Winarni, S.E., M.M

2. Kurva yang memperlihatkan kombinasi jumlah barang yang
dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama
dinamakan ....
a. kurva isocost
b. kurva indifferen
c. kurva isoquant
d. kurva marginal utiliti

3. Berikut ini yang bukan merupakan sifat-sifat khusus dari
kurva indifferen yaitu....
a. runcing di ujung atas
b. mempunyai slope negatif
c. tidak berpotongan dengan kurva indifferen lainnya
d. apabila kedudukannya lebih tinggi, tingkat
kepuasannya juga semakin tinggi

4. Suatu barang digunakan untuk memuaskan kebutuhan
manusia. Ini menunjukkan barang memiliki nilai ...
a. guna yang tinggi
b. pakai objektif
c. tukar objektif
d. pakai subjektif

5. Berikut ini yang merupakan tanggung jawab sosial dari
perusahaan terhadap lingkungan masyarakat adalah ....
a. membangun rumah untuk warga sekitar perusahaan
b. kesehatan dan kebersihan lingkungan
c. memberi sembako kepada masyarakat
d. ikut memikirkan nasib masyarakat miskin yang ada di
sekitar lokasi tempat perusahaan beroperasi

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 83

BISNIS PELAYARAN

4.6 Jawaban Tes Formatif
1. A
2. B
3. A
4. A
5. D

4.7 Daftar Pustaka
Akmal Fajar (2016). Perilaku Konsumen dan Produsen.

https://www.lintasmateri.com/2016/05/perilaku-konsumen-
dan-produsen.html, diakses 28 Mei 2020
Akmal Fajar (2016). Teori Kepuasan Konsumen menurut Hukum
Gossen I dan Hukum Gossen II. https://www.lintasmateri
.com/2016/05/teori-kepuasan-konsumen-menurut-
hukum.html, diakses 29 Mei 2020
Purnaya, I. K. (2016). Ekonomi dan Bisnis. (P. Christian, Ed)
Yogyakarta: Andi Offsed. Retrieved June 28, 2020, from
https://books.google.co.id/books?id=KSg3DgAAQBAJ&pri
ntsec=frontcover&dq=Bisnis+%26+Ekonomi&hl=id&sa=X
&ved=2ahUKEwiu2-
WpyaPqAhUm6nMBHaFWBU0QuwUwAHoECAYQCA#
v=onepage&q=Bisnis%20%26%20Ekonomi&f=false

84 Endra Winarni, S.E., M.M

BAB POTENBSAIBPVELAYARAN NIAGA

VPOTENSI PELAYARADNININIADGOANEDSIIIANDONESIA

B5.1 Pendahuluan
agian ini akan menguraikan tentang penyelenggaraan
pengangkutan melalui laut dengan memuat pengertian
pengangkutan, pengangkutan laut, tujuan dan fungsi
pengangkutan, jenis-jenis pengangkutan serta peluang dan prospek
bisnis pelayaran untuk mewujudkan penyediaan jasa transportasi
secara tepadu dan seimbang dengan tingkat kebutuhan dan
tersediannya pelayanan angkutan yang efisien, efektif, selamat,
aman, cepat, lancar, tertib, dan teratur. Transportasi merupakan
sarana untuk memperlancar roda perekonomian, memperkukuh
persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut tercermin dari semakin
meningkatnya kebutuhan jasa angkutan bagi mobilitas manusia dan
barang di dalam negeri serta dari dank ke luar negeri.

5.2 Potensi dan Manfaat Pelayaran Niaga

Bagi dunia perdagangan pada umumnya, khususnya
perdagangan internasional, pelayaran niaga memegang peranan
yang sangat penting dan hampir semua barang ekspor dan impor
diangkut dengan kapal laut. Demikian juga pengangkutan
barang dalam volume besar dari satu daerah ke daerah yang lain
dalam satu Negara, lebih banyak menggunakan jasa fasilitass
angkutan laut. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan sebagai
berikut:

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 85

BISNIS PELAYARAN

a. Unit capacity kapal jauh lebih besar untuk pengangkutan
dalam jumlah besar sekaligus.

b. Biaya bongkar muatnya lebih efisien dibandingkan
melalui darat.

c. Biaya angkut per unit lebih murah karena
pengangkutannya dalam jumlah banyak.
Bagi Indonesia perusahaan pelayaran nasional

mempunyai prospek yang sangat cerah mengingat volume
ekspor dan impor meningkat terus setiap tahun, terdiri dari
ribuan pulau sehingga angkutan antarpulau meningkat terutama
dalam pengembangan pembangunan nasional, panjang
pantainya no. 2 terpanjang di dunia sesudah Canada, terletak
antaar 2 samudera dan 2 benua. Semantara itu, jumlah muatan
ekspor dan impor yang dapat diangkut kapal-kapal samudera
nasional saat ini hanya di bawah 4%. Lebih dari 96% muatan
masih diangkut oleh kapal-kapal asing.

Usaha pelayaran merupakan usaha industri bidang jasa
transportasi laut atau shipping industri yang memberi manfaat
sebagai berikut:

a. Place utility, yaitu barang yang di satu tempat kurang
bermanfaat dipindahkan ke tempat lain yang manfaatnya
lebih besar.

b. Time utility, yaitu barang dari satu tempat yang saat
tertentu sudah diproduksi dan membutuhkan
pengangkutan dengan kapal dapat dilakukan melalui laut,
danau, maupun sungai.

5.3 Peranan dan Pentingnya Transportasi Laut dalam Dunia
Perdagangan
Transportasi memiliki peranan penting dalam kehidupan

manusia. Salah satunya mendukung ketepatan waktu karena
mencerminkan seberapa tepat dan cepat memindahkan produk dari

86 Endra Winarni, S.E., M.M


Click to View FlipBook Version