The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by endrawin73, 2022-11-14 02:24:58

BISNIS PELAYARAN

Keywords: Endra Winarni

perekonomian masyarakat, perusahaan juga akan dianggap
bersama masyarakat membantu dalam mewujudkan
keadaan lebih baik di masa yang akan datang. Akibatnya,
perusahaan justru akan memperoleh tanggapan yang positif
setiap kali menawarkan sesuatu kepada masyarakat.
Perusahaan tidak saja dianggap sekedar menawarkan
produk untuk dibeli masyarakat, tetapi juga dianggap
menawarkan sesuatu yang membawa perbaikan masyarakat
2. Manfaat bagi masyarakat
Selain kepentingan masyarakat terakomodasi, hubungan
masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi
win-win solution. Artinya terdapat kerjasama yang saling
menguntungkan ke dua pihak. Hubungan bisnis tidak lagi
dipahami sebagai hubungan antara pihak yang
mengeksploitasi dan pihak yang tereksploitasi, tetapi
hubungan kemitraan dalam membangun masyarakat
lingkungan kebih baik. Tidak hanya di sektor
perekonomian, tetapi juga dlam sektor sosial, pembangunan
dan lain-lain.
3. Manfaat bagi pemerintah
Memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari
pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial. Pemerintah
pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai wasit yang
menetapkan aturan main dalam hubungan masyarakat
dengan dunia bisnis, dan memberikan sanksi bagi pihak
yang melanggarnya. Pemerintah sebagai pihak yang
mendapat legtimasi untuk mengubah tatanan masyarakat
agar ke arah yang lebih baikakan mendapatkan partner
dalam mewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Sebagian
tugas pemerintah dapat dilaksanakan oleh anggota
masyarakat, dalam hal ini perusahaan atau organisasi bisnis.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 187

BISNIS PELAYARAN

10.7 Rangkuman

Etika dalam berbisnis sangat perlu dilakukan. Majunya
bisnis yang dijalankan adalah tergantung dari pelaku bisnis itu
sendiri. Apa yang dia perbuat pasti akan selalu ada timbal baliknya.

Pebisnis yang menjunjung tinggi nilai etika akan mendapat
penghargaan terhadap apa yang telah dilakukan. Kemajuan
perusahaan, kepercayaan pelanggan akan diperoleh dengan
menjungjung tinggi nilai etika.

Sebaliknya, pelanggaran etika yang sedikit saja bisa
menyebabkan kondisi berbalik. Kehilangan pelanggan, defisit
keuangan sampai ditutupnya perusahaan dengan jumlah utang serta
kerugian yang menggunung merupakan punishment dari
pelanggaran etika.

10.8 Tes Formatif
1. Etika berasal dari Bahasa…
a. Indonesia
b. Spanyol
c. Rumania
d. Yunani
2. Etika berasal dari Bahasa Yunani yang memiliki arti…
a. Kebiasaan/ karakter
b. Kelakuan
c. Perangai
d. Sikap
3. Dibawah ini yang bukan termasuk etika dan etiket dalam
komunikasi dalam kehidupan sehari-hari yaitu…
a. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
b. Menggunakan pesan Bahasa yang tidak efektif dan
efisien
c. Jujur tidak berbohong
d. Lapang dada dalam berkomunikasi

188 Endra Winarni, S.E., M.M

4. Berikut ini yang bukan merupakan contoh teknik
komunikasi yang baik adalah…
a. Menggunakan kata dan kalimat yang baik
menyesuaikan dengan lingkungan
b. Medah terpancing emosi terhadap lawan bicara dalam
suatu diskusi
c. Menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti oleh
lawan bicara
d. Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan
bicara

5. Dibawah ini yang tidak termasuk prinsip-prinsip dalam
etika adalah…
a. Keselarasan
b. Kebaikan
c. Persamaan
d. Keadilan

10.9 Jawaban Tes Formatif

1. D
2. A
3. B
4. B
5. A

10.10 Glosarium

1 Defisit : adalah suatu keadaan keuangan pada suatu

organisasi atau dalam lingkup negara,

dimana pengeluaran lebih besar

dibandingkan dengan pemasukan.

2 Punishment : Adalah sebuah cara untuk mengarahkan

sebuah tingkah laku agar sesuai dengan

tingkah laku yang berlaku secara umum.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 189

BISNIS PELAYARAN

Hukuman diberikan ketika sebuah tingkah
laku yang tidak diharapkan ditampilkan
oleh orang yang bersangkutan tidak
memberikan respons atau tidak
menampilkan sebuah tingkah laku yang
diharapkan.
10.11 Daftar Pustaka
Warni, S. ((2016, January 18). Etika Bisnis dan Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan. Retrieved Juni 27,2020, from
https://zahiraccounting.com/id/blog/etika-bisnis-dan-
tanggung-jawab-sosial-perusahaan/
TOG. Indonesia (2019, January 3). 5 Etika yang Harus
Diperhatikan Ketika di Tempat Kerja. Retrieved June 28,
2020, from https://www.kompasiana.com/toghr9896/
5c2dca1ebde575785c548184/5-etika-yang-harus-
diperhatikan-ketika-di-tempat-kerja?page=2

190 Endra Winarni, S.E., M.M

BAB RISIKO DBAALBAXMIBISNIS PELAYANAN
XIRISIKO DALKAEMPEBDLIAASNNBIUKSHEPAPENELLAAANYBAURHAANN DAN

D11.1 Pendahuluan
alam suatu kegiatan bisnis, risiko adalah hal yang tidak
bisa dihindari. Risiko memang merupakan hal yang wajar
dalam kegiatan bisnis, bahkan dalam kegiatan apa pun
yang kita lakukan. Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami
apa itu risiko atau definisi risiko serta jenis – jenis risiko dalam
bisnis. Manajemen risiko (risk management) merupakan suatu
proses perencanaan, pengaturan, pemimpinan, serta juga
pengontrolan aktivitas atau kegiatan sebuah organisasi dalam
meminimalisir resiko pendapatan perusahaan.

Dengan mengetahui konsep risiko dalam bisnis, maka kita
bisa lebih siap ketika melangkah menjalankan bisnis. Motivasi
dalam mengambil risiko serta menejemen risiko pun bisa
dipersiapkan dengan lebih baik.
11.1.1 Risiko dalam Sebuah Kegiatan Usaha

Memulai suatu bisnis membutuhkan keberanian, tekad, dan
manajemen serta strategi bisnis yang baik. Namun jika semua itu
telah dilakukan, bukan berarti jaminan akan terhindar dari resiko
usaha. Dalam perkembangan dan perjalanan usaha, pasti
menghadapi kendala dan kesulitan, baik yang kecil maupun
kendala yang besar. Kendala tersebut biasa kita kenal sebagai
resiko usaha. Selain mendapatkan keuntungan dalam berbisnis,
memiliki usaha berarti siap untuk menerima juga resiko usaha.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 191

BISNIS PELAYARAN

Bahkan, bagi suatu usaha yang telah sukses sekalipun, bukan tidak
mungkin menghadapi kendala yang bernama resiko usaha. Resiko
usaha memang tidak bisa dipisahkan serta menjadi kesatuan dari
bagian dari suatu bisnis atau usaha. Ketika memiliki suatu usaha,
kerap kali resiko yang muncul tidak hanya disebabkan oleh faktor
individu atau karyawan, namun bisa juga terjadi karena faktor
manajemen, strategi, dan sistem perusahaan yang kurang baik.
11.1.2 Manajemen Risiko

Risiko tidak bisa dibiarkan muncul begitu saja sehingga
memberikan dampak yang negative. Risiko dapat dikendalikan
dengan melakukan manajemen risiko. Berdasarkan ISO
31000:2009, proses manajemen risiko merupakan bagian yang
penting dari manajemen risiko karena merupakan penerapan atas
prinsip dan kerangka kerja manajemen risiko yang telah dibangun.
Adapun proses manajemen risiko terdiri atas tiga proses utama,
yaitu penetapan konteks, penilaian risiko, dan penanganan risiko.

1. Penetapan konteks manajemen risiko bertujuan untuk
mengidentifikasi serta mengungkapkan sasaran organisasi,
lingkungan dimana sasaran hendak dicapai, stake holders
yang berkepentingan, dan keberagaman kriteria risiko. Hal-
hal tersebut akan membantu untuk mengungkapkan dan
menilai sifat dan kompleksitas dari risiko.

Penetapan konteks manajemen risiko erat kaitannya dengan
melakukan penetapan tujuan, strategi, ruang lingkup dan
parameter-parameter lain yang berhubungan dengan proses
pengelolaan risiko suatu perusahaan. Proses ini
menunjukkan kaitan atau hubungan antara permasalahan hal
yang akan dikelola risikonya dengan lingkungan perusahaan
(eksternal & internal), proses manajemen risiko, dan ukuran
atau kriteria risiko yang hendak dijadikan standar.

192 Endra Winarni, S.E., M.M

2. Proses kedua adalah penilaian risiko meliputi tahapan
identifikasi risiko yang bertujuan untuk mengidentifikasi
risiko-risiko yang dapat memengaruhi pencapaian sasaran
organisasi. Berdasarkan risiko-risiko yang telah
teridentifikasi dapat disusun sebuah daftar risiko untuk
kemudian dilakukan pengukuran risiko untuk melihat
tingkatan risiko.

Proses pengukuran risiko berupa analisis risiko yang
bertujuan untuk menganalisis kemungkinan dan dampak
dari risiko yang telah diindentifikasi. Hasil pengukuran
berupa status risiko yang menunjukkan ukuran tingkatan
risiko dan peta risiko yang merupakan gambaran sebaran
risiko dalam suatu peta. Tahapan lainnya dalam penilaian
risiko adalah evaluasi risiko yang ditujukkan untuk
membandingkan hasil analisis risiko dengan kriteria risiko
yang telah ditentukan untuk dijadikan sebagai dasar
penerapan penanganan risiko.

3. Proses ketiga dalam proses manajemen risiko adalah
penanganan risiko yang berupa perencanaan atas mitigasi
risiko-risiko untuk mendapatkan alternatif solusinya
sehingga penanganan risiko dapat diterapkan secara efektif
dan efisien. Beberapa alternatif penangangan risiko yang
dapat diambil antara lain yang bertujuan untuk menghindari
risiko, memitigasi risiko untuk mengurangi kemungkinan
atau dampak, mentransfer risiko kepada pihak ketiga (risk
sharing) dan menerima risiko (risk acceptance).
Pada akhirnya, ketiga proses tersebut disertai dengan dua

proses pendukung lainnya yaitu komunikasi dan konsultasi, untuk
menjamin tersedianya dukungan yang memadai dari setiap kegiatan
manajamen risiko, dan menjadikan setiap kegiatan mencapai
sasarannya dengan tepat.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 193

BISNIS PELAYARAN

Proses lainnya adalah monitoring dan review yang
bertujuan untuk memastikan bahwa implementasi manajemen
risiko berjalan sesuai dengan perencanaan serta sebagai dasar untuk
melakukan perbaikan secara berkala terhadap proses manajemen
risiko.

Proses Monitoring dan Review dilaksanakan melalui
evaluasi dan pemeriksaan terhadap proses bisnis yang berjalan,
serta dengan audit manajemen risiko. Dalam hal ini, audit
manajemen risiko dapat dilaksanakan baik melalui audit internal
maupun eksternal sehingga dapat diketahui apa sajakah kelemahan
dari kebijakan manajemen risiko yang berjalan atau yang sudah
disusun, sehingga ke depannya manajemen dapat melaklukan
pembaharuan terhadapan kebijakan manajemen risiko. Masukan
tersebut bertujuan untuk meningkatkan fungsi manajemen risiko
dalam bentuk seperti pembaharuan atas daftar risiko yang
terindetifikasi, tingkat kemungkinan dan dampak dari risiko
tersebut serta tindakan pengendalian serta sistem monitor yang
sesuai untuk kebutuhan organisasi dalam mencapai tujuan
perusahaan.

Proses pendukung lainnya dalam penerapan manajemen
risiko adalah komunikasi kepada manajemen dan unit-unit kerja
perusahaan sehingga setiap individu dalam perusahaan memahami
atas kesadaran risiko, budaya risiko, kematangan risiko. Proses
komunikasi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengukur
kesiapan organisasi dalam mengatasi risiko dan untuk
mengevaluasi penerapan manajemen risiko tersebut.

Diharapkan dengan adanya fungsi manajemen risiko yang
terkelola dengan baik di setiap unit kerja, dapat mendukung
penerapan Good Corporate Governance di dalam perusahaan
secara keseluruhan. Karena sejatinya fungsi manajemen risiko
bertujuan untuk mendorong dan mendukung pengembangan,
pengelolaan risiko usaha perusahaan dengan penerapan prinsip

194 Endra Winarni, S.E., M.M

kehati-hatian, akuntabilitas, dan bertanggung jawab sejalan dengan
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan.
11.1.3 Prinsip Manajemen Risiko

Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai prinsip-
prinsip manajemen risiko yang ada pada ISO 31000:2009:

1. Manajemen risiko menciptakan nilai tambah
Manajemen risiko memberikan kontribusi dengan
mempertahankan dan menambah nilai perusahaan. Sebagai
contoh, manajemen risiko bisa memperbaiki dalam aspek
kepatuhan terhadap peraturan perundangan, good corporate
governance, efisiensi operasional perusahaan, peningkatan
reputasi perusahaan, keuangan perusahaan yang sehat dan
lain-lain.

2. Manajemen risiko adalah bagian terpadu dari proses
organisasi
Manajemen risiko merupakan bagian yang tidak berdiri
sendiri dan tidak terpisahkan dari proses kegiatan
perusahaan dalam mencapai sasaran. Manajemen risiko
adalah bagian dari proses bukan suatu tugas tambahan.

3. Manajemen risiko adalah bagian dari pengambilan
keputusan
Setiap keputusan yang diambil akan selalu mengandung
risiko yang harus dihadapi. Manajemen risiko yang baik
akan membantu manajer mengambil keputusan yang lebiih
baik untuk meminimalisasi risiko dan memaksimalkan
setiap peluang.

4. Manajemen risiko secara khusus menanggani ketidakpastian
Manajemen risiko mampu mengantisipasi ketidakpastian
dalam berbagai proses bisnis perusahaan dan mengurangi
ketidakpastian tersebut menjadi sesuatu yang bisa
diperhitungkan dan diantisipasi.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 195

BISNIS PELAYARAN

5. Manajemen risiko bersifat sistematik, terstruktur, dan tepat
waktu
Dengan sifat yang seperti ini, manajemen risiko bisa
memberikan kontribusi terhadap efisien dan konsistensi
sehingga hasilnya dapat diperbandingkan dan memberikan
perbaikan.

6. Manajemen risiko berdasarkan pada informasi yang terbaik
Informasi yang digunakan dalam proses manajemen risiko
didasarkan pada sumber informasi yang terbaik untuk
menjaga keakuratan dalam manajemen risiko. Informasi
yang digunakan bisa merupakan data-data sebelumnya,
penilaian maupun pengalaman para ahli dan pendapat
pemangku kepentingan. Informasi yang terbaik digunakan
untuk membuat keputusan dengan dasar bukti/fakta.

7. Manajemen risiko adalah khas untuk penggunaannya
(Tailored)
Setiap perusahaan memiliki konteks internal dan eksternal
yang berbeda, sehingga setiap perusahaan memiliki
manajemen risiko yang berbeda. Hal ini karena manajemen
perusahaan risiko harus menyesuaikan dengan konteks
internal dan eksternal masing-masing perusahaan. Faktor-
faktor yang harus menjadi pertimbangan diantaranya yaitu
pemangku kepentingan, sumber daya perusahaan, proses
bisnis perusahaan, dll.

8. Manajemen risiko mempertimbangkan factor manusia dan
budaya
Prinsip ini memiliki pengertian bahwa manajemen risiko
harus mempertimbangkan dan menyesuaikan terhadap
budaya serta factor manusia seperti keahlian, kapabilitas,
persepsi, dan intensi yang ada dalam perusahaan khususnya
yang dapat menunjang ataupun menghambat sasaran
perusahaan.

196 Endra Winarni, S.E., M.M

9. Manajemen risiko bersifat transparan dan inklusif
Manajemen risiko yang transparan menjaga penilaian
terhadap suatu risiko menjadi obyektif dan sesuai dengan
kondisi nyata yang dimiliki perusahaan. Perusahaan atau
organisasi harus melibatkan secara aktif seluruh elemen dan
para pemangku kepentingan dalam manajemen perusahaan.
Keterlibatan aktif bertujuan agar para pemangku
kepentingan merasa terwakili dengan baik serta
mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat
dan kepentingannya.

10. Manajemen risiko bersifat dinamis, berulang dan responsive
terhadap perubahan.
Manajemen risiko harus bisa memastikan untuk merespon
dengancepat pada peristiwa internal maupun eksternal,
perubahan lingkungan perusahaan dan pengetahuan, hasil
pemantauan dan ulasan, serta risiko baru yang muncul dan
hal lain yang berubah atau menghilang.

11. Manajemen risiko memfasilitasi perbaikan dan
perkembangan organisasi secara berkelanjutan.
Manajemen risiko harus mendorong organisasi untuk
menjadi fleksibel dan secara berkelanjutan meningkatkan
kematangan manajemen risiko bersama dengan factor lain
yang ada pada organisasi dalam membangun ketahanan dan
kapasitas untuk memaksimalkan peluang.

11.2 Pengukuran dan Manajemen Risiko di Pelabuhan

Evaluasi mengenai analisis risiko dalam pengelolaan
pelabuhan sangatlah penting untuk dilakukan. Hal ini mengingat
bahwa pergerakan arus barang haruslah mampu dikendalikan dan
sesuai dengan standar keamanan yang telah disepakati bersama.
Regulasi mengenai implementasi pengukuran kinerja menjadi
bagian lain yang berpengaruh secara signifikan bagi pertumbuhan
industri kemaritiman.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 197

BISNIS PELAYARAN

Risiko berasal dari setiap bencana atau kumpulan dari
beberapa bencana yang terjadi. Sebagai contoh risiko hilangnya
nyawa, property, dan lingkungan merupakan salah satu bahasan
yang ada dalam area pengelolaan pelabuhan. Jika digambarkan
risiko yang mungkin muncul dalam dunia kemaritiman sebagai
berikut:

Gambar 11.1 Area Risiko dalam Dunia Kemaritiman
(Sumber: Burns, 2015)

Adapun analisis mengenai risiko lebih sulit untuk dilakukan
pengukuran, mengingat terdapat beberapa parameter penilaian yang
tidak memiliki kemungkinan yang seragam dan berdampak pada
semakin kompleksnya risiko yang dapat ditimbulkan. Beberapa
elemen seperti, waktu, sumber daya, dan kesalahan manusia
membuat manajemen risiko lebih sulit dan semakin kompleks. Jika
dibagi analisis risiko terdiri dari tiga komponen utama yaitu:

1. manajemen risiko,
2. penilaian risiko dan
3. cara mengkomunikasikan risiko.

198 Endra Winarni, S.E., M.M

Dalam waktu yang bersamaan, ketiga komponen ini harus
mampu selaras dengan tiga prinsip mengenai komponen sebuah
bencana yaitu: (i) peluang terjadi, (ii) konsekuensi yang
ditimbulkan dan (iii) dampak yang diakibatkan.

Perkembangan mengenai analisis risiko telah mengalami
proses peningkatan yang signifikan dimana saat itu analisis risiko
masih sebatas pada ruang lingkup operasi dan evaluasi bisnis
pelabuhan. Namun pada saat ini telah bergeser pada perencanaan
perusahaan jangka panjang. Perbedaan karakteristik inilah yang
harus dipahami oleh manajer dan juga pada pengambil kebijakan
untuk membentuk sebuah tim yang akan melakukan identifikasi
dan menilai kemungkinan terjadinya risiko.

Selain itu diperlukan komitmen dari otoritas pelabuhan
untuk melakukan identifikasi, pengawasan dan pencegahan
mengenai bencana yang dapat terjadi dalam rangka melakukan
proses perbaikan secara terus menerus. Dalam proses analisis risiko
harus memperhatikan otoritas pelabuhan dan pekerja yang ada
dalam semua level. Proses penilaian pelabuhan akan melibatkan
komunikasi dari pihak internal dan eksternal dalam rangka
bertukan informasi mengenai klien pelabuhan, biaya pengamanan
dan supply chain partners.

Manajemen risiko melakukan pengukuran, pengawasan dan
pengendalian proses pengambilan keputusan yang penting. Hal ini
berjalan beriringan dengan metode dalam melakukan penilaian
risiko dan bagaimana mengatasi risiko itu sendiri. Dalam
kenyataannya terdapat lima elemen dalam hal manajemen risiko
yang mana melibatkan beberapa penyesuaian yang ada didalamnya
seperti:

1) menghindari risiko,
2) mitigasi risiko,
3) penerimaan terhadap risiko,
4) pendelegasian risiko dan
5) pembagian risiko.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 199

BISNIS PELAYARAN

Kesemuanya dapat diserahkan kepada pihak ketiga atau
oraganisasi lain yang berafiliasi dengan perusahaan dengan
memfasilitasi dalam hal keuangan, teknis, operasi atau bentuk
lainnya. Komponen pada analisis risiko dapat disimplifikasi
sebagai berikut:

Gambar 11.2. Komponen dari Analisa Risiko
(Sumber: Burns, 2015)

Terdapat tiga komponen utama yang saling berhubungan
satu sama lain dimana penilaian terhadap risiko memiliki dampak
secara langsung pada manajemen risiko. Hal ini berlaku juga
terhadap bagaimana mengkomunikasikan risiko yang akan dihadapi
kepada pihak pengambil kebijakan. Sedangkan langkah-langkah
mengenai manajemen risiko sebagai berikut:

1. Identifikasi bahaya: Proses awal yang harus dilakukan
dengan melakukan identifikasi hal apa saja yang dapat
menumbulkan adanya bencana, apakah berasal dari material,
alat ataupun orang.

2. Penilaian risiko dan pengelompokan: Risiko yang telah
teridentifkasi dilakukan pengelompokan berdasarkan
karakter ataupun parameter penilaian lainnya seperti:

200 Endra Winarni, S.E., M.M

dampak yang ditimbulkan, waktu yang dibutuhkan untuk
proses penanganan dan juga seberapa banyak pihak yang
perlu terlibat didalamnya.
3. Pengembangan pengendalian risiko: Pada tahap ini risiko
yang telah ada dan telah diperoleh cara untuk menanganinya
dilakukan proses pengembangan dalam hal untuk
mencegahnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan
kedepannya risiko yang ada mampu ditangani dengan lebih
cepat dan tepat.
4. Implementasi dari Pengendalian Risiko: Penggunaan
metode yang tepat setelah dilakukan analisis mendalam
haruslah dilakukan implementasi terhadap metode itu
sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
metode yang dikembangkan mampu menangani risiko yang
ada.
5. Monitoring dan evaluasi: Pada tahap ini dilakukan kegiatan
pengawasan terhadap kemungkinan munculnya risiko dan
mengevaluasi dari setiap perubahan kecenderungan dari
risiko.
Secara umum industri kemaritiman membagi risiko terburuk
kedalam empat kategori antara lain:
1. Strategic, proses mengenai langkah apa yang akan diambil
dalam jangka panjang
2. HSE (Health, Safety, Environment), fokus pada kesehatan,
keamanan dan kepedulian terhadap lingkungan
3. Operational, fokus pada operasional pelabuhan secara
efisien, hal teknis dan kesiapan dalam menangani risiko
4. Financial, membahas mengenai investasi, perbankan, hutang,
inflasi, nilai tukar, penjualan dan pembelian asset, alokasi
dan pengeturan keuangan dan aspek ekonomi lainnya.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 201

BISNIS PELAYARAN

11.3 Asuransi Pengiriman Barang

Asuransi merupakan suatu mekanisme yang memberikan
perlindungan pada tertanggung apabila terjadi risiko di masa
mendatang. Apabila risiko tersebut benar-benar terjadi, pihak
tertanggung akan mendapatkan ganti rugi sebesar nilai yang
diperjanjikan antara penanggung dan tertanggung. Mekanisme
perlindungan ini sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis yang penuh
dengan risiko. Secara rasional, para pelaku bisnis akan
mempertimbangkan untuk mengurangi risiko yang dihadapi. Pada
tingkat kehidupan keluarga atau rumah tangga, asuransi juga
dibutuhkan untuk mengurangi permasalahan ekonomi yang akan
dihadapi apabila ada salah satu anggota keluarga yang menghadapi
risiko cacat atau meninggal dunia.

Dalam pengangkutan cargo/barang muatan kapal, pemilik
muatan dalam hal ini shipper dan consignee sangat berkepentingan
atas muatan (cargo) yang diangkut menggunakan kapal laut dari
pelabuhan muat sampai pelabuhan bongkar. Asuransi
pengangkutan barang adalah suatu upaya atau bentuk
pertanggungan yang memberikan jaminan atau proteksi terhadap
kerugian maupun kerusakan atau kehilangan keuntungan yang
terjadi atas barang-barang yang di kirim. Pada dasarnya pemilik
yang mempunyai kepentingan tersebut dapat mengasuransikan
semua unsur-unsur yang menyebabkan barang tersebut bernilai
tinggi atau rendah.

Secara yuridis pengertian asuransi berdasarkan KUHD RI
pasal 246 asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian
dengan nama seorang penanggung mengikatkan diri pada
tertanggung dengan menerima suatu premi untuk memberikan
penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau
kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan
dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.

202 Endra Winarni, S.E., M.M

Berdasarkan pengertian tersebut maka dapatlah dipahami
bahwa asuransi mengandung 4 unsur yang terlibat dalam asuransi
Pasal 246 KUHD

1. Penanggung (insurer) yang memberikan proteksi: Ialah
pihak yang berjanji akan membayar sejumlah uang/memikul
risiko atas suatu kerugian kepada tertanggung apabila
terjadi suatu kerugian, dan penanggung berhak menerima
pembayaran premi dari tertanggung baik secara sekaligus
atau secara berangsur

2. Tertanggung (insured) yang menerima proteksi. Adalah
pihak yang berjanji akan membayar premi kepada
penanggung secara sekaligus atau berangsur-angsur, dan
mempunyai hak untuk memperoleh penggantian jika terjadi
kerugian atas harta miliknya yang diasuransikan

3. Peristiwa (accident) yang tidak diduga atau tidak diketahui
sebelumnya, peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian.

4. Kepentingan (interest) yang diasuransikan, yang mungkin
akan mengalami kerugian disebabkan oleh peristiwa yang
tak tentu itu.

Adapun pengelompokan asuransi pengangkutan barang
antara lain :

1. Asuransi pengangkutan laut
Asuransi yang memberikan jaminan atau proteksi terhadap
kerugian atau kerusakan atas barang akibat adanya bahaya-
bahaya laut yang terjadi dalam masa pengangkutan melalui
laut.

2. Asuransi pengangkutan udara
Asuransi yang memberikan jaminan atau proteksi terhadap
kerugian atau kerusakan atas barang akibat adanya bahaya-
bahaya udara yang bersifat accidental yang terjadi dalam
masa pengangkutan melalui udara.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 203

BISNIS PELAYARAN

3. Asuransi pengangkutan darat
Asuransi yang memberikan jaminan atau proteksi terhadap
kerugian atau kerusakan atas barang akibat adanya bahaya-
bahaya darat yang bersifat accidental yang terjadi dalam
masa pengangkutan melalui darat.
Selain dari jenis pengangkutan, perlu diperhatikan bahwa

asuransi pengiriman barang memiliki tipe-tipe cover ganti rugi
yang berbeda.
11.3.1 Macam-macam Jaminan Asuransi Pengiriman Barang

1. Klausa A
Mengganti rugi barang yang memiliki kerusakan sebagian
atau keseluruhan (total loss) dengan jangkuan jenis
kerusakan yang paling luas

2. Klausa B
Mengganti rugi barang yang memiliki kerusakan sebagian
atau keseluruhan (total loss) dengan jangkuan jenis
kerusakan yang terbatas dan kurang dari Klausa A

3. Klausa C
Mengganti rugi barang yang memiliki kerusakan sebagian
atau keseluruhan (total loss) dengan jangkuan jenis
kerusakan yang terbatas dan kurang dari Klausa B
Pastikan ketika memilih asuransi barang untuk teliti melihat

perbedaan klausa A, B dan C dari perusahaan asuransi kargo atau
pengiriman.
11.3.2 Hal-hal yang Harus diketahui

Ketika kita siap untuk menggunakan jasa asuransi untuk
pengiriman barang anda, pastikan beberapa hal yang wajib
diperhatikan

1. Besaran premi
2. Biaya admin = total loss (biasanya 1% dari pemilik dan

99% dari perusahaan asuransi)
3. Syarat untuk klaim

204 Endra Winarni, S.E., M.M

4. Berapa lama proses klaim
Tentunya proses untuk pemilihan asuransi barang perlu

teliti dan sesuai dengan kebutuhan.
Kepentingan berikut yang berhubungan dengan barang

(cargo)
1. Harga beli barang. Seorang pemilik barang akan merasa
untung jika barang itu sampai dengan selamat di tempat
tujuan, atau ia akan menderita kerugian ketika barang yang
diangkutnya itu mengalami kerusakan atau hilang dalam
perjalanan. Oleh karena langsung mempunyai kepentingan
terhadap barang tersebut, maka untuk menjaga
kepentingannya ia dapat mengasuransikannya.
2. Biaya pengiriman atau ongkos kapal (freight). Apabila
seseorang menjual atau membeli barang, ia akan
membayara ogkos kapal agar barang itu dapat sampai di
tempat penerima barang. Ongkos kapal (freight) dalam
pengiriman barang ada yang harus dibayar terlebih dahulu
di pelabuhan muat sebelum barang termuat ke kapal (freight
prepaid) dan ada pula yang dibayarkan kemudian setelah
barang tiba dengan selamat di pelabuhan tujuan (freight
payable at destination port atau freight forward).
3. Ongkos pembongkaran dan pemuatan barang
(OPP/OPT). Ongkos bongkar muat barang (OPP dan OPT)
umumnya harus dibayar oleh pemilik barang. Demikian
juga biaya lain yang berhubungan dengan itu seperti bea
masuk, sewa gudang, ongkos pengangkutan darat, dan
sebagainya, walaupun barang-barang itu diterima dalam
keadaan rusak. Oleh karena pemilik bisa menderita kerugian
atas pembayaran biaya ini, jumlah biaya tersebut dapat
dimasukkan sebagai tambahan dalam jumlah pertanggungan
asuransi barang.
4. Premi asuransi. Sewaktu tertanggung menutup asuransi
atas barang ia harus membayar premi.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 205

BISNIS PELAYARAN

5. Keuntungan yang diharapkan (imaginary profit). Dala
pengiriman barang dagangan, penjual dan pembeli barang
mengharapkan sejumlah keuntungan dari barang yang dijual
atau dibelinya itu. Jika barang itu tidak sampai di tujuan
maka keuntungan yang diharapkan itu tidak mungkin
diperolehnya lagi. Oleh karena itu, keuntungan yang
diharapkan itu dapat diasuransikan sebagaian dari asuransi
barang. Di Indonesia penutupan asuransi atas keuntungan
yang diharapkan tersebut besarnya dibatasi sampai 10% dari
harga barang. Dengan demikian kepentingan yang dapat
diasuransikan menjadi satu pertanggungan dalam asuransi
barang adalah:
a. Harga pembelian barang itu sendiri
b. Ongkos kapal (freight)
c. Ongkos bongkar/muat dan ongkos penerusan lainnya
termasuk di dalamnya bea masuk untuk barang impor,
sewa gudang, biaya angkutan darat dan lain-lain.
Kepentingan lain yang berhubungan dengan barang:

1. Komisi. Agen yang bertindak untuk mengurus barang-
barang atas nama pemiliknya berhak menerima komisi.

2. Tanggung jawab.
3. Defeasible dan contingent. Adakalanya penjual dan pembeli

mempunyai juga kepentingan lain sebelum barang itu tiba
dan diterima dengan baik oleh pembeli. Sebagaimana
diketahui, walaupun barang tiba dengan selamat, masih ada
kemungkinan pembeli menolak untuk menerima itu antara
lain jika penyerahannya terlambat atau oleh sebab lainnya.
Jika terjadi hal demikian, maka ongkos pengembalian
barang dan lain-lain ongkos pengembalian barang ke tempat
penjual akan hal ini dan yang serupa ini dapat diasuransikan
dan disebut defeasible interst. Jika hal ini sampai terjadi,
sedang di lain pihak pembeli sudah menjual barangnya
terlebih dahulu sebelum barang tiba, maka pembelipun akan

206 Endra Winarni, S.E., M.M

menderita kerugian akibat tidak dapat diterimanya barang.
Kemungkinan kerugian yang bisa diderita pembelipun dapat
diasuransikan yang disebut dengan contingent interest.
11.4 Rangkuman

Dengan semakin meningkatnya persaingan usaha, praktik
manajemen risiko yang baik, terukur, dan terdokumentasi menjadi
pilar utama dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Perusahaan beroperasi dalam lingkungan yang sangat dinamis
ditandai dengan adanya kompetisi yang ketat, demografis
pelanggan yang terus berkembang, kondisi peraturan perundang-
undangan yang terus berubah dan iklim makro ekonomi yang terus
menantang. Manajemen senior bertanggung jawab untuk
mengendalikan secara efektif risiko-risiko yang dihadapi oleh
Perusahaan untuk memperkirakan potensi risiko serta
melaksanakan tindakan pencegahan. Hal ini memberikan kepastian
terhadap pertumbuhan laba yang stabil dan sehat.

11.5 Tes Formatif

1. Risiko memang merupakan hal yang wajar dalam kegiatan
bisnis, bahkan dalam kegiatan apa pun yang kita lakukan.
Bagaimanakah tahapan proses manajemen risiko (risk
management) yang harus dilakukan oleh perusahaan
A. Perencanaan, pengaturan, pemimpinan, serta juga
pengontrolan aktivitas atau kegiatan.
B. Perencanaan, pengaturan, serta juga pengontrolan
aktivitas atau kegiatan.
C. Perencanaan, pemimpinan, serta juga pengontrolan
aktivitas atau kegiatan.
D. Pengaturan, pemimpinan, serta juga pengontrolan
aktivitas atau kegiatan.

2. Proses manajemen risiko merupakan bagian yang penting
dari manajemen risiko karena merupakan penerapan atas

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 207

BISNIS PELAYARAN

prinsip dan kerangka kerja manajemen risiko yang telah
dibangun. Adapun proses manajemen risiko terdiri atas tiga
proses utama, yaitu:
A. Penetapan tujuan, Strategi, Ruang lingkup.
B. Penetapan konteks, penilaian risiko, dan penanganan

risiko.
C. Mengidentifikasi risiko dan proses pengukuran risiko
D. Perencanaan atas mitigasi risiko dan mentransfer risiko

kepada pihak ketiga (risk sharing)
3. Terdiri dari apa saja prinsip-prinsip manajemen risiko yang

ada pada ISO 31000:2009
A. Menciptakan nilai tambah, merupakan bagian terpadu

dari proses organisasi, merupakan bagian dari
pengambilan keputusan dan manajemen risiko secara
khusus menanggani ketidakpastian.
B. Manajemen risiko bersifat sistematik, terstruktur, dan
tepat waktu, bersifat dinamis, berulang dan responsive
terhadap perubahan.
C. Manajemen risiko berdasarkan pada informasi yang
terbaik, khas untuk penggunaannya (Tailored),
mempertimbangkan factor manusia dan budaya, bersifat
transparan dan inklusif dan memfasilitasi perbaikan dan
perkembangan organisasi secara berkelanjutan
D. Betul semua
4. Dalam manajemen risiko, penilaian risiko dan cara
mengkomunikasikan risiko, ketiga komponen tersebut harus
mampu selaras dengan tiga prinsip mengenai komponen
sebuah bencana yaitu:
A. Peluang terjadi, konsekuensi yang ditimbulkan dan
dampak yang diakibatkan
B. Waktu, sumber daya, dan kesalahan manusia
C. Pengukuran, pengawasan dan pengendalian proses
pengambilan keputusan yang penting.

208 Endra Winarni, S.E., M.M

D. Penerimaan risiko, pendelegasian riko dan pembagian
risiko

5. Unsur-unsur yang terlibat dalam asuransi sesuai dengan
pasal 246 KUHD antara lain:
A. Penanggung dan tertanggung
B. Peristiwa dan kepentingan
C. Jawaban A dan B benar
D. JAwaban A dan B salah

11.6 Jawaban Tes Formatif

1. A
2. B
3. D
4. A
5. C

11.7 Glosarium : Tata kelola perusahaan yang baik, adalah
1 Good prinsip-prinsip yang mendasari suatu
Corporate proses dan mekanisme pengelolaan
Governance perusahaan berlandaskan peraturan
perundang-undangan dan etika berusaha
2 ISO
13000:2009 : Merupakan pedoman standar, instruksi,
dan tuntutan bagi sebuah organisasi untuk
3 Otoritas membangun sebuah pondasi dn kerangka
kerja bagi suatu program manajemen
risiko

: Kekuasaan/ wewenang yang sah yang
diberikan kepada lembaga dalam
masyarakat yang memungkinkan para
pejabatnya menjalankan fungsinya

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 209

BISNIS PELAYARAN

11.8 Daftar Pustaka

Albab, M. U. (2016, June 22). Supply Chain Indonesia.
Pengukuran dan Manajemen Risiko di Pelabuhan.
Retrieved July 2, 2020, from
https://supplychainindonesia.com/pengukuran-dan-
manajemen-risiko-pada-pelabuhan/

Burns, M.G. (2015). Port Management and Operations. New York:
CRC Press.

Kargo (2016, September 27). Berita Logistik dan Transportasi
Indonesia. Memahami Asuransi Pengiriman Barang.
Retrieved Juli 1, 2020, from
https://kargo.tech/artikel/memahami-asuransi-pengiriman-
barang/

Mahadewi, L (2018). Proses Manajemen Risiko. Retrieved July 2,
2020, from https://ppm-manajemen.ac.id/blog/artikel-
manajemen-18/post/proses-manajemen-risiko-1510

Sumali, B., Tjahjono, E. B., Sukiman. (2018). Asuransi MAritim
(Vol. xv). (M. Ester, & E. K. Yudha, Eds) Jakarta: Djangkar
Penerbit Buku Maritim.

210 Endra Winarni, S.E., M.M

LAMPIRAN

JOBSHEET 1
KLASIFIKASI BISNIS, PELUANG DAN PROSPEK BISNIS

PELAYARAN

Contoh Kasus Soal
Dalam kegiatan bisnis di bidang kepelabuhanan meliputi
beberapa unit kegiatan/ usaha misalnya: keagenan kapal, freight
forwarding, perusahaan bongkar muat, pengawakan anak buah
kapal/brokerage, sewa menyewa kapal / charter kapal, perbaikan
kapal / docking dan pergudangan/ warehousing. Dari lingkup
bisnis tersebut memiliki lingkup usaha yang berbeda beda. Dari
klasifikasi bisnis tersebut fahami jenis bisnisnya, kharakteristik
bisnisnya, identifikasi keberhasilan dan kegagalan bisnis.

a. Tugas mahasiswa
- Membuat kelompok menjadi beberapa kelompok
- Dikerjakan pada buku tugas masing-masing
- Hasil pekerjaan menjadi tugas individu
- Setiap kelompok memilih salah satu lingkup bisnis yang
berbeda dari yang tersebut dalam kasus soal.

b. Petunjuk kerja
- Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur
- Kerjakan soal dengan tenang!

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 211

BISNIS PELAYARAN

- Bukalah web browser untuk mencari data dan informasi
mengenai masing-masing perusahaan dan lingkup
usahanya, kharakteristik, keberhasilan dan kegagalan jenis
bisnis yang dipilih.

- Mencatat dan menganalisis hasil pekerjaan.
- upload pada room yang tersedia di google classroom
- Mempresentasikan di depan kelas berdasarkan data yang

diperoleh.
c. Media pembelajaran

- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

212 Endra Winarni, S.E., M.M

JOBSHEET 2
STRUKTUR ORGANISASI, TUPOKSI, PROSEDUR

ADMINISTRASI PADA BISNIS PELAYARAN

Kasus soal
Kegiatan bisnis pelayaran meliputi Keagenan Kapal, Freight
Forwarding, Perusahaan Bongkar Muat, Pengawakan Anak Buah
Kapal/Brokerage, Sewa Menyewa Kapal / Charter Kapal,
Perbaikan Kapal/ Docking, dan Pergudangan/ Warehousing.
Dalam pengelaolaannya berhubungan dengan sumber daya
internal dan eksternal. Dari masing masing perusahaan tersebut
memiliki beberapa divisi yang berperan dalam operasional
kegiatan, memiliki peran dan tugas (job description) yang
berbeda, struktur organisasi yang berbeda serta lingkup kerja dan
dokumen yang berbeda-beda dalam menunjang operasional
kegiatan usaha yang dijalankan.

a. Tugas mahasiswa
- Membuat kelompok menjadi beberapa kelompok
- Dikerjakan pada buku tugas masing-masing
- Hasil pekerjaan menjadi tugas individu
- Setiap kelompok mengerjakan semua dan mencari data
semua lingkup bisnis sesuai kasus soal 1 dan 2 (pertemuan
sebelumnya).

b. Petunjuk kerja
- Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur
- Bukalah web browser untuk mencari data dan informasi
terkait divisi apa saja dalam usaha kegiatan perusahaan
pelayaran serta contoh bagan struktur organisasinya.
- Apa peran dan tugas masing-masing divisi.

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 213

BISNIS PELAYARAN

- Siapa mitra bisnis dan pihak-pihak yang terkait dengan
masing-masing bidang usaha pelayaran.

- upload pada room yang tersedia di google classroom
c. Media pembelajaran

- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

214 Endra Winarni, S.E., M.M

JOBSHEET 3
DOKUMEN DALAM OPERASIONAL

KEAGENAN KAPAL

Kasus soal
Salah satu tugas keagenan kapal adalah berkaitan dengan
pengurusan dokumen, baik dokumen kapal maupun dokumen
perdagangan. berikut adalah dokumen palayaran yang digunakan
pada umumnya yang berkaitan dengan perusahaan keagenen
kapal:

a. Bill of Lading (B/L)
b. Sea Waybills
c. Cargo Manifest
d. Freight Manifest
e. Shipping Notes
f. Delivery Orders
g. Mate’s Receipt
h. Laporan Bongkar atau Muat

a. Tugas Mahasiswa:
dari jenis dokumen di atas tugas anda:
- Mencari contoh dokumen di internet
- Menjelaskan fungsi dari tiap dokumen
- Mendokumentasikan contoh dokumen yang sudah anda
peroleh di internet

b. Petunjuk kerja
- Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur
- Bukalah web browser untuk mencari data dan
informasi mengeai tugas tersebut di atas melalui
internet

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 215

BISNIS PELAYARAN

- Susun laporan dengan rapi
- Format laporan diketik dengan font times new roman

12, 1 ½ spasi margin di sesuaikan.
- upload laporan pada room yang tersedia di google

classroom
c. Media pembelajaran

- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

216 Endra Winarni, S.E., M.M

JOBSHEET 4
PERILAKU KONSUMEN SERTA PRODUSEN DALAM

PERANAN TRANSPORTASI LAUT DAN ALASAN
PENGGUNAAN MODA TRANSPORTASI

Kasus soal
Sebuah peruahaan ekspeditur PT. Karya Bangun Ekspedisi yang
beralalamat di Jalan Madukara No. 12 Semarang Nomer Tlp
(024) 123456, adalah sebuah perusahaan yang menangani
kegiatan dibidang pengiriman barang baik dalam negeri maupun
luar negeri. Pada bulan Desember tahun 2019 PT. Karya Bangun
Ekspedisi menangani 3 pengguna jasa:
1. CV. Anugrah Alam yang beralamat di Jl. KH. Wahid Hasim

No. 34 Banyumank Semarang. CV Anugrah Alam akan
mengirimkan 36 ton produk garmen (pakain jadi) ke PT.
Suria Raya yang beralamat di Petalag Jaya, SDN, BHD
Malaysia. Saat ini barang masih berada di dalam gudang
milik CV Anugrah Alam.
2. CV. Intan Permata yang beralamat di Jl. Tuban No 1. Jepara.
CV. Intan Permata akan mengirimkan sejumlah 15 ton
furnitur, produk kerajninan kayu jati. Saat ini barang masih
berada di gudang di jepara.
3. CV. Jayatex yang beralmat di Jl. Cokroaminito Ungaran
Semarang akan mengirimkan tekstil ke Abu Dabi sejumlah
150 ton, saat ini barang masih berada di Gudang di Ungaran.
4. CV anugrah alam akan mengurus semua prosedur kepabeanan
5. CV anugrah alam yang akan berkoordinasi dengan shippig
line mengenai trayek dan rute pelayaran yang akan
mengangkut barang.
6. Perlu diketahui bahwa pada bulan desember tidak ada kapal
yang berangkat dari pelabuhan tanjung emas menuju ke Abu

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 217

BISNIS PELAYARAN

Dabi akan tetapi haris singgah dahulu atau transit di
Pelabuhan Singapore.

d. Tugas mahasiswa
- Membuat kelompok menjadi beberapa kelompok
- Dikerjakan pada buku tugas masing-masing
- Membuat surat permohonan pengiriman barang dari
eksportr kepada perusahaan ekspeditur (dalam hal ini
taruna berperan sebagai eksportir)
- Membuat balasan surat permohnan dari eksportir
(dalam hal ini taruna berperan sebagai perusahaan
ekspeditur).
- Mencari dokumen yang diperlukan dalam kegiatan
tersebut diatas (searching di internet).
- Bagaimana prosedur pengurusan kepabeanan dan apa
saja dokumennya
- Bagaimana anda selaku ekspedirtur merencanakan dan
menentukan moda yang akan digunakan dalam
oengiriman barang tersebut (bagaiman anda
berkoordinasi dan berkomunikasi dengan forwarder
yang ada di Singapura) beserta berikan contoh surat
permohinannya.
- Contoh dokumen di download
- Membuat laporan perkelompok
- upload laporan pada room yang tersedia di google
classroom
-

e. Petunjuk kerja
- Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur
- Kerjakan kasus soal dengan tenang!

218 Endra Winarni, S.E., M.M

- Bukalah web browser untuk mencari data dan
informasi mengeai tugas tersebut di atas melalui
internet

- Susun laporan dengan rapi
- Format laporan diketik dengan font times new roman

12, 1 ½ spasi margin di sesuaikan.

f. Media pembelajaran
- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 219

BISNIS PELAYARAN

JOBSHEET 5
KONSOLIDASI MUATAN

Kasus soal 1
Sewa untuk kontainer 20” dari cina ke indonesia (Jakarta) adalah
4000$. denan kapasitas maksimal adalah 25 ton.
Seorang forwarder memberlakuakn sewa tiap ton adalah 200$.
Diketahui, untuk pengapalan dari cina ke indonesia forwader
menangani:

Shipper A memilik 5 ton muatan
Shipper B memiliki 3 ton muatan
Shipper C memiliki 2.5 ton muatan
Shipper D memiliki 4.5 ton muatan
Shipper E memiliki 4 Ton muatan
Shipper D memiliki 5.5 ton muatan dan sisanya adalah milik
Shipper E

Berapakah jumlah keuntungan yang diperoleh oleh forwarder
tersebut

Kasus soal 2

Seorang forwarder menangani pengurusan muatan barang dari
cina ke Indonesia. Dalam pengiriman barag ini membooking
sebuah kontainer 20” dengan sewa 4000$. (kurs 1$=15.000)
Pada packing list tertera jumlah muatan seberat 25 ton dengan
jumlah 500 ribu pcs mainan anak anak. Muatan tersebut adalah
milik dari beberapa shipper. Shipper memasang tarif Rp. 500
rupiah per pcs. Rincian dalam packing list:
Barang milik shipper A adalah adalah 3 ton
Shipper B adalah 5 ton

220 Endra Winarni, S.E., M.M

Shipper C adalah 4 ton
Shipper C adalah 7 ton
Shipper D adalah 6 Ton

Hitunglah jumlah keuntungan yang diperoleh shipper dari selisih
tarip pengangkutan.

a. Petunjuk kerja
- Kerjakan dengan rapi
- upload laporan pada room yang tersedia di google
classroom

b. Media pembelajaran
- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 221

BISNIS PELAYARAN

JOBSHEET 6
FASILITAS, FUNGSI, KEGIATAN PELABUHAN, DAN

PELAKSANAAN PELABUHAN

Kasus soal
Pelabuhan merupakan penghubung antar daerah, antar pulau
bahkan antar negara. Untuk membantu kegiatan di pelabuhan,
tentunya dibutuhkan beberapa fasilitas atau sarana penunjang.
Dalam kegiatan menangani pengiriman barang baik dalam negeri
maupun luar negeri, ada tiga tahapan dalam proses bongkar muat
dipelabuhan:
1. Tahap kedatangan kapal
2. Tahap Proses bongkar
3. Tahap muatan meninggalkan pelabuhan.

a. Tugas mahasiswa
- Membuat kelompok menjadi beberapa kelompok
- Dikerjakan pada buku tugas masing-masing
- Mengidentifikasi fasilitas yang ada dalam operasional
pelabuan (download).
- Mengetahui masing-masing fungsi fasilitas.
- Bagaimana kegiatan pelabuhan pada tahap kedatangan
kapal.
- Bagaimana kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan
- Bagaimana proses muatan meninggalkan pelabuhan
- Membuat laporan perkelompok

b. Petunjuk kerja
- Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur
- Kerjakan kasus soal dengan tenang!

222 Endra Winarni, S.E., M.M

- Bukalah web browser untuk mencari data dan
informasi mengeai tugas tersebut di atas melalui
internet

- Susun laporan dengan rapi
- Format laporan diketik dengan font times new roman

12, 1 ½ spasi margin di sesuaikan.
- upload laporan pada room yang tersedia di google

classroom

c. Media pembelajaran
- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 223

BISNIS PELAYARAN

JOBSHEET 7
TANTANGAN BISNIS DAN KEGIATAN YANG

MEMPENGARUHI LINGKUNGAN BISNIS

Kasus soal
Kondisi industri pelayaran nasional sampai saat ini dinilai belum
akan cemerlang. Beberapa tantangan masih akan membayangi
industri. Anda ditunjuk sebagai penanggung jawab dalam
meningkatkan perusahaan kian berdaya saing dan mampu
mencatatkan kinerja positif.

a. Tugas mahasiswa
- Membuat kelompok menjadi beberapa kelompok
- Dikerjakan pada buku tugas masing-masing
- Mengidentifikasi tantangan bisnis pada bisnis yang dibuat.
- Mengidentifikasi kegiatan yang mempengaruhi lingkungan
bisnis pada bisnis yang dibuat.
- Mencari solusi yang diperlukan dalam tantangan yang
dihadapi pada bisnisnya.
- Bagaimana anda selaku pemilik bisnis merencanakan dan
menentukan kegiatan yang mempengaruhi lingkungan
bisnis yang anda buat.
- Membuat laporan perkelompok

b. Petunjuk kerja
- Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur
- Bukalah web browser untuk mencari data dan informasi
mengeai tugas tersebut di atas melalui internet
- Susun laporan dengan rapi
- Format laporan diketik dengan font times new roman 12, 1
½ spasi margin di sesuaikan.

224 Endra Winarni, S.E., M.M

- upload laporan pada room yang tersedia di google
classroom

c. Media pembelajaran
- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 225

BISNIS PELAYARAN

JOBSHEET 8
CUSTOMER SERVICE DAN CUSTOMER HANDLING

Kasus soal
PT. ABC Indonesia Lines bergerak di bidang Shipping Lines,
dengan jalur pelayaran domestic ke 36 cabang di seluruh
Indonesia. Didukung oleh puluhan kapal container, ratusan alat
berat dan ribuan container yang tersebar di seluruh wilayah
operasional. PT. ABC Indonesia Lines mengutamakan kepuasan
pelanggan yang menggunakan jasanya. Dengan fasilitas
operasional yang ada perusahaan menunjuk anda dan tim
dibawah anda sebagai tenaga yang handal dalam penanganan
segala keluhan dari pelanggan untuk terus berkembang dan
berekspansi dalam meningkatkan service kepuasan pelanggan.

a. Tugas mahasiswa
- Membuat kelompok menjadi beberapa kelompok
- Dikerjakan pada buku tugas masing-masing
- Bagaimana anda selaku pemilik perusahaan merencanakan
dan menentukan cara menerima keluhan dari pelanggan.
- Bagaimana anda selaku pemilik bisnis merencanakan dan
menentukan proses penanganan keluhan dari pelanggan.
- Bagaimana anda selaku pemilik bisnis merencanakan dan
menentukan mencari solusi dalam pelaksanan penanganan
keluhan pelanggan.
- Hasil kerja kelompok disimulasikan di depan kelas.

b. Petunjuk kerja
- Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur
- Bukalah web browser untuk mencari data dan informasi
mengeai tugas tersebut di atas melalui internet

226 Endra Winarni, S.E., M.M

- Mensimulasikan tahap menerima keluhan pelanggan
dengan:
1) Mendengarkan keluhan pelanggan sepenuhnya tanpa
memetong
2) Mengkonfirmasi ulang keluhan pelanggan
3) Menyampaikan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan yang dialami pelanggan
4) Menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil untuk
menanggapi keluhan
5) Menyampaikan tenggat waktu penangganan keluhan
6) Membuat catatan tertulis terhadap keseluruhan keuhan
pelanggan

- Mensimulasikan penanganan keluhan pelanggan, dengan:
1) Mengkomunikasikan keseluruhan rincian keluhan
pelanggan kepada seluruh pihak terkait
2) Mengidentifikasi sebab utama keluhan pelanggan
3) Mengidentifikasi kondisi spesifik pelanggan yang
mempengaruhi penanganan keluhan
4) Membuat skala prioritas penangganan yang ditentukan
berdasarkan jenis keluhan maupun tipe pelanggan.
5) Menyusun rencana penanganan keluhan pelanggan

- Melaksanakan penanganan keluhan pelanggan dengan:
1) Menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan
2) Menjelaskan penyebab utama terjadinya keluhan
pelanggan
3) Menawarkan solusi terhadap keluhan pelanggan
4) Mengkonfirmasi ulang kesediaan pelanggan menerima
solusi yang ditawarkan
5) Menawarkan alternative solusi penanganan keluhan
pelanggan

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 227

BISNIS PELAYARAN

6) Menyampaikan ucapan terima kasih terhadap
kesediaan pelanggan menerima alternative solusi

7) Memberikan informasi mengenai standar layanan
prima perusahaan secara lengkap

- Koordinasikan dengan anggota kelompok untuk
mensimulasikan peran customer service

- Susun laporan dengan rapi
- Format laporan diketik dengan font times new roman 12, 1

½ spasi margin di sesuaikan.
- Upload laporan pada room yang tersedia di google

classroom
c. Media pembelajaran

- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

228 Endra Winarni, S.E., M.M

JOBSHEET 9
ETIKA BISNIS Dan ETIKA KERJA

Kasus soal
Etika bisnis dan etika kerja merupakan cara untuk melakukan
kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan
dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis
dapat menjadi standard dan pedoman bagi seluruh karyawan
termasuk manajemen dan menjadikan sebagai pedoman untuk
melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang
luhur, jujur, transparan dan sikap professional, jadi pada dasarnya
etika bisnis memuat aturan kaidah tentang standar atau batasan
benar salahnya suatu kegiatan berdasarkan norma-norma guna
memberikan pedoman pada pelaku bisnis untuk mengambil
keputusan yang berkaitan dengan masalah moral yang kompleks.
Dalam persaingan bisnis global yang semakin tajam sekarang ini,
penting untuk memiliki sebuah pedoman sebagai ciri khas
perusahaan. Bagaimana dengan realitas etika bisnis pada usaha
anda?

a. Tugas mahasiswa
- Membuat kelompok menjadi beberapa kelompok
- Dikerjakan pada buku tugas masing-masing
- Bagaimana anda selaku pemilik perusahaan merencanakan
dan menentukan etika bisnis dan etika kerja sebagai
pedoman karyawan anda.
- Membuat laporan perkelompok minimal memuat: 1) Latar
belakang, 2) Tujuan etika bisnis dan etika kerja, 3) Manfaat
etika bisnis dan etika kerja, 4) Etika perusahaan dengan
karyawan, 5) Etika perusahaan dengan pemasok, 6) Etika
perusahaan dengan konsumen, dan 7) Etika perusahaan

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 229

BISNIS PELAYARAN

denga mitra kerja. Selain ketentuan tersebut bisa
dikembangkan lagi.
b. Petunjuk kerja
- Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur
- Bukalah web browser untuk mencari data dan informasi
mengeai tugas tersebut di atas melalui internet
- Susun laporan dengan rapi
- Format laporan diketik dengan font times new roman 12, 1
½ spasi margin di sesuaikan.
- Upload laporan pada room yang tersedia di google
classroom
c. Media pembelajaran
- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

230 Endra Winarni, S.E., M.M

JOBSHEET 10
RISIKO DALAM BISNIS PELAYARAN DAN

KEPELABUHANAN

Kasus soal
Risiko berasal dari setiap bencana atau kumpulan dari beberapa
bencana yang terjadi. Sebagai contoh risiko hilangnya nyawa,
property dan lingkungan merupakan salah satu bahasan yang ada
dalam area pengelolaan pelabuhan. Mengingat bahwa pergerakan
arus barang di pelabuhan haruslah mampu dikendalikan sesuai
dengan standar keamanan yang telah disepakati bersama,
gambarkan risiko yang mungkin muncul dalam bisnis pelayaran
dan kepelabuhanan.

a. Tugas mahasiswa
- Membuat kelompok menjadi beberapa kelompok
- Tentukan bisnis yang akan dijalani (berbeda dengan
kelompok yang lain)
- Dikerjakan pada buku tugas masing-masing
- Mengidentifikasi bahaya yang menimbulkan adanya
bencana, apakah berasal dari material, alat ataupun orang.
- Bagaimana proses penilaian risiko dan pengelompokannya.
- Bagaimana proses pengembangan pengendalian risikonya.
- Bagaimana Implementasi pengendalian risikonya.
- Bagaimana proses monitoring dan evaluasinya.
- Membuat laporan perkelompok dalam bentuk makalah dan
power point sebagai presentasi.

b. Petunjuk kerja
- Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur
- Bukalah web browser untuk mencari data dan informasi
mengeai tugas tersebut di atas melalui internet

Modul Praktikum (Jobsheet) Bisnis Pelayaran 231

BISNIS PELAYARAN

- Susun laporan dengan rapi
- Format laporan diketik dengan font times new roman 12, 1

½ spasi margin di sesuaikan.
- Power point maksimal dalam 10 slide.
- Upload laporan pada room yang tersedia di google

classroom
c. Media pembelajaran

- Jaringan internet
- Laptop/computer/ PC

232 Endra Winarni, S.E., M.M


Click to View FlipBook Version