44 7. Seni Budaya 2 2 8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 9. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 10. Bahasa Jawa 2 2 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu 26 26 Kelompok C (Peminatan) Mata Pelajaran Peminatan MIPA 1 Sejarah 4 4 2 Geografi 4 4 3 Ekonomi 4 4 4 Sosiologi 4 4 5 Biologi (Lintas Minat) 4 4 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok C (Peminatan) 20 20 Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu 46 46 Tabel 10 Jumlah Jam PerMata Pelajaran Kelas XII MIPA Mata Pelajaran Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2 Kelompok A (Wajib) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4. Matematika 4 4 5. Sejarah Indonesia 2 2 6. Bahasa Inggris 2 2 Kelompok B (Wajib)
45 7. Seni Budaya 2 2 8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 9. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 10. Bahasa Jawa 2 2 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu 26 26 Kelompok C (Peminatan) Mata Pelajaran Peminatan MIPA 1 Matematika 4 4 2 Biologi 4 4 3 Fisika 4 4 4 Kimia 4 4 5 Bahasa dan Sastra Inggris (Lintas Minat) 4 4 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok C (Peminatan) 20 20 Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu 46 46 Tabel 11 Jumlah Jam PerMata Pelajaran Kelas XII IPS Mata Pelajaran Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2 Kelompok A (Wajib) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4. Matematika 4 4 5. Sejarah Indonesia 2 2 6. Bahasa Inggris 2 2 Kelompok B (Wajib) 7. Seni Budaya 2 2 8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3
46 9. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 10. Bahasa Jawa 2 2 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu 26 26 Kelompok C (Peminatan) Mata Pelajaran Peminatan MIPA 1 Sejarah 4 4 2 Geografi 4 4 3 Ekonomi 4 4 4 Sosiologi 4 4 5 Biologi (Lintas Minat) 4 4 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok C (Peminatan) 20 20 Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu 46 46 3. Peminatan, Lintas Minat dan Pendalaman Minat Mata Pelajaran Wajib merupakan bagian dari kurikulum pendidikan menengah yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bangsa, bahasa, sikap sebagai bangsa, dan kemampuan penting untuk mengembangkan logika dan kehidupan pribadi peserta didik, masyarakat dan bangsa, pengenalan lingkungan fisik dan alam, kebugaran jasmani, serta seni budaya daerah dan nasional. Kelompok mata pelajaran wajib A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok mata pelajaran wajib B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Kelompok Mata Pelajaran Peminatan terdiri atas 2 (dua) kelompok yaitu Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat yaitu mata pelajaran yang dapat diambil oleh peserta didik di luar Kelompok Mata Pelajaran Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya. Misalnya bagi peserta didik yang memilih Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)
47 dapat memilih mata pelajaran dari Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan/atau Kelompok Peminatan Bahasa dan Budaya. Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat hasil pilihan peserta didik di SMA Negeri 1 Sulang tahun pelajaran 2022/2023, untuk kelompok Peminatan Kelas XI memilih Mata Pelajaran Bahasa & Sastra Inggris dan Kelas XII memilih Mata Pelajaran Bahasa & Sastra Inggris. Untuk kelompok Peminatan IPS Kelas XI memilih Mata Pelajaran Biologi dan Kelas XII juga memilih Mata Pelajaran Biologi. b. Struktur Kurikulum Peminatan dan Lintas Minat SMA Negeri 1 Sulang membuka 2 peminatan : MIPA dan IPS. Kelas XI mapel lintas minat pilihan anak adalah Bahasa dan Sastra Inggris, sedangkan Kelas XII mapel pilihan anak adalah Bahasa & Sastra Inggris Tabel 12 Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Sulang Kelas XI Peminatan MIPA Mata Pelajaran Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2 Kelompok A (Wajib) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4. Matematika 4 4 5. Sejarah Indonesia 2 2 6. Bahasa Inggris 2 2 Kelompok B (Wajib) 7. Seni Budaya 2 2 8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 9. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 10. Bahasa Jawa 2 2 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu 26 26 Kelompok C (Peminatan)
48 Mata Pelajaran Peminatan MIPA I 1 Matematika 4 4 2 Biologi 4 4 3 Fisika 4 4 4 Kimia 4 4 Mata Pelajaran Lintas Minat MIPA II 1 Bahasa dan Sastra Inggris 4 4 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok C (Peminatan) 20 20 Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu 46 46 Tabel 13 Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Sulang Kelas XI Peminatan IPS Mata Pelajaran Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2 Kelompok A (Wajib) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4. Matematika 4 4 5. Sejarah Indonesia 2 2 6. Bahasa Inggris 2 2 Kelompok B (Wajib) 7. Seni Budaya 2 2 8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 9. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 10. Bahasa Jawa 2 2 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu 26 26 Kelompok C (Peminatan)
49 Mata Pelajaran Peminatan MIPA I 1 Sejarah 4 4 2 Geografi 4 4 3 Ekonomi 4 4 4 Sosiologi 4 4 Mata Pelajaran Lintas Minat MIPA II 1 Biologi 4 4 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok C (Peminatan) 20 20 Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu 46 46 Tabel 14 Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Sulang Kelas XII Peminatan MIPA Mata Pelajaran Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2 Kelompok A (Wajib) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4. Matematika 4 4 5. Sejarah Indonesia 2 2 6. Bahasa Inggris 2 2 Kelompok B (Wajib) 7. Seni Budaya 2 2 8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 9. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 10. Bahasa Jawa 2 2 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu 26 26 Kelompok C (Peminatan) Mata Pelajaran Peminatan MIPA
50 I 1 Matematika 4 4 2 Biologi 4 4 3 Fisika 4 4 4 Kimia 4 4 Mata Pelajaran Lintas Minat MIPA II 1 Bahasa dan Sastra Inggris 4 4 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok C (Peminatan) 20 20 Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu 46 46 Tabel 15 Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Sulang Kelas XII Peminatan IPS Mata Pelajaran Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2 Kelompok A (Wajib) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4. Matematika 4 4 5. Sejarah Indonesia 2 2 6. Bahasa Inggris 2 2 Kelompok B (Wajib) 7. Seni Budaya 2 2 8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 9. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 10. Bahasa Jawa 2 2 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu 26 26 Kelompok C (Peminatan)
51 Mata Pelajaran Peminatan MIPA I 1 Sejarah 4 4 2 Geografi 4 4 3 Ekonomi 4 4 4 Sosiologi 4 4 Mata Pelajaran Lintas Minat MIPA II 1 Biologi 4 4 Jumlah Jam Pelajaran Kelompok C (Peminatan) 20 20 Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu 46 46 c. Pengaturan Peminatan dan Lintas Minat 2) Peminatan Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan kejuruan. Peminatan Akademik adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik peserta didik dengan orientasi penguasan kelompok mata pelajaran keilmuan. Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan : a) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam kelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan b) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu. Peminatan pada SMA/MA terdiri atas: a) Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; b) Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; c) Peminatan Bahasa dan Budaya; dan d) Peminatan Keagamaan. Dengan memperhatikan analisis konteks, SMA Negeri 1 Sulang Tahun Pelajaran 2022/2023 membuka dua kelompok peminatan yaitu :
52 a) Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; b) Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berisi mata pelajaran : a) Matematika; b) Biologi; c) Fisika; dan d) Kimia. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial berisi mata pelajaran: a) Sejarah; b) Geografi; c) Sosiologi; dan d) Ekonomi. Peserta didik wajib mengambil 4 mata pelajaran yang tersedia dalam peminatan tertentu mulai awal semester 1 (satu) sampai dengan lulus. Peserta didik dapat mengambil 3 (tiga) mata pelajaran dari 4 (empat) mata pelajaran yang tersedia setelah mendapat rekomendasi dari Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor. Mata pelajaran pada setiap peminatan yang tidak diambil beban belajarnya dialihkan ke mata pelajaran lintas minat dan/atau pendalaman minat. Pemilihan kelompok peminatan dilakukan sejak peserta didik mendaftar ke SMA/MA sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik peserta didik. Pemilihan kelompok peminatan didasarkan pada: a) nilai Rapor SMP/MTs atau yang sederajat; b) nilai Ujian Nasional SMP/MTs atau yang sederajat; dan c) rekomendasi guru Bimbingan dan Konseling/Konselor di SMP/MTs atau yang sederajat. 3) Lintas Minat Lintas Minat adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi perluasan pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik peserta didik dengan orientasi penguasaan kelompok mata pelajaran keilmuan di luar pilihan minat. Mata pelajaran lintas minat di SMA/MA diambil dari luar kelompok peminatan akademiknya, kecuali untuk kelompok Peminatan Bahasa dan
53 Budaya dapat diambil dari luar dan/atau dari dalam kelompok peminatan akademiknya pada satuan pendidikan yang sama. Mata pelajaran lintas minat dan/atau pendalaman minat diambil sesuai dengan beban belajar minimal yang diperlukan. Berdasar analisis kontek dan pilihan peserta didik SMA Negeri 1 Sulang tahun pelajaran 2020/2020 melaksanakan pembelajaran Lintas Minat sebagai berikut Tabel 16 Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Sulang Pelaksanaan Pembelajaran Lintas Minat Kelas XI No Kelas Mapel Lintas Minat Jumlah jam 1 XI MIPA Bahasa dan Sastra Inggris 4 2 XI IPS Biologi 4 Tabel 17 Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Sulang Pelaksanaan Pembelajaran Lintas Minat Kelas XII No Kelas Mapel Lintas Minat Jumlah jam 1 XII MIPA Bahasa dan Sastra Inggris 4 2 XII IPS Biologi 4 4) Pendalaman Minat Pendalaman Minat adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pendalaman pilihan minat akademik peserta didik dengan orientasi pendalaman kelompok mata pelajaran keilmuan dalam lingkup pilihan minat Mata Pelajaran Pendalaman Minat dimaksudkan untuk mempelajari salah satu mata pelajaran dalam kelompok Peminatan untuk persiapan ke perguruan tinggi. Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan Mata Pelajaran Pendalaman Minat bersifat opsional, dapat dipilih keduanya atau salah satu. Berdasar analisis kontek dan pilihan peserta didik SMA Negeri 1 Sulang tidak melaksanakan program pendalaman minat
54 B. MUATAN LOKAL 1. Mulok SMA N 1 Sulang Berdasarkan SK Gubenur No 423.5/27/2011 Tahun 2011 tentang Mata Pelajaran Muatan Lokal Wajib untuk jenjang pendidikan SMA/SMALB /SMK/ MA negeri dan swasta Provinsi Jawa Tengah adalah Bahasa Jawa. Diperkuat dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa; Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Nomor 57 Tahun 2013 yang mengatur tentang Petunjuk Pelaksanaan Penggunaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa. Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nomor 424/13242 Tanggal 23 Juli 2013 menegaskan tentang Implementasi Muatan Lokal Bahasa Jawa di Jawa Tengah. Mengacu pada peraturan perundangan di atas, maka SMA Negeri 1 Sulang menggunakan muatan lokal Bahasa Jawa sebagai mata pelajaran muatan lokal dengan durasi 2 (dua) jam perminggu. Bahasa jawa mengandung nilai-nilai karakter yang ”adhi luhung” (unggul) dari nenek moyang pendahulu masyarakat Jawa Tengah yang telah terbukti dan diakui oleh para tokoh-tokoh pendidikan. Oleh karena itu dalam mewujudkan visi dan misi SMA Negeri 1 Sulang segenap sivitas akademika berkomitmen : melalui pembelajaran muatan lokal bahasa jawa akan menumbuh kembangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda para peserta didik agar memiliki semangat nasionalisme dan cinta tanah air melalui semangat mempelajari bahasa dan budaya daerah, mencintainya, melestarikan serta pengembangan budaya lokal yang dimiliki. 2. Strategi Mata Pelajaran Mulok Bahasa Jawa diberikan pada semua Kelas, baik XI maupun XII. (struktur maple dapat dilihat pada tabel 6, 7, 8, 9) 3. Alokasi Waktu Alokasi waktu = 2 jam per minggu 4. SKL, KI dan KD. SKL, KI dan KD Mulok Bahasa Jawa Kurikulum 2013 (terlampir)
55 C. BIMBINGAN KONSELING DAN PENGEMBANGAN DIRI 1. Bimbingan Konseling a. Konsep Peserta didik kini berada dalam situasi kehidupan yang kompleks, penuh dengan tekanan, paradoks dan ketidakmenentuan sehingga memerlukan kompetensi hidup agar berkembang secara efektif, produktif, bermartabat serta bermaslahat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Layanan Bimbingan dan Konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, berkelanjutan, dan terprogram oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi siswa/konseli mencapai kemandirian sehingga mampu, memahami, menerima, mengarahkan, mengambil keputusan, dan merealisasikan diri secara bertanggung jawab untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidupnya. Dalam implementasi kurikulum 2013, program BK dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling sesuai dengan tugas pokoknya dalam upaya membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional, dan khususnya membantu siswa/konseli mencapai perkembangan diri yang optimal, mandiri, sukses, sejahtera dan bahagia dalam kehidupannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kolaborasi dan sinergitas kerja antarguru bimbingan dan konseling, guru mata pelajaran, pimpinan sekolah/madrasah, staf administrasi, orang tua, dan pihak yang dapat membantu kelancaran proses dan pengembangan peserta didik/konseli secara utuh dan optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. Kegiatan bimbingan dan konseling menurut Permendikbud no 111 tahun 2014 : 1) Layanan bimbingan dan konseling sebagai layanan profesional yang diselenggarakan pada satuan pendidikan mencakup komponen program, bidang layanan, struktur dan program layanan, kegiatan dan alokasi waktu layanan. 2) Empat program layanan BK meliputi : a) layanan dasar, b) layanan peminatan dan perencanaan individual, c) layanan responsif, dan d) dukungan sistem,
56 3) Empat bidang layanan BK terdiri atas : a) layanan pribadi, b) layanan sosial, c) layanan belajar, dan d) layanan karir. 4) Komponen program dan bidang layanan dituangkan ke dalam program tahunan dan semesteran dengan mempertimbangkan komposisi, proporsi dan alokasi waktu layanan, baik di dalam maupun di luar Kelas. 5) Program kerja layanan bimbingan dan konseling disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan peserta didik/konseli dan struktur program dengan menggunakan sistematika minimal meliputi: rasional, visi dan misi, deskripsi kebutuhan, komponen program, bidang layanan, rencana operasional, pengembangan tema/topik, pengembangan RPLBK, evaluasi-pelaporan-tindak lanjut, dan anggaran biaya. b. Fungsi Layanan BK Layanan Program Bimbingan dan Konseling di sekolah bagi siswa berfungsi untuk : 1) Perluasan pemahaman diri dan lingkungan; 2) Pendorong pertumbuhan dan perkembangan; 3) Proses penyesuaian diri dengan diri sendiri dan lingkungan; 4) Penyaluran pilihan pendidikan, pekerjaan dan karir; 5) Solusi atas masalah; 6) Perbaikan dan penyembuhan 7) Pemeliharaan kondisi pribadi dan situasi yang kondusif; 8) Pengembangan potensi dri secara optimal c. Asas Pelayanan Asas pelayanan yang harus dijadikan pertimbangan dalam layanan bimbingan meliputi : 1) Kerahasiaan sesuai kode etik bimbingan dan konseling; 2) Kesukarelaan dalam mengikuti layanan yang diperlukan; 3) Keterbukaan dalam memberikan dan menerima informasi; 4) Keaktifan dalam penyelesaian masalah;
57 5) Kemandirian dalam pengambilan keputusan; 6) Kekinian dalam penyelesaian masalah pada kehidupan konseli; 7) Kedinamisan dalam memandang konseli. 8) Keterpaduan kerja antarpemangku kepentingan pendidikan ; 9) Keharmonisan layanan dengan visi dan misi sekolah serta nilai dan norma kehidupan yang berlaku; 10) Keahlian dalam pelayanan yang sesuai kaidah-akademik dan profesional; 11) Alih-tangan kasus untuk layanan di luar keahlian dan kewenangan; 12) Tut wuri handayani dalam memfasilitasi setiap peserta didik d. Prinsip BK Prinsip bimbingan dan konseling 1) Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik/konseli dan tidak diskriminatif. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik/konseli, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria maupun wanita; baik anak-anak, remaja, maupun dewasa tanpa diskriminatif. 2) Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya) dan dinamis, dan melalui bimbingan peserta didik/konseli dibantu untuk menjadi dirinya sendiri secara utuh. 3) Bimbingan dan konseling menekankan nilai-nilai positif. Bimbingan dan konseling merupakan upaya memberikan bantuan kepada konseli untuk membangun pandangan positif dan mengembangkan nilainilai positif yang ada pada dirinya dan lingkungannya. 4) Bimbingan dan konseling merupakan tanggungjawab bersama. Bimbingan dan konseling bukan hanya tanggung jawab konselor atau guru bimbingan dan konseling, tetapi tanggungjawab guru- guru dan pimpinan satuan pendidikan sesuai dengan tugas dan kewenangan serta peran masingmasing. 5) Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling diarahkan untuk membantu peserta didik/konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan serta
58 merealisasikan keputusannya secara bertanggungjawab. 6) Bimbingan dan konseling berlangsung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan. Pemberian pelayanan bimbingan dan konseling tidak hanya berlangsung pada satuan pendidikan, tetapijuga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya. 7) Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan. Penyelenggaraan bimbingan dan konseling tidak terlepas dari upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 8) Bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam bingkai budaya Indonesia. Interaksi antar guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan peserta didik harus senantiasa selaras dan serasi dengan nilai-nilaiyang dijunjung tinggioleh kebudayaan dimana layanan itu dilaksanakan. 9) Bimbingan dan konseling bersifat fleksibel dan adaptif serta berkelanjutan. Layanan bimbingan dan konseling harus mempertimbangkan situasi dan kondisi serta daya dukung sarana dan prasarana yang tersedia. 10) Bimbingan dan konseling diselenggarakan oleh tenaga profesional dan kompeten. Layanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh tenaga pendidik professional yaitu Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling yang berkualifikasi akademik Sarjana Pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan konseling dan telah lulus Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dari Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan yang terakreditasi. 11) Program bimbingan dan konseling disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan pesertadidik/konseli dalam berbagai aspek perkembangan. 12) Program bimbingan dan konseling dievaluasi untuk mengetahui keberhasilan layanan dan pengembangan program lebih lanjut. e. Program Layanan Bimbingan dan Konseling Berdasarkan Permendikbud nomor 111 tahun 2014, program layanan bimbingan dan konseling pada SMA Negeri 1 Sulang secara keseluruhan dikemas dalam empat komponen layanan, yaitu komponen: 1. layanan dasar; 2. layanan peminatan dan perencanaan individual; 3. layanan responsif, dan 4. dukungan sistem.
59 1) Program Layanan Dasar Layanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dalam rangka mengembangkan kemampuan penyesuaian diri yang efektif sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian). 2) Program layanan peminatan dan perencanaan individual Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik/konseli dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan kejuruan.Peminatan peserta didik dalam Kurikulum 2013 mengandung makna: (1) suatu pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai kesempatan belajar yang ada dalam satuan pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan peminatan belajar yang ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) merupakan suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik tentang peminatan belajar yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan pilihan yang tersedia pada satuan pendidikan serta prospek peminatannya; (4)merupakan proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar serta perkembangan optimal dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional; dan (5) layanan peminatan peserta didik merupakan wilayah garapan profesi bimbingan dan konseling, yang tercakup pada layanan perencanaan individual.Layanan Perencanaan individual adalah bantuan kepada peserta didik/konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas-aktivitas sistematik yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman terhadap peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Pemahaman konseli secara mendalam, penafsiran hasil asesmen, dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki konseli amat diperlukan sehingga peserta didik/konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal, termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik/konseli.
60 3) Program layanan responsif Layanan responsif adalah pemberian bantuan kepada peserta didik/konseli yang menghadapi masalah dan memerlukan pertolongan dengan segera, agar peserta didik/konseli tidak mengalami hambatan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangannya. Strategi layanan responsif diantaranya konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, kolaborasi, kunjungan rumah, dan alih tangan kasus (referral). 4) Program dukungan sistem Ketiga komponen program (layanan dasar, layanan peminatan dan perencanan individual, dan responsif) sebagaimana telah disebutkan sebelumnya merupakan pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik/konseli secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja, infrastruktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi), dan pengembangan kemampuan profesional konselor atau guru bimbingan dan konseling secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik/konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik/konseli dan mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. f. Struktur Program 1) Sistematika Program layanan. Program layanan bimbingan dan konseling di satuan pendidikan disusun sekurang-kurangnya dengan menggunakan sistematika sebagai berikut. a) Rasional Perlu dirumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program satuan pendidikan. Rumusan konsep dasar kaitan antara bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum, dampak perkembangan iptek dan konteks sosial budaya hidup masyarakat (termasuk peserta didik), dan hal-hal lain yang dianggap relevan. b) Visi dan Misi Sajian visi dan misi bimbingan dan konseling harus sesuai dengan visi dan misi sekolah/madrasah, oleh karena itu sajikan visi dan misi
61 sekolah/madrasah kemudian rumuskan visi dan misi program layanan bimbingan dan konseling. c) Deskripsi Kebutuhan Rumusan didasarkan atas hasil asesmen kebutuhan (need assessment) peserta didik/konseli dan lingkungannya ke dalam rumusan perilakuperilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik/konseli. d) Tujuan Rumusan tujuan yang akan dicapai disusun dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik/ konseli setelah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. e) Komponen Program. Komponen program bimbingan dan konseling di satuan pendidikan meliputi: (1) Layanan Dasar, (2) Layanan Peminatanan peserta didik dan Perencanaan Individual (3) Layanan Responsif, dan (4) Dukungan sistem. f) Bidang layanan Bidang layanan bimbingan dan konseling meliputi pribadi, sosial, belajar dan karir. Materi layanan bimbingan klasikal disajikan secara proporsional sesuai dengan hasil asesmen kebutuhan 4 (empat) bidang layanan. 2) Bidang Layanan BK di SMA Negeri 1 Sulang Bimbingan dan konseling pada SMA Negeri 1 Sulang mencakup empat bidang layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Pada hakikatnya perkembangan tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli. a) Bimbingan dan konseling pribadi Suatu proses pemberian bantuan dari konselor atau guru bimbingan dan konseling kepada peserta didik/konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan, mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan pribadinya secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya. b) Bimbingan dan konseling sosial
62 Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalahmasalah sosial yang dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya. c) Bimbingan dan konseling belajar Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan konseling kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. d) Bimbingan dan konseling karir Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan konseling kepada peserta didik/ konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya. 3) Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan untuk memfasilitasi peserta didik/konseli mencapai kemandirian dalam kehidupannya. a) Pengembangan Tema/Topik. Tema/topik ini merupakan rincian lanjut dari identifikasi diskripsi kebutuhan peserta didik dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karir. b) Pengembangan Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling (RPLBK).
63 RPLBK dikembangkan sesuai dengan tema/topikdan sistematika yang diatur dalam panduan penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan. c) Evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut. Rencana evaluasiperkembangan peserta didik/konseli didasarkan pada rumusan tujuan yang ingin dicapai dari layanan yang dilakukan. Di samping itu, perlu dilakukan evaluasi keterlaksanaan program, dan hasilnya sebagai bentuk akuntabilitas layanan bimbingan dan konseling. Hasil eveluasi harus dilaporkan dan diakhiri dengan rekomendasi tentang tindak lanjut pengembangan program selanjutnya. d) Anggaran biaya. Rencana anggaran biaya untuk mendukung implementasi program layanan bimbingan dan konseling disusun secara realistik dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Rancangan biaya dapat memuat kebutuhan biaya operasional layanan bimbingan dan konseling dan pengembangan profesi bimbingan dan konseling. 4) Program Layanan Program layanan bimbingan dan konseling disusun dan diselenggarakan sebagai berikut. a) Program Tahunan, yaitu program layanan bimbingan dan konseling meliputi kegiatan mencakup komponen, strategi dan bidang layanan selama satu tahun ajaran untuk masing-masing Kelas rombongan belajar pada satuan pendidikan. b) Program Semesteran yaitu program layanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester merupakan jabaran kegiatan lebih rinci dari program tahunan. Table 18 Program Tahunan dan Semester Bimbingan dan Konseling No Kegiatan Materi Bidang Pengembangan Semester 1 (Juli-Desember 2020) Pribadi Sosial Belajar
64 No Kegiatan Materi Bidang Pengembangan Semester 1 (Juli-Desember 2020) Pribadi Sosial Belajar 1 Layanan Orientasi Obyek-obyek pengembangan Pribadi Obyek-obyek pengembangan hubungan sosial Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar 2 Layanan Informasi Meyakini dan melaksanakan kaidah ajaran agama yang dianut Kiat-kiat menjalani hidup sehat, Kiat-kiat membangkit kan perasaan semangat Ciri-ciri psikis usia remaja dan problematika Cara mengisi waktu luang Tata krama dalam pergaulan Pengaruh sikap sadar terhadap kehidupan sosial Cara mensikapi kritikan dan pujian Mengenal faktorfaktor yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar Kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara fektif, efisien dan produktif Evaluasi prestasi akademik Belajar dengan cara yang menyenangkan 3 Layanan Penempat an /Penyalur an Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan Pribadi Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar 4 Layanan Motivasi diri Kiat-kiat membangkit kan perasaan semangat Cara berfikir 'positif Cara mengisi waktu luang Cara mensikapi kritikan dan pujian Berlatih keterampilan belajar secara efektif dan efisien Cara menghadapi ujian 5 Layanan Individu Masalah pribadi dalam kehidupan pribadi Masalah pribadi dalam kehidupan sosial Masalah pribadi dalam kemampuan kegiatan dan hasil belajar 6 Layanan Kelas Topik tentang :perkembangan remaja Topik tentang : berfikir positif Topik tentang : hidup hemat Topik tentang : cara mengisi waktu luang Topik tentang : pengaruh kehidupan sabar tehadap kehidupan sosial Topik tentang : faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar
65 No Kegiatan Materi Bidang Pengembangan Semester 1 (Juli-Desember 2020) Pribadi Sosial Belajar 7 Layanan Kelas Topik masalah pribadi tentang : kehidupan pribadi siswa Topik masalah pribadi tentang : kehidupan sosial siswa Topik masalah pribadi tentang : prestasi akademik 8 Layanan Konsulta si Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta dalam pengembangan kemampuan pribadi Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta dalam pengembangan kemampuan social Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan belajar 9 Layanan Mediasi Upaya mendamaikan pihak pihak tertentu dalam bidang pribadi (peserta didik ) yang berselisih Upaya mendamaikan pihak pihak tertentu dalam bidang sosial (peserta didik ) yang berselisih Upaya mendamaikan pihak pihak tertentu dalam bidang belajar (peserta didik ) yang berselisih 10 Aplikasi Instrument asi Instrumen tes dan non tes untuk Mengungkap kan kondisi dan masalah pribadi peserta didik melalui DCM Instrumen tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah hubungan sosial siswa melalui Sosiometri Instrumen tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah belajar peserta didik 11 Himpu nan Data Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi Data perkembangan, kondisi hubungan sosial Data kemampuan, kegiatan dan hasil belajar 12 Konferens i kasus Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik Pembahasan kasus-kasus masalah belajar tertentu yang dialami peserta didik 13 Kunjun gan rumah Pertemuan dengan orangtua keluarga peserta didik yang mengalami Pertemuan dengan orangtua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah sosial Pertemuan dengan orangtua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah belajar
66 No Kegiatan Materi Bidang Pengembangan Semester 1 (Juli-Desember 2020) Pribadi Sosial Belajar masalah pribadi 14 Tampilan kepustaka an Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kemampuan pribadi Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kemampuan sosial Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan belajar 15 Alih tangan kasus Pendalaman penanganan masalah pribadi Pendalaman penanganan masalah sosial Pendalaman penanganan masalah belajar No Kegiatan Materi Bidang Pengembangan Semester 2 (Januari-Juni 2023) Pribadi Sosial Belajar 1 Layanan Orientasi Obyek-obyek pengembangan Pribadi Obyek-obyek pengembangan hubungan sosial Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar 2 Layanan Informasi M'embiasakan berfikir positif Membiasakan hidup hemat dan kebiasaan menabung Cara mengatasi rasa cemas dan takut Memahami perasaan dalam berbagai situasi Sikap hormat dan patuh pada orang tua Selalu mengembang kan positif thingking Jurus mengatasi rasa takut Mempersiap kan diri dalam menghadapi ujian Beberapa cara untuk menumbuhkan semangat belajar Mengembangkan kebiasaan belajar efektif 3 Layanan Penempat an /Penyalur an Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar
67 No Kegiatan Materi Bidang Pengembangan Semester 2 (Januari-Juni 2023) Pribadi Sosial Belajar 4 Layanan Motivasi diri Cara mengatasi rasa cemas dan takut Sikap hormat dan patuh pada orang tua Selalu mengembangka n positif thingking Cara untuk menumbuhkan semangat belajar Teknik-teknik belajar dengan menggunakan berbagai sumber belajar 5 Layanan Individu Masalah pribadi dalam kehidupan pribadi Masalah pribadi dalam kehidupan sosial Masalah pribadi dalam kemampuan kegiatan dan hasil belajar 6 Layanan Kelas Topik tentang : cara mengatasi rasa cemas dan takut Topik tentang melaksanakan kaidah ajaran agama yang dianut Topik asalah pribadi dalam hidup hemat Topik tentang : memahami perasaan dalam berbagai situasi Topik tentang : hubungan yang baik antara Siswa dengan guru Topik tentang : cara belajar yang efektif dan efisien 7 Layanan Kelas Topik masalah pribadi tentang : kehidupan pribadi siswa Topik masalah pribadi tentang : kehidupan sosial siswa Topik masalah pribadi tentang : prestasi akademik 8 Layanan Konsulta si Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta dalam pengembangan kemampuan pribadi Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta dlm pengembangan kemampuan sosial Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan belajar 9 Layanan Mediasi Upaya mendamaikan pihak pihak tertentu dalam bidang pribadi (peserta didik) yang berselisih Upaya mendamaikan pihak pihak tertentu dalam bidang sosial (peserta didik) yang berselisih Upaya mendamaikan pihak pihak tertentu dalam bidang belajar (peserta didik) yang berselisih
68 No Kegiatan Materi Bidang Pengembangan Semester 2 (Januari-Juni 2023) Pribadi Sosial Belajar 10 Aplikasi Instrument asi Instrumen tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah hubungan sosial siswa melalui Sosiometri Instrumen tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah belajar peserta didik 11 Himpu nan Data Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi Data perkembangan, kondisi hubungan sosial Data kemampuan, kegiatan dan hasil belajar 12 Konferens i kasus Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik Pembahasan kasus-kasus masalah belajar tertentu yang dialami peserta didik 13 Kunjun gan rumah Pertemuan dengan orangtua keluarga siswa yang mengalami masalah pribadi Pertemuan dengan orangtua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah sosial Pertemuan dengan orangtua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah belajar 14 Tampilan kepustaka an Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kemampuan pribadi Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kemampuan sosial Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan belajar 15 Alih tangan kasus Pendalaman penanganan masalah pribadi Pendalaman penanganan masalah sosial Pendalaman penanganan masalah belajar g. Bentuk Layanan Bk di Dalam Kelas Struktur kurikulum 2013 tidak boleh dikurangi atau ditambah. Untuk itu maka Layanan Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Sulang di dalam Kelas dilakukan secara terintegrasi ke dalam mata pelajaran lain secara fleksibel.
69 Artinya guru BK setelah mendapat ijin atau kesepakatan dengan guru mata pelajaran dapat masuk ke Kelas selama 1 jam. h. Bentuk Layanan Bk Di Luar Kelas Layanan Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Sulang di luar Kelas disetarakan dengan beban belajar 2 jam per minggu. Mempertimbangkan banyak hal layanan bimbingan dan konseling untuk Kelas X dan XI dalam bentuk layanan luar Kelas. i. Peran Bimbingan Dan Konseling Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Dalam implementasi Kurikulum 2103 terdapat beberapa tahapan yaitu: tahapan pertama pengembangan KTSP, kedua PPDB dan peminatan, ketiga pembelajaran intra, ko dan ekstra, keempat penilaian dan tindak lanjut serta kelima kenaikan Kelas dan kelanjutan perguruan tinggi. Peran bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya berintegrasi dengan tahapan- tahapan tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, maka direkomendasikan untuk dilakukan upaya-upaya peningkatan peran bimbingan dan konseling dalam mendukung keterlaksanaan Kurikulum 2013. Beberapa contoh pelaksanaan praktik di lapangan pada tiap tahapan implementasi sebagai berikut. 1) Tahap Pengembangan KTSP Peran Bimbingan dan Konseling dalam pengembangan KTSP adalah memenuhi tagihan dokumen kurikulum yang berupa program Bimbingan dan Konseling dan bukti-bukti administratif yang lainnya. 2) Tahap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Peminatan a) Penerimaan Peserta Didik Baru Guru bimbingan dan konseling dapat melakukan layanan konsultasi bagi calon peserta didik maupun orang tua dalam proses pendaftaran, aturanaturan sekolah dan proses daftar ulang. b) Pelaksanaan Program Arah Peminatan Mekanisme penetapan peminatan peserta didik baru SMA dapat dilaksanakan dengan menggunakan salah satu alternatif yang meliputi pemilihan dan penetapan peminatan bersamaan dengan proses penerimaan peserta didik baru dan penetapan peminatan pada minggu pertama awal tahun pelajaran baru setelah calon peserta didik baru dinyatakan diterima
70 sebagai peserta didik baru. Penetapan peminatan peserta didik dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling bekerja sama dengan wakil kepala sekolah, panitia PPDB dan Tenaga Administrasi Sekolah. c) Peminatan bersamaan dengan PPDB Peran guru BK antara lain : Guru bimbingan dan konseling memberikan usulan dalam musyawarah bersama Kepala Sekolah, Wakasek dan Panitia PPDB berkaitan dangn kriteria calon peserta didik, tata cara peminatan samapai dikeluarkannya Surat Keputusan tentang penetapan peminatan yang dikeluarkan oleh Kepala Sekolah. Mengungkap kecenderungan peserta didik untuk ditempatkan pada peminatan tertentu. Hal ini dilakukan dengan instrumen non tes. Menyiapkan dan menyampaikan informasi peminatan yang meliputi kuota, macam peminatan, cara, komponen, dan kriteria dalam penetapan pemilihan peminatan kepada calon peserta didik. Mengumpulkan data peminatan: nilai rapor SMP/MTs, nilai Ujian Nasional, pemilihan peminatan dari peserta didik dengan persetujuan orang tua, rekomendasi guru BK SMP/MTs. Menganalisis data, menetapkan, dan mengelompokkan peserta didik pada kelompok peminatan tertentu, serta menempatkan pada Kelas tertentu. Berikut adalah contoh hasil analisis data peminatan Memberikan layanan konsultasi kepada orang tua atau peserta didik yang memerlukan atau yang merasa tidak sesuai antara penetapan peminatan dengan pilihan peminatan peserta didik atau orang tua. Menyelenggarakan pendampingan dalam pembelajaran sesuai dengan peminatan peserta didik dengan memberikan layanan konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelompok, dan bimbingan klasikal. Melakukan evaluasi penyelenggaraan program peminatan dan tindak lanjut untuk pengembangan potensi peserta didik. Menyusun laporan kegiatan penetapan peminatan. Format laporan berisi: judul laporan, nomor urut, nama kegiatan, waktu pelaksanaan, pelaksana, hasil kegiatan, kendala yang dihadapi, kesimpulan dan saran.
71 Laporan diserahkan kepada kepala satuan pendidikan segera setelah selesai kegiatan. d) Peran Guru BK dalam Penentuan Pemilihan Peminatan dan Lintas Minat Peran guru BK dalam penentuan pemilihan peminatan dan lintas minat antara lain : Memberikan informasi program peminatan dan lintas minat/pendalaman minat. Melakukan pengumpulan data sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik peserta didik. Melakukan analisis data peserta didik. Menganalisis data peminatan dan lintas minat yang sudah terkumpul pada saat peserta didik mendaftar ke SMA (analisis data, interpretasi hasil analisis data dan penetapan peminatan peserta didik). Membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam penentuan pemilihan peminatan sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik dan mengarahkan peserta didik mengambil peminatan di luar kelompok peminatan akademiknya (lintas minat). Melakukan pemetaan dan penetapan peminatan peserta didik. Menyelenggarakan bimbingan klasikal “Hari Karir”. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk dapat menstimulasi karir/pekerjaan yang akan ditekuninya kelak. Guru bimbingan konseling menggelar beberapa jenis pekerjaan yang menjadi minat siswa. Guru bimbingan konseling dapat bekerjasama dengan orang tua yang memiliki profesi tertentu atau bekerjasama dengan perguruan tinggi tertentu. Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Memberikan penguatan kepada peserta didik. Guru BK memberi penguatan dengan mengulas kembali bidang pekerjaan yang diminati peserta didik. Peserta didik masih mempunyai kesempatan untuk merubah pilihan mata pelajaran sesuai minatnya paling lambat pada akhir semester 1 (satu). Mengarahkan dan merekomendasi peserta didik yang akan pindah peminatan akademik dan yang akan mengambil pendalaman minat
72 khususnya bagi Kelas XII melalui kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki bidang keilmuan yang sesuai. e) Tahap Pembelajaran Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler Dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah dikenal adanya tiga kegiatan pokok, yaitu kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler. Ketiga kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tak terpisahkan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan keseluruhan pada suatu satuan pendidikan/ sekolah. Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan utama persekolah yang dilakukan dengan menggunakan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur program. Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk lebih memperdalam dan menghayati materi pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler didalam Kelas. Contoh kegiatan kokurikuler adalah studi/kunjungan lapangan, karyawisata, sanggar seni, taman budaya, madrasah dinniyah, komunitas bahasa dan sastra. Kegiatan ekstrakurikuler dimaksudkan sebagai kegiatan yang diarahkan untuk memperluas pengetahuan peserta didik, mengembangkan nilai-nilai atau sikap dan menerapkan secara lebih lanjut pengetahuan yang telah dipelajari peserta didik dalam mata pelajaran program inti dan pilihan. Contoh kegiatan ekstrakurikuler pramuka, paskibraka, PMR dan sebagainya . Peran bimbingan dan konseling pada pembelajaran Intra adalah membantu peningkatkan kecakapan abad 21, literasi, dan penguatan pendidikan karakter peserta didik, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: f) Peran Guru BK dalam Kegiatan Layanan Pengembangan Kecakapan Abad 21 Penentuan pemilihan tema/topik layanan hendaknya sejalan dengan kebijakan dan dinamika pengembangan kurikulum 2013, yaitu menguatkan kecakapan bepikir abad 21 (thinking skills), literasi dan penguatan pendidikan karakter. g) Peran Guru BK dalam Kegiatan Layanan Pengembangan Kemampuan Literasi Penerapan literasi dalam pembelajaran memberi warna dalam implementasi Kurikulum 2013. Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca. Budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan
73 berpikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca, menulis yang pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan sebuah karya. Guru bimbingan dan konseling dapat berperan untuk mendukung gerakan literasi di sekolah dengan berbagai macam strategi: 1) penggunaan papan bimbingan, 2) kegiatan bibliokonseling (lampiran 6) , 3) layanan klasikal, kelompok maupun individual h) Peran Guru BK dalam Kegiatan Layanan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Nilai-nilai karakter yang diperkuat antara lain; 1) religiositas, 2) nasionalisme, 3) kemandirian, 4) gotong royong, dan 5) integritas. Nilai karakter tersebut sesuai dengan standar kemandirian peserta didik yang menjadi tugas dan kewajiban guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam membantu para peserta didik untuk mencapainya. Nilai-nilai karakter seperti, religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut mengkristal menjadi nilai utama yakni religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas. Kegiatan bimbingan yang dapat dilakukan adalah: 1) menggiatkan papan bimbingan yang bermuatan pendidikan karakter, 2) membuat leaflet yang memuat pendidikan karakter, 3) kolaborasi dengan guru mata pelajaran dalam kegiatan belajar (misalkan; membuat essai mengenai pengalaman nyata), 4) layanan informasi dan orientasi yang memuat cara berperilaku, mengembangkan pemikiran positif, membuat pilihan dan mengambil keputusan 2. Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri peserta didik terutama difasilitasi lewat kegiatan ekstrakurikulet. Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam kegiatan intrakurikuler atau kegiatan kokurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler pilihan adalah Kegiatan Ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan dapat diikuti oleh peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing.
74 Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Mengacu pada Permendikbud Nomor 62 tahun 2014, ekstrakurikuler merupakan kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Kegiatan Ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan adalah kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan dapat diikuti oleh peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing. Kegiatan ini bersifat fakultatif, peserta didik dapat memilih satu jenis kegiatan ekstrakurikuler. SMA Negeri 1 Sulang telah menyediakan 23 macam kegiatan ekstra yang dapat dipilih oleh peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler pilihan dilaksanakan dalam rangka mendukung pembentukan karakter sesuai dengan norma spiritual dan sikap sosial siswa, serta menumbuhkan sikap peduli terhadap orang lain dan lingkungan. Ekstrakurikuler juga sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkret. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler pilihan dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler. Jumlah alokasi waktu jam ekstrakurikuler yaitu maksimal 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler pilihan meliputi kegiatan : Keagamaan, misalnya, pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis Al Quran, retreat atau kegiatan keagamaan lainnya. Kegiatan Krida, misalnya: Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), pencinta alam, dan lainnya.
75 Latihan Kebakatan, misalnya : pengembangan bakat olahraga, bela diri, seni dan budaya, pencinta alam, jurnalistik, teater, fotografi dan lain-lain. Kegiatan Ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, kelompok pencinta teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, majalah dinding dan lainnya. Kegiatan kebahasaan; misalnya; kolaborasi internasional, majalah didinding, kemampuan berkarya sastra, musikalisasi puisi, penguatan berbahasa asing, dan lainnya. Manajemen UKS, Kantin, Dewan Pengurus Masjid, dan lain sebaginya. Pengembangan Prestasi; misalnya, kegiatan cerdas cemat, olimpade, debat bahasa Inggris, dan lainnya. Pengembangan Cinta Tanah Air, misalnya, Kepemimpinan dan kolaborasi lintas Kelas dan satuan pendidikan, dan lintas nusa. Pengembangan keterampilan; rekayasa web, pemrograman, olimpiade TIK. Untuk mengembangkan tatakelola yang efektif satuan pedidikan wajib memiliki dokumen perencanaan,pelaksanaan, penilaian, evaluasi, dan laporan. 1) Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan Pelaksanaan ekstrkurikuler bertujuan untuk membangun karakter dan menguatkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan; mengembangkan potensi diri siswa berasis kebakatan, minat, dan prestasi yang diselenggarakan di luar jam tatap muka. 2) Perencanaan Perencanaan sistem blok dilakukan sebelum pelaksanaan penerimaan siswa baru. Komponen perencanaan meliputi; a) Nama Kegiatan b) Tujuan penyelenggaraan kegiatan c) Indikator keberhasilan. d) Deskripsi keberhasilan tahun sebelumnya. e) Rumusan masalah yang dihadapi dalam mewujudkan tujuan f) Strategi Pelaksanaan Kegiatan
76 g) Materi pelatihan diurai secara ringkas. h) Susunan pembina dan uraian tugas i) Tempat pelatihan j) Jadwal Pelatihan k) Tata tertib pelaksanaan kegiatan l) Anggaran. m) Instrumen Evaluasi Kegiatan 3) Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan menggunakan waktu 60% dari kegiatan tatap muka. Kegiatan diarahkan untuk mengembangkan kompetensi yang diharapkan serta disesuaikan dengan visi-misi- dan tujuan sekolah. Pelaksana kegiatan adalah tim pelaksana yang ditentukan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah. Kegiatan dibuktikan dengan dokumen catatan kegiatan atau jurnal, data kehadiran pembina, dan kehadiran peserta didik. a) Bidang / Jenis Ekstrakurikuler Pilihan di SMA 1 Sulang Table 19 Jenis ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Sulang. No Bidang Ekstrakurikuler Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler 1 Keagamaan 1. Tartil/Hafiz Qur’an 2 Krida 2. PMR 3. Drumband 3 Pengembangan Bakat 4. Design Grafis 5. Tehnik Otomotif 6. Tehnisi Komputer 7. Tata Busana 8. Tata Rias 9. Atletik 10. Renang 11. Bola voli 12. Basket 13. Panahan 14. Bulu tangkis
77 15. Pencak silat 16. Wushu 17. Tenis Meja 18. Seni Tari 19. Musik / Band 20. Hadroh 21. Karawitan 22. Ketoprak 23. Mading 4 Kegiatan Ilmiah 24. KIR/Kegiatan Ilmiah Remaja 5 Bahasa dan Sastra 6 Manajemen 7 Ketrampilan Literasi 8 Pengembangan Prestasi 25. OSN 9 Kepemimpinan b) Pembimbing/Pelatih Pembimbing/pelatih berasal dari lembaga profesional/pelatih yang berkompeten didampingi pembimbing dari lingkungan SMA Negeri 1 Sulang. Setiap siswa Kelas X kegiatan yang wajib diikuti adalah Pramuka dan satu kegiatan ekstra pilihan sedangkan siswa Kelas XI dan XII dapat memilih salah satu dari kegiatan-kegiatan di atas. Untuk Kelas XII bersifat lebih intensif. Dibawah kendali Tim Pembekalan Siswa Kelas XII dan Pemberdayaan Alumni pada awal semester 5 peserta didik diberikan angket pilihan Melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau Tidak Melanjutkan. Kelompok peserta didik yang berniat melanjutkan dibimbing cara / strategi masuk Perguruan Tinggi. Sedangkan bagi peserta didik yang berniat tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dibekali ketrampilan melalui kegiatan ekstrakurikuler unggulan : tata busana, design grafis, teknisi komputer dan teknik otomotif serta teknik masuk dunia kerja.
78 c) Jadwal Kegiatan Ekstrakurikuler Jadwal kegiatan ekstrakurikuler diatur berdasar kesepakatan antara pembimbing/pelatih dengan peserta didik. Table 20 Jadwal Kegiatan Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Sulang No Jenis Ekstrakurikuler Waktu Keterangan 1 Pramuka Jum’at 2 KIR IPA/IPS Rabu/Kamis Lab. Biologi 3 OSN Menyesuaikan Menyesuaikan 4 Design Grafis Kamis Lab. Computer 5 Teknik Otomotif Jumat Ruang ketrampilan 6 Teknisi Komputer Jumat Ruang teknisi 7 Tata Busana Jumat Ruang jahit 8 Atletik Senin Lapangan 9 Renang Rabu Dampo Awang 10 Bola Volly Rabu Lapangan volly 11 Basket Selasa Lapangan basket 12 Panahan Jumat Lapangan Timur 13 Drumband Kamis Aula / menyesuaikan 14 Tata Rias Rabu Ruang 15 Bulu Tangkis Selasa Lapangan 16 Pencak Silat Selasa Lapangan 17 Wushu Jumat Lapangan 18 Tartil/hafiz Qur’an Jum’at Musholla 19 Seni Tari Selasa Sanggar Tari 20 Tenis Meja Rabu Depan sanggar 21 Hadroh Kamis Musholla 22 PMR Rabu Lapangan 23 Musik/Band Jumat Ruang music 24 Karawitan Rabu Aula 25 Ketoprak Senin Aula 26 Madding Senin Ruang Kelas
79 4) Penilaian Penilaian ekstrakurikuler dilakukan terhadap proses kegiatan dan hasil kegiatan sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan dalam program kegiatan. Penilaian kegiatan menjadi input bagi satuan pendidikan untuk perbaikan proses. Penilaian hasil belajar siswa disesuaikan dengan materi yang dipelajari. Hasil penilaian hasil belajar disampaikan kepada mata pelajaran yang relevan. a) Jenis Penilaian b) Teknik Penilaian Jenis dan Teknik Penilaian ekstrakurikuler pilihan terlampir 5) Evaluasi dan Laporan Pengelola kegiatan ekstrakurikuler seusai melaksanakan kegiatan melakukan evaluasi dan menyusun laporan. Evaluasi kegiatan meliputi pemenuhan dalam proses pelaksanaan kegiatan dan mengukur pemenuhan tujuan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan perangkat instrumen yang ringkas untuk keperluan pengukuran keterwujudan proses dan ketercapaian tujuan. Hasil penilaian masuk ke Raport pada lembar 4 Laporan Kegiatan Ekstrakurikuler D. BEBAN BELAJAR DAN PILIHAN PROGRAM 1. Beban Belajar Pengaturan beban belajar pada dasarnya untuk memberikan pelayanan belajar kepada siswa agar sesuai dengan potensi, bakat, minat, kemampuan, dan kecepatan belajarnya sehingga dapat siswa dapat mengembangkan dirinya secara optimal. Sekolah menyadari dalam melaksanakan kurikulum 2013 siswa diharapkan dapat beraktivitas dan berkarya pada tiap mata pelajaran. Oleh karena itu, beban belajar yang harus siswa tanggung menjadi bertambah banyak sehingga jika beban belajar siswa berlebih, maka dapat berpengaruh kontra produktif terhadap perkembangan diri siswa. Karena alasan itulah maka sekolah memandang perlu untuk mengatur beban belajar pada tiap semester. Pengaturan beban belajar meliputi tiga aspek utama dan aktivitas belajar tambahan, yaitu :
80 a. Aktivitas tatap muka dalam ruang Kelas, laboratorium, workshop, bengkel kerja, kebun percobaan atau pengaturan pembelajaran lainnya. b. Kegiatan belajar virtual adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara maya dengan memanfaatkan berbagai jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi baik secara terstruktur atau mandiri. c. Kegiatan terstruktur/kokurikuler yaitu pembelajaran dalam bentuk penugasan dari pendidik terkait muatan atau mata pelajaran yang berfungsi sebagai proses pendalaman atau perluasan pengalaman belajar yang diterima setelah kegiatan tatap muka. d. Kegiatan Mandiri adalah kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik atas inisiatif atau dengan stimulasi pendidik yang berfungsi sebagai proses pendalaman atau perluasan pengalaman belajar yang diterima dalam kegiatan tatap muka dan/atau terstruktur; e. Program remedial dan pengayaan yaitu pengorganisasian kegiatan belajar yang untuk membantu peserta didik mencapai kriteria ketuntasan belajar bagi yang belum tuntas dan penguasaan materi lebih tinggi bagi yang telah mencapai ketuntasan; f. Program ekstrakurikuler yang dibahas dalam pengaturan tersendiri. Pengaturan beban belajar didasari dengan konsep belajar tuntas yang sistem belajar yang menekankan pada prinsip bahwa setiap peserta didik dapat belajar untuk memenuhi kriteria ketuntasan belajar sesuai dengan kecepatan belajar masingmasing. Ketuntasan Belajar adalah tingkat minimal pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang meliputi ketuntasan penguasaan substansi dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar. Beban belajar yang dilaksanakan SMA Negeri 1 Sulang adalah menggunakan sistem paket. Beban belajar Kelas XI dan Kelas XII (kurikulum 2013) adalah 44 jam dalam satu minggu. Alokasi waktu untuk tatap muka setiap jam pelajaran 45 menit, dengan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri maksimal 60% Tabel 21 Distribusi Jam Pelajaran No HARI JAM KETERANGAN 1 Senin Kelas XI = 10 jam Kelas XII = 10 jam 1. Jam pertama : Upacara bendera 2. Jam ke-2 s.d. ke-10 Kegiatan
81 Pembelajaran 3. Pembiasaan/Karakter • Pembinaan guru oleh KS setiap senin minggu kedua • Pembinaan oleh wali Kelas setiap senin minggu ke empat • Pembinaan Imtaq setiap Minggu pagi 4. Pengembangan diri • Ekstrakurikuler setelah KBM 2 Selasa Kelas XI = 10 jam Kelas XII = 10 jam 1. Jam ke-1 s.d. ke-10 Kegiatan Pembelajaran 2. Pembiasaan/karakter : 3. Pengembangan diri : • Ekstrakurikuler setelah KBM 3 Rabu Kelas XI = 10 jam Kelas XII = 10 jam 1. Jam ke-1 s.d. ke-10 Kegiatan Pembelajaran 2. Pembiasaan/karakter : 3. Pengembangan diri : • Ekstrakurikuler setelah KBM 4 Kamis Kelas XI = 10 jam Kelas XII = 10 jam 1. Jam ke-1 s.d. ke-10 Kegiatan Pembelajaran 2. Pembiasaan/karakter : 3. Pengembangan diri : • Ekstrakurikuler setelah KBM 5 Jum’at Kelas XI = 7 jam Kelas XII = 7 jam 1. Kelas XI dan XII, jam ke-1 s.d. ke-7 Kegiatan Pembelajaran 2. Pembiasaan/karakter : • Kegiatan olahraga setiap Jum’at minggu ganjil • Bersih-bersih Kelas dan lingkungan setiap Jum’at minggu genap 3. Pengembangan diri : • Ekstrakurikuler setelah KBM
82 Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SMA Negeri 1 Sulang 0% - 40%, dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. Misalnya guru Matematika Kelas XI memberikan PR harus mempertimbangkan waktu penyelesaian tugasnya dengan perhitungan 4 x @ 45 menit = 180 menit. Alokasi waktu untuk peserta didik mengerjakan PR adalah 40% x 180 menit = 72 menit. Jadi diupayakan soal yang diberikan oleh guru dapat diselesaikan oleh peserta didik dalam waktu 72 menit. Table 22 Pengaturan beban belajar Kegiatan Sistem Paket Tatap muka 45 menit Penugasan terstruktur 60% x 45 menit = Kegiatan mandiri 27 menit Jumlah 72 menit Table 23 PERHITUNGAN HARI EFEKTIF BELAJAR, HARI-HARI PERTAMA MASUK SATUAN PENDIDIKAN, KEGIATAN TENGAH SEMESTER, MENGIKUTI UPACARA, PENYERAHAN BUKU LAPORAN HASIL BELAJAR (BLHB), LIBUR AKHIR SEMESTER, LIBUR UMUM, DAN LIBUR BULAN RAMADHAN/HARI RAYA IDUL FITRI SMA NEGERI 1 SULANG TAHUN PELAJARAN 2022/2023 N O SEMESTER BULAN, TAHUN JUMLAH MINGGU EFEKTIF JUMLAH HARI EFEKTIF DAN HARI UNTUK KEGIATAN LAIN HARI BELAJAR EFEKTIF HARI PERTA MA MASUK & MPLS KEGIA TAN JEDA MENGI KUTI UPACA RA PENYE RAHAN BLHB/R APOR
83 1 I JULI 2022 3 12 3 - - AGS 2022 4 22 - - - SEPT 2022 5 17 - 5 - OKT 2022 4 19 - - 2 NOP 2022 4 18 - 5 1 DES 2022 2 4 - 5 - 1 JUMLAH 22 92 23 15 3 1 2 II JAN 2023 4 22 - - - FEB 2023 4 18 - - - - MAR 2023 4 18 - 11 - - APR 2023 2 15 - 5 - - MEI 2023 4 12 - - - - JUNI 2023 3 10 - 8 - 1 JUMLAH 21 95 22 24 3 1 JUMLAH DALAM 1 TAHUN 43 187 3 39 3 2 Tabel 24 Perkiraan hari dan minggu effektif Tahun Pelajaran 2022/2023 Efektif KLS Semester 1 Semester 2 JML Minggu Efektif Belajar XI & XII 22 21 43 Hari Efektif Belajar XI & XII 92 95 187 Pemanfaatan waktu kegiatan tatap muka 60% pada mata pelajaran peminatan MIPA seperti Matematika, Fisika, Biologi, Kimia ditambah dengan penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri (KM) berdasarkan karakteristik mata pelajaran masing-masing. Pemanfaatan waktu kegiatan tatap muka 60% pada mata pelajaran peminatan IPS seperti Sejarah, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi ditambah dengan penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mamdiri (KM) berdasarkan karakteristik mata pelajaran masing-masing. 2. Pilihan program a. Penetapan pilihan program/sistem
84 Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi disebutkan bahwa terdapat dua jenis sistem penyelenggaraan progran pendidikan di semua jenjang dan jenis satuan pendidikan yaitu: (1) Sistem Paket dan (2) Sistem Kredit Semester. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap Kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Sedangkan Sistem Kredit Sementera adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan. Tahun pelajaran 2022/2023 SMA Negeri 1 Sulang memilih sistem paket. Pada Sistem Paket, beban belajar setiap mata pelajaran dinyatakan dalam Satuan Jam Pembelajaran. Sistem Paket memiliki 3 (tiga) komponen beban belajar, yaitu: (1) tatap muka; (2) penugasan terstruktur; (3) kegiatan mandiri tidak terstruktur, yang dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. 1) Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. 2) Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan, dan percepatan 3) Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berdasar kurikulum 2013 adalah selama 45 menit, dengan jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu : Kelas XI sebanyak 44 jam dan Kelas XII sebanyak 44 jam pembelajaran.
85 Waktu untuk beban penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. E. PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelec) dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita. (Kihajar Dewantara) Oleh karena itu, transformasi pendidikan nasional Indonesia harus menempatkan karakter sebagai ruh atau dimensi terdalam pendidikan nasional berdampingan dengan intelektualitas yang tercermin dalam kompetensi yang dapat diwujudkan. Dengan karakter yang kuat-tangguh beserta kompetensi yang tinggi, yang dihasilkan oleh pendidikan yang baik, pelbagai kebutuhan, tantangan, dan tuntutan baru dapat dipenuhi atau diatasi. Oleh karena itu, selain pengembangan intelektualitas, pengembangan karakter peserta didik sangatlah penting menempatan potensi-potensi intelektual dan karakter peserta didik sebagai tujuan. Demikian juga laporan Delors untuk pendidikan abad XXI, sebagaimana tercantum dalam buku Pembelajaran: “Harta Karun di dalamnya”, menegaskan bahwa pendidikan abad XXI bersandar pada lima tiang pembelajaran sejagat (five pillar of learning), yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to beserta learning to transform for oneself and society. Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menegaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. a. Lima nilai utama Lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai utama karakter bangsa yang dimaksud adalah sebagai berikut:
86 5) Religius; Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan. Subnilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih 6) Nasionalis; Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa,rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan,taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku,dan agama. 7) Mandiri, Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Subnilai mandiri antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. 8) Gotong Royong; Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/ pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan
87 bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan. 9) Integritas; Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai. b. Sembilan Prinsip Penumbuhan Karaker Penumbuhan karakter di sekolah dapat dilaksanakan dengan menerapkan sembilan prinsip berikut; 1) Nilai-nilai Moral Universal, penumbuhan karakter berfokus pada penguatan nilai-nilai moral universal yang prinsip-prinsipnya dapat didukung oleh segenap individu dari berbagai macam latar belakang agama, keyakinan, kepercayaan, sosial, dan budaya. 2) Holistik Gerakan PPK, penumbuhan dilaksanakansecara holistik, dalam arti pengembangan fisik (olah raga), intelektual (olah pikir), estetika (olah rasa), etika dan spiritual (olah hati) dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak, baik melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan. 3) Terintegrasi; pelaksanaan di sekolah dikembangkan dan dilaksanakan dengan memadukan, menghubungkan, dan mengutuhkan berbagai elemen pendidikan, bukan merupakan program tempelan dan tambahan dalam proses pelaksanaan pendidikan. 4) Partisipasi; penumbuhan karakter dilakukan dengan mengikutsertakan dan melibatkan publik seluas-luasnya sebagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai gerakan. Kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan pihak-pihak lain yang terkait menyepakati prioritas nilai-nilai utama karakter dan kekhasan sekolah yang diperjuangakan, menyepakati bentuk dan strategi pelaksanaan Gerakan. 5) Kearifan Lokal, gerakan bertumpu dan responsif pada kearifan lokal nusantara yang beragam dan majemuk agar pergerakan menjadi kontekstual dan membumi.
88 6) Kecakapan Abad XXI; gerakan penumbuhan karakter merupakan usaha mengembangkan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk hidup pada abad XXI, antara lain kecakapan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja sama dalam pembelajaran (collaborative learning). 7) Adil dan Inklusif; penumbuhan dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip keadilan, non-diskriminasi, non-sektarian, menghargai kebinekaan dan perbedaan (inklusif), dan menjunjung harkat dan martabat manusia. 8) Selaras dengan Perkembangan Peserta Didik; Gerakan dikembangkan dan dilaksanakan selaras dengan perkembangan peserta didik baik perkembangan biologis, psikologis, maupun sosial, agar tingkat kecocokan dan keberterimaannya tinggi dan maksimal. 9) Terukur; gerakan dikembangkan dan dilaksanakan agar dapat dimati dan diketahui proses dan hasilnya secara objektif. Dalam hubungan ini komunitas sekolah mendeskripsikan nilai-nilai utama karakter yang menjadi prioritas pengembangan di sekolah dalam sebuah sikap dan perilaku yang dapat diamati dan diukur secara objektif; mengembangkan programprogram penguatan nilai-nilai karakter bangsa yang mungkin dilaksanakan dan dicapai oleh sekolah; dan mengerahkan sumber daya yang dapat disediakan oleh sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan. 1. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas a. Mengintegrasikan pada mata pelajaran yang ada di dalam struktur kurikulum dan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) melalui kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Sebagai kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler, setiap guru menyusun dokumen perencanaan pembelajaran berupa Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai mata pelajarannya masing-masing. Nilai-nilai utama penumbuhan karakter diintegrasikan ke dalam mata pelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing. Pada silabus bisa ditambahkan 1 kolom pendidikan karakter, dengan tujuan mengidentifikasi karakter yang dapat ditumbuhkan pada masing-masing KD, IPK, dan langkah pembelajaran. Dari silabus karakter ini dibreakdown ke RPP secara lebih rinci dan nyata.
89 Bagian RPP yang memuat nilai-nilai karakter yang akan dibangun, antara lain : 1) Tujuan : pada bagian ini dideskripsikan bahwa kompetensi pengetahuan dan ketrampilan yang akan dicapai dibangun melalui nilai-nilai karakter. Nilai karakter yang dibangun sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. Misalnya, mata pelajaran Fisika mengintegrasikan nilai nasionalisme dengan mendukung konservasi energi pada materi tentang energi. 2) Langkah-langkah Pembelajaran : - Pembukaan : nilai religi dibangun dengan mengajak peserta didik berdoa bersama nilai gotong royong dibangun dengan mengajak peserta didik menyiapkan Kelas sebelum KBM nilai nasionalisme, integritas atau yang lain bisa dibangun ketika guru memberikan motivasi pada peserta didik sebelum kegiatan inti - Inti : Bagian inti merupakan bagian paling luas dan real untuk membangun karakter. Model pembelajaran yang dipilih akan mengarahkan pada pilihan karakter yang dibangun. Role playing cukup efektif untuk membangun kerjasama, gotong royong, integritas, percaya diri, toleransi, dsb. Metode pembelajaran juga dapat dipakai sebagai jalan untuk membangun karakter. Diskusi merupakan media penumbuh karakter yang efektif : kerjasama, tenggang rasa, gotong royong, dan sebagainya. Pilihan model dan metode sesuai materi akan sangat efektif untuk membangun karakter. Kemampuan guru dalam memilih model atau metode sesuai materi akan sangat menetukan kedalaman penumbuhan karakter. Lebih cantik lagi, bila guru selalu dan terus/konsisten untuk menekankan pada peserta didik bahwa pada bagian ini ingin dibangun karakter tertentu. - Penutup :
90 Pada bagian ini guru bisa mengajak peserta didik untuk membangun nilai-nilai karakter, misal mensyukuri nikmat Tuhan melalui kegiatan refleksi. Kegiatan doa penutup bisa dibiasakan untuk meumbuhkan nilai religius peserta didik. 3) Penilaian Pada bagian penilaian dapat direncanakan penilaian sikap yang komprehensif. Penilaian yang dilakukan guru diberikan fedback ke peserta didik agar peserta didik mengetahui kemajuannya. Penilaian karakter masuk dalam penilaian sikap baik oleh guru maple dalam pembelajarannya, guru BK, maupun wali Kelas. 3. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah a. Mengimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Pada kegiatan ekstrakurikuler, satuan pendidikan melakukan penguatan kembali nilai-nilai karakter melalui berbagai kegiatan. b. Kegiatan pembiasaan melalui budaya sekolah dibentuk dalam proses kegiatan rutin, spontan, pengkondisian, dan keteladanan warga sekolah. Kegiatan-kegiatan dilakukan di luar jam pembelajaran untuk memperkuat pembentukan karakter sesuai dengan situasi, kondisi, ketersediaan sarana dan prasarana di setiap satuan pendidikan. Struktur pendukung lain yang terdiri atas: (a). Ekosistem dan budaya sekolah; mewujudkan tata kelola yang sehat, hubungan antarwarga sekolah yang harmonis dan saling menghargai, lingkungan sekolah yang bersih, ramah, sehat, aman, dan damai. (b) Pendidikan keluarga dan masyarakat; menjalin keselarasan antara pendidikan di sekolah, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Implementasi kegiatan pembiasaan melalui budaya sekolah di SMA Negeri 1 Sulang, antara lain : 1) Guru menyambut kedatangan siswa setiap pagi di pintu gerbang untuk membiasakan budaya 4S dan kontrol ketertiban berpakaian siswa 2) Upacara setiap hari Senin 3) Pemutaran lagu nasional setiap hari Senin pagi sebelum Upacara 4) Mengaji Al Qur’an setiap pagi sebelum KBM
91 5) Berdo’a bersama sebelum KBM 6) Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza setelah doa pagi dan sebelum KBM 7) Menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan do’a mengakhiri KBM 8) Literasi 15 menit sebelum KBM (jam 07.00 – 07.15) setiap pagi kecuali Senin dan Jumat 9) Senam sehat/jalan sehat (Jumat sehat) setiap jum’at minggu ganjil 10) Kerjabakti kebersihan (Jumat bersih) setiap jum’at minggu genap 11) Sholat dhuha 12) Sholat dhuhur berjamaah 13) Ahad pagi (pengajian/siraman rohani) setiap hari Minggu jam 07.00 s.d. selesai 4. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pasal 5 Ayat 1 Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 dijelaskan bahwa PPK pada Satuan Pendidikan Formal diselenggarakan dengan mengoptimalkan fungsi kemitraan tripusat pendidikan yang meliputi: a) sekolah, b) keluarga dan c) masyarakat. Khusus untuk pengoptimalan penyelenggaraan PPK oleh masyarakat dilaksanakan melalui pelibatan perorangan, kelompok masyarakat, dan atau lembaga. Pada Pasal 6 Permendikbud ini juga dijelaskan bahwa pendekatan berbasis masyarakat dilakukan dengan tiga cara. a. Pertama, memperkuat peranan orang tua sebagai pemangku kepentingan utama pendidikan dan Komite Sekolah sebagai lembaga partisipasi masyarakat yang menjunjung tinggi prinsip gotong royong. b. Kedua, melibatkan dan memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar seperti keberadaan dan dukungan pegiat seni dan budaya, tokoh masyarakat, alumni, dunia usaha, dan dunia industri. c. Ketiga, mensinergikan implementasi PPK dengan berbagai program yang ada dalam lingkup akademisi, pegiat pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga informasi. Untuk penguatan peranan orangtua sekolah dapat berpedoman pada Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga dalam
92 Penyelenggaraan Pendidikan. Dalam Pasal 6 Permendikbud tersebut ada sepuluh bentuk pelibatan keluarga pada satuan pendidikan yang dapat dilakukan orangtua. a. menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan; b. mengikuti Kelas Orang Tua/Wali; c. menjadi narasumber dalam kegiatan di Satuan Pendidikan; d. berperan aktif dalam kegiatan pentas Kelas akhir tahun pembelajaran; e. berpartisipasi dalam kegiatan kokurikuler, ekstra kurikuler, dan kegiatan lain untuk pengembangan diri Anak; f. bersedia menjadi aggota Komite Sekolah; g. berperan aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Sekolah; h. menjadi anggota tim pencegahan kekerasan di Satuan Pendidikan; i. berperan aktif dalam kegiatan pencegahan pornografi, pornoaksi, dan penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA); dan j. memfasilitasi dan/atau berperan dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter Anak di Satuan Pendidikan Implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat yang telah dan akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sulang, antara lain : a. menghadirkan orang tua pada kegiatan : - penetapan dokumen kesepakatan sekolah (program GSM) - rapat pleno penetapan (sosialisasi) program sekolah - persiapan Ujian Sekolah b. Kelas parenting pada hari Jum’at (program GSM) c. berperan aktif pada kegiatan ekstra kurikuler d. berperan aktif pada penanganan anak-anak bermasalah e. home visit secara rutin, terutama oleh Guru BK F. KEGIATAN LITERASI 1. Pengertian Literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya "kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar)." (Wikipedia). Berdasakan itu, kami menyatakan bahwa melek membaca dan menulis menjadi ruh gerakan literasi sekolah. Pengembangan lebih lanjut
93 sekolah memfasilitasi siswa meningkatkan melek budaya, tata nilai, lingkungan, maupun peradaban secara luas. Pengertian Literasi Sekolah dalam konteks GLS (Gerakan Literasi Sekolah) adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara. GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik Sebagai sebuah budaya, literasi bermula dari kemampuan yang terdapat pada tiap individu dalam suatu komunitas, seperti seorang siswa dalam suatu sekolah. Siswa yang literat akan memiliki kesenangan atau kegemaran terhadap aktivitas baca-tulis, sehingga dalam pertumbuhan dan perkembangan melalui pembiasaan, pengembangan, ataupun pembelajaran, kemampuan tersebut akan menjadi kebiasaan yang memola (membentuk suatu pola). Kemampuan literat antara satu individu dan individu lain berkembang, sehingga bukan lagi sekadar kemampuan tunggal, melainkan kemampuan masyarakat, komunitas, atau warga sekolah. Oleh karena itu, budaya literat adalah sesuatu yang lebih luas dan yang lebih penting daripada sekadar keterampilan teknis membaca dan menulis yang bersifat individual. Budaya literat mencakupi kemampuan, minat, kegemaran, kebiasaan, kebutuhan seluruh individu dalam berliterasi yang memola dan yang mengakar kuat dalam komunitas sekolah tersebut. 2. Tujuan Literasi Tujuan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus, yang dirinci sebagai berikut. a. Tujuan Umum Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah melalui GLS dengan menciptakan ekosistem yang literat agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. b. Tujuan Khusus Meningkatkan budaya membaca dan menulis di sekolah. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah yang literat.